Sri Hermawati D. A. dkk.

SENI BUDAYA untuk SMK

Seni BUDAYA
Sri Hermawati Dwi Arini dkk.

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk.

SENI BUDAYA

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI BUDAYA
Untuk SMK
Penulis : Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati,

Dkk.

Ukuran Buku

: …… x …… cm

…… SHD ….

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. Pembangki Tenaga Listrik: SMK oleh Muslim, Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. ---- Jakarta:Pusat Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 376 hlm. ISBN ……-……-……-…… 1. Seni Budaya

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh….

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

i

Pengantar Penulis
Mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya, yang dimaksud budaya meliputi budaya nusantara, asia dan periode klasik dan modern. Khusus bahasan aspek budaya nusantara tidak dibahas terpisah melainkan terintegrasi dengan seni. Yang dapat diartikan kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Dengan cara ini karakteristik kesenian Indonesia yang khas akan muncul sebagai sebuah jati diri bangsa yang mampu berkompetisi dalam percaturan kesenian dunia, pendidikan seni yang berakar dari tradisi merupakan simbol kebanggaan, keluhuran dan harga diri bangsa Indonesia. Transformasi nilai-nilai seni ke dalam masyarakat luas karena seni bisa menjadi penyejuk bagi kepesatan kemajuan sains dan teknologi yang tidak jarang mengabaikan kehalusan rasa seni dan pendidikan seni berperan sebagai filter bagi peradaban. Topik atau materi yang dapat dikupas tidak dapat meliputi 33 propinsi dan kesenian yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup dimasyarakat atau dengan kata lain kesenian bermutu yang mengandung banyak hal untuk mengungkap masalah seni budaya, kesenian yang banyak mendapat respon dari bangsa sendiri ataupun dari mancanegara. Topik ataupun materi terbagi bagian apresiasi, ekspresi dan wirausaha. Penjenjangan materi hanya dapat dilakukan pada bagian ekspresi / keterampilan. Buku teks ini bukan hanya memberikan wawasan namun juga keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat, kelebihan buku ini memberikan pengetahuan keragaman seni budaya nusantara dan keterampilan yang sangat penting karena penyebarannya yang luas atau sudah dikenal diberbagai wilayah, serta mempunyai nilai sebagai bekal keterampilan dunia kerja dan pengetahuan wirausaha. Semoga buku ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi anak didik kita dan merupakan pengetahuan tentang kekayaan, kebudayaan dan kesenian milik bangsa kita Indonesia tercinta untuk juga meningkatkan kebudayaan dan pariwisata kita.

Jakarta, Juni 2008

iii

KETUA TIM PENILAI BNSP
Drs. Pracoyo, M.Hum Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Seni Rupa Murni

DAFTAR KONTRIBUTOR
Bidang Keahlian
Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Tari Seni Musik Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Musik Seni Musik

Penulis

Nama

Institusi
Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Semarang Dosen STSI Bandung Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Perguruan Cikini

Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim

Martin Renatus Nadapdap, S.Sn Dra. Clemy Ikasari I, M.Pd Dra. Bambang Pratjikno, M.Pd Dwi Kusumawardani, S.Sn, M.Pd Drs. Moh Muttaqin, M. Hum Tardi Ruswandi, S.Kar, M.Hum Didin Supriadi, S.Sen, M.Pd. Dini Devi Triana, S.Sen. M.Pd. Saryanto, S.Kar Dwi Kurniadi, S.Pd

EDITOR
Dra. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Yogya Gitar dan Teori Musik

DISAIN GRAFIS
Wafirul Aqli, ST Dosen Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Jakarta

iv

DAFTAR ISI
Pengantar Penulis ............................................................................... Pengantar Direktur Pembinaan SMK .................................................. Daftar Tim Penyusun dan Nara Sumber ............................................. Daftar Isi ............................................................................................. Lembar Pengesahan ........................................................................... Peta Kompetensi ................................................................................. Daftar Gambar Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Teater ................................................................ Seni Rupa .................................................................. Daftar Tabel Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Rupa .................................................................. Bab VI ....................................................................... BAB I. DASAR-DASAR 1. Pengertian Kebudayan dan Seni ............................... 1.1. Pengertian Kebudayaan ..................................... 1.2. Pengertian Seni .................................................. 1.3. Sifat Dasar Seni .................................................. 1.4. Struktur Seni ....................................................... 1.5. Pengertian Nilai Seni ......................................... 1.6. Pengertian Ekspresi................................ ............ 1.7. Pengertian Genre/Fungsi Seni ........................... 1.8. Pengertian Apresiasi............................... ............ SENI MUSIK 2. Mengapresiasikan Karya Seni Musik ........................ 2.1. Pengertian Musik ............................................... 2.2. Sistem Nada ...................................................... 2.2.1. Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis ................................................... 2.2.2. Titi Laras Pentatonik................................ 2.3. Musik Klasik.... .................................................... 2.3.1.Musik Klasik ............................................... 2.3.1.1. Zaman Pertengahan ................. 2.3.1.2. Zaman Renaisance .................. 2.3.1.3. Zaman Barok ............................ 2.3.1.4. Zaman Rokoko ......................... 2.3.1.5. Zaman Klasik ............................ 2.3.1.6. Zaman Romantik ...................... 2.3.1.7. A. Zaman Abad 20 .................... B. Musik Jazz ............................ i ii iii iv viii ix x xii xv xv xvii xvii xvii xviii 1 1 10 11 12 13 14 14 17 24 24 25 25 26 29 29 29 30 30 31 32 37 39 40

BAB II.

...1.........6. Unsur Pokok Tari .......................... 2......... Teknik Memainkan Kacapi ......................2.6...........3................6................................ 3.. Gamelan ........... Pengertian Seni Tari .................1.....6..5....................................6..... 2.........4....6....3....... 3..... 3..................................2..... 3........4.................6...6.4 Cara Menentukan Akor Dalam Sebuah Lagu ......2....6.2.................................. Musik Tradisi Indonesia ... Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik 2.....2 Musik India .1....................2.............................1 Mempelajari Tombol-tombol Keyboard ....5.....4........6......... 2....... 3.....4..............4. SENI TARI 3........7....................... 2.......................... 3......6.............. Penerapan akor pada Instrumen Keyboard .. 3........ 2........5.. Ekspresi ..................... 3... 2...6......5...................................... Alat Musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani....6....2......................... Tenaga ..............6...2......6..6.... Musik Bali ..3................................2 Mempraktikan dengan Lagu........3 Akor .. 2..4....... 3............1...6.. 2...2. 3.......5 Sampe .......... Ruang ........6...2 Tangganada Diatonis Minor . 2........................ 2............................... Iringan Tari ... Wilayah Suara ...........4.6....3 Mempraktikan Memetik Kacapi Dengan Cacarakan .......3 Unsur Komposisi Tari.... Teknik Memainkan Gambang Kromong..........................3.................2........ Teknik Memainkan Gamelan ....v 2........4......1... BAB III.......... 2...... 2.6.........2...........................................1........ 2.........1 Kacapi Fungsi Hiburan ................5................. Jenis Pernafasan ......... Mengapresiasikan Karya Seni Tari ........................... 2... Asal Usul Vokal .....2...4.2....3..3......... 2..6. ...6...... 2........................1 Gerak ..... Alat Musik Tiongkok dan Jepang .4...................... 2............ 2... 2...............6..1..3.. 2...... Musik Non Barat ..... Vokal .... Angklung ......................... Musik Afrika.. 2.. 2...........2......................1..2..... Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok ..................2 Teknik Petikan Kacapi .............. Motif Gerak Tari ...........2..........................5.2..................5... Musik Betawi .. 2....... 2...1 Tangganada Diatonis Mayor ........... 2......................................... Tangganada .. 2.6. 41 41 47 49 58 68 71 71 72 73 73 75 75 76 77 79 79 82 83 85 87 88 94 122 130 137 137 143 144 158 158 161 161 164 169 169 175 176 177 178 .. 2........... 2..

....... ........ Tari Sebagai Sarana Upacara ...... SENI TEATER 4............. 4........ 4...... 3........9...................7........... Tari Tradisional ................7.... 3......................... ....... 3........ . 4...................9........ Akting.. 4......7....9.................................10.. Penyutradaraan ........... Tari Balet ...................................................1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater ..................... Gaya Akting....2.. 4..9......... 4.............................................7...........2............ Unsur-unsur Pementasan.................1...5............. Tari Non Tradisional .......1......4. 4.......9................. Sejarah Teater . Tari Klasik .........3.......................... Struktur Dramatik ...............4.... Beberapa Istilah Dalam Teater .. 3.......10.10............... Di Masyarakat .7...............2............. Tari Agama .........1........ Pembelajaran Kreativitas . 4... 3. .. 3.............2.............. Unsur-unsur lakon Teater........2.1............... 3...... 181 182 183 184 187 187 189 190 194 195 197 197 197 212 214 214 216 216 217 219 221 222 228 228 229 230 232 234 236 239 240 241 242 255 256 257 257 258 259 259 260 260 .... 4....... 4....................... Tari Primitif . ............1......5........10.. Naskah Drama ......... 3....... ......2....... Tipe Sutradara..............2...... Musical Dance ......... 3.. Tari Sebagai Sarana Hiburan ...................9......1............ 3..........3.............. Tari Adat ..........10.....................1.....Produksi Tari...............5 Pembelajaran Apresiasi Tari ........ Pembuatan Naskah .....11.1........... 4...................8.................2..... Tari Upacara ....... Tari Rakyat ....... 3........8....1...2......... Fungsi-fungsi Teater Rakyat ................1...vi 3...2......3..............8. 4.......1...... Kegiatan Apresiasi Tari .............. 3..................... Tugas Sutradara.............1. Pengertian Teater ....... 4.............. 4..... Pengertian Sutradara ...................2............ BAB IV.........6............ Fungsi Tari ..............1..........3...............6..............Dasar Pijakan .... 3......................6........ 3... Bentuk Teater Indonesia Berdasarkan Penduduknya .... 3... Cara Penyutradaan...... ...... Seni Peran ..............................5.......... Tari Berdasarkan Orientasi Artistik ....1.......... 4..........8..................6..... 3.......................... 3...6......10.... 3........1...... ....................................2......... Penjiwaan Dalam Tari ........ 4.4...6....... 4................ Struktur Naskah Drama ................... 4.................... Tari Berdasarkan Konsep Garapan ....9................................ 3............... 4.............6........... Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi...................... 3................... 3..................

...... 5... Kewirausahaan Dalam Seni Rupa.......2.....8................... Usaha Kecil ..........13.................. 5.....4................ ........8......4............... 5..2 Berkreasi Batik...3.. . Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa .. 5........... 5............. ................. 5...... DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………...... ................. . 5....vii 4..... 5..................... 5..... Ragam Hias Nusantara....... ......................... .............. 5....1....................3.11. Proses Manajemen Produksi Teater............... 6...... Tata Pentas.... Manfaat Pameran Seni Rupa di Sekolah...7.......................... Apresiasi Karya Seni Rupa ........ 5................1 Kegunaan Pameran Seni Rupa di Sekolah..................1......2..... 5...3...... Aspek-Aspek Penilaian Dalam Apresiasi Karya Seni . ................................2............ 5................. BAB V..13......................3... . 4......1..5......2. ..................................6.................. 261 263 264 264 288 290 291 295 295 305 310 310 311 317 320 320 320 321 322 323 326 327 331 341 349 350 358 360 364 366 369 371 373 376 GLOSARI ……………. ...... 5.... 5....2.....4.....1.. 6... 5....... Unsur-unsur Seni Rupa.........6....3........1....7................................... Teknik Tata Panggung ..... 5........ ....................... Jenis-jenis Pameran.. Aliran-Aliran Dalam Seni Rupa. Pengertian dan Fungsi Apresiasi ..1 Tahapan Manajemen. 6..............3.......................4....... Seni Murni. ... ........7....5... Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya.. 5..2... SENI RUPA 5............. ..................1................ Penata Musik Film/Sinetron/Kartun........... 5.1 Kreasi Teknik Celup Ikat....1.................... Syarat-syarat Penyelenggaraan Pemeran Seni Rupa di Sekolah........2................. 5...... . Desain... Seni Kriya Ikat Celup(Tie Dye) ............ Seni Kriya Batik............. 4..... 4.... ..........…………………………………………….. ....................... BAB VI WIRAUSAHA 6. Dasar-dasar Seni Rupa .........4.......... 6....................... .............. 6........................ 5.... Pengantar Seni Rupa .............. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik.................. .................4...... Manajemen Produksi Pertunjukan Teater.... ..................1 Alat dan Bahan Batik....3......2.. Wirausaha Penyelengaraan Pameran Seni Rupa....... ...4...... Pameran Karya Seni Rupa ........................ ..........12..........................

ix PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah. Pengembangan Program Materi Pada Bidang Seni Seni Seni Pertunjukan Seni Rupa Kompetensi Seni Pertunjukkan Pelaku Seni Pemain Penari Penulis Naskah Pemandu Jasa Informasi Penyelenggaraan Menyiapkan Jasa Penyelenggaraan Pertunjukkan Tim Kreatif Penyutradaraan Broadcasting Kompetensi Seni Rupa Seniman/Pengrajin Produk Seni Kewirausahaan Menciptakan Lapangan Kerja Menghasilkan Barang dan Jasa . Materi pembelajaran berorientasi untuk mempersiapkan anak didik menuju dunia kerja.

11. Pakaian Adat Banjar Kalimanta Selatan Perak Kota Gede Yogyakarta ..............12........................ Komponis J............. ... 1. 2...18...... Notasi Rante (Gamelan) .............. 2..11....... 1............... 2. Wayang Golek ......... Gershwin ..... 1.... Grand Piano .......4............7....6.. 2.....10.. 1................. Komponis C.................. Tari Merak ......15........... Pakaian Adat Kalimantan Timur .... 1.................... 2........................ Motif Nusatenggara Timur ........14. 1..2........ Komponis Bella Bartok.... Ondel-Ondel.............. Brahms Corbis .............................8.......... 2..13.............x DAFTAR GAMBAR SENI MUSIK Bab I Gambar 1.. 1..19... 2......... Instrumen Musik..............6............... 1.... Harpsichord............4.............................. Komponis F.3......... Komponis F......... Komponis J..... 1....... 2......... Chopin .10................... Fungsi Seni ...... 1.. 1.5....17........... 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 9 15 26 26 32 32 35 35 36 37 37 37 38 38 38 39 39 39 41 Bab II Gambar 2.. Rumah-Rumah Adat ......... Beethoven .........1....... Komponis Johan Sebastian Buch .............. 1.....15.............. 1.................. Perangkat alat Musik Gamelan Joged Bumbung (Grantang) ............2............16................ Tari Tradisional Saman ... 1................ 1.9.......... Komponis L... Papan Bilah Nada ..... Motif Toraja ..7.8....................... 2.. Komponis W.....11.. 1......5.............3...... 1...13.......... Komponis G..14...... Komponis Antonio Vivaldi ....... Debussy .. 2.......... Topeng Cirebon ........... Motif Banjar Kalimantan Selatan...... 2...... Rumah Adat Toraja ......................... Patane (Rumah Menyimpan Jenazah/ Adat Toraja) ........ 2... Tifa Maluku ...... Mendeshon .......... Mozart ..... 1.....1........................9...16.... Haydn ............... 2.. 2............ 2. Lembu : Tempat Meletakan Mayat di Bali Bade: Tempat Meletakan Mayat di Bali Gadis Suku Dayak ...............20..... Alat Musik Sampe ........... 2.17... 1..V.A.............

.....44......... Angklung ..............23................................. Samrah ..... 2......... 2..................................................35......... Kacapi Rincik...36...................................31................... Alat Musik Sampe Kalimantan Timur. Metode Curwen Untuk Pembelajaran Angklung ... Bonang .............. 2...... Alat Musik Koto ............... Wilayah Suara Manusia .................... Bagian Tubuh Manusia ...... dan Rincik Birama Kecapi Perahu......................... 2.......... 2.......45...33........... 2..... Alat Musik Yunani .... Gamelan Joged Bumbung (Grantang) Perangkat Gamelan Jawa ...27.........38............... Tehyan dan Sukong ..... 2.........41.. 2....... Gamelan Carabalen ................... Tanjidor ..... Musik Kacapi Suling............. 2............ 2.... Artikulasi ... 2.19......... Gambang Kromong .. Kongahyan...... 2.... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Carabalen .................... 2........... 2................. 2.xi 2........... 2...........32..30. 2.........................22... 2..... 2....... 2...................... 2.... Saron ................. Slentem ...... Cara Melaras Dawai Sampe .50..............42.... 2........ 42 43 43 43 46 48 48 49 50 51 51 51 54 54 55 57 58 60 62 68 69 70 71 72 73 74 76 77 78 138 138 139 139 140 .............24..... 2.................. Gender ...20.......29. Perangkat Gamelan Ageng ....... 2..................................................26....51..............34..40..................... 2............................................................. Penampang Resonator dan Dawai Sampe .............. 2................ Musik Celempungan.... 2..43.48.25......... Keroncong Tugu .......... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Ageng ......37... 2............... 2...46........... 2...49. Melodi. Alat Musik India ..................................... Kacapi Kauh/Siter .....21............ Gamelan Gong Gede..................................18.............. 2. 2................28.... Musik Afrika ...........39..................... Notasi Gambar untuk Pembelajaran Angklung ................47...... 2.......

. Gerak di Udara....... 3........29.................. Konsep Tradisi Pengembangan..26... Gerak Lari Jingkit (Tridik) .. 3.......35.........36......................13.........14.... 162 162 162 163 163 163 163 163 164 170 170 170 170 170 172 172 172 173 173 174 174 175 175 175 176 176 177 177 177 188 188 188 188 188 189 189 190 190 . Gerak Teknik Sirkile ...... Pelebaran Ruang Gerak ............ Gerak Pencak Silat .....33..... 3................... 3.......38..............12..........4.. Penguasaan Ruang Pentas dan Ruang Gerak....28. 3..... Tari Gejolak........ Eksplorasi Gerak.... Gerak Desain Tertunda... Penari Mengolah Ruang . 3. Instrumen Iringan Tari (Bonang) . Tari Tano Doang ..... 3............. Tari Perang ....... Imitasi Gerak Tari Topeng .......... Konsep Teater Topeng .. Gerak Sedang .......................... 3.......18.......... Gerak Respons ......... 3. Penggunaan Properti . Penghayatan Tumpukan Kaki ........ Konsep Tradisi Pengembangan......... Mengeksplore Gerak Tubuh untuk Ruang Gerak..................21..... 3............................. 3.....27...... 3....... 3..........22.16.......6.... 3.................... Pengolahan Properti . 3.10................ 3............ 3..... Gerak Dalam Memiliki Kesan Dalam .. Gerak Tari Terpulout ...32......24...... 3.15.30............ Sikap Dasar Tari ........... Gerak Selit ..... Sikap Kuda-kuda.......... Gerak Tari Terpulout .. Kekuatan Lompatan ......................... Gerak Sedang ..5....... Penghayatan Mata ... 3...........17.............................................3. 3. 3........ Imitasi Gerak Tari Topeng .. 3.39................. 3.......2.......... 3.........37.............. 3...... Tari Panggung Jati .........xii DAFTAR GAMBAR SENI TARI Bab III Gambar 3........ Penghayatan Gerak .....9.................7.. 3........... 3.............................23............................................... Pengolahan Ruang Tari dalam Pentas Tari .............. 3......................19.........8.....25............. 3................. 3..............31.34.......... 3..................... 3.................. Pelemasan Anggota Gerak Tubuh...........................11............. 3... Gerak Teknik Split.......... 3..................... 3.. 3...... 3........................20..............

.....55.............45... Nyi Kembang ....................... Gimyak Banyumasa... 3...68... 3......44. Quilinte ..xiii 3... 3..........54........... Klono Topeng ... Tari Saman ........... 3........................... 3.............................64......................... Ngremo . Tebal Gempita ..........60..................... 3......... Kresno Baladewa .... 3....... Polalak ........ Badaran ....................... 3.......... Tari Pendet (Bali) ..... Topeng ............................. 3.... 3........51............... Tari Rampak dinan Jombang........83........42........................................79. Agon Yamuniku ....57.85..........75.................................. 3.... Squestrall ....86................................ Bahairan ..80..... Flash Time ..... Topeng Bali .48......... Rabot ..... Teater Topeng .. Warok .. 3...... Tari Barabah ........50.............. 3...................................69..... Cinta Bunda ..................... 3.......... 190 191 191 191 192 192 192 193 193 194 194 194 195 195 195 196 196 196 196 196 197 198 198 198 199 199 199 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201 202 202 202 203 203 203 204 204 204 205 ......70................ 3.. Gagahan ............. 3......... 3...................................78...........52.......................................... 3........................................ 3........................................................ Tari Jepang Rebana .... 3..................61.........................82..71.... 3.............56...72.............46.47................ Merak .............. 3..................67...................................53............ Tari Payung ......................76............... Gambyong .62..... Tari Seudati .58.. 3................................................. 3..................84......................................................................................73......... 3........... 3.....................43...... Topeng Rangde .. 3........................... 3.. 3. Trunajaya ........41.. Tari Rampak dinan Jombang. 3. Merak . Sequence ................................. Ngelajau ............... Tari Kranag ............................... Ngremo ..........63....... 3......... Topeng .............................. Pakarena ............. 3.....................49..... 3........... 3............................ Tari Turun Kavih Vhen .. 3.................... Merak ... 3.......................................59.......... 3................................. 3.................................................... Rangguk .................. Mbya .................................................. 3.. 3.... Teater Topeng .......... 3............. 3............. Sekapur Sirih .... Gambyong .............40.....................66..............65............... 3.81.......................................................... 3...... 3..............................................74..77..... Bratasena ....... 3....

......................................................97.................. 3.............104..................................................... Sekapur Sirih .......93.......... 3.. 3................ Pamekik ......................... 3..... 3................................................................. 3...........125...................................................117..........90................ Abike Aniku ......................... Trunajaya ........................ 3........ 3.......... 3... 3............ Kalubu .............................................................. 3. 3.......... 3............ Ebegan.......106... 3..........103......99...........92........ Jipeng Rebana .... Sequence ... Manukrawa .. 3........... Giring-giring .......... 3................... 3............ Oleg Tablingan. Pakarena......... Hung Myung..100.....96. Pamilau .................................................105.... 3.....................................................112................ Assay .................................................................................................... 3..................... Time Load ........................114........... Laninse .... Pakarena..94................ Time Load ..98...... 3......118.......107. 3....................................................... Squarel................... Tuan Pamekik ..113...... Abike Aniku .. 3.87...............124..... Kecak .........101.......................111.....................xiv 3................................................................... 205 205 205 206 206 207 207 207 208 208 208 209 209 209 209 210 210 211 211 211 212 212 213 213 213 214 214 214 214 215 215 215 216 219 219 219 220 220 220 ...............95.. 3............... 3... Laninse ... Bambu Gila ...................................... Mbui Dong Po . 3............... Pamilau .....88....... Cinta Bunda ................ 3.... 3...................................110............. Fatamorgana..122.............. 3...... 3................................................120................................89.......... 3................ Giring-giring .. 3....... 3............... Sekapur Sirih ..... 3........121......... All Fine ..........91..... Manuk Rawa .......102...........116............. 3...... Squarel.109.............................108............................ Baris . 3.... Ndaitita .... 3....................... Ranggak........... Perang .. 3......................... Perang ..115.123..........119... 3.........

.....5............................................... Pertunjukan Teater Arja Bali ...............1 Seni Lukis.................................. 4............xv DAFTAR GAMBAR SENI TEATER Bab IV Gambar 4....................................6 Poster Hasil Design Grafis ................... Lawan Catur ............................. Lautan Bernyanyi . Kekawen – Kawin .. 4. Cinta Robot ..8 Design Interior...... 4..........2.. 5..... 4.... 4.......................... Si Gila dari Chailote. 5......................15..... 4...........5 Kursi Hasil Design Produksi . Kurikulum 2000 ................................10....... 5..................14........ 4.......................11........... 290 290 291 291 292 292 294 293 294 296 ....12...13......... Tabib Gadungan... 230 230 231 231 232 233 234 235 236 238 256 257 258 260 262 263 264 265 DAFTAR GAMBAR SENI RUPA Bab V 5........................................... 4....................... Petang Di Taiwan .... 4.......18..................17...............4. 4................................................... Pelajaran .......... Kekawen Kawin ................................ . 4.... 5............................... Pramuwisma Stories ............................................ Pertunjukan “Attac Theatre” ................................ Raja Mati ...........................................9...16........................................3.. 4................................................... 4................ 4............... Ludruk ..........2 Seni Patung......................... 4..7....... 4. 5..........9 Batik Sebagai Seni Kriya ........... Orang Baru ................ 5........................................... 5...........................................7 Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern ........ Buruh Tenun...................... 5.............6.1.10 Macam Jenis dan Karakter Garis .............3 Seni Lukis..............4 Seni Patung.... Wayang Golek .... 4............................... 5.....8......

...............................25 5.. ................11 5.. ..................................31 5......... ....49 5....29 5... Pencelupan sampai warna................. Bentuk Non Figuratif(Abstrak)................33 5. Lukisan Realisme ... .....47 5.................................................................................41 5..............26 5.......16 5. Memasukan Warna......................................14 5...........54 5.43 5......... Lukisan Ekspresionisme................... Contoh Intensitas Warna ....56 Bentuk 3 Dimensi yang Dinamis ..............13 5........................................... Lukisan Abstrakisme........ Lukisan Dadaisme.....38 5.37 5................................ Lukisan Kubisme.........................20 5............ Irama pada Bangku Panjang ............17 5......... Hue dalam Lingkaran Warna ................. Bagian-bagian Canting.... ..... Lukisan Romantisme. Pencelupan.......52 5..... Larutan ASG + Soda........ ............................... Lukisan Konstruksifisme.................. Pencelupan ke larutan garam....32 5........ Lukisan Surealisme.. ........ .......................................... ..........39 5.............................42 5.................................. ........ Keseimbangan Bentuk dan Warna ............. ........... ..... Pewarnaan kain dengan kuas...44 5.......................................xvi 5................... Contoh Ragam Hias.....................24 5....18 5............... Motif Meandur........... Pembentukan motif pada kain............................. Keseimbangan Simetris ......... .......... Kain Non Tenun Indonesia............................. Ngrengrengi...............53 5................................................ Kontras Warna .27 5.... . ......50 5................... ............. ..............................45 5........................................................ Figuratif................ 296 296 299 299 300 301 302 304 305 305 306 307 307 308 308 309 311 311 312 312 313 314 314 315 315 316 316 317 324 325 325 328 329 331 341 342 342 342 343 343 343 344 344 345 345 346 ............... ...15 5....................................... Bahan-bahan pewarna. Napthol dan Soda....................... Lukisan Elektisisme. .............30 5.. Ruang Positif dan Negatif ................ Keseimbangan Simetris yang Dinamis........ ........... Lukisan Elektisisme... . Lukisan Naturalisme...... Membolei..........19 5... Tekstur Halus .............................22 5..23 5................ Bentuk yang Diabstraktif .... ...........55 5...... Pencampuran Air Panas.................... ............. .......................28 5........................46 5......21 5........................51 5.........................48 5......................................................40 5.............. ... ................... .............. ......35 5..................36 5..................... . Lukisan Impresionisme....... Karya dari Kriya Batik....... Keserasian Proporsi sebuah Bentuk Trimatra . Klimaks pada Karya ...... ................12 5................ Kain Ditiriskan..........34 5........ ..... Keseimbangan Warna pada Sebuah Kursi.

... 164 169 217 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI RUPA Bab V Tabel 5.. Klasifikasi Seni ........59 5.................................................................... ......... .....60 5.......................................................2...57 5..................... ..... Meratakan......58 5.....xvii 5....................2.................. ........ 2..............3.... .....3................................... Laras Slendro dan Pelog ................ Kain diisi kelereng.. Pencelupan ke larutan garam............. 2..1 Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa ... Tabel Hubungan Tari dengan Aktivitas Manusia .............................................. Motif Gerak Tari Berkelompok ................ 2........................... 347 350 350 351 351 352 352 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI MUSIK Bab I Tabel Bab II Tabel 1..........61 5......................1. Pembukaan ikatan jelujur........... ........... 3......... 3.. Penggunaan Bonang dan Sebutannya di Berbagai Propinsi ............................ Pencelupan ke dalam malam..1...... DAFTAR TABEL SENI TARI 10 28 52 53 60 Bab III Tabel 3..3... Belajar Musik Angklung Sistem Nomor ..1.... Tabel Gerak Tari Individu....... 2........63 Pelorodan.............. Hasil Akhir.. 320 ..................... Propinsi yang Menggunakan Gamelan ... .....62 5...

.... 6................ 6...... Warna Napthol .........3..........3 5....................5.. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .......................6..................................1........... Warna Indigosol .. Kisi-Kisi Penilaian Hasil Pertunjukan Struktur Organisasi Grup Teater..................xviii Tabel 5.... 357 358 360 360 362 366 ..................................................2 5...........2.................4 5....... Kaitan Faktor-Faktor Karakter Seorang Wirausaha ......... 6.. Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan . Cabang-cabang Seni Rupa ..................... Jenis Warna ...............................1 DAFTAR TABEL BAB VI Bab VI Tabel 6.........5 Jenis Malam / Lilin .... 6.... 6............... 324 335 336 337 289 Bagan 5... Perencanaan Pengembangan Seorang Wirausaha .............................4...........

Dasar-Dasar Bab 1 .

PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI Pengertian Kebudayaan Pengertian Seni Sifat Dasar Seni Struktur Seni Pengertian Nilai Seni Pengertian Genre (Fungsi Seni) Pengertian Apresiasi Seni Pengertian Ekspresi .

Koentjoroningrat mengatakan.1. Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya. Gambar 1. misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya.1 BAB I DASAR-DASAR 1.1. sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. kreativitas. yang merupakan bagian dari kebudayaan. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian. Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat. Untuk lebih jelas dapat diterangkan apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan. sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. Ketiga. Macam-macam Rumah Adat . ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri.com. Sumber : Google@RumahAdat. Berdasarkan konteks budaya. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Pengertian Kebudayaan dan Seni 1. dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjoroningrat (1986).

Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah. Gamelan Grantang Bali Sumber : Koleksi Pribadi Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti yang terlihat di gambar berikut ini Grantang.2 2.3.4. Sampe Kalimantan Tengah Gambar 1. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSU Denpasar Gambar 1. Tifa Maluku . Tifa dan Sampe. alat musik di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya. Alat Musik Seperti halnya rumah adat.2.

alat musik.7. Gambar berikut adalah Kriya Ragam Hias. Sumber : Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. dan kayu. Seni Tari Di samping rumah adat. dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu. seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat. Indonesia juga memiliki keanekaragaman Seni Tari. Tari Saman Aceh Gambar 1. Motif Banjar Kalsel Gambar : 1.8. Tari Merak 4. dibuat di atas media kain. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hiasan serta motif-motif tradisional. Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar : 1.3 3.6. Motif NTT .5. Kriya Ragam Hias Selain kaya akan keanekaragaman musik dan tarian tradisi.

Topeng Cirebon 6. Motif Toraja 5.4 Sumber : Google.9. Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang.com Gambar : 1. seni teater.11. Pakaian Daerah Setiap propinsi memiliki kesenian. Wayang Golek Gambar 1. seni tari.10. pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki.wikipedia.sukutoraja. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung. Properti Kesenian Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik. Gambar berikut adalah pakaian daerah Kalimantan .

nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putri Kediri dapat .14. Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta. Pakaian Adat Kutai Kaltim Sumber : Majalah Dekranas Gambar 1. karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya.5 Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. Benda Seni Kaya dan kreatif adalah sebutan yang sesuai untuk bangsa kita.13. Souvenir Perak Kota Gede Yogyakarta Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel-ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala.12. merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Pakaian Banjar Kalsel 7.

Di wilayah Tana Toraja juga digelar “Tondok Lili’na Lapongan Bulan Tana Matari’ollo”. artinya orang orang besar. kebiasaan perempuan suku Dayak di Kalimantan yang senang menggunakan anting yang panjang. bangsawan. agama. upacara ngaben (pembakaran mayat) di Bali. berat dan banyak. Rumah Adat Toraja . mata pencaharian. Adat Istiadat 1. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. makanan khas. Ada juga versi lain kata Toraya. dan kata Tana berarti negeri. Raya = Maraya (besar). To = Tau (orang). artinya “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”. Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.6 diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh. Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (Etnis Toraja). Sulawesi Selatan Sumber : Google. Tana Toraja. Indonesia. selain hal-hal tersebut. Berikut diuraikan contoh adat istiadat atau sistem kemasyarakatan di Tana Toraja yang meliputi : 8.wikipedia@Toraja. juga merupakan bagian dari kebudayaan. “Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari”. adat istiadat. sedangkan orang Luwu menyebutnya To Riajang. adat istiadat di Tana Toraja. Contoh beberapa kebudayaan yang memiliki daya tarik yang tinggi bagi turis mancanegara dan turis lokal antara lain. artinya orang yang berdiam di sebelah barat.15.com Gambar 1. arti harfiahnya. sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. sistem kekerabatan dan sistem kemasyarakatan. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja.

mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan. perbedaan tersebut hanyalah faktor perbedaan situasi dan kondisi pada saat pembuatan/pengambilan batu. atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane). paling lambat September. dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. Peti mati yang digunakan dalam pemakaman dipahat menyerupai hewan (Erong). khususnya oleh mereka yang beragama Hindu.16. atau dibawahnya. Adat masyarakat Toraja antara lain. Pa’tane 2. dan 54 buah kecil. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan 100 buah “batu”. Biasanya. Sumber : Google@Rumah Adat.7 Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut “Rambu Tuka”.pembakaran Jenasah di Bali Ngaben adalah upacara pembakaran mayat. Di dalam “Panca Yadnya”. atau di dalam lubang. musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen. upacara ini termasuk dalam “Pitra Yadnya”. Sebanyak 102 bilah batu yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar. yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur .com Gambar 1. Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa. sekitar akhir Juni atau Juli. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di “Tongkanan“ untuk beberapa waktu. dalam Bahasa Toraja disebut Simbuang Batu. Ukuran batu ini mempunyai nilai adat yang sama. mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung. Simbuang Batu hanya diadakan bila pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya diadakan dalam tingkat “Rapasan Sapurandanan” (kerbau yang dipotong sekurangkurangnya 24 ekor). Setelah upacara. menyimpan jenazah pada tebing/liang gua. Ngaben . 24 buah sedang.

18. Idep.com Sumber : Google wiki pedia Q. karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa. Upacara Ngaben diawali dengan upacara-upacara dan doa mantra dari Ida Pedanda. Di depan "Bade" terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. kertas warnawarni dan bahan lainnya. untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. "Bade dan Lembu" ini adalah.17. Wisnu. Sabda. dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat. Idep itu dikembalikan ke Brahma. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal. diiringi dengan "gamelan". tidak ada isak tangis.8 Makna upacara Ngaben pada intinya adalah. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana antara 15 juta sampai 20 juta rupiah. tempat meletakkan mayat Sumber : Google wiki pedia @ Ngaben. Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. Lembu Gambar 1. sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Sabda. dan setelah meninggal Bayu. . Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu. dan "Bade" akan diputar sebanyak 3 kali. kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya. Bade Kemudian "Bade" diusung beramai-ramai ke tempat upacara Ngaben. Siwa. kemudian "Lembu" dibakar sampai menjadi abu yang kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat "Bade dan Lembu" yang sangat megah terbuat dari kayu. Di setiap pertigaan atau perempatan.Ngabe.com Gambar 1. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak.

seni rupa. Suku Dayak Sejak abad ke 17. gambaran wajah apresiasi keseniannya. Kegiatan adat budaya ini dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang dan masih terus berlangsung sampai saat ini. . Berbicara tentang apresiasi seni.9 3. sehingga seni menjadi perekam dan penyambung sejarah. Gadis Suku Dayak Kegiatan-kegiatan adat budaya ini selalu dikaitkan dengan kejadian penting dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. sastra. Kegiatan-kegiatan adat budaya ini disebut Pesta Budaya. teknologi dan rangkaian tindakan suatu kelompok masyarakat. karya. sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar kuping daung daun telinga. Jadi. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping. perkawinan dan kematian ataupun acara-acara ritus serupa selalu ada unsur musik.19. gambaran identitas budaya setempat. dapat disimpulkan yang disebut dengan kebudayaan adalah pikiran. Sumber : Google Wki Pedia @ suku Dayak. tari. Manifestasi dari aktivitas kehidupan budaya masyarakat merupakan miniatur yang mencerminkan kehidupan sosial yang luhur. Berbagai kegiatan adat budaya ini juga mengambil bentuk kegiatan-kegiatan seni yang berkaitan dengan proses inisiasi perorangan seperti kelahiran. dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat. kita ketahui terlebih dahulu yang disebut seni dan klasifikasinya. semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik. menurut kepercayaan mereka.com Gambar 1. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga.

Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah indah. Aristoteles mengemukakan bahwa. Pengertian Seni Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. Mihardja. seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi. menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya. Ungkapan seni menurut Erich Kahler. Tabel 1. seni pertunjukan. dan seni sastra. seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. demikian juga dikemukakan oleh sastrawan Rusia terkemuka Leo Tolstoy mengatakan bahwa. Klasifikasi Seni Seni Seni Rupa * Seni murni * Seni terapan * Design * Kriya Seni Pertunjukan * Seni musik * Seni teater * Seni tari * Film Sinematographi * Pantomim Seni Sastra * Prosa * Puisi . seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya. menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”.2. Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa.1.10 1. selanjutnya dikatakan oleh Akhdiat K.

11 1. (2) Lukisan Lucia hartini yang bercorak Surrealisme menampilkan kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai. Ciri keempat adalah keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. Sebagai contoh. (2) Di banyak negara di dunia seperti Belanda. Cina. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. (2) Karya-karya lukis S. (1) lagu Indonesia Raya karangan WR. (1) lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar. Ade.3. (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dari lagu ciptaan Ebiet G. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. Sifat Dasar Seni Berdasarkan hasil telaah terhadap teori-teori seni. Jepang. Subyektif dan individual. Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat walaupun beliau telah wafat. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal. 1976:41-46). Sebagai contoh. memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. Sebagai contoh. d. disimpulkan bahwa seni memiliki sekurang-kurangnya 5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (Gie. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. Sebagai contoh. Ciri kedua adalah sifat individualitas dari seni. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. . Indonesia dan sebagainya dijumpai produk keramik dalam berbagai bentuk dan fungsinya. Ciri kelima adalah semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. Ciri ketiga adalah seni memiliki nilai ekspresi atau perasaan. Ciri pertama adalah sifat kreatif dari seni. (1) desain mode pakaian terus berkembang sesuai trend-mode yang selalu berubnah dari waktu ke waktu dan banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat metropolitan. c. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati. Sudjojono dan Affandi sampai saat ini masih diapresiasi oleh masyarakat dan sangat diminati oleh para kolektor lukisan walaupun beliau telah wafat e. b. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Inggris. Uraian mengenai sifat dasar seni adalah sebagai berikut: a.

ukiran kayu). b. seni tari memiliki bahasa kinetis. seni rupa memiliki bahasa plastis. d. suara dan lakon. Kalau seni dapat dianggap sebagai bahasa maka setiap cabang seni memiliki bahasa tersendiri. Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya. c. seni musik mempunyai dimensi waktu. Menurut Soedarso SP (1987:79). kalau seni sastra menggunakan kataa sebagai medium. sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang merefleksikan pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu. Bidang seni tari adalah wirama. seni teater mempergunakan semua itu oleh sebab itu teater dikatakan seni yang mempergunakan multimedia. objek estetik tita dimensi (patu batu. suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori. Pokok soal dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan. Pada seni rupa mediumnya adalah objek estetik dua dimensi (lukisan cat air. seni musik bahasa audio. warna. seni sastra mempergunakan keta-keta sebagai medium.4. Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. kalau seni tari mempergunakan medium gerak. Bidang seni teater adalah gerak. Semua jenis seni mempergunakan medium. begitu pula seni memiliki dimensi. Namun tidak semua karya memiliki tema melainkan kritik. wirasa dan wiraga. seni lukis memiliki bahasa visual. sastra memiliki bahasa verbal. alam kebendaan. bentuk. gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni.12 1. Tana medium tak ada karya seni. bidang dan warna. cukil. kayu. bidang dan tekstur. seni tari memiliki dimensi gerak. seni lukis mempergunakan garis. yakni berupa: objek alam. Struktur Seni The Liang Gie (1976-70) menjelaskan bahwa dalam semua jenis kesenian terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a. . Bidang seni musik adalah irama dan melodi. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis. dan seni rupa memiliki dimensi ruang. seni musik mempergunakan medium bunyi (nada). Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. relief logam. etsa. dan lain-lain).

13 1. keindahan. karya seni dicptakan tidak selalu untuk menyenangkan perasaan manusia. sesuatu yang menyentuh perasaan. menikmati keindahan musik dan sebagainya. keindahan alam. Manusia memerlukan keindahan karena memberikan kesenangan. yakni: a) keindahan dalam arti luas (keindahan seni. penyadaran. b. ajakan. masing-masing mempunyai pengertian sebagai berikut : a. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan pada prinsipnya mengkaji tentang hakikat keindahan dan kriteria keindahan yang terdapat di alam. Menurut The Liang Gie jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan. yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku. keindahan moral dan keindahan intelektual). Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia (Purwadarminto. Dalam kecenderungan perkembangan seni dewasa ini. Nilai keindahan dapat pula disebut nilai estetis. merupakan salah satu persoalan estetis yang menurut cakupan pengertiannya dapat dibedakan menurut luasnya pengertian. menata interior/eksterior. “nilai” diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). dalam karya seni dan benda-benda lainnya. kepuasan. kadar. c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. 3) nilai kehidupan. Namun dalam perkembangannya. Sebagai . Perasaan keindahan diperoleh dari alam dan benda atau karya seni. Dalam estetika.5. berbusana. Ragam Nilai Seni Peran keindahan selalu terkait dengan kehidupan sosial budaya manusia sehari-hari. baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. 1976:667). pencerahan. Karya seni dapat memberikan perasaan terkejut. b) keindahan dalam arti estetis murni. 2) nilai pengetahuan. Pengertian Nilai Seni Secara umum kata “nilai” diartikan sebagai harga. seperti perenungan. namun tetap memberikan nilai-nilai yang diperlukan manusia. Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudian diekspresikan daam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni). dan lain sebagainya. mengapresiasi cinta. keadilan. misalnya: dalam arsitektur rumah tinggal. pemikiran. Menurut Koentjaraningrat. keindahan positif tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. b) keindhaan dalam arti estetis murni. “nilai” berarti suatu ide yang paling baik. mutu atau kualitas. dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni.

kesenian ritual dan kesenian hiburan komersial. Media musik bunyi. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah.6. suara dan lakon.L. oleh karena itu. Pengertian Genre (Jenis/Fungsi) Seni Menurut kritikus tari terkenal di Indonesia. sesuatu karya harus indah. Kriteria klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan jenis kesenian. . Pandangan ini juga didukung oleh Liang Gie Bapak Estetika seni (1964) yang menyatakan bahwa. 1. media seni rupa adalah garis. bidang dan warna.14 seniman beranggapan lebih penting menggoncang publik dengna nilai estetis legatif (ugliness) daripada menyenangkan atau memuaskan mereka (T. 1. proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media. Fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. Sal Murgiyanto (2004) mengatakan. Contoh. “Ugliness” dalam karya seni termasuk nilai estetis yang negatif. media tari adalah gerak. media teaer adalah gerak. ciri pokok seni adalah ekspresi. fungsi atau tujuan sebuah pertunjukan.7. Gie. pameran fotografi Anjasmara dan Isabele Yahya yang bertemakan Adam dan Hawa yang dinilai sebagai kesenian yang bernilai estetis negatif. ungkapan bakti kepada Dewa. atau penguasa semesta alam. Fenomena semacam ini akan kita jumpai pada karya-karya seni primitir atau karya seni lainnya yang tidak mementingkan keidahan tampilan visual namun lebih mementingkan makna simboliknya. 1976:40). Pengertian Ekspresi Ekspresi adalah proses ungkapan emosi atau perasaan di dalam proses penciptaan karya seni. untuk meneguhkan identitas atau menguatkan nilai-nilai yang diyakini seseorang atau sekelompok orang. penilaian terhadap karya seni harus dilakukan berdasarkan ukuran perasaan estetis dan nilai-nilai. Jadi sesungguhnya dalam karya seni terdapat nilai estetis yang positif dan negatif. Sal Murgiyanto aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah. dan bagi kenikmatan ragawi (pleasure) pelaku dan penontonnya. Tuhan. Dapat juga dilakukan untuk menghibur diri pelakunya dan atau orang lain. Sebuah pertunjukan dapat dilakukan sebagai sebuah persembahan/doa/puji kepada arwah leluhur.

kematian. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang. wayang orang dan seni teater. Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. ataupun pernikahan.20. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek. . wayang kulit. Fungsi Ritual Suatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran. Hiburan Idealisme Artistik Kesenimanan Pendidik Ritual FUNGSI Forum Dialog Terapi (Kesehatan) Sumber : Endo Suanda Guna Gambar 1. kerjasama. Fungsi Komunikasi Suatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui media seni tertentu seperti. hiburan. dan Gambang. komunikasi.15 Fungsi Seni Fungsi-fungsi seni terdiri atas fungsi ritual. dan disiplin. Angklung. Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial. Macam-macam Fungsi Seni Bagaimana kita dapat mengidentifikasikan sebuah karya seni khususnya kesenian tradisi berdasarkan fungsi-fungsinya. Berikut diuraikan tentang fungsi-fungsi seni. Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama. Monggang. artistik dan fungsi guna. dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan. dan Ageng. pendidikan.

Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran. . tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung. hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan. Contoh : Kriya. misalnya terdapat pada musik kontemporer. gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian. dan lain-lain. jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik. kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain. sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan.16 Fungsi Hiburan Seni yang berfungsi sebagai hiburan. karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan. Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial. sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan. tari kontemporer. dan seni rupa kontemporer. Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni. Seperti yang telah dikatakan Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme.

17

1.8. Pengertian Apresiasi Seni
Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya. Kegiatan apresiasi meliputi : a. Persepsi Kegiatan ini mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni. b. Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni. c. Pengertian Pada tingkat ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. d. Analisis Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi. e. Penilaian Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif. f. Apresiasi Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal; value ( nilai ), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Sejalan dengan rumusan di atas S.E. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian,

18
penghargaan, kepekaan untuk mencermati kelebihan dan kekurangan terhadap karya. Menurut Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1). pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). pendekatan problematik. Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahasan kajian dalam mengapresiasi seni pada tingkatan awal dengan pendekatan aplikatif adalah sebagai berikut: Seni Musik Klasik Ciri khas musiknya Bentuk musik dari zamannya Struktur musiknya Gaya musiknya Seni Musik Tradisi Ciri-ciri khas musiknya : Laras Pola tabuhan Instrumen yang dimainkan Struktur musiknya Gaya musiknya

Fungsi seni Ekspresif (nilai-nilai keindahan) Makna / pesan yang terkandung Seni Tari Kreatif Mencermati identifikasi gerak Mencermati keharmonisan gerak dan musik Mencermati kreativitas gerak Mencermati kemampuan wiraga / kelenturan Mengidentifikasi jenis tari berdasarkan garapan Mengidentifikasi tari berdasarkan orientasi Mengidentifikasi berdasarkan fungsinya

19

Seni Teater Mengidentifikasi perbedaan teater dan film Mengidentifikasi keberhasilan suatu pementasan Mengidentifikasi nada ucapan dan makna dalam dialog Mengidentifikasi plot lakon Seni Rupa Makna Gaya Material Elemen Estetika

20 TES FORMATIF BAB I Pilihlah jawaban yang tepat 1. Manakah pernyataan yang benar a. Seni berbeda dengan kebudayaan b. Seni sebagian dari kebudayaan c. Seni adalah kebudayaan d. Seni adalah wujud kebudayaan 2. Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan : a. Genre b. Esetika c. Apresiasi d. Ekspresi 3. Salah satu sifat dasar seni adalah .... a. Indah b. Kreatif c. Style d. Makna 4. Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks .... a. Klasifikasi seni b. Karya seni c. Nilai seni d. Sifat seni 5. Nilai estetis yang negatif yang tidak mementingkan keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan .... a. Keindahan b. Orisinalitas c. Makna simbolik d. Kreativitas 6. Medium pada seni rupa a. Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal

21

7. Medium pada seni musik .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 8. Medium pada seni tari .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 9. Relief patung adalah karya seni rupa berdimensi... a. Dua dimensi b. Tiga dimensi c. Multi dimensi d. Multi media 10. Seni musik, seni tari dan seni teater adalah bentuk seni yang diklasifikasikan sebagi seni a. Seni pertunjukan b. Bahasa seni c. Ragam seni d. Sifat seni Jawablah dengan penjelasan yang bermakna 1. Apa yang disebut kebudayaan ? 2. Apa yang dapat dikaji seni ? 3. Ada dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebutkan dan jelaskan ! 4. Apa saja cabang-cabang seni ? 5. Sebutkan media dari seni musik, seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Seni Musik
Mengapresiasikan Karya Seni Musik

Bab 2

APRESIASI
Pengertian Musik KLasifikasi Instrumen Sistem Nada Musik Klasik Musik Tradisi Indonesia Musik Non Western

EKSPRESI
Vokal Tangga Nada Memainkan Keyboard Teknik Memainkan Gambang Kromong Teknik Memainkan Gamelan Teknik Memainkan Kacapi

melalui unsur-unsur musik yaitu irama. melodi. conga. Contoh: recorder. gitar. harmoni. drum Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi. Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada. mandolin. Contoh gambar di bawah ini : Gambar 2. Contoh : gendang. marakas Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi.1. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik. Contoh triangle. Contoh : piano.24 Bu BAB II SENI MUSIK 2. seruling. bentuk atau struktur lagu dan ekspresi.1. Instrumen Musik . saxsophone Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagi penyebab bunyi. Contoh keyboard. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel : Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. Pengertian Musik Musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya. cabaza. Mengapresiasi Karya Seni Musik 2.

nada-nada ini disebut Tetrachord 2. Sistem Nada 2. yang disebut dengan Tetrachord 1. Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½.2. awalnya nada-nada ini dimainkan pada instrumen Lyra. nada-nada tersebut adalah : Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada. Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord. yang sampai saat ini dipergunakan.2.1. Nada dalam tangga nada Diatonis. TANGGA NADA MAYOR (asal dari tangganada Lydis) Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut : . awalnya hanya mempunyai 4 nada.Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis Berawal dari bangsa Yunani (sebelum 1100 SM) Terpander adalah orang yang mengembangkan susunan nada semula 4 nada dan Polynertus (700 SM) orang yang menggunakan system 7 nada. 7 nada ini yang disebut dengan tangganada Lydis. nada-nada tersebut ialah : Tetrachord 1 Tetrachord 2 Nada-nada kemudian dikembangkan.25 2.

cuplikan melodi lagu Ladiang Wilujeng bagian umpak . Sebelum muncul notasi angka Demang Kartini telah menciptakan notasi rante.2. kemudian diserahkan kepada adiknya Wreksodiningrat. Kemudian Wreksodiningrat punya ide yaitu memberi angka pada bilah saron karena untuk pembelajaran menabuh gamelan dan memindahkan notasi rante agar mudah dibaca pada tahun 1890.26 2. yakni lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendah suatu nada berupa angka atau lambang lainnya.2. Dalam seni musik Karawitan.2. karena dia tidak bisa menabuh gamelan maka diserahkan pada Sudiradraka (Guna Sentika) lalu oleh Sudiradraka diserahkan ke Kepatihan yaitu kepada Sasradiningrat IV. Penanggul yaitu nada 1 Gulu yaitu nada 2 Dhada yaitu nada 3 Pelog yaitu nada 4 Lima yaitu nada 5 Nem yaitu nada 6 Barang yaitu nada 7 : siji dibaca ji : loro dibaca ro : telu dibaca lu : papat dibaca pat : lima dibaca mo : enem dibaca nem : pitu dibaca pi Gambar 2. mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi. sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat. Notasinya disebut notasi kepatihan yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Jaya Sudirga atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910. Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli) Bu Titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut notasi. Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan. Notasi Rante Sumber : Demang Kartini. Macam-macam nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut. Notasi Pentatonik Sistem notasi yang dipakai dalam gamelan Jawa adalah notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada. titilaras memegang peranan yang penting dan praktis.

Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya. adegan marah. Titilaras kepatihan. ringan. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi kesan gembira. secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah. sendu. Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½. sedih. tanda.27 Laras Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras. percintaan kangen. Titilaras ding-dong. agung.M Haryo Wreksadiningrat di Keraton Surakarta. yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu: a. merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring. adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. . deng. istilah titi dapat diartikan sebagai angka. perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada. Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya. tetapi juga Titilaras yang ada antara lain : 1. ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali. Laras Slendro. sedih atau romantis. Oleh karena itu banyak adegan rindu. adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). b. Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring. dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R. yaitu sendu. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan. dang. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang. kematian. huruf. atau tangga nada. tulis. keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. dung. secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang. Laras Pelog. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras. Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis. angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang. ringan dan semarak. gembira dan terasa lebih ramai. Dan dalam bahasa Indonesia titilaras berarti tangganada. Laras ini mempunyai 2 macam. dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang : /dong. 2.

setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras. mi. Titilaras daminatilada. Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916). mi. do. sol. fa. Tinggi rendah nada titilaras bagi laras slendro dan pelog berbeda. do. yakni titilaras ciptaan R. tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama. si. Degung seperti : mi. si. nada-nada yang dihasilkan dari instrumen gamelan mempunyai perbedaan antara satu perangkat gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya tetapi jika nada-nada pada instrumen gamelan dimainkan nada yang terdengar pada laras : Pelog seperti : do. re . tetapi pada gamelan laras pelog. Perbedaan antara laras slendro dan pelog dapat dilihat pada tabel 2 Nada pada laras slendro dan pelog dapat kita lihat : Slendro Barang 1 Gulu/jangga 2 Dada/tengah 3 Lima 5 Nem 6 Pelog Nem Panunggul (Bem) Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem 1 2 3 5 6 Barang Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem Pelog Barang 1 2 3 5 6 Tabel 2.28 Bu 3. mi Slendro seperti : re. namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji. sebagai contoh walaupun sama-sama terdengar do. Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna. do. fa. sol. Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan Stroboccon dan melograph tidak sama tinggi nadanya. sol. Laras Slendro dan Pelog Notasi Barat (Diatonis) mempunyai jarak 1 dan ½. la. Titilaras berwujud angka 1 2 3 4 5 6 7 I sebagai pengganti nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari.M.

Zaman Renaisance 3. Zaman Rokoko (pra Klasik) 5. berkesan formal. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa. 2. sejenis suara (1 suara) . Zaman Klasik 6. yang dimaksud adalah musik klasik tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya. musik klasik adalah musik yang serius.29 Hasil penelitian dari R. mempunyai aturan. Jadi raras Pelog itu ialah modus mayor tanpa re dan la. sedang ra ra s re d a n a p a la gi r aras la dijadikan raras-perhiasan (uparenggararas). setiap bagian harus dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail. Abad 20 2. musik klasik adalah hasil karya seni yang telah terbukti abadi. dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah.3. Musik tradisi banyak mengalami evolusi. 2. Ditekankan lagi oleh Rieman. sedang raras re dan raras la hanyalah bertugas sebagai raras-perhiasan saja. musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII.1 Pertengahan 1300 Gregorion Chant : Acapela Organum : Tradisional 1500 The Notre Dame Mass : Monofonik. * Raras Pelog ialah : do 200 re 200 mi 100 fa 200 sol 200 la 200 si 100 do' Murdararasnya atau raras-pokoknya ialah : do 400 mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'. Karakter Musik Klasik Menurut Ammer. Zaman Romantik 7.1 Periode musik klasik 1. namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. Jadi raras degung itu ialah modus Doris dari musik Yunani tanpa raras re dan raras la.3. Musik gamelan pun dahulu hanya dimainkan dalam keraton sebagai sahnya upacara. Zaman Pertengahan 2. Zaman Barok 4.3. Musik Klasik Christine Ammer berpendapat. paduan suara. * Raras Degung ialah : mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'400 mi'. namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan. musik klasik digunakan sebagai label bagi musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan. sebagai contoh fungsi angklung. musik klasik adalah musik yang anggun.1. Scholes mempertegas bahwa. Machjar Angga Koesoemadinata dengan Musicoloog Jaap Kunst selama 50 tahun (1916-1966) tentang tinggi nada laras pentatonik.

kontinuo lengkap dengan bas berangka. Bas merupakan dasar dari semua akor. lebih dari satu suara maksimal 2 atau 3 suara untuk instrumen dan vokal untuk solo performance. komposisi Bach bertekstur polyfonik. suara bas dimainkan dengan alat musik melodik. contohnya canon dan fuga (bersahut-sahutan dan suara imitasi).Johan Sebastian Bach . polifonik dan homofonik.2.1. harpsichord atau orgel pipa. suara-suara yang terpenting dalam musik Barok adalah sopran dan bas. Tekstur musiknya yang polifonik harmonik.3. bas atau iringan disuarakan oleh instrumen harpa. . Komponis : . sehingga komposer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu.3. Choral music yang bertipe 4. Yang dimaksud tesktur adalah rajutan musikal atau cara menjalin alur melodi yang terbagi monofonik. Zaman Barok (1600 – 1750) Karakteristik musik Bas Kontinuo adalah suatu ciri khas musik Barok pada awal sampai akhir masa itu.George Frideric Handel Musik Bach Musik Bach adalah paling unik.6 suara Polyphonic (banyak suara) contohnya menyanyi dalam kelompok dengan melodi beragam dalam satu kesatuan Texturenya Homophonic dengan rentetan akor Wilayah nada lebih dari 4 oktaf Musik Ibadah : Josquin des Prez (vokal) Kemudian dibakukan Molet Komonis : Palestina. bukan sebagai pengiring.1.Antonio vivaldi . seperti viol atau cello dengan akor-akor. Munculnya ornamen (not hias) Mempelopori dinamik yang berangsur-angsur dari lembut sekali sampai lembutnya sedang yang disimbolkan (ppp – mp) Lahirnya opera dan orkestra.30 Bu 2. Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pope Marcellus Mass Thomas Morley Instrumen Andrea Gabrieli: Karyanya Ricercar in Twelth Mode 2. Ciri khas musik “renaissance” adalah.3.5. Zaman Renaisance (1450 – 1600) Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen. Teknik untuk membuat polifonik disebut Kontrapung. Komposisi Bach yang bertekstur polifonik artinya adalah masingmasing suara gerakan melodinya mandiri.

Sonata Barok Vivaldi : The Four Season Suara pokok Suara imitasi Fuga : Komposisi untuk instrumen. dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase-frase sepanjang 6 birama dengan banyak kadens.4.Opera Claudio Monteverdi Orteo . suara 3 kembali dalam Tonika. Bach: .Karyanya Brandenburg Concerto No. Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa. suara imitasi dalam Dominan. contoh sebagai berikut : J. 2. terdiri dari suara pokok dalam Tonika. tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi. Zaman Rokoko (Pra Klasik) Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rokoko : Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas. . Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens.1. hanya pada Fuga.S.31 Canon : Komposisi vokal ataupun instrumen yang suara imitasinya dalam Tonika.3. 1-6 .

1. kontras pada ritme misal dari melodi dan iringan sederhana. Karakteristik gaya musik klasik : Kontras di tema. 2. kemudian berubah menjadi komposisi yang sulit pada bagian berikutnya. Johan Sebastian Bach 2. ungkapan ekspresi begitu pula pada pola ritme.4. . Antonio Vivaldi Gb. perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur-angsur keras kemudian melambat lagi ataupun dari keras tiba-tiba menjadi lembut. komposisinya bukan untuk sebagai pengiring.5. Berakhirnya komposisi bas continue. Teksturnya homofonik. sedangkan simfoni adalah sonata untuk orkestra.3. Zaman Klasik (1750 – 1820) Komposisi instrumen periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter. tetapi untuk permainan solo. bentuknya sama dengan Sonata hanya simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet. Vienna adalah penyelenggara kegiatan musik yang berorientasi komersial. 2. trio dan scherzo.32 KOMPONIS ZAMAN BAROK Bu Sumber : An Appreciation Music Sumber : An Appreciation Music Gb. penggunaan tanda istirahat. sinkop. Dinamik : munculnya crescendo dan decresendo. Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni. perubahan not panjang ke not pendek.3. Vienna Vienna adalah pusat tempat kegiatan musik Eropa sepanjang zaman periode klasik. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo.

jika gerakan berada dalam tangganada Minor maka tangganada kontras ada pada relatifnya. tema ke II. bridge. Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut : Sonata Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian. dan tema penutup. satu kesatuan yang utuh. memiliki 1 atau beberapa tema dapat pula mengacu pada tema ke II yang berfungsi untuk menutup bagian eksposisi. berfungsi untuk mengatur perubahan tangganada (modulasi) jika gerakan berada dalam tangganada Mayor maka tangganada kontras ada pada dominan. . Jembatan. Tema penutup. adalah memuat pola ritmis dan melodis yang dikenal dengan motif. Dance related movement 4.Rekapitulasi . lambat dan kembali ke tempo cepat. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. Sonata terbagi atas 4 bagian yakni : . kuat eksposisi terbagi atas tema pokok. tema pokok dimainkan dalam tonik. bernuansa lebih liris (ekspresif) dan berisi nyanyian yang bersifat melodis. kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup. yang dimaksud tema pokok.Pengembangan .Eksposisi .Coda Bagian Eksposisi Yang dimaksud eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat. Fast movement 2. Slow movement 3. lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat.33 Bentuk Komposisi Musik Klasik Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh. Tema II. Bentuk Musik Klasik 1.

A. Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata. Jika digambarkan gerakan komposisi bentuk karya musik sonata adalah : Eksposisi (tema pokok) Pengembangan Rekapitulasi (pengembangan tema pokok) Penutup (koda) Komponisnya yang terkenal antara lain : W.34 Pengembangan Bu Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif. . bagian ini biasanya diawali dengan dominan. Piano Pada zaman sebelumnya(zaman pra klasik) sebelum menjadi Piano cikal bakal bentuk instrumennya adalah Harpsichord. dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika. lahirlah Piano seperti yang kita kenal saat ini. tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu. Haydn Instrumen Piano muncul pada zaman Klasik. Rekapitulasi Merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi. kemudian pada tahun 1775. Mozart Beethoven J. umumnya menggunakan coda sebagai penutup. apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor. coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian. Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras. rangkaian lagu tersebut disebut Atonal.

5. bilah nada masih terbuat dari kayu. kita dapat bermain musik secara menampilkan melodi. Sumber : Buku An Appreciation Music Gambar 2. sehingga nada menjadi suatu yang nyata. utuh. 3. mengalami kemajuan pesat dari karya-karyanya yang menjadi dasar perkembangan periode musik selanjutnya.6. dengan . Tahun 1707. irama dan harmoni sekaligus. Harpsichord Sumber : Buku Pono Banoe Gambar 2. yang mempunyai bilah nada bertingkat. menegaskan struktur musik yang jelas. merupakan susunan yang paling sederhana sebagai alat visual.35 Zaman klasik sebagai zaman yang mewakili periode pembabakan musik klasik dikarenakan musiknya yang unik. dan jangkauan oktafnya belum luas. sehingga piano merupakan musik yang mutlak harus dikuasai oleh setiap guru yang bertugas sebagai pendidik musik. 2. Dengan piano. Grand Piano Piano penting di pelajari karena merupakan induk dari semua Instrumen 1. dari musik diatonis. Hal ini tidak dapat ditampilkan pada alat musik lain. Bartolomeo Christofori cikal bakal menciptakan (Harpsichord) sebelum menjadi piano. Susunan papan bilah nada. Piano dalam ukuran yang standard memliki 88 bilah nada 52 putih dan 32 hitam yang tersusun rapih dalam suatu papan nada dengan wilayah nada yang menjangkaui 7 ¼ oktaf. suatu jangkauan yang tidak dapat dicapai oleh alat musik manapun juga.

diatur lemah lembutnya melalui sentuhan jari serta pengaturan pedal kaki. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan semua teori musik dengan mudah dan nyata.36 Bu 4. 5.7. Sumber : Buku Beyer Gambar 2. Papan Bilah Nada . Dalam memproduksi suara menurut dinamika yang dituntut.

37 KOMPONIS ZAMAN KLASIK Sumber : An Apreciation Music Gb.6. kemudian pp. A.1.10. triangle dan harpa. Zaman Romantik (1820 – 1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme . nada dimainkan lembut sekali yang dilambangkan pp. Haydn Simfoni No.9. Mozart Sumber : An Apreciation Music Gb.3. J. yang terkenal yang bernomor ganjil 2. . W. 40 in G minor K 550 J. lebih universal. Haydn Sumber : An Apreciation Music Gb. 2. 2. 103 in Es Mayor (Drum Roll) LV. pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal. Beethoven : 9 simfoni.8. Beethoven Opera Mozart Dun Giovanni W. 2. V. L.A. Mozart : Simfoni No. Piano merupakan pentatonik terfavorit pada zaman pentatonik dan mulai menjadi musik keluarga Ciri khas musiknya Chromatik Dinamik yang ekstrim ff x pp ff artinya nada dimainkan keras sekali.

1-4 Impresionisme C Debussy : Prelude to The Afternoon of a Faun Maurice Rafel : Bolero . F.11. KOMPONIS ZAMAN ROMANTIK Gambar : An Apreciation Music Gb. Brahms.38 Bu Accelerando ritardando Kebebasan tempo dapat diatur oleh sipemain sendiri. 1 Piano dan orkestra in Es Mayor (Akhir Romantik) P.I. Simfoni No. Debussy pernah menyaksikan permainan gamelan Jawa. 1 in Bes mayor J. 2. J. 2. sehingga mengadopsi musik Jawa ke dalam karya musiknya. guna penyajian ekspresi. 8 unvinished in b minor Franst List : Concerto No. MENDELSSOHN Romantik (Awal Romantik) Schubert : Simfoni No. F. BRAHMS CORBIS Gambar : An Apreciation Music Gb.12. Tchaikovsky karyanya karyanya Piano Concerto No. Claude Debussy : karya-karyanya adalah Atonal yakni akhir lagu tidak kembali ke tonik. Debussy gaya musiknya memadu modus gereja dan pentatonik musik Jawa. 2.13. CHOPIN Gambar : An Apreciation Music Gb.

3.1. 16 Aturan-aturan kategori musik abad 20.7. ritme. BELLA BARTOK Gb. sistem harmoni baru. 2. 2 Brahms dan Schoenberg mempelopori penggunaan struktur frase yang tidak sama. DEBUSSY Gb. Contoh Prelude I in Bes Mayor dan Prelude III in Es Minor. 2.3. sistem tangganada baru.A.16. pada zaman ini instrumen perkusi dalam orchestra lebih mempunyai peran. Karakteristiik musik abad 20 adalah : Warna nada : memakai komposisi dengan munculnya alterasi Munculnya teknik pentatonik Harmoni : Kreasi harmoni baru yang disebut polychord yang artinya kombinasi 2 akor. dilihat dari gaya musik yang baru terlepas dari estetika zaman romantik. karya-karya komposisinya terkenal dengan style jazz. G. menakjubkan sebuah karya master piece. Mikrokosmos Dance in Bulgarian Rhythm No. 2 opus 79 in G minor George Gershwin. mengherankan. Poliritmik : Ritme yang kontras. 2.7. karya Brahms Rhapsody No.1. kaya akan variasi ritmik. nada. GERSHWIN . Awal Abad 20 Ekspresionisme Arnold Schoeberg : Five Pieces for Orchestra op. Stravinsky dan Copland Komposisinya menggunakan ritme jazz. mendobrak tradisi kelaziman.15. pola ritmik yang beraneka ragam. Abad 20 Perubahan besar-besaran terjadi pada musik zaman ini. 2.39 2.14. C. Modulasi Ritmik : Komposisi pada zaman ini karyanya beraneka nuansa yakni terdiri dari nuansa jazz nuansa dari berbagai Negara. Bela Bartok Komposisinya menggunakan struktur ritme yang bebas. atau akor progresif. KOMPONIS ZAMAN ABAD 20 Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Gb.

Musik Jazz (1910) Musik yang berasal dari Afrika Amerika. Sinkop : ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung. warna musik yang berbeda dan menunjukkan teknik yang khas. dan Blues Awalnya style jazz adalah style Ragtime. Time Feel : ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau biasa disebut dengan on-beat/down beat. Hal ini dipengaruhi juga dari akulturasi musik tribal dari Afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks.3. Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi penundaan hitungan. Swing feel merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan musik jazz. . Style Blues mempengaruhi perkembangan rhytm rock and roll dan soul. ini adalah musik improvisasi dan ritme yang sinkop. Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi adalah sebagai berikut : a.40 Bu 2. A-head: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi percepatan hitungan. Ragtime. kekhasan musik jazz dapat dilihat dari uraian berikut : Ritmik Ritmik merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk suatu jenis aliran musik. c.1. Akar Jazz. the king of ragtime adalah Scott Joplin (1868-1917). e. beat yang mantap. Seperti dalam musik jazz. ritmik dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana.B. Swing Feel : mengetuk birama dengan merasakan triplet. Penulisan swing feel : Cara menyanyikan swing feel : d. istilah sinkop juga dapat disebut dengan up-beat.7. seperti yang dilihat pada contoh gambar berikut : b.

4.1. Musik Betawi Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Kesenian yang akan dibahas adalah : A. Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605. Musik Tradisi Indonesia Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Musik Betawi B. Gamelan Jawa D.4. kesenian ini juga mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya. iring-iringan Pangeran Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit (Pangeran Banten). Ondel-Ondel Kesenian yang “representative” mewakili Betawi adalah. tebanya (namanya) telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat E. Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi keseluruhan propinsi. Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk . Ondel-ondel. 2. Musik Bali C.17. musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata kesenian daerahnya. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut. seni yang berakar dari tradisi. beberapa kesenian telah dikenal luas.41 2.

pengaruh Cina tampak pada alat musik Tehyan Kongahyan dan Sukong. Gambang Kromong selain dapat dimainkan sebagai kesenian mandiri.1. Gambang Kromong dapat berkembang dikarenakan mempunyai 2 bentuk yaitu “Gambang Kromong Asli dan Gambang Kromong Kombinasi”. kromong terbuat dari perunggu berjumlah 10 buah berbentuk pencon. gamelan rancag. samrah dan macammacam rebana. Keanekaragaman musik Betawi dapat kita lihat antara lain pada orkes gambang kromong. gambang kromong asli ialah alat musik berlaras pakem entatonic namun agar dapat dinikmati masyarakat yang heterogen alat musiknya dapat dikombinasikan dengan alat musik elektronik seperti bass.4.1. alat musik lainnya adalah gendang. . dan musik Betawi yang bernafaskan Islam terlihat pada musik yang umumnya menggunakan alat rebana.18. Gambang Kromong Gambang Kromong diambil dari nama dua buah alat musik yaitu gambang dan kromong. tanjidor. keroncong tugu. Gambang Kromong Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. organ. drum. juga adalah musik pengiring Lenong. 2.42 Bu raksasa yang sekarang kita kenal sebagai “ondel-ondel” yang dianggap sebagai pelindung untuk menolak bala. pengaruh Eropa jelas terlihat pada musik tanjidor. Keunikan gambang kromong memiliki pola iringan yang baku. yang sangat kental dengan entat Cina . bilahan gambang berjumlah 18 buah terbuat dari kayu suangking. saxophone. gamelan ajeng. gamelan topeng. Seni musik Betawi antara lain gambang kromong. namun warna suara gambang kromong masih tetap terdengar. entat melayu tampak entaton pada orkes samrah. kecrek dan gong.

. Sirih Kuning. Kicir-Kicir. Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan Gambang Kromong disebut lagu sayur yaitu lagu Jali-Jali. Instumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin Sumber : Peta Seni Budaya Betawi Gambar 2. Tehyan. Kongahyan.43 Kongahyan. Sukong Adalah alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi terbuat dari tempurung bertangkai panjang yang kecil disebut kongahyan yang tengah tehyan dan yang terbesar disebut Sukong.2. Tehyan dan Sukong 2. Tanjidor Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.1. Tanjidor Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalat musik barat terutama alat tiup.20.19. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilan belas.4.

Biola sebagai Waditra utama. dan berasal dari Dulmuluk Riau. Melayu Betawi. bass. Cina dan Arab. Dan akan lebih terdengar lagi pada gereneknya (cengkok) bila disajikan. Samrah Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu. yang termasuk dalam golongan instrumen membranophone. India. Disebutkan pula bahwa lagu-lagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. Samrah lahir pada tahun 1918.21. . Lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh orkes tanjidor adalah batalion. India. Di sini dapat dibuktikan bahwa susunan nada yang khas Melayu sebagai berikut : 6 5 4 4 3 2 1. dengan alat-alat bunyibunyian Harmonium.1. kramton dan bananas. tenor. Di dalam lagu-lagu Samrah sangat banyak melodi yang bersusunan nada seperti di atas. Cina dan Arab Gaya Lagu Lagu-lagu Melayu terdapat Melayu Riau.44 Bu Pada umumnya alat-alat musik pada orkes tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston) trombone. Pada perkembangan kemudian lagu yang dibawakan ialah lagu seperti surilang dan jali-jali.3. 2. lagulagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. Samrah Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. clarinet.4. dilengkapi dengan alat musik tambur dan gendering. Tanjidor adalah orkes untuk pengiring pawai atau arak-arak pengantin.

Dan ini sangat banyak dipergunakan di dalam lagu-lagu Samrah.Susunan Nada Irama Arab : 1 7 5 4 3 2 Birama 4/4. 6 5 4 3 2 1. . tidak asing lagi Irama Samrah diilhami oleh irama Japin. Lambat Pada umumnya lagu-lagu yang bersusunan nada seperti di atas terdapat pada lagu-lagu Orkes Gambus. Kemudian masuk ke Irama Japin. maka susunan nada yang dipergunakan seperti di atas. Lagu-lagu yang berirama Lagu Cina sangat terbatas di dalam Musik Samrah. sedang. Yang menonjol pada lagu mandiri lagi irama India. 4/4. Sedangkan susunan nadanya menjadi skonder. sedang. . Dengan demikian. yaitu lagu Senandung Cina. Apabila lagu-lagu Musik Samrah Betawi dipengaruhi Lagu Melayu. . .45 . Lambat. Ini dapat kita lihat di dalam lampiran.Susunan nada Gaya Cina : 1 6 5 3 2 1 Contoh lagu Gaya Cina 4/4.Susunan nada Gaya India : 1 6 India sebagai berikut 2/4. maka lagu tersebut dinamakan lagu berirama India. Dengan demikian jelas lagu-lagu Samrah dipengaruhi Lagu-lagu Melayu terutama tentang susunan nadanya.Susunan nada Melayu dalam Tangganada Mayor seperti di bawah ini . contoh lagu Irama Jika sebuah lagu mengandung bagian-bagian lagu menurut susunan nada Gaya India di atas. Sedangkan Japin mempengaruhi juga terhadap lagu-lagu Samrah.

Moresco”.6. . rebana dor dan rebana biang. Rebana Rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama. Rebana Ketimpring : terdiri dari 3 buah rebana fungsinya sebagai arakarakan pada perayaan maulid. Keroncong Tugu Bu Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. kromong. okulele.4. Alat musiknya adalah gambang. pesta pertemuan keluarga. kecrek.4. rebana. rebana birdah. gong dan suling.1. gitar.1.4. tehyah gendang. rebana ketimpring.46 2. Gambang Rancag Gambang Rancag adalah kesenian yang dipergunakan untuk mengiringi cerita-cerita Betawi seperti Pitung yang dibawakan dalam bentuk pantun berkait.4. 2. rebana mauled.22. sedangkan untuk wanita menggunakan kain kebaya.1.5. rebana ngarak. banyo. alat musik keroncong terdiri dari biola. Keroncong Tugu Dahulu dimainkan pada upacara “Pesta Panen”. 2. kostum yang dipergunakan untuk laki-laki adalah baju koko. kempil dan cello. Rancag artinya tutur dan pantun berkait.

Musik Bali Seni Indonesia dalam hal ini fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. pernikahan.47 Rebana Hadroh Rebana Dor : : Rebana Kasidah : Rebana Maulid Rebana Birdah : : Rebana Biang : terdiri dari 3 atau 4 buah rebana. Di Bali setiap kegiatan mempunyai kesenian khusus yang ditampilkan ketika melakukan ritual. gong besar dan cymbal / ceng – ceng. pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil untuk tempat jari. merupakan perkembangan lebih lanjut dari rebana dor. fungsi rebana kasidah adalah sama dengan rebana maulid. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat yang disebut Fansub dimainkan sambil berdiri. karena digunakan untuk mengiringi nyanyi maka disebut pula rebana lagu.4. penyacah jegogan. kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian ritual. biasa digunakan untuk mengiringi lagulagu dari timur tengah. dapat dimainkan pada perayaan keagamaan. .4. Gamelan untuk upacara Gambelan sakral untuk Ngaben adalah : Gambelan Luwang (pelog 7 nada) Gambelan Angklung (slendro 4 nada) Gambang 2.2. dewasa ini lazimnya dimainkan oleh kaum wanita.2.2. drums (kendang) kempur. mengiringi tarian Blenggo.1. kempyung. Di Bali istilah gamelan adalah Gambelan. rebana biang biasanya untuk memeriahkan berbagai perayaan. 2. khitanan.2. gangsa jongkok (saron). seperti rebana-rebana lainnya. digunakan untuk mengiringi syair-syair hadroh. Gambelan untuk hiburan : Gong Gede Gong Gede adalah gamelan terbesar di Bali yang terdiri dari 46 instrumen yakni termasuk trompong. jublag. reyong. rebana yang berfungsi membawakan qarda (puisi arab) pada umumnya lagu-lagu yang dinyanyikan/ dimainkan berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila.4. 2.

penonton dapat berekspresi dan berimprovisasi gerak dan banyak mendapat pengaruh dari tari legong. 4 gerantang gede.48 Bu Gamelan ini dimainkan pada upacara tahun baru. suling 4 buah untuk pemanis lagu. karena pokok-pokok instrumennya adalah gerantang. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. Gamelan Joged Bumbung (Gantang) . Gambelan jogged bumbung disebut juga gambelan gegeran tangan. gambelan ini khusus untuk mengiringi tari jogged bumbung.23.2. rincik/ cengceng berfungsi sebagai pemanis lagu. kemodong berfungsi sebagai gong dan berfungsi sebagai penutup lagu kempul. berfungsi sebagai gong kecil.4. 4 gerantang kecil berfungsi sebagai pembawa melodi. instrumennya terdiri : Gerantang 4-8 buah. kendang sebagai penentu irama. pada gamelan ini yang berperan sebagai melodi adalah trompang.3. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2.24. kelentang. yaitu gender terbuat dari bambu berbentuk bumbung. Gamelan Gong Gede 2. tari baris dan rejang. gamelan gong gede mempunyai laras pelog. Gambelan Joged Bumbung (Grantang) Gambelan ini berlaras slendro (5 nada). gamelan ini dapat pula sebagai pengiring tari topeng. fungsi seninya dahulu adalah untuk panen padi.

2. Gambelan ini bersifat gending yang ditarikan. namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik.3. di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995. lucu dan marah. dari segi sistem nada. Gamelan ada yang berlaras pelog dan yang berlaras slendro. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.25. Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi. perangkat gamelan ini adalah merupakan bagian-bagian dari Gamelan Ageng yang mempunyai Fungsi Hiburan. Gamelan tebanya (gaungnya) telah mendunia. 2.]. Gambelan Gambuh Gambelan di Bali merupakan sumber dari beberapa gamelan lainnya.4. gamelan dibuat dengan cara ditempa. komponis abad 20 Debussy.49 2. Perangkat Gamelan Jawa . kaya akan gending dan juga ada penyanyi (tandak) sebagai pengubah suasana sedih. Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi. gembira. Gamelan Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa.4. Gamelan yang berlaras pelog disebut Gamelan Pelog dan Gamelan yang berlaras Slendro disebut Gamelan Slendro. pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986.4. Worlds of Music 235) Gambar 2.

Saron Saron Demung : Berlaras paling rendah dari saron Barung. bonang. Saron Barung : berlaras lebih tinggi dari saron Demung.26. kenong. slentem. saron. Bonang : Bonang Penerus/Babarangan : Berlaras satu oktaf lebih tinggi tetapi bentuknya lebih kecil dari bonang barung. Gender dan Slentem 2. Pencon : gong. Worlds of Music 235) Gambar 2. kempul. Bonang Penembung : Larasnya lebih rendah dan bentuknya lebih besar dari Bonang Barung. Kebukan : Kendhang Sebulan : Seruling Dawai : Rebab. ketuk. Saron . Bonang Perbedaan Saron. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Worlds of Music 235) Gambar 2.]. Saron Penerus : berlaras paling tinggi dari saron Demung dan Barung.27. gender. siter 1. bentuknya lebih besar.]. Bu Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Bonang Barung : Yang bersuara rendah.50 Perangkat-perangkat Gamelan : Bilahan : gambang.

Gender 3. Slentem Bilahan yang digantung.29.51 2.28. jenis gender hanya 3 macam.].]. Worlds of Music 235) Gambar 2. jumlahnya lebih sedikit dari jumlah bilahan Gender yakni hanya berjumlah (7 buah). Gender Bilahan yang digantung. Slentem . bilahan slentem lebih besar dari bilahan Gender. Worlds of Music 235) Gambar 2. Gender Barung : Gender Penerus : lebih tinggi 1 oktaf Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. bilahan gender berjumlah lebih kecil ukurannya dan jumlahnya lebih banyak (13 bilahan). Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.

Propinsi yang menggunakan gamelan : Propinsi Lampung Sumatera Selatan Jambi Sumatera Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Timur Yogyakarta Bali NTB (Kabupaten Lombok) Kabupaten Lombok Kabupaten Sumbawa Kabupaten Bima Nama Gamelan Talo Balak Kelintang 12 Kelintang/Tauh Talempong Gamelan Banjar Gandang Garantung Gamelan Degung Gamelan Gamelan Gamelan Gamelan Lombok Gamelan Gendrung Gamelan Sumbawa Gamelan Bima . gambang Rebab Suling. gender. kempyang Bonang Slentem. Membudayanya Musik Gamelan di Tanah Air Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya. kempul. siter. adapun propinsi yang mempergunakan gamelan sebagai musik utama dapat dilihat pada tabel 3.52 Fungsi dalam permainan : sebagai pemangku lagu / pemanis 4 Gong terbagi : Terbesar : Sedang : Kecil : Bu Gong Suwukan Kempul Bende Fungsi bagian-bagian gamelan Pemimpin irama Pemangku irama Pemimpin lagu Pemangku lagu Pembuka lagu Penghias lagu : : : : : : Kendhang Ketuk kenong. kecer. gong.

Carabalen.4. Sekaten dan gamelan Ageng.2. Gamelan Ageng 2.1. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian agama begitu pula gamelan ada yang dimainkan untuk upacara.3. Gamelan untuk upacara : 1. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3.53 Tabel 4 Penggunaan Bonang dan sebutannya di berbagai Propinsi Propinsi DKI Sumbar Jambi Lampung Sumatera Selatan Riau NTB Kalbar Kaltim Kalteng Sulteng Maluku Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Yogya Bali Nama instrumen jenis Bonang Kromong Talempong Kelintang Kulintang Kelintang Tetawak Trompong Geremong Klentangan Kangkanong Kandengo-dengo Totobuang Bonang Bonang Bonang Bonang Trompong/Reyong Dari macam-macam gamelan seperti gamelan Kodhok Ngorek. . Monggang. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan. 2. ada juga gamelan untuk hiburan. Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4. Gamelan untuk hiburan : 1. Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2.3. ada pula gamelan untuk pengiring dan mandiri.4.

Penempatan Ricikan Gamelan Carabalen . satu rancak bonang. gambyong. satu rancak.54 Gamelan Carabalen Bu Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. sebuah kenong. sebuah kempul dan gong. Gamelan ini berlaras pelog dan terdiri dari sepasang kendhang. Berikut ini denah penempatan ricikan-ricikan perangkat gamelan Carabalen.31. sebuah penonthong.30 Gamelan Carabalen Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti yaitu untuk menghormati kedatangan tamu. Gamelan ini pada umumnya dimiliki oleh perorangan maupun lembaga. Menurut Kunst bahwa nama Carabalen memiliki makna filosofis yang berhubungan dengan siklus hidup manusia. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2.

ditabuh oleh seorang pengrawit. Kempyang berlaras nem tinggi dan kethuk berlaras nem rendah. l. b. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh masing masing oleh seorang pengrawit. ritual. satu kendhang ketipung. Kethuk-kempyang: satu set untuk slendro dengan kempyang berlaras barang dan kethuk berlaras gulu serta satu set untuk pelog. Saron sembilan bilah adalah saron yang biasa digunakan untuk keperluan wayangan. Demung: satu demung slendro dan satu demung pelog. semua berbilah antara 18 s. ditabuh oleh seorang pengrawit. Semuanya berbilah 12 s/d 14 buah. i. satu rancak gambang pelog nem dan satu rancak gambang pelog barang. dan satu gender penerus pelog barang. ditabuh oleh seorang pengrawit. c. ditabuh oleh seorang pengrawit. terdiri dari 14 pencon. ditabuh oleh seorang pengrawit. Bonang penerus : satu rancak bonang penerus slendro dengan 10 atau 12 pencon dan satu rancak bonang penerus pelog. masing-masing berbilah tujuh. teater. Kendhang : terdiri dari satu kendhang ageng. Saron penerus: satu saron penerus slendro dan satu saron pene-rus pelog. Gamelan ini dipergunakan untuk berbagai keperluan yaitu hiburan. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. masingmasing berbilah tujuh. g. satu kendhang penunthung. dimainkan oleh seorang pengrawit. Slenthem: satu slenthem slendro dan satu slenthem pelog. f.55 Gamelan Ageng Perangkat gamelan ini dapat dikatakan sebagai perangkat gamelan standar. tari. Rincikan pada perangkat gamelan ageng adalah : a. e. masing-masing berbilah tujuh. Rebab : terdapat satu atau dua buah rebab. 21 buah. terdiri dari 14 pencon. Gender : satu gender slendro. ditabuh oleh seorang pangrawit. Biasanya rebab ponthang untuk slendro dan rebab byur untuk pelog. Gambang: satu rancak gambang slendro. masing-masing berbilah tujuh. . Kadang-kadang salah satu saron slendronya dibuat dengan sembilan bilah. satu gender penerus pelog nem (bem). h. satu kendhang ciblon dan satu kendhang wayangan. Saron barung: dua saron slendro dan dua saron pelog. semua berbilah antara 12 s/d 14 buah. untuk berbagai ekspresi seperti pengiring wayang. k. j. Bonang barung : satu rancak bonang barung slendro dengan 10 dan 12 pencon dan satu rancak bonang barung pelog. satu gender pelog nem (atau bem) dan satu gender pelog barang. ditabuh satu atau dua pengrawit. Gender penerus : satu rancak gender penerus slendro. d.d.

r. ditabuh oleh seorang pengrawit. Siter two in one tersebut disebut dengan siter wolak-walik. Gong suwukan: satu sampai dua pencon untuk slendro dan satu sampai tiga pencon untuk pelog. Sekarang terdapat satu siter yang dapat digunakan untuk slendro dan pelog. Suwukan laras barang sering disebut dengan gong siyem.32.56 Bu m. Siter atau celempung: ada satu siter atau celempung slendro dan satu siter atau celempung untuk pelog. Penempatan Ricikan Gamelan Ageng . Gong ageng atau gong besar: satu sampai tiga gong besar yang berlaras nem sampai gulu rendah. Suling: satu suling berlubang empat untuk slendro dan satu suling berlubang lima untuk pelog. n. dimainkan oleh seorang pengrawit Ageng Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Kebanyakan gong ageng dilaras lima. q. Kenong: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. o. ditabuh oleh seorang pengrawit. Kempul: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. p.

kemulusan atau kehalusan alur melodik sangat diperhatikan sehingga ketika seorang pembonang mendapati alur lagu (balungan) . Yogya sering menggunakan bonangan tronjolan.57 Bervariasinya pengaturan ricikan gamelan terutama atas pertimbangan fungsinya sebagai musik mandiri atau sebagai sebagai musik iringan. Ada kebiasaan yang berbeda dalam menyebut pola tabuhan kendhang di kedua daerah inL Seperti kita ketahui bahwa tabuhan kendhang sangat terkait dengan bentuk gendhing. 2) Bonang. Kebiasaan di Yogya lebih suka menyebut nama dari salah satu gendhing sebagai model garapan kendhang untuk gendhing-gendhing lainnya yang memiliki bentuk yang sama. Saya cenderung mengatakan bahwa kendhangan gaya Yogya pada umumnya lebih sigrak (animatif) daripada Solo.33 Gamelan Ageng Tabuhan gamelan mempunyai 2 gaya yakni gaya Solo dan gaya Yogyakarta. Pola kendhangan kedua daerah memang berbeda. Bonangan Yogya juga lebih sigrak dibandhing dengan permainan rekannya yang di Solo. yang semuanya berbentuk kethuk kalih kerep minggah sekawan. Yogya banyak menggunakan garapan yang sinkopatif. Bonangan Yogya di satu segi tidak begitu mempedulikan alur melodik. sedangkan kendhangan gaya Solo relatif lebih sederhana dan tenang namun dalam. yang masing-masing mempunyai kekhasan. seorang pengendhang "boleh" ngendhangi gendhing-gendhing tersebut dengan menggunakan pola yang sama. sedangkan di Solo. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. sinkopasi yang berkesan nyrimpet. Kebiasaan seperti itulah seperti yang diberlakukan pada gaya Solo. Perbedaan ciri musiknya adalah : 1) Pola tabuhan kendhang. tidak masalah bila ia meloncat dari daerah suara tinggi ke rendah atau sebaliknya.

sedangkan tabuhan saron penerus Solo mengikuti balungan pokok. ngencot. Angklung Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran. di desa lain angklung dipergunakan sebagai sarana penyebaran agama dan kegiatan yang . 3) Balungan. juga dipergunakan sebagai alat musik bagi bala tentara kerajaan dimana untuk menambah semangat tempur dalam menghadapi musuh sebagai alat musik perang pada zaman kerajaan Pajajaran. Perbedaan auditif yang paling gampang diidentifi-kasikan adalah lewat tabuhan saron penerus. kecekan.4.34. Tabuhan saron penerus Yogya mendahului tabuhan balungan pokok. Kebalikannya.4. Kemudian fungsi angklung bergeser sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. dan sebagainya. Angklung Angklung di Jawa Barat Sumber : Buku Angklung di Jawa Barat sebuah perbandingan Buku I Gambar 2. karawitan gaya Yogyakarta cenderung memilih tempo/irama/laya yang lambat. sedangkan karawitan gaya Surakarta cenderung menggunakan tempo yang lebih cepat. angklung disamping sebagai alat upacara pertanian. Mereka memiliki berbagai teknik tabuhan balungan yang lebih kaya. biasanya seorang pengrawit harus mele-watinya dengan menggunakan pola nggembyang dan/atau menggunakan rambatan atau peralihan dengan menggunakan pola-pola lagu dengan variasi khusus. 2. di antaranya nggenjot. ia harus menemukan cara agar loncatan tersebut tidak nyeklek (patah). Tabuhan balungan gaya Yogya cenderung lebih keras dengan menggunakan pola dan teknik yang lebih dikembangkan.58 Bu yang meloncat.

2. 28 angklung melodi berukuran kecil. angklung 4 buah dan pengiring 5 buah. kini angklung disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. sedangkan laras pelog dipakai susunan nada C E F G B C untuk laras madenda dipakai susunan nada C E F A B C.8 April 1984) memperkenalkan alat musik tersebut. 5 buah. murid Pak Daeng adalah Pak Udjo. susunan nada C D E G A C. pelog. Angklung Modern (pengembang Daeng Soetigna) menggunakan nada diatonis atau disebut juga Angklung Indonesia. Macam-macam Angklung 1. la berguru kepada Bapak Jaya dari Kuningan. pelog yang bersifat ritmis. Daeng Sutigna merupakan orang pertama yang mengembangkan angklung sistem tangganada diatonis yang disebut Angklung Indonesia. 11 angklung melodi berukuran besar. memiliki 7 yaitu nada C D E F G A B C.59 berhubungan dengan pemerintah. angklung ini berlaras slendro. Daeng Sutigna (Pengembang Angklung) Angklung mulai terangkat diawal tahun 1938 ketika seorang putra ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Daeng Soetigna (13 Mei 1908 . pengembangan yang dilakukan pak Udjo adalah membuat Angklung tradisi berlaras slendro. 17 angklung iringan. Laras Diatonis. seorang ahli pembuat angklung. yang bersifat melodis. Pembelajaran angklung pak Daeng dilakukan dengan cara membaca Notasi dengan gambar Notasi dengan sistem nomor Notasi dengan jari . Angklung modern cenderung lebih mengutamakan unsur melodi atau lagu.440. Laras Angklung Untuk laras slendro. Nada-nada yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G-C 3 dengan penadaan standar internasional yaitu A . Angklung Sunda terdiri dari 24 buah angklung melodi 10 buah rincik. Angklung Tradisi Sunda (pengembang Udjo Ngalagena) murid pak Daeng. 17 penghias. Angklung Indonesia terdiri dari 73 buah.

60 Bu Elang Burung Capung Tikus Kucing Ayam jago Bebek Ikan = = = = = = = = do ti la so fa mi re do Sumber : Buku Angklung Pa Daeng Gambar 2. Belajar Musik Angklung Sistem Nomor Lagu Halo-halo Bandung Do = F 0 Fis Not 16 Ais 3 1 G 2 17 B 4 2 Gis 3 A 4 Ais 3 20 D 5 B 4 21 Dis 6 6 C 7 Cis 5 23 F 1 8 D 9 Dis 6 25 G 2 4/4 10 E 7 26 Gis 11 F 1 27 A 12 Fis 13 G 2 29 B 4 14 Gis 15 A 18 C 19 Cis 5 22 E 7 24 Fis 28 Ais 3 30 C 31 Cis 5 No.35. Notasi Gambar Jadi angklung-angklung yang akan dimainkan diberi atau ditempeli telebih dahulu gambar-gambar tersebut.3. Tabel 2. Urut Angklung 11 13 16 17 19 21 22 23 Notasi Angka 1 = [do] rendah 2 = [re] 3 = [mi] 4 = [fa] 5 = [sol] 6 = [la] 7 = [si] 1 = [do] tinggi .

Laras pentatonik adalah Slendro CDEGAC Pelog CEFGBC Madenda CEFABC Pola Permainan Angklung Udjo meliputi jenis permainan angklung.61 Angklung Udjo Pak Udjo mengembangkan angklung bertangganada pentatonik juga diatonis. Pola tabuhannya masih tetap berbentuk terputus-putus dengan teknik dimainkan dengan digoyang. seperti halnya tabuhan jenis-jenis angklung tradisi pada umumnya. Yang dimaksud dengan angklung tradisi adalah permainan angklung dengan pola-pola tabuhan tradisi yang bersifat ritmis. . Bedanya dengan angklung-angklung tradisi lainnya. angklung tradisi Udjo sudah lebih dikembangkan dari segi pengolahan bunyinya. Bunyi yang dihasilkan dari permainan digoyangkan sudah cenderung merupakan pengulangan melodi pendek-pendek yang dihiasi dengan bunyi panjang unik yang terlahir dari bunyi sebuah angklung yang dimainkan (digoyangkan) secara terus menerus tanpa berhenti. yaitu angklung ‘tradisi’ dan angklung Indonesia.

ed/history/curwen. Pada tempat pelatihan angklung (Saung) Pak Udjo dalam pembelajarannya juga menggunakan notasi nomor ataupun kode tangan. (as adapted by Kodaly (1) (7) (7) (6) (5) (5) (4) (3) (2) (4) (1) Sumber : education deakin.edv. Pembelajaran Musik Angklung dengan Kode Tangan .html Gambar 2.36.62 Bu Berikut adalah contoh motif-motif tabuhan angklung tradisi Udjo.do/music.

63 .

64 Bu .

65 Latihlah lagu-lagu ini .

66 Bu .

67 .

dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur. Sampe . yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya. Sampe Alat Musik Tradisional Daerah Kalimantan Timur Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu.4. bagian bawah ± 15 cm. Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional.25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya).kurang lebih 1.68 Bu 2. agama. karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut. Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali. Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 2. bergandengan erat dengan adat-istiadat. Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm.37.5. Bentuknya dapat dilihat pada gambar 2. kadang-kadang tiga ataupun empat da-wai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya). Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur. dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa.35. Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif. Bentuk dan ukurannya Panjang sampe .

Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi. Sampe yang berdawai tiga. pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . akan tetapi yang dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe. Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis. Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali. kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut. b. Khusus pada dawai pertama (C). dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1). mempunyai nada masing-masing: Dawai pertama Dawai kedua Dawai ketiga = = = C(1) sama dengan dawai pertama G(5) Sedangkan yang empat snaar : Dawai pertama = C(l) Dawai kedua = sama dengan dawai pertama Dawai ketiga = E (3) Dawai keempat = G (5) Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren).38.69 Karakteristik Sampe a. hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut. Gambar 2. Cara melaras sampe (dawai 1). Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar. maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar. Penampang Resonatur dan Dawai Sampe . Kemudian setelah keadaan berkembang. Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang). ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain. di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). yang kolom-kolomnya tersebut permanen).

70

Bu

Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 … dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:

Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama) Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Gambar : 2.39. Cara Melaras Dawai Sampe

71

Cara memainkan sampe : Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara. Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut : 1. 2. 3. Sampe 1 khususnya untuk melodi Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan : 1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng). 2. Untuk mengisi waktu senggang.

2.5. Musik Non Barat
2.5.1. Musik Afrika
Masing-masing kebudayaan mempunyai karakteristik instrumen, performance, sistem nada, pola ritmik, ada negara yang memiliki kedua jenis musik, yakni musik tradisi negara tersebut dan musik popular, ini merupakan kekayaan bermusik yang menakjubkan. Musik ini merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan musik abad 20, komponis yang mengadopsi / terinspirasi dalam komposisinya yakni komponis Prancis, bintang rock Inggirs Band The Beatles (George Harrison), Artis Jazz Amerika John Coltrane.

Sumber : An Appreciation Music

Gambar 2.40. Singing dan Instrumentation into African

72
Karakteristik Musik Afrika

Bu

Kesenian Afrika selalu berbentuk musik perkusi, tarian juga nyanyiannya berbentuk polifonik (bersahut-sahutan) ataupun dengan menyanyi tanpa kata-kata dengan hum ataupun berteriak dan selalu dalam bentuk kelompok. Instrumen Afrika Karakteristik musik Afrika adalah permainan ansambel yang terdiri dari 20 orang pemain, instrumen perkusinya adalah bell, instrumen melodinya flute, trumpet, xylophone dan drum. Keunikannya adalah penyajian musiknya, dalam setiap tari dan alat musik perkusi ditampilkan dalam satu kesatuan

2.5.2. Musik India
Komponis terbesarnya adalah Tyagaraja (1767-1847) Muthuswamy Dikshitar (1775-1835) dan Shyama Sastri (1762-1827) Alat musik khas India adalah : - Alat musik dawai chordophone disebut sitar - Alat musik tabuh membranophone disebut tambura - Alat musik sepasang drum disebut tabla Dibawah ini contoh alat musik sitar dan tabla :
Ciri khas musik India : Pergerakan interval, langkah setengah nada Banyak menggunakan ornamen Penuh nuansa karena perubahan tempo Pola notnya disebut raga, not yang berinterval kadang naik kadang turun.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.41. Musik India

Struktur ritmiknya disebut (Tala) Beat yang terdiri dari 2 – 3 – 2 – 3 disebut Haptal. | 1 2 | 3 4 5 | 6 7 | 8 9 10 | Beat yang terdiri dari 4 – 2 – 4 disebut Shultal | 1 2 3 4 | 5 6 | 7 8 9 10 | Tala adalah permainan Tempo dari lambat sampai sangat cepat.

73

2.5.3. Alat-alat Musik Tiongkok dan Jepang
Kultur tinggi Tiongkok didalam sejarah tercatat dalam 5 dynasti yaitu Dynasti Huang – Ti, Dynasti H Sia, Dynasti Shang, Dynasti Chou dan Dynasti Han. Alat musik yang menonjol sampai saat ini adalah alat musik K’in sejenis Zither kecapi dengan 5 senar sudah ada sejak zaman Dynasti H Sia (1800 – 1500 SM). Alat musik serupa ini di Jepang disebut Koto. Di bawah ini contoh alat musik sejenis Zither, di Jepang disebut Koto.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.42. Fusako Yoshida, is a “master of koto”

2.5.4. Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani
Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah (Palestina) Kinnor, alat musik yang dipergunakan oleh raja Daud sejenis Harpa, lebih tepat disebut Leier senarnya sangat terbatas (5-9 senar) Kinnor adalah cikal bakal gitar hasil kebudayaan pengaruh dari bangsa Semit di Mesir. Alat Musik Kultur Tinggi Yunani - Phorminx termasuk instrumen jenis Leier - Kithara adalah pengembangan Phorminx yang bersenar 7 - Lyra merupakan pengembangan Kithara, jumlah senar Lyra adalah 7 buah

74
Harpa adalah pengembangan dari Harpa Siku dari Italia

Bu

Sumber : Buku Pono Banoe

Gambar 2.43. Instrumen Musik Yunani

75

2.6. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik
2.6.1. Vokal
2.6.1.1. Asal Usul Vokal Musik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi antar sesamanya, musik vokal muncul pada zaman periode Renaissance adalah, Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu. Antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir mempunyai materi suara manusia itu sendiri, dan ini merupakan alat yang kemanapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. 1. Produksi suara Alat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara/ pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil daripada cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator; dada,mulut, hidung, kerongkongan dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi. 2. Teknik Pernafasan Pernafasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernafasan yang baik dan benar seseorang tidak dapat bernyanyi dengan baik.

76

Bu

2.6.1.2. Jenis-jenis Pernafasan a. Pernafasan dada Dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. b. Pernafasan Perut Dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernafasan ini kurang efektif untuk vokal, karena udara dengan cepat dapat ke luar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. c. Penafasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan “volume” menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan nafas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernafasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Keterangan Gambar :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Parietal Bone ( Tulang Ubun-ubun) Frontal Bone (Tulang Dahi) Frontal Sinus ( Rongga Kepala ) Nasal Cavity ( Rongga Hidung ) Hard Palate ( Langit-langit keras ) Soft Palate ( Langit-langit lunak ) Teeth-gigi Tongue-lidah Hyoid Bone ( Tulang Hyoid ) Epiglottis (Katup celah suara ) Larynx (Pangkal Tenggorok ) Tachea ( Batang Tenggorok ) Bronchi ( Saluran Pernafasan ) Speroid Sinus ( Rongga Speroid ) Decipital Bone ( Tulang Belakang ) Nasal Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga hidung Oral Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut Laryngeal Pharynx Lobang pangkal tenggorokan Vocal Cords ( Pita suara ) Esophagus ( Paru-paru ) Lungs ( Paru-paru ) Diaphragm (Diafragma ) Abdominal muscles ( Otot-otot perut)

Sumber : Teknik Vokal

Gambar 2.44 Bagian Tubuh Manusia

Wilayah Suara Manusia . Tenor.77 2. Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto.1.45. Wilayah suara Pada umumnya jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran. sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas. dan Bas. Suara manusia dewasa : Perempuan Alto : F kecil – D2 Mezzo sopran : A kecil – F2 Sopran : C1 – A2 Laki-laki : Tenor : C kecil – A1 Bariton : A kecil – F1 Bas : F bas – D1 Sumber : An Apreciation Music Gambar 2.6.3. Alto.

tangganada mayor dan minor. dalam berlatih bernyanyi disamping berlatih vokalisasi. caranya dengan memberi olah raga kecil. Pemanasan: pernafasan. ucapan.46. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal : a. interval. Artikulasi . Frasering Dalam lagu ada yang disebut “frasering” yaitu panjang / pendeknya kalimat dan kesatuan arti. 3. Gabungan antara praktek dan teori dalam bernyanyi dimulai vokalisi dan etude dari Concone. 4.Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna. Artikulasi/pengucapan : Pengucapan kata harus tepat dan jelas. Ekspresi/penjiwaan Untuk menyanyikan sebuah lagu. sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah. penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi. Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boleh tegang. Sumber: Teknik Vokal Gambar 2. kita sebaiknya juga melatih artikulasi. 2. Vaccai. c. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati. intonasi. Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya.78 Bu Yang harus diperhatikan dalam belajar menyanyi : 1. berikut ini teknik berlatih artikulasi. Keel dan Sieber. b. melodi pendek dan panjang.

TANGGA NADA Diatonis Mayor: Susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak 1-1-½ -1-1-1-½. Palang atau Sharp ( # ) Untuk membuat tangganada mayor yang baru. adalah dengan mengambil nada ke 5 dari tangganada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangganada mayor baru tersebut.G belum benar.2.6.2. tanda turun ataupun tanda mengembalikan ke nada semula. Susunlah tangganada Mayor yang baru G A B C D E F# G 3. karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan ½.6. Ambil nada ke 5 dari tangganada tersebut (C Mayor) yaitu nada G G A B C D E F G 1 1 ½ 1 1 ½ 1 Pada susunan tangganada tersebut. Tanda untuk menaikan ½ nada : # disebut kruis(Palang/Sharp). Natural : adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik. 1 1 ½ 1 1 1 ½ Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut Tanda alterasi yang menyebabkan nada F menjadi Fis Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangganada yang baru adalah dengan . jarak nada E – F dan F . Sebagai contoh. Tangganada Diatonis Mayor Tangganada Mayor Kruis. Untuk itu maka nada F harus dinaikkan ½ laras sehingga menjadi Fis (F#).79 2. cara membuat tangganada G Mayor (1#) 1. 2.1. Susunlah tangganada natural C Mayor C 1 D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. Tanda untuk menurunkan ½ nada : disebut Mol(Flat/Dur).

Susunan nada menjadi D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B C# D 1 ½ Contoh penulisan nada Fis. Flat atau Dur ( ) Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangganada baru pada 1 tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangganada 1#. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. Selanjutnya kita susun urutan nadanya D E F# G A B Nada F tetap menjadi Fis Selanjutnya kita cocokan jaraknya D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B 1 C D C D 2.80 Bu mengambil/melihat nada ke 5 dari tangganada sebelumnya. yaitu nada F. Ambil nada ke 4 dari tangganada tersebut. dan Cis. Menentukan tangganada 2# Nada dasar dari tangganada 2# ialah nada ke 5 dari tangganada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D. Kemudian susunlah menjadi sebuah tangganada baru. B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis 3. pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut : Tangganada Mayor Mol. Pada pembuatan tangga nada 1 nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya . . C 1 Susunlah tangganada natural C Mayor D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. 1.

Tangganada Diatonis Minor . Maka tangganada 2 adalah Bes Mayor. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. agar dapat berjarak ½ maka nada E diturunkan ½ maka menjadi E ( Es ) 3. Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A B C Cocokan jaraknya agar berpola 1 – 1 – ½ .½ .2.1 – 1 – 1 – ½ Bes 1 C 1 D E Seharusnya jarak D-E adalah ½. Cocokan jaraknya dengan pola 1 – 1 . Tangganada Bes yang benar adalah : Bes 1 C D 1 ½ Es 1 F 1 G 1 A ½ Bes 2. Susun tangganada baru (F Mayor) dan seterusnya F G A B C D E F 1 1 Seharusnya jarak A-B adalah ½ agar sesuai dengan rumus jarak tangganada Mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½.1 – 1 – 1 – ½ F G A Bes C D E F 1 1 ½ 1 1 1 ½ Tanda alterasi yang menyebabkan B menjadi Bes.6. Tangganada selanjutnya adalah 2 . nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya(F Mayor) yaitu Bes.2.81 3. Maka nada B harus diturunkan ½ nada. sehingga B B (Bes) 4. 2.

harmonis dan melodis. Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangganada minor harmonis Susunan nadanya = A la 1 B si ½ C do 1 D re 1 E mi ½ F fa 1½ G# sel ½ A la Cara membuat tangganada minor : 1. G Mayor Turun 1 ½ nada E ½ F 1 G Nada ke 5 dari tangganada minor sebelumnya. 3. Jadi Tangganada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor Cara ini disebut mencari relatif minor. AKOR . 2.2. dijadikan nada pertama dari tangganada minor baru. Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangganada G mayor diturunkan 1 ½ laras(relatif minor dari G Mayor).3.6.82 Bu Tangga nada minor terdiri atas minor asli. . Cocokan dahulu jaraknya Jarak untuk tanggganada minor: 1–½-1–1–1–1–½-½ 4. Susunan nadanya menjadi E 1 F# ½ G 1 A 1 B ½ C 1½ D# ½ E 2.

Interval d – f adalah Terts minor Interval f – a adalah Terts mayor Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor. diminished dan augmenthed. . 1. Interval c – e adalah terts mayor Interval e – g adalah terts minor Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts minor dan terts mayor. Sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint diatas dasar. b. terts dan kuint Dasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor. Trinada Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts. Susunan Trinada Terdiri dari dasar. minor.83 Akor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama. Macam-macam Trinada : Ada 4 macam trinada yaitu trinada mayor. .Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts mayor dan terts minor. a.

Interval f – a adalah Terts mayor Interval a – cis adalah Terts mayor c. Leading not Susunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik 2. III. Nama tingkatan akor : I. Tonik Supertonik Mediant Subdominant V. Dominan VI. Submediant VII. II. Susunan Trinada dalam tangga nada Mayor.84 Bu Interval d – f adalah Terts minor Interval f – as adalah Terts mayor Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. IV. Akor 7 (caturnada) / akor Septim Sebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not diatasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim. .

6.4. C Dm Em F G Am ( Bo ) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah : I II III IV V VI ( VIIo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar. maka akorakor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah : Tingkat I nya adalah G berarti akor G . Cara menentukan akor pada lagu Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya. o = adalah diminished Tingkat I. dan V adalah akor mayor Tingkat ke II. IV.2. dan VI adalah akor minor Tingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya. Akor septim dalam tangga nada Minor Harmonik 2. Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do=G. Misalnya ada sebuah lagu ditulis do = C maka berarti lagu tersebut akan menggunakan Akor-akor yang terdapat dalam tangganada C Mayor : C – D – E – F – G – A – B – C. dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya. III.85 a. Akor septim dalam tangga nada Mayor b.

bisa juga satu akor lebih dari satu bar (misalnya satu akor memakai dua bar / lebih). IV dan V. Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu. Bu Jika kita lihat akor-akor utama / mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I. IV dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C. Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I. Yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut. Cara meletakan akornya adalah bisa kemungkinannya : . prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I. 1. IV dan V) akor G. Pada melodi yang belum ada akornya akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangganada dasar dari lagu tersebut. Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke Satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke Satu dari bar / kotak terakhir pada lagu dan artinya akord itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. Apabila menurut kita akorakor tersebut tidak sesuai dengan melodinya maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangganada dasar lagu yang bersangkutan. yaitu tingkat II. Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan “strong beat” yaitu nada yang jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga dalam satu bar. Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal / akor pertama dari sebuah lagu. juga dengan cara melihat/menganalisa nada-nada di tiap ketuk yang .satu akor di tiap bar .dua akor di dalam satu bar . dan VI.86 Tingkat II nya adalah A berarti akor Am Tingkat III nya adalah B berarti akor Bm Tingkat IV nya adalah C berarti akor C …. C dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangganada. III. Hal ini dapat kita amati pada bar awal dan akhir dari contoh lagu berikut ini: Awal lagu Akhir lagu 2. F dan G. dan seterusnya.

Program keahlian keyboard adalah kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada bidang musik. 2. praktis. keterangan di bawah ini adalah khusus untuk keyboard merk Yamaha. pengoperasian setiap keyboard berbeda tergantung dari jenis produk dan jenis serinya. serta karena sifat kepraktisan dalam pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu yang bertahun-tahun. 2. Alat musik ini dirancang untuk sajian musik bagi jangkauan jumlah besar penonton di lapangan terbuka atau dalam ruangan luas.3. Alat-alat elektronik kini menjadi jawaban atas kepentingankepentingan tersebut. Penerapan Akor pada Instrumen Keyboard Pertimbangan dimasukannya Keyboard dalam kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat atau telah dikenal luas di masyarakat. Memainkan keyboard Mengoperasikan program MIDI Level kualifikasi Pemain tingkat Madya Operator Jenjang pendidikan SMK Alat Musik Elektronik Alat musik electrophone adalah alat musik yang ragam bunyi atau penguat bunyinya disebabkan adanya daya listrik. yakni memainkan alat ini pemain dapat menciptakan permainan bersifat band ataupun orchestra kecil. instrumen macam-macam.87 terdapat didalam bar/kotak yang akan kita cari akornya lebih dominan membentuk ke akor apa saja. Keyboard dalam kaitannya dengan penampilan panggung pertunjukan musik pop tentulah membutuhkan kekhususan. Tabel. .6. B. Kompetensi Keterampilan Keyboard Standar kompetensi A. Sebelum kita memainkan keyboard kita terlebih dahulu mengenal tombol-tombol keyboard.1. alat musik inipun diciptakan memiliki produksi suara.

C. Main voice (right 1) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara satu pada keyboard (pilihan suaranya sangat banyak.1. 1.3. Mempelajari Tombol-tombol Keyboard A. B.6. Layer voice (right 2) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara dua pada keyboard. tergantung dari kategori instrumen yang kita pilih). B. jadi dengan itu kita bisa tekan tuts keyboard bersamaan disatu tempat dengan suara .88 Bu 2. main voice } layer voice } upper left voice } lower TOMBOL VOICE terbagi menjadi 3 yaitu : A.

STYLE (Irama) : Permainan rhythm (iringan) sekaligus background (accompaniment/latar) musik yang terdiri dari beragam jenis musik.Break : variasi permainan drum rhythm untuk style yang pada tiap masanya sama. . dan bisa juga dibilang musik pengiring yang digunakan saat kita memainkan melodi dengan tangan kanan.Intro : musik pada awal lagu sebelum masuk melodi lagu.Main : pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh.Accompaniment : tombol untuk mengaktifkan background musik yang sesuai dengan style pilihan kita. . Bagian-bagian Style : . . pilihan suaranya sama banyaknya dan bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). Tombol yang memfungsikan kerjanya suara keyboard pada bagian kiri dengan batas range tertentu dan pilihan kategori suara instrumen tertentu yang dibatasi split point (sama halnya dengan main voice dan layer voice pilihan suaranya sama banyaknya juga bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). .89 C.Ending : musik pada akhir lagu dan menjadi tanda berakhirnya lagu setelah melodi lagu. dan akor berikut rhythm dengan tangan kiri. Left voice : instrumen beda (dobel) sehingga layer voice menjadi suara kedua dari main voice (sama halnya dengan main voice. . 2. Di dalam style ini sendiri terdapat channel-channel yang berisi permainan drum rhythm.

ONE TOUCH SETTING Tombol yang jika kita tekan maka beberapa pilihan setting suara yang sesuai dengan style yang kita pilih akan tersedia secara otomatis.90 - Bu Auto fill in : variasi rhythm yang fungsinya sama seperti break dan akan aktif pada saat menekan main. Sync start : tombol yang mengaktifkan style saat akor dimatikan. OTS Link : tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat memainkan main pada one touch setting. User terdiri dari : User style User song 4. jadi bukan hanya setting suara. Start + stop : tombol yang menyebabkan style akan aktif langsung untuk memulai. tapi juga . Sync stop : tombol yang menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akor yang dimainkan. MEMILIH STYLE DAN USER : Tempat yang dipakai untuk menyimpan data hasil modifikasi atau buatan kita sendiri. MUSIC FINDER Music finder : tombol yang berfungsi untuk setting otomatis sebuah lagu yang ingin kita mainkan. 3. 5.

efek dan sebagainya (kita bisa menyimpan 400 setting dan bisa kita pilih sendiri sesuai lagu yang akan dimainkan). 6. sehingga kita hanya menekan tombol Play. atau hasil . Lagu yang dimaksud disini adalah midifile. 7. jika ingin memainkan ½ nada kita tekan + satu kali. download file dari internet. tempo. SONG Lagu jadi yang sudah dibuat. dan dengarkan menurut pilihan lagu yang kita pilih. REGISTRATION MEMORY Tempat penyimpanan setting yang aman. terdiri dari 8 tempat memory yang ditulis dalam urutan angka.91 setting style. Midifile tersebut bisa diperoleh dari Sample Song di dalam keyboard. jika ingin menurunkan ½ nada kita tekan – satu kali. TRANSPOSE Tombol yang berfungsi sebagai pengubah nada dasar. 8.

92 Bu rekaman permainan sendiri. 10. METRONOME Metronome yang terdapat di keyboard akan memberi panduan menghitung birama saat belajar musik. yang dapat menambah variasi permainan kita. Panduan tersebut berupa suara klik yang berbunyi seiring ketukan birama dan tempo yang sudah anda tentukan. SCORE Anda bisa melihat notasi dari lagu yang telah anda pilih dengan menggunakan fungsi SCORE. Multi Pad dikelompokkan dalam grup-grup atau “BANK” dimana tiap-tiap BANK berisi 4 tipe permainan. yang disimpan dalam smart card atau floppy disk. . dengan melihat notasi lagu midifile yang 11. MULTI PAD Multi Pad bisa digunakan untuk memainkan sebuah permainan pendek yang berupa rhythm atau rangkaian melodi. teman atau guru anda. 9.

6.3. 23231 2.2 Mempraktikan dengan lagu .93 telah anda pilih. anda berlatih atau memainkan lagu tersebut tanpa memerlukan buku atau cetakan lagu tersebut.

94 Bu .

95 .

96 Bu .

97 .

98 Bu .

99 .

100 Bu .

101 .

102 Bu .

103 .

104 Bu .

105 .

106 Bu .

107 .

108 Bu .

109 .

110 Bu .

111 .

112 Bu .

113 .

114 Bu .

115 .

116 Bu .

117 .

118 Bu .

119 .

120 Bu .

4. . . . . .121 2.6. Terdiri dari 18 bilah kayu yang merupakan oktaf (gembyang) yang berulang. . . dari nada yang rendah sampai ke nada tinggi. Pola iringan nada 1 (Do) adalah : __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola iringan nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola iringan nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola iringan nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Ragam Tabuhan Dilagu Dicaruk (dikotek) Di gemyang . Pola iringan gambang kromong adalah baku. lebih kurang 3 ½ oktaf (gemyang). . Teknik Memainkan Gambang Kromong Nada Gambang . . . 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 Nada yang digunakan sebgai standar dalam gambang adalah nada D. .

Syair lagu yang terdapat dalam lagu kicir-kicir berupa sajak. Kempul. Pada bahasan akan dibahas alat pokoknya saja. Dengan contoh lagu Kicirkicir diharapkan bisa mewakili untuk memainkan lagu-lagu Gambang Kromong yang lain. PRAKTIK MEMAINKAN GAMBANG KROMONG 1. Tetapi dewasa ini sudah mulai ada perubahan alat seperti Ningnong (digantung). Gong. Kerangka lagu kicir-kicir adalah sebagai berikut : . Bisa AB-AB atau AA-BB. Kromong. instrumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin. gitas Bas. Drum dan Keyboard. Kongahyan dan Sukong.122 Pola Kotekan Kromong Nada pada Kromong Pencon bagian atas Pencon bagian bawah Pola nada 1 (Do) __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Bu 65321 23156 Lagu yang selalu dinyanyikan dalam setiap permainan gambang Kromong disebut lagu Sayur. GAMBANG KROMONG Seperti telah dibahas pada Bab sebelumnya bahwa ansambel Gambang Kromong terdiri dari instrumen pokok Gambang. Kecrek serta alat musik gesek seperti Tehyan.

. . | 3 . | P . | 3 .5 35 | 35 35 . setelah melakukan intro instrumen Gambang memainkan lagu dengan pola kotekan yang mengacu pada jatuhnya nada . . intro dilakukan oleh instrumen Gambang dan Kromong secara berbarengan nada intro adalah : __ __ __ __ 03 35 3 . . . | 3 . 5 35 | 35 35 . 3 (mi) dan 5 (sol) pola kotekannya menggunakan 05 35 sedangkan untuk jatuh nada 6 pola kotekannya menggunakan 06 36. . 2 22 3 ||: (2) . 2 (re). | P P (6) . | (5) . .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan . . P . pola kotekan adalah sebagai berikut 05 35 dan 06 36 untuk jatuh nada 1 (do). Pada bagian lagu akan dibahas satu persatu cara memainkannya.2 22 3 | (2)5 35 . | P | (1) . :|| Jalannya sajian adalah sebagai berikut.5 35 | 35 35 . GAMBANG. . P . . 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 Wilayah jatuhnya nada Wilayah nada untuk kotekan untuk lebih jelasnya lihat pertitur lagu dan tabuhan Gambang di bawah ini : __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | 03 35 | 3 .5 35 | __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . . .6 36 | | (5)5 35 . .6 36 | 36 36 . 2 22 3 (2) Instrumen lain masuk dan nada 2 (re).5 35 | (6)6 36 .123 Intro : __ __ __ __ P P 03 35 | 3 . | 3 . Nada yang ada dalam instrumen Gambang adalah sebagai berikut dimulai dari sebelah kiri atau nada paling rendah.

nada yang terdapat dalam instrumen Kromong adalah : Wilayah nada untuk kotekan 6 5 3 2 1 2 3 1 5 6 Wilayah jatuhnya nada Cara memainkannya sama dengan instrumen Gambang yaitu dengan pola kotekan Nada untuk kotekan adalah nada yang terdapat dalam instrumen di atas. ) adalah tabuhan Gong. Berikut tabuhan instrumen kromong : __ __ __ | 03 35 | 3 .124 Bu KROMONG.5 __ .6 __ 35 | __ 36 | | (5)5 35 .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan GONG dan kempul untuk pola tabuhan Kempul dan Gong lihat pada kerangka lagu kicir-kicir di atas.5 35 | 35 35 __ 22 3 | __ __ .6 __ __ __ 35 | 35 35 __ __ __ 36 | 36 36 __ .5 __ .2 __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . sedangkan nada jatuhnya adalah nada yang ada dibawah. Setiap satu gong terdiri dari 2 tabuhan kempul.5 35 | __ (2)5 __ (6)6 __ 35 __ 36 __ . Tanda P diatas not menunjukkan tabuhan Kempul sedangkan tanda ( .5 35 | 35 35 . .

__ __ __ __ __ __ __ __ Kecrek : xx .x xx dan seterusnya sama. . .2 22 3 ||: (2) . Lihat penerapannya pada cuplikan lagu kicirkicir. . 3 . Lihat penerapannya pada lagu kicir-kicir di bawah ini : __ __ 03 35 | N |(1) N |(5) .x xx . .2 22 3 (2) . . . :|| KENDHANG. __ __ __ __ 03 35 3 . 3 . . | . . . Penerapannya dalam lagu Kicir-kicir adalah : __ __ __ __ . . . . NINGNONG. Instrumen ini letaknya dengan cara digantung.x xx . 1 03 35 3 . Tabuhan Ningnong kita simbulkan dengan tanda N diatas not.x xx . N . pola tabuhan kecrek adalah sebagai berikut : .x Mulai menabuhnya dan nada 2 (re) yang dipukul dua kali. adalah sejenis kempul yang ukurannya lebih kecil. .x xx . . fungsinya sebagai pengatur tempo/irama.x xx . . . . . nada 2 dan nada 1 rendah. . . penekanan pukulannya pada hitungan ke I dan ke III. | . . . Ningnong berfungsi untuk menguatkan rasa seleh atau jatuhnya nada aksen.2 22 3 (2) . N | (6) .125 KECREK. . | N 3 N 3 __ __ N . . Urutan nada yang diatas dari kiri adalah nada 1. 3 . | 3 N 3 . nada 6 dan nada 5 lalu yang dibawah nada 3. Pola tabuhannya adalah seperti bahasan di atas.

126 Bu Jali-Jali Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

127 Sirih Kuning Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

128 Bu Kicir-Kicir Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

Gender. Di bawah ini penjelasan cara memainkan gamelan : Lancaran Kebo Giro berfungsi untuk penyambutan tamu besan. Kemudian dalam bentuk Lancaran ada yang tidak memakai vokal (instrumentalia) dan ada yang memakai vokal.129 2. buka ialah nada yang ditabuh untuk memulai suatu gendhing dan biasanya dilakukan oleh ricikan Rebab. Pada gendhing bentuk lancaran buka dilakukan oleh rincikan Bonang Barung. Lancaran sifatnya riang dan bisa menceritakan suasana gembira.6.5. Jadi bila ada not titik bawah artinya nada yang dipukul juga nada yang ada diricikan bawah. Kendhang dan Barung Barung. titik atas dan titik bawah pada not menunjukkan pukulan dimana saat melakukan buka. Teknik Memainkan Gamelan Untuk tahap awal menabuh gamelan Jawa dapat dimulai dalam bentuk Gendhing yang sederhana yaitu bentuk Lancaran. pada upacara resepsi pernikahan adat jawa. Susunan nada dalam Bonang Barung Pelog adalah sebagai berikut : 4 7 6 1 5 2 3 3 2 5 1 6 7 4 Atas Bawah . Jalan sajiannya adalah sebagai berikut: Bagian Buka.

lihat contohnya : Setelah itu semua instrumen masuk dan nada 5 atau paling belakang. setelah melakukan buka kemudian Bonang Barung memainkan lagu dengan pola gembyang cegatan. Lihat contoh di bawah ini : . Dibagian gendhing kita mulai pembahasan dan instrumen : 1. lihat contohnya : Nada awal ditabuh satu-satu sesuai not dan letaknya kemudian di gatra terakhir atau gatra keempat sudah gembyang cegatan. Bonang Barung. Jadi kesimpulannya adalah pada bagian buka dilakukan oleh Bonang Barung lalu diteruskan oleh Kendhang dan semua instrumen baru masuk pada nada terakhir. Instrumen kedua yang masuk adalah instrumen kendhang mulai dari gatra ke tiga. Lancaran Kebo Giro terdiri dari 4 baris dimulai dari baris 1 sampai keempat lalu balik ke baris 1 dan begitu seterusnya sampai pada suwuk (berhenti). yaitu setiap gatra ditabuh dua kali dengan patokan gembyangnya nada yang dibelakang. Bagian gendhing.130 Bu Setiap bentuk Lancaran gatra terakhir sudah mulai dengan gembyang cegatan.

Begitu seterusnya sampai gendhingnya berhenti. lihat di bawah ini : . Slenthem) jika dalam memukulnya berbarengan maka tabuhan Bonang Barung salah. Untuk lebih jelasnya. Saron. Bonang Penerus. 2. pola tabuhan dalam bentuk lancaran irama lancaran sama dengan pola pada Bonang Barung yaitu Gembyang cegatan.131 Pukulan Bonang Barung tidak berbarengan dengan ricikan Balungan (Demung. tetapi praktek menabuhnya tentu saja tidak sama cuma namanya saja yang sama.

kemudian pada putaran kedua dan seterusnya baris I dengan pola B. Kendhang.B. Kemudian penerapannya pada lancaran Kebo Giro adalah sebagai berikut : setelah buka baris I dengan pola A.B.132 Bu 3. Kemudian pola D atau suwukat digunakan untuk .C Putaran II dan seterusnya : B.B. B. mulai-berhentinya sebuah sajian gendhing tergantung pada kendhang.B. C Kebetulan Lancaran Kebo Giro hanya terdiri dan dan 4 baris jadi gambaran pola kendhangannya seperti tersebut di atas. artinya pola A hanya dipakai sekali setelah buka. baris III dengan pola B dan baris IV dengan pola C. artinya cepatlambat. kendhang bertugas sebagai pamurba irama. C Begitu juga apabila bentuk lancaran yang terdiri dan 5 baris berarti dapat dirumuskan sebagai berikut: Putaran 1 : A. baris II dengan pola B. C Pola C dinamakan juga cengkok salahan artinya untuk memantapkan rasa seleh dan hanya digunakan pada baris terakhir tapi bentuk lancaran. baris II dengan pola B III dengan pola B dan baris IV dengan pola C ini pada putaran pertama.B. C dan D (lihat pada bab di atas).B.C Putaran II dan seterusnya : B. B. B. Untuk lebih jelasnya dapat dirumuskan sebagai berikut : Putaran 1 : A. B. Kalau misalnya ada lancaran yang terdiri dari 3 baris berarti pola kendhangannya adalah : Putaran 1 : A.C Putaran II dan seterusnya : B. B. B. Untuk bentuk lancaran pola kendhangan ada 4 macam yaitu cengkok A. B.

Gong gedhe nadanya 3 dan 5 sedangkan gong suwukan nadanya 2. Kempul. termasuk dalam golongan ricikan struktural artinya penempatannya dalam sebuah gendhing mempengaruhi jenis gendhing tersebut. nada 5. nada 1 dan nada 7. Gong Gedhe ditabuh hanya setelah buka dan pada baris terakhir nada terakhir. Dalam lancaran Kebo Giro kita bisa memakai kempul dengan nada 6 saja dan cara menabuhnya berbarengan dengan jatuhnya nada. sedangkan Gong Suwukan ditabuh pada tiap akhir baris kecuali baris terakhir. 4. yaitu jika kendhang sudah menggunakan pola D maka tidak lagi menggunakan pola C dan artinya gendhing tersebut akan berhenti dengan ciri pada baris terakhir tempo semakin pelan yang tentu saja diatur oleh kendhang. Pola D penggunaanya pada baris terakhir. Tabuhan kempul bisa disimbolkan dengan tanda atau P yang terletak di atas not. Untuk lebih jelasnya lihat penerapannya pada bentuk Lancaran Kebo Giro di bawah ini : Ket : hal ini brlaku untuk setiap bentuk lancaran 5. 1 dan 7. nada 3. Ricikan Gong terdiri dan 2 macam yaitu gong gedhe dan gong suwukan.133 memberhentikan gendhing. 6. Dalam jenis Lancaran kita bisa memakai Gong Gedhe salah satu dan Gong Suwukan dengan nada 2 saja. Contoh : . Gong. Kempul Laras Pelog terdiri dari nada 6.

3. nada 3.5 . Bonang Penerus. nada 1 dan nada 7.6. sekarang akan kita bahas jenis Lancaran yang memakai vokal. nada 2. Contoh : . Tabuhan Kenong biasa disimbolkan dengan tanda atau N yang terletak di atas not Contoh: 5 berarti nada yang ditabuh kenong juga nada 5 atau 2 berarti nada yang ditabuh kenong adalah nada 2 dan seterusnya. 6123561. Di atas sudah dibahas Jenis Lancaran yang tidak memakai vokal. Saron dan Slenthem.6. Demung. termasuk dalam jenis ricikan balungan. Kenong dan Kempul. Jenis Lancaran mi pola tabuhan instrumen Balungan. nada 5.134 6.2 . pada saat tangan kanan nabuh nada 5 maka tangan kiri memegang nada 6. Setiap satu baris terdiri dan 4 kali tabuhan dan menabuhnya mengikuti jatuhnya nada atau mengikuti nada di bawah tanda symbol Kenong. Untuk jenis gendhing yang memakai vokal kita pakai Lancaran Gugur Gunung di bawah ini : . Gong dan Kendhang tetap sama. Lihat penerapannya pada Lancaran Kebo Giro di bawah ini : 7.3. nada-nada yang ada didalamnya adalah : 1 2 3 4 5 6 7 untuk laras pelog sedangkan untuk laras slendro nadanya adalah. Cara menabuhnya adalah tangan kanan untuk menabuh sedangkan tangan kiri untuk "mathet" atau memegang setelah nada ditabuh. Tetapi tidak setelah ditabuh langsung dipegang melainkan berbarengan dengan tangan kanan menabuh nada berikutnya. Bu Kenong. selanjutnya tangan kanan menabuh nada 3 baru tangan kiri memegang nada 5 dan seterusnya. Untuk Bonang Barung. tabuhan dan pola sama tetapi yang berbeda hanya nadanya saja.5 pertama tangan kanan menabuh nada 6 terus nabuh nada 5. Jadi tangan kiri mengikuti kemana tangan kanan menabuh nada. nada dalam Kenong Laras Pelog adalah nada 6.2 .

. Kempul dan Kenong cara menafsirkan nada tabuhannya adalah tiap 2 gatra.135 Untuk ricikan Bonang Barung. Kalau yang tidak memakai vokal penafsiran nada tabuhannya tiap 1 gatra. Bonang Penerus.

kacapinya adalah kacapi kawih/siter.Dahulu untuk pengiring upacara siraman dan dahulu untuk dinikmati bangsawan Cianjur . sulingnya berlaras da-mi-na-ti-lada dengan 6 lubang.Saat ini untuk hiburan . Kacapi berlaras pelog dan slendro atau berlaras da-mi-na-ti-la-da. Kacapi kawih/siter dapat pula dimainkan untuk permainan individu.2. oleh karenanya warna suaranya berbeda. Berikut diuraikan jenis kacapi : 2.1 Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi suling Kacapi suling instrumennya terdiri dari kacapi dan suling. berlaras lebih tinggi.136 Bu 2. Kesenian kacapi suling: adalah memainkan lagu-lagu instrumentalia dan pop Sunda. karena pengaruh keperluan teknik terutama kreasi Mang Koko kacapi dapat berjumlah 22 s/d 26 senar. Fungsi seninya : . bahkan bisa lebih. Tabel.6. atau dikenal luas di masyarakat. Teknik Memainkan Kacapi Perkembangan dimasukannya Kacapi sebagai kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat. resonator mengacu dari kayu dan alat petik tersebut ada yang disebut jentreng. Peta Unit Kompetensi Keterampilan Kacapi Level Purwana Yuwana Madya Madya Utama Purna Jenjang Pendidikan SMK Diploma Kacapi merupakan alat musik petik (waditra) yang memiliki (dawai) sebanyak 7 sampai 20. gembira. dan kacapi siter. 6. kacapi perahu. Kacapi adalah bentuk akulturasi dari alat musik K’in dari Cina dan Koto di Jepang. Yang berlaras pelog bernuansa lembut dan yang berlaras slendro bernuansa China.6. kacapi rincik.6.6.

Perangkat instrumennya : Kacapi perahu (indung): berfungsi sebagai tangan kiri. iringan atau bas. slendro dan madenda.Kacapi Kawih/Siter berlaras pelog dan slendro Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.137 Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Gambar Kacapi Suling 1. Permainan Kacapi Suling Secara Mandiri Tinjauan dari permainan kacapi yang dapat dimainkan secara mandiri adalah: . berlaras pelog.48. .Kacapi tembang Cianjuran Fungsi seni tembang Cianjuran adalah sebagai pengiring.47.

Kacapi Perahu . Sedangkan permaianan kacapi yang ada vokalnya atau mamaos disebut kacapi tembang sunda cianjuran. Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.49. Salah satu contoh lagu tembang cianjuran seperti lagu “Papatet” yang dibawakan oleh juru tembang atau disebut siden [juru mamaos] dalam kacapi tembang Lagu-lagu dalam tembang sunda seperti lagu “Papatet “ ini bisa disajikan dengan vokal atau bahkan bisa disajikan dengan suling saja. Kacapi Rincik Melodi dan Birama Sumber STSI Bandung Gambar 2.138 Kacapi Rincik : 1) Sebagai melodi 2) Sebagai ketukan irama/tempo Bu Kacapi Indung sebagai ritem dan bas Sedangkan kacapi Rincik yang lebih kecil berfungsi sebagai melodi dan sulingnya sebagai pembawa lagu. yang disebut kacapi suling instrumental.50.

vocal atau juru sinden sebagai pembawa lagu. Ciri khas dari petikan wanda anyar ini adalah : Aransemen dan gelanyu sebagai jembatan antar melodi . dan instrumen gong sebagai pemanteb.51. dan permainan kacapi wanda anyar ini lebih banyak dimainkan pada alat kacapi siter elektrik dua sampai tiga buah kacapi siter dan dan dalam penyajiannya lebih banyak membawakan lagu-lagu yang lagi populer ngetren pada jamannya. seperti misalnya lagu “Eslilin” atau “Manuk Dadali” dan sebagainya. Dalam penyajiannya celempungan biasanya membawakan lagu-lagu yang terikat oleh birama atau tempo. Musik Celempungan Wanda anyar Yang dimaksud wanda anyar disini adalah permainan kacapi kreasi baru. instrument kendang yang terbuat dari kayu dan kulit sebagai pembawa irama. - Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Permainan kacapi instrumental wanda anyar menunjukkan teknik petikan kacapi dan macam-macam tekniknya. Misalnya lagu “Kalangkang” dan “Cinta Ketok Mejik”.139 Celempungan Celempungan adalah permainan satu atau dua buah kacapi siter ditambah instrumen Rebab sebagai pembawa melodi lagu.

Penulisan lambang-lambang jari ini biasanya diletakkan disebelah kiri susunan nada (melodi gending) yang akan dimainkan. Untuk mempermudah dalam penulisannya. jari manis = d dan kelingking = e. ekspresif nada-nadanya. penuh kreasi. degung (pelog). Penjarian Yang dimaksud penjarian adalah penggunaan jari-jari tangan baik kanan maupun kiri pada waktu memetik senar kacapi. Contonya : Jenis papantunan dalam lagu “Papatet” Daweung di ajar ludeung Gunung Galunggung kapungkur Gunung Sumedang katunjang Talaga sok kawahyahna Rangkecik ditengah leuweung Ulah pundung kudisungkun ulah melang teu diteang Tarima raga wayahna ngancik di nagara deungeun Sedangkan yang dimaksud dengan panambih adalah lagu tambahan dari jenis lagu di atas yang dinyanyikan secara teratur dan terikat oleh aturan birama maupun temponya. papantunan. dedegungan dan penambih. yang membedakan tinggi rendah nada dalam setiap laras. Sedangkan jari-jarinya baik kanan maupun kiri dilambangkan dengan huruf-huruf kecil yaitu : Ibu jari (jempol) = a. Yang dimaksud dengan papantunan. Telunjuk = b. Permainan Sebagai Pengiring Petikan-petikan kacapi indung dalam tembang Sunda atau kacapi suling sangat berperan terutama dalam mengiringi lagu-lagu. dan madenda (sorong). Kaya akan hiasan lagu Memiliki etude petikan kacapi Kacapi yang dimainkan adalah kacapi kawih/siter. Menurut teori Machyar. . Jari tengah = c. tangan kanan dilambangkan dengan hurup A (besar) dan tangan kiri dengan hurup B (besar). Sistem dan Nilai Nada Sistem nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) pada umumnya meliputi laras salendro. jejemplangan dan dedegungan adalah bentuk syair lagu yang dibawakan atau dinyanyikan secara bebas atau merdeka yang tidak terikat oleh birama maupun temponya. Contohnya lagu “Eslilin” A. Untuk lebih jelasnya perbedaan B. jejemplangan. 2. terletak pada intervalnya.140 Bu Aransemen yang disukai kaum muda.

. . Apabila disusun sebanyak 20 nada (ke samping dan ke atas) seperti di bawah ini : . 3.. bernilai satu ketukan. Not yang diberi garis satu di atasnya. Sedangkan susunan nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) umumnya dimulai dari nada 1 (da) tinggi (titik satu di bawah). . . Contohnya 1 2 3 4.141 tersebut lihat figure di bawah dengan menggunakan notasi da-mi-na-tila (1-2-3-4-5). Contohnya 1 2 3 4 2. . 4 .. .. . . : 1 . . . . . . 5 . . Laras salendro Laras degung Laras madenda . .. Not yang diberi garis dua di atasnya. 1 . . Contohnya 1 2 3 4 . 5 . : 4 3 . . . . . . 5 4 . bernilai setengah ketukan. bernilai seperempat ketukan. . ___________ ___________ ___________ ___________ Oktaf tinggi oktaf sedang oktaf rendah oktaf lebih rendah Nilai nada yang digunakan dalam suatu permainan kacapi kalau ditulis dengan not angka (notasi da-mi-na-ti-la) adalah sebagai berikut : 1. 3 . . . . . . 4 3 . . . . 2 1 . : 2 1 . 3 . 2 . . 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . . 5 . . . 2 1 .. . Not yang berdiri sendiri. . . . .

Teknik petikan kacapi yang sering dipergunakan terutama dalam Celempungan. 2 dan 3. Sedangkan nilai dari kedua tanda tersebut dalam penulisannya sama seperti notasi pada nomor 1. Sehingga dengan demikian nada-nada (gending) yang dihasilkan jari-jari tangan tersebut akan berbeda pu!a. Posisi dan gerakan jarinya adalah: (1) telunjuk kanan melipat ke daiam. selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. akan penulis jelaskan satu persatu berikut contoh latihannya dalam bentuk cacarakan (cara-cara petikan kacapi). Contohnya 1 . 1. dan dijeungkalan. apabila diletakkan di belakang not atau di samping kanan not. seperti telah disebutkan di atas. Jenaka Sunda. Adapun penjelasan dan latihannya adalah sebagai berikut: A. secara global ada 3 macam yaitu sintreuk-toel dijambret. seperti telah dicontohkan di atas. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik). ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan. sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. dan (2) telunjuk kiri agak lengkung ke bawah. TEKNIK PETIKAN KACAPI Yang dimaksud teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar (kawat). 2.142 Bu Tanda lain yang sering digunakan dalam penulisan notasi gending kacapi adalah titik ( . berarti 1 nilainya menjadi dua ketukan. Apabila penulisan seperti 1 . ) yaitu untuk memperpanjang nada dan tanda istirahat ( 0 ) yaitu tanda untuk berhenti mengeluarkan suara atau berhenti membunyikan nada. 0 berarti nilai 1 menjadi satu setengah ketukan. Dengan demikian jelaslah bahwa panjang pendeknya nada yang dilambangkan oleh not angka akan bergantung pada nilainya.2. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari). Untuk lebih jelasnya ketiga teknik tersebut di atas. dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjuk .6. Yang membedakan antara tenik yang satu dengan lainnya.6. sebab nilai titik dan tanda istirahat masing-masing setengah ketukan. Teknik Sintreuk-toel Pembahasan Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor). yang materinya mengacu pada tujuan umum yaitu mendidik mahasiswa agar dapat mendemontrasikan teknik-teknik petikan kacapi ke dalam bentuk aransemen (instrumental) dan pirigan lagu (iringan lagu). dan Cianjuran. Khusus mengenai titik. Kawih Kacapian. maka nilai not tersebut akan bertambah.

6. 2. Sedangkan tingkat kesulitan dari materinya disusun secara bertahap. Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya. yang pada akhirnya diharapkan mahasiswa itu mampu menyajikan aransemen. ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain. Mempraktikan Memetik Kacapi dengan Melatih Cacarakan Dalam latihan ini materi-materinya disebut Cacarakan.6.143 kanan dan kiri.3. Adapun susunan cacarakannya seperti di bawah ini : . Fungsi dari masing-masing jari di atas adalah: ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi.

144 Bu .

145

146

Bu

147

148

Bu

Taknik sintreuk-toel yang diaplikasikan ke dalam bentuk Cacarakan 1 - 10, di dalarnnya sudah mencakup teknik penjarian (posisi dan gerakan jari) dan teknik petikan (ketepatan jari dalam menghasilkan bunyi yang bersih dari senar yang disentuhnya). Kedua teknik ini pada dasarnya bertujuan melatih keterampilan tangan untuk sampai pada garap aransemen (gending macakal) secara baik dan benar. B. Teknik Dijambret

Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, seperti menjambret2 yaitu membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, t elunjuK, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) seperti ngajeungkalan. Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass

149

(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. Oleh sebab itu dalam cacarakannya hanya akan berorientasi pada nada yang akan dimainkan saja, yang dalam istilah tradisinya disebut kenongan. Misalnya teknik dijambret dalam kenongan 5 (la). Yang perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum mempraktikkan teknik dijambret adalah pasangan nada dari nada yang dijadikan kenongan. Pasangan nada tersebut seperti di bawah ini: Gembyang Pasangan Kenongan : : 1 3/4 1 2 5/4 2 3 1/5 3 4 2/1 4 5 2/3 5

Kelompok nada di atas dapat pula dijadikan dasar dalam menentukan pasangan nada pada petikan tangan kiri di setiap pirigan lagu.

150
C.

Bu

Permainan Kacapi Gaya Celempungan dalam lagu Banjaran (laras pelog), gerakan sedang

151

Keterangan : Pirigan disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan

Gambang kromong adalah kesenian yang mendapat pengaruh dari. Cina d. Arab c. Notasi pentatonik adalah asli milik bangsa Indonesia yang dibuat oleh . Lydis c. Kesenian gambang kromong.. Susunan nada yang bernada 5 c. a. Supratman 4. a.. a. kenong dan tanjidor adalah kesenian khas daerah .. Susunan nada yang berjarak 2.R. Apa yang disebut tangganada diatonis? a... Betawi d.. Haryo Wreksadiningrat c..152 Bu TES FORMATIF BAB II Pilihlah jawaban yang tepat ! 1... Cikal bakal instruen piano yang bernama Harpsichord diciptakan pada tahun 1707 oleh . Tetrachord 2. Dons-Frigis d. Tangganada diatonis berasal dari tangga nada .. Jawa Tengah b.. Machjar Angga Koesoemadinata b. Bali c.. Aristoteles c. India b. Kalimantan 6. Steinway d. a. Demang Kartini d. W. Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ b. 1 dan ½ d.. Melayu . Grand 5. a. Susunan nada yang berjarak ½ 3. Bartolomeo Christofori b.. Yunani b..

a. Sitar d.. Alat musik tradisional Indonesia serumpun alat musik Koto adalah.153 7.. a.. Kacapi b. Angklung berlaras diatonis disebut juga .. Talempong adalah alat musik tradisional seperti gamelan yang berasal dari propinsi . a. Granting 10... Angklung Indonesia d.. Angklung Pak Poeng c. a. Angklung Pak Udjo 9. Bali 8. Jumlah bilahan b. Bentuk bilahan c.... Sample c. Cara memainkan . Fungsi dalam permainan d.. Sumatera Barat c.. Jawa Tengah b. Lampung d. Perbedaan gender dan slentem adalah pada . Angklung tradisi Sunda b.

Bagaimana cara kamu mengenali gamelan yang kamu dengar adalah gamelan daerah : . dari lagu-lagu yang guru perdengarkan? . Bagaimana cara kamu mengenali musik khas darah Sunda? 5. seperti suara drum yang ditabuh dengan bersemangat ? 3.Jawa Tengah . Dapatkah kamu mengidentiikasi yang mana musik yang merupakan karya Bach.154 Bu Apresiasi : 1. Bagaimana cara kamu mengenali musik yang kamu dengar adalah musk Melayu (Riau) 4.Sumatera Barat 6. Apa yang kamu rasakan jika terdengar suara keras dan cepat.Bali . Apa yang kamu rasakan ketika mendengar suara yang beraturan seperti suara tetesan air dari ledeng ? 2.

Seni Tari Mengapresiasikan Karya Seni Tari Bab 3 APRESIASI Pengertian Seni Tari Gerak Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Berdasarkan Konsep Garapan Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat Teri Berdasarkan Orientasi Artistik Fungsi Tari Upacara .

EKSPRESI Produksi Tari Dasar Pijakan .

Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. 2). Cakupan ini adaptasinya dapat dipelajari melalui penjelasan di bawah ini. Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987. Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan. dan menampilkan tari. dan sangat beragam intensitas pendalamannya.1. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam . 12). Pengertian Tari Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang. Pemahaman konsep dibentuk melalui proses kreasi.158 BAB III SENI TARI 3. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. Belajar seni pada tataran apresiasi dapat dimulai dari usia dini. membuat. dan tenaga. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif. 3. Di bawah ini tahapan apresiasi tari yang berguna bagi yang mendalami apa arti sutu pendidikan seni khususnya untuk seni tari. dan waktu. Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan. Dalam perkembangan berikut. tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. Mengapresiasikan Karya Seni Tari Pemahaman suatu tarian sebagai konsep merupakan aspek terpenting dalam pendidikan tari. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus. Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. dinamis. caranya dengan melihat. Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut.

Tari memberikan penghayatan rasa. hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. gerak tari. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV). pada waktu kapan saja. Apabila disimak secara khusus. dan kemauan kepada umum secara jelas. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat. 4). maupun unjuk kemampuan. paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol. 21). dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya. pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya. dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari. simpati. Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978. Masyarakat . tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja. perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan. Sebagai sarana komunikasi. paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari. empati. Ibarat bahasa gerak.159 buku ini. Tari merupakan salah satu cabang seni. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986.

dan bunyi musik. melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat. dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur. Corry Hamstrong menyatakan bahwa. tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. ungkapan komunikasi kata-kata. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. menyatakan bahwa. ritme. tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang . Dalam konteksnya. 1994:44). 1990:2). Sependapat kedua pakar di atas. menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa. Oleh sebab itu. Sebaliknya. gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement). beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa. serta unsur pendukung lainnya. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins. tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari. Dalam kehidupan sehari-hari. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli. Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang.160 membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Seperti dikutip oleh M. Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan. tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. John Martin dalam The Modern Dance. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan. manusia selalu bergerak. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987. maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.

Oleh sebab itu. jarak.2. Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerakgerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. elastis dan penekanan gerakan ). dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. atau tingkatan gerak). Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. perubahan sikap. manusia hidup berkembang dan bergerak. posisi. Dalam berbagai peristiwa. Perubahan atas perkembangan dan gerakan yang terjadi sebagai dinamika manusia menjadi inti adanya perubahan yang diharapkan.1. Akan tetapi untuk yang menghayati dinamisasi gerak menjadi obyek yang banyak dipelajari dan dimaknai agar menjadi segala sesuatu yang berguna bagi diri maupun masyarakat lain. Sebagai bentuk latihanlatihan. dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat. dan kedudukan). tangan. dan sangat mennghayati dinamika terutama hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Gerak dalam aktivitas manusia menjadi bagian penting dari manusia yang masih hidup. dan irama seseorang. Elemen pokok tari adalah gerak. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. time (berhubungan dengan durasi gerak. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. VCD/DVD serta media lain. space (ruang gerak yang terdiri dari level.161 sesuai dengan maksud tertentu. UNSUR POKOK TARI 3. 3. Gerak dalam kehidupan sehari-hari manusia yang kurang menghayati kehidupan banyak diabaikan. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. kaki. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. Faktor keberuntungan dan kehendak yang kuasa segala yang diinginkan perkembangan dan perubahan atas manusia menjadi pasrah. lemah. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. .2. badan). dinamis. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. rasa. termasuk dalam hal ini adalah tari. GERAK Kebanyakan manusia dalam kehidupannya sangat mengharap terjadinya perubahan. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian kepala. Dengan itu manusia merancang dan mendesain sedemikian rupa untuk perkembangan dan perubahan yang diinginkan. aspek tari. Soedarsono menyatakan bahwa.

olah raga. disebut gerak tari tengahan. tari terdiri dari unsur gerak sebagai unsur utama. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). gerak bermain. dan gerak sehari-hari. 3. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. waktu. Pose gerakan di bawah ini menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang. ruang. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. 3. Pada khususnya. gerak dan waktu yang secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian.3 Mengeksplor gerak tubuh untuk ruang gerak Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Pribadi Gb. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi.4 Lari jingkit (trisik ) membuat lingkaran Gb. serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian. bekerja.5 Pengolahan Ruang Tari & Pentas Tari di Proscenium .3. 3.162 Berpijak kepada pendapat di atas.2 Penggunaan properti butuh ruang gerak sempit Gb. dan tenaga.

6-3.163 Imitasi atau peniruang gerak dengan pengembangan ruang gerak. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gambar 3.3. Sumber Koleksi Pribadi Gb.8 Mahasiswa Jurusan Tari Angkatan 2004/2005 yang sedang eksplorasi gerak Tari Topeng Jaja dan gerak Pencaksilat (versi Jaya Bandung). dan gerak dalam ruang secara harmonis dengan ketentuan gerakan yang diperagakan serta pengolahan ruang yang diharapkan.9 Jengkeng sikap dasar tari/level bawah . motif gerak. Perhatikan kedua gambar di bawah ini adalah bentuk/motif gerak Jengkeng pada tari Klasik Jawa dan sikap dasar Pencak silat dalam bentuk kedua kaki melebar bertumpu secara kuat dan mencengkeram ke tanah (kuda-kuda).

kudakuda. berputar. Gerakan ke depan/belakang. Adeg-adeg. Rapal. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep.10 Sikap Kuda-kuda pada motif sikap Pencak silat (Sumber: Koleksi Kusnadi ) 3. rendah). Gerakan berpaling ke kanan/kiri. sendi leher berperan sentral.2. sedang. Badang kontraksi. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. 3.164 Sumber Koleksi Pribadi Gb. rileks. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh.2. . memutar ke kanan/kiri. Motif Gerak Tari Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu pada tabel di bawah ini dapat disimak secara detail yang memberi bentuk motif gerak tari sebagai berikut. mengangguk. dan mengayun. Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Gerakan supinasi. Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri.

ogak lambung.165 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. anggukan dan gelengan kepala. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. ke depan/belakang. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. Gerakan bervariasi. tekukan pada siku. Gerakan pacak gulu. Grakan tangan lurus. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. tekukan pada palmar tangan. gebesan. Vibrasi skapula. . tengok kanan/kiri. belakang. serta gerakan jari-jari Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. mengkerut-kerut. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. Meliuk-liuk. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. gileg. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. Sikap palmar dari tangan Ngiting. gelieur. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. supinasi ke depan. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan.

Pelvis sebagai penopang. lengan atas. dan sikap tangan pokok. . Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. masingmasing berbedabeda. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. dan Nguya pada tari dasar Thailand. kelenturan pada paha. Goyang plastik. Cranum sebagai otorizet. Kolumna vertebralis. Kecepatan. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Gerakan dan getaran pinggul. macam goyangan. sensualitas. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. dilakukan sesuai keterampilan individu. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Harmonisasi goyang pinggul. Ngruji. Nyempurit. goyang pantat pada Jaipongan. lengan bawah. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. palmar tangan.166 melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus.

Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. kaki Gerakan Jalan. . dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Salto. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah.167 Anggota Gerak Bagian Bawah Support Kaki (Ladix) Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Kengser. Kepala mematukmatuk. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. loncat harimau. Zamrah. Peragaan gerak motif Rodat. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Geser. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. strugel track di udara. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh.

Galier. Gileg. sendi poros pada tulang bahu. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. tangan. Nindak. sinkondrosis. Gelang kepala angguk-anggukan kepala. Keept up Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis.1 Motif Gerak Individu Gerak rol. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Lampah Ringdom. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. diarthrosis Jalan lurus.168 langkah ke depan/belakang. Ngeseh. Tanjekan. Pacak Gulu. dan variasi gerakan kepala. Putaran Tubuh ke semua arah. Tabel 3. . dan kaki. samping kanan/kiri. sinfibrosis. badan. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. loncat harimau. Tegak dan bongkok badan. tulang panggul. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Mapal. Gerakan merendah atau mendak. dan Godeg. serta pada karpal dan falang.

Adeg-adeg. kuda-kuda. step. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip.1 Motif Gerak Tari Berkelompok 3. rendah). straidel. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah . berputar. sedang. Tabel 3. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Rapal. anggukan. kuda-kuda. lenso. posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri.169 3. Adeg-adeg. dan topeng Klono. ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh. Gerakan Tari Topeng Cirebon. Di sisi lain. Ruang bersentuhan langsung dengan penari. sedang.3. sedang.2. Rapal. Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. rendah).4. tari garapan lain. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. rendah) pada tari Saudati.2.

Sumber Internet www. 3.3.11 Pelemasan anggota gerak tubuh Gb. level.12 Eksplorasi gerak Penari di Ruang Latihan (Koleksi: Koleksi Kusnadi) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. 3. Perhatikan gambar Gb.15 Penguasaan Ruang Pentas dan ruang Gerak sebagai potret pemberdayaan ruang gerak dan ruang pentas. posisi dan kedudukan. motif gerak dan perpaduan kedua penari.com.14 Penari mengolah ruang pentas level rendah Gambar di bawah ini mengisyaratkan pengolahan ruang pentas dan ruang gerak secara maksimal dengan menjabarkan desain.Dance_Yahoo. .170 ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat. 3.13 Gerak Disain Tertunda Gb. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.

Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan geraknya. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan. Ruang gerak penari dengan jangkauan gerak luas membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari.171 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. Ekuivalen gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut. Dalam mendesain ruang gerak penari. berhubungan dengan kebutuhan. bagaimana penari bergerak dan dapat mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. . Dengan demikian gerakan penari sesuai pengarahan koreografer. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam. Penari membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. koreografer menyesuaikan. juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). dan dasar teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan geraknya. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan disaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Kebutuhan ruang gerak yang sempit. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari membutuhkan jangkauan gerak. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Dengan demikian terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendisain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan.

18 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan.17 – 3. .172 Sumber www. Gb. Disain ruang yang tercipta sempit di dalam.16 Ruang Tari sekaligus pengolahan properti dengan memanfaatkan ruang tari) Kesan gerak di bawah ini menunjukan gerakan sembah. 3.q. serta luas dan tertunda. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. 3.yahoo. 3.com Gb.17 gerak lambat memiliki kesan dalam. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Perhatikan gambar atas 3. Gb. putaran dan liukan badan bertumpu pada kaki yang kuat.dance.18 gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan.

20 Gerak Selut pada tarian Sunda Dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Pengolahan ruang gerak dan tenaga yang disalurkan melalui motif gerak penari di bawah ini adalah memanfaatkan tercapainya gerakan spilt atau slidding dan sircle atau putaran. Unsur dinamika ini membutuhkan waktu gerak. cepat-lama gerakan dilakukan. Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 3. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu. Apabila penari bergerak bagian tubuh yang berpindah tempat. Tempo gerak dapat membangun imej tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari.Dance_Yahoo. serta pindah kedudukan.19 Gerak di udara Gb. 3. cepat-lambat. . panjang-pendek. berubah posisi.173 Sumber Internet Internet www. Hal tersebut membutuhkan waktu. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu.com.

Kebutuhan waktu yang mendesak dalam tari adalah memanifestasi kebutuhan gerakan cepat dan gerakan lambat secara dilematis. atau dengan berdirijongkok.22 Gerakan Teknik Sirkle & Gerakan Teknik Split (Trust) Dilakukan dalam tempo cepat. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas dalam bentuk pengolahan gerak dan pengolahan waktu secara bersama ke dalam konsep garapan tarinya. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. Oleh sebab itu. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. Dalam tari. kualitas gerak. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Apabila dengan tempo lambat banyak terjadi kemungkinan cidera kaki. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. denyut nadi gerak. kebutuhan ruang dengan waktu. Konsep membangun waktu dipraktikan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang-pendek gerak.21 – 3. . kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. Dengan demikian elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini membutuhkan waktu. Waktu dalam gerakan menjadi salah satu konsep tarian. dan kondisi emosional penari. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu merupakan unsur yang saling terkait dengan lainnya. situasi. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan penggarapan koreografi.174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt\ Gerakan Slidding pada tari Kembang Betawi Perhatikan Gambar 3. serta kebutuhan pentas tari dipentaskan. intensitas gerak. Hal ini berhubungan dengan panjang pendek waktu.

5. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. Gambar. kerjasama pembagian intensitas tenaga . Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis.24 Gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. Tenaga Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi. Sumber: Koleksi G Kekuatan lompatan.dance_@ Yahoo. Sumber kedua gambar di halaman ini Internet www. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Gb. 3. 3.23 Gerak respons memiliki kekuatan kesan gerak yang tinggi. berisi. berkekuatan. dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan.24 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan.175 Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. 3.com Perhatikan gambar atas 3.23 – 3.2.

marah dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara dan kepekaan diri di dalam melakukan luapan. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari. lompatan dan pelebaran ruang gerak anggota gerak tubuh secara terstruktur pada komposisi tari. Sebagai ilustrasi bahwa. 3. desakan jiwa.176 Sumber: Koleksi GNP TMII Jkt Sumber: Koleksi Pribadi Gambar 3. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. memiliki keterbatasan pada cara mengungkapkannya. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang.27 adalah gambar sinkronisasi bentuk penghayatan tumpuhan kaki. . pembawaan suatu karakter. Di sinilah letak pembeda dari cara penghayatan sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari.25 – 3.6. Ekspresi Dalam kehidupan sehari-hari.2. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. Perbedaan yang ada bahwa ekspresi tari semua yang berhubungan dengan perubahan psikologis. kehendak. selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali).

7.29 adalah menunjukan penghayatan mata pada tari-tarian Bali. 3. Keduanya seiring dan sejalan. keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut.30 Bonang Bonang memiliki tempo musik yang berbeda cara dan teknik tabuhnya. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana. Koleksi Kusnadi 3.28 dan 3. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur gerak. sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif. Gambar 3. Sebagai salah satu instrumen musik tradisional.2.177 Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Internet www. penghaytan gerak pada gerak Ballet. sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis. sistem kembangan untuk tabuhan sekar atau lambat temponya dan gembyong untuk irama tempo cepat. cepat-lambat melodi lagu.com.Dance_@ Yahoo. keserasian. . Musik dalam tari memberi keselarasan. Iringan Tari Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

Unsur-unsur itu. tata rias. banyak unsur-unsur yang dapat dikenali dan terlihat oleh mata (visual). sebagai berikut: 1. ruang dan waktu. upacara agama atau untuk tujuan ikatan kebersamaan warga. busana. sig-sag. T atau T terbalik. unsur-unsur tersebut dibangun dan disusun sesuai dengan nilai-nilai dan corak tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. desain lantai. sehingga memungkinkan pada pencapaian kualitas artistik maupun estetis dari aspek unsur-unsur tari itu sangat maksimal. Sedangkan tari untuk untuk seni pertunjukan yang merupakan ungkapan individual yang biasanya dalam proses penciptaannya. musik.3. Garis lurus dapat menghasilkan bentuk garis diagonal. tata rias/busana dan tata rambut. UNSUR KOMPOSISI TARI Apabila kita melihat sebuah tarian baik jenis tradisional atau non tradisional. Desain gerak. lebih banyak memiliki kebebasan dalam mengekplorasi semua unsur tari. serta tata pentas. disusun berdasarkan pola-pola koreografi yang lebih artistik. lengkung setengah lingkaran. tempat pementasan mencerminkan ciri khas dari budaya setempat dan adat masyarakat yang memiliki tarian itu. Biasanya penyelenggaraan tari untuk tujuan upacara adat. tempat menari dipersiapkan dan dalam tari itu disusun sedemikian rupa. disebut dengan unsur komposisi tari . taat kepada aturan-aturan yang harus dipatuhi yang terkait dengan aturan-aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan orang istana. unsur-unsur komposisi tari.178 3. desain lantai. musik. Menurut La Mery (1965: 17-108). musik. desain atas. V atau V terbalik. desain musik. desain dramatik. tema. segitiga. serta sesuai dengan kepentingan-kepentingan ( fungsi tari) dalam kehidupan masyarakatnya. dan garis lengkung dapat menghasilkan bentuk lingkaran. Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri-dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga. Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. sehingga hasilnya terkesan rumit. Sebagai contoh dalam tari tradisional jenis tari rakyat. angka delapan dan sebagainya . spiral. Dalam jenis tari tradisional yang berasal dari suatu komunitasmasyarakat etnik. tata rias busana. desain atas. namun terdapat juga unsur-unsur lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi sebuah komposisi yang disebut dengan tari. rias. Dalam tari klasik pola gerak. desain atas. busana. Garis-garis lantai dibentuk dari garis lurus dan garis lengkung. Hal tersebut sangat berbeda dengan tari klasik dan jenis tari untuk tujuan pertunjukan. walaupun hasilnya terkesan sederhana dan tidak rumit. perlengkapan tari. adalah: desain lantai. maka tempat pementasan tari biasanya sesuai dengan tujuan upacara tersebut. perlengkapan. pementasan bahkan tema tarinyapun. sehingga pola gerak.

Tahap –tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi manarik dan tidak terkesan monoton. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik. tinggi rendah (level). cerita rakyat. Desain atas atau air desaign Adalah desain yang dibuat oleh anggota badan. Tema Tema adalah ide persoalan dalam tari. medium. Menurut La Mery (1965: 22-39) ada bermacam-macam yaitu desain: datar. legenda. rendah. statis. yaitu: (a) rias wajah korektif. kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik. 1. tertunda. dalam. tata rambut (hairdo) dan busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. benda-benda disekitar kita. 2. dan asimetris. 3.179 2. lengkung. kegiatan kerja. simetris. Dua jenis desain dalam tari adalah desain kerucut ganda dan desain kerucut tunggal. Pola ritmik di dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. harapan dan kehendak manusia. Desain ini dilihat dari arah penonton. 3. horisontal. dan (c) rias wajah fantasi. murni. yaitu rias untuk tujuan menggambarkan dan memperjelas karakter tokoh atau karakter tari. berada di atas lantai. Dinamika Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari tersebut . Desain dramatik Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. yaitu rias wajah untuk tujuan mewujudkan angan-angan . tinggi. Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak. tempo. menambah jumlah penari. Desain musik Desain musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari. menanbah dimankika gerak atau justru berhenti sama sekali atau dengan cara-cara lain yang intinya berbeda dan khas dari bagian tari sebelumnya dan sesudahnya. tata rambut dan tata busana tari Adalah rias wajah. Tata rias. vertikal. spiral. kontras. berikutnya penonton merasakan mulai ada penurusan menuju akhir dari sebuah tarian. peristiwa-peristiwa yang pernah atau sedang terjadi. dan sebagainya 4. yaitu rias wajah untuk tujuan memperbaiki bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. Sumber tema tari dapat dari imajinasi manusia. tidak membosankan dan tidak monoton. cerita kepahlawanan. pergantian posisi penari serta perubahan suasana. gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. Melalui tahapan ini penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal. terlukis. Kilmaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo. Rias wajah untuk keperluan pementasan tari dikenal tiga jenis. (b) rias wajah karakter. memperluas jangkauan gerak. perilaku binatang. yang disebut dengan klimaks. lurus. bersudut. lanjutan.

Alternatif bahan untuk pembuatan busana tari bermacam-macam. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang meiliki 2 jenis. model tata rambut sesuai dengan adat dan gaya tata rambut daerah masing-masing. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat bendabenda dan alat yang berhubungan dengan tari. di halaman Pura. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosscenium. 6. cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. yaitu berbentuk arena. CD player. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. namun juga untuk memperjelas karakter tokoh dan karakter tari yang sedang diperankan oleh penari. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. Sumber cahaya untuk keperluan pementasan tari bermacam-macam. Dalam tari tradisional. untuk penutup tubuh. Tata rambut untuk keperluan pementasan tari juga bermacammacam. dapat terbuat dari kain. diantaranya berasal dari obor. Synthesizer dan alat pemutar suara . Tata Pentas Adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. 7. tata pentas bukan hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. Tata suara ini menjadi bagian dari unsur komposisi tari bila tarian menggunakan musik iringan tari dengan media rekaman. daun atau apa saja yang ada disekitar kita yang dapat dimanfatkan untuk bahan busana tari. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. rias wakah dibuat menyerupai bentuk bunga. yang disebut dengan setting. Dengan teknologi komputer tata lampu dapat diprogram dalam hal gelap terang. kertas. warna maupun komposisi cahaya sesuai dengan kebutuhan konsep tari. penciptaan suasan atau untuk memperjelas peristiwa pada suatu adegan. Tata Suara Adalah seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari. misalnya dari alat tape recorder. 5. yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. Fungsi busana dalam tari tradional (klasik bukan hanya untuk keindahan. Tata Lampu Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan. sedangkan tata rambut untuk tari non trasional biasanya disesuaian dengan konsep tari. lilin dan listrik. Dalam tari tradisional pada umumnya desain busana tari tidak jauh berbeda dengan busana adat setempat.180 atau imajinasi. Bentuknya bermacam-macam. di halaman rumah atau dilapangan. plastik. pendhopo. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penati dapat dilihat dari berbagai arah pandang. sehingga tata suara memerlukan pengaturan khusus dari pemutar suara. MP 3. misalnya untuk mewujudkan sosok putri bunga.

sehingga segala pesan yang terkandung dalam tari dapat juga dihayati. pengaturan tata suara menjadi tidak begitu penting. Penjiwaan dalam menari dapat dicapai apabila seseorang dalam menari melibatkan passion. Penari mempunyai tugas tidak hanya mengkomunikasikan gagasan dalam tari. namun tugas utamanya adalah memberikan nyawa kepada tari. melalui bahasa tubuhnya dan melalui ekspresinya.4. yaitu : 1. yaitu melakukan dengan perasaan senang. dikenal dengan beberapa istilah. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penari tari gaya Surakarta dan Yogyakarta (Jawa ) dikenal dengan istilah kemampuan wiraga. Memiliki keterampilan teknis gerak . Mampu menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. kemampuan olah tubuh. kemampuan mentaati gaya tari dan kelenturan. PENJIWAAN DALAM MENARI Penjiwaan dalam menari merupakan kemampuan penari dalam menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. 3. . 3. yaitu kepekaan dalam menyelaraskan ritme gerak tubuh dengan ritme musiknya atau menyelaraskan ritme gerak dengan penari lainnya. wirama dan wirasa. Di beberapa wilayah budaya di Indonesia kemampuan seorang penari yang baik. Koreografi yang indah tidak akan menjadi indah apabila penarinya tidak memiliki keterampilan teknis. Wiraga adalah keterampilan menari.181 lainnya. Kemampuan penjiwaan ini merupakan tanda yang tampak dari diri seseorang sebagai seorang penari yang baik. tidak memiliki kepekaan musikal dan tidak dapat menjiwai tariannya. Namun bila musik iringan tari menggunakan alat musik yang langusng dimainkan. dan wirasa adalah penjiwaan penari terhadap karakter peran dan karakter tari. bersungguh-sungguh (bersemangat) mencurahkan segala perasaannya dalam kegiatan menari. wirama adalah kepekaan musikal. ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penari. dipahami dan dapat diinterpretasikan oleh penontonnya. Untuk sampai kepada kemampuan penjiwaan dalam menari. akan menghasilkan penghayatan dan ekspresi karakter peran dan karakter tari yang dapat berkomunikasi dengan penonton. Memiliki kepekaan musikal. kaitannya dengan penguasaan teknis gerak. Menari dengan hati seperti itu. 2. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran penari dalam memperkuat penampilan sebuah tari dan dalam menciptakan keindahan sebuah tari atau dalam sebuah koreografi. pada waktu menari. Penjiwaan dalam menari dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah wirasa. mencakup: kemampuan menghafal urutan gerak.

Kesadaran perseptual dibentuk untuk menjadikan pengalaman berkarya sehingga terbentuk kesadaran. menilai dan mencipta dan mengevaluasi. Penjiwaan penari dalam menari merupakan kemampuan tingkat tinggi bagi seorang penari yang dapat dicapai bila penari telah memiliki keterampilan teknis menari dan memiliki kepakaan musikal. Pengetahuan Kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang sejarah. Pembelajaran Keterampilan Apresiasi Tari Pada umunya orang akan mengatakan bahwa seni adalah untuk dinikmati melalui kegiatan seni dan kepakaan estetis yang dapat memuaskan kebutuhan perasaan penikmatnya.5. 3. akan tetapi apabila dikaji lebih dalam.182 Dalam Bambang (1984) dikemukakan bahwa untuk dapat mencapai wirasa penari harus melakukan empat hal. dimana pengetahuan tentang tari merupakan dasar dalam mengapresiasi. secara menyeluruh adalah kompetensi yang dicapai paling tinggi di bidang persepsi. tari Nontradisonal/Kontenporer/kreasi modern. Kegiatan pengamatan untuk mengenal. membandingkan. mengidentifikasi. penari tua harus menguasai wirasa atau penjiwaan terhadap tarian. pengertian apresiasi secara harafiah berasal dari kata appreciatie (Belanda) atau Apreciation (Inggris) yang berarti kemampuan seseorang dalam menangkap getaran-getaran nilai seperti memahami. melainkan memiliki makna memerlukan wawasan sehingga dapat mengkaji sampai pada batas mengungkapkan keterampilan melalui kegiatan. Kemempuan lain untuk mengobservasi. . greget (menyalurkan kekuatan dari dalam / inner dynamic) . Dengan demikian kegiatan apresiasi seni bukan sekedar melihat sebuah karya seni saja. Apabila ditelaah. bahwa keindahan adalah merupakan kepuasan yang hakiki bagi setiap yang merasakan. Kadar dan bobot penghayatannya berbeda satu dengan lainnya. sedangkan penari matang (tasak) melalui kemampuan olah fisik dan olah spirutualnya. Hal ini benar. Seorang penari muda harus memiliki kemampuan olah fisik dan mempunyai hafalan terhadap agem. tari-tarian yang berkembang di Indonesia baik menyangkut tari Tradisional. Konsep kegiatan apresiasi meliputi beberapa hal antara lain: Persepsi. Menurut I Wayan Dibia ( 2004: 17-18) bagi penari Bali. yaitu sawiji (konsentrasi). sengguh (percaya diri) dan ora mingkuh (penuh disiplin disertai dedikasi dan loyalitas tinggi). dapat mentranformasikan dirinya ke dalam peran yang dibawakan. istilah-istilah dalam seni tari. menghargai. simbol-simbol seni tari. tandang dan tangkis. memahami.

Operasionalisasinya mencakup kemampuan memahami. berdasarkan pengetahuan dan wawasan tari dari hasil pengamatan sebelumnya. Oleh sebab itu keterampilan ini sangat berhubungan dengan kepekaan rasa yang mendalam bagi seseorang yang sangat konten terhadap seni. penari dalam tahap penilaian keindahan seni tari. Kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai penentu. Membuat Tarian Seorang pencipta tari atau yang disebut Koregrafi tentulah mempunyai perbendaharaan wawasan tarian yang banyak. 3. dengan demikian akan membentuk pengalaman estetis dan peningkatan penghayatan akan karya tari. menjelaskan kegiatan seni yang sedang dipelajari. Melihat Tarian Sebelum seseorang mampu menilai sebuah karya tari dikarenakan. Analisis. menginterpretasikan. mempunyai pengalaman .183 Pengertian Kegiatan yang dapat membantu kemampuan merasakan. terlebih dahulu telah banyak melihat pertunjukan tarian.1. Penilaian. menghargai. maupun peserta didik secara mandiri dalam membantu memberikan komentar maupun kritik di masa datang. diskusi. Hal ini berkaitan dengan kepekaan visual dan sensori yang merupakan kemampuan dalam berapresiasi. dan memilih dalam mencapai sasaran belajar dari hasil apresiasi. 2. menerjemahkan. Apresiasi.5. Keterampilan yang dapat mendeskripsikan. menghayati sehingga dapat merasakan keindahan yang mendukung karya tari tersebut. bahkan sudah banyak mempunyai pengalaman menari. 3. Mengidentifikasi Tarian Untuk dapat mengidentifikasi tarian terlebih dahulu seseorang harus mempunyai wawasan tentang berbagai jenis tarian dan mempunyai pengalaman estetis yang memadai. hal lain yang penting dimiliki adlah pengetahuan tentang pijakan tari. diamati. sehingga dapat menceriterakan dan menjelaskan kembali hasil pengamatan yang dilakukan. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan tentang keberhasilan individu. kelompok. Kemampuan melakukan penilaian karya-karya seni baik secara tertulis. memilih. Kegiatan Apresiasi Tari 1. penikmat.

panggung. 3.2. (8) merupakan kemampuan mencipta (kreasi). Seorang filosof. Memiliki kepekaan musik c. Arti kreativitas secara umum adalah menekankan pada (1) pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda.184 estetis yang cukup tinggi. Mary Mayety (1990: 2). atau cara baru menangani dan menghadapi masalah. (6) sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada hubungannya dengan belajar (7) sama arti dengan imajinasi dan fantasi. semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. pencahayaan. Rhodes (1961) membedakan kreativitas ke dalam dimensi person. Di antara para ahli timbul perbedaan pandangan tentang konsep kreativitas. Sebagian lain menghubungkan kreativitas dengan kompetensi spesifik (Husen and Postlewaite. Mayety (1990) mendefinisikan kreativitas sebagai proses memunculkan sesuatu hal yang baru. komprehensif. Perbedaan ini terletak pada definisi. Hurlock (tt: 2) memandang bahwa istilah kreativitas. juga pada hubungan kreativitas dengan kecerdasan. orisinil dan memiliki keunikan. baik dalam bidang musik. bahkan permainan. atau membuat sesuatu yang asli oleh seseorang. Orang kreatif cenderung sebagai pencipta (creator) bukan penurut (conformer) kepada orang lain. “the process of bringing something new into being”. Mampu menerjemahkan konsep kedalam bentuk tari b. Namun istilah ini taksa atau ambigiuos karena digunakan secara bebas di kalangan orang awam. musik. Pembelajaran Kreativitas Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur. (5) sinonim dengan kecerdasan yang tinggi atau jenius. titik pandang yang berbeda. dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinal. baik pada setiap proses maupun produknya. Namun pada dasarnya sebagian besar memandang kreativitas sebagai sesuatu yang baru. Mampu memperhatikan keseluruhan aspek tari. 1985:1100). kostum. Oleh karenanya merupakan bentuk permainan mental. Sedangkan kreativitas sendiri menurut Supriadi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu . (3) apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. berbeda. 1994). Sebagian lainnya kata kreativitas didefinisikan sebagai suatu cara berpikir dan bertindak. Dengan demikian. suatu kreativitas itu memiliki fungsi untuk menyelelesaikan suatu persoalan. kemampuan tersebut yakni : a. dan sebagainya. atau menghasilkan suatu produk baru. (4) merupakan proses mental yang unik. sejarawan. psikolog ataupun pendidik memandang kreatifitas dengan cara yang berbeda. mesin. dan yang paling penting mempunyai kemampuan menggarap tarian.5. memiliki gagasan orisinal. dan orisinal. rias dan memanage latihan. dan upaya-upaya yang dapat dilihat dari dimensi proses maupun produk dalam mengembangkan kreativitas. Mengkoreografi sesuai tema dan usia d. perilaku. sering digunakan. dalam psikologi. sastra. kriteria. karakteristik orang kreatif. (2) kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan. proses. dan proses kreatif. produk dan press (Supriadi.

Hal ini dapat dilihat dari ide atau pola garap tari. Melalui pemikiran-pemikiran orang kreatif inilah. di mana akan menghasilkan sesuatu yang original. Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluasan (fleksibility). ide atau unsur yang tersedia dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban. maka tidak terlepas dari proses bagaimana produk itu dihasilkan. maka produk kreatif akan dihasilkan. Demikian pula dengan Reynold Bean mengungkapkan kreativitas sebagai proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya. keceerdasan dan pola kreatif dengan melakukan eksperimen atau percobaan dan menemukan cara baru memanfaatkan pikirannya. data atau materi yang diberikan atau sudah ada sebelumnya. Begitu pula kreativitas menurut Munandar. Seperti dijelaskan oleh Guilford (1965) bahwa creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people (Supriadi. benang merah dari kreativitas sesungguhnya tidak lain dari kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur. baik berupa gagasan maupun karya nyata. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut. 1995:3). Teori tentang kecerdasan majemuk mengisyaratkan bahwa titik pusat bidang kreativitas adalah mengembangkan. produk atau ide-ide baru sebelumnya yang tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri (Murgiyanto. 1994). orisinalitas dalam berpikir. kreativitas yang dimaksud lebih menekankan kepada produk atau hasil yang baru dengan gagasan yang orisinil.185 yang baru. sehingga ia melihat kreativitas dari sisi seniman pencipta atau seniman pelaku. oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kreativitas sebagai jantungnya tari. Kemampuan berpikir divergen berdasarkan informasi. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. menghasilkan suatu produk yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut pada orang lain (Reynold Bean. 1992:45). Namun demikian apabila berbicara produk. dan berguna (useful). serta kemampuan untuk mengeksplorasi suatu gagasan (Munandar. Kreativitas dalam tari seperti yang diungkapkan Alma Hawkins merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang. sentuhan kreativitas adalah hal yang terpenting. yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Suatu produk seni umumnya merupakan hasil kreativitas apabila produk tersebut menghasilkan sesuatu yang baru. Untuk menghasilkan suatu bentuk tari yang mempunyai nilai dan makna. Utami Munandar juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data atau informasi atau unsur-unsur yang sudah ada. 1987). Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. informasi atau unsur-unsur yang ada (Munandar. dan proses tidak terlepas dari individu itu sendiri. Sesempit apapun bayangan semasa kecil kita . berkualitas dan lebih kaya dalam mengungkapkan gagasan. adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. 19:11).

Ia mengisyaratkan bahwa berpikir dapat dikembangkan dengan melalui 7 pola berpikir dengan mengguankan kecerdasan diri (Gardner: 2004. Secara simulasi peta konsep ini dapat digambarkan sebagai berikut. Dengan banyak mencoba bertanya dan dan bertanya pada diri sendiri maupun dengan orang lain. 23). pikiran. dan perasaan mereka Personalisasi Kecerdasan ini lebih menekankan kepana perkembangan dan perubahan kreativitasnya. Pada permasalah ini dipertanyakan apa yang disebut kreativitas? Kreativitas berarti ekspresi keunikan diri ke dalam tindakan nyata dan mampu menemukan solusi yang baru dan bermanfaat. Musical adalah kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik. Pernahkan kamu membuat sesuatu yang kreatif?. Gerak Bertanya Informasi yang ada lalu bertanya. nada. kamu akan memperoleh banyak ide yang dapat dikembangkan. Kreatifitas adalah kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru. Dengan mencipta atau berkreativitas maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Logis adalah kemampuan memanipulasi sistem berpikir secara konsep logis. Adapun 7 tahapan berpikir dengan menggunakan kecerdasan terdiri dari aspek sebagai berikut: Verbal adalah kemampuan memanipulasi kata secara lisan dan tertulis.186 menggambarkan bahwa kecerdasan dan potensi kreatif dapat dikembangkan secara maksimal. Cari tahu. dengan mencari tahu kamu akan selalu bertanya. Kinestetik-tubuh adalah kemampuan memenfaatkan gerakan tubuh dalam olah raga dan tari Inferansial adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri merenung serta berfilsafat. Interpersonal adalah kemampuan memahami dengan lain. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan pemahaman tentang kreatifitas lebih mendalam dalam pembahasan ini. ketika berpikir dalam memecahkan masalah dari idemu. maka akan dapat segera memperoleh ide. Untuk mengambil suatu keputusan gerak diolah dengan variasi dan suasana musik/irama. Dengan itu faktor penentu laja kecerdasan Sangay dipengaruhi oleh kemampuan mengorganisasikan kreatifitas diri. Spasial adalah kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan disain. irama dan keselarasan. .

Dengan demikian tergambar perangai. Dalam kurun waktu yang telah disepakati. dari idemu selanjutnya buat kemungkinan gerak secara bebas dengan suasana yang kamu inginkan. .6. Proses menghargai kebebasan gerak dan memecahkan masalah melalui ide adalah wujud nyata seseorang mengembangkan pikiran kreatifnya. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang. dengan demikian untuk membuat gerakan menjadi sebagian gerak atau tari sangat mungkin. Faktor keterbukaan yang dimiliki seseorang dapat membentuk inspirasi dan motivasi memecahkan masalah yang dilihat merupakan unsur keterbukaan yang dibutuhkan. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. 1.2 Energi Kemampuan untuk melakukan penghayatan atas ungkapan gerak dengan bersemangat. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama.6. Tari Berdasarkan Konsep Garapan 3.1 Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. 3. Tugas: Carilah beberapa ide. Tetapi hal ini dapat dilihat pada bentuk keputusan yang diambil bahwa kemungkinan gerak yang diperoleh dalam bentuk gerak murni atau maknawi. serta gerakan dilakukan dengan naluri kemauan untuk bergerak. Untuk membuat gerakan menjadi kreatif harus ada motivasi diri dan kemampuan untuk mengembangkan ide yang dimiliki. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut. sebab gerakan akan muncul variasi dan motivasi diri.1 Olah Keterbukaan (Kebebasan Berpikir) Peningkatan dan pengambangan kreativitas tidak terbatas. Masukan penemuan-penemuan gerak yang telah kamu lakukan. kelakukan dan cermin pribadinya.187 1. bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. Buatlah ide ungkapan gerak menjadi bentuk tari.

3. Adat. 3.33 Tari Panggung jati Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3. Beberapa contoh jenis tari yang digunakan untuk keperluan Agama. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.35 Tari Topeng . dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat ini dapat disimak melalui gambar di bawah. Adat. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat di lingkungannya.34 Tari Topeng Gb.32 Tari Terpulout Sumber Koleksi GNP TMII Gb.188 Tari Tradisional yang berkembang di manca daerah Indonesia sangat beragam dan bervariasi tumbuh berkembangnya dalam aktivitas kehidupan masyarakat pendukungnya.31 dan 3. Banyak diantaranya untuk keperluan Agama.

3.36 konsep Teater Topeng.35 konsep tradisi pengembangan.37 Tari Perang . 3. Tari Primitif Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. 3.1. Beberapa jenis tari ini antara lain adalah tari Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur.189 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya.1.6. 3. 3. Gb.34 -3.36 Topeng (Nirin Kumpul) Ketiga gambar di halaman ini menunjukkan tari topeng yang digarap dalam konteks konsep koreografi yang berbeda. dan Gb.

190 Perhatikan gambar 3.38 Tari Gejolak Gb. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. 3. Tari Baina. Tari Andungandung. 3.37 terdapat simbol atau ciri yang nampak pada tari primitif. Tari Buyut Managan Sihala. Tari Baluse. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya 3. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. dan variasi gerak menjadi ciri perubahan semakin majunya tari Rakyat Sumber Koleksi GNP TMII Jkt 3. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Karambik dll. Tari Tononiha.6. Pengembangan kostum. dan iringan menjadi lebih dominan. Tari Kain. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Tari Barampek.40 Tari Jipeng Rebana .2. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Pisu Suri.38 – 3.39 Tari Tano Doang Ketiga tari di atas (Gb. gerak. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Tari Terang Bulan. Tari Cikecur. Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. 3. Tari Kapri. Tari Rakyat Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang ingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan.40) adalah Tari yang dikoreografi dan diangkat dari konsep tari kerakyatan. Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Manduda. Tari Angguk. Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum.1.

Bungong Sie Yung-yung.42 Tari Saman Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.41 Tari Saudati Gb. Tari Cuwek. Tari Bines. Tari Labehati. Tari Landak Sampot.Tari Bak Saman. Tari Anyung. Tari dll.191 Pada uraian selanjutnya akan dibahas beberapa contoh jenis taritarian nusantara yang ada di Indonesia di mana keterbatasan data dapat dicontohkan sebagai berikut di bawah ini.. Tari Ranu Labuhan. Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling.43 Turun Kauih Aunen . 3. Tari Asuk. Sumber Majalah Myung Hui Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Lanieu. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Dampeng. Tari Cincang Nangka. Tari Kederen. 3. Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Apeut. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. 3.

tari Melimbang. 3. Tari Ampun Mende. tari Tabur.192 Sumatera Barat. Tari Kain. 3. Ttari Badaek. Tari Karambik adalah tari klasik tradisional Sumbar. tari Burung Putih. Sumatera Selatan: tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). Tari Piring.Tari Andun.44 – 3.Ttari Dana dan Tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). Tari Payung. Tari Badalung. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).46) adalah jenis tari tradisional dari Sumatra Barat yang dikoreografi sesuai perkembangan konsep koreografi pada masa kini. Tari Rambai dan Tari Lilin.45 Rampak di nan Jombang Sumber Koleksi Anj.46 Payung Tarian di halaman ini (Gb. Tari Bayang Sangik. 3.44 dan Gb. . Bebe. 3. Tari Bedug dll. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.Tari Temu.TMII Jkt Gb.

193 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3.47 Barabah (UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Seni Tari UNJ Gb.48 Krana (UNJ) . 3.

49 Pendet (Bali) Gb. kerajaan bone.1. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di Indonesia khususnya di yogyakarta.6.50 Kresno-Baladewa Sumber Koleksi Kusnadi Gb.51 Tari Topeng Bali . 3. Tari Klasik Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang atelah ada di Indonesia. Surakarta. 3. 3. dan Kerajaan Klungkung di Bali. Kerajaan Mataram Kuno.194 3. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi DepBud Par Gb. Kasepuhan Cirebon.3.

persembahan.53 Pakarena(UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.52 merak Subal(UNJ) Gb.195 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari Gb. Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek. Karya Wiwik . wira pertiwi. Tari Nontradisional Tari Nontradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional. 3. Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi.6. Tari jenis ini tari pembaruan. 3.3.54 Gambyong(UNJ) 3.2. Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong.

3.38-39 Gb.com 2.dance_@ Yahoo.55 Sequence Gb. 58 Bratasena www.com www. tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll.57 Tari Flash Time Gb. 59 Cinta Bunda .38-39 www. 3. 3.com 2.196 Widyastuti tari cantik. 3. tari karya Abdul rochem tari Gitek balen.com 2.dance_@ Yahoo.56 Qulinte www.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo. www.38-39 Gb.com Gb. 3.

38-39 Gb.7. Konsekuensi logis yang diyakini meniadakan akibat yang bakal dilakukan. Tari Upacara Tari jenis ini perbedaannya ditentukan berdasarkan pada kebutuhan spirit manusia pendukungnya.7. 3.1. Beberapa contoh Tari Upacara Adat adalah Bedhoyo 5 dan Bedhoyo Ketawang 9 (penobatan Raja sesuhunan dalem).197 www. Tari jenis ini lebih dominan untuk mendekatkan pada bentuk upacara yang sakral. Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat 3. 3.1 Tari Adat Tari Adat adalah berhubungan pernyataan maksud masyarakat kaitannya dengan peri kehidupan sosial sehari-hari dari masyarakatnya. dan Gatutkoco Gandrung(Adat Perkawinan). 60 Squestrall (Internet) 3. Tayub.1.com 2. . Tari jenis ini juga digunakan untuk prosesi lamaran penang menantu. Tari upacara adat terkait dengan banyak macam motif adat yang disakraklan pada penyelenggaraan tertentu dan dalam momen tertentu pula. Peran yang ada lebih diarahkan untuk pernyataan maksud dari masyarakat yang bersangkutan. Karonsih. Sablang sebagai sara untuk panen akbar atau petik padi. Kuda Lumping. Ngalage. Gambyong. Ke 2 tarian tersebut merupakan tari yang lazim dan banyak terdapat di daerah lain pada kapasitas penyambutan tamu saja. Jatilan (seni tontonan rakyat). Tari Sekapur Sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari Rangguk (Jambi) tari untuk persembahan kepada tamu biasa.dance_@ Yahoo. Raupe Soran merupakan tari yang digunakan dalam upacara jelang mengikat perkawinan.7.

61 Sekapur Sirih Gb. tari Karan merupakan tari hiburan Bengkulu selatan ditarikan remaja putri. 3. Ayunan Tangan.198 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Kikuk. tari Sekapur Sirih. tari Gandai.. tari Kain. Tari Keris. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian . 3.62 Rangguk Bengkulu: tari Massal Andun. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 63 Tabot Lampung memiliki budaya batas. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. tari Massal Kijjai. tari Bidadari. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). Posisi geografis sangat menguntungkan. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari.3.

Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. . Tari Longser. Tari Keris. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Bebe. Tari Candra dewi. Tari Merak. Tari Doger. tari Lepas. Tari Kembang Puray. Tari Capang.199 pria sebagai ungkapan selamat datang. 3. tari Melinting. 65 Agon Yamuniku Jawa Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan property cemeti. Tari Topeng.dance@yahoo.com 3. Tari Ketuk Tilu. Tari Kandagan. 64 Ngelajau Gb. Tari Keurseus.66 Tari Merak . Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Dewi. Sumber www. Tari Arus. tari Batin.

200 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ 3. 3. 69 Topeng Gb. Tari Ronggeng. 3. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Topeng Gong. 3. 71 TeaterTopeng Gb. Di Bawah ini Tari Topeng Gong dalam 2 bentuk yakni Kreasi Baru dan Pertunjukan Topeng serta Garapan Kreasi Baru. topeng Cantik. Tari Ngarojeng. 70 TeaterTopeng Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.68 Tari Merak Jakarta. 3. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. serta Topeng Angga. Tari Tayub (Nayub). Tari Blenggo. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan.67 Bodoran 3. 72 Nyi Kembang . Tari Gong.

tari Golek. Koleksi Kusnadi (2. Tari Menak Jinggo Dayun. tari Bondan. Tari Lawung. 3. Tari Bondoboyo.40-41) dan Internet Jawa Tengah: Tari Srimpi 5. tari Rantoyo. .201 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Panji. Tari Anoman Kataksini. Tari Retnosari.76 Tari Topeng Tari Topeng dan Trunajaya (Bali) tari klasik garapan tari berorientasi dari keraton.75 Tari Trunajaya Gb. Tari Srimpi 9. Tari Surenglaga. 3. Tari Bondoyudo.74 Tari Bahauran Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadit Gb. Tari Saptoretno. Tari Karonsih. 3. Tari Kridohumangsah. Tari Menak Koncar. 3.73 Tari Tebal Gempita Gb.

77 Gumyak Banyumasan ( Pribadi ) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Jurusan tari UNJ Gb. 3. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan).79 Gambyong Yogyakarta: tari Bedhoyo. tari Srimpi. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. tari Golek Lima. 3. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. Pergelaran di Pendopo. Tari dll.78 Dolalak Gb. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. . 3. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok.202 Sumber Koleksi Pribadi Gb.

3. Tari Embatembat. tari Jejer.203 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb.80 Tari Gagahan Gb. pertunjukan secara berkeliling.81 Klono Topeng Kedua karakter tari ini adalah gagahan. 3. Tari Atandak. Tari Topeng (Madura).82 Mbya (gaya tari Madura) . Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. berperan seperti Tledek atau Ledek. 3. Gaya tari Yogya lebih menekankan pada angkatan kaki berciri lurus untuk perpindahan tempat dengan cara merendahkan kaki tumpuan. tari Bapong. Jawa Timur memiliki beberapa khasanah tari seperti Tari Ngremo. Tari Emprak (tari putra/putri berpakaian wanita.

85 Ngremo Kedua gambar tari Ngremo di atas menunjukkan perbedaan konsep koreografinya. Pada tari-tarian Bali unsurekspresi mata (sledet dan panajam). serta kebutuhan untuk upacara adat sangat bergantung situasi tari dipergelarkan. 3. Hanya pada jenis tarian upacara saja yang membutuhkan penghayatan tari berdasarkan situasi fungsi tari dipergelarkan. 3. Gb.dance@yahoo. 3. 84 di Mal dan 3. Tari Bali merupakan tari tradisional yang didominasi tarian ekspresif.83 Tari Warok Gb. Pernyataan .85 di Proscenium Stage Tari Bali merupakan jenis tari tradisional yang paling ekspresif pada sebagaian banyak jenis tariannya.204 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. penghayatan topeng denga penyesuasian karakternya. Tari-tarian Bali merupakan cermin masyarakat Bali yang dinamis.com Gb.84 Tari Ngremo Sumber www.

205 kehendak dan karakter musik dan tarinya mencerminkan dinamisasi jaman yang terus menerus berkembang. 3. 87 Manukrawa (BudPar) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 2.88 Oleg Tabulilingan(UNJ) Gb. 2. 86 Topeng Rangde (BudPar) Gb. 3. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Hal ini di alami oleh masyarakat Bali.89 Trunajaya (Kusnadi) .

Tari Dio doe. Tari Kabana. Tari Lenda Nusa Malole. Tari Carana. Tari Ayam Karata. Tari Danding. Tari Gandrung. Tari Elilola. Tari Dadara Nesek. 3. Tari Nuri. Tari Bidu. Tari Angin Alus. Tari Lenggo. Tari Kanja. Tari Padoa. Tari Cilo. Tari Likurai. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan.91 Abike Anuku ( GNP TMII ) Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang antara lain terdiri dari Tari Udeg. Tari Bial Tojong. Tari Ana Keka. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.90 Abike Anuku ( GNP TMII ) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Katubu. Tari Deda Lolon.206 Nusa Tenggara Timur memiliki khasanah tari yang antara lain seperti di bawah ini. . Tari Soka Papak. Tari Dalata.

tari Kebesaran. tari Ando-ando. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. tari Turutenden. kitanan. Tari Arum Piju. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. tari Ana Tete. Tari Pemontes. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama.207 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. 3. serta penobatan putri masa akil balig. Tari Kartili tarian hiburan rakyat Sulut.93 A dan 3.92 Katubu ( Anjungan TMII ) Sulawesi Utara: tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. tari Maka Anding.94. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. B Pamilau Sulawesi Tengah: Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. Tari Anitu. Tari Banggai. dilakukan kelompok gadis.3. . Tari Peule Cindi. Tari Maengket.

Tari Modero.Tari Moleba. Tari Marrelau Pammase Dewata. Tari Mappacci. Tari Mangayo. Tari Morengku. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.95 Assay (Pemda Sulteng) Sulawesi Tenggara: tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Tari Mak Randing. Tari Mak Bandong.208 Tari Ei-Ei. Tari Dero. Tari Manganeng. Tari Maluyya. 3. Tari Makrencong-rencong. Tari Mangandak. tari Mangaro.97. 3. Tari Morasa. Tari Kancara. Tari Malemmo. tari Linda. tari Dinggu. Tari Katumbu. Tari Moese. Tari Luminda dll. tari Lumunse. Tari Langko. gadis akil balig harus menarikan tari ini. tari Mombesara. Tari Lumanse. Tari Dopalak. Tari Motaro dll. Lanunse ( GNP TMII ) Tari dari Sulawesi Selatan terdiri dari Tari Losa-losa. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. Tari Maklatu Kopi. Tari Mak Jekne-jekne. Tari Salonde. tari Assay. dll . Tari Kandai Patangaya. Tari Modelusi.96 Lanunse ( GNP TMII ) Gb. Tari Moana. Gb. Tari Basalonde. 3.

Tari Mantang. Balian Bukit. Tari Gantar. Tari Bejo Ujo. 3. Baksa (Ajaran.209 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Bekuku. tari Gandut.Tari Anggo. 3. .98 Pakarena (Mujiati) Gb.99 Pakarena UNJ Kalimantan Timur: tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit.101 Jipeng Rebana Kalimantan Selatan: tari Tirik Lalan. tari Perang. tari Japin Sigan. Tameng. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Datun dll. 1 orang lelaki(pawang).100 Perang (TMII) Gb. Tari Bogam. 3.Tumbak). Tari Belahong. oleh 4 wanita. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Belaong. tari Topeng Panji. Ditarikan pada masa paceklik. tari Hudok. 3.TariBogam. Tari Burung Enggang.

Tari Badeder.210 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. tari Manjuluk Sipa. Tari Banggai. Tari Balian Bawo. Tari Kangkurung. 3. Tari Bahala. tari Kinyah Bawi.103 Giring-giring(TMII) .102 Perang (TMII) Kalimantan Tengah: tari Giring-giring. Tari Kinyah DanumK Kalimantan Barat: tari Capin Tari J Sumber Koleksi Anj. Tari Kanjan. Tari Bukung. tari Mandau Talawang dan Kapuas. 3. TMII Jakarta Gb. Tari Tambung. Tari Karaenta. tari Boleong Dadah. tari Kinyah Pampulu.

Tari Aniri. Tari Dow Mamun. Tari Det Pok Mbui. Tari Aluyen. 3. Tari Aya Nende. tari Mutiara. Tari . tari Wor. Tari Dodobol. Tari Dendang Dilale.104 Giring-giring (UNJ) Maluku: tari Caka Lele. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.211 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Maru Putih. 3. tari Lenso. Tari Etol.106 Tari Bambu Gila Kedua gambar ini menunjukan konsep garapan tari upacara berupa pengukuhan kepala adat. Tari Denge-denge. Irian Jaya/: tari Yospan. Tari Due.. 3. tari Dombe. Tari Mabileose.105 Tuan Pamekik Gb.

108 Ndaitita 3. Tari Ndi.7. Tari Meitoro Meisawe. Tari Meto.1.Tari Mbis Pok Mbui. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayatan keagamanan dimana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam .3. 3. Tari Agama Tari upacara Agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus. Tari Mooni dll.107 Mbui Dong Po Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.2.212 Kampu. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya.

tari Depan Tulang Belut. . mengkultuskan. 110 Kecak Gb. 111 Sekapur Sirih (UNJ) Daerah Jambi memiliki tari tradisional Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi. tari Kepak Balam dll. . Tari tersebut banyak digunakan untuk penyambutan tamu terhormat. Di bali banyak tari jenis keagamaan digunakan sebagai pernyataan maksudnya. tari Gunjing. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. 3. dan penghayatan persembahan secara total. Di sisi lain. Pasraman. Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. tari Kipas Perentah. maka tari ini berbentuk tari sosial. tari Kelit Lang.3. Rangde. tari Sauh. 109 Tuan Pamekik Gb. tari Mandi Taman. Tari Kain. Gabor. Ngaben untuk acara kematian. Keris.213 dan bersifat memuja. Tari yang ada antara lain meliputi tari Pendet. Rejang. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

istana. Tari Berdasarkan orientasi Artistik Tari berdasarkan orientasi artistik lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar. Tarian jenis ini menjadi milik rakyat. 3.com Gb.8. 3.112 Sekapur Sirih Gb. dan primitif. 3. 115 sequence . 114Time Load www. 3.214 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.113 Rangguk Dalam rangka pengembangan asset tari untuk kalangan tertentu tari ini dapat dikemas untuk konsumsi pariwisata.8.dance_@ Yahoo.1. Tari-tarian tersebut telah diuraikan pada penjelasaan terdahulu.dance_@ Yahoo. Selanjuynya.com Gb. 3. Hal ini dapat dilakukan apabila sepakat untuk tidak meninggalkan akar budaya tradisi budaya tari ini. tari-tarian lain terdiri dari jenis tari-tarian sebagai berikut: 3. mengingat tari ini sudah banyak dikenal kalangan. Tari Balet www.

Sumber: Buku Modern Dance William Dowoo . 3. 3.dance_@ Yahoo. 3. 117 All Fine Gb.dance_@ Yahoo.com www.com Gb.215 www.com Gb. 118 Time Load Perhatikan ketiga gambar di atas menunjukan tari Balet asal Amerika (Ketiga piñata tari dari Amerika). 116 Squarel www.dance_@ Yahoo.

2. secara umum dapat digarisbawahi bahwa fungsi tari dapat bertujuan sebagai .9.119 Ebegan 3. tari dapat berperan sebagai pemujaan. Salah satu cabang kesenian dalam pembahasan di sini adalah seni tari. dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak. Kebutuhan yang erat hubungannya dengan pemenuhan sentuhan estetis adalah melalui kegiatan berkesenian. sarana komunikasi. Dalam kaitan dengan itu. dan tujuan tertentu yang mendatangkan kepentingan sosial secara total. Dengan demikian tari dalam rangka memenuhi kebutuhan idividu dan sosial merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya. 3. sosial. Musical Dance Jenis tari ini terdiri dari tarian yang dipentaskan secara kolosal. Fungsi Tari Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memebuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu. dan komunikasi. Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu.8. Biasanya merupakan bentuk pertunjukan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya. pernyataan maksud. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. Dengan demikian tari apat sekaligus menjadi kendaraan mengekspresikan keinginan.216 3.

bunyi-bunyian guna menambah kesakralan dan menghadirkan daya magis. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang. Secara garis besar Soedarsono mengelompokan fungsi seni tari ke dalam seni pertunjukan dapat dikelompokan menjadi tiga sebagai berikut: 3. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. adat di suatu daerah sebagai berikut: Asal Keagamaan daerah Bali No 1 Tarian Pendet Rejang Keris Pasraman Gabor Ngaben Ndi Mbis Ura Nelayan Adat Kehidupan Kematian Irian jaya Cuaca buruk Cuaca buruk 2 . di mana berfungsi sebagai ritual. Tari sebagai sarana Upacara Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini. perkawinan. dan perwujudan kehendak yang diungkapkan sehubungan dengan ekspresi kebutuhan yang mendesak pada diri manusia. keagamaan. 3. persembahan. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral. Di bawah ini beberapa contoh tari-tarian yang difungsikan dalam berbagai upacara agama. 2. sebagai sarana untuk persembahan. dalam peristiwa penting kehidupan yang diikuti dengan sesaji.217 pemujaan. Setiap upacara selalu dilengkapi dengan tari-tarian. Seperti panen atau potong padi sebagai ungkapan terima kasih berkaitan dengan peristiwa kelahiran.1. Tari-tarian ini memiliki ciri-ciri adalah sebagai berikut: 1. dan adat. Tari sebagai sarana upacara ritual harus diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji pada situasi atau tempat tertentu pula. kesuburan. sarana komunikasi.9.

218 Raupe Saran 3 4 Tor-tor Gandal Sapu Buluh Gita Wani Walone Pagellu Mapaliang Ngalage Tayub Sablang Sumut Maluku Kelahiran Kelahiran Sulsel Kematian Jabar Jatim Panen Panen Panen Kelahiran Perkawinan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Akil Balik Penobatan Penobatan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Bersih Desa Bersih desa Penobatan Pinangan Berburu 5 6 7 8 Hola Ana NTT Dodoka Doo Lego-lego Ledo/Tawu Prisen NTB 10 11 Bedhoyo 5 Jateng dan 9 Bedhoyo Ketawang Gambyong Karonsih Gatutkoco Gandrung Kuda Lumping Jatilan Bedhoyo semang DIY 12 Tabel 3.2 Hubungan tari dengan aktivitas manusia .

3. Hal ini berhubungan dengan tari untuk memenuhi konsumsi publik saja. atau bahkan untuk memenuhi kepentingan publik dalam rangka hiburan saja.122 Baris . 3. Sumber Majalah Myung Hui www. Tari Rangde. Tari-tarian tersebut adalah tari Penyambutan. coba masukan ke golongan mana tari-tarian ini dikelompokan. amal.121 Squarel Sumber Jurusan tari UNJ Gb. 3.9.120 Hung Myung Gb.219 Tugas untuk kamu. Tari Sebagai Sarana Hiburan Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton.2. tari Kecak. dalam penyajian terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan. tari Gembira. 3. tari Bebodoran.com Gb. Oleh sebab itu. tari Perang.dance_@ Yahoo.

125 Manuk Rawa (Jurusan Tari UNJ) . 3.123 Cinta Bunda (Koleksi Farida Faisol) www.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.com 2.38-39 Gb. 3.38-39 Gb.220 www.124 Fatamorgana (Interbet) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.3.com 2.

lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan. Coba analisis. Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun. PRODUKSI TARI Pada tahap produksi peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. coba jelaskan latar belakang. tulis. bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu. mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat. apresiasi sampai keutuhan produksi. pengertian. b. Amati seluruh penyajian.221 3. Tentukan tema yang kamu pilih.10. Gagasan Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. tingkat persepsi pengetahuan. sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman. tujuan. Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih. Gerak Murni Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah. Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional. fungsi. estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor). Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak. merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. mencipta. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : a. dan diskusi. seni tari. menginterpretasikan. analisis. penilaian. Gerak maknawai Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya .

Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi. d. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya. bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya. Gerak asimetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun. Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. Gerak simetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun. Kekhasan tersebut dapat dilihat dari : 3. dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan. namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style).222 c. . Dasar pijakan Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan. baik ruang maupun desainnya. Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. tumbuh. sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan. 2. baik ruang maupun desainnnya. Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. 1. Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. diolah dan digarap.11. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol.

berkaitan dengan perburuan.kaki (berjinjit).12. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) . Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong). tempurung. Tema lingkungan dan alam sekitar. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). kentongan. b.kepala (mengangkat dagu) . mata pencaharian (nelayan. payung. . seperti bermain peran. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin.223 Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari Gambar 3. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak). c.6.tangan (mengepal) . dsb) Tema logika matematika. pohon bergoyang. Tema dengan menggunakan properti. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). pertanian. di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. air yang mengalir di sungai. Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karyakarya tari di nusantara dapat diangkat : a. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin". topeng. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). dsb. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. d. seperti bermain tali/pita. dsb. seperti gerak-gerak angin bertiup. Tema kehidupan sehari-hari.

Gerak .. Esensi keindahan dalam tari dapat dilihat pada. Kostum b... Bahasa verbal 3. Gerakan maknawi b. Tari adat b. Sebuah tarian yang memiliki gerakan bermakna pesan. Tata rias c. a. a... Bahasa kinestetik c. Produksi b. Bahasa visual b.. Gerakan ragawi c. Komposisi d. Kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai . Olah tubuh 2. a.. Musik d.. Gerak d.. Tari Cokek (Betawi) adalah termasuk golongan tari . selaras dengan bunyi musik . Bahasa plastis d.. Ekspresi 4. Gagasan d. a. a..224 TES FORMATIF BAB III Pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Pantomim c.. Gerak yang ritmis.. a.. Tari tradisi d.. Garapan 6.. Koreografi c. dalam istilah tari disebut.. Gerakan tari dapat diistilah sebagai bahasa . Tari b.. Tari klasik c. Tari garapan 5.

Nandak c. Ngigel II... wiraga adalah istilah . Ciri khas gerak mata tari Bali yang ekspresif diistilahkan dengan. Kemampuan tari b.. pola lantai.. a. Diskusikan dengan teman. jumlah penari? 2. Nandak c. a. Sledet b. stage. buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional. seni tari non tradisional. Komposisi tari 9. PERTANYAAN 1. Bagaimana pendapat kamu tentang seni.225 7. Ngigel 10. Gerakan tangan pada gerak dasar tari India disebut. Sledet b. wirama. Klieu d. Amati gerak dan pendukung lainnya. Penjiwaan tari d. Nguyi b. a.. Unsur-unsur tari c. Trisik c.. . tema. Gerak tari berlari-lari kecil dalam tarian Jawa diistilahkan dengan. uraikan dan analisis latar belakang... tata rias. Trisik d. musik. a.. Goyang plastik 8. pola penyajian.. Trisik d.. ide. Wirasa.

Seni Teater Mengapresiasikan Karya Seni Teater Bab 4 APRESIASI Pengertian Teater Latihan Akting Istilah Dalam Teater Unsur-unsur Lakon Teater Unsur-unsur Pementasan Pembuatan Naskah .

EKSPRESI Mempersiapkan Pementasan Drama .

1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan. pertumbuhan dan kematian) juga hiburan. tingkat-tingkat hidup. Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. penonton dapat langsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan. sedangkan istilah drama merujuk pada pertunjukannya. siklus hidup (kelahiran. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita. . kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan. Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka agama. bukan hanya berupa nyanyian. Sejarah Teater Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti gerak. lambat laun upacara keagamaan ini berkembang. puji-pujian. Hal ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif) di panggung. Dengan demikian. Bukti tertulis pengungkapan bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM. melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan lantang. namun kini kecenderungan orang untuk menyebut pertunjukan drama dengan istilah teater.228 BAB IV SENI TEATER 4. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Percakapan dan gerak-gerik itu memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah. 4. selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan.

non cerita.229 4.gerak suara. misalnya wayang golek. rias dan kostum) • Lakon sebagai unsur penjalin (cerita. . disaksikan oleh orang banyak. Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak. debus. nyanyian dan tarian. suara. band dan sebagainya. reog. Unsur-unsur teater menurut urutannya : • Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor) • Gerak sebagai unsur penunjang (gerak tubuh. bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas.gerak dan laku dengan atau tanpa dekor. dialog. ucapan pemeran) • Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda. dengan media : percakapan.gerak bunyi dan gerak rupa) • Suara sebagai unsur penunjang (kata. akrobat. lenong. sulap. Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan perpaduan segala macam pernyataan seni. didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik. efek dan musik) • Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya.2 Pengertian Teater arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang banyak. fiksi dan narasi) Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang utuh antara manusia sebagai unsur utamanya dengan unsur –unsur penunjang dan penjalinnya. dekorasi.

Pribadi ( Foto istimewa) Gambar 4. Merupakan salah satu pertunjukan tater yang menggunakan semua unsur teater misalnya tubuh. ludruk. sifat nya spontan.2 Pertunjukan teater rakyat tradisional Ludruk yang hidup dan berkembang di daerah Jawa timur . suara. Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan pedesaan . Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya : a.1.1 Pertunjukan Teater sanggar KITA Bandung. bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh kaidah-kaidah pertunjukan yang kaku. Sutradara : Yoyo C Durachman. Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4. Contoh : lenong. ketoprak dll.improvisasi. Judul : Orang Baru.230 Sumber :Dok.2. rupa. bunyi/musik dan cerita atau lakon 4. grak. Karya : Saini KM.

Teater kontemporer. teater jenis ini lahir dari kebutuhan yang timbul dengan tumbuhnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan sebagai produk dari kebutuhan baru . sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia. Pribadi (foto Istimewa) Gambar : 4.yaitu teater yang menampilkan peranan manusia bukan sebagai tipe melainkan sebagai individu . Teater ini Masih membawa idiom bentuk rakyat dan keraton . Teater Keraton yaitu Teater yang lahir dan berkembang dilingkungan keraton dan kaum bangsawan. dalam dirinya terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang . Contoh : teater Wayang Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4. Sumber : Dok.4 Pertunjukan komedi antar pulau dengan lakon ”cinta robot” ini merupakan salah satu pertunjukan teater masyarakat urban dimana pertunjukannya menampilkan permasalahan masyarakat urban dengan budaya yang heterogen(beragam) sesuai dengan asal masyarakat pendukungnya. Teater Urban atau kota-kota. d.cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang dekat dengan dewadewa .3 Pertunjukan Wayang Golek. yang merupakan bentuk teater yang berasal dari keraton c. Pertunjukan dilaksanakan hanya untuk lingkungan terbatas dengan tingkat artistik sangat tinggi.231 b. yang merupakan salah satu kesenian masyarakat Jawa Barat.

Memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat. 4.2. Pemanggil kekuatan gaib 2. tata cara yang unik dan menarik. Teater rakyat adalah teater yang hidup dan berkembang dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan rakyat. Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara khusus untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur. naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu ditandai dengan peristiwa-peristiwa teater dengan penampilan berupa tarian. sebagai ucapan terima kasih maka dilaksanakan upacara panen.nyanyian maupun cerita. Juga peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang (kelahiran. Pendukung teater ini masih sedikit yaitu orang-orang yang menggeluti teater secara serius mengabdikan hidupnya pada teater dengan melakukan pencarian. dengan acara. Menjemput roh-roh pelindung untuk hadir ditempat terselenggaranya pertunjukan 3.2 Fungsi – Fungsi Teater Rakyat Fungsi – Fungsi Teater Rakyat : 1. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun. . Sumber : Dok. eksperimen berbagai bentuk teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini. Pribadi ( Foto Istimewa) Gambar 4.5 Pertunjukan Teater Kontemporer yang menggunakan bahasa ungkap ekspresi gerak dengan judul ”Pramuwisma stories”. siklus kehidupan maupun hiburan.232 tanpa batas. khitanan. Kegiatan ini masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari unsur-unsur ritual kesuburan. Juga ketika panen. berkah dan terjaga dari berbagai gangguan.

sebagai media hiburan. 7. Pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. merupakan salah satu contoh teater rakyat yang masih hidup dikalangan masyarakat Bali. Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain. 6. Mempergunakan bahasa daerah. 5.233 4. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton) Sumber : Video Teater PSN (foto : Istimewa) Gambar 4. Ciri-ciri umum teater rakyat diantaranya : 1. Peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya. dongeng. 7. 2. Unsur lawakan selalu muncul 4. tarian dan nyanyian 3. Penyajian dengan dialog. 6. Nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus yaitu tertawa dan menangis. 8. Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang. Teater berfungsi sebagai salah satu upacara keagamaan . Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . mitologi atau kehidupan sehari-hari. 5.6 Pertunjukan teater arja di Bali.

Dalam pertunjukan ini kekuatan pemeranan dari masing masing aktor sangat ditonjolkan untuk menampilkan daya tarik pertunjukan secara keseluruhan. pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya. menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan. STB. Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater. Sutradara Yusep Muldiyana. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. Pemahaman mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik. sehingga menimbulkan rasa empati dan simpati bagi yang melihatnya. tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penonton bertahan tidaknya ditempat duduknya. Seperti dikatakan oleh stanislavsky.3 Seni Peran Sumber : Dok.seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran. dan harus mempunyai daya konsentrasi.234 4. Pribadi (foto :Hermana HMT) Gambar 4. punya kekuatan atau tidak berkarakter. wawasan. menarik . fantasi.kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan. . Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit . Virtuositas adalah kekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan.indah. bagus .7 Pertunjukan “Kekawen Kawin” karya Nikolai Gogol. observasi serta mempunyai kecerdasan. Sehingga ketika sorang aktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah. psikis dan sosial. vokal. seorang aktor harus menguasai olah tubuh. imajinasi.

kegemaran. profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula. mentalitas.standar moral. Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kepopuleran. cacat jasmaniah. keadaan emosi dan sebagainya. keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang. watak. kelas sosial. tinggi/pendek.cirri khas yang menonjol. umur. aktor harus menghayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secara sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri.8 Pertunjukan Teater “Pelajaran” Karya Ionesco Sutradara : Deden Rengga Dalam pertunjukan ini semua pemain harus menguasai tehnik akting yang memadai untuk mewujudkan peran yang sesuai dengan tuntutan naskah. ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya. Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil . jika yang dijadikan sumber gaya adalah actor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton . sutradara. agama. temperamen. WS. Keadaan psikis meliputi . kurus gemuk. raut muka.Keadaan sosiologis meliputi . kompleks psikologis yang dialami.Pribadi (Foto Bedeng Siregar) Gambar 4. ras.suku bangsa.235 Keadaan fisik meliputi . jenis kelamin. Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang. jabatan. .ambisi. kemasyuran . ideologi dan sebagainya. lingkungan dan penulis. Sumber : Dok. Pencapaian seorang aktor dalam mewujudkan sosok peran sesuai karakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan. pekerjaan. suka senyum/ cemberut dan sebagainya. kesukaan.cirri-ciri tubuh.

9 Adegan Pertunjukan “ Kekawen Kawin” Karya Nikolai Gogol. Meskipun lakon berjalan. Jadi tidak boleh perhatiannya goyah pada dirinya sendiri dan pada penonton.4 Akting Ajaran akting menurut Boleslavsky dalam buku Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor : 1. Sumber : Dok Pribadi (foto : Hermana HMT) Gambar 4. memerlukan konsentrasi. Konsentrasi merupakan salah satu latihan penting dalam mewujudkan sebuah peran contoh pad adegan diatas seorang pemain sedang berkonsentrasi pada peran.236 4. latihan intelek atau kebudayaan(misalnya menghayati musik. Sutradara Yusef Muldiyana. konsentrasi bertujuan aagar actor dapat mengubah diri menjadi orang lain . rasa dan karsanya pada dunia lain itu. Latihan konsentrasi dapat dilakukan melalui fisik (seperti yoga). .seni lukis) dan latihan sukma (melatihan kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi). STB. dialog dirinya dan dialog lawan mainnya. yaitu peran yang dibawakan .kesiapan batin untuk mengikuti jalannya cerita sampai berakhir. Pelajaran pertama : Konsentrasi Pemusatan pikiran merupakan latihan yang penting dalam akting. juga berarti aktor mengalami dunia yang lain dengan memusatkan segenap cita. konsentrasi aktor tidak boleh mengendor. puisi. juga jika saat itu tidak kebagian dialog atau gerakan .

Aktor harus selalu mengingat apa tema pokok dari lakon itu dan dari perannya. Pelajaran ketiga : Laku Dramatik Tugas utama aktor menghidupkan atau memperagakan karakter tokoh yang diperankannya. The transfer of emotion merupakan cara efektif untuk menghayati suasana emosi peran secara hidup wajar dan nyata. Banyak peristiwa yang menggoncangkan emosi secara keras dan hanya aktor yang pernah mengalami goncangan serupa dapat menampilkan emosi serupa kepada penonton dengan takaran yang tidak berlebihan. tetapi sebagai pemeran.237 2. sehingga tidak terjadi over acting. Pembangunan watak itu didahului dengan menelaah struktur fisik. atau sebaliknya watak peran itu telah merasuk kedalam diri sang aktor. dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa. dan pemanfaatan seting pendukung (misal membanting). Dalam proses terakhir itu diri aktor telah luluh dalam watak peran yang dibawakannya. dan menghidupkan aspek dramatisasi melalui ekspresi atau mimik wajah melalui dialog. Pelajaran keempat : Pembangunan watak Setelah menyadari perannya dan titik sasaran untuk peranannya itu aktor harus membangun wataknya sehingga sesuai dengan tuntutan lakon. 3. Jika pelaku harus bersedih . Pelajaran kedua : Ingatan Emosi. . maka kadar kesedihan itu takatannya tidak akan berlebihan. kemudian mengidentifikasiannya dan menghidupkan watak itu seperti halnya wataknya sendiri. untuk itu memang diperlukan penghayatan terhadap tokoh itu secara mendalam sehingga dapat diadakan adaptasi 4. untuk menuju garis dan titik sasaran yang tepat dengan begitu ia dapat melatih berlaku dramatik Artinya bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri.

psikis dan sosial yang sesuai . e. 7. Mungkin dalam percakapan sehari-hari ini tidak perlu.238 Sumber : Dok Pribadi (foto : Bedeng Siregar) Gambar 4. o dengan mulut terbuka penuh. Dengan pembangunan watak hal ini dapat terwujud 5. akting seorang aktor juga harus diatur iramanya. agar alur dramatik dapat mencapai puncak dan penyelesaian.10 Adegan Pertunjukan “Lawan Catur “ Karya Kenneth Arthur. I. Suara dan Cakapan Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan nada yang sesuai. agar titik sasaran dapat dicapai . u. perlu mengadakan observasi terhadap pengemis dengan ciri fisik. akan tetapi di pentas. dia sudah berubah menjadi sosok yang lain. Sutradara : Deden Rengga. Irama permainan ditentukan oleh konflik yang terjadi dalam setiap adegan. hal-hal yang sehari-hari perlu diproyeksikan karena suara diharapkan dapat sampai pada penonton di deretan tempat duduk paling belakang. Ada kalanya seorang pemain mampu mengucapkan kata dengan jelas atau “las-lasan”. 6. laku dramatik dan pembangunan watak sulit dilakukan secara personal. Irama juga memberikan variasi adegan. Pelajaran Kelima : Observasi Jika ingatan emosi. sehingga tidak membosankan. maka perlu diadakan observasi untuk tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan. Pelajaran Keenam : Irama Semua kesenian membutuhkan irama. karena keduanya sangat menentukan suksesnya pementasan. tetapi toh dialog yang diucapkannya tidak merangsang . Pemain yang baik adalah pemain yang kalu sudah diatas panggung tidak tampak lagi pribadinya. Siswa perlu dilatih mengucapkan vocal a. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik .

Ini artinya nada ucapan tidak hanya berfungsi untuk menciptakan dinamika. kehidupan ditiru setepat mungkin agar ilusi tercapai. maka persoalannya pada apa yang lazim disebut phrasering technique atau teknik mengucapkan dialog. Kata “gila” dapat berarti umpatan keras. Kalimat atau dialog yang panjangharus dipenggal-penggal lebih dahulu. Teater Ilusionis. dalam proses aktualisasinya oleh para seniman penggarap atau sutradara. pemahaman ini berkembang dalam teater barat (konvensional). Satu hal lagi yang masih berhubungan dengan latihan vokal ialah perlunya dipahami adanya nada ucapan. Untuk melatih tehnik keaktoran maka diperlukan naskah sebagai pijakan dalam mewujudkan suatu peranan. kata-kata ternyata tidak diucapkan datar. jika diucapkan dengan nada yang berbeda-beda. Lagu kalimat itu menyarankan pertanyaan. dan sebagainya. dengan berbagai gaya penulisan naskah yang dapat kalian mainkan sebagai latihan pemeranan. perintah. kemarahan. Jika ini terjadi. Gaya aktingnya adalah gaya realis yaitu wajar mirip dengan gaya kehidupan sehari-hari. kebencian. Dibawah ini terdapat beberapa cuplikan naskah dari beberapa penulis drama yang sudah terkenal.239 pengertian. Pada saat pemain mengucapkan dialog. Suatu dunia dengan kaidah-kaidah tersendiri yang berbeda dgn kaidah-kaidah kehidupan. 4. Atau teater. pujian. tetapi juga menciptakan makna. teater tidak perlu sama dengan kehidupan kehidupan distilasi (digayakan) dan di Distorsi (dirusak).5 Gaya Akting Pemahaman dan penafsiran tentang prinsip berteater. terbagi dalam dua pemahaman yang berbeda yaitu : Teatrikalisme adalah praktek berteater yang bertolak dari anggapan bahwa teater adalah Teater. dalam film Naga Bonar terdengar lagu kalimat yang menyarankan dialek Batak. kegembiraan. lagu kalimat juga menyarankan dialek tertentu. . kekaguman. Melahirkan gaya akting grand style ( akting di besar-besarkan ) dan Komikal yaitu gaya akting dengan mengekplorasi kelenturan tubuh sehingga menampilkan tubuh-tubuh dengan gestikulasi yang unik dan lucu Realisme adalah eater harus merupakan ilusi atau cermin kehidupan nyata (Realitas). sesuai denga satuansatuan pikiran yang dikandungnya.teater kontemporer. kekaguman. Di samping itu. tetapi terkandung di dalamnya lagu kalimat. prinsip seperti ini dapat kita lihat dalam teater-teater tradisional. misalnya dialek Jawa seperti terdengar dari lagu kalimat yang diucapkan pemeran dalam drama seri Losmen.

Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama. Adegan Adegan adaalh bagian dari babak. Isinya. . Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. mungkin ungkapan rasa senang. batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar. 3. biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. Isinya. Agar dialog itu tidak hambar. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. sikap terhadap suatu kejadian. Monolog Monolog adlah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. dan lain-lain. pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. Baik setting tempat. dua. Satu lakon drama mungkin saja terjadi dari satu. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya. Artinya.6. 6. 2. Beberapa istilah dalam teater Dalam membicarakan drama banyak kita jumpai istilah yang erat hubungannya dengan pementasan drama.240 4. misalnya harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. rancana yang akan dilaksanakan. Ekspresi wajah pemain ayng sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah. Seorang pemain yang berbisik. 5. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung. 4. atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. prolog sering berisi lakon. pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. biasanya berupa kesinpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru disajikan. Selain itu. Dalam pementasan. atau tiga babak mungkin juga lebih. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain. Itulah sebabnya. waktu. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon(cerita) yang akan disajikan. 7. antara lain sebagai berikut : 1.

. plot adalah jalan cerita drama. contoh tema masalah Keluarga topiknya misal Pilih Kasih 2. Unsur-unsur Lakon Teater 1. dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. yaitu gerakan tangan kaki. 9.7. 10. d. Eksposisi Tahap ini disebut tahap pergerakan tokoh b. Amanat Sebuah sajian drama yang menarik dan bermutu adalah memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. Plot Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. Penyelesaian konflik ada yang happy ending. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar. Konflik Dalam tahap ini mulai ada kejadian c. Tidak semua panggung dilengkapi layar 4. 3. Bloking adalah aturan berpindah tampat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. Layar adalah kain penutup panggung bagiandepan yang dapar dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. kepala. Krisis Dalam tahap ini berbagai konflik sampai pada puncaknya e. Ada enam tahapan plot : a. Komplikasi Kejadian mulai menimbulkan konflik persoalan yang kait-mengkait tetapi masih menimbulkan tanya tanya. Keputusan Adalah akhir cerita 4. ramah dan suka menolong. mulai dari konflik yang sederhana hingga menjadi konflik yang kompleks sampai pada penyelesaian konflik. Resolusi Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik f. Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. atau berakhir sedih atau penonton disuguhkan cerita dengan menafsirkan sendiri akhir cerita.241 8. Tema cerita Agar cerita menarik perlu dipilih topik. Karakter Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam drama. Plot drama berkembang secara bertahap. Ada tokoh berwatak sabar.

b. dini hari. c. Interpretasi Apa yang dipertontonkan ceritanya harus logis. berkabung. atau suasana-suasana lain. 5. Bagaimana caranya? Penata panggung yang mengatur semua itu. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menghidupkan plot lakon. Setting Setting adalah tempat. 7. g. Karena semua adegan dilaksanakan di panggung maka panggung harus bisa menggambarkan setting apa yang dikehendaki. 6.8. dan suasana seperti yang dikehendaki lakon drama. Panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan itu terjadi: di ruang tamu. e. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya. dan suasana terjadinya suatu adegan. hiruk pikuk. Sementara itu. penata panggung harus jeli dan pandai-pandai memanfaatkan dan mengatur peralatan yang terbatas itu untuk sedapat-dapatnya menggambarkan tempat. sepi mencekam. di kantin. h. Semua itu diwujudkan dengan penataan panggung dan peralatan yang ada. Karena itu. waktu. atau di mana? Penataan panggung harus mengesankan waktu: zaman dahulu. f. tengah hari. zaman sekarang. 4. Panggung dan peralatan biasanya amat terbatas. Naskah Pemain Sutradara Tata rias Tata biarama Tata panggung Tata lampu Tata Suara Pentonton . senja. d. di tepi sungai. waktu. Unsur-unsur Pementasan a. di rumah sakit. Dialog Jalan cerita lakon diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. atau kapan? Demikian pula unsur panggung harus diupayakan bisa menggambarkan suasana: gembira. i.242 sebaliknya bisa saja tokoh berwatak jahat ataupun bisa juga tokoh berdialek suku tertentu. penggambaran setting sering berubah-ubah hampir setiap adegan. dengan kata lain lakin yang dipentaskan harus terasa wajar.

saling menyesuaikan. Tata Lampu Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita. Naskah Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat. untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari. e. sutradara memilih naskah. melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian d. g. pemilihan pemain. berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita. kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak. menentukan pokok-pokok penafsiran naskah. Tata Busana Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami. menggambar kejadian misal di tempat romantis. Pemain Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita. misal penggambaran kesedihan. karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita. kalau diiringi musik yang . f. tata lampu dan tata suara (musik pengiring) b. Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana. setiap tokoh akan diperankan seorang pemain c. ketakutan. maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan. Sutradara Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan. Tata Rias Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua. tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat. Tata Suara Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana.243 a.

alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu. kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan.244 sesuai. ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras. h. . Jadi. penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi. segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton. tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut. Bagaimanapun sempurnanya persiapan. Penonton Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan. penata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri.

maka siapa yang bermimpi malam ini. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan 1. itulah pemimpi sepanjang jaman BUJANG MUNCUL 2. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI Apa yang nampak di mata ? 3. BUJANG : Itupun hampir selesai 8. SUMBI kita tidak boteh lalai Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya. itulah yang besok pagi kesiangan. itulah yang sebenarnya bermimpi di malam ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti. Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan segera terbukti 6. DAYANG : Rasa-rasa dalam mimpi SUMBI bahwa di malam ini sedang diciptakan telaga beserta perahunya.ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI 5. mesti segera diminta datang . 4. dimana aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada tumbang batu-batu bergulingan membendung air. DAYANG : Dan perahu ? SUMBI 7.245 Contoh Naskah untuk latihan pemeranan SANGKURIANG Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV. DAYANG : Kalau begitu. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan. satu diantara dua : aku atau anakku.

SUMBI alamat telaga sedang dibangun. hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya. kawan? Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan. BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui. DAYANG : Mamang. BUJANG : Baik. malam ini SUMBI bukan malam sepi. Riuh gemuruh di dalam dadaku. karena hati naik turun Ah. ARDA LEPA : Ada apa. . hidmat menyembah kebesaran-Mu. bertindak berontak menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN 11. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang sependapat dengan Sang Kunang.246 9. apa yang hendak kite katakan. bukan? 14. keras menolak keingmanmu. biar sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu. Malam ini malam yang seram malam yang berat mengancam Anakku Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya 13. menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar selalu Tapi sebagai ibu. ya. tapi juga hati seoiang ibu yang diancam bahaya Sebagai manusia. anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu. Ya. Nyai ? kami dipanggil di malam sepi ? 12. DAYANG : Riuh gemuruh dikejauhan. Nyai.

BERSAMA . Karena itu ku menginginkan supaya kalian membakar hutan. ARDA LEPA 19. : Jadi sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ? supaya peiahu dan telaga besok tidak bukti ? : Betul.247 15. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datang Apakah mamang setuju anak mengawini ibu ? : Anak mengawini ibu ? Yey. ARDA LEPA 21 DAYANG SUMBI 22. menyerupai sinar fajar. BERSAMA 18. ARDA LEPA 23. DAYANG SUMBI 20. biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar maksudnya diurungkan. ai. itu tidak lucu ! : Itu mesti disapu ! Lebih haram dan jinah ! Lebih hewan dari hewan ! : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminang Sang Kunang mesti kami buang ! Kalau tidak. Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ? Itu lucu ! : Tapi apa mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 16. Ternyata sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat memenuhi permintaan ku. itu terserah kepada mereka Tapi bagiku aku adalah ibunya. pinangan anakku tidak terangterangan ditolak. biar apinya bersinar-sinar. Aku berjanji mau kawin dengan dia. : Nantidulu Dengar dulu! Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap anak. ARDA LEPA 17. lantaran merasa kesiangan : Ai. Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan menolak dia meminang. DAYANG SUMBI : Memang. kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang. asal besok ban sedia perahu dan telaga. kami semua ikut berjinah Kami menjadi hewan.

BERSAMA 27. marilah kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah panggilan kita di dalam hidup bersama : (SAMBILTERUS TURUN) Semua orang adalah satu orang lain masih kita juga kewajiban kita. DAYANG SUMBI : Sang Kuriang memang lain dari yang lain tapi Sang Kuriang manusia Dan kepada manusia aku tetap yakin: ada Dewata dalam dirinya Dan selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam tubuh Sang Kunang ! : Bagaimana kawan. tanpa yang diharapkan. Karena itu. ARDA LEPA 28. kita sekarang membakar hutan ? : Asal terang ada anak memang ibu : Yang sudah teiang semua manusia adalah satu Orang lain masih kita juga. selam damang bagi semua 25 ARDALEPA 26. mengisi ini dunia dengan bermain bersama. biar gigi tinggal dua. BERSAMA SEMUA TURUN .248 24. tanpa yang diidamkan.

Ratu.249 Contoh Cuplikan naskah JAKA TUMBAL Saduran dari HAMLET Karya Shakespeare BABAK IV Akhir Adegan 1. (Masuk ulama-ulama dan lain-lam yang merupakan pawai azmat. dan dia berpangkat Mari sembunyi sambil melihat (Ke samping bersama Arya Lontar) : Tambah Upacara ! : Itu Jalu Wulung. di pekuburan. Selanjutnya Prabu. sampai kiamat dia takkan bermakam di tempat kudus : tak ada do'a suci. beling dan krikillah yang dilemparkan padanya.Hai. orang-orang pura I Siapa dihantar Dengan upacara kecil ini? Ini berarti Bahwa jenazah itu dengan semena-mena Mengakhiri hidupnya sendin. tiga kali celaka Timpalah sepuluh ganda tiga lipat Kepala pendurjana yang dengan jahat memadamkan cahaya budimu ! . anak muda budiman. perhatikan. dan jika tak ada kekuasaan yang mengatasi peraturan. : Tak ada penghormatan lagi ? : Tak ada Adat akan kami najiskan. pabila Kami nyanyikan adzan untuknya. Juwita dan kutaburkan bunga atas pelaminanmu. Namun dia dapat karangan bunga dan penaburan kembang untuk perawan. Ulama yang keras hati Bagai bidadari adikku beidarma. seperti Untuk orang yang mati suci : Letakkan dalam tanah Supaya dari tubuh yang elok tak ternoda itu Tumbuh bunga-bunga ! Hai. S'lamat tinggal Pernah kuharap kau menjadi istn Jaka Tumbal. Jalu Wulung. tapi batu. WUJU TUMB WUJU ULAMA WUJU ULAMA WUJU TUMB RATU WUJU . : Tambah Upacara ! : Upacara sudah seluas-luasnya dalam batas tanggung jawab kami. Dibelakangnya jenazah Yuta Inten. jika kau sedih meringkuk : Apa ? Yuta Inten Jelita ? : (Menabur bunga di atas jenasah) Inten dan segala permata. Dan tiada di kuburan : O. beserta pengabung-pengabung. Pengawal dan lam-lain) TUMB : Sri Ratu. dan penghormatan tahli) serta makam keramat. saat Yuta Intern dikuburkan. Meninggalnya tidak patut.

Dan Gunung Mahameru sebesar kutil ! Ya. yang ratapannya Selantang itu ? Yang keluh-kesahnya menghambat jalannya bintang serta menghentikan mereka. tapi ada sesuatu padaku yang berbahaya. Terperanjat oleh suaranja ? Ini aku. dan aku menyusul! dan kalau kusebut gununggunung.Apa hendakmu dengan dia ? Dia gila. 'ku mau berkelahi dengan dia tentang mi. Jalu Wulung. boleh kita Disungkup tanah benuta-juta bahu. sampai kelopak mataku tak bergetar lagi Tentang apa anakku ? Aku cinta Yuta Inten Empat puluh ribu kakak dengan jumlah cintanja tak dapat memadai Cintaku . apa maksudmu ? Menangis. kalau kau bermulut besar.250 jangan ditutup dulu. katakan. tenanglah. Jaka Tumbal. dan bikin gunung dari daratan ini. akupun bisa Ini sungguh gila Sementara saja badainja mengganas . Orang Pangruatan ! (Melompat ke dalam kubur) Setan mencabut jiwamu ! Do'amu tak enak ! Hai lepaskan kerongkonganku! Benar aku tak garang dan geram. dan meieka keluar dan bang kubur) Nah. lebih tinggi Dan Suralaya di atas yang biru dan berawan (Melangkah maju) Siapa dia. puasa. TUMB : WUJU TUMB : : PRAB RATU SEMUA LONT TUMB RATU TUMB : : : : : : : PRAB RATU TUMB : : : RATU : . potong siri? Minum cukak ? Makan buaya ? Nah. Aku juga! Kau datang untuk meratapi dia ? Menantang aku dengan tampat di bang kuburnya? Ikutlah terkubur hidup-hidup. jangan dilayani dia! Demi Tuhan. berkelahi. kalau tak mau celaka ! Lepas! Pisahkan mereka ! Tumbal ! Tumbal ! Tuan . (Melompat dalam Liang Kubur) Tumpukkan zat-Mu atas yang hidup dan yang mati. Hingga puncaknya dibakai Cakrawala.tuan ! Pangeran sabarlah ! (Para pengiring Prabu melerai mereka. Demi Allah. dan sadarlah. Sebelum kupeluk dia sekali lagi.

(Semua keluar) TUMB PRAB . Laksana merpati betina yang telurnya menetes jadi anak burung kencana. perkaia ini segera kita selesaikan Dinda. Sebelumnya kita hendaknya sabar berjalan. suruh orang menjaga puteramu. tuan Mengapa kau peilakukan daku demikian ? Kau selalu kuanggap kawanku. Kubur ini akan dapat peringatan hidup Se'gra kita alami masa damai dan njaman .251 Tapi segera ia menjadi sabar dan diam. Kucing mengeong dan anjingpun menyalak dan mendengking (Keluar) : Arya Lontar. jaga dia betul (Arya Lontar keluar) (Kepada Jalu Wulung) Sabarlah. : Hai. berdasai rembukan kita semalam. tapi mengapa.

gua juga kuatir. CEREK : Apakah para wanita itu tidak takut pada singanya ? GERING : Memang. KUMPAR : Jangan dihilangkan apa-apa. jadi bagus jalannya. tambahlah kakinya.252 Contoh Cuplikan Naskah IMPIAN DITENGAH MUSIM Karya Shakespeare BABAKIII Sequence 14 Adegan1 HUTAN. coba pikir : memasukan seekor singa ke tengah perempuan-petempuan. TITANIA SEDANG TDUR. dan katakan bahwa kita tidak bermaksud jahat dengan pedang-pedang itu. tepat yang akan kita kerjakan di hadapan tuan Hertog. Semak duri itu kamai hias dan kita kerjakan semuanya. Bagaimana tanggung jawabmu ? PATIL : Astaga. hendaknya ditulis dengan tiga atau empat kaki sajak. KUMPAR : Peter Patil PATIL : Ada apa. KUMPAR : Tidak. Kumpar Kisaran ? KUMPAR : Dalam komedi Piramus dan Tisbi ini ada apa-apanya yang tak akan menyenangkan orang. biar empat-empat. dan bahwa Piramus tidak benar-benar bunuh diri terbunuh. . gua punya akal buat bereskan ini. KUMPAR : Sobat-sobat. Tulislah kata pendahuluan. Sudut merah ini panggungnya. GERING : Kurasa akhiinya lebih baik dihilangkan saja pembunuhan itu. TEMPAT ATENA. Pertama Piramus harus mengghunuspedangnya untuk bunuh diri. Kaum perempuan tak tahan melihat itu. Inilah tempat yang cocok sekali untuk latihan kita. Dan supaya orang tebih tentram lagi. kita bikin pendahuluan begitu . bahwa gua si Piramus bukannya Piramus sungguhan. Astagfirullah! itu yang paling kejam! Jadi awaslah ! CEREK : Dari itu harus ada pendahuluan lain buat menerangkan bahwa itu bukan singa. MASUK PARA PEKERJA KUMPAR : Kita lengkap ? PATH : Tak kurang. itu susah. tapi si Kumpar tukang tenun PATIL : Jadilah.

Apa akalnya Kumpar ? : Salah seorang mesti "Mempeihidangkan" tembok itu. kalau pidatonya habis. Yaitu memasukkan cahaya bulan ke dalam kamar. Si Piramus danTisbi kan bertemu dalam cahaya bulan : Apa bulan persinar waktu kita main ? : Cari almanak Cari apa cahaya bulan terang tidak : Bagus. orang dusun ongok ini pada rame-rame deket tempat tidur ratu peri. lalu sebutlah namamu dan katakan saja bahwa dia ini Si Ketam tukang prabot. Mawar tenndah di pagar duri Kesuma bangsa yang paling berpahala Taat bagai kuda yang berlari-lari Ku jumpa kau Piramus di makam Nini PATIL KETAM KUMPAR PATIL KETAM KUMPAR PATIL PEK PATIL KUMPAR PATIL KUMPAR PEK GEMBUNG . : Seperti bunga mawar meraksasa-raksasa : Meraksi-raksi ! : O ya. begitu kata hikayat. : Ayo Pilamus dan Tisbi. : Jadilah. tampilah. biar dia ambil sedikit tampal atau kapur atau lengrengan untuk merupakan tembok. janganlah takut. Dia sendili hams bicara memperhidangkan dirinya begini : Nyanyanyanya.253 KUMPAR : Harus disebutkan namanya dan separoh mukanya hams kelihatan di celah-celah kuduk singa. beres semua. pergi ke belakang sernak itu. dan suruh dia mengembangkan jarijarinya begini. Tapi ada lagiduasoal yang susah. sebentar tunggu kembaliku (KUMPAR KELUAR) : Pelik benar Piramus seperti ini. atau nyonya-nyonya manis. Saya ingin minta dengan hormat sekali. Saya orang biasa seperi yang lain . Kalau nyonya sangka saya ini singa betulan. : Wah. kalau kita mesti ada orang yang membawa seberkas dahan-dahan dan tentera. Tisbiku! Suara apa itu? Tinggallah disini. omong-omong di depan rekahan tembok. Tapi ada lagi satu seal: kita hams punya tembok di kamar besar itu . (PEK KELUAR) : Piramus. suryaku seroja Nirmala. maka di depan rekan itu Piramus dan Tisbi mesti berbisik-bisik. saya tanggungkan nyawa saya. meraksi-raksi. lantas dia omong bahwa dia datang untuk bikin "Perhidangan" cahaya bulan. saya akan kecewa. Ayo duduklah semua. sebab Piramus dan Tisbi. kalau suka. : Nan. begitu juga masing -masing orang menuiut alamat. ada permainan? Aku menonton. : Tembok tak mungkin digendong. Begitulah nafasmu. jangan gentar. mungkin juga ikut main. baiklah begitu. Piramus lu mulai. Hai.

yaitu berlari-lari. alamatnya sudah disebut. itu jawaban buat Piramus. bukan Nini! Tapi itu jangan lu sebut dulu.254 PATIL : Ninus.. Piramus masuklah .. Jangan diucapkan seluruh peranan sekaligus begitu. beserta alamatnya dan sebagainya. (PEK DATANG KEMBALI BERSAMA KUMPAR YANG BERKEPALA KELEDAI). GEMBUNG . Hai. Taat bagai kuda yang berlari-lari.

Seni Rupa Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Bab 5 APRESIASI Pengertian Seni Rupa Dasar-Dasar Seni Rupa Apresiasi Karya Seni Rupa Pameran Karya Seni Rupa .

EKSPRESI Ragam Hias Nusantara Seni Kriya Batik Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) .

Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. teknologi.288 BAB V SENI RUPA 5. dan seterusnya. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa. . Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture). manajemen desain. kritik seni. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. rupa. dan drama/sastra. Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. semiotika visual. keramik. karena lebih mengutamakan pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan. semantika produk. Pengantar Seni Rupa Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada kondisi sistem pendidikan nasional saat ini. Seni terdiri dari musik. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. Peran pendidikan seni merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan manusia seutuhnya. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa). seperti lukis. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. sosiologi desain. tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan). patung. multimedia.1. fotografi. Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja. tari. metodelogi desain. dan matematika. grafis dan kriya.

dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan. kulit.1. logam. keramik Anyaman rotan. yaitu seni murni. . tenunan Kriya Kayu.dll Sumber : Pribadi Bagan 5. serat alam. multimedia) Seni Terapan Arsitektur Tekstil. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini Dalam kehidupan seni rupa modern.289 Seni Lukis Seni Murni Seni Patung Seni Grafis Seni Rupa (Visual Art) Keramik Seni Kriya Seni Desain Produk (desain industri) Desain Interior Desain Desain Komunikasi Visual (desain grafis. pandan. terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim. ikat celup. batik. dan kriya. desain. bamboo.

grafis. d.1. lino cut print.1. keramik ). cat akrilik.Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis. b. Seni Murni Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. (3) sablon ( silk screen ).1.sugartint . Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. dan lain-lain. karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang.2. wood engraving print. Teknik cetak konvensional antara lain : 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. patung. atau bahan lainnya. c. Seni Lukis Gambar 5.serat gelas. Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak. kolase print . Namun dalam hal tertentu. a.290 5. 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point. mizotint. Seni Patung . Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional. atau bahan-bahan industri seperti logam. misalnya offset dan digital print. etsa. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Teknik Cetak dengan teknologi modern.

alat transportasi. Seni Lukis Gambar 5. cindera mata. Seni Patung 5. desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya.1. alat tulis. estetika (gaya visual). dan lingkungan (social). alat rumah tangga. prinsip sains (fisika). kerajinan. pengatur waktu. gaya hidup). alat kedokteran. sepatu.3. maupun pendekatan fungsional.4. pakaian. pasar (kebutuhan masyarakat). Istilah desain mengalami perluasan makna. budaya (Sikap.291 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. produksi (industri). seperti : mebel. perhiasan. baik dengan pendekatan estetis. Berbeda dengan karya seni murni. Desain Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini : a. Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan. bahan (sumber daya alam). bahkan perkakas pertukangan. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi).2. mentalitas. . mainan anak. Desain Produk (Industrial Design) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. alat kebersihan. aturan. yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. alat makan. umumnya merupakan karya desain.

dan bhkan juga cerita bergambar (komik). Desain Grafis berupa Poster . brosur. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak. Kursi hasil Desain Produk b.. logo perusahan. ilustrasi. dan krikatur. Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. buku. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.6. majalah. seperti poster.5. Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi. kemasan.292 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. surat kabar. undangan.

Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia pertelevisian. pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. restoran. kantor. seperti ruang hotel. . tempat ibadah. stadion olah raga. sekolah. desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman. bangunan umum. Desain arsitektur Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. Secara umum. bahkan ruang dapur dan kafe.7. sarana relaksasi. Namun. perkantoran. Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata ruang secara keseluruhan. Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern d. Yakni. rumah sakit. bank. pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan.293 c. rumah tinggal. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. pusat hiburan. museum. rumah sakit. Desain interior Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian. Masyarakat juga mengenal desain multimedia. hingga bangunan industri. Seperti rumah tinggal.

3. Kriya Perkembangan dalam dunia seni rupa. Desain Interior Ruang Keluarga 5. kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni.8. produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal. Jika sebelumnya kita mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn. yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan. Sedangkan karya kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang kerajinan Sumber : Indonesia Indah. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna. adalah munculnya kriya sebagai bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni. Kriya merupakan pengindonesiaan dari istilah Inggris Craft. baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual.1.9.294 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Batik Sebagai Seni Kriya .

bidang. bila berkumpul atau berwarna beda. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. horizontal. megah ataupun juga agung. miring. patah-patah. dan lainnya. dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya (gambar 5. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya. dan lain sebagainya. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu. kuat simpel. diperlukan penyusunan unsur-unsur atau elemen suatu karya yang sesuai dengan prinsip-prinsip komposisi yang harmonis 5. dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak. vertikal. Unsur-unsur itu terdiri dari : a. ide. tebal. tipis. panjang. seperti untuk menciptakan kesan kekar.295 5.5 ) . halus. melengkung. texture. ruang.Garis Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda.1. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu.Titik yang membesar biasa disebut bintik. warna. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian. lurus. Titik /Bintik Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. garis mempunyai berbagai sifat. dan kode-kode tertentu.2. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Dasar-dasar Seni Rupa Dalam proses berkarya. simbol. b. berombak.2. seperti pendek.

Jenis.296 Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. dan Karakter Garis .10.

bidang segitiga. . oval. dan silinder. baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis. prisma. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti : 1) Bentuk teratur kubus dan persegi. trapezium dan lingkaran. tak teratur dan sebagainya.297 c. lingkaran. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat. akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. segi empat. dan segi banyak lainnya d. dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain. labil dan bergerak. menyatakan permukaan. contohnya lemari. 2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis. 3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi. dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). stabil. Bentuk Bentuk dalam pengertian bahasa. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. Bidang Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. seperti yang terlihat oleh mata. trapesium. Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. persegi. dan formal. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. energik. segiempat. tajam. ornamental. kerucut. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga. dan mengarah.

Contoh bentuk ini. Bentuk 3 dimensi yang dinamis Dalam seni rupa. bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga. binatang. yaitu : 1) Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature).298 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.12. Bentuk Figuratif 2) Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. abstraksi binatang .11. Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan. manusia ataupun alam lainnya. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadangkadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang.

Ada tiga macam bentuk abstrak. sepatu. dan lain-lain. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. tanda baca. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Pengayaan Bentuk (Diabstraktif) 3) Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif. kursi. dan lain-lain. karya ukiran. artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. Non Figuratif (Abstrak) .14. Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda. buku. misalnya segitiga. dan lainnya. hiasan keramik. lambang.299 seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. prisma. abstrak simbolis. dan lain-lain. rumah. dan abstrak filosofis. lemari. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu. rambu-rambu. misalnya huruf. kepercayaan. Bentuk simbolis. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik. misalnya agama. yaitu bentuk abstrak murni.13.

1) Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System). yaitu ruang negatif dan ruang positif. sifat warna.15. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua. termasuk di dalamnya hawa udara. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. Ruang positif dan negatif f. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna.300 e. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Ruang Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan. Warna Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : . dan makna warna.

hijau-biru. Warna quarterner. merah-ungu. dan . kuning. biru. Warna intermediate. seperti merah. Warna tertier. dan kuning. dan kuning-jingga. biru-ungu. merah-jingga. 2) Sifat warna Sifat warna intensity. hijau. value. misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah dikelompokkan menjadi tiga. yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau. yaitu tiga warna pokok yakni merah. atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. a) Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna.16 Hue dalam lingkaran warna Warna primer. Untuk mengubah value. Warna sekunder / biner. biru. yaitu : hue. ungu. jingga. Perbedaan antara merah dengan biru. dan warna lainnya. coklat. jingga dan ungu. yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.301 Kuning Merah Biru Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. b) Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. menghasilkan warna kuning hijau. yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder.

biru kontras jingga. Contoh intensitas warna . misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda. warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni : Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna. sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. c) Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. hijau kekuningan. memiliki kekuatan berimbang. Warna Complementer. yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan. biru kehijauan. hijau. misalnya urutan dari biru. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas. Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna.302 putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. sedang yang berada dibawahnya disebut low value.17. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. dan kuning. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value. dan merah kontras hijau. kualitas atau kekuatan warna. Berdasarkan paduan warna (colour scheme). Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. misalnya kuning kontras ungu.

iri. Hitam mempunyai makna tragedi. cerah. Ungu mempunyai makna kekayaan. pertumbuhan. dan sebagainya. gaib. kenyataan. kesedihan dan setia. sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. terang. riang dan dinamis. Biru mempunyai makna tenang. bangsawan. tenang. duka. Jingga mempunyai makna masak. berkabung.303 3) Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain. mashur. senja. sejuk. kegelapan. di masing-masing daerah atau wilayah. berduka cita. dan harapan. Merah muda mempunyai makna romantis. dan jaya. Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. dan jujur. Hijau mempunyai makna dingin. bersih. bahaya. Putih mempunyai makna suci. dan agung. agung. hidup. mentah. luhur. tak berdosa. Kuning mempunyai makna matahari. tegas. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol. Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. riang.Di negeri China. mati. damai. warna juga mempunyai makna yang berbeda. marah. aksi. Kuning emas mempunyai makna masyhur. dan dalam. di Sumatera – merah. gagah. Contoh : bendera tanda adanya kematian. sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. warna merah berarti Cinta. segar. . di Sulawesi – putih. panas. berani. kebenaran. di Jakarta – kuning. dan benci. mewah. dan ringan. akan berbeda. dan mengandung rahasia. antara lain sebagai berikut : Merah mempunyai makna api. Di Yogjakarta. sukacita. kematian. bendera merah. bahagia.

misalnya daun. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu. goni (dari pasir dan kertas). Tekstur halus . mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. Suatu permukaan mungkin kasar. seperti tikar (dari daun yang disusun). sebagai berikut : 1) Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda.18. permukaan batu. baik itu nyata maupun semu.Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan. kulit kayu. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam. Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya. mungkin juga halus. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam. misalnya wallpaper. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam. dan lainnya. kain sutera berbeda dengan plastik. dan lain sebagainya. tekstur buatan dan tekstur reproduksi. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas.304 g.

kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut. ukuran kursi dengan meja.305 2) Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Untuk mendapatkan proporsi yang baik.2. membandingkan ukuran tubuh dengan kepala. Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta karya seni.19. tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Selain nilai raba pada suatu permukaan. prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong. 5. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional. Keserasian proporsi sebuah bentuk trimatra . yaitu : a. Proporsi Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi). dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya. Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan. Misalnya. ukuran objek dengan ukuran latar. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.2. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa Prinsip adalah asas.

yaitu: 1) Balans Simetris Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama. Keseimbangan (balans) Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni.21. Balans didapat dari dua kesan. Keseimbangan warna pada sebuah kursi Bila dilihat dari bentuk susunannya.20. yakni karena adanya ukuran / bentuk dan karena adanya warna.306 b. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna. balans dibedakan menjadi tiga. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Keseimbangan simetris .

Keseimbangan asimetris yang dinamis 3) Balans radial Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda.307 2) Balans asimetris Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda.23.22. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Keseimbangan bentuk dan warna . namun susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.

j.308 c. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk. atau tekstur yang berbeda. Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu) SuSumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Melalui progresi atau gradasi. maka disebut Kontras tekstur.24. warna. kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang. misalnya adanya bentuk. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali. Dan apabila tekstur yang berbeda. Melalui pengulangan bentuk (repetisi) h. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis)dapat diperoleh dengan cara : g. Kontras Warna .25. Kontras Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan. ukuran. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran. Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna. Melalui penyelangan dan pergantian (variasi) i. Irama (Ritme) Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur. Irama pada bangku panjang terlihat pada bentuk yang berkelok-kelok d.

Kesatuan (Unity) Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. . elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis. Untuk menciptakan pusat perhatian pada karya desain. istilah klimaks sering disebut dengan istilah centre of interest (pusat perhatian). adalah fokus dari susunan karya seni yang mendatangkan perhatian. Dengan kesatuan.26. centre point dan fokus. Klimaks Klimaks disebut juga dominan.309 e. Oleh sebab itu. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Klimaks pada karya f. tempatkan salah satu unsur secara tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize (penekanan).

mengamati. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam. Dalam pengertian yang lebih luas. Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni. dan apresiasi kritis. Susunan tersebut dikatakan harmonis. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik. Apresiasi mempunyai tiga tingkatan. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut. 5. menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni. . yaitu apresiasi empatik. apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati.3. Komposisi Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. dan peneilaian yang bertanggung jawab. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat.1 Pengertian dan Fungsi Apresiasi Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya. Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut.3. dengan analisis. interpretasi. Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini. Apresiasi Karya Seni Rupa 5. apresiasi estetis. seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu. apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni.310 g. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka.

2.3. kesedihan.311 5. Lukisan Naturalisme b. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.27. atau landscape. pemandangan alam. alam. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan benda mati sebenarnya. Lukisan Realisme .28. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri. antara lain : a. atau peristiwa yang memilukan. Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan. Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup. Aliran-aliran dalam Seni Rupa Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman.

Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963).312 c. dan Perancis.30. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “. suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa.29. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebihlebihkan. Belanda. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. penuh khayal. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Lukisan Romantisme d. Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Gaya ini juga berkembang di Jerman. Lukisan Impresionisme . atau petualangan para pahlawan purba.

313

e.

Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.31. Lukisan Ekspresionisme

f.

Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

314

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.32. Lukisan Kubisme

g.

Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.33. Lukisan Konstruksifisme

315

h.

Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.34. Lukisan Abstrakisme

i.

Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.35. Lukisan Dadaisme

316

j.

Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.36. Lukisan Surealisme

k.

Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.37. Lukisan Elektisisme

317

l.

Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.38. Lukisan Elektisisme

5.3.3. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa
Untuk mengadakan penilaian terhadap karya seni rupa terapan, berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran atau kriteria sebuah penilaian. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas nanti, tidak mutlak semua harus digunakan, karena tidak semua karya seni rupa cocok dengan ukuran penilaian tersebut. Aspek-aspek atau ukuran penilaian itu adalah :

a) Aspek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan. Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri. Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas.

318

b) Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai. Ketidaktrampilan dalam penggunaan teknik akan berdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. c) Aspek penguasaan bahan
0

Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi. Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. d) Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertimbangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. e) Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi. Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi, keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity). Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. f) Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema. Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi.

319

g) Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan. h) Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar. i) Aspek selera dan agama

Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi tren di masyarakat, misalnya dari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu. Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat.

irama .proporsi .klimaks . tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya. Pameran Karya Seni Rupa Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni. atau dikritik. karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa. Pameran homogen. dikagumi. yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. misalnya pameran lukisan.320 Tabel 5. dibedakan menjadi dua. seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat. Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan. maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya.4. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa Aspek-aspek yang Dinilai Aspek Ide/Gagasan Aspek Penguasaan teknis Aspek Penguasaan Bahan Aspek Kegunaan Aspek Bentuk / Wujud .kontras .kesatuan Aspek Gaya atau Corak Aspek Kreativitas Aspek Tempat Aspek Selera dan Agama Sumber : Seni Rupa dan Desain 1 2 Standar 3 4 5 5. .2. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan. 5.4.4.1.keseimbangan . pengamat seni rupa.1. 5. pameran patung. Melalui pameran. artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja. pameran keramik dan lain sebagainya. seniman. dinilai. dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.

biasanya merupakan pameran heterogen. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. dan karya seni rupa lainnya. pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan. 5. pameran lukisan. karya kerajinan.3. pameran dapat dibedakan ke dalam : a. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut.321 Pameran heterogen. karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan. patung. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran. dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya. misalnya pameran seni kriya. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah. pameran patung.4. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor.Pameran perorangan atau pameran tunggal b. b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya.Pameran kelompok. baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater. kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya. keramik. ukiran. . Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah. artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil.

yaitu : a. merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya. dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. c. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan. e. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan. Dalam arti yang luas. ada beberapa hal yang harus dikerjakan.322 c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi. melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. mendidik para siswa untuk bermasyarakat. 5. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati. b. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan Menyiapkan penjaga pameran Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran Menata karya-karya yang akan dipamerkan Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran . pemahaman isi dan pesan dari karya seni. Jadi. penghargaan. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka.4. melatih untuk menghargai pendapat orang lain. dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.4. kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. d. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain. melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni. dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah. pengamatan. kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah.

warna dan penataan keseluruhan pada tekstil perlu menjadi perhatian Anda pula dalam melakukan eksplorasi ini. Hasil kreasi ini akan sangat bermanfaat apabila diperuntukkan bagi suatu benda pakai. Keunikan ragam hias nusantara adalah pada penggunaan isen atau tekstur di setiap corak atau sebagai pengisi latar kain.5. teknik penerapannya perlu menjadi pemikiran karena keunikan setiap teknik akan mempengaruhi penataan pola yang akan lakukan. Corak meander atau spiral dapat dikembangkan menjadi berbagai motif lain hanya dengan penataan yang berbeda. . perlu memikirkan bagaimana pola ini ditata dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetis dan arstitik. Kegiatan mengeksplorasi dan mengembangkan pola ragam hias tekstil merupakan hal yang sangat menarik dan menyenangkan. Dalam upaya menata ragam hias ini. Kemudian corak ini diolah bentuk. Rinci dan rumit serta padat dengan corak merupakan karakter tekstil nusantara. Hal ini perlu perhatikan agar hasil kreasi nanti tidak kehilangan karakter kenusantaraannya. Hal ini akan bertambah nilainya apabila dapat menerapkannya langsung menjadi suatu benda tekstil sesuai dengan keinginan. Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan salah satu dasar untuk dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ragam hias Nusantara untuk kebutuhan tekstil pada saat ini. Langkah awal dari kegiatan ini dimulai dari memilih corak dari ragam hias nusantara yang ada. Makna simbolik dari corak. Mengingat hal itu merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan. warna dan teksturnya menjadi suatu pola ragam hias.323 5. Setelah menjadi suatu pola ragam hias.

dan pola pinggir Penataan Pola ragam hias tekstil dapat dikembangkan dan dimodifikasi seperti penataan arah horizontal. diagonal. dan pinggir. lingkar. diagonal. Penataan pola ini perlu di lakukan dengan teliti agar sambungan pada kain tidak terputus. warna dan tekstur corak tertentu disusun ke dalam pola ragam hias yang ukuran dan bentuk keseluruhannya dipengaruhi oleh pola pengulangan yang akan diterapkan.324 Sumber : Tekstil. Buku Piloting PSN Gambar 5. radial. . setengah langkah. Pola ragam hias dari pengembangan corak dasar dapat diulang dengan beragam teknik.39. Motif Meander sebagai motif dasar Hasil pengolahan bentuk. yaitu satu langkah. vertikal.

Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.325 Sumber : Tekstil. Pembentukan motif pada kain dengan teknik ikat celup Sumber : Indonesia Indah. Beberapa contoh ragam hias pada kain ikat celup .41. Buku Piloting PSN Gambar 5.40.

Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan. dan ketrampilan berkarya sesuai bakat dan minat masing-masing dalam bab ini diberikan contoh pembelajaran untuk siswa SMK dalam berapresiasi dan mengekspresikan diri melalui ketrampilan berkreasi teknik ikat celup dan teknik batik Tiga kompetensi yang diharapkan di miliki oleh siswa SMK adalah : 1.326 5. Ekspresi : a. mengembangkan kreatifitas. Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Mampu mengkomunikasikan berbagai ide dan kreativitas 3. perlu diarahkan pada kemampuan produksi sebagai persiapan keahlian yang lebih spesifik. Memiliki rasa estetika. apresiasi terhadap produk kerajinan. Memiliki sikap professional dan kewirausahaan . Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik serta kepekaan rasa dalam berkarya seni rupa b. Merancang karya seni rupa dengan memanfaatkan beberapa teknik ungkap b. dan ketrampilan berkarya.6. dari berbagai wilayah nusantara. 2. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia 2. Apresiasi : a. Membuat karya seni rupa secara tematik dan pemecahan masalah c. ekspresi. Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam berkarya seni rupa. 3. 4. Kemampuan yang perlu dikembangkan antara lain mengola kepekaan rasa. Pada tingkat perkembangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini. Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri (porto folio) untuk pameran dikelas atau disekolah. Ketrampilan : a. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Pembelajaran seni rupa secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan apresiasi. Memiliki kemampuan dasar berekspresi secara visual b.

327 Ruang Lingkup Mata pelajaran seni rupa untuk SMK meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. Seni Kriya Batik Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya. 5. kita mengenal ada empat cara pembuatannya. Dalam pembuatan batik. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol. Ketrampilan kerajinan 2. motifnya diikat-ikat dengan tali plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan. yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis.7. bentuk. berproduksi. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan ke larutan garam warna.prosedur kerja. dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing. Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel. Sedangkan pemberian motif pada batik ikat. . dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. Pembuatan motif pada batik tulis. fungsi kerajinan dan porto folio. Pembelajaran seni rupa ini berintegrasi dengan mata pelajaran lainnya secara terpadu. Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon. Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain. Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang. garam warna dan air pembilas. dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap. Kewirausahaan Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran seni rupa terdiri dari jenis.

selendang. Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan. birkolin. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. pensil 4B-5B. premisima. peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan. sarung bantal.328 Sumber : Indonesia Indah. gorden dan lainlain.42. 1) Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama. misalnya kain blacu. poplin. dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain. Pembuatan gambar motif pada kain. vealisima. jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera. hiasan dinding. taplak meja. prima. yaitu : Kain. . dan sutera. Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. Contoh karya seni kriya batik Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam. sprei. 2) Tahap pemberian malam Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan. dan meja kaca. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. pola gambar atau mall. santung. linen. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH.

Peralatan penunjang. sifatnya kurang liat). Naptol terdiri atas naptol AS. panci. Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas.329 Malam. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. naptol ASGR. canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil). dan lainnya. dan naptol ASOL. orange. naptol ASD. naptol ASG. Warna lain yang bersifat alami adalah daun soga. Sumber : Indonesia Indah. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. sifatnya kurang kuning dan lebih liat). alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil. Proses pembubuhan prada diatas kain batik tulis 3) Tahap pemberian warna Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik yang terdiri dari : Naptol berfungsi sebagai warna dasar yang nantinya dibangkitkan oleh garam warna (garam diazo). naptol ASLB.43. malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya kuning dan lebih liat). Sebelum proses pemberian malam dimulai. dan hitam. naptol ASBO. dan mudah retak). malam cetak (warnanya coklat. dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh. biru. violet. Naptol AS berfungsi untuk membuat warna merah. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. kenceng. naptol ASLB . canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar). malam cetak (warnanya coklat. Canting.

dan rapid hitam G. berfungsi untuk memberi variasi warna. c. b. Adapun tahapan dalam pemberian warna pada batik tulis adalah : a. untuk membuat larutan pewarna batik tulis bahan pelengkap yang diperlukan terdiri atas TRO (Turkish Red Oil) dan soda api (Loog 380 BE). dan garam biru hijau B. Rapid terdiri atas rapid merah RH. garam biru BB. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin. rapid biru BN. dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bak III). Garam warna (garam diazo). merah bordo GP. disebut juga costik soda berbentuk seperti kristal. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. garam violet B. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. rapid cokelat BN. TRO cairan berbentuk minyak sedang soda api (Loog 380 BE). kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II). naptol ASGR untuk membuat warna hijau dan naptol ASG untuk membuat warna kuning. rapid orange RH. Bahan Pelengkap. dan dianginanginkan. garam orange GC. Garam terdiri atas garam biru B. kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata. berfungsi untuk membangkitkan warna. Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I). diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. hitam B. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. Proses pencelupan Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah. Rapidogin. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda).330 untuk membuat warna cokelat. Tahap melunturkan malam Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. . Pemberian warna rapid Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. rapid kuning GCH. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental. diperas. Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak.

Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan. Bagian-bagian canting b.7. Cucuk atau carat Cucuk merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung. cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam. Canting memiliki beberapa bagian yaitu: Gagang Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan.331 5. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik.44. Nyamplung terbuat dari tembaga. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai. dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras. dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain. Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang. Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik. Peralatan Membatik a. sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali. Sumber : Pribadi. Canting Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik. Ukuran dan jumlah cucuk can beragam tergantung jenisnya. Alat Dan Bahan Batik 1. Kuas dapat juga untuk menggores .1. Kuas Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis. Cucuk tersebut terbuat dari tembaga. Ilustrasi by Indra Gambar 5.

Wajan Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan.332 secara ekspresif dalam mewarnai kain. e. Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak. Gawangan Pada waktu membatik kain panjang. Nampan Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan mencelup kain dalam proses pewarnaan. agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan. Sekarang ini dengan adanya kompor. Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren. . tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut. terbuat dari bahan logam. atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas. kuas cat air. yang disebut gawangan. kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda. sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. d. terbuat dari kayu. c. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan. Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola. Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. tidak perlu yang besar. dengan diameter sekitar 13 cm. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap. g. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja. wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut. f. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. Panci Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. Pilihlah ukuran nampan yang sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup semuanya. Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja. maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik.

Setelah kering kain bisa diseterika dan siap untuk dipola. Tujuannya agar serat kain menjadi kendor dan lemas. kemudian kain dilipat dan dikemplong (“ngemplong”) yaitu dengan cara memukul-mukul kain tersebut dengan menggunakan pemukul kayu. Philip. mori biru. bahwa kain sutera sangat cocok apabila diwarna dengan menggunakan pewarna alam. i. Bahan Batik a. 2. Selanjutnya setelah kain diangkat dari perendaman. tetapi tentu saja kain tersebut masih mengandung kanji. Primissima. dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. Biasanya pengolahan kain sutera dengan sabun yang khusus untuk serat halus dan tidak diperas berlebihan atau apabila sulit untuk mencari sabun khusus untuk kain sutera bisa menggunakan shampo untuk rambut. Air dingin untuk merendam kain ini bisa ditambahkan sabun atau deterjen. tetapi gunakan sedikit saja dan cucilah dengan perlahan. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”. Pengolahan kain dengan minyak jarak dan larutan asam tidak cocok digunakan untuk kain sutera. santung. Primis. Tetapi terkadang saat ini banyak .333 h. berkolyn. diambil dan direndam dalam air dingin sambil diremas-remas. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain. blacu. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak. Apabila sudah mendidih. Saat ini banyak tersedia kain yang berkualitas bagus. Sebagai tambahan saja. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. kecuali pewarna alami (natural). Sendok & Mangkuk Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. Setelah dikemplong kain dijemur. karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna. Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma. sebg media tempat motif akan dilukiskan. Sarung tangan Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. Pengolahan kain dengan larutan asam biasanya dilakukan satu hari. pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan. Kain Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain. tetapi perlu diperhatikan bahwa larutan asam yang terlalu banyak akan merusak kain. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air. karena kain sutera yang berbahan sangat lembut memerlukan perlakuan khusus. langkah yang harus dikerjakan yaitu merendam kain dalam panci dan direbus dengan memasukkan minyak jarak ke dalam rebusan kain tersebut.

Setelah kain diproses “ngloyor” dan “ngemplong”. mudah mencair atau membeku/keras. Biasanya bila tidak ada malam birono dapat digantikan oleh malam tembokan Sumber : Tekstil. Sebelum menggunakan malam. Jenis Malam/Lilin Jenis Malam Malam Carikan Warna Agak kuning Sifat Lentur.2. Tabel 5. kain tersebut diukur sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Malam / Lilin Malam merupakan bahan bahan utama yang menjadi ciri khas dalam proses membatik. malam mempunyai fungsi untuk merintangi warna masuk ke dalam serat kain dimana motif telah dipolakan dan agar motif tetap tampak. b. daya rekat pada kain sangat kuat Mudah retak/patah Fungsi Untuk mglowongi atau ngrengreng dan membuat batik isen Untuk menutup bidang yang luas khususnya pada background Untuk membuat efek retak-retak (remukan) Untuk menutup pola yang telah diberi warna biru (bironi) Malam Tembokan Agak kecoklatan Malam Remukan (Parafin) Malam Biron Putih susu Coklat gelap Mirip dengan malam tembokan. karena malam memiliki jenis. sifat. tidak mudah retak. Cara ini bisa juga dilakukan pada kain yang sedikit mengandung kanji.334 orang yang hanya merendam kain dalam air sampai beberapa kali tanpa menggunakan minyak jarak atau larutan asam. daya rekat pada kain sangat kuat Kental. pilihlah malam yang sesuai dengan kebutuhan. Buku Piloting PSN . Dalam proses membatik. dan fungsi beragam.

ergan soga. Merah B. Biru BB. indigosol. Bordo GP. AS-LB (Extra). Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu. AS-G. Merah 3GL Spesial. AS-LB. remasol. a. Tabel 5. Merah GC. Orange GR. dan Kuning GC. Merah GG. dan Prosion. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah. Buku Piloting PSN Jenis Pewarna Kunyit menghasilkan warna kuning Napthol. akar. procion. daun. sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH). Merah R. Pewarnaan 1.2. AS-D. rapidosol. AS-OL. AS-GR. Chroom Soga. Kopel Soga. Rapide. atau kulit pohon. Jenis warna Kategori Zat pewarna alam Zat pewarna Kimia Sumber : Tekstil. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG. . Violet B.335 C. Orange GC. AS-BO. Ergan Soga. Napthol. Agar pelarutannya bagus. Biru Hijau B. Indigosol. dan AS-BR. Zat Pewarna Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri. Hitam B. AS-BS. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B. AS-KN.

Green 13G. Violet ABBF. Buku Piloting PSN b. dan RED AB. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. Orange HR. Yellow FGK.3. . Brown IRRD. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B. Violet BF. dan TRO. Blue 04B. Yellow 1GK. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol. Warna Napthol Warna Kuning Merah Biru Kuning Kuning muda Kuning tua Merah Merah Merah Biru muda Biru tua Biru tua Biru muda Hijau muda Hijau Violet Coklat Hitam Violet Violet Coklat Coklat Coklat Hitam Hitam Hitam Hitam mulus Napthol Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS Napthol AS-D Napthol AS-BO Napthol AS Napthol AS-BO Napthol AS-BO Napthol AS-D Napthol ASGR Napthol ASGR Napthol AS Napthol ASGR Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS Napthol AS-OL Napthol AS-BO Napthol AS-G Napthol AS-BO Garam Diazo Garam kuning GC Garam merah GG Garam bondo GP Garam merah B Garam merah B Garam merah GG Garam biru BB Garam biru B Garam biru B Garam biru BB Garam biru B Garam biru hijau Garam violet B Garam violet B Garam kuning GC Garam biru BB Garam merah GG Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Hijau Sumber : Tekstil. Green 1B. Abu-abu 1BL. Rosa 1R.336 Tabel 5.

Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus . dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin). untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka.4 Warna Indigosol Campuran Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Orange HR NaNO2 Extra Coklat IRRD Brown NaNO2 IRRD Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet NaNO2 ABBF Warna Sumber : Tekstil. Hitam G. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be.337 Tabel 5. dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. d. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup) Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin. Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz). a. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa. Biru BN. dan Rapidosol. walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. Rapidosen. 2. Buku Piloting PSN Keterangan Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 : 1 c. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua. Orange RH. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam. dan Hijau N-16G. Rapide biasa meliputi Kuning GCH. dan Coklat (soga) muda. Coklat (soga) sedang.

338 seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. d) Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. Ditiris Dicuci air Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Air + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut. h) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. g) Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. Tahapan pewarnaan (1 warna) . tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut : a) Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3).45. kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis. c) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. f) Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. Usahakan agar seluruh kain terendam. e) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. b) Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. setelah larut tambahkan air dan aduk.

Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya. 4 Ditiris 1 Membatik Ditiris 2 Ditiris 3 Air + Garam Diazo Air + TRO Air + Kaustik Soda + N h l Air Air panas + Soda abu (P l d 5 Ditiris Sumber : Pribadi 6 Ditiris 7 8 9 Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air Gambar 5. maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia. Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada.46. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih (Celup) Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali. Tahapan pewarnaan ganda (2 warna atau lebih) .339 Ditiris 4 Ditiris 1 Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris 2 Air + Garam Diazo Ditiris 3 Air + TRO Air 6 Ditiris Air panas + Soda abu (Pelorodan) 5 Ditiris Sumber : Pribadi Dicuci air 7 Ditiris&Dijemur Gambar 5.47. Tahapan pewarnaan (1 warna) secara berulang agar lebih pekat b.

Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat. e) Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. Aduk hingga merata. Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air b) Tunggu sampai larutan tersebut dingin. d) Lalu keringkan. diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO. Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan. apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya. Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet) Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. f) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. pengeringan jangan di bawah matahari. Setelah ujung logam panas . Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki. Apabila sudah kering. rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut : a) Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol.340 c. c) Siapkan kain yang sudah di malam. perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 . Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam.48. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Membatik Air + Remasol + Ludigol Waterglass + Caustik Soda + air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Tahapan Pewarnaan Teknik Colet Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod (membersihkan malam) kain.

silahkan merengrengi Merengrengi adalah memberi kontur motif dengan Malam/Lilin. Pemalaman dan Pewarnaan Teknik Celup Setelah kain dipola dengan motif. Ngrengrengi . Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5.49. Sapu Tangan Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa. antara lain 1. A. segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru. motif.2.7. Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang.341 tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. 5. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi antara celup dan colet pada benda pakai yaitu sebuah sapu tangan dengan motif bunga. sederhana. malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam (pasir) di dasar wajan. dan mudah. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan. Kondisi seperti ini disebut Gentho. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil. dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain. Contoh Berkreasi Batik bagi Siswa SMK. Untuk itu. serta akan membuat canting sering tersumbat.

342 a. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. Kain yang sudah dicanting dimasukkan ke dalam larutan TRO secara merata selama kurang lebih 2 menit Sumber : Pribadi. Memasukkan Turkish Red Oil (TRO) e. yaitu mengisi bagian motif yang telah diberi kontur. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Masukkan 1/3 sendok makan TRO ke dalam 1 gelas air tadi. Siapkan kain yang sudah selesai dicanting dengan malam c. Pencelupan di larutan TRO . Selanjutnya nemboki bidang-bidang motif. Siapkan 1 gelas air ke dalam nampan d. Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5.52.51.50 Nemboki b. dan aduk hingga seluruh TRO benar-benar larut dalam air.

Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kemudian tiriskan Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kain ditiriskan g. Kedua bahan tersebut dilarutkan dalam 1/2 gelas air panas. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sementara kain ditiriskan. masukkan Napthol ASG sebanyak 3 gr dalam Sumber : Pribadi. aduk hingga merata Sumber : Pribadi.55. Air panas .54.343 f. Masukkan pula Kaustik Soda sebanyak 1/2 gr i.53. Napthol ASG dan Kaustik Soda h.

Pencampuran larutan ASG + Kaustik Soda ke dalam larutan TRO k. celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan Garam Diazo. Tiriskan kain di garawangan sampai benar-benar atus. Sumber : Pribadi. Kemudian celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan napthol tadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. buatlah larutan 9 gr Garam Diazo OGC dalam larutan 1 liter. o. Aduklah hingga benar-benar larut di dalam air p.57. Lalu masukkan larutan tersebut ke dalam larutan TRO sisa pencelupan kain tadi. n. Setelah larutan Garam Diazo siap. m. Kemudian tambahkan air sehingga menjadi 1 liter l. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sementara kain ditiriskan. Sumber : Pribadi.344 j. Pencelupan ke larutan garam .56.

d. aduklah hingga merata dan tunggu sampai dingin. Setelah dingin. Setelah bahan siap. Pewarnaan dengan Teknik Colet a. dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik colet. Sementara menunggu kain kering. Poliron 1½ gr. siapkan bahan pewarna batik untuk teknik colet. pewarna tersebut siap untuk digunakan. Bahan yang perlu disiapkan yaitu : pewarna remasol. Remasol Water glass Poliron Ludigol Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi.59. Ambil pewarna tersebut dengan menggunakan kuas dan oleskan pada bagian yang dikehendaki pada kain yang sudah mengalami pewarnaan pertama dengan napthol tadi. B. Celup kain tersebut hingga keseluruhan kain terendam aar warna merata. Bahan-bahan pewarna c.345 q. Ilustrasi by Indra Gambar 5. sediakan air panas sebanyak 1/2 gelas lalu larutkan pewarna remasol (misal : violet) sebanyak 3 gr dan ludigol 1 ½ gr. ludigol dan poliron b. . Pada proses ini warna yang dikehendaki akan muncul. Pencelupan merata sampai warna muncul r. Kemudian tiriskan dan tunggu sampai kering.58.

maka proses pewarnaan selesai. Apabila cukup dengan satu warna colet.346 Sumber : Indonesia Indah.60. siapkan Waterglass sebagai bahan untuk pengunci warna. kemudian kain dikeringkan tetapi jangan dijemur di bawah matahari. j. f. kemudian aduk hingga merata. h. kemudian dilorod. larutkan kembali pewarna remasol dalam 1/2 gelas air panas. Kemudian tambahkan Ludigol sebanyak 1 ½ gr dan Poliron 1 ½ gr. Setelah pewarnaan dengan mencolet selesai. Oleskan dengan menggunakan kuas pada bagian yang diinginkan. Setelah semua bahan pewarna tercampur. Gunakan kuas untuk mengoleskan waterglass. tunggu sampai dingin. untuk pewarnaan colet kedua yaitu dengan pewarna Remasol warna Orange. i. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Karena warna hasil coletan akan turun intensitasnya (drop) 50% di hasil akhirnya. agar mendapatkan warna yang bagus. Kemudian diamkan selama 6 jam atau lebih. tetapi celup di dalam ruangan. g. Apabila sudah kering. maka buatlah kembali larutan pewarna colet. kain tersebut didiamkan selama 6 jam atau lebih. Setelah dingin bahan pewarna siap untuk digunakan. Pewarnaan kain dengan kuas e. . Setelah pewarnaan selesai. sebaiknya pencoletan dilakukan sekali lagi. Sebagai contoh. Apabila menginginkan pewarnaan lebih dari satu warna. tunggu sampai kering. Ulangilah pencoletan dua atau tiga kali agar setelah dilorod dan dicuci tidak banyak turun kualitasnya.

dan mistar. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pembuatan rancangan gambar adalah sebagai berikut : 1) Pembuatan sketsa dan gambar pola Sketsa dibuat dalam beberapa alternatif. Media dan peralatan yang digunakan adalah kertas gambar. pensil. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Pada gambar pola. kertas kalkir. 3) Membuat alternatif warna . 2) Membuat gambar jadi Setelah sketsa terbentuk. MEMBUAT TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Kain yang digunakan untuk membuat taplak meja biasanya berukuran 120 cm. kuas. Kemudian masukkan kain dan rebus hingga malam yang menempel larut dalam air. Apabila kain sudah kelihatan bersih dari malam lalu cuci dengan air dan keringkan dan proses membatik dengan teknik celup dan colet sudah selesai. garis-garisnya dipertegas dengan rapido atau spidol. Dalam tahap ini gambar dibuat dalam bentuk seperti sebenarnya. dan cat poster. sedang panjangnya disesuaikan dengan yang dibutuhkan. Pelorodan Setelah kering lalu kain yang sudah di beri warna tersebut siap dilorod. Media dan peralatan yang digunakan untuk membuat sketsa ini adalah kertas gambar. karet penghapus. kemudian dipilih sketsa yang terbaik untuk dijadikan gambar pola. Pelorodan 2. Dalam rancangan gambar taplak meja berikut ini menggunakn ukuran 120 x 120 cm. mistar.347 C. karet penghapus. Sumber : Pribadi. pensil. Didihkan air panas dan masukkan Soda Abu.61. tahap berikutnya adalah membuat gambar jadi.

348 Agar motif batik yang dihasilkan lebih bervariasi. Namun mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah tidak semua karya-karya desain dapat dipraktikan di sekolah. Proses pencelupan. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. Tahap pemberian warna Tahap-tahap pemberian warna pada batik tulis adalah : Pemberian warna rapid. dimasukan ke dalam bak. dibuat juga alternatifalternatif pemberian warnanya. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. artinya dalam satu motif rancangan gambar dapat dibuat dalam beberapa pilihan warna. Proses melunturkannya kain. i. . pola gambar atau mall. Warna hitam yang ada pada gambar adalah bagian-bagian gambar yang telah diberi larutan rapid. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. diperas. sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu proses desain. Untuk pemberian malam pada bidang yang luas digunakan kuas. dilakukan tiga langkah. dan meja kaca. h. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. g. kedua pencelupan pada larutan garam warna. f. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). pensil 4B / 5B. yaitu pertama pencelupan pada larutan naptol. dilakukan dengan cara memberikan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. dan dijemur di tempat yang teduh. Membuat benda seni atau karya seni rupa terapan. diangkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. Tahap pemberian malam Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Tahap melunturkan malam atau lilin Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. dan ketiga pencelupan pada air pembilas.

makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat. Sementara beberapa jenis kain lainnya. Makin tebal kain yang digunakan. lompatan. Secara umum corak celup ikat dapat dibagi dalam 5 jenis. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde. seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit. memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang. maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. Wujud keindahan dari kain celup ikat pada dasarnya tidak berasal dari jumlah ikatan yang dibuat. di Banjarmasin sebagai sasarengan. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula. karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya. dan ikatan yang berbeda-beda. Setelah pencelupan selesai. Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan. dilipat. jelujur. di Jawa sebagai tritik atau jumputan. dan bungkusan. jerat atau simpul. dijelujur. . proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin. yaitu kain katun dan sutera. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil. yaitu ragam hias penuh. atau keras atau kurang memiliki daya serap. penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. sampai kedap air.8. lubang. sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak. lalu dicelup dengan pewarna batik. Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat. dengan tali atau karet. Celup ikat mengenal beberapa variasi ikatan dan akan terus berkembang sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. Banyak macam corak yang dapat dihasilkan dari teknik dari cara melipat. Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat. Masing-masing menggunakan teknik ikat yang berbeda.349 5. tetapi lebih pada paduan jenis-jenis corak hasil ikatan dengan warna yang digunakan serta keselarasannya secara keseluruhan dalam sehelai kain. Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan.

Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.350 5.1. Setelah keseluruhan kain diikat maka kain telah siap untuk diwarnai. bolak-balik selama 3 menit lalu tiriskan. sebagai berikut : a. d. Kemudian larutkan dalam larutan Napthol dan bolak-balik selama beberapa menit. teknik ikat/jumputan dengan media kelerang dan karet gelang.62 Kain diikat karet berisi kelerang b. Teknik Ikat Celup Satu Warna Langkah-langkah pembuatan Teknik Celup Ikat satu warna. proses pewarnaan sama dengan teknik batik dengan menggunakan malam. Sumber : Pribadi. Siapkan kain dan kelerang serta karet gelang. lalu tiriskan. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kemudian kelerang diikatkan pada kain dengan menggunakan karet gelang. c.8. Sumber : Indonesia Indah. Pencelupan ke larutan garam .63. CONTOH KREASI TEKNIK CELUP IKAT 1. Setelah kain tersebut atus lalu celupkan dalam larutan Garam Diazo dan warna akan segera muncul ketika dicelupkan di larutan Garam Diazo. Untuk mewarnai langkah pertama yang dilakukan yaitu celupkan kain tersebut pada larutan TRO.

2. sebagai berikut : a. teknik ikat/jumputan dengan media tali raffia dan malam/plastik. Lakukan pencelupan bolak-balik agar warna merata di bagian kain. dilakukan pembukaan ikatan dan jelujur. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Setelah kering lepaskan ikatan karet gelang tersebut dan ambillah kelerangnya. dan keringkan dengan dijemur di tempat teduh. Setelah warna merata tiriskan sampai kering g.Pencelupan secara merata f. Pembukaan ikatan dan jelujur ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kain. .351 e.65. Ikatlah kain dengan cara dijumput/ambil sedikit bagian kain tersebut lalu diikat dengan menggunakan tali rafia. Kain yang telah kering. bagian yang terikat akan tetap berwarna putih atau warna kain sebelumnya. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Teknik Ikat Celup Dua Warna Langkah-langkah pembuatan teknik ikat celup dua warna. Sumber : Pribadi. Selanjutnya cuci dengan air sampai bersih. Hasilnya akan segera terlihat. Sumber : Indonesia Indah.64.

missal : Violet B. Tahap ini diakhiri dengan pencucian dan penirisan sampai kering. Untuk warna kedua. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Tunggu sampai kering. Kemudian celup ujung kain yang diikat ke dalam pewarna napthol. celupkan kain tersebut ke dalam larutan Napthol bolakbalik selama beberapa menit. Celupkan terlebih dahulu kain tersebut pada larutan TRO. g. Sumber : Pribadi. atuskanlah kain dan tunggu sampai kering.66. Sumber : Indonesia Indah. Ilustrasi by Indra Gambar 5. missal warna ungu.67. Hasil akhir . Setelah dicelupkan ke dalam pewarna dan mendapatkan warna yang sesuai. selanjutnya dilorod sampai malam benarbenar bersih. Pencelupan sebagian kain ke malam / lilin c. lalu tiriskan di gawangan. Kemudian tunggu sampai malam kering d. Bolak-baliklah selama 3 menit lalu tiriska f. tali dilepas. e. Setelah kain atus. lalu rendam dan bolak-balik kain tersebut selama beberapa menit. Setelah kering.352 b. atau ditutup dengan plastik. i. h. setelah kering lalu celup ujung kain yang telah diwarna tersebut ke dalam malam. missal warna kuning. Setelah itu masukkan ke dalam larutan Garam Diazo.

Coba kalian kemukakan pendapat kalian sendiri tentang manfaat seni rupa dan desain modern bagi kehidupan manusia di tanah air. . Sebutkan apa yang dimaksud dengan warna primer dan warna sekunder! 5. Kita mengenal wujud simetri dalam rupa dasar. b) potonglah ubi jalar/kentang/wortel. alas kerja. LATIHAN 1. serbet. Bagaimana penerapan unsur irama dalam dunia seni rupa? 9. Warna harus berdasarkan hasil campuran warna antar masing-masing jenis warna yang berbeda! ( misal : warna primer dengan warna sekunder ) 2. 2. Jelaskan ruanglingkup kriya sebagai prospek kewirausahaan! Buatlah berupa makalah! 3. atau komputer. Sebutkanlah cabang-cabang seni rupa yang kalian ketahui dan berilah contoh-contohnya. Dalam berkarya rupa.Kumpulan foto bangunan di kotamu.353 TES FORMATIF A.Tulisan tentang seni rupa di koran atau majalah. barang. Pilihlah salah satu tema berikut ini. Jawablah soal di bawah ini secara singkat dan jelas ! 1. c) Cetaklah sesuai komposisi yang harmonis . . . Kita kerap menggunakan karya desain dalam aktivitas sehari-hari. pakaian. Jelaskan apa itu titik dan garis serta ada berapa garis yang kita kenal? 6. Buatlah kliping (kumpulan artikel ataupun gambar) yang berhubungan dengan budaya rupa. Buatlah komposisi beberapa bidang sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Tugas 1. Coba uraikan apa saja karya desain yang kalian miliki? 4. furniture. 2. Buatlah cetak tinggi sederhana dengan ketentuan sebagai berikut : a) siapkanlah kertas gambar A2. Betapa indahnya jika mendengar irama sebuah lagu yang dinamis. . C.Kegiatan pameran seorang pelukis atau pematung. Apa beda antara seni rupa murni dan desain? Uraikanlah 3.Pameran buku. cukillah sesuai klise menonjol yang diinginkan . Apa yang kalian ketahui tentang apresiasi seni rupa? 10. cutter. Berilah contoh dengan gambar! 8. pewarna kue. Berilah warna berbeda pada setiap bidang. Jelaskan aspek-aspek penilaian dalam apresiasi karya seni rupa? B. seorang siswa harus memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar rupa. Tulislah dalam setengah halaman folio. Coba jelaskan! 7.

Ketentuan sebagai berikut : a) gambarlah desain pada kain ukuran 30 x 30 cm. d) finishing dengan melorot pada air panas. sisakan tepi keliling untuk lipatan akhir . Buatlah saputangan dengan teknik batik. b) Tutuplah bidang kontur dengan lilin seperti proses membatik tanpa canting . Buatlah patung dari bubur kertas dengan rangka kawat ! 4.354 3. . c) celuplah dalam pewarna batik atau wantex.

Wirausaha Bab 6 .

Usaha Kecil Penyelenggaraan Seni Pertunjukkan Wirausaha EO Pertunjukan Musik Penata Musik Film Proses Manajemen Produksi Teater Kewirausahaan Dalam Seni Rupa .

2. menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. adalah : 1. 4. penyebabnya dipelajari.1. Ciri-ciri : Motivasi berprestasi tinggi Dapat dipercaya Disiplin Berpikir kreatif. Integrasi aktif mencari kerjasama dengan badan usaha sebagai Pembina ataupun mitra usaha. inovatif dan inisiatif Mampu memanfaatkan peluang Kemampuan mengambil keputusan Berani mengambil resiko Percaya diri Kemampuan berkomunikasi Faktor-faktor yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha baru. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Sukses Awal Belajar dari pengalaman Komitmen Menjadikan perubahan berkelanjutan Integrasi Kegembiraan Sumberdaya Bagan 6. Belajar dari pengalaman. Sumberdaya.1. Kegembiraan. kesalahan atau faktor kegagalan jangan dilakukan kembali. Wirausaha yang baik adalah pelopor usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. peka terhadap peluang bisnis. adalah memilih orang yang ahli dalam bidangnya. adalah melakukan usaha ini penuh semangat. Komitmen. 3. Usaha Kecil Wirausaha diartikan sama dengan pejuang / berani menjadi teladan dalam bidang usaha. Kaitan Faktor-faktor Karakter Seorang Wirausaha .358 BAB VI WIRAUSAHA Wirausaha 6. yaitu dapat diartikan serius untuk menjalani usaha ini.

Perencanaan Seorang Wirausaha Pengelolaan Staf : proses rekruitmen penempatan pembinaan pengembangan (on the job training. teamwork.359 Apa yang harus diubah ? Pengembangan Staf Pengelolaan Staf Komunikasi Struktur & Sistem Perencanaan ulang i i Penilaian Kinerja Penghargaan Bagan 6.2. dan lain-lain) pemutasian promosi pemensiunan .

Struktur uraian kegiatan berdasar bidang kegiatan 4. dan inovatif.2. . Langkah awal memulai usaha adalah berpikir kreatif. 4. Pada ciri berani mengambil resiko. Keamanan Penyelenggaraan Seni Pertunjukan Membentuk dan menyusun Panitia serta pembuatan jadwal dengan langkah sebagai berikut : 1. 6. Saluran komunikasi 6. 2. Menciptakan produk baru Pengetahuan ini dapat diaplikasikan dari hasil karyamu dari Ikat Celup dan Batik. 1. perlu diperhatikan kualitas pewarna (jangan yang cepat luntur). Pelajari selera pasar. Memodifikasi / mengubah produk 2. . Ketika proses pewarnaan. Menyempurnakan produk pesaing 3. Cobalah bahan yang telah jadi. Menyusun struktur organisasi 2.Berani menawarkan untuk menitipkan pada Koperasi. dijadikan pakaian dengan model casual. perhatikan target pasar konsumsi untuk anak-anak atau untuk orang dewasa. Perencanaan pementasan .360 Cara Memanfaatkan Peluang Pasar 1. 3. Perbanyak referensi model. Target keberhasilan 3. .umum . Memilih warna.produksi 5. 5. . setelah dikenal luas baru memikirkan keuntungan. Menentukan tema 2.Buatlah promosi pada Koran atau majalah.Ambil keuntungan kecil saja. menentukan bintang dan pendukung vokal dan tari .Jaga mutu dan buatlah model-model yang menarik. Pada Bab V sudah dijelaskan tentang keterampilan membuat Ikat Tenun dan Batik. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Untuk itu dibutuhkan kemampuan : 1.

Struktur Organisasi Pemimpin Direktur Artistik Direktur Organisasi Bagian Latihan Bagian Tata Rias dan Kostum Bagian Tata Suara dan Panggung Bagian Undangan dan Komunikasi Bagian Keuangan Bagian Keanggotaan Dokumentasi Konsumsi Bagan 6. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .361 1.4. Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaran Pertunjukan 2.3. Struktur Uraian Kegiatan Berdasarkan Bidang Kegiatan Produksi Latihan Tata Rias Tata Panggung Penunjukkan Anggota Musik Inti Latihan Gabungan Gladi Resik Bagan 6.

Tempat dan Keamanan Penentuan tempat dengan memperhatikan keamanan. Saluran Komunikasi (undangan) Spanduk Leaflet Radio / TV Koran Majalah Koordinasi pengisi acara memberikan TOR kepada pengisi acara tentang tema Peralatan Pembiayaan Antar jemput 4. penyediaan tempat Administrasi Pembukuan Konsumsi Perijinan 2. jumlah penonton dan tempat duduk Distribusi undangan Keamanan dari berbagai pintu . a. Artistik Latihan inti/kelompok Latihan Gabungan Gladi resik Tata panggung Pembuatan desain panggung Pembuatan property panggung Pengadaan sound system Penataan panggung Tata rias Perias Kostum 3.362 3. Perencanaan Pementasan 1. Produksi Penulisan tema MC/Narator Penerima undangan Latihan Tata rias b. Umum Penggalangan dana / sponsor menggunakan proposal dan perjanjian.

Kepraktisan Sukses Tercapai Cukup Kurang Keterangan Tempat dan Keamanan .Penari .Lighting Sound System .Wawancara dengan pengamat 6.Pakaian .Distribusi undangan .Penentuan tempat.Tata rias Pendukung : .Akustik .Gaya panggung . dari sisi keamanan dan jumlah pendonton dan tempat duduk .Pemilihan lagu .Kuesioner yang diberikan kepada penonton .363 5. Evaluasi Artistik Indikator Tema konsep Performance : . Evaluasi Laporan Karcis yang terjual Keuntungan Sponsor yang mendukung Evaluasi artistik yang diperoleh dari : .Desain panggung .

b. Mengelompokkan bagian-bagian film(scene) a. seperti : menghadiri seminar-seminar film.3. Hal-hal mengenai pembayaran hak cipta/royalti musik yang merupakan penggunaan hasil cipta orang lain/musik populer yang sudah ada. d. . Penata Musik menerima video dari pihak rumah produksi untuk diberi musik latar. dalam hal ini dapat berupa kaset. Sistem/cara pembayaran yang disepakati untuk pembiayaan produksi musik. Mengadakan pertemuan antara penata musik. Mencari rekanan bisnis. proses pencarian ini dapat melalui peran aktif kita bergaul dengan orang-orang perfilaman. Menentukan letak penunjuk waktu(cue) dan durasi dimana musik dapat dimasukkan dalam tiap bagian-bagian film. c. dsb. cd. berteman/masuk ke dalam komunitas orang-orang/mahasiswa perfilman/drama/teater yang berhubungan dengan seni pertunjukan. 4. mencari di website/iklan media massa rumah produksi mana yang sedang membutuhkan musik/jingle untuk film/iklan. Hal-hal mengenai hak cipta/royalti penata musik. atau contoh scene yang telah kita berikan musik latar atau contoh soundtrack. 3. 2. c. dan produser film mengenai bentuk/jenis musik apa yang akan dimasukkan dalam film tersebut. Tahap Negosiasi Jika kita telah mendapatkan sebuah rekanan bisnis dan sepakat untuk melakukan kegiatan bisnis maka langkah selanjutnya ialah negosiasi. sutradara. Tahap Promosi Pada tahap ini meliputi : a. b. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai wirausaha sebagai penata musik film/sinetron/kartun : 1. Menyusun jadwal kerja untuk pembuatan musik. Pembuatan demo dari musik yang dapat kita buat. Menginterpretasi setiap kejadian/peristiwa yang ada dalam tiap bagian untuk ditentukan tema musik/komposisi apa yang cocok untuk bagian tersebut. b. b. Negosiasi ini meliputi : a. Tahap awal produksi a. Jangka waktu lama pembuatan musik (deadline) c.364 6.

Membuat komposisi dengan mengajak orang-orang yang mengerti banyak akan musik untuk membantu dalam penulisan lagu. Dalam proses ini apabila belum terdapat kesepakatan dalam musik yang telah dihasilkan. keyboard. keyboard. Apakah pada bagian ini memang membutuhkan musik? Apakah lebih baik jika tidak ada musik sama sekali? Jika pada bagian ini ada musik. Proses rekaman dapat menggunakan 2 cara : a. atau mempekerjakan pemain musik untuk memainkannya. . Proses Hearing Produser dan sutradara mengadakan pertemuan dengan penata musik untuk mendengarkan bersama-sama musik yang sudah jadi.365 Contoh dalam menginterpretasi tiap bagian : Menginterpretasi setiap tingkah laku aktor/kejadian yang ada ke dalam bentuk musik. Dengan menggunakan MIDI Dengan menggunakan metode ini proses rekaman tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak karena tidak membutuhkan keterlibatan banyak orang. Contoh dalam membuat komposisi baru : . . 7. Keyboard. b. komputer. aransemen. . Pembuatan Musik Dalam hal ini proses pembuatan musik dapat dengan menggunakan lagu yang sudah ada atau membuat lagu/komposisi baru. dan Komputer. dan software. Rekaman dilakukan di studio musik dan membutuhkan waktu yang relatif lama. DJ set. Proses Rekaman Pada tahap ini dimulai proses perekaman musik dari tiap scene dan lagu untuk soundtrack. 5. Software. penata musik dapat melakukan koreksi/membuat kembali musik latar tersebut. cukup menggunakan peralatan audio. 6. dan orkestrasi. Proses rekaman manual Dalam metode ini rekaman dilakukan dengan melibatkan beberapa pemain musik yang handal di bidangnya masingmasing.Dengan menggunakan teknik looping yang dipadu dengan sound effect dan beberapa isian melodi lagu dengan menggunakan keyboard.Membuat komposisi dengan menulis pada partitur yang kemudian dapat dimainkan baik menggunakan software musik. Dalam hal ini alat yang dapat digunakan yaitu : Perangkat DJ. musik apa yang cocok untuk menggambarkan suasana/kejadian yang terjadi pada bagian ini.

kegiatannya meliputi : .Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan . Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya.Rencana promosi dan publikasi .Dan lain-lain .Proses Mastering Video dan Audio . Proses Manajemen Produksi Teater Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien. Hal-hal lain yang berhubungan dengan negosiasi bisnis apabila musik telah selesai dibuat. pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan Perencanaan Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi . dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya.Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan .366 8. Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya.Dsb. maupun sumber daya lainya seperti peralatan. 6. tidak ada pemborosan atau penyimpangan.Mencari biaya pementasan . barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan .pengorganisasian. baik itu sumber daya manusia. Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan .4. Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat.Proses pelunasan pembayaran biaya produksi musik .Rencana latihan . seperti: .Hak Cipta .

Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya. Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran. 3. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi. 2.bakat dan kemampuan Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul . Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi. Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan.367 Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat : 1. Proses Perencanaan dilakukan melalui : Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan Mengurutkan langkah – langkah kegiatan Penjadwalan / menyusun time scedulle Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama - Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya. Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan: Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan Pembagian tugas sesuai dengan minat.

Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan.Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai . .368 CONTOH STRUKTUR ORGANISASI GRUP TEATER PIMPINAN DIREKTUR ARTISTIK/ SUTRADARA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN NASKAH DAN PERPUSTA KAAN BAGIAN LATIHAN BAGIA N TATA RIAS DAN KOSTU M BAGIAN TATA SUARA DAN PANGGUNG BAGIAN MARKETIN G DAN TIKETING BAGIAN KEUANGA N BAGIAN UMUM DAN KEANGGOT AAN Bagan 5. Struktur Organisasi Grup Teater Pengarahan Anggota Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi.Upaya pencegahan .Peninjauan terhadap hasil . Aspek-aspek pengendalian : . Proses ini meliputi : .Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi .Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik.

Usaha ini biasanya dikerjakan secara manual dengan teknik sederhana.5 KEWIRAUSAHAAN DALAM SENI RUPA Kewirausahaan selalu melibatkan dua unsur pokok.Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan. b.Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar . jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik. dan Kriya Seni. c. . dekoratif. apakah tercapai. Kriya Industri pada dasarnya sama dengan kriya tradisi. menarik. dan didukung oleh proses perancangan/desain yang matang.Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim. . Menurut Asmudjo ( 1999 ). unik dan tepat sasaran. namun telah diproduksi secara massal. misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho. Kriya Tradisi adalah penciptaan produk kriya yang berotientasi pada nilai fungsional. dan kualitas artistic/nilai hias yang dominant dan lebih menonjolkan segi kepandaian kriya ( craftsmanship ) daripada segi ekspresi. Kriya Seni adalah penciptaan karya kriya yang mengandung kompleksitas nilai dan berorientasi pada kualitas penghayatan terhadap cita rasa estetik dan symbol-simbol ekspresi yang bersifat personal. - 6. a. melibatkan penguasaan teknologi yang lebih maju. penciptaan produknya berorientasi pada nilai guna/fungsional. berkualitas artistic. misalnya pementasan sebelumnya . yaitu : Kriya Tradisi. yaitu peluang dan kemampuan menanggapi peluang. Kriya Industri.369 Langlah-langkah dasar pengendalian : Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya. . Kriya tradisi ini tumbuh subur di lingkungan pendesaan yang diproduksi sebagai usaha rumah tangga ( home industry ). Kriya dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori. serta sangat memperhatikan pasar komersial. tidak tercapai atau melampaui.

publikasi. c. antara lain : a.370 Berdasarkan ketiga kategori tersebut. majalah. stasiun TV. Sebagai kritikus seni rupa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membuka wacana dan apresiasi kepada masyarakat. . i. Evaluasi bukan untuk menghakimi. merancang anggaran. Dalam hal ini terlihatlah beberapa peluang kewirausahaan dalam bidang seni rupa. Sebagai desainer grafis di percetakan. Evaluasi keberhasilan penyelenggaraan pameran. tetapi lebih untuk memberi wacana tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Upaya mengangkat kembali produk kriya Indonesia melalui pendekatan ini merupakan strategi yang tepat untuk dapat bersaing secara kompetitif di dunia internasional. dan citra penyelenggaraan secara keseluruhan melalui kesan dan pesan pengunjung. Mengelola art shop atau galeri yang memasarkan produk-produk kriya berkualitas dari para pengrajin dan karya seni murni e. Mengelola pameran karya seni rupa. siapa tokoh yang membuka acara pameran. Sebagai konsultan dalam pengembangan rancangan seni kriya dan desain. perlu memperhatikan hal-hal antara lain: Kuratorial : mempersiapkan materi pameran seni rupa sesuai tujuan pameran yaitu apresiatif da komersial. antara lain seberapa banyak karya yang terjual. dan sebagainya ) g. Mengelola studio kriya seni maupun kriya industri serta seni murni d. dan system transaksi penjualan karya. tempat penyelenggaran. Dalam hal ini perkembangan pendapatan negara pada sector non-migas memiliki prospek yang cerah. dapat terlihat bahwa kriya memiliki potensi yang luar biasa di bidang kewirausahaan. f. Kewirausahaan pada bidang seni kriya dapat berkembang melalui keterlibatan kriyawan atau pengrajin dalam berbagai kegiatan berwirausaha. dan sebagainya. Sebagai perupa atau seniman professional h. promosi produk seni rupa. karang taruna. Sebagai tenaga pendidik seni rupa baik di jenjang formal maupun Informal ( sanggar. baik yang apresiatif maupun komersial. pesewaan karya. Bekerja dalam suatu industri besar produk kriya sebagai desainer atau pengrajin kriya. Seleksi karya oleh curator dan juri Mengundang seniman yang mempunyai karya bernilai jual tinggi. b. dan pengelolaan pameran.

Seberapa banyak karya yang terjual .6 Wirausaha Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Tugas kuratorial : mempersiapkan materi pameran sesuai tujuan pameran Tujuan pameran : Apresiatif Penggalangan dana Komersial Contoh pameran lukisan untuk komersial Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Persiapan anggaran 4.371 6. . Menyeleksi karya dengan melibatkan juri 3. Siapa yang mebuka pameran 6. Mengundang seniman yang mempunyai karya nilai jual tinggi 2.Berapa karya lukis yang disewa oleh bank atau hotel-hotel dikarenakan penyewaan lukisan karya ternama adalah pencitraan bagi bank/hotel tersebut untuk mendapatkan kredibilitas. Publikasi 5. Menentukan tempat penyelenggaraan Evaluasi : .

Glosari & Daftar Pustaka 3 .

Casting by ability : pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan. Colour : warna. susunan rupa. Casting by type : pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. Casting motional Temperament : pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain. Blocking : teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama. konsep rupa. Basics design : dasar-dasar desain. Antagonis : tokoh pertentangan. lawan tokoh protagonist. Creativity : bersifat kreatif. Caarakan : cara-cara petikan kacapi. kepandaian dan keterampilan calon pemain. cerlang. penggambaran. tata rupa. Aliran : ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna). . dunia kreatif Cultural identity : jatidiri budaya. identitas budaya Design : rancangan. sesuatu yang indah. Design principles : asas-asas desain. karya rancangan. bahas rupa. Anti Tips Casting : pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain. nilai-nilai keindahan. keterampilan. Close value : value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. Craft : kerajinan. rupa dasar. nirmana. karya seni yang indah. Atmos : suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. anggitan. Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama. Balance : keseimbangan unsur rupa. pemecahan rupa. seni kriya. Basics visual : dasar-dasar rupa. gagas rancangan. Babak : bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan). color Colour image : skema warna Complementer : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna Composition : komposisi unsur rupa Contrast : tingkat kecerlangan. kagunan. Casting : cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh.373 Glosari Aesteties : bersifat indah. Alur : rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian. Art Seni : kepandaian.

Improvisasi gerak : imajinasi spontanitas gerak. Gaya : ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. Musik Eksternal : musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan. Lancaran : bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa. Genre kesenian : jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan. Expression : mimik. atau suka cita. Musik Internal : musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain). : bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan. watak. Line : garis Low value : nilai yang berada dibawahnya. Konsentrasi : pemusatan pikiran. pertentangan. Panggung Proscenium Diatonis Ekplorasi Eksposisi : panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan. dsb). disain industri. Industrial design : disain produk industri. teriakan. Karakter : sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Komedi : lakon gembira. disain produk. tabiat. Intensity chroma : kualitas cerah atau suramnya warna. Konflik : berselisih. ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh). Ekspresionisme : aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/ perasaan. Empati : keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh. . Konvensional : aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. Gestikuised : bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan. Ostinato : pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan).374 : susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ : latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni. petikan jari. emosi wajah. Laku Dramatik : penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna. hentakan kaki.

: perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain) : kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain.375 Pentatonis Pesta Rakyat Point of view Proportion Ricikan Rubato Seni Skenario Shade Shape Stilasi Tarawangsa Tari teatrikal Texture Three dimensional design : Tint : Traditional art : Two dimensional design : Unity : Velue : Visual art : Visual culture : Visual principles : Vituosned : : susunan nada yang mempunyai 5 nada. nilai. Seni tradisi. kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan. kepatutan bentuk. . perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni. : barik. prinsip-prinsip rupa. : kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran. nirmana dua dimensi. bentuk tiga dimensi. dan lain-lain). : penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya. idealisasi rupa. : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi. dunia kesenirupaan. : value warna yang lebih gelap dari warna normal. gerak bekerja. susunan nada yang berlaras : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re. : istilah satu set perangkat gamelan sunda. bobot. membawakan peran. : bangun atau bentuk plastis (form) : menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain. value warna yang lebih terang dari warna normal. : proporsi. : titik fokus. seni rupa budaya rupa. datar. kondisi permukaan suatu benda atau bahan. kesatuan rupa. nirmana tiga dimensi. bentuk dua dimensi. : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain.

Yudhoyono. 2002. Menjadi sutradara. Bram. “Indonesia Indah. Jakarta: Fakulas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banoe. Serat Kanda Karawitan Jawa. Ronald. Wiscosin : American Society for Training and Development. Teater untuk dilakoni. Balitbang Kerajinan dan Batik. 1995. Pono. dan Batik. ___________. London : A&B Black. Peranan Kacapi dalam tari Sunda. Gamelan Jawa asal mula makna dan masa depannya. Bandung : ITB. 1984. Yogyakarta. Sem. Anderson. 1997. Bangun. Jakarta : CV. 1993 . Anim. Suyatna. Jakarta : PT. Aplikasi Estetika Dalam Seni Rupa. Baru. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia. I Made. Jakarta : Yayasan Harapan Kita – BP3 Taman Mini Indonesia Indah. 2000. Teknologi warna batik. Kain-kain Non Tenun Indonesia”. 1994. Balitbang Kerajinan Yogyakarta. 1983. Bandung : STSI. Yogyakarta. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. Palgunadi. 2000. 1996. The art of dance in education. 1991. Bandem. Mengenal seni Karawitan Jawa. Autard-Jaqualine Smith.376 Daftar Pustaka Abdurahman. Anas. ___________.C. Bambang. 1984. Balitbang Kerajinan dan Batik. Bandung : STB. ___________. Maman. London : A&B Black. 2002. Karya Unipress. Pengetahuan teknologi batik. . Biranul. 1996. Katalog batik Indonesia. Dance composition (ed 3). Bandung : STB. 1976. Menjadi aktor. Selecting and Development Media for instruction. 1991. Ensiklopedi gambelan Bali Denpasar : Proyek Penggalian Seni Tradisional dan Kesenian Baru Pemerintah Daerah Tingkat I Bali.

Humphrey. Humprey. Aspek-aspek dasar komposisi kelompok Yogyakarta : Manthili. 1995. Americans : A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Hadi Sumandiyo. 1993. Jakarta: Edi Sedyawati. Hawkins. 1996. Purdi. I Jzerdraat. Fraser. Kebudayaan II A. Yogyakarta. Jakarta : PT. 1954. 2001. Dian. Jakarta : JB Wolters. Dewantara. 1993. Lynch Diane. Metode Pengembangan Seni. Mencipta Lewat Y. Pengetahuan Elemener Tari dan Beberapa Masalah Tari.377 Chandra. Bentara Seni Suara Indonesia. Dinny. Pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Umum. Seni Menata Tari. 1986. dkk. Jakarta : Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni. Universitas Terbuka. Grasindo. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara. Publisher. Harmoko. Tari. Terjemahan Sal Murgiyanto. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Jakarta : Yayasan Harapan Kita. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Harimawan. Devi Triana.Sumandiyohadi. 2001. Dieter Mack. Ki Hadjar. 1983. Doris. . Remaja Rosda Karya. Dewantara. 1990. Alma M. 1964. Jakarta: Direktorat Kesenian. Yogyakarta. 1967. Sejarah Musik 2. Ki Hadjar. Jakarta. Pendidikan Edisi I Cetakan ke 2. Menjadi entrepreneur sukses. 1977. Diktat Kuliah Teori Musik Jurusan Musik UNJ. Dramaturgi. Discovering and Developing Creativity. 2001. 1991. Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. dkk. Dwi Kusumawardani. Tari tradisional Indonesia. Terjemahan Herdiati. The Art of Making Dances. New York: Charles F. ISI Yogyakarta. Bandung : CV. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Bernard dan Suhendro Sosrowarno. Doris. 2005. Woodford and Barbara Pollack.

La Meri. History of the dance in art an education. Kusmayati. Jakarta: Gramedia. Jakarta : Pradya Paramita. Jamalus. 3. Tari pasambahan dan galombang di pesisir selatan. 2000. 2002. Denpasar. Perubahan seni pertunjukan untuk apa. 1988. 1988. Kerlogue. Singapore : Archipelago Press. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. An appreciation music. Langer. Koesoemadinata R. Filsafat Seni. Rudolf. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jazuli. Fourth edition. New York : Mc Graw Hill. Modern education dance. 1969. Terjemahan FX Widaryanto. Kamin. Englewood Cliffs. Semarang : IKIP Semarang Press. Telaah teoretis seni tari. Dance composition : The basic elements. Fiona. Richard. London : MacDonald and Evans. untuk siapa. Jacob Sumarjo. Machjar Angga. Bandung. Inc. Roger. 1965. Zussane. Kraus. The book of batik. 1994. Ilmu Seni Raras.378 I Wayan. . New Jersey : Prentice Hall. Koentjaraningrat. M. Padang Panjang : ASKI Padang Panjang. 1969. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. 1974. Kriya Indonesia Craft. DEKRANAS. Dibia Pragina. Jamal Mld. Lata Mahosadhi. Malang: Sasa Media. 2001. 1982. Depdikbud. 1997. Bandung : IBT Bandung. Laban. 2004. 1975. Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Problematika seni. Art documentation center. ISI Bandung. 2004. 2007. Inc. Yogyakarta : Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol.

Yulianti. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Sal. Gramedia Widiasarana Indonesia. 2002. Utami. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Lagu-lagu untuk sekolah dasar dan lanjutan.com/ Parani. .wordpress. http:/batikyogya. MC Neill. 2002. tag/teknologi. Ruchiat. Permas. Muhadjir. Mustika. Jakarta. Riswandi. Munandar. Diklat Kuliah alat petik kacapi. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Rumadi. 2007. Murgiyanto. 1998. Tardi. Petunjuk bagi para guru dan orang tua. Rachmat. Jakarta : LPKJ. 1995. Muchlis dan Azmi. Proses Batik. Buku I. Jakarta: Grasindo. Kumpulan Drama Remaja. Sekolah tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. PPM Jakarta. Rachmat Syamsudin. Perbandingan jenis-jenis angklung di Jawa Barat. 2002. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1991. 2007. Jakarta : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Peta Seni Budaya Betawi. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Rhoderick. 1986. Noor Fitrihana.379 Masunah. Sabana. Sejarah Musik 1. A. Ikhtisar Kesenian Betawi. Juju dan Kawan-kawan. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional. 1998. Arif. 1975. Singgih Wibisono. 1979/80. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Bandung : IKIP Bandung. Pengantar Pengetahuan Tari. Jakarta. Enterpreneurship from minset to strategy. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Achsan. Setiawan. 1996. Rambat Lupiyoadi. (Editor). Cetakan Kedua. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Rofik. Denpasar : Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Makalah Sasaran Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia. Akademi Jakarta. 1983. Jakarta. 2003. Topeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Manajemen Seni Pertunjukan. __________. Departemen Pendidikan Nasional. 2003.

Makalah Pendidikan Seni Berbasis Budaya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta: ASTI Yogyakiarta. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Plyamonth : Norttoc house. 1998. 1993. Dasar-dasar tata rupa dan desain (Nirmana) Yogyakarta : CV. Tari rakyat Minangkabau. Seni rupa dan desain : membangun kreativitas dan kompetensi. Tari Tradisional Indonesia. Tari-tarian Indonesia I. Tinjauan seni : sebuah pengantar untuk apresiasi seni. Endo. Ebdi. . Pengantar Komposisi Tari. 1990. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Soedarsono. Jakarta : Erlangga Penerbit. 1983. Jakarta: Harapan Kita ----------. Sanyoto. Samah. Sejarah batik Indonesia. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Soedarso SP. ----------. Arti Bumi Intan. Jacquline. Tuti dan Udin Saripudin. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. 1985. Santoso Hadi. sebuah petunjuk praktis bagi guru. Jakarta: Dirjen Kebudayaan. Soedarsono. Ben Suharto. Edisi Revisi. Sadjiman. 2007. Suku Dayak Sana.380 Sachari. 1976. Komposisi tari . 1994. Akademi Jakarta. Dance Compisition Practical Guide for Teacher. 1977. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. London: A&C Block. 2004. Yogyakarta. Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. 1987. 2005. Penganar Apresiasi Seni Tari.1992. Smith. 1998. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari (terj). 1997. http:/batikindonesia. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Teaching modern educational dance. Gamelan. ----------. Yogyakarta: Lagaligo. Wendy. Suanda. Yogyakarta : Ikalasti. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Jaquline. Semarang : Drahara Prize. Slater. Sukatmo. Ardi.info/2005/04/18/ sejarah batikindonesia. 1985. ----------. Agus. Jakarta: Balai Pustaka. Smith. M. Terj. 1986. ----------.

Surya Dewi. 1991. Jakarta. Drama. Tari rakyat Minangkabau (Makalah) Padang : Makalah Uniersitas Padang Panjang. Intreaksi budaya dan perkembangan musical Indonesia. 2008. Wardhani. Yampolsky. Materi dan pembelajaran kertakesi. Yogyakarta: Hanindita Graha. Wong. Philips. Waluyo. tari dan pengajarannya. Herman. 2001. Bandung : Pustaka Kimia. Konsep pendidikan apresiasi seni nusantara. Wucius. 2005.381 Sumarsam. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Seni gerak minangkabau. “Tekstil”. Obby AR. Jakarta : Universitas Terbuka Jakarta. 2005. Pengantar tari pendidikan. Tridjata S. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Supanggah. 2001. Syafi Jatmiko. Wiramihardja. 1999. Dasar-dasar dramaturgi. Universitas Negeri Jakarta Tumbidjo. Bothekan Karawitan I. Ina. 1994. Gramedia Widiasarana Indonesia. Diktat Angklung. 2003. Principal of two dimensional design. 2003. Rahayu. Gamelan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yogyakarta. Asul. 1984. 2003. Masyarakat seni pertunjukan Indonesia. Tambayong. Dasar-dasar estetika. New York: Van Nostrand Reinhold. Syarif. Caecilia. Fakultas Bahasa dan Seni. Datuk. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18-20 April. Cut Kamaril dan Ratna Panggabean. Wiyanto. Jakarta: Grasindo. Mustika. Pa Daeng. Terampil Bermain Drama. Bandung : Masyarakat musik Angklung. Buku Piloting PSN. 2003. . Jakarta : Penerbit Semi Nusantara (PSN). 2002.

7. Tim Assesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi. sejak 1992. Lulusan Terbaik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni 1990 (Semester I).Pd. Perempuan Jakarta. 6. 2. 4. Lahir Agama Status Kepegawaian Golongan NIP Alamat Kantor Pendidikan : : : : : : : : : Dra. 3. 47865811 S1 Pendidikan Musik FPBS IKIP Jakarta. 2006-sekarang . S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNJ. M. Pendidikan Musik 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1992 1994 1999-2000 Grade 12 Grade 11 Grade 10 Grade 9 Step 6 Step 7 Step 8 Guru Grade 5 : Spesialisasi Piano Klasik Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia melanjutkan belajar Piano di Sekolah Musik Vienna Pusat.CURRICULUM VITAE (Ketua) 1. 2005 10. 1989. 9. Sri Hermawati Dwi Arini. Nama Jenis Kelamin Tempat/Tgl. Jakarta Timur Telp. Depdiknas 2007 11. IV A 131933266 Kampus Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka. 8. 1966 Islam Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. 5. (Royal Musik) Jakarta.

Dana DIK Rutin FBS UNJ. 1993 2. Dana DIK Lemlit UNJ. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Depdiknas No. Musik Tradisi Merupakan Kerangka Musik Nasional. 2001. "Musik Gamelan Sebagai Salah Satu Musik Tradisional Indonesia". Dana Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat. Pelatihan Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Dengan Mengasah Rasa Irama dan Kreatifitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Suatu Studi Evaluasi Prestasi Belajar Mahasiswa IKIP Jakarta yang aktif dalam organisansi Kemahasiswaan Periode 1991/1992. 2000 4. Kacapi Suling Instrumental Sebagai Salah Satu Khas Kesenian Sunda Dana PNBP FBS UNJ 2007. 066. Dana Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). 2. tahun ke 7 no. 5. Dana OPF Lemlit IKIP Jakarta. 2000 3. 3. 1999. Forum eks FPBS se Indonesia 24 Juli 2005. 6 Oktober 2003. Pengembangan Pembelajaran Teknik Tari untuk Anak Pra Sekolah melalui Respons Terbimbing Action Research. 10 Juli 2000. Menanamkan Cinta Budaya Melalui Dolanan Anak. . FBS Universitas Negeri Semarang. Tahun ke 13 Mei 2007 (Terakreditasi). Musik Merupakan Stimulasi Terhadap Keseimbangan Aspek Kumulatif dan kecerdasan Emosi. Penyelenggara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. Pada Pelatihan Peningkatan Manajemen Seni Pertunjukan Tingkat Nasional. Tahun XXI. 2. 2000. 2005. Universitas Nasional. Identifikasi Masa Studi Mahasiswa Jurusan Musik FBS UNJ.12. 1024 Juli 2001. 4. No. Dana PNBP FBS UNJ 2007. "Memadukan Bidang Kependidikan dan Non Kependidikan dalam Program Double Degree Jurusan Seni Musik". 13. Universitas Negeri Jakarta. Tipe Penilaian dan Proses Pembakuan Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan Musik. 3. Balitbang Depdiknas Jakarta (Terakreditasi) Buku Prosiding : Pengasahan Rasa Irama dan Kreativitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Pengalaman Ilmiah : Penelitian : 1. 30 Juli 2001 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal Ilmu dan Budaya. Jurnal : 1. Pembawa Makalah : 1. Modul Teori Musik dan Wirausaha. Berbagai Aspek Pengajaran Musik SLTP unggulan dan SLTP umu di Jakarta. Dana DIK Suplemen Lemlit UNJ. Pelatihan pada Panti Asuhan Yatim Piatu. Pengabdian Pada Masyarakat: 1. 2.

2007. Organisasi: Anggota.Penulisan Buku Teks : 1. Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia . 14. Buku Seni Budaya untuk SMA/SMK Kelas X. Penerbit Inti Prima. XI. Kurikulum KTSP.

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.00 .ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. 7.888.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful