Sri Hermawati D. A. dkk.

SENI BUDAYA untuk SMK

Seni BUDAYA
Sri Hermawati Dwi Arini dkk.

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk.

SENI BUDAYA

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI BUDAYA
Untuk SMK
Penulis : Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati,

Dkk.

Ukuran Buku

: …… x …… cm

…… SHD ….

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. Pembangki Tenaga Listrik: SMK oleh Muslim, Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. ---- Jakarta:Pusat Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 376 hlm. ISBN ……-……-……-…… 1. Seni Budaya

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh….

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

i

Pengantar Penulis
Mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya, yang dimaksud budaya meliputi budaya nusantara, asia dan periode klasik dan modern. Khusus bahasan aspek budaya nusantara tidak dibahas terpisah melainkan terintegrasi dengan seni. Yang dapat diartikan kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Dengan cara ini karakteristik kesenian Indonesia yang khas akan muncul sebagai sebuah jati diri bangsa yang mampu berkompetisi dalam percaturan kesenian dunia, pendidikan seni yang berakar dari tradisi merupakan simbol kebanggaan, keluhuran dan harga diri bangsa Indonesia. Transformasi nilai-nilai seni ke dalam masyarakat luas karena seni bisa menjadi penyejuk bagi kepesatan kemajuan sains dan teknologi yang tidak jarang mengabaikan kehalusan rasa seni dan pendidikan seni berperan sebagai filter bagi peradaban. Topik atau materi yang dapat dikupas tidak dapat meliputi 33 propinsi dan kesenian yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup dimasyarakat atau dengan kata lain kesenian bermutu yang mengandung banyak hal untuk mengungkap masalah seni budaya, kesenian yang banyak mendapat respon dari bangsa sendiri ataupun dari mancanegara. Topik ataupun materi terbagi bagian apresiasi, ekspresi dan wirausaha. Penjenjangan materi hanya dapat dilakukan pada bagian ekspresi / keterampilan. Buku teks ini bukan hanya memberikan wawasan namun juga keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat, kelebihan buku ini memberikan pengetahuan keragaman seni budaya nusantara dan keterampilan yang sangat penting karena penyebarannya yang luas atau sudah dikenal diberbagai wilayah, serta mempunyai nilai sebagai bekal keterampilan dunia kerja dan pengetahuan wirausaha. Semoga buku ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi anak didik kita dan merupakan pengetahuan tentang kekayaan, kebudayaan dan kesenian milik bangsa kita Indonesia tercinta untuk juga meningkatkan kebudayaan dan pariwisata kita.

Jakarta, Juni 2008

iii

KETUA TIM PENILAI BNSP
Drs. Pracoyo, M.Hum Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Seni Rupa Murni

DAFTAR KONTRIBUTOR
Bidang Keahlian
Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Tari Seni Musik Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Musik Seni Musik

Penulis

Nama

Institusi
Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Semarang Dosen STSI Bandung Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Perguruan Cikini

Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim

Martin Renatus Nadapdap, S.Sn Dra. Clemy Ikasari I, M.Pd Dra. Bambang Pratjikno, M.Pd Dwi Kusumawardani, S.Sn, M.Pd Drs. Moh Muttaqin, M. Hum Tardi Ruswandi, S.Kar, M.Hum Didin Supriadi, S.Sen, M.Pd. Dini Devi Triana, S.Sen. M.Pd. Saryanto, S.Kar Dwi Kurniadi, S.Pd

EDITOR
Dra. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Yogya Gitar dan Teori Musik

DISAIN GRAFIS
Wafirul Aqli, ST Dosen Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Jakarta

iv

DAFTAR ISI
Pengantar Penulis ............................................................................... Pengantar Direktur Pembinaan SMK .................................................. Daftar Tim Penyusun dan Nara Sumber ............................................. Daftar Isi ............................................................................................. Lembar Pengesahan ........................................................................... Peta Kompetensi ................................................................................. Daftar Gambar Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Teater ................................................................ Seni Rupa .................................................................. Daftar Tabel Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Rupa .................................................................. Bab VI ....................................................................... BAB I. DASAR-DASAR 1. Pengertian Kebudayan dan Seni ............................... 1.1. Pengertian Kebudayaan ..................................... 1.2. Pengertian Seni .................................................. 1.3. Sifat Dasar Seni .................................................. 1.4. Struktur Seni ....................................................... 1.5. Pengertian Nilai Seni ......................................... 1.6. Pengertian Ekspresi................................ ............ 1.7. Pengertian Genre/Fungsi Seni ........................... 1.8. Pengertian Apresiasi............................... ............ SENI MUSIK 2. Mengapresiasikan Karya Seni Musik ........................ 2.1. Pengertian Musik ............................................... 2.2. Sistem Nada ...................................................... 2.2.1. Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis ................................................... 2.2.2. Titi Laras Pentatonik................................ 2.3. Musik Klasik.... .................................................... 2.3.1.Musik Klasik ............................................... 2.3.1.1. Zaman Pertengahan ................. 2.3.1.2. Zaman Renaisance .................. 2.3.1.3. Zaman Barok ............................ 2.3.1.4. Zaman Rokoko ......................... 2.3.1.5. Zaman Klasik ............................ 2.3.1.6. Zaman Romantik ...................... 2.3.1.7. A. Zaman Abad 20 .................... B. Musik Jazz ............................ i ii iii iv viii ix x xii xv xv xvii xvii xvii xviii 1 1 10 11 12 13 14 14 17 24 24 25 25 26 29 29 29 30 30 31 32 37 39 40

BAB II.

........... 2.. 2..........................................1......4.................. Unsur Pokok Tari ........... 2........................7.......4..............5... 2...6....1 Tangganada Diatonis Mayor ....2.... 3....2.1 Mempelajari Tombol-tombol Keyboard ........6... 2................2...................2........ 2......... ................ 3......5......................4......... 2.. 2......6.6......6.....................................6.............2.....6....................2.........4.....................6..... Asal Usul Vokal ................... SENI TARI 3. Alat Musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani........2...... Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok ................................................ 2..........6.2..................6...... Musik Non Barat .......... 2.....4.... 2..................5...... 2.. Tenaga ... 3.......................6......... Tangganada . Gamelan ....................... Vokal .....5............................6.................... 2..... 2..... Musik Afrika.1....6........6.......... 2.......2....... 2..........5.....................3 Mempraktikan Memetik Kacapi Dengan Cacarakan .... 2.......1......2...........3................. Alat Musik Tiongkok dan Jepang ........... 3.... 3.......6...................2 Musik India .....2.5..4.... Ekspresi ... Musik Bali ...... Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik 2......6.......3........ 2.... 2.......3.1....... 2....4 Cara Menentukan Akor Dalam Sebuah Lagu .......... Teknik Memainkan Kacapi .....2............... Mengapresiasikan Karya Seni Tari .......... Jenis Pernafasan ........ 3........3...........v 2.....3.................1. Teknik Memainkan Gambang Kromong.......... Musik Betawi ...4........... 41 41 47 49 58 68 71 71 72 73 73 75 75 76 77 79 79 82 83 85 87 88 94 122 130 137 137 143 144 158 158 161 161 164 169 169 175 176 177 178 ... 2.............................1..4..................1....5..5 Sampe ...2.6.....6....2 Tangganada Diatonis Minor ................3 Akor ....... Penerapan akor pada Instrumen Keyboard .4.. 2..................6.. Angklung ..2 Teknik Petikan Kacapi ........... 3......1......6...........................3...3 Unsur Komposisi Tari............. 3...............1 Kacapi Fungsi Hiburan ........... Teknik Memainkan Gamelan ............................6.6...........6...... 2.......2................ Wilayah Suara .... 3. Iringan Tari ...............................2. BAB III...... 2.................... Motif Gerak Tari .................... Ruang ....... Pengertian Seni Tari .......... 2..2.. 2........ 2..4................ 3....................2 Mempraktikan dengan Lagu...3. Musik Tradisi Indonesia .....................1 Gerak .........6... 2........

................ 3............ 3.........2........9........1. 4............... 3....................... Pembuatan Naskah ...........6............7.............. 4... 3.... Tari Non Tradisional ................. Tari Berdasarkan Konsep Garapan ....... Tari Berdasarkan Orientasi Artistik .. Akting.........1.................. Tari Agama ....................... Pengertian Teater .6.......... 4.......... 4....2...6.... Unsur-unsur lakon Teater.. 3.......... BAB IV.......... 3......... Tari Rakyat ................ Tari Klasik ..................9............................... 3.............................1..6........................2........ Penyutradaraan .....10.. Cara Penyutradaan......................... Tari Tradisional ..9......... .......2........ .......7. 4....................................... 4.........6.......................... 3.................. Tari Primitif . Bentuk Teater Indonesia Berdasarkan Penduduknya ............... Penjiwaan Dalam Tari ....................... 4.... 4.......... 4........ Tari Upacara .....................................9............................. Naskah Drama ....2...7.............9.... Sejarah Teater ................5..........4.....2....4.... Fungsi-fungsi Teater Rakyat ....1.. Di Masyarakat ..2........ ..........2.................... 4.......7.............. Gaya Akting.................... Kegiatan Apresiasi Tari .................................................. 4...........1........ 3.. 3............ 3...........1.......1........1...1... 4......... SENI TEATER 4.................... Tugas Sutradara............. Fungsi Tari ..................................10............................... 4.......5......................................3................................ 3................ Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi....Produksi Tari...............1............................ 3.....5 Pembelajaran Apresiasi Tari .8...... 4.9....... 3.... Beberapa Istilah Dalam Teater ..8............10................. .......................10..... 3........ 4....... 181 182 183 184 187 187 189 190 194 195 197 197 197 212 214 214 216 216 217 219 221 222 228 228 229 230 232 234 236 239 240 241 242 255 256 257 257 258 259 259 260 260 ..........Dasar Pijakan ...... Seni Peran ................................7... 4.... Pembelajaran Kreativitas ..........1..vi 3.. Musical Dance ............1..2..... ............ Struktur Naskah Drama ....... Tari Adat .................... 3.............9.10. 3............................. ....... 4...5... 3......3...2..... 3.........8..6.......3. Pengertian Sutradara ..... 3.......... 3...2......8..........3......1.... ................ Tipe Sutradara................ Tari Sebagai Sarana Hiburan ....... Tari Balet . ................10..........1....11.......6.1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater . 4.......2..... 4.4...... Struktur Dramatik ..... Tari Sebagai Sarana Upacara ... Unsur-unsur Pementasan.......1..

...2................ Aliran-Aliran Dalam Seni Rupa..............4................. Kewirausahaan Dalam Seni Rupa....vii 4....... .....4..... 5.1 Kreasi Teknik Celup Ikat...................7... Tata Pentas..1...........................4....... ..................................1.... .....……………………………………………................2......... ....................4... Seni Kriya Ikat Celup(Tie Dye) ........ Ragam Hias Nusantara.3............3.... Manajemen Produksi Pertunjukan Teater.... 5.................... 5.......................1 Alat dan Bahan Batik.......... Unsur-unsur Seni Rupa.....2...... 5......1 Tahapan Manajemen............................. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………..... ....... 5.... ...6.. BAB VI WIRAUSAHA 6.........5.... ...........................2 Berkreasi Batik... Proses Manajemen Produksi Teater..... 5.. 6...................................7........................3..3........... . Pameran Karya Seni Rupa .... 5.......1.......... SENI RUPA 5...............5...... Pengantar Seni Rupa ....12.............................. ..2............3........ .... 5. ....... 5................... Seni Kriya Batik. .... Wirausaha Penyelengaraan Pameran Seni Rupa.........................8..............2....2. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa ...... Dasar-dasar Seni Rupa ........ 5.. .... ............... 5......... Usaha Kecil .............. 4........... 5.............. ......11........... 5....... Seni Murni. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pemeran Seni Rupa di Sekolah............. .. 5... ....1 Kegunaan Pameran Seni Rupa di Sekolah............... ... 5........ Pengertian dan Fungsi Apresiasi .......... 5............... Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik......... 5.................. 6..............1.4........ 6.......... Penata Musik Film/Sinetron/Kartun. 6.... Desain......... ..... 4....... Teknik Tata Panggung .2.8.........1................ 6...... Apresiasi Karya Seni Rupa ......... Aspek-Aspek Penilaian Dalam Apresiasi Karya Seni .13. BAB V...........6.. Manfaat Pameran Seni Rupa di Sekolah............13...... ..................2.........3.......... Jenis-jenis Pameran................... 5.....................3......................... 5......................4.....1........ 5.......... ... Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya............... 261 263 264 264 288 290 291 295 295 305 310 310 311 317 320 320 320 321 322 323 326 327 331 341 349 350 358 360 364 366 369 371 373 376 GLOSARI …………….. ..7................... 4.4........1..... ......... 5.

Pengembangan Program Materi Pada Bidang Seni Seni Seni Pertunjukan Seni Rupa Kompetensi Seni Pertunjukkan Pelaku Seni Pemain Penari Penulis Naskah Pemandu Jasa Informasi Penyelenggaraan Menyiapkan Jasa Penyelenggaraan Pertunjukkan Tim Kreatif Penyutradaraan Broadcasting Kompetensi Seni Rupa Seniman/Pengrajin Produk Seni Kewirausahaan Menciptakan Lapangan Kerja Menghasilkan Barang dan Jasa .ix PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah. Materi pembelajaran berorientasi untuk mempersiapkan anak didik menuju dunia kerja.

.. 2..........16...V......14............13. 1..9............ Komponis C........10...18...... Gershwin ....... Alat Musik Sampe ...................... Tifa Maluku ... 2..... Komponis Antonio Vivaldi .........16..... Komponis F..... Komponis W...........3............................ Grand Piano .......8.13.. 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 9 15 26 26 32 32 35 35 36 37 37 37 38 38 38 39 39 39 41 Bab II Gambar 2................ Harpsichord................. 1.. Fungsi Seni .....11....... Komponis Johan Sebastian Buch .... 1............ Instrumen Musik.. Ondel-Ondel..... 1..15.. Motif Nusatenggara Timur .....1.. Mendeshon ... 2.... 2............ Komponis L...... Rumah Adat Toraja ...... 1.. 2....... Rumah-Rumah Adat ..... Notasi Rante (Gamelan) .. 1........................................ Perangkat alat Musik Gamelan Joged Bumbung (Grantang) ........ 2.........19..A....14..............5............. Debussy .............. Pakaian Adat Banjar Kalimanta Selatan Perak Kota Gede Yogyakarta ................ Komponis F...... Tari Merak ................ 1..12.2. Komponis J......................... 1..................10............................... Komponis G... 1.. Lembu : Tempat Meletakan Mayat di Bali Bade: Tempat Meletakan Mayat di Bali Gadis Suku Dayak .. Wayang Golek .......2.............. Papan Bilah Nada ...... 2........... Haydn .................9.........8.....7..... ..............11..................... Beethoven ...20.................. 1..... 1........ 1.6...... 2............. 1.. Komponis J...... Tari Tradisional Saman .x DAFTAR GAMBAR SENI MUSIK Bab I Gambar 1........................ 2...17........ Motif Banjar Kalimantan Selatan..................... 1. Motif Toraja .......... Mozart ........... 2................ 2. 2.... Pakaian Adat Kalimantan Timur ....1. 1... 2....... Topeng Cirebon .17...........7....... 1....................3.............. 1.............. 2......... 2..6...... Patane (Rumah Menyimpan Jenazah/ Adat Toraja) ...4..... Komponis Bella Bartok... Brahms Corbis . Chopin ...5..15..4.. 1...... 1..................... 2........11......................

.... 2.............. Alat Musik Sampe Kalimantan Timur................................. 2............................... 2. 2.......................... 2............ 2......22..................... dan Rincik Birama Kecapi Perahu.............. Tanjidor .......48........ 2......... 2....23......19... Alat Musik India .. 2.47......36. Cara Melaras Dawai Sampe ...... 2.......... 2.......... Musik Kacapi Suling..... 2...................45.....39...... Kacapi Rincik.... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Ageng ..................40......... 2.......... 2... Tehyan dan Sukong ....... 2.xi 2........ Gamelan Carabalen . Penampang Resonator dan Dawai Sampe ..............................43................ Wilayah Suara Manusia ............................................... Musik Celempungan.... 2.............................. Artikulasi ....... 2....................35..... 2.................. 2.20................ Samrah ..46................................. Bonang ......21....... 2................32..27......... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Carabalen ......... 2.............30.24.................. Alat Musik Koto ............ Gamelan Gong Gede......... Perangkat Gamelan Ageng ................................. Gender .............................. 42 43 43 43 46 48 48 49 50 51 51 51 54 54 55 57 58 60 62 68 69 70 71 72 73 74 76 77 78 138 138 139 139 140 ....38.....31..41....... Kacapi Kauh/Siter ...... 2........... Musik Afrika .................. Saron ... Gamelan Joged Bumbung (Grantang) Perangkat Gamelan Jawa ........... Keroncong Tugu . Melodi............ 2. 2..........33...................50.37... 2. 2.. 2...... Alat Musik Yunani .......34....................................25........ 2..26... Slentem ...................44.......................................51. 2.....................18.....29.............. Notasi Gambar untuk Pembelajaran Angklung ....... Bagian Tubuh Manusia .......... 2......... Metode Curwen Untuk Pembelajaran Angklung .............. Kongahyan............. Angklung .........49... 2....... 2............28.................. Gambang Kromong ........ 2........42........

. Eksplorasi Gerak...... 3...................... Sikap Kuda-kuda.... Gerak Teknik Sirkile ............. 3.. Pengolahan Ruang Tari dalam Pentas Tari ... Imitasi Gerak Tari Topeng ... Pengolahan Properti ...... 3............... 3................20...... 3........................................... 3........ Tari Perang ................................ Penghayatan Tumpukan Kaki .. Tari Gejolak.............. 3......... Penghayatan Gerak ........ Gerak Sedang ....... Gerak Respons ......... 3............15... Konsep Tradisi Pengembangan..........5........33.. 3. Gerak Tari Terpulout ..... Penghayatan Mata .......31. Gerak Lari Jingkit (Tridik) ...... Konsep Teater Topeng ......19.................... 3.......... Sikap Dasar Tari ............ Gerak Teknik Split. Konsep Tradisi Pengembangan.10............................ Penguasaan Ruang Pentas dan Ruang Gerak..........3.................. 3... Kekuatan Lompatan .. 3.................. Instrumen Iringan Tari (Bonang) .... Tari Panggung Jati .... 3... Tari Tano Doang ...............xii DAFTAR GAMBAR SENI TARI Bab III Gambar 3..30.............35..12......................39.............. 3........ 3...........8.....11..... 3.. Gerak Desain Tertunda........................... 3..........7.............. 162 162 162 163 163 163 163 163 164 170 170 170 170 170 172 172 172 173 173 174 174 175 175 175 176 176 177 177 177 188 188 188 188 188 189 189 190 190 .... Penari Mengolah Ruang ..... 3.37........... 3.14.... 3.....21........4......................... 3......................... 3.......... Pelebaran Ruang Gerak .............. 3...... 3....... Gerak Selit .......26......... 3...... Gerak di Udara...32......................... Gerak Tari Terpulout .................. 3................36.. Gerak Sedang ..24.. 3......34......... 3.. Mengeksplore Gerak Tubuh untuk Ruang Gerak....23...........27..........25..... 3............... 3......... Pelemasan Anggota Gerak Tubuh... Gerak Dalam Memiliki Kesan Dalam ..... 3...6..16................ Imitasi Gerak Tari Topeng .......................... 3........ 3............... 3. 3...........9...................... 3..38.... Gerak Pencak Silat .. Penggunaan Properti .22..........................13.....17........ 3..........28..............................2.18.29.............

................................xiii 3............. Tari Saman ........60.......................................................... Rabot ........54..................................................................... 3.............................45..........75......58................................... 3.... Tari Seudati .. 3........ Quilinte .. 3................................... Bahairan ....................84.................................... 3................................ Cinta Bunda ...... 3........ Tari Pendet (Bali) .......................41..........82.................. Sekapur Sirih ....46.......................... 3................. 3....................................................... 3..... Squestrall .......................57. Topeng Bali ..... 3................. Gagahan .................................................. Tari Rampak dinan Jombang.............. 3..66......... Badaran ..48.......... Teater Topeng ...................68.43........... Tari Kranag .............. 3.................................. Nyi Kembang .......................44.......... Kresno Baladewa ........................49........... Pakarena ............... 3........... Merak .............................71............................ Topeng ...................... 3.....................69.. 3.. Rangguk .64..................... 3. 3...........70....................... Gambyong ..... Sequence ............... Ngelajau ........... 3.... Gimyak Banyumasa.................65........ 3..................................... 3...... 3..........63................................................... Trunajaya ......................73. 3.. 3.............................62......... Tari Barabah .................... 3........... 3........... 3..... 3....... 3........................78............................67.......................85.....79......... Teater Topeng ......72....74.. 3........... 3.... 3....76...........55..... 3..81.... 3............................. Bratasena .............. 3.. Tari Rampak dinan Jombang.... 3..... 3.................... Topeng Rangde ..................... Ngremo .................77.............. Ngremo .......59. Tari Turun Kavih Vhen ................................56.................. Flash Time ..............86................... Merak ......................... Tari Payung ......... Mbya .............. 3............. 3... 3......... 3................61..... Merak ..... Polalak ....80.. Tari Jepang Rebana ... 3.... 3..... 3. Agon Yamuniku .....40...47...... Klono Topeng .............52......50.............. Tebal Gempita .........51............. Topeng .. Gambyong .83...... Warok .42............................................. 3................ 3.. 3.....................53............ 190 191 191 191 192 192 192 193 193 194 194 194 195 195 195 196 196 196 196 196 197 198 198 198 199 199 199 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201 202 202 202 203 203 203 204 204 204 205 .........

..........89.................. Fatamorgana......... 3.... Sekapur Sirih ...... 3....104.... 3......................... Giring-giring .....112............................... 3..................115..................122............... 3........... 3................................................. Mbui Dong Po .................................................... 3........................... 3..... Laninse .................... Time Load .............. 3....108. 3.....................97.................124........... 3...........xiv 3.. 3... Sequence ...................... 3............ 3... Assay .........96.107... 3..... 3. Ranggak.................. Bambu Gila ............................. Hung Myung........119.......................................................... Oleg Tablingan............. Ndaitita ..................... Cinta Bunda ............................................................ 3.... Jipeng Rebana ...........110....................106..92....95.......98.....117................................ Tuan Pamekik ...................................... 3................ 3...116......................91............................. 3.............94.113....................121........... Manuk Rawa .......................... Laninse ..................................... Baris ....... 3....99............ 3......... 3. 3..................114......... 3... 3............................ 3........118.............................................. 3.................................... Abike Aniku .... 3.......... Pamilau .... Ebegan............ 3.. Kalubu ..120......................105..................... 3... 3.................. Squarel....................90.............. 3............ Pamekik ......102........ Abike Aniku ............ 3...........................109................ Pakarena...... 205 205 205 206 206 207 207 207 208 208 208 209 209 209 209 210 210 211 211 211 212 212 213 213 213 214 214 214 214 215 215 215 216 219 219 219 220 220 220 ..........................125.. Kecak .100........... Pakarena...88.................................................. 3......... Manukrawa .......93..........111............................ 3.................................. Squarel............................................................103.................... Sekapur Sirih ............. 3.....101... Trunajaya ..... All Fine ............. Time Load .... Pamilau ......87........ Perang ........123.................. Perang ........... 3.... Giring-giring .......

......... Wayang Golek ............................. 5... 5....................... .................................................................................. Lautan Bernyanyi ......... Raja Mati .........................9.....5.. Kekawen – Kawin ........... 5.... Pramuwisma Stories ........... Orang Baru ........................................... 230 230 231 231 232 233 234 235 236 238 256 257 258 260 262 263 264 265 DAFTAR GAMBAR SENI RUPA Bab V 5.....................................................13..4 Seni Patung.....2.............7............................6 Poster Hasil Design Grafis ........ Kurikulum 2000 ...............................11................... 4. 4......... 4................10 Macam Jenis dan Karakter Garis ......................18................ 4.................. 5. 4...............................................2 Seni Patung.......3 Seni Lukis.......4...........14...................... 5.....................1 Seni Lukis....................... 5......................... 290 290 291 291 292 292 294 293 294 296 .............. 4.. Buruh Tenun.. Ludruk ........ Tabib Gadungan............ 5.............12..... 4........................ 4..10...................... 4........ 4................... Pertunjukan Teater Arja Bali ..................17.......9 Batik Sebagai Seni Kriya ............................ Kekawen Kawin ...........5 Kursi Hasil Design Produksi .8....... 5.......3..6.................15.... 4......... Pelajaran ................................................. Cinta Robot ... 4..........1............................ Pertunjukan “Attac Theatre” ................ 4....8 Design Interior..7 Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern ... Si Gila dari Chailote..... Petang Di Taiwan . 4.......xv DAFTAR GAMBAR SENI TEATER Bab IV Gambar 4................. 4................................ Lawan Catur ............................16................. 4........................... 5................... 4...................

...... .......26 5..............30 5...................... .....48 5........ Pencampuran Air Panas..................... Lukisan Realisme ........................................... .................... Pencelupan ke larutan garam.....................21 5...32 5..... Irama pada Bangku Panjang ......... Klimaks pada Karya ..................... Keseimbangan Warna pada Sebuah Kursi.............46 5. Napthol dan Soda... ... Keserasian Proporsi sebuah Bentuk Trimatra .......... Lukisan Elektisisme........ Karya dari Kriya Batik............................................38 5......................12 5......... Bagian-bagian Canting.........47 5................23 5......... .........54 5.......17 5.........43 5..................................40 5... ........ 296 296 299 299 300 301 302 304 305 305 306 307 307 308 308 309 311 311 312 312 313 314 314 315 315 316 316 317 324 325 325 328 329 331 341 342 342 342 343 343 343 344 344 345 345 346 ............. ................ ........................... Keseimbangan Simetris yang Dinamis..........................52 5............... ................ Lukisan Naturalisme............. ...... Memasukan Warna............ ..... Figuratif................................... Keseimbangan Bentuk dan Warna .........................42 5.14 5........................16 5......................55 5....................... ..... ..... Ruang Positif dan Negatif .......... Membolei.............. Bahan-bahan pewarna....24 5................... ........15 5............................35 5...................31 5............53 5................... ............. Ngrengrengi.............................. Lukisan Dadaisme....................... ................. Kain Ditiriskan.........37 5... .......................... Lukisan Elektisisme.... Lukisan Impresionisme.......13 5......... ..........56 Bentuk 3 Dimensi yang Dinamis ...34 5.... Kontras Warna ............... Contoh Ragam Hias............... Pencelupan............. Lukisan Romantisme.. Contoh Intensitas Warna ...39 5.... Pembentukan motif pada kain.....50 5....27 5.. Hue dalam Lingkaran Warna ..................................... Lukisan Abstrakisme................ .................... Keseimbangan Simetris .....................51 5.... Lukisan Surealisme...19 5............................. ................ Bentuk Non Figuratif(Abstrak).. Tekstur Halus ..... ...................... ............................................. ...29 5.. Lukisan Ekspresionisme..........20 5...................................49 5. ............... Motif Meandur............................ Kain Non Tenun Indonesia.......... Pewarnaan kain dengan kuas........................................................44 5......... Pencelupan sampai warna............... ............. Bentuk yang Diabstraktif ......... ........... ... .... .......................33 5................................................. Larutan ASG + Soda....45 5.........28 5.36 5.............18 5.................41 5.. Lukisan Kubisme...xvi 5.............................. Lukisan Konstruksifisme.............22 5................... .......................... ...11 5.....................25 5....

....................1. Hasil Akhir....1 Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa ....... .......................... 320 ..... Klasifikasi Seni .. 2................................. .................................... .. ... ............3............58 5...... Pencelupan ke dalam malam............................60 5...........2. Belajar Musik Angklung Sistem Nomor ...... 347 350 350 351 351 352 352 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI MUSIK Bab I Tabel Bab II Tabel 1.............. 3.................57 5..... Motif Gerak Tari Berkelompok . Penggunaan Bonang dan Sebutannya di Berbagai Propinsi .. Laras Slendro dan Pelog ............ 3..... Propinsi yang Menggunakan Gamelan ............2.......... DAFTAR TABEL SENI TARI 10 28 52 53 60 Bab III Tabel 3.............. Tabel Hubungan Tari dengan Aktivitas Manusia .. Pencelupan ke larutan garam... Meratakan...................................................3...... 2.................... 2..xvii 5.................. 2...3.... Tabel Gerak Tari Individu.......................1..........1........62 5.........61 5..................... Kain diisi kelereng........ 164 169 217 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI RUPA Bab V Tabel 5........59 5.... Pembukaan ikatan jelujur............. .......................................... .......................63 Pelorodan..........

........ Warna Napthol ..... 6.. Jenis Warna ........... 6...........1 DAFTAR TABEL BAB VI Bab VI Tabel 6.......... Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .......................................... Kisi-Kisi Penilaian Hasil Pertunjukan Struktur Organisasi Grup Teater.....................................3 5. Cabang-cabang Seni Rupa .......... 357 358 360 360 362 366 ............................. Kaitan Faktor-Faktor Karakter Seorang Wirausaha ................ Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .....................6. Perencanaan Pengembangan Seorang Wirausaha .......... 6........xviii Tabel 5.4.......................... 324 335 336 337 289 Bagan 5.. 6..2 5.......5.....................................4 5....2......... 6............3.............................. Warna Indigosol ..................5 Jenis Malam / Lilin ..1...........

Dasar-Dasar Bab 1 .

PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI Pengertian Kebudayaan Pengertian Seni Sifat Dasar Seni Struktur Seni Pengertian Nilai Seni Pengertian Genre (Fungsi Seni) Pengertian Apresiasi Seni Pengertian Ekspresi .

Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan. Ketiga. kreativitas. Koentjoroningrat mengatakan.1. ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Macam-macam Rumah Adat . Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjoroningrat (1986). Pengertian Kebudayaan dan Seni 1. Gambar 1. dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya. sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. yang merupakan bagian dari kebudayaan. yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri. Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda.com. kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. Sumber : Google@RumahAdat. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian. yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat.1. Berdasarkan konteks budaya. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem.1 BAB I DASAR-DASAR 1. Untuk lebih jelas dapat diterangkan apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat.

pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti yang terlihat di gambar berikut ini Grantang.2.2 2.3. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSU Denpasar Gambar 1. Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah. Sampe Kalimantan Tengah Gambar 1. Tifa Maluku .4. alat musik di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya. Tifa dan Sampe. Alat Musik Seperti halnya rumah adat. Gamelan Grantang Bali Sumber : Koleksi Pribadi Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1.

3 3. Tari Merak 4. Gambar berikut adalah Kriya Ragam Hias.6.8.5. seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat. dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu. Tari Saman Aceh Gambar 1. Indonesia juga memiliki keanekaragaman Seni Tari. alat musik.7. Seni Tari Di samping rumah adat. Motif NTT . Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hiasan serta motif-motif tradisional. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar : 1. Motif Banjar Kalsel Gambar : 1. dan kayu. dibuat di atas media kain. Sumber : Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Kriya Ragam Hias Selain kaya akan keanekaragaman musik dan tarian tradisi.

kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki. Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang. seni teater. seni tari.10. Motif Toraja 5. Properti Kesenian Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik.9. Topeng Cirebon 6.com Gambar : 1.11. Gambar berikut adalah pakaian daerah Kalimantan . Wayang Golek Gambar 1. sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung.sukutoraja.wikipedia. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.4 Sumber : Google. Pakaian Daerah Setiap propinsi memiliki kesenian.

14. Souvenir Perak Kota Gede Yogyakarta Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel-ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Benda Seni Kaya dan kreatif adalah sebutan yang sesuai untuk bangsa kita.13. nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putri Kediri dapat . Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta. Pakaian Banjar Kalsel 7.5 Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata.12. karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya. Pakaian Adat Kutai Kaltim Sumber : Majalah Dekranas Gambar 1.

6 diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh. Tana Toraja. Rumah Adat Toraja . kebiasaan perempuan suku Dayak di Kalimantan yang senang menggunakan anting yang panjang. Ada juga versi lain kata Toraya. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja. Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. dan kata Tana berarti negeri. artinya orang orang besar. berat dan banyak. bangsawan. Indonesia. artinya orang yang berdiam di sebelah barat.com Gambar 1. upacara ngaben (pembakaran mayat) di Bali. “Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari”. sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. sistem kekerabatan dan sistem kemasyarakatan. Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (Etnis Toraja). sedangkan orang Luwu menyebutnya To Riajang. Contoh beberapa kebudayaan yang memiliki daya tarik yang tinggi bagi turis mancanegara dan turis lokal antara lain. artinya “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”. adat istiadat di Tana Toraja. mata pencaharian. arti harfiahnya.15. Sulawesi Selatan Sumber : Google. agama. Berikut diuraikan contoh adat istiadat atau sistem kemasyarakatan di Tana Toraja yang meliputi : 8. Adat Istiadat 1. Di wilayah Tana Toraja juga digelar “Tondok Lili’na Lapongan Bulan Tana Matari’ollo”. adat istiadat. makanan khas.wikipedia@Toraja. Raya = Maraya (besar). juga merupakan bagian dari kebudayaan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. To = Tau (orang). selain hal-hal tersebut.

Di dalam “Panca Yadnya”. 24 buah sedang. Sumber : Google@Rumah Adat. mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung. upacara ini termasuk dalam “Pitra Yadnya”. Ukuran batu ini mempunyai nilai adat yang sama.pembakaran Jenasah di Bali Ngaben adalah upacara pembakaran mayat.16. Pa’tane 2. sekitar akhir Juni atau Juli.com Gambar 1. atau di dalam lubang. khususnya oleh mereka yang beragama Hindu. perbedaan tersebut hanyalah faktor perbedaan situasi dan kondisi pada saat pembuatan/pengambilan batu. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan 100 buah “batu”. dan 54 buah kecil. menyimpan jenazah pada tebing/liang gua. dalam Bahasa Toraja disebut Simbuang Batu. mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan. Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di “Tongkanan“ untuk beberapa waktu. atau dibawahnya. Adat masyarakat Toraja antara lain. dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Peti mati yang digunakan dalam pemakaman dipahat menyerupai hewan (Erong). Setelah upacara. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. Sebanyak 102 bilah batu yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar. musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen. Ngaben .7 Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut “Rambu Tuka”. yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur . atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane). Biasanya. Simbuang Batu hanya diadakan bila pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya diadakan dalam tingkat “Rapasan Sapurandanan” (kerbau yang dipotong sekurangkurangnya 24 ekor). paling lambat September.

Di depan "Bade" terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. Lembu Gambar 1.8 Makna upacara Ngaben pada intinya adalah. sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya.18.com Sumber : Google wiki pedia Q. Idep. dan setelah meninggal Bayu. Idep itu dikembalikan ke Brahma. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu. "Bade dan Lembu" ini adalah. tidak ada isak tangis. kertas warnawarni dan bahan lainnya. dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat "Bade dan Lembu" yang sangat megah terbuat dari kayu. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak.17.com Gambar 1. untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Upacara Ngaben diawali dengan upacara-upacara dan doa mantra dari Ida Pedanda. Sabda. diiringi dengan "gamelan". dan "Bade" akan diputar sebanyak 3 kali. Sabda. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana antara 15 juta sampai 20 juta rupiah. . Wisnu. tempat meletakkan mayat Sumber : Google wiki pedia @ Ngaben. Siwa. kemudian "Lembu" dibakar sampai menjadi abu yang kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. Bade Kemudian "Bade" diusung beramai-ramai ke tempat upacara Ngaben. karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal. Di setiap pertigaan atau perempatan.Ngabe. kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya.

perkawinan dan kematian ataupun acara-acara ritus serupa selalu ada unsur musik. dapat disimpulkan yang disebut dengan kebudayaan adalah pikiran. tari. Kegiatan adat budaya ini dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang dan masih terus berlangsung sampai saat ini.com Gambar 1. sastra. Manifestasi dari aktivitas kehidupan budaya masyarakat merupakan miniatur yang mencerminkan kehidupan sosial yang luhur. gambaran identitas budaya setempat. karya. menurut kepercayaan mereka. Kegiatan-kegiatan adat budaya ini disebut Pesta Budaya. teknologi dan rangkaian tindakan suatu kelompok masyarakat. semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik. gambaran wajah apresiasi keseniannya. Berbicara tentang apresiasi seni. seni rupa. . Gadis Suku Dayak Kegiatan-kegiatan adat budaya ini selalu dikaitkan dengan kejadian penting dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping. sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar kuping daung daun telinga. sehingga seni menjadi perekam dan penyambung sejarah. Berbagai kegiatan adat budaya ini juga mengambil bentuk kegiatan-kegiatan seni yang berkaitan dengan proses inisiasi perorangan seperti kelahiran. Sumber : Google Wki Pedia @ suku Dayak. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga.9 3. Suku Dayak Sejak abad ke 17. kita ketahui terlebih dahulu yang disebut seni dan klasifikasinya. Jadi.19. dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat.

2. demikian juga dikemukakan oleh sastrawan Rusia terkemuka Leo Tolstoy mengatakan bahwa. Tabel 1. seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya. Aristoteles mengemukakan bahwa.10 1. Pengertian Seni Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi. Ungkapan seni menurut Erich Kahler. seni pertunjukan. dan seni sastra. selanjutnya dikatakan oleh Akhdiat K. Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa. menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”. Mihardja. seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. Klasifikasi Seni Seni Seni Rupa * Seni murni * Seni terapan * Design * Kriya Seni Pertunjukan * Seni musik * Seni teater * Seni tari * Film Sinematographi * Pantomim Seni Sastra * Prosa * Puisi . Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah indah.1. yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.

Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati. (1) lagu Indonesia Raya karangan WR. (2) Di banyak negara di dunia seperti Belanda. Sebagai contoh. Sebagai contoh. Sudjojono dan Affandi sampai saat ini masih diapresiasi oleh masyarakat dan sangat diminati oleh para kolektor lukisan walaupun beliau telah wafat e. Ciri pertama adalah sifat kreatif dari seni. Ade. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dari lagu ciptaan Ebiet G. Cina. c. Sebagai contoh. 1976:41-46). Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. Ciri keempat adalah keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. (1) desain mode pakaian terus berkembang sesuai trend-mode yang selalu berubnah dari waktu ke waktu dan banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat metropolitan. Inggris. d. Jepang. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Subyektif dan individual. Indonesia dan sebagainya dijumpai produk keramik dalam berbagai bentuk dan fungsinya. (2) Karya-karya lukis S. b. . Ciri ketiga adalah seni memiliki nilai ekspresi atau perasaan. (2) Lukisan Lucia hartini yang bercorak Surrealisme menampilkan kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal. Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat walaupun beliau telah wafat. disimpulkan bahwa seni memiliki sekurang-kurangnya 5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (Gie. Uraian mengenai sifat dasar seni adalah sebagai berikut: a. (1) lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar.11 1. Ciri kelima adalah semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. Ciri kedua adalah sifat individualitas dari seni. Sifat Dasar Seni Berdasarkan hasil telaah terhadap teori-teori seni. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. Sebagai contoh. memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya.3.

seni musik mempunyai dimensi waktu. kayu. dan seni rupa memiliki dimensi ruang. sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang merefleksikan pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu. alam kebendaan. Pada seni rupa mediumnya adalah objek estetik dua dimensi (lukisan cat air. Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. Menurut Soedarso SP (1987:79). begitu pula seni memiliki dimensi. Bidang seni teater adalah gerak. ukiran kayu). Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. Pokok soal dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan. yakni berupa: objek alam. Namun tidak semua karya memiliki tema melainkan kritik. cukil. seni tari memiliki dimensi gerak. bidang dan warna. objek estetik tita dimensi (patu batu. gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. dan lain-lain). kalau seni tari mempergunakan medium gerak. seni musik mempergunakan medium bunyi (nada).12 1. sastra memiliki bahasa verbal. Kalau seni dapat dianggap sebagai bahasa maka setiap cabang seni memiliki bahasa tersendiri. b. wirasa dan wiraga. Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis. Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya. Tana medium tak ada karya seni. bentuk. Semua jenis seni mempergunakan medium. seni lukis mempergunakan garis. Bidang seni musik adalah irama dan melodi. Struktur Seni The Liang Gie (1976-70) menjelaskan bahwa dalam semua jenis kesenian terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a. . seni rupa memiliki bahasa plastis. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. seni teater mempergunakan semua itu oleh sebab itu teater dikatakan seni yang mempergunakan multimedia. seni tari memiliki bahasa kinetis. seni lukis memiliki bahasa visual. suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori. bidang dan tekstur. suara dan lakon. seni musik bahasa audio. warna. relief logam. etsa.4. c. seni sastra mempergunakan keta-keta sebagai medium. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. kalau seni sastra menggunakan kataa sebagai medium. d. Bidang seni tari adalah wirama.

b. Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia (Purwadarminto. 1976:667). Ragam Nilai Seni Peran keindahan selalu terkait dengan kehidupan sosial budaya manusia sehari-hari. sesuatu yang menyentuh perasaan. ajakan. b) keindhaan dalam arti estetis murni.13 1. menata interior/eksterior. kepuasan. masing-masing mempunyai pengertian sebagai berikut : a. 3) nilai kehidupan. 2) nilai pengetahuan. dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni. keindahan alam. Pengertian Nilai Seni Secara umum kata “nilai” diartikan sebagai harga. c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Manusia memerlukan keindahan karena memberikan kesenangan. Karya seni dapat memberikan perasaan terkejut. Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudian diekspresikan daam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni). menikmati keindahan musik dan sebagainya. baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. “nilai” diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). namun tetap memberikan nilai-nilai yang diperlukan manusia. pencerahan. Namun dalam perkembangannya. keindahan positif tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. Menurut Koentjaraningrat. pemikiran. kadar. keadilan. Nilai keindahan dapat pula disebut nilai estetis. b) keindahan dalam arti estetis murni. Perasaan keindahan diperoleh dari alam dan benda atau karya seni. Dalam estetika. yakni: a) keindahan dalam arti luas (keindahan seni. Menurut The Liang Gie jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan.5. seperti perenungan. keindahan moral dan keindahan intelektual). “nilai” berarti suatu ide yang paling baik. dan lain sebagainya. berbusana. merupakan salah satu persoalan estetis yang menurut cakupan pengertiannya dapat dibedakan menurut luasnya pengertian. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan pada prinsipnya mengkaji tentang hakikat keindahan dan kriteria keindahan yang terdapat di alam. Dalam kecenderungan perkembangan seni dewasa ini. karya seni dicptakan tidak selalu untuk menyenangkan perasaan manusia. penyadaran. misalnya: dalam arsitektur rumah tinggal. dalam karya seni dan benda-benda lainnya. yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku. keindahan. mengapresiasi cinta. mutu atau kualitas. Sebagai .

“Ugliness” dalam karya seni termasuk nilai estetis yang negatif. Sal Murgiyanto aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah. Tuhan.6. ungkapan bakti kepada Dewa. Media musik bunyi. Jadi sesungguhnya dalam karya seni terdapat nilai estetis yang positif dan negatif. sesuatu karya harus indah. 1. 1976:40). media tari adalah gerak.L. Pengertian Ekspresi Ekspresi adalah proses ungkapan emosi atau perasaan di dalam proses penciptaan karya seni. Sebuah pertunjukan dapat dilakukan sebagai sebuah persembahan/doa/puji kepada arwah leluhur.14 seniman beranggapan lebih penting menggoncang publik dengna nilai estetis legatif (ugliness) daripada menyenangkan atau memuaskan mereka (T. Gie. media seni rupa adalah garis. pameran fotografi Anjasmara dan Isabele Yahya yang bertemakan Adam dan Hawa yang dinilai sebagai kesenian yang bernilai estetis negatif. . Pandangan ini juga didukung oleh Liang Gie Bapak Estetika seni (1964) yang menyatakan bahwa. kesenian ritual dan kesenian hiburan komersial. oleh karena itu. Fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. atau penguasa semesta alam. proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media. media teaer adalah gerak. untuk meneguhkan identitas atau menguatkan nilai-nilai yang diyakini seseorang atau sekelompok orang.7. fungsi atau tujuan sebuah pertunjukan. Dapat juga dilakukan untuk menghibur diri pelakunya dan atau orang lain. 1. suara dan lakon. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah. ciri pokok seni adalah ekspresi. penilaian terhadap karya seni harus dilakukan berdasarkan ukuran perasaan estetis dan nilai-nilai. Sal Murgiyanto (2004) mengatakan. Pengertian Genre (Jenis/Fungsi) Seni Menurut kritikus tari terkenal di Indonesia. Kriteria klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan jenis kesenian. Contoh. dan bagi kenikmatan ragawi (pleasure) pelaku dan penontonnya. Fenomena semacam ini akan kita jumpai pada karya-karya seni primitir atau karya seni lainnya yang tidak mementingkan keidahan tampilan visual namun lebih mementingkan makna simboliknya. bidang dan warna.

Fungsi Ritual Suatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran. Fungsi Komunikasi Suatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui media seni tertentu seperti. wayang kulit. Hiburan Idealisme Artistik Kesenimanan Pendidik Ritual FUNGSI Forum Dialog Terapi (Kesehatan) Sumber : Endo Suanda Guna Gambar 1. komunikasi.15 Fungsi Seni Fungsi-fungsi seni terdiri atas fungsi ritual. Angklung. pendidikan. dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan. hiburan. Berikut diuraikan tentang fungsi-fungsi seni. Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama. . Monggang. kerjasama. Macam-macam Fungsi Seni Bagaimana kita dapat mengidentifikasikan sebuah karya seni khususnya kesenian tradisi berdasarkan fungsi-fungsinya. artistik dan fungsi guna. kematian. wayang orang dan seni teater. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang. Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial. Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. ataupun pernikahan. dan Ageng. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek. dan disiplin. dan Gambang.20.

jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. misalnya terdapat pada musik kontemporer. Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial. dan lain-lain. dan seni rupa kontemporer. hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik. karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan. gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian. tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung. tari kontemporer. sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan. Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran. sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan. Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni.16 Fungsi Hiburan Seni yang berfungsi sebagai hiburan. kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain. . Seperti yang telah dikatakan Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya. Contoh : Kriya. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme.

17

1.8. Pengertian Apresiasi Seni
Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya. Kegiatan apresiasi meliputi : a. Persepsi Kegiatan ini mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni. b. Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni. c. Pengertian Pada tingkat ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. d. Analisis Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi. e. Penilaian Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif. f. Apresiasi Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal; value ( nilai ), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Sejalan dengan rumusan di atas S.E. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian,

18
penghargaan, kepekaan untuk mencermati kelebihan dan kekurangan terhadap karya. Menurut Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1). pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). pendekatan problematik. Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahasan kajian dalam mengapresiasi seni pada tingkatan awal dengan pendekatan aplikatif adalah sebagai berikut: Seni Musik Klasik Ciri khas musiknya Bentuk musik dari zamannya Struktur musiknya Gaya musiknya Seni Musik Tradisi Ciri-ciri khas musiknya : Laras Pola tabuhan Instrumen yang dimainkan Struktur musiknya Gaya musiknya

Fungsi seni Ekspresif (nilai-nilai keindahan) Makna / pesan yang terkandung Seni Tari Kreatif Mencermati identifikasi gerak Mencermati keharmonisan gerak dan musik Mencermati kreativitas gerak Mencermati kemampuan wiraga / kelenturan Mengidentifikasi jenis tari berdasarkan garapan Mengidentifikasi tari berdasarkan orientasi Mengidentifikasi berdasarkan fungsinya

19

Seni Teater Mengidentifikasi perbedaan teater dan film Mengidentifikasi keberhasilan suatu pementasan Mengidentifikasi nada ucapan dan makna dalam dialog Mengidentifikasi plot lakon Seni Rupa Makna Gaya Material Elemen Estetika

20 TES FORMATIF BAB I Pilihlah jawaban yang tepat 1. Manakah pernyataan yang benar a. Seni berbeda dengan kebudayaan b. Seni sebagian dari kebudayaan c. Seni adalah kebudayaan d. Seni adalah wujud kebudayaan 2. Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan : a. Genre b. Esetika c. Apresiasi d. Ekspresi 3. Salah satu sifat dasar seni adalah .... a. Indah b. Kreatif c. Style d. Makna 4. Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks .... a. Klasifikasi seni b. Karya seni c. Nilai seni d. Sifat seni 5. Nilai estetis yang negatif yang tidak mementingkan keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan .... a. Keindahan b. Orisinalitas c. Makna simbolik d. Kreativitas 6. Medium pada seni rupa a. Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal

21

7. Medium pada seni musik .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 8. Medium pada seni tari .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 9. Relief patung adalah karya seni rupa berdimensi... a. Dua dimensi b. Tiga dimensi c. Multi dimensi d. Multi media 10. Seni musik, seni tari dan seni teater adalah bentuk seni yang diklasifikasikan sebagi seni a. Seni pertunjukan b. Bahasa seni c. Ragam seni d. Sifat seni Jawablah dengan penjelasan yang bermakna 1. Apa yang disebut kebudayaan ? 2. Apa yang dapat dikaji seni ? 3. Ada dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebutkan dan jelaskan ! 4. Apa saja cabang-cabang seni ? 5. Sebutkan media dari seni musik, seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Seni Musik
Mengapresiasikan Karya Seni Musik

Bab 2

APRESIASI
Pengertian Musik KLasifikasi Instrumen Sistem Nada Musik Klasik Musik Tradisi Indonesia Musik Non Western

EKSPRESI
Vokal Tangga Nada Memainkan Keyboard Teknik Memainkan Gambang Kromong Teknik Memainkan Gamelan Teknik Memainkan Kacapi

bentuk atau struktur lagu dan ekspresi. melodi. Pengertian Musik Musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya. gitar. Contoh gambar di bawah ini : Gambar 2. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel : Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. saxsophone Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagi penyebab bunyi. Contoh: recorder. harmoni. Mengapresiasi Karya Seni Musik 2. Instrumen Musik . melalui unsur-unsur musik yaitu irama. conga. cabaza. Contoh : piano. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik. mandolin. marakas Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi. Contoh : gendang. drum Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi. Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada.24 Bu BAB II SENI MUSIK 2. Contoh keyboard. seruling.1.1. Contoh triangle.

2. nada-nada ini disebut Tetrachord 2. yang sampai saat ini dipergunakan. Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½. nada-nada tersebut ialah : Tetrachord 1 Tetrachord 2 Nada-nada kemudian dikembangkan. TANGGA NADA MAYOR (asal dari tangganada Lydis) Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut : . Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord.1. awalnya nada-nada ini dimainkan pada instrumen Lyra. nada-nada tersebut adalah : Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada. Sistem Nada 2. awalnya hanya mempunyai 4 nada. 7 nada ini yang disebut dengan tangganada Lydis. Nada dalam tangga nada Diatonis.25 2.2.Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis Berawal dari bangsa Yunani (sebelum 1100 SM) Terpander adalah orang yang mengembangkan susunan nada semula 4 nada dan Polynertus (700 SM) orang yang menggunakan system 7 nada. yang disebut dengan Tetrachord 1.

2. yakni lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendah suatu nada berupa angka atau lambang lainnya. Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan. kemudian diserahkan kepada adiknya Wreksodiningrat. karena dia tidak bisa menabuh gamelan maka diserahkan pada Sudiradraka (Guna Sentika) lalu oleh Sudiradraka diserahkan ke Kepatihan yaitu kepada Sasradiningrat IV. titilaras memegang peranan yang penting dan praktis. Notasinya disebut notasi kepatihan yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Jaya Sudirga atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910. Notasi Rante Sumber : Demang Kartini. cuplikan melodi lagu Ladiang Wilujeng bagian umpak . Notasi Pentatonik Sistem notasi yang dipakai dalam gamelan Jawa adalah notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada. Dalam seni musik Karawitan. Sebelum muncul notasi angka Demang Kartini telah menciptakan notasi rante. Penanggul yaitu nada 1 Gulu yaitu nada 2 Dhada yaitu nada 3 Pelog yaitu nada 4 Lima yaitu nada 5 Nem yaitu nada 6 Barang yaitu nada 7 : siji dibaca ji : loro dibaca ro : telu dibaca lu : papat dibaca pat : lima dibaca mo : enem dibaca nem : pitu dibaca pi Gambar 2. Kemudian Wreksodiningrat punya ide yaitu memberi angka pada bilah saron karena untuk pembelajaran menabuh gamelan dan memindahkan notasi rante agar mudah dibaca pada tahun 1890. mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi. Macam-macam nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut.26 2.2. sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat.2. Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli) Bu Titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut notasi.

2. dang. Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis.M Haryo Wreksadiningrat di Keraton Surakarta. huruf. merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring. sedih atau romantis. Dan dalam bahasa Indonesia titilaras berarti tangganada. Laras Slendro. sendu. ringan. b. secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah. Oleh karena itu banyak adegan rindu. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang. adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). Laras Pelog. Titilaras kepatihan. deng. dung. . Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang. yaitu sendu. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras. adegan marah. notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada. keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan. angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu. kematian. perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. tetapi juga Titilaras yang ada antara lain : 1. istilah titi dapat diartikan sebagai angka. secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang. atau tangga nada. dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R. gembira dan terasa lebih ramai.27 Laras Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras. Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring. agung. tanda. ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi kesan gembira. yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu: a. tulis. adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya. ringan dan semarak. Titilaras ding-dong. sedih. dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang : /dong. percintaan kangen. Laras ini mempunyai 2 macam. Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya.

mi.M. Degung seperti : mi. re . nada-nada yang dihasilkan dari instrumen gamelan mempunyai perbedaan antara satu perangkat gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya tetapi jika nada-nada pada instrumen gamelan dimainkan nada yang terdengar pada laras : Pelog seperti : do. fa. Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan Stroboccon dan melograph tidak sama tinggi nadanya. mi. do. tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama. sol. Laras Slendro dan Pelog Notasi Barat (Diatonis) mempunyai jarak 1 dan ½. tetapi pada gamelan laras pelog. Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna. sebagai contoh walaupun sama-sama terdengar do. Titilaras berwujud angka 1 2 3 4 5 6 7 I sebagai pengganti nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari. si. do. setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras. sol. la. Titilaras daminatilada. sol. fa. mi Slendro seperti : re. Tinggi rendah nada titilaras bagi laras slendro dan pelog berbeda. yakni titilaras ciptaan R. namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji. do. Perbedaan antara laras slendro dan pelog dapat dilihat pada tabel 2 Nada pada laras slendro dan pelog dapat kita lihat : Slendro Barang 1 Gulu/jangga 2 Dada/tengah 3 Lima 5 Nem 6 Pelog Nem Panunggul (Bem) Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem 1 2 3 5 6 Barang Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem Pelog Barang 1 2 3 5 6 Tabel 2. Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916).28 Bu 3. si.

Musik tradisi banyak mengalami evolusi. sejenis suara (1 suara) . musik klasik adalah musik yang serius. sebagai contoh fungsi angklung.3. * Raras Pelog ialah : do 200 re 200 mi 100 fa 200 sol 200 la 200 si 100 do' Murdararasnya atau raras-pokoknya ialah : do 400 mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'. Jadi raras degung itu ialah modus Doris dari musik Yunani tanpa raras re dan raras la. Abad 20 2. Zaman Pertengahan 2. Zaman Romantik 7.3. Zaman Renaisance 3. berkesan formal.1 Periode musik klasik 1. * Raras Degung ialah : mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'400 mi'. Scholes mempertegas bahwa. Jadi raras Pelog itu ialah modus mayor tanpa re dan la.1. musik klasik adalah hasil karya seni yang telah terbukti abadi. Zaman Rokoko (pra Klasik) 5. sedang ra ra s re d a n a p a la gi r aras la dijadikan raras-perhiasan (uparenggararas). sedang raras re dan raras la hanyalah bertugas sebagai raras-perhiasan saja. musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII. Karakter Musik Klasik Menurut Ammer. namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa. mempunyai aturan. namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. musik klasik digunakan sebagai label bagi musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan. setiap bagian harus dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail. Machjar Angga Koesoemadinata dengan Musicoloog Jaap Kunst selama 50 tahun (1916-1966) tentang tinggi nada laras pentatonik.3. yang dimaksud adalah musik klasik tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya. paduan suara. 2. Zaman Klasik 6. dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah.1 Pertengahan 1300 Gregorion Chant : Acapela Organum : Tradisional 1500 The Notre Dame Mass : Monofonik. musik klasik adalah musik yang anggun. Zaman Barok 4. Musik Klasik Christine Ammer berpendapat. Musik gamelan pun dahulu hanya dimainkan dalam keraton sebagai sahnya upacara.29 Hasil penelitian dari R. Ditekankan lagi oleh Rieman. 2.

Munculnya ornamen (not hias) Mempelopori dinamik yang berangsur-angsur dari lembut sekali sampai lembutnya sedang yang disimbolkan (ppp – mp) Lahirnya opera dan orkestra.Antonio vivaldi . bukan sebagai pengiring. Choral music yang bertipe 4. harpsichord atau orgel pipa.2. komposisi Bach bertekstur polyfonik.5. Pope Marcellus Mass Thomas Morley Instrumen Andrea Gabrieli: Karyanya Ricercar in Twelth Mode 2. Zaman Barok (1600 – 1750) Karakteristik musik Bas Kontinuo adalah suatu ciri khas musik Barok pada awal sampai akhir masa itu. Yang dimaksud tesktur adalah rajutan musikal atau cara menjalin alur melodi yang terbagi monofonik. Zaman Renaisance (1450 – 1600) Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen.30 Bu 2. Bas merupakan dasar dari semua akor. Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. kontinuo lengkap dengan bas berangka.3. lebih dari satu suara maksimal 2 atau 3 suara untuk instrumen dan vokal untuk solo performance.6 suara Polyphonic (banyak suara) contohnya menyanyi dalam kelompok dengan melodi beragam dalam satu kesatuan Texturenya Homophonic dengan rentetan akor Wilayah nada lebih dari 4 oktaf Musik Ibadah : Josquin des Prez (vokal) Kemudian dibakukan Molet Komonis : Palestina. Teknik untuk membuat polifonik disebut Kontrapung.1. sehingga komposer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu.1. . polifonik dan homofonik. suara bas dimainkan dengan alat musik melodik. Ciri khas musik “renaissance” adalah.3. contohnya canon dan fuga (bersahut-sahutan dan suara imitasi). suara-suara yang terpenting dalam musik Barok adalah sopran dan bas. Komposisi Bach yang bertekstur polifonik artinya adalah masingmasing suara gerakan melodinya mandiri. seperti viol atau cello dengan akor-akor. Komponis : .George Frideric Handel Musik Bach Musik Bach adalah paling unik.Johan Sebastian Bach .3. bas atau iringan disuarakan oleh instrumen harpa. Tekstur musiknya yang polifonik harmonik.

4. Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa.S. Bach: . suara 3 kembali dalam Tonika.1. terdiri dari suara pokok dalam Tonika.3.31 Canon : Komposisi vokal ataupun instrumen yang suara imitasinya dalam Tonika.Opera Claudio Monteverdi Orteo . tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi.Karyanya Brandenburg Concerto No. Zaman Rokoko (Pra Klasik) Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rokoko : Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas. contoh sebagai berikut : J.Sonata Barok Vivaldi : The Four Season Suara pokok Suara imitasi Fuga : Komposisi untuk instrumen. 2. hanya pada Fuga. suara imitasi dalam Dominan. . dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase-frase sepanjang 6 birama dengan banyak kadens. 1-6 . Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens.

Teksturnya homofonik. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo. 2. .3.3. bentuknya sama dengan Sonata hanya simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet. sinkop. sedangkan simfoni adalah sonata untuk orkestra.4. Berakhirnya komposisi bas continue. kemudian berubah menjadi komposisi yang sulit pada bagian berikutnya. Antonio Vivaldi Gb. Johan Sebastian Bach 2. Vienna adalah penyelenggara kegiatan musik yang berorientasi komersial. Karakteristik gaya musik klasik : Kontras di tema. Zaman Klasik (1750 – 1820) Komposisi instrumen periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter. trio dan scherzo. Dinamik : munculnya crescendo dan decresendo. Vienna Vienna adalah pusat tempat kegiatan musik Eropa sepanjang zaman periode klasik. penggunaan tanda istirahat. perubahan not panjang ke not pendek. kontras pada ritme misal dari melodi dan iringan sederhana. tetapi untuk permainan solo. ungkapan ekspresi begitu pula pada pola ritme.32 KOMPONIS ZAMAN BAROK Bu Sumber : An Appreciation Music Sumber : An Appreciation Music Gb. 2. perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur-angsur keras kemudian melambat lagi ataupun dari keras tiba-tiba menjadi lembut. komposisinya bukan untuk sebagai pengiring.1.5. Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni.

masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut : Sonata Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian. tema ke II. Tema penutup. Slow movement 3. Dance related movement 4. kuat eksposisi terbagi atas tema pokok. satu kesatuan yang utuh. .Eksposisi . berfungsi untuk mengatur perubahan tangganada (modulasi) jika gerakan berada dalam tangganada Mayor maka tangganada kontras ada pada dominan. lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa. bridge. Sonata terbagi atas 4 bagian yakni : . lambat dan kembali ke tempo cepat. bernuansa lebih liris (ekspresif) dan berisi nyanyian yang bersifat melodis. kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. Tema II. tema pokok dimainkan dalam tonik. memiliki 1 atau beberapa tema dapat pula mengacu pada tema ke II yang berfungsi untuk menutup bagian eksposisi.Coda Bagian Eksposisi Yang dimaksud eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat. Fast movement 2. Jembatan. yang dimaksud tema pokok. adalah memuat pola ritmis dan melodis yang dikenal dengan motif.Pengembangan .Rekapitulasi .33 Bentuk Komposisi Musik Klasik Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh. dan tema penutup. Bentuk Musik Klasik 1. jika gerakan berada dalam tangganada Minor maka tangganada kontras ada pada relatifnya.

coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian. apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor. kemudian pada tahun 1775. Rekapitulasi Merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi. Jika digambarkan gerakan komposisi bentuk karya musik sonata adalah : Eksposisi (tema pokok) Pengembangan Rekapitulasi (pengembangan tema pokok) Penutup (koda) Komponisnya yang terkenal antara lain : W. Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata.A. umumnya menggunakan coda sebagai penutup.34 Pengembangan Bu Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif. tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu. dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika. . bagian ini biasanya diawali dengan dominan. rangkaian lagu tersebut disebut Atonal. Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras. lahirlah Piano seperti yang kita kenal saat ini. Mozart Beethoven J. Haydn Instrumen Piano muncul pada zaman Klasik. Piano Pada zaman sebelumnya(zaman pra klasik) sebelum menjadi Piano cikal bakal bentuk instrumennya adalah Harpsichord.

Grand Piano Piano penting di pelajari karena merupakan induk dari semua Instrumen 1. sehingga nada menjadi suatu yang nyata.5. Bartolomeo Christofori cikal bakal menciptakan (Harpsichord) sebelum menjadi piano. dari musik diatonis. 3. Piano dalam ukuran yang standard memliki 88 bilah nada 52 putih dan 32 hitam yang tersusun rapih dalam suatu papan nada dengan wilayah nada yang menjangkaui 7 ¼ oktaf. bilah nada masih terbuat dari kayu. 2.35 Zaman klasik sebagai zaman yang mewakili periode pembabakan musik klasik dikarenakan musiknya yang unik. dan jangkauan oktafnya belum luas. yang mempunyai bilah nada bertingkat. kita dapat bermain musik secara menampilkan melodi. Susunan papan bilah nada. Dengan piano.6. utuh. sehingga piano merupakan musik yang mutlak harus dikuasai oleh setiap guru yang bertugas sebagai pendidik musik. dengan . Tahun 1707. mengalami kemajuan pesat dari karya-karyanya yang menjadi dasar perkembangan periode musik selanjutnya. Hal ini tidak dapat ditampilkan pada alat musik lain. Sumber : Buku An Appreciation Music Gambar 2. irama dan harmoni sekaligus. menegaskan struktur musik yang jelas. suatu jangkauan yang tidak dapat dicapai oleh alat musik manapun juga. merupakan susunan yang paling sederhana sebagai alat visual. Harpsichord Sumber : Buku Pono Banoe Gambar 2.

diatur lemah lembutnya melalui sentuhan jari serta pengaturan pedal kaki. Sumber : Buku Beyer Gambar 2.7. Dalam memproduksi suara menurut dinamika yang dituntut. 5.36 Bu 4. Papan Bilah Nada . Dapat dipergunakan untuk menjelaskan semua teori musik dengan mudah dan nyata.

Mozart Sumber : An Apreciation Music Gb.A.6. J. triangle dan harpa. nada dimainkan lembut sekali yang dilambangkan pp. W. Haydn Simfoni No. Zaman Romantik (1820 – 1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme . pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal.3. L.37 KOMPONIS ZAMAN KLASIK Sumber : An Apreciation Music Gb. yang terkenal yang bernomor ganjil 2. 40 in G minor K 550 J. Piano merupakan pentatonik terfavorit pada zaman pentatonik dan mulai menjadi musik keluarga Ciri khas musiknya Chromatik Dinamik yang ekstrim ff x pp ff artinya nada dimainkan keras sekali. Beethoven Opera Mozart Dun Giovanni W. 2. 2. lebih universal. V. 103 in Es Mayor (Drum Roll) LV. kemudian pp. Haydn Sumber : An Apreciation Music Gb. A.1. 2.9.10.8. Mozart : Simfoni No. . Beethoven : 9 simfoni.

2. 1-4 Impresionisme C Debussy : Prelude to The Afternoon of a Faun Maurice Rafel : Bolero . 8 unvinished in b minor Franst List : Concerto No. 2.13. Brahms. Debussy gaya musiknya memadu modus gereja dan pentatonik musik Jawa.11.12. Tchaikovsky karyanya karyanya Piano Concerto No. J. MENDELSSOHN Romantik (Awal Romantik) Schubert : Simfoni No. Claude Debussy : karya-karyanya adalah Atonal yakni akhir lagu tidak kembali ke tonik. F.I. 1 Piano dan orkestra in Es Mayor (Akhir Romantik) P. 1 in Bes mayor J. sehingga mengadopsi musik Jawa ke dalam karya musiknya.38 Bu Accelerando ritardando Kebebasan tempo dapat diatur oleh sipemain sendiri. 2. Debussy pernah menyaksikan permainan gamelan Jawa. KOMPONIS ZAMAN ROMANTIK Gambar : An Apreciation Music Gb. CHOPIN Gambar : An Apreciation Music Gb. F. Simfoni No. guna penyajian ekspresi. BRAHMS CORBIS Gambar : An Apreciation Music Gb.

1. Awal Abad 20 Ekspresionisme Arnold Schoeberg : Five Pieces for Orchestra op. C.16. Poliritmik : Ritme yang kontras.14.15. nada. pada zaman ini instrumen perkusi dalam orchestra lebih mempunyai peran. 2. 2. dilihat dari gaya musik yang baru terlepas dari estetika zaman romantik. 16 Aturan-aturan kategori musik abad 20. Mikrokosmos Dance in Bulgarian Rhythm No. menakjubkan sebuah karya master piece. Bela Bartok Komposisinya menggunakan struktur ritme yang bebas.3. karya-karya komposisinya terkenal dengan style jazz.39 2. Karakteristiik musik abad 20 adalah : Warna nada : memakai komposisi dengan munculnya alterasi Munculnya teknik pentatonik Harmoni : Kreasi harmoni baru yang disebut polychord yang artinya kombinasi 2 akor. 2 opus 79 in G minor George Gershwin. atau akor progresif. ritme.3. sistem harmoni baru. kaya akan variasi ritmik. KOMPONIS ZAMAN ABAD 20 Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Gb. Modulasi Ritmik : Komposisi pada zaman ini karyanya beraneka nuansa yakni terdiri dari nuansa jazz nuansa dari berbagai Negara. sistem tangganada baru. karya Brahms Rhapsody No.7.A.7. 2 Brahms dan Schoenberg mempelopori penggunaan struktur frase yang tidak sama. Contoh Prelude I in Bes Mayor dan Prelude III in Es Minor. mendobrak tradisi kelaziman. G. mengherankan.1. pola ritmik yang beraneka ragam. Stravinsky dan Copland Komposisinya menggunakan ritme jazz. 2. DEBUSSY Gb. 2. GERSHWIN . BELLA BARTOK Gb. Abad 20 Perubahan besar-besaran terjadi pada musik zaman ini.

warna musik yang berbeda dan menunjukkan teknik yang khas. Seperti dalam musik jazz. ritmik dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana. Musik Jazz (1910) Musik yang berasal dari Afrika Amerika. Sinkop : ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung. beat yang mantap. Hal ini dipengaruhi juga dari akulturasi musik tribal dari Afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks. Time Feel : ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau biasa disebut dengan on-beat/down beat. c. the king of ragtime adalah Scott Joplin (1868-1917). Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi penundaan hitungan.3. dan Blues Awalnya style jazz adalah style Ragtime. A-head: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi percepatan hitungan. Penulisan swing feel : Cara menyanyikan swing feel : d. istilah sinkop juga dapat disebut dengan up-beat. kekhasan musik jazz dapat dilihat dari uraian berikut : Ritmik Ritmik merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk suatu jenis aliran musik. Akar Jazz. ini adalah musik improvisasi dan ritme yang sinkop.40 Bu 2. Style Blues mempengaruhi perkembangan rhytm rock and roll dan soul.B. Swing Feel : mengetuk birama dengan merasakan triplet. Ragtime. seperti yang dilihat pada contoh gambar berikut : b. e. . Swing feel merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan musik jazz.1. Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi adalah sebagai berikut : a.7.

1. Kesenian yang akan dibahas adalah : A.4. Musik Betawi B. beberapa kesenian telah dikenal luas. kesenian ini juga mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya. Musik Bali C. tebanya (namanya) telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali.4. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut. iring-iringan Pangeran Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit (Pangeran Banten).17. Musik Tradisi Indonesia Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata kesenian daerahnya. Gamelan Jawa D. Ondel-ondel. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat E. Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605. Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi keseluruhan propinsi. Musik Betawi Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk . 2. Ondel-Ondel Kesenian yang “representative” mewakili Betawi adalah. seni yang berakar dari tradisi.41 2.

pengaruh Eropa jelas terlihat pada musik tanjidor. gamelan ajeng. alat musik lainnya adalah gendang. drum. 2. organ. gamelan topeng. gamelan rancag. dan musik Betawi yang bernafaskan Islam terlihat pada musik yang umumnya menggunakan alat rebana. gambang kromong asli ialah alat musik berlaras pakem entatonic namun agar dapat dinikmati masyarakat yang heterogen alat musiknya dapat dikombinasikan dengan alat musik elektronik seperti bass. keroncong tugu. Keunikan gambang kromong memiliki pola iringan yang baku. pengaruh Cina tampak pada alat musik Tehyan Kongahyan dan Sukong. bilahan gambang berjumlah 18 buah terbuat dari kayu suangking.18. entat melayu tampak entaton pada orkes samrah. Gambang Kromong dapat berkembang dikarenakan mempunyai 2 bentuk yaitu “Gambang Kromong Asli dan Gambang Kromong Kombinasi”. Gambang Kromong selain dapat dimainkan sebagai kesenian mandiri. tanjidor.42 Bu raksasa yang sekarang kita kenal sebagai “ondel-ondel” yang dianggap sebagai pelindung untuk menolak bala.1. kromong terbuat dari perunggu berjumlah 10 buah berbentuk pencon.4. juga adalah musik pengiring Lenong. Gambang Kromong Gambang Kromong diambil dari nama dua buah alat musik yaitu gambang dan kromong. Seni musik Betawi antara lain gambang kromong. Gambang Kromong Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. . Keanekaragaman musik Betawi dapat kita lihat antara lain pada orkes gambang kromong.1. kecrek dan gong. yang sangat kental dengan entat Cina . samrah dan macammacam rebana. saxophone. namun warna suara gambang kromong masih tetap terdengar.

Instumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin Sumber : Peta Seni Budaya Betawi Gambar 2.43 Kongahyan.1.4. Tanjidor Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.20. Sirih Kuning. Kongahyan. .2. Kicir-Kicir. Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan Gambang Kromong disebut lagu sayur yaitu lagu Jali-Jali. Tehyan. Tehyan dan Sukong 2. Tanjidor Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalat musik barat terutama alat tiup. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilan belas.19. Sukong Adalah alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi terbuat dari tempurung bertangkai panjang yang kecil disebut kongahyan yang tengah tehyan dan yang terbesar disebut Sukong.

Lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh orkes tanjidor adalah batalion. Cina dan Arab. Samrah Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Melayu Betawi. dengan alat-alat bunyibunyian Harmonium. dan berasal dari Dulmuluk Riau.21. Samrah Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu. Di sini dapat dibuktikan bahwa susunan nada yang khas Melayu sebagai berikut : 6 5 4 4 3 2 1. Tanjidor adalah orkes untuk pengiring pawai atau arak-arak pengantin.3.1. Pada perkembangan kemudian lagu yang dibawakan ialah lagu seperti surilang dan jali-jali. bass. . India. 2. Biola sebagai Waditra utama.44 Bu Pada umumnya alat-alat musik pada orkes tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston) trombone. dilengkapi dengan alat musik tambur dan gendering. Samrah lahir pada tahun 1918. clarinet. yang termasuk dalam golongan instrumen membranophone. tenor. India. lagulagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. Dan akan lebih terdengar lagi pada gereneknya (cengkok) bila disajikan. kramton dan bananas. Disebutkan pula bahwa lagu-lagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. Cina dan Arab Gaya Lagu Lagu-lagu Melayu terdapat Melayu Riau.4. Di dalam lagu-lagu Samrah sangat banyak melodi yang bersusunan nada seperti di atas.

Dengan demikian jelas lagu-lagu Samrah dipengaruhi Lagu-lagu Melayu terutama tentang susunan nadanya. . contoh lagu Irama Jika sebuah lagu mengandung bagian-bagian lagu menurut susunan nada Gaya India di atas. Lambat Pada umumnya lagu-lagu yang bersusunan nada seperti di atas terdapat pada lagu-lagu Orkes Gambus. Apabila lagu-lagu Musik Samrah Betawi dipengaruhi Lagu Melayu. Yang menonjol pada lagu mandiri lagi irama India. tidak asing lagi Irama Samrah diilhami oleh irama Japin. Kemudian masuk ke Irama Japin. .Susunan Nada Irama Arab : 1 7 5 4 3 2 Birama 4/4. Sedangkan susunan nadanya menjadi skonder. Lagu-lagu yang berirama Lagu Cina sangat terbatas di dalam Musik Samrah. Dengan demikian. maka susunan nada yang dipergunakan seperti di atas.Susunan nada Gaya Cina : 1 6 5 3 2 1 Contoh lagu Gaya Cina 4/4. 4/4. Ini dapat kita lihat di dalam lampiran. . Sedangkan Japin mempengaruhi juga terhadap lagu-lagu Samrah. Dan ini sangat banyak dipergunakan di dalam lagu-lagu Samrah. . yaitu lagu Senandung Cina.Susunan nada Gaya India : 1 6 India sebagai berikut 2/4.45 . 6 5 4 3 2 1. sedang. sedang.Susunan nada Melayu dalam Tangganada Mayor seperti di bawah ini . maka lagu tersebut dinamakan lagu berirama India. Lambat.

4.4. pesta pertemuan keluarga. okulele. rebana dor dan rebana biang. kecrek. Rebana Ketimpring : terdiri dari 3 buah rebana fungsinya sebagai arakarakan pada perayaan maulid. Gambang Rancag Gambang Rancag adalah kesenian yang dipergunakan untuk mengiringi cerita-cerita Betawi seperti Pitung yang dibawakan dalam bentuk pantun berkait.46 2.5. kempil dan cello. banyo. sedangkan untuk wanita menggunakan kain kebaya.1.1. tehyah gendang. rebana ketimpring. . rebana mauled. Keroncong Tugu Bu Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. kromong.22. alat musik keroncong terdiri dari biola. rebana. Rancag artinya tutur dan pantun berkait. 2. Keroncong Tugu Dahulu dimainkan pada upacara “Pesta Panen”. Moresco”.4. Alat musiknya adalah gambang. rebana ngarak. gong dan suling. gitar. rebana birdah.4. 2.1.6. Rebana Rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama. kostum yang dipergunakan untuk laki-laki adalah baju koko.

Di Bali setiap kegiatan mempunyai kesenian khusus yang ditampilkan ketika melakukan ritual. Musik Bali Seni Indonesia dalam hal ini fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. digunakan untuk mengiringi syair-syair hadroh. dapat dimainkan pada perayaan keagamaan. gangsa jongkok (saron). pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil untuk tempat jari. drums (kendang) kempur. kempyung. 2. biasa digunakan untuk mengiringi lagulagu dari timur tengah. kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian ritual. seperti rebana-rebana lainnya.4.1. dewasa ini lazimnya dimainkan oleh kaum wanita. karena digunakan untuk mengiringi nyanyi maka disebut pula rebana lagu. Di Bali istilah gamelan adalah Gambelan.4. rebana yang berfungsi membawakan qarda (puisi arab) pada umumnya lagu-lagu yang dinyanyikan/ dimainkan berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. merupakan perkembangan lebih lanjut dari rebana dor. mengiringi tarian Blenggo. penyacah jegogan. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat yang disebut Fansub dimainkan sambil berdiri. jublag. reyong. rebana biang biasanya untuk memeriahkan berbagai perayaan. fungsi rebana kasidah adalah sama dengan rebana maulid.4.2. pernikahan.2. Gambelan untuk hiburan : Gong Gede Gong Gede adalah gamelan terbesar di Bali yang terdiri dari 46 instrumen yakni termasuk trompong.2. .47 Rebana Hadroh Rebana Dor : : Rebana Kasidah : Rebana Maulid Rebana Birdah : : Rebana Biang : terdiri dari 3 atau 4 buah rebana. gong besar dan cymbal / ceng – ceng.2. Gamelan untuk upacara Gambelan sakral untuk Ngaben adalah : Gambelan Luwang (pelog 7 nada) Gambelan Angklung (slendro 4 nada) Gambang 2. khitanan. 2.

Gambelan Joged Bumbung (Grantang) Gambelan ini berlaras slendro (5 nada).23. Gamelan Gong Gede 2. tari baris dan rejang. kelentang.24. gamelan gong gede mempunyai laras pelog. Gamelan Joged Bumbung (Gantang) . karena pokok-pokok instrumennya adalah gerantang. berfungsi sebagai gong kecil. fungsi seninya dahulu adalah untuk panen padi. penonton dapat berekspresi dan berimprovisasi gerak dan banyak mendapat pengaruh dari tari legong. yaitu gender terbuat dari bambu berbentuk bumbung.2. suling 4 buah untuk pemanis lagu. pada gamelan ini yang berperan sebagai melodi adalah trompang. 4 gerantang kecil berfungsi sebagai pembawa melodi. kendang sebagai penentu irama. Gambelan jogged bumbung disebut juga gambelan gegeran tangan. rincik/ cengceng berfungsi sebagai pemanis lagu.3. instrumennya terdiri : Gerantang 4-8 buah.4. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. 4 gerantang gede. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2.48 Bu Gamelan ini dimainkan pada upacara tahun baru. gambelan ini khusus untuk mengiringi tari jogged bumbung. gamelan ini dapat pula sebagai pengiring tari topeng. kemodong berfungsi sebagai gong dan berfungsi sebagai penutup lagu kempul.

dari segi sistem nada. Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi. Gamelan yang berlaras pelog disebut Gamelan Pelog dan Gamelan yang berlaras Slendro disebut Gamelan Slendro.3. pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya. Gamelan ada yang berlaras pelog dan yang berlaras slendro.4. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986. Gambelan Gambuh Gambelan di Bali merupakan sumber dari beberapa gamelan lainnya. gamelan dibuat dengan cara ditempa.4. Gambelan ini bersifat gending yang ditarikan. Gamelan Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa.]. lucu dan marah. komponis abad 20 Debussy.2. Gamelan tebanya (gaungnya) telah mendunia. namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik. kaya akan gending dan juga ada penyanyi (tandak) sebagai pengubah suasana sedih. gembira. Worlds of Music 235) Gambar 2. Perangkat Gamelan Jawa . Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi.4. di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.49 2. perangkat gamelan ini adalah merupakan bagian-bagian dari Gamelan Ageng yang mempunyai Fungsi Hiburan.25. 2.

]. Bu Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Saron Barung : berlaras lebih tinggi dari saron Demung. siter 1. Gender dan Slentem 2. kenong. Worlds of Music 235) Gambar 2. Saron . ketuk. gender. saron. kempul. Bonang Barung : Yang bersuara rendah. Saron Saron Demung : Berlaras paling rendah dari saron Barung. Kebukan : Kendhang Sebulan : Seruling Dawai : Rebab. Bonang Penembung : Larasnya lebih rendah dan bentuknya lebih besar dari Bonang Barung. Bonang Perbedaan Saron. slentem.26. bentuknya lebih besar.].27. Pencon : gong. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. bonang. Worlds of Music 235) Gambar 2.50 Perangkat-perangkat Gamelan : Bilahan : gambang. Saron Penerus : berlaras paling tinggi dari saron Demung dan Barung. Bonang : Bonang Penerus/Babarangan : Berlaras satu oktaf lebih tinggi tetapi bentuknya lebih kecil dari bonang barung.

28.29. Slentem Bilahan yang digantung.]. Gender Bilahan yang digantung. Gender 3. bilahan gender berjumlah lebih kecil ukurannya dan jumlahnya lebih banyak (13 bilahan).]. Slentem . Worlds of Music 235) Gambar 2. jenis gender hanya 3 macam. Gender Barung : Gender Penerus : lebih tinggi 1 oktaf Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Worlds of Music 235) Gambar 2.51 2. jumlahnya lebih sedikit dari jumlah bilahan Gender yakni hanya berjumlah (7 buah). bilahan slentem lebih besar dari bilahan Gender. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.

Propinsi yang menggunakan gamelan : Propinsi Lampung Sumatera Selatan Jambi Sumatera Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Timur Yogyakarta Bali NTB (Kabupaten Lombok) Kabupaten Lombok Kabupaten Sumbawa Kabupaten Bima Nama Gamelan Talo Balak Kelintang 12 Kelintang/Tauh Talempong Gamelan Banjar Gandang Garantung Gamelan Degung Gamelan Gamelan Gamelan Gamelan Lombok Gamelan Gendrung Gamelan Sumbawa Gamelan Bima . kecer. siter. gong. adapun propinsi yang mempergunakan gamelan sebagai musik utama dapat dilihat pada tabel 3.52 Fungsi dalam permainan : sebagai pemangku lagu / pemanis 4 Gong terbagi : Terbesar : Sedang : Kecil : Bu Gong Suwukan Kempul Bende Fungsi bagian-bagian gamelan Pemimpin irama Pemangku irama Pemimpin lagu Pemangku lagu Pembuka lagu Penghias lagu : : : : : : Kendhang Ketuk kenong. gender. kempyang Bonang Slentem. Membudayanya Musik Gamelan di Tanah Air Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya. kempul. gambang Rebab Suling.

Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2.3. Sekaten dan gamelan Ageng. Gamelan untuk hiburan : 1. Gamelan untuk upacara : 1. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian agama begitu pula gamelan ada yang dimainkan untuk upacara. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan. 2. Monggang.53 Tabel 4 Penggunaan Bonang dan sebutannya di berbagai Propinsi Propinsi DKI Sumbar Jambi Lampung Sumatera Selatan Riau NTB Kalbar Kaltim Kalteng Sulteng Maluku Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Yogya Bali Nama instrumen jenis Bonang Kromong Talempong Kelintang Kulintang Kelintang Tetawak Trompong Geremong Klentangan Kangkanong Kandengo-dengo Totobuang Bonang Bonang Bonang Bonang Trompong/Reyong Dari macam-macam gamelan seperti gamelan Kodhok Ngorek. Gamelan Ageng 2. ada juga gamelan untuk hiburan. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3. Carabalen.4.2. Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4.1. .3.4. ada pula gamelan untuk pengiring dan mandiri.

sebuah kempul dan gong.31.30 Gamelan Carabalen Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti yaitu untuk menghormati kedatangan tamu. sebuah penonthong. Penempatan Ricikan Gamelan Carabalen . Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. gambyong. sebuah kenong. satu rancak. Berikut ini denah penempatan ricikan-ricikan perangkat gamelan Carabalen. satu rancak bonang. Gamelan ini pada umumnya dimiliki oleh perorangan maupun lembaga. Gamelan ini berlaras pelog dan terdiri dari sepasang kendhang.54 Gamelan Carabalen Bu Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Menurut Kunst bahwa nama Carabalen memiliki makna filosofis yang berhubungan dengan siklus hidup manusia.

f. Gender penerus : satu rancak gender penerus slendro. Saron sembilan bilah adalah saron yang biasa digunakan untuk keperluan wayangan. j. satu kendhang ciblon dan satu kendhang wayangan. Kadang-kadang salah satu saron slendronya dibuat dengan sembilan bilah. Bonang barung : satu rancak bonang barung slendro dengan 10 dan 12 pencon dan satu rancak bonang barung pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. teater. masing-masing berbilah tujuh. b. satu gender pelog nem (atau bem) dan satu gender pelog barang. ditabuh oleh seorang pangrawit. masing-masing berbilah tujuh. satu kendhang penunthung. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. Gamelan ini dipergunakan untuk berbagai keperluan yaitu hiburan. Kendhang : terdiri dari satu kendhang ageng. l. Demung: satu demung slendro dan satu demung pelog. i. satu kendhang ketipung.d. 21 buah. g. Saron penerus: satu saron penerus slendro dan satu saron pene-rus pelog.55 Gamelan Ageng Perangkat gamelan ini dapat dikatakan sebagai perangkat gamelan standar. semua berbilah antara 18 s. Rebab : terdapat satu atau dua buah rebab. satu rancak gambang pelog nem dan satu rancak gambang pelog barang. tari. masingmasing berbilah tujuh. e. d. Rincikan pada perangkat gamelan ageng adalah : a. Gambang: satu rancak gambang slendro. Semuanya berbilah 12 s/d 14 buah. Gender : satu gender slendro. ditabuh satu atau dua pengrawit. dan satu gender penerus pelog barang. ditabuh oleh seorang pengrawit. c. Kempyang berlaras nem tinggi dan kethuk berlaras nem rendah. Biasanya rebab ponthang untuk slendro dan rebab byur untuk pelog. . untuk berbagai ekspresi seperti pengiring wayang. h. Kethuk-kempyang: satu set untuk slendro dengan kempyang berlaras barang dan kethuk berlaras gulu serta satu set untuk pelog. Saron barung: dua saron slendro dan dua saron pelog. k. ditabuh masing masing oleh seorang pengrawit. ritual. ditabuh oleh seorang pengrawit. Slenthem: satu slenthem slendro dan satu slenthem pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. Bonang penerus : satu rancak bonang penerus slendro dengan 10 atau 12 pencon dan satu rancak bonang penerus pelog. terdiri dari 14 pencon. semua berbilah antara 12 s/d 14 buah. satu gender penerus pelog nem (bem). masing-masing berbilah tujuh. ditabuh oleh seorang pengrawit. terdiri dari 14 pencon. dimainkan oleh seorang pengrawit.

Suling: satu suling berlubang empat untuk slendro dan satu suling berlubang lima untuk pelog. n. Siter atau celempung: ada satu siter atau celempung slendro dan satu siter atau celempung untuk pelog. Siter two in one tersebut disebut dengan siter wolak-walik. q.32. Gong suwukan: satu sampai dua pencon untuk slendro dan satu sampai tiga pencon untuk pelog. dimainkan oleh seorang pengrawit Ageng Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. p. o. r. Gong ageng atau gong besar: satu sampai tiga gong besar yang berlaras nem sampai gulu rendah. Kempul: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. Suwukan laras barang sering disebut dengan gong siyem.56 Bu m. Sekarang terdapat satu siter yang dapat digunakan untuk slendro dan pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. Kenong: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. Penempatan Ricikan Gamelan Ageng . Kebanyakan gong ageng dilaras lima. ditabuh oleh seorang pengrawit.

seorang pengendhang "boleh" ngendhangi gendhing-gendhing tersebut dengan menggunakan pola yang sama. sedangkan kendhangan gaya Solo relatif lebih sederhana dan tenang namun dalam. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. 2) Bonang. yang semuanya berbentuk kethuk kalih kerep minggah sekawan. Bonangan Yogya di satu segi tidak begitu mempedulikan alur melodik. Bonangan Yogya juga lebih sigrak dibandhing dengan permainan rekannya yang di Solo. Kebiasaan di Yogya lebih suka menyebut nama dari salah satu gendhing sebagai model garapan kendhang untuk gendhing-gendhing lainnya yang memiliki bentuk yang sama. Perbedaan ciri musiknya adalah : 1) Pola tabuhan kendhang. Yogya banyak menggunakan garapan yang sinkopatif. sinkopasi yang berkesan nyrimpet. Saya cenderung mengatakan bahwa kendhangan gaya Yogya pada umumnya lebih sigrak (animatif) daripada Solo.57 Bervariasinya pengaturan ricikan gamelan terutama atas pertimbangan fungsinya sebagai musik mandiri atau sebagai sebagai musik iringan. tidak masalah bila ia meloncat dari daerah suara tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ada kebiasaan yang berbeda dalam menyebut pola tabuhan kendhang di kedua daerah inL Seperti kita ketahui bahwa tabuhan kendhang sangat terkait dengan bentuk gendhing. Yogya sering menggunakan bonangan tronjolan. yang masing-masing mempunyai kekhasan. Kebiasaan seperti itulah seperti yang diberlakukan pada gaya Solo.33 Gamelan Ageng Tabuhan gamelan mempunyai 2 gaya yakni gaya Solo dan gaya Yogyakarta. sedangkan di Solo. Pola kendhangan kedua daerah memang berbeda. kemulusan atau kehalusan alur melodik sangat diperhatikan sehingga ketika seorang pembonang mendapati alur lagu (balungan) .

kecekan. 2. sedangkan tabuhan saron penerus Solo mengikuti balungan pokok. Kemudian fungsi angklung bergeser sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. sedangkan karawitan gaya Surakarta cenderung menggunakan tempo yang lebih cepat.34. Perbedaan auditif yang paling gampang diidentifi-kasikan adalah lewat tabuhan saron penerus. karawitan gaya Yogyakarta cenderung memilih tempo/irama/laya yang lambat. di antaranya nggenjot.58 Bu yang meloncat. angklung disamping sebagai alat upacara pertanian. ia harus menemukan cara agar loncatan tersebut tidak nyeklek (patah). 3) Balungan. Mereka memiliki berbagai teknik tabuhan balungan yang lebih kaya. Angklung Angklung di Jawa Barat Sumber : Buku Angklung di Jawa Barat sebuah perbandingan Buku I Gambar 2. di desa lain angklung dipergunakan sebagai sarana penyebaran agama dan kegiatan yang . biasanya seorang pengrawit harus mele-watinya dengan menggunakan pola nggembyang dan/atau menggunakan rambatan atau peralihan dengan menggunakan pola-pola lagu dengan variasi khusus. Angklung Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran. juga dipergunakan sebagai alat musik bagi bala tentara kerajaan dimana untuk menambah semangat tempur dalam menghadapi musuh sebagai alat musik perang pada zaman kerajaan Pajajaran. ngencot. Kebalikannya. dan sebagainya. Tabuhan balungan gaya Yogya cenderung lebih keras dengan menggunakan pola dan teknik yang lebih dikembangkan.4.4. Tabuhan saron penerus Yogya mendahului tabuhan balungan pokok.

28 angklung melodi berukuran kecil. susunan nada C D E G A C. Laras Diatonis.440. Angklung Indonesia terdiri dari 73 buah. Laras Angklung Untuk laras slendro. Angklung modern cenderung lebih mengutamakan unsur melodi atau lagu. Nada-nada yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G-C 3 dengan penadaan standar internasional yaitu A . Angklung Modern (pengembang Daeng Soetigna) menggunakan nada diatonis atau disebut juga Angklung Indonesia. pelog yang bersifat ritmis. Daeng Sutigna merupakan orang pertama yang mengembangkan angklung sistem tangganada diatonis yang disebut Angklung Indonesia. Macam-macam Angklung 1. 17 penghias. Angklung Sunda terdiri dari 24 buah angklung melodi 10 buah rincik. 2. pelog. memiliki 7 yaitu nada C D E F G A B C. Pembelajaran angklung pak Daeng dilakukan dengan cara membaca Notasi dengan gambar Notasi dengan sistem nomor Notasi dengan jari . yang bersifat melodis.59 berhubungan dengan pemerintah. Angklung Tradisi Sunda (pengembang Udjo Ngalagena) murid pak Daeng. angklung ini berlaras slendro. 17 angklung iringan. la berguru kepada Bapak Jaya dari Kuningan.8 April 1984) memperkenalkan alat musik tersebut. 11 angklung melodi berukuran besar. angklung 4 buah dan pengiring 5 buah. sedangkan laras pelog dipakai susunan nada C E F G B C untuk laras madenda dipakai susunan nada C E F A B C. murid Pak Daeng adalah Pak Udjo. pengembangan yang dilakukan pak Udjo adalah membuat Angklung tradisi berlaras slendro. kini angklung disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. Daeng Sutigna (Pengembang Angklung) Angklung mulai terangkat diawal tahun 1938 ketika seorang putra ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Daeng Soetigna (13 Mei 1908 . seorang ahli pembuat angklung. 5 buah.

3.35. Belajar Musik Angklung Sistem Nomor Lagu Halo-halo Bandung Do = F 0 Fis Not 16 Ais 3 1 G 2 17 B 4 2 Gis 3 A 4 Ais 3 20 D 5 B 4 21 Dis 6 6 C 7 Cis 5 23 F 1 8 D 9 Dis 6 25 G 2 4/4 10 E 7 26 Gis 11 F 1 27 A 12 Fis 13 G 2 29 B 4 14 Gis 15 A 18 C 19 Cis 5 22 E 7 24 Fis 28 Ais 3 30 C 31 Cis 5 No. Tabel 2.60 Bu Elang Burung Capung Tikus Kucing Ayam jago Bebek Ikan = = = = = = = = do ti la so fa mi re do Sumber : Buku Angklung Pa Daeng Gambar 2. Notasi Gambar Jadi angklung-angklung yang akan dimainkan diberi atau ditempeli telebih dahulu gambar-gambar tersebut. Urut Angklung 11 13 16 17 19 21 22 23 Notasi Angka 1 = [do] rendah 2 = [re] 3 = [mi] 4 = [fa] 5 = [sol] 6 = [la] 7 = [si] 1 = [do] tinggi .

yaitu angklung ‘tradisi’ dan angklung Indonesia. Pola tabuhannya masih tetap berbentuk terputus-putus dengan teknik dimainkan dengan digoyang. angklung tradisi Udjo sudah lebih dikembangkan dari segi pengolahan bunyinya. Bedanya dengan angklung-angklung tradisi lainnya. Bunyi yang dihasilkan dari permainan digoyangkan sudah cenderung merupakan pengulangan melodi pendek-pendek yang dihiasi dengan bunyi panjang unik yang terlahir dari bunyi sebuah angklung yang dimainkan (digoyangkan) secara terus menerus tanpa berhenti. Laras pentatonik adalah Slendro CDEGAC Pelog CEFGBC Madenda CEFABC Pola Permainan Angklung Udjo meliputi jenis permainan angklung. Yang dimaksud dengan angklung tradisi adalah permainan angklung dengan pola-pola tabuhan tradisi yang bersifat ritmis. seperti halnya tabuhan jenis-jenis angklung tradisi pada umumnya. .61 Angklung Udjo Pak Udjo mengembangkan angklung bertangganada pentatonik juga diatonis.

36.html Gambar 2.edv.ed/history/curwen. Pada tempat pelatihan angklung (Saung) Pak Udjo dalam pembelajarannya juga menggunakan notasi nomor ataupun kode tangan. Pembelajaran Musik Angklung dengan Kode Tangan .do/music.62 Bu Berikut adalah contoh motif-motif tabuhan angklung tradisi Udjo. (as adapted by Kodaly (1) (7) (7) (6) (5) (5) (4) (3) (2) (4) (1) Sumber : education deakin.

63 .

64 Bu .

65 Latihlah lagu-lagu ini .

66 Bu .

67 .

68 Bu 2. Sampe Alat Musik Tradisional Daerah Kalimantan Timur Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu. Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur. Sampe . Bentuknya dapat dilihat pada gambar 2.kurang lebih 1.35. agama. Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional.25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya). bagian bawah ± 15 cm.4. Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif. dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur. dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa. yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya. bergandengan erat dengan adat-istiadat.37. karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut. Bentuk dan ukurannya Panjang sampe .5. Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali. Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm. Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 2. kadang-kadang tiga ataupun empat da-wai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya).

dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1). Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali. akan tetapi yang dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe. Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang). Cara melaras sampe (dawai 1). Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi. Kemudian setelah keadaan berkembang. Khusus pada dawai pertama (C).38. b. Penampang Resonatur dan Dawai Sampe . hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut. pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . yang kolom-kolomnya tersebut permanen). ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain. Sampe yang berdawai tiga. kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut. di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar. Gambar 2.69 Karakteristik Sampe a. Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis. maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar. mempunyai nada masing-masing: Dawai pertama Dawai kedua Dawai ketiga = = = C(1) sama dengan dawai pertama G(5) Sedangkan yang empat snaar : Dawai pertama = C(l) Dawai kedua = sama dengan dawai pertama Dawai ketiga = E (3) Dawai keempat = G (5) Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren).

70

Bu

Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 … dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:

Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama) Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Gambar : 2.39. Cara Melaras Dawai Sampe

71

Cara memainkan sampe : Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara. Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut : 1. 2. 3. Sampe 1 khususnya untuk melodi Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan : 1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng). 2. Untuk mengisi waktu senggang.

2.5. Musik Non Barat
2.5.1. Musik Afrika
Masing-masing kebudayaan mempunyai karakteristik instrumen, performance, sistem nada, pola ritmik, ada negara yang memiliki kedua jenis musik, yakni musik tradisi negara tersebut dan musik popular, ini merupakan kekayaan bermusik yang menakjubkan. Musik ini merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan musik abad 20, komponis yang mengadopsi / terinspirasi dalam komposisinya yakni komponis Prancis, bintang rock Inggirs Band The Beatles (George Harrison), Artis Jazz Amerika John Coltrane.

Sumber : An Appreciation Music

Gambar 2.40. Singing dan Instrumentation into African

72
Karakteristik Musik Afrika

Bu

Kesenian Afrika selalu berbentuk musik perkusi, tarian juga nyanyiannya berbentuk polifonik (bersahut-sahutan) ataupun dengan menyanyi tanpa kata-kata dengan hum ataupun berteriak dan selalu dalam bentuk kelompok. Instrumen Afrika Karakteristik musik Afrika adalah permainan ansambel yang terdiri dari 20 orang pemain, instrumen perkusinya adalah bell, instrumen melodinya flute, trumpet, xylophone dan drum. Keunikannya adalah penyajian musiknya, dalam setiap tari dan alat musik perkusi ditampilkan dalam satu kesatuan

2.5.2. Musik India
Komponis terbesarnya adalah Tyagaraja (1767-1847) Muthuswamy Dikshitar (1775-1835) dan Shyama Sastri (1762-1827) Alat musik khas India adalah : - Alat musik dawai chordophone disebut sitar - Alat musik tabuh membranophone disebut tambura - Alat musik sepasang drum disebut tabla Dibawah ini contoh alat musik sitar dan tabla :
Ciri khas musik India : Pergerakan interval, langkah setengah nada Banyak menggunakan ornamen Penuh nuansa karena perubahan tempo Pola notnya disebut raga, not yang berinterval kadang naik kadang turun.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.41. Musik India

Struktur ritmiknya disebut (Tala) Beat yang terdiri dari 2 – 3 – 2 – 3 disebut Haptal. | 1 2 | 3 4 5 | 6 7 | 8 9 10 | Beat yang terdiri dari 4 – 2 – 4 disebut Shultal | 1 2 3 4 | 5 6 | 7 8 9 10 | Tala adalah permainan Tempo dari lambat sampai sangat cepat.

73

2.5.3. Alat-alat Musik Tiongkok dan Jepang
Kultur tinggi Tiongkok didalam sejarah tercatat dalam 5 dynasti yaitu Dynasti Huang – Ti, Dynasti H Sia, Dynasti Shang, Dynasti Chou dan Dynasti Han. Alat musik yang menonjol sampai saat ini adalah alat musik K’in sejenis Zither kecapi dengan 5 senar sudah ada sejak zaman Dynasti H Sia (1800 – 1500 SM). Alat musik serupa ini di Jepang disebut Koto. Di bawah ini contoh alat musik sejenis Zither, di Jepang disebut Koto.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.42. Fusako Yoshida, is a “master of koto”

2.5.4. Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani
Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah (Palestina) Kinnor, alat musik yang dipergunakan oleh raja Daud sejenis Harpa, lebih tepat disebut Leier senarnya sangat terbatas (5-9 senar) Kinnor adalah cikal bakal gitar hasil kebudayaan pengaruh dari bangsa Semit di Mesir. Alat Musik Kultur Tinggi Yunani - Phorminx termasuk instrumen jenis Leier - Kithara adalah pengembangan Phorminx yang bersenar 7 - Lyra merupakan pengembangan Kithara, jumlah senar Lyra adalah 7 buah

74
Harpa adalah pengembangan dari Harpa Siku dari Italia

Bu

Sumber : Buku Pono Banoe

Gambar 2.43. Instrumen Musik Yunani

75

2.6. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik
2.6.1. Vokal
2.6.1.1. Asal Usul Vokal Musik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi antar sesamanya, musik vokal muncul pada zaman periode Renaissance adalah, Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu. Antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir mempunyai materi suara manusia itu sendiri, dan ini merupakan alat yang kemanapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. 1. Produksi suara Alat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara/ pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil daripada cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator; dada,mulut, hidung, kerongkongan dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi. 2. Teknik Pernafasan Pernafasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernafasan yang baik dan benar seseorang tidak dapat bernyanyi dengan baik.

76

Bu

2.6.1.2. Jenis-jenis Pernafasan a. Pernafasan dada Dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. b. Pernafasan Perut Dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernafasan ini kurang efektif untuk vokal, karena udara dengan cepat dapat ke luar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. c. Penafasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan “volume” menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan nafas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernafasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Keterangan Gambar :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Parietal Bone ( Tulang Ubun-ubun) Frontal Bone (Tulang Dahi) Frontal Sinus ( Rongga Kepala ) Nasal Cavity ( Rongga Hidung ) Hard Palate ( Langit-langit keras ) Soft Palate ( Langit-langit lunak ) Teeth-gigi Tongue-lidah Hyoid Bone ( Tulang Hyoid ) Epiglottis (Katup celah suara ) Larynx (Pangkal Tenggorok ) Tachea ( Batang Tenggorok ) Bronchi ( Saluran Pernafasan ) Speroid Sinus ( Rongga Speroid ) Decipital Bone ( Tulang Belakang ) Nasal Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga hidung Oral Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut Laryngeal Pharynx Lobang pangkal tenggorokan Vocal Cords ( Pita suara ) Esophagus ( Paru-paru ) Lungs ( Paru-paru ) Diaphragm (Diafragma ) Abdominal muscles ( Otot-otot perut)

Sumber : Teknik Vokal

Gambar 2.44 Bagian Tubuh Manusia

dan Bas.77 2.45. Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto.6. Wilayah suara Pada umumnya jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran. Suara manusia dewasa : Perempuan Alto : F kecil – D2 Mezzo sopran : A kecil – F2 Sopran : C1 – A2 Laki-laki : Tenor : C kecil – A1 Bariton : A kecil – F1 Bas : F bas – D1 Sumber : An Apreciation Music Gambar 2.3.1. Tenor. Wilayah Suara Manusia . sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas. Alto.

Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boleh tegang. Artikulasi/pengucapan : Pengucapan kata harus tepat dan jelas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal : a. Keel dan Sieber. penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati. Vaccai. Frasering Dalam lagu ada yang disebut “frasering” yaitu panjang / pendeknya kalimat dan kesatuan arti. Ekspresi/penjiwaan Untuk menyanyikan sebuah lagu. Artikulasi . 4. Pemanasan: pernafasan. c.46. b. berikut ini teknik berlatih artikulasi.78 Bu Yang harus diperhatikan dalam belajar menyanyi : 1. 3. melodi pendek dan panjang. Gabungan antara praktek dan teori dalam bernyanyi dimulai vokalisi dan etude dari Concone. dalam berlatih bernyanyi disamping berlatih vokalisasi. interval. 2. seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya. tangganada mayor dan minor. kita sebaiknya juga melatih artikulasi. Sumber: Teknik Vokal Gambar 2. caranya dengan memberi olah raga kecil. ucapan. intonasi.Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna. sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah.

Ambil nada ke 5 dari tangganada tersebut (C Mayor) yaitu nada G G A B C D E F G 1 1 ½ 1 1 ½ 1 Pada susunan tangganada tersebut.79 2.G belum benar. adalah dengan mengambil nada ke 5 dari tangganada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangganada mayor baru tersebut. Tanda untuk menurunkan ½ nada : disebut Mol(Flat/Dur). Sebagai contoh. karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan ½. tanda turun ataupun tanda mengembalikan ke nada semula. 2.1. Untuk itu maka nada F harus dinaikkan ½ laras sehingga menjadi Fis (F#). Tangganada Diatonis Mayor Tangganada Mayor Kruis. Natural : adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik. Susunlah tangganada Mayor yang baru G A B C D E F# G 3.6. Tanda untuk menaikan ½ nada : # disebut kruis(Palang/Sharp). jarak nada E – F dan F . 1 1 ½ 1 1 1 ½ Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut Tanda alterasi yang menyebabkan nada F menjadi Fis Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangganada yang baru adalah dengan . cara membuat tangganada G Mayor (1#) 1. Susunlah tangganada natural C Mayor C 1 D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2.2. Palang atau Sharp ( # ) Untuk membuat tangganada mayor yang baru.6. TANGGA NADA Diatonis Mayor: Susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak 1-1-½ -1-1-1-½.2.

yaitu nada F. Flat atau Dur ( ) Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangganada baru pada 1 tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangganada 1#. B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis 3. pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut : Tangganada Mayor Mol. 1. Pada pembuatan tangga nada 1 nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya . Susunan nada menjadi D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B C# D 1 ½ Contoh penulisan nada Fis. C 1 Susunlah tangganada natural C Mayor D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. Menentukan tangganada 2# Nada dasar dari tangganada 2# ialah nada ke 5 dari tangganada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D. dan Cis. . Selanjutnya kita susun urutan nadanya D E F# G A B Nada F tetap menjadi Fis Selanjutnya kita cocokan jaraknya D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B 1 C D C D 2. Ambil nada ke 4 dari tangganada tersebut.80 Bu mengambil/melihat nada ke 5 dari tangganada sebelumnya. Kemudian susunlah menjadi sebuah tangganada baru. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1.

81 3. agar dapat berjarak ½ maka nada E diturunkan ½ maka menjadi E ( Es ) 3. Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A B C Cocokan jaraknya agar berpola 1 – 1 – ½ .1 – 1 – 1 – ½ Bes 1 C 1 D E Seharusnya jarak D-E adalah ½.2. Maka nada B harus diturunkan ½ nada. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. Tangganada Diatonis Minor . Maka tangganada 2 adalah Bes Mayor.2. Susun tangganada baru (F Mayor) dan seterusnya F G A B C D E F 1 1 Seharusnya jarak A-B adalah ½ agar sesuai dengan rumus jarak tangganada Mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. sehingga B B (Bes) 4.1 – 1 – 1 – ½ F G A Bes C D E F 1 1 ½ 1 1 1 ½ Tanda alterasi yang menyebabkan B menjadi Bes. Tangganada selanjutnya adalah 2 . 2.½ . Tangganada Bes yang benar adalah : Bes 1 C D 1 ½ Es 1 F 1 G 1 A ½ Bes 2.6. Cocokan jaraknya dengan pola 1 – 1 . nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya(F Mayor) yaitu Bes.

2.82 Bu Tangga nada minor terdiri atas minor asli. 2.6. 3. Jadi Tangganada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor Cara ini disebut mencari relatif minor. G Mayor Turun 1 ½ nada E ½ F 1 G Nada ke 5 dari tangganada minor sebelumnya. dijadikan nada pertama dari tangganada minor baru. Cocokan dahulu jaraknya Jarak untuk tanggganada minor: 1–½-1–1–1–1–½-½ 4. Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangganada G mayor diturunkan 1 ½ laras(relatif minor dari G Mayor). . Susunan nadanya menjadi E 1 F# ½ G 1 A 1 B ½ C 1½ D# ½ E 2. Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangganada minor harmonis Susunan nadanya = A la 1 B si ½ C do 1 D re 1 E mi ½ F fa 1½ G# sel ½ A la Cara membuat tangganada minor : 1. harmonis dan melodis. AKOR .3.

Susunan Trinada Terdiri dari dasar. Sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint diatas dasar. . 1. terts dan kuint Dasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor. Macam-macam Trinada : Ada 4 macam trinada yaitu trinada mayor. Interval c – e adalah terts mayor Interval e – g adalah terts minor Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts minor dan terts mayor. a. . b.83 Akor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama. Trinada Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts. Interval d – f adalah Terts minor Interval f – a adalah Terts mayor Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor.Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts mayor dan terts minor. diminished dan augmenthed. minor.

Interval f – a adalah Terts mayor Interval a – cis adalah Terts mayor c. Susunan Trinada dalam tangga nada Mayor. IV. Submediant VII. . III. Akor 7 (caturnada) / akor Septim Sebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not diatasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim. II. Leading not Susunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik 2. Dominan VI.84 Bu Interval d – f adalah Terts minor Interval f – as adalah Terts mayor Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. Tonik Supertonik Mediant Subdominant V. Nama tingkatan akor : I.

dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya. IV. Cara menentukan akor pada lagu Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya.2. C Dm Em F G Am ( Bo ) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah : I II III IV V VI ( VIIo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar.85 a. dan VI adalah akor minor Tingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya. o = adalah diminished Tingkat I. Akor septim dalam tangga nada Minor Harmonik 2. III. maka akorakor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah : Tingkat I nya adalah G berarti akor G .6. dan V adalah akor mayor Tingkat ke II. Misalnya ada sebuah lagu ditulis do = C maka berarti lagu tersebut akan menggunakan Akor-akor yang terdapat dalam tangganada C Mayor : C – D – E – F – G – A – B – C. Akor septim dalam tangga nada Mayor b. Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do=G.4.

Bu Jika kita lihat akor-akor utama / mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I. Pada melodi yang belum ada akornya akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangganada dasar dari lagu tersebut. IV dan V) akor G. IV dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C. yaitu tingkat II. C dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangganada. F dan G. Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan “strong beat” yaitu nada yang jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga dalam satu bar. III. Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal / akor pertama dari sebuah lagu. Apabila menurut kita akorakor tersebut tidak sesuai dengan melodinya maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangganada dasar lagu yang bersangkutan. Cara meletakan akornya adalah bisa kemungkinannya : .satu akor di tiap bar . Hal ini dapat kita amati pada bar awal dan akhir dari contoh lagu berikut ini: Awal lagu Akhir lagu 2. dan seterusnya. Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu. Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke Satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke Satu dari bar / kotak terakhir pada lagu dan artinya akord itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I. Yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut.86 Tingkat II nya adalah A berarti akor Am Tingkat III nya adalah B berarti akor Bm Tingkat IV nya adalah C berarti akor C …. juga dengan cara melihat/menganalisa nada-nada di tiap ketuk yang . 1. dan VI.dua akor di dalam satu bar . IV dan V. prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I.bisa juga satu akor lebih dari satu bar (misalnya satu akor memakai dua bar / lebih).

instrumen macam-macam. Penerapan Akor pada Instrumen Keyboard Pertimbangan dimasukannya Keyboard dalam kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat atau telah dikenal luas di masyarakat. alat musik inipun diciptakan memiliki produksi suara. Alat-alat elektronik kini menjadi jawaban atas kepentingankepentingan tersebut.6. Kompetensi Keterampilan Keyboard Standar kompetensi A. Memainkan keyboard Mengoperasikan program MIDI Level kualifikasi Pemain tingkat Madya Operator Jenjang pendidikan SMK Alat Musik Elektronik Alat musik electrophone adalah alat musik yang ragam bunyi atau penguat bunyinya disebabkan adanya daya listrik. serta karena sifat kepraktisan dalam pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu yang bertahun-tahun. Tabel.87 terdapat didalam bar/kotak yang akan kita cari akornya lebih dominan membentuk ke akor apa saja. 2. praktis. 2. pengoperasian setiap keyboard berbeda tergantung dari jenis produk dan jenis serinya. B. Keyboard dalam kaitannya dengan penampilan panggung pertunjukan musik pop tentulah membutuhkan kekhususan. Sebelum kita memainkan keyboard kita terlebih dahulu mengenal tombol-tombol keyboard. keterangan di bawah ini adalah khusus untuk keyboard merk Yamaha. .3.1. Alat musik ini dirancang untuk sajian musik bagi jangkauan jumlah besar penonton di lapangan terbuka atau dalam ruangan luas. yakni memainkan alat ini pemain dapat menciptakan permainan bersifat band ataupun orchestra kecil. Program keahlian keyboard adalah kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada bidang musik.

1.1. B.6.88 Bu 2. jadi dengan itu kita bisa tekan tuts keyboard bersamaan disatu tempat dengan suara . Main voice (right 1) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara satu pada keyboard (pilihan suaranya sangat banyak. B.3. C. tergantung dari kategori instrumen yang kita pilih). Layer voice (right 2) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara dua pada keyboard. Mempelajari Tombol-tombol Keyboard A. main voice } layer voice } upper left voice } lower TOMBOL VOICE terbagi menjadi 3 yaitu : A.

Break : variasi permainan drum rhythm untuk style yang pada tiap masanya sama. 2. STYLE (Irama) : Permainan rhythm (iringan) sekaligus background (accompaniment/latar) musik yang terdiri dari beragam jenis musik. Di dalam style ini sendiri terdapat channel-channel yang berisi permainan drum rhythm. . pilihan suaranya sama banyaknya dan bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). .89 C. .Main : pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh. .Accompaniment : tombol untuk mengaktifkan background musik yang sesuai dengan style pilihan kita.Ending : musik pada akhir lagu dan menjadi tanda berakhirnya lagu setelah melodi lagu. Left voice : instrumen beda (dobel) sehingga layer voice menjadi suara kedua dari main voice (sama halnya dengan main voice. . Tombol yang memfungsikan kerjanya suara keyboard pada bagian kiri dengan batas range tertentu dan pilihan kategori suara instrumen tertentu yang dibatasi split point (sama halnya dengan main voice dan layer voice pilihan suaranya sama banyaknya juga bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). Bagian-bagian Style : . dan bisa juga dibilang musik pengiring yang digunakan saat kita memainkan melodi dengan tangan kanan. dan akor berikut rhythm dengan tangan kiri.Intro : musik pada awal lagu sebelum masuk melodi lagu.

Start + stop : tombol yang menyebabkan style akan aktif langsung untuk memulai. tapi juga . Sync stop : tombol yang menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akor yang dimainkan. MUSIC FINDER Music finder : tombol yang berfungsi untuk setting otomatis sebuah lagu yang ingin kita mainkan. User terdiri dari : User style User song 4. MEMILIH STYLE DAN USER : Tempat yang dipakai untuk menyimpan data hasil modifikasi atau buatan kita sendiri. 5. jadi bukan hanya setting suara. 3. OTS Link : tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat memainkan main pada one touch setting. Sync start : tombol yang mengaktifkan style saat akor dimatikan. ONE TOUCH SETTING Tombol yang jika kita tekan maka beberapa pilihan setting suara yang sesuai dengan style yang kita pilih akan tersedia secara otomatis.90 - Bu Auto fill in : variasi rhythm yang fungsinya sama seperti break dan akan aktif pada saat menekan main.

8. REGISTRATION MEMORY Tempat penyimpanan setting yang aman. dan dengarkan menurut pilihan lagu yang kita pilih. 6. tempo. 7. jika ingin memainkan ½ nada kita tekan + satu kali. terdiri dari 8 tempat memory yang ditulis dalam urutan angka.91 setting style. Midifile tersebut bisa diperoleh dari Sample Song di dalam keyboard. TRANSPOSE Tombol yang berfungsi sebagai pengubah nada dasar. download file dari internet. Lagu yang dimaksud disini adalah midifile. sehingga kita hanya menekan tombol Play. jika ingin menurunkan ½ nada kita tekan – satu kali. efek dan sebagainya (kita bisa menyimpan 400 setting dan bisa kita pilih sendiri sesuai lagu yang akan dimainkan). SONG Lagu jadi yang sudah dibuat. atau hasil .

10. MULTI PAD Multi Pad bisa digunakan untuk memainkan sebuah permainan pendek yang berupa rhythm atau rangkaian melodi. yang dapat menambah variasi permainan kita. yang disimpan dalam smart card atau floppy disk. SCORE Anda bisa melihat notasi dari lagu yang telah anda pilih dengan menggunakan fungsi SCORE. Multi Pad dikelompokkan dalam grup-grup atau “BANK” dimana tiap-tiap BANK berisi 4 tipe permainan. teman atau guru anda. 9. dengan melihat notasi lagu midifile yang 11. Panduan tersebut berupa suara klik yang berbunyi seiring ketukan birama dan tempo yang sudah anda tentukan.92 Bu rekaman permainan sendiri. . METRONOME Metronome yang terdapat di keyboard akan memberi panduan menghitung birama saat belajar musik.

2 Mempraktikan dengan lagu .6. 23231 2.3. anda berlatih atau memainkan lagu tersebut tanpa memerlukan buku atau cetakan lagu tersebut.93 telah anda pilih.

94 Bu .

95 .

96 Bu .

97 .

98 Bu .

99 .

100 Bu .

101 .

102 Bu .

103 .

104 Bu .

105 .

106 Bu .

107 .

108 Bu .

109 .

110 Bu .

111 .

112 Bu .

113 .

114 Bu .

115 .

116 Bu .

117 .

118 Bu .

119 .

120 Bu .

. Pola iringan gambang kromong adalah baku. . . dari nada yang rendah sampai ke nada tinggi. 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 Nada yang digunakan sebgai standar dalam gambang adalah nada D. Pola iringan nada 1 (Do) adalah : __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola iringan nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola iringan nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola iringan nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Ragam Tabuhan Dilagu Dicaruk (dikotek) Di gemyang . . Terdiri dari 18 bilah kayu yang merupakan oktaf (gembyang) yang berulang.4. . . . .6. . Teknik Memainkan Gambang Kromong Nada Gambang . .121 2. lebih kurang 3 ½ oktaf (gemyang). .

Bisa AB-AB atau AA-BB. Kecrek serta alat musik gesek seperti Tehyan. PRAKTIK MEMAINKAN GAMBANG KROMONG 1. Kromong. Syair lagu yang terdapat dalam lagu kicir-kicir berupa sajak. Kerangka lagu kicir-kicir adalah sebagai berikut : . Tetapi dewasa ini sudah mulai ada perubahan alat seperti Ningnong (digantung). Pada bahasan akan dibahas alat pokoknya saja. GAMBANG KROMONG Seperti telah dibahas pada Bab sebelumnya bahwa ansambel Gambang Kromong terdiri dari instrumen pokok Gambang. Kongahyan dan Sukong.122 Pola Kotekan Kromong Nada pada Kromong Pencon bagian atas Pencon bagian bawah Pola nada 1 (Do) __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Bu 65321 23156 Lagu yang selalu dinyanyikan dalam setiap permainan gambang Kromong disebut lagu Sayur. Drum dan Keyboard. Kempul. instrumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin. Dengan contoh lagu Kicirkicir diharapkan bisa mewakili untuk memainkan lagu-lagu Gambang Kromong yang lain. gitas Bas. Gong.

. | P | (1) . | P . | (5) . | 3 . GAMBANG. | 3 . 2 22 3 (2) Instrumen lain masuk dan nada 2 (re). . Pada bagian lagu akan dibahas satu persatu cara memainkannya.5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan . :|| Jalannya sajian adalah sebagai berikut. pola kotekan adalah sebagai berikut 05 35 dan 06 36 untuk jatuh nada 1 (do). . . 5 35 | 35 35 . .5 35 | (6)6 36 .123 Intro : __ __ __ __ P P 03 35 | 3 . | P P (6) .5 35 | 35 35 .6 36 | 36 36 . 3 (mi) dan 5 (sol) pola kotekannya menggunakan 05 35 sedangkan untuk jatuh nada 6 pola kotekannya menggunakan 06 36. . . 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 Wilayah jatuhnya nada Wilayah nada untuk kotekan untuk lebih jelasnya lihat pertitur lagu dan tabuhan Gambang di bawah ini : __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | 03 35 | 3 . P . | 3 . .5 35 | __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . 2 22 3 ||: (2) .5 35 | 35 35 .2 22 3 | (2)5 35 . . Nada yang ada dalam instrumen Gambang adalah sebagai berikut dimulai dari sebelah kiri atau nada paling rendah. intro dilakukan oleh instrumen Gambang dan Kromong secara berbarengan nada intro adalah : __ __ __ __ 03 35 3 . . . | 3 . 2 (re). . P . .6 36 | | (5)5 35 . setelah melakukan intro instrumen Gambang memainkan lagu dengan pola kotekan yang mengacu pada jatuhnya nada .

Setiap satu gong terdiri dari 2 tabuhan kempul. sedangkan nada jatuhnya adalah nada yang ada dibawah. ) adalah tabuhan Gong.5 __ . Tanda P diatas not menunjukkan tabuhan Kempul sedangkan tanda ( . Berikut tabuhan instrumen kromong : __ __ __ | 03 35 | 3 .6 __ 35 | __ 36 | | (5)5 35 .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan GONG dan kempul untuk pola tabuhan Kempul dan Gong lihat pada kerangka lagu kicir-kicir di atas.5 35 | 35 35 __ 22 3 | __ __ . nada yang terdapat dalam instrumen Kromong adalah : Wilayah nada untuk kotekan 6 5 3 2 1 2 3 1 5 6 Wilayah jatuhnya nada Cara memainkannya sama dengan instrumen Gambang yaitu dengan pola kotekan Nada untuk kotekan adalah nada yang terdapat dalam instrumen di atas.6 __ __ __ 35 | 35 35 __ __ __ 36 | 36 36 __ . .5 35 | __ (2)5 __ (6)6 __ 35 __ 36 __ .5 __ .5 35 | 35 35 .2 __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 .124 Bu KROMONG.

. Ningnong berfungsi untuk menguatkan rasa seleh atau jatuhnya nada aksen. fungsinya sebagai pengatur tempo/irama. __ __ __ __ __ __ __ __ Kecrek : xx .x xx .x xx .125 KECREK.x xx dan seterusnya sama. . . nada 2 dan nada 1 rendah. 3 . penekanan pukulannya pada hitungan ke I dan ke III. . Lihat penerapannya pada cuplikan lagu kicirkicir. .x xx . 1 03 35 3 .2 22 3 (2) . | . Urutan nada yang diatas dari kiri adalah nada 1. . . . Penerapannya dalam lagu Kicir-kicir adalah : __ __ __ __ . Tabuhan Ningnong kita simbulkan dengan tanda N diatas not. . 3 . pola tabuhan kecrek adalah sebagai berikut : . adalah sejenis kempul yang ukurannya lebih kecil. nada 6 dan nada 5 lalu yang dibawah nada 3. . Instrumen ini letaknya dengan cara digantung.2 22 3 ||: (2) . Pola tabuhannya adalah seperti bahasan di atas. . . . . . . .2 22 3 (2) . . . Lihat penerapannya pada lagu kicir-kicir di bawah ini : __ __ 03 35 | N |(1) N |(5) . 3 . __ __ __ __ 03 35 3 . | N 3 N 3 __ __ N . . N | (6) . NINGNONG. . . | . N . . | 3 N 3 . :|| KENDHANG. .x xx .x Mulai menabuhnya dan nada 2 (re) yang dipukul dua kali.x xx .

126 Bu Jali-Jali Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

127 Sirih Kuning Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

128 Bu Kicir-Kicir Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

129 2. Gender.5. Pada gendhing bentuk lancaran buka dilakukan oleh rincikan Bonang Barung.6. titik atas dan titik bawah pada not menunjukkan pukulan dimana saat melakukan buka. Teknik Memainkan Gamelan Untuk tahap awal menabuh gamelan Jawa dapat dimulai dalam bentuk Gendhing yang sederhana yaitu bentuk Lancaran. pada upacara resepsi pernikahan adat jawa. buka ialah nada yang ditabuh untuk memulai suatu gendhing dan biasanya dilakukan oleh ricikan Rebab. Jalan sajiannya adalah sebagai berikut: Bagian Buka. Kemudian dalam bentuk Lancaran ada yang tidak memakai vokal (instrumentalia) dan ada yang memakai vokal. Susunan nada dalam Bonang Barung Pelog adalah sebagai berikut : 4 7 6 1 5 2 3 3 2 5 1 6 7 4 Atas Bawah . Jadi bila ada not titik bawah artinya nada yang dipukul juga nada yang ada diricikan bawah. Kendhang dan Barung Barung. Lancaran sifatnya riang dan bisa menceritakan suasana gembira. Di bawah ini penjelasan cara memainkan gamelan : Lancaran Kebo Giro berfungsi untuk penyambutan tamu besan.

Lancaran Kebo Giro terdiri dari 4 baris dimulai dari baris 1 sampai keempat lalu balik ke baris 1 dan begitu seterusnya sampai pada suwuk (berhenti). Dibagian gendhing kita mulai pembahasan dan instrumen : 1. Bagian gendhing. Lihat contoh di bawah ini : . Bonang Barung. Jadi kesimpulannya adalah pada bagian buka dilakukan oleh Bonang Barung lalu diteruskan oleh Kendhang dan semua instrumen baru masuk pada nada terakhir. Instrumen kedua yang masuk adalah instrumen kendhang mulai dari gatra ke tiga. yaitu setiap gatra ditabuh dua kali dengan patokan gembyangnya nada yang dibelakang.130 Bu Setiap bentuk Lancaran gatra terakhir sudah mulai dengan gembyang cegatan. lihat contohnya : Nada awal ditabuh satu-satu sesuai not dan letaknya kemudian di gatra terakhir atau gatra keempat sudah gembyang cegatan. lihat contohnya : Setelah itu semua instrumen masuk dan nada 5 atau paling belakang. setelah melakukan buka kemudian Bonang Barung memainkan lagu dengan pola gembyang cegatan.

Untuk lebih jelasnya. Bonang Penerus. Slenthem) jika dalam memukulnya berbarengan maka tabuhan Bonang Barung salah. tetapi praktek menabuhnya tentu saja tidak sama cuma namanya saja yang sama.131 Pukulan Bonang Barung tidak berbarengan dengan ricikan Balungan (Demung. pola tabuhan dalam bentuk lancaran irama lancaran sama dengan pola pada Bonang Barung yaitu Gembyang cegatan. 2. Saron. lihat di bawah ini : . Begitu seterusnya sampai gendhingnya berhenti.

B. Kendhang. Kalau misalnya ada lancaran yang terdiri dari 3 baris berarti pola kendhangannya adalah : Putaran 1 : A. Untuk bentuk lancaran pola kendhangan ada 4 macam yaitu cengkok A. B. baris II dengan pola B III dengan pola B dan baris IV dengan pola C ini pada putaran pertama.B.C Putaran II dan seterusnya : B. mulai-berhentinya sebuah sajian gendhing tergantung pada kendhang. C Begitu juga apabila bentuk lancaran yang terdiri dan 5 baris berarti dapat dirumuskan sebagai berikut: Putaran 1 : A.B. B.B. Kemudian penerapannya pada lancaran Kebo Giro adalah sebagai berikut : setelah buka baris I dengan pola A. B. B. Kemudian pola D atau suwukat digunakan untuk .C Putaran II dan seterusnya : B. C Pola C dinamakan juga cengkok salahan artinya untuk memantapkan rasa seleh dan hanya digunakan pada baris terakhir tapi bentuk lancaran.B. C dan D (lihat pada bab di atas). artinya cepatlambat.132 Bu 3.C Putaran II dan seterusnya : B. B.B. baris III dengan pola B dan baris IV dengan pola C. kendhang bertugas sebagai pamurba irama. Untuk lebih jelasnya dapat dirumuskan sebagai berikut : Putaran 1 : A. artinya pola A hanya dipakai sekali setelah buka. B. baris II dengan pola B.B. C Kebetulan Lancaran Kebo Giro hanya terdiri dan dan 4 baris jadi gambaran pola kendhangannya seperti tersebut di atas. kemudian pada putaran kedua dan seterusnya baris I dengan pola B.

Kempul Laras Pelog terdiri dari nada 6. sedangkan Gong Suwukan ditabuh pada tiap akhir baris kecuali baris terakhir. termasuk dalam golongan ricikan struktural artinya penempatannya dalam sebuah gendhing mempengaruhi jenis gendhing tersebut. Gong. Dalam jenis Lancaran kita bisa memakai Gong Gedhe salah satu dan Gong Suwukan dengan nada 2 saja.133 memberhentikan gendhing. Gong Gedhe ditabuh hanya setelah buka dan pada baris terakhir nada terakhir. nada 5. yaitu jika kendhang sudah menggunakan pola D maka tidak lagi menggunakan pola C dan artinya gendhing tersebut akan berhenti dengan ciri pada baris terakhir tempo semakin pelan yang tentu saja diatur oleh kendhang. Gong gedhe nadanya 3 dan 5 sedangkan gong suwukan nadanya 2. nada 3. 1 dan 7. 4. 6. Pola D penggunaanya pada baris terakhir. Ricikan Gong terdiri dan 2 macam yaitu gong gedhe dan gong suwukan. nada 1 dan nada 7. Contoh : . Tabuhan kempul bisa disimbolkan dengan tanda atau P yang terletak di atas not. Kempul. Dalam lancaran Kebo Giro kita bisa memakai kempul dengan nada 6 saja dan cara menabuhnya berbarengan dengan jatuhnya nada. Untuk lebih jelasnya lihat penerapannya pada bentuk Lancaran Kebo Giro di bawah ini : Ket : hal ini brlaku untuk setiap bentuk lancaran 5.

2 . Untuk Bonang Barung. pada saat tangan kanan nabuh nada 5 maka tangan kiri memegang nada 6. Jenis Lancaran mi pola tabuhan instrumen Balungan.3. sekarang akan kita bahas jenis Lancaran yang memakai vokal. Di atas sudah dibahas Jenis Lancaran yang tidak memakai vokal.3. Tetapi tidak setelah ditabuh langsung dipegang melainkan berbarengan dengan tangan kanan menabuh nada berikutnya. nada 3. Contoh : . Tabuhan Kenong biasa disimbolkan dengan tanda atau N yang terletak di atas not Contoh: 5 berarti nada yang ditabuh kenong juga nada 5 atau 2 berarti nada yang ditabuh kenong adalah nada 2 dan seterusnya. Saron dan Slenthem.6. nada-nada yang ada didalamnya adalah : 1 2 3 4 5 6 7 untuk laras pelog sedangkan untuk laras slendro nadanya adalah. Lihat penerapannya pada Lancaran Kebo Giro di bawah ini : 7. nada dalam Kenong Laras Pelog adalah nada 6. Jadi tangan kiri mengikuti kemana tangan kanan menabuh nada. Untuk jenis gendhing yang memakai vokal kita pakai Lancaran Gugur Gunung di bawah ini : .5 pertama tangan kanan menabuh nada 6 terus nabuh nada 5. tabuhan dan pola sama tetapi yang berbeda hanya nadanya saja.134 6. nada 1 dan nada 7. nada 5. nada 2. Cara menabuhnya adalah tangan kanan untuk menabuh sedangkan tangan kiri untuk "mathet" atau memegang setelah nada ditabuh. Bu Kenong. 6123561. Demung. Bonang Penerus. Setiap satu baris terdiri dan 4 kali tabuhan dan menabuhnya mengikuti jatuhnya nada atau mengikuti nada di bawah tanda symbol Kenong.2 .6. termasuk dalam jenis ricikan balungan. selanjutnya tangan kanan menabuh nada 3 baru tangan kiri memegang nada 5 dan seterusnya. Kenong dan Kempul.5 . Gong dan Kendhang tetap sama.

.135 Untuk ricikan Bonang Barung. Bonang Penerus. Kempul dan Kenong cara menafsirkan nada tabuhannya adalah tiap 2 gatra. Kalau yang tidak memakai vokal penafsiran nada tabuhannya tiap 1 gatra.

sulingnya berlaras da-mi-na-ti-lada dengan 6 lubang.2. resonator mengacu dari kayu dan alat petik tersebut ada yang disebut jentreng. karena pengaruh keperluan teknik terutama kreasi Mang Koko kacapi dapat berjumlah 22 s/d 26 senar. Fungsi seninya : . bahkan bisa lebih.6. Kesenian kacapi suling: adalah memainkan lagu-lagu instrumentalia dan pop Sunda.Dahulu untuk pengiring upacara siraman dan dahulu untuk dinikmati bangsawan Cianjur . 6. kacapi perahu. Kacapi kawih/siter dapat pula dimainkan untuk permainan individu. Tabel. Peta Unit Kompetensi Keterampilan Kacapi Level Purwana Yuwana Madya Madya Utama Purna Jenjang Pendidikan SMK Diploma Kacapi merupakan alat musik petik (waditra) yang memiliki (dawai) sebanyak 7 sampai 20. oleh karenanya warna suaranya berbeda. Kacapi berlaras pelog dan slendro atau berlaras da-mi-na-ti-la-da.6.6. berlaras lebih tinggi.1 Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi suling Kacapi suling instrumennya terdiri dari kacapi dan suling. Berikut diuraikan jenis kacapi : 2. kacapinya adalah kacapi kawih/siter.6.136 Bu 2. Yang berlaras pelog bernuansa lembut dan yang berlaras slendro bernuansa China. Teknik Memainkan Kacapi Perkembangan dimasukannya Kacapi sebagai kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat. atau dikenal luas di masyarakat. Kacapi adalah bentuk akulturasi dari alat musik K’in dari Cina dan Koto di Jepang. dan kacapi siter. kacapi rincik.Saat ini untuk hiburan . gembira.

slendro dan madenda.Kacapi Kawih/Siter berlaras pelog dan slendro Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. iringan atau bas. Gambar Kacapi Suling 1. Permainan Kacapi Suling Secara Mandiri Tinjauan dari permainan kacapi yang dapat dimainkan secara mandiri adalah: . Perangkat instrumennya : Kacapi perahu (indung): berfungsi sebagai tangan kiri. .137 Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. berlaras pelog.47.48.Kacapi tembang Cianjuran Fungsi seni tembang Cianjuran adalah sebagai pengiring.

Sedangkan permaianan kacapi yang ada vokalnya atau mamaos disebut kacapi tembang sunda cianjuran.49. Kacapi Perahu . Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.50.138 Kacapi Rincik : 1) Sebagai melodi 2) Sebagai ketukan irama/tempo Bu Kacapi Indung sebagai ritem dan bas Sedangkan kacapi Rincik yang lebih kecil berfungsi sebagai melodi dan sulingnya sebagai pembawa lagu. Salah satu contoh lagu tembang cianjuran seperti lagu “Papatet” yang dibawakan oleh juru tembang atau disebut siden [juru mamaos] dalam kacapi tembang Lagu-lagu dalam tembang sunda seperti lagu “Papatet “ ini bisa disajikan dengan vokal atau bahkan bisa disajikan dengan suling saja. Kacapi Rincik Melodi dan Birama Sumber STSI Bandung Gambar 2. yang disebut kacapi suling instrumental.

51. vocal atau juru sinden sebagai pembawa lagu. Permainan kacapi instrumental wanda anyar menunjukkan teknik petikan kacapi dan macam-macam tekniknya. - Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Musik Celempungan Wanda anyar Yang dimaksud wanda anyar disini adalah permainan kacapi kreasi baru.139 Celempungan Celempungan adalah permainan satu atau dua buah kacapi siter ditambah instrumen Rebab sebagai pembawa melodi lagu. dan permainan kacapi wanda anyar ini lebih banyak dimainkan pada alat kacapi siter elektrik dua sampai tiga buah kacapi siter dan dan dalam penyajiannya lebih banyak membawakan lagu-lagu yang lagi populer ngetren pada jamannya. Ciri khas dari petikan wanda anyar ini adalah : Aransemen dan gelanyu sebagai jembatan antar melodi . Misalnya lagu “Kalangkang” dan “Cinta Ketok Mejik”. Dalam penyajiannya celempungan biasanya membawakan lagu-lagu yang terikat oleh birama atau tempo. instrument kendang yang terbuat dari kayu dan kulit sebagai pembawa irama. seperti misalnya lagu “Eslilin” atau “Manuk Dadali” dan sebagainya. dan instrumen gong sebagai pemanteb.

Penjarian Yang dimaksud penjarian adalah penggunaan jari-jari tangan baik kanan maupun kiri pada waktu memetik senar kacapi. Penulisan lambang-lambang jari ini biasanya diletakkan disebelah kiri susunan nada (melodi gending) yang akan dimainkan. Untuk lebih jelasnya perbedaan B. 2. Untuk mempermudah dalam penulisannya. ekspresif nada-nadanya. Sistem dan Nilai Nada Sistem nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) pada umumnya meliputi laras salendro. jejemplangan dan dedegungan adalah bentuk syair lagu yang dibawakan atau dinyanyikan secara bebas atau merdeka yang tidak terikat oleh birama maupun temponya. penuh kreasi. Contonya : Jenis papantunan dalam lagu “Papatet” Daweung di ajar ludeung Gunung Galunggung kapungkur Gunung Sumedang katunjang Talaga sok kawahyahna Rangkecik ditengah leuweung Ulah pundung kudisungkun ulah melang teu diteang Tarima raga wayahna ngancik di nagara deungeun Sedangkan yang dimaksud dengan panambih adalah lagu tambahan dari jenis lagu di atas yang dinyanyikan secara teratur dan terikat oleh aturan birama maupun temponya. degung (pelog). dan madenda (sorong).140 Bu Aransemen yang disukai kaum muda. Contohnya lagu “Eslilin” A. Yang dimaksud dengan papantunan. Kaya akan hiasan lagu Memiliki etude petikan kacapi Kacapi yang dimainkan adalah kacapi kawih/siter. Telunjuk = b. jejemplangan. dedegungan dan penambih. Permainan Sebagai Pengiring Petikan-petikan kacapi indung dalam tembang Sunda atau kacapi suling sangat berperan terutama dalam mengiringi lagu-lagu. Sedangkan jari-jarinya baik kanan maupun kiri dilambangkan dengan huruf-huruf kecil yaitu : Ibu jari (jempol) = a. terletak pada intervalnya. Menurut teori Machyar. jari manis = d dan kelingking = e. tangan kanan dilambangkan dengan hurup A (besar) dan tangan kiri dengan hurup B (besar). yang membedakan tinggi rendah nada dalam setiap laras. papantunan. . Jari tengah = c.

. . . . : 2 1 . . . . : 4 3 . 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . 3. .141 tersebut lihat figure di bawah dengan menggunakan notasi da-mi-na-tila (1-2-3-4-5). . 5 . 3 .. . . . : 1 .. . . bernilai setengah ketukan. ___________ ___________ ___________ ___________ Oktaf tinggi oktaf sedang oktaf rendah oktaf lebih rendah Nilai nada yang digunakan dalam suatu permainan kacapi kalau ditulis dengan not angka (notasi da-mi-na-ti-la) adalah sebagai berikut : 1. . . . 2 1 . . . 5 . 3 . . Not yang diberi garis satu di atasnya. 5 4 . . 2 . 1 . .. . . bernilai seperempat ketukan. . . Sedangkan susunan nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) umumnya dimulai dari nada 1 (da) tinggi (titik satu di bawah). . . Contohnya 1 2 3 4. . .. . . Contohnya 1 2 3 4 2. . Apabila disusun sebanyak 20 nada (ke samping dan ke atas) seperti di bawah ini : . .. 5 . . 4 3 . Contohnya 1 2 3 4 . 4 . . Not yang berdiri sendiri. 2 1 . Not yang diberi garis dua di atasnya. . bernilai satu ketukan. . . Laras salendro Laras degung Laras madenda .

dan dijeungkalan. Teknik Sintreuk-toel Pembahasan Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Contohnya 1 . Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar (kawat). akan penulis jelaskan satu persatu berikut contoh latihannya dalam bentuk cacarakan (cara-cara petikan kacapi). ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari). Sedangkan nilai dari kedua tanda tersebut dalam penulisannya sama seperti notasi pada nomor 1. Untuk lebih jelasnya ketiga teknik tersebut di atas. Khusus mengenai titik. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor). Dengan demikian jelaslah bahwa panjang pendeknya nada yang dilambangkan oleh not angka akan bergantung pada nilainya.6. yang materinya mengacu pada tujuan umum yaitu mendidik mahasiswa agar dapat mendemontrasikan teknik-teknik petikan kacapi ke dalam bentuk aransemen (instrumental) dan pirigan lagu (iringan lagu). sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. dan Cianjuran. 2. apabila diletakkan di belakang not atau di samping kanan not. dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjuk .142 Bu Tanda lain yang sering digunakan dalam penulisan notasi gending kacapi adalah titik ( . Kawih Kacapian. Teknik petikan kacapi yang sering dipergunakan terutama dalam Celempungan. Sehingga dengan demikian nada-nada (gending) yang dihasilkan jari-jari tangan tersebut akan berbeda pu!a. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik). TEKNIK PETIKAN KACAPI Yang dimaksud teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. ) yaitu untuk memperpanjang nada dan tanda istirahat ( 0 ) yaitu tanda untuk berhenti mengeluarkan suara atau berhenti membunyikan nada. berarti 1 nilainya menjadi dua ketukan. selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. Posisi dan gerakan jarinya adalah: (1) telunjuk kanan melipat ke daiam.2. dan (2) telunjuk kiri agak lengkung ke bawah. 2 dan 3. secara global ada 3 macam yaitu sintreuk-toel dijambret. 1. Jenaka Sunda. Apabila penulisan seperti 1 . ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan. maka nilai not tersebut akan bertambah. seperti telah disebutkan di atas. Adapun penjelasan dan latihannya adalah sebagai berikut: A. sebab nilai titik dan tanda istirahat masing-masing setengah ketukan. Yang membedakan antara tenik yang satu dengan lainnya. 0 berarti nilai 1 menjadi satu setengah ketukan.6. seperti telah dicontohkan di atas.

ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain. 2. Mempraktikan Memetik Kacapi dengan Melatih Cacarakan Dalam latihan ini materi-materinya disebut Cacarakan. yang pada akhirnya diharapkan mahasiswa itu mampu menyajikan aransemen.3.143 kanan dan kiri. Fungsi dari masing-masing jari di atas adalah: ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi. Sedangkan tingkat kesulitan dari materinya disusun secara bertahap. Adapun susunan cacarakannya seperti di bawah ini : . Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya.6.6.

144 Bu .

145

146

Bu

147

148

Bu

Taknik sintreuk-toel yang diaplikasikan ke dalam bentuk Cacarakan 1 - 10, di dalarnnya sudah mencakup teknik penjarian (posisi dan gerakan jari) dan teknik petikan (ketepatan jari dalam menghasilkan bunyi yang bersih dari senar yang disentuhnya). Kedua teknik ini pada dasarnya bertujuan melatih keterampilan tangan untuk sampai pada garap aransemen (gending macakal) secara baik dan benar. B. Teknik Dijambret

Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, seperti menjambret2 yaitu membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, t elunjuK, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) seperti ngajeungkalan. Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass

149

(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. Oleh sebab itu dalam cacarakannya hanya akan berorientasi pada nada yang akan dimainkan saja, yang dalam istilah tradisinya disebut kenongan. Misalnya teknik dijambret dalam kenongan 5 (la). Yang perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum mempraktikkan teknik dijambret adalah pasangan nada dari nada yang dijadikan kenongan. Pasangan nada tersebut seperti di bawah ini: Gembyang Pasangan Kenongan : : 1 3/4 1 2 5/4 2 3 1/5 3 4 2/1 4 5 2/3 5

Kelompok nada di atas dapat pula dijadikan dasar dalam menentukan pasangan nada pada petikan tangan kiri di setiap pirigan lagu.

150
C.

Bu

Permainan Kacapi Gaya Celempungan dalam lagu Banjaran (laras pelog), gerakan sedang

151

Keterangan : Pirigan disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan

. India b... Gambang kromong adalah kesenian yang mendapat pengaruh dari. Grand 5. Lydis c.. W.152 Bu TES FORMATIF BAB II Pilihlah jawaban yang tepat ! 1. Kesenian gambang kromong. a.. a. Melayu .. Bartolomeo Christofori b. Susunan nada yang bernada 5 c. a. Bali c. Susunan nada yang berjarak ½ 3. Susunan nada yang berjarak 2. Machjar Angga Koesoemadinata b. kenong dan tanjidor adalah kesenian khas daerah . a. Steinway d. Supratman 4. Aristoteles c... Cikal bakal instruen piano yang bernama Harpsichord diciptakan pada tahun 1707 oleh . Demang Kartini d.. Cina d. Apa yang disebut tangganada diatonis? a.... Betawi d. Arab c. Tetrachord 2. a.R. 1 dan ½ d. Dons-Frigis d.. Jawa Tengah b. Notasi pentatonik adalah asli milik bangsa Indonesia yang dibuat oleh . Haryo Wreksadiningrat c. Kalimantan 6. Tangganada diatonis berasal dari tangga nada .. Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ b. Yunani b..

. Talempong adalah alat musik tradisional seperti gamelan yang berasal dari propinsi . Kacapi b.. Angklung tradisi Sunda b. Angklung berlaras diatonis disebut juga . Fungsi dalam permainan d. Sample c. Angklung Pak Poeng c.. Sumatera Barat c. Alat musik tradisional Indonesia serumpun alat musik Koto adalah. a. Sitar d. Angklung Pak Udjo 9.. Perbedaan gender dan slentem adalah pada ... Lampung d.. Bali 8. a. Angklung Indonesia d. Jumlah bilahan b. Jawa Tengah b. Bentuk bilahan c.... Granting 10.153 7. Cara memainkan .. a. a..

Jawa Tengah . Bagaimana cara kamu mengenali musik yang kamu dengar adalah musk Melayu (Riau) 4. Dapatkah kamu mengidentiikasi yang mana musik yang merupakan karya Bach. Bagaimana cara kamu mengenali musik khas darah Sunda? 5. Bagaimana cara kamu mengenali gamelan yang kamu dengar adalah gamelan daerah : .Sumatera Barat 6. Apa yang kamu rasakan ketika mendengar suara yang beraturan seperti suara tetesan air dari ledeng ? 2.154 Bu Apresiasi : 1. dari lagu-lagu yang guru perdengarkan? . Apa yang kamu rasakan jika terdengar suara keras dan cepat. seperti suara drum yang ditabuh dengan bersemangat ? 3.Bali .

Seni Tari Mengapresiasikan Karya Seni Tari Bab 3 APRESIASI Pengertian Seni Tari Gerak Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Berdasarkan Konsep Garapan Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat Teri Berdasarkan Orientasi Artistik Fungsi Tari Upacara .

EKSPRESI Produksi Tari Dasar Pijakan .

dinamis. Pengertian Tari Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang.158 BAB III SENI TARI 3. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. dan sangat beragam intensitas pendalamannya. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif. Dalam perkembangan berikut. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus. dan menampilkan tari. Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan. caranya dengan melihat. Di bawah ini tahapan apresiasi tari yang berguna bagi yang mendalami apa arti sutu pendidikan seni khususnya untuk seni tari. 12). tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. dan waktu. Mengapresiasikan Karya Seni Tari Pemahaman suatu tarian sebagai konsep merupakan aspek terpenting dalam pendidikan tari. Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan. Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987. Pemahaman konsep dibentuk melalui proses kreasi. Cakupan ini adaptasinya dapat dipelajari melalui penjelasan di bawah ini. 2). Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam . membuat. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. dan tenaga. Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. 3.1. Belajar seni pada tataran apresiasi dapat dimulai dari usia dini.

Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat. Tari merupakan salah satu cabang seni. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. pada waktu kapan saja. tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja.159 buku ini. 21). dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya. hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. Ibarat bahasa gerak. dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak. perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Tari memberikan penghayatan rasa. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. maupun unjuk kemampuan. empati. dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. dan kemauan kepada umum secara jelas. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Apabila disimak secara khusus. Masyarakat . Sebagai sarana komunikasi. 4). simpati. Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978. paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya. Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV). paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. gerak tari. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja.

ritme. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. Dalam kehidupan sehari-hari. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. manusia selalu bergerak. tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Dalam konteksnya. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari. dan bunyi musik. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins. ungkapan komunikasi kata-kata. tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak. Sebaliknya. melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang . Corry Hamstrong menyatakan bahwa. Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur. Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan. tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah.160 membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. menyatakan bahwa. 1990:2). pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama. serta unsur pendukung lainnya. 1994:44). maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement). Seperti dikutip oleh M. Oleh sebab itu. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa. tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya. dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas. Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. John Martin dalam The Modern Dance. Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan. Sependapat kedua pakar di atas. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987.

tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. Soedarsono menyatakan bahwa.2. Faktor keberuntungan dan kehendak yang kuasa segala yang diinginkan perkembangan dan perubahan atas manusia menjadi pasrah. space (ruang gerak yang terdiri dari level.161 sesuai dengan maksud tertentu. lemah. perubahan sikap. Dengan itu manusia merancang dan mendesain sedemikian rupa untuk perkembangan dan perubahan yang diinginkan. Gerak dalam kehidupan sehari-hari manusia yang kurang menghayati kehidupan banyak diabaikan. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari.1. elastis dan penekanan gerakan ). jarak. Oleh sebab itu.2. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. atau tingkatan gerak). Sebagai bentuk latihanlatihan. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. GERAK Kebanyakan manusia dalam kehidupannya sangat mengharap terjadinya perubahan. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. kaki. dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat. Gerak dalam aktivitas manusia menjadi bagian penting dari manusia yang masih hidup. 3. badan). Elemen pokok tari adalah gerak. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. Akan tetapi untuk yang menghayati dinamisasi gerak menjadi obyek yang banyak dipelajari dan dimaknai agar menjadi segala sesuatu yang berguna bagi diri maupun masyarakat lain. VCD/DVD serta media lain. manusia hidup berkembang dan bergerak. tangan. termasuk dalam hal ini adalah tari. time (berhubungan dengan durasi gerak. Dalam berbagai peristiwa. UNSUR POKOK TARI 3. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. aspek tari. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian kepala. dan sangat mennghayati dinamika terutama hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerakgerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. . Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. dan kedudukan). Perubahan atas perkembangan dan gerakan yang terjadi sebagai dinamika manusia menjadi inti adanya perubahan yang diharapkan. dinamis. dan irama seseorang. posisi. rasa. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak.

Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb.3. serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri.2 Penggunaan properti butuh ruang gerak sempit Gb. tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian. disebut gerak tari tengahan. ruang. gerak dan waktu yang secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut. tari terdiri dari unsur gerak sebagai unsur utama.3 Mengeksplor gerak tubuh untuk ruang gerak Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Pribadi Gb. 3. di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. dan tenaga. bekerja. olah raga. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta).162 Berpijak kepada pendapat di atas.4 Lari jingkit (trisik ) membuat lingkaran Gb.5 Pengolahan Ruang Tari & Pentas Tari di Proscenium . Pada khususnya. waktu. 3. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. Pose gerakan di bawah ini menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian. 3. gerak bermain. dan gerak sehari-hari.

9 Jengkeng sikap dasar tari/level bawah . motif gerak. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gambar 3.163 Imitasi atau peniruang gerak dengan pengembangan ruang gerak.3. Sumber Koleksi Pribadi Gb.8 Mahasiswa Jurusan Tari Angkatan 2004/2005 yang sedang eksplorasi gerak Tari Topeng Jaja dan gerak Pencaksilat (versi Jaya Bandung). Perhatikan kedua gambar di bawah ini adalah bentuk/motif gerak Jengkeng pada tari Klasik Jawa dan sikap dasar Pencak silat dalam bentuk kedua kaki melebar bertumpu secara kuat dan mencengkeram ke tanah (kuda-kuda). dan gerak dalam ruang secara harmonis dengan ketentuan gerakan yang diperagakan serta pengolahan ruang yang diharapkan.6-3.

sendi leher berperan sentral. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep.10 Sikap Kuda-kuda pada motif sikap Pencak silat (Sumber: Koleksi Kusnadi ) 3. Gerakan supinasi. berputar.164 Sumber Koleksi Pribadi Gb. memutar ke kanan/kiri. Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. rileks. Motif Gerak Tari Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu pada tabel di bawah ini dapat disimak secara detail yang memberi bentuk motif gerak tari sebagai berikut. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. mengangguk. . 3. Gerakan berpaling ke kanan/kiri.2. rendah). kudakuda. dan mengayun.2. Adeg-adeg. Badang kontraksi. sedang. Rapal. Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. Gerakan ke depan/belakang.

tekukan pada siku. supinasi ke depan. Sikap palmar dari tangan Ngiting. . Gerakan badan ke samping kanan/kiri. ogak lambung. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. belakang. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. anggukan dan gelengan kepala. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. gileg. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. gelieur. gebesan. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. serta gerakan jari-jari Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Gerakan pacak gulu. Grakan tangan lurus. mengkerut-kerut. Vibrasi skapula. ke depan/belakang. Meliuk-liuk.165 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. tengok kanan/kiri. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. Gerakan bervariasi. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. tekukan pada palmar tangan. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan.

lengan bawah. Harmonisasi goyang pinggul. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. kelenturan pada paha. Cranum sebagai otorizet. Nyempurit. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. Gerakan dan getaran pinggul. lengan atas. macam goyangan. Ngruji.166 melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. dilakukan sesuai keterampilan individu. Pelvis sebagai penopang. Kecepatan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. masingmasing berbedabeda. dan sikap tangan pokok. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. palmar tangan. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Kolumna vertebralis. . Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. Goyang plastik. dan Nguya pada tari dasar Thailand. goyang pantat pada Jaipongan. sensualitas. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu.

Salto. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. . Kengser. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kepala mematukmatuk. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki.167 Anggota Gerak Bagian Bawah Support Kaki (Ladix) Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. loncat harimau. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Peragaan gerak motif Rodat. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Geser. strugel track di udara. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. kaki Gerakan Jalan. Zamrah. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet.

diarthrosis Jalan lurus. serta pada karpal dan falang. sinkondrosis. tulang panggul. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Pacak Gulu. Lampah Ringdom. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Mapal. Galier. Putaran Tubuh ke semua arah. Gileg. tangan. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. badan. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Keept up Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. dan Godeg. .168 langkah ke depan/belakang. Tegak dan bongkok badan. dan kaki. sinfibrosis. dan variasi gerakan kepala. Gelang kepala angguk-anggukan kepala. Tanjekan. sendi poros pada tulang bahu. Nindak. samping kanan/kiri. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Gerakan dilakukan pada sendi peluru.1 Motif Gerak Individu Gerak rol. Gerakan merendah atau mendak. Ngeseh. loncat harimau. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Tabel 3.

ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh. rendah) pada tari Saudati. Rapal.1 Motif Gerak Tari Berkelompok 3. sedang. sedang. Di sisi lain. Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. straidel. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep.3. Gerakan Tari Topeng Cirebon. Ruang bersentuhan langsung dengan penari. Tabel 3.2.169 3. Adeg-adeg. Rapal. anggukan.4. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. step. rendah). rendah). Adeg-adeg. kuda-kuda. sedang. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah . kuda-kuda. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi.2. berputar. Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. dan topeng Klono. tari garapan lain. lenso.

13 Gerak Disain Tertunda Gb. 3.11 Pelemasan anggota gerak tubuh Gb. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.15 Penguasaan Ruang Pentas dan ruang Gerak sebagai potret pemberdayaan ruang gerak dan ruang pentas. Sumber Internet www. posisi dan kedudukan. 3.Dance_Yahoo. Perhatikan gambar Gb. 3.3. level.14 Penari mengolah ruang pentas level rendah Gambar di bawah ini mengisyaratkan pengolahan ruang pentas dan ruang gerak secara maksimal dengan menjabarkan desain.170 ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat.com. 3. . motif gerak dan perpaduan kedua penari.12 Eksplorasi gerak Penari di Ruang Latihan (Koleksi: Koleksi Kusnadi) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

berhubungan dengan kebutuhan. juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. Dengan demikian gerakan penari sesuai pengarahan koreografer.171 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari membutuhkan jangkauan gerak. Dalam mendesain ruang gerak penari. . Ekuivalen gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Kebutuhan ruang gerak yang sempit. desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam. Dengan demikian terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendisain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. dan dasar teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan geraknya. dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Ruang gerak penari dengan jangkauan gerak luas membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. bagaimana penari bergerak dan dapat mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan geraknya. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan disaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan. koreografer menyesuaikan. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Penari membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan.

172 Sumber www. 3. .17 – 3. Gb.16 Ruang Tari sekaligus pengolahan properti dengan memanfaatkan ruang tari) Kesan gerak di bawah ini menunjukan gerakan sembah. Gb.dance. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. serta luas dan tertunda. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Perhatikan gambar atas 3.17 gerak lambat memiliki kesan dalam. Disain ruang yang tercipta sempit di dalam.com Gb.q. 3.yahoo. 3.18 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan.18 gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. putaran dan liukan badan bertumpu pada kaki yang kuat.

berubah posisi. serta pindah kedudukan. 3. cepat-lama gerakan dilakukan. cepat-lambat.com.173 Sumber Internet Internet www. Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu. Hal tersebut membutuhkan waktu.20 Gerak Selut pada tarian Sunda Dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Unsur dinamika ini membutuhkan waktu gerak.19 Gerak di udara Gb. Pengolahan ruang gerak dan tenaga yang disalurkan melalui motif gerak penari di bawah ini adalah memanfaatkan tercapainya gerakan spilt atau slidding dan sircle atau putaran. Apabila penari bergerak bagian tubuh yang berpindah tempat. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu.Dance_Yahoo. Sumber Koleksi Kusnadi Gb. panjang-pendek. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. Tempo gerak dapat membangun imej tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. . 3.

kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Oleh sebab itu. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas dalam bentuk pengolahan gerak dan pengolahan waktu secara bersama ke dalam konsep garapan tarinya. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu merupakan unsur yang saling terkait dengan lainnya. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. dan kondisi emosional penari. Hal ini berhubungan dengan panjang pendek waktu. situasi. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. Dalam tari. Dengan demikian elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif.22 Gerakan Teknik Sirkle & Gerakan Teknik Split (Trust) Dilakukan dalam tempo cepat. kebutuhan ruang dengan waktu.21 – 3. Kebutuhan waktu yang mendesak dalam tari adalah memanifestasi kebutuhan gerakan cepat dan gerakan lambat secara dilematis. . atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar.174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt\ Gerakan Slidding pada tari Kembang Betawi Perhatikan Gambar 3. intensitas gerak. kualitas gerak. serta kebutuhan pentas tari dipentaskan. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini membutuhkan waktu. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan penggarapan koreografi. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. Waktu dalam gerakan menjadi salah satu konsep tarian. denyut nadi gerak. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. atau dengan berdirijongkok. Konsep membangun waktu dipraktikan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang-pendek gerak. Apabila dengan tempo lambat banyak terjadi kemungkinan cidera kaki.

Gambar.23 – 3. berkekuatan. 3. Sumber kedua gambar di halaman ini Internet www. Gb.24 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan.24 Gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan.com Perhatikan gambar atas 3.dance_@ Yahoo. Tenaga Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis.175 Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi.2. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna.5.23 Gerak respons memiliki kekuatan kesan gerak yang tinggi. dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan. kerjasama pembagian intensitas tenaga . berisi. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Sumber: Koleksi G Kekuatan lompatan. 3. 3.

Ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda. kehendak. memiliki keterbatasan pada cara mengungkapkannya. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. desakan jiwa. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah.27 adalah gambar sinkronisasi bentuk penghayatan tumpuhan kaki.176 Sumber: Koleksi GNP TMII Jkt Sumber: Koleksi Pribadi Gambar 3. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. 3. selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. . Ekspresi Dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan yang ada bahwa ekspresi tari semua yang berhubungan dengan perubahan psikologis. lompatan dan pelebaran ruang gerak anggota gerak tubuh secara terstruktur pada komposisi tari.2. marah dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara dan kepekaan diri di dalam melakukan luapan. Sebagai ilustrasi bahwa. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Di sinilah letak pembeda dari cara penghayatan sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. pembawaan suatu karakter.6. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan.25 – 3. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang.

Dance_@ Yahoo.7. sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis. Keduanya seiring dan sejalan. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur gerak.com. Musik dalam tari memberi keselarasan. 3.30 Bonang Bonang memiliki tempo musik yang berbeda cara dan teknik tabuhnya. penghaytan gerak pada gerak Ballet. keserasian. Gambar 3. Iringan Tari Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Koleksi Kusnadi 3. cepat-lambat melodi lagu. . sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif.28 dan 3.2.29 adalah menunjukan penghayatan mata pada tari-tarian Bali. sistem kembangan untuk tabuhan sekar atau lambat temponya dan gembyong untuk irama tempo cepat.177 Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Internet www. keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana. Sebagai salah satu instrumen musik tradisional. Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

musik. Dalam tari klasik pola gerak. disebut dengan unsur komposisi tari . walaupun hasilnya terkesan sederhana dan tidak rumit. sig-sag. upacara agama atau untuk tujuan ikatan kebersamaan warga. UNSUR KOMPOSISI TARI Apabila kita melihat sebuah tarian baik jenis tradisional atau non tradisional. musik. Garis-garis lantai dibentuk dari garis lurus dan garis lengkung. serta sesuai dengan kepentingan-kepentingan ( fungsi tari) dalam kehidupan masyarakatnya. namun terdapat juga unsur-unsur lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi sebuah komposisi yang disebut dengan tari. desain dramatik. sehingga pola gerak. Unsur-unsur itu. dan garis lengkung dapat menghasilkan bentuk lingkaran. unsur-unsur komposisi tari. rias. ruang dan waktu. Desain gerak. Menurut La Mery (1965: 17-108). lengkung setengah lingkaran. Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri-dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga. desain lantai. Hal tersebut sangat berbeda dengan tari klasik dan jenis tari untuk tujuan pertunjukan. spiral. musik. tempat menari dipersiapkan dan dalam tari itu disusun sedemikian rupa. Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. busana.3. Garis lurus dapat menghasilkan bentuk garis diagonal. Dalam jenis tari tradisional yang berasal dari suatu komunitasmasyarakat etnik. Sedangkan tari untuk untuk seni pertunjukan yang merupakan ungkapan individual yang biasanya dalam proses penciptaannya. adalah: desain lantai. tema. segitiga. angka delapan dan sebagainya . desain atas. lebih banyak memiliki kebebasan dalam mengekplorasi semua unsur tari. serta tata pentas. desain atas. tata rias/busana dan tata rambut. perlengkapan tari. desain musik. desain lantai. Sebagai contoh dalam tari tradisional jenis tari rakyat. sebagai berikut: 1. pementasan bahkan tema tarinyapun. taat kepada aturan-aturan yang harus dipatuhi yang terkait dengan aturan-aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan orang istana. V atau V terbalik. perlengkapan. desain atas. tempat pementasan mencerminkan ciri khas dari budaya setempat dan adat masyarakat yang memiliki tarian itu. T atau T terbalik. tata rias busana. Biasanya penyelenggaraan tari untuk tujuan upacara adat. maka tempat pementasan tari biasanya sesuai dengan tujuan upacara tersebut. sehingga hasilnya terkesan rumit. sehingga memungkinkan pada pencapaian kualitas artistik maupun estetis dari aspek unsur-unsur tari itu sangat maksimal. unsur-unsur tersebut dibangun dan disusun sesuai dengan nilai-nilai dan corak tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakatnya.178 3. banyak unsur-unsur yang dapat dikenali dan terlihat oleh mata (visual). tata rias. disusun berdasarkan pola-pola koreografi yang lebih artistik. busana.

vertikal. memperluas jangkauan gerak. terlukis. medium. tertunda. yaitu rias wajah untuk tujuan mewujudkan angan-angan . Sumber tema tari dapat dari imajinasi manusia. 3. dalam. tempo. statis. tata rambut dan tata busana tari Adalah rias wajah. Tema Tema adalah ide persoalan dalam tari. lengkung. tata rambut (hairdo) dan busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. Pola ritmik di dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. Dinamika Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari tersebut . cerita rakyat. menambah jumlah penari. legenda. menanbah dimankika gerak atau justru berhenti sama sekali atau dengan cara-cara lain yang intinya berbeda dan khas dari bagian tari sebelumnya dan sesudahnya. pergantian posisi penari serta perubahan suasana. 2. murni. berada di atas lantai. tinggi rendah (level). yaitu: (a) rias wajah korektif. (b) rias wajah karakter. peristiwa-peristiwa yang pernah atau sedang terjadi.179 2. kontras. kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik. Desain atas atau air desaign Adalah desain yang dibuat oleh anggota badan. dan (c) rias wajah fantasi. rendah. 3. gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. dan sebagainya 4. cerita kepahlawanan. Tata rias. Desain musik Desain musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari. Rias wajah untuk keperluan pementasan tari dikenal tiga jenis. spiral. Menurut La Mery (1965: 22-39) ada bermacam-macam yaitu desain: datar. Kilmaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo. lurus. yaitu rias wajah untuk tujuan memperbaiki bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik. Tahap –tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi manarik dan tidak terkesan monoton. tidak membosankan dan tidak monoton. bersudut. 1. benda-benda disekitar kita. yang disebut dengan klimaks. harapan dan kehendak manusia. yaitu rias untuk tujuan menggambarkan dan memperjelas karakter tokoh atau karakter tari. Melalui tahapan ini penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal. Desain dramatik Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. kegiatan kerja. berikutnya penonton merasakan mulai ada penurusan menuju akhir dari sebuah tarian. horisontal. Dua jenis desain dalam tari adalah desain kerucut ganda dan desain kerucut tunggal. Desain ini dilihat dari arah penonton. dan asimetris. perilaku binatang. lanjutan. tinggi. simetris. Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak.

Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. Dengan teknologi komputer tata lampu dapat diprogram dalam hal gelap terang. warna maupun komposisi cahaya sesuai dengan kebutuhan konsep tari. MP 3. yang disebut dengan setting. Alternatif bahan untuk pembuatan busana tari bermacam-macam. 7. di halaman Pura. Dalam tari tradisional. misalnya dari alat tape recorder. Sumber cahaya untuk keperluan pementasan tari bermacam-macam.180 atau imajinasi. 6. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. di halaman rumah atau dilapangan. cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. yaitu berbentuk arena. 5. plastik. sehingga tata suara memerlukan pengaturan khusus dari pemutar suara. Tata Suara Adalah seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. model tata rambut sesuai dengan adat dan gaya tata rambut daerah masing-masing. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penati dapat dilihat dari berbagai arah pandang. CD player. untuk penutup tubuh. Tata Lampu Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan. Fungsi busana dalam tari tradional (klasik bukan hanya untuk keindahan. diantaranya berasal dari obor. lilin dan listrik. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosscenium. sedangkan tata rambut untuk tari non trasional biasanya disesuaian dengan konsep tari. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang meiliki 2 jenis. daun atau apa saja yang ada disekitar kita yang dapat dimanfatkan untuk bahan busana tari. Synthesizer dan alat pemutar suara . Bentuknya bermacam-macam. tata pentas bukan hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. dapat terbuat dari kain. kertas. Tata suara ini menjadi bagian dari unsur komposisi tari bila tarian menggunakan musik iringan tari dengan media rekaman. rias wakah dibuat menyerupai bentuk bunga. pendhopo. namun juga untuk memperjelas karakter tokoh dan karakter tari yang sedang diperankan oleh penari. Tata Pentas Adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. Dalam tari tradisional pada umumnya desain busana tari tidak jauh berbeda dengan busana adat setempat. Tata rambut untuk keperluan pementasan tari juga bermacammacam. misalnya untuk mewujudkan sosok putri bunga. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat bendabenda dan alat yang berhubungan dengan tari. yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. penciptaan suasan atau untuk memperjelas peristiwa pada suatu adegan.

tidak memiliki kepekaan musikal dan tidak dapat menjiwai tariannya. Koreografi yang indah tidak akan menjadi indah apabila penarinya tidak memiliki keterampilan teknis.4. wirama dan wirasa. 3. Wiraga adalah keterampilan menari. kemampuan mentaati gaya tari dan kelenturan. kemampuan olah tubuh. dipahami dan dapat diinterpretasikan oleh penontonnya. . dan wirasa adalah penjiwaan penari terhadap karakter peran dan karakter tari. Penjiwaan dalam menari dapat dicapai apabila seseorang dalam menari melibatkan passion. dikenal dengan beberapa istilah. Penari mempunyai tugas tidak hanya mengkomunikasikan gagasan dalam tari. ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penari. 3. Memiliki kepekaan musikal. Memiliki keterampilan teknis gerak . namun tugas utamanya adalah memberikan nyawa kepada tari. 2. Untuk sampai kepada kemampuan penjiwaan dalam menari. Penjiwaan dalam menari dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah wirasa. mencakup: kemampuan menghafal urutan gerak. melalui bahasa tubuhnya dan melalui ekspresinya. Namun bila musik iringan tari menggunakan alat musik yang langusng dimainkan. PENJIWAAN DALAM MENARI Penjiwaan dalam menari merupakan kemampuan penari dalam menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. Di beberapa wilayah budaya di Indonesia kemampuan seorang penari yang baik. akan menghasilkan penghayatan dan ekspresi karakter peran dan karakter tari yang dapat berkomunikasi dengan penonton. bersungguh-sungguh (bersemangat) mencurahkan segala perasaannya dalam kegiatan menari. kaitannya dengan penguasaan teknis gerak. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran penari dalam memperkuat penampilan sebuah tari dan dalam menciptakan keindahan sebuah tari atau dalam sebuah koreografi. Kemampuan penjiwaan ini merupakan tanda yang tampak dari diri seseorang sebagai seorang penari yang baik. pada waktu menari. wirama adalah kepekaan musikal.181 lainnya. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penari tari gaya Surakarta dan Yogyakarta (Jawa ) dikenal dengan istilah kemampuan wiraga. pengaturan tata suara menjadi tidak begitu penting. sehingga segala pesan yang terkandung dalam tari dapat juga dihayati. yaitu kepekaan dalam menyelaraskan ritme gerak tubuh dengan ritme musiknya atau menyelaraskan ritme gerak dengan penari lainnya. yaitu melakukan dengan perasaan senang. yaitu : 1. Mampu menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. Menari dengan hati seperti itu.

menghargai. Dengan demikian kegiatan apresiasi seni bukan sekedar melihat sebuah karya seni saja. istilah-istilah dalam seni tari. bahwa keindahan adalah merupakan kepuasan yang hakiki bagi setiap yang merasakan. Pembelajaran Keterampilan Apresiasi Tari Pada umunya orang akan mengatakan bahwa seni adalah untuk dinikmati melalui kegiatan seni dan kepakaan estetis yang dapat memuaskan kebutuhan perasaan penikmatnya. Kadar dan bobot penghayatannya berbeda satu dengan lainnya. Kegiatan pengamatan untuk mengenal. greget (menyalurkan kekuatan dari dalam / inner dynamic) . melainkan memiliki makna memerlukan wawasan sehingga dapat mengkaji sampai pada batas mengungkapkan keterampilan melalui kegiatan. 3. . secara menyeluruh adalah kompetensi yang dicapai paling tinggi di bidang persepsi. dapat mentranformasikan dirinya ke dalam peran yang dibawakan. tari-tarian yang berkembang di Indonesia baik menyangkut tari Tradisional. pengertian apresiasi secara harafiah berasal dari kata appreciatie (Belanda) atau Apreciation (Inggris) yang berarti kemampuan seseorang dalam menangkap getaran-getaran nilai seperti memahami.5. tandang dan tangkis. Pengetahuan Kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang sejarah.182 Dalam Bambang (1984) dikemukakan bahwa untuk dapat mencapai wirasa penari harus melakukan empat hal. sedangkan penari matang (tasak) melalui kemampuan olah fisik dan olah spirutualnya. Apabila ditelaah. menilai dan mencipta dan mengevaluasi. Menurut I Wayan Dibia ( 2004: 17-18) bagi penari Bali. penari tua harus menguasai wirasa atau penjiwaan terhadap tarian. Kesadaran perseptual dibentuk untuk menjadikan pengalaman berkarya sehingga terbentuk kesadaran. tari Nontradisonal/Kontenporer/kreasi modern. mengidentifikasi. sengguh (percaya diri) dan ora mingkuh (penuh disiplin disertai dedikasi dan loyalitas tinggi). dimana pengetahuan tentang tari merupakan dasar dalam mengapresiasi. Hal ini benar. memahami. Penjiwaan penari dalam menari merupakan kemampuan tingkat tinggi bagi seorang penari yang dapat dicapai bila penari telah memiliki keterampilan teknis menari dan memiliki kepakaan musikal. yaitu sawiji (konsentrasi). membandingkan. Konsep kegiatan apresiasi meliputi beberapa hal antara lain: Persepsi. Kemempuan lain untuk mengobservasi. akan tetapi apabila dikaji lebih dalam. Seorang penari muda harus memiliki kemampuan olah fisik dan mempunyai hafalan terhadap agem. simbol-simbol seni tari.

183 Pengertian Kegiatan yang dapat membantu kemampuan merasakan. Penilaian. diamati. Keterampilan yang dapat mendeskripsikan. menghayati sehingga dapat merasakan keindahan yang mendukung karya tari tersebut. Kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai penentu. Mengidentifikasi Tarian Untuk dapat mengidentifikasi tarian terlebih dahulu seseorang harus mempunyai wawasan tentang berbagai jenis tarian dan mempunyai pengalaman estetis yang memadai. maupun peserta didik secara mandiri dalam membantu memberikan komentar maupun kritik di masa datang. Hal ini berkaitan dengan kepekaan visual dan sensori yang merupakan kemampuan dalam berapresiasi. kelompok. hal lain yang penting dimiliki adlah pengetahuan tentang pijakan tari. berdasarkan pengetahuan dan wawasan tari dari hasil pengamatan sebelumnya. Apresiasi. menerjemahkan. Melihat Tarian Sebelum seseorang mampu menilai sebuah karya tari dikarenakan. 3. penari dalam tahap penilaian keindahan seni tari. Membuat Tarian Seorang pencipta tari atau yang disebut Koregrafi tentulah mempunyai perbendaharaan wawasan tarian yang banyak. diskusi. menginterpretasikan. Operasionalisasinya mencakup kemampuan memahami. penikmat. dengan demikian akan membentuk pengalaman estetis dan peningkatan penghayatan akan karya tari. 2. Analisis.5. mempunyai pengalaman . terlebih dahulu telah banyak melihat pertunjukan tarian. menghargai. Kemampuan melakukan penilaian karya-karya seni baik secara tertulis. 3.1. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan tentang keberhasilan individu. sehingga dapat menceriterakan dan menjelaskan kembali hasil pengamatan yang dilakukan. bahkan sudah banyak mempunyai pengalaman menari. Oleh sebab itu keterampilan ini sangat berhubungan dengan kepekaan rasa yang mendalam bagi seseorang yang sangat konten terhadap seni. memilih. dan memilih dalam mencapai sasaran belajar dari hasil apresiasi. Kegiatan Apresiasi Tari 1. menjelaskan kegiatan seni yang sedang dipelajari.

Dengan demikian. sejarawan. dan proses kreatif. produk dan press (Supriadi. Mengkoreografi sesuai tema dan usia d. kriteria. Di antara para ahli timbul perbedaan pandangan tentang konsep kreativitas. Sebagian lainnya kata kreativitas didefinisikan sebagai suatu cara berpikir dan bertindak. mesin. karakteristik orang kreatif. Mary Mayety (1990: 2). memiliki gagasan orisinal. Sedangkan kreativitas sendiri menurut Supriadi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu . Mampu memperhatikan keseluruhan aspek tari. berbeda. (6) sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada hubungannya dengan belajar (7) sama arti dengan imajinasi dan fantasi. atau cara baru menangani dan menghadapi masalah. dalam psikologi. Perbedaan ini terletak pada definisi. 3. (5) sinonim dengan kecerdasan yang tinggi atau jenius. bahkan permainan. Sebagian lain menghubungkan kreativitas dengan kompetensi spesifik (Husen and Postlewaite. dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinal. dan yang paling penting mempunyai kemampuan menggarap tarian.184 estetis yang cukup tinggi. musik. (3) apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. atau membuat sesuatu yang asli oleh seseorang. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur. proses.2. Namun istilah ini taksa atau ambigiuos karena digunakan secara bebas di kalangan orang awam. Mampu menerjemahkan konsep kedalam bentuk tari b. Hurlock (tt: 2) memandang bahwa istilah kreativitas. 1985:1100). panggung. rias dan memanage latihan. Orang kreatif cenderung sebagai pencipta (creator) bukan penurut (conformer) kepada orang lain. Pembelajaran Kreativitas Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. suatu kreativitas itu memiliki fungsi untuk menyelelesaikan suatu persoalan. Oleh karenanya merupakan bentuk permainan mental. atau menghasilkan suatu produk baru. (4) merupakan proses mental yang unik. baik dalam bidang musik. 1994). dan upaya-upaya yang dapat dilihat dari dimensi proses maupun produk dalam mengembangkan kreativitas. dan sebagainya. sering digunakan. kostum. Memiliki kepekaan musik c. komprehensif. Mayety (1990) mendefinisikan kreativitas sebagai proses memunculkan sesuatu hal yang baru. orisinil dan memiliki keunikan. Arti kreativitas secara umum adalah menekankan pada (1) pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. baik pada setiap proses maupun produknya. Namun pada dasarnya sebagian besar memandang kreativitas sebagai sesuatu yang baru. “the process of bringing something new into being”. juga pada hubungan kreativitas dengan kecerdasan. perilaku. pencahayaan. Rhodes (1961) membedakan kreativitas ke dalam dimensi person.5. kemampuan tersebut yakni : a. titik pandang yang berbeda. psikolog ataupun pendidik memandang kreatifitas dengan cara yang berbeda. sastra. semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Seorang filosof. (8) merupakan kemampuan mencipta (kreasi). dan orisinal. (2) kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan.

1995:3). benang merah dari kreativitas sesungguhnya tidak lain dari kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur. 19:11). ide atau unsur yang tersedia dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban. Kreativitas dalam tari seperti yang diungkapkan Alma Hawkins merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. Suatu produk seni umumnya merupakan hasil kreativitas apabila produk tersebut menghasilkan sesuatu yang baru. adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. Utami Munandar juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data atau informasi atau unsur-unsur yang sudah ada. menghasilkan suatu produk yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut pada orang lain (Reynold Bean. Hal ini dapat dilihat dari ide atau pola garap tari. oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kreativitas sebagai jantungnya tari. maka produk kreatif akan dihasilkan. Kemampuan berpikir divergen berdasarkan informasi. Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluasan (fleksibility). 1992:45). baik berupa gagasan maupun karya nyata. orisinalitas dalam berpikir. sentuhan kreativitas adalah hal yang terpenting. serta kemampuan untuk mengeksplorasi suatu gagasan (Munandar. Sesempit apapun bayangan semasa kecil kita . 1987). di mana akan menghasilkan sesuatu yang original. Teori tentang kecerdasan majemuk mengisyaratkan bahwa titik pusat bidang kreativitas adalah mengembangkan. Begitu pula kreativitas menurut Munandar. berkualitas dan lebih kaya dalam mengungkapkan gagasan. Melalui pemikiran-pemikiran orang kreatif inilah. data atau materi yang diberikan atau sudah ada sebelumnya.185 yang baru. produk atau ide-ide baru sebelumnya yang tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri (Murgiyanto. dan berguna (useful). Seperti dijelaskan oleh Guilford (1965) bahwa creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people (Supriadi. kreativitas yang dimaksud lebih menekankan kepada produk atau hasil yang baru dengan gagasan yang orisinil. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. sehingga ia melihat kreativitas dari sisi seniman pencipta atau seniman pelaku. Namun demikian apabila berbicara produk. Demikian pula dengan Reynold Bean mengungkapkan kreativitas sebagai proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya. dan proses tidak terlepas dari individu itu sendiri. keceerdasan dan pola kreatif dengan melakukan eksperimen atau percobaan dan menemukan cara baru memanfaatkan pikirannya. 1994). yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. informasi atau unsur-unsur yang ada (Munandar. maka tidak terlepas dari proses bagaimana produk itu dihasilkan. Untuk menghasilkan suatu bentuk tari yang mempunyai nilai dan makna. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut.

Cari tahu. pikiran. Untuk mengambil suatu keputusan gerak diolah dengan variasi dan suasana musik/irama. nada. Gerak Bertanya Informasi yang ada lalu bertanya. Kreatifitas adalah kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru. Ia mengisyaratkan bahwa berpikir dapat dikembangkan dengan melalui 7 pola berpikir dengan mengguankan kecerdasan diri (Gardner: 2004. Spasial adalah kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan disain. Adapun 7 tahapan berpikir dengan menggunakan kecerdasan terdiri dari aspek sebagai berikut: Verbal adalah kemampuan memanipulasi kata secara lisan dan tertulis. Kinestetik-tubuh adalah kemampuan memenfaatkan gerakan tubuh dalam olah raga dan tari Inferansial adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri merenung serta berfilsafat. Pada permasalah ini dipertanyakan apa yang disebut kreativitas? Kreativitas berarti ekspresi keunikan diri ke dalam tindakan nyata dan mampu menemukan solusi yang baru dan bermanfaat. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan pemahaman tentang kreatifitas lebih mendalam dalam pembahasan ini. Logis adalah kemampuan memanipulasi sistem berpikir secara konsep logis.186 menggambarkan bahwa kecerdasan dan potensi kreatif dapat dikembangkan secara maksimal. Dengan banyak mencoba bertanya dan dan bertanya pada diri sendiri maupun dengan orang lain. kamu akan memperoleh banyak ide yang dapat dikembangkan. Secara simulasi peta konsep ini dapat digambarkan sebagai berikut. Interpersonal adalah kemampuan memahami dengan lain. Dengan mencipta atau berkreativitas maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Musical adalah kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik. Pernahkan kamu membuat sesuatu yang kreatif?. irama dan keselarasan. Dengan itu faktor penentu laja kecerdasan Sangay dipengaruhi oleh kemampuan mengorganisasikan kreatifitas diri. . ketika berpikir dalam memecahkan masalah dari idemu. maka akan dapat segera memperoleh ide. dengan mencari tahu kamu akan selalu bertanya. dan perasaan mereka Personalisasi Kecerdasan ini lebih menekankan kepana perkembangan dan perubahan kreativitasnya. 23).

1. kelakukan dan cermin pribadinya.6.6. 3. Tugas: Carilah beberapa ide.1 Olah Keterbukaan (Kebebasan Berpikir) Peningkatan dan pengambangan kreativitas tidak terbatas. serta gerakan dilakukan dengan naluri kemauan untuk bergerak.2 Energi Kemampuan untuk melakukan penghayatan atas ungkapan gerak dengan bersemangat. Proses menghargai kebebasan gerak dan memecahkan masalah melalui ide adalah wujud nyata seseorang mengembangkan pikiran kreatifnya. Dengan demikian tergambar perangai. dari idemu selanjutnya buat kemungkinan gerak secara bebas dengan suasana yang kamu inginkan. Tetapi hal ini dapat dilihat pada bentuk keputusan yang diambil bahwa kemungkinan gerak yang diperoleh dalam bentuk gerak murni atau maknawi. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut. Dalam kurun waktu yang telah disepakati. . Buatlah ide ungkapan gerak menjadi bentuk tari. Faktor keterbukaan yang dimiliki seseorang dapat membentuk inspirasi dan motivasi memecahkan masalah yang dilihat merupakan unsur keterbukaan yang dibutuhkan. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang.187 1. dengan demikian untuk membuat gerakan menjadi sebagian gerak atau tari sangat mungkin. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. Masukan penemuan-penemuan gerak yang telah kamu lakukan. bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. sebab gerakan akan muncul variasi dan motivasi diri. Untuk membuat gerakan menjadi kreatif harus ada motivasi diri dan kemampuan untuk mengembangkan ide yang dimiliki.1 Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. Tari Berdasarkan Konsep Garapan 3.

3. Adat. Banyak diantaranya untuk keperluan Agama. 3.34 Tari Topeng Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.32 Tari Terpulout Sumber Koleksi GNP TMII Gb. 3. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat ini dapat disimak melalui gambar di bawah. Beberapa contoh jenis tari yang digunakan untuk keperluan Agama.31 dan 3. 3. Adat.188 Tari Tradisional yang berkembang di manca daerah Indonesia sangat beragam dan bervariasi tumbuh berkembangnya dalam aktivitas kehidupan masyarakat pendukungnya. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat di lingkungannya.33 Tari Panggung jati Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.35 Tari Topeng .

1. Gb. Beberapa jenis tari ini antara lain adalah tari Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3. 3. dan Gb.37 Tari Perang .36 Topeng (Nirin Kumpul) Ketiga gambar di halaman ini menunjukkan tari topeng yang digarap dalam konteks konsep koreografi yang berbeda. Tari Primitif Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.6.36 konsep Teater Topeng.35 konsep tradisi pengembangan. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur. 3. 3. 3.34 -3.1.189 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya.

3.38 Tari Gejolak Gb. 3.2. Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan. Tari Baina. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tari Tononiha. Tari Andungandung.190 Perhatikan gambar 3. Tari Baluse. Tari Karambik dll. Tari Manduda. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya 3. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Kain.6. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.39 Tari Tano Doang Ketiga tari di atas (Gb. 3. Tari Cikecur. dan iringan menjadi lebih dominan.1.38 – 3. Tari Tari Barampek.40 Tari Jipeng Rebana . Tari Buyut Managan Sihala. Pengembangan kostum. Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Tari Kapri. Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Angguk. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. gerak. Tari Terang Bulan. Tari Pisu Suri.37 terdapat simbol atau ciri yang nampak pada tari primitif. Tari Rakyat Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang ingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan. dan variasi gerak menjadi ciri perubahan semakin majunya tari Rakyat Sumber Koleksi GNP TMII Jkt 3.40) adalah Tari yang dikoreografi dan diangkat dari konsep tari kerakyatan.

Tari Bines. Tari Kederen.191 Pada uraian selanjutnya akan dibahas beberapa contoh jenis taritarian nusantara yang ada di Indonesia di mana keterbatasan data dapat dicontohkan sebagai berikut di bawah ini. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut.Tari Bak Saman. Bungong Sie Yung-yung. Tari Lanieu. Tari Cincang Nangka. Tari Ranu Labuhan. Tari Anyung. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Apeut. Tari Cuwek. Sumber Majalah Myung Hui Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.42 Tari Saman Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Labehati. 3. Tari dll. 3.43 Turun Kauih Aunen . Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Landak Sampot. 3..41 Tari Saudati Gb. Tari Dampeng. Tari Asuk.

44 – 3.Ttari Dana dan Tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). tari Tabur. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin). Tari Payung.TMII Jkt Gb.46 Payung Tarian di halaman ini (Gb. Tari Rambai dan Tari Lilin. 3. Tari Piring. tari Melimbang. Tari Bayang Sangik.Tari Andun. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Ampun Mende. 3. Ttari Badaek. Tari Badalung. Tari Kain. . 3.46) adalah jenis tari tradisional dari Sumatra Barat yang dikoreografi sesuai perkembangan konsep koreografi pada masa kini.192 Sumatera Barat.44 dan Gb. Tari Bedug dll. Bebe. 3. Tari Karambik adalah tari klasik tradisional Sumbar.Tari Temu.45 Rampak di nan Jombang Sumber Koleksi Anj. Sumatera Selatan: tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). tari Burung Putih.

48 Krana (UNJ) . 3.47 Barabah (UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Seni Tari UNJ Gb. 3.193 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

3.51 Tari Topeng Bali . 3.50 Kresno-Baladewa Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 3. dan Kerajaan Klungkung di Bali. 3. Kasepuhan Cirebon.1.194 3. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi DepBud Par Gb. Tari Klasik Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang atelah ada di Indonesia.49 Pendet (Bali) Gb.6. Surakarta. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di Indonesia khususnya di yogyakarta. kerajaan bone. Kerajaan Mataram Kuno.

2. 3. 3. Karya Wiwik . Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi. persembahan.195 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari Gb.3.52 merak Subal(UNJ) Gb.54 Gambyong(UNJ) 3.53 Pakarena(UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Nontradisional Tari Nontradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional.6. wira pertiwi. Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek. Tari jenis ini tari pembaruan. Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong.

55 Sequence Gb. www.38-39 Gb. tari karya Abdul rochem tari Gitek balen.196 Widyastuti tari cantik.com 2.56 Qulinte www.com www. 3.com 2.57 Tari Flash Time Gb. 3. 3.38-39 Gb. 58 Bratasena www.com Gb.38-39 www. tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll. 59 Cinta Bunda .dance_@ Yahoo.com 2.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo. 3.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo. 3.

3. Kuda Lumping. Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat 3. Sablang sebagai sara untuk panen akbar atau petik padi. Peran yang ada lebih diarahkan untuk pernyataan maksud dari masyarakat yang bersangkutan. Gambyong.1 Tari Adat Tari Adat adalah berhubungan pernyataan maksud masyarakat kaitannya dengan peri kehidupan sosial sehari-hari dari masyarakatnya.38-39 Gb. Raupe Soran merupakan tari yang digunakan dalam upacara jelang mengikat perkawinan. Beberapa contoh Tari Upacara Adat adalah Bedhoyo 5 dan Bedhoyo Ketawang 9 (penobatan Raja sesuhunan dalem). Tayub. Karonsih. 60 Squestrall (Internet) 3. Tari jenis ini lebih dominan untuk mendekatkan pada bentuk upacara yang sakral. Jatilan (seni tontonan rakyat).dance_@ Yahoo. 3. Ngalage. Tari Sekapur Sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari Rangguk (Jambi) tari untuk persembahan kepada tamu biasa.7.7.7. . Tari upacara adat terkait dengan banyak macam motif adat yang disakraklan pada penyelenggaraan tertentu dan dalam momen tertentu pula. dan Gatutkoco Gandrung(Adat Perkawinan).1.com 2.197 www. Ke 2 tarian tersebut merupakan tari yang lazim dan banyak terdapat di daerah lain pada kapasitas penyambutan tamu saja.1. Tari jenis ini juga digunakan untuk prosesi lamaran penang menantu. Konsekuensi logis yang diyakini meniadakan akibat yang bakal dilakukan. Tari Upacara Tari jenis ini perbedaannya ditentukan berdasarkan pada kebutuhan spirit manusia pendukungnya.

63 Tabot Lampung memiliki budaya batas.62 Rangguk Bengkulu: tari Massal Andun. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam).198 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. tari Massal Kijjai. tari Sekapur Sirih. Tari Keris.3. 3. Ayunan Tangan. tari Kain. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. tari Bidadari. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian . Posisi geografis sangat menguntungkan.61 Sekapur Sirih Gb. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. tari Gandai. tari Karan merupakan tari hiburan Bengkulu selatan ditarikan remaja putri. Tari Kikuk. 3.. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.

Tari Doger. Tari Kandagan.dance@yahoo. . Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan property cemeti. Tari Topeng. tari Melinting. Tari Longser. Tari Ketuk Tilu. tari Batin. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. Tari Merak. Tari Keurseus. Tari Dewi. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.66 Tari Merak . Tari Arus. Tari Bebe. Tari Capang. 64 Ngelajau Gb. Tari Candra dewi.199 pria sebagai ungkapan selamat datang. Tari Keris. Tari Kembang Puray. 3. 65 Agon Yamuniku Jawa Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Sumber www. 3.com 3. tari Lepas.

Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng.200 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ 3. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. Tari Blenggo. 69 Topeng Gb. 3. 70 TeaterTopeng Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.68 Tari Merak Jakarta. Tari Gong. Tari Ngarojeng. 71 TeaterTopeng Gb. 3. Di Bawah ini Tari Topeng Gong dalam 2 bentuk yakni Kreasi Baru dan Pertunjukan Topeng serta Garapan Kreasi Baru. 3. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Topeng Gong. topeng Cantik. 3. serta Topeng Angga. 72 Nyi Kembang .67 Bodoran 3. Tari Tayub (Nayub). Tari Ronggeng.

201 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Kridohumangsah. Tari Bondoboyo. tari Golek. Tari Karonsih. 3. Tari Panji. Tari Menak Koncar. .76 Tari Topeng Tari Topeng dan Trunajaya (Bali) tari klasik garapan tari berorientasi dari keraton.75 Tari Trunajaya Gb. 3. Koleksi Kusnadi (2.40-41) dan Internet Jawa Tengah: Tari Srimpi 5. tari Rantoyo. Tari Bondoyudo.73 Tari Tebal Gempita Gb. tari Bondan.74 Tari Bahauran Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadit Gb. Tari Saptoretno. 3. Tari Surenglaga. 3. Tari Retnosari. Tari Lawung. Tari Srimpi 9. Tari Anoman Kataksini.

3.77 Gumyak Banyumasan ( Pribadi ) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Jurusan tari UNJ Gb. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. . Pergelaran di Pendopo. tari Srimpi. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). 3.202 Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Golek Lima. 3.79 Gambyong Yogyakarta: tari Bedhoyo.78 Dolalak Gb. Tari dll. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok.

203 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. berperan seperti Tledek atau Ledek. tari Jejer. tari Bapong. 3. 3. Gaya tari Yogya lebih menekankan pada angkatan kaki berciri lurus untuk perpindahan tempat dengan cara merendahkan kaki tumpuan. 3. Tari Embatembat. Tari Atandak.81 Klono Topeng Kedua karakter tari ini adalah gagahan. pertunjukan secara berkeliling.82 Mbya (gaya tari Madura) . Jawa Timur memiliki beberapa khasanah tari seperti Tari Ngremo. Tari Emprak (tari putra/putri berpakaian wanita.80 Tari Gagahan Gb. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Tari Topeng (Madura).

Tari-tarian Bali merupakan cermin masyarakat Bali yang dinamis.com Gb.83 Tari Warok Gb. Pernyataan .84 Tari Ngremo Sumber www.85 di Proscenium Stage Tari Bali merupakan jenis tari tradisional yang paling ekspresif pada sebagaian banyak jenis tariannya.204 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Pada tari-tarian Bali unsurekspresi mata (sledet dan panajam). 3.dance@yahoo. 84 di Mal dan 3. 3. serta kebutuhan untuk upacara adat sangat bergantung situasi tari dipergelarkan. Hanya pada jenis tarian upacara saja yang membutuhkan penghayatan tari berdasarkan situasi fungsi tari dipergelarkan. 3.85 Ngremo Kedua gambar tari Ngremo di atas menunjukkan perbedaan konsep koreografinya. Gb. Tari Bali merupakan tari tradisional yang didominasi tarian ekspresif. penghayatan topeng denga penyesuasian karakternya.

3. 2.88 Oleg Tabulilingan(UNJ) Gb. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.89 Trunajaya (Kusnadi) . 3. 86 Topeng Rangde (BudPar) Gb. 87 Manukrawa (BudPar) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Hal ini di alami oleh masyarakat Bali. 2.205 kehendak dan karakter musik dan tarinya mencerminkan dinamisasi jaman yang terus menerus berkembang.

Tari Katubu. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. 3. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Soka Papak. Tari Danding.206 Nusa Tenggara Timur memiliki khasanah tari yang antara lain seperti di bawah ini. Tari Dio doe. Tari Lenda Nusa Malole. Tari Kanja. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.91 Abike Anuku ( GNP TMII ) Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang antara lain terdiri dari Tari Udeg. Tari Likurai. Tari Elilola. 3. Tari Gandrung. Tari Lenggo. Tari Nuri. Tari Kabana. Tari Ayam Karata. . Tari Deda Lolon. Tari Bial Tojong. Tari Ana Keka. Tari Cilo. Tari Carana.90 Abike Anuku ( GNP TMII ) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Padoa. Tari Dadara Nesek. Tari Bidu. Tari Angin Alus. Tari Dalata.

ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. kitanan. Tari Maengket. Tari Arum Piju.92 Katubu ( Anjungan TMII ) Sulawesi Utara: tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah.94.3. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Peule Cindi. Tari Banggai. tari Ando-ando.207 Sumber Koleksi Pribadi Gb. . Tari Pemontes. Tari Anitu. tari Kebesaran. dilakukan kelompok gadis. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan.93 A dan 3. Tari Kartili tarian hiburan rakyat Sulut. tari Maka Anding. 3. B Pamilau Sulawesi Tengah: Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. tari Ana Tete. tari Turutenden. serta penobatan putri masa akil balig.

Tari Luminda dll. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. Tari Modero. Tari Moese. Tari Makrencong-rencong. tari Assay. Tari Maluyya. tari Mangaro. Tari Dero. Tari Mangayo.208 Tari Ei-Ei. tari Lumunse. Lanunse ( GNP TMII ) Tari dari Sulawesi Selatan terdiri dari Tari Losa-losa.97. 3. Tari Mak Bandong. Tari Manganeng. Tari Modelusi.96 Lanunse ( GNP TMII ) Gb. 3. Tari Morengku. Tari Morasa. Tari Katumbu. Tari Maklatu Kopi. Tari Kancara.95 Assay (Pemda Sulteng) Sulawesi Tenggara: tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Gb. gadis akil balig harus menarikan tari ini. tari Mombesara. Tari Langko. Tari Mak Jekne-jekne. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Mangandak. Tari Malemmo. Tari Moana. Tari Kandai Patangaya. Tari Marrelau Pammase Dewata. Tari Mak Randing. Tari Basalonde. 3.Tari Moleba. tari Linda. Tari Motaro dll. Tari Dopalak. Tari Mappacci. Tari Lumanse. tari Dinggu. dll . Tari Salonde.

3. 1 orang lelaki(pawang). Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Perang. 3. Balian Bukit. Tari Bejo Ujo. oleh 4 wanita. Tari Belahong.100 Perang (TMII) Gb. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Gantar. Tari Bogam. . tari Gandut. tari Topeng Panji. tari Hudok. tari Japin Sigan. 3. Tari Burung Enggang.Tumbak). Tameng. Tari Belaong. Ditarikan pada masa paceklik. Tari Datun dll.99 Pakarena UNJ Kalimantan Timur: tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit.101 Jipeng Rebana Kalimantan Selatan: tari Tirik Lalan.98 Pakarena (Mujiati) Gb.Tari Anggo. Tari Mantang. 3.209 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Baksa (Ajaran. Tari Bekuku.TariBogam.

tari Manjuluk Sipa. TMII Jakarta Gb. tari Kinyah Pampulu. Tari Tambung. Tari Kinyah DanumK Kalimantan Barat: tari Capin Tari J Sumber Koleksi Anj.210 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. tari Boleong Dadah. Tari Kangkurung. Tari Bukung. Tari Kanjan. Tari Bahala. Tari Banggai. tari Mandau Talawang dan Kapuas. Tari Karaenta. tari Kinyah Bawi. 3.102 Perang (TMII) Kalimantan Tengah: tari Giring-giring. 3. Tari Badeder. Tari Balian Bawo.103 Giring-giring(TMII) .

Tari Det Pok Mbui. Tari Aniri. 3. tari Mutiara. Tari Etol. Tari Dendang Dilale.105 Tuan Pamekik Gb. Irian Jaya/: tari Yospan. Tari Mabileose.106 Tari Bambu Gila Kedua gambar ini menunjukan konsep garapan tari upacara berupa pengukuhan kepala adat. Tari . Tari Maru Putih. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.211 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Aluyen. tari Dombe. Tari Denge-denge. 3. Tari Dodobol. tari Wor. Tari Due. Tari Aya Nende. Tari Dow Mamun.. tari Lenso.104 Giring-giring (UNJ) Maluku: tari Caka Lele.

Tari Mooni dll. Tari Ndi.2.Tari Mbis Pok Mbui.7.1.3. apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya. Tari Agama Tari upacara Agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb.212 Kampu.107 Mbui Dong Po Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayatan keagamanan dimana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam .108 Ndaitita 3. 3. Tari Meto. Tari Meitoro Meisawe.

Tari Kain. 111 Sekapur Sirih (UNJ) Daerah Jambi memiliki tari tradisional Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Rangde.3. tari Kepak Balam dll. tari Sauh.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. 3. Keris. Rejang. dan penghayatan persembahan secara total. tari Kipas Perentah. Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. 3. mengkultuskan. 109 Tuan Pamekik Gb. . tari Kelit Lang. Pasraman. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. Ngaben untuk acara kematian. tari Depan Tulang Belut. tari Mandi Taman. Di bali banyak tari jenis keagamaan digunakan sebagai pernyataan maksudnya. Tari yang ada antara lain meliputi tari Pendet. Gabor. . tari Gunjing. maka tari ini berbentuk tari sosial. 110 Kecak Gb. Di sisi lain.213 dan bersifat memuja. Tari tersebut banyak digunakan untuk penyambutan tamu terhormat.

3. Hal ini dapat dilakukan apabila sepakat untuk tidak meninggalkan akar budaya tradisi budaya tari ini. 3.1. dan primitif. Tari Balet www. 3. 3. Tarian jenis ini menjadi milik rakyat.112 Sekapur Sirih Gb.com Gb. 114Time Load www.dance_@ Yahoo. mengingat tari ini sudah banyak dikenal kalangan.113 Rangguk Dalam rangka pengembangan asset tari untuk kalangan tertentu tari ini dapat dikemas untuk konsumsi pariwisata. 3. Tari Berdasarkan orientasi Artistik Tari berdasarkan orientasi artistik lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar. Tari-tarian tersebut telah diuraikan pada penjelasaan terdahulu. tari-tarian lain terdiri dari jenis tari-tarian sebagai berikut: 3. 115 sequence .214 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.8.8. Selanjuynya. istana.com Gb.dance_@ Yahoo.

3. 117 All Fine Gb. Sumber: Buku Modern Dance William Dowoo .dance_@ Yahoo. 118 Time Load Perhatikan ketiga gambar di atas menunjukan tari Balet asal Amerika (Ketiga piñata tari dari Amerika). 3.215 www.dance_@ Yahoo.com www.com Gb. 3.dance_@ Yahoo. 116 Squarel www.com Gb.

sosial. 3. Musical Dance Jenis tari ini terdiri dari tarian yang dipentaskan secara kolosal.216 3. Dalam kaitan dengan itu. dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak.119 Ebegan 3.9. Fungsi Tari Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memebuhi kebutuhan hidupnya. Dengan demikian tari apat sekaligus menjadi kendaraan mengekspresikan keinginan. tari dapat berperan sebagai pemujaan. Biasanya merupakan bentuk pertunjukan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya. Kebutuhan yang erat hubungannya dengan pemenuhan sentuhan estetis adalah melalui kegiatan berkesenian. Oleh karena itu. sarana komunikasi. secara umum dapat digarisbawahi bahwa fungsi tari dapat bertujuan sebagai . Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu.2. Dengan demikian tari dalam rangka memenuhi kebutuhan idividu dan sosial merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya. dan tujuan tertentu yang mendatangkan kepentingan sosial secara total. Salah satu cabang kesenian dalam pembahasan di sini adalah seni tari. pernyataan maksud. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia. dan komunikasi.8.

dan perwujudan kehendak yang diungkapkan sehubungan dengan ekspresi kebutuhan yang mendesak pada diri manusia. sarana komunikasi. dalam peristiwa penting kehidupan yang diikuti dengan sesaji. Setiap upacara selalu dilengkapi dengan tari-tarian.9. Secara garis besar Soedarsono mengelompokan fungsi seni tari ke dalam seni pertunjukan dapat dikelompokan menjadi tiga sebagai berikut: 3. keagamaan. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. persembahan. perkawinan. adat di suatu daerah sebagai berikut: Asal Keagamaan daerah Bali No 1 Tarian Pendet Rejang Keris Pasraman Gabor Ngaben Ndi Mbis Ura Nelayan Adat Kehidupan Kematian Irian jaya Cuaca buruk Cuaca buruk 2 . sebagai sarana untuk persembahan. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral. Seperti panen atau potong padi sebagai ungkapan terima kasih berkaitan dengan peristiwa kelahiran. dan adat. Tari sebagai sarana upacara ritual harus diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji pada situasi atau tempat tertentu pula. 3.217 pemujaan. Tari-tarian ini memiliki ciri-ciri adalah sebagai berikut: 1.1. di mana berfungsi sebagai ritual. Tari sebagai sarana Upacara Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini. Di bawah ini beberapa contoh tari-tarian yang difungsikan dalam berbagai upacara agama. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang. bunyi-bunyian guna menambah kesakralan dan menghadirkan daya magis. 2. kesuburan.

218 Raupe Saran 3 4 Tor-tor Gandal Sapu Buluh Gita Wani Walone Pagellu Mapaliang Ngalage Tayub Sablang Sumut Maluku Kelahiran Kelahiran Sulsel Kematian Jabar Jatim Panen Panen Panen Kelahiran Perkawinan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Akil Balik Penobatan Penobatan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Bersih Desa Bersih desa Penobatan Pinangan Berburu 5 6 7 8 Hola Ana NTT Dodoka Doo Lego-lego Ledo/Tawu Prisen NTB 10 11 Bedhoyo 5 Jateng dan 9 Bedhoyo Ketawang Gambyong Karonsih Gatutkoco Gandrung Kuda Lumping Jatilan Bedhoyo semang DIY 12 Tabel 3.2 Hubungan tari dengan aktivitas manusia .

atau bahkan untuk memenuhi kepentingan publik dalam rangka hiburan saja. Tari Sebagai Sarana Hiburan Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton. amal. Tari-tarian tersebut adalah tari Penyambutan.122 Baris . tari Perang. 3.120 Hung Myung Gb. Tari Rangde. 3. tari Gembira.121 Squarel Sumber Jurusan tari UNJ Gb. 3. Oleh sebab itu.219 Tugas untuk kamu.2.9. Hal ini berhubungan dengan tari untuk memenuhi konsumsi publik saja. tari Bebodoran.dance_@ Yahoo. dalam penyajian terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan. Sumber Majalah Myung Hui www. tari Kecak.com Gb. 3. coba masukan ke golongan mana tari-tarian ini dikelompokan.

3.com 2.124 Fatamorgana (Interbet) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.38-39 Gb.220 www.3.dance_@ Yahoo.123 Cinta Bunda (Koleksi Farida Faisol) www.dance_@ Yahoo.125 Manuk Rawa (Jurusan Tari UNJ) .38-39 Gb. 3.com 2.

apresiasi sampai keutuhan produksi. mencipta. mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat. Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun. seni tari.10. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman. b. Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak. PRODUKSI TARI Pada tahap produksi peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan. tujuan. analisis. menginterpretasikan. Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih. dan diskusi. sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. fungsi.221 3. pengertian. bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu. tulis. Gagasan Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan. penilaian. coba jelaskan latar belakang. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : a. Gerak maknawai Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya . Coba analisis. Gerak Murni Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah. Amati seluruh penyajian. merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. tingkat persepsi pengetahuan. estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor). Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional. Tentukan tema yang kamu pilih.

Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber. Kekhasan tersebut dapat dilihat dari : 3.222 c. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya. tumbuh. dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan. Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi. namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. 2. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. Gerak asimetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun. diolah dan digarap. . baik ruang maupun desainnnya.11. 1. baik ruang maupun desainnya. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. d. bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya. Dasar pijakan Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan. Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir. Gerak simetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri. sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan.

Tema dengan menggunakan properti. pertanian. c.tangan (mengepal) . Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. seperti gerak-gerak angin bertiup. seperti bermain peran. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. Tema lingkungan dan alam sekitar. di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. mata pencaharian (nelayan. dsb. payung. Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong). berkaitan dengan perburuan.kepala (mengangkat dagu) . Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karyakarya tari di nusantara dapat diangkat : a. seperti bermain tali/pita. kentongan. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). dsb) Tema logika matematika. d. b. . komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. Tema kehidupan sehari-hari. tempurung.223 Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari Gambar 3.12. topeng. pohon bergoyang.kaki (berjinjit). bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak). dsb. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin".6. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). air yang mengalir di sungai. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) .

. Musik d... Gerakan maknawi b. Ekspresi 4. Gagasan d. dalam istilah tari disebut. Tari adat b. Bahasa plastis d. Produksi b... Gerakan tari dapat diistilah sebagai bahasa . Tari b.. Bahasa kinestetik c.. a. Esensi keindahan dalam tari dapat dilihat pada. a.. Bahasa visual b.. Pantomim c. a. Tari klasik c. Sebuah tarian yang memiliki gerakan bermakna pesan.224 TES FORMATIF BAB III Pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai . Bahasa verbal 3.. Koreografi c. Tari tradisi d. Gerak ... a. Tari garapan 5.. Gerak d. Komposisi d.. Gerak yang ritmis. Garapan 6.. Gerakan ragawi c... a. selaras dengan bunyi musik . Tata rias c. Tari Cokek (Betawi) adalah termasuk golongan tari . Kostum b.. Olah tubuh 2. a.

Diskusikan dengan teman. tata rias. Gerak tari berlari-lari kecil dalam tarian Jawa diistilahkan dengan. tema. Sledet b. seni tari non tradisional. Goyang plastik 8. a. Kemampuan tari b. Ciri khas gerak mata tari Bali yang ekspresif diistilahkan dengan.. a. Sledet b. Nandak c. PERTANYAAN 1.. stage. pola lantai... Klieu d. Trisik d. wiraga adalah istilah . wirama.. Ngigel 10. Gerakan tangan pada gerak dasar tari India disebut. ide. pola penyajian.. Penjiwaan tari d. uraikan dan analisis latar belakang.225 7... Wirasa. Unsur-unsur tari c. Nguyi b... Komposisi tari 9. jumlah penari? 2.. musik. a. buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional. Nandak c. Ngigel II. . Trisik c. Amati gerak dan pendukung lainnya. Bagaimana pendapat kamu tentang seni. a. Trisik d.

Seni Teater Mengapresiasikan Karya Seni Teater Bab 4 APRESIASI Pengertian Teater Latihan Akting Istilah Dalam Teater Unsur-unsur Lakon Teater Unsur-unsur Pementasan Pembuatan Naskah .

EKSPRESI Mempersiapkan Pementasan Drama .

228 BAB IV SENI TEATER 4. penonton dapat langsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan. Hal ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani. Dengan demikian. lambat laun upacara keagamaan ini berkembang. bukan hanya berupa nyanyian. Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka agama. Bukti tertulis pengungkapan bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM. tingkat-tingkat hidup. Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif) di panggung. siklus hidup (kelahiran. melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan lantang. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan. selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan. sedangkan istilah drama merujuk pada pertunjukannya. Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita. Sejarah Teater Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti gerak. namun kini kecenderungan orang untuk menyebut pertunjukan drama dengan istilah teater. pertumbuhan dan kematian) juga hiburan. Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. 4. puji-pujian.1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. . Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. Percakapan dan gerak-gerik itu memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah.

Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan perpaduan segala macam pernyataan seni. bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. misalnya wayang golek.gerak bunyi dan gerak rupa) • Suara sebagai unsur penunjang (kata. Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak.229 4.gerak suara.gerak dan laku dengan atau tanpa dekor. rias dan kostum) • Lakon sebagai unsur penjalin (cerita. . dialog. debus. Unsur-unsur teater menurut urutannya : • Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor) • Gerak sebagai unsur penunjang (gerak tubuh. sulap. didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik.2 Pengertian Teater arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang banyak. lenong. band dan sebagainya. dengan media : percakapan. nyanyian dan tarian. reog. ucapan pemeran) • Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda. efek dan musik) • Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya. arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas. suara. fiksi dan narasi) Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang utuh antara manusia sebagai unsur utamanya dengan unsur –unsur penunjang dan penjalinnya. disaksikan oleh orang banyak. akrobat. non cerita. dekorasi.

Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya : a.1.2 Pertunjukan teater rakyat tradisional Ludruk yang hidup dan berkembang di daerah Jawa timur . Judul : Orang Baru. bunyi/musik dan cerita atau lakon 4. Sutradara : Yoyo C Durachman.1 Pertunjukan Teater sanggar KITA Bandung. Contoh : lenong. Karya : Saini KM. ludruk. sifat nya spontan.improvisasi. rupa. suara. bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh kaidah-kaidah pertunjukan yang kaku.Pribadi ( Foto istimewa) Gambar 4. Merupakan salah satu pertunjukan tater yang menggunakan semua unsur teater misalnya tubuh. grak. ketoprak dll.2. Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan pedesaan . Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4.230 Sumber :Dok.

Pribadi (foto Istimewa) Gambar : 4.3 Pertunjukan Wayang Golek.yaitu teater yang menampilkan peranan manusia bukan sebagai tipe melainkan sebagai individu .231 b. Teater Keraton yaitu Teater yang lahir dan berkembang dilingkungan keraton dan kaum bangsawan. Teater Urban atau kota-kota. sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia. yang merupakan salah satu kesenian masyarakat Jawa Barat. dalam dirinya terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang . Sumber : Dok. teater jenis ini lahir dari kebutuhan yang timbul dengan tumbuhnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan sebagai produk dari kebutuhan baru . Contoh : teater Wayang Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4.4 Pertunjukan komedi antar pulau dengan lakon ”cinta robot” ini merupakan salah satu pertunjukan teater masyarakat urban dimana pertunjukannya menampilkan permasalahan masyarakat urban dengan budaya yang heterogen(beragam) sesuai dengan asal masyarakat pendukungnya. Teater ini Masih membawa idiom bentuk rakyat dan keraton . Teater kontemporer. d. Pertunjukan dilaksanakan hanya untuk lingkungan terbatas dengan tingkat artistik sangat tinggi.cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang dekat dengan dewadewa . yang merupakan bentuk teater yang berasal dari keraton c.

232 tanpa batas. Pendukung teater ini masih sedikit yaitu orang-orang yang menggeluti teater secara serius mengabdikan hidupnya pada teater dengan melakukan pencarian. Pemanggil kekuatan gaib 2. . eksperimen berbagai bentuk teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini. Sumber : Dok. Memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat. Juga ketika panen. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun. khitanan. siklus kehidupan maupun hiburan. naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu ditandai dengan peristiwa-peristiwa teater dengan penampilan berupa tarian. Kegiatan ini masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari unsur-unsur ritual kesuburan.2. berkah dan terjaga dari berbagai gangguan. 4. Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara khusus untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur. sebagai ucapan terima kasih maka dilaksanakan upacara panen. Pribadi ( Foto Istimewa) Gambar 4.2 Fungsi – Fungsi Teater Rakyat Fungsi – Fungsi Teater Rakyat : 1. Teater rakyat adalah teater yang hidup dan berkembang dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan rakyat. tata cara yang unik dan menarik.nyanyian maupun cerita. dengan acara.5 Pertunjukan Teater Kontemporer yang menggunakan bahasa ungkap ekspresi gerak dengan judul ”Pramuwisma stories”. Menjemput roh-roh pelindung untuk hadir ditempat terselenggaranya pertunjukan 3. Juga peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang (kelahiran.

Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang. 6. Pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. dongeng. 5. 6. 5. merupakan salah satu contoh teater rakyat yang masih hidup dikalangan masyarakat Bali. 7. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton) Sumber : Video Teater PSN (foto : Istimewa) Gambar 4. sebagai media hiburan. Mempergunakan bahasa daerah. Teater berfungsi sebagai salah satu upacara keagamaan . Nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus yaitu tertawa dan menangis.233 4. Penyajian dengan dialog.6 Pertunjukan teater arja di Bali. 8. Ciri-ciri umum teater rakyat diantaranya : 1. tarian dan nyanyian 3. mitologi atau kehidupan sehari-hari. Unsur lawakan selalu muncul 4. Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah. 2. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain. 7. Peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya.

menarik . Pemahaman mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik. dan harus mempunyai daya konsentrasi. Pribadi (foto :Hermana HMT) Gambar 4. punya kekuatan atau tidak berkarakter. Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit . observasi serta mempunyai kecerdasan.7 Pertunjukan “Kekawen Kawin” karya Nikolai Gogol. Dalam pertunjukan ini kekuatan pemeranan dari masing masing aktor sangat ditonjolkan untuk menampilkan daya tarik pertunjukan secara keseluruhan. fantasi.234 4. . psikis dan sosial. Sehingga ketika sorang aktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah. Sutradara Yusep Muldiyana. STB.indah. sehingga menimbulkan rasa empati dan simpati bagi yang melihatnya. tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penonton bertahan tidaknya ditempat duduknya. vokal.kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan. wawasan. Virtuositas adalah kekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan. pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya. menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan.3 Seni Peran Sumber : Dok. Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater. bagus . imajinasi. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. Seperti dikatakan oleh stanislavsky. seorang aktor harus menguasai olah tubuh.seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran.

keadaan emosi dan sebagainya. keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang. ras.cirri khas yang menonjol.235 Keadaan fisik meliputi . jika yang dijadikan sumber gaya adalah actor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton . raut muka. temperamen. agama.8 Pertunjukan Teater “Pelajaran” Karya Ionesco Sutradara : Deden Rengga Dalam pertunjukan ini semua pemain harus menguasai tehnik akting yang memadai untuk mewujudkan peran yang sesuai dengan tuntutan naskah. suka senyum/ cemberut dan sebagainya. mentalitas. kegemaran. Keadaan psikis meliputi .cirri-ciri tubuh.standar moral. ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya. Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kepopuleran. watak. jabatan. sutradara. kesukaan. Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil . cacat jasmaniah. Pencapaian seorang aktor dalam mewujudkan sosok peran sesuai karakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan. kurus gemuk. umur. WS. aktor harus menghayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secara sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri.suku bangsa. . kompleks psikologis yang dialami.Pribadi (Foto Bedeng Siregar) Gambar 4. Sumber : Dok.Keadaan sosiologis meliputi .ambisi. tinggi/pendek. ideologi dan sebagainya. kemasyuran . profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula. kelas sosial. jenis kelamin. Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang. lingkungan dan penulis. pekerjaan.

kesiapan batin untuk mengikuti jalannya cerita sampai berakhir. . STB. Latihan konsentrasi dapat dilakukan melalui fisik (seperti yoga). rasa dan karsanya pada dunia lain itu. juga jika saat itu tidak kebagian dialog atau gerakan . puisi. Sumber : Dok Pribadi (foto : Hermana HMT) Gambar 4. Sutradara Yusef Muldiyana. Konsentrasi merupakan salah satu latihan penting dalam mewujudkan sebuah peran contoh pad adegan diatas seorang pemain sedang berkonsentrasi pada peran. Meskipun lakon berjalan. dialog dirinya dan dialog lawan mainnya. konsentrasi bertujuan aagar actor dapat mengubah diri menjadi orang lain . Pelajaran pertama : Konsentrasi Pemusatan pikiran merupakan latihan yang penting dalam akting. juga berarti aktor mengalami dunia yang lain dengan memusatkan segenap cita.236 4. Jadi tidak boleh perhatiannya goyah pada dirinya sendiri dan pada penonton.9 Adegan Pertunjukan “ Kekawen Kawin” Karya Nikolai Gogol.seni lukis) dan latihan sukma (melatihan kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi). latihan intelek atau kebudayaan(misalnya menghayati musik. yaitu peran yang dibawakan . memerlukan konsentrasi.4 Akting Ajaran akting menurut Boleslavsky dalam buku Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor : 1. konsentrasi aktor tidak boleh mengendor.

237 2. Pembangunan watak itu didahului dengan menelaah struktur fisik. Pelajaran ketiga : Laku Dramatik Tugas utama aktor menghidupkan atau memperagakan karakter tokoh yang diperankannya. . tetapi sebagai pemeran. Banyak peristiwa yang menggoncangkan emosi secara keras dan hanya aktor yang pernah mengalami goncangan serupa dapat menampilkan emosi serupa kepada penonton dengan takaran yang tidak berlebihan. dan menghidupkan aspek dramatisasi melalui ekspresi atau mimik wajah melalui dialog. atau sebaliknya watak peran itu telah merasuk kedalam diri sang aktor. untuk menuju garis dan titik sasaran yang tepat dengan begitu ia dapat melatih berlaku dramatik Artinya bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri. dan pemanfaatan seting pendukung (misal membanting). kemudian mengidentifikasiannya dan menghidupkan watak itu seperti halnya wataknya sendiri. 3. Aktor harus selalu mengingat apa tema pokok dari lakon itu dan dari perannya. The transfer of emotion merupakan cara efektif untuk menghayati suasana emosi peran secara hidup wajar dan nyata. Jika pelaku harus bersedih . sehingga tidak terjadi over acting. dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa. untuk itu memang diperlukan penghayatan terhadap tokoh itu secara mendalam sehingga dapat diadakan adaptasi 4. maka kadar kesedihan itu takatannya tidak akan berlebihan. Pelajaran kedua : Ingatan Emosi. Pelajaran keempat : Pembangunan watak Setelah menyadari perannya dan titik sasaran untuk peranannya itu aktor harus membangun wataknya sehingga sesuai dengan tuntutan lakon. Dalam proses terakhir itu diri aktor telah luluh dalam watak peran yang dibawakannya.

sehingga tidak membosankan. Irama juga memberikan variasi adegan. laku dramatik dan pembangunan watak sulit dilakukan secara personal. psikis dan sosial yang sesuai . Irama permainan ditentukan oleh konflik yang terjadi dalam setiap adegan. perlu mengadakan observasi terhadap pengemis dengan ciri fisik. tetapi toh dialog yang diucapkannya tidak merangsang .10 Adegan Pertunjukan “Lawan Catur “ Karya Kenneth Arthur. u. agar alur dramatik dapat mencapai puncak dan penyelesaian. akan tetapi di pentas. Pelajaran Keenam : Irama Semua kesenian membutuhkan irama. o dengan mulut terbuka penuh. Dengan pembangunan watak hal ini dapat terwujud 5. Pelajaran Kelima : Observasi Jika ingatan emosi. maka perlu diadakan observasi untuk tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan. karena keduanya sangat menentukan suksesnya pementasan. Siswa perlu dilatih mengucapkan vocal a. Suara dan Cakapan Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan nada yang sesuai. akting seorang aktor juga harus diatur iramanya. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik . agar titik sasaran dapat dicapai . e.238 Sumber : Dok Pribadi (foto : Bedeng Siregar) Gambar 4. dia sudah berubah menjadi sosok yang lain. 6. I. hal-hal yang sehari-hari perlu diproyeksikan karena suara diharapkan dapat sampai pada penonton di deretan tempat duduk paling belakang. Pemain yang baik adalah pemain yang kalu sudah diatas panggung tidak tampak lagi pribadinya. 7. Sutradara : Deden Rengga. Ada kalanya seorang pemain mampu mengucapkan kata dengan jelas atau “las-lasan”. Mungkin dalam percakapan sehari-hari ini tidak perlu.

Atau teater. perintah. Ini artinya nada ucapan tidak hanya berfungsi untuk menciptakan dinamika. misalnya dialek Jawa seperti terdengar dari lagu kalimat yang diucapkan pemeran dalam drama seri Losmen. kehidupan ditiru setepat mungkin agar ilusi tercapai. kemarahan. jika diucapkan dengan nada yang berbeda-beda.5 Gaya Akting Pemahaman dan penafsiran tentang prinsip berteater. Pada saat pemain mengucapkan dialog. terbagi dalam dua pemahaman yang berbeda yaitu : Teatrikalisme adalah praktek berteater yang bertolak dari anggapan bahwa teater adalah Teater. Jika ini terjadi. dan sebagainya. tetapi juga menciptakan makna. kekaguman. kegembiraan. Satu hal lagi yang masih berhubungan dengan latihan vokal ialah perlunya dipahami adanya nada ucapan.239 pengertian. Dibawah ini terdapat beberapa cuplikan naskah dari beberapa penulis drama yang sudah terkenal. dalam film Naga Bonar terdengar lagu kalimat yang menyarankan dialek Batak. sesuai denga satuansatuan pikiran yang dikandungnya. teater tidak perlu sama dengan kehidupan kehidupan distilasi (digayakan) dan di Distorsi (dirusak). tetapi terkandung di dalamnya lagu kalimat. Kata “gila” dapat berarti umpatan keras. Untuk melatih tehnik keaktoran maka diperlukan naskah sebagai pijakan dalam mewujudkan suatu peranan. Melahirkan gaya akting grand style ( akting di besar-besarkan ) dan Komikal yaitu gaya akting dengan mengekplorasi kelenturan tubuh sehingga menampilkan tubuh-tubuh dengan gestikulasi yang unik dan lucu Realisme adalah eater harus merupakan ilusi atau cermin kehidupan nyata (Realitas). Di samping itu. kekaguman. maka persoalannya pada apa yang lazim disebut phrasering technique atau teknik mengucapkan dialog. prinsip seperti ini dapat kita lihat dalam teater-teater tradisional. lagu kalimat juga menyarankan dialek tertentu. dalam proses aktualisasinya oleh para seniman penggarap atau sutradara. Teater Ilusionis. Suatu dunia dengan kaidah-kaidah tersendiri yang berbeda dgn kaidah-kaidah kehidupan. pujian. 4. pemahaman ini berkembang dalam teater barat (konvensional). dengan berbagai gaya penulisan naskah yang dapat kalian mainkan sebagai latihan pemeranan. Lagu kalimat itu menyarankan pertanyaan. kata-kata ternyata tidak diucapkan datar. Kalimat atau dialog yang panjangharus dipenggal-penggal lebih dahulu. Gaya aktingnya adalah gaya realis yaitu wajar mirip dengan gaya kehidupan sehari-hari. kebencian.teater kontemporer. .

dua. 5. jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. antara lain sebagai berikut : 1. Baik setting tempat. Monolog Monolog adlah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Satu lakon drama mungkin saja terjadi dari satu. 3.240 4. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. atau tiga babak mungkin juga lebih. . Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. 7. mungkin ungkapan rasa senang. dan lain-lain. perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya. batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar. sikap terhadap suatu kejadian. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali. Dalam pementasan. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon(cerita) yang akan disajikan.6. Beberapa istilah dalam teater Dalam membicarakan drama banyak kita jumpai istilah yang erat hubungannya dengan pementasan drama. misalnya harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain. rancana yang akan dilaksanakan. Seorang pemain yang berbisik. Itulah sebabnya. 2. 4. Agar dialog itu tidak hambar. Ekspresi wajah pemain ayng sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya. Adegan Adegan adaalh bagian dari babak. waktu. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. prolog sering berisi lakon. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. Selain itu. 6. atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. biasanya berupa kesinpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru disajikan. Artinya. pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. Isinya.

Ada enam tahapan plot : a. Plot Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. contoh tema masalah Keluarga topiknya misal Pilih Kasih 2. 9. Bloking adalah aturan berpindah tampat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. Karakter Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam drama. Tidak semua panggung dilengkapi layar 4. d. Ada tokoh berwatak sabar. Komplikasi Kejadian mulai menimbulkan konflik persoalan yang kait-mengkait tetapi masih menimbulkan tanya tanya. plot adalah jalan cerita drama. dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. 10.7. Amanat Sebuah sajian drama yang menarik dan bermutu adalah memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. mulai dari konflik yang sederhana hingga menjadi konflik yang kompleks sampai pada penyelesaian konflik. 3. Resolusi Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik f.241 8. Krisis Dalam tahap ini berbagai konflik sampai pada puncaknya e. Plot drama berkembang secara bertahap. yaitu gerakan tangan kaki. Unsur-unsur Lakon Teater 1. Keputusan Adalah akhir cerita 4. Eksposisi Tahap ini disebut tahap pergerakan tokoh b. Konflik Dalam tahap ini mulai ada kejadian c. Penyelesaian konflik ada yang happy ending. Tema cerita Agar cerita menarik perlu dipilih topik. ramah dan suka menolong. kepala. Layar adalah kain penutup panggung bagiandepan yang dapar dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. . atau berakhir sedih atau penonton disuguhkan cerita dengan menafsirkan sendiri akhir cerita. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar.

atau suasana-suasana lain. dan suasana seperti yang dikehendaki lakon drama. Karena itu. penata panggung harus jeli dan pandai-pandai memanfaatkan dan mengatur peralatan yang terbatas itu untuk sedapat-dapatnya menggambarkan tempat. dini hari. penggambaran setting sering berubah-ubah hampir setiap adegan. waktu. di kantin. Panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan itu terjadi: di ruang tamu. hiruk pikuk. di rumah sakit. Panggung dan peralatan biasanya amat terbatas. Dialog Jalan cerita lakon diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. 7. 5. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menghidupkan plot lakon. dan suasana terjadinya suatu adegan. i. Naskah Pemain Sutradara Tata rias Tata biarama Tata panggung Tata lampu Tata Suara Pentonton . Interpretasi Apa yang dipertontonkan ceritanya harus logis. senja. tengah hari. f. berkabung. h. di tepi sungai.242 sebaliknya bisa saja tokoh berwatak jahat ataupun bisa juga tokoh berdialek suku tertentu. e. dengan kata lain lakin yang dipentaskan harus terasa wajar. zaman sekarang. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya. atau di mana? Penataan panggung harus mengesankan waktu: zaman dahulu. d. 6. atau kapan? Demikian pula unsur panggung harus diupayakan bisa menggambarkan suasana: gembira. Semua itu diwujudkan dengan penataan panggung dan peralatan yang ada. Unsur-unsur Pementasan a. waktu. sepi mencekam.8. Karena semua adegan dilaksanakan di panggung maka panggung harus bisa menggambarkan setting apa yang dikehendaki. c. b. Sementara itu. Bagaimana caranya? Penata panggung yang mengatur semua itu. Setting Setting adalah tempat. g. 4.

karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita. dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan. sutradara memilih naskah. untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari. Tata Lampu Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita. kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak. Naskah Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. Pemain Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. kalau diiringi musik yang .243 a. pemilihan pemain. Tata Suara Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana. tata lampu dan tata suara (musik pengiring) b. Sutradara Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan. g. e. f. setiap tokoh akan diperankan seorang pemain c. Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana. Tata Rias Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua. melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian d. misal penggambaran kesedihan. berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita. ketakutan. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita. saling menyesuaikan. menentukan pokok-pokok penafsiran naskah. Tata Busana Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami. penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat. tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat. maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. menggambar kejadian misal di tempat romantis.

Jadi. segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton. Bagaimanapun sempurnanya persiapan. alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu. penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi. kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan. penata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri.244 sesuai. Penonton Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan. . tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut. ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras. h.

DAYANG : Bagaimana ? SUMBI Apa yang nampak di mata ? 3. mesti segera diminta datang . Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan 1. satu diantara dua : aku atau anakku. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada tumbang batu-batu bergulingan membendung air. 4. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI 5. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan. dimana aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah.245 Contoh Naskah untuk latihan pemeranan SANGKURIANG Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV. BUJANG : Itupun hampir selesai 8. DAYANG : Rasa-rasa dalam mimpi SUMBI bahwa di malam ini sedang diciptakan telaga beserta perahunya. itulah yang besok pagi kesiangan. SUMBI kita tidak boteh lalai Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya. itulah yang sebenarnya bermimpi di malam ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti. DAYANG : Dan perahu ? SUMBI 7.ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. DAYANG : Kalau begitu. maka siapa yang bermimpi malam ini. itulah pemimpi sepanjang jaman BUJANG MUNCUL 2. Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan segera terbukti 6.

apa yang hendak kite katakan. Ya. Nyai. BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui. malam ini SUMBI bukan malam sepi. ARDA LEPA : Ada apa. BUJANG : Baik. kawan? Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang sependapat dengan Sang Kunang. karena hati naik turun Ah.246 9. ya. hidmat menyembah kebesaran-Mu. Malam ini malam yang seram malam yang berat mengancam Anakku Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya 13. SUMBI alamat telaga sedang dibangun. Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu. Riuh gemuruh di dalam dadaku. DAYANG : Mamang. hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya. bukan? 14. . Nyai ? kami dipanggil di malam sepi ? 12. biar sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. keras menolak keingmanmu. anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu. DAYANG : Riuh gemuruh dikejauhan. tapi juga hati seoiang ibu yang diancam bahaya Sebagai manusia. menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar selalu Tapi sebagai ibu. bertindak berontak menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN 11.

ARDA LEPA 21 DAYANG SUMBI 22. asal besok ban sedia perahu dan telaga. biar apinya bersinar-sinar. Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ? Itu lucu ! : Tapi apa mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 16. Karena itu ku menginginkan supaya kalian membakar hutan. kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang. ai. DAYANG SUMBI 20. biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar maksudnya diurungkan. Aku berjanji mau kawin dengan dia. Ternyata sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat memenuhi permintaan ku. itu tidak lucu ! : Itu mesti disapu ! Lebih haram dan jinah ! Lebih hewan dari hewan ! : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminang Sang Kunang mesti kami buang ! Kalau tidak. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datang Apakah mamang setuju anak mengawini ibu ? : Anak mengawini ibu ? Yey. : Jadi sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ? supaya peiahu dan telaga besok tidak bukti ? : Betul. pinangan anakku tidak terangterangan ditolak. BERSAMA 18. menyerupai sinar fajar. ARDA LEPA 17. BERSAMA . itu terserah kepada mereka Tapi bagiku aku adalah ibunya. DAYANG SUMBI : Memang. lantaran merasa kesiangan : Ai.247 15. kami semua ikut berjinah Kami menjadi hewan. ARDA LEPA 19. : Nantidulu Dengar dulu! Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap anak. Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan menolak dia meminang. ARDA LEPA 23.

selam damang bagi semua 25 ARDALEPA 26. kita sekarang membakar hutan ? : Asal terang ada anak memang ibu : Yang sudah teiang semua manusia adalah satu Orang lain masih kita juga. marilah kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah panggilan kita di dalam hidup bersama : (SAMBILTERUS TURUN) Semua orang adalah satu orang lain masih kita juga kewajiban kita. DAYANG SUMBI : Sang Kuriang memang lain dari yang lain tapi Sang Kuriang manusia Dan kepada manusia aku tetap yakin: ada Dewata dalam dirinya Dan selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam tubuh Sang Kunang ! : Bagaimana kawan. Karena itu.248 24. tanpa yang diidamkan. BERSAMA SEMUA TURUN . ARDA LEPA 28. biar gigi tinggal dua. mengisi ini dunia dengan bermain bersama. BERSAMA 27. tanpa yang diharapkan.

Pengawal dan lam-lain) TUMB : Sri Ratu. Jalu Wulung. Selanjutnya Prabu. tapi batu. dan jika tak ada kekuasaan yang mengatasi peraturan.Hai. Dan tiada di kuburan : O. dan dia berpangkat Mari sembunyi sambil melihat (Ke samping bersama Arya Lontar) : Tambah Upacara ! : Itu Jalu Wulung. dan penghormatan tahli) serta makam keramat. anak muda budiman. (Masuk ulama-ulama dan lain-lam yang merupakan pawai azmat.249 Contoh Cuplikan naskah JAKA TUMBAL Saduran dari HAMLET Karya Shakespeare BABAK IV Akhir Adegan 1. WUJU TUMB WUJU ULAMA WUJU ULAMA WUJU TUMB RATU WUJU . : Tak ada penghormatan lagi ? : Tak ada Adat akan kami najiskan. Dibelakangnya jenazah Yuta Inten. : Tambah Upacara ! : Upacara sudah seluas-luasnya dalam batas tanggung jawab kami. tiga kali celaka Timpalah sepuluh ganda tiga lipat Kepala pendurjana yang dengan jahat memadamkan cahaya budimu ! . orang-orang pura I Siapa dihantar Dengan upacara kecil ini? Ini berarti Bahwa jenazah itu dengan semena-mena Mengakhiri hidupnya sendin. Namun dia dapat karangan bunga dan penaburan kembang untuk perawan. jika kau sedih meringkuk : Apa ? Yuta Inten Jelita ? : (Menabur bunga di atas jenasah) Inten dan segala permata. Meninggalnya tidak patut. Juwita dan kutaburkan bunga atas pelaminanmu. saat Yuta Intern dikuburkan. Ulama yang keras hati Bagai bidadari adikku beidarma. Ratu. pabila Kami nyanyikan adzan untuknya. beserta pengabung-pengabung. sampai kiamat dia takkan bermakam di tempat kudus : tak ada do'a suci. perhatikan. seperti Untuk orang yang mati suci : Letakkan dalam tanah Supaya dari tubuh yang elok tak ternoda itu Tumbuh bunga-bunga ! Hai. beling dan krikillah yang dilemparkan padanya. S'lamat tinggal Pernah kuharap kau menjadi istn Jaka Tumbal. di pekuburan.

Orang Pangruatan ! (Melompat ke dalam kubur) Setan mencabut jiwamu ! Do'amu tak enak ! Hai lepaskan kerongkonganku! Benar aku tak garang dan geram. tapi ada sesuatu padaku yang berbahaya. jangan dilayani dia! Demi Tuhan. Demi Allah.tuan ! Pangeran sabarlah ! (Para pengiring Prabu melerai mereka. boleh kita Disungkup tanah benuta-juta bahu. Aku juga! Kau datang untuk meratapi dia ? Menantang aku dengan tampat di bang kuburnya? Ikutlah terkubur hidup-hidup. Jaka Tumbal. apa maksudmu ? Menangis. TUMB : WUJU TUMB : : PRAB RATU SEMUA LONT TUMB RATU TUMB : : : : : : : PRAB RATU TUMB : : : RATU : . Sebelum kupeluk dia sekali lagi. puasa. dan bikin gunung dari daratan ini. (Melompat dalam Liang Kubur) Tumpukkan zat-Mu atas yang hidup dan yang mati. yang ratapannya Selantang itu ? Yang keluh-kesahnya menghambat jalannya bintang serta menghentikan mereka. kalau tak mau celaka ! Lepas! Pisahkan mereka ! Tumbal ! Tumbal ! Tuan . potong siri? Minum cukak ? Makan buaya ? Nah. 'ku mau berkelahi dengan dia tentang mi. kalau kau bermulut besar. Dan Gunung Mahameru sebesar kutil ! Ya. Hingga puncaknya dibakai Cakrawala.250 jangan ditutup dulu. akupun bisa Ini sungguh gila Sementara saja badainja mengganas . dan aku menyusul! dan kalau kusebut gununggunung. Jalu Wulung. dan meieka keluar dan bang kubur) Nah. Terperanjat oleh suaranja ? Ini aku. dan sadarlah. katakan. sampai kelopak mataku tak bergetar lagi Tentang apa anakku ? Aku cinta Yuta Inten Empat puluh ribu kakak dengan jumlah cintanja tak dapat memadai Cintaku . lebih tinggi Dan Suralaya di atas yang biru dan berawan (Melangkah maju) Siapa dia. berkelahi. tenanglah.Apa hendakmu dengan dia ? Dia gila.

berdasai rembukan kita semalam. jaga dia betul (Arya Lontar keluar) (Kepada Jalu Wulung) Sabarlah. : Hai.251 Tapi segera ia menjadi sabar dan diam. Kucing mengeong dan anjingpun menyalak dan mendengking (Keluar) : Arya Lontar. (Semua keluar) TUMB PRAB . tapi mengapa. Laksana merpati betina yang telurnya menetes jadi anak burung kencana. suruh orang menjaga puteramu. Sebelumnya kita hendaknya sabar berjalan. Kubur ini akan dapat peringatan hidup Se'gra kita alami masa damai dan njaman . tuan Mengapa kau peilakukan daku demikian ? Kau selalu kuanggap kawanku. perkaia ini segera kita selesaikan Dinda.

Kaum perempuan tak tahan melihat itu. bahwa gua si Piramus bukannya Piramus sungguhan. KUMPAR : Jangan dihilangkan apa-apa. dan bahwa Piramus tidak benar-benar bunuh diri terbunuh.252 Contoh Cuplikan Naskah IMPIAN DITENGAH MUSIM Karya Shakespeare BABAKIII Sequence 14 Adegan1 HUTAN. Inilah tempat yang cocok sekali untuk latihan kita. Dan supaya orang tebih tentram lagi. gua punya akal buat bereskan ini. KUMPAR : Tidak. biar empat-empat. TEMPAT ATENA. Kumpar Kisaran ? KUMPAR : Dalam komedi Piramus dan Tisbi ini ada apa-apanya yang tak akan menyenangkan orang. Tulislah kata pendahuluan. CEREK : Apakah para wanita itu tidak takut pada singanya ? GERING : Memang. coba pikir : memasukan seekor singa ke tengah perempuan-petempuan. tambahlah kakinya. Sudut merah ini panggungnya. itu susah. gua juga kuatir. dan katakan bahwa kita tidak bermaksud jahat dengan pedang-pedang itu. hendaknya ditulis dengan tiga atau empat kaki sajak. Astagfirullah! itu yang paling kejam! Jadi awaslah ! CEREK : Dari itu harus ada pendahuluan lain buat menerangkan bahwa itu bukan singa. MASUK PARA PEKERJA KUMPAR : Kita lengkap ? PATH : Tak kurang. KUMPAR : Peter Patil PATIL : Ada apa. . KUMPAR : Sobat-sobat. Semak duri itu kamai hias dan kita kerjakan semuanya. kita bikin pendahuluan begitu . GERING : Kurasa akhiinya lebih baik dihilangkan saja pembunuhan itu. TITANIA SEDANG TDUR. jadi bagus jalannya. tapi si Kumpar tukang tenun PATIL : Jadilah. tepat yang akan kita kerjakan di hadapan tuan Hertog. Pertama Piramus harus mengghunuspedangnya untuk bunuh diri. Bagaimana tanggung jawabmu ? PATIL : Astaga.

kalau pidatonya habis. baiklah begitu. begitu kata hikayat. Yaitu memasukkan cahaya bulan ke dalam kamar. mungkin juga ikut main. janganlah takut. ada permainan? Aku menonton. beres semua.253 KUMPAR : Harus disebutkan namanya dan separoh mukanya hams kelihatan di celah-celah kuduk singa. omong-omong di depan rekahan tembok. Saya orang biasa seperi yang lain . lalu sebutlah namamu dan katakan saja bahwa dia ini Si Ketam tukang prabot. : Tembok tak mungkin digendong. Si Piramus danTisbi kan bertemu dalam cahaya bulan : Apa bulan persinar waktu kita main ? : Cari almanak Cari apa cahaya bulan terang tidak : Bagus. Begitulah nafasmu. Dia sendili hams bicara memperhidangkan dirinya begini : Nyanyanyanya. Saya ingin minta dengan hormat sekali. sebentar tunggu kembaliku (KUMPAR KELUAR) : Pelik benar Piramus seperti ini. saya tanggungkan nyawa saya. kalau kita mesti ada orang yang membawa seberkas dahan-dahan dan tentera. Hai. Kalau nyonya sangka saya ini singa betulan. meraksi-raksi. Tapi ada lagi satu seal: kita hams punya tembok di kamar besar itu . : Jadilah. tampilah. Mawar tenndah di pagar duri Kesuma bangsa yang paling berpahala Taat bagai kuda yang berlari-lari Ku jumpa kau Piramus di makam Nini PATIL KETAM KUMPAR PATIL KETAM KUMPAR PATIL PEK PATIL KUMPAR PATIL KUMPAR PEK GEMBUNG . orang dusun ongok ini pada rame-rame deket tempat tidur ratu peri. Tisbiku! Suara apa itu? Tinggallah disini. (PEK KELUAR) : Piramus. : Wah. : Ayo Pilamus dan Tisbi. lantas dia omong bahwa dia datang untuk bikin "Perhidangan" cahaya bulan. pergi ke belakang sernak itu. begitu juga masing -masing orang menuiut alamat. : Nan. sebab Piramus dan Tisbi. jangan gentar. Apa akalnya Kumpar ? : Salah seorang mesti "Mempeihidangkan" tembok itu. atau nyonya-nyonya manis. : Seperti bunga mawar meraksasa-raksasa : Meraksi-raksi ! : O ya. saya akan kecewa. Ayo duduklah semua. biar dia ambil sedikit tampal atau kapur atau lengrengan untuk merupakan tembok. Tapi ada lagiduasoal yang susah. dan suruh dia mengembangkan jarijarinya begini. kalau suka. Piramus lu mulai. suryaku seroja Nirmala. maka di depan rekan itu Piramus dan Tisbi mesti berbisik-bisik.

Hai. beserta alamatnya dan sebagainya. alamatnya sudah disebut..254 PATIL : Ninus. Piramus masuklah . yaitu berlari-lari. Taat bagai kuda yang berlari-lari. bukan Nini! Tapi itu jangan lu sebut dulu.. Jangan diucapkan seluruh peranan sekaligus begitu. itu jawaban buat Piramus. GEMBUNG . (PEK DATANG KEMBALI BERSAMA KUMPAR YANG BERKEPALA KELEDAI).

Seni Rupa Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Bab 5 APRESIASI Pengertian Seni Rupa Dasar-Dasar Seni Rupa Apresiasi Karya Seni Rupa Pameran Karya Seni Rupa .

EKSPRESI Ragam Hias Nusantara Seni Kriya Batik Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) .

metodelogi desain. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa).288 BAB V SENI RUPA 5. dan matematika. . tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan). Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. patung. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. multimedia. seperti lukis. Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture). Seni terdiri dari musik. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa. Peran pendidikan seni merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan manusia seutuhnya. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. rupa. fotografi. dan seterusnya. Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja. karena lebih mengutamakan pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan.1. keramik. tari. kritik seni. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. teknologi. sosiologi desain. dan drama/sastra. semiotika visual. manajemen desain. semantika produk. Pengantar Seni Rupa Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada kondisi sistem pendidikan nasional saat ini. Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. grafis dan kriya.

tenunan Kriya Kayu.289 Seni Lukis Seni Murni Seni Patung Seni Grafis Seni Rupa (Visual Art) Keramik Seni Kriya Seni Desain Produk (desain industri) Desain Interior Desain Desain Komunikasi Visual (desain grafis. multimedia) Seni Terapan Arsitektur Tekstil. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini Dalam kehidupan seni rupa modern. dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan. bamboo. batik.dll Sumber : Pribadi Bagan 5. dan kriya. kulit. serat alam. desain. . pandan. keramik Anyaman rotan. yaitu seni murni. terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim. ikat celup. logam.1.

Teknik Cetak dengan teknologi modern.1.2. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. cat akrilik. atau bahan lainnya. wood engraving print. (3) sablon ( silk screen ). atau bahan-bahan industri seperti logam. d. dan lain-lain. Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional. b. lino cut print.1.sugartint . grafis. Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. mizotint. Seni Patung . etsa. a. misalnya offset dan digital print.1. 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point. c. kolase print . Namun dalam hal tertentu. Seni Lukis Gambar 5.serat gelas. Teknik cetak konvensional antara lain : 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam. patung. keramik ).290 5.Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis. karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang. Seni Murni Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya.

mainan anak. baik dengan pendekatan estetis.4. alat kedokteran. mentalitas. budaya (Sikap. desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. cindera mata. alat rumah tangga. Desain Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia. bahan (sumber daya alam). pengatur waktu. Seni Lukis Gambar 5. Desain Produk (Industrial Design) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. Berbeda dengan karya seni murni. Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan. produksi (industri).291 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. prinsip sains (fisika). alat transportasi. Istilah desain mengalami perluasan makna. . umumnya merupakan karya desain. sepatu. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini : a. alat makan. seperti : mebel. gaya hidup). bahkan perkakas pertukangan. aturan. alat kebersihan.2. kerajinan. alat tulis. estetika (gaya visual). Seni Patung 5. perhiasan. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi). pasar (kebutuhan masyarakat).3. maupun pendekatan fungsional.1. pakaian. dan lingkungan (social).

logo perusahan. dan bhkan juga cerita bergambar (komik). Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Desain Grafis berupa Poster . Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. brosur. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak. dan krikatur. ilustrasi.6. kemasan.5.292 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. undangan. seperti poster. Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi. buku. majalah. Kursi hasil Desain Produk b.. surat kabar.

museum.293 c. rumah tinggal. bank. Secara umum. Desain interior Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian. Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia. pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. Desain arsitektur Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. rumah sakit. hingga bangunan industri. Namun.7. seperti ruang hotel. sarana relaksasi. kantor. sekolah. Yakni. perkantoran. Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia pertelevisian. bahkan ruang dapur dan kafe. restoran. . Seperti rumah tinggal. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata ruang secara keseluruhan. pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan. Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern d. Masyarakat juga mengenal desain multimedia. tempat ibadah. bangunan umum. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. rumah sakit. stadion olah raga. pusat hiburan. desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman.

adalah munculnya kriya sebagai bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni. Kriya Perkembangan dalam dunia seni rupa. yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan.9. Batik Sebagai Seni Kriya .8. kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal. Jika sebelumnya kita mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn. baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual.294 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sedangkan karya kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang kerajinan Sumber : Indonesia Indah. Desain Interior Ruang Keluarga 5.1. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.3. Kriya merupakan pengindonesiaan dari istilah Inggris Craft. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna.

diperlukan penyusunan unsur-unsur atau elemen suatu karya yang sesuai dengan prinsip-prinsip komposisi yang harmonis 5.295 5. bila berkumpul atau berwarna beda.5 ) . dan kode-kode tertentu. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak. Unsur-unsur itu terdiri dari : a. megah ataupun juga agung. dan lainnya. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya. dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu.2. halus. kuat simpel. simbol. lurus. tebal. tipis. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik.Titik yang membesar biasa disebut bintik. seperti untuk menciptakan kesan kekar. ruang. dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya (gambar 5. dan lain sebagainya. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian. melengkung. garis mempunyai berbagai sifat.1. vertikal. miring. seperti pendek. patah-patah. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu. Titik /Bintik Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil.Garis Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda. ide.2. texture. horizontal. Dasar-dasar Seni Rupa Dalam proses berkarya. bidang. b. panjang. berombak. warna.

10. dan Karakter Garis .296 Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Jenis.

tajam.297 c. ornamental. menyatakan permukaan. segi empat. . Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti : 1) Bentuk teratur kubus dan persegi. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. dan formal. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga. Bidang Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. stabil. sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain. labil dan bergerak. dan mengarah. 2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis. prisma. oval. seperti yang terlihat oleh mata. Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos. 3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif. energik. dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. tak teratur dan sebagainya. dan silinder. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi. bidang segitiga. persegi. Bentuk Bentuk dalam pengertian bahasa. akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. trapezium dan lingkaran. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. contohnya lemari. lingkaran. dan segi banyak lainnya d. baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis. segiempat. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas. kerucut. trapesium.

bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan. Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadangkadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. Bentuk Figuratif 2) Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang.12.11. abstraksi binatang . manusia ataupun alam lainnya. Bentuk 3 dimensi yang dinamis Dalam seni rupa. Contoh bentuk ini.298 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. binatang. yaitu : 1) Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature).

yaitu bentuk abstrak murni. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. misalnya segitiga. karya ukiran. dan lainnya. Bentuk simbolis. sepatu. lambang. dan lain-lain. Non Figuratif (Abstrak) . misalnya agama. dan lain-lain. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu. dan abstrak filosofis. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik.13. rambu-rambu. Pengayaan Bentuk (Diabstraktif) 3) Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. buku. prisma. Ada tiga macam bentuk abstrak. Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda.299 seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. lemari. artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. abstrak simbolis.14. hiasan keramik. kursi. tanda baca. kepercayaan. dan lain-lain. rumah. misalnya huruf.

sifat warna.15. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. termasuk di dalamnya hawa udara. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk. yaitu ruang negatif dan ruang positif. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua. Ruang positif dan negatif f. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. 1) Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System).300 e. Ruang Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan. warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : . Warna Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. dan makna warna.

biru. merah-jingga. atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. hijau-biru. dan warna lainnya. 2) Sifat warna Sifat warna intensity. misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah dikelompokkan menjadi tiga. merah-ungu. b) Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Warna tertier.301 Kuning Merah Biru Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Perbedaan antara merah dengan biru. Warna quarterner. hijau. yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. Untuk mengubah value. jingga dan ungu.16 Hue dalam lingkaran warna Warna primer. dan . menghasilkan warna kuning hijau. yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder. dan kuning-jingga. biru. seperti merah. jingga. yaitu : hue. coklat. biru-ungu. yaitu tiga warna pokok yakni merah. a) Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna. kuning. yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau. dan kuning. yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. value. Warna sekunder / biner. Warna intermediate. ungu.

dan merah kontras hijau. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value. hijau kekuningan.302 putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. hijau. misalnya kuning kontras ungu. yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan. misalnya urutan dari biru. misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda. Warna Complementer.17. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas. biru kehijauan. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. biru kontras jingga. dan kuning. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna. warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni : Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna. sedang yang berada dibawahnya disebut low value. kualitas atau kekuatan warna. memiliki kekuatan berimbang. Berdasarkan paduan warna (colour scheme). c) Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. Contoh intensitas warna .

di Jakarta – kuning. kesedihan dan setia. bendera merah. . berkabung. aksi. dan mengandung rahasia. di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. bangsawan. dan benci. panas. Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. senja. mashur. Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. iri. Jingga mempunyai makna masak. antara lain sebagai berikut : Merah mempunyai makna api. warna merah berarti Cinta. Di Yogjakarta. dan ringan. di Sulawesi – putih. berduka cita. segar. gaib. dan sebagainya. sukacita. tegas. Hitam mempunyai makna tragedi. bahaya. dan jujur. kenyataan. mewah. gagah. kematian. pertumbuhan. di Sumatera – merah. Merah muda mempunyai makna romantis. tak berdosa. riang dan dinamis. agung. bersih. kegelapan. sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. dan harapan. Biru mempunyai makna tenang. luhur. hidup. Ungu mempunyai makna kekayaan. riang. Hijau mempunyai makna dingin. di masing-masing daerah atau wilayah. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol. bahagia.303 3) Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain. duka. berani. Contoh : bendera tanda adanya kematian. dan dalam. marah. Putih mempunyai makna suci.Di negeri China. tenang. cerah. dan jaya. dan agung. damai. terang. sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. kebenaran. Kuning mempunyai makna matahari. warna juga mempunyai makna yang berbeda. mati. sejuk. akan berbeda. mentah. Kuning emas mempunyai makna masyhur.

Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam. Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu. goni (dari pasir dan kertas). mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. baik itu nyata maupun semu. dan lain sebagainya.304 g. sebagai berikut : 1) Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. tekstur buatan dan tekstur reproduksi. misalnya daun. kulit kayu.18. dan lainnya. permukaan batu. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam. Tekstur halus . misalnya wallpaper. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Suatu permukaan mungkin kasar. kain sutera berbeda dengan plastik. mungkin juga halus.Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan. seperti tikar (dari daun yang disusun).

yaitu : a. Keserasian proporsi sebuah bentuk trimatra . ukuran objek dengan ukuran latar. sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan. Untuk mendapatkan proporsi yang baik. Proporsi Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi). Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional.2. membandingkan ukuran tubuh dengan kepala. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa. Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta karya seni.19. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Misalnya. Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal.2. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa Prinsip adalah asas. Selain nilai raba pada suatu permukaan. ukuran kursi dengan meja. tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.305 2) Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut. dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya. 5.

yakni karena adanya ukuran / bentuk dan karena adanya warna. Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna.21.306 b. Keseimbangan simetris . Keseimbangan (balans) Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni. balans dibedakan menjadi tiga. Keseimbangan warna pada sebuah kursi Bila dilihat dari bentuk susunannya. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. yaitu: 1) Balans Simetris Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama.20. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Balans didapat dari dua kesan.

307 2) Balans asimetris Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda.22. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.23. Keseimbangan bentuk dan warna . namun susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang. Keseimbangan asimetris yang dinamis 3) Balans radial Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda.

Kontras Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan.24.25. kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis)dapat diperoleh dengan cara : g. Dan apabila tekstur yang berbeda. Melalui penyelangan dan pergantian (variasi) i. Irama pada bangku panjang terlihat pada bentuk yang berkelok-kelok d. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk. Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna. Kontras Warna . Melalui progresi atau gradasi. atau tekstur yang berbeda. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali. warna. j. misalnya adanya bentuk. Irama (Ritme) Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur.308 c. ukuran. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran. Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu) SuSumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. maka disebut Kontras tekstur. Melalui pengulangan bentuk (repetisi) h.

Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Kesatuan (Unity) Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize (penekanan). Klimaks Klimaks disebut juga dominan. istilah klimaks sering disebut dengan istilah centre of interest (pusat perhatian). Oleh sebab itu. Dengan kesatuan. Untuk menciptakan pusat perhatian pada karya desain. elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis.309 e. tempatkan salah satu unsur secara tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya. Klimaks pada karya f. centre point dan fokus.26. adalah fokus dari susunan karya seni yang mendatangkan perhatian. .

Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni.310 g. apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati. apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Susunan tersebut dikatakan harmonis. Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat. Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini. interpretasi. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni.3. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. . 5. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam. Apresiasi Karya Seni Rupa 5. yaitu apresiasi empatik.3. Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). dan apresiasi kritis. Dalam pengertian yang lebih luas. Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut. seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu. Apresiasi mempunyai tiga tingkatan. dengan analisis. apresiasi estetis. Komposisi Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. mengamati. menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni.1 Pengertian dan Fungsi Apresiasi Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. dan peneilaian yang bertanggung jawab.

alam. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. antara lain : a. Lukisan Realisme . Lukisan Naturalisme b.28. Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup.2.27. Aliran-aliran dalam Seni Rupa Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman. dan benda mati sebenarnya.3. Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. pemandangan alam.311 5. atau peristiwa yang memilukan. kesedihan. atau landscape.

atau petualangan para pahlawan purba. Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963). Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. penuh khayal.312 c. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Belanda. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebihlebihkan. dan Perancis. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis.30. suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa.29. Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Lukisan Romantisme d. Lukisan Impresionisme . Gaya ini juga berkembang di Jerman. Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874.

313

e.

Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.31. Lukisan Ekspresionisme

f.

Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

314

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.32. Lukisan Kubisme

g.

Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.33. Lukisan Konstruksifisme

315

h.

Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.34. Lukisan Abstrakisme

i.

Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.35. Lukisan Dadaisme

316

j.

Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.36. Lukisan Surealisme

k.

Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.37. Lukisan Elektisisme

317

l.

Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.38. Lukisan Elektisisme

5.3.3. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa
Untuk mengadakan penilaian terhadap karya seni rupa terapan, berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran atau kriteria sebuah penilaian. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas nanti, tidak mutlak semua harus digunakan, karena tidak semua karya seni rupa cocok dengan ukuran penilaian tersebut. Aspek-aspek atau ukuran penilaian itu adalah :

a) Aspek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan. Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri. Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas.

318

b) Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai. Ketidaktrampilan dalam penggunaan teknik akan berdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. c) Aspek penguasaan bahan
0

Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi. Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. d) Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertimbangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. e) Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi. Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi, keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity). Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. f) Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema. Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi.

319

g) Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan. h) Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar. i) Aspek selera dan agama

Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi tren di masyarakat, misalnya dari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu. Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat.

dibedakan menjadi dua. Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan. tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya. seniman.irama .4. maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya. atau dikritik. misalnya pameran lukisan. . artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja. yaitu pameran homogen dan pameran heterogen.kesatuan Aspek Gaya atau Corak Aspek Kreativitas Aspek Tempat Aspek Selera dan Agama Sumber : Seni Rupa dan Desain 1 2 Standar 3 4 5 5. seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat.4.320 Tabel 5.proporsi .keseimbangan .2. Melalui pameran.klimaks . karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa. Pameran Karya Seni Rupa Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni.kontras . Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa Aspek-aspek yang Dinilai Aspek Ide/Gagasan Aspek Penguasaan teknis Aspek Penguasaan Bahan Aspek Kegunaan Aspek Bentuk / Wujud . pameran keramik dan lain sebagainya.1.4. 5. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan. dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa. dinilai. dikagumi.1. 5. pengamat seni rupa. Pameran homogen. pameran patung.

b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. pameran patung. misalnya pameran seni kriya.Pameran kelompok. kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya. karya kerajinan. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran.Pameran perorangan atau pameran tunggal b. .4. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah. dan karya seni rupa lainnya. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. patung.3. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. biasanya merupakan pameran heterogen.321 Pameran heterogen. 5. ukiran. karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil. pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan. karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan. dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya. baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. keramik. Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah. pameran lukisan. pameran dapat dibedakan ke dalam : a. artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa.

d. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan. mendidik para siswa untuk bermasyarakat. b. dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah. penghargaan. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain. pemahaman isi dan pesan dari karya seni. melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati. dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif. melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan. Jadi. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka. merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.4. kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. yaitu : a. ada beberapa hal yang harus dikerjakan. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan Menyiapkan penjaga pameran Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran Menata karya-karya yang akan dipamerkan Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran . atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. pengamatan. dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah.322 c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi. e. Dalam arti yang luas.4. 5. melatih untuk menghargai pendapat orang lain. c.

Dalam upaya menata ragam hias ini. Hal ini akan bertambah nilainya apabila dapat menerapkannya langsung menjadi suatu benda tekstil sesuai dengan keinginan. Corak meander atau spiral dapat dikembangkan menjadi berbagai motif lain hanya dengan penataan yang berbeda. perlu memikirkan bagaimana pola ini ditata dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetis dan arstitik. Mengingat hal itu merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan. Langkah awal dari kegiatan ini dimulai dari memilih corak dari ragam hias nusantara yang ada. Hasil kreasi ini akan sangat bermanfaat apabila diperuntukkan bagi suatu benda pakai. Setelah menjadi suatu pola ragam hias. Kegiatan mengeksplorasi dan mengembangkan pola ragam hias tekstil merupakan hal yang sangat menarik dan menyenangkan. Keunikan ragam hias nusantara adalah pada penggunaan isen atau tekstur di setiap corak atau sebagai pengisi latar kain.5. Hal ini perlu perhatikan agar hasil kreasi nanti tidak kehilangan karakter kenusantaraannya.323 5. teknik penerapannya perlu menjadi pemikiran karena keunikan setiap teknik akan mempengaruhi penataan pola yang akan lakukan. . Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan salah satu dasar untuk dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ragam hias Nusantara untuk kebutuhan tekstil pada saat ini. Kemudian corak ini diolah bentuk. Makna simbolik dari corak. warna dan teksturnya menjadi suatu pola ragam hias. Rinci dan rumit serta padat dengan corak merupakan karakter tekstil nusantara. warna dan penataan keseluruhan pada tekstil perlu menjadi perhatian Anda pula dalam melakukan eksplorasi ini.

diagonal.39. dan pinggir. warna dan tekstur corak tertentu disusun ke dalam pola ragam hias yang ukuran dan bentuk keseluruhannya dipengaruhi oleh pola pengulangan yang akan diterapkan.324 Sumber : Tekstil. dan pola pinggir Penataan Pola ragam hias tekstil dapat dikembangkan dan dimodifikasi seperti penataan arah horizontal. Penataan pola ini perlu di lakukan dengan teliti agar sambungan pada kain tidak terputus. Pola ragam hias dari pengembangan corak dasar dapat diulang dengan beragam teknik. lingkar. radial. diagonal. Buku Piloting PSN Gambar 5. . yaitu satu langkah. vertikal. setengah langkah. Motif Meander sebagai motif dasar Hasil pengolahan bentuk.

Pembentukan motif pada kain dengan teknik ikat celup Sumber : Indonesia Indah.41. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Beberapa contoh ragam hias pada kain ikat celup . Buku Piloting PSN Gambar 5.325 Sumber : Tekstil.40.

Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri (porto folio) untuk pameran dikelas atau disekolah. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Pembelajaran seni rupa secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan apresiasi. Mampu mengkomunikasikan berbagai ide dan kreativitas 3. 3. apresiasi terhadap produk kerajinan. ekspresi. Membuat karya seni rupa secara tematik dan pemecahan masalah c. Apresiasi : a. Kemampuan yang perlu dikembangkan antara lain mengola kepekaan rasa. mengembangkan kreatifitas.6. 2. 4. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia 2. perlu diarahkan pada kemampuan produksi sebagai persiapan keahlian yang lebih spesifik. Ketrampilan : a. Pada tingkat perkembangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini. dan ketrampilan berkarya. Memiliki rasa estetika. Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam berkarya seni rupa. Merancang karya seni rupa dengan memanfaatkan beberapa teknik ungkap b. Memiliki sikap professional dan kewirausahaan . Memiliki kemampuan dasar berekspresi secara visual b. Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik serta kepekaan rasa dalam berkarya seni rupa b.326 5. Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan. dari berbagai wilayah nusantara. dan ketrampilan berkarya sesuai bakat dan minat masing-masing dalam bab ini diberikan contoh pembelajaran untuk siswa SMK dalam berapresiasi dan mengekspresikan diri melalui ketrampilan berkreasi teknik ikat celup dan teknik batik Tiga kompetensi yang diharapkan di miliki oleh siswa SMK adalah : 1. Ekspresi : a.

prosedur kerja. dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. kita mengenal ada empat cara pembuatannya. Kewirausahaan Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran seni rupa terdiri dari jenis. Seni Kriya Batik Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya. berproduksi. garam warna dan air pembilas. 5.7. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan ke larutan garam warna. Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel. Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang. Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain.327 Ruang Lingkup Mata pelajaran seni rupa untuk SMK meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon. . bentuk. Ketrampilan kerajinan 2. Pembelajaran seni rupa ini berintegrasi dengan mata pelajaran lainnya secara terpadu. motifnya diikat-ikat dengan tali plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan. dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol. Sedangkan pemberian motif pada batik ikat. yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis. Pembuatan motif pada batik tulis. fungsi kerajinan dan porto folio. Dalam pembuatan batik. dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap.

42. selendang. sprei. birkolin. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain. poplin. Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan. pensil 4B-5B. jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera. yaitu : Kain. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. dan sutera. Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan. hiasan dinding. premisima. 1) Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. 2) Tahap pemberian malam Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. vealisima. Contoh karya seni kriya batik Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam. . sarung bantal. gorden dan lainlain. dan meja kaca. Pembuatan gambar motif pada kain. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama. misalnya kain blacu. linen. dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH. santung. prima. Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain. peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. taplak meja. pola gambar atau mall.328 Sumber : Indonesia Indah.

alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil. sifatnya kurang kuning dan lebih liat). Sumber : Indonesia Indah. malam cetak (warnanya coklat. Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas. Warna lain yang bersifat alami adalah daun soga. sifatnya kurang liat). dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat.329 Malam. Peralatan penunjang. naptol ASGR. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. dan mudah retak). naptol ASLB . kenceng. violet. biru.43. Proses pembubuhan prada diatas kain batik tulis 3) Tahap pemberian warna Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik yang terdiri dari : Naptol berfungsi sebagai warna dasar yang nantinya dibangkitkan oleh garam warna (garam diazo). panci. dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh. canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar). Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. orange. dan lainnya. malam cetak (warnanya coklat. dan hitam. naptol ASD. malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya kuning dan lebih liat). Sebelum proses pemberian malam dimulai. canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil). Naptol terdiri atas naptol AS. Naptol AS berfungsi untuk membuat warna merah. dan naptol ASOL. Canting. naptol ASG. naptol ASBO. malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair. naptol ASLB.

TRO cairan berbentuk minyak sedang soda api (Loog 380 BE). diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. dan dianginanginkan. dan rapid hitam G. untuk membuat larutan pewarna batik tulis bahan pelengkap yang diperlukan terdiri atas TRO (Turkish Red Oil) dan soda api (Loog 380 BE). dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bak III). Rapid terdiri atas rapid merah RH. dan garam biru hijau B. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Bahan Pelengkap. rapid biru BN. kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata. Garam warna (garam diazo). Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I). Tahap melunturkan malam Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. Rapidogin. berfungsi untuk membangkitkan warna. Adapun tahapan dalam pemberian warna pada batik tulis adalah : a. rapid cokelat BN. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. disebut juga costik soda berbentuk seperti kristal. b. merah bordo GP. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin. diperas. hitam B.330 untuk membuat warna cokelat. Pemberian warna rapid Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. berfungsi untuk memberi variasi warna. . naptol ASGR untuk membuat warna hijau dan naptol ASG untuk membuat warna kuning. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). garam biru BB. rapid kuning GCH. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental. c. garam orange GC. garam violet B. Proses pencelupan Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah. rapid orange RH. Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak. Garam terdiri atas garam biru B. kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II).

sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali.44. dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain. kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras.7. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik. Ukuran dan jumlah cucuk can beragam tergantung jenisnya. Bagian-bagian canting b. Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik. dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam. Canting Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik. Cucuk tersebut terbuat dari tembaga. Kuas dapat juga untuk menggores . Canting memiliki beberapa bagian yaitu: Gagang Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan. Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang. Sumber : Pribadi. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai. Kuas Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis.1. Cucuk atau carat Cucuk merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung. Peralatan Membatik a. Nyamplung terbuat dari tembaga. Ilustrasi by Indra Gambar 5.331 5. Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan. Alat Dan Bahan Batik 1.

terbuat dari bahan logam. g. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap. kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan. f. yang disebut gawangan. kuas cat air. Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut. Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja. e. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren. atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas. Nampan Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan mencelup kain dalam proses pewarnaan. Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor. Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda. wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur. Panci Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan. Sekarang ini dengan adanya kompor. Gawangan Pada waktu membatik kain panjang.332 secara ekspresif dalam mewarnai kain. d. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut. sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola. Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak. Pilihlah ukuran nampan yang sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup semuanya. . terbuat dari kayu. Wajan Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan. c. maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik. tidak perlu yang besar. dengan diameter sekitar 13 cm. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja.

diambil dan direndam dalam air dingin sambil diremas-remas. Apabila sudah mendidih. Biasanya pengolahan kain sutera dengan sabun yang khusus untuk serat halus dan tidak diperas berlebihan atau apabila sulit untuk mencari sabun khusus untuk kain sutera bisa menggunakan shampo untuk rambut. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya. Pengolahan kain dengan larutan asam biasanya dilakukan satu hari. i. pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan. Pengolahan kain dengan minyak jarak dan larutan asam tidak cocok digunakan untuk kain sutera. dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”.333 h. Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma. Bahan Batik a. kemudian kain dilipat dan dikemplong (“ngemplong”) yaitu dengan cara memukul-mukul kain tersebut dengan menggunakan pemukul kayu. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain. berkolyn. santung. Setelah dikemplong kain dijemur. 2. langkah yang harus dikerjakan yaitu merendam kain dalam panci dan direbus dengan memasukkan minyak jarak ke dalam rebusan kain tersebut. blacu. Sarung tangan Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. Sebagai tambahan saja. Primissima. kecuali pewarna alami (natural). Kain Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain. tetapi tentu saja kain tersebut masih mengandung kanji. karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna. Tujuannya agar serat kain menjadi kendor dan lemas. Primis. Tetapi terkadang saat ini banyak . tetapi gunakan sedikit saja dan cucilah dengan perlahan. Selanjutnya setelah kain diangkat dari perendaman. Saat ini banyak tersedia kain yang berkualitas bagus. karena kain sutera yang berbahan sangat lembut memerlukan perlakuan khusus. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. Philip. Setelah kering kain bisa diseterika dan siap untuk dipola. Sendok & Mangkuk Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. mori biru. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air. tetapi perlu diperhatikan bahwa larutan asam yang terlalu banyak akan merusak kain. sebg media tempat motif akan dilukiskan. Air dingin untuk merendam kain ini bisa ditambahkan sabun atau deterjen. bahwa kain sutera sangat cocok apabila diwarna dengan menggunakan pewarna alam.

Biasanya bila tidak ada malam birono dapat digantikan oleh malam tembokan Sumber : Tekstil. Sebelum menggunakan malam. Dalam proses membatik. Tabel 5. daya rekat pada kain sangat kuat Kental. Buku Piloting PSN . Setelah kain diproses “ngloyor” dan “ngemplong”. dan fungsi beragam. Cara ini bisa juga dilakukan pada kain yang sedikit mengandung kanji.2. tidak mudah retak. sifat. karena malam memiliki jenis. Jenis Malam/Lilin Jenis Malam Malam Carikan Warna Agak kuning Sifat Lentur. daya rekat pada kain sangat kuat Mudah retak/patah Fungsi Untuk mglowongi atau ngrengreng dan membuat batik isen Untuk menutup bidang yang luas khususnya pada background Untuk membuat efek retak-retak (remukan) Untuk menutup pola yang telah diberi warna biru (bironi) Malam Tembokan Agak kecoklatan Malam Remukan (Parafin) Malam Biron Putih susu Coklat gelap Mirip dengan malam tembokan.334 orang yang hanya merendam kain dalam air sampai beberapa kali tanpa menggunakan minyak jarak atau larutan asam. kain tersebut diukur sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. pilihlah malam yang sesuai dengan kebutuhan. Malam / Lilin Malam merupakan bahan bahan utama yang menjadi ciri khas dalam proses membatik. b. mudah mencair atau membeku/keras. malam mempunyai fungsi untuk merintangi warna masuk ke dalam serat kain dimana motif telah dipolakan dan agar motif tetap tampak.

dan Kuning GC. Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri. remasol. Indigosol. Napthol. daun. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG. . Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. dan Prosion. Orange GC. Orange GR. dan AS-BR. Merah R. AS-G. Buku Piloting PSN Jenis Pewarna Kunyit menghasilkan warna kuning Napthol. AS-D. atau kulit pohon. AS-LB (Extra). ergan soga. a. Agar pelarutannya bagus. rapidosol. Pewarnaan 1. AS-BO. sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH). AS-OL. Violet B. Merah 3GL Spesial. Tabel 5. Biru Hijau B. AS-LB.335 C. Merah GG. indigosol. Zat Pewarna Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. Ergan Soga. Hitam B. Merah GC. Jenis warna Kategori Zat pewarna alam Zat pewarna Kimia Sumber : Tekstil. Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu. Chroom Soga. akar. Rapide. AS-BS. procion. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B. Kopel Soga.2. AS-GR. Bordo GP. Merah B. Biru BB. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah. AS-KN.

Abu-abu 1BL. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol. Brown IRRD. Warna Napthol Warna Kuning Merah Biru Kuning Kuning muda Kuning tua Merah Merah Merah Biru muda Biru tua Biru tua Biru muda Hijau muda Hijau Violet Coklat Hitam Violet Violet Coklat Coklat Coklat Hitam Hitam Hitam Hitam mulus Napthol Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS Napthol AS-D Napthol AS-BO Napthol AS Napthol AS-BO Napthol AS-BO Napthol AS-D Napthol ASGR Napthol ASGR Napthol AS Napthol ASGR Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS Napthol AS-OL Napthol AS-BO Napthol AS-G Napthol AS-BO Garam Diazo Garam kuning GC Garam merah GG Garam bondo GP Garam merah B Garam merah B Garam merah GG Garam biru BB Garam biru B Garam biru B Garam biru BB Garam biru B Garam biru hijau Garam violet B Garam violet B Garam kuning GC Garam biru BB Garam merah GG Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Hijau Sumber : Tekstil. Rosa 1R. Green 13G. Yellow FGK. Violet ABBF. Blue 04B. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B. Green 1B. Violet BF.3. dan RED AB. Yellow 1GK. Orange HR. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. dan TRO.336 Tabel 5. Buku Piloting PSN b. .

Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam. d. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be. Coklat (soga) sedang. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka. 2.4 Warna Indigosol Campuran Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Orange HR NaNO2 Extra Coklat IRRD Brown NaNO2 IRRD Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet NaNO2 ABBF Warna Sumber : Tekstil. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup) Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin. Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua. Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz). Rapidosen. disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus .337 Tabel 5. dan Hijau N-16G. Buku Piloting PSN Keterangan Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 : 1 c. dan Coklat (soga) muda. walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. dan Rapidosol. Orange RH. dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin). Biru BN. Rapide biasa meliputi Kuning GCH. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa. dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. Hitam G. tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol. a.

tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut. Ditiris Dicuci air Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Air + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Usahakan agar seluruh kain terendam. Tahapan pewarnaan (1 warna) . c) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut : a) Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis.338 seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). e) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. g) Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. setelah larut tambahkan air dan aduk. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. b) Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas.45. kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3). d) Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. h) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol. f) Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul.

339 Ditiris 4 Ditiris 1 Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris 2 Air + Garam Diazo Ditiris 3 Air + TRO Air 6 Ditiris Air panas + Soda abu (Pelorodan) 5 Ditiris Sumber : Pribadi Dicuci air 7 Ditiris&Dijemur Gambar 5. Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada. Tahapan pewarnaan (1 warna) secara berulang agar lebih pekat b.47. maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia. Tahapan pewarnaan ganda (2 warna atau lebih) . 4 Ditiris 1 Membatik Ditiris 2 Ditiris 3 Air + Garam Diazo Air + TRO Air + Kaustik Soda + N h l Air Air panas + Soda abu (P l d 5 Ditiris Sumber : Pribadi 6 Ditiris 7 8 9 Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air Gambar 5. Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya.46. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih (Celup) Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali.

48. Aduk hingga merata. apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. Apabila sudah kering. f) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut. perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 .340 c. d) Lalu keringkan. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Membatik Air + Remasol + Ludigol Waterglass + Caustik Soda + air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat. apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen. e) Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. pengeringan jangan di bawah matahari. rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. c) Siapkan kain yang sudah di malam. Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air b) Tunggu sampai larutan tersebut dingin. Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan. Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet) Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki. diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. Setelah ujung logam panas . Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut : a) Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki. Tahapan Pewarnaan Teknik Colet Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod (membersihkan malam) kain. Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam.

dan mudah. antara lain 1. A.2. segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi antara celup dan colet pada benda pakai yaitu sebuah sapu tangan dengan motif bunga.7. sederhana. Sumber : Pribadi. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil.341 tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. Pemalaman dan Pewarnaan Teknik Celup Setelah kain dipola dengan motif. Contoh Berkreasi Batik bagi Siswa SMK. 5. Kondisi seperti ini disebut Gentho.49. Untuk itu. malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam (pasir) di dasar wajan. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan. silahkan merengrengi Merengrengi adalah memberi kontur motif dengan Malam/Lilin. motif. dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ngrengrengi . serta akan membuat canting sering tersumbat. Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang. Sapu Tangan Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa.

Pencelupan di larutan TRO .50 Nemboki b. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. Masukkan 1/3 sendok makan TRO ke dalam 1 gelas air tadi. Sumber : Pribadi. Memasukkan Turkish Red Oil (TRO) e.52. Siapkan 1 gelas air ke dalam nampan d.342 a. Siapkan kain yang sudah selesai dicanting dengan malam c. dan aduk hingga seluruh TRO benar-benar larut dalam air. Kain yang sudah dicanting dimasukkan ke dalam larutan TRO secara merata selama kurang lebih 2 menit Sumber : Pribadi. Selanjutnya nemboki bidang-bidang motif. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5.51. yaitu mengisi bagian motif yang telah diberi kontur.

Ilustrasi by Indra Gambar 5.53. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kedua bahan tersebut dilarutkan dalam 1/2 gelas air panas. aduk hingga merata Sumber : Pribadi.343 f. Air panas .55. Kemudian tiriskan Sumber : Pribadi. Napthol ASG dan Kaustik Soda h. Ilustrasi by Indra Gambar 5. masukkan Napthol ASG sebanyak 3 gr dalam Sumber : Pribadi. Kain ditiriskan g. Masukkan pula Kaustik Soda sebanyak 1/2 gr i. Sementara kain ditiriskan.54.

Aduklah hingga benar-benar larut di dalam air p.57. Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Tiriskan kain di garawangan sampai benar-benar atus.344 j. Kemudian celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan napthol tadi. buatlah larutan 9 gr Garam Diazo OGC dalam larutan 1 liter. m. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi.56. Lalu masukkan larutan tersebut ke dalam larutan TRO sisa pencelupan kain tadi. n. Pencelupan ke larutan garam . Sementara kain ditiriskan. Kemudian tambahkan air sehingga menjadi 1 liter l. Pencampuran larutan ASG + Kaustik Soda ke dalam larutan TRO k. o. celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan Garam Diazo. Setelah larutan Garam Diazo siap.

Kemudian tiriskan dan tunggu sampai kering. Pencelupan merata sampai warna muncul r. ludigol dan poliron b. dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik colet. sediakan air panas sebanyak 1/2 gelas lalu larutkan pewarna remasol (misal : violet) sebanyak 3 gr dan ludigol 1 ½ gr. Sementara menunggu kain kering.59.345 q. aduklah hingga merata dan tunggu sampai dingin.58. Pewarnaan dengan Teknik Colet a. d. Ambil pewarna tersebut dengan menggunakan kuas dan oleskan pada bagian yang dikehendaki pada kain yang sudah mengalami pewarnaan pertama dengan napthol tadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Setelah dingin. siapkan bahan pewarna batik untuk teknik colet. Setelah bahan siap. pewarna tersebut siap untuk digunakan. Bahan yang perlu disiapkan yaitu : pewarna remasol. Pada proses ini warna yang dikehendaki akan muncul. Celup kain tersebut hingga keseluruhan kain terendam aar warna merata. Remasol Water glass Poliron Ludigol Sumber : Pribadi. Bahan-bahan pewarna c. B. Sumber : Pribadi. . Poliron 1½ gr.

kain tersebut didiamkan selama 6 jam atau lebih. g. h.60. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.346 Sumber : Indonesia Indah. Sebagai contoh. Oleskan dengan menggunakan kuas pada bagian yang diinginkan. Setelah dingin bahan pewarna siap untuk digunakan. untuk pewarnaan colet kedua yaitu dengan pewarna Remasol warna Orange. Apabila cukup dengan satu warna colet. Karena warna hasil coletan akan turun intensitasnya (drop) 50% di hasil akhirnya. larutkan kembali pewarna remasol dalam 1/2 gelas air panas. Kemudian tambahkan Ludigol sebanyak 1 ½ gr dan Poliron 1 ½ gr. maka buatlah kembali larutan pewarna colet. kemudian dilorod. tetapi celup di dalam ruangan. Apabila menginginkan pewarnaan lebih dari satu warna. sebaiknya pencoletan dilakukan sekali lagi. i. f. Apabila sudah kering. Kemudian diamkan selama 6 jam atau lebih. . Pewarnaan kain dengan kuas e. kemudian kain dikeringkan tetapi jangan dijemur di bawah matahari. Setelah pewarnaan selesai. Setelah pewarnaan dengan mencolet selesai. maka proses pewarnaan selesai. j. Setelah semua bahan pewarna tercampur. Ulangilah pencoletan dua atau tiga kali agar setelah dilorod dan dicuci tidak banyak turun kualitasnya. tunggu sampai dingin. kemudian aduk hingga merata. siapkan Waterglass sebagai bahan untuk pengunci warna. tunggu sampai kering. Gunakan kuas untuk mengoleskan waterglass. agar mendapatkan warna yang bagus.

kuas. Pelorodan 2. 3) Membuat alternatif warna . Media dan peralatan yang digunakan adalah kertas gambar. garis-garisnya dipertegas dengan rapido atau spidol. Ilustrasi by Indra Gambar 5.61. Pada gambar pola.347 C. dan cat poster. kemudian dipilih sketsa yang terbaik untuk dijadikan gambar pola. Dalam tahap ini gambar dibuat dalam bentuk seperti sebenarnya. Kemudian masukkan kain dan rebus hingga malam yang menempel larut dalam air. pensil. MEMBUAT TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Kain yang digunakan untuk membuat taplak meja biasanya berukuran 120 cm. dan mistar. tahap berikutnya adalah membuat gambar jadi. mistar. kertas kalkir. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pembuatan rancangan gambar adalah sebagai berikut : 1) Pembuatan sketsa dan gambar pola Sketsa dibuat dalam beberapa alternatif. Didihkan air panas dan masukkan Soda Abu. Sumber : Pribadi. 2) Membuat gambar jadi Setelah sketsa terbentuk. Media dan peralatan yang digunakan untuk membuat sketsa ini adalah kertas gambar. karet penghapus. pensil. sedang panjangnya disesuaikan dengan yang dibutuhkan. Dalam rancangan gambar taplak meja berikut ini menggunakn ukuran 120 x 120 cm. karet penghapus. Pelorodan Setelah kering lalu kain yang sudah di beri warna tersebut siap dilorod. Apabila kain sudah kelihatan bersih dari malam lalu cuci dengan air dan keringkan dan proses membatik dengan teknik celup dan colet sudah selesai.

Namun mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah tidak semua karya-karya desain dapat dipraktikan di sekolah. Proses melunturkannya kain. dibuat juga alternatifalternatif pemberian warnanya. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. pensil 4B / 5B. dilakukan dengan cara memberikan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. diperas. i. g. pola gambar atau mall. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. Proses pencelupan. . dan ketiga pencelupan pada air pembilas. dilakukan tiga langkah. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Warna hitam yang ada pada gambar adalah bagian-bagian gambar yang telah diberi larutan rapid.348 Agar motif batik yang dihasilkan lebih bervariasi. f. kedua pencelupan pada larutan garam warna. yaitu pertama pencelupan pada larutan naptol. dan meja kaca. Membuat benda seni atau karya seni rupa terapan. diangkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Tahap pemberian malam Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Untuk pemberian malam pada bidang yang luas digunakan kuas. sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu proses desain. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). h. artinya dalam satu motif rancangan gambar dapat dibuat dalam beberapa pilihan warna. Tahap melunturkan malam atau lilin Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. dan dijemur di tempat yang teduh. Tahap pemberian warna Tahap-tahap pemberian warna pada batik tulis adalah : Pemberian warna rapid. dimasukan ke dalam bak. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap.

Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan. Secara umum corak celup ikat dapat dibagi dalam 5 jenis. Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat. penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. lalu dicelup dengan pewarna batik.8. Setelah pencelupan selesai. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit. jerat atau simpul. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula. yaitu ragam hias penuh. . Celup ikat mengenal beberapa variasi ikatan dan akan terus berkembang sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. di Banjarmasin sebagai sasarengan. di Jawa sebagai tritik atau jumputan. karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan. Makin tebal kain yang digunakan. maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde. makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil. atau keras atau kurang memiliki daya serap. seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya. dan bungkusan. dan ikatan yang berbeda-beda. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang.349 5. sampai kedap air. kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. Masing-masing menggunakan teknik ikat yang berbeda. dilipat. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya. Wujud keindahan dari kain celup ikat pada dasarnya tidak berasal dari jumlah ikatan yang dibuat. lompatan. yaitu kain katun dan sutera. Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat. dengan tali atau karet. Banyak macam corak yang dapat dihasilkan dari teknik dari cara melipat. sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak. jelujur. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan. dijelujur. memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin. lubang. Sementara beberapa jenis kain lainnya. tetapi lebih pada paduan jenis-jenis corak hasil ikatan dengan warna yang digunakan serta keselarasannya secara keseluruhan dalam sehelai kain.

Kemudian larutkan dalam larutan Napthol dan bolak-balik selama beberapa menit. Kemudian kelerang diikatkan pada kain dengan menggunakan karet gelang.1. Teknik Ikat Celup Satu Warna Langkah-langkah pembuatan Teknik Celup Ikat satu warna. Untuk mewarnai langkah pertama yang dilakukan yaitu celupkan kain tersebut pada larutan TRO.350 5. sebagai berikut : a. Pencelupan ke larutan garam .63. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. bolak-balik selama 3 menit lalu tiriskan. CONTOH KREASI TEKNIK CELUP IKAT 1. Setelah keseluruhan kain diikat maka kain telah siap untuk diwarnai.8.62 Kain diikat karet berisi kelerang b. proses pewarnaan sama dengan teknik batik dengan menggunakan malam. Sumber : Indonesia Indah. c. teknik ikat/jumputan dengan media kelerang dan karet gelang. lalu tiriskan. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Siapkan kain dan kelerang serta karet gelang. d. Setelah kain tersebut atus lalu celupkan dalam larutan Garam Diazo dan warna akan segera muncul ketika dicelupkan di larutan Garam Diazo.

351 e. 2. . Lakukan pencelupan bolak-balik agar warna merata di bagian kain. Ikatlah kain dengan cara dijumput/ambil sedikit bagian kain tersebut lalu diikat dengan menggunakan tali rafia.65. Setelah warna merata tiriskan sampai kering g. sebagai berikut : a. bagian yang terikat akan tetap berwarna putih atau warna kain sebelumnya. dilakukan pembukaan ikatan dan jelujur. Teknik Ikat Celup Dua Warna Langkah-langkah pembuatan teknik ikat celup dua warna. Selanjutnya cuci dengan air sampai bersih. teknik ikat/jumputan dengan media tali raffia dan malam/plastik. Pembukaan ikatan dan jelujur ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kain. Ilustrasi by Indra Gambar 5.Pencelupan secara merata f. dan keringkan dengan dijemur di tempat teduh.64. Setelah kering lepaskan ikatan karet gelang tersebut dan ambillah kelerangnya. Kain yang telah kering. Hasilnya akan segera terlihat. Sumber : Indonesia Indah. Sumber : Pribadi. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.

celupkan kain tersebut ke dalam larutan Napthol bolakbalik selama beberapa menit. tali dilepas. Sumber : Pribadi. atuskanlah kain dan tunggu sampai kering. Setelah kain atus. selanjutnya dilorod sampai malam benarbenar bersih. Untuk warna kedua. g. missal : Violet B. setelah kering lalu celup ujung kain yang telah diwarna tersebut ke dalam malam. lalu tiriskan di gawangan. Tunggu sampai kering. Sumber : Indonesia Indah. Hasil akhir . missal warna kuning. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.66.352 b. Kemudian celup ujung kain yang diikat ke dalam pewarna napthol. h. Setelah itu masukkan ke dalam larutan Garam Diazo. Setelah kering. atau ditutup dengan plastik. i.67. lalu rendam dan bolak-balik kain tersebut selama beberapa menit. Setelah dicelupkan ke dalam pewarna dan mendapatkan warna yang sesuai. Celupkan terlebih dahulu kain tersebut pada larutan TRO. Pencelupan sebagian kain ke malam / lilin c. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Bolak-baliklah selama 3 menit lalu tiriska f. Tahap ini diakhiri dengan pencucian dan penirisan sampai kering. e. missal warna ungu. Kemudian tunggu sampai malam kering d.

Pameran buku. Coba jelaskan! 7. b) potonglah ubi jalar/kentang/wortel. c) Cetaklah sesuai komposisi yang harmonis . barang. Berilah contoh dengan gambar! 8. Dalam berkarya rupa. Jelaskan ruanglingkup kriya sebagai prospek kewirausahaan! Buatlah berupa makalah! 3. seorang siswa harus memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar rupa. 2. Kita kerap menggunakan karya desain dalam aktivitas sehari-hari. 2. C. furniture. Jelaskan apa itu titik dan garis serta ada berapa garis yang kita kenal? 6. pewarna kue. cutter. Buatlah kliping (kumpulan artikel ataupun gambar) yang berhubungan dengan budaya rupa. Coba kalian kemukakan pendapat kalian sendiri tentang manfaat seni rupa dan desain modern bagi kehidupan manusia di tanah air. . cukillah sesuai klise menonjol yang diinginkan . Jawablah soal di bawah ini secara singkat dan jelas ! 1. . Sebutkan apa yang dimaksud dengan warna primer dan warna sekunder! 5.Kegiatan pameran seorang pelukis atau pematung. Buatlah cetak tinggi sederhana dengan ketentuan sebagai berikut : a) siapkanlah kertas gambar A2. Sebutkanlah cabang-cabang seni rupa yang kalian ketahui dan berilah contoh-contohnya. Jelaskan aspek-aspek penilaian dalam apresiasi karya seni rupa? B. LATIHAN 1. . alas kerja. Tugas 1.Kumpulan foto bangunan di kotamu. Tulislah dalam setengah halaman folio. Buatlah komposisi beberapa bidang sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Betapa indahnya jika mendengar irama sebuah lagu yang dinamis. Kita mengenal wujud simetri dalam rupa dasar.Tulisan tentang seni rupa di koran atau majalah.353 TES FORMATIF A. Berilah warna berbeda pada setiap bidang. Warna harus berdasarkan hasil campuran warna antar masing-masing jenis warna yang berbeda! ( misal : warna primer dengan warna sekunder ) 2. Bagaimana penerapan unsur irama dalam dunia seni rupa? 9. Apa yang kalian ketahui tentang apresiasi seni rupa? 10. Apa beda antara seni rupa murni dan desain? Uraikanlah 3. serbet. Pilihlah salah satu tema berikut ini. Coba uraikan apa saja karya desain yang kalian miliki? 4. pakaian. atau komputer. .

sisakan tepi keliling untuk lipatan akhir . . Buatlah saputangan dengan teknik batik. b) Tutuplah bidang kontur dengan lilin seperti proses membatik tanpa canting . d) finishing dengan melorot pada air panas.354 3. c) celuplah dalam pewarna batik atau wantex. Ketentuan sebagai berikut : a) gambarlah desain pada kain ukuran 30 x 30 cm. Buatlah patung dari bubur kertas dengan rangka kawat ! 4.

Wirausaha Bab 6 .

Usaha Kecil Penyelenggaraan Seni Pertunjukkan Wirausaha EO Pertunjukan Musik Penata Musik Film Proses Manajemen Produksi Teater Kewirausahaan Dalam Seni Rupa .

yaitu dapat diartikan serius untuk menjalani usaha ini. adalah melakukan usaha ini penuh semangat. 3. Usaha Kecil Wirausaha diartikan sama dengan pejuang / berani menjadi teladan dalam bidang usaha. adalah : 1. Kegembiraan. 4. menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. Belajar dari pengalaman. Wirausaha yang baik adalah pelopor usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. Kaitan Faktor-faktor Karakter Seorang Wirausaha . peka terhadap peluang bisnis. 2. Komitmen. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Sukses Awal Belajar dari pengalaman Komitmen Menjadikan perubahan berkelanjutan Integrasi Kegembiraan Sumberdaya Bagan 6.1.358 BAB VI WIRAUSAHA Wirausaha 6.1. Ciri-ciri : Motivasi berprestasi tinggi Dapat dipercaya Disiplin Berpikir kreatif. adalah memilih orang yang ahli dalam bidangnya. kesalahan atau faktor kegagalan jangan dilakukan kembali. penyebabnya dipelajari. Integrasi aktif mencari kerjasama dengan badan usaha sebagai Pembina ataupun mitra usaha. inovatif dan inisiatif Mampu memanfaatkan peluang Kemampuan mengambil keputusan Berani mengambil resiko Percaya diri Kemampuan berkomunikasi Faktor-faktor yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha baru. Sumberdaya.

Perencanaan Seorang Wirausaha Pengelolaan Staf : proses rekruitmen penempatan pembinaan pengembangan (on the job training. dan lain-lain) pemutasian promosi pemensiunan .2. teamwork.359 Apa yang harus diubah ? Pengembangan Staf Pengelolaan Staf Komunikasi Struktur & Sistem Perencanaan ulang i i Penilaian Kinerja Penghargaan Bagan 6.

Menentukan tema 2. . Menyempurnakan produk pesaing 3. dijadikan pakaian dengan model casual. Pada Bab V sudah dijelaskan tentang keterampilan membuat Ikat Tenun dan Batik. 3. menentukan bintang dan pendukung vokal dan tari . Pada ciri berani mengambil resiko. Memilih warna. Menyusun struktur organisasi 2. 2. 6. Memodifikasi / mengubah produk 2. Perbanyak referensi model.Ambil keuntungan kecil saja. Cobalah bahan yang telah jadi. . perlu diperhatikan kualitas pewarna (jangan yang cepat luntur). dan inovatif. setelah dikenal luas baru memikirkan keuntungan. . Langkah awal memulai usaha adalah berpikir kreatif. Ketika proses pewarnaan. Saluran komunikasi 6. 5.Buatlah promosi pada Koran atau majalah. Target keberhasilan 3. perhatikan target pasar konsumsi untuk anak-anak atau untuk orang dewasa. Menciptakan produk baru Pengetahuan ini dapat diaplikasikan dari hasil karyamu dari Ikat Celup dan Batik. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Untuk itu dibutuhkan kemampuan : 1. . 4.2.produksi 5. Keamanan Penyelenggaraan Seni Pertunjukan Membentuk dan menyusun Panitia serta pembuatan jadwal dengan langkah sebagai berikut : 1.360 Cara Memanfaatkan Peluang Pasar 1. Perencanaan pementasan .Berani menawarkan untuk menitipkan pada Koperasi. Pelajari selera pasar. 1.Jaga mutu dan buatlah model-model yang menarik.umum . Struktur uraian kegiatan berdasar bidang kegiatan 4.

Struktur Uraian Kegiatan Berdasarkan Bidang Kegiatan Produksi Latihan Tata Rias Tata Panggung Penunjukkan Anggota Musik Inti Latihan Gabungan Gladi Resik Bagan 6.4. Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaran Pertunjukan 2.361 1. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan . Struktur Organisasi Pemimpin Direktur Artistik Direktur Organisasi Bagian Latihan Bagian Tata Rias dan Kostum Bagian Tata Suara dan Panggung Bagian Undangan dan Komunikasi Bagian Keuangan Bagian Keanggotaan Dokumentasi Konsumsi Bagan 6.3.

Artistik Latihan inti/kelompok Latihan Gabungan Gladi resik Tata panggung Pembuatan desain panggung Pembuatan property panggung Pengadaan sound system Penataan panggung Tata rias Perias Kostum 3. penyediaan tempat Administrasi Pembukuan Konsumsi Perijinan 2. Produksi Penulisan tema MC/Narator Penerima undangan Latihan Tata rias b. a. jumlah penonton dan tempat duduk Distribusi undangan Keamanan dari berbagai pintu . Saluran Komunikasi (undangan) Spanduk Leaflet Radio / TV Koran Majalah Koordinasi pengisi acara memberikan TOR kepada pengisi acara tentang tema Peralatan Pembiayaan Antar jemput 4. Perencanaan Pementasan 1. Umum Penggalangan dana / sponsor menggunakan proposal dan perjanjian.362 3. Tempat dan Keamanan Penentuan tempat dengan memperhatikan keamanan.

363 5.Pemilihan lagu .Distribusi undangan .Kuesioner yang diberikan kepada penonton .Kepraktisan Sukses Tercapai Cukup Kurang Keterangan Tempat dan Keamanan .Pakaian . Evaluasi Artistik Indikator Tema konsep Performance : .Tata rias Pendukung : .Desain panggung .Penentuan tempat.Wawancara dengan pengamat 6.Penari .Akustik .Lighting Sound System . Evaluasi Laporan Karcis yang terjual Keuntungan Sponsor yang mendukung Evaluasi artistik yang diperoleh dari : .Gaya panggung . dari sisi keamanan dan jumlah pendonton dan tempat duduk .

Mencari rekanan bisnis. c. dsb. Tahap Negosiasi Jika kita telah mendapatkan sebuah rekanan bisnis dan sepakat untuk melakukan kegiatan bisnis maka langkah selanjutnya ialah negosiasi. seperti : menghadiri seminar-seminar film. dan produser film mengenai bentuk/jenis musik apa yang akan dimasukkan dalam film tersebut. dalam hal ini dapat berupa kaset. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai wirausaha sebagai penata musik film/sinetron/kartun : 1. Hal-hal mengenai hak cipta/royalti penata musik. Tahap Promosi Pada tahap ini meliputi : a. Jangka waktu lama pembuatan musik (deadline) c. Negosiasi ini meliputi : a. berteman/masuk ke dalam komunitas orang-orang/mahasiswa perfilman/drama/teater yang berhubungan dengan seni pertunjukan. Penata Musik menerima video dari pihak rumah produksi untuk diberi musik latar. sutradara. Mengelompokkan bagian-bagian film(scene) a. Menentukan letak penunjuk waktu(cue) dan durasi dimana musik dapat dimasukkan dalam tiap bagian-bagian film.3. b. . Mengadakan pertemuan antara penata musik. Menyusun jadwal kerja untuk pembuatan musik. proses pencarian ini dapat melalui peran aktif kita bergaul dengan orang-orang perfilaman. b. b. Menginterpretasi setiap kejadian/peristiwa yang ada dalam tiap bagian untuk ditentukan tema musik/komposisi apa yang cocok untuk bagian tersebut. b. Hal-hal mengenai pembayaran hak cipta/royalti musik yang merupakan penggunaan hasil cipta orang lain/musik populer yang sudah ada. Pembuatan demo dari musik yang dapat kita buat. mencari di website/iklan media massa rumah produksi mana yang sedang membutuhkan musik/jingle untuk film/iklan. cd. d. 3. c. Tahap awal produksi a.364 6. 4. atau contoh scene yang telah kita berikan musik latar atau contoh soundtrack. Sistem/cara pembayaran yang disepakati untuk pembiayaan produksi musik. 2.

Proses rekaman manual Dalam metode ini rekaman dilakukan dengan melibatkan beberapa pemain musik yang handal di bidangnya masingmasing. penata musik dapat melakukan koreksi/membuat kembali musik latar tersebut. dan orkestrasi. Pembuatan Musik Dalam hal ini proses pembuatan musik dapat dengan menggunakan lagu yang sudah ada atau membuat lagu/komposisi baru. 7. komputer. dan Komputer. 5. Proses Rekaman Pada tahap ini dimulai proses perekaman musik dari tiap scene dan lagu untuk soundtrack. musik apa yang cocok untuk menggambarkan suasana/kejadian yang terjadi pada bagian ini. cukup menggunakan peralatan audio. dan software. Proses Hearing Produser dan sutradara mengadakan pertemuan dengan penata musik untuk mendengarkan bersama-sama musik yang sudah jadi. aransemen.Membuat komposisi dengan menulis pada partitur yang kemudian dapat dimainkan baik menggunakan software musik. keyboard. .365 Contoh dalam menginterpretasi tiap bagian : Menginterpretasi setiap tingkah laku aktor/kejadian yang ada ke dalam bentuk musik. Apakah pada bagian ini memang membutuhkan musik? Apakah lebih baik jika tidak ada musik sama sekali? Jika pada bagian ini ada musik. . b.Dengan menggunakan teknik looping yang dipadu dengan sound effect dan beberapa isian melodi lagu dengan menggunakan keyboard. . keyboard. 6. atau mempekerjakan pemain musik untuk memainkannya. Dalam proses ini apabila belum terdapat kesepakatan dalam musik yang telah dihasilkan. Keyboard. Proses rekaman dapat menggunakan 2 cara : a. Rekaman dilakukan di studio musik dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Contoh dalam membuat komposisi baru : . Dalam hal ini alat yang dapat digunakan yaitu : Perangkat DJ. Dengan menggunakan MIDI Dengan menggunakan metode ini proses rekaman tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak karena tidak membutuhkan keterlibatan banyak orang. DJ set. Software.Membuat komposisi dengan mengajak orang-orang yang mengerti banyak akan musik untuk membantu dalam penulisan lagu.

tidak ada pemborosan atau penyimpangan. Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya.Dsb.Rencana latihan . Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya.Dan lain-lain . barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan . Proses Manajemen Produksi Teater Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien.Proses pelunasan pembayaran biaya produksi musik . Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan . seperti: . Hal-hal lain yang berhubungan dengan negosiasi bisnis apabila musik telah selesai dibuat. kegiatannya meliputi : .Proses Mastering Video dan Audio .366 8. dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya.Hak Cipta .Mencari biaya pementasan . 6.Rencana promosi dan publikasi .Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan .4. baik itu sumber daya manusia. maupun sumber daya lainya seperti peralatan.Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan .pengorganisasian. Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat. pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan Perencanaan Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi .

Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi. perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya. Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya. Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran.bakat dan kemampuan Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul . 3.367 Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat : 1. Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan: Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan Pembagian tugas sesuai dengan minat. Proses Perencanaan dilakukan melalui : Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan Mengurutkan langkah – langkah kegiatan Penjadwalan / menyusun time scedulle Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama - Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi. 2. Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan.

368 CONTOH STRUKTUR ORGANISASI GRUP TEATER PIMPINAN DIREKTUR ARTISTIK/ SUTRADARA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN NASKAH DAN PERPUSTA KAAN BAGIAN LATIHAN BAGIA N TATA RIAS DAN KOSTU M BAGIAN TATA SUARA DAN PANGGUNG BAGIAN MARKETIN G DAN TIKETING BAGIAN KEUANGA N BAGIAN UMUM DAN KEANGGOT AAN Bagan 5.Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai .Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik. . Aspek-aspek pengendalian : .Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi . Proses ini meliputi : . Struktur Organisasi Grup Teater Pengarahan Anggota Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi.Upaya pencegahan .Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan.Peninjauan terhadap hasil .

melibatkan penguasaan teknologi yang lebih maju. Kriya Industri. Menurut Asmudjo ( 1999 ).Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar . - 6. penciptaan produknya berorientasi pada nilai guna/fungsional. Kriya tradisi ini tumbuh subur di lingkungan pendesaan yang diproduksi sebagai usaha rumah tangga ( home industry ). b. yaitu : Kriya Tradisi. a. misalnya pementasan sebelumnya . . serta sangat memperhatikan pasar komersial. c. dekoratif. .5 KEWIRAUSAHAAN DALAM SENI RUPA Kewirausahaan selalu melibatkan dua unsur pokok. Kriya Seni adalah penciptaan karya kriya yang mengandung kompleksitas nilai dan berorientasi pada kualitas penghayatan terhadap cita rasa estetik dan symbol-simbol ekspresi yang bersifat personal. apakah tercapai. unik dan tepat sasaran. Kriya Tradisi adalah penciptaan produk kriya yang berotientasi pada nilai fungsional. dan didukung oleh proses perancangan/desain yang matang. yaitu peluang dan kemampuan menanggapi peluang. misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho. namun telah diproduksi secara massal. . menarik. berkualitas artistic.Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan. Kriya dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori. jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik.369 Langlah-langkah dasar pengendalian : Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya. dan Kriya Seni. Usaha ini biasanya dikerjakan secara manual dengan teknik sederhana. Kriya Industri pada dasarnya sama dengan kriya tradisi. dan kualitas artistic/nilai hias yang dominant dan lebih menonjolkan segi kepandaian kriya ( craftsmanship ) daripada segi ekspresi.Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim. tidak tercapai atau melampaui.

c. Upaya mengangkat kembali produk kriya Indonesia melalui pendekatan ini merupakan strategi yang tepat untuk dapat bersaing secara kompetitif di dunia internasional. antara lain seberapa banyak karya yang terjual. promosi produk seni rupa. f. dan citra penyelenggaraan secara keseluruhan melalui kesan dan pesan pengunjung. . b. antara lain : a. Mengelola art shop atau galeri yang memasarkan produk-produk kriya berkualitas dari para pengrajin dan karya seni murni e. Kewirausahaan pada bidang seni kriya dapat berkembang melalui keterlibatan kriyawan atau pengrajin dalam berbagai kegiatan berwirausaha. majalah. dan sebagainya ) g. dapat terlihat bahwa kriya memiliki potensi yang luar biasa di bidang kewirausahaan. baik yang apresiatif maupun komersial. tempat penyelenggaran. Evaluasi bukan untuk menghakimi. Sebagai desainer grafis di percetakan. Bekerja dalam suatu industri besar produk kriya sebagai desainer atau pengrajin kriya. Mengelola pameran karya seni rupa. Mengelola studio kriya seni maupun kriya industri serta seni murni d. Sebagai perupa atau seniman professional h. merancang anggaran. stasiun TV. Sebagai kritikus seni rupa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membuka wacana dan apresiasi kepada masyarakat. dan system transaksi penjualan karya. dan pengelolaan pameran. Evaluasi keberhasilan penyelenggaraan pameran. dan sebagainya. Seleksi karya oleh curator dan juri Mengundang seniman yang mempunyai karya bernilai jual tinggi. pesewaan karya. karang taruna.370 Berdasarkan ketiga kategori tersebut. i. publikasi. Sebagai konsultan dalam pengembangan rancangan seni kriya dan desain. Dalam hal ini terlihatlah beberapa peluang kewirausahaan dalam bidang seni rupa. tetapi lebih untuk memberi wacana tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. perlu memperhatikan hal-hal antara lain: Kuratorial : mempersiapkan materi pameran seni rupa sesuai tujuan pameran yaitu apresiatif da komersial. Dalam hal ini perkembangan pendapatan negara pada sector non-migas memiliki prospek yang cerah. Sebagai tenaga pendidik seni rupa baik di jenjang formal maupun Informal ( sanggar. siapa tokoh yang membuka acara pameran.

Publikasi 5. Menentukan tempat penyelenggaraan Evaluasi : . Siapa yang mebuka pameran 6. Mengundang seniman yang mempunyai karya nilai jual tinggi 2.Seberapa banyak karya yang terjual .6 Wirausaha Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Tugas kuratorial : mempersiapkan materi pameran sesuai tujuan pameran Tujuan pameran : Apresiatif Penggalangan dana Komersial Contoh pameran lukisan untuk komersial Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. .371 6.Berapa karya lukis yang disewa oleh bank atau hotel-hotel dikarenakan penyewaan lukisan karya ternama adalah pencitraan bagi bank/hotel tersebut untuk mendapatkan kredibilitas. Menyeleksi karya dengan melibatkan juri 3. Persiapan anggaran 4.

Glosari & Daftar Pustaka 3 .

Aliran : ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna).373 Glosari Aesteties : bersifat indah. Basics design : dasar-dasar desain. cerlang. color Colour image : skema warna Complementer : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna Composition : komposisi unsur rupa Contrast : tingkat kecerlangan. Casting by type : pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. keterampilan. Balance : keseimbangan unsur rupa. penggambaran. Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama. Casting : cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh. nirmana. . gagas rancangan. Creativity : bersifat kreatif. konsep rupa. Anti Tips Casting : pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain. tata rupa. karya seni yang indah. bahas rupa. kagunan. Casting motional Temperament : pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain. Basics visual : dasar-dasar rupa. sesuatu yang indah. kepandaian dan keterampilan calon pemain. lawan tokoh protagonist. Design principles : asas-asas desain. rupa dasar. Art Seni : kepandaian. Atmos : suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. Babak : bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan). seni kriya. nilai-nilai keindahan. Casting by ability : pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan. susunan rupa. Close value : value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. identitas budaya Design : rancangan. Antagonis : tokoh pertentangan. anggitan. Craft : kerajinan. Caarakan : cara-cara petikan kacapi. Blocking : teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama. karya rancangan. Alur : rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian. Colour : warna. pemecahan rupa. dunia kreatif Cultural identity : jatidiri budaya.

watak. Gestikuised : bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan. Panggung Proscenium Diatonis Ekplorasi Eksposisi : panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan. Intensity chroma : kualitas cerah atau suramnya warna. Lancaran : bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa. . Konsentrasi : pemusatan pikiran. teriakan. Ostinato : pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan). Laku Dramatik : penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna. disain industri. Ekspresionisme : aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/ perasaan. ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh). Line : garis Low value : nilai yang berada dibawahnya. Karakter : sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Musik Internal : musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. hentakan kaki. pertentangan. Komedi : lakon gembira. Empati : keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh. disain produk. Konvensional : aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. : bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain). atau suka cita. Industrial design : disain produk industri. emosi wajah.374 : susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ : latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni. Konflik : berselisih. Expression : mimik. Genre kesenian : jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan. dsb). Improvisasi gerak : imajinasi spontanitas gerak. tabiat. Gaya : ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. petikan jari. Musik Eksternal : musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan.

: bangun atau bentuk plastis (form) : menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain. : kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran. gerak bekerja.375 Pentatonis Pesta Rakyat Point of view Proportion Ricikan Rubato Seni Skenario Shade Shape Stilasi Tarawangsa Tari teatrikal Texture Three dimensional design : Tint : Traditional art : Two dimensional design : Unity : Velue : Visual art : Visual culture : Visual principles : Vituosned : : susunan nada yang mempunyai 5 nada. kesatuan rupa. membawakan peran. bentuk tiga dimensi. Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re. : perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain) : kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain. nirmana tiga dimensi. . : proporsi. bobot. kondisi permukaan suatu benda atau bahan. idealisasi rupa. Seni tradisi. nilai. : penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya. perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni. kepatutan bentuk. : value warna yang lebih gelap dari warna normal. : barik. seni rupa budaya rupa. datar. : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi. nirmana dua dimensi. bentuk dua dimensi. dunia kesenirupaan. prinsip-prinsip rupa. dan lain-lain). value warna yang lebih terang dari warna normal. kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan. : titik fokus. susunan nada yang berlaras : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. : istilah satu set perangkat gamelan sunda.

2002. 1993 . 1996. “Indonesia Indah. Wiscosin : American Society for Training and Development. 1997. I Made. Ronald. Kain-kain Non Tenun Indonesia”. Serat Kanda Karawitan Jawa. 1984. Jakarta : PT. Yogyakarta. Katalog batik Indonesia. Jakarta : Yayasan Harapan Kita – BP3 Taman Mini Indonesia Indah. 1994. Bandung : STB. London : A&B Black. Bangun. Jakarta : CV. Biranul. Bandung : ITB. Jakarta: Fakulas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banoe. Yogyakarta. Palgunadi. 1995. 2002. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. The art of dance in education. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Anim. ___________. Menjadi sutradara. Teater untuk dilakoni. Menjadi aktor. Dance composition (ed 3). dan Batik. Aplikasi Estetika Dalam Seni Rupa. 1991. Baru. Anderson. 2000. 1976. Maman. Balitbang Kerajinan dan Batik. Peranan Kacapi dalam tari Sunda. Suyatna. Karya Unipress. Yudhoyono. Gamelan Jawa asal mula makna dan masa depannya. Sem. ___________. 1983. Balitbang Kerajinan Yogyakarta. Ensiklopedi gambelan Bali Denpasar : Proyek Penggalian Seni Tradisional dan Kesenian Baru Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. Balitbang Kerajinan dan Batik. Bandung : STB.376 Daftar Pustaka Abdurahman. 1991. Bandung : STSI. Mengenal seni Karawitan Jawa. ___________. Pono. 2000. Teknologi warna batik. Autard-Jaqualine Smith. Bandem. . Bambang. 1996.C. Bram. Selecting and Development Media for instruction. London : A&B Black. 1984. Anas. Pengetahuan teknologi batik.

The Art of Making Dances. Bentara Seni Suara Indonesia. Dinny. 1993. Hadi Sumandiyo. dkk. Grasindo. Purdi. 1986. Diktat Kuliah Teori Musik Jurusan Musik UNJ. Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. Woodford and Barbara Pollack. Jakarta: Direktorat Kesenian.377 Chandra. Harimawan. 1995. Pengetahuan Elemener Tari dan Beberapa Masalah Tari. Yogyakarta. Discovering and Developing Creativity. Mencipta Lewat Y. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara. Metode Pengembangan Seni. 1993. Jakarta : Yayasan Harapan Kita. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Jakarta : Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni. I Jzerdraat. Seni Menata Tari. 1964. Doris. Kebudayaan II A. 1990. Jakarta : JB Wolters. 1996. Aspek-aspek dasar komposisi kelompok Yogyakarta : Manthili. ISI Yogyakarta. . Dewantara. Ki Hadjar. Dwi Kusumawardani. Tari tradisional Indonesia. Dian. dkk. Universitas Terbuka. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. 1954. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Tari. 2005. Devi Triana. Bandung : CV.Sumandiyohadi. Sejarah Musik 2. 2001. Bernard dan Suhendro Sosrowarno. Menjadi entrepreneur sukses. Remaja Rosda Karya. Dramaturgi. Publisher. 1983. 2001. Pendidikan Edisi I Cetakan ke 2. Jakarta. Terjemahan Herdiati. Terjemahan Sal Murgiyanto. Pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Umum. Fraser. 1977. Harmoko. Dewantara. New York: Charles F. Alma M. 2001. 1991. Yogyakarta. 1967. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Humphrey. Americans : A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Humprey. Hawkins. Jakarta : PT. Dieter Mack. Doris. Lynch Diane. Jakarta: Edi Sedyawati. Ki Hadjar.

Jazuli. Inc. 2001. Kraus. Padang Panjang : ASKI Padang Panjang. Perubahan seni pertunjukan untuk apa. La Meri. 2000. An appreciation music. Telaah teoretis seni tari. Kerlogue.378 I Wayan. 1988. Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti. Malang: Sasa Media. 1988. Filsafat Seni. DEKRANAS. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. 2004. Lata Mahosadhi. Langer. Koentjaraningrat. ISI Bandung. Singapore : Archipelago Press. Bandung : IBT Bandung. 1969. Laban. Englewood Cliffs. untuk siapa. Terjemahan FX Widaryanto. Fiona. Jamalus. Fourth edition. New Jersey : Prentice Hall. Kamin. Dance composition : The basic elements. Jamal Mld. Modern education dance. 1975. 3. Jacob Sumarjo. Jakarta : Pradya Paramita. M. Roger. 1994. The book of batik. Dibia Pragina. Yogyakarta : Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Art documentation center. 1965. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. London : MacDonald and Evans. Richard. New York : Mc Graw Hill. 1974. 1969. 2002. Depdikbud. Denpasar. Bandung. History of the dance in art an education. Rudolf. 1982. 2007. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Inc. Zussane. Koesoemadinata R. Semarang : IKIP Semarang Press. Ilmu Seni Raras. Kriya Indonesia Craft. 2004. . Kusmayati. Tari pasambahan dan galombang di pesisir selatan. Problematika seni. 1997. Machjar Angga. Jakarta: Gramedia.

Yulianti. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Arif. Akademi Jakarta. 1983. 2007. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tardi. . Achsan. Manajemen Seni Pertunjukan. Rambat Lupiyoadi. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Sekolah tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. 1995. 1998. A. Juju dan Kawan-kawan. 1998.com/ Parani. Topeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang.wordpress. Muchlis dan Azmi. Utami. Rhoderick. Cetakan Kedua. Sal. Sabana. Murgiyanto. Diklat Kuliah alat petik kacapi. Denpasar : Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana. Bandung : IKIP Bandung. Munandar. Gramedia Widiasarana Indonesia. PPM Jakarta. 2003. Mustika. Kumpulan Drama Remaja.379 Masunah. 1996. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. 2002. Buku I. Makalah Sasaran Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia. Sejarah Musik 1. Perbandingan jenis-jenis angklung di Jawa Barat. Jakarta. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. Petunjuk bagi para guru dan orang tua. 2002. Pengantar Pengetahuan Tari. Muhadjir. MC Neill. Jakarta: Grasindo. 2002. (Editor). Noor Fitrihana. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Rumadi. 1986. Peta Seni Budaya Betawi. Rachmat Syamsudin. Jakarta : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Setiawan. Singgih Wibisono. Ikhtisar Kesenian Betawi. 1979/80. __________. Permas. Enterpreneurship from minset to strategy. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional. tag/teknologi. 2003. Riswandi. Rachmat. Lagu-lagu untuk sekolah dasar dan lanjutan. 2007. Ruchiat. 1975. 1991. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Rofik. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. http:/batikyogya. Proses Batik. Jakarta : LPKJ.

Komposisi tari . 1998. 1983. Sanyoto. 1976. Wendy. Tari rakyat Minangkabau. Jakarta: Harapan Kita ----------. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Agus. Jakarta : Erlangga Penerbit. Tinjauan seni : sebuah pengantar untuk apresiasi seni. Jakarta: Balai Pustaka. Ben Suharto. Samah. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Teaching modern educational dance. 1994. Ebdi. 1993.info/2005/04/18/ sejarah batikindonesia. Soedarso SP. Tari Tradisional Indonesia. Gamelan. Dasar-dasar tata rupa dan desain (Nirmana) Yogyakarta : CV. Jacquline. ----------. Tari-tarian Indonesia I. Dance Compisition Practical Guide for Teacher. Soedarsono. 1990. ----------. 1998. 1977. 1985. Tuti dan Udin Saripudin. Seni rupa dan desain : membangun kreativitas dan kompetensi. London: A&C Block. M. Penganar Apresiasi Seni Tari. ----------. 1987. Endo. Pengantar Komposisi Tari. Soedarsono. sebuah petunjuk praktis bagi guru. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Jaquline. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. 2004.1992. Smith. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Terj. 2005. ----------. 1985. Arti Bumi Intan. Yogyakarta: ASTI Yogyakiarta. Sejarah batik Indonesia. http:/batikindonesia. Makalah Pendidikan Seni Berbasis Budaya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Semarang : Drahara Prize. Sadjiman. Yogyakarta. Ardi. Plyamonth : Norttoc house. 2007. Akademi Jakarta. 1997. . Sukatmo. 1986. Yogyakarta: Lagaligo. Smith. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Santoso Hadi. Edisi Revisi. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari (terj). Slater. Suanda. Suku Dayak Sana. Yogyakarta : Ikalasti. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Jakarta: Dirjen Kebudayaan. Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi.380 Sachari.

Materi dan pembelajaran kertakesi. Cut Kamaril dan Ratna Panggabean. Buku Piloting PSN. 2008. Asul. Wiramihardja. Wiyanto. Universitas Negeri Jakarta Tumbidjo. Dasar-dasar estetika. Wardhani. Syarif. Tridjata S. Bandung : Masyarakat musik Angklung. Dasar-dasar dramaturgi. Intreaksi budaya dan perkembangan musical Indonesia. 2003. Yogyakarta: Hanindita Graha. Surya Dewi. Waluyo. 2005. Tambayong. Diktat Angklung. Gamelan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yogyakarta. Terampil Bermain Drama. Drama. Supanggah. Philips. Caecilia. 1999.381 Sumarsam. 2003. Yampolsky. Herman. 2003. Jakarta : Universitas Terbuka Jakarta. Gramedia Widiasarana Indonesia. 2003. 1984. Datuk. Principal of two dimensional design. Bandung : Pustaka Kimia. “Tekstil”. Syafi Jatmiko. tari dan pengajarannya. 1991. Konsep pendidikan apresiasi seni nusantara. 2001. Jakarta : Penerbit Semi Nusantara (PSN). Tari rakyat Minangkabau (Makalah) Padang : Makalah Uniersitas Padang Panjang. Mustika. Fakultas Bahasa dan Seni. . Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18-20 April. Pengantar tari pendidikan. Rahayu. 2002. 2001. 2005. New York: Van Nostrand Reinhold. Wong. Masyarakat seni pertunjukan Indonesia. Wucius. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Jakarta: Grasindo. Bothekan Karawitan I. 1994. Ina. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Jakarta. Obby AR. Pa Daeng. Seni gerak minangkabau.

5. Lulusan Terbaik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni 1990 (Semester I). (Royal Musik) Jakarta. IV A 131933266 Kampus Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka. 2005 10. 47865811 S1 Pendidikan Musik FPBS IKIP Jakarta. Perempuan Jakarta. 9. 2. 7. 8. 1966 Islam Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. sejak 1992. Depdiknas 2007 11.Pd. 3. S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Jakarta Timur Telp. Nama Jenis Kelamin Tempat/Tgl. M. Pendidikan Musik 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1992 1994 1999-2000 Grade 12 Grade 11 Grade 10 Grade 9 Step 6 Step 7 Step 8 Guru Grade 5 : Spesialisasi Piano Klasik Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia melanjutkan belajar Piano di Sekolah Musik Vienna Pusat. Tim Assesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi. 4. Lahir Agama Status Kepegawaian Golongan NIP Alamat Kantor Pendidikan : : : : : : : : : Dra. 2006-sekarang . 6. Sri Hermawati Dwi Arini.CURRICULUM VITAE (Ketua) 1. 1989.

Dana Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. "Memadukan Bidang Kependidikan dan Non Kependidikan dalam Program Double Degree Jurusan Seni Musik". 2. . Suatu Studi Evaluasi Prestasi Belajar Mahasiswa IKIP Jakarta yang aktif dalam organisansi Kemahasiswaan Periode 1991/1992. Dana DIK Suplemen Lemlit UNJ. Pelatihan Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Dengan Mengasah Rasa Irama dan Kreatifitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Pelatihan pada Panti Asuhan Yatim Piatu. 2.12. Dana OPF Lemlit IKIP Jakarta. Pada Pelatihan Peningkatan Manajemen Seni Pertunjukan Tingkat Nasional. 2000 4. Berbagai Aspek Pengajaran Musik SLTP unggulan dan SLTP umu di Jakarta. Dana PNBP FBS UNJ 2007. Modul Teori Musik dan Wirausaha. 13. Musik Tradisi Merupakan Kerangka Musik Nasional. Dana DIK Lemlit UNJ. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Penyelenggara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. Forum eks FPBS se Indonesia 24 Juli 2005. 3. 1024 Juli 2001. Dana Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat. 2. 1999. 1993 2. Pembawa Makalah : 1. Universitas Nasional. 6 Oktober 2003. 30 Juli 2001 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 2000 3. Identifikasi Masa Studi Mahasiswa Jurusan Musik FBS UNJ. 2005. Pengembangan Pembelajaran Teknik Tari untuk Anak Pra Sekolah melalui Respons Terbimbing Action Research. Jurnal : 1. 2001. Universitas Negeri Jakarta. 10 Juli 2000. "Musik Gamelan Sebagai Salah Satu Musik Tradisional Indonesia". 4. Menanamkan Cinta Budaya Melalui Dolanan Anak. Pengabdian Pada Masyarakat: 1. 066. Tipe Penilaian dan Proses Pembakuan Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan Musik. Pengalaman Ilmiah : Penelitian : 1. Musik Merupakan Stimulasi Terhadap Keseimbangan Aspek Kumulatif dan kecerdasan Emosi. Kacapi Suling Instrumental Sebagai Salah Satu Khas Kesenian Sunda Dana PNBP FBS UNJ 2007. 2000. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Depdiknas No. Dana DIK Rutin FBS UNJ. Balitbang Depdiknas Jakarta (Terakreditasi) Buku Prosiding : Pengasahan Rasa Irama dan Kreativitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. FBS Universitas Negeri Semarang. Tahun ke 13 Mei 2007 (Terakreditasi). 3. tahun ke 7 no. Jurnal Ilmu dan Budaya. 5. Tahun XXI. No.

Buku Seni Budaya untuk SMA/SMK Kelas X. XI. 2007. Organisasi: Anggota. 14. Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia . Kurikulum KTSP. Penerbit Inti Prima.Penulisan Buku Teks : 1.

00 .888. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. 7.