Sri Hermawati D. A. dkk.

SENI BUDAYA untuk SMK

Seni BUDAYA
Sri Hermawati Dwi Arini dkk.

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk.

SENI BUDAYA

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI BUDAYA
Untuk SMK
Penulis : Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati,

Dkk.

Ukuran Buku

: …… x …… cm

…… SHD ….

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. Pembangki Tenaga Listrik: SMK oleh Muslim, Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. ---- Jakarta:Pusat Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 376 hlm. ISBN ……-……-……-…… 1. Seni Budaya

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh….

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

i

Pengantar Penulis
Mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya, yang dimaksud budaya meliputi budaya nusantara, asia dan periode klasik dan modern. Khusus bahasan aspek budaya nusantara tidak dibahas terpisah melainkan terintegrasi dengan seni. Yang dapat diartikan kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Dengan cara ini karakteristik kesenian Indonesia yang khas akan muncul sebagai sebuah jati diri bangsa yang mampu berkompetisi dalam percaturan kesenian dunia, pendidikan seni yang berakar dari tradisi merupakan simbol kebanggaan, keluhuran dan harga diri bangsa Indonesia. Transformasi nilai-nilai seni ke dalam masyarakat luas karena seni bisa menjadi penyejuk bagi kepesatan kemajuan sains dan teknologi yang tidak jarang mengabaikan kehalusan rasa seni dan pendidikan seni berperan sebagai filter bagi peradaban. Topik atau materi yang dapat dikupas tidak dapat meliputi 33 propinsi dan kesenian yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup dimasyarakat atau dengan kata lain kesenian bermutu yang mengandung banyak hal untuk mengungkap masalah seni budaya, kesenian yang banyak mendapat respon dari bangsa sendiri ataupun dari mancanegara. Topik ataupun materi terbagi bagian apresiasi, ekspresi dan wirausaha. Penjenjangan materi hanya dapat dilakukan pada bagian ekspresi / keterampilan. Buku teks ini bukan hanya memberikan wawasan namun juga keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat, kelebihan buku ini memberikan pengetahuan keragaman seni budaya nusantara dan keterampilan yang sangat penting karena penyebarannya yang luas atau sudah dikenal diberbagai wilayah, serta mempunyai nilai sebagai bekal keterampilan dunia kerja dan pengetahuan wirausaha. Semoga buku ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi anak didik kita dan merupakan pengetahuan tentang kekayaan, kebudayaan dan kesenian milik bangsa kita Indonesia tercinta untuk juga meningkatkan kebudayaan dan pariwisata kita.

Jakarta, Juni 2008

iii

KETUA TIM PENILAI BNSP
Drs. Pracoyo, M.Hum Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Seni Rupa Murni

DAFTAR KONTRIBUTOR
Bidang Keahlian
Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Tari Seni Musik Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Musik Seni Musik

Penulis

Nama

Institusi
Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Semarang Dosen STSI Bandung Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Perguruan Cikini

Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim

Martin Renatus Nadapdap, S.Sn Dra. Clemy Ikasari I, M.Pd Dra. Bambang Pratjikno, M.Pd Dwi Kusumawardani, S.Sn, M.Pd Drs. Moh Muttaqin, M. Hum Tardi Ruswandi, S.Kar, M.Hum Didin Supriadi, S.Sen, M.Pd. Dini Devi Triana, S.Sen. M.Pd. Saryanto, S.Kar Dwi Kurniadi, S.Pd

EDITOR
Dra. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Yogya Gitar dan Teori Musik

DISAIN GRAFIS
Wafirul Aqli, ST Dosen Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Jakarta

iv

DAFTAR ISI
Pengantar Penulis ............................................................................... Pengantar Direktur Pembinaan SMK .................................................. Daftar Tim Penyusun dan Nara Sumber ............................................. Daftar Isi ............................................................................................. Lembar Pengesahan ........................................................................... Peta Kompetensi ................................................................................. Daftar Gambar Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Teater ................................................................ Seni Rupa .................................................................. Daftar Tabel Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Rupa .................................................................. Bab VI ....................................................................... BAB I. DASAR-DASAR 1. Pengertian Kebudayan dan Seni ............................... 1.1. Pengertian Kebudayaan ..................................... 1.2. Pengertian Seni .................................................. 1.3. Sifat Dasar Seni .................................................. 1.4. Struktur Seni ....................................................... 1.5. Pengertian Nilai Seni ......................................... 1.6. Pengertian Ekspresi................................ ............ 1.7. Pengertian Genre/Fungsi Seni ........................... 1.8. Pengertian Apresiasi............................... ............ SENI MUSIK 2. Mengapresiasikan Karya Seni Musik ........................ 2.1. Pengertian Musik ............................................... 2.2. Sistem Nada ...................................................... 2.2.1. Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis ................................................... 2.2.2. Titi Laras Pentatonik................................ 2.3. Musik Klasik.... .................................................... 2.3.1.Musik Klasik ............................................... 2.3.1.1. Zaman Pertengahan ................. 2.3.1.2. Zaman Renaisance .................. 2.3.1.3. Zaman Barok ............................ 2.3.1.4. Zaman Rokoko ......................... 2.3.1.5. Zaman Klasik ............................ 2.3.1.6. Zaman Romantik ...................... 2.3.1.7. A. Zaman Abad 20 .................... B. Musik Jazz ............................ i ii iii iv viii ix x xii xv xv xvii xvii xvii xviii 1 1 10 11 12 13 14 14 17 24 24 25 25 26 29 29 29 30 30 31 32 37 39 40

BAB II.

.2.. Tangganada ............. 2.......1....... Wilayah Suara .. 2................4 Cara Menentukan Akor Dalam Sebuah Lagu ........... Teknik Memainkan Kacapi .........3...................2....... Ruang ..... Vokal .... 2...........6......5 Sampe ................ 2.. 2......... 2....2.....1 Mempelajari Tombol-tombol Keyboard ..... 3......6........6.2....... Penerapan akor pada Instrumen Keyboard .. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik 2. 2...........2.................................. SENI TARI 3.................... Iringan Tari ...........................................3..................6................3..................3 Akor .................2...5..4.............2 Mempraktikan dengan Lagu.... 2......... 3.. ............. 2.......... Jenis Pernafasan ..... 2..2................... Pengertian Seni Tari . 2........2..........6............6........... 2............. 2..............4...1..............5............6........2 Teknik Petikan Kacapi ...3........ Motif Gerak Tari . 3................6....4.........5.... Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok ...6.........6..... Angklung .................. 3........7.............................6.....1......3... 2..............5......1............ 3.......3. Musik Bali ............ BAB III....2......... 2..6... 2....2.. 2............ 2....1.............v 2............3....6.......2....... 2....1.........2...... Asal Usul Vokal ....1 Tangganada Diatonis Mayor ..........................6................... 2.............. Musik Afrika............4....... 2. 3.............................. 2............2.............6...... Musik Non Barat .. Mengapresiasikan Karya Seni Tari ....6...............5..... 41 41 47 49 58 68 71 71 72 73 73 75 75 76 77 79 79 82 83 85 87 88 94 122 130 137 137 143 144 158 158 161 161 164 169 169 175 176 177 178 .......6........6.................2..1 Kacapi Fungsi Hiburan ............................. 2........1 Gerak ....2 Musik India ........ 3..................................6...6....3 Mempraktikan Memetik Kacapi Dengan Cacarakan .... Alat Musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani........... 2............ 3.................................3 Unsur Komposisi Tari........................2........4...... Teknik Memainkan Gambang Kromong.............1..........6....6. 3. Gamelan ... Unsur Pokok Tari ....4......... Musik Betawi .. Alat Musik Tiongkok dan Jepang .................6......4.....4......1...........5....................................2 Tangganada Diatonis Minor ............. Ekspresi ..... Musik Tradisi Indonesia .4................2.....4......5................... 2........ 2..........6............. 2.......................... 2.. Teknik Memainkan Gamelan . Tenaga ........ 3..

.......2..............6......... ................................ 4.... Tugas Sutradara........... 3..8..9.2.....................6..2.... Beberapa Istilah Dalam Teater ........2.... 3.. Penjiwaan Dalam Tari ................2......... 3. 4.......... 4............ .............. 3........................................ .......... Tari Adat .................................. Fungsi Tari ............. 4.................... 4........... 3..... 4.. 3........... Di Masyarakat .........7....................... 3.................................................... ........1.......... 4............ Tari Berdasarkan Orientasi Artistik ............ Pembuatan Naskah ......... Tari Tradisional ...2.1............1..6.................9..7.........3....... Penyutradaraan ...................1.Dasar Pijakan .. Tari Berdasarkan Konsep Garapan .. 4....... Tari Sebagai Sarana Upacara ..... SENI TEATER 4.. Tari Klasik ...vi 3.. Tari Agama . 4..... 3..........6...7..........................................5...........10..6..........5.............. Bentuk Teater Indonesia Berdasarkan Penduduknya .Produksi Tari............3.......................1..........2...10..6..........................................9.........1................... ... Fungsi-fungsi Teater Rakyat ............................ Tari Rakyat ............. 4.......................... Tari Primitif ....................... 4.................6....10........7..2. 3.........5 Pembelajaran Apresiasi Tari .9..........8............... 4.........1... 4...................2. Gaya Akting...1..... 3.1............... 4.............................1......8............... Unsur-unsur Pementasan.... 4.............. ....................................... 3.................1...11.................. . ....... 4....... Akting..... Musical Dance ... 4. Pengertian Sutradara ..............1......5......9.... 3.....................................4.................... Tari Sebagai Sarana Hiburan ............................10.. 3............... Tipe Sutradara....3. 181 182 183 184 187 187 189 190 194 195 197 197 197 212 214 214 216 216 217 219 221 222 228 228 229 230 232 234 236 239 240 241 242 255 256 257 257 258 259 259 260 260 ..4...............1.......... Struktur Dramatik .....7.10.........................1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater . 3........ Pengertian Teater ......2............... 3....... Pembelajaran Kreativitas ... Naskah Drama .. Tari Upacara .. 3............................10... Tari Balet ........................2.......... 3. Cara Penyutradaan... 4.....9. BAB IV........ 3........................... Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi................ Tari Non Tradisional .. 4.............. 3.........................9.......2...............8........3......... Sejarah Teater ............ Struktur Naskah Drama ..........1. 3...1. Seni Peran ...... 3.....4.............. Kegiatan Apresiasi Tari .......... Unsur-unsur lakon Teater.

...2...............4........ .... 5...... .. 5.... ............5......... 6... Aliran-Aliran Dalam Seni Rupa............. 5... 5..1. 4...... 5.3..........4... Manajemen Produksi Pertunjukan Teater..... BAB V.................................. ....11........ 5..........1...... Seni Kriya Batik........................ ...................................................... ........1................................................. Teknik Tata Panggung ............. SENI RUPA 5..1 Alat dan Bahan Batik......................... 6...3.................5.. Desain......... 5.... 4.............4...........vii 4. 5....................................6..4.. 5....................... Usaha Kecil .. .............................13...4. ...........8...........................2....2....2..... Apresiasi Karya Seni Rupa ..............7............3..... .... DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………... 5...... 5......................1 Tahapan Manajemen.................. BAB VI WIRAUSAHA 6......... 5...........2...... Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya...........1 Kreasi Teknik Celup Ikat............ 5........2................ 6.1..... 5. Pameran Karya Seni Rupa ...1.. Jenis-jenis Pameran.....................3. ................1.........2.......3.... 5......8............................................4.......... ..... Seni Murni..... 6....... 6..... Manfaat Pameran Seni Rupa di Sekolah..........2... ...... Tata Pentas.....1...... Unsur-unsur Seni Rupa...... .. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik............ Kewirausahaan Dalam Seni Rupa..............7.... 261 263 264 264 288 290 291 295 295 305 310 310 311 317 320 320 320 321 322 323 326 327 331 341 349 350 358 360 364 366 369 371 373 376 GLOSARI ……………. 4...... 5........ .6.…………………………………………….......... Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa ....... 5.......... 5...... ........... Seni Kriya Ikat Celup(Tie Dye) .....4..................... ... Proses Manajemen Produksi Teater. Wirausaha Penyelengaraan Pameran Seni Rupa.......... Pengantar Seni Rupa ....... Aspek-Aspek Penilaian Dalam Apresiasi Karya Seni ....... Penata Musik Film/Sinetron/Kartun.. ... ..........13.. 5..... .....3. Pengertian dan Fungsi Apresiasi ........ ....7...........2 Berkreasi Batik.....3........... Dasar-dasar Seni Rupa .............. ..... ....... 5...12.......................1 Kegunaan Pameran Seni Rupa di Sekolah............ Syarat-syarat Penyelenggaraan Pemeran Seni Rupa di Sekolah... ......... 5............ Ragam Hias Nusantara......................

Materi pembelajaran berorientasi untuk mempersiapkan anak didik menuju dunia kerja. Pengembangan Program Materi Pada Bidang Seni Seni Seni Pertunjukan Seni Rupa Kompetensi Seni Pertunjukkan Pelaku Seni Pemain Penari Penulis Naskah Pemandu Jasa Informasi Penyelenggaraan Menyiapkan Jasa Penyelenggaraan Pertunjukkan Tim Kreatif Penyutradaraan Broadcasting Kompetensi Seni Rupa Seniman/Pengrajin Produk Seni Kewirausahaan Menciptakan Lapangan Kerja Menghasilkan Barang dan Jasa .ix PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah.

... 1.... 2....................7..................... Tari Merak .......... 2.................1......... 2..............9..9. Komponis F............ 2..... Motif Toraja ..10..11.. Perangkat alat Musik Gamelan Joged Bumbung (Grantang) ..18.. 1.........4............. 1.. Komponis Johan Sebastian Buch ............16.......... 1... Komponis G.....17. Fungsi Seni ............... 2...... Komponis J......8..6.. Debussy . 2....... 2....... 1...............16.....14........ Tifa Maluku ...5......8. Topeng Cirebon ........ Notasi Rante (Gamelan) ...... 1............. 1........2.................. 1.....................15.A....................... Pakaian Adat Kalimantan Timur .. 1..... 2.......11...19.. Gershwin ................................ Wayang Golek ............4......... 2.............. 1.............13.. Tari Tradisional Saman .... Motif Banjar Kalimantan Selatan.... 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 9 15 26 26 32 32 35 35 36 37 37 37 38 38 38 39 39 39 41 Bab II Gambar 2.. Harpsichord..... ................................................... 1..... Komponis J....................................... Beethoven .... 1..... Motif Nusatenggara Timur ..... Lembu : Tempat Meletakan Mayat di Bali Bade: Tempat Meletakan Mayat di Bali Gadis Suku Dayak .................... Komponis Bella Bartok............2.13........ Haydn ................... Instrumen Musik. Patane (Rumah Menyimpan Jenazah/ Adat Toraja) ....1....... 2...............3................. Rumah Adat Toraja ................. Grand Piano ........ 1....................... 2.. Komponis F.......... 2................ Komponis Antonio Vivaldi .. 1...........12..6... 2......... 1..7. Komponis L... Ondel-Ondel. 2...... Rumah-Rumah Adat ...........20... Komponis W.. 2. Komponis C.. Pakaian Adat Banjar Kalimanta Selatan Perak Kota Gede Yogyakarta ............ Mendeshon ....... Mozart ....10............... 2..17..................V..... Brahms Corbis ........ Papan Bilah Nada .. 1.......x DAFTAR GAMBAR SENI MUSIK Bab I Gambar 1. 1..5..14... Chopin .11................ 1...15.... 1...............3....... Alat Musik Sampe ..........

....... 2.......... Gamelan Carabalen ..... 2.. 2.... dan Rincik Birama Kecapi Perahu. Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Ageng ........................................20.............. Tehyan dan Sukong ........ Bagian Tubuh Manusia ................ 2. 2..................... Saron ................ Melodi.................... Tanjidor ............................................ 2..................18... 2........... 2.19.... 2.........................xi 2...... 2......51.29.....................50............ Gamelan Gong Gede.... Metode Curwen Untuk Pembelajaran Angklung ................31.....................45..... 2.......36.............21........ 2..... Kacapi Kauh/Siter .................23.. Penampang Resonator dan Dawai Sampe . 2.. 2......................... Kacapi Rincik..........39..............49................................ Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Carabalen ..... Angklung ................ Wilayah Suara Manusia ..................... Alat Musik Yunani .30....46...... Notasi Gambar untuk Pembelajaran Angklung ...... 2... Musik Kacapi Suling............. 2.. 2....... 2......... Gambang Kromong ........43.... 2................... 2.......................................27....... 2..... 2.. Kongahyan....... Slentem ...... 2.... 2........................... 2..........38.........33................ Alat Musik India ............ 42 43 43 43 46 48 48 49 50 51 51 51 54 54 55 57 58 60 62 68 69 70 71 72 73 74 76 77 78 138 138 139 139 140 ....47.........37... Artikulasi ...... 2............................28.... 2......... 2.... 2..............................34. 2....25................40............. Samrah ..... Bonang . Gamelan Joged Bumbung (Grantang) Perangkat Gamelan Jawa ..42................................ Alat Musik Koto ....... 2...44.35.....41........................48.. Gender .....22.......24....32............................ 2.... Musik Celempungan...... 2.. Alat Musik Sampe Kalimantan Timur.. Cara Melaras Dawai Sampe ............26.............................. Keroncong Tugu ... Perangkat Gamelan Ageng ..... Musik Afrika .........................................

.........................20............. 3.. 3............ Gerak Sedang ............ 3..........32......................... 3...... 3....... 3........................3........9...... 3......30..... Tari Tano Doang ....... 3............19. Gerak Sedang ....... 3.............. Gerak Tari Terpulout ............... Penggunaan Properti .....7.............34.21.... Pengolahan Properti ....... Konsep Tradisi Pengembangan. Gerak Pencak Silat ........... Instrumen Iringan Tari (Bonang) .... 3. 3.... Gerak Respons ...... 3.........11.....23...... 3.......... 3.........33............... Sikap Dasar Tari .........25................ 3.......................22.................. 3..................31........... Tari Panggung Jati ........... Gerak di Udara....................13.................... Penghayatan Mata ..................... Pelebaran Ruang Gerak ...............................4. 3.......... Pelemasan Anggota Gerak Tubuh.. Penari Mengolah Ruang .......27........................... 3..................17.... Penguasaan Ruang Pentas dan Ruang Gerak............. Eksplorasi Gerak...... 3.. 3.. 3......... 3........ 3.............. Mengeksplore Gerak Tubuh untuk Ruang Gerak.....12........15................... Imitasi Gerak Tari Topeng . 3............ Tari Perang .......2...... Pengolahan Ruang Tari dalam Pentas Tari .... Konsep Tradisi Pengembangan.... 3............37...6. Sikap Kuda-kuda..... 3.......... 3... Gerak Lari Jingkit (Tridik) .28.......................5................ 3....... Imitasi Gerak Tari Topeng ...... Tari Gejolak................. 3. Gerak Selit ........ 3...................................... Penghayatan Gerak ..... 162 162 162 163 163 163 163 163 164 170 170 170 170 170 172 172 172 173 173 174 174 175 175 175 176 176 177 177 177 188 188 188 188 188 189 189 190 190 ......38..........29.......... Gerak Dalam Memiliki Kesan Dalam ........... Konsep Teater Topeng .....26............. 3.. Gerak Tari Terpulout .....10......xii DAFTAR GAMBAR SENI TARI Bab III Gambar 3...... 3..........................16..35... Kekuatan Lompatan ... Gerak Teknik Sirkile ...... 3.. Gerak Teknik Split....... 3....... 3.............................18........24. Gerak Desain Tertunda....14.. 3. Penghayatan Tumpukan Kaki ..36...........39......... 3...8.....

....................... 3..... Tari Jepang Rebana ............ 3......78.50.........76....... 3....................... 3..72.............. Warok .................44.........52...53.....61.................... 3............................................................. 3.............xiii 3....71............49................54....... 3. Merak ........... 3..... 3.. Tari Saman .... 3...............60............................................ Tari Rampak dinan Jombang........................................................... Merak ........84.. Tebal Gempita ..............................................58............... Sekapur Sirih .................................. 3................. Kresno Baladewa .......40..............77..................66.........56..... Bratasena .......... 3......... Ngremo .. 3................48....... 3............74.. Tari Kranag .................................. Gimyak Banyumasa...... 3.....................80.........57...................... Tari Payung ........... Agon Yamuniku . Teater Topeng ........ 3...... Nyi Kembang .................42....45.........68.................................................................43...... 3.........69.......... Pakarena .......... 190 191 191 191 192 192 192 193 193 194 194 194 195 195 195 196 196 196 196 196 197 198 198 198 199 199 199 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201 202 202 202 203 203 203 204 204 204 205 ........... 3......................... 3..73.. 3..... 3...............................81............................ 3......... Tari Seudati ... 3.. 3............. Cinta Bunda ....63........ Sequence ................ Tari Rampak dinan Jombang................................................................ Tari Pendet (Bali) ............64... 3..................... Topeng ... Topeng Bali ................................ 3.....55......... Flash Time .................... Gagahan ....... 3.. 3.... Mbya ...65.. Topeng ... Quilinte . Klono Topeng ..51.... Bahairan .................................................. 3........................................ Topeng Rangde ................. Tari Turun Kavih Vhen .... 3.... Rangguk .................. Polalak .... 3............... 3...... Merak ................................................... 3.......46........... 3.85.............. 3....................41.............. Rabot ................... Badaran ................. 3.......... Gambyong .................... 3....... 3...... Trunajaya ..........................82...67................. Teater Topeng .................................... 3................... 3......83..............47.... Ngremo .86............ Tari Barabah .. Squestrall ......... 3................................... Gambyong ......................59.......... 3...70.............................. 3............................................62....................75..................... 3.............. Ngelajau ... 3......... 3....79......................

..112....xiv 3................... Laninse ................ Pamilau ..... Perang .............................. 3. Hung Myung..................... Giring-giring ........92......................... Manukrawa . Bambu Gila .114........91.......... 3............ Pamekik ........ 3..... Abike Aniku ............. Sekapur Sirih ......... Assay .............. 3........ Baris .................101.........................115.... 3...................................................................................116...... Pakarena.94.........................123... Kecak ............................ All Fine ..... Jipeng Rebana ........... Squarel............... Kalubu .............110.....87.......... Ranggak....................... Sequence ................................90..... Ndaitita ........................ 3......................... Time Load ............................. 3.. 3.....106...104............ 3...... 3...... 3...........89........95.................................................... Sekapur Sirih . Abike Aniku ......................... 3.............93.............. 205 205 205 206 206 207 207 207 208 208 208 209 209 209 209 210 210 211 211 211 212 212 213 213 213 214 214 214 214 215 215 215 216 219 219 219 220 220 220 ....................88............................................. 3........ 3......................................................96.....111............... Ebegan........... 3..107. 3.. 3.........120.......................... Oleg Tablingan................98.... Manuk Rawa .................121............... 3.......... 3.........................102........ Cinta Bunda .. 3.................100................... Squarel........124......... 3........ 3.............. 3........................... 3.... 3...................................... Tuan Pamekik .................109............... 3....... 3..........118...... 3.......................105...........103......... 3.......99................ Fatamorgana........................ Pamilau ..... Laninse ............ 3...... 3. 3............... Pakarena......................... 3..............113.......................... Time Load .................................. 3.... Perang ...............................................119........97............................117......125...... 3....................... 3........ 3................................122................................. Trunajaya . Mbui Dong Po ......... 3.... Giring-giring ..............108.................................

................... 4... 4.. 4............................ 4..3 Seni Lukis............ 5.............. 4................... 230 230 231 231 232 233 234 235 236 238 256 257 258 260 262 263 264 265 DAFTAR GAMBAR SENI RUPA Bab V 5..9..........8 Design Interior.... Kekawen – Kawin ...........15.7... Buruh Tenun.................................... 4.12.........................................2 Seni Patung........... 4.......5 Kursi Hasil Design Produksi ...9 Batik Sebagai Seni Kriya .......................................1 Seni Lukis.....................................................7 Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern .... 5............ 4...... 5................18...............16.... Cinta Robot ................. 4.. Pertunjukan Teater Arja Bali ..... 5............... Ludruk ........ 4........ 5..............10 Macam Jenis dan Karakter Garis .................. 4............ 4................ Kurikulum 2000 ............5............... Kekawen Kawin ..1................. Si Gila dari Chailote.............. 4..............xv DAFTAR GAMBAR SENI TEATER Bab IV Gambar 4. Lawan Catur .... 4.....17..................14......... Orang Baru ........................ Lautan Bernyanyi ........8...................6................................... Raja Mati ......4 Seni Patung.........13................. ......................... 290 290 291 291 292 292 294 293 294 296 ...... Tabib Gadungan................... 5............................................ 5.....11.. Wayang Golek ....... 5.....................................4...........3..................................................... 4. 5.........2.................................. Pelajaran .............................................. Pramuwisma Stories ....... Pertunjukan “Attac Theatre” ...................... Petang Di Taiwan ................................... 4..................... 4.....................10..............................................................6 Poster Hasil Design Grafis .

. Lukisan Elektisisme..... Lukisan Romantisme. Klimaks pada Karya .40 5.......33 5... ................ ............................... ........ Lukisan Naturalisme.......... Kain Ditiriskan.... ........................................... Lukisan Konstruksifisme.....39 5. Irama pada Bangku Panjang ............35 5....... .................................... Lukisan Realisme ..........................21 5...................16 5.................................... ............................... Lukisan Elektisisme...................................................... ............... ......45 5.20 5...........38 5......36 5. Lukisan Dadaisme..24 5............................ Pewarnaan kain dengan kuas... Lukisan Impresionisme........53 5..............xvi 5. Motif Meandur.......................14 5....................27 5.....28 5.............................. Pencampuran Air Panas............................. ..........23 5.... Ngrengrengi............. Kain Non Tenun Indonesia........... ...................................26 5..................................................................... Lukisan Ekspresionisme............................... .............................. Keseimbangan Simetris ..22 5........ Karya dari Kriya Batik.....................17 5.................... Lukisan Abstrakisme. Bentuk Non Figuratif(Abstrak)............................................. ............................. Bahan-bahan pewarna......49 5..................................... . ............. .....................18 5................37 5......54 5.. Keseimbangan Warna pada Sebuah Kursi..... ............... Figuratif.... Pencelupan ke larutan garam......51 5.31 5... Tekstur Halus ................47 5................ Contoh Intensitas Warna ..................... ..................12 5.52 5.......34 5.... .........................................30 5........ .....56 Bentuk 3 Dimensi yang Dinamis .13 5.... Keseimbangan Simetris yang Dinamis......... Keserasian Proporsi sebuah Bentuk Trimatra ...... Pencelupan sampai warna..32 5.42 5.....11 5......................................................... Kontras Warna ........ ....... Lukisan Kubisme.. Ruang Positif dan Negatif .... Larutan ASG + Soda.................. Membolei........................................55 5.....29 5............................... .............. Memasukan Warna.......... Contoh Ragam Hias...............50 5......... ... Lukisan Surealisme. Keseimbangan Bentuk dan Warna ..... .................................. .....43 5............41 5.15 5.. ..........48 5................................................................... ...................................25 5................. .... 296 296 299 299 300 301 302 304 305 305 306 307 307 308 308 309 311 311 312 312 313 314 314 315 315 316 316 317 324 325 325 328 329 331 341 342 342 342 343 343 343 344 344 345 345 346 .............. Hue dalam Lingkaran Warna .......................44 5.. ...... .............19 5...... Napthol dan Soda........ Pembentukan motif pada kain... Bentuk yang Diabstraktif ........46 5........... ............. Pencelupan............................ Bagian-bagian Canting.... .

....................................... Tabel Hubungan Tari dengan Aktivitas Manusia ......... 164 169 217 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI RUPA Bab V Tabel 5. 2.......... DAFTAR TABEL SENI TARI 10 28 52 53 60 Bab III Tabel 3.....................59 5.. Klasifikasi Seni ................. ....... Tabel Gerak Tari Individu.2........xvii 5.......60 5................................58 5............62 5.................. ......... Pembukaan ikatan jelujur. 320 .........................3....... Pencelupan ke dalam malam.......... Penggunaan Bonang dan Sebutannya di Berbagai Propinsi ..............57 5................................. Motif Gerak Tari Berkelompok ...................... 347 350 350 351 351 352 352 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI MUSIK Bab I Tabel Bab II Tabel 1.... Hasil Akhir...... Laras Slendro dan Pelog ...2. Belajar Musik Angklung Sistem Nomor ........... ...... .....................61 5.................3.........................1 Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa ...... Meratakan................. 3..................... Propinsi yang Menggunakan Gamelan ........................................ Kain diisi kelereng.. 2............................ 2......1.. Pencelupan ke larutan garam...........63 Pelorodan... ........1......... ............... .1.. 2.......... 3.3..............

.......................... 6.................. Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ............... Kaitan Faktor-Faktor Karakter Seorang Wirausaha ............................................ 6........ Kisi-Kisi Penilaian Hasil Pertunjukan Struktur Organisasi Grup Teater..................1 DAFTAR TABEL BAB VI Bab VI Tabel 6......4..... 6.....2 5...............4 5..................... Perencanaan Pengembangan Seorang Wirausaha ............ 357 358 360 360 362 366 ....... Warna Indigosol ....xviii Tabel 5..................5 Jenis Malam / Lilin ............5.... 6......... Jenis Warna ............ Warna Napthol .................................2............................6...... Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan . 6....1..............3 5... Cabang-cabang Seni Rupa ....... 324 335 336 337 289 Bagan 5.....3.......................

Dasar-Dasar Bab 1 .

PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI Pengertian Kebudayaan Pengertian Seni Sifat Dasar Seni Struktur Seni Pengertian Nilai Seni Pengertian Genre (Fungsi Seni) Pengertian Apresiasi Seni Pengertian Ekspresi .

Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya. Sumber : Google@RumahAdat. Berdasarkan konteks budaya. ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjoroningrat (1986). kreativitas. misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya. kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Untuk lebih jelas dapat diterangkan apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan. Ketiga.1. sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Gambar 1. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian. pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat. yang merupakan bagian dari kebudayaan. sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri. Macam-macam Rumah Adat . kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. Koentjoroningrat mengatakan.com. Pengertian Kebudayaan dan Seni 1.1 BAB I DASAR-DASAR 1.1. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat.

2 2. alat musik di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSU Denpasar Gambar 1. pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti yang terlihat di gambar berikut ini Grantang. Gamelan Grantang Bali Sumber : Koleksi Pribadi Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1.2. Tifa Maluku .4. Sampe Kalimantan Tengah Gambar 1.3. Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah. Tifa dan Sampe. Alat Musik Seperti halnya rumah adat.

7. dibuat di atas media kain. Motif NTT . Tari Saman Aceh Gambar 1. Seni Tari Di samping rumah adat. Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional. Tari Merak 4.3 3. Sumber : Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Motif Banjar Kalsel Gambar : 1.8. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar : 1. seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat. alat musik. Gambar berikut adalah Kriya Ragam Hias. Kriya Ragam Hias Selain kaya akan keanekaragaman musik dan tarian tradisi. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hiasan serta motif-motif tradisional. dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu. Indonesia juga memiliki keanekaragaman Seni Tari.6. dan kayu.5.

Gambar berikut adalah pakaian daerah Kalimantan .sukutoraja. Topeng Cirebon 6. sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung.4 Sumber : Google. Pakaian Daerah Setiap propinsi memiliki kesenian. Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang. seni tari.9. seni teater. kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki.com Gambar : 1.10. Motif Toraja 5. Properti Kesenian Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Wayang Golek Gambar 1. pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.wikipedia.11.

Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta. Souvenir Perak Kota Gede Yogyakarta Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel-ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala. Benda Seni Kaya dan kreatif adalah sebutan yang sesuai untuk bangsa kita.12. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1.13. merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.14. Pakaian Banjar Kalsel 7. Pakaian Adat Kutai Kaltim Sumber : Majalah Dekranas Gambar 1. karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata. karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya. nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putri Kediri dapat .5 Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1.

Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. selain hal-hal tersebut. upacara ngaben (pembakaran mayat) di Bali. sedangkan orang Luwu menyebutnya To Riajang. Tana Toraja. agama. Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (Etnis Toraja). Berikut diuraikan contoh adat istiadat atau sistem kemasyarakatan di Tana Toraja yang meliputi : 8.6 diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. dan kata Tana berarti negeri. makanan khas. artinya orang orang besar. “Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari”. Rumah Adat Toraja . mata pencaharian.com Gambar 1. adat istiadat. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja. Indonesia.wikipedia@Toraja. kebiasaan perempuan suku Dayak di Kalimantan yang senang menggunakan anting yang panjang. berat dan banyak. Raya = Maraya (besar). To = Tau (orang). sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. sistem kekerabatan dan sistem kemasyarakatan. juga merupakan bagian dari kebudayaan. Adat Istiadat 1. artinya “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”. Di wilayah Tana Toraja juga digelar “Tondok Lili’na Lapongan Bulan Tana Matari’ollo”. bangsawan. Sulawesi Selatan Sumber : Google. arti harfiahnya. artinya orang yang berdiam di sebelah barat. adat istiadat di Tana Toraja. Ada juga versi lain kata Toraya. Contoh beberapa kebudayaan yang memiliki daya tarik yang tinggi bagi turis mancanegara dan turis lokal antara lain.15.

Pa’tane 2.com Gambar 1. yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur . mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan. musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen. upacara ini termasuk dalam “Pitra Yadnya”. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan 100 buah “batu”. sekitar akhir Juni atau Juli. Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa. mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. Ukuran batu ini mempunyai nilai adat yang sama. dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. paling lambat September.pembakaran Jenasah di Bali Ngaben adalah upacara pembakaran mayat. perbedaan tersebut hanyalah faktor perbedaan situasi dan kondisi pada saat pembuatan/pengambilan batu. atau di dalam lubang. khususnya oleh mereka yang beragama Hindu. 24 buah sedang. Sumber : Google@Rumah Adat. Sebanyak 102 bilah batu yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar. Ngaben . Simbuang Batu hanya diadakan bila pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya diadakan dalam tingkat “Rapasan Sapurandanan” (kerbau yang dipotong sekurangkurangnya 24 ekor). Biasanya. menyimpan jenazah pada tebing/liang gua. atau dibawahnya. dan 54 buah kecil. dalam Bahasa Toraja disebut Simbuang Batu.7 Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut “Rambu Tuka”. Setelah upacara. Peti mati yang digunakan dalam pemakaman dipahat menyerupai hewan (Erong).16. atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane). Di dalam “Panca Yadnya”. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di “Tongkanan“ untuk beberapa waktu. Adat masyarakat Toraja antara lain.

Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat "Bade dan Lembu" yang sangat megah terbuat dari kayu.18. Siwa. Idep itu dikembalikan ke Brahma. Sabda. diiringi dengan "gamelan". untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat. "Bade dan Lembu" ini adalah. karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa. kertas warnawarni dan bahan lainnya. tempat meletakkan mayat Sumber : Google wiki pedia @ Ngaben. Di setiap pertigaan atau perempatan. Idep. dan setelah meninggal Bayu.8 Makna upacara Ngaben pada intinya adalah. kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya. sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya.17. Bade Kemudian "Bade" diusung beramai-ramai ke tempat upacara Ngaben. Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda.com Sumber : Google wiki pedia Q. Sabda. tidak ada isak tangis. .com Gambar 1. Upacara Ngaben diawali dengan upacara-upacara dan doa mantra dari Ida Pedanda. Wisnu. Di depan "Bade" terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya.Ngabe. Lembu Gambar 1. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana antara 15 juta sampai 20 juta rupiah. kemudian "Lembu" dibakar sampai menjadi abu yang kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. dan "Bade" akan diputar sebanyak 3 kali.

Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga. sehingga seni menjadi perekam dan penyambung sejarah.9 3. Jadi. gambaran wajah apresiasi keseniannya. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping. sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar kuping daung daun telinga.19. .com Gambar 1. dapat disimpulkan yang disebut dengan kebudayaan adalah pikiran. kita ketahui terlebih dahulu yang disebut seni dan klasifikasinya. tari. Berbicara tentang apresiasi seni. gambaran identitas budaya setempat. sastra. Kegiatan-kegiatan adat budaya ini disebut Pesta Budaya. teknologi dan rangkaian tindakan suatu kelompok masyarakat. Kegiatan adat budaya ini dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang dan masih terus berlangsung sampai saat ini. menurut kepercayaan mereka. semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik. Berbagai kegiatan adat budaya ini juga mengambil bentuk kegiatan-kegiatan seni yang berkaitan dengan proses inisiasi perorangan seperti kelahiran. Manifestasi dari aktivitas kehidupan budaya masyarakat merupakan miniatur yang mencerminkan kehidupan sosial yang luhur. karya. dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat. perkawinan dan kematian ataupun acara-acara ritus serupa selalu ada unsur musik. Sumber : Google Wki Pedia @ suku Dayak. Gadis Suku Dayak Kegiatan-kegiatan adat budaya ini selalu dikaitkan dengan kejadian penting dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. Suku Dayak Sejak abad ke 17. seni rupa.

Tabel 1. Klasifikasi Seni Seni Seni Rupa * Seni murni * Seni terapan * Design * Kriya Seni Pertunjukan * Seni musik * Seni teater * Seni tari * Film Sinematographi * Pantomim Seni Sastra * Prosa * Puisi . seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu.2. Mihardja. yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya. seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”. dan seni sastra. Ungkapan seni menurut Erich Kahler.10 1. menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. Pengertian Seni Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa. seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya. Aristoteles mengemukakan bahwa. seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi. seni pertunjukan. demikian juga dikemukakan oleh sastrawan Rusia terkemuka Leo Tolstoy mengatakan bahwa. Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah indah. selanjutnya dikatakan oleh Akhdiat K.1.

d. Sudjojono dan Affandi sampai saat ini masih diapresiasi oleh masyarakat dan sangat diminati oleh para kolektor lukisan walaupun beliau telah wafat e. (1) desain mode pakaian terus berkembang sesuai trend-mode yang selalu berubnah dari waktu ke waktu dan banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat metropolitan. . Ade. Sebagai contoh. Uraian mengenai sifat dasar seni adalah sebagai berikut: a. disimpulkan bahwa seni memiliki sekurang-kurangnya 5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (Gie. Sebagai contoh. Inggris.3. (2) Di banyak negara di dunia seperti Belanda. Ciri kelima adalah semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. b. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal. (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dari lagu ciptaan Ebiet G. (2) Lukisan Lucia hartini yang bercorak Surrealisme menampilkan kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. Ciri keempat adalah keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. Ciri kedua adalah sifat individualitas dari seni. (1) lagu Indonesia Raya karangan WR. Ciri pertama adalah sifat kreatif dari seni. Subyektif dan individual. 1976:41-46). Cina. c. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. Sebagai contoh. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati. Sifat Dasar Seni Berdasarkan hasil telaah terhadap teori-teori seni.11 1. Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat walaupun beliau telah wafat. Jepang. memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. Sebagai contoh. (1) lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. (2) Karya-karya lukis S. Ciri ketiga adalah seni memiliki nilai ekspresi atau perasaan. Indonesia dan sebagainya dijumpai produk keramik dalam berbagai bentuk dan fungsinya.

Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya. seni tari memiliki dimensi gerak. seni musik bahasa audio. Namun tidak semua karya memiliki tema melainkan kritik. dan seni rupa memiliki dimensi ruang. Kalau seni dapat dianggap sebagai bahasa maka setiap cabang seni memiliki bahasa tersendiri. warna.12 1. seni rupa memiliki bahasa plastis. sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang merefleksikan pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu. b. Bidang seni teater adalah gerak. relief logam. Bidang seni tari adalah wirama. Struktur Seni The Liang Gie (1976-70) menjelaskan bahwa dalam semua jenis kesenian terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a. yakni berupa: objek alam. dan lain-lain). c. bentuk. seni musik mempunyai dimensi waktu. kalau seni sastra menggunakan kataa sebagai medium. Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis. seni tari memiliki bahasa kinetis. bidang dan tekstur. seni lukis mempergunakan garis. Semua jenis seni mempergunakan medium. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. Tana medium tak ada karya seni. seni lukis memiliki bahasa visual. Menurut Soedarso SP (1987:79). kalau seni tari mempergunakan medium gerak. Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. seni musik mempergunakan medium bunyi (nada). cukil. sastra memiliki bahasa verbal. gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. begitu pula seni memiliki dimensi. suara dan lakon. alam kebendaan. bidang dan warna. Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. ukiran kayu). kayu. Bidang seni musik adalah irama dan melodi.4. . etsa. Pada seni rupa mediumnya adalah objek estetik dua dimensi (lukisan cat air. wirasa dan wiraga. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. objek estetik tita dimensi (patu batu. Pokok soal dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan. seni sastra mempergunakan keta-keta sebagai medium. seni teater mempergunakan semua itu oleh sebab itu teater dikatakan seni yang mempergunakan multimedia. d. suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori.

Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudian diekspresikan daam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni). dan lain sebagainya. Perasaan keindahan diperoleh dari alam dan benda atau karya seni. namun tetap memberikan nilai-nilai yang diperlukan manusia. seperti perenungan. menikmati keindahan musik dan sebagainya. Menurut Koentjaraningrat. 3) nilai kehidupan. Manusia memerlukan keindahan karena memberikan kesenangan. Ragam Nilai Seni Peran keindahan selalu terkait dengan kehidupan sosial budaya manusia sehari-hari. b) keindhaan dalam arti estetis murni. Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia (Purwadarminto. mutu atau kualitas. pencerahan. merupakan salah satu persoalan estetis yang menurut cakupan pengertiannya dapat dibedakan menurut luasnya pengertian. menata interior/eksterior. b. masing-masing mempunyai pengertian sebagai berikut : a. b) keindahan dalam arti estetis murni. dalam karya seni dan benda-benda lainnya. c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. keindahan positif tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. penyadaran. karya seni dicptakan tidak selalu untuk menyenangkan perasaan manusia. pemikiran. keindahan. ajakan. kadar. keadilan. mengapresiasi cinta. Nilai keindahan dapat pula disebut nilai estetis. keindahan moral dan keindahan intelektual). 1976:667).13 1. “nilai” berarti suatu ide yang paling baik. dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni. Dalam kecenderungan perkembangan seni dewasa ini. sesuatu yang menyentuh perasaan. kepuasan. yakni: a) keindahan dalam arti luas (keindahan seni. misalnya: dalam arsitektur rumah tinggal. “nilai” diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). Pengertian Nilai Seni Secara umum kata “nilai” diartikan sebagai harga. Sebagai . Menurut The Liang Gie jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan pada prinsipnya mengkaji tentang hakikat keindahan dan kriteria keindahan yang terdapat di alam. keindahan alam. yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku. Namun dalam perkembangannya. Karya seni dapat memberikan perasaan terkejut.5. Dalam estetika. berbusana. 2) nilai pengetahuan.

“Ugliness” dalam karya seni termasuk nilai estetis yang negatif. bidang dan warna. Pengertian Ekspresi Ekspresi adalah proses ungkapan emosi atau perasaan di dalam proses penciptaan karya seni. ciri pokok seni adalah ekspresi. Fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. 1. dan bagi kenikmatan ragawi (pleasure) pelaku dan penontonnya. Pengertian Genre (Jenis/Fungsi) Seni Menurut kritikus tari terkenal di Indonesia. Dapat juga dilakukan untuk menghibur diri pelakunya dan atau orang lain. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah. Pandangan ini juga didukung oleh Liang Gie Bapak Estetika seni (1964) yang menyatakan bahwa. sesuatu karya harus indah. Sal Murgiyanto aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah. penilaian terhadap karya seni harus dilakukan berdasarkan ukuran perasaan estetis dan nilai-nilai. media teaer adalah gerak. untuk meneguhkan identitas atau menguatkan nilai-nilai yang diyakini seseorang atau sekelompok orang. pameran fotografi Anjasmara dan Isabele Yahya yang bertemakan Adam dan Hawa yang dinilai sebagai kesenian yang bernilai estetis negatif. . ungkapan bakti kepada Dewa. fungsi atau tujuan sebuah pertunjukan.6. Contoh. Fenomena semacam ini akan kita jumpai pada karya-karya seni primitir atau karya seni lainnya yang tidak mementingkan keidahan tampilan visual namun lebih mementingkan makna simboliknya. media seni rupa adalah garis. Jadi sesungguhnya dalam karya seni terdapat nilai estetis yang positif dan negatif.14 seniman beranggapan lebih penting menggoncang publik dengna nilai estetis legatif (ugliness) daripada menyenangkan atau memuaskan mereka (T. Media musik bunyi. Gie.7. oleh karena itu. atau penguasa semesta alam. media tari adalah gerak. kesenian ritual dan kesenian hiburan komersial. 1976:40). Kriteria klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan jenis kesenian.L. proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media. Sal Murgiyanto (2004) mengatakan. Tuhan. Sebuah pertunjukan dapat dilakukan sebagai sebuah persembahan/doa/puji kepada arwah leluhur. 1. suara dan lakon.

Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama. wayang orang dan seni teater. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek. dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan.15 Fungsi Seni Fungsi-fungsi seni terdiri atas fungsi ritual. komunikasi. Fungsi Komunikasi Suatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui media seni tertentu seperti. pendidikan. Hiburan Idealisme Artistik Kesenimanan Pendidik Ritual FUNGSI Forum Dialog Terapi (Kesehatan) Sumber : Endo Suanda Guna Gambar 1. kematian. artistik dan fungsi guna. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang. dan Ageng. dan disiplin. Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial. hiburan. Fungsi Ritual Suatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran. Macam-macam Fungsi Seni Bagaimana kita dapat mengidentifikasikan sebuah karya seni khususnya kesenian tradisi berdasarkan fungsi-fungsinya. kerjasama. Monggang. wayang kulit. . Berikut diuraikan tentang fungsi-fungsi seni. dan Gambang.20. ataupun pernikahan. Angklung.

Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial. karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme. misalnya terdapat pada musik kontemporer. Seperti yang telah dikatakan Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. . sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan. gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian. kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain.16 Fungsi Hiburan Seni yang berfungsi sebagai hiburan. dan seni rupa kontemporer. Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik. dan lain-lain. sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan. Contoh : Kriya. hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya. tari kontemporer. tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung. Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni. jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan.

17

1.8. Pengertian Apresiasi Seni
Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya. Kegiatan apresiasi meliputi : a. Persepsi Kegiatan ini mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni. b. Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni. c. Pengertian Pada tingkat ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. d. Analisis Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi. e. Penilaian Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif. f. Apresiasi Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal; value ( nilai ), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Sejalan dengan rumusan di atas S.E. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian,

18
penghargaan, kepekaan untuk mencermati kelebihan dan kekurangan terhadap karya. Menurut Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1). pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). pendekatan problematik. Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahasan kajian dalam mengapresiasi seni pada tingkatan awal dengan pendekatan aplikatif adalah sebagai berikut: Seni Musik Klasik Ciri khas musiknya Bentuk musik dari zamannya Struktur musiknya Gaya musiknya Seni Musik Tradisi Ciri-ciri khas musiknya : Laras Pola tabuhan Instrumen yang dimainkan Struktur musiknya Gaya musiknya

Fungsi seni Ekspresif (nilai-nilai keindahan) Makna / pesan yang terkandung Seni Tari Kreatif Mencermati identifikasi gerak Mencermati keharmonisan gerak dan musik Mencermati kreativitas gerak Mencermati kemampuan wiraga / kelenturan Mengidentifikasi jenis tari berdasarkan garapan Mengidentifikasi tari berdasarkan orientasi Mengidentifikasi berdasarkan fungsinya

19

Seni Teater Mengidentifikasi perbedaan teater dan film Mengidentifikasi keberhasilan suatu pementasan Mengidentifikasi nada ucapan dan makna dalam dialog Mengidentifikasi plot lakon Seni Rupa Makna Gaya Material Elemen Estetika

20 TES FORMATIF BAB I Pilihlah jawaban yang tepat 1. Manakah pernyataan yang benar a. Seni berbeda dengan kebudayaan b. Seni sebagian dari kebudayaan c. Seni adalah kebudayaan d. Seni adalah wujud kebudayaan 2. Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan : a. Genre b. Esetika c. Apresiasi d. Ekspresi 3. Salah satu sifat dasar seni adalah .... a. Indah b. Kreatif c. Style d. Makna 4. Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks .... a. Klasifikasi seni b. Karya seni c. Nilai seni d. Sifat seni 5. Nilai estetis yang negatif yang tidak mementingkan keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan .... a. Keindahan b. Orisinalitas c. Makna simbolik d. Kreativitas 6. Medium pada seni rupa a. Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal

21

7. Medium pada seni musik .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 8. Medium pada seni tari .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 9. Relief patung adalah karya seni rupa berdimensi... a. Dua dimensi b. Tiga dimensi c. Multi dimensi d. Multi media 10. Seni musik, seni tari dan seni teater adalah bentuk seni yang diklasifikasikan sebagi seni a. Seni pertunjukan b. Bahasa seni c. Ragam seni d. Sifat seni Jawablah dengan penjelasan yang bermakna 1. Apa yang disebut kebudayaan ? 2. Apa yang dapat dikaji seni ? 3. Ada dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebutkan dan jelaskan ! 4. Apa saja cabang-cabang seni ? 5. Sebutkan media dari seni musik, seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Seni Musik
Mengapresiasikan Karya Seni Musik

Bab 2

APRESIASI
Pengertian Musik KLasifikasi Instrumen Sistem Nada Musik Klasik Musik Tradisi Indonesia Musik Non Western

EKSPRESI
Vokal Tangga Nada Memainkan Keyboard Teknik Memainkan Gambang Kromong Teknik Memainkan Gamelan Teknik Memainkan Kacapi

bentuk atau struktur lagu dan ekspresi. Contoh triangle.24 Bu BAB II SENI MUSIK 2. Pengertian Musik Musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya. conga. cabaza. harmoni. Contoh gambar di bawah ini : Gambar 2. Contoh : gendang.1. melodi. Instrumen Musik . drum Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel : Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. saxsophone Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagi penyebab bunyi. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik. melalui unsur-unsur musik yaitu irama. Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada. Contoh: recorder. Mengapresiasi Karya Seni Musik 2. Contoh keyboard. gitar. marakas Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi. seruling. Contoh : piano. mandolin.1.

2. Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord. awalnya hanya mempunyai 4 nada. Nada dalam tangga nada Diatonis. nada-nada ini disebut Tetrachord 2. 7 nada ini yang disebut dengan tangganada Lydis. yang sampai saat ini dipergunakan. Sistem Nada 2.1. Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½.Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis Berawal dari bangsa Yunani (sebelum 1100 SM) Terpander adalah orang yang mengembangkan susunan nada semula 4 nada dan Polynertus (700 SM) orang yang menggunakan system 7 nada.25 2. awalnya nada-nada ini dimainkan pada instrumen Lyra. nada-nada tersebut ialah : Tetrachord 1 Tetrachord 2 Nada-nada kemudian dikembangkan.2. nada-nada tersebut adalah : Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada. TANGGA NADA MAYOR (asal dari tangganada Lydis) Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut : . yang disebut dengan Tetrachord 1.

sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat. Notasi Rante Sumber : Demang Kartini.26 2. Sebelum muncul notasi angka Demang Kartini telah menciptakan notasi rante. Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan.2. titilaras memegang peranan yang penting dan praktis. Macam-macam nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut. kemudian diserahkan kepada adiknya Wreksodiningrat. Notasi Pentatonik Sistem notasi yang dipakai dalam gamelan Jawa adalah notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada. karena dia tidak bisa menabuh gamelan maka diserahkan pada Sudiradraka (Guna Sentika) lalu oleh Sudiradraka diserahkan ke Kepatihan yaitu kepada Sasradiningrat IV. Dalam seni musik Karawitan. Notasinya disebut notasi kepatihan yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Jaya Sudirga atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910.2. Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli) Bu Titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut notasi.2. cuplikan melodi lagu Ladiang Wilujeng bagian umpak . Penanggul yaitu nada 1 Gulu yaitu nada 2 Dhada yaitu nada 3 Pelog yaitu nada 4 Lima yaitu nada 5 Nem yaitu nada 6 Barang yaitu nada 7 : siji dibaca ji : loro dibaca ro : telu dibaca lu : papat dibaca pat : lima dibaca mo : enem dibaca nem : pitu dibaca pi Gambar 2. yakni lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendah suatu nada berupa angka atau lambang lainnya. mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi. Kemudian Wreksodiningrat punya ide yaitu memberi angka pada bilah saron karena untuk pembelajaran menabuh gamelan dan memindahkan notasi rante agar mudah dibaca pada tahun 1890.

tanda. . Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring. percintaan kangen.27 Laras Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras. dung. yaitu sendu. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang. agung. Laras ini mempunyai 2 macam. tetapi juga Titilaras yang ada antara lain : 1.M Haryo Wreksadiningrat di Keraton Surakarta. yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu: a. keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. huruf. sedih. Dan dalam bahasa Indonesia titilaras berarti tangganada. b. adegan marah. secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah. perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. Titilaras kepatihan. secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang. dang. istilah titi dapat diartikan sebagai angka. 2. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi kesan gembira. deng. Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis. Titilaras ding-dong. ringan dan semarak. sedih atau romantis. gembira dan terasa lebih ramai. Laras Pelog. kematian. tulis. dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R. dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang : /dong. Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang. notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada. atau tangga nada. Laras Slendro. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan. ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali. adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu. sendu. merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras. Oleh karena itu banyak adegan rindu. adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya. ringan. Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½.

sebagai contoh walaupun sama-sama terdengar do. mi. si. sol. Titilaras daminatilada. Degung seperti : mi. si. namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji. mi. Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna. tetapi pada gamelan laras pelog. Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan Stroboccon dan melograph tidak sama tinggi nadanya. re . do. do. tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama.28 Bu 3. fa. Titilaras berwujud angka 1 2 3 4 5 6 7 I sebagai pengganti nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari.M. Tinggi rendah nada titilaras bagi laras slendro dan pelog berbeda. Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916). fa. nada-nada yang dihasilkan dari instrumen gamelan mempunyai perbedaan antara satu perangkat gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya tetapi jika nada-nada pada instrumen gamelan dimainkan nada yang terdengar pada laras : Pelog seperti : do. Perbedaan antara laras slendro dan pelog dapat dilihat pada tabel 2 Nada pada laras slendro dan pelog dapat kita lihat : Slendro Barang 1 Gulu/jangga 2 Dada/tengah 3 Lima 5 Nem 6 Pelog Nem Panunggul (Bem) Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem 1 2 3 5 6 Barang Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem Pelog Barang 1 2 3 5 6 Tabel 2. Laras Slendro dan Pelog Notasi Barat (Diatonis) mempunyai jarak 1 dan ½. do. yakni titilaras ciptaan R. sol. setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras. la. mi Slendro seperti : re. sol.

mempunyai aturan. * Raras Degung ialah : mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'400 mi'. sedang raras re dan raras la hanyalah bertugas sebagai raras-perhiasan saja. Zaman Barok 4.1 Pertengahan 1300 Gregorion Chant : Acapela Organum : Tradisional 1500 The Notre Dame Mass : Monofonik. dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. musik klasik digunakan sebagai label bagi musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan. Zaman Renaisance 3. 2. musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII. setiap bagian harus dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail. musik klasik adalah hasil karya seni yang telah terbukti abadi.1 Periode musik klasik 1. * Raras Pelog ialah : do 200 re 200 mi 100 fa 200 sol 200 la 200 si 100 do' Murdararasnya atau raras-pokoknya ialah : do 400 mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'. Scholes mempertegas bahwa. Zaman Klasik 6. musik klasik adalah musik yang anggun. sejenis suara (1 suara) . Musik gamelan pun dahulu hanya dimainkan dalam keraton sebagai sahnya upacara. yang dimaksud adalah musik klasik tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya. namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa. Karakter Musik Klasik Menurut Ammer. Abad 20 2. 2.3. Machjar Angga Koesoemadinata dengan Musicoloog Jaap Kunst selama 50 tahun (1916-1966) tentang tinggi nada laras pentatonik.1. sebagai contoh fungsi angklung. Zaman Rokoko (pra Klasik) 5. Jadi raras Pelog itu ialah modus mayor tanpa re dan la. Zaman Romantik 7. paduan suara. Musik Klasik Christine Ammer berpendapat. musik klasik adalah musik yang serius.3. Ditekankan lagi oleh Rieman. Musik tradisi banyak mengalami evolusi. Zaman Pertengahan 2. sedang ra ra s re d a n a p a la gi r aras la dijadikan raras-perhiasan (uparenggararas).3. Jadi raras degung itu ialah modus Doris dari musik Yunani tanpa raras re dan raras la. namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan.29 Hasil penelitian dari R. berkesan formal.

suara bas dimainkan dengan alat musik melodik.5. Teknik untuk membuat polifonik disebut Kontrapung. komposisi Bach bertekstur polyfonik. Zaman Barok (1600 – 1750) Karakteristik musik Bas Kontinuo adalah suatu ciri khas musik Barok pada awal sampai akhir masa itu. Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus.George Frideric Handel Musik Bach Musik Bach adalah paling unik. Yang dimaksud tesktur adalah rajutan musikal atau cara menjalin alur melodi yang terbagi monofonik.1. Tekstur musiknya yang polifonik harmonik. Munculnya ornamen (not hias) Mempelopori dinamik yang berangsur-angsur dari lembut sekali sampai lembutnya sedang yang disimbolkan (ppp – mp) Lahirnya opera dan orkestra. Komponis : . lebih dari satu suara maksimal 2 atau 3 suara untuk instrumen dan vokal untuk solo performance.2. Choral music yang bertipe 4. Komposisi Bach yang bertekstur polifonik artinya adalah masingmasing suara gerakan melodinya mandiri. bas atau iringan disuarakan oleh instrumen harpa.3.3. Zaman Renaisance (1450 – 1600) Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen. seperti viol atau cello dengan akor-akor. Bas merupakan dasar dari semua akor.6 suara Polyphonic (banyak suara) contohnya menyanyi dalam kelompok dengan melodi beragam dalam satu kesatuan Texturenya Homophonic dengan rentetan akor Wilayah nada lebih dari 4 oktaf Musik Ibadah : Josquin des Prez (vokal) Kemudian dibakukan Molet Komonis : Palestina. bukan sebagai pengiring.Johan Sebastian Bach . sehingga komposer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. harpsichord atau orgel pipa.1. suara-suara yang terpenting dalam musik Barok adalah sopran dan bas. . kontinuo lengkap dengan bas berangka. Ciri khas musik “renaissance” adalah.3. contohnya canon dan fuga (bersahut-sahutan dan suara imitasi).Antonio vivaldi . polifonik dan homofonik. Pope Marcellus Mass Thomas Morley Instrumen Andrea Gabrieli: Karyanya Ricercar in Twelth Mode 2.30 Bu 2.

dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase-frase sepanjang 6 birama dengan banyak kadens.Sonata Barok Vivaldi : The Four Season Suara pokok Suara imitasi Fuga : Komposisi untuk instrumen. Bach: .4. Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa. suara imitasi dalam Dominan. 1-6 . contoh sebagai berikut : J.1. terdiri dari suara pokok dalam Tonika. Zaman Rokoko (Pra Klasik) Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rokoko : Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas. tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi.3.Karyanya Brandenburg Concerto No. Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens.Opera Claudio Monteverdi Orteo .31 Canon : Komposisi vokal ataupun instrumen yang suara imitasinya dalam Tonika. suara 3 kembali dalam Tonika. . hanya pada Fuga.S. 2.

Johan Sebastian Bach 2. Antonio Vivaldi Gb. Vienna adalah penyelenggara kegiatan musik yang berorientasi komersial. perubahan not panjang ke not pendek.5. Dinamik : munculnya crescendo dan decresendo.3. penggunaan tanda istirahat.1.32 KOMPONIS ZAMAN BAROK Bu Sumber : An Appreciation Music Sumber : An Appreciation Music Gb. sedangkan simfoni adalah sonata untuk orkestra. Karakteristik gaya musik klasik : Kontras di tema. kontras pada ritme misal dari melodi dan iringan sederhana. ungkapan ekspresi begitu pula pada pola ritme. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo. komposisinya bukan untuk sebagai pengiring. Zaman Klasik (1750 – 1820) Komposisi instrumen periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter. Vienna Vienna adalah pusat tempat kegiatan musik Eropa sepanjang zaman periode klasik. tetapi untuk permainan solo. Berakhirnya komposisi bas continue. 2. 2. Teksturnya homofonik. perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur-angsur keras kemudian melambat lagi ataupun dari keras tiba-tiba menjadi lembut. bentuknya sama dengan Sonata hanya simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet. .4. sinkop. trio dan scherzo. kemudian berubah menjadi komposisi yang sulit pada bagian berikutnya.3. Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni.

kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup. satu kesatuan yang utuh. kuat eksposisi terbagi atas tema pokok. Jembatan. tema pokok dimainkan dalam tonik.Coda Bagian Eksposisi Yang dimaksud eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. bridge. berfungsi untuk mengatur perubahan tangganada (modulasi) jika gerakan berada dalam tangganada Mayor maka tangganada kontras ada pada dominan.Rekapitulasi . Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut : Sonata Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian. dan tema penutup.Eksposisi . . Tema penutup. Tema II. bernuansa lebih liris (ekspresif) dan berisi nyanyian yang bersifat melodis. Sonata terbagi atas 4 bagian yakni : . adalah memuat pola ritmis dan melodis yang dikenal dengan motif. tema ke II. Dance related movement 4. Bentuk Musik Klasik 1. lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa. Slow movement 3. lambat dan kembali ke tempo cepat. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. jika gerakan berada dalam tangganada Minor maka tangganada kontras ada pada relatifnya. yang dimaksud tema pokok. Fast movement 2. memiliki 1 atau beberapa tema dapat pula mengacu pada tema ke II yang berfungsi untuk menutup bagian eksposisi.33 Bentuk Komposisi Musik Klasik Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh.Pengembangan .

bagian ini biasanya diawali dengan dominan. coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian. umumnya menggunakan coda sebagai penutup. dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika. lahirlah Piano seperti yang kita kenal saat ini. Mozart Beethoven J. Rekapitulasi Merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi. apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor. Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata.A. rangkaian lagu tersebut disebut Atonal. Piano Pada zaman sebelumnya(zaman pra klasik) sebelum menjadi Piano cikal bakal bentuk instrumennya adalah Harpsichord. tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu. . Jika digambarkan gerakan komposisi bentuk karya musik sonata adalah : Eksposisi (tema pokok) Pengembangan Rekapitulasi (pengembangan tema pokok) Penutup (koda) Komponisnya yang terkenal antara lain : W. kemudian pada tahun 1775. Haydn Instrumen Piano muncul pada zaman Klasik.34 Pengembangan Bu Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif. Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras.

mengalami kemajuan pesat dari karya-karyanya yang menjadi dasar perkembangan periode musik selanjutnya. 3.5. sehingga nada menjadi suatu yang nyata. dan jangkauan oktafnya belum luas. dengan . Bartolomeo Christofori cikal bakal menciptakan (Harpsichord) sebelum menjadi piano.6. irama dan harmoni sekaligus. bilah nada masih terbuat dari kayu. menegaskan struktur musik yang jelas. Piano dalam ukuran yang standard memliki 88 bilah nada 52 putih dan 32 hitam yang tersusun rapih dalam suatu papan nada dengan wilayah nada yang menjangkaui 7 ¼ oktaf. sehingga piano merupakan musik yang mutlak harus dikuasai oleh setiap guru yang bertugas sebagai pendidik musik. yang mempunyai bilah nada bertingkat. Sumber : Buku An Appreciation Music Gambar 2. kita dapat bermain musik secara menampilkan melodi. merupakan susunan yang paling sederhana sebagai alat visual. utuh. Tahun 1707.35 Zaman klasik sebagai zaman yang mewakili periode pembabakan musik klasik dikarenakan musiknya yang unik. Susunan papan bilah nada. Dengan piano. dari musik diatonis. Hal ini tidak dapat ditampilkan pada alat musik lain. 2. suatu jangkauan yang tidak dapat dicapai oleh alat musik manapun juga. Grand Piano Piano penting di pelajari karena merupakan induk dari semua Instrumen 1. Harpsichord Sumber : Buku Pono Banoe Gambar 2.

Sumber : Buku Beyer Gambar 2. diatur lemah lembutnya melalui sentuhan jari serta pengaturan pedal kaki. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan semua teori musik dengan mudah dan nyata.7. Dalam memproduksi suara menurut dinamika yang dituntut. 5. Papan Bilah Nada .36 Bu 4.

. Zaman Romantik (1820 – 1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme .10. lebih universal. Beethoven Opera Mozart Dun Giovanni W. kemudian pp. Mozart : Simfoni No.6. Haydn Simfoni No.1.A. L.37 KOMPONIS ZAMAN KLASIK Sumber : An Apreciation Music Gb. triangle dan harpa. 2. 40 in G minor K 550 J. 2. 103 in Es Mayor (Drum Roll) LV. Beethoven : 9 simfoni. yang terkenal yang bernomor ganjil 2.3. A. Mozart Sumber : An Apreciation Music Gb.8.9. 2. Piano merupakan pentatonik terfavorit pada zaman pentatonik dan mulai menjadi musik keluarga Ciri khas musiknya Chromatik Dinamik yang ekstrim ff x pp ff artinya nada dimainkan keras sekali. pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal. V. W. Haydn Sumber : An Apreciation Music Gb. nada dimainkan lembut sekali yang dilambangkan pp. J.

F. F. 1-4 Impresionisme C Debussy : Prelude to The Afternoon of a Faun Maurice Rafel : Bolero . 2.11. 1 in Bes mayor J.I. Simfoni No. KOMPONIS ZAMAN ROMANTIK Gambar : An Apreciation Music Gb. BRAHMS CORBIS Gambar : An Apreciation Music Gb. 2.38 Bu Accelerando ritardando Kebebasan tempo dapat diatur oleh sipemain sendiri. Tchaikovsky karyanya karyanya Piano Concerto No. sehingga mengadopsi musik Jawa ke dalam karya musiknya. Brahms. Debussy pernah menyaksikan permainan gamelan Jawa. J. guna penyajian ekspresi. Claude Debussy : karya-karyanya adalah Atonal yakni akhir lagu tidak kembali ke tonik.13. Debussy gaya musiknya memadu modus gereja dan pentatonik musik Jawa. 2. CHOPIN Gambar : An Apreciation Music Gb. 1 Piano dan orkestra in Es Mayor (Akhir Romantik) P. 8 unvinished in b minor Franst List : Concerto No.12. MENDELSSOHN Romantik (Awal Romantik) Schubert : Simfoni No.

3. 2. Modulasi Ritmik : Komposisi pada zaman ini karyanya beraneka nuansa yakni terdiri dari nuansa jazz nuansa dari berbagai Negara. sistem harmoni baru. ritme. 16 Aturan-aturan kategori musik abad 20. GERSHWIN . dilihat dari gaya musik yang baru terlepas dari estetika zaman romantik. 2. G. BELLA BARTOK Gb. Abad 20 Perubahan besar-besaran terjadi pada musik zaman ini.A. Mikrokosmos Dance in Bulgarian Rhythm No. C. nada. sistem tangganada baru.16.1. KOMPONIS ZAMAN ABAD 20 Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Gb. atau akor progresif. pola ritmik yang beraneka ragam. 2 Brahms dan Schoenberg mempelopori penggunaan struktur frase yang tidak sama.14. Bela Bartok Komposisinya menggunakan struktur ritme yang bebas. 2.3.7. Poliritmik : Ritme yang kontras. Awal Abad 20 Ekspresionisme Arnold Schoeberg : Five Pieces for Orchestra op. menakjubkan sebuah karya master piece.7. pada zaman ini instrumen perkusi dalam orchestra lebih mempunyai peran. mengherankan. 2. karya-karya komposisinya terkenal dengan style jazz. karya Brahms Rhapsody No. Contoh Prelude I in Bes Mayor dan Prelude III in Es Minor. DEBUSSY Gb.39 2. mendobrak tradisi kelaziman. Karakteristiik musik abad 20 adalah : Warna nada : memakai komposisi dengan munculnya alterasi Munculnya teknik pentatonik Harmoni : Kreasi harmoni baru yang disebut polychord yang artinya kombinasi 2 akor.1. Stravinsky dan Copland Komposisinya menggunakan ritme jazz. 2 opus 79 in G minor George Gershwin.15. kaya akan variasi ritmik.

Hal ini dipengaruhi juga dari akulturasi musik tribal dari Afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks. kekhasan musik jazz dapat dilihat dari uraian berikut : Ritmik Ritmik merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk suatu jenis aliran musik. istilah sinkop juga dapat disebut dengan up-beat. Ragtime. c. dan Blues Awalnya style jazz adalah style Ragtime.40 Bu 2. e. ini adalah musik improvisasi dan ritme yang sinkop. Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi penundaan hitungan. Style Blues mempengaruhi perkembangan rhytm rock and roll dan soul. Penulisan swing feel : Cara menyanyikan swing feel : d. Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi adalah sebagai berikut : a. Sinkop : ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung. Musik Jazz (1910) Musik yang berasal dari Afrika Amerika.1. A-head: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi percepatan hitungan. beat yang mantap. Akar Jazz. warna musik yang berbeda dan menunjukkan teknik yang khas. Seperti dalam musik jazz. Swing Feel : mengetuk birama dengan merasakan triplet.7. Time Feel : ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau biasa disebut dengan on-beat/down beat. seperti yang dilihat pada contoh gambar berikut : b. Swing feel merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan musik jazz. .B. ritmik dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana. the king of ragtime adalah Scott Joplin (1868-1917).3.

Gamelan Jawa D. Musik Bali C. Kesenian yang akan dibahas adalah : A. iring-iringan Pangeran Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit (Pangeran Banten).4. Ondel-Ondel Kesenian yang “representative” mewakili Betawi adalah. Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk . Musik Betawi B. tebanya (namanya) telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat E.41 2. musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata kesenian daerahnya.1. beberapa kesenian telah dikenal luas. Ondel-ondel. seni yang berakar dari tradisi. Musik Tradisi Indonesia Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam.17. kesenian ini juga mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya.4. 2. Musik Betawi Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi keseluruhan propinsi. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut. Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605.

juga adalah musik pengiring Lenong. 2. Keunikan gambang kromong memiliki pola iringan yang baku. keroncong tugu. gamelan topeng. . pengaruh Eropa jelas terlihat pada musik tanjidor. namun warna suara gambang kromong masih tetap terdengar. samrah dan macammacam rebana. Gambang Kromong dapat berkembang dikarenakan mempunyai 2 bentuk yaitu “Gambang Kromong Asli dan Gambang Kromong Kombinasi”. Gambang Kromong Gambang Kromong diambil dari nama dua buah alat musik yaitu gambang dan kromong. alat musik lainnya adalah gendang.42 Bu raksasa yang sekarang kita kenal sebagai “ondel-ondel” yang dianggap sebagai pelindung untuk menolak bala. pengaruh Cina tampak pada alat musik Tehyan Kongahyan dan Sukong. yang sangat kental dengan entat Cina . organ. Gambang Kromong selain dapat dimainkan sebagai kesenian mandiri. tanjidor. entat melayu tampak entaton pada orkes samrah. saxophone. kecrek dan gong. gamelan ajeng. kromong terbuat dari perunggu berjumlah 10 buah berbentuk pencon. drum.18. dan musik Betawi yang bernafaskan Islam terlihat pada musik yang umumnya menggunakan alat rebana. Keanekaragaman musik Betawi dapat kita lihat antara lain pada orkes gambang kromong. bilahan gambang berjumlah 18 buah terbuat dari kayu suangking. gambang kromong asli ialah alat musik berlaras pakem entatonic namun agar dapat dinikmati masyarakat yang heterogen alat musiknya dapat dikombinasikan dengan alat musik elektronik seperti bass.1.4.1. Gambang Kromong Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. gamelan rancag. Seni musik Betawi antara lain gambang kromong.

Tehyan.43 Kongahyan. Tanjidor Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.19. Kongahyan.2. Tehyan dan Sukong 2. Instumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin Sumber : Peta Seni Budaya Betawi Gambar 2. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilan belas. Tanjidor Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalat musik barat terutama alat tiup. Sirih Kuning. Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan Gambang Kromong disebut lagu sayur yaitu lagu Jali-Jali. .4. Sukong Adalah alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi terbuat dari tempurung bertangkai panjang yang kecil disebut kongahyan yang tengah tehyan dan yang terbesar disebut Sukong.1.20. Kicir-Kicir.

1. Samrah lahir pada tahun 1918. 2. Tanjidor adalah orkes untuk pengiring pawai atau arak-arak pengantin.4. dilengkapi dengan alat musik tambur dan gendering. Biola sebagai Waditra utama. . Lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh orkes tanjidor adalah batalion. dan berasal dari Dulmuluk Riau. Di dalam lagu-lagu Samrah sangat banyak melodi yang bersusunan nada seperti di atas.21. bass. lagulagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin.3. India. dengan alat-alat bunyibunyian Harmonium. Pada perkembangan kemudian lagu yang dibawakan ialah lagu seperti surilang dan jali-jali. Samrah Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Dan akan lebih terdengar lagi pada gereneknya (cengkok) bila disajikan. Melayu Betawi.44 Bu Pada umumnya alat-alat musik pada orkes tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston) trombone. Di sini dapat dibuktikan bahwa susunan nada yang khas Melayu sebagai berikut : 6 5 4 4 3 2 1. Cina dan Arab. Disebutkan pula bahwa lagu-lagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. Samrah Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu. clarinet. India. yang termasuk dalam golongan instrumen membranophone. Cina dan Arab Gaya Lagu Lagu-lagu Melayu terdapat Melayu Riau. tenor. kramton dan bananas.

sedang. Kemudian masuk ke Irama Japin. . . Sedangkan Japin mempengaruhi juga terhadap lagu-lagu Samrah. Yang menonjol pada lagu mandiri lagi irama India. tidak asing lagi Irama Samrah diilhami oleh irama Japin. Lambat. contoh lagu Irama Jika sebuah lagu mengandung bagian-bagian lagu menurut susunan nada Gaya India di atas. Dengan demikian jelas lagu-lagu Samrah dipengaruhi Lagu-lagu Melayu terutama tentang susunan nadanya. maka susunan nada yang dipergunakan seperti di atas.Susunan nada Gaya Cina : 1 6 5 3 2 1 Contoh lagu Gaya Cina 4/4. Lagu-lagu yang berirama Lagu Cina sangat terbatas di dalam Musik Samrah. maka lagu tersebut dinamakan lagu berirama India. Lambat Pada umumnya lagu-lagu yang bersusunan nada seperti di atas terdapat pada lagu-lagu Orkes Gambus. Dan ini sangat banyak dipergunakan di dalam lagu-lagu Samrah. yaitu lagu Senandung Cina. sedang. 6 5 4 3 2 1.Susunan nada Gaya India : 1 6 India sebagai berikut 2/4.45 . Apabila lagu-lagu Musik Samrah Betawi dipengaruhi Lagu Melayu. Dengan demikian.Susunan nada Melayu dalam Tangganada Mayor seperti di bawah ini . 4/4. . . Sedangkan susunan nadanya menjadi skonder.Susunan Nada Irama Arab : 1 7 5 4 3 2 Birama 4/4. Ini dapat kita lihat di dalam lampiran.

4. Moresco”.4.22. rebana birdah.1.6.5. gong dan suling. kempil dan cello. Rebana Ketimpring : terdiri dari 3 buah rebana fungsinya sebagai arakarakan pada perayaan maulid. Gambang Rancag Gambang Rancag adalah kesenian yang dipergunakan untuk mengiringi cerita-cerita Betawi seperti Pitung yang dibawakan dalam bentuk pantun berkait. banyo. Keroncong Tugu Dahulu dimainkan pada upacara “Pesta Panen”. rebana ketimpring. rebana ngarak. kromong.4. tehyah gendang. .46 2. Alat musiknya adalah gambang. okulele. rebana dor dan rebana biang. rebana mauled. gitar. Keroncong Tugu Bu Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Rancag artinya tutur dan pantun berkait. 2. rebana. sedangkan untuk wanita menggunakan kain kebaya. alat musik keroncong terdiri dari biola. pesta pertemuan keluarga.4.1. kecrek.1. Rebana Rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama. 2. kostum yang dipergunakan untuk laki-laki adalah baju koko.

jublag.4. reyong. Gamelan untuk upacara Gambelan sakral untuk Ngaben adalah : Gambelan Luwang (pelog 7 nada) Gambelan Angklung (slendro 4 nada) Gambang 2. Gambelan untuk hiburan : Gong Gede Gong Gede adalah gamelan terbesar di Bali yang terdiri dari 46 instrumen yakni termasuk trompong. rebana biang biasanya untuk memeriahkan berbagai perayaan.2. 2. kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian ritual. Musik Bali Seni Indonesia dalam hal ini fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. merupakan perkembangan lebih lanjut dari rebana dor.2. fungsi rebana kasidah adalah sama dengan rebana maulid. rebana yang berfungsi membawakan qarda (puisi arab) pada umumnya lagu-lagu yang dinyanyikan/ dimainkan berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. gangsa jongkok (saron). seperti rebana-rebana lainnya.4.2. pernikahan.4. Di Bali setiap kegiatan mempunyai kesenian khusus yang ditampilkan ketika melakukan ritual. penyacah jegogan. mengiringi tarian Blenggo. dewasa ini lazimnya dimainkan oleh kaum wanita. kempyung. karena digunakan untuk mengiringi nyanyi maka disebut pula rebana lagu. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat yang disebut Fansub dimainkan sambil berdiri. khitanan. biasa digunakan untuk mengiringi lagulagu dari timur tengah. . drums (kendang) kempur.47 Rebana Hadroh Rebana Dor : : Rebana Kasidah : Rebana Maulid Rebana Birdah : : Rebana Biang : terdiri dari 3 atau 4 buah rebana.1.2. digunakan untuk mengiringi syair-syair hadroh. Di Bali istilah gamelan adalah Gambelan. pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil untuk tempat jari. 2. dapat dimainkan pada perayaan keagamaan. gong besar dan cymbal / ceng – ceng.

Gambelan jogged bumbung disebut juga gambelan gegeran tangan. gamelan gong gede mempunyai laras pelog. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. suling 4 buah untuk pemanis lagu. fungsi seninya dahulu adalah untuk panen padi. Gamelan Gong Gede 2.4.48 Bu Gamelan ini dimainkan pada upacara tahun baru. tari baris dan rejang. Gambelan Joged Bumbung (Grantang) Gambelan ini berlaras slendro (5 nada). kelentang. rincik/ cengceng berfungsi sebagai pemanis lagu. yaitu gender terbuat dari bambu berbentuk bumbung.23. berfungsi sebagai gong kecil. instrumennya terdiri : Gerantang 4-8 buah. gambelan ini khusus untuk mengiringi tari jogged bumbung. kendang sebagai penentu irama. 4 gerantang gede. kemodong berfungsi sebagai gong dan berfungsi sebagai penutup lagu kempul. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. penonton dapat berekspresi dan berimprovisasi gerak dan banyak mendapat pengaruh dari tari legong.24. 4 gerantang kecil berfungsi sebagai pembawa melodi. pada gamelan ini yang berperan sebagai melodi adalah trompang. karena pokok-pokok instrumennya adalah gerantang. gamelan ini dapat pula sebagai pengiring tari topeng.2. Gamelan Joged Bumbung (Gantang) .3.

4. Worlds of Music 235) Gambar 2. lucu dan marah. di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995. Gamelan Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa. namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik. Gamelan yang berlaras pelog disebut Gamelan Pelog dan Gamelan yang berlaras Slendro disebut Gamelan Slendro. dari segi sistem nada. Gamelan ada yang berlaras pelog dan yang berlaras slendro. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.4. gamelan dibuat dengan cara ditempa. Gambelan Gambuh Gambelan di Bali merupakan sumber dari beberapa gamelan lainnya. Perangkat Gamelan Jawa .3. pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya. gembira.49 2. perangkat gamelan ini adalah merupakan bagian-bagian dari Gamelan Ageng yang mempunyai Fungsi Hiburan. komponis abad 20 Debussy.4. Gambelan ini bersifat gending yang ditarikan. Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi. Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi. kaya akan gending dan juga ada penyanyi (tandak) sebagai pengubah suasana sedih.2. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986. 2.25.]. Gamelan tebanya (gaungnya) telah mendunia.

bonang. Saron Saron Demung : Berlaras paling rendah dari saron Barung. Worlds of Music 235) Gambar 2.26. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Pencon : gong. gender. Kebukan : Kendhang Sebulan : Seruling Dawai : Rebab. Saron . kempul.].50 Perangkat-perangkat Gamelan : Bilahan : gambang.]. slentem. Worlds of Music 235) Gambar 2. ketuk. Bonang : Bonang Penerus/Babarangan : Berlaras satu oktaf lebih tinggi tetapi bentuknya lebih kecil dari bonang barung. Saron Penerus : berlaras paling tinggi dari saron Demung dan Barung. Saron Barung : berlaras lebih tinggi dari saron Demung. bentuknya lebih besar. kenong. Bonang Perbedaan Saron. Gender dan Slentem 2. siter 1. Bu Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Bonang Penembung : Larasnya lebih rendah dan bentuknya lebih besar dari Bonang Barung.27. saron. Bonang Barung : Yang bersuara rendah.

28.]. bilahan slentem lebih besar dari bilahan Gender. Gender 3. jenis gender hanya 3 macam. Slentem Bilahan yang digantung. bilahan gender berjumlah lebih kecil ukurannya dan jumlahnya lebih banyak (13 bilahan). Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.51 2.29. jumlahnya lebih sedikit dari jumlah bilahan Gender yakni hanya berjumlah (7 buah). Worlds of Music 235) Gambar 2. Slentem . Gender Bilahan yang digantung. Gender Barung : Gender Penerus : lebih tinggi 1 oktaf Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.]. Worlds of Music 235) Gambar 2.

gambang Rebab Suling. Membudayanya Musik Gamelan di Tanah Air Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya. kempyang Bonang Slentem. gong. Propinsi yang menggunakan gamelan : Propinsi Lampung Sumatera Selatan Jambi Sumatera Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Timur Yogyakarta Bali NTB (Kabupaten Lombok) Kabupaten Lombok Kabupaten Sumbawa Kabupaten Bima Nama Gamelan Talo Balak Kelintang 12 Kelintang/Tauh Talempong Gamelan Banjar Gandang Garantung Gamelan Degung Gamelan Gamelan Gamelan Gamelan Lombok Gamelan Gendrung Gamelan Sumbawa Gamelan Bima . kecer.52 Fungsi dalam permainan : sebagai pemangku lagu / pemanis 4 Gong terbagi : Terbesar : Sedang : Kecil : Bu Gong Suwukan Kempul Bende Fungsi bagian-bagian gamelan Pemimpin irama Pemangku irama Pemimpin lagu Pemangku lagu Pembuka lagu Penghias lagu : : : : : : Kendhang Ketuk kenong. kempul. adapun propinsi yang mempergunakan gamelan sebagai musik utama dapat dilihat pada tabel 3. siter. gender.

Gamelan untuk upacara : 1.53 Tabel 4 Penggunaan Bonang dan sebutannya di berbagai Propinsi Propinsi DKI Sumbar Jambi Lampung Sumatera Selatan Riau NTB Kalbar Kaltim Kalteng Sulteng Maluku Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Yogya Bali Nama instrumen jenis Bonang Kromong Talempong Kelintang Kulintang Kelintang Tetawak Trompong Geremong Klentangan Kangkanong Kandengo-dengo Totobuang Bonang Bonang Bonang Bonang Trompong/Reyong Dari macam-macam gamelan seperti gamelan Kodhok Ngorek. Carabalen.4. Sekaten dan gamelan Ageng. ada juga gamelan untuk hiburan.3. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan. Gamelan Ageng 2.3. Monggang.1.2. 2. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian agama begitu pula gamelan ada yang dimainkan untuk upacara. . Gamelan untuk hiburan : 1. ada pula gamelan untuk pengiring dan mandiri.4. Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2. Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4.

30 Gamelan Carabalen Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti yaitu untuk menghormati kedatangan tamu. sebuah kenong. Menurut Kunst bahwa nama Carabalen memiliki makna filosofis yang berhubungan dengan siklus hidup manusia.54 Gamelan Carabalen Bu Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. gambyong. Gamelan ini berlaras pelog dan terdiri dari sepasang kendhang. Berikut ini denah penempatan ricikan-ricikan perangkat gamelan Carabalen. satu rancak bonang. Gamelan ini pada umumnya dimiliki oleh perorangan maupun lembaga. Penempatan Ricikan Gamelan Carabalen .31. sebuah kempul dan gong. satu rancak. sebuah penonthong.

k. satu kendhang ciblon dan satu kendhang wayangan. satu rancak gambang pelog nem dan satu rancak gambang pelog barang. dimainkan oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. Gambang: satu rancak gambang slendro. Semuanya berbilah 12 s/d 14 buah. ritual. Bonang barung : satu rancak bonang barung slendro dengan 10 dan 12 pencon dan satu rancak bonang barung pelog. satu kendhang penunthung. Biasanya rebab ponthang untuk slendro dan rebab byur untuk pelog. ditabuh masing masing oleh seorang pengrawit. h. masing-masing berbilah tujuh. Kadang-kadang salah satu saron slendronya dibuat dengan sembilan bilah. l. Rebab : terdapat satu atau dua buah rebab. semua berbilah antara 18 s. ditabuh oleh seorang pengrawit.55 Gamelan Ageng Perangkat gamelan ini dapat dikatakan sebagai perangkat gamelan standar. Gender : satu gender slendro. ditabuh oleh seorang pengrawit. f. j. i. ditabuh oleh seorang pengrawit. untuk berbagai ekspresi seperti pengiring wayang. ditabuh oleh seorang pengrawit. g. Saron penerus: satu saron penerus slendro dan satu saron pene-rus pelog. Rincikan pada perangkat gamelan ageng adalah : a. b. Demung: satu demung slendro dan satu demung pelog. ditabuh satu atau dua pengrawit. . d. Kempyang berlaras nem tinggi dan kethuk berlaras nem rendah.d. Kendhang : terdiri dari satu kendhang ageng. Saron sembilan bilah adalah saron yang biasa digunakan untuk keperluan wayangan. masingmasing berbilah tujuh. semua berbilah antara 12 s/d 14 buah. Gamelan ini dipergunakan untuk berbagai keperluan yaitu hiburan. tari. Kethuk-kempyang: satu set untuk slendro dengan kempyang berlaras barang dan kethuk berlaras gulu serta satu set untuk pelog. Bonang penerus : satu rancak bonang penerus slendro dengan 10 atau 12 pencon dan satu rancak bonang penerus pelog. masing-masing berbilah tujuh. satu gender pelog nem (atau bem) dan satu gender pelog barang. ditabuh oleh seorang pengrawit. masing-masing berbilah tujuh. 21 buah. Saron barung: dua saron slendro dan dua saron pelog. Gender penerus : satu rancak gender penerus slendro. satu gender penerus pelog nem (bem). ditabuh oleh seorang pengrawit. terdiri dari 14 pencon. ditabuh oleh seorang pangrawit. Slenthem: satu slenthem slendro dan satu slenthem pelog. terdiri dari 14 pencon. satu kendhang ketipung. teater. ditabuh oleh seorang pengrawit. c. e. dan satu gender penerus pelog barang.

p. Siter atau celempung: ada satu siter atau celempung slendro dan satu siter atau celempung untuk pelog. Gong suwukan: satu sampai dua pencon untuk slendro dan satu sampai tiga pencon untuk pelog.56 Bu m. Kenong: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. Gong ageng atau gong besar: satu sampai tiga gong besar yang berlaras nem sampai gulu rendah. Suling: satu suling berlubang empat untuk slendro dan satu suling berlubang lima untuk pelog. Kempul: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. dimainkan oleh seorang pengrawit Ageng Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. ditabuh oleh seorang pengrawit. Siter two in one tersebut disebut dengan siter wolak-walik. ditabuh oleh seorang pengrawit. Penempatan Ricikan Gamelan Ageng . o. Sekarang terdapat satu siter yang dapat digunakan untuk slendro dan pelog. Kebanyakan gong ageng dilaras lima.32. q. r. n. Suwukan laras barang sering disebut dengan gong siyem.

sinkopasi yang berkesan nyrimpet. Pola kendhangan kedua daerah memang berbeda. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2.57 Bervariasinya pengaturan ricikan gamelan terutama atas pertimbangan fungsinya sebagai musik mandiri atau sebagai sebagai musik iringan. sedangkan di Solo. Bonangan Yogya juga lebih sigrak dibandhing dengan permainan rekannya yang di Solo. yang semuanya berbentuk kethuk kalih kerep minggah sekawan. Kebiasaan seperti itulah seperti yang diberlakukan pada gaya Solo. Kebiasaan di Yogya lebih suka menyebut nama dari salah satu gendhing sebagai model garapan kendhang untuk gendhing-gendhing lainnya yang memiliki bentuk yang sama. Yogya sering menggunakan bonangan tronjolan. kemulusan atau kehalusan alur melodik sangat diperhatikan sehingga ketika seorang pembonang mendapati alur lagu (balungan) . tidak masalah bila ia meloncat dari daerah suara tinggi ke rendah atau sebaliknya. Bonangan Yogya di satu segi tidak begitu mempedulikan alur melodik.33 Gamelan Ageng Tabuhan gamelan mempunyai 2 gaya yakni gaya Solo dan gaya Yogyakarta. 2) Bonang. Saya cenderung mengatakan bahwa kendhangan gaya Yogya pada umumnya lebih sigrak (animatif) daripada Solo. Ada kebiasaan yang berbeda dalam menyebut pola tabuhan kendhang di kedua daerah inL Seperti kita ketahui bahwa tabuhan kendhang sangat terkait dengan bentuk gendhing. Perbedaan ciri musiknya adalah : 1) Pola tabuhan kendhang. sedangkan kendhangan gaya Solo relatif lebih sederhana dan tenang namun dalam. Yogya banyak menggunakan garapan yang sinkopatif. seorang pengendhang "boleh" ngendhangi gendhing-gendhing tersebut dengan menggunakan pola yang sama. yang masing-masing mempunyai kekhasan.

Angklung Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran.4. kecekan. biasanya seorang pengrawit harus mele-watinya dengan menggunakan pola nggembyang dan/atau menggunakan rambatan atau peralihan dengan menggunakan pola-pola lagu dengan variasi khusus. Mereka memiliki berbagai teknik tabuhan balungan yang lebih kaya. angklung disamping sebagai alat upacara pertanian. Perbedaan auditif yang paling gampang diidentifi-kasikan adalah lewat tabuhan saron penerus. ia harus menemukan cara agar loncatan tersebut tidak nyeklek (patah). di desa lain angklung dipergunakan sebagai sarana penyebaran agama dan kegiatan yang . Angklung Angklung di Jawa Barat Sumber : Buku Angklung di Jawa Barat sebuah perbandingan Buku I Gambar 2. 3) Balungan. ngencot. Kebalikannya. juga dipergunakan sebagai alat musik bagi bala tentara kerajaan dimana untuk menambah semangat tempur dalam menghadapi musuh sebagai alat musik perang pada zaman kerajaan Pajajaran.58 Bu yang meloncat.4. Tabuhan balungan gaya Yogya cenderung lebih keras dengan menggunakan pola dan teknik yang lebih dikembangkan.34. Kemudian fungsi angklung bergeser sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. sedangkan tabuhan saron penerus Solo mengikuti balungan pokok. di antaranya nggenjot. Tabuhan saron penerus Yogya mendahului tabuhan balungan pokok. dan sebagainya. 2. sedangkan karawitan gaya Surakarta cenderung menggunakan tempo yang lebih cepat. karawitan gaya Yogyakarta cenderung memilih tempo/irama/laya yang lambat.

11 angklung melodi berukuran besar. Macam-macam Angklung 1. 17 angklung iringan. susunan nada C D E G A C. Angklung Modern (pengembang Daeng Soetigna) menggunakan nada diatonis atau disebut juga Angklung Indonesia. Angklung modern cenderung lebih mengutamakan unsur melodi atau lagu. 2. Angklung Tradisi Sunda (pengembang Udjo Ngalagena) murid pak Daeng. Pembelajaran angklung pak Daeng dilakukan dengan cara membaca Notasi dengan gambar Notasi dengan sistem nomor Notasi dengan jari . Nada-nada yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G-C 3 dengan penadaan standar internasional yaitu A . Daeng Sutigna merupakan orang pertama yang mengembangkan angklung sistem tangganada diatonis yang disebut Angklung Indonesia. 5 buah. Laras Diatonis. yang bersifat melodis. memiliki 7 yaitu nada C D E F G A B C. pelog yang bersifat ritmis. angklung 4 buah dan pengiring 5 buah. Angklung Sunda terdiri dari 24 buah angklung melodi 10 buah rincik.440. kini angklung disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan.59 berhubungan dengan pemerintah. Laras Angklung Untuk laras slendro. sedangkan laras pelog dipakai susunan nada C E F G B C untuk laras madenda dipakai susunan nada C E F A B C. Daeng Sutigna (Pengembang Angklung) Angklung mulai terangkat diawal tahun 1938 ketika seorang putra ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Daeng Soetigna (13 Mei 1908 . 17 penghias.8 April 1984) memperkenalkan alat musik tersebut. pelog. seorang ahli pembuat angklung. Angklung Indonesia terdiri dari 73 buah. murid Pak Daeng adalah Pak Udjo. angklung ini berlaras slendro. la berguru kepada Bapak Jaya dari Kuningan. pengembangan yang dilakukan pak Udjo adalah membuat Angklung tradisi berlaras slendro. 28 angklung melodi berukuran kecil.

60 Bu Elang Burung Capung Tikus Kucing Ayam jago Bebek Ikan = = = = = = = = do ti la so fa mi re do Sumber : Buku Angklung Pa Daeng Gambar 2. Notasi Gambar Jadi angklung-angklung yang akan dimainkan diberi atau ditempeli telebih dahulu gambar-gambar tersebut. Belajar Musik Angklung Sistem Nomor Lagu Halo-halo Bandung Do = F 0 Fis Not 16 Ais 3 1 G 2 17 B 4 2 Gis 3 A 4 Ais 3 20 D 5 B 4 21 Dis 6 6 C 7 Cis 5 23 F 1 8 D 9 Dis 6 25 G 2 4/4 10 E 7 26 Gis 11 F 1 27 A 12 Fis 13 G 2 29 B 4 14 Gis 15 A 18 C 19 Cis 5 22 E 7 24 Fis 28 Ais 3 30 C 31 Cis 5 No. Tabel 2.3.35. Urut Angklung 11 13 16 17 19 21 22 23 Notasi Angka 1 = [do] rendah 2 = [re] 3 = [mi] 4 = [fa] 5 = [sol] 6 = [la] 7 = [si] 1 = [do] tinggi .

yaitu angklung ‘tradisi’ dan angklung Indonesia. Yang dimaksud dengan angklung tradisi adalah permainan angklung dengan pola-pola tabuhan tradisi yang bersifat ritmis.61 Angklung Udjo Pak Udjo mengembangkan angklung bertangganada pentatonik juga diatonis. Bedanya dengan angklung-angklung tradisi lainnya. Laras pentatonik adalah Slendro CDEGAC Pelog CEFGBC Madenda CEFABC Pola Permainan Angklung Udjo meliputi jenis permainan angklung. Pola tabuhannya masih tetap berbentuk terputus-putus dengan teknik dimainkan dengan digoyang. angklung tradisi Udjo sudah lebih dikembangkan dari segi pengolahan bunyinya. Bunyi yang dihasilkan dari permainan digoyangkan sudah cenderung merupakan pengulangan melodi pendek-pendek yang dihiasi dengan bunyi panjang unik yang terlahir dari bunyi sebuah angklung yang dimainkan (digoyangkan) secara terus menerus tanpa berhenti. . seperti halnya tabuhan jenis-jenis angklung tradisi pada umumnya.

62 Bu Berikut adalah contoh motif-motif tabuhan angklung tradisi Udjo.36.html Gambar 2. Pada tempat pelatihan angklung (Saung) Pak Udjo dalam pembelajarannya juga menggunakan notasi nomor ataupun kode tangan.edv.do/music.ed/history/curwen. (as adapted by Kodaly (1) (7) (7) (6) (5) (5) (4) (3) (2) (4) (1) Sumber : education deakin. Pembelajaran Musik Angklung dengan Kode Tangan .

63 .

64 Bu .

65 Latihlah lagu-lagu ini .

66 Bu .

67 .

Sampe Alat Musik Tradisional Daerah Kalimantan Timur Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu. Sampe . Bentuk dan ukurannya Panjang sampe . bergandengan erat dengan adat-istiadat. Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali. dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa.37.5. dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur. yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya. Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm. kadang-kadang tiga ataupun empat da-wai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya).25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya). karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut. Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional. agama.35.68 Bu 2. Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif.4. bagian bawah ± 15 cm. Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur. Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 2. Bentuknya dapat dilihat pada gambar 2.kurang lebih 1.

b. yang kolom-kolomnya tersebut permanen). dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1). Cara melaras sampe (dawai 1). Kemudian setelah keadaan berkembang. Khusus pada dawai pertama (C). akan tetapi yang dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe. ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain. Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang). Penampang Resonatur dan Dawai Sampe . Sampe yang berdawai tiga. Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis.69 Karakteristik Sampe a. kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut. di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). Gambar 2. maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar.38. Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar. Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi. hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut. mempunyai nada masing-masing: Dawai pertama Dawai kedua Dawai ketiga = = = C(1) sama dengan dawai pertama G(5) Sedangkan yang empat snaar : Dawai pertama = C(l) Dawai kedua = sama dengan dawai pertama Dawai ketiga = E (3) Dawai keempat = G (5) Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren). pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali.

70

Bu

Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 … dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:

Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama) Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Gambar : 2.39. Cara Melaras Dawai Sampe

71

Cara memainkan sampe : Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara. Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut : 1. 2. 3. Sampe 1 khususnya untuk melodi Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan : 1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng). 2. Untuk mengisi waktu senggang.

2.5. Musik Non Barat
2.5.1. Musik Afrika
Masing-masing kebudayaan mempunyai karakteristik instrumen, performance, sistem nada, pola ritmik, ada negara yang memiliki kedua jenis musik, yakni musik tradisi negara tersebut dan musik popular, ini merupakan kekayaan bermusik yang menakjubkan. Musik ini merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan musik abad 20, komponis yang mengadopsi / terinspirasi dalam komposisinya yakni komponis Prancis, bintang rock Inggirs Band The Beatles (George Harrison), Artis Jazz Amerika John Coltrane.

Sumber : An Appreciation Music

Gambar 2.40. Singing dan Instrumentation into African

72
Karakteristik Musik Afrika

Bu

Kesenian Afrika selalu berbentuk musik perkusi, tarian juga nyanyiannya berbentuk polifonik (bersahut-sahutan) ataupun dengan menyanyi tanpa kata-kata dengan hum ataupun berteriak dan selalu dalam bentuk kelompok. Instrumen Afrika Karakteristik musik Afrika adalah permainan ansambel yang terdiri dari 20 orang pemain, instrumen perkusinya adalah bell, instrumen melodinya flute, trumpet, xylophone dan drum. Keunikannya adalah penyajian musiknya, dalam setiap tari dan alat musik perkusi ditampilkan dalam satu kesatuan

2.5.2. Musik India
Komponis terbesarnya adalah Tyagaraja (1767-1847) Muthuswamy Dikshitar (1775-1835) dan Shyama Sastri (1762-1827) Alat musik khas India adalah : - Alat musik dawai chordophone disebut sitar - Alat musik tabuh membranophone disebut tambura - Alat musik sepasang drum disebut tabla Dibawah ini contoh alat musik sitar dan tabla :
Ciri khas musik India : Pergerakan interval, langkah setengah nada Banyak menggunakan ornamen Penuh nuansa karena perubahan tempo Pola notnya disebut raga, not yang berinterval kadang naik kadang turun.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.41. Musik India

Struktur ritmiknya disebut (Tala) Beat yang terdiri dari 2 – 3 – 2 – 3 disebut Haptal. | 1 2 | 3 4 5 | 6 7 | 8 9 10 | Beat yang terdiri dari 4 – 2 – 4 disebut Shultal | 1 2 3 4 | 5 6 | 7 8 9 10 | Tala adalah permainan Tempo dari lambat sampai sangat cepat.

73

2.5.3. Alat-alat Musik Tiongkok dan Jepang
Kultur tinggi Tiongkok didalam sejarah tercatat dalam 5 dynasti yaitu Dynasti Huang – Ti, Dynasti H Sia, Dynasti Shang, Dynasti Chou dan Dynasti Han. Alat musik yang menonjol sampai saat ini adalah alat musik K’in sejenis Zither kecapi dengan 5 senar sudah ada sejak zaman Dynasti H Sia (1800 – 1500 SM). Alat musik serupa ini di Jepang disebut Koto. Di bawah ini contoh alat musik sejenis Zither, di Jepang disebut Koto.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.42. Fusako Yoshida, is a “master of koto”

2.5.4. Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani
Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah (Palestina) Kinnor, alat musik yang dipergunakan oleh raja Daud sejenis Harpa, lebih tepat disebut Leier senarnya sangat terbatas (5-9 senar) Kinnor adalah cikal bakal gitar hasil kebudayaan pengaruh dari bangsa Semit di Mesir. Alat Musik Kultur Tinggi Yunani - Phorminx termasuk instrumen jenis Leier - Kithara adalah pengembangan Phorminx yang bersenar 7 - Lyra merupakan pengembangan Kithara, jumlah senar Lyra adalah 7 buah

74
Harpa adalah pengembangan dari Harpa Siku dari Italia

Bu

Sumber : Buku Pono Banoe

Gambar 2.43. Instrumen Musik Yunani

75

2.6. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik
2.6.1. Vokal
2.6.1.1. Asal Usul Vokal Musik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi antar sesamanya, musik vokal muncul pada zaman periode Renaissance adalah, Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu. Antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir mempunyai materi suara manusia itu sendiri, dan ini merupakan alat yang kemanapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. 1. Produksi suara Alat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara/ pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil daripada cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator; dada,mulut, hidung, kerongkongan dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi. 2. Teknik Pernafasan Pernafasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernafasan yang baik dan benar seseorang tidak dapat bernyanyi dengan baik.

76

Bu

2.6.1.2. Jenis-jenis Pernafasan a. Pernafasan dada Dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. b. Pernafasan Perut Dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernafasan ini kurang efektif untuk vokal, karena udara dengan cepat dapat ke luar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. c. Penafasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan “volume” menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan nafas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernafasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Keterangan Gambar :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Parietal Bone ( Tulang Ubun-ubun) Frontal Bone (Tulang Dahi) Frontal Sinus ( Rongga Kepala ) Nasal Cavity ( Rongga Hidung ) Hard Palate ( Langit-langit keras ) Soft Palate ( Langit-langit lunak ) Teeth-gigi Tongue-lidah Hyoid Bone ( Tulang Hyoid ) Epiglottis (Katup celah suara ) Larynx (Pangkal Tenggorok ) Tachea ( Batang Tenggorok ) Bronchi ( Saluran Pernafasan ) Speroid Sinus ( Rongga Speroid ) Decipital Bone ( Tulang Belakang ) Nasal Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga hidung Oral Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut Laryngeal Pharynx Lobang pangkal tenggorokan Vocal Cords ( Pita suara ) Esophagus ( Paru-paru ) Lungs ( Paru-paru ) Diaphragm (Diafragma ) Abdominal muscles ( Otot-otot perut)

Sumber : Teknik Vokal

Gambar 2.44 Bagian Tubuh Manusia

Wilayah Suara Manusia .6. Wilayah suara Pada umumnya jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran. Alto.77 2. Suara manusia dewasa : Perempuan Alto : F kecil – D2 Mezzo sopran : A kecil – F2 Sopran : C1 – A2 Laki-laki : Tenor : C kecil – A1 Bariton : A kecil – F1 Bas : F bas – D1 Sumber : An Apreciation Music Gambar 2. sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas. dan Bas.1.45.3. Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto. Tenor.

46. interval. Keel dan Sieber. seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya. berikut ini teknik berlatih artikulasi. Artikulasi . 2. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati. Gabungan antara praktek dan teori dalam bernyanyi dimulai vokalisi dan etude dari Concone. Vaccai. intonasi. ucapan.78 Bu Yang harus diperhatikan dalam belajar menyanyi : 1. Ekspresi/penjiwaan Untuk menyanyikan sebuah lagu. 3. penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi. Pemanasan: pernafasan. Sumber: Teknik Vokal Gambar 2. tangganada mayor dan minor. kita sebaiknya juga melatih artikulasi. Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boleh tegang. 4. caranya dengan memberi olah raga kecil. melodi pendek dan panjang. dalam berlatih bernyanyi disamping berlatih vokalisasi. c. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal : a. Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. Artikulasi/pengucapan : Pengucapan kata harus tepat dan jelas.Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna. Frasering Dalam lagu ada yang disebut “frasering” yaitu panjang / pendeknya kalimat dan kesatuan arti. b. sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah.

Untuk itu maka nada F harus dinaikkan ½ laras sehingga menjadi Fis (F#). Sebagai contoh. 2. Natural : adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik. Tangganada Diatonis Mayor Tangganada Mayor Kruis. adalah dengan mengambil nada ke 5 dari tangganada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangganada mayor baru tersebut. Tanda untuk menurunkan ½ nada : disebut Mol(Flat/Dur).79 2. 1 1 ½ 1 1 1 ½ Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut Tanda alterasi yang menyebabkan nada F menjadi Fis Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangganada yang baru adalah dengan .2. Susunlah tangganada natural C Mayor C 1 D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. TANGGA NADA Diatonis Mayor: Susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak 1-1-½ -1-1-1-½.2. tanda turun ataupun tanda mengembalikan ke nada semula. Susunlah tangganada Mayor yang baru G A B C D E F# G 3.6. Tanda untuk menaikan ½ nada : # disebut kruis(Palang/Sharp). karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan ½.G belum benar. Ambil nada ke 5 dari tangganada tersebut (C Mayor) yaitu nada G G A B C D E F G 1 1 ½ 1 1 ½ 1 Pada susunan tangganada tersebut. jarak nada E – F dan F . Palang atau Sharp ( # ) Untuk membuat tangganada mayor yang baru.6. cara membuat tangganada G Mayor (1#) 1.1.

1. Flat atau Dur ( ) Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangganada baru pada 1 tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangganada 1#. yaitu nada F. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. Selanjutnya kita susun urutan nadanya D E F# G A B Nada F tetap menjadi Fis Selanjutnya kita cocokan jaraknya D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B 1 C D C D 2. pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut : Tangganada Mayor Mol. C 1 Susunlah tangganada natural C Mayor D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. Kemudian susunlah menjadi sebuah tangganada baru. .80 Bu mengambil/melihat nada ke 5 dari tangganada sebelumnya. B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis 3. Susunan nada menjadi D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B C# D 1 ½ Contoh penulisan nada Fis. Ambil nada ke 4 dari tangganada tersebut. Menentukan tangganada 2# Nada dasar dari tangganada 2# ialah nada ke 5 dari tangganada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D. dan Cis. Pada pembuatan tangga nada 1 nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya .

6. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1.81 3.1 – 1 – 1 – ½ Bes 1 C 1 D E Seharusnya jarak D-E adalah ½. Maka nada B harus diturunkan ½ nada. Susun tangganada baru (F Mayor) dan seterusnya F G A B C D E F 1 1 Seharusnya jarak A-B adalah ½ agar sesuai dengan rumus jarak tangganada Mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. Tangganada Bes yang benar adalah : Bes 1 C D 1 ½ Es 1 F 1 G 1 A ½ Bes 2.1 – 1 – 1 – ½ F G A Bes C D E F 1 1 ½ 1 1 1 ½ Tanda alterasi yang menyebabkan B menjadi Bes.2. agar dapat berjarak ½ maka nada E diturunkan ½ maka menjadi E ( Es ) 3. Cocokan jaraknya dengan pola 1 – 1 .½ . Maka tangganada 2 adalah Bes Mayor. nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya(F Mayor) yaitu Bes. Tangganada Diatonis Minor .2. 2. Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A B C Cocokan jaraknya agar berpola 1 – 1 – ½ . Tangganada selanjutnya adalah 2 . sehingga B B (Bes) 4.

2. 3. Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangganada minor harmonis Susunan nadanya = A la 1 B si ½ C do 1 D re 1 E mi ½ F fa 1½ G# sel ½ A la Cara membuat tangganada minor : 1. Cocokan dahulu jaraknya Jarak untuk tanggganada minor: 1–½-1–1–1–1–½-½ 4.82 Bu Tangga nada minor terdiri atas minor asli. G Mayor Turun 1 ½ nada E ½ F 1 G Nada ke 5 dari tangganada minor sebelumnya. . Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangganada G mayor diturunkan 1 ½ laras(relatif minor dari G Mayor). dijadikan nada pertama dari tangganada minor baru.2. Jadi Tangganada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor Cara ini disebut mencari relatif minor. AKOR .3. harmonis dan melodis.6. Susunan nadanya menjadi E 1 F# ½ G 1 A 1 B ½ C 1½ D# ½ E 2.

Interval d – f adalah Terts minor Interval f – a adalah Terts mayor Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor. Macam-macam Trinada : Ada 4 macam trinada yaitu trinada mayor. . Trinada Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts. terts dan kuint Dasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor.Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts mayor dan terts minor.83 Akor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama. a. Interval c – e adalah terts mayor Interval e – g adalah terts minor Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts minor dan terts mayor. minor. b. 1. . Sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint diatas dasar. Susunan Trinada Terdiri dari dasar. diminished dan augmenthed.

IV. Dominan VI. III. Submediant VII. Nama tingkatan akor : I. Susunan Trinada dalam tangga nada Mayor. Tonik Supertonik Mediant Subdominant V. . Interval f – a adalah Terts mayor Interval a – cis adalah Terts mayor c. Akor 7 (caturnada) / akor Septim Sebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not diatasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim.84 Bu Interval d – f adalah Terts minor Interval f – as adalah Terts mayor Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. Leading not Susunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik 2. II.

Cara menentukan akor pada lagu Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya. C Dm Em F G Am ( Bo ) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah : I II III IV V VI ( VIIo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar. maka akorakor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah : Tingkat I nya adalah G berarti akor G .6. dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya. Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do=G. Akor septim dalam tangga nada Mayor b. o = adalah diminished Tingkat I. dan VI adalah akor minor Tingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya. dan V adalah akor mayor Tingkat ke II. Misalnya ada sebuah lagu ditulis do = C maka berarti lagu tersebut akan menggunakan Akor-akor yang terdapat dalam tangganada C Mayor : C – D – E – F – G – A – B – C.2. III. Akor septim dalam tangga nada Minor Harmonik 2. IV.85 a.4.

IV dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C. prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I. Apabila menurut kita akorakor tersebut tidak sesuai dengan melodinya maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangganada dasar lagu yang bersangkutan.bisa juga satu akor lebih dari satu bar (misalnya satu akor memakai dua bar / lebih). Bu Jika kita lihat akor-akor utama / mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I. yaitu tingkat II. 1. dan VI. Hal ini dapat kita amati pada bar awal dan akhir dari contoh lagu berikut ini: Awal lagu Akhir lagu 2.dua akor di dalam satu bar . Yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut. F dan G. juga dengan cara melihat/menganalisa nada-nada di tiap ketuk yang . dan seterusnya.satu akor di tiap bar . Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal / akor pertama dari sebuah lagu. IV dan V) akor G. Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan “strong beat” yaitu nada yang jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga dalam satu bar. Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke Satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke Satu dari bar / kotak terakhir pada lagu dan artinya akord itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. III. Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I. IV dan V. C dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangganada. Cara meletakan akornya adalah bisa kemungkinannya : . Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu. Pada melodi yang belum ada akornya akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangganada dasar dari lagu tersebut.86 Tingkat II nya adalah A berarti akor Am Tingkat III nya adalah B berarti akor Bm Tingkat IV nya adalah C berarti akor C ….

3. 2. . serta karena sifat kepraktisan dalam pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu yang bertahun-tahun. B.6. Keyboard dalam kaitannya dengan penampilan panggung pertunjukan musik pop tentulah membutuhkan kekhususan. yakni memainkan alat ini pemain dapat menciptakan permainan bersifat band ataupun orchestra kecil. Alat-alat elektronik kini menjadi jawaban atas kepentingankepentingan tersebut. Tabel. alat musik inipun diciptakan memiliki produksi suara. Memainkan keyboard Mengoperasikan program MIDI Level kualifikasi Pemain tingkat Madya Operator Jenjang pendidikan SMK Alat Musik Elektronik Alat musik electrophone adalah alat musik yang ragam bunyi atau penguat bunyinya disebabkan adanya daya listrik. Program keahlian keyboard adalah kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada bidang musik.87 terdapat didalam bar/kotak yang akan kita cari akornya lebih dominan membentuk ke akor apa saja. Penerapan Akor pada Instrumen Keyboard Pertimbangan dimasukannya Keyboard dalam kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat atau telah dikenal luas di masyarakat. Sebelum kita memainkan keyboard kita terlebih dahulu mengenal tombol-tombol keyboard.1. Kompetensi Keterampilan Keyboard Standar kompetensi A. keterangan di bawah ini adalah khusus untuk keyboard merk Yamaha. 2. instrumen macam-macam. pengoperasian setiap keyboard berbeda tergantung dari jenis produk dan jenis serinya. praktis. Alat musik ini dirancang untuk sajian musik bagi jangkauan jumlah besar penonton di lapangan terbuka atau dalam ruangan luas.

C. B. tergantung dari kategori instrumen yang kita pilih). jadi dengan itu kita bisa tekan tuts keyboard bersamaan disatu tempat dengan suara .3. B.6. Layer voice (right 2) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara dua pada keyboard. Main voice (right 1) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara satu pada keyboard (pilihan suaranya sangat banyak.1. 1. Mempelajari Tombol-tombol Keyboard A. main voice } layer voice } upper left voice } lower TOMBOL VOICE terbagi menjadi 3 yaitu : A.88 Bu 2.

2. dan bisa juga dibilang musik pengiring yang digunakan saat kita memainkan melodi dengan tangan kanan. Left voice : instrumen beda (dobel) sehingga layer voice menjadi suara kedua dari main voice (sama halnya dengan main voice. . Tombol yang memfungsikan kerjanya suara keyboard pada bagian kiri dengan batas range tertentu dan pilihan kategori suara instrumen tertentu yang dibatasi split point (sama halnya dengan main voice dan layer voice pilihan suaranya sama banyaknya juga bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). Bagian-bagian Style : .89 C. dan akor berikut rhythm dengan tangan kiri.Ending : musik pada akhir lagu dan menjadi tanda berakhirnya lagu setelah melodi lagu. . .Accompaniment : tombol untuk mengaktifkan background musik yang sesuai dengan style pilihan kita.Intro : musik pada awal lagu sebelum masuk melodi lagu. Di dalam style ini sendiri terdapat channel-channel yang berisi permainan drum rhythm.Main : pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh. pilihan suaranya sama banyaknya dan bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). . .Break : variasi permainan drum rhythm untuk style yang pada tiap masanya sama. STYLE (Irama) : Permainan rhythm (iringan) sekaligus background (accompaniment/latar) musik yang terdiri dari beragam jenis musik.

jadi bukan hanya setting suara. Start + stop : tombol yang menyebabkan style akan aktif langsung untuk memulai. MEMILIH STYLE DAN USER : Tempat yang dipakai untuk menyimpan data hasil modifikasi atau buatan kita sendiri. MUSIC FINDER Music finder : tombol yang berfungsi untuk setting otomatis sebuah lagu yang ingin kita mainkan. 3. ONE TOUCH SETTING Tombol yang jika kita tekan maka beberapa pilihan setting suara yang sesuai dengan style yang kita pilih akan tersedia secara otomatis. User terdiri dari : User style User song 4. tapi juga . OTS Link : tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat memainkan main pada one touch setting. Sync start : tombol yang mengaktifkan style saat akor dimatikan.90 - Bu Auto fill in : variasi rhythm yang fungsinya sama seperti break dan akan aktif pada saat menekan main. 5. Sync stop : tombol yang menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akor yang dimainkan.

TRANSPOSE Tombol yang berfungsi sebagai pengubah nada dasar.91 setting style. sehingga kita hanya menekan tombol Play. efek dan sebagainya (kita bisa menyimpan 400 setting dan bisa kita pilih sendiri sesuai lagu yang akan dimainkan). Midifile tersebut bisa diperoleh dari Sample Song di dalam keyboard. jika ingin menurunkan ½ nada kita tekan – satu kali. download file dari internet. 6. jika ingin memainkan ½ nada kita tekan + satu kali. SONG Lagu jadi yang sudah dibuat. tempo. dan dengarkan menurut pilihan lagu yang kita pilih. terdiri dari 8 tempat memory yang ditulis dalam urutan angka. 7. 8. REGISTRATION MEMORY Tempat penyimpanan setting yang aman. Lagu yang dimaksud disini adalah midifile. atau hasil .

MULTI PAD Multi Pad bisa digunakan untuk memainkan sebuah permainan pendek yang berupa rhythm atau rangkaian melodi.92 Bu rekaman permainan sendiri. yang disimpan dalam smart card atau floppy disk. Panduan tersebut berupa suara klik yang berbunyi seiring ketukan birama dan tempo yang sudah anda tentukan. yang dapat menambah variasi permainan kita. METRONOME Metronome yang terdapat di keyboard akan memberi panduan menghitung birama saat belajar musik. dengan melihat notasi lagu midifile yang 11. Multi Pad dikelompokkan dalam grup-grup atau “BANK” dimana tiap-tiap BANK berisi 4 tipe permainan. teman atau guru anda. . 10. SCORE Anda bisa melihat notasi dari lagu yang telah anda pilih dengan menggunakan fungsi SCORE. 9.

93 telah anda pilih. anda berlatih atau memainkan lagu tersebut tanpa memerlukan buku atau cetakan lagu tersebut.2 Mempraktikan dengan lagu . 23231 2.3.6.

94 Bu .

95 .

96 Bu .

97 .

98 Bu .

99 .

100 Bu .

101 .

102 Bu .

103 .

104 Bu .

105 .

106 Bu .

107 .

108 Bu .

109 .

110 Bu .

111 .

112 Bu .

113 .

114 Bu .

115 .

116 Bu .

117 .

118 Bu .

119 .

120 Bu .

Pola iringan gambang kromong adalah baku. .4.121 2. Pola iringan nada 1 (Do) adalah : __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola iringan nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola iringan nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola iringan nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Ragam Tabuhan Dilagu Dicaruk (dikotek) Di gemyang . . 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 Nada yang digunakan sebgai standar dalam gambang adalah nada D. . . . lebih kurang 3 ½ oktaf (gemyang). . . . . Teknik Memainkan Gambang Kromong Nada Gambang . . . Terdiri dari 18 bilah kayu yang merupakan oktaf (gembyang) yang berulang.6. dari nada yang rendah sampai ke nada tinggi.

GAMBANG KROMONG Seperti telah dibahas pada Bab sebelumnya bahwa ansambel Gambang Kromong terdiri dari instrumen pokok Gambang. Kromong. Pada bahasan akan dibahas alat pokoknya saja.122 Pola Kotekan Kromong Nada pada Kromong Pencon bagian atas Pencon bagian bawah Pola nada 1 (Do) __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Bu 65321 23156 Lagu yang selalu dinyanyikan dalam setiap permainan gambang Kromong disebut lagu Sayur. gitas Bas. Kerangka lagu kicir-kicir adalah sebagai berikut : . Kecrek serta alat musik gesek seperti Tehyan. instrumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin. PRAKTIK MEMAINKAN GAMBANG KROMONG 1. Dengan contoh lagu Kicirkicir diharapkan bisa mewakili untuk memainkan lagu-lagu Gambang Kromong yang lain. Syair lagu yang terdapat dalam lagu kicir-kicir berupa sajak. Gong. Drum dan Keyboard. Kongahyan dan Sukong. Tetapi dewasa ini sudah mulai ada perubahan alat seperti Ningnong (digantung). Bisa AB-AB atau AA-BB. Kempul.

. | P P (6) . . Pada bagian lagu akan dibahas satu persatu cara memainkannya. | (5) . . 2 22 3 (2) Instrumen lain masuk dan nada 2 (re). . 2 (re). 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 Wilayah jatuhnya nada Wilayah nada untuk kotekan untuk lebih jelasnya lihat pertitur lagu dan tabuhan Gambang di bawah ini : __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | 03 35 | 3 . . . | 3 .6 36 | | (5)5 35 . | 3 .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan . P . . | P | (1) . :|| Jalannya sajian adalah sebagai berikut.5 35 | 35 35 . | 3 . . . . 2 22 3 ||: (2) .2 22 3 | (2)5 35 .6 36 | 36 36 . .123 Intro : __ __ __ __ P P 03 35 | 3 . 3 (mi) dan 5 (sol) pola kotekannya menggunakan 05 35 sedangkan untuk jatuh nada 6 pola kotekannya menggunakan 06 36. 5 35 | 35 35 . setelah melakukan intro instrumen Gambang memainkan lagu dengan pola kotekan yang mengacu pada jatuhnya nada .5 35 | __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 .5 35 | (6)6 36 . pola kotekan adalah sebagai berikut 05 35 dan 06 36 untuk jatuh nada 1 (do).5 35 | 35 35 . . . intro dilakukan oleh instrumen Gambang dan Kromong secara berbarengan nada intro adalah : __ __ __ __ 03 35 3 . GAMBANG. P . | P . | 3 . Nada yang ada dalam instrumen Gambang adalah sebagai berikut dimulai dari sebelah kiri atau nada paling rendah.

5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan GONG dan kempul untuk pola tabuhan Kempul dan Gong lihat pada kerangka lagu kicir-kicir di atas.2 __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . Berikut tabuhan instrumen kromong : __ __ __ | 03 35 | 3 . ) adalah tabuhan Gong.5 35 | 35 35 . Tanda P diatas not menunjukkan tabuhan Kempul sedangkan tanda ( .6 __ 35 | __ 36 | | (5)5 35 .5 35 | 35 35 __ 22 3 | __ __ . . nada yang terdapat dalam instrumen Kromong adalah : Wilayah nada untuk kotekan 6 5 3 2 1 2 3 1 5 6 Wilayah jatuhnya nada Cara memainkannya sama dengan instrumen Gambang yaitu dengan pola kotekan Nada untuk kotekan adalah nada yang terdapat dalam instrumen di atas.6 __ __ __ 35 | 35 35 __ __ __ 36 | 36 36 __ .5 35 | __ (2)5 __ (6)6 __ 35 __ 36 __ . sedangkan nada jatuhnya adalah nada yang ada dibawah. Setiap satu gong terdiri dari 2 tabuhan kempul.5 __ .5 __ .124 Bu KROMONG.

NINGNONG. .x Mulai menabuhnya dan nada 2 (re) yang dipukul dua kali. . Urutan nada yang diatas dari kiri adalah nada 1. . Lihat penerapannya pada cuplikan lagu kicirkicir. .125 KECREK. nada 6 dan nada 5 lalu yang dibawah nada 3. | .2 22 3 (2) . . . . Ningnong berfungsi untuk menguatkan rasa seleh atau jatuhnya nada aksen. . .x xx dan seterusnya sama. penekanan pukulannya pada hitungan ke I dan ke III. 1 03 35 3 . . | N 3 N 3 __ __ N .x xx . Penerapannya dalam lagu Kicir-kicir adalah : __ __ __ __ . :|| KENDHANG. . . 3 . . __ __ __ __ __ __ __ __ Kecrek : xx . fungsinya sebagai pengatur tempo/irama.x xx . . . N .2 22 3 (2) .2 22 3 ||: (2) . Tabuhan Ningnong kita simbulkan dengan tanda N diatas not. . . nada 2 dan nada 1 rendah. . . N | (6) . . . | 3 N 3 . .x xx . 3 . Instrumen ini letaknya dengan cara digantung. 3 . Pola tabuhannya adalah seperti bahasan di atas. adalah sejenis kempul yang ukurannya lebih kecil.x xx . | . __ __ __ __ 03 35 3 . . pola tabuhan kecrek adalah sebagai berikut : . Lihat penerapannya pada lagu kicir-kicir di bawah ini : __ __ 03 35 | N |(1) N |(5) . .x xx .

126 Bu Jali-Jali Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

127 Sirih Kuning Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

128 Bu Kicir-Kicir Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

Gender. pada upacara resepsi pernikahan adat jawa. buka ialah nada yang ditabuh untuk memulai suatu gendhing dan biasanya dilakukan oleh ricikan Rebab. Di bawah ini penjelasan cara memainkan gamelan : Lancaran Kebo Giro berfungsi untuk penyambutan tamu besan. Teknik Memainkan Gamelan Untuk tahap awal menabuh gamelan Jawa dapat dimulai dalam bentuk Gendhing yang sederhana yaitu bentuk Lancaran. Jalan sajiannya adalah sebagai berikut: Bagian Buka. Jadi bila ada not titik bawah artinya nada yang dipukul juga nada yang ada diricikan bawah. titik atas dan titik bawah pada not menunjukkan pukulan dimana saat melakukan buka. Lancaran sifatnya riang dan bisa menceritakan suasana gembira. Kemudian dalam bentuk Lancaran ada yang tidak memakai vokal (instrumentalia) dan ada yang memakai vokal. Kendhang dan Barung Barung.6. Susunan nada dalam Bonang Barung Pelog adalah sebagai berikut : 4 7 6 1 5 2 3 3 2 5 1 6 7 4 Atas Bawah .5.129 2. Pada gendhing bentuk lancaran buka dilakukan oleh rincikan Bonang Barung.

Jadi kesimpulannya adalah pada bagian buka dilakukan oleh Bonang Barung lalu diteruskan oleh Kendhang dan semua instrumen baru masuk pada nada terakhir. Bagian gendhing. setelah melakukan buka kemudian Bonang Barung memainkan lagu dengan pola gembyang cegatan. lihat contohnya : Nada awal ditabuh satu-satu sesuai not dan letaknya kemudian di gatra terakhir atau gatra keempat sudah gembyang cegatan. Lancaran Kebo Giro terdiri dari 4 baris dimulai dari baris 1 sampai keempat lalu balik ke baris 1 dan begitu seterusnya sampai pada suwuk (berhenti). Instrumen kedua yang masuk adalah instrumen kendhang mulai dari gatra ke tiga. Bonang Barung.130 Bu Setiap bentuk Lancaran gatra terakhir sudah mulai dengan gembyang cegatan. lihat contohnya : Setelah itu semua instrumen masuk dan nada 5 atau paling belakang. Dibagian gendhing kita mulai pembahasan dan instrumen : 1. Lihat contoh di bawah ini : . yaitu setiap gatra ditabuh dua kali dengan patokan gembyangnya nada yang dibelakang.

Saron.131 Pukulan Bonang Barung tidak berbarengan dengan ricikan Balungan (Demung. tetapi praktek menabuhnya tentu saja tidak sama cuma namanya saja yang sama. Slenthem) jika dalam memukulnya berbarengan maka tabuhan Bonang Barung salah. Bonang Penerus. Untuk lebih jelasnya. pola tabuhan dalam bentuk lancaran irama lancaran sama dengan pola pada Bonang Barung yaitu Gembyang cegatan. lihat di bawah ini : . 2. Begitu seterusnya sampai gendhingnya berhenti.

Kemudian pola D atau suwukat digunakan untuk .B. C Kebetulan Lancaran Kebo Giro hanya terdiri dan dan 4 baris jadi gambaran pola kendhangannya seperti tersebut di atas. mulai-berhentinya sebuah sajian gendhing tergantung pada kendhang.B. C dan D (lihat pada bab di atas). B.B.B. Kendhang. C Pola C dinamakan juga cengkok salahan artinya untuk memantapkan rasa seleh dan hanya digunakan pada baris terakhir tapi bentuk lancaran. kemudian pada putaran kedua dan seterusnya baris I dengan pola B. Untuk lebih jelasnya dapat dirumuskan sebagai berikut : Putaran 1 : A. B. B. C Begitu juga apabila bentuk lancaran yang terdiri dan 5 baris berarti dapat dirumuskan sebagai berikut: Putaran 1 : A. kendhang bertugas sebagai pamurba irama. B. B. baris III dengan pola B dan baris IV dengan pola C. baris II dengan pola B III dengan pola B dan baris IV dengan pola C ini pada putaran pertama. artinya pola A hanya dipakai sekali setelah buka.B.C Putaran II dan seterusnya : B.B. Untuk bentuk lancaran pola kendhangan ada 4 macam yaitu cengkok A.C Putaran II dan seterusnya : B. Kemudian penerapannya pada lancaran Kebo Giro adalah sebagai berikut : setelah buka baris I dengan pola A.C Putaran II dan seterusnya : B.132 Bu 3. baris II dengan pola B. Kalau misalnya ada lancaran yang terdiri dari 3 baris berarti pola kendhangannya adalah : Putaran 1 : A. B. artinya cepatlambat. B.

Tabuhan kempul bisa disimbolkan dengan tanda atau P yang terletak di atas not. termasuk dalam golongan ricikan struktural artinya penempatannya dalam sebuah gendhing mempengaruhi jenis gendhing tersebut. Kempul. Kempul Laras Pelog terdiri dari nada 6. Ricikan Gong terdiri dan 2 macam yaitu gong gedhe dan gong suwukan. Dalam lancaran Kebo Giro kita bisa memakai kempul dengan nada 6 saja dan cara menabuhnya berbarengan dengan jatuhnya nada. 1 dan 7. sedangkan Gong Suwukan ditabuh pada tiap akhir baris kecuali baris terakhir. nada 5.133 memberhentikan gendhing. Gong Gedhe ditabuh hanya setelah buka dan pada baris terakhir nada terakhir. nada 1 dan nada 7. 4. Untuk lebih jelasnya lihat penerapannya pada bentuk Lancaran Kebo Giro di bawah ini : Ket : hal ini brlaku untuk setiap bentuk lancaran 5. Dalam jenis Lancaran kita bisa memakai Gong Gedhe salah satu dan Gong Suwukan dengan nada 2 saja. 6. Contoh : . nada 3. Gong gedhe nadanya 3 dan 5 sedangkan gong suwukan nadanya 2. Pola D penggunaanya pada baris terakhir. yaitu jika kendhang sudah menggunakan pola D maka tidak lagi menggunakan pola C dan artinya gendhing tersebut akan berhenti dengan ciri pada baris terakhir tempo semakin pelan yang tentu saja diatur oleh kendhang. Gong.

5 pertama tangan kanan menabuh nada 6 terus nabuh nada 5. nada 3. nada 2. Jadi tangan kiri mengikuti kemana tangan kanan menabuh nada.5 .2 . termasuk dalam jenis ricikan balungan.2 . Untuk jenis gendhing yang memakai vokal kita pakai Lancaran Gugur Gunung di bawah ini : .3. sekarang akan kita bahas jenis Lancaran yang memakai vokal. Di atas sudah dibahas Jenis Lancaran yang tidak memakai vokal. Kenong dan Kempul. Setiap satu baris terdiri dan 4 kali tabuhan dan menabuhnya mengikuti jatuhnya nada atau mengikuti nada di bawah tanda symbol Kenong. selanjutnya tangan kanan menabuh nada 3 baru tangan kiri memegang nada 5 dan seterusnya. Bu Kenong. nada 1 dan nada 7. Lihat penerapannya pada Lancaran Kebo Giro di bawah ini : 7. nada 5. Gong dan Kendhang tetap sama. pada saat tangan kanan nabuh nada 5 maka tangan kiri memegang nada 6. Cara menabuhnya adalah tangan kanan untuk menabuh sedangkan tangan kiri untuk "mathet" atau memegang setelah nada ditabuh. tabuhan dan pola sama tetapi yang berbeda hanya nadanya saja. Tabuhan Kenong biasa disimbolkan dengan tanda atau N yang terletak di atas not Contoh: 5 berarti nada yang ditabuh kenong juga nada 5 atau 2 berarti nada yang ditabuh kenong adalah nada 2 dan seterusnya. nada-nada yang ada didalamnya adalah : 1 2 3 4 5 6 7 untuk laras pelog sedangkan untuk laras slendro nadanya adalah. Tetapi tidak setelah ditabuh langsung dipegang melainkan berbarengan dengan tangan kanan menabuh nada berikutnya. Bonang Penerus. Saron dan Slenthem. Jenis Lancaran mi pola tabuhan instrumen Balungan.6. Untuk Bonang Barung.134 6. 6123561. nada dalam Kenong Laras Pelog adalah nada 6.6.3. Contoh : . Demung.

.135 Untuk ricikan Bonang Barung. Bonang Penerus. Kalau yang tidak memakai vokal penafsiran nada tabuhannya tiap 1 gatra. Kempul dan Kenong cara menafsirkan nada tabuhannya adalah tiap 2 gatra.

Fungsi seninya : .6. karena pengaruh keperluan teknik terutama kreasi Mang Koko kacapi dapat berjumlah 22 s/d 26 senar. kacapi rincik. Kacapi kawih/siter dapat pula dimainkan untuk permainan individu. Teknik Memainkan Kacapi Perkembangan dimasukannya Kacapi sebagai kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat.Saat ini untuk hiburan .Dahulu untuk pengiring upacara siraman dan dahulu untuk dinikmati bangsawan Cianjur . Kacapi adalah bentuk akulturasi dari alat musik K’in dari Cina dan Koto di Jepang. resonator mengacu dari kayu dan alat petik tersebut ada yang disebut jentreng. Peta Unit Kompetensi Keterampilan Kacapi Level Purwana Yuwana Madya Madya Utama Purna Jenjang Pendidikan SMK Diploma Kacapi merupakan alat musik petik (waditra) yang memiliki (dawai) sebanyak 7 sampai 20. dan kacapi siter.2. Berikut diuraikan jenis kacapi : 2.6. gembira. sulingnya berlaras da-mi-na-ti-lada dengan 6 lubang. Yang berlaras pelog bernuansa lembut dan yang berlaras slendro bernuansa China. berlaras lebih tinggi. 6. kacapi perahu.136 Bu 2. atau dikenal luas di masyarakat.1 Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi suling Kacapi suling instrumennya terdiri dari kacapi dan suling. oleh karenanya warna suaranya berbeda. kacapinya adalah kacapi kawih/siter.6. bahkan bisa lebih. Kacapi berlaras pelog dan slendro atau berlaras da-mi-na-ti-la-da. Kesenian kacapi suling: adalah memainkan lagu-lagu instrumentalia dan pop Sunda. Tabel.6.

137 Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.47. iringan atau bas.Kacapi Kawih/Siter berlaras pelog dan slendro Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Gambar Kacapi Suling 1. berlaras pelog. slendro dan madenda. Permainan Kacapi Suling Secara Mandiri Tinjauan dari permainan kacapi yang dapat dimainkan secara mandiri adalah: .Kacapi tembang Cianjuran Fungsi seni tembang Cianjuran adalah sebagai pengiring.48. Perangkat instrumennya : Kacapi perahu (indung): berfungsi sebagai tangan kiri. .

Kacapi Rincik Melodi dan Birama Sumber STSI Bandung Gambar 2. yang disebut kacapi suling instrumental. Kacapi Perahu . Sedangkan permaianan kacapi yang ada vokalnya atau mamaos disebut kacapi tembang sunda cianjuran.50. Salah satu contoh lagu tembang cianjuran seperti lagu “Papatet” yang dibawakan oleh juru tembang atau disebut siden [juru mamaos] dalam kacapi tembang Lagu-lagu dalam tembang sunda seperti lagu “Papatet “ ini bisa disajikan dengan vokal atau bahkan bisa disajikan dengan suling saja. Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.49.138 Kacapi Rincik : 1) Sebagai melodi 2) Sebagai ketukan irama/tempo Bu Kacapi Indung sebagai ritem dan bas Sedangkan kacapi Rincik yang lebih kecil berfungsi sebagai melodi dan sulingnya sebagai pembawa lagu.

Permainan kacapi instrumental wanda anyar menunjukkan teknik petikan kacapi dan macam-macam tekniknya. dan permainan kacapi wanda anyar ini lebih banyak dimainkan pada alat kacapi siter elektrik dua sampai tiga buah kacapi siter dan dan dalam penyajiannya lebih banyak membawakan lagu-lagu yang lagi populer ngetren pada jamannya.139 Celempungan Celempungan adalah permainan satu atau dua buah kacapi siter ditambah instrumen Rebab sebagai pembawa melodi lagu. Ciri khas dari petikan wanda anyar ini adalah : Aransemen dan gelanyu sebagai jembatan antar melodi . instrument kendang yang terbuat dari kayu dan kulit sebagai pembawa irama. Misalnya lagu “Kalangkang” dan “Cinta Ketok Mejik”. Musik Celempungan Wanda anyar Yang dimaksud wanda anyar disini adalah permainan kacapi kreasi baru.51. Dalam penyajiannya celempungan biasanya membawakan lagu-lagu yang terikat oleh birama atau tempo. vocal atau juru sinden sebagai pembawa lagu. dan instrumen gong sebagai pemanteb. - Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. seperti misalnya lagu “Eslilin” atau “Manuk Dadali” dan sebagainya.

Sistem dan Nilai Nada Sistem nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) pada umumnya meliputi laras salendro. yang membedakan tinggi rendah nada dalam setiap laras. papantunan.140 Bu Aransemen yang disukai kaum muda. dedegungan dan penambih. Kaya akan hiasan lagu Memiliki etude petikan kacapi Kacapi yang dimainkan adalah kacapi kawih/siter. Jari tengah = c. Untuk lebih jelasnya perbedaan B. . 2. Yang dimaksud dengan papantunan. Penjarian Yang dimaksud penjarian adalah penggunaan jari-jari tangan baik kanan maupun kiri pada waktu memetik senar kacapi. terletak pada intervalnya. Untuk mempermudah dalam penulisannya. Contohnya lagu “Eslilin” A. Menurut teori Machyar. jari manis = d dan kelingking = e. jejemplangan dan dedegungan adalah bentuk syair lagu yang dibawakan atau dinyanyikan secara bebas atau merdeka yang tidak terikat oleh birama maupun temponya. tangan kanan dilambangkan dengan hurup A (besar) dan tangan kiri dengan hurup B (besar). Permainan Sebagai Pengiring Petikan-petikan kacapi indung dalam tembang Sunda atau kacapi suling sangat berperan terutama dalam mengiringi lagu-lagu. penuh kreasi. Telunjuk = b. degung (pelog). Contonya : Jenis papantunan dalam lagu “Papatet” Daweung di ajar ludeung Gunung Galunggung kapungkur Gunung Sumedang katunjang Talaga sok kawahyahna Rangkecik ditengah leuweung Ulah pundung kudisungkun ulah melang teu diteang Tarima raga wayahna ngancik di nagara deungeun Sedangkan yang dimaksud dengan panambih adalah lagu tambahan dari jenis lagu di atas yang dinyanyikan secara teratur dan terikat oleh aturan birama maupun temponya. jejemplangan. Sedangkan jari-jarinya baik kanan maupun kiri dilambangkan dengan huruf-huruf kecil yaitu : Ibu jari (jempol) = a. Penulisan lambang-lambang jari ini biasanya diletakkan disebelah kiri susunan nada (melodi gending) yang akan dimainkan. dan madenda (sorong). ekspresif nada-nadanya.

2 . Contohnya 1 2 3 4 2. 3 . Apabila disusun sebanyak 20 nada (ke samping dan ke atas) seperti di bawah ini : . . : 4 3 . . 4 .. bernilai satu ketukan. 3 . . . bernilai seperempat ketukan. Laras salendro Laras degung Laras madenda . .. .. 5 4 . . . Not yang berdiri sendiri. . . Not yang diberi garis satu di atasnya. . 3. 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . . Contohnya 1 2 3 4. . . : 2 1 . . 5 . . . . 4 3 . . . 2 1 . . . . . . 5 . : 1 . bernilai setengah ketukan. 2 1 . . . . Sedangkan susunan nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) umumnya dimulai dari nada 1 (da) tinggi (titik satu di bawah). . . ___________ ___________ ___________ ___________ Oktaf tinggi oktaf sedang oktaf rendah oktaf lebih rendah Nilai nada yang digunakan dalam suatu permainan kacapi kalau ditulis dengan not angka (notasi da-mi-na-ti-la) adalah sebagai berikut : 1. . ..141 tersebut lihat figure di bawah dengan menggunakan notasi da-mi-na-tila (1-2-3-4-5). . Not yang diberi garis dua di atasnya. . . 5 . Contohnya 1 2 3 4 .. 1 . . . . .

Posisi dan gerakan jarinya adalah: (1) telunjuk kanan melipat ke daiam.142 Bu Tanda lain yang sering digunakan dalam penulisan notasi gending kacapi adalah titik ( . seperti telah dicontohkan di atas. sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. Untuk lebih jelasnya ketiga teknik tersebut di atas. Apabila penulisan seperti 1 . 2. Teknik petikan kacapi yang sering dipergunakan terutama dalam Celempungan. 1. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor). Jenaka Sunda. yang materinya mengacu pada tujuan umum yaitu mendidik mahasiswa agar dapat mendemontrasikan teknik-teknik petikan kacapi ke dalam bentuk aransemen (instrumental) dan pirigan lagu (iringan lagu). dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjuk .6. dan (2) telunjuk kiri agak lengkung ke bawah. selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik). Teknik Sintreuk-toel Pembahasan Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Yang membedakan antara tenik yang satu dengan lainnya. berarti 1 nilainya menjadi dua ketukan. Sedangkan nilai dari kedua tanda tersebut dalam penulisannya sama seperti notasi pada nomor 1. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar (kawat). Contohnya 1 . Kawih Kacapian. maka nilai not tersebut akan bertambah. secara global ada 3 macam yaitu sintreuk-toel dijambret. Adapun penjelasan dan latihannya adalah sebagai berikut: A. Khusus mengenai titik. apabila diletakkan di belakang not atau di samping kanan not. TEKNIK PETIKAN KACAPI Yang dimaksud teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari). Sehingga dengan demikian nada-nada (gending) yang dihasilkan jari-jari tangan tersebut akan berbeda pu!a. sebab nilai titik dan tanda istirahat masing-masing setengah ketukan. Dengan demikian jelaslah bahwa panjang pendeknya nada yang dilambangkan oleh not angka akan bergantung pada nilainya. ) yaitu untuk memperpanjang nada dan tanda istirahat ( 0 ) yaitu tanda untuk berhenti mengeluarkan suara atau berhenti membunyikan nada. seperti telah disebutkan di atas.6. 0 berarti nilai 1 menjadi satu setengah ketukan. ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan. akan penulis jelaskan satu persatu berikut contoh latihannya dalam bentuk cacarakan (cara-cara petikan kacapi).2. 2 dan 3. dan dijeungkalan. dan Cianjuran.

143 kanan dan kiri. Fungsi dari masing-masing jari di atas adalah: ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi. ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain.6. Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya. Adapun susunan cacarakannya seperti di bawah ini : . 2.6.3. yang pada akhirnya diharapkan mahasiswa itu mampu menyajikan aransemen. Sedangkan tingkat kesulitan dari materinya disusun secara bertahap. Mempraktikan Memetik Kacapi dengan Melatih Cacarakan Dalam latihan ini materi-materinya disebut Cacarakan.

144 Bu .

145

146

Bu

147

148

Bu

Taknik sintreuk-toel yang diaplikasikan ke dalam bentuk Cacarakan 1 - 10, di dalarnnya sudah mencakup teknik penjarian (posisi dan gerakan jari) dan teknik petikan (ketepatan jari dalam menghasilkan bunyi yang bersih dari senar yang disentuhnya). Kedua teknik ini pada dasarnya bertujuan melatih keterampilan tangan untuk sampai pada garap aransemen (gending macakal) secara baik dan benar. B. Teknik Dijambret

Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, seperti menjambret2 yaitu membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, t elunjuK, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) seperti ngajeungkalan. Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass

149

(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. Oleh sebab itu dalam cacarakannya hanya akan berorientasi pada nada yang akan dimainkan saja, yang dalam istilah tradisinya disebut kenongan. Misalnya teknik dijambret dalam kenongan 5 (la). Yang perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum mempraktikkan teknik dijambret adalah pasangan nada dari nada yang dijadikan kenongan. Pasangan nada tersebut seperti di bawah ini: Gembyang Pasangan Kenongan : : 1 3/4 1 2 5/4 2 3 1/5 3 4 2/1 4 5 2/3 5

Kelompok nada di atas dapat pula dijadikan dasar dalam menentukan pasangan nada pada petikan tangan kiri di setiap pirigan lagu.

150
C.

Bu

Permainan Kacapi Gaya Celempungan dalam lagu Banjaran (laras pelog), gerakan sedang

151

Keterangan : Pirigan disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan

... India b. a.. W. Dons-Frigis d. 1 dan ½ d. Kalimantan 6. Melayu . Tetrachord 2.. a. a. Cina d... Betawi d.. Gambang kromong adalah kesenian yang mendapat pengaruh dari. Demang Kartini d. Lydis c. Kesenian gambang kromong. Machjar Angga Koesoemadinata b. Aristoteles c. kenong dan tanjidor adalah kesenian khas daerah . Bartolomeo Christofori b. Jawa Tengah b. Grand 5. Apa yang disebut tangganada diatonis? a. Supratman 4. Bali c. a.. Cikal bakal instruen piano yang bernama Harpsichord diciptakan pada tahun 1707 oleh .. Tangganada diatonis berasal dari tangga nada . Susunan nada yang bernada 5 c...152 Bu TES FORMATIF BAB II Pilihlah jawaban yang tepat ! 1.. Steinway d. Notasi pentatonik adalah asli milik bangsa Indonesia yang dibuat oleh . Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ b. Arab c. Haryo Wreksadiningrat c.. Yunani b.. Susunan nada yang berjarak 2. Susunan nada yang berjarak ½ 3. a.R.

Sumatera Barat c. a.. Jumlah bilahan b. Angklung berlaras diatonis disebut juga . Alat musik tradisional Indonesia serumpun alat musik Koto adalah. a.. Fungsi dalam permainan d.153 7. Angklung Pak Udjo 9.. a. a. Angklung Indonesia d. Sample c. Angklung tradisi Sunda b.. Angklung Pak Poeng c. Bali 8. Sitar d. Jawa Tengah b. Lampung d.. Talempong adalah alat musik tradisional seperti gamelan yang berasal dari propinsi . Perbedaan gender dan slentem adalah pada .... Cara memainkan .. Bentuk bilahan c. Granting 10. Kacapi b....

Bali . Bagaimana cara kamu mengenali musik khas darah Sunda? 5. Apa yang kamu rasakan ketika mendengar suara yang beraturan seperti suara tetesan air dari ledeng ? 2. Dapatkah kamu mengidentiikasi yang mana musik yang merupakan karya Bach. Bagaimana cara kamu mengenali musik yang kamu dengar adalah musk Melayu (Riau) 4. dari lagu-lagu yang guru perdengarkan? . Apa yang kamu rasakan jika terdengar suara keras dan cepat.154 Bu Apresiasi : 1. seperti suara drum yang ditabuh dengan bersemangat ? 3.Jawa Tengah .Sumatera Barat 6. Bagaimana cara kamu mengenali gamelan yang kamu dengar adalah gamelan daerah : .

Seni Tari Mengapresiasikan Karya Seni Tari Bab 3 APRESIASI Pengertian Seni Tari Gerak Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Berdasarkan Konsep Garapan Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat Teri Berdasarkan Orientasi Artistik Fungsi Tari Upacara .

EKSPRESI Produksi Tari Dasar Pijakan .

Pengertian Tari Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang.158 BAB III SENI TARI 3. Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan. membuat. caranya dengan melihat. Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan. dan sangat beragam intensitas pendalamannya. Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987. Dalam perkembangan berikut. Pemahaman konsep dibentuk melalui proses kreasi.1. dan waktu. Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. Mengapresiasikan Karya Seni Tari Pemahaman suatu tarian sebagai konsep merupakan aspek terpenting dalam pendidikan tari. 2). Belajar seni pada tataran apresiasi dapat dimulai dari usia dini. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. 3. Di bawah ini tahapan apresiasi tari yang berguna bagi yang mendalami apa arti sutu pendidikan seni khususnya untuk seni tari. dan tenaga. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam . Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. Cakupan ini adaptasinya dapat dipelajari melalui penjelasan di bawah ini. Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut. tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. 12). dan menampilkan tari. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif. dinamis. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus.

Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya.159 buku ini. empati. 21). Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Ibarat bahasa gerak. simpati. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat . Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak. gerak tari. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986. paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari. pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV). dan kemauan kepada umum secara jelas. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja. 4). oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Apabila disimak secara khusus. Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat. Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan. Tari merupakan salah satu cabang seni. perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. maupun unjuk kemampuan. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. pada waktu kapan saja. Tari memberikan penghayatan rasa. dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya. paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Sebagai sarana komunikasi. tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari.

Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur. dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. dan bunyi musik. tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan. Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan. gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement). Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas. Dalam konteksnya. melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari. tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987. beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak. Sebaliknya. ritme. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang . Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. serta unsur pendukung lainnya. menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama. maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins. 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. ungkapan komunikasi kata-kata. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli. tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. Oleh sebab itu. Sependapat kedua pakar di atas. Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa. tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. John Martin dalam The Modern Dance. manusia selalu bergerak. Dalam kehidupan sehari-hari. 1994:44). Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. Corry Hamstrong menyatakan bahwa. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa. 1990:2). menyatakan bahwa. Seperti dikutip oleh M.160 membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement).

space (ruang gerak yang terdiri dari level. badan). . rasa. manusia hidup berkembang dan bergerak. elastis dan penekanan gerakan ).1. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. aspek tari. VCD/DVD serta media lain. tangan. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. perubahan sikap. posisi. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. dan sangat mennghayati dinamika terutama hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. kaki. GERAK Kebanyakan manusia dalam kehidupannya sangat mengharap terjadinya perubahan. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. Dengan itu manusia merancang dan mendesain sedemikian rupa untuk perkembangan dan perubahan yang diinginkan. dinamis. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. Faktor keberuntungan dan kehendak yang kuasa segala yang diinginkan perkembangan dan perubahan atas manusia menjadi pasrah. Elemen pokok tari adalah gerak. Dalam berbagai peristiwa. Oleh sebab itu. dan kedudukan). dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat. jarak. termasuk dalam hal ini adalah tari. atau tingkatan gerak). Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. Gerak dalam aktivitas manusia menjadi bagian penting dari manusia yang masih hidup. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. Sebagai bentuk latihanlatihan.2. lemah. Soedarsono menyatakan bahwa. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian kepala. Gerak dalam kehidupan sehari-hari manusia yang kurang menghayati kehidupan banyak diabaikan. Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerakgerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. UNSUR POKOK TARI 3. Akan tetapi untuk yang menghayati dinamisasi gerak menjadi obyek yang banyak dipelajari dan dimaknai agar menjadi segala sesuatu yang berguna bagi diri maupun masyarakat lain. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari.161 sesuai dengan maksud tertentu. 3. dan irama seseorang. Perubahan atas perkembangan dan gerakan yang terjadi sebagai dinamika manusia menjadi inti adanya perubahan yang diharapkan. time (berhubungan dengan durasi gerak.2.

Gerakan bersifat lembut dan mengalir. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. 3. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). Pada khususnya. dan tenaga. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. tari terdiri dari unsur gerak sebagai unsur utama. gerak dan waktu yang secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut. disebut gerak tari tengahan.3 Mengeksplor gerak tubuh untuk ruang gerak Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Pribadi Gb. olah raga.5 Pengolahan Ruang Tari & Pentas Tari di Proscenium . 3. serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. bekerja. gerak bermain.162 Berpijak kepada pendapat di atas. tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian.3. waktu. dan gerak sehari-hari.2 Penggunaan properti butuh ruang gerak sempit Gb.4 Lari jingkit (trisik ) membuat lingkaran Gb. ruang. 3. di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian. Pose gerakan di bawah ini menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang.

3.9 Jengkeng sikap dasar tari/level bawah .6-3. dan gerak dalam ruang secara harmonis dengan ketentuan gerakan yang diperagakan serta pengolahan ruang yang diharapkan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Perhatikan kedua gambar di bawah ini adalah bentuk/motif gerak Jengkeng pada tari Klasik Jawa dan sikap dasar Pencak silat dalam bentuk kedua kaki melebar bertumpu secara kuat dan mencengkeram ke tanah (kuda-kuda). Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gambar 3.8 Mahasiswa Jurusan Tari Angkatan 2004/2005 yang sedang eksplorasi gerak Tari Topeng Jaja dan gerak Pencaksilat (versi Jaya Bandung).163 Imitasi atau peniruang gerak dengan pengembangan ruang gerak. motif gerak.

dan mengayun. sedang. Badang kontraksi. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. sendi leher berperan sentral. Gerakan supinasi.2. . 3.2. Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. rileks. Gerakan ke depan/belakang. Rapal. Adeg-adeg. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. rendah). Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. memutar ke kanan/kiri. Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. berputar.10 Sikap Kuda-kuda pada motif sikap Pencak silat (Sumber: Koleksi Kusnadi ) 3.164 Sumber Koleksi Pribadi Gb. mengangguk. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. kudakuda. Motif Gerak Tari Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu pada tabel di bawah ini dapat disimak secara detail yang memberi bentuk motif gerak tari sebagai berikut.

tekukan pada siku. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Gerakan badan ke samping kanan/kiri.165 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Grakan tangan lurus. gileg. belakang. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Gerakan pacak gulu. Meliuk-liuk. Gerakan bervariasi. serta gerakan jari-jari Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. ke depan/belakang. gelieur. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. gebesan. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. supinasi ke depan. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. . Vibrasi skapula. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. tekukan pada palmar tangan. tengok kanan/kiri. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. anggukan dan gelengan kepala. mengkerut-kerut. ogak lambung.

Nyempurit. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. masingmasing berbedabeda. . Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. lengan bawah. dilakukan sesuai keterampilan individu. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. lengan atas.166 melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. palmar tangan. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. kelenturan pada paha. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Gerakan dan getaran pinggul. Harmonisasi goyang pinggul. goyang pantat pada Jaipongan. Cranum sebagai otorizet. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Ngruji. Kolumna vertebralis. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. Pelvis sebagai penopang. macam goyangan. dan sikap tangan pokok. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. Kecepatan. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. sensualitas. Goyang plastik.

Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Salto. loncat harimau. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. Kengser. . kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. strugel track di udara. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. kaki Gerakan Jalan. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet.167 Anggota Gerak Bagian Bawah Support Kaki (Ladix) Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Peragaan gerak motif Rodat. Kepala mematukmatuk. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Zamrah. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Geser. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal Kepala menganggukangguk-badan merunduk. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala.

Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. diarthrosis Jalan lurus. Galier. . dan Godeg.1 Motif Gerak Individu Gerak rol. Putaran Tubuh ke semua arah.168 langkah ke depan/belakang. samping kanan/kiri. badan. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Gileg. tangan. Tanjekan. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. sinkondrosis. dan kaki. Tegak dan bongkok badan. Ngeseh. Gerakan merendah atau mendak. Mapal. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. sinfibrosis. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Keept up Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Gelang kepala angguk-anggukan kepala. Lampah Ringdom. tulang panggul. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. sendi poros pada tulang bahu. Nindak. serta pada karpal dan falang. dan variasi gerakan kepala. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. loncat harimau. Pacak Gulu. Tabel 3. Gerakan dilakukan pada sendi peluru.

sedang. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. kuda-kuda. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.4. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. dan topeng Klono. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah . step. Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Ruang bersentuhan langsung dengan penari.1 Motif Gerak Tari Berkelompok 3. anggukan. posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri. Tabel 3.169 3. rendah).2. kuda-kuda. berputar. Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. sedang. ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh.2. tari garapan lain. Adeg-adeg. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep.3. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. rendah) pada tari Saudati. Adeg-adeg. Rapal. Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. Rapal. Gerakan Tari Topeng Cirebon. sedang. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. lenso. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. rendah). Di sisi lain. straidel.

Dance_Yahoo. posisi dan kedudukan. 3.13 Gerak Disain Tertunda Gb.3.com. Sumber Internet www. 3. level.15 Penguasaan Ruang Pentas dan ruang Gerak sebagai potret pemberdayaan ruang gerak dan ruang pentas. Perhatikan gambar Gb. . 3. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.170 ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat.14 Penari mengolah ruang pentas level rendah Gambar di bawah ini mengisyaratkan pengolahan ruang pentas dan ruang gerak secara maksimal dengan menjabarkan desain. 3.12 Eksplorasi gerak Penari di Ruang Latihan (Koleksi: Koleksi Kusnadi) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. motif gerak dan perpaduan kedua penari.11 Pelemasan anggota gerak tubuh Gb.

Penari membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Ekuivalen gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut. Ruang gerak penari dengan jangkauan gerak luas membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. dan dasar teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan geraknya. juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Dengan demikian terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendisain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. . Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Dalam mendesain ruang gerak penari. Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan disaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari membutuhkan jangkauan gerak. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan. desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Dengan demikian gerakan penari sesuai pengarahan koreografer.171 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan geraknya. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. koreografer menyesuaikan. berhubungan dengan kebutuhan. Kebutuhan ruang gerak yang sempit. bagaimana penari bergerak dan dapat mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan.

3. Gb.dance.yahoo.18 gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. 3.17 – 3. putaran dan liukan badan bertumpu pada kaki yang kuat. Disain ruang yang tercipta sempit di dalam. 3.q.17 gerak lambat memiliki kesan dalam. Gb. serta luas dan tertunda.com Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Perhatikan gambar atas 3.18 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan.16 Ruang Tari sekaligus pengolahan properti dengan memanfaatkan ruang tari) Kesan gerak di bawah ini menunjukan gerakan sembah.172 Sumber www. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. .

Tempo gerak dapat membangun imej tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari.173 Sumber Internet Internet www. Apabila penari bergerak bagian tubuh yang berpindah tempat. Pengolahan ruang gerak dan tenaga yang disalurkan melalui motif gerak penari di bawah ini adalah memanfaatkan tercapainya gerakan spilt atau slidding dan sircle atau putaran. cepat-lama gerakan dilakukan. cepat-lambat. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu. Sumber Koleksi Kusnadi Gb. .com.20 Gerak Selut pada tarian Sunda Dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. serta pindah kedudukan.Dance_Yahoo. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. 3.19 Gerak di udara Gb. Unsur dinamika ini membutuhkan waktu gerak. Hal tersebut membutuhkan waktu. 3. Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu. panjang-pendek. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. berubah posisi.

atau dengan berdirijongkok. Kebutuhan waktu yang mendesak dalam tari adalah memanifestasi kebutuhan gerakan cepat dan gerakan lambat secara dilematis.174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt\ Gerakan Slidding pada tari Kembang Betawi Perhatikan Gambar 3. Konsep membangun waktu dipraktikan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang-pendek gerak. . Oleh sebab itu. dan kondisi emosional penari. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. serta kebutuhan pentas tari dipentaskan.22 Gerakan Teknik Sirkle & Gerakan Teknik Split (Trust) Dilakukan dalam tempo cepat. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. Dalam tari. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. kualitas gerak. Dengan demikian elemen waktu menjadi ukuran frase gerak.21 – 3. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. kebutuhan ruang dengan waktu. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan penggarapan koreografi. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas dalam bentuk pengolahan gerak dan pengolahan waktu secara bersama ke dalam konsep garapan tarinya. intensitas gerak. Apabila dengan tempo lambat banyak terjadi kemungkinan cidera kaki. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu merupakan unsur yang saling terkait dengan lainnya. Hal ini berhubungan dengan panjang pendek waktu. situasi. Waktu dalam gerakan menjadi salah satu konsep tarian. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini membutuhkan waktu. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. denyut nadi gerak.

Tenaga Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak.5.175 Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi.24 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. Sumber kedua gambar di halaman ini Internet www.24 Gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan.23 – 3. Sumber: Koleksi G Kekuatan lompatan. Gb.dance_@ Yahoo. kerjasama pembagian intensitas tenaga . 3. berkekuatan.23 Gerak respons memiliki kekuatan kesan gerak yang tinggi. 3. dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan. 3.com Perhatikan gambar atas 3.2. Gambar. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. berisi.

.27 adalah gambar sinkronisasi bentuk penghayatan tumpuhan kaki. lompatan dan pelebaran ruang gerak anggota gerak tubuh secara terstruktur pada komposisi tari. 3. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. Perbedaan yang ada bahwa ekspresi tari semua yang berhubungan dengan perubahan psikologis. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). kehendak. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari. memiliki keterbatasan pada cara mengungkapkannya.25 – 3.176 Sumber: Koleksi GNP TMII Jkt Sumber: Koleksi Pribadi Gambar 3.2.6. Ekspresi Dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. Di sinilah letak pembeda dari cara penghayatan sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. pembawaan suatu karakter. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda. desakan jiwa. marah dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara dan kepekaan diri di dalam melakukan luapan. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. Sebagai ilustrasi bahwa.

Sebagai salah satu instrumen musik tradisional. Gambar 3.com. keserasian. Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur gerak.30 Bonang Bonang memiliki tempo musik yang berbeda cara dan teknik tabuhnya.7. Koleksi Kusnadi 3. 3. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana.28 dan 3. sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif. Keduanya seiring dan sejalan. Musik dalam tari memberi keselarasan. cepat-lambat melodi lagu. keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut. .177 Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Internet www. Iringan Tari Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. sistem kembangan untuk tabuhan sekar atau lambat temponya dan gembyong untuk irama tempo cepat.Dance_@ Yahoo.29 adalah menunjukan penghayatan mata pada tari-tarian Bali.2. penghaytan gerak pada gerak Ballet. sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis.

sehingga memungkinkan pada pencapaian kualitas artistik maupun estetis dari aspek unsur-unsur tari itu sangat maksimal. Desain gerak. tema. busana. Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri-dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga. walaupun hasilnya terkesan sederhana dan tidak rumit. tata rias. ruang dan waktu. desain atas. sig-sag. tempat menari dipersiapkan dan dalam tari itu disusun sedemikian rupa. Dalam tari klasik pola gerak. serta tata pentas. Sedangkan tari untuk untuk seni pertunjukan yang merupakan ungkapan individual yang biasanya dalam proses penciptaannya. namun terdapat juga unsur-unsur lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi sebuah komposisi yang disebut dengan tari. perlengkapan tari. rias. Sebagai contoh dalam tari tradisional jenis tari rakyat. desain musik. busana.178 3. Menurut La Mery (1965: 17-108).3. desain lantai. disebut dengan unsur komposisi tari . desain dramatik. Hal tersebut sangat berbeda dengan tari klasik dan jenis tari untuk tujuan pertunjukan. Garis-garis lantai dibentuk dari garis lurus dan garis lengkung. taat kepada aturan-aturan yang harus dipatuhi yang terkait dengan aturan-aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan orang istana. Dalam jenis tari tradisional yang berasal dari suatu komunitasmasyarakat etnik. tata rias busana. Biasanya penyelenggaraan tari untuk tujuan upacara adat. pementasan bahkan tema tarinyapun. perlengkapan. sehingga pola gerak. disusun berdasarkan pola-pola koreografi yang lebih artistik. dan garis lengkung dapat menghasilkan bentuk lingkaran. maka tempat pementasan tari biasanya sesuai dengan tujuan upacara tersebut. segitiga. banyak unsur-unsur yang dapat dikenali dan terlihat oleh mata (visual). tata rias/busana dan tata rambut. T atau T terbalik. desain atas. Garis lurus dapat menghasilkan bentuk garis diagonal. adalah: desain lantai. UNSUR KOMPOSISI TARI Apabila kita melihat sebuah tarian baik jenis tradisional atau non tradisional. musik. upacara agama atau untuk tujuan ikatan kebersamaan warga. serta sesuai dengan kepentingan-kepentingan ( fungsi tari) dalam kehidupan masyarakatnya. tempat pementasan mencerminkan ciri khas dari budaya setempat dan adat masyarakat yang memiliki tarian itu. Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. desain atas. sebagai berikut: 1. spiral. Unsur-unsur itu. sehingga hasilnya terkesan rumit. desain lantai. musik. lengkung setengah lingkaran. unsur-unsur tersebut dibangun dan disusun sesuai dengan nilai-nilai dan corak tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. unsur-unsur komposisi tari. angka delapan dan sebagainya . musik. lebih banyak memiliki kebebasan dalam mengekplorasi semua unsur tari. V atau V terbalik.

statis. legenda. Dinamika Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari tersebut . dan asimetris. Desain dramatik Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari.179 2. yaitu: (a) rias wajah korektif. harapan dan kehendak manusia. bersudut. dalam. Rias wajah untuk keperluan pementasan tari dikenal tiga jenis. Tata rias. 2. perilaku binatang. menambah jumlah penari. spiral. lanjutan. yaitu rias untuk tujuan menggambarkan dan memperjelas karakter tokoh atau karakter tari. Desain musik Desain musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari. Pola ritmik di dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. tinggi. tata rambut (hairdo) dan busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. Kilmaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo. Sumber tema tari dapat dari imajinasi manusia. Desain atas atau air desaign Adalah desain yang dibuat oleh anggota badan. 3. Desain ini dilihat dari arah penonton. tempo. tidak membosankan dan tidak monoton. memperluas jangkauan gerak. Tahap –tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi manarik dan tidak terkesan monoton. 3. benda-benda disekitar kita. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik. gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. yang disebut dengan klimaks. lurus. peristiwa-peristiwa yang pernah atau sedang terjadi. medium. tata rambut dan tata busana tari Adalah rias wajah. tinggi rendah (level). murni. vertikal. yaitu rias wajah untuk tujuan mewujudkan angan-angan . menanbah dimankika gerak atau justru berhenti sama sekali atau dengan cara-cara lain yang intinya berbeda dan khas dari bagian tari sebelumnya dan sesudahnya. cerita kepahlawanan. dan sebagainya 4. dan (c) rias wajah fantasi. yaitu rias wajah untuk tujuan memperbaiki bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik. kegiatan kerja. rendah. simetris. berikutnya penonton merasakan mulai ada penurusan menuju akhir dari sebuah tarian. cerita rakyat. (b) rias wajah karakter. Melalui tahapan ini penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal. 1. horisontal. Dua jenis desain dalam tari adalah desain kerucut ganda dan desain kerucut tunggal. berada di atas lantai. lengkung. Menurut La Mery (1965: 22-39) ada bermacam-macam yaitu desain: datar. Tema Tema adalah ide persoalan dalam tari. tertunda. terlukis. Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak. pergantian posisi penari serta perubahan suasana. kontras.

Tata suara ini menjadi bagian dari unsur komposisi tari bila tarian menggunakan musik iringan tari dengan media rekaman. misalnya dari alat tape recorder. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. kertas. sedangkan tata rambut untuk tari non trasional biasanya disesuaian dengan konsep tari. daun atau apa saja yang ada disekitar kita yang dapat dimanfatkan untuk bahan busana tari. Dengan teknologi komputer tata lampu dapat diprogram dalam hal gelap terang. cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. tata pentas bukan hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penati dapat dilihat dari berbagai arah pandang. MP 3. Alternatif bahan untuk pembuatan busana tari bermacam-macam. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosscenium. untuk penutup tubuh. Tata Suara Adalah seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari. CD player. warna maupun komposisi cahaya sesuai dengan kebutuhan konsep tari. Fungsi busana dalam tari tradional (klasik bukan hanya untuk keindahan. 5. yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka.180 atau imajinasi. plastik. Synthesizer dan alat pemutar suara . Tata rambut untuk keperluan pementasan tari juga bermacammacam. diantaranya berasal dari obor. di halaman Pura. yang disebut dengan setting. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. penciptaan suasan atau untuk memperjelas peristiwa pada suatu adegan. rias wakah dibuat menyerupai bentuk bunga. Bentuknya bermacam-macam. lilin dan listrik. pendhopo. Tata Pentas Adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. namun juga untuk memperjelas karakter tokoh dan karakter tari yang sedang diperankan oleh penari. 6. Dalam tari tradisional pada umumnya desain busana tari tidak jauh berbeda dengan busana adat setempat. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat bendabenda dan alat yang berhubungan dengan tari. model tata rambut sesuai dengan adat dan gaya tata rambut daerah masing-masing. sehingga tata suara memerlukan pengaturan khusus dari pemutar suara. yaitu berbentuk arena. 7. Sumber cahaya untuk keperluan pementasan tari bermacam-macam. misalnya untuk mewujudkan sosok putri bunga. di halaman rumah atau dilapangan. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang meiliki 2 jenis. Dalam tari tradisional. Tata Lampu Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan. dapat terbuat dari kain. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium.

kemampuan mentaati gaya tari dan kelenturan. wirama dan wirasa. namun tugas utamanya adalah memberikan nyawa kepada tari. Untuk sampai kepada kemampuan penjiwaan dalam menari. Kemampuan penjiwaan ini merupakan tanda yang tampak dari diri seseorang sebagai seorang penari yang baik. dikenal dengan beberapa istilah. sehingga segala pesan yang terkandung dalam tari dapat juga dihayati. tidak memiliki kepekaan musikal dan tidak dapat menjiwai tariannya. Memiliki keterampilan teknis gerak . . yaitu kepekaan dalam menyelaraskan ritme gerak tubuh dengan ritme musiknya atau menyelaraskan ritme gerak dengan penari lainnya. bersungguh-sungguh (bersemangat) mencurahkan segala perasaannya dalam kegiatan menari.4. Menari dengan hati seperti itu. dan wirasa adalah penjiwaan penari terhadap karakter peran dan karakter tari. yaitu melakukan dengan perasaan senang. pengaturan tata suara menjadi tidak begitu penting. Mampu menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. pada waktu menari. wirama adalah kepekaan musikal. PENJIWAAN DALAM MENARI Penjiwaan dalam menari merupakan kemampuan penari dalam menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. Memiliki kepekaan musikal. 3. 2. kaitannya dengan penguasaan teknis gerak. Wiraga adalah keterampilan menari. Penari mempunyai tugas tidak hanya mengkomunikasikan gagasan dalam tari. akan menghasilkan penghayatan dan ekspresi karakter peran dan karakter tari yang dapat berkomunikasi dengan penonton. melalui bahasa tubuhnya dan melalui ekspresinya. Koreografi yang indah tidak akan menjadi indah apabila penarinya tidak memiliki keterampilan teknis. Di beberapa wilayah budaya di Indonesia kemampuan seorang penari yang baik. 3. kemampuan olah tubuh. Penjiwaan dalam menari dapat dicapai apabila seseorang dalam menari melibatkan passion. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran penari dalam memperkuat penampilan sebuah tari dan dalam menciptakan keindahan sebuah tari atau dalam sebuah koreografi. ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penari. dipahami dan dapat diinterpretasikan oleh penontonnya. mencakup: kemampuan menghafal urutan gerak. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penari tari gaya Surakarta dan Yogyakarta (Jawa ) dikenal dengan istilah kemampuan wiraga. Namun bila musik iringan tari menggunakan alat musik yang langusng dimainkan. yaitu : 1.181 lainnya. Penjiwaan dalam menari dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah wirasa.

simbol-simbol seni tari. dapat mentranformasikan dirinya ke dalam peran yang dibawakan. Dengan demikian kegiatan apresiasi seni bukan sekedar melihat sebuah karya seni saja. mengidentifikasi. akan tetapi apabila dikaji lebih dalam. menghargai. Seorang penari muda harus memiliki kemampuan olah fisik dan mempunyai hafalan terhadap agem. Pembelajaran Keterampilan Apresiasi Tari Pada umunya orang akan mengatakan bahwa seni adalah untuk dinikmati melalui kegiatan seni dan kepakaan estetis yang dapat memuaskan kebutuhan perasaan penikmatnya. Konsep kegiatan apresiasi meliputi beberapa hal antara lain: Persepsi. tari Nontradisonal/Kontenporer/kreasi modern. Penjiwaan penari dalam menari merupakan kemampuan tingkat tinggi bagi seorang penari yang dapat dicapai bila penari telah memiliki keterampilan teknis menari dan memiliki kepakaan musikal.5. membandingkan. Pengetahuan Kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang sejarah. tari-tarian yang berkembang di Indonesia baik menyangkut tari Tradisional. . sedangkan penari matang (tasak) melalui kemampuan olah fisik dan olah spirutualnya. istilah-istilah dalam seni tari. memahami. Kesadaran perseptual dibentuk untuk menjadikan pengalaman berkarya sehingga terbentuk kesadaran. yaitu sawiji (konsentrasi). Apabila ditelaah. Hal ini benar. penari tua harus menguasai wirasa atau penjiwaan terhadap tarian. bahwa keindahan adalah merupakan kepuasan yang hakiki bagi setiap yang merasakan. melainkan memiliki makna memerlukan wawasan sehingga dapat mengkaji sampai pada batas mengungkapkan keterampilan melalui kegiatan. sengguh (percaya diri) dan ora mingkuh (penuh disiplin disertai dedikasi dan loyalitas tinggi). Kemempuan lain untuk mengobservasi. secara menyeluruh adalah kompetensi yang dicapai paling tinggi di bidang persepsi. Menurut I Wayan Dibia ( 2004: 17-18) bagi penari Bali. 3. tandang dan tangkis. pengertian apresiasi secara harafiah berasal dari kata appreciatie (Belanda) atau Apreciation (Inggris) yang berarti kemampuan seseorang dalam menangkap getaran-getaran nilai seperti memahami.182 Dalam Bambang (1984) dikemukakan bahwa untuk dapat mencapai wirasa penari harus melakukan empat hal. dimana pengetahuan tentang tari merupakan dasar dalam mengapresiasi. greget (menyalurkan kekuatan dari dalam / inner dynamic) . menilai dan mencipta dan mengevaluasi. Kadar dan bobot penghayatannya berbeda satu dengan lainnya. Kegiatan pengamatan untuk mengenal.

dengan demikian akan membentuk pengalaman estetis dan peningkatan penghayatan akan karya tari. 3. dan memilih dalam mencapai sasaran belajar dari hasil apresiasi. diskusi. 3. bahkan sudah banyak mempunyai pengalaman menari. menghargai. Apresiasi.1. 2. penikmat. menerjemahkan. Operasionalisasinya mencakup kemampuan memahami. Mengidentifikasi Tarian Untuk dapat mengidentifikasi tarian terlebih dahulu seseorang harus mempunyai wawasan tentang berbagai jenis tarian dan mempunyai pengalaman estetis yang memadai. Melihat Tarian Sebelum seseorang mampu menilai sebuah karya tari dikarenakan. Oleh sebab itu keterampilan ini sangat berhubungan dengan kepekaan rasa yang mendalam bagi seseorang yang sangat konten terhadap seni. maupun peserta didik secara mandiri dalam membantu memberikan komentar maupun kritik di masa datang. Membuat Tarian Seorang pencipta tari atau yang disebut Koregrafi tentulah mempunyai perbendaharaan wawasan tarian yang banyak.183 Pengertian Kegiatan yang dapat membantu kemampuan merasakan. terlebih dahulu telah banyak melihat pertunjukan tarian. menghayati sehingga dapat merasakan keindahan yang mendukung karya tari tersebut. Kemampuan melakukan penilaian karya-karya seni baik secara tertulis. hal lain yang penting dimiliki adlah pengetahuan tentang pijakan tari. sehingga dapat menceriterakan dan menjelaskan kembali hasil pengamatan yang dilakukan. menginterpretasikan. Hal ini berkaitan dengan kepekaan visual dan sensori yang merupakan kemampuan dalam berapresiasi. Kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai penentu. menjelaskan kegiatan seni yang sedang dipelajari. Penilaian. penari dalam tahap penilaian keindahan seni tari. kelompok.5. memilih. berdasarkan pengetahuan dan wawasan tari dari hasil pengamatan sebelumnya. Kegiatan Apresiasi Tari 1. diamati. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan tentang keberhasilan individu. mempunyai pengalaman . Analisis. Keterampilan yang dapat mendeskripsikan.

dan sebagainya. Hurlock (tt: 2) memandang bahwa istilah kreativitas. dalam psikologi. rias dan memanage latihan. panggung. (8) merupakan kemampuan mencipta (kreasi). juga pada hubungan kreativitas dengan kecerdasan. Mampu memperhatikan keseluruhan aspek tari.2. atau cara baru menangani dan menghadapi masalah. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur. bahkan permainan. dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinal. (3) apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. 1985:1100). Dengan demikian. 3. (6) sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada hubungannya dengan belajar (7) sama arti dengan imajinasi dan fantasi. (2) kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan. kostum. Pembelajaran Kreativitas Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. berbeda. atau menghasilkan suatu produk baru. komprehensif. “the process of bringing something new into being”. Oleh karenanya merupakan bentuk permainan mental. Mengkoreografi sesuai tema dan usia d. perilaku. karakteristik orang kreatif. (5) sinonim dengan kecerdasan yang tinggi atau jenius. sastra. memiliki gagasan orisinal. kriteria. orisinil dan memiliki keunikan. titik pandang yang berbeda. Arti kreativitas secara umum adalah menekankan pada (1) pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. sejarawan. Orang kreatif cenderung sebagai pencipta (creator) bukan penurut (conformer) kepada orang lain. dan yang paling penting mempunyai kemampuan menggarap tarian. Namun pada dasarnya sebagian besar memandang kreativitas sebagai sesuatu yang baru. dan upaya-upaya yang dapat dilihat dari dimensi proses maupun produk dalam mengembangkan kreativitas. Rhodes (1961) membedakan kreativitas ke dalam dimensi person. proses. musik.184 estetis yang cukup tinggi. pencahayaan. mesin. atau membuat sesuatu yang asli oleh seseorang. (4) merupakan proses mental yang unik. produk dan press (Supriadi. Mampu menerjemahkan konsep kedalam bentuk tari b. dan orisinal.5. Sedangkan kreativitas sendiri menurut Supriadi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu . Mayety (1990) mendefinisikan kreativitas sebagai proses memunculkan sesuatu hal yang baru. psikolog ataupun pendidik memandang kreatifitas dengan cara yang berbeda. baik dalam bidang musik. Memiliki kepekaan musik c. Sebagian lainnya kata kreativitas didefinisikan sebagai suatu cara berpikir dan bertindak. 1994). suatu kreativitas itu memiliki fungsi untuk menyelelesaikan suatu persoalan. Mary Mayety (1990: 2). Perbedaan ini terletak pada definisi. Sebagian lain menghubungkan kreativitas dengan kompetensi spesifik (Husen and Postlewaite. baik pada setiap proses maupun produknya. semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. kemampuan tersebut yakni : a. Seorang filosof. dan proses kreatif. Namun istilah ini taksa atau ambigiuos karena digunakan secara bebas di kalangan orang awam. Di antara para ahli timbul perbedaan pandangan tentang konsep kreativitas. sering digunakan.

1994). Melalui pemikiran-pemikiran orang kreatif inilah. dan berguna (useful). Seperti dijelaskan oleh Guilford (1965) bahwa creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people (Supriadi. Demikian pula dengan Reynold Bean mengungkapkan kreativitas sebagai proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya. Hal ini dapat dilihat dari ide atau pola garap tari. serta kemampuan untuk mengeksplorasi suatu gagasan (Munandar. dan proses tidak terlepas dari individu itu sendiri. Begitu pula kreativitas menurut Munandar. Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluasan (fleksibility). maka produk kreatif akan dihasilkan. 1992:45). produk atau ide-ide baru sebelumnya yang tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri (Murgiyanto. Sesempit apapun bayangan semasa kecil kita . adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. data atau materi yang diberikan atau sudah ada sebelumnya. 1987). 19:11). benang merah dari kreativitas sesungguhnya tidak lain dari kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur. baik berupa gagasan maupun karya nyata. sehingga ia melihat kreativitas dari sisi seniman pencipta atau seniman pelaku. Kemampuan berpikir divergen berdasarkan informasi. Namun demikian apabila berbicara produk. maka tidak terlepas dari proses bagaimana produk itu dihasilkan. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. ide atau unsur yang tersedia dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban. keceerdasan dan pola kreatif dengan melakukan eksperimen atau percobaan dan menemukan cara baru memanfaatkan pikirannya. Untuk menghasilkan suatu bentuk tari yang mempunyai nilai dan makna. sentuhan kreativitas adalah hal yang terpenting. kreativitas yang dimaksud lebih menekankan kepada produk atau hasil yang baru dengan gagasan yang orisinil. yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut. Kreativitas dalam tari seperti yang diungkapkan Alma Hawkins merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang. oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kreativitas sebagai jantungnya tari. Suatu produk seni umumnya merupakan hasil kreativitas apabila produk tersebut menghasilkan sesuatu yang baru.185 yang baru. di mana akan menghasilkan sesuatu yang original. Utami Munandar juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data atau informasi atau unsur-unsur yang sudah ada. berkualitas dan lebih kaya dalam mengungkapkan gagasan. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. informasi atau unsur-unsur yang ada (Munandar. Teori tentang kecerdasan majemuk mengisyaratkan bahwa titik pusat bidang kreativitas adalah mengembangkan. menghasilkan suatu produk yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut pada orang lain (Reynold Bean. orisinalitas dalam berpikir. 1995:3).

Ia mengisyaratkan bahwa berpikir dapat dikembangkan dengan melalui 7 pola berpikir dengan mengguankan kecerdasan diri (Gardner: 2004. Untuk mengambil suatu keputusan gerak diolah dengan variasi dan suasana musik/irama. Spasial adalah kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan disain. irama dan keselarasan. Musical adalah kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik. Pada permasalah ini dipertanyakan apa yang disebut kreativitas? Kreativitas berarti ekspresi keunikan diri ke dalam tindakan nyata dan mampu menemukan solusi yang baru dan bermanfaat. nada. Adapun 7 tahapan berpikir dengan menggunakan kecerdasan terdiri dari aspek sebagai berikut: Verbal adalah kemampuan memanipulasi kata secara lisan dan tertulis. Pernahkan kamu membuat sesuatu yang kreatif?. kamu akan memperoleh banyak ide yang dapat dikembangkan. Interpersonal adalah kemampuan memahami dengan lain. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan pemahaman tentang kreatifitas lebih mendalam dalam pembahasan ini. . Dengan banyak mencoba bertanya dan dan bertanya pada diri sendiri maupun dengan orang lain.186 menggambarkan bahwa kecerdasan dan potensi kreatif dapat dikembangkan secara maksimal. 23). Dengan itu faktor penentu laja kecerdasan Sangay dipengaruhi oleh kemampuan mengorganisasikan kreatifitas diri. Kreatifitas adalah kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru. dengan mencari tahu kamu akan selalu bertanya. pikiran. Cari tahu. Gerak Bertanya Informasi yang ada lalu bertanya. dan perasaan mereka Personalisasi Kecerdasan ini lebih menekankan kepana perkembangan dan perubahan kreativitasnya. ketika berpikir dalam memecahkan masalah dari idemu. Secara simulasi peta konsep ini dapat digambarkan sebagai berikut. Logis adalah kemampuan memanipulasi sistem berpikir secara konsep logis. maka akan dapat segera memperoleh ide. Dengan mencipta atau berkreativitas maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kinestetik-tubuh adalah kemampuan memenfaatkan gerakan tubuh dalam olah raga dan tari Inferansial adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri merenung serta berfilsafat.

dari idemu selanjutnya buat kemungkinan gerak secara bebas dengan suasana yang kamu inginkan. 1. Tari Berdasarkan Konsep Garapan 3.1 Olah Keterbukaan (Kebebasan Berpikir) Peningkatan dan pengambangan kreativitas tidak terbatas. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. Buatlah ide ungkapan gerak menjadi bentuk tari. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. Proses menghargai kebebasan gerak dan memecahkan masalah melalui ide adalah wujud nyata seseorang mengembangkan pikiran kreatifnya. 3.187 1. bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. serta gerakan dilakukan dengan naluri kemauan untuk bergerak. Tetapi hal ini dapat dilihat pada bentuk keputusan yang diambil bahwa kemungkinan gerak yang diperoleh dalam bentuk gerak murni atau maknawi. Dengan demikian tergambar perangai. Dalam kurun waktu yang telah disepakati. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. dengan demikian untuk membuat gerakan menjadi sebagian gerak atau tari sangat mungkin. kelakukan dan cermin pribadinya.6. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang. Faktor keterbukaan yang dimiliki seseorang dapat membentuk inspirasi dan motivasi memecahkan masalah yang dilihat merupakan unsur keterbukaan yang dibutuhkan. Tugas: Carilah beberapa ide. aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. Masukan penemuan-penemuan gerak yang telah kamu lakukan.6. sebab gerakan akan muncul variasi dan motivasi diri. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut. Untuk membuat gerakan menjadi kreatif harus ada motivasi diri dan kemampuan untuk mengembangkan ide yang dimiliki.1 Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. .2 Energi Kemampuan untuk melakukan penghayatan atas ungkapan gerak dengan bersemangat.

34 Tari Topeng Gb. 3.188 Tari Tradisional yang berkembang di manca daerah Indonesia sangat beragam dan bervariasi tumbuh berkembangnya dalam aktivitas kehidupan masyarakat pendukungnya.33 Tari Panggung jati Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat ini dapat disimak melalui gambar di bawah. Beberapa contoh jenis tari yang digunakan untuk keperluan Agama.31 dan 3. Adat.32 Tari Terpulout Sumber Koleksi GNP TMII Gb.35 Tari Topeng . 3. Banyak diantaranya untuk keperluan Agama. 3. Adat. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat di lingkungannya. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.

189 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.36 konsep Teater Topeng. 3. 3. dan Gb. 3.1. 3. Beberapa jenis tari ini antara lain adalah tari Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya. 3. Tari Primitif Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.1.36 Topeng (Nirin Kumpul) Ketiga gambar di halaman ini menunjukkan tari topeng yang digarap dalam konteks konsep koreografi yang berbeda.37 Tari Perang .35 konsep tradisi pengembangan.6.34 -3. Gb. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur.

Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Manduda.40 Tari Jipeng Rebana . Tari Rakyat Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang ingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Pengembangan kostum. Tari Cikecur. Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. 3. Tari Karambik dll.40) adalah Tari yang dikoreografi dan diangkat dari konsep tari kerakyatan. Tari Baluse. gerak. Tari Kapri. Tari Tononiha. dan variasi gerak menjadi ciri perubahan semakin majunya tari Rakyat Sumber Koleksi GNP TMII Jkt 3. Tari Angguk. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu.39 Tari Tano Doang Ketiga tari di atas (Gb. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan. Tari Andungandung. Tari Buyut Managan Sihala. 3.38 – 3.6.37 terdapat simbol atau ciri yang nampak pada tari primitif. Tari Pisu Suri. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya 3. Tari Baina. 3. Tari Kain.1.190 Perhatikan gambar 3. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. dan iringan menjadi lebih dominan.2.38 Tari Gejolak Gb. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Tari Barampek. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Tari Terang Bulan.

Tari Ranu Labuhan.. Tari Labehati.Tari Bak Saman. Tari Landak Sampot. Sumber Majalah Myung Hui Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Tari Dampeng. Tari Kederen. Tari Bines. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari dll.43 Turun Kauih Aunen .191 Pada uraian selanjutnya akan dibahas beberapa contoh jenis taritarian nusantara yang ada di Indonesia di mana keterbatasan data dapat dicontohkan sebagai berikut di bawah ini. Tari Apeut. Tari Lanieu. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. 3. Tari Anyung. 3.42 Tari Saman Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Bungong Sie Yung-yung. Tari Asuk.41 Tari Saudati Gb. Tari Cincang Nangka. Tari Cuwek. Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling.

tari Melimbang. Bebe. 3. Tari Payung. Tari Badalung.44 dan Gb. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).Ttari Dana dan Tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan).Tari Andun.46 Payung Tarian di halaman ini (Gb. Sumatera Selatan: tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). tari Tabur. . Tari Piring.192 Sumatera Barat. Tari Bayang Sangik. tari Burung Putih. Tari Rambai dan Tari Lilin. Ttari Badaek. Tari Bedug dll. Tari Kain. 3.46) adalah jenis tari tradisional dari Sumatra Barat yang dikoreografi sesuai perkembangan konsep koreografi pada masa kini. 3.TMII Jkt Gb.Tari Temu.45 Rampak di nan Jombang Sumber Koleksi Anj. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Ampun Mende. Tari Karambik adalah tari klasik tradisional Sumbar.44 – 3. 3.

48 Krana (UNJ) . 3.47 Barabah (UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Seni Tari UNJ Gb. 3.193 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di Indonesia khususnya di yogyakarta. kerajaan bone. Kerajaan Mataram Kuno.194 3. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi DepBud Par Gb. 3. Kasepuhan Cirebon. 3. Tari Klasik Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang atelah ada di Indonesia.49 Pendet (Bali) Gb.50 Kresno-Baladewa Sumber Koleksi Kusnadi Gb.6. Surakarta.1.3. dan Kerajaan Klungkung di Bali.51 Tari Topeng Bali .

52 merak Subal(UNJ) Gb. Tari Nontradisional Tari Nontradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional.6. 3.54 Gambyong(UNJ) 3. Tari jenis ini tari pembaruan.195 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari Gb. Karya Wiwik . Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong.3.2. persembahan. 3. wira pertiwi. Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi.53 Pakarena(UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek.

59 Cinta Bunda . 3. tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll. 3. 58 Bratasena www.196 Widyastuti tari cantik.57 Tari Flash Time Gb.dance_@ Yahoo.com 2.dance_@ Yahoo.com 2.56 Qulinte www.com 2. 3. 3.38-39 www. www. tari karya Abdul rochem tari Gitek balen.com www. 3.com Gb.38-39 Gb.38-39 Gb.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.55 Sequence Gb.

Ke 2 tarian tersebut merupakan tari yang lazim dan banyak terdapat di daerah lain pada kapasitas penyambutan tamu saja. Raupe Soran merupakan tari yang digunakan dalam upacara jelang mengikat perkawinan. Tari upacara adat terkait dengan banyak macam motif adat yang disakraklan pada penyelenggaraan tertentu dan dalam momen tertentu pula.dance_@ Yahoo. Beberapa contoh Tari Upacara Adat adalah Bedhoyo 5 dan Bedhoyo Ketawang 9 (penobatan Raja sesuhunan dalem). Gambyong. Tari Upacara Tari jenis ini perbedaannya ditentukan berdasarkan pada kebutuhan spirit manusia pendukungnya.1.7.com 2. 3. Tari jenis ini juga digunakan untuk prosesi lamaran penang menantu.1 Tari Adat Tari Adat adalah berhubungan pernyataan maksud masyarakat kaitannya dengan peri kehidupan sosial sehari-hari dari masyarakatnya. 60 Squestrall (Internet) 3. Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat 3. Tari Sekapur Sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari Rangguk (Jambi) tari untuk persembahan kepada tamu biasa. Konsekuensi logis yang diyakini meniadakan akibat yang bakal dilakukan. Kuda Lumping. . Ngalage.197 www. Peran yang ada lebih diarahkan untuk pernyataan maksud dari masyarakat yang bersangkutan. 3. Karonsih.7.7. dan Gatutkoco Gandrung(Adat Perkawinan).1. Sablang sebagai sara untuk panen akbar atau petik padi.38-39 Gb. Tari jenis ini lebih dominan untuk mendekatkan pada bentuk upacara yang sakral. Jatilan (seni tontonan rakyat). Tayub.

Posisi geografis sangat menguntungkan. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian . 3. tari Karan merupakan tari hiburan Bengkulu selatan ditarikan remaja putri.61 Sekapur Sirih Gb.. tari Kain. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.62 Rangguk Bengkulu: tari Massal Andun. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). Ayunan Tangan. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. tari Massal Kijjai. tari Gandai. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. 63 Tabot Lampung memiliki budaya batas. tari Bidadari. Tari Kikuk.3. Tari Keris. 3. tari Sekapur Sirih.198 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

. Tari Kandagan. Tari Candra dewi. Tari Bebe. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. tari Melinting. tari Lepas. Tari Kembang Puray.66 Tari Merak . 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Keris. Tari Arus. Tari Keurseus. Tari Doger.199 pria sebagai ungkapan selamat datang. 3. Tari Merak. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan property cemeti. tari Batin. 64 Ngelajau Gb. Sumber www. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Capang. Tari Longser.com 3.dance@yahoo. 65 Agon Yamuniku Jawa Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Tari Ketuk Tilu. Tari Dewi. Tari Topeng.

Tari Ronggeng. 70 TeaterTopeng Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. serta Topeng Angga. 3. Tari Blenggo. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 71 TeaterTopeng Gb. Di Bawah ini Tari Topeng Gong dalam 2 bentuk yakni Kreasi Baru dan Pertunjukan Topeng serta Garapan Kreasi Baru. Tari Tayub (Nayub). Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. Tari Topeng Gong. 69 Topeng Gb. Tari Ngarojeng. 72 Nyi Kembang . 3. 3. Tari Gong.200 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ 3.67 Bodoran 3. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng.68 Tari Merak Jakarta. 3. topeng Cantik.

40-41) dan Internet Jawa Tengah: Tari Srimpi 5. tari Golek.74 Tari Bahauran Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadit Gb.201 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Saptoretno. tari Bondan. Tari Surenglaga. 3.73 Tari Tebal Gempita Gb. Tari Karonsih.75 Tari Trunajaya Gb. tari Rantoyo. Tari Anoman Kataksini. Tari Kridohumangsah. Tari Retnosari. 3. Tari Srimpi 9. Tari Bondoyudo. Tari Panji. . Tari Menak Koncar. 3.76 Tari Topeng Tari Topeng dan Trunajaya (Bali) tari klasik garapan tari berorientasi dari keraton. Tari Bondoboyo. Tari Lawung. Tari Menak Jinggo Dayun. Koleksi Kusnadi (2.

Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. Tari dll. Pergelaran di Pendopo.202 Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Srimpi. 3. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. 3.79 Gambyong Yogyakarta: tari Bedhoyo. tari Golek Lima.77 Gumyak Banyumasan ( Pribadi ) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Jurusan tari UNJ Gb. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. 3. . Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok.78 Dolalak Gb.

Tari Emprak (tari putra/putri berpakaian wanita. tari Bapong. 3. Tari Embatembat. tari Jejer. pertunjukan secara berkeliling. berperan seperti Tledek atau Ledek.203 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. 3. Jawa Timur memiliki beberapa khasanah tari seperti Tari Ngremo. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.80 Tari Gagahan Gb. Tari Atandak.82 Mbya (gaya tari Madura) . Tari Topeng (Madura).81 Klono Topeng Kedua karakter tari ini adalah gagahan. 3. Gaya tari Yogya lebih menekankan pada angkatan kaki berciri lurus untuk perpindahan tempat dengan cara merendahkan kaki tumpuan.

dance@yahoo. serta kebutuhan untuk upacara adat sangat bergantung situasi tari dipergelarkan.com Gb. Hanya pada jenis tarian upacara saja yang membutuhkan penghayatan tari berdasarkan situasi fungsi tari dipergelarkan.85 Ngremo Kedua gambar tari Ngremo di atas menunjukkan perbedaan konsep koreografinya.85 di Proscenium Stage Tari Bali merupakan jenis tari tradisional yang paling ekspresif pada sebagaian banyak jenis tariannya.84 Tari Ngremo Sumber www. penghayatan topeng denga penyesuasian karakternya. Pernyataan .83 Tari Warok Gb. 3. 84 di Mal dan 3. 3.204 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. 3. Pada tari-tarian Bali unsurekspresi mata (sledet dan panajam). Tari Bali merupakan tari tradisional yang didominasi tarian ekspresif. Tari-tarian Bali merupakan cermin masyarakat Bali yang dinamis. Gb.

2. 2. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Hal ini di alami oleh masyarakat Bali.205 kehendak dan karakter musik dan tarinya mencerminkan dinamisasi jaman yang terus menerus berkembang. 86 Topeng Rangde (BudPar) Gb. 87 Manukrawa (BudPar) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 3.88 Oleg Tabulilingan(UNJ) Gb.89 Trunajaya (Kusnadi) . 3.

3. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan.206 Nusa Tenggara Timur memiliki khasanah tari yang antara lain seperti di bawah ini. Tari Ana Keka. Tari Kabana. Tari Nuri. Tari Lenda Nusa Malole. Tari Padoa. Tari Soka Papak. Tari Elilola. Tari Dio doe. Tari Ayam Karata. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Bial Tojong. Tari Katubu.90 Abike Anuku ( GNP TMII ) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Gandrung. Tari Dalata. Tari Lenggo.91 Abike Anuku ( GNP TMII ) Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang antara lain terdiri dari Tari Udeg. Tari Cilo. . Tari Kanja. Tari Dadara Nesek. 3. Tari Deda Lolon. Tari Likurai. Tari Carana. Tari Bidu. Tari Danding. Tari Angin Alus.

Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah.207 Sumber Koleksi Pribadi Gb.93 A dan 3. Tari Arum Piju. Tari Anitu. dilakukan kelompok gadis. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. 3. serta penobatan putri masa akil balig. Tari Pemontes. tari Kebesaran. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Ana Tete. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. tari Maka Anding. B Pamilau Sulawesi Tengah: Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi.3. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. Tari Banggai.92 Katubu ( Anjungan TMII ) Sulawesi Utara: tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. tari Ando-ando. .94. Tari Maengket. Tari Kartili tarian hiburan rakyat Sulut. Tari Peule Cindi. kitanan. tari Turutenden.

Tari Kancara. Tari Lumanse.97. Tari Manganeng. dll . Tari Motaro dll. 3. 3. Tari Katumbu. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Mombesara. Tari Dero. Gb. Tari Mak Jekne-jekne. Tari Maklatu Kopi. Tari Mak Randing. Tari Malemmo. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. Tari Kandai Patangaya. Tari Salonde. Tari Morengku. tari Mangaro. gadis akil balig harus menarikan tari ini. Tari Mappacci. Tari Morasa. Tari Mangayo. tari Dinggu. Lanunse ( GNP TMII ) Tari dari Sulawesi Selatan terdiri dari Tari Losa-losa.208 Tari Ei-Ei. Tari Modelusi. Tari Makrencong-rencong. Tari Maluyya. Tari Modero.Tari Moleba. Tari Moese. tari Assay. Tari Mangandak. Tari Langko. Tari Luminda dll. Tari Moana. 3. Tari Mak Bandong.95 Assay (Pemda Sulteng) Sulawesi Tenggara: tari Lense (menceritakan kehidupan laut).96 Lanunse ( GNP TMII ) Gb. Tari Dopalak. tari Lumunse. Tari Marrelau Pammase Dewata. Tari Basalonde. tari Linda.

Balian Bukit. tari Topeng Panji. 3. Tari Burung Enggang. Tari Belaong. 3.209 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Gantar. tari Perang. tari Japin Sigan.TariBogam. Baksa (Ajaran. oleh 4 wanita. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.100 Perang (TMII) Gb.Tari Anggo.101 Jipeng Rebana Kalimantan Selatan: tari Tirik Lalan. Tameng. Tari Bogam.99 Pakarena UNJ Kalimantan Timur: tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit. Ditarikan pada masa paceklik. 3. Tari Bejo Ujo. tari Hudok. Tari Bekuku.Tumbak). Tari Mantang.98 Pakarena (Mujiati) Gb. tari Gandut. 3. Tari Belahong. 1 orang lelaki(pawang). Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. . Tari Datun dll.

3. tari Kinyah Bawi. tari Manjuluk Sipa. Tari Karaenta. Tari Banggai. Tari Bukung. TMII Jakarta Gb. Tari Balian Bawo. Tari Kanjan. tari Mandau Talawang dan Kapuas. 3. Tari Tambung. Tari Kangkurung. tari Boleong Dadah.102 Perang (TMII) Kalimantan Tengah: tari Giring-giring. Tari Bahala.210 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Tari Badeder.103 Giring-giring(TMII) . tari Kinyah Pampulu. Tari Kinyah DanumK Kalimantan Barat: tari Capin Tari J Sumber Koleksi Anj.

Tari Dodobol. Tari Etol. tari Lenso.106 Tari Bambu Gila Kedua gambar ini menunjukan konsep garapan tari upacara berupa pengukuhan kepala adat. Tari Dow Mamun. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Dendang Dilale.211 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. 3. tari Wor. Tari Maru Putih. Tari Denge-denge. Tari Aniri. Tari Mabileose.105 Tuan Pamekik Gb. Tari . Tari Aya Nende. tari Mutiara. tari Dombe. Tari Det Pok Mbui. Tari Due. Tari Aluyen. 3.104 Giring-giring (UNJ) Maluku: tari Caka Lele. Irian Jaya/: tari Yospan..

3. Tari Agama Tari upacara Agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus.Tari Mbis Pok Mbui. Tari Mooni dll. Tari Meto. apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayatan keagamanan dimana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam .108 Ndaitita 3.212 Kampu. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb.1.7. Tari Ndi.107 Mbui Dong Po Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.2. 3. Tari Meitoro Meisawe.

mengkultuskan. Di sisi lain. Pasraman. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. tari Mandi Taman. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama.213 dan bersifat memuja. Tari yang ada antara lain meliputi tari Pendet. tari Kepak Balam dll. Rejang. 111 Sekapur Sirih (UNJ) Daerah Jambi memiliki tari tradisional Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi. tari Kipas Perentah. 110 Kecak Gb.3. Rangde. Ngaben untuk acara kematian. Gabor. tari Sauh. Tari tersebut banyak digunakan untuk penyambutan tamu terhormat. dan penghayatan persembahan secara total. maka tari ini berbentuk tari sosial. tari Gunjing. Di bali banyak tari jenis keagamaan digunakan sebagai pernyataan maksudnya. Tari Kain. 109 Tuan Pamekik Gb. Keris. . 3. tari Kelit Lang. 3. tari Depan Tulang Belut.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. . Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan.

Tari Berdasarkan orientasi Artistik Tari berdasarkan orientasi artistik lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar.214 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. dan primitif.8.113 Rangguk Dalam rangka pengembangan asset tari untuk kalangan tertentu tari ini dapat dikemas untuk konsumsi pariwisata. 3.8. tari-tarian lain terdiri dari jenis tari-tarian sebagai berikut: 3. 3.dance_@ Yahoo.112 Sekapur Sirih Gb. 3. Tarian jenis ini menjadi milik rakyat. istana. Selanjuynya. mengingat tari ini sudah banyak dikenal kalangan. Tari-tarian tersebut telah diuraikan pada penjelasaan terdahulu.dance_@ Yahoo. 114Time Load www. 115 sequence . 3.com Gb. 3.com Gb.1. Hal ini dapat dilakukan apabila sepakat untuk tidak meninggalkan akar budaya tradisi budaya tari ini. Tari Balet www.

com Gb.dance_@ Yahoo. Sumber: Buku Modern Dance William Dowoo .com www.215 www. 3.dance_@ Yahoo. 118 Time Load Perhatikan ketiga gambar di atas menunjukan tari Balet asal Amerika (Ketiga piñata tari dari Amerika). 3. 116 Squarel www.dance_@ Yahoo.com Gb. 117 All Fine Gb. 3.

Musical Dance Jenis tari ini terdiri dari tarian yang dipentaskan secara kolosal. sarana komunikasi. Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu. secara umum dapat digarisbawahi bahwa fungsi tari dapat bertujuan sebagai . dan komunikasi.2. Fungsi Tari Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memebuhi kebutuhan hidupnya. Dengan demikian tari apat sekaligus menjadi kendaraan mengekspresikan keinginan. dan tujuan tertentu yang mendatangkan kepentingan sosial secara total. Dalam kaitan dengan itu. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia. Dengan demikian tari dalam rangka memenuhi kebutuhan idividu dan sosial merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. sosial. pernyataan maksud.9.216 3.119 Ebegan 3. dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak.8. Kebutuhan yang erat hubungannya dengan pemenuhan sentuhan estetis adalah melalui kegiatan berkesenian. Salah satu cabang kesenian dalam pembahasan di sini adalah seni tari. tari dapat berperan sebagai pemujaan. 3. Biasanya merupakan bentuk pertunjukan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya. Oleh karena itu.

1. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang. Setiap upacara selalu dilengkapi dengan tari-tarian. 2. keagamaan. Tari sebagai sarana upacara ritual harus diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji pada situasi atau tempat tertentu pula. Tari sebagai sarana Upacara Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini. kesuburan. dalam peristiwa penting kehidupan yang diikuti dengan sesaji. Di bawah ini beberapa contoh tari-tarian yang difungsikan dalam berbagai upacara agama. persembahan. bunyi-bunyian guna menambah kesakralan dan menghadirkan daya magis.9. Tari-tarian ini memiliki ciri-ciri adalah sebagai berikut: 1. dan perwujudan kehendak yang diungkapkan sehubungan dengan ekspresi kebutuhan yang mendesak pada diri manusia. Seperti panen atau potong padi sebagai ungkapan terima kasih berkaitan dengan peristiwa kelahiran. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. sarana komunikasi.217 pemujaan. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral. sebagai sarana untuk persembahan. di mana berfungsi sebagai ritual. adat di suatu daerah sebagai berikut: Asal Keagamaan daerah Bali No 1 Tarian Pendet Rejang Keris Pasraman Gabor Ngaben Ndi Mbis Ura Nelayan Adat Kehidupan Kematian Irian jaya Cuaca buruk Cuaca buruk 2 . 3. dan adat. Secara garis besar Soedarsono mengelompokan fungsi seni tari ke dalam seni pertunjukan dapat dikelompokan menjadi tiga sebagai berikut: 3. perkawinan.

2 Hubungan tari dengan aktivitas manusia .218 Raupe Saran 3 4 Tor-tor Gandal Sapu Buluh Gita Wani Walone Pagellu Mapaliang Ngalage Tayub Sablang Sumut Maluku Kelahiran Kelahiran Sulsel Kematian Jabar Jatim Panen Panen Panen Kelahiran Perkawinan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Akil Balik Penobatan Penobatan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Bersih Desa Bersih desa Penobatan Pinangan Berburu 5 6 7 8 Hola Ana NTT Dodoka Doo Lego-lego Ledo/Tawu Prisen NTB 10 11 Bedhoyo 5 Jateng dan 9 Bedhoyo Ketawang Gambyong Karonsih Gatutkoco Gandrung Kuda Lumping Jatilan Bedhoyo semang DIY 12 Tabel 3.

dalam penyajian terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan.9.2. tari Gembira.dance_@ Yahoo. tari Perang. tari Kecak. 3. 3. 3. 3.120 Hung Myung Gb. Hal ini berhubungan dengan tari untuk memenuhi konsumsi publik saja. amal. atau bahkan untuk memenuhi kepentingan publik dalam rangka hiburan saja. Sumber Majalah Myung Hui www.121 Squarel Sumber Jurusan tari UNJ Gb. tari Bebodoran.122 Baris . Tari Rangde. Oleh sebab itu. Tari Sebagai Sarana Hiburan Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton.com Gb. coba masukan ke golongan mana tari-tarian ini dikelompokan. Tari-tarian tersebut adalah tari Penyambutan.219 Tugas untuk kamu.

38-39 Gb.220 www.125 Manuk Rawa (Jurusan Tari UNJ) .38-39 Gb.dance_@ Yahoo.3.dance_@ Yahoo.com 2.123 Cinta Bunda (Koleksi Farida Faisol) www. 3.124 Fatamorgana (Interbet) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3.com 2.

sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. Gerak maknawai Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya . seni tari. tujuan.10. lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan. mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman. Gagasan Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. dan diskusi. estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor). tulis. Amati seluruh penyajian. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. apresiasi sampai keutuhan produksi. b. pengertian. Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional. Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak. Tentukan tema yang kamu pilih. menginterpretasikan. Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih. analisis. mencipta.221 3. Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun. merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. fungsi. penilaian. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : a. Gerak Murni Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah. tingkat persepsi pengetahuan. Coba analisis. PRODUKSI TARI Pada tahap produksi peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan. coba jelaskan latar belakang. bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu.

sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). . berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. diolah dan digarap.11. Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri.222 c. baik ruang maupun desainnnya. Kekhasan tersebut dapat dilihat dari : 3. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber. Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya. Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol. dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan. Gerak asimetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun. 1. namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. 2. d. Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan. baik ruang maupun desainnya. Dasar pijakan Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan. Gerak simetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun. tumbuh. bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya.

d. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). . Tema lingkungan dan alam sekitar. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). dsb) Tema logika matematika. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) . Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong). air yang mengalir di sungai. Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karyakarya tari di nusantara dapat diangkat : a. b. dsb. seperti gerak-gerak angin bertiup. kentongan.tangan (mengepal) . seperti bermain tali/pita. mata pencaharian (nelayan. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak). Tema kehidupan sehari-hari. tempurung.6. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). pertanian.kepala (mengangkat dagu) . payung.12. seperti bermain peran. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. pohon bergoyang.223 Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari Gambar 3. berkaitan dengan perburuan. di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin". Tema dengan menggunakan properti. topeng. c. dsb.kaki (berjinjit).

a.. Kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai . Bahasa plastis d. Tari klasik c. Bahasa visual b. a. Ekspresi 4. Esensi keindahan dalam tari dapat dilihat pada. Garapan 6. Tari Cokek (Betawi) adalah termasuk golongan tari . Bahasa verbal 3. a. Tari b. Olah tubuh 2.. Gerakan maknawi b.. dalam istilah tari disebut. Gagasan d. Gerak . Komposisi d. Gerakan tari dapat diistilah sebagai bahasa . selaras dengan bunyi musik . a.224 TES FORMATIF BAB III Pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Tata rias c. a.. Sebuah tarian yang memiliki gerakan bermakna pesan... Tari garapan 5. Pantomim c. Gerak yang ritmis...... Produksi b.. Musik d. Tari adat b. Gerakan ragawi c. a. Gerak d..... Koreografi c. Tari tradisi d.. Bahasa kinestetik c.. Kostum b.

tema. Komposisi tari 9.. Sledet b. Bagaimana pendapat kamu tentang seni. wiraga adalah istilah ... jumlah penari? 2.. Nguyi b. Wirasa... Trisik d. musik. a. tata rias. pola penyajian. stage. Sledet b. ide. Gerakan tangan pada gerak dasar tari India disebut.. a. buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional. . Ciri khas gerak mata tari Bali yang ekspresif diistilahkan dengan. pola lantai. Goyang plastik 8. Ngigel 10.. Kemampuan tari b.225 7. uraikan dan analisis latar belakang. Nandak c. a. Trisik d. PERTANYAAN 1. Penjiwaan tari d. Amati gerak dan pendukung lainnya. Nandak c. Diskusikan dengan teman. a.. Ngigel II. Unsur-unsur tari c.. Klieu d. Trisik c. wirama. seni tari non tradisional. Gerak tari berlari-lari kecil dalam tarian Jawa diistilahkan dengan..

Seni Teater Mengapresiasikan Karya Seni Teater Bab 4 APRESIASI Pengertian Teater Latihan Akting Istilah Dalam Teater Unsur-unsur Lakon Teater Unsur-unsur Pementasan Pembuatan Naskah .

EKSPRESI Mempersiapkan Pementasan Drama .

228 BAB IV SENI TEATER 4. 4.1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif) di panggung. Percakapan dan gerak-gerik itu memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah. pertumbuhan dan kematian) juga hiburan. kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan. Bukti tertulis pengungkapan bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM. sedangkan istilah drama merujuk pada pertunjukannya. bukan hanya berupa nyanyian. Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. lambat laun upacara keagamaan ini berkembang. Hal ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani. Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka agama. . puji-pujian. melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan lantang. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita. selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan. siklus hidup (kelahiran. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. Sejarah Teater Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti gerak. namun kini kecenderungan orang untuk menyebut pertunjukan drama dengan istilah teater. Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. Dengan demikian. penonton dapat langsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan. tingkat-tingkat hidup. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM.

lenong. rias dan kostum) • Lakon sebagai unsur penjalin (cerita. . dekorasi. ucapan pemeran) • Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda. non cerita. misalnya wayang golek. reog. dengan media : percakapan. fiksi dan narasi) Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang utuh antara manusia sebagai unsur utamanya dengan unsur –unsur penunjang dan penjalinnya. suara.2 Pengertian Teater arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang banyak.229 4.gerak bunyi dan gerak rupa) • Suara sebagai unsur penunjang (kata. Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan perpaduan segala macam pernyataan seni. nyanyian dan tarian. Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak. bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. Unsur-unsur teater menurut urutannya : • Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor) • Gerak sebagai unsur penunjang (gerak tubuh. dialog. efek dan musik) • Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya.gerak dan laku dengan atau tanpa dekor. sulap. didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik. akrobat. arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas. band dan sebagainya. debus.gerak suara. disaksikan oleh orang banyak.

2. Merupakan salah satu pertunjukan tater yang menggunakan semua unsur teater misalnya tubuh. sifat nya spontan. Sutradara : Yoyo C Durachman.1 Pertunjukan Teater sanggar KITA Bandung. bunyi/musik dan cerita atau lakon 4. Judul : Orang Baru. Karya : Saini KM. bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh kaidah-kaidah pertunjukan yang kaku.1. Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan pedesaan . Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya : a. suara. ketoprak dll.improvisasi.2 Pertunjukan teater rakyat tradisional Ludruk yang hidup dan berkembang di daerah Jawa timur . Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4. Contoh : lenong. ludruk.230 Sumber :Dok. rupa. grak.Pribadi ( Foto istimewa) Gambar 4.

Teater Keraton yaitu Teater yang lahir dan berkembang dilingkungan keraton dan kaum bangsawan. Teater ini Masih membawa idiom bentuk rakyat dan keraton . sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia. Teater kontemporer. Contoh : teater Wayang Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4.yaitu teater yang menampilkan peranan manusia bukan sebagai tipe melainkan sebagai individu . Pertunjukan dilaksanakan hanya untuk lingkungan terbatas dengan tingkat artistik sangat tinggi. Pribadi (foto Istimewa) Gambar : 4. yang merupakan salah satu kesenian masyarakat Jawa Barat.231 b. dalam dirinya terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang .3 Pertunjukan Wayang Golek. Sumber : Dok. Teater Urban atau kota-kota.cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang dekat dengan dewadewa . d. yang merupakan bentuk teater yang berasal dari keraton c.4 Pertunjukan komedi antar pulau dengan lakon ”cinta robot” ini merupakan salah satu pertunjukan teater masyarakat urban dimana pertunjukannya menampilkan permasalahan masyarakat urban dengan budaya yang heterogen(beragam) sesuai dengan asal masyarakat pendukungnya. teater jenis ini lahir dari kebutuhan yang timbul dengan tumbuhnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan sebagai produk dari kebutuhan baru .

Juga peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang (kelahiran. Sumber : Dok. 4. siklus kehidupan maupun hiburan. Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara khusus untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur.2 Fungsi – Fungsi Teater Rakyat Fungsi – Fungsi Teater Rakyat : 1. Pendukung teater ini masih sedikit yaitu orang-orang yang menggeluti teater secara serius mengabdikan hidupnya pada teater dengan melakukan pencarian. naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu ditandai dengan peristiwa-peristiwa teater dengan penampilan berupa tarian. Juga ketika panen.5 Pertunjukan Teater Kontemporer yang menggunakan bahasa ungkap ekspresi gerak dengan judul ”Pramuwisma stories”.2. tata cara yang unik dan menarik.nyanyian maupun cerita. Pribadi ( Foto Istimewa) Gambar 4. eksperimen berbagai bentuk teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini. Pemanggil kekuatan gaib 2.232 tanpa batas. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun. . Menjemput roh-roh pelindung untuk hadir ditempat terselenggaranya pertunjukan 3. Kegiatan ini masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari unsur-unsur ritual kesuburan. Memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat. khitanan. berkah dan terjaga dari berbagai gangguan. sebagai ucapan terima kasih maka dilaksanakan upacara panen. dengan acara. Teater rakyat adalah teater yang hidup dan berkembang dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan rakyat.

Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang. Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah. Peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya. Pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. Teater berfungsi sebagai salah satu upacara keagamaan .233 4. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton) Sumber : Video Teater PSN (foto : Istimewa) Gambar 4.6 Pertunjukan teater arja di Bali. Ciri-ciri umum teater rakyat diantaranya : 1. 6. Nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus yaitu tertawa dan menangis. 8. Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . 5. 5. Penyajian dengan dialog. tarian dan nyanyian 3. mitologi atau kehidupan sehari-hari. sebagai media hiburan. merupakan salah satu contoh teater rakyat yang masih hidup dikalangan masyarakat Bali. Mempergunakan bahasa daerah. 7. dongeng. 6. 7. 2. Unsur lawakan selalu muncul 4. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain.

dan harus mempunyai daya konsentrasi. wawasan. bagus .indah.3 Seni Peran Sumber : Dok. fantasi. Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit . . observasi serta mempunyai kecerdasan. seorang aktor harus menguasai olah tubuh. punya kekuatan atau tidak berkarakter. Virtuositas adalah kekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan. Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater. tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penonton bertahan tidaknya ditempat duduknya. Pemahaman mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik. vokal. imajinasi. psikis dan sosial. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. STB. Sehingga ketika sorang aktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah. sehingga menimbulkan rasa empati dan simpati bagi yang melihatnya. Sutradara Yusep Muldiyana.7 Pertunjukan “Kekawen Kawin” karya Nikolai Gogol. Dalam pertunjukan ini kekuatan pemeranan dari masing masing aktor sangat ditonjolkan untuk menampilkan daya tarik pertunjukan secara keseluruhan.kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan. menarik . menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan.seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran. Seperti dikatakan oleh stanislavsky. pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya.234 4. Pribadi (foto :Hermana HMT) Gambar 4.

umur. jika yang dijadikan sumber gaya adalah actor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton . watak.235 Keadaan fisik meliputi . Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kepopuleran.cirri-ciri tubuh. . pekerjaan. cacat jasmaniah. sutradara. WS.ambisi. kurus gemuk. aktor harus menghayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secara sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri. kegemaran. tinggi/pendek. ras.cirri khas yang menonjol. keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang. lingkungan dan penulis. mentalitas. profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula.Pribadi (Foto Bedeng Siregar) Gambar 4. Pencapaian seorang aktor dalam mewujudkan sosok peran sesuai karakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan. kemasyuran . Keadaan psikis meliputi . temperamen. Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang. agama. ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya.Keadaan sosiologis meliputi . keadaan emosi dan sebagainya. jenis kelamin. jabatan. kesukaan. Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil .8 Pertunjukan Teater “Pelajaran” Karya Ionesco Sutradara : Deden Rengga Dalam pertunjukan ini semua pemain harus menguasai tehnik akting yang memadai untuk mewujudkan peran yang sesuai dengan tuntutan naskah. raut muka. kelas sosial. Sumber : Dok.suku bangsa. ideologi dan sebagainya.standar moral. kompleks psikologis yang dialami. suka senyum/ cemberut dan sebagainya.

dialog dirinya dan dialog lawan mainnya. yaitu peran yang dibawakan . latihan intelek atau kebudayaan(misalnya menghayati musik. Sutradara Yusef Muldiyana. konsentrasi bertujuan aagar actor dapat mengubah diri menjadi orang lain .4 Akting Ajaran akting menurut Boleslavsky dalam buku Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor : 1. Sumber : Dok Pribadi (foto : Hermana HMT) Gambar 4. memerlukan konsentrasi. puisi. STB. .9 Adegan Pertunjukan “ Kekawen Kawin” Karya Nikolai Gogol. juga jika saat itu tidak kebagian dialog atau gerakan . rasa dan karsanya pada dunia lain itu. Konsentrasi merupakan salah satu latihan penting dalam mewujudkan sebuah peran contoh pad adegan diatas seorang pemain sedang berkonsentrasi pada peran. konsentrasi aktor tidak boleh mengendor. Latihan konsentrasi dapat dilakukan melalui fisik (seperti yoga). juga berarti aktor mengalami dunia yang lain dengan memusatkan segenap cita. Jadi tidak boleh perhatiannya goyah pada dirinya sendiri dan pada penonton. Meskipun lakon berjalan.236 4. Pelajaran pertama : Konsentrasi Pemusatan pikiran merupakan latihan yang penting dalam akting.seni lukis) dan latihan sukma (melatihan kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi).kesiapan batin untuk mengikuti jalannya cerita sampai berakhir.

dan menghidupkan aspek dramatisasi melalui ekspresi atau mimik wajah melalui dialog. . Pelajaran keempat : Pembangunan watak Setelah menyadari perannya dan titik sasaran untuk peranannya itu aktor harus membangun wataknya sehingga sesuai dengan tuntutan lakon. untuk menuju garis dan titik sasaran yang tepat dengan begitu ia dapat melatih berlaku dramatik Artinya bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri. dan pemanfaatan seting pendukung (misal membanting). The transfer of emotion merupakan cara efektif untuk menghayati suasana emosi peran secara hidup wajar dan nyata. Dalam proses terakhir itu diri aktor telah luluh dalam watak peran yang dibawakannya.237 2. Aktor harus selalu mengingat apa tema pokok dari lakon itu dan dari perannya. maka kadar kesedihan itu takatannya tidak akan berlebihan. Pelajaran kedua : Ingatan Emosi. Banyak peristiwa yang menggoncangkan emosi secara keras dan hanya aktor yang pernah mengalami goncangan serupa dapat menampilkan emosi serupa kepada penonton dengan takaran yang tidak berlebihan. untuk itu memang diperlukan penghayatan terhadap tokoh itu secara mendalam sehingga dapat diadakan adaptasi 4. sehingga tidak terjadi over acting. atau sebaliknya watak peran itu telah merasuk kedalam diri sang aktor. tetapi sebagai pemeran. Pelajaran ketiga : Laku Dramatik Tugas utama aktor menghidupkan atau memperagakan karakter tokoh yang diperankannya. dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa. Jika pelaku harus bersedih . Pembangunan watak itu didahului dengan menelaah struktur fisik. 3. kemudian mengidentifikasiannya dan menghidupkan watak itu seperti halnya wataknya sendiri.

Irama permainan ditentukan oleh konflik yang terjadi dalam setiap adegan. e. Mungkin dalam percakapan sehari-hari ini tidak perlu. agar alur dramatik dapat mencapai puncak dan penyelesaian. Dengan pembangunan watak hal ini dapat terwujud 5. Irama juga memberikan variasi adegan. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik . sehingga tidak membosankan. laku dramatik dan pembangunan watak sulit dilakukan secara personal. psikis dan sosial yang sesuai . u. o dengan mulut terbuka penuh. Sutradara : Deden Rengga. Ada kalanya seorang pemain mampu mengucapkan kata dengan jelas atau “las-lasan”. tetapi toh dialog yang diucapkannya tidak merangsang . I. 6. hal-hal yang sehari-hari perlu diproyeksikan karena suara diharapkan dapat sampai pada penonton di deretan tempat duduk paling belakang. karena keduanya sangat menentukan suksesnya pementasan.10 Adegan Pertunjukan “Lawan Catur “ Karya Kenneth Arthur. Siswa perlu dilatih mengucapkan vocal a. Pemain yang baik adalah pemain yang kalu sudah diatas panggung tidak tampak lagi pribadinya. agar titik sasaran dapat dicapai . perlu mengadakan observasi terhadap pengemis dengan ciri fisik. akting seorang aktor juga harus diatur iramanya. akan tetapi di pentas. Suara dan Cakapan Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan nada yang sesuai. dia sudah berubah menjadi sosok yang lain. Pelajaran Keenam : Irama Semua kesenian membutuhkan irama. Pelajaran Kelima : Observasi Jika ingatan emosi. 7.238 Sumber : Dok Pribadi (foto : Bedeng Siregar) Gambar 4. maka perlu diadakan observasi untuk tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan.

4. Ini artinya nada ucapan tidak hanya berfungsi untuk menciptakan dinamika. dalam proses aktualisasinya oleh para seniman penggarap atau sutradara. Suatu dunia dengan kaidah-kaidah tersendiri yang berbeda dgn kaidah-kaidah kehidupan. Kata “gila” dapat berarti umpatan keras. misalnya dialek Jawa seperti terdengar dari lagu kalimat yang diucapkan pemeran dalam drama seri Losmen. kata-kata ternyata tidak diucapkan datar. Teater Ilusionis. Kalimat atau dialog yang panjangharus dipenggal-penggal lebih dahulu. jika diucapkan dengan nada yang berbeda-beda. kehidupan ditiru setepat mungkin agar ilusi tercapai. kegembiraan. prinsip seperti ini dapat kita lihat dalam teater-teater tradisional. kekaguman. Melahirkan gaya akting grand style ( akting di besar-besarkan ) dan Komikal yaitu gaya akting dengan mengekplorasi kelenturan tubuh sehingga menampilkan tubuh-tubuh dengan gestikulasi yang unik dan lucu Realisme adalah eater harus merupakan ilusi atau cermin kehidupan nyata (Realitas). tetapi terkandung di dalamnya lagu kalimat. Untuk melatih tehnik keaktoran maka diperlukan naskah sebagai pijakan dalam mewujudkan suatu peranan. dengan berbagai gaya penulisan naskah yang dapat kalian mainkan sebagai latihan pemeranan. kemarahan. Jika ini terjadi. perintah. . Pada saat pemain mengucapkan dialog. lagu kalimat juga menyarankan dialek tertentu. sesuai denga satuansatuan pikiran yang dikandungnya. kebencian. pemahaman ini berkembang dalam teater barat (konvensional). Dibawah ini terdapat beberapa cuplikan naskah dari beberapa penulis drama yang sudah terkenal. maka persoalannya pada apa yang lazim disebut phrasering technique atau teknik mengucapkan dialog.239 pengertian. kekaguman. Atau teater. Gaya aktingnya adalah gaya realis yaitu wajar mirip dengan gaya kehidupan sehari-hari.teater kontemporer. dan sebagainya. pujian. tetapi juga menciptakan makna. teater tidak perlu sama dengan kehidupan kehidupan distilasi (digayakan) dan di Distorsi (dirusak). Di samping itu.5 Gaya Akting Pemahaman dan penafsiran tentang prinsip berteater. Lagu kalimat itu menyarankan pertanyaan. Satu hal lagi yang masih berhubungan dengan latihan vokal ialah perlunya dipahami adanya nada ucapan. terbagi dalam dua pemahaman yang berbeda yaitu : Teatrikalisme adalah praktek berteater yang bertolak dari anggapan bahwa teater adalah Teater. dalam film Naga Bonar terdengar lagu kalimat yang menyarankan dialek Batak.

6. biasanya berupa kesinpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru disajikan. 2. waktu. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali. Ekspresi wajah pemain ayng sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah. rancana yang akan dilaksanakan. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. Adegan Adegan adaalh bagian dari babak. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain. dua. Isinya. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Itulah sebabnya. pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton.240 4. 5. misalnya harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. dan lain-lain. mungkin ungkapan rasa senang. 6. atau tiga babak mungkin juga lebih. prolog sering berisi lakon. Beberapa istilah dalam teater Dalam membicarakan drama banyak kita jumpai istilah yang erat hubungannya dengan pementasan drama. Isinya. jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. antara lain sebagai berikut : 1. 3. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. sikap terhadap suatu kejadian. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. Selain itu. biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. 4. . Monolog Monolog adlah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama. 7. Seorang pemain yang berbisik. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon(cerita) yang akan disajikan. batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar. pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Artinya. Baik setting tempat. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. Satu lakon drama mungkin saja terjadi dari satu. maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. Agar dialog itu tidak hambar. perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya. atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung. Dalam pementasan.

Ada tokoh berwatak sabar. Layar adalah kain penutup panggung bagiandepan yang dapar dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. ramah dan suka menolong. Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. Amanat Sebuah sajian drama yang menarik dan bermutu adalah memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain.241 8. Resolusi Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik f. atau berakhir sedih atau penonton disuguhkan cerita dengan menafsirkan sendiri akhir cerita. Plot drama berkembang secara bertahap. Konflik Dalam tahap ini mulai ada kejadian c. Tema cerita Agar cerita menarik perlu dipilih topik. Bloking adalah aturan berpindah tampat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. 10. plot adalah jalan cerita drama. Komplikasi Kejadian mulai menimbulkan konflik persoalan yang kait-mengkait tetapi masih menimbulkan tanya tanya. kepala. 3. Eksposisi Tahap ini disebut tahap pergerakan tokoh b. Krisis Dalam tahap ini berbagai konflik sampai pada puncaknya e.7. Unsur-unsur Lakon Teater 1. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar. yaitu gerakan tangan kaki. contoh tema masalah Keluarga topiknya misal Pilih Kasih 2. d. Penyelesaian konflik ada yang happy ending. Keputusan Adalah akhir cerita 4. mulai dari konflik yang sederhana hingga menjadi konflik yang kompleks sampai pada penyelesaian konflik. Plot Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. Tidak semua panggung dilengkapi layar 4. . 9. Ada enam tahapan plot : a. Karakter Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam drama.

waktu.8. Semua itu diwujudkan dengan penataan panggung dan peralatan yang ada. e. Unsur-unsur Pementasan a. senja. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menghidupkan plot lakon. g. dengan kata lain lakin yang dipentaskan harus terasa wajar. Interpretasi Apa yang dipertontonkan ceritanya harus logis. di tepi sungai. berkabung. atau kapan? Demikian pula unsur panggung harus diupayakan bisa menggambarkan suasana: gembira. dini hari. f. Sementara itu. atau suasana-suasana lain. dan suasana seperti yang dikehendaki lakon drama. Karena semua adegan dilaksanakan di panggung maka panggung harus bisa menggambarkan setting apa yang dikehendaki. Panggung dan peralatan biasanya amat terbatas. sepi mencekam.242 sebaliknya bisa saja tokoh berwatak jahat ataupun bisa juga tokoh berdialek suku tertentu. h. Dialog Jalan cerita lakon diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. penata panggung harus jeli dan pandai-pandai memanfaatkan dan mengatur peralatan yang terbatas itu untuk sedapat-dapatnya menggambarkan tempat. di kantin. atau di mana? Penataan panggung harus mengesankan waktu: zaman dahulu. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya. Panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan itu terjadi: di ruang tamu. penggambaran setting sering berubah-ubah hampir setiap adegan. 6. d. b. tengah hari. 4. Karena itu. zaman sekarang. Setting Setting adalah tempat. waktu. Naskah Pemain Sutradara Tata rias Tata biarama Tata panggung Tata lampu Tata Suara Pentonton . 5. i. dan suasana terjadinya suatu adegan. Bagaimana caranya? Penata panggung yang mengatur semua itu. c. 7. di rumah sakit. hiruk pikuk.

Tata Suara Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana. berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita. melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian d. Naskah Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. Tata Rias Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua. untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari. g. f. misal penggambaran kesedihan. Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana. pemilihan pemain. Sutradara Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan. ketakutan. karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita. sutradara memilih naskah. dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan. tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat. setiap tokoh akan diperankan seorang pemain c. maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. kalau diiringi musik yang . Pemain Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. menentukan pokok-pokok penafsiran naskah. Tata Lampu Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita. tata lampu dan tata suara (musik pengiring) b.243 a. Tata Busana Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami. menggambar kejadian misal di tempat romantis. penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat. e. saling menyesuaikan. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita. kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak.

segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton. h. .244 sesuai. Penonton Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan. ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras. penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi. alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu. kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan. Bagaimanapun sempurnanya persiapan. Jadi. tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut. penata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri.

dimana aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah. itulah yang sebenarnya bermimpi di malam ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI 5. BUJANG : Itupun hampir selesai 8.ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan. maka siapa yang bermimpi malam ini.245 Contoh Naskah untuk latihan pemeranan SANGKURIANG Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV. DAYANG : Rasa-rasa dalam mimpi SUMBI bahwa di malam ini sedang diciptakan telaga beserta perahunya. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan 1. Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan segera terbukti 6. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada tumbang batu-batu bergulingan membendung air. mesti segera diminta datang . 4. DAYANG : Kalau begitu. SUMBI kita tidak boteh lalai Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya. itulah yang besok pagi kesiangan. itulah pemimpi sepanjang jaman BUJANG MUNCUL 2. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI Apa yang nampak di mata ? 3. satu diantara dua : aku atau anakku. DAYANG : Dan perahu ? SUMBI 7.

246 9. bertindak berontak menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN 11. anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu. apa yang hendak kite katakan. Nyai. keras menolak keingmanmu. . DAYANG : Riuh gemuruh dikejauhan. DAYANG : Mamang. karena hati naik turun Ah. SUMBI alamat telaga sedang dibangun. Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu. BUJANG : Baik. BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui. malam ini SUMBI bukan malam sepi. Nyai ? kami dipanggil di malam sepi ? 12. Riuh gemuruh di dalam dadaku. ya. ARDA LEPA : Ada apa. hidmat menyembah kebesaran-Mu. Ya. hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya. bukan? 14. Malam ini malam yang seram malam yang berat mengancam Anakku Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya 13. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang sependapat dengan Sang Kunang. biar sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. kawan? Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan. tapi juga hati seoiang ibu yang diancam bahaya Sebagai manusia. menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar selalu Tapi sebagai ibu.

DAYANG SUMBI : Memang. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datang Apakah mamang setuju anak mengawini ibu ? : Anak mengawini ibu ? Yey. asal besok ban sedia perahu dan telaga. Ternyata sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat memenuhi permintaan ku. ARDA LEPA 19. DAYANG SUMBI 20.247 15. menyerupai sinar fajar. kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang. ARDA LEPA 21 DAYANG SUMBI 22. : Jadi sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ? supaya peiahu dan telaga besok tidak bukti ? : Betul. Aku berjanji mau kawin dengan dia. itu terserah kepada mereka Tapi bagiku aku adalah ibunya. ai. ARDA LEPA 23. Karena itu ku menginginkan supaya kalian membakar hutan. Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ? Itu lucu ! : Tapi apa mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 16. : Nantidulu Dengar dulu! Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap anak. BERSAMA . itu tidak lucu ! : Itu mesti disapu ! Lebih haram dan jinah ! Lebih hewan dari hewan ! : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminang Sang Kunang mesti kami buang ! Kalau tidak. kami semua ikut berjinah Kami menjadi hewan. lantaran merasa kesiangan : Ai. Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan menolak dia meminang. pinangan anakku tidak terangterangan ditolak. BERSAMA 18. biar apinya bersinar-sinar. biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar maksudnya diurungkan. ARDA LEPA 17.

Karena itu. DAYANG SUMBI : Sang Kuriang memang lain dari yang lain tapi Sang Kuriang manusia Dan kepada manusia aku tetap yakin: ada Dewata dalam dirinya Dan selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam tubuh Sang Kunang ! : Bagaimana kawan. tanpa yang diharapkan. tanpa yang diidamkan. kita sekarang membakar hutan ? : Asal terang ada anak memang ibu : Yang sudah teiang semua manusia adalah satu Orang lain masih kita juga. ARDA LEPA 28. BERSAMA SEMUA TURUN . marilah kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah panggilan kita di dalam hidup bersama : (SAMBILTERUS TURUN) Semua orang adalah satu orang lain masih kita juga kewajiban kita. biar gigi tinggal dua. selam damang bagi semua 25 ARDALEPA 26.248 24. mengisi ini dunia dengan bermain bersama. BERSAMA 27.

Dan tiada di kuburan : O. Namun dia dapat karangan bunga dan penaburan kembang untuk perawan. WUJU TUMB WUJU ULAMA WUJU ULAMA WUJU TUMB RATU WUJU . dan dia berpangkat Mari sembunyi sambil melihat (Ke samping bersama Arya Lontar) : Tambah Upacara ! : Itu Jalu Wulung. jika kau sedih meringkuk : Apa ? Yuta Inten Jelita ? : (Menabur bunga di atas jenasah) Inten dan segala permata. tapi batu.Hai. di pekuburan. Ratu. : Tambah Upacara ! : Upacara sudah seluas-luasnya dalam batas tanggung jawab kami. anak muda budiman. pabila Kami nyanyikan adzan untuknya. S'lamat tinggal Pernah kuharap kau menjadi istn Jaka Tumbal. Ulama yang keras hati Bagai bidadari adikku beidarma. tiga kali celaka Timpalah sepuluh ganda tiga lipat Kepala pendurjana yang dengan jahat memadamkan cahaya budimu ! . perhatikan. dan penghormatan tahli) serta makam keramat. Jalu Wulung. dan jika tak ada kekuasaan yang mengatasi peraturan. Meninggalnya tidak patut.249 Contoh Cuplikan naskah JAKA TUMBAL Saduran dari HAMLET Karya Shakespeare BABAK IV Akhir Adegan 1. Pengawal dan lam-lain) TUMB : Sri Ratu. seperti Untuk orang yang mati suci : Letakkan dalam tanah Supaya dari tubuh yang elok tak ternoda itu Tumbuh bunga-bunga ! Hai. beling dan krikillah yang dilemparkan padanya. Juwita dan kutaburkan bunga atas pelaminanmu. (Masuk ulama-ulama dan lain-lam yang merupakan pawai azmat. sampai kiamat dia takkan bermakam di tempat kudus : tak ada do'a suci. orang-orang pura I Siapa dihantar Dengan upacara kecil ini? Ini berarti Bahwa jenazah itu dengan semena-mena Mengakhiri hidupnya sendin. Selanjutnya Prabu. Dibelakangnya jenazah Yuta Inten. beserta pengabung-pengabung. saat Yuta Intern dikuburkan. : Tak ada penghormatan lagi ? : Tak ada Adat akan kami najiskan.

(Melompat dalam Liang Kubur) Tumpukkan zat-Mu atas yang hidup dan yang mati.tuan ! Pangeran sabarlah ! (Para pengiring Prabu melerai mereka. berkelahi. katakan. dan meieka keluar dan bang kubur) Nah. sampai kelopak mataku tak bergetar lagi Tentang apa anakku ? Aku cinta Yuta Inten Empat puluh ribu kakak dengan jumlah cintanja tak dapat memadai Cintaku . kalau tak mau celaka ! Lepas! Pisahkan mereka ! Tumbal ! Tumbal ! Tuan . kalau kau bermulut besar. yang ratapannya Selantang itu ? Yang keluh-kesahnya menghambat jalannya bintang serta menghentikan mereka.250 jangan ditutup dulu. Sebelum kupeluk dia sekali lagi. Aku juga! Kau datang untuk meratapi dia ? Menantang aku dengan tampat di bang kuburnya? Ikutlah terkubur hidup-hidup. Jaka Tumbal. tenanglah. lebih tinggi Dan Suralaya di atas yang biru dan berawan (Melangkah maju) Siapa dia. Jalu Wulung. Terperanjat oleh suaranja ? Ini aku. puasa. Dan Gunung Mahameru sebesar kutil ! Ya. tapi ada sesuatu padaku yang berbahaya. Orang Pangruatan ! (Melompat ke dalam kubur) Setan mencabut jiwamu ! Do'amu tak enak ! Hai lepaskan kerongkonganku! Benar aku tak garang dan geram. dan bikin gunung dari daratan ini. 'ku mau berkelahi dengan dia tentang mi. jangan dilayani dia! Demi Tuhan. TUMB : WUJU TUMB : : PRAB RATU SEMUA LONT TUMB RATU TUMB : : : : : : : PRAB RATU TUMB : : : RATU : . Demi Allah. dan aku menyusul! dan kalau kusebut gununggunung. apa maksudmu ? Menangis. Hingga puncaknya dibakai Cakrawala. potong siri? Minum cukak ? Makan buaya ? Nah. akupun bisa Ini sungguh gila Sementara saja badainja mengganas .Apa hendakmu dengan dia ? Dia gila. boleh kita Disungkup tanah benuta-juta bahu. dan sadarlah.

Kucing mengeong dan anjingpun menyalak dan mendengking (Keluar) : Arya Lontar. jaga dia betul (Arya Lontar keluar) (Kepada Jalu Wulung) Sabarlah. (Semua keluar) TUMB PRAB . Sebelumnya kita hendaknya sabar berjalan.251 Tapi segera ia menjadi sabar dan diam. tapi mengapa. berdasai rembukan kita semalam. perkaia ini segera kita selesaikan Dinda. Kubur ini akan dapat peringatan hidup Se'gra kita alami masa damai dan njaman . tuan Mengapa kau peilakukan daku demikian ? Kau selalu kuanggap kawanku. Laksana merpati betina yang telurnya menetes jadi anak burung kencana. suruh orang menjaga puteramu. : Hai.

tapi si Kumpar tukang tenun PATIL : Jadilah. MASUK PARA PEKERJA KUMPAR : Kita lengkap ? PATH : Tak kurang. Pertama Piramus harus mengghunuspedangnya untuk bunuh diri. bahwa gua si Piramus bukannya Piramus sungguhan. tepat yang akan kita kerjakan di hadapan tuan Hertog. KUMPAR : Peter Patil PATIL : Ada apa. Kaum perempuan tak tahan melihat itu. . KUMPAR : Tidak. biar empat-empat.252 Contoh Cuplikan Naskah IMPIAN DITENGAH MUSIM Karya Shakespeare BABAKIII Sequence 14 Adegan1 HUTAN. hendaknya ditulis dengan tiga atau empat kaki sajak. Semak duri itu kamai hias dan kita kerjakan semuanya. coba pikir : memasukan seekor singa ke tengah perempuan-petempuan. Inilah tempat yang cocok sekali untuk latihan kita. TITANIA SEDANG TDUR. Astagfirullah! itu yang paling kejam! Jadi awaslah ! CEREK : Dari itu harus ada pendahuluan lain buat menerangkan bahwa itu bukan singa. jadi bagus jalannya. tambahlah kakinya. GERING : Kurasa akhiinya lebih baik dihilangkan saja pembunuhan itu. TEMPAT ATENA. itu susah. Bagaimana tanggung jawabmu ? PATIL : Astaga. KUMPAR : Sobat-sobat. CEREK : Apakah para wanita itu tidak takut pada singanya ? GERING : Memang. Dan supaya orang tebih tentram lagi. KUMPAR : Jangan dihilangkan apa-apa. Tulislah kata pendahuluan. dan bahwa Piramus tidak benar-benar bunuh diri terbunuh. dan katakan bahwa kita tidak bermaksud jahat dengan pedang-pedang itu. gua punya akal buat bereskan ini. gua juga kuatir. kita bikin pendahuluan begitu . Sudut merah ini panggungnya. Kumpar Kisaran ? KUMPAR : Dalam komedi Piramus dan Tisbi ini ada apa-apanya yang tak akan menyenangkan orang.

Dia sendili hams bicara memperhidangkan dirinya begini : Nyanyanyanya. dan suruh dia mengembangkan jarijarinya begini. saya tanggungkan nyawa saya. suryaku seroja Nirmala. jangan gentar. Yaitu memasukkan cahaya bulan ke dalam kamar. beres semua. lantas dia omong bahwa dia datang untuk bikin "Perhidangan" cahaya bulan. mungkin juga ikut main. : Ayo Pilamus dan Tisbi. pergi ke belakang sernak itu. saya akan kecewa. Apa akalnya Kumpar ? : Salah seorang mesti "Mempeihidangkan" tembok itu. Ayo duduklah semua. sebab Piramus dan Tisbi. Begitulah nafasmu. kalau pidatonya habis. begitu juga masing -masing orang menuiut alamat. ada permainan? Aku menonton. Piramus lu mulai. biar dia ambil sedikit tampal atau kapur atau lengrengan untuk merupakan tembok. janganlah takut. kalau suka. : Tembok tak mungkin digendong. : Nan. (PEK KELUAR) : Piramus. begitu kata hikayat. orang dusun ongok ini pada rame-rame deket tempat tidur ratu peri. tampilah. Mawar tenndah di pagar duri Kesuma bangsa yang paling berpahala Taat bagai kuda yang berlari-lari Ku jumpa kau Piramus di makam Nini PATIL KETAM KUMPAR PATIL KETAM KUMPAR PATIL PEK PATIL KUMPAR PATIL KUMPAR PEK GEMBUNG . : Jadilah. lalu sebutlah namamu dan katakan saja bahwa dia ini Si Ketam tukang prabot. Tapi ada lagiduasoal yang susah. Tisbiku! Suara apa itu? Tinggallah disini. Saya orang biasa seperi yang lain . : Wah. maka di depan rekan itu Piramus dan Tisbi mesti berbisik-bisik. omong-omong di depan rekahan tembok.253 KUMPAR : Harus disebutkan namanya dan separoh mukanya hams kelihatan di celah-celah kuduk singa. Saya ingin minta dengan hormat sekali. Kalau nyonya sangka saya ini singa betulan. : Seperti bunga mawar meraksasa-raksasa : Meraksi-raksi ! : O ya. Hai. Tapi ada lagi satu seal: kita hams punya tembok di kamar besar itu . sebentar tunggu kembaliku (KUMPAR KELUAR) : Pelik benar Piramus seperti ini. atau nyonya-nyonya manis. baiklah begitu. kalau kita mesti ada orang yang membawa seberkas dahan-dahan dan tentera. meraksi-raksi. Si Piramus danTisbi kan bertemu dalam cahaya bulan : Apa bulan persinar waktu kita main ? : Cari almanak Cari apa cahaya bulan terang tidak : Bagus.

beserta alamatnya dan sebagainya. Jangan diucapkan seluruh peranan sekaligus begitu.254 PATIL : Ninus. bukan Nini! Tapi itu jangan lu sebut dulu. yaitu berlari-lari.. Piramus masuklah . Hai. alamatnya sudah disebut. itu jawaban buat Piramus. GEMBUNG .. Taat bagai kuda yang berlari-lari. (PEK DATANG KEMBALI BERSAMA KUMPAR YANG BERKEPALA KELEDAI).

Seni Rupa Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Bab 5 APRESIASI Pengertian Seni Rupa Dasar-Dasar Seni Rupa Apresiasi Karya Seni Rupa Pameran Karya Seni Rupa .

EKSPRESI Ragam Hias Nusantara Seni Kriya Batik Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) .

Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. seperti lukis. kritik seni. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa). patung. . Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. grafis dan kriya.1. keramik. Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. tari. fotografi. dan matematika. rupa. tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan). karena lebih mengutamakan pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. Pengantar Seni Rupa Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada kondisi sistem pendidikan nasional saat ini. multimedia.288 BAB V SENI RUPA 5. dan seterusnya. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa. semiotika visual. sosiologi desain. Seni terdiri dari musik. teknologi. manajemen desain. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. semantika produk. metodelogi desain. Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture). dan drama/sastra. Peran pendidikan seni merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan manusia seutuhnya.

multimedia) Seni Terapan Arsitektur Tekstil. batik. logam. desain. yaitu seni murni.1. pandan. terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim. dan kriya.dll Sumber : Pribadi Bagan 5. dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan. tenunan Kriya Kayu. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini Dalam kehidupan seni rupa modern.289 Seni Lukis Seni Murni Seni Patung Seni Grafis Seni Rupa (Visual Art) Keramik Seni Kriya Seni Desain Produk (desain industri) Desain Interior Desain Desain Komunikasi Visual (desain grafis. . kulit. ikat celup. keramik Anyaman rotan. bamboo. serat alam.

patung. Teknik Cetak dengan teknologi modern.1. 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point. b. karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang. wood engraving print. Seni Patung . Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak. c. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. keramik ).sugartint .1. etsa. cat akrilik.serat gelas. d. Namun dalam hal tertentu. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam. dan lain-lain. misalnya offset dan digital print. atau bahan-bahan industri seperti logam. (3) sablon ( silk screen ). atau bahan lainnya.Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis. grafis. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih.1. lino cut print. Seni Murni Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. Teknik cetak konvensional antara lain : 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print.2. Seni Lukis Gambar 5.290 5. kolase print . Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional. mizotint. a.

Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini : a. gaya hidup). alat tulis. alat makan. sepatu. pasar (kebutuhan masyarakat). pakaian. Seni Patung 5.3. Desain Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia. Istilah desain mengalami perluasan makna. dan lingkungan (social). perhiasan.4. yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi). produksi (industri). alat kebersihan. umumnya merupakan karya desain. maupun pendekatan fungsional. alat kedokteran. Seni Lukis Gambar 5. alat transportasi.1. cindera mata. kerajinan. Desain Produk (Industrial Design) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. . budaya (Sikap. baik dengan pendekatan estetis.291 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. bahan (sumber daya alam). alat rumah tangga. mentalitas. Berbeda dengan karya seni murni. prinsip sains (fisika). mainan anak. bahkan perkakas pertukangan. estetika (gaya visual). seperti : mebel.2. pengatur waktu. desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. aturan.

Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak. Kursi hasil Desain Produk b. surat kabar. brosur. Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. buku. Desain Grafis berupa Poster . kemasan. Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi.292 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.5.6. logo perusahan. seperti poster. undangan. majalah.. dan krikatur. dan bhkan juga cerita bergambar (komik). ilustrasi. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.

hingga bangunan industri. bank. Yakni. sekolah. museum. rumah tinggal. tempat ibadah. bangunan umum. stadion olah raga. pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. Desain arsitektur Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur.7. sarana relaksasi. rumah sakit. pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan. perkantoran. Secara umum. Seperti rumah tinggal. pusat hiburan. kantor. bahkan ruang dapur dan kafe. Namun. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata ruang secara keseluruhan. . desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman. Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern d. Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia. Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia pertelevisian. seperti ruang hotel. Masyarakat juga mengenal desain multimedia. Desain interior Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian. restoran.293 c. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. rumah sakit.

yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan.294 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna.3. Sedangkan karya kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang kerajinan Sumber : Indonesia Indah.9. Jika sebelumnya kita mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn. baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual. adalah munculnya kriya sebagai bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.8. Desain Interior Ruang Keluarga 5.1. Batik Sebagai Seni Kriya . Kriya merupakan pengindonesiaan dari istilah Inggris Craft. Kriya Perkembangan dalam dunia seni rupa. produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal.

simbol. garis mempunyai berbagai sifat. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian. berombak. ruang. halus. diperlukan penyusunan unsur-unsur atau elemen suatu karya yang sesuai dengan prinsip-prinsip komposisi yang harmonis 5. bila berkumpul atau berwarna beda. dan lain sebagainya. dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. warna.295 5. Unsur-unsur itu terdiri dari : a.2. dan kode-kode tertentu. tipis. Dasar-dasar Seni Rupa Dalam proses berkarya. horizontal. texture. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu. melengkung. lurus. b. miring. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak. kuat simpel. seperti pendek. dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya (gambar 5. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. ide.Titik yang membesar biasa disebut bintik.2. seperti untuk menciptakan kesan kekar. vertikal. patah-patah. dan lainnya. panjang.Garis Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda. Titik /Bintik Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. megah ataupun juga agung. tebal.1. bidang.5 ) . Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya.

dan Karakter Garis .296 Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.10. Jenis.

Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat. Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos. dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain. baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. labil dan bergerak. akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. trapezium dan lingkaran. persegi. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti : 1) Bentuk teratur kubus dan persegi. bidang segitiga. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. dan silinder. Bentuk Bentuk dalam pengertian bahasa. kerucut. 2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis. . 3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif. sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat. segiempat. menyatakan permukaan. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. energik. tak teratur dan sebagainya. dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). seperti yang terlihat oleh mata. stabil. lingkaran. contohnya lemari. trapesium.297 c. segi empat. ornamental. dan formal. dan segi banyak lainnya d. oval. dan mengarah. prisma. Bidang Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. tajam. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga.

Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadangkadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali.11. Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan. Contoh bentuk ini.298 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang. binatang. yaitu : 1) Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature).12. Bentuk 3 dimensi yang dinamis Dalam seni rupa. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga. abstraksi binatang . Bentuk Figuratif 2) Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. manusia ataupun alam lainnya.

dan lainnya. tanda baca. Ada tiga macam bentuk abstrak.13. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik. abstrak simbolis. hiasan keramik. artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. rambu-rambu. misalnya huruf. sepatu. rumah. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Pengayaan Bentuk (Diabstraktif) 3) Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif. lambang. dan lain-lain. prisma. dan abstrak filosofis. dan lain-lain. misalnya segitiga. dan lain-lain. karya ukiran.14. misalnya agama. yaitu bentuk abstrak murni. Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda. buku.299 seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. kursi. kepercayaan. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu. lemari. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Non Figuratif (Abstrak) . Bentuk simbolis.

15. sifat warna. Ruang Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan.300 e. Ruang positif dan negatif f. termasuk di dalamnya hawa udara. sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. 1) Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System). Warna Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. dan makna warna. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : . Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua. yaitu ruang negatif dan ruang positif. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk.

yaitu : hue. dan kuning-jingga. yaitu tiga warna pokok yakni merah. dan kuning. merah-jingga. biru-ungu. biru. Warna quarterner. ungu. kuning. yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. Warna tertier. b) Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. biru. misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah dikelompokkan menjadi tiga. Warna intermediate. hijau. yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder. merah-ungu. value. Perbedaan antara merah dengan biru. Warna sekunder / biner. atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. Untuk mengubah value. a) Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna. hijau-biru. yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. 2) Sifat warna Sifat warna intensity. coklat. menghasilkan warna kuning hijau. dan .16 Hue dalam lingkaran warna Warna primer. jingga dan ungu. jingga. seperti merah. yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau. dan warna lainnya.301 Kuning Merah Biru Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.

misalnya kuning kontras ungu. dan kuning. hijau. misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda. sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan. Warna Complementer. biru kontras jingga.302 putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. memiliki kekuatan berimbang. Contoh intensitas warna . hijau kekuningan. misalnya urutan dari biru. Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna.17. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan merah kontras hijau. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value. warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni : Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas. c) Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna. biru kehijauan. Berdasarkan paduan warna (colour scheme). kualitas atau kekuatan warna. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. sedang yang berada dibawahnya disebut low value.

dan mengandung rahasia. sukacita. Kuning mempunyai makna matahari. di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. damai. Di Yogjakarta. hidup. bersih. agung. riang dan dinamis. di masing-masing daerah atau wilayah. senja. Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Merah muda mempunyai makna romantis. terang. Contoh : bendera tanda adanya kematian. . riang. di Jakarta – kuning. kesedihan dan setia. mashur. bahaya. akan berbeda. segar. pertumbuhan. kebenaran. aksi. dan ringan. tegas. di Sumatera – merah. mentah. Hijau mempunyai makna dingin. mewah. dan dalam. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol. gagah. Putih mempunyai makna suci. berani. tenang. bahagia. warna merah berarti Cinta. gaib. luhur. dan jujur. dan harapan. mati. iri. Kuning emas mempunyai makna masyhur. dan agung. di Sulawesi – putih. kematian. kenyataan. duka.Di negeri China. tak berdosa. kegelapan. dan sebagainya. bendera merah. berkabung. cerah. Hitam mempunyai makna tragedi. Ungu mempunyai makna kekayaan. panas. dan jaya. dan benci. sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. marah. berduka cita. Jingga mempunyai makna masak. Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. warna juga mempunyai makna yang berbeda. Biru mempunyai makna tenang. antara lain sebagai berikut : Merah mempunyai makna api. sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat.303 3) Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain. bangsawan. sejuk.

Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan. Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya. seperti tikar (dari daun yang disusun). kulit kayu. mungkin juga halus. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas. baik itu nyata maupun semu. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam. misalnya daun. dan lain sebagainya. goni (dari pasir dan kertas). mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. misalnya wallpaper.304 g. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam. kain sutera berbeda dengan plastik. dan lainnya. tekstur buatan dan tekstur reproduksi. permukaan batu. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Tekstur halus .18. sebagai berikut : 1) Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. Suatu permukaan mungkin kasar.

ukuran objek dengan ukuran latar. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. 5. kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut. membandingkan ukuran tubuh dengan kepala. Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta karya seni. Untuk mendapatkan proporsi yang baik. ukuran kursi dengan meja. Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal.2. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Misalnya. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.19. Selain nilai raba pada suatu permukaan. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa Prinsip adalah asas. yaitu : a. tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.305 2) Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Proporsi Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi). dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya.2. Keserasian proporsi sebuah bentuk trimatra . prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional.

yaitu: 1) Balans Simetris Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama. Keseimbangan warna pada sebuah kursi Bila dilihat dari bentuk susunannya. yakni karena adanya ukuran / bentuk dan karena adanya warna. Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna. balans dibedakan menjadi tiga. Keseimbangan (balans) Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni.20.21. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.306 b. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Keseimbangan simetris . Balans didapat dari dua kesan.

23. namun susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang. Keseimbangan asimetris yang dinamis 3) Balans radial Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda. Keseimbangan bentuk dan warna .22.307 2) Balans asimetris Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.

Kontras Warna . Melalui penyelangan dan pergantian (variasi) i. yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali. kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis)dapat diperoleh dengan cara : g. Kontras Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran. ukuran.25. Melalui progresi atau gradasi. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk. Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu) SuSumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Dan apabila tekstur yang berbeda. Melalui pengulangan bentuk (repetisi) h.24. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna. Irama pada bangku panjang terlihat pada bentuk yang berkelok-kelok d. warna. maka disebut Kontras tekstur. atau tekstur yang berbeda.308 c. misalnya adanya bentuk. j. Irama (Ritme) Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur.

Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. istilah klimaks sering disebut dengan istilah centre of interest (pusat perhatian). Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize (penekanan). centre point dan fokus. Untuk menciptakan pusat perhatian pada karya desain.309 e. Klimaks pada karya f. adalah fokus dari susunan karya seni yang mendatangkan perhatian. tempatkan salah satu unsur secara tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya. Kesatuan (Unity) Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. Klimaks Klimaks disebut juga dominan. .26. Dengan kesatuan. elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis. Oleh sebab itu.

Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini. mengamati.310 g. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat. apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni.1 Pengertian dan Fungsi Apresiasi Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut.3. dan peneilaian yang bertanggung jawab. interpretasi. dan apresiasi kritis. menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni. apresiasi estetis. 5. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. yaitu apresiasi empatik. Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). . seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu. dengan analisis. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik.3. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam. Dalam pengertian yang lebih luas. Susunan tersebut dikatakan harmonis. Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. Komposisi Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. Apresiasi Karya Seni Rupa 5. Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni. Apresiasi mempunyai tiga tingkatan.

Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu.3. Aliran-aliran dalam Seni Rupa Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman. dan benda mati sebenarnya.28. Lukisan Realisme . Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan. atau landscape.311 5. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. pemandangan alam. antara lain : a. kesedihan.2. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. alam. atau peristiwa yang memilukan. Lukisan Naturalisme b.27. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri.

Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis. Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Gaya ini juga berkembang di Jerman. Belanda.312 c. Lukisan Romantisme d. atau petualangan para pahlawan purba. penuh khayal. Lukisan Impresionisme . Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa. Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebihlebihkan. Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963). dan Perancis. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “.29.30.

313

e.

Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.31. Lukisan Ekspresionisme

f.

Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

314

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.32. Lukisan Kubisme

g.

Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.33. Lukisan Konstruksifisme

315

h.

Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.34. Lukisan Abstrakisme

i.

Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.35. Lukisan Dadaisme

316

j.

Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.36. Lukisan Surealisme

k.

Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.37. Lukisan Elektisisme

317

l.

Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.38. Lukisan Elektisisme

5.3.3. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa
Untuk mengadakan penilaian terhadap karya seni rupa terapan, berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran atau kriteria sebuah penilaian. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas nanti, tidak mutlak semua harus digunakan, karena tidak semua karya seni rupa cocok dengan ukuran penilaian tersebut. Aspek-aspek atau ukuran penilaian itu adalah :

a) Aspek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan. Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri. Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas.

318

b) Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai. Ketidaktrampilan dalam penggunaan teknik akan berdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. c) Aspek penguasaan bahan
0

Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi. Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. d) Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertimbangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. e) Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi. Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi, keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity). Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. f) Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema. Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi.

319

g) Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan. h) Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar. i) Aspek selera dan agama

Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi tren di masyarakat, misalnya dari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu. Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat.

5. Melalui pameran. yaitu pameran homogen dan pameran heterogen.klimaks . pameran patung.1. karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa. dinilai. Pameran homogen. tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa Aspek-aspek yang Dinilai Aspek Ide/Gagasan Aspek Penguasaan teknis Aspek Penguasaan Bahan Aspek Kegunaan Aspek Bentuk / Wujud . seniman.proporsi . misalnya pameran lukisan.2. dibedakan menjadi dua. . pengamat seni rupa. 5. pameran keramik dan lain sebagainya.keseimbangan . artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja. dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.4.kontras .4.1. Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan. maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya. seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat.irama . dikagumi.4. atau dikritik. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan.kesatuan Aspek Gaya atau Corak Aspek Kreativitas Aspek Tempat Aspek Selera dan Agama Sumber : Seni Rupa dan Desain 1 2 Standar 3 4 5 5.320 Tabel 5. Pameran Karya Seni Rupa Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni.

321 Pameran heterogen. patung. . 5. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil. pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan. artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. misalnya pameran seni kriya.4. pameran patung. b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. karya kerajinan. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan. Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah. ukiran. biasanya merupakan pameran heterogen.Pameran kelompok. baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater. kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya. dan karya seni rupa lainnya. dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.Pameran perorangan atau pameran tunggal b. pameran lukisan.3. keramik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah. pameran dapat dibedakan ke dalam : a. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran.

5. kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan.322 c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan. d. pengamatan. mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka. b. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan Menyiapkan penjaga pameran Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran Menata karya-karya yang akan dipamerkan Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran . dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah. melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni.4. e. dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah. Jadi. Dalam arti yang luas. atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain. ada beberapa hal yang harus dikerjakan. penghargaan. pemahaman isi dan pesan dari karya seni. yaitu : a. kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. c.4. merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya. dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. melatih untuk menghargai pendapat orang lain.

warna dan penataan keseluruhan pada tekstil perlu menjadi perhatian Anda pula dalam melakukan eksplorasi ini. Dalam upaya menata ragam hias ini. Kemudian corak ini diolah bentuk. Corak meander atau spiral dapat dikembangkan menjadi berbagai motif lain hanya dengan penataan yang berbeda. . Kegiatan mengeksplorasi dan mengembangkan pola ragam hias tekstil merupakan hal yang sangat menarik dan menyenangkan. Langkah awal dari kegiatan ini dimulai dari memilih corak dari ragam hias nusantara yang ada. Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan salah satu dasar untuk dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ragam hias Nusantara untuk kebutuhan tekstil pada saat ini.323 5. Rinci dan rumit serta padat dengan corak merupakan karakter tekstil nusantara. warna dan teksturnya menjadi suatu pola ragam hias. teknik penerapannya perlu menjadi pemikiran karena keunikan setiap teknik akan mempengaruhi penataan pola yang akan lakukan. Hasil kreasi ini akan sangat bermanfaat apabila diperuntukkan bagi suatu benda pakai. Setelah menjadi suatu pola ragam hias. Hal ini akan bertambah nilainya apabila dapat menerapkannya langsung menjadi suatu benda tekstil sesuai dengan keinginan. perlu memikirkan bagaimana pola ini ditata dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetis dan arstitik. Makna simbolik dari corak. Mengingat hal itu merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan. Hal ini perlu perhatikan agar hasil kreasi nanti tidak kehilangan karakter kenusantaraannya.5. Keunikan ragam hias nusantara adalah pada penggunaan isen atau tekstur di setiap corak atau sebagai pengisi latar kain.

Pola ragam hias dari pengembangan corak dasar dapat diulang dengan beragam teknik. . dan pinggir. setengah langkah. lingkar.39. Motif Meander sebagai motif dasar Hasil pengolahan bentuk. vertikal.324 Sumber : Tekstil. diagonal. dan pola pinggir Penataan Pola ragam hias tekstil dapat dikembangkan dan dimodifikasi seperti penataan arah horizontal. warna dan tekstur corak tertentu disusun ke dalam pola ragam hias yang ukuran dan bentuk keseluruhannya dipengaruhi oleh pola pengulangan yang akan diterapkan. Buku Piloting PSN Gambar 5. Penataan pola ini perlu di lakukan dengan teliti agar sambungan pada kain tidak terputus. yaitu satu langkah. radial. diagonal.

41.40. Beberapa contoh ragam hias pada kain ikat celup . Buku Piloting PSN Gambar 5. Pembentukan motif pada kain dengan teknik ikat celup Sumber : Indonesia Indah.325 Sumber : Tekstil. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.

Kemampuan yang perlu dikembangkan antara lain mengola kepekaan rasa. Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri (porto folio) untuk pameran dikelas atau disekolah. Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam berkarya seni rupa. 4.326 5. Memiliki sikap professional dan kewirausahaan . Membuat karya seni rupa secara tematik dan pemecahan masalah c. ekspresi. mengembangkan kreatifitas. Merancang karya seni rupa dengan memanfaatkan beberapa teknik ungkap b. dari berbagai wilayah nusantara.6. Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Pembelajaran seni rupa secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan apresiasi. Ekspresi : a. apresiasi terhadap produk kerajinan. 2. Memiliki rasa estetika. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia 2. Apresiasi : a. Memiliki kemampuan dasar berekspresi secara visual b. Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan. 3. Pada tingkat perkembangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini. perlu diarahkan pada kemampuan produksi sebagai persiapan keahlian yang lebih spesifik. dan ketrampilan berkarya sesuai bakat dan minat masing-masing dalam bab ini diberikan contoh pembelajaran untuk siswa SMK dalam berapresiasi dan mengekspresikan diri melalui ketrampilan berkreasi teknik ikat celup dan teknik batik Tiga kompetensi yang diharapkan di miliki oleh siswa SMK adalah : 1. Ketrampilan : a. dan ketrampilan berkarya. Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik serta kepekaan rasa dalam berkarya seni rupa b. Mampu mengkomunikasikan berbagai ide dan kreativitas 3.

Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang. Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon. fungsi kerajinan dan porto folio. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan ke larutan garam warna. bentuk. berproduksi. Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel.7. motifnya diikat-ikat dengan tali plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan. Dalam pembuatan batik. dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap. Kewirausahaan Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran seni rupa terdiri dari jenis. Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain. Pembuatan motif pada batik tulis. 5. . Ketrampilan kerajinan 2. Pembelajaran seni rupa ini berintegrasi dengan mata pelajaran lainnya secara terpadu. yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis. dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing.prosedur kerja.327 Ruang Lingkup Mata pelajaran seni rupa untuk SMK meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. kita mengenal ada empat cara pembuatannya. dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. garam warna dan air pembilas. Seni Kriya Batik Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya. Sedangkan pemberian motif pada batik ikat. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol.

poplin.328 Sumber : Indonesia Indah. sprei. premisima. dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain. prima. Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. santung. linen. pensil 4B-5B. peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. sarung bantal. Contoh karya seni kriya batik Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam.42. taplak meja. Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan. misalnya kain blacu. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. hiasan dinding. vealisima. dan sutera. jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Pembuatan gambar motif pada kain. dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH. 2) Tahap pemberian malam Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain. . yaitu : Kain. gorden dan lainlain. 1) Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. dan meja kaca. birkolin. selendang. Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan. pola gambar atau mall. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.

43. canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar). dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. naptol ASLB. naptol ASG. naptol ASD. kenceng. canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil). Warna lain yang bersifat alami adalah daun soga. Peralatan penunjang. dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh. naptol ASBO. Naptol terdiri atas naptol AS. orange. naptol ASLB . malam cetak (warnanya coklat. panci. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. naptol ASGR. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. sifatnya kurang kuning dan lebih liat). dan hitam. biru. dan mudah retak). malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair. Canting. dan naptol ASOL. violet. Sumber : Indonesia Indah. malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya kuning dan lebih liat). malam cetak (warnanya coklat. Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas. Sebelum proses pemberian malam dimulai. alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil. sifatnya kurang liat). dan lainnya. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Proses pembubuhan prada diatas kain batik tulis 3) Tahap pemberian warna Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik yang terdiri dari : Naptol berfungsi sebagai warna dasar yang nantinya dibangkitkan oleh garam warna (garam diazo).329 Malam. Naptol AS berfungsi untuk membuat warna merah.

c. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. merah bordo GP. Garam terdiri atas garam biru B. Proses pencelupan Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah. rapid cokelat BN. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). dan dianginanginkan. Adapun tahapan dalam pemberian warna pada batik tulis adalah : a. Rapidogin. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental. diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. berfungsi untuk memberi variasi warna. naptol ASGR untuk membuat warna hijau dan naptol ASG untuk membuat warna kuning. rapid orange RH. Pemberian warna rapid Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. TRO cairan berbentuk minyak sedang soda api (Loog 380 BE). Bahan Pelengkap. . Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak. rapid biru BN. garam violet B. Garam warna (garam diazo). berfungsi untuk membangkitkan warna. dan rapid hitam G. dan garam biru hijau B. rapid kuning GCH. hitam B. Rapid terdiri atas rapid merah RH. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. diperas. dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bak III). b. garam orange GC. garam biru BB. Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I). Tahap melunturkan malam Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II). untuk membuat larutan pewarna batik tulis bahan pelengkap yang diperlukan terdiri atas TRO (Turkish Red Oil) dan soda api (Loog 380 BE). disebut juga costik soda berbentuk seperti kristal.330 untuk membuat warna cokelat.

Alat Dan Bahan Batik 1. Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan.331 5. dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. Peralatan Membatik a. Kuas Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik.7. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai. Cucuk tersebut terbuat dari tembaga. Canting Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik. Cucuk atau carat Cucuk merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung. Kuas dapat juga untuk menggores . sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali. Canting memiliki beberapa bagian yaitu: Gagang Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan. Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang. Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik. Ukuran dan jumlah cucuk can beragam tergantung jenisnya.44. Ilustrasi by Indra Gambar 5. cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam. Sumber : Pribadi. kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras. dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain.1. Nyamplung terbuat dari tembaga. Bagian-bagian canting b.

Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik. Nampan Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan mencelup kain dalam proses pewarnaan. Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja.332 secara ekspresif dalam mewarnai kain. dengan diameter sekitar 13 cm. . kuas cat air. Wajan Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan. Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap. Gawangan Pada waktu membatik kain panjang. e. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola. terbuat dari kayu. Pilihlah ukuran nampan yang sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup semuanya. c. Panci Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar. d. Sekarang ini dengan adanya kompor. Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor. sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. tidak perlu yang besar. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut. Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda. Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas. g. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. yang disebut gawangan. kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan. maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik. tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut. f. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren. wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam. terbuat dari bahan logam.

Air dingin untuk merendam kain ini bisa ditambahkan sabun atau deterjen. i. Biasanya pengolahan kain sutera dengan sabun yang khusus untuk serat halus dan tidak diperas berlebihan atau apabila sulit untuk mencari sabun khusus untuk kain sutera bisa menggunakan shampo untuk rambut. tetapi gunakan sedikit saja dan cucilah dengan perlahan. diambil dan direndam dalam air dingin sambil diremas-remas. Kain Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain. tetapi perlu diperhatikan bahwa larutan asam yang terlalu banyak akan merusak kain. Pengolahan kain dengan minyak jarak dan larutan asam tidak cocok digunakan untuk kain sutera. dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. mori biru. bahwa kain sutera sangat cocok apabila diwarna dengan menggunakan pewarna alam. pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan. kemudian kain dilipat dan dikemplong (“ngemplong”) yaitu dengan cara memukul-mukul kain tersebut dengan menggunakan pemukul kayu. karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna. kecuali pewarna alami (natural). sebg media tempat motif akan dilukiskan. santung. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air. Apabila sudah mendidih. Sarung tangan Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. Sendok & Mangkuk Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. blacu. Selanjutnya setelah kain diangkat dari perendaman. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”. langkah yang harus dikerjakan yaitu merendam kain dalam panci dan direbus dengan memasukkan minyak jarak ke dalam rebusan kain tersebut. Setelah dikemplong kain dijemur. 2. Bahan Batik a. Primis. karena kain sutera yang berbahan sangat lembut memerlukan perlakuan khusus. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. Sebagai tambahan saja. Saat ini banyak tersedia kain yang berkualitas bagus. Tujuannya agar serat kain menjadi kendor dan lemas. Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma. Tetapi terkadang saat ini banyak .333 h. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya. tetapi tentu saja kain tersebut masih mengandung kanji. berkolyn. Primissima. Philip. Setelah kering kain bisa diseterika dan siap untuk dipola. Pengolahan kain dengan larutan asam biasanya dilakukan satu hari. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak.

Cara ini bisa juga dilakukan pada kain yang sedikit mengandung kanji. sifat. tidak mudah retak. malam mempunyai fungsi untuk merintangi warna masuk ke dalam serat kain dimana motif telah dipolakan dan agar motif tetap tampak. Malam / Lilin Malam merupakan bahan bahan utama yang menjadi ciri khas dalam proses membatik. Tabel 5. b. kain tersebut diukur sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Sebelum menggunakan malam. Biasanya bila tidak ada malam birono dapat digantikan oleh malam tembokan Sumber : Tekstil.2. dan fungsi beragam. daya rekat pada kain sangat kuat Kental. Buku Piloting PSN . pilihlah malam yang sesuai dengan kebutuhan. Jenis Malam/Lilin Jenis Malam Malam Carikan Warna Agak kuning Sifat Lentur. Dalam proses membatik. Setelah kain diproses “ngloyor” dan “ngemplong”. mudah mencair atau membeku/keras. karena malam memiliki jenis. daya rekat pada kain sangat kuat Mudah retak/patah Fungsi Untuk mglowongi atau ngrengreng dan membuat batik isen Untuk menutup bidang yang luas khususnya pada background Untuk membuat efek retak-retak (remukan) Untuk menutup pola yang telah diberi warna biru (bironi) Malam Tembokan Agak kecoklatan Malam Remukan (Parafin) Malam Biron Putih susu Coklat gelap Mirip dengan malam tembokan.334 orang yang hanya merendam kain dalam air sampai beberapa kali tanpa menggunakan minyak jarak atau larutan asam.

Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri. Indigosol. AS-LB. Zat Pewarna Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B. Chroom Soga. Merah R. remasol. Merah B. AS-LB (Extra). AS-BS. Buku Piloting PSN Jenis Pewarna Kunyit menghasilkan warna kuning Napthol. AS-GR. Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu. Biru BB. Orange GC. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG. Merah GG. Biru Hijau B. Tabel 5. AS-D. dan AS-BR. dan Kuning GC. atau kulit pohon. . Napthol. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. AS-KN.2. Bordo GP. a. AS-G. ergan soga. Kopel Soga. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah. rapidosol. procion. akar. Orange GR. Jenis warna Kategori Zat pewarna alam Zat pewarna Kimia Sumber : Tekstil. sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH). daun. Violet B. AS-OL. Merah 3GL Spesial. Agar pelarutannya bagus.335 C. Rapide. Pewarnaan 1. dan Prosion. Ergan Soga. AS-BO. Hitam B. indigosol. Merah GC.

336 Tabel 5. Buku Piloting PSN b. dan RED AB. Violet ABBF.3. Brown IRRD. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. Yellow FGK. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. Orange HR. Green 1B. Yellow 1GK. Green 13G. Abu-abu 1BL. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B. Warna Napthol Warna Kuning Merah Biru Kuning Kuning muda Kuning tua Merah Merah Merah Biru muda Biru tua Biru tua Biru muda Hijau muda Hijau Violet Coklat Hitam Violet Violet Coklat Coklat Coklat Hitam Hitam Hitam Hitam mulus Napthol Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS Napthol AS-D Napthol AS-BO Napthol AS Napthol AS-BO Napthol AS-BO Napthol AS-D Napthol ASGR Napthol ASGR Napthol AS Napthol ASGR Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS Napthol AS-OL Napthol AS-BO Napthol AS-G Napthol AS-BO Garam Diazo Garam kuning GC Garam merah GG Garam bondo GP Garam merah B Garam merah B Garam merah GG Garam biru BB Garam biru B Garam biru B Garam biru BB Garam biru B Garam biru hijau Garam violet B Garam violet B Garam kuning GC Garam biru BB Garam merah GG Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Hijau Sumber : Tekstil. Violet BF. Rosa 1R. . Blue 04B. dan TRO.

dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. Coklat (soga) sedang. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be. dan Coklat (soga) muda. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka. Biru BN. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup) Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus . 2. d. dan Hijau N-16G. walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. Rapidosen. dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin). Hitam G.337 Tabel 5. dan Rapidosol. Rapide biasa meliputi Kuning GCH. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa. Orange RH. tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol. Buku Piloting PSN Keterangan Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 : 1 c. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam. a. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua. Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz).4 Warna Indigosol Campuran Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Orange HR NaNO2 Extra Coklat IRRD Brown NaNO2 IRRD Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet NaNO2 ABBF Warna Sumber : Tekstil.

g) Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. b) Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3). Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3. h) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. setelah larut tambahkan air dan aduk. Ditiris Dicuci air Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Air + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut : a) Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. c) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes.338 seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo).45. Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air. TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis. Usahakan agar seluruh kain terendam. larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas. Tahapan pewarnaan (1 warna) . Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol. e) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. f) Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. d) Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut.

Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya. Tahapan pewarnaan ganda (2 warna atau lebih) . Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada.46. maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia. Tahapan pewarnaan (1 warna) secara berulang agar lebih pekat b.47. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih (Celup) Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali.339 Ditiris 4 Ditiris 1 Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris 2 Air + Garam Diazo Ditiris 3 Air + TRO Air 6 Ditiris Air panas + Soda abu (Pelorodan) 5 Ditiris Sumber : Pribadi Dicuci air 7 Ditiris&Dijemur Gambar 5. 4 Ditiris 1 Membatik Ditiris 2 Ditiris 3 Air + Garam Diazo Air + TRO Air + Kaustik Soda + N h l Air Air panas + Soda abu (P l d 5 Ditiris Sumber : Pribadi 6 Ditiris 7 8 9 Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air Gambar 5.

Aduk hingga merata. Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet) Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Membatik Air + Remasol + Ludigol Waterglass + Caustik Soda + air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam. d) Lalu keringkan. apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat. Apabila sudah kering. Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut : a) Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. pengeringan jangan di bawah matahari. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen. rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. Tahapan Pewarnaan Teknik Colet Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod (membersihkan malam) kain. Setelah ujung logam panas . c) Siapkan kain yang sudah di malam. perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 .48. mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki.340 c. e) Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya. Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air b) Tunggu sampai larutan tersebut dingin. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. f) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan. diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO.

Pemalaman dan Pewarnaan Teknik Celup Setelah kain dipola dengan motif. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi antara celup dan colet pada benda pakai yaitu sebuah sapu tangan dengan motif bunga. segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru. sederhana. malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam (pasir) di dasar wajan. antara lain 1. A.2.7. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan. motif. 5. Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang. Contoh Berkreasi Batik bagi Siswa SMK.341 tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ngrengrengi . Sumber : Pribadi. Untuk itu. Kondisi seperti ini disebut Gentho. dan mudah. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil.49. serta akan membuat canting sering tersumbat. silahkan merengrengi Merengrengi adalah memberi kontur motif dengan Malam/Lilin. dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain. Sapu Tangan Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa.

50 Nemboki b. Ilustrasi by Indra Gambar 5.51. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kain yang sudah dicanting dimasukkan ke dalam larutan TRO secara merata selama kurang lebih 2 menit Sumber : Pribadi. Siapkan kain yang sudah selesai dicanting dengan malam c.342 a.52. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. Memasukkan Turkish Red Oil (TRO) e. Masukkan 1/3 sendok makan TRO ke dalam 1 gelas air tadi. yaitu mengisi bagian motif yang telah diberi kontur. Selanjutnya nemboki bidang-bidang motif. Siapkan 1 gelas air ke dalam nampan d. dan aduk hingga seluruh TRO benar-benar larut dalam air. Pencelupan di larutan TRO . Sumber : Pribadi.

Ilustrasi by Indra Gambar 5.343 f. Masukkan pula Kaustik Soda sebanyak 1/2 gr i. Air panas . masukkan Napthol ASG sebanyak 3 gr dalam Sumber : Pribadi. Kain ditiriskan g.53. Napthol ASG dan Kaustik Soda h. Sementara kain ditiriskan.55. aduk hingga merata Sumber : Pribadi. Kedua bahan tersebut dilarutkan dalam 1/2 gelas air panas. Kemudian tiriskan Sumber : Pribadi.54. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5.

m. Aduklah hingga benar-benar larut di dalam air p.344 j. Tiriskan kain di garawangan sampai benar-benar atus.57. buatlah larutan 9 gr Garam Diazo OGC dalam larutan 1 liter. o. Kemudian celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan napthol tadi. Setelah larutan Garam Diazo siap. n. Sumber : Pribadi.56. Sementara kain ditiriskan. Pencelupan ke larutan garam . Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Lalu masukkan larutan tersebut ke dalam larutan TRO sisa pencelupan kain tadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan Garam Diazo. Pencampuran larutan ASG + Kaustik Soda ke dalam larutan TRO k. Kemudian tambahkan air sehingga menjadi 1 liter l.

ludigol dan poliron b. Celup kain tersebut hingga keseluruhan kain terendam aar warna merata. Bahan-bahan pewarna c. Setelah dingin. aduklah hingga merata dan tunggu sampai dingin.59. sediakan air panas sebanyak 1/2 gelas lalu larutkan pewarna remasol (misal : violet) sebanyak 3 gr dan ludigol 1 ½ gr. pewarna tersebut siap untuk digunakan. . Bahan yang perlu disiapkan yaitu : pewarna remasol.345 q. Poliron 1½ gr. Ambil pewarna tersebut dengan menggunakan kuas dan oleskan pada bagian yang dikehendaki pada kain yang sudah mengalami pewarnaan pertama dengan napthol tadi. d. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Pencelupan merata sampai warna muncul r. Remasol Water glass Poliron Ludigol Sumber : Pribadi. Setelah bahan siap. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Pada proses ini warna yang dikehendaki akan muncul. B. Sementara menunggu kain kering. Kemudian tiriskan dan tunggu sampai kering. siapkan bahan pewarna batik untuk teknik colet.58. Pewarnaan dengan Teknik Colet a. dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik colet. Sumber : Pribadi.

Setelah pewarnaan dengan mencolet selesai. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.346 Sumber : Indonesia Indah. Pewarnaan kain dengan kuas e. sebaiknya pencoletan dilakukan sekali lagi. kemudian kain dikeringkan tetapi jangan dijemur di bawah matahari. g. tetapi celup di dalam ruangan. Karena warna hasil coletan akan turun intensitasnya (drop) 50% di hasil akhirnya. h. kemudian aduk hingga merata. . Apabila sudah kering. tunggu sampai dingin. untuk pewarnaan colet kedua yaitu dengan pewarna Remasol warna Orange. larutkan kembali pewarna remasol dalam 1/2 gelas air panas. kain tersebut didiamkan selama 6 jam atau lebih. f. j. siapkan Waterglass sebagai bahan untuk pengunci warna. kemudian dilorod. maka proses pewarnaan selesai. Gunakan kuas untuk mengoleskan waterglass. i. Oleskan dengan menggunakan kuas pada bagian yang diinginkan. Apabila cukup dengan satu warna colet. agar mendapatkan warna yang bagus. Ulangilah pencoletan dua atau tiga kali agar setelah dilorod dan dicuci tidak banyak turun kualitasnya. Kemudian diamkan selama 6 jam atau lebih. tunggu sampai kering. Sebagai contoh.60. Kemudian tambahkan Ludigol sebanyak 1 ½ gr dan Poliron 1 ½ gr. Setelah pewarnaan selesai. Setelah dingin bahan pewarna siap untuk digunakan. Apabila menginginkan pewarnaan lebih dari satu warna. Setelah semua bahan pewarna tercampur. maka buatlah kembali larutan pewarna colet.

pensil. 2) Membuat gambar jadi Setelah sketsa terbentuk. Didihkan air panas dan masukkan Soda Abu. karet penghapus. MEMBUAT TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Kain yang digunakan untuk membuat taplak meja biasanya berukuran 120 cm. garis-garisnya dipertegas dengan rapido atau spidol.347 C. Dalam rancangan gambar taplak meja berikut ini menggunakn ukuran 120 x 120 cm. Dalam tahap ini gambar dibuat dalam bentuk seperti sebenarnya. sedang panjangnya disesuaikan dengan yang dibutuhkan. karet penghapus.61. 3) Membuat alternatif warna . dan mistar. kertas kalkir. Pada gambar pola. mistar. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Pelorodan 2. Apabila kain sudah kelihatan bersih dari malam lalu cuci dengan air dan keringkan dan proses membatik dengan teknik celup dan colet sudah selesai. tahap berikutnya adalah membuat gambar jadi. kuas. Sumber : Pribadi. Media dan peralatan yang digunakan adalah kertas gambar. pensil. Media dan peralatan yang digunakan untuk membuat sketsa ini adalah kertas gambar. Pelorodan Setelah kering lalu kain yang sudah di beri warna tersebut siap dilorod. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pembuatan rancangan gambar adalah sebagai berikut : 1) Pembuatan sketsa dan gambar pola Sketsa dibuat dalam beberapa alternatif. dan cat poster. kemudian dipilih sketsa yang terbaik untuk dijadikan gambar pola. Kemudian masukkan kain dan rebus hingga malam yang menempel larut dalam air.

Warna hitam yang ada pada gambar adalah bagian-bagian gambar yang telah diberi larutan rapid. dilakukan tiga langkah. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). yaitu pertama pencelupan pada larutan naptol. i. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. h. dan meja kaca. dan ketiga pencelupan pada air pembilas.348 Agar motif batik yang dihasilkan lebih bervariasi. . Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. g. Proses melunturkannya kain. sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu proses desain. diperas. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. Proses pencelupan. Untuk pemberian malam pada bidang yang luas digunakan kuas. Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. Namun mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah tidak semua karya-karya desain dapat dipraktikan di sekolah. pensil 4B / 5B. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. diangkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. dan dijemur di tempat yang teduh. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Membuat benda seni atau karya seni rupa terapan. Tahap melunturkan malam atau lilin Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. pola gambar atau mall. dilakukan dengan cara memberikan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. kedua pencelupan pada larutan garam warna. dimasukan ke dalam bak. Tahap pemberian malam Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. dibuat juga alternatifalternatif pemberian warnanya. Tahap pemberian warna Tahap-tahap pemberian warna pada batik tulis adalah : Pemberian warna rapid. f. artinya dalam satu motif rancangan gambar dapat dibuat dalam beberapa pilihan warna.

maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. jelujur. . yaitu kain katun dan sutera. dilipat. Celup ikat mengenal beberapa variasi ikatan dan akan terus berkembang sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. Wujud keindahan dari kain celup ikat pada dasarnya tidak berasal dari jumlah ikatan yang dibuat. Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat. memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat. proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin. Banyak macam corak yang dapat dihasilkan dari teknik dari cara melipat. seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya. di Jawa sebagai tritik atau jumputan. karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang. tetapi lebih pada paduan jenis-jenis corak hasil ikatan dengan warna yang digunakan serta keselarasannya secara keseluruhan dalam sehelai kain. Masing-masing menggunakan teknik ikat yang berbeda. dijelujur. jerat atau simpul. Secara umum corak celup ikat dapat dibagi dalam 5 jenis. lubang. lalu dicelup dengan pewarna batik. Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat. sampai kedap air. di Banjarmasin sebagai sasarengan. Makin tebal kain yang digunakan. kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. dengan tali atau karet.349 5. dan ikatan yang berbeda-beda. Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan. dan bungkusan. Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. yaitu ragam hias penuh. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan. Setelah pencelupan selesai. atau keras atau kurang memiliki daya serap. Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde. penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula. Sementara beberapa jenis kain lainnya. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit. lompatan. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil.8.

lalu tiriskan. Kemudian kelerang diikatkan pada kain dengan menggunakan karet gelang. Sumber : Indonesia Indah.63. c. Untuk mewarnai langkah pertama yang dilakukan yaitu celupkan kain tersebut pada larutan TRO. sebagai berikut : a. CONTOH KREASI TEKNIK CELUP IKAT 1. proses pewarnaan sama dengan teknik batik dengan menggunakan malam.1. Teknik Ikat Celup Satu Warna Langkah-langkah pembuatan Teknik Celup Ikat satu warna. Ilustrasi by Indra Gambar 5.62 Kain diikat karet berisi kelerang b. Pencelupan ke larutan garam . teknik ikat/jumputan dengan media kelerang dan karet gelang. Sumber : Pribadi. bolak-balik selama 3 menit lalu tiriskan. Setelah kain tersebut atus lalu celupkan dalam larutan Garam Diazo dan warna akan segera muncul ketika dicelupkan di larutan Garam Diazo. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.8.350 5. d. Siapkan kain dan kelerang serta karet gelang. Kemudian larutkan dalam larutan Napthol dan bolak-balik selama beberapa menit. Setelah keseluruhan kain diikat maka kain telah siap untuk diwarnai.

65. dilakukan pembukaan ikatan dan jelujur. Pembukaan ikatan dan jelujur ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kain. dan keringkan dengan dijemur di tempat teduh. 2. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.64. Setelah warna merata tiriskan sampai kering g. Sumber : Indonesia Indah.351 e. Ikatlah kain dengan cara dijumput/ambil sedikit bagian kain tersebut lalu diikat dengan menggunakan tali rafia. Kain yang telah kering. . Selanjutnya cuci dengan air sampai bersih. Setelah kering lepaskan ikatan karet gelang tersebut dan ambillah kelerangnya. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Teknik Ikat Celup Dua Warna Langkah-langkah pembuatan teknik ikat celup dua warna. sebagai berikut : a. bagian yang terikat akan tetap berwarna putih atau warna kain sebelumnya.Pencelupan secara merata f. teknik ikat/jumputan dengan media tali raffia dan malam/plastik. Hasilnya akan segera terlihat. Sumber : Pribadi. Lakukan pencelupan bolak-balik agar warna merata di bagian kain.

Setelah kain atus. Bolak-baliklah selama 3 menit lalu tiriska f. Celupkan terlebih dahulu kain tersebut pada larutan TRO. tali dilepas. celupkan kain tersebut ke dalam larutan Napthol bolakbalik selama beberapa menit. missal : Violet B.352 b. missal warna kuning.66.67. atuskanlah kain dan tunggu sampai kering. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. i. atau ditutup dengan plastik. Kemudian celup ujung kain yang diikat ke dalam pewarna napthol. Untuk warna kedua. selanjutnya dilorod sampai malam benarbenar bersih. Setelah dicelupkan ke dalam pewarna dan mendapatkan warna yang sesuai. Ilustrasi by Indra Gambar 5. g. Tunggu sampai kering. Setelah itu masukkan ke dalam larutan Garam Diazo. lalu rendam dan bolak-balik kain tersebut selama beberapa menit. h. setelah kering lalu celup ujung kain yang telah diwarna tersebut ke dalam malam. Pencelupan sebagian kain ke malam / lilin c. e. Sumber : Indonesia Indah. Sumber : Pribadi. Tahap ini diakhiri dengan pencucian dan penirisan sampai kering. Hasil akhir . Setelah kering. Kemudian tunggu sampai malam kering d. missal warna ungu. lalu tiriskan di gawangan.

Buatlah komposisi beberapa bidang sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Berilah warna berbeda pada setiap bidang.Pameran buku. serbet. alas kerja. Kita mengenal wujud simetri dalam rupa dasar. .353 TES FORMATIF A. Berilah contoh dengan gambar! 8. cutter. Jelaskan apa itu titik dan garis serta ada berapa garis yang kita kenal? 6. Sebutkanlah cabang-cabang seni rupa yang kalian ketahui dan berilah contoh-contohnya. 2. Buatlah cetak tinggi sederhana dengan ketentuan sebagai berikut : a) siapkanlah kertas gambar A2. Jawablah soal di bawah ini secara singkat dan jelas ! 1. Jelaskan ruanglingkup kriya sebagai prospek kewirausahaan! Buatlah berupa makalah! 3. Bagaimana penerapan unsur irama dalam dunia seni rupa? 9. furniture. pewarna kue. pakaian. 2. Jelaskan aspek-aspek penilaian dalam apresiasi karya seni rupa? B.Kegiatan pameran seorang pelukis atau pematung. Sebutkan apa yang dimaksud dengan warna primer dan warna sekunder! 5. .Tulisan tentang seni rupa di koran atau majalah. barang. Betapa indahnya jika mendengar irama sebuah lagu yang dinamis. Warna harus berdasarkan hasil campuran warna antar masing-masing jenis warna yang berbeda! ( misal : warna primer dengan warna sekunder ) 2. seorang siswa harus memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar rupa. Tugas 1. LATIHAN 1. Tulislah dalam setengah halaman folio. C.Kumpulan foto bangunan di kotamu. c) Cetaklah sesuai komposisi yang harmonis . Buatlah kliping (kumpulan artikel ataupun gambar) yang berhubungan dengan budaya rupa. Coba kalian kemukakan pendapat kalian sendiri tentang manfaat seni rupa dan desain modern bagi kehidupan manusia di tanah air. Apa beda antara seni rupa murni dan desain? Uraikanlah 3. cukillah sesuai klise menonjol yang diinginkan . Coba jelaskan! 7. atau komputer. Pilihlah salah satu tema berikut ini. Kita kerap menggunakan karya desain dalam aktivitas sehari-hari. Apa yang kalian ketahui tentang apresiasi seni rupa? 10. b) potonglah ubi jalar/kentang/wortel. . Coba uraikan apa saja karya desain yang kalian miliki? 4. Dalam berkarya rupa. .

sisakan tepi keliling untuk lipatan akhir .354 3. Buatlah patung dari bubur kertas dengan rangka kawat ! 4. c) celuplah dalam pewarna batik atau wantex. d) finishing dengan melorot pada air panas. Buatlah saputangan dengan teknik batik. . Ketentuan sebagai berikut : a) gambarlah desain pada kain ukuran 30 x 30 cm. b) Tutuplah bidang kontur dengan lilin seperti proses membatik tanpa canting .

Wirausaha Bab 6 .

Usaha Kecil Penyelenggaraan Seni Pertunjukkan Wirausaha EO Pertunjukan Musik Penata Musik Film Proses Manajemen Produksi Teater Kewirausahaan Dalam Seni Rupa .

358 BAB VI WIRAUSAHA Wirausaha 6. Wirausaha yang baik adalah pelopor usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. Kegembiraan.1. adalah melakukan usaha ini penuh semangat. 3. 2. Ciri-ciri : Motivasi berprestasi tinggi Dapat dipercaya Disiplin Berpikir kreatif. peka terhadap peluang bisnis. adalah : 1. adalah memilih orang yang ahli dalam bidangnya. inovatif dan inisiatif Mampu memanfaatkan peluang Kemampuan mengambil keputusan Berani mengambil resiko Percaya diri Kemampuan berkomunikasi Faktor-faktor yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha baru. menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Sukses Awal Belajar dari pengalaman Komitmen Menjadikan perubahan berkelanjutan Integrasi Kegembiraan Sumberdaya Bagan 6. Belajar dari pengalaman.1. Komitmen. kesalahan atau faktor kegagalan jangan dilakukan kembali. Usaha Kecil Wirausaha diartikan sama dengan pejuang / berani menjadi teladan dalam bidang usaha. Integrasi aktif mencari kerjasama dengan badan usaha sebagai Pembina ataupun mitra usaha. yaitu dapat diartikan serius untuk menjalani usaha ini. Sumberdaya. penyebabnya dipelajari. Kaitan Faktor-faktor Karakter Seorang Wirausaha . 4.

dan lain-lain) pemutasian promosi pemensiunan .2. Perencanaan Seorang Wirausaha Pengelolaan Staf : proses rekruitmen penempatan pembinaan pengembangan (on the job training. teamwork.359 Apa yang harus diubah ? Pengembangan Staf Pengelolaan Staf Komunikasi Struktur & Sistem Perencanaan ulang i i Penilaian Kinerja Penghargaan Bagan 6.

umum . Keamanan Penyelenggaraan Seni Pertunjukan Membentuk dan menyusun Panitia serta pembuatan jadwal dengan langkah sebagai berikut : 1. . Ketika proses pewarnaan. . 5. Memilih warna.2. perhatikan target pasar konsumsi untuk anak-anak atau untuk orang dewasa. setelah dikenal luas baru memikirkan keuntungan. menentukan bintang dan pendukung vokal dan tari . 4. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Untuk itu dibutuhkan kemampuan : 1. Pelajari selera pasar. dijadikan pakaian dengan model casual. Struktur uraian kegiatan berdasar bidang kegiatan 4. Target keberhasilan 3. Perencanaan pementasan .Ambil keuntungan kecil saja. . 2. Pada Bab V sudah dijelaskan tentang keterampilan membuat Ikat Tenun dan Batik. 1. Perbanyak referensi model.Berani menawarkan untuk menitipkan pada Koperasi. 6. Memodifikasi / mengubah produk 2. Pada ciri berani mengambil resiko.Jaga mutu dan buatlah model-model yang menarik. Menyempurnakan produk pesaing 3. dan inovatif. Langkah awal memulai usaha adalah berpikir kreatif. perlu diperhatikan kualitas pewarna (jangan yang cepat luntur).360 Cara Memanfaatkan Peluang Pasar 1. Menentukan tema 2. Cobalah bahan yang telah jadi. Menyusun struktur organisasi 2. 3.Buatlah promosi pada Koran atau majalah.produksi 5. . Menciptakan produk baru Pengetahuan ini dapat diaplikasikan dari hasil karyamu dari Ikat Celup dan Batik. Saluran komunikasi 6.

Struktur Uraian Kegiatan Berdasarkan Bidang Kegiatan Produksi Latihan Tata Rias Tata Panggung Penunjukkan Anggota Musik Inti Latihan Gabungan Gladi Resik Bagan 6.3. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .4. Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaran Pertunjukan 2.361 1. Struktur Organisasi Pemimpin Direktur Artistik Direktur Organisasi Bagian Latihan Bagian Tata Rias dan Kostum Bagian Tata Suara dan Panggung Bagian Undangan dan Komunikasi Bagian Keuangan Bagian Keanggotaan Dokumentasi Konsumsi Bagan 6.

Artistik Latihan inti/kelompok Latihan Gabungan Gladi resik Tata panggung Pembuatan desain panggung Pembuatan property panggung Pengadaan sound system Penataan panggung Tata rias Perias Kostum 3. jumlah penonton dan tempat duduk Distribusi undangan Keamanan dari berbagai pintu . Saluran Komunikasi (undangan) Spanduk Leaflet Radio / TV Koran Majalah Koordinasi pengisi acara memberikan TOR kepada pengisi acara tentang tema Peralatan Pembiayaan Antar jemput 4. Umum Penggalangan dana / sponsor menggunakan proposal dan perjanjian. Tempat dan Keamanan Penentuan tempat dengan memperhatikan keamanan. Perencanaan Pementasan 1. Produksi Penulisan tema MC/Narator Penerima undangan Latihan Tata rias b.362 3. a. penyediaan tempat Administrasi Pembukuan Konsumsi Perijinan 2.

Pemilihan lagu .Wawancara dengan pengamat 6.Gaya panggung .Kepraktisan Sukses Tercapai Cukup Kurang Keterangan Tempat dan Keamanan .Akustik .Tata rias Pendukung : .Penari .Distribusi undangan . Evaluasi Artistik Indikator Tema konsep Performance : .Pakaian .Lighting Sound System .Penentuan tempat.363 5. Evaluasi Laporan Karcis yang terjual Keuntungan Sponsor yang mendukung Evaluasi artistik yang diperoleh dari : .Kuesioner yang diberikan kepada penonton . dari sisi keamanan dan jumlah pendonton dan tempat duduk .Desain panggung .

Hal-hal mengenai hak cipta/royalti penata musik. Mengadakan pertemuan antara penata musik. 2. Sistem/cara pembayaran yang disepakati untuk pembiayaan produksi musik. b. b. Negosiasi ini meliputi : a. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai wirausaha sebagai penata musik film/sinetron/kartun : 1. Mencari rekanan bisnis. dsb.364 6. d. berteman/masuk ke dalam komunitas orang-orang/mahasiswa perfilman/drama/teater yang berhubungan dengan seni pertunjukan. Hal-hal mengenai pembayaran hak cipta/royalti musik yang merupakan penggunaan hasil cipta orang lain/musik populer yang sudah ada. Tahap Negosiasi Jika kita telah mendapatkan sebuah rekanan bisnis dan sepakat untuk melakukan kegiatan bisnis maka langkah selanjutnya ialah negosiasi. Menyusun jadwal kerja untuk pembuatan musik. . Tahap Promosi Pada tahap ini meliputi : a. cd. mencari di website/iklan media massa rumah produksi mana yang sedang membutuhkan musik/jingle untuk film/iklan. Jangka waktu lama pembuatan musik (deadline) c. Menginterpretasi setiap kejadian/peristiwa yang ada dalam tiap bagian untuk ditentukan tema musik/komposisi apa yang cocok untuk bagian tersebut. Tahap awal produksi a. Mengelompokkan bagian-bagian film(scene) a. 3.3. c. dan produser film mengenai bentuk/jenis musik apa yang akan dimasukkan dalam film tersebut. Menentukan letak penunjuk waktu(cue) dan durasi dimana musik dapat dimasukkan dalam tiap bagian-bagian film. b. dalam hal ini dapat berupa kaset. Penata Musik menerima video dari pihak rumah produksi untuk diberi musik latar. c. 4. atau contoh scene yang telah kita berikan musik latar atau contoh soundtrack. sutradara. b. proses pencarian ini dapat melalui peran aktif kita bergaul dengan orang-orang perfilaman. Pembuatan demo dari musik yang dapat kita buat. seperti : menghadiri seminar-seminar film.

komputer. keyboard. aransemen. Keyboard. Contoh dalam membuat komposisi baru : .Dengan menggunakan teknik looping yang dipadu dengan sound effect dan beberapa isian melodi lagu dengan menggunakan keyboard. Rekaman dilakukan di studio musik dan membutuhkan waktu yang relatif lama. DJ set. . musik apa yang cocok untuk menggambarkan suasana/kejadian yang terjadi pada bagian ini. 5.365 Contoh dalam menginterpretasi tiap bagian : Menginterpretasi setiap tingkah laku aktor/kejadian yang ada ke dalam bentuk musik. penata musik dapat melakukan koreksi/membuat kembali musik latar tersebut. Dalam proses ini apabila belum terdapat kesepakatan dalam musik yang telah dihasilkan. Pembuatan Musik Dalam hal ini proses pembuatan musik dapat dengan menggunakan lagu yang sudah ada atau membuat lagu/komposisi baru. Apakah pada bagian ini memang membutuhkan musik? Apakah lebih baik jika tidak ada musik sama sekali? Jika pada bagian ini ada musik. . Proses Hearing Produser dan sutradara mengadakan pertemuan dengan penata musik untuk mendengarkan bersama-sama musik yang sudah jadi. Dengan menggunakan MIDI Dengan menggunakan metode ini proses rekaman tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak karena tidak membutuhkan keterlibatan banyak orang. b. atau mempekerjakan pemain musik untuk memainkannya. Proses rekaman manual Dalam metode ini rekaman dilakukan dengan melibatkan beberapa pemain musik yang handal di bidangnya masingmasing. Software. dan orkestrasi. . cukup menggunakan peralatan audio. Proses Rekaman Pada tahap ini dimulai proses perekaman musik dari tiap scene dan lagu untuk soundtrack. dan software.Membuat komposisi dengan menulis pada partitur yang kemudian dapat dimainkan baik menggunakan software musik. Proses rekaman dapat menggunakan 2 cara : a.Membuat komposisi dengan mengajak orang-orang yang mengerti banyak akan musik untuk membantu dalam penulisan lagu. Dalam hal ini alat yang dapat digunakan yaitu : Perangkat DJ. dan Komputer. 7. 6. keyboard.

366 8. Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat. tidak ada pemborosan atau penyimpangan.Proses Mastering Video dan Audio .pengorganisasian.Dsb. Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya. dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya. Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan . barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan . Hal-hal lain yang berhubungan dengan negosiasi bisnis apabila musik telah selesai dibuat.Hak Cipta .4.Dan lain-lain .Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan .Rencana promosi dan publikasi . pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan Perencanaan Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi . 6.Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan . Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya. Proses Manajemen Produksi Teater Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien.Proses pelunasan pembayaran biaya produksi musik . maupun sumber daya lainya seperti peralatan.Mencari biaya pementasan . seperti: .Rencana latihan . baik itu sumber daya manusia. kegiatannya meliputi : .

Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran. Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan. 2. 3.bakat dan kemampuan Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul . Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi. Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan: Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan Pembagian tugas sesuai dengan minat.367 Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat : 1. perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya. Proses Perencanaan dilakukan melalui : Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan Mengurutkan langkah – langkah kegiatan Penjadwalan / menyusun time scedulle Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama - Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi. Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya.

Proses ini meliputi : .368 CONTOH STRUKTUR ORGANISASI GRUP TEATER PIMPINAN DIREKTUR ARTISTIK/ SUTRADARA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN NASKAH DAN PERPUSTA KAAN BAGIAN LATIHAN BAGIA N TATA RIAS DAN KOSTU M BAGIAN TATA SUARA DAN PANGGUNG BAGIAN MARKETIN G DAN TIKETING BAGIAN KEUANGA N BAGIAN UMUM DAN KEANGGOT AAN Bagan 5.Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik.Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi . Struktur Organisasi Grup Teater Pengarahan Anggota Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi.Upaya pencegahan .Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai . Aspek-aspek pengendalian : .Peninjauan terhadap hasil . .Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan.

Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim. apakah tercapai. .369 Langlah-langkah dasar pengendalian : Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya. unik dan tepat sasaran. . a. b. dan kualitas artistic/nilai hias yang dominant dan lebih menonjolkan segi kepandaian kriya ( craftsmanship ) daripada segi ekspresi. dan didukung oleh proses perancangan/desain yang matang. dan Kriya Seni. c. melibatkan penguasaan teknologi yang lebih maju. Kriya dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori. jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik. yaitu peluang dan kemampuan menanggapi peluang. - 6.5 KEWIRAUSAHAAN DALAM SENI RUPA Kewirausahaan selalu melibatkan dua unsur pokok. Usaha ini biasanya dikerjakan secara manual dengan teknik sederhana. misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho. tidak tercapai atau melampaui. misalnya pementasan sebelumnya . dekoratif. serta sangat memperhatikan pasar komersial. berkualitas artistic.Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan. penciptaan produknya berorientasi pada nilai guna/fungsional. namun telah diproduksi secara massal. yaitu : Kriya Tradisi. Kriya Seni adalah penciptaan karya kriya yang mengandung kompleksitas nilai dan berorientasi pada kualitas penghayatan terhadap cita rasa estetik dan symbol-simbol ekspresi yang bersifat personal. . Kriya Tradisi adalah penciptaan produk kriya yang berotientasi pada nilai fungsional.Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar . Kriya Industri pada dasarnya sama dengan kriya tradisi. Menurut Asmudjo ( 1999 ). Kriya tradisi ini tumbuh subur di lingkungan pendesaan yang diproduksi sebagai usaha rumah tangga ( home industry ). menarik. Kriya Industri.

Upaya mengangkat kembali produk kriya Indonesia melalui pendekatan ini merupakan strategi yang tepat untuk dapat bersaing secara kompetitif di dunia internasional. Sebagai konsultan dalam pengembangan rancangan seni kriya dan desain. promosi produk seni rupa. Dalam hal ini perkembangan pendapatan negara pada sector non-migas memiliki prospek yang cerah. Sebagai tenaga pendidik seni rupa baik di jenjang formal maupun Informal ( sanggar. Evaluasi bukan untuk menghakimi. Mengelola pameran karya seni rupa.370 Berdasarkan ketiga kategori tersebut. dan system transaksi penjualan karya. i. dan sebagainya. Sebagai desainer grafis di percetakan. baik yang apresiatif maupun komersial. c. perlu memperhatikan hal-hal antara lain: Kuratorial : mempersiapkan materi pameran seni rupa sesuai tujuan pameran yaitu apresiatif da komersial. f. Kewirausahaan pada bidang seni kriya dapat berkembang melalui keterlibatan kriyawan atau pengrajin dalam berbagai kegiatan berwirausaha. . stasiun TV. Mengelola studio kriya seni maupun kriya industri serta seni murni d. antara lain : a. publikasi. tetapi lebih untuk memberi wacana tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Sebagai kritikus seni rupa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membuka wacana dan apresiasi kepada masyarakat. dan pengelolaan pameran. Mengelola art shop atau galeri yang memasarkan produk-produk kriya berkualitas dari para pengrajin dan karya seni murni e. Seleksi karya oleh curator dan juri Mengundang seniman yang mempunyai karya bernilai jual tinggi. Bekerja dalam suatu industri besar produk kriya sebagai desainer atau pengrajin kriya. dan citra penyelenggaraan secara keseluruhan melalui kesan dan pesan pengunjung. b. Evaluasi keberhasilan penyelenggaraan pameran. dapat terlihat bahwa kriya memiliki potensi yang luar biasa di bidang kewirausahaan. dan sebagainya ) g. Sebagai perupa atau seniman professional h. antara lain seberapa banyak karya yang terjual. majalah. siapa tokoh yang membuka acara pameran. Dalam hal ini terlihatlah beberapa peluang kewirausahaan dalam bidang seni rupa. merancang anggaran. tempat penyelenggaran. pesewaan karya. karang taruna.

Menyeleksi karya dengan melibatkan juri 3. . Siapa yang mebuka pameran 6.371 6.Berapa karya lukis yang disewa oleh bank atau hotel-hotel dikarenakan penyewaan lukisan karya ternama adalah pencitraan bagi bank/hotel tersebut untuk mendapatkan kredibilitas. Menentukan tempat penyelenggaraan Evaluasi : . Publikasi 5. Persiapan anggaran 4.Seberapa banyak karya yang terjual . Mengundang seniman yang mempunyai karya nilai jual tinggi 2.6 Wirausaha Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Tugas kuratorial : mempersiapkan materi pameran sesuai tujuan pameran Tujuan pameran : Apresiatif Penggalangan dana Komersial Contoh pameran lukisan untuk komersial Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1.

Glosari & Daftar Pustaka 3 .

Casting by type : pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. seni kriya. bahas rupa. sesuatu yang indah. Alur : rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian. Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama.373 Glosari Aesteties : bersifat indah. Colour : warna. rupa dasar. Craft : kerajinan. kagunan. karya seni yang indah. . konsep rupa. Design principles : asas-asas desain. pemecahan rupa. Aliran : ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna). Basics visual : dasar-dasar rupa. nirmana. Casting by ability : pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan. Blocking : teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama. Antagonis : tokoh pertentangan. karya rancangan. Atmos : suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. color Colour image : skema warna Complementer : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna Composition : komposisi unsur rupa Contrast : tingkat kecerlangan. Creativity : bersifat kreatif. nilai-nilai keindahan. susunan rupa. kepandaian dan keterampilan calon pemain. Art Seni : kepandaian. lawan tokoh protagonist. Casting : cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh. Casting motional Temperament : pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain. Anti Tips Casting : pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain. Close value : value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. Babak : bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan). Balance : keseimbangan unsur rupa. dunia kreatif Cultural identity : jatidiri budaya. identitas budaya Design : rancangan. anggitan. penggambaran. cerlang. tata rupa. gagas rancangan. Caarakan : cara-cara petikan kacapi. keterampilan. Basics design : dasar-dasar desain.

disain produk. Industrial design : disain produk industri. Panggung Proscenium Diatonis Ekplorasi Eksposisi : panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan. teriakan.374 : susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ : latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni. Ostinato : pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan). atau suka cita. Konsentrasi : pemusatan pikiran. disain industri. : bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan. Intensity chroma : kualitas cerah atau suramnya warna. Musik Eksternal : musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan. Empati : keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh. Line : garis Low value : nilai yang berada dibawahnya. Musik Internal : musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. tabiat. Laku Dramatik : penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna. Improvisasi gerak : imajinasi spontanitas gerak. emosi wajah. Konflik : berselisih. . Ekspresionisme : aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/ perasaan. Expression : mimik. petikan jari. Lancaran : bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa. Gaya : ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. Konvensional : aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. pertentangan. dsb). hentakan kaki. watak. Genre kesenian : jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan. Karakter : sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain). Gestikuised : bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan. ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh). Komedi : lakon gembira.

dan lain-lain).375 Pentatonis Pesta Rakyat Point of view Proportion Ricikan Rubato Seni Skenario Shade Shape Stilasi Tarawangsa Tari teatrikal Texture Three dimensional design : Tint : Traditional art : Two dimensional design : Unity : Velue : Visual art : Visual culture : Visual principles : Vituosned : : susunan nada yang mempunyai 5 nada. . kepatutan bentuk. bentuk tiga dimensi. nirmana tiga dimensi. datar. perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni. Seni tradisi. nirmana dua dimensi. gerak bekerja. membawakan peran. : kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran. idealisasi rupa. : istilah satu set perangkat gamelan sunda. : perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain) : kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain. : titik fokus. nilai. : penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya. : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi. prinsip-prinsip rupa. bentuk dua dimensi. dunia kesenirupaan. : barik. : proporsi. kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan. seni rupa budaya rupa. bobot. Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re. susunan nada yang berlaras : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. : value warna yang lebih gelap dari warna normal. kesatuan rupa. value warna yang lebih terang dari warna normal. : bangun atau bentuk plastis (form) : menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain. kondisi permukaan suatu benda atau bahan.

Balitbang Kerajinan Yogyakarta. Pono. Menjadi aktor. Karya Unipress. 2000. Bambang. Jakarta : PT. Ensiklopedi gambelan Bali Denpasar : Proyek Penggalian Seni Tradisional dan Kesenian Baru Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. Bandung : STB. Balitbang Kerajinan dan Batik. London : A&B Black. Bram. 1995. 2000. Bangun.C. Ronald. Serat Kanda Karawitan Jawa. ___________. 1991. Pengetahuan teknologi batik. Kain-kain Non Tenun Indonesia”. Biranul. 1994. 1996. Anderson. Anim. 1984. Yudhoyono. Menjadi sutradara. ___________. Jakarta: Fakulas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banoe. Katalog batik Indonesia. Teater untuk dilakoni. Teknologi warna batik. . Anas. Bandung : ITB. Sem. Jakarta : CV. Palgunadi. Suyatna. Balitbang Kerajinan dan Batik. Wiscosin : American Society for Training and Development. dan Batik. “Indonesia Indah. Gamelan Jawa asal mula makna dan masa depannya. Selecting and Development Media for instruction. Aplikasi Estetika Dalam Seni Rupa. 2002. 1991. 1976. I Made. 1984. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Bandung : STB. Autard-Jaqualine Smith. Jakarta : Yayasan Harapan Kita – BP3 Taman Mini Indonesia Indah. Baru. Bandung : STSI. Dance composition (ed 3). 1983. London : A&B Black. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. Maman. Peranan Kacapi dalam tari Sunda. Mengenal seni Karawitan Jawa. ___________. 1993 . Yogyakarta. 1997. 2002. Yogyakarta. 1996. The art of dance in education. Bandem.376 Daftar Pustaka Abdurahman.

2001. Yogyakarta.Sumandiyohadi. 1993. Diktat Kuliah Teori Musik Jurusan Musik UNJ. Discovering and Developing Creativity. 1991. Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. 2001. 2001. Metode Pengembangan Seni. Pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Umum. Jakarta: Edi Sedyawati. Jakarta : PT. Humprey. 1993. Lynch Diane. Publisher. Yogyakarta. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Jakarta : Yayasan Harapan Kita. Bentara Seni Suara Indonesia. Harimawan. Tari. Fraser. Aspek-aspek dasar komposisi kelompok Yogyakarta : Manthili. Jakarta: Direktorat Kesenian. Pendidikan Edisi I Cetakan ke 2. Bernard dan Suhendro Sosrowarno. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara. Dewantara. Remaja Rosda Karya. ISI Yogyakarta. Harmoko. Purdi. Pengetahuan Elemener Tari dan Beberapa Masalah Tari. Menjadi entrepreneur sukses. New York: Charles F. Hawkins. Grasindo. Mencipta Lewat Y. Ki Hadjar. Alma M. 1996. Dinny. 1967. Dewantara. Doris. 1990. dkk. dkk. Americans : A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Universitas Terbuka.377 Chandra. Seni Menata Tari. Terjemahan Herdiati. 1986. Dian. Dwi Kusumawardani. 1954. Woodford and Barbara Pollack. 1983. Bandung : CV. 2005. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. . Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. The Art of Making Dances. Hadi Sumandiyo. Tari tradisional Indonesia. 1977. Dramaturgi. 1964. Jakarta. Sejarah Musik 2. Devi Triana. Kebudayaan II A. Doris. Ki Hadjar. I Jzerdraat. Jakarta : Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni. Dieter Mack. Terjemahan Sal Murgiyanto. 1995. Humphrey. Jakarta : JB Wolters.

Zussane. Jamal Mld. Lata Mahosadhi. 1988. Modern education dance. Jakarta: Gramedia. . Bandung. 2004. Jacob Sumarjo. Koesoemadinata R. Dance composition : The basic elements. untuk siapa. Depdikbud. Richard. 1988. Kraus. Machjar Angga. New Jersey : Prentice Hall. 3. Rudolf. London : MacDonald and Evans. 1969. Jamalus. M. 1974. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. Problematika seni. Perubahan seni pertunjukan untuk apa. 2007. 1975. 1997. New York : Mc Graw Hill. Semarang : IKIP Semarang Press. Ilmu Seni Raras. Bandung : IBT Bandung. 1994. Englewood Cliffs. The book of batik. Inc. Fiona. La Meri. 1982. 1965. Malang: Sasa Media. Yogyakarta : Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Langer. Koentjaraningrat. 2004. An appreciation music. Kriya Indonesia Craft. Art documentation center. Singapore : Archipelago Press. Roger. Laban. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti. Inc. History of the dance in art an education. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Tari pasambahan dan galombang di pesisir selatan. 2002. 2001. DEKRANAS. Jakarta : Pradya Paramita. Denpasar. Kusmayati. Terjemahan FX Widaryanto. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jazuli. Padang Panjang : ASKI Padang Panjang. 1969. Dibia Pragina. Filsafat Seni. ISI Bandung. 2000. Kerlogue. Kamin.378 I Wayan. Telaah teoretis seni tari. Fourth edition. Sekolah Tinggi Seni Indonesia.

Muhadjir. Singgih Wibisono. Sal. (Editor). Pengantar Pengetahuan Tari. 1986. Ruchiat. 2007. MC Neill. Diklat Kuliah alat petik kacapi. __________. Tardi. Sekolah tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Murgiyanto. 1983. Departemen Pendidikan Nasional. Enterpreneurship from minset to strategy. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta: Grasindo. Ikhtisar Kesenian Betawi. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Jakarta. Lagu-lagu untuk sekolah dasar dan lanjutan. Bandung : IKIP Bandung. 2007. Denpasar : Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana. Sabana. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. A. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. 1998. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Jakarta : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Muchlis dan Azmi. Rachmat Syamsudin. Rachmat. Jakarta. 2002. . 1991. Cetakan Kedua. Peta Seni Budaya Betawi. 1975. 1998. Sejarah Musik 1. Noor Fitrihana. Petunjuk bagi para guru dan orang tua.com/ Parani. 1979/80. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Utami. Arif. Makalah Sasaran Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia. Kumpulan Drama Remaja. Jakarta : LPKJ. Riswandi.379 Masunah. Jakarta. 2003. http:/batikyogya. Yulianti. Rofik. 2002.wordpress. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Rumadi. Topeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Juju dan Kawan-kawan. Akademi Jakarta. Manajemen Seni Pertunjukan. Setiawan. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional. Buku I. Proses Batik. 1995. Perbandingan jenis-jenis angklung di Jawa Barat. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Rhoderick. Rambat Lupiyoadi. Achsan. 2002. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Mustika. 2003. tag/teknologi. Permas. Munandar. 1996. PPM Jakarta. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Semarang : Drahara Prize. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. . Ebdi. Tari Tradisional Indonesia. ----------. Jaquline. Sukatmo. Santoso Hadi. Soedarsono. 1976. Dasar-dasar tata rupa dan desain (Nirmana) Yogyakarta : CV. Pengantar Komposisi Tari. Yogyakarta: Lagaligo. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari (terj). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Slater. sebuah petunjuk praktis bagi guru. Gamelan. Smith. http:/batikindonesia. Samah. Arti Bumi Intan. Agus. ----------.info/2005/04/18/ sejarah batikindonesia. Edisi Revisi. 2007. 1986. Jacquline. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. M. Yogyakarta. 1985. Tari rakyat Minangkabau. Suku Dayak Sana. Makalah Pendidikan Seni Berbasis Budaya. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi.380 Sachari. ----------. 1983. Wendy. 1993. Akademi Jakarta. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Tuti dan Udin Saripudin. 2005. Jakarta: Dirjen Kebudayaan. Jakarta: Balai Pustaka. 1977. Suanda. Tari-tarian Indonesia I. Jakarta: Harapan Kita ----------. Smith. Sejarah batik Indonesia. Tinjauan seni : sebuah pengantar untuk apresiasi seni. 1990. London: A&C Block.1992. Yogyakarta : Ikalasti. 2004. 1994. Jakarta : Erlangga Penerbit. Dance Compisition Practical Guide for Teacher. Plyamonth : Norttoc house. 1985. Seni rupa dan desain : membangun kreativitas dan kompetensi. Teaching modern educational dance. Terj. Sanyoto. Komposisi tari . 1998. Soedarsono. Soedarso SP. 1987. Ardi. Endo. 1998. ----------. Yogyakarta: ASTI Yogyakiarta. Penganar Apresiasi Seni Tari. Sadjiman. Ben Suharto.

Wong. Jakarta: Grasindo. Jakarta : Universitas Terbuka Jakarta. Wucius. Dasar-dasar estetika. 2003. 2003. 1984. Buku Piloting PSN. “Tekstil”. Tambayong. 2008. tari dan pengajarannya. Philips. Asul. Universitas Negeri Jakarta Tumbidjo. Tari rakyat Minangkabau (Makalah) Padang : Makalah Uniersitas Padang Panjang. Seni gerak minangkabau.381 Sumarsam. 2002. Konsep pendidikan apresiasi seni nusantara. Syarif. Wardhani. Terampil Bermain Drama. Fakultas Bahasa dan Seni. Gramedia Widiasarana Indonesia. 2005. Caecilia. Waluyo. Surya Dewi. 2001. Dasar-dasar dramaturgi. Gamelan. Obby AR. Rahayu. Masyarakat seni pertunjukan Indonesia. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18-20 April. 2005. Ina. Supanggah. Pa Daeng. Cut Kamaril dan Ratna Panggabean. Pengantar tari pendidikan. New York: Van Nostrand Reinhold. Bandung : Masyarakat musik Angklung. Mustika. 1994. Jakarta : Penerbit Semi Nusantara (PSN). Wiyanto. Tridjata S. 2003. Wiramihardja. . 2001. 1991. Diktat Angklung. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Jakarta. Yampolsky. Syafi Jatmiko. Drama. Herman. Yogyakarta: Hanindita Graha. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Datuk. Bothekan Karawitan I. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yogyakarta. Intreaksi budaya dan perkembangan musical Indonesia. Principal of two dimensional design. Materi dan pembelajaran kertakesi. 2003. Bandung : Pustaka Kimia. 1999.

(Royal Musik) Jakarta. Nama Jenis Kelamin Tempat/Tgl. Pendidikan Musik 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1992 1994 1999-2000 Grade 12 Grade 11 Grade 10 Grade 9 Step 6 Step 7 Step 8 Guru Grade 5 : Spesialisasi Piano Klasik Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia melanjutkan belajar Piano di Sekolah Musik Vienna Pusat. 8. sejak 1992. 2005 10. Depdiknas 2007 11. Lulusan Terbaik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni 1990 (Semester I). 47865811 S1 Pendidikan Musik FPBS IKIP Jakarta. Jakarta Timur Telp. 3. M. Sri Hermawati Dwi Arini. 1989. 2. 6. 5.Pd. 7. S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Lahir Agama Status Kepegawaian Golongan NIP Alamat Kantor Pendidikan : : : : : : : : : Dra. IV A 131933266 Kampus Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka. Perempuan Jakarta. 1966 Islam Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta.CURRICULUM VITAE (Ketua) 1. 4. 9. 2006-sekarang . Tim Assesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi.

Dana DIK Lemlit UNJ. 2000 4. tahun ke 7 no. Menanamkan Cinta Budaya Melalui Dolanan Anak. Penyelenggara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. "Musik Gamelan Sebagai Salah Satu Musik Tradisional Indonesia". 066. 2000 3. "Memadukan Bidang Kependidikan dan Non Kependidikan dalam Program Double Degree Jurusan Seni Musik". 2005. Modul Teori Musik dan Wirausaha. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pengalaman Ilmiah : Penelitian : 1. Pelatihan Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Dengan Mengasah Rasa Irama dan Kreatifitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Dana Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Dana PNBP FBS UNJ 2007. Universitas Negeri Jakarta. 30 Juli 2001 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Musik Merupakan Stimulasi Terhadap Keseimbangan Aspek Kumulatif dan kecerdasan Emosi. 2. Suatu Studi Evaluasi Prestasi Belajar Mahasiswa IKIP Jakarta yang aktif dalam organisansi Kemahasiswaan Periode 1991/1992. Balitbang Depdiknas Jakarta (Terakreditasi) Buku Prosiding : Pengasahan Rasa Irama dan Kreativitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Jurnal : 1. FBS Universitas Negeri Semarang. Kacapi Suling Instrumental Sebagai Salah Satu Khas Kesenian Sunda Dana PNBP FBS UNJ 2007. 1024 Juli 2001. 4. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Depdiknas No. Dana Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat. Jurnal Ilmu dan Budaya. 2000. Pelatihan pada Panti Asuhan Yatim Piatu. Dana DIK Rutin FBS UNJ. Identifikasi Masa Studi Mahasiswa Jurusan Musik FBS UNJ.12. 10 Juli 2000. Pada Pelatihan Peningkatan Manajemen Seni Pertunjukan Tingkat Nasional. Forum eks FPBS se Indonesia 24 Juli 2005. 5. 6 Oktober 2003. 1999. No. 2. Dana OPF Lemlit IKIP Jakarta. Tahun XXI. Pengabdian Pada Masyarakat: 1. Tahun ke 13 Mei 2007 (Terakreditasi). Berbagai Aspek Pengajaran Musik SLTP unggulan dan SLTP umu di Jakarta. 13. Musik Tradisi Merupakan Kerangka Musik Nasional. . Universitas Nasional. Pembawa Makalah : 1. Pengembangan Pembelajaran Teknik Tari untuk Anak Pra Sekolah melalui Respons Terbimbing Action Research. 3. 2001. 1993 2. Tipe Penilaian dan Proses Pembakuan Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan Musik. 2. Dana DIK Suplemen Lemlit UNJ. 3.

XI. 14. Buku Seni Budaya untuk SMA/SMK Kelas X. Penerbit Inti Prima. Organisasi: Anggota. Kurikulum KTSP.Penulisan Buku Teks : 1. 2007. Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia .

ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.00 . 7.888. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful