Sri Hermawati D. A. dkk.

SENI BUDAYA untuk SMK

Seni BUDAYA
Sri Hermawati Dwi Arini dkk.

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk.

SENI BUDAYA

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI BUDAYA
Untuk SMK
Penulis : Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati,

Dkk.

Ukuran Buku

: …… x …… cm

…… SHD ….

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. Pembangki Tenaga Listrik: SMK oleh Muslim, Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. ---- Jakarta:Pusat Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 376 hlm. ISBN ……-……-……-…… 1. Seni Budaya

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh….

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

i

Pengantar Penulis
Mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya, yang dimaksud budaya meliputi budaya nusantara, asia dan periode klasik dan modern. Khusus bahasan aspek budaya nusantara tidak dibahas terpisah melainkan terintegrasi dengan seni. Yang dapat diartikan kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Dengan cara ini karakteristik kesenian Indonesia yang khas akan muncul sebagai sebuah jati diri bangsa yang mampu berkompetisi dalam percaturan kesenian dunia, pendidikan seni yang berakar dari tradisi merupakan simbol kebanggaan, keluhuran dan harga diri bangsa Indonesia. Transformasi nilai-nilai seni ke dalam masyarakat luas karena seni bisa menjadi penyejuk bagi kepesatan kemajuan sains dan teknologi yang tidak jarang mengabaikan kehalusan rasa seni dan pendidikan seni berperan sebagai filter bagi peradaban. Topik atau materi yang dapat dikupas tidak dapat meliputi 33 propinsi dan kesenian yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup dimasyarakat atau dengan kata lain kesenian bermutu yang mengandung banyak hal untuk mengungkap masalah seni budaya, kesenian yang banyak mendapat respon dari bangsa sendiri ataupun dari mancanegara. Topik ataupun materi terbagi bagian apresiasi, ekspresi dan wirausaha. Penjenjangan materi hanya dapat dilakukan pada bagian ekspresi / keterampilan. Buku teks ini bukan hanya memberikan wawasan namun juga keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat, kelebihan buku ini memberikan pengetahuan keragaman seni budaya nusantara dan keterampilan yang sangat penting karena penyebarannya yang luas atau sudah dikenal diberbagai wilayah, serta mempunyai nilai sebagai bekal keterampilan dunia kerja dan pengetahuan wirausaha. Semoga buku ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi anak didik kita dan merupakan pengetahuan tentang kekayaan, kebudayaan dan kesenian milik bangsa kita Indonesia tercinta untuk juga meningkatkan kebudayaan dan pariwisata kita.

Jakarta, Juni 2008

iii

KETUA TIM PENILAI BNSP
Drs. Pracoyo, M.Hum Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Seni Rupa Murni

DAFTAR KONTRIBUTOR
Bidang Keahlian
Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Tari Seni Musik Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Musik Seni Musik

Penulis

Nama

Institusi
Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Semarang Dosen STSI Bandung Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Perguruan Cikini

Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim

Martin Renatus Nadapdap, S.Sn Dra. Clemy Ikasari I, M.Pd Dra. Bambang Pratjikno, M.Pd Dwi Kusumawardani, S.Sn, M.Pd Drs. Moh Muttaqin, M. Hum Tardi Ruswandi, S.Kar, M.Hum Didin Supriadi, S.Sen, M.Pd. Dini Devi Triana, S.Sen. M.Pd. Saryanto, S.Kar Dwi Kurniadi, S.Pd

EDITOR
Dra. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Yogya Gitar dan Teori Musik

DISAIN GRAFIS
Wafirul Aqli, ST Dosen Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Jakarta

iv

DAFTAR ISI
Pengantar Penulis ............................................................................... Pengantar Direktur Pembinaan SMK .................................................. Daftar Tim Penyusun dan Nara Sumber ............................................. Daftar Isi ............................................................................................. Lembar Pengesahan ........................................................................... Peta Kompetensi ................................................................................. Daftar Gambar Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Teater ................................................................ Seni Rupa .................................................................. Daftar Tabel Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Rupa .................................................................. Bab VI ....................................................................... BAB I. DASAR-DASAR 1. Pengertian Kebudayan dan Seni ............................... 1.1. Pengertian Kebudayaan ..................................... 1.2. Pengertian Seni .................................................. 1.3. Sifat Dasar Seni .................................................. 1.4. Struktur Seni ....................................................... 1.5. Pengertian Nilai Seni ......................................... 1.6. Pengertian Ekspresi................................ ............ 1.7. Pengertian Genre/Fungsi Seni ........................... 1.8. Pengertian Apresiasi............................... ............ SENI MUSIK 2. Mengapresiasikan Karya Seni Musik ........................ 2.1. Pengertian Musik ............................................... 2.2. Sistem Nada ...................................................... 2.2.1. Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis ................................................... 2.2.2. Titi Laras Pentatonik................................ 2.3. Musik Klasik.... .................................................... 2.3.1.Musik Klasik ............................................... 2.3.1.1. Zaman Pertengahan ................. 2.3.1.2. Zaman Renaisance .................. 2.3.1.3. Zaman Barok ............................ 2.3.1.4. Zaman Rokoko ......................... 2.3.1.5. Zaman Klasik ............................ 2.3.1.6. Zaman Romantik ...................... 2.3.1.7. A. Zaman Abad 20 .................... B. Musik Jazz ............................ i ii iii iv viii ix x xii xv xv xvii xvii xvii xviii 1 1 10 11 12 13 14 14 17 24 24 25 25 26 29 29 29 30 30 31 32 37 39 40

BAB II.

........1.........6....6. 2....... 2.........2.. 3........ Vokal ...6.............2...... 2..............2...... 2................................ 3.... Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik 2..... Teknik Memainkan Gamelan ..............5.......... 3......... 2.................................. 3......... Penerapan akor pada Instrumen Keyboard ...............................4...................... 2......... Musik Non Barat .. 2.................. 2......... Pengertian Seni Tari .......................6.... Teknik Memainkan Kacapi ........2......1 Gerak .2.. 2.............4.................. 2.... Unsur Pokok Tari .......5........6......5......2...6.......... 2..........6........ 3. Tangganada .....6.. Gamelan .... 2.............5.............2 Teknik Petikan Kacapi .... 41 41 47 49 58 68 71 71 72 73 73 75 75 76 77 79 79 82 83 85 87 88 94 122 130 137 137 143 144 158 158 161 161 164 169 169 175 176 177 178 .4..................4.................. .......2 Tangganada Diatonis Minor .....................1.6........6.. Asal Usul Vokal ..... 2..4..............4............... Ruang ..3....... Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok ................6........6.....4................1..4......6...... Alat Musik Tiongkok dan Jepang ...................... 2.....................6.........3........ Teknik Memainkan Gambang Kromong.2... 2...1.......1..................6. 2.........................2...................2. Wilayah Suara .3 Akor .3..........1......................2......1 Kacapi Fungsi Hiburan ...5....... 3..6......... 3.........6........... Motif Gerak Tari .............. 2....... 2........3 Unsur Komposisi Tari.................3............................ SENI TARI 3.. Ekspresi .......6........... 2......2....... Musik Betawi ............6........ Musik Afrika..3 Mempraktikan Memetik Kacapi Dengan Cacarakan ................ 2.. Tenaga ...............2..6...5...........1.... 2....................1........2 Musik India ...............................6.... Jenis Pernafasan .5 Sampe .....2........4 Cara Menentukan Akor Dalam Sebuah Lagu ...........6..... Musik Bali ..................2... 2.. 2..........v 2...........6.......3................................ 2.. Angklung .....2........................2... 3. Musik Tradisi Indonesia ......................1 Tangganada Diatonis Mayor ...... 3.............1 Mempelajari Tombol-tombol Keyboard ........... 2.........2 Mempraktikan dengan Lagu...........7.......... Mengapresiasikan Karya Seni Tari .................................6................ BAB III. 2.....4..... 3.......... Alat Musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani................ 2............... Iringan Tari ..........................3.. 2....4.5.....3.

... Penjiwaan Dalam Tari ..9....................... 4.1.. 4............ 4..1...... 3...... 4..... Bentuk Teater Indonesia Berdasarkan Penduduknya ...................1.. Di Masyarakat ............. 4............................ Struktur Dramatik ..........................................9........5 Pembelajaran Apresiasi Tari ............... Tugas Sutradara..... .............2..................... 3............. 3.......................... ...2....2.10..... 3....................5....... 4...... Tari Berdasarkan Orientasi Artistik ...6..................... 4.........1................. Tari Balet .... 3...........6......1............... 4..........................................8.........4.......1....... .................. Naskah Drama ..3........ ........1... Pengertian Teater ............ Tari Primitif ...... 3........ 4...... .........7..................... Tari Berdasarkan Konsep Garapan ....... Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi............8... 4........... Kegiatan Apresiasi Tari .... 3...................................... 3.1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater ...... 4........4.......2.......... 3.. 3. Fungsi Tari ........ 4............. 3......9...................10....1................ 3.5.......9.................. 3....3.5. Fungsi-fungsi Teater Rakyat .6..1.............................. SENI TEATER 4.........9..4..........2..... Beberapa Istilah Dalam Teater ....... 3............10............7. 3.................. 3... Akting......................... ..... 3.................9. BAB IV. Pengertian Sutradara ...................... Cara Penyutradaan.... 4......................................6..... Tari Sebagai Sarana Upacara . Struktur Naskah Drama ........................Dasar Pijakan .1...... Pembelajaran Kreativitas ....8........3.1..Produksi Tari.... Tipe Sutradara..2........................... ...1.9....................... Unsur-unsur lakon Teater....... 4........... Tari Tradisional ..... Pembuatan Naskah ....... Tari Agama ..........6...3...11.......... 4......6......................1... Tari Rakyat .....2...........10... Penyutradaraan .......................... 3........1.. Musical Dance ............ 4..........8. 3...1........ Gaya Akting.... 4.... 4........2.10......10.......2.... Seni Peran . Tari Klasik ........2...............7.....vi 3............................7. 3................................6. Tari Upacara ....................................7........................................................... Tari Sebagai Sarana Hiburan ............................................... .. Tari Adat ........... 4.............................. Unsur-unsur Pementasan..2..................................... Sejarah Teater ...... 181 182 183 184 187 187 189 190 194 195 197 197 197 212 214 214 216 216 217 219 221 222 228 228 229 230 232 234 236 239 240 241 242 255 256 257 257 258 259 259 260 260 ...............2... Tari Non Tradisional ..... 3..........

........... 5... 5....................4...... Usaha Kecil .. ...................... Unsur-unsur Seni Rupa........ Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa ..........2............ 5........ 6........... ...... 261 263 264 264 288 290 291 295 295 305 310 310 311 317 320 320 320 321 322 323 326 327 331 341 349 350 358 360 364 366 369 371 373 376 GLOSARI …………….......... Desain... SENI RUPA 5...................... Manfaat Pameran Seni Rupa di Sekolah........................................ ....2..... Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya.... ................7............ Proses Manajemen Produksi Teater............ 5.... 5........ Pameran Karya Seni Rupa .... ........... Ragam Hias Nusantara......... Penata Musik Film/Sinetron/Kartun....................3..................................... 5..... 5.............................. 4.... . Teknik Tata Panggung ...........2........ BAB VI WIRAUSAHA 6...........7. Jenis-jenis Pameran. Aliran-Aliran Dalam Seni Rupa..................1............... .. 6.......1 Kegunaan Pameran Seni Rupa di Sekolah...........3...... ...... 5................. 6........ ...3........2.... Seni Kriya Ikat Celup(Tie Dye) ... 4... 5.........…………………………………………….... 6.......4.................................. Wirausaha Penyelengaraan Pameran Seni Rupa...2....................... Tata Pentas........ 5.. 6... Pengertian dan Fungsi Apresiasi .......... 5.......... Seni Murni......................... 5....... DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………........... Dasar-dasar Seni Rupa ......................... ............... Syarat-syarat Penyelenggaraan Pemeran Seni Rupa di Sekolah.. ......... .......2........ Seni Kriya Batik....5...8....... ..11.........2.......1 Tahapan Manajemen.. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik........ ............ .................... Manajemen Produksi Pertunjukan Teater.....1............. 5.. 5.... 4.......... Apresiasi Karya Seni Rupa ........6....... 5.....vii 4.......... BAB V.................... 5..2 Berkreasi Batik................ ........3......... ......1........ .......7..13........................... 5...........4. ...4.......1..12.13..4.......4.........................1............. 5....4......... 5...3............. Pengantar Seni Rupa ..8.........................3.1...........1 Kreasi Teknik Celup Ikat....... .................... . 5..... Aspek-Aspek Penilaian Dalam Apresiasi Karya Seni ....... Kewirausahaan Dalam Seni Rupa..1.3..1 Alat dan Bahan Batik.5. ....6......2... ..... 5................................

Pengembangan Program Materi Pada Bidang Seni Seni Seni Pertunjukan Seni Rupa Kompetensi Seni Pertunjukkan Pelaku Seni Pemain Penari Penulis Naskah Pemandu Jasa Informasi Penyelenggaraan Menyiapkan Jasa Penyelenggaraan Pertunjukkan Tim Kreatif Penyutradaraan Broadcasting Kompetensi Seni Rupa Seniman/Pengrajin Produk Seni Kewirausahaan Menciptakan Lapangan Kerja Menghasilkan Barang dan Jasa . Materi pembelajaran berorientasi untuk mempersiapkan anak didik menuju dunia kerja.ix PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah.

..... 1....... 2.............. 1... Komponis Bella Bartok........................ Motif Toraja ...4......... Fungsi Seni ... Patane (Rumah Menyimpan Jenazah/ Adat Toraja) .. Motif Banjar Kalimantan Selatan.18............ Motif Nusatenggara Timur ... 2. 1..... Komponis G....15........... ... Komponis Johan Sebastian Buch .......... Notasi Rante (Gamelan) . Wayang Golek ...... 2....................... Harpsichord.... 1.. Papan Bilah Nada ............ 2......2...7......14.... Brahms Corbis . 2...........1............... Komponis J..1. Tifa Maluku .............. Pakaian Adat Banjar Kalimanta Selatan Perak Kota Gede Yogyakarta .... 1. Komponis C.......A........... 1. Debussy ....17........ 2................ 1... 2..........x DAFTAR GAMBAR SENI MUSIK Bab I Gambar 1... 1..5....5......11... 2...................3. Rumah Adat Toraja .................10............... Komponis J....20.... Komponis F........................... Gershwin .............. Chopin ..11................ 2.. Beethoven ......................................13.................13... 1................................9.......... 2..........19.....................................12......4....................16........................ Rumah-Rumah Adat .15.10..................... Perangkat alat Musik Gamelan Joged Bumbung (Grantang) .. 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 9 15 26 26 32 32 35 35 36 37 37 37 38 38 38 39 39 39 41 Bab II Gambar 2.........16.....V.. Pakaian Adat Kalimantan Timur .. Mendeshon ......... 2..... 1.. 1.............. 1. Instrumen Musik....................... Lembu : Tempat Meletakan Mayat di Bali Bade: Tempat Meletakan Mayat di Bali Gadis Suku Dayak ... 1.8............14................. 1........ Haydn ................ Topeng Cirebon ... 2.... Tari Tradisional Saman . 2..17... Ondel-Ondel.6.. 2........ 1.......... 1. 1....8...2.... Komponis Antonio Vivaldi .............. Alat Musik Sampe ..............6.. 1....11. Grand Piano ......... Komponis L.... Komponis W..........7. 2............. Komponis F......3.. Mozart .................... 2....................... Tari Merak ...9... 1............

... Wilayah Suara Manusia .xi 2..........33........... Kacapi Kauh/Siter ... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Ageng ... Alat Musik Koto ....48........................... Melodi........ 2......... 2.................................37..............................36........... Angklung ....... 2.45............... 2............... Notasi Gambar untuk Pembelajaran Angklung .............18.. Perangkat Gamelan Ageng ........... Alat Musik Sampe Kalimantan Timur.. Saron ... Penampang Resonator dan Dawai Sampe .... 2.................... Keroncong Tugu ... 2..... 2.34.......... Gamelan Joged Bumbung (Grantang) Perangkat Gamelan Jawa .........21..... Alat Musik Yunani ....24......... 2.... 2.......................................... 2... 2........ 2.... 2....... 2... 2..............38.........19.49..................... 2.39.. Tehyan dan Sukong ...51......................46........... 2..............27................ Bonang ............. Gamelan Gong Gede......... 2............. Kacapi Rincik.......25. 2........ Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Carabalen .....23.................................35. 2. 2...............50..... 2.........................20...... Gambang Kromong ...................... Musik Afrika ........ 42 43 43 43 46 48 48 49 50 51 51 51 54 54 55 57 58 60 62 68 69 70 71 72 73 74 76 77 78 138 138 139 139 140 ............. Samrah .... Gamelan Carabalen ......................32....... Artikulasi .......... 2............41.......... 2.......... 2................42..............................43.... Alat Musik India .............................. Metode Curwen Untuk Pembelajaran Angklung .... dan Rincik Birama Kecapi Perahu....44...47........ Gender ..... Musik Celempungan......22... Bagian Tubuh Manusia ................ 2........30... Kongahyan.........................40........................................................26........................31..29........28........................... Musik Kacapi Suling............. 2............... 2..................... Cara Melaras Dawai Sampe .......... 2..... Tanjidor .............. 2. Slentem ... 2...... 2..... 2.................

............... Gerak di Udara.......20............ Tari Panggung Jati ..... 3............23..22.... 3.... Penggunaan Properti ..... Pengolahan Properti ....... 3. 3.4....6... 3............32......... 162 162 162 163 163 163 163 163 164 170 170 170 170 170 172 172 172 173 173 174 174 175 175 175 176 176 177 177 177 188 188 188 188 188 189 189 190 190 ...2........................... Pengolahan Ruang Tari dalam Pentas Tari ...16. 3..5... 3............. Gerak Sedang .........28.. 3...11... Mengeksplore Gerak Tubuh untuk Ruang Gerak................ 3......... Gerak Sedang ................ Gerak Pencak Silat .. 3.......................................... Gerak Desain Tertunda............. Imitasi Gerak Tari Topeng ......................39.....................3.... 3. 3....... Eksplorasi Gerak..........9.... Tari Gejolak........... 3............................ 3..................... Tari Tano Doang .................12.... Sikap Dasar Tari ...................8.37.....26................................ Pelebaran Ruang Gerak ..... Tari Perang ...... 3............... 3.................... 3.. Konsep Teater Topeng ...... Imitasi Gerak Tari Topeng . Gerak Tari Terpulout .................... Kekuatan Lompatan .............................30.. 3.. 3................................ Gerak Tari Terpulout .19......21..29..... Pelemasan Anggota Gerak Tubuh............ Gerak Respons .. 3....... 3...........10..... Penghayatan Mata ...............18.............. Konsep Tradisi Pengembangan.......... 3.... 3........................ 3.33... Konsep Tradisi Pengembangan... Gerak Teknik Split......... 3............. 3.... 3.. 3...................... Penguasaan Ruang Pentas dan Ruang Gerak..35..36......31. 3.......... 3.........xii DAFTAR GAMBAR SENI TARI Bab III Gambar 3.... Sikap Kuda-kuda....17...........14..................................... Instrumen Iringan Tari (Bonang) ....15.... Gerak Selit .................. 3....... Gerak Lari Jingkit (Tridik) ...... Gerak Dalam Memiliki Kesan Dalam ................24.......... Gerak Teknik Sirkile .....7............38.. 3.......... Penghayatan Gerak ....... 3.. 3....................... 3... 3............... 3.........27.34..13.................... Penari Mengolah Ruang ..............25....... Penghayatan Tumpukan Kaki .

.......... 3......... Rabot ............ 3.85................................................................................ 3................. Topeng ....................................... 3.. Bratasena ....... Pakarena .......... Topeng Rangde ............... 3........45................................... 3........................... 190 191 191 191 192 192 192 193 193 194 194 194 195 195 195 196 196 196 196 196 197 198 198 198 199 199 199 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201 202 202 202 203 203 203 204 204 204 205 ............55......... Bahairan ..........................................................................46....... Merak ....... Teater Topeng ................65..... 3............ 3. 3..........79.................................... Trunajaya .... 3........ 3......................... 3.....62................................................................. Agon Yamuniku ....... 3........... Tari Barabah ............59. 3. 3..........................................41..76.............. Nyi Kembang ......54......................... Gambyong ............48.. 3.... 3.......80.....................................42........................... 3.63............. Kresno Baladewa ..................... 3........................... Tebal Gempita ...................74......47................................ Gambyong ......... 3.........xiii 3........... Rangguk ........................... 3..... 3........82...... 3......44............... 3....73.................51.... Ngremo ..... 3....................... 3.. 3..72........ Mbya .......................... Tari Pendet (Bali) .................................69. 3.................. 3..........75......................56..70...... Tari Jepang Rebana ............... Squestrall ...........................61.......... 3........50....... 3..... 3........................43..... Merak ............... 3.... 3... Tari Rampak dinan Jombang..... Sequence .....64..........78......84............49. Ngelajau ....... 3... Gagahan ................ 3...... Tari Rampak dinan Jombang......... Cinta Bunda .66........................... 3................... Topeng Bali ................ Klono Topeng ..........57.... 3....... Quilinte ..................................... Warok ................................... Tari Turun Kavih Vhen ...........83. 3............................. 3....................... Tari Seudati .... 3.....68.........60............................ Tari Kranag ......................... Tari Saman ........ 3.... Ngremo ..............................53......86....71.............................................. Badaran .... 3.81..........40.................... Gimyak Banyumasa. Sekapur Sirih ...77............ Tari Payung ............... 3............. Topeng ...52....... 3.. Merak ......67......................................... Teater Topeng .......58.......................... Flash Time .. Polalak ..... 3..........................................

................................... Time Load .......112....... 3................... Laninse ..............117................... 3.................. Trunajaya .123.....................87.....120............ Pamilau ................ 3..............91....111...........108...... 3........................ Manukrawa .. Giring-giring .. 3.93.... Kecak .......... 3......................................................124.. Fatamorgana........................... Giring-giring ................................................ All Fine ............ 3..105............................107...................... Perang ...... Ranggak............................................92................................ 3.......... Ebegan........ 3...............97... 3....... 3.................................. Cinta Bunda .....116............121.... Pamilau .................................................95................. 3........96............ Squarel.................101................................................................................... Jipeng Rebana .... 3...........................................99. 3.................................. Perang ........ 3... Baris ..................... 3. Abike Aniku ....88...... 3.. Assay .... 3.................................... Tuan Pamekik ......... 3.............. Sekapur Sirih ......98.............. 3.........100...........................................89......................125........... 3......103........... Manuk Rawa ......................... Hung Myung.................. 3... 3.115....... Bambu Gila ......................................... 3........... 3................. Sequence .110..................... Time Load .......................... Oleg Tablingan.......... 3................... Abike Aniku .............. Sekapur Sirih ................122.. 3..... Pakarena....................................... 3.. 3. 3...........106. 3................................... Mbui Dong Po .......................94...... Kalubu ...... Squarel....................113..... 3................... 3................... Pamekik ........... 3......xiv 3......................119...... Ndaitita ......................... 205 205 205 206 206 207 207 207 208 208 208 209 209 209 209 210 210 211 211 211 212 212 213 213 213 214 214 214 214 215 215 215 216 219 219 219 220 220 220 ......118.104... 3............... 3........ 3........................ 3.. Pakarena.102............................109.......................90...........114. Laninse ...

.1 Seni Lukis.......... Kekawen – Kawin .............. 4....... 5................ Cinta Robot ....14.............. 4.........10 Macam Jenis dan Karakter Garis .........17..........5 Kursi Hasil Design Produksi ...................18...7. 4.......... Tabib Gadungan.............. 230 230 231 231 232 233 234 235 236 238 256 257 258 260 262 263 264 265 DAFTAR GAMBAR SENI RUPA Bab V 5....... 290 290 291 291 292 292 294 293 294 296 ... 4.. 4. Kurikulum 2000 ..................................... Petang Di Taiwan ... 4...1................3 Seni Lukis............ 4... 4........................ 4.............9....3.................... Buruh Tenun....... 5..... Lawan Catur ................................ 5............... 4.............2......................6........ Lautan Bernyanyi ... Pramuwisma Stories ............. Pelajaran ........ Kekawen Kawin ..........................................................................................................................................7 Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern .... ..............................16............................... 5.......11.........10........................................................ 5.........................................4....................................8......2 Seni Patung.9 Batik Sebagai Seni Kriya ..... Ludruk .........8 Design Interior......... 4....................... Pertunjukan “Attac Theatre” .............. 4............................................................. 4.......... 4............ 4.......... Pertunjukan Teater Arja Bali ..............6 Poster Hasil Design Grafis ...........xv DAFTAR GAMBAR SENI TEATER Bab IV Gambar 4........................ 5............... 5.. 4... 5............. Orang Baru ....15...........................4 Seni Patung........... Si Gila dari Chailote................. Wayang Golek ......... Raja Mati ................ 4.......................12........................................................13.5. 5................

............................ Pencelupan sampai warna... Napthol dan Soda............... .......................................... .29 5.................49 5....... ..20 5.......................xvi 5.. Figuratif.......38 5........................... ....... Ruang Positif dan Negatif ..... ... Lukisan Konstruksifisme......................... Keseimbangan Simetris ...........................40 5............... Keseimbangan Warna pada Sebuah Kursi. Lukisan Surealisme...... Contoh Intensitas Warna ............. Lukisan Abstrakisme.... ............ Lukisan Ekspresionisme.....................27 5.............16 5..................................................... Kain Non Tenun Indonesia....................................... ................. 296 296 299 299 300 301 302 304 305 305 306 307 307 308 308 309 311 311 312 312 313 314 314 315 315 316 316 317 324 325 325 328 329 331 341 342 342 342 343 343 343 344 344 345 345 346 . ..12 5.35 5.....13 5.15 5...... Keseimbangan Simetris yang Dinamis. ..........................26 5...41 5...53 5... ........................................... Pencelupan................................................43 5........48 5... Keserasian Proporsi sebuah Bentuk Trimatra ......... .............................................................................17 5................................. Klimaks pada Karya .............. ............18 5.....................................44 5... Lukisan Naturalisme...................................................11 5...... Lukisan Realisme . Lukisan Dadaisme............ Larutan ASG + Soda............................ Pencelupan ke larutan garam.............. Tekstur Halus . . ..19 5.......................................55 5.. ........... ....31 5...............46 5...... ......... Pewarnaan kain dengan kuas.......... Lukisan Elektisisme....34 5.........47 5........ Bentuk Non Figuratif(Abstrak)..39 5..33 5.........30 5...................21 5...........54 5....24 5....... Keseimbangan Bentuk dan Warna ......45 5............. Irama pada Bangku Panjang ....... .......51 5.................. Kain Ditiriskan.............. Motif Meandur............ Bahan-bahan pewarna......... ................14 5................56 Bentuk 3 Dimensi yang Dinamis ......................... Karya dari Kriya Batik..........25 5.........52 5.... Lukisan Elektisisme. Memasukan Warna....... ................................................... .23 5................................ Ngrengrengi...................37 5......................................32 5............................. ................................. ................................... ......................................................................... Membolei.......... ......42 5.......... Bagian-bagian Canting..................22 5....28 5............. ...........50 5....... Contoh Ragam Hias. ....... Lukisan Impresionisme. Pencampuran Air Panas....... Kontras Warna .................... Lukisan Romantisme........... Bentuk yang Diabstraktif ......................... Pembentukan motif pada kain.............. ... .... Lukisan Kubisme.. .......... Hue dalam Lingkaran Warna .... .....36 5.......

320 .... 3. Hasil Akhir...................... DAFTAR TABEL SENI TARI 10 28 52 53 60 Bab III Tabel 3..1.. Kain diisi kelereng..........59 5............................. Pencelupan ke dalam malam... Belajar Musik Angklung Sistem Nomor ....3..................... 2..... Laras Slendro dan Pelog ................................ Pembukaan ikatan jelujur...........63 Pelorodan...... 164 169 217 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI RUPA Bab V Tabel 5........................ ......61 5.1................. Propinsi yang Menggunakan Gamelan ... 347 350 350 351 351 352 352 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI MUSIK Bab I Tabel Bab II Tabel 1............................... 3.........................60 5.... Pencelupan ke larutan garam....... 2........2.. ..........................1 Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa ...............................................57 5.......58 5....3..............3.. ................62 5. Meratakan..................... Klasifikasi Seni ........... .... ... Tabel Hubungan Tari dengan Aktivitas Manusia ........1....................................... 2.... Tabel Gerak Tari Individu.. Penggunaan Bonang dan Sebutannya di Berbagai Propinsi ..................... Motif Gerak Tari Berkelompok .2........................xvii 5........................... ........... ..... 2.................

........................... Jenis Warna .. 6.........3.......... 6......... Cabang-cabang Seni Rupa .................2 5............................. Kisi-Kisi Penilaian Hasil Pertunjukan Struktur Organisasi Grup Teater.......................4 5.................. 6... Warna Napthol ......... Warna Indigosol ........3 5......................... 324 335 336 337 289 Bagan 5..............2.................... Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ...................... 6.......5 Jenis Malam / Lilin ........................................4........... Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ....5...... Perencanaan Pengembangan Seorang Wirausaha ........1 DAFTAR TABEL BAB VI Bab VI Tabel 6.................xviii Tabel 5...........6........ 357 358 360 360 362 366 ....... Kaitan Faktor-Faktor Karakter Seorang Wirausaha ... 6..............1..

Dasar-Dasar Bab 1 .

PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI Pengertian Kebudayaan Pengertian Seni Sifat Dasar Seni Struktur Seni Pengertian Nilai Seni Pengertian Genre (Fungsi Seni) Pengertian Apresiasi Seni Pengertian Ekspresi .

com. ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. Ketiga. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Untuk lebih jelas dapat diterangkan apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan. yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat.1. kreativitas. yang merupakan bagian dari kebudayaan. misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya. Koentjoroningrat mengatakan. kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Sumber : Google@RumahAdat. Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya. Macam-macam Rumah Adat . Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan. yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri.1 BAB I DASAR-DASAR 1. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat. sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjoroningrat (1986). sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. Pengertian Kebudayaan dan Seni 1. Gambar 1. Berdasarkan konteks budaya.1.

Tifa dan Sampe.3. Sampe Kalimantan Tengah Gambar 1.2 2. Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSU Denpasar Gambar 1. Gamelan Grantang Bali Sumber : Koleksi Pribadi Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. alat musik di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya.2. Tifa Maluku . Alat Musik Seperti halnya rumah adat. pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti yang terlihat di gambar berikut ini Grantang.4.

Gambar berikut adalah Kriya Ragam Hias. Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional.5. Tari Saman Aceh Gambar 1. Seni Tari Di samping rumah adat. Motif Banjar Kalsel Gambar : 1. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar : 1. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hiasan serta motif-motif tradisional. dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu. Indonesia juga memiliki keanekaragaman Seni Tari. seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat. Kriya Ragam Hias Selain kaya akan keanekaragaman musik dan tarian tradisi. alat musik.6. Sumber : Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Tari Merak 4.8.3 3. dibuat di atas media kain. dan kayu. Motif NTT .7.

Topeng Cirebon 6.10. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1.com Gambar : 1.11. Pakaian Daerah Setiap propinsi memiliki kesenian.wikipedia. Gambar berikut adalah pakaian daerah Kalimantan .9. Wayang Golek Gambar 1.sukutoraja. seni tari. Properti Kesenian Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik.4 Sumber : Google. Motif Toraja 5. Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang. sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung. seni teater. pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki.

nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putri Kediri dapat . karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata.12. karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya. Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta. Pakaian Banjar Kalsel 7. merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Pakaian Adat Kutai Kaltim Sumber : Majalah Dekranas Gambar 1. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Souvenir Perak Kota Gede Yogyakarta Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel-ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala. Benda Seni Kaya dan kreatif adalah sebutan yang sesuai untuk bangsa kita.13.14.5 Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1.

6 diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh. makanan khas. artinya orang orang besar. Sulawesi Selatan Sumber : Google. “Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari”.wikipedia@Toraja. juga merupakan bagian dari kebudayaan. Berikut diuraikan contoh adat istiadat atau sistem kemasyarakatan di Tana Toraja yang meliputi : 8. artinya orang yang berdiam di sebelah barat. arti harfiahnya. upacara ngaben (pembakaran mayat) di Bali.15. Adat Istiadat 1.com Gambar 1. sistem kekerabatan dan sistem kemasyarakatan. mata pencaharian. Contoh beberapa kebudayaan yang memiliki daya tarik yang tinggi bagi turis mancanegara dan turis lokal antara lain. adat istiadat. Di wilayah Tana Toraja juga digelar “Tondok Lili’na Lapongan Bulan Tana Matari’ollo”. selain hal-hal tersebut. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja. bangsawan. Raya = Maraya (besar). sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. Ada juga versi lain kata Toraya. agama. To = Tau (orang). sedangkan orang Luwu menyebutnya To Riajang. artinya “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”. Indonesia. Rumah Adat Toraja . Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. dan kata Tana berarti negeri. Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (Etnis Toraja). Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. berat dan banyak. adat istiadat di Tana Toraja. kebiasaan perempuan suku Dayak di Kalimantan yang senang menggunakan anting yang panjang. Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. Tana Toraja.

Di dalam “Panca Yadnya”. yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur . Pa’tane 2. sekitar akhir Juni atau Juli. Sebanyak 102 bilah batu yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar. mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung. Adat masyarakat Toraja antara lain. Peti mati yang digunakan dalam pemakaman dipahat menyerupai hewan (Erong). Ukuran batu ini mempunyai nilai adat yang sama.7 Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut “Rambu Tuka”. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa. paling lambat September. Simbuang Batu hanya diadakan bila pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya diadakan dalam tingkat “Rapasan Sapurandanan” (kerbau yang dipotong sekurangkurangnya 24 ekor). menyimpan jenazah pada tebing/liang gua. dalam Bahasa Toraja disebut Simbuang Batu. 24 buah sedang.pembakaran Jenasah di Bali Ngaben adalah upacara pembakaran mayat. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di “Tongkanan“ untuk beberapa waktu. musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen. dan 54 buah kecil. dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Biasanya. atau di dalam lubang. upacara ini termasuk dalam “Pitra Yadnya”. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan 100 buah “batu”. mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan. khususnya oleh mereka yang beragama Hindu. Ngaben . atau dibawahnya. Sumber : Google@Rumah Adat. perbedaan tersebut hanyalah faktor perbedaan situasi dan kondisi pada saat pembuatan/pengambilan batu. atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane).16.com Gambar 1. Setelah upacara.

Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu. Sabda. karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa. "Bade dan Lembu" ini adalah.17. Wisnu. Bade Kemudian "Bade" diusung beramai-ramai ke tempat upacara Ngaben. Di setiap pertigaan atau perempatan. Lembu Gambar 1. dan "Bade" akan diputar sebanyak 3 kali. Upacara Ngaben diawali dengan upacara-upacara dan doa mantra dari Ida Pedanda. kertas warnawarni dan bahan lainnya. Sabda.18. Di depan "Bade" terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. kemudian "Lembu" dibakar sampai menjadi abu yang kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Siwa. . tempat meletakkan mayat Sumber : Google wiki pedia @ Ngaben. Idep itu dikembalikan ke Brahma. dan setelah meninggal Bayu.8 Makna upacara Ngaben pada intinya adalah. dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana antara 15 juta sampai 20 juta rupiah. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal.Ngabe. untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. tidak ada isak tangis.com Gambar 1. diiringi dengan "gamelan".com Sumber : Google wiki pedia Q. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat "Bade dan Lembu" yang sangat megah terbuat dari kayu. kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak. Idep.

perkawinan dan kematian ataupun acara-acara ritus serupa selalu ada unsur musik.19. sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar kuping daung daun telinga. Kegiatan adat budaya ini dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang dan masih terus berlangsung sampai saat ini. semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik. karya. gambaran wajah apresiasi keseniannya. Manifestasi dari aktivitas kehidupan budaya masyarakat merupakan miniatur yang mencerminkan kehidupan sosial yang luhur. Gadis Suku Dayak Kegiatan-kegiatan adat budaya ini selalu dikaitkan dengan kejadian penting dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. sastra. gambaran identitas budaya setempat. Berbicara tentang apresiasi seni. kita ketahui terlebih dahulu yang disebut seni dan klasifikasinya. . menurut kepercayaan mereka.com Gambar 1. Kegiatan-kegiatan adat budaya ini disebut Pesta Budaya. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping. dapat disimpulkan yang disebut dengan kebudayaan adalah pikiran. sehingga seni menjadi perekam dan penyambung sejarah. teknologi dan rangkaian tindakan suatu kelompok masyarakat. seni rupa.9 3. dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat. Jadi. Suku Dayak Sejak abad ke 17. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga. Sumber : Google Wki Pedia @ suku Dayak. Berbagai kegiatan adat budaya ini juga mengambil bentuk kegiatan-kegiatan seni yang berkaitan dengan proses inisiasi perorangan seperti kelahiran. tari.

demikian juga dikemukakan oleh sastrawan Rusia terkemuka Leo Tolstoy mengatakan bahwa. menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”. Ungkapan seni menurut Erich Kahler.10 1. seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. dan seni sastra. Aristoteles mengemukakan bahwa. Pengertian Seni Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. Klasifikasi Seni Seni Seni Rupa * Seni murni * Seni terapan * Design * Kriya Seni Pertunjukan * Seni musik * Seni teater * Seni tari * Film Sinematographi * Pantomim Seni Sastra * Prosa * Puisi .2. selanjutnya dikatakan oleh Akhdiat K.1. Tabel 1. seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya. Mihardja. yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya. seni pertunjukan. seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi. Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa. seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah indah.

Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. Ciri keempat adalah keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. (2) Karya-karya lukis S. Cina. b. Inggris. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati. (1) desain mode pakaian terus berkembang sesuai trend-mode yang selalu berubnah dari waktu ke waktu dan banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat metropolitan. d. Ciri ketiga adalah seni memiliki nilai ekspresi atau perasaan. Ciri pertama adalah sifat kreatif dari seni. Uraian mengenai sifat dasar seni adalah sebagai berikut: a. Sebagai contoh. Ciri kedua adalah sifat individualitas dari seni. (2) Di banyak negara di dunia seperti Belanda. 1976:41-46). (1) lagu Indonesia Raya karangan WR. (2) Lukisan Lucia hartini yang bercorak Surrealisme menampilkan kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai. (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dari lagu ciptaan Ebiet G.11 1. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal. c. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sebagai contoh. Ade. Indonesia dan sebagainya dijumpai produk keramik dalam berbagai bentuk dan fungsinya. Sebagai contoh. (1) lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar. Sifat Dasar Seni Berdasarkan hasil telaah terhadap teori-teori seni. Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat walaupun beliau telah wafat. Subyektif dan individual. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. Sudjojono dan Affandi sampai saat ini masih diapresiasi oleh masyarakat dan sangat diminati oleh para kolektor lukisan walaupun beliau telah wafat e. disimpulkan bahwa seni memiliki sekurang-kurangnya 5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (Gie. memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. Ciri kelima adalah semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. .3. Jepang. Sebagai contoh.

ukiran kayu). Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni.4. seni rupa memiliki bahasa plastis. Menurut Soedarso SP (1987:79). Namun tidak semua karya memiliki tema melainkan kritik. kalau seni sastra menggunakan kataa sebagai medium. warna. bidang dan warna. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. c. seni teater mempergunakan semua itu oleh sebab itu teater dikatakan seni yang mempergunakan multimedia. begitu pula seni memiliki dimensi. dan seni rupa memiliki dimensi ruang. . Bidang seni tari adalah wirama. suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori. Tana medium tak ada karya seni. alam kebendaan. seni lukis memiliki bahasa visual. Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis. Bidang seni musik adalah irama dan melodi. yakni berupa: objek alam. Pokok soal dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan. relief logam. seni musik mempergunakan medium bunyi (nada). Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya. objek estetik tita dimensi (patu batu. b. kalau seni tari mempergunakan medium gerak. Bidang seni teater adalah gerak. sastra memiliki bahasa verbal. seni tari memiliki dimensi gerak. dan lain-lain). Struktur Seni The Liang Gie (1976-70) menjelaskan bahwa dalam semua jenis kesenian terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a. seni lukis mempergunakan garis. seni musik bahasa audio. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. seni sastra mempergunakan keta-keta sebagai medium. d. Kalau seni dapat dianggap sebagai bahasa maka setiap cabang seni memiliki bahasa tersendiri. kayu. Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. suara dan lakon. Semua jenis seni mempergunakan medium. seni tari memiliki bahasa kinetis. wirasa dan wiraga. etsa. bidang dan tekstur. seni musik mempunyai dimensi waktu. cukil. sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang merefleksikan pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu.12 1. gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. Pada seni rupa mediumnya adalah objek estetik dua dimensi (lukisan cat air. bentuk.

yakni: a) keindahan dalam arti luas (keindahan seni. b) keindahan dalam arti estetis murni. menata interior/eksterior. karya seni dicptakan tidak selalu untuk menyenangkan perasaan manusia. Nilai keindahan dapat pula disebut nilai estetis. penyadaran. merupakan salah satu persoalan estetis yang menurut cakupan pengertiannya dapat dibedakan menurut luasnya pengertian. Dalam kecenderungan perkembangan seni dewasa ini. dan lain sebagainya. b. kepuasan. menikmati keindahan musik dan sebagainya. baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia (Purwadarminto. masing-masing mempunyai pengertian sebagai berikut : a. Perasaan keindahan diperoleh dari alam dan benda atau karya seni. 2) nilai pengetahuan. ajakan. Ragam Nilai Seni Peran keindahan selalu terkait dengan kehidupan sosial budaya manusia sehari-hari. Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudian diekspresikan daam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni). dalam karya seni dan benda-benda lainnya. 1976:667). Dalam estetika. 3) nilai kehidupan.13 1. pencerahan.5. keindahan positif tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. mengapresiasi cinta. keindahan alam. keindahan. kadar. namun tetap memberikan nilai-nilai yang diperlukan manusia. pemikiran. dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan pada prinsipnya mengkaji tentang hakikat keindahan dan kriteria keindahan yang terdapat di alam. seperti perenungan. sesuatu yang menyentuh perasaan. berbusana. Menurut Koentjaraningrat. Manusia memerlukan keindahan karena memberikan kesenangan. “nilai” berarti suatu ide yang paling baik. “nilai” diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). Karya seni dapat memberikan perasaan terkejut. Menurut The Liang Gie jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan. keindahan moral dan keindahan intelektual). Pengertian Nilai Seni Secara umum kata “nilai” diartikan sebagai harga. c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Sebagai . yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku. b) keindhaan dalam arti estetis murni. mutu atau kualitas. Namun dalam perkembangannya. keadilan. misalnya: dalam arsitektur rumah tinggal.

ciri pokok seni adalah ekspresi. proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media.14 seniman beranggapan lebih penting menggoncang publik dengna nilai estetis legatif (ugliness) daripada menyenangkan atau memuaskan mereka (T. Jadi sesungguhnya dalam karya seni terdapat nilai estetis yang positif dan negatif. 1. penilaian terhadap karya seni harus dilakukan berdasarkan ukuran perasaan estetis dan nilai-nilai. atau penguasa semesta alam. oleh karena itu. Kriteria klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan jenis kesenian. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah. kesenian ritual dan kesenian hiburan komersial. Tuhan. pameran fotografi Anjasmara dan Isabele Yahya yang bertemakan Adam dan Hawa yang dinilai sebagai kesenian yang bernilai estetis negatif. dan bagi kenikmatan ragawi (pleasure) pelaku dan penontonnya. Dapat juga dilakukan untuk menghibur diri pelakunya dan atau orang lain. 1. bidang dan warna. media teaer adalah gerak. Pandangan ini juga didukung oleh Liang Gie Bapak Estetika seni (1964) yang menyatakan bahwa.7. Sal Murgiyanto (2004) mengatakan. . sesuatu karya harus indah. Fenomena semacam ini akan kita jumpai pada karya-karya seni primitir atau karya seni lainnya yang tidak mementingkan keidahan tampilan visual namun lebih mementingkan makna simboliknya. media tari adalah gerak. Contoh. media seni rupa adalah garis. Gie. untuk meneguhkan identitas atau menguatkan nilai-nilai yang diyakini seseorang atau sekelompok orang. Sal Murgiyanto aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah. “Ugliness” dalam karya seni termasuk nilai estetis yang negatif. suara dan lakon. 1976:40).6.L. Fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. Media musik bunyi. fungsi atau tujuan sebuah pertunjukan. Pengertian Ekspresi Ekspresi adalah proses ungkapan emosi atau perasaan di dalam proses penciptaan karya seni. Pengertian Genre (Jenis/Fungsi) Seni Menurut kritikus tari terkenal di Indonesia. Sebuah pertunjukan dapat dilakukan sebagai sebuah persembahan/doa/puji kepada arwah leluhur. ungkapan bakti kepada Dewa.

Fungsi Ritual Suatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran. hiburan. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang. Fungsi Komunikasi Suatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui media seni tertentu seperti. dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan. wayang kulit. Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama.15 Fungsi Seni Fungsi-fungsi seni terdiri atas fungsi ritual. kerjasama. Macam-macam Fungsi Seni Bagaimana kita dapat mengidentifikasikan sebuah karya seni khususnya kesenian tradisi berdasarkan fungsi-fungsinya. kematian. Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik.20. dan Gambang. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek. Hiburan Idealisme Artistik Kesenimanan Pendidik Ritual FUNGSI Forum Dialog Terapi (Kesehatan) Sumber : Endo Suanda Guna Gambar 1. . pendidikan. dan disiplin. komunikasi. artistik dan fungsi guna. Monggang. Angklung. ataupun pernikahan. Berikut diuraikan tentang fungsi-fungsi seni. Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial. wayang orang dan seni teater. dan Ageng.

16 Fungsi Hiburan Seni yang berfungsi sebagai hiburan. jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain. Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial. hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya. tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung. sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan. dan seni rupa kontemporer. Seperti yang telah dikatakan Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. misalnya terdapat pada musik kontemporer. sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan. gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian. Contoh : Kriya. tari kontemporer. hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik. karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme. Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni. Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran. dan lain-lain. .

17

1.8. Pengertian Apresiasi Seni
Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya. Kegiatan apresiasi meliputi : a. Persepsi Kegiatan ini mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni. b. Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni. c. Pengertian Pada tingkat ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. d. Analisis Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi. e. Penilaian Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif. f. Apresiasi Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal; value ( nilai ), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Sejalan dengan rumusan di atas S.E. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian,

18
penghargaan, kepekaan untuk mencermati kelebihan dan kekurangan terhadap karya. Menurut Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1). pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). pendekatan problematik. Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahasan kajian dalam mengapresiasi seni pada tingkatan awal dengan pendekatan aplikatif adalah sebagai berikut: Seni Musik Klasik Ciri khas musiknya Bentuk musik dari zamannya Struktur musiknya Gaya musiknya Seni Musik Tradisi Ciri-ciri khas musiknya : Laras Pola tabuhan Instrumen yang dimainkan Struktur musiknya Gaya musiknya

Fungsi seni Ekspresif (nilai-nilai keindahan) Makna / pesan yang terkandung Seni Tari Kreatif Mencermati identifikasi gerak Mencermati keharmonisan gerak dan musik Mencermati kreativitas gerak Mencermati kemampuan wiraga / kelenturan Mengidentifikasi jenis tari berdasarkan garapan Mengidentifikasi tari berdasarkan orientasi Mengidentifikasi berdasarkan fungsinya

19

Seni Teater Mengidentifikasi perbedaan teater dan film Mengidentifikasi keberhasilan suatu pementasan Mengidentifikasi nada ucapan dan makna dalam dialog Mengidentifikasi plot lakon Seni Rupa Makna Gaya Material Elemen Estetika

20 TES FORMATIF BAB I Pilihlah jawaban yang tepat 1. Manakah pernyataan yang benar a. Seni berbeda dengan kebudayaan b. Seni sebagian dari kebudayaan c. Seni adalah kebudayaan d. Seni adalah wujud kebudayaan 2. Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan : a. Genre b. Esetika c. Apresiasi d. Ekspresi 3. Salah satu sifat dasar seni adalah .... a. Indah b. Kreatif c. Style d. Makna 4. Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks .... a. Klasifikasi seni b. Karya seni c. Nilai seni d. Sifat seni 5. Nilai estetis yang negatif yang tidak mementingkan keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan .... a. Keindahan b. Orisinalitas c. Makna simbolik d. Kreativitas 6. Medium pada seni rupa a. Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal

21

7. Medium pada seni musik .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 8. Medium pada seni tari .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 9. Relief patung adalah karya seni rupa berdimensi... a. Dua dimensi b. Tiga dimensi c. Multi dimensi d. Multi media 10. Seni musik, seni tari dan seni teater adalah bentuk seni yang diklasifikasikan sebagi seni a. Seni pertunjukan b. Bahasa seni c. Ragam seni d. Sifat seni Jawablah dengan penjelasan yang bermakna 1. Apa yang disebut kebudayaan ? 2. Apa yang dapat dikaji seni ? 3. Ada dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebutkan dan jelaskan ! 4. Apa saja cabang-cabang seni ? 5. Sebutkan media dari seni musik, seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Seni Musik
Mengapresiasikan Karya Seni Musik

Bab 2

APRESIASI
Pengertian Musik KLasifikasi Instrumen Sistem Nada Musik Klasik Musik Tradisi Indonesia Musik Non Western

EKSPRESI
Vokal Tangga Nada Memainkan Keyboard Teknik Memainkan Gambang Kromong Teknik Memainkan Gamelan Teknik Memainkan Kacapi

melodi. Contoh : piano. Contoh gambar di bawah ini : Gambar 2. Pengertian Musik Musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya. gitar. seruling. Mengapresiasi Karya Seni Musik 2. Contoh : gendang. Contoh keyboard. marakas Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi. bentuk atau struktur lagu dan ekspresi. Contoh: recorder. drum Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi.1.24 Bu BAB II SENI MUSIK 2. saxsophone Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagi penyebab bunyi.1. Contoh triangle. conga. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik. melalui unsur-unsur musik yaitu irama. cabaza. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel : Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. Instrumen Musik . Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada. harmoni. mandolin.

nada-nada tersebut adalah : Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada.2.2. 7 nada ini yang disebut dengan tangganada Lydis. nada-nada ini disebut Tetrachord 2. Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord. nada-nada tersebut ialah : Tetrachord 1 Tetrachord 2 Nada-nada kemudian dikembangkan. TANGGA NADA MAYOR (asal dari tangganada Lydis) Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut : . yang sampai saat ini dipergunakan. awalnya nada-nada ini dimainkan pada instrumen Lyra.Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis Berawal dari bangsa Yunani (sebelum 1100 SM) Terpander adalah orang yang mengembangkan susunan nada semula 4 nada dan Polynertus (700 SM) orang yang menggunakan system 7 nada.1. Nada dalam tangga nada Diatonis.25 2. Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½. awalnya hanya mempunyai 4 nada. Sistem Nada 2. yang disebut dengan Tetrachord 1.

karena dia tidak bisa menabuh gamelan maka diserahkan pada Sudiradraka (Guna Sentika) lalu oleh Sudiradraka diserahkan ke Kepatihan yaitu kepada Sasradiningrat IV. Penanggul yaitu nada 1 Gulu yaitu nada 2 Dhada yaitu nada 3 Pelog yaitu nada 4 Lima yaitu nada 5 Nem yaitu nada 6 Barang yaitu nada 7 : siji dibaca ji : loro dibaca ro : telu dibaca lu : papat dibaca pat : lima dibaca mo : enem dibaca nem : pitu dibaca pi Gambar 2. sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat. cuplikan melodi lagu Ladiang Wilujeng bagian umpak . Macam-macam nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut. kemudian diserahkan kepada adiknya Wreksodiningrat. Notasi Rante Sumber : Demang Kartini.2. Kemudian Wreksodiningrat punya ide yaitu memberi angka pada bilah saron karena untuk pembelajaran menabuh gamelan dan memindahkan notasi rante agar mudah dibaca pada tahun 1890.2.26 2.2. Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli) Bu Titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut notasi. Sebelum muncul notasi angka Demang Kartini telah menciptakan notasi rante. Dalam seni musik Karawitan. titilaras memegang peranan yang penting dan praktis. yakni lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendah suatu nada berupa angka atau lambang lainnya. Notasinya disebut notasi kepatihan yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Jaya Sudirga atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910. Notasi Pentatonik Sistem notasi yang dipakai dalam gamelan Jawa adalah notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada. Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan. mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi.

ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali. secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah. Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis. angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu. Titilaras kepatihan. istilah titi dapat diartikan sebagai angka. yaitu sendu. sedih atau romantis. Titilaras ding-dong. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras.27 Laras Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras. ringan dan semarak. . percintaan kangen. keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang : /dong. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan. adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring. dang. deng. 2. dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R. tetapi juga Titilaras yang ada antara lain : 1. huruf. Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya. Oleh karena itu banyak adegan rindu. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang. Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya. notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada. Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang. yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu: a. b. agung. dung. kematian. gembira dan terasa lebih ramai. perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½.M Haryo Wreksadiningrat di Keraton Surakarta. tulis. Laras ini mempunyai 2 macam. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi kesan gembira. sedih. ringan. tanda. secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang. Laras Pelog. Dan dalam bahasa Indonesia titilaras berarti tangganada. sendu. atau tangga nada. Laras Slendro. adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. adegan marah.

Titilaras daminatilada. Laras Slendro dan Pelog Notasi Barat (Diatonis) mempunyai jarak 1 dan ½. fa. fa. si.28 Bu 3. sol. sol. Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan Stroboccon dan melograph tidak sama tinggi nadanya. Perbedaan antara laras slendro dan pelog dapat dilihat pada tabel 2 Nada pada laras slendro dan pelog dapat kita lihat : Slendro Barang 1 Gulu/jangga 2 Dada/tengah 3 Lima 5 Nem 6 Pelog Nem Panunggul (Bem) Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem 1 2 3 5 6 Barang Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem Pelog Barang 1 2 3 5 6 Tabel 2. mi. do. nada-nada yang dihasilkan dari instrumen gamelan mempunyai perbedaan antara satu perangkat gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya tetapi jika nada-nada pada instrumen gamelan dimainkan nada yang terdengar pada laras : Pelog seperti : do. mi Slendro seperti : re. Degung seperti : mi. yakni titilaras ciptaan R. la. Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna. Tinggi rendah nada titilaras bagi laras slendro dan pelog berbeda. Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916). tetapi pada gamelan laras pelog. sol. si. tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama. namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji.M. Titilaras berwujud angka 1 2 3 4 5 6 7 I sebagai pengganti nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari. mi. do. sebagai contoh walaupun sama-sama terdengar do. re . setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras. do.

mempunyai aturan. Machjar Angga Koesoemadinata dengan Musicoloog Jaap Kunst selama 50 tahun (1916-1966) tentang tinggi nada laras pentatonik.3. namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan. 2. Abad 20 2.1.29 Hasil penelitian dari R. paduan suara. Jadi raras degung itu ialah modus Doris dari musik Yunani tanpa raras re dan raras la. yang dimaksud adalah musik klasik tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya.3.1 Pertengahan 1300 Gregorion Chant : Acapela Organum : Tradisional 1500 The Notre Dame Mass : Monofonik. 2. Musik Klasik Christine Ammer berpendapat. Zaman Rokoko (pra Klasik) 5. musik klasik adalah hasil karya seni yang telah terbukti abadi. Karakter Musik Klasik Menurut Ammer. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa. Zaman Barok 4. namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. * Raras Degung ialah : mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'400 mi'. dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. Zaman Klasik 6. sebagai contoh fungsi angklung. Zaman Renaisance 3. musik klasik adalah musik yang anggun. Scholes mempertegas bahwa.3. sedang raras re dan raras la hanyalah bertugas sebagai raras-perhiasan saja. musik klasik digunakan sebagai label bagi musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan. musik klasik adalah musik yang serius. Musik tradisi banyak mengalami evolusi. sedang ra ra s re d a n a p a la gi r aras la dijadikan raras-perhiasan (uparenggararas). Zaman Pertengahan 2. * Raras Pelog ialah : do 200 re 200 mi 100 fa 200 sol 200 la 200 si 100 do' Murdararasnya atau raras-pokoknya ialah : do 400 mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'. Musik gamelan pun dahulu hanya dimainkan dalam keraton sebagai sahnya upacara. Jadi raras Pelog itu ialah modus mayor tanpa re dan la. musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII. Zaman Romantik 7. sejenis suara (1 suara) . Ditekankan lagi oleh Rieman. berkesan formal.1 Periode musik klasik 1. setiap bagian harus dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail.

6 suara Polyphonic (banyak suara) contohnya menyanyi dalam kelompok dengan melodi beragam dalam satu kesatuan Texturenya Homophonic dengan rentetan akor Wilayah nada lebih dari 4 oktaf Musik Ibadah : Josquin des Prez (vokal) Kemudian dibakukan Molet Komonis : Palestina. suara-suara yang terpenting dalam musik Barok adalah sopran dan bas. komposisi Bach bertekstur polyfonik. Bas merupakan dasar dari semua akor. seperti viol atau cello dengan akor-akor.3. Tekstur musiknya yang polifonik harmonik. lebih dari satu suara maksimal 2 atau 3 suara untuk instrumen dan vokal untuk solo performance. Komponis : .30 Bu 2.George Frideric Handel Musik Bach Musik Bach adalah paling unik. Munculnya ornamen (not hias) Mempelopori dinamik yang berangsur-angsur dari lembut sekali sampai lembutnya sedang yang disimbolkan (ppp – mp) Lahirnya opera dan orkestra.3. kontinuo lengkap dengan bas berangka. Komposisi Bach yang bertekstur polifonik artinya adalah masingmasing suara gerakan melodinya mandiri.2. bas atau iringan disuarakan oleh instrumen harpa.1.1. Zaman Barok (1600 – 1750) Karakteristik musik Bas Kontinuo adalah suatu ciri khas musik Barok pada awal sampai akhir masa itu.5. harpsichord atau orgel pipa. Pope Marcellus Mass Thomas Morley Instrumen Andrea Gabrieli: Karyanya Ricercar in Twelth Mode 2. . Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Ciri khas musik “renaissance” adalah. Yang dimaksud tesktur adalah rajutan musikal atau cara menjalin alur melodi yang terbagi monofonik. sehingga komposer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. contohnya canon dan fuga (bersahut-sahutan dan suara imitasi). suara bas dimainkan dengan alat musik melodik.3. Zaman Renaisance (1450 – 1600) Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen. polifonik dan homofonik.Johan Sebastian Bach . bukan sebagai pengiring. Teknik untuk membuat polifonik disebut Kontrapung.Antonio vivaldi . Choral music yang bertipe 4.

2. suara imitasi dalam Dominan. suara 3 kembali dalam Tonika. Bach: .Opera Claudio Monteverdi Orteo . terdiri dari suara pokok dalam Tonika.31 Canon : Komposisi vokal ataupun instrumen yang suara imitasinya dalam Tonika. tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi. dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase-frase sepanjang 6 birama dengan banyak kadens. 1-6 . Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens.3.Karyanya Brandenburg Concerto No.4. Zaman Rokoko (Pra Klasik) Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rokoko : Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas. . Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa.S. contoh sebagai berikut : J.1.Sonata Barok Vivaldi : The Four Season Suara pokok Suara imitasi Fuga : Komposisi untuk instrumen. hanya pada Fuga.

1. Vienna adalah penyelenggara kegiatan musik yang berorientasi komersial. ungkapan ekspresi begitu pula pada pola ritme. Johan Sebastian Bach 2. tetapi untuk permainan solo.3. Berakhirnya komposisi bas continue. komposisinya bukan untuk sebagai pengiring. Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni. perubahan not panjang ke not pendek. Antonio Vivaldi Gb. 2.4. Vienna Vienna adalah pusat tempat kegiatan musik Eropa sepanjang zaman periode klasik. Teksturnya homofonik. bentuknya sama dengan Sonata hanya simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet. penggunaan tanda istirahat. perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur-angsur keras kemudian melambat lagi ataupun dari keras tiba-tiba menjadi lembut. Dinamik : munculnya crescendo dan decresendo. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo.32 KOMPONIS ZAMAN BAROK Bu Sumber : An Appreciation Music Sumber : An Appreciation Music Gb. 2. kontras pada ritme misal dari melodi dan iringan sederhana. sedangkan simfoni adalah sonata untuk orkestra.5. trio dan scherzo. kemudian berubah menjadi komposisi yang sulit pada bagian berikutnya. . Zaman Klasik (1750 – 1820) Komposisi instrumen periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter. Karakteristik gaya musik klasik : Kontras di tema. sinkop.3.

tema pokok dimainkan dalam tonik. Slow movement 3. memiliki 1 atau beberapa tema dapat pula mengacu pada tema ke II yang berfungsi untuk menutup bagian eksposisi. Bentuk Musik Klasik 1. bernuansa lebih liris (ekspresif) dan berisi nyanyian yang bersifat melodis. dan tema penutup. jika gerakan berada dalam tangganada Minor maka tangganada kontras ada pada relatifnya. Tema II. Dance related movement 4. satu kesatuan yang utuh.Pengembangan . berfungsi untuk mengatur perubahan tangganada (modulasi) jika gerakan berada dalam tangganada Mayor maka tangganada kontras ada pada dominan.33 Bentuk Komposisi Musik Klasik Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh. Sonata terbagi atas 4 bagian yakni : . .Eksposisi . tema ke II. lambat dan kembali ke tempo cepat. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut : Sonata Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian. kuat eksposisi terbagi atas tema pokok. bridge. Tema penutup.Coda Bagian Eksposisi Yang dimaksud eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. Fast movement 2.Rekapitulasi . yang dimaksud tema pokok. lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa. kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup. Jembatan. adalah memuat pola ritmis dan melodis yang dikenal dengan motif.

Rekapitulasi Merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi. Mozart Beethoven J. tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu. . Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata. Haydn Instrumen Piano muncul pada zaman Klasik. lahirlah Piano seperti yang kita kenal saat ini. kemudian pada tahun 1775. dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika. bagian ini biasanya diawali dengan dominan. Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras. apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor.A. Piano Pada zaman sebelumnya(zaman pra klasik) sebelum menjadi Piano cikal bakal bentuk instrumennya adalah Harpsichord. rangkaian lagu tersebut disebut Atonal. umumnya menggunakan coda sebagai penutup.34 Pengembangan Bu Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif. Jika digambarkan gerakan komposisi bentuk karya musik sonata adalah : Eksposisi (tema pokok) Pengembangan Rekapitulasi (pengembangan tema pokok) Penutup (koda) Komponisnya yang terkenal antara lain : W. coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian.

Tahun 1707. irama dan harmoni sekaligus.5. Grand Piano Piano penting di pelajari karena merupakan induk dari semua Instrumen 1. dari musik diatonis. Piano dalam ukuran yang standard memliki 88 bilah nada 52 putih dan 32 hitam yang tersusun rapih dalam suatu papan nada dengan wilayah nada yang menjangkaui 7 ¼ oktaf. Sumber : Buku An Appreciation Music Gambar 2. dan jangkauan oktafnya belum luas.35 Zaman klasik sebagai zaman yang mewakili periode pembabakan musik klasik dikarenakan musiknya yang unik. menegaskan struktur musik yang jelas.6. Bartolomeo Christofori cikal bakal menciptakan (Harpsichord) sebelum menjadi piano. utuh. sehingga piano merupakan musik yang mutlak harus dikuasai oleh setiap guru yang bertugas sebagai pendidik musik. 2. Harpsichord Sumber : Buku Pono Banoe Gambar 2. dengan . Dengan piano. bilah nada masih terbuat dari kayu. yang mempunyai bilah nada bertingkat. suatu jangkauan yang tidak dapat dicapai oleh alat musik manapun juga. 3. Susunan papan bilah nada. merupakan susunan yang paling sederhana sebagai alat visual. sehingga nada menjadi suatu yang nyata. kita dapat bermain musik secara menampilkan melodi. mengalami kemajuan pesat dari karya-karyanya yang menjadi dasar perkembangan periode musik selanjutnya. Hal ini tidak dapat ditampilkan pada alat musik lain.

36 Bu 4. Dalam memproduksi suara menurut dinamika yang dituntut. diatur lemah lembutnya melalui sentuhan jari serta pengaturan pedal kaki. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan semua teori musik dengan mudah dan nyata. Papan Bilah Nada . Sumber : Buku Beyer Gambar 2.7. 5.

9. kemudian pp. yang terkenal yang bernomor ganjil 2. V. J. triangle dan harpa.37 KOMPONIS ZAMAN KLASIK Sumber : An Apreciation Music Gb. L. 2.6.8. pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal. W. Mozart : Simfoni No. 103 in Es Mayor (Drum Roll) LV. A.10. Mozart Sumber : An Apreciation Music Gb. Haydn Simfoni No.1. Piano merupakan pentatonik terfavorit pada zaman pentatonik dan mulai menjadi musik keluarga Ciri khas musiknya Chromatik Dinamik yang ekstrim ff x pp ff artinya nada dimainkan keras sekali. Haydn Sumber : An Apreciation Music Gb.A. Beethoven : 9 simfoni. 2. . Zaman Romantik (1820 – 1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme . 2. 40 in G minor K 550 J. Beethoven Opera Mozart Dun Giovanni W. lebih universal.3. nada dimainkan lembut sekali yang dilambangkan pp.

BRAHMS CORBIS Gambar : An Apreciation Music Gb. Debussy gaya musiknya memadu modus gereja dan pentatonik musik Jawa.11. Tchaikovsky karyanya karyanya Piano Concerto No. Simfoni No.13. KOMPONIS ZAMAN ROMANTIK Gambar : An Apreciation Music Gb. J. 2. MENDELSSOHN Romantik (Awal Romantik) Schubert : Simfoni No. 1 Piano dan orkestra in Es Mayor (Akhir Romantik) P.12.38 Bu Accelerando ritardando Kebebasan tempo dapat diatur oleh sipemain sendiri. CHOPIN Gambar : An Apreciation Music Gb. F. 1 in Bes mayor J. 1-4 Impresionisme C Debussy : Prelude to The Afternoon of a Faun Maurice Rafel : Bolero . Debussy pernah menyaksikan permainan gamelan Jawa. Claude Debussy : karya-karyanya adalah Atonal yakni akhir lagu tidak kembali ke tonik. sehingga mengadopsi musik Jawa ke dalam karya musiknya.I. guna penyajian ekspresi. 2. F. 8 unvinished in b minor Franst List : Concerto No. 2. Brahms.

pola ritmik yang beraneka ragam. kaya akan variasi ritmik.1. Awal Abad 20 Ekspresionisme Arnold Schoeberg : Five Pieces for Orchestra op. Abad 20 Perubahan besar-besaran terjadi pada musik zaman ini. atau akor progresif. 2. menakjubkan sebuah karya master piece. mendobrak tradisi kelaziman. KOMPONIS ZAMAN ABAD 20 Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Gb.3. sistem harmoni baru. Modulasi Ritmik : Komposisi pada zaman ini karyanya beraneka nuansa yakni terdiri dari nuansa jazz nuansa dari berbagai Negara. C.39 2. Stravinsky dan Copland Komposisinya menggunakan ritme jazz.3.A. GERSHWIN . dilihat dari gaya musik yang baru terlepas dari estetika zaman romantik. 2. sistem tangganada baru.1. pada zaman ini instrumen perkusi dalam orchestra lebih mempunyai peran. nada. 2. 2 opus 79 in G minor George Gershwin. ritme. karya-karya komposisinya terkenal dengan style jazz. Bela Bartok Komposisinya menggunakan struktur ritme yang bebas. Mikrokosmos Dance in Bulgarian Rhythm No. 16 Aturan-aturan kategori musik abad 20.7. G.14. karya Brahms Rhapsody No. Contoh Prelude I in Bes Mayor dan Prelude III in Es Minor.16. Poliritmik : Ritme yang kontras.15. 2 Brahms dan Schoenberg mempelopori penggunaan struktur frase yang tidak sama.7. BELLA BARTOK Gb. DEBUSSY Gb. mengherankan. 2. Karakteristiik musik abad 20 adalah : Warna nada : memakai komposisi dengan munculnya alterasi Munculnya teknik pentatonik Harmoni : Kreasi harmoni baru yang disebut polychord yang artinya kombinasi 2 akor.

Akar Jazz. dan Blues Awalnya style jazz adalah style Ragtime. e. Penulisan swing feel : Cara menyanyikan swing feel : d. ritmik dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana. kekhasan musik jazz dapat dilihat dari uraian berikut : Ritmik Ritmik merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk suatu jenis aliran musik. Ragtime.40 Bu 2. Musik Jazz (1910) Musik yang berasal dari Afrika Amerika. beat yang mantap. warna musik yang berbeda dan menunjukkan teknik yang khas. ini adalah musik improvisasi dan ritme yang sinkop.1. Sinkop : ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung.3. Time Feel : ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau biasa disebut dengan on-beat/down beat. Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi penundaan hitungan. Style Blues mempengaruhi perkembangan rhytm rock and roll dan soul.B. Swing feel merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan musik jazz. Swing Feel : mengetuk birama dengan merasakan triplet. istilah sinkop juga dapat disebut dengan up-beat. Hal ini dipengaruhi juga dari akulturasi musik tribal dari Afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks. seperti yang dilihat pada contoh gambar berikut : b. the king of ragtime adalah Scott Joplin (1868-1917).7. Seperti dalam musik jazz. c. Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi adalah sebagai berikut : a. A-head: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi percepatan hitungan. .

Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605. Kesenian yang akan dibahas adalah : A. Ondel-ondel. Musik Betawi B. Musik Betawi Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. kesenian ini juga mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya. Musik Tradisi Indonesia Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata kesenian daerahnya.4. tebanya (namanya) telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali.17. Ondel-Ondel Kesenian yang “representative” mewakili Betawi adalah. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat E. beberapa kesenian telah dikenal luas. seni yang berakar dari tradisi. Gamelan Jawa D.1.4. Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk . Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut.41 2. Musik Bali C. 2. iring-iringan Pangeran Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit (Pangeran Banten). Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi keseluruhan propinsi.

juga adalah musik pengiring Lenong. Seni musik Betawi antara lain gambang kromong. gambang kromong asli ialah alat musik berlaras pakem entatonic namun agar dapat dinikmati masyarakat yang heterogen alat musiknya dapat dikombinasikan dengan alat musik elektronik seperti bass. drum. Gambang Kromong Gambang Kromong diambil dari nama dua buah alat musik yaitu gambang dan kromong. Gambang Kromong Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. gamelan ajeng. organ. tanjidor. gamelan topeng.18. kecrek dan gong. gamelan rancag. entat melayu tampak entaton pada orkes samrah. Gambang Kromong selain dapat dimainkan sebagai kesenian mandiri. pengaruh Eropa jelas terlihat pada musik tanjidor. yang sangat kental dengan entat Cina . pengaruh Cina tampak pada alat musik Tehyan Kongahyan dan Sukong. Keunikan gambang kromong memiliki pola iringan yang baku.1. bilahan gambang berjumlah 18 buah terbuat dari kayu suangking. saxophone. dan musik Betawi yang bernafaskan Islam terlihat pada musik yang umumnya menggunakan alat rebana. . Keanekaragaman musik Betawi dapat kita lihat antara lain pada orkes gambang kromong.42 Bu raksasa yang sekarang kita kenal sebagai “ondel-ondel” yang dianggap sebagai pelindung untuk menolak bala. Gambang Kromong dapat berkembang dikarenakan mempunyai 2 bentuk yaitu “Gambang Kromong Asli dan Gambang Kromong Kombinasi”.4. keroncong tugu. kromong terbuat dari perunggu berjumlah 10 buah berbentuk pencon. samrah dan macammacam rebana. alat musik lainnya adalah gendang. 2.1. namun warna suara gambang kromong masih tetap terdengar.

Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan Gambang Kromong disebut lagu sayur yaitu lagu Jali-Jali. Tanjidor Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Tanjidor Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalat musik barat terutama alat tiup.19.1.20.43 Kongahyan. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilan belas. Sirih Kuning. Kicir-Kicir. Tehyan. Kongahyan. .2. Instumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin Sumber : Peta Seni Budaya Betawi Gambar 2. Sukong Adalah alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi terbuat dari tempurung bertangkai panjang yang kecil disebut kongahyan yang tengah tehyan dan yang terbesar disebut Sukong.4. Tehyan dan Sukong 2.

kramton dan bananas. India. Samrah lahir pada tahun 1918. Pada perkembangan kemudian lagu yang dibawakan ialah lagu seperti surilang dan jali-jali.1.4. Tanjidor adalah orkes untuk pengiring pawai atau arak-arak pengantin. dan berasal dari Dulmuluk Riau. Biola sebagai Waditra utama. . Cina dan Arab Gaya Lagu Lagu-lagu Melayu terdapat Melayu Riau. tenor. Dan akan lebih terdengar lagi pada gereneknya (cengkok) bila disajikan. yang termasuk dalam golongan instrumen membranophone. Melayu Betawi. clarinet. Di sini dapat dibuktikan bahwa susunan nada yang khas Melayu sebagai berikut : 6 5 4 4 3 2 1. India. Samrah Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu. Samrah Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. lagulagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. bass. dengan alat-alat bunyibunyian Harmonium. Lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh orkes tanjidor adalah batalion.3.44 Bu Pada umumnya alat-alat musik pada orkes tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston) trombone. dilengkapi dengan alat musik tambur dan gendering. Di dalam lagu-lagu Samrah sangat banyak melodi yang bersusunan nada seperti di atas. Cina dan Arab. 2.21. Disebutkan pula bahwa lagu-lagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin.

Apabila lagu-lagu Musik Samrah Betawi dipengaruhi Lagu Melayu. Dengan demikian jelas lagu-lagu Samrah dipengaruhi Lagu-lagu Melayu terutama tentang susunan nadanya. Lambat Pada umumnya lagu-lagu yang bersusunan nada seperti di atas terdapat pada lagu-lagu Orkes Gambus.Susunan nada Gaya Cina : 1 6 5 3 2 1 Contoh lagu Gaya Cina 4/4. sedang. . Dengan demikian. . Yang menonjol pada lagu mandiri lagi irama India.Susunan nada Gaya India : 1 6 India sebagai berikut 2/4. sedang. contoh lagu Irama Jika sebuah lagu mengandung bagian-bagian lagu menurut susunan nada Gaya India di atas. Lambat. yaitu lagu Senandung Cina. Sedangkan susunan nadanya menjadi skonder. Dan ini sangat banyak dipergunakan di dalam lagu-lagu Samrah. . Ini dapat kita lihat di dalam lampiran. . maka lagu tersebut dinamakan lagu berirama India. Sedangkan Japin mempengaruhi juga terhadap lagu-lagu Samrah. tidak asing lagi Irama Samrah diilhami oleh irama Japin. maka susunan nada yang dipergunakan seperti di atas.Susunan nada Melayu dalam Tangganada Mayor seperti di bawah ini . 4/4. Lagu-lagu yang berirama Lagu Cina sangat terbatas di dalam Musik Samrah. 6 5 4 3 2 1.45 .Susunan Nada Irama Arab : 1 7 5 4 3 2 Birama 4/4. Kemudian masuk ke Irama Japin.

rebana birdah. rebana ketimpring. Gambang Rancag Gambang Rancag adalah kesenian yang dipergunakan untuk mengiringi cerita-cerita Betawi seperti Pitung yang dibawakan dalam bentuk pantun berkait. rebana. Keroncong Tugu Bu Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. 2. kostum yang dipergunakan untuk laki-laki adalah baju koko. banyo. okulele.1.6. rebana mauled. kempil dan cello.1. kromong. Moresco”. Keroncong Tugu Dahulu dimainkan pada upacara “Pesta Panen”.4.4.46 2. gong dan suling. . 2. Rebana Rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama. Rebana Ketimpring : terdiri dari 3 buah rebana fungsinya sebagai arakarakan pada perayaan maulid. pesta pertemuan keluarga.5. Alat musiknya adalah gambang. gitar. tehyah gendang. alat musik keroncong terdiri dari biola.1.4. sedangkan untuk wanita menggunakan kain kebaya.22. Rancag artinya tutur dan pantun berkait. rebana ngarak.4. kecrek. rebana dor dan rebana biang.

gangsa jongkok (saron). seperti rebana-rebana lainnya. Gamelan untuk upacara Gambelan sakral untuk Ngaben adalah : Gambelan Luwang (pelog 7 nada) Gambelan Angklung (slendro 4 nada) Gambang 2. 2. merupakan perkembangan lebih lanjut dari rebana dor. reyong. Di Bali istilah gamelan adalah Gambelan. biasa digunakan untuk mengiringi lagulagu dari timur tengah. dapat dimainkan pada perayaan keagamaan.4. fungsi rebana kasidah adalah sama dengan rebana maulid. kempyung.47 Rebana Hadroh Rebana Dor : : Rebana Kasidah : Rebana Maulid Rebana Birdah : : Rebana Biang : terdiri dari 3 atau 4 buah rebana. mengiringi tarian Blenggo. pernikahan.2. Di Bali setiap kegiatan mempunyai kesenian khusus yang ditampilkan ketika melakukan ritual. Musik Bali Seni Indonesia dalam hal ini fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat yang disebut Fansub dimainkan sambil berdiri. penyacah jegogan.2. dewasa ini lazimnya dimainkan oleh kaum wanita.1. 2. kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian ritual. gong besar dan cymbal / ceng – ceng. khitanan. rebana biang biasanya untuk memeriahkan berbagai perayaan. drums (kendang) kempur. karena digunakan untuk mengiringi nyanyi maka disebut pula rebana lagu.2.4. jublag.2. . pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil untuk tempat jari. digunakan untuk mengiringi syair-syair hadroh. Gambelan untuk hiburan : Gong Gede Gong Gede adalah gamelan terbesar di Bali yang terdiri dari 46 instrumen yakni termasuk trompong. rebana yang berfungsi membawakan qarda (puisi arab) pada umumnya lagu-lagu yang dinyanyikan/ dimainkan berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila.4.

kemodong berfungsi sebagai gong dan berfungsi sebagai penutup lagu kempul. 4 gerantang gede. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. gamelan gong gede mempunyai laras pelog. Gambelan Joged Bumbung (Grantang) Gambelan ini berlaras slendro (5 nada). kendang sebagai penentu irama.24. rincik/ cengceng berfungsi sebagai pemanis lagu.3. gambelan ini khusus untuk mengiringi tari jogged bumbung. kelentang. Gambelan jogged bumbung disebut juga gambelan gegeran tangan. Gamelan Joged Bumbung (Gantang) .23.4. gamelan ini dapat pula sebagai pengiring tari topeng. berfungsi sebagai gong kecil. yaitu gender terbuat dari bambu berbentuk bumbung.48 Bu Gamelan ini dimainkan pada upacara tahun baru. Gamelan Gong Gede 2.2. instrumennya terdiri : Gerantang 4-8 buah. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. pada gamelan ini yang berperan sebagai melodi adalah trompang. suling 4 buah untuk pemanis lagu. tari baris dan rejang. fungsi seninya dahulu adalah untuk panen padi. karena pokok-pokok instrumennya adalah gerantang. penonton dapat berekspresi dan berimprovisasi gerak dan banyak mendapat pengaruh dari tari legong. 4 gerantang kecil berfungsi sebagai pembawa melodi.

komponis abad 20 Debussy. Gamelan tebanya (gaungnya) telah mendunia. dari segi sistem nada. 2.2. Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi. Gamelan yang berlaras pelog disebut Gamelan Pelog dan Gamelan yang berlaras Slendro disebut Gamelan Slendro.3.4.4. Worlds of Music 235) Gambar 2. Gamelan ada yang berlaras pelog dan yang berlaras slendro. pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya. Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi.25. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Perangkat Gamelan Jawa . perangkat gamelan ini adalah merupakan bagian-bagian dari Gamelan Ageng yang mempunyai Fungsi Hiburan. Gambelan Gambuh Gambelan di Bali merupakan sumber dari beberapa gamelan lainnya. namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik. gembira. Gambelan ini bersifat gending yang ditarikan. Gamelan Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa. lucu dan marah.4.]. kaya akan gending dan juga ada penyanyi (tandak) sebagai pengubah suasana sedih.49 2. di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995. gamelan dibuat dengan cara ditempa. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986.

saron. Saron Barung : berlaras lebih tinggi dari saron Demung.]. Kebukan : Kendhang Sebulan : Seruling Dawai : Rebab. Bonang Penembung : Larasnya lebih rendah dan bentuknya lebih besar dari Bonang Barung. Saron . Gender dan Slentem 2.26. Saron Saron Demung : Berlaras paling rendah dari saron Barung. ketuk. Bonang Perbedaan Saron. Bonang Barung : Yang bersuara rendah. bentuknya lebih besar. Saron Penerus : berlaras paling tinggi dari saron Demung dan Barung. siter 1.50 Perangkat-perangkat Gamelan : Bilahan : gambang. slentem.]. gender. kenong. Pencon : gong. kempul.27. Worlds of Music 235) Gambar 2. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Bu Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Bonang : Bonang Penerus/Babarangan : Berlaras satu oktaf lebih tinggi tetapi bentuknya lebih kecil dari bonang barung. bonang. Worlds of Music 235) Gambar 2.

Slentem Bilahan yang digantung.29. jumlahnya lebih sedikit dari jumlah bilahan Gender yakni hanya berjumlah (7 buah).]. Slentem . Gender Barung : Gender Penerus : lebih tinggi 1 oktaf Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Worlds of Music 235) Gambar 2. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.]. Gender Bilahan yang digantung. Worlds of Music 235) Gambar 2. jenis gender hanya 3 macam.51 2.28. Gender 3. bilahan gender berjumlah lebih kecil ukurannya dan jumlahnya lebih banyak (13 bilahan). bilahan slentem lebih besar dari bilahan Gender.

Propinsi yang menggunakan gamelan : Propinsi Lampung Sumatera Selatan Jambi Sumatera Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Timur Yogyakarta Bali NTB (Kabupaten Lombok) Kabupaten Lombok Kabupaten Sumbawa Kabupaten Bima Nama Gamelan Talo Balak Kelintang 12 Kelintang/Tauh Talempong Gamelan Banjar Gandang Garantung Gamelan Degung Gamelan Gamelan Gamelan Gamelan Lombok Gamelan Gendrung Gamelan Sumbawa Gamelan Bima . kempyang Bonang Slentem. kecer. gender. gong.52 Fungsi dalam permainan : sebagai pemangku lagu / pemanis 4 Gong terbagi : Terbesar : Sedang : Kecil : Bu Gong Suwukan Kempul Bende Fungsi bagian-bagian gamelan Pemimpin irama Pemangku irama Pemimpin lagu Pemangku lagu Pembuka lagu Penghias lagu : : : : : : Kendhang Ketuk kenong. siter. kempul. gambang Rebab Suling. Membudayanya Musik Gamelan di Tanah Air Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya. adapun propinsi yang mempergunakan gamelan sebagai musik utama dapat dilihat pada tabel 3.

Gamelan Ageng 2.2. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan. 2.4. Monggang. . Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4.53 Tabel 4 Penggunaan Bonang dan sebutannya di berbagai Propinsi Propinsi DKI Sumbar Jambi Lampung Sumatera Selatan Riau NTB Kalbar Kaltim Kalteng Sulteng Maluku Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Yogya Bali Nama instrumen jenis Bonang Kromong Talempong Kelintang Kulintang Kelintang Tetawak Trompong Geremong Klentangan Kangkanong Kandengo-dengo Totobuang Bonang Bonang Bonang Bonang Trompong/Reyong Dari macam-macam gamelan seperti gamelan Kodhok Ngorek.3. Sekaten dan gamelan Ageng. ada juga gamelan untuk hiburan.1. Gamelan untuk upacara : 1. Carabalen. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian agama begitu pula gamelan ada yang dimainkan untuk upacara. Gamelan untuk hiburan : 1. ada pula gamelan untuk pengiring dan mandiri.3.4. Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2.

Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Gamelan ini berlaras pelog dan terdiri dari sepasang kendhang.54 Gamelan Carabalen Bu Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. sebuah penonthong. Berikut ini denah penempatan ricikan-ricikan perangkat gamelan Carabalen. Gamelan ini pada umumnya dimiliki oleh perorangan maupun lembaga. gambyong. Menurut Kunst bahwa nama Carabalen memiliki makna filosofis yang berhubungan dengan siklus hidup manusia. sebuah kempul dan gong.30 Gamelan Carabalen Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti yaitu untuk menghormati kedatangan tamu.31. sebuah kenong. Penempatan Ricikan Gamelan Carabalen . satu rancak. satu rancak bonang.

untuk berbagai ekspresi seperti pengiring wayang. d. Saron sembilan bilah adalah saron yang biasa digunakan untuk keperluan wayangan. c. Bonang barung : satu rancak bonang barung slendro dengan 10 dan 12 pencon dan satu rancak bonang barung pelog. k. 21 buah. satu rancak gambang pelog nem dan satu rancak gambang pelog barang. ditabuh oleh seorang pengrawit. Kethuk-kempyang: satu set untuk slendro dengan kempyang berlaras barang dan kethuk berlaras gulu serta satu set untuk pelog. semua berbilah antara 12 s/d 14 buah. Bonang penerus : satu rancak bonang penerus slendro dengan 10 atau 12 pencon dan satu rancak bonang penerus pelog. Kempyang berlaras nem tinggi dan kethuk berlaras nem rendah. j. b. Saron barung: dua saron slendro dan dua saron pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. ritual. l. ditabuh oleh seorang pengrawit. Demung: satu demung slendro dan satu demung pelog. masing-masing berbilah tujuh. Biasanya rebab ponthang untuk slendro dan rebab byur untuk pelog. terdiri dari 14 pencon. Saron penerus: satu saron penerus slendro dan satu saron pene-rus pelog. semua berbilah antara 18 s. g. Kendhang : terdiri dari satu kendhang ageng. ditabuh oleh seorang pangrawit. ditabuh satu atau dua pengrawit. Slenthem: satu slenthem slendro dan satu slenthem pelog. masingmasing berbilah tujuh. tari. Rebab : terdapat satu atau dua buah rebab. dimainkan oleh seorang pengrawit.d. Gambang: satu rancak gambang slendro. Kadang-kadang salah satu saron slendronya dibuat dengan sembilan bilah. Gender penerus : satu rancak gender penerus slendro. satu gender penerus pelog nem (bem). ditabuh oleh seorang pengrawit. Gender : satu gender slendro. Rincikan pada perangkat gamelan ageng adalah : a. ditabuh masing masing oleh seorang pengrawit. Semuanya berbilah 12 s/d 14 buah. ditabuh oleh seorang pengrawit. i. dan satu gender penerus pelog barang.55 Gamelan Ageng Perangkat gamelan ini dapat dikatakan sebagai perangkat gamelan standar. satu gender pelog nem (atau bem) dan satu gender pelog barang. e. Gamelan ini dipergunakan untuk berbagai keperluan yaitu hiburan. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. satu kendhang ciblon dan satu kendhang wayangan. f. satu kendhang ketipung. teater. masing-masing berbilah tujuh. h. ditabuh oleh seorang pengrawit. terdiri dari 14 pencon. satu kendhang penunthung. . masing-masing berbilah tujuh.

56 Bu m. Sekarang terdapat satu siter yang dapat digunakan untuk slendro dan pelog. Suwukan laras barang sering disebut dengan gong siyem. Penempatan Ricikan Gamelan Ageng . ditabuh oleh seorang pengrawit. Gong suwukan: satu sampai dua pencon untuk slendro dan satu sampai tiga pencon untuk pelog. o. Gong ageng atau gong besar: satu sampai tiga gong besar yang berlaras nem sampai gulu rendah. dimainkan oleh seorang pengrawit Ageng Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Kempul: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. p. Kebanyakan gong ageng dilaras lima. n. r. Kenong: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. Siter two in one tersebut disebut dengan siter wolak-walik. Siter atau celempung: ada satu siter atau celempung slendro dan satu siter atau celempung untuk pelog.32. q. ditabuh oleh seorang pengrawit. Suling: satu suling berlubang empat untuk slendro dan satu suling berlubang lima untuk pelog.

sedangkan kendhangan gaya Solo relatif lebih sederhana dan tenang namun dalam.57 Bervariasinya pengaturan ricikan gamelan terutama atas pertimbangan fungsinya sebagai musik mandiri atau sebagai sebagai musik iringan. Bonangan Yogya juga lebih sigrak dibandhing dengan permainan rekannya yang di Solo. Yogya banyak menggunakan garapan yang sinkopatif. sedangkan di Solo. yang masing-masing mempunyai kekhasan. Pola kendhangan kedua daerah memang berbeda.33 Gamelan Ageng Tabuhan gamelan mempunyai 2 gaya yakni gaya Solo dan gaya Yogyakarta. Saya cenderung mengatakan bahwa kendhangan gaya Yogya pada umumnya lebih sigrak (animatif) daripada Solo. Ada kebiasaan yang berbeda dalam menyebut pola tabuhan kendhang di kedua daerah inL Seperti kita ketahui bahwa tabuhan kendhang sangat terkait dengan bentuk gendhing. tidak masalah bila ia meloncat dari daerah suara tinggi ke rendah atau sebaliknya. Yogya sering menggunakan bonangan tronjolan. 2) Bonang. seorang pengendhang "boleh" ngendhangi gendhing-gendhing tersebut dengan menggunakan pola yang sama. kemulusan atau kehalusan alur melodik sangat diperhatikan sehingga ketika seorang pembonang mendapati alur lagu (balungan) . Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Kebiasaan di Yogya lebih suka menyebut nama dari salah satu gendhing sebagai model garapan kendhang untuk gendhing-gendhing lainnya yang memiliki bentuk yang sama. Kebiasaan seperti itulah seperti yang diberlakukan pada gaya Solo. sinkopasi yang berkesan nyrimpet. Perbedaan ciri musiknya adalah : 1) Pola tabuhan kendhang. yang semuanya berbentuk kethuk kalih kerep minggah sekawan. Bonangan Yogya di satu segi tidak begitu mempedulikan alur melodik.

Angklung Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran. angklung disamping sebagai alat upacara pertanian. Kemudian fungsi angklung bergeser sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. ngencot.4. juga dipergunakan sebagai alat musik bagi bala tentara kerajaan dimana untuk menambah semangat tempur dalam menghadapi musuh sebagai alat musik perang pada zaman kerajaan Pajajaran. Kebalikannya. sedangkan karawitan gaya Surakarta cenderung menggunakan tempo yang lebih cepat. di antaranya nggenjot. Mereka memiliki berbagai teknik tabuhan balungan yang lebih kaya.34. 2. Angklung Angklung di Jawa Barat Sumber : Buku Angklung di Jawa Barat sebuah perbandingan Buku I Gambar 2. kecekan. Tabuhan saron penerus Yogya mendahului tabuhan balungan pokok. sedangkan tabuhan saron penerus Solo mengikuti balungan pokok. 3) Balungan. ia harus menemukan cara agar loncatan tersebut tidak nyeklek (patah). di desa lain angklung dipergunakan sebagai sarana penyebaran agama dan kegiatan yang .4. dan sebagainya.58 Bu yang meloncat. Perbedaan auditif yang paling gampang diidentifi-kasikan adalah lewat tabuhan saron penerus. biasanya seorang pengrawit harus mele-watinya dengan menggunakan pola nggembyang dan/atau menggunakan rambatan atau peralihan dengan menggunakan pola-pola lagu dengan variasi khusus. karawitan gaya Yogyakarta cenderung memilih tempo/irama/laya yang lambat. Tabuhan balungan gaya Yogya cenderung lebih keras dengan menggunakan pola dan teknik yang lebih dikembangkan.

Angklung Sunda terdiri dari 24 buah angklung melodi 10 buah rincik. 11 angklung melodi berukuran besar. Laras Angklung Untuk laras slendro. Angklung Indonesia terdiri dari 73 buah. yang bersifat melodis. 17 angklung iringan. Angklung modern cenderung lebih mengutamakan unsur melodi atau lagu. Laras Diatonis. susunan nada C D E G A C. pelog yang bersifat ritmis. 17 penghias. Macam-macam Angklung 1. kini angklung disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. seorang ahli pembuat angklung.8 April 1984) memperkenalkan alat musik tersebut. Daeng Sutigna merupakan orang pertama yang mengembangkan angklung sistem tangganada diatonis yang disebut Angklung Indonesia. 2. 28 angklung melodi berukuran kecil.59 berhubungan dengan pemerintah. memiliki 7 yaitu nada C D E F G A B C. 5 buah. sedangkan laras pelog dipakai susunan nada C E F G B C untuk laras madenda dipakai susunan nada C E F A B C. Nada-nada yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G-C 3 dengan penadaan standar internasional yaitu A . Angklung Tradisi Sunda (pengembang Udjo Ngalagena) murid pak Daeng. pelog. Daeng Sutigna (Pengembang Angklung) Angklung mulai terangkat diawal tahun 1938 ketika seorang putra ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Daeng Soetigna (13 Mei 1908 . Pembelajaran angklung pak Daeng dilakukan dengan cara membaca Notasi dengan gambar Notasi dengan sistem nomor Notasi dengan jari . Angklung Modern (pengembang Daeng Soetigna) menggunakan nada diatonis atau disebut juga Angklung Indonesia. la berguru kepada Bapak Jaya dari Kuningan.440. angklung 4 buah dan pengiring 5 buah. angklung ini berlaras slendro. pengembangan yang dilakukan pak Udjo adalah membuat Angklung tradisi berlaras slendro. murid Pak Daeng adalah Pak Udjo.

3.60 Bu Elang Burung Capung Tikus Kucing Ayam jago Bebek Ikan = = = = = = = = do ti la so fa mi re do Sumber : Buku Angklung Pa Daeng Gambar 2. Notasi Gambar Jadi angklung-angklung yang akan dimainkan diberi atau ditempeli telebih dahulu gambar-gambar tersebut. Urut Angklung 11 13 16 17 19 21 22 23 Notasi Angka 1 = [do] rendah 2 = [re] 3 = [mi] 4 = [fa] 5 = [sol] 6 = [la] 7 = [si] 1 = [do] tinggi . Belajar Musik Angklung Sistem Nomor Lagu Halo-halo Bandung Do = F 0 Fis Not 16 Ais 3 1 G 2 17 B 4 2 Gis 3 A 4 Ais 3 20 D 5 B 4 21 Dis 6 6 C 7 Cis 5 23 F 1 8 D 9 Dis 6 25 G 2 4/4 10 E 7 26 Gis 11 F 1 27 A 12 Fis 13 G 2 29 B 4 14 Gis 15 A 18 C 19 Cis 5 22 E 7 24 Fis 28 Ais 3 30 C 31 Cis 5 No.35. Tabel 2.

.61 Angklung Udjo Pak Udjo mengembangkan angklung bertangganada pentatonik juga diatonis. Bedanya dengan angklung-angklung tradisi lainnya. Laras pentatonik adalah Slendro CDEGAC Pelog CEFGBC Madenda CEFABC Pola Permainan Angklung Udjo meliputi jenis permainan angklung. Yang dimaksud dengan angklung tradisi adalah permainan angklung dengan pola-pola tabuhan tradisi yang bersifat ritmis. Pola tabuhannya masih tetap berbentuk terputus-putus dengan teknik dimainkan dengan digoyang. yaitu angklung ‘tradisi’ dan angklung Indonesia. angklung tradisi Udjo sudah lebih dikembangkan dari segi pengolahan bunyinya. seperti halnya tabuhan jenis-jenis angklung tradisi pada umumnya. Bunyi yang dihasilkan dari permainan digoyangkan sudah cenderung merupakan pengulangan melodi pendek-pendek yang dihiasi dengan bunyi panjang unik yang terlahir dari bunyi sebuah angklung yang dimainkan (digoyangkan) secara terus menerus tanpa berhenti.

Pembelajaran Musik Angklung dengan Kode Tangan .edv.ed/history/curwen.36. Pada tempat pelatihan angklung (Saung) Pak Udjo dalam pembelajarannya juga menggunakan notasi nomor ataupun kode tangan.62 Bu Berikut adalah contoh motif-motif tabuhan angklung tradisi Udjo.html Gambar 2.do/music. (as adapted by Kodaly (1) (7) (7) (6) (5) (5) (4) (3) (2) (4) (1) Sumber : education deakin.

63 .

64 Bu .

65 Latihlah lagu-lagu ini .

66 Bu .

67 .

bergandengan erat dengan adat-istiadat. Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional. Bentuk dan ukurannya Panjang sampe . Bentuknya dapat dilihat pada gambar 2. Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur.4.37.25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya). dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur. Sampe Alat Musik Tradisional Daerah Kalimantan Timur Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu. Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali. yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya.kurang lebih 1.5. Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 2. Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif. Sampe .35. karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut. kadang-kadang tiga ataupun empat da-wai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya). agama.68 Bu 2. Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm. dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa. bagian bawah ± 15 cm.

Khusus pada dawai pertama (C). kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut. yang kolom-kolomnya tersebut permanen). Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang). Kemudian setelah keadaan berkembang.69 Karakteristik Sampe a. akan tetapi yang dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe. ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain.38. Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar. mempunyai nada masing-masing: Dawai pertama Dawai kedua Dawai ketiga = = = C(1) sama dengan dawai pertama G(5) Sedangkan yang empat snaar : Dawai pertama = C(l) Dawai kedua = sama dengan dawai pertama Dawai ketiga = E (3) Dawai keempat = G (5) Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren). di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). Gambar 2. Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali. Sampe yang berdawai tiga. b. Cara melaras sampe (dawai 1). Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis. maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar. pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi. Penampang Resonatur dan Dawai Sampe . dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1). hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut.

70

Bu

Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 … dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:

Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama) Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Gambar : 2.39. Cara Melaras Dawai Sampe

71

Cara memainkan sampe : Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara. Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut : 1. 2. 3. Sampe 1 khususnya untuk melodi Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan : 1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng). 2. Untuk mengisi waktu senggang.

2.5. Musik Non Barat
2.5.1. Musik Afrika
Masing-masing kebudayaan mempunyai karakteristik instrumen, performance, sistem nada, pola ritmik, ada negara yang memiliki kedua jenis musik, yakni musik tradisi negara tersebut dan musik popular, ini merupakan kekayaan bermusik yang menakjubkan. Musik ini merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan musik abad 20, komponis yang mengadopsi / terinspirasi dalam komposisinya yakni komponis Prancis, bintang rock Inggirs Band The Beatles (George Harrison), Artis Jazz Amerika John Coltrane.

Sumber : An Appreciation Music

Gambar 2.40. Singing dan Instrumentation into African

72
Karakteristik Musik Afrika

Bu

Kesenian Afrika selalu berbentuk musik perkusi, tarian juga nyanyiannya berbentuk polifonik (bersahut-sahutan) ataupun dengan menyanyi tanpa kata-kata dengan hum ataupun berteriak dan selalu dalam bentuk kelompok. Instrumen Afrika Karakteristik musik Afrika adalah permainan ansambel yang terdiri dari 20 orang pemain, instrumen perkusinya adalah bell, instrumen melodinya flute, trumpet, xylophone dan drum. Keunikannya adalah penyajian musiknya, dalam setiap tari dan alat musik perkusi ditampilkan dalam satu kesatuan

2.5.2. Musik India
Komponis terbesarnya adalah Tyagaraja (1767-1847) Muthuswamy Dikshitar (1775-1835) dan Shyama Sastri (1762-1827) Alat musik khas India adalah : - Alat musik dawai chordophone disebut sitar - Alat musik tabuh membranophone disebut tambura - Alat musik sepasang drum disebut tabla Dibawah ini contoh alat musik sitar dan tabla :
Ciri khas musik India : Pergerakan interval, langkah setengah nada Banyak menggunakan ornamen Penuh nuansa karena perubahan tempo Pola notnya disebut raga, not yang berinterval kadang naik kadang turun.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.41. Musik India

Struktur ritmiknya disebut (Tala) Beat yang terdiri dari 2 – 3 – 2 – 3 disebut Haptal. | 1 2 | 3 4 5 | 6 7 | 8 9 10 | Beat yang terdiri dari 4 – 2 – 4 disebut Shultal | 1 2 3 4 | 5 6 | 7 8 9 10 | Tala adalah permainan Tempo dari lambat sampai sangat cepat.

73

2.5.3. Alat-alat Musik Tiongkok dan Jepang
Kultur tinggi Tiongkok didalam sejarah tercatat dalam 5 dynasti yaitu Dynasti Huang – Ti, Dynasti H Sia, Dynasti Shang, Dynasti Chou dan Dynasti Han. Alat musik yang menonjol sampai saat ini adalah alat musik K’in sejenis Zither kecapi dengan 5 senar sudah ada sejak zaman Dynasti H Sia (1800 – 1500 SM). Alat musik serupa ini di Jepang disebut Koto. Di bawah ini contoh alat musik sejenis Zither, di Jepang disebut Koto.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.42. Fusako Yoshida, is a “master of koto”

2.5.4. Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani
Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah (Palestina) Kinnor, alat musik yang dipergunakan oleh raja Daud sejenis Harpa, lebih tepat disebut Leier senarnya sangat terbatas (5-9 senar) Kinnor adalah cikal bakal gitar hasil kebudayaan pengaruh dari bangsa Semit di Mesir. Alat Musik Kultur Tinggi Yunani - Phorminx termasuk instrumen jenis Leier - Kithara adalah pengembangan Phorminx yang bersenar 7 - Lyra merupakan pengembangan Kithara, jumlah senar Lyra adalah 7 buah

74
Harpa adalah pengembangan dari Harpa Siku dari Italia

Bu

Sumber : Buku Pono Banoe

Gambar 2.43. Instrumen Musik Yunani

75

2.6. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik
2.6.1. Vokal
2.6.1.1. Asal Usul Vokal Musik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi antar sesamanya, musik vokal muncul pada zaman periode Renaissance adalah, Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu. Antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir mempunyai materi suara manusia itu sendiri, dan ini merupakan alat yang kemanapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. 1. Produksi suara Alat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara/ pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil daripada cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator; dada,mulut, hidung, kerongkongan dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi. 2. Teknik Pernafasan Pernafasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernafasan yang baik dan benar seseorang tidak dapat bernyanyi dengan baik.

76

Bu

2.6.1.2. Jenis-jenis Pernafasan a. Pernafasan dada Dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. b. Pernafasan Perut Dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernafasan ini kurang efektif untuk vokal, karena udara dengan cepat dapat ke luar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. c. Penafasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan “volume” menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan nafas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernafasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Keterangan Gambar :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Parietal Bone ( Tulang Ubun-ubun) Frontal Bone (Tulang Dahi) Frontal Sinus ( Rongga Kepala ) Nasal Cavity ( Rongga Hidung ) Hard Palate ( Langit-langit keras ) Soft Palate ( Langit-langit lunak ) Teeth-gigi Tongue-lidah Hyoid Bone ( Tulang Hyoid ) Epiglottis (Katup celah suara ) Larynx (Pangkal Tenggorok ) Tachea ( Batang Tenggorok ) Bronchi ( Saluran Pernafasan ) Speroid Sinus ( Rongga Speroid ) Decipital Bone ( Tulang Belakang ) Nasal Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga hidung Oral Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut Laryngeal Pharynx Lobang pangkal tenggorokan Vocal Cords ( Pita suara ) Esophagus ( Paru-paru ) Lungs ( Paru-paru ) Diaphragm (Diafragma ) Abdominal muscles ( Otot-otot perut)

Sumber : Teknik Vokal

Gambar 2.44 Bagian Tubuh Manusia

Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto. Tenor.1. Suara manusia dewasa : Perempuan Alto : F kecil – D2 Mezzo sopran : A kecil – F2 Sopran : C1 – A2 Laki-laki : Tenor : C kecil – A1 Bariton : A kecil – F1 Bas : F bas – D1 Sumber : An Apreciation Music Gambar 2. Wilayah Suara Manusia . Alto.77 2. sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas.6. Wilayah suara Pada umumnya jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran. dan Bas.3.45.

berikut ini teknik berlatih artikulasi. Vaccai. b. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal : a. ucapan. Sumber: Teknik Vokal Gambar 2. Gabungan antara praktek dan teori dalam bernyanyi dimulai vokalisi dan etude dari Concone. Frasering Dalam lagu ada yang disebut “frasering” yaitu panjang / pendeknya kalimat dan kesatuan arti. 3.46. tangganada mayor dan minor. penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi. 2. caranya dengan memberi olah raga kecil. melodi pendek dan panjang. sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah. Artikulasi/pengucapan : Pengucapan kata harus tepat dan jelas. Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boleh tegang.78 Bu Yang harus diperhatikan dalam belajar menyanyi : 1. intonasi. Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. Ekspresi/penjiwaan Untuk menyanyikan sebuah lagu.Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna. 4. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati. Pemanasan: pernafasan. dalam berlatih bernyanyi disamping berlatih vokalisasi. Keel dan Sieber. Artikulasi . seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya. interval. kita sebaiknya juga melatih artikulasi. c.

Untuk itu maka nada F harus dinaikkan ½ laras sehingga menjadi Fis (F#). adalah dengan mengambil nada ke 5 dari tangganada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangganada mayor baru tersebut. Susunlah tangganada natural C Mayor C 1 D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2.6. Tanda untuk menurunkan ½ nada : disebut Mol(Flat/Dur). Sebagai contoh. 1 1 ½ 1 1 1 ½ Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut Tanda alterasi yang menyebabkan nada F menjadi Fis Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangganada yang baru adalah dengan . 2. jarak nada E – F dan F .2.G belum benar. Tanda untuk menaikan ½ nada : # disebut kruis(Palang/Sharp).79 2.6. Tangganada Diatonis Mayor Tangganada Mayor Kruis. Natural : adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik. Susunlah tangganada Mayor yang baru G A B C D E F# G 3. Palang atau Sharp ( # ) Untuk membuat tangganada mayor yang baru. Ambil nada ke 5 dari tangganada tersebut (C Mayor) yaitu nada G G A B C D E F G 1 1 ½ 1 1 ½ 1 Pada susunan tangganada tersebut. cara membuat tangganada G Mayor (1#) 1. tanda turun ataupun tanda mengembalikan ke nada semula.2. karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan ½. TANGGA NADA Diatonis Mayor: Susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak 1-1-½ -1-1-1-½.1.

C 1 Susunlah tangganada natural C Mayor D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1.80 Bu mengambil/melihat nada ke 5 dari tangganada sebelumnya. Menentukan tangganada 2# Nada dasar dari tangganada 2# ialah nada ke 5 dari tangganada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D. . Pada pembuatan tangga nada 1 nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya . Selanjutnya kita susun urutan nadanya D E F# G A B Nada F tetap menjadi Fis Selanjutnya kita cocokan jaraknya D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B 1 C D C D 2. yaitu nada F. Ambil nada ke 4 dari tangganada tersebut. pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut : Tangganada Mayor Mol. dan Cis. 1. Kemudian susunlah menjadi sebuah tangganada baru. Susunan nada menjadi D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B C# D 1 ½ Contoh penulisan nada Fis. Flat atau Dur ( ) Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangganada baru pada 1 tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangganada 1#. B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis 3.

1 – 1 – 1 – ½ F G A Bes C D E F 1 1 ½ 1 1 1 ½ Tanda alterasi yang menyebabkan B menjadi Bes. Maka tangganada 2 adalah Bes Mayor.2. Maka nada B harus diturunkan ½ nada. agar dapat berjarak ½ maka nada E diturunkan ½ maka menjadi E ( Es ) 3.6. sehingga B B (Bes) 4. Tangganada Diatonis Minor . nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya(F Mayor) yaitu Bes. 2. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1.2.81 3. Tangganada selanjutnya adalah 2 .½ . Susun tangganada baru (F Mayor) dan seterusnya F G A B C D E F 1 1 Seharusnya jarak A-B adalah ½ agar sesuai dengan rumus jarak tangganada Mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. Tangganada Bes yang benar adalah : Bes 1 C D 1 ½ Es 1 F 1 G 1 A ½ Bes 2.1 – 1 – 1 – ½ Bes 1 C 1 D E Seharusnya jarak D-E adalah ½. Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A B C Cocokan jaraknya agar berpola 1 – 1 – ½ . Cocokan jaraknya dengan pola 1 – 1 .

. 3. 2. Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangganada G mayor diturunkan 1 ½ laras(relatif minor dari G Mayor).6. G Mayor Turun 1 ½ nada E ½ F 1 G Nada ke 5 dari tangganada minor sebelumnya.3. harmonis dan melodis. Cocokan dahulu jaraknya Jarak untuk tanggganada minor: 1–½-1–1–1–1–½-½ 4.82 Bu Tangga nada minor terdiri atas minor asli. dijadikan nada pertama dari tangganada minor baru. AKOR . Jadi Tangganada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor Cara ini disebut mencari relatif minor.2. Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangganada minor harmonis Susunan nadanya = A la 1 B si ½ C do 1 D re 1 E mi ½ F fa 1½ G# sel ½ A la Cara membuat tangganada minor : 1. Susunan nadanya menjadi E 1 F# ½ G 1 A 1 B ½ C 1½ D# ½ E 2.

83 Akor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama. Interval c – e adalah terts mayor Interval e – g adalah terts minor Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts minor dan terts mayor. . terts dan kuint Dasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor. a. minor. diminished dan augmenthed. Macam-macam Trinada : Ada 4 macam trinada yaitu trinada mayor. . Trinada Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts. b. Sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint diatas dasar. 1. Susunan Trinada Terdiri dari dasar. Interval d – f adalah Terts minor Interval f – a adalah Terts mayor Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor.Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts mayor dan terts minor.

Dominan VI. Tonik Supertonik Mediant Subdominant V. Akor 7 (caturnada) / akor Septim Sebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not diatasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim. II. Nama tingkatan akor : I. IV.84 Bu Interval d – f adalah Terts minor Interval f – as adalah Terts mayor Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. Leading not Susunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik 2. III. . Interval f – a adalah Terts mayor Interval a – cis adalah Terts mayor c. Susunan Trinada dalam tangga nada Mayor. Submediant VII.

maka akorakor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah : Tingkat I nya adalah G berarti akor G .2.4.6.85 a. Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do=G. dan VI adalah akor minor Tingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya. Akor septim dalam tangga nada Mayor b. dan V adalah akor mayor Tingkat ke II. III. Cara menentukan akor pada lagu Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya. C Dm Em F G Am ( Bo ) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah : I II III IV V VI ( VIIo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar. IV. Akor septim dalam tangga nada Minor Harmonik 2. dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya. Misalnya ada sebuah lagu ditulis do = C maka berarti lagu tersebut akan menggunakan Akor-akor yang terdapat dalam tangganada C Mayor : C – D – E – F – G – A – B – C. o = adalah diminished Tingkat I.

1. Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I. Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke Satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke Satu dari bar / kotak terakhir pada lagu dan artinya akord itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. Hal ini dapat kita amati pada bar awal dan akhir dari contoh lagu berikut ini: Awal lagu Akhir lagu 2. Yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut. prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I. IV dan V) akor G. Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu. juga dengan cara melihat/menganalisa nada-nada di tiap ketuk yang . F dan G. Apabila menurut kita akorakor tersebut tidak sesuai dengan melodinya maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangganada dasar lagu yang bersangkutan. dan VI.bisa juga satu akor lebih dari satu bar (misalnya satu akor memakai dua bar / lebih).86 Tingkat II nya adalah A berarti akor Am Tingkat III nya adalah B berarti akor Bm Tingkat IV nya adalah C berarti akor C ….dua akor di dalam satu bar . III. Cara meletakan akornya adalah bisa kemungkinannya : . Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal / akor pertama dari sebuah lagu.satu akor di tiap bar . Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan “strong beat” yaitu nada yang jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga dalam satu bar. IV dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C. Pada melodi yang belum ada akornya akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangganada dasar dari lagu tersebut. dan seterusnya. IV dan V. C dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangganada. Bu Jika kita lihat akor-akor utama / mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I. yaitu tingkat II.

yakni memainkan alat ini pemain dapat menciptakan permainan bersifat band ataupun orchestra kecil. 2. praktis. alat musik inipun diciptakan memiliki produksi suara. Keyboard dalam kaitannya dengan penampilan panggung pertunjukan musik pop tentulah membutuhkan kekhususan. serta karena sifat kepraktisan dalam pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu yang bertahun-tahun. Alat musik ini dirancang untuk sajian musik bagi jangkauan jumlah besar penonton di lapangan terbuka atau dalam ruangan luas. Tabel. Program keahlian keyboard adalah kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada bidang musik. Sebelum kita memainkan keyboard kita terlebih dahulu mengenal tombol-tombol keyboard. Kompetensi Keterampilan Keyboard Standar kompetensi A. Alat-alat elektronik kini menjadi jawaban atas kepentingankepentingan tersebut.1.3. Memainkan keyboard Mengoperasikan program MIDI Level kualifikasi Pemain tingkat Madya Operator Jenjang pendidikan SMK Alat Musik Elektronik Alat musik electrophone adalah alat musik yang ragam bunyi atau penguat bunyinya disebabkan adanya daya listrik. Penerapan Akor pada Instrumen Keyboard Pertimbangan dimasukannya Keyboard dalam kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat atau telah dikenal luas di masyarakat. keterangan di bawah ini adalah khusus untuk keyboard merk Yamaha.87 terdapat didalam bar/kotak yang akan kita cari akornya lebih dominan membentuk ke akor apa saja. 2. pengoperasian setiap keyboard berbeda tergantung dari jenis produk dan jenis serinya. B. instrumen macam-macam. .6.

88 Bu 2. B. Layer voice (right 2) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara dua pada keyboard. C.1. Main voice (right 1) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara satu pada keyboard (pilihan suaranya sangat banyak. tergantung dari kategori instrumen yang kita pilih). main voice } layer voice } upper left voice } lower TOMBOL VOICE terbagi menjadi 3 yaitu : A. B.6. 1.3. Mempelajari Tombol-tombol Keyboard A. jadi dengan itu kita bisa tekan tuts keyboard bersamaan disatu tempat dengan suara .

Break : variasi permainan drum rhythm untuk style yang pada tiap masanya sama. dan bisa juga dibilang musik pengiring yang digunakan saat kita memainkan melodi dengan tangan kanan. . 2. Tombol yang memfungsikan kerjanya suara keyboard pada bagian kiri dengan batas range tertentu dan pilihan kategori suara instrumen tertentu yang dibatasi split point (sama halnya dengan main voice dan layer voice pilihan suaranya sama banyaknya juga bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). . . Bagian-bagian Style : . pilihan suaranya sama banyaknya dan bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). Di dalam style ini sendiri terdapat channel-channel yang berisi permainan drum rhythm.89 C. dan akor berikut rhythm dengan tangan kiri. .Intro : musik pada awal lagu sebelum masuk melodi lagu. Left voice : instrumen beda (dobel) sehingga layer voice menjadi suara kedua dari main voice (sama halnya dengan main voice. .Main : pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh. STYLE (Irama) : Permainan rhythm (iringan) sekaligus background (accompaniment/latar) musik yang terdiri dari beragam jenis musik.Accompaniment : tombol untuk mengaktifkan background musik yang sesuai dengan style pilihan kita.Ending : musik pada akhir lagu dan menjadi tanda berakhirnya lagu setelah melodi lagu.

tapi juga . ONE TOUCH SETTING Tombol yang jika kita tekan maka beberapa pilihan setting suara yang sesuai dengan style yang kita pilih akan tersedia secara otomatis. User terdiri dari : User style User song 4. OTS Link : tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat memainkan main pada one touch setting. Sync stop : tombol yang menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akor yang dimainkan. 5. Sync start : tombol yang mengaktifkan style saat akor dimatikan. 3.90 - Bu Auto fill in : variasi rhythm yang fungsinya sama seperti break dan akan aktif pada saat menekan main. Start + stop : tombol yang menyebabkan style akan aktif langsung untuk memulai. jadi bukan hanya setting suara. MUSIC FINDER Music finder : tombol yang berfungsi untuk setting otomatis sebuah lagu yang ingin kita mainkan. MEMILIH STYLE DAN USER : Tempat yang dipakai untuk menyimpan data hasil modifikasi atau buatan kita sendiri.

7. jika ingin menurunkan ½ nada kita tekan – satu kali. atau hasil . tempo. terdiri dari 8 tempat memory yang ditulis dalam urutan angka. TRANSPOSE Tombol yang berfungsi sebagai pengubah nada dasar. 6. Lagu yang dimaksud disini adalah midifile. jika ingin memainkan ½ nada kita tekan + satu kali. dan dengarkan menurut pilihan lagu yang kita pilih. Midifile tersebut bisa diperoleh dari Sample Song di dalam keyboard. efek dan sebagainya (kita bisa menyimpan 400 setting dan bisa kita pilih sendiri sesuai lagu yang akan dimainkan). 8.91 setting style. sehingga kita hanya menekan tombol Play. SONG Lagu jadi yang sudah dibuat. REGISTRATION MEMORY Tempat penyimpanan setting yang aman. download file dari internet.

10. METRONOME Metronome yang terdapat di keyboard akan memberi panduan menghitung birama saat belajar musik. dengan melihat notasi lagu midifile yang 11. Multi Pad dikelompokkan dalam grup-grup atau “BANK” dimana tiap-tiap BANK berisi 4 tipe permainan.92 Bu rekaman permainan sendiri. yang disimpan dalam smart card atau floppy disk. 9. Panduan tersebut berupa suara klik yang berbunyi seiring ketukan birama dan tempo yang sudah anda tentukan. SCORE Anda bisa melihat notasi dari lagu yang telah anda pilih dengan menggunakan fungsi SCORE. MULTI PAD Multi Pad bisa digunakan untuk memainkan sebuah permainan pendek yang berupa rhythm atau rangkaian melodi. . yang dapat menambah variasi permainan kita. teman atau guru anda.

23231 2.6. anda berlatih atau memainkan lagu tersebut tanpa memerlukan buku atau cetakan lagu tersebut.3.2 Mempraktikan dengan lagu .93 telah anda pilih.

94 Bu .

95 .

96 Bu .

97 .

98 Bu .

99 .

100 Bu .

101 .

102 Bu .

103 .

104 Bu .

105 .

106 Bu .

107 .

108 Bu .

109 .

110 Bu .

111 .

112 Bu .

113 .

114 Bu .

115 .

116 Bu .

117 .

118 Bu .

119 .

120 Bu .

5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 Nada yang digunakan sebgai standar dalam gambang adalah nada D.4. . Terdiri dari 18 bilah kayu yang merupakan oktaf (gembyang) yang berulang. . . . dari nada yang rendah sampai ke nada tinggi. . .6. Pola iringan nada 1 (Do) adalah : __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola iringan nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola iringan nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola iringan nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Ragam Tabuhan Dilagu Dicaruk (dikotek) Di gemyang . . Teknik Memainkan Gambang Kromong Nada Gambang . . . Pola iringan gambang kromong adalah baku. . . lebih kurang 3 ½ oktaf (gemyang).121 2.

Kecrek serta alat musik gesek seperti Tehyan. Tetapi dewasa ini sudah mulai ada perubahan alat seperti Ningnong (digantung). Kongahyan dan Sukong. Drum dan Keyboard. gitas Bas. Syair lagu yang terdapat dalam lagu kicir-kicir berupa sajak. Dengan contoh lagu Kicirkicir diharapkan bisa mewakili untuk memainkan lagu-lagu Gambang Kromong yang lain.122 Pola Kotekan Kromong Nada pada Kromong Pencon bagian atas Pencon bagian bawah Pola nada 1 (Do) __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Bu 65321 23156 Lagu yang selalu dinyanyikan dalam setiap permainan gambang Kromong disebut lagu Sayur. Pada bahasan akan dibahas alat pokoknya saja. Kerangka lagu kicir-kicir adalah sebagai berikut : . instrumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin. Gong. PRAKTIK MEMAINKAN GAMBANG KROMONG 1. Kempul. GAMBANG KROMONG Seperti telah dibahas pada Bab sebelumnya bahwa ansambel Gambang Kromong terdiri dari instrumen pokok Gambang. Kromong. Bisa AB-AB atau AA-BB.

| P . . intro dilakukan oleh instrumen Gambang dan Kromong secara berbarengan nada intro adalah : __ __ __ __ 03 35 3 . setelah melakukan intro instrumen Gambang memainkan lagu dengan pola kotekan yang mengacu pada jatuhnya nada .5 35 | (6)6 36 . | P | (1) .6 36 | | (5)5 35 .2 22 3 | (2)5 35 . | 3 . . . GAMBANG. P . . | P P (6) . . 3 (mi) dan 5 (sol) pola kotekannya menggunakan 05 35 sedangkan untuk jatuh nada 6 pola kotekannya menggunakan 06 36. 2 22 3 (2) Instrumen lain masuk dan nada 2 (re).5 35 | __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . . Pada bagian lagu akan dibahas satu persatu cara memainkannya. P . . .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan . 2 (re). | 3 . | 3 .5 35 | 35 35 . 2 22 3 ||: (2) . . pola kotekan adalah sebagai berikut 05 35 dan 06 36 untuk jatuh nada 1 (do). Nada yang ada dalam instrumen Gambang adalah sebagai berikut dimulai dari sebelah kiri atau nada paling rendah.6 36 | 36 36 . | 3 . . .123 Intro : __ __ __ __ P P 03 35 | 3 . 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 Wilayah jatuhnya nada Wilayah nada untuk kotekan untuk lebih jelasnya lihat pertitur lagu dan tabuhan Gambang di bawah ini : __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | 03 35 | 3 . 5 35 | 35 35 . :|| Jalannya sajian adalah sebagai berikut. .5 35 | 35 35 . | (5) . .

2 __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 .6 __ __ __ 35 | 35 35 __ __ __ 36 | 36 36 __ .5 35 | 35 35 . Setiap satu gong terdiri dari 2 tabuhan kempul. Berikut tabuhan instrumen kromong : __ __ __ | 03 35 | 3 .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan GONG dan kempul untuk pola tabuhan Kempul dan Gong lihat pada kerangka lagu kicir-kicir di atas.124 Bu KROMONG.5 __ . sedangkan nada jatuhnya adalah nada yang ada dibawah.5 35 | __ (2)5 __ (6)6 __ 35 __ 36 __ . .6 __ 35 | __ 36 | | (5)5 35 .5 35 | 35 35 __ 22 3 | __ __ . Tanda P diatas not menunjukkan tabuhan Kempul sedangkan tanda ( .5 __ . ) adalah tabuhan Gong. nada yang terdapat dalam instrumen Kromong adalah : Wilayah nada untuk kotekan 6 5 3 2 1 2 3 1 5 6 Wilayah jatuhnya nada Cara memainkannya sama dengan instrumen Gambang yaitu dengan pola kotekan Nada untuk kotekan adalah nada yang terdapat dalam instrumen di atas.

. | 3 N 3 . Lihat penerapannya pada cuplikan lagu kicirkicir. Pola tabuhannya adalah seperti bahasan di atas. . | N 3 N 3 __ __ N . . :|| KENDHANG. N | (6) . Lihat penerapannya pada lagu kicir-kicir di bawah ini : __ __ 03 35 | N |(1) N |(5) . | . . .125 KECREK. .2 22 3 (2) .x xx . NINGNONG. . Tabuhan Ningnong kita simbulkan dengan tanda N diatas not. nada 6 dan nada 5 lalu yang dibawah nada 3. Instrumen ini letaknya dengan cara digantung.2 22 3 ||: (2) . Penerapannya dalam lagu Kicir-kicir adalah : __ __ __ __ .x xx dan seterusnya sama. . . __ __ __ __ __ __ __ __ Kecrek : xx . .x xx .x xx . . fungsinya sebagai pengatur tempo/irama.x Mulai menabuhnya dan nada 2 (re) yang dipukul dua kali. . N . 1 03 35 3 . . __ __ __ __ 03 35 3 . 3 . 3 . . penekanan pukulannya pada hitungan ke I dan ke III. . . pola tabuhan kecrek adalah sebagai berikut : .x xx .x xx . .2 22 3 (2) . 3 . . . . Urutan nada yang diatas dari kiri adalah nada 1. . nada 2 dan nada 1 rendah. . Ningnong berfungsi untuk menguatkan rasa seleh atau jatuhnya nada aksen. . . | . adalah sejenis kempul yang ukurannya lebih kecil.

126 Bu Jali-Jali Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

127 Sirih Kuning Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

128 Bu Kicir-Kicir Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

Jalan sajiannya adalah sebagai berikut: Bagian Buka. buka ialah nada yang ditabuh untuk memulai suatu gendhing dan biasanya dilakukan oleh ricikan Rebab. Gender. Di bawah ini penjelasan cara memainkan gamelan : Lancaran Kebo Giro berfungsi untuk penyambutan tamu besan. Lancaran sifatnya riang dan bisa menceritakan suasana gembira.5. Susunan nada dalam Bonang Barung Pelog adalah sebagai berikut : 4 7 6 1 5 2 3 3 2 5 1 6 7 4 Atas Bawah .6.129 2. Kendhang dan Barung Barung. Teknik Memainkan Gamelan Untuk tahap awal menabuh gamelan Jawa dapat dimulai dalam bentuk Gendhing yang sederhana yaitu bentuk Lancaran. Pada gendhing bentuk lancaran buka dilakukan oleh rincikan Bonang Barung. pada upacara resepsi pernikahan adat jawa. Jadi bila ada not titik bawah artinya nada yang dipukul juga nada yang ada diricikan bawah. titik atas dan titik bawah pada not menunjukkan pukulan dimana saat melakukan buka. Kemudian dalam bentuk Lancaran ada yang tidak memakai vokal (instrumentalia) dan ada yang memakai vokal.

Jadi kesimpulannya adalah pada bagian buka dilakukan oleh Bonang Barung lalu diteruskan oleh Kendhang dan semua instrumen baru masuk pada nada terakhir. Dibagian gendhing kita mulai pembahasan dan instrumen : 1. lihat contohnya : Nada awal ditabuh satu-satu sesuai not dan letaknya kemudian di gatra terakhir atau gatra keempat sudah gembyang cegatan. Instrumen kedua yang masuk adalah instrumen kendhang mulai dari gatra ke tiga. Lihat contoh di bawah ini : . Bonang Barung. Lancaran Kebo Giro terdiri dari 4 baris dimulai dari baris 1 sampai keempat lalu balik ke baris 1 dan begitu seterusnya sampai pada suwuk (berhenti). setelah melakukan buka kemudian Bonang Barung memainkan lagu dengan pola gembyang cegatan.130 Bu Setiap bentuk Lancaran gatra terakhir sudah mulai dengan gembyang cegatan. lihat contohnya : Setelah itu semua instrumen masuk dan nada 5 atau paling belakang. Bagian gendhing. yaitu setiap gatra ditabuh dua kali dengan patokan gembyangnya nada yang dibelakang.

Begitu seterusnya sampai gendhingnya berhenti. Slenthem) jika dalam memukulnya berbarengan maka tabuhan Bonang Barung salah. Untuk lebih jelasnya. Saron. 2. tetapi praktek menabuhnya tentu saja tidak sama cuma namanya saja yang sama. pola tabuhan dalam bentuk lancaran irama lancaran sama dengan pola pada Bonang Barung yaitu Gembyang cegatan. lihat di bawah ini : . Bonang Penerus.131 Pukulan Bonang Barung tidak berbarengan dengan ricikan Balungan (Demung.

kemudian pada putaran kedua dan seterusnya baris I dengan pola B. Kemudian pola D atau suwukat digunakan untuk . B.B.B.C Putaran II dan seterusnya : B. C Pola C dinamakan juga cengkok salahan artinya untuk memantapkan rasa seleh dan hanya digunakan pada baris terakhir tapi bentuk lancaran. B. Kemudian penerapannya pada lancaran Kebo Giro adalah sebagai berikut : setelah buka baris I dengan pola A. baris III dengan pola B dan baris IV dengan pola C. C Kebetulan Lancaran Kebo Giro hanya terdiri dan dan 4 baris jadi gambaran pola kendhangannya seperti tersebut di atas. artinya cepatlambat. artinya pola A hanya dipakai sekali setelah buka. kendhang bertugas sebagai pamurba irama. Kalau misalnya ada lancaran yang terdiri dari 3 baris berarti pola kendhangannya adalah : Putaran 1 : A.C Putaran II dan seterusnya : B.B. mulai-berhentinya sebuah sajian gendhing tergantung pada kendhang.B. B.C Putaran II dan seterusnya : B. Untuk bentuk lancaran pola kendhangan ada 4 macam yaitu cengkok A. C Begitu juga apabila bentuk lancaran yang terdiri dan 5 baris berarti dapat dirumuskan sebagai berikut: Putaran 1 : A. C dan D (lihat pada bab di atas).B. Kendhang. baris II dengan pola B. B. B. baris II dengan pola B III dengan pola B dan baris IV dengan pola C ini pada putaran pertama. Untuk lebih jelasnya dapat dirumuskan sebagai berikut : Putaran 1 : A. B. B.B.132 Bu 3.

Untuk lebih jelasnya lihat penerapannya pada bentuk Lancaran Kebo Giro di bawah ini : Ket : hal ini brlaku untuk setiap bentuk lancaran 5. termasuk dalam golongan ricikan struktural artinya penempatannya dalam sebuah gendhing mempengaruhi jenis gendhing tersebut.133 memberhentikan gendhing. Kempul. yaitu jika kendhang sudah menggunakan pola D maka tidak lagi menggunakan pola C dan artinya gendhing tersebut akan berhenti dengan ciri pada baris terakhir tempo semakin pelan yang tentu saja diatur oleh kendhang. sedangkan Gong Suwukan ditabuh pada tiap akhir baris kecuali baris terakhir. Pola D penggunaanya pada baris terakhir. 4. Kempul Laras Pelog terdiri dari nada 6. 6. 1 dan 7. nada 5. Gong gedhe nadanya 3 dan 5 sedangkan gong suwukan nadanya 2. Dalam lancaran Kebo Giro kita bisa memakai kempul dengan nada 6 saja dan cara menabuhnya berbarengan dengan jatuhnya nada. Gong Gedhe ditabuh hanya setelah buka dan pada baris terakhir nada terakhir. Dalam jenis Lancaran kita bisa memakai Gong Gedhe salah satu dan Gong Suwukan dengan nada 2 saja. nada 3. nada 1 dan nada 7. Contoh : . Ricikan Gong terdiri dan 2 macam yaitu gong gedhe dan gong suwukan. Gong. Tabuhan kempul bisa disimbolkan dengan tanda atau P yang terletak di atas not.

nada 5. sekarang akan kita bahas jenis Lancaran yang memakai vokal. tabuhan dan pola sama tetapi yang berbeda hanya nadanya saja.6. Bu Kenong. Jadi tangan kiri mengikuti kemana tangan kanan menabuh nada. nada 1 dan nada 7.134 6. Tetapi tidak setelah ditabuh langsung dipegang melainkan berbarengan dengan tangan kanan menabuh nada berikutnya. Untuk jenis gendhing yang memakai vokal kita pakai Lancaran Gugur Gunung di bawah ini : . Contoh : .2 .6. Untuk Bonang Barung. Gong dan Kendhang tetap sama. 6123561. termasuk dalam jenis ricikan balungan. Di atas sudah dibahas Jenis Lancaran yang tidak memakai vokal. nada dalam Kenong Laras Pelog adalah nada 6. pada saat tangan kanan nabuh nada 5 maka tangan kiri memegang nada 6. Setiap satu baris terdiri dan 4 kali tabuhan dan menabuhnya mengikuti jatuhnya nada atau mengikuti nada di bawah tanda symbol Kenong. Demung. selanjutnya tangan kanan menabuh nada 3 baru tangan kiri memegang nada 5 dan seterusnya. Saron dan Slenthem.2 . Cara menabuhnya adalah tangan kanan untuk menabuh sedangkan tangan kiri untuk "mathet" atau memegang setelah nada ditabuh.3. Lihat penerapannya pada Lancaran Kebo Giro di bawah ini : 7. nada 3.5 . nada 2. Bonang Penerus.5 pertama tangan kanan menabuh nada 6 terus nabuh nada 5. nada-nada yang ada didalamnya adalah : 1 2 3 4 5 6 7 untuk laras pelog sedangkan untuk laras slendro nadanya adalah.3. Tabuhan Kenong biasa disimbolkan dengan tanda atau N yang terletak di atas not Contoh: 5 berarti nada yang ditabuh kenong juga nada 5 atau 2 berarti nada yang ditabuh kenong adalah nada 2 dan seterusnya. Jenis Lancaran mi pola tabuhan instrumen Balungan. Kenong dan Kempul.

Kalau yang tidak memakai vokal penafsiran nada tabuhannya tiap 1 gatra.135 Untuk ricikan Bonang Barung. . Bonang Penerus. Kempul dan Kenong cara menafsirkan nada tabuhannya adalah tiap 2 gatra.

dan kacapi siter. Peta Unit Kompetensi Keterampilan Kacapi Level Purwana Yuwana Madya Madya Utama Purna Jenjang Pendidikan SMK Diploma Kacapi merupakan alat musik petik (waditra) yang memiliki (dawai) sebanyak 7 sampai 20. Tabel. Yang berlaras pelog bernuansa lembut dan yang berlaras slendro bernuansa China. Teknik Memainkan Kacapi Perkembangan dimasukannya Kacapi sebagai kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat. Kacapi kawih/siter dapat pula dimainkan untuk permainan individu.6.6. atau dikenal luas di masyarakat. Kesenian kacapi suling: adalah memainkan lagu-lagu instrumentalia dan pop Sunda. kacapinya adalah kacapi kawih/siter.6. resonator mengacu dari kayu dan alat petik tersebut ada yang disebut jentreng.136 Bu 2.6.1 Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi suling Kacapi suling instrumennya terdiri dari kacapi dan suling.Saat ini untuk hiburan . berlaras lebih tinggi. Kacapi adalah bentuk akulturasi dari alat musik K’in dari Cina dan Koto di Jepang. gembira. oleh karenanya warna suaranya berbeda. kacapi rincik.2. kacapi perahu.Dahulu untuk pengiring upacara siraman dan dahulu untuk dinikmati bangsawan Cianjur . 6. Kacapi berlaras pelog dan slendro atau berlaras da-mi-na-ti-la-da. bahkan bisa lebih. Berikut diuraikan jenis kacapi : 2. Fungsi seninya : . karena pengaruh keperluan teknik terutama kreasi Mang Koko kacapi dapat berjumlah 22 s/d 26 senar. sulingnya berlaras da-mi-na-ti-lada dengan 6 lubang.

137 Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Perangkat instrumennya : Kacapi perahu (indung): berfungsi sebagai tangan kiri. slendro dan madenda. Permainan Kacapi Suling Secara Mandiri Tinjauan dari permainan kacapi yang dapat dimainkan secara mandiri adalah: .Kacapi tembang Cianjuran Fungsi seni tembang Cianjuran adalah sebagai pengiring.Kacapi Kawih/Siter berlaras pelog dan slendro Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Gambar Kacapi Suling 1.48.47. . berlaras pelog. iringan atau bas.

Kacapi Rincik Melodi dan Birama Sumber STSI Bandung Gambar 2. yang disebut kacapi suling instrumental.138 Kacapi Rincik : 1) Sebagai melodi 2) Sebagai ketukan irama/tempo Bu Kacapi Indung sebagai ritem dan bas Sedangkan kacapi Rincik yang lebih kecil berfungsi sebagai melodi dan sulingnya sebagai pembawa lagu.50. Sedangkan permaianan kacapi yang ada vokalnya atau mamaos disebut kacapi tembang sunda cianjuran. Salah satu contoh lagu tembang cianjuran seperti lagu “Papatet” yang dibawakan oleh juru tembang atau disebut siden [juru mamaos] dalam kacapi tembang Lagu-lagu dalam tembang sunda seperti lagu “Papatet “ ini bisa disajikan dengan vokal atau bahkan bisa disajikan dengan suling saja.49. Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Kacapi Perahu .

51. dan instrumen gong sebagai pemanteb. Dalam penyajiannya celempungan biasanya membawakan lagu-lagu yang terikat oleh birama atau tempo. vocal atau juru sinden sebagai pembawa lagu. - Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Musik Celempungan Wanda anyar Yang dimaksud wanda anyar disini adalah permainan kacapi kreasi baru. Ciri khas dari petikan wanda anyar ini adalah : Aransemen dan gelanyu sebagai jembatan antar melodi . Misalnya lagu “Kalangkang” dan “Cinta Ketok Mejik”.139 Celempungan Celempungan adalah permainan satu atau dua buah kacapi siter ditambah instrumen Rebab sebagai pembawa melodi lagu. dan permainan kacapi wanda anyar ini lebih banyak dimainkan pada alat kacapi siter elektrik dua sampai tiga buah kacapi siter dan dan dalam penyajiannya lebih banyak membawakan lagu-lagu yang lagi populer ngetren pada jamannya. seperti misalnya lagu “Eslilin” atau “Manuk Dadali” dan sebagainya. Permainan kacapi instrumental wanda anyar menunjukkan teknik petikan kacapi dan macam-macam tekniknya. instrument kendang yang terbuat dari kayu dan kulit sebagai pembawa irama.

dan madenda (sorong). Telunjuk = b. dedegungan dan penambih. Penjarian Yang dimaksud penjarian adalah penggunaan jari-jari tangan baik kanan maupun kiri pada waktu memetik senar kacapi. 2. Jari tengah = c. degung (pelog). jejemplangan. Contohnya lagu “Eslilin” A. Menurut teori Machyar. Kaya akan hiasan lagu Memiliki etude petikan kacapi Kacapi yang dimainkan adalah kacapi kawih/siter. Contonya : Jenis papantunan dalam lagu “Papatet” Daweung di ajar ludeung Gunung Galunggung kapungkur Gunung Sumedang katunjang Talaga sok kawahyahna Rangkecik ditengah leuweung Ulah pundung kudisungkun ulah melang teu diteang Tarima raga wayahna ngancik di nagara deungeun Sedangkan yang dimaksud dengan panambih adalah lagu tambahan dari jenis lagu di atas yang dinyanyikan secara teratur dan terikat oleh aturan birama maupun temponya. Yang dimaksud dengan papantunan.140 Bu Aransemen yang disukai kaum muda. Untuk lebih jelasnya perbedaan B. jari manis = d dan kelingking = e. . Penulisan lambang-lambang jari ini biasanya diletakkan disebelah kiri susunan nada (melodi gending) yang akan dimainkan. jejemplangan dan dedegungan adalah bentuk syair lagu yang dibawakan atau dinyanyikan secara bebas atau merdeka yang tidak terikat oleh birama maupun temponya. Sedangkan jari-jarinya baik kanan maupun kiri dilambangkan dengan huruf-huruf kecil yaitu : Ibu jari (jempol) = a. yang membedakan tinggi rendah nada dalam setiap laras. Sistem dan Nilai Nada Sistem nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) pada umumnya meliputi laras salendro. tangan kanan dilambangkan dengan hurup A (besar) dan tangan kiri dengan hurup B (besar). terletak pada intervalnya. ekspresif nada-nadanya. penuh kreasi. papantunan. Permainan Sebagai Pengiring Petikan-petikan kacapi indung dalam tembang Sunda atau kacapi suling sangat berperan terutama dalam mengiringi lagu-lagu. Untuk mempermudah dalam penulisannya.

. . . .. . . . 3 . bernilai seperempat ketukan. Contohnya 1 2 3 4 2. 1 . 2 1 . Laras salendro Laras degung Laras madenda . 2 1 . . 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . 4 . . . bernilai setengah ketukan. . Not yang berdiri sendiri. : 2 1 . ___________ ___________ ___________ ___________ Oktaf tinggi oktaf sedang oktaf rendah oktaf lebih rendah Nilai nada yang digunakan dalam suatu permainan kacapi kalau ditulis dengan not angka (notasi da-mi-na-ti-la) adalah sebagai berikut : 1. 5 4 . . : 4 3 . Not yang diberi garis dua di atasnya.. : 1 . . . . bernilai satu ketukan. . Not yang diberi garis satu di atasnya. 4 3 . Sedangkan susunan nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) umumnya dimulai dari nada 1 (da) tinggi (titik satu di bawah). . .. . 3 . . 5 . Contohnya 1 2 3 4. . . 3. . . Apabila disusun sebanyak 20 nada (ke samping dan ke atas) seperti di bawah ini : . . . .141 tersebut lihat figure di bawah dengan menggunakan notasi da-mi-na-tila (1-2-3-4-5). . . . . Contohnya 1 2 3 4 . 5 . . . .. . . 2 .. . . . 5 .

Posisi dan gerakan jarinya adalah: (1) telunjuk kanan melipat ke daiam. Teknik Sintreuk-toel Pembahasan Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Teknik petikan kacapi yang sering dipergunakan terutama dalam Celempungan. Kawih Kacapian. Untuk lebih jelasnya ketiga teknik tersebut di atas. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari). Yang membedakan antara tenik yang satu dengan lainnya. seperti telah dicontohkan di atas. 1. ) yaitu untuk memperpanjang nada dan tanda istirahat ( 0 ) yaitu tanda untuk berhenti mengeluarkan suara atau berhenti membunyikan nada. yang materinya mengacu pada tujuan umum yaitu mendidik mahasiswa agar dapat mendemontrasikan teknik-teknik petikan kacapi ke dalam bentuk aransemen (instrumental) dan pirigan lagu (iringan lagu). 2. ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan.2. Khusus mengenai titik. dan (2) telunjuk kiri agak lengkung ke bawah. berarti 1 nilainya menjadi dua ketukan. dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjuk . secara global ada 3 macam yaitu sintreuk-toel dijambret. Dengan demikian jelaslah bahwa panjang pendeknya nada yang dilambangkan oleh not angka akan bergantung pada nilainya. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar (kawat). 2 dan 3. apabila diletakkan di belakang not atau di samping kanan not. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor). akan penulis jelaskan satu persatu berikut contoh latihannya dalam bentuk cacarakan (cara-cara petikan kacapi). selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. Sehingga dengan demikian nada-nada (gending) yang dihasilkan jari-jari tangan tersebut akan berbeda pu!a. dan Cianjuran. sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik).142 Bu Tanda lain yang sering digunakan dalam penulisan notasi gending kacapi adalah titik ( . seperti telah disebutkan di atas.6. 0 berarti nilai 1 menjadi satu setengah ketukan. Apabila penulisan seperti 1 .6. Contohnya 1 . Adapun penjelasan dan latihannya adalah sebagai berikut: A. dan dijeungkalan. Sedangkan nilai dari kedua tanda tersebut dalam penulisannya sama seperti notasi pada nomor 1. TEKNIK PETIKAN KACAPI Yang dimaksud teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. Jenaka Sunda. maka nilai not tersebut akan bertambah. sebab nilai titik dan tanda istirahat masing-masing setengah ketukan.

Mempraktikan Memetik Kacapi dengan Melatih Cacarakan Dalam latihan ini materi-materinya disebut Cacarakan. ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain.143 kanan dan kiri. yang pada akhirnya diharapkan mahasiswa itu mampu menyajikan aransemen.3. Fungsi dari masing-masing jari di atas adalah: ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi.6. 2. Sedangkan tingkat kesulitan dari materinya disusun secara bertahap. Adapun susunan cacarakannya seperti di bawah ini : .6. Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya.

144 Bu .

145

146

Bu

147

148

Bu

Taknik sintreuk-toel yang diaplikasikan ke dalam bentuk Cacarakan 1 - 10, di dalarnnya sudah mencakup teknik penjarian (posisi dan gerakan jari) dan teknik petikan (ketepatan jari dalam menghasilkan bunyi yang bersih dari senar yang disentuhnya). Kedua teknik ini pada dasarnya bertujuan melatih keterampilan tangan untuk sampai pada garap aransemen (gending macakal) secara baik dan benar. B. Teknik Dijambret

Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, seperti menjambret2 yaitu membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, t elunjuK, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) seperti ngajeungkalan. Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass

149

(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. Oleh sebab itu dalam cacarakannya hanya akan berorientasi pada nada yang akan dimainkan saja, yang dalam istilah tradisinya disebut kenongan. Misalnya teknik dijambret dalam kenongan 5 (la). Yang perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum mempraktikkan teknik dijambret adalah pasangan nada dari nada yang dijadikan kenongan. Pasangan nada tersebut seperti di bawah ini: Gembyang Pasangan Kenongan : : 1 3/4 1 2 5/4 2 3 1/5 3 4 2/1 4 5 2/3 5

Kelompok nada di atas dapat pula dijadikan dasar dalam menentukan pasangan nada pada petikan tangan kiri di setiap pirigan lagu.

150
C.

Bu

Permainan Kacapi Gaya Celempungan dalam lagu Banjaran (laras pelog), gerakan sedang

151

Keterangan : Pirigan disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan

R. Susunan nada yang berjarak 2. Kesenian gambang kromong. Demang Kartini d. Cina d.. a. Tangganada diatonis berasal dari tangga nada .. Grand 5. Apa yang disebut tangganada diatonis? a. 1 dan ½ d..... kenong dan tanjidor adalah kesenian khas daerah . Bali c. Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ b. India b... Betawi d.. Notasi pentatonik adalah asli milik bangsa Indonesia yang dibuat oleh . Haryo Wreksadiningrat c.. Aristoteles c. a.. Gambang kromong adalah kesenian yang mendapat pengaruh dari. Susunan nada yang berjarak ½ 3.. Yunani b. Jawa Tengah b.. Machjar Angga Koesoemadinata b. Tetrachord 2.. Dons-Frigis d. Susunan nada yang bernada 5 c. Melayu . Bartolomeo Christofori b. Steinway d.152 Bu TES FORMATIF BAB II Pilihlah jawaban yang tepat ! 1. W. Arab c. Lydis c. a. Cikal bakal instruen piano yang bernama Harpsichord diciptakan pada tahun 1707 oleh . Supratman 4. Kalimantan 6. a. a..

. Perbedaan gender dan slentem adalah pada . Jumlah bilahan b. a... Angklung tradisi Sunda b.153 7. Lampung d. Talempong adalah alat musik tradisional seperti gamelan yang berasal dari propinsi . Bali 8. Angklung berlaras diatonis disebut juga .. Angklung Pak Poeng c. Angklung Indonesia d. a.. Bentuk bilahan c. Alat musik tradisional Indonesia serumpun alat musik Koto adalah.. Cara memainkan . a. Kacapi b. Fungsi dalam permainan d.. Angklung Pak Udjo 9. a. Jawa Tengah b. Sitar d. Sample c.. Granting 10.... Sumatera Barat c..

Bagaimana cara kamu mengenali musik khas darah Sunda? 5. Bagaimana cara kamu mengenali musik yang kamu dengar adalah musk Melayu (Riau) 4. dari lagu-lagu yang guru perdengarkan? . Dapatkah kamu mengidentiikasi yang mana musik yang merupakan karya Bach.Bali . Apa yang kamu rasakan jika terdengar suara keras dan cepat.154 Bu Apresiasi : 1. Apa yang kamu rasakan ketika mendengar suara yang beraturan seperti suara tetesan air dari ledeng ? 2.Jawa Tengah .Sumatera Barat 6. seperti suara drum yang ditabuh dengan bersemangat ? 3. Bagaimana cara kamu mengenali gamelan yang kamu dengar adalah gamelan daerah : .

Seni Tari Mengapresiasikan Karya Seni Tari Bab 3 APRESIASI Pengertian Seni Tari Gerak Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Berdasarkan Konsep Garapan Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat Teri Berdasarkan Orientasi Artistik Fungsi Tari Upacara .

EKSPRESI Produksi Tari Dasar Pijakan .

Pengertian Tari Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus. membuat. Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan. dan menampilkan tari.1. caranya dengan melihat.158 BAB III SENI TARI 3. dan tenaga. Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan. tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. dan sangat beragam intensitas pendalamannya. Belajar seni pada tataran apresiasi dapat dimulai dari usia dini. Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. dinamis. Mengapresiasikan Karya Seni Tari Pemahaman suatu tarian sebagai konsep merupakan aspek terpenting dalam pendidikan tari. 2). Di bawah ini tahapan apresiasi tari yang berguna bagi yang mendalami apa arti sutu pendidikan seni khususnya untuk seni tari. Cakupan ini adaptasinya dapat dipelajari melalui penjelasan di bawah ini. Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut. Pemahaman konsep dibentuk melalui proses kreasi. dan waktu. Dalam perkembangan berikut. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam . Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif. Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. 12). 3.

dan kemauan kepada umum secara jelas. empati. maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari. dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol. Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV). Tari memberikan penghayatan rasa. oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak. pada waktu kapan saja. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. simpati. 21). Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya. Ibarat bahasa gerak. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. maupun unjuk kemampuan. Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986. dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. 4). tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja. Masyarakat . Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. Tari merupakan salah satu cabang seni. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari.159 buku ini. Sebagai sarana komunikasi. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya. Apabila disimak secara khusus. pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. gerak tari. hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni.

1990:2). manusia selalu bergerak. Corry Hamstrong menyatakan bahwa. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. ritme. Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa. Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan. Dalam kehidupan sehari-hari. tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. menyatakan bahwa. Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement).160 membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan. 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. Oleh sebab itu. dan bunyi musik. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987. tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan. Seperti dikutip oleh M. dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. John Martin dalam The Modern Dance. pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas. Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan. gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement). serta unsur pendukung lainnya. Sependapat kedua pakar di atas. 1994:44). beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak. Dalam konteksnya. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari. tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa. Sebaliknya. tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang . ungkapan komunikasi kata-kata. menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat. tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya. Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins.

lemah. badan). dan sangat mennghayati dinamika terutama hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. posisi. perubahan sikap.1. kaki. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. jarak. Dalam berbagai peristiwa. tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. aspek tari. manusia hidup berkembang dan bergerak. time (berhubungan dengan durasi gerak. dinamis. rasa. Gerak dalam kehidupan sehari-hari manusia yang kurang menghayati kehidupan banyak diabaikan.2. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. tangan.161 sesuai dengan maksud tertentu. termasuk dalam hal ini adalah tari. 3. Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerakgerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. atau tingkatan gerak). tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. Elemen pokok tari adalah gerak.2. dan irama seseorang. space (ruang gerak yang terdiri dari level. . Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. Dengan itu manusia merancang dan mendesain sedemikian rupa untuk perkembangan dan perubahan yang diinginkan. Faktor keberuntungan dan kehendak yang kuasa segala yang diinginkan perkembangan dan perubahan atas manusia menjadi pasrah. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian kepala. VCD/DVD serta media lain. UNSUR POKOK TARI 3. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. GERAK Kebanyakan manusia dalam kehidupannya sangat mengharap terjadinya perubahan. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. Perubahan atas perkembangan dan gerakan yang terjadi sebagai dinamika manusia menjadi inti adanya perubahan yang diharapkan. Gerak dalam aktivitas manusia menjadi bagian penting dari manusia yang masih hidup. Sebagai bentuk latihanlatihan. Soedarsono menyatakan bahwa. Oleh sebab itu. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. Akan tetapi untuk yang menghayati dinamisasi gerak menjadi obyek yang banyak dipelajari dan dimaknai agar menjadi segala sesuatu yang berguna bagi diri maupun masyarakat lain. dan kedudukan). Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. elastis dan penekanan gerakan ). dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat.

5 Pengolahan Ruang Tari & Pentas Tari di Proscenium . tari terdiri dari unsur gerak sebagai unsur utama. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian. 3. dan tenaga. disebut gerak tari tengahan.3 Mengeksplor gerak tubuh untuk ruang gerak Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Pribadi Gb. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian. serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. 3.162 Berpijak kepada pendapat di atas.3. Pada khususnya. Pose gerakan di bawah ini menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang. 3. dan gerak sehari-hari.2 Penggunaan properti butuh ruang gerak sempit Gb. waktu. bekerja. di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. gerak dan waktu yang secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut. gerak bermain. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta).4 Lari jingkit (trisik ) membuat lingkaran Gb. olah raga. ruang.

dan gerak dalam ruang secara harmonis dengan ketentuan gerakan yang diperagakan serta pengolahan ruang yang diharapkan.3.163 Imitasi atau peniruang gerak dengan pengembangan ruang gerak. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gambar 3.6-3. Perhatikan kedua gambar di bawah ini adalah bentuk/motif gerak Jengkeng pada tari Klasik Jawa dan sikap dasar Pencak silat dalam bentuk kedua kaki melebar bertumpu secara kuat dan mencengkeram ke tanah (kuda-kuda).8 Mahasiswa Jurusan Tari Angkatan 2004/2005 yang sedang eksplorasi gerak Tari Topeng Jaja dan gerak Pencaksilat (versi Jaya Bandung).9 Jengkeng sikap dasar tari/level bawah . Sumber Koleksi Pribadi Gb. motif gerak.

. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri.10 Sikap Kuda-kuda pada motif sikap Pencak silat (Sumber: Koleksi Kusnadi ) 3. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan.2. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. rileks. Adeg-adeg. Rapal. mengangguk. Motif Gerak Tari Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu pada tabel di bawah ini dapat disimak secara detail yang memberi bentuk motif gerak tari sebagai berikut. dan mengayun. Gerakan supinasi. sedang.2.164 Sumber Koleksi Pribadi Gb. sendi leher berperan sentral. rendah). kudakuda. berputar. Gerakan ke depan/belakang. memutar ke kanan/kiri. Badang kontraksi. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. 3.

belakang. tengok kanan/kiri. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. . mengkerut-kerut. Grakan tangan lurus. tekukan pada siku. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Vibrasi skapula. gileg. Gerakan bervariasi. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. serta gerakan jari-jari Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. supinasi ke depan. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. gelieur. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. Gerakan pacak gulu. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. tekukan pada palmar tangan. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. ogak lambung. Sikap palmar dari tangan Ngiting.165 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. anggukan dan gelengan kepala. Meliuk-liuk. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. gebesan. ke depan/belakang.

lengan bawah. Cranum sebagai otorizet. dilakukan sesuai keterampilan individu. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. lengan atas. Harmonisasi goyang pinggul. . Pelvis sebagai penopang. Goyang plastik. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. dan sikap tangan pokok. Ngruji. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. sensualitas.166 melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. palmar tangan. macam goyangan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. goyang pantat pada Jaipongan. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. dan Nguya pada tari dasar Thailand. masingmasing berbedabeda. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. kelenturan pada paha. Gerakan dan getaran pinggul. Kolumna vertebralis. Kecepatan. Nyempurit. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain.

Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Salto. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Zamrah. . jalan kaki pada tarian kuda-kuda. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. strugel track di udara. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kengser. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki.167 Anggota Gerak Bagian Bawah Support Kaki (Ladix) Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. loncat harimau. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. Geser. kaki Gerakan Jalan. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Peragaan gerak motif Rodat. Kepala mematukmatuk.

badan. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. loncat harimau. Tegak dan bongkok badan. Putaran Tubuh ke semua arah. Lampah Ringdom. Ngeseh.1 Motif Gerak Individu Gerak rol. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Tabel 3. diarthrosis Jalan lurus. samping kanan/kiri. Keept up Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Galier. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Mapal. Gelang kepala angguk-anggukan kepala. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. . Pacak Gulu. Gileg. sinkondrosis. tangan. tulang panggul. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Tanjekan. Nindak.168 langkah ke depan/belakang. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. sinfibrosis. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. serta pada karpal dan falang. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. dan kaki. Gerakan merendah atau mendak. sendi poros pada tulang bahu. dan variasi gerakan kepala. dan Godeg.

4. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah . Adeg-adeg. Ruang bersentuhan langsung dengan penari. posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Rapal. anggukan. sedang. dan topeng Klono. sedang. Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. rendah). Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. berputar. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. sedang. Adeg-adeg. Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. Di sisi lain. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep.2. lenso. kuda-kuda. Rapal. rendah). Gerakan Tari Topeng Cirebon. straidel.2. tari garapan lain. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.1 Motif Gerak Tari Berkelompok 3.169 3. Tabel 3. ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh. kuda-kuda.3. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. rendah) pada tari Saudati. step.

. motif gerak dan perpaduan kedua penari. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.170 ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat.com.14 Penari mengolah ruang pentas level rendah Gambar di bawah ini mengisyaratkan pengolahan ruang pentas dan ruang gerak secara maksimal dengan menjabarkan desain. Sumber Internet www. Perhatikan gambar Gb. level. 3.Dance_Yahoo. 3. 3.12 Eksplorasi gerak Penari di Ruang Latihan (Koleksi: Koleksi Kusnadi) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.13 Gerak Disain Tertunda Gb. posisi dan kedudukan.15 Penguasaan Ruang Pentas dan ruang Gerak sebagai potret pemberdayaan ruang gerak dan ruang pentas.3.11 Pelemasan anggota gerak tubuh Gb. 3.

Kebutuhan ruang gerak yang sempit. Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Ekuivalen gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut. koreografer menyesuaikan. dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Penari membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Dalam mendesain ruang gerak penari. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan disaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. berhubungan dengan kebutuhan. desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). bagaimana penari bergerak dan dapat mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan. Ruang gerak penari dengan jangkauan gerak luas membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. dan dasar teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan geraknya. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. Dengan demikian terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendisain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari membutuhkan jangkauan gerak. .171 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan geraknya. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Dengan demikian gerakan penari sesuai pengarahan koreografer. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja.

Disain ruang yang tercipta sempit di dalam.17 gerak lambat memiliki kesan dalam.17 – 3.18 gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan.yahoo.dance. . Gb.18 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. serta luas dan tertunda.16 Ruang Tari sekaligus pengolahan properti dengan memanfaatkan ruang tari) Kesan gerak di bawah ini menunjukan gerakan sembah. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Perhatikan gambar atas 3.q. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. 3.com Gb. putaran dan liukan badan bertumpu pada kaki yang kuat. Gb.172 Sumber www. 3. 3.

berubah posisi. cepat-lama gerakan dilakukan.20 Gerak Selut pada tarian Sunda Dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari.com. 3. serta pindah kedudukan. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. Apabila penari bergerak bagian tubuh yang berpindah tempat. cepat-lambat. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu. 3.Dance_Yahoo. Tempo gerak dapat membangun imej tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. Hal tersebut membutuhkan waktu. panjang-pendek.173 Sumber Internet Internet www. Sumber Koleksi Kusnadi Gb.19 Gerak di udara Gb. Unsur dinamika ini membutuhkan waktu gerak. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. . Pengolahan ruang gerak dan tenaga yang disalurkan melalui motif gerak penari di bawah ini adalah memanfaatkan tercapainya gerakan spilt atau slidding dan sircle atau putaran. Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu.

serta kebutuhan pentas tari dipentaskan. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini membutuhkan waktu. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu merupakan unsur yang saling terkait dengan lainnya. dan kondisi emosional penari. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan penggarapan koreografi. Oleh sebab itu. denyut nadi gerak.174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt\ Gerakan Slidding pada tari Kembang Betawi Perhatikan Gambar 3. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar.21 – 3. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas dalam bentuk pengolahan gerak dan pengolahan waktu secara bersama ke dalam konsep garapan tarinya. Konsep membangun waktu dipraktikan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang-pendek gerak. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. intensitas gerak. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. Dalam tari. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. Dengan demikian elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. kebutuhan ruang dengan waktu. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Waktu dalam gerakan menjadi salah satu konsep tarian. Hal ini berhubungan dengan panjang pendek waktu. Apabila dengan tempo lambat banyak terjadi kemungkinan cidera kaki. . situasi. Kebutuhan waktu yang mendesak dalam tari adalah memanifestasi kebutuhan gerakan cepat dan gerakan lambat secara dilematis. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak.22 Gerakan Teknik Sirkle & Gerakan Teknik Split (Trust) Dilakukan dalam tempo cepat. atau dengan berdirijongkok. kualitas gerak.

23 – 3. kerjasama pembagian intensitas tenaga .dance_@ Yahoo.24 Gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. 3.24 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Sumber: Koleksi G Kekuatan lompatan. 3. berisi. Tenaga Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi. berkekuatan. 3.5. Gb. dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan. Gambar.2.175 Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna.23 Gerak respons memiliki kekuatan kesan gerak yang tinggi.com Perhatikan gambar atas 3. Sumber kedua gambar di halaman ini Internet www.

memiliki keterbatasan pada cara mengungkapkannya. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Ekspresi Dalam kehidupan sehari-hari. . desakan jiwa. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah.27 adalah gambar sinkronisasi bentuk penghayatan tumpuhan kaki. lompatan dan pelebaran ruang gerak anggota gerak tubuh secara terstruktur pada komposisi tari. marah dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara dan kepekaan diri di dalam melakukan luapan. selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa.2. Di sinilah letak pembeda dari cara penghayatan sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan yang ada bahwa ekspresi tari semua yang berhubungan dengan perubahan psikologis. 3. Sebagai ilustrasi bahwa.6. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi.176 Sumber: Koleksi GNP TMII Jkt Sumber: Koleksi Pribadi Gambar 3.25 – 3. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang. kehendak. pembawaan suatu karakter. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali).

Iringan Tari Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian.29 adalah menunjukan penghayatan mata pada tari-tarian Bali. Musik dalam tari memberi keselarasan. Sebagai salah satu instrumen musik tradisional.28 dan 3. cepat-lambat melodi lagu. 3. Gambar 3. keserasian.177 Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Internet www. sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana. . sistem kembangan untuk tabuhan sekar atau lambat temponya dan gembyong untuk irama tempo cepat. penghaytan gerak pada gerak Ballet. Koleksi Kusnadi 3. Keduanya seiring dan sejalan.30 Bonang Bonang memiliki tempo musik yang berbeda cara dan teknik tabuhnya. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur gerak. keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut. Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis.2.com.7.Dance_@ Yahoo.

V atau V terbalik. Garis-garis lantai dibentuk dari garis lurus dan garis lengkung. pementasan bahkan tema tarinyapun. disusun berdasarkan pola-pola koreografi yang lebih artistik. spiral. disebut dengan unsur komposisi tari . desain atas. T atau T terbalik. ruang dan waktu. dan garis lengkung dapat menghasilkan bentuk lingkaran. desain atas. musik. angka delapan dan sebagainya . adalah: desain lantai. Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri-dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga. Menurut La Mery (1965: 17-108). segitiga.3. perlengkapan tari. Sebagai contoh dalam tari tradisional jenis tari rakyat. rias. namun terdapat juga unsur-unsur lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi sebuah komposisi yang disebut dengan tari. desain lantai. tata rias busana. busana. Sedangkan tari untuk untuk seni pertunjukan yang merupakan ungkapan individual yang biasanya dalam proses penciptaannya. Desain gerak. taat kepada aturan-aturan yang harus dipatuhi yang terkait dengan aturan-aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan orang istana. musik. walaupun hasilnya terkesan sederhana dan tidak rumit. Biasanya penyelenggaraan tari untuk tujuan upacara adat. musik. sehingga memungkinkan pada pencapaian kualitas artistik maupun estetis dari aspek unsur-unsur tari itu sangat maksimal. serta tata pentas. lengkung setengah lingkaran. tata rias/busana dan tata rambut. Garis lurus dapat menghasilkan bentuk garis diagonal. desain dramatik. sig-sag. desain lantai. sehingga pola gerak. Unsur-unsur itu.178 3. Dalam tari klasik pola gerak. serta sesuai dengan kepentingan-kepentingan ( fungsi tari) dalam kehidupan masyarakatnya. perlengkapan. Dalam jenis tari tradisional yang berasal dari suatu komunitasmasyarakat etnik. Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. banyak unsur-unsur yang dapat dikenali dan terlihat oleh mata (visual). Hal tersebut sangat berbeda dengan tari klasik dan jenis tari untuk tujuan pertunjukan. sebagai berikut: 1. desain musik. unsur-unsur komposisi tari. desain atas. upacara agama atau untuk tujuan ikatan kebersamaan warga. busana. UNSUR KOMPOSISI TARI Apabila kita melihat sebuah tarian baik jenis tradisional atau non tradisional. lebih banyak memiliki kebebasan dalam mengekplorasi semua unsur tari. tempat menari dipersiapkan dan dalam tari itu disusun sedemikian rupa. tempat pementasan mencerminkan ciri khas dari budaya setempat dan adat masyarakat yang memiliki tarian itu. maka tempat pementasan tari biasanya sesuai dengan tujuan upacara tersebut. tata rias. tema. sehingga hasilnya terkesan rumit. unsur-unsur tersebut dibangun dan disusun sesuai dengan nilai-nilai dan corak tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakatnya.

tata rambut dan tata busana tari Adalah rias wajah. Sumber tema tari dapat dari imajinasi manusia. Tahap –tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi manarik dan tidak terkesan monoton. memperluas jangkauan gerak. berikutnya penonton merasakan mulai ada penurusan menuju akhir dari sebuah tarian. yang disebut dengan klimaks. yaitu rias wajah untuk tujuan mewujudkan angan-angan . horisontal. Dua jenis desain dalam tari adalah desain kerucut ganda dan desain kerucut tunggal. pergantian posisi penari serta perubahan suasana. perilaku binatang. yaitu rias untuk tujuan menggambarkan dan memperjelas karakter tokoh atau karakter tari. 3. terlukis. murni. menambah jumlah penari. kontras. tata rambut (hairdo) dan busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. yaitu rias wajah untuk tujuan memperbaiki bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. dan asimetris. (b) rias wajah karakter. cerita rakyat. Tata rias. tinggi rendah (level). gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. Tema Tema adalah ide persoalan dalam tari. tempo. lanjutan. lengkung. tinggi. lurus. dalam. Menurut La Mery (1965: 22-39) ada bermacam-macam yaitu desain: datar. Pola ritmik di dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. menanbah dimankika gerak atau justru berhenti sama sekali atau dengan cara-cara lain yang intinya berbeda dan khas dari bagian tari sebelumnya dan sesudahnya. 2. rendah. 3. Desain atas atau air desaign Adalah desain yang dibuat oleh anggota badan. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik. kegiatan kerja. medium. spiral.179 2. 1. Kilmaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo. dan (c) rias wajah fantasi. vertikal. cerita kepahlawanan. kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik. berada di atas lantai. Desain ini dilihat dari arah penonton. Desain musik Desain musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari. Desain dramatik Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. statis. yaitu: (a) rias wajah korektif. legenda. tidak membosankan dan tidak monoton. Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak. bersudut. peristiwa-peristiwa yang pernah atau sedang terjadi. harapan dan kehendak manusia. simetris. Melalui tahapan ini penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal. tertunda. Dinamika Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari tersebut . benda-benda disekitar kita. dan sebagainya 4. Rias wajah untuk keperluan pementasan tari dikenal tiga jenis.

penciptaan suasan atau untuk memperjelas peristiwa pada suatu adegan. namun juga untuk memperjelas karakter tokoh dan karakter tari yang sedang diperankan oleh penari. di halaman Pura. rias wakah dibuat menyerupai bentuk bunga. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang meiliki 2 jenis. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. tata pentas bukan hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. untuk penutup tubuh. Tata rambut untuk keperluan pementasan tari juga bermacammacam. Tata Pentas Adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. plastik. dapat terbuat dari kain. Sumber cahaya untuk keperluan pementasan tari bermacam-macam. 5. di halaman rumah atau dilapangan. misalnya untuk mewujudkan sosok putri bunga. daun atau apa saja yang ada disekitar kita yang dapat dimanfatkan untuk bahan busana tari. Bentuknya bermacam-macam. diantaranya berasal dari obor. CD player. Fungsi busana dalam tari tradional (klasik bukan hanya untuk keindahan. sehingga tata suara memerlukan pengaturan khusus dari pemutar suara. lilin dan listrik. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. Alternatif bahan untuk pembuatan busana tari bermacam-macam. Dalam tari tradisional. yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. Dalam tari tradisional pada umumnya desain busana tari tidak jauh berbeda dengan busana adat setempat. model tata rambut sesuai dengan adat dan gaya tata rambut daerah masing-masing. Tata Suara Adalah seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari. 6. sedangkan tata rambut untuk tari non trasional biasanya disesuaian dengan konsep tari. pendhopo. MP 3. yaitu berbentuk arena. kertas. misalnya dari alat tape recorder.180 atau imajinasi. Tata Lampu Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan. 7. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat bendabenda dan alat yang berhubungan dengan tari. warna maupun komposisi cahaya sesuai dengan kebutuhan konsep tari. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penati dapat dilihat dari berbagai arah pandang. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosscenium. yang disebut dengan setting. cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Synthesizer dan alat pemutar suara . Dengan teknologi komputer tata lampu dapat diprogram dalam hal gelap terang. Tata suara ini menjadi bagian dari unsur komposisi tari bila tarian menggunakan musik iringan tari dengan media rekaman.

tidak memiliki kepekaan musikal dan tidak dapat menjiwai tariannya. Penari mempunyai tugas tidak hanya mengkomunikasikan gagasan dalam tari. wirama dan wirasa. PENJIWAAN DALAM MENARI Penjiwaan dalam menari merupakan kemampuan penari dalam menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. namun tugas utamanya adalah memberikan nyawa kepada tari. Menari dengan hati seperti itu. Namun bila musik iringan tari menggunakan alat musik yang langusng dimainkan. melalui bahasa tubuhnya dan melalui ekspresinya. Penjiwaan dalam menari dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah wirasa. bersungguh-sungguh (bersemangat) mencurahkan segala perasaannya dalam kegiatan menari. kaitannya dengan penguasaan teknis gerak. sehingga segala pesan yang terkandung dalam tari dapat juga dihayati. Memiliki kepekaan musikal. Koreografi yang indah tidak akan menjadi indah apabila penarinya tidak memiliki keterampilan teknis. Mampu menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. Wiraga adalah keterampilan menari. mencakup: kemampuan menghafal urutan gerak.4. Memiliki keterampilan teknis gerak . dikenal dengan beberapa istilah. yaitu melakukan dengan perasaan senang. Kemampuan penjiwaan ini merupakan tanda yang tampak dari diri seseorang sebagai seorang penari yang baik. kemampuan mentaati gaya tari dan kelenturan. yaitu kepekaan dalam menyelaraskan ritme gerak tubuh dengan ritme musiknya atau menyelaraskan ritme gerak dengan penari lainnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran penari dalam memperkuat penampilan sebuah tari dan dalam menciptakan keindahan sebuah tari atau dalam sebuah koreografi. Untuk sampai kepada kemampuan penjiwaan dalam menari. yaitu : 1. 3. . 3. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penari tari gaya Surakarta dan Yogyakarta (Jawa ) dikenal dengan istilah kemampuan wiraga. pada waktu menari. Penjiwaan dalam menari dapat dicapai apabila seseorang dalam menari melibatkan passion. dan wirasa adalah penjiwaan penari terhadap karakter peran dan karakter tari. wirama adalah kepekaan musikal. Di beberapa wilayah budaya di Indonesia kemampuan seorang penari yang baik. akan menghasilkan penghayatan dan ekspresi karakter peran dan karakter tari yang dapat berkomunikasi dengan penonton. kemampuan olah tubuh. ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penari.181 lainnya. pengaturan tata suara menjadi tidak begitu penting. 2. dipahami dan dapat diinterpretasikan oleh penontonnya.

Seorang penari muda harus memiliki kemampuan olah fisik dan mempunyai hafalan terhadap agem. secara menyeluruh adalah kompetensi yang dicapai paling tinggi di bidang persepsi. mengidentifikasi. Dengan demikian kegiatan apresiasi seni bukan sekedar melihat sebuah karya seni saja. Hal ini benar. menghargai. Kemempuan lain untuk mengobservasi. dimana pengetahuan tentang tari merupakan dasar dalam mengapresiasi. memahami. bahwa keindahan adalah merupakan kepuasan yang hakiki bagi setiap yang merasakan. melainkan memiliki makna memerlukan wawasan sehingga dapat mengkaji sampai pada batas mengungkapkan keterampilan melalui kegiatan. tari Nontradisonal/Kontenporer/kreasi modern. tandang dan tangkis. Penjiwaan penari dalam menari merupakan kemampuan tingkat tinggi bagi seorang penari yang dapat dicapai bila penari telah memiliki keterampilan teknis menari dan memiliki kepakaan musikal. yaitu sawiji (konsentrasi). greget (menyalurkan kekuatan dari dalam / inner dynamic) . Menurut I Wayan Dibia ( 2004: 17-18) bagi penari Bali. sedangkan penari matang (tasak) melalui kemampuan olah fisik dan olah spirutualnya. Kesadaran perseptual dibentuk untuk menjadikan pengalaman berkarya sehingga terbentuk kesadaran. tari-tarian yang berkembang di Indonesia baik menyangkut tari Tradisional. pengertian apresiasi secara harafiah berasal dari kata appreciatie (Belanda) atau Apreciation (Inggris) yang berarti kemampuan seseorang dalam menangkap getaran-getaran nilai seperti memahami. 3.5. Kegiatan pengamatan untuk mengenal. menilai dan mencipta dan mengevaluasi. sengguh (percaya diri) dan ora mingkuh (penuh disiplin disertai dedikasi dan loyalitas tinggi). dapat mentranformasikan dirinya ke dalam peran yang dibawakan. Kadar dan bobot penghayatannya berbeda satu dengan lainnya. penari tua harus menguasai wirasa atau penjiwaan terhadap tarian.182 Dalam Bambang (1984) dikemukakan bahwa untuk dapat mencapai wirasa penari harus melakukan empat hal. akan tetapi apabila dikaji lebih dalam. Konsep kegiatan apresiasi meliputi beberapa hal antara lain: Persepsi. simbol-simbol seni tari. Apabila ditelaah. . Pengetahuan Kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang sejarah. Pembelajaran Keterampilan Apresiasi Tari Pada umunya orang akan mengatakan bahwa seni adalah untuk dinikmati melalui kegiatan seni dan kepakaan estetis yang dapat memuaskan kebutuhan perasaan penikmatnya. membandingkan. istilah-istilah dalam seni tari.

berdasarkan pengetahuan dan wawasan tari dari hasil pengamatan sebelumnya. sehingga dapat menceriterakan dan menjelaskan kembali hasil pengamatan yang dilakukan.1. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan tentang keberhasilan individu. Operasionalisasinya mencakup kemampuan memahami. Membuat Tarian Seorang pencipta tari atau yang disebut Koregrafi tentulah mempunyai perbendaharaan wawasan tarian yang banyak. Mengidentifikasi Tarian Untuk dapat mengidentifikasi tarian terlebih dahulu seseorang harus mempunyai wawasan tentang berbagai jenis tarian dan mempunyai pengalaman estetis yang memadai.183 Pengertian Kegiatan yang dapat membantu kemampuan merasakan. dengan demikian akan membentuk pengalaman estetis dan peningkatan penghayatan akan karya tari. dan memilih dalam mencapai sasaran belajar dari hasil apresiasi. penari dalam tahap penilaian keindahan seni tari. maupun peserta didik secara mandiri dalam membantu memberikan komentar maupun kritik di masa datang. menghayati sehingga dapat merasakan keindahan yang mendukung karya tari tersebut. 3. bahkan sudah banyak mempunyai pengalaman menari. menerjemahkan. mempunyai pengalaman . Keterampilan yang dapat mendeskripsikan. kelompok. Hal ini berkaitan dengan kepekaan visual dan sensori yang merupakan kemampuan dalam berapresiasi. hal lain yang penting dimiliki adlah pengetahuan tentang pijakan tari. Apresiasi. menginterpretasikan.5. Kemampuan melakukan penilaian karya-karya seni baik secara tertulis. Melihat Tarian Sebelum seseorang mampu menilai sebuah karya tari dikarenakan. 3. Oleh sebab itu keterampilan ini sangat berhubungan dengan kepekaan rasa yang mendalam bagi seseorang yang sangat konten terhadap seni. Penilaian. Kegiatan Apresiasi Tari 1. memilih. diamati. Kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai penentu. diskusi. 2. menjelaskan kegiatan seni yang sedang dipelajari. menghargai. terlebih dahulu telah banyak melihat pertunjukan tarian. Analisis. penikmat.

suatu kreativitas itu memiliki fungsi untuk menyelelesaikan suatu persoalan. Mayety (1990) mendefinisikan kreativitas sebagai proses memunculkan sesuatu hal yang baru. dan sebagainya. perilaku. pencahayaan. (5) sinonim dengan kecerdasan yang tinggi atau jenius. (8) merupakan kemampuan mencipta (kreasi). semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. mesin. Rhodes (1961) membedakan kreativitas ke dalam dimensi person. proses. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur. karakteristik orang kreatif.2. kostum. atau membuat sesuatu yang asli oleh seseorang. atau menghasilkan suatu produk baru. dan upaya-upaya yang dapat dilihat dari dimensi proses maupun produk dalam mengembangkan kreativitas. Seorang filosof.5. Namun istilah ini taksa atau ambigiuos karena digunakan secara bebas di kalangan orang awam. baik dalam bidang musik. Oleh karenanya merupakan bentuk permainan mental. titik pandang yang berbeda. Orang kreatif cenderung sebagai pencipta (creator) bukan penurut (conformer) kepada orang lain. 1994). berbeda. rias dan memanage latihan. Sedangkan kreativitas sendiri menurut Supriadi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu . Arti kreativitas secara umum adalah menekankan pada (1) pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. Mengkoreografi sesuai tema dan usia d. Hurlock (tt: 2) memandang bahwa istilah kreativitas. sering digunakan. Mampu menerjemahkan konsep kedalam bentuk tari b. Memiliki kepekaan musik c. Mary Mayety (1990: 2). Perbedaan ini terletak pada definisi. Di antara para ahli timbul perbedaan pandangan tentang konsep kreativitas. dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinal. (4) merupakan proses mental yang unik. Sebagian lain menghubungkan kreativitas dengan kompetensi spesifik (Husen and Postlewaite. 3. Sebagian lainnya kata kreativitas didefinisikan sebagai suatu cara berpikir dan bertindak. Pembelajaran Kreativitas Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. dalam psikologi. dan proses kreatif. juga pada hubungan kreativitas dengan kecerdasan. dan yang paling penting mempunyai kemampuan menggarap tarian. (6) sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada hubungannya dengan belajar (7) sama arti dengan imajinasi dan fantasi. baik pada setiap proses maupun produknya. memiliki gagasan orisinal. Mampu memperhatikan keseluruhan aspek tari. atau cara baru menangani dan menghadapi masalah. komprehensif. panggung. musik. (2) kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan. bahkan permainan. kriteria. sejarawan. dan orisinal. psikolog ataupun pendidik memandang kreatifitas dengan cara yang berbeda. 1985:1100).184 estetis yang cukup tinggi. “the process of bringing something new into being”. Namun pada dasarnya sebagian besar memandang kreativitas sebagai sesuatu yang baru. kemampuan tersebut yakni : a. produk dan press (Supriadi. Dengan demikian. sastra. (3) apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. orisinil dan memiliki keunikan.

1987). yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.185 yang baru. serta kemampuan untuk mengeksplorasi suatu gagasan (Munandar. Kreativitas dalam tari seperti yang diungkapkan Alma Hawkins merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang. Seperti dijelaskan oleh Guilford (1965) bahwa creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people (Supriadi. Suatu produk seni umumnya merupakan hasil kreativitas apabila produk tersebut menghasilkan sesuatu yang baru. kreativitas yang dimaksud lebih menekankan kepada produk atau hasil yang baru dengan gagasan yang orisinil. baik berupa gagasan maupun karya nyata. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. Melalui pemikiran-pemikiran orang kreatif inilah. benang merah dari kreativitas sesungguhnya tidak lain dari kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur. adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. Namun demikian apabila berbicara produk. oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kreativitas sebagai jantungnya tari. sehingga ia melihat kreativitas dari sisi seniman pencipta atau seniman pelaku. informasi atau unsur-unsur yang ada (Munandar. Kemampuan berpikir divergen berdasarkan informasi. 1992:45). dan berguna (useful). ide atau unsur yang tersedia dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut. Utami Munandar juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data atau informasi atau unsur-unsur yang sudah ada. dan proses tidak terlepas dari individu itu sendiri. produk atau ide-ide baru sebelumnya yang tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri (Murgiyanto. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluasan (fleksibility). berkualitas dan lebih kaya dalam mengungkapkan gagasan. Hal ini dapat dilihat dari ide atau pola garap tari. maka produk kreatif akan dihasilkan. sentuhan kreativitas adalah hal yang terpenting. Untuk menghasilkan suatu bentuk tari yang mempunyai nilai dan makna. di mana akan menghasilkan sesuatu yang original. keceerdasan dan pola kreatif dengan melakukan eksperimen atau percobaan dan menemukan cara baru memanfaatkan pikirannya. Demikian pula dengan Reynold Bean mengungkapkan kreativitas sebagai proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya. maka tidak terlepas dari proses bagaimana produk itu dihasilkan. data atau materi yang diberikan atau sudah ada sebelumnya. Begitu pula kreativitas menurut Munandar. 1994). Sesempit apapun bayangan semasa kecil kita . Teori tentang kecerdasan majemuk mengisyaratkan bahwa titik pusat bidang kreativitas adalah mengembangkan. orisinalitas dalam berpikir. 19:11). 1995:3). menghasilkan suatu produk yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut pada orang lain (Reynold Bean.

186 menggambarkan bahwa kecerdasan dan potensi kreatif dapat dikembangkan secara maksimal. Untuk mengambil suatu keputusan gerak diolah dengan variasi dan suasana musik/irama. Logis adalah kemampuan memanipulasi sistem berpikir secara konsep logis. Ia mengisyaratkan bahwa berpikir dapat dikembangkan dengan melalui 7 pola berpikir dengan mengguankan kecerdasan diri (Gardner: 2004. 23). ketika berpikir dalam memecahkan masalah dari idemu. Secara simulasi peta konsep ini dapat digambarkan sebagai berikut. kamu akan memperoleh banyak ide yang dapat dikembangkan. Dengan mencipta atau berkreativitas maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Gerak Bertanya Informasi yang ada lalu bertanya. dengan mencari tahu kamu akan selalu bertanya. . Cari tahu. Musical adalah kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik. maka akan dapat segera memperoleh ide. Pada permasalah ini dipertanyakan apa yang disebut kreativitas? Kreativitas berarti ekspresi keunikan diri ke dalam tindakan nyata dan mampu menemukan solusi yang baru dan bermanfaat. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan pemahaman tentang kreatifitas lebih mendalam dalam pembahasan ini. Adapun 7 tahapan berpikir dengan menggunakan kecerdasan terdiri dari aspek sebagai berikut: Verbal adalah kemampuan memanipulasi kata secara lisan dan tertulis. Dengan itu faktor penentu laja kecerdasan Sangay dipengaruhi oleh kemampuan mengorganisasikan kreatifitas diri. Spasial adalah kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan disain. nada. irama dan keselarasan. dan perasaan mereka Personalisasi Kecerdasan ini lebih menekankan kepana perkembangan dan perubahan kreativitasnya. Pernahkan kamu membuat sesuatu yang kreatif?. Kreatifitas adalah kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru. Kinestetik-tubuh adalah kemampuan memenfaatkan gerakan tubuh dalam olah raga dan tari Inferansial adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri merenung serta berfilsafat. Interpersonal adalah kemampuan memahami dengan lain. Dengan banyak mencoba bertanya dan dan bertanya pada diri sendiri maupun dengan orang lain. pikiran.

Masukan penemuan-penemuan gerak yang telah kamu lakukan. Untuk membuat gerakan menjadi kreatif harus ada motivasi diri dan kemampuan untuk mengembangkan ide yang dimiliki.1 Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. Tugas: Carilah beberapa ide. Dengan demikian tergambar perangai. . Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. Tetapi hal ini dapat dilihat pada bentuk keputusan yang diambil bahwa kemungkinan gerak yang diperoleh dalam bentuk gerak murni atau maknawi. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. Buatlah ide ungkapan gerak menjadi bentuk tari. 3. Faktor keterbukaan yang dimiliki seseorang dapat membentuk inspirasi dan motivasi memecahkan masalah yang dilihat merupakan unsur keterbukaan yang dibutuhkan. aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. serta gerakan dilakukan dengan naluri kemauan untuk bergerak. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. Proses menghargai kebebasan gerak dan memecahkan masalah melalui ide adalah wujud nyata seseorang mengembangkan pikiran kreatifnya. 1. dari idemu selanjutnya buat kemungkinan gerak secara bebas dengan suasana yang kamu inginkan. Dalam kurun waktu yang telah disepakati. dengan demikian untuk membuat gerakan menjadi sebagian gerak atau tari sangat mungkin. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang. sebab gerakan akan muncul variasi dan motivasi diri.2 Energi Kemampuan untuk melakukan penghayatan atas ungkapan gerak dengan bersemangat.187 1.6. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut.1 Olah Keterbukaan (Kebebasan Berpikir) Peningkatan dan pengambangan kreativitas tidak terbatas. Tari Berdasarkan Konsep Garapan 3. kelakukan dan cermin pribadinya.6.

Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Banyak diantaranya untuk keperluan Agama.31 dan 3. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat di lingkungannya. Beberapa contoh jenis tari yang digunakan untuk keperluan Agama. 3.32 Tari Terpulout Sumber Koleksi GNP TMII Gb.35 Tari Topeng . dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat ini dapat disimak melalui gambar di bawah. Adat. 3.188 Tari Tradisional yang berkembang di manca daerah Indonesia sangat beragam dan bervariasi tumbuh berkembangnya dalam aktivitas kehidupan masyarakat pendukungnya.34 Tari Topeng Gb. 3.33 Tari Panggung jati Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Adat. 3.

1.35 konsep tradisi pengembangan.36 Topeng (Nirin Kumpul) Ketiga gambar di halaman ini menunjukkan tari topeng yang digarap dalam konteks konsep koreografi yang berbeda.189 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.34 -3. 3. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur.36 konsep Teater Topeng. 3. Tari Primitif Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. 3. 3. dan Gb. Beberapa jenis tari ini antara lain adalah tari Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3.1.6. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya. Gb.37 Tari Perang .

Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan. Tari Terang Bulan. dan variasi gerak menjadi ciri perubahan semakin majunya tari Rakyat Sumber Koleksi GNP TMII Jkt 3. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. dan iringan menjadi lebih dominan. Tari Baina. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tari Kapri. 3. 3.1. Tari Angguk. Tari Baluse. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Kain. Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum. Tari Rakyat Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang ingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan.38 Tari Gejolak Gb. Tari Cikecur. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Pisu Suri. 3. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya 3. Tari Andungandung.40 Tari Jipeng Rebana . Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Buyut Managan Sihala. Tari Tononiha.38 – 3. Tari Karambik dll.40) adalah Tari yang dikoreografi dan diangkat dari konsep tari kerakyatan.190 Perhatikan gambar 3. Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. Tari Tari Barampek.2.37 terdapat simbol atau ciri yang nampak pada tari primitif.39 Tari Tano Doang Ketiga tari di atas (Gb. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Pengembangan kostum. Tari Manduda.6. gerak.

3.. Tari Dampeng. Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling.43 Turun Kauih Aunen . Tari Lanieu. Bungong Sie Yung-yung. Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari dll. 3. Tari Cincang Nangka. Tari Cuwek. Tari Anyung.41 Tari Saudati Gb. Tari Bines.191 Pada uraian selanjutnya akan dibahas beberapa contoh jenis taritarian nusantara yang ada di Indonesia di mana keterbatasan data dapat dicontohkan sebagai berikut di bawah ini. Tari Ranu Labuhan. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Tari Labehati. Tari Asuk. Tari Apeut. Tari Landak Sampot. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Kederen. Sumber Majalah Myung Hui Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.42 Tari Saman Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.Tari Bak Saman.

Bebe.46 Payung Tarian di halaman ini (Gb.Tari Temu. 3. Ttari Badaek. 3.Ttari Dana dan Tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan).46) adalah jenis tari tradisional dari Sumatra Barat yang dikoreografi sesuai perkembangan konsep koreografi pada masa kini.44 dan Gb. 3. Tari Karambik adalah tari klasik tradisional Sumbar. tari Tabur.192 Sumatera Barat. Tari Piring.45 Rampak di nan Jombang Sumber Koleksi Anj. Tari Kain. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).44 – 3. tari Melimbang. 3.TMII Jkt Gb. Tari Bayang Sangik.Tari Andun. . Tari Payung. Tari Bedug dll. Tari Ampun Mende. Sumatera Selatan: tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). Tari Rambai dan Tari Lilin. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Burung Putih. Tari Badalung.

48 Krana (UNJ) . 3. 3.193 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.47 Barabah (UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Seni Tari UNJ Gb.

Surakarta. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi DepBud Par Gb.6. Tari Klasik Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang atelah ada di Indonesia.194 3. 3. 3. dan Kerajaan Klungkung di Bali.50 Kresno-Baladewa Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di Indonesia khususnya di yogyakarta. 3. Kerajaan Mataram Kuno.51 Tari Topeng Bali .49 Pendet (Bali) Gb.3. Kasepuhan Cirebon.1. kerajaan bone.

Tari jenis ini tari pembaruan. Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek.2.53 Pakarena(UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.52 merak Subal(UNJ) Gb.6. 3. wira pertiwi. 3. Tari Nontradisional Tari Nontradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional. persembahan.3. Karya Wiwik .54 Gambyong(UNJ) 3.195 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari Gb. Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi. Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong.

dance_@ Yahoo. 3. tari karya Abdul rochem tari Gitek balen.dance_@ Yahoo.com www.38-39 Gb.55 Sequence Gb.57 Tari Flash Time Gb. 58 Bratasena www. 3.com 2. 3.196 Widyastuti tari cantik.dance_@ Yahoo. tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll.38-39 www. 3.56 Qulinte www.com 2.38-39 Gb. 59 Cinta Bunda .dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.com 2. 3.com Gb. www.

Tari jenis ini lebih dominan untuk mendekatkan pada bentuk upacara yang sakral. Karonsih.1.7. Tari Upacara Tari jenis ini perbedaannya ditentukan berdasarkan pada kebutuhan spirit manusia pendukungnya. Sablang sebagai sara untuk panen akbar atau petik padi. Peran yang ada lebih diarahkan untuk pernyataan maksud dari masyarakat yang bersangkutan.38-39 Gb. Tari jenis ini juga digunakan untuk prosesi lamaran penang menantu. Tayub.7.197 www. 3. Jatilan (seni tontonan rakyat).dance_@ Yahoo.1. dan Gatutkoco Gandrung(Adat Perkawinan). Gambyong. 3. Beberapa contoh Tari Upacara Adat adalah Bedhoyo 5 dan Bedhoyo Ketawang 9 (penobatan Raja sesuhunan dalem).7. .com 2. Ke 2 tarian tersebut merupakan tari yang lazim dan banyak terdapat di daerah lain pada kapasitas penyambutan tamu saja. Kuda Lumping.1 Tari Adat Tari Adat adalah berhubungan pernyataan maksud masyarakat kaitannya dengan peri kehidupan sosial sehari-hari dari masyarakatnya. Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat 3. Tari upacara adat terkait dengan banyak macam motif adat yang disakraklan pada penyelenggaraan tertentu dan dalam momen tertentu pula. 60 Squestrall (Internet) 3. Konsekuensi logis yang diyakini meniadakan akibat yang bakal dilakukan. Tari Sekapur Sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari Rangguk (Jambi) tari untuk persembahan kepada tamu biasa. Ngalage. Raupe Soran merupakan tari yang digunakan dalam upacara jelang mengikat perkawinan.

Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Posisi geografis sangat menguntungkan. 3. Ayunan Tangan. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. tari Massal Kijjai.198 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. tari Karan merupakan tari hiburan Bengkulu selatan ditarikan remaja putri. tari Gandai. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). tari Kain. 3.3. Tari Kikuk. tari Sekapur Sirih. Tari Keris. tari Bidadari. 63 Tabot Lampung memiliki budaya batas. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari.61 Sekapur Sirih Gb. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian ..62 Rangguk Bengkulu: tari Massal Andun.

Tari Longser. Tari Topeng. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Doger. tari Lepas. Tari Arus.199 pria sebagai ungkapan selamat datang. 3. Tari Keris. Tari Kandagan. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Batin. Tari Ketuk Tilu.com 3. Tari Candra dewi. Tari Capang. 65 Agon Yamuniku Jawa Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon.66 Tari Merak . Tari Keurseus. Tari Bebe. Tari Dewi. . Tari Kembang Puray. 64 Ngelajau Gb.dance@yahoo. Tari Merak. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. 3. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan property cemeti. tari Melinting. Sumber www.

67 Bodoran 3. 3.68 Tari Merak Jakarta. Tari Blenggo. Tari Ngarojeng. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. serta Topeng Angga. 3. 69 Topeng Gb. 3. 3. Tari Topeng Gong.200 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ 3. 72 Nyi Kembang . Tari Tayub (Nayub). Tari Gong. 70 TeaterTopeng Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Di Bawah ini Tari Topeng Gong dalam 2 bentuk yakni Kreasi Baru dan Pertunjukan Topeng serta Garapan Kreasi Baru. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. topeng Cantik. 71 TeaterTopeng Gb. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Ronggeng.

tari Rantoyo. Tari Retnosari. Tari Karonsih.74 Tari Bahauran Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadit Gb. Tari Panji. 3. 3.201 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Lawung.75 Tari Trunajaya Gb. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Surenglaga.40-41) dan Internet Jawa Tengah: Tari Srimpi 5.76 Tari Topeng Tari Topeng dan Trunajaya (Bali) tari klasik garapan tari berorientasi dari keraton. Tari Srimpi 9. 3. tari Bondan. Tari Bondoyudo. 3. Tari Bondoboyo. Tari Saptoretno. Tari Anoman Kataksini. Tari Kridohumangsah. tari Golek. Koleksi Kusnadi (2.73 Tari Tebal Gempita Gb. . Tari Menak Koncar.

3.78 Dolalak Gb. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). . 3. 3.79 Gambyong Yogyakarta: tari Bedhoyo.202 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Pergelaran di Pendopo. Tari dll.77 Gumyak Banyumasan ( Pribadi ) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Jurusan tari UNJ Gb. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. tari Srimpi. tari Golek Lima.

3. Tari Emprak (tari putra/putri berpakaian wanita. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.80 Tari Gagahan Gb. tari Jejer. 3. Jawa Timur memiliki beberapa khasanah tari seperti Tari Ngremo. Gaya tari Yogya lebih menekankan pada angkatan kaki berciri lurus untuk perpindahan tempat dengan cara merendahkan kaki tumpuan.82 Mbya (gaya tari Madura) . berperan seperti Tledek atau Ledek.81 Klono Topeng Kedua karakter tari ini adalah gagahan. pertunjukan secara berkeliling. Tari Atandak. 3.203 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Bapong. Tari Topeng (Madura). Tari Embatembat.

Tari Bali merupakan tari tradisional yang didominasi tarian ekspresif. 3.com Gb. 3.204 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari-tarian Bali merupakan cermin masyarakat Bali yang dinamis. 3. 84 di Mal dan 3.dance@yahoo.85 Ngremo Kedua gambar tari Ngremo di atas menunjukkan perbedaan konsep koreografinya. Gb. Hanya pada jenis tarian upacara saja yang membutuhkan penghayatan tari berdasarkan situasi fungsi tari dipergelarkan. Pada tari-tarian Bali unsurekspresi mata (sledet dan panajam).83 Tari Warok Gb. penghayatan topeng denga penyesuasian karakternya. serta kebutuhan untuk upacara adat sangat bergantung situasi tari dipergelarkan. Pernyataan .84 Tari Ngremo Sumber www. 3.85 di Proscenium Stage Tari Bali merupakan jenis tari tradisional yang paling ekspresif pada sebagaian banyak jenis tariannya.

2.205 kehendak dan karakter musik dan tarinya mencerminkan dinamisasi jaman yang terus menerus berkembang. 2.88 Oleg Tabulilingan(UNJ) Gb. 87 Manukrawa (BudPar) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.89 Trunajaya (Kusnadi) . 3. Hal ini di alami oleh masyarakat Bali. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. 86 Topeng Rangde (BudPar) Gb.

Tari Ana Keka. Tari Dadara Nesek. Tari Nuri. Tari Bidu. 3. Tari Danding. Tari Kanja. Tari Deda Lolon. Tari Kadhi Sago Alu.206 Nusa Tenggara Timur memiliki khasanah tari yang antara lain seperti di bawah ini. Tari Gandrung. Tari Lenggo. Tari Padoa. Tari Dalata. Tari Carana. Tari Bial Tojong. Tari Ayam Karata. Tari Soka Papak. Tari Katubu. Tari Lenda Nusa Malole. Tari Dio doe. Tari Kabana.90 Abike Anuku ( GNP TMII ) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Angin Alus. Tari Likurai. .91 Abike Anuku ( GNP TMII ) Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang antara lain terdiri dari Tari Udeg. 3. Tari Cilo. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Elilola.

Tari Arum Piju. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. tari Turutenden. tari Maka Anding. Tari Kartili tarian hiburan rakyat Sulut. Tari Banggai. kitanan. . Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Ana Tete.94. Tari Anitu. Tari Pemontes. tari Kebesaran.93 A dan 3. Tari Maengket. 3.3. dilakukan kelompok gadis. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan.207 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. tari Ando-ando. Tari Peule Cindi. serta penobatan putri masa akil balig.92 Katubu ( Anjungan TMII ) Sulawesi Utara: tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. B Pamilau Sulawesi Tengah: Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt.

Tari Mangandak. dll . Tari Mak Randing. Tari Dero. Tari Morengku. Tari Langko. Tari Kancara. Tari Mangayo.208 Tari Ei-Ei. Tari Dopalak. tari Linda. Tari Moese. Tari Modelusi. Tari Katumbu. Tari Marrelau Pammase Dewata. Tari Manganeng. Gb. Tari Mappacci. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Dinggu. Tari Lumanse.Tari Moleba. Tari Basalonde. Tari Maklatu Kopi. Tari Makrencong-rencong. 3.96 Lanunse ( GNP TMII ) Gb. Tari Morasa. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. Tari Luminda dll. tari Lumunse. Tari Malemmo. tari Mangaro. Tari Salonde. 3. Tari Modero. Tari Moana. tari Mombesara. Tari Maluyya. Tari Mak Bandong. Tari Kandai Patangaya. 3. gadis akil balig harus menarikan tari ini. Tari Mak Jekne-jekne. Lanunse ( GNP TMII ) Tari dari Sulawesi Selatan terdiri dari Tari Losa-losa.95 Assay (Pemda Sulteng) Sulawesi Tenggara: tari Lense (menceritakan kehidupan laut).97. tari Assay. Tari Motaro dll.

Baksa (Ajaran. Balian Bukit.100 Perang (TMII) Gb. 3. Tari Gantar. tari Topeng Panji. . tari Perang. tari Hudok. 3.209 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Bejo Ujo. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Belaong. Tari Burung Enggang. Tari Datun dll. Tari Mantang. 3. Ditarikan pada masa paceklik. Tari Belahong. 3.99 Pakarena UNJ Kalimantan Timur: tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit. Tari Bogam. tari Japin Sigan. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.Tari Anggo. oleh 4 wanita.98 Pakarena (Mujiati) Gb. tari Gandut.101 Jipeng Rebana Kalimantan Selatan: tari Tirik Lalan. Tameng. Tari Bekuku.Tumbak).TariBogam. 1 orang lelaki(pawang).

Tari Bahala. TMII Jakarta Gb. tari Manjuluk Sipa.103 Giring-giring(TMII) . 3. tari Boleong Dadah. Tari Kinyah DanumK Kalimantan Barat: tari Capin Tari J Sumber Koleksi Anj.210 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. tari Mandau Talawang dan Kapuas. tari Kinyah Bawi. Tari Balian Bawo. Tari Kanjan. Tari Kangkurung. Tari Badeder. 3. tari Kinyah Pampulu. Tari Banggai. Tari Tambung. Tari Bukung. Tari Karaenta.102 Perang (TMII) Kalimantan Tengah: tari Giring-giring.

. tari Lenso. Tari Mabileose. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Aluyen.104 Giring-giring (UNJ) Maluku: tari Caka Lele. Tari Denge-denge. 3.105 Tuan Pamekik Gb. Tari Due. tari Wor. Tari Dow Mamun. Tari Etol. Tari Dodobol. Tari . 3. Tari Maru Putih.106 Tari Bambu Gila Kedua gambar ini menunjukan konsep garapan tari upacara berupa pengukuhan kepala adat. Tari Dendang Dilale. tari Dombe.211 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. tari Mutiara. 3. Tari Aya Nende. Tari Det Pok Mbui. Tari Aniri. Irian Jaya/: tari Yospan.

Tari Mooni dll.108 Ndaitita 3.107 Mbui Dong Po Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.3.1. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. Tari Meitoro Meisawe. apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya. 3. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayatan keagamanan dimana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam . Tari Agama Tari upacara Agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus.2. Tari Meto.7.212 Kampu. Tari Ndi.Tari Mbis Pok Mbui.

. 110 Kecak Gb. tari Gunjing. dan penghayatan persembahan secara total. tari Kelit Lang. Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. Rangde. Tari tersebut banyak digunakan untuk penyambutan tamu terhormat. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. Di bali banyak tari jenis keagamaan digunakan sebagai pernyataan maksudnya. 3. tari Kipas Perentah. tari Depan Tulang Belut.213 dan bersifat memuja. Pasraman. . Ngaben untuk acara kematian. Rejang. 109 Tuan Pamekik Gb. tari Mandi Taman.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk.3. Di sisi lain. mengkultuskan. 3. Gabor. tari Sauh. tari Kepak Balam dll. Keris. maka tari ini berbentuk tari sosial. Tari yang ada antara lain meliputi tari Pendet. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Kain. 111 Sekapur Sirih (UNJ) Daerah Jambi memiliki tari tradisional Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi.

dance_@ Yahoo. istana. 3. 3. Tarian jenis ini menjadi milik rakyat.113 Rangguk Dalam rangka pengembangan asset tari untuk kalangan tertentu tari ini dapat dikemas untuk konsumsi pariwisata.com Gb. dan primitif.112 Sekapur Sirih Gb. Hal ini dapat dilakukan apabila sepakat untuk tidak meninggalkan akar budaya tradisi budaya tari ini. Selanjuynya.dance_@ Yahoo. 115 sequence . 3.8. mengingat tari ini sudah banyak dikenal kalangan.8. 114Time Load www.1.com Gb.214 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. tari-tarian lain terdiri dari jenis tari-tarian sebagai berikut: 3. 3. Tari Berdasarkan orientasi Artistik Tari berdasarkan orientasi artistik lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar. Tari-tarian tersebut telah diuraikan pada penjelasaan terdahulu. Tari Balet www.

com Gb. 3.dance_@ Yahoo.215 www. 3.dance_@ Yahoo. Sumber: Buku Modern Dance William Dowoo . 117 All Fine Gb. 118 Time Load Perhatikan ketiga gambar di atas menunjukan tari Balet asal Amerika (Ketiga piñata tari dari Amerika).dance_@ Yahoo.com www. 3.com Gb. 116 Squarel www.

Dengan demikian tari dalam rangka memenuhi kebutuhan idividu dan sosial merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya. sarana komunikasi. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia. Dalam kaitan dengan itu. Biasanya merupakan bentuk pertunjukan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya. sosial. secara umum dapat digarisbawahi bahwa fungsi tari dapat bertujuan sebagai .2. dan komunikasi. Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu. dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak. Fungsi Tari Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memebuhi kebutuhan hidupnya. pernyataan maksud. Dengan demikian tari apat sekaligus menjadi kendaraan mengekspresikan keinginan.119 Ebegan 3. Oleh karena itu. Salah satu cabang kesenian dalam pembahasan di sini adalah seni tari. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. Musical Dance Jenis tari ini terdiri dari tarian yang dipentaskan secara kolosal.9. 3. Kebutuhan yang erat hubungannya dengan pemenuhan sentuhan estetis adalah melalui kegiatan berkesenian.8. dan tujuan tertentu yang mendatangkan kepentingan sosial secara total. tari dapat berperan sebagai pemujaan.216 3.

di mana berfungsi sebagai ritual. bunyi-bunyian guna menambah kesakralan dan menghadirkan daya magis.9. dan perwujudan kehendak yang diungkapkan sehubungan dengan ekspresi kebutuhan yang mendesak pada diri manusia. Tari sebagai sarana Upacara Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini. Tari sebagai sarana upacara ritual harus diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji pada situasi atau tempat tertentu pula. Seperti panen atau potong padi sebagai ungkapan terima kasih berkaitan dengan peristiwa kelahiran. 3. Tari-tarian ini memiliki ciri-ciri adalah sebagai berikut: 1. Di bawah ini beberapa contoh tari-tarian yang difungsikan dalam berbagai upacara agama. sebagai sarana untuk persembahan. 2. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral. sarana komunikasi. kesuburan. keagamaan. dalam peristiwa penting kehidupan yang diikuti dengan sesaji.1. persembahan. Setiap upacara selalu dilengkapi dengan tari-tarian. Secara garis besar Soedarsono mengelompokan fungsi seni tari ke dalam seni pertunjukan dapat dikelompokan menjadi tiga sebagai berikut: 3. adat di suatu daerah sebagai berikut: Asal Keagamaan daerah Bali No 1 Tarian Pendet Rejang Keris Pasraman Gabor Ngaben Ndi Mbis Ura Nelayan Adat Kehidupan Kematian Irian jaya Cuaca buruk Cuaca buruk 2 .217 pemujaan. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang. dan adat. perkawinan.

218 Raupe Saran 3 4 Tor-tor Gandal Sapu Buluh Gita Wani Walone Pagellu Mapaliang Ngalage Tayub Sablang Sumut Maluku Kelahiran Kelahiran Sulsel Kematian Jabar Jatim Panen Panen Panen Kelahiran Perkawinan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Akil Balik Penobatan Penobatan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Bersih Desa Bersih desa Penobatan Pinangan Berburu 5 6 7 8 Hola Ana NTT Dodoka Doo Lego-lego Ledo/Tawu Prisen NTB 10 11 Bedhoyo 5 Jateng dan 9 Bedhoyo Ketawang Gambyong Karonsih Gatutkoco Gandrung Kuda Lumping Jatilan Bedhoyo semang DIY 12 Tabel 3.2 Hubungan tari dengan aktivitas manusia .

219 Tugas untuk kamu. tari Perang. Oleh sebab itu. Sumber Majalah Myung Hui www.122 Baris . Tari Sebagai Sarana Hiburan Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton.com Gb. Hal ini berhubungan dengan tari untuk memenuhi konsumsi publik saja. Tari Rangde. tari Bebodoran. coba masukan ke golongan mana tari-tarian ini dikelompokan. atau bahkan untuk memenuhi kepentingan publik dalam rangka hiburan saja. amal.121 Squarel Sumber Jurusan tari UNJ Gb. 3.2. tari Gembira.9. Tari-tarian tersebut adalah tari Penyambutan. dalam penyajian terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan. 3. 3. 3.dance_@ Yahoo. tari Kecak.120 Hung Myung Gb.

com 2.220 www. 3. 3.3.dance_@ Yahoo.124 Fatamorgana (Interbet) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.com 2.125 Manuk Rawa (Jurusan Tari UNJ) .123 Cinta Bunda (Koleksi Farida Faisol) www.dance_@ Yahoo.38-39 Gb.38-39 Gb.

apresiasi sampai keutuhan produksi. Gagasan Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. Gerak maknawai Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya . coba jelaskan latar belakang. PRODUKSI TARI Pada tahap produksi peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan.10. Amati seluruh penyajian. lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan. seni tari. tulis. fungsi. pengertian. analisis. Gerak Murni Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah. menginterpretasikan. sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor). Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional. Tentukan tema yang kamu pilih. bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu. merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja.221 3. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. tingkat persepsi pengetahuan. penilaian. b. dan diskusi. mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat. Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih. tujuan. Coba analisis. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : a. Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun. mencipta. Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak.

Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. 2. d. baik ruang maupun desainnya. diolah dan digarap. .11. 1. Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan. Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). baik ruang maupun desainnnya. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber.222 c. namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya. sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan. Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya. Gerak asimetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun. Kekhasan tersebut dapat dilihat dari : 3. tumbuh. Gerak simetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun. Dasar pijakan Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan. Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi.

pertanian. di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak.kaki (berjinjit).kepala (mengangkat dagu) . tempurung. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karyakarya tari di nusantara dapat diangkat : a. Tema dengan menggunakan properti. dsb) Tema logika matematika. pohon bergoyang. berkaitan dengan perburuan. air yang mengalir di sungai. d. mata pencaharian (nelayan.6. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). dsb. Tema lingkungan dan alam sekitar.12. Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong). seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi.tangan (mengepal) . b. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin". . bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh).223 Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari Gambar 3. c. seperti gerak-gerak angin bertiup. topeng. kentongan. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) . Tema kehidupan sehari-hari. seperti bermain tali/pita. payung. dsb. seperti bermain peran. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak).

Gagasan d. Tari Cokek (Betawi) adalah termasuk golongan tari .. a.. Musik d. Bahasa kinestetik c. Gerakan maknawi b.. Gerakan tari dapat diistilah sebagai bahasa . Kostum b. Koreografi c.. a. a.. a. Sebuah tarian yang memiliki gerakan bermakna pesan. Pantomim c. Olah tubuh 2. a. Tari tradisi d.. Esensi keindahan dalam tari dapat dilihat pada. Komposisi d. Tari adat b... Ekspresi 4.. Gerak d. Tari klasik c. Gerak yang ritmis. Bahasa verbal 3. Bahasa plastis d.. selaras dengan bunyi musik .. Produksi b. Garapan 6. a. Tari b. Bahasa visual b.. Tari garapan 5.. Kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai .. Gerakan ragawi c. Tata rias c....224 TES FORMATIF BAB III Pilihlah jawaban yang paling tepat 1. dalam istilah tari disebut.. Gerak .

ide. Amati gerak dan pendukung lainnya. Trisik d. jumlah penari? 2. Goyang plastik 8. Wirasa. Gerak tari berlari-lari kecil dalam tarian Jawa diistilahkan dengan. wiraga adalah istilah . a. seni tari non tradisional. Bagaimana pendapat kamu tentang seni. pola penyajian.. Kemampuan tari b.. PERTANYAAN 1. stage. Ciri khas gerak mata tari Bali yang ekspresif diistilahkan dengan. Nguyi b. Komposisi tari 9. Nandak c.. Sledet b. buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional. tata rias. musik. Nandak c.. pola lantai.. Ngigel II..225 7. a. . Diskusikan dengan teman.. tema... Trisik d. Trisik c. Penjiwaan tari d.. uraikan dan analisis latar belakang. wirama. Sledet b. Gerakan tangan pada gerak dasar tari India disebut. Klieu d. a. Ngigel 10.. a. Unsur-unsur tari c.

Seni Teater Mengapresiasikan Karya Seni Teater Bab 4 APRESIASI Pengertian Teater Latihan Akting Istilah Dalam Teater Unsur-unsur Lakon Teater Unsur-unsur Pementasan Pembuatan Naskah .

EKSPRESI Mempersiapkan Pementasan Drama .

sedangkan istilah drama merujuk pada pertunjukannya. Hal ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani. Percakapan dan gerak-gerik itu memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah.1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. puji-pujian. Bukti tertulis pengungkapan bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM. Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif) di panggung. Dengan demikian. tingkat-tingkat hidup. Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan.228 BAB IV SENI TEATER 4. Sejarah Teater Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti gerak. namun kini kecenderungan orang untuk menyebut pertunjukan drama dengan istilah teater. lambat laun upacara keagamaan ini berkembang. pertumbuhan dan kematian) juga hiburan. Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan. 4. . Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka agama. selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. penonton dapat langsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita. bukan hanya berupa nyanyian. siklus hidup (kelahiran. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan lantang.

misalnya wayang golek. ucapan pemeran) • Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda. dengan media : percakapan. dialog.229 4. bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. debus.gerak bunyi dan gerak rupa) • Suara sebagai unsur penunjang (kata. disaksikan oleh orang banyak. Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan perpaduan segala macam pernyataan seni. didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik. arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas. nyanyian dan tarian. Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak.gerak suara. sulap. non cerita. band dan sebagainya. suara. akrobat. fiksi dan narasi) Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang utuh antara manusia sebagai unsur utamanya dengan unsur –unsur penunjang dan penjalinnya.2 Pengertian Teater arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang banyak. dekorasi. lenong. rias dan kostum) • Lakon sebagai unsur penjalin (cerita.gerak dan laku dengan atau tanpa dekor. Unsur-unsur teater menurut urutannya : • Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor) • Gerak sebagai unsur penunjang (gerak tubuh. reog. efek dan musik) • Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya. .

grak. Contoh : lenong.improvisasi. Sutradara : Yoyo C Durachman.Pribadi ( Foto istimewa) Gambar 4. Karya : Saini KM. rupa. bunyi/musik dan cerita atau lakon 4.1. Judul : Orang Baru. ludruk. Merupakan salah satu pertunjukan tater yang menggunakan semua unsur teater misalnya tubuh. Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan pedesaan . Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4.230 Sumber :Dok. Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya : a. ketoprak dll. bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh kaidah-kaidah pertunjukan yang kaku. suara.2 Pertunjukan teater rakyat tradisional Ludruk yang hidup dan berkembang di daerah Jawa timur . sifat nya spontan.1 Pertunjukan Teater sanggar KITA Bandung.2.

dalam dirinya terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang . yang merupakan bentuk teater yang berasal dari keraton c.4 Pertunjukan komedi antar pulau dengan lakon ”cinta robot” ini merupakan salah satu pertunjukan teater masyarakat urban dimana pertunjukannya menampilkan permasalahan masyarakat urban dengan budaya yang heterogen(beragam) sesuai dengan asal masyarakat pendukungnya.231 b. Teater Keraton yaitu Teater yang lahir dan berkembang dilingkungan keraton dan kaum bangsawan. Teater ini Masih membawa idiom bentuk rakyat dan keraton . Sumber : Dok. d. Teater Urban atau kota-kota.cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang dekat dengan dewadewa . Teater kontemporer. sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia. Contoh : teater Wayang Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4. teater jenis ini lahir dari kebutuhan yang timbul dengan tumbuhnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan sebagai produk dari kebutuhan baru . Pertunjukan dilaksanakan hanya untuk lingkungan terbatas dengan tingkat artistik sangat tinggi.yaitu teater yang menampilkan peranan manusia bukan sebagai tipe melainkan sebagai individu . yang merupakan salah satu kesenian masyarakat Jawa Barat.3 Pertunjukan Wayang Golek. Pribadi (foto Istimewa) Gambar : 4.

khitanan.5 Pertunjukan Teater Kontemporer yang menggunakan bahasa ungkap ekspresi gerak dengan judul ”Pramuwisma stories”. Sumber : Dok. naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu ditandai dengan peristiwa-peristiwa teater dengan penampilan berupa tarian. 4. Pemanggil kekuatan gaib 2. Kegiatan ini masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari unsur-unsur ritual kesuburan.2. tata cara yang unik dan menarik. Memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat.nyanyian maupun cerita. berkah dan terjaga dari berbagai gangguan. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun. siklus kehidupan maupun hiburan. Juga ketika panen. Menjemput roh-roh pelindung untuk hadir ditempat terselenggaranya pertunjukan 3. sebagai ucapan terima kasih maka dilaksanakan upacara panen. dengan acara. Pendukung teater ini masih sedikit yaitu orang-orang yang menggeluti teater secara serius mengabdikan hidupnya pada teater dengan melakukan pencarian.232 tanpa batas. .2 Fungsi – Fungsi Teater Rakyat Fungsi – Fungsi Teater Rakyat : 1. Juga peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang (kelahiran. Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara khusus untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur. eksperimen berbagai bentuk teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini. Teater rakyat adalah teater yang hidup dan berkembang dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan rakyat. Pribadi ( Foto Istimewa) Gambar 4.

Ciri-ciri umum teater rakyat diantaranya : 1. Penyajian dengan dialog. Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . Unsur lawakan selalu muncul 4. 5.6 Pertunjukan teater arja di Bali. Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah. mitologi atau kehidupan sehari-hari. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain. Pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. 5. sebagai media hiburan. Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang.233 4. Nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus yaitu tertawa dan menangis. dongeng. Peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya. 8. merupakan salah satu contoh teater rakyat yang masih hidup dikalangan masyarakat Bali. 6. Teater berfungsi sebagai salah satu upacara keagamaan . 7. tarian dan nyanyian 3. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton) Sumber : Video Teater PSN (foto : Istimewa) Gambar 4. 7. 2. 6. Mempergunakan bahasa daerah.

menarik . Dalam pertunjukan ini kekuatan pemeranan dari masing masing aktor sangat ditonjolkan untuk menampilkan daya tarik pertunjukan secara keseluruhan. psikis dan sosial. pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater. imajinasi.seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran. seorang aktor harus menguasai olah tubuh. Seperti dikatakan oleh stanislavsky.3 Seni Peran Sumber : Dok. . fantasi. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah.kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan.7 Pertunjukan “Kekawen Kawin” karya Nikolai Gogol. vokal. bagus . dan harus mempunyai daya konsentrasi. Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit .indah. punya kekuatan atau tidak berkarakter. Virtuositas adalah kekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan. menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan. observasi serta mempunyai kecerdasan. Sehingga ketika sorang aktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah. Pemahaman mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik. sehingga menimbulkan rasa empati dan simpati bagi yang melihatnya. Pribadi (foto :Hermana HMT) Gambar 4. tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penonton bertahan tidaknya ditempat duduknya.234 4. STB. Sutradara Yusep Muldiyana. wawasan.

WS. aktor harus menghayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secara sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri. raut muka. kemasyuran . watak. jabatan.8 Pertunjukan Teater “Pelajaran” Karya Ionesco Sutradara : Deden Rengga Dalam pertunjukan ini semua pemain harus menguasai tehnik akting yang memadai untuk mewujudkan peran yang sesuai dengan tuntutan naskah. pekerjaan. tinggi/pendek. Pencapaian seorang aktor dalam mewujudkan sosok peran sesuai karakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan. kompleks psikologis yang dialami.cirri khas yang menonjol.235 Keadaan fisik meliputi . Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang. cacat jasmaniah. umur. profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula. kesukaan. Keadaan psikis meliputi . sutradara.standar moral.Keadaan sosiologis meliputi . jika yang dijadikan sumber gaya adalah actor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton . kegemaran. agama. kurus gemuk. ras. suka senyum/ cemberut dan sebagainya. lingkungan dan penulis. ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya. keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang.Pribadi (Foto Bedeng Siregar) Gambar 4. temperamen. kelas sosial. . Sumber : Dok. Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kepopuleran. Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil . jenis kelamin.suku bangsa.ambisi. mentalitas. ideologi dan sebagainya.cirri-ciri tubuh. keadaan emosi dan sebagainya.

puisi. Meskipun lakon berjalan. Pelajaran pertama : Konsentrasi Pemusatan pikiran merupakan latihan yang penting dalam akting. Sutradara Yusef Muldiyana. Konsentrasi merupakan salah satu latihan penting dalam mewujudkan sebuah peran contoh pad adegan diatas seorang pemain sedang berkonsentrasi pada peran. rasa dan karsanya pada dunia lain itu. Latihan konsentrasi dapat dilakukan melalui fisik (seperti yoga). konsentrasi bertujuan aagar actor dapat mengubah diri menjadi orang lain . Sumber : Dok Pribadi (foto : Hermana HMT) Gambar 4. yaitu peran yang dibawakan . dialog dirinya dan dialog lawan mainnya. juga berarti aktor mengalami dunia yang lain dengan memusatkan segenap cita. memerlukan konsentrasi.236 4. juga jika saat itu tidak kebagian dialog atau gerakan . latihan intelek atau kebudayaan(misalnya menghayati musik. Jadi tidak boleh perhatiannya goyah pada dirinya sendiri dan pada penonton.seni lukis) dan latihan sukma (melatihan kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi).9 Adegan Pertunjukan “ Kekawen Kawin” Karya Nikolai Gogol. STB.4 Akting Ajaran akting menurut Boleslavsky dalam buku Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor : 1.kesiapan batin untuk mengikuti jalannya cerita sampai berakhir. . konsentrasi aktor tidak boleh mengendor.

sehingga tidak terjadi over acting. atau sebaliknya watak peran itu telah merasuk kedalam diri sang aktor. dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa. 3. Pelajaran keempat : Pembangunan watak Setelah menyadari perannya dan titik sasaran untuk peranannya itu aktor harus membangun wataknya sehingga sesuai dengan tuntutan lakon. Banyak peristiwa yang menggoncangkan emosi secara keras dan hanya aktor yang pernah mengalami goncangan serupa dapat menampilkan emosi serupa kepada penonton dengan takaran yang tidak berlebihan. . untuk menuju garis dan titik sasaran yang tepat dengan begitu ia dapat melatih berlaku dramatik Artinya bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri. Pembangunan watak itu didahului dengan menelaah struktur fisik. The transfer of emotion merupakan cara efektif untuk menghayati suasana emosi peran secara hidup wajar dan nyata. Pelajaran ketiga : Laku Dramatik Tugas utama aktor menghidupkan atau memperagakan karakter tokoh yang diperankannya. kemudian mengidentifikasiannya dan menghidupkan watak itu seperti halnya wataknya sendiri. Dalam proses terakhir itu diri aktor telah luluh dalam watak peran yang dibawakannya. Aktor harus selalu mengingat apa tema pokok dari lakon itu dan dari perannya. dan pemanfaatan seting pendukung (misal membanting). maka kadar kesedihan itu takatannya tidak akan berlebihan.237 2. Pelajaran kedua : Ingatan Emosi. untuk itu memang diperlukan penghayatan terhadap tokoh itu secara mendalam sehingga dapat diadakan adaptasi 4. Jika pelaku harus bersedih . tetapi sebagai pemeran. dan menghidupkan aspek dramatisasi melalui ekspresi atau mimik wajah melalui dialog.

Irama permainan ditentukan oleh konflik yang terjadi dalam setiap adegan. u. sehingga tidak membosankan. Dengan pembangunan watak hal ini dapat terwujud 5. Suara dan Cakapan Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan nada yang sesuai. tetapi toh dialog yang diucapkannya tidak merangsang . Siswa perlu dilatih mengucapkan vocal a. Pelajaran Kelima : Observasi Jika ingatan emosi. psikis dan sosial yang sesuai . Mungkin dalam percakapan sehari-hari ini tidak perlu. perlu mengadakan observasi terhadap pengemis dengan ciri fisik. Ada kalanya seorang pemain mampu mengucapkan kata dengan jelas atau “las-lasan”. agar alur dramatik dapat mencapai puncak dan penyelesaian. hal-hal yang sehari-hari perlu diproyeksikan karena suara diharapkan dapat sampai pada penonton di deretan tempat duduk paling belakang. o dengan mulut terbuka penuh. Pelajaran Keenam : Irama Semua kesenian membutuhkan irama. akan tetapi di pentas.238 Sumber : Dok Pribadi (foto : Bedeng Siregar) Gambar 4. 6. akting seorang aktor juga harus diatur iramanya. agar titik sasaran dapat dicapai . dia sudah berubah menjadi sosok yang lain. Irama juga memberikan variasi adegan. karena keduanya sangat menentukan suksesnya pementasan. maka perlu diadakan observasi untuk tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik . laku dramatik dan pembangunan watak sulit dilakukan secara personal. Pemain yang baik adalah pemain yang kalu sudah diatas panggung tidak tampak lagi pribadinya. I. Sutradara : Deden Rengga.10 Adegan Pertunjukan “Lawan Catur “ Karya Kenneth Arthur. e. 7.

pemahaman ini berkembang dalam teater barat (konvensional). misalnya dialek Jawa seperti terdengar dari lagu kalimat yang diucapkan pemeran dalam drama seri Losmen. Teater Ilusionis. Melahirkan gaya akting grand style ( akting di besar-besarkan ) dan Komikal yaitu gaya akting dengan mengekplorasi kelenturan tubuh sehingga menampilkan tubuh-tubuh dengan gestikulasi yang unik dan lucu Realisme adalah eater harus merupakan ilusi atau cermin kehidupan nyata (Realitas). perintah. Suatu dunia dengan kaidah-kaidah tersendiri yang berbeda dgn kaidah-kaidah kehidupan. tetapi juga menciptakan makna. Lagu kalimat itu menyarankan pertanyaan. kekaguman. Jika ini terjadi. sesuai denga satuansatuan pikiran yang dikandungnya. pujian. lagu kalimat juga menyarankan dialek tertentu. dengan berbagai gaya penulisan naskah yang dapat kalian mainkan sebagai latihan pemeranan. teater tidak perlu sama dengan kehidupan kehidupan distilasi (digayakan) dan di Distorsi (dirusak). kata-kata ternyata tidak diucapkan datar. Di samping itu. Dibawah ini terdapat beberapa cuplikan naskah dari beberapa penulis drama yang sudah terkenal. Ini artinya nada ucapan tidak hanya berfungsi untuk menciptakan dinamika.5 Gaya Akting Pemahaman dan penafsiran tentang prinsip berteater. Atau teater. terbagi dalam dua pemahaman yang berbeda yaitu : Teatrikalisme adalah praktek berteater yang bertolak dari anggapan bahwa teater adalah Teater. dalam film Naga Bonar terdengar lagu kalimat yang menyarankan dialek Batak. kehidupan ditiru setepat mungkin agar ilusi tercapai. Kata “gila” dapat berarti umpatan keras. Kalimat atau dialog yang panjangharus dipenggal-penggal lebih dahulu. kegembiraan. dalam proses aktualisasinya oleh para seniman penggarap atau sutradara. kebencian. kemarahan. maka persoalannya pada apa yang lazim disebut phrasering technique atau teknik mengucapkan dialog. 4. tetapi terkandung di dalamnya lagu kalimat. kekaguman. Satu hal lagi yang masih berhubungan dengan latihan vokal ialah perlunya dipahami adanya nada ucapan. Untuk melatih tehnik keaktoran maka diperlukan naskah sebagai pijakan dalam mewujudkan suatu peranan. jika diucapkan dengan nada yang berbeda-beda.239 pengertian. Gaya aktingnya adalah gaya realis yaitu wajar mirip dengan gaya kehidupan sehari-hari. Pada saat pemain mengucapkan dialog. . prinsip seperti ini dapat kita lihat dalam teater-teater tradisional. dan sebagainya.teater kontemporer.

240 4. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung.6. Isinya. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Selain itu. Itulah sebabnya. atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. 6. . sikap terhadap suatu kejadian. atau tiga babak mungkin juga lebih. waktu. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. Agar dialog itu tidak hambar. 2. biasanya berupa kesinpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru disajikan. batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar. Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama. Ekspresi wajah pemain ayng sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah. Beberapa istilah dalam teater Dalam membicarakan drama banyak kita jumpai istilah yang erat hubungannya dengan pementasan drama. maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. 7. Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. dua. antara lain sebagai berikut : 1. Baik setting tempat. perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya. Seorang pemain yang berbisik. 5. 4. 3. Isinya. misalnya harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. mungkin ungkapan rasa senang. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon(cerita) yang akan disajikan. prolog sering berisi lakon. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. dan lain-lain. Adegan Adegan adaalh bagian dari babak. Monolog Monolog adlah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. rancana yang akan dilaksanakan. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. Artinya. pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. Satu lakon drama mungkin saja terjadi dari satu. Dalam pementasan. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali.

ramah dan suka menolong. 3. Konflik Dalam tahap ini mulai ada kejadian c. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar. Karakter Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam drama. Layar adalah kain penutup panggung bagiandepan yang dapar dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. Amanat Sebuah sajian drama yang menarik dan bermutu adalah memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. . Penyelesaian konflik ada yang happy ending. Komplikasi Kejadian mulai menimbulkan konflik persoalan yang kait-mengkait tetapi masih menimbulkan tanya tanya. atau berakhir sedih atau penonton disuguhkan cerita dengan menafsirkan sendiri akhir cerita. kepala. yaitu gerakan tangan kaki. 9. Tidak semua panggung dilengkapi layar 4. Ada tokoh berwatak sabar. 10. mulai dari konflik yang sederhana hingga menjadi konflik yang kompleks sampai pada penyelesaian konflik. Krisis Dalam tahap ini berbagai konflik sampai pada puncaknya e. Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. Resolusi Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik f.241 8. contoh tema masalah Keluarga topiknya misal Pilih Kasih 2. Keputusan Adalah akhir cerita 4. Eksposisi Tahap ini disebut tahap pergerakan tokoh b. plot adalah jalan cerita drama. Unsur-unsur Lakon Teater 1.7. Plot drama berkembang secara bertahap. Ada enam tahapan plot : a. Tema cerita Agar cerita menarik perlu dipilih topik. Bloking adalah aturan berpindah tampat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. d. Plot Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik.

Unsur-unsur Pementasan a. berkabung. 4. Sementara itu. hiruk pikuk. atau suasana-suasana lain. di tepi sungai. di rumah sakit. di kantin. waktu. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menghidupkan plot lakon. sepi mencekam. penata panggung harus jeli dan pandai-pandai memanfaatkan dan mengatur peralatan yang terbatas itu untuk sedapat-dapatnya menggambarkan tempat. 5. senja. dengan kata lain lakin yang dipentaskan harus terasa wajar. zaman sekarang. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya. dan suasana terjadinya suatu adegan. Naskah Pemain Sutradara Tata rias Tata biarama Tata panggung Tata lampu Tata Suara Pentonton . Dialog Jalan cerita lakon diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. waktu. i. Setting Setting adalah tempat. atau kapan? Demikian pula unsur panggung harus diupayakan bisa menggambarkan suasana: gembira. tengah hari. dan suasana seperti yang dikehendaki lakon drama. f. c. 7. h. Bagaimana caranya? Penata panggung yang mengatur semua itu. Karena itu. dini hari. 6. g. Panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan itu terjadi: di ruang tamu. atau di mana? Penataan panggung harus mengesankan waktu: zaman dahulu. d. e. b. Semua itu diwujudkan dengan penataan panggung dan peralatan yang ada. Karena semua adegan dilaksanakan di panggung maka panggung harus bisa menggambarkan setting apa yang dikehendaki. Panggung dan peralatan biasanya amat terbatas.8. penggambaran setting sering berubah-ubah hampir setiap adegan. Interpretasi Apa yang dipertontonkan ceritanya harus logis.242 sebaliknya bisa saja tokoh berwatak jahat ataupun bisa juga tokoh berdialek suku tertentu.

misal penggambaran kesedihan. dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan.243 a. e. g. melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian d. ketakutan. Tata Suara Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana. setiap tokoh akan diperankan seorang pemain c. f. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita. Pemain Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita. Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana. berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita. tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat. kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak. kalau diiringi musik yang . saling menyesuaikan. menggambar kejadian misal di tempat romantis. pemilihan pemain. tata lampu dan tata suara (musik pengiring) b. Tata Lampu Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita. Naskah Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. sutradara memilih naskah. Sutradara Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan. Tata Rias Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua. Tata Busana Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami. penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat. untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari. menentukan pokok-pokok penafsiran naskah.

penata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri. alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu. segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton. Bagaimanapun sempurnanya persiapan.244 sesuai. . h. ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras. tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut. Penonton Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan. Jadi. penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi. kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan.

mesti segera diminta datang . 4. maka siapa yang bermimpi malam ini. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan. itulah yang besok pagi kesiangan. itulah yang sebenarnya bermimpi di malam ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti.ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI 5. itulah pemimpi sepanjang jaman BUJANG MUNCUL 2. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada tumbang batu-batu bergulingan membendung air.245 Contoh Naskah untuk latihan pemeranan SANGKURIANG Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV. DAYANG : Dan perahu ? SUMBI 7. BUJANG : Itupun hampir selesai 8. SUMBI kita tidak boteh lalai Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya. satu diantara dua : aku atau anakku. DAYANG : Kalau begitu. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan 1. dimana aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI Apa yang nampak di mata ? 3. Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan segera terbukti 6. DAYANG : Rasa-rasa dalam mimpi SUMBI bahwa di malam ini sedang diciptakan telaga beserta perahunya.

malam ini SUMBI bukan malam sepi. hidmat menyembah kebesaran-Mu. Ya. Malam ini malam yang seram malam yang berat mengancam Anakku Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya 13. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang sependapat dengan Sang Kunang. BUJANG : Baik. ARDA LEPA : Ada apa. DAYANG : Mamang. Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu. anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu. keras menolak keingmanmu. SUMBI alamat telaga sedang dibangun. Nyai ? kami dipanggil di malam sepi ? 12. DAYANG : Riuh gemuruh dikejauhan. hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya. bertindak berontak menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN 11. apa yang hendak kite katakan. Riuh gemuruh di dalam dadaku. menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar selalu Tapi sebagai ibu. tapi juga hati seoiang ibu yang diancam bahaya Sebagai manusia. biar sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. kawan? Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan. bukan? 14. ya. karena hati naik turun Ah. BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui. Nyai.246 9. .

247 15. BERSAMA 18. : Nantidulu Dengar dulu! Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap anak. : Jadi sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ? supaya peiahu dan telaga besok tidak bukti ? : Betul. biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar maksudnya diurungkan. lantaran merasa kesiangan : Ai. ARDA LEPA 19. BERSAMA . asal besok ban sedia perahu dan telaga. DAYANG SUMBI : Memang. Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ? Itu lucu ! : Tapi apa mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 16. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datang Apakah mamang setuju anak mengawini ibu ? : Anak mengawini ibu ? Yey. DAYANG SUMBI 20. Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan menolak dia meminang. pinangan anakku tidak terangterangan ditolak. kami semua ikut berjinah Kami menjadi hewan. Aku berjanji mau kawin dengan dia. itu tidak lucu ! : Itu mesti disapu ! Lebih haram dan jinah ! Lebih hewan dari hewan ! : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminang Sang Kunang mesti kami buang ! Kalau tidak. itu terserah kepada mereka Tapi bagiku aku adalah ibunya. ARDA LEPA 23. biar apinya bersinar-sinar. ai. menyerupai sinar fajar. Ternyata sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat memenuhi permintaan ku. kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang. ARDA LEPA 17. Karena itu ku menginginkan supaya kalian membakar hutan. ARDA LEPA 21 DAYANG SUMBI 22.

mengisi ini dunia dengan bermain bersama. tanpa yang diidamkan. kita sekarang membakar hutan ? : Asal terang ada anak memang ibu : Yang sudah teiang semua manusia adalah satu Orang lain masih kita juga. ARDA LEPA 28. biar gigi tinggal dua.248 24. Karena itu. BERSAMA 27. DAYANG SUMBI : Sang Kuriang memang lain dari yang lain tapi Sang Kuriang manusia Dan kepada manusia aku tetap yakin: ada Dewata dalam dirinya Dan selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam tubuh Sang Kunang ! : Bagaimana kawan. selam damang bagi semua 25 ARDALEPA 26. tanpa yang diharapkan. BERSAMA SEMUA TURUN . marilah kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah panggilan kita di dalam hidup bersama : (SAMBILTERUS TURUN) Semua orang adalah satu orang lain masih kita juga kewajiban kita.

pabila Kami nyanyikan adzan untuknya. WUJU TUMB WUJU ULAMA WUJU ULAMA WUJU TUMB RATU WUJU . saat Yuta Intern dikuburkan. S'lamat tinggal Pernah kuharap kau menjadi istn Jaka Tumbal. Jalu Wulung. Ulama yang keras hati Bagai bidadari adikku beidarma. : Tambah Upacara ! : Upacara sudah seluas-luasnya dalam batas tanggung jawab kami. Juwita dan kutaburkan bunga atas pelaminanmu. Pengawal dan lam-lain) TUMB : Sri Ratu. (Masuk ulama-ulama dan lain-lam yang merupakan pawai azmat. Dibelakangnya jenazah Yuta Inten.Hai. : Tak ada penghormatan lagi ? : Tak ada Adat akan kami najiskan. tapi batu. anak muda budiman. di pekuburan.249 Contoh Cuplikan naskah JAKA TUMBAL Saduran dari HAMLET Karya Shakespeare BABAK IV Akhir Adegan 1. jika kau sedih meringkuk : Apa ? Yuta Inten Jelita ? : (Menabur bunga di atas jenasah) Inten dan segala permata. Selanjutnya Prabu. seperti Untuk orang yang mati suci : Letakkan dalam tanah Supaya dari tubuh yang elok tak ternoda itu Tumbuh bunga-bunga ! Hai. tiga kali celaka Timpalah sepuluh ganda tiga lipat Kepala pendurjana yang dengan jahat memadamkan cahaya budimu ! . Meninggalnya tidak patut. perhatikan. dan penghormatan tahli) serta makam keramat. Ratu. beserta pengabung-pengabung. dan dia berpangkat Mari sembunyi sambil melihat (Ke samping bersama Arya Lontar) : Tambah Upacara ! : Itu Jalu Wulung. orang-orang pura I Siapa dihantar Dengan upacara kecil ini? Ini berarti Bahwa jenazah itu dengan semena-mena Mengakhiri hidupnya sendin. beling dan krikillah yang dilemparkan padanya. Dan tiada di kuburan : O. dan jika tak ada kekuasaan yang mengatasi peraturan. Namun dia dapat karangan bunga dan penaburan kembang untuk perawan. sampai kiamat dia takkan bermakam di tempat kudus : tak ada do'a suci.

Aku juga! Kau datang untuk meratapi dia ? Menantang aku dengan tampat di bang kuburnya? Ikutlah terkubur hidup-hidup. puasa.Apa hendakmu dengan dia ? Dia gila. Demi Allah. Jalu Wulung. berkelahi. 'ku mau berkelahi dengan dia tentang mi. Jaka Tumbal. tapi ada sesuatu padaku yang berbahaya. TUMB : WUJU TUMB : : PRAB RATU SEMUA LONT TUMB RATU TUMB : : : : : : : PRAB RATU TUMB : : : RATU : . kalau kau bermulut besar. katakan. kalau tak mau celaka ! Lepas! Pisahkan mereka ! Tumbal ! Tumbal ! Tuan . jangan dilayani dia! Demi Tuhan. tenanglah. Orang Pangruatan ! (Melompat ke dalam kubur) Setan mencabut jiwamu ! Do'amu tak enak ! Hai lepaskan kerongkonganku! Benar aku tak garang dan geram.tuan ! Pangeran sabarlah ! (Para pengiring Prabu melerai mereka. lebih tinggi Dan Suralaya di atas yang biru dan berawan (Melangkah maju) Siapa dia.250 jangan ditutup dulu. Terperanjat oleh suaranja ? Ini aku. dan bikin gunung dari daratan ini. Sebelum kupeluk dia sekali lagi. yang ratapannya Selantang itu ? Yang keluh-kesahnya menghambat jalannya bintang serta menghentikan mereka. potong siri? Minum cukak ? Makan buaya ? Nah. dan sadarlah. dan meieka keluar dan bang kubur) Nah. sampai kelopak mataku tak bergetar lagi Tentang apa anakku ? Aku cinta Yuta Inten Empat puluh ribu kakak dengan jumlah cintanja tak dapat memadai Cintaku . apa maksudmu ? Menangis. Dan Gunung Mahameru sebesar kutil ! Ya. dan aku menyusul! dan kalau kusebut gununggunung. boleh kita Disungkup tanah benuta-juta bahu. (Melompat dalam Liang Kubur) Tumpukkan zat-Mu atas yang hidup dan yang mati. Hingga puncaknya dibakai Cakrawala. akupun bisa Ini sungguh gila Sementara saja badainja mengganas .

(Semua keluar) TUMB PRAB .251 Tapi segera ia menjadi sabar dan diam. berdasai rembukan kita semalam. suruh orang menjaga puteramu. perkaia ini segera kita selesaikan Dinda. jaga dia betul (Arya Lontar keluar) (Kepada Jalu Wulung) Sabarlah. tuan Mengapa kau peilakukan daku demikian ? Kau selalu kuanggap kawanku. : Hai. Sebelumnya kita hendaknya sabar berjalan. tapi mengapa. Kucing mengeong dan anjingpun menyalak dan mendengking (Keluar) : Arya Lontar. Laksana merpati betina yang telurnya menetes jadi anak burung kencana. Kubur ini akan dapat peringatan hidup Se'gra kita alami masa damai dan njaman .

252 Contoh Cuplikan Naskah IMPIAN DITENGAH MUSIM Karya Shakespeare BABAKIII Sequence 14 Adegan1 HUTAN. TITANIA SEDANG TDUR. KUMPAR : Tidak. tambahlah kakinya. Astagfirullah! itu yang paling kejam! Jadi awaslah ! CEREK : Dari itu harus ada pendahuluan lain buat menerangkan bahwa itu bukan singa. MASUK PARA PEKERJA KUMPAR : Kita lengkap ? PATH : Tak kurang. Sudut merah ini panggungnya. Tulislah kata pendahuluan. Bagaimana tanggung jawabmu ? PATIL : Astaga. Pertama Piramus harus mengghunuspedangnya untuk bunuh diri. Kaum perempuan tak tahan melihat itu. Kumpar Kisaran ? KUMPAR : Dalam komedi Piramus dan Tisbi ini ada apa-apanya yang tak akan menyenangkan orang. CEREK : Apakah para wanita itu tidak takut pada singanya ? GERING : Memang. dan bahwa Piramus tidak benar-benar bunuh diri terbunuh. tepat yang akan kita kerjakan di hadapan tuan Hertog. bahwa gua si Piramus bukannya Piramus sungguhan. coba pikir : memasukan seekor singa ke tengah perempuan-petempuan. hendaknya ditulis dengan tiga atau empat kaki sajak. GERING : Kurasa akhiinya lebih baik dihilangkan saja pembunuhan itu. biar empat-empat. tapi si Kumpar tukang tenun PATIL : Jadilah. KUMPAR : Jangan dihilangkan apa-apa. Inilah tempat yang cocok sekali untuk latihan kita. itu susah. jadi bagus jalannya. Semak duri itu kamai hias dan kita kerjakan semuanya. gua punya akal buat bereskan ini. TEMPAT ATENA. gua juga kuatir. dan katakan bahwa kita tidak bermaksud jahat dengan pedang-pedang itu. . KUMPAR : Peter Patil PATIL : Ada apa. KUMPAR : Sobat-sobat. Dan supaya orang tebih tentram lagi. kita bikin pendahuluan begitu .

Saya ingin minta dengan hormat sekali.253 KUMPAR : Harus disebutkan namanya dan separoh mukanya hams kelihatan di celah-celah kuduk singa. Si Piramus danTisbi kan bertemu dalam cahaya bulan : Apa bulan persinar waktu kita main ? : Cari almanak Cari apa cahaya bulan terang tidak : Bagus. biar dia ambil sedikit tampal atau kapur atau lengrengan untuk merupakan tembok. pergi ke belakang sernak itu. Kalau nyonya sangka saya ini singa betulan. : Nan. : Wah. kalau pidatonya habis. orang dusun ongok ini pada rame-rame deket tempat tidur ratu peri. lalu sebutlah namamu dan katakan saja bahwa dia ini Si Ketam tukang prabot. : Tembok tak mungkin digendong. sebab Piramus dan Tisbi. : Ayo Pilamus dan Tisbi. Tapi ada lagiduasoal yang susah. Mawar tenndah di pagar duri Kesuma bangsa yang paling berpahala Taat bagai kuda yang berlari-lari Ku jumpa kau Piramus di makam Nini PATIL KETAM KUMPAR PATIL KETAM KUMPAR PATIL PEK PATIL KUMPAR PATIL KUMPAR PEK GEMBUNG . janganlah takut. Ayo duduklah semua. dan suruh dia mengembangkan jarijarinya begini. atau nyonya-nyonya manis. ada permainan? Aku menonton. : Seperti bunga mawar meraksasa-raksasa : Meraksi-raksi ! : O ya. saya akan kecewa. maka di depan rekan itu Piramus dan Tisbi mesti berbisik-bisik. Tapi ada lagi satu seal: kita hams punya tembok di kamar besar itu . Hai. tampilah. kalau suka. mungkin juga ikut main. Saya orang biasa seperi yang lain . Dia sendili hams bicara memperhidangkan dirinya begini : Nyanyanyanya. sebentar tunggu kembaliku (KUMPAR KELUAR) : Pelik benar Piramus seperti ini. Yaitu memasukkan cahaya bulan ke dalam kamar. : Jadilah. begitu juga masing -masing orang menuiut alamat. jangan gentar. lantas dia omong bahwa dia datang untuk bikin "Perhidangan" cahaya bulan. omong-omong di depan rekahan tembok. begitu kata hikayat. suryaku seroja Nirmala. beres semua. Tisbiku! Suara apa itu? Tinggallah disini. saya tanggungkan nyawa saya. Piramus lu mulai. Begitulah nafasmu. (PEK KELUAR) : Piramus. kalau kita mesti ada orang yang membawa seberkas dahan-dahan dan tentera. Apa akalnya Kumpar ? : Salah seorang mesti "Mempeihidangkan" tembok itu. baiklah begitu. meraksi-raksi.

GEMBUNG . bukan Nini! Tapi itu jangan lu sebut dulu. Jangan diucapkan seluruh peranan sekaligus begitu.254 PATIL : Ninus. beserta alamatnya dan sebagainya. Hai. Taat bagai kuda yang berlari-lari. (PEK DATANG KEMBALI BERSAMA KUMPAR YANG BERKEPALA KELEDAI). itu jawaban buat Piramus.. yaitu berlari-lari.. alamatnya sudah disebut. Piramus masuklah .

Seni Rupa Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Bab 5 APRESIASI Pengertian Seni Rupa Dasar-Dasar Seni Rupa Apresiasi Karya Seni Rupa Pameran Karya Seni Rupa .

EKSPRESI Ragam Hias Nusantara Seni Kriya Batik Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) .

sosiologi desain.1. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. teknologi. metodelogi desain. dan drama/sastra. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. fotografi. semantika produk. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. grafis dan kriya. semiotika visual. dan seterusnya. Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja. Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. kritik seni. dan matematika. seperti lukis. karena lebih mengutamakan pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan. multimedia. tari. Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. Pengantar Seni Rupa Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada kondisi sistem pendidikan nasional saat ini. Seni terdiri dari musik. . keramik. manajemen desain. rupa. patung. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa). tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan). Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture).288 BAB V SENI RUPA 5. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. Peran pendidikan seni merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan manusia seutuhnya. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa.

pandan. desain. logam. . bamboo. multimedia) Seni Terapan Arsitektur Tekstil. dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan. tenunan Kriya Kayu. ikat celup. yaitu seni murni. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini Dalam kehidupan seni rupa modern. kulit.1. serat alam. dan kriya.dll Sumber : Pribadi Bagan 5.289 Seni Lukis Seni Murni Seni Patung Seni Grafis Seni Rupa (Visual Art) Keramik Seni Kriya Seni Desain Produk (desain industri) Desain Interior Desain Desain Komunikasi Visual (desain grafis. keramik Anyaman rotan. batik. terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim.

290 5.1. karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang. mizotint. (3) sablon ( silk screen ). a. etsa. keramik ). Patung dapat dibuat dari bahan batu alam. Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional. atau bahan lainnya.sugartint . misalnya offset dan digital print. Seni Patung . Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak. atau bahan-bahan industri seperti logam. Namun dalam hal tertentu. b. d. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Seni Lukis Gambar 5. kolase print . patung.2. 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point. Teknik Cetak dengan teknologi modern.Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis. lino cut print. dan lain-lain. cat akrilik. Teknik cetak konvensional antara lain : 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Seni Murni Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. wood engraving print. c. grafis. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.1.1.serat gelas.

alat tulis. produksi (industri).291 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. sepatu. bahkan perkakas pertukangan. .2. budaya (Sikap. alat kedokteran. gaya hidup). alat makan. baik dengan pendekatan estetis.4. umumnya merupakan karya desain. alat kebersihan. mentalitas. bahan (sumber daya alam). Seni Patung 5. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini : a. Desain Produk (Industrial Design) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. cindera mata. Istilah desain mengalami perluasan makna. Berbeda dengan karya seni murni. seperti : mebel. aturan. maupun pendekatan fungsional. pengatur waktu. Desain Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia. pasar (kebutuhan masyarakat). estetika (gaya visual). alat rumah tangga. dan lingkungan (social). yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik.1. perhiasan. mainan anak. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi). Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan. prinsip sains (fisika).3. pakaian. Seni Lukis Gambar 5. kerajinan. alat transportasi.

ilustrasi. Desain Grafis berupa Poster . Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. seperti poster.292 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.. brosur. buku. kemasan.5. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak. dan bhkan juga cerita bergambar (komik). undangan. surat kabar. Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Kursi hasil Desain Produk b. logo perusahan. majalah. dan krikatur.6.

perkantoran. museum. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata ruang secara keseluruhan. pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan. kantor. Desain interior Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian. hingga bangunan industri. Seperti rumah tinggal. Namun. sarana relaksasi. Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia.7. rumah tinggal. Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern d. stadion olah raga. Masyarakat juga mengenal desain multimedia. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. rumah sakit. Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia pertelevisian. bank. bahkan ruang dapur dan kafe. . sekolah. rumah sakit. Desain arsitektur Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. Yakni. seperti ruang hotel. bangunan umum.293 c. Secara umum. restoran. pusat hiburan. tempat ibadah. desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman.

Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Batik Sebagai Seni Kriya . kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. Kriya merupakan pengindonesiaan dari istilah Inggris Craft.294 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna. produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal.9.3. adalah munculnya kriya sebagai bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni. Kriya Perkembangan dalam dunia seni rupa. Desain Interior Ruang Keluarga 5. yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan. Jika sebelumnya kita mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn. Sedangkan karya kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang kerajinan Sumber : Indonesia Indah.8.1.

Garis Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda.1. berombak.295 5. Dasar-dasar Seni Rupa Dalam proses berkarya. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya. dan kode-kode tertentu. ruang. ide.2. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. dan lainnya. texture. Titik /Bintik Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. bila berkumpul atau berwarna beda. seperti untuk menciptakan kesan kekar. warna. megah ataupun juga agung. horizontal. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak. halus. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian. vertikal. lurus. kuat simpel. tebal. seperti pendek.Titik yang membesar biasa disebut bintik. dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. patah-patah. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. garis mempunyai berbagai sifat. dan lain sebagainya. bidang. diperlukan penyusunan unsur-unsur atau elemen suatu karya yang sesuai dengan prinsip-prinsip komposisi yang harmonis 5.5 ) . miring.2. simbol. dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya (gambar 5. tipis. panjang. melengkung. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu. Unsur-unsur itu terdiri dari : a. b.

dan Karakter Garis .296 Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Jenis.10.

contohnya lemari. 2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis. akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. seperti yang terlihat oleh mata. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas. stabil. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat. ornamental. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. energik. dan segi banyak lainnya d. prisma. tak teratur dan sebagainya. trapesium.297 c. tajam. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. trapezium dan lingkaran. dan silinder. persegi. oval. 3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif. labil dan bergerak. dan formal. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. Bentuk Bentuk dalam pengertian bahasa. dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). kerucut. . Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti : 1) Bentuk teratur kubus dan persegi. Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos. Bidang Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis. bidang segitiga. segiempat. dan mengarah. dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi. segi empat. lingkaran. menyatakan permukaan.

12. bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga. Contoh bentuk ini. Bentuk Figuratif 2) Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadangkadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang. yaitu : 1) Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature). Bentuk 3 dimensi yang dinamis Dalam seni rupa. manusia ataupun alam lainnya.298 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.11. Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan. abstraksi binatang . Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. binatang.

kepercayaan. tanda baca. sepatu. lemari. buku. rambu-rambu. misalnya huruf. artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. abstrak simbolis. kursi.13. Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda. dan lain-lain. misalnya agama. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan lain-lain. prisma. Bentuk simbolis. rumah. hiasan keramik. misalnya segitiga. dan lainnya. yaitu bentuk abstrak murni. lambang. karya ukiran. Non Figuratif (Abstrak) . Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik. Ada tiga macam bentuk abstrak. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.14. Pengayaan Bentuk (Diabstraktif) 3) Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif.299 seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu. dan abstrak filosofis. dan lain-lain.

Ruang Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Warna Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain.15. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua. yaitu ruang negatif dan ruang positif. dan makna warna. sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna. warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : . Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Ruang positif dan negatif f. 1) Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System). termasuk di dalamnya hawa udara. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk.300 e. sifat warna.

menghasilkan warna kuning hijau.301 Kuning Merah Biru Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. hijau-biru. misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah dikelompokkan menjadi tiga. a) Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna. biru. Warna tertier. kuning. yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. Perbedaan antara merah dengan biru. hijau. b) Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. dan . yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. biru. yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder. Warna quarterner. yaitu tiga warna pokok yakni merah. 2) Sifat warna Sifat warna intensity. jingga dan ungu. dan kuning. Warna intermediate. coklat. merah-ungu. seperti merah.16 Hue dalam lingkaran warna Warna primer. merah-jingga. jingga. yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau. dan warna lainnya. biru-ungu. atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. dan kuning-jingga. value. Warna sekunder / biner. Untuk mengubah value. ungu. yaitu : hue.

Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna. dan merah kontras hijau. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. dan kuning. warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni : Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna. Contoh intensitas warna . Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. hijau kekuningan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. misalnya urutan dari biru. sedang yang berada dibawahnya disebut low value. biru kehijauan. misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda. hijau. sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut.302 putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. c) Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna.17. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas. Warna Complementer. yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan. misalnya kuning kontras ungu. Berdasarkan paduan warna (colour scheme). memiliki kekuatan berimbang. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value. kualitas atau kekuatan warna. biru kontras jingga.

bahagia. Ungu mempunyai makna kekayaan. tegas. Putih mempunyai makna suci. di masing-masing daerah atau wilayah. bahaya. tenang. dan jujur. bendera merah. iri. Di Yogjakarta. sukacita. Jingga mempunyai makna masak. segar. berani. Contoh : bendera tanda adanya kematian. bangsawan. kegelapan. dan sebagainya. Hitam mempunyai makna tragedi. duka. pertumbuhan. Merah muda mempunyai makna romantis. mentah. Biru mempunyai makna tenang. luhur. dan benci. dan jaya. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol. mashur. akan berbeda. marah.Di negeri China. dan dalam. senja. gaib. tak berdosa. dan mengandung rahasia. kematian. kesedihan dan setia. dan ringan. dan agung. antara lain sebagai berikut : Merah mempunyai makna api. Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh.303 3) Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain. kenyataan. bersih. dan harapan. terang. Kuning mempunyai makna matahari. riang dan dinamis. warna merah berarti Cinta. gagah. di Sulawesi – putih. di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Hijau mempunyai makna dingin. warna juga mempunyai makna yang berbeda. Kuning emas mempunyai makna masyhur. . damai. sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. sejuk. berkabung. berduka cita. mewah. Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. panas. kebenaran. mati. agung. di Jakarta – kuning. riang. hidup. aksi. sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. di Sumatera – merah. cerah.

Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas. sebagai berikut : 1) Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. dan lain sebagainya. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan. kain sutera berbeda dengan plastik. goni (dari pasir dan kertas). seperti tikar (dari daun yang disusun). mungkin juga halus. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu.18. mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. tekstur buatan dan tekstur reproduksi. Suatu permukaan mungkin kasar. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam.304 g. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam. Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya. baik itu nyata maupun semu. misalnya daun. dan lainnya. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam. Tekstur halus . kulit kayu. permukaan batu. misalnya wallpaper.

Proporsi Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi). Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong. tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa Prinsip adalah asas.2. prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Keserasian proporsi sebuah bentuk trimatra . Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya. 5. Untuk mendapatkan proporsi yang baik. ukuran kursi dengan meja. Misalnya. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional.305 2) Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja.19. membandingkan ukuran tubuh dengan kepala.2. ukuran objek dengan ukuran latar. Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. yaitu : a. Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta karya seni. sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut. Selain nilai raba pada suatu permukaan.

21.306 b. yaitu: 1) Balans Simetris Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama. Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna.20. yakni karena adanya ukuran / bentuk dan karena adanya warna. Balans didapat dari dua kesan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Keseimbangan (balans) Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni. Keseimbangan simetris . Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Keseimbangan warna pada sebuah kursi Bila dilihat dari bentuk susunannya. balans dibedakan menjadi tiga.

Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.22.23. Keseimbangan bentuk dan warna . namun susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang. Keseimbangan asimetris yang dinamis 3) Balans radial Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.307 2) Balans asimetris Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda.

atau tekstur yang berbeda. warna. Irama (Ritme) Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur. Dan apabila tekstur yang berbeda. ukuran. Irama pada bangku panjang terlihat pada bentuk yang berkelok-kelok d. Kontras Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Kontras Warna . j. maka disebut Kontras tekstur. Melalui penyelangan dan pergantian (variasi) i.25. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran. kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis)dapat diperoleh dengan cara : g. Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna. Melalui progresi atau gradasi. Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu) SuSumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk.308 c. misalnya adanya bentuk. Melalui pengulangan bentuk (repetisi) h.24.

Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. istilah klimaks sering disebut dengan istilah centre of interest (pusat perhatian). Untuk menciptakan pusat perhatian pada karya desain. centre point dan fokus. . Oleh sebab itu. tempatkan salah satu unsur secara tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya.309 e. elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis.26. Klimaks pada karya f. Dengan kesatuan. Klimaks Klimaks disebut juga dominan. Kesatuan (Unity) Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. adalah fokus dari susunan karya seni yang mendatangkan perhatian. Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize (penekanan).

Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya. Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni. Apresiasi Karya Seni Rupa 5. apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut. 5. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni. interpretasi. menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. dan apresiasi kritis. apresiasi estetis. Komposisi Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam. Apresiasi mempunyai tiga tingkatan. dan peneilaian yang bertanggung jawab. Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini. yaitu apresiasi empatik. . Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. mengamati. seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu.3.1 Pengertian dan Fungsi Apresiasi Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. dengan analisis. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik. apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa.3. Susunan tersebut dikatakan harmonis. Dalam pengertian yang lebih luas.310 g.

Lukisan Naturalisme b.2. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan. Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan benda mati sebenarnya.311 5. Aliran-aliran dalam Seni Rupa Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman.28. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. atau landscape. alam. pemandangan alam. antara lain : a. atau peristiwa yang memilukan. kesedihan. Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri.3.27. Lukisan Realisme .

Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Gaya ini juga berkembang di Jerman. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebihlebihkan. Lukisan Impresionisme .29. Lukisan Romantisme d. suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa. Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963). dan Perancis. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “. Belanda. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.312 c. atau petualangan para pahlawan purba.30. penuh khayal. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis.

313

e.

Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.31. Lukisan Ekspresionisme

f.

Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

314

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.32. Lukisan Kubisme

g.

Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.33. Lukisan Konstruksifisme

315

h.

Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.34. Lukisan Abstrakisme

i.

Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.35. Lukisan Dadaisme

316

j.

Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.36. Lukisan Surealisme

k.

Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.37. Lukisan Elektisisme

317

l.

Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.38. Lukisan Elektisisme

5.3.3. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa
Untuk mengadakan penilaian terhadap karya seni rupa terapan, berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran atau kriteria sebuah penilaian. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas nanti, tidak mutlak semua harus digunakan, karena tidak semua karya seni rupa cocok dengan ukuran penilaian tersebut. Aspek-aspek atau ukuran penilaian itu adalah :

a) Aspek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan. Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri. Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas.

318

b) Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai. Ketidaktrampilan dalam penggunaan teknik akan berdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. c) Aspek penguasaan bahan
0

Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi. Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. d) Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertimbangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. e) Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi. Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi, keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity). Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. f) Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema. Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi.

319

g) Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan. h) Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar. i) Aspek selera dan agama

Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi tren di masyarakat, misalnya dari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu. Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat.

irama .4. atau dikritik. misalnya pameran lukisan. tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya. dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.kontras . pameran patung.4. 5.keseimbangan . dinilai. Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan.1.proporsi .4. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa Aspek-aspek yang Dinilai Aspek Ide/Gagasan Aspek Penguasaan teknis Aspek Penguasaan Bahan Aspek Kegunaan Aspek Bentuk / Wujud .klimaks . maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya. 5.kesatuan Aspek Gaya atau Corak Aspek Kreativitas Aspek Tempat Aspek Selera dan Agama Sumber : Seni Rupa dan Desain 1 2 Standar 3 4 5 5. Pameran homogen. .2. artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja. Melalui pameran. Pameran Karya Seni Rupa Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni. karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa.1. yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. pengamat seni rupa. seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan. dikagumi. seniman. dibedakan menjadi dua.320 Tabel 5. pameran keramik dan lain sebagainya.

keramik. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. dan karya seni rupa lainnya.Pameran kelompok.4. kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya.Pameran perorangan atau pameran tunggal b. artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa. pameran lukisan. pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.321 Pameran heterogen. 5. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. ukiran. pameran dapat dibedakan ke dalam : a. karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan. b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. . Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. misalnya pameran seni kriya. Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil.3. dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya. pameran patung. karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater. patung. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran. karya kerajinan. biasanya merupakan pameran heterogen.

mendidik para siswa untuk bermasyarakat. merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya. 5. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka.4. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain. melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. yaitu : a. melatih untuk menghargai pendapat orang lain. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah. dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif. kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. ada beberapa hal yang harus dikerjakan. Jadi. Dalam arti yang luas. melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati. c. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan Menyiapkan penjaga pameran Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran Menata karya-karya yang akan dipamerkan Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran . pemahaman isi dan pesan dari karya seni. d. e. pengamatan.4. penghargaan. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan. dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah. b.322 c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan.

Hal ini perlu perhatikan agar hasil kreasi nanti tidak kehilangan karakter kenusantaraannya. Keunikan ragam hias nusantara adalah pada penggunaan isen atau tekstur di setiap corak atau sebagai pengisi latar kain. Kemudian corak ini diolah bentuk. warna dan penataan keseluruhan pada tekstil perlu menjadi perhatian Anda pula dalam melakukan eksplorasi ini.5.323 5. Dalam upaya menata ragam hias ini. Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan salah satu dasar untuk dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ragam hias Nusantara untuk kebutuhan tekstil pada saat ini. Hal ini akan bertambah nilainya apabila dapat menerapkannya langsung menjadi suatu benda tekstil sesuai dengan keinginan. Langkah awal dari kegiatan ini dimulai dari memilih corak dari ragam hias nusantara yang ada. warna dan teksturnya menjadi suatu pola ragam hias. . Hasil kreasi ini akan sangat bermanfaat apabila diperuntukkan bagi suatu benda pakai. Setelah menjadi suatu pola ragam hias. Corak meander atau spiral dapat dikembangkan menjadi berbagai motif lain hanya dengan penataan yang berbeda. Kegiatan mengeksplorasi dan mengembangkan pola ragam hias tekstil merupakan hal yang sangat menarik dan menyenangkan. teknik penerapannya perlu menjadi pemikiran karena keunikan setiap teknik akan mempengaruhi penataan pola yang akan lakukan. Makna simbolik dari corak. Rinci dan rumit serta padat dengan corak merupakan karakter tekstil nusantara. perlu memikirkan bagaimana pola ini ditata dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetis dan arstitik. Mengingat hal itu merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan.

diagonal. lingkar. Buku Piloting PSN Gambar 5. Motif Meander sebagai motif dasar Hasil pengolahan bentuk. Penataan pola ini perlu di lakukan dengan teliti agar sambungan pada kain tidak terputus.324 Sumber : Tekstil. dan pinggir.39. radial. Pola ragam hias dari pengembangan corak dasar dapat diulang dengan beragam teknik. setengah langkah. dan pola pinggir Penataan Pola ragam hias tekstil dapat dikembangkan dan dimodifikasi seperti penataan arah horizontal. diagonal. warna dan tekstur corak tertentu disusun ke dalam pola ragam hias yang ukuran dan bentuk keseluruhannya dipengaruhi oleh pola pengulangan yang akan diterapkan. . vertikal. yaitu satu langkah.

Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.325 Sumber : Tekstil.40. Buku Piloting PSN Gambar 5.41. Pembentukan motif pada kain dengan teknik ikat celup Sumber : Indonesia Indah. Beberapa contoh ragam hias pada kain ikat celup .

Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia 2. 2. mengembangkan kreatifitas. ekspresi. dan ketrampilan berkarya sesuai bakat dan minat masing-masing dalam bab ini diberikan contoh pembelajaran untuk siswa SMK dalam berapresiasi dan mengekspresikan diri melalui ketrampilan berkreasi teknik ikat celup dan teknik batik Tiga kompetensi yang diharapkan di miliki oleh siswa SMK adalah : 1.326 5. Memiliki rasa estetika. Pada tingkat perkembangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini. Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Memiliki sikap professional dan kewirausahaan .6. dan ketrampilan berkarya. dari berbagai wilayah nusantara. apresiasi terhadap produk kerajinan. Membuat karya seni rupa secara tematik dan pemecahan masalah c. Mampu mengkomunikasikan berbagai ide dan kreativitas 3. perlu diarahkan pada kemampuan produksi sebagai persiapan keahlian yang lebih spesifik. Merancang karya seni rupa dengan memanfaatkan beberapa teknik ungkap b. 3. Kemampuan yang perlu dikembangkan antara lain mengola kepekaan rasa. Ketrampilan : a. Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri (porto folio) untuk pameran dikelas atau disekolah. Ekspresi : a. 4. Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan. Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik serta kepekaan rasa dalam berkarya seni rupa b. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Pembelajaran seni rupa secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan apresiasi. Memiliki kemampuan dasar berekspresi secara visual b. Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam berkarya seni rupa. Apresiasi : a.

yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis. Ketrampilan kerajinan 2. Sedangkan pemberian motif pada batik ikat. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol. .7. Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel. bentuk. Seni Kriya Batik Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya. dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing. Pembelajaran seni rupa ini berintegrasi dengan mata pelajaran lainnya secara terpadu. motifnya diikat-ikat dengan tali plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan. berproduksi. dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap. fungsi kerajinan dan porto folio. 5. Pembuatan motif pada batik tulis. Dalam pembuatan batik. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan ke larutan garam warna.prosedur kerja. Kewirausahaan Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran seni rupa terdiri dari jenis. Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain. Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang.327 Ruang Lingkup Mata pelajaran seni rupa untuk SMK meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon. dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. garam warna dan air pembilas. kita mengenal ada empat cara pembuatannya.

gorden dan lainlain. Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain. birkolin.328 Sumber : Indonesia Indah. santung. selendang. prima. Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan. peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain. pola gambar atau mall. hiasan dinding. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun.42. pensil 4B-5B. poplin. premisima. jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera. sarung bantal. linen. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama. misalnya kain blacu. . Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. dan meja kaca. 2) Tahap pemberian malam Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan. Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan. sprei. Pembuatan gambar motif pada kain. vealisima. 1) Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. yaitu : Kain. dan sutera. taplak meja. Contoh karya seni kriya batik Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam. dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH.

Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas. alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil. malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya kuning dan lebih liat). Sumber : Indonesia Indah. naptol ASLB. dan naptol ASOL. Proses pembubuhan prada diatas kain batik tulis 3) Tahap pemberian warna Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik yang terdiri dari : Naptol berfungsi sebagai warna dasar yang nantinya dibangkitkan oleh garam warna (garam diazo). Naptol AS berfungsi untuk membuat warna merah. naptol ASD. sifatnya kurang kuning dan lebih liat). Canting. Warna lain yang bersifat alami adalah daun soga. dan hitam. sifatnya kurang liat). malam cetak (warnanya coklat. naptol ASLB . kenceng. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. orange. violet. biru.329 Malam. panci. dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh. Naptol terdiri atas naptol AS. naptol ASG. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair. dan lainnya. canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil). malam cetak (warnanya coklat.43. naptol ASGR. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. naptol ASBO. Sebelum proses pemberian malam dimulai. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. dan mudah retak). Peralatan penunjang. canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar).

disebut juga costik soda berbentuk seperti kristal. c. Pemberian warna rapid Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. Rapid terdiri atas rapid merah RH. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin. merah bordo GP. garam biru BB. naptol ASGR untuk membuat warna hijau dan naptol ASG untuk membuat warna kuning. Rapidogin. b. Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I). untuk membuat larutan pewarna batik tulis bahan pelengkap yang diperlukan terdiri atas TRO (Turkish Red Oil) dan soda api (Loog 380 BE). dan dianginanginkan. diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. rapid orange RH. TRO cairan berbentuk minyak sedang soda api (Loog 380 BE). Garam terdiri atas garam biru B. . Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. Adapun tahapan dalam pemberian warna pada batik tulis adalah : a. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. Tahap melunturkan malam Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. Proses pencelupan Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah. dan rapid hitam G. rapid biru BN. berfungsi untuk membangkitkan warna. Garam warna (garam diazo). diperas. kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II). dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). rapid kuning GCH. dan garam biru hijau B.330 untuk membuat warna cokelat. rapid cokelat BN. berfungsi untuk memberi variasi warna. garam violet B. hitam B. garam orange GC. Bahan Pelengkap. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental. dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bak III). kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata.

Nyamplung terbuat dari tembaga. Kuas dapat juga untuk menggores . dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. Peralatan Membatik a. Bagian-bagian canting b. Ukuran dan jumlah cucuk can beragam tergantung jenisnya. Kuas Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis. Cucuk atau carat Cucuk merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung.331 5.44. Sumber : Pribadi. cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai.1. Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang. Canting memiliki beberapa bagian yaitu: Gagang Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan. kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras. dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain. Canting Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik. Alat Dan Bahan Batik 1.7. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik. sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali. Cucuk tersebut terbuat dari tembaga. Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik. Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan. Ilustrasi by Indra Gambar 5.

atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas. tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut. terbuat dari kayu. Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap. Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak. f. d. Pilihlah ukuran nampan yang sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup semuanya. Panci Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut. c.332 secara ekspresif dalam mewarnai kain. . g. Gawangan Pada waktu membatik kain panjang. Wajan Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan. Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren. kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur. maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik. sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor. Sekarang ini dengan adanya kompor. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. dengan diameter sekitar 13 cm. terbuat dari bahan logam. Nampan Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan mencelup kain dalam proses pewarnaan. kuas cat air. tidak perlu yang besar. yang disebut gawangan. Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar. wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan. e.

Sarung tangan Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. kecuali pewarna alami (natural). Primis. 2. langkah yang harus dikerjakan yaitu merendam kain dalam panci dan direbus dengan memasukkan minyak jarak ke dalam rebusan kain tersebut. karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna. Biasanya pengolahan kain sutera dengan sabun yang khusus untuk serat halus dan tidak diperas berlebihan atau apabila sulit untuk mencari sabun khusus untuk kain sutera bisa menggunakan shampo untuk rambut. Sendok & Mangkuk Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. kemudian kain dilipat dan dikemplong (“ngemplong”) yaitu dengan cara memukul-mukul kain tersebut dengan menggunakan pemukul kayu. Primissima. Apabila sudah mendidih. Philip. berkolyn. Sebagai tambahan saja. Bahan Batik a. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air. mori biru. pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan. santung. karena kain sutera yang berbahan sangat lembut memerlukan perlakuan khusus. Saat ini banyak tersedia kain yang berkualitas bagus. diambil dan direndam dalam air dingin sambil diremas-remas. bahwa kain sutera sangat cocok apabila diwarna dengan menggunakan pewarna alam. i. sebg media tempat motif akan dilukiskan. blacu. Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma. Tujuannya agar serat kain menjadi kendor dan lemas.333 h. Kain Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”. Tetapi terkadang saat ini banyak . tetapi tentu saja kain tersebut masih mengandung kanji. Pengolahan kain dengan minyak jarak dan larutan asam tidak cocok digunakan untuk kain sutera. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain. Air dingin untuk merendam kain ini bisa ditambahkan sabun atau deterjen. tetapi perlu diperhatikan bahwa larutan asam yang terlalu banyak akan merusak kain. Setelah dikemplong kain dijemur. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. Pengolahan kain dengan larutan asam biasanya dilakukan satu hari. Setelah kering kain bisa diseterika dan siap untuk dipola. Selanjutnya setelah kain diangkat dari perendaman. dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. tetapi gunakan sedikit saja dan cucilah dengan perlahan.

Cara ini bisa juga dilakukan pada kain yang sedikit mengandung kanji. Setelah kain diproses “ngloyor” dan “ngemplong”. Jenis Malam/Lilin Jenis Malam Malam Carikan Warna Agak kuning Sifat Lentur.334 orang yang hanya merendam kain dalam air sampai beberapa kali tanpa menggunakan minyak jarak atau larutan asam. b. tidak mudah retak. sifat. dan fungsi beragam. Dalam proses membatik. Buku Piloting PSN . Biasanya bila tidak ada malam birono dapat digantikan oleh malam tembokan Sumber : Tekstil. karena malam memiliki jenis.2. Sebelum menggunakan malam. daya rekat pada kain sangat kuat Kental. mudah mencair atau membeku/keras. Tabel 5. pilihlah malam yang sesuai dengan kebutuhan. daya rekat pada kain sangat kuat Mudah retak/patah Fungsi Untuk mglowongi atau ngrengreng dan membuat batik isen Untuk menutup bidang yang luas khususnya pada background Untuk membuat efek retak-retak (remukan) Untuk menutup pola yang telah diberi warna biru (bironi) Malam Tembokan Agak kecoklatan Malam Remukan (Parafin) Malam Biron Putih susu Coklat gelap Mirip dengan malam tembokan. malam mempunyai fungsi untuk merintangi warna masuk ke dalam serat kain dimana motif telah dipolakan dan agar motif tetap tampak. kain tersebut diukur sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Malam / Lilin Malam merupakan bahan bahan utama yang menjadi ciri khas dalam proses membatik.

Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu. AS-D. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B. Zat Pewarna Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. Merah R. dan AS-BR. Orange GC. Biru BB. Indigosol. Tabel 5. indigosol. Buku Piloting PSN Jenis Pewarna Kunyit menghasilkan warna kuning Napthol. atau kulit pohon. sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH). dan Kuning GC. Bordo GP. Merah B. .2. Agar pelarutannya bagus. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah. Merah GG. Rapide. Merah GC. AS-KN. a. Jenis warna Kategori Zat pewarna alam Zat pewarna Kimia Sumber : Tekstil. remasol. Pewarnaan 1. AS-BS. Merah 3GL Spesial. AS-OL. AS-G. procion. AS-BO. AS-LB (Extra). Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri. Biru Hijau B. Hitam B. Kopel Soga. akar. AS-GR. dan Prosion. Ergan Soga. Violet B. Orange GR. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG. ergan soga. rapidosol. Napthol.335 C. AS-LB. daun. Chroom Soga. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya.

Orange HR.3. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. Violet BF. Buku Piloting PSN b. Blue 04B. Abu-abu 1BL. dan RED AB. Green 13G. . Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. Yellow FGK. Yellow 1GK. Rosa 1R. dan TRO. Brown IRRD.336 Tabel 5. Green 1B. Warna Napthol Warna Kuning Merah Biru Kuning Kuning muda Kuning tua Merah Merah Merah Biru muda Biru tua Biru tua Biru muda Hijau muda Hijau Violet Coklat Hitam Violet Violet Coklat Coklat Coklat Hitam Hitam Hitam Hitam mulus Napthol Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS Napthol AS-D Napthol AS-BO Napthol AS Napthol AS-BO Napthol AS-BO Napthol AS-D Napthol ASGR Napthol ASGR Napthol AS Napthol ASGR Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS Napthol AS-OL Napthol AS-BO Napthol AS-G Napthol AS-BO Garam Diazo Garam kuning GC Garam merah GG Garam bondo GP Garam merah B Garam merah B Garam merah GG Garam biru BB Garam biru B Garam biru B Garam biru BB Garam biru B Garam biru hijau Garam violet B Garam violet B Garam kuning GC Garam biru BB Garam merah GG Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Hijau Sumber : Tekstil. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B. Violet ABBF. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol.

Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be. Rapidosen. disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus . dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin). Biru BN. Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz). Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. Orange RH. dan Coklat (soga) muda. dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas.337 Tabel 5. a. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua. dan Hijau N-16G. Buku Piloting PSN Keterangan Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 : 1 c. tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol. dan Rapidosol. d. walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. Hitam G.4 Warna Indigosol Campuran Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Orange HR NaNO2 Extra Coklat IRRD Brown NaNO2 IRRD Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet NaNO2 ABBF Warna Sumber : Tekstil. Coklat (soga) sedang. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup) Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa. Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. Rapide biasa meliputi Kuning GCH. 2.

Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air. karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3). tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. Ditiris Dicuci air Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Air + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. c) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis. larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut. Tahapan pewarnaan (1 warna) .45. f) Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol. g) Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. h) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. d) Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. b) Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut : a) Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). Usahakan agar seluruh kain terendam. larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas. setelah larut tambahkan air dan aduk.338 seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. e) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes.

339 Ditiris 4 Ditiris 1 Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris 2 Air + Garam Diazo Ditiris 3 Air + TRO Air 6 Ditiris Air panas + Soda abu (Pelorodan) 5 Ditiris Sumber : Pribadi Dicuci air 7 Ditiris&Dijemur Gambar 5. Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada.47. 4 Ditiris 1 Membatik Ditiris 2 Ditiris 3 Air + Garam Diazo Air + TRO Air + Kaustik Soda + N h l Air Air panas + Soda abu (P l d 5 Ditiris Sumber : Pribadi 6 Ditiris 7 8 9 Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air Gambar 5.46. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih (Celup) Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali. Tahapan pewarnaan (1 warna) secara berulang agar lebih pekat b. maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia. Tahapan pewarnaan ganda (2 warna atau lebih) . Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya.

apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. e) Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya. Aduk hingga merata. c) Siapkan kain yang sudah di malam. Apabila sudah kering. Tahapan Pewarnaan Teknik Colet Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod (membersihkan malam) kain. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut : a) Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO.340 c. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Membatik Air + Remasol + Ludigol Waterglass + Caustik Soda + air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. d) Lalu keringkan. Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut. lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen. mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki. Setelah ujung logam panas . Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet) Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. f) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat. perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 . pengeringan jangan di bawah matahari. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air b) Tunggu sampai larutan tersebut dingin. Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam.48. Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan.

serta akan membuat canting sering tersumbat. Pemalaman dan Pewarnaan Teknik Celup Setelah kain dipola dengan motif. silahkan merengrengi Merengrengi adalah memberi kontur motif dengan Malam/Lilin. Contoh Berkreasi Batik bagi Siswa SMK. Sumber : Pribadi. antara lain 1. Ngrengrengi .49. segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru.341 tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. A. Kondisi seperti ini disebut Gentho. Untuk itu.2. Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang. sederhana. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi antara celup dan colet pada benda pakai yaitu sebuah sapu tangan dengan motif bunga. dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain. malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam (pasir) di dasar wajan.7. 5. dan mudah. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil. motif. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan. Sapu Tangan Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa.

Selanjutnya nemboki bidang-bidang motif.51.52. Siapkan 1 gelas air ke dalam nampan d. Pencelupan di larutan TRO . Ilustrasi by Indra Gambar 5. yaitu mengisi bagian motif yang telah diberi kontur.50 Nemboki b. dan aduk hingga seluruh TRO benar-benar larut dalam air. Memasukkan Turkish Red Oil (TRO) e. Kain yang sudah dicanting dimasukkan ke dalam larutan TRO secara merata selama kurang lebih 2 menit Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. Sumber : Pribadi. Masukkan 1/3 sendok makan TRO ke dalam 1 gelas air tadi.342 a. Siapkan kain yang sudah selesai dicanting dengan malam c. Ilustrasi by Indra Gambar 5.

Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kain ditiriskan g. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Napthol ASG dan Kaustik Soda h. aduk hingga merata Sumber : Pribadi. Kemudian tiriskan Sumber : Pribadi. Sementara kain ditiriskan.54. masukkan Napthol ASG sebanyak 3 gr dalam Sumber : Pribadi.55. Masukkan pula Kaustik Soda sebanyak 1/2 gr i.53. Kedua bahan tersebut dilarutkan dalam 1/2 gelas air panas. Air panas .343 f.

celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan Garam Diazo. Sumber : Pribadi. Tiriskan kain di garawangan sampai benar-benar atus. Aduklah hingga benar-benar larut di dalam air p. Lalu masukkan larutan tersebut ke dalam larutan TRO sisa pencelupan kain tadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kemudian celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan napthol tadi. n. Sumber : Pribadi. Pencelupan ke larutan garam .57. Kemudian tambahkan air sehingga menjadi 1 liter l. m.56.344 j. buatlah larutan 9 gr Garam Diazo OGC dalam larutan 1 liter. Pencampuran larutan ASG + Kaustik Soda ke dalam larutan TRO k. o. Sementara kain ditiriskan. Setelah larutan Garam Diazo siap.

Ilustrasi by Indra Gambar 5.59. Kemudian tiriskan dan tunggu sampai kering. Remasol Water glass Poliron Ludigol Sumber : Pribadi. Bahan yang perlu disiapkan yaitu : pewarna remasol. Celup kain tersebut hingga keseluruhan kain terendam aar warna merata. Pencelupan merata sampai warna muncul r. Sementara menunggu kain kering. . Ilustrasi by Indra Gambar 5. aduklah hingga merata dan tunggu sampai dingin.345 q. ludigol dan poliron b. Setelah dingin. Setelah bahan siap.58. Bahan-bahan pewarna c. d. Poliron 1½ gr. sediakan air panas sebanyak 1/2 gelas lalu larutkan pewarna remasol (misal : violet) sebanyak 3 gr dan ludigol 1 ½ gr. pewarna tersebut siap untuk digunakan. Pewarnaan dengan Teknik Colet a. dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik colet. B. Pada proses ini warna yang dikehendaki akan muncul. siapkan bahan pewarna batik untuk teknik colet. Ambil pewarna tersebut dengan menggunakan kuas dan oleskan pada bagian yang dikehendaki pada kain yang sudah mengalami pewarnaan pertama dengan napthol tadi. Sumber : Pribadi.

Setelah dingin bahan pewarna siap untuk digunakan. siapkan Waterglass sebagai bahan untuk pengunci warna. untuk pewarnaan colet kedua yaitu dengan pewarna Remasol warna Orange. f.60. i. agar mendapatkan warna yang bagus. Apabila cukup dengan satu warna colet. maka buatlah kembali larutan pewarna colet. kemudian kain dikeringkan tetapi jangan dijemur di bawah matahari. kemudian dilorod. Setelah pewarnaan selesai. Karena warna hasil coletan akan turun intensitasnya (drop) 50% di hasil akhirnya. . Setelah pewarnaan dengan mencolet selesai. maka proses pewarnaan selesai. g. Kemudian diamkan selama 6 jam atau lebih. kain tersebut didiamkan selama 6 jam atau lebih. Apabila sudah kering. tetapi celup di dalam ruangan. tunggu sampai dingin. larutkan kembali pewarna remasol dalam 1/2 gelas air panas. sebaiknya pencoletan dilakukan sekali lagi. kemudian aduk hingga merata. Ulangilah pencoletan dua atau tiga kali agar setelah dilorod dan dicuci tidak banyak turun kualitasnya. Kemudian tambahkan Ludigol sebanyak 1 ½ gr dan Poliron 1 ½ gr. j. Pewarnaan kain dengan kuas e. Setelah semua bahan pewarna tercampur. h. Gunakan kuas untuk mengoleskan waterglass. tunggu sampai kering. Oleskan dengan menggunakan kuas pada bagian yang diinginkan. Apabila menginginkan pewarnaan lebih dari satu warna.346 Sumber : Indonesia Indah. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Sebagai contoh.

Apabila kain sudah kelihatan bersih dari malam lalu cuci dengan air dan keringkan dan proses membatik dengan teknik celup dan colet sudah selesai. 3) Membuat alternatif warna . Kemudian masukkan kain dan rebus hingga malam yang menempel larut dalam air. dan mistar. kertas kalkir. Media dan peralatan yang digunakan adalah kertas gambar. MEMBUAT TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Kain yang digunakan untuk membuat taplak meja biasanya berukuran 120 cm. garis-garisnya dipertegas dengan rapido atau spidol. pensil. Sumber : Pribadi. pensil. Dalam rancangan gambar taplak meja berikut ini menggunakn ukuran 120 x 120 cm. Dalam tahap ini gambar dibuat dalam bentuk seperti sebenarnya. Pada gambar pola. kuas. kemudian dipilih sketsa yang terbaik untuk dijadikan gambar pola. Pelorodan 2. Didihkan air panas dan masukkan Soda Abu.347 C. 2) Membuat gambar jadi Setelah sketsa terbentuk. karet penghapus. Media dan peralatan yang digunakan untuk membuat sketsa ini adalah kertas gambar. tahap berikutnya adalah membuat gambar jadi. Pelorodan Setelah kering lalu kain yang sudah di beri warna tersebut siap dilorod. mistar. dan cat poster.61. karet penghapus. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pembuatan rancangan gambar adalah sebagai berikut : 1) Pembuatan sketsa dan gambar pola Sketsa dibuat dalam beberapa alternatif. Ilustrasi by Indra Gambar 5. sedang panjangnya disesuaikan dengan yang dibutuhkan.

Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. yaitu pertama pencelupan pada larutan naptol.348 Agar motif batik yang dihasilkan lebih bervariasi. dilakukan tiga langkah. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. g. dimasukan ke dalam bak. dan ketiga pencelupan pada air pembilas. pola gambar atau mall. dan meja kaca. dan dijemur di tempat yang teduh. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Proses melunturkannya kain. . dilakukan dengan cara memberikan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. i. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. diperas. Tahap pemberian malam Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. h. Membuat benda seni atau karya seni rupa terapan. dibuat juga alternatifalternatif pemberian warnanya. Untuk pemberian malam pada bidang yang luas digunakan kuas. kedua pencelupan pada larutan garam warna. diangkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. Warna hitam yang ada pada gambar adalah bagian-bagian gambar yang telah diberi larutan rapid. pensil 4B / 5B. f. Tahap melunturkan malam atau lilin Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. Tahap pemberian warna Tahap-tahap pemberian warna pada batik tulis adalah : Pemberian warna rapid. sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu proses desain. Namun mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah tidak semua karya-karya desain dapat dipraktikan di sekolah. Proses pencelupan. artinya dalam satu motif rancangan gambar dapat dibuat dalam beberapa pilihan warna.

jerat atau simpul. dan ikatan yang berbeda-beda. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan. sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit. maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. Masing-masing menggunakan teknik ikat yang berbeda. Setelah pencelupan selesai. dan bungkusan. Celup ikat mengenal beberapa variasi ikatan dan akan terus berkembang sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. Makin tebal kain yang digunakan. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil. di Banjarmasin sebagai sasarengan.8. dengan tali atau karet. Wujud keindahan dari kain celup ikat pada dasarnya tidak berasal dari jumlah ikatan yang dibuat. lompatan. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya. kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang. lalu dicelup dengan pewarna batik. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. lubang. atau keras atau kurang memiliki daya serap. yaitu kain katun dan sutera. proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin. yaitu ragam hias penuh. penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat. . Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat. Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan. Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde. tetapi lebih pada paduan jenis-jenis corak hasil ikatan dengan warna yang digunakan serta keselarasannya secara keseluruhan dalam sehelai kain. memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. jelujur. Sementara beberapa jenis kain lainnya. Banyak macam corak yang dapat dihasilkan dari teknik dari cara melipat. makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat. dilipat. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula. di Jawa sebagai tritik atau jumputan.349 5. seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya. Secara umum corak celup ikat dapat dibagi dalam 5 jenis. sampai kedap air. Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan. dijelujur.

c.1. Sumber : Indonesia Indah. d. Kemudian larutkan dalam larutan Napthol dan bolak-balik selama beberapa menit. teknik ikat/jumputan dengan media kelerang dan karet gelang.8.63. CONTOH KREASI TEKNIK CELUP IKAT 1. Pencelupan ke larutan garam . lalu tiriskan. sebagai berikut : a. Setelah keseluruhan kain diikat maka kain telah siap untuk diwarnai. Setelah kain tersebut atus lalu celupkan dalam larutan Garam Diazo dan warna akan segera muncul ketika dicelupkan di larutan Garam Diazo. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Siapkan kain dan kelerang serta karet gelang. Untuk mewarnai langkah pertama yang dilakukan yaitu celupkan kain tersebut pada larutan TRO. Teknik Ikat Celup Satu Warna Langkah-langkah pembuatan Teknik Celup Ikat satu warna.62 Kain diikat karet berisi kelerang b. proses pewarnaan sama dengan teknik batik dengan menggunakan malam. bolak-balik selama 3 menit lalu tiriskan. Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5.350 5. Kemudian kelerang diikatkan pada kain dengan menggunakan karet gelang.

dilakukan pembukaan ikatan dan jelujur. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. sebagai berikut : a. Sumber : Pribadi. . Selanjutnya cuci dengan air sampai bersih.65. teknik ikat/jumputan dengan media tali raffia dan malam/plastik. Hasilnya akan segera terlihat.351 e. Teknik Ikat Celup Dua Warna Langkah-langkah pembuatan teknik ikat celup dua warna.64. Sumber : Indonesia Indah. Pembukaan ikatan dan jelujur ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kain. dan keringkan dengan dijemur di tempat teduh. Setelah warna merata tiriskan sampai kering g. Lakukan pencelupan bolak-balik agar warna merata di bagian kain.Pencelupan secara merata f. Ilustrasi by Indra Gambar 5. 2. Setelah kering lepaskan ikatan karet gelang tersebut dan ambillah kelerangnya. Kain yang telah kering. bagian yang terikat akan tetap berwarna putih atau warna kain sebelumnya. Ikatlah kain dengan cara dijumput/ambil sedikit bagian kain tersebut lalu diikat dengan menggunakan tali rafia.

e. tali dilepas. lalu tiriskan di gawangan. Kemudian celup ujung kain yang diikat ke dalam pewarna napthol. Celupkan terlebih dahulu kain tersebut pada larutan TRO. lalu rendam dan bolak-balik kain tersebut selama beberapa menit. selanjutnya dilorod sampai malam benarbenar bersih.67. Tahap ini diakhiri dengan pencucian dan penirisan sampai kering.352 b. Tunggu sampai kering. atuskanlah kain dan tunggu sampai kering. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Untuk warna kedua. Kemudian tunggu sampai malam kering d.66. i. setelah kering lalu celup ujung kain yang telah diwarna tersebut ke dalam malam. missal warna ungu. celupkan kain tersebut ke dalam larutan Napthol bolakbalik selama beberapa menit. g. Setelah kering. Pencelupan sebagian kain ke malam / lilin c. Hasil akhir . Setelah itu masukkan ke dalam larutan Garam Diazo. Setelah kain atus. atau ditutup dengan plastik. missal warna kuning. h. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Bolak-baliklah selama 3 menit lalu tiriska f. missal : Violet B. Sumber : Pribadi. Setelah dicelupkan ke dalam pewarna dan mendapatkan warna yang sesuai. Sumber : Indonesia Indah.

. Jelaskan aspek-aspek penilaian dalam apresiasi karya seni rupa? B. 2. Buatlah komposisi beberapa bidang sesuai prinsip-prinsip seni rupa.Kumpulan foto bangunan di kotamu. Coba kalian kemukakan pendapat kalian sendiri tentang manfaat seni rupa dan desain modern bagi kehidupan manusia di tanah air. Jawablah soal di bawah ini secara singkat dan jelas ! 1. Warna harus berdasarkan hasil campuran warna antar masing-masing jenis warna yang berbeda! ( misal : warna primer dengan warna sekunder ) 2.Kegiatan pameran seorang pelukis atau pematung. Kita mengenal wujud simetri dalam rupa dasar. Jelaskan ruanglingkup kriya sebagai prospek kewirausahaan! Buatlah berupa makalah! 3. Berilah contoh dengan gambar! 8. c) Cetaklah sesuai komposisi yang harmonis . Bagaimana penerapan unsur irama dalam dunia seni rupa? 9. Tugas 1. serbet. Berilah warna berbeda pada setiap bidang. alas kerja.Tulisan tentang seni rupa di koran atau majalah. Buatlah kliping (kumpulan artikel ataupun gambar) yang berhubungan dengan budaya rupa.Pameran buku. LATIHAN 1. atau komputer. cutter. b) potonglah ubi jalar/kentang/wortel. barang. seorang siswa harus memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar rupa. Tulislah dalam setengah halaman folio. pewarna kue. Sebutkan apa yang dimaksud dengan warna primer dan warna sekunder! 5. . Apa beda antara seni rupa murni dan desain? Uraikanlah 3. cukillah sesuai klise menonjol yang diinginkan .353 TES FORMATIF A. Coba uraikan apa saja karya desain yang kalian miliki? 4. Apa yang kalian ketahui tentang apresiasi seni rupa? 10. Sebutkanlah cabang-cabang seni rupa yang kalian ketahui dan berilah contoh-contohnya. Dalam berkarya rupa. C. Coba jelaskan! 7. Pilihlah salah satu tema berikut ini. furniture. 2. Kita kerap menggunakan karya desain dalam aktivitas sehari-hari. Buatlah cetak tinggi sederhana dengan ketentuan sebagai berikut : a) siapkanlah kertas gambar A2. . Jelaskan apa itu titik dan garis serta ada berapa garis yang kita kenal? 6. pakaian. Betapa indahnya jika mendengar irama sebuah lagu yang dinamis. .

sisakan tepi keliling untuk lipatan akhir . d) finishing dengan melorot pada air panas. . c) celuplah dalam pewarna batik atau wantex. Buatlah saputangan dengan teknik batik. Buatlah patung dari bubur kertas dengan rangka kawat ! 4. b) Tutuplah bidang kontur dengan lilin seperti proses membatik tanpa canting .354 3. Ketentuan sebagai berikut : a) gambarlah desain pada kain ukuran 30 x 30 cm.

Wirausaha Bab 6 .

Usaha Kecil Penyelenggaraan Seni Pertunjukkan Wirausaha EO Pertunjukan Musik Penata Musik Film Proses Manajemen Produksi Teater Kewirausahaan Dalam Seni Rupa .

Belajar dari pengalaman. Sumberdaya. kesalahan atau faktor kegagalan jangan dilakukan kembali. menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. yaitu dapat diartikan serius untuk menjalani usaha ini. Kaitan Faktor-faktor Karakter Seorang Wirausaha . 3. peka terhadap peluang bisnis. Kegembiraan.358 BAB VI WIRAUSAHA Wirausaha 6. inovatif dan inisiatif Mampu memanfaatkan peluang Kemampuan mengambil keputusan Berani mengambil resiko Percaya diri Kemampuan berkomunikasi Faktor-faktor yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha baru. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Sukses Awal Belajar dari pengalaman Komitmen Menjadikan perubahan berkelanjutan Integrasi Kegembiraan Sumberdaya Bagan 6. 4. Ciri-ciri : Motivasi berprestasi tinggi Dapat dipercaya Disiplin Berpikir kreatif. adalah melakukan usaha ini penuh semangat. penyebabnya dipelajari.1. adalah memilih orang yang ahli dalam bidangnya. adalah : 1. Komitmen. Usaha Kecil Wirausaha diartikan sama dengan pejuang / berani menjadi teladan dalam bidang usaha. Wirausaha yang baik adalah pelopor usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan.1. 2. Integrasi aktif mencari kerjasama dengan badan usaha sebagai Pembina ataupun mitra usaha.

Perencanaan Seorang Wirausaha Pengelolaan Staf : proses rekruitmen penempatan pembinaan pengembangan (on the job training.359 Apa yang harus diubah ? Pengembangan Staf Pengelolaan Staf Komunikasi Struktur & Sistem Perencanaan ulang i i Penilaian Kinerja Penghargaan Bagan 6.2. teamwork. dan lain-lain) pemutasian promosi pemensiunan .

5. Menyempurnakan produk pesaing 3.Jaga mutu dan buatlah model-model yang menarik. . Langkah awal memulai usaha adalah berpikir kreatif. 2. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Untuk itu dibutuhkan kemampuan : 1. perhatikan target pasar konsumsi untuk anak-anak atau untuk orang dewasa. 6. Pada Bab V sudah dijelaskan tentang keterampilan membuat Ikat Tenun dan Batik. Saluran komunikasi 6. . Memilih warna. dan inovatif. Perbanyak referensi model.Buatlah promosi pada Koran atau majalah. dijadikan pakaian dengan model casual. Menyusun struktur organisasi 2. Perencanaan pementasan . Target keberhasilan 3. Keamanan Penyelenggaraan Seni Pertunjukan Membentuk dan menyusun Panitia serta pembuatan jadwal dengan langkah sebagai berikut : 1. Pelajari selera pasar. setelah dikenal luas baru memikirkan keuntungan. Memodifikasi / mengubah produk 2.2. Menciptakan produk baru Pengetahuan ini dapat diaplikasikan dari hasil karyamu dari Ikat Celup dan Batik. 3. . Menentukan tema 2. perlu diperhatikan kualitas pewarna (jangan yang cepat luntur). . Ketika proses pewarnaan.umum . menentukan bintang dan pendukung vokal dan tari . Struktur uraian kegiatan berdasar bidang kegiatan 4.Berani menawarkan untuk menitipkan pada Koperasi.produksi 5. Pada ciri berani mengambil resiko. 1. 4.Ambil keuntungan kecil saja. Cobalah bahan yang telah jadi.360 Cara Memanfaatkan Peluang Pasar 1.

4.361 1.3. Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaran Pertunjukan 2. Struktur Organisasi Pemimpin Direktur Artistik Direktur Organisasi Bagian Latihan Bagian Tata Rias dan Kostum Bagian Tata Suara dan Panggung Bagian Undangan dan Komunikasi Bagian Keuangan Bagian Keanggotaan Dokumentasi Konsumsi Bagan 6. Struktur Uraian Kegiatan Berdasarkan Bidang Kegiatan Produksi Latihan Tata Rias Tata Panggung Penunjukkan Anggota Musik Inti Latihan Gabungan Gladi Resik Bagan 6. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .

a. Produksi Penulisan tema MC/Narator Penerima undangan Latihan Tata rias b. Saluran Komunikasi (undangan) Spanduk Leaflet Radio / TV Koran Majalah Koordinasi pengisi acara memberikan TOR kepada pengisi acara tentang tema Peralatan Pembiayaan Antar jemput 4. Perencanaan Pementasan 1. Umum Penggalangan dana / sponsor menggunakan proposal dan perjanjian. Artistik Latihan inti/kelompok Latihan Gabungan Gladi resik Tata panggung Pembuatan desain panggung Pembuatan property panggung Pengadaan sound system Penataan panggung Tata rias Perias Kostum 3. Tempat dan Keamanan Penentuan tempat dengan memperhatikan keamanan. penyediaan tempat Administrasi Pembukuan Konsumsi Perijinan 2.362 3. jumlah penonton dan tempat duduk Distribusi undangan Keamanan dari berbagai pintu .

Penari .Distribusi undangan .Kepraktisan Sukses Tercapai Cukup Kurang Keterangan Tempat dan Keamanan .Pemilihan lagu .Pakaian .Gaya panggung .Penentuan tempat.Wawancara dengan pengamat 6. dari sisi keamanan dan jumlah pendonton dan tempat duduk . Evaluasi Laporan Karcis yang terjual Keuntungan Sponsor yang mendukung Evaluasi artistik yang diperoleh dari : . Evaluasi Artistik Indikator Tema konsep Performance : .Akustik .Lighting Sound System .Desain panggung .Tata rias Pendukung : .363 5.Kuesioner yang diberikan kepada penonton .

Jangka waktu lama pembuatan musik (deadline) c. b. Pembuatan demo dari musik yang dapat kita buat. Tahap Negosiasi Jika kita telah mendapatkan sebuah rekanan bisnis dan sepakat untuk melakukan kegiatan bisnis maka langkah selanjutnya ialah negosiasi. Mengelompokkan bagian-bagian film(scene) a. b. Menyusun jadwal kerja untuk pembuatan musik. 4. Hal-hal mengenai hak cipta/royalti penata musik. Sistem/cara pembayaran yang disepakati untuk pembiayaan produksi musik. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai wirausaha sebagai penata musik film/sinetron/kartun : 1. Hal-hal mengenai pembayaran hak cipta/royalti musik yang merupakan penggunaan hasil cipta orang lain/musik populer yang sudah ada. d. seperti : menghadiri seminar-seminar film. dsb. proses pencarian ini dapat melalui peran aktif kita bergaul dengan orang-orang perfilaman. Penata Musik menerima video dari pihak rumah produksi untuk diberi musik latar. sutradara.3. Negosiasi ini meliputi : a. Mencari rekanan bisnis. cd. dalam hal ini dapat berupa kaset. 3.364 6. 2. dan produser film mengenai bentuk/jenis musik apa yang akan dimasukkan dalam film tersebut. c. Tahap awal produksi a. mencari di website/iklan media massa rumah produksi mana yang sedang membutuhkan musik/jingle untuk film/iklan. Mengadakan pertemuan antara penata musik. . berteman/masuk ke dalam komunitas orang-orang/mahasiswa perfilman/drama/teater yang berhubungan dengan seni pertunjukan. b. b. Tahap Promosi Pada tahap ini meliputi : a. Menginterpretasi setiap kejadian/peristiwa yang ada dalam tiap bagian untuk ditentukan tema musik/komposisi apa yang cocok untuk bagian tersebut. c. Menentukan letak penunjuk waktu(cue) dan durasi dimana musik dapat dimasukkan dalam tiap bagian-bagian film. atau contoh scene yang telah kita berikan musik latar atau contoh soundtrack.

5. keyboard. Apakah pada bagian ini memang membutuhkan musik? Apakah lebih baik jika tidak ada musik sama sekali? Jika pada bagian ini ada musik. dan software.Dengan menggunakan teknik looping yang dipadu dengan sound effect dan beberapa isian melodi lagu dengan menggunakan keyboard. Dengan menggunakan MIDI Dengan menggunakan metode ini proses rekaman tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak karena tidak membutuhkan keterlibatan banyak orang. Dalam proses ini apabila belum terdapat kesepakatan dalam musik yang telah dihasilkan. Rekaman dilakukan di studio musik dan membutuhkan waktu yang relatif lama. 6. keyboard. musik apa yang cocok untuk menggambarkan suasana/kejadian yang terjadi pada bagian ini. . . aransemen. Software. Proses rekaman dapat menggunakan 2 cara : a. dan orkestrasi. penata musik dapat melakukan koreksi/membuat kembali musik latar tersebut. Proses Rekaman Pada tahap ini dimulai proses perekaman musik dari tiap scene dan lagu untuk soundtrack.Membuat komposisi dengan mengajak orang-orang yang mengerti banyak akan musik untuk membantu dalam penulisan lagu.365 Contoh dalam menginterpretasi tiap bagian : Menginterpretasi setiap tingkah laku aktor/kejadian yang ada ke dalam bentuk musik. Contoh dalam membuat komposisi baru : . Proses rekaman manual Dalam metode ini rekaman dilakukan dengan melibatkan beberapa pemain musik yang handal di bidangnya masingmasing. dan Komputer. Dalam hal ini alat yang dapat digunakan yaitu : Perangkat DJ. cukup menggunakan peralatan audio. komputer. DJ set. . Proses Hearing Produser dan sutradara mengadakan pertemuan dengan penata musik untuk mendengarkan bersama-sama musik yang sudah jadi. 7. b. Keyboard. atau mempekerjakan pemain musik untuk memainkannya. Pembuatan Musik Dalam hal ini proses pembuatan musik dapat dengan menggunakan lagu yang sudah ada atau membuat lagu/komposisi baru.Membuat komposisi dengan menulis pada partitur yang kemudian dapat dimainkan baik menggunakan software musik.

Hak Cipta .366 8. kegiatannya meliputi : .Proses Mastering Video dan Audio .Mencari biaya pementasan .Rencana promosi dan publikasi . Proses Manajemen Produksi Teater Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien.pengorganisasian. seperti: .Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan . Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat. dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya. pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan Perencanaan Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi . Hal-hal lain yang berhubungan dengan negosiasi bisnis apabila musik telah selesai dibuat. maupun sumber daya lainya seperti peralatan.Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan . barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan . 6. baik itu sumber daya manusia. tidak ada pemborosan atau penyimpangan.Rencana latihan .Dan lain-lain . Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan . Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya.Dsb. Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya.4.Proses pelunasan pembayaran biaya produksi musik .

Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran. Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan: Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan Pembagian tugas sesuai dengan minat. Proses Perencanaan dilakukan melalui : Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan Mengurutkan langkah – langkah kegiatan Penjadwalan / menyusun time scedulle Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama - Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. 3. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi. Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya.bakat dan kemampuan Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul .367 Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat : 1. Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan. 2. perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya. Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi.

Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai .Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik.Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan.368 CONTOH STRUKTUR ORGANISASI GRUP TEATER PIMPINAN DIREKTUR ARTISTIK/ SUTRADARA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN NASKAH DAN PERPUSTA KAAN BAGIAN LATIHAN BAGIA N TATA RIAS DAN KOSTU M BAGIAN TATA SUARA DAN PANGGUNG BAGIAN MARKETIN G DAN TIKETING BAGIAN KEUANGA N BAGIAN UMUM DAN KEANGGOT AAN Bagan 5. Struktur Organisasi Grup Teater Pengarahan Anggota Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi. Proses ini meliputi : .Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi . Aspek-aspek pengendalian : . .Peninjauan terhadap hasil .Upaya pencegahan .

Kriya tradisi ini tumbuh subur di lingkungan pendesaan yang diproduksi sebagai usaha rumah tangga ( home industry ). c. Menurut Asmudjo ( 1999 ). Kriya dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori. - 6. dan kualitas artistic/nilai hias yang dominant dan lebih menonjolkan segi kepandaian kriya ( craftsmanship ) daripada segi ekspresi.369 Langlah-langkah dasar pengendalian : Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya. dan Kriya Seni. menarik. misalnya pementasan sebelumnya . . unik dan tepat sasaran. Kriya Industri pada dasarnya sama dengan kriya tradisi. . b. a. Kriya Seni adalah penciptaan karya kriya yang mengandung kompleksitas nilai dan berorientasi pada kualitas penghayatan terhadap cita rasa estetik dan symbol-simbol ekspresi yang bersifat personal. melibatkan penguasaan teknologi yang lebih maju. misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho.Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan. Kriya Industri. yaitu peluang dan kemampuan menanggapi peluang. apakah tercapai. tidak tercapai atau melampaui. jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik. serta sangat memperhatikan pasar komersial. yaitu : Kriya Tradisi. dan didukung oleh proses perancangan/desain yang matang. berkualitas artistic. .Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim.5 KEWIRAUSAHAAN DALAM SENI RUPA Kewirausahaan selalu melibatkan dua unsur pokok.Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar . penciptaan produknya berorientasi pada nilai guna/fungsional. namun telah diproduksi secara massal. Kriya Tradisi adalah penciptaan produk kriya yang berotientasi pada nilai fungsional. dekoratif. Usaha ini biasanya dikerjakan secara manual dengan teknik sederhana.

karang taruna. tetapi lebih untuk memberi wacana tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Sebagai tenaga pendidik seni rupa baik di jenjang formal maupun Informal ( sanggar. publikasi. Sebagai perupa atau seniman professional h. dapat terlihat bahwa kriya memiliki potensi yang luar biasa di bidang kewirausahaan. majalah. Sebagai konsultan dalam pengembangan rancangan seni kriya dan desain. dan sebagainya ) g. Mengelola art shop atau galeri yang memasarkan produk-produk kriya berkualitas dari para pengrajin dan karya seni murni e. dan pengelolaan pameran. Sebagai kritikus seni rupa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membuka wacana dan apresiasi kepada masyarakat. dan sebagainya. Dalam hal ini terlihatlah beberapa peluang kewirausahaan dalam bidang seni rupa. siapa tokoh yang membuka acara pameran. Upaya mengangkat kembali produk kriya Indonesia melalui pendekatan ini merupakan strategi yang tepat untuk dapat bersaing secara kompetitif di dunia internasional. Evaluasi bukan untuk menghakimi. dan citra penyelenggaraan secara keseluruhan melalui kesan dan pesan pengunjung. i. pesewaan karya. stasiun TV. perlu memperhatikan hal-hal antara lain: Kuratorial : mempersiapkan materi pameran seni rupa sesuai tujuan pameran yaitu apresiatif da komersial. antara lain seberapa banyak karya yang terjual. promosi produk seni rupa. baik yang apresiatif maupun komersial. Seleksi karya oleh curator dan juri Mengundang seniman yang mempunyai karya bernilai jual tinggi. antara lain : a. b. Evaluasi keberhasilan penyelenggaraan pameran.370 Berdasarkan ketiga kategori tersebut. Mengelola pameran karya seni rupa. . c. Sebagai desainer grafis di percetakan. merancang anggaran. Kewirausahaan pada bidang seni kriya dapat berkembang melalui keterlibatan kriyawan atau pengrajin dalam berbagai kegiatan berwirausaha. Bekerja dalam suatu industri besar produk kriya sebagai desainer atau pengrajin kriya. dan system transaksi penjualan karya. Mengelola studio kriya seni maupun kriya industri serta seni murni d. tempat penyelenggaran. Dalam hal ini perkembangan pendapatan negara pada sector non-migas memiliki prospek yang cerah. f.

Berapa karya lukis yang disewa oleh bank atau hotel-hotel dikarenakan penyewaan lukisan karya ternama adalah pencitraan bagi bank/hotel tersebut untuk mendapatkan kredibilitas.371 6. .6 Wirausaha Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Tugas kuratorial : mempersiapkan materi pameran sesuai tujuan pameran Tujuan pameran : Apresiatif Penggalangan dana Komersial Contoh pameran lukisan untuk komersial Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Persiapan anggaran 4. Siapa yang mebuka pameran 6. Menyeleksi karya dengan melibatkan juri 3.Seberapa banyak karya yang terjual . Publikasi 5. Menentukan tempat penyelenggaraan Evaluasi : . Mengundang seniman yang mempunyai karya nilai jual tinggi 2.

Glosari & Daftar Pustaka 3 .

Colour : warna. Creativity : bersifat kreatif. bahas rupa. Craft : kerajinan. seni kriya. Casting : cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh. Anti Tips Casting : pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain. rupa dasar. Alur : rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian. identitas budaya Design : rancangan. Close value : value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. Casting motional Temperament : pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain. keterampilan. konsep rupa. pemecahan rupa.373 Glosari Aesteties : bersifat indah. Balance : keseimbangan unsur rupa. . Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama. gagas rancangan. nirmana. cerlang. dunia kreatif Cultural identity : jatidiri budaya. Casting by ability : pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan. penggambaran. susunan rupa. Blocking : teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama. Antagonis : tokoh pertentangan. Casting by type : pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. anggitan. kagunan. karya seni yang indah. Atmos : suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. lawan tokoh protagonist. kepandaian dan keterampilan calon pemain. Aliran : ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna). Art Seni : kepandaian. color Colour image : skema warna Complementer : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna Composition : komposisi unsur rupa Contrast : tingkat kecerlangan. sesuatu yang indah. Caarakan : cara-cara petikan kacapi. nilai-nilai keindahan. tata rupa. Basics design : dasar-dasar desain. Design principles : asas-asas desain. Babak : bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan). Basics visual : dasar-dasar rupa. karya rancangan.

petikan jari. teriakan. Ostinato : pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan). Komedi : lakon gembira. hentakan kaki. Ekspresionisme : aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/ perasaan. Laku Dramatik : penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna. ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh). pertentangan. Genre kesenian : jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan. Intensity chroma : kualitas cerah atau suramnya warna. Industrial design : disain produk industri. Konflik : berselisih. disain produk. dsb). Musik Internal : musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. emosi wajah. Improvisasi gerak : imajinasi spontanitas gerak. tabiat. Empati : keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh. Gestikuised : bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan. Panggung Proscenium Diatonis Ekplorasi Eksposisi : panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan. atau suka cita. disain industri. watak. Konsentrasi : pemusatan pikiran. Line : garis Low value : nilai yang berada dibawahnya. Expression : mimik. : bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan. Gaya : ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni.374 : susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ : latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni. . Musik Eksternal : musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan. Lancaran : bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa. Konvensional : aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. Karakter : sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain).

nilai. kondisi permukaan suatu benda atau bahan. : kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran. gerak bekerja. dunia kesenirupaan. kesatuan rupa. nirmana dua dimensi. . susunan nada yang berlaras : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. kepatutan bentuk. seni rupa budaya rupa. prinsip-prinsip rupa. : titik fokus. membawakan peran. Seni tradisi. nirmana tiga dimensi. : penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya. dan lain-lain).375 Pentatonis Pesta Rakyat Point of view Proportion Ricikan Rubato Seni Skenario Shade Shape Stilasi Tarawangsa Tari teatrikal Texture Three dimensional design : Tint : Traditional art : Two dimensional design : Unity : Velue : Visual art : Visual culture : Visual principles : Vituosned : : susunan nada yang mempunyai 5 nada. value warna yang lebih terang dari warna normal. : value warna yang lebih gelap dari warna normal. kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan. : istilah satu set perangkat gamelan sunda. : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi. bentuk tiga dimensi. bentuk dua dimensi. datar. perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni. Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re. bobot. idealisasi rupa. : proporsi. : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain. : barik. : bangun atau bentuk plastis (form) : menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain. : perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain) : kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain.

1991. Anas. Aplikasi Estetika Dalam Seni Rupa. Karya Unipress. The art of dance in education. Jakarta : CV. 1994. Biranul. Menjadi aktor. Palgunadi. dan Batik. ___________. Kain-kain Non Tenun Indonesia”. Ensiklopedi gambelan Bali Denpasar : Proyek Penggalian Seni Tradisional dan Kesenian Baru Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. ___________. Maman. ___________. London : A&B Black. Jakarta: Fakulas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banoe. Autard-Jaqualine Smith. Anderson. 1991. 2002. Serat Kanda Karawitan Jawa. Mengenal seni Karawitan Jawa. Bambang. 2000. Teater untuk dilakoni. Wiscosin : American Society for Training and Development. Pono. Peranan Kacapi dalam tari Sunda. Yogyakarta. Pengetahuan teknologi batik. 1995. Balitbang Kerajinan dan Batik. Ronald. Menjadi sutradara. I Made. Anim. Yudhoyono. 2000. Katalog batik Indonesia. Jakarta : PT. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. Gamelan Jawa asal mula makna dan masa depannya. Dance composition (ed 3). Jakarta : Yayasan Harapan Kita – BP3 Taman Mini Indonesia Indah. 1984. 1996. “Indonesia Indah. 1984.C. 1997. 2002. Yogyakarta. Bandung : STB. Balitbang Kerajinan dan Batik. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia. 1996. Teknologi warna batik. Suyatna. Bandung : ITB. Bangun. Baru. Bandung : STSI. . 1976. Selecting and Development Media for instruction. Sem. Bandung : STB. 1993 . Bandem. London : A&B Black.376 Daftar Pustaka Abdurahman. Balitbang Kerajinan Yogyakarta. Bram. 1983.

Hadi Sumandiyo. I Jzerdraat. Humphrey. 1996. Doris. Discovering and Developing Creativity. Jakarta : Yayasan Harapan Kita. Universitas Terbuka.377 Chandra. Devi Triana. Dieter Mack. 2001. Alma M. Mencipta Lewat Y. Pengetahuan Elemener Tari dan Beberapa Masalah Tari. Menjadi entrepreneur sukses. Jakarta : JB Wolters. Jakarta : Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Ki Hadjar. Hawkins. Harimawan. 1954. Pendidikan Edisi I Cetakan ke 2. 2005. Jakarta: Direktorat Kesenian. dkk. Dewantara. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Ki Hadjar. Dinny. Dian. Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. Yogyakarta. Terjemahan Herdiati. Kebudayaan II A. 2001. ISI Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Aspek-aspek dasar komposisi kelompok Yogyakarta : Manthili. Woodford and Barbara Pollack. Metode Pengembangan Seni. Purdi. 1990.Sumandiyohadi. Pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Umum. New York: Charles F. Humprey. Remaja Rosda Karya. Bernard dan Suhendro Sosrowarno. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara. 1986. 1983. Terjemahan Sal Murgiyanto. Publisher. Dewantara. Doris. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. . 1991. Jakarta : PT. 1993. 1993. Grasindo. Seni Menata Tari. dkk. Dwi Kusumawardani. The Art of Making Dances. Diktat Kuliah Teori Musik Jurusan Musik UNJ. Jakarta. Bandung : CV. 1977. Bentara Seni Suara Indonesia. Tari. Dramaturgi. Jakarta: Edi Sedyawati. Yogyakarta. 1995. 2001. 1967. Lynch Diane. Fraser. Americans : A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Sejarah Musik 2. 1964. Harmoko. Tari tradisional Indonesia.

Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Problematika seni. 2004. Bandung. 1969. 1975. Fourth edition. History of the dance in art an education. M. The book of batik. 1974. Kraus. Singapore : Archipelago Press. Jakarta: Gramedia. Dance composition : The basic elements. Kriya Indonesia Craft. Langer. Kusmayati. 1997. 2004. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti. 1982. 1965. 2007. ISI Bandung. Fiona. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. Sekolah Tinggi Seni Indonesia. 2000. New Jersey : Prentice Hall. Tari pasambahan dan galombang di pesisir selatan. Ilmu Seni Raras. Koentjaraningrat. Koesoemadinata R. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jamal Mld. Inc. Modern education dance.378 I Wayan. Filsafat Seni. Jazuli. Perubahan seni pertunjukan untuk apa. Richard. untuk siapa. Bandung : IBT Bandung. Jamalus. Art documentation center. London : MacDonald and Evans. DEKRANAS. 1994. Terjemahan FX Widaryanto. Machjar Angga. Inc. Englewood Cliffs. Dibia Pragina. Roger. 1969. 3. Depdikbud. Kamin. . La Meri. Jacob Sumarjo. Kerlogue. Lata Mahosadhi. Yogyakarta : Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Laban. An appreciation music. Semarang : IKIP Semarang Press. Rudolf. 2002. Padang Panjang : ASKI Padang Panjang. 1988. Jakarta : Pradya Paramita. Telaah teoretis seni tari. Zussane. New York : Mc Graw Hill. Denpasar. 1988. 2001. Malang: Sasa Media.

Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Denpasar : Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana. Jakarta : BPK Gunung Mulia. 1986. Yulianti. 1983. Munandar. 2007. 2003. Gramedia Widiasarana Indonesia. Rhoderick. 1996. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Achsan. Peta Seni Budaya Betawi. Buku I. Utami. Manajemen Seni Pertunjukan. __________.379 Masunah. Juju dan Kawan-kawan. Proses Batik. tag/teknologi. 2002. Jakarta. Muhadjir. Tardi. Ikhtisar Kesenian Betawi. Cetakan Kedua. Ruchiat. Sekolah tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Pengantar Pengetahuan Tari. Jakarta. Makalah Sasaran Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia. 1991. Diklat Kuliah alat petik kacapi. Rambat Lupiyoadi. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2007. Departemen Pendidikan Nasional. Perbandingan jenis-jenis angklung di Jawa Barat. 1998. PPM Jakarta. Arif. Rofik. 1998. MC Neill. Setiawan. Jakarta: Grasindo. Rachmat Syamsudin. Mustika. Murgiyanto. Topeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Lagu-lagu untuk sekolah dasar dan lanjutan. Sal. Jakarta : LPKJ. Jakarta : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Enterpreneurship from minset to strategy. Muchlis dan Azmi. Permas.wordpress. 2003. A. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Jakarta. Petunjuk bagi para guru dan orang tua.com/ Parani. 1995. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Rumadi. Bandung : IKIP Bandung. Sejarah Musik 1. 1975. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Sabana. Akademi Jakarta. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Noor Fitrihana. Rachmat. Kumpulan Drama Remaja. 2002. Riswandi. Singgih Wibisono. http:/batikyogya. (Editor). . 1979/80.

Tari Tradisional Indonesia. Seni rupa dan desain : membangun kreativitas dan kompetensi. Komposisi tari . Plyamonth : Norttoc house. Tari-tarian Indonesia I. Ben Suharto. Jacquline. 1985. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. http:/batikindonesia. ----------. Arti Bumi Intan. Suanda. Yogyakarta. 1997. Tari rakyat Minangkabau. Yogyakarta : Ikalasti. Jaquline. Smith. Samah. Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Edisi Revisi. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Tinjauan seni : sebuah pengantar untuk apresiasi seni. 1998. Sukatmo. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari (terj). Tuti dan Udin Saripudin. 1986.380 Sachari. Dance Compisition Practical Guide for Teacher. Sejarah batik Indonesia. Sanyoto. 1987. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. 1976. Endo. Gamelan. Ebdi. ----------. Santoso Hadi. 2007. 1985. sebuah petunjuk praktis bagi guru. ----------. 1990. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Terj. Penganar Apresiasi Seni Tari. Yogyakarta: Lagaligo. Jakarta : Erlangga Penerbit. Akademi Jakarta. 1998. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat.1992. Smith. 2005. 1977. Ardi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Soedarso SP. 2004. Pengantar Komposisi Tari. 1994. ----------. Slater. 1983. Sadjiman. . Dasar-dasar tata rupa dan desain (Nirmana) Yogyakarta : CV. Jakarta: Harapan Kita ----------. Jakarta: Balai Pustaka. Yogyakarta: ASTI Yogyakiarta. Soedarsono. M. Semarang : Drahara Prize. Teaching modern educational dance. Agus. Wendy. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Soedarsono. Suku Dayak Sana. 1993. Makalah Pendidikan Seni Berbasis Budaya. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional.info/2005/04/18/ sejarah batikindonesia. Jakarta: Dirjen Kebudayaan. London: A&C Block.

381 Sumarsam. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. 2008. Fakultas Bahasa dan Seni. 2001. 2003. Dasar-dasar dramaturgi. Waluyo. Cut Kamaril dan Ratna Panggabean. Tari rakyat Minangkabau (Makalah) Padang : Makalah Uniersitas Padang Panjang. . New York: Van Nostrand Reinhold. Yogyakarta: Hanindita Graha. 1994. Wardhani. Jakarta : Penerbit Semi Nusantara (PSN). Konsep pendidikan apresiasi seni nusantara. 2003. Datuk. 1999. 1991. Wiyanto. Syarif. 2002. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Buku Piloting PSN. Gramedia Widiasarana Indonesia. Tambayong. Philips. Dasar-dasar estetika. Drama. Mustika. Bothekan Karawitan I. Materi dan pembelajaran kertakesi. Seni gerak minangkabau. Pengantar tari pendidikan. Jakarta: Grasindo. Principal of two dimensional design. 2005. Wong. Masyarakat seni pertunjukan Indonesia. Wucius. Herman. Jakarta. Pa Daeng. Universitas Negeri Jakarta Tumbidjo. Supanggah. 2003. Intreaksi budaya dan perkembangan musical Indonesia. Wiramihardja. Surya Dewi. Syafi Jatmiko. Obby AR. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18-20 April. Yampolsky. Terampil Bermain Drama. tari dan pengajarannya. Caecilia. “Tekstil”. Ina. 2001. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yogyakarta. Bandung : Masyarakat musik Angklung. 1984. Rahayu. Asul. Bandung : Pustaka Kimia. Gamelan. Diktat Angklung. 2005. Tridjata S. Jakarta : Universitas Terbuka Jakarta. 2003.

2005 10. Pendidikan Musik 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1992 1994 1999-2000 Grade 12 Grade 11 Grade 10 Grade 9 Step 6 Step 7 Step 8 Guru Grade 5 : Spesialisasi Piano Klasik Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia melanjutkan belajar Piano di Sekolah Musik Vienna Pusat. Lahir Agama Status Kepegawaian Golongan NIP Alamat Kantor Pendidikan : : : : : : : : : Dra. 2. Nama Jenis Kelamin Tempat/Tgl. 5. 7. Tim Assesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi.Pd. 4. 6. Depdiknas 2007 11. S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNJ. 1966 Islam Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. IV A 131933266 Kampus Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka. M. Sri Hermawati Dwi Arini. (Royal Musik) Jakarta. sejak 1992. 8. 3. Lulusan Terbaik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni 1990 (Semester I). Jakarta Timur Telp. 47865811 S1 Pendidikan Musik FPBS IKIP Jakarta. 1989.CURRICULUM VITAE (Ketua) 1. 9. Perempuan Jakarta. 2006-sekarang .

Universitas Negeri Jakarta. Pengembangan Pembelajaran Teknik Tari untuk Anak Pra Sekolah melalui Respons Terbimbing Action Research. Penyelenggara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. Berbagai Aspek Pengajaran Musik SLTP unggulan dan SLTP umu di Jakarta. 2001. 2000 4. Pengalaman Ilmiah : Penelitian : 1. Musik Merupakan Stimulasi Terhadap Keseimbangan Aspek Kumulatif dan kecerdasan Emosi. Jurnal : 1. 1024 Juli 2001. 3. Dana DIK Lemlit UNJ. Dana DIK Suplemen Lemlit UNJ. Pelatihan pada Panti Asuhan Yatim Piatu. 2. 6 Oktober 2003. Tipe Penilaian dan Proses Pembakuan Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan Musik. Jurnal Ilmu dan Budaya. 13. 30 Juli 2001 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 066. 2005. 1999. Menanamkan Cinta Budaya Melalui Dolanan Anak. 3. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). 2. 2000 3. Pengabdian Pada Masyarakat: 1. 5. No. Identifikasi Masa Studi Mahasiswa Jurusan Musik FBS UNJ. 10 Juli 2000. Pelatihan Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Dengan Mengasah Rasa Irama dan Kreatifitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Tahun XXI. 2000. FBS Universitas Negeri Semarang. Dana DIK Rutin FBS UNJ. Modul Teori Musik dan Wirausaha. Musik Tradisi Merupakan Kerangka Musik Nasional. Kacapi Suling Instrumental Sebagai Salah Satu Khas Kesenian Sunda Dana PNBP FBS UNJ 2007. Pada Pelatihan Peningkatan Manajemen Seni Pertunjukan Tingkat Nasional. Dana Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat. "Musik Gamelan Sebagai Salah Satu Musik Tradisional Indonesia". 4. Forum eks FPBS se Indonesia 24 Juli 2005. tahun ke 7 no. Dana PNBP FBS UNJ 2007. 1993 2. Tahun ke 13 Mei 2007 (Terakreditasi). Suatu Studi Evaluasi Prestasi Belajar Mahasiswa IKIP Jakarta yang aktif dalam organisansi Kemahasiswaan Periode 1991/1992.12. Balitbang Depdiknas Jakarta (Terakreditasi) Buku Prosiding : Pengasahan Rasa Irama dan Kreativitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Dana OPF Lemlit IKIP Jakarta. Pembawa Makalah : 1. Dana Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Universitas Nasional. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Depdiknas No. . "Memadukan Bidang Kependidikan dan Non Kependidikan dalam Program Double Degree Jurusan Seni Musik". 2.

Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia . Buku Seni Budaya untuk SMA/SMK Kelas X. Kurikulum KTSP.Penulisan Buku Teks : 1. Organisasi: Anggota. Penerbit Inti Prima. XI. 14. 2007.

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.888. 7.00 .ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful