Sri Hermawati D. A. dkk.

SENI BUDAYA untuk SMK

Seni BUDAYA
Sri Hermawati Dwi Arini dkk.

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk.

SENI BUDAYA

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI BUDAYA
Untuk SMK
Penulis : Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati,

Dkk.

Ukuran Buku

: …… x …… cm

…… SHD ….

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. Pembangki Tenaga Listrik: SMK oleh Muslim, Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. ---- Jakarta:Pusat Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 376 hlm. ISBN ……-……-……-…… 1. Seni Budaya

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh….

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

i

Pengantar Penulis
Mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya, yang dimaksud budaya meliputi budaya nusantara, asia dan periode klasik dan modern. Khusus bahasan aspek budaya nusantara tidak dibahas terpisah melainkan terintegrasi dengan seni. Yang dapat diartikan kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Dengan cara ini karakteristik kesenian Indonesia yang khas akan muncul sebagai sebuah jati diri bangsa yang mampu berkompetisi dalam percaturan kesenian dunia, pendidikan seni yang berakar dari tradisi merupakan simbol kebanggaan, keluhuran dan harga diri bangsa Indonesia. Transformasi nilai-nilai seni ke dalam masyarakat luas karena seni bisa menjadi penyejuk bagi kepesatan kemajuan sains dan teknologi yang tidak jarang mengabaikan kehalusan rasa seni dan pendidikan seni berperan sebagai filter bagi peradaban. Topik atau materi yang dapat dikupas tidak dapat meliputi 33 propinsi dan kesenian yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup dimasyarakat atau dengan kata lain kesenian bermutu yang mengandung banyak hal untuk mengungkap masalah seni budaya, kesenian yang banyak mendapat respon dari bangsa sendiri ataupun dari mancanegara. Topik ataupun materi terbagi bagian apresiasi, ekspresi dan wirausaha. Penjenjangan materi hanya dapat dilakukan pada bagian ekspresi / keterampilan. Buku teks ini bukan hanya memberikan wawasan namun juga keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat, kelebihan buku ini memberikan pengetahuan keragaman seni budaya nusantara dan keterampilan yang sangat penting karena penyebarannya yang luas atau sudah dikenal diberbagai wilayah, serta mempunyai nilai sebagai bekal keterampilan dunia kerja dan pengetahuan wirausaha. Semoga buku ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi anak didik kita dan merupakan pengetahuan tentang kekayaan, kebudayaan dan kesenian milik bangsa kita Indonesia tercinta untuk juga meningkatkan kebudayaan dan pariwisata kita.

Jakarta, Juni 2008

iii

KETUA TIM PENILAI BNSP
Drs. Pracoyo, M.Hum Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Seni Rupa Murni

DAFTAR KONTRIBUTOR
Bidang Keahlian
Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Tari Seni Musik Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Musik Seni Musik

Penulis

Nama

Institusi
Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Semarang Dosen STSI Bandung Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Perguruan Cikini

Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim

Martin Renatus Nadapdap, S.Sn Dra. Clemy Ikasari I, M.Pd Dra. Bambang Pratjikno, M.Pd Dwi Kusumawardani, S.Sn, M.Pd Drs. Moh Muttaqin, M. Hum Tardi Ruswandi, S.Kar, M.Hum Didin Supriadi, S.Sen, M.Pd. Dini Devi Triana, S.Sen. M.Pd. Saryanto, S.Kar Dwi Kurniadi, S.Pd

EDITOR
Dra. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Yogya Gitar dan Teori Musik

DISAIN GRAFIS
Wafirul Aqli, ST Dosen Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Jakarta

iv

DAFTAR ISI
Pengantar Penulis ............................................................................... Pengantar Direktur Pembinaan SMK .................................................. Daftar Tim Penyusun dan Nara Sumber ............................................. Daftar Isi ............................................................................................. Lembar Pengesahan ........................................................................... Peta Kompetensi ................................................................................. Daftar Gambar Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Teater ................................................................ Seni Rupa .................................................................. Daftar Tabel Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Rupa .................................................................. Bab VI ....................................................................... BAB I. DASAR-DASAR 1. Pengertian Kebudayan dan Seni ............................... 1.1. Pengertian Kebudayaan ..................................... 1.2. Pengertian Seni .................................................. 1.3. Sifat Dasar Seni .................................................. 1.4. Struktur Seni ....................................................... 1.5. Pengertian Nilai Seni ......................................... 1.6. Pengertian Ekspresi................................ ............ 1.7. Pengertian Genre/Fungsi Seni ........................... 1.8. Pengertian Apresiasi............................... ............ SENI MUSIK 2. Mengapresiasikan Karya Seni Musik ........................ 2.1. Pengertian Musik ............................................... 2.2. Sistem Nada ...................................................... 2.2.1. Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis ................................................... 2.2.2. Titi Laras Pentatonik................................ 2.3. Musik Klasik.... .................................................... 2.3.1.Musik Klasik ............................................... 2.3.1.1. Zaman Pertengahan ................. 2.3.1.2. Zaman Renaisance .................. 2.3.1.3. Zaman Barok ............................ 2.3.1.4. Zaman Rokoko ......................... 2.3.1.5. Zaman Klasik ............................ 2.3.1.6. Zaman Romantik ...................... 2.3.1.7. A. Zaman Abad 20 .................... B. Musik Jazz ............................ i ii iii iv viii ix x xii xv xv xvii xvii xvii xviii 1 1 10 11 12 13 14 14 17 24 24 25 25 26 29 29 29 30 30 31 32 37 39 40

BAB II.

.. 2...6........ 2....2 Tangganada Diatonis Minor ...........4........ Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik 2...... 2..... Gamelan .......... 2................6............ 2............. 2..........................................................1....... 2..................................6..............1 Gerak ......... Angklung .... 3..............................1....4..............2...2 Musik India .6.5..3.................................... 2................6...... 2.............6.........2...................... 2..3.........2....................1 Kacapi Fungsi Hiburan ...........2 Teknik Petikan Kacapi .1........5.................. Tangganada .. 3...... Penerapan akor pada Instrumen Keyboard ..........4.. 2..6............. Alat Musik Tiongkok dan Jepang .6..... Teknik Memainkan Kacapi .................. Alat Musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani................... 3..7.....6.. ..6........ Teknik Memainkan Gambang Kromong.........2....2 Mempraktikan dengan Lagu.......................6............ 3...... 2...................... Wilayah Suara ...............1......2.... 2...6.......2......................... Jenis Pernafasan ............... 2.........................5.....2............1........3..4.5....2......... 2.... 2....1....... Ruang ... 2..2..................... 2... 41 41 47 49 58 68 71 71 72 73 73 75 75 76 77 79 79 82 83 85 87 88 94 122 130 137 137 143 144 158 158 161 161 164 169 169 175 176 177 178 .......................6......4............ Musik Non Barat ....... 3.............. 2...3........ Musik Bali .......3.......................... 2...... 2...... Asal Usul Vokal ..........6....................v 2.... Musik Betawi ...........6........ Tenaga ..5....................... 3..................... Motif Gerak Tari ........... Iringan Tari ...... BAB III........................3.5.........................6..........3 Unsur Komposisi Tari.......4.............1 Mempelajari Tombol-tombol Keyboard ... 2.....5.....6........6...... 2................. Musik Afrika..1 Tangganada Diatonis Mayor ......... 2......................... 3................. SENI TARI 3................6.........3 Mempraktikan Memetik Kacapi Dengan Cacarakan .....4... Musik Tradisi Indonesia ................2..........6..1........2............. Mengapresiasikan Karya Seni Tari ...4 Cara Menentukan Akor Dalam Sebuah Lagu .......... 2... 2.......6...4.... Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok .3..2.... Vokal . 3.....2..2............2......2..... Pengertian Seni Tari . 3... Unsur Pokok Tari .........................6.5 Sampe ...................6.. 2.... 2.3 Akor ................4........... Ekspresi .6.......4......1.. 3..... Teknik Memainkan Gamelan ..................

............ 3.................7..... Kegiatan Apresiasi Tari ............................................. 4.....1............... Penjiwaan Dalam Tari ... 3....7........7... Akting.......... Tari Tradisional .......................6... 4.... Tari Sebagai Sarana Hiburan .6...... Tari Non Tradisional .. 4....... 4...............9.............. Tari Klasik ........... 3........................ 4...11.......... Pembelajaran Kreativitas .1.......... Struktur Naskah Drama .........1.2.vi 3. Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi....................................................................... Penyutradaraan .... 3............... Tipe Sutradara...............2...................3.......... Fungsi-fungsi Teater Rakyat ........... 3..... ........ 4..... Tari Berdasarkan Konsep Garapan ..............5.......... 3.... Tari Primitif ...................................................9......4.......6............. 3............................. Tari Upacara ........ Musical Dance ....... 3............................7..... Cara Penyutradaan.10........ 3............9.........10. Tari Berdasarkan Orientasi Artistik ......... Seni Peran ...................1..2............................ 3...2.1...... 3. Pengertian Sutradara ... .2..............6... 3....1.................1.........1..... Naskah Drama .........2.. Unsur-unsur lakon Teater.....1.... Tari Balet .10........................... BAB IV.... 4.. 4....9..1.............. 3..........4.........3.......... Pembuatan Naskah ................1............... 4... SENI TEATER 4.......... 4..2........................1...............1..........10....................... Fungsi Tari ....... 3...... 4.................9........... 4.. 4........... 3.....6......................... 4.......................................... Tari Adat .......... Struktur Dramatik ....... 3.......1..........8..8................ Pengertian Teater ................................ Di Masyarakat ...........1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater .........1......................9..... Beberapa Istilah Dalam Teater ...... .. Bentuk Teater Indonesia Berdasarkan Penduduknya ........................ .... Unsur-unsur Pementasan..................... 4.... 3... 4.............6...10............. Tugas Sutradara.......10....2. 181 182 183 184 187 187 189 190 194 195 197 197 197 212 214 214 216 216 217 219 221 222 228 228 229 230 232 234 236 239 240 241 242 255 256 257 257 258 259 259 260 260 ............2............................................ Tari Agama ....... 3....5.. Tari Rakyat ....Produksi Tari.......... 3.......... .2.......4.7....8.... .3....5................ 4...........3.5 Pembelajaran Apresiasi Tari ................... Tari Sebagai Sarana Upacara ............. 4......... ........... 3....................Dasar Pijakan .9........8.................... Sejarah Teater ......... ... 4............. 3....... Gaya Akting.......................2........2.......6...

.................. 6....3....1................ ..................................8.......................... 5...........4..... Wirausaha Penyelengaraan Pameran Seni Rupa....8. 5...1 Kegunaan Pameran Seni Rupa di Sekolah....7... .. Desain.......2 Berkreasi Batik.2....... DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………. ...... 5.............. SENI RUPA 5............... ...............13...............5.............. BAB VI WIRAUSAHA 6... ....................6...........4......... 5........... 6.. ...... 6. ......4..... 5..2................... .......................3...6........ .......vii 4.. 4.11........... Aliran-Aliran Dalam Seni Rupa........7....2...4... ..... . Seni Kriya Ikat Celup(Tie Dye) ............................... Pengertian dan Fungsi Apresiasi . 5......4.......................3.............. Unsur-unsur Seni Rupa... ...........................3.7.............. Kewirausahaan Dalam Seni Rupa............. .... 4... Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik................. 5..... 5...... Proses Manajemen Produksi Teater.2...12. 5...................... 4....................3.. 5....................13.... Manajemen Produksi Pertunjukan Teater.............. 5.....1 Kreasi Teknik Celup Ikat....1..................... 5....... Seni Murni.. Tata Pentas......... ...............5......... 5..................................... 261 263 264 264 288 290 291 295 295 305 310 310 311 317 320 320 320 321 322 323 326 327 331 341 349 350 358 360 364 366 369 371 373 376 GLOSARI …………….... Pengantar Seni Rupa ............. ......3........................... Aspek-Aspek Penilaian Dalam Apresiasi Karya Seni ...........2..2................... 6.....1 Alat dan Bahan Batik.....1........4............ 5...... . 5.. Usaha Kecil .................1....... ......... 5. 5. Jenis-jenis Pameran..........1 Tahapan Manajemen........... Syarat-syarat Penyelenggaraan Pemeran Seni Rupa di Sekolah..4.1.. Apresiasi Karya Seni Rupa ..... . BAB V... Ragam Hias Nusantara..... .. Seni Kriya Batik....................3....2....... Pameran Karya Seni Rupa ........................ 6........... Manfaat Pameran Seni Rupa di Sekolah....... ........1. Teknik Tata Panggung .................. ..........1..... Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya.................... 5...................................……………………………………………....................... ...2.......... 5....... Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa .. Dasar-dasar Seni Rupa ....... 5......... ..................... Penata Musik Film/Sinetron/Kartun.. 5.....

Pengembangan Program Materi Pada Bidang Seni Seni Seni Pertunjukan Seni Rupa Kompetensi Seni Pertunjukkan Pelaku Seni Pemain Penari Penulis Naskah Pemandu Jasa Informasi Penyelenggaraan Menyiapkan Jasa Penyelenggaraan Pertunjukkan Tim Kreatif Penyutradaraan Broadcasting Kompetensi Seni Rupa Seniman/Pengrajin Produk Seni Kewirausahaan Menciptakan Lapangan Kerja Menghasilkan Barang dan Jasa .ix PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah. Materi pembelajaran berorientasi untuk mempersiapkan anak didik menuju dunia kerja.

.......................... Gershwin .................... Komponis L.........5... Beethoven ...............15....................... Motif Nusatenggara Timur .... Tifa Maluku .. 1..................... 1.......4....x DAFTAR GAMBAR SENI MUSIK Bab I Gambar 1.......................... ...... 1..... Alat Musik Sampe .......... Grand Piano ..................8..... 1.13... Komponis J....... 2..3... Tari Tradisional Saman ............. 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 9 15 26 26 32 32 35 35 36 37 37 37 38 38 38 39 39 39 41 Bab II Gambar 2...... 1..... 1..16.. Debussy .10.. Ondel-Ondel.................13.... 1...................... 2..11.5....................... 2...7. 2.. Komponis F.....................V.......12... 1....................... 2.......11....... 1.................... 2........20............. Tari Merak ........... Rumah Adat Toraja ...9........... Chopin ............. Mendeshon .....4.... 2... Pakaian Adat Banjar Kalimanta Selatan Perak Kota Gede Yogyakarta . Notasi Rante (Gamelan) ................ 1.A..... 1.... Rumah-Rumah Adat .........9............ Komponis G...........2...... 2........ 2.................. Fungsi Seni .......... Brahms Corbis .... Komponis Antonio Vivaldi ......14.... Komponis Bella Bartok...3... 1.. Instrumen Musik.... 1........... Patane (Rumah Menyimpan Jenazah/ Adat Toraja) .6..... Motif Banjar Kalimantan Selatan....... 2. 1........... Papan Bilah Nada ..............................17. Haydn . 1........... 1.....17....... Perangkat alat Musik Gamelan Joged Bumbung (Grantang) ....... Lembu : Tempat Meletakan Mayat di Bali Bade: Tempat Meletakan Mayat di Bali Gadis Suku Dayak ....... Motif Toraja ........................14........... Komponis J..............18...... 2................... Wayang Golek . 2.....16.... 2. 1............ 1............... 2...... Komponis C........... Komponis F......... Topeng Cirebon ............6. Pakaian Adat Kalimantan Timur ........1... 2.............2.15..7..........11..... 2...19.....8.. Mozart .........10.....1.................. Komponis W. Komponis Johan Sebastian Buch ......... Harpsichord.... 1.......

.................. Tehyan dan Sukong .....21............ 2.........xi 2....... 2.. 2.... 2..... 2.......... 2.......... 2......................................................... 2............................32.......36....... Slentem ..........46...... 2..........42............ Bagian Tubuh Manusia ........................34..... 2.................... Gamelan Joged Bumbung (Grantang) Perangkat Gamelan Jawa ............. Melodi..45................ Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Carabalen .............. Saron ............... Musik Celempungan....... Gamelan Carabalen .... 2.....................25... Bonang .... Gender ... Gambang Kromong .......... Alat Musik Koto ....... 2....... 2............ 2............. 2...... 2....29........44............ 2.... 2.....39.........23..... 42 43 43 43 46 48 48 49 50 51 51 51 54 54 55 57 58 60 62 68 69 70 71 72 73 74 76 77 78 138 138 139 139 140 ................................................ Notasi Gambar untuk Pembelajaran Angklung .......................26............... 2....49.............................30........... Musik Kacapi Suling.... 2....................... Musik Afrika . Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Ageng . 2...35.24..................................... 2.................48..... Angklung ..........43........... 2......... 2.... Perangkat Gamelan Ageng .. Artikulasi ........50...... 2............ Alat Musik Sampe Kalimantan Timur...... Alat Musik Yunani .......31..47............... 2................... Penampang Resonator dan Dawai Sampe . 2.28.. 2... Kongahyan........... 2............ Kacapi Kauh/Siter ................................33........40..... Samrah ...........27................................ 2....... Wilayah Suara Manusia . Kacapi Rincik..........................20.............51..... Keroncong Tugu .38..... Metode Curwen Untuk Pembelajaran Angklung ..22...37....41....................... Cara Melaras Dawai Sampe .... dan Rincik Birama Kecapi Perahu..........................18. Alat Musik India ..................19....................... Gamelan Gong Gede............ Tanjidor ................ 2......... 2.... 2...

............ 3............. Pelebaran Ruang Gerak ... Pengolahan Ruang Tari dalam Pentas Tari . 3...... Sikap Kuda-kuda. 3............. 3.......... Imitasi Gerak Tari Topeng .........3.......................... Penari Mengolah Ruang .......19..............30................. 3..... 3.7... Gerak Teknik Sirkile . Gerak Lari Jingkit (Tridik) ............ Penggunaan Properti .... 3.....35........16...........26...... Sikap Dasar Tari ..... Tari Perang .......... 3.12........ Gerak Tari Terpulout ..... 162 162 162 163 163 163 163 163 164 170 170 170 170 170 172 172 172 173 173 174 174 175 175 175 176 176 177 177 177 188 188 188 188 188 189 189 190 190 .................24......... Gerak Pencak Silat ........................9................. Konsep Teater Topeng ........ 3. Tari Panggung Jati .................. 3..xii DAFTAR GAMBAR SENI TARI Bab III Gambar 3................................... Mengeksplore Gerak Tubuh untuk Ruang Gerak..... Gerak di Udara................ 3.................. 3..................................17.20........... 3..................... Gerak Desain Tertunda..................... Tari Gejolak...... Kekuatan Lompatan ................. Instrumen Iringan Tari (Bonang) ........ 3... Penghayatan Mata ..... Penghayatan Gerak ... 3.31........................ 3. 3................... 3........14........................ 3.... Pengolahan Properti .... 3... 3......36.... Konsep Tradisi Pengembangan..... 3......................... 3.21....... 3............... 3..... Gerak Dalam Memiliki Kesan Dalam ........... Gerak Teknik Split..... Gerak Selit ...........39.........10... Imitasi Gerak Tari Topeng ..11....23. 3................ 3.............32................. Konsep Tradisi Pengembangan...29. 3...............5................. Gerak Sedang ................. Eksplorasi Gerak.......... 3.. 3..... Tari Tano Doang ..... Gerak Tari Terpulout ........................................34........37..............28............33...... 3....................................38... Pelemasan Anggota Gerak Tubuh..... Gerak Respons .......6..............18..4...... 3.....22....... Penghayatan Tumpukan Kaki . 3. 3.. 3..25.. 3....13....2............. Gerak Sedang ..............27...... Penguasaan Ruang Pentas dan Ruang Gerak...15... 3...........8.....

....... Merak ......85............................ Tari Payung ............. 3............................................ Flash Time .. 3.........................72........................ Tari Barabah .. Tari Saman ............................ 3...52.................67........... 3.........................79........ Nyi Kembang .................................... 3........50....82.............................77.... Polalak ..................... 3...........61... 3....................... 3..45..40. Tari Seudati .................... 3..................... 3.......... Bratasena ......... 3....................... 3...........57..................64.. 3.. 3........ 3................ Ngremo .............. Tari Jepang Rebana ..................59......... Teater Topeng ....49......................... Bahairan .............................. Topeng ..........................46......... 3....... Cinta Bunda ....... Tari Rampak dinan Jombang.. Tebal Gempita .....................xiii 3........................................... Ngelajau .............. Tari Kranag ........80.42....... Topeng Rangde .....74... Tari Rampak dinan Jombang......71.......... 3................... 3........... 3............................................ 3.. Agon Yamuniku ..................... 3......... Teater Topeng ..........................................66.. Gimyak Banyumasa...............................73......................................68... 3................ 190 191 191 191 192 192 192 193 193 194 194 194 195 195 195 196 196 196 196 196 197 198 198 198 199 199 199 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201 202 202 202 203 203 203 204 204 204 205 . Trunajaya .. 3....47.... 3.........84....................... Mbya ...70...............65............... 3.62..63...................... 3.. 3......... 3...............51............ Gagahan ....58..............55..........54....... Merak ......................................................... 3.. 3................................................ Rabot ......76..................................... 3..................... Gambyong ...... Pakarena ...... 3........... 3..................... Merak .... Sekapur Sirih .......................69................ 3. Gambyong ..........53............. 3................................. Quilinte .....86..... Klono Topeng ............................60......... 3............................................................ 3..............................................................43.. Topeng Bali .............................. Warok .... 3.....78....... Ngremo ................ 3.......... Badaran ........ 3.......................48.................. Topeng . Kresno Baladewa .83..44... 3....... Sequence ....... 3.........41....... 3.................56... Rangguk ...... Squestrall ....... Tari Turun Kavih Vhen ...... 3........................... 3.............................. 3.............. Tari Pendet (Bali) .........75.............81....

..................... Laninse .... 3................................................ 205 205 205 206 206 207 207 207 208 208 208 209 209 209 209 210 210 211 211 211 212 212 213 213 213 214 214 214 214 215 215 215 216 219 219 219 220 220 220 ...111.......112.... Bambu Gila ............. Cinta Bunda .................. Ebegan............ 3......... Squarel.... 3................... 3........ Sequence ......... 3.. Assay .............110...................... 3.........96..........117... Mbui Dong Po ............. 3.............................105................... 3............118.... 3............................. 3........................ 3....... Hung Myung.107..............125....116. 3................................................97...94..... Oleg Tablingan........... Pamilau ..115.........................................89. Pakarena. Laninse ............121...113............................ Pakarena......... 3. Jipeng Rebana .... Giring-giring .............. 3.......91............................. 3..............................93.....................................95........... Perang ............ 3.92...............90.... 3. 3........ 3.......109...... Time Load .. 3......114......................................................103.... 3.......................................................... Abike Aniku .................108............................ Fatamorgana... 3........120......................123............... 3.......................................... Baris ......xiv 3....104... 3.................. 3.......................................... Kecak ........................... Squarel........... Ranggak...... 3........................122.............. Sekapur Sirih ...........98..... Perang ....................... 3.......... 3.............. 3........ 3......... 3..................................................102... 3......................... Time Load ..87.................. Pamilau ......................................... 3............99...............119............... Manuk Rawa .......................................................124. Pamekik ............. Ndaitita . Manukrawa .........88. All Fine .................. 3.100........... Abike Aniku ...................... Giring-giring .106..................................................... Tuan Pamekik ............... Sekapur Sirih ............................................ Trunajaya .............. 3.................................. 3... Kalubu ......101... 3................ 3...

.......................... 4...7.................... 4.....13............................................ Kekawen – Kawin ................. 4.4............................... Raja Mati ........................... 5.............11.................................. Lautan Bernyanyi .. Pertunjukan Teater Arja Bali ........1...... 4. ... 4........................................ Kurikulum 2000 ..........14........................... 5..........6 Poster Hasil Design Grafis ...........................................................9 Batik Sebagai Seni Kriya ...2................... 5................. 4...... Orang Baru ......................1 Seni Lukis....... 5.................. 4..................................4 Seni Patung........................ Kekawen Kawin ..7 Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern ................ 4......8 Design Interior.................3...... 5.........17.................................................15............................. Pramuwisma Stories .............9...... 290 290 291 291 292 292 294 293 294 296 ............ 4..5....... Lawan Catur .......xv DAFTAR GAMBAR SENI TEATER Bab IV Gambar 4........... 4.........18...................... 5.................. 4.16..... 4............... 4.................................... Cinta Robot ................................... 4..............12................ 4................ 5.. 230 230 231 231 232 233 234 235 236 238 256 257 258 260 262 263 264 265 DAFTAR GAMBAR SENI RUPA Bab V 5................ 5.............................. Pertunjukan “Attac Theatre” ..... Si Gila dari Chailote......... Buruh Tenun...........2 Seni Patung.. Ludruk ..3 Seni Lukis......10 Macam Jenis dan Karakter Garis ...... 4...................... Wayang Golek ................... 5...................6................8................ Tabib Gadungan.5 Kursi Hasil Design Produksi ....................... Petang Di Taiwan .................. Pelajaran ..............................10.................... 4.

.... Bagian-bagian Canting......................................................................35 5.......50 5...............29 5........................27 5... Napthol dan Soda...54 5..........................19 5.............................. ...................................14 5. Irama pada Bangku Panjang .. Larutan ASG + Soda............ Lukisan Abstrakisme...............................20 5...................................................................................... ............33 5......47 5..................................... Bahan-bahan pewarna. Pencampuran Air Panas............... Keseimbangan Simetris yang Dinamis. Keseimbangan Bentuk dan Warna ..38 5.44 5.................49 5........17 5................ Lukisan Naturalisme......22 5................. Bentuk Non Figuratif(Abstrak)... .......12 5........................................... . Contoh Intensitas Warna ...............................13 5..........15 5.. ..... Pencelupan sampai warna. ........... ........ Lukisan Surealisme.........52 5........................ Keserasian Proporsi sebuah Bentuk Trimatra ........ ....................... Lukisan Elektisisme.............24 5......41 5........................................... Kain Non Tenun Indonesia.......56 Bentuk 3 Dimensi yang Dinamis ....... Kain Ditiriskan... Tekstur Halus ............ Pencelupan............ ... ............................53 5....... Keseimbangan Simetris .... ..... Lukisan Romantisme..... Lukisan Dadaisme... .. Lukisan Elektisisme... Keseimbangan Warna pada Sebuah Kursi........ ....... ............................... ...........40 5... ..... ..............................42 5..................30 5........................34 5................. Pewarnaan kain dengan kuas......43 5. Lukisan Ekspresionisme..................21 5..........................32 5....... ... Bentuk yang Diabstraktif .........18 5... ..........25 5............37 5............28 5........... Ruang Positif dan Negatif ......31 5..............45 5........ Figuratif..... ................................ Membolei........... Memasukan Warna.......................... ................. ..... . ................ Lukisan Konstruksifisme......................... Ngrengrengi..... Hue dalam Lingkaran Warna ...... Pencelupan ke larutan garam................................................26 5...46 5.. ........... Contoh Ragam Hias.23 5.......... Klimaks pada Karya ................................ 296 296 299 299 300 301 302 304 305 305 306 307 307 308 308 309 311 311 312 312 313 314 314 315 315 316 316 317 324 325 325 328 329 331 341 342 342 342 343 343 343 344 344 345 345 346 .....48 5............55 5...................... Lukisan Impresionisme.........36 5............. Karya dari Kriya Batik. ..................................... Motif Meandur.......51 5... Pembentukan motif pada kain.................11 5. Lukisan Realisme ................... Lukisan Kubisme..........................................16 5....... .. ................. .............. Kontras Warna ...................................................39 5........ ................................xvi 5....................... ...........

. .............. Tabel Hubungan Tari dengan Aktivitas Manusia .......62 5..3................................................ Pencelupan ke dalam malam....... ...1........... DAFTAR TABEL SENI TARI 10 28 52 53 60 Bab III Tabel 3...61 5........... 164 169 217 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI RUPA Bab V Tabel 5.........................................59 5.... Motif Gerak Tari Berkelompok ........................63 Pelorodan............ Propinsi yang Menggunakan Gamelan ...... ..................3................1 Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa ....... Tabel Gerak Tari Individu...... Pencelupan ke larutan garam............................... ................ Pembukaan ikatan jelujur................ Klasifikasi Seni ..................... .... 320 ...... 2.........57 5.....2..xvii 5... ............ Meratakan...........................................2..60 5....... Kain diisi kelereng.. 2............................................. Belajar Musik Angklung Sistem Nomor .....58 5.............................1.....1....... 2.......................... Laras Slendro dan Pelog ...3. 2. Hasil Akhir........... 3........................ Penggunaan Bonang dan Sebutannya di Berbagai Propinsi .. 3.... 347 350 350 351 351 352 352 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI MUSIK Bab I Tabel Bab II Tabel 1... .........

...... 6..... Cabang-cabang Seni Rupa ......... 357 358 360 360 362 366 .............................. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ..5..........5 Jenis Malam / Lilin ..4..............1. Warna Napthol ...3 5........... Kaitan Faktor-Faktor Karakter Seorang Wirausaha ........................ Perencanaan Pengembangan Seorang Wirausaha ..2. 6.....2 5...................... Kisi-Kisi Penilaian Hasil Pertunjukan Struktur Organisasi Grup Teater.............1 DAFTAR TABEL BAB VI Bab VI Tabel 6............................. Jenis Warna .....3...................................xviii Tabel 5......... 6...................6........................... 6.................. 6.. Warna Indigosol ......... 324 335 336 337 289 Bagan 5.... Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ............................4 5......................................

Dasar-Dasar Bab 1 .

PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI Pengertian Kebudayaan Pengertian Seni Sifat Dasar Seni Struktur Seni Pengertian Nilai Seni Pengertian Genre (Fungsi Seni) Pengertian Apresiasi Seni Pengertian Ekspresi .

1 BAB I DASAR-DASAR 1. Macam-macam Rumah Adat .com. Gambar 1. Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya. yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan. kreativitas.1. pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat. yang merupakan bagian dari kebudayaan. Untuk lebih jelas dapat diterangkan apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda.1. Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjoroningrat (1986). dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Koentjoroningrat mengatakan. kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Berdasarkan konteks budaya. Pengertian Kebudayaan dan Seni 1. yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya. Sumber : Google@RumahAdat. Ketiga. ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian.

Sampe Kalimantan Tengah Gambar 1.4. alat musik di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya.3. Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah.2.2 2. Gamelan Grantang Bali Sumber : Koleksi Pribadi Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. Tifa Maluku . Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSU Denpasar Gambar 1. Alat Musik Seperti halnya rumah adat. Tifa dan Sampe. pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti yang terlihat di gambar berikut ini Grantang.

3 3. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar : 1. dan kayu. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hiasan serta motif-motif tradisional. Tari Merak 4. Tari Saman Aceh Gambar 1. Seni Tari Di samping rumah adat. Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional. dibuat di atas media kain. alat musik. Gambar berikut adalah Kriya Ragam Hias.8. dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu.5. seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat.7. Indonesia juga memiliki keanekaragaman Seni Tari. Kriya Ragam Hias Selain kaya akan keanekaragaman musik dan tarian tradisi. Motif Banjar Kalsel Gambar : 1.6. Sumber : Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Motif NTT .

Topeng Cirebon 6.11.4 Sumber : Google. Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang.wikipedia. pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.sukutoraja. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1.com Gambar : 1. sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung. Gambar berikut adalah pakaian daerah Kalimantan . Properti Kesenian Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik. Wayang Golek Gambar 1. seni tari.9.10. Pakaian Daerah Setiap propinsi memiliki kesenian. kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki. seni teater. Motif Toraja 5.

Benda Seni Kaya dan kreatif adalah sebutan yang sesuai untuk bangsa kita.13. karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata. karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya. nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putri Kediri dapat .14.12.5 Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Souvenir Perak Kota Gede Yogyakarta Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel-ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala. merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Pakaian Banjar Kalsel 7. Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta. Pakaian Adat Kutai Kaltim Sumber : Majalah Dekranas Gambar 1.

sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. Berikut diuraikan contoh adat istiadat atau sistem kemasyarakatan di Tana Toraja yang meliputi : 8. Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (Etnis Toraja).com Gambar 1. Adat Istiadat 1. Di wilayah Tana Toraja juga digelar “Tondok Lili’na Lapongan Bulan Tana Matari’ollo”. Indonesia. berat dan banyak. dan kata Tana berarti negeri. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. artinya “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”. Raya = Maraya (besar). selain hal-hal tersebut. To = Tau (orang). mata pencaharian. Contoh beberapa kebudayaan yang memiliki daya tarik yang tinggi bagi turis mancanegara dan turis lokal antara lain. juga merupakan bagian dari kebudayaan. makanan khas. Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. adat istiadat di Tana Toraja. artinya orang orang besar. artinya orang yang berdiam di sebelah barat. bangsawan. agama.6 diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh. Ada juga versi lain kata Toraya. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. kebiasaan perempuan suku Dayak di Kalimantan yang senang menggunakan anting yang panjang. Rumah Adat Toraja . sistem kekerabatan dan sistem kemasyarakatan. arti harfiahnya. sedangkan orang Luwu menyebutnya To Riajang. upacara ngaben (pembakaran mayat) di Bali. “Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari”. Tana Toraja. adat istiadat.wikipedia@Toraja. Sulawesi Selatan Sumber : Google.15.

mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan. atau dibawahnya. 24 buah sedang. Sumber : Google@Rumah Adat. Biasanya. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. Sebanyak 102 bilah batu yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar. atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane). Peti mati yang digunakan dalam pemakaman dipahat menyerupai hewan (Erong). musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen. Ukuran batu ini mempunyai nilai adat yang sama. khususnya oleh mereka yang beragama Hindu. dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Pa’tane 2. upacara ini termasuk dalam “Pitra Yadnya”.pembakaran Jenasah di Bali Ngaben adalah upacara pembakaran mayat.com Gambar 1. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di “Tongkanan“ untuk beberapa waktu. Adat masyarakat Toraja antara lain. paling lambat September. mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung. Setelah upacara. Ngaben . Simbuang Batu hanya diadakan bila pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya diadakan dalam tingkat “Rapasan Sapurandanan” (kerbau yang dipotong sekurangkurangnya 24 ekor). dan 54 buah kecil.7 Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut “Rambu Tuka”.16. dalam Bahasa Toraja disebut Simbuang Batu. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan 100 buah “batu”. menyimpan jenazah pada tebing/liang gua. yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur . perbedaan tersebut hanyalah faktor perbedaan situasi dan kondisi pada saat pembuatan/pengambilan batu. sekitar akhir Juni atau Juli. Di dalam “Panca Yadnya”. Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa. atau di dalam lubang.

Bade Kemudian "Bade" diusung beramai-ramai ke tempat upacara Ngaben. Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. Siwa. tidak ada isak tangis.17. kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya. kertas warnawarni dan bahan lainnya. karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa. dan "Bade" akan diputar sebanyak 3 kali. sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Wisnu. Upacara Ngaben diawali dengan upacara-upacara dan doa mantra dari Ida Pedanda. Di depan "Bade" terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. . Di setiap pertigaan atau perempatan. Sabda. kemudian "Lembu" dibakar sampai menjadi abu yang kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. tempat meletakkan mayat Sumber : Google wiki pedia @ Ngaben. untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Lembu Gambar 1. dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat.8 Makna upacara Ngaben pada intinya adalah. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat "Bade dan Lembu" yang sangat megah terbuat dari kayu.com Gambar 1. Sabda. Idep. Idep itu dikembalikan ke Brahma. "Bade dan Lembu" ini adalah. diiringi dengan "gamelan". dan setelah meninggal Bayu. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu.com Sumber : Google wiki pedia Q. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana antara 15 juta sampai 20 juta rupiah.18.Ngabe. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal.

Berbagai kegiatan adat budaya ini juga mengambil bentuk kegiatan-kegiatan seni yang berkaitan dengan proses inisiasi perorangan seperti kelahiran. perkawinan dan kematian ataupun acara-acara ritus serupa selalu ada unsur musik. Gadis Suku Dayak Kegiatan-kegiatan adat budaya ini selalu dikaitkan dengan kejadian penting dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. Kegiatan adat budaya ini dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang dan masih terus berlangsung sampai saat ini. sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar kuping daung daun telinga. Berbicara tentang apresiasi seni. kita ketahui terlebih dahulu yang disebut seni dan klasifikasinya. Jadi. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga. dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat. menurut kepercayaan mereka. sehingga seni menjadi perekam dan penyambung sejarah. sastra. Kegiatan-kegiatan adat budaya ini disebut Pesta Budaya. seni rupa. teknologi dan rangkaian tindakan suatu kelompok masyarakat. tari.com Gambar 1. karya.19. dapat disimpulkan yang disebut dengan kebudayaan adalah pikiran. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping. . gambaran wajah apresiasi keseniannya. Sumber : Google Wki Pedia @ suku Dayak. Manifestasi dari aktivitas kehidupan budaya masyarakat merupakan miniatur yang mencerminkan kehidupan sosial yang luhur.9 3. Suku Dayak Sejak abad ke 17. gambaran identitas budaya setempat. semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik.

seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya. dan seni sastra.2. Klasifikasi Seni Seni Seni Rupa * Seni murni * Seni terapan * Design * Kriya Seni Pertunjukan * Seni musik * Seni teater * Seni tari * Film Sinematographi * Pantomim Seni Sastra * Prosa * Puisi . yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.10 1. selanjutnya dikatakan oleh Akhdiat K. Ungkapan seni menurut Erich Kahler. seni pertunjukan. Tabel 1. Mihardja. menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”. seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah indah. seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi. seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. Pengertian Seni Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. demikian juga dikemukakan oleh sastrawan Rusia terkemuka Leo Tolstoy mengatakan bahwa. menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. Aristoteles mengemukakan bahwa.1. Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa.

memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. (2) Lukisan Lucia hartini yang bercorak Surrealisme menampilkan kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai. Ciri kedua adalah sifat individualitas dari seni. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. (2) Karya-karya lukis S. (1) lagu Indonesia Raya karangan WR. Ade. Sebagai contoh. Sudjojono dan Affandi sampai saat ini masih diapresiasi oleh masyarakat dan sangat diminati oleh para kolektor lukisan walaupun beliau telah wafat e.3. Sebagai contoh. Inggris. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal. b. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. Sebagai contoh. d. 1976:41-46). Indonesia dan sebagainya dijumpai produk keramik dalam berbagai bentuk dan fungsinya. (1) desain mode pakaian terus berkembang sesuai trend-mode yang selalu berubnah dari waktu ke waktu dan banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat metropolitan. Ciri pertama adalah sifat kreatif dari seni. c. Sebagai contoh. Cina. Subyektif dan individual. Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat walaupun beliau telah wafat. (2) Di banyak negara di dunia seperti Belanda. Jepang. (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dari lagu ciptaan Ebiet G. Ciri ketiga adalah seni memiliki nilai ekspresi atau perasaan. Sifat Dasar Seni Berdasarkan hasil telaah terhadap teori-teori seni. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Ciri kelima adalah semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. Ciri keempat adalah keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa.11 1. Uraian mengenai sifat dasar seni adalah sebagai berikut: a. (1) lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar. . Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. disimpulkan bahwa seni memiliki sekurang-kurangnya 5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (Gie.

sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang merefleksikan pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu. Tana medium tak ada karya seni. Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya. gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. seni tari memiliki dimensi gerak. bentuk. wirasa dan wiraga. Kalau seni dapat dianggap sebagai bahasa maka setiap cabang seni memiliki bahasa tersendiri. seni teater mempergunakan semua itu oleh sebab itu teater dikatakan seni yang mempergunakan multimedia. warna. etsa. dan lain-lain). Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis. seni lukis memiliki bahasa visual. objek estetik tita dimensi (patu batu. sastra memiliki bahasa verbal. Menurut Soedarso SP (1987:79). suara dan lakon. Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori. seni tari memiliki bahasa kinetis. . bidang dan tekstur. alam kebendaan. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. yakni berupa: objek alam. ukiran kayu). Pokok soal dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan. seni sastra mempergunakan keta-keta sebagai medium. Bidang seni musik adalah irama dan melodi. seni musik bahasa audio. Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. cukil. Struktur Seni The Liang Gie (1976-70) menjelaskan bahwa dalam semua jenis kesenian terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a.12 1. Bidang seni teater adalah gerak. kalau seni tari mempergunakan medium gerak. b. c. bidang dan warna. seni musik mempunyai dimensi waktu. Pada seni rupa mediumnya adalah objek estetik dua dimensi (lukisan cat air. seni musik mempergunakan medium bunyi (nada). begitu pula seni memiliki dimensi. Namun tidak semua karya memiliki tema melainkan kritik. kalau seni sastra menggunakan kataa sebagai medium. relief logam. seni lukis mempergunakan garis. Bidang seni tari adalah wirama.4. kayu. d. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. dan seni rupa memiliki dimensi ruang. Semua jenis seni mempergunakan medium. seni rupa memiliki bahasa plastis.

yakni: a) keindahan dalam arti luas (keindahan seni. mengapresiasi cinta. keindahan alam. pencerahan. Karya seni dapat memberikan perasaan terkejut. ajakan.13 1. b. kadar. 1976:667). merupakan salah satu persoalan estetis yang menurut cakupan pengertiannya dapat dibedakan menurut luasnya pengertian. namun tetap memberikan nilai-nilai yang diperlukan manusia. dalam karya seni dan benda-benda lainnya. seperti perenungan. 3) nilai kehidupan. “nilai” diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). sesuatu yang menyentuh perasaan. Ragam Nilai Seni Peran keindahan selalu terkait dengan kehidupan sosial budaya manusia sehari-hari. Dalam estetika. Pengertian Nilai Seni Secara umum kata “nilai” diartikan sebagai harga. keindahan positif tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. pemikiran. Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia (Purwadarminto.5. keindahan moral dan keindahan intelektual). Nilai keindahan dapat pula disebut nilai estetis. Menurut Koentjaraningrat. Namun dalam perkembangannya. Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudian diekspresikan daam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni). menikmati keindahan musik dan sebagainya. penyadaran. misalnya: dalam arsitektur rumah tinggal. Dalam kecenderungan perkembangan seni dewasa ini. b) keindahan dalam arti estetis murni. menata interior/eksterior. c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. karya seni dicptakan tidak selalu untuk menyenangkan perasaan manusia. Menurut The Liang Gie jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan. dan lain sebagainya. baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Perasaan keindahan diperoleh dari alam dan benda atau karya seni. yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku. b) keindhaan dalam arti estetis murni. mutu atau kualitas. “nilai” berarti suatu ide yang paling baik. kepuasan. masing-masing mempunyai pengertian sebagai berikut : a. berbusana. keadilan. dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni. keindahan. 2) nilai pengetahuan. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan pada prinsipnya mengkaji tentang hakikat keindahan dan kriteria keindahan yang terdapat di alam. Manusia memerlukan keindahan karena memberikan kesenangan. Sebagai .

Fenomena semacam ini akan kita jumpai pada karya-karya seni primitir atau karya seni lainnya yang tidak mementingkan keidahan tampilan visual namun lebih mementingkan makna simboliknya. . Sebuah pertunjukan dapat dilakukan sebagai sebuah persembahan/doa/puji kepada arwah leluhur. Pandangan ini juga didukung oleh Liang Gie Bapak Estetika seni (1964) yang menyatakan bahwa. proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media. pameran fotografi Anjasmara dan Isabele Yahya yang bertemakan Adam dan Hawa yang dinilai sebagai kesenian yang bernilai estetis negatif. media seni rupa adalah garis. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah. Media musik bunyi. media tari adalah gerak. Jadi sesungguhnya dalam karya seni terdapat nilai estetis yang positif dan negatif. Pengertian Genre (Jenis/Fungsi) Seni Menurut kritikus tari terkenal di Indonesia. fungsi atau tujuan sebuah pertunjukan. dan bagi kenikmatan ragawi (pleasure) pelaku dan penontonnya. Sal Murgiyanto (2004) mengatakan. 1.14 seniman beranggapan lebih penting menggoncang publik dengna nilai estetis legatif (ugliness) daripada menyenangkan atau memuaskan mereka (T.7. penilaian terhadap karya seni harus dilakukan berdasarkan ukuran perasaan estetis dan nilai-nilai. Tuhan. Gie. ungkapan bakti kepada Dewa. Kriteria klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan jenis kesenian. media teaer adalah gerak. untuk meneguhkan identitas atau menguatkan nilai-nilai yang diyakini seseorang atau sekelompok orang. “Ugliness” dalam karya seni termasuk nilai estetis yang negatif. 1976:40). kesenian ritual dan kesenian hiburan komersial. sesuatu karya harus indah. ciri pokok seni adalah ekspresi. Fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. Dapat juga dilakukan untuk menghibur diri pelakunya dan atau orang lain.6. suara dan lakon.L. atau penguasa semesta alam. Pengertian Ekspresi Ekspresi adalah proses ungkapan emosi atau perasaan di dalam proses penciptaan karya seni. Sal Murgiyanto aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah. Contoh. oleh karena itu. 1. bidang dan warna.

Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang. kerjasama. ataupun pernikahan. Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial. komunikasi. wayang orang dan seni teater. pendidikan. .20. dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan. Fungsi Komunikasi Suatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui media seni tertentu seperti. Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. hiburan. Angklung. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek. Monggang. Hiburan Idealisme Artistik Kesenimanan Pendidik Ritual FUNGSI Forum Dialog Terapi (Kesehatan) Sumber : Endo Suanda Guna Gambar 1. dan disiplin. wayang kulit. Fungsi Ritual Suatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran. dan Ageng. kematian. artistik dan fungsi guna. Berikut diuraikan tentang fungsi-fungsi seni. dan Gambang. Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama.15 Fungsi Seni Fungsi-fungsi seni terdiri atas fungsi ritual. Macam-macam Fungsi Seni Bagaimana kita dapat mengidentifikasikan sebuah karya seni khususnya kesenian tradisi berdasarkan fungsi-fungsinya.

Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni. dan lain-lain. Contoh : Kriya. tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung.16 Fungsi Hiburan Seni yang berfungsi sebagai hiburan. . gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian. kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain. karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan. sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan. dan seni rupa kontemporer. Seperti yang telah dikatakan Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan. jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial. tari kontemporer. hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme. misalnya terdapat pada musik kontemporer. Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik. hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan.

17

1.8. Pengertian Apresiasi Seni
Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya. Kegiatan apresiasi meliputi : a. Persepsi Kegiatan ini mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni. b. Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni. c. Pengertian Pada tingkat ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. d. Analisis Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi. e. Penilaian Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif. f. Apresiasi Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal; value ( nilai ), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Sejalan dengan rumusan di atas S.E. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian,

18
penghargaan, kepekaan untuk mencermati kelebihan dan kekurangan terhadap karya. Menurut Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1). pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). pendekatan problematik. Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahasan kajian dalam mengapresiasi seni pada tingkatan awal dengan pendekatan aplikatif adalah sebagai berikut: Seni Musik Klasik Ciri khas musiknya Bentuk musik dari zamannya Struktur musiknya Gaya musiknya Seni Musik Tradisi Ciri-ciri khas musiknya : Laras Pola tabuhan Instrumen yang dimainkan Struktur musiknya Gaya musiknya

Fungsi seni Ekspresif (nilai-nilai keindahan) Makna / pesan yang terkandung Seni Tari Kreatif Mencermati identifikasi gerak Mencermati keharmonisan gerak dan musik Mencermati kreativitas gerak Mencermati kemampuan wiraga / kelenturan Mengidentifikasi jenis tari berdasarkan garapan Mengidentifikasi tari berdasarkan orientasi Mengidentifikasi berdasarkan fungsinya

19

Seni Teater Mengidentifikasi perbedaan teater dan film Mengidentifikasi keberhasilan suatu pementasan Mengidentifikasi nada ucapan dan makna dalam dialog Mengidentifikasi plot lakon Seni Rupa Makna Gaya Material Elemen Estetika

20 TES FORMATIF BAB I Pilihlah jawaban yang tepat 1. Manakah pernyataan yang benar a. Seni berbeda dengan kebudayaan b. Seni sebagian dari kebudayaan c. Seni adalah kebudayaan d. Seni adalah wujud kebudayaan 2. Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan : a. Genre b. Esetika c. Apresiasi d. Ekspresi 3. Salah satu sifat dasar seni adalah .... a. Indah b. Kreatif c. Style d. Makna 4. Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks .... a. Klasifikasi seni b. Karya seni c. Nilai seni d. Sifat seni 5. Nilai estetis yang negatif yang tidak mementingkan keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan .... a. Keindahan b. Orisinalitas c. Makna simbolik d. Kreativitas 6. Medium pada seni rupa a. Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal

21

7. Medium pada seni musik .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 8. Medium pada seni tari .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 9. Relief patung adalah karya seni rupa berdimensi... a. Dua dimensi b. Tiga dimensi c. Multi dimensi d. Multi media 10. Seni musik, seni tari dan seni teater adalah bentuk seni yang diklasifikasikan sebagi seni a. Seni pertunjukan b. Bahasa seni c. Ragam seni d. Sifat seni Jawablah dengan penjelasan yang bermakna 1. Apa yang disebut kebudayaan ? 2. Apa yang dapat dikaji seni ? 3. Ada dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebutkan dan jelaskan ! 4. Apa saja cabang-cabang seni ? 5. Sebutkan media dari seni musik, seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Seni Musik
Mengapresiasikan Karya Seni Musik

Bab 2

APRESIASI
Pengertian Musik KLasifikasi Instrumen Sistem Nada Musik Klasik Musik Tradisi Indonesia Musik Non Western

EKSPRESI
Vokal Tangga Nada Memainkan Keyboard Teknik Memainkan Gambang Kromong Teknik Memainkan Gamelan Teknik Memainkan Kacapi

Mengapresiasi Karya Seni Musik 2. gitar. Contoh keyboard. Pengertian Musik Musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya. seruling. saxsophone Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagi penyebab bunyi. Contoh : gendang. Contoh : piano. Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada. marakas Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi.1. melodi. Contoh: recorder. Contoh triangle. Instrumen Musik .24 Bu BAB II SENI MUSIK 2. cabaza. harmoni. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel : Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. Contoh gambar di bawah ini : Gambar 2. drum Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi.1. conga. melalui unsur-unsur musik yaitu irama. mandolin. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik. bentuk atau struktur lagu dan ekspresi.

Sistem Nada 2. awalnya hanya mempunyai 4 nada. awalnya nada-nada ini dimainkan pada instrumen Lyra. yang sampai saat ini dipergunakan. nada-nada tersebut adalah : Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada. nada-nada tersebut ialah : Tetrachord 1 Tetrachord 2 Nada-nada kemudian dikembangkan.2.Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis Berawal dari bangsa Yunani (sebelum 1100 SM) Terpander adalah orang yang mengembangkan susunan nada semula 4 nada dan Polynertus (700 SM) orang yang menggunakan system 7 nada. yang disebut dengan Tetrachord 1.1. nada-nada ini disebut Tetrachord 2.25 2. Nada dalam tangga nada Diatonis. 7 nada ini yang disebut dengan tangganada Lydis. Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord. Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½. TANGGA NADA MAYOR (asal dari tangganada Lydis) Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut : .2.

Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli) Bu Titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut notasi. Dalam seni musik Karawitan. Macam-macam nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut. Notasi Rante Sumber : Demang Kartini. Penanggul yaitu nada 1 Gulu yaitu nada 2 Dhada yaitu nada 3 Pelog yaitu nada 4 Lima yaitu nada 5 Nem yaitu nada 6 Barang yaitu nada 7 : siji dibaca ji : loro dibaca ro : telu dibaca lu : papat dibaca pat : lima dibaca mo : enem dibaca nem : pitu dibaca pi Gambar 2. Kemudian Wreksodiningrat punya ide yaitu memberi angka pada bilah saron karena untuk pembelajaran menabuh gamelan dan memindahkan notasi rante agar mudah dibaca pada tahun 1890. karena dia tidak bisa menabuh gamelan maka diserahkan pada Sudiradraka (Guna Sentika) lalu oleh Sudiradraka diserahkan ke Kepatihan yaitu kepada Sasradiningrat IV.2. Sebelum muncul notasi angka Demang Kartini telah menciptakan notasi rante. yakni lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendah suatu nada berupa angka atau lambang lainnya. kemudian diserahkan kepada adiknya Wreksodiningrat.26 2.2. sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat. mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi. cuplikan melodi lagu Ladiang Wilujeng bagian umpak . Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan. Notasi Pentatonik Sistem notasi yang dipakai dalam gamelan Jawa adalah notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada.2. titilaras memegang peranan yang penting dan praktis. Notasinya disebut notasi kepatihan yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Jaya Sudirga atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910.

sendu. ringan. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang. Laras Pelog.M Haryo Wreksadiningrat di Keraton Surakarta. secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah. Oleh karena itu banyak adegan rindu. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan. ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang. 2. secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang. sedih. deng. Titilaras ding-dong. Dan dalam bahasa Indonesia titilaras berarti tangganada. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras. ringan dan semarak.27 Laras Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras. perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring. dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R. merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring. atau tangga nada. tetapi juga Titilaras yang ada antara lain : 1. adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). percintaan kangen. huruf. tulis. dung. Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis. adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½. istilah titi dapat diartikan sebagai angka. gembira dan terasa lebih ramai. sedih atau romantis. notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada. angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu. b. adegan marah. Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya. kematian. yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu: a. keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. yaitu sendu. dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang : /dong. Laras ini mempunyai 2 macam. Laras Slendro. . agung. Titilaras kepatihan. dang. tanda. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi kesan gembira. Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya.

mi. do. yakni titilaras ciptaan R. namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji. mi. Laras Slendro dan Pelog Notasi Barat (Diatonis) mempunyai jarak 1 dan ½. Degung seperti : mi. Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan Stroboccon dan melograph tidak sama tinggi nadanya. sol. do. la. Perbedaan antara laras slendro dan pelog dapat dilihat pada tabel 2 Nada pada laras slendro dan pelog dapat kita lihat : Slendro Barang 1 Gulu/jangga 2 Dada/tengah 3 Lima 5 Nem 6 Pelog Nem Panunggul (Bem) Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem 1 2 3 5 6 Barang Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem Pelog Barang 1 2 3 5 6 Tabel 2. sol.M. fa. nada-nada yang dihasilkan dari instrumen gamelan mempunyai perbedaan antara satu perangkat gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya tetapi jika nada-nada pada instrumen gamelan dimainkan nada yang terdengar pada laras : Pelog seperti : do. tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama. si. Titilaras daminatilada.28 Bu 3. si. re . Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916). Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna. sol. Titilaras berwujud angka 1 2 3 4 5 6 7 I sebagai pengganti nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari. fa. mi Slendro seperti : re. Tinggi rendah nada titilaras bagi laras slendro dan pelog berbeda. setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras. sebagai contoh walaupun sama-sama terdengar do. do. tetapi pada gamelan laras pelog.

Scholes mempertegas bahwa. Jadi raras Pelog itu ialah modus mayor tanpa re dan la. Machjar Angga Koesoemadinata dengan Musicoloog Jaap Kunst selama 50 tahun (1916-1966) tentang tinggi nada laras pentatonik. * Raras Degung ialah : mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'400 mi'. Zaman Renaisance 3. sedang ra ra s re d a n a p a la gi r aras la dijadikan raras-perhiasan (uparenggararas).1 Periode musik klasik 1. musik klasik adalah hasil karya seni yang telah terbukti abadi. 2. mempunyai aturan. Zaman Klasik 6. musik klasik digunakan sebagai label bagi musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan. Zaman Romantik 7. Musik gamelan pun dahulu hanya dimainkan dalam keraton sebagai sahnya upacara. dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. Musik Klasik Christine Ammer berpendapat.3. Zaman Pertengahan 2.1. musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII. musik klasik adalah musik yang serius. sebagai contoh fungsi angklung. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa. paduan suara. Jadi raras degung itu ialah modus Doris dari musik Yunani tanpa raras re dan raras la.29 Hasil penelitian dari R.1 Pertengahan 1300 Gregorion Chant : Acapela Organum : Tradisional 1500 The Notre Dame Mass : Monofonik. musik klasik adalah musik yang anggun. setiap bagian harus dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail.3. namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. 2. Zaman Barok 4. yang dimaksud adalah musik klasik tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya. Musik tradisi banyak mengalami evolusi. berkesan formal. Ditekankan lagi oleh Rieman.3. Zaman Rokoko (pra Klasik) 5. sejenis suara (1 suara) . namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan. Abad 20 2. * Raras Pelog ialah : do 200 re 200 mi 100 fa 200 sol 200 la 200 si 100 do' Murdararasnya atau raras-pokoknya ialah : do 400 mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'. Karakter Musik Klasik Menurut Ammer. sedang raras re dan raras la hanyalah bertugas sebagai raras-perhiasan saja.

sehingga komposer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Ciri khas musik “renaissance” adalah.5. kontinuo lengkap dengan bas berangka.George Frideric Handel Musik Bach Musik Bach adalah paling unik. suara-suara yang terpenting dalam musik Barok adalah sopran dan bas.Antonio vivaldi . Zaman Renaisance (1450 – 1600) Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen. polifonik dan homofonik. bas atau iringan disuarakan oleh instrumen harpa. Teknik untuk membuat polifonik disebut Kontrapung. contohnya canon dan fuga (bersahut-sahutan dan suara imitasi).6 suara Polyphonic (banyak suara) contohnya menyanyi dalam kelompok dengan melodi beragam dalam satu kesatuan Texturenya Homophonic dengan rentetan akor Wilayah nada lebih dari 4 oktaf Musik Ibadah : Josquin des Prez (vokal) Kemudian dibakukan Molet Komonis : Palestina. Bas merupakan dasar dari semua akor.3.Johan Sebastian Bach .3. seperti viol atau cello dengan akor-akor.3.2. Pope Marcellus Mass Thomas Morley Instrumen Andrea Gabrieli: Karyanya Ricercar in Twelth Mode 2. suara bas dimainkan dengan alat musik melodik. Choral music yang bertipe 4. .30 Bu 2. bukan sebagai pengiring. Zaman Barok (1600 – 1750) Karakteristik musik Bas Kontinuo adalah suatu ciri khas musik Barok pada awal sampai akhir masa itu. komposisi Bach bertekstur polyfonik. Komposisi Bach yang bertekstur polifonik artinya adalah masingmasing suara gerakan melodinya mandiri. Tekstur musiknya yang polifonik harmonik. Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. harpsichord atau orgel pipa.1. Komponis : . Yang dimaksud tesktur adalah rajutan musikal atau cara menjalin alur melodi yang terbagi monofonik. lebih dari satu suara maksimal 2 atau 3 suara untuk instrumen dan vokal untuk solo performance.1. Munculnya ornamen (not hias) Mempelopori dinamik yang berangsur-angsur dari lembut sekali sampai lembutnya sedang yang disimbolkan (ppp – mp) Lahirnya opera dan orkestra.

suara imitasi dalam Dominan. dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase-frase sepanjang 6 birama dengan banyak kadens.3. contoh sebagai berikut : J.Sonata Barok Vivaldi : The Four Season Suara pokok Suara imitasi Fuga : Komposisi untuk instrumen. 2. .31 Canon : Komposisi vokal ataupun instrumen yang suara imitasinya dalam Tonika. Zaman Rokoko (Pra Klasik) Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rokoko : Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas.Opera Claudio Monteverdi Orteo .S. tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi. Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa. Bach: . hanya pada Fuga.1. Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens. 1-6 . suara 3 kembali dalam Tonika. terdiri dari suara pokok dalam Tonika.Karyanya Brandenburg Concerto No.4.

sedangkan simfoni adalah sonata untuk orkestra. bentuknya sama dengan Sonata hanya simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet. Vienna adalah penyelenggara kegiatan musik yang berorientasi komersial. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo. komposisinya bukan untuk sebagai pengiring.4. perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur-angsur keras kemudian melambat lagi ataupun dari keras tiba-tiba menjadi lembut. Dinamik : munculnya crescendo dan decresendo. kontras pada ritme misal dari melodi dan iringan sederhana.3. Vienna Vienna adalah pusat tempat kegiatan musik Eropa sepanjang zaman periode klasik. 2. penggunaan tanda istirahat.32 KOMPONIS ZAMAN BAROK Bu Sumber : An Appreciation Music Sumber : An Appreciation Music Gb.1. . Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni. Teksturnya homofonik. Karakteristik gaya musik klasik : Kontras di tema. kemudian berubah menjadi komposisi yang sulit pada bagian berikutnya. perubahan not panjang ke not pendek. Berakhirnya komposisi bas continue.5. trio dan scherzo. Antonio Vivaldi Gb. ungkapan ekspresi begitu pula pada pola ritme. 2. Johan Sebastian Bach 2. sinkop. Zaman Klasik (1750 – 1820) Komposisi instrumen periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter.3. tetapi untuk permainan solo.

Bentuk Musik Klasik 1. Tema II. kuat eksposisi terbagi atas tema pokok. tema ke II. jika gerakan berada dalam tangganada Minor maka tangganada kontras ada pada relatifnya. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. . adalah memuat pola ritmis dan melodis yang dikenal dengan motif.33 Bentuk Komposisi Musik Klasik Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh. Jembatan. bridge. Sonata terbagi atas 4 bagian yakni : .Pengembangan .Rekapitulasi . satu kesatuan yang utuh. berfungsi untuk mengatur perubahan tangganada (modulasi) jika gerakan berada dalam tangganada Mayor maka tangganada kontras ada pada dominan. Dance related movement 4. dan tema penutup. Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut : Sonata Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian. Fast movement 2. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. tema pokok dimainkan dalam tonik. yang dimaksud tema pokok. memiliki 1 atau beberapa tema dapat pula mengacu pada tema ke II yang berfungsi untuk menutup bagian eksposisi. lambat dan kembali ke tempo cepat. Slow movement 3. lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa. Tema penutup.Eksposisi .Coda Bagian Eksposisi Yang dimaksud eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat. bernuansa lebih liris (ekspresif) dan berisi nyanyian yang bersifat melodis. kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup.

34 Pengembangan Bu Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif. kemudian pada tahun 1775. dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika. rangkaian lagu tersebut disebut Atonal. Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata. bagian ini biasanya diawali dengan dominan. lahirlah Piano seperti yang kita kenal saat ini.A. Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras. Mozart Beethoven J. tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu. . Rekapitulasi Merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi. coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian. apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor. Jika digambarkan gerakan komposisi bentuk karya musik sonata adalah : Eksposisi (tema pokok) Pengembangan Rekapitulasi (pengembangan tema pokok) Penutup (koda) Komponisnya yang terkenal antara lain : W. Haydn Instrumen Piano muncul pada zaman Klasik. Piano Pada zaman sebelumnya(zaman pra klasik) sebelum menjadi Piano cikal bakal bentuk instrumennya adalah Harpsichord. umumnya menggunakan coda sebagai penutup.

Grand Piano Piano penting di pelajari karena merupakan induk dari semua Instrumen 1. sehingga nada menjadi suatu yang nyata. bilah nada masih terbuat dari kayu. irama dan harmoni sekaligus. suatu jangkauan yang tidak dapat dicapai oleh alat musik manapun juga. Sumber : Buku An Appreciation Music Gambar 2. mengalami kemajuan pesat dari karya-karyanya yang menjadi dasar perkembangan periode musik selanjutnya. Hal ini tidak dapat ditampilkan pada alat musik lain. dari musik diatonis. sehingga piano merupakan musik yang mutlak harus dikuasai oleh setiap guru yang bertugas sebagai pendidik musik. Tahun 1707. Susunan papan bilah nada. merupakan susunan yang paling sederhana sebagai alat visual. menegaskan struktur musik yang jelas. Dengan piano. 2. dengan . Piano dalam ukuran yang standard memliki 88 bilah nada 52 putih dan 32 hitam yang tersusun rapih dalam suatu papan nada dengan wilayah nada yang menjangkaui 7 ¼ oktaf.35 Zaman klasik sebagai zaman yang mewakili periode pembabakan musik klasik dikarenakan musiknya yang unik. yang mempunyai bilah nada bertingkat.5. 3.6. dan jangkauan oktafnya belum luas. utuh. kita dapat bermain musik secara menampilkan melodi. Harpsichord Sumber : Buku Pono Banoe Gambar 2. Bartolomeo Christofori cikal bakal menciptakan (Harpsichord) sebelum menjadi piano.

Dalam memproduksi suara menurut dinamika yang dituntut. Papan Bilah Nada .7. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan semua teori musik dengan mudah dan nyata. Sumber : Buku Beyer Gambar 2. 5. diatur lemah lembutnya melalui sentuhan jari serta pengaturan pedal kaki.36 Bu 4.

Mozart Sumber : An Apreciation Music Gb. 2. Beethoven Opera Mozart Dun Giovanni W. yang terkenal yang bernomor ganjil 2. A.3. V. Haydn Simfoni No. 2. Piano merupakan pentatonik terfavorit pada zaman pentatonik dan mulai menjadi musik keluarga Ciri khas musiknya Chromatik Dinamik yang ekstrim ff x pp ff artinya nada dimainkan keras sekali.37 KOMPONIS ZAMAN KLASIK Sumber : An Apreciation Music Gb. 2. Mozart : Simfoni No. pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal. Zaman Romantik (1820 – 1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme .A.10. Beethoven : 9 simfoni. Haydn Sumber : An Apreciation Music Gb. nada dimainkan lembut sekali yang dilambangkan pp. . lebih universal.1.9. 40 in G minor K 550 J. W.8. 103 in Es Mayor (Drum Roll) LV. L. kemudian pp. J. triangle dan harpa.6.

1 Piano dan orkestra in Es Mayor (Akhir Romantik) P. F. Brahms. Tchaikovsky karyanya karyanya Piano Concerto No. 8 unvinished in b minor Franst List : Concerto No. BRAHMS CORBIS Gambar : An Apreciation Music Gb. guna penyajian ekspresi. sehingga mengadopsi musik Jawa ke dalam karya musiknya. CHOPIN Gambar : An Apreciation Music Gb. Debussy pernah menyaksikan permainan gamelan Jawa. 1-4 Impresionisme C Debussy : Prelude to The Afternoon of a Faun Maurice Rafel : Bolero . F. 2. Debussy gaya musiknya memadu modus gereja dan pentatonik musik Jawa.12. J.I. 1 in Bes mayor J. 2.13. Claude Debussy : karya-karyanya adalah Atonal yakni akhir lagu tidak kembali ke tonik. 2. MENDELSSOHN Romantik (Awal Romantik) Schubert : Simfoni No. Simfoni No. KOMPONIS ZAMAN ROMANTIK Gambar : An Apreciation Music Gb.38 Bu Accelerando ritardando Kebebasan tempo dapat diatur oleh sipemain sendiri.11.

16 Aturan-aturan kategori musik abad 20. Modulasi Ritmik : Komposisi pada zaman ini karyanya beraneka nuansa yakni terdiri dari nuansa jazz nuansa dari berbagai Negara. mendobrak tradisi kelaziman.39 2.15.7.1. Bela Bartok Komposisinya menggunakan struktur ritme yang bebas. 2. menakjubkan sebuah karya master piece. Mikrokosmos Dance in Bulgarian Rhythm No.14.3. sistem tangganada baru. 2. pada zaman ini instrumen perkusi dalam orchestra lebih mempunyai peran. 2 opus 79 in G minor George Gershwin. 2.1. karya-karya komposisinya terkenal dengan style jazz.7.3.A. Stravinsky dan Copland Komposisinya menggunakan ritme jazz. 2 Brahms dan Schoenberg mempelopori penggunaan struktur frase yang tidak sama. Contoh Prelude I in Bes Mayor dan Prelude III in Es Minor. kaya akan variasi ritmik. BELLA BARTOK Gb. Poliritmik : Ritme yang kontras. sistem harmoni baru. ritme. nada. C. pola ritmik yang beraneka ragam. Karakteristiik musik abad 20 adalah : Warna nada : memakai komposisi dengan munculnya alterasi Munculnya teknik pentatonik Harmoni : Kreasi harmoni baru yang disebut polychord yang artinya kombinasi 2 akor.16. karya Brahms Rhapsody No. GERSHWIN . 2. atau akor progresif. Abad 20 Perubahan besar-besaran terjadi pada musik zaman ini. Awal Abad 20 Ekspresionisme Arnold Schoeberg : Five Pieces for Orchestra op. mengherankan. KOMPONIS ZAMAN ABAD 20 Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Gb. DEBUSSY Gb. G. dilihat dari gaya musik yang baru terlepas dari estetika zaman romantik.

Seperti dalam musik jazz. Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi penundaan hitungan. A-head: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi percepatan hitungan. Hal ini dipengaruhi juga dari akulturasi musik tribal dari Afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks. c.3. Time Feel : ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau biasa disebut dengan on-beat/down beat. beat yang mantap.40 Bu 2. Style Blues mempengaruhi perkembangan rhytm rock and roll dan soul. dan Blues Awalnya style jazz adalah style Ragtime. Akar Jazz. . seperti yang dilihat pada contoh gambar berikut : b. Ragtime. the king of ragtime adalah Scott Joplin (1868-1917). ritmik dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana. e. kekhasan musik jazz dapat dilihat dari uraian berikut : Ritmik Ritmik merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk suatu jenis aliran musik.B. Penulisan swing feel : Cara menyanyikan swing feel : d. Sinkop : ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung. istilah sinkop juga dapat disebut dengan up-beat. warna musik yang berbeda dan menunjukkan teknik yang khas. Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi adalah sebagai berikut : a. ini adalah musik improvisasi dan ritme yang sinkop. Musik Jazz (1910) Musik yang berasal dari Afrika Amerika.1. Swing feel merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan musik jazz. Swing Feel : mengetuk birama dengan merasakan triplet.7.

Musik Bali C. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut. Ondel-ondel. Kesenian yang akan dibahas adalah : A. kesenian ini juga mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya. Musik Betawi B. Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605. tebanya (namanya) telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali. iring-iringan Pangeran Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit (Pangeran Banten).4. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat E.4. Musik Tradisi Indonesia Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. seni yang berakar dari tradisi. Musik Betawi Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Gamelan Jawa D.41 2. Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi keseluruhan propinsi. 2. beberapa kesenian telah dikenal luas.17. musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata kesenian daerahnya.1. Ondel-Ondel Kesenian yang “representative” mewakili Betawi adalah. Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk .

18. pengaruh Cina tampak pada alat musik Tehyan Kongahyan dan Sukong. drum. pengaruh Eropa jelas terlihat pada musik tanjidor. Gambang Kromong selain dapat dimainkan sebagai kesenian mandiri.42 Bu raksasa yang sekarang kita kenal sebagai “ondel-ondel” yang dianggap sebagai pelindung untuk menolak bala. saxophone. yang sangat kental dengan entat Cina . gamelan ajeng. gamelan topeng. Keanekaragaman musik Betawi dapat kita lihat antara lain pada orkes gambang kromong. Keunikan gambang kromong memiliki pola iringan yang baku. tanjidor. juga adalah musik pengiring Lenong. . keroncong tugu. Gambang Kromong Gambang Kromong diambil dari nama dua buah alat musik yaitu gambang dan kromong. namun warna suara gambang kromong masih tetap terdengar. gamelan rancag. samrah dan macammacam rebana. organ. Gambang Kromong dapat berkembang dikarenakan mempunyai 2 bentuk yaitu “Gambang Kromong Asli dan Gambang Kromong Kombinasi”.4. 2. Seni musik Betawi antara lain gambang kromong. kecrek dan gong. entat melayu tampak entaton pada orkes samrah. bilahan gambang berjumlah 18 buah terbuat dari kayu suangking.1. gambang kromong asli ialah alat musik berlaras pakem entatonic namun agar dapat dinikmati masyarakat yang heterogen alat musiknya dapat dikombinasikan dengan alat musik elektronik seperti bass. Gambang Kromong Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.1. dan musik Betawi yang bernafaskan Islam terlihat pada musik yang umumnya menggunakan alat rebana. alat musik lainnya adalah gendang. kromong terbuat dari perunggu berjumlah 10 buah berbentuk pencon.

Kongahyan.4. Tehyan.2. Sirih Kuning.19. Sukong Adalah alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi terbuat dari tempurung bertangkai panjang yang kecil disebut kongahyan yang tengah tehyan dan yang terbesar disebut Sukong. .20. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilan belas. Tehyan dan Sukong 2. Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan Gambang Kromong disebut lagu sayur yaitu lagu Jali-Jali.43 Kongahyan.1. Kicir-Kicir. Tanjidor Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalat musik barat terutama alat tiup. Instumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin Sumber : Peta Seni Budaya Betawi Gambar 2. Tanjidor Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.

India. dilengkapi dengan alat musik tambur dan gendering.44 Bu Pada umumnya alat-alat musik pada orkes tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston) trombone. 2.4. Dan akan lebih terdengar lagi pada gereneknya (cengkok) bila disajikan. Di dalam lagu-lagu Samrah sangat banyak melodi yang bersusunan nada seperti di atas. bass. Samrah lahir pada tahun 1918. Biola sebagai Waditra utama. Cina dan Arab.1. Di sini dapat dibuktikan bahwa susunan nada yang khas Melayu sebagai berikut : 6 5 4 4 3 2 1. Pada perkembangan kemudian lagu yang dibawakan ialah lagu seperti surilang dan jali-jali. dan berasal dari Dulmuluk Riau. Cina dan Arab Gaya Lagu Lagu-lagu Melayu terdapat Melayu Riau. Samrah Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. India. dengan alat-alat bunyibunyian Harmonium. Samrah Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu. Lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh orkes tanjidor adalah batalion.21.3. Melayu Betawi. lagulagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. clarinet. yang termasuk dalam golongan instrumen membranophone. tenor. . Disebutkan pula bahwa lagu-lagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. kramton dan bananas. Tanjidor adalah orkes untuk pengiring pawai atau arak-arak pengantin.

Susunan Nada Irama Arab : 1 7 5 4 3 2 Birama 4/4. 6 5 4 3 2 1. maka lagu tersebut dinamakan lagu berirama India. yaitu lagu Senandung Cina. Sedangkan Japin mempengaruhi juga terhadap lagu-lagu Samrah. . Dengan demikian.Susunan nada Melayu dalam Tangganada Mayor seperti di bawah ini . Dengan demikian jelas lagu-lagu Samrah dipengaruhi Lagu-lagu Melayu terutama tentang susunan nadanya. Kemudian masuk ke Irama Japin. . Ini dapat kita lihat di dalam lampiran.Susunan nada Gaya India : 1 6 India sebagai berikut 2/4. sedang. Lagu-lagu yang berirama Lagu Cina sangat terbatas di dalam Musik Samrah.45 . Yang menonjol pada lagu mandiri lagi irama India. sedang. . Sedangkan susunan nadanya menjadi skonder. maka susunan nada yang dipergunakan seperti di atas. Lambat Pada umumnya lagu-lagu yang bersusunan nada seperti di atas terdapat pada lagu-lagu Orkes Gambus. Dan ini sangat banyak dipergunakan di dalam lagu-lagu Samrah. Lambat. contoh lagu Irama Jika sebuah lagu mengandung bagian-bagian lagu menurut susunan nada Gaya India di atas.Susunan nada Gaya Cina : 1 6 5 3 2 1 Contoh lagu Gaya Cina 4/4. 4/4. Apabila lagu-lagu Musik Samrah Betawi dipengaruhi Lagu Melayu. . tidak asing lagi Irama Samrah diilhami oleh irama Japin.

Rebana Rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama. kempil dan cello. rebana dor dan rebana biang. rebana mauled. gong dan suling. Keroncong Tugu Bu Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. pesta pertemuan keluarga.1.46 2. 2. Gambang Rancag Gambang Rancag adalah kesenian yang dipergunakan untuk mengiringi cerita-cerita Betawi seperti Pitung yang dibawakan dalam bentuk pantun berkait. 2.1.4. Rebana Ketimpring : terdiri dari 3 buah rebana fungsinya sebagai arakarakan pada perayaan maulid. tehyah gendang. Alat musiknya adalah gambang. gitar. kromong. Rancag artinya tutur dan pantun berkait. rebana birdah.4.4.6.4. . kecrek. Keroncong Tugu Dahulu dimainkan pada upacara “Pesta Panen”. sedangkan untuk wanita menggunakan kain kebaya.22.5. rebana ngarak.1. rebana. kostum yang dipergunakan untuk laki-laki adalah baju koko. okulele. banyo. Moresco”. alat musik keroncong terdiri dari biola. rebana ketimpring.

Gamelan untuk upacara Gambelan sakral untuk Ngaben adalah : Gambelan Luwang (pelog 7 nada) Gambelan Angklung (slendro 4 nada) Gambang 2. Di Bali istilah gamelan adalah Gambelan. pernikahan.2. seperti rebana-rebana lainnya. 2.2.4. rebana yang berfungsi membawakan qarda (puisi arab) pada umumnya lagu-lagu yang dinyanyikan/ dimainkan berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. fungsi rebana kasidah adalah sama dengan rebana maulid. jublag. khitanan. Di Bali setiap kegiatan mempunyai kesenian khusus yang ditampilkan ketika melakukan ritual. digunakan untuk mengiringi syair-syair hadroh. merupakan perkembangan lebih lanjut dari rebana dor. Gambelan untuk hiburan : Gong Gede Gong Gede adalah gamelan terbesar di Bali yang terdiri dari 46 instrumen yakni termasuk trompong.2. rebana biang biasanya untuk memeriahkan berbagai perayaan.2. penyacah jegogan. drums (kendang) kempur. dapat dimainkan pada perayaan keagamaan. . sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat yang disebut Fansub dimainkan sambil berdiri. reyong. dewasa ini lazimnya dimainkan oleh kaum wanita. kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian ritual. Musik Bali Seni Indonesia dalam hal ini fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. karena digunakan untuk mengiringi nyanyi maka disebut pula rebana lagu. 2.4.4. kempyung. gangsa jongkok (saron).1. mengiringi tarian Blenggo. biasa digunakan untuk mengiringi lagulagu dari timur tengah.47 Rebana Hadroh Rebana Dor : : Rebana Kasidah : Rebana Maulid Rebana Birdah : : Rebana Biang : terdiri dari 3 atau 4 buah rebana. gong besar dan cymbal / ceng – ceng. pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil untuk tempat jari.

yaitu gender terbuat dari bambu berbentuk bumbung. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. Gamelan Joged Bumbung (Gantang) .4.3. gamelan gong gede mempunyai laras pelog. fungsi seninya dahulu adalah untuk panen padi. suling 4 buah untuk pemanis lagu. karena pokok-pokok instrumennya adalah gerantang. Gamelan Gong Gede 2. berfungsi sebagai gong kecil. 4 gerantang gede. penonton dapat berekspresi dan berimprovisasi gerak dan banyak mendapat pengaruh dari tari legong. kelentang. rincik/ cengceng berfungsi sebagai pemanis lagu. tari baris dan rejang. 4 gerantang kecil berfungsi sebagai pembawa melodi. pada gamelan ini yang berperan sebagai melodi adalah trompang. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. gamelan ini dapat pula sebagai pengiring tari topeng. Gambelan Joged Bumbung (Grantang) Gambelan ini berlaras slendro (5 nada). gambelan ini khusus untuk mengiringi tari jogged bumbung. Gambelan jogged bumbung disebut juga gambelan gegeran tangan.23. kemodong berfungsi sebagai gong dan berfungsi sebagai penutup lagu kempul. instrumennya terdiri : Gerantang 4-8 buah.24.2. kendang sebagai penentu irama.48 Bu Gamelan ini dimainkan pada upacara tahun baru.

pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya. 2. Worlds of Music 235) Gambar 2. Gambelan Gambuh Gambelan di Bali merupakan sumber dari beberapa gamelan lainnya. komponis abad 20 Debussy. Gamelan tebanya (gaungnya) telah mendunia.4. Gamelan Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa. Gamelan yang berlaras pelog disebut Gamelan Pelog dan Gamelan yang berlaras Slendro disebut Gamelan Slendro. lucu dan marah. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik. dari segi sistem nada.25.49 2. Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi. gamelan dibuat dengan cara ditempa. gembira. Gambelan ini bersifat gending yang ditarikan.3. perangkat gamelan ini adalah merupakan bagian-bagian dari Gamelan Ageng yang mempunyai Fungsi Hiburan.4. Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi.4. di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995.]. Perangkat Gamelan Jawa . kaya akan gending dan juga ada penyanyi (tandak) sebagai pengubah suasana sedih. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986. Gamelan ada yang berlaras pelog dan yang berlaras slendro.2.

bentuknya lebih besar. Saron Barung : berlaras lebih tinggi dari saron Demung. Saron . Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.27. Gender dan Slentem 2. bonang. Saron Saron Demung : Berlaras paling rendah dari saron Barung. Bu Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. ketuk. Bonang Barung : Yang bersuara rendah. Worlds of Music 235) Gambar 2. Pencon : gong. kenong. Saron Penerus : berlaras paling tinggi dari saron Demung dan Barung. saron. Bonang Perbedaan Saron. Kebukan : Kendhang Sebulan : Seruling Dawai : Rebab. siter 1. Bonang : Bonang Penerus/Babarangan : Berlaras satu oktaf lebih tinggi tetapi bentuknya lebih kecil dari bonang barung.]. Worlds of Music 235) Gambar 2.26. slentem. kempul. gender.50 Perangkat-perangkat Gamelan : Bilahan : gambang. Bonang Penembung : Larasnya lebih rendah dan bentuknya lebih besar dari Bonang Barung.].

Slentem . jumlahnya lebih sedikit dari jumlah bilahan Gender yakni hanya berjumlah (7 buah). Slentem Bilahan yang digantung.51 2. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. bilahan slentem lebih besar dari bilahan Gender. Gender Barung : Gender Penerus : lebih tinggi 1 oktaf Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.]. Worlds of Music 235) Gambar 2.].28. Gender Bilahan yang digantung. Gender 3. jenis gender hanya 3 macam. Worlds of Music 235) Gambar 2.29. bilahan gender berjumlah lebih kecil ukurannya dan jumlahnya lebih banyak (13 bilahan).

kempul. siter. gong. adapun propinsi yang mempergunakan gamelan sebagai musik utama dapat dilihat pada tabel 3. kempyang Bonang Slentem. gambang Rebab Suling. gender.52 Fungsi dalam permainan : sebagai pemangku lagu / pemanis 4 Gong terbagi : Terbesar : Sedang : Kecil : Bu Gong Suwukan Kempul Bende Fungsi bagian-bagian gamelan Pemimpin irama Pemangku irama Pemimpin lagu Pemangku lagu Pembuka lagu Penghias lagu : : : : : : Kendhang Ketuk kenong. Membudayanya Musik Gamelan di Tanah Air Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya. Propinsi yang menggunakan gamelan : Propinsi Lampung Sumatera Selatan Jambi Sumatera Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Timur Yogyakarta Bali NTB (Kabupaten Lombok) Kabupaten Lombok Kabupaten Sumbawa Kabupaten Bima Nama Gamelan Talo Balak Kelintang 12 Kelintang/Tauh Talempong Gamelan Banjar Gandang Garantung Gamelan Degung Gamelan Gamelan Gamelan Gamelan Lombok Gamelan Gendrung Gamelan Sumbawa Gamelan Bima . kecer.

Monggang. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan.1. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian agama begitu pula gamelan ada yang dimainkan untuk upacara. Sekaten dan gamelan Ageng. ada pula gamelan untuk pengiring dan mandiri.53 Tabel 4 Penggunaan Bonang dan sebutannya di berbagai Propinsi Propinsi DKI Sumbar Jambi Lampung Sumatera Selatan Riau NTB Kalbar Kaltim Kalteng Sulteng Maluku Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Yogya Bali Nama instrumen jenis Bonang Kromong Talempong Kelintang Kulintang Kelintang Tetawak Trompong Geremong Klentangan Kangkanong Kandengo-dengo Totobuang Bonang Bonang Bonang Bonang Trompong/Reyong Dari macam-macam gamelan seperti gamelan Kodhok Ngorek. Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2. ada juga gamelan untuk hiburan.3.4. Gamelan Ageng 2. 2.3. .4. Gamelan untuk hiburan : 1. Gamelan untuk upacara : 1. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3. Carabalen. Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4.2.

satu rancak. satu rancak bonang. Penempatan Ricikan Gamelan Carabalen . sebuah kenong. Menurut Kunst bahwa nama Carabalen memiliki makna filosofis yang berhubungan dengan siklus hidup manusia.30 Gamelan Carabalen Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti yaitu untuk menghormati kedatangan tamu. Gamelan ini berlaras pelog dan terdiri dari sepasang kendhang. Berikut ini denah penempatan ricikan-ricikan perangkat gamelan Carabalen. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. sebuah penonthong. sebuah kempul dan gong. gambyong.31.54 Gamelan Carabalen Bu Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Gamelan ini pada umumnya dimiliki oleh perorangan maupun lembaga.

tari. Saron sembilan bilah adalah saron yang biasa digunakan untuk keperluan wayangan. ditabuh satu atau dua pengrawit. terdiri dari 14 pencon. Gender penerus : satu rancak gender penerus slendro. Biasanya rebab ponthang untuk slendro dan rebab byur untuk pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. g. 21 buah. semua berbilah antara 18 s.55 Gamelan Ageng Perangkat gamelan ini dapat dikatakan sebagai perangkat gamelan standar. masingmasing berbilah tujuh. ditabuh oleh seorang pengrawit. Gender : satu gender slendro. ditabuh oleh seorang pengrawit. masing-masing berbilah tujuh. satu kendhang penunthung. l. Bonang barung : satu rancak bonang barung slendro dengan 10 dan 12 pencon dan satu rancak bonang barung pelog. satu kendhang ketipung. Kendhang : terdiri dari satu kendhang ageng. c. Saron barung: dua saron slendro dan dua saron pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit.d. k. satu gender penerus pelog nem (bem). ritual. i. ditabuh oleh seorang pengrawit. Kethuk-kempyang: satu set untuk slendro dengan kempyang berlaras barang dan kethuk berlaras gulu serta satu set untuk pelog. e. Slenthem: satu slenthem slendro dan satu slenthem pelog. j. Demung: satu demung slendro dan satu demung pelog. untuk berbagai ekspresi seperti pengiring wayang. satu kendhang ciblon dan satu kendhang wayangan. dimainkan oleh seorang pengrawit. dan satu gender penerus pelog barang. d. Kempyang berlaras nem tinggi dan kethuk berlaras nem rendah. masing-masing berbilah tujuh. ditabuh oleh seorang pengrawit. Gamelan ini dipergunakan untuk berbagai keperluan yaitu hiburan. Kadang-kadang salah satu saron slendronya dibuat dengan sembilan bilah. semua berbilah antara 12 s/d 14 buah. satu gender pelog nem (atau bem) dan satu gender pelog barang. masing-masing berbilah tujuh. ditabuh oleh seorang pengrawit. Semuanya berbilah 12 s/d 14 buah. Rebab : terdapat satu atau dua buah rebab. h. Rincikan pada perangkat gamelan ageng adalah : a. . teater. f. satu rancak gambang pelog nem dan satu rancak gambang pelog barang. ditabuh oleh seorang pengrawit. terdiri dari 14 pencon. Bonang penerus : satu rancak bonang penerus slendro dengan 10 atau 12 pencon dan satu rancak bonang penerus pelog. ditabuh oleh seorang pangrawit. b. Saron penerus: satu saron penerus slendro dan satu saron pene-rus pelog. Gambang: satu rancak gambang slendro. ditabuh masing masing oleh seorang pengrawit.

n. r. Penempatan Ricikan Gamelan Ageng . Siter two in one tersebut disebut dengan siter wolak-walik. Suwukan laras barang sering disebut dengan gong siyem. Sekarang terdapat satu siter yang dapat digunakan untuk slendro dan pelog.32. o. q.56 Bu m. Kebanyakan gong ageng dilaras lima. Gong ageng atau gong besar: satu sampai tiga gong besar yang berlaras nem sampai gulu rendah. Kenong: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. p. Siter atau celempung: ada satu siter atau celempung slendro dan satu siter atau celempung untuk pelog. dimainkan oleh seorang pengrawit Ageng Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Kempul: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. Gong suwukan: satu sampai dua pencon untuk slendro dan satu sampai tiga pencon untuk pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. Suling: satu suling berlubang empat untuk slendro dan satu suling berlubang lima untuk pelog.

Bonangan Yogya di satu segi tidak begitu mempedulikan alur melodik. Saya cenderung mengatakan bahwa kendhangan gaya Yogya pada umumnya lebih sigrak (animatif) daripada Solo. Yogya sering menggunakan bonangan tronjolan. sinkopasi yang berkesan nyrimpet.33 Gamelan Ageng Tabuhan gamelan mempunyai 2 gaya yakni gaya Solo dan gaya Yogyakarta. Kebiasaan di Yogya lebih suka menyebut nama dari salah satu gendhing sebagai model garapan kendhang untuk gendhing-gendhing lainnya yang memiliki bentuk yang sama. seorang pengendhang "boleh" ngendhangi gendhing-gendhing tersebut dengan menggunakan pola yang sama.57 Bervariasinya pengaturan ricikan gamelan terutama atas pertimbangan fungsinya sebagai musik mandiri atau sebagai sebagai musik iringan. 2) Bonang. sedangkan kendhangan gaya Solo relatif lebih sederhana dan tenang namun dalam. kemulusan atau kehalusan alur melodik sangat diperhatikan sehingga ketika seorang pembonang mendapati alur lagu (balungan) . yang masing-masing mempunyai kekhasan. yang semuanya berbentuk kethuk kalih kerep minggah sekawan. Kebiasaan seperti itulah seperti yang diberlakukan pada gaya Solo. Perbedaan ciri musiknya adalah : 1) Pola tabuhan kendhang. tidak masalah bila ia meloncat dari daerah suara tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ada kebiasaan yang berbeda dalam menyebut pola tabuhan kendhang di kedua daerah inL Seperti kita ketahui bahwa tabuhan kendhang sangat terkait dengan bentuk gendhing. sedangkan di Solo. Pola kendhangan kedua daerah memang berbeda. Yogya banyak menggunakan garapan yang sinkopatif. Bonangan Yogya juga lebih sigrak dibandhing dengan permainan rekannya yang di Solo. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2.

4. ngencot. di antaranya nggenjot. ia harus menemukan cara agar loncatan tersebut tidak nyeklek (patah).58 Bu yang meloncat. Kebalikannya. sedangkan tabuhan saron penerus Solo mengikuti balungan pokok. 3) Balungan.4. karawitan gaya Yogyakarta cenderung memilih tempo/irama/laya yang lambat. Angklung Angklung di Jawa Barat Sumber : Buku Angklung di Jawa Barat sebuah perbandingan Buku I Gambar 2. 2. di desa lain angklung dipergunakan sebagai sarana penyebaran agama dan kegiatan yang . Mereka memiliki berbagai teknik tabuhan balungan yang lebih kaya. kecekan. juga dipergunakan sebagai alat musik bagi bala tentara kerajaan dimana untuk menambah semangat tempur dalam menghadapi musuh sebagai alat musik perang pada zaman kerajaan Pajajaran. dan sebagainya. sedangkan karawitan gaya Surakarta cenderung menggunakan tempo yang lebih cepat. Tabuhan balungan gaya Yogya cenderung lebih keras dengan menggunakan pola dan teknik yang lebih dikembangkan. Kemudian fungsi angklung bergeser sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. Perbedaan auditif yang paling gampang diidentifi-kasikan adalah lewat tabuhan saron penerus. biasanya seorang pengrawit harus mele-watinya dengan menggunakan pola nggembyang dan/atau menggunakan rambatan atau peralihan dengan menggunakan pola-pola lagu dengan variasi khusus.34. angklung disamping sebagai alat upacara pertanian. Tabuhan saron penerus Yogya mendahului tabuhan balungan pokok. Angklung Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran.

11 angklung melodi berukuran besar. Angklung Modern (pengembang Daeng Soetigna) menggunakan nada diatonis atau disebut juga Angklung Indonesia. susunan nada C D E G A C. 17 angklung iringan. Daeng Sutigna merupakan orang pertama yang mengembangkan angklung sistem tangganada diatonis yang disebut Angklung Indonesia. 28 angklung melodi berukuran kecil. pengembangan yang dilakukan pak Udjo adalah membuat Angklung tradisi berlaras slendro. angklung 4 buah dan pengiring 5 buah. kini angklung disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. Pembelajaran angklung pak Daeng dilakukan dengan cara membaca Notasi dengan gambar Notasi dengan sistem nomor Notasi dengan jari . Daeng Sutigna (Pengembang Angklung) Angklung mulai terangkat diawal tahun 1938 ketika seorang putra ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Daeng Soetigna (13 Mei 1908 . Macam-macam Angklung 1. yang bersifat melodis.59 berhubungan dengan pemerintah. murid Pak Daeng adalah Pak Udjo. Angklung Indonesia terdiri dari 73 buah. la berguru kepada Bapak Jaya dari Kuningan.440. Nada-nada yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G-C 3 dengan penadaan standar internasional yaitu A . Angklung Sunda terdiri dari 24 buah angklung melodi 10 buah rincik. 2. pelog. Laras Diatonis. pelog yang bersifat ritmis. 5 buah.8 April 1984) memperkenalkan alat musik tersebut. Laras Angklung Untuk laras slendro. 17 penghias. angklung ini berlaras slendro. sedangkan laras pelog dipakai susunan nada C E F G B C untuk laras madenda dipakai susunan nada C E F A B C. seorang ahli pembuat angklung. memiliki 7 yaitu nada C D E F G A B C. Angklung Tradisi Sunda (pengembang Udjo Ngalagena) murid pak Daeng. Angklung modern cenderung lebih mengutamakan unsur melodi atau lagu.

Tabel 2.60 Bu Elang Burung Capung Tikus Kucing Ayam jago Bebek Ikan = = = = = = = = do ti la so fa mi re do Sumber : Buku Angklung Pa Daeng Gambar 2. Belajar Musik Angklung Sistem Nomor Lagu Halo-halo Bandung Do = F 0 Fis Not 16 Ais 3 1 G 2 17 B 4 2 Gis 3 A 4 Ais 3 20 D 5 B 4 21 Dis 6 6 C 7 Cis 5 23 F 1 8 D 9 Dis 6 25 G 2 4/4 10 E 7 26 Gis 11 F 1 27 A 12 Fis 13 G 2 29 B 4 14 Gis 15 A 18 C 19 Cis 5 22 E 7 24 Fis 28 Ais 3 30 C 31 Cis 5 No.35. Urut Angklung 11 13 16 17 19 21 22 23 Notasi Angka 1 = [do] rendah 2 = [re] 3 = [mi] 4 = [fa] 5 = [sol] 6 = [la] 7 = [si] 1 = [do] tinggi . Notasi Gambar Jadi angklung-angklung yang akan dimainkan diberi atau ditempeli telebih dahulu gambar-gambar tersebut.3.

yaitu angklung ‘tradisi’ dan angklung Indonesia.61 Angklung Udjo Pak Udjo mengembangkan angklung bertangganada pentatonik juga diatonis. Bunyi yang dihasilkan dari permainan digoyangkan sudah cenderung merupakan pengulangan melodi pendek-pendek yang dihiasi dengan bunyi panjang unik yang terlahir dari bunyi sebuah angklung yang dimainkan (digoyangkan) secara terus menerus tanpa berhenti. Laras pentatonik adalah Slendro CDEGAC Pelog CEFGBC Madenda CEFABC Pola Permainan Angklung Udjo meliputi jenis permainan angklung. seperti halnya tabuhan jenis-jenis angklung tradisi pada umumnya. Yang dimaksud dengan angklung tradisi adalah permainan angklung dengan pola-pola tabuhan tradisi yang bersifat ritmis. Bedanya dengan angklung-angklung tradisi lainnya. Pola tabuhannya masih tetap berbentuk terputus-putus dengan teknik dimainkan dengan digoyang. angklung tradisi Udjo sudah lebih dikembangkan dari segi pengolahan bunyinya. .

(as adapted by Kodaly (1) (7) (7) (6) (5) (5) (4) (3) (2) (4) (1) Sumber : education deakin.ed/history/curwen.html Gambar 2.36. Pembelajaran Musik Angklung dengan Kode Tangan . Pada tempat pelatihan angklung (Saung) Pak Udjo dalam pembelajarannya juga menggunakan notasi nomor ataupun kode tangan.edv.62 Bu Berikut adalah contoh motif-motif tabuhan angklung tradisi Udjo.do/music.

63 .

64 Bu .

65 Latihlah lagu-lagu ini .

66 Bu .

67 .

Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur. karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut. agama. dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa. dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur.kurang lebih 1. Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali. Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif.4.5. bergandengan erat dengan adat-istiadat. Sampe Alat Musik Tradisional Daerah Kalimantan Timur Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu.25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya).37. yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya. Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 2. Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm. bagian bawah ± 15 cm.35. Sampe . Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional. Bentuk dan ukurannya Panjang sampe .68 Bu 2. kadang-kadang tiga ataupun empat da-wai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya). Bentuknya dapat dilihat pada gambar 2.

Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis. pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . Cara melaras sampe (dawai 1). di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi. Khusus pada dawai pertama (C).69 Karakteristik Sampe a. ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain. b.38. maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar. yang kolom-kolomnya tersebut permanen). hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut. Kemudian setelah keadaan berkembang. Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang). kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut. dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1). Gambar 2. akan tetapi yang dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe. Penampang Resonatur dan Dawai Sampe . Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar. Sampe yang berdawai tiga. mempunyai nada masing-masing: Dawai pertama Dawai kedua Dawai ketiga = = = C(1) sama dengan dawai pertama G(5) Sedangkan yang empat snaar : Dawai pertama = C(l) Dawai kedua = sama dengan dawai pertama Dawai ketiga = E (3) Dawai keempat = G (5) Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren). Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali.

70

Bu

Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 … dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:

Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama) Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Gambar : 2.39. Cara Melaras Dawai Sampe

71

Cara memainkan sampe : Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara. Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut : 1. 2. 3. Sampe 1 khususnya untuk melodi Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan : 1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng). 2. Untuk mengisi waktu senggang.

2.5. Musik Non Barat
2.5.1. Musik Afrika
Masing-masing kebudayaan mempunyai karakteristik instrumen, performance, sistem nada, pola ritmik, ada negara yang memiliki kedua jenis musik, yakni musik tradisi negara tersebut dan musik popular, ini merupakan kekayaan bermusik yang menakjubkan. Musik ini merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan musik abad 20, komponis yang mengadopsi / terinspirasi dalam komposisinya yakni komponis Prancis, bintang rock Inggirs Band The Beatles (George Harrison), Artis Jazz Amerika John Coltrane.

Sumber : An Appreciation Music

Gambar 2.40. Singing dan Instrumentation into African

72
Karakteristik Musik Afrika

Bu

Kesenian Afrika selalu berbentuk musik perkusi, tarian juga nyanyiannya berbentuk polifonik (bersahut-sahutan) ataupun dengan menyanyi tanpa kata-kata dengan hum ataupun berteriak dan selalu dalam bentuk kelompok. Instrumen Afrika Karakteristik musik Afrika adalah permainan ansambel yang terdiri dari 20 orang pemain, instrumen perkusinya adalah bell, instrumen melodinya flute, trumpet, xylophone dan drum. Keunikannya adalah penyajian musiknya, dalam setiap tari dan alat musik perkusi ditampilkan dalam satu kesatuan

2.5.2. Musik India
Komponis terbesarnya adalah Tyagaraja (1767-1847) Muthuswamy Dikshitar (1775-1835) dan Shyama Sastri (1762-1827) Alat musik khas India adalah : - Alat musik dawai chordophone disebut sitar - Alat musik tabuh membranophone disebut tambura - Alat musik sepasang drum disebut tabla Dibawah ini contoh alat musik sitar dan tabla :
Ciri khas musik India : Pergerakan interval, langkah setengah nada Banyak menggunakan ornamen Penuh nuansa karena perubahan tempo Pola notnya disebut raga, not yang berinterval kadang naik kadang turun.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.41. Musik India

Struktur ritmiknya disebut (Tala) Beat yang terdiri dari 2 – 3 – 2 – 3 disebut Haptal. | 1 2 | 3 4 5 | 6 7 | 8 9 10 | Beat yang terdiri dari 4 – 2 – 4 disebut Shultal | 1 2 3 4 | 5 6 | 7 8 9 10 | Tala adalah permainan Tempo dari lambat sampai sangat cepat.

73

2.5.3. Alat-alat Musik Tiongkok dan Jepang
Kultur tinggi Tiongkok didalam sejarah tercatat dalam 5 dynasti yaitu Dynasti Huang – Ti, Dynasti H Sia, Dynasti Shang, Dynasti Chou dan Dynasti Han. Alat musik yang menonjol sampai saat ini adalah alat musik K’in sejenis Zither kecapi dengan 5 senar sudah ada sejak zaman Dynasti H Sia (1800 – 1500 SM). Alat musik serupa ini di Jepang disebut Koto. Di bawah ini contoh alat musik sejenis Zither, di Jepang disebut Koto.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.42. Fusako Yoshida, is a “master of koto”

2.5.4. Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani
Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah (Palestina) Kinnor, alat musik yang dipergunakan oleh raja Daud sejenis Harpa, lebih tepat disebut Leier senarnya sangat terbatas (5-9 senar) Kinnor adalah cikal bakal gitar hasil kebudayaan pengaruh dari bangsa Semit di Mesir. Alat Musik Kultur Tinggi Yunani - Phorminx termasuk instrumen jenis Leier - Kithara adalah pengembangan Phorminx yang bersenar 7 - Lyra merupakan pengembangan Kithara, jumlah senar Lyra adalah 7 buah

74
Harpa adalah pengembangan dari Harpa Siku dari Italia

Bu

Sumber : Buku Pono Banoe

Gambar 2.43. Instrumen Musik Yunani

75

2.6. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik
2.6.1. Vokal
2.6.1.1. Asal Usul Vokal Musik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi antar sesamanya, musik vokal muncul pada zaman periode Renaissance adalah, Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu. Antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir mempunyai materi suara manusia itu sendiri, dan ini merupakan alat yang kemanapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. 1. Produksi suara Alat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara/ pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil daripada cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator; dada,mulut, hidung, kerongkongan dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi. 2. Teknik Pernafasan Pernafasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernafasan yang baik dan benar seseorang tidak dapat bernyanyi dengan baik.

76

Bu

2.6.1.2. Jenis-jenis Pernafasan a. Pernafasan dada Dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. b. Pernafasan Perut Dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernafasan ini kurang efektif untuk vokal, karena udara dengan cepat dapat ke luar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. c. Penafasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan “volume” menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan nafas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernafasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Keterangan Gambar :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Parietal Bone ( Tulang Ubun-ubun) Frontal Bone (Tulang Dahi) Frontal Sinus ( Rongga Kepala ) Nasal Cavity ( Rongga Hidung ) Hard Palate ( Langit-langit keras ) Soft Palate ( Langit-langit lunak ) Teeth-gigi Tongue-lidah Hyoid Bone ( Tulang Hyoid ) Epiglottis (Katup celah suara ) Larynx (Pangkal Tenggorok ) Tachea ( Batang Tenggorok ) Bronchi ( Saluran Pernafasan ) Speroid Sinus ( Rongga Speroid ) Decipital Bone ( Tulang Belakang ) Nasal Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga hidung Oral Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut Laryngeal Pharynx Lobang pangkal tenggorokan Vocal Cords ( Pita suara ) Esophagus ( Paru-paru ) Lungs ( Paru-paru ) Diaphragm (Diafragma ) Abdominal muscles ( Otot-otot perut)

Sumber : Teknik Vokal

Gambar 2.44 Bagian Tubuh Manusia

77 2. sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas.6. Alto. Tenor. Wilayah suara Pada umumnya jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran. Suara manusia dewasa : Perempuan Alto : F kecil – D2 Mezzo sopran : A kecil – F2 Sopran : C1 – A2 Laki-laki : Tenor : C kecil – A1 Bariton : A kecil – F1 Bas : F bas – D1 Sumber : An Apreciation Music Gambar 2.3. Wilayah Suara Manusia .45. Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto. dan Bas.1.

caranya dengan memberi olah raga kecil. Artikulasi/pengucapan : Pengucapan kata harus tepat dan jelas. Frasering Dalam lagu ada yang disebut “frasering” yaitu panjang / pendeknya kalimat dan kesatuan arti. melodi pendek dan panjang. c. Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boleh tegang.46. sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah.78 Bu Yang harus diperhatikan dalam belajar menyanyi : 1. Artikulasi . Ekspresi/penjiwaan Untuk menyanyikan sebuah lagu. 3. Pemanasan: pernafasan. penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi. 4. Gabungan antara praktek dan teori dalam bernyanyi dimulai vokalisi dan etude dari Concone. tangganada mayor dan minor. ucapan. Keel dan Sieber. seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya. berikut ini teknik berlatih artikulasi.Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna. kita sebaiknya juga melatih artikulasi. intonasi. interval. Vaccai. Sumber: Teknik Vokal Gambar 2. b. 2. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal : a. dalam berlatih bernyanyi disamping berlatih vokalisasi.

TANGGA NADA Diatonis Mayor: Susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak 1-1-½ -1-1-1-½. jarak nada E – F dan F . 2. Ambil nada ke 5 dari tangganada tersebut (C Mayor) yaitu nada G G A B C D E F G 1 1 ½ 1 1 ½ 1 Pada susunan tangganada tersebut. adalah dengan mengambil nada ke 5 dari tangganada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangganada mayor baru tersebut. tanda turun ataupun tanda mengembalikan ke nada semula.79 2. karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan ½. Tanda untuk menaikan ½ nada : # disebut kruis(Palang/Sharp). Tanda untuk menurunkan ½ nada : disebut Mol(Flat/Dur). 1 1 ½ 1 1 1 ½ Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut Tanda alterasi yang menyebabkan nada F menjadi Fis Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangganada yang baru adalah dengan . cara membuat tangganada G Mayor (1#) 1. Natural : adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik. Untuk itu maka nada F harus dinaikkan ½ laras sehingga menjadi Fis (F#).G belum benar.1. Tangganada Diatonis Mayor Tangganada Mayor Kruis.6. Sebagai contoh. Palang atau Sharp ( # ) Untuk membuat tangganada mayor yang baru.6.2. Susunlah tangganada Mayor yang baru G A B C D E F# G 3. Susunlah tangganada natural C Mayor C 1 D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2.2.

Pada pembuatan tangga nada 1 nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya . yaitu nada F. Menentukan tangganada 2# Nada dasar dari tangganada 2# ialah nada ke 5 dari tangganada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D. Susunan nada menjadi D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B C# D 1 ½ Contoh penulisan nada Fis. dan Cis. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. 1. pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut : Tangganada Mayor Mol. C 1 Susunlah tangganada natural C Mayor D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. Flat atau Dur ( ) Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangganada baru pada 1 tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangganada 1#. Kemudian susunlah menjadi sebuah tangganada baru. .80 Bu mengambil/melihat nada ke 5 dari tangganada sebelumnya. Selanjutnya kita susun urutan nadanya D E F# G A B Nada F tetap menjadi Fis Selanjutnya kita cocokan jaraknya D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B 1 C D C D 2. Ambil nada ke 4 dari tangganada tersebut. B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis 3.

½ . Susun tangganada baru (F Mayor) dan seterusnya F G A B C D E F 1 1 Seharusnya jarak A-B adalah ½ agar sesuai dengan rumus jarak tangganada Mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. Tangganada Diatonis Minor .81 3. Maka tangganada 2 adalah Bes Mayor.1 – 1 – 1 – ½ Bes 1 C 1 D E Seharusnya jarak D-E adalah ½. agar dapat berjarak ½ maka nada E diturunkan ½ maka menjadi E ( Es ) 3. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1.2. 2.1 – 1 – 1 – ½ F G A Bes C D E F 1 1 ½ 1 1 1 ½ Tanda alterasi yang menyebabkan B menjadi Bes.2. Tangganada Bes yang benar adalah : Bes 1 C D 1 ½ Es 1 F 1 G 1 A ½ Bes 2. sehingga B B (Bes) 4. nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya(F Mayor) yaitu Bes. Tangganada selanjutnya adalah 2 . Cocokan jaraknya dengan pola 1 – 1 . Maka nada B harus diturunkan ½ nada.6. Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A B C Cocokan jaraknya agar berpola 1 – 1 – ½ .

2. G Mayor Turun 1 ½ nada E ½ F 1 G Nada ke 5 dari tangganada minor sebelumnya.6. dijadikan nada pertama dari tangganada minor baru. 3. Cocokan dahulu jaraknya Jarak untuk tanggganada minor: 1–½-1–1–1–1–½-½ 4. . Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangganada G mayor diturunkan 1 ½ laras(relatif minor dari G Mayor). Jadi Tangganada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor Cara ini disebut mencari relatif minor. Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangganada minor harmonis Susunan nadanya = A la 1 B si ½ C do 1 D re 1 E mi ½ F fa 1½ G# sel ½ A la Cara membuat tangganada minor : 1. AKOR . harmonis dan melodis.3.82 Bu Tangga nada minor terdiri atas minor asli. Susunan nadanya menjadi E 1 F# ½ G 1 A 1 B ½ C 1½ D# ½ E 2.2.

Sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint diatas dasar. diminished dan augmenthed. b. minor.83 Akor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama. Interval d – f adalah Terts minor Interval f – a adalah Terts mayor Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor. Susunan Trinada Terdiri dari dasar. Macam-macam Trinada : Ada 4 macam trinada yaitu trinada mayor. 1. Interval c – e adalah terts mayor Interval e – g adalah terts minor Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts minor dan terts mayor. Trinada Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts. terts dan kuint Dasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor.Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts mayor dan terts minor. . a. .

II. IV. Dominan VI. . III.84 Bu Interval d – f adalah Terts minor Interval f – as adalah Terts mayor Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. Nama tingkatan akor : I. Tonik Supertonik Mediant Subdominant V. Interval f – a adalah Terts mayor Interval a – cis adalah Terts mayor c. Leading not Susunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik 2. Susunan Trinada dalam tangga nada Mayor. Submediant VII. Akor 7 (caturnada) / akor Septim Sebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not diatasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim.

dan V adalah akor mayor Tingkat ke II. Akor septim dalam tangga nada Minor Harmonik 2. Akor septim dalam tangga nada Mayor b. III. maka akorakor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah : Tingkat I nya adalah G berarti akor G . dan VI adalah akor minor Tingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya.85 a. Cara menentukan akor pada lagu Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya. IV. Misalnya ada sebuah lagu ditulis do = C maka berarti lagu tersebut akan menggunakan Akor-akor yang terdapat dalam tangganada C Mayor : C – D – E – F – G – A – B – C.6.4. o = adalah diminished Tingkat I. dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya. C Dm Em F G Am ( Bo ) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah : I II III IV V VI ( VIIo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar. Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do=G.2.

dua akor di dalam satu bar .86 Tingkat II nya adalah A berarti akor Am Tingkat III nya adalah B berarti akor Bm Tingkat IV nya adalah C berarti akor C …. Yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut. F dan G. Cara meletakan akornya adalah bisa kemungkinannya : . Apabila menurut kita akorakor tersebut tidak sesuai dengan melodinya maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangganada dasar lagu yang bersangkutan. juga dengan cara melihat/menganalisa nada-nada di tiap ketuk yang . IV dan V. Bu Jika kita lihat akor-akor utama / mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I. Pada melodi yang belum ada akornya akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangganada dasar dari lagu tersebut. Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal / akor pertama dari sebuah lagu. yaitu tingkat II. Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu. III.bisa juga satu akor lebih dari satu bar (misalnya satu akor memakai dua bar / lebih). Hal ini dapat kita amati pada bar awal dan akhir dari contoh lagu berikut ini: Awal lagu Akhir lagu 2. dan VI. Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke Satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke Satu dari bar / kotak terakhir pada lagu dan artinya akord itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. 1. dan seterusnya. IV dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C.satu akor di tiap bar . Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I. C dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangganada. Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan “strong beat” yaitu nada yang jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga dalam satu bar. IV dan V) akor G. prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I.

Kompetensi Keterampilan Keyboard Standar kompetensi A. alat musik inipun diciptakan memiliki produksi suara. Tabel. Alat-alat elektronik kini menjadi jawaban atas kepentingankepentingan tersebut. Keyboard dalam kaitannya dengan penampilan panggung pertunjukan musik pop tentulah membutuhkan kekhususan. yakni memainkan alat ini pemain dapat menciptakan permainan bersifat band ataupun orchestra kecil. Sebelum kita memainkan keyboard kita terlebih dahulu mengenal tombol-tombol keyboard. Memainkan keyboard Mengoperasikan program MIDI Level kualifikasi Pemain tingkat Madya Operator Jenjang pendidikan SMK Alat Musik Elektronik Alat musik electrophone adalah alat musik yang ragam bunyi atau penguat bunyinya disebabkan adanya daya listrik.3. 2. Program keahlian keyboard adalah kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada bidang musik.1. Alat musik ini dirancang untuk sajian musik bagi jangkauan jumlah besar penonton di lapangan terbuka atau dalam ruangan luas. . instrumen macam-macam. pengoperasian setiap keyboard berbeda tergantung dari jenis produk dan jenis serinya. praktis.6. serta karena sifat kepraktisan dalam pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu yang bertahun-tahun.87 terdapat didalam bar/kotak yang akan kita cari akornya lebih dominan membentuk ke akor apa saja. B. 2. Penerapan Akor pada Instrumen Keyboard Pertimbangan dimasukannya Keyboard dalam kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat atau telah dikenal luas di masyarakat. keterangan di bawah ini adalah khusus untuk keyboard merk Yamaha.

B.6. B.1. 1.3. Main voice (right 1) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara satu pada keyboard (pilihan suaranya sangat banyak. main voice } layer voice } upper left voice } lower TOMBOL VOICE terbagi menjadi 3 yaitu : A. tergantung dari kategori instrumen yang kita pilih). Layer voice (right 2) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara dua pada keyboard.88 Bu 2. Mempelajari Tombol-tombol Keyboard A. jadi dengan itu kita bisa tekan tuts keyboard bersamaan disatu tempat dengan suara . C.

Di dalam style ini sendiri terdapat channel-channel yang berisi permainan drum rhythm.Intro : musik pada awal lagu sebelum masuk melodi lagu. . 2. pilihan suaranya sama banyaknya dan bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). Left voice : instrumen beda (dobel) sehingga layer voice menjadi suara kedua dari main voice (sama halnya dengan main voice.89 C. Bagian-bagian Style : . Tombol yang memfungsikan kerjanya suara keyboard pada bagian kiri dengan batas range tertentu dan pilihan kategori suara instrumen tertentu yang dibatasi split point (sama halnya dengan main voice dan layer voice pilihan suaranya sama banyaknya juga bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih).Break : variasi permainan drum rhythm untuk style yang pada tiap masanya sama. .Main : pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh. dan akor berikut rhythm dengan tangan kiri. .Accompaniment : tombol untuk mengaktifkan background musik yang sesuai dengan style pilihan kita. STYLE (Irama) : Permainan rhythm (iringan) sekaligus background (accompaniment/latar) musik yang terdiri dari beragam jenis musik.Ending : musik pada akhir lagu dan menjadi tanda berakhirnya lagu setelah melodi lagu. dan bisa juga dibilang musik pengiring yang digunakan saat kita memainkan melodi dengan tangan kanan. . .

ONE TOUCH SETTING Tombol yang jika kita tekan maka beberapa pilihan setting suara yang sesuai dengan style yang kita pilih akan tersedia secara otomatis. jadi bukan hanya setting suara.90 - Bu Auto fill in : variasi rhythm yang fungsinya sama seperti break dan akan aktif pada saat menekan main. 5. Sync start : tombol yang mengaktifkan style saat akor dimatikan. 3. MUSIC FINDER Music finder : tombol yang berfungsi untuk setting otomatis sebuah lagu yang ingin kita mainkan. User terdiri dari : User style User song 4. MEMILIH STYLE DAN USER : Tempat yang dipakai untuk menyimpan data hasil modifikasi atau buatan kita sendiri. OTS Link : tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat memainkan main pada one touch setting. Sync stop : tombol yang menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akor yang dimainkan. Start + stop : tombol yang menyebabkan style akan aktif langsung untuk memulai. tapi juga .

Lagu yang dimaksud disini adalah midifile. jika ingin memainkan ½ nada kita tekan + satu kali. TRANSPOSE Tombol yang berfungsi sebagai pengubah nada dasar. atau hasil . efek dan sebagainya (kita bisa menyimpan 400 setting dan bisa kita pilih sendiri sesuai lagu yang akan dimainkan). SONG Lagu jadi yang sudah dibuat. terdiri dari 8 tempat memory yang ditulis dalam urutan angka. jika ingin menurunkan ½ nada kita tekan – satu kali. 6. Midifile tersebut bisa diperoleh dari Sample Song di dalam keyboard. REGISTRATION MEMORY Tempat penyimpanan setting yang aman. tempo.91 setting style. dan dengarkan menurut pilihan lagu yang kita pilih. sehingga kita hanya menekan tombol Play. 7. download file dari internet. 8.

Multi Pad dikelompokkan dalam grup-grup atau “BANK” dimana tiap-tiap BANK berisi 4 tipe permainan. yang disimpan dalam smart card atau floppy disk. yang dapat menambah variasi permainan kita. . Panduan tersebut berupa suara klik yang berbunyi seiring ketukan birama dan tempo yang sudah anda tentukan. METRONOME Metronome yang terdapat di keyboard akan memberi panduan menghitung birama saat belajar musik. MULTI PAD Multi Pad bisa digunakan untuk memainkan sebuah permainan pendek yang berupa rhythm atau rangkaian melodi.92 Bu rekaman permainan sendiri. teman atau guru anda. 9. 10. SCORE Anda bisa melihat notasi dari lagu yang telah anda pilih dengan menggunakan fungsi SCORE. dengan melihat notasi lagu midifile yang 11.

23231 2.2 Mempraktikan dengan lagu .6. anda berlatih atau memainkan lagu tersebut tanpa memerlukan buku atau cetakan lagu tersebut.3.93 telah anda pilih.

94 Bu .

95 .

96 Bu .

97 .

98 Bu .

99 .

100 Bu .

101 .

102 Bu .

103 .

104 Bu .

105 .

106 Bu .

107 .

108 Bu .

109 .

110 Bu .

111 .

112 Bu .

113 .

114 Bu .

115 .

116 Bu .

117 .

118 Bu .

119 .

120 Bu .

. 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 Nada yang digunakan sebgai standar dalam gambang adalah nada D.6. . . Terdiri dari 18 bilah kayu yang merupakan oktaf (gembyang) yang berulang. . . dari nada yang rendah sampai ke nada tinggi. Pola iringan nada 1 (Do) adalah : __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola iringan nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola iringan nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola iringan nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Ragam Tabuhan Dilagu Dicaruk (dikotek) Di gemyang . Teknik Memainkan Gambang Kromong Nada Gambang . . lebih kurang 3 ½ oktaf (gemyang).121 2. . .4. . . Pola iringan gambang kromong adalah baku. .

Kongahyan dan Sukong. Dengan contoh lagu Kicirkicir diharapkan bisa mewakili untuk memainkan lagu-lagu Gambang Kromong yang lain. Gong. Kerangka lagu kicir-kicir adalah sebagai berikut : .122 Pola Kotekan Kromong Nada pada Kromong Pencon bagian atas Pencon bagian bawah Pola nada 1 (Do) __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Bu 65321 23156 Lagu yang selalu dinyanyikan dalam setiap permainan gambang Kromong disebut lagu Sayur. Drum dan Keyboard. Kecrek serta alat musik gesek seperti Tehyan. Kromong. PRAKTIK MEMAINKAN GAMBANG KROMONG 1. GAMBANG KROMONG Seperti telah dibahas pada Bab sebelumnya bahwa ansambel Gambang Kromong terdiri dari instrumen pokok Gambang. instrumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin. Bisa AB-AB atau AA-BB. gitas Bas. Syair lagu yang terdapat dalam lagu kicir-kicir berupa sajak. Tetapi dewasa ini sudah mulai ada perubahan alat seperti Ningnong (digantung). Pada bahasan akan dibahas alat pokoknya saja. Kempul.

. pola kotekan adalah sebagai berikut 05 35 dan 06 36 untuk jatuh nada 1 (do). . .5 35 | 35 35 . 3 (mi) dan 5 (sol) pola kotekannya menggunakan 05 35 sedangkan untuk jatuh nada 6 pola kotekannya menggunakan 06 36. P . . | P | (1) . 2 22 3 (2) Instrumen lain masuk dan nada 2 (re).2 22 3 | (2)5 35 .6 36 | 36 36 . . | 3 . . Pada bagian lagu akan dibahas satu persatu cara memainkannya. . Nada yang ada dalam instrumen Gambang adalah sebagai berikut dimulai dari sebelah kiri atau nada paling rendah. | (5) . | 3 . | 3 .5 35 | 35 35 . | 3 . . 5 35 | 35 35 . P . setelah melakukan intro instrumen Gambang memainkan lagu dengan pola kotekan yang mengacu pada jatuhnya nada . . :|| Jalannya sajian adalah sebagai berikut. | P . .123 Intro : __ __ __ __ P P 03 35 | 3 .5 35 | __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . intro dilakukan oleh instrumen Gambang dan Kromong secara berbarengan nada intro adalah : __ __ __ __ 03 35 3 . 2 (re).5 35 | (6)6 36 . . 2 22 3 ||: (2) . GAMBANG. 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 Wilayah jatuhnya nada Wilayah nada untuk kotekan untuk lebih jelasnya lihat pertitur lagu dan tabuhan Gambang di bawah ini : __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | 03 35 | 3 .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan . | P P (6) . . .6 36 | | (5)5 35 .

6 __ 35 | __ 36 | | (5)5 35 .124 Bu KROMONG.5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan GONG dan kempul untuk pola tabuhan Kempul dan Gong lihat pada kerangka lagu kicir-kicir di atas.5 35 | __ (2)5 __ (6)6 __ 35 __ 36 __ . Tanda P diatas not menunjukkan tabuhan Kempul sedangkan tanda ( .2 __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 .6 __ __ __ 35 | 35 35 __ __ __ 36 | 36 36 __ .5 35 | 35 35 __ 22 3 | __ __ . Berikut tabuhan instrumen kromong : __ __ __ | 03 35 | 3 .5 35 | 35 35 . .5 __ . sedangkan nada jatuhnya adalah nada yang ada dibawah. Setiap satu gong terdiri dari 2 tabuhan kempul. nada yang terdapat dalam instrumen Kromong adalah : Wilayah nada untuk kotekan 6 5 3 2 1 2 3 1 5 6 Wilayah jatuhnya nada Cara memainkannya sama dengan instrumen Gambang yaitu dengan pola kotekan Nada untuk kotekan adalah nada yang terdapat dalam instrumen di atas. ) adalah tabuhan Gong.5 __ .

Lihat penerapannya pada lagu kicir-kicir di bawah ini : __ __ 03 35 | N |(1) N |(5) . 3 . . . Ningnong berfungsi untuk menguatkan rasa seleh atau jatuhnya nada aksen. .x xx .2 22 3 (2) .x xx . N | (6) . . . pola tabuhan kecrek adalah sebagai berikut : . __ __ __ __ __ __ __ __ Kecrek : xx . nada 2 dan nada 1 rendah.x xx . . . adalah sejenis kempul yang ukurannya lebih kecil. . Pola tabuhannya adalah seperti bahasan di atas. :|| KENDHANG. . penekanan pukulannya pada hitungan ke I dan ke III. Tabuhan Ningnong kita simbulkan dengan tanda N diatas not.x xx . .x xx dan seterusnya sama. | . N . 3 .2 22 3 (2) . . . Penerapannya dalam lagu Kicir-kicir adalah : __ __ __ __ . . . | N 3 N 3 __ __ N . Urutan nada yang diatas dari kiri adalah nada 1. . Instrumen ini letaknya dengan cara digantung. . 1 03 35 3 . . | 3 N 3 .x xx . . NINGNONG.2 22 3 ||: (2) . fungsinya sebagai pengatur tempo/irama. | . nada 6 dan nada 5 lalu yang dibawah nada 3. . Lihat penerapannya pada cuplikan lagu kicirkicir.125 KECREK. . 3 . . __ __ __ __ 03 35 3 . . . .x Mulai menabuhnya dan nada 2 (re) yang dipukul dua kali.

126 Bu Jali-Jali Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

127 Sirih Kuning Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

128 Bu Kicir-Kicir Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

pada upacara resepsi pernikahan adat jawa. Kemudian dalam bentuk Lancaran ada yang tidak memakai vokal (instrumentalia) dan ada yang memakai vokal. Susunan nada dalam Bonang Barung Pelog adalah sebagai berikut : 4 7 6 1 5 2 3 3 2 5 1 6 7 4 Atas Bawah . titik atas dan titik bawah pada not menunjukkan pukulan dimana saat melakukan buka. buka ialah nada yang ditabuh untuk memulai suatu gendhing dan biasanya dilakukan oleh ricikan Rebab. Di bawah ini penjelasan cara memainkan gamelan : Lancaran Kebo Giro berfungsi untuk penyambutan tamu besan. Gender. Kendhang dan Barung Barung. Lancaran sifatnya riang dan bisa menceritakan suasana gembira. Jalan sajiannya adalah sebagai berikut: Bagian Buka. Teknik Memainkan Gamelan Untuk tahap awal menabuh gamelan Jawa dapat dimulai dalam bentuk Gendhing yang sederhana yaitu bentuk Lancaran.6. Pada gendhing bentuk lancaran buka dilakukan oleh rincikan Bonang Barung.5. Jadi bila ada not titik bawah artinya nada yang dipukul juga nada yang ada diricikan bawah.129 2.

Bagian gendhing. Instrumen kedua yang masuk adalah instrumen kendhang mulai dari gatra ke tiga. Jadi kesimpulannya adalah pada bagian buka dilakukan oleh Bonang Barung lalu diteruskan oleh Kendhang dan semua instrumen baru masuk pada nada terakhir. Lancaran Kebo Giro terdiri dari 4 baris dimulai dari baris 1 sampai keempat lalu balik ke baris 1 dan begitu seterusnya sampai pada suwuk (berhenti). lihat contohnya : Setelah itu semua instrumen masuk dan nada 5 atau paling belakang. Dibagian gendhing kita mulai pembahasan dan instrumen : 1. yaitu setiap gatra ditabuh dua kali dengan patokan gembyangnya nada yang dibelakang. Lihat contoh di bawah ini : . lihat contohnya : Nada awal ditabuh satu-satu sesuai not dan letaknya kemudian di gatra terakhir atau gatra keempat sudah gembyang cegatan. setelah melakukan buka kemudian Bonang Barung memainkan lagu dengan pola gembyang cegatan.130 Bu Setiap bentuk Lancaran gatra terakhir sudah mulai dengan gembyang cegatan. Bonang Barung.

lihat di bawah ini : . tetapi praktek menabuhnya tentu saja tidak sama cuma namanya saja yang sama.131 Pukulan Bonang Barung tidak berbarengan dengan ricikan Balungan (Demung. pola tabuhan dalam bentuk lancaran irama lancaran sama dengan pola pada Bonang Barung yaitu Gembyang cegatan. Slenthem) jika dalam memukulnya berbarengan maka tabuhan Bonang Barung salah. Bonang Penerus. Begitu seterusnya sampai gendhingnya berhenti. Untuk lebih jelasnya. 2. Saron.

C Putaran II dan seterusnya : B. baris II dengan pola B III dengan pola B dan baris IV dengan pola C ini pada putaran pertama. B. baris III dengan pola B dan baris IV dengan pola C. baris II dengan pola B. C Pola C dinamakan juga cengkok salahan artinya untuk memantapkan rasa seleh dan hanya digunakan pada baris terakhir tapi bentuk lancaran.B. Untuk lebih jelasnya dapat dirumuskan sebagai berikut : Putaran 1 : A. Kalau misalnya ada lancaran yang terdiri dari 3 baris berarti pola kendhangannya adalah : Putaran 1 : A. Kemudian penerapannya pada lancaran Kebo Giro adalah sebagai berikut : setelah buka baris I dengan pola A.B. kendhang bertugas sebagai pamurba irama. C Begitu juga apabila bentuk lancaran yang terdiri dan 5 baris berarti dapat dirumuskan sebagai berikut: Putaran 1 : A.132 Bu 3. B. kemudian pada putaran kedua dan seterusnya baris I dengan pola B.B. Kemudian pola D atau suwukat digunakan untuk .C Putaran II dan seterusnya : B. mulai-berhentinya sebuah sajian gendhing tergantung pada kendhang.C Putaran II dan seterusnya : B.B. Kendhang. artinya cepatlambat. B. artinya pola A hanya dipakai sekali setelah buka. C Kebetulan Lancaran Kebo Giro hanya terdiri dan dan 4 baris jadi gambaran pola kendhangannya seperti tersebut di atas. B. B.B. B. C dan D (lihat pada bab di atas).B. Untuk bentuk lancaran pola kendhangan ada 4 macam yaitu cengkok A. B.

nada 1 dan nada 7. Pola D penggunaanya pada baris terakhir. Ricikan Gong terdiri dan 2 macam yaitu gong gedhe dan gong suwukan. Untuk lebih jelasnya lihat penerapannya pada bentuk Lancaran Kebo Giro di bawah ini : Ket : hal ini brlaku untuk setiap bentuk lancaran 5.133 memberhentikan gendhing. nada 5. Gong. 1 dan 7. termasuk dalam golongan ricikan struktural artinya penempatannya dalam sebuah gendhing mempengaruhi jenis gendhing tersebut. Contoh : . Kempul. Kempul Laras Pelog terdiri dari nada 6. sedangkan Gong Suwukan ditabuh pada tiap akhir baris kecuali baris terakhir. yaitu jika kendhang sudah menggunakan pola D maka tidak lagi menggunakan pola C dan artinya gendhing tersebut akan berhenti dengan ciri pada baris terakhir tempo semakin pelan yang tentu saja diatur oleh kendhang. Gong gedhe nadanya 3 dan 5 sedangkan gong suwukan nadanya 2. Dalam jenis Lancaran kita bisa memakai Gong Gedhe salah satu dan Gong Suwukan dengan nada 2 saja. Tabuhan kempul bisa disimbolkan dengan tanda atau P yang terletak di atas not. Dalam lancaran Kebo Giro kita bisa memakai kempul dengan nada 6 saja dan cara menabuhnya berbarengan dengan jatuhnya nada. 6. nada 3. Gong Gedhe ditabuh hanya setelah buka dan pada baris terakhir nada terakhir. 4.

Jenis Lancaran mi pola tabuhan instrumen Balungan.5 pertama tangan kanan menabuh nada 6 terus nabuh nada 5. nada-nada yang ada didalamnya adalah : 1 2 3 4 5 6 7 untuk laras pelog sedangkan untuk laras slendro nadanya adalah. Jadi tangan kiri mengikuti kemana tangan kanan menabuh nada. tabuhan dan pola sama tetapi yang berbeda hanya nadanya saja. nada 2. Bonang Penerus.2 . Contoh : . nada dalam Kenong Laras Pelog adalah nada 6. sekarang akan kita bahas jenis Lancaran yang memakai vokal.6. Kenong dan Kempul.5 .3. 6123561.134 6. Saron dan Slenthem.6. termasuk dalam jenis ricikan balungan. Tetapi tidak setelah ditabuh langsung dipegang melainkan berbarengan dengan tangan kanan menabuh nada berikutnya.3. nada 5. nada 3. Untuk Bonang Barung. Cara menabuhnya adalah tangan kanan untuk menabuh sedangkan tangan kiri untuk "mathet" atau memegang setelah nada ditabuh. Gong dan Kendhang tetap sama. Demung. Lihat penerapannya pada Lancaran Kebo Giro di bawah ini : 7. Setiap satu baris terdiri dan 4 kali tabuhan dan menabuhnya mengikuti jatuhnya nada atau mengikuti nada di bawah tanda symbol Kenong. pada saat tangan kanan nabuh nada 5 maka tangan kiri memegang nada 6. Bu Kenong.2 . Untuk jenis gendhing yang memakai vokal kita pakai Lancaran Gugur Gunung di bawah ini : . nada 1 dan nada 7. Di atas sudah dibahas Jenis Lancaran yang tidak memakai vokal. Tabuhan Kenong biasa disimbolkan dengan tanda atau N yang terletak di atas not Contoh: 5 berarti nada yang ditabuh kenong juga nada 5 atau 2 berarti nada yang ditabuh kenong adalah nada 2 dan seterusnya. selanjutnya tangan kanan menabuh nada 3 baru tangan kiri memegang nada 5 dan seterusnya.

Kalau yang tidak memakai vokal penafsiran nada tabuhannya tiap 1 gatra. Bonang Penerus. .135 Untuk ricikan Bonang Barung. Kempul dan Kenong cara menafsirkan nada tabuhannya adalah tiap 2 gatra.

6.Dahulu untuk pengiring upacara siraman dan dahulu untuk dinikmati bangsawan Cianjur . Kesenian kacapi suling: adalah memainkan lagu-lagu instrumentalia dan pop Sunda. atau dikenal luas di masyarakat. oleh karenanya warna suaranya berbeda.1 Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi suling Kacapi suling instrumennya terdiri dari kacapi dan suling. berlaras lebih tinggi.Saat ini untuk hiburan . Teknik Memainkan Kacapi Perkembangan dimasukannya Kacapi sebagai kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat. kacapi perahu. Tabel.6. kacapi rincik. resonator mengacu dari kayu dan alat petik tersebut ada yang disebut jentreng. 6.6. Berikut diuraikan jenis kacapi : 2. dan kacapi siter.6.136 Bu 2. Kacapi berlaras pelog dan slendro atau berlaras da-mi-na-ti-la-da. karena pengaruh keperluan teknik terutama kreasi Mang Koko kacapi dapat berjumlah 22 s/d 26 senar. kacapinya adalah kacapi kawih/siter. Fungsi seninya : . Kacapi kawih/siter dapat pula dimainkan untuk permainan individu. sulingnya berlaras da-mi-na-ti-lada dengan 6 lubang. Yang berlaras pelog bernuansa lembut dan yang berlaras slendro bernuansa China. gembira.2. Kacapi adalah bentuk akulturasi dari alat musik K’in dari Cina dan Koto di Jepang. Peta Unit Kompetensi Keterampilan Kacapi Level Purwana Yuwana Madya Madya Utama Purna Jenjang Pendidikan SMK Diploma Kacapi merupakan alat musik petik (waditra) yang memiliki (dawai) sebanyak 7 sampai 20. bahkan bisa lebih.

Permainan Kacapi Suling Secara Mandiri Tinjauan dari permainan kacapi yang dapat dimainkan secara mandiri adalah: . berlaras pelog.47. .Kacapi Kawih/Siter berlaras pelog dan slendro Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Perangkat instrumennya : Kacapi perahu (indung): berfungsi sebagai tangan kiri.Kacapi tembang Cianjuran Fungsi seni tembang Cianjuran adalah sebagai pengiring. iringan atau bas.137 Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. slendro dan madenda.48. Gambar Kacapi Suling 1.

yang disebut kacapi suling instrumental.49. Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Salah satu contoh lagu tembang cianjuran seperti lagu “Papatet” yang dibawakan oleh juru tembang atau disebut siden [juru mamaos] dalam kacapi tembang Lagu-lagu dalam tembang sunda seperti lagu “Papatet “ ini bisa disajikan dengan vokal atau bahkan bisa disajikan dengan suling saja.50. Kacapi Perahu . Sedangkan permaianan kacapi yang ada vokalnya atau mamaos disebut kacapi tembang sunda cianjuran. Kacapi Rincik Melodi dan Birama Sumber STSI Bandung Gambar 2.138 Kacapi Rincik : 1) Sebagai melodi 2) Sebagai ketukan irama/tempo Bu Kacapi Indung sebagai ritem dan bas Sedangkan kacapi Rincik yang lebih kecil berfungsi sebagai melodi dan sulingnya sebagai pembawa lagu.

Ciri khas dari petikan wanda anyar ini adalah : Aransemen dan gelanyu sebagai jembatan antar melodi .139 Celempungan Celempungan adalah permainan satu atau dua buah kacapi siter ditambah instrumen Rebab sebagai pembawa melodi lagu. dan instrumen gong sebagai pemanteb. Permainan kacapi instrumental wanda anyar menunjukkan teknik petikan kacapi dan macam-macam tekniknya. - Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. instrument kendang yang terbuat dari kayu dan kulit sebagai pembawa irama.51. seperti misalnya lagu “Eslilin” atau “Manuk Dadali” dan sebagainya. Misalnya lagu “Kalangkang” dan “Cinta Ketok Mejik”. vocal atau juru sinden sebagai pembawa lagu. Musik Celempungan Wanda anyar Yang dimaksud wanda anyar disini adalah permainan kacapi kreasi baru. Dalam penyajiannya celempungan biasanya membawakan lagu-lagu yang terikat oleh birama atau tempo. dan permainan kacapi wanda anyar ini lebih banyak dimainkan pada alat kacapi siter elektrik dua sampai tiga buah kacapi siter dan dan dalam penyajiannya lebih banyak membawakan lagu-lagu yang lagi populer ngetren pada jamannya.

Kaya akan hiasan lagu Memiliki etude petikan kacapi Kacapi yang dimainkan adalah kacapi kawih/siter. Sistem dan Nilai Nada Sistem nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) pada umumnya meliputi laras salendro. ekspresif nada-nadanya. Telunjuk = b. Jari tengah = c. degung (pelog). Untuk mempermudah dalam penulisannya. dedegungan dan penambih. Menurut teori Machyar. Penjarian Yang dimaksud penjarian adalah penggunaan jari-jari tangan baik kanan maupun kiri pada waktu memetik senar kacapi.140 Bu Aransemen yang disukai kaum muda. tangan kanan dilambangkan dengan hurup A (besar) dan tangan kiri dengan hurup B (besar). 2. papantunan. yang membedakan tinggi rendah nada dalam setiap laras. terletak pada intervalnya. penuh kreasi. . dan madenda (sorong). jejemplangan. Yang dimaksud dengan papantunan. Contohnya lagu “Eslilin” A. jari manis = d dan kelingking = e. Penulisan lambang-lambang jari ini biasanya diletakkan disebelah kiri susunan nada (melodi gending) yang akan dimainkan. Permainan Sebagai Pengiring Petikan-petikan kacapi indung dalam tembang Sunda atau kacapi suling sangat berperan terutama dalam mengiringi lagu-lagu. Contonya : Jenis papantunan dalam lagu “Papatet” Daweung di ajar ludeung Gunung Galunggung kapungkur Gunung Sumedang katunjang Talaga sok kawahyahna Rangkecik ditengah leuweung Ulah pundung kudisungkun ulah melang teu diteang Tarima raga wayahna ngancik di nagara deungeun Sedangkan yang dimaksud dengan panambih adalah lagu tambahan dari jenis lagu di atas yang dinyanyikan secara teratur dan terikat oleh aturan birama maupun temponya. Sedangkan jari-jarinya baik kanan maupun kiri dilambangkan dengan huruf-huruf kecil yaitu : Ibu jari (jempol) = a. jejemplangan dan dedegungan adalah bentuk syair lagu yang dibawakan atau dinyanyikan secara bebas atau merdeka yang tidak terikat oleh birama maupun temponya. Untuk lebih jelasnya perbedaan B.

. 2 1 . . 2 1 . . . . . . . . . .. . ..141 tersebut lihat figure di bawah dengan menggunakan notasi da-mi-na-tila (1-2-3-4-5). . . Apabila disusun sebanyak 20 nada (ke samping dan ke atas) seperti di bawah ini : . Not yang diberi garis satu di atasnya. Contohnya 1 2 3 4 2. bernilai seperempat ketukan. . . .. 3 . . . bernilai setengah ketukan. 2 . Sedangkan susunan nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) umumnya dimulai dari nada 1 (da) tinggi (titik satu di bawah). . . : 4 3 . . 5 . . : 1 . ___________ ___________ ___________ ___________ Oktaf tinggi oktaf sedang oktaf rendah oktaf lebih rendah Nilai nada yang digunakan dalam suatu permainan kacapi kalau ditulis dengan not angka (notasi da-mi-na-ti-la) adalah sebagai berikut : 1. 3 . . : 2 1 . 4 3 . . Not yang berdiri sendiri. . Not yang diberi garis dua di atasnya. . . . . . bernilai satu ketukan. . . 5 . Contohnya 1 2 3 4 . 5 4 . Laras salendro Laras degung Laras madenda . Contohnya 1 2 3 4. 3. . . 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . . 5 .. . . . 1 . 4 .

) yaitu untuk memperpanjang nada dan tanda istirahat ( 0 ) yaitu tanda untuk berhenti mengeluarkan suara atau berhenti membunyikan nada. Adapun penjelasan dan latihannya adalah sebagai berikut: A. secara global ada 3 macam yaitu sintreuk-toel dijambret. 2 dan 3. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik). Yang membedakan antara tenik yang satu dengan lainnya. Sedangkan nilai dari kedua tanda tersebut dalam penulisannya sama seperti notasi pada nomor 1.6. TEKNIK PETIKAN KACAPI Yang dimaksud teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. berarti 1 nilainya menjadi dua ketukan. Contohnya 1 . maka nilai not tersebut akan bertambah.2. dan Cianjuran. Kawih Kacapian. Khusus mengenai titik. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar (kawat). seperti telah dicontohkan di atas. sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor). ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari). yang materinya mengacu pada tujuan umum yaitu mendidik mahasiswa agar dapat mendemontrasikan teknik-teknik petikan kacapi ke dalam bentuk aransemen (instrumental) dan pirigan lagu (iringan lagu).6. dan (2) telunjuk kiri agak lengkung ke bawah. dan dijeungkalan. 1. Posisi dan gerakan jarinya adalah: (1) telunjuk kanan melipat ke daiam. sebab nilai titik dan tanda istirahat masing-masing setengah ketukan. Apabila penulisan seperti 1 . 2. Sehingga dengan demikian nada-nada (gending) yang dihasilkan jari-jari tangan tersebut akan berbeda pu!a. apabila diletakkan di belakang not atau di samping kanan not. dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjuk . seperti telah disebutkan di atas. Teknik Sintreuk-toel Pembahasan Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. akan penulis jelaskan satu persatu berikut contoh latihannya dalam bentuk cacarakan (cara-cara petikan kacapi). Teknik petikan kacapi yang sering dipergunakan terutama dalam Celempungan.142 Bu Tanda lain yang sering digunakan dalam penulisan notasi gending kacapi adalah titik ( . selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. Untuk lebih jelasnya ketiga teknik tersebut di atas. Dengan demikian jelaslah bahwa panjang pendeknya nada yang dilambangkan oleh not angka akan bergantung pada nilainya. Jenaka Sunda. 0 berarti nilai 1 menjadi satu setengah ketukan.

2.143 kanan dan kiri. Sedangkan tingkat kesulitan dari materinya disusun secara bertahap. Mempraktikan Memetik Kacapi dengan Melatih Cacarakan Dalam latihan ini materi-materinya disebut Cacarakan.6.6. yang pada akhirnya diharapkan mahasiswa itu mampu menyajikan aransemen.3. Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya. ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain. Fungsi dari masing-masing jari di atas adalah: ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi. Adapun susunan cacarakannya seperti di bawah ini : .

144 Bu .

145

146

Bu

147

148

Bu

Taknik sintreuk-toel yang diaplikasikan ke dalam bentuk Cacarakan 1 - 10, di dalarnnya sudah mencakup teknik penjarian (posisi dan gerakan jari) dan teknik petikan (ketepatan jari dalam menghasilkan bunyi yang bersih dari senar yang disentuhnya). Kedua teknik ini pada dasarnya bertujuan melatih keterampilan tangan untuk sampai pada garap aransemen (gending macakal) secara baik dan benar. B. Teknik Dijambret

Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, seperti menjambret2 yaitu membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, t elunjuK, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) seperti ngajeungkalan. Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass

149

(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. Oleh sebab itu dalam cacarakannya hanya akan berorientasi pada nada yang akan dimainkan saja, yang dalam istilah tradisinya disebut kenongan. Misalnya teknik dijambret dalam kenongan 5 (la). Yang perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum mempraktikkan teknik dijambret adalah pasangan nada dari nada yang dijadikan kenongan. Pasangan nada tersebut seperti di bawah ini: Gembyang Pasangan Kenongan : : 1 3/4 1 2 5/4 2 3 1/5 3 4 2/1 4 5 2/3 5

Kelompok nada di atas dapat pula dijadikan dasar dalam menentukan pasangan nada pada petikan tangan kiri di setiap pirigan lagu.

150
C.

Bu

Permainan Kacapi Gaya Celempungan dalam lagu Banjaran (laras pelog), gerakan sedang

151

Keterangan : Pirigan disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan

. Haryo Wreksadiningrat c. W. a. Tangganada diatonis berasal dari tangga nada .. Aristoteles c. Cina d. Dons-Frigis d. a. Tetrachord 2. Notasi pentatonik adalah asli milik bangsa Indonesia yang dibuat oleh . Lydis c... Bali c. 1 dan ½ d. Machjar Angga Koesoemadinata b. Supratman 4. Susunan nada yang bernada 5 c. kenong dan tanjidor adalah kesenian khas daerah .. Susunan nada yang berjarak ½ 3. Steinway d. Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ b.. India b. Kalimantan 6.... Jawa Tengah b. Kesenian gambang kromong.152 Bu TES FORMATIF BAB II Pilihlah jawaban yang tepat ! 1. Yunani b. Demang Kartini d... a. Arab c. Grand 5. Susunan nada yang berjarak 2. Melayu . Betawi d... Bartolomeo Christofori b. Gambang kromong adalah kesenian yang mendapat pengaruh dari..R. Cikal bakal instruen piano yang bernama Harpsichord diciptakan pada tahun 1707 oleh . Apa yang disebut tangganada diatonis? a.. a. a.

Lampung d. a. a. Kacapi b. Cara memainkan . Sample c. Angklung Pak Poeng c.. Angklung Indonesia d. Talempong adalah alat musik tradisional seperti gamelan yang berasal dari propinsi ... Perbedaan gender dan slentem adalah pada . Angklung tradisi Sunda b. a. Jawa Tengah b.. Alat musik tradisional Indonesia serumpun alat musik Koto adalah.. Bentuk bilahan c. Sumatera Barat c.. a.. Jumlah bilahan b. Fungsi dalam permainan d.. Angklung berlaras diatonis disebut juga .. Granting 10.. Sitar d. Angklung Pak Udjo 9..153 7. Bali 8..

Bagaimana cara kamu mengenali gamelan yang kamu dengar adalah gamelan daerah : .Bali . Apa yang kamu rasakan ketika mendengar suara yang beraturan seperti suara tetesan air dari ledeng ? 2. Bagaimana cara kamu mengenali musik yang kamu dengar adalah musk Melayu (Riau) 4. Apa yang kamu rasakan jika terdengar suara keras dan cepat. Bagaimana cara kamu mengenali musik khas darah Sunda? 5.Jawa Tengah . dari lagu-lagu yang guru perdengarkan? . Dapatkah kamu mengidentiikasi yang mana musik yang merupakan karya Bach.Sumatera Barat 6. seperti suara drum yang ditabuh dengan bersemangat ? 3.154 Bu Apresiasi : 1.

Seni Tari Mengapresiasikan Karya Seni Tari Bab 3 APRESIASI Pengertian Seni Tari Gerak Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Berdasarkan Konsep Garapan Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat Teri Berdasarkan Orientasi Artistik Fungsi Tari Upacara .

EKSPRESI Produksi Tari Dasar Pijakan .

Belajar seni pada tataran apresiasi dapat dimulai dari usia dini. Dalam perkembangan berikut. Cakupan ini adaptasinya dapat dipelajari melalui penjelasan di bawah ini. 2). dan sangat beragam intensitas pendalamannya. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. Mengapresiasikan Karya Seni Tari Pemahaman suatu tarian sebagai konsep merupakan aspek terpenting dalam pendidikan tari. dinamis. Pengertian Tari Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang. Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan. Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. caranya dengan melihat. dan waktu. Pemahaman konsep dibentuk melalui proses kreasi. 12). Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987. Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus. tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam . Di bawah ini tahapan apresiasi tari yang berguna bagi yang mendalami apa arti sutu pendidikan seni khususnya untuk seni tari. dan menampilkan tari.158 BAB III SENI TARI 3. Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan. dan tenaga. 3. Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif. membuat.1.

Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV). Masyarakat . gerak tari. Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat. Apabila disimak secara khusus. Ibarat bahasa gerak. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya. 21). perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat. empati. paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan. simpati. Tari merupakan salah satu cabang seni. Tari memberikan penghayatan rasa. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol. Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. maupun unjuk kemampuan. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. dan kemauan kepada umum secara jelas. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986. pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. pada waktu kapan saja. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja. 4). dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya. tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari. oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Sebagai sarana komunikasi. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal.159 buku ini. hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni.

Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan. Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa. pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur. Seperti dikutip oleh M. 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. 1990:2). Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang.160 membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak. dan bunyi musik. Sebaliknya. serta unsur pendukung lainnya. ungkapan komunikasi kata-kata. 1994:44). Oleh sebab itu. Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan. tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. Corry Hamstrong menyatakan bahwa. melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat. manusia selalu bergerak. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli. ritme. dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. menyatakan bahwa. John Martin dalam The Modern Dance. Sependapat kedua pakar di atas. gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement). Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan. Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan. Dalam konteksnya. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987. tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang . tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh.

dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. Perubahan atas perkembangan dan gerakan yang terjadi sebagai dinamika manusia menjadi inti adanya perubahan yang diharapkan. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. dinamis. termasuk dalam hal ini adalah tari. Soedarsono menyatakan bahwa. elastis dan penekanan gerakan ). . perubahan sikap. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer.161 sesuai dengan maksud tertentu. tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. Gerak dalam kehidupan sehari-hari manusia yang kurang menghayati kehidupan banyak diabaikan. Dalam berbagai peristiwa. Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerakgerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. GERAK Kebanyakan manusia dalam kehidupannya sangat mengharap terjadinya perubahan. UNSUR POKOK TARI 3. tangan. dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat. kaki. lemah. 3.1. VCD/DVD serta media lain. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. dan sangat mennghayati dinamika terutama hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. badan). jarak. dan kedudukan). manusia hidup berkembang dan bergerak. time (berhubungan dengan durasi gerak. aspek tari. Akan tetapi untuk yang menghayati dinamisasi gerak menjadi obyek yang banyak dipelajari dan dimaknai agar menjadi segala sesuatu yang berguna bagi diri maupun masyarakat lain. Elemen pokok tari adalah gerak. Faktor keberuntungan dan kehendak yang kuasa segala yang diinginkan perkembangan dan perubahan atas manusia menjadi pasrah. Sebagai bentuk latihanlatihan.2. Gerak dalam aktivitas manusia menjadi bagian penting dari manusia yang masih hidup. dan irama seseorang. posisi.2. Dengan itu manusia merancang dan mendesain sedemikian rupa untuk perkembangan dan perubahan yang diinginkan. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. space (ruang gerak yang terdiri dari level. atau tingkatan gerak). Oleh sebab itu. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. rasa. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian kepala. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya.

Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian. 3. Pada khususnya. dan gerak sehari-hari. 3. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. olah raga.2 Penggunaan properti butuh ruang gerak sempit Gb.162 Berpijak kepada pendapat di atas. dan tenaga.3 Mengeksplor gerak tubuh untuk ruang gerak Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Pribadi Gb. disebut gerak tari tengahan. bekerja. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian. ruang.4 Lari jingkit (trisik ) membuat lingkaran Gb. waktu. di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi. 3. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). tari terdiri dari unsur gerak sebagai unsur utama. serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. gerak bermain. Pose gerakan di bawah ini menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang.5 Pengolahan Ruang Tari & Pentas Tari di Proscenium .3. gerak dan waktu yang secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut.

motif gerak.9 Jengkeng sikap dasar tari/level bawah .8 Mahasiswa Jurusan Tari Angkatan 2004/2005 yang sedang eksplorasi gerak Tari Topeng Jaja dan gerak Pencaksilat (versi Jaya Bandung).163 Imitasi atau peniruang gerak dengan pengembangan ruang gerak. Perhatikan kedua gambar di bawah ini adalah bentuk/motif gerak Jengkeng pada tari Klasik Jawa dan sikap dasar Pencak silat dalam bentuk kedua kaki melebar bertumpu secara kuat dan mencengkeram ke tanah (kuda-kuda). dan gerak dalam ruang secara harmonis dengan ketentuan gerakan yang diperagakan serta pengolahan ruang yang diharapkan.6-3.3. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gambar 3. Sumber Koleksi Pribadi Gb.

dan mengayun. Gerakan supinasi. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. mengangguk. rileks. kudakuda. memutar ke kanan/kiri. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. berputar. Motif Gerak Tari Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu pada tabel di bawah ini dapat disimak secara detail yang memberi bentuk motif gerak tari sebagai berikut. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Rapal. sedang.10 Sikap Kuda-kuda pada motif sikap Pencak silat (Sumber: Koleksi Kusnadi ) 3.2. sendi leher berperan sentral. . Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri.164 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Badang kontraksi. 3. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. Adeg-adeg. rendah).2. Gerakan ke depan/belakang.

ogak lambung. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. anggukan dan gelengan kepala. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. tengok kanan/kiri. . Gerakan bervariasi. gebesan. Gerakan pacak gulu. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. ke depan/belakang. tekukan pada siku. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. belakang. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. mengkerut-kerut. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah.165 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. Grakan tangan lurus. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. Meliuk-liuk. tekukan pada palmar tangan. gelieur. Vibrasi skapula. gileg. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. serta gerakan jari-jari Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. supinasi ke depan.

Kecepatan. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. sensualitas. masingmasing berbedabeda. lengan bawah. Cranum sebagai otorizet. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. lengan atas. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. palmar tangan. Pelvis sebagai penopang. kelenturan pada paha. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Gerakan dan getaran pinggul. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Kolumna vertebralis. dan sikap tangan pokok. goyang pantat pada Jaipongan. Nyempurit. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. macam goyangan. Ngruji. Harmonisasi goyang pinggul. dilakukan sesuai keterampilan individu.166 melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Goyang plastik. .

Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Salto. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Peragaan gerak motif Rodat. Zamrah. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. loncat harimau. Geser. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. . Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Kepala mematukmatuk. strugel track di udara. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk.167 Anggota Gerak Bagian Bawah Support Kaki (Ladix) Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Kengser. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. kaki Gerakan Jalan. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk.

Keept up Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. serta pada karpal dan falang. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. tulang panggul. Tegak dan bongkok badan. tangan. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Galier. diarthrosis Jalan lurus. dan Godeg. Gileg. Tabel 3.1 Motif Gerak Individu Gerak rol. Tanjekan. Mapal. sinfibrosis. Gerakan merendah atau mendak. Ngeseh. dan kaki. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. . Nindak. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. badan. sinkondrosis. Putaran Tubuh ke semua arah. Lampah Ringdom. Gelang kepala angguk-anggukan kepala. loncat harimau.168 langkah ke depan/belakang. samping kanan/kiri. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. dan variasi gerakan kepala. Pacak Gulu. sendi poros pada tulang bahu.

2. step. tari garapan lain. Tabel 3. ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh.4. Di sisi lain.169 3. kuda-kuda. sedang. sedang. Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. straidel. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. lenso. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Rapal. Adeg-adeg. Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. sedang. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah . rendah). Gerakan Tari Topeng Cirebon. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. kuda-kuda. Rapal. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. rendah). Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. dan topeng Klono. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. berputar. posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri.2. rendah) pada tari Saudati. anggukan. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Adeg-adeg. Ruang bersentuhan langsung dengan penari.3.1 Motif Gerak Tari Berkelompok 3.

14 Penari mengolah ruang pentas level rendah Gambar di bawah ini mengisyaratkan pengolahan ruang pentas dan ruang gerak secara maksimal dengan menjabarkan desain.13 Gerak Disain Tertunda Gb. 3.11 Pelemasan anggota gerak tubuh Gb.com. Perhatikan gambar Gb. motif gerak dan perpaduan kedua penari. posisi dan kedudukan. level.3. 3. . Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.170 ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat.12 Eksplorasi gerak Penari di Ruang Latihan (Koleksi: Koleksi Kusnadi) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Sumber Internet www.15 Penguasaan Ruang Pentas dan ruang Gerak sebagai potret pemberdayaan ruang gerak dan ruang pentas. 3.Dance_Yahoo.

Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan geraknya. bagaimana penari bergerak dan dapat mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan. Dengan demikian gerakan penari sesuai pengarahan koreografer. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. berhubungan dengan kebutuhan. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam. Dalam mendesain ruang gerak penari. dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Kebutuhan ruang gerak yang sempit. . Dengan demikian terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendisain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. dan dasar teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan geraknya. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari membutuhkan jangkauan gerak. Penari membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Ekuivalen gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan disaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Ruang gerak penari dengan jangkauan gerak luas membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. koreografer menyesuaikan.171 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan.

yahoo. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. putaran dan liukan badan bertumpu pada kaki yang kuat.18 gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. 3.17 – 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Perhatikan gambar atas 3.dance.16 Ruang Tari sekaligus pengolahan properti dengan memanfaatkan ruang tari) Kesan gerak di bawah ini menunjukan gerakan sembah. serta luas dan tertunda. 3.com Gb. Gb. Gb. .q.172 Sumber www. 3.17 gerak lambat memiliki kesan dalam.18 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. Disain ruang yang tercipta sempit di dalam.

Hal tersebut membutuhkan waktu. berubah posisi.19 Gerak di udara Gb. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu. Tempo gerak dapat membangun imej tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. 3. . cepat-lama gerakan dilakukan. cepat-lambat. Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu. panjang-pendek. Apabila penari bergerak bagian tubuh yang berpindah tempat. serta pindah kedudukan. Sumber Koleksi Kusnadi Gb.Dance_Yahoo. Unsur dinamika ini membutuhkan waktu gerak. Pengolahan ruang gerak dan tenaga yang disalurkan melalui motif gerak penari di bawah ini adalah memanfaatkan tercapainya gerakan spilt atau slidding dan sircle atau putaran. 3. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek.com.20 Gerak Selut pada tarian Sunda Dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari.173 Sumber Internet Internet www.

Konsep membangun waktu dipraktikan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang-pendek gerak. Hal ini berhubungan dengan panjang pendek waktu. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. Kebutuhan waktu yang mendesak dalam tari adalah memanifestasi kebutuhan gerakan cepat dan gerakan lambat secara dilematis. kebutuhan ruang dengan waktu. Waktu dalam gerakan menjadi salah satu konsep tarian. Oleh sebab itu. kualitas gerak. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. atau dengan berdirijongkok.174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt\ Gerakan Slidding pada tari Kembang Betawi Perhatikan Gambar 3. dan kondisi emosional penari. Dalam tari. Dengan demikian elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan penggarapan koreografi.22 Gerakan Teknik Sirkle & Gerakan Teknik Split (Trust) Dilakukan dalam tempo cepat. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini membutuhkan waktu. denyut nadi gerak. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak.21 – 3. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Apabila dengan tempo lambat banyak terjadi kemungkinan cidera kaki. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas dalam bentuk pengolahan gerak dan pengolahan waktu secara bersama ke dalam konsep garapan tarinya. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu merupakan unsur yang saling terkait dengan lainnya. intensitas gerak. serta kebutuhan pentas tari dipentaskan. . Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. situasi.

23 Gerak respons memiliki kekuatan kesan gerak yang tinggi. Tenaga Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi.23 – 3. 3.com Perhatikan gambar atas 3.2.175 Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna.24 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. Sumber kedua gambar di halaman ini Internet www. Gb. berkekuatan. Gambar.24 Gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan.5. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. 3. dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan.dance_@ Yahoo. Sumber: Koleksi G Kekuatan lompatan. 3. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis. kerjasama pembagian intensitas tenaga . berisi.

desakan jiwa. Di sinilah letak pembeda dari cara penghayatan sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari.6. kehendak.176 Sumber: Koleksi GNP TMII Jkt Sumber: Koleksi Pribadi Gambar 3. pembawaan suatu karakter. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang.25 – 3. lompatan dan pelebaran ruang gerak anggota gerak tubuh secara terstruktur pada komposisi tari.2. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. Perbedaan yang ada bahwa ekspresi tari semua yang berhubungan dengan perubahan psikologis. marah dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara dan kepekaan diri di dalam melakukan luapan. memiliki keterbatasan pada cara mengungkapkannya.27 adalah gambar sinkronisasi bentuk penghayatan tumpuhan kaki. 3. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. . Sebagai ilustrasi bahwa. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Ekspresi Dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan.

28 dan 3.2. Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Musik dalam tari memberi keselarasan.Dance_@ Yahoo. Koleksi Kusnadi 3. Gambar 3. keserasian. cepat-lambat melodi lagu. sistem kembangan untuk tabuhan sekar atau lambat temponya dan gembyong untuk irama tempo cepat. sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif.29 adalah menunjukan penghayatan mata pada tari-tarian Bali. sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis. Iringan Tari Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian.177 Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Internet www. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur gerak. Keduanya seiring dan sejalan. keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut. . 3.7.30 Bonang Bonang memiliki tempo musik yang berbeda cara dan teknik tabuhnya. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana.com. Sebagai salah satu instrumen musik tradisional. penghaytan gerak pada gerak Ballet.

178 3. Sedangkan tari untuk untuk seni pertunjukan yang merupakan ungkapan individual yang biasanya dalam proses penciptaannya. Menurut La Mery (1965: 17-108). Dalam tari klasik pola gerak. desain lantai. pementasan bahkan tema tarinyapun. tata rias. Hal tersebut sangat berbeda dengan tari klasik dan jenis tari untuk tujuan pertunjukan. desain atas. sehingga memungkinkan pada pencapaian kualitas artistik maupun estetis dari aspek unsur-unsur tari itu sangat maksimal. Biasanya penyelenggaraan tari untuk tujuan upacara adat. unsur-unsur komposisi tari. taat kepada aturan-aturan yang harus dipatuhi yang terkait dengan aturan-aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan orang istana. ruang dan waktu. perlengkapan tari. dan garis lengkung dapat menghasilkan bentuk lingkaran. tempat menari dipersiapkan dan dalam tari itu disusun sedemikian rupa. busana. sig-sag. rias. spiral. serta tata pentas. serta sesuai dengan kepentingan-kepentingan ( fungsi tari) dalam kehidupan masyarakatnya. lengkung setengah lingkaran. Garis-garis lantai dibentuk dari garis lurus dan garis lengkung. desain atas. Desain gerak. banyak unsur-unsur yang dapat dikenali dan terlihat oleh mata (visual). Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri-dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga.3. angka delapan dan sebagainya . unsur-unsur tersebut dibangun dan disusun sesuai dengan nilai-nilai dan corak tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. Unsur-unsur itu. desain dramatik. maka tempat pementasan tari biasanya sesuai dengan tujuan upacara tersebut. musik. perlengkapan. tata rias/busana dan tata rambut. Dalam jenis tari tradisional yang berasal dari suatu komunitasmasyarakat etnik. desain atas. disusun berdasarkan pola-pola koreografi yang lebih artistik. V atau V terbalik. tata rias busana. disebut dengan unsur komposisi tari . UNSUR KOMPOSISI TARI Apabila kita melihat sebuah tarian baik jenis tradisional atau non tradisional. lebih banyak memiliki kebebasan dalam mengekplorasi semua unsur tari. segitiga. musik. desain musik. tempat pementasan mencerminkan ciri khas dari budaya setempat dan adat masyarakat yang memiliki tarian itu. sebagai berikut: 1. Garis lurus dapat menghasilkan bentuk garis diagonal. Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. namun terdapat juga unsur-unsur lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi sebuah komposisi yang disebut dengan tari. busana. walaupun hasilnya terkesan sederhana dan tidak rumit. T atau T terbalik. adalah: desain lantai. sehingga hasilnya terkesan rumit. tema. desain lantai. upacara agama atau untuk tujuan ikatan kebersamaan warga. sehingga pola gerak. musik. Sebagai contoh dalam tari tradisional jenis tari rakyat.

yang disebut dengan klimaks. cerita rakyat. Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak. menambah jumlah penari. Pola ritmik di dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. lurus. Menurut La Mery (1965: 22-39) ada bermacam-macam yaitu desain: datar. tinggi. tata rambut dan tata busana tari Adalah rias wajah. tertunda.179 2. peristiwa-peristiwa yang pernah atau sedang terjadi. horisontal. Rias wajah untuk keperluan pementasan tari dikenal tiga jenis. Sumber tema tari dapat dari imajinasi manusia. kontras. Kilmaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo. gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. Tahap –tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi manarik dan tidak terkesan monoton. tidak membosankan dan tidak monoton. legenda. statis. tinggi rendah (level). spiral. tempo. berada di atas lantai. dan asimetris. harapan dan kehendak manusia. (b) rias wajah karakter. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik. yaitu rias wajah untuk tujuan mewujudkan angan-angan . 1. 2. Desain dramatik Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. lanjutan. yaitu rias wajah untuk tujuan memperbaiki bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. 3. Melalui tahapan ini penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal. yaitu: (a) rias wajah korektif. menanbah dimankika gerak atau justru berhenti sama sekali atau dengan cara-cara lain yang intinya berbeda dan khas dari bagian tari sebelumnya dan sesudahnya. 3. vertikal. Tema Tema adalah ide persoalan dalam tari. tata rambut (hairdo) dan busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. simetris. medium. Desain musik Desain musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari. dalam. Dua jenis desain dalam tari adalah desain kerucut ganda dan desain kerucut tunggal. rendah. dan sebagainya 4. terlukis. Tata rias. dan (c) rias wajah fantasi. murni. yaitu rias untuk tujuan menggambarkan dan memperjelas karakter tokoh atau karakter tari. Desain atas atau air desaign Adalah desain yang dibuat oleh anggota badan. Desain ini dilihat dari arah penonton. kegiatan kerja. Dinamika Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari tersebut . pergantian posisi penari serta perubahan suasana. lengkung. kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik. benda-benda disekitar kita. memperluas jangkauan gerak. perilaku binatang. cerita kepahlawanan. berikutnya penonton merasakan mulai ada penurusan menuju akhir dari sebuah tarian. bersudut.

Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. plastik. 6. Tata rambut untuk keperluan pementasan tari juga bermacammacam. tata pentas bukan hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. Dalam tari tradisional pada umumnya desain busana tari tidak jauh berbeda dengan busana adat setempat. Sumber cahaya untuk keperluan pementasan tari bermacam-macam. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. diantaranya berasal dari obor. yang disebut dengan setting. Bentuknya bermacam-macam. 7. penciptaan suasan atau untuk memperjelas peristiwa pada suatu adegan. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penati dapat dilihat dari berbagai arah pandang. Dengan teknologi komputer tata lampu dapat diprogram dalam hal gelap terang. lilin dan listrik. pendhopo. sedangkan tata rambut untuk tari non trasional biasanya disesuaian dengan konsep tari. misalnya dari alat tape recorder. yaitu berbentuk arena. MP 3. Dalam tari tradisional. Tata Lampu Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan. Tata suara ini menjadi bagian dari unsur komposisi tari bila tarian menggunakan musik iringan tari dengan media rekaman. kertas. di halaman Pura. namun juga untuk memperjelas karakter tokoh dan karakter tari yang sedang diperankan oleh penari. daun atau apa saja yang ada disekitar kita yang dapat dimanfatkan untuk bahan busana tari. Alternatif bahan untuk pembuatan busana tari bermacam-macam. cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. dapat terbuat dari kain. misalnya untuk mewujudkan sosok putri bunga. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosscenium. di halaman rumah atau dilapangan.180 atau imajinasi. model tata rambut sesuai dengan adat dan gaya tata rambut daerah masing-masing. Fungsi busana dalam tari tradional (klasik bukan hanya untuk keindahan. Tata Suara Adalah seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari. warna maupun komposisi cahaya sesuai dengan kebutuhan konsep tari. sehingga tata suara memerlukan pengaturan khusus dari pemutar suara. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. CD player. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang meiliki 2 jenis. Tata Pentas Adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. rias wakah dibuat menyerupai bentuk bunga. 5. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat bendabenda dan alat yang berhubungan dengan tari. untuk penutup tubuh. yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. Synthesizer dan alat pemutar suara .

2. 3. Mampu menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. Penjiwaan dalam menari dapat dicapai apabila seseorang dalam menari melibatkan passion. Penjiwaan dalam menari dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah wirasa. kemampuan mentaati gaya tari dan kelenturan. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran penari dalam memperkuat penampilan sebuah tari dan dalam menciptakan keindahan sebuah tari atau dalam sebuah koreografi. yaitu : 1. Wiraga adalah keterampilan menari. yaitu kepekaan dalam menyelaraskan ritme gerak tubuh dengan ritme musiknya atau menyelaraskan ritme gerak dengan penari lainnya. yaitu melakukan dengan perasaan senang. Menari dengan hati seperti itu. Memiliki kepekaan musikal. dipahami dan dapat diinterpretasikan oleh penontonnya.181 lainnya. Di beberapa wilayah budaya di Indonesia kemampuan seorang penari yang baik. dan wirasa adalah penjiwaan penari terhadap karakter peran dan karakter tari. 3. pada waktu menari. Namun bila musik iringan tari menggunakan alat musik yang langusng dimainkan. . namun tugas utamanya adalah memberikan nyawa kepada tari. tidak memiliki kepekaan musikal dan tidak dapat menjiwai tariannya. sehingga segala pesan yang terkandung dalam tari dapat juga dihayati. kemampuan olah tubuh. pengaturan tata suara menjadi tidak begitu penting. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penari tari gaya Surakarta dan Yogyakarta (Jawa ) dikenal dengan istilah kemampuan wiraga. ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penari. kaitannya dengan penguasaan teknis gerak.4. mencakup: kemampuan menghafal urutan gerak. dikenal dengan beberapa istilah. wirama dan wirasa. melalui bahasa tubuhnya dan melalui ekspresinya. Untuk sampai kepada kemampuan penjiwaan dalam menari. bersungguh-sungguh (bersemangat) mencurahkan segala perasaannya dalam kegiatan menari. wirama adalah kepekaan musikal. Kemampuan penjiwaan ini merupakan tanda yang tampak dari diri seseorang sebagai seorang penari yang baik. akan menghasilkan penghayatan dan ekspresi karakter peran dan karakter tari yang dapat berkomunikasi dengan penonton. Penari mempunyai tugas tidak hanya mengkomunikasikan gagasan dalam tari. Koreografi yang indah tidak akan menjadi indah apabila penarinya tidak memiliki keterampilan teknis. PENJIWAAN DALAM MENARI Penjiwaan dalam menari merupakan kemampuan penari dalam menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. Memiliki keterampilan teknis gerak .

Dengan demikian kegiatan apresiasi seni bukan sekedar melihat sebuah karya seni saja. greget (menyalurkan kekuatan dari dalam / inner dynamic) . Kesadaran perseptual dibentuk untuk menjadikan pengalaman berkarya sehingga terbentuk kesadaran. bahwa keindahan adalah merupakan kepuasan yang hakiki bagi setiap yang merasakan. Apabila ditelaah. membandingkan. yaitu sawiji (konsentrasi). Pembelajaran Keterampilan Apresiasi Tari Pada umunya orang akan mengatakan bahwa seni adalah untuk dinikmati melalui kegiatan seni dan kepakaan estetis yang dapat memuaskan kebutuhan perasaan penikmatnya. memahami. 3. menghargai. Pengetahuan Kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang sejarah. dapat mentranformasikan dirinya ke dalam peran yang dibawakan. simbol-simbol seni tari. Kadar dan bobot penghayatannya berbeda satu dengan lainnya. Seorang penari muda harus memiliki kemampuan olah fisik dan mempunyai hafalan terhadap agem. tari-tarian yang berkembang di Indonesia baik menyangkut tari Tradisional.5. sedangkan penari matang (tasak) melalui kemampuan olah fisik dan olah spirutualnya. secara menyeluruh adalah kompetensi yang dicapai paling tinggi di bidang persepsi.182 Dalam Bambang (1984) dikemukakan bahwa untuk dapat mencapai wirasa penari harus melakukan empat hal. tandang dan tangkis. Kemempuan lain untuk mengobservasi. akan tetapi apabila dikaji lebih dalam. Konsep kegiatan apresiasi meliputi beberapa hal antara lain: Persepsi. Menurut I Wayan Dibia ( 2004: 17-18) bagi penari Bali. penari tua harus menguasai wirasa atau penjiwaan terhadap tarian. melainkan memiliki makna memerlukan wawasan sehingga dapat mengkaji sampai pada batas mengungkapkan keterampilan melalui kegiatan. Kegiatan pengamatan untuk mengenal. menilai dan mencipta dan mengevaluasi. mengidentifikasi. pengertian apresiasi secara harafiah berasal dari kata appreciatie (Belanda) atau Apreciation (Inggris) yang berarti kemampuan seseorang dalam menangkap getaran-getaran nilai seperti memahami. Penjiwaan penari dalam menari merupakan kemampuan tingkat tinggi bagi seorang penari yang dapat dicapai bila penari telah memiliki keterampilan teknis menari dan memiliki kepakaan musikal. tari Nontradisonal/Kontenporer/kreasi modern. dimana pengetahuan tentang tari merupakan dasar dalam mengapresiasi. sengguh (percaya diri) dan ora mingkuh (penuh disiplin disertai dedikasi dan loyalitas tinggi). . Hal ini benar. istilah-istilah dalam seni tari.

Hal ini berkaitan dengan kepekaan visual dan sensori yang merupakan kemampuan dalam berapresiasi. dengan demikian akan membentuk pengalaman estetis dan peningkatan penghayatan akan karya tari. Apresiasi. penari dalam tahap penilaian keindahan seni tari. Kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai penentu. Operasionalisasinya mencakup kemampuan memahami. Kegiatan Apresiasi Tari 1. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan tentang keberhasilan individu. Analisis. 2. maupun peserta didik secara mandiri dalam membantu memberikan komentar maupun kritik di masa datang. Keterampilan yang dapat mendeskripsikan. diskusi. menjelaskan kegiatan seni yang sedang dipelajari. dan memilih dalam mencapai sasaran belajar dari hasil apresiasi. sehingga dapat menceriterakan dan menjelaskan kembali hasil pengamatan yang dilakukan. Penilaian. terlebih dahulu telah banyak melihat pertunjukan tarian. Kemampuan melakukan penilaian karya-karya seni baik secara tertulis. berdasarkan pengetahuan dan wawasan tari dari hasil pengamatan sebelumnya. 3. Mengidentifikasi Tarian Untuk dapat mengidentifikasi tarian terlebih dahulu seseorang harus mempunyai wawasan tentang berbagai jenis tarian dan mempunyai pengalaman estetis yang memadai.183 Pengertian Kegiatan yang dapat membantu kemampuan merasakan. Oleh sebab itu keterampilan ini sangat berhubungan dengan kepekaan rasa yang mendalam bagi seseorang yang sangat konten terhadap seni. menerjemahkan. menginterpretasikan. kelompok. Membuat Tarian Seorang pencipta tari atau yang disebut Koregrafi tentulah mempunyai perbendaharaan wawasan tarian yang banyak. Melihat Tarian Sebelum seseorang mampu menilai sebuah karya tari dikarenakan. penikmat. menghargai.5. menghayati sehingga dapat merasakan keindahan yang mendukung karya tari tersebut. mempunyai pengalaman .1. hal lain yang penting dimiliki adlah pengetahuan tentang pijakan tari. 3. diamati. bahkan sudah banyak mempunyai pengalaman menari. memilih.

atau cara baru menangani dan menghadapi masalah. dan yang paling penting mempunyai kemampuan menggarap tarian.184 estetis yang cukup tinggi. berbeda. dan upaya-upaya yang dapat dilihat dari dimensi proses maupun produk dalam mengembangkan kreativitas. pencahayaan. “the process of bringing something new into being”. mesin. bahkan permainan. Mampu menerjemahkan konsep kedalam bentuk tari b. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur. dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinal. dalam psikologi. titik pandang yang berbeda.2. Namun pada dasarnya sebagian besar memandang kreativitas sebagai sesuatu yang baru. Memiliki kepekaan musik c. komprehensif. 3. dan proses kreatif. perilaku. baik pada setiap proses maupun produknya. dan orisinal. Mengkoreografi sesuai tema dan usia d. Perbedaan ini terletak pada definisi. (6) sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada hubungannya dengan belajar (7) sama arti dengan imajinasi dan fantasi. 1994). Namun istilah ini taksa atau ambigiuos karena digunakan secara bebas di kalangan orang awam. semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Sebagian lainnya kata kreativitas didefinisikan sebagai suatu cara berpikir dan bertindak. 1985:1100). Seorang filosof. kemampuan tersebut yakni : a. Mary Mayety (1990: 2). (2) kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan. Di antara para ahli timbul perbedaan pandangan tentang konsep kreativitas. rias dan memanage latihan. proses. baik dalam bidang musik. produk dan press (Supriadi. Rhodes (1961) membedakan kreativitas ke dalam dimensi person. karakteristik orang kreatif. sastra. Sebagian lain menghubungkan kreativitas dengan kompetensi spesifik (Husen and Postlewaite. Dengan demikian. kostum. memiliki gagasan orisinal. orisinil dan memiliki keunikan. Mampu memperhatikan keseluruhan aspek tari. (3) apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. psikolog ataupun pendidik memandang kreatifitas dengan cara yang berbeda. atau membuat sesuatu yang asli oleh seseorang. suatu kreativitas itu memiliki fungsi untuk menyelelesaikan suatu persoalan. (4) merupakan proses mental yang unik. panggung. musik. kriteria. atau menghasilkan suatu produk baru. (5) sinonim dengan kecerdasan yang tinggi atau jenius. sering digunakan. juga pada hubungan kreativitas dengan kecerdasan. Mayety (1990) mendefinisikan kreativitas sebagai proses memunculkan sesuatu hal yang baru.5. Oleh karenanya merupakan bentuk permainan mental. Sedangkan kreativitas sendiri menurut Supriadi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu . Orang kreatif cenderung sebagai pencipta (creator) bukan penurut (conformer) kepada orang lain. Pembelajaran Kreativitas Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. Arti kreativitas secara umum adalah menekankan pada (1) pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. sejarawan. (8) merupakan kemampuan mencipta (kreasi). dan sebagainya. Hurlock (tt: 2) memandang bahwa istilah kreativitas.

ide atau unsur yang tersedia dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban. Melalui pemikiran-pemikiran orang kreatif inilah. data atau materi yang diberikan atau sudah ada sebelumnya. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut. adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. produk atau ide-ide baru sebelumnya yang tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri (Murgiyanto. maka produk kreatif akan dihasilkan. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. di mana akan menghasilkan sesuatu yang original. 1995:3). yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. 1994). 1992:45). baik berupa gagasan maupun karya nyata. Begitu pula kreativitas menurut Munandar. Kreativitas dalam tari seperti yang diungkapkan Alma Hawkins merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan berpikir divergen berdasarkan informasi. Utami Munandar juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data atau informasi atau unsur-unsur yang sudah ada. Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluasan (fleksibility). Suatu produk seni umumnya merupakan hasil kreativitas apabila produk tersebut menghasilkan sesuatu yang baru. serta kemampuan untuk mengeksplorasi suatu gagasan (Munandar. sentuhan kreativitas adalah hal yang terpenting. Untuk menghasilkan suatu bentuk tari yang mempunyai nilai dan makna. 19:11). oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kreativitas sebagai jantungnya tari. benang merah dari kreativitas sesungguhnya tidak lain dari kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur. Teori tentang kecerdasan majemuk mengisyaratkan bahwa titik pusat bidang kreativitas adalah mengembangkan. sehingga ia melihat kreativitas dari sisi seniman pencipta atau seniman pelaku. menghasilkan suatu produk yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut pada orang lain (Reynold Bean. kreativitas yang dimaksud lebih menekankan kepada produk atau hasil yang baru dengan gagasan yang orisinil. keceerdasan dan pola kreatif dengan melakukan eksperimen atau percobaan dan menemukan cara baru memanfaatkan pikirannya. Demikian pula dengan Reynold Bean mengungkapkan kreativitas sebagai proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. Seperti dijelaskan oleh Guilford (1965) bahwa creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people (Supriadi. orisinalitas dalam berpikir. 1987). Namun demikian apabila berbicara produk. berkualitas dan lebih kaya dalam mengungkapkan gagasan. Sesempit apapun bayangan semasa kecil kita . Hal ini dapat dilihat dari ide atau pola garap tari.185 yang baru. maka tidak terlepas dari proses bagaimana produk itu dihasilkan. informasi atau unsur-unsur yang ada (Munandar. dan proses tidak terlepas dari individu itu sendiri. dan berguna (useful).

Spasial adalah kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan disain. Kinestetik-tubuh adalah kemampuan memenfaatkan gerakan tubuh dalam olah raga dan tari Inferansial adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri merenung serta berfilsafat. dengan mencari tahu kamu akan selalu bertanya. Untuk mengambil suatu keputusan gerak diolah dengan variasi dan suasana musik/irama. 23). pikiran. Kreatifitas adalah kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru. Dengan itu faktor penentu laja kecerdasan Sangay dipengaruhi oleh kemampuan mengorganisasikan kreatifitas diri. Cari tahu. Dengan mencipta atau berkreativitas maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan pemahaman tentang kreatifitas lebih mendalam dalam pembahasan ini. Interpersonal adalah kemampuan memahami dengan lain. Dengan banyak mencoba bertanya dan dan bertanya pada diri sendiri maupun dengan orang lain. . Adapun 7 tahapan berpikir dengan menggunakan kecerdasan terdiri dari aspek sebagai berikut: Verbal adalah kemampuan memanipulasi kata secara lisan dan tertulis. maka akan dapat segera memperoleh ide.186 menggambarkan bahwa kecerdasan dan potensi kreatif dapat dikembangkan secara maksimal. Secara simulasi peta konsep ini dapat digambarkan sebagai berikut. Pernahkan kamu membuat sesuatu yang kreatif?. Ia mengisyaratkan bahwa berpikir dapat dikembangkan dengan melalui 7 pola berpikir dengan mengguankan kecerdasan diri (Gardner: 2004. ketika berpikir dalam memecahkan masalah dari idemu. Logis adalah kemampuan memanipulasi sistem berpikir secara konsep logis. Musical adalah kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik. Pada permasalah ini dipertanyakan apa yang disebut kreativitas? Kreativitas berarti ekspresi keunikan diri ke dalam tindakan nyata dan mampu menemukan solusi yang baru dan bermanfaat. dan perasaan mereka Personalisasi Kecerdasan ini lebih menekankan kepana perkembangan dan perubahan kreativitasnya. irama dan keselarasan. nada. kamu akan memperoleh banyak ide yang dapat dikembangkan. Gerak Bertanya Informasi yang ada lalu bertanya.

. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut.6. Buatlah ide ungkapan gerak menjadi bentuk tari. Dalam kurun waktu yang telah disepakati. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang.1 Olah Keterbukaan (Kebebasan Berpikir) Peningkatan dan pengambangan kreativitas tidak terbatas. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. serta gerakan dilakukan dengan naluri kemauan untuk bergerak. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. Masukan penemuan-penemuan gerak yang telah kamu lakukan. 3. aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi.187 1. Proses menghargai kebebasan gerak dan memecahkan masalah melalui ide adalah wujud nyata seseorang mengembangkan pikiran kreatifnya.1 Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. Tari Berdasarkan Konsep Garapan 3. Faktor keterbukaan yang dimiliki seseorang dapat membentuk inspirasi dan motivasi memecahkan masalah yang dilihat merupakan unsur keterbukaan yang dibutuhkan. Dengan demikian tergambar perangai. kelakukan dan cermin pribadinya. Untuk membuat gerakan menjadi kreatif harus ada motivasi diri dan kemampuan untuk mengembangkan ide yang dimiliki. 1. bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat.6. dengan demikian untuk membuat gerakan menjadi sebagian gerak atau tari sangat mungkin. dari idemu selanjutnya buat kemungkinan gerak secara bebas dengan suasana yang kamu inginkan. Tugas: Carilah beberapa ide. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. sebab gerakan akan muncul variasi dan motivasi diri. Tetapi hal ini dapat dilihat pada bentuk keputusan yang diambil bahwa kemungkinan gerak yang diperoleh dalam bentuk gerak murni atau maknawi.2 Energi Kemampuan untuk melakukan penghayatan atas ungkapan gerak dengan bersemangat.

35 Tari Topeng . Banyak diantaranya untuk keperluan Agama. 3.33 Tari Panggung jati Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Beberapa contoh jenis tari yang digunakan untuk keperluan Agama.31 dan 3.34 Tari Topeng Gb. 3. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat ini dapat disimak melalui gambar di bawah. Adat.188 Tari Tradisional yang berkembang di manca daerah Indonesia sangat beragam dan bervariasi tumbuh berkembangnya dalam aktivitas kehidupan masyarakat pendukungnya. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat di lingkungannya. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.32 Tari Terpulout Sumber Koleksi GNP TMII Gb. Adat.

6. 3. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur.1. Tari Primitif Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.37 Tari Perang .35 konsep tradisi pengembangan. 3. Gb. 3. 3. Beberapa jenis tari ini antara lain adalah tari Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.1. 3.36 konsep Teater Topeng.189 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.36 Topeng (Nirin Kumpul) Ketiga gambar di halaman ini menunjukkan tari topeng yang digarap dalam konteks konsep koreografi yang berbeda. dan Gb. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya.34 -3.

Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. Tari Angguk.1. dan variasi gerak menjadi ciri perubahan semakin majunya tari Rakyat Sumber Koleksi GNP TMII Jkt 3. 3. Tari Baluse. Tari Cikecur. Tari Buyut Managan Sihala. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya 3. Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan. Tari Rakyat Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang ingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan. Tari Pisu Suri. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala.190 Perhatikan gambar 3.38 Tari Gejolak Gb. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Kain.38 – 3. Tari Baina.2. Tari Andungandung. 3.40 Tari Jipeng Rebana . Tari Tononiha. Tari Terang Bulan. Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum. gerak. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu.6. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Pengembangan kostum.40) adalah Tari yang dikoreografi dan diangkat dari konsep tari kerakyatan.37 terdapat simbol atau ciri yang nampak pada tari primitif. Tari Kapri. 3. dan iringan menjadi lebih dominan. Tari Karambik dll. Tari Tari Barampek. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang.39 Tari Tano Doang Ketiga tari di atas (Gb. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Manduda.

Bungong Sie Yung-yung.41 Tari Saudati Gb. Tari Labehati. Tari Apeut. Tari Cuwek.43 Turun Kauih Aunen . Tari Cincang Nangka. 3.191 Pada uraian selanjutnya akan dibahas beberapa contoh jenis taritarian nusantara yang ada di Indonesia di mana keterbatasan data dapat dicontohkan sebagai berikut di bawah ini. Tari Lanieu. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Dampeng. Tari Ranu Labuhan. Tari Landak Sampot. Tari Kederen.Tari Bak Saman. Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD).42 Tari Saman Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Anyung. 3. Tari Asuk. Tari dll. Sumber Majalah Myung Hui Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Tari Bines..

tari Melimbang.192 Sumatera Barat. Bebe. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Rambai dan Tari Lilin. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin). tari Tabur. . Tari Karambik adalah tari klasik tradisional Sumbar.Ttari Dana dan Tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). Tari Bayang Sangik. tari Burung Putih. Tari Ampun Mende.44 dan Gb. Tari Payung.46) adalah jenis tari tradisional dari Sumatra Barat yang dikoreografi sesuai perkembangan konsep koreografi pada masa kini. Tari Badalung. 3.Tari Andun.45 Rampak di nan Jombang Sumber Koleksi Anj. 3. Tari Bedug dll. Tari Kain.44 – 3. 3.46 Payung Tarian di halaman ini (Gb.TMII Jkt Gb. 3.Tari Temu. Sumatera Selatan: tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). Ttari Badaek. Tari Piring.

47 Barabah (UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Seni Tari UNJ Gb. 3.48 Krana (UNJ) . 3.193 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

50 Kresno-Baladewa Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 3.51 Tari Topeng Bali . Kasepuhan Cirebon. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di Indonesia khususnya di yogyakarta.49 Pendet (Bali) Gb. kerajaan bone. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi DepBud Par Gb. 3.194 3.1. Surakarta. 3. dan Kerajaan Klungkung di Bali.6.3. Kerajaan Mataram Kuno. Tari Klasik Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang atelah ada di Indonesia.

6. persembahan. Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong. Karya Wiwik . wira pertiwi. Tari Nontradisional Tari Nontradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional. Tari jenis ini tari pembaruan. Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek. 3.2.52 merak Subal(UNJ) Gb. 3.54 Gambyong(UNJ) 3.195 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari Gb. Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi.53 Pakarena(UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.3.

196 Widyastuti tari cantik. www. 3.56 Qulinte www. 3. 3.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.com 2.dance_@ Yahoo.38-39 www.57 Tari Flash Time Gb. 59 Cinta Bunda . 3. 3.dance_@ Yahoo. 58 Bratasena www.com 2.com 2.com Gb.dance_@ Yahoo.55 Sequence Gb.38-39 Gb.com www.38-39 Gb. tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll. tari karya Abdul rochem tari Gitek balen.

7. Beberapa contoh Tari Upacara Adat adalah Bedhoyo 5 dan Bedhoyo Ketawang 9 (penobatan Raja sesuhunan dalem). Gambyong. Jatilan (seni tontonan rakyat).7. Raupe Soran merupakan tari yang digunakan dalam upacara jelang mengikat perkawinan. Tari Sekapur Sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari Rangguk (Jambi) tari untuk persembahan kepada tamu biasa.7. Kuda Lumping. 60 Squestrall (Internet) 3.197 www. .dance_@ Yahoo. Tari Upacara Tari jenis ini perbedaannya ditentukan berdasarkan pada kebutuhan spirit manusia pendukungnya. Karonsih. Tari jenis ini juga digunakan untuk prosesi lamaran penang menantu. Sablang sebagai sara untuk panen akbar atau petik padi.1 Tari Adat Tari Adat adalah berhubungan pernyataan maksud masyarakat kaitannya dengan peri kehidupan sosial sehari-hari dari masyarakatnya. Peran yang ada lebih diarahkan untuk pernyataan maksud dari masyarakat yang bersangkutan.1.38-39 Gb. Konsekuensi logis yang diyakini meniadakan akibat yang bakal dilakukan. Ngalage. Tayub. 3. Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat 3. Tari jenis ini lebih dominan untuk mendekatkan pada bentuk upacara yang sakral. 3. Tari upacara adat terkait dengan banyak macam motif adat yang disakraklan pada penyelenggaraan tertentu dan dalam momen tertentu pula. Ke 2 tarian tersebut merupakan tari yang lazim dan banyak terdapat di daerah lain pada kapasitas penyambutan tamu saja.com 2. dan Gatutkoco Gandrung(Adat Perkawinan).1.

tari Kain. tari Gandai. 3. Tari Kikuk. 63 Tabot Lampung memiliki budaya batas. tari Karan merupakan tari hiburan Bengkulu selatan ditarikan remaja putri. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung.198 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Tari Keris.3. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. Ayunan Tangan. Posisi geografis sangat menguntungkan. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). tari Sekapur Sirih..61 Sekapur Sirih Gb. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. tari Bidadari.62 Rangguk Bengkulu: tari Massal Andun. 3. tari Massal Kijjai. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian .

Tari Capang. Tari Arus. . Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan property cemeti. tari Lepas. Tari Keris. Tari Longser. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. Tari Merak. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Sumber www. Tari Bebe. Tari Ketuk Tilu. 65 Agon Yamuniku Jawa Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Tari Kembang Puray. 3.199 pria sebagai ungkapan selamat datang. Tari Kandagan. tari Melinting. 64 Ngelajau Gb. Tari Keurseus.com 3. tari Batin. 3.dance@yahoo. Tari Doger.66 Tari Merak . Tari Candra dewi. Tari Topeng. Tari Dewi.

Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Di Bawah ini Tari Topeng Gong dalam 2 bentuk yakni Kreasi Baru dan Pertunjukan Topeng serta Garapan Kreasi Baru.68 Tari Merak Jakarta. 3.67 Bodoran 3.200 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ 3. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. 70 TeaterTopeng Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Tayub (Nayub). 72 Nyi Kembang . 69 Topeng Gb. Tari Topeng Gong. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. Tari Gong. topeng Cantik. Tari Blenggo. 3. serta Topeng Angga. 3. Tari Ngarojeng. Tari Ronggeng. 3. 71 TeaterTopeng Gb.

Tari Anoman Kataksini. Koleksi Kusnadi (2. Tari Lawung. Tari Saptoretno. 3. tari Rantoyo. Tari Srimpi 9. Tari Panji. Tari Retnosari. Tari Karonsih. 3. tari Bondan.76 Tari Topeng Tari Topeng dan Trunajaya (Bali) tari klasik garapan tari berorientasi dari keraton. Tari Kridohumangsah. . Tari Bondoyudo.73 Tari Tebal Gempita Gb.201 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.74 Tari Bahauran Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadit Gb. Tari Bondoboyo.75 Tari Trunajaya Gb. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Surenglaga. Tari Menak Koncar. 3. tari Golek.40-41) dan Internet Jawa Tengah: Tari Srimpi 5. 3.

79 Gambyong Yogyakarta: tari Bedhoyo. 3. tari Srimpi. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. . tari Golek Lima. Pergelaran di Pendopo. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. 3. 3. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat.77 Gumyak Banyumasan ( Pribadi ) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Jurusan tari UNJ Gb.78 Dolalak Gb. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. Tari dll.202 Sumber Koleksi Pribadi Gb.

tari Bapong. Tari Embatembat.81 Klono Topeng Kedua karakter tari ini adalah gagahan. tari Jejer. Tari Emprak (tari putra/putri berpakaian wanita. Tari Atandak. 3. Tari Topeng (Madura). berperan seperti Tledek atau Ledek. Jawa Timur memiliki beberapa khasanah tari seperti Tari Ngremo. pertunjukan secara berkeliling.80 Tari Gagahan Gb.82 Mbya (gaya tari Madura) . Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Gaya tari Yogya lebih menekankan pada angkatan kaki berciri lurus untuk perpindahan tempat dengan cara merendahkan kaki tumpuan. 3. 3.203 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb.

84 di Mal dan 3.85 Ngremo Kedua gambar tari Ngremo di atas menunjukkan perbedaan konsep koreografinya. 3.com Gb.204 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Pernyataan .83 Tari Warok Gb. Tari-tarian Bali merupakan cermin masyarakat Bali yang dinamis.84 Tari Ngremo Sumber www. penghayatan topeng denga penyesuasian karakternya. 3.85 di Proscenium Stage Tari Bali merupakan jenis tari tradisional yang paling ekspresif pada sebagaian banyak jenis tariannya. Hanya pada jenis tarian upacara saja yang membutuhkan penghayatan tari berdasarkan situasi fungsi tari dipergelarkan. Tari Bali merupakan tari tradisional yang didominasi tarian ekspresif. serta kebutuhan untuk upacara adat sangat bergantung situasi tari dipergelarkan. Pada tari-tarian Bali unsurekspresi mata (sledet dan panajam). Gb. 3.dance@yahoo. 3.

88 Oleg Tabulilingan(UNJ) Gb.205 kehendak dan karakter musik dan tarinya mencerminkan dinamisasi jaman yang terus menerus berkembang. 87 Manukrawa (BudPar) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 86 Topeng Rangde (BudPar) Gb. 3.89 Trunajaya (Kusnadi) . Hal ini di alami oleh masyarakat Bali. 2. 2. 3. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

Tari Kanja. Tari Kadhi Sago Alu. 3.90 Abike Anuku ( GNP TMII ) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Cilo.91 Abike Anuku ( GNP TMII ) Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang antara lain terdiri dari Tari Udeg. 3. Tari Bial Tojong. Tari Elilola. Tari Lenda Nusa Malole. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Danding. Tari Dadara Nesek. Tari Bidu. Tari Katubu. Tari Likurai. Tari Nuri. Tari Soka Papak. Tari Gandrung. Tari Carana. Tari Deda Lolon. Tari Angin Alus. Tari Ana Keka.206 Nusa Tenggara Timur memiliki khasanah tari yang antara lain seperti di bawah ini. . Tari Dio doe. Tari Lenggo. Tari Kabana. Tari Ayam Karata. Tari Dalata. Tari Padoa. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. kitanan. Tari Banggai. tari Turutenden. tari Ando-ando. Tari Anitu.93 A dan 3. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. tari Kebesaran. Tari Peule Cindi. Tari Kartili tarian hiburan rakyat Sulut. tari Ana Tete. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. serta penobatan putri masa akil balig. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan.207 Sumber Koleksi Pribadi Gb.94. 3. Tari Arum Piju. Tari Maengket.3. Tari Pemontes.92 Katubu ( Anjungan TMII ) Sulawesi Utara: tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. tari Maka Anding. B Pamilau Sulawesi Tengah: Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. . dilakukan kelompok gadis.

gadis akil balig harus menarikan tari ini. tari Mangaro. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng.96 Lanunse ( GNP TMII ) Gb. Tari Dero. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. dll . Tari Morasa. tari Linda. Gb. Tari Maklatu Kopi. Tari Langko. Tari Manganeng. Tari Marrelau Pammase Dewata. Tari Moese. Tari Morengku. Tari Mangayo. Tari Motaro dll. Tari Dopalak. Tari Mappacci. Tari Kancara. 3. Tari Mak Jekne-jekne. Tari Mangandak. Tari Modero. Tari Malemmo. tari Assay. tari Mombesara. Tari Moana. Tari Basalonde.97. Tari Maluyya. Tari Lumanse. Tari Luminda dll.208 Tari Ei-Ei. Tari Modelusi.Tari Moleba. Tari Salonde. Tari Kandai Patangaya. 3. Tari Mak Bandong. Tari Mak Randing. Tari Makrencong-rencong.95 Assay (Pemda Sulteng) Sulawesi Tenggara: tari Lense (menceritakan kehidupan laut). tari Dinggu. Lanunse ( GNP TMII ) Tari dari Sulawesi Selatan terdiri dari Tari Losa-losa. tari Lumunse. Tari Katumbu.

Tari Burung Enggang. tari Japin Sigan. tari Topeng Panji. tari Hudok. 3. Tameng.101 Jipeng Rebana Kalimantan Selatan: tari Tirik Lalan. Ditarikan pada masa paceklik.98 Pakarena (Mujiati) Gb.99 Pakarena UNJ Kalimantan Timur: tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit.Tari Anggo. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.209 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.TariBogam. Tari Bejo Ujo.100 Perang (TMII) Gb. tari Gandut. Tari Bogam. tari Perang. Tari Belaong. Tari Datun dll. 3. Tari Belahong. 3. Tari Mantang.Tumbak). Tari Bekuku. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Gantar. oleh 4 wanita. 3. 1 orang lelaki(pawang). . Baksa (Ajaran. Balian Bukit.

Tari Kanjan. 3. Tari Kangkurung. Tari Bahala. Tari Kinyah DanumK Kalimantan Barat: tari Capin Tari J Sumber Koleksi Anj.210 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. tari Manjuluk Sipa.102 Perang (TMII) Kalimantan Tengah: tari Giring-giring. 3. Tari Bukung.103 Giring-giring(TMII) . tari Kinyah Bawi. TMII Jakarta Gb. Tari Tambung. Tari Banggai. Tari Balian Bawo. tari Boleong Dadah. tari Mandau Talawang dan Kapuas. Tari Badeder. tari Kinyah Pampulu. Tari Karaenta.

Tari Mabileose.211 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Tari . tari Wor.106 Tari Bambu Gila Kedua gambar ini menunjukan konsep garapan tari upacara berupa pengukuhan kepala adat.105 Tuan Pamekik Gb.104 Giring-giring (UNJ) Maluku: tari Caka Lele. Tari Denge-denge. Tari Aniri. Tari Etol.. tari Mutiara. Tari Aya Nende. Irian Jaya/: tari Yospan. 3. Tari Dodobol. Tari Aluyen. tari Dombe. Tari Dendang Dilale. tari Lenso. 3. Tari Maru Putih. Tari Det Pok Mbui. Tari Due. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Dow Mamun.

apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya.2.7.107 Mbui Dong Po Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.3.212 Kampu. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayatan keagamanan dimana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam . 3. Tari Meitoro Meisawe. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. Tari Ndi. Tari Agama Tari upacara Agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus. Tari Meto.Tari Mbis Pok Mbui.1. Tari Mooni dll.108 Ndaitita 3.

Pasraman. mengkultuskan. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. Di bali banyak tari jenis keagamaan digunakan sebagai pernyataan maksudnya. 3. tari Depan Tulang Belut. tari Gunjing. 110 Kecak Gb. Ngaben untuk acara kematian. tari Mandi Taman. Rangde. maka tari ini berbentuk tari sosial. tari Kelit Lang. tari Kipas Perentah. Rejang. Tari tersebut banyak digunakan untuk penyambutan tamu terhormat. Gabor. Di sisi lain. Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. Tari yang ada antara lain meliputi tari Pendet. 111 Sekapur Sirih (UNJ) Daerah Jambi memiliki tari tradisional Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi. Tari Kain.3.213 dan bersifat memuja. 109 Tuan Pamekik Gb. Keris. .Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. . 3. tari Sauh. dan penghayatan persembahan secara total. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. tari Kepak Balam dll.

112 Sekapur Sirih Gb. Tari Balet www. 115 sequence .dance_@ Yahoo. mengingat tari ini sudah banyak dikenal kalangan. tari-tarian lain terdiri dari jenis tari-tarian sebagai berikut: 3.com Gb. Tari Berdasarkan orientasi Artistik Tari berdasarkan orientasi artistik lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar.113 Rangguk Dalam rangka pengembangan asset tari untuk kalangan tertentu tari ini dapat dikemas untuk konsumsi pariwisata.8. 114Time Load www.8. 3. 3. 3.214 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. istana.1.dance_@ Yahoo. Tarian jenis ini menjadi milik rakyat. 3. Tari-tarian tersebut telah diuraikan pada penjelasaan terdahulu. dan primitif. Hal ini dapat dilakukan apabila sepakat untuk tidak meninggalkan akar budaya tradisi budaya tari ini. Selanjuynya.com Gb.

3. 3. 116 Squarel www.dance_@ Yahoo.com Gb. 118 Time Load Perhatikan ketiga gambar di atas menunjukan tari Balet asal Amerika (Ketiga piñata tari dari Amerika). 3. 117 All Fine Gb.com www. Sumber: Buku Modern Dance William Dowoo .dance_@ Yahoo.215 www.com Gb.dance_@ Yahoo.

tari dapat berperan sebagai pemujaan. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb.2. Kebutuhan yang erat hubungannya dengan pemenuhan sentuhan estetis adalah melalui kegiatan berkesenian. Fungsi Tari Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memebuhi kebutuhan hidupnya.216 3. secara umum dapat digarisbawahi bahwa fungsi tari dapat bertujuan sebagai . Oleh karena itu. dan tujuan tertentu yang mendatangkan kepentingan sosial secara total. sosial. Dengan demikian tari apat sekaligus menjadi kendaraan mengekspresikan keinginan. Musical Dance Jenis tari ini terdiri dari tarian yang dipentaskan secara kolosal. Dalam kaitan dengan itu. dan komunikasi. Salah satu cabang kesenian dalam pembahasan di sini adalah seni tari. dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak.9.8. Biasanya merupakan bentuk pertunjukan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya. Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu. pernyataan maksud. sarana komunikasi. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia.119 Ebegan 3. Dengan demikian tari dalam rangka memenuhi kebutuhan idividu dan sosial merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya. 3.

Di bawah ini beberapa contoh tari-tarian yang difungsikan dalam berbagai upacara agama. Secara garis besar Soedarsono mengelompokan fungsi seni tari ke dalam seni pertunjukan dapat dikelompokan menjadi tiga sebagai berikut: 3. 2. adat di suatu daerah sebagai berikut: Asal Keagamaan daerah Bali No 1 Tarian Pendet Rejang Keris Pasraman Gabor Ngaben Ndi Mbis Ura Nelayan Adat Kehidupan Kematian Irian jaya Cuaca buruk Cuaca buruk 2 . sebagai sarana untuk persembahan. bunyi-bunyian guna menambah kesakralan dan menghadirkan daya magis. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral. di mana berfungsi sebagai ritual. Seperti panen atau potong padi sebagai ungkapan terima kasih berkaitan dengan peristiwa kelahiran. persembahan.1. sarana komunikasi. dan perwujudan kehendak yang diungkapkan sehubungan dengan ekspresi kebutuhan yang mendesak pada diri manusia. kesuburan. Setiap upacara selalu dilengkapi dengan tari-tarian. dan adat.9. 3. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang. keagamaan.217 pemujaan. perkawinan. dalam peristiwa penting kehidupan yang diikuti dengan sesaji. Tari sebagai sarana upacara ritual harus diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji pada situasi atau tempat tertentu pula. Tari-tarian ini memiliki ciri-ciri adalah sebagai berikut: 1. Tari sebagai sarana Upacara Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini.

2 Hubungan tari dengan aktivitas manusia .218 Raupe Saran 3 4 Tor-tor Gandal Sapu Buluh Gita Wani Walone Pagellu Mapaliang Ngalage Tayub Sablang Sumut Maluku Kelahiran Kelahiran Sulsel Kematian Jabar Jatim Panen Panen Panen Kelahiran Perkawinan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Akil Balik Penobatan Penobatan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Bersih Desa Bersih desa Penobatan Pinangan Berburu 5 6 7 8 Hola Ana NTT Dodoka Doo Lego-lego Ledo/Tawu Prisen NTB 10 11 Bedhoyo 5 Jateng dan 9 Bedhoyo Ketawang Gambyong Karonsih Gatutkoco Gandrung Kuda Lumping Jatilan Bedhoyo semang DIY 12 Tabel 3.

3. 3. Tari-tarian tersebut adalah tari Penyambutan. tari Perang. Tari Sebagai Sarana Hiburan Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton. Tari Rangde. tari Gembira.2.121 Squarel Sumber Jurusan tari UNJ Gb. atau bahkan untuk memenuhi kepentingan publik dalam rangka hiburan saja. 3.120 Hung Myung Gb.122 Baris .9. Oleh sebab itu. amal. Hal ini berhubungan dengan tari untuk memenuhi konsumsi publik saja. coba masukan ke golongan mana tari-tarian ini dikelompokan. tari Kecak. dalam penyajian terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan. Sumber Majalah Myung Hui www.219 Tugas untuk kamu.dance_@ Yahoo. tari Bebodoran.com Gb. 3.

220 www.125 Manuk Rawa (Jurusan Tari UNJ) .dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.38-39 Gb.123 Cinta Bunda (Koleksi Farida Faisol) www. 3. 3.com 2.3.124 Fatamorgana (Interbet) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.com 2.38-39 Gb.

221 3. fungsi. b. estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor). menginterpretasikan. apresiasi sampai keutuhan produksi. seni tari. coba jelaskan latar belakang. Gerak Murni Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah. sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. analisis. Gerak maknawai Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya . Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih. lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan. pengertian. Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun. Coba analisis. mencipta.10. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. tujuan. Gagasan Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. dan diskusi. Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional. penilaian. Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak. PRODUKSI TARI Pada tahap produksi peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan. tingkat persepsi pengetahuan. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : a. bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu. Amati seluruh penyajian. Tentukan tema yang kamu pilih. tulis. mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat.

berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya. Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol. baik ruang maupun desainnnya. namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. 1. Gerak asimetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). Kekhasan tersebut dapat dilihat dari : 3. Dasar pijakan Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir. Gerak simetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun.11. Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber. Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. baik ruang maupun desainnya. dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya. sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan. diolah dan digarap. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri. tumbuh. 2.222 c. Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi. d. .

seperti gerak-gerak angin bertiup. air yang mengalir di sungai. di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karyakarya tari di nusantara dapat diangkat : a. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak). Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). d.12.6. Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong).kaki (berjinjit). Tema lingkungan dan alam sekitar. tempurung. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. Tema kehidupan sehari-hari. seperti bermain tali/pita. . payung. topeng. Tema dengan menggunakan properti. seperti bermain peran.tangan (mengepal) .223 Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari Gambar 3. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) . jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). dsb. berkaitan dengan perburuan. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin". mata pencaharian (nelayan.kepala (mengangkat dagu) . pohon bergoyang. kentongan. dsb. dsb) Tema logika matematika. b. pertanian. c.

Bahasa kinestetik c.. a.. Kostum b. a.. Gagasan d. Gerak yang ritmis. Tari adat b.. Bahasa plastis d. Musik d. Koreografi c. a. a. a. dalam istilah tari disebut. Produksi b. Garapan 6. Tari garapan 5.. Tari tradisi d. Pantomim c. Tari b... Esensi keindahan dalam tari dapat dilihat pada.. Ekspresi 4. Tari klasik c. Gerakan ragawi c.... Gerak d. Gerakan tari dapat diistilah sebagai bahasa .224 TES FORMATIF BAB III Pilihlah jawaban yang paling tepat 1.. Gerakan maknawi b. Tari Cokek (Betawi) adalah termasuk golongan tari .. Olah tubuh 2.. Bahasa visual b. Gerak .. selaras dengan bunyi musik . Komposisi d. Sebuah tarian yang memiliki gerakan bermakna pesan.. a.. Tata rias c.. Bahasa verbal 3. Kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai .

Unsur-unsur tari c. Nandak c. Gerak tari berlari-lari kecil dalam tarian Jawa diistilahkan dengan. wiraga adalah istilah . Klieu d. stage. Trisik d. a. tata rias. pola penyajian. a. Ngigel 10..... Sledet b. a.. seni tari non tradisional. a.. wirama.. Wirasa. Bagaimana pendapat kamu tentang seni. Nandak c. Trisik c. Goyang plastik 8. Nguyi b. Komposisi tari 9. musik. Amati gerak dan pendukung lainnya. Gerakan tangan pada gerak dasar tari India disebut. Diskusikan dengan teman. PERTANYAAN 1. jumlah penari? 2. buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional. pola lantai. Trisik d.. ide. Sledet b.. Ciri khas gerak mata tari Bali yang ekspresif diistilahkan dengan. Penjiwaan tari d..225 7. tema. uraikan dan analisis latar belakang.. . Kemampuan tari b. Ngigel II.

Seni Teater Mengapresiasikan Karya Seni Teater Bab 4 APRESIASI Pengertian Teater Latihan Akting Istilah Dalam Teater Unsur-unsur Lakon Teater Unsur-unsur Pementasan Pembuatan Naskah .

EKSPRESI Mempersiapkan Pementasan Drama .

puji-pujian. sedangkan istilah drama merujuk pada pertunjukannya. Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka agama. lambat laun upacara keagamaan ini berkembang.228 BAB IV SENI TEATER 4. tingkat-tingkat hidup. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. penonton dapat langsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan. bukan hanya berupa nyanyian. Dengan demikian. Sejarah Teater Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti gerak. melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan lantang. siklus hidup (kelahiran. Percakapan dan gerak-gerik itu memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah. 4. Hal ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani. Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan. .1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita. Bukti tertulis pengungkapan bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM. pertumbuhan dan kematian) juga hiburan. Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif) di panggung. namun kini kecenderungan orang untuk menyebut pertunjukan drama dengan istilah teater.

non cerita. disaksikan oleh orang banyak. Unsur-unsur teater menurut urutannya : • Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor) • Gerak sebagai unsur penunjang (gerak tubuh. debus.gerak dan laku dengan atau tanpa dekor. reog. akrobat. bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak. suara. ucapan pemeran) • Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda.gerak suara. fiksi dan narasi) Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang utuh antara manusia sebagai unsur utamanya dengan unsur –unsur penunjang dan penjalinnya. rias dan kostum) • Lakon sebagai unsur penjalin (cerita. dekorasi. dialog. Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan perpaduan segala macam pernyataan seni. nyanyian dan tarian.2 Pengertian Teater arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang banyak. dengan media : percakapan.229 4. misalnya wayang golek. efek dan musik) • Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya. arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas. . didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik. sulap. lenong. band dan sebagainya.gerak bunyi dan gerak rupa) • Suara sebagai unsur penunjang (kata.

Judul : Orang Baru.1. Contoh : lenong. bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh kaidah-kaidah pertunjukan yang kaku.230 Sumber :Dok. Karya : Saini KM.2. ludruk. Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan pedesaan . Sutradara : Yoyo C Durachman. grak. suara.Pribadi ( Foto istimewa) Gambar 4. Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4.improvisasi. sifat nya spontan.2 Pertunjukan teater rakyat tradisional Ludruk yang hidup dan berkembang di daerah Jawa timur .1 Pertunjukan Teater sanggar KITA Bandung. ketoprak dll. rupa. Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya : a. bunyi/musik dan cerita atau lakon 4. Merupakan salah satu pertunjukan tater yang menggunakan semua unsur teater misalnya tubuh.

dalam dirinya terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang .3 Pertunjukan Wayang Golek. Sumber : Dok. yang merupakan bentuk teater yang berasal dari keraton c.yaitu teater yang menampilkan peranan manusia bukan sebagai tipe melainkan sebagai individu . Teater ini Masih membawa idiom bentuk rakyat dan keraton .231 b. Contoh : teater Wayang Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4. Teater kontemporer. Teater Keraton yaitu Teater yang lahir dan berkembang dilingkungan keraton dan kaum bangsawan. Pertunjukan dilaksanakan hanya untuk lingkungan terbatas dengan tingkat artistik sangat tinggi. teater jenis ini lahir dari kebutuhan yang timbul dengan tumbuhnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan sebagai produk dari kebutuhan baru . Teater Urban atau kota-kota. Pribadi (foto Istimewa) Gambar : 4. yang merupakan salah satu kesenian masyarakat Jawa Barat. sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia.4 Pertunjukan komedi antar pulau dengan lakon ”cinta robot” ini merupakan salah satu pertunjukan teater masyarakat urban dimana pertunjukannya menampilkan permasalahan masyarakat urban dengan budaya yang heterogen(beragam) sesuai dengan asal masyarakat pendukungnya.cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang dekat dengan dewadewa . d.

Sumber : Dok. Pribadi ( Foto Istimewa) Gambar 4. Kegiatan ini masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari unsur-unsur ritual kesuburan. Teater rakyat adalah teater yang hidup dan berkembang dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan rakyat.232 tanpa batas.2 Fungsi – Fungsi Teater Rakyat Fungsi – Fungsi Teater Rakyat : 1. Pemanggil kekuatan gaib 2.2. Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara khusus untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur. berkah dan terjaga dari berbagai gangguan. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun. tata cara yang unik dan menarik. Juga ketika panen. Pendukung teater ini masih sedikit yaitu orang-orang yang menggeluti teater secara serius mengabdikan hidupnya pada teater dengan melakukan pencarian.5 Pertunjukan Teater Kontemporer yang menggunakan bahasa ungkap ekspresi gerak dengan judul ”Pramuwisma stories”. dengan acara. Memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat. eksperimen berbagai bentuk teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini. 4. sebagai ucapan terima kasih maka dilaksanakan upacara panen.nyanyian maupun cerita. naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu ditandai dengan peristiwa-peristiwa teater dengan penampilan berupa tarian. Juga peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang (kelahiran. Menjemput roh-roh pelindung untuk hadir ditempat terselenggaranya pertunjukan 3. siklus kehidupan maupun hiburan. khitanan. .

Ciri-ciri umum teater rakyat diantaranya : 1.233 4.6 Pertunjukan teater arja di Bali. 6. dongeng. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain. mitologi atau kehidupan sehari-hari. Penyajian dengan dialog. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton) Sumber : Video Teater PSN (foto : Istimewa) Gambar 4. 7. 7. Unsur lawakan selalu muncul 4. 8. merupakan salah satu contoh teater rakyat yang masih hidup dikalangan masyarakat Bali. Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . Teater berfungsi sebagai salah satu upacara keagamaan . Peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya. Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah. Nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus yaitu tertawa dan menangis. sebagai media hiburan. 5. 6. Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang. 5. Pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. tarian dan nyanyian 3. 2. Mempergunakan bahasa daerah.

Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater. . sehingga menimbulkan rasa empati dan simpati bagi yang melihatnya. STB. Pemahaman mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik. Seperti dikatakan oleh stanislavsky. observasi serta mempunyai kecerdasan. vokal. wawasan. Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit .3 Seni Peran Sumber : Dok. psikis dan sosial. pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya.7 Pertunjukan “Kekawen Kawin” karya Nikolai Gogol. bagus . Sehingga ketika sorang aktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah. menarik . menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan.234 4. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. Virtuositas adalah kekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan. Pribadi (foto :Hermana HMT) Gambar 4.indah. fantasi. tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penonton bertahan tidaknya ditempat duduknya. Sutradara Yusep Muldiyana. imajinasi. Dalam pertunjukan ini kekuatan pemeranan dari masing masing aktor sangat ditonjolkan untuk menampilkan daya tarik pertunjukan secara keseluruhan.seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran. seorang aktor harus menguasai olah tubuh. dan harus mempunyai daya konsentrasi.kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan. punya kekuatan atau tidak berkarakter.

Pencapaian seorang aktor dalam mewujudkan sosok peran sesuai karakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan. keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang. keadaan emosi dan sebagainya. mentalitas. ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya. . kurus gemuk. suka senyum/ cemberut dan sebagainya. sutradara.suku bangsa.Pribadi (Foto Bedeng Siregar) Gambar 4. umur. pekerjaan.235 Keadaan fisik meliputi . Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang. profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula. kegemaran.standar moral. kemasyuran .cirri-ciri tubuh. kompleks psikologis yang dialami. Sumber : Dok. watak. cacat jasmaniah. lingkungan dan penulis.Keadaan sosiologis meliputi . ras. tinggi/pendek. aktor harus menghayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secara sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri.cirri khas yang menonjol. ideologi dan sebagainya.ambisi.8 Pertunjukan Teater “Pelajaran” Karya Ionesco Sutradara : Deden Rengga Dalam pertunjukan ini semua pemain harus menguasai tehnik akting yang memadai untuk mewujudkan peran yang sesuai dengan tuntutan naskah. WS. Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil . Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kepopuleran. kesukaan. Keadaan psikis meliputi . jabatan. kelas sosial. raut muka. temperamen. agama. jika yang dijadikan sumber gaya adalah actor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton . jenis kelamin.

9 Adegan Pertunjukan “ Kekawen Kawin” Karya Nikolai Gogol. Latihan konsentrasi dapat dilakukan melalui fisik (seperti yoga). dialog dirinya dan dialog lawan mainnya. Pelajaran pertama : Konsentrasi Pemusatan pikiran merupakan latihan yang penting dalam akting. . rasa dan karsanya pada dunia lain itu. juga jika saat itu tidak kebagian dialog atau gerakan . yaitu peran yang dibawakan .seni lukis) dan latihan sukma (melatihan kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi).4 Akting Ajaran akting menurut Boleslavsky dalam buku Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor : 1.236 4. konsentrasi bertujuan aagar actor dapat mengubah diri menjadi orang lain . Meskipun lakon berjalan. STB. memerlukan konsentrasi. konsentrasi aktor tidak boleh mengendor. Sutradara Yusef Muldiyana. puisi. Jadi tidak boleh perhatiannya goyah pada dirinya sendiri dan pada penonton. Sumber : Dok Pribadi (foto : Hermana HMT) Gambar 4. Konsentrasi merupakan salah satu latihan penting dalam mewujudkan sebuah peran contoh pad adegan diatas seorang pemain sedang berkonsentrasi pada peran. juga berarti aktor mengalami dunia yang lain dengan memusatkan segenap cita.kesiapan batin untuk mengikuti jalannya cerita sampai berakhir. latihan intelek atau kebudayaan(misalnya menghayati musik.

Pembangunan watak itu didahului dengan menelaah struktur fisik. 3. untuk itu memang diperlukan penghayatan terhadap tokoh itu secara mendalam sehingga dapat diadakan adaptasi 4. Jika pelaku harus bersedih . kemudian mengidentifikasiannya dan menghidupkan watak itu seperti halnya wataknya sendiri. tetapi sebagai pemeran. Pelajaran keempat : Pembangunan watak Setelah menyadari perannya dan titik sasaran untuk peranannya itu aktor harus membangun wataknya sehingga sesuai dengan tuntutan lakon. dan pemanfaatan seting pendukung (misal membanting). sehingga tidak terjadi over acting.237 2. Banyak peristiwa yang menggoncangkan emosi secara keras dan hanya aktor yang pernah mengalami goncangan serupa dapat menampilkan emosi serupa kepada penonton dengan takaran yang tidak berlebihan. Aktor harus selalu mengingat apa tema pokok dari lakon itu dan dari perannya. The transfer of emotion merupakan cara efektif untuk menghayati suasana emosi peran secara hidup wajar dan nyata. Pelajaran ketiga : Laku Dramatik Tugas utama aktor menghidupkan atau memperagakan karakter tokoh yang diperankannya. Pelajaran kedua : Ingatan Emosi. maka kadar kesedihan itu takatannya tidak akan berlebihan. untuk menuju garis dan titik sasaran yang tepat dengan begitu ia dapat melatih berlaku dramatik Artinya bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri. . atau sebaliknya watak peran itu telah merasuk kedalam diri sang aktor. dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa. dan menghidupkan aspek dramatisasi melalui ekspresi atau mimik wajah melalui dialog. Dalam proses terakhir itu diri aktor telah luluh dalam watak peran yang dibawakannya.

akting seorang aktor juga harus diatur iramanya. Irama permainan ditentukan oleh konflik yang terjadi dalam setiap adegan. Pemain yang baik adalah pemain yang kalu sudah diatas panggung tidak tampak lagi pribadinya. e. I.238 Sumber : Dok Pribadi (foto : Bedeng Siregar) Gambar 4. Dengan pembangunan watak hal ini dapat terwujud 5. laku dramatik dan pembangunan watak sulit dilakukan secara personal. sehingga tidak membosankan. Irama juga memberikan variasi adegan. dia sudah berubah menjadi sosok yang lain. Ada kalanya seorang pemain mampu mengucapkan kata dengan jelas atau “las-lasan”. hal-hal yang sehari-hari perlu diproyeksikan karena suara diharapkan dapat sampai pada penonton di deretan tempat duduk paling belakang. o dengan mulut terbuka penuh. perlu mengadakan observasi terhadap pengemis dengan ciri fisik. u. agar alur dramatik dapat mencapai puncak dan penyelesaian. Sutradara : Deden Rengga. psikis dan sosial yang sesuai . Pelajaran Kelima : Observasi Jika ingatan emosi. agar titik sasaran dapat dicapai . Pelajaran Keenam : Irama Semua kesenian membutuhkan irama. tetapi toh dialog yang diucapkannya tidak merangsang . maka perlu diadakan observasi untuk tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan. 6. Siswa perlu dilatih mengucapkan vocal a. 7. akan tetapi di pentas. Mungkin dalam percakapan sehari-hari ini tidak perlu. karena keduanya sangat menentukan suksesnya pementasan.10 Adegan Pertunjukan “Lawan Catur “ Karya Kenneth Arthur. Suara dan Cakapan Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan nada yang sesuai. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik .

kehidupan ditiru setepat mungkin agar ilusi tercapai. perintah. pemahaman ini berkembang dalam teater barat (konvensional). 4. jika diucapkan dengan nada yang berbeda-beda. tetapi juga menciptakan makna. Jika ini terjadi. kegembiraan. Atau teater. dengan berbagai gaya penulisan naskah yang dapat kalian mainkan sebagai latihan pemeranan. dan sebagainya.teater kontemporer. dalam proses aktualisasinya oleh para seniman penggarap atau sutradara. tetapi terkandung di dalamnya lagu kalimat. terbagi dalam dua pemahaman yang berbeda yaitu : Teatrikalisme adalah praktek berteater yang bertolak dari anggapan bahwa teater adalah Teater. kekaguman. pujian. . Ini artinya nada ucapan tidak hanya berfungsi untuk menciptakan dinamika. teater tidak perlu sama dengan kehidupan kehidupan distilasi (digayakan) dan di Distorsi (dirusak). kebencian. Lagu kalimat itu menyarankan pertanyaan. Gaya aktingnya adalah gaya realis yaitu wajar mirip dengan gaya kehidupan sehari-hari. Kata “gila” dapat berarti umpatan keras. Di samping itu. Satu hal lagi yang masih berhubungan dengan latihan vokal ialah perlunya dipahami adanya nada ucapan. Untuk melatih tehnik keaktoran maka diperlukan naskah sebagai pijakan dalam mewujudkan suatu peranan. Teater Ilusionis. kemarahan. dalam film Naga Bonar terdengar lagu kalimat yang menyarankan dialek Batak. sesuai denga satuansatuan pikiran yang dikandungnya. Melahirkan gaya akting grand style ( akting di besar-besarkan ) dan Komikal yaitu gaya akting dengan mengekplorasi kelenturan tubuh sehingga menampilkan tubuh-tubuh dengan gestikulasi yang unik dan lucu Realisme adalah eater harus merupakan ilusi atau cermin kehidupan nyata (Realitas). prinsip seperti ini dapat kita lihat dalam teater-teater tradisional. Pada saat pemain mengucapkan dialog. maka persoalannya pada apa yang lazim disebut phrasering technique atau teknik mengucapkan dialog.5 Gaya Akting Pemahaman dan penafsiran tentang prinsip berteater. kata-kata ternyata tidak diucapkan datar.239 pengertian. Suatu dunia dengan kaidah-kaidah tersendiri yang berbeda dgn kaidah-kaidah kehidupan. Dibawah ini terdapat beberapa cuplikan naskah dari beberapa penulis drama yang sudah terkenal. kekaguman. misalnya dialek Jawa seperti terdengar dari lagu kalimat yang diucapkan pemeran dalam drama seri Losmen. lagu kalimat juga menyarankan dialek tertentu. Kalimat atau dialog yang panjangharus dipenggal-penggal lebih dahulu.

5. Monolog Monolog adlah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama. Seorang pemain yang berbisik. sikap terhadap suatu kejadian. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung. prolog sering berisi lakon. atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. biasanya berupa kesinpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru disajikan.6. antara lain sebagai berikut : 1. . Selain itu. pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. mungkin ungkapan rasa senang. 7. 6. Satu lakon drama mungkin saja terjadi dari satu. Artinya. Ekspresi wajah pemain ayng sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah. waktu. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Baik setting tempat. Dalam pementasan. pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. dua. atau tiga babak mungkin juga lebih. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. 4. biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. misalnya harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. Beberapa istilah dalam teater Dalam membicarakan drama banyak kita jumpai istilah yang erat hubungannya dengan pementasan drama. 3. Agar dialog itu tidak hambar. Isinya. jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. rancana yang akan dilaksanakan. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar.240 4. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya. Adegan Adegan adaalh bagian dari babak. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain. Isinya. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. dan lain-lain. 2. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali. Itulah sebabnya. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon(cerita) yang akan disajikan.

7. Ada tokoh berwatak sabar. dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. contoh tema masalah Keluarga topiknya misal Pilih Kasih 2. Karakter Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam drama. Tema cerita Agar cerita menarik perlu dipilih topik. Plot drama berkembang secara bertahap. 3. 10. Resolusi Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik f. kepala. Penyelesaian konflik ada yang happy ending. Ada enam tahapan plot : a. d. Plot Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. atau berakhir sedih atau penonton disuguhkan cerita dengan menafsirkan sendiri akhir cerita. ramah dan suka menolong. Bloking adalah aturan berpindah tampat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. Komplikasi Kejadian mulai menimbulkan konflik persoalan yang kait-mengkait tetapi masih menimbulkan tanya tanya. . Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. Konflik Dalam tahap ini mulai ada kejadian c. yaitu gerakan tangan kaki. Amanat Sebuah sajian drama yang menarik dan bermutu adalah memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. Unsur-unsur Lakon Teater 1. Tidak semua panggung dilengkapi layar 4. Keputusan Adalah akhir cerita 4. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar. Eksposisi Tahap ini disebut tahap pergerakan tokoh b.241 8. Layar adalah kain penutup panggung bagiandepan yang dapar dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. mulai dari konflik yang sederhana hingga menjadi konflik yang kompleks sampai pada penyelesaian konflik. plot adalah jalan cerita drama. 9. Krisis Dalam tahap ini berbagai konflik sampai pada puncaknya e.

atau kapan? Demikian pula unsur panggung harus diupayakan bisa menggambarkan suasana: gembira. c.8. Unsur-unsur Pementasan a. dini hari. sepi mencekam. Bagaimana caranya? Penata panggung yang mengatur semua itu. Dialog Jalan cerita lakon diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. dengan kata lain lakin yang dipentaskan harus terasa wajar. i. waktu. 5. e. d. dan suasana terjadinya suatu adegan. Naskah Pemain Sutradara Tata rias Tata biarama Tata panggung Tata lampu Tata Suara Pentonton . atau di mana? Penataan panggung harus mengesankan waktu: zaman dahulu. Panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan itu terjadi: di ruang tamu. hiruk pikuk. tengah hari. senja. di tepi sungai. f. Karena semua adegan dilaksanakan di panggung maka panggung harus bisa menggambarkan setting apa yang dikehendaki. g. penata panggung harus jeli dan pandai-pandai memanfaatkan dan mengatur peralatan yang terbatas itu untuk sedapat-dapatnya menggambarkan tempat. Panggung dan peralatan biasanya amat terbatas. 4. Sementara itu.242 sebaliknya bisa saja tokoh berwatak jahat ataupun bisa juga tokoh berdialek suku tertentu. Karena itu. b. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menghidupkan plot lakon. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya. h. dan suasana seperti yang dikehendaki lakon drama. Setting Setting adalah tempat. 6. zaman sekarang. berkabung. 7. atau suasana-suasana lain. waktu. Interpretasi Apa yang dipertontonkan ceritanya harus logis. penggambaran setting sering berubah-ubah hampir setiap adegan. di rumah sakit. di kantin. Semua itu diwujudkan dengan penataan panggung dan peralatan yang ada.

Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita. karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita. melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian d. f. tata lampu dan tata suara (musik pengiring) b. Tata Busana Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami. misal penggambaran kesedihan. maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. Tata Rias Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua.243 a. Tata Suara Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana. menggambar kejadian misal di tempat romantis. setiap tokoh akan diperankan seorang pemain c. ketakutan. untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari. sutradara memilih naskah. g. tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat. menentukan pokok-pokok penafsiran naskah. dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan. kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak. saling menyesuaikan. Naskah Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana. kalau diiringi musik yang . pemilihan pemain. e. Sutradara Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan. penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat. Tata Lampu Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita. Pemain Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita.

Bagaimanapun sempurnanya persiapan. ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras. segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton.244 sesuai. penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi. Penonton Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan. tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut. Jadi. penata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri. kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan. . alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu. h.

SUMBI kita tidak boteh lalai Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya. itulah pemimpi sepanjang jaman BUJANG MUNCUL 2.245 Contoh Naskah untuk latihan pemeranan SANGKURIANG Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV. DAYANG : Kalau begitu. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan. mesti segera diminta datang . dimana aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah. itulah yang besok pagi kesiangan. BUJANG : Itupun hampir selesai 8. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI Apa yang nampak di mata ? 3.ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. itulah yang sebenarnya bermimpi di malam ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti. DAYANG : Rasa-rasa dalam mimpi SUMBI bahwa di malam ini sedang diciptakan telaga beserta perahunya. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan 1. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada tumbang batu-batu bergulingan membendung air. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI 5. satu diantara dua : aku atau anakku. 4. maka siapa yang bermimpi malam ini. Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan segera terbukti 6. DAYANG : Dan perahu ? SUMBI 7.

ARDA LEPA : Tapi jika semua orang sependapat dengan Sang Kunang. Malam ini malam yang seram malam yang berat mengancam Anakku Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya 13. . Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu. keras menolak keingmanmu. menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar selalu Tapi sebagai ibu. ARDA LEPA : Ada apa. Nyai ? kami dipanggil di malam sepi ? 12. DAYANG : Riuh gemuruh dikejauhan. biar sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. ya.246 9. BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui. DAYANG : Mamang. kawan? Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan. karena hati naik turun Ah. SUMBI alamat telaga sedang dibangun. Ya. Nyai. malam ini SUMBI bukan malam sepi. apa yang hendak kite katakan. tapi juga hati seoiang ibu yang diancam bahaya Sebagai manusia. bukan? 14. bertindak berontak menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN 11. BUJANG : Baik. hidmat menyembah kebesaran-Mu. anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu. Riuh gemuruh di dalam dadaku. hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya.

menyerupai sinar fajar. DAYANG SUMBI 20. ARDA LEPA 23. itu tidak lucu ! : Itu mesti disapu ! Lebih haram dan jinah ! Lebih hewan dari hewan ! : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminang Sang Kunang mesti kami buang ! Kalau tidak. Karena itu ku menginginkan supaya kalian membakar hutan. biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar maksudnya diurungkan. asal besok ban sedia perahu dan telaga. pinangan anakku tidak terangterangan ditolak. Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ? Itu lucu ! : Tapi apa mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 16. BERSAMA 18. lantaran merasa kesiangan : Ai. ai. kami semua ikut berjinah Kami menjadi hewan. itu terserah kepada mereka Tapi bagiku aku adalah ibunya. kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang. ARDA LEPA 17. BERSAMA . : Nantidulu Dengar dulu! Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap anak. ARDA LEPA 21 DAYANG SUMBI 22. Ternyata sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat memenuhi permintaan ku. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datang Apakah mamang setuju anak mengawini ibu ? : Anak mengawini ibu ? Yey. ARDA LEPA 19. biar apinya bersinar-sinar. Aku berjanji mau kawin dengan dia. DAYANG SUMBI : Memang. Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan menolak dia meminang.247 15. : Jadi sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ? supaya peiahu dan telaga besok tidak bukti ? : Betul.

mengisi ini dunia dengan bermain bersama. DAYANG SUMBI : Sang Kuriang memang lain dari yang lain tapi Sang Kuriang manusia Dan kepada manusia aku tetap yakin: ada Dewata dalam dirinya Dan selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam tubuh Sang Kunang ! : Bagaimana kawan. biar gigi tinggal dua. ARDA LEPA 28. tanpa yang diidamkan. kita sekarang membakar hutan ? : Asal terang ada anak memang ibu : Yang sudah teiang semua manusia adalah satu Orang lain masih kita juga. BERSAMA 27. selam damang bagi semua 25 ARDALEPA 26. marilah kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah panggilan kita di dalam hidup bersama : (SAMBILTERUS TURUN) Semua orang adalah satu orang lain masih kita juga kewajiban kita. BERSAMA SEMUA TURUN . tanpa yang diharapkan. Karena itu.248 24.

Jalu Wulung. perhatikan. (Masuk ulama-ulama dan lain-lam yang merupakan pawai azmat. Dan tiada di kuburan : O. S'lamat tinggal Pernah kuharap kau menjadi istn Jaka Tumbal. Ulama yang keras hati Bagai bidadari adikku beidarma. jika kau sedih meringkuk : Apa ? Yuta Inten Jelita ? : (Menabur bunga di atas jenasah) Inten dan segala permata. dan jika tak ada kekuasaan yang mengatasi peraturan. Ratu. di pekuburan. seperti Untuk orang yang mati suci : Letakkan dalam tanah Supaya dari tubuh yang elok tak ternoda itu Tumbuh bunga-bunga ! Hai. dan dia berpangkat Mari sembunyi sambil melihat (Ke samping bersama Arya Lontar) : Tambah Upacara ! : Itu Jalu Wulung. beserta pengabung-pengabung. Selanjutnya Prabu. anak muda budiman. Pengawal dan lam-lain) TUMB : Sri Ratu. pabila Kami nyanyikan adzan untuknya.249 Contoh Cuplikan naskah JAKA TUMBAL Saduran dari HAMLET Karya Shakespeare BABAK IV Akhir Adegan 1. saat Yuta Intern dikuburkan. sampai kiamat dia takkan bermakam di tempat kudus : tak ada do'a suci. tiga kali celaka Timpalah sepuluh ganda tiga lipat Kepala pendurjana yang dengan jahat memadamkan cahaya budimu ! . : Tambah Upacara ! : Upacara sudah seluas-luasnya dalam batas tanggung jawab kami. Namun dia dapat karangan bunga dan penaburan kembang untuk perawan. beling dan krikillah yang dilemparkan padanya. dan penghormatan tahli) serta makam keramat. Meninggalnya tidak patut. Dibelakangnya jenazah Yuta Inten. : Tak ada penghormatan lagi ? : Tak ada Adat akan kami najiskan.Hai. tapi batu. orang-orang pura I Siapa dihantar Dengan upacara kecil ini? Ini berarti Bahwa jenazah itu dengan semena-mena Mengakhiri hidupnya sendin. Juwita dan kutaburkan bunga atas pelaminanmu. WUJU TUMB WUJU ULAMA WUJU ULAMA WUJU TUMB RATU WUJU .

Apa hendakmu dengan dia ? Dia gila. lebih tinggi Dan Suralaya di atas yang biru dan berawan (Melangkah maju) Siapa dia. Jaka Tumbal. berkelahi. tapi ada sesuatu padaku yang berbahaya. Demi Allah. Dan Gunung Mahameru sebesar kutil ! Ya. tenanglah. Hingga puncaknya dibakai Cakrawala. kalau tak mau celaka ! Lepas! Pisahkan mereka ! Tumbal ! Tumbal ! Tuan . potong siri? Minum cukak ? Makan buaya ? Nah. dan meieka keluar dan bang kubur) Nah. Orang Pangruatan ! (Melompat ke dalam kubur) Setan mencabut jiwamu ! Do'amu tak enak ! Hai lepaskan kerongkonganku! Benar aku tak garang dan geram. Terperanjat oleh suaranja ? Ini aku. TUMB : WUJU TUMB : : PRAB RATU SEMUA LONT TUMB RATU TUMB : : : : : : : PRAB RATU TUMB : : : RATU : . dan aku menyusul! dan kalau kusebut gununggunung. Sebelum kupeluk dia sekali lagi.250 jangan ditutup dulu. (Melompat dalam Liang Kubur) Tumpukkan zat-Mu atas yang hidup dan yang mati. katakan. 'ku mau berkelahi dengan dia tentang mi. dan sadarlah. apa maksudmu ? Menangis. Jalu Wulung. akupun bisa Ini sungguh gila Sementara saja badainja mengganas . jangan dilayani dia! Demi Tuhan. kalau kau bermulut besar.tuan ! Pangeran sabarlah ! (Para pengiring Prabu melerai mereka. yang ratapannya Selantang itu ? Yang keluh-kesahnya menghambat jalannya bintang serta menghentikan mereka. puasa. Aku juga! Kau datang untuk meratapi dia ? Menantang aku dengan tampat di bang kuburnya? Ikutlah terkubur hidup-hidup. sampai kelopak mataku tak bergetar lagi Tentang apa anakku ? Aku cinta Yuta Inten Empat puluh ribu kakak dengan jumlah cintanja tak dapat memadai Cintaku . boleh kita Disungkup tanah benuta-juta bahu. dan bikin gunung dari daratan ini.

Kucing mengeong dan anjingpun menyalak dan mendengking (Keluar) : Arya Lontar.251 Tapi segera ia menjadi sabar dan diam. suruh orang menjaga puteramu. Kubur ini akan dapat peringatan hidup Se'gra kita alami masa damai dan njaman . : Hai. (Semua keluar) TUMB PRAB . jaga dia betul (Arya Lontar keluar) (Kepada Jalu Wulung) Sabarlah. tuan Mengapa kau peilakukan daku demikian ? Kau selalu kuanggap kawanku. perkaia ini segera kita selesaikan Dinda. berdasai rembukan kita semalam. tapi mengapa. Laksana merpati betina yang telurnya menetes jadi anak burung kencana. Sebelumnya kita hendaknya sabar berjalan.

. Dan supaya orang tebih tentram lagi. Pertama Piramus harus mengghunuspedangnya untuk bunuh diri. tepat yang akan kita kerjakan di hadapan tuan Hertog. Astagfirullah! itu yang paling kejam! Jadi awaslah ! CEREK : Dari itu harus ada pendahuluan lain buat menerangkan bahwa itu bukan singa. Kumpar Kisaran ? KUMPAR : Dalam komedi Piramus dan Tisbi ini ada apa-apanya yang tak akan menyenangkan orang. GERING : Kurasa akhiinya lebih baik dihilangkan saja pembunuhan itu. Tulislah kata pendahuluan. KUMPAR : Peter Patil PATIL : Ada apa.252 Contoh Cuplikan Naskah IMPIAN DITENGAH MUSIM Karya Shakespeare BABAKIII Sequence 14 Adegan1 HUTAN. Bagaimana tanggung jawabmu ? PATIL : Astaga. dan katakan bahwa kita tidak bermaksud jahat dengan pedang-pedang itu. TITANIA SEDANG TDUR. TEMPAT ATENA. gua juga kuatir. CEREK : Apakah para wanita itu tidak takut pada singanya ? GERING : Memang. bahwa gua si Piramus bukannya Piramus sungguhan. Kaum perempuan tak tahan melihat itu. gua punya akal buat bereskan ini. coba pikir : memasukan seekor singa ke tengah perempuan-petempuan. tambahlah kakinya. MASUK PARA PEKERJA KUMPAR : Kita lengkap ? PATH : Tak kurang. itu susah. hendaknya ditulis dengan tiga atau empat kaki sajak. KUMPAR : Tidak. tapi si Kumpar tukang tenun PATIL : Jadilah. Semak duri itu kamai hias dan kita kerjakan semuanya. dan bahwa Piramus tidak benar-benar bunuh diri terbunuh. jadi bagus jalannya. Sudut merah ini panggungnya. Inilah tempat yang cocok sekali untuk latihan kita. KUMPAR : Jangan dihilangkan apa-apa. KUMPAR : Sobat-sobat. kita bikin pendahuluan begitu . biar empat-empat.

: Nan. Piramus lu mulai. Apa akalnya Kumpar ? : Salah seorang mesti "Mempeihidangkan" tembok itu. begitu juga masing -masing orang menuiut alamat. biar dia ambil sedikit tampal atau kapur atau lengrengan untuk merupakan tembok. Tapi ada lagiduasoal yang susah. maka di depan rekan itu Piramus dan Tisbi mesti berbisik-bisik. lantas dia omong bahwa dia datang untuk bikin "Perhidangan" cahaya bulan. kalau kita mesti ada orang yang membawa seberkas dahan-dahan dan tentera. kalau suka. atau nyonya-nyonya manis. mungkin juga ikut main. : Seperti bunga mawar meraksasa-raksasa : Meraksi-raksi ! : O ya. saya akan kecewa. baiklah begitu. dan suruh dia mengembangkan jarijarinya begini. Tisbiku! Suara apa itu? Tinggallah disini. Kalau nyonya sangka saya ini singa betulan. kalau pidatonya habis. lalu sebutlah namamu dan katakan saja bahwa dia ini Si Ketam tukang prabot. begitu kata hikayat. meraksi-raksi. Hai. (PEK KELUAR) : Piramus. Saya orang biasa seperi yang lain . omong-omong di depan rekahan tembok. tampilah.253 KUMPAR : Harus disebutkan namanya dan separoh mukanya hams kelihatan di celah-celah kuduk singa. janganlah takut. Begitulah nafasmu. sebentar tunggu kembaliku (KUMPAR KELUAR) : Pelik benar Piramus seperti ini. Ayo duduklah semua. jangan gentar. : Wah. pergi ke belakang sernak itu. sebab Piramus dan Tisbi. Mawar tenndah di pagar duri Kesuma bangsa yang paling berpahala Taat bagai kuda yang berlari-lari Ku jumpa kau Piramus di makam Nini PATIL KETAM KUMPAR PATIL KETAM KUMPAR PATIL PEK PATIL KUMPAR PATIL KUMPAR PEK GEMBUNG . saya tanggungkan nyawa saya. Dia sendili hams bicara memperhidangkan dirinya begini : Nyanyanyanya. : Tembok tak mungkin digendong. Saya ingin minta dengan hormat sekali. Tapi ada lagi satu seal: kita hams punya tembok di kamar besar itu . : Jadilah. Si Piramus danTisbi kan bertemu dalam cahaya bulan : Apa bulan persinar waktu kita main ? : Cari almanak Cari apa cahaya bulan terang tidak : Bagus. suryaku seroja Nirmala. Yaitu memasukkan cahaya bulan ke dalam kamar. beres semua. orang dusun ongok ini pada rame-rame deket tempat tidur ratu peri. : Ayo Pilamus dan Tisbi. ada permainan? Aku menonton.

254 PATIL : Ninus. Jangan diucapkan seluruh peranan sekaligus begitu. bukan Nini! Tapi itu jangan lu sebut dulu.. Taat bagai kuda yang berlari-lari. beserta alamatnya dan sebagainya. Hai.. Piramus masuklah . yaitu berlari-lari. itu jawaban buat Piramus. GEMBUNG . alamatnya sudah disebut. (PEK DATANG KEMBALI BERSAMA KUMPAR YANG BERKEPALA KELEDAI).

Seni Rupa Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Bab 5 APRESIASI Pengertian Seni Rupa Dasar-Dasar Seni Rupa Apresiasi Karya Seni Rupa Pameran Karya Seni Rupa .

EKSPRESI Ragam Hias Nusantara Seni Kriya Batik Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) .

teknologi. tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan). manajemen desain.1. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya.288 BAB V SENI RUPA 5. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa). Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture). kritik seni. Peran pendidikan seni merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan manusia seutuhnya. dan seterusnya. fotografi. dan matematika. metodelogi desain. keramik. karena lebih mengutamakan pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. dan drama/sastra. seperti lukis. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa. Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. Pengantar Seni Rupa Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada kondisi sistem pendidikan nasional saat ini. sosiologi desain. Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. Seni terdiri dari musik. Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. tari. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. semantika produk. rupa. grafis dan kriya. multimedia. patung. semiotika visual. .

289 Seni Lukis Seni Murni Seni Patung Seni Grafis Seni Rupa (Visual Art) Keramik Seni Kriya Seni Desain Produk (desain industri) Desain Interior Desain Desain Komunikasi Visual (desain grafis. dan kriya. ikat celup. batik.dll Sumber : Pribadi Bagan 5. pandan. yaitu seni murni. serat alam. desain. tenunan Kriya Kayu. terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim. bamboo.1. keramik Anyaman rotan. . kulit. multimedia) Seni Terapan Arsitektur Tekstil. logam. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini Dalam kehidupan seni rupa modern. dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan.

a. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam. atau bahan lainnya. mizotint.1. etsa. karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang. 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point. c. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Namun dalam hal tertentu. Teknik Cetak dengan teknologi modern.sugartint . Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak. Teknik cetak konvensional antara lain : 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print. Seni Patung . atau bahan-bahan industri seperti logam. wood engraving print. Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. keramik ). dan lain-lain. Seni Lukis Gambar 5. patung. lino cut print. kolase print . Seni Murni Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya.Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis. cat akrilik. b.1. (3) sablon ( silk screen ). misalnya offset dan digital print.2.290 5. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. grafis. d.1.serat gelas.

bahan (sumber daya alam). yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. umumnya merupakan karya desain. alat tulis. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini : a. estetika (gaya visual). seperti : mebel. pengatur waktu. gaya hidup). bahkan perkakas pertukangan. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi). alat rumah tangga. pasar (kebutuhan masyarakat). pakaian. Istilah desain mengalami perluasan makna. alat kebersihan. prinsip sains (fisika).1. desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. mainan anak.291 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.2. alat kedokteran. budaya (Sikap. Desain Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia. maupun pendekatan fungsional. aturan. Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan. alat transportasi. mentalitas. .3. sepatu. kerajinan. baik dengan pendekatan estetis.4. Seni Patung 5. dan lingkungan (social). cindera mata. Berbeda dengan karya seni murni. perhiasan. Desain Produk (Industrial Design) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. Seni Lukis Gambar 5. produksi (industri). alat makan.

5. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. logo perusahan. ilustrasi. brosur. Kursi hasil Desain Produk b.. seperti poster.6. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak. Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. dan krikatur. Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi. majalah. Desain Grafis berupa Poster . kemasan. dan bhkan juga cerita bergambar (komik). surat kabar. buku.292 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. undangan.

Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia pertelevisian. Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia. Desain interior Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian. Seperti rumah tinggal. hingga bangunan industri. bank. . perkantoran. Yakni. seperti ruang hotel. museum. bahkan ruang dapur dan kafe. Namun.7. tempat ibadah. Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern d. rumah sakit. kantor. Desain arsitektur Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan. restoran. sekolah. rumah tinggal. stadion olah raga. sarana relaksasi. Secara umum. rumah sakit. pusat hiburan. desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata ruang secara keseluruhan. bangunan umum. Masyarakat juga mengenal desain multimedia. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.293 c. pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni.

Jika sebelumnya kita mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn. Sedangkan karya kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang kerajinan Sumber : Indonesia Indah. yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan. Desain Interior Ruang Keluarga 5. produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal. Batik Sebagai Seni Kriya . baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual. Kriya Perkembangan dalam dunia seni rupa. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.294 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Kriya merupakan pengindonesiaan dari istilah Inggris Craft.8.3. adalah munculnya kriya sebagai bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni.9.1. kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna.

b. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu.295 5. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya. Dasar-dasar Seni Rupa Dalam proses berkarya. bila berkumpul atau berwarna beda. ruang. vertikal. texture.1. tebal.Garis Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda. diperlukan penyusunan unsur-unsur atau elemen suatu karya yang sesuai dengan prinsip-prinsip komposisi yang harmonis 5. dan lainnya. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. warna. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. garis mempunyai berbagai sifat. dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya (gambar 5. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak.2. patah-patah. berombak. seperti pendek. simbol. dan lain sebagainya. melengkung. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu.Titik yang membesar biasa disebut bintik. lurus. bidang. dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. kuat simpel. miring. megah ataupun juga agung. Titik /Bintik Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. seperti untuk menciptakan kesan kekar. tipis. panjang. halus. ide.2. dan kode-kode tertentu. horizontal. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian. Unsur-unsur itu terdiri dari : a.5 ) .

dan Karakter Garis . Jenis.10.296 Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.

Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas. persegi. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. dan silinder. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat. dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain. bidang segitiga. seperti yang terlihat oleh mata. prisma. akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.297 c. segi empat. dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga. stabil. tak teratur dan sebagainya. baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis. kerucut. menyatakan permukaan. lingkaran. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti : 1) Bentuk teratur kubus dan persegi. oval. trapesium. dan mengarah. 3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif. trapezium dan lingkaran. . Bentuk Bentuk dalam pengertian bahasa. dan segi banyak lainnya d. segiempat. dan formal. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. contohnya lemari. 2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi. Bidang Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. tajam. labil dan bergerak. energik. sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat. ornamental.

Bentuk Figuratif 2) Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. Contoh bentuk ini.12. abstraksi binatang . Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan. bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga. yaitu : 1) Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature). Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Bentuk 3 dimensi yang dinamis Dalam seni rupa. binatang. Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadangkadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. manusia ataupun alam lainnya. misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang.11.298 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.

rambu-rambu. prisma. Bentuk simbolis. buku. sepatu. dan lain-lain. Non Figuratif (Abstrak) . rumah. misalnya segitiga. hiasan keramik. artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. abstrak simbolis. dan lainnya. misalnya agama. kepercayaan. dan abstrak filosofis. Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda. dan lain-lain. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik. misalnya huruf. karya ukiran. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.13. dan lain-lain. yaitu bentuk abstrak murni.14. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu. lemari. Pengayaan Bentuk (Diabstraktif) 3) Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif.299 seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. kursi. Ada tiga macam bentuk abstrak. tanda baca. lambang.

Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Ruang Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan.300 e. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua. 1) Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System). yaitu ruang negatif dan ruang positif. sifat warna. Ruang positif dan negatif f. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk.15. sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. termasuk di dalamnya hawa udara. warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : . dan makna warna. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Warna Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna.

yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. biru-ungu.301 Kuning Merah Biru Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Untuk mengubah value. 2) Sifat warna Sifat warna intensity. hijau. biru. jingga dan ungu. dan warna lainnya. a) Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna.16 Hue dalam lingkaran warna Warna primer. dan kuning-jingga. yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau. hijau-biru. Warna tertier. misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah dikelompokkan menjadi tiga. merah-ungu. yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder. value. kuning. biru. seperti merah. yaitu tiga warna pokok yakni merah. Warna sekunder / biner. coklat. atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. yaitu : hue. dan . Warna quarterner. Perbedaan antara merah dengan biru. menghasilkan warna kuning hijau. merah-jingga. Warna intermediate. yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. b) Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. ungu. jingga. dan kuning.

warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni : Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value. Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna. memiliki kekuatan berimbang. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.17. biru kehijauan. misalnya urutan dari biru. Warna Complementer. biru kontras jingga.302 putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. dan merah kontras hijau. Berdasarkan paduan warna (colour scheme). misalnya kuning kontras ungu. dan kuning. Contoh intensitas warna . sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan. hijau kekuningan. c) Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna. hijau.

berani. dan sebagainya.Di negeri China. di Jakarta – kuning. berduka cita. kegelapan. bendera merah. di masing-masing daerah atau wilayah. aksi. damai. mati. sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. tenang. mentah. warna juga mempunyai makna yang berbeda. bersih. Merah muda mempunyai makna romantis. gaib. luhur. Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh.303 3) Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain. dan mengandung rahasia. cerah. berkabung. di Sumatera – merah. dan jujur. Contoh : bendera tanda adanya kematian. duka. dan benci. dan agung. riang dan dinamis. Ungu mempunyai makna kekayaan. terang. mashur. . dan dalam. di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. sukacita. segar. riang. tegas. Biru mempunyai makna tenang. mewah. Hijau mempunyai makna dingin. di Sulawesi – putih. Di Yogjakarta. iri. dan jaya. Kuning emas mempunyai makna masyhur. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol. panas. warna merah berarti Cinta. marah. Jingga mempunyai makna masak. sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. Putih mempunyai makna suci. dan ringan. dan harapan. hidup. senja. bangsawan. pertumbuhan. antara lain sebagai berikut : Merah mempunyai makna api. Kuning mempunyai makna matahari. bahaya. gagah. Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. tak berdosa. sejuk. kebenaran. Hitam mempunyai makna tragedi. agung. kematian. akan berbeda. bahagia. kesedihan dan setia. kenyataan.

seperti tikar (dari daun yang disusun). Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam. baik itu nyata maupun semu. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu.Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan. Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya.304 g. Suatu permukaan mungkin kasar. sebagai berikut : 1) Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda.18. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. tekstur buatan dan tekstur reproduksi. dan lain sebagainya. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam. dan lainnya. permukaan batu. goni (dari pasir dan kertas). kain sutera berbeda dengan plastik. Tekstur halus . misalnya wallpaper. mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. mungkin juga halus. misalnya daun. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam. kulit kayu.

Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong. sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan. Untuk mendapatkan proporsi yang baik. Selain nilai raba pada suatu permukaan. prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional. Keserasian proporsi sebuah bentuk trimatra . membandingkan ukuran tubuh dengan kepala. kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut. ukuran kursi dengan meja.19.2. Proporsi Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi).2. Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya. yaitu : a.305 2) Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. 5. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa Prinsip adalah asas. ukuran objek dengan ukuran latar. Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta karya seni. tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Misalnya.

yaitu: 1) Balans Simetris Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama.21. Keseimbangan (balans) Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni. yakni karena adanya ukuran / bentuk dan karena adanya warna. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. balans dibedakan menjadi tiga.306 b. Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna.20. Keseimbangan simetris . Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Balans didapat dari dua kesan. Keseimbangan warna pada sebuah kursi Bila dilihat dari bentuk susunannya.

Keseimbangan bentuk dan warna .307 2) Balans asimetris Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda. Keseimbangan asimetris yang dinamis 3) Balans radial Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda.22. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. namun susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang.23. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.

Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. warna.25. kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang. Irama (Ritme) Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis)dapat diperoleh dengan cara : g. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk. Irama pada bangku panjang terlihat pada bentuk yang berkelok-kelok d. j. ukuran. Melalui penyelangan dan pergantian (variasi) i. misalnya adanya bentuk. Melalui progresi atau gradasi. Kontras Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan. Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu) SuSumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.24.308 c. Melalui pengulangan bentuk (repetisi) h. maka disebut Kontras tekstur. Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna. yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali. Kontras Warna . atau tekstur yang berbeda. Dan apabila tekstur yang berbeda.

istilah klimaks sering disebut dengan istilah centre of interest (pusat perhatian). Kesatuan (Unity) Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. tempatkan salah satu unsur secara tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya. Dengan kesatuan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. adalah fokus dari susunan karya seni yang mendatangkan perhatian. elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis. Klimaks pada karya f. Klimaks Klimaks disebut juga dominan.309 e.26. centre point dan fokus. . Untuk menciptakan pusat perhatian pada karya desain. Oleh sebab itu. Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize (penekanan).

3. Dalam pengertian yang lebih luas.3. mengamati. Komposisi Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa.1 Pengertian dan Fungsi Apresiasi Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. . 5. Apresiasi mempunyai tiga tingkatan. dengan analisis. dan apresiasi kritis. Susunan tersebut dikatakan harmonis. Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat. seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu. dan peneilaian yang bertanggung jawab. Apresiasi Karya Seni Rupa 5. yaitu apresiasi empatik. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut. interpretasi. menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni. Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni. apresiasi estetis. apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati.310 g. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam. Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini. Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni.

Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. atau landscape.2. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.27. Lukisan Naturalisme b. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan. antara lain : a. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri. dan benda mati sebenarnya. kesedihan. alam. pemandangan alam.3. atau peristiwa yang memilukan. Aliran-aliran dalam Seni Rupa Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman.311 5. Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.28. Lukisan Realisme .

Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963). Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis. Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876).29. atau petualangan para pahlawan purba. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebihlebihkan. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “. Belanda. penuh khayal. dan Perancis. Lukisan Impresionisme .30.312 c. Lukisan Romantisme d. Gaya ini juga berkembang di Jerman. suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa.

313

e.

Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.31. Lukisan Ekspresionisme

f.

Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

314

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.32. Lukisan Kubisme

g.

Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.33. Lukisan Konstruksifisme

315

h.

Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.34. Lukisan Abstrakisme

i.

Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.35. Lukisan Dadaisme

316

j.

Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.36. Lukisan Surealisme

k.

Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.37. Lukisan Elektisisme

317

l.

Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.38. Lukisan Elektisisme

5.3.3. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa
Untuk mengadakan penilaian terhadap karya seni rupa terapan, berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran atau kriteria sebuah penilaian. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas nanti, tidak mutlak semua harus digunakan, karena tidak semua karya seni rupa cocok dengan ukuran penilaian tersebut. Aspek-aspek atau ukuran penilaian itu adalah :

a) Aspek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan. Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri. Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas.

318

b) Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai. Ketidaktrampilan dalam penggunaan teknik akan berdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. c) Aspek penguasaan bahan
0

Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi. Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. d) Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertimbangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. e) Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi. Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi, keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity). Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. f) Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema. Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi.

319

g) Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan. h) Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar. i) Aspek selera dan agama

Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi tren di masyarakat, misalnya dari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu. Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat.

klimaks . maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya.2. 5. dibedakan menjadi dua. seniman. dikagumi. tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan.keseimbangan .1.1. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa Aspek-aspek yang Dinilai Aspek Ide/Gagasan Aspek Penguasaan teknis Aspek Penguasaan Bahan Aspek Kegunaan Aspek Bentuk / Wujud . artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja. pameran keramik dan lain sebagainya.320 Tabel 5.kesatuan Aspek Gaya atau Corak Aspek Kreativitas Aspek Tempat Aspek Selera dan Agama Sumber : Seni Rupa dan Desain 1 2 Standar 3 4 5 5. .4. dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa. misalnya pameran lukisan.kontras . Pameran Karya Seni Rupa Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni. atau dikritik. yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat.4. Melalui pameran.proporsi . pameran patung. 5. Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan. karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa.4. pengamat seni rupa. Pameran homogen. dinilai.irama .

karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan.3. patung. baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater. kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah. dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran. misalnya pameran seni kriya. keramik. pameran patung. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. dan karya seni rupa lainnya. ukiran. artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa. b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya.Pameran perorangan atau pameran tunggal b. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil. pameran dapat dibedakan ke dalam : a. karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. 5.Pameran kelompok. pameran lukisan. .321 Pameran heterogen. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah. pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan. biasanya merupakan pameran heterogen. karya kerajinan.4. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa.

yaitu : a.322 c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka. c. b. merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya. pengamatan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain.4. atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan. mendidik para siswa untuk bermasyarakat. melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. 5. Dalam arti yang luas. kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan.4. pemahaman isi dan pesan dari karya seni. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan Menyiapkan penjaga pameran Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran Menata karya-karya yang akan dipamerkan Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran . melatih untuk menghargai pendapat orang lain. dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah. melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni. penghargaan. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan. ada beberapa hal yang harus dikerjakan. dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. Jadi. d. kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. e. dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah.

Makna simbolik dari corak. warna dan penataan keseluruhan pada tekstil perlu menjadi perhatian Anda pula dalam melakukan eksplorasi ini.323 5. Rinci dan rumit serta padat dengan corak merupakan karakter tekstil nusantara. Hal ini akan bertambah nilainya apabila dapat menerapkannya langsung menjadi suatu benda tekstil sesuai dengan keinginan. Hal ini perlu perhatikan agar hasil kreasi nanti tidak kehilangan karakter kenusantaraannya. Mengingat hal itu merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan. warna dan teksturnya menjadi suatu pola ragam hias. . Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan salah satu dasar untuk dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ragam hias Nusantara untuk kebutuhan tekstil pada saat ini. Setelah menjadi suatu pola ragam hias. Keunikan ragam hias nusantara adalah pada penggunaan isen atau tekstur di setiap corak atau sebagai pengisi latar kain. teknik penerapannya perlu menjadi pemikiran karena keunikan setiap teknik akan mempengaruhi penataan pola yang akan lakukan. Kemudian corak ini diolah bentuk.5. perlu memikirkan bagaimana pola ini ditata dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetis dan arstitik. Kegiatan mengeksplorasi dan mengembangkan pola ragam hias tekstil merupakan hal yang sangat menarik dan menyenangkan. Dalam upaya menata ragam hias ini. Corak meander atau spiral dapat dikembangkan menjadi berbagai motif lain hanya dengan penataan yang berbeda. Hasil kreasi ini akan sangat bermanfaat apabila diperuntukkan bagi suatu benda pakai. Langkah awal dari kegiatan ini dimulai dari memilih corak dari ragam hias nusantara yang ada.

diagonal. vertikal. radial. yaitu satu langkah. Penataan pola ini perlu di lakukan dengan teliti agar sambungan pada kain tidak terputus. lingkar.324 Sumber : Tekstil. diagonal.39. Buku Piloting PSN Gambar 5. setengah langkah. Motif Meander sebagai motif dasar Hasil pengolahan bentuk. warna dan tekstur corak tertentu disusun ke dalam pola ragam hias yang ukuran dan bentuk keseluruhannya dipengaruhi oleh pola pengulangan yang akan diterapkan. . dan pinggir. Pola ragam hias dari pengembangan corak dasar dapat diulang dengan beragam teknik. dan pola pinggir Penataan Pola ragam hias tekstil dapat dikembangkan dan dimodifikasi seperti penataan arah horizontal.

Pembentukan motif pada kain dengan teknik ikat celup Sumber : Indonesia Indah. Beberapa contoh ragam hias pada kain ikat celup . Buku Piloting PSN Gambar 5.325 Sumber : Tekstil. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.40.41.

Memiliki rasa estetika. dari berbagai wilayah nusantara. Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri (porto folio) untuk pameran dikelas atau disekolah. Pada tingkat perkembangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini. 3. Ketrampilan : a. mengembangkan kreatifitas. ekspresi. Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam berkarya seni rupa.326 5. Kemampuan yang perlu dikembangkan antara lain mengola kepekaan rasa.6. Membuat karya seni rupa secara tematik dan pemecahan masalah c. Merancang karya seni rupa dengan memanfaatkan beberapa teknik ungkap b. Memiliki kemampuan dasar berekspresi secara visual b. dan ketrampilan berkarya sesuai bakat dan minat masing-masing dalam bab ini diberikan contoh pembelajaran untuk siswa SMK dalam berapresiasi dan mengekspresikan diri melalui ketrampilan berkreasi teknik ikat celup dan teknik batik Tiga kompetensi yang diharapkan di miliki oleh siswa SMK adalah : 1. dan ketrampilan berkarya. Mampu mengkomunikasikan berbagai ide dan kreativitas 3. Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik serta kepekaan rasa dalam berkarya seni rupa b. Memiliki sikap professional dan kewirausahaan . Apresiasi : a. Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Pembelajaran seni rupa secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan apresiasi. perlu diarahkan pada kemampuan produksi sebagai persiapan keahlian yang lebih spesifik. 2. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia 2. Ekspresi : a. Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan. apresiasi terhadap produk kerajinan. 4.

Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain. Seni Kriya Batik Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya.7. berproduksi. motifnya diikat-ikat dengan tali plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan. bentuk. garam warna dan air pembilas. Pembuatan motif pada batik tulis. Kewirausahaan Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran seni rupa terdiri dari jenis.prosedur kerja. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol. Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel. kita mengenal ada empat cara pembuatannya. dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing. Sedangkan pemberian motif pada batik ikat. yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis. dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan ke larutan garam warna. Ketrampilan kerajinan 2. 5. Pembelajaran seni rupa ini berintegrasi dengan mata pelajaran lainnya secara terpadu.327 Ruang Lingkup Mata pelajaran seni rupa untuk SMK meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon. dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap. fungsi kerajinan dan porto folio. . Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang. Dalam pembuatan batik.

Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan. peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. 2) Tahap pemberian malam Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan. Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan. prima. hiasan dinding. Contoh karya seni kriya batik Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain. Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. Pembuatan gambar motif pada kain.328 Sumber : Indonesia Indah. vealisima. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama. dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH. birkolin. poplin. linen. . Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. selendang. premisima. misalnya kain blacu. sprei. dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain. pensil 4B-5B. pola gambar atau mall. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. taplak meja. santung. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. gorden dan lainlain.42. 1) Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. dan meja kaca. jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera. dan sutera. yaitu : Kain. sarung bantal.

dan naptol ASOL. dan hitam. Peralatan penunjang. Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas. Proses pembubuhan prada diatas kain batik tulis 3) Tahap pemberian warna Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik yang terdiri dari : Naptol berfungsi sebagai warna dasar yang nantinya dibangkitkan oleh garam warna (garam diazo). malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. naptol ASG. naptol ASLB. malam cetak (warnanya coklat.329 Malam. Sumber : Indonesia Indah. Naptol terdiri atas naptol AS. dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh. dan mudah retak). violet. canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar). orange. malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya kuning dan lebih liat). Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. naptol ASGR. Canting. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. panci. kenceng. dan lainnya. Naptol AS berfungsi untuk membuat warna merah. Sebelum proses pemberian malam dimulai. naptol ASLB . malam cetak (warnanya coklat. Warna lain yang bersifat alami adalah daun soga. canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil). biru. naptol ASBO. alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil.43. naptol ASD. sifatnya kurang kuning dan lebih liat). sifatnya kurang liat). Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat.

kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata. dan rapid hitam G. rapid kuning GCH. Bahan Pelengkap. Garam warna (garam diazo). b. dan garam biru hijau B. garam biru BB. Pemberian warna rapid Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. diperas. Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I). berfungsi untuk memberi variasi warna. dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bak III). disebut juga costik soda berbentuk seperti kristal. garam violet B. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. berfungsi untuk membangkitkan warna. Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak. Rapid terdiri atas rapid merah RH. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin. diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. Garam terdiri atas garam biru B. TRO cairan berbentuk minyak sedang soda api (Loog 380 BE). Tahap melunturkan malam Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. dan dianginanginkan. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. Rapidogin. kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II). untuk membuat larutan pewarna batik tulis bahan pelengkap yang diperlukan terdiri atas TRO (Turkish Red Oil) dan soda api (Loog 380 BE). rapid biru BN. c. Proses pencelupan Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah. garam orange GC. rapid orange RH. . dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). rapid cokelat BN. merah bordo GP. naptol ASGR untuk membuat warna hijau dan naptol ASG untuk membuat warna kuning. hitam B. Adapun tahapan dalam pemberian warna pada batik tulis adalah : a.330 untuk membuat warna cokelat.

kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras. dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain. sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali. Cucuk atau carat Cucuk merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung. Canting memiliki beberapa bagian yaitu: Gagang Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai. dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik.44. Nyamplung terbuat dari tembaga. Alat Dan Bahan Batik 1. Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan. Sumber : Pribadi. Cucuk tersebut terbuat dari tembaga. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik.331 5. Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang. Canting Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik. Kuas dapat juga untuk menggores . Ukuran dan jumlah cucuk can beragam tergantung jenisnya.1.7. Bagian-bagian canting b. cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam. Kuas Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis. Peralatan Membatik a.

Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik. Gawangan Pada waktu membatik kain panjang. tidak perlu yang besar. terbuat dari kayu. kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur. Nampan Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan mencelup kain dalam proses pewarnaan. Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar. terbuat dari bahan logam.332 secara ekspresif dalam mewarnai kain. yang disebut gawangan. Sekarang ini dengan adanya kompor. Panci Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda. . d. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan. g. Pilihlah ukuran nampan yang sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup semuanya. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut. Wajan Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren. wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam. agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan. c. e. dengan diameter sekitar 13 cm. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja. kuas cat air. atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas. Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola. Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja. f. Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor. sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik. tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut.

Bahan Batik a. blacu. Tetapi terkadang saat ini banyak . Tujuannya agar serat kain menjadi kendor dan lemas. Setelah dikemplong kain dijemur. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. kemudian kain dilipat dan dikemplong (“ngemplong”) yaitu dengan cara memukul-mukul kain tersebut dengan menggunakan pemukul kayu. Pengolahan kain dengan minyak jarak dan larutan asam tidak cocok digunakan untuk kain sutera. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya. diambil dan direndam dalam air dingin sambil diremas-remas. santung. 2. karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air. Primissima. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak. Apabila sudah mendidih. Sebagai tambahan saja. Setelah kering kain bisa diseterika dan siap untuk dipola. karena kain sutera yang berbahan sangat lembut memerlukan perlakuan khusus. kecuali pewarna alami (natural). Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma. Sendok & Mangkuk Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. Philip. sebg media tempat motif akan dilukiskan. berkolyn. Saat ini banyak tersedia kain yang berkualitas bagus. pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”. mori biru. Primis. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain. i. langkah yang harus dikerjakan yaitu merendam kain dalam panci dan direbus dengan memasukkan minyak jarak ke dalam rebusan kain tersebut. Pengolahan kain dengan larutan asam biasanya dilakukan satu hari. dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. Sarung tangan Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. bahwa kain sutera sangat cocok apabila diwarna dengan menggunakan pewarna alam. Biasanya pengolahan kain sutera dengan sabun yang khusus untuk serat halus dan tidak diperas berlebihan atau apabila sulit untuk mencari sabun khusus untuk kain sutera bisa menggunakan shampo untuk rambut. tetapi tentu saja kain tersebut masih mengandung kanji.333 h. tetapi gunakan sedikit saja dan cucilah dengan perlahan. tetapi perlu diperhatikan bahwa larutan asam yang terlalu banyak akan merusak kain. Air dingin untuk merendam kain ini bisa ditambahkan sabun atau deterjen. Kain Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain. Selanjutnya setelah kain diangkat dari perendaman.

Tabel 5. Dalam proses membatik. dan fungsi beragam. malam mempunyai fungsi untuk merintangi warna masuk ke dalam serat kain dimana motif telah dipolakan dan agar motif tetap tampak. Malam / Lilin Malam merupakan bahan bahan utama yang menjadi ciri khas dalam proses membatik. Buku Piloting PSN . mudah mencair atau membeku/keras.334 orang yang hanya merendam kain dalam air sampai beberapa kali tanpa menggunakan minyak jarak atau larutan asam. Setelah kain diproses “ngloyor” dan “ngemplong”. tidak mudah retak. pilihlah malam yang sesuai dengan kebutuhan. Sebelum menggunakan malam. Cara ini bisa juga dilakukan pada kain yang sedikit mengandung kanji. Jenis Malam/Lilin Jenis Malam Malam Carikan Warna Agak kuning Sifat Lentur. kain tersebut diukur sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. daya rekat pada kain sangat kuat Mudah retak/patah Fungsi Untuk mglowongi atau ngrengreng dan membuat batik isen Untuk menutup bidang yang luas khususnya pada background Untuk membuat efek retak-retak (remukan) Untuk menutup pola yang telah diberi warna biru (bironi) Malam Tembokan Agak kecoklatan Malam Remukan (Parafin) Malam Biron Putih susu Coklat gelap Mirip dengan malam tembokan. sifat. b.2. Biasanya bila tidak ada malam birono dapat digantikan oleh malam tembokan Sumber : Tekstil. karena malam memiliki jenis. daya rekat pada kain sangat kuat Kental.

Violet B. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. Napthol. Bordo GP. Buku Piloting PSN Jenis Pewarna Kunyit menghasilkan warna kuning Napthol. Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu. akar. Biru Hijau B. Merah R. Merah GG. AS-OL. atau kulit pohon. AS-KN. Indigosol. Merah GC. Agar pelarutannya bagus. Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri. Ergan Soga. Zat Pewarna Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia.2. dan Kuning GC. Chroom Soga. Merah B. AS-LB (Extra). a. AS-BS. dan Prosion. AS-G. Pewarnaan 1. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG. rapidosol. Orange GC. dan AS-BR. Biru BB. Hitam B. remasol. AS-GR. AS-LB. Jenis warna Kategori Zat pewarna alam Zat pewarna Kimia Sumber : Tekstil. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah. sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH). Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B. Merah 3GL Spesial. procion. Tabel 5. Orange GR. Kopel Soga. indigosol.335 C. AS-BO. ergan soga. AS-D. . daun. Rapide.

Orange HR. Buku Piloting PSN b. . Green 1B. Violet BF. Rosa 1R. Green 13G. Abu-abu 1BL.3. Blue 04B. Violet ABBF. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B. Brown IRRD. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol. Warna Napthol Warna Kuning Merah Biru Kuning Kuning muda Kuning tua Merah Merah Merah Biru muda Biru tua Biru tua Biru muda Hijau muda Hijau Violet Coklat Hitam Violet Violet Coklat Coklat Coklat Hitam Hitam Hitam Hitam mulus Napthol Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS Napthol AS-D Napthol AS-BO Napthol AS Napthol AS-BO Napthol AS-BO Napthol AS-D Napthol ASGR Napthol ASGR Napthol AS Napthol ASGR Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS Napthol AS-OL Napthol AS-BO Napthol AS-G Napthol AS-BO Garam Diazo Garam kuning GC Garam merah GG Garam bondo GP Garam merah B Garam merah B Garam merah GG Garam biru BB Garam biru B Garam biru B Garam biru BB Garam biru B Garam biru hijau Garam violet B Garam violet B Garam kuning GC Garam biru BB Garam merah GG Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Hijau Sumber : Tekstil. Yellow FGK.336 Tabel 5. dan RED AB. dan TRO. Yellow 1GK. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari.

Rapidosen. Buku Piloting PSN Keterangan Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 : 1 c. Orange RH. disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus . Rapide biasa meliputi Kuning GCH. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be. dan Rapidosol. Coklat (soga) sedang. Hitam G. dan Hijau N-16G. a. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam. tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua.4 Warna Indigosol Campuran Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Orange HR NaNO2 Extra Coklat IRRD Brown NaNO2 IRRD Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet NaNO2 ABBF Warna Sumber : Tekstil. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup) Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka.337 Tabel 5. d. 2. Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz). dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin). Biru BN. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa. dan Coklat (soga) muda.

kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. Usahakan agar seluruh kain terendam. f) Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. d) Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3). Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol. tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar.338 seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). b) Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. g) Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut : a) Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. h) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan.45. larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas. Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3. Ditiris Dicuci air Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Air + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. e) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. c) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. setelah larut tambahkan air dan aduk. Tahapan pewarnaan (1 warna) . larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut.

Tahapan pewarnaan (1 warna) secara berulang agar lebih pekat b.339 Ditiris 4 Ditiris 1 Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris 2 Air + Garam Diazo Ditiris 3 Air + TRO Air 6 Ditiris Air panas + Soda abu (Pelorodan) 5 Ditiris Sumber : Pribadi Dicuci air 7 Ditiris&Dijemur Gambar 5. Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada.46. maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih (Celup) Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali. 4 Ditiris 1 Membatik Ditiris 2 Ditiris 3 Air + Garam Diazo Air + TRO Air + Kaustik Soda + N h l Air Air panas + Soda abu (P l d 5 Ditiris Sumber : Pribadi 6 Ditiris 7 8 9 Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air Gambar 5. Tahapan pewarnaan ganda (2 warna atau lebih) . Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya.47.

e) Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna.340 c. perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 . apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. Setelah ujung logam panas . Tahapan Pewarnaan Teknik Colet Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod (membersihkan malam) kain. diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO.48. c) Siapkan kain yang sudah di malam. apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat. rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. Apabila sudah kering. d) Lalu keringkan. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut : a) Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. f) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet) Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki. Aduk hingga merata. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen. Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam. pengeringan jangan di bawah matahari. Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air b) Tunggu sampai larutan tersebut dingin. Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Membatik Air + Remasol + Ludigol Waterglass + Caustik Soda + air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut. mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki.

malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam (pasir) di dasar wajan. Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang.49. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan. Sapu Tangan Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa. segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru. 5. Untuk itu. dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain.341 tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. sederhana. Kondisi seperti ini disebut Gentho.7. Contoh Berkreasi Batik bagi Siswa SMK.2. dan mudah. motif. A. serta akan membuat canting sering tersumbat. antara lain 1. Ngrengrengi . Sumber : Pribadi. Pemalaman dan Pewarnaan Teknik Celup Setelah kain dipola dengan motif. silahkan merengrengi Merengrengi adalah memberi kontur motif dengan Malam/Lilin. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi antara celup dan colet pada benda pakai yaitu sebuah sapu tangan dengan motif bunga. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil.

Sumber : Pribadi. dan aduk hingga seluruh TRO benar-benar larut dalam air. Ilustrasi by Indra Gambar 5.51. Kain yang sudah dicanting dimasukkan ke dalam larutan TRO secara merata selama kurang lebih 2 menit Sumber : Pribadi.50 Nemboki b. Selanjutnya nemboki bidang-bidang motif.52. Pencelupan di larutan TRO . Siapkan 1 gelas air ke dalam nampan d.342 a. Masukkan 1/3 sendok makan TRO ke dalam 1 gelas air tadi. Siapkan kain yang sudah selesai dicanting dengan malam c. yaitu mengisi bagian motif yang telah diberi kontur. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Memasukkan Turkish Red Oil (TRO) e. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi.

54. Air panas . Ilustrasi by Indra Gambar 5. Napthol ASG dan Kaustik Soda h.55. Sementara kain ditiriskan. Kain ditiriskan g. Kedua bahan tersebut dilarutkan dalam 1/2 gelas air panas.53. Kemudian tiriskan Sumber : Pribadi. Masukkan pula Kaustik Soda sebanyak 1/2 gr i. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5. masukkan Napthol ASG sebanyak 3 gr dalam Sumber : Pribadi. aduk hingga merata Sumber : Pribadi.343 f.

buatlah larutan 9 gr Garam Diazo OGC dalam larutan 1 liter. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. Pencampuran larutan ASG + Kaustik Soda ke dalam larutan TRO k. Kemudian tambahkan air sehingga menjadi 1 liter l. o.344 j. Kemudian celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan napthol tadi. Lalu masukkan larutan tersebut ke dalam larutan TRO sisa pencelupan kain tadi. Sementara kain ditiriskan. Pencelupan ke larutan garam . m. Tiriskan kain di garawangan sampai benar-benar atus. Setelah larutan Garam Diazo siap. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Aduklah hingga benar-benar larut di dalam air p. celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan Garam Diazo. Sumber : Pribadi. n.56.57.

Ilustrasi by Indra Gambar 5. dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik colet. Sumber : Pribadi. Kemudian tiriskan dan tunggu sampai kering. B. Celup kain tersebut hingga keseluruhan kain terendam aar warna merata. Setelah dingin. Ilustrasi by Indra Gambar 5. sediakan air panas sebanyak 1/2 gelas lalu larutkan pewarna remasol (misal : violet) sebanyak 3 gr dan ludigol 1 ½ gr.345 q. siapkan bahan pewarna batik untuk teknik colet. Bahan yang perlu disiapkan yaitu : pewarna remasol.58. ludigol dan poliron b. Pewarnaan dengan Teknik Colet a. . Bahan-bahan pewarna c. pewarna tersebut siap untuk digunakan. Sementara menunggu kain kering. Pencelupan merata sampai warna muncul r. Poliron 1½ gr. Ambil pewarna tersebut dengan menggunakan kuas dan oleskan pada bagian yang dikehendaki pada kain yang sudah mengalami pewarnaan pertama dengan napthol tadi. Pada proses ini warna yang dikehendaki akan muncul. Setelah bahan siap.59. aduklah hingga merata dan tunggu sampai dingin. d. Remasol Water glass Poliron Ludigol Sumber : Pribadi.

kemudian dilorod. tetapi celup di dalam ruangan. maka proses pewarnaan selesai. Pewarnaan kain dengan kuas e. Setelah dingin bahan pewarna siap untuk digunakan. siapkan Waterglass sebagai bahan untuk pengunci warna. agar mendapatkan warna yang bagus. kemudian kain dikeringkan tetapi jangan dijemur di bawah matahari. Kemudian diamkan selama 6 jam atau lebih. tunggu sampai dingin. Apabila cukup dengan satu warna colet. larutkan kembali pewarna remasol dalam 1/2 gelas air panas. sebaiknya pencoletan dilakukan sekali lagi.346 Sumber : Indonesia Indah. h. Kemudian tambahkan Ludigol sebanyak 1 ½ gr dan Poliron 1 ½ gr. g. Sebagai contoh. Oleskan dengan menggunakan kuas pada bagian yang diinginkan. maka buatlah kembali larutan pewarna colet. untuk pewarnaan colet kedua yaitu dengan pewarna Remasol warna Orange. kain tersebut didiamkan selama 6 jam atau lebih. Setelah semua bahan pewarna tercampur. Apabila menginginkan pewarnaan lebih dari satu warna. kemudian aduk hingga merata. Karena warna hasil coletan akan turun intensitasnya (drop) 50% di hasil akhirnya. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Setelah pewarnaan selesai. Setelah pewarnaan dengan mencolet selesai. Apabila sudah kering. tunggu sampai kering. Gunakan kuas untuk mengoleskan waterglass. . i. Ulangilah pencoletan dua atau tiga kali agar setelah dilorod dan dicuci tidak banyak turun kualitasnya.60. f. j.

Pada gambar pola. 3) Membuat alternatif warna . pensil. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pembuatan rancangan gambar adalah sebagai berikut : 1) Pembuatan sketsa dan gambar pola Sketsa dibuat dalam beberapa alternatif. Kemudian masukkan kain dan rebus hingga malam yang menempel larut dalam air. karet penghapus. Didihkan air panas dan masukkan Soda Abu. Ilustrasi by Indra Gambar 5. garis-garisnya dipertegas dengan rapido atau spidol. dan cat poster. tahap berikutnya adalah membuat gambar jadi. kuas. Apabila kain sudah kelihatan bersih dari malam lalu cuci dengan air dan keringkan dan proses membatik dengan teknik celup dan colet sudah selesai. Dalam rancangan gambar taplak meja berikut ini menggunakn ukuran 120 x 120 cm. karet penghapus. pensil. sedang panjangnya disesuaikan dengan yang dibutuhkan. Sumber : Pribadi. Media dan peralatan yang digunakan untuk membuat sketsa ini adalah kertas gambar. mistar. Pelorodan 2.347 C.61. kemudian dipilih sketsa yang terbaik untuk dijadikan gambar pola. kertas kalkir. dan mistar. Dalam tahap ini gambar dibuat dalam bentuk seperti sebenarnya. MEMBUAT TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Kain yang digunakan untuk membuat taplak meja biasanya berukuran 120 cm. 2) Membuat gambar jadi Setelah sketsa terbentuk. Media dan peralatan yang digunakan adalah kertas gambar. Pelorodan Setelah kering lalu kain yang sudah di beri warna tersebut siap dilorod.

i. dimasukan ke dalam bak. Tahap pemberian malam Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. diperas. f. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. g. Tahap pemberian warna Tahap-tahap pemberian warna pada batik tulis adalah : Pemberian warna rapid. Proses pencelupan. kedua pencelupan pada larutan garam warna. dibuat juga alternatifalternatif pemberian warnanya. Tahap melunturkan malam atau lilin Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. artinya dalam satu motif rancangan gambar dapat dibuat dalam beberapa pilihan warna. . proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. dilakukan dengan cara memberikan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. Namun mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah tidak semua karya-karya desain dapat dipraktikan di sekolah.348 Agar motif batik yang dihasilkan lebih bervariasi. Warna hitam yang ada pada gambar adalah bagian-bagian gambar yang telah diberi larutan rapid. dan ketiga pencelupan pada air pembilas. dilakukan tiga langkah. dan meja kaca. h. Proses melunturkannya kain. yaitu pertama pencelupan pada larutan naptol. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. diangkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. pola gambar atau mall. Untuk pemberian malam pada bidang yang luas digunakan kuas. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu proses desain. Membuat benda seni atau karya seni rupa terapan. dan dijemur di tempat yang teduh. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). pensil 4B / 5B.

Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan. Banyak macam corak yang dapat dihasilkan dari teknik dari cara melipat.8. memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. Celup ikat mengenal beberapa variasi ikatan dan akan terus berkembang sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang. Sementara beberapa jenis kain lainnya. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula. seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya. Setelah pencelupan selesai. sampai kedap air. lompatan. Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde. lalu dicelup dengan pewarna batik. karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. yaitu ragam hias penuh. di Banjarmasin sebagai sasarengan. dan ikatan yang berbeda-beda. Makin tebal kain yang digunakan. maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. tetapi lebih pada paduan jenis-jenis corak hasil ikatan dengan warna yang digunakan serta keselarasannya secara keseluruhan dalam sehelai kain. . Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat. Secara umum corak celup ikat dapat dibagi dalam 5 jenis. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit. dengan tali atau karet. jerat atau simpul. di Jawa sebagai tritik atau jumputan. Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan.349 5. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan. penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. atau keras atau kurang memiliki daya serap. Masing-masing menggunakan teknik ikat yang berbeda. Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat. Wujud keindahan dari kain celup ikat pada dasarnya tidak berasal dari jumlah ikatan yang dibuat. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya. yaitu kain katun dan sutera. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. lubang. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil. makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat. proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin. kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. dan bungkusan. jelujur. dilipat. sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak. dijelujur.

Siapkan kain dan kelerang serta karet gelang. lalu tiriskan. teknik ikat/jumputan dengan media kelerang dan karet gelang. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Setelah keseluruhan kain diikat maka kain telah siap untuk diwarnai. Kemudian larutkan dalam larutan Napthol dan bolak-balik selama beberapa menit. Setelah kain tersebut atus lalu celupkan dalam larutan Garam Diazo dan warna akan segera muncul ketika dicelupkan di larutan Garam Diazo. sebagai berikut : a. CONTOH KREASI TEKNIK CELUP IKAT 1. d.8. Teknik Ikat Celup Satu Warna Langkah-langkah pembuatan Teknik Celup Ikat satu warna.62 Kain diikat karet berisi kelerang b. c. Sumber : Pribadi.63. bolak-balik selama 3 menit lalu tiriskan.350 5. Sumber : Indonesia Indah. Untuk mewarnai langkah pertama yang dilakukan yaitu celupkan kain tersebut pada larutan TRO. proses pewarnaan sama dengan teknik batik dengan menggunakan malam. Ilustrasi by Indra Gambar 5.1. Pencelupan ke larutan garam . Kemudian kelerang diikatkan pada kain dengan menggunakan karet gelang.

.65. teknik ikat/jumputan dengan media tali raffia dan malam/plastik. Kain yang telah kering.64. Setelah warna merata tiriskan sampai kering g. Setelah kering lepaskan ikatan karet gelang tersebut dan ambillah kelerangnya. dilakukan pembukaan ikatan dan jelujur. sebagai berikut : a. Lakukan pencelupan bolak-balik agar warna merata di bagian kain. Ilustrasi by Indra Gambar 5.Pencelupan secara merata f.351 e. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. dan keringkan dengan dijemur di tempat teduh. Teknik Ikat Celup Dua Warna Langkah-langkah pembuatan teknik ikat celup dua warna. Selanjutnya cuci dengan air sampai bersih. Hasilnya akan segera terlihat. Ikatlah kain dengan cara dijumput/ambil sedikit bagian kain tersebut lalu diikat dengan menggunakan tali rafia. 2. Sumber : Indonesia Indah. bagian yang terikat akan tetap berwarna putih atau warna kain sebelumnya. Pembukaan ikatan dan jelujur ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kain. Sumber : Pribadi.

e. lalu tiriskan di gawangan. Sumber : Indonesia Indah. h. i. Ilustrasi by Indra Gambar 5.352 b. Kemudian celup ujung kain yang diikat ke dalam pewarna napthol. selanjutnya dilorod sampai malam benarbenar bersih. Kemudian tunggu sampai malam kering d. Celupkan terlebih dahulu kain tersebut pada larutan TRO. Pencelupan sebagian kain ke malam / lilin c. Tahap ini diakhiri dengan pencucian dan penirisan sampai kering. Untuk warna kedua. g. atuskanlah kain dan tunggu sampai kering. missal warna kuning. Setelah itu masukkan ke dalam larutan Garam Diazo. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Sumber : Pribadi. lalu rendam dan bolak-balik kain tersebut selama beberapa menit. Setelah dicelupkan ke dalam pewarna dan mendapatkan warna yang sesuai. setelah kering lalu celup ujung kain yang telah diwarna tersebut ke dalam malam. Setelah kering. missal : Violet B. atau ditutup dengan plastik.67. Tunggu sampai kering. missal warna ungu. tali dilepas.66. Bolak-baliklah selama 3 menit lalu tiriska f. Setelah kain atus. celupkan kain tersebut ke dalam larutan Napthol bolakbalik selama beberapa menit. Hasil akhir .

Apa beda antara seni rupa murni dan desain? Uraikanlah 3. Berilah warna berbeda pada setiap bidang. serbet. LATIHAN 1. 2. Coba kalian kemukakan pendapat kalian sendiri tentang manfaat seni rupa dan desain modern bagi kehidupan manusia di tanah air. Sebutkanlah cabang-cabang seni rupa yang kalian ketahui dan berilah contoh-contohnya. . . Kita mengenal wujud simetri dalam rupa dasar. Kita kerap menggunakan karya desain dalam aktivitas sehari-hari. Warna harus berdasarkan hasil campuran warna antar masing-masing jenis warna yang berbeda! ( misal : warna primer dengan warna sekunder ) 2. Buatlah cetak tinggi sederhana dengan ketentuan sebagai berikut : a) siapkanlah kertas gambar A2.353 TES FORMATIF A. Jelaskan apa itu titik dan garis serta ada berapa garis yang kita kenal? 6. . Berilah contoh dengan gambar! 8. Buatlah kliping (kumpulan artikel ataupun gambar) yang berhubungan dengan budaya rupa. 2. Betapa indahnya jika mendengar irama sebuah lagu yang dinamis. Coba jelaskan! 7. cukillah sesuai klise menonjol yang diinginkan . Pilihlah salah satu tema berikut ini. Dalam berkarya rupa. seorang siswa harus memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar rupa. Jelaskan ruanglingkup kriya sebagai prospek kewirausahaan! Buatlah berupa makalah! 3.Kumpulan foto bangunan di kotamu. Jelaskan aspek-aspek penilaian dalam apresiasi karya seni rupa? B. b) potonglah ubi jalar/kentang/wortel.Tulisan tentang seni rupa di koran atau majalah. Apa yang kalian ketahui tentang apresiasi seni rupa? 10. C. furniture. Jawablah soal di bawah ini secara singkat dan jelas ! 1. alas kerja. cutter. Tugas 1. c) Cetaklah sesuai komposisi yang harmonis . . atau komputer. Sebutkan apa yang dimaksud dengan warna primer dan warna sekunder! 5.Pameran buku. barang. Buatlah komposisi beberapa bidang sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Bagaimana penerapan unsur irama dalam dunia seni rupa? 9. pewarna kue. Coba uraikan apa saja karya desain yang kalian miliki? 4. Tulislah dalam setengah halaman folio.Kegiatan pameran seorang pelukis atau pematung. pakaian.

Ketentuan sebagai berikut : a) gambarlah desain pada kain ukuran 30 x 30 cm. Buatlah saputangan dengan teknik batik. Buatlah patung dari bubur kertas dengan rangka kawat ! 4. . sisakan tepi keliling untuk lipatan akhir .354 3. c) celuplah dalam pewarna batik atau wantex. b) Tutuplah bidang kontur dengan lilin seperti proses membatik tanpa canting . d) finishing dengan melorot pada air panas.

Wirausaha Bab 6 .

Usaha Kecil Penyelenggaraan Seni Pertunjukkan Wirausaha EO Pertunjukan Musik Penata Musik Film Proses Manajemen Produksi Teater Kewirausahaan Dalam Seni Rupa .

Ciri-ciri : Motivasi berprestasi tinggi Dapat dipercaya Disiplin Berpikir kreatif. menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. inovatif dan inisiatif Mampu memanfaatkan peluang Kemampuan mengambil keputusan Berani mengambil resiko Percaya diri Kemampuan berkomunikasi Faktor-faktor yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha baru. peka terhadap peluang bisnis.1. 4. Belajar dari pengalaman. Kaitan Faktor-faktor Karakter Seorang Wirausaha .358 BAB VI WIRAUSAHA Wirausaha 6. 3. adalah melakukan usaha ini penuh semangat. kesalahan atau faktor kegagalan jangan dilakukan kembali. adalah memilih orang yang ahli dalam bidangnya. yaitu dapat diartikan serius untuk menjalani usaha ini. adalah : 1. Komitmen.1. 2. penyebabnya dipelajari. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Sukses Awal Belajar dari pengalaman Komitmen Menjadikan perubahan berkelanjutan Integrasi Kegembiraan Sumberdaya Bagan 6. Usaha Kecil Wirausaha diartikan sama dengan pejuang / berani menjadi teladan dalam bidang usaha. Integrasi aktif mencari kerjasama dengan badan usaha sebagai Pembina ataupun mitra usaha. Wirausaha yang baik adalah pelopor usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. Sumberdaya. Kegembiraan.

dan lain-lain) pemutasian promosi pemensiunan . Perencanaan Seorang Wirausaha Pengelolaan Staf : proses rekruitmen penempatan pembinaan pengembangan (on the job training. teamwork.359 Apa yang harus diubah ? Pengembangan Staf Pengelolaan Staf Komunikasi Struktur & Sistem Perencanaan ulang i i Penilaian Kinerja Penghargaan Bagan 6.2.

Cobalah bahan yang telah jadi. Langkah awal memulai usaha adalah berpikir kreatif. 5. Keamanan Penyelenggaraan Seni Pertunjukan Membentuk dan menyusun Panitia serta pembuatan jadwal dengan langkah sebagai berikut : 1.360 Cara Memanfaatkan Peluang Pasar 1. 1. Memodifikasi / mengubah produk 2. Menyusun struktur organisasi 2. Ketika proses pewarnaan. Target keberhasilan 3. . menentukan bintang dan pendukung vokal dan tari . Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Untuk itu dibutuhkan kemampuan : 1. Perbanyak referensi model.Buatlah promosi pada Koran atau majalah.Berani menawarkan untuk menitipkan pada Koperasi. dan inovatif. Menentukan tema 2. Struktur uraian kegiatan berdasar bidang kegiatan 4. . 6. 4.produksi 5. Pada Bab V sudah dijelaskan tentang keterampilan membuat Ikat Tenun dan Batik. perhatikan target pasar konsumsi untuk anak-anak atau untuk orang dewasa.umum .2. . . Pada ciri berani mengambil resiko. Menyempurnakan produk pesaing 3. Memilih warna. Perencanaan pementasan . Saluran komunikasi 6. perlu diperhatikan kualitas pewarna (jangan yang cepat luntur).Ambil keuntungan kecil saja. 2. dijadikan pakaian dengan model casual.Jaga mutu dan buatlah model-model yang menarik. Menciptakan produk baru Pengetahuan ini dapat diaplikasikan dari hasil karyamu dari Ikat Celup dan Batik. setelah dikenal luas baru memikirkan keuntungan. 3. Pelajari selera pasar.

Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .361 1. Struktur Uraian Kegiatan Berdasarkan Bidang Kegiatan Produksi Latihan Tata Rias Tata Panggung Penunjukkan Anggota Musik Inti Latihan Gabungan Gladi Resik Bagan 6. Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaran Pertunjukan 2.3.4. Struktur Organisasi Pemimpin Direktur Artistik Direktur Organisasi Bagian Latihan Bagian Tata Rias dan Kostum Bagian Tata Suara dan Panggung Bagian Undangan dan Komunikasi Bagian Keuangan Bagian Keanggotaan Dokumentasi Konsumsi Bagan 6.

Perencanaan Pementasan 1.362 3. Saluran Komunikasi (undangan) Spanduk Leaflet Radio / TV Koran Majalah Koordinasi pengisi acara memberikan TOR kepada pengisi acara tentang tema Peralatan Pembiayaan Antar jemput 4. Produksi Penulisan tema MC/Narator Penerima undangan Latihan Tata rias b. Umum Penggalangan dana / sponsor menggunakan proposal dan perjanjian. Tempat dan Keamanan Penentuan tempat dengan memperhatikan keamanan. a. Artistik Latihan inti/kelompok Latihan Gabungan Gladi resik Tata panggung Pembuatan desain panggung Pembuatan property panggung Pengadaan sound system Penataan panggung Tata rias Perias Kostum 3. penyediaan tempat Administrasi Pembukuan Konsumsi Perijinan 2. jumlah penonton dan tempat duduk Distribusi undangan Keamanan dari berbagai pintu .

Penari .Pakaian .363 5.Tata rias Pendukung : .Lighting Sound System .Akustik .Desain panggung .Distribusi undangan .Gaya panggung .Kepraktisan Sukses Tercapai Cukup Kurang Keterangan Tempat dan Keamanan . dari sisi keamanan dan jumlah pendonton dan tempat duduk .Pemilihan lagu .Wawancara dengan pengamat 6. Evaluasi Artistik Indikator Tema konsep Performance : . Evaluasi Laporan Karcis yang terjual Keuntungan Sponsor yang mendukung Evaluasi artistik yang diperoleh dari : .Kuesioner yang diberikan kepada penonton .Penentuan tempat.

b.3. atau contoh scene yang telah kita berikan musik latar atau contoh soundtrack. b. Menentukan letak penunjuk waktu(cue) dan durasi dimana musik dapat dimasukkan dalam tiap bagian-bagian film. c. Hal-hal mengenai hak cipta/royalti penata musik. sutradara. Negosiasi ini meliputi : a. seperti : menghadiri seminar-seminar film. proses pencarian ini dapat melalui peran aktif kita bergaul dengan orang-orang perfilaman. d. Tahap Negosiasi Jika kita telah mendapatkan sebuah rekanan bisnis dan sepakat untuk melakukan kegiatan bisnis maka langkah selanjutnya ialah negosiasi. c. . Hal-hal mengenai pembayaran hak cipta/royalti musik yang merupakan penggunaan hasil cipta orang lain/musik populer yang sudah ada. b. 2. Jangka waktu lama pembuatan musik (deadline) c. Mengadakan pertemuan antara penata musik. cd. Pembuatan demo dari musik yang dapat kita buat. b. mencari di website/iklan media massa rumah produksi mana yang sedang membutuhkan musik/jingle untuk film/iklan. Mengelompokkan bagian-bagian film(scene) a. dalam hal ini dapat berupa kaset. Menyusun jadwal kerja untuk pembuatan musik. 4. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai wirausaha sebagai penata musik film/sinetron/kartun : 1. Menginterpretasi setiap kejadian/peristiwa yang ada dalam tiap bagian untuk ditentukan tema musik/komposisi apa yang cocok untuk bagian tersebut. Tahap Promosi Pada tahap ini meliputi : a. dan produser film mengenai bentuk/jenis musik apa yang akan dimasukkan dalam film tersebut. 3.364 6. berteman/masuk ke dalam komunitas orang-orang/mahasiswa perfilman/drama/teater yang berhubungan dengan seni pertunjukan. Sistem/cara pembayaran yang disepakati untuk pembiayaan produksi musik. Tahap awal produksi a. Penata Musik menerima video dari pihak rumah produksi untuk diberi musik latar. dsb. Mencari rekanan bisnis.

Dalam proses ini apabila belum terdapat kesepakatan dalam musik yang telah dihasilkan. penata musik dapat melakukan koreksi/membuat kembali musik latar tersebut. 6. musik apa yang cocok untuk menggambarkan suasana/kejadian yang terjadi pada bagian ini. DJ set.365 Contoh dalam menginterpretasi tiap bagian : Menginterpretasi setiap tingkah laku aktor/kejadian yang ada ke dalam bentuk musik.Membuat komposisi dengan menulis pada partitur yang kemudian dapat dimainkan baik menggunakan software musik. Keyboard. Proses Rekaman Pada tahap ini dimulai proses perekaman musik dari tiap scene dan lagu untuk soundtrack. aransemen. dan Komputer. 7. Rekaman dilakukan di studio musik dan membutuhkan waktu yang relatif lama. . Proses Hearing Produser dan sutradara mengadakan pertemuan dengan penata musik untuk mendengarkan bersama-sama musik yang sudah jadi. dan software.Membuat komposisi dengan mengajak orang-orang yang mengerti banyak akan musik untuk membantu dalam penulisan lagu. atau mempekerjakan pemain musik untuk memainkannya. . b. Dengan menggunakan MIDI Dengan menggunakan metode ini proses rekaman tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak karena tidak membutuhkan keterlibatan banyak orang. 5. Contoh dalam membuat komposisi baru : . dan orkestrasi. Apakah pada bagian ini memang membutuhkan musik? Apakah lebih baik jika tidak ada musik sama sekali? Jika pada bagian ini ada musik. keyboard. cukup menggunakan peralatan audio.Dengan menggunakan teknik looping yang dipadu dengan sound effect dan beberapa isian melodi lagu dengan menggunakan keyboard. Proses rekaman dapat menggunakan 2 cara : a. Pembuatan Musik Dalam hal ini proses pembuatan musik dapat dengan menggunakan lagu yang sudah ada atau membuat lagu/komposisi baru. komputer. . keyboard. Proses rekaman manual Dalam metode ini rekaman dilakukan dengan melibatkan beberapa pemain musik yang handal di bidangnya masingmasing. Dalam hal ini alat yang dapat digunakan yaitu : Perangkat DJ. Software.

Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya. Hal-hal lain yang berhubungan dengan negosiasi bisnis apabila musik telah selesai dibuat.Rencana promosi dan publikasi . dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya.Proses pelunasan pembayaran biaya produksi musik . Proses Manajemen Produksi Teater Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien. seperti: . kegiatannya meliputi : . 6.pengorganisasian.4.Rencana latihan . Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya. Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat.Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan . pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan Perencanaan Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi . Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan .Hak Cipta . baik itu sumber daya manusia.Mencari biaya pementasan . barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan .366 8. maupun sumber daya lainya seperti peralatan.Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan .Dsb.Dan lain-lain . tidak ada pemborosan atau penyimpangan.Proses Mastering Video dan Audio .

perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya. Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan.367 Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat : 1. Proses Perencanaan dilakukan melalui : Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan Mengurutkan langkah – langkah kegiatan Penjadwalan / menyusun time scedulle Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama - Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi. Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya.bakat dan kemampuan Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul . Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan: Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan Pembagian tugas sesuai dengan minat. Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi. 2. Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran. 3.

Proses ini meliputi : .Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi .Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik. Aspek-aspek pengendalian : .Peninjauan terhadap hasil .Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan.Upaya pencegahan . .368 CONTOH STRUKTUR ORGANISASI GRUP TEATER PIMPINAN DIREKTUR ARTISTIK/ SUTRADARA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN NASKAH DAN PERPUSTA KAAN BAGIAN LATIHAN BAGIA N TATA RIAS DAN KOSTU M BAGIAN TATA SUARA DAN PANGGUNG BAGIAN MARKETIN G DAN TIKETING BAGIAN KEUANGA N BAGIAN UMUM DAN KEANGGOT AAN Bagan 5. Struktur Organisasi Grup Teater Pengarahan Anggota Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi.Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai .

369 Langlah-langkah dasar pengendalian : Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya. misalnya pementasan sebelumnya . menarik. dekoratif.5 KEWIRAUSAHAAN DALAM SENI RUPA Kewirausahaan selalu melibatkan dua unsur pokok. yaitu : Kriya Tradisi. jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik.Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar . Kriya dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori. Kriya tradisi ini tumbuh subur di lingkungan pendesaan yang diproduksi sebagai usaha rumah tangga ( home industry ). apakah tercapai.Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan. a.Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim. . Menurut Asmudjo ( 1999 ). dan didukung oleh proses perancangan/desain yang matang. berkualitas artistic. b. unik dan tepat sasaran. penciptaan produknya berorientasi pada nilai guna/fungsional. melibatkan penguasaan teknologi yang lebih maju. - 6. dan kualitas artistic/nilai hias yang dominant dan lebih menonjolkan segi kepandaian kriya ( craftsmanship ) daripada segi ekspresi. . Kriya Industri pada dasarnya sama dengan kriya tradisi. serta sangat memperhatikan pasar komersial. Kriya Tradisi adalah penciptaan produk kriya yang berotientasi pada nilai fungsional. dan Kriya Seni. misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho. . Usaha ini biasanya dikerjakan secara manual dengan teknik sederhana. Kriya Seni adalah penciptaan karya kriya yang mengandung kompleksitas nilai dan berorientasi pada kualitas penghayatan terhadap cita rasa estetik dan symbol-simbol ekspresi yang bersifat personal. tidak tercapai atau melampaui. namun telah diproduksi secara massal. Kriya Industri. c. yaitu peluang dan kemampuan menanggapi peluang.

c. Mengelola pameran karya seni rupa. i. karang taruna. Dalam hal ini terlihatlah beberapa peluang kewirausahaan dalam bidang seni rupa. Upaya mengangkat kembali produk kriya Indonesia melalui pendekatan ini merupakan strategi yang tepat untuk dapat bersaing secara kompetitif di dunia internasional. Kewirausahaan pada bidang seni kriya dapat berkembang melalui keterlibatan kriyawan atau pengrajin dalam berbagai kegiatan berwirausaha. baik yang apresiatif maupun komersial. pesewaan karya. dan sebagainya. dapat terlihat bahwa kriya memiliki potensi yang luar biasa di bidang kewirausahaan. dan pengelolaan pameran. b. Evaluasi bukan untuk menghakimi. Sebagai tenaga pendidik seni rupa baik di jenjang formal maupun Informal ( sanggar. Sebagai kritikus seni rupa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membuka wacana dan apresiasi kepada masyarakat.370 Berdasarkan ketiga kategori tersebut. promosi produk seni rupa. Mengelola studio kriya seni maupun kriya industri serta seni murni d. siapa tokoh yang membuka acara pameran. perlu memperhatikan hal-hal antara lain: Kuratorial : mempersiapkan materi pameran seni rupa sesuai tujuan pameran yaitu apresiatif da komersial. Evaluasi keberhasilan penyelenggaraan pameran. Mengelola art shop atau galeri yang memasarkan produk-produk kriya berkualitas dari para pengrajin dan karya seni murni e. antara lain : a. majalah. antara lain seberapa banyak karya yang terjual. tempat penyelenggaran. dan system transaksi penjualan karya. Sebagai desainer grafis di percetakan. Seleksi karya oleh curator dan juri Mengundang seniman yang mempunyai karya bernilai jual tinggi. tetapi lebih untuk memberi wacana tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Dalam hal ini perkembangan pendapatan negara pada sector non-migas memiliki prospek yang cerah. dan sebagainya ) g. stasiun TV. . merancang anggaran. publikasi. Bekerja dalam suatu industri besar produk kriya sebagai desainer atau pengrajin kriya. Sebagai konsultan dalam pengembangan rancangan seni kriya dan desain. f. dan citra penyelenggaraan secara keseluruhan melalui kesan dan pesan pengunjung. Sebagai perupa atau seniman professional h.

Menentukan tempat penyelenggaraan Evaluasi : . Menyeleksi karya dengan melibatkan juri 3. Mengundang seniman yang mempunyai karya nilai jual tinggi 2.Seberapa banyak karya yang terjual . Persiapan anggaran 4.Berapa karya lukis yang disewa oleh bank atau hotel-hotel dikarenakan penyewaan lukisan karya ternama adalah pencitraan bagi bank/hotel tersebut untuk mendapatkan kredibilitas.6 Wirausaha Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Tugas kuratorial : mempersiapkan materi pameran sesuai tujuan pameran Tujuan pameran : Apresiatif Penggalangan dana Komersial Contoh pameran lukisan untuk komersial Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1.371 6. Siapa yang mebuka pameran 6. . Publikasi 5.

Glosari & Daftar Pustaka 3 .

konsep rupa. Craft : kerajinan. gagas rancangan. Aliran : ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna). Basics design : dasar-dasar desain. Anti Tips Casting : pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain. Caarakan : cara-cara petikan kacapi. karya rancangan. Casting : cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh. Casting by ability : pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan. seni kriya. Babak : bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan). Atmos : suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. Design principles : asas-asas desain.373 Glosari Aesteties : bersifat indah. Antagonis : tokoh pertentangan. Casting motional Temperament : pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain. Blocking : teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama. penggambaran. . sesuatu yang indah. cerlang. dunia kreatif Cultural identity : jatidiri budaya. lawan tokoh protagonist. nilai-nilai keindahan. bahas rupa. kagunan. identitas budaya Design : rancangan. nirmana. Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama. tata rupa. keterampilan. Casting by type : pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. pemecahan rupa. karya seni yang indah. Basics visual : dasar-dasar rupa. rupa dasar. Colour : warna. anggitan. Alur : rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian. Art Seni : kepandaian. Balance : keseimbangan unsur rupa. susunan rupa. Close value : value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. color Colour image : skema warna Complementer : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna Composition : komposisi unsur rupa Contrast : tingkat kecerlangan. Creativity : bersifat kreatif. kepandaian dan keterampilan calon pemain.

atau suka cita. Industrial design : disain produk industri. Konsentrasi : pemusatan pikiran. Ostinato : pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan). teriakan. Musik Internal : musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan.374 : susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ : latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni. Musik Eksternal : musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan. Konvensional : aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. Improvisasi gerak : imajinasi spontanitas gerak. Laku Dramatik : penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna. Komedi : lakon gembira. . Gestikuised : bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan. watak. disain industri. : bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan. hentakan kaki. Empati : keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh. dsb). tabiat. ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh). pertentangan. emosi wajah. petikan jari. Line : garis Low value : nilai yang berada dibawahnya. Ekspresionisme : aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/ perasaan. Konflik : berselisih. Expression : mimik. Panggung Proscenium Diatonis Ekplorasi Eksposisi : panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan. Karakter : sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Lancaran : bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa. Genre kesenian : jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan. Gaya : ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. disain produk. Intensity chroma : kualitas cerah atau suramnya warna. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain).

Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re. bobot. bentuk dua dimensi. kesatuan rupa. nirmana dua dimensi. . datar. : titik fokus. dan lain-lain). : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain. susunan nada yang berlaras : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni. : kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran. : penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya. : istilah satu set perangkat gamelan sunda. prinsip-prinsip rupa. kepatutan bentuk. : value warna yang lebih gelap dari warna normal. : proporsi. : bangun atau bentuk plastis (form) : menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain. : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi. nilai. idealisasi rupa. kondisi permukaan suatu benda atau bahan. kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan. : barik. : perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain) : kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. value warna yang lebih terang dari warna normal. gerak bekerja. membawakan peran. bentuk tiga dimensi. dunia kesenirupaan.375 Pentatonis Pesta Rakyat Point of view Proportion Ricikan Rubato Seni Skenario Shade Shape Stilasi Tarawangsa Tari teatrikal Texture Three dimensional design : Tint : Traditional art : Two dimensional design : Unity : Velue : Visual art : Visual culture : Visual principles : Vituosned : : susunan nada yang mempunyai 5 nada. nirmana tiga dimensi. seni rupa budaya rupa. Seni tradisi.

Palgunadi. Teknologi warna batik. Serat Kanda Karawitan Jawa. Jakarta : PT. 2002. Bandung : ITB. Ronald. London : A&B Black. 1993 . Yogyakarta. Bandung : STB. 2002. dan Batik. 1991. Suyatna. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. Anderson. Jakarta : CV. Menjadi aktor. ___________. Ensiklopedi gambelan Bali Denpasar : Proyek Penggalian Seni Tradisional dan Kesenian Baru Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. 1996. Jakarta : Yayasan Harapan Kita – BP3 Taman Mini Indonesia Indah. London : A&B Black. Balitbang Kerajinan Yogyakarta.376 Daftar Pustaka Abdurahman. 1994. Karya Unipress.C. Kain-kain Non Tenun Indonesia”. The art of dance in education. Anas. Teater untuk dilakoni. 1991. 1996. Autard-Jaqualine Smith. Katalog batik Indonesia. Jakarta: Fakulas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banoe. Balitbang Kerajinan dan Batik. 1984. Pono. . “Indonesia Indah. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Dance composition (ed 3). Yogyakarta. Sem. Maman. Anim. Bandung : STSI. Selecting and Development Media for instruction. Menjadi sutradara. Mengenal seni Karawitan Jawa. Gamelan Jawa asal mula makna dan masa depannya. I Made. Balitbang Kerajinan dan Batik. 1984. Baru. 1983. Bram. 2000. Bambang. Wiscosin : American Society for Training and Development. 1997. Bangun. Yudhoyono. 2000. Bandung : STB. Pengetahuan teknologi batik. 1995. Aplikasi Estetika Dalam Seni Rupa. ___________. Biranul. ___________. 1976. Peranan Kacapi dalam tari Sunda. Bandem.

Kebudayaan II A. Terjemahan Herdiati. Hawkins. Doris. Jakarta : Yayasan Harapan Kita. Humprey. Terjemahan Sal Murgiyanto. Dewantara. Dian. Tari tradisional Indonesia. Jakarta: Direktorat Kesenian. Pengetahuan Elemener Tari dan Beberapa Masalah Tari. 2001. 1983. 1995. Publisher. Alma M. 1977. Dinny. 1986. 1993. Purdi. Metode Pengembangan Seni. Dramaturgi. Yogyakarta. Jakarta: Edi Sedyawati. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara. Doris. 1954. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Mencipta Lewat Y. 1964. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dwi Kusumawardani. Jakarta : JB Wolters. Harmoko. Pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Umum. Jakarta : Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni. Yogyakarta. dkk. Fraser. Dewantara. 1993. dkk. Bernard dan Suhendro Sosrowarno. 1996. 2005. Ki Hadjar. Woodford and Barbara Pollack. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Harimawan. Sejarah Musik 2.Sumandiyohadi. Ki Hadjar. Humphrey. 1991. Tari. Menjadi entrepreneur sukses. 2001. Grasindo. Hadi Sumandiyo. Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. New York: Charles F. Lynch Diane. 2001. Devi Triana. Remaja Rosda Karya. Discovering and Developing Creativity. Jakarta : PT. Aspek-aspek dasar komposisi kelompok Yogyakarta : Manthili. Jakarta. Dieter Mack. I Jzerdraat. 1990.377 Chandra. Bentara Seni Suara Indonesia. Americans : A Dance Horizons Book Princeton Book Company. 1967. ISI Yogyakarta. Pendidikan Edisi I Cetakan ke 2. . Universitas Terbuka. Seni Menata Tari. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Bandung : CV. The Art of Making Dances. Diktat Kuliah Teori Musik Jurusan Musik UNJ.

ISI Bandung.378 I Wayan. 2004. 3. Dance composition : The basic elements. Jamal Mld. Kriya Indonesia Craft. Bandung. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Filsafat Seni. 1969. Tari pasambahan dan galombang di pesisir selatan. 1988. . 2007. Telaah teoretis seni tari. Jakarta : Pradya Paramita. 1997. 1965. Inc. 1988. Fiona. Jacob Sumarjo. Semarang : IKIP Semarang Press. History of the dance in art an education. Zussane. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti. Ilmu Seni Raras. Richard. New Jersey : Prentice Hall. Machjar Angga. Malang: Sasa Media. 2004. Problematika seni. DEKRANAS. Terjemahan FX Widaryanto. Koentjaraningrat. Modern education dance. Inc. Kamin. Yogyakarta : Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Sekolah Tinggi Seni Indonesia. 2002. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. Rudolf. M. La Meri. 2001. Dibia Pragina. Laban. London : MacDonald and Evans. 2000. Denpasar. Jazuli. The book of batik. Singapore : Archipelago Press. 1975. 1982. Koesoemadinata R. Art documentation center. An appreciation music. 1969. Langer. New York : Mc Graw Hill. Depdikbud. Lata Mahosadhi. untuk siapa. Fourth edition. Englewood Cliffs. Kusmayati. 1994. Jakarta: Gramedia. Jamalus. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Roger. 1974. Perubahan seni pertunjukan untuk apa. Kerlogue. Bandung : IBT Bandung. Kraus. Padang Panjang : ASKI Padang Panjang.

2007. Akademi Jakarta. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Rachmat. 2002. Topeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. 2003. Noor Fitrihana. A. MC Neill.379 Masunah. Pengantar Pengetahuan Tari. . 2007. Rambat Lupiyoadi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Buku I. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Riswandi. Achsan. 1996. Peta Seni Budaya Betawi. Ruchiat. 1995. Makalah Sasaran Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia.wordpress. Jakarta : LPKJ. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Rumadi. __________. Arif. Rofik. Denpasar : Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana. Singgih Wibisono. Bandung : IKIP Bandung. Mustika. Jakarta.com/ Parani. Yulianti. 2002. 1991. Rachmat Syamsudin. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Sal. Muchlis dan Azmi. tag/teknologi. Jakarta. Setiawan. 2003. Munandar. Gramedia Widiasarana Indonesia. (Editor). 1979/80. Murgiyanto. Enterpreneurship from minset to strategy. http:/batikyogya. Proses Batik. Lagu-lagu untuk sekolah dasar dan lanjutan. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. PPM Jakarta. Sejarah Musik 1. Muhadjir. Juju dan Kawan-kawan. Manajemen Seni Pertunjukan. Cetakan Kedua. Jakarta : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Jakarta: Grasindo. 1998. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. 1975. Sekolah tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Kumpulan Drama Remaja. Petunjuk bagi para guru dan orang tua. 2002. Utami. Permas. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional. Perbandingan jenis-jenis angklung di Jawa Barat. Tardi. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Sabana. 1986. Rhoderick. Ikhtisar Kesenian Betawi. 1998. Diklat Kuliah alat petik kacapi. 1983. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta.

Plyamonth : Norttoc house. Wendy. Slater. . ----------. Komposisi tari . 1993. Santoso Hadi. Tari rakyat Minangkabau. Tuti dan Udin Saripudin. http:/batikindonesia. Penganar Apresiasi Seni Tari. Sejarah batik Indonesia. Soedarso SP. 1983. M. 1990. 2007. Samah. Teaching modern educational dance. Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Smith. Yogyakarta. Ebdi. Tinjauan seni : sebuah pengantar untuk apresiasi seni. Yogyakarta : Ikalasti. Suanda. Jakarta: Dirjen Kebudayaan. Arti Bumi Intan. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Smith. Sadjiman. 1985. Jakarta: Harapan Kita ----------. ----------. ----------. Terj.1992. Tari-tarian Indonesia I. Jacquline. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Edisi Revisi. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari (terj). 1994. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Balai Pustaka. Sanyoto. sebuah petunjuk praktis bagi guru. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1987. ----------. 1986. Suku Dayak Sana. Yogyakarta: Lagaligo. 1998. Jaquline. 1997. Gamelan. 1998. Seni rupa dan desain : membangun kreativitas dan kompetensi. Ardi. 2005. Dasar-dasar tata rupa dan desain (Nirmana) Yogyakarta : CV. Semarang : Drahara Prize. London: A&C Block. Jakarta : Erlangga Penerbit. Soedarsono.info/2005/04/18/ sejarah batikindonesia. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Tari Tradisional Indonesia. Soedarsono. Agus. 1977. 1985. Akademi Jakarta. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Pengantar Komposisi Tari. Yogyakarta: ASTI Yogyakiarta. Makalah Pendidikan Seni Berbasis Budaya. Endo.380 Sachari. Dance Compisition Practical Guide for Teacher. Sukatmo. Ben Suharto. 2004. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. 1976.

Ina. Principal of two dimensional design. Jakarta: Grasindo. Jakarta. Wiyanto. Asul. 2001. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18-20 April. Masyarakat seni pertunjukan Indonesia. 1999. Bandung : Pustaka Kimia. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yogyakarta. Wong. Terampil Bermain Drama. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Tambayong. Supanggah. Konsep pendidikan apresiasi seni nusantara. 2003. Yampolsky. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. 2008. Drama. 2005. Mustika. Dasar-dasar dramaturgi. Seni gerak minangkabau. Bandung : Masyarakat musik Angklung. Yogyakarta: Hanindita Graha. Universitas Negeri Jakarta Tumbidjo. Dasar-dasar estetika. Tari rakyat Minangkabau (Makalah) Padang : Makalah Uniersitas Padang Panjang. . 2003. 1984. Bothekan Karawitan I. Obby AR. Materi dan pembelajaran kertakesi. Wardhani. 1991. 2002. Syafi Jatmiko. Jakarta : Universitas Terbuka Jakarta. Surya Dewi. 2003.381 Sumarsam. 1994. Philips. 2001. Diktat Angklung. Gramedia Widiasarana Indonesia. Pa Daeng. Buku Piloting PSN. Jakarta : Penerbit Semi Nusantara (PSN). Gamelan. Pengantar tari pendidikan. Datuk. Cut Kamaril dan Ratna Panggabean. “Tekstil”. Fakultas Bahasa dan Seni. Wiramihardja. 2005. Tridjata S. New York: Van Nostrand Reinhold. 2003. Waluyo. Syarif. Rahayu. Herman. Intreaksi budaya dan perkembangan musical Indonesia. Wucius. tari dan pengajarannya. Caecilia.

Pd. (Royal Musik) Jakarta. 3. M. Perempuan Jakarta. Depdiknas 2007 11. Lahir Agama Status Kepegawaian Golongan NIP Alamat Kantor Pendidikan : : : : : : : : : Dra. 2006-sekarang . 4. 8. 47865811 S1 Pendidikan Musik FPBS IKIP Jakarta. Nama Jenis Kelamin Tempat/Tgl. 7. 6. 2. sejak 1992. Pendidikan Musik 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1992 1994 1999-2000 Grade 12 Grade 11 Grade 10 Grade 9 Step 6 Step 7 Step 8 Guru Grade 5 : Spesialisasi Piano Klasik Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia melanjutkan belajar Piano di Sekolah Musik Vienna Pusat. 1966 Islam Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. IV A 131933266 Kampus Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka. Sri Hermawati Dwi Arini. S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Lulusan Terbaik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni 1990 (Semester I). Jakarta Timur Telp. 9. 1989. 5.CURRICULUM VITAE (Ketua) 1. 2005 10. Tim Assesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi.

1993 2. Musik Tradisi Merupakan Kerangka Musik Nasional. "Musik Gamelan Sebagai Salah Satu Musik Tradisional Indonesia". Pelatihan pada Panti Asuhan Yatim Piatu. 3. "Memadukan Bidang Kependidikan dan Non Kependidikan dalam Program Double Degree Jurusan Seni Musik". Pengabdian Pada Masyarakat: 1. Pada Pelatihan Peningkatan Manajemen Seni Pertunjukan Tingkat Nasional. 30 Juli 2001 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. FBS Universitas Negeri Semarang. Tahun XXI. 066. Musik Merupakan Stimulasi Terhadap Keseimbangan Aspek Kumulatif dan kecerdasan Emosi. Identifikasi Masa Studi Mahasiswa Jurusan Musik FBS UNJ. 6 Oktober 2003. Dana PNBP FBS UNJ 2007. Tahun ke 13 Mei 2007 (Terakreditasi). Modul Teori Musik dan Wirausaha. Universitas Nasional. Pembawa Makalah : 1. Suatu Studi Evaluasi Prestasi Belajar Mahasiswa IKIP Jakarta yang aktif dalam organisansi Kemahasiswaan Periode 1991/1992. Dana DIK Lemlit UNJ. 2000 3. Kacapi Suling Instrumental Sebagai Salah Satu Khas Kesenian Sunda Dana PNBP FBS UNJ 2007. 3. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Menanamkan Cinta Budaya Melalui Dolanan Anak. 10 Juli 2000. Forum eks FPBS se Indonesia 24 Juli 2005. Jurnal Ilmu dan Budaya. 1999. Berbagai Aspek Pengajaran Musik SLTP unggulan dan SLTP umu di Jakarta. No. Pengembangan Pembelajaran Teknik Tari untuk Anak Pra Sekolah melalui Respons Terbimbing Action Research. 5. 2. Dana Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat. Dana DIK Suplemen Lemlit UNJ. Dana OPF Lemlit IKIP Jakarta. 2001. 4. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Depdiknas No. . Pelatihan Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Dengan Mengasah Rasa Irama dan Kreatifitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. 13. tahun ke 7 no. 2. 2000 4. 1024 Juli 2001. Dana Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tipe Penilaian dan Proses Pembakuan Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan Musik. 2000. Dana DIK Rutin FBS UNJ. 2.12. Jurnal : 1. Penyelenggara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. Balitbang Depdiknas Jakarta (Terakreditasi) Buku Prosiding : Pengasahan Rasa Irama dan Kreativitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Universitas Negeri Jakarta. Pengalaman Ilmiah : Penelitian : 1. 2005.

2007. XI. Kurikulum KTSP. Organisasi: Anggota. Penerbit Inti Prima. Buku Seni Budaya untuk SMA/SMK Kelas X. Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia .Penulisan Buku Teks : 1. 14.

7.888.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.00 . HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful