Sri Hermawati D. A. dkk.

SENI BUDAYA untuk SMK

Seni BUDAYA
Sri Hermawati Dwi Arini dkk.

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk.

SENI BUDAYA

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI BUDAYA
Untuk SMK
Penulis : Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati,

Dkk.

Ukuran Buku

: …… x …… cm

…… SHD ….

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. Pembangki Tenaga Listrik: SMK oleh Muslim, Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. ---- Jakarta:Pusat Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 376 hlm. ISBN ……-……-……-…… 1. Seni Budaya

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh….

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

i

Pengantar Penulis
Mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya, yang dimaksud budaya meliputi budaya nusantara, asia dan periode klasik dan modern. Khusus bahasan aspek budaya nusantara tidak dibahas terpisah melainkan terintegrasi dengan seni. Yang dapat diartikan kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Dengan cara ini karakteristik kesenian Indonesia yang khas akan muncul sebagai sebuah jati diri bangsa yang mampu berkompetisi dalam percaturan kesenian dunia, pendidikan seni yang berakar dari tradisi merupakan simbol kebanggaan, keluhuran dan harga diri bangsa Indonesia. Transformasi nilai-nilai seni ke dalam masyarakat luas karena seni bisa menjadi penyejuk bagi kepesatan kemajuan sains dan teknologi yang tidak jarang mengabaikan kehalusan rasa seni dan pendidikan seni berperan sebagai filter bagi peradaban. Topik atau materi yang dapat dikupas tidak dapat meliputi 33 propinsi dan kesenian yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup dimasyarakat atau dengan kata lain kesenian bermutu yang mengandung banyak hal untuk mengungkap masalah seni budaya, kesenian yang banyak mendapat respon dari bangsa sendiri ataupun dari mancanegara. Topik ataupun materi terbagi bagian apresiasi, ekspresi dan wirausaha. Penjenjangan materi hanya dapat dilakukan pada bagian ekspresi / keterampilan. Buku teks ini bukan hanya memberikan wawasan namun juga keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat, kelebihan buku ini memberikan pengetahuan keragaman seni budaya nusantara dan keterampilan yang sangat penting karena penyebarannya yang luas atau sudah dikenal diberbagai wilayah, serta mempunyai nilai sebagai bekal keterampilan dunia kerja dan pengetahuan wirausaha. Semoga buku ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi anak didik kita dan merupakan pengetahuan tentang kekayaan, kebudayaan dan kesenian milik bangsa kita Indonesia tercinta untuk juga meningkatkan kebudayaan dan pariwisata kita.

Jakarta, Juni 2008

iii

KETUA TIM PENILAI BNSP
Drs. Pracoyo, M.Hum Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Seni Rupa Murni

DAFTAR KONTRIBUTOR
Bidang Keahlian
Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Tari Seni Musik Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Musik Seni Musik

Penulis

Nama

Institusi
Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Semarang Dosen STSI Bandung Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Perguruan Cikini

Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim

Martin Renatus Nadapdap, S.Sn Dra. Clemy Ikasari I, M.Pd Dra. Bambang Pratjikno, M.Pd Dwi Kusumawardani, S.Sn, M.Pd Drs. Moh Muttaqin, M. Hum Tardi Ruswandi, S.Kar, M.Hum Didin Supriadi, S.Sen, M.Pd. Dini Devi Triana, S.Sen. M.Pd. Saryanto, S.Kar Dwi Kurniadi, S.Pd

EDITOR
Dra. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Yogya Gitar dan Teori Musik

DISAIN GRAFIS
Wafirul Aqli, ST Dosen Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Jakarta

iv

DAFTAR ISI
Pengantar Penulis ............................................................................... Pengantar Direktur Pembinaan SMK .................................................. Daftar Tim Penyusun dan Nara Sumber ............................................. Daftar Isi ............................................................................................. Lembar Pengesahan ........................................................................... Peta Kompetensi ................................................................................. Daftar Gambar Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Teater ................................................................ Seni Rupa .................................................................. Daftar Tabel Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Rupa .................................................................. Bab VI ....................................................................... BAB I. DASAR-DASAR 1. Pengertian Kebudayan dan Seni ............................... 1.1. Pengertian Kebudayaan ..................................... 1.2. Pengertian Seni .................................................. 1.3. Sifat Dasar Seni .................................................. 1.4. Struktur Seni ....................................................... 1.5. Pengertian Nilai Seni ......................................... 1.6. Pengertian Ekspresi................................ ............ 1.7. Pengertian Genre/Fungsi Seni ........................... 1.8. Pengertian Apresiasi............................... ............ SENI MUSIK 2. Mengapresiasikan Karya Seni Musik ........................ 2.1. Pengertian Musik ............................................... 2.2. Sistem Nada ...................................................... 2.2.1. Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis ................................................... 2.2.2. Titi Laras Pentatonik................................ 2.3. Musik Klasik.... .................................................... 2.3.1.Musik Klasik ............................................... 2.3.1.1. Zaman Pertengahan ................. 2.3.1.2. Zaman Renaisance .................. 2.3.1.3. Zaman Barok ............................ 2.3.1.4. Zaman Rokoko ......................... 2.3.1.5. Zaman Klasik ............................ 2.3.1.6. Zaman Romantik ...................... 2.3.1.7. A. Zaman Abad 20 .................... B. Musik Jazz ............................ i ii iii iv viii ix x xii xv xv xvii xvii xvii xviii 1 1 10 11 12 13 14 14 17 24 24 25 25 26 29 29 29 30 30 31 32 37 39 40

BAB II.

........6...........5................ Ekspresi .6.. Mengapresiasikan Karya Seni Tari ..........5....... 2... 2..2..2.......... 2..4.....6.........4..............1...3.... SENI TARI 3...............6..............3.... Asal Usul Vokal ..... 3...1 Kacapi Fungsi Hiburan ... 2.............4.......3 Mempraktikan Memetik Kacapi Dengan Cacarakan ..4 Cara Menentukan Akor Dalam Sebuah Lagu ............. Musik Afrika.................. Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok ..4... Iringan Tari .....2.................3....1 Tangganada Diatonis Mayor .. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik 2.....6.......... Musik Bali ........................... 2...2 Musik India .... 2.....6....4........................2.2....................6..3................6.4............... Ruang ..5...................................2................................2............1........................ Tenaga ........ Musik Betawi ............1.................. 2..................... Unsur Pokok Tari ..6.............2........ 2. Alat Musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani.2 Teknik Petikan Kacapi ...... 2......... 3..... 2....1....... 2.............. Alat Musik Tiongkok dan Jepang ...6....5.....2....6.........4.6.................. Jenis Pernafasan .............. 2.....1........6.......... Musik Non Barat .4............ 3............... 2..6.. 2......................... 2.............2 Tangganada Diatonis Minor ......6.......6............4... 2... 2............................1 Mempelajari Tombol-tombol Keyboard ... 3................5..... 41 41 47 49 58 68 71 71 72 73 73 75 75 76 77 79 79 82 83 85 87 88 94 122 130 137 137 143 144 158 158 161 161 164 169 169 175 176 177 178 .................. 2..4....2...6. 3............3............................ 2..................2 Mempraktikan dengan Lagu...5 Sampe .....................................6.............2............1............. Wilayah Suara .... 2... 2. Musik Tradisi Indonesia ...6........... Tangganada ..... Penerapan akor pada Instrumen Keyboard ..... 2.........3 Akor ..............6........v 2........... 2.. 3........ ..........5..1........................ Vokal ...6............... 2.......................... Angklung ............................. 2..2........ Gamelan ...2....... Teknik Memainkan Gamelan ...................2... 3.................................2................. 3.......... Teknik Memainkan Kacapi .... Motif Gerak Tari .....7........... 3................................ BAB III. 2.....2...........................3 Unsur Komposisi Tari...3................6. Pengertian Seni Tari .... 2.. 3..................5....6.. 2......................6. Teknik Memainkan Gambang Kromong.....1..............1 Gerak ..........3.

..... Tari Upacara ....... 4..... 4...... .................................3...............3..........2.2........ 3.......10.............10.......................... 3....1....2...........................6........2.........8.......2.......... 3...... 4................. ... Bentuk Teater Indonesia Berdasarkan Penduduknya ............ Tari Non Tradisional ..6....... 3.............. Penyutradaraan .... 3.....................................6...............8.. 3...... 4... 3..................................................... 4..3......... Cara Penyutradaan................................. 4..........10.......... 4...............vi 3.... Pembuatan Naskah .........7......... 3. .8.. 4.........................................5...........4.................... ........1....... 3........... Unsur-unsur Pementasan............1.............................. 3......................... 3... Akting................ Struktur Naskah Drama .... Pengertian Teater .... Tari Sebagai Sarana Upacara ......... Tari Tradisional ... 4...2..........3......7.10. 4.. Tari Berdasarkan Orientasi Artistik ....1.2.......... ......... Struktur Dramatik ..........1.................................. ............. Tipe Sutradara.........................................................6..............1...5 Pembelajaran Apresiasi Tari ...2..... 4..........1....... Unsur-unsur lakon Teater... ............ Gaya Akting.....9......6.........4..................................9......... 3..... 4...........9................. 3.2.1....1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater ....1.. Di Masyarakat ...................2.....9.................. 4. Tari Balet .......9......... .........1.......7.. Seni Peran ......11.. Tugas Sutradara..................... 4..................Dasar Pijakan ...........................5. Naskah Drama .. 4. BAB IV... Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi..............5..... Tari Rakyat ..7....6.6... 3............ 3.. Kegiatan Apresiasi Tari .................... Sejarah Teater .......1... Fungsi-fungsi Teater Rakyat ........... SENI TEATER 4..... 3........................... Pengertian Sutradara .... Beberapa Istilah Dalam Teater ..... Tari Adat ................................ 3................. 4...... Tari Sebagai Sarana Hiburan ...... 181 182 183 184 187 187 189 190 194 195 197 197 197 212 214 214 216 216 217 219 221 222 228 228 229 230 232 234 236 239 240 241 242 255 256 257 257 258 259 259 260 260 ........1..................9.........10.. Penjiwaan Dalam Tari ..... 4.2....... Tari Primitif ....... 3. Pembelajaran Kreativitas .... 4...2........1........................Produksi Tari.......9.......... Tari Berdasarkan Konsep Garapan .....................1......... Tari Klasik .................1....................4............. Tari Agama ............ 3....10....................................................7....8................. Fungsi Tari ........... 3......... Musical Dance .. 4.. 3..

3.................1 Tahapan Manajemen... ...13...................... 5..................6.......................................2............ 5..... ..................................... 5... 4.... Syarat-syarat Penyelenggaraan Pemeran Seni Rupa di Sekolah.............................3.. 5............1 Alat dan Bahan Batik....4.. ................................. . ............... Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik............ .....11.. ...2.......... 5............. 5........... Pameran Karya Seni Rupa .....7................vii 4....4.. BAB V..6.........2..... ................ ........... Seni Murni....1..4......1......1........... Aliran-Aliran Dalam Seni Rupa............2 Berkreasi Batik..................... Seni Kriya Batik...........1.................1....... Manfaat Pameran Seni Rupa di Sekolah...... ..7............................................. Wirausaha Penyelengaraan Pameran Seni Rupa............8...... 6............ Pengantar Seni Rupa .....2..... 6... ................... 261 263 264 264 288 290 291 295 295 305 310 310 311 317 320 320 320 321 322 323 326 327 331 341 349 350 358 360 364 366 369 371 373 376 GLOSARI ……………....... ..................... ..4..............1 Kreasi Teknik Celup Ikat...... ....... ....... 5.. 6......... Desain. Manajemen Produksi Pertunjukan Teater...............1 Kegunaan Pameran Seni Rupa di Sekolah................... ..... .3................ Usaha Kecil ......…………………………………………….........4................................... 4........ 5......................... ........4..13..... Kewirausahaan Dalam Seni Rupa....... 5......1............ .............3...... Jenis-jenis Pameran....... 5.............5... 5............ Ragam Hias Nusantara..2......... .....2..... Proses Manajemen Produksi Teater..... 5......................4.............. Seni Kriya Ikat Celup(Tie Dye) ....... ..7............. Aspek-Aspek Penilaian Dalam Apresiasi Karya Seni ..... ......3... Dasar-dasar Seni Rupa ........3..............1............. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa ........ Teknik Tata Panggung .. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………....... 5..... .2...........2.. 5.............. Tata Pentas... 5. 5........8. Unsur-unsur Seni Rupa....... 6..3.. Pengertian dan Fungsi Apresiasi ......... Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya.........5................ 5.... 6.... SENI RUPA 5........12... Penata Musik Film/Sinetron/Kartun........... Apresiasi Karya Seni Rupa ... 5... BAB VI WIRAUSAHA 6.. 4. 5. 5............... 5.....................

Materi pembelajaran berorientasi untuk mempersiapkan anak didik menuju dunia kerja.ix PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah. Pengembangan Program Materi Pada Bidang Seni Seni Seni Pertunjukan Seni Rupa Kompetensi Seni Pertunjukkan Pelaku Seni Pemain Penari Penulis Naskah Pemandu Jasa Informasi Penyelenggaraan Menyiapkan Jasa Penyelenggaraan Pertunjukkan Tim Kreatif Penyutradaraan Broadcasting Kompetensi Seni Rupa Seniman/Pengrajin Produk Seni Kewirausahaan Menciptakan Lapangan Kerja Menghasilkan Barang dan Jasa .

... Topeng Cirebon ...A..... 1.. Perangkat alat Musik Gamelan Joged Bumbung (Grantang) ...V.. 2........... 1....... 1....... Mendeshon ...15.. 2...1........... 1........ 2............... Motif Toraja . Komponis F.............. Komponis Johan Sebastian Buch ... 1....10.5. 1................ ..7. Rumah Adat Toraja .............2......................... Tari Merak ........ 1................................ Ondel-Ondel........ 2.....9............... 1.........7............ Beethoven .........6....... 2. 2.... Haydn ........ Rumah-Rumah Adat . Komponis J..19.................................... Komponis W........ Papan Bilah Nada .13......... 2.. Fungsi Seni ......... Grand Piano .. 1........ Wayang Golek ....17.. 2..........4......15...12.. Alat Musik Sampe .10.4..... 2... Notasi Rante (Gamelan) ....................................9..........................5.............x DAFTAR GAMBAR SENI MUSIK Bab I Gambar 1.................6......11................... Tifa Maluku ...... 2.. 2.. 2.14............. Debussy .. 2........ 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 9 15 26 26 32 32 35 35 36 37 37 37 38 38 38 39 39 39 41 Bab II Gambar 2.. 2.............13... Brahms Corbis ......20.........14.......... Komponis L.11............... Lembu : Tempat Meletakan Mayat di Bali Bade: Tempat Meletakan Mayat di Bali Gadis Suku Dayak ...16..................18.............. 1......... Komponis G.. Komponis J...................... 1... 1............. 1........... Komponis C................. Pakaian Adat Banjar Kalimanta Selatan Perak Kota Gede Yogyakarta ... Komponis Antonio Vivaldi ....1........ Patane (Rumah Menyimpan Jenazah/ Adat Toraja) .........2.............11.....................16..... 2..... Gershwin ... 1......3............... Komponis Bella Bartok........ 1..........8........................ Komponis F.......... Instrumen Musik......17.................... Pakaian Adat Kalimantan Timur ........ Motif Banjar Kalimantan Selatan...................... 1.. 1........... Mozart . 2.... Harpsichord. 1. Chopin ............ 1..8..3... Motif Nusatenggara Timur ....... Tari Tradisional Saman ......

........ 2...................... Alat Musik India ........28.... Bonang .. 2........................................ 2.... Cara Melaras Dawai Sampe . Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Ageng ................ 2.. Saron .............. 2...20..24...................... Wilayah Suara Manusia ........46. Musik Celempungan.......42..... Artikulasi ............. 2.. 2............... Metode Curwen Untuk Pembelajaran Angklung ......... Gender .. 2..........50.....33............... 2.43............. 2....... 2................. Penampang Resonator dan Dawai Sampe .... 2.. Kacapi Rincik............41....... Angklung ...xi 2........................................... Samrah ......................... Kacapi Kauh/Siter ............... 2........... 2............... 2..................... Perangkat Gamelan Ageng ..........37....44...... Musik Afrika ..........27..36........ 2..................... 2....... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Carabalen ......21..... 2....47............... 2............................................................................... 2..................... 2...........40............. Gamelan Gong Gede..........34........................ Musik Kacapi Suling...... Kongahyan............ 2. Alat Musik Koto .25..... Keroncong Tugu .......... Gamelan Carabalen . Tanjidor .............51......22..39....... 2.........................18.23.............. dan Rincik Birama Kecapi Perahu.......................... 2............48.................. 2................. 2........45...........30. 42 43 43 43 46 48 48 49 50 51 51 51 54 54 55 57 58 60 62 68 69 70 71 72 73 74 76 77 78 138 138 139 139 140 . Alat Musik Yunani .....38.... Gamelan Joged Bumbung (Grantang) Perangkat Gamelan Jawa ................26.35.................... 2..........19.............. 2.... 2... 2.....29............... Bagian Tubuh Manusia ......32. 2.................. Tehyan dan Sukong ... Slentem .............................. Gambang Kromong .....49.....31.............. 2... Notasi Gambar untuk Pembelajaran Angklung ..... Melodi............................... 2................... Alat Musik Sampe Kalimantan Timur..

.........xii DAFTAR GAMBAR SENI TARI Bab III Gambar 3.......11........ 3.3................................... Penghayatan Gerak ..15... 3... Tari Gejolak.. Gerak Lari Jingkit (Tridik) .28......38........36..... Tari Panggung Jati ... Eksplorasi Gerak... 3..............24... 3........................... 3.......... Penari Mengolah Ruang .......................... 3............. 3....18........................31... 3.... Pelebaran Ruang Gerak .............. Gerak Sedang .. 3. Gerak Pencak Silat ... Gerak Desain Tertunda........ Gerak Teknik Split...........4......... 3.... 3. Imitasi Gerak Tari Topeng ........13....................... Kekuatan Lompatan ..........................12...........17...................... 3. Tari Tano Doang ................ 3........ Pelemasan Anggota Gerak Tubuh........ 3.................37.21.... Konsep Teater Topeng ..... 3... Imitasi Gerak Tari Topeng ............7...........22... 3....................33. Pengolahan Properti ..............5.39...........9.... 3.............30..................... Sikap Dasar Tari ....... Konsep Tradisi Pengembangan. 3............... Gerak Sedang ....... Mengeksplore Gerak Tubuh untuk Ruang Gerak....................... 3.27........... 3.... Gerak Tari Terpulout ....... Penghayatan Tumpukan Kaki ................... Gerak di Udara.. 3... Gerak Selit .........23...............6.. Tari Perang .......... 3.......8.19..........2.......................35..29....... Pengolahan Ruang Tari dalam Pentas Tari ..... 3............... 3........................25......... 3........... Gerak Respons ........26... 3........ 3..16............. 162 162 162 163 163 163 163 163 164 170 170 170 170 170 172 172 172 173 173 174 174 175 175 175 176 176 177 177 177 188 188 188 188 188 189 189 190 190 ...... Sikap Kuda-kuda.... 3............ Instrumen Iringan Tari (Bonang) ........ 3... 3..32..... Gerak Teknik Sirkile ......... Penguasaan Ruang Pentas dan Ruang Gerak......... 3...... Penggunaan Properti . 3............. 3.... Gerak Dalam Memiliki Kesan Dalam ........34...............10... Penghayatan Mata ................. Gerak Tari Terpulout ............ 3...........................................14..........20................. 3........................ 3......... Konsep Tradisi Pengembangan..... 3......

........47....81...55.................. 3... 3.....59... Merak .. 3....... 3.... 3............. Nyi Kembang ....................... Bahairan ................................................. 3.........................60..............56.86.......... Tari Rampak dinan Jombang.............. Tari Payung .....67......... Tari Saman ..... Warok ........77.......................... 3........... Sequence ................................. Agon Yamuniku ........... Polalak ..... Rangguk .....48.64............... 3.............63.... 3............. 3.......... 3........... Ngremo ...............................72... Mbya ......................... Flash Time ...70.....74..................84.................................... 3..........49................................ Merak .......................... 3..........57..........51.............. Topeng Bali . Topeng ..................... 3.........................40..... Rabot ............................................. Gambyong .....................................61............................. Sekapur Sirih ............................................52........71...........65.................................................46. 3. Teater Topeng ............................69.......................66... Tari Turun Kavih Vhen ...............41...................... Badaran ............................ 3..... Gambyong ... Ngremo ...................73......44........68... 3...........78............ 3.... Gimyak Banyumasa.... Tari Pendet (Bali) ... 3.................. 3............... 3......... Topeng Rangde ..........53........58.... Ngelajau ..85... Tari Kranag .............................. Merak ........................ 3............................................... 3......................50.......... Quilinte .. 3. 190 191 191 191 192 192 192 193 193 194 194 194 195 195 195 196 196 196 196 196 197 198 198 198 199 199 199 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201 202 202 202 203 203 203 204 204 204 205 .............................. 3........82.... 3......................... Pakarena .......... Kresno Baladewa .................... Squestrall .........42................... 3. 3.. 3........ Bratasena ... 3............ 3.................... Tari Jepang Rebana . 3.........83......76....................................................... 3..xiii 3................................ 3.......... Gagahan .........80..... 3............................ 3... Cinta Bunda . Tebal Gempita ........... 3.......... 3...62................................................................................... 3................ 3......................................... 3........ Klono Topeng .. 3.................................... Tari Barabah ................ Tari Rampak dinan Jombang... Teater Topeng ................................ 3...79.. Tari Seudati ...45........................ Topeng ....... 3.......................... Trunajaya ........... 3......75...43.... 3.....54........

....... Perang ... 3................. All Fine ............. Abike Aniku .... 3................... Squarel.............................. 3.....................103. 3.87...... 3.....93.........................112..99..............xiv 3.............. Tuan Pamekik ... 3..90.....119............................................................121................ Hung Myung.............................115........... Trunajaya ...... 3....... Cinta Bunda ......... 3............................... Sekapur Sirih ......... 3......................................114................................ 3................. Pakarena. 3...107......... Assay ..111.... 3........................................ 3.............98................88..... Kalubu ....................... 205 205 205 206 206 207 207 207 208 208 208 209 209 209 209 210 210 211 211 211 212 212 213 213 213 214 214 214 214 215 215 215 216 219 219 219 220 220 220 ..................................102......104.....................................95. 3.....100....................................................125..................... 3................. Baris .................... 3..............................122.................. 3.......... Laninse .......... Bambu Gila ...................... 3.. 3. 3.......................................... 3......................................................... 3............................. Abike Aniku ..94.......... Manukrawa ......................................... Giring-giring ........ Perang ............. 3...............123....97.... 3....... Time Load ......... Ebegan.. 3................... Sekapur Sirih ...108......89...........109....................92............................. Jipeng Rebana .................. 3............ Pamilau ... Manuk Rawa ............. 3......... Kecak ............ 3...... Pamekik ....105.. Pamilau .................. 3..91. 3.. 3........................... Giring-giring .... Ndaitita .................. 3........ Sequence ........ Mbui Dong Po ............................................................... Laninse ................ Pakarena.....120......106. 3. 3.. 3.....................116.................... 3.................110....................... 3..............................................96................. Squarel........113..................................... Fatamorgana.......... Time Load .118.. Ranggak.............101.......................... Oleg Tablingan.124....117............................................. 3...

................ 5......2 Seni Patung...............7 Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern ............ 4...........1.................. 230 230 231 231 232 233 234 235 236 238 256 257 258 260 262 263 264 265 DAFTAR GAMBAR SENI RUPA Bab V 5................................................... Raja Mati ....................... Pertunjukan “Attac Theatre” .................. 4................. 5........ Wayang Golek ..........................6................ 4. Pramuwisma Stories ............................ Kekawen – Kawin ........ 4..2.......................7........................ 4..... Kurikulum 2000 .......... 4........ Orang Baru ...............9............................................ Lawan Catur ............. 4....................xv DAFTAR GAMBAR SENI TEATER Bab IV Gambar 4.....10 Macam Jenis dan Karakter Garis ....................... Pelajaran .............. 4........3.................. Si Gila dari Chailote............. Petang Di Taiwan ...... 5........................................ 4................................5....................................... 4. 4.....8 Design Interior........................4 Seni Patung. 5..............................8....................15........5 Kursi Hasil Design Produksi .. 5................................... Lautan Bernyanyi ....... 290 290 291 291 292 292 294 293 294 296 .14..1 Seni Lukis............... Tabib Gadungan............................11............ 5............................4........ Buruh Tenun.........................18..................... 5..... 4. 5.............................. 4..... 4........... 5.....................13....... .......... Pertunjukan Teater Arja Bali ............ 4.............................16....................................17.... 4........ Ludruk .......................12...........6 Poster Hasil Design Grafis ...............................3 Seni Lukis.......9 Batik Sebagai Seni Kriya ... Kekawen Kawin ......10............... Cinta Robot ..... 4.

38 5..........................44 5..................................... Motif Meandur................... Lukisan Impresionisme........... Pencampuran Air Panas........15 5................. . ........48 5.22 5......... Lukisan Konstruksifisme................. Karya dari Kriya Batik. Klimaks pada Karya ............................. Lukisan Naturalisme.......23 5............................53 5........ ......... Keseimbangan Simetris yang Dinamis............... ............................13 5...............25 5.... ..... .. ......................26 5.............. .............................................. Ngrengrengi........ Ruang Positif dan Negatif .............. ... Larutan ASG + Soda. Irama pada Bangku Panjang ............... Pembentukan motif pada kain...... Lukisan Ekspresionisme.............54 5...............................................43 5........................................... Lukisan Surealisme.21 5...........................36 5.....................32 5....... ...........33 5.............. ...................... ..................... ........................................ Lukisan Elektisisme... Kain Ditiriskan................ Tekstur Halus ... Keseimbangan Simetris ..18 5.......37 5..................... Keseimbangan Warna pada Sebuah Kursi................................... ............................34 5............45 5.................... ......................42 5................24 5...............xvi 5.55 5....... ..40 5.... Lukisan Dadaisme. .......47 5.............. Contoh Ragam Hias...... ...................... Pewarnaan kain dengan kuas....... Hue dalam Lingkaran Warna . ..........................41 5........17 5..................................20 5...... 296 296 299 299 300 301 302 304 305 305 306 307 307 308 308 309 311 311 312 312 313 314 314 315 315 316 316 317 324 325 325 328 329 331 341 342 342 342 343 343 343 344 344 345 345 346 ....12 5......... Kontras Warna .. ................... Napthol dan Soda..19 5............... Kain Non Tenun Indonesia....... Pencelupan sampai warna........................ ...56 Bentuk 3 Dimensi yang Dinamis ....................51 5...................... ........14 5...31 5......... .......... Bahan-bahan pewarna....... Memasukan Warna............ Bentuk yang Diabstraktif .....................................................46 5........................ .................... Lukisan Realisme ...... Lukisan Abstrakisme.............................. ......30 5................. Lukisan Elektisisme.............. Keserasian Proporsi sebuah Bentuk Trimatra ........................................ ................39 5..............50 5... Figuratif..............................................52 5...... .... ................49 5.....27 5........................ Lukisan Romantisme.... ..... Bagian-bagian Canting. Contoh Intensitas Warna ........ .......16 5.11 5.. Membolei........ Lukisan Kubisme........... Bentuk Non Figuratif(Abstrak)...................29 5.............................. Pencelupan.......... Keseimbangan Bentuk dan Warna ..................28 5........35 5..... Pencelupan ke larutan garam.. ........................................

........... Kain diisi kelereng............. 320 ............... Pencelupan ke larutan garam..62 5.. 3........ 2.60 5............................... .....xvii 5.. ................................59 5.. Hasil Akhir.................................... Belajar Musik Angklung Sistem Nomor .........3................... DAFTAR TABEL SENI TARI 10 28 52 53 60 Bab III Tabel 3..... 164 169 217 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI RUPA Bab V Tabel 5............58 5.....61 5.1.......... Tabel Gerak Tari Individu.................. Klasifikasi Seni .......63 Pelorodan............ ........ 347 350 350 351 351 352 352 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI MUSIK Bab I Tabel Bab II Tabel 1....2.......3..... Pembukaan ikatan jelujur. ........ 2...1........... Meratakan.3.............. 3...................... . 2.............................. Tabel Hubungan Tari dengan Aktivitas Manusia ................................ ........1.................................. Motif Gerak Tari Berkelompok ... Propinsi yang Menggunakan Gamelan ...1 Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa .........57 5..... Laras Slendro dan Pelog ..................................... Penggunaan Bonang dan Sebutannya di Berbagai Propinsi ...............................2...... Pencelupan ke dalam malam....................................... .............. 2.

................... Kaitan Faktor-Faktor Karakter Seorang Wirausaha ................... Cabang-cabang Seni Rupa ............................5 Jenis Malam / Lilin ............. 324 335 336 337 289 Bagan 5.....................3.........2 5............................ 6...... Warna Napthol ................................................4 5...........................3 5..................6............... 357 358 360 360 362 366 ............................ Warna Indigosol .... Perencanaan Pengembangan Seorang Wirausaha .... 6...... 6....... 6.......4. Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ..... 6............1 DAFTAR TABEL BAB VI Bab VI Tabel 6.... Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .........xviii Tabel 5................5.........2..............1. Jenis Warna .. Kisi-Kisi Penilaian Hasil Pertunjukan Struktur Organisasi Grup Teater...

Dasar-Dasar Bab 1 .

PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI Pengertian Kebudayaan Pengertian Seni Sifat Dasar Seni Struktur Seni Pengertian Nilai Seni Pengertian Genre (Fungsi Seni) Pengertian Apresiasi Seni Pengertian Ekspresi .

1. Gambar 1. Ketiga. yang merupakan bagian dari kebudayaan. Sumber : Google@RumahAdat. Macam-macam Rumah Adat . Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan.com.1 BAB I DASAR-DASAR 1. yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri. sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya. Koentjoroningrat mengatakan. Berdasarkan konteks budaya. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian. ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjoroningrat (1986). Untuk lebih jelas dapat diterangkan apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan. Pengertian Kebudayaan dan Seni 1.1. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat. pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat. kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. kreativitas. sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan.

pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti yang terlihat di gambar berikut ini Grantang.2 2. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSU Denpasar Gambar 1. alat musik di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya.4.2. Gamelan Grantang Bali Sumber : Koleksi Pribadi Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1.3. Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah. Alat Musik Seperti halnya rumah adat. Sampe Kalimantan Tengah Gambar 1. Tifa Maluku . Tifa dan Sampe.

dan kayu. alat musik. Tari Saman Aceh Gambar 1.7. Gambar berikut adalah Kriya Ragam Hias. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hiasan serta motif-motif tradisional. seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat.3 3.5. Kriya Ragam Hias Selain kaya akan keanekaragaman musik dan tarian tradisi. Indonesia juga memiliki keanekaragaman Seni Tari. Motif Banjar Kalsel Gambar : 1. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar : 1.8. dibuat di atas media kain. Sumber : Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Seni Tari Di samping rumah adat. Tari Merak 4. Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional. Motif NTT . dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu.6.

Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang.sukutoraja. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Properti Kesenian Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik. Motif Toraja 5. kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki.wikipedia.9. Pakaian Daerah Setiap propinsi memiliki kesenian.4 Sumber : Google. sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung. seni teater. seni tari.10. pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Topeng Cirebon 6.11. Wayang Golek Gambar 1.com Gambar : 1. Gambar berikut adalah pakaian daerah Kalimantan .

Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta.12.5 Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1.14. Pakaian Adat Kutai Kaltim Sumber : Majalah Dekranas Gambar 1. Pakaian Banjar Kalsel 7. karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya. karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata. Souvenir Perak Kota Gede Yogyakarta Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel-ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala. nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putri Kediri dapat . Benda Seni Kaya dan kreatif adalah sebutan yang sesuai untuk bangsa kita.13.

Indonesia. adat istiadat. Rumah Adat Toraja . bangsawan. To = Tau (orang). “Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari”. dan kata Tana berarti negeri. juga merupakan bagian dari kebudayaan. mata pencaharian. Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (Etnis Toraja). arti harfiahnya. artinya “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”. Adat Istiadat 1. kebiasaan perempuan suku Dayak di Kalimantan yang senang menggunakan anting yang panjang.com Gambar 1. adat istiadat di Tana Toraja. Contoh beberapa kebudayaan yang memiliki daya tarik yang tinggi bagi turis mancanegara dan turis lokal antara lain. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. Ada juga versi lain kata Toraya. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu.6 diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh. artinya orang yang berdiam di sebelah barat. agama. Raya = Maraya (besar).15.wikipedia@Toraja. Sulawesi Selatan Sumber : Google. Berikut diuraikan contoh adat istiadat atau sistem kemasyarakatan di Tana Toraja yang meliputi : 8. Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja. sistem kekerabatan dan sistem kemasyarakatan. sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. artinya orang orang besar. makanan khas. Di wilayah Tana Toraja juga digelar “Tondok Lili’na Lapongan Bulan Tana Matari’ollo”. upacara ngaben (pembakaran mayat) di Bali. Tana Toraja. sedangkan orang Luwu menyebutnya To Riajang. berat dan banyak. selain hal-hal tersebut.

Di dalam “Panca Yadnya”. Simbuang Batu hanya diadakan bila pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya diadakan dalam tingkat “Rapasan Sapurandanan” (kerbau yang dipotong sekurangkurangnya 24 ekor). upacara ini termasuk dalam “Pitra Yadnya”. khususnya oleh mereka yang beragama Hindu. Adat masyarakat Toraja antara lain. Biasanya. dalam Bahasa Toraja disebut Simbuang Batu. Setelah upacara. mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung.com Gambar 1. Sebanyak 102 bilah batu yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar. sekitar akhir Juni atau Juli. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. 24 buah sedang.16. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di “Tongkanan“ untuk beberapa waktu. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan 100 buah “batu”. Ngaben . dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. perbedaan tersebut hanyalah faktor perbedaan situasi dan kondisi pada saat pembuatan/pengambilan batu. musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen.7 Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut “Rambu Tuka”. paling lambat September. atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane). atau di dalam lubang. Ukuran batu ini mempunyai nilai adat yang sama. yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur . dan 54 buah kecil. Peti mati yang digunakan dalam pemakaman dipahat menyerupai hewan (Erong).pembakaran Jenasah di Bali Ngaben adalah upacara pembakaran mayat. menyimpan jenazah pada tebing/liang gua. Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa. Sumber : Google@Rumah Adat. atau dibawahnya. Pa’tane 2. mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan.

Bade Kemudian "Bade" diusung beramai-ramai ke tempat upacara Ngaben. Wisnu. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal.17. Sabda. diiringi dengan "gamelan". kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya. tidak ada isak tangis. . "Bade dan Lembu" ini adalah. Siwa.com Gambar 1. Di depan "Bade" terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. dan "Bade" akan diputar sebanyak 3 kali. karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa. Sabda. Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana antara 15 juta sampai 20 juta rupiah. sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat "Bade dan Lembu" yang sangat megah terbuat dari kayu. tempat meletakkan mayat Sumber : Google wiki pedia @ Ngaben. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu. dan setelah meninggal Bayu.com Sumber : Google wiki pedia Q. Idep. kertas warnawarni dan bahan lainnya. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak. Idep itu dikembalikan ke Brahma. Di setiap pertigaan atau perempatan.Ngabe.18. kemudian "Lembu" dibakar sampai menjadi abu yang kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Lembu Gambar 1.8 Makna upacara Ngaben pada intinya adalah. untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat. Upacara Ngaben diawali dengan upacara-upacara dan doa mantra dari Ida Pedanda.

gambaran wajah apresiasi keseniannya. kita ketahui terlebih dahulu yang disebut seni dan klasifikasinya. dapat disimpulkan yang disebut dengan kebudayaan adalah pikiran.9 3. sehingga seni menjadi perekam dan penyambung sejarah. dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat. Gadis Suku Dayak Kegiatan-kegiatan adat budaya ini selalu dikaitkan dengan kejadian penting dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. Berbagai kegiatan adat budaya ini juga mengambil bentuk kegiatan-kegiatan seni yang berkaitan dengan proses inisiasi perorangan seperti kelahiran. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga. Sumber : Google Wki Pedia @ suku Dayak. gambaran identitas budaya setempat. Manifestasi dari aktivitas kehidupan budaya masyarakat merupakan miniatur yang mencerminkan kehidupan sosial yang luhur. perkawinan dan kematian ataupun acara-acara ritus serupa selalu ada unsur musik. tari. Kegiatan-kegiatan adat budaya ini disebut Pesta Budaya.com Gambar 1. menurut kepercayaan mereka. . sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar kuping daung daun telinga. seni rupa. Jadi. karya. sastra. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping. Suku Dayak Sejak abad ke 17. Berbicara tentang apresiasi seni.19. semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik. teknologi dan rangkaian tindakan suatu kelompok masyarakat. Kegiatan adat budaya ini dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang dan masih terus berlangsung sampai saat ini.

Tabel 1. seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi. demikian juga dikemukakan oleh sastrawan Rusia terkemuka Leo Tolstoy mengatakan bahwa. seni pertunjukan.1. Ungkapan seni menurut Erich Kahler. Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa. Klasifikasi Seni Seni Seni Rupa * Seni murni * Seni terapan * Design * Kriya Seni Pertunjukan * Seni musik * Seni teater * Seni tari * Film Sinematographi * Pantomim Seni Sastra * Prosa * Puisi . Aristoteles mengemukakan bahwa. menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”. Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah indah. Mihardja. seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. selanjutnya dikatakan oleh Akhdiat K. yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.10 1. Pengertian Seni Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. dan seni sastra. seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya.2. menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain.

Indonesia dan sebagainya dijumpai produk keramik dalam berbagai bentuk dan fungsinya. (1) lagu Indonesia Raya karangan WR. . b. (1) lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar. Sifat Dasar Seni Berdasarkan hasil telaah terhadap teori-teori seni. (2) Karya-karya lukis S. Inggris. c. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat walaupun beliau telah wafat. d. Ciri pertama adalah sifat kreatif dari seni. Sebagai contoh. (1) desain mode pakaian terus berkembang sesuai trend-mode yang selalu berubnah dari waktu ke waktu dan banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat metropolitan. Sebagai contoh.3. (2) Di banyak negara di dunia seperti Belanda. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. (2) Lukisan Lucia hartini yang bercorak Surrealisme menampilkan kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Ciri kelima adalah semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu.11 1. Sebagai contoh. 1976:41-46). Uraian mengenai sifat dasar seni adalah sebagai berikut: a. Sudjojono dan Affandi sampai saat ini masih diapresiasi oleh masyarakat dan sangat diminati oleh para kolektor lukisan walaupun beliau telah wafat e. Subyektif dan individual. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. Sebagai contoh. (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dari lagu ciptaan Ebiet G. disimpulkan bahwa seni memiliki sekurang-kurangnya 5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (Gie. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal. Ciri keempat adalah keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati. Ade. Jepang. Ciri ketiga adalah seni memiliki nilai ekspresi atau perasaan. Cina. memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. Ciri kedua adalah sifat individualitas dari seni.

seni lukis mempergunakan garis. Pada seni rupa mediumnya adalah objek estetik dua dimensi (lukisan cat air. seni teater mempergunakan semua itu oleh sebab itu teater dikatakan seni yang mempergunakan multimedia. Bidang seni tari adalah wirama. seni lukis memiliki bahasa visual. seni musik bahasa audio. alam kebendaan.12 1. seni tari memiliki dimensi gerak. ukiran kayu). seni sastra mempergunakan keta-keta sebagai medium. Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya. bidang dan tekstur. Bidang seni musik adalah irama dan melodi. Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. seni musik mempergunakan medium bunyi (nada). Pokok soal dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan. wirasa dan wiraga. objek estetik tita dimensi (patu batu. Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis. Bidang seni teater adalah gerak. Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. cukil. b. bidang dan warna. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. seni rupa memiliki bahasa plastis. kalau seni tari mempergunakan medium gerak. yakni berupa: objek alam. c. relief logam. seni tari memiliki bahasa kinetis. gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. warna. dan seni rupa memiliki dimensi ruang. Struktur Seni The Liang Gie (1976-70) menjelaskan bahwa dalam semua jenis kesenian terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. bentuk. d. Kalau seni dapat dianggap sebagai bahasa maka setiap cabang seni memiliki bahasa tersendiri. Tana medium tak ada karya seni.4. kalau seni sastra menggunakan kataa sebagai medium. kayu. Semua jenis seni mempergunakan medium. Menurut Soedarso SP (1987:79). seni musik mempunyai dimensi waktu. suara dan lakon. Namun tidak semua karya memiliki tema melainkan kritik. dan lain-lain). sastra memiliki bahasa verbal. . sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang merefleksikan pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu. begitu pula seni memiliki dimensi. suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori. etsa.

3) nilai kehidupan. Menurut Koentjaraningrat. Dalam estetika. berbusana. keindahan. dan lain sebagainya. Namun dalam perkembangannya. menata interior/eksterior. b) keindhaan dalam arti estetis murni. keindahan moral dan keindahan intelektual). Karya seni dapat memberikan perasaan terkejut. yakni: a) keindahan dalam arti luas (keindahan seni. 2) nilai pengetahuan. mutu atau kualitas. Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia (Purwadarminto. Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudian diekspresikan daam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni). sesuatu yang menyentuh perasaan. c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Dalam kecenderungan perkembangan seni dewasa ini. Menurut The Liang Gie jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan. pemikiran. Ragam Nilai Seni Peran keindahan selalu terkait dengan kehidupan sosial budaya manusia sehari-hari. misalnya: dalam arsitektur rumah tinggal. ajakan. “nilai” berarti suatu ide yang paling baik. masing-masing mempunyai pengertian sebagai berikut : a. Pengertian Nilai Seni Secara umum kata “nilai” diartikan sebagai harga. b. “nilai” diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan pada prinsipnya mengkaji tentang hakikat keindahan dan kriteria keindahan yang terdapat di alam. seperti perenungan. kadar. dalam karya seni dan benda-benda lainnya. b) keindahan dalam arti estetis murni. yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku. menikmati keindahan musik dan sebagainya. dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni. Nilai keindahan dapat pula disebut nilai estetis. pencerahan.5. keindahan positif tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. 1976:667). kepuasan.13 1. penyadaran. keindahan alam. Manusia memerlukan keindahan karena memberikan kesenangan. mengapresiasi cinta. Perasaan keindahan diperoleh dari alam dan benda atau karya seni. merupakan salah satu persoalan estetis yang menurut cakupan pengertiannya dapat dibedakan menurut luasnya pengertian. namun tetap memberikan nilai-nilai yang diperlukan manusia. Sebagai . baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. karya seni dicptakan tidak selalu untuk menyenangkan perasaan manusia. keadilan.

Pandangan ini juga didukung oleh Liang Gie Bapak Estetika seni (1964) yang menyatakan bahwa. sesuatu karya harus indah. Tuhan. Pengertian Genre (Jenis/Fungsi) Seni Menurut kritikus tari terkenal di Indonesia. kesenian ritual dan kesenian hiburan komersial. dan bagi kenikmatan ragawi (pleasure) pelaku dan penontonnya. Fenomena semacam ini akan kita jumpai pada karya-karya seni primitir atau karya seni lainnya yang tidak mementingkan keidahan tampilan visual namun lebih mementingkan makna simboliknya. Sal Murgiyanto (2004) mengatakan. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah.6. ungkapan bakti kepada Dewa. pameran fotografi Anjasmara dan Isabele Yahya yang bertemakan Adam dan Hawa yang dinilai sebagai kesenian yang bernilai estetis negatif. untuk meneguhkan identitas atau menguatkan nilai-nilai yang diyakini seseorang atau sekelompok orang. atau penguasa semesta alam.L. Sebuah pertunjukan dapat dilakukan sebagai sebuah persembahan/doa/puji kepada arwah leluhur. media seni rupa adalah garis. 1. Sal Murgiyanto aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah. proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media. Pengertian Ekspresi Ekspresi adalah proses ungkapan emosi atau perasaan di dalam proses penciptaan karya seni.7. suara dan lakon. “Ugliness” dalam karya seni termasuk nilai estetis yang negatif. media tari adalah gerak. 1. penilaian terhadap karya seni harus dilakukan berdasarkan ukuran perasaan estetis dan nilai-nilai. media teaer adalah gerak. . Contoh. Fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. 1976:40). Gie. fungsi atau tujuan sebuah pertunjukan. Jadi sesungguhnya dalam karya seni terdapat nilai estetis yang positif dan negatif.14 seniman beranggapan lebih penting menggoncang publik dengna nilai estetis legatif (ugliness) daripada menyenangkan atau memuaskan mereka (T. bidang dan warna. oleh karena itu. Dapat juga dilakukan untuk menghibur diri pelakunya dan atau orang lain. ciri pokok seni adalah ekspresi. Media musik bunyi. Kriteria klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan jenis kesenian.

artistik dan fungsi guna. Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial. pendidikan. Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. dan disiplin. kematian. wayang kulit.15 Fungsi Seni Fungsi-fungsi seni terdiri atas fungsi ritual. komunikasi.20. . Hiburan Idealisme Artistik Kesenimanan Pendidik Ritual FUNGSI Forum Dialog Terapi (Kesehatan) Sumber : Endo Suanda Guna Gambar 1. Monggang. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek. Berikut diuraikan tentang fungsi-fungsi seni. dan Gambang. Fungsi Ritual Suatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran. kerjasama. ataupun pernikahan. Macam-macam Fungsi Seni Bagaimana kita dapat mengidentifikasikan sebuah karya seni khususnya kesenian tradisi berdasarkan fungsi-fungsinya. Angklung. Fungsi Komunikasi Suatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui media seni tertentu seperti. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang. dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan. Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama. wayang orang dan seni teater. hiburan. dan Ageng.

Contoh : Kriya. hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan. hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya. tari kontemporer. sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan. kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain. .16 Fungsi Hiburan Seni yang berfungsi sebagai hiburan. gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian. misalnya terdapat pada musik kontemporer. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme. Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni. sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan. dan lain-lain. dan seni rupa kontemporer. Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik. tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung. Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran. jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. Seperti yang telah dikatakan Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan.

17

1.8. Pengertian Apresiasi Seni
Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya. Kegiatan apresiasi meliputi : a. Persepsi Kegiatan ini mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni. b. Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni. c. Pengertian Pada tingkat ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. d. Analisis Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi. e. Penilaian Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif. f. Apresiasi Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal; value ( nilai ), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Sejalan dengan rumusan di atas S.E. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian,

18
penghargaan, kepekaan untuk mencermati kelebihan dan kekurangan terhadap karya. Menurut Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1). pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). pendekatan problematik. Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahasan kajian dalam mengapresiasi seni pada tingkatan awal dengan pendekatan aplikatif adalah sebagai berikut: Seni Musik Klasik Ciri khas musiknya Bentuk musik dari zamannya Struktur musiknya Gaya musiknya Seni Musik Tradisi Ciri-ciri khas musiknya : Laras Pola tabuhan Instrumen yang dimainkan Struktur musiknya Gaya musiknya

Fungsi seni Ekspresif (nilai-nilai keindahan) Makna / pesan yang terkandung Seni Tari Kreatif Mencermati identifikasi gerak Mencermati keharmonisan gerak dan musik Mencermati kreativitas gerak Mencermati kemampuan wiraga / kelenturan Mengidentifikasi jenis tari berdasarkan garapan Mengidentifikasi tari berdasarkan orientasi Mengidentifikasi berdasarkan fungsinya

19

Seni Teater Mengidentifikasi perbedaan teater dan film Mengidentifikasi keberhasilan suatu pementasan Mengidentifikasi nada ucapan dan makna dalam dialog Mengidentifikasi plot lakon Seni Rupa Makna Gaya Material Elemen Estetika

20 TES FORMATIF BAB I Pilihlah jawaban yang tepat 1. Manakah pernyataan yang benar a. Seni berbeda dengan kebudayaan b. Seni sebagian dari kebudayaan c. Seni adalah kebudayaan d. Seni adalah wujud kebudayaan 2. Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan : a. Genre b. Esetika c. Apresiasi d. Ekspresi 3. Salah satu sifat dasar seni adalah .... a. Indah b. Kreatif c. Style d. Makna 4. Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks .... a. Klasifikasi seni b. Karya seni c. Nilai seni d. Sifat seni 5. Nilai estetis yang negatif yang tidak mementingkan keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan .... a. Keindahan b. Orisinalitas c. Makna simbolik d. Kreativitas 6. Medium pada seni rupa a. Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal

21

7. Medium pada seni musik .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 8. Medium pada seni tari .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 9. Relief patung adalah karya seni rupa berdimensi... a. Dua dimensi b. Tiga dimensi c. Multi dimensi d. Multi media 10. Seni musik, seni tari dan seni teater adalah bentuk seni yang diklasifikasikan sebagi seni a. Seni pertunjukan b. Bahasa seni c. Ragam seni d. Sifat seni Jawablah dengan penjelasan yang bermakna 1. Apa yang disebut kebudayaan ? 2. Apa yang dapat dikaji seni ? 3. Ada dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebutkan dan jelaskan ! 4. Apa saja cabang-cabang seni ? 5. Sebutkan media dari seni musik, seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Seni Musik
Mengapresiasikan Karya Seni Musik

Bab 2

APRESIASI
Pengertian Musik KLasifikasi Instrumen Sistem Nada Musik Klasik Musik Tradisi Indonesia Musik Non Western

EKSPRESI
Vokal Tangga Nada Memainkan Keyboard Teknik Memainkan Gambang Kromong Teknik Memainkan Gamelan Teknik Memainkan Kacapi

cabaza. marakas Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi.1. Contoh triangle. Contoh keyboard. bentuk atau struktur lagu dan ekspresi.24 Bu BAB II SENI MUSIK 2. Mengapresiasi Karya Seni Musik 2. Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada. gitar. melalui unsur-unsur musik yaitu irama. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel : Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. Pengertian Musik Musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya. saxsophone Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagi penyebab bunyi. Contoh : piano. Contoh gambar di bawah ini : Gambar 2. mandolin. harmoni. seruling. melodi. Contoh : gendang. Contoh: recorder.1. conga. drum Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi. Instrumen Musik . Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik.

Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½.25 2.1. yang disebut dengan Tetrachord 1. Nada dalam tangga nada Diatonis. 7 nada ini yang disebut dengan tangganada Lydis. nada-nada tersebut adalah : Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada. nada-nada ini disebut Tetrachord 2. TANGGA NADA MAYOR (asal dari tangganada Lydis) Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut : . Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord. yang sampai saat ini dipergunakan. awalnya nada-nada ini dimainkan pada instrumen Lyra. awalnya hanya mempunyai 4 nada.Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis Berawal dari bangsa Yunani (sebelum 1100 SM) Terpander adalah orang yang mengembangkan susunan nada semula 4 nada dan Polynertus (700 SM) orang yang menggunakan system 7 nada. nada-nada tersebut ialah : Tetrachord 1 Tetrachord 2 Nada-nada kemudian dikembangkan.2.2. Sistem Nada 2.

Notasinya disebut notasi kepatihan yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Jaya Sudirga atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910. titilaras memegang peranan yang penting dan praktis. kemudian diserahkan kepada adiknya Wreksodiningrat.26 2. Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan. Dalam seni musik Karawitan. Notasi Pentatonik Sistem notasi yang dipakai dalam gamelan Jawa adalah notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada.2. yakni lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendah suatu nada berupa angka atau lambang lainnya. sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat. karena dia tidak bisa menabuh gamelan maka diserahkan pada Sudiradraka (Guna Sentika) lalu oleh Sudiradraka diserahkan ke Kepatihan yaitu kepada Sasradiningrat IV. Notasi Rante Sumber : Demang Kartini.2. mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi. Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli) Bu Titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut notasi. Macam-macam nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut. Kemudian Wreksodiningrat punya ide yaitu memberi angka pada bilah saron karena untuk pembelajaran menabuh gamelan dan memindahkan notasi rante agar mudah dibaca pada tahun 1890. cuplikan melodi lagu Ladiang Wilujeng bagian umpak .2. Penanggul yaitu nada 1 Gulu yaitu nada 2 Dhada yaitu nada 3 Pelog yaitu nada 4 Lima yaitu nada 5 Nem yaitu nada 6 Barang yaitu nada 7 : siji dibaca ji : loro dibaca ro : telu dibaca lu : papat dibaca pat : lima dibaca mo : enem dibaca nem : pitu dibaca pi Gambar 2. Sebelum muncul notasi angka Demang Kartini telah menciptakan notasi rante.

2. Titilaras ding-dong. tetapi juga Titilaras yang ada antara lain : 1. b. tulis. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang. Laras Slendro. dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang : /dong. secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah. ringan. adegan marah. huruf. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi kesan gembira. atau tangga nada. agung. yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu: a. deng. Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya. sendu. . Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan. ringan dan semarak. Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½. notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada. gembira dan terasa lebih ramai. dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R. perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang. keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem.27 Laras Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras. sedih atau romantis. adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring. kematian. merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring. Oleh karena itu banyak adegan rindu. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras. Laras ini mempunyai 2 macam. tanda. adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). percintaan kangen. istilah titi dapat diartikan sebagai angka. Laras Pelog. sedih. yaitu sendu.M Haryo Wreksadiningrat di Keraton Surakarta. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang. Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis. Dan dalam bahasa Indonesia titilaras berarti tangganada. Titilaras kepatihan. dang. dung. ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali. Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya. angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu.

28 Bu 3. mi. re . setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras. Titilaras berwujud angka 1 2 3 4 5 6 7 I sebagai pengganti nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari. Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna. Degung seperti : mi. si. si. do. namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji. Perbedaan antara laras slendro dan pelog dapat dilihat pada tabel 2 Nada pada laras slendro dan pelog dapat kita lihat : Slendro Barang 1 Gulu/jangga 2 Dada/tengah 3 Lima 5 Nem 6 Pelog Nem Panunggul (Bem) Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem 1 2 3 5 6 Barang Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem Pelog Barang 1 2 3 5 6 Tabel 2. sol. sol.M. nada-nada yang dihasilkan dari instrumen gamelan mempunyai perbedaan antara satu perangkat gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya tetapi jika nada-nada pada instrumen gamelan dimainkan nada yang terdengar pada laras : Pelog seperti : do. yakni titilaras ciptaan R. Titilaras daminatilada. tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama. Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan Stroboccon dan melograph tidak sama tinggi nadanya. Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916). sebagai contoh walaupun sama-sama terdengar do. fa. la. mi. do. mi Slendro seperti : re. tetapi pada gamelan laras pelog. fa. Tinggi rendah nada titilaras bagi laras slendro dan pelog berbeda. do. Laras Slendro dan Pelog Notasi Barat (Diatonis) mempunyai jarak 1 dan ½. sol.

Zaman Klasik 6. Scholes mempertegas bahwa.3. 2. Musik gamelan pun dahulu hanya dimainkan dalam keraton sebagai sahnya upacara. musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII. * Raras Degung ialah : mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'400 mi'. Zaman Pertengahan 2. Zaman Barok 4. Machjar Angga Koesoemadinata dengan Musicoloog Jaap Kunst selama 50 tahun (1916-1966) tentang tinggi nada laras pentatonik.1 Pertengahan 1300 Gregorion Chant : Acapela Organum : Tradisional 1500 The Notre Dame Mass : Monofonik. musik klasik digunakan sebagai label bagi musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan. yang dimaksud adalah musik klasik tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya. Zaman Romantik 7. Abad 20 2.1 Periode musik klasik 1. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa. Jadi raras Pelog itu ialah modus mayor tanpa re dan la. namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. * Raras Pelog ialah : do 200 re 200 mi 100 fa 200 sol 200 la 200 si 100 do' Murdararasnya atau raras-pokoknya ialah : do 400 mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'.1. paduan suara. sedang raras re dan raras la hanyalah bertugas sebagai raras-perhiasan saja. dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah.29 Hasil penelitian dari R. mempunyai aturan. musik klasik adalah musik yang serius. Ditekankan lagi oleh Rieman. Jadi raras degung itu ialah modus Doris dari musik Yunani tanpa raras re dan raras la. Karakter Musik Klasik Menurut Ammer. musik klasik adalah hasil karya seni yang telah terbukti abadi. musik klasik adalah musik yang anggun. setiap bagian harus dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail. Musik Klasik Christine Ammer berpendapat. Zaman Renaisance 3.3. berkesan formal. namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan. 2. sedang ra ra s re d a n a p a la gi r aras la dijadikan raras-perhiasan (uparenggararas). sebagai contoh fungsi angklung.3. Zaman Rokoko (pra Klasik) 5. Musik tradisi banyak mengalami evolusi. sejenis suara (1 suara) .

Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Choral music yang bertipe 4. suara bas dimainkan dengan alat musik melodik.5.6 suara Polyphonic (banyak suara) contohnya menyanyi dalam kelompok dengan melodi beragam dalam satu kesatuan Texturenya Homophonic dengan rentetan akor Wilayah nada lebih dari 4 oktaf Musik Ibadah : Josquin des Prez (vokal) Kemudian dibakukan Molet Komonis : Palestina.3.Johan Sebastian Bach . sehingga komposer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Zaman Renaisance (1450 – 1600) Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen. . Komposisi Bach yang bertekstur polifonik artinya adalah masingmasing suara gerakan melodinya mandiri.2. bas atau iringan disuarakan oleh instrumen harpa.1. Pope Marcellus Mass Thomas Morley Instrumen Andrea Gabrieli: Karyanya Ricercar in Twelth Mode 2.3.3. komposisi Bach bertekstur polyfonik.1. contohnya canon dan fuga (bersahut-sahutan dan suara imitasi). Yang dimaksud tesktur adalah rajutan musikal atau cara menjalin alur melodi yang terbagi monofonik.George Frideric Handel Musik Bach Musik Bach adalah paling unik. Bas merupakan dasar dari semua akor.30 Bu 2. kontinuo lengkap dengan bas berangka. Munculnya ornamen (not hias) Mempelopori dinamik yang berangsur-angsur dari lembut sekali sampai lembutnya sedang yang disimbolkan (ppp – mp) Lahirnya opera dan orkestra. Teknik untuk membuat polifonik disebut Kontrapung. lebih dari satu suara maksimal 2 atau 3 suara untuk instrumen dan vokal untuk solo performance. Ciri khas musik “renaissance” adalah. Zaman Barok (1600 – 1750) Karakteristik musik Bas Kontinuo adalah suatu ciri khas musik Barok pada awal sampai akhir masa itu. Tekstur musiknya yang polifonik harmonik.Antonio vivaldi . polifonik dan homofonik. suara-suara yang terpenting dalam musik Barok adalah sopran dan bas. harpsichord atau orgel pipa. Komponis : . seperti viol atau cello dengan akor-akor. bukan sebagai pengiring.

1. contoh sebagai berikut : J.3. .4.31 Canon : Komposisi vokal ataupun instrumen yang suara imitasinya dalam Tonika.Sonata Barok Vivaldi : The Four Season Suara pokok Suara imitasi Fuga : Komposisi untuk instrumen. hanya pada Fuga. Bach: . terdiri dari suara pokok dalam Tonika.Opera Claudio Monteverdi Orteo . Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa.S. Zaman Rokoko (Pra Klasik) Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rokoko : Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas. 2. tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi. suara 3 kembali dalam Tonika. suara imitasi dalam Dominan.Karyanya Brandenburg Concerto No. 1-6 . dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase-frase sepanjang 6 birama dengan banyak kadens. Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens.

Antonio Vivaldi Gb.1.3. Dinamik : munculnya crescendo dan decresendo. ungkapan ekspresi begitu pula pada pola ritme. Karakteristik gaya musik klasik : Kontras di tema. Vienna adalah penyelenggara kegiatan musik yang berorientasi komersial. komposisinya bukan untuk sebagai pengiring. trio dan scherzo. Vienna Vienna adalah pusat tempat kegiatan musik Eropa sepanjang zaman periode klasik. kemudian berubah menjadi komposisi yang sulit pada bagian berikutnya. sedangkan simfoni adalah sonata untuk orkestra. Berakhirnya komposisi bas continue. Johan Sebastian Bach 2. kontras pada ritme misal dari melodi dan iringan sederhana. tetapi untuk permainan solo.32 KOMPONIS ZAMAN BAROK Bu Sumber : An Appreciation Music Sumber : An Appreciation Music Gb. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo. 2. penggunaan tanda istirahat. 2. perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur-angsur keras kemudian melambat lagi ataupun dari keras tiba-tiba menjadi lembut. Zaman Klasik (1750 – 1820) Komposisi instrumen periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter. . sinkop. bentuknya sama dengan Sonata hanya simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet. Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni. perubahan not panjang ke not pendek.5.3. Teksturnya homofonik.4.

tema pokok dimainkan dalam tonik. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. berfungsi untuk mengatur perubahan tangganada (modulasi) jika gerakan berada dalam tangganada Mayor maka tangganada kontras ada pada dominan. Fast movement 2. Tema penutup. Tema II. Slow movement 3. kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup. Bentuk Musik Klasik 1. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. adalah memuat pola ritmis dan melodis yang dikenal dengan motif. memiliki 1 atau beberapa tema dapat pula mengacu pada tema ke II yang berfungsi untuk menutup bagian eksposisi.Eksposisi . satu kesatuan yang utuh.33 Bentuk Komposisi Musik Klasik Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh.Coda Bagian Eksposisi Yang dimaksud eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat. Sonata terbagi atas 4 bagian yakni : . dan tema penutup. jika gerakan berada dalam tangganada Minor maka tangganada kontras ada pada relatifnya. yang dimaksud tema pokok.Rekapitulasi . bernuansa lebih liris (ekspresif) dan berisi nyanyian yang bersifat melodis. lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa. . Dance related movement 4. lambat dan kembali ke tempo cepat. Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut : Sonata Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian.Pengembangan . kuat eksposisi terbagi atas tema pokok. tema ke II. Jembatan. bridge.

bagian ini biasanya diawali dengan dominan. apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor. coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian. Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata. dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika. Rekapitulasi Merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi. Mozart Beethoven J. Piano Pada zaman sebelumnya(zaman pra klasik) sebelum menjadi Piano cikal bakal bentuk instrumennya adalah Harpsichord. Haydn Instrumen Piano muncul pada zaman Klasik. kemudian pada tahun 1775. Jika digambarkan gerakan komposisi bentuk karya musik sonata adalah : Eksposisi (tema pokok) Pengembangan Rekapitulasi (pengembangan tema pokok) Penutup (koda) Komponisnya yang terkenal antara lain : W. umumnya menggunakan coda sebagai penutup. rangkaian lagu tersebut disebut Atonal.A. lahirlah Piano seperti yang kita kenal saat ini. Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras.34 Pengembangan Bu Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif. tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu. .

sehingga nada menjadi suatu yang nyata. menegaskan struktur musik yang jelas. dari musik diatonis. Piano dalam ukuran yang standard memliki 88 bilah nada 52 putih dan 32 hitam yang tersusun rapih dalam suatu papan nada dengan wilayah nada yang menjangkaui 7 ¼ oktaf.5. yang mempunyai bilah nada bertingkat. Harpsichord Sumber : Buku Pono Banoe Gambar 2. bilah nada masih terbuat dari kayu. kita dapat bermain musik secara menampilkan melodi.6. Sumber : Buku An Appreciation Music Gambar 2. Hal ini tidak dapat ditampilkan pada alat musik lain. Dengan piano. merupakan susunan yang paling sederhana sebagai alat visual. 3. Tahun 1707. sehingga piano merupakan musik yang mutlak harus dikuasai oleh setiap guru yang bertugas sebagai pendidik musik. dengan . 2. Grand Piano Piano penting di pelajari karena merupakan induk dari semua Instrumen 1. suatu jangkauan yang tidak dapat dicapai oleh alat musik manapun juga. Susunan papan bilah nada. irama dan harmoni sekaligus. dan jangkauan oktafnya belum luas.35 Zaman klasik sebagai zaman yang mewakili periode pembabakan musik klasik dikarenakan musiknya yang unik. mengalami kemajuan pesat dari karya-karyanya yang menjadi dasar perkembangan periode musik selanjutnya. utuh. Bartolomeo Christofori cikal bakal menciptakan (Harpsichord) sebelum menjadi piano.

7. 5. Dalam memproduksi suara menurut dinamika yang dituntut.36 Bu 4. Sumber : Buku Beyer Gambar 2. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan semua teori musik dengan mudah dan nyata. diatur lemah lembutnya melalui sentuhan jari serta pengaturan pedal kaki. Papan Bilah Nada .

triangle dan harpa. Zaman Romantik (1820 – 1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme . lebih universal. 2.37 KOMPONIS ZAMAN KLASIK Sumber : An Apreciation Music Gb.8.1. 103 in Es Mayor (Drum Roll) LV.10. 2. yang terkenal yang bernomor ganjil 2.A.9. W. Piano merupakan pentatonik terfavorit pada zaman pentatonik dan mulai menjadi musik keluarga Ciri khas musiknya Chromatik Dinamik yang ekstrim ff x pp ff artinya nada dimainkan keras sekali. pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal. Mozart : Simfoni No. Haydn Sumber : An Apreciation Music Gb. 2. L. A. kemudian pp.3. Haydn Simfoni No.6. . Mozart Sumber : An Apreciation Music Gb. J. 40 in G minor K 550 J. Beethoven Opera Mozart Dun Giovanni W. nada dimainkan lembut sekali yang dilambangkan pp. V. Beethoven : 9 simfoni.

13. F. guna penyajian ekspresi.11. F. 2. 2. J. 8 unvinished in b minor Franst List : Concerto No. 1 in Bes mayor J.I. CHOPIN Gambar : An Apreciation Music Gb. Debussy gaya musiknya memadu modus gereja dan pentatonik musik Jawa. 1-4 Impresionisme C Debussy : Prelude to The Afternoon of a Faun Maurice Rafel : Bolero . Claude Debussy : karya-karyanya adalah Atonal yakni akhir lagu tidak kembali ke tonik. Debussy pernah menyaksikan permainan gamelan Jawa. sehingga mengadopsi musik Jawa ke dalam karya musiknya. Brahms. 1 Piano dan orkestra in Es Mayor (Akhir Romantik) P. BRAHMS CORBIS Gambar : An Apreciation Music Gb.38 Bu Accelerando ritardando Kebebasan tempo dapat diatur oleh sipemain sendiri. 2. Tchaikovsky karyanya karyanya Piano Concerto No. Simfoni No. KOMPONIS ZAMAN ROMANTIK Gambar : An Apreciation Music Gb. MENDELSSOHN Romantik (Awal Romantik) Schubert : Simfoni No.12.

KOMPONIS ZAMAN ABAD 20 Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Gb. BELLA BARTOK Gb.A. dilihat dari gaya musik yang baru terlepas dari estetika zaman romantik.1. Modulasi Ritmik : Komposisi pada zaman ini karyanya beraneka nuansa yakni terdiri dari nuansa jazz nuansa dari berbagai Negara. ritme. Stravinsky dan Copland Komposisinya menggunakan ritme jazz. karya-karya komposisinya terkenal dengan style jazz. 2. 2. Contoh Prelude I in Bes Mayor dan Prelude III in Es Minor. menakjubkan sebuah karya master piece.7. 2 Brahms dan Schoenberg mempelopori penggunaan struktur frase yang tidak sama.14. sistem harmoni baru. Awal Abad 20 Ekspresionisme Arnold Schoeberg : Five Pieces for Orchestra op. pola ritmik yang beraneka ragam. GERSHWIN . Mikrokosmos Dance in Bulgarian Rhythm No. pada zaman ini instrumen perkusi dalam orchestra lebih mempunyai peran.3. 2. mendobrak tradisi kelaziman. mengherankan. Karakteristiik musik abad 20 adalah : Warna nada : memakai komposisi dengan munculnya alterasi Munculnya teknik pentatonik Harmoni : Kreasi harmoni baru yang disebut polychord yang artinya kombinasi 2 akor. G. 2.15.16. C.39 2.7. Abad 20 Perubahan besar-besaran terjadi pada musik zaman ini.3. kaya akan variasi ritmik. DEBUSSY Gb. 16 Aturan-aturan kategori musik abad 20. Bela Bartok Komposisinya menggunakan struktur ritme yang bebas. 2 opus 79 in G minor George Gershwin.1. Poliritmik : Ritme yang kontras. atau akor progresif. sistem tangganada baru. nada. karya Brahms Rhapsody No.

Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi penundaan hitungan. Hal ini dipengaruhi juga dari akulturasi musik tribal dari Afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks. dan Blues Awalnya style jazz adalah style Ragtime.1. Musik Jazz (1910) Musik yang berasal dari Afrika Amerika. Style Blues mempengaruhi perkembangan rhytm rock and roll dan soul. Swing feel merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan musik jazz. Akar Jazz. seperti yang dilihat pada contoh gambar berikut : b. beat yang mantap. Penulisan swing feel : Cara menyanyikan swing feel : d. kekhasan musik jazz dapat dilihat dari uraian berikut : Ritmik Ritmik merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk suatu jenis aliran musik. istilah sinkop juga dapat disebut dengan up-beat.40 Bu 2. c. Ragtime. warna musik yang berbeda dan menunjukkan teknik yang khas. Sinkop : ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung.3.B. ritmik dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana. the king of ragtime adalah Scott Joplin (1868-1917).7. e. Seperti dalam musik jazz. Swing Feel : mengetuk birama dengan merasakan triplet. Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi adalah sebagai berikut : a. . A-head: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi percepatan hitungan. Time Feel : ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau biasa disebut dengan on-beat/down beat. ini adalah musik improvisasi dan ritme yang sinkop.

1. Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605. Kesenian yang akan dibahas adalah : A. seni yang berakar dari tradisi. Ondel-Ondel Kesenian yang “representative” mewakili Betawi adalah.41 2. tebanya (namanya) telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali. Musik Betawi Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Musik Bali C. beberapa kesenian telah dikenal luas. Gamelan Jawa D. kesenian ini juga mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya. Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi keseluruhan propinsi. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat E. 2.4. Musik Betawi B. Musik Tradisi Indonesia Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. iring-iringan Pangeran Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit (Pangeran Banten). Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk . Ondel-ondel.4. musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata kesenian daerahnya.17. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut.

Keunikan gambang kromong memiliki pola iringan yang baku. Seni musik Betawi antara lain gambang kromong.42 Bu raksasa yang sekarang kita kenal sebagai “ondel-ondel” yang dianggap sebagai pelindung untuk menolak bala. Gambang Kromong selain dapat dimainkan sebagai kesenian mandiri. Keanekaragaman musik Betawi dapat kita lihat antara lain pada orkes gambang kromong. kromong terbuat dari perunggu berjumlah 10 buah berbentuk pencon.1. dan musik Betawi yang bernafaskan Islam terlihat pada musik yang umumnya menggunakan alat rebana. gambang kromong asli ialah alat musik berlaras pakem entatonic namun agar dapat dinikmati masyarakat yang heterogen alat musiknya dapat dikombinasikan dengan alat musik elektronik seperti bass. . gamelan ajeng.4. keroncong tugu. 2. yang sangat kental dengan entat Cina . bilahan gambang berjumlah 18 buah terbuat dari kayu suangking. Gambang Kromong Gambang Kromong diambil dari nama dua buah alat musik yaitu gambang dan kromong. Gambang Kromong dapat berkembang dikarenakan mempunyai 2 bentuk yaitu “Gambang Kromong Asli dan Gambang Kromong Kombinasi”. gamelan rancag.1. Gambang Kromong Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.18. alat musik lainnya adalah gendang. entat melayu tampak entaton pada orkes samrah. juga adalah musik pengiring Lenong. samrah dan macammacam rebana. pengaruh Eropa jelas terlihat pada musik tanjidor. drum. pengaruh Cina tampak pada alat musik Tehyan Kongahyan dan Sukong. saxophone. gamelan topeng. namun warna suara gambang kromong masih tetap terdengar. kecrek dan gong. organ. tanjidor.

Tehyan dan Sukong 2. Tanjidor Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.1. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilan belas. Tanjidor Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalat musik barat terutama alat tiup. Sukong Adalah alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi terbuat dari tempurung bertangkai panjang yang kecil disebut kongahyan yang tengah tehyan dan yang terbesar disebut Sukong. Kicir-Kicir. Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan Gambang Kromong disebut lagu sayur yaitu lagu Jali-Jali.20.4. . Kongahyan.2.43 Kongahyan. Instumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin Sumber : Peta Seni Budaya Betawi Gambar 2.19. Sirih Kuning. Tehyan.

Disebutkan pula bahwa lagu-lagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. dengan alat-alat bunyibunyian Harmonium.44 Bu Pada umumnya alat-alat musik pada orkes tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston) trombone. Tanjidor adalah orkes untuk pengiring pawai atau arak-arak pengantin. Samrah lahir pada tahun 1918.21.4. Di dalam lagu-lagu Samrah sangat banyak melodi yang bersusunan nada seperti di atas. . yang termasuk dalam golongan instrumen membranophone. Di sini dapat dibuktikan bahwa susunan nada yang khas Melayu sebagai berikut : 6 5 4 4 3 2 1. Samrah Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu. Cina dan Arab. Lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh orkes tanjidor adalah batalion. Samrah Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. clarinet. lagulagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. dilengkapi dengan alat musik tambur dan gendering. tenor. Dan akan lebih terdengar lagi pada gereneknya (cengkok) bila disajikan. Biola sebagai Waditra utama. India. Cina dan Arab Gaya Lagu Lagu-lagu Melayu terdapat Melayu Riau. Melayu Betawi. dan berasal dari Dulmuluk Riau. India. bass. kramton dan bananas.1.3. Pada perkembangan kemudian lagu yang dibawakan ialah lagu seperti surilang dan jali-jali. 2.

. 6 5 4 3 2 1. yaitu lagu Senandung Cina. sedang.Susunan nada Melayu dalam Tangganada Mayor seperti di bawah ini . Dan ini sangat banyak dipergunakan di dalam lagu-lagu Samrah. . Dengan demikian. Sedangkan susunan nadanya menjadi skonder. Lambat. contoh lagu Irama Jika sebuah lagu mengandung bagian-bagian lagu menurut susunan nada Gaya India di atas. Apabila lagu-lagu Musik Samrah Betawi dipengaruhi Lagu Melayu. Sedangkan Japin mempengaruhi juga terhadap lagu-lagu Samrah. maka susunan nada yang dipergunakan seperti di atas. tidak asing lagi Irama Samrah diilhami oleh irama Japin. sedang. Lagu-lagu yang berirama Lagu Cina sangat terbatas di dalam Musik Samrah.Susunan nada Gaya India : 1 6 India sebagai berikut 2/4. Kemudian masuk ke Irama Japin. Yang menonjol pada lagu mandiri lagi irama India. .45 . Dengan demikian jelas lagu-lagu Samrah dipengaruhi Lagu-lagu Melayu terutama tentang susunan nadanya. maka lagu tersebut dinamakan lagu berirama India. Lambat Pada umumnya lagu-lagu yang bersusunan nada seperti di atas terdapat pada lagu-lagu Orkes Gambus.Susunan nada Gaya Cina : 1 6 5 3 2 1 Contoh lagu Gaya Cina 4/4. . Ini dapat kita lihat di dalam lampiran. 4/4.Susunan Nada Irama Arab : 1 7 5 4 3 2 Birama 4/4.

rebana mauled.1. 2. tehyah gendang.22. kostum yang dipergunakan untuk laki-laki adalah baju koko. sedangkan untuk wanita menggunakan kain kebaya.1.4.4. banyo. kecrek. .6. rebana birdah. Rebana Ketimpring : terdiri dari 3 buah rebana fungsinya sebagai arakarakan pada perayaan maulid. rebana ngarak. rebana ketimpring. alat musik keroncong terdiri dari biola.5. pesta pertemuan keluarga.4. Rancag artinya tutur dan pantun berkait. okulele.4. Keroncong Tugu Bu Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.1. kromong. Keroncong Tugu Dahulu dimainkan pada upacara “Pesta Panen”. Rebana Rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama. gitar. gong dan suling. 2. rebana. kempil dan cello. rebana dor dan rebana biang. Alat musiknya adalah gambang. Gambang Rancag Gambang Rancag adalah kesenian yang dipergunakan untuk mengiringi cerita-cerita Betawi seperti Pitung yang dibawakan dalam bentuk pantun berkait.46 2. Moresco”.

Gambelan untuk hiburan : Gong Gede Gong Gede adalah gamelan terbesar di Bali yang terdiri dari 46 instrumen yakni termasuk trompong. penyacah jegogan. drums (kendang) kempur. digunakan untuk mengiringi syair-syair hadroh. dapat dimainkan pada perayaan keagamaan.2. 2. reyong. gangsa jongkok (saron). karena digunakan untuk mengiringi nyanyi maka disebut pula rebana lagu. rebana biang biasanya untuk memeriahkan berbagai perayaan. gong besar dan cymbal / ceng – ceng. Di Bali istilah gamelan adalah Gambelan. Di Bali setiap kegiatan mempunyai kesenian khusus yang ditampilkan ketika melakukan ritual.4. dewasa ini lazimnya dimainkan oleh kaum wanita.2. kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian ritual. pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil untuk tempat jari. biasa digunakan untuk mengiringi lagulagu dari timur tengah. jublag.4. merupakan perkembangan lebih lanjut dari rebana dor. mengiringi tarian Blenggo.2. pernikahan.4. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat yang disebut Fansub dimainkan sambil berdiri.2. Gamelan untuk upacara Gambelan sakral untuk Ngaben adalah : Gambelan Luwang (pelog 7 nada) Gambelan Angklung (slendro 4 nada) Gambang 2.1. 2. kempyung. seperti rebana-rebana lainnya. . Musik Bali Seni Indonesia dalam hal ini fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual.47 Rebana Hadroh Rebana Dor : : Rebana Kasidah : Rebana Maulid Rebana Birdah : : Rebana Biang : terdiri dari 3 atau 4 buah rebana. fungsi rebana kasidah adalah sama dengan rebana maulid. khitanan. rebana yang berfungsi membawakan qarda (puisi arab) pada umumnya lagu-lagu yang dinyanyikan/ dimainkan berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila.

pada gamelan ini yang berperan sebagai melodi adalah trompang.4. Gambelan Joged Bumbung (Grantang) Gambelan ini berlaras slendro (5 nada).2.23. fungsi seninya dahulu adalah untuk panen padi. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. gambelan ini khusus untuk mengiringi tari jogged bumbung.3. berfungsi sebagai gong kecil. suling 4 buah untuk pemanis lagu.24. rincik/ cengceng berfungsi sebagai pemanis lagu. gamelan gong gede mempunyai laras pelog. 4 gerantang kecil berfungsi sebagai pembawa melodi. tari baris dan rejang. penonton dapat berekspresi dan berimprovisasi gerak dan banyak mendapat pengaruh dari tari legong.48 Bu Gamelan ini dimainkan pada upacara tahun baru. kemodong berfungsi sebagai gong dan berfungsi sebagai penutup lagu kempul. karena pokok-pokok instrumennya adalah gerantang. Gamelan Gong Gede 2. kelentang. Gambelan jogged bumbung disebut juga gambelan gegeran tangan. Gamelan Joged Bumbung (Gantang) . instrumennya terdiri : Gerantang 4-8 buah. yaitu gender terbuat dari bambu berbentuk bumbung. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. gamelan ini dapat pula sebagai pengiring tari topeng. kendang sebagai penentu irama. 4 gerantang gede.

Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. gembira. Gamelan Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa.4. Gamelan tebanya (gaungnya) telah mendunia.25. perangkat gamelan ini adalah merupakan bagian-bagian dari Gamelan Ageng yang mempunyai Fungsi Hiburan. kaya akan gending dan juga ada penyanyi (tandak) sebagai pengubah suasana sedih. Gamelan ada yang berlaras pelog dan yang berlaras slendro. Gambelan Gambuh Gambelan di Bali merupakan sumber dari beberapa gamelan lainnya. Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi. namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik. pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986. 2. Perangkat Gamelan Jawa . dari segi sistem nada.].49 2. Worlds of Music 235) Gambar 2. Gamelan yang berlaras pelog disebut Gamelan Pelog dan Gamelan yang berlaras Slendro disebut Gamelan Slendro. di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995. gamelan dibuat dengan cara ditempa.4.3. komponis abad 20 Debussy.2. lucu dan marah. Gambelan ini bersifat gending yang ditarikan.4.

Bonang : Bonang Penerus/Babarangan : Berlaras satu oktaf lebih tinggi tetapi bentuknya lebih kecil dari bonang barung. Gender dan Slentem 2. ketuk. Bonang Penembung : Larasnya lebih rendah dan bentuknya lebih besar dari Bonang Barung.27.50 Perangkat-perangkat Gamelan : Bilahan : gambang. Bonang Perbedaan Saron. Worlds of Music 235) Gambar 2. Bu Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.]. Saron Penerus : berlaras paling tinggi dari saron Demung dan Barung. Pencon : gong. gender.26. Saron Barung : berlaras lebih tinggi dari saron Demung. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Worlds of Music 235) Gambar 2. kenong. kempul. bentuknya lebih besar. bonang. saron. slentem.]. Kebukan : Kendhang Sebulan : Seruling Dawai : Rebab. Saron Saron Demung : Berlaras paling rendah dari saron Barung. Saron . Bonang Barung : Yang bersuara rendah. siter 1.

51 2. jenis gender hanya 3 macam. bilahan slentem lebih besar dari bilahan Gender. bilahan gender berjumlah lebih kecil ukurannya dan jumlahnya lebih banyak (13 bilahan). Slentem . Gender Bilahan yang digantung. Gender Barung : Gender Penerus : lebih tinggi 1 oktaf Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Worlds of Music 235) Gambar 2. jumlahnya lebih sedikit dari jumlah bilahan Gender yakni hanya berjumlah (7 buah).]. Gender 3. Worlds of Music 235) Gambar 2.28.29. Slentem Bilahan yang digantung. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.].

gambang Rebab Suling. gender. Propinsi yang menggunakan gamelan : Propinsi Lampung Sumatera Selatan Jambi Sumatera Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Timur Yogyakarta Bali NTB (Kabupaten Lombok) Kabupaten Lombok Kabupaten Sumbawa Kabupaten Bima Nama Gamelan Talo Balak Kelintang 12 Kelintang/Tauh Talempong Gamelan Banjar Gandang Garantung Gamelan Degung Gamelan Gamelan Gamelan Gamelan Lombok Gamelan Gendrung Gamelan Sumbawa Gamelan Bima . kempyang Bonang Slentem. kempul. Membudayanya Musik Gamelan di Tanah Air Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya. kecer. gong. siter.52 Fungsi dalam permainan : sebagai pemangku lagu / pemanis 4 Gong terbagi : Terbesar : Sedang : Kecil : Bu Gong Suwukan Kempul Bende Fungsi bagian-bagian gamelan Pemimpin irama Pemangku irama Pemimpin lagu Pemangku lagu Pembuka lagu Penghias lagu : : : : : : Kendhang Ketuk kenong. adapun propinsi yang mempergunakan gamelan sebagai musik utama dapat dilihat pada tabel 3.

. Gamelan Ageng 2. 2.1. ada juga gamelan untuk hiburan.53 Tabel 4 Penggunaan Bonang dan sebutannya di berbagai Propinsi Propinsi DKI Sumbar Jambi Lampung Sumatera Selatan Riau NTB Kalbar Kaltim Kalteng Sulteng Maluku Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Yogya Bali Nama instrumen jenis Bonang Kromong Talempong Kelintang Kulintang Kelintang Tetawak Trompong Geremong Klentangan Kangkanong Kandengo-dengo Totobuang Bonang Bonang Bonang Bonang Trompong/Reyong Dari macam-macam gamelan seperti gamelan Kodhok Ngorek. ada pula gamelan untuk pengiring dan mandiri. Carabalen. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian agama begitu pula gamelan ada yang dimainkan untuk upacara. Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2.2. Monggang.3. Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4.3. Gamelan untuk upacara : 1.4. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan.4. Gamelan untuk hiburan : 1. Sekaten dan gamelan Ageng.

satu rancak bonang.54 Gamelan Carabalen Bu Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. sebuah kempul dan gong. Gamelan ini pada umumnya dimiliki oleh perorangan maupun lembaga. Penempatan Ricikan Gamelan Carabalen . satu rancak. sebuah penonthong. Berikut ini denah penempatan ricikan-ricikan perangkat gamelan Carabalen. Menurut Kunst bahwa nama Carabalen memiliki makna filosofis yang berhubungan dengan siklus hidup manusia. Gamelan ini berlaras pelog dan terdiri dari sepasang kendhang.31. sebuah kenong. gambyong.30 Gamelan Carabalen Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti yaitu untuk menghormati kedatangan tamu. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2.

ditabuh oleh seorang pengrawit. terdiri dari 14 pencon. d. Gender penerus : satu rancak gender penerus slendro. k. j. satu kendhang ketipung. h. Gambang: satu rancak gambang slendro. satu gender penerus pelog nem (bem). l. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. Bonang penerus : satu rancak bonang penerus slendro dengan 10 atau 12 pencon dan satu rancak bonang penerus pelog. Bonang barung : satu rancak bonang barung slendro dengan 10 dan 12 pencon dan satu rancak bonang barung pelog. Saron sembilan bilah adalah saron yang biasa digunakan untuk keperluan wayangan. satu kendhang ciblon dan satu kendhang wayangan. b. e. masing-masing berbilah tujuh. Demung: satu demung slendro dan satu demung pelog. Gender : satu gender slendro. tari. Kendhang : terdiri dari satu kendhang ageng. dan satu gender penerus pelog barang. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh satu atau dua pengrawit. Biasanya rebab ponthang untuk slendro dan rebab byur untuk pelog. f. ritual. satu rancak gambang pelog nem dan satu rancak gambang pelog barang. Slenthem: satu slenthem slendro dan satu slenthem pelog. dimainkan oleh seorang pengrawit. Semuanya berbilah 12 s/d 14 buah. semua berbilah antara 18 s. Kadang-kadang salah satu saron slendronya dibuat dengan sembilan bilah. satu gender pelog nem (atau bem) dan satu gender pelog barang. Gamelan ini dipergunakan untuk berbagai keperluan yaitu hiburan. untuk berbagai ekspresi seperti pengiring wayang. semua berbilah antara 12 s/d 14 buah. masing-masing berbilah tujuh. 21 buah. Kethuk-kempyang: satu set untuk slendro dengan kempyang berlaras barang dan kethuk berlaras gulu serta satu set untuk pelog.55 Gamelan Ageng Perangkat gamelan ini dapat dikatakan sebagai perangkat gamelan standar. Rincikan pada perangkat gamelan ageng adalah : a.d. i. ditabuh oleh seorang pengrawit. c. ditabuh oleh seorang pangrawit. Saron barung: dua saron slendro dan dua saron pelog. . Saron penerus: satu saron penerus slendro dan satu saron pene-rus pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. Kempyang berlaras nem tinggi dan kethuk berlaras nem rendah. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh masing masing oleh seorang pengrawit. masing-masing berbilah tujuh. teater. satu kendhang penunthung. Rebab : terdapat satu atau dua buah rebab. masingmasing berbilah tujuh. terdiri dari 14 pencon. g.

Kebanyakan gong ageng dilaras lima.56 Bu m. Suling: satu suling berlubang empat untuk slendro dan satu suling berlubang lima untuk pelog. Penempatan Ricikan Gamelan Ageng .32. r. ditabuh oleh seorang pengrawit. dimainkan oleh seorang pengrawit Ageng Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Suwukan laras barang sering disebut dengan gong siyem. Siter atau celempung: ada satu siter atau celempung slendro dan satu siter atau celempung untuk pelog. Siter two in one tersebut disebut dengan siter wolak-walik. q. n. Sekarang terdapat satu siter yang dapat digunakan untuk slendro dan pelog. Gong ageng atau gong besar: satu sampai tiga gong besar yang berlaras nem sampai gulu rendah. Gong suwukan: satu sampai dua pencon untuk slendro dan satu sampai tiga pencon untuk pelog. Kempul: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. p. Kenong: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. o.

Bonangan Yogya juga lebih sigrak dibandhing dengan permainan rekannya yang di Solo. Bonangan Yogya di satu segi tidak begitu mempedulikan alur melodik. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Kebiasaan seperti itulah seperti yang diberlakukan pada gaya Solo. 2) Bonang. sedangkan di Solo. sinkopasi yang berkesan nyrimpet. Kebiasaan di Yogya lebih suka menyebut nama dari salah satu gendhing sebagai model garapan kendhang untuk gendhing-gendhing lainnya yang memiliki bentuk yang sama.57 Bervariasinya pengaturan ricikan gamelan terutama atas pertimbangan fungsinya sebagai musik mandiri atau sebagai sebagai musik iringan. kemulusan atau kehalusan alur melodik sangat diperhatikan sehingga ketika seorang pembonang mendapati alur lagu (balungan) . Saya cenderung mengatakan bahwa kendhangan gaya Yogya pada umumnya lebih sigrak (animatif) daripada Solo. sedangkan kendhangan gaya Solo relatif lebih sederhana dan tenang namun dalam. Yogya banyak menggunakan garapan yang sinkopatif. Perbedaan ciri musiknya adalah : 1) Pola tabuhan kendhang.33 Gamelan Ageng Tabuhan gamelan mempunyai 2 gaya yakni gaya Solo dan gaya Yogyakarta. yang semuanya berbentuk kethuk kalih kerep minggah sekawan. tidak masalah bila ia meloncat dari daerah suara tinggi ke rendah atau sebaliknya. seorang pengendhang "boleh" ngendhangi gendhing-gendhing tersebut dengan menggunakan pola yang sama. Ada kebiasaan yang berbeda dalam menyebut pola tabuhan kendhang di kedua daerah inL Seperti kita ketahui bahwa tabuhan kendhang sangat terkait dengan bentuk gendhing. yang masing-masing mempunyai kekhasan. Yogya sering menggunakan bonangan tronjolan. Pola kendhangan kedua daerah memang berbeda.

4. Angklung Angklung di Jawa Barat Sumber : Buku Angklung di Jawa Barat sebuah perbandingan Buku I Gambar 2. di antaranya nggenjot. ngencot. 2. 3) Balungan. biasanya seorang pengrawit harus mele-watinya dengan menggunakan pola nggembyang dan/atau menggunakan rambatan atau peralihan dengan menggunakan pola-pola lagu dengan variasi khusus. angklung disamping sebagai alat upacara pertanian. juga dipergunakan sebagai alat musik bagi bala tentara kerajaan dimana untuk menambah semangat tempur dalam menghadapi musuh sebagai alat musik perang pada zaman kerajaan Pajajaran. dan sebagainya.58 Bu yang meloncat. Mereka memiliki berbagai teknik tabuhan balungan yang lebih kaya. kecekan. Tabuhan balungan gaya Yogya cenderung lebih keras dengan menggunakan pola dan teknik yang lebih dikembangkan. sedangkan tabuhan saron penerus Solo mengikuti balungan pokok.34. Tabuhan saron penerus Yogya mendahului tabuhan balungan pokok. ia harus menemukan cara agar loncatan tersebut tidak nyeklek (patah). Kebalikannya.4. karawitan gaya Yogyakarta cenderung memilih tempo/irama/laya yang lambat. Kemudian fungsi angklung bergeser sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. Angklung Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran. sedangkan karawitan gaya Surakarta cenderung menggunakan tempo yang lebih cepat. Perbedaan auditif yang paling gampang diidentifi-kasikan adalah lewat tabuhan saron penerus. di desa lain angklung dipergunakan sebagai sarana penyebaran agama dan kegiatan yang .

yang bersifat melodis. pelog yang bersifat ritmis. Laras Angklung Untuk laras slendro. susunan nada C D E G A C. memiliki 7 yaitu nada C D E F G A B C. Daeng Sutigna merupakan orang pertama yang mengembangkan angklung sistem tangganada diatonis yang disebut Angklung Indonesia. la berguru kepada Bapak Jaya dari Kuningan. angklung 4 buah dan pengiring 5 buah.59 berhubungan dengan pemerintah.440. pengembangan yang dilakukan pak Udjo adalah membuat Angklung tradisi berlaras slendro. kini angklung disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. Angklung Modern (pengembang Daeng Soetigna) menggunakan nada diatonis atau disebut juga Angklung Indonesia. Angklung Sunda terdiri dari 24 buah angklung melodi 10 buah rincik. Pembelajaran angklung pak Daeng dilakukan dengan cara membaca Notasi dengan gambar Notasi dengan sistem nomor Notasi dengan jari . Daeng Sutigna (Pengembang Angklung) Angklung mulai terangkat diawal tahun 1938 ketika seorang putra ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Daeng Soetigna (13 Mei 1908 .8 April 1984) memperkenalkan alat musik tersebut. Laras Diatonis. Nada-nada yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G-C 3 dengan penadaan standar internasional yaitu A . Macam-macam Angklung 1. 17 angklung iringan. 5 buah. pelog. murid Pak Daeng adalah Pak Udjo. 2. 17 penghias. sedangkan laras pelog dipakai susunan nada C E F G B C untuk laras madenda dipakai susunan nada C E F A B C. seorang ahli pembuat angklung. angklung ini berlaras slendro. 28 angklung melodi berukuran kecil. 11 angklung melodi berukuran besar. Angklung modern cenderung lebih mengutamakan unsur melodi atau lagu. Angklung Tradisi Sunda (pengembang Udjo Ngalagena) murid pak Daeng. Angklung Indonesia terdiri dari 73 buah.

3. Tabel 2. Urut Angklung 11 13 16 17 19 21 22 23 Notasi Angka 1 = [do] rendah 2 = [re] 3 = [mi] 4 = [fa] 5 = [sol] 6 = [la] 7 = [si] 1 = [do] tinggi . Belajar Musik Angklung Sistem Nomor Lagu Halo-halo Bandung Do = F 0 Fis Not 16 Ais 3 1 G 2 17 B 4 2 Gis 3 A 4 Ais 3 20 D 5 B 4 21 Dis 6 6 C 7 Cis 5 23 F 1 8 D 9 Dis 6 25 G 2 4/4 10 E 7 26 Gis 11 F 1 27 A 12 Fis 13 G 2 29 B 4 14 Gis 15 A 18 C 19 Cis 5 22 E 7 24 Fis 28 Ais 3 30 C 31 Cis 5 No.60 Bu Elang Burung Capung Tikus Kucing Ayam jago Bebek Ikan = = = = = = = = do ti la so fa mi re do Sumber : Buku Angklung Pa Daeng Gambar 2.35. Notasi Gambar Jadi angklung-angklung yang akan dimainkan diberi atau ditempeli telebih dahulu gambar-gambar tersebut.

seperti halnya tabuhan jenis-jenis angklung tradisi pada umumnya. Pola tabuhannya masih tetap berbentuk terputus-putus dengan teknik dimainkan dengan digoyang. yaitu angklung ‘tradisi’ dan angklung Indonesia. Yang dimaksud dengan angklung tradisi adalah permainan angklung dengan pola-pola tabuhan tradisi yang bersifat ritmis.61 Angklung Udjo Pak Udjo mengembangkan angklung bertangganada pentatonik juga diatonis. Bunyi yang dihasilkan dari permainan digoyangkan sudah cenderung merupakan pengulangan melodi pendek-pendek yang dihiasi dengan bunyi panjang unik yang terlahir dari bunyi sebuah angklung yang dimainkan (digoyangkan) secara terus menerus tanpa berhenti. . angklung tradisi Udjo sudah lebih dikembangkan dari segi pengolahan bunyinya. Bedanya dengan angklung-angklung tradisi lainnya. Laras pentatonik adalah Slendro CDEGAC Pelog CEFGBC Madenda CEFABC Pola Permainan Angklung Udjo meliputi jenis permainan angklung.

do/music. Pada tempat pelatihan angklung (Saung) Pak Udjo dalam pembelajarannya juga menggunakan notasi nomor ataupun kode tangan.html Gambar 2.62 Bu Berikut adalah contoh motif-motif tabuhan angklung tradisi Udjo. (as adapted by Kodaly (1) (7) (7) (6) (5) (5) (4) (3) (2) (4) (1) Sumber : education deakin.ed/history/curwen.36. Pembelajaran Musik Angklung dengan Kode Tangan .edv.

63 .

64 Bu .

65 Latihlah lagu-lagu ini .

66 Bu .

67 .

Sampe Alat Musik Tradisional Daerah Kalimantan Timur Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu. karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut. Bentuk dan ukurannya Panjang sampe . bagian bawah ± 15 cm. dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa. agama.5.37.68 Bu 2. kadang-kadang tiga ataupun empat da-wai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya). bergandengan erat dengan adat-istiadat.25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya). Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional. Sampe . Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali. Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif.kurang lebih 1.4. Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 2. Bentuknya dapat dilihat pada gambar 2. Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm. yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya. Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur. dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur.35.

hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut. mempunyai nada masing-masing: Dawai pertama Dawai kedua Dawai ketiga = = = C(1) sama dengan dawai pertama G(5) Sedangkan yang empat snaar : Dawai pertama = C(l) Dawai kedua = sama dengan dawai pertama Dawai ketiga = E (3) Dawai keempat = G (5) Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren).69 Karakteristik Sampe a. Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali. di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi. dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1). Kemudian setelah keadaan berkembang. Sampe yang berdawai tiga. yang kolom-kolomnya tersebut permanen). b. Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar. maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar. Khusus pada dawai pertama (C). Gambar 2. kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut. Penampang Resonatur dan Dawai Sampe . Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang). pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis.38. Cara melaras sampe (dawai 1). akan tetapi yang dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe. ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain.

70

Bu

Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 … dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:

Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama) Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Gambar : 2.39. Cara Melaras Dawai Sampe

71

Cara memainkan sampe : Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara. Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut : 1. 2. 3. Sampe 1 khususnya untuk melodi Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan : 1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng). 2. Untuk mengisi waktu senggang.

2.5. Musik Non Barat
2.5.1. Musik Afrika
Masing-masing kebudayaan mempunyai karakteristik instrumen, performance, sistem nada, pola ritmik, ada negara yang memiliki kedua jenis musik, yakni musik tradisi negara tersebut dan musik popular, ini merupakan kekayaan bermusik yang menakjubkan. Musik ini merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan musik abad 20, komponis yang mengadopsi / terinspirasi dalam komposisinya yakni komponis Prancis, bintang rock Inggirs Band The Beatles (George Harrison), Artis Jazz Amerika John Coltrane.

Sumber : An Appreciation Music

Gambar 2.40. Singing dan Instrumentation into African

72
Karakteristik Musik Afrika

Bu

Kesenian Afrika selalu berbentuk musik perkusi, tarian juga nyanyiannya berbentuk polifonik (bersahut-sahutan) ataupun dengan menyanyi tanpa kata-kata dengan hum ataupun berteriak dan selalu dalam bentuk kelompok. Instrumen Afrika Karakteristik musik Afrika adalah permainan ansambel yang terdiri dari 20 orang pemain, instrumen perkusinya adalah bell, instrumen melodinya flute, trumpet, xylophone dan drum. Keunikannya adalah penyajian musiknya, dalam setiap tari dan alat musik perkusi ditampilkan dalam satu kesatuan

2.5.2. Musik India
Komponis terbesarnya adalah Tyagaraja (1767-1847) Muthuswamy Dikshitar (1775-1835) dan Shyama Sastri (1762-1827) Alat musik khas India adalah : - Alat musik dawai chordophone disebut sitar - Alat musik tabuh membranophone disebut tambura - Alat musik sepasang drum disebut tabla Dibawah ini contoh alat musik sitar dan tabla :
Ciri khas musik India : Pergerakan interval, langkah setengah nada Banyak menggunakan ornamen Penuh nuansa karena perubahan tempo Pola notnya disebut raga, not yang berinterval kadang naik kadang turun.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.41. Musik India

Struktur ritmiknya disebut (Tala) Beat yang terdiri dari 2 – 3 – 2 – 3 disebut Haptal. | 1 2 | 3 4 5 | 6 7 | 8 9 10 | Beat yang terdiri dari 4 – 2 – 4 disebut Shultal | 1 2 3 4 | 5 6 | 7 8 9 10 | Tala adalah permainan Tempo dari lambat sampai sangat cepat.

73

2.5.3. Alat-alat Musik Tiongkok dan Jepang
Kultur tinggi Tiongkok didalam sejarah tercatat dalam 5 dynasti yaitu Dynasti Huang – Ti, Dynasti H Sia, Dynasti Shang, Dynasti Chou dan Dynasti Han. Alat musik yang menonjol sampai saat ini adalah alat musik K’in sejenis Zither kecapi dengan 5 senar sudah ada sejak zaman Dynasti H Sia (1800 – 1500 SM). Alat musik serupa ini di Jepang disebut Koto. Di bawah ini contoh alat musik sejenis Zither, di Jepang disebut Koto.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.42. Fusako Yoshida, is a “master of koto”

2.5.4. Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani
Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah (Palestina) Kinnor, alat musik yang dipergunakan oleh raja Daud sejenis Harpa, lebih tepat disebut Leier senarnya sangat terbatas (5-9 senar) Kinnor adalah cikal bakal gitar hasil kebudayaan pengaruh dari bangsa Semit di Mesir. Alat Musik Kultur Tinggi Yunani - Phorminx termasuk instrumen jenis Leier - Kithara adalah pengembangan Phorminx yang bersenar 7 - Lyra merupakan pengembangan Kithara, jumlah senar Lyra adalah 7 buah

74
Harpa adalah pengembangan dari Harpa Siku dari Italia

Bu

Sumber : Buku Pono Banoe

Gambar 2.43. Instrumen Musik Yunani

75

2.6. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik
2.6.1. Vokal
2.6.1.1. Asal Usul Vokal Musik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi antar sesamanya, musik vokal muncul pada zaman periode Renaissance adalah, Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu. Antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir mempunyai materi suara manusia itu sendiri, dan ini merupakan alat yang kemanapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. 1. Produksi suara Alat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara/ pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil daripada cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator; dada,mulut, hidung, kerongkongan dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi. 2. Teknik Pernafasan Pernafasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernafasan yang baik dan benar seseorang tidak dapat bernyanyi dengan baik.

76

Bu

2.6.1.2. Jenis-jenis Pernafasan a. Pernafasan dada Dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. b. Pernafasan Perut Dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernafasan ini kurang efektif untuk vokal, karena udara dengan cepat dapat ke luar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. c. Penafasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan “volume” menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan nafas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernafasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Keterangan Gambar :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Parietal Bone ( Tulang Ubun-ubun) Frontal Bone (Tulang Dahi) Frontal Sinus ( Rongga Kepala ) Nasal Cavity ( Rongga Hidung ) Hard Palate ( Langit-langit keras ) Soft Palate ( Langit-langit lunak ) Teeth-gigi Tongue-lidah Hyoid Bone ( Tulang Hyoid ) Epiglottis (Katup celah suara ) Larynx (Pangkal Tenggorok ) Tachea ( Batang Tenggorok ) Bronchi ( Saluran Pernafasan ) Speroid Sinus ( Rongga Speroid ) Decipital Bone ( Tulang Belakang ) Nasal Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga hidung Oral Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut Laryngeal Pharynx Lobang pangkal tenggorokan Vocal Cords ( Pita suara ) Esophagus ( Paru-paru ) Lungs ( Paru-paru ) Diaphragm (Diafragma ) Abdominal muscles ( Otot-otot perut)

Sumber : Teknik Vokal

Gambar 2.44 Bagian Tubuh Manusia

1. Wilayah Suara Manusia .6. dan Bas.45. Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto.3. Suara manusia dewasa : Perempuan Alto : F kecil – D2 Mezzo sopran : A kecil – F2 Sopran : C1 – A2 Laki-laki : Tenor : C kecil – A1 Bariton : A kecil – F1 Bas : F bas – D1 Sumber : An Apreciation Music Gambar 2. Wilayah suara Pada umumnya jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran.77 2. sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas. Tenor. Alto.

Artikulasi/pengucapan : Pengucapan kata harus tepat dan jelas. Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boleh tegang.46. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal : a. 2. melodi pendek dan panjang. b. sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah. Ekspresi/penjiwaan Untuk menyanyikan sebuah lagu. Keel dan Sieber. kita sebaiknya juga melatih artikulasi. berikut ini teknik berlatih artikulasi. dalam berlatih bernyanyi disamping berlatih vokalisasi. Artikulasi . Gabungan antara praktek dan teori dalam bernyanyi dimulai vokalisi dan etude dari Concone. Pemanasan: pernafasan. 4. interval. Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. c. tangganada mayor dan minor.Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna. Vaccai. 3.78 Bu Yang harus diperhatikan dalam belajar menyanyi : 1. penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi. caranya dengan memberi olah raga kecil. Sumber: Teknik Vokal Gambar 2. ucapan. Frasering Dalam lagu ada yang disebut “frasering” yaitu panjang / pendeknya kalimat dan kesatuan arti. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati. seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya. intonasi.

G belum benar. Susunlah tangganada natural C Mayor C 1 D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. Sebagai contoh.1. Tanda untuk menaikan ½ nada : # disebut kruis(Palang/Sharp). 2.79 2.6. cara membuat tangganada G Mayor (1#) 1. Tangganada Diatonis Mayor Tangganada Mayor Kruis. Untuk itu maka nada F harus dinaikkan ½ laras sehingga menjadi Fis (F#). jarak nada E – F dan F . Ambil nada ke 5 dari tangganada tersebut (C Mayor) yaitu nada G G A B C D E F G 1 1 ½ 1 1 ½ 1 Pada susunan tangganada tersebut. tanda turun ataupun tanda mengembalikan ke nada semula.2. Palang atau Sharp ( # ) Untuk membuat tangganada mayor yang baru. Natural : adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik.2. 1 1 ½ 1 1 1 ½ Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut Tanda alterasi yang menyebabkan nada F menjadi Fis Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangganada yang baru adalah dengan . TANGGA NADA Diatonis Mayor: Susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak 1-1-½ -1-1-1-½. karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan ½. adalah dengan mengambil nada ke 5 dari tangganada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangganada mayor baru tersebut.6. Susunlah tangganada Mayor yang baru G A B C D E F# G 3. Tanda untuk menurunkan ½ nada : disebut Mol(Flat/Dur).

dan Cis. pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut : Tangganada Mayor Mol. yaitu nada F. Pada pembuatan tangga nada 1 nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya . Selanjutnya kita susun urutan nadanya D E F# G A B Nada F tetap menjadi Fis Selanjutnya kita cocokan jaraknya D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B 1 C D C D 2. Ambil nada ke 4 dari tangganada tersebut. Susunan nada menjadi D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B C# D 1 ½ Contoh penulisan nada Fis. Kemudian susunlah menjadi sebuah tangganada baru. C 1 Susunlah tangganada natural C Mayor D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. 1. B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis 3. Menentukan tangganada 2# Nada dasar dari tangganada 2# ialah nada ke 5 dari tangganada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. Flat atau Dur ( ) Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangganada baru pada 1 tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangganada 1#. .80 Bu mengambil/melihat nada ke 5 dari tangganada sebelumnya.

Tangganada Diatonis Minor . Tangganada Bes yang benar adalah : Bes 1 C D 1 ½ Es 1 F 1 G 1 A ½ Bes 2. Susun tangganada baru (F Mayor) dan seterusnya F G A B C D E F 1 1 Seharusnya jarak A-B adalah ½ agar sesuai dengan rumus jarak tangganada Mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. Tangganada selanjutnya adalah 2 .1 – 1 – 1 – ½ F G A Bes C D E F 1 1 ½ 1 1 1 ½ Tanda alterasi yang menyebabkan B menjadi Bes. sehingga B B (Bes) 4.½ . Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. agar dapat berjarak ½ maka nada E diturunkan ½ maka menjadi E ( Es ) 3.2. nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya(F Mayor) yaitu Bes. Maka tangganada 2 adalah Bes Mayor.81 3.6. Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A B C Cocokan jaraknya agar berpola 1 – 1 – ½ .1 – 1 – 1 – ½ Bes 1 C 1 D E Seharusnya jarak D-E adalah ½. Cocokan jaraknya dengan pola 1 – 1 .2. 2. Maka nada B harus diturunkan ½ nada.

AKOR .6.2.82 Bu Tangga nada minor terdiri atas minor asli. Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangganada G mayor diturunkan 1 ½ laras(relatif minor dari G Mayor). . Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangganada minor harmonis Susunan nadanya = A la 1 B si ½ C do 1 D re 1 E mi ½ F fa 1½ G# sel ½ A la Cara membuat tangganada minor : 1. 3. dijadikan nada pertama dari tangganada minor baru. 2. G Mayor Turun 1 ½ nada E ½ F 1 G Nada ke 5 dari tangganada minor sebelumnya.3. Jadi Tangganada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor Cara ini disebut mencari relatif minor. harmonis dan melodis. Cocokan dahulu jaraknya Jarak untuk tanggganada minor: 1–½-1–1–1–1–½-½ 4. Susunan nadanya menjadi E 1 F# ½ G 1 A 1 B ½ C 1½ D# ½ E 2.

terts dan kuint Dasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor.Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts mayor dan terts minor. a. 1. Interval d – f adalah Terts minor Interval f – a adalah Terts mayor Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor. minor. b. Interval c – e adalah terts mayor Interval e – g adalah terts minor Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts minor dan terts mayor. Trinada Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts. diminished dan augmenthed. Susunan Trinada Terdiri dari dasar.83 Akor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama. Macam-macam Trinada : Ada 4 macam trinada yaitu trinada mayor. . Sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint diatas dasar. .

84 Bu Interval d – f adalah Terts minor Interval f – as adalah Terts mayor Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. IV. III. Leading not Susunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik 2. II. Dominan VI. Tonik Supertonik Mediant Subdominant V. Submediant VII. Nama tingkatan akor : I. Akor 7 (caturnada) / akor Septim Sebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not diatasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim. Susunan Trinada dalam tangga nada Mayor. Interval f – a adalah Terts mayor Interval a – cis adalah Terts mayor c. .

2.85 a. maka akorakor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah : Tingkat I nya adalah G berarti akor G . dan VI adalah akor minor Tingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya. Akor septim dalam tangga nada Mayor b. Akor septim dalam tangga nada Minor Harmonik 2. Misalnya ada sebuah lagu ditulis do = C maka berarti lagu tersebut akan menggunakan Akor-akor yang terdapat dalam tangganada C Mayor : C – D – E – F – G – A – B – C. dan V adalah akor mayor Tingkat ke II. C Dm Em F G Am ( Bo ) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah : I II III IV V VI ( VIIo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar.4. Cara menentukan akor pada lagu Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya. dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya. III.6. o = adalah diminished Tingkat I. IV. Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do=G.

C dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangganada. dan VI. Apabila menurut kita akorakor tersebut tidak sesuai dengan melodinya maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangganada dasar lagu yang bersangkutan. Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke Satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke Satu dari bar / kotak terakhir pada lagu dan artinya akord itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. F dan G. Pada melodi yang belum ada akornya akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangganada dasar dari lagu tersebut. Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan “strong beat” yaitu nada yang jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga dalam satu bar.bisa juga satu akor lebih dari satu bar (misalnya satu akor memakai dua bar / lebih). Cara meletakan akornya adalah bisa kemungkinannya : . IV dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C. Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I. III. 1. Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu.satu akor di tiap bar . Bu Jika kita lihat akor-akor utama / mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I.dua akor di dalam satu bar . dan seterusnya.86 Tingkat II nya adalah A berarti akor Am Tingkat III nya adalah B berarti akor Bm Tingkat IV nya adalah C berarti akor C …. IV dan V) akor G. Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal / akor pertama dari sebuah lagu. Yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut. yaitu tingkat II. Hal ini dapat kita amati pada bar awal dan akhir dari contoh lagu berikut ini: Awal lagu Akhir lagu 2. IV dan V. juga dengan cara melihat/menganalisa nada-nada di tiap ketuk yang . prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I.

Sebelum kita memainkan keyboard kita terlebih dahulu mengenal tombol-tombol keyboard. 2. keterangan di bawah ini adalah khusus untuk keyboard merk Yamaha. 2. Keyboard dalam kaitannya dengan penampilan panggung pertunjukan musik pop tentulah membutuhkan kekhususan. Kompetensi Keterampilan Keyboard Standar kompetensi A. Program keahlian keyboard adalah kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada bidang musik. praktis. Memainkan keyboard Mengoperasikan program MIDI Level kualifikasi Pemain tingkat Madya Operator Jenjang pendidikan SMK Alat Musik Elektronik Alat musik electrophone adalah alat musik yang ragam bunyi atau penguat bunyinya disebabkan adanya daya listrik. Tabel. Alat-alat elektronik kini menjadi jawaban atas kepentingankepentingan tersebut.6.3. pengoperasian setiap keyboard berbeda tergantung dari jenis produk dan jenis serinya. yakni memainkan alat ini pemain dapat menciptakan permainan bersifat band ataupun orchestra kecil. Penerapan Akor pada Instrumen Keyboard Pertimbangan dimasukannya Keyboard dalam kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat atau telah dikenal luas di masyarakat.1. . Alat musik ini dirancang untuk sajian musik bagi jangkauan jumlah besar penonton di lapangan terbuka atau dalam ruangan luas. serta karena sifat kepraktisan dalam pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu yang bertahun-tahun. B. instrumen macam-macam. alat musik inipun diciptakan memiliki produksi suara.87 terdapat didalam bar/kotak yang akan kita cari akornya lebih dominan membentuk ke akor apa saja.

tergantung dari kategori instrumen yang kita pilih).88 Bu 2. B. main voice } layer voice } upper left voice } lower TOMBOL VOICE terbagi menjadi 3 yaitu : A. jadi dengan itu kita bisa tekan tuts keyboard bersamaan disatu tempat dengan suara . Main voice (right 1) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara satu pada keyboard (pilihan suaranya sangat banyak. B.3.6. Mempelajari Tombol-tombol Keyboard A.1. Layer voice (right 2) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara dua pada keyboard. 1. C.

Accompaniment : tombol untuk mengaktifkan background musik yang sesuai dengan style pilihan kita. Tombol yang memfungsikan kerjanya suara keyboard pada bagian kiri dengan batas range tertentu dan pilihan kategori suara instrumen tertentu yang dibatasi split point (sama halnya dengan main voice dan layer voice pilihan suaranya sama banyaknya juga bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). Di dalam style ini sendiri terdapat channel-channel yang berisi permainan drum rhythm.Main : pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh. . dan akor berikut rhythm dengan tangan kiri.Intro : musik pada awal lagu sebelum masuk melodi lagu. Left voice : instrumen beda (dobel) sehingga layer voice menjadi suara kedua dari main voice (sama halnya dengan main voice. .89 C. dan bisa juga dibilang musik pengiring yang digunakan saat kita memainkan melodi dengan tangan kanan. Bagian-bagian Style : . . pilihan suaranya sama banyaknya dan bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih).Ending : musik pada akhir lagu dan menjadi tanda berakhirnya lagu setelah melodi lagu. 2. . .Break : variasi permainan drum rhythm untuk style yang pada tiap masanya sama. STYLE (Irama) : Permainan rhythm (iringan) sekaligus background (accompaniment/latar) musik yang terdiri dari beragam jenis musik.

5. Start + stop : tombol yang menyebabkan style akan aktif langsung untuk memulai.90 - Bu Auto fill in : variasi rhythm yang fungsinya sama seperti break dan akan aktif pada saat menekan main. Sync start : tombol yang mengaktifkan style saat akor dimatikan. jadi bukan hanya setting suara. OTS Link : tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat memainkan main pada one touch setting. tapi juga . MEMILIH STYLE DAN USER : Tempat yang dipakai untuk menyimpan data hasil modifikasi atau buatan kita sendiri. Sync stop : tombol yang menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akor yang dimainkan. User terdiri dari : User style User song 4. ONE TOUCH SETTING Tombol yang jika kita tekan maka beberapa pilihan setting suara yang sesuai dengan style yang kita pilih akan tersedia secara otomatis. 3. MUSIC FINDER Music finder : tombol yang berfungsi untuk setting otomatis sebuah lagu yang ingin kita mainkan.

sehingga kita hanya menekan tombol Play. SONG Lagu jadi yang sudah dibuat. 6. efek dan sebagainya (kita bisa menyimpan 400 setting dan bisa kita pilih sendiri sesuai lagu yang akan dimainkan). 7. REGISTRATION MEMORY Tempat penyimpanan setting yang aman. terdiri dari 8 tempat memory yang ditulis dalam urutan angka. TRANSPOSE Tombol yang berfungsi sebagai pengubah nada dasar. tempo. Midifile tersebut bisa diperoleh dari Sample Song di dalam keyboard. atau hasil . Lagu yang dimaksud disini adalah midifile. download file dari internet. jika ingin menurunkan ½ nada kita tekan – satu kali.91 setting style. 8. dan dengarkan menurut pilihan lagu yang kita pilih. jika ingin memainkan ½ nada kita tekan + satu kali.

. MULTI PAD Multi Pad bisa digunakan untuk memainkan sebuah permainan pendek yang berupa rhythm atau rangkaian melodi. 10. Multi Pad dikelompokkan dalam grup-grup atau “BANK” dimana tiap-tiap BANK berisi 4 tipe permainan. 9. dengan melihat notasi lagu midifile yang 11. yang dapat menambah variasi permainan kita.92 Bu rekaman permainan sendiri. METRONOME Metronome yang terdapat di keyboard akan memberi panduan menghitung birama saat belajar musik. yang disimpan dalam smart card atau floppy disk. SCORE Anda bisa melihat notasi dari lagu yang telah anda pilih dengan menggunakan fungsi SCORE. teman atau guru anda. Panduan tersebut berupa suara klik yang berbunyi seiring ketukan birama dan tempo yang sudah anda tentukan.

2 Mempraktikan dengan lagu .93 telah anda pilih.3.6. anda berlatih atau memainkan lagu tersebut tanpa memerlukan buku atau cetakan lagu tersebut. 23231 2.

94 Bu .

95 .

96 Bu .

97 .

98 Bu .

99 .

100 Bu .

101 .

102 Bu .

103 .

104 Bu .

105 .

106 Bu .

107 .

108 Bu .

109 .

110 Bu .

111 .

112 Bu .

113 .

114 Bu .

115 .

116 Bu .

117 .

118 Bu .

119 .

120 Bu .

.6. . . . . . Pola iringan gambang kromong adalah baku. lebih kurang 3 ½ oktaf (gemyang).121 2. Terdiri dari 18 bilah kayu yang merupakan oktaf (gembyang) yang berulang. Pola iringan nada 1 (Do) adalah : __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola iringan nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola iringan nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola iringan nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Ragam Tabuhan Dilagu Dicaruk (dikotek) Di gemyang . . Teknik Memainkan Gambang Kromong Nada Gambang . 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 Nada yang digunakan sebgai standar dalam gambang adalah nada D. . . dari nada yang rendah sampai ke nada tinggi. . .4.

Gong. Kempul. instrumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin. Kongahyan dan Sukong.122 Pola Kotekan Kromong Nada pada Kromong Pencon bagian atas Pencon bagian bawah Pola nada 1 (Do) __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Bu 65321 23156 Lagu yang selalu dinyanyikan dalam setiap permainan gambang Kromong disebut lagu Sayur. Pada bahasan akan dibahas alat pokoknya saja. Kromong. Tetapi dewasa ini sudah mulai ada perubahan alat seperti Ningnong (digantung). Drum dan Keyboard. Dengan contoh lagu Kicirkicir diharapkan bisa mewakili untuk memainkan lagu-lagu Gambang Kromong yang lain. PRAKTIK MEMAINKAN GAMBANG KROMONG 1. Kecrek serta alat musik gesek seperti Tehyan. Bisa AB-AB atau AA-BB. Syair lagu yang terdapat dalam lagu kicir-kicir berupa sajak. gitas Bas. GAMBANG KROMONG Seperti telah dibahas pada Bab sebelumnya bahwa ansambel Gambang Kromong terdiri dari instrumen pokok Gambang. Kerangka lagu kicir-kicir adalah sebagai berikut : .

5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan .5 35 | 35 35 . . . GAMBANG. 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 Wilayah jatuhnya nada Wilayah nada untuk kotekan untuk lebih jelasnya lihat pertitur lagu dan tabuhan Gambang di bawah ini : __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | 03 35 | 3 . . . | 3 . . | P . . . intro dilakukan oleh instrumen Gambang dan Kromong secara berbarengan nada intro adalah : __ __ __ __ 03 35 3 . | 3 . P . 5 35 | 35 35 . Nada yang ada dalam instrumen Gambang adalah sebagai berikut dimulai dari sebelah kiri atau nada paling rendah. P . | 3 . .123 Intro : __ __ __ __ P P 03 35 | 3 .5 35 | __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . 2 (re). . pola kotekan adalah sebagai berikut 05 35 dan 06 36 untuk jatuh nada 1 (do).5 35 | 35 35 . setelah melakukan intro instrumen Gambang memainkan lagu dengan pola kotekan yang mengacu pada jatuhnya nada . | P | (1) . | 3 .6 36 | | (5)5 35 . | (5) . 2 22 3 ||: (2) . 3 (mi) dan 5 (sol) pola kotekannya menggunakan 05 35 sedangkan untuk jatuh nada 6 pola kotekannya menggunakan 06 36. Pada bagian lagu akan dibahas satu persatu cara memainkannya.2 22 3 | (2)5 35 . .5 35 | (6)6 36 . 2 22 3 (2) Instrumen lain masuk dan nada 2 (re). . . :|| Jalannya sajian adalah sebagai berikut.6 36 | 36 36 . . | P P (6) .

5 35 | 35 35 __ 22 3 | __ __ .5 35 | __ (2)5 __ (6)6 __ 35 __ 36 __ . Tanda P diatas not menunjukkan tabuhan Kempul sedangkan tanda ( .2 __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 .5 35 | 35 35 .5 __ .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan GONG dan kempul untuk pola tabuhan Kempul dan Gong lihat pada kerangka lagu kicir-kicir di atas. Berikut tabuhan instrumen kromong : __ __ __ | 03 35 | 3 . .6 __ 35 | __ 36 | | (5)5 35 .5 __ . sedangkan nada jatuhnya adalah nada yang ada dibawah. ) adalah tabuhan Gong. Setiap satu gong terdiri dari 2 tabuhan kempul. nada yang terdapat dalam instrumen Kromong adalah : Wilayah nada untuk kotekan 6 5 3 2 1 2 3 1 5 6 Wilayah jatuhnya nada Cara memainkannya sama dengan instrumen Gambang yaitu dengan pola kotekan Nada untuk kotekan adalah nada yang terdapat dalam instrumen di atas.6 __ __ __ 35 | 35 35 __ __ __ 36 | 36 36 __ .124 Bu KROMONG.

x Mulai menabuhnya dan nada 2 (re) yang dipukul dua kali. .x xx . :|| KENDHANG. NINGNONG. 3 . 3 . .x xx dan seterusnya sama.2 22 3 (2) .2 22 3 ||: (2) . . | 3 N 3 . | . . pola tabuhan kecrek adalah sebagai berikut : . . nada 6 dan nada 5 lalu yang dibawah nada 3. Instrumen ini letaknya dengan cara digantung. N | (6) . . . Pola tabuhannya adalah seperti bahasan di atas. Penerapannya dalam lagu Kicir-kicir adalah : __ __ __ __ . . . . .x xx . . Lihat penerapannya pada lagu kicir-kicir di bawah ini : __ __ 03 35 | N |(1) N |(5) . penekanan pukulannya pada hitungan ke I dan ke III. Ningnong berfungsi untuk menguatkan rasa seleh atau jatuhnya nada aksen. adalah sejenis kempul yang ukurannya lebih kecil. .x xx . . . __ __ __ __ 03 35 3 . . Urutan nada yang diatas dari kiri adalah nada 1. | N 3 N 3 __ __ N . . . __ __ __ __ __ __ __ __ Kecrek : xx . .2 22 3 (2) . nada 2 dan nada 1 rendah.125 KECREK.x xx .x xx . Lihat penerapannya pada cuplikan lagu kicirkicir. . . Tabuhan Ningnong kita simbulkan dengan tanda N diatas not. fungsinya sebagai pengatur tempo/irama. . 3 . 1 03 35 3 . . N . | . .

126 Bu Jali-Jali Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

127 Sirih Kuning Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

128 Bu Kicir-Kicir Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

pada upacara resepsi pernikahan adat jawa. Di bawah ini penjelasan cara memainkan gamelan : Lancaran Kebo Giro berfungsi untuk penyambutan tamu besan. Susunan nada dalam Bonang Barung Pelog adalah sebagai berikut : 4 7 6 1 5 2 3 3 2 5 1 6 7 4 Atas Bawah . titik atas dan titik bawah pada not menunjukkan pukulan dimana saat melakukan buka. buka ialah nada yang ditabuh untuk memulai suatu gendhing dan biasanya dilakukan oleh ricikan Rebab. Teknik Memainkan Gamelan Untuk tahap awal menabuh gamelan Jawa dapat dimulai dalam bentuk Gendhing yang sederhana yaitu bentuk Lancaran. Pada gendhing bentuk lancaran buka dilakukan oleh rincikan Bonang Barung. Kemudian dalam bentuk Lancaran ada yang tidak memakai vokal (instrumentalia) dan ada yang memakai vokal.129 2. Lancaran sifatnya riang dan bisa menceritakan suasana gembira. Jadi bila ada not titik bawah artinya nada yang dipukul juga nada yang ada diricikan bawah. Kendhang dan Barung Barung. Jalan sajiannya adalah sebagai berikut: Bagian Buka.6. Gender.5.

yaitu setiap gatra ditabuh dua kali dengan patokan gembyangnya nada yang dibelakang. Jadi kesimpulannya adalah pada bagian buka dilakukan oleh Bonang Barung lalu diteruskan oleh Kendhang dan semua instrumen baru masuk pada nada terakhir. Dibagian gendhing kita mulai pembahasan dan instrumen : 1. Bonang Barung. Bagian gendhing. lihat contohnya : Nada awal ditabuh satu-satu sesuai not dan letaknya kemudian di gatra terakhir atau gatra keempat sudah gembyang cegatan. lihat contohnya : Setelah itu semua instrumen masuk dan nada 5 atau paling belakang.130 Bu Setiap bentuk Lancaran gatra terakhir sudah mulai dengan gembyang cegatan. Instrumen kedua yang masuk adalah instrumen kendhang mulai dari gatra ke tiga. setelah melakukan buka kemudian Bonang Barung memainkan lagu dengan pola gembyang cegatan. Lihat contoh di bawah ini : . Lancaran Kebo Giro terdiri dari 4 baris dimulai dari baris 1 sampai keempat lalu balik ke baris 1 dan begitu seterusnya sampai pada suwuk (berhenti).

Untuk lebih jelasnya. tetapi praktek menabuhnya tentu saja tidak sama cuma namanya saja yang sama. Begitu seterusnya sampai gendhingnya berhenti. Bonang Penerus. Saron. pola tabuhan dalam bentuk lancaran irama lancaran sama dengan pola pada Bonang Barung yaitu Gembyang cegatan. lihat di bawah ini : .131 Pukulan Bonang Barung tidak berbarengan dengan ricikan Balungan (Demung. Slenthem) jika dalam memukulnya berbarengan maka tabuhan Bonang Barung salah. 2.

B.C Putaran II dan seterusnya : B. Untuk bentuk lancaran pola kendhangan ada 4 macam yaitu cengkok A. kendhang bertugas sebagai pamurba irama. B. mulai-berhentinya sebuah sajian gendhing tergantung pada kendhang. Untuk lebih jelasnya dapat dirumuskan sebagai berikut : Putaran 1 : A. B. C Begitu juga apabila bentuk lancaran yang terdiri dan 5 baris berarti dapat dirumuskan sebagai berikut: Putaran 1 : A.B.C Putaran II dan seterusnya : B.C Putaran II dan seterusnya : B. baris III dengan pola B dan baris IV dengan pola C.B. baris II dengan pola B III dengan pola B dan baris IV dengan pola C ini pada putaran pertama. B.B.B. C dan D (lihat pada bab di atas).B. Kemudian penerapannya pada lancaran Kebo Giro adalah sebagai berikut : setelah buka baris I dengan pola A. C Kebetulan Lancaran Kebo Giro hanya terdiri dan dan 4 baris jadi gambaran pola kendhangannya seperti tersebut di atas. artinya cepatlambat. B. B. Kendhang. B.132 Bu 3. kemudian pada putaran kedua dan seterusnya baris I dengan pola B. B. C Pola C dinamakan juga cengkok salahan artinya untuk memantapkan rasa seleh dan hanya digunakan pada baris terakhir tapi bentuk lancaran. Kalau misalnya ada lancaran yang terdiri dari 3 baris berarti pola kendhangannya adalah : Putaran 1 : A. baris II dengan pola B. Kemudian pola D atau suwukat digunakan untuk . artinya pola A hanya dipakai sekali setelah buka.

Dalam jenis Lancaran kita bisa memakai Gong Gedhe salah satu dan Gong Suwukan dengan nada 2 saja.133 memberhentikan gendhing. nada 5. Untuk lebih jelasnya lihat penerapannya pada bentuk Lancaran Kebo Giro di bawah ini : Ket : hal ini brlaku untuk setiap bentuk lancaran 5. Gong gedhe nadanya 3 dan 5 sedangkan gong suwukan nadanya 2. yaitu jika kendhang sudah menggunakan pola D maka tidak lagi menggunakan pola C dan artinya gendhing tersebut akan berhenti dengan ciri pada baris terakhir tempo semakin pelan yang tentu saja diatur oleh kendhang. Ricikan Gong terdiri dan 2 macam yaitu gong gedhe dan gong suwukan. termasuk dalam golongan ricikan struktural artinya penempatannya dalam sebuah gendhing mempengaruhi jenis gendhing tersebut. nada 3. 4. Kempul Laras Pelog terdiri dari nada 6. Tabuhan kempul bisa disimbolkan dengan tanda atau P yang terletak di atas not. nada 1 dan nada 7. Contoh : . Dalam lancaran Kebo Giro kita bisa memakai kempul dengan nada 6 saja dan cara menabuhnya berbarengan dengan jatuhnya nada. sedangkan Gong Suwukan ditabuh pada tiap akhir baris kecuali baris terakhir. Kempul. 6. Pola D penggunaanya pada baris terakhir. Gong. 1 dan 7. Gong Gedhe ditabuh hanya setelah buka dan pada baris terakhir nada terakhir.

nada 2.2 . nada 5. tabuhan dan pola sama tetapi yang berbeda hanya nadanya saja. pada saat tangan kanan nabuh nada 5 maka tangan kiri memegang nada 6. 6123561. Gong dan Kendhang tetap sama. Tetapi tidak setelah ditabuh langsung dipegang melainkan berbarengan dengan tangan kanan menabuh nada berikutnya. Contoh : . Demung. nada 1 dan nada 7. nada 3. nada-nada yang ada didalamnya adalah : 1 2 3 4 5 6 7 untuk laras pelog sedangkan untuk laras slendro nadanya adalah. Untuk Bonang Barung. nada dalam Kenong Laras Pelog adalah nada 6.2 .5 pertama tangan kanan menabuh nada 6 terus nabuh nada 5. Kenong dan Kempul. Jadi tangan kiri mengikuti kemana tangan kanan menabuh nada. sekarang akan kita bahas jenis Lancaran yang memakai vokal. Tabuhan Kenong biasa disimbolkan dengan tanda atau N yang terletak di atas not Contoh: 5 berarti nada yang ditabuh kenong juga nada 5 atau 2 berarti nada yang ditabuh kenong adalah nada 2 dan seterusnya. Jenis Lancaran mi pola tabuhan instrumen Balungan. Saron dan Slenthem. Di atas sudah dibahas Jenis Lancaran yang tidak memakai vokal.6. Lihat penerapannya pada Lancaran Kebo Giro di bawah ini : 7. Untuk jenis gendhing yang memakai vokal kita pakai Lancaran Gugur Gunung di bawah ini : .6. Cara menabuhnya adalah tangan kanan untuk menabuh sedangkan tangan kiri untuk "mathet" atau memegang setelah nada ditabuh. Setiap satu baris terdiri dan 4 kali tabuhan dan menabuhnya mengikuti jatuhnya nada atau mengikuti nada di bawah tanda symbol Kenong. Bu Kenong.3.5 . selanjutnya tangan kanan menabuh nada 3 baru tangan kiri memegang nada 5 dan seterusnya. Bonang Penerus.3. termasuk dalam jenis ricikan balungan.134 6.

Bonang Penerus. Kalau yang tidak memakai vokal penafsiran nada tabuhannya tiap 1 gatra. Kempul dan Kenong cara menafsirkan nada tabuhannya adalah tiap 2 gatra.135 Untuk ricikan Bonang Barung. .

atau dikenal luas di masyarakat. sulingnya berlaras da-mi-na-ti-lada dengan 6 lubang. kacapi rincik. kacapi perahu. karena pengaruh keperluan teknik terutama kreasi Mang Koko kacapi dapat berjumlah 22 s/d 26 senar.1 Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi suling Kacapi suling instrumennya terdiri dari kacapi dan suling. gembira.6. resonator mengacu dari kayu dan alat petik tersebut ada yang disebut jentreng. Tabel.6. Kesenian kacapi suling: adalah memainkan lagu-lagu instrumentalia dan pop Sunda. Kacapi adalah bentuk akulturasi dari alat musik K’in dari Cina dan Koto di Jepang. berlaras lebih tinggi. Kacapi berlaras pelog dan slendro atau berlaras da-mi-na-ti-la-da. kacapinya adalah kacapi kawih/siter.Saat ini untuk hiburan . dan kacapi siter. Berikut diuraikan jenis kacapi : 2.136 Bu 2.Dahulu untuk pengiring upacara siraman dan dahulu untuk dinikmati bangsawan Cianjur .6. Yang berlaras pelog bernuansa lembut dan yang berlaras slendro bernuansa China. Kacapi kawih/siter dapat pula dimainkan untuk permainan individu. 6. Fungsi seninya : . bahkan bisa lebih.2. Peta Unit Kompetensi Keterampilan Kacapi Level Purwana Yuwana Madya Madya Utama Purna Jenjang Pendidikan SMK Diploma Kacapi merupakan alat musik petik (waditra) yang memiliki (dawai) sebanyak 7 sampai 20.6. Teknik Memainkan Kacapi Perkembangan dimasukannya Kacapi sebagai kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat. oleh karenanya warna suaranya berbeda.

Kacapi tembang Cianjuran Fungsi seni tembang Cianjuran adalah sebagai pengiring. . Permainan Kacapi Suling Secara Mandiri Tinjauan dari permainan kacapi yang dapat dimainkan secara mandiri adalah: .137 Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.47.Kacapi Kawih/Siter berlaras pelog dan slendro Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.48. Perangkat instrumennya : Kacapi perahu (indung): berfungsi sebagai tangan kiri. berlaras pelog. Gambar Kacapi Suling 1. slendro dan madenda. iringan atau bas.

Sedangkan permaianan kacapi yang ada vokalnya atau mamaos disebut kacapi tembang sunda cianjuran. Kacapi Perahu .138 Kacapi Rincik : 1) Sebagai melodi 2) Sebagai ketukan irama/tempo Bu Kacapi Indung sebagai ritem dan bas Sedangkan kacapi Rincik yang lebih kecil berfungsi sebagai melodi dan sulingnya sebagai pembawa lagu.50. Kacapi Rincik Melodi dan Birama Sumber STSI Bandung Gambar 2. Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. yang disebut kacapi suling instrumental.49. Salah satu contoh lagu tembang cianjuran seperti lagu “Papatet” yang dibawakan oleh juru tembang atau disebut siden [juru mamaos] dalam kacapi tembang Lagu-lagu dalam tembang sunda seperti lagu “Papatet “ ini bisa disajikan dengan vokal atau bahkan bisa disajikan dengan suling saja.

instrument kendang yang terbuat dari kayu dan kulit sebagai pembawa irama. Dalam penyajiannya celempungan biasanya membawakan lagu-lagu yang terikat oleh birama atau tempo. dan instrumen gong sebagai pemanteb. Misalnya lagu “Kalangkang” dan “Cinta Ketok Mejik”. dan permainan kacapi wanda anyar ini lebih banyak dimainkan pada alat kacapi siter elektrik dua sampai tiga buah kacapi siter dan dan dalam penyajiannya lebih banyak membawakan lagu-lagu yang lagi populer ngetren pada jamannya. vocal atau juru sinden sebagai pembawa lagu. seperti misalnya lagu “Eslilin” atau “Manuk Dadali” dan sebagainya. Permainan kacapi instrumental wanda anyar menunjukkan teknik petikan kacapi dan macam-macam tekniknya.139 Celempungan Celempungan adalah permainan satu atau dua buah kacapi siter ditambah instrumen Rebab sebagai pembawa melodi lagu.51. Musik Celempungan Wanda anyar Yang dimaksud wanda anyar disini adalah permainan kacapi kreasi baru. - Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Ciri khas dari petikan wanda anyar ini adalah : Aransemen dan gelanyu sebagai jembatan antar melodi .

ekspresif nada-nadanya. Kaya akan hiasan lagu Memiliki etude petikan kacapi Kacapi yang dimainkan adalah kacapi kawih/siter. Sistem dan Nilai Nada Sistem nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) pada umumnya meliputi laras salendro. papantunan. Menurut teori Machyar. yang membedakan tinggi rendah nada dalam setiap laras. Sedangkan jari-jarinya baik kanan maupun kiri dilambangkan dengan huruf-huruf kecil yaitu : Ibu jari (jempol) = a. penuh kreasi. Penulisan lambang-lambang jari ini biasanya diletakkan disebelah kiri susunan nada (melodi gending) yang akan dimainkan. Jari tengah = c. dedegungan dan penambih. jari manis = d dan kelingking = e. . Penjarian Yang dimaksud penjarian adalah penggunaan jari-jari tangan baik kanan maupun kiri pada waktu memetik senar kacapi. 2. degung (pelog). Contohnya lagu “Eslilin” A. Permainan Sebagai Pengiring Petikan-petikan kacapi indung dalam tembang Sunda atau kacapi suling sangat berperan terutama dalam mengiringi lagu-lagu. dan madenda (sorong). Untuk lebih jelasnya perbedaan B. jejemplangan. terletak pada intervalnya. Telunjuk = b. Yang dimaksud dengan papantunan. tangan kanan dilambangkan dengan hurup A (besar) dan tangan kiri dengan hurup B (besar).140 Bu Aransemen yang disukai kaum muda. jejemplangan dan dedegungan adalah bentuk syair lagu yang dibawakan atau dinyanyikan secara bebas atau merdeka yang tidak terikat oleh birama maupun temponya. Untuk mempermudah dalam penulisannya. Contonya : Jenis papantunan dalam lagu “Papatet” Daweung di ajar ludeung Gunung Galunggung kapungkur Gunung Sumedang katunjang Talaga sok kawahyahna Rangkecik ditengah leuweung Ulah pundung kudisungkun ulah melang teu diteang Tarima raga wayahna ngancik di nagara deungeun Sedangkan yang dimaksud dengan panambih adalah lagu tambahan dari jenis lagu di atas yang dinyanyikan secara teratur dan terikat oleh aturan birama maupun temponya.

. ___________ ___________ ___________ ___________ Oktaf tinggi oktaf sedang oktaf rendah oktaf lebih rendah Nilai nada yang digunakan dalam suatu permainan kacapi kalau ditulis dengan not angka (notasi da-mi-na-ti-la) adalah sebagai berikut : 1. Laras salendro Laras degung Laras madenda . : 1 . 5 . 2 . 2 1 . 2 1 . . .. . bernilai setengah ketukan. . 5 . . . : 2 1 . . . . . Not yang berdiri sendiri. Contohnya 1 2 3 4 2. 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . . Contohnya 1 2 3 4 . Not yang diberi garis satu di atasnya. bernilai satu ketukan. . . 1 . .. . Sedangkan susunan nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) umumnya dimulai dari nada 1 (da) tinggi (titik satu di bawah). . .. . . 4 3 . . 3 . 3 . : 4 3 . bernilai seperempat ketukan. 4 . Not yang diberi garis dua di atasnya. 3. .. . .141 tersebut lihat figure di bawah dengan menggunakan notasi da-mi-na-tila (1-2-3-4-5). . . . Contohnya 1 2 3 4. 5 4 . . . . . 5 . . . Apabila disusun sebanyak 20 nada (ke samping dan ke atas) seperti di bawah ini : . . .. . . . .

6. Adapun penjelasan dan latihannya adalah sebagai berikut: A. TEKNIK PETIKAN KACAPI Yang dimaksud teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. seperti telah dicontohkan di atas. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar (kawat).6. sebab nilai titik dan tanda istirahat masing-masing setengah ketukan. apabila diletakkan di belakang not atau di samping kanan not. ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan. 2. sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. dan Cianjuran. yang materinya mengacu pada tujuan umum yaitu mendidik mahasiswa agar dapat mendemontrasikan teknik-teknik petikan kacapi ke dalam bentuk aransemen (instrumental) dan pirigan lagu (iringan lagu). Apabila penulisan seperti 1 . dan dijeungkalan. Khusus mengenai titik. 2 dan 3. Posisi dan gerakan jarinya adalah: (1) telunjuk kanan melipat ke daiam. Teknik Sintreuk-toel Pembahasan Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Sehingga dengan demikian nada-nada (gending) yang dihasilkan jari-jari tangan tersebut akan berbeda pu!a. dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjuk .142 Bu Tanda lain yang sering digunakan dalam penulisan notasi gending kacapi adalah titik ( . ) yaitu untuk memperpanjang nada dan tanda istirahat ( 0 ) yaitu tanda untuk berhenti mengeluarkan suara atau berhenti membunyikan nada. Contohnya 1 . maka nilai not tersebut akan bertambah. Kawih Kacapian. Untuk lebih jelasnya ketiga teknik tersebut di atas. 1. berarti 1 nilainya menjadi dua ketukan. Sedangkan nilai dari kedua tanda tersebut dalam penulisannya sama seperti notasi pada nomor 1. Yang membedakan antara tenik yang satu dengan lainnya. akan penulis jelaskan satu persatu berikut contoh latihannya dalam bentuk cacarakan (cara-cara petikan kacapi). Teknik petikan kacapi yang sering dipergunakan terutama dalam Celempungan. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor). dan (2) telunjuk kiri agak lengkung ke bawah. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik). secara global ada 3 macam yaitu sintreuk-toel dijambret. Jenaka Sunda.2. seperti telah disebutkan di atas. 0 berarti nilai 1 menjadi satu setengah ketukan. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari). Dengan demikian jelaslah bahwa panjang pendeknya nada yang dilambangkan oleh not angka akan bergantung pada nilainya. selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar.

6. Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya. Sedangkan tingkat kesulitan dari materinya disusun secara bertahap. ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain.3. yang pada akhirnya diharapkan mahasiswa itu mampu menyajikan aransemen. Adapun susunan cacarakannya seperti di bawah ini : . Mempraktikan Memetik Kacapi dengan Melatih Cacarakan Dalam latihan ini materi-materinya disebut Cacarakan.143 kanan dan kiri. 2. Fungsi dari masing-masing jari di atas adalah: ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi.6.

144 Bu .

145

146

Bu

147

148

Bu

Taknik sintreuk-toel yang diaplikasikan ke dalam bentuk Cacarakan 1 - 10, di dalarnnya sudah mencakup teknik penjarian (posisi dan gerakan jari) dan teknik petikan (ketepatan jari dalam menghasilkan bunyi yang bersih dari senar yang disentuhnya). Kedua teknik ini pada dasarnya bertujuan melatih keterampilan tangan untuk sampai pada garap aransemen (gending macakal) secara baik dan benar. B. Teknik Dijambret

Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, seperti menjambret2 yaitu membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, t elunjuK, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) seperti ngajeungkalan. Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass

149

(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. Oleh sebab itu dalam cacarakannya hanya akan berorientasi pada nada yang akan dimainkan saja, yang dalam istilah tradisinya disebut kenongan. Misalnya teknik dijambret dalam kenongan 5 (la). Yang perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum mempraktikkan teknik dijambret adalah pasangan nada dari nada yang dijadikan kenongan. Pasangan nada tersebut seperti di bawah ini: Gembyang Pasangan Kenongan : : 1 3/4 1 2 5/4 2 3 1/5 3 4 2/1 4 5 2/3 5

Kelompok nada di atas dapat pula dijadikan dasar dalam menentukan pasangan nada pada petikan tangan kiri di setiap pirigan lagu.

150
C.

Bu

Permainan Kacapi Gaya Celempungan dalam lagu Banjaran (laras pelog), gerakan sedang

151

Keterangan : Pirigan disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan

a. Cikal bakal instruen piano yang bernama Harpsichord diciptakan pada tahun 1707 oleh ... Supratman 4. Tangganada diatonis berasal dari tangga nada . Bali c. Bartolomeo Christofori b. W.. Susunan nada yang bernada 5 c. Notasi pentatonik adalah asli milik bangsa Indonesia yang dibuat oleh . Susunan nada yang berjarak 2. Demang Kartini d. Cina d. Betawi d. Arab c. Yunani b... Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ b. Kesenian gambang kromong.R. Kalimantan 6. India b. Susunan nada yang berjarak ½ 3. Gambang kromong adalah kesenian yang mendapat pengaruh dari.. Jawa Tengah b. Machjar Angga Koesoemadinata b... a. Lydis c. a. a. Steinway d. kenong dan tanjidor adalah kesenian khas daerah . Haryo Wreksadiningrat c.. Melayu . a. Grand 5.152 Bu TES FORMATIF BAB II Pilihlah jawaban yang tepat ! 1.. 1 dan ½ d. Aristoteles c. Apa yang disebut tangganada diatonis? a... Tetrachord 2... Dons-Frigis d..

Lampung d. Angklung tradisi Sunda b.153 7. Angklung Indonesia d... Sample c.. Fungsi dalam permainan d. Jawa Tengah b. Jumlah bilahan b. a... Alat musik tradisional Indonesia serumpun alat musik Koto adalah. Perbedaan gender dan slentem adalah pada . Sitar d. Talempong adalah alat musik tradisional seperti gamelan yang berasal dari propinsi ... Angklung Pak Udjo 9. Bali 8.. Kacapi b. a. Granting 10. Cara memainkan . a... Angklung berlaras diatonis disebut juga . Angklung Pak Poeng c.. Bentuk bilahan c. a.. Sumatera Barat c.

Bagaimana cara kamu mengenali musik yang kamu dengar adalah musk Melayu (Riau) 4.Sumatera Barat 6. Apa yang kamu rasakan ketika mendengar suara yang beraturan seperti suara tetesan air dari ledeng ? 2. Bagaimana cara kamu mengenali musik khas darah Sunda? 5.Jawa Tengah . Apa yang kamu rasakan jika terdengar suara keras dan cepat.Bali . Bagaimana cara kamu mengenali gamelan yang kamu dengar adalah gamelan daerah : . dari lagu-lagu yang guru perdengarkan? .154 Bu Apresiasi : 1. seperti suara drum yang ditabuh dengan bersemangat ? 3. Dapatkah kamu mengidentiikasi yang mana musik yang merupakan karya Bach.

Seni Tari Mengapresiasikan Karya Seni Tari Bab 3 APRESIASI Pengertian Seni Tari Gerak Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Berdasarkan Konsep Garapan Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat Teri Berdasarkan Orientasi Artistik Fungsi Tari Upacara .

EKSPRESI Produksi Tari Dasar Pijakan .

Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. Mengapresiasikan Karya Seni Tari Pemahaman suatu tarian sebagai konsep merupakan aspek terpenting dalam pendidikan tari. Belajar seni pada tataran apresiasi dapat dimulai dari usia dini. caranya dengan melihat.158 BAB III SENI TARI 3. dan menampilkan tari. membuat. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. Dalam perkembangan berikut. Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut. Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. dan tenaga.1. Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan. dinamis. dan sangat beragam intensitas pendalamannya. Di bawah ini tahapan apresiasi tari yang berguna bagi yang mendalami apa arti sutu pendidikan seni khususnya untuk seni tari. Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan. dan waktu. Pemahaman konsep dibentuk melalui proses kreasi. Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam . tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. 12). 2). 3. Cakupan ini adaptasinya dapat dipelajari melalui penjelasan di bawah ini. Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif. Pengertian Tari Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang.

Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986. maupun unjuk kemampuan. Tari merupakan salah satu cabang seni. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. 21). dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja. Ibarat bahasa gerak. paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. gerak tari. Apabila disimak secara khusus. dan kemauan kepada umum secara jelas. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat . perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat. Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. 4). oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. empati. tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari.159 buku ini. Sebagai sarana komunikasi. dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat. Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV). maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari. Tari memberikan penghayatan rasa. pada waktu kapan saja. simpati.

tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama. Corry Hamstrong menyatakan bahwa. ungkapan komunikasi kata-kata. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan. Sependapat kedua pakar di atas. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan. menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. manusia selalu bergerak. Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur. Seperti dikutip oleh M. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. ritme. tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya. Dalam konteksnya. serta unsur pendukung lainnya. Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan.160 membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli. melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat. dan bunyi musik. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins. menyatakan bahwa. Dalam kehidupan sehari-hari. gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement). Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987. Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa. tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. John Martin dalam The Modern Dance. beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak. Sebaliknya. 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Oleh sebab itu. Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan. 1990:2). tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang . 1994:44). Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas. dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari.

diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. posisi. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. lemah. jarak. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. atau tingkatan gerak). aspek tari. Elemen pokok tari adalah gerak. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. dan kedudukan). Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerakgerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. Soedarsono menyatakan bahwa. perubahan sikap. time (berhubungan dengan durasi gerak. dan irama seseorang.161 sesuai dengan maksud tertentu. maka diperlukan informasi tentang unsur tari.2. kaki. UNSUR POKOK TARI 3. tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. Gerak dalam kehidupan sehari-hari manusia yang kurang menghayati kehidupan banyak diabaikan.2. Sebagai bentuk latihanlatihan. Gerak dalam aktivitas manusia menjadi bagian penting dari manusia yang masih hidup. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian kepala. . dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat. GERAK Kebanyakan manusia dalam kehidupannya sangat mengharap terjadinya perubahan. Dengan itu manusia merancang dan mendesain sedemikian rupa untuk perkembangan dan perubahan yang diinginkan. termasuk dalam hal ini adalah tari. Dalam berbagai peristiwa. Perubahan atas perkembangan dan gerakan yang terjadi sebagai dinamika manusia menjadi inti adanya perubahan yang diharapkan. VCD/DVD serta media lain. elastis dan penekanan gerakan ). dinamis. dan sangat mennghayati dinamika terutama hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. manusia hidup berkembang dan bergerak. Oleh sebab itu. 3.1. tangan. rasa. Faktor keberuntungan dan kehendak yang kuasa segala yang diinginkan perkembangan dan perubahan atas manusia menjadi pasrah. space (ruang gerak yang terdiri dari level. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. badan). Akan tetapi untuk yang menghayati dinamisasi gerak menjadi obyek yang banyak dipelajari dan dimaknai agar menjadi segala sesuatu yang berguna bagi diri maupun masyarakat lain.

waktu. ruang. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb.5 Pengolahan Ruang Tari & Pentas Tari di Proscenium . di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian. tari terdiri dari unsur gerak sebagai unsur utama. dan gerak sehari-hari.2 Penggunaan properti butuh ruang gerak sempit Gb. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta).4 Lari jingkit (trisik ) membuat lingkaran Gb. Pada khususnya. disebut gerak tari tengahan. gerak dan waktu yang secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut. gerak bermain. dan tenaga. 3. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan.3. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian.3 Mengeksplor gerak tubuh untuk ruang gerak Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Pribadi Gb. Pose gerakan di bawah ini menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang. serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri.162 Berpijak kepada pendapat di atas. olah raga. 3. 3. bekerja.

9 Jengkeng sikap dasar tari/level bawah .6-3. motif gerak. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gambar 3. Sumber Koleksi Pribadi Gb.3. dan gerak dalam ruang secara harmonis dengan ketentuan gerakan yang diperagakan serta pengolahan ruang yang diharapkan. Perhatikan kedua gambar di bawah ini adalah bentuk/motif gerak Jengkeng pada tari Klasik Jawa dan sikap dasar Pencak silat dalam bentuk kedua kaki melebar bertumpu secara kuat dan mencengkeram ke tanah (kuda-kuda).163 Imitasi atau peniruang gerak dengan pengembangan ruang gerak.8 Mahasiswa Jurusan Tari Angkatan 2004/2005 yang sedang eksplorasi gerak Tari Topeng Jaja dan gerak Pencaksilat (versi Jaya Bandung).

Gerakan ke depan/belakang.10 Sikap Kuda-kuda pada motif sikap Pencak silat (Sumber: Koleksi Kusnadi ) 3. mengangguk. Rapal.2. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. sedang. Gerakan supinasi.164 Sumber Koleksi Pribadi Gb. rendah). Motif Gerak Tari Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu pada tabel di bawah ini dapat disimak secara detail yang memberi bentuk motif gerak tari sebagai berikut. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. berputar.2. Badang kontraksi. kudakuda. . sendi leher berperan sentral. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. Adeg-adeg. rileks. Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. dan mengayun. memutar ke kanan/kiri. Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. 3.

165 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. gebesan. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Vibrasi skapula. Gerakan bervariasi. ke depan/belakang. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. tengok kanan/kiri. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. gelieur. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. tekukan pada palmar tangan. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. supinasi ke depan. . mengkerut-kerut. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. ogak lambung. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. belakang. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. tekukan pada siku. Grakan tangan lurus. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. anggukan dan gelengan kepala. gileg. Gerakan pacak gulu. serta gerakan jari-jari Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Meliuk-liuk.

Goyang plastik. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. kelenturan pada paha. Kolumna vertebralis. Ngruji. Pelvis sebagai penopang. sensualitas. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. macam goyangan. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Harmonisasi goyang pinggul. dilakukan sesuai keterampilan individu.166 melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. palmar tangan. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Nyempurit. dan sikap tangan pokok. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. masingmasing berbedabeda. Cranum sebagai otorizet. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. goyang pantat pada Jaipongan. lengan bawah. Gerakan dan getaran pinggul. Kecepatan. . lengan atas. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut.

kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. strugel track di udara. Zamrah. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Peragaan gerak motif Rodat. Salto. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. loncat harimau. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal Kepala menganggukangguk-badan merunduk. kaki Gerakan Jalan. Kengser. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. . Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung.167 Anggota Gerak Bagian Bawah Support Kaki (Ladix) Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala mematukmatuk. Geser.

1 Motif Gerak Individu Gerak rol. badan. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. dan variasi gerakan kepala.168 langkah ke depan/belakang. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Ngeseh. sinkondrosis. tangan. samping kanan/kiri. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. sendi poros pada tulang bahu. Putaran Tubuh ke semua arah. Gelang kepala angguk-anggukan kepala. Tabel 3. dan Godeg. loncat harimau. Nindak. Gerakan merendah atau mendak. sinfibrosis. diarthrosis Jalan lurus. dan kaki. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. . Tanjekan. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Pacak Gulu. Mapal. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Tegak dan bongkok badan. Gileg. serta pada karpal dan falang. Lampah Ringdom. tulang panggul. Keept up Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Galier.

Gerakan Tari Topeng Cirebon. Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh. straidel. anggukan. rendah).2.169 3. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. berputar. Rapal. sedang. sedang. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. lenso. rendah) pada tari Saudati. posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri.2. Adeg-adeg. dan topeng Klono. sedang. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah .4. Tabel 3.3. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. step. Di sisi lain. tari garapan lain.1 Motif Gerak Tari Berkelompok 3. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. Ruang bersentuhan langsung dengan penari. Rapal. kuda-kuda. kuda-kuda. rendah). Adeg-adeg.

3. 3.13 Gerak Disain Tertunda Gb. 3.11 Pelemasan anggota gerak tubuh Gb. Perhatikan gambar Gb.3. level. . Sumber Internet www.15 Penguasaan Ruang Pentas dan ruang Gerak sebagai potret pemberdayaan ruang gerak dan ruang pentas.170 ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat.com.Dance_Yahoo.12 Eksplorasi gerak Penari di Ruang Latihan (Koleksi: Koleksi Kusnadi) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.14 Penari mengolah ruang pentas level rendah Gambar di bawah ini mengisyaratkan pengolahan ruang pentas dan ruang gerak secara maksimal dengan menjabarkan desain. posisi dan kedudukan. motif gerak dan perpaduan kedua penari. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.

Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan disaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan. Ruang gerak penari dengan jangkauan gerak luas membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. bagaimana penari bergerak dan dapat mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan. Penari membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. . dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Dengan demikian terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendisain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. koreografer menyesuaikan. desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Kebutuhan ruang gerak yang sempit. berhubungan dengan kebutuhan. Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. Dalam mendesain ruang gerak penari. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari membutuhkan jangkauan gerak. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. dan dasar teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan geraknya. Ekuivalen gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan geraknya.171 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Dengan demikian gerakan penari sesuai pengarahan koreografer. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam.

harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. 3. Gb. .18 gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. 3.dance.17 – 3.q.172 Sumber www.yahoo.17 gerak lambat memiliki kesan dalam.16 Ruang Tari sekaligus pengolahan properti dengan memanfaatkan ruang tari) Kesan gerak di bawah ini menunjukan gerakan sembah. putaran dan liukan badan bertumpu pada kaki yang kuat. Disain ruang yang tercipta sempit di dalam. 3.18 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. Gb.com Gb. serta luas dan tertunda. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Perhatikan gambar atas 3.

berubah posisi. . Apabila penari bergerak bagian tubuh yang berpindah tempat. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu. Pengolahan ruang gerak dan tenaga yang disalurkan melalui motif gerak penari di bawah ini adalah memanfaatkan tercapainya gerakan spilt atau slidding dan sircle atau putaran.19 Gerak di udara Gb. 3.173 Sumber Internet Internet www. serta pindah kedudukan. Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu. Tempo gerak dapat membangun imej tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. Hal tersebut membutuhkan waktu. Sumber Koleksi Kusnadi Gb.com.Dance_Yahoo. cepat-lama gerakan dilakukan. Unsur dinamika ini membutuhkan waktu gerak. cepat-lambat. panjang-pendek. 3. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak.20 Gerak Selut pada tarian Sunda Dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek.

Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif.174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt\ Gerakan Slidding pada tari Kembang Betawi Perhatikan Gambar 3.22 Gerakan Teknik Sirkle & Gerakan Teknik Split (Trust) Dilakukan dalam tempo cepat. . Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. Apabila dengan tempo lambat banyak terjadi kemungkinan cidera kaki. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Konsep membangun waktu dipraktikan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang-pendek gerak. kualitas gerak. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. atau dengan berdirijongkok.21 – 3. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu merupakan unsur yang saling terkait dengan lainnya. Kebutuhan waktu yang mendesak dalam tari adalah memanifestasi kebutuhan gerakan cepat dan gerakan lambat secara dilematis. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan penggarapan koreografi. denyut nadi gerak. Oleh sebab itu. dan kondisi emosional penari. serta kebutuhan pentas tari dipentaskan. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas dalam bentuk pengolahan gerak dan pengolahan waktu secara bersama ke dalam konsep garapan tarinya. intensitas gerak. Waktu dalam gerakan menjadi salah satu konsep tarian. situasi. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. Dengan demikian elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Hal ini berhubungan dengan panjang pendek waktu. kebutuhan ruang dengan waktu. Dalam tari. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini membutuhkan waktu.

kerjasama pembagian intensitas tenaga . Gb. 3. Gambar. Sumber kedua gambar di halaman ini Internet www.5. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. berkekuatan. berisi. Tenaga Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi.24 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan.2.175 Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi.com Perhatikan gambar atas 3. Sumber: Koleksi G Kekuatan lompatan.dance_@ Yahoo.23 – 3. dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis. 3.23 Gerak respons memiliki kekuatan kesan gerak yang tinggi.24 Gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. 3. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna.

25 – 3. . Di sinilah letak pembeda dari cara penghayatan sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. marah dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara dan kepekaan diri di dalam melakukan luapan. 3. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang.176 Sumber: Koleksi GNP TMII Jkt Sumber: Koleksi Pribadi Gambar 3. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. lompatan dan pelebaran ruang gerak anggota gerak tubuh secara terstruktur pada komposisi tari. pembawaan suatu karakter. Ekspresi Dalam kehidupan sehari-hari.27 adalah gambar sinkronisasi bentuk penghayatan tumpuhan kaki. Sebagai ilustrasi bahwa. desakan jiwa.2.6. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda. Perbedaan yang ada bahwa ekspresi tari semua yang berhubungan dengan perubahan psikologis. kehendak. memiliki keterbatasan pada cara mengungkapkannya. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali).

Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif.Dance_@ Yahoo. Iringan Tari Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Gambar 3. sistem kembangan untuk tabuhan sekar atau lambat temponya dan gembyong untuk irama tempo cepat.28 dan 3. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana.30 Bonang Bonang memiliki tempo musik yang berbeda cara dan teknik tabuhnya. Keduanya seiring dan sejalan.29 adalah menunjukan penghayatan mata pada tari-tarian Bali.2. penghaytan gerak pada gerak Ballet. Musik dalam tari memberi keselarasan. sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis. cepat-lambat melodi lagu.com. Koleksi Kusnadi 3. keserasian. keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur gerak. Sebagai salah satu instrumen musik tradisional. 3. .177 Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Internet www.7.

Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. walaupun hasilnya terkesan sederhana dan tidak rumit. sig-sag. busana.3. busana. desain lantai. Unsur-unsur itu. desain atas. musik. Hal tersebut sangat berbeda dengan tari klasik dan jenis tari untuk tujuan pertunjukan. unsur-unsur komposisi tari. Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri-dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga. maka tempat pementasan tari biasanya sesuai dengan tujuan upacara tersebut. serta sesuai dengan kepentingan-kepentingan ( fungsi tari) dalam kehidupan masyarakatnya. adalah: desain lantai. musik. banyak unsur-unsur yang dapat dikenali dan terlihat oleh mata (visual). Garis-garis lantai dibentuk dari garis lurus dan garis lengkung. spiral. tata rias busana. T atau T terbalik. disusun berdasarkan pola-pola koreografi yang lebih artistik. rias. desain musik. tempat menari dipersiapkan dan dalam tari itu disusun sedemikian rupa. Menurut La Mery (1965: 17-108). tempat pementasan mencerminkan ciri khas dari budaya setempat dan adat masyarakat yang memiliki tarian itu. desain atas. sehingga pola gerak. Sebagai contoh dalam tari tradisional jenis tari rakyat. upacara agama atau untuk tujuan ikatan kebersamaan warga. Desain gerak. disebut dengan unsur komposisi tari . Biasanya penyelenggaraan tari untuk tujuan upacara adat. taat kepada aturan-aturan yang harus dipatuhi yang terkait dengan aturan-aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan orang istana. Dalam tari klasik pola gerak. desain atas. V atau V terbalik. sebagai berikut: 1. dan garis lengkung dapat menghasilkan bentuk lingkaran. tata rias/busana dan tata rambut. Dalam jenis tari tradisional yang berasal dari suatu komunitasmasyarakat etnik. tata rias. perlengkapan tari.178 3. unsur-unsur tersebut dibangun dan disusun sesuai dengan nilai-nilai dan corak tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. Sedangkan tari untuk untuk seni pertunjukan yang merupakan ungkapan individual yang biasanya dalam proses penciptaannya. angka delapan dan sebagainya . desain dramatik. tema. musik. sehingga memungkinkan pada pencapaian kualitas artistik maupun estetis dari aspek unsur-unsur tari itu sangat maksimal. namun terdapat juga unsur-unsur lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi sebuah komposisi yang disebut dengan tari. serta tata pentas. perlengkapan. desain lantai. lebih banyak memiliki kebebasan dalam mengekplorasi semua unsur tari. segitiga. sehingga hasilnya terkesan rumit. ruang dan waktu. Garis lurus dapat menghasilkan bentuk garis diagonal. UNSUR KOMPOSISI TARI Apabila kita melihat sebuah tarian baik jenis tradisional atau non tradisional. lengkung setengah lingkaran. pementasan bahkan tema tarinyapun.

(b) rias wajah karakter. gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. Tema Tema adalah ide persoalan dalam tari. Kilmaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo. menambah jumlah penari. cerita kepahlawanan. dan sebagainya 4. menanbah dimankika gerak atau justru berhenti sama sekali atau dengan cara-cara lain yang intinya berbeda dan khas dari bagian tari sebelumnya dan sesudahnya. tata rambut dan tata busana tari Adalah rias wajah. Dua jenis desain dalam tari adalah desain kerucut ganda dan desain kerucut tunggal. Dinamika Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari tersebut . 1. horisontal. berada di atas lantai. spiral. 3. tinggi rendah (level). Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak. Desain ini dilihat dari arah penonton. yaitu rias untuk tujuan menggambarkan dan memperjelas karakter tokoh atau karakter tari. memperluas jangkauan gerak. lurus. statis. harapan dan kehendak manusia. yang disebut dengan klimaks. terlukis. Menurut La Mery (1965: 22-39) ada bermacam-macam yaitu desain: datar. tempo. kontras. simetris. tata rambut (hairdo) dan busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik. dalam. perilaku binatang. Tata rias. medium. Desain atas atau air desaign Adalah desain yang dibuat oleh anggota badan. pergantian posisi penari serta perubahan suasana. vertikal. kegiatan kerja.179 2. 2. cerita rakyat. Desain musik Desain musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari. rendah. Tahap –tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi manarik dan tidak terkesan monoton. lanjutan. bersudut. tertunda. yaitu rias wajah untuk tujuan memperbaiki bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik. yaitu rias wajah untuk tujuan mewujudkan angan-angan . legenda. yaitu: (a) rias wajah korektif. Rias wajah untuk keperluan pementasan tari dikenal tiga jenis. berikutnya penonton merasakan mulai ada penurusan menuju akhir dari sebuah tarian. Desain dramatik Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Melalui tahapan ini penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal. Pola ritmik di dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. Sumber tema tari dapat dari imajinasi manusia. tinggi. tidak membosankan dan tidak monoton. 3. benda-benda disekitar kita. lengkung. murni. peristiwa-peristiwa yang pernah atau sedang terjadi. dan (c) rias wajah fantasi. dan asimetris.

Dengan teknologi komputer tata lampu dapat diprogram dalam hal gelap terang. sehingga tata suara memerlukan pengaturan khusus dari pemutar suara. Tata Pentas Adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. misalnya dari alat tape recorder. CD player. daun atau apa saja yang ada disekitar kita yang dapat dimanfatkan untuk bahan busana tari. rias wakah dibuat menyerupai bentuk bunga. Alternatif bahan untuk pembuatan busana tari bermacam-macam. 6. tata pentas bukan hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. Tata rambut untuk keperluan pementasan tari juga bermacammacam. sedangkan tata rambut untuk tari non trasional biasanya disesuaian dengan konsep tari. misalnya untuk mewujudkan sosok putri bunga. Tata Suara Adalah seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari. Fungsi busana dalam tari tradional (klasik bukan hanya untuk keindahan. dapat terbuat dari kain. 7. Bentuknya bermacam-macam. lilin dan listrik. yang disebut dengan setting. model tata rambut sesuai dengan adat dan gaya tata rambut daerah masing-masing. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat bendabenda dan alat yang berhubungan dengan tari. cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Dalam tari tradisional. di halaman Pura. warna maupun komposisi cahaya sesuai dengan kebutuhan konsep tari. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. 5. namun juga untuk memperjelas karakter tokoh dan karakter tari yang sedang diperankan oleh penari. diantaranya berasal dari obor. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap.180 atau imajinasi. plastik. Tata Lampu Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan. yaitu berbentuk arena. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang meiliki 2 jenis. untuk penutup tubuh. Sumber cahaya untuk keperluan pementasan tari bermacam-macam. pendhopo. kertas. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosscenium. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. penciptaan suasan atau untuk memperjelas peristiwa pada suatu adegan. Dalam tari tradisional pada umumnya desain busana tari tidak jauh berbeda dengan busana adat setempat. Tata suara ini menjadi bagian dari unsur komposisi tari bila tarian menggunakan musik iringan tari dengan media rekaman. Synthesizer dan alat pemutar suara . yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. di halaman rumah atau dilapangan. MP 3. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penati dapat dilihat dari berbagai arah pandang.

Kemampuan penjiwaan ini merupakan tanda yang tampak dari diri seseorang sebagai seorang penari yang baik. namun tugas utamanya adalah memberikan nyawa kepada tari. sehingga segala pesan yang terkandung dalam tari dapat juga dihayati. dipahami dan dapat diinterpretasikan oleh penontonnya. 3. ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penari. dan wirasa adalah penjiwaan penari terhadap karakter peran dan karakter tari. Koreografi yang indah tidak akan menjadi indah apabila penarinya tidak memiliki keterampilan teknis. . yaitu melakukan dengan perasaan senang. Namun bila musik iringan tari menggunakan alat musik yang langusng dimainkan. tidak memiliki kepekaan musikal dan tidak dapat menjiwai tariannya. Penjiwaan dalam menari dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah wirasa.4. pengaturan tata suara menjadi tidak begitu penting.181 lainnya. bersungguh-sungguh (bersemangat) mencurahkan segala perasaannya dalam kegiatan menari. mencakup: kemampuan menghafal urutan gerak. yaitu kepekaan dalam menyelaraskan ritme gerak tubuh dengan ritme musiknya atau menyelaraskan ritme gerak dengan penari lainnya. Di beberapa wilayah budaya di Indonesia kemampuan seorang penari yang baik. wirama dan wirasa. PENJIWAAN DALAM MENARI Penjiwaan dalam menari merupakan kemampuan penari dalam menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. melalui bahasa tubuhnya dan melalui ekspresinya. pada waktu menari. wirama adalah kepekaan musikal. 2. Menari dengan hati seperti itu. kemampuan mentaati gaya tari dan kelenturan. akan menghasilkan penghayatan dan ekspresi karakter peran dan karakter tari yang dapat berkomunikasi dengan penonton. yaitu : 1. 3. Memiliki keterampilan teknis gerak . Untuk sampai kepada kemampuan penjiwaan dalam menari. Penari mempunyai tugas tidak hanya mengkomunikasikan gagasan dalam tari. kaitannya dengan penguasaan teknis gerak. Mampu menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. dikenal dengan beberapa istilah. Penjiwaan dalam menari dapat dicapai apabila seseorang dalam menari melibatkan passion. Wiraga adalah keterampilan menari. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran penari dalam memperkuat penampilan sebuah tari dan dalam menciptakan keindahan sebuah tari atau dalam sebuah koreografi. Memiliki kepekaan musikal. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penari tari gaya Surakarta dan Yogyakarta (Jawa ) dikenal dengan istilah kemampuan wiraga. kemampuan olah tubuh.

dimana pengetahuan tentang tari merupakan dasar dalam mengapresiasi. simbol-simbol seni tari. Kadar dan bobot penghayatannya berbeda satu dengan lainnya. Penjiwaan penari dalam menari merupakan kemampuan tingkat tinggi bagi seorang penari yang dapat dicapai bila penari telah memiliki keterampilan teknis menari dan memiliki kepakaan musikal. menghargai. tari-tarian yang berkembang di Indonesia baik menyangkut tari Tradisional. . Kesadaran perseptual dibentuk untuk menjadikan pengalaman berkarya sehingga terbentuk kesadaran. Apabila ditelaah. secara menyeluruh adalah kompetensi yang dicapai paling tinggi di bidang persepsi. sedangkan penari matang (tasak) melalui kemampuan olah fisik dan olah spirutualnya. yaitu sawiji (konsentrasi). greget (menyalurkan kekuatan dari dalam / inner dynamic) . Menurut I Wayan Dibia ( 2004: 17-18) bagi penari Bali. sengguh (percaya diri) dan ora mingkuh (penuh disiplin disertai dedikasi dan loyalitas tinggi).182 Dalam Bambang (1984) dikemukakan bahwa untuk dapat mencapai wirasa penari harus melakukan empat hal. tandang dan tangkis. Kemempuan lain untuk mengobservasi. memahami. Dengan demikian kegiatan apresiasi seni bukan sekedar melihat sebuah karya seni saja. menilai dan mencipta dan mengevaluasi. Kegiatan pengamatan untuk mengenal. Seorang penari muda harus memiliki kemampuan olah fisik dan mempunyai hafalan terhadap agem.5. tari Nontradisonal/Kontenporer/kreasi modern. bahwa keindahan adalah merupakan kepuasan yang hakiki bagi setiap yang merasakan. Pembelajaran Keterampilan Apresiasi Tari Pada umunya orang akan mengatakan bahwa seni adalah untuk dinikmati melalui kegiatan seni dan kepakaan estetis yang dapat memuaskan kebutuhan perasaan penikmatnya. 3. dapat mentranformasikan dirinya ke dalam peran yang dibawakan. Konsep kegiatan apresiasi meliputi beberapa hal antara lain: Persepsi. Hal ini benar. pengertian apresiasi secara harafiah berasal dari kata appreciatie (Belanda) atau Apreciation (Inggris) yang berarti kemampuan seseorang dalam menangkap getaran-getaran nilai seperti memahami. mengidentifikasi. Pengetahuan Kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang sejarah. akan tetapi apabila dikaji lebih dalam. melainkan memiliki makna memerlukan wawasan sehingga dapat mengkaji sampai pada batas mengungkapkan keterampilan melalui kegiatan. istilah-istilah dalam seni tari. penari tua harus menguasai wirasa atau penjiwaan terhadap tarian. membandingkan.

Apresiasi. Keterampilan yang dapat mendeskripsikan. dengan demikian akan membentuk pengalaman estetis dan peningkatan penghayatan akan karya tari. Kemampuan melakukan penilaian karya-karya seni baik secara tertulis. Melihat Tarian Sebelum seseorang mampu menilai sebuah karya tari dikarenakan. Kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai penentu. 3. berdasarkan pengetahuan dan wawasan tari dari hasil pengamatan sebelumnya. diskusi. menghargai. menerjemahkan. 3.1. mempunyai pengalaman . menghayati sehingga dapat merasakan keindahan yang mendukung karya tari tersebut. memilih. maupun peserta didik secara mandiri dalam membantu memberikan komentar maupun kritik di masa datang. Hal ini berkaitan dengan kepekaan visual dan sensori yang merupakan kemampuan dalam berapresiasi. 2. hal lain yang penting dimiliki adlah pengetahuan tentang pijakan tari. bahkan sudah banyak mempunyai pengalaman menari.5. dan memilih dalam mencapai sasaran belajar dari hasil apresiasi. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan tentang keberhasilan individu. menginterpretasikan. Kegiatan Apresiasi Tari 1. terlebih dahulu telah banyak melihat pertunjukan tarian. kelompok. Oleh sebab itu keterampilan ini sangat berhubungan dengan kepekaan rasa yang mendalam bagi seseorang yang sangat konten terhadap seni. penikmat. diamati. Membuat Tarian Seorang pencipta tari atau yang disebut Koregrafi tentulah mempunyai perbendaharaan wawasan tarian yang banyak. Analisis. penari dalam tahap penilaian keindahan seni tari. Mengidentifikasi Tarian Untuk dapat mengidentifikasi tarian terlebih dahulu seseorang harus mempunyai wawasan tentang berbagai jenis tarian dan mempunyai pengalaman estetis yang memadai. Operasionalisasinya mencakup kemampuan memahami. Penilaian. menjelaskan kegiatan seni yang sedang dipelajari. sehingga dapat menceriterakan dan menjelaskan kembali hasil pengamatan yang dilakukan.183 Pengertian Kegiatan yang dapat membantu kemampuan merasakan.

Mayety (1990) mendefinisikan kreativitas sebagai proses memunculkan sesuatu hal yang baru. dan orisinal. memiliki gagasan orisinal. titik pandang yang berbeda. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur. kostum. atau cara baru menangani dan menghadapi masalah. (4) merupakan proses mental yang unik. dan yang paling penting mempunyai kemampuan menggarap tarian. baik dalam bidang musik. Dengan demikian. Sebagian lain menghubungkan kreativitas dengan kompetensi spesifik (Husen and Postlewaite. (5) sinonim dengan kecerdasan yang tinggi atau jenius. Arti kreativitas secara umum adalah menekankan pada (1) pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. bahkan permainan. Orang kreatif cenderung sebagai pencipta (creator) bukan penurut (conformer) kepada orang lain. karakteristik orang kreatif. Hurlock (tt: 2) memandang bahwa istilah kreativitas. Mengkoreografi sesuai tema dan usia d. Oleh karenanya merupakan bentuk permainan mental. orisinil dan memiliki keunikan. baik pada setiap proses maupun produknya. Sebagian lainnya kata kreativitas didefinisikan sebagai suatu cara berpikir dan bertindak. Memiliki kepekaan musik c. produk dan press (Supriadi. Seorang filosof. musik. 1985:1100). (3) apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. (8) merupakan kemampuan mencipta (kreasi). Di antara para ahli timbul perbedaan pandangan tentang konsep kreativitas. (6) sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada hubungannya dengan belajar (7) sama arti dengan imajinasi dan fantasi. berbeda. (2) kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan. komprehensif. juga pada hubungan kreativitas dengan kecerdasan. Mary Mayety (1990: 2).184 estetis yang cukup tinggi. Namun pada dasarnya sebagian besar memandang kreativitas sebagai sesuatu yang baru. mesin. semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. 1994). proses. sejarawan. dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinal. perilaku. atau menghasilkan suatu produk baru. suatu kreativitas itu memiliki fungsi untuk menyelelesaikan suatu persoalan.2. Rhodes (1961) membedakan kreativitas ke dalam dimensi person. dalam psikologi. dan proses kreatif. psikolog ataupun pendidik memandang kreatifitas dengan cara yang berbeda. 3. kriteria. dan upaya-upaya yang dapat dilihat dari dimensi proses maupun produk dalam mengembangkan kreativitas. sering digunakan. sastra. Pembelajaran Kreativitas Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. atau membuat sesuatu yang asli oleh seseorang. Mampu memperhatikan keseluruhan aspek tari. “the process of bringing something new into being”. kemampuan tersebut yakni : a. Sedangkan kreativitas sendiri menurut Supriadi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu . dan sebagainya. Namun istilah ini taksa atau ambigiuos karena digunakan secara bebas di kalangan orang awam. rias dan memanage latihan. Perbedaan ini terletak pada definisi.5. panggung. pencahayaan. Mampu menerjemahkan konsep kedalam bentuk tari b.

19:11). Hal ini dapat dilihat dari ide atau pola garap tari. Kemampuan berpikir divergen berdasarkan informasi. yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. orisinalitas dalam berpikir. ide atau unsur yang tersedia dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban. 1987). 1992:45). informasi atau unsur-unsur yang ada (Munandar. oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kreativitas sebagai jantungnya tari. Utami Munandar juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data atau informasi atau unsur-unsur yang sudah ada. Demikian pula dengan Reynold Bean mengungkapkan kreativitas sebagai proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya. maka tidak terlepas dari proses bagaimana produk itu dihasilkan. 1995:3). berkualitas dan lebih kaya dalam mengungkapkan gagasan. Untuk menghasilkan suatu bentuk tari yang mempunyai nilai dan makna. data atau materi yang diberikan atau sudah ada sebelumnya. Melalui pemikiran-pemikiran orang kreatif inilah. baik berupa gagasan maupun karya nyata. Namun demikian apabila berbicara produk. kreativitas yang dimaksud lebih menekankan kepada produk atau hasil yang baru dengan gagasan yang orisinil. sentuhan kreativitas adalah hal yang terpenting. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut. Teori tentang kecerdasan majemuk mengisyaratkan bahwa titik pusat bidang kreativitas adalah mengembangkan. dan proses tidak terlepas dari individu itu sendiri. menghasilkan suatu produk yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut pada orang lain (Reynold Bean. di mana akan menghasilkan sesuatu yang original. Suatu produk seni umumnya merupakan hasil kreativitas apabila produk tersebut menghasilkan sesuatu yang baru. dan berguna (useful). Begitu pula kreativitas menurut Munandar. Kreativitas dalam tari seperti yang diungkapkan Alma Hawkins merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. 1994). Seperti dijelaskan oleh Guilford (1965) bahwa creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people (Supriadi. benang merah dari kreativitas sesungguhnya tidak lain dari kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur. produk atau ide-ide baru sebelumnya yang tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri (Murgiyanto. Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluasan (fleksibility). sehingga ia melihat kreativitas dari sisi seniman pencipta atau seniman pelaku. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi.185 yang baru. adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. Sesempit apapun bayangan semasa kecil kita . keceerdasan dan pola kreatif dengan melakukan eksperimen atau percobaan dan menemukan cara baru memanfaatkan pikirannya. maka produk kreatif akan dihasilkan. serta kemampuan untuk mengeksplorasi suatu gagasan (Munandar.

nada. Interpersonal adalah kemampuan memahami dengan lain. Untuk mengambil suatu keputusan gerak diolah dengan variasi dan suasana musik/irama. Secara simulasi peta konsep ini dapat digambarkan sebagai berikut. 23). dan perasaan mereka Personalisasi Kecerdasan ini lebih menekankan kepana perkembangan dan perubahan kreativitasnya. Adapun 7 tahapan berpikir dengan menggunakan kecerdasan terdiri dari aspek sebagai berikut: Verbal adalah kemampuan memanipulasi kata secara lisan dan tertulis. Kinestetik-tubuh adalah kemampuan memenfaatkan gerakan tubuh dalam olah raga dan tari Inferansial adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri merenung serta berfilsafat. pikiran. Pada permasalah ini dipertanyakan apa yang disebut kreativitas? Kreativitas berarti ekspresi keunikan diri ke dalam tindakan nyata dan mampu menemukan solusi yang baru dan bermanfaat. Pernahkan kamu membuat sesuatu yang kreatif?. Kreatifitas adalah kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru. . ketika berpikir dalam memecahkan masalah dari idemu. Cari tahu. maka akan dapat segera memperoleh ide. kamu akan memperoleh banyak ide yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan pemahaman tentang kreatifitas lebih mendalam dalam pembahasan ini. Dengan banyak mencoba bertanya dan dan bertanya pada diri sendiri maupun dengan orang lain. Dengan mencipta atau berkreativitas maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Gerak Bertanya Informasi yang ada lalu bertanya. Ia mengisyaratkan bahwa berpikir dapat dikembangkan dengan melalui 7 pola berpikir dengan mengguankan kecerdasan diri (Gardner: 2004. Dengan itu faktor penentu laja kecerdasan Sangay dipengaruhi oleh kemampuan mengorganisasikan kreatifitas diri. Spasial adalah kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan disain. irama dan keselarasan.186 menggambarkan bahwa kecerdasan dan potensi kreatif dapat dikembangkan secara maksimal. dengan mencari tahu kamu akan selalu bertanya. Logis adalah kemampuan memanipulasi sistem berpikir secara konsep logis. Musical adalah kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik.

dengan demikian untuk membuat gerakan menjadi sebagian gerak atau tari sangat mungkin. Tugas: Carilah beberapa ide. aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. Untuk membuat gerakan menjadi kreatif harus ada motivasi diri dan kemampuan untuk mengembangkan ide yang dimiliki. sebab gerakan akan muncul variasi dan motivasi diri. Dengan demikian tergambar perangai. serta gerakan dilakukan dengan naluri kemauan untuk bergerak.6. kelakukan dan cermin pribadinya. Tetapi hal ini dapat dilihat pada bentuk keputusan yang diambil bahwa kemungkinan gerak yang diperoleh dalam bentuk gerak murni atau maknawi. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut.6. 3. dari idemu selanjutnya buat kemungkinan gerak secara bebas dengan suasana yang kamu inginkan. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. 1. Tari Berdasarkan Konsep Garapan 3. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. Buatlah ide ungkapan gerak menjadi bentuk tari. Faktor keterbukaan yang dimiliki seseorang dapat membentuk inspirasi dan motivasi memecahkan masalah yang dilihat merupakan unsur keterbukaan yang dibutuhkan.187 1. .1 Olah Keterbukaan (Kebebasan Berpikir) Peningkatan dan pengambangan kreativitas tidak terbatas. Proses menghargai kebebasan gerak dan memecahkan masalah melalui ide adalah wujud nyata seseorang mengembangkan pikiran kreatifnya.2 Energi Kemampuan untuk melakukan penghayatan atas ungkapan gerak dengan bersemangat. bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang. Masukan penemuan-penemuan gerak yang telah kamu lakukan. Dalam kurun waktu yang telah disepakati.1 Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu.

dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat ini dapat disimak melalui gambar di bawah. Banyak diantaranya untuk keperluan Agama.188 Tari Tradisional yang berkembang di manca daerah Indonesia sangat beragam dan bervariasi tumbuh berkembangnya dalam aktivitas kehidupan masyarakat pendukungnya. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Beberapa contoh jenis tari yang digunakan untuk keperluan Agama. 3.32 Tari Terpulout Sumber Koleksi GNP TMII Gb.34 Tari Topeng Gb.31 dan 3. Adat. 3. 3.35 Tari Topeng . dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat di lingkungannya. Adat.33 Tari Panggung jati Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Gb.36 konsep Teater Topeng. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur. Tari Primitif Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.34 -3.37 Tari Perang . 3. 3. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya.6. 3.189 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.36 Topeng (Nirin Kumpul) Ketiga gambar di halaman ini menunjukkan tari topeng yang digarap dalam konteks konsep koreografi yang berbeda. dan Gb. 3. 3. Beberapa jenis tari ini antara lain adalah tari Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.1.1.35 konsep tradisi pengembangan.

37 terdapat simbol atau ciri yang nampak pada tari primitif. 3. Tari Andungandung. Tari Tononiha. Tari Tari Barampek. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Pisu Suri. dan variasi gerak menjadi ciri perubahan semakin majunya tari Rakyat Sumber Koleksi GNP TMII Jkt 3. Tari Kapri.2. Tari Kain. Pengembangan kostum. Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.190 Perhatikan gambar 3. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya 3. 3. gerak.39 Tari Tano Doang Ketiga tari di atas (Gb. Tari Angguk. Tari Manduda.6. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Tari Terang Bulan. Tari Baluse. Tari Baina. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang.1. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Cikecur.40) adalah Tari yang dikoreografi dan diangkat dari konsep tari kerakyatan. 3.38 – 3. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Rakyat Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang ingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan. Tari Karambik dll. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum.40 Tari Jipeng Rebana . dan iringan menjadi lebih dominan. Tari Buyut Managan Sihala. Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan.38 Tari Gejolak Gb.

Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Dampeng.191 Pada uraian selanjutnya akan dibahas beberapa contoh jenis taritarian nusantara yang ada di Indonesia di mana keterbatasan data dapat dicontohkan sebagai berikut di bawah ini. Sumber Majalah Myung Hui Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Tari Kederen.42 Tari Saman Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Asuk. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Tari Cincang Nangka. Tari Lanieu. Tari Landak Sampot. 3. 3.43 Turun Kauih Aunen . Tari Anyung. Bungong Sie Yung-yung. Tari Apeut.Tari Bak Saman. Tari Cuwek.41 Tari Saudati Gb.. Tari dll. Tari Ranu Labuhan. Tari Labehati. Tari Bines. Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling.

Tari Payung.46) adalah jenis tari tradisional dari Sumatra Barat yang dikoreografi sesuai perkembangan konsep koreografi pada masa kini. Tari Bayang Sangik.46 Payung Tarian di halaman ini (Gb. Tari Rambai dan Tari Lilin.Tari Andun. 3. Tari Bedug dll. 3. Tari Ampun Mende. Tari Badalung. Sumatera Selatan: tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan).44 – 3. Ttari Badaek. tari Tabur. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. tari Burung Putih. Tari Kain. Bebe. Tari Karambik adalah tari klasik tradisional Sumbar.44 dan Gb.192 Sumatera Barat. Tari Piring.Tari Temu.45 Rampak di nan Jombang Sumber Koleksi Anj. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin). 3.Ttari Dana dan Tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). .TMII Jkt Gb. tari Melimbang.

3.48 Krana (UNJ) .193 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3.47 Barabah (UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Seni Tari UNJ Gb.

6. 3. Kasepuhan Cirebon. Kerajaan Mataram Kuno.50 Kresno-Baladewa Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 3.49 Pendet (Bali) Gb. kerajaan bone. Surakarta. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di Indonesia khususnya di yogyakarta.194 3.3. 3. Tari Klasik Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang atelah ada di Indonesia. dan Kerajaan Klungkung di Bali.1.51 Tari Topeng Bali . Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi DepBud Par Gb.

Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek. Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong.2. Karya Wiwik .54 Gambyong(UNJ) 3.53 Pakarena(UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Nontradisional Tari Nontradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional. Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi.52 merak Subal(UNJ) Gb. persembahan.3. 3.6. Tari jenis ini tari pembaruan. wira pertiwi. 3.195 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari Gb.

196 Widyastuti tari cantik.38-39 Gb. www.56 Qulinte www.57 Tari Flash Time Gb.com 2.38-39 Gb.dance_@ Yahoo.55 Sequence Gb. tari karya Abdul rochem tari Gitek balen. 3. 3.com 2.com 2. 59 Cinta Bunda . tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll. 3. 58 Bratasena www.dance_@ Yahoo.com www.dance_@ Yahoo.38-39 www. 3.dance_@ Yahoo.com Gb.dance_@ Yahoo. 3.

Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat 3. Gambyong. Ke 2 tarian tersebut merupakan tari yang lazim dan banyak terdapat di daerah lain pada kapasitas penyambutan tamu saja. Kuda Lumping. Raupe Soran merupakan tari yang digunakan dalam upacara jelang mengikat perkawinan. Jatilan (seni tontonan rakyat). Tari Sekapur Sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari Rangguk (Jambi) tari untuk persembahan kepada tamu biasa. Ngalage. Beberapa contoh Tari Upacara Adat adalah Bedhoyo 5 dan Bedhoyo Ketawang 9 (penobatan Raja sesuhunan dalem). 3. Tari jenis ini lebih dominan untuk mendekatkan pada bentuk upacara yang sakral.197 www.7. 3. Tari jenis ini juga digunakan untuk prosesi lamaran penang menantu.1. Peran yang ada lebih diarahkan untuk pernyataan maksud dari masyarakat yang bersangkutan.dance_@ Yahoo.7. Tayub. Karonsih. 60 Squestrall (Internet) 3. Tari upacara adat terkait dengan banyak macam motif adat yang disakraklan pada penyelenggaraan tertentu dan dalam momen tertentu pula.1. Konsekuensi logis yang diyakini meniadakan akibat yang bakal dilakukan.com 2. dan Gatutkoco Gandrung(Adat Perkawinan).38-39 Gb. Sablang sebagai sara untuk panen akbar atau petik padi.1 Tari Adat Tari Adat adalah berhubungan pernyataan maksud masyarakat kaitannya dengan peri kehidupan sosial sehari-hari dari masyarakatnya.7. Tari Upacara Tari jenis ini perbedaannya ditentukan berdasarkan pada kebutuhan spirit manusia pendukungnya. .

3. tari Bidadari. 3.3. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. 63 Tabot Lampung memiliki budaya batas.. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian . Tari Kikuk. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. tari Kain. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. Posisi geografis sangat menguntungkan. tari Gandai. Tari Keris. tari Massal Kijjai. tari Sekapur Sirih. tari Karan merupakan tari hiburan Bengkulu selatan ditarikan remaja putri.62 Rangguk Bengkulu: tari Massal Andun.198 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam).61 Sekapur Sirih Gb. Ayunan Tangan. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung.

3. Tari Ketuk Tilu.com 3. Tari Keurseus. tari Lepas. Tari Capang. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan property cemeti. Tari Dewi. Tari Topeng. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. Tari Candra dewi.66 Tari Merak . Tari Kembang Puray. Tari Kandagan. Tari Arus. Tari Bebe. 65 Agon Yamuniku Jawa Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. 3.199 pria sebagai ungkapan selamat datang. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Sumber www. Tari Keris. Tari Merak.dance@yahoo. . Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Doger. tari Melinting. 64 Ngelajau Gb. Tari Longser. tari Batin.

Tari Ronggeng. Tari Topeng Gong. 3. Tari Gong.68 Tari Merak Jakarta. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Tayub (Nayub). Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. topeng Cantik. 3. Tari Blenggo. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. 3. Tari Ngarojeng. 72 Nyi Kembang . 70 TeaterTopeng Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 71 TeaterTopeng Gb. 3. 69 Topeng Gb.200 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ 3. Di Bawah ini Tari Topeng Gong dalam 2 bentuk yakni Kreasi Baru dan Pertunjukan Topeng serta Garapan Kreasi Baru.67 Bodoran 3. serta Topeng Angga.

3.40-41) dan Internet Jawa Tengah: Tari Srimpi 5. Tari Kridohumangsah. 3. Tari Srimpi 9. Tari Anoman Kataksini. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Bondoyudo. Tari Lawung. 3. tari Golek. Tari Saptoretno. 3.75 Tari Trunajaya Gb. .74 Tari Bahauran Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadit Gb. Tari Retnosari. tari Bondan. Tari Bondoboyo.73 Tari Tebal Gempita Gb. Koleksi Kusnadi (2.201 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Menak Koncar. tari Rantoyo. Tari Surenglaga. Tari Karonsih. Tari Panji.76 Tari Topeng Tari Topeng dan Trunajaya (Bali) tari klasik garapan tari berorientasi dari keraton.

Tari dll. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. 3.78 Dolalak Gb. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan).202 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. 3. 3. tari Srimpi. .79 Gambyong Yogyakarta: tari Bedhoyo. Pergelaran di Pendopo. tari Golek Lima.77 Gumyak Banyumasan ( Pribadi ) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Jurusan tari UNJ Gb. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat.

tari Bapong.203 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb.82 Mbya (gaya tari Madura) .81 Klono Topeng Kedua karakter tari ini adalah gagahan. Tari Topeng (Madura). 3. 3. pertunjukan secara berkeliling. Tari Emprak (tari putra/putri berpakaian wanita. Gaya tari Yogya lebih menekankan pada angkatan kaki berciri lurus untuk perpindahan tempat dengan cara merendahkan kaki tumpuan. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3. Jawa Timur memiliki beberapa khasanah tari seperti Tari Ngremo. Tari Embatembat. Tari Atandak. berperan seperti Tledek atau Ledek.80 Tari Gagahan Gb. tari Jejer.

Gb.84 Tari Ngremo Sumber www. Pernyataan .85 Ngremo Kedua gambar tari Ngremo di atas menunjukkan perbedaan konsep koreografinya. 3. serta kebutuhan untuk upacara adat sangat bergantung situasi tari dipergelarkan. 3. 3. Pada tari-tarian Bali unsurekspresi mata (sledet dan panajam).dance@yahoo. Hanya pada jenis tarian upacara saja yang membutuhkan penghayatan tari berdasarkan situasi fungsi tari dipergelarkan. 3.com Gb.85 di Proscenium Stage Tari Bali merupakan jenis tari tradisional yang paling ekspresif pada sebagaian banyak jenis tariannya. penghayatan topeng denga penyesuasian karakternya. Tari-tarian Bali merupakan cermin masyarakat Bali yang dinamis. Tari Bali merupakan tari tradisional yang didominasi tarian ekspresif.83 Tari Warok Gb.204 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 84 di Mal dan 3.

3.89 Trunajaya (Kusnadi) . 86 Topeng Rangde (BudPar) Gb. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 2.205 kehendak dan karakter musik dan tarinya mencerminkan dinamisasi jaman yang terus menerus berkembang. Hal ini di alami oleh masyarakat Bali.88 Oleg Tabulilingan(UNJ) Gb. 3. 87 Manukrawa (BudPar) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 2.

Tari Cilo.90 Abike Anuku ( GNP TMII ) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Angin Alus. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Dadara Nesek.206 Nusa Tenggara Timur memiliki khasanah tari yang antara lain seperti di bawah ini. Tari Bidu. Tari Nuri. Tari Danding. Tari Dalata. Tari Lenda Nusa Malole. Tari Katubu. Tari Padoa. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Soka Papak. Tari Likurai. Tari Kabana. Tari Gandrung. Tari Ayam Karata. Tari Deda Lolon. Tari Ana Keka.91 Abike Anuku ( GNP TMII ) Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang antara lain terdiri dari Tari Udeg. . Tari Bial Tojong. 3. Tari Carana. Tari Elilola. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Dio doe. Tari Lenggo. 3. Tari Kanja.

94. Tari Anitu. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. tari Kebesaran. Tari Banggai.93 A dan 3. dilakukan kelompok gadis. tari Ana Tete. tari Ando-ando. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama.207 Sumber Koleksi Pribadi Gb.3. kitanan. tari Maka Anding. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. 3. B Pamilau Sulawesi Tengah: Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb.92 Katubu ( Anjungan TMII ) Sulawesi Utara: tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. . Tari Arum Piju. serta penobatan putri masa akil balig. Tari Kartili tarian hiburan rakyat Sulut. Tari Peule Cindi. Tari Maengket. Tari Pemontes. tari Turutenden.

Tari Kancara. Tari Mangandak.Tari Moleba. Tari Kandai Patangaya. gadis akil balig harus menarikan tari ini. tari Lumunse.96 Lanunse ( GNP TMII ) Gb. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. 3. Tari Makrencong-rencong.208 Tari Ei-Ei. Tari Dero.97. Tari Motaro dll. Tari Katumbu. Tari Moana. Tari Maluyya. tari Mangaro. Tari Modelusi. Tari Langko. Tari Lumanse. Tari Salonde. 3. Tari Mangayo. Tari Morasa. 3. Tari Manganeng. Tari Marrelau Pammase Dewata. Tari Basalonde. Gb. dll . Tari Dopalak. Tari Mak Bandong. Tari Mak Randing.95 Assay (Pemda Sulteng) Sulawesi Tenggara: tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Tari Luminda dll. Tari Morengku. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Linda. Lanunse ( GNP TMII ) Tari dari Sulawesi Selatan terdiri dari Tari Losa-losa. Tari Mappacci. Tari Moese. Tari Maklatu Kopi. tari Mombesara. Tari Mak Jekne-jekne. tari Dinggu. Tari Modero. tari Assay. Tari Malemmo.

Tari Burung Enggang. 3. Tari Bekuku. . Tari Bogam. Tameng.209 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Tari Mantang.99 Pakarena UNJ Kalimantan Timur: tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit. Tari Belahong. Tari Gantar. tari Gandut. Tari Belaong. Tari Datun dll.TariBogam. Balian Bukit. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. 1 orang lelaki(pawang).98 Pakarena (Mujiati) Gb.Tumbak). Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Japin Sigan. Tari Bejo Ujo.Tari Anggo.100 Perang (TMII) Gb. tari Topeng Panji. tari Hudok. Ditarikan pada masa paceklik.101 Jipeng Rebana Kalimantan Selatan: tari Tirik Lalan. 3. 3. tari Perang. Baksa (Ajaran. oleh 4 wanita.

103 Giring-giring(TMII) .102 Perang (TMII) Kalimantan Tengah: tari Giring-giring. tari Kinyah Pampulu. Tari Banggai. TMII Jakarta Gb. Tari Bukung. tari Mandau Talawang dan Kapuas. tari Kinyah Bawi. Tari Kangkurung. 3. Tari Kanjan. tari Manjuluk Sipa. 3. Tari Kinyah DanumK Kalimantan Barat: tari Capin Tari J Sumber Koleksi Anj. Tari Bahala. tari Boleong Dadah. Tari Badeder. Tari Tambung. Tari Karaenta. Tari Balian Bawo.210 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.

211 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Tari Denge-denge.. Tari Due. Tari Aya Nende. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.105 Tuan Pamekik Gb. Tari Dendang Dilale. tari Dombe. Tari Dow Mamun. tari Lenso. Irian Jaya/: tari Yospan. Tari Mabileose. Tari Det Pok Mbui. Tari . Tari Aluyen. tari Wor. tari Mutiara. Tari Dodobol.106 Tari Bambu Gila Kedua gambar ini menunjukan konsep garapan tari upacara berupa pengukuhan kepala adat. Tari Etol.104 Giring-giring (UNJ) Maluku: tari Caka Lele. Tari Aniri. 3. Tari Maru Putih.

Tari Agama Tari upacara Agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus. Tari Meto.1. Tari Mooni dll. 3.7. Tari Meitoro Meisawe.3. Tari Ndi.Tari Mbis Pok Mbui.2.108 Ndaitita 3. apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayatan keagamanan dimana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam .107 Mbui Dong Po Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.212 Kampu. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb.

3. 111 Sekapur Sirih (UNJ) Daerah Jambi memiliki tari tradisional Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi. . . tari Sauh. Rejang. Gabor. tari Kepak Balam dll. Pasraman. tari Depan Tulang Belut. 3. tari Mandi Taman. Di sisi lain. 110 Kecak Gb. dan penghayatan persembahan secara total. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 109 Tuan Pamekik Gb. mengkultuskan. tari Kelit Lang. tari Kipas Perentah. Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan.213 dan bersifat memuja. Keris. Rangde. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. tari Gunjing. Tari yang ada antara lain meliputi tari Pendet. Tari tersebut banyak digunakan untuk penyambutan tamu terhormat. 3. maka tari ini berbentuk tari sosial. Tari Kain. Ngaben untuk acara kematian. Di bali banyak tari jenis keagamaan digunakan sebagai pernyataan maksudnya.

Tari Berdasarkan orientasi Artistik Tari berdasarkan orientasi artistik lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar. Selanjuynya. Tari-tarian tersebut telah diuraikan pada penjelasaan terdahulu. 3. 3.112 Sekapur Sirih Gb. Hal ini dapat dilakukan apabila sepakat untuk tidak meninggalkan akar budaya tradisi budaya tari ini. 114Time Load www.com Gb. mengingat tari ini sudah banyak dikenal kalangan.214 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.113 Rangguk Dalam rangka pengembangan asset tari untuk kalangan tertentu tari ini dapat dikemas untuk konsumsi pariwisata. 3.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.1. 3. 3. 115 sequence . Tarian jenis ini menjadi milik rakyat.com Gb. tari-tarian lain terdiri dari jenis tari-tarian sebagai berikut: 3.8. istana.8. dan primitif. Tari Balet www.

3. 3.215 www. Sumber: Buku Modern Dance William Dowoo .dance_@ Yahoo. 3. 116 Squarel www.dance_@ Yahoo.com www. 118 Time Load Perhatikan ketiga gambar di atas menunjukan tari Balet asal Amerika (Ketiga piñata tari dari Amerika).com Gb. 117 All Fine Gb.com Gb.dance_@ Yahoo.

tari dapat berperan sebagai pemujaan.8. dan komunikasi. Dengan demikian tari dalam rangka memenuhi kebutuhan idividu dan sosial merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya. dan tujuan tertentu yang mendatangkan kepentingan sosial secara total. sosial. Salah satu cabang kesenian dalam pembahasan di sini adalah seni tari.216 3.2. 3. Kebutuhan yang erat hubungannya dengan pemenuhan sentuhan estetis adalah melalui kegiatan berkesenian. Musical Dance Jenis tari ini terdiri dari tarian yang dipentaskan secara kolosal. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia. secara umum dapat digarisbawahi bahwa fungsi tari dapat bertujuan sebagai . Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb.9. sarana komunikasi. dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak. Dengan demikian tari apat sekaligus menjadi kendaraan mengekspresikan keinginan.119 Ebegan 3. pernyataan maksud. Biasanya merupakan bentuk pertunjukan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya. Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu. Oleh karena itu. Dalam kaitan dengan itu. Fungsi Tari Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memebuhi kebutuhan hidupnya.

keagamaan. sarana komunikasi. 3. persembahan. perkawinan. Secara garis besar Soedarsono mengelompokan fungsi seni tari ke dalam seni pertunjukan dapat dikelompokan menjadi tiga sebagai berikut: 3. dan adat. kesuburan. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang. Tari sebagai sarana upacara ritual harus diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji pada situasi atau tempat tertentu pula. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral. Tari sebagai sarana Upacara Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini. bunyi-bunyian guna menambah kesakralan dan menghadirkan daya magis. Di bawah ini beberapa contoh tari-tarian yang difungsikan dalam berbagai upacara agama.1.217 pemujaan.9. sebagai sarana untuk persembahan. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. Seperti panen atau potong padi sebagai ungkapan terima kasih berkaitan dengan peristiwa kelahiran. adat di suatu daerah sebagai berikut: Asal Keagamaan daerah Bali No 1 Tarian Pendet Rejang Keris Pasraman Gabor Ngaben Ndi Mbis Ura Nelayan Adat Kehidupan Kematian Irian jaya Cuaca buruk Cuaca buruk 2 . Tari-tarian ini memiliki ciri-ciri adalah sebagai berikut: 1. dalam peristiwa penting kehidupan yang diikuti dengan sesaji. 2. di mana berfungsi sebagai ritual. dan perwujudan kehendak yang diungkapkan sehubungan dengan ekspresi kebutuhan yang mendesak pada diri manusia. Setiap upacara selalu dilengkapi dengan tari-tarian.

2 Hubungan tari dengan aktivitas manusia .218 Raupe Saran 3 4 Tor-tor Gandal Sapu Buluh Gita Wani Walone Pagellu Mapaliang Ngalage Tayub Sablang Sumut Maluku Kelahiran Kelahiran Sulsel Kematian Jabar Jatim Panen Panen Panen Kelahiran Perkawinan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Akil Balik Penobatan Penobatan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Bersih Desa Bersih desa Penobatan Pinangan Berburu 5 6 7 8 Hola Ana NTT Dodoka Doo Lego-lego Ledo/Tawu Prisen NTB 10 11 Bedhoyo 5 Jateng dan 9 Bedhoyo Ketawang Gambyong Karonsih Gatutkoco Gandrung Kuda Lumping Jatilan Bedhoyo semang DIY 12 Tabel 3.

Hal ini berhubungan dengan tari untuk memenuhi konsumsi publik saja.121 Squarel Sumber Jurusan tari UNJ Gb.com Gb. 3.219 Tugas untuk kamu. atau bahkan untuk memenuhi kepentingan publik dalam rangka hiburan saja.dance_@ Yahoo.122 Baris . coba masukan ke golongan mana tari-tarian ini dikelompokan. Oleh sebab itu. 3. Tari-tarian tersebut adalah tari Penyambutan. tari Gembira. Sumber Majalah Myung Hui www. 3. Tari Sebagai Sarana Hiburan Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton. tari Perang.2. amal. tari Kecak. tari Bebodoran. dalam penyajian terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan.120 Hung Myung Gb. Tari Rangde. 3.9.

3.com 2.dance_@ Yahoo.38-39 Gb.123 Cinta Bunda (Koleksi Farida Faisol) www.38-39 Gb. 3.com 2. 3.dance_@ Yahoo.125 Manuk Rawa (Jurusan Tari UNJ) .220 www.124 Fatamorgana (Interbet) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

penilaian. tingkat persepsi pengetahuan. analisis.10. Coba analisis. lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan. Gerak Murni Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah. Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun. Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. tujuan. Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak. mencipta. fungsi. merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : a.221 3. Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih. tulis. menginterpretasikan. Gagasan Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. seni tari. b. mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat. sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. Gerak maknawai Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya . bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu. estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor). pengertian. coba jelaskan latar belakang. dan diskusi. Amati seluruh penyajian. PRODUKSI TARI Pada tahap produksi peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan. Tentukan tema yang kamu pilih. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman. apresiasi sampai keutuhan produksi.

11. Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir. Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber. . Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. baik ruang maupun desainnnya. diolah dan digarap. tumbuh. dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan. bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. 1. Gerak asimetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun. Dasar pijakan Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan. Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol. baik ruang maupun desainnya. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri. Kekhasan tersebut dapat dilihat dari : 3. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru.222 c. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi. Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. d. sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan. 2. Gerak simetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun.

kaki (berjinjit). Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong).6. Tema dengan menggunakan properti. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). seperti bermain tali/pita. pertanian. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). pohon bergoyang. payung. c. Tema kehidupan sehari-hari. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak).12. dsb. Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karyakarya tari di nusantara dapat diangkat : a. air yang mengalir di sungai. . b. kentongan. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) . topeng. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin". mata pencaharian (nelayan. dsb) Tema logika matematika. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. d. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). seperti bermain peran. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi.223 Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari Gambar 3. Tema lingkungan dan alam sekitar.tangan (mengepal) . seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. tempurung. dsb. di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak.kepala (mengangkat dagu) . seperti gerak-gerak angin bertiup. berkaitan dengan perburuan.

Gerak yang ritmis. a. Tari tradisi d. Gerakan tari dapat diistilah sebagai bahasa . Gerak d. Olah tubuh 2. Gerak .. Bahasa verbal 3. Esensi keindahan dalam tari dapat dilihat pada. Tari Cokek (Betawi) adalah termasuk golongan tari .. Bahasa plastis d. Tari b. Ekspresi 4. Tari klasik c. a.. dalam istilah tari disebut.. Bahasa visual b. Tari garapan 5....... Koreografi c..224 TES FORMATIF BAB III Pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Gagasan d. Tari adat b. Produksi b... selaras dengan bunyi musik . Bahasa kinestetik c. a... Kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai . Garapan 6. a. a.. Gerakan maknawi b.. Komposisi d. Pantomim c. a. Tata rias c.. Sebuah tarian yang memiliki gerakan bermakna pesan. Kostum b. Musik d. Gerakan ragawi c.

wiraga adalah istilah . PERTANYAAN 1... Trisik d. Klieu d. pola lantai. a.. Komposisi tari 9. wirama.. Ngigel II. Ngigel 10. a.225 7. musik. seni tari non tradisional. ide. Goyang plastik 8... Sledet b. a. Bagaimana pendapat kamu tentang seni. Gerak tari berlari-lari kecil dalam tarian Jawa diistilahkan dengan. uraikan dan analisis latar belakang. pola penyajian. tata rias.. tema. Sledet b. Diskusikan dengan teman. Penjiwaan tari d. Wirasa. Nguyi b. Nandak c. buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional... Nandak c. Trisik c. Unsur-unsur tari c. Trisik d.. stage. a. Gerakan tangan pada gerak dasar tari India disebut.. Amati gerak dan pendukung lainnya. Ciri khas gerak mata tari Bali yang ekspresif diistilahkan dengan. . Kemampuan tari b. jumlah penari? 2.

Seni Teater Mengapresiasikan Karya Seni Teater Bab 4 APRESIASI Pengertian Teater Latihan Akting Istilah Dalam Teater Unsur-unsur Lakon Teater Unsur-unsur Pementasan Pembuatan Naskah .

EKSPRESI Mempersiapkan Pementasan Drama .

1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Dengan demikian. penonton dapat langsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan. Bukti tertulis pengungkapan bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM.228 BAB IV SENI TEATER 4. tingkat-tingkat hidup. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. pertumbuhan dan kematian) juga hiburan. sedangkan istilah drama merujuk pada pertunjukannya. Hal ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani. Sejarah Teater Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti gerak. puji-pujian. . Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan lantang. namun kini kecenderungan orang untuk menyebut pertunjukan drama dengan istilah teater. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita. kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan. Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan. bukan hanya berupa nyanyian. siklus hidup (kelahiran. Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif) di panggung. selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan. 4. Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. lambat laun upacara keagamaan ini berkembang. Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka agama. Percakapan dan gerak-gerik itu memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah.

dekorasi. suara. bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. reog. band dan sebagainya. non cerita. efek dan musik) • Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya.gerak bunyi dan gerak rupa) • Suara sebagai unsur penunjang (kata. didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik. akrobat.gerak suara. rias dan kostum) • Lakon sebagai unsur penjalin (cerita. misalnya wayang golek. debus. fiksi dan narasi) Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang utuh antara manusia sebagai unsur utamanya dengan unsur –unsur penunjang dan penjalinnya. sulap. nyanyian dan tarian. Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan perpaduan segala macam pernyataan seni.229 4. Unsur-unsur teater menurut urutannya : • Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor) • Gerak sebagai unsur penunjang (gerak tubuh. ucapan pemeran) • Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda.gerak dan laku dengan atau tanpa dekor. dengan media : percakapan. disaksikan oleh orang banyak.2 Pengertian Teater arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang banyak. . lenong. arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas. dialog. Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak.

bunyi/musik dan cerita atau lakon 4.Pribadi ( Foto istimewa) Gambar 4. Contoh : lenong. ketoprak dll.1 Pertunjukan Teater sanggar KITA Bandung.improvisasi. grak.2.1. suara. Sutradara : Yoyo C Durachman. ludruk. bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh kaidah-kaidah pertunjukan yang kaku. sifat nya spontan. Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya : a. Merupakan salah satu pertunjukan tater yang menggunakan semua unsur teater misalnya tubuh.230 Sumber :Dok. Judul : Orang Baru. Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4.2 Pertunjukan teater rakyat tradisional Ludruk yang hidup dan berkembang di daerah Jawa timur . rupa. Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan pedesaan . Karya : Saini KM.

231 b. sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia. Contoh : teater Wayang Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4. yang merupakan bentuk teater yang berasal dari keraton c. yang merupakan salah satu kesenian masyarakat Jawa Barat.cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang dekat dengan dewadewa .3 Pertunjukan Wayang Golek. Sumber : Dok. teater jenis ini lahir dari kebutuhan yang timbul dengan tumbuhnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan sebagai produk dari kebutuhan baru . Teater Urban atau kota-kota. Teater kontemporer. Pribadi (foto Istimewa) Gambar : 4. Pertunjukan dilaksanakan hanya untuk lingkungan terbatas dengan tingkat artistik sangat tinggi. Teater Keraton yaitu Teater yang lahir dan berkembang dilingkungan keraton dan kaum bangsawan. d. dalam dirinya terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang . Teater ini Masih membawa idiom bentuk rakyat dan keraton .yaitu teater yang menampilkan peranan manusia bukan sebagai tipe melainkan sebagai individu .4 Pertunjukan komedi antar pulau dengan lakon ”cinta robot” ini merupakan salah satu pertunjukan teater masyarakat urban dimana pertunjukannya menampilkan permasalahan masyarakat urban dengan budaya yang heterogen(beragam) sesuai dengan asal masyarakat pendukungnya.

nyanyian maupun cerita. Pendukung teater ini masih sedikit yaitu orang-orang yang menggeluti teater secara serius mengabdikan hidupnya pada teater dengan melakukan pencarian. Kegiatan ini masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari unsur-unsur ritual kesuburan. Juga peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang (kelahiran. Pemanggil kekuatan gaib 2.2. Pribadi ( Foto Istimewa) Gambar 4. . khitanan. dengan acara. siklus kehidupan maupun hiburan. Memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat. Juga ketika panen. 4. Teater rakyat adalah teater yang hidup dan berkembang dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan rakyat. eksperimen berbagai bentuk teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini.5 Pertunjukan Teater Kontemporer yang menggunakan bahasa ungkap ekspresi gerak dengan judul ”Pramuwisma stories”.2 Fungsi – Fungsi Teater Rakyat Fungsi – Fungsi Teater Rakyat : 1. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun. sebagai ucapan terima kasih maka dilaksanakan upacara panen. Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara khusus untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur. tata cara yang unik dan menarik. Menjemput roh-roh pelindung untuk hadir ditempat terselenggaranya pertunjukan 3. berkah dan terjaga dari berbagai gangguan.232 tanpa batas. Sumber : Dok. naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu ditandai dengan peristiwa-peristiwa teater dengan penampilan berupa tarian.

Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah. Pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang. 2. Nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus yaitu tertawa dan menangis. Ciri-ciri umum teater rakyat diantaranya : 1. tarian dan nyanyian 3. 7. dongeng. 7. Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . Mempergunakan bahasa daerah. Peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya.233 4. 6. 6. sebagai media hiburan. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton) Sumber : Video Teater PSN (foto : Istimewa) Gambar 4. Teater berfungsi sebagai salah satu upacara keagamaan .6 Pertunjukan teater arja di Bali. mitologi atau kehidupan sehari-hari. 8. 5. merupakan salah satu contoh teater rakyat yang masih hidup dikalangan masyarakat Bali. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain. 5. Penyajian dengan dialog. Unsur lawakan selalu muncul 4.

7 Pertunjukan “Kekawen Kawin” karya Nikolai Gogol. dan harus mempunyai daya konsentrasi. Sutradara Yusep Muldiyana. STB.indah. psikis dan sosial.3 Seni Peran Sumber : Dok.kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan. Sehingga ketika sorang aktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah. imajinasi. seorang aktor harus menguasai olah tubuh. punya kekuatan atau tidak berkarakter. . sehingga menimbulkan rasa empati dan simpati bagi yang melihatnya. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater. Seperti dikatakan oleh stanislavsky. pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Virtuositas adalah kekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan. Pemahaman mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik. bagus . observasi serta mempunyai kecerdasan. Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit .234 4. tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penonton bertahan tidaknya ditempat duduknya. menarik . Pribadi (foto :Hermana HMT) Gambar 4.seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran. vokal. menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan. Dalam pertunjukan ini kekuatan pemeranan dari masing masing aktor sangat ditonjolkan untuk menampilkan daya tarik pertunjukan secara keseluruhan. wawasan. fantasi.

ambisi. . WS. Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang. aktor harus menghayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secara sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri. raut muka. jabatan.235 Keadaan fisik meliputi .standar moral. Keadaan psikis meliputi . profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula.Pribadi (Foto Bedeng Siregar) Gambar 4. jenis kelamin. kemasyuran . tinggi/pendek. ras.suku bangsa. keadaan emosi dan sebagainya. sutradara. ideologi dan sebagainya.Keadaan sosiologis meliputi . ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya. kesukaan. mentalitas. kompleks psikologis yang dialami. temperamen. pekerjaan. Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kepopuleran. lingkungan dan penulis. cacat jasmaniah.cirri-ciri tubuh. suka senyum/ cemberut dan sebagainya. kelas sosial. kurus gemuk. Sumber : Dok. agama. Pencapaian seorang aktor dalam mewujudkan sosok peran sesuai karakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan. keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang.8 Pertunjukan Teater “Pelajaran” Karya Ionesco Sutradara : Deden Rengga Dalam pertunjukan ini semua pemain harus menguasai tehnik akting yang memadai untuk mewujudkan peran yang sesuai dengan tuntutan naskah. jika yang dijadikan sumber gaya adalah actor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton . kegemaran. watak. Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil .cirri khas yang menonjol. umur.

kesiapan batin untuk mengikuti jalannya cerita sampai berakhir.236 4. rasa dan karsanya pada dunia lain itu. Latihan konsentrasi dapat dilakukan melalui fisik (seperti yoga). Meskipun lakon berjalan.seni lukis) dan latihan sukma (melatihan kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi). STB. yaitu peran yang dibawakan . juga berarti aktor mengalami dunia yang lain dengan memusatkan segenap cita. . dialog dirinya dan dialog lawan mainnya. Sutradara Yusef Muldiyana. konsentrasi aktor tidak boleh mengendor. Konsentrasi merupakan salah satu latihan penting dalam mewujudkan sebuah peran contoh pad adegan diatas seorang pemain sedang berkonsentrasi pada peran.4 Akting Ajaran akting menurut Boleslavsky dalam buku Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor : 1. memerlukan konsentrasi. juga jika saat itu tidak kebagian dialog atau gerakan . latihan intelek atau kebudayaan(misalnya menghayati musik. Pelajaran pertama : Konsentrasi Pemusatan pikiran merupakan latihan yang penting dalam akting. konsentrasi bertujuan aagar actor dapat mengubah diri menjadi orang lain . Jadi tidak boleh perhatiannya goyah pada dirinya sendiri dan pada penonton. Sumber : Dok Pribadi (foto : Hermana HMT) Gambar 4. puisi.9 Adegan Pertunjukan “ Kekawen Kawin” Karya Nikolai Gogol.

Pelajaran kedua : Ingatan Emosi. untuk menuju garis dan titik sasaran yang tepat dengan begitu ia dapat melatih berlaku dramatik Artinya bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri. dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa. atau sebaliknya watak peran itu telah merasuk kedalam diri sang aktor. dan menghidupkan aspek dramatisasi melalui ekspresi atau mimik wajah melalui dialog. Jika pelaku harus bersedih . . Aktor harus selalu mengingat apa tema pokok dari lakon itu dan dari perannya. Pembangunan watak itu didahului dengan menelaah struktur fisik. Dalam proses terakhir itu diri aktor telah luluh dalam watak peran yang dibawakannya. tetapi sebagai pemeran. Pelajaran ketiga : Laku Dramatik Tugas utama aktor menghidupkan atau memperagakan karakter tokoh yang diperankannya. maka kadar kesedihan itu takatannya tidak akan berlebihan. untuk itu memang diperlukan penghayatan terhadap tokoh itu secara mendalam sehingga dapat diadakan adaptasi 4. dan pemanfaatan seting pendukung (misal membanting). Pelajaran keempat : Pembangunan watak Setelah menyadari perannya dan titik sasaran untuk peranannya itu aktor harus membangun wataknya sehingga sesuai dengan tuntutan lakon.237 2. Banyak peristiwa yang menggoncangkan emosi secara keras dan hanya aktor yang pernah mengalami goncangan serupa dapat menampilkan emosi serupa kepada penonton dengan takaran yang tidak berlebihan. sehingga tidak terjadi over acting. The transfer of emotion merupakan cara efektif untuk menghayati suasana emosi peran secara hidup wajar dan nyata. kemudian mengidentifikasiannya dan menghidupkan watak itu seperti halnya wataknya sendiri. 3.

Mungkin dalam percakapan sehari-hari ini tidak perlu.238 Sumber : Dok Pribadi (foto : Bedeng Siregar) Gambar 4. Sutradara : Deden Rengga. Pelajaran Keenam : Irama Semua kesenian membutuhkan irama. o dengan mulut terbuka penuh. Dengan pembangunan watak hal ini dapat terwujud 5. dia sudah berubah menjadi sosok yang lain. I. agar alur dramatik dapat mencapai puncak dan penyelesaian. maka perlu diadakan observasi untuk tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan. Ada kalanya seorang pemain mampu mengucapkan kata dengan jelas atau “las-lasan”. u.10 Adegan Pertunjukan “Lawan Catur “ Karya Kenneth Arthur. perlu mengadakan observasi terhadap pengemis dengan ciri fisik. 6. tetapi toh dialog yang diucapkannya tidak merangsang . karena keduanya sangat menentukan suksesnya pementasan. laku dramatik dan pembangunan watak sulit dilakukan secara personal. Pelajaran Kelima : Observasi Jika ingatan emosi. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik . 7. akting seorang aktor juga harus diatur iramanya. akan tetapi di pentas. hal-hal yang sehari-hari perlu diproyeksikan karena suara diharapkan dapat sampai pada penonton di deretan tempat duduk paling belakang. sehingga tidak membosankan. Suara dan Cakapan Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan nada yang sesuai. e. Irama juga memberikan variasi adegan. Pemain yang baik adalah pemain yang kalu sudah diatas panggung tidak tampak lagi pribadinya. Siswa perlu dilatih mengucapkan vocal a. agar titik sasaran dapat dicapai . Irama permainan ditentukan oleh konflik yang terjadi dalam setiap adegan. psikis dan sosial yang sesuai .

maka persoalannya pada apa yang lazim disebut phrasering technique atau teknik mengucapkan dialog. Atau teater. Kata “gila” dapat berarti umpatan keras. pujian. Di samping itu. kebencian. pemahaman ini berkembang dalam teater barat (konvensional). tetapi terkandung di dalamnya lagu kalimat. Gaya aktingnya adalah gaya realis yaitu wajar mirip dengan gaya kehidupan sehari-hari. teater tidak perlu sama dengan kehidupan kehidupan distilasi (digayakan) dan di Distorsi (dirusak).239 pengertian. kekaguman. kehidupan ditiru setepat mungkin agar ilusi tercapai. Teater Ilusionis. lagu kalimat juga menyarankan dialek tertentu. Lagu kalimat itu menyarankan pertanyaan.5 Gaya Akting Pemahaman dan penafsiran tentang prinsip berteater. Suatu dunia dengan kaidah-kaidah tersendiri yang berbeda dgn kaidah-kaidah kehidupan. Pada saat pemain mengucapkan dialog. sesuai denga satuansatuan pikiran yang dikandungnya.teater kontemporer. dalam proses aktualisasinya oleh para seniman penggarap atau sutradara. . kegembiraan. Ini artinya nada ucapan tidak hanya berfungsi untuk menciptakan dinamika. Kalimat atau dialog yang panjangharus dipenggal-penggal lebih dahulu. jika diucapkan dengan nada yang berbeda-beda. misalnya dialek Jawa seperti terdengar dari lagu kalimat yang diucapkan pemeran dalam drama seri Losmen. terbagi dalam dua pemahaman yang berbeda yaitu : Teatrikalisme adalah praktek berteater yang bertolak dari anggapan bahwa teater adalah Teater. kemarahan. Dibawah ini terdapat beberapa cuplikan naskah dari beberapa penulis drama yang sudah terkenal. prinsip seperti ini dapat kita lihat dalam teater-teater tradisional. Jika ini terjadi. Melahirkan gaya akting grand style ( akting di besar-besarkan ) dan Komikal yaitu gaya akting dengan mengekplorasi kelenturan tubuh sehingga menampilkan tubuh-tubuh dengan gestikulasi yang unik dan lucu Realisme adalah eater harus merupakan ilusi atau cermin kehidupan nyata (Realitas). perintah. kata-kata ternyata tidak diucapkan datar. dengan berbagai gaya penulisan naskah yang dapat kalian mainkan sebagai latihan pemeranan. dan sebagainya. Satu hal lagi yang masih berhubungan dengan latihan vokal ialah perlunya dipahami adanya nada ucapan. kekaguman. 4. Untuk melatih tehnik keaktoran maka diperlukan naskah sebagai pijakan dalam mewujudkan suatu peranan. dalam film Naga Bonar terdengar lagu kalimat yang menyarankan dialek Batak. tetapi juga menciptakan makna.

waktu. Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan.6. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Ekspresi wajah pemain ayng sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah. Satu lakon drama mungkin saja terjadi dari satu. jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon(cerita) yang akan disajikan. 2. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. dua. . pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. Isinya. mungkin ungkapan rasa senang. biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. antara lain sebagai berikut : 1. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung. dan lain-lain. Monolog Monolog adlah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. biasanya berupa kesinpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru disajikan. perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya. 3. 5. 7. atau tiga babak mungkin juga lebih. rancana yang akan dilaksanakan. Itulah sebabnya. 4. maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. prolog sering berisi lakon. Dalam pementasan. 6. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali. Isinya.240 4. atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. Adegan Adegan adaalh bagian dari babak. Beberapa istilah dalam teater Dalam membicarakan drama banyak kita jumpai istilah yang erat hubungannya dengan pementasan drama. Seorang pemain yang berbisik. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain. Baik setting tempat. Selain itu. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar. misalnya harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. sikap terhadap suatu kejadian. Artinya. Agar dialog itu tidak hambar. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama.

10. Karakter Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam drama. Layar adalah kain penutup panggung bagiandepan yang dapar dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Plot Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. Konflik Dalam tahap ini mulai ada kejadian c. Tidak semua panggung dilengkapi layar 4. 3. Amanat Sebuah sajian drama yang menarik dan bermutu adalah memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. yaitu gerakan tangan kaki. Plot drama berkembang secara bertahap. plot adalah jalan cerita drama. Ada enam tahapan plot : a. Keputusan Adalah akhir cerita 4. Ada tokoh berwatak sabar. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar. dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. contoh tema masalah Keluarga topiknya misal Pilih Kasih 2. d. mulai dari konflik yang sederhana hingga menjadi konflik yang kompleks sampai pada penyelesaian konflik. Krisis Dalam tahap ini berbagai konflik sampai pada puncaknya e. Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. Penyelesaian konflik ada yang happy ending. . Unsur-unsur Lakon Teater 1. Resolusi Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik f.7. atau berakhir sedih atau penonton disuguhkan cerita dengan menafsirkan sendiri akhir cerita. ramah dan suka menolong. kepala. Komplikasi Kejadian mulai menimbulkan konflik persoalan yang kait-mengkait tetapi masih menimbulkan tanya tanya. 9. Eksposisi Tahap ini disebut tahap pergerakan tokoh b. Tema cerita Agar cerita menarik perlu dipilih topik. Bloking adalah aturan berpindah tampat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan.241 8.

senja. Unsur-unsur Pementasan a. berkabung. 7. b. e. dan suasana terjadinya suatu adegan. dengan kata lain lakin yang dipentaskan harus terasa wajar. Semua itu diwujudkan dengan penataan panggung dan peralatan yang ada. tengah hari. penata panggung harus jeli dan pandai-pandai memanfaatkan dan mengatur peralatan yang terbatas itu untuk sedapat-dapatnya menggambarkan tempat. 4. Sementara itu. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menghidupkan plot lakon. Panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan itu terjadi: di ruang tamu. dan suasana seperti yang dikehendaki lakon drama. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya. Bagaimana caranya? Penata panggung yang mengatur semua itu.8. sepi mencekam. penggambaran setting sering berubah-ubah hampir setiap adegan. g. dini hari. 6. waktu. Naskah Pemain Sutradara Tata rias Tata biarama Tata panggung Tata lampu Tata Suara Pentonton .242 sebaliknya bisa saja tokoh berwatak jahat ataupun bisa juga tokoh berdialek suku tertentu. c. Panggung dan peralatan biasanya amat terbatas. i. di tepi sungai. atau suasana-suasana lain. atau di mana? Penataan panggung harus mengesankan waktu: zaman dahulu. di rumah sakit. zaman sekarang. hiruk pikuk. h. 5. Karena semua adegan dilaksanakan di panggung maka panggung harus bisa menggambarkan setting apa yang dikehendaki. f. Setting Setting adalah tempat. di kantin. Interpretasi Apa yang dipertontonkan ceritanya harus logis. d. atau kapan? Demikian pula unsur panggung harus diupayakan bisa menggambarkan suasana: gembira. Dialog Jalan cerita lakon diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. Karena itu. waktu.

tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat. Naskah Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian d. maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. e. kalau diiringi musik yang . Sutradara Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan. dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan. Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana. g. f. setiap tokoh akan diperankan seorang pemain c. Pemain Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari. misal penggambaran kesedihan. menggambar kejadian misal di tempat romantis. Tata Busana Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami. pemilihan pemain. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita. sutradara memilih naskah. penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat. ketakutan. Tata Suara Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana.243 a. kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak. Tata Lampu Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita. Tata Rias Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua. menentukan pokok-pokok penafsiran naskah. tata lampu dan tata suara (musik pengiring) b. saling menyesuaikan. karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita. berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita.

244 sesuai. Jadi. tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut. penata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri. Bagaimanapun sempurnanya persiapan. penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi. alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu. segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton. Penonton Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan. ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras. . kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan. h.

itulah yang besok pagi kesiangan. DAYANG : Rasa-rasa dalam mimpi SUMBI bahwa di malam ini sedang diciptakan telaga beserta perahunya. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI Apa yang nampak di mata ? 3. mesti segera diminta datang . itulah yang sebenarnya bermimpi di malam ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti.ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. DAYANG : Dan perahu ? SUMBI 7. dimana aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah. maka siapa yang bermimpi malam ini. DAYANG : Kalau begitu. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan 1. itulah pemimpi sepanjang jaman BUJANG MUNCUL 2. SUMBI kita tidak boteh lalai Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan. Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan segera terbukti 6. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI 5.245 Contoh Naskah untuk latihan pemeranan SANGKURIANG Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada tumbang batu-batu bergulingan membendung air. satu diantara dua : aku atau anakku. 4. BUJANG : Itupun hampir selesai 8.

SUMBI alamat telaga sedang dibangun. Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu. hidmat menyembah kebesaran-Mu. Riuh gemuruh di dalam dadaku. malam ini SUMBI bukan malam sepi. karena hati naik turun Ah. menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar selalu Tapi sebagai ibu. BUJANG : Baik. Nyai ? kami dipanggil di malam sepi ? 12. biar sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. Nyai. Ya. BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui.246 9. Malam ini malam yang seram malam yang berat mengancam Anakku Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya 13. apa yang hendak kite katakan. kawan? Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan. ARDA LEPA : Ada apa. hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya. . bukan? 14. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang sependapat dengan Sang Kunang. keras menolak keingmanmu. DAYANG : Mamang. bertindak berontak menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN 11. tapi juga hati seoiang ibu yang diancam bahaya Sebagai manusia. anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu. DAYANG : Riuh gemuruh dikejauhan. ya.

asal besok ban sedia perahu dan telaga.247 15. DAYANG SUMBI 20. DAYANG SUMBI : Memang. kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang. Ternyata sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat memenuhi permintaan ku. biar apinya bersinar-sinar. itu terserah kepada mereka Tapi bagiku aku adalah ibunya. ARDA LEPA 17. Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan menolak dia meminang. pinangan anakku tidak terangterangan ditolak. itu tidak lucu ! : Itu mesti disapu ! Lebih haram dan jinah ! Lebih hewan dari hewan ! : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminang Sang Kunang mesti kami buang ! Kalau tidak. BERSAMA 18. Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ? Itu lucu ! : Tapi apa mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 16. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datang Apakah mamang setuju anak mengawini ibu ? : Anak mengawini ibu ? Yey. : Jadi sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ? supaya peiahu dan telaga besok tidak bukti ? : Betul. kami semua ikut berjinah Kami menjadi hewan. menyerupai sinar fajar. biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar maksudnya diurungkan. ARDA LEPA 21 DAYANG SUMBI 22. lantaran merasa kesiangan : Ai. Aku berjanji mau kawin dengan dia. ai. : Nantidulu Dengar dulu! Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap anak. Karena itu ku menginginkan supaya kalian membakar hutan. BERSAMA . ARDA LEPA 19. ARDA LEPA 23.

248 24. marilah kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah panggilan kita di dalam hidup bersama : (SAMBILTERUS TURUN) Semua orang adalah satu orang lain masih kita juga kewajiban kita. BERSAMA 27. BERSAMA SEMUA TURUN . Karena itu. mengisi ini dunia dengan bermain bersama. DAYANG SUMBI : Sang Kuriang memang lain dari yang lain tapi Sang Kuriang manusia Dan kepada manusia aku tetap yakin: ada Dewata dalam dirinya Dan selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam tubuh Sang Kunang ! : Bagaimana kawan. ARDA LEPA 28. biar gigi tinggal dua. kita sekarang membakar hutan ? : Asal terang ada anak memang ibu : Yang sudah teiang semua manusia adalah satu Orang lain masih kita juga. tanpa yang diharapkan. tanpa yang diidamkan. selam damang bagi semua 25 ARDALEPA 26.

dan jika tak ada kekuasaan yang mengatasi peraturan. dan penghormatan tahli) serta makam keramat. WUJU TUMB WUJU ULAMA WUJU ULAMA WUJU TUMB RATU WUJU . Jalu Wulung.249 Contoh Cuplikan naskah JAKA TUMBAL Saduran dari HAMLET Karya Shakespeare BABAK IV Akhir Adegan 1. Pengawal dan lam-lain) TUMB : Sri Ratu. saat Yuta Intern dikuburkan. (Masuk ulama-ulama dan lain-lam yang merupakan pawai azmat. Meninggalnya tidak patut. S'lamat tinggal Pernah kuharap kau menjadi istn Jaka Tumbal. beling dan krikillah yang dilemparkan padanya. orang-orang pura I Siapa dihantar Dengan upacara kecil ini? Ini berarti Bahwa jenazah itu dengan semena-mena Mengakhiri hidupnya sendin. tapi batu. sampai kiamat dia takkan bermakam di tempat kudus : tak ada do'a suci. di pekuburan. Ratu. anak muda budiman. perhatikan. Namun dia dapat karangan bunga dan penaburan kembang untuk perawan. beserta pengabung-pengabung. Ulama yang keras hati Bagai bidadari adikku beidarma. : Tak ada penghormatan lagi ? : Tak ada Adat akan kami najiskan. tiga kali celaka Timpalah sepuluh ganda tiga lipat Kepala pendurjana yang dengan jahat memadamkan cahaya budimu ! .Hai. Dibelakangnya jenazah Yuta Inten. Dan tiada di kuburan : O. Selanjutnya Prabu. pabila Kami nyanyikan adzan untuknya. seperti Untuk orang yang mati suci : Letakkan dalam tanah Supaya dari tubuh yang elok tak ternoda itu Tumbuh bunga-bunga ! Hai. jika kau sedih meringkuk : Apa ? Yuta Inten Jelita ? : (Menabur bunga di atas jenasah) Inten dan segala permata. Juwita dan kutaburkan bunga atas pelaminanmu. : Tambah Upacara ! : Upacara sudah seluas-luasnya dalam batas tanggung jawab kami. dan dia berpangkat Mari sembunyi sambil melihat (Ke samping bersama Arya Lontar) : Tambah Upacara ! : Itu Jalu Wulung.

Jalu Wulung. puasa. Hingga puncaknya dibakai Cakrawala.Apa hendakmu dengan dia ? Dia gila. dan bikin gunung dari daratan ini.tuan ! Pangeran sabarlah ! (Para pengiring Prabu melerai mereka. Sebelum kupeluk dia sekali lagi. Orang Pangruatan ! (Melompat ke dalam kubur) Setan mencabut jiwamu ! Do'amu tak enak ! Hai lepaskan kerongkonganku! Benar aku tak garang dan geram. kalau tak mau celaka ! Lepas! Pisahkan mereka ! Tumbal ! Tumbal ! Tuan .250 jangan ditutup dulu. akupun bisa Ini sungguh gila Sementara saja badainja mengganas . Jaka Tumbal. yang ratapannya Selantang itu ? Yang keluh-kesahnya menghambat jalannya bintang serta menghentikan mereka. 'ku mau berkelahi dengan dia tentang mi. Terperanjat oleh suaranja ? Ini aku. potong siri? Minum cukak ? Makan buaya ? Nah. sampai kelopak mataku tak bergetar lagi Tentang apa anakku ? Aku cinta Yuta Inten Empat puluh ribu kakak dengan jumlah cintanja tak dapat memadai Cintaku . dan meieka keluar dan bang kubur) Nah. TUMB : WUJU TUMB : : PRAB RATU SEMUA LONT TUMB RATU TUMB : : : : : : : PRAB RATU TUMB : : : RATU : . Aku juga! Kau datang untuk meratapi dia ? Menantang aku dengan tampat di bang kuburnya? Ikutlah terkubur hidup-hidup. dan aku menyusul! dan kalau kusebut gununggunung. lebih tinggi Dan Suralaya di atas yang biru dan berawan (Melangkah maju) Siapa dia. katakan. Demi Allah. kalau kau bermulut besar. berkelahi. tapi ada sesuatu padaku yang berbahaya. (Melompat dalam Liang Kubur) Tumpukkan zat-Mu atas yang hidup dan yang mati. apa maksudmu ? Menangis. dan sadarlah. jangan dilayani dia! Demi Tuhan. tenanglah. boleh kita Disungkup tanah benuta-juta bahu. Dan Gunung Mahameru sebesar kutil ! Ya.

Sebelumnya kita hendaknya sabar berjalan. Kucing mengeong dan anjingpun menyalak dan mendengking (Keluar) : Arya Lontar. jaga dia betul (Arya Lontar keluar) (Kepada Jalu Wulung) Sabarlah. suruh orang menjaga puteramu. tapi mengapa. Kubur ini akan dapat peringatan hidup Se'gra kita alami masa damai dan njaman . : Hai. (Semua keluar) TUMB PRAB . perkaia ini segera kita selesaikan Dinda. Laksana merpati betina yang telurnya menetes jadi anak burung kencana. tuan Mengapa kau peilakukan daku demikian ? Kau selalu kuanggap kawanku.251 Tapi segera ia menjadi sabar dan diam. berdasai rembukan kita semalam.

KUMPAR : Tidak. hendaknya ditulis dengan tiga atau empat kaki sajak. KUMPAR : Sobat-sobat. jadi bagus jalannya. Sudut merah ini panggungnya. itu susah. MASUK PARA PEKERJA KUMPAR : Kita lengkap ? PATH : Tak kurang. Bagaimana tanggung jawabmu ? PATIL : Astaga. GERING : Kurasa akhiinya lebih baik dihilangkan saja pembunuhan itu. Astagfirullah! itu yang paling kejam! Jadi awaslah ! CEREK : Dari itu harus ada pendahuluan lain buat menerangkan bahwa itu bukan singa. gua juga kuatir. coba pikir : memasukan seekor singa ke tengah perempuan-petempuan. bahwa gua si Piramus bukannya Piramus sungguhan. CEREK : Apakah para wanita itu tidak takut pada singanya ? GERING : Memang. tapi si Kumpar tukang tenun PATIL : Jadilah. dan katakan bahwa kita tidak bermaksud jahat dengan pedang-pedang itu. . gua punya akal buat bereskan ini. KUMPAR : Peter Patil PATIL : Ada apa. tepat yang akan kita kerjakan di hadapan tuan Hertog. Kaum perempuan tak tahan melihat itu. Pertama Piramus harus mengghunuspedangnya untuk bunuh diri. Inilah tempat yang cocok sekali untuk latihan kita. kita bikin pendahuluan begitu . biar empat-empat. tambahlah kakinya. Semak duri itu kamai hias dan kita kerjakan semuanya. Dan supaya orang tebih tentram lagi. Kumpar Kisaran ? KUMPAR : Dalam komedi Piramus dan Tisbi ini ada apa-apanya yang tak akan menyenangkan orang. dan bahwa Piramus tidak benar-benar bunuh diri terbunuh. TEMPAT ATENA. TITANIA SEDANG TDUR.252 Contoh Cuplikan Naskah IMPIAN DITENGAH MUSIM Karya Shakespeare BABAKIII Sequence 14 Adegan1 HUTAN. Tulislah kata pendahuluan. KUMPAR : Jangan dihilangkan apa-apa.

Ayo duduklah semua. kalau pidatonya habis. dan suruh dia mengembangkan jarijarinya begini. : Nan. : Wah. : Jadilah. begitu juga masing -masing orang menuiut alamat. : Seperti bunga mawar meraksasa-raksasa : Meraksi-raksi ! : O ya. Saya orang biasa seperi yang lain . ada permainan? Aku menonton. maka di depan rekan itu Piramus dan Tisbi mesti berbisik-bisik. omong-omong di depan rekahan tembok. biar dia ambil sedikit tampal atau kapur atau lengrengan untuk merupakan tembok. Si Piramus danTisbi kan bertemu dalam cahaya bulan : Apa bulan persinar waktu kita main ? : Cari almanak Cari apa cahaya bulan terang tidak : Bagus. pergi ke belakang sernak itu. lantas dia omong bahwa dia datang untuk bikin "Perhidangan" cahaya bulan. Yaitu memasukkan cahaya bulan ke dalam kamar. sebab Piramus dan Tisbi. atau nyonya-nyonya manis. Kalau nyonya sangka saya ini singa betulan. janganlah takut. jangan gentar. orang dusun ongok ini pada rame-rame deket tempat tidur ratu peri. Dia sendili hams bicara memperhidangkan dirinya begini : Nyanyanyanya. tampilah. Tisbiku! Suara apa itu? Tinggallah disini. kalau suka. saya tanggungkan nyawa saya. saya akan kecewa. begitu kata hikayat. Apa akalnya Kumpar ? : Salah seorang mesti "Mempeihidangkan" tembok itu. beres semua. : Ayo Pilamus dan Tisbi. Hai. mungkin juga ikut main. Begitulah nafasmu. Tapi ada lagiduasoal yang susah. Tapi ada lagi satu seal: kita hams punya tembok di kamar besar itu . baiklah begitu. kalau kita mesti ada orang yang membawa seberkas dahan-dahan dan tentera. lalu sebutlah namamu dan katakan saja bahwa dia ini Si Ketam tukang prabot. sebentar tunggu kembaliku (KUMPAR KELUAR) : Pelik benar Piramus seperti ini. suryaku seroja Nirmala.253 KUMPAR : Harus disebutkan namanya dan separoh mukanya hams kelihatan di celah-celah kuduk singa. Mawar tenndah di pagar duri Kesuma bangsa yang paling berpahala Taat bagai kuda yang berlari-lari Ku jumpa kau Piramus di makam Nini PATIL KETAM KUMPAR PATIL KETAM KUMPAR PATIL PEK PATIL KUMPAR PATIL KUMPAR PEK GEMBUNG . : Tembok tak mungkin digendong. Saya ingin minta dengan hormat sekali. meraksi-raksi. Piramus lu mulai. (PEK KELUAR) : Piramus.

bukan Nini! Tapi itu jangan lu sebut dulu. Jangan diucapkan seluruh peranan sekaligus begitu.. Piramus masuklah . beserta alamatnya dan sebagainya. (PEK DATANG KEMBALI BERSAMA KUMPAR YANG BERKEPALA KELEDAI). Hai.. yaitu berlari-lari. itu jawaban buat Piramus. Taat bagai kuda yang berlari-lari. GEMBUNG .254 PATIL : Ninus. alamatnya sudah disebut.

Seni Rupa Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Bab 5 APRESIASI Pengertian Seni Rupa Dasar-Dasar Seni Rupa Apresiasi Karya Seni Rupa Pameran Karya Seni Rupa .

EKSPRESI Ragam Hias Nusantara Seni Kriya Batik Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) .

Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. tari. keramik. fotografi. kritik seni. multimedia. dan seterusnya. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan). Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan.1. Peran pendidikan seni merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan manusia seutuhnya. Pengantar Seni Rupa Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada kondisi sistem pendidikan nasional saat ini. teknologi. semantika produk. Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture). rupa. Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja. Seni terdiri dari musik.288 BAB V SENI RUPA 5. semiotika visual. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa). grafis dan kriya. seperti lukis. karena lebih mengutamakan pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan. . dan matematika. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa. patung. Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. sosiologi desain. metodelogi desain. manajemen desain. dan drama/sastra.

logam. desain. multimedia) Seni Terapan Arsitektur Tekstil. kulit. dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan. ikat celup. batik.289 Seni Lukis Seni Murni Seni Patung Seni Grafis Seni Rupa (Visual Art) Keramik Seni Kriya Seni Desain Produk (desain industri) Desain Interior Desain Desain Komunikasi Visual (desain grafis. dan kriya. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini Dalam kehidupan seni rupa modern. bamboo. .1.dll Sumber : Pribadi Bagan 5. tenunan Kriya Kayu. keramik Anyaman rotan. pandan. yaitu seni murni. serat alam. terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim.

1. Namun dalam hal tertentu. atau bahan-bahan industri seperti logam. Seni Lukis Gambar 5. Teknik Cetak dengan teknologi modern.serat gelas. mizotint.2. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. cat akrilik. (3) sablon ( silk screen ).Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. keramik ). wood engraving print.1.290 5. etsa. dan lain-lain. c. a. Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam. 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point. Seni Murni Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. atau bahan lainnya.1. karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang. kolase print . Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak. misalnya offset dan digital print. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. patung. d. Seni Patung . Teknik cetak konvensional antara lain : 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print.sugartint . grafis. b. lino cut print.

baik dengan pendekatan estetis. seperti : mebel. prinsip sains (fisika). Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan. Berbeda dengan karya seni murni.2. alat tulis.3. bahkan perkakas pertukangan.4. alat rumah tangga. estetika (gaya visual). kerajinan. budaya (Sikap. Seni Lukis Gambar 5. desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. dan lingkungan (social). aturan. gaya hidup). mainan anak. alat kedokteran. yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. Desain Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia. sepatu. produksi (industri). alat kebersihan. maupun pendekatan fungsional. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi).291 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. . umumnya merupakan karya desain. cindera mata. alat makan. mentalitas. Istilah desain mengalami perluasan makna. Desain Produk (Industrial Design) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. bahan (sumber daya alam). perhiasan. alat transportasi. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini : a. pakaian. Seni Patung 5.1. pengatur waktu. pasar (kebutuhan masyarakat).

brosur.292 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. buku. Desain Grafis berupa Poster .. surat kabar. dan bhkan juga cerita bergambar (komik). seperti poster. kemasan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. majalah. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak. Kursi hasil Desain Produk b.5. ilustrasi. Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. undangan. logo perusahan. Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi.6. dan krikatur.

Masyarakat juga mengenal desain multimedia. pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia pertelevisian. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata ruang secara keseluruhan. desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman. Desain interior Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. pusat hiburan. bangunan umum.7. Namun. tempat ibadah. Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern d. bahkan ruang dapur dan kafe. kantor. perkantoran. rumah sakit. seperti ruang hotel. rumah tinggal. Yakni. stadion olah raga. museum. hingga bangunan industri. rumah sakit. restoran. pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan. Secara umum. . sarana relaksasi. Desain arsitektur Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. Seperti rumah tinggal. sekolah.293 c. Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia. bank.

1. Batik Sebagai Seni Kriya . Jika sebelumnya kita mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn.3. Sedangkan karya kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang kerajinan Sumber : Indonesia Indah. baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual.9.8. produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna. yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan. adalah munculnya kriya sebagai bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni. kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.294 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Desain Interior Ruang Keluarga 5. Kriya Perkembangan dalam dunia seni rupa. Kriya merupakan pengindonesiaan dari istilah Inggris Craft.

Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya. panjang. vertikal. Titik /Bintik Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. ide. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak. seperti untuk menciptakan kesan kekar. warna. megah ataupun juga agung. kuat simpel. tipis. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu.2. dan kode-kode tertentu.295 5.2. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur itu terdiri dari : a.5 ) .1. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian. dan lainnya. berombak. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu. seperti pendek. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. patah-patah. dan lain sebagainya. miring. simbol. texture.Titik yang membesar biasa disebut bintik. dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. lurus. bila berkumpul atau berwarna beda. halus. Dasar-dasar Seni Rupa Dalam proses berkarya.Garis Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda. ruang. bidang. garis mempunyai berbagai sifat. b. dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya (gambar 5. melengkung. diperlukan penyusunan unsur-unsur atau elemen suatu karya yang sesuai dengan prinsip-prinsip komposisi yang harmonis 5. horizontal. tebal.

Jenis.10. dan Karakter Garis .296 Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.

bidang segitiga. dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga. dan segi banyak lainnya d. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. stabil. menyatakan permukaan. dan mengarah. oval. tajam. persegi. trapesium. seperti yang terlihat oleh mata. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. 3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif. akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti : 1) Bentuk teratur kubus dan persegi. prisma. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. energik. trapezium dan lingkaran. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas. Bidang Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat. dan silinder. lingkaran.297 c. 2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis. segi empat. dan formal. Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos. ornamental. kerucut. dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). contohnya lemari. segiempat. labil dan bergerak. tak teratur dan sebagainya. Bentuk Bentuk dalam pengertian bahasa. . baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis.

298 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.12. abstraksi binatang . bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga. Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadangkadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang. Contoh bentuk ini.11. Bentuk 3 dimensi yang dinamis Dalam seni rupa. yaitu : 1) Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature). manusia ataupun alam lainnya. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. binatang. Bentuk Figuratif 2) Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan.

14. misalnya huruf. Pengayaan Bentuk (Diabstraktif) 3) Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif. dan lain-lain. buku. misalnya segitiga. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu. dan abstrak filosofis. lemari. Bentuk simbolis. sepatu. rumah. abstrak simbolis. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. tanda baca. dan lain-lain. misalnya agama. yaitu bentuk abstrak murni. rambu-rambu. lambang. artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. Non Figuratif (Abstrak) . kursi.13. karya ukiran. hiasan keramik. prisma. dan lain-lain. kepercayaan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan lainnya. Ada tiga macam bentuk abstrak. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik. Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda.299 seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan.

15. sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua. Warna Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan. termasuk di dalamnya hawa udara. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna. warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : . Ruang positif dan negatif f. dan makna warna. sifat warna.300 e. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. 1) Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System).

biru. b) Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. yaitu : hue. Warna tertier. Warna intermediate. atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. biru-ungu. kuning. dan kuning. Perbedaan antara merah dengan biru. hijau-biru.301 Kuning Merah Biru Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. coklat. 2) Sifat warna Sifat warna intensity. dan . yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. merah-ungu. Warna quarterner. yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau. yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. Warna sekunder / biner. a) Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna. merah-jingga. misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah dikelompokkan menjadi tiga. Untuk mengubah value. ungu.16 Hue dalam lingkaran warna Warna primer. biru. yaitu tiga warna pokok yakni merah. hijau. menghasilkan warna kuning hijau. seperti merah. yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder. dan warna lainnya. dan kuning-jingga. value. jingga dan ungu. jingga.

Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.302 putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. dan merah kontras hijau. yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan. c) Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna. Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna. misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda. dan kuning. biru kehijauan.17. kualitas atau kekuatan warna. misalnya kuning kontras ungu. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas. Berdasarkan paduan warna (colour scheme). Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. hijau kekuningan. warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni : Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna. hijau. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. misalnya urutan dari biru. biru kontras jingga. Contoh intensitas warna . Warna Complementer. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value. sedang yang berada dibawahnya disebut low value. memiliki kekuatan berimbang. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade.

tegas. . mewah. tak berdosa. agung. Contoh : bendera tanda adanya kematian. kebenaran. Merah muda mempunyai makna romantis. gagah. kematian. bahagia. dan mengandung rahasia. Hijau mempunyai makna dingin. warna juga mempunyai makna yang berbeda. akan berbeda. dan dalam. dan agung. Hitam mempunyai makna tragedi. dan jaya. dan benci. senja. sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. sejuk. di masing-masing daerah atau wilayah. di Jakarta – kuning. Kuning mempunyai makna matahari. Biru mempunyai makna tenang. dan harapan. tenang. aksi. warna merah berarti Cinta. damai. dan jujur. riang dan dinamis. di Sumatera – merah. Di Yogjakarta.Di negeri China. Ungu mempunyai makna kekayaan. sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. bahaya. kegelapan. segar. sukacita. riang. marah. di Sulawesi – putih. panas. duka. berkabung. cerah. dan ringan. kesedihan dan setia. Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. mentah. mati. terang. pertumbuhan. dan sebagainya. gaib. hidup.303 3) Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain. Jingga mempunyai makna masak. luhur. kenyataan. mashur. antara lain sebagai berikut : Merah mempunyai makna api. Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol. iri. Putih mempunyai makna suci. bendera merah. bersih. Kuning emas mempunyai makna masyhur. di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. berduka cita. berani. bangsawan.

Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam. Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya. permukaan batu. seperti tikar (dari daun yang disusun). misalnya daun. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu. sebagai berikut : 1) Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. goni (dari pasir dan kertas). tekstur buatan dan tekstur reproduksi. mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. dan lain sebagainya. kain sutera berbeda dengan plastik. mungkin juga halus. dan lainnya.304 g.18.Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan. Suatu permukaan mungkin kasar. Tekstur halus . Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam. baik itu nyata maupun semu. misalnya wallpaper. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. kulit kayu.

Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. yaitu : a. tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan.19. Keserasian proporsi sebuah bentuk trimatra .305 2) Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. 5. Proporsi Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi). Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa Prinsip adalah asas. Selain nilai raba pada suatu permukaan. Untuk mendapatkan proporsi yang baik. ukuran objek dengan ukuran latar. Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta karya seni. dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya. prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa. Misalnya. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. membandingkan ukuran tubuh dengan kepala. kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut. sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.2. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional. ukuran kursi dengan meja.2. Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal.

Keseimbangan simetris .20. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Keseimbangan (balans) Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni. Keseimbangan warna pada sebuah kursi Bila dilihat dari bentuk susunannya. yakni karena adanya ukuran / bentuk dan karena adanya warna. Balans didapat dari dua kesan.21. yaitu: 1) Balans Simetris Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama. Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna.306 b. balans dibedakan menjadi tiga. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.

307 2) Balans asimetris Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda. Keseimbangan asimetris yang dinamis 3) Balans radial Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda.23.22. namun susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang. Keseimbangan bentuk dan warna . Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.

Kontras Warna . Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. misalnya adanya bentuk. Dan apabila tekstur yang berbeda. ukuran. Melalui progresi atau gradasi. Irama pada bangku panjang terlihat pada bentuk yang berkelok-kelok d. Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu) SuSumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. atau tekstur yang berbeda. Melalui pengulangan bentuk (repetisi) h. Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna. Melalui penyelangan dan pergantian (variasi) i.24. j.25. kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang. maka disebut Kontras tekstur. warna.308 c. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis)dapat diperoleh dengan cara : g. Kontras Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan. Irama (Ritme) Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk. yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran.

Klimaks Klimaks disebut juga dominan. Oleh sebab itu. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. . Dengan kesatuan. Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize (penekanan). elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis. Kesatuan (Unity) Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk.26. centre point dan fokus. Untuk menciptakan pusat perhatian pada karya desain.309 e. tempatkan salah satu unsur secara tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya. Klimaks pada karya f. adalah fokus dari susunan karya seni yang mendatangkan perhatian. istilah klimaks sering disebut dengan istilah centre of interest (pusat perhatian).

dan apresiasi kritis. dengan analisis. Apresiasi mempunyai tiga tingkatan. Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini. Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. interpretasi. menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni.310 g. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut. . seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu.1 Pengertian dan Fungsi Apresiasi Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik. Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni. Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni. Dalam pengertian yang lebih luas. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati.3. apresiasi estetis. mengamati. yaitu apresiasi empatik. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam. apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa. 5. Komposisi Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. Susunan tersebut dikatakan harmonis. Apresiasi Karya Seni Rupa 5. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat. dan peneilaian yang bertanggung jawab.3.

Aliran-aliran dalam Seni Rupa Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.27. Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri. dan benda mati sebenarnya. Lukisan Realisme .2. kesedihan. atau landscape. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup. atau peristiwa yang memilukan. alam. Lukisan Naturalisme b.3. antara lain : a. pemandangan alam.28.311 5.

Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963). Belanda. Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebihlebihkan. Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). dan Perancis. penuh khayal. suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa. Gaya ini juga berkembang di Jerman.312 c.30.29. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Lukisan Romantisme d. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Lukisan Impresionisme . atau petualangan para pahlawan purba. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “.

313

e.

Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.31. Lukisan Ekspresionisme

f.

Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

314

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.32. Lukisan Kubisme

g.

Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.33. Lukisan Konstruksifisme

315

h.

Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.34. Lukisan Abstrakisme

i.

Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.35. Lukisan Dadaisme

316

j.

Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.36. Lukisan Surealisme

k.

Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.37. Lukisan Elektisisme

317

l.

Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.38. Lukisan Elektisisme

5.3.3. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa
Untuk mengadakan penilaian terhadap karya seni rupa terapan, berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran atau kriteria sebuah penilaian. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas nanti, tidak mutlak semua harus digunakan, karena tidak semua karya seni rupa cocok dengan ukuran penilaian tersebut. Aspek-aspek atau ukuran penilaian itu adalah :

a) Aspek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan. Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri. Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas.

318

b) Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai. Ketidaktrampilan dalam penggunaan teknik akan berdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. c) Aspek penguasaan bahan
0

Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi. Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. d) Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertimbangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. e) Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi. Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi, keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity). Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. f) Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema. Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi.

319

g) Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan. h) Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar. i) Aspek selera dan agama

Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi tren di masyarakat, misalnya dari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu. Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat.

5. dinilai. Melalui pameran. dibedakan menjadi dua.kesatuan Aspek Gaya atau Corak Aspek Kreativitas Aspek Tempat Aspek Selera dan Agama Sumber : Seni Rupa dan Desain 1 2 Standar 3 4 5 5.320 Tabel 5. artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja.4. misalnya pameran lukisan.1. atau dikritik. dikagumi. Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan.irama . seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat. . pengamat seni rupa. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa Aspek-aspek yang Dinilai Aspek Ide/Gagasan Aspek Penguasaan teknis Aspek Penguasaan Bahan Aspek Kegunaan Aspek Bentuk / Wujud . Pameran homogen.kontras . pameran patung. 5. pameran keramik dan lain sebagainya. tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya.klimaks .4. seniman. yaitu pameran homogen dan pameran heterogen.1. maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya.2.keseimbangan .4. dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.proporsi . karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa. Pameran Karya Seni Rupa Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni.

misalnya pameran seni kriya. 5.Pameran kelompok. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah.321 Pameran heterogen. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran. artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa. . Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater. pameran patung. karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil. pameran lukisan.3. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya. ukiran. pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan. biasanya merupakan pameran heterogen. b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. patung. dan karya seni rupa lainnya. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. keramik. karya kerajinan.4. pameran dapat dibedakan ke dalam : a. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya. Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah.Pameran perorangan atau pameran tunggal b.

pengamatan.322 c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan Menyiapkan penjaga pameran Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran Menata karya-karya yang akan dipamerkan Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran . Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati. 5. Jadi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan. ada beberapa hal yang harus dikerjakan. penghargaan. d. e. c. merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka. mendidik para siswa untuk bermasyarakat. pemahaman isi dan pesan dari karya seni. melatih untuk menghargai pendapat orang lain.4. dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.4. atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. yaitu : a. Dalam arti yang luas. melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni. b. kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah. kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain. dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah. melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan.

Langkah awal dari kegiatan ini dimulai dari memilih corak dari ragam hias nusantara yang ada. Dalam upaya menata ragam hias ini. Makna simbolik dari corak. Hasil kreasi ini akan sangat bermanfaat apabila diperuntukkan bagi suatu benda pakai. Hal ini akan bertambah nilainya apabila dapat menerapkannya langsung menjadi suatu benda tekstil sesuai dengan keinginan. warna dan penataan keseluruhan pada tekstil perlu menjadi perhatian Anda pula dalam melakukan eksplorasi ini. Kegiatan mengeksplorasi dan mengembangkan pola ragam hias tekstil merupakan hal yang sangat menarik dan menyenangkan. Keunikan ragam hias nusantara adalah pada penggunaan isen atau tekstur di setiap corak atau sebagai pengisi latar kain. warna dan teksturnya menjadi suatu pola ragam hias. Setelah menjadi suatu pola ragam hias. Rinci dan rumit serta padat dengan corak merupakan karakter tekstil nusantara. Kemudian corak ini diolah bentuk.323 5. perlu memikirkan bagaimana pola ini ditata dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetis dan arstitik. Mengingat hal itu merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan. . Corak meander atau spiral dapat dikembangkan menjadi berbagai motif lain hanya dengan penataan yang berbeda. Hal ini perlu perhatikan agar hasil kreasi nanti tidak kehilangan karakter kenusantaraannya.5. Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan salah satu dasar untuk dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ragam hias Nusantara untuk kebutuhan tekstil pada saat ini. teknik penerapannya perlu menjadi pemikiran karena keunikan setiap teknik akan mempengaruhi penataan pola yang akan lakukan.

Motif Meander sebagai motif dasar Hasil pengolahan bentuk. vertikal. yaitu satu langkah. lingkar. . warna dan tekstur corak tertentu disusun ke dalam pola ragam hias yang ukuran dan bentuk keseluruhannya dipengaruhi oleh pola pengulangan yang akan diterapkan.324 Sumber : Tekstil. dan pola pinggir Penataan Pola ragam hias tekstil dapat dikembangkan dan dimodifikasi seperti penataan arah horizontal. setengah langkah. dan pinggir. Penataan pola ini perlu di lakukan dengan teliti agar sambungan pada kain tidak terputus. diagonal.39. Buku Piloting PSN Gambar 5. radial. diagonal. Pola ragam hias dari pengembangan corak dasar dapat diulang dengan beragam teknik.

Beberapa contoh ragam hias pada kain ikat celup .325 Sumber : Tekstil. Pembentukan motif pada kain dengan teknik ikat celup Sumber : Indonesia Indah. Buku Piloting PSN Gambar 5.40.41. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.

4. dan ketrampilan berkarya sesuai bakat dan minat masing-masing dalam bab ini diberikan contoh pembelajaran untuk siswa SMK dalam berapresiasi dan mengekspresikan diri melalui ketrampilan berkreasi teknik ikat celup dan teknik batik Tiga kompetensi yang diharapkan di miliki oleh siswa SMK adalah : 1. Memiliki sikap professional dan kewirausahaan . Apresiasi : a. Pada tingkat perkembangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini. Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam berkarya seni rupa. dari berbagai wilayah nusantara. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia 2. Merancang karya seni rupa dengan memanfaatkan beberapa teknik ungkap b. Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Kemampuan yang perlu dikembangkan antara lain mengola kepekaan rasa. Membuat karya seni rupa secara tematik dan pemecahan masalah c. ekspresi. Ketrampilan : a.326 5. 2. dan ketrampilan berkarya. Ekspresi : a. mengembangkan kreatifitas. Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri (porto folio) untuk pameran dikelas atau disekolah. Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan. Mampu mengkomunikasikan berbagai ide dan kreativitas 3. apresiasi terhadap produk kerajinan. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Pembelajaran seni rupa secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan apresiasi. perlu diarahkan pada kemampuan produksi sebagai persiapan keahlian yang lebih spesifik. 3.6. Memiliki kemampuan dasar berekspresi secara visual b. Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik serta kepekaan rasa dalam berkarya seni rupa b. Memiliki rasa estetika.

prosedur kerja. dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan ke larutan garam warna. Dalam pembuatan batik. yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis. . Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel. dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap.327 Ruang Lingkup Mata pelajaran seni rupa untuk SMK meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. fungsi kerajinan dan porto folio. bentuk. Seni Kriya Batik Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya. dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. Sedangkan pemberian motif pada batik ikat. motifnya diikat-ikat dengan tali plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan. garam warna dan air pembilas. kita mengenal ada empat cara pembuatannya.7. Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol. 5. Pembelajaran seni rupa ini berintegrasi dengan mata pelajaran lainnya secara terpadu. Pembuatan motif pada batik tulis. Kewirausahaan Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran seni rupa terdiri dari jenis. berproduksi. Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang. Ketrampilan kerajinan 2. Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain.

peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. dan meja kaca. sarung bantal. Contoh karya seni kriya batik Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam. misalnya kain blacu. 1) Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain.42. Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. . Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan. 2) Tahap pemberian malam Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan. prima. pola gambar atau mall. pensil 4B-5B. santung. gorden dan lainlain. selendang. hiasan dinding. linen. yaitu : Kain. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. premisima. poplin. Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan. taplak meja. sprei. dan sutera. jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera. vealisima. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. birkolin. Pembuatan gambar motif pada kain. dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama.328 Sumber : Indonesia Indah.

dan lainnya. Sebelum proses pemberian malam dimulai. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. naptol ASLB . Canting. sifatnya kurang liat). naptol ASD. dan mudah retak). malam cetak (warnanya coklat. canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil). Warna lain yang bersifat alami adalah daun soga. Sumber : Indonesia Indah. malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya kuning dan lebih liat). Naptol terdiri atas naptol AS. kenceng. Proses pembubuhan prada diatas kain batik tulis 3) Tahap pemberian warna Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik yang terdiri dari : Naptol berfungsi sebagai warna dasar yang nantinya dibangkitkan oleh garam warna (garam diazo). alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar). dan hitam.43. malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair. dan naptol ASOL. dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh. violet. naptol ASG. naptol ASLB. naptol ASBO. malam cetak (warnanya coklat. Peralatan penunjang. orange. Naptol AS berfungsi untuk membuat warna merah. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat.329 Malam. naptol ASGR. sifatnya kurang kuning dan lebih liat). biru. panci. Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas.

rapid cokelat BN. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. Bahan Pelengkap. dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bak III). garam biru BB. berfungsi untuk memberi variasi warna. rapid biru BN. Rapidogin. . kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. c. dan rapid hitam G. garam violet B. Garam warna (garam diazo). b. naptol ASGR untuk membuat warna hijau dan naptol ASG untuk membuat warna kuning. diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. diperas. dan dianginanginkan. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental. disebut juga costik soda berbentuk seperti kristal. TRO cairan berbentuk minyak sedang soda api (Loog 380 BE). Tahap melunturkan malam Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. rapid orange RH. untuk membuat larutan pewarna batik tulis bahan pelengkap yang diperlukan terdiri atas TRO (Turkish Red Oil) dan soda api (Loog 380 BE). rapid kuning GCH. dan garam biru hijau B. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I). Adapun tahapan dalam pemberian warna pada batik tulis adalah : a. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak. kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II). Garam terdiri atas garam biru B. berfungsi untuk membangkitkan warna. Pemberian warna rapid Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin.330 untuk membuat warna cokelat. garam orange GC. hitam B. Rapid terdiri atas rapid merah RH. merah bordo GP. Proses pencelupan Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah.

Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan.1.7. kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras. Sumber : Pribadi. Canting memiliki beberapa bagian yaitu: Gagang Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai. Bagian-bagian canting b. dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik. Cucuk atau carat Cucuk merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung. dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Alat Dan Bahan Batik 1. Kuas Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis. Ukuran dan jumlah cucuk can beragam tergantung jenisnya.44. cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam. Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik. Kuas dapat juga untuk menggores . Cucuk tersebut terbuat dari tembaga. sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali. Nyamplung terbuat dari tembaga. Peralatan Membatik a. Canting Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik.331 5. Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang.

Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut. g. atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola. dengan diameter sekitar 13 cm. e. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar. Nampan Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan mencelup kain dalam proses pewarnaan.332 secara ekspresif dalam mewarnai kain. Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja. Pilihlah ukuran nampan yang sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup semuanya. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur. . maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik. Wajan Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan. wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda. Panci Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. kuas cat air. Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak. terbuat dari bahan logam. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren. Sekarang ini dengan adanya kompor. kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. terbuat dari kayu. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja. tidak perlu yang besar. Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor. Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan. Gawangan Pada waktu membatik kain panjang. d. c. yang disebut gawangan. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan. f. tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut.

santung. Pengolahan kain dengan minyak jarak dan larutan asam tidak cocok digunakan untuk kain sutera. Sarung tangan Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. Saat ini banyak tersedia kain yang berkualitas bagus. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak. berkolyn.333 h. Sebagai tambahan saja. kecuali pewarna alami (natural). pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan. Tetapi terkadang saat ini banyak . Selanjutnya setelah kain diangkat dari perendaman. blacu. Philip. karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna. tetapi gunakan sedikit saja dan cucilah dengan perlahan. Kain Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain. sebg media tempat motif akan dilukiskan. tetapi perlu diperhatikan bahwa larutan asam yang terlalu banyak akan merusak kain. Tujuannya agar serat kain menjadi kendor dan lemas. Primis. karena kain sutera yang berbahan sangat lembut memerlukan perlakuan khusus. Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma. Sendok & Mangkuk Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. diambil dan direndam dalam air dingin sambil diremas-remas. Setelah kering kain bisa diseterika dan siap untuk dipola. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”. Apabila sudah mendidih. tetapi tentu saja kain tersebut masih mengandung kanji. 2. kemudian kain dilipat dan dikemplong (“ngemplong”) yaitu dengan cara memukul-mukul kain tersebut dengan menggunakan pemukul kayu. langkah yang harus dikerjakan yaitu merendam kain dalam panci dan direbus dengan memasukkan minyak jarak ke dalam rebusan kain tersebut. Air dingin untuk merendam kain ini bisa ditambahkan sabun atau deterjen. bahwa kain sutera sangat cocok apabila diwarna dengan menggunakan pewarna alam. mori biru. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya. Pengolahan kain dengan larutan asam biasanya dilakukan satu hari. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air. Setelah dikemplong kain dijemur. Biasanya pengolahan kain sutera dengan sabun yang khusus untuk serat halus dan tidak diperas berlebihan atau apabila sulit untuk mencari sabun khusus untuk kain sutera bisa menggunakan shampo untuk rambut. i. Primissima. Bahan Batik a. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain.

karena malam memiliki jenis. Sebelum menggunakan malam. mudah mencair atau membeku/keras. tidak mudah retak.2. Malam / Lilin Malam merupakan bahan bahan utama yang menjadi ciri khas dalam proses membatik. Biasanya bila tidak ada malam birono dapat digantikan oleh malam tembokan Sumber : Tekstil. pilihlah malam yang sesuai dengan kebutuhan. Tabel 5. daya rekat pada kain sangat kuat Kental. Setelah kain diproses “ngloyor” dan “ngemplong”.334 orang yang hanya merendam kain dalam air sampai beberapa kali tanpa menggunakan minyak jarak atau larutan asam. dan fungsi beragam. b. malam mempunyai fungsi untuk merintangi warna masuk ke dalam serat kain dimana motif telah dipolakan dan agar motif tetap tampak. Cara ini bisa juga dilakukan pada kain yang sedikit mengandung kanji. daya rekat pada kain sangat kuat Mudah retak/patah Fungsi Untuk mglowongi atau ngrengreng dan membuat batik isen Untuk menutup bidang yang luas khususnya pada background Untuk membuat efek retak-retak (remukan) Untuk menutup pola yang telah diberi warna biru (bironi) Malam Tembokan Agak kecoklatan Malam Remukan (Parafin) Malam Biron Putih susu Coklat gelap Mirip dengan malam tembokan. kain tersebut diukur sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Dalam proses membatik. sifat. Buku Piloting PSN . Jenis Malam/Lilin Jenis Malam Malam Carikan Warna Agak kuning Sifat Lentur.

rapidosol. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah. Tabel 5. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG.2. . AS-D. sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH). Merah GC. AS-BS. akar. AS-KN. Rapide. AS-OL. Kopel Soga. atau kulit pohon. procion. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B. indigosol. dan AS-BR. AS-GR. Buku Piloting PSN Jenis Pewarna Kunyit menghasilkan warna kuning Napthol. Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu. Ergan Soga. Biru BB. Zat Pewarna Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. Jenis warna Kategori Zat pewarna alam Zat pewarna Kimia Sumber : Tekstil. Orange GR. daun. dan Prosion. AS-LB. Agar pelarutannya bagus. Merah GG. Hitam B. Bordo GP. Merah B. AS-LB (Extra). Napthol. dan Kuning GC. AS-G. AS-BO. Merah R. Pewarnaan 1. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. Merah 3GL Spesial. ergan soga. Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri. Orange GC. remasol. a. Biru Hijau B. Violet B. Indigosol.335 C. Chroom Soga.

. Warna Napthol Warna Kuning Merah Biru Kuning Kuning muda Kuning tua Merah Merah Merah Biru muda Biru tua Biru tua Biru muda Hijau muda Hijau Violet Coklat Hitam Violet Violet Coklat Coklat Coklat Hitam Hitam Hitam Hitam mulus Napthol Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS Napthol AS-D Napthol AS-BO Napthol AS Napthol AS-BO Napthol AS-BO Napthol AS-D Napthol ASGR Napthol ASGR Napthol AS Napthol ASGR Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS Napthol AS-OL Napthol AS-BO Napthol AS-G Napthol AS-BO Garam Diazo Garam kuning GC Garam merah GG Garam bondo GP Garam merah B Garam merah B Garam merah GG Garam biru BB Garam biru B Garam biru B Garam biru BB Garam biru B Garam biru hijau Garam violet B Garam violet B Garam kuning GC Garam biru BB Garam merah GG Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Hijau Sumber : Tekstil. dan TRO. Green 13G. Orange HR. Violet ABBF.3. Violet BF. Buku Piloting PSN b. dan RED AB. Brown IRRD. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol. Blue 04B. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. Yellow 1GK. Rosa 1R. Green 1B. Abu-abu 1BL.336 Tabel 5. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B. Yellow FGK.

Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. Hitam G. dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. Orange RH. dan Coklat (soga) muda. a. d.4 Warna Indigosol Campuran Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Orange HR NaNO2 Extra Coklat IRRD Brown NaNO2 IRRD Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet NaNO2 ABBF Warna Sumber : Tekstil. dan Hijau N-16G. Rapidosen. walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam. disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus .337 Tabel 5. tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol. dan Rapidosol. Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz). Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua. dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin). Rapide biasa meliputi Kuning GCH. Buku Piloting PSN Keterangan Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 : 1 c. Biru BN. 2. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup) Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. Coklat (soga) sedang. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be.

Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut : a) Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol. d) Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis. karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3). TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. g) Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. c) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. Usahakan agar seluruh kain terendam. b) Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut.45. larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut. Tahapan pewarnaan (1 warna) . Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain.338 seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas. setelah larut tambahkan air dan aduk. Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air. h) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. e) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. Ditiris Dicuci air Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Air + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. f) Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul.

maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia.47. Tahapan pewarnaan (1 warna) secara berulang agar lebih pekat b.339 Ditiris 4 Ditiris 1 Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris 2 Air + Garam Diazo Ditiris 3 Air + TRO Air 6 Ditiris Air panas + Soda abu (Pelorodan) 5 Ditiris Sumber : Pribadi Dicuci air 7 Ditiris&Dijemur Gambar 5. Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih (Celup) Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali. Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya. Tahapan pewarnaan ganda (2 warna atau lebih) . 4 Ditiris 1 Membatik Ditiris 2 Ditiris 3 Air + Garam Diazo Air + TRO Air + Kaustik Soda + N h l Air Air panas + Soda abu (P l d 5 Ditiris Sumber : Pribadi 6 Ditiris 7 8 9 Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air Gambar 5.46.

rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 . mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki. lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki. Setelah ujung logam panas . f) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut. Aduk hingga merata. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut : a) Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air b) Tunggu sampai larutan tersebut dingin. c) Siapkan kain yang sudah di malam.48. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen. d) Lalu keringkan. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern.340 c. diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO. Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan. apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat. e) Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Membatik Air + Remasol + Ludigol Waterglass + Caustik Soda + air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam. Apabila sudah kering. pengeringan jangan di bawah matahari. apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya. Tahapan Pewarnaan Teknik Colet Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod (membersihkan malam) kain. Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet) Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet.

antara lain 1.7. A. serta akan membuat canting sering tersumbat. malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam (pasir) di dasar wajan.49. Contoh Berkreasi Batik bagi Siswa SMK. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan. Sapu Tangan Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa. Pemalaman dan Pewarnaan Teknik Celup Setelah kain dipola dengan motif. motif. segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru. Ngrengrengi . Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang. sederhana. 5.2. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. silahkan merengrengi Merengrengi adalah memberi kontur motif dengan Malam/Lilin. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi antara celup dan colet pada benda pakai yaitu sebuah sapu tangan dengan motif bunga. dan mudah.341 tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. Untuk itu. dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain. Kondisi seperti ini disebut Gentho.

342 a. yaitu mengisi bagian motif yang telah diberi kontur. Ilustrasi by Indra Gambar 5.51. Pencelupan di larutan TRO . Kain yang sudah dicanting dimasukkan ke dalam larutan TRO secara merata selama kurang lebih 2 menit Sumber : Pribadi. Memasukkan Turkish Red Oil (TRO) e.52. Masukkan 1/3 sendok makan TRO ke dalam 1 gelas air tadi. Selanjutnya nemboki bidang-bidang motif. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Siapkan kain yang sudah selesai dicanting dengan malam c. dan aduk hingga seluruh TRO benar-benar larut dalam air. Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Siapkan 1 gelas air ke dalam nampan d.50 Nemboki b. Sumber : Pribadi.

53. aduk hingga merata Sumber : Pribadi. Kemudian tiriskan Sumber : Pribadi. Masukkan pula Kaustik Soda sebanyak 1/2 gr i. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Air panas .343 f. masukkan Napthol ASG sebanyak 3 gr dalam Sumber : Pribadi. Napthol ASG dan Kaustik Soda h.55. Kain ditiriskan g. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sementara kain ditiriskan. Ilustrasi by Indra Gambar 5.54. Kedua bahan tersebut dilarutkan dalam 1/2 gelas air panas.

Kemudian tambahkan air sehingga menjadi 1 liter l. Pencampuran larutan ASG + Kaustik Soda ke dalam larutan TRO k. n. Kemudian celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan napthol tadi. celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan Garam Diazo. Aduklah hingga benar-benar larut di dalam air p. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Tiriskan kain di garawangan sampai benar-benar atus. Ilustrasi by Indra Gambar 5. buatlah larutan 9 gr Garam Diazo OGC dalam larutan 1 liter. Sementara kain ditiriskan. Setelah larutan Garam Diazo siap. Sumber : Pribadi.57. m. Pencelupan ke larutan garam . o. Sumber : Pribadi.344 j.56. Lalu masukkan larutan tersebut ke dalam larutan TRO sisa pencelupan kain tadi.

. pewarna tersebut siap untuk digunakan. ludigol dan poliron b. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Celup kain tersebut hingga keseluruhan kain terendam aar warna merata. Sementara menunggu kain kering.345 q. Pewarnaan dengan Teknik Colet a. Pada proses ini warna yang dikehendaki akan muncul. d. Poliron 1½ gr. sediakan air panas sebanyak 1/2 gelas lalu larutkan pewarna remasol (misal : violet) sebanyak 3 gr dan ludigol 1 ½ gr. Setelah bahan siap. Setelah dingin. aduklah hingga merata dan tunggu sampai dingin. Bahan-bahan pewarna c. Ambil pewarna tersebut dengan menggunakan kuas dan oleskan pada bagian yang dikehendaki pada kain yang sudah mengalami pewarnaan pertama dengan napthol tadi. B. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Remasol Water glass Poliron Ludigol Sumber : Pribadi.58. siapkan bahan pewarna batik untuk teknik colet. Bahan yang perlu disiapkan yaitu : pewarna remasol. Kemudian tiriskan dan tunggu sampai kering.59. dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik colet. Pencelupan merata sampai warna muncul r. Sumber : Pribadi.

j. kemudian kain dikeringkan tetapi jangan dijemur di bawah matahari. Sebagai contoh. Karena warna hasil coletan akan turun intensitasnya (drop) 50% di hasil akhirnya. i. Setelah dingin bahan pewarna siap untuk digunakan. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Kemudian tambahkan Ludigol sebanyak 1 ½ gr dan Poliron 1 ½ gr. tunggu sampai dingin. Setelah pewarnaan selesai. tetapi celup di dalam ruangan. Kemudian diamkan selama 6 jam atau lebih. .346 Sumber : Indonesia Indah. Apabila cukup dengan satu warna colet. sebaiknya pencoletan dilakukan sekali lagi. Pewarnaan kain dengan kuas e. Setelah pewarnaan dengan mencolet selesai. g. Setelah semua bahan pewarna tercampur. kain tersebut didiamkan selama 6 jam atau lebih. kemudian dilorod. kemudian aduk hingga merata. f. Ulangilah pencoletan dua atau tiga kali agar setelah dilorod dan dicuci tidak banyak turun kualitasnya. agar mendapatkan warna yang bagus.60. maka buatlah kembali larutan pewarna colet. h. untuk pewarnaan colet kedua yaitu dengan pewarna Remasol warna Orange. Apabila menginginkan pewarnaan lebih dari satu warna. Oleskan dengan menggunakan kuas pada bagian yang diinginkan. larutkan kembali pewarna remasol dalam 1/2 gelas air panas. Gunakan kuas untuk mengoleskan waterglass. maka proses pewarnaan selesai. siapkan Waterglass sebagai bahan untuk pengunci warna. tunggu sampai kering. Apabila sudah kering.

3) Membuat alternatif warna . 2) Membuat gambar jadi Setelah sketsa terbentuk. Pelorodan Setelah kering lalu kain yang sudah di beri warna tersebut siap dilorod. kuas. Ilustrasi by Indra Gambar 5.61. kertas kalkir. Pelorodan 2. Apabila kain sudah kelihatan bersih dari malam lalu cuci dengan air dan keringkan dan proses membatik dengan teknik celup dan colet sudah selesai. dan mistar. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pembuatan rancangan gambar adalah sebagai berikut : 1) Pembuatan sketsa dan gambar pola Sketsa dibuat dalam beberapa alternatif. Media dan peralatan yang digunakan untuk membuat sketsa ini adalah kertas gambar. mistar. Kemudian masukkan kain dan rebus hingga malam yang menempel larut dalam air. karet penghapus. Didihkan air panas dan masukkan Soda Abu. karet penghapus. Sumber : Pribadi.347 C. pensil. Dalam rancangan gambar taplak meja berikut ini menggunakn ukuran 120 x 120 cm. kemudian dipilih sketsa yang terbaik untuk dijadikan gambar pola. garis-garisnya dipertegas dengan rapido atau spidol. Media dan peralatan yang digunakan adalah kertas gambar. sedang panjangnya disesuaikan dengan yang dibutuhkan. Pada gambar pola. tahap berikutnya adalah membuat gambar jadi. dan cat poster. MEMBUAT TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Kain yang digunakan untuk membuat taplak meja biasanya berukuran 120 cm. pensil. Dalam tahap ini gambar dibuat dalam bentuk seperti sebenarnya.

Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). dan ketiga pencelupan pada air pembilas. i. artinya dalam satu motif rancangan gambar dapat dibuat dalam beberapa pilihan warna. Warna hitam yang ada pada gambar adalah bagian-bagian gambar yang telah diberi larutan rapid. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. f. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. . sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu proses desain. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Tahap pemberian warna Tahap-tahap pemberian warna pada batik tulis adalah : Pemberian warna rapid. dilakukan tiga langkah. dibuat juga alternatifalternatif pemberian warnanya. Tahap pemberian malam Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Namun mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah tidak semua karya-karya desain dapat dipraktikan di sekolah. Proses pencelupan. kedua pencelupan pada larutan garam warna. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. dimasukan ke dalam bak. dilakukan dengan cara memberikan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. Membuat benda seni atau karya seni rupa terapan. Untuk pemberian malam pada bidang yang luas digunakan kuas. g. dan dijemur di tempat yang teduh. diperas. pensil 4B / 5B. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. yaitu pertama pencelupan pada larutan naptol. Tahap melunturkan malam atau lilin Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan.348 Agar motif batik yang dihasilkan lebih bervariasi. pola gambar atau mall. Proses melunturkannya kain. dan meja kaca. diangkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. h.

Masing-masing menggunakan teknik ikat yang berbeda. penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. jerat atau simpul. dan bungkusan. Makin tebal kain yang digunakan. maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. dilipat. dan ikatan yang berbeda-beda. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan. Sementara beberapa jenis kain lainnya. dengan tali atau karet. kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. atau keras atau kurang memiliki daya serap. Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat. sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya. sampai kedap air. Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan. . Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde. Celup ikat mengenal beberapa variasi ikatan dan akan terus berkembang sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. Banyak macam corak yang dapat dihasilkan dari teknik dari cara melipat. Setelah pencelupan selesai.8. makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat. yaitu kain katun dan sutera. dijelujur. di Jawa sebagai tritik atau jumputan. seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil. lubang. yaitu ragam hias penuh. tetapi lebih pada paduan jenis-jenis corak hasil ikatan dengan warna yang digunakan serta keselarasannya secara keseluruhan dalam sehelai kain. memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. Wujud keindahan dari kain celup ikat pada dasarnya tidak berasal dari jumlah ikatan yang dibuat. jelujur. lalu dicelup dengan pewarna batik. Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat. karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. Secara umum corak celup ikat dapat dibagi dalam 5 jenis. Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula. lompatan. proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin. di Banjarmasin sebagai sasarengan. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang.349 5. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit.

Kemudian kelerang diikatkan pada kain dengan menggunakan karet gelang. Setelah kain tersebut atus lalu celupkan dalam larutan Garam Diazo dan warna akan segera muncul ketika dicelupkan di larutan Garam Diazo. c. bolak-balik selama 3 menit lalu tiriskan. Siapkan kain dan kelerang serta karet gelang.63. CONTOH KREASI TEKNIK CELUP IKAT 1. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Setelah keseluruhan kain diikat maka kain telah siap untuk diwarnai. Teknik Ikat Celup Satu Warna Langkah-langkah pembuatan Teknik Celup Ikat satu warna. proses pewarnaan sama dengan teknik batik dengan menggunakan malam. Sumber : Indonesia Indah. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. lalu tiriskan. Untuk mewarnai langkah pertama yang dilakukan yaitu celupkan kain tersebut pada larutan TRO. d. Sumber : Pribadi.350 5. Pencelupan ke larutan garam . teknik ikat/jumputan dengan media kelerang dan karet gelang.8.62 Kain diikat karet berisi kelerang b. Kemudian larutkan dalam larutan Napthol dan bolak-balik selama beberapa menit. sebagai berikut : a.1.

. Selanjutnya cuci dengan air sampai bersih. bagian yang terikat akan tetap berwarna putih atau warna kain sebelumnya. 2. Hasilnya akan segera terlihat.Pencelupan secara merata f. Kain yang telah kering. dilakukan pembukaan ikatan dan jelujur. Pembukaan ikatan dan jelujur ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kain. Ilustrasi by Indra Gambar 5.64. Sumber : Indonesia Indah. Lakukan pencelupan bolak-balik agar warna merata di bagian kain. teknik ikat/jumputan dengan media tali raffia dan malam/plastik. Ikatlah kain dengan cara dijumput/ambil sedikit bagian kain tersebut lalu diikat dengan menggunakan tali rafia. sebagai berikut : a. Sumber : Pribadi. dan keringkan dengan dijemur di tempat teduh. Teknik Ikat Celup Dua Warna Langkah-langkah pembuatan teknik ikat celup dua warna. Setelah warna merata tiriskan sampai kering g. Setelah kering lepaskan ikatan karet gelang tersebut dan ambillah kelerangnya.351 e. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.65.

Setelah itu masukkan ke dalam larutan Garam Diazo. selanjutnya dilorod sampai malam benarbenar bersih. e. Kemudian celup ujung kain yang diikat ke dalam pewarna napthol. Setelah kering. Sumber : Pribadi. Untuk warna kedua. missal : Violet B. Tahap ini diakhiri dengan pencucian dan penirisan sampai kering. Celupkan terlebih dahulu kain tersebut pada larutan TRO. lalu rendam dan bolak-balik kain tersebut selama beberapa menit. atuskanlah kain dan tunggu sampai kering. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. missal warna ungu. tali dilepas. missal warna kuning. Bolak-baliklah selama 3 menit lalu tiriska f. Tunggu sampai kering.66.352 b. i.67. Setelah dicelupkan ke dalam pewarna dan mendapatkan warna yang sesuai. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Hasil akhir . h. lalu tiriskan di gawangan. Sumber : Indonesia Indah. Setelah kain atus. Kemudian tunggu sampai malam kering d. g. Pencelupan sebagian kain ke malam / lilin c. atau ditutup dengan plastik. celupkan kain tersebut ke dalam larutan Napthol bolakbalik selama beberapa menit. setelah kering lalu celup ujung kain yang telah diwarna tersebut ke dalam malam.

Kegiatan pameran seorang pelukis atau pematung. Buatlah cetak tinggi sederhana dengan ketentuan sebagai berikut : a) siapkanlah kertas gambar A2. serbet. Buatlah kliping (kumpulan artikel ataupun gambar) yang berhubungan dengan budaya rupa. Apa beda antara seni rupa murni dan desain? Uraikanlah 3. . Bagaimana penerapan unsur irama dalam dunia seni rupa? 9. c) Cetaklah sesuai komposisi yang harmonis . Jelaskan ruanglingkup kriya sebagai prospek kewirausahaan! Buatlah berupa makalah! 3. Sebutkan apa yang dimaksud dengan warna primer dan warna sekunder! 5. Sebutkanlah cabang-cabang seni rupa yang kalian ketahui dan berilah contoh-contohnya. LATIHAN 1. b) potonglah ubi jalar/kentang/wortel. Coba kalian kemukakan pendapat kalian sendiri tentang manfaat seni rupa dan desain modern bagi kehidupan manusia di tanah air. Coba uraikan apa saja karya desain yang kalian miliki? 4. Jelaskan aspek-aspek penilaian dalam apresiasi karya seni rupa? B. . Buatlah komposisi beberapa bidang sesuai prinsip-prinsip seni rupa.353 TES FORMATIF A. atau komputer. furniture. Kita mengenal wujud simetri dalam rupa dasar. Tugas 1. cukillah sesuai klise menonjol yang diinginkan . . cutter.Tulisan tentang seni rupa di koran atau majalah. Coba jelaskan! 7. Apa yang kalian ketahui tentang apresiasi seni rupa? 10. 2. Warna harus berdasarkan hasil campuran warna antar masing-masing jenis warna yang berbeda! ( misal : warna primer dengan warna sekunder ) 2. pewarna kue. Jawablah soal di bawah ini secara singkat dan jelas ! 1. C. Berilah warna berbeda pada setiap bidang. pakaian. Berilah contoh dengan gambar! 8. Dalam berkarya rupa. seorang siswa harus memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar rupa. alas kerja.Kumpulan foto bangunan di kotamu. Pilihlah salah satu tema berikut ini. 2. barang. Betapa indahnya jika mendengar irama sebuah lagu yang dinamis. Jelaskan apa itu titik dan garis serta ada berapa garis yang kita kenal? 6. . Kita kerap menggunakan karya desain dalam aktivitas sehari-hari. Tulislah dalam setengah halaman folio.Pameran buku.

Buatlah saputangan dengan teknik batik. sisakan tepi keliling untuk lipatan akhir . Ketentuan sebagai berikut : a) gambarlah desain pada kain ukuran 30 x 30 cm. Buatlah patung dari bubur kertas dengan rangka kawat ! 4.354 3. . d) finishing dengan melorot pada air panas. b) Tutuplah bidang kontur dengan lilin seperti proses membatik tanpa canting . c) celuplah dalam pewarna batik atau wantex.

Wirausaha Bab 6 .

Usaha Kecil Penyelenggaraan Seni Pertunjukkan Wirausaha EO Pertunjukan Musik Penata Musik Film Proses Manajemen Produksi Teater Kewirausahaan Dalam Seni Rupa .

2. Belajar dari pengalaman. inovatif dan inisiatif Mampu memanfaatkan peluang Kemampuan mengambil keputusan Berani mengambil resiko Percaya diri Kemampuan berkomunikasi Faktor-faktor yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha baru. Integrasi aktif mencari kerjasama dengan badan usaha sebagai Pembina ataupun mitra usaha. kesalahan atau faktor kegagalan jangan dilakukan kembali. Sumberdaya. peka terhadap peluang bisnis. menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. 4. adalah melakukan usaha ini penuh semangat.1. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Sukses Awal Belajar dari pengalaman Komitmen Menjadikan perubahan berkelanjutan Integrasi Kegembiraan Sumberdaya Bagan 6. yaitu dapat diartikan serius untuk menjalani usaha ini. Kegembiraan. 3. Kaitan Faktor-faktor Karakter Seorang Wirausaha .358 BAB VI WIRAUSAHA Wirausaha 6. Ciri-ciri : Motivasi berprestasi tinggi Dapat dipercaya Disiplin Berpikir kreatif. adalah : 1.1. adalah memilih orang yang ahli dalam bidangnya. Usaha Kecil Wirausaha diartikan sama dengan pejuang / berani menjadi teladan dalam bidang usaha. penyebabnya dipelajari. Wirausaha yang baik adalah pelopor usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. Komitmen.

2. Perencanaan Seorang Wirausaha Pengelolaan Staf : proses rekruitmen penempatan pembinaan pengembangan (on the job training.359 Apa yang harus diubah ? Pengembangan Staf Pengelolaan Staf Komunikasi Struktur & Sistem Perencanaan ulang i i Penilaian Kinerja Penghargaan Bagan 6. dan lain-lain) pemutasian promosi pemensiunan . teamwork.

3. 2. . Ketika proses pewarnaan.Berani menawarkan untuk menitipkan pada Koperasi. dijadikan pakaian dengan model casual. Target keberhasilan 3.Jaga mutu dan buatlah model-model yang menarik. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Untuk itu dibutuhkan kemampuan : 1. Struktur uraian kegiatan berdasar bidang kegiatan 4. menentukan bintang dan pendukung vokal dan tari . 6. . 1. Pada ciri berani mengambil resiko. 4. Menciptakan produk baru Pengetahuan ini dapat diaplikasikan dari hasil karyamu dari Ikat Celup dan Batik. Memilih warna. Perbanyak referensi model. Memodifikasi / mengubah produk 2. setelah dikenal luas baru memikirkan keuntungan. perlu diperhatikan kualitas pewarna (jangan yang cepat luntur). 5. Langkah awal memulai usaha adalah berpikir kreatif. Pelajari selera pasar.produksi 5.Buatlah promosi pada Koran atau majalah. Keamanan Penyelenggaraan Seni Pertunjukan Membentuk dan menyusun Panitia serta pembuatan jadwal dengan langkah sebagai berikut : 1. . Cobalah bahan yang telah jadi. . dan inovatif. perhatikan target pasar konsumsi untuk anak-anak atau untuk orang dewasa. Pada Bab V sudah dijelaskan tentang keterampilan membuat Ikat Tenun dan Batik. Menentukan tema 2.Ambil keuntungan kecil saja.360 Cara Memanfaatkan Peluang Pasar 1. Perencanaan pementasan . Menyempurnakan produk pesaing 3. Saluran komunikasi 6. Menyusun struktur organisasi 2.2.umum .

3. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan . Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaran Pertunjukan 2. Struktur Uraian Kegiatan Berdasarkan Bidang Kegiatan Produksi Latihan Tata Rias Tata Panggung Penunjukkan Anggota Musik Inti Latihan Gabungan Gladi Resik Bagan 6.361 1. Struktur Organisasi Pemimpin Direktur Artistik Direktur Organisasi Bagian Latihan Bagian Tata Rias dan Kostum Bagian Tata Suara dan Panggung Bagian Undangan dan Komunikasi Bagian Keuangan Bagian Keanggotaan Dokumentasi Konsumsi Bagan 6.4.

362 3. Tempat dan Keamanan Penentuan tempat dengan memperhatikan keamanan. Saluran Komunikasi (undangan) Spanduk Leaflet Radio / TV Koran Majalah Koordinasi pengisi acara memberikan TOR kepada pengisi acara tentang tema Peralatan Pembiayaan Antar jemput 4. Produksi Penulisan tema MC/Narator Penerima undangan Latihan Tata rias b. penyediaan tempat Administrasi Pembukuan Konsumsi Perijinan 2. jumlah penonton dan tempat duduk Distribusi undangan Keamanan dari berbagai pintu . Artistik Latihan inti/kelompok Latihan Gabungan Gladi resik Tata panggung Pembuatan desain panggung Pembuatan property panggung Pengadaan sound system Penataan panggung Tata rias Perias Kostum 3. Umum Penggalangan dana / sponsor menggunakan proposal dan perjanjian. Perencanaan Pementasan 1. a.

Tata rias Pendukung : .Pakaian . Evaluasi Laporan Karcis yang terjual Keuntungan Sponsor yang mendukung Evaluasi artistik yang diperoleh dari : . dari sisi keamanan dan jumlah pendonton dan tempat duduk .Distribusi undangan .363 5.Desain panggung .Akustik .Lighting Sound System . Evaluasi Artistik Indikator Tema konsep Performance : .Pemilihan lagu .Wawancara dengan pengamat 6.Penari .Penentuan tempat.Kepraktisan Sukses Tercapai Cukup Kurang Keterangan Tempat dan Keamanan .Gaya panggung .Kuesioner yang diberikan kepada penonton .

b. dsb. Mencari rekanan bisnis. proses pencarian ini dapat melalui peran aktif kita bergaul dengan orang-orang perfilaman. Hal-hal mengenai hak cipta/royalti penata musik. dalam hal ini dapat berupa kaset. Jangka waktu lama pembuatan musik (deadline) c. b. dan produser film mengenai bentuk/jenis musik apa yang akan dimasukkan dalam film tersebut. seperti : menghadiri seminar-seminar film. Negosiasi ini meliputi : a. mencari di website/iklan media massa rumah produksi mana yang sedang membutuhkan musik/jingle untuk film/iklan. Hal-hal mengenai pembayaran hak cipta/royalti musik yang merupakan penggunaan hasil cipta orang lain/musik populer yang sudah ada. Pembuatan demo dari musik yang dapat kita buat. Tahap Negosiasi Jika kita telah mendapatkan sebuah rekanan bisnis dan sepakat untuk melakukan kegiatan bisnis maka langkah selanjutnya ialah negosiasi. Sistem/cara pembayaran yang disepakati untuk pembiayaan produksi musik. Menentukan letak penunjuk waktu(cue) dan durasi dimana musik dapat dimasukkan dalam tiap bagian-bagian film. sutradara. b. c. atau contoh scene yang telah kita berikan musik latar atau contoh soundtrack. Tahap Promosi Pada tahap ini meliputi : a. Mengadakan pertemuan antara penata musik. Mengelompokkan bagian-bagian film(scene) a. Menginterpretasi setiap kejadian/peristiwa yang ada dalam tiap bagian untuk ditentukan tema musik/komposisi apa yang cocok untuk bagian tersebut. b. d. berteman/masuk ke dalam komunitas orang-orang/mahasiswa perfilman/drama/teater yang berhubungan dengan seni pertunjukan. 3.364 6. Penata Musik menerima video dari pihak rumah produksi untuk diberi musik latar. Menyusun jadwal kerja untuk pembuatan musik. . c. 2. 4.3. Tahap awal produksi a. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai wirausaha sebagai penata musik film/sinetron/kartun : 1. cd.

Proses rekaman manual Dalam metode ini rekaman dilakukan dengan melibatkan beberapa pemain musik yang handal di bidangnya masingmasing. . Proses Rekaman Pada tahap ini dimulai proses perekaman musik dari tiap scene dan lagu untuk soundtrack. Rekaman dilakukan di studio musik dan membutuhkan waktu yang relatif lama. dan software. Dengan menggunakan MIDI Dengan menggunakan metode ini proses rekaman tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak karena tidak membutuhkan keterlibatan banyak orang.Dengan menggunakan teknik looping yang dipadu dengan sound effect dan beberapa isian melodi lagu dengan menggunakan keyboard. Keyboard. Contoh dalam membuat komposisi baru : . cukup menggunakan peralatan audio. . komputer. penata musik dapat melakukan koreksi/membuat kembali musik latar tersebut. keyboard. 6. DJ set. . Dalam hal ini alat yang dapat digunakan yaitu : Perangkat DJ. Dalam proses ini apabila belum terdapat kesepakatan dalam musik yang telah dihasilkan. aransemen. Software. dan Komputer. keyboard. dan orkestrasi.365 Contoh dalam menginterpretasi tiap bagian : Menginterpretasi setiap tingkah laku aktor/kejadian yang ada ke dalam bentuk musik. atau mempekerjakan pemain musik untuk memainkannya.Membuat komposisi dengan mengajak orang-orang yang mengerti banyak akan musik untuk membantu dalam penulisan lagu. Proses rekaman dapat menggunakan 2 cara : a. 7.Membuat komposisi dengan menulis pada partitur yang kemudian dapat dimainkan baik menggunakan software musik. musik apa yang cocok untuk menggambarkan suasana/kejadian yang terjadi pada bagian ini. Pembuatan Musik Dalam hal ini proses pembuatan musik dapat dengan menggunakan lagu yang sudah ada atau membuat lagu/komposisi baru. 5. Proses Hearing Produser dan sutradara mengadakan pertemuan dengan penata musik untuk mendengarkan bersama-sama musik yang sudah jadi. b. Apakah pada bagian ini memang membutuhkan musik? Apakah lebih baik jika tidak ada musik sama sekali? Jika pada bagian ini ada musik.

Dsb. 6.Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan .Proses Mastering Video dan Audio . kegiatannya meliputi : . pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan Perencanaan Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi . tidak ada pemborosan atau penyimpangan. seperti: .Rencana promosi dan publikasi .pengorganisasian. Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat. Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya. Hal-hal lain yang berhubungan dengan negosiasi bisnis apabila musik telah selesai dibuat.Hak Cipta .4.Proses pelunasan pembayaran biaya produksi musik .Dan lain-lain .Mencari biaya pementasan .Rencana latihan . Proses Manajemen Produksi Teater Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien. Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya.Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan . baik itu sumber daya manusia. Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan . barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan .366 8. maupun sumber daya lainya seperti peralatan. dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya.

bakat dan kemampuan Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul . Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya. 2. Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran. Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan: Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan Pembagian tugas sesuai dengan minat. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi. 3. Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan. Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi.367 Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat : 1. Proses Perencanaan dilakukan melalui : Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan Mengurutkan langkah – langkah kegiatan Penjadwalan / menyusun time scedulle Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama - Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya.

Aspek-aspek pengendalian : . Struktur Organisasi Grup Teater Pengarahan Anggota Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi.Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi .Upaya pencegahan . Proses ini meliputi : .368 CONTOH STRUKTUR ORGANISASI GRUP TEATER PIMPINAN DIREKTUR ARTISTIK/ SUTRADARA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN NASKAH DAN PERPUSTA KAAN BAGIAN LATIHAN BAGIA N TATA RIAS DAN KOSTU M BAGIAN TATA SUARA DAN PANGGUNG BAGIAN MARKETIN G DAN TIKETING BAGIAN KEUANGA N BAGIAN UMUM DAN KEANGGOT AAN Bagan 5.Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik. .Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai .Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan.Peninjauan terhadap hasil .

Kriya tradisi ini tumbuh subur di lingkungan pendesaan yang diproduksi sebagai usaha rumah tangga ( home industry ). Kriya Industri pada dasarnya sama dengan kriya tradisi. apakah tercapai. Kriya Tradisi adalah penciptaan produk kriya yang berotientasi pada nilai fungsional.Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim. namun telah diproduksi secara massal. Kriya Industri. tidak tercapai atau melampaui. . yaitu peluang dan kemampuan menanggapi peluang. b. melibatkan penguasaan teknologi yang lebih maju.5 KEWIRAUSAHAAN DALAM SENI RUPA Kewirausahaan selalu melibatkan dua unsur pokok.369 Langlah-langkah dasar pengendalian : Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya.Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar . Kriya dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori. misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho. jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik.Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan. . dan kualitas artistic/nilai hias yang dominant dan lebih menonjolkan segi kepandaian kriya ( craftsmanship ) daripada segi ekspresi. menarik. Usaha ini biasanya dikerjakan secara manual dengan teknik sederhana. dan didukung oleh proses perancangan/desain yang matang. serta sangat memperhatikan pasar komersial. . berkualitas artistic. a. c. - 6. dekoratif. Menurut Asmudjo ( 1999 ). misalnya pementasan sebelumnya . yaitu : Kriya Tradisi. penciptaan produknya berorientasi pada nilai guna/fungsional. dan Kriya Seni. unik dan tepat sasaran. Kriya Seni adalah penciptaan karya kriya yang mengandung kompleksitas nilai dan berorientasi pada kualitas penghayatan terhadap cita rasa estetik dan symbol-simbol ekspresi yang bersifat personal.

Sebagai tenaga pendidik seni rupa baik di jenjang formal maupun Informal ( sanggar. i. dan pengelolaan pameran. Mengelola art shop atau galeri yang memasarkan produk-produk kriya berkualitas dari para pengrajin dan karya seni murni e. merancang anggaran. karang taruna. Sebagai konsultan dalam pengembangan rancangan seni kriya dan desain. dan sebagainya. Bekerja dalam suatu industri besar produk kriya sebagai desainer atau pengrajin kriya. Upaya mengangkat kembali produk kriya Indonesia melalui pendekatan ini merupakan strategi yang tepat untuk dapat bersaing secara kompetitif di dunia internasional. dan citra penyelenggaraan secara keseluruhan melalui kesan dan pesan pengunjung. Seleksi karya oleh curator dan juri Mengundang seniman yang mempunyai karya bernilai jual tinggi. antara lain seberapa banyak karya yang terjual. Sebagai kritikus seni rupa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membuka wacana dan apresiasi kepada masyarakat. Dalam hal ini terlihatlah beberapa peluang kewirausahaan dalam bidang seni rupa. tetapi lebih untuk memberi wacana tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. dapat terlihat bahwa kriya memiliki potensi yang luar biasa di bidang kewirausahaan. Mengelola studio kriya seni maupun kriya industri serta seni murni d. Kewirausahaan pada bidang seni kriya dapat berkembang melalui keterlibatan kriyawan atau pengrajin dalam berbagai kegiatan berwirausaha. pesewaan karya. . tempat penyelenggaran. siapa tokoh yang membuka acara pameran. f. Mengelola pameran karya seni rupa. perlu memperhatikan hal-hal antara lain: Kuratorial : mempersiapkan materi pameran seni rupa sesuai tujuan pameran yaitu apresiatif da komersial. c. Sebagai perupa atau seniman professional h. stasiun TV. promosi produk seni rupa. dan sebagainya ) g. Sebagai desainer grafis di percetakan. publikasi. Evaluasi keberhasilan penyelenggaraan pameran. antara lain : a. majalah. b. Dalam hal ini perkembangan pendapatan negara pada sector non-migas memiliki prospek yang cerah. baik yang apresiatif maupun komersial. dan system transaksi penjualan karya. Evaluasi bukan untuk menghakimi.370 Berdasarkan ketiga kategori tersebut.

371 6. Menentukan tempat penyelenggaraan Evaluasi : .Berapa karya lukis yang disewa oleh bank atau hotel-hotel dikarenakan penyewaan lukisan karya ternama adalah pencitraan bagi bank/hotel tersebut untuk mendapatkan kredibilitas. Publikasi 5.6 Wirausaha Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Tugas kuratorial : mempersiapkan materi pameran sesuai tujuan pameran Tujuan pameran : Apresiatif Penggalangan dana Komersial Contoh pameran lukisan untuk komersial Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Mengundang seniman yang mempunyai karya nilai jual tinggi 2. . Siapa yang mebuka pameran 6. Persiapan anggaran 4. Menyeleksi karya dengan melibatkan juri 3.Seberapa banyak karya yang terjual .

Glosari & Daftar Pustaka 3 .

konsep rupa. nilai-nilai keindahan. Basics visual : dasar-dasar rupa. Creativity : bersifat kreatif. Art Seni : kepandaian. Close value : value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. keterampilan. rupa dasar. Basics design : dasar-dasar desain. identitas budaya Design : rancangan. lawan tokoh protagonist. Colour : warna. Casting by ability : pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan. susunan rupa. Casting by type : pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. Casting : cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh. tata rupa. kepandaian dan keterampilan calon pemain. karya rancangan. gagas rancangan. anggitan.373 Glosari Aesteties : bersifat indah. nirmana. Balance : keseimbangan unsur rupa. dunia kreatif Cultural identity : jatidiri budaya. color Colour image : skema warna Complementer : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna Composition : komposisi unsur rupa Contrast : tingkat kecerlangan. Antagonis : tokoh pertentangan. penggambaran. cerlang. Caarakan : cara-cara petikan kacapi. kagunan. pemecahan rupa. bahas rupa. Design principles : asas-asas desain. seni kriya. Atmos : suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. Babak : bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan). Casting motional Temperament : pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain. Craft : kerajinan. karya seni yang indah. . Alur : rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian. Blocking : teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama. sesuatu yang indah. Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama. Aliran : ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna). Anti Tips Casting : pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain.

disain industri. . Line : garis Low value : nilai yang berada dibawahnya. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain). Intensity chroma : kualitas cerah atau suramnya warna. teriakan. Gaya : ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. Konflik : berselisih. Konsentrasi : pemusatan pikiran. Karakter : sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Ostinato : pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan). Ekspresionisme : aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/ perasaan. petikan jari. watak. Musik Internal : musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh). pertentangan. Industrial design : disain produk industri. Musik Eksternal : musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan. Gestikuised : bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan. atau suka cita. Komedi : lakon gembira. Lancaran : bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa. Improvisasi gerak : imajinasi spontanitas gerak. tabiat. dsb). emosi wajah. Laku Dramatik : penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna.374 : susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ : latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni. hentakan kaki. Expression : mimik. Empati : keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh. Genre kesenian : jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan. Panggung Proscenium Diatonis Ekplorasi Eksposisi : panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan. disain produk. : bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan. Konvensional : aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku.

kesatuan rupa. dunia kesenirupaan. : perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain) : kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. value warna yang lebih terang dari warna normal. : value warna yang lebih gelap dari warna normal. kepatutan bentuk. prinsip-prinsip rupa. bentuk tiga dimensi. : proporsi. perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni. susunan nada yang berlaras : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. nilai. datar. : kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran. Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re. : titik fokus. seni rupa budaya rupa. : istilah satu set perangkat gamelan sunda. kondisi permukaan suatu benda atau bahan. nirmana tiga dimensi. membawakan peran.375 Pentatonis Pesta Rakyat Point of view Proportion Ricikan Rubato Seni Skenario Shade Shape Stilasi Tarawangsa Tari teatrikal Texture Three dimensional design : Tint : Traditional art : Two dimensional design : Unity : Velue : Visual art : Visual culture : Visual principles : Vituosned : : susunan nada yang mempunyai 5 nada. gerak bekerja. dan lain-lain). : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi. kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan. : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain. Seni tradisi. . idealisasi rupa. : barik. : bangun atau bentuk plastis (form) : menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain. bobot. bentuk dua dimensi. : penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya. nirmana dua dimensi.

Menjadi aktor. Bandem. ___________. Balitbang Kerajinan dan Batik. Teater untuk dilakoni. Serat Kanda Karawitan Jawa. ___________. Yudhoyono. dan Batik. Palgunadi. Ronald. . 1991. Peranan Kacapi dalam tari Sunda. Teknologi warna batik. Pengetahuan teknologi batik. 1991.376 Daftar Pustaka Abdurahman. 1997. 2002. Yogyakarta. Bambang. Ensiklopedi gambelan Bali Denpasar : Proyek Penggalian Seni Tradisional dan Kesenian Baru Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. Anderson. Jakarta : Yayasan Harapan Kita – BP3 Taman Mini Indonesia Indah. Suyatna. Menjadi sutradara. 1995. 1976. Aplikasi Estetika Dalam Seni Rupa. Baru. I Made. Bram. London : A&B Black. Kain-kain Non Tenun Indonesia”. Jakarta : CV. Bandung : STB. Anas. Sem. Balitbang Kerajinan dan Batik. 1984. Bandung : STB. Bangun. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. Autard-Jaqualine Smith. Gamelan Jawa asal mula makna dan masa depannya. Bandung : STSI. ___________. 2000. 1994. 2000. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia.C. 1993 . Mengenal seni Karawitan Jawa. Bandung : ITB. Yogyakarta. Katalog batik Indonesia. 2002. Maman. Pono. 1983. Karya Unipress. London : A&B Black. Dance composition (ed 3). Jakarta : PT. Anim. The art of dance in education. 1996. Selecting and Development Media for instruction. Jakarta: Fakulas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banoe. “Indonesia Indah. Biranul. 1984. Balitbang Kerajinan Yogyakarta. Wiscosin : American Society for Training and Development. 1996.

Jakarta: Edi Sedyawati. Tari tradisional Indonesia. Universitas Terbuka. Diktat Kuliah Teori Musik Jurusan Musik UNJ. 1996. Discovering and Developing Creativity. Tari. Metode Pengembangan Seni. Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. Kebudayaan II A. Americans : A Dance Horizons Book Princeton Book Company.377 Chandra. Jakarta. 1990. Jakarta : Yayasan Harapan Kita. Dieter Mack. Doris. Pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Umum. Yogyakarta. 1991. 1986. Yogyakarta. Jakarta: Direktorat Kesenian. 2001. 2001. 1983. Purdi. 1993. Pengetahuan Elemener Tari dan Beberapa Masalah Tari. Mencipta Lewat Y. Hadi Sumandiyo. Dinny. I Jzerdraat. Harimawan. ISI Yogyakarta. Hawkins. Devi Triana. Publisher. Humphrey. dkk. Ki Hadjar. 1964. Lynch Diane. Bandung : CV. Seni Menata Tari. Aspek-aspek dasar komposisi kelompok Yogyakarta : Manthili. 1954. New York: Charles F. Alma M. Dwi Kusumawardani. Bernard dan Suhendro Sosrowarno. Dramaturgi. Terjemahan Sal Murgiyanto. Menjadi entrepreneur sukses. . 2005. Dian. Sejarah Musik 2. Dewantara. Humprey. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Doris. Woodford and Barbara Pollack. Jakarta : Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni. Pendidikan Edisi I Cetakan ke 2. Ki Hadjar. 1967. dkk. Remaja Rosda Karya. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Harmoko. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Grasindo. Bentara Seni Suara Indonesia. Dewantara. 1977.Sumandiyohadi. Jakarta : JB Wolters. Terjemahan Herdiati. 2001. Fraser. 1993. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. The Art of Making Dances. Jakarta : PT.

Depdikbud. 1988. 1982. Jakarta: Gramedia. Singapore : Archipelago Press. 1994. Rudolf. La Meri. London : MacDonald and Evans. Jakarta : Pradya Paramita. Ilmu Seni Raras. Richard. Denpasar. Problematika seni. Koesoemadinata R. Sekolah Tinggi Seni Indonesia. An appreciation music. Filsafat Seni. The book of batik. untuk siapa. 1969. 1988. Machjar Angga. 2004. Padang Panjang : ASKI Padang Panjang. Jazuli. Koentjaraningrat. 3. DEKRANAS. Dibia Pragina. 2001. 1997. Englewood Cliffs. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. 2000. Jamalus. Terjemahan FX Widaryanto. Inc. New York : Mc Graw Hill. Kerlogue. 2004. Lata Mahosadhi. 1965. 2002. 1974. Roger. Malang: Sasa Media. Dance composition : The basic elements. 1975. . Fourth edition. Modern education dance. Jacob Sumarjo. Bandung. Art documentation center. ISI Bandung. 2007. Kriya Indonesia Craft. Fiona. History of the dance in art an education. Yogyakarta : Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti. Semarang : IKIP Semarang Press. New Jersey : Prentice Hall. M. Tari pasambahan dan galombang di pesisir selatan. Inc. Jamal Mld. Laban. Kraus. 1969. Langer.378 I Wayan. Zussane. Bandung : IBT Bandung. Perubahan seni pertunjukan untuk apa. Kusmayati. Kamin. Telaah teoretis seni tari. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan.

Permas. 2007. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Rumadi. 2002. Singgih Wibisono. 2007. Peta Seni Budaya Betawi. 1979/80. tag/teknologi. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Murgiyanto. http:/batikyogya. Mustika.379 Masunah. 1995. Achsan. 1998. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. (Editor). 1986. Pengantar Pengetahuan Tari. 1996. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Petunjuk bagi para guru dan orang tua. Jakarta: Grasindo. Akademi Jakarta.wordpress. 2003. Muhadjir. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta.com/ Parani. Perbandingan jenis-jenis angklung di Jawa Barat. Ikhtisar Kesenian Betawi. Proses Batik. Jakarta. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. Muchlis dan Azmi. Manajemen Seni Pertunjukan. 1983. Jakarta : LPKJ. A. PPM Jakarta. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1991. Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Yulianti. Noor Fitrihana. Arif. Enterpreneurship from minset to strategy. Sabana. Sejarah Musik 1. Utami. Topeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Denpasar : Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana. Makalah Sasaran Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Rachmat. MC Neill. Munandar. Kumpulan Drama Remaja. Rhoderick. Jakarta : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Riswandi. Ruchiat. Bandung : IKIP Bandung. Juju dan Kawan-kawan. Rambat Lupiyoadi. Sal. Cetakan Kedua. 1998. Gramedia Widiasarana Indonesia. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Jakarta. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Setiawan. 2002. . Rofik. Buku I. 2002. 1975. __________. Rachmat Syamsudin. Lagu-lagu untuk sekolah dasar dan lanjutan. Sekolah tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Diklat Kuliah alat petik kacapi. Tardi.

Agus. Ben Suharto. Wendy. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. http:/batikindonesia. Smith. Tari-tarian Indonesia I. 1994. Gamelan. Seni rupa dan desain : membangun kreativitas dan kompetensi. Jakarta: Harapan Kita ----------. Smith.info/2005/04/18/ sejarah batikindonesia. Ardi. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. 1993. 1977. 1976. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: ASTI Yogyakiarta. Santoso Hadi. 1983. 1985. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari (terj). Plyamonth : Norttoc house. 1998. Soedarsono. sebuah petunjuk praktis bagi guru. Samah. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Sukatmo. Tari Tradisional Indonesia.380 Sachari. 1998. Jakarta : Erlangga Penerbit. London: A&C Block. Sanyoto. Yogyakarta: Lagaligo. Suku Dayak Sana. 1990. Dasar-dasar tata rupa dan desain (Nirmana) Yogyakarta : CV. 2005. ----------. Arti Bumi Intan. Jakarta: Dirjen Kebudayaan. Terj. Ebdi. Soedarsono. Jakarta: Balai Pustaka. 1985. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Dance Compisition Practical Guide for Teacher. . 1986. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Akademi Jakarta. Komposisi tari . Jaquline. Slater. Soedarso SP. Edisi Revisi. M. 1987. Jacquline. ----------. Makalah Pendidikan Seni Berbasis Budaya. Suanda.1992. Penganar Apresiasi Seni Tari. Endo. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Teaching modern educational dance. Yogyakarta : Ikalasti. Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. 2004. Tari rakyat Minangkabau. Pengantar Komposisi Tari. Sadjiman. ----------. Sejarah batik Indonesia. Tuti dan Udin Saripudin. Semarang : Drahara Prize. Yogyakarta. 1997. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2007. ----------. Tinjauan seni : sebuah pengantar untuk apresiasi seni.

Pengantar tari pendidikan. Herman. Bothekan Karawitan I. Tridjata S. Drama. Cut Kamaril dan Ratna Panggabean. 1991. Principal of two dimensional design. 2008. 2005. 2003. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18-20 April. 1994. Wardhani. Yampolsky. Obby AR. New York: Van Nostrand Reinhold. Dasar-dasar dramaturgi. Wucius. Masyarakat seni pertunjukan Indonesia. tari dan pengajarannya. Jakarta: Grasindo. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yogyakarta. Buku Piloting PSN.381 Sumarsam. Caecilia. “Tekstil”. 2005. Jakarta : Penerbit Semi Nusantara (PSN). Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Tambayong. Syarif. 2003. Ina. 2003. Rahayu. 2003. Waluyo. Dasar-dasar estetika. 2001. Yogyakarta: Hanindita Graha. Bandung : Pustaka Kimia. Pa Daeng. Wiyanto. Surya Dewi. . Wong. 2002. 1999. Gamelan. Terampil Bermain Drama. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Universitas Negeri Jakarta Tumbidjo. Datuk. Philips. Wiramihardja. Asul. 2001. Materi dan pembelajaran kertakesi. Jakarta : Universitas Terbuka Jakarta. Syafi Jatmiko. Seni gerak minangkabau. Tari rakyat Minangkabau (Makalah) Padang : Makalah Uniersitas Padang Panjang. Gramedia Widiasarana Indonesia. Diktat Angklung. Mustika. Supanggah. Bandung : Masyarakat musik Angklung. Konsep pendidikan apresiasi seni nusantara. Fakultas Bahasa dan Seni. Jakarta. Intreaksi budaya dan perkembangan musical Indonesia. 1984.

1966 Islam Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. 5. Perempuan Jakarta. 7. Nama Jenis Kelamin Tempat/Tgl. Sri Hermawati Dwi Arini. 2005 10. 4. Tim Assesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi. 2.CURRICULUM VITAE (Ketua) 1. IV A 131933266 Kampus Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka. Depdiknas 2007 11. S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Lahir Agama Status Kepegawaian Golongan NIP Alamat Kantor Pendidikan : : : : : : : : : Dra. (Royal Musik) Jakarta. 3. 47865811 S1 Pendidikan Musik FPBS IKIP Jakarta. 2006-sekarang . 6. Jakarta Timur Telp. 9. sejak 1992. Lulusan Terbaik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni 1990 (Semester I). M. 8. 1989.Pd. Pendidikan Musik 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1992 1994 1999-2000 Grade 12 Grade 11 Grade 10 Grade 9 Step 6 Step 7 Step 8 Guru Grade 5 : Spesialisasi Piano Klasik Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia melanjutkan belajar Piano di Sekolah Musik Vienna Pusat.

Dana Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat. Pada Pelatihan Peningkatan Manajemen Seni Pertunjukan Tingkat Nasional. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal : 1. 2000 3. Pengabdian Pada Masyarakat: 1. Jurnal Ilmu dan Budaya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Depdiknas No. 5. . 4. 1993 2. Dana PNBP FBS UNJ 2007. 2. "Musik Gamelan Sebagai Salah Satu Musik Tradisional Indonesia". Identifikasi Masa Studi Mahasiswa Jurusan Musik FBS UNJ. Pembawa Makalah : 1. Modul Teori Musik dan Wirausaha. Forum eks FPBS se Indonesia 24 Juli 2005. 3. 3. Tahun XXI. 2000. Balitbang Depdiknas Jakarta (Terakreditasi) Buku Prosiding : Pengasahan Rasa Irama dan Kreativitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. "Memadukan Bidang Kependidikan dan Non Kependidikan dalam Program Double Degree Jurusan Seni Musik". Dana DIK Suplemen Lemlit UNJ. Dana OPF Lemlit IKIP Jakarta. Kacapi Suling Instrumental Sebagai Salah Satu Khas Kesenian Sunda Dana PNBP FBS UNJ 2007. 2001. Dana DIK Rutin FBS UNJ. Dana Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. 2000 4. Menanamkan Cinta Budaya Melalui Dolanan Anak. Pengalaman Ilmiah : Penelitian : 1. Pengembangan Pembelajaran Teknik Tari untuk Anak Pra Sekolah melalui Respons Terbimbing Action Research. 2. 30 Juli 2001 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Pelatihan Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Dengan Mengasah Rasa Irama dan Kreatifitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. 2005. Musik Merupakan Stimulasi Terhadap Keseimbangan Aspek Kumulatif dan kecerdasan Emosi. Berbagai Aspek Pengajaran Musik SLTP unggulan dan SLTP umu di Jakarta. Pelatihan pada Panti Asuhan Yatim Piatu. FBS Universitas Negeri Semarang. Tipe Penilaian dan Proses Pembakuan Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan Musik. 1024 Juli 2001. Suatu Studi Evaluasi Prestasi Belajar Mahasiswa IKIP Jakarta yang aktif dalam organisansi Kemahasiswaan Periode 1991/1992. 6 Oktober 2003. 13. Musik Tradisi Merupakan Kerangka Musik Nasional. Tahun ke 13 Mei 2007 (Terakreditasi).12. Universitas Negeri Jakarta. No. 1999. 066. tahun ke 7 no. Penyelenggara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. Universitas Nasional. Dana DIK Lemlit UNJ. 2. 10 Juli 2000.

14. Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia . XI. Organisasi: Anggota. Kurikulum KTSP.Penulisan Buku Teks : 1. Buku Seni Budaya untuk SMA/SMK Kelas X. Penerbit Inti Prima. 2007.

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.888.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. 7.00 .