P. 1
1308577

1308577

|Views: 492|Likes:
Published by Herlia Tisana

More info:

Published by: Herlia Tisana on Mar 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

Sri Hermawati D. A. dkk.

SENI BUDAYA untuk SMK

Seni BUDAYA
Sri Hermawati Dwi Arini dkk.

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk.

SENI BUDAYA

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI BUDAYA
Untuk SMK
Penulis : Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati,

Dkk.

Ukuran Buku

: …… x …… cm

…… SHD ….

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. Pembangki Tenaga Listrik: SMK oleh Muslim, Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. ---- Jakarta:Pusat Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 376 hlm. ISBN ……-……-……-…… 1. Seni Budaya

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh….

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

i

Pengantar Penulis
Mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya, yang dimaksud budaya meliputi budaya nusantara, asia dan periode klasik dan modern. Khusus bahasan aspek budaya nusantara tidak dibahas terpisah melainkan terintegrasi dengan seni. Yang dapat diartikan kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Dengan cara ini karakteristik kesenian Indonesia yang khas akan muncul sebagai sebuah jati diri bangsa yang mampu berkompetisi dalam percaturan kesenian dunia, pendidikan seni yang berakar dari tradisi merupakan simbol kebanggaan, keluhuran dan harga diri bangsa Indonesia. Transformasi nilai-nilai seni ke dalam masyarakat luas karena seni bisa menjadi penyejuk bagi kepesatan kemajuan sains dan teknologi yang tidak jarang mengabaikan kehalusan rasa seni dan pendidikan seni berperan sebagai filter bagi peradaban. Topik atau materi yang dapat dikupas tidak dapat meliputi 33 propinsi dan kesenian yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup dimasyarakat atau dengan kata lain kesenian bermutu yang mengandung banyak hal untuk mengungkap masalah seni budaya, kesenian yang banyak mendapat respon dari bangsa sendiri ataupun dari mancanegara. Topik ataupun materi terbagi bagian apresiasi, ekspresi dan wirausaha. Penjenjangan materi hanya dapat dilakukan pada bagian ekspresi / keterampilan. Buku teks ini bukan hanya memberikan wawasan namun juga keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat, kelebihan buku ini memberikan pengetahuan keragaman seni budaya nusantara dan keterampilan yang sangat penting karena penyebarannya yang luas atau sudah dikenal diberbagai wilayah, serta mempunyai nilai sebagai bekal keterampilan dunia kerja dan pengetahuan wirausaha. Semoga buku ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi anak didik kita dan merupakan pengetahuan tentang kekayaan, kebudayaan dan kesenian milik bangsa kita Indonesia tercinta untuk juga meningkatkan kebudayaan dan pariwisata kita.

Jakarta, Juni 2008

iii

KETUA TIM PENILAI BNSP
Drs. Pracoyo, M.Hum Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Seni Rupa Murni

DAFTAR KONTRIBUTOR
Bidang Keahlian
Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Tari Seni Musik Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Musik Seni Musik

Penulis

Nama

Institusi
Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Semarang Dosen STSI Bandung Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Perguruan Cikini

Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim

Martin Renatus Nadapdap, S.Sn Dra. Clemy Ikasari I, M.Pd Dra. Bambang Pratjikno, M.Pd Dwi Kusumawardani, S.Sn, M.Pd Drs. Moh Muttaqin, M. Hum Tardi Ruswandi, S.Kar, M.Hum Didin Supriadi, S.Sen, M.Pd. Dini Devi Triana, S.Sen. M.Pd. Saryanto, S.Kar Dwi Kurniadi, S.Pd

EDITOR
Dra. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Yogya Gitar dan Teori Musik

DISAIN GRAFIS
Wafirul Aqli, ST Dosen Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Jakarta

iv

DAFTAR ISI
Pengantar Penulis ............................................................................... Pengantar Direktur Pembinaan SMK .................................................. Daftar Tim Penyusun dan Nara Sumber ............................................. Daftar Isi ............................................................................................. Lembar Pengesahan ........................................................................... Peta Kompetensi ................................................................................. Daftar Gambar Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Teater ................................................................ Seni Rupa .................................................................. Daftar Tabel Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Rupa .................................................................. Bab VI ....................................................................... BAB I. DASAR-DASAR 1. Pengertian Kebudayan dan Seni ............................... 1.1. Pengertian Kebudayaan ..................................... 1.2. Pengertian Seni .................................................. 1.3. Sifat Dasar Seni .................................................. 1.4. Struktur Seni ....................................................... 1.5. Pengertian Nilai Seni ......................................... 1.6. Pengertian Ekspresi................................ ............ 1.7. Pengertian Genre/Fungsi Seni ........................... 1.8. Pengertian Apresiasi............................... ............ SENI MUSIK 2. Mengapresiasikan Karya Seni Musik ........................ 2.1. Pengertian Musik ............................................... 2.2. Sistem Nada ...................................................... 2.2.1. Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis ................................................... 2.2.2. Titi Laras Pentatonik................................ 2.3. Musik Klasik.... .................................................... 2.3.1.Musik Klasik ............................................... 2.3.1.1. Zaman Pertengahan ................. 2.3.1.2. Zaman Renaisance .................. 2.3.1.3. Zaman Barok ............................ 2.3.1.4. Zaman Rokoko ......................... 2.3.1.5. Zaman Klasik ............................ 2.3.1.6. Zaman Romantik ...................... 2.3.1.7. A. Zaman Abad 20 .................... B. Musik Jazz ............................ i ii iii iv viii ix x xii xv xv xvii xvii xvii xviii 1 1 10 11 12 13 14 14 17 24 24 25 25 26 29 29 29 30 30 31 32 37 39 40

BAB II.

... Unsur Pokok Tari ..................6..................6..... Alat Musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani... Musik Tradisi Indonesia .............3...2... 2...............................1 Tangganada Diatonis Mayor ..... 2.............5.......4...6.................................. Musik Bali . Vokal .........1.............. 3.6..1 Mempelajari Tombol-tombol Keyboard ..........2.....................4....6.........1.. Musik Betawi .. 3....................................................................... BAB III..............4....... 2......................................1 Gerak .. Musik Non Barat ............... Musik Afrika...............6.............6........ 2...... 2.. 2....................... 2.........2. 2.............................1......2.......................... 2...............3.5..1..... 2.2......... 3. Angklung ......3 Mempraktikan Memetik Kacapi Dengan Cacarakan ......6.............. 3..2 Mempraktikan dengan Lagu............................2 Tangganada Diatonis Minor .6...........2. 2..........5................ 3. 2.................5...............1... 3.2...2...........5... Tenaga ............... Gamelan .....2..... 2...4........ Pengertian Seni Tari .............2....... 3................6..v 2.. 2.. Motif Gerak Tari .2 Musik India ................ Teknik Memainkan Gambang Kromong.5..........3 Akor ..3. Teknik Memainkan Gamelan ..................6...........................3 Unsur Komposisi Tari...4........................ 2......6...2... Ruang ..... Penerapan akor pada Instrumen Keyboard ..2..6......................2..............6.......3........6....... Iringan Tari .... 3....... 2.... Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok ......7................................5......3............................2 Teknik Petikan Kacapi ... 2...... 2...... Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik 2...... 2....................6..............6.4............ 2. Mengapresiasikan Karya Seni Tari ........1....6.... 41 41 47 49 58 68 71 71 72 73 73 75 75 76 77 79 79 82 83 85 87 88 94 122 130 137 137 143 144 158 158 161 161 164 169 169 175 176 177 178 ...1. ............6.................... Tangganada ......................... Teknik Memainkan Kacapi ....................3....4......... SENI TARI 3...4.... Alat Musik Tiongkok dan Jepang .. 3.............4........2........4 Cara Menentukan Akor Dalam Sebuah Lagu .....2.. 3..1.......6........ 2......4...........1 Kacapi Fungsi Hiburan ...................................... 2......6....3...........2............. 2...... Jenis Pernafasan .. Asal Usul Vokal .... 2......6..6..................................... Wilayah Suara .. Ekspresi . 2......................6........................ 2. 2. 2..5 Sampe ..

Tugas Sutradara........ Musical Dance ..... 3........................................1................ 4...................8... Sejarah Teater ........... 3............... 3...................... 4......... 3.......... 4...................... Tari Berdasarkan Orientasi Artistik ......................... 4.. Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi.. 4.....2...... Tari Klasik .... 3... Tari Non Tradisional ........... 3........................3....... 4.........8... Tari Adat ......7.... 3.. Tari Sebagai Sarana Upacara .........8..1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater ................... 3........... 4..3........ . ..... 4............................. 3.... Tari Berdasarkan Konsep Garapan ..............6... 4....1.............................3............ Tipe Sutradara....10.............1..... 4...... Tari Rakyat ................ Fungsi-fungsi Teater Rakyat .......1.... Seni Peran .................2....................9..Dasar Pijakan .................. Fungsi Tari .....3. Cara Penyutradaan...9..6..............9.......2.. Akting.............7.... Penjiwaan Dalam Tari ......... Bentuk Teater Indonesia Berdasarkan Penduduknya ........ 3...... SENI TEATER 4....2........7.........9............................................... .... Kegiatan Apresiasi Tari .. Pembelajaran Kreativitas ..............................................1... 3.................2....................10............5. Tari Tradisional ...............6.. 4......5....2.......2..... Pembuatan Naskah ........................ . ...... BAB IV..................1...........Produksi Tari........................................ ........9.....1...................5......... Unsur-unsur Pementasan..... 4................5 Pembelajaran Apresiasi Tari ...... Tari Primitif ....1.......1.10.......... 3.7.............................10.................... Penyutradaraan ...................................2.................. Tari Agama ............... Tari Upacara ...... 181 182 183 184 187 187 189 190 194 195 197 197 197 212 214 214 216 216 217 219 221 222 228 228 229 230 232 234 236 239 240 241 242 255 256 257 257 258 259 259 260 260 ........... 3.......9... 3.6....2....... 3....4........................10. Struktur Dramatik . Naskah Drama ............ 4.................... 4......4.................6... ... 3...... Struktur Naskah Drama .............1.............8.......................1...................... 3......vi 3.....6.. Pengertian Sutradara ..... Tari Balet ...........4..........1..... 4........1....... 4.... 3.................11.................. 4..... 4......................... 3...... Tari Sebagai Sarana Hiburan ..................2...................6.2............ Beberapa Istilah Dalam Teater .......7... 3..... 3..9......................................... 4.1.10............ .. Di Masyarakat ..............1............. Pengertian Teater ............... Unsur-unsur lakon Teater.......2.. Gaya Akting.......

......8....................................... 5... 5.................................. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pemeran Seni Rupa di Sekolah.......1.................. Seni Kriya Ikat Celup(Tie Dye) .... 4..12.......11..............1 Alat dan Bahan Batik......... ..............2..... SENI RUPA 5...... 5... 5. 5..... .............2..........1.......... 5.7. .....3.......... 5................................……………………………………………... 5...13...... 6..... Dasar-dasar Seni Rupa .. Teknik Tata Panggung ........6.........2 Berkreasi Batik..4................13.. 5..........2........ Apresiasi Karya Seni Rupa . ........ 6.. Seni Murni.....4.. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik................. . 6....... Usaha Kecil ............... BAB V..1............... 5.. Manajemen Produksi Pertunjukan Teater..................... Manfaat Pameran Seni Rupa di Sekolah.....3.......1.. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………........... 5...............................1 Kreasi Teknik Celup Ikat.. ..... ..2....................3................. ................. Aspek-Aspek Penilaian Dalam Apresiasi Karya Seni .................... 4....................1 Kegunaan Pameran Seni Rupa di Sekolah............. Pameran Karya Seni Rupa ... 4...3...................2........... 6......... ..... Penata Musik Film/Sinetron/Kartun....... ..............6.....vii 4...1... Kewirausahaan Dalam Seni Rupa.. ..............................3........ 5................4................. ............. ............. 5.................. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya.......... 5.............. Tata Pentas......... ......4.... ........................7... 6......... 5......2...................... BAB VI WIRAUSAHA 6.....5............ 5..... 5. 5........ Wirausaha Penyelengaraan Pameran Seni Rupa........ .........1.................. Aliran-Aliran Dalam Seni Rupa...5................... ....3. Jenis-jenis Pameran..............................7.4.....1 Tahapan Manajemen............... ................ ......... Seni Kriya Batik.. ...4............ 5......4. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa ....2...... Desain.....3........ 5................. ... 5........... Pengertian dan Fungsi Apresiasi ........... Pengantar Seni Rupa .... Ragam Hias Nusantara....... 261 263 264 264 288 290 291 295 295 305 310 310 311 317 320 320 320 321 322 323 326 327 331 341 349 350 358 360 364 366 369 371 373 376 GLOSARI ……………... ......8.1.......... Proses Manajemen Produksi Teater.......2... Unsur-unsur Seni Rupa........ .........

Materi pembelajaran berorientasi untuk mempersiapkan anak didik menuju dunia kerja.ix PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah. Pengembangan Program Materi Pada Bidang Seni Seni Seni Pertunjukan Seni Rupa Kompetensi Seni Pertunjukkan Pelaku Seni Pemain Penari Penulis Naskah Pemandu Jasa Informasi Penyelenggaraan Menyiapkan Jasa Penyelenggaraan Pertunjukkan Tim Kreatif Penyutradaraan Broadcasting Kompetensi Seni Rupa Seniman/Pengrajin Produk Seni Kewirausahaan Menciptakan Lapangan Kerja Menghasilkan Barang dan Jasa .

... Tari Merak .. 1... 1.......... Gershwin .. Alat Musik Sampe .9........ 1.9.1...........8.... Debussy .................13.......... Motif Banjar Kalimantan Selatan..... Perangkat alat Musik Gamelan Joged Bumbung (Grantang) ..... 2...................17....... ......................14........ Komponis Antonio Vivaldi .........................5....... Rumah-Rumah Adat . Wayang Golek ......... 2.....19.. Komponis Johan Sebastian Buch ..........11...17.......... Pakaian Adat Kalimantan Timur ..................... Harpsichord....... 1................ 2... 1.. 1.. Brahms Corbis ...... Komponis F.16..3...............8............ Rumah Adat Toraja ... 2.... Beethoven .. 2..... Tari Tradisional Saman .. Mozart ........ 1.................. 2. Chopin ............... 1........................... Komponis C....... Tifa Maluku ................. 2.... 2. Grand Piano ......7. Komponis G.... 1.....V....... 1.....2........................... 2........... Notasi Rante (Gamelan) ....................15.................................. 1.. 1...... Komponis J.. Komponis F.. Ondel-Ondel. 1......... 2. Instrumen Musik............. Patane (Rumah Menyimpan Jenazah/ Adat Toraja) .x DAFTAR GAMBAR SENI MUSIK Bab I Gambar 1.. Motif Toraja .... Haydn ..... 2........ Topeng Cirebon ..................... 1........................6... 2......... 2..................... 2...4...10. Papan Bilah Nada ........ Lembu : Tempat Meletakan Mayat di Bali Bade: Tempat Meletakan Mayat di Bali Gadis Suku Dayak ...... Mendeshon ......7.......A.5.... 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 9 15 26 26 32 32 35 35 36 37 37 37 38 38 38 39 39 39 41 Bab II Gambar 2.............1... 2...12.............. 1.... 1........16.. 2...........3... 1..10..................... Komponis W.................................... Komponis L.4..............15.............20..... Komponis Bella Bartok..... Fungsi Seni ................6...... Komponis J........................ 1.11...... Motif Nusatenggara Timur ....11.....14.... Pakaian Adat Banjar Kalimanta Selatan Perak Kota Gede Yogyakarta .....13........... 1.......18....2.................

....26.............. Keroncong Tugu ..................22..........27................... Gamelan Gong Gede. 2.... Musik Celempungan..... Musik Kacapi Suling...25....... Kongahyan.... 2. 2......... 2......................41.... Melodi..........................39..................... 2............. Notasi Gambar untuk Pembelajaran Angklung ..32................50..... 2. Bagian Tubuh Manusia ................35... Kacapi Kauh/Siter ....47..................... 2... Slentem ......... Samrah ...........29..............43..... 2....... Alat Musik Sampe Kalimantan Timur.......... Metode Curwen Untuk Pembelajaran Angklung .......23...48....... Perangkat Gamelan Ageng ......46.......20.....19...............31..................................... Kacapi Rincik.............................................. 2............. Gamelan Joged Bumbung (Grantang) Perangkat Gamelan Jawa .......................44.........34................... 2...... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Ageng ...................... Gender ...49............... Angklung ... 2................33....24... 2.... 2............ 2......21...... Saron .......... 2.. Musik Afrika ............ Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Carabalen ........................ 2........ 2. Artikulasi ........... Cara Melaras Dawai Sampe ............................... 2.................. 2........42.28....... Alat Musik India ...... 2.................30............................................. 2...................45.................. Alat Musik Koto ................... 2......... 2...........18..37.. 2................ 2.............. 2..51.... 2.......................... Gamelan Carabalen ................... Gambang Kromong . 2..... Tanjidor .. Wilayah Suara Manusia .......... 2..40...... 2. 2................................ 42 43 43 43 46 48 48 49 50 51 51 51 54 54 55 57 58 60 62 68 69 70 71 72 73 74 76 77 78 138 138 139 139 140 ................ Bonang . 2................. Alat Musik Yunani .............. 2......38.36......... Tehyan dan Sukong ... Penampang Resonator dan Dawai Sampe ....... dan Rincik Birama Kecapi Perahu................xi 2.........

. Tari Panggung Jati . 3...35.......... Imitasi Gerak Tari Topeng ..... Penghayatan Mata ............xii DAFTAR GAMBAR SENI TARI Bab III Gambar 3....36....................................... Pelemasan Anggota Gerak Tubuh.................8.............15.... Penguasaan Ruang Pentas dan Ruang Gerak....14....30.......................22................. Pengolahan Ruang Tari dalam Pentas Tari ............ 3................. 3......24..... 3.. 3........ Gerak Dalam Memiliki Kesan Dalam ...... Tari Tano Doang ....12.. 3....................... Pengolahan Properti ... 3. Penari Mengolah Ruang . 3...13......37... Gerak Sedang ................. Mengeksplore Gerak Tubuh untuk Ruang Gerak... Gerak Lari Jingkit (Tridik) ....10...... Penghayatan Gerak .... 3...............................................................32........7...................23. Gerak Teknik Split.. 3....... 3.................. 3.....................................38................ 3......... 3............... Pelebaran Ruang Gerak .. 162 162 162 163 163 163 163 163 164 170 170 170 170 170 172 172 172 173 173 174 174 175 175 175 176 176 177 177 177 188 188 188 188 188 189 189 190 190 ... Gerak Selit ................... 3.................. Gerak Tari Terpulout ..... Penggunaan Properti ......... Gerak Pencak Silat .. 3........................... 3..... Gerak Teknik Sirkile .21...........................................16..... Gerak Sedang ............. 3.27.. 3........39.. 3... Gerak Respons .17..........6...... 3..... 3...........20...33............................. Sikap Kuda-kuda... Konsep Tradisi Pengembangan. 3.................... 3..9.. 3...........18. Imitasi Gerak Tari Topeng ... Tari Gejolak........ Sikap Dasar Tari ..............34.... Gerak Desain Tertunda............... 3...5....19.............................................. 3......... Tari Perang .. 3..........11. 3.... 3..29................... Instrumen Iringan Tari (Bonang) .. Gerak di Udara.. Konsep Tradisi Pengembangan....... 3..... Kekuatan Lompatan .....26.......... Eksplorasi Gerak....................25... Konsep Teater Topeng . 3.2....... 3...3..28. Penghayatan Tumpukan Kaki ...... 3...........4.............. 3.......................... Gerak Tari Terpulout ....31................... 3........... 3...........

........................ 3....... Sekapur Sirih ...... 3.............78....65............. Gagahan ...............45..... 3....68..............................62.......... Badaran ........... Squestrall .................. 3... Tari Rampak dinan Jombang................ 3..................................................................73... 3........ Merak .... Topeng Bali ................... 3.......71...................64............... Cinta Bunda .......46....................................................................... 3...............................56. Topeng Rangde .. 3.....47....... 3.42...74............................................................ Nyi Kembang ........ 3. Tari Saman ....... Teater Topeng .................. 3... Klono Topeng ..54.................... Merak .75....................58...... Rangguk .. Tari Jepang Rebana ....61.................... Sequence ...................... Tari Pendet (Bali) .. Tari Seudati ..........44............ 3........ 3.. Tebal Gempita ................ 3......................... Teater Topeng .82........xiii 3........................................................... 3..... 3....... 3............. 3............ Bahairan .... 3......................... Pakarena .......................79......................... Trunajaya ............... Tari Barabah ........ Gambyong .57.............86..... 3... 3......................... Quilinte . Rabot ....... Warok ................................................................ Gimyak Banyumasa........ Polalak .......... Ngelajau ...... 3............60.... Tari Turun Kavih Vhen .................... 3..................55................................. 3........ 3.......................41......70..... 3......... Tari Kranag .52....................................... Topeng .... Mbya ...40..................76.................. 3......................84...81.......... 3........ 3.......83..... 3.... Tari Payung .............................................................................................. 3................49........85.....48..................... 3.................. 3............53............... Gambyong .. 3.. Ngremo . 3.......80........................ Flash Time ...................67..... 3.....66.... Kresno Baladewa ................................................43................... 3.................... Bratasena .. Merak .................................... Ngremo ............... 3... 3..........50.......................... 3..............51..69....... Topeng ................. 3......... 3.................77.... 190 191 191 191 192 192 192 193 193 194 194 194 195 195 195 196 196 196 196 196 197 198 198 198 199 199 199 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201 202 202 202 203 203 203 204 204 204 205 .........................59................................................................. Tari Rampak dinan Jombang... 3........ 3.63. 3......72........... Agon Yamuniku ................

. Pamilau ...........90...... Assay .... 3.................................................... Giring-giring . Abike Aniku ....................99........... 3..102...... Time Load ...103....89........ 3.106. 3... 3..........122................100.................................. Ebegan............................................124.................................................... Giring-giring ........................ Perang ........ Sekapur Sirih ..........112....................... Laninse ......... 3...... Time Load .....111... 3......................93.....95..110.................... 3............88.. 3.............115......98... Sekapur Sirih ................................................ 3..........................96............................. 3.................................. 3....................... Baris .... 205 205 205 206 206 207 207 207 208 208 208 209 209 209 209 210 210 211 211 211 212 212 213 213 213 214 214 214 214 215 215 215 216 219 219 219 220 220 220 . 3....... Trunajaya .................... Fatamorgana..........................97.... 3.......... Ndaitita .. All Fine ..108...119........................... Manukrawa ........................114.............................................. Kecak ... 3.... 3........................ 3........... Pakarena............................. 3.......101............ Pamilau ..... 3.120................ 3......121............... Squarel......................104.................... Jipeng Rebana .............................. 3.... 3........ 3................................ Ranggak........................ Manuk Rawa .........117...... Mbui Dong Po . Squarel....... Sequence ............ Kalubu ...... 3...................... 3...... Abike Aniku ..... Laninse ........ Oleg Tablingan................. 3............................ 3.............. Bambu Gila ......................................................................................116....................91.. 3... Tuan Pamekik ....... 3................................................ Pakarena.. 3................................ 3...........107.....113............. Hung Myung.. 3..................................................................125...................... 3.................................... 3............. 3...........................123...........94.. 3.. 3........ Perang ........109....................xiv 3...............87... Pamekik ........................ Cinta Bunda ...........105............ 3.118.................92...

........15..................... Cinta Robot .............. Kekawen Kawin ......... 5..1............. Pertunjukan “Attac Theatre” ...... 4........................ 5.............. ......... 4......6 Poster Hasil Design Grafis .......................................9....................................... 4.................. Buruh Tenun....... 5..........18... 4.13.16.........5........................ Pelajaran ............................ Pramuwisma Stories ..................... 4... 5................ Si Gila dari Chailote..... Orang Baru ...............10 Macam Jenis dan Karakter Garis ................................................................8 Design Interior....................................2.............. 4.1 Seni Lukis................6... Tabib Gadungan.... 4................ 230 230 231 231 232 233 234 235 236 238 256 257 258 260 262 263 264 265 DAFTAR GAMBAR SENI RUPA Bab V 5.................. 5..... 4................................................................... 4.......... 4............. Ludruk .5 Kursi Hasil Design Produksi .............................. 4.......................8...11........... Lawan Catur ..............7.. 5........9 Batik Sebagai Seni Kriya .................. 5.... 4.... Lautan Bernyanyi .............14... Kekawen – Kawin .... Petang Di Taiwan ......... Raja Mati .................................3 Seni Lukis............... 5........ 4..........2 Seni Patung...........7 Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern ...........3................4 Seni Patung................................................. Pertunjukan Teater Arja Bali ........................... Kurikulum 2000 ...10.... 4.........17........................................xv DAFTAR GAMBAR SENI TEATER Bab IV Gambar 4...... 4.......... 4........................... 290 290 291 291 292 292 294 293 294 296 ..................................................4..........12................... 4..................... Wayang Golek ....................... 5.........

..... Motif Meandur.. Pencelupan ke larutan garam....30 5........... Keseimbangan Warna pada Sebuah Kursi.........................17 5................ Hue dalam Lingkaran Warna .............48 5...............24 5...................... Memasukan Warna.... ............................................ Keseimbangan Bentuk dan Warna .......................51 5.............. ...................................................... Lukisan Abstrakisme.45 5.36 5.....13 5...................23 5..46 5.... Lukisan Dadaisme....................................... Keseimbangan Simetris ........................29 5......21 5............... Lukisan Realisme ....... Bagian-bagian Canting...................... ..... Keseimbangan Simetris yang Dinamis.......................................... . ........ ........ Lukisan Ekspresionisme............ ........ ..................... ....... ........44 5.34 5........ ...53 5... ............................16 5.....32 5....18 5........................... .................. Pencampuran Air Panas........14 5.................... Lukisan Elektisisme................................. Lukisan Kubisme.... . ......... Karya dari Kriya Batik.....xvi 5.................... 296 296 299 299 300 301 302 304 305 305 306 307 307 308 308 309 311 311 312 312 313 314 314 315 315 316 316 317 324 325 325 328 329 331 341 342 342 342 343 343 343 344 344 345 345 346 .....................................43 5...... ...........................38 5..................31 5............................... Membolei................................41 5...........56 Bentuk 3 Dimensi yang Dinamis .................................... .............................25 5............... . Kontras Warna .................. Contoh Ragam Hias.... Larutan ASG + Soda........50 5......................................................37 5....40 5............... Bahan-bahan pewarna........ Klimaks pada Karya .....33 5..............22 5...... ..15 5............................. ..... Tekstur Halus ....................... Pembentukan motif pada kain.........52 5......................39 5.. Pencelupan sampai warna..................49 5.... Kain Ditiriskan........35 5.............. ...... ...47 5.............42 5............................... Pewarnaan kain dengan kuas.................20 5................................ Napthol dan Soda..........12 5.. Bentuk yang Diabstraktif . Ngrengrengi........... Figuratif...... Ruang Positif dan Negatif ................... .............. .. ............... .................................. Keserasian Proporsi sebuah Bentuk Trimatra ..................... Lukisan Elektisisme.. ...... Lukisan Impresionisme. Lukisan Naturalisme............. Kain Non Tenun Indonesia............................27 5........55 5........................................................ Lukisan Romantisme.......................... .....26 5............................11 5......... Lukisan Surealisme......... Pencelupan........54 5....... Contoh Intensitas Warna .. Irama pada Bangku Panjang ..19 5.. ..... Bentuk Non Figuratif(Abstrak)............ ........................... Lukisan Konstruksifisme.. ....................28 5..

............................. ...........1.......1 Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa ....63 Pelorodan....57 5...........................2...................3.............. Klasifikasi Seni . ............. .............. .........................61 5..... 2...3... Kain diisi kelereng. 2......... ...................... Pembukaan ikatan jelujur............................. Hasil Akhir...........59 5.........................xvii 5.... Propinsi yang Menggunakan Gamelan ........1............................ ......................... 320 ...............1..............60 5.......... DAFTAR TABEL SENI TARI 10 28 52 53 60 Bab III Tabel 3............... 3.............2......... Pencelupan ke larutan garam...... Belajar Musik Angklung Sistem Nomor .... Meratakan. Pencelupan ke dalam malam............ .. Tabel Gerak Tari Individu....................... 164 169 217 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI RUPA Bab V Tabel 5..62 5....3.................... 347 350 350 351 351 352 352 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI MUSIK Bab I Tabel Bab II Tabel 1............. 3... Laras Slendro dan Pelog ........58 5......................... Tabel Hubungan Tari dengan Aktivitas Manusia ...... Penggunaan Bonang dan Sebutannya di Berbagai Propinsi ..... 2....... Motif Gerak Tari Berkelompok .................................. 2...

Perencanaan Pengembangan Seorang Wirausaha ................. Kaitan Faktor-Faktor Karakter Seorang Wirausaha ........... Warna Napthol . 6..2.................................................... 6..........................4..........3.... Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan .............5 Jenis Malam / Lilin ....................................4 5.....................6............. 324 335 336 337 289 Bagan 5.... 357 358 360 360 362 366 ... 6...1 DAFTAR TABEL BAB VI Bab VI Tabel 6.... 6......5... Warna Indigosol ....................... Cabang-cabang Seni Rupa ............................................. Kisi-Kisi Penilaian Hasil Pertunjukan Struktur Organisasi Grup Teater...2 5....... Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ..............................1....... Jenis Warna ............. 6....xviii Tabel 5.............3 5.........

Dasar-Dasar Bab 1 .

PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI Pengertian Kebudayaan Pengertian Seni Sifat Dasar Seni Struktur Seni Pengertian Nilai Seni Pengertian Genre (Fungsi Seni) Pengertian Apresiasi Seni Pengertian Ekspresi .

Macam-macam Rumah Adat . Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat. Berdasarkan konteks budaya.1. pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat. Gambar 1. Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan.1.1 BAB I DASAR-DASAR 1. Sumber : Google@RumahAdat. sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjoroningrat (1986). Ketiga. ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian. Pengertian Kebudayaan dan Seni 1. yang merupakan bagian dari kebudayaan. yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri. kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia.com. misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya. Koentjoroningrat mengatakan. sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. kreativitas. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya. Untuk lebih jelas dapat diterangkan apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan.

Gamelan Grantang Bali Sumber : Koleksi Pribadi Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti yang terlihat di gambar berikut ini Grantang. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSU Denpasar Gambar 1.3.2. Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah. Alat Musik Seperti halnya rumah adat. Tifa dan Sampe.4.2 2. Tifa Maluku . Sampe Kalimantan Tengah Gambar 1. alat musik di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya.

alat musik.8. Gambar berikut adalah Kriya Ragam Hias. dan kayu.6. Tari Saman Aceh Gambar 1. Tari Merak 4. dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu.3 3.7. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar : 1. Motif Banjar Kalsel Gambar : 1. Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional.5. Sumber : Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Motif NTT . dibuat di atas media kain. seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat. Indonesia juga memiliki keanekaragaman Seni Tari. Seni Tari Di samping rumah adat. Kriya Ragam Hias Selain kaya akan keanekaragaman musik dan tarian tradisi. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hiasan serta motif-motif tradisional.

Topeng Cirebon 6.sukutoraja. kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki. Wayang Golek Gambar 1.10. Motif Toraja 5. pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.9. Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang. seni teater. seni tari. Properti Kesenian Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik. sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung. Gambar berikut adalah pakaian daerah Kalimantan . Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1.wikipedia.4 Sumber : Google.com Gambar : 1. Pakaian Daerah Setiap propinsi memiliki kesenian.11.

Pakaian Banjar Kalsel 7. karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya.5 Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. Benda Seni Kaya dan kreatif adalah sebutan yang sesuai untuk bangsa kita. karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata.12. Souvenir Perak Kota Gede Yogyakarta Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel-ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala.13. Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta. nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putri Kediri dapat . Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1.14. merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Pakaian Adat Kutai Kaltim Sumber : Majalah Dekranas Gambar 1.

bangsawan.15. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja. “Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari”. juga merupakan bagian dari kebudayaan. sedangkan orang Luwu menyebutnya To Riajang. Raya = Maraya (besar). dan kata Tana berarti negeri. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. upacara ngaben (pembakaran mayat) di Bali. Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (Etnis Toraja). Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. Tana Toraja. Sulawesi Selatan Sumber : Google. selain hal-hal tersebut. kebiasaan perempuan suku Dayak di Kalimantan yang senang menggunakan anting yang panjang. mata pencaharian. Ada juga versi lain kata Toraya. adat istiadat. adat istiadat di Tana Toraja. Indonesia. Adat Istiadat 1. berat dan banyak. artinya orang yang berdiam di sebelah barat. Di wilayah Tana Toraja juga digelar “Tondok Lili’na Lapongan Bulan Tana Matari’ollo”. makanan khas.wikipedia@Toraja. To = Tau (orang). arti harfiahnya.com Gambar 1. Berikut diuraikan contoh adat istiadat atau sistem kemasyarakatan di Tana Toraja yang meliputi : 8. artinya “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”. Rumah Adat Toraja . sistem kekerabatan dan sistem kemasyarakatan. Contoh beberapa kebudayaan yang memiliki daya tarik yang tinggi bagi turis mancanegara dan turis lokal antara lain.6 diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh. artinya orang orang besar. agama. sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja.

atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane).pembakaran Jenasah di Bali Ngaben adalah upacara pembakaran mayat. dalam Bahasa Toraja disebut Simbuang Batu. paling lambat September. atau di dalam lubang. yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur . 24 buah sedang. khususnya oleh mereka yang beragama Hindu. mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan.16. perbedaan tersebut hanyalah faktor perbedaan situasi dan kondisi pada saat pembuatan/pengambilan batu. Sumber : Google@Rumah Adat. upacara ini termasuk dalam “Pitra Yadnya”. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan 100 buah “batu”. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. Di dalam “Panca Yadnya”. dan 54 buah kecil. Pa’tane 2. Ukuran batu ini mempunyai nilai adat yang sama. mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung. Adat masyarakat Toraja antara lain. atau dibawahnya. sekitar akhir Juni atau Juli.7 Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut “Rambu Tuka”. Sebanyak 102 bilah batu yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar. Setelah upacara. Biasanya. Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa. Ngaben . Peti mati yang digunakan dalam pemakaman dipahat menyerupai hewan (Erong). Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di “Tongkanan“ untuk beberapa waktu. musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen. dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Simbuang Batu hanya diadakan bila pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya diadakan dalam tingkat “Rapasan Sapurandanan” (kerbau yang dipotong sekurangkurangnya 24 ekor). menyimpan jenazah pada tebing/liang gua.com Gambar 1.

Idep itu dikembalikan ke Brahma. Lembu Gambar 1. dan "Bade" akan diputar sebanyak 3 kali. Di depan "Bade" terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. Upacara Ngaben diawali dengan upacara-upacara dan doa mantra dari Ida Pedanda. Sabda. karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa.18.17. kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya.com Gambar 1. Idep. diiringi dengan "gamelan". sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Di setiap pertigaan atau perempatan. tidak ada isak tangis. tempat meletakkan mayat Sumber : Google wiki pedia @ Ngaben. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat "Bade dan Lembu" yang sangat megah terbuat dari kayu. kemudian "Lembu" dibakar sampai menjadi abu yang kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. Wisnu. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal. . kertas warnawarni dan bahan lainnya. dan setelah meninggal Bayu. Siwa. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana antara 15 juta sampai 20 juta rupiah.8 Makna upacara Ngaben pada intinya adalah. Sabda. dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat. Bade Kemudian "Bade" diusung beramai-ramai ke tempat upacara Ngaben.Ngabe. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak. untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya.com Sumber : Google wiki pedia Q. "Bade dan Lembu" ini adalah.

karya. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping. Jadi. Berbicara tentang apresiasi seni. Suku Dayak Sejak abad ke 17. kita ketahui terlebih dahulu yang disebut seni dan klasifikasinya. menurut kepercayaan mereka. Kegiatan adat budaya ini dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang dan masih terus berlangsung sampai saat ini. dapat disimpulkan yang disebut dengan kebudayaan adalah pikiran. perkawinan dan kematian ataupun acara-acara ritus serupa selalu ada unsur musik. Kegiatan-kegiatan adat budaya ini disebut Pesta Budaya. sastra. gambaran wajah apresiasi keseniannya. semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga. Sumber : Google Wki Pedia @ suku Dayak. sehingga seni menjadi perekam dan penyambung sejarah. dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat. sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar kuping daung daun telinga. gambaran identitas budaya setempat.9 3. Gadis Suku Dayak Kegiatan-kegiatan adat budaya ini selalu dikaitkan dengan kejadian penting dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. teknologi dan rangkaian tindakan suatu kelompok masyarakat.com Gambar 1. . Berbagai kegiatan adat budaya ini juga mengambil bentuk kegiatan-kegiatan seni yang berkaitan dengan proses inisiasi perorangan seperti kelahiran.19. seni rupa. tari. Manifestasi dari aktivitas kehidupan budaya masyarakat merupakan miniatur yang mencerminkan kehidupan sosial yang luhur.

2. yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.10 1. seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya. selanjutnya dikatakan oleh Akhdiat K. seni pertunjukan. seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi.1. Aristoteles mengemukakan bahwa. Klasifikasi Seni Seni Seni Rupa * Seni murni * Seni terapan * Design * Kriya Seni Pertunjukan * Seni musik * Seni teater * Seni tari * Film Sinematographi * Pantomim Seni Sastra * Prosa * Puisi . Pengertian Seni Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. demikian juga dikemukakan oleh sastrawan Rusia terkemuka Leo Tolstoy mengatakan bahwa. Tabel 1. seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah indah. dan seni sastra. Ungkapan seni menurut Erich Kahler. menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”. Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa. Mihardja.

3. Sebagai contoh. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. (2) Karya-karya lukis S. Ade. Ciri pertama adalah sifat kreatif dari seni. Sifat Dasar Seni Berdasarkan hasil telaah terhadap teori-teori seni. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati. Sebagai contoh. Jepang. Ciri ketiga adalah seni memiliki nilai ekspresi atau perasaan. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. (1) lagu Indonesia Raya karangan WR. (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dari lagu ciptaan Ebiet G. Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat walaupun beliau telah wafat. memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. d. (2) Lukisan Lucia hartini yang bercorak Surrealisme menampilkan kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai. Sudjojono dan Affandi sampai saat ini masih diapresiasi oleh masyarakat dan sangat diminati oleh para kolektor lukisan walaupun beliau telah wafat e. c. Inggris. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. Ciri kedua adalah sifat individualitas dari seni. 1976:41-46). Subyektif dan individual. b. disimpulkan bahwa seni memiliki sekurang-kurangnya 5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (Gie. (1) lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. Sebagai contoh. Uraian mengenai sifat dasar seni adalah sebagai berikut: a. Sebagai contoh.11 1. Cina. Ciri kelima adalah semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. Indonesia dan sebagainya dijumpai produk keramik dalam berbagai bentuk dan fungsinya. Ciri keempat adalah keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. (1) desain mode pakaian terus berkembang sesuai trend-mode yang selalu berubnah dari waktu ke waktu dan banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat metropolitan. (2) Di banyak negara di dunia seperti Belanda. .

bidang dan tekstur. c. bidang dan warna. kayu. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. sastra memiliki bahasa verbal. dan lain-lain).4. seni musik mempunyai dimensi waktu. . Kalau seni dapat dianggap sebagai bahasa maka setiap cabang seni memiliki bahasa tersendiri. relief logam. Bidang seni teater adalah gerak. seni tari memiliki dimensi gerak. Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya. seni lukis memiliki bahasa visual. kalau seni tari mempergunakan medium gerak. seni musik mempergunakan medium bunyi (nada).12 1. suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori. warna. seni teater mempergunakan semua itu oleh sebab itu teater dikatakan seni yang mempergunakan multimedia. Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. cukil. begitu pula seni memiliki dimensi. sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang merefleksikan pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu. Menurut Soedarso SP (1987:79). ukiran kayu). seni tari memiliki bahasa kinetis. d. Semua jenis seni mempergunakan medium. Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis. suara dan lakon. Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. Struktur Seni The Liang Gie (1976-70) menjelaskan bahwa dalam semua jenis kesenian terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a. seni lukis mempergunakan garis. b. Bidang seni tari adalah wirama. gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. Tana medium tak ada karya seni. seni rupa memiliki bahasa plastis. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. Pada seni rupa mediumnya adalah objek estetik dua dimensi (lukisan cat air. kalau seni sastra menggunakan kataa sebagai medium. Pokok soal dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan. dan seni rupa memiliki dimensi ruang. wirasa dan wiraga. seni musik bahasa audio. alam kebendaan. etsa. Bidang seni musik adalah irama dan melodi. bentuk. seni sastra mempergunakan keta-keta sebagai medium. objek estetik tita dimensi (patu batu. yakni berupa: objek alam. Namun tidak semua karya memiliki tema melainkan kritik.

5. menata interior/eksterior. Dalam estetika. Perasaan keindahan diperoleh dari alam dan benda atau karya seni. misalnya: dalam arsitektur rumah tinggal. pencerahan. namun tetap memberikan nilai-nilai yang diperlukan manusia. Namun dalam perkembangannya. menikmati keindahan musik dan sebagainya. Nilai keindahan dapat pula disebut nilai estetis. keadilan. mutu atau kualitas. mengapresiasi cinta. dalam karya seni dan benda-benda lainnya. karya seni dicptakan tidak selalu untuk menyenangkan perasaan manusia. Dalam kecenderungan perkembangan seni dewasa ini. Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia (Purwadarminto. ajakan. seperti perenungan. keindahan. yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku. dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni. keindahan moral dan keindahan intelektual). Sebagai . Menurut Koentjaraningrat. sesuatu yang menyentuh perasaan. “nilai” diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). 3) nilai kehidupan. keindahan positif tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. pemikiran. kepuasan. Pengertian Nilai Seni Secara umum kata “nilai” diartikan sebagai harga. 2) nilai pengetahuan. baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. dan lain sebagainya. c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. berbusana. merupakan salah satu persoalan estetis yang menurut cakupan pengertiannya dapat dibedakan menurut luasnya pengertian. masing-masing mempunyai pengertian sebagai berikut : a. Manusia memerlukan keindahan karena memberikan kesenangan. penyadaran. b) keindhaan dalam arti estetis murni.13 1. keindahan alam. 1976:667). Menurut The Liang Gie jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan. Karya seni dapat memberikan perasaan terkejut. kadar. Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudian diekspresikan daam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni). Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan pada prinsipnya mengkaji tentang hakikat keindahan dan kriteria keindahan yang terdapat di alam. b. “nilai” berarti suatu ide yang paling baik. yakni: a) keindahan dalam arti luas (keindahan seni. b) keindahan dalam arti estetis murni. Ragam Nilai Seni Peran keindahan selalu terkait dengan kehidupan sosial budaya manusia sehari-hari.

media seni rupa adalah garis. Media musik bunyi. Pandangan ini juga didukung oleh Liang Gie Bapak Estetika seni (1964) yang menyatakan bahwa. Sal Murgiyanto aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah. proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media. Sal Murgiyanto (2004) mengatakan. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah. kesenian ritual dan kesenian hiburan komersial. dan bagi kenikmatan ragawi (pleasure) pelaku dan penontonnya. media teaer adalah gerak. Sebuah pertunjukan dapat dilakukan sebagai sebuah persembahan/doa/puji kepada arwah leluhur. fungsi atau tujuan sebuah pertunjukan. atau penguasa semesta alam. Gie. untuk meneguhkan identitas atau menguatkan nilai-nilai yang diyakini seseorang atau sekelompok orang.L. 1976:40). Contoh. “Ugliness” dalam karya seni termasuk nilai estetis yang negatif.14 seniman beranggapan lebih penting menggoncang publik dengna nilai estetis legatif (ugliness) daripada menyenangkan atau memuaskan mereka (T. Kriteria klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan jenis kesenian. media tari adalah gerak. bidang dan warna. oleh karena itu. Fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. Dapat juga dilakukan untuk menghibur diri pelakunya dan atau orang lain. Pengertian Ekspresi Ekspresi adalah proses ungkapan emosi atau perasaan di dalam proses penciptaan karya seni. Jadi sesungguhnya dalam karya seni terdapat nilai estetis yang positif dan negatif. Tuhan. pameran fotografi Anjasmara dan Isabele Yahya yang bertemakan Adam dan Hawa yang dinilai sebagai kesenian yang bernilai estetis negatif. sesuatu karya harus indah. ungkapan bakti kepada Dewa. suara dan lakon. 1. Pengertian Genre (Jenis/Fungsi) Seni Menurut kritikus tari terkenal di Indonesia. 1. Fenomena semacam ini akan kita jumpai pada karya-karya seni primitir atau karya seni lainnya yang tidak mementingkan keidahan tampilan visual namun lebih mementingkan makna simboliknya. . ciri pokok seni adalah ekspresi. penilaian terhadap karya seni harus dilakukan berdasarkan ukuran perasaan estetis dan nilai-nilai.6.7.

15 Fungsi Seni Fungsi-fungsi seni terdiri atas fungsi ritual. komunikasi. Monggang. dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan. dan Ageng. Angklung. artistik dan fungsi guna. Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. kematian. wayang kulit. ataupun pernikahan. Fungsi Komunikasi Suatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui media seni tertentu seperti. pendidikan. Hiburan Idealisme Artistik Kesenimanan Pendidik Ritual FUNGSI Forum Dialog Terapi (Kesehatan) Sumber : Endo Suanda Guna Gambar 1.20. dan Gambang. wayang orang dan seni teater. kerjasama. hiburan. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang. Macam-macam Fungsi Seni Bagaimana kita dapat mengidentifikasikan sebuah karya seni khususnya kesenian tradisi berdasarkan fungsi-fungsinya. . dan disiplin. Fungsi Ritual Suatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran. Berikut diuraikan tentang fungsi-fungsi seni. Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama. Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek.

. sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan. Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni. Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran.16 Fungsi Hiburan Seni yang berfungsi sebagai hiburan. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme. kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain. tari kontemporer. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik. misalnya terdapat pada musik kontemporer. dan lain-lain. jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial. hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan. Seperti yang telah dikatakan Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung. sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan. gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian. karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan. dan seni rupa kontemporer. Contoh : Kriya. hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya.

17

1.8. Pengertian Apresiasi Seni
Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya. Kegiatan apresiasi meliputi : a. Persepsi Kegiatan ini mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni. b. Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni. c. Pengertian Pada tingkat ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. d. Analisis Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi. e. Penilaian Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif. f. Apresiasi Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal; value ( nilai ), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Sejalan dengan rumusan di atas S.E. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian,

18
penghargaan, kepekaan untuk mencermati kelebihan dan kekurangan terhadap karya. Menurut Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1). pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). pendekatan problematik. Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahasan kajian dalam mengapresiasi seni pada tingkatan awal dengan pendekatan aplikatif adalah sebagai berikut: Seni Musik Klasik Ciri khas musiknya Bentuk musik dari zamannya Struktur musiknya Gaya musiknya Seni Musik Tradisi Ciri-ciri khas musiknya : Laras Pola tabuhan Instrumen yang dimainkan Struktur musiknya Gaya musiknya

Fungsi seni Ekspresif (nilai-nilai keindahan) Makna / pesan yang terkandung Seni Tari Kreatif Mencermati identifikasi gerak Mencermati keharmonisan gerak dan musik Mencermati kreativitas gerak Mencermati kemampuan wiraga / kelenturan Mengidentifikasi jenis tari berdasarkan garapan Mengidentifikasi tari berdasarkan orientasi Mengidentifikasi berdasarkan fungsinya

19

Seni Teater Mengidentifikasi perbedaan teater dan film Mengidentifikasi keberhasilan suatu pementasan Mengidentifikasi nada ucapan dan makna dalam dialog Mengidentifikasi plot lakon Seni Rupa Makna Gaya Material Elemen Estetika

20 TES FORMATIF BAB I Pilihlah jawaban yang tepat 1. Manakah pernyataan yang benar a. Seni berbeda dengan kebudayaan b. Seni sebagian dari kebudayaan c. Seni adalah kebudayaan d. Seni adalah wujud kebudayaan 2. Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan : a. Genre b. Esetika c. Apresiasi d. Ekspresi 3. Salah satu sifat dasar seni adalah .... a. Indah b. Kreatif c. Style d. Makna 4. Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks .... a. Klasifikasi seni b. Karya seni c. Nilai seni d. Sifat seni 5. Nilai estetis yang negatif yang tidak mementingkan keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan .... a. Keindahan b. Orisinalitas c. Makna simbolik d. Kreativitas 6. Medium pada seni rupa a. Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal

21

7. Medium pada seni musik .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 8. Medium pada seni tari .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 9. Relief patung adalah karya seni rupa berdimensi... a. Dua dimensi b. Tiga dimensi c. Multi dimensi d. Multi media 10. Seni musik, seni tari dan seni teater adalah bentuk seni yang diklasifikasikan sebagi seni a. Seni pertunjukan b. Bahasa seni c. Ragam seni d. Sifat seni Jawablah dengan penjelasan yang bermakna 1. Apa yang disebut kebudayaan ? 2. Apa yang dapat dikaji seni ? 3. Ada dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebutkan dan jelaskan ! 4. Apa saja cabang-cabang seni ? 5. Sebutkan media dari seni musik, seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Seni Musik
Mengapresiasikan Karya Seni Musik

Bab 2

APRESIASI
Pengertian Musik KLasifikasi Instrumen Sistem Nada Musik Klasik Musik Tradisi Indonesia Musik Non Western

EKSPRESI
Vokal Tangga Nada Memainkan Keyboard Teknik Memainkan Gambang Kromong Teknik Memainkan Gamelan Teknik Memainkan Kacapi

mandolin. Contoh: recorder.1. harmoni. marakas Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi. bentuk atau struktur lagu dan ekspresi. melalui unsur-unsur musik yaitu irama. Mengapresiasi Karya Seni Musik 2.24 Bu BAB II SENI MUSIK 2. gitar. melodi. drum Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi. Pengertian Musik Musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya. cabaza. Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada. Contoh gambar di bawah ini : Gambar 2.1. Contoh : gendang. Contoh keyboard. conga. Contoh : piano. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik. seruling. Instrumen Musik . Contoh triangle. saxsophone Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagi penyebab bunyi. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel : Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi.

2. yang sampai saat ini dipergunakan.2.Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis Berawal dari bangsa Yunani (sebelum 1100 SM) Terpander adalah orang yang mengembangkan susunan nada semula 4 nada dan Polynertus (700 SM) orang yang menggunakan system 7 nada.25 2. awalnya nada-nada ini dimainkan pada instrumen Lyra. Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½. nada-nada tersebut ialah : Tetrachord 1 Tetrachord 2 Nada-nada kemudian dikembangkan. nada-nada ini disebut Tetrachord 2. 7 nada ini yang disebut dengan tangganada Lydis.1. yang disebut dengan Tetrachord 1. TANGGA NADA MAYOR (asal dari tangganada Lydis) Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut : . nada-nada tersebut adalah : Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada. Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord. Sistem Nada 2. awalnya hanya mempunyai 4 nada. Nada dalam tangga nada Diatonis.

Dalam seni musik Karawitan. Kemudian Wreksodiningrat punya ide yaitu memberi angka pada bilah saron karena untuk pembelajaran menabuh gamelan dan memindahkan notasi rante agar mudah dibaca pada tahun 1890. yakni lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendah suatu nada berupa angka atau lambang lainnya. Notasi Rante Sumber : Demang Kartini. Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli) Bu Titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut notasi. cuplikan melodi lagu Ladiang Wilujeng bagian umpak . Penanggul yaitu nada 1 Gulu yaitu nada 2 Dhada yaitu nada 3 Pelog yaitu nada 4 Lima yaitu nada 5 Nem yaitu nada 6 Barang yaitu nada 7 : siji dibaca ji : loro dibaca ro : telu dibaca lu : papat dibaca pat : lima dibaca mo : enem dibaca nem : pitu dibaca pi Gambar 2. kemudian diserahkan kepada adiknya Wreksodiningrat. karena dia tidak bisa menabuh gamelan maka diserahkan pada Sudiradraka (Guna Sentika) lalu oleh Sudiradraka diserahkan ke Kepatihan yaitu kepada Sasradiningrat IV.2.2. Sebelum muncul notasi angka Demang Kartini telah menciptakan notasi rante. Notasinya disebut notasi kepatihan yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Jaya Sudirga atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910. Macam-macam nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut. sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat. titilaras memegang peranan yang penting dan praktis. Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan. Notasi Pentatonik Sistem notasi yang dipakai dalam gamelan Jawa adalah notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada. mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi.26 2.2.

Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya. atau tangga nada. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan. angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu. tulis. agung. Laras Pelog. yaitu sendu. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang. Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring.27 Laras Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras. adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). percintaan kangen. tanda. Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½. kematian. ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali. dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang : /dong. Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis. Laras Slendro. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang. dung. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi kesan gembira. Titilaras kepatihan. Oleh karena itu banyak adegan rindu. ringan. 2. Dan dalam bahasa Indonesia titilaras berarti tangganada.M Haryo Wreksadiningrat di Keraton Surakarta. Titilaras ding-dong. sedih atau romantis. yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu: a. dang. b. Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya. sedih. deng. perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah. tetapi juga Titilaras yang ada antara lain : 1. ringan dan semarak. dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R. sendu. adegan marah. huruf. gembira dan terasa lebih ramai. . istilah titi dapat diartikan sebagai angka. secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang. adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. Laras ini mempunyai 2 macam. merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring. notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras.

si. Degung seperti : mi. Laras Slendro dan Pelog Notasi Barat (Diatonis) mempunyai jarak 1 dan ½. si. tetapi pada gamelan laras pelog.28 Bu 3. yakni titilaras ciptaan R. sebagai contoh walaupun sama-sama terdengar do. Titilaras daminatilada. Tinggi rendah nada titilaras bagi laras slendro dan pelog berbeda. mi. do. do. sol. namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji. Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan Stroboccon dan melograph tidak sama tinggi nadanya. setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras. Titilaras berwujud angka 1 2 3 4 5 6 7 I sebagai pengganti nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari. re . do.M. sol. Perbedaan antara laras slendro dan pelog dapat dilihat pada tabel 2 Nada pada laras slendro dan pelog dapat kita lihat : Slendro Barang 1 Gulu/jangga 2 Dada/tengah 3 Lima 5 Nem 6 Pelog Nem Panunggul (Bem) Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem 1 2 3 5 6 Barang Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem Pelog Barang 1 2 3 5 6 Tabel 2. mi. sol. fa. mi Slendro seperti : re. Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna. la. fa. Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916). nada-nada yang dihasilkan dari instrumen gamelan mempunyai perbedaan antara satu perangkat gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya tetapi jika nada-nada pada instrumen gamelan dimainkan nada yang terdengar pada laras : Pelog seperti : do. tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa. Karakter Musik Klasik Menurut Ammer. sejenis suara (1 suara) . yang dimaksud adalah musik klasik tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya. * Raras Pelog ialah : do 200 re 200 mi 100 fa 200 sol 200 la 200 si 100 do' Murdararasnya atau raras-pokoknya ialah : do 400 mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'. setiap bagian harus dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail. musik klasik digunakan sebagai label bagi musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan. * Raras Degung ialah : mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'400 mi'. Zaman Romantik 7. paduan suara. Musik Klasik Christine Ammer berpendapat.29 Hasil penelitian dari R.1 Periode musik klasik 1. mempunyai aturan. musik klasik adalah hasil karya seni yang telah terbukti abadi. musik klasik adalah musik yang serius. musik klasik adalah musik yang anggun.3. Zaman Renaisance 3. 2.3. 2. Musik tradisi banyak mengalami evolusi. berkesan formal. sedang ra ra s re d a n a p a la gi r aras la dijadikan raras-perhiasan (uparenggararas).3. dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. Machjar Angga Koesoemadinata dengan Musicoloog Jaap Kunst selama 50 tahun (1916-1966) tentang tinggi nada laras pentatonik. Ditekankan lagi oleh Rieman. Zaman Pertengahan 2. Zaman Klasik 6. Jadi raras degung itu ialah modus Doris dari musik Yunani tanpa raras re dan raras la. Scholes mempertegas bahwa. namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan. Abad 20 2. Jadi raras Pelog itu ialah modus mayor tanpa re dan la.1 Pertengahan 1300 Gregorion Chant : Acapela Organum : Tradisional 1500 The Notre Dame Mass : Monofonik. Zaman Rokoko (pra Klasik) 5. sedang raras re dan raras la hanyalah bertugas sebagai raras-perhiasan saja. musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII.1. Zaman Barok 4. Musik gamelan pun dahulu hanya dimainkan dalam keraton sebagai sahnya upacara. sebagai contoh fungsi angklung.

Zaman Renaisance (1450 – 1600) Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen. polifonik dan homofonik. suara-suara yang terpenting dalam musik Barok adalah sopran dan bas.2.Antonio vivaldi . komposisi Bach bertekstur polyfonik.30 Bu 2. Choral music yang bertipe 4. contohnya canon dan fuga (bersahut-sahutan dan suara imitasi). bas atau iringan disuarakan oleh instrumen harpa.3.3. bukan sebagai pengiring. seperti viol atau cello dengan akor-akor. Komposisi Bach yang bertekstur polifonik artinya adalah masingmasing suara gerakan melodinya mandiri. Yang dimaksud tesktur adalah rajutan musikal atau cara menjalin alur melodi yang terbagi monofonik.6 suara Polyphonic (banyak suara) contohnya menyanyi dalam kelompok dengan melodi beragam dalam satu kesatuan Texturenya Homophonic dengan rentetan akor Wilayah nada lebih dari 4 oktaf Musik Ibadah : Josquin des Prez (vokal) Kemudian dibakukan Molet Komonis : Palestina. .1.1. suara bas dimainkan dengan alat musik melodik.Johan Sebastian Bach .5. kontinuo lengkap dengan bas berangka. lebih dari satu suara maksimal 2 atau 3 suara untuk instrumen dan vokal untuk solo performance. Zaman Barok (1600 – 1750) Karakteristik musik Bas Kontinuo adalah suatu ciri khas musik Barok pada awal sampai akhir masa itu. Tekstur musiknya yang polifonik harmonik. Munculnya ornamen (not hias) Mempelopori dinamik yang berangsur-angsur dari lembut sekali sampai lembutnya sedang yang disimbolkan (ppp – mp) Lahirnya opera dan orkestra. Teknik untuk membuat polifonik disebut Kontrapung. sehingga komposer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Bas merupakan dasar dari semua akor. Ciri khas musik “renaissance” adalah.George Frideric Handel Musik Bach Musik Bach adalah paling unik. harpsichord atau orgel pipa. Pope Marcellus Mass Thomas Morley Instrumen Andrea Gabrieli: Karyanya Ricercar in Twelth Mode 2.3. Komponis : . Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus.

tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi.4. contoh sebagai berikut : J.31 Canon : Komposisi vokal ataupun instrumen yang suara imitasinya dalam Tonika. suara 3 kembali dalam Tonika. Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa.Karyanya Brandenburg Concerto No. terdiri dari suara pokok dalam Tonika. hanya pada Fuga. suara imitasi dalam Dominan. Zaman Rokoko (Pra Klasik) Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rokoko : Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas. . 2. Bach: .S.Sonata Barok Vivaldi : The Four Season Suara pokok Suara imitasi Fuga : Komposisi untuk instrumen. 1-6 .1. Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens.3.Opera Claudio Monteverdi Orteo . dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase-frase sepanjang 6 birama dengan banyak kadens.

kemudian berubah menjadi komposisi yang sulit pada bagian berikutnya. trio dan scherzo. ungkapan ekspresi begitu pula pada pola ritme.1. . Teksturnya homofonik. Vienna Vienna adalah pusat tempat kegiatan musik Eropa sepanjang zaman periode klasik. perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur-angsur keras kemudian melambat lagi ataupun dari keras tiba-tiba menjadi lembut.4. bentuknya sama dengan Sonata hanya simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet. Dinamik : munculnya crescendo dan decresendo. Johan Sebastian Bach 2.3. kontras pada ritme misal dari melodi dan iringan sederhana. tetapi untuk permainan solo.32 KOMPONIS ZAMAN BAROK Bu Sumber : An Appreciation Music Sumber : An Appreciation Music Gb. Antonio Vivaldi Gb. sedangkan simfoni adalah sonata untuk orkestra. Karakteristik gaya musik klasik : Kontras di tema. 2.5. Vienna adalah penyelenggara kegiatan musik yang berorientasi komersial. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo. perubahan not panjang ke not pendek. sinkop.3. Berakhirnya komposisi bas continue. 2. penggunaan tanda istirahat. Zaman Klasik (1750 – 1820) Komposisi instrumen periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter. komposisinya bukan untuk sebagai pengiring. Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni.

Slow movement 3. bernuansa lebih liris (ekspresif) dan berisi nyanyian yang bersifat melodis. dan tema penutup. kuat eksposisi terbagi atas tema pokok.33 Bentuk Komposisi Musik Klasik Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh.Pengembangan . yang dimaksud tema pokok. Dance related movement 4. Tema penutup. Tema II. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup. Jembatan. Fast movement 2. adalah memuat pola ritmis dan melodis yang dikenal dengan motif. bridge. memiliki 1 atau beberapa tema dapat pula mengacu pada tema ke II yang berfungsi untuk menutup bagian eksposisi. tema ke II. satu kesatuan yang utuh. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa. Bentuk Musik Klasik 1. . Sonata terbagi atas 4 bagian yakni : . lambat dan kembali ke tempo cepat. jika gerakan berada dalam tangganada Minor maka tangganada kontras ada pada relatifnya.Rekapitulasi . Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut : Sonata Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian.Eksposisi .Coda Bagian Eksposisi Yang dimaksud eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat. tema pokok dimainkan dalam tonik. berfungsi untuk mengatur perubahan tangganada (modulasi) jika gerakan berada dalam tangganada Mayor maka tangganada kontras ada pada dominan.

Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras. rangkaian lagu tersebut disebut Atonal. kemudian pada tahun 1775. apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor. Mozart Beethoven J. Jika digambarkan gerakan komposisi bentuk karya musik sonata adalah : Eksposisi (tema pokok) Pengembangan Rekapitulasi (pengembangan tema pokok) Penutup (koda) Komponisnya yang terkenal antara lain : W.34 Pengembangan Bu Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif. bagian ini biasanya diawali dengan dominan.A. Rekapitulasi Merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi. lahirlah Piano seperti yang kita kenal saat ini. Piano Pada zaman sebelumnya(zaman pra klasik) sebelum menjadi Piano cikal bakal bentuk instrumennya adalah Harpsichord. umumnya menggunakan coda sebagai penutup. Haydn Instrumen Piano muncul pada zaman Klasik. dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika. Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata. tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu. coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian. .

yang mempunyai bilah nada bertingkat. Susunan papan bilah nada. Tahun 1707. utuh. Harpsichord Sumber : Buku Pono Banoe Gambar 2. dan jangkauan oktafnya belum luas. sehingga piano merupakan musik yang mutlak harus dikuasai oleh setiap guru yang bertugas sebagai pendidik musik. Sumber : Buku An Appreciation Music Gambar 2. dari musik diatonis.35 Zaman klasik sebagai zaman yang mewakili periode pembabakan musik klasik dikarenakan musiknya yang unik.6. Hal ini tidak dapat ditampilkan pada alat musik lain. 3. mengalami kemajuan pesat dari karya-karyanya yang menjadi dasar perkembangan periode musik selanjutnya. Dengan piano. dengan . Bartolomeo Christofori cikal bakal menciptakan (Harpsichord) sebelum menjadi piano. merupakan susunan yang paling sederhana sebagai alat visual. irama dan harmoni sekaligus. bilah nada masih terbuat dari kayu.5. 2. sehingga nada menjadi suatu yang nyata. Piano dalam ukuran yang standard memliki 88 bilah nada 52 putih dan 32 hitam yang tersusun rapih dalam suatu papan nada dengan wilayah nada yang menjangkaui 7 ¼ oktaf. kita dapat bermain musik secara menampilkan melodi. menegaskan struktur musik yang jelas. Grand Piano Piano penting di pelajari karena merupakan induk dari semua Instrumen 1. suatu jangkauan yang tidak dapat dicapai oleh alat musik manapun juga.

Papan Bilah Nada . Dapat dipergunakan untuk menjelaskan semua teori musik dengan mudah dan nyata. Dalam memproduksi suara menurut dinamika yang dituntut.7. Sumber : Buku Beyer Gambar 2. 5.36 Bu 4. diatur lemah lembutnya melalui sentuhan jari serta pengaturan pedal kaki.

Mozart Sumber : An Apreciation Music Gb.6. 2. Haydn Simfoni No. V. Beethoven : 9 simfoni.1. Beethoven Opera Mozart Dun Giovanni W.37 KOMPONIS ZAMAN KLASIK Sumber : An Apreciation Music Gb. pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal. A. 103 in Es Mayor (Drum Roll) LV.10. Zaman Romantik (1820 – 1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme . Mozart : Simfoni No. 2. triangle dan harpa.A.3. lebih universal. . Piano merupakan pentatonik terfavorit pada zaman pentatonik dan mulai menjadi musik keluarga Ciri khas musiknya Chromatik Dinamik yang ekstrim ff x pp ff artinya nada dimainkan keras sekali. Haydn Sumber : An Apreciation Music Gb. nada dimainkan lembut sekali yang dilambangkan pp. kemudian pp. 40 in G minor K 550 J. J. 2. L.8. yang terkenal yang bernomor ganjil 2.9. W.

1 Piano dan orkestra in Es Mayor (Akhir Romantik) P. 8 unvinished in b minor Franst List : Concerto No. 1 in Bes mayor J. CHOPIN Gambar : An Apreciation Music Gb. BRAHMS CORBIS Gambar : An Apreciation Music Gb. F. KOMPONIS ZAMAN ROMANTIK Gambar : An Apreciation Music Gb. F.I.12. Debussy pernah menyaksikan permainan gamelan Jawa. sehingga mengadopsi musik Jawa ke dalam karya musiknya. 2. Brahms. 2. guna penyajian ekspresi. J. Simfoni No. Claude Debussy : karya-karyanya adalah Atonal yakni akhir lagu tidak kembali ke tonik. MENDELSSOHN Romantik (Awal Romantik) Schubert : Simfoni No. 2. 1-4 Impresionisme C Debussy : Prelude to The Afternoon of a Faun Maurice Rafel : Bolero .13. Debussy gaya musiknya memadu modus gereja dan pentatonik musik Jawa. Tchaikovsky karyanya karyanya Piano Concerto No.11.38 Bu Accelerando ritardando Kebebasan tempo dapat diatur oleh sipemain sendiri.

sistem harmoni baru.39 2. Karakteristiik musik abad 20 adalah : Warna nada : memakai komposisi dengan munculnya alterasi Munculnya teknik pentatonik Harmoni : Kreasi harmoni baru yang disebut polychord yang artinya kombinasi 2 akor.7.14. Abad 20 Perubahan besar-besaran terjadi pada musik zaman ini. karya-karya komposisinya terkenal dengan style jazz. DEBUSSY Gb. 16 Aturan-aturan kategori musik abad 20. menakjubkan sebuah karya master piece. BELLA BARTOK Gb.1. C. mendobrak tradisi kelaziman.15.1.A. pada zaman ini instrumen perkusi dalam orchestra lebih mempunyai peran. ritme. 2. nada. sistem tangganada baru. Bela Bartok Komposisinya menggunakan struktur ritme yang bebas.3. pola ritmik yang beraneka ragam. GERSHWIN . Mikrokosmos Dance in Bulgarian Rhythm No. atau akor progresif.3. KOMPONIS ZAMAN ABAD 20 Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Gb. Modulasi Ritmik : Komposisi pada zaman ini karyanya beraneka nuansa yakni terdiri dari nuansa jazz nuansa dari berbagai Negara.16. karya Brahms Rhapsody No. mengherankan. 2. 2. 2 Brahms dan Schoenberg mempelopori penggunaan struktur frase yang tidak sama. dilihat dari gaya musik yang baru terlepas dari estetika zaman romantik. Stravinsky dan Copland Komposisinya menggunakan ritme jazz. 2. G. Contoh Prelude I in Bes Mayor dan Prelude III in Es Minor. Poliritmik : Ritme yang kontras. 2 opus 79 in G minor George Gershwin. kaya akan variasi ritmik. Awal Abad 20 Ekspresionisme Arnold Schoeberg : Five Pieces for Orchestra op.7.

. Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi penundaan hitungan. istilah sinkop juga dapat disebut dengan up-beat. Penulisan swing feel : Cara menyanyikan swing feel : d.40 Bu 2. Time Feel : ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau biasa disebut dengan on-beat/down beat. Akar Jazz. Sinkop : ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung.1. Seperti dalam musik jazz. the king of ragtime adalah Scott Joplin (1868-1917). dan Blues Awalnya style jazz adalah style Ragtime. Swing feel merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan musik jazz. Style Blues mempengaruhi perkembangan rhytm rock and roll dan soul. Ragtime.7. seperti yang dilihat pada contoh gambar berikut : b. ini adalah musik improvisasi dan ritme yang sinkop.B. Musik Jazz (1910) Musik yang berasal dari Afrika Amerika. A-head: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi percepatan hitungan. Hal ini dipengaruhi juga dari akulturasi musik tribal dari Afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks. kekhasan musik jazz dapat dilihat dari uraian berikut : Ritmik Ritmik merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk suatu jenis aliran musik. c. Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi adalah sebagai berikut : a. e. warna musik yang berbeda dan menunjukkan teknik yang khas. ritmik dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana. Swing Feel : mengetuk birama dengan merasakan triplet. beat yang mantap.3.

Ondel-Ondel Kesenian yang “representative” mewakili Betawi adalah. iring-iringan Pangeran Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit (Pangeran Banten). kesenian ini juga mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya.1. Musik Betawi B. Kesenian yang akan dibahas adalah : A. 2. Musik Betawi Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi keseluruhan propinsi. Gamelan Jawa D. beberapa kesenian telah dikenal luas. musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata kesenian daerahnya. tebanya (namanya) telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut. Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk .4. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat E.17. Musik Bali C.41 2. seni yang berakar dari tradisi. Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605. Musik Tradisi Indonesia Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam.4. Ondel-ondel.

gamelan ajeng. dan musik Betawi yang bernafaskan Islam terlihat pada musik yang umumnya menggunakan alat rebana. pengaruh Eropa jelas terlihat pada musik tanjidor. organ. yang sangat kental dengan entat Cina . tanjidor.4. drum. Gambang Kromong selain dapat dimainkan sebagai kesenian mandiri. Gambang Kromong dapat berkembang dikarenakan mempunyai 2 bentuk yaitu “Gambang Kromong Asli dan Gambang Kromong Kombinasi”. keroncong tugu. alat musik lainnya adalah gendang. entat melayu tampak entaton pada orkes samrah. gamelan rancag.1.1. saxophone.18. bilahan gambang berjumlah 18 buah terbuat dari kayu suangking. 2. kecrek dan gong. Keanekaragaman musik Betawi dapat kita lihat antara lain pada orkes gambang kromong.42 Bu raksasa yang sekarang kita kenal sebagai “ondel-ondel” yang dianggap sebagai pelindung untuk menolak bala. gambang kromong asli ialah alat musik berlaras pakem entatonic namun agar dapat dinikmati masyarakat yang heterogen alat musiknya dapat dikombinasikan dengan alat musik elektronik seperti bass. Gambang Kromong Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Seni musik Betawi antara lain gambang kromong. pengaruh Cina tampak pada alat musik Tehyan Kongahyan dan Sukong. kromong terbuat dari perunggu berjumlah 10 buah berbentuk pencon. gamelan topeng. Keunikan gambang kromong memiliki pola iringan yang baku. samrah dan macammacam rebana. namun warna suara gambang kromong masih tetap terdengar. . Gambang Kromong Gambang Kromong diambil dari nama dua buah alat musik yaitu gambang dan kromong. juga adalah musik pengiring Lenong.

43 Kongahyan.19. Sirih Kuning. Tehyan dan Sukong 2.2. Sukong Adalah alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi terbuat dari tempurung bertangkai panjang yang kecil disebut kongahyan yang tengah tehyan dan yang terbesar disebut Sukong.1. Instumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin Sumber : Peta Seni Budaya Betawi Gambar 2.20. Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan Gambang Kromong disebut lagu sayur yaitu lagu Jali-Jali. Kicir-Kicir. Tanjidor Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalat musik barat terutama alat tiup. Tehyan. Kongahyan. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilan belas. Tanjidor Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.4. .

Cina dan Arab. Di dalam lagu-lagu Samrah sangat banyak melodi yang bersusunan nada seperti di atas. Di sini dapat dibuktikan bahwa susunan nada yang khas Melayu sebagai berikut : 6 5 4 4 3 2 1. Lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh orkes tanjidor adalah batalion.3. bass. kramton dan bananas.1. Pada perkembangan kemudian lagu yang dibawakan ialah lagu seperti surilang dan jali-jali.4.44 Bu Pada umumnya alat-alat musik pada orkes tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston) trombone. dan berasal dari Dulmuluk Riau.21. dengan alat-alat bunyibunyian Harmonium. India. Samrah Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Melayu Betawi. Disebutkan pula bahwa lagu-lagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. Samrah Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu. . Cina dan Arab Gaya Lagu Lagu-lagu Melayu terdapat Melayu Riau. Samrah lahir pada tahun 1918. tenor. Tanjidor adalah orkes untuk pengiring pawai atau arak-arak pengantin. Biola sebagai Waditra utama. dilengkapi dengan alat musik tambur dan gendering. lagulagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. 2. yang termasuk dalam golongan instrumen membranophone. Dan akan lebih terdengar lagi pada gereneknya (cengkok) bila disajikan. clarinet. India.

sedang. Yang menonjol pada lagu mandiri lagi irama India. Kemudian masuk ke Irama Japin. tidak asing lagi Irama Samrah diilhami oleh irama Japin. . Sedangkan Japin mempengaruhi juga terhadap lagu-lagu Samrah. Dengan demikian jelas lagu-lagu Samrah dipengaruhi Lagu-lagu Melayu terutama tentang susunan nadanya. . . maka susunan nada yang dipergunakan seperti di atas.Susunan Nada Irama Arab : 1 7 5 4 3 2 Birama 4/4. sedang.Susunan nada Gaya Cina : 1 6 5 3 2 1 Contoh lagu Gaya Cina 4/4. Lambat. maka lagu tersebut dinamakan lagu berirama India. Sedangkan susunan nadanya menjadi skonder. Dengan demikian. Ini dapat kita lihat di dalam lampiran.Susunan nada Gaya India : 1 6 India sebagai berikut 2/4. contoh lagu Irama Jika sebuah lagu mengandung bagian-bagian lagu menurut susunan nada Gaya India di atas. yaitu lagu Senandung Cina. . Lagu-lagu yang berirama Lagu Cina sangat terbatas di dalam Musik Samrah. 6 5 4 3 2 1. 4/4. Lambat Pada umumnya lagu-lagu yang bersusunan nada seperti di atas terdapat pada lagu-lagu Orkes Gambus. Apabila lagu-lagu Musik Samrah Betawi dipengaruhi Lagu Melayu. Dan ini sangat banyak dipergunakan di dalam lagu-lagu Samrah.Susunan nada Melayu dalam Tangganada Mayor seperti di bawah ini .45 .

rebana dor dan rebana biang. sedangkan untuk wanita menggunakan kain kebaya. okulele.4. Alat musiknya adalah gambang. tehyah gendang. kempil dan cello.6.5. Moresco”. rebana ngarak. rebana ketimpring. banyo. gitar.4. gong dan suling. Keroncong Tugu Bu Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. 2. rebana.4. .4. kecrek.1. Gambang Rancag Gambang Rancag adalah kesenian yang dipergunakan untuk mengiringi cerita-cerita Betawi seperti Pitung yang dibawakan dalam bentuk pantun berkait.22. Keroncong Tugu Dahulu dimainkan pada upacara “Pesta Panen”.1. kostum yang dipergunakan untuk laki-laki adalah baju koko. 2.46 2. rebana mauled. rebana birdah. Rancag artinya tutur dan pantun berkait. Rebana Ketimpring : terdiri dari 3 buah rebana fungsinya sebagai arakarakan pada perayaan maulid. Rebana Rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama. alat musik keroncong terdiri dari biola. pesta pertemuan keluarga. kromong.1.

2. fungsi rebana kasidah adalah sama dengan rebana maulid. Di Bali istilah gamelan adalah Gambelan. rebana biang biasanya untuk memeriahkan berbagai perayaan. Di Bali setiap kegiatan mempunyai kesenian khusus yang ditampilkan ketika melakukan ritual. dapat dimainkan pada perayaan keagamaan.4. jublag. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat yang disebut Fansub dimainkan sambil berdiri. Gambelan untuk hiburan : Gong Gede Gong Gede adalah gamelan terbesar di Bali yang terdiri dari 46 instrumen yakni termasuk trompong.2. mengiringi tarian Blenggo. gong besar dan cymbal / ceng – ceng.2.2. dewasa ini lazimnya dimainkan oleh kaum wanita. seperti rebana-rebana lainnya.4. Gamelan untuk upacara Gambelan sakral untuk Ngaben adalah : Gambelan Luwang (pelog 7 nada) Gambelan Angklung (slendro 4 nada) Gambang 2. khitanan.47 Rebana Hadroh Rebana Dor : : Rebana Kasidah : Rebana Maulid Rebana Birdah : : Rebana Biang : terdiri dari 3 atau 4 buah rebana. kempyung. kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian ritual. reyong. merupakan perkembangan lebih lanjut dari rebana dor. biasa digunakan untuk mengiringi lagulagu dari timur tengah.4. . pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil untuk tempat jari. rebana yang berfungsi membawakan qarda (puisi arab) pada umumnya lagu-lagu yang dinyanyikan/ dimainkan berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. Musik Bali Seni Indonesia dalam hal ini fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual.1. penyacah jegogan. 2. gangsa jongkok (saron). pernikahan. drums (kendang) kempur. digunakan untuk mengiringi syair-syair hadroh. karena digunakan untuk mengiringi nyanyi maka disebut pula rebana lagu.2.

48 Bu Gamelan ini dimainkan pada upacara tahun baru. kemodong berfungsi sebagai gong dan berfungsi sebagai penutup lagu kempul.23. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. instrumennya terdiri : Gerantang 4-8 buah.2. rincik/ cengceng berfungsi sebagai pemanis lagu. gambelan ini khusus untuk mengiringi tari jogged bumbung. Gamelan Gong Gede 2. suling 4 buah untuk pemanis lagu.3. Gambelan jogged bumbung disebut juga gambelan gegeran tangan. Gamelan Joged Bumbung (Gantang) .4. yaitu gender terbuat dari bambu berbentuk bumbung. tari baris dan rejang. fungsi seninya dahulu adalah untuk panen padi. Gambelan Joged Bumbung (Grantang) Gambelan ini berlaras slendro (5 nada). karena pokok-pokok instrumennya adalah gerantang. 4 gerantang gede. 4 gerantang kecil berfungsi sebagai pembawa melodi. penonton dapat berekspresi dan berimprovisasi gerak dan banyak mendapat pengaruh dari tari legong. gamelan ini dapat pula sebagai pengiring tari topeng. kendang sebagai penentu irama. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. gamelan gong gede mempunyai laras pelog. berfungsi sebagai gong kecil.24. kelentang. pada gamelan ini yang berperan sebagai melodi adalah trompang.

pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya.4. Gamelan yang berlaras pelog disebut Gamelan Pelog dan Gamelan yang berlaras Slendro disebut Gamelan Slendro. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986. Gamelan tebanya (gaungnya) telah mendunia.25. di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995.4. perangkat gamelan ini adalah merupakan bagian-bagian dari Gamelan Ageng yang mempunyai Fungsi Hiburan. dari segi sistem nada.3. komponis abad 20 Debussy. Gambelan ini bersifat gending yang ditarikan. Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi. kaya akan gending dan juga ada penyanyi (tandak) sebagai pengubah suasana sedih.]. gamelan dibuat dengan cara ditempa. Perangkat Gamelan Jawa . Worlds of Music 235) Gambar 2. gembira. namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik. Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi.4. Gambelan Gambuh Gambelan di Bali merupakan sumber dari beberapa gamelan lainnya. 2. Gamelan Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa. Gamelan ada yang berlaras pelog dan yang berlaras slendro. lucu dan marah.2. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.49 2.

26. bonang.]. Saron Penerus : berlaras paling tinggi dari saron Demung dan Barung. Kebukan : Kendhang Sebulan : Seruling Dawai : Rebab. Bonang Penembung : Larasnya lebih rendah dan bentuknya lebih besar dari Bonang Barung. Gender dan Slentem 2. Bonang : Bonang Penerus/Babarangan : Berlaras satu oktaf lebih tinggi tetapi bentuknya lebih kecil dari bonang barung. Pencon : gong.27. Saron Barung : berlaras lebih tinggi dari saron Demung. bentuknya lebih besar. Bonang Barung : Yang bersuara rendah. slentem. saron. kempul. Worlds of Music 235) Gambar 2. Bu Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.]. siter 1. Saron Saron Demung : Berlaras paling rendah dari saron Barung. ketuk.50 Perangkat-perangkat Gamelan : Bilahan : gambang. kenong. Saron . gender. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Bonang Perbedaan Saron. Worlds of Music 235) Gambar 2.

Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Gender Bilahan yang digantung. jumlahnya lebih sedikit dari jumlah bilahan Gender yakni hanya berjumlah (7 buah). Worlds of Music 235) Gambar 2.28. Gender Barung : Gender Penerus : lebih tinggi 1 oktaf Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. jenis gender hanya 3 macam. Slentem . Worlds of Music 235) Gambar 2. bilahan gender berjumlah lebih kecil ukurannya dan jumlahnya lebih banyak (13 bilahan).51 2.29. Gender 3.]. bilahan slentem lebih besar dari bilahan Gender. Slentem Bilahan yang digantung.].

kempyang Bonang Slentem. kecer.52 Fungsi dalam permainan : sebagai pemangku lagu / pemanis 4 Gong terbagi : Terbesar : Sedang : Kecil : Bu Gong Suwukan Kempul Bende Fungsi bagian-bagian gamelan Pemimpin irama Pemangku irama Pemimpin lagu Pemangku lagu Pembuka lagu Penghias lagu : : : : : : Kendhang Ketuk kenong. Membudayanya Musik Gamelan di Tanah Air Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya. gender. siter. adapun propinsi yang mempergunakan gamelan sebagai musik utama dapat dilihat pada tabel 3. Propinsi yang menggunakan gamelan : Propinsi Lampung Sumatera Selatan Jambi Sumatera Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Timur Yogyakarta Bali NTB (Kabupaten Lombok) Kabupaten Lombok Kabupaten Sumbawa Kabupaten Bima Nama Gamelan Talo Balak Kelintang 12 Kelintang/Tauh Talempong Gamelan Banjar Gandang Garantung Gamelan Degung Gamelan Gamelan Gamelan Gamelan Lombok Gamelan Gendrung Gamelan Sumbawa Gamelan Bima . kempul. gambang Rebab Suling. gong.

ada juga gamelan untuk hiburan.3. Monggang. Carabalen. Gamelan untuk upacara : 1. Gamelan untuk hiburan : 1. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3. . 2.53 Tabel 4 Penggunaan Bonang dan sebutannya di berbagai Propinsi Propinsi DKI Sumbar Jambi Lampung Sumatera Selatan Riau NTB Kalbar Kaltim Kalteng Sulteng Maluku Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Yogya Bali Nama instrumen jenis Bonang Kromong Talempong Kelintang Kulintang Kelintang Tetawak Trompong Geremong Klentangan Kangkanong Kandengo-dengo Totobuang Bonang Bonang Bonang Bonang Trompong/Reyong Dari macam-macam gamelan seperti gamelan Kodhok Ngorek.1.4. Sekaten dan gamelan Ageng. ada pula gamelan untuk pengiring dan mandiri. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan. Gamelan Ageng 2.2.4. Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2.3. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian agama begitu pula gamelan ada yang dimainkan untuk upacara. Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4.

31. satu rancak bonang.54 Gamelan Carabalen Bu Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Menurut Kunst bahwa nama Carabalen memiliki makna filosofis yang berhubungan dengan siklus hidup manusia. Gamelan ini pada umumnya dimiliki oleh perorangan maupun lembaga. sebuah kenong. Gamelan ini berlaras pelog dan terdiri dari sepasang kendhang.30 Gamelan Carabalen Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti yaitu untuk menghormati kedatangan tamu. Penempatan Ricikan Gamelan Carabalen . satu rancak. sebuah penonthong. sebuah kempul dan gong. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. Berikut ini denah penempatan ricikan-ricikan perangkat gamelan Carabalen. gambyong.

ditabuh masing masing oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. satu rancak gambang pelog nem dan satu rancak gambang pelog barang.55 Gamelan Ageng Perangkat gamelan ini dapat dikatakan sebagai perangkat gamelan standar. b. terdiri dari 14 pencon. Saron barung: dua saron slendro dan dua saron pelog. Kethuk-kempyang: satu set untuk slendro dengan kempyang berlaras barang dan kethuk berlaras gulu serta satu set untuk pelog. Gender : satu gender slendro. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. Gender penerus : satu rancak gender penerus slendro. semua berbilah antara 18 s. . ditabuh oleh seorang pengrawit. masingmasing berbilah tujuh. l. Kempyang berlaras nem tinggi dan kethuk berlaras nem rendah. k. Rebab : terdapat satu atau dua buah rebab. Semuanya berbilah 12 s/d 14 buah. ditabuh oleh seorang pengrawit. c. dimainkan oleh seorang pengrawit. g. Rincikan pada perangkat gamelan ageng adalah : a. untuk berbagai ekspresi seperti pengiring wayang. Saron penerus: satu saron penerus slendro dan satu saron pene-rus pelog. tari. masing-masing berbilah tujuh. Slenthem: satu slenthem slendro dan satu slenthem pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit.d. Kadang-kadang salah satu saron slendronya dibuat dengan sembilan bilah. Gamelan ini dipergunakan untuk berbagai keperluan yaitu hiburan. Demung: satu demung slendro dan satu demung pelog. Bonang barung : satu rancak bonang barung slendro dengan 10 dan 12 pencon dan satu rancak bonang barung pelog. satu kendhang penunthung. Biasanya rebab ponthang untuk slendro dan rebab byur untuk pelog. d. dan satu gender penerus pelog barang. ditabuh oleh seorang pengrawit. Kendhang : terdiri dari satu kendhang ageng. masing-masing berbilah tujuh. ritual. satu gender penerus pelog nem (bem). ditabuh oleh seorang pengrawit. j. terdiri dari 14 pencon. masing-masing berbilah tujuh. ditabuh satu atau dua pengrawit. satu gender pelog nem (atau bem) dan satu gender pelog barang. Gambang: satu rancak gambang slendro. Bonang penerus : satu rancak bonang penerus slendro dengan 10 atau 12 pencon dan satu rancak bonang penerus pelog. ditabuh oleh seorang pangrawit. teater. satu kendhang ciblon dan satu kendhang wayangan. semua berbilah antara 12 s/d 14 buah. f. 21 buah. satu kendhang ketipung. i. Saron sembilan bilah adalah saron yang biasa digunakan untuk keperluan wayangan. e. h.

ditabuh oleh seorang pengrawit. q. Kenong: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. Sekarang terdapat satu siter yang dapat digunakan untuk slendro dan pelog.32. p. Gong suwukan: satu sampai dua pencon untuk slendro dan satu sampai tiga pencon untuk pelog. o. Gong ageng atau gong besar: satu sampai tiga gong besar yang berlaras nem sampai gulu rendah. r. Suwukan laras barang sering disebut dengan gong siyem.56 Bu m. Kebanyakan gong ageng dilaras lima. dimainkan oleh seorang pengrawit Ageng Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. ditabuh oleh seorang pengrawit. Kempul: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. Penempatan Ricikan Gamelan Ageng . Suling: satu suling berlubang empat untuk slendro dan satu suling berlubang lima untuk pelog. n. Siter two in one tersebut disebut dengan siter wolak-walik. Siter atau celempung: ada satu siter atau celempung slendro dan satu siter atau celempung untuk pelog.

sinkopasi yang berkesan nyrimpet. Pola kendhangan kedua daerah memang berbeda. yang masing-masing mempunyai kekhasan. Bonangan Yogya juga lebih sigrak dibandhing dengan permainan rekannya yang di Solo. sedangkan kendhangan gaya Solo relatif lebih sederhana dan tenang namun dalam. kemulusan atau kehalusan alur melodik sangat diperhatikan sehingga ketika seorang pembonang mendapati alur lagu (balungan) . Kebiasaan di Yogya lebih suka menyebut nama dari salah satu gendhing sebagai model garapan kendhang untuk gendhing-gendhing lainnya yang memiliki bentuk yang sama. tidak masalah bila ia meloncat dari daerah suara tinggi ke rendah atau sebaliknya. Bonangan Yogya di satu segi tidak begitu mempedulikan alur melodik. Saya cenderung mengatakan bahwa kendhangan gaya Yogya pada umumnya lebih sigrak (animatif) daripada Solo. yang semuanya berbentuk kethuk kalih kerep minggah sekawan. Yogya banyak menggunakan garapan yang sinkopatif. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2.57 Bervariasinya pengaturan ricikan gamelan terutama atas pertimbangan fungsinya sebagai musik mandiri atau sebagai sebagai musik iringan. Yogya sering menggunakan bonangan tronjolan.33 Gamelan Ageng Tabuhan gamelan mempunyai 2 gaya yakni gaya Solo dan gaya Yogyakarta. Perbedaan ciri musiknya adalah : 1) Pola tabuhan kendhang. sedangkan di Solo. seorang pengendhang "boleh" ngendhangi gendhing-gendhing tersebut dengan menggunakan pola yang sama. 2) Bonang. Ada kebiasaan yang berbeda dalam menyebut pola tabuhan kendhang di kedua daerah inL Seperti kita ketahui bahwa tabuhan kendhang sangat terkait dengan bentuk gendhing. Kebiasaan seperti itulah seperti yang diberlakukan pada gaya Solo.

ia harus menemukan cara agar loncatan tersebut tidak nyeklek (patah).34. Kebalikannya. ngencot. 2. karawitan gaya Yogyakarta cenderung memilih tempo/irama/laya yang lambat. sedangkan karawitan gaya Surakarta cenderung menggunakan tempo yang lebih cepat. angklung disamping sebagai alat upacara pertanian. kecekan. biasanya seorang pengrawit harus mele-watinya dengan menggunakan pola nggembyang dan/atau menggunakan rambatan atau peralihan dengan menggunakan pola-pola lagu dengan variasi khusus.4. Kemudian fungsi angklung bergeser sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah.58 Bu yang meloncat. dan sebagainya. Tabuhan saron penerus Yogya mendahului tabuhan balungan pokok. juga dipergunakan sebagai alat musik bagi bala tentara kerajaan dimana untuk menambah semangat tempur dalam menghadapi musuh sebagai alat musik perang pada zaman kerajaan Pajajaran. di antaranya nggenjot. di desa lain angklung dipergunakan sebagai sarana penyebaran agama dan kegiatan yang . Angklung Angklung di Jawa Barat Sumber : Buku Angklung di Jawa Barat sebuah perbandingan Buku I Gambar 2. Tabuhan balungan gaya Yogya cenderung lebih keras dengan menggunakan pola dan teknik yang lebih dikembangkan. 3) Balungan. Mereka memiliki berbagai teknik tabuhan balungan yang lebih kaya.4. Perbedaan auditif yang paling gampang diidentifi-kasikan adalah lewat tabuhan saron penerus. sedangkan tabuhan saron penerus Solo mengikuti balungan pokok. Angklung Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran.

Pembelajaran angklung pak Daeng dilakukan dengan cara membaca Notasi dengan gambar Notasi dengan sistem nomor Notasi dengan jari . Angklung Indonesia terdiri dari 73 buah. Angklung Tradisi Sunda (pengembang Udjo Ngalagena) murid pak Daeng. sedangkan laras pelog dipakai susunan nada C E F G B C untuk laras madenda dipakai susunan nada C E F A B C. pelog yang bersifat ritmis. Laras Angklung Untuk laras slendro. la berguru kepada Bapak Jaya dari Kuningan. seorang ahli pembuat angklung. Macam-macam Angklung 1. 17 angklung iringan. susunan nada C D E G A C. yang bersifat melodis. Daeng Sutigna merupakan orang pertama yang mengembangkan angklung sistem tangganada diatonis yang disebut Angklung Indonesia. 28 angklung melodi berukuran kecil. angklung 4 buah dan pengiring 5 buah.440. pelog. Daeng Sutigna (Pengembang Angklung) Angklung mulai terangkat diawal tahun 1938 ketika seorang putra ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Daeng Soetigna (13 Mei 1908 . Angklung modern cenderung lebih mengutamakan unsur melodi atau lagu. 11 angklung melodi berukuran besar. 2. murid Pak Daeng adalah Pak Udjo. 5 buah. Nada-nada yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G-C 3 dengan penadaan standar internasional yaitu A . 17 penghias. Angklung Modern (pengembang Daeng Soetigna) menggunakan nada diatonis atau disebut juga Angklung Indonesia. memiliki 7 yaitu nada C D E F G A B C. kini angklung disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. pengembangan yang dilakukan pak Udjo adalah membuat Angklung tradisi berlaras slendro. Laras Diatonis. angklung ini berlaras slendro.8 April 1984) memperkenalkan alat musik tersebut.59 berhubungan dengan pemerintah. Angklung Sunda terdiri dari 24 buah angklung melodi 10 buah rincik.

Belajar Musik Angklung Sistem Nomor Lagu Halo-halo Bandung Do = F 0 Fis Not 16 Ais 3 1 G 2 17 B 4 2 Gis 3 A 4 Ais 3 20 D 5 B 4 21 Dis 6 6 C 7 Cis 5 23 F 1 8 D 9 Dis 6 25 G 2 4/4 10 E 7 26 Gis 11 F 1 27 A 12 Fis 13 G 2 29 B 4 14 Gis 15 A 18 C 19 Cis 5 22 E 7 24 Fis 28 Ais 3 30 C 31 Cis 5 No. Urut Angklung 11 13 16 17 19 21 22 23 Notasi Angka 1 = [do] rendah 2 = [re] 3 = [mi] 4 = [fa] 5 = [sol] 6 = [la] 7 = [si] 1 = [do] tinggi . Notasi Gambar Jadi angklung-angklung yang akan dimainkan diberi atau ditempeli telebih dahulu gambar-gambar tersebut.35.3.60 Bu Elang Burung Capung Tikus Kucing Ayam jago Bebek Ikan = = = = = = = = do ti la so fa mi re do Sumber : Buku Angklung Pa Daeng Gambar 2. Tabel 2.

angklung tradisi Udjo sudah lebih dikembangkan dari segi pengolahan bunyinya. Bunyi yang dihasilkan dari permainan digoyangkan sudah cenderung merupakan pengulangan melodi pendek-pendek yang dihiasi dengan bunyi panjang unik yang terlahir dari bunyi sebuah angklung yang dimainkan (digoyangkan) secara terus menerus tanpa berhenti. Yang dimaksud dengan angklung tradisi adalah permainan angklung dengan pola-pola tabuhan tradisi yang bersifat ritmis. Laras pentatonik adalah Slendro CDEGAC Pelog CEFGBC Madenda CEFABC Pola Permainan Angklung Udjo meliputi jenis permainan angklung. Pola tabuhannya masih tetap berbentuk terputus-putus dengan teknik dimainkan dengan digoyang. . Bedanya dengan angklung-angklung tradisi lainnya. yaitu angklung ‘tradisi’ dan angklung Indonesia.61 Angklung Udjo Pak Udjo mengembangkan angklung bertangganada pentatonik juga diatonis. seperti halnya tabuhan jenis-jenis angklung tradisi pada umumnya.

36.edv.ed/history/curwen.do/music.html Gambar 2. (as adapted by Kodaly (1) (7) (7) (6) (5) (5) (4) (3) (2) (4) (1) Sumber : education deakin. Pembelajaran Musik Angklung dengan Kode Tangan .62 Bu Berikut adalah contoh motif-motif tabuhan angklung tradisi Udjo. Pada tempat pelatihan angklung (Saung) Pak Udjo dalam pembelajarannya juga menggunakan notasi nomor ataupun kode tangan.

63 .

64 Bu .

65 Latihlah lagu-lagu ini .

66 Bu .

67 .

yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya.35. karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut. Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali. bergandengan erat dengan adat-istiadat.5. Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 2. bagian bawah ± 15 cm.kurang lebih 1.25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya). dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur. Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional. Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur. Sampe Alat Musik Tradisional Daerah Kalimantan Timur Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu. Bentuk dan ukurannya Panjang sampe .4. Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm. kadang-kadang tiga ataupun empat da-wai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya). agama.37. Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif.68 Bu 2. dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa. Sampe . Bentuknya dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. mempunyai nada masing-masing: Dawai pertama Dawai kedua Dawai ketiga = = = C(1) sama dengan dawai pertama G(5) Sedangkan yang empat snaar : Dawai pertama = C(l) Dawai kedua = sama dengan dawai pertama Dawai ketiga = E (3) Dawai keempat = G (5) Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren). yang kolom-kolomnya tersebut permanen).38. Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi. ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain. Cara melaras sampe (dawai 1). Kemudian setelah keadaan berkembang. kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut. dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1). Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang). di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali. pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . akan tetapi yang dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe.69 Karakteristik Sampe a. Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar. Khusus pada dawai pertama (C). maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar. Sampe yang berdawai tiga. Penampang Resonatur dan Dawai Sampe . hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut. b. Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis.

70

Bu

Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 … dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:

Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama) Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Gambar : 2.39. Cara Melaras Dawai Sampe

71

Cara memainkan sampe : Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara. Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut : 1. 2. 3. Sampe 1 khususnya untuk melodi Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan : 1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng). 2. Untuk mengisi waktu senggang.

2.5. Musik Non Barat
2.5.1. Musik Afrika
Masing-masing kebudayaan mempunyai karakteristik instrumen, performance, sistem nada, pola ritmik, ada negara yang memiliki kedua jenis musik, yakni musik tradisi negara tersebut dan musik popular, ini merupakan kekayaan bermusik yang menakjubkan. Musik ini merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan musik abad 20, komponis yang mengadopsi / terinspirasi dalam komposisinya yakni komponis Prancis, bintang rock Inggirs Band The Beatles (George Harrison), Artis Jazz Amerika John Coltrane.

Sumber : An Appreciation Music

Gambar 2.40. Singing dan Instrumentation into African

72
Karakteristik Musik Afrika

Bu

Kesenian Afrika selalu berbentuk musik perkusi, tarian juga nyanyiannya berbentuk polifonik (bersahut-sahutan) ataupun dengan menyanyi tanpa kata-kata dengan hum ataupun berteriak dan selalu dalam bentuk kelompok. Instrumen Afrika Karakteristik musik Afrika adalah permainan ansambel yang terdiri dari 20 orang pemain, instrumen perkusinya adalah bell, instrumen melodinya flute, trumpet, xylophone dan drum. Keunikannya adalah penyajian musiknya, dalam setiap tari dan alat musik perkusi ditampilkan dalam satu kesatuan

2.5.2. Musik India
Komponis terbesarnya adalah Tyagaraja (1767-1847) Muthuswamy Dikshitar (1775-1835) dan Shyama Sastri (1762-1827) Alat musik khas India adalah : - Alat musik dawai chordophone disebut sitar - Alat musik tabuh membranophone disebut tambura - Alat musik sepasang drum disebut tabla Dibawah ini contoh alat musik sitar dan tabla :
Ciri khas musik India : Pergerakan interval, langkah setengah nada Banyak menggunakan ornamen Penuh nuansa karena perubahan tempo Pola notnya disebut raga, not yang berinterval kadang naik kadang turun.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.41. Musik India

Struktur ritmiknya disebut (Tala) Beat yang terdiri dari 2 – 3 – 2 – 3 disebut Haptal. | 1 2 | 3 4 5 | 6 7 | 8 9 10 | Beat yang terdiri dari 4 – 2 – 4 disebut Shultal | 1 2 3 4 | 5 6 | 7 8 9 10 | Tala adalah permainan Tempo dari lambat sampai sangat cepat.

73

2.5.3. Alat-alat Musik Tiongkok dan Jepang
Kultur tinggi Tiongkok didalam sejarah tercatat dalam 5 dynasti yaitu Dynasti Huang – Ti, Dynasti H Sia, Dynasti Shang, Dynasti Chou dan Dynasti Han. Alat musik yang menonjol sampai saat ini adalah alat musik K’in sejenis Zither kecapi dengan 5 senar sudah ada sejak zaman Dynasti H Sia (1800 – 1500 SM). Alat musik serupa ini di Jepang disebut Koto. Di bawah ini contoh alat musik sejenis Zither, di Jepang disebut Koto.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.42. Fusako Yoshida, is a “master of koto”

2.5.4. Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani
Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah (Palestina) Kinnor, alat musik yang dipergunakan oleh raja Daud sejenis Harpa, lebih tepat disebut Leier senarnya sangat terbatas (5-9 senar) Kinnor adalah cikal bakal gitar hasil kebudayaan pengaruh dari bangsa Semit di Mesir. Alat Musik Kultur Tinggi Yunani - Phorminx termasuk instrumen jenis Leier - Kithara adalah pengembangan Phorminx yang bersenar 7 - Lyra merupakan pengembangan Kithara, jumlah senar Lyra adalah 7 buah

74
Harpa adalah pengembangan dari Harpa Siku dari Italia

Bu

Sumber : Buku Pono Banoe

Gambar 2.43. Instrumen Musik Yunani

75

2.6. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik
2.6.1. Vokal
2.6.1.1. Asal Usul Vokal Musik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi antar sesamanya, musik vokal muncul pada zaman periode Renaissance adalah, Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu. Antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir mempunyai materi suara manusia itu sendiri, dan ini merupakan alat yang kemanapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. 1. Produksi suara Alat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara/ pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil daripada cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator; dada,mulut, hidung, kerongkongan dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi. 2. Teknik Pernafasan Pernafasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernafasan yang baik dan benar seseorang tidak dapat bernyanyi dengan baik.

76

Bu

2.6.1.2. Jenis-jenis Pernafasan a. Pernafasan dada Dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. b. Pernafasan Perut Dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernafasan ini kurang efektif untuk vokal, karena udara dengan cepat dapat ke luar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. c. Penafasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan “volume” menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan nafas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernafasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Keterangan Gambar :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Parietal Bone ( Tulang Ubun-ubun) Frontal Bone (Tulang Dahi) Frontal Sinus ( Rongga Kepala ) Nasal Cavity ( Rongga Hidung ) Hard Palate ( Langit-langit keras ) Soft Palate ( Langit-langit lunak ) Teeth-gigi Tongue-lidah Hyoid Bone ( Tulang Hyoid ) Epiglottis (Katup celah suara ) Larynx (Pangkal Tenggorok ) Tachea ( Batang Tenggorok ) Bronchi ( Saluran Pernafasan ) Speroid Sinus ( Rongga Speroid ) Decipital Bone ( Tulang Belakang ) Nasal Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga hidung Oral Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut Laryngeal Pharynx Lobang pangkal tenggorokan Vocal Cords ( Pita suara ) Esophagus ( Paru-paru ) Lungs ( Paru-paru ) Diaphragm (Diafragma ) Abdominal muscles ( Otot-otot perut)

Sumber : Teknik Vokal

Gambar 2.44 Bagian Tubuh Manusia

1. Wilayah suara Pada umumnya jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran. Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto. sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas.45. Suara manusia dewasa : Perempuan Alto : F kecil – D2 Mezzo sopran : A kecil – F2 Sopran : C1 – A2 Laki-laki : Tenor : C kecil – A1 Bariton : A kecil – F1 Bas : F bas – D1 Sumber : An Apreciation Music Gambar 2.3.6. dan Bas. Alto.77 2. Wilayah Suara Manusia . Tenor.

penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi. Artikulasi . Frasering Dalam lagu ada yang disebut “frasering” yaitu panjang / pendeknya kalimat dan kesatuan arti. berikut ini teknik berlatih artikulasi. tangganada mayor dan minor. ucapan. caranya dengan memberi olah raga kecil. dalam berlatih bernyanyi disamping berlatih vokalisasi.Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna. kita sebaiknya juga melatih artikulasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal : a. Vaccai. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati. Keel dan Sieber. c. Sumber: Teknik Vokal Gambar 2. sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah. 3. Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boleh tegang. seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya. Artikulasi/pengucapan : Pengucapan kata harus tepat dan jelas. 4. b. interval. 2. melodi pendek dan panjang. Ekspresi/penjiwaan Untuk menyanyikan sebuah lagu. Pemanasan: pernafasan. intonasi. Gabungan antara praktek dan teori dalam bernyanyi dimulai vokalisi dan etude dari Concone.78 Bu Yang harus diperhatikan dalam belajar menyanyi : 1.46.

TANGGA NADA Diatonis Mayor: Susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak 1-1-½ -1-1-1-½. Ambil nada ke 5 dari tangganada tersebut (C Mayor) yaitu nada G G A B C D E F G 1 1 ½ 1 1 ½ 1 Pada susunan tangganada tersebut. cara membuat tangganada G Mayor (1#) 1.2.79 2. 1 1 ½ 1 1 1 ½ Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut Tanda alterasi yang menyebabkan nada F menjadi Fis Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangganada yang baru adalah dengan . adalah dengan mengambil nada ke 5 dari tangganada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangganada mayor baru tersebut. Palang atau Sharp ( # ) Untuk membuat tangganada mayor yang baru. Tangganada Diatonis Mayor Tangganada Mayor Kruis. Susunlah tangganada Mayor yang baru G A B C D E F# G 3. karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan ½. Sebagai contoh. Tanda untuk menaikan ½ nada : # disebut kruis(Palang/Sharp). jarak nada E – F dan F . 2.G belum benar. Natural : adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik. Susunlah tangganada natural C Mayor C 1 D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2.6. Tanda untuk menurunkan ½ nada : disebut Mol(Flat/Dur). tanda turun ataupun tanda mengembalikan ke nada semula. Untuk itu maka nada F harus dinaikkan ½ laras sehingga menjadi Fis (F#).6.2.1.

Menentukan tangganada 2# Nada dasar dari tangganada 2# ialah nada ke 5 dari tangganada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D. C 1 Susunlah tangganada natural C Mayor D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. Flat atau Dur ( ) Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangganada baru pada 1 tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangganada 1#. B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis 3. . Kemudian susunlah menjadi sebuah tangganada baru. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. 1. pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut : Tangganada Mayor Mol. dan Cis. Susunan nada menjadi D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B C# D 1 ½ Contoh penulisan nada Fis.80 Bu mengambil/melihat nada ke 5 dari tangganada sebelumnya. Pada pembuatan tangga nada 1 nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya . Ambil nada ke 4 dari tangganada tersebut. yaitu nada F. Selanjutnya kita susun urutan nadanya D E F# G A B Nada F tetap menjadi Fis Selanjutnya kita cocokan jaraknya D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B 1 C D C D 2.

Tangganada Bes yang benar adalah : Bes 1 C D 1 ½ Es 1 F 1 G 1 A ½ Bes 2. Tangganada Diatonis Minor .2. nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya(F Mayor) yaitu Bes.81 3. Maka tangganada 2 adalah Bes Mayor. 2.2. Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A B C Cocokan jaraknya agar berpola 1 – 1 – ½ . Susun tangganada baru (F Mayor) dan seterusnya F G A B C D E F 1 1 Seharusnya jarak A-B adalah ½ agar sesuai dengan rumus jarak tangganada Mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. sehingga B B (Bes) 4. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1.½ . Cocokan jaraknya dengan pola 1 – 1 .1 – 1 – 1 – ½ F G A Bes C D E F 1 1 ½ 1 1 1 ½ Tanda alterasi yang menyebabkan B menjadi Bes. Maka nada B harus diturunkan ½ nada.1 – 1 – 1 – ½ Bes 1 C 1 D E Seharusnya jarak D-E adalah ½.6. agar dapat berjarak ½ maka nada E diturunkan ½ maka menjadi E ( Es ) 3. Tangganada selanjutnya adalah 2 .

AKOR . 2.3. harmonis dan melodis. Jadi Tangganada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor Cara ini disebut mencari relatif minor. 3. Susunan nadanya menjadi E 1 F# ½ G 1 A 1 B ½ C 1½ D# ½ E 2. G Mayor Turun 1 ½ nada E ½ F 1 G Nada ke 5 dari tangganada minor sebelumnya.6. . Cocokan dahulu jaraknya Jarak untuk tanggganada minor: 1–½-1–1–1–1–½-½ 4.2.82 Bu Tangga nada minor terdiri atas minor asli. dijadikan nada pertama dari tangganada minor baru. Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangganada G mayor diturunkan 1 ½ laras(relatif minor dari G Mayor). Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangganada minor harmonis Susunan nadanya = A la 1 B si ½ C do 1 D re 1 E mi ½ F fa 1½ G# sel ½ A la Cara membuat tangganada minor : 1.

. b. a. Interval c – e adalah terts mayor Interval e – g adalah terts minor Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts minor dan terts mayor. minor. Trinada Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts. 1.Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts mayor dan terts minor. terts dan kuint Dasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor. . Sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint diatas dasar. diminished dan augmenthed. Macam-macam Trinada : Ada 4 macam trinada yaitu trinada mayor. Susunan Trinada Terdiri dari dasar. Interval d – f adalah Terts minor Interval f – a adalah Terts mayor Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor.83 Akor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama.

Akor 7 (caturnada) / akor Septim Sebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not diatasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim. Tonik Supertonik Mediant Subdominant V. II. IV. Susunan Trinada dalam tangga nada Mayor. Interval f – a adalah Terts mayor Interval a – cis adalah Terts mayor c. Nama tingkatan akor : I. Submediant VII.84 Bu Interval d – f adalah Terts minor Interval f – as adalah Terts mayor Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. . III. Dominan VI. Leading not Susunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik 2.

III.2.4. Misalnya ada sebuah lagu ditulis do = C maka berarti lagu tersebut akan menggunakan Akor-akor yang terdapat dalam tangganada C Mayor : C – D – E – F – G – A – B – C. dan VI adalah akor minor Tingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya. maka akorakor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah : Tingkat I nya adalah G berarti akor G . dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya. Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do=G. dan V adalah akor mayor Tingkat ke II. o = adalah diminished Tingkat I. Cara menentukan akor pada lagu Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya.6.85 a. IV. C Dm Em F G Am ( Bo ) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah : I II III IV V VI ( VIIo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar. Akor septim dalam tangga nada Minor Harmonik 2. Akor septim dalam tangga nada Mayor b.

dan VI. F dan G. Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke Satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke Satu dari bar / kotak terakhir pada lagu dan artinya akord itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. Yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut. Pada melodi yang belum ada akornya akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangganada dasar dari lagu tersebut. prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I.bisa juga satu akor lebih dari satu bar (misalnya satu akor memakai dua bar / lebih). Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal / akor pertama dari sebuah lagu. Hal ini dapat kita amati pada bar awal dan akhir dari contoh lagu berikut ini: Awal lagu Akhir lagu 2. IV dan V) akor G. yaitu tingkat II.dua akor di dalam satu bar . C dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangganada. Cara meletakan akornya adalah bisa kemungkinannya : . Apabila menurut kita akorakor tersebut tidak sesuai dengan melodinya maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangganada dasar lagu yang bersangkutan.86 Tingkat II nya adalah A berarti akor Am Tingkat III nya adalah B berarti akor Bm Tingkat IV nya adalah C berarti akor C …. 1. dan seterusnya. juga dengan cara melihat/menganalisa nada-nada di tiap ketuk yang . Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I. IV dan V. IV dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C. Bu Jika kita lihat akor-akor utama / mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I. Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu. Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan “strong beat” yaitu nada yang jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga dalam satu bar. III.satu akor di tiap bar .

B. keterangan di bawah ini adalah khusus untuk keyboard merk Yamaha. instrumen macam-macam. Alat-alat elektronik kini menjadi jawaban atas kepentingankepentingan tersebut. Sebelum kita memainkan keyboard kita terlebih dahulu mengenal tombol-tombol keyboard. pengoperasian setiap keyboard berbeda tergantung dari jenis produk dan jenis serinya. Kompetensi Keterampilan Keyboard Standar kompetensi A. 2. Keyboard dalam kaitannya dengan penampilan panggung pertunjukan musik pop tentulah membutuhkan kekhususan. . serta karena sifat kepraktisan dalam pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu yang bertahun-tahun. Penerapan Akor pada Instrumen Keyboard Pertimbangan dimasukannya Keyboard dalam kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat atau telah dikenal luas di masyarakat. Alat musik ini dirancang untuk sajian musik bagi jangkauan jumlah besar penonton di lapangan terbuka atau dalam ruangan luas.87 terdapat didalam bar/kotak yang akan kita cari akornya lebih dominan membentuk ke akor apa saja. Memainkan keyboard Mengoperasikan program MIDI Level kualifikasi Pemain tingkat Madya Operator Jenjang pendidikan SMK Alat Musik Elektronik Alat musik electrophone adalah alat musik yang ragam bunyi atau penguat bunyinya disebabkan adanya daya listrik.3. 2.1. Tabel. praktis. Program keahlian keyboard adalah kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada bidang musik. yakni memainkan alat ini pemain dapat menciptakan permainan bersifat band ataupun orchestra kecil.6. alat musik inipun diciptakan memiliki produksi suara.

1. C. 1. main voice } layer voice } upper left voice } lower TOMBOL VOICE terbagi menjadi 3 yaitu : A. tergantung dari kategori instrumen yang kita pilih). Main voice (right 1) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara satu pada keyboard (pilihan suaranya sangat banyak. Layer voice (right 2) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara dua pada keyboard. B. jadi dengan itu kita bisa tekan tuts keyboard bersamaan disatu tempat dengan suara .88 Bu 2. Mempelajari Tombol-tombol Keyboard A.3.6. B.

Left voice : instrumen beda (dobel) sehingga layer voice menjadi suara kedua dari main voice (sama halnya dengan main voice. Di dalam style ini sendiri terdapat channel-channel yang berisi permainan drum rhythm. Bagian-bagian Style : .Accompaniment : tombol untuk mengaktifkan background musik yang sesuai dengan style pilihan kita. . 2. . STYLE (Irama) : Permainan rhythm (iringan) sekaligus background (accompaniment/latar) musik yang terdiri dari beragam jenis musik. Tombol yang memfungsikan kerjanya suara keyboard pada bagian kiri dengan batas range tertentu dan pilihan kategori suara instrumen tertentu yang dibatasi split point (sama halnya dengan main voice dan layer voice pilihan suaranya sama banyaknya juga bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). pilihan suaranya sama banyaknya dan bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). .Ending : musik pada akhir lagu dan menjadi tanda berakhirnya lagu setelah melodi lagu. .Break : variasi permainan drum rhythm untuk style yang pada tiap masanya sama.Main : pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh. .89 C. dan bisa juga dibilang musik pengiring yang digunakan saat kita memainkan melodi dengan tangan kanan.Intro : musik pada awal lagu sebelum masuk melodi lagu. dan akor berikut rhythm dengan tangan kiri.

ONE TOUCH SETTING Tombol yang jika kita tekan maka beberapa pilihan setting suara yang sesuai dengan style yang kita pilih akan tersedia secara otomatis. tapi juga .90 - Bu Auto fill in : variasi rhythm yang fungsinya sama seperti break dan akan aktif pada saat menekan main. Start + stop : tombol yang menyebabkan style akan aktif langsung untuk memulai. MEMILIH STYLE DAN USER : Tempat yang dipakai untuk menyimpan data hasil modifikasi atau buatan kita sendiri. Sync start : tombol yang mengaktifkan style saat akor dimatikan. jadi bukan hanya setting suara. 3. 5. MUSIC FINDER Music finder : tombol yang berfungsi untuk setting otomatis sebuah lagu yang ingin kita mainkan. User terdiri dari : User style User song 4. Sync stop : tombol yang menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akor yang dimainkan. OTS Link : tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat memainkan main pada one touch setting.

91 setting style. efek dan sebagainya (kita bisa menyimpan 400 setting dan bisa kita pilih sendiri sesuai lagu yang akan dimainkan). dan dengarkan menurut pilihan lagu yang kita pilih. SONG Lagu jadi yang sudah dibuat. atau hasil . TRANSPOSE Tombol yang berfungsi sebagai pengubah nada dasar. Midifile tersebut bisa diperoleh dari Sample Song di dalam keyboard. REGISTRATION MEMORY Tempat penyimpanan setting yang aman. sehingga kita hanya menekan tombol Play. 7. download file dari internet. terdiri dari 8 tempat memory yang ditulis dalam urutan angka. tempo. Lagu yang dimaksud disini adalah midifile. jika ingin memainkan ½ nada kita tekan + satu kali. jika ingin menurunkan ½ nada kita tekan – satu kali. 8. 6.

Multi Pad dikelompokkan dalam grup-grup atau “BANK” dimana tiap-tiap BANK berisi 4 tipe permainan.92 Bu rekaman permainan sendiri. yang dapat menambah variasi permainan kita. 10. SCORE Anda bisa melihat notasi dari lagu yang telah anda pilih dengan menggunakan fungsi SCORE. 9. METRONOME Metronome yang terdapat di keyboard akan memberi panduan menghitung birama saat belajar musik. Panduan tersebut berupa suara klik yang berbunyi seiring ketukan birama dan tempo yang sudah anda tentukan. dengan melihat notasi lagu midifile yang 11. yang disimpan dalam smart card atau floppy disk. . MULTI PAD Multi Pad bisa digunakan untuk memainkan sebuah permainan pendek yang berupa rhythm atau rangkaian melodi. teman atau guru anda.

23231 2.3.2 Mempraktikan dengan lagu .93 telah anda pilih. anda berlatih atau memainkan lagu tersebut tanpa memerlukan buku atau cetakan lagu tersebut.6.

94 Bu .

95 .

96 Bu .

97 .

98 Bu .

99 .

100 Bu .

101 .

102 Bu .

103 .

104 Bu .

105 .

106 Bu .

107 .

108 Bu .

109 .

110 Bu .

111 .

112 Bu .

113 .

114 Bu .

115 .

116 Bu .

117 .

118 Bu .

119 .

120 Bu .

.121 2. . . . . . . lebih kurang 3 ½ oktaf (gemyang).4. .6. Pola iringan gambang kromong adalah baku. Terdiri dari 18 bilah kayu yang merupakan oktaf (gembyang) yang berulang. . 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 Nada yang digunakan sebgai standar dalam gambang adalah nada D. Pola iringan nada 1 (Do) adalah : __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola iringan nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola iringan nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola iringan nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Ragam Tabuhan Dilagu Dicaruk (dikotek) Di gemyang . . Teknik Memainkan Gambang Kromong Nada Gambang . . dari nada yang rendah sampai ke nada tinggi.

GAMBANG KROMONG Seperti telah dibahas pada Bab sebelumnya bahwa ansambel Gambang Kromong terdiri dari instrumen pokok Gambang. Drum dan Keyboard.122 Pola Kotekan Kromong Nada pada Kromong Pencon bagian atas Pencon bagian bawah Pola nada 1 (Do) __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Bu 65321 23156 Lagu yang selalu dinyanyikan dalam setiap permainan gambang Kromong disebut lagu Sayur. Bisa AB-AB atau AA-BB. Kempul. gitas Bas. Kerangka lagu kicir-kicir adalah sebagai berikut : . Kecrek serta alat musik gesek seperti Tehyan. instrumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin. Gong. Tetapi dewasa ini sudah mulai ada perubahan alat seperti Ningnong (digantung). Syair lagu yang terdapat dalam lagu kicir-kicir berupa sajak. PRAKTIK MEMAINKAN GAMBANG KROMONG 1. Kromong. Pada bahasan akan dibahas alat pokoknya saja. Dengan contoh lagu Kicirkicir diharapkan bisa mewakili untuk memainkan lagu-lagu Gambang Kromong yang lain. Kongahyan dan Sukong.

2 (re). .6 36 | | (5)5 35 . 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 Wilayah jatuhnya nada Wilayah nada untuk kotekan untuk lebih jelasnya lihat pertitur lagu dan tabuhan Gambang di bawah ini : __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | 03 35 | 3 . . :|| Jalannya sajian adalah sebagai berikut. | 3 . | P | (1) . . | (5) . . | 3 .123 Intro : __ __ __ __ P P 03 35 | 3 . . | 3 . . intro dilakukan oleh instrumen Gambang dan Kromong secara berbarengan nada intro adalah : __ __ __ __ 03 35 3 . 2 22 3 ||: (2) .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan . GAMBANG. .5 35 | 35 35 . . 2 22 3 (2) Instrumen lain masuk dan nada 2 (re). 3 (mi) dan 5 (sol) pola kotekannya menggunakan 05 35 sedangkan untuk jatuh nada 6 pola kotekannya menggunakan 06 36. .5 35 | (6)6 36 . | 3 . | P P (6) . . Pada bagian lagu akan dibahas satu persatu cara memainkannya. pola kotekan adalah sebagai berikut 05 35 dan 06 36 untuk jatuh nada 1 (do). setelah melakukan intro instrumen Gambang memainkan lagu dengan pola kotekan yang mengacu pada jatuhnya nada . 5 35 | 35 35 . . . P . | P .2 22 3 | (2)5 35 . Nada yang ada dalam instrumen Gambang adalah sebagai berikut dimulai dari sebelah kiri atau nada paling rendah.5 35 | 35 35 . P .5 35 | __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 .6 36 | 36 36 . .

.124 Bu KROMONG.5 35 | __ (2)5 __ (6)6 __ 35 __ 36 __ . sedangkan nada jatuhnya adalah nada yang ada dibawah.5 35 | 35 35 . ) adalah tabuhan Gong. Setiap satu gong terdiri dari 2 tabuhan kempul. Tanda P diatas not menunjukkan tabuhan Kempul sedangkan tanda ( .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan GONG dan kempul untuk pola tabuhan Kempul dan Gong lihat pada kerangka lagu kicir-kicir di atas.2 __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . nada yang terdapat dalam instrumen Kromong adalah : Wilayah nada untuk kotekan 6 5 3 2 1 2 3 1 5 6 Wilayah jatuhnya nada Cara memainkannya sama dengan instrumen Gambang yaitu dengan pola kotekan Nada untuk kotekan adalah nada yang terdapat dalam instrumen di atas.5 __ .6 __ __ __ 35 | 35 35 __ __ __ 36 | 36 36 __ . Berikut tabuhan instrumen kromong : __ __ __ | 03 35 | 3 .5 35 | 35 35 __ 22 3 | __ __ .6 __ 35 | __ 36 | | (5)5 35 .5 __ .

.2 22 3 (2) . . Lihat penerapannya pada cuplikan lagu kicirkicir. | N 3 N 3 __ __ N .x xx .x xx . . . __ __ __ __ 03 35 3 . pola tabuhan kecrek adalah sebagai berikut : . nada 2 dan nada 1 rendah. 1 03 35 3 . NINGNONG. . 3 .x xx dan seterusnya sama. N | (6) . .2 22 3 ||: (2) . 3 . fungsinya sebagai pengatur tempo/irama. nada 6 dan nada 5 lalu yang dibawah nada 3. . . .x xx . . | . :|| KENDHANG. . Pola tabuhannya adalah seperti bahasan di atas. 3 . Instrumen ini letaknya dengan cara digantung.x xx . Tabuhan Ningnong kita simbulkan dengan tanda N diatas not. . .2 22 3 (2) .x Mulai menabuhnya dan nada 2 (re) yang dipukul dua kali.125 KECREK. . Lihat penerapannya pada lagu kicir-kicir di bawah ini : __ __ 03 35 | N |(1) N |(5) .x xx . . | 3 N 3 . . Penerapannya dalam lagu Kicir-kicir adalah : __ __ __ __ . . . . Ningnong berfungsi untuk menguatkan rasa seleh atau jatuhnya nada aksen. adalah sejenis kempul yang ukurannya lebih kecil. . Urutan nada yang diatas dari kiri adalah nada 1. . . __ __ __ __ __ __ __ __ Kecrek : xx . . N . | . penekanan pukulannya pada hitungan ke I dan ke III. .

126 Bu Jali-Jali Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

127 Sirih Kuning Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

128 Bu Kicir-Kicir Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

6. Teknik Memainkan Gamelan Untuk tahap awal menabuh gamelan Jawa dapat dimulai dalam bentuk Gendhing yang sederhana yaitu bentuk Lancaran. Kemudian dalam bentuk Lancaran ada yang tidak memakai vokal (instrumentalia) dan ada yang memakai vokal.5. buka ialah nada yang ditabuh untuk memulai suatu gendhing dan biasanya dilakukan oleh ricikan Rebab. Pada gendhing bentuk lancaran buka dilakukan oleh rincikan Bonang Barung. titik atas dan titik bawah pada not menunjukkan pukulan dimana saat melakukan buka. Di bawah ini penjelasan cara memainkan gamelan : Lancaran Kebo Giro berfungsi untuk penyambutan tamu besan. pada upacara resepsi pernikahan adat jawa. Gender. Susunan nada dalam Bonang Barung Pelog adalah sebagai berikut : 4 7 6 1 5 2 3 3 2 5 1 6 7 4 Atas Bawah . Lancaran sifatnya riang dan bisa menceritakan suasana gembira. Kendhang dan Barung Barung. Jalan sajiannya adalah sebagai berikut: Bagian Buka. Jadi bila ada not titik bawah artinya nada yang dipukul juga nada yang ada diricikan bawah.129 2.

130 Bu Setiap bentuk Lancaran gatra terakhir sudah mulai dengan gembyang cegatan. Jadi kesimpulannya adalah pada bagian buka dilakukan oleh Bonang Barung lalu diteruskan oleh Kendhang dan semua instrumen baru masuk pada nada terakhir. Instrumen kedua yang masuk adalah instrumen kendhang mulai dari gatra ke tiga. lihat contohnya : Setelah itu semua instrumen masuk dan nada 5 atau paling belakang. setelah melakukan buka kemudian Bonang Barung memainkan lagu dengan pola gembyang cegatan. Bagian gendhing. lihat contohnya : Nada awal ditabuh satu-satu sesuai not dan letaknya kemudian di gatra terakhir atau gatra keempat sudah gembyang cegatan. Dibagian gendhing kita mulai pembahasan dan instrumen : 1. Lancaran Kebo Giro terdiri dari 4 baris dimulai dari baris 1 sampai keempat lalu balik ke baris 1 dan begitu seterusnya sampai pada suwuk (berhenti). Bonang Barung. yaitu setiap gatra ditabuh dua kali dengan patokan gembyangnya nada yang dibelakang. Lihat contoh di bawah ini : .

2. pola tabuhan dalam bentuk lancaran irama lancaran sama dengan pola pada Bonang Barung yaitu Gembyang cegatan. lihat di bawah ini : . Bonang Penerus. tetapi praktek menabuhnya tentu saja tidak sama cuma namanya saja yang sama.131 Pukulan Bonang Barung tidak berbarengan dengan ricikan Balungan (Demung. Untuk lebih jelasnya. Saron. Begitu seterusnya sampai gendhingnya berhenti. Slenthem) jika dalam memukulnya berbarengan maka tabuhan Bonang Barung salah.

Kemudian penerapannya pada lancaran Kebo Giro adalah sebagai berikut : setelah buka baris I dengan pola A. B.B.B. C Kebetulan Lancaran Kebo Giro hanya terdiri dan dan 4 baris jadi gambaran pola kendhangannya seperti tersebut di atas.B. Kalau misalnya ada lancaran yang terdiri dari 3 baris berarti pola kendhangannya adalah : Putaran 1 : A.B. Kendhang.B. baris III dengan pola B dan baris IV dengan pola C. B. C dan D (lihat pada bab di atas). B.C Putaran II dan seterusnya : B. C Begitu juga apabila bentuk lancaran yang terdiri dan 5 baris berarti dapat dirumuskan sebagai berikut: Putaran 1 : A.132 Bu 3.C Putaran II dan seterusnya : B. baris II dengan pola B. B. Kemudian pola D atau suwukat digunakan untuk .C Putaran II dan seterusnya : B. kemudian pada putaran kedua dan seterusnya baris I dengan pola B. mulai-berhentinya sebuah sajian gendhing tergantung pada kendhang. kendhang bertugas sebagai pamurba irama. B. artinya pola A hanya dipakai sekali setelah buka.B. Untuk bentuk lancaran pola kendhangan ada 4 macam yaitu cengkok A. B. B. C Pola C dinamakan juga cengkok salahan artinya untuk memantapkan rasa seleh dan hanya digunakan pada baris terakhir tapi bentuk lancaran. Untuk lebih jelasnya dapat dirumuskan sebagai berikut : Putaran 1 : A. baris II dengan pola B III dengan pola B dan baris IV dengan pola C ini pada putaran pertama. artinya cepatlambat.

nada 1 dan nada 7. 4. Dalam jenis Lancaran kita bisa memakai Gong Gedhe salah satu dan Gong Suwukan dengan nada 2 saja. Kempul. nada 3. termasuk dalam golongan ricikan struktural artinya penempatannya dalam sebuah gendhing mempengaruhi jenis gendhing tersebut. 1 dan 7. Kempul Laras Pelog terdiri dari nada 6. Gong. Gong gedhe nadanya 3 dan 5 sedangkan gong suwukan nadanya 2. Tabuhan kempul bisa disimbolkan dengan tanda atau P yang terletak di atas not. Gong Gedhe ditabuh hanya setelah buka dan pada baris terakhir nada terakhir. yaitu jika kendhang sudah menggunakan pola D maka tidak lagi menggunakan pola C dan artinya gendhing tersebut akan berhenti dengan ciri pada baris terakhir tempo semakin pelan yang tentu saja diatur oleh kendhang. Untuk lebih jelasnya lihat penerapannya pada bentuk Lancaran Kebo Giro di bawah ini : Ket : hal ini brlaku untuk setiap bentuk lancaran 5. Contoh : .133 memberhentikan gendhing. nada 5. sedangkan Gong Suwukan ditabuh pada tiap akhir baris kecuali baris terakhir. 6. Pola D penggunaanya pada baris terakhir. Dalam lancaran Kebo Giro kita bisa memakai kempul dengan nada 6 saja dan cara menabuhnya berbarengan dengan jatuhnya nada. Ricikan Gong terdiri dan 2 macam yaitu gong gedhe dan gong suwukan.

134 6. Lihat penerapannya pada Lancaran Kebo Giro di bawah ini : 7.5 . Di atas sudah dibahas Jenis Lancaran yang tidak memakai vokal. Untuk Bonang Barung. Untuk jenis gendhing yang memakai vokal kita pakai Lancaran Gugur Gunung di bawah ini : . Contoh : . Demung.2 .6. Gong dan Kendhang tetap sama. nada 5. nada 1 dan nada 7. Bonang Penerus. Jenis Lancaran mi pola tabuhan instrumen Balungan. Bu Kenong. Saron dan Slenthem.2 . Tetapi tidak setelah ditabuh langsung dipegang melainkan berbarengan dengan tangan kanan menabuh nada berikutnya. nada 3. termasuk dalam jenis ricikan balungan.6. pada saat tangan kanan nabuh nada 5 maka tangan kiri memegang nada 6.3. nada-nada yang ada didalamnya adalah : 1 2 3 4 5 6 7 untuk laras pelog sedangkan untuk laras slendro nadanya adalah. selanjutnya tangan kanan menabuh nada 3 baru tangan kiri memegang nada 5 dan seterusnya. nada 2. Setiap satu baris terdiri dan 4 kali tabuhan dan menabuhnya mengikuti jatuhnya nada atau mengikuti nada di bawah tanda symbol Kenong.3. Jadi tangan kiri mengikuti kemana tangan kanan menabuh nada. nada dalam Kenong Laras Pelog adalah nada 6. tabuhan dan pola sama tetapi yang berbeda hanya nadanya saja. Cara menabuhnya adalah tangan kanan untuk menabuh sedangkan tangan kiri untuk "mathet" atau memegang setelah nada ditabuh. Kenong dan Kempul. Tabuhan Kenong biasa disimbolkan dengan tanda atau N yang terletak di atas not Contoh: 5 berarti nada yang ditabuh kenong juga nada 5 atau 2 berarti nada yang ditabuh kenong adalah nada 2 dan seterusnya.5 pertama tangan kanan menabuh nada 6 terus nabuh nada 5. sekarang akan kita bahas jenis Lancaran yang memakai vokal. 6123561.

Bonang Penerus.135 Untuk ricikan Bonang Barung. . Kalau yang tidak memakai vokal penafsiran nada tabuhannya tiap 1 gatra. Kempul dan Kenong cara menafsirkan nada tabuhannya adalah tiap 2 gatra.

Kacapi kawih/siter dapat pula dimainkan untuk permainan individu. Kacapi adalah bentuk akulturasi dari alat musik K’in dari Cina dan Koto di Jepang. kacapinya adalah kacapi kawih/siter. Peta Unit Kompetensi Keterampilan Kacapi Level Purwana Yuwana Madya Madya Utama Purna Jenjang Pendidikan SMK Diploma Kacapi merupakan alat musik petik (waditra) yang memiliki (dawai) sebanyak 7 sampai 20.2. Teknik Memainkan Kacapi Perkembangan dimasukannya Kacapi sebagai kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat. kacapi rincik. Berikut diuraikan jenis kacapi : 2.6. karena pengaruh keperluan teknik terutama kreasi Mang Koko kacapi dapat berjumlah 22 s/d 26 senar. oleh karenanya warna suaranya berbeda. Fungsi seninya : . berlaras lebih tinggi. dan kacapi siter. sulingnya berlaras da-mi-na-ti-lada dengan 6 lubang. atau dikenal luas di masyarakat. Yang berlaras pelog bernuansa lembut dan yang berlaras slendro bernuansa China. kacapi perahu. Kacapi berlaras pelog dan slendro atau berlaras da-mi-na-ti-la-da.6.1 Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi suling Kacapi suling instrumennya terdiri dari kacapi dan suling.6.6. resonator mengacu dari kayu dan alat petik tersebut ada yang disebut jentreng.136 Bu 2.Dahulu untuk pengiring upacara siraman dan dahulu untuk dinikmati bangsawan Cianjur . 6. Kesenian kacapi suling: adalah memainkan lagu-lagu instrumentalia dan pop Sunda.Saat ini untuk hiburan . gembira. Tabel. bahkan bisa lebih.

Kacapi tembang Cianjuran Fungsi seni tembang Cianjuran adalah sebagai pengiring.137 Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. iringan atau bas.47.48. Gambar Kacapi Suling 1. Permainan Kacapi Suling Secara Mandiri Tinjauan dari permainan kacapi yang dapat dimainkan secara mandiri adalah: . Perangkat instrumennya : Kacapi perahu (indung): berfungsi sebagai tangan kiri. . berlaras pelog.Kacapi Kawih/Siter berlaras pelog dan slendro Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. slendro dan madenda.

Kacapi Perahu .49.138 Kacapi Rincik : 1) Sebagai melodi 2) Sebagai ketukan irama/tempo Bu Kacapi Indung sebagai ritem dan bas Sedangkan kacapi Rincik yang lebih kecil berfungsi sebagai melodi dan sulingnya sebagai pembawa lagu. Sedangkan permaianan kacapi yang ada vokalnya atau mamaos disebut kacapi tembang sunda cianjuran. Kacapi Rincik Melodi dan Birama Sumber STSI Bandung Gambar 2. yang disebut kacapi suling instrumental. Salah satu contoh lagu tembang cianjuran seperti lagu “Papatet” yang dibawakan oleh juru tembang atau disebut siden [juru mamaos] dalam kacapi tembang Lagu-lagu dalam tembang sunda seperti lagu “Papatet “ ini bisa disajikan dengan vokal atau bahkan bisa disajikan dengan suling saja. Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.50.

instrument kendang yang terbuat dari kayu dan kulit sebagai pembawa irama. dan instrumen gong sebagai pemanteb. Permainan kacapi instrumental wanda anyar menunjukkan teknik petikan kacapi dan macam-macam tekniknya.51. dan permainan kacapi wanda anyar ini lebih banyak dimainkan pada alat kacapi siter elektrik dua sampai tiga buah kacapi siter dan dan dalam penyajiannya lebih banyak membawakan lagu-lagu yang lagi populer ngetren pada jamannya. seperti misalnya lagu “Eslilin” atau “Manuk Dadali” dan sebagainya. Misalnya lagu “Kalangkang” dan “Cinta Ketok Mejik”. vocal atau juru sinden sebagai pembawa lagu. Ciri khas dari petikan wanda anyar ini adalah : Aransemen dan gelanyu sebagai jembatan antar melodi . Dalam penyajiannya celempungan biasanya membawakan lagu-lagu yang terikat oleh birama atau tempo. Musik Celempungan Wanda anyar Yang dimaksud wanda anyar disini adalah permainan kacapi kreasi baru. - Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.139 Celempungan Celempungan adalah permainan satu atau dua buah kacapi siter ditambah instrumen Rebab sebagai pembawa melodi lagu.

tangan kanan dilambangkan dengan hurup A (besar) dan tangan kiri dengan hurup B (besar). Contohnya lagu “Eslilin” A. Sistem dan Nilai Nada Sistem nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) pada umumnya meliputi laras salendro. yang membedakan tinggi rendah nada dalam setiap laras. Menurut teori Machyar. 2. dedegungan dan penambih. papantunan. jejemplangan. Untuk mempermudah dalam penulisannya. Telunjuk = b.140 Bu Aransemen yang disukai kaum muda. Contonya : Jenis papantunan dalam lagu “Papatet” Daweung di ajar ludeung Gunung Galunggung kapungkur Gunung Sumedang katunjang Talaga sok kawahyahna Rangkecik ditengah leuweung Ulah pundung kudisungkun ulah melang teu diteang Tarima raga wayahna ngancik di nagara deungeun Sedangkan yang dimaksud dengan panambih adalah lagu tambahan dari jenis lagu di atas yang dinyanyikan secara teratur dan terikat oleh aturan birama maupun temponya. penuh kreasi. Sedangkan jari-jarinya baik kanan maupun kiri dilambangkan dengan huruf-huruf kecil yaitu : Ibu jari (jempol) = a. ekspresif nada-nadanya. Kaya akan hiasan lagu Memiliki etude petikan kacapi Kacapi yang dimainkan adalah kacapi kawih/siter. Penjarian Yang dimaksud penjarian adalah penggunaan jari-jari tangan baik kanan maupun kiri pada waktu memetik senar kacapi. degung (pelog). . Untuk lebih jelasnya perbedaan B. Permainan Sebagai Pengiring Petikan-petikan kacapi indung dalam tembang Sunda atau kacapi suling sangat berperan terutama dalam mengiringi lagu-lagu. Yang dimaksud dengan papantunan. Penulisan lambang-lambang jari ini biasanya diletakkan disebelah kiri susunan nada (melodi gending) yang akan dimainkan. dan madenda (sorong). jejemplangan dan dedegungan adalah bentuk syair lagu yang dibawakan atau dinyanyikan secara bebas atau merdeka yang tidak terikat oleh birama maupun temponya. Jari tengah = c. terletak pada intervalnya. jari manis = d dan kelingking = e.

. . Not yang diberi garis dua di atasnya. Laras salendro Laras degung Laras madenda . bernilai satu ketukan.141 tersebut lihat figure di bawah dengan menggunakan notasi da-mi-na-tila (1-2-3-4-5). 5 . . 3 . . . . 4 . . 3 . . . . Contohnya 1 2 3 4. 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . bernilai setengah ketukan. . . 5 . 3. . .. Not yang diberi garis satu di atasnya. . . .. . 2 . : 2 1 . . . Sedangkan susunan nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) umumnya dimulai dari nada 1 (da) tinggi (titik satu di bawah). Contohnya 1 2 3 4 2. : 4 3 . . . . 5 4 ... . . . . 2 1 . : 1 . . ___________ ___________ ___________ ___________ Oktaf tinggi oktaf sedang oktaf rendah oktaf lebih rendah Nilai nada yang digunakan dalam suatu permainan kacapi kalau ditulis dengan not angka (notasi da-mi-na-ti-la) adalah sebagai berikut : 1. Contohnya 1 2 3 4 . 2 1 . . . . bernilai seperempat ketukan. 5 . . .. . 4 3 . . . Apabila disusun sebanyak 20 nada (ke samping dan ke atas) seperti di bawah ini : . . . . 1 . Not yang berdiri sendiri.

Adapun penjelasan dan latihannya adalah sebagai berikut: A. TEKNIK PETIKAN KACAPI Yang dimaksud teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. dan (2) telunjuk kiri agak lengkung ke bawah. 1. Apabila penulisan seperti 1 .2. Dengan demikian jelaslah bahwa panjang pendeknya nada yang dilambangkan oleh not angka akan bergantung pada nilainya. Posisi dan gerakan jarinya adalah: (1) telunjuk kanan melipat ke daiam.142 Bu Tanda lain yang sering digunakan dalam penulisan notasi gending kacapi adalah titik ( . Contohnya 1 . akan penulis jelaskan satu persatu berikut contoh latihannya dalam bentuk cacarakan (cara-cara petikan kacapi). ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari). Khusus mengenai titik. sebab nilai titik dan tanda istirahat masing-masing setengah ketukan. ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan. ) yaitu untuk memperpanjang nada dan tanda istirahat ( 0 ) yaitu tanda untuk berhenti mengeluarkan suara atau berhenti membunyikan nada. Jenaka Sunda. Kawih Kacapian. berarti 1 nilainya menjadi dua ketukan. selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjuk . secara global ada 3 macam yaitu sintreuk-toel dijambret. 2 dan 3.6. 0 berarti nilai 1 menjadi satu setengah ketukan.6. apabila diletakkan di belakang not atau di samping kanan not. Sehingga dengan demikian nada-nada (gending) yang dihasilkan jari-jari tangan tersebut akan berbeda pu!a. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor). seperti telah dicontohkan di atas. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar (kawat). Teknik petikan kacapi yang sering dipergunakan terutama dalam Celempungan. yang materinya mengacu pada tujuan umum yaitu mendidik mahasiswa agar dapat mendemontrasikan teknik-teknik petikan kacapi ke dalam bentuk aransemen (instrumental) dan pirigan lagu (iringan lagu). Yang membedakan antara tenik yang satu dengan lainnya. Untuk lebih jelasnya ketiga teknik tersebut di atas. Sedangkan nilai dari kedua tanda tersebut dalam penulisannya sama seperti notasi pada nomor 1. sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. maka nilai not tersebut akan bertambah. seperti telah disebutkan di atas. dan dijeungkalan. 2. Teknik Sintreuk-toel Pembahasan Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik). dan Cianjuran.

Adapun susunan cacarakannya seperti di bawah ini : .3. 2. Mempraktikan Memetik Kacapi dengan Melatih Cacarakan Dalam latihan ini materi-materinya disebut Cacarakan. Sedangkan tingkat kesulitan dari materinya disusun secara bertahap. yang pada akhirnya diharapkan mahasiswa itu mampu menyajikan aransemen.6.6.143 kanan dan kiri. ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain. Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya. Fungsi dari masing-masing jari di atas adalah: ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi.

144 Bu .

145

146

Bu

147

148

Bu

Taknik sintreuk-toel yang diaplikasikan ke dalam bentuk Cacarakan 1 - 10, di dalarnnya sudah mencakup teknik penjarian (posisi dan gerakan jari) dan teknik petikan (ketepatan jari dalam menghasilkan bunyi yang bersih dari senar yang disentuhnya). Kedua teknik ini pada dasarnya bertujuan melatih keterampilan tangan untuk sampai pada garap aransemen (gending macakal) secara baik dan benar. B. Teknik Dijambret

Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, seperti menjambret2 yaitu membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, t elunjuK, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) seperti ngajeungkalan. Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass

149

(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. Oleh sebab itu dalam cacarakannya hanya akan berorientasi pada nada yang akan dimainkan saja, yang dalam istilah tradisinya disebut kenongan. Misalnya teknik dijambret dalam kenongan 5 (la). Yang perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum mempraktikkan teknik dijambret adalah pasangan nada dari nada yang dijadikan kenongan. Pasangan nada tersebut seperti di bawah ini: Gembyang Pasangan Kenongan : : 1 3/4 1 2 5/4 2 3 1/5 3 4 2/1 4 5 2/3 5

Kelompok nada di atas dapat pula dijadikan dasar dalam menentukan pasangan nada pada petikan tangan kiri di setiap pirigan lagu.

150
C.

Bu

Permainan Kacapi Gaya Celempungan dalam lagu Banjaran (laras pelog), gerakan sedang

151

Keterangan : Pirigan disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan

. Demang Kartini d. Dons-Frigis d. 1 dan ½ d. Susunan nada yang berjarak 2. a. Arab c. Gambang kromong adalah kesenian yang mendapat pengaruh dari. W. Tetrachord 2. Bartolomeo Christofori b. Cina d. Melayu . a... Steinway d... Machjar Angga Koesoemadinata b. Cikal bakal instruen piano yang bernama Harpsichord diciptakan pada tahun 1707 oleh .. Susunan nada yang bernada 5 c. a. Notasi pentatonik adalah asli milik bangsa Indonesia yang dibuat oleh .. a. Apa yang disebut tangganada diatonis? a. India b. Tangganada diatonis berasal dari tangga nada . Betawi d. Aristoteles c... Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ b. a.152 Bu TES FORMATIF BAB II Pilihlah jawaban yang tepat ! 1.. kenong dan tanjidor adalah kesenian khas daerah . Kesenian gambang kromong. Haryo Wreksadiningrat c. Yunani b.. Supratman 4. Lydis c. Susunan nada yang berjarak ½ 3.. Bali c... Jawa Tengah b.R. Kalimantan 6. Grand 5..

Jumlah bilahan b.. Granting 10. Bentuk bilahan c. a. Sitar d. Angklung Indonesia d.... Bali 8. Lampung d. a. Fungsi dalam permainan d.153 7. Jawa Tengah b. Kacapi b.. Angklung Pak Poeng c.. Talempong adalah alat musik tradisional seperti gamelan yang berasal dari propinsi . Sample c... Alat musik tradisional Indonesia serumpun alat musik Koto adalah. Angklung Pak Udjo 9. Sumatera Barat c. Angklung berlaras diatonis disebut juga . a... Angklung tradisi Sunda b. Cara memainkan .. a.. Perbedaan gender dan slentem adalah pada .

Sumatera Barat 6. Bagaimana cara kamu mengenali musik khas darah Sunda? 5. Bagaimana cara kamu mengenali gamelan yang kamu dengar adalah gamelan daerah : . Dapatkah kamu mengidentiikasi yang mana musik yang merupakan karya Bach. Bagaimana cara kamu mengenali musik yang kamu dengar adalah musk Melayu (Riau) 4.Jawa Tengah . Apa yang kamu rasakan ketika mendengar suara yang beraturan seperti suara tetesan air dari ledeng ? 2. seperti suara drum yang ditabuh dengan bersemangat ? 3. Apa yang kamu rasakan jika terdengar suara keras dan cepat.154 Bu Apresiasi : 1.Bali . dari lagu-lagu yang guru perdengarkan? .

Seni Tari Mengapresiasikan Karya Seni Tari Bab 3 APRESIASI Pengertian Seni Tari Gerak Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Berdasarkan Konsep Garapan Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat Teri Berdasarkan Orientasi Artistik Fungsi Tari Upacara .

EKSPRESI Produksi Tari Dasar Pijakan .

dan tenaga. tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. Di bawah ini tahapan apresiasi tari yang berguna bagi yang mendalami apa arti sutu pendidikan seni khususnya untuk seni tari. membuat. dan sangat beragam intensitas pendalamannya. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990.158 BAB III SENI TARI 3. Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987. Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan. 12). Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan. Belajar seni pada tataran apresiasi dapat dimulai dari usia dini. Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut. Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam . Cakupan ini adaptasinya dapat dipelajari melalui penjelasan di bawah ini.1. 3. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus. dan waktu. Mengapresiasikan Karya Seni Tari Pemahaman suatu tarian sebagai konsep merupakan aspek terpenting dalam pendidikan tari. dan menampilkan tari. Pemahaman konsep dibentuk melalui proses kreasi. dinamis. Dalam perkembangan berikut. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. Pengertian Tari Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang. Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. caranya dengan melihat. 2).

159 buku ini. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986. pada waktu kapan saja. paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. empati. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat. Ibarat bahasa gerak. Tari merupakan salah satu cabang seni. maupun unjuk kemampuan. Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari. maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari. dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan. dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. 4). Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. 21). tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja. Tari memberikan penghayatan rasa. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Sebagai sarana komunikasi. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. Masyarakat . simpati. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Apabila disimak secara khusus. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV). Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. gerak tari. perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat.

Dalam konteksnya. Seperti dikutip oleh M. tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang . Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. 1994:44). Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. menyatakan bahwa. dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. manusia selalu bergerak. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa. Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli. John Martin dalam The Modern Dance. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987. Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak. ungkapan komunikasi kata-kata. Corry Hamstrong menyatakan bahwa. melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat. pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama. tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan. Sebaliknya. tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins. 1990:2). serta unsur pendukung lainnya. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. Oleh sebab itu. ritme. dan bunyi musik. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan. menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari.160 membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari. Dalam kehidupan sehari-hari. Sependapat kedua pakar di atas. gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement). Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan.

Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian kepala. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis.161 sesuai dengan maksud tertentu. GERAK Kebanyakan manusia dalam kehidupannya sangat mengharap terjadinya perubahan. elastis dan penekanan gerakan ). kaki. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. space (ruang gerak yang terdiri dari level. posisi. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. perubahan sikap.1. Akan tetapi untuk yang menghayati dinamisasi gerak menjadi obyek yang banyak dipelajari dan dimaknai agar menjadi segala sesuatu yang berguna bagi diri maupun masyarakat lain. Elemen pokok tari adalah gerak. 3. Oleh sebab itu. rasa. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. termasuk dalam hal ini adalah tari. time (berhubungan dengan durasi gerak. dan irama seseorang. Perubahan atas perkembangan dan gerakan yang terjadi sebagai dinamika manusia menjadi inti adanya perubahan yang diharapkan. Sebagai bentuk latihanlatihan. Soedarsono menyatakan bahwa. badan). tangan. . Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. manusia hidup berkembang dan bergerak. Dengan itu manusia merancang dan mendesain sedemikian rupa untuk perkembangan dan perubahan yang diinginkan. Gerak dalam aktivitas manusia menjadi bagian penting dari manusia yang masih hidup. UNSUR POKOK TARI 3. dinamis. jarak. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. Dalam berbagai peristiwa. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. lemah. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer.2. aspek tari. dan kedudukan). dan sangat mennghayati dinamika terutama hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat.2. Faktor keberuntungan dan kehendak yang kuasa segala yang diinginkan perkembangan dan perubahan atas manusia menjadi pasrah. Gerak dalam kehidupan sehari-hari manusia yang kurang menghayati kehidupan banyak diabaikan. VCD/DVD serta media lain. atau tingkatan gerak). Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerakgerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. maka diperlukan informasi tentang unsur tari.

5 Pengolahan Ruang Tari & Pentas Tari di Proscenium . Pose gerakan di bawah ini menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang. gerak dan waktu yang secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut.3. serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. 3.2 Penggunaan properti butuh ruang gerak sempit Gb. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. ruang. tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. disebut gerak tari tengahan. 3. waktu. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. gerak bermain.162 Berpijak kepada pendapat di atas. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian.4 Lari jingkit (trisik ) membuat lingkaran Gb. dan gerak sehari-hari. Pada khususnya. tari terdiri dari unsur gerak sebagai unsur utama. di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi.3 Mengeksplor gerak tubuh untuk ruang gerak Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan tenaga. 3. bekerja. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. olah raga.

6-3. Perhatikan kedua gambar di bawah ini adalah bentuk/motif gerak Jengkeng pada tari Klasik Jawa dan sikap dasar Pencak silat dalam bentuk kedua kaki melebar bertumpu secara kuat dan mencengkeram ke tanah (kuda-kuda). motif gerak.8 Mahasiswa Jurusan Tari Angkatan 2004/2005 yang sedang eksplorasi gerak Tari Topeng Jaja dan gerak Pencaksilat (versi Jaya Bandung). Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gambar 3.9 Jengkeng sikap dasar tari/level bawah . dan gerak dalam ruang secara harmonis dengan ketentuan gerakan yang diperagakan serta pengolahan ruang yang diharapkan. Sumber Koleksi Pribadi Gb.3.163 Imitasi atau peniruang gerak dengan pengembangan ruang gerak.

Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan.10 Sikap Kuda-kuda pada motif sikap Pencak silat (Sumber: Koleksi Kusnadi ) 3. berputar. Gerakan ke depan/belakang. Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.2. rileks. Adeg-adeg. . dan mengayun. sendi leher berperan sentral. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep.2. kudakuda. sedang. Badang kontraksi.164 Sumber Koleksi Pribadi Gb. mengangguk. Rapal. 3. Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. memutar ke kanan/kiri. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. rendah). Gerakan supinasi. Motif Gerak Tari Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu pada tabel di bawah ini dapat disimak secara detail yang memberi bentuk motif gerak tari sebagai berikut. Gerakan berpaling ke kanan/kiri.

belakang. ogak lambung. gileg. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Gerakan bervariasi. serta gerakan jari-jari Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. gelieur. tekukan pada siku. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. Meliuk-liuk. ke depan/belakang. Vibrasi skapula. supinasi ke depan. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan.165 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Gerakan pacak gulu. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. tengok kanan/kiri. Grakan tangan lurus. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. mengkerut-kerut. tekukan pada palmar tangan. anggukan dan gelengan kepala. . gebesan. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan.

. macam goyangan. Ngruji. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Goyang plastik. lengan atas. Kecepatan. Kolumna vertebralis. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. Nyempurit. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. dan Nguya pada tari dasar Thailand. sensualitas. dan sikap tangan pokok. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. masingmasing berbedabeda. Cranum sebagai otorizet. Pelvis sebagai penopang. lengan bawah. Harmonisasi goyang pinggul. palmar tangan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. goyang pantat pada Jaipongan. kelenturan pada paha. dilakukan sesuai keterampilan individu. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu.166 melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. Gerakan dan getaran pinggul. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya.

Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. . Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Salto. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala.167 Anggota Gerak Bagian Bawah Support Kaki (Ladix) Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal Kepala menganggukangguk-badan merunduk. loncat harimau. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. strugel track di udara. Peragaan gerak motif Rodat. Kengser. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kepala mematukmatuk. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Geser. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. kaki Gerakan Jalan. Zamrah.

sendi poros pada tulang bahu. dan variasi gerakan kepala. Tanjekan. serta pada karpal dan falang. sinkondrosis. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. dan kaki. Tabel 3.1 Motif Gerak Individu Gerak rol. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Putaran Tubuh ke semua arah. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. dan Godeg. Pacak Gulu. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Mapal. Gileg. badan. sinfibrosis. Gerakan merendah atau mendak. Lampah Ringdom. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. tangan. Nindak. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Galier. tulang panggul. Gelang kepala angguk-anggukan kepala. Tegak dan bongkok badan. Keept up Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. . Ngeseh. samping kanan/kiri.168 langkah ke depan/belakang. loncat harimau. diarthrosis Jalan lurus.

tari garapan lain. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Di sisi lain. Tabel 3. rendah) pada tari Saudati. sedang. rendah). Adeg-adeg. straidel. Adeg-adeg.169 3. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. sedang. Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. lenso. Rapal.2.3.4. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. Ruang bersentuhan langsung dengan penari. rendah). posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri. ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh. step. dan topeng Klono. Rapal. Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. kuda-kuda.2.1 Motif Gerak Tari Berkelompok 3. Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. anggukan. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. kuda-kuda. Gerakan Tari Topeng Cirebon. sedang. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. berputar. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah .

. 3. motif gerak dan perpaduan kedua penari. level.13 Gerak Disain Tertunda Gb.12 Eksplorasi gerak Penari di Ruang Latihan (Koleksi: Koleksi Kusnadi) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.Dance_Yahoo. 3. 3.com. Perhatikan gambar Gb. Sumber Internet www.15 Penguasaan Ruang Pentas dan ruang Gerak sebagai potret pemberdayaan ruang gerak dan ruang pentas.11 Pelemasan anggota gerak tubuh Gb. posisi dan kedudukan.14 Penari mengolah ruang pentas level rendah Gambar di bawah ini mengisyaratkan pengolahan ruang pentas dan ruang gerak secara maksimal dengan menjabarkan desain.3.170 ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat.

Dengan demikian gerakan penari sesuai pengarahan koreografer. . berhubungan dengan kebutuhan. juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Ekuivalen gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut. dan dasar teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan geraknya. dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. bagaimana penari bergerak dan dapat mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan.171 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam. Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. Kebutuhan ruang gerak yang sempit. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan geraknya. Ruang gerak penari dengan jangkauan gerak luas membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Penari membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Dengan demikian terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendisain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan disaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Dalam mendesain ruang gerak penari. desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. koreografer menyesuaikan. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari membutuhkan jangkauan gerak.

3.18 gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan.17 – 3.18 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. Gb.q.17 gerak lambat memiliki kesan dalam. 3.yahoo. serta luas dan tertunda.16 Ruang Tari sekaligus pengolahan properti dengan memanfaatkan ruang tari) Kesan gerak di bawah ini menunjukan gerakan sembah. 3.com Gb. Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Perhatikan gambar atas 3.dance. . harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna.172 Sumber www. putaran dan liukan badan bertumpu pada kaki yang kuat. Disain ruang yang tercipta sempit di dalam.

3. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak.Dance_Yahoo. Pengolahan ruang gerak dan tenaga yang disalurkan melalui motif gerak penari di bawah ini adalah memanfaatkan tercapainya gerakan spilt atau slidding dan sircle atau putaran. cepat-lama gerakan dilakukan. berubah posisi.com. Unsur dinamika ini membutuhkan waktu gerak.20 Gerak Selut pada tarian Sunda Dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Sumber Koleksi Kusnadi Gb. . serta pindah kedudukan. Tempo gerak dapat membangun imej tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. Apabila penari bergerak bagian tubuh yang berpindah tempat. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu.173 Sumber Internet Internet www. Hal tersebut membutuhkan waktu. cepat-lambat. panjang-pendek. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. 3.19 Gerak di udara Gb. Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu.

Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini membutuhkan waktu. .21 – 3. serta kebutuhan pentas tari dipentaskan. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. situasi. kebutuhan ruang dengan waktu. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu merupakan unsur yang saling terkait dengan lainnya. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan penggarapan koreografi. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak.22 Gerakan Teknik Sirkle & Gerakan Teknik Split (Trust) Dilakukan dalam tempo cepat. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. atau dengan berdirijongkok. dan kondisi emosional penari. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas dalam bentuk pengolahan gerak dan pengolahan waktu secara bersama ke dalam konsep garapan tarinya. Apabila dengan tempo lambat banyak terjadi kemungkinan cidera kaki. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. Oleh sebab itu. Dengan demikian elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Kebutuhan waktu yang mendesak dalam tari adalah memanifestasi kebutuhan gerakan cepat dan gerakan lambat secara dilematis. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. Waktu dalam gerakan menjadi salah satu konsep tarian. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. kualitas gerak. Konsep membangun waktu dipraktikan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang-pendek gerak.174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt\ Gerakan Slidding pada tari Kembang Betawi Perhatikan Gambar 3. denyut nadi gerak. Dalam tari. intensitas gerak. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. Hal ini berhubungan dengan panjang pendek waktu.

175 Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. Gb. berkekuatan.5. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak.dance_@ Yahoo.24 Gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. Sumber kedua gambar di halaman ini Internet www.24 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. 3.2. kerjasama pembagian intensitas tenaga . Gambar. Sumber: Koleksi G Kekuatan lompatan. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. berisi.com Perhatikan gambar atas 3. dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan. Tenaga Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi.23 – 3.23 Gerak respons memiliki kekuatan kesan gerak yang tinggi. 3. 3.

marah dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara dan kepekaan diri di dalam melakukan luapan. Di sinilah letak pembeda dari cara penghayatan sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. pembawaan suatu karakter. . Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. lompatan dan pelebaran ruang gerak anggota gerak tubuh secara terstruktur pada komposisi tari. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang. desakan jiwa.27 adalah gambar sinkronisasi bentuk penghayatan tumpuhan kaki. Sebagai ilustrasi bahwa. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan.6. Perbedaan yang ada bahwa ekspresi tari semua yang berhubungan dengan perubahan psikologis. Ekspresi Dalam kehidupan sehari-hari. memiliki keterbatasan pada cara mengungkapkannya.25 – 3.2.176 Sumber: Koleksi GNP TMII Jkt Sumber: Koleksi Pribadi Gambar 3. 3. selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. kehendak.

30 Bonang Bonang memiliki tempo musik yang berbeda cara dan teknik tabuhnya. sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis.29 adalah menunjukan penghayatan mata pada tari-tarian Bali.com. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana.7. Musik dalam tari memberi keselarasan. Sebagai salah satu instrumen musik tradisional. keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut. Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. penghaytan gerak pada gerak Ballet. Gambar 3. . sistem kembangan untuk tabuhan sekar atau lambat temponya dan gembyong untuk irama tempo cepat.177 Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Internet www.2. 3. Koleksi Kusnadi 3. sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif. Keduanya seiring dan sejalan. Iringan Tari Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur gerak.Dance_@ Yahoo. keserasian. cepat-lambat melodi lagu.28 dan 3.

upacara agama atau untuk tujuan ikatan kebersamaan warga. busana. Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. sehingga pola gerak.3. tema. desain dramatik. Sedangkan tari untuk untuk seni pertunjukan yang merupakan ungkapan individual yang biasanya dalam proses penciptaannya. unsur-unsur komposisi tari. UNSUR KOMPOSISI TARI Apabila kita melihat sebuah tarian baik jenis tradisional atau non tradisional. tata rias. tata rias busana. desain lantai. sig-sag. V atau V terbalik. Biasanya penyelenggaraan tari untuk tujuan upacara adat. dan garis lengkung dapat menghasilkan bentuk lingkaran. walaupun hasilnya terkesan sederhana dan tidak rumit. tempat menari dipersiapkan dan dalam tari itu disusun sedemikian rupa. desain musik. desain lantai. Dalam jenis tari tradisional yang berasal dari suatu komunitasmasyarakat etnik. rias. desain atas. segitiga. musik. disebut dengan unsur komposisi tari . perlengkapan. ruang dan waktu. banyak unsur-unsur yang dapat dikenali dan terlihat oleh mata (visual). musik. taat kepada aturan-aturan yang harus dipatuhi yang terkait dengan aturan-aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan orang istana. busana. Desain gerak. lebih banyak memiliki kebebasan dalam mengekplorasi semua unsur tari.178 3. tempat pementasan mencerminkan ciri khas dari budaya setempat dan adat masyarakat yang memiliki tarian itu. maka tempat pementasan tari biasanya sesuai dengan tujuan upacara tersebut. T atau T terbalik. sebagai berikut: 1. Unsur-unsur itu. disusun berdasarkan pola-pola koreografi yang lebih artistik. sehingga hasilnya terkesan rumit. musik. Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri-dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga. serta tata pentas. perlengkapan tari. pementasan bahkan tema tarinyapun. serta sesuai dengan kepentingan-kepentingan ( fungsi tari) dalam kehidupan masyarakatnya. Hal tersebut sangat berbeda dengan tari klasik dan jenis tari untuk tujuan pertunjukan. Sebagai contoh dalam tari tradisional jenis tari rakyat. lengkung setengah lingkaran. desain atas. unsur-unsur tersebut dibangun dan disusun sesuai dengan nilai-nilai dan corak tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. namun terdapat juga unsur-unsur lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi sebuah komposisi yang disebut dengan tari. angka delapan dan sebagainya . adalah: desain lantai. desain atas. spiral. Garis-garis lantai dibentuk dari garis lurus dan garis lengkung. tata rias/busana dan tata rambut. Menurut La Mery (1965: 17-108). sehingga memungkinkan pada pencapaian kualitas artistik maupun estetis dari aspek unsur-unsur tari itu sangat maksimal. Dalam tari klasik pola gerak. Garis lurus dapat menghasilkan bentuk garis diagonal.

tata rambut dan tata busana tari Adalah rias wajah. tertunda. cerita rakyat. Desain musik Desain musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari. 3. Rias wajah untuk keperluan pementasan tari dikenal tiga jenis. legenda. pergantian posisi penari serta perubahan suasana. tidak membosankan dan tidak monoton. menanbah dimankika gerak atau justru berhenti sama sekali atau dengan cara-cara lain yang intinya berbeda dan khas dari bagian tari sebelumnya dan sesudahnya. peristiwa-peristiwa yang pernah atau sedang terjadi. lurus. Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak. Dinamika Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari tersebut . Melalui tahapan ini penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal. yaitu rias wajah untuk tujuan memperbaiki bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. horisontal. Desain atas atau air desaign Adalah desain yang dibuat oleh anggota badan. terlukis. gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. vertikal. berada di atas lantai. dan asimetris. dan sebagainya 4. Menurut La Mery (1965: 22-39) ada bermacam-macam yaitu desain: datar. yang disebut dengan klimaks. berikutnya penonton merasakan mulai ada penurusan menuju akhir dari sebuah tarian. tinggi. dalam. Tema Tema adalah ide persoalan dalam tari. rendah. Kilmaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo. simetris. tempo. benda-benda disekitar kita. Tata rias. 3. kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik. tata rambut (hairdo) dan busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. lanjutan. menambah jumlah penari. Desain ini dilihat dari arah penonton. spiral. murni. kontras. tinggi rendah (level). perilaku binatang. kegiatan kerja. 2. cerita kepahlawanan. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik.179 2. memperluas jangkauan gerak. harapan dan kehendak manusia. (b) rias wajah karakter. yaitu rias wajah untuk tujuan mewujudkan angan-angan . statis. lengkung. yaitu rias untuk tujuan menggambarkan dan memperjelas karakter tokoh atau karakter tari. Dua jenis desain dalam tari adalah desain kerucut ganda dan desain kerucut tunggal. medium. bersudut. dan (c) rias wajah fantasi. yaitu: (a) rias wajah korektif. Pola ritmik di dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. Desain dramatik Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap –tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi manarik dan tidak terkesan monoton. Sumber tema tari dapat dari imajinasi manusia. 1.

plastik. yang disebut dengan setting. tata pentas bukan hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. Sumber cahaya untuk keperluan pementasan tari bermacam-macam. Dengan teknologi komputer tata lampu dapat diprogram dalam hal gelap terang.180 atau imajinasi. 7. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penati dapat dilihat dari berbagai arah pandang. Dalam tari tradisional pada umumnya desain busana tari tidak jauh berbeda dengan busana adat setempat. CD player. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. lilin dan listrik. kertas. yaitu berbentuk arena. rias wakah dibuat menyerupai bentuk bunga. sehingga tata suara memerlukan pengaturan khusus dari pemutar suara. namun juga untuk memperjelas karakter tokoh dan karakter tari yang sedang diperankan oleh penari. Tata Pentas Adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. model tata rambut sesuai dengan adat dan gaya tata rambut daerah masing-masing. Bentuknya bermacam-macam. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang meiliki 2 jenis. sedangkan tata rambut untuk tari non trasional biasanya disesuaian dengan konsep tari. 5. penciptaan suasan atau untuk memperjelas peristiwa pada suatu adegan. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosscenium. misalnya dari alat tape recorder. MP 3. Tata Suara Adalah seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari. pendhopo. dapat terbuat dari kain. Fungsi busana dalam tari tradional (klasik bukan hanya untuk keindahan. di halaman rumah atau dilapangan. Synthesizer dan alat pemutar suara . Tata rambut untuk keperluan pementasan tari juga bermacammacam. diantaranya berasal dari obor. warna maupun komposisi cahaya sesuai dengan kebutuhan konsep tari. Tata suara ini menjadi bagian dari unsur komposisi tari bila tarian menggunakan musik iringan tari dengan media rekaman. di halaman Pura. Alternatif bahan untuk pembuatan busana tari bermacam-macam. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat bendabenda dan alat yang berhubungan dengan tari. 6. untuk penutup tubuh. daun atau apa saja yang ada disekitar kita yang dapat dimanfatkan untuk bahan busana tari. Tata Lampu Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan. yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. Dalam tari tradisional. misalnya untuk mewujudkan sosok putri bunga. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya.

kemampuan olah tubuh. bersungguh-sungguh (bersemangat) mencurahkan segala perasaannya dalam kegiatan menari. Di beberapa wilayah budaya di Indonesia kemampuan seorang penari yang baik. yaitu melakukan dengan perasaan senang. wirama dan wirasa. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penari tari gaya Surakarta dan Yogyakarta (Jawa ) dikenal dengan istilah kemampuan wiraga. . Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran penari dalam memperkuat penampilan sebuah tari dan dalam menciptakan keindahan sebuah tari atau dalam sebuah koreografi. pengaturan tata suara menjadi tidak begitu penting. Mampu menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. Memiliki kepekaan musikal. wirama adalah kepekaan musikal. kaitannya dengan penguasaan teknis gerak. dikenal dengan beberapa istilah. mencakup: kemampuan menghafal urutan gerak. akan menghasilkan penghayatan dan ekspresi karakter peran dan karakter tari yang dapat berkomunikasi dengan penonton. Namun bila musik iringan tari menggunakan alat musik yang langusng dimainkan. ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penari. Memiliki keterampilan teknis gerak . pada waktu menari. namun tugas utamanya adalah memberikan nyawa kepada tari. PENJIWAAN DALAM MENARI Penjiwaan dalam menari merupakan kemampuan penari dalam menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. dipahami dan dapat diinterpretasikan oleh penontonnya. 3. Untuk sampai kepada kemampuan penjiwaan dalam menari. Penjiwaan dalam menari dapat dicapai apabila seseorang dalam menari melibatkan passion. kemampuan mentaati gaya tari dan kelenturan. melalui bahasa tubuhnya dan melalui ekspresinya. Penjiwaan dalam menari dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah wirasa. dan wirasa adalah penjiwaan penari terhadap karakter peran dan karakter tari. Wiraga adalah keterampilan menari. tidak memiliki kepekaan musikal dan tidak dapat menjiwai tariannya. sehingga segala pesan yang terkandung dalam tari dapat juga dihayati. Penari mempunyai tugas tidak hanya mengkomunikasikan gagasan dalam tari. Kemampuan penjiwaan ini merupakan tanda yang tampak dari diri seseorang sebagai seorang penari yang baik.4. yaitu kepekaan dalam menyelaraskan ritme gerak tubuh dengan ritme musiknya atau menyelaraskan ritme gerak dengan penari lainnya.181 lainnya. Menari dengan hati seperti itu. yaitu : 1. 3. Koreografi yang indah tidak akan menjadi indah apabila penarinya tidak memiliki keterampilan teknis. 2.

Konsep kegiatan apresiasi meliputi beberapa hal antara lain: Persepsi. menilai dan mencipta dan mengevaluasi. greget (menyalurkan kekuatan dari dalam / inner dynamic) . pengertian apresiasi secara harafiah berasal dari kata appreciatie (Belanda) atau Apreciation (Inggris) yang berarti kemampuan seseorang dalam menangkap getaran-getaran nilai seperti memahami. tari Nontradisonal/Kontenporer/kreasi modern.5. Kegiatan pengamatan untuk mengenal. bahwa keindahan adalah merupakan kepuasan yang hakiki bagi setiap yang merasakan. Pengetahuan Kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang sejarah. istilah-istilah dalam seni tari. secara menyeluruh adalah kompetensi yang dicapai paling tinggi di bidang persepsi. dimana pengetahuan tentang tari merupakan dasar dalam mengapresiasi. tari-tarian yang berkembang di Indonesia baik menyangkut tari Tradisional. membandingkan. melainkan memiliki makna memerlukan wawasan sehingga dapat mengkaji sampai pada batas mengungkapkan keterampilan melalui kegiatan. akan tetapi apabila dikaji lebih dalam. Apabila ditelaah. yaitu sawiji (konsentrasi). Menurut I Wayan Dibia ( 2004: 17-18) bagi penari Bali. simbol-simbol seni tari. penari tua harus menguasai wirasa atau penjiwaan terhadap tarian.182 Dalam Bambang (1984) dikemukakan bahwa untuk dapat mencapai wirasa penari harus melakukan empat hal. Seorang penari muda harus memiliki kemampuan olah fisik dan mempunyai hafalan terhadap agem. Kemempuan lain untuk mengobservasi. mengidentifikasi. . tandang dan tangkis. Pembelajaran Keterampilan Apresiasi Tari Pada umunya orang akan mengatakan bahwa seni adalah untuk dinikmati melalui kegiatan seni dan kepakaan estetis yang dapat memuaskan kebutuhan perasaan penikmatnya. dapat mentranformasikan dirinya ke dalam peran yang dibawakan. sengguh (percaya diri) dan ora mingkuh (penuh disiplin disertai dedikasi dan loyalitas tinggi). Kesadaran perseptual dibentuk untuk menjadikan pengalaman berkarya sehingga terbentuk kesadaran. Hal ini benar. sedangkan penari matang (tasak) melalui kemampuan olah fisik dan olah spirutualnya. 3. memahami. menghargai. Kadar dan bobot penghayatannya berbeda satu dengan lainnya. Dengan demikian kegiatan apresiasi seni bukan sekedar melihat sebuah karya seni saja. Penjiwaan penari dalam menari merupakan kemampuan tingkat tinggi bagi seorang penari yang dapat dicapai bila penari telah memiliki keterampilan teknis menari dan memiliki kepakaan musikal.

dengan demikian akan membentuk pengalaman estetis dan peningkatan penghayatan akan karya tari. kelompok. maupun peserta didik secara mandiri dalam membantu memberikan komentar maupun kritik di masa datang. 3.5. memilih. menjelaskan kegiatan seni yang sedang dipelajari. penikmat. berdasarkan pengetahuan dan wawasan tari dari hasil pengamatan sebelumnya. Kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai penentu. sehingga dapat menceriterakan dan menjelaskan kembali hasil pengamatan yang dilakukan. menghayati sehingga dapat merasakan keindahan yang mendukung karya tari tersebut. diskusi. Keterampilan yang dapat mendeskripsikan. dan memilih dalam mencapai sasaran belajar dari hasil apresiasi. menghargai.183 Pengertian Kegiatan yang dapat membantu kemampuan merasakan.1. Kemampuan melakukan penilaian karya-karya seni baik secara tertulis. penari dalam tahap penilaian keindahan seni tari. Hal ini berkaitan dengan kepekaan visual dan sensori yang merupakan kemampuan dalam berapresiasi. hal lain yang penting dimiliki adlah pengetahuan tentang pijakan tari. menginterpretasikan. Oleh sebab itu keterampilan ini sangat berhubungan dengan kepekaan rasa yang mendalam bagi seseorang yang sangat konten terhadap seni. terlebih dahulu telah banyak melihat pertunjukan tarian. Penilaian. Apresiasi. menerjemahkan. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan tentang keberhasilan individu. 2. mempunyai pengalaman . 3. Analisis. bahkan sudah banyak mempunyai pengalaman menari. Melihat Tarian Sebelum seseorang mampu menilai sebuah karya tari dikarenakan. Kegiatan Apresiasi Tari 1. diamati. Operasionalisasinya mencakup kemampuan memahami. Mengidentifikasi Tarian Untuk dapat mengidentifikasi tarian terlebih dahulu seseorang harus mempunyai wawasan tentang berbagai jenis tarian dan mempunyai pengalaman estetis yang memadai. Membuat Tarian Seorang pencipta tari atau yang disebut Koregrafi tentulah mempunyai perbendaharaan wawasan tarian yang banyak.

kriteria. perilaku. Mayety (1990) mendefinisikan kreativitas sebagai proses memunculkan sesuatu hal yang baru. berbeda. produk dan press (Supriadi. 3. Mampu memperhatikan keseluruhan aspek tari. sering digunakan. Namun pada dasarnya sebagian besar memandang kreativitas sebagai sesuatu yang baru.2. komprehensif. bahkan permainan. dan orisinal. atau membuat sesuatu yang asli oleh seseorang. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur. panggung. sejarawan. Seorang filosof. (5) sinonim dengan kecerdasan yang tinggi atau jenius. Sedangkan kreativitas sendiri menurut Supriadi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu . musik. dan upaya-upaya yang dapat dilihat dari dimensi proses maupun produk dalam mengembangkan kreativitas. semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. kemampuan tersebut yakni : a. Pembelajaran Kreativitas Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. Dengan demikian. Di antara para ahli timbul perbedaan pandangan tentang konsep kreativitas. suatu kreativitas itu memiliki fungsi untuk menyelelesaikan suatu persoalan. proses. Oleh karenanya merupakan bentuk permainan mental. dalam psikologi. juga pada hubungan kreativitas dengan kecerdasan. baik pada setiap proses maupun produknya. Mary Mayety (1990: 2). psikolog ataupun pendidik memandang kreatifitas dengan cara yang berbeda. (6) sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada hubungannya dengan belajar (7) sama arti dengan imajinasi dan fantasi. sastra. Perbedaan ini terletak pada definisi. Hurlock (tt: 2) memandang bahwa istilah kreativitas. Mampu menerjemahkan konsep kedalam bentuk tari b. kostum. 1994). (8) merupakan kemampuan mencipta (kreasi). Sebagian lainnya kata kreativitas didefinisikan sebagai suatu cara berpikir dan bertindak. dan sebagainya. Arti kreativitas secara umum adalah menekankan pada (1) pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. (3) apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. Mengkoreografi sesuai tema dan usia d. Namun istilah ini taksa atau ambigiuos karena digunakan secara bebas di kalangan orang awam. “the process of bringing something new into being”. (2) kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan. orisinil dan memiliki keunikan. titik pandang yang berbeda. (4) merupakan proses mental yang unik. atau cara baru menangani dan menghadapi masalah. memiliki gagasan orisinal. Memiliki kepekaan musik c. dan proses kreatif. Orang kreatif cenderung sebagai pencipta (creator) bukan penurut (conformer) kepada orang lain. atau menghasilkan suatu produk baru. Rhodes (1961) membedakan kreativitas ke dalam dimensi person. rias dan memanage latihan. 1985:1100).184 estetis yang cukup tinggi. pencahayaan. mesin.5. baik dalam bidang musik. dan yang paling penting mempunyai kemampuan menggarap tarian. karakteristik orang kreatif. Sebagian lain menghubungkan kreativitas dengan kompetensi spesifik (Husen and Postlewaite. dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinal.

maka produk kreatif akan dihasilkan. 19:11). di mana akan menghasilkan sesuatu yang original. Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluasan (fleksibility). menghasilkan suatu produk yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut pada orang lain (Reynold Bean. sentuhan kreativitas adalah hal yang terpenting. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. benang merah dari kreativitas sesungguhnya tidak lain dari kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur. orisinalitas dalam berpikir. oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kreativitas sebagai jantungnya tari. 1992:45). 1987). dan berguna (useful). 1994). adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. Utami Munandar juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data atau informasi atau unsur-unsur yang sudah ada. Teori tentang kecerdasan majemuk mengisyaratkan bahwa titik pusat bidang kreativitas adalah mengembangkan. Suatu produk seni umumnya merupakan hasil kreativitas apabila produk tersebut menghasilkan sesuatu yang baru. serta kemampuan untuk mengeksplorasi suatu gagasan (Munandar. informasi atau unsur-unsur yang ada (Munandar. Demikian pula dengan Reynold Bean mengungkapkan kreativitas sebagai proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya.185 yang baru. Kreativitas dalam tari seperti yang diungkapkan Alma Hawkins merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang. Sesempit apapun bayangan semasa kecil kita . sehingga ia melihat kreativitas dari sisi seniman pencipta atau seniman pelaku. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut. data atau materi yang diberikan atau sudah ada sebelumnya. Kemampuan berpikir divergen berdasarkan informasi. dan proses tidak terlepas dari individu itu sendiri. Melalui pemikiran-pemikiran orang kreatif inilah. ide atau unsur yang tersedia dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban. maka tidak terlepas dari proses bagaimana produk itu dihasilkan. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. Begitu pula kreativitas menurut Munandar. 1995:3). Namun demikian apabila berbicara produk. yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Seperti dijelaskan oleh Guilford (1965) bahwa creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people (Supriadi. berkualitas dan lebih kaya dalam mengungkapkan gagasan. keceerdasan dan pola kreatif dengan melakukan eksperimen atau percobaan dan menemukan cara baru memanfaatkan pikirannya. Hal ini dapat dilihat dari ide atau pola garap tari. produk atau ide-ide baru sebelumnya yang tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri (Murgiyanto. baik berupa gagasan maupun karya nyata. kreativitas yang dimaksud lebih menekankan kepada produk atau hasil yang baru dengan gagasan yang orisinil. Untuk menghasilkan suatu bentuk tari yang mempunyai nilai dan makna.

Untuk mengambil suatu keputusan gerak diolah dengan variasi dan suasana musik/irama. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan pemahaman tentang kreatifitas lebih mendalam dalam pembahasan ini. Ia mengisyaratkan bahwa berpikir dapat dikembangkan dengan melalui 7 pola berpikir dengan mengguankan kecerdasan diri (Gardner: 2004. ketika berpikir dalam memecahkan masalah dari idemu. Dengan banyak mencoba bertanya dan dan bertanya pada diri sendiri maupun dengan orang lain. irama dan keselarasan. Gerak Bertanya Informasi yang ada lalu bertanya.186 menggambarkan bahwa kecerdasan dan potensi kreatif dapat dikembangkan secara maksimal. kamu akan memperoleh banyak ide yang dapat dikembangkan. Kreatifitas adalah kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru. maka akan dapat segera memperoleh ide. Pada permasalah ini dipertanyakan apa yang disebut kreativitas? Kreativitas berarti ekspresi keunikan diri ke dalam tindakan nyata dan mampu menemukan solusi yang baru dan bermanfaat. Dengan mencipta atau berkreativitas maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. nada. Cari tahu. pikiran. Secara simulasi peta konsep ini dapat digambarkan sebagai berikut. . dengan mencari tahu kamu akan selalu bertanya. Musical adalah kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik. Spasial adalah kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan disain. Interpersonal adalah kemampuan memahami dengan lain. Dengan itu faktor penentu laja kecerdasan Sangay dipengaruhi oleh kemampuan mengorganisasikan kreatifitas diri. Adapun 7 tahapan berpikir dengan menggunakan kecerdasan terdiri dari aspek sebagai berikut: Verbal adalah kemampuan memanipulasi kata secara lisan dan tertulis. 23). dan perasaan mereka Personalisasi Kecerdasan ini lebih menekankan kepana perkembangan dan perubahan kreativitasnya. Pernahkan kamu membuat sesuatu yang kreatif?. Logis adalah kemampuan memanipulasi sistem berpikir secara konsep logis. Kinestetik-tubuh adalah kemampuan memenfaatkan gerakan tubuh dalam olah raga dan tari Inferansial adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri merenung serta berfilsafat.

Tari Berdasarkan Konsep Garapan 3. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya.6. dengan demikian untuk membuat gerakan menjadi sebagian gerak atau tari sangat mungkin. Tetapi hal ini dapat dilihat pada bentuk keputusan yang diambil bahwa kemungkinan gerak yang diperoleh dalam bentuk gerak murni atau maknawi. 1. bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. Proses menghargai kebebasan gerak dan memecahkan masalah melalui ide adalah wujud nyata seseorang mengembangkan pikiran kreatifnya. Tugas: Carilah beberapa ide. serta gerakan dilakukan dengan naluri kemauan untuk bergerak. . aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. Dengan demikian tergambar perangai.1 Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. Masukan penemuan-penemuan gerak yang telah kamu lakukan.6. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama.1 Olah Keterbukaan (Kebebasan Berpikir) Peningkatan dan pengambangan kreativitas tidak terbatas. sebab gerakan akan muncul variasi dan motivasi diri. 3. Faktor keterbukaan yang dimiliki seseorang dapat membentuk inspirasi dan motivasi memecahkan masalah yang dilihat merupakan unsur keterbukaan yang dibutuhkan.2 Energi Kemampuan untuk melakukan penghayatan atas ungkapan gerak dengan bersemangat.187 1. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut. kelakukan dan cermin pribadinya. Dalam kurun waktu yang telah disepakati. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang. Untuk membuat gerakan menjadi kreatif harus ada motivasi diri dan kemampuan untuk mengembangkan ide yang dimiliki. Buatlah ide ungkapan gerak menjadi bentuk tari. dari idemu selanjutnya buat kemungkinan gerak secara bebas dengan suasana yang kamu inginkan.

Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.35 Tari Topeng . 3.32 Tari Terpulout Sumber Koleksi GNP TMII Gb. 3. Beberapa contoh jenis tari yang digunakan untuk keperluan Agama. Adat. 3.34 Tari Topeng Gb. Banyak diantaranya untuk keperluan Agama.33 Tari Panggung jati Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat di lingkungannya. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat ini dapat disimak melalui gambar di bawah. 3.188 Tari Tradisional yang berkembang di manca daerah Indonesia sangat beragam dan bervariasi tumbuh berkembangnya dalam aktivitas kehidupan masyarakat pendukungnya.31 dan 3. Adat.

35 konsep tradisi pengembangan. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya.36 Topeng (Nirin Kumpul) Ketiga gambar di halaman ini menunjukkan tari topeng yang digarap dalam konteks konsep koreografi yang berbeda. 3. Tari Primitif Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur.189 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Gb.1. 3.34 -3. dan Gb.37 Tari Perang .6.36 konsep Teater Topeng. 3. Beberapa jenis tari ini antara lain adalah tari Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3. 3.1.

dan variasi gerak menjadi ciri perubahan semakin majunya tari Rakyat Sumber Koleksi GNP TMII Jkt 3. 3.38 Tari Gejolak Gb. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya 3.1. 3. dan iringan menjadi lebih dominan. Tari Karambik dll. Tari Terang Bulan. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Tononiha. Tari Basiram Tari Bulang Jagar.40 Tari Jipeng Rebana . gerak. Tari Manduda. Tari Baina. Pengembangan kostum. Tari Tari Barampek. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang.6. Tari Andungandung. Tari Kain.37 terdapat simbol atau ciri yang nampak pada tari primitif. 3. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Kapri. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tari Angguk.40) adalah Tari yang dikoreografi dan diangkat dari konsep tari kerakyatan. Tari Rakyat Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang ingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan. Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum. Tari Pisu Suri.39 Tari Tano Doang Ketiga tari di atas (Gb.38 – 3. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.2. Tari Cikecur. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Buyut Managan Sihala.190 Perhatikan gambar 3. Tari Baluse. Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan. Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu.

Tari Cincang Nangka. Tari Kederen.191 Pada uraian selanjutnya akan dibahas beberapa contoh jenis taritarian nusantara yang ada di Indonesia di mana keterbatasan data dapat dicontohkan sebagai berikut di bawah ini. Tari Bines. Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Lanieu. 3. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Sumber Majalah Myung Hui Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Labehati.41 Tari Saudati Gb. Tari Cuwek.43 Turun Kauih Aunen . Bungong Sie Yung-yung.. Tari Anyung. Tari Landak Sampot. Tari dll. Tari Dampeng.Tari Bak Saman. Tari Ranu Labuhan. Tari Asuk. 3.42 Tari Saman Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Apeut. 3. Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal.

tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin). 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. tari Burung Putih. Ttari Badaek. Tari Payung.46) adalah jenis tari tradisional dari Sumatra Barat yang dikoreografi sesuai perkembangan konsep koreografi pada masa kini. Tari Badalung. Tari Karambik adalah tari klasik tradisional Sumbar.45 Rampak di nan Jombang Sumber Koleksi Anj.46 Payung Tarian di halaman ini (Gb.44 – 3.192 Sumatera Barat. 3. Tari Ampun Mende. Bebe. 3. tari Melimbang.Ttari Dana dan Tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). Tari Bedug dll. Tari Kain. Tari Piring.Tari Temu.Tari Andun.TMII Jkt Gb. Tari Rambai dan Tari Lilin. Tari Bayang Sangik.44 dan Gb. . Sumatera Selatan: tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). tari Tabur.

3.47 Barabah (UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Seni Tari UNJ Gb.193 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3.48 Krana (UNJ) .

Kerajaan Mataram Kuno. dan Kerajaan Klungkung di Bali.49 Pendet (Bali) Gb. Kasepuhan Cirebon. 3.50 Kresno-Baladewa Sumber Koleksi Kusnadi Gb. kerajaan bone. Surakarta.1. 3. Tari Klasik Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang atelah ada di Indonesia.194 3. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di Indonesia khususnya di yogyakarta. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi DepBud Par Gb.6. 3.51 Tari Topeng Bali .3.

Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek. 3.54 Gambyong(UNJ) 3.53 Pakarena(UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. wira pertiwi. Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong.52 merak Subal(UNJ) Gb.6. persembahan. Tari jenis ini tari pembaruan. Tari Nontradisional Tari Nontradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional. 3.3.195 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari Gb.2. Karya Wiwik . Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi.

38-39 Gb. 3. 58 Bratasena www.com 2. 3.dance_@ Yahoo. 3.dance_@ Yahoo.com Gb. 59 Cinta Bunda . tari karya Abdul rochem tari Gitek balen.dance_@ Yahoo.196 Widyastuti tari cantik.38-39 Gb.com www.56 Qulinte www.com 2. tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll. 3.38-39 www.55 Sequence Gb.com 2.dance_@ Yahoo. www.dance_@ Yahoo.57 Tari Flash Time Gb. 3.

7. Tayub. Kuda Lumping. Sablang sebagai sara untuk panen akbar atau petik padi.dance_@ Yahoo. . Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat 3.1 Tari Adat Tari Adat adalah berhubungan pernyataan maksud masyarakat kaitannya dengan peri kehidupan sosial sehari-hari dari masyarakatnya. 3. Beberapa contoh Tari Upacara Adat adalah Bedhoyo 5 dan Bedhoyo Ketawang 9 (penobatan Raja sesuhunan dalem).com 2. dan Gatutkoco Gandrung(Adat Perkawinan). Tari Sekapur Sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari Rangguk (Jambi) tari untuk persembahan kepada tamu biasa. 3. Raupe Soran merupakan tari yang digunakan dalam upacara jelang mengikat perkawinan. Tari jenis ini lebih dominan untuk mendekatkan pada bentuk upacara yang sakral. Ke 2 tarian tersebut merupakan tari yang lazim dan banyak terdapat di daerah lain pada kapasitas penyambutan tamu saja.1. Karonsih. Ngalage.7.38-39 Gb. 60 Squestrall (Internet) 3.7. Tari Upacara Tari jenis ini perbedaannya ditentukan berdasarkan pada kebutuhan spirit manusia pendukungnya. Konsekuensi logis yang diyakini meniadakan akibat yang bakal dilakukan.197 www. Peran yang ada lebih diarahkan untuk pernyataan maksud dari masyarakat yang bersangkutan.1. Gambyong. Tari upacara adat terkait dengan banyak macam motif adat yang disakraklan pada penyelenggaraan tertentu dan dalam momen tertentu pula. Tari jenis ini juga digunakan untuk prosesi lamaran penang menantu. Jatilan (seni tontonan rakyat).

tari Kain.3. tari Sekapur Sirih. 3. Ayunan Tangan. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Posisi geografis sangat menguntungkan. Tari Keris. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian .198 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 63 Tabot Lampung memiliki budaya batas.62 Rangguk Bengkulu: tari Massal Andun. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). tari Karan merupakan tari hiburan Bengkulu selatan ditarikan remaja putri. tari Massal Kijjai. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. 3.. Tari Kikuk. tari Bidadari. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung.61 Sekapur Sirih Gb. tari Gandai. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget.

Tari Capang. Tari Kandagan.dance@yahoo. Tari Merak. Tari Kembang Puray. Tari Keurseus. Tari Candra dewi. Tari Topeng. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Ketuk Tilu. Tari Doger. 64 Ngelajau Gb. Tari Dewi. 3.199 pria sebagai ungkapan selamat datang. tari Batin. tari Melinting.66 Tari Merak . Tari Longser. tari Lepas. 3. Sumber www. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan property cemeti. Tari Bebe. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. .com 3. Tari Keris. 65 Agon Yamuniku Jawa Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Tari Arus.

3. Tari Topeng Gong. 69 Topeng Gb. Tari Ronggeng. Tari Ngarojeng. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng.200 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ 3. serta Topeng Angga. Tari Blenggo.67 Bodoran 3. Di Bawah ini Tari Topeng Gong dalam 2 bentuk yakni Kreasi Baru dan Pertunjukan Topeng serta Garapan Kreasi Baru. Tari Gong. 71 TeaterTopeng Gb. 72 Nyi Kembang .68 Tari Merak Jakarta. topeng Cantik. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. 70 TeaterTopeng Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Tayub (Nayub). 3. 3. 3.

201 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Panji.75 Tari Trunajaya Gb. 3. Tari Karonsih. . tari Bondan. Tari Srimpi 9. Tari Bondoyudo.74 Tari Bahauran Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadit Gb. Tari Lawung. Tari Kridohumangsah. Tari Surenglaga. 3. Tari Retnosari. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Menak Koncar. 3. Tari Saptoretno. Tari Anoman Kataksini. Tari Bondoboyo. tari Rantoyo.73 Tari Tebal Gempita Gb. 3. Koleksi Kusnadi (2.40-41) dan Internet Jawa Tengah: Tari Srimpi 5.76 Tari Topeng Tari Topeng dan Trunajaya (Bali) tari klasik garapan tari berorientasi dari keraton. tari Golek.

tari Srimpi. 3. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok.79 Gambyong Yogyakarta: tari Bedhoyo. . Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. tari Golek Lima.202 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. Pergelaran di Pendopo. 3.78 Dolalak Gb.77 Gumyak Banyumasan ( Pribadi ) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Jurusan tari UNJ Gb. 3. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. Tari dll. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan).

81 Klono Topeng Kedua karakter tari ini adalah gagahan.80 Tari Gagahan Gb. Gaya tari Yogya lebih menekankan pada angkatan kaki berciri lurus untuk perpindahan tempat dengan cara merendahkan kaki tumpuan. Tari Embatembat. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3.82 Mbya (gaya tari Madura) . Jawa Timur memiliki beberapa khasanah tari seperti Tari Ngremo.203 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Topeng (Madura). berperan seperti Tledek atau Ledek. 3. tari Bapong. tari Jejer. pertunjukan secara berkeliling. Tari Emprak (tari putra/putri berpakaian wanita. 3. Tari Atandak.

Pada tari-tarian Bali unsurekspresi mata (sledet dan panajam). 3. 3. Tari Bali merupakan tari tradisional yang didominasi tarian ekspresif. 84 di Mal dan 3. Hanya pada jenis tarian upacara saja yang membutuhkan penghayatan tari berdasarkan situasi fungsi tari dipergelarkan. 3. 3. penghayatan topeng denga penyesuasian karakternya.dance@yahoo. Gb.204 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.84 Tari Ngremo Sumber www.com Gb. serta kebutuhan untuk upacara adat sangat bergantung situasi tari dipergelarkan.83 Tari Warok Gb. Pernyataan .85 Ngremo Kedua gambar tari Ngremo di atas menunjukkan perbedaan konsep koreografinya.85 di Proscenium Stage Tari Bali merupakan jenis tari tradisional yang paling ekspresif pada sebagaian banyak jenis tariannya. Tari-tarian Bali merupakan cermin masyarakat Bali yang dinamis.

2. 86 Topeng Rangde (BudPar) Gb. 2.89 Trunajaya (Kusnadi) .88 Oleg Tabulilingan(UNJ) Gb. 3. Hal ini di alami oleh masyarakat Bali.205 kehendak dan karakter musik dan tarinya mencerminkan dinamisasi jaman yang terus menerus berkembang. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 87 Manukrawa (BudPar) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 3.

3. Tari Lenda Nusa Malole. Tari Kabana.90 Abike Anuku ( GNP TMII ) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Carana. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Deda Lolon. Tari Dalata. Tari Bial Tojong. Tari Cilo. Tari Dadara Nesek.206 Nusa Tenggara Timur memiliki khasanah tari yang antara lain seperti di bawah ini.91 Abike Anuku ( GNP TMII ) Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang antara lain terdiri dari Tari Udeg. Tari Ana Keka. Tari Katubu. Tari Angin Alus. 3. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. . Tari Padoa. Tari Dio doe. Tari Kanja. Tari Gandrung. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Likurai. Tari Bidu. Tari Ayam Karata. Tari Lenggo. Tari Elilola. Tari Nuri. Tari Soka Papak. Tari Danding.

Tari Maengket. Tari Banggai. tari Ana Tete.93 A dan 3.94. tari Kebesaran. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. Tari Anitu. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. B Pamilau Sulawesi Tengah: Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. Tari Kartili tarian hiburan rakyat Sulut. dilakukan kelompok gadis. Tari Arum Piju. Tari Pemontes.207 Sumber Koleksi Pribadi Gb.92 Katubu ( Anjungan TMII ) Sulawesi Utara: tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. tari Maka Anding. . tari Ando-ando. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan.3. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. Tari Peule Cindi. tari Turutenden. kitanan. 3. serta penobatan putri masa akil balig.

Tari Luminda dll. tari Assay. Tari Basalonde. 3. Tari Mak Jekne-jekne.95 Assay (Pemda Sulteng) Sulawesi Tenggara: tari Lense (menceritakan kehidupan laut). 3. tari Mombesara. tari Dinggu. Tari Mak Randing. tari Lumunse. Tari Manganeng. Tari Mangandak. 3. Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Moana. Tari Malemmo. Lanunse ( GNP TMII ) Tari dari Sulawesi Selatan terdiri dari Tari Losa-losa. Tari Marrelau Pammase Dewata. Tari Salonde.Tari Moleba. Tari Mappacci. Tari Dopalak. Tari Dero. Tari Motaro dll.96 Lanunse ( GNP TMII ) Gb. Tari Modelusi. Tari Kancara.97. dll . Tari Morengku. Tari Kandai Patangaya. Tari Maklatu Kopi. Tari Modero. Tari Morasa.208 Tari Ei-Ei. Tari Maluyya. Tari Mak Bandong. Tari Lumanse. Tari Moese. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. Tari Katumbu. Tari Langko. Tari Mangayo. tari Linda. tari Mangaro. Tari Makrencong-rencong. gadis akil balig harus menarikan tari ini.

101 Jipeng Rebana Kalimantan Selatan: tari Tirik Lalan. Tari Bogam. tari Hudok.99 Pakarena UNJ Kalimantan Timur: tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit. Tari Belaong. Baksa (Ajaran.209 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.Tumbak).TariBogam. oleh 4 wanita. 3. 1 orang lelaki(pawang). 3. tari Japin Sigan. tari Gandut.100 Perang (TMII) Gb. Tameng. 3. 3. Tari Bejo Ujo.98 Pakarena (Mujiati) Gb. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Bekuku. Tari Gantar. Tari Mantang. Tari Datun dll. Ditarikan pada masa paceklik. tari Topeng Panji.Tari Anggo. Tari Belahong. Tari Burung Enggang. . Balian Bukit. tari Perang.

102 Perang (TMII) Kalimantan Tengah: tari Giring-giring. Tari Karaenta. 3. tari Kinyah Bawi. Tari Badeder.210 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. tari Kinyah Pampulu. tari Boleong Dadah. Tari Tambung. Tari Kanjan. Tari Kinyah DanumK Kalimantan Barat: tari Capin Tari J Sumber Koleksi Anj. 3. tari Mandau Talawang dan Kapuas.103 Giring-giring(TMII) . Tari Bahala. Tari Bukung. TMII Jakarta Gb. Tari Balian Bawo. tari Manjuluk Sipa. Tari Banggai. Tari Kangkurung.

tari Lenso. Tari Det Pok Mbui. Tari Denge-denge. Tari Dendang Dilale. tari Mutiara. Tari Etol. Tari Aya Nende.211 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Dodobol.. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.105 Tuan Pamekik Gb. 3. Tari Mabileose. Tari Aluyen. Tari Dow Mamun.104 Giring-giring (UNJ) Maluku: tari Caka Lele. Irian Jaya/: tari Yospan. Tari Due.106 Tari Bambu Gila Kedua gambar ini menunjukan konsep garapan tari upacara berupa pengukuhan kepala adat. Tari Aniri. Tari Maru Putih. tari Wor. Tari . tari Dombe. 3.

Tari Agama Tari upacara Agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus. Tari Meto. apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya.3. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayatan keagamanan dimana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam . Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb.107 Mbui Dong Po Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.212 Kampu.7. Tari Meitoro Meisawe. Tari Mooni dll.Tari Mbis Pok Mbui. Tari Ndi. 3.2.108 Ndaitita 3.1.

Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. . Rejang. tari Kipas Perentah. Rangde. Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. dan penghayatan persembahan secara total. Keris. Tari yang ada antara lain meliputi tari Pendet. mengkultuskan. tari Kepak Balam dll. tari Gunjing. tari Mandi Taman. Di sisi lain.3. Gabor. . Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. tari Kelit Lang. 3. maka tari ini berbentuk tari sosial. Tari Kain. 3. tari Depan Tulang Belut. Di bali banyak tari jenis keagamaan digunakan sebagai pernyataan maksudnya. 111 Sekapur Sirih (UNJ) Daerah Jambi memiliki tari tradisional Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi. tari Sauh. 110 Kecak Gb.213 dan bersifat memuja. Ngaben untuk acara kematian. Tari tersebut banyak digunakan untuk penyambutan tamu terhormat. 109 Tuan Pamekik Gb. Pasraman. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama.

Tari Balet www. 3.8. mengingat tari ini sudah banyak dikenal kalangan.112 Sekapur Sirih Gb. 115 sequence . 3. Tari Berdasarkan orientasi Artistik Tari berdasarkan orientasi artistik lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar.1.dance_@ Yahoo. Tari-tarian tersebut telah diuraikan pada penjelasaan terdahulu. tari-tarian lain terdiri dari jenis tari-tarian sebagai berikut: 3. istana.dance_@ Yahoo. 3.8. 3.com Gb.113 Rangguk Dalam rangka pengembangan asset tari untuk kalangan tertentu tari ini dapat dikemas untuk konsumsi pariwisata. dan primitif. Hal ini dapat dilakukan apabila sepakat untuk tidak meninggalkan akar budaya tradisi budaya tari ini. 114Time Load www. Tarian jenis ini menjadi milik rakyat. 3.com Gb. Selanjuynya.214 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

117 All Fine Gb. 118 Time Load Perhatikan ketiga gambar di atas menunjukan tari Balet asal Amerika (Ketiga piñata tari dari Amerika).215 www. 3. 3.com Gb. 3.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo. Sumber: Buku Modern Dance William Dowoo .com www.dance_@ Yahoo. 116 Squarel www.com Gb.

dan komunikasi. Salah satu cabang kesenian dalam pembahasan di sini adalah seni tari. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia. Dengan demikian tari dalam rangka memenuhi kebutuhan idividu dan sosial merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya.216 3. Kebutuhan yang erat hubungannya dengan pemenuhan sentuhan estetis adalah melalui kegiatan berkesenian. dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak. pernyataan maksud. Fungsi Tari Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memebuhi kebutuhan hidupnya. secara umum dapat digarisbawahi bahwa fungsi tari dapat bertujuan sebagai . Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. Oleh karena itu. Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu. sarana komunikasi. Dalam kaitan dengan itu.119 Ebegan 3. tari dapat berperan sebagai pemujaan. Musical Dance Jenis tari ini terdiri dari tarian yang dipentaskan secara kolosal.8. sosial.2. 3.9. Dengan demikian tari apat sekaligus menjadi kendaraan mengekspresikan keinginan. dan tujuan tertentu yang mendatangkan kepentingan sosial secara total. Biasanya merupakan bentuk pertunjukan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya.

kesuburan. dan perwujudan kehendak yang diungkapkan sehubungan dengan ekspresi kebutuhan yang mendesak pada diri manusia. Secara garis besar Soedarsono mengelompokan fungsi seni tari ke dalam seni pertunjukan dapat dikelompokan menjadi tiga sebagai berikut: 3. sebagai sarana untuk persembahan. perkawinan.9. Tari sebagai sarana Upacara Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini. adat di suatu daerah sebagai berikut: Asal Keagamaan daerah Bali No 1 Tarian Pendet Rejang Keris Pasraman Gabor Ngaben Ndi Mbis Ura Nelayan Adat Kehidupan Kematian Irian jaya Cuaca buruk Cuaca buruk 2 . 2. Tari-tarian ini memiliki ciri-ciri adalah sebagai berikut: 1. sarana komunikasi. keagamaan. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. dan adat. Seperti panen atau potong padi sebagai ungkapan terima kasih berkaitan dengan peristiwa kelahiran. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral. Setiap upacara selalu dilengkapi dengan tari-tarian. Di bawah ini beberapa contoh tari-tarian yang difungsikan dalam berbagai upacara agama.1. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang. 3. bunyi-bunyian guna menambah kesakralan dan menghadirkan daya magis. dalam peristiwa penting kehidupan yang diikuti dengan sesaji. Tari sebagai sarana upacara ritual harus diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji pada situasi atau tempat tertentu pula.217 pemujaan. persembahan. di mana berfungsi sebagai ritual.

2 Hubungan tari dengan aktivitas manusia .218 Raupe Saran 3 4 Tor-tor Gandal Sapu Buluh Gita Wani Walone Pagellu Mapaliang Ngalage Tayub Sablang Sumut Maluku Kelahiran Kelahiran Sulsel Kematian Jabar Jatim Panen Panen Panen Kelahiran Perkawinan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Akil Balik Penobatan Penobatan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Bersih Desa Bersih desa Penobatan Pinangan Berburu 5 6 7 8 Hola Ana NTT Dodoka Doo Lego-lego Ledo/Tawu Prisen NTB 10 11 Bedhoyo 5 Jateng dan 9 Bedhoyo Ketawang Gambyong Karonsih Gatutkoco Gandrung Kuda Lumping Jatilan Bedhoyo semang DIY 12 Tabel 3.

Sumber Majalah Myung Hui www. Tari Rangde. 3. tari Bebodoran.219 Tugas untuk kamu. 3. 3.122 Baris .2. tari Gembira.121 Squarel Sumber Jurusan tari UNJ Gb. atau bahkan untuk memenuhi kepentingan publik dalam rangka hiburan saja. Tari Sebagai Sarana Hiburan Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton. tari Perang. 3.9. tari Kecak.com Gb. dalam penyajian terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan. Oleh sebab itu. coba masukan ke golongan mana tari-tarian ini dikelompokan. Hal ini berhubungan dengan tari untuk memenuhi konsumsi publik saja. Tari-tarian tersebut adalah tari Penyambutan.120 Hung Myung Gb.dance_@ Yahoo. amal.

124 Fatamorgana (Interbet) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 3.dance_@ Yahoo.38-39 Gb.125 Manuk Rawa (Jurusan Tari UNJ) .com 2. 3.com 2.123 Cinta Bunda (Koleksi Farida Faisol) www.dance_@ Yahoo.3.220 www.38-39 Gb.

penilaian. mencipta. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan. Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional. tulis. Coba analisis. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman. Gerak maknawai Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya . PRODUKSI TARI Pada tahap produksi peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan. fungsi. Gerak Murni Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah.221 3. Amati seluruh penyajian. Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak. analisis. menginterpretasikan. seni tari. estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor). Gagasan Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. pengertian. Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih. tingkat persepsi pengetahuan. bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu. Tentukan tema yang kamu pilih. Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun. apresiasi sampai keutuhan produksi. merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : a. coba jelaskan latar belakang.10. mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat. b. tujuan. sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. dan diskusi.

222 c. 1. Gerak simetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri. Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi. . namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir. diolah dan digarap. Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber. baik ruang maupun desainnya.11. 2. bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. d. Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol. dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). Kekhasan tersebut dapat dilihat dari : 3. Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. Dasar pijakan Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan. Gerak asimetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. tumbuh. baik ruang maupun desainnnya. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya.

bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh).kepala (mengangkat dagu) . pohon bergoyang. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak). dsb) Tema logika matematika. Tema kehidupan sehari-hari. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. dsb. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. kentongan. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) . mata pencaharian (nelayan. pertanian. topeng. seperti bermain peran.6. Tema lingkungan dan alam sekitar. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. d.kaki (berjinjit). jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis).223 Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari Gambar 3. air yang mengalir di sungai. Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karyakarya tari di nusantara dapat diangkat : a. seperti bermain tali/pita. Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong). Tema dengan menggunakan properti.12. payung. berkaitan dengan perburuan. b. seperti gerak-gerak angin bertiup. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. tempurung. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin".tangan (mengepal) . di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. dsb. c. .

. Olah tubuh 2. Garapan 6.. Kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai . Gerak . Sebuah tarian yang memiliki gerakan bermakna pesan. Bahasa verbal 3. Produksi b. Gerak yang ritmis... Bahasa plastis d. Pantomim c..224 TES FORMATIF BAB III Pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Gagasan d. Musik d. Tari b. Komposisi d.. Gerakan ragawi c.. a.. Tari klasik c. Tari Cokek (Betawi) adalah termasuk golongan tari . Gerak d. Gerakan maknawi b. Kostum b. Tari adat b. Tari tradisi d. dalam istilah tari disebut. a.. selaras dengan bunyi musik . Bahasa kinestetik c... Koreografi c. Ekspresi 4. Tata rias c. Esensi keindahan dalam tari dapat dilihat pada.. a.. a. a. Gerakan tari dapat diistilah sebagai bahasa ... Bahasa visual b. a... Tari garapan 5..

wiraga adalah istilah . tata rias. wirama. pola penyajian. a.. Sledet b. Trisik d. seni tari non tradisional. PERTANYAAN 1.. buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional. stage.. Unsur-unsur tari c... Nandak c. Ciri khas gerak mata tari Bali yang ekspresif diistilahkan dengan.. a. Bagaimana pendapat kamu tentang seni. .. a. pola lantai. Nandak c. Trisik c. ide. Sledet b. jumlah penari? 2. Komposisi tari 9. Gerakan tangan pada gerak dasar tari India disebut. Wirasa. Gerak tari berlari-lari kecil dalam tarian Jawa diistilahkan dengan.. Diskusikan dengan teman. uraikan dan analisis latar belakang.. Ngigel 10. Penjiwaan tari d. Goyang plastik 8. Nguyi b. Trisik d.. Amati gerak dan pendukung lainnya. Ngigel II.225 7. Klieu d. a. musik. tema. Kemampuan tari b..

Seni Teater Mengapresiasikan Karya Seni Teater Bab 4 APRESIASI Pengertian Teater Latihan Akting Istilah Dalam Teater Unsur-unsur Lakon Teater Unsur-unsur Pementasan Pembuatan Naskah .

EKSPRESI Mempersiapkan Pementasan Drama .

Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. bukan hanya berupa nyanyian. Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif) di panggung. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. 4. Bukti tertulis pengungkapan bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM. pertumbuhan dan kematian) juga hiburan. kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan. Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. siklus hidup (kelahiran. Percakapan dan gerak-gerik itu memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah. penonton dapat langsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan. lambat laun upacara keagamaan ini berkembang. tingkat-tingkat hidup. puji-pujian. Dengan demikian. sedangkan istilah drama merujuk pada pertunjukannya. Sejarah Teater Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti gerak. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita. selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan.1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Hal ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani. melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan lantang. namun kini kecenderungan orang untuk menyebut pertunjukan drama dengan istilah teater. Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka agama.228 BAB IV SENI TEATER 4. .

gerak bunyi dan gerak rupa) • Suara sebagai unsur penunjang (kata.229 4. dekorasi. fiksi dan narasi) Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang utuh antara manusia sebagai unsur utamanya dengan unsur –unsur penunjang dan penjalinnya. akrobat. bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. reog. didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik. dengan media : percakapan. debus. sulap. efek dan musik) • Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya. lenong.gerak dan laku dengan atau tanpa dekor. dialog. . Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak. band dan sebagainya. Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan perpaduan segala macam pernyataan seni. arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas. disaksikan oleh orang banyak. rias dan kostum) • Lakon sebagai unsur penjalin (cerita. Unsur-unsur teater menurut urutannya : • Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor) • Gerak sebagai unsur penunjang (gerak tubuh. misalnya wayang golek. nyanyian dan tarian. suara.2 Pengertian Teater arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang banyak. non cerita. ucapan pemeran) • Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda.gerak suara.

Contoh : lenong. grak.improvisasi.Pribadi ( Foto istimewa) Gambar 4. Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4. Karya : Saini KM.1 Pertunjukan Teater sanggar KITA Bandung.230 Sumber :Dok. bunyi/musik dan cerita atau lakon 4. Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan pedesaan .2 Pertunjukan teater rakyat tradisional Ludruk yang hidup dan berkembang di daerah Jawa timur . bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh kaidah-kaidah pertunjukan yang kaku. Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya : a. rupa. sifat nya spontan.1. ludruk. Sutradara : Yoyo C Durachman. suara. ketoprak dll.2. Merupakan salah satu pertunjukan tater yang menggunakan semua unsur teater misalnya tubuh. Judul : Orang Baru.

4 Pertunjukan komedi antar pulau dengan lakon ”cinta robot” ini merupakan salah satu pertunjukan teater masyarakat urban dimana pertunjukannya menampilkan permasalahan masyarakat urban dengan budaya yang heterogen(beragam) sesuai dengan asal masyarakat pendukungnya. Contoh : teater Wayang Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4.3 Pertunjukan Wayang Golek. teater jenis ini lahir dari kebutuhan yang timbul dengan tumbuhnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan sebagai produk dari kebutuhan baru . Pertunjukan dilaksanakan hanya untuk lingkungan terbatas dengan tingkat artistik sangat tinggi. Teater ini Masih membawa idiom bentuk rakyat dan keraton . Teater kontemporer. dalam dirinya terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang . yang merupakan bentuk teater yang berasal dari keraton c.yaitu teater yang menampilkan peranan manusia bukan sebagai tipe melainkan sebagai individu . Teater Urban atau kota-kota. Pribadi (foto Istimewa) Gambar : 4. Teater Keraton yaitu Teater yang lahir dan berkembang dilingkungan keraton dan kaum bangsawan.231 b. Sumber : Dok. d. sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia. yang merupakan salah satu kesenian masyarakat Jawa Barat.cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang dekat dengan dewadewa .

sebagai ucapan terima kasih maka dilaksanakan upacara panen. Menjemput roh-roh pelindung untuk hadir ditempat terselenggaranya pertunjukan 3. Memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat. .2 Fungsi – Fungsi Teater Rakyat Fungsi – Fungsi Teater Rakyat : 1. Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara khusus untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur. Teater rakyat adalah teater yang hidup dan berkembang dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan rakyat. 4. eksperimen berbagai bentuk teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini. Pendukung teater ini masih sedikit yaitu orang-orang yang menggeluti teater secara serius mengabdikan hidupnya pada teater dengan melakukan pencarian. Kegiatan ini masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari unsur-unsur ritual kesuburan. Juga ketika panen. tata cara yang unik dan menarik.232 tanpa batas.2. naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu ditandai dengan peristiwa-peristiwa teater dengan penampilan berupa tarian.nyanyian maupun cerita. Juga peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang (kelahiran. dengan acara. Pribadi ( Foto Istimewa) Gambar 4. siklus kehidupan maupun hiburan. Sumber : Dok. Pemanggil kekuatan gaib 2.5 Pertunjukan Teater Kontemporer yang menggunakan bahasa ungkap ekspresi gerak dengan judul ”Pramuwisma stories”. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun. khitanan. berkah dan terjaga dari berbagai gangguan.

6. Pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. Unsur lawakan selalu muncul 4. merupakan salah satu contoh teater rakyat yang masih hidup dikalangan masyarakat Bali. mitologi atau kehidupan sehari-hari. Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . 2. 5. 6. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton) Sumber : Video Teater PSN (foto : Istimewa) Gambar 4. dongeng. 7. 7. Penyajian dengan dialog. sebagai media hiburan. Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang. Nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus yaitu tertawa dan menangis. Peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya. tarian dan nyanyian 3.6 Pertunjukan teater arja di Bali. Ciri-ciri umum teater rakyat diantaranya : 1. Mempergunakan bahasa daerah.233 4. 8. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain. Teater berfungsi sebagai salah satu upacara keagamaan . Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah. 5.

STB.234 4.indah. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. seorang aktor harus menguasai olah tubuh. Dalam pertunjukan ini kekuatan pemeranan dari masing masing aktor sangat ditonjolkan untuk menampilkan daya tarik pertunjukan secara keseluruhan. menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan. punya kekuatan atau tidak berkarakter. Virtuositas adalah kekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan.seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran.7 Pertunjukan “Kekawen Kawin” karya Nikolai Gogol.kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan. . fantasi. dan harus mempunyai daya konsentrasi. pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Pribadi (foto :Hermana HMT) Gambar 4. Seperti dikatakan oleh stanislavsky. tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penonton bertahan tidaknya ditempat duduknya. Sehingga ketika sorang aktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah. vokal. imajinasi. menarik . Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit . Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater. psikis dan sosial. wawasan.3 Seni Peran Sumber : Dok. sehingga menimbulkan rasa empati dan simpati bagi yang melihatnya. observasi serta mempunyai kecerdasan. Pemahaman mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik. Sutradara Yusep Muldiyana. bagus .

Pencapaian seorang aktor dalam mewujudkan sosok peran sesuai karakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan. raut muka. ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya. kurus gemuk. jabatan. tinggi/pendek. suka senyum/ cemberut dan sebagainya.8 Pertunjukan Teater “Pelajaran” Karya Ionesco Sutradara : Deden Rengga Dalam pertunjukan ini semua pemain harus menguasai tehnik akting yang memadai untuk mewujudkan peran yang sesuai dengan tuntutan naskah. agama. . kelas sosial. Sumber : Dok. temperamen. pekerjaan. keadaan emosi dan sebagainya. mentalitas. Keadaan psikis meliputi .suku bangsa. profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula. aktor harus menghayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secara sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri.Pribadi (Foto Bedeng Siregar) Gambar 4.235 Keadaan fisik meliputi . umur. Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kepopuleran.standar moral.Keadaan sosiologis meliputi . kegemaran. jenis kelamin. kompleks psikologis yang dialami. ideologi dan sebagainya. ras.ambisi. sutradara. watak. keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang. kesukaan.cirri khas yang menonjol.cirri-ciri tubuh. kemasyuran . Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil . WS. lingkungan dan penulis. cacat jasmaniah. Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang. jika yang dijadikan sumber gaya adalah actor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton .

rasa dan karsanya pada dunia lain itu.seni lukis) dan latihan sukma (melatihan kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi). Meskipun lakon berjalan. Sumber : Dok Pribadi (foto : Hermana HMT) Gambar 4. yaitu peran yang dibawakan . Pelajaran pertama : Konsentrasi Pemusatan pikiran merupakan latihan yang penting dalam akting. juga jika saat itu tidak kebagian dialog atau gerakan .236 4. puisi. Sutradara Yusef Muldiyana.kesiapan batin untuk mengikuti jalannya cerita sampai berakhir.4 Akting Ajaran akting menurut Boleslavsky dalam buku Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor : 1. juga berarti aktor mengalami dunia yang lain dengan memusatkan segenap cita. Konsentrasi merupakan salah satu latihan penting dalam mewujudkan sebuah peran contoh pad adegan diatas seorang pemain sedang berkonsentrasi pada peran. Jadi tidak boleh perhatiannya goyah pada dirinya sendiri dan pada penonton. Latihan konsentrasi dapat dilakukan melalui fisik (seperti yoga). konsentrasi bertujuan aagar actor dapat mengubah diri menjadi orang lain . konsentrasi aktor tidak boleh mengendor.9 Adegan Pertunjukan “ Kekawen Kawin” Karya Nikolai Gogol. dialog dirinya dan dialog lawan mainnya. . memerlukan konsentrasi. latihan intelek atau kebudayaan(misalnya menghayati musik. STB.

dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa. Pembangunan watak itu didahului dengan menelaah struktur fisik. 3. tetapi sebagai pemeran. The transfer of emotion merupakan cara efektif untuk menghayati suasana emosi peran secara hidup wajar dan nyata. atau sebaliknya watak peran itu telah merasuk kedalam diri sang aktor. Banyak peristiwa yang menggoncangkan emosi secara keras dan hanya aktor yang pernah mengalami goncangan serupa dapat menampilkan emosi serupa kepada penonton dengan takaran yang tidak berlebihan. dan pemanfaatan seting pendukung (misal membanting). Pelajaran kedua : Ingatan Emosi. kemudian mengidentifikasiannya dan menghidupkan watak itu seperti halnya wataknya sendiri. untuk itu memang diperlukan penghayatan terhadap tokoh itu secara mendalam sehingga dapat diadakan adaptasi 4. Aktor harus selalu mengingat apa tema pokok dari lakon itu dan dari perannya. Pelajaran ketiga : Laku Dramatik Tugas utama aktor menghidupkan atau memperagakan karakter tokoh yang diperankannya. maka kadar kesedihan itu takatannya tidak akan berlebihan. sehingga tidak terjadi over acting. .237 2. Dalam proses terakhir itu diri aktor telah luluh dalam watak peran yang dibawakannya. Jika pelaku harus bersedih . dan menghidupkan aspek dramatisasi melalui ekspresi atau mimik wajah melalui dialog. Pelajaran keempat : Pembangunan watak Setelah menyadari perannya dan titik sasaran untuk peranannya itu aktor harus membangun wataknya sehingga sesuai dengan tuntutan lakon. untuk menuju garis dan titik sasaran yang tepat dengan begitu ia dapat melatih berlaku dramatik Artinya bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri.

sehingga tidak membosankan. agar titik sasaran dapat dicapai . I. Dengan pembangunan watak hal ini dapat terwujud 5. Sutradara : Deden Rengga. laku dramatik dan pembangunan watak sulit dilakukan secara personal.10 Adegan Pertunjukan “Lawan Catur “ Karya Kenneth Arthur. hal-hal yang sehari-hari perlu diproyeksikan karena suara diharapkan dapat sampai pada penonton di deretan tempat duduk paling belakang. Siswa perlu dilatih mengucapkan vocal a. u. 6. tetapi toh dialog yang diucapkannya tidak merangsang . o dengan mulut terbuka penuh. psikis dan sosial yang sesuai . 7.238 Sumber : Dok Pribadi (foto : Bedeng Siregar) Gambar 4. agar alur dramatik dapat mencapai puncak dan penyelesaian. Mungkin dalam percakapan sehari-hari ini tidak perlu. akan tetapi di pentas. Pemain yang baik adalah pemain yang kalu sudah diatas panggung tidak tampak lagi pribadinya. Suara dan Cakapan Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan nada yang sesuai. maka perlu diadakan observasi untuk tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan. akting seorang aktor juga harus diatur iramanya. karena keduanya sangat menentukan suksesnya pementasan. perlu mengadakan observasi terhadap pengemis dengan ciri fisik. Ada kalanya seorang pemain mampu mengucapkan kata dengan jelas atau “las-lasan”. Pelajaran Kelima : Observasi Jika ingatan emosi. dia sudah berubah menjadi sosok yang lain. Pelajaran Keenam : Irama Semua kesenian membutuhkan irama. Irama permainan ditentukan oleh konflik yang terjadi dalam setiap adegan. Irama juga memberikan variasi adegan. e. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik .

kekaguman. maka persoalannya pada apa yang lazim disebut phrasering technique atau teknik mengucapkan dialog. pujian. Ini artinya nada ucapan tidak hanya berfungsi untuk menciptakan dinamika. 4. kebencian. kehidupan ditiru setepat mungkin agar ilusi tercapai. tetapi juga menciptakan makna. jika diucapkan dengan nada yang berbeda-beda. lagu kalimat juga menyarankan dialek tertentu. terbagi dalam dua pemahaman yang berbeda yaitu : Teatrikalisme adalah praktek berteater yang bertolak dari anggapan bahwa teater adalah Teater. dan sebagainya. sesuai denga satuansatuan pikiran yang dikandungnya. Teater Ilusionis. kekaguman. Kalimat atau dialog yang panjangharus dipenggal-penggal lebih dahulu. prinsip seperti ini dapat kita lihat dalam teater-teater tradisional. Jika ini terjadi. perintah. Dibawah ini terdapat beberapa cuplikan naskah dari beberapa penulis drama yang sudah terkenal. Gaya aktingnya adalah gaya realis yaitu wajar mirip dengan gaya kehidupan sehari-hari. tetapi terkandung di dalamnya lagu kalimat. kemarahan. dalam proses aktualisasinya oleh para seniman penggarap atau sutradara. Kata “gila” dapat berarti umpatan keras.5 Gaya Akting Pemahaman dan penafsiran tentang prinsip berteater. Atau teater. Di samping itu. dalam film Naga Bonar terdengar lagu kalimat yang menyarankan dialek Batak. dengan berbagai gaya penulisan naskah yang dapat kalian mainkan sebagai latihan pemeranan. misalnya dialek Jawa seperti terdengar dari lagu kalimat yang diucapkan pemeran dalam drama seri Losmen. kegembiraan. pemahaman ini berkembang dalam teater barat (konvensional). teater tidak perlu sama dengan kehidupan kehidupan distilasi (digayakan) dan di Distorsi (dirusak). Suatu dunia dengan kaidah-kaidah tersendiri yang berbeda dgn kaidah-kaidah kehidupan. Lagu kalimat itu menyarankan pertanyaan.teater kontemporer.239 pengertian. . Melahirkan gaya akting grand style ( akting di besar-besarkan ) dan Komikal yaitu gaya akting dengan mengekplorasi kelenturan tubuh sehingga menampilkan tubuh-tubuh dengan gestikulasi yang unik dan lucu Realisme adalah eater harus merupakan ilusi atau cermin kehidupan nyata (Realitas). Pada saat pemain mengucapkan dialog. Untuk melatih tehnik keaktoran maka diperlukan naskah sebagai pijakan dalam mewujudkan suatu peranan. kata-kata ternyata tidak diucapkan datar. Satu hal lagi yang masih berhubungan dengan latihan vokal ialah perlunya dipahami adanya nada ucapan.

. pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. prolog sering berisi lakon. 7. Adegan Adegan adaalh bagian dari babak. Agar dialog itu tidak hambar. Baik setting tempat. atau tiga babak mungkin juga lebih. Itulah sebabnya. mungkin ungkapan rasa senang. waktu. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. Isinya. Artinya. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali. 2. antara lain sebagai berikut : 1. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon(cerita) yang akan disajikan. Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya.6. Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama. dan lain-lain. batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. Dalam pementasan. 6. Monolog Monolog adlah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. 4. Seorang pemain yang berbisik. rancana yang akan dilaksanakan. maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. biasanya berupa kesinpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru disajikan. dua. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Beberapa istilah dalam teater Dalam membicarakan drama banyak kita jumpai istilah yang erat hubungannya dengan pementasan drama. 3.240 4. pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. 5. Isinya. misalnya harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung. Selain itu. sikap terhadap suatu kejadian. Ekspresi wajah pemain ayng sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah. jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Satu lakon drama mungkin saja terjadi dari satu. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain.

3. Bloking adalah aturan berpindah tampat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. atau berakhir sedih atau penonton disuguhkan cerita dengan menafsirkan sendiri akhir cerita. plot adalah jalan cerita drama. Ada tokoh berwatak sabar. . Resolusi Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik f. yaitu gerakan tangan kaki. Keputusan Adalah akhir cerita 4. contoh tema masalah Keluarga topiknya misal Pilih Kasih 2. Tema cerita Agar cerita menarik perlu dipilih topik.7. Layar adalah kain penutup panggung bagiandepan yang dapar dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Konflik Dalam tahap ini mulai ada kejadian c. 10. Krisis Dalam tahap ini berbagai konflik sampai pada puncaknya e. Eksposisi Tahap ini disebut tahap pergerakan tokoh b. Ada enam tahapan plot : a. 9. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar. Penyelesaian konflik ada yang happy ending. kepala. Plot Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. Amanat Sebuah sajian drama yang menarik dan bermutu adalah memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. ramah dan suka menolong. d. Karakter Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam drama. Plot drama berkembang secara bertahap. mulai dari konflik yang sederhana hingga menjadi konflik yang kompleks sampai pada penyelesaian konflik. Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. Tidak semua panggung dilengkapi layar 4.241 8. dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. Komplikasi Kejadian mulai menimbulkan konflik persoalan yang kait-mengkait tetapi masih menimbulkan tanya tanya. Unsur-unsur Lakon Teater 1.

di rumah sakit. h. 6. sepi mencekam. 7.242 sebaliknya bisa saja tokoh berwatak jahat ataupun bisa juga tokoh berdialek suku tertentu. c. Unsur-unsur Pementasan a. dengan kata lain lakin yang dipentaskan harus terasa wajar. penata panggung harus jeli dan pandai-pandai memanfaatkan dan mengatur peralatan yang terbatas itu untuk sedapat-dapatnya menggambarkan tempat. Naskah Pemain Sutradara Tata rias Tata biarama Tata panggung Tata lampu Tata Suara Pentonton . Panggung dan peralatan biasanya amat terbatas. di kantin. Setting Setting adalah tempat. f. Interpretasi Apa yang dipertontonkan ceritanya harus logis. 5. hiruk pikuk. di tepi sungai. atau suasana-suasana lain. dan suasana terjadinya suatu adegan. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menghidupkan plot lakon. g. d. Karena semua adegan dilaksanakan di panggung maka panggung harus bisa menggambarkan setting apa yang dikehendaki.8. e. waktu. senja. atau kapan? Demikian pula unsur panggung harus diupayakan bisa menggambarkan suasana: gembira. dan suasana seperti yang dikehendaki lakon drama. Semua itu diwujudkan dengan penataan panggung dan peralatan yang ada. Dialog Jalan cerita lakon diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. i. Sementara itu. Bagaimana caranya? Penata panggung yang mengatur semua itu. penggambaran setting sering berubah-ubah hampir setiap adegan. berkabung. tengah hari. b. zaman sekarang. 4. atau di mana? Penataan panggung harus mengesankan waktu: zaman dahulu. Karena itu. Panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan itu terjadi: di ruang tamu. waktu. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya. dini hari.

Pemain Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. Naskah Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat. Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana. menggambar kejadian misal di tempat romantis. Tata Busana Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami. setiap tokoh akan diperankan seorang pemain c. maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. tata lampu dan tata suara (musik pengiring) b. Tata Lampu Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita. g. Sutradara Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan. kalau diiringi musik yang . misal penggambaran kesedihan. ketakutan. berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita. Tata Suara Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana. melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian d. e. pemilihan pemain. sutradara memilih naskah. f. karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita. dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita. penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat. saling menyesuaikan. Tata Rias Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua. kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak. menentukan pokok-pokok penafsiran naskah.243 a. untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari.

h. segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton. penata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri. alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu. ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras. Jadi.244 sesuai. penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi. tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut. . Bagaimanapun sempurnanya persiapan. kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan. Penonton Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan.

BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan. BUJANG : Itupun hampir selesai 8. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan 1.245 Contoh Naskah untuk latihan pemeranan SANGKURIANG Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV.ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI Apa yang nampak di mata ? 3. maka siapa yang bermimpi malam ini. satu diantara dua : aku atau anakku. 4. Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan segera terbukti 6. dimana aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah. DAYANG : Dan perahu ? SUMBI 7. itulah pemimpi sepanjang jaman BUJANG MUNCUL 2. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI 5. itulah yang sebenarnya bermimpi di malam ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti. SUMBI kita tidak boteh lalai Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya. DAYANG : Kalau begitu. itulah yang besok pagi kesiangan. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada tumbang batu-batu bergulingan membendung air. DAYANG : Rasa-rasa dalam mimpi SUMBI bahwa di malam ini sedang diciptakan telaga beserta perahunya. mesti segera diminta datang .

hidmat menyembah kebesaran-Mu. ARDA LEPA : Ada apa. tapi juga hati seoiang ibu yang diancam bahaya Sebagai manusia. kawan? Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan. DAYANG : Mamang. biar sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. Ya. SUMBI alamat telaga sedang dibangun. malam ini SUMBI bukan malam sepi. BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui. menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar selalu Tapi sebagai ibu. Nyai ? kami dipanggil di malam sepi ? 12. bukan? 14. karena hati naik turun Ah. BUJANG : Baik.246 9. ya. Riuh gemuruh di dalam dadaku. Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu. Malam ini malam yang seram malam yang berat mengancam Anakku Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya 13. keras menolak keingmanmu. DAYANG : Riuh gemuruh dikejauhan. apa yang hendak kite katakan. anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu. Nyai. hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya. bertindak berontak menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN 11. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang sependapat dengan Sang Kunang. .

kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang. itu tidak lucu ! : Itu mesti disapu ! Lebih haram dan jinah ! Lebih hewan dari hewan ! : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminang Sang Kunang mesti kami buang ! Kalau tidak. biar apinya bersinar-sinar. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datang Apakah mamang setuju anak mengawini ibu ? : Anak mengawini ibu ? Yey. ARDA LEPA 21 DAYANG SUMBI 22. BERSAMA 18. Aku berjanji mau kawin dengan dia. biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar maksudnya diurungkan. asal besok ban sedia perahu dan telaga. ARDA LEPA 17. kami semua ikut berjinah Kami menjadi hewan. BERSAMA . pinangan anakku tidak terangterangan ditolak. ARDA LEPA 23. Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan menolak dia meminang. ai. DAYANG SUMBI 20. ARDA LEPA 19. Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ? Itu lucu ! : Tapi apa mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 16. menyerupai sinar fajar. Karena itu ku menginginkan supaya kalian membakar hutan.247 15. lantaran merasa kesiangan : Ai. itu terserah kepada mereka Tapi bagiku aku adalah ibunya. : Nantidulu Dengar dulu! Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap anak. : Jadi sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ? supaya peiahu dan telaga besok tidak bukti ? : Betul. DAYANG SUMBI : Memang. Ternyata sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat memenuhi permintaan ku.

mengisi ini dunia dengan bermain bersama. biar gigi tinggal dua.248 24. Karena itu. ARDA LEPA 28. BERSAMA SEMUA TURUN . kita sekarang membakar hutan ? : Asal terang ada anak memang ibu : Yang sudah teiang semua manusia adalah satu Orang lain masih kita juga. tanpa yang diharapkan. BERSAMA 27. marilah kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah panggilan kita di dalam hidup bersama : (SAMBILTERUS TURUN) Semua orang adalah satu orang lain masih kita juga kewajiban kita. tanpa yang diidamkan. selam damang bagi semua 25 ARDALEPA 26. DAYANG SUMBI : Sang Kuriang memang lain dari yang lain tapi Sang Kuriang manusia Dan kepada manusia aku tetap yakin: ada Dewata dalam dirinya Dan selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam tubuh Sang Kunang ! : Bagaimana kawan.

perhatikan. jika kau sedih meringkuk : Apa ? Yuta Inten Jelita ? : (Menabur bunga di atas jenasah) Inten dan segala permata. seperti Untuk orang yang mati suci : Letakkan dalam tanah Supaya dari tubuh yang elok tak ternoda itu Tumbuh bunga-bunga ! Hai. Pengawal dan lam-lain) TUMB : Sri Ratu. di pekuburan. Namun dia dapat karangan bunga dan penaburan kembang untuk perawan. tiga kali celaka Timpalah sepuluh ganda tiga lipat Kepala pendurjana yang dengan jahat memadamkan cahaya budimu ! . Dibelakangnya jenazah Yuta Inten. : Tak ada penghormatan lagi ? : Tak ada Adat akan kami najiskan. tapi batu. Dan tiada di kuburan : O. saat Yuta Intern dikuburkan. anak muda budiman. WUJU TUMB WUJU ULAMA WUJU ULAMA WUJU TUMB RATU WUJU . Selanjutnya Prabu. beling dan krikillah yang dilemparkan padanya.Hai. pabila Kami nyanyikan adzan untuknya. Meninggalnya tidak patut.249 Contoh Cuplikan naskah JAKA TUMBAL Saduran dari HAMLET Karya Shakespeare BABAK IV Akhir Adegan 1. beserta pengabung-pengabung. S'lamat tinggal Pernah kuharap kau menjadi istn Jaka Tumbal. Juwita dan kutaburkan bunga atas pelaminanmu. sampai kiamat dia takkan bermakam di tempat kudus : tak ada do'a suci. dan jika tak ada kekuasaan yang mengatasi peraturan. Ulama yang keras hati Bagai bidadari adikku beidarma. dan penghormatan tahli) serta makam keramat. Jalu Wulung. dan dia berpangkat Mari sembunyi sambil melihat (Ke samping bersama Arya Lontar) : Tambah Upacara ! : Itu Jalu Wulung. Ratu. (Masuk ulama-ulama dan lain-lam yang merupakan pawai azmat. orang-orang pura I Siapa dihantar Dengan upacara kecil ini? Ini berarti Bahwa jenazah itu dengan semena-mena Mengakhiri hidupnya sendin. : Tambah Upacara ! : Upacara sudah seluas-luasnya dalam batas tanggung jawab kami.

dan aku menyusul! dan kalau kusebut gununggunung. kalau kau bermulut besar. sampai kelopak mataku tak bergetar lagi Tentang apa anakku ? Aku cinta Yuta Inten Empat puluh ribu kakak dengan jumlah cintanja tak dapat memadai Cintaku . Sebelum kupeluk dia sekali lagi. Dan Gunung Mahameru sebesar kutil ! Ya. Demi Allah. 'ku mau berkelahi dengan dia tentang mi. Jaka Tumbal. lebih tinggi Dan Suralaya di atas yang biru dan berawan (Melangkah maju) Siapa dia. dan meieka keluar dan bang kubur) Nah.Apa hendakmu dengan dia ? Dia gila. apa maksudmu ? Menangis. Terperanjat oleh suaranja ? Ini aku. dan bikin gunung dari daratan ini. boleh kita Disungkup tanah benuta-juta bahu.tuan ! Pangeran sabarlah ! (Para pengiring Prabu melerai mereka. (Melompat dalam Liang Kubur) Tumpukkan zat-Mu atas yang hidup dan yang mati. tapi ada sesuatu padaku yang berbahaya. Aku juga! Kau datang untuk meratapi dia ? Menantang aku dengan tampat di bang kuburnya? Ikutlah terkubur hidup-hidup. potong siri? Minum cukak ? Makan buaya ? Nah. tenanglah.250 jangan ditutup dulu. akupun bisa Ini sungguh gila Sementara saja badainja mengganas . Jalu Wulung. yang ratapannya Selantang itu ? Yang keluh-kesahnya menghambat jalannya bintang serta menghentikan mereka. TUMB : WUJU TUMB : : PRAB RATU SEMUA LONT TUMB RATU TUMB : : : : : : : PRAB RATU TUMB : : : RATU : . jangan dilayani dia! Demi Tuhan. Orang Pangruatan ! (Melompat ke dalam kubur) Setan mencabut jiwamu ! Do'amu tak enak ! Hai lepaskan kerongkonganku! Benar aku tak garang dan geram. berkelahi. dan sadarlah. puasa. katakan. kalau tak mau celaka ! Lepas! Pisahkan mereka ! Tumbal ! Tumbal ! Tuan . Hingga puncaknya dibakai Cakrawala.

suruh orang menjaga puteramu. Kucing mengeong dan anjingpun menyalak dan mendengking (Keluar) : Arya Lontar. Sebelumnya kita hendaknya sabar berjalan. jaga dia betul (Arya Lontar keluar) (Kepada Jalu Wulung) Sabarlah. (Semua keluar) TUMB PRAB . Kubur ini akan dapat peringatan hidup Se'gra kita alami masa damai dan njaman .251 Tapi segera ia menjadi sabar dan diam. : Hai. perkaia ini segera kita selesaikan Dinda. tuan Mengapa kau peilakukan daku demikian ? Kau selalu kuanggap kawanku. berdasai rembukan kita semalam. tapi mengapa. Laksana merpati betina yang telurnya menetes jadi anak burung kencana.

KUMPAR : Tidak. Pertama Piramus harus mengghunuspedangnya untuk bunuh diri. kita bikin pendahuluan begitu . bahwa gua si Piramus bukannya Piramus sungguhan. KUMPAR : Sobat-sobat. jadi bagus jalannya. Sudut merah ini panggungnya. MASUK PARA PEKERJA KUMPAR : Kita lengkap ? PATH : Tak kurang. biar empat-empat. dan bahwa Piramus tidak benar-benar bunuh diri terbunuh. TITANIA SEDANG TDUR.252 Contoh Cuplikan Naskah IMPIAN DITENGAH MUSIM Karya Shakespeare BABAKIII Sequence 14 Adegan1 HUTAN. Semak duri itu kamai hias dan kita kerjakan semuanya. tapi si Kumpar tukang tenun PATIL : Jadilah. Kumpar Kisaran ? KUMPAR : Dalam komedi Piramus dan Tisbi ini ada apa-apanya yang tak akan menyenangkan orang. . Inilah tempat yang cocok sekali untuk latihan kita. Kaum perempuan tak tahan melihat itu. tambahlah kakinya. coba pikir : memasukan seekor singa ke tengah perempuan-petempuan. Bagaimana tanggung jawabmu ? PATIL : Astaga. tepat yang akan kita kerjakan di hadapan tuan Hertog. Astagfirullah! itu yang paling kejam! Jadi awaslah ! CEREK : Dari itu harus ada pendahuluan lain buat menerangkan bahwa itu bukan singa. gua punya akal buat bereskan ini. Tulislah kata pendahuluan. CEREK : Apakah para wanita itu tidak takut pada singanya ? GERING : Memang. gua juga kuatir. Dan supaya orang tebih tentram lagi. itu susah. KUMPAR : Peter Patil PATIL : Ada apa. GERING : Kurasa akhiinya lebih baik dihilangkan saja pembunuhan itu. hendaknya ditulis dengan tiga atau empat kaki sajak. KUMPAR : Jangan dihilangkan apa-apa. dan katakan bahwa kita tidak bermaksud jahat dengan pedang-pedang itu. TEMPAT ATENA.

Kalau nyonya sangka saya ini singa betulan. Si Piramus danTisbi kan bertemu dalam cahaya bulan : Apa bulan persinar waktu kita main ? : Cari almanak Cari apa cahaya bulan terang tidak : Bagus. lalu sebutlah namamu dan katakan saja bahwa dia ini Si Ketam tukang prabot. lantas dia omong bahwa dia datang untuk bikin "Perhidangan" cahaya bulan.253 KUMPAR : Harus disebutkan namanya dan separoh mukanya hams kelihatan di celah-celah kuduk singa. begitu juga masing -masing orang menuiut alamat. Tisbiku! Suara apa itu? Tinggallah disini. omong-omong di depan rekahan tembok. Hai. kalau suka. sebab Piramus dan Tisbi. Saya ingin minta dengan hormat sekali. : Seperti bunga mawar meraksasa-raksasa : Meraksi-raksi ! : O ya. Apa akalnya Kumpar ? : Salah seorang mesti "Mempeihidangkan" tembok itu. kalau kita mesti ada orang yang membawa seberkas dahan-dahan dan tentera. atau nyonya-nyonya manis. orang dusun ongok ini pada rame-rame deket tempat tidur ratu peri. Mawar tenndah di pagar duri Kesuma bangsa yang paling berpahala Taat bagai kuda yang berlari-lari Ku jumpa kau Piramus di makam Nini PATIL KETAM KUMPAR PATIL KETAM KUMPAR PATIL PEK PATIL KUMPAR PATIL KUMPAR PEK GEMBUNG . Ayo duduklah semua. dan suruh dia mengembangkan jarijarinya begini. : Nan. : Ayo Pilamus dan Tisbi. (PEK KELUAR) : Piramus. meraksi-raksi. Tapi ada lagiduasoal yang susah. baiklah begitu. mungkin juga ikut main. jangan gentar. : Jadilah. tampilah. sebentar tunggu kembaliku (KUMPAR KELUAR) : Pelik benar Piramus seperti ini. ada permainan? Aku menonton. begitu kata hikayat. Yaitu memasukkan cahaya bulan ke dalam kamar. saya akan kecewa. Saya orang biasa seperi yang lain . Dia sendili hams bicara memperhidangkan dirinya begini : Nyanyanyanya. kalau pidatonya habis. Tapi ada lagi satu seal: kita hams punya tembok di kamar besar itu . pergi ke belakang sernak itu. biar dia ambil sedikit tampal atau kapur atau lengrengan untuk merupakan tembok. : Tembok tak mungkin digendong. Begitulah nafasmu. beres semua. suryaku seroja Nirmala. janganlah takut. maka di depan rekan itu Piramus dan Tisbi mesti berbisik-bisik. saya tanggungkan nyawa saya. : Wah. Piramus lu mulai.

Taat bagai kuda yang berlari-lari. alamatnya sudah disebut.254 PATIL : Ninus.. Jangan diucapkan seluruh peranan sekaligus begitu. GEMBUNG . itu jawaban buat Piramus. Piramus masuklah . yaitu berlari-lari. (PEK DATANG KEMBALI BERSAMA KUMPAR YANG BERKEPALA KELEDAI). Hai.. bukan Nini! Tapi itu jangan lu sebut dulu. beserta alamatnya dan sebagainya.

Seni Rupa Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Bab 5 APRESIASI Pengertian Seni Rupa Dasar-Dasar Seni Rupa Apresiasi Karya Seni Rupa Pameran Karya Seni Rupa .

EKSPRESI Ragam Hias Nusantara Seni Kriya Batik Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) .

Seni terdiri dari musik. Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture). Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. keramik. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. tari. karena lebih mengutamakan pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan. dan drama/sastra. tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan). grafis dan kriya. . Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa). semiotika visual. sosiologi desain. dan seterusnya. semantika produk.288 BAB V SENI RUPA 5. kritik seni. manajemen desain. seperti lukis. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. dan matematika. Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja.1. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. patung. fotografi. teknologi. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa. Peran pendidikan seni merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan manusia seutuhnya. metodelogi desain. multimedia. Pengantar Seni Rupa Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada kondisi sistem pendidikan nasional saat ini. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. rupa.

bamboo. logam. kulit. batik. terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim. tenunan Kriya Kayu. desain. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini Dalam kehidupan seni rupa modern.1. ikat celup. dan kriya. multimedia) Seni Terapan Arsitektur Tekstil.dll Sumber : Pribadi Bagan 5. .289 Seni Lukis Seni Murni Seni Patung Seni Grafis Seni Rupa (Visual Art) Keramik Seni Kriya Seni Desain Produk (desain industri) Desain Interior Desain Desain Komunikasi Visual (desain grafis. serat alam. yaitu seni murni. dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan. keramik Anyaman rotan. pandan.

lino cut print. Teknik cetak konvensional antara lain : 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print. Teknik Cetak dengan teknologi modern. dan lain-lain. (3) sablon ( silk screen ). c. mizotint. Namun dalam hal tertentu.serat gelas.1.1.2. Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam. a. keramik ). cat akrilik. Seni Patung . d. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. grafis. 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point.Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis. b. kolase print . atau bahan lainnya.sugartint . karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang. etsa. patung. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. wood engraving print.1. Seni Lukis Gambar 5. Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional. atau bahan-bahan industri seperti logam. Seni Murni Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. misalnya offset dan digital print.290 5. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi.

pakaian.2. kerajinan. perhiasan. Istilah desain mengalami perluasan makna. aturan. Seni Lukis Gambar 5. maupun pendekatan fungsional. baik dengan pendekatan estetis. yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. cindera mata. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini : a. pengatur waktu. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi).4. umumnya merupakan karya desain. prinsip sains (fisika). Desain Produk (Industrial Design) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. Seni Patung 5. alat rumah tangga. Berbeda dengan karya seni murni.1. mentalitas. . budaya (Sikap.3. gaya hidup). Desain Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia. sepatu. pasar (kebutuhan masyarakat). Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan. alat transportasi. bahan (sumber daya alam). produksi (industri). dan lingkungan (social). alat kebersihan. mainan anak. desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. seperti : mebel. alat makan. alat tulis. bahkan perkakas pertukangan. alat kedokteran.291 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. estetika (gaya visual).

logo perusahan. seperti poster. dan bhkan juga cerita bergambar (komik). Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi. surat kabar. brosur. ilustrasi. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.292 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Kursi hasil Desain Produk b. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak.6. undangan.5. kemasan. dan krikatur. majalah. Desain Grafis berupa Poster . Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat.. buku.

sarana relaksasi. tempat ibadah. rumah sakit. Namun.7. rumah sakit. Desain interior Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian. Desain arsitektur Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. Seperti rumah tinggal. restoran. perkantoran. hingga bangunan industri. pusat hiburan. museum. Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia. stadion olah raga. bangunan umum. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. kantor. Secara umum. pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. sekolah. pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan.293 c. Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern d. bahkan ruang dapur dan kafe. desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman. seperti ruang hotel. Yakni. Masyarakat juga mengenal desain multimedia. Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia pertelevisian. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata ruang secara keseluruhan. rumah tinggal. . bank.

Sedangkan karya kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang kerajinan Sumber : Indonesia Indah. Kriya Perkembangan dalam dunia seni rupa. yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan.8. Batik Sebagai Seni Kriya .3. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna. Desain Interior Ruang Keluarga 5. produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal. adalah munculnya kriya sebagai bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni.294 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Jika sebelumnya kita mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn. kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual. Kriya merupakan pengindonesiaan dari istilah Inggris Craft.1.9.

lurus. patah-patah. texture.2. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. warna. melengkung. vertikal. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian. panjang.Garis Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda. halus. ide.295 5.Titik yang membesar biasa disebut bintik. seperti pendek. diperlukan penyusunan unsur-unsur atau elemen suatu karya yang sesuai dengan prinsip-prinsip komposisi yang harmonis 5. simbol. bidang. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak. garis mempunyai berbagai sifat. tipis. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu. berombak. Dasar-dasar Seni Rupa Dalam proses berkarya. dan lain sebagainya.1.2. ruang. seperti untuk menciptakan kesan kekar. tebal. kuat simpel. horizontal. dan kode-kode tertentu. Titik /Bintik Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. megah ataupun juga agung.5 ) . b. dan lainnya. miring. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu. dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya (gambar 5. Unsur-unsur itu terdiri dari : a. dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. bila berkumpul atau berwarna beda. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa.

10. dan Karakter Garis .296 Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Jenis.

ornamental. Bidang Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. dan silinder. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi. energik. seperti yang terlihat oleh mata. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. dan segi banyak lainnya d. bidang segitiga. baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga. lingkaran. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. tajam. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. trapezium dan lingkaran. tak teratur dan sebagainya. trapesium. 2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis. Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos. labil dan bergerak. segiempat. Bentuk Bentuk dalam pengertian bahasa. dan formal. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti : 1) Bentuk teratur kubus dan persegi. . dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat. stabil. persegi. contohnya lemari. dan mengarah. menyatakan permukaan. 3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif. oval. dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form).297 c. kerucut. sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat. segi empat. prisma.

298 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. yaitu : 1) Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature). abstraksi binatang . Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan.11. Contoh bentuk ini.12. binatang. Bentuk 3 dimensi yang dinamis Dalam seni rupa. misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang. bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga. Bentuk Figuratif 2) Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. manusia ataupun alam lainnya. Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadangkadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali.

lemari. dan lain-lain. kursi. sepatu. Ada tiga macam bentuk abstrak. karya ukiran. tanda baca. hiasan keramik.13. dan lainnya. dan abstrak filosofis.14. kepercayaan. dan lain-lain. artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam.299 seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. rumah. abstrak simbolis. Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda. Pengayaan Bentuk (Diabstraktif) 3) Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif. yaitu bentuk abstrak murni. Non Figuratif (Abstrak) . Bentuk simbolis. lambang. prisma. misalnya agama. buku. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. misalnya huruf. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik. rambu-rambu. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu. misalnya segitiga. dan lain-lain. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.

dan makna warna. Ruang Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan. sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Ruang positif dan negatif f. Warna Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna. sifat warna. yaitu ruang negatif dan ruang positif. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. 1) Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System). termasuk di dalamnya hawa udara. warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : .300 e.15.

coklat. atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. dan warna lainnya. biru. dan kuning. yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau. Warna intermediate. Perbedaan antara merah dengan biru.301 Kuning Merah Biru Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. yaitu : hue. menghasilkan warna kuning hijau.16 Hue dalam lingkaran warna Warna primer. yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder. merah-ungu. merah-jingga. yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. kuning. yaitu tiga warna pokok yakni merah. dan kuning-jingga. hijau. jingga dan ungu. value. Warna tertier. 2) Sifat warna Sifat warna intensity. a) Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna. biru-ungu. dan . biru. Warna quarterner. misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah dikelompokkan menjadi tiga. Untuk mengubah value. Warna sekunder / biner. b) Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. jingga. seperti merah. ungu. hijau-biru.

yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan merah kontras hijau. Berdasarkan paduan warna (colour scheme). Warna Complementer. Contoh intensitas warna . Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas. hijau. dan kuning. biru kehijauan. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. c) Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. hijau kekuningan.302 putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna. warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni : Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna. misalnya urutan dari biru. misalnya kuning kontras ungu. biru kontras jingga. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam.17. memiliki kekuatan berimbang. sedang yang berada dibawahnya disebut low value. sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. kualitas atau kekuatan warna. misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.

warna juga mempunyai makna yang berbeda. Contoh : bendera tanda adanya kematian. dan dalam. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol. pertumbuhan.Di negeri China. dan harapan. kebenaran. sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. dan agung. kesedihan dan setia. riang dan dinamis. Hijau mempunyai makna dingin. agung. tegas. bendera merah. dan jujur. di Jakarta – kuning. mashur. Di Yogjakarta. Putih mempunyai makna suci. Merah muda mempunyai makna romantis. dan mengandung rahasia. riang. kegelapan. segar. damai. berduka cita. tak berdosa. di Sumatera – merah. terang. iri. berkabung. mewah. bersih. di Sulawesi – putih. Kuning mempunyai makna matahari. bahaya. dan ringan. sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. warna merah berarti Cinta. marah. cerah. bahagia. mati. panas. dan sebagainya. Ungu mempunyai makna kekayaan. dan jaya. Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat.303 3) Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain. luhur. senja. Kuning emas mempunyai makna masyhur. duka. tenang. sejuk. sukacita. mentah. antara lain sebagai berikut : Merah mempunyai makna api. akan berbeda. gagah. Biru mempunyai makna tenang. Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. dan benci. berani. kenyataan. di masing-masing daerah atau wilayah. aksi. hidup. bangsawan. . Jingga mempunyai makna masak. Hitam mempunyai makna tragedi. gaib. kematian.

Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu. sebagai berikut : 1) Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. Suatu permukaan mungkin kasar. Tekstur halus . tekstur buatan dan tekstur reproduksi. dan lain sebagainya. misalnya wallpaper. seperti tikar (dari daun yang disusun). baik itu nyata maupun semu. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. dan lainnya. permukaan batu. mungkin juga halus.18.Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan. misalnya daun. kulit kayu. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam. Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya. goni (dari pasir dan kertas). kain sutera berbeda dengan plastik.304 g. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam.

tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta karya seni.2. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong. Keserasian proporsi sebuah bentuk trimatra . Selain nilai raba pada suatu permukaan. 5. membandingkan ukuran tubuh dengan kepala. sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan. Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa.2. ukuran kursi dengan meja.19. ukuran objek dengan ukuran latar. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya.305 2) Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. yaitu : a. Untuk mendapatkan proporsi yang baik. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa Prinsip adalah asas. Misalnya. dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya. Proporsi Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi).

21.20. yakni karena adanya ukuran / bentuk dan karena adanya warna. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. yaitu: 1) Balans Simetris Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama. Keseimbangan simetris . Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna. Balans didapat dari dua kesan. Keseimbangan (balans) Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni. balans dibedakan menjadi tiga. Keseimbangan warna pada sebuah kursi Bila dilihat dari bentuk susunannya. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.306 b.

307 2) Balans asimetris Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda.23. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.22. Keseimbangan asimetris yang dinamis 3) Balans radial Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda. namun susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Keseimbangan bentuk dan warna .

ukuran. j.24. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis)dapat diperoleh dengan cara : g. Dan apabila tekstur yang berbeda. kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang. misalnya adanya bentuk. Kontras Warna . Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu) SuSumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. atau tekstur yang berbeda. Melalui pengulangan bentuk (repetisi) h. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran. warna.308 c. Irama pada bangku panjang terlihat pada bentuk yang berkelok-kelok d. Irama (Ritme) Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur. Melalui penyelangan dan pergantian (variasi) i. maka disebut Kontras tekstur. yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali. Melalui progresi atau gradasi. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk.25. Kontras Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan. Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna.

Klimaks pada karya f. Klimaks Klimaks disebut juga dominan. istilah klimaks sering disebut dengan istilah centre of interest (pusat perhatian). Dengan kesatuan. adalah fokus dari susunan karya seni yang mendatangkan perhatian. centre point dan fokus.309 e. tempatkan salah satu unsur secara tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya. Oleh sebab itu. Kesatuan (Unity) Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Untuk menciptakan pusat perhatian pada karya desain. .26. elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis. Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize (penekanan).

Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat. Dalam pengertian yang lebih luas. apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. mengamati. dan apresiasi kritis. interpretasi. Komposisi Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut.3.3. 5. apresiasi estetis. dengan analisis. Susunan tersebut dikatakan harmonis.310 g. Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni. Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini. Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator).1 Pengertian dan Fungsi Apresiasi Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik. yaitu apresiasi empatik. apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa. seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu. Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya. Apresiasi mempunyai tiga tingkatan. dan peneilaian yang bertanggung jawab. Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni. Apresiasi Karya Seni Rupa 5. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni. .

Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan benda mati sebenarnya. alam. Lukisan Realisme . atau peristiwa yang memilukan. Aliran-aliran dalam Seni Rupa Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri. atau landscape. kesedihan. Lukisan Naturalisme b. antara lain : a. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan.2. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup.28. Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu.27. pemandangan alam.311 5.3.

Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963). Belanda.29. Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Lukisan Romantisme d. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis. atau petualangan para pahlawan purba. Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebihlebihkan. penuh khayal. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “. suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa.30. Gaya ini juga berkembang di Jerman.312 c. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Lukisan Impresionisme . dan Perancis.

313

e.

Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.31. Lukisan Ekspresionisme

f.

Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

314

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.32. Lukisan Kubisme

g.

Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.33. Lukisan Konstruksifisme

315

h.

Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.34. Lukisan Abstrakisme

i.

Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.35. Lukisan Dadaisme

316

j.

Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.36. Lukisan Surealisme

k.

Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.37. Lukisan Elektisisme

317

l.

Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.38. Lukisan Elektisisme

5.3.3. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa
Untuk mengadakan penilaian terhadap karya seni rupa terapan, berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran atau kriteria sebuah penilaian. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas nanti, tidak mutlak semua harus digunakan, karena tidak semua karya seni rupa cocok dengan ukuran penilaian tersebut. Aspek-aspek atau ukuran penilaian itu adalah :

a) Aspek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan. Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri. Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas.

318

b) Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai. Ketidaktrampilan dalam penggunaan teknik akan berdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. c) Aspek penguasaan bahan
0

Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi. Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. d) Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertimbangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. e) Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi. Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi, keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity). Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. f) Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema. Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi.

319

g) Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan. h) Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar. i) Aspek selera dan agama

Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi tren di masyarakat, misalnya dari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu. Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat.

Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan.4. dinilai.1. pengamat seni rupa.kesatuan Aspek Gaya atau Corak Aspek Kreativitas Aspek Tempat Aspek Selera dan Agama Sumber : Seni Rupa dan Desain 1 2 Standar 3 4 5 5.klimaks . Pameran homogen. dibedakan menjadi dua.keseimbangan .320 Tabel 5.4. dikagumi.2. Pameran Karya Seni Rupa Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni. maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya. pameran patung. 5. yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.irama . misalnya pameran lukisan. .4. seniman. tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya. karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa. artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja. Melalui pameran.1. 5.proporsi . Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan.kontras . pameran keramik dan lain sebagainya. atau dikritik. seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa Aspek-aspek yang Dinilai Aspek Ide/Gagasan Aspek Penguasaan teknis Aspek Penguasaan Bahan Aspek Kegunaan Aspek Bentuk / Wujud .

Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. karya kerajinan. misalnya pameran seni kriya. pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.Pameran perorangan atau pameran tunggal b. patung. Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil. baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran. pameran lukisan. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa.4. 5. artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa.Pameran kelompok. dan karya seni rupa lainnya. keramik. karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan. kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya. biasanya merupakan pameran heterogen.321 Pameran heterogen. ukiran. .3. pameran dapat dibedakan ke dalam : a. b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya. pameran patung.

kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan.4. mendidik para siswa untuk bermasyarakat.322 c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan Menyiapkan penjaga pameran Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran Menata karya-karya yang akan dipamerkan Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran . ada beberapa hal yang harus dikerjakan. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain. pengamatan. kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. pemahaman isi dan pesan dari karya seni. c. dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya. yaitu : a. melatih untuk menghargai pendapat orang lain. e. dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan. melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni. melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif. Jadi. 5. atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. Dalam arti yang luas. penghargaan. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah. b. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka.4. d.

Hal ini perlu perhatikan agar hasil kreasi nanti tidak kehilangan karakter kenusantaraannya. Corak meander atau spiral dapat dikembangkan menjadi berbagai motif lain hanya dengan penataan yang berbeda. teknik penerapannya perlu menjadi pemikiran karena keunikan setiap teknik akan mempengaruhi penataan pola yang akan lakukan. perlu memikirkan bagaimana pola ini ditata dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetis dan arstitik. warna dan teksturnya menjadi suatu pola ragam hias. Dalam upaya menata ragam hias ini. . Setelah menjadi suatu pola ragam hias. warna dan penataan keseluruhan pada tekstil perlu menjadi perhatian Anda pula dalam melakukan eksplorasi ini.323 5. Langkah awal dari kegiatan ini dimulai dari memilih corak dari ragam hias nusantara yang ada.5. Makna simbolik dari corak. Kegiatan mengeksplorasi dan mengembangkan pola ragam hias tekstil merupakan hal yang sangat menarik dan menyenangkan. Hasil kreasi ini akan sangat bermanfaat apabila diperuntukkan bagi suatu benda pakai. Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan salah satu dasar untuk dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ragam hias Nusantara untuk kebutuhan tekstil pada saat ini. Mengingat hal itu merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan. Keunikan ragam hias nusantara adalah pada penggunaan isen atau tekstur di setiap corak atau sebagai pengisi latar kain. Hal ini akan bertambah nilainya apabila dapat menerapkannya langsung menjadi suatu benda tekstil sesuai dengan keinginan. Kemudian corak ini diolah bentuk. Rinci dan rumit serta padat dengan corak merupakan karakter tekstil nusantara.

324 Sumber : Tekstil. dan pinggir. warna dan tekstur corak tertentu disusun ke dalam pola ragam hias yang ukuran dan bentuk keseluruhannya dipengaruhi oleh pola pengulangan yang akan diterapkan. . Penataan pola ini perlu di lakukan dengan teliti agar sambungan pada kain tidak terputus. diagonal. diagonal. dan pola pinggir Penataan Pola ragam hias tekstil dapat dikembangkan dan dimodifikasi seperti penataan arah horizontal.39. Buku Piloting PSN Gambar 5. setengah langkah. Pola ragam hias dari pengembangan corak dasar dapat diulang dengan beragam teknik. yaitu satu langkah. vertikal. radial. lingkar. Motif Meander sebagai motif dasar Hasil pengolahan bentuk.

Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.40. Buku Piloting PSN Gambar 5. Beberapa contoh ragam hias pada kain ikat celup . Pembentukan motif pada kain dengan teknik ikat celup Sumber : Indonesia Indah.41.325 Sumber : Tekstil.

Memiliki sikap professional dan kewirausahaan . Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam berkarya seni rupa. ekspresi.6. mengembangkan kreatifitas. Memiliki kemampuan dasar berekspresi secara visual b. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia 2. Membuat karya seni rupa secara tematik dan pemecahan masalah c. Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik serta kepekaan rasa dalam berkarya seni rupa b. Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Ekspresi : a. 3. Kemampuan yang perlu dikembangkan antara lain mengola kepekaan rasa. Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan. Mampu mengkomunikasikan berbagai ide dan kreativitas 3. Merancang karya seni rupa dengan memanfaatkan beberapa teknik ungkap b. Ketrampilan : a. apresiasi terhadap produk kerajinan. Memiliki rasa estetika. dan ketrampilan berkarya. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Pembelajaran seni rupa secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan apresiasi. dan ketrampilan berkarya sesuai bakat dan minat masing-masing dalam bab ini diberikan contoh pembelajaran untuk siswa SMK dalam berapresiasi dan mengekspresikan diri melalui ketrampilan berkreasi teknik ikat celup dan teknik batik Tiga kompetensi yang diharapkan di miliki oleh siswa SMK adalah : 1. perlu diarahkan pada kemampuan produksi sebagai persiapan keahlian yang lebih spesifik. Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri (porto folio) untuk pameran dikelas atau disekolah. 2. Apresiasi : a. 4.326 5. dari berbagai wilayah nusantara. Pada tingkat perkembangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini.

Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon. motifnya diikat-ikat dengan tali plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan.327 Ruang Lingkup Mata pelajaran seni rupa untuk SMK meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. fungsi kerajinan dan porto folio. bentuk. Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel. Pembuatan motif pada batik tulis. garam warna dan air pembilas.prosedur kerja. . Seni Kriya Batik Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya. Kewirausahaan Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran seni rupa terdiri dari jenis. berproduksi. Dalam pembuatan batik. dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing. 5. Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang.7. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan ke larutan garam warna. Sedangkan pemberian motif pada batik ikat. yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis. Ketrampilan kerajinan 2. Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain. kita mengenal ada empat cara pembuatannya. dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol. dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. Pembelajaran seni rupa ini berintegrasi dengan mata pelajaran lainnya secara terpadu.

gorden dan lainlain. . prima. sarung bantal. dan meja kaca. dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. dan sutera. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama.328 Sumber : Indonesia Indah. vealisima. hiasan dinding. santung. misalnya kain blacu. yaitu : Kain. 1) Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. linen. jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera. Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan. birkolin. selendang. pola gambar atau mall. premisima. pensil 4B-5B. Pembuatan gambar motif pada kain. Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. sprei. 2) Tahap pemberian malam Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan. dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH. Contoh karya seni kriya batik Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam.42. taplak meja. peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. poplin. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain.

329 Malam. orange. naptol ASLB. alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil. canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar). naptol ASLB . Peralatan penunjang. panci. dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh. naptol ASBO. dan naptol ASOL. Sebelum proses pemberian malam dimulai. Warna lain yang bersifat alami adalah daun soga. Naptol terdiri atas naptol AS. naptol ASD. dan mudah retak). Canting. naptol ASG. malam cetak (warnanya coklat. dan hitam. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Sumber : Indonesia Indah. Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas. Naptol AS berfungsi untuk membuat warna merah.43. violet. kenceng. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. sifatnya kurang kuning dan lebih liat). canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil). Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair. dan lainnya. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. biru. sifatnya kurang liat). malam cetak (warnanya coklat. malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya kuning dan lebih liat). naptol ASGR. Proses pembubuhan prada diatas kain batik tulis 3) Tahap pemberian warna Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik yang terdiri dari : Naptol berfungsi sebagai warna dasar yang nantinya dibangkitkan oleh garam warna (garam diazo).

dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). merah bordo GP. berfungsi untuk membangkitkan warna. Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak. Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I). naptol ASGR untuk membuat warna hijau dan naptol ASG untuk membuat warna kuning. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin. . dan garam biru hijau B. Pemberian warna rapid Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II). Rapidogin. diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. rapid biru BN. Rapid terdiri atas rapid merah RH. rapid cokelat BN. rapid orange RH. garam violet B. Proses pencelupan Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah. b. untuk membuat larutan pewarna batik tulis bahan pelengkap yang diperlukan terdiri atas TRO (Turkish Red Oil) dan soda api (Loog 380 BE). hitam B. dan dianginanginkan. rapid kuning GCH. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental. berfungsi untuk memberi variasi warna. garam orange GC. c.330 untuk membuat warna cokelat. Tahap melunturkan malam Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Adapun tahapan dalam pemberian warna pada batik tulis adalah : a. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bak III). Bahan Pelengkap. Garam terdiri atas garam biru B. Garam warna (garam diazo). Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. disebut juga costik soda berbentuk seperti kristal. kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata. diperas. garam biru BB. dan rapid hitam G. TRO cairan berbentuk minyak sedang soda api (Loog 380 BE).

cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam. dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. Cucuk atau carat Cucuk merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik. Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang. sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali.331 5. kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras. Nyamplung terbuat dari tembaga. Sumber : Pribadi. Kuas Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis. Cucuk tersebut terbuat dari tembaga. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Canting memiliki beberapa bagian yaitu: Gagang Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan. Alat Dan Bahan Batik 1. Kuas dapat juga untuk menggores . Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan.44. Canting Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik. dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain. Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik. Ukuran dan jumlah cucuk can beragam tergantung jenisnya. Bagian-bagian canting b. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai.7. Peralatan Membatik a.1.

tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur. terbuat dari kayu. Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. dengan diameter sekitar 13 cm. yang disebut gawangan. terbuat dari bahan logam. kuas cat air. kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda. Wajan Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja. Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak. agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan. Sekarang ini dengan adanya kompor. e. Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar. Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik. c. wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam. Pilihlah ukuran nampan yang sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup semuanya. atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas. Gawangan Pada waktu membatik kain panjang. maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap. Nampan Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan mencelup kain dalam proses pewarnaan. tidak perlu yang besar. f. .332 secara ekspresif dalam mewarnai kain. d. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. Panci Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut. sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. g.

2. mori biru. langkah yang harus dikerjakan yaitu merendam kain dalam panci dan direbus dengan memasukkan minyak jarak ke dalam rebusan kain tersebut. tetapi tentu saja kain tersebut masih mengandung kanji. berkolyn. blacu. Primis. Setelah dikemplong kain dijemur. Pengolahan kain dengan minyak jarak dan larutan asam tidak cocok digunakan untuk kain sutera. tetapi perlu diperhatikan bahwa larutan asam yang terlalu banyak akan merusak kain. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain. dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan. Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma. Saat ini banyak tersedia kain yang berkualitas bagus. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak. Selanjutnya setelah kain diangkat dari perendaman. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”. sebg media tempat motif akan dilukiskan. Sendok & Mangkuk Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. kemudian kain dilipat dan dikemplong (“ngemplong”) yaitu dengan cara memukul-mukul kain tersebut dengan menggunakan pemukul kayu. Biasanya pengolahan kain sutera dengan sabun yang khusus untuk serat halus dan tidak diperas berlebihan atau apabila sulit untuk mencari sabun khusus untuk kain sutera bisa menggunakan shampo untuk rambut. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya. Philip. tetapi gunakan sedikit saja dan cucilah dengan perlahan. Bahan Batik a. bahwa kain sutera sangat cocok apabila diwarna dengan menggunakan pewarna alam. karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna.333 h. Sarung tangan Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. Tujuannya agar serat kain menjadi kendor dan lemas. Sebagai tambahan saja. Setelah kering kain bisa diseterika dan siap untuk dipola. kecuali pewarna alami (natural). Pengolahan kain dengan larutan asam biasanya dilakukan satu hari. Primissima. Kain Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain. Apabila sudah mendidih. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air. diambil dan direndam dalam air dingin sambil diremas-remas. Tetapi terkadang saat ini banyak . santung. Air dingin untuk merendam kain ini bisa ditambahkan sabun atau deterjen. karena kain sutera yang berbahan sangat lembut memerlukan perlakuan khusus. i.

pilihlah malam yang sesuai dengan kebutuhan. karena malam memiliki jenis. Dalam proses membatik.334 orang yang hanya merendam kain dalam air sampai beberapa kali tanpa menggunakan minyak jarak atau larutan asam. dan fungsi beragam. Tabel 5. tidak mudah retak. Cara ini bisa juga dilakukan pada kain yang sedikit mengandung kanji. sifat. daya rekat pada kain sangat kuat Mudah retak/patah Fungsi Untuk mglowongi atau ngrengreng dan membuat batik isen Untuk menutup bidang yang luas khususnya pada background Untuk membuat efek retak-retak (remukan) Untuk menutup pola yang telah diberi warna biru (bironi) Malam Tembokan Agak kecoklatan Malam Remukan (Parafin) Malam Biron Putih susu Coklat gelap Mirip dengan malam tembokan. kain tersebut diukur sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Malam / Lilin Malam merupakan bahan bahan utama yang menjadi ciri khas dalam proses membatik. mudah mencair atau membeku/keras. Biasanya bila tidak ada malam birono dapat digantikan oleh malam tembokan Sumber : Tekstil. b. malam mempunyai fungsi untuk merintangi warna masuk ke dalam serat kain dimana motif telah dipolakan dan agar motif tetap tampak.2. Jenis Malam/Lilin Jenis Malam Malam Carikan Warna Agak kuning Sifat Lentur. daya rekat pada kain sangat kuat Kental. Sebelum menggunakan malam. Setelah kain diproses “ngloyor” dan “ngemplong”. Buku Piloting PSN .

rapidosol. Bordo GP. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah. dan AS-BR. AS-BO. Merah 3GL Spesial. Orange GC. Chroom Soga. Jenis warna Kategori Zat pewarna alam Zat pewarna Kimia Sumber : Tekstil. AS-LB. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. Orange GR. AS-D. Pewarnaan 1. Napthol. Merah GC. akar. Hitam B. Biru BB. AS-LB (Extra). a. indigosol. atau kulit pohon. Rapide. dan Kuning GC. AS-BS.335 C. Violet B. . Tabel 5. Agar pelarutannya bagus. Indigosol. ergan soga. Zat Pewarna Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. AS-OL. Biru Hijau B. Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu. dan Prosion. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG. AS-G. Merah R. Ergan Soga. remasol. procion. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B. AS-GR. daun. Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri.2. sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH). Merah GG. Buku Piloting PSN Jenis Pewarna Kunyit menghasilkan warna kuning Napthol. Kopel Soga. Merah B. AS-KN.

Green 13G. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. Yellow FGK. Brown IRRD. Violet BF. dan RED AB. Orange HR. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. Rosa 1R. Warna Napthol Warna Kuning Merah Biru Kuning Kuning muda Kuning tua Merah Merah Merah Biru muda Biru tua Biru tua Biru muda Hijau muda Hijau Violet Coklat Hitam Violet Violet Coklat Coklat Coklat Hitam Hitam Hitam Hitam mulus Napthol Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS Napthol AS-D Napthol AS-BO Napthol AS Napthol AS-BO Napthol AS-BO Napthol AS-D Napthol ASGR Napthol ASGR Napthol AS Napthol ASGR Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS Napthol AS-OL Napthol AS-BO Napthol AS-G Napthol AS-BO Garam Diazo Garam kuning GC Garam merah GG Garam bondo GP Garam merah B Garam merah B Garam merah GG Garam biru BB Garam biru B Garam biru B Garam biru BB Garam biru B Garam biru hijau Garam violet B Garam violet B Garam kuning GC Garam biru BB Garam merah GG Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Hijau Sumber : Tekstil. Yellow 1GK. Violet ABBF. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B. dan TRO. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol. Abu-abu 1BL.3. .336 Tabel 5. Buku Piloting PSN b. Green 1B. Blue 04B.

dan Hijau N-16G. disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus . Buku Piloting PSN Keterangan Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 : 1 c. dan Coklat (soga) muda. Hitam G. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be. Biru BN. Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz). Orange RH. Rapidosen. tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa. dan Rapidosol. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup) Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet.337 Tabel 5. Rapide biasa meliputi Kuning GCH. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam. Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. 2. dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua. Coklat (soga) sedang. d. dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin).4 Warna Indigosol Campuran Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Orange HR NaNO2 Extra Coklat IRRD Brown NaNO2 IRRD Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet NaNO2 ABBF Warna Sumber : Tekstil. a.

45. h) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut : a) Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). f) Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis. b) Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3. karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3). kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas. Tahapan pewarnaan (1 warna) . TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. Ditiris Dicuci air Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Air + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol. e) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes.338 seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air. Usahakan agar seluruh kain terendam. setelah larut tambahkan air dan aduk. g) Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. c) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes. d) Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut.

Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada. Tahapan pewarnaan (1 warna) secara berulang agar lebih pekat b.46.47.339 Ditiris 4 Ditiris 1 Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris 2 Air + Garam Diazo Ditiris 3 Air + TRO Air 6 Ditiris Air panas + Soda abu (Pelorodan) 5 Ditiris Sumber : Pribadi Dicuci air 7 Ditiris&Dijemur Gambar 5. Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya. Tahapan pewarnaan ganda (2 warna atau lebih) . maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia. 4 Ditiris 1 Membatik Ditiris 2 Ditiris 3 Air + Garam Diazo Air + TRO Air + Kaustik Soda + N h l Air Air panas + Soda abu (P l d 5 Ditiris Sumber : Pribadi 6 Ditiris 7 8 9 Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air Gambar 5. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih (Celup) Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali.

lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki. Tahapan Pewarnaan Teknik Colet Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod (membersihkan malam) kain. e) Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. Setelah ujung logam panas . Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya.48. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Membatik Air + Remasol + Ludigol Waterglass + Caustik Soda + air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam. rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. d) Lalu keringkan. f) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air b) Tunggu sampai larutan tersebut dingin. pengeringan jangan di bawah matahari. diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO. apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet) Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat.340 c. perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 . c) Siapkan kain yang sudah di malam. Aduk hingga merata. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut : a) Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki. Apabila sudah kering. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen.

Pemalaman dan Pewarnaan Teknik Celup Setelah kain dipola dengan motif. antara lain 1. dan mudah. Sumber : Pribadi.2. dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi antara celup dan colet pada benda pakai yaitu sebuah sapu tangan dengan motif bunga. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan. Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang. segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru. Ngrengrengi . sederhana. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil. 5. serta akan membuat canting sering tersumbat.341 tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. A. Sapu Tangan Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa.7. Kondisi seperti ini disebut Gentho. malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam (pasir) di dasar wajan.49. silahkan merengrengi Merengrengi adalah memberi kontur motif dengan Malam/Lilin. Contoh Berkreasi Batik bagi Siswa SMK. motif. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Untuk itu.

Pencelupan di larutan TRO . Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5.52.51. yaitu mengisi bagian motif yang telah diberi kontur. Masukkan 1/3 sendok makan TRO ke dalam 1 gelas air tadi. Memasukkan Turkish Red Oil (TRO) e. Selanjutnya nemboki bidang-bidang motif. Kain yang sudah dicanting dimasukkan ke dalam larutan TRO secara merata selama kurang lebih 2 menit Sumber : Pribadi. Sumber : Pribadi. dan aduk hingga seluruh TRO benar-benar larut dalam air.342 a. Siapkan kain yang sudah selesai dicanting dengan malam c. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. Siapkan 1 gelas air ke dalam nampan d.50 Nemboki b.

Air panas . Ilustrasi by Indra Gambar 5. Napthol ASG dan Kaustik Soda h. Kedua bahan tersebut dilarutkan dalam 1/2 gelas air panas. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sementara kain ditiriskan. Kain ditiriskan g.54.53. Kemudian tiriskan Sumber : Pribadi.55. Masukkan pula Kaustik Soda sebanyak 1/2 gr i. aduk hingga merata Sumber : Pribadi.343 f. masukkan Napthol ASG sebanyak 3 gr dalam Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5.

344 j. n. Sementara kain ditiriskan. o. Tiriskan kain di garawangan sampai benar-benar atus.56. m. Kemudian celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan napthol tadi. Pencelupan ke larutan garam . Sumber : Pribadi. celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan Garam Diazo. Kemudian tambahkan air sehingga menjadi 1 liter l.57. Setelah larutan Garam Diazo siap. Pencampuran larutan ASG + Kaustik Soda ke dalam larutan TRO k. Lalu masukkan larutan tersebut ke dalam larutan TRO sisa pencelupan kain tadi. Aduklah hingga benar-benar larut di dalam air p. buatlah larutan 9 gr Garam Diazo OGC dalam larutan 1 liter. Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5.

Setelah bahan siap. sediakan air panas sebanyak 1/2 gelas lalu larutkan pewarna remasol (misal : violet) sebanyak 3 gr dan ludigol 1 ½ gr. aduklah hingga merata dan tunggu sampai dingin. d. Bahan-bahan pewarna c. dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik colet. Remasol Water glass Poliron Ludigol Sumber : Pribadi. Pewarnaan dengan Teknik Colet a. ludigol dan poliron b. Sementara menunggu kain kering. Pencelupan merata sampai warna muncul r. Ambil pewarna tersebut dengan menggunakan kuas dan oleskan pada bagian yang dikehendaki pada kain yang sudah mengalami pewarnaan pertama dengan napthol tadi. B. Celup kain tersebut hingga keseluruhan kain terendam aar warna merata. . Kemudian tiriskan dan tunggu sampai kering. Bahan yang perlu disiapkan yaitu : pewarna remasol. Poliron 1½ gr.345 q.59.58. Setelah dingin. Sumber : Pribadi. Pada proses ini warna yang dikehendaki akan muncul. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5. siapkan bahan pewarna batik untuk teknik colet. pewarna tersebut siap untuk digunakan.

Apabila menginginkan pewarnaan lebih dari satu warna. Pewarnaan kain dengan kuas e. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Setelah dingin bahan pewarna siap untuk digunakan. agar mendapatkan warna yang bagus. tetapi celup di dalam ruangan. kemudian aduk hingga merata.346 Sumber : Indonesia Indah. larutkan kembali pewarna remasol dalam 1/2 gelas air panas.60. Setelah pewarnaan selesai. Ulangilah pencoletan dua atau tiga kali agar setelah dilorod dan dicuci tidak banyak turun kualitasnya. f. kain tersebut didiamkan selama 6 jam atau lebih. i. siapkan Waterglass sebagai bahan untuk pengunci warna. kemudian dilorod. tunggu sampai kering. Gunakan kuas untuk mengoleskan waterglass. h. Kemudian tambahkan Ludigol sebanyak 1 ½ gr dan Poliron 1 ½ gr. maka buatlah kembali larutan pewarna colet. Sebagai contoh. g. untuk pewarnaan colet kedua yaitu dengan pewarna Remasol warna Orange. kemudian kain dikeringkan tetapi jangan dijemur di bawah matahari. Oleskan dengan menggunakan kuas pada bagian yang diinginkan. Karena warna hasil coletan akan turun intensitasnya (drop) 50% di hasil akhirnya. Apabila cukup dengan satu warna colet. Setelah pewarnaan dengan mencolet selesai. Apabila sudah kering. j. Setelah semua bahan pewarna tercampur. sebaiknya pencoletan dilakukan sekali lagi. Kemudian diamkan selama 6 jam atau lebih. . maka proses pewarnaan selesai. tunggu sampai dingin.

karet penghapus. garis-garisnya dipertegas dengan rapido atau spidol. pensil. mistar.347 C. Kemudian masukkan kain dan rebus hingga malam yang menempel larut dalam air. Media dan peralatan yang digunakan untuk membuat sketsa ini adalah kertas gambar. Pelorodan 2. Media dan peralatan yang digunakan adalah kertas gambar. Pelorodan Setelah kering lalu kain yang sudah di beri warna tersebut siap dilorod. kemudian dipilih sketsa yang terbaik untuk dijadikan gambar pola. pensil. Pada gambar pola.61. Ilustrasi by Indra Gambar 5. kertas kalkir. 2) Membuat gambar jadi Setelah sketsa terbentuk. MEMBUAT TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Kain yang digunakan untuk membuat taplak meja biasanya berukuran 120 cm. Dalam rancangan gambar taplak meja berikut ini menggunakn ukuran 120 x 120 cm. sedang panjangnya disesuaikan dengan yang dibutuhkan. dan cat poster. karet penghapus. Dalam tahap ini gambar dibuat dalam bentuk seperti sebenarnya. Didihkan air panas dan masukkan Soda Abu. Sumber : Pribadi. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pembuatan rancangan gambar adalah sebagai berikut : 1) Pembuatan sketsa dan gambar pola Sketsa dibuat dalam beberapa alternatif. Apabila kain sudah kelihatan bersih dari malam lalu cuci dengan air dan keringkan dan proses membatik dengan teknik celup dan colet sudah selesai. dan mistar. 3) Membuat alternatif warna . tahap berikutnya adalah membuat gambar jadi. kuas.

dan meja kaca. Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. dimasukan ke dalam bak. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. yaitu pertama pencelupan pada larutan naptol. Namun mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah tidak semua karya-karya desain dapat dipraktikan di sekolah. Tahap pemberian malam Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). diperas. h. Tahap melunturkan malam atau lilin Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. . f. dan dijemur di tempat yang teduh. g. diangkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu proses desain. Proses pencelupan. Untuk pemberian malam pada bidang yang luas digunakan kuas. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. pola gambar atau mall. Proses melunturkannya kain. dan ketiga pencelupan pada air pembilas. artinya dalam satu motif rancangan gambar dapat dibuat dalam beberapa pilihan warna. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. Warna hitam yang ada pada gambar adalah bagian-bagian gambar yang telah diberi larutan rapid. dilakukan dengan cara memberikan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. dilakukan tiga langkah. Membuat benda seni atau karya seni rupa terapan. Tahap pemberian warna Tahap-tahap pemberian warna pada batik tulis adalah : Pemberian warna rapid. dibuat juga alternatifalternatif pemberian warnanya. pensil 4B / 5B. kedua pencelupan pada larutan garam warna. i.348 Agar motif batik yang dihasilkan lebih bervariasi.

8. tetapi lebih pada paduan jenis-jenis corak hasil ikatan dengan warna yang digunakan serta keselarasannya secara keseluruhan dalam sehelai kain. di Banjarmasin sebagai sasarengan. penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. Wujud keindahan dari kain celup ikat pada dasarnya tidak berasal dari jumlah ikatan yang dibuat. Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat. Banyak macam corak yang dapat dihasilkan dari teknik dari cara melipat. seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya. Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan. dilipat. Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula. jelujur. Masing-masing menggunakan teknik ikat yang berbeda. maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. lalu dicelup dengan pewarna batik. makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya. Sementara beberapa jenis kain lainnya. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit. dan bungkusan. . Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan. di Jawa sebagai tritik atau jumputan. Makin tebal kain yang digunakan. Secara umum corak celup ikat dapat dibagi dalam 5 jenis. lubang. jerat atau simpul. Celup ikat mengenal beberapa variasi ikatan dan akan terus berkembang sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. atau keras atau kurang memiliki daya serap. dijelujur. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan. sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak.349 5. karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. sampai kedap air. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil. yaitu ragam hias penuh. lompatan. Setelah pencelupan selesai. yaitu kain katun dan sutera. dan ikatan yang berbeda-beda. Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat. dengan tali atau karet.

1.62 Kain diikat karet berisi kelerang b.350 5.8. lalu tiriskan. Sumber : Indonesia Indah. CONTOH KREASI TEKNIK CELUP IKAT 1. Ilustrasi by Indra Gambar 5. d. Teknik Ikat Celup Satu Warna Langkah-langkah pembuatan Teknik Celup Ikat satu warna. teknik ikat/jumputan dengan media kelerang dan karet gelang. Setelah keseluruhan kain diikat maka kain telah siap untuk diwarnai. proses pewarnaan sama dengan teknik batik dengan menggunakan malam. bolak-balik selama 3 menit lalu tiriskan.63. Siapkan kain dan kelerang serta karet gelang. sebagai berikut : a. c. Sumber : Pribadi. Setelah kain tersebut atus lalu celupkan dalam larutan Garam Diazo dan warna akan segera muncul ketika dicelupkan di larutan Garam Diazo. Kemudian kelerang diikatkan pada kain dengan menggunakan karet gelang. Pencelupan ke larutan garam . Kemudian larutkan dalam larutan Napthol dan bolak-balik selama beberapa menit. Untuk mewarnai langkah pertama yang dilakukan yaitu celupkan kain tersebut pada larutan TRO. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.

65. . Setelah warna merata tiriskan sampai kering g. sebagai berikut : a. dan keringkan dengan dijemur di tempat teduh. Sumber : Indonesia Indah. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Lakukan pencelupan bolak-balik agar warna merata di bagian kain. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Selanjutnya cuci dengan air sampai bersih.64. Teknik Ikat Celup Dua Warna Langkah-langkah pembuatan teknik ikat celup dua warna. 2. Setelah kering lepaskan ikatan karet gelang tersebut dan ambillah kelerangnya. teknik ikat/jumputan dengan media tali raffia dan malam/plastik.351 e. Kain yang telah kering. Pembukaan ikatan dan jelujur ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kain. dilakukan pembukaan ikatan dan jelujur. Sumber : Pribadi.Pencelupan secara merata f. Ikatlah kain dengan cara dijumput/ambil sedikit bagian kain tersebut lalu diikat dengan menggunakan tali rafia. Hasilnya akan segera terlihat. bagian yang terikat akan tetap berwarna putih atau warna kain sebelumnya.

celupkan kain tersebut ke dalam larutan Napthol bolakbalik selama beberapa menit. Setelah kain atus. Setelah dicelupkan ke dalam pewarna dan mendapatkan warna yang sesuai. Tunggu sampai kering. lalu tiriskan di gawangan. Pencelupan sebagian kain ke malam / lilin c. Kemudian tunggu sampai malam kering d. Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. setelah kering lalu celup ujung kain yang telah diwarna tersebut ke dalam malam. Bolak-baliklah selama 3 menit lalu tiriska f. g. Tahap ini diakhiri dengan pencucian dan penirisan sampai kering. i. selanjutnya dilorod sampai malam benarbenar bersih. atuskanlah kain dan tunggu sampai kering. tali dilepas. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. h. missal warna kuning. missal warna ungu. atau ditutup dengan plastik.67. Setelah itu masukkan ke dalam larutan Garam Diazo. Celupkan terlebih dahulu kain tersebut pada larutan TRO. Kemudian celup ujung kain yang diikat ke dalam pewarna napthol. Untuk warna kedua. Sumber : Indonesia Indah. missal : Violet B.352 b. Hasil akhir . e.66. lalu rendam dan bolak-balik kain tersebut selama beberapa menit. Setelah kering.

2. barang. 2. Jelaskan ruanglingkup kriya sebagai prospek kewirausahaan! Buatlah berupa makalah! 3.Kegiatan pameran seorang pelukis atau pematung. seorang siswa harus memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar rupa. . Kita mengenal wujud simetri dalam rupa dasar. Jelaskan aspek-aspek penilaian dalam apresiasi karya seni rupa? B. pewarna kue.Kumpulan foto bangunan di kotamu. Dalam berkarya rupa. Buatlah cetak tinggi sederhana dengan ketentuan sebagai berikut : a) siapkanlah kertas gambar A2. LATIHAN 1. cutter. C. pakaian. Sebutkan apa yang dimaksud dengan warna primer dan warna sekunder! 5. Coba uraikan apa saja karya desain yang kalian miliki? 4. Berilah warna berbeda pada setiap bidang. Jawablah soal di bawah ini secara singkat dan jelas ! 1. Pilihlah salah satu tema berikut ini. furniture. Berilah contoh dengan gambar! 8. . Betapa indahnya jika mendengar irama sebuah lagu yang dinamis.353 TES FORMATIF A. Bagaimana penerapan unsur irama dalam dunia seni rupa? 9. Buatlah komposisi beberapa bidang sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Sebutkanlah cabang-cabang seni rupa yang kalian ketahui dan berilah contoh-contohnya. Apa beda antara seni rupa murni dan desain? Uraikanlah 3. Kita kerap menggunakan karya desain dalam aktivitas sehari-hari. atau komputer.Tulisan tentang seni rupa di koran atau majalah. Tugas 1. c) Cetaklah sesuai komposisi yang harmonis . . cukillah sesuai klise menonjol yang diinginkan . Apa yang kalian ketahui tentang apresiasi seni rupa? 10. Coba kalian kemukakan pendapat kalian sendiri tentang manfaat seni rupa dan desain modern bagi kehidupan manusia di tanah air. Warna harus berdasarkan hasil campuran warna antar masing-masing jenis warna yang berbeda! ( misal : warna primer dengan warna sekunder ) 2. Tulislah dalam setengah halaman folio. Buatlah kliping (kumpulan artikel ataupun gambar) yang berhubungan dengan budaya rupa. serbet. b) potonglah ubi jalar/kentang/wortel. alas kerja. Coba jelaskan! 7. . Jelaskan apa itu titik dan garis serta ada berapa garis yang kita kenal? 6.Pameran buku.

Buatlah patung dari bubur kertas dengan rangka kawat ! 4. Ketentuan sebagai berikut : a) gambarlah desain pada kain ukuran 30 x 30 cm. b) Tutuplah bidang kontur dengan lilin seperti proses membatik tanpa canting . d) finishing dengan melorot pada air panas. c) celuplah dalam pewarna batik atau wantex. Buatlah saputangan dengan teknik batik. .354 3. sisakan tepi keliling untuk lipatan akhir .

Wirausaha Bab 6 .

Usaha Kecil Penyelenggaraan Seni Pertunjukkan Wirausaha EO Pertunjukan Musik Penata Musik Film Proses Manajemen Produksi Teater Kewirausahaan Dalam Seni Rupa .

yaitu dapat diartikan serius untuk menjalani usaha ini.1. 3. menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Sukses Awal Belajar dari pengalaman Komitmen Menjadikan perubahan berkelanjutan Integrasi Kegembiraan Sumberdaya Bagan 6. adalah memilih orang yang ahli dalam bidangnya. Komitmen. Sumberdaya.1. 4. adalah : 1.358 BAB VI WIRAUSAHA Wirausaha 6. 2. Belajar dari pengalaman. Kegembiraan. Wirausaha yang baik adalah pelopor usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. peka terhadap peluang bisnis. Kaitan Faktor-faktor Karakter Seorang Wirausaha . kesalahan atau faktor kegagalan jangan dilakukan kembali. Integrasi aktif mencari kerjasama dengan badan usaha sebagai Pembina ataupun mitra usaha. Ciri-ciri : Motivasi berprestasi tinggi Dapat dipercaya Disiplin Berpikir kreatif. inovatif dan inisiatif Mampu memanfaatkan peluang Kemampuan mengambil keputusan Berani mengambil resiko Percaya diri Kemampuan berkomunikasi Faktor-faktor yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha baru. adalah melakukan usaha ini penuh semangat. penyebabnya dipelajari. Usaha Kecil Wirausaha diartikan sama dengan pejuang / berani menjadi teladan dalam bidang usaha.

2. teamwork. Perencanaan Seorang Wirausaha Pengelolaan Staf : proses rekruitmen penempatan pembinaan pengembangan (on the job training. dan lain-lain) pemutasian promosi pemensiunan .359 Apa yang harus diubah ? Pengembangan Staf Pengelolaan Staf Komunikasi Struktur & Sistem Perencanaan ulang i i Penilaian Kinerja Penghargaan Bagan 6.

Perencanaan pementasan . Menentukan tema 2. 6. . . Pada Bab V sudah dijelaskan tentang keterampilan membuat Ikat Tenun dan Batik. Cobalah bahan yang telah jadi. 2. Saluran komunikasi 6.produksi 5. Menyempurnakan produk pesaing 3. Memodifikasi / mengubah produk 2. perhatikan target pasar konsumsi untuk anak-anak atau untuk orang dewasa. .2. Pada ciri berani mengambil resiko. 3. Keamanan Penyelenggaraan Seni Pertunjukan Membentuk dan menyusun Panitia serta pembuatan jadwal dengan langkah sebagai berikut : 1. 4.Berani menawarkan untuk menitipkan pada Koperasi. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Untuk itu dibutuhkan kemampuan : 1. Pelajari selera pasar. Ketika proses pewarnaan.Buatlah promosi pada Koran atau majalah. Menyusun struktur organisasi 2. Perbanyak referensi model.Jaga mutu dan buatlah model-model yang menarik. Memilih warna. Struktur uraian kegiatan berdasar bidang kegiatan 4. 1.Ambil keuntungan kecil saja. perlu diperhatikan kualitas pewarna (jangan yang cepat luntur). Target keberhasilan 3. setelah dikenal luas baru memikirkan keuntungan. 5. Menciptakan produk baru Pengetahuan ini dapat diaplikasikan dari hasil karyamu dari Ikat Celup dan Batik. .umum . Langkah awal memulai usaha adalah berpikir kreatif. dijadikan pakaian dengan model casual.360 Cara Memanfaatkan Peluang Pasar 1. dan inovatif. menentukan bintang dan pendukung vokal dan tari .

4. Struktur Uraian Kegiatan Berdasarkan Bidang Kegiatan Produksi Latihan Tata Rias Tata Panggung Penunjukkan Anggota Musik Inti Latihan Gabungan Gladi Resik Bagan 6. Struktur Organisasi Pemimpin Direktur Artistik Direktur Organisasi Bagian Latihan Bagian Tata Rias dan Kostum Bagian Tata Suara dan Panggung Bagian Undangan dan Komunikasi Bagian Keuangan Bagian Keanggotaan Dokumentasi Konsumsi Bagan 6.361 1. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan . Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaran Pertunjukan 2.3.

Perencanaan Pementasan 1. jumlah penonton dan tempat duduk Distribusi undangan Keamanan dari berbagai pintu . penyediaan tempat Administrasi Pembukuan Konsumsi Perijinan 2. Tempat dan Keamanan Penentuan tempat dengan memperhatikan keamanan. Umum Penggalangan dana / sponsor menggunakan proposal dan perjanjian. Saluran Komunikasi (undangan) Spanduk Leaflet Radio / TV Koran Majalah Koordinasi pengisi acara memberikan TOR kepada pengisi acara tentang tema Peralatan Pembiayaan Antar jemput 4. Artistik Latihan inti/kelompok Latihan Gabungan Gladi resik Tata panggung Pembuatan desain panggung Pembuatan property panggung Pengadaan sound system Penataan panggung Tata rias Perias Kostum 3. a. Produksi Penulisan tema MC/Narator Penerima undangan Latihan Tata rias b.362 3.

Evaluasi Laporan Karcis yang terjual Keuntungan Sponsor yang mendukung Evaluasi artistik yang diperoleh dari : .363 5.Penari .Akustik . Evaluasi Artistik Indikator Tema konsep Performance : .Desain panggung .Lighting Sound System .Tata rias Pendukung : .Pakaian .Penentuan tempat.Kuesioner yang diberikan kepada penonton .Distribusi undangan .Pemilihan lagu . dari sisi keamanan dan jumlah pendonton dan tempat duduk .Kepraktisan Sukses Tercapai Cukup Kurang Keterangan Tempat dan Keamanan .Wawancara dengan pengamat 6.Gaya panggung .

Penata Musik menerima video dari pihak rumah produksi untuk diberi musik latar. c. b.364 6. seperti : menghadiri seminar-seminar film. 3. Hal-hal mengenai pembayaran hak cipta/royalti musik yang merupakan penggunaan hasil cipta orang lain/musik populer yang sudah ada. Menginterpretasi setiap kejadian/peristiwa yang ada dalam tiap bagian untuk ditentukan tema musik/komposisi apa yang cocok untuk bagian tersebut. 4. Jangka waktu lama pembuatan musik (deadline) c. b. Tahap Negosiasi Jika kita telah mendapatkan sebuah rekanan bisnis dan sepakat untuk melakukan kegiatan bisnis maka langkah selanjutnya ialah negosiasi. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai wirausaha sebagai penata musik film/sinetron/kartun : 1. Tahap Promosi Pada tahap ini meliputi : a. c. sutradara. cd. Tahap awal produksi a. 2. Menentukan letak penunjuk waktu(cue) dan durasi dimana musik dapat dimasukkan dalam tiap bagian-bagian film. Menyusun jadwal kerja untuk pembuatan musik. d. Mencari rekanan bisnis. Sistem/cara pembayaran yang disepakati untuk pembiayaan produksi musik. Pembuatan demo dari musik yang dapat kita buat. dsb. b. Negosiasi ini meliputi : a. Mengadakan pertemuan antara penata musik. berteman/masuk ke dalam komunitas orang-orang/mahasiswa perfilman/drama/teater yang berhubungan dengan seni pertunjukan.3. dan produser film mengenai bentuk/jenis musik apa yang akan dimasukkan dalam film tersebut. Hal-hal mengenai hak cipta/royalti penata musik. Mengelompokkan bagian-bagian film(scene) a. mencari di website/iklan media massa rumah produksi mana yang sedang membutuhkan musik/jingle untuk film/iklan. atau contoh scene yang telah kita berikan musik latar atau contoh soundtrack. b. . dalam hal ini dapat berupa kaset. proses pencarian ini dapat melalui peran aktif kita bergaul dengan orang-orang perfilaman.

Software.Membuat komposisi dengan mengajak orang-orang yang mengerti banyak akan musik untuk membantu dalam penulisan lagu. atau mempekerjakan pemain musik untuk memainkannya. keyboard. DJ set. Proses rekaman dapat menggunakan 2 cara : a. penata musik dapat melakukan koreksi/membuat kembali musik latar tersebut. musik apa yang cocok untuk menggambarkan suasana/kejadian yang terjadi pada bagian ini.Membuat komposisi dengan menulis pada partitur yang kemudian dapat dimainkan baik menggunakan software musik. cukup menggunakan peralatan audio. Contoh dalam membuat komposisi baru : . Proses Hearing Produser dan sutradara mengadakan pertemuan dengan penata musik untuk mendengarkan bersama-sama musik yang sudah jadi. Pembuatan Musik Dalam hal ini proses pembuatan musik dapat dengan menggunakan lagu yang sudah ada atau membuat lagu/komposisi baru. keyboard. aransemen. Apakah pada bagian ini memang membutuhkan musik? Apakah lebih baik jika tidak ada musik sama sekali? Jika pada bagian ini ada musik. Proses Rekaman Pada tahap ini dimulai proses perekaman musik dari tiap scene dan lagu untuk soundtrack. Rekaman dilakukan di studio musik dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Keyboard. dan orkestrasi. 7. .365 Contoh dalam menginterpretasi tiap bagian : Menginterpretasi setiap tingkah laku aktor/kejadian yang ada ke dalam bentuk musik.Dengan menggunakan teknik looping yang dipadu dengan sound effect dan beberapa isian melodi lagu dengan menggunakan keyboard. 5. komputer. Dengan menggunakan MIDI Dengan menggunakan metode ini proses rekaman tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak karena tidak membutuhkan keterlibatan banyak orang. . Dalam proses ini apabila belum terdapat kesepakatan dalam musik yang telah dihasilkan. dan software. b. Proses rekaman manual Dalam metode ini rekaman dilakukan dengan melibatkan beberapa pemain musik yang handal di bidangnya masingmasing. . dan Komputer. 6. Dalam hal ini alat yang dapat digunakan yaitu : Perangkat DJ.

Mencari biaya pementasan .Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan . Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan .pengorganisasian. Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya. 6. tidak ada pemborosan atau penyimpangan.366 8.Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan .Rencana latihan .Rencana promosi dan publikasi .Dan lain-lain . Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat. barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan . kegiatannya meliputi : . baik itu sumber daya manusia.Dsb. Hal-hal lain yang berhubungan dengan negosiasi bisnis apabila musik telah selesai dibuat.4. dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya. seperti: .Proses Mastering Video dan Audio .Proses pelunasan pembayaran biaya produksi musik . maupun sumber daya lainya seperti peralatan. Proses Manajemen Produksi Teater Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien. Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya. pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan Perencanaan Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi .Hak Cipta .

perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya.367 Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat : 1. 3. Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi. Proses Perencanaan dilakukan melalui : Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan Mengurutkan langkah – langkah kegiatan Penjadwalan / menyusun time scedulle Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama - Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya.bakat dan kemampuan Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul . Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan. Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan: Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan Pembagian tugas sesuai dengan minat. Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi. 2. Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran.

Struktur Organisasi Grup Teater Pengarahan Anggota Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi.Peninjauan terhadap hasil .Upaya pencegahan . .Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai . Aspek-aspek pengendalian : .Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik. Proses ini meliputi : .368 CONTOH STRUKTUR ORGANISASI GRUP TEATER PIMPINAN DIREKTUR ARTISTIK/ SUTRADARA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN NASKAH DAN PERPUSTA KAAN BAGIAN LATIHAN BAGIA N TATA RIAS DAN KOSTU M BAGIAN TATA SUARA DAN PANGGUNG BAGIAN MARKETIN G DAN TIKETING BAGIAN KEUANGA N BAGIAN UMUM DAN KEANGGOT AAN Bagan 5.Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan.Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi .

Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar .5 KEWIRAUSAHAAN DALAM SENI RUPA Kewirausahaan selalu melibatkan dua unsur pokok. Kriya Seni adalah penciptaan karya kriya yang mengandung kompleksitas nilai dan berorientasi pada kualitas penghayatan terhadap cita rasa estetik dan symbol-simbol ekspresi yang bersifat personal. misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho. tidak tercapai atau melampaui. apakah tercapai. jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik. serta sangat memperhatikan pasar komersial. yaitu peluang dan kemampuan menanggapi peluang. c. a. dan kualitas artistic/nilai hias yang dominant dan lebih menonjolkan segi kepandaian kriya ( craftsmanship ) daripada segi ekspresi. misalnya pementasan sebelumnya . Menurut Asmudjo ( 1999 ). . b. dan Kriya Seni. . dekoratif. Kriya tradisi ini tumbuh subur di lingkungan pendesaan yang diproduksi sebagai usaha rumah tangga ( home industry ).Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim. unik dan tepat sasaran. Usaha ini biasanya dikerjakan secara manual dengan teknik sederhana. penciptaan produknya berorientasi pada nilai guna/fungsional. Kriya Tradisi adalah penciptaan produk kriya yang berotientasi pada nilai fungsional. Kriya Industri pada dasarnya sama dengan kriya tradisi. namun telah diproduksi secara massal.369 Langlah-langkah dasar pengendalian : Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya. - 6. Kriya Industri. Kriya dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori.Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan. menarik. dan didukung oleh proses perancangan/desain yang matang. . yaitu : Kriya Tradisi. melibatkan penguasaan teknologi yang lebih maju. berkualitas artistic.

siapa tokoh yang membuka acara pameran. Evaluasi bukan untuk menghakimi. Dalam hal ini terlihatlah beberapa peluang kewirausahaan dalam bidang seni rupa. dan pengelolaan pameran. dan sebagainya. i. Bekerja dalam suatu industri besar produk kriya sebagai desainer atau pengrajin kriya. tempat penyelenggaran. baik yang apresiatif maupun komersial. Mengelola studio kriya seni maupun kriya industri serta seni murni d. karang taruna. antara lain : a. Sebagai tenaga pendidik seni rupa baik di jenjang formal maupun Informal ( sanggar. b. majalah. . Sebagai perupa atau seniman professional h. dapat terlihat bahwa kriya memiliki potensi yang luar biasa di bidang kewirausahaan. Sebagai kritikus seni rupa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membuka wacana dan apresiasi kepada masyarakat. antara lain seberapa banyak karya yang terjual. Sebagai desainer grafis di percetakan. promosi produk seni rupa. merancang anggaran. Mengelola art shop atau galeri yang memasarkan produk-produk kriya berkualitas dari para pengrajin dan karya seni murni e. dan citra penyelenggaraan secara keseluruhan melalui kesan dan pesan pengunjung. publikasi. Mengelola pameran karya seni rupa. Upaya mengangkat kembali produk kriya Indonesia melalui pendekatan ini merupakan strategi yang tepat untuk dapat bersaing secara kompetitif di dunia internasional. dan sebagainya ) g.370 Berdasarkan ketiga kategori tersebut. Dalam hal ini perkembangan pendapatan negara pada sector non-migas memiliki prospek yang cerah. stasiun TV. Evaluasi keberhasilan penyelenggaraan pameran. c. dan system transaksi penjualan karya. pesewaan karya. tetapi lebih untuk memberi wacana tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Sebagai konsultan dalam pengembangan rancangan seni kriya dan desain. Kewirausahaan pada bidang seni kriya dapat berkembang melalui keterlibatan kriyawan atau pengrajin dalam berbagai kegiatan berwirausaha. Seleksi karya oleh curator dan juri Mengundang seniman yang mempunyai karya bernilai jual tinggi. f. perlu memperhatikan hal-hal antara lain: Kuratorial : mempersiapkan materi pameran seni rupa sesuai tujuan pameran yaitu apresiatif da komersial.

Mengundang seniman yang mempunyai karya nilai jual tinggi 2. Siapa yang mebuka pameran 6. Menyeleksi karya dengan melibatkan juri 3.371 6.6 Wirausaha Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Tugas kuratorial : mempersiapkan materi pameran sesuai tujuan pameran Tujuan pameran : Apresiatif Penggalangan dana Komersial Contoh pameran lukisan untuk komersial Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. . Persiapan anggaran 4. Menentukan tempat penyelenggaraan Evaluasi : . Publikasi 5.Berapa karya lukis yang disewa oleh bank atau hotel-hotel dikarenakan penyewaan lukisan karya ternama adalah pencitraan bagi bank/hotel tersebut untuk mendapatkan kredibilitas.Seberapa banyak karya yang terjual .

Glosari & Daftar Pustaka 3 .

konsep rupa. identitas budaya Design : rancangan. tata rupa. Art Seni : kepandaian. keterampilan. Anti Tips Casting : pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain. Balance : keseimbangan unsur rupa. Close value : value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. Craft : kerajinan. Blocking : teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama. Casting by type : pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. sesuatu yang indah. penggambaran. lawan tokoh protagonist. seni kriya. Creativity : bersifat kreatif. Casting motional Temperament : pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain.373 Glosari Aesteties : bersifat indah. Colour : warna. cerlang. anggitan. Atmos : suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. Design principles : asas-asas desain. pemecahan rupa. karya rancangan. Alur : rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian. color Colour image : skema warna Complementer : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna Composition : komposisi unsur rupa Contrast : tingkat kecerlangan. . Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama. Basics design : dasar-dasar desain. Aliran : ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna). Caarakan : cara-cara petikan kacapi. kagunan. Antagonis : tokoh pertentangan. nilai-nilai keindahan. kepandaian dan keterampilan calon pemain. dunia kreatif Cultural identity : jatidiri budaya. bahas rupa. Casting : cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh. susunan rupa. Babak : bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan). Casting by ability : pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan. gagas rancangan. nirmana. rupa dasar. Basics visual : dasar-dasar rupa. karya seni yang indah.

petikan jari. disain produk.374 : susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ : latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni. atau suka cita. Musik Eksternal : musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan. Konsentrasi : pemusatan pikiran. ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh). Line : garis Low value : nilai yang berada dibawahnya. Genre kesenian : jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan. Lancaran : bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa. pertentangan. Komedi : lakon gembira. Industrial design : disain produk industri. Laku Dramatik : penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna. Ekspresionisme : aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/ perasaan. Intensity chroma : kualitas cerah atau suramnya warna. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain). emosi wajah. Gaya : ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. Expression : mimik. Ostinato : pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan). Konflik : berselisih. watak. teriakan. tabiat. Karakter : sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. disain industri. . Gestikuised : bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan. Panggung Proscenium Diatonis Ekplorasi Eksposisi : panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan. Konvensional : aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. Musik Internal : musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. dsb). hentakan kaki. Empati : keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh. Improvisasi gerak : imajinasi spontanitas gerak. : bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan.

bentuk tiga dimensi. dunia kesenirupaan. kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan. : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi. kesatuan rupa. Seni tradisi. : barik. : kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran. nirmana tiga dimensi. bobot. nirmana dua dimensi. : titik fokus. value warna yang lebih terang dari warna normal. : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain. : perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain) : kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. : penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya. : value warna yang lebih gelap dari warna normal. . nilai. idealisasi rupa. kondisi permukaan suatu benda atau bahan. seni rupa budaya rupa. : istilah satu set perangkat gamelan sunda. dan lain-lain). gerak bekerja. kepatutan bentuk. : proporsi. bentuk dua dimensi. susunan nada yang berlaras : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. prinsip-prinsip rupa.375 Pentatonis Pesta Rakyat Point of view Proportion Ricikan Rubato Seni Skenario Shade Shape Stilasi Tarawangsa Tari teatrikal Texture Three dimensional design : Tint : Traditional art : Two dimensional design : Unity : Velue : Visual art : Visual culture : Visual principles : Vituosned : : susunan nada yang mempunyai 5 nada. membawakan peran. perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni. : bangun atau bentuk plastis (form) : menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain. datar. Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re.

Maman. Yogyakarta. Bangun. Anim. ___________. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. 2000. Menjadi aktor. 1983. London : A&B Black. Bandung : ITB. 2002. Pono. Bambang. 1984. Teknologi warna batik. Jakarta : PT. Ronald. Balitbang Kerajinan dan Batik. 1996. Karya Unipress.376 Daftar Pustaka Abdurahman. Bram. I Made. Pengetahuan teknologi batik. 1997. Mengenal seni Karawitan Jawa. Yudhoyono. Jakarta : CV. Balitbang Kerajinan Yogyakarta. 1994. Menjadi sutradara. Gamelan Jawa asal mula makna dan masa depannya. Yogyakarta. 1993 . dan Batik. Anas. 1991. Jakarta: Fakulas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banoe. Baru. Biranul. “Indonesia Indah. Aplikasi Estetika Dalam Seni Rupa. Selecting and Development Media for instruction. . Palgunadi. The art of dance in education. Anderson. Teater untuk dilakoni. Ensiklopedi gambelan Bali Denpasar : Proyek Penggalian Seni Tradisional dan Kesenian Baru Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. Bandung : STB. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia. ___________. 1991. London : A&B Black. Autard-Jaqualine Smith.C. Bandung : STSI. Katalog batik Indonesia. Balitbang Kerajinan dan Batik. Peranan Kacapi dalam tari Sunda. 1976. Sem. 2000. ___________. Jakarta : Yayasan Harapan Kita – BP3 Taman Mini Indonesia Indah. 1984. Dance composition (ed 3). Bandung : STB. Bandem. 2002. 1996. Kain-kain Non Tenun Indonesia”. Suyatna. Wiscosin : American Society for Training and Development. 1995. Serat Kanda Karawitan Jawa.

Pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Umum. 1993. Pengetahuan Elemener Tari dan Beberapa Masalah Tari. The Art of Making Dances. Jakarta : Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni. Terjemahan Herdiati. Doris. dkk. Bandung : CV. Sejarah Musik 2. Devi Triana. Dinny. Jakarta: Direktorat Kesenian. Dewantara.377 Chandra. Remaja Rosda Karya. Universitas Terbuka. 1986. Aspek-aspek dasar komposisi kelompok Yogyakarta : Manthili. . Pendidikan Edisi I Cetakan ke 2. 2001. Jakarta. Ki Hadjar. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Harmoko. dkk. Discovering and Developing Creativity. Grasindo. Doris. 1977. Jakarta : JB Wolters. 1964. Humphrey. Jakarta: Edi Sedyawati. ISI Yogyakarta. Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. 1990. Dieter Mack. 1991. 2001. 1996. Harimawan. 1954. Woodford and Barbara Pollack. Hadi Sumandiyo.Sumandiyohadi. 1983. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Bernard dan Suhendro Sosrowarno. 1967. Dewantara. Bentara Seni Suara Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : PT. Alma M. Dwi Kusumawardani. Tari. Hawkins. Fraser. Humprey. 1995. Metode Pengembangan Seni. Purdi. Diktat Kuliah Teori Musik Jurusan Musik UNJ. Yogyakarta. Terjemahan Sal Murgiyanto. Seni Menata Tari. 2005. I Jzerdraat. Publisher. Yogyakarta. Ki Hadjar. Mencipta Lewat Y. Dramaturgi. Lynch Diane. Kebudayaan II A. Tari tradisional Indonesia. Dian. 2001. Jakarta : Yayasan Harapan Kita. Americans : A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara. Menjadi entrepreneur sukses. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. New York: Charles F. 1993.

1997. 2001. Dibia Pragina. 1969. Semarang : IKIP Semarang Press. Englewood Cliffs. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti. 2004. Laban. Singapore : Archipelago Press. Problematika seni. Jacob Sumarjo. 1965. Machjar Angga. Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Langer. DEKRANAS. Tari pasambahan dan galombang di pesisir selatan. Richard. An appreciation music. New York : Mc Graw Hill. 2004. Inc. Jamal Mld. Bandung. Jazuli. 2007. Jakarta : Pradya Paramita. Malang: Sasa Media. Zussane.378 I Wayan. ISI Bandung. 3. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. 1975. Kriya Indonesia Craft. Depdikbud. 1974. La Meri. Terjemahan FX Widaryanto. Kamin. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Kusmayati. 1969. Lata Mahosadhi. M. Jamalus. 2002. Denpasar. Fiona. Art documentation center. History of the dance in art an education. Telaah teoretis seni tari. 1988. Kerlogue. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. London : MacDonald and Evans. Inc. . New Jersey : Prentice Hall. Bandung : IBT Bandung. Fourth edition. Ilmu Seni Raras. Padang Panjang : ASKI Padang Panjang. 1988. 1982. Koesoemadinata R. Koentjaraningrat. Modern education dance. Filsafat Seni. Dance composition : The basic elements. Kraus. untuk siapa. Jakarta: Gramedia. Perubahan seni pertunjukan untuk apa. Rudolf. 1994. The book of batik. Yogyakarta : Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Roger. 2000.

Ruchiat. 1996. Enterpreneurship from minset to strategy. Murgiyanto. Jakarta : LPKJ. Muchlis dan Azmi. A. 1998. 2002. MC Neill. http:/batikyogya. Buku I. Rhoderick. Jakarta: Grasindo. 1975. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. . Sekolah tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Rumadi. Rofik. Arif. Jakarta : BPK Gunung Mulia. __________. Kumpulan Drama Remaja. Utami.379 Masunah. Topeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Gramedia Widiasarana Indonesia. Lagu-lagu untuk sekolah dasar dan lanjutan. Akademi Jakarta.com/ Parani. Proses Batik. Permas. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Achsan. Sejarah Musik 1. Rambat Lupiyoadi. Jakarta : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Bandung : IKIP Bandung. Petunjuk bagi para guru dan orang tua. (Editor). Setiawan. 2007. Jakarta. Noor Fitrihana. Juju dan Kawan-kawan. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Pengantar Pengetahuan Tari. 1991. 1979/80.wordpress. 2003. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional. Rachmat. Sal. 1986. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Munandar. 2007. Cetakan Kedua. 1995. Rachmat Syamsudin. Diklat Kuliah alat petik kacapi. PPM Jakarta. Mustika. Denpasar : Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana. 2002. Ikhtisar Kesenian Betawi. Jakarta. 1983. Perbandingan jenis-jenis angklung di Jawa Barat. 2003. Sabana. Peta Seni Budaya Betawi. Jakarta. Tardi. Riswandi. tag/teknologi. Muhadjir. Singgih Wibisono. 2002. Yulianti. Departemen Pendidikan Nasional. Manajemen Seni Pertunjukan. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Makalah Sasaran Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia. 1998.

Ben Suharto. . Tinjauan seni : sebuah pengantar untuk apresiasi seni.info/2005/04/18/ sejarah batikindonesia. Soedarso SP. Semarang : Drahara Prize. Jakarta: Harapan Kita ----------. Sanyoto. 1994. 1998. Teaching modern educational dance. Sadjiman. M. Plyamonth : Norttoc house. Tuti dan Udin Saripudin. Komposisi tari . Makalah Pendidikan Seni Berbasis Budaya. 1997. Penganar Apresiasi Seni Tari. Yogyakarta.380 Sachari. 2004. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Tari-tarian Indonesia I. Sejarah batik Indonesia. Yogyakarta : Ikalasti. Endo. Dance Compisition Practical Guide for Teacher. Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Agus. Smith. Akademi Jakarta. 1985. Ebdi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional. ----------. 1987. Terj. Wendy. ----------. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Gamelan. Edisi Revisi. Samah. Jacquline. Arti Bumi Intan. 1985. Santoso Hadi. Suanda. Yogyakarta: ASTI Yogyakiarta. sebuah petunjuk praktis bagi guru. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. 1993. Soedarsono. http:/batikindonesia. Jakarta : Erlangga Penerbit. 1998. Seni rupa dan desain : membangun kreativitas dan kompetensi. 2005. 1976. Sukatmo. Tari rakyat Minangkabau. 1990. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Suku Dayak Sana. London: A&C Block. Jaquline. Jakarta: Balai Pustaka. Yogyakarta: Lagaligo. ----------. 1986. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari (terj). 1977. Dasar-dasar tata rupa dan desain (Nirmana) Yogyakarta : CV. 2007.1992. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ----------. Pengantar Komposisi Tari. Smith. Ardi. Tari Tradisional Indonesia. 1983. Slater. Jakarta: Dirjen Kebudayaan. Soedarsono. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi.

Wiyanto. Gramedia Widiasarana Indonesia. Intreaksi budaya dan perkembangan musical Indonesia. Philips. Wucius. Principal of two dimensional design. 1984. Pengantar tari pendidikan. Cut Kamaril dan Ratna Panggabean. Diktat Angklung. Buku Piloting PSN. Bandung : Masyarakat musik Angklung. 1991. Herman. Rahayu. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Terampil Bermain Drama. Ina. “Tekstil”. Dasar-dasar dramaturgi. New York: Van Nostrand Reinhold. Fakultas Bahasa dan Seni.381 Sumarsam. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yogyakarta. Pa Daeng. 2001. Seni gerak minangkabau. Materi dan pembelajaran kertakesi. 1994. Bandung : Pustaka Kimia. Tambayong. 2008. Gamelan. 2005. Tridjata S. Tari rakyat Minangkabau (Makalah) Padang : Makalah Uniersitas Padang Panjang. Yogyakarta: Hanindita Graha. 2003. Syafi Jatmiko. Syarif. Supanggah. Yampolsky. Wardhani. Jakarta : Universitas Terbuka Jakarta. Mustika. 2001. 1999. Obby AR. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18-20 April. 2003. Jakarta: Grasindo. Wiramihardja. tari dan pengajarannya. Jakarta. Universitas Negeri Jakarta Tumbidjo. 2005. Dasar-dasar estetika. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Konsep pendidikan apresiasi seni nusantara. Asul. Masyarakat seni pertunjukan Indonesia. 2003. Drama. 2002. Datuk. Waluyo. Caecilia. 2003. . Jakarta : Penerbit Semi Nusantara (PSN). Wong. Bothekan Karawitan I. Surya Dewi.

8. Lulusan Terbaik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni 1990 (Semester I). Sri Hermawati Dwi Arini. (Royal Musik) Jakarta. IV A 131933266 Kampus Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka. M. sejak 1992. 47865811 S1 Pendidikan Musik FPBS IKIP Jakarta. 3.CURRICULUM VITAE (Ketua) 1. 2006-sekarang . 7.Pd. 1966 Islam Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Jakarta Timur Telp. 5. 1989. Pendidikan Musik 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1992 1994 1999-2000 Grade 12 Grade 11 Grade 10 Grade 9 Step 6 Step 7 Step 8 Guru Grade 5 : Spesialisasi Piano Klasik Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia melanjutkan belajar Piano di Sekolah Musik Vienna Pusat. Lahir Agama Status Kepegawaian Golongan NIP Alamat Kantor Pendidikan : : : : : : : : : Dra. 2. Nama Jenis Kelamin Tempat/Tgl. 4. 9. 2005 10. Depdiknas 2007 11. 6. Perempuan Jakarta. Tim Assesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi.

"Musik Gamelan Sebagai Salah Satu Musik Tradisional Indonesia". Universitas Nasional. Universitas Negeri Jakarta. 1999. Forum eks FPBS se Indonesia 24 Juli 2005. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Depdiknas No. 2000 3. Menanamkan Cinta Budaya Melalui Dolanan Anak. 2001. tahun ke 7 no. Modul Teori Musik dan Wirausaha. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA).12. 3. Dana OPF Lemlit IKIP Jakarta. Tahun XXI. Musik Merupakan Stimulasi Terhadap Keseimbangan Aspek Kumulatif dan kecerdasan Emosi. 066. 2005. 2. Pada Pelatihan Peningkatan Manajemen Seni Pertunjukan Tingkat Nasional. Penyelenggara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. 1024 Juli 2001. 4. Pelatihan Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Dengan Mengasah Rasa Irama dan Kreatifitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Tahun ke 13 Mei 2007 (Terakreditasi). 2. Dana DIK Lemlit UNJ. Dana DIK Suplemen Lemlit UNJ. No. Dana PNBP FBS UNJ 2007. Tipe Penilaian dan Proses Pembakuan Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan Musik. Pengabdian Pada Masyarakat: 1. Jurnal : 1. 10 Juli 2000. Berbagai Aspek Pengajaran Musik SLTP unggulan dan SLTP umu di Jakarta. Pengembangan Pembelajaran Teknik Tari untuk Anak Pra Sekolah melalui Respons Terbimbing Action Research. 5. Pembawa Makalah : 1. 1993 2. 6 Oktober 2003. 13. Musik Tradisi Merupakan Kerangka Musik Nasional. 2000 4. Balitbang Depdiknas Jakarta (Terakreditasi) Buku Prosiding : Pengasahan Rasa Irama dan Kreativitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. . Identifikasi Masa Studi Mahasiswa Jurusan Musik FBS UNJ. Dana Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat. 30 Juli 2001 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 2000. Pengalaman Ilmiah : Penelitian : 1. Kacapi Suling Instrumental Sebagai Salah Satu Khas Kesenian Sunda Dana PNBP FBS UNJ 2007. "Memadukan Bidang Kependidikan dan Non Kependidikan dalam Program Double Degree Jurusan Seni Musik". Suatu Studi Evaluasi Prestasi Belajar Mahasiswa IKIP Jakarta yang aktif dalam organisansi Kemahasiswaan Periode 1991/1992. Jurnal Ilmu dan Budaya. Dana DIK Rutin FBS UNJ. FBS Universitas Negeri Semarang. Dana Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. 3. Pelatihan pada Panti Asuhan Yatim Piatu. 2.

Kurikulum KTSP. Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia . 14. Penerbit Inti Prima. Buku Seni Budaya untuk SMA/SMK Kelas X. 2007. XI. Organisasi: Anggota.Penulisan Buku Teks : 1.

00 . HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 7.888.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->