PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU

SERTIFIKASI GURU

Direktorat Profesi Pendidik Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional 2007

i

Sertifikasi Guru

KATA PENGANTAR

Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab terus dilakukan. Guru sebagai tenaga profesional dan pelaksana pembelajaran di sekolah mempunyai peran strategis dalam pembangunan bangsa. Peran guru tersebut salah satunya berhubungan dengan profesionalitas dalam menguasai materi ajar, mengelola kegiatan pembelajaran, memahami latar belakang psikologis siswa, dan mampu meningkatkan diri. Terkait dengan guru sebagai tenaga profesional, sertifikat pendidik merupakan bukti pengakuan guru sebagai tenaga profesional. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan sebagai guru profesional melalui sertifikasi. Agar pelaksanaan sertifikasi guru berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan tujuan, maka disusunlah buku Sertifikasi Guru yang berisi informasi kebijakan seputar penyelenggaraan sertifikasi guru. Buku ini merupakan salah satu judul dari seri buku Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua. Jakarta, Maret 2007 Direktur Jenderal PMPTK,

dr. Fasli Jalal, Ph.D
i

Sertifikasi Guru

NIP. 131 124 234

Sertifikasi Guru

ii

iii Sertifikasi Guru .

...........................Sertifi kasi Guru .................Tujuan dan Manfaat Sertifikasi .......................................................Kompe tensi Profesional ....................................................................... 14 iv Sertifikasi Guru ....................................................................Tunjan gan Profesi ......................................................................................Kompe tensi Kepribadian .........................................................................................................................Prinsip Sertifikasi Guru .... 6 3............................ 3 D.................................................................. i Daftar Isi .... 9 C........................................................................................................................ 8 B......Sasara n ..................................................... 12 D................Kompe tensi Sosial .............................................................Landa san Hukum ............................................Kompe tensi Pedagogik ............................................Latar Belakang ................................................................. 2 C....................................................Mekan isme Sertifikasi Guru ............................................................. 7 4................................................................................................................................. 4 BAB II KONSEP IMPLEMENTASI A...............DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ............................................................................................................................. 5 2................................................ 1 B............................................ 5 1.......................... iii BAB I PENDAHULUAN A......................................................

. Pihak-pihak yang Berperan ........ 18 Rencana Penuntasan Sertifikasi Guru .... B.............. 17 Tahapan Pelaksanaan Sertifikasi .......................... C........ 20 BAB IV PENUTUP v Sertifikasi Guru ..BAB III STRATEGI PELAKSANAAN A....

Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) dan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD). Bentuk peningkatan kesejahteraan guru yaitu berupa pemberian tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok kepada guru yang memiliki sertifikat pendidik. dan sertifikat pendidik.BAB I PENDAHULUAN A. dan profesional. Tunjangan tersebut berlaku untuk semua guru. sosial. kepribadian. baik guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun guru yang berstatus nonpegawai negeri sipil (non PNS/swasta). Kualifikasi akademik guru pada semua jenis dan jenjang pendidikan diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau diploma empat (S1/D-IV). Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan baik kualifikasi akademik maupun kompetensi. mewajibkan guru memiliki kualifikasi akademik. sertifikasi guru telah diberlakukan secara ketat. misalnya di Amerika Serikat. Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam UUGD Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik. Inggris dan 1 Sertifikasi Guru . kompetesi. sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Di beberapa negara. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru.

dk/laerercertificering). Pasal 42 ayat (1). dimulai tahun 2007 sebanyak 190. Semua itu mengarah pada tujuan yang sama. Landasan Hukum Penyelenggaraan sertifikasi guru ini didasarkan pada: 1. sehat jasmani dan rohani.3 juta guru binaan Depdiknas (data dari Ditjen PMPTK). B. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.Australia (Wang. dkk. Di samping itu. pemerintah melalui Depdiknas secara bertahap akan melakukan sertifikasi guru. 2. Dewasa ini ada sebanyak sekitar 2. Pasal 43 ayat (2). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Sertifikasi Guru 2 . Sementara di Denmark baru mulai dirintis dengan sungguh-sungguh sejak 2003 (www. yaitu upaya agar menghasilkan guru yang bermutu. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. ada beberapa negara yang tidak melakukan sertifikasi guru. Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi. 2003).450 guru dan diharapkan rampung pada tahun 2015. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar.. tetapi melakukan kendali mutu dengan mengontrol secara ketat terhadap proses pendidikan dan kelulusan di lembaga penghasil guru.lld. Terhadap jumlah guru tersebut. misalnya di Korea Selatan dan Singapura.

Guru wajib memiliki kualifikasi akademik. sehat jasmani dan rohani. dan akuntabel. kompetensi.Pasal 8. C. yang dapat merusak citra profesi guru. a. Pasal 11. dan (3) peningkatan profesionalitas guru. ayat (3) Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif. (2) peningkatan proses dan mutu hasil pendidikan. c. Adapun manfaat sertifikasi guru dapat dirinci sebagai berikut. Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten. Tujuan dan Manfaat Sertifikasi Sertifikasi guru bertujuan untuk (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. sertifikat pendidik. b. ayat (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. ayat (2) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah. ayat (1) Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Menjaga lembaga penyelenggara pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dari keinginan 3 Sertifikasi Guru . transparan. Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional.

Meningkatkan kesejahateraan guru. Sertifikasi Guru 4 .internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. d.

dan PP Nomor 19 tahun 2005 Pasal 28 ayat (2) yaitu minimal sarjana atau diploma empat (S1/D-IV) yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan.D. 5 Sertifikasi Guru . Sasaran Sasaran program sertifikasi guru ini adalah semua guru yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi akademik sebagaimana diatur dalam UUGD Pasal 9.

dan profesional. 1. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. kepribadian. memahami peserta didik dengan memanfaatkan Sertifikasi Guru 6 . Sertifikat diperoleh melalui pendidikan profesi yang diakhiri dengan uji kompetensi. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. sosial. evaluasi hasil belajar. Sertifikat pendidik yang diperoleh guru berlaku sepanjang yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai guru sesuai dengan peraturan perundang-undangan. a) Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif.BAB II KONSEP IMPLEMENTASI A. Sertifikat pendidik ditandai dengan satu nomor registrasi guru yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sertifikasi Guru Sertifikasi guru adalah proses perolehan sertifikat pendidik bagi guru. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut. Kompetensi yang harus dikuasai oleh guru meliputi kompetensi pedagogik.

kepribadian. dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik. memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik. Sertifikasi Guru 7 . menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning). menerapkan teori belajar dan pembelajaran. e) Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. bekal-ajar dan awal b) Merancang pembelajaran. dan materi ajar. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.prinsip-prinsip mengidentifikasi peserta didik. kompetensi yang ingin dicapai. c) Melaksanakan d) Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan. dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum. pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran.

Sertifikasi Guru 8 . Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. arif. a) Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum. bertindak sesuai dengan norma sosial. suka menolong).2. e) Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa. jujur. stabil. d) Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. dan berakhlak mulia. b) Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. sekolah. Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut. menjadi teladan bagi peserta didik. dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik. ikhlas. bangga sebagai guru. dewasa. dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. c) Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik. dan berwibawa. dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.

konsep dan metode keilmuan 9 Sertifikasi Guru . b) c) a) Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. memahami struktur. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam.3. sesama pendidik. dan masyarakat sekitar. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. orangtua/ wali peserta didik. yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut. tenaga kependidikan. 4. a) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.

semata-mata untuk kemudahan memahaminya.yang menaungi atau koheren dengan materi ajar. Pemilahan menjadi empat ini. (2) penguasaan bidang studi. memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait. Hal ini mengacu pandangan yang menyebutkan bahwa sebagai guru yang berkompeten memiliki (1) pemahaman terhadap karakteristik peserta didik. Sedangkan penguasaan materi ajar secara luas dan mendalam lebih tepat disebut dengan penguasaan sumber bahan ajar (disciplinary content) atau sering disebut bidang studi keahlian. baik dari sisi keilmuan maupun kependidikan. b) Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi. karena telah mencakup semua kompetensi lainnya. Sertifikasi guru dilakukan kepada guru yang sudah mengajar (guru dalam jabatan) dan calon guru (guru pra jabatan). (3) kemampuan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Sertifikasi Guru 10 . dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. Keempat kompetensi tersebut dalam praktiknya merupakan satu kesatuan yang utuh. Beberapa ahli mengatakan istilah kompetensi profesional sebenarnya merupakan “payung”. dan (4) kemauan dan kemampuan mengembangkan profesionalitas dan kepribadian secara berkelanjutan.

Transparan yaitu mengacu kepada proses sertifikasi yang memberikan peluang kepada para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperoleh akses informasi tentang pengelolaan pendidikan. yang sebagai suatu sistem meliputi masukan. baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus nonpegawai negeri sipil (non PNS/ swasta). dan hasil sertifikasi. Dengan peningkatan mutu dan kesejahteraan guru maka diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Berujung pada peningkatan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan mutu guru dan kesejahteraan guru Sertifikasi guru merupakan upaya Pemerintah dalam meningkatkan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru. tidak diskriminatif. dan akademik. dan Akuntabel Objektif yaitu mengacu kepada proses perolehan sertifikat pendidik yang impartial. proses. Dilaksanakan secara Objektif. Guru yang telah lulus uji sertifikasi guru akan diberi tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok sebagai bentuk upaya Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. dan memenuhi standar pendidikan nasional. 11 Sertifikasi Guru . finansial. Prinsip Sertifikasi Guru 1. Transparan.B. 2. Tunjangan tersebut berlaku. Akuntabel merupakan proses sertifikasi yang dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara administratif.

Untuk memberikan sertifikat pendidik kepada guru. Sertifikasi mengacu pada kompetensi guru dan standar kompetensi guru. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dilaksanakan sesuai peraturan dan perundang-undangan dengan Program sertifikasi pendidik dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. sedangkan standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang kemudian dikembangkan menjadi kompetensi guru TK/RA. Instrumen penilaian kompetensi tersebut dapat berupa tes dan non tes. Sertifikasi Guru 12 . sebagai bukti penguasaan seperangkat kompetensi yang dipersyaratkan.3. Pengembangan instrumen penilaian kompetensi guru dilakukan oleh LPTK tertentu yang ditunjuk oleh Pemerintah dengan standar yang sama untuk seluruh Indonesia. sosial. dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan guru mata pelajaran. dan sistematis Dilaksanakan secara terencana Agar pelaksanaan program sertifikasi dapat berjalan dengan efektif dan efesien harus direncanakan secara matang dan sistematis. perlu dilakukan penilaian terhadap unjuk kerjanya. Kompetensi guru mencakup empat kompetensi pokok yaitu kompetensi pedagogik. kepribadian. dan profesional. guru kelas SD/MI. 4.

maka disusunlah kuota guru peserta sertifikasi untuk masing-masing Propinsi dan Kabupaten/Kota. Jumlah Peserta Sertifikasi Guru Ditetapkan oleh Pemerintah Untuk alasan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan sertifikasi guru serta penjaminan kualitas hasil sertifikasi. guru Menghargai pengalaman kerja Pengalaman kerja guru disamping lamanya guru mengajar juga termasuk pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti. 6. Penyusunan dan penetapan kuota tersebut didasarkan atas jumlah data individu guru per Kabupaten/ Kota yang masuk di pusat data Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. karya yang pernah dihasilkan baik dalam bentuk tulisan maupun media pembelajaran. Berdasarkan jumlah yang ditetapkan pemerintah tersebut.5. serta aktifitas lain yang menunjang profesionalitas guru. Mekanisme Sertifikasi Guru 13 Sertifikasi Guru . Hal ini diyakini bahwa pengalaman kerja guru dapat memberikan tambahan kompetensi guru dalam mengajar. Dalam beberapa hal. Oleh karena itu. C. guru yang mempunyai masa kerja lebih lama akan lebih berpengalaman dalam melakukan pembelajaran dibanding dengan guru yang masih relatif baru. pengalaman kerja guru perlu mendapat penghargaan sebagai salah satu komponen yang diperhitungkan dalam sertifikasi guru. jumlah peserta pendidikan profesi dan uji kompetensi setiap tahunnya ditetapkan oleh pemerintah.

teknologi. sosial. atau seni yang secara konseptual menaungi materi pelajaran. Penetapan beban belajar berdasarkan persyaratan latar belakang bidang keilmuan dan satuan pendidikan tempat penugasan. Bobot muatan belajar untuk lulusan program S1/D-IV kependidikan dititikberatkan pada penguatan pada kompetensi Sertifikasi Guru Guru Prajabatan 14 . materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi mata pelajaran.Penyelenggara sertifikasi guru melalui pendidikan profesi dan uji kompetensi adalah perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dengan beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Ujian tertulis dilaksanakan secara komprehensif yang mencakup wawasan atau landasan kependidikan. Sertifikasi guru bagi calon guru dan guru yang sudah mengajar dilaksanakan melalui mekanisme yang berbeda didasarkan atas penghargaan terhadap pengalaman kerja guru. konsepkonsep disiplin keilmuan. Beban belajar pada pendidikan profesi berkisar antara 18 (delapan belas) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester. 1. kepribadian. Uji kompetensi melalui ujian tertulis dan ujian kinerja sesuai standar kompetensi. (Calon Guru) Sertifikasi guru bagi calon guru dilakukan melalui pendidikan profesi yang diakhiri dengan uji kompetensi. Ujian kinerja dilaksanakan secara holistik dalam bentuk ujian praktek pembelajaran yang mencerminkan penguasaan kompetensi pedagogik. dan profesional pada satuan pendidikan yang relevan.

Guru Dalam 15 Sertifikasi Guru . prestasi akademik. e. Sedangkan bobot muatan belajar untuk lulusan program S1/D-IV non kependidikan dititikberatkan pada pengembangan kompetensi pedagogik. Jabatan Bagi guru dalam jabatan yang telah memiliki kualifikasi akademik S1/D-IV dapat langsung mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik.profesional. 2. hasil karya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Sertifikat pendidik bagi seseorang yang akan menjadi guru dipenuhi sebelum yang bersangkutan diangkat menjadi guru. d. pengalaman mengajar. b. penilaian dari atasan dan pengawas. kualifikasi akademik. c. Penilaian portofolio merupakan pengakuan atas pengalaman profesional guru dalam bentuk penilaian terhadap kumpulan dokumen yang mendeskripsikan: a. pendidikan dan pelatihan. Uji kompetensi dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio berdasarkan standar penilaian yang ditetapkan pemerintah. f.

Bagi guru yang lulus uji kompetensi mendapat sertifikat pendidik. Misalnya. dan/atau satuan pendidikan yang diampunya. keikutsertaan dalam pendidikan profesi atau uji kompetensi dilakukan berdasarkan mata pelajaran. h. Ini berarti yang bersangkutan harus mengampu mata pelajaran sesuai dengan sertifikat profesi yang diterimanya. Bagi guru yang gagal uji kompetensi diberi kesempatan untuk mengulang hanya untuk bagian yang belum dikuasainya. Pengalaman organisasi di bidang pendidikan dan sosial. Sertifikat profesi guru diberikan setelah lulus sertifikasi sesuai dengan pilihan sertifikasinya. j. pengembangan profesi karya keikutsertaan dalam forum ilmiah.g. Sertifikasi Guru 16 . i. Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. Guru yang belum memenuhi standar penilaian portofolio akan diberikan pendidikan dan pelatihan profesi guru yang diakhiri dengan uji kompetensi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah. guru memiliki kualifikasi akademik Fisika tetapi mengajar Matematika memilih disertifikasi sebagai guru Matematika. Guru dalam jabatan yang memiliki kualifikasi akademik S1/D-IV tidak sesuai dengan mata pelajaran atau satuan pendidikan yang diampunya. penilaian portofolio dinilai dengan instrumen guru Matematika.

mengajar sebagai guru sesuai dengan peruntukan sertifikat pendidik yang dimilikinya e. Persyaratan untuk mendapatkan tunjangan profesi adalah: a. Tunjangan Profesi Guru yang telah memiliki sertifikat pendidik berhak atas tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokoknya.D. melaksanakan kewajiban sebagai guru g. d. 17 Sertifikasi Guru . memiliki sertifikat pendidik yang telah diberi satu nomor registrasi guru oleh Departemen Pendidikan Nasional memenuhi beban kerja minimal sebagai guru memenuhi persyaratan akademik sebagai c. tidak terikat instansi sebagai guru sebagai tenaga tetap pada Guru berhak mendapatkan satu tunjangan profesi terlepas dari banyaknya sertifikat yang dimilikinya dan banyaknya satuan pendidikan atau kelas yang memanfaatkan jasanya sebagai guru. Tunjangan profesi diberikan terhitung mulai awal tahun anggaran berikut setelah tahun yang bersangkutan mendapatkan nomor registrasi guru oleh Departemen. terdaftar pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai guru f. guru b.

Sertifikasi Guru 18 .

dan menetapkan peserta sertifikasi guru berdasarkan seleksi internal. Pihak-pihak yang terkait adalah: 1. bertugas menyiapkan guru. 2. dan akuntabel sesuai dengan standar dan indikator penilaian yang telah ditetapkan.BAB III STRATEGI PELAKSANAAN A. Perguruan Tinggi penyelenggara sertifikasi guru yang telah ditetapkan Pemerintah sebagai penyelenggara sertifikasi guru bertugas melaksanakan proses penilaian guru secara objektif. dan perangkat penilaian sertifikasi guru. 4. Pihak-Pihak yang Berperan Pelaksanaan sertifikasi pendidik melibatkan berbagai pihak. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan merupakan kepanjangan tangan pemerintah. Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sebagai pengelola guru. transparan. bertugas menyiapkan perangkat kebijakan berkaitan dengan penetapan perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru dan pelaksanaan pendidikan profesi. menentukan skala prioritas guru peserta sertifikasi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 3. bertugas menyiapkan perangkat kebijakan yang berkaitan dengan kuota sertifikasi guru dan proses pelaksanaan sertifikasi. 19 Sertifikasi Guru . dan mengeluarkan sertifikat pendidik bagi guru yang telah memenuhi persyaratan.

1. Rekrutmen Peserta Sertifikasi Berdasarkan kuota sertifikasi guru yang diterimanya. Tahapan Pelaksanaan Sertifikasi Langkah atau tahapan penyelenggaraan sertifikasi adalah sebagai berikut. golongan. 3.49 15 .39 10 .25 III/d < 24 III 40 . Penetapan Jumlah Peserta Sertifikasi Pemerintah setiap tahun menetapkan jumlah peserta sertifikasi guru baik.14 III/b V < 30 < 10 III/a KEPALA WAKIL KEPALA SEKOLAH. MASA KERJA 3. Penyusunan Kuota Sertifikasi Berdasarkan jumlah peserta sertifikasi guru yang ditetapkan pemerintah. masa kerja. tugas tambahan. Ditjen PMPTK menyusun kuota sertifikasi untuk masing-masing Propinsi dan Kabupaten/Kota. DLL Sertifikasi Guru 20 . Kriteria penilaian untuk menentukan daftar urut peserta adalah usia. KEPALA LAB. TUGAS TAMBAHAN PRIORITAS I 55 . USIA 2.54 20 .59 > 25 IV > 24 II 50 . dan prestasi kerja. 2. JAM MENGAJAR 5. Tabel 1: Contoh Bagan Prioritas KRITERIA 1. dan menetapkan guru peserta sertifikasi. GOLONGAN 4. SEKOLAH KEPALA BENGKEL.B. Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan seleksi internal dengan menggunakan skala prioritas dan kriteria yang telah disepakati.19 III/c IV 30 . beban mengajar.

Pemberian Sertifikat Pendidik Perguruan Tinggi memberikan sertifikat pendidik kepada guru yang telah dinyatakan lulus dan memenuhi semua indikator kompetensi guru. 4. Penyusunan Portofolio oleh Guru Guru menyusun portofolio lengkap beserta bukti fisik yang menggambarkan semua prestasi kerja terbaik dalam suatu dokumen untuk dinilai oleh Perguruan Tinggi penyelenggara sertifikasi guru. 21 Sertifikasi Guru . 5. 6.Penetapan jumlah peserta sertifikasi PNS dan non PNS memperhatikan proporsional jumlah guru PNS dan non PNS di masing-masing daerah. Pelaksanaan Sertifikasi Guru Perguruan Tinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah melaksanakan sertifikasi dengan menggunakan instrumen standar yang telah ditetapkan.

Rencana Penuntasan Sertifikasi Guru Pelaksanaan program sertifikasi merupakan keharusan. Namun mengingat keterbatasan yang ada.306. Sertifikasi Guru 22 . secara bertahap akan disertifikasi dan diharapkan tuntas pada tahun 2015. Saat ini kita mempunyai guru sebanyak 2. Target penuntasan program sertifikasi guru disajikan pada tabel 2. karena hal ini merupakan amanat Undang-Undang.Penetapan Jumlah Peserta Sertifikasi Ditjen PMPTK Penyusunan Kuota Sertifikasi Rekrutmen Peserta Sertifikasi Dinas Pendidikan Kab/Kota Penetapan Daftar Peserta Sertifikasi Guru Penyusunan Portofolio Perguruan Tinggi yang Ditetapkan Pemerintah Penilaian Portofolio dan Uji Kompetensi Pemberikan Sertifikat Pendidik Gambar 1: Tahap Pelaksanaan Sertifikasi Guru C.015 orang. program sertifikasi dilaksanakan secara bertahap.

608 1.007 922.383.Tabel 2.075.912.015 Jumlah Guru Kumulatif 2. 23 Sertifikasi Guru .873 393. 5 Pendidika n Dasar 191.306.267 191.602 230.267 191.335 39. Jumlah guru dan kuota sertifikasi tahun 2007 menurut propinsi dan status kepegawaiannya disajikan pada tabel 3.670 50.602 230.811 1.267 191.602 230. akan disertifikasi sebanyak 190.335 39.413 1.348 Jumlah Guru 230.202 190.577 1.335 78.335 39.844.796 27.335 39.667 Pendidika n Menengah 39. Target Penuntasan Program Sertifikasi Guru Tahun 2015 2014 2013 2012 2011 2010 2009 2008 2007 Jumlah % 100 90 80 70 60 50 40 20 8.450 2.602 461.405 461.267 382.014 2.267 191.602 230.957 162.533 219.153.306.267 191.203 270.602 230.753 190.614.335 39.450 Untuk tahun 2007.450 guru.210 1.

127 165.063 6.758 356.122 36.489 26.622 KUOTA 7.787 3.685 50.044 13.572 846 5.090 3.981 33.274 37.860 51.599 138.867 4.284 11.063 241.539 29.030 27.586 14.925 854 2.140 30.657 201.539 5.700 3.475 3.102 9.475 47.275 335.951 32.294 146.Tabel 3: Jumlah Guru Dan Kuota Sertifikasi Tahun 2007 Menurut Status Kepegawaian N O 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI.936 75.618 134.732 2.368 23.916 2.233 4.503 779 444 744 543 PNS+NON PNS TOTAL 95. YOGYAKARTA JAWA TIMUR NAD SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR PNS TOTAL 39.430 9.658 2.469 42.625 4.983 4.306 1.165 NON PNS TOTAL 55.788 7.169 26.127 37.547 KUOTA 1.247 49.075 KUOTA 6.570 11.030 6.996 60.494 14.382 40.195 30.892 20.313 16.162 53.196 917 615 758 1.028 55.137 1.106 20.005 5.511 3.381 21.894 44.988 2.708 24 Sertifikasi Guru .545 20.224 45.464 210.008 3.579 4.214 29.083 24.699 14.527 17.437 85.233 3.789 2.025 22.295 3.575 3.629 90.

974 3.595 2.717 1.679 1.044 20.470 8.935 2.339 233 423 74 89 215 38.693 479 371 752 993 794 430 315 151 1.785 12.910 28.167 2.532 32.447 4.615 101.797 19.736 8.376 NON PNS TOTAL 6.073 190.951 17.911 1.262 595 5.759 4.502 6.123 8.336 3.612 970 4.218 4.832 32.693 289 363 858 152.594 14.778 4.460 2.187 45.585 3.402 32.996 2.450 25 Sertifikasi Guru .440 12.793 22.349 11.994 8.155 KUOTA 2.522 143 52.843 27.797 KUOTA 516 621 1.358 934 1.116 363 452 1.147 1.672 14.866 7.092 837.936 5.180 25.N O 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 PROPINSI SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NTB NTT PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANTEN BANGKA BELITUNG GORONTALO KEP.060 13.026 3.408.843 1.562 30.783 69.768 2.95 2 KUOTA 2.842 3.577 746 6.697 1.069 2.986 80.812 18.967 3.980 2.371 5.471 3.780 47.958 11.248 15.767 1.513 47.245.390 1.186 1.472 8.944 13. RIAU IRIAN JAYA BARAT SULAWESI BARAT INDONESIA PNS TOTAL 24.724 9.138 37.074 PNS+NON PNS TOTAL 31.

Sertifikasi Guru 26 .

BAB IV PENUTUP Pelaksanaan sertifikasi guru merupakan komitmen pemerintah. dan pembangunan guru yang profesional menuju pembangunan “Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif”. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. untuk mengimplementasikan amanat Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Keberhasilan pelaksanaan sertifikasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. kesadaran. Untuk itu sangat diharapkan keterlibatan secara langsung dan sungguh-sungguh dari unsur pelaksana program terutama Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Propinsi dalam mengimplementasikan sertifikasi guru. Program sertifikasi guru bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kesejahteraannya yang berujung pada peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. juga menjadi harapan nyata bagi pembangunan pendidikan. keterlibatan dan upaya sungguh-sungguh dari segenap unsur pelaksana program. 27 Sertifikasi Guru . Keberhasilan pelaksanaan sertifikasi guru sangat bergantung pada pemahaman.