Tugas Methodologi Penelitian

PARADIGMA KUALITATIF DAN PARADIGMA KUANTITATIF

Oleh : Sitti Nurhikmah K Asti Toro Nina Rizky Mulyani A31107716

A31107625 A31107708

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

Pengertian fakta maupun dalam filsafat positivisme dan postpositivisme juga memiki cakupan yang berbeda. Apabila penelitian yang dilakukan memiliki tujuan akhir menemukan kebenaran. dan dijahit dengan rapi sehingga dapat terlihat indah bagi yang menggunakan pakaian tersebut. Jika dalam sample benar maka kebenaran tersebut mempunyai peluang berlaku juga untuk populasi yang lebih besar. Apakah pakaian tersebut terbuat dari bahan yang biasa dan memiliki model yang biasa-biasa saja atau sebuah pakaian yang terbuat dari bahan berkualitas. Sedangkan aliran postpositivisme dalam penelitian berkembang menjadi penelitian dengan paradigma kualitatif. Berarti jika kita berbicara tentang kualitatif. Pada aliran paradigma positivisme ukuran kebenarannya dalah frekuensi tinggi atau sebagaian besar dan bersifat probalistik. penerbit buana Ilmu Populer. Di sini kita tidak berbicara . dan ciriciri dari pakaian tersebut. kualitatif berasal dari kata “kualitas” atau “quality” yang berarti mutu. Kedua aliran filsafat tersebut mendasari bentuk penelitian yang berbeda satu dengan yang lain. Dalam positivisme fakta dan adapt terbatas pada sesuatu yang empiri sensual. Jika kita berbicara tentang sebuah sebuah pakaian. cirri-ciri. memiliki model yang mengikuti trend. sedangkan dalam postpositivisme selain yang empiri sensual juga mencakup apa yang ada di balik yang empiric sensual (fenomena dan nomena). jelas kita berbicara tentang mutu. Aliran positivisme dalam penelitian berkembang menjadi penelitian dengan paradigma kuantitatif. maka ukuran maupun sifat kebenaran antara kedua paradigma filsafat tersebut berbeda satu dengan yang lain. sifat. yaitu penelitian yang berdasarkan penelitian atau paradigma filsafat positivisme dan aliran filsafat postpositivisme. ciri-ciri dan sifat sesuatu atau seseorang. Dhanny R. Pada filsafat postpositivisme kebenaran didasarkan pada asensi (sesuai dengan hakekat obyek) dan kebenarannya bersifat holistic. Cyssco. sifat. berarti kita berbicara mengenai hal-hal yang bersifat mutu. Dalam kamus Standar Lengkap Inggris-Indonesia.PARADIGMA KUALITATIF DAN PARADIGMA KUANTITATIF Berdasarkan aspek filosofi yang mendasarinya penelitian secara garis besar dapat dikategorikan menjadi dua macam.

menyebutkan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.berapa banyak baju yang harus dijadikan contoh dalam pembicaraan. dan mutu yang sama. tak satupun yang memiliki cirri-ciri. Berbeda dengan Paradigma Kuantitatif yang lebih melihat kepada jumlah obyek dan cenderung menggeneralisasikan sesuatu. pengamatan. Denzin dan Lincoln menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah. Paradigma Kualitatif tidak mengenal generalisasi dan sangat menghargai keunikan setiap obyek (subyek) yang diamati. dan pemanfaatan dokumen. bahwa dalam paradigma kualitatif yang lebih ditekankan adalah persoalan kedalam (kualitas) data. Moleong. Moleong sendiri secara simple mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analitis statistikatau acar kuantifikasi lainnya. Meskipun mereka kembar. Pakar lain. dan bukan banyaknya (kuantitas) data. dipastikan tak satu pun yang memiliki sifat. sifat. Rachmat Krisyantono dalam Teknik Praktis Riset Komunikasi. tetapi jika diperhatikan secara seksama pasti terdapat banyak perbedaan-perbedaan dan deviasi karakter yang membuktikan bahwa setiap pakaian walaupun terbuat dari bahan yang sama dan di buat dengan cara yang sama. karena setiap pakaian memiliki cirri-ciri. maka Paradigma Kualitatif memandang suatu obyek (subyek) lebih kepada sifat dan ciri-ciri yang melekat pada obyek (subyek) tersebut. sifat. Lebih lanjut Krisyantono menyebutkan bahwa setiap riset yang menggunakan paradigma kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Hal ini . dan mutu tersendiri. Berangkat dari hal tersebut. sehingga kita dapat mengatakan bahwa semua pakaian itu sama. dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada (wawancara. Sedangkan Bogdan dan Taylor dalam Metodologi Penelitian Kualitatif karya Lexy J. Penerbit Rosda. Demikian pula jika kita berbicara mengenai manusia sebagai bahan pembicaraan kajian. cirri-ciri. maka semakin objektif penelitian tersebut. semakin subyektif sebuah penelitian. Walaupun sepintas tampak mirip. dan mutu yang sama. Sementara sebuah asumsi mengatakan bahwa dalam paradigma kualitatif.

Jadi paradigma Kualitatif dapat menggunakan Data Kuantitaif. ketika mendeskripsikan sebuah fenomena busung lapar di suatu daerah. . maka Data (yang bersifat) Kualitatif merupakan data yang dihasilkan dari cara pandang yang menekankan pada cirri-ciri. dan Subyektif (Kuswarno). sifat. Apakah Paradigma Kualitatif Dapat Menggunakan data Kuantitatif ? Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya. Peneliti merupakan bagian dari instrument penetian. seperti cantik. alamiah (fenomenologis).yang menunjukkan ukuran obyektivitas penelitian kualitatif ditentukan oleh tingkat subyektivitas peneliti. dan mutu suatu obyek (subyek). dan mutu obyek (subyek) yang bersangkutan. tampan. Namun. reponsif. dan lain-lain. berbeda dengan paradigma kuantitatif dimana peneliti terpisah dari obyek yang ditelitinya. Berbeda dari data kuantitatif yang bersifat numeric. Paradigma adalah bagaimana cara pandang atau pendekatan terhadap obyek (subyek). non kuantitatif (Moleong). interpretative (Denzin dan Lincoln). deskriptif (Bogdan & Taylor). Dengan demikian. demikian pula sebaliknya. tampak kurang berpendidikan. data kualitatif bersifat non-numeric (kata-kata deskriptif). bagus sekali. gagap. Misalnya. terdapat perbedaan antara Kualitatif/Kuantitatif sebagai sifat Data. sifat. Informasi ini diperkuat dengan data statistic yang ada mengenai presentasi tingkat kemiskinan di daerah tersebut. lincah mewakili anak zaman sekarang. ditemukan informasi dari salah satu sumber bahwa salah satu penyebabnya adalah factor ekonomi. data-data tersebut merupakan data-data pendukung untuk memperkuat data-data utama yang telah dihasilkan dari paradigma yang sama. biasanya. sedangkan Data adalah apa yang di hasilkan dari cara tersebut. jelas bahwa riset-riset atau penelitian yang mengusung paradiigam kualitatif memiliki cirri-ciri kedalaman/eksploratif (Krisyantoro). Bagaimana dengan Kualitatif sebagai Sifat Data ? Jika paradigma kualitatif merupakan ‘cara pandang’ yang menekankan pada cirriciri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful