P. 1
PENGANTAR EKONOMI ISLAM

PENGANTAR EKONOMI ISLAM

|Views: 568|Likes:
Published by Ali Nurdin Anwar

More info:

Published by: Ali Nurdin Anwar on Mar 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

PENGANTAR EKONOMI ISLAM

I. Konsep Dasar Ekonomi Islam
1.1. Pengertian Ekonomi Islam
Islam adalah agama yang Kaaffah (komprehensif)). Tidak ada satu pun dimensi
kehidupan manusia baik yang berkaitan dengan hubungannya dengan sang khalik
(Hablumminallah) maupun hubungan antar manusia (Hablumminannas) melainkan Islam
memberikan aturan yang sangat lengkap dan jelas. Aturan-aturan tersebut harus direalisasikan
oleh setiap individu jika ia ingin mendapatkan kebahagiaan yang hakiki (al-falah).
Seiring dengan hancurnya komunisme serta ambruknya kapitalisme menghadapi
persoalan-persoalan kemanusiaan khususnya di bidang ekonomi yang ditandai dengan terjadinya
resesi global di negara-negara yang menganut sistem kapitalis. maka Islam dianggap bisa
menjadi solusi alternatif (bahkan satu-satunya alternatif ±pen) bagi pemecahan masalah-masalah
yang dihadapi oleh umat manusia. Oleh karena itu kajian ekonomi Islam atau terkadang disebut
juga ekonomi Syariah menjadi keniscayaan bagi umat Islam, bahkan bagi seluruh umat manusia
sekalipun dengan mengesampingkan latar belakang keyakinan mereka.
Menurut Haron, kata ekonomi pertama kali digunakan pada tahun 1440 M, berasal dari
Bahasa Perancis abad pertengahan economie atau berasal dari Bahasa Latin Oeconomia. Atau
juga berasal dari bahasa Yunani, oikonomia yang berasal dari kata oikonomos yang berarti
mengatur atau menjaga
1
. Sedangkan dalam Bahasa Arab padanan kata ekonomi adalah al-
iqtishad yang berasal dari kata alqashdu artinya adalah konsisten, adil dan tidak berlebihan.
Pengertian ekonomi menurut terminologi para ekonomi barat sebagaimana yang dikemukakan

1
Haron Sudin dan Wan Nursofiza Wan Azmi, Islamic Finance and Banking System, Selangor, Mc Graw-Hill Sdn. Bhd,
2009, hal 2


2

oleh Samuelson dan Wiiliam S. Nordhaus adalah ³Economies is the study of the use of limited
resources to produce valuable commodities and distribute them to different people
2
´ yang berarti
ekonomi adalah suatu studi tentang penggunaan sumberdaya yang terbatas untuk menghasilkan
komoditas yang bernilai dan mendistribusikannya kepada semua orang.
Jika kata ekonomi diakhiri dengan kata Islam maka makna ekonomi memiliki makna
yang lain. M. Akram Khan mengatakan : ³Islamic economics aims the study of human falah
(well-being) achieved by organizing the resources oft the earth on the basic of cooperation and
participation
3
´ artinya : Ekonomi Islam bermakna studi berkait dengan bagaimana mencapai
kebahagiaan manusia dengan cara mengorganisasi seluruh sumber yang ada di muka bumi
dengan berdasarkan pada asa kebersamaan dan partisipasi bersama.
Kursyid Ahmad memberikan definisi yang lebih spesifik lagi :´Islamic economics is a
systematic effort to thy to understand the economic¶s problem and human behavior in the
relation to the problem from an Islamic perspective
4
´ Ilmu ekonomi Islam adalah sebuah usaha
sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi dan tingkah laku manusia secara
relasional dalam prespektif Islam´.
Dua pengertian di atas sudah cukup memberikan gambaran yang jelas bahwa dalam
ekonomi Islam yang menjadi standar adalah tata nilai yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya,
sehingga ekonomi dalam Islam tidak dianggap sebagai sesuatu yang bebas dari nilai
sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang barat terhadap ekonomi. Justeru, nilai-nilai Islam
harus menjadi inti dari perekonomian. Menurut Siddiqi, Filosopi ekonomi Islam berdasarkan
kepada asas kebebasan, kesetaraan, keadilan dan kerjasama yang merupakan manifestasi doktrin

2
Haron Sudin dan Wan Nursofiza Wan Azmi, Islamic Finance and Banking System, Selangor, Mc Graw-Hill Sdn. Bhd,
2009, hal 4
3
Nurul Huda, et. Al. Ekonomi Makro Islam Pendekatan Teoretis, Jakarta, Kencana Pernada Media Grup, 2008, hal 1
4
Ibid, hal 2.

3

utama dalam Islam yaitu Tauhid. Dengan merealisasikan nilai-nilai tersebut akan membuat hidup
ini baik dan indah
5
.
Disamping itu, dari segi tujuan ekonomi dalam Islam bukan saja semata meraih
kemakmuran secara ekonomi (dimensi fisik semata) tetapi lebih jauh dari itu yaitu al-falah
(kebahagiaan yang paripurna) baik di dunia maupun di akhirat.

1.2. Prinsip-prinsip Dasar Ekonomi Islam
Menurut Nurul Huda , et al. ada tiga asas ekonomi Islam
6
:
1. Semua yang ada di dalam semesta ini adalah mutlak milik Allah. Manusia hanyalah
khalifah yang diberi amanah untuk mengelola sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh-
Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Najm: 31
´ã.´ B´v Ê´´ ´ò´.¬´´ù´´ÒBb B´v.´ Ê´´ ´´´:J.Bb
´´´´´.H´Ò ´´´´C´ãBb Fb¬´´´´´´´0 B´ù´)
Fb¬´1´oA´ ´´´´´·´.´ ´´´´C´ãBb Fb¬´1+´´=´0
´×¬´´´´´6BB´) ´´´´ 4
³Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya
Dia memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah
mereka kerjakan dan memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan
pahala yang lebih baik (syurga)´
2. Untuk dapat melaksnakan tugasnya sebagai khalifah Allah, manusia wajib tolong
menolong dan saling membantu dalam melaksanakan kegiatan ekonomi yang bertujuan
untuk beribadah kepada Allah.
3. Beriman kepada hari akhirat, yang merupakan asas penting dalam suatu sistem ekonomi
Islam karena dengan keyakinan ini tingkah laku ekonomi manusia akan dapat terkendali
sebab ia sadar bahwa semua perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban kelak oleh
Allah SWT

5
Muhammad Nejatullah Siddiq, Economics An Islamic Approach, Lahore, Shirkat Printing Press, 2001, hal 16
6
Nurul Huda et al, Ekonomi Makro Islam Pendekatan Teoretis, Jakarta, Prenada Media Group, 2008, hal 3 - 4

4

Tiga hal tersebut, menjadi pegangan dalam melakukan kegiatan ekonomi, baik yang
berkaitan dengan alokasi sumber daya, produksi barang dan jasa maupun pendistribusian hasil
serta kemakmuran yang menjadi tiga pilar ekonomi pada umumnya.

II. Faktor-Faktor Ekonomi Menurut Islam
Dalam kajian ekonomi, ada tiga pembahasan yang paling krusial sebagaimana yang
dikemukakan oleh para ekonom. Ketiga hal tersebut adalah; alokasi sumber daya, produksi dan
distribusi. Ketiga-tiganya perlu dikaji lebih dalam agar kita bisa dengan utuh memahami
pandangan Islam terhadap ketiga faktor ekonomi tersebut
2.1. Pengalokasian Sumber Daya
Dalam kajian ekonomi makro alokasi sumber daya merupakan hal yang sangat penting
dan krusial, hanya saja para ekonom tidak memiliki kata sepakat berkaitan dengan berapa jumlah
alokasi sumber daya ekonomi termasuk juga para ekonom muslim. Namun demikian ada dua hal
yang disepakati yakni tanah (land) serta tenaga kerja (labor). Dua aspek ini yang penulis kira
sangat penting untuk dibahas menurut sudut pandang ekonomi Islam. Karena selama ini paham
kapitalisme sudah mengakar kuat dalam paradigma pemikiran manusia pada umumnya termasuk
umat Islam. Inilah yang mengakibatkan terjadinya eksplotiasi berlebihan terhadap sumber-
sumber ekonomi, rusaknya ekosistem serta tatanan sosial masyarakat sekarang ini.
A. Tanah (Land)
Tanah yang dimaksud adalah segala hal yang disediakan oleh Allah bagi kesejahteraan
umat manusia. Dalam kaitan hal tersebut, Islam memberikan aturan tersendiri :
Pertama : Allah pemilik mutlak apa yang ada di alam semesta ini, manusia hanya diberi amanah
untuk memanfaatkan apa yang ada untuk kesejahteraan umat manusia

5

Kedua: Islam mengakui kepemilikan multijenis (multitype ownership), yakni Islam mengakui
bermacam-macam bentuk kepemilikan, baik oleh swasta (individu), Negara atau campuran.
Adanya konspep kepemilikan multijenis ini tiada lain untuk menjamin keadilan agar tidak ada
proses penzaliman segolongan manusia terhadap yang lainnya
7
. Oleh karena itu, cabang-cabang
ekonomi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak seperti energy, air dan barang
tambang harus dikelola oleh Negara.
Dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang tersedia, Islam memberikan aturan-aturan
tertentu agar keberadaannya dapat memberikan multimanfaat bagi kesejahteraan umat manusia.
Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut :
Pertama: Sumber-sumber daya dipergunakan untuk kepentingan semua bukan kepentingan
segelintir orang atau kelompok tertentu
Kedua; Setiap orang harus mencari sumber daya dengan cara yang benar dan jujur sesuai.
Ketiga; Meskipun sudah diupayakan dengan benar namun hal tersbut harus juga disesuaikan
menurut prasyarat keumatan
Keempat; tidak seorang pun berhak untuk menyia-nyiakan apalagi mengahancurkan sumber
daya alam yang ada, semuanya harus dimanfaat serta diberdasyakan untuk kesejahteraan umat
manusia
B. Tenaga Kerja
Islam adalah agama yang sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mandiri dan
memiliki pekerjaan sehingga dengan demikianakan memiliki izzah atau kehormatan. Prilaku
berpangku tangan, malas dan tidak memiliki keinginan untuk bekerja tidak sesuai dengan nilai-
nilai agama Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda : ³Seseorang yang membawa tali kemudian
dating dengan seikat kayu bakar dan menjulanya sehingga Allah menjaga kehormatan dirinya,

7
Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islami, Jakarta, RajaGrafindo Persada, 2007, hal 42

6

lebih baik daripada seseorang yang meminta-minta, lalu mereka memberinya atau tidak´ (HR.
Bukhori)
Dalam teori ekonomi, keberadaan para pekerja adalah sesuatu yang sangat penting.
Karena meskipun sumber daya alam melimpah tetapi sumber daya manusianya atau labor-nya
terbatas maka tidak akan mungkin cukup menghasilkan produksi yang bermanfaat bagi umat
manusia.
Transaksi ketenagakerjaan dalam hukum Islam termasuk dalam kategori sewa menyewa
atau al-ijarah. Islam membolehkan seseorang bekerja dengan memberikan jasanya kepada orang
lain atapun sebaliknya mengontrak orang lain untuk bekerja kepadanya. Untuk mengindari
persoalan-persolan yang terjadi antara orang yang bekerja (labor) dan para pengusaha
(employee) Islam sudah jauh-jauh hari memberikan arahan berkait dengan hal tersebut untuk
menjamin kedua belah pihak
Pertama: Pengusaha dan tenaga kerja adalah sederajat. Hanya saja tugas dan kewajiban masing-
masing berbeda. Pengusaha bekerja semaksimal mungkin untuk mengelola perusahan sedangkan
tenaga kerja bekerja semaksimal mungkin untuk menciptakan keuntungan bagi perusahaan
Kedua; Kesepakatan kontrak ketenagakerjaan dalam pandangan Islam harus jelas serta betul-
betul dipahami oleh kedua belah pihak. Untuk menghindari konflik yang akan terjadi Islam
mensyaratkan bahwa dalam kontrak kerja harus mencantumkan dengan jelas
8
:
a. Bentuk kerja yang dimaksud di sini adalah deskripsi pekerjaan yang akan
dilaksanakan. Jenis-jenis pekerjaan yang haram tidak boleh dilakukan oleh seorang
muslim
b. Masa kerja.

8
M. Ismail Yusanto dan M. Arif Yunus, Pengantar Ekonomi Islam, Bogor, Al-Azhar Press, 2009 hal 195 - 199

7

c. Upah. Kompensasi transaksi ketenagakerjaan (ijarah) berupa upah atau gaji harus
dengan jelas tercantum dalam akad. Hal tersebut sebagaimana sabda Nabi
Muhammad SAW : ³Apabila salah seorang di antara kalian mengontrak seorang
pekerja maka hendaknya dia memberitahukan upahnya kepadanya´ (HR. An-Nasai)
d. Tenaga yang tercurahkan
Ketiga, hak-hak para tenaga kerja harus segera ditunaikan sebagaimana yang telah disepakati.
Dalam pandangan Islam sikap pengusaha yang menunda-nunda pembayaran padahal sanggup
dianggap tindakan dzalim (ϢϠχ ϲϨϐϟ΍ Ϟτϣ)
2.2.Produksi dalam Pandangan Islam
Produksi adalah suatu proses yang sudah ada sejak keberadaan manusia pertama di bumi
ini. Produksi sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Agar produksi ini bentul-betul
memberikan manfaat bagi umat manusia, Islam memberikan atauran-aturan tertentu untuk
dijadikan arahan (guidance) dalam menjalankan aktivitas produksi. Berikut ini ada beberapa
aturan mendasar bagi kegiatan produksi dan perekonomian secara keseluruhan, antara lain :
1. Seluruh kegiatan produksi terikat pada tataran nilai moral dan teknikal yang Islami
9

Sejak dari kegiatan mengorganisisr faktor produksi, proses produksi hingga pemasaran
dan pelayanan kepada konsumen semuanya harus mengikuti moralitas Islam. Produksi barang
dan jasa yang dapat merusak moralitas dan menjauhkan manusia dari nilai-nilai relijius
diharamkan. Selain itu Islam juga mengajarkan adanya skala prioritas (dharuriyah, hajjiyah dan
tahsiniyah) dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi serta melarang sikap berlebihan dan tabdzir
2. Kegiatan produksi harus memperhatikan aspek sosial-kemasyarakatan
Kegiatan produksi harus menjaga nilai-nilai keseimbangan dan harmoni dengan
lingkungan sosial dan lingkungan hidup dalam masyarakat dalam skala yang lebih luas. Selain

9
Hendrie Anto, Pengantar Ekonomika Mikro Islami,Yogyakarta, Jalasutra, 2003, hal. 156

8

itu, masyarakat juga berhak menikmati hasil produksi secara memadai dan berkualitas. Jadi
produksi bukan hanya menyangkut kepentingan para produsen (stock holders) saja, tapi juga
masyarakat secara keseluruhan (stake holders). Pemerataan manfaat dan keuntungan produksi
bagi keseluruhan masyarakat dan dilakukan dengan cara yang paling baik merupakan tujuan
utama kegiatan ekonomi.
3. Permasalahan ekonomi muncul bukan saja karena kelangkaan tetapi lebih kompleks.
Masalah ekonomi muncul bukan karena adanya kelangkaan sumber daya ekonomi untuk
pemenuhan kebutuhan manusia saja, tetapi juga disebabkan oleh kemalasan dan pengabaian
optimalisasi segala anugerah Allah, baik dalam bentuk sumber daya alam maupunmanusia. Sikap
tersebut dalam Al-Qur¶an sering disebut sebagai kezaliman atau pengingkaran terhadap nikmat
Allah. Hal ini akan membawa implikasi bahwa prinsip produksi bukan sekedar efisiensi, tetapi
secara luas adalah bagaimana mengoptimalisasikan pemanfaatan sumber daya ekonomi dalam
kerangka pengabdian manusia kepada Tuhannya.
Kegiatan produksi dalam perspektif Islam bersifat alturistik sehingga produsen tidak
hanya mengejar keuntungan maksimum saja. Produsen harus mengejar tujuan yang lebih luas
sebagaimana tujuan ajaran Islam yaitu falah di dunia dan akhirat. Kegiatan produksi juga harus
berpedoman kepada nilai-nilai keadilan dan kebajikan bagi masyarakat. Prinsip pokok produsen
yang Islami yaitu : 1. memiliki komitmen yang penuh terhadap keadilan, 2. memiliki dorongan
untuk melayani masyarakat sehingga segala keputusan perusahaan harus mempertimbangkan hal
ini , 3. optimasi keuntungan diperkenankan dengan batasan kedua prinsip di atas.




9

2.3. Distribusi Dalam Pandangan Islam
Keadilan adalah salah satu pilar pilosofi Ekonomi Islam. Adanya penumpukan kekayaan
di satu kelompok, sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai keadilan demikian pula pemerataan
sosial yang sering didengungkan oleh marksisme tidak sesuai dengan nilai-nilai ekonomi Islam.
Ajaran Islam adalah Wasathaa (pertengahan). Ia mengakui hak-hak individu tetapi juga Islam
menganjurkan agar adanya distribusi yang adil kepada mereka yang kurang beruntung.
Karena kecenderungan manusia yang sangat mencintai harta
10
, maka Allah sendiri yang
mengatur distribusi kekayaan agar betul-betul bisa mencermikan rasa keadilan bagi seluruh umat
manusia. Jika aturan tentang distribusi dilakukan dengan baik dan benar sebagaimana yang Allah
perintahkan, maka akan menghasilkan dampak yang positif yang luar bisa. Dampak positif itu
antara lain adalah :
Dalam konsep Islam perilaku distribusi masyarakat merupakan bagian dari bentuk proses
kesadaran masyarakat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu
distribusi dalam Islam akan menciptakan kehidupan yang saling menghargai dan
menghormati antara satu dengan yang lain, karena antara satu dengan yang lain tidak
akan sempurna eksistensinya sebagai manusia jika tidak ada yang lain.
Seorang muslim akan akan menghindari praktek distribusi yang menggunakan barang-
barang yang merusak masyarakat, misalnya minuman keras, pembajakan, hal-hal yang
mengandung unsur riba dan pornografi dan lain-lain. Karena dalam Islam bukan hanya
pengoptimalisasian dampak kemampuan manusia tetapi juga pengaruh terhadap perilaku
pengkomsusi.
Negara bertanggung jawab atas mekanisme distribusi dengan mengedepankan
kepentingan umum daripada kepentingan kelompok atau pribadi.

10
Lihat firman Allah SWT surat Al-Fajr ayat 20 : ͞Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan berlebih͟

10

Negara mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas public yang
berhubungan dengan masalah pengoptimalisasi distribusi pendapatan, seperti; sekolah,
rumah sakit dan lapangan kerja.
Dalam hal distribusi harta antar sesama individu, Islam membuat aturan tersendiri agar
distribusi itu betul-betul terjadi dengan adil dan tidak berputar pada segelintir orang. Aturan-
aturan tersebut antara lain: zakat, infak, shadaqah, wakaf, hadiah, hibah dan yang lainnya.
Ekonomi berbasis kedermawanan yang merupakan bagian penting dalam ekonomi Islam adalah
solusi bagi problemantika ekonomi yang tidak mampu ditanggulangi oleh para ekonom barat
dengan pemikiran kaptitalismenya
11
.

III. Kesimpulan
Islam adalah agama yang sempurna, seluruh sendi kehidupan manusia diatur secara
lengkap, elegan dan utuh dengan nilai-nilai yang bersendikan kepada doktrin tauhid agar
manusia bisa menggapai falah di dunia dan akhirat
Aktivitas ekonomi adalah sisi kehidupan manusia yang mendapatkan perhatian penting
dalam ajaran Islam hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya ayat maupu hadis nabi yang
membahas maslah ekonomi. Di tengah-tengah hancurnya system ekonomi marksisme dan
kolapsnya kapitalisme, Islam diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan problematika
yang dihadai umat manusia.
Dengan pilosopi kebebasan, kesetaraan, keadalian dan kerjasama yang berlandaskan
kepada tauhid sebagai patokan dasar ekonomi Islam, kita harus yakin bahwa Islam bisa menjadi
solusi tepat untuk menyelesaikan persoalan-persolan ekonomi yang gagal dipecahkan oleh
sistem-sistem hasil pemikiran manusia.

11
Hendri Tanjung, The Failure Of Economics theories, http://www.thejakartapost.com/news/2009/02/04

11

Daftar Pustaka
Anto, Hendrie, Pengantar Ekonomika Mikro Islami, Yogyakarta, Jalasutra, 2003
Bukhori, Muhammad bin Ismail, Al-Jami¶us Shahiih Al-Mukhtashar, Beirut, Daar Ibnu Katsier,
1987
Chapra, M. Umar, Islam dan Tantangan Ekonomi, Jakarta, Gema Insani Press, 2000
Hafiduddin, Didin dan Hendri Tanjung, Manajemn Syariah Dalam Praktik, Jakarta, Gema Insani
Press, 2003
Haron, sudin and Wan Nursofiza Wan Azmi, Islamic Finance and Banking System, Selangor,
Mc. Graw Hilld Sdn. Bhd, 2009
Huda, Nurul, et al, Ekonomi Makro Islam: Pendekatan Teoretis, Jakarta: Kencana, 2008
Karim, Adiwarman Azwar, Ekonomi Mikro Islami: Edisi Tiga, Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada, 2007
Nawawi, Ismail, Ekonomi Islam: Prespektif teori, Sistem dan Aspek Hukum, Surabaya: Putra
Media Nusantara, 2009
Siddqi, Muhammad Nejatullah, Economics An Islamic Approach, Lahore, Shirkat, Printing
Press, 2001
Tanjung, Hendri The Failure Of Economics theories,
http://www.thejakartapost.com/news/2009/02/04
Yusanto, M Ismali dan M. Arif Yunus, Pengantar Ekonomi Islam, Bogor, Al-Azhar Press, 2009

Filosopi ekonomi Islam berdasarkan kepada asas kebebasan. Dua pengertian di atas sudah cukup memberikan gambaran yang jelas bahwa dalam ekonomi Islam yang menjadi standar adalah tata nilai yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Nordhaus adalah ³Economies is the study of the use of limited resources to produce valuable commodities and distribute them to different people2´ yang berarti ekonomi adalah suatu studi tentang penggunaan sumberdaya yang terbatas untuk menghasilkan komoditas yang bernilai dan mendistribusikannya kepada semua orang. Jakarta. hal 2. Selangor. hal 4 3 Nurul Huda. Mc Graw-Hill Sdn. Kencana Pernada Media Grup.oleh Samuelson dan Wiiliam S. hal 1 4 Ibid. 2008. Ekonomi Makro Islam Pendekatan Teoretis. nilai-nilai Islam harus menjadi inti dari perekonomian. kesetaraan. Menurut Siddiqi. M. keadilan dan kerjasama yang merupakan manifestasi doktrin 2 Haron Sudin dan Wan Nursofiza Wan Azmi. sehingga ekonomi dalam Islam tidak dianggap sebagai sesuatu yang bebas dari nilai sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang barat terhadap ekonomi. Islamic Finance and Banking System. Bhd. et. Jika kata ekonomi diakhiri dengan kata Islam maka makna ekonomi memiliki makna yang lain. Justeru. 2 . 2009. Akram Khan mengatakan : ³Islamic economics aims the study of human falah (well-being) achieved by organizing the resources oft the earth on the basic of cooperation and participation3´ artinya : Ekonomi Islam bermakna studi berkait dengan bagaimana mencapai kebahagiaan manusia dengan cara mengorganisasi seluruh sumber yang ada di muka bumi dengan berdasarkan pada asa kebersamaan dan partisipasi bersama. Kursyid Ahmad memberikan definisi yang lebih spesifik lagi :´Islamic economics is a systematic effort to thy to understand the economic¶s problem and human behavior in the relation to the problem from an Islamic perspective4´ Ilmu ekonomi Islam adalah sebuah usaha sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi dan tingkah laku manusia secara relasional dalam prespektif Islam´. Al.

et al.utama dalam Islam yaitu Tauhid. 3. hal 3 . 1. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Najm: 31 $WT 0 WS [.4 3 . hal 16 Nurul Huda et al. 2001. Beriman kepada hari akhirat. ada tiga asas ekonomi Islam6: 1. Lahore. Semua yang ada di dalam semesta ini adalah mutlak milik Allah. Economics An Islamic Approach.  S S <^ OT  5 6 Muhammad Nejatullah Siddiq. Ekonomi Makro Islam Pendekatan Teoretis. Prenada Media Group. 2008. Manusia hanyalah khalifah yang diberi amanah untuk mengelola sesuai dengan aturan yang ditetapkan olehNya. dari segi tujuan ekonomi dalam Islam bukan saja semata meraih kemakmuran secara ekonomi (dimensi fisik semata) tetapi lebih jauh dari itu yaitu al-falah (kebahagiaan yang paripurna) baik di dunia maupun di akhirat.2.  s  $ WT [ T   [ HWl    [ IU WT S  *Z 4 QA   ³Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (syurga)´ 2. Jakarta. Dengan merealisasikan nilai-nilai tersebut akan membuat hidup ini baik dan indah5. Untuk dapat melaksnakan tugasnya sebagai khalifah Allah. Shirkat Printing Press. Prinsip-prinsip Dasar Ekonomi Islam Menurut Nurul Huda . Disamping itu. manusia wajib tolong menolong dan saling membantu dalam melaksanakan kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk beribadah kepada Allah. yang merupakan asas penting dalam suatu sistem ekonomi Islam karena dengan keyakinan ini tingkah laku ekonomi manusia akan dapat terkendali sebab ia sadar bahwa semua perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban kelak oleh Allah SWT r(] s [.

hanya saja para ekonom tidak memiliki kata sepakat berkaitan dengan berapa jumlah alokasi sumber daya ekonomi termasuk juga para ekonom muslim. menjadi pegangan dalam melakukan kegiatan ekonomi. Ketiga-tiganya perlu dikaji lebih dalam agar kita bisa dengan utuh memahami pandangan Islam terhadap ketiga faktor ekonomi tersebut 2. baik yang berkaitan dengan alokasi sumber daya. alokasi sumber daya. Inilah yang mengakibatkan terjadinya eksplotiasi berlebihan terhadap sumbersumber ekonomi. Dua aspek ini yang penulis kira sangat penting untuk dibahas menurut sudut pandang ekonomi Islam. Karena selama ini paham kapitalisme sudah mengakar kuat dalam paradigma pemikiran manusia pada umumnya termasuk umat Islam.Tiga hal tersebut. ada tiga pembahasan yang paling krusial sebagaimana yang dikemukakan oleh para ekonom. Namun demikian ada dua hal yang disepakati yakni tanah (land) serta tenaga kerja (labor). Dalam kaitan hal tersebut. produksi barang dan jasa maupun pendistribusian hasil serta kemakmuran yang menjadi tiga pilar ekonomi pada umumnya. Pengalokasian Sumber Daya Dalam kajian ekonomi makro alokasi sumber daya merupakan hal yang sangat penting dan krusial. Ketiga hal tersebut adalah. A. II. Tanah (Land) Tanah yang dimaksud adalah segala hal yang disediakan oleh Allah bagi kesejahteraan umat manusia. produksi dan distribusi.1. Islam memberikan aturan tersendiri : Pertama : Allah pemilik mutlak apa yang ada di alam semesta ini. rusaknya ekosistem serta tatanan sosial masyarakat sekarang ini. Faktor-Faktor Ekonomi Menurut Islam Dalam kajian ekonomi. manusia hanya diberi amanah untuk memanfaatkan apa yang ada untuk kesejahteraan umat manusia 4 .

Adanya konspep kepemilikan multijenis ini tiada lain untuk menjamin keadilan agar tidak ada proses penzaliman segolongan manusia terhadap yang lainnya7. Oleh karena itu. Ekonomi Mikro Islami.Kedua: Islam mengakui kepemilikan multijenis (multitype ownership). baik oleh swasta (individu). Negara atau campuran. Nabi Muhammad SAW bersabda : ³Seseorang yang membawa tali kemudian dating dengan seikat kayu bakar dan menjulanya sehingga Allah menjaga kehormatan dirinya. 2007. 7 Adiwarman A. Jakarta. Setiap orang harus mencari sumber daya dengan cara yang benar dan jujur sesuai. RajaGrafindo Persada. Meskipun sudah diupayakan dengan benar namun hal tersbut harus juga disesuaikan menurut prasyarat keumatan Keempat. Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut : Pertama: Sumber-sumber daya dipergunakan untuk kepentingan semua bukan kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu Kedua. Karim. Ketiga. tidak seorang pun berhak untuk menyia-nyiakan apalagi mengahancurkan sumber daya alam yang ada. Islam memberikan aturan-aturan tertentu agar keberadaannya dapat memberikan multimanfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Tenaga Kerja Islam adalah agama yang sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mandiri dan memiliki pekerjaan sehingga dengan demikianakan memiliki izzah atau kehormatan. malas dan tidak memiliki keinginan untuk bekerja tidak sesuai dengan nilainilai agama Islam. yakni Islam mengakui bermacam-macam bentuk kepemilikan. Dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang tersedia. air dan barang tambang harus dikelola oleh Negara. hal 42 5 . cabang-cabang ekonomi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak seperti energy. semuanya harus dimanfaat serta diberdasyakan untuk kesejahteraan umat manusia B. Prilaku berpangku tangan.

Karena meskipun sumber daya alam melimpah tetapi sumber daya manusianya atau labor-nya terbatas maka tidak akan mungkin cukup menghasilkan produksi yang bermanfaat bagi umat manusia. 2009 hal 195 . Masa kerja. Ismail Yusanto dan M. Bentuk kerja yang dimaksud di sini adalah deskripsi pekerjaan yang akan dilaksanakan. Islam membolehkan seseorang bekerja dengan memberikan jasanya kepada orang lain atapun sebaliknya mengontrak orang lain untuk bekerja kepadanya. Pengusaha bekerja semaksimal mungkin untuk mengelola perusahan sedangkan tenaga kerja bekerja semaksimal mungkin untuk menciptakan keuntungan bagi perusahaan Kedua. Jenis-jenis pekerjaan yang haram tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim b. Hanya saja tugas dan kewajiban masingmasing berbeda. Pengantar Ekonomi Islam. Kesepakatan kontrak ketenagakerjaan dalam pandangan Islam harus jelas serta betulbetul dipahami oleh kedua belah pihak. Bogor. Untuk menghindari konflik yang akan terjadi Islam mensyaratkan bahwa dalam kontrak kerja harus mencantumkan dengan jelas8 : a. Transaksi ketenagakerjaan dalam hukum Islam termasuk dalam kategori sewa menyewa atau al-ijarah.lebih baik daripada seseorang yang meminta-minta. Al-Azhar Press. 8 M. Arif Yunus. keberadaan para pekerja adalah sesuatu yang sangat penting.199 6 . lalu mereka memberinya atau tidak´ (HR. Bukhori) Dalam teori ekonomi. Untuk mengindari persoalan-persolan yang terjadi antara orang yang bekerja (labor) dan para pengusaha (employee) Islam sudah jauh-jauh hari memberikan arahan berkait dengan hal tersebut untuk menjamin kedua belah pihak Pertama: Pengusaha dan tenaga kerja adalah sederajat.

2. hajjiyah dan tahsiniyah) dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi serta melarang sikap berlebihan dan tabdzir 2. Selain itu Islam juga mengajarkan adanya skala prioritas (dharuriyah. Hal tersebut sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : ³Apabila salah seorang di antara kalian mengontrak seorang pekerja maka hendaknya dia memberitahukan upahnya kepadanya´ (HR. hal. hak-hak para tenaga kerja harus segera ditunaikan sebagaimana yang telah disepakati. Kegiatan produksi harus memperhatikan aspek sosial-kemasyarakatan Kegiatan produksi harus menjaga nilai-nilai keseimbangan dan harmoni dengan lingkungan sosial dan lingkungan hidup dalam masyarakat dalam skala yang lebih luas. Dalam pandangan Islam sikap pengusaha yang menunda-nunda pembayaran padahal sanggup dianggap tindakan dzalim ( ) 2. Tenaga yang tercurahkan Ketiga. Pengantar Ekonomika Mikro Islami. Selain 9 Hendrie Anto.Yogyakarta. antara lain : 1. An-Nasai) d. proses produksi hingga pemasaran dan pelayanan kepada konsumen semuanya harus mengikuti moralitas Islam. Agar produksi ini bentul-betul memberikan manfaat bagi umat manusia. Jalasutra. Upah. Produksi barang dan jasa yang dapat merusak moralitas dan menjauhkan manusia dari nilai-nilai relijius diharamkan. 156 7 . Berikut ini ada beberapa aturan mendasar bagi kegiatan produksi dan perekonomian secara keseluruhan.Produksi dalam Pandangan Islam Produksi adalah suatu proses yang sudah ada sejak keberadaan manusia pertama di bumi ini. 2003. Kompensasi transaksi ketenagakerjaan (ijarah) berupa upah atau gaji harus dengan jelas tercantum dalam akad.c. Seluruh kegiatan produksi terikat pada tataran nilai moral dan teknikal yang Islami9 Sejak dari kegiatan mengorganisisr faktor produksi. Islam memberikan atauran-aturan tertentu untuk dijadikan arahan (guidance) dalam menjalankan aktivitas produksi. Produksi sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia.

Pemerataan manfaat dan keuntungan produksi bagi keseluruhan masyarakat dan dilakukan dengan cara yang paling baik merupakan tujuan utama kegiatan ekonomi. masyarakat juga berhak menikmati hasil produksi secara memadai dan berkualitas. Jadi produksi bukan hanya menyangkut kepentingan para produsen (stock holders) saja. Sikap tersebut dalam Al-Qur¶an sering disebut sebagai kezaliman atau pengingkaran terhadap nikmat Allah. Produsen harus mengejar tujuan yang lebih luas sebagaimana tujuan ajaran Islam yaitu falah di dunia dan akhirat. Hal ini akan membawa implikasi bahwa prinsip produksi bukan sekedar efisiensi. Masalah ekonomi muncul bukan karena adanya kelangkaan sumber daya ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan manusia saja. Kegiatan produksi dalam perspektif Islam bersifat alturistik sehingga produsen tidak hanya mengejar keuntungan maksimum saja. memiliki komitmen yang penuh terhadap keadilan. tetapi juga disebabkan oleh kemalasan dan pengabaian optimalisasi segala anugerah Allah. Kegiatan produksi juga harus berpedoman kepada nilai-nilai keadilan dan kebajikan bagi masyarakat. Prinsip pokok produsen yang Islami yaitu : 1. 3. memiliki dorongan untuk melayani masyarakat sehingga segala keputusan perusahaan harus mempertimbangkan hal ini . 3.itu. baik dalam bentuk sumber daya alam maupunmanusia. optimasi keuntungan diperkenankan dengan batasan kedua prinsip di atas. tapi juga masyarakat secara keseluruhan (stake holders). tetapi secara luas adalah bagaimana mengoptimalisasikan pemanfaatan sumber daya ekonomi dalam kerangka pengabdian manusia kepada Tuhannya. 8 . Permasalahan ekonomi muncul bukan saja karena kelangkaan tetapi lebih kompleks. 2.

karena antara satu dengan yang lain tidak akan sempurna eksistensinya sebagai manusia jika tidak ada yang lain. pembajakan. 10 Lihat firman Allah SWT surat Al-Fajr ayat 20 : Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan berlebih 9 . Distribusi Dalam Pandangan Islam Keadilan adalah salah satu pilar pilosofi Ekonomi Islam. Jika aturan tentang distribusi dilakukan dengan baik dan benar sebagaimana yang Allah perintahkan. Karena dalam Islam bukan hanya pengoptimalisasian dampak kemampuan manusia tetapi juga pengaruh terhadap perilaku pengkomsusi.2.  Seorang muslim akan akan menghindari praktek distribusi yang menggunakan barangbarang yang merusak masyarakat.  Negara bertanggung jawab atas mekanisme distribusi dengan mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan kelompok atau pribadi. Oleh karena itu distribusi dalam Islam akan menciptakan kehidupan yang saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lain. maka akan menghasilkan dampak yang positif yang luar bisa. Ajaran Islam adalah Wasathaa (pertengahan). misalnya minuman keras.3. Karena kecenderungan manusia yang sangat mencintai harta10. Ia mengakui hak-hak individu tetapi juga Islam menganjurkan agar adanya distribusi yang adil kepada mereka yang kurang beruntung. Dampak positif itu antara lain adalah :  Dalam konsep Islam perilaku distribusi masyarakat merupakan bagian dari bentuk proses kesadaran masyarakat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai keadilan demikian pula pemerataan sosial yang sering didengungkan oleh marksisme tidak sesuai dengan nilai-nilai ekonomi Islam. maka Allah sendiri yang mengatur distribusi kekayaan agar betul-betul bisa mencermikan rasa keadilan bagi seluruh umat manusia. Adanya penumpukan kekayaan di satu kelompok. hal-hal yang mengandung unsur riba dan pornografi dan lain-lain.

Islam membuat aturan tersendiri agar distribusi itu betul-betul terjadi dengan adil dan tidak berputar pada segelintir orang. http://www. Di tengah-tengah hancurnya system ekonomi marksisme dan kolapsnya kapitalisme. Dalam hal distribusi harta antar sesama individu. kita harus yakin bahwa Islam bisa menjadi solusi tepat untuk menyelesaikan persoalan-persolan ekonomi yang gagal dipecahkan oleh sistem-sistem hasil pemikiran manusia. The Failure Of Economics theories. rumah sakit dan lapangan kerja. elegan dan utuh dengan nilai-nilai yang bersendikan kepada doktrin tauhid agar manusia bisa menggapai falah di dunia dan akhirat Aktivitas ekonomi adalah sisi kehidupan manusia yang mendapatkan perhatian penting dalam ajaran Islam hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya ayat maupu hadis nabi yang membahas maslah ekonomi. keadalian dan kerjasama yang berlandaskan kepada tauhid sebagai patokan dasar ekonomi Islam.com/news/2009/02/04 10 . kesetaraan. sekolah. Islam diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan problematika yang dihadai umat manusia. Ekonomi berbasis kedermawanan yang merupakan bagian penting dalam ekonomi Islam adalah solusi bagi problemantika ekonomi yang tidak mampu ditanggulangi oleh para ekonom barat dengan pemikiran kaptitalismenya 11. Dengan pilosopi kebebasan. Kesimpulan Islam adalah agama yang sempurna. seperti. infak. III. hibah dan yang lainnya. wakaf. seluruh sendi kehidupan manusia diatur secara lengkap.thejakartapost. Aturanaturan tersebut antara lain: zakat. hadiah. 11 Hendri Tanjung. shadaqah. Negara mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas public yang berhubungan dengan masalah pengoptimalisasi distribusi pendapatan.

com/news/2009/02/04 Yusanto. Graw Hilld Sdn. 2009 Huda. 2000 Hafiduddin. Jalasutra. 2007 Nawawi. 2009 11 . sudin and Wan Nursofiza Wan Azmi. Islamic Finance and Banking System. Gema Insani Press. M. Ekonomi Islam: Prespektif teori. Nurul. Surabaya: Putra Media Nusantara. Mc. Jakarta. Muhammad bin Ismail. 2001 Tanjung. Jakarta: Kencana. Shirkat. Bogor. Bhd.Daftar Pustaka Anto. Yogyakarta. 2003 Bukhori. 2008 Karim. Didin dan Hendri Tanjung. Economics An Islamic Approach. Hendri The Failure Of Economics theories. 1987 Chapra. Ismail. 2009 Siddqi. Al-Jami¶us Shahiih Al-Mukhtashar. Beirut. Jakarta. Sistem dan Aspek Hukum.thejakartapost. Gema Insani Press. M Ismali dan M. Adiwarman Azwar. Ekonomi Makro Islam: Pendekatan Teoretis. Muhammad Nejatullah. http://www. Daar Ibnu Katsier. Arif Yunus. Selangor. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Umar. Ekonomi Mikro Islami: Edisi Tiga. Printing Press. Hendrie. Pengantar Ekonomika Mikro Islami. et al. Manajemn Syariah Dalam Praktik. Pengantar Ekonomi Islam. Islam dan Tantangan Ekonomi. 2003 Haron. Lahore. Al-Azhar Press.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->