RANGKUMAN ADMINISTRASI USAHA-USAHA NEGARA

A. Pengertian Administrasi Usaha-Usaha Negara Perusahaan negara adalah suatu organisasi, baik secara

keseluruhan maupun sebagian dimiliki oleh negara, terlibat dalam kegiatan ekonomi dalam bidang industri, pertanian, perdagangan dan jasa, terlibat dalam kegiatan investasi dan mengembangkan investasi, melakukan penjualan barang dan jasa, dan seluruh kegiatan yang dilakukan dapat dinyatakan dalam neraca dan perhitungan laba rugi. Dengan demikian lingkup studi administrasi usaha-usaha negara dapat meliputi berbagai bidang, antara lain asuransi, industri, perbankan, perdagangan, pertanian dan pertamina. B. Tujuan Studi Administrasi Usaha-Usaha Negara Tujuan Studi Administrasi Usaha-Usaha Negara dapat

dikemukakan menjadi :
1. Tujuan utama (teoritis), yaitu menyusun teori untuk mendudukkan

studi Administrasi Usaha-Usaha Negara Sebagai disiplin ilmu.
2. Tujuan sampingan (pragmatis), yaitu dimaksudkan untuk melihat

peranan, kedudukan dan fungsi Administrasi Usaha-Usaha Negara dalam pembangunan nasional. 3. Metode Administrasi Perusahaan Negara. Dalam upaya mendudukkan Studi Administrasi Usaha-Usaha Negara sebagai suatu disiplin ilmu diperlukan adanya metodologi, adapun persyaratan yang seharusnya dipenuhi oleh metodologi ilmiah, dikemukakan Nimrod Rafnaelu sebagai berikut :
1. Memusatkan perhatian kepada hubungan (korelasi).

1

Adapun yang dimaksud dengan organisasi yang bersifat khusus dirumuskan lebih lanjut oleh Fritz Morstein Mark sebagai “suatu perusahaan yang pada waktu yang bersamaan menghilangkan dan memperoleh ciri-ciri persamaan dengan perusahaan swasta (both lost and retained characteristics of resemblance to private corporation)”. Menggeneralis.2 2. 3. Selanjutnya dkemukakan pula oleh Fritz Morstein Mark bahwa “Perusahaan Negara itu memiliki ciri yang dimiliki oleh instansi pemerintahan dan sekaligus mendapatkan pula perbedaan-perbedaan perlakuan”. Adapun karakteristik metodologi ilmiah adalah sebagai berikut : 1. Suatu perkembangan yang sangat berarti dalam Studi Administrasi Usaha-Usaha Negara tumbuh dalam lingkungan negaranegara berkembang sendiri. Perkembangan ini ditandai dengan dibentuknya “International Center For Public Enterfrises In . Mengembangkan batasan kerja (operational definition). 3. Mengembangkan batasan-batasan kerja untuk memperjelas pengertian tentang Studi Administrasi Usaha-Usaha Negara. 2. Memusatkan perhatian pada hubungan (berusaha menjelaskan hubungan). Mempergunakan konsep-konsep abstrak. C. Studi Mengenai Administrasi Usaha-Usaha Negara Fritz Morstein Mark mengemukakan bahwa “Administrasi Usaha-Usaha Negara itu tumbuh sebagai konsekuensi dari perluasan fungsi pemerintah yang diwadahkan kedalam suatu bentuk organisasi yang bersifat khusus”.

Sudah barang tentu peranan-peranan lembaga-lembaga penelitian. yang didukung oleh 77 negara berkembang. mengembangkan “Post Graduate Program” untuk Master dan Ph. yaitu : 1. Bintoro Tjokroamijojo mengemukakan bahwa dalam Studi Administrasi Usaha-Usaha Negara pada akhir-akhir ini terdapat empat kecenderungan yang dominan. dalam Administrasi Perusahaan Negara dengan bekerja sama dengan berbagai universitas dan perguruan tinggi. Di negara-negara berkembang Perusahaan Negara dimanfaatkan sebagai instrumen bagi pembangunan sosial ekonomi. Pendekatan “behavorial” terhadap birokrasi atau secara ringkas dinyatakan bahwa Administration becomes concerned with governing complex human system. Perhatian terhadap masalah-masalah pelaksanaan dan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan. Penelitian-penelitian terhadap Administrasi Perusahaan Negara yang banyak dilakukan akhir-akhir ini. Dari segi kepentingan Ilmu Administrasi Usaha Usaha Negara. D. karya-karya tulis yang dihasilkan dan minat para sarjana akan besar artinya dalam hal ini. Administrasi Perusahaan Negara dan Administrasi Pembangunan Administrasi Perusahaan Negara timbul terutama di negara-negara maju adalah sebagai akibat dari intervensi negara di sektor industri. akan dapat memberikan kontribusinya bagi pengembangan Ilmu Administrasi Usaha-Usaha Negara. maka ICPE telah pula melakukan penelitian induktif tentang perusahaan negara.3 Developing Countries” (ICPE). 2. . terutama ditujukan kepada Administrasi Perusahaan Negara yang terdapat di negara-negara berkembang. D.

Pembangunan Administrasi (the development of administration). Dari keempat kecenderungan yang dominan yang dikemukakan diatas. maka Administrasi Pembangunan termasuk pada kecenderungan angka nomor satu diatas. maka Administrasi Pembangunan mencakup : 1. 4. 2. Pendekatan manajemen dalam administrasi (yang dimaksud adalah aplikasi Management Techniques dalam Administrasi Negara). Selanjutnya ditinjau dari segi ruang lingkup. Sehingga dengan demikian akan . 3. Administrasi Perusahaan Negara dan Administrasi Pembangunan merupakan perluasan konsep dan sekaligus merupakan perluasan jawaban terhadap peranan Administrasi Negara dalam proses pembangunan. 2. Dalam hubungan ini ada baiknya kita memanfaatkan cara berpkir Rananadnan bahwa Administrasi Perusahaan Negara dan Administrasi Pembangunan merupakan hal yang bersifat “the facto” dalam Administrasi Negara. Beberapa kaitan antara Administrasi Perusahaan Negara dengan Administrasi Pembangunan dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1.4 3. Bagi Administrasi Pembangunan Perusahaan Negara dianggap untuk pembangunan (the administration of sebagai sasaran bagi pelaksana atau instrumen kebijakan pembangunan dan sekaligus dijadikan sasaran bagi pendayagunaan aparatur perekonomian negara. Administrasi development). Rencana Perusahaan Negara harus terkait dengan rencana pembangunan yang juga menjadi pokok perhatian Administrasi Pembangunan. Studi komperatif Administrasi Negara. Bagian negara-negara berkembang perusahaan bukanlah pulau- pulau yang mandiri (autonomous island).

Bank Indonesia 2. Bank Negara Indonesia 3.5 dapat dihindari “conceptual overlap” dengan Administrasi Negara dalam arti “proper” (tradisional). terdapat Perusahaan Negara yang diatur secara khusus. Kelompok Perusahaan Negara di bidang perbankan. 27 tahun 1968. Perusahaan Negara Perusahaan Negara adalah semua badan usaha dalam segala bentuk dan ruang lingkupnya. Bank Rakyat Indonesia 4. Sebagai usaha penyempurnaan . yang modal seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh negara. PERTAMIN (Perusahaan Tambang Minyak Negara) dan PERMIGAN (Perusahaan Minyak dan Gas Negara). Pengertian dimiliki oleh negara terutama dimaksudkan oleh pemerintah pusat. yang menggabungkan PERMINA (Perusahaan Minyak Negara). pertanian dan sebagainya. asuransi. meliputi : 1. PERUM dan PERSERO. 5 tahun 1962). Bank Tabungan negara 5. yaitu Perusahaan Negara PERTAMINA. 8 tahun 1971 sebagai perubahan dari peraturan pemerintah No. E. Bank Mandiri F. sedangkan bentuknya adalah PERJAN. keuangan. Ruang lingkup Perusahaan Negara dapat meliputi: perbankan. industri. dapat juga dimiliki oleh pemerintah daerah. Kelompok Perusahaan Negara Yang Diatur Secara Khusus Disamping kelompok perbankan yang disebut diatas. yang dibentuk dengan Undang-Undang No. yang lebih dikenal dengan Perusahaan Daerah (Undang-Undang No.

tentang reorganisasi PERTAMINA. Dalam undang-undang ini tidak dibedakan bentuk-bentuk perusahaan daerah. Adapun tujuan didirikannya Perusahaan Daerah adalah : 1. 17 tahun 1967. Pembentukan Perusahaan Negara PERTAMINA dipertimbangkan karena merupakan suatu perusahaan minyak dan gas bumi sebagai bahan galian yang strategis dan vital bagi pertahanan. Perusahaan Daerah Perusahaan daerah sesuai dengan Undang-Undang No. berbeda dengan perusahaan negara menurut Inpress No. Mengurangi pengangguran dengan memberikan lapangan usaha bagi masyarakat. 5 tahun 1962 diartikan sebagai perusahaan yang didirikan berdasarkan UndangUndang yang modal seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan daerah itu yang dipisahkan. Dalam ekonomi negara bahan tersebut adalah menguasai hajat hidup orang banyak sesuai dengan pasal 33 UUD 1945. keamanan dan ekonomi negara. Untuk mencapai tujuan tersebut Perusahaan Daerah harus : . 3. Memberikan ketentraman kerja dan kegembiraan kerja bagi para karyawan. G. 44 tahun 1975. yaitu : Perusahaan Dinas Daerah (Perdin).6 organisasi PERTAMINA dikeluarkan Keppres No. Oleh karena itu pemerintah wajib mengusahakan sendiri terutama dalam meningkatkan pembangunan nasional. Memberikan dana pembangunan daerah kepada pemerintah daerah. Perusahaan Umum Daerah (Perum Daerah) dan Perusahaan Perseroan Daerah (Persero Daerah). 2. Dalam undang-undang daerah disebutkan tiga bentuk usahanya.

setiap usaha haruslah menampakkan hasil. 2. Menampakkan hasil yang dicapai. H. Mempunyai alat dan cara untuk mencapai sasaran. Perusahaan Jawatan (PERJAN) a. dan hasil usaha harus dinilai dan diukur agar posisi atau keadaan perusahaan dapat diketahui. Dana pembangunan daerah b. Mempunyai potensi. dan setelah diketahui dan dikuasai kemudian diarahkan ke tujuan Perusahaan Daerah. serta berdasarkan prinsip-prinsip manajemen perusahaan yang baik dan memuaskan. Perusahaan jawatan adalah suatu badan usaha pemerintah yang bertujuan memberikan pelayanan umum (public service). Pengembangan perusahaan 3. berarti pengelola Perusahaan Daerah harus mengenal dan menguasai dahulu potensi yang ada di Perusahaan Daerah.7 1. Bentuk-Bentuk Perusahaan Negara 1. Mempunyai sasaran. untuk mencapai sasaran itu Perusahaan Daerah harus membuat rencana yang terarah dan terpadu yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Perusahaan yang wajib dibuat oleh setiap Perusahaan Daerah. adapun sasaran-sasaran Perusahaan Daerah antara lain : a. yaitu suatu pelayanan yang diberikan dengan memegang teguh syarat-syarat efisiensi. yang didalamnya tergambar secara jelas dan nyata hal-hal yang akan dicapai dalam waktu pendek maupun panjang sehingga urut-urutan ataupun sarana-sarana untuk mencapai sasaran itu nampak jelas. Kedudukan daripada perusahaan jawatan : 1. efektivitas dan penghematan. 4. .

5. Pengawasan dilakukan seperti halnya pada instansi pemerintah lainnya. Undang-Undang No. 9 tahun 1969. 1927/ 419. d. Jawatan melakukan tugas pemerintahan dan tugas perusahaan sekaligus tercermin dalam struktur organisasi departemen. dengan mempergunakan dasar IBW S . Tugas. struktur dan hubungan kerja : 1. artinya bertindak sebagai pemerintah. Sebagai perusahaan negara Perusahaan jawatan berhak mendapatkan fasilitas negara. b. 6. Perusahaan jawatan disusun sebagai suatu unit dari suatu Departemen atau Direktorat Jendral atau Pemerintahan daerah. Unit-unit organisasi dalam lingkungan Perusahaan jawatan nomenklaturnya hendaknya dibedakan dengan unit-unit organisasi departemen. Perusahaan jawatan didalam usahanya harus didasarkan atas prinsip manajemen perusahaan. Nomenklatur : Menyebut jawatan didepan nama peusahaan yang menjadi bidangnya. 12 tahun 1955 dan ICW sepanjang tidak bertentangan dengan IBW. Undang-Undang Darurat No. 3. 4. Landasan hukumnya : Instruksi Presiden No. 1936/ 445. 3 tahun 1954 dan Undang-Undang No. baik keluar maupun kedalam. 17 tahun 1967.8 2. . Perusahaan jawatan berkedudukan berdasarkan atas hukum publik. sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan S. c.

Tarif ditetapkan oleh menteri yang bersangkutan bersamasama dengan menteri keuangan. Barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan itu dianggap merupakan barang-barang atau jasa-jasa yang menjadi kewajiban pemerintah untuk menghasilkan. 2. 4.9 2. sehingga memerlukan penggabungan bagi perusahaan-perusahaan kecil. Tingkat jawatanserendah-rendahnya sama dengan tingkat direktorat. Modal dan keuangan : 1. Makna usaha adalah pelayanan masyarakat (public service). Biaya exploitasi ditutup dengan pendapatan jawatan. Ciri-ciri pokok : 1. Jika sesuatu usaha melayani instansinya dan bukan instansi lain. g. Personal : Pegawai jawatan adalah pegawai negeri yang penghasilannya disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. e. Modal permulaan dan mutasi-mutasi modal lainnya tercermin dalam APBN. 3. maka unti usaha tersebut harus merupakan unit integrasi dengan unit organisasi yang bersangkutan. sebaliknya apabila usaha itu juga melayani instansi lain harus dijadikan bentuk usaha sendiri. karena . sehingga unit organisasi departemen yang melakukan tugas ini sebelumnya supaya diusahakan untuk dibubarkan. Jawatan dipimpin oleh seorang kepala jawatan yang bertanggung jawabkepada menteri atau direktorat jenderal. f. 3.

konsumsi dan sebagainya dan sekaligus untuk memupuk keuntungan. 2. untuk mengadakan suatu perjanjian. 3. Bergerak di bidang jasa-jasa yang vital (public utilities). seperi perusahaan swasta. Kedudukan daripada Perusahaan Umum (PERUM) 1. Hasilhasil perusahaan harus nampak didalam APBN karena kekayaan negara tidak dipisahkan pada bentuk usaha negara Perjan. 2. Usahanya mempunyai rate of return yang kecil. Badan itu harus menunjukkan sifat-sifat perusahaan. 2. Mempunyai landasan hukum yang berdasarkan hukum perdata (privat rechtelijk). kontrak-kontrak dan hubungan-hubungan lainnya. 3. Bidang usahanya merupakan monopoli pemerintah. 4. Mempunyai nama dan kekayaan serta kebebasan bergerak. sehingga harus diperoleh gambaran-gambaran yang seteliti-telitinya dari pengaruh perusahaan tersebut terhadap APBN. . sedang resiko dan investasinya besar sehingga tidak menarik bagi swasta. Berkedudukan sebagai bdan hukum yang diatur berdasarkan undang-undang. distribusi. 4. Perusahaan Umum (PERUM) a.10 barang-barang atau jasa-jasa itu besar dan penting artinya bagi kehidupan rakyat banyak. PERUM adalah sebagai badan usaha pemerintah yang bertujuan untuk melayani kepentingan umum di bidang produksi. 5.

Tugas. 8 laporan tahunan perusahaan memuat secara untung rugi dan neraca kekayaan disampaikan pada pemerintah. tidak mengalami perubahan apa-apa yang dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang sewajarnya bagi perusahaanperusahaan negara. 19 tahun 1960. 9 tahun 1969. peralihan perusahaan negara berdasarkan undang-undang No. Pendirian PERUM pada masa yang akan datang dilakukan dengan peraturan pemerintah sehingga bersifat fleksibel dalam memenuhi kebutuhan kebijaksanaan departemen yang bersangkutan. 19 tahun 1960 tersebut. yang selanjutnya pendirian tiap-tiap PERUM diatur dengan peraturan pemerintah. d. . Nomenklatur : Menyebut PERUM didepan nama perusahaannya. struktur dan hubungan kerja : 1. kecual apabila karena politik pemerintah mengenai tarif dan harga tidak mengijinkan tercapainya tyjuan ini.11 6. tentang perusahaan negara. Pada prinsipnya secara fungsional harus dapat berdiri sendiri. c. 17 tahun 1967 jo undang-undang No. PERUM bertugas melayani kepentingan umum dan sekaligus untuk memupuk keuntungan dan bergerak di bidang yang oleh pemerintah dianggap vital. PERUM tidak diperkenankan mempunyai anak perusahaan. Menurut Instruksi Presiden No. atau menyebut otorita apabila PERUM diserahi tugas-tugas oleh pemerintahan. landasan hukumnya : Undang-undang No. b. 7.

2. Dalam hal dibebani tugas pemerintahan. PERUM tidak diperkenankan menyertakan kekayaan dalam permodalan perusahaan lain. PERUM pada umumnya menjalankan tugas perusahaan. Jika politik pemerintah menerapkan tarif dan harga untuk golongan-golongan konsumen tertentu lebih rendah dari tarif dan harga menurut yang berlaku pada Perum. modal perusahaan tidak terbagi atas saham-saham. Personal : perusahaan menjalankan tugas pemerintahan. Modal perusahaan seluruhnya dimiliki oleh negara dari kekayaan negara dipisahkan. akan tetapi dapat pula dibebani tugas pemerintahan. 3. maka pemerintah memberikan subsidi untuk pemakaian jasa-jasa oleh konsumen-konsumen tersebut. kecuali dalam hal penyertaan modal. f.12 2. direksi Manager. Perusahaan mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta mempunyai kebebasan untuk mengadakan hubungan dengan Perum lainnya. tingkat struktur dalam departemen serendah-rendahnya tingkat direktorat sehingga pada departemen tidak ada unit organisasi yang menjalankan tugas pemerintahan yang telah diserahkan kepada PERUM. Dalam hal Perum otorita. Modal dan keuangan : 1. e. 3. 4. pelaksanaan pimpinan perusahaan diserahkan kepada General . PERUM dipimpin oleh direksi yang bertanggung jawab kepada menteri yang bersangkutan.

dan dasar hukumnya diatur berdasarkan hukum perdata (privat rechtelijk). 3. Makna dari Perusahaan Perseroan (PERSERO) bertujuan untuk memupuk keuntungan. 5. 4. Modal seluruhnya dimiliki oleh negara dari kekayaan negara yang dipisahkan.13 1. PERUM usahanya bersifat melayani kepentingan umum (public utilities) dan sekaligus untuk memupuk keuntungan dan bergerak dibidang yang oleh pemerintah dianggap vital. Kedudukan daripada Perusahaan Perseroan (PERSERO) 1. Pegawai Perum diangkat dan diberhentikan oleh direksi atas persetujuan menteri. 2. 3. politik tarif dapat ditentukan oleh pemerintah. Oleh karena sifatnya. dari hasil pelayanan dan . g. Keuntungan dalam arti memperoleh surplus atau laba. 2. Pada prinsipnya secara finansialharus dapat berdiri sendiri. serta dapat mempunyai dan memperoleh dana dari kredit-kredit dalam dan luar negeri atau dari obligasi. Perusahaan dapat menuntut dan dituntut. Perusahaan Perseroan (PERSERO) a. Direksi diangkat dan diberhentikan oleh presiden atas usul menteri yang bersangkutan. Ciri-ciri pokok : 1. 2. Status dan penghasilan pegawai Perum diatur tersendiri dengan peraturan pemerintah diluar ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri.

Persero melakukan usaha-usaha perusahaan yang biasa dilakukan oleh perusahaan swasta dan bukan semata-mata menjadi tugas pemerintahan. b. Hubungan Persero dengan departemen teknis berlaku sama seperti halnya hubungan perusahaan swasta dengan departemen teknis. Tugas. 3. 5. 12 tahun 1969. Nomenklatur : Menyebut PT (perseroan terbatas) didepan nama perusahaannya. Tidak memiliki fasilitas negara. akan tetapi saham-sahamnya hendaknya diserahkan kepada negara. landasan hukumnya : Instruksi presiden No. KUHP. Status hukumnya sebagai badan hukum perdata yang berbentuk perseroan terbatas. 6. c. struktur dan hubungan kerja : 1. Hubungan usahanya diatur menurut hukum yang berlaku. 2. seperti peraturan pemerintah tentang penyertaan modal. d. 9 tahun 1960. 17 tahun 1967. perusahaan dalam perkembangannya tidak . Undang-undang No. 4. penegasan status disamping pula akte pendirian masing-masing. namun perusahaan tidak perlu menyebut lapangan usahanya agar flexibiilitas terganggu. peraturan pemerintah No. KUHD serta peraturan-peraturan perunang-undangan lainnya. pengalihan bentuk. Persero dimungkinkan mengadakan joint enterprise.14 pembinaan organisasi yang baik berdasarkan atas prinsipprinsip manajemen perusahaan yang menguntungkan.

Untuk bahan pengesahan laporan tahuan Persero dilakukan oleh rapat pemegang saham. hubungan kerja antara pegawai dan perusahaan diatur dengan kontrak kerja. 2. Hal ini dapat berarti bahwa : 1. Negara dapat mengurangi. Menteri keuangan mewakili negara selaku pemegang saham yang dibantu oleh Direktorat Persero. g. e. Modal perusahaan dapat merupakan modal milik negara seluruhnya atau dapat merupakan campuran antara modal milik negara dan milik swasta. menambah atau melepaskan pemilikan saham Persero dari perusahaan. dalam menyelenggarakan penata usahaan dari persero-persero (Keppres No. Direksi dan komisaris mengadakan ikatan kerja dengan pemilik Persero. 4. 3. f.15 2. Perusahaan dapat mempunyai penyertaan/ pemilik saham pada perusahaan lain. 3. Gaji dan pensiun pegawai ditetapkan dalam kontrak kerja berdasarkan persetujuan kolektif. Personal : Pegawainya berstatus sebagai pegawai perusahaan swasta biasa. Direktorat Akuntan Negara dapat mengadakan pemeriksaan (audit) dan mengeluarkan laporan akuntan. Modal dan keuangan : Modal perusahaan terdir dari sham-saham yang sebagian atau seluruhnya milik negara yang merupakan kekayaan negara yang dipisahkan. 87/ 1969). Ciri-ciri pokok : .

Perusahaan mempunyai status badan hukum perdata dengan bentuk perusahaan perseroan terbatas. I. 6. sehingga hubungan usahanya diatur menurut hukum perdata. Persero pada prinsipnya tidak diberikan hak monopoli atau perlakuan khusus lainnya oleh pemerintah. berdasarkan temuan .16 1. Barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan bukan merupakan kewajiban negara untuk menghasilkannya. Bidang usahanya harus dapat memberikan keuntungan finansial kepada negara baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. 3. 2. seperti Bank Dunia dan Dana Moneter International (IMF). Saham-saham Persero dapat pula dijual dalam bursa efek melalui badan pelaksana pasar modal. beberapa pengamat ekonomi menyarankan agar perusahaan negara yang merugi terus sebaiknya dijual saja kepada pihak swasta. Swastanisasi Perusahaan Negara Dalam rangka pengurangan beban bagi anggaran negara. gagasan swastanisasi perusahaan negara ini diilhami oleh pengalaman beberapa negara maju (Amerika dan Inggris) dan negara-negara berkembang lainnya (Singapura dan Meksiko) yang telah berhasil mengalihkan pemilikan perusahaan negara kepada pihak swasta dengan hasil baik sekali atas prestasi ekonomi perusahaan-perusahaan tersebut. Akan tetapi pengaruh terbesar atas gagasan swastanisasi perusahaan negara di negara-negara berkembang termasuk Indonesia mungkin datang dari badan-badan bantuan internasional. Perusahaan bertujuan untuk memupuk keuntungan atas dasar persaingan yang sehat. 4. 5.

. sehingga memaksa manajemen menggunakan pertimbangan bisnis.17 penelitian empirik mereka. sehingga terpaksa diberi subsidi oleh pemerintah yang sebenarnya bisa disalurkan kepada bentuk usaha-usaha yang mempunyai manfaat sosial yang lebih baik seperti pendidikan dan kesehatan masyarakat. Secara konseptual swastanisasi perusahaan negara mengandung beberapa pengertian. 2. Tindakan ini didukung oleh kondisi pasar modal yang telah berjalan baik. Dalam hal tidak diikuti dengan penjualan asset berarti yang diswastakan adalah lingkungan manajemen. Franchising atau contracting dari hasil maupun masukan yang dapat dipasarkan kepada badan usaha swasta. baik melalui bursa atau lainnya. Dalam hal ini bisa diikuti dengan penjualan asset tetapi bisa juga tidak. yaitu : 1. badan-badan bantuan internasional ini berkesimpulan bahwa banyak perusahaan-perusahaan negara di negaranegara berkembang yang menderita kerugian. Beragam fenomena yang melatar belakangi swastanisasi perusahaan negara sangat bergantung kepada kondisi perekonomian suatu negara. 3. Dalam hal ini swastanisasi memang dilakukan dengan menjual saham kepada pihak swasta. Deregulasi dan hak monopoli. Pengalihan asset kepada pihak swasta. Keterkaitan dengan badan usaha swasta dalam memasarkan hasil dan mendapatkan masukan akan mengembangkan pertimbangan bisnis dalam perusahaan negara. di negara industri swastanisasi perusahaan negara dilakukan dengan cara menjual saham perusahaan negara swastanisasi pemilikan.

yang lebih menjadi landasan pemikiran swastanisasi perusahaan negara adalah pengembangan suatu iklim manajemen yang mendorong pertimbangan bisnis menjadi penting. .18 Dalam arti yang luas ini terlihat bahwa swastanisasi perusahaan negara tidak selalu berarti pengalihan asset kepada pihak swasta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful