P. 1
matrik

matrik

|Views: 134|Likes:
Published by Carbella Azhary

More info:

Published by: Carbella Azhary on Mar 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2014

pdf

text

original

Sections

  • A. Deskripsi
  • B. Prasyarat
  • C. Petunjuk Penggunaan Modul
  • D. Tujuan Akhir
  • E. Kompetensi
  • F. Cek kemampuan
  • 1. Kegiatan Belajar 1
  • a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
  • b. Uraian Materi
  • B. KEGIATAN BELAJAR
  • c. Rangkuman 1
  • f. Tes Formatif
  • g. Kunci Jawaban Formatif
  • 2. Kegiatan Belajar 2
  • c. Rangkuman 2
  • BAB III. EVALUASI
  • DAFTAR PUSTAKA

MAT. 01.

Matriks

i

Kode MAT.01

Matriks

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGA N KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

MAT. 01. Matriks

ii

Kode MAT. 01

Matriks

Penyusun:

Drs. Mega Teguh B., M.Pd.

Editor: Dr. Manuharawati, MSi. Dra. Kusrini, M.Pd.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004
MAT. 01. Matriks

iii

Oleh karena itu. penyusunan naskah secara tertulis. modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul. yakni mulai dari penyiapan materi modul. serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Harapannya. sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses. sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Matriks iv . Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi.Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya. kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer. kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif. tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Namun demikian. Dengan modul ini. baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. 01. yakni mata pelajaran Fisika. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudgment). maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Kimia dan Matematika. karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi. dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang MAT.

tenaga. 01. Sc. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan. editor. dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat. atau praktisi yang sedang mengembangkan modul Dr. Matriks v . praktisi dunia usaha dan industri. dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. tenaga komputerisasi modul. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi. pengorbanan waktu. NIP 130 675 814 MAT. Desember 2004 a. Ir. Kimia. dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini. terutama tim penyusun modul (penulis. Gatot Hari Priowirjanto. khususnya peserta diklat SMK Bidang pembelajaran untuk SMK. tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi. M. n.sebesar-besarnya kepada berbagai pihak. Adaptif untuk mata pelajaran Matematika. Jakarta. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan. kesesuaian dan fleksibilitas. Demikian. Fisika. semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

................. Kunci Tugas ........................... Rangkuman........... Prasyarat ............................ B........................... Halaman Francis ................. e..... Tujuan Kegiatan Pembelajaran ........................ Uraian Materi..................... Tes Formatif..................... Kata Pengantar .................................................................................................. Kunci Tugas ......... 01............................... 1.............................................................. E........................ Deskripsi ................... Tugas ................................ a....................................... g................. c....... Daftar Isi ........ d. a.DAFTAR ISI ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul ................. c.. b....... b........................ Uraian Materi................................................................................................... Tes Formatif........................................................... Kompetensi............................................................................................................................................. Kegiatan Belajar 4 ............................... Kegiatan Belajar ..................... PEMBELAJARAN A................................................................................................................................... C.................................................................................................... Rangkuman...................................................... 1 1 1 2 3 5 II............................................. D...................... Glosary .............................................................. 4......... Daftar Judul Modul .......................................... Cek Kemampuan ....... Petunjuk Penggunaan Modul.............................................................................. Tujuan Akhir .... Tujuan Kegiatan Pembelajaran ......................... e......................................... d......................... Kunci Jawaban Formatif . F.......................................................................... Kegiatan Belajar 1....................... Matriks vi ..... B.......................................................................................... Rencana Belajar Peserta Diklat ............................ Kunci Jawaban Formatif .................................................................. g........... f...... Tugas ........................... i ii iii v vii viii ix I.................................. Peta Kedudukan Modul.................... PENDAHULUAN A.. 6 7 7 7 7 20 21 22 24 24 27 27 27 38 39 39 41 41 MAT............................ f...........................................................................

.................................................. EVALUASI IV....................................... DAFTAR PUSTAKA ...................................................... Matriks vii ....... ........................III........................ PENUTUP .. 44 45 49 50 KUNCI EVALUASI ............................. MAT........................ 01.........................................................

01 MAT.08 MAT.07 MAT.04 MAT. 01.05 MAT.06 MAT.13 MAT.PETA KEDUDUKAN MODUL MAT. Matriks viii .12 MAT.16 MAT.02 MAT.10 MAT.15 MAT.11 MAT.14 MAT.09 MAT.03 MAT.

01 MAT.12 MAT. 01.11 MAT.Daftar Judul Modul No.03 MAT.05 MAT. Matriks ix .09 MAT.13 MAT.04 MAT.02 MAT.14 MAT.08 MAT.16 Judul Modul Matrik Logika Matematika Persamaan dan Pertidaksamaan Geometri Dimensi Dua Relasi Dan Fungsi Geometri Dimensi Tiga Peluang Bilangan Real Trigonometri Irisan Kerucut Statistika Barisan Aproksimasi Kesalahan ProgramLinier Vektor Matematika Keuangan MAT.06 MAT.07 MAT.15 MAT.10 MAT. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Modul MAT.

Matriks nol didefinisikan sebagai matriks yang setiap entri atau elemennya adalah bilangan nol. Sebuah matriks dengan n baris dan n kolom dinamakan matriks kuadrat berorde n (square matrix of order n) dan entri-entri a11. Matriks nol Matriks satu/vektor satu Matriks baris/vektor baris Matriks baris didefinisikan sebagai matriks yang entri atau elemennya tersusun dalam tepat satu baris.Glossary ISTILAH Matrik Elemen. Matriks satu didefinisikan sebagai matriks yang setiap entri atau elemennya adalah 1. Bilangan-bilangan dalam susunan matriks.…. 01. Matriks kolom/vector lajur Matriks Persegi Matriks kolom didefinisikan sebagai matriks yang entri atau elemennya tersusun dalam tepat satu kolom. a33. Matriks segitiga atas adalah matriks persegi yang entri/elemennya memenuhi syarat a ij ? aij untuk i ? j ? ? 0 untuk i ? j Matriks segitiga bawah adalah matriks persegi yang entri/elemennya memenuhi syarat aij ? aij untuk i ? j ? ? 0 untuk i ? j Suatu matriks yang diperoleh dari perpindahan baris pada matriks A menjadi kolom pada matriks At. unsur atau entri Ordo matriks KETERANGAN Susunan segi empat siku-siku dari bilangan yang diatur berdasarkan baris dan kolom/lajur. Matriks x . ukuran matriks dijelaskan dengan menyatakan banyaknya baris (garis horizontal) dan banyaknya kolom (garis vertikal) yang terdapat dalam matriks tersebut. ann berada pada diagonal utama dari A. Jadi dapat dituliskan dalam rumus: Matriks Segitiga Atas Matriks Segitiga Bawah Matriks tranpose MAT. a22.

maka hasil kali kA adalah matriks yang diperoleh dengan mengalikan entri/elemen dari A oleh k. MAT. Jika A adalah suatu matriks dan k adalah suatu skalar.Matrik diagonal Penjumlahan Matriks Matriks Identitas/Matriks Satuan (I) Perkalian Skalar dengan Matriks Matriks diagonal adalah matriks persegi yang entri/elemennya memenuhi syarat a ij ? 0 untuk i ? j ? ? aij untuk i ? j ? ? 0 untuk i ? j Matriks Identitas adalah matriks persegi yang entri/elemennya memenuhi syarat a ij Ssuatu matriks dan k adalah suatu skalar. maka hasil kali kA adalah matriks yang diperoleh dengan mengalikan entri/elemen dari A oleh k. Matriks xi . 01.

b. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan. dan pengurangan. Deskripsi Dalam modul ini anda akan mempelajari Pengertian matriks. jenis-jenis matriks. kofaktor dan adjoin matriks dan invers matriks. 01. persamaan serta operasi pada bilangan real. Matriks 1 . perkalian skalar dengan matriks. Pahami setiap teori dasar yang akan menunjang penguasaan materi dengan membaca secara teliti. Anda juga mempelajari penyelesaian sistem persamaan linier dengan menggunakan matriks. minor. determinan matriks. persamaan dan pertidaksamaan dan bilangan real. notasi matriks. baris kolom. tranpose matriks. perkalian matriks dengan matriks. C. B. Petunjuk Penggunaan Modul a. c. kesamaan matriks. Semua materi prasyarat tersebut terdapat dalam modul Relasi dan Fungsi. MAT. sehingga diperoleh hasil yang optimal. PENDAHULUAN A.BAB I. elemen dan ordo matriks. Anda juga mempelajari penyelesaian operasi matriks: penjumlahan. Prasyarat Prasyarat untuk mempelajari modul ini adalah anda harus sudah mempelajari relasi dan fungsi. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari ini antara modul-modul yang lain. Bilamana terdapat evaluasi maka kerjakan evaluasi tersebut sebagai sarana latihan.

Matriks 2 . 2. kesamaan matriks. Memahami pengertian matriks. 01. kerjakan tugas tersebut dengan baik dan bila perlu konsultasikan hasil penugasan tersebut kepada guru/instruktur.d. Bacalah referensi lain yang ada hubungan dengan materi modul ini agar Anda mendapatkan pengetahuan tambahan. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat: 1. e. jenis-jenis matriks. determinan matriks. minor. catatlah semua kesulitan Anda dalam mempelajari modul ini untuk ditanyakan pada guru/instruktur pada saat tatap muka. elemen dan ordo matriks. D. f. kofaktor dan adjoin matriks dan invers matriks. perkalian skalar dengan matriks. Menyelesaikan sistem persamaan linier dengan menggunakan matriks. notasi matriks. baris kolom. menyelesaikan operasi matriks: penjumlahan. MAT. dan pengurangan. 3. perkalian matriks dengan matriks. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas serta kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini. Bila terdapat penugasan. tranpose matriks.

penjumlahan dan pengurangan . KETERAMPILAN ? Mengoperasikan matriks SUB KOMPETENSI 1. Mendeskripsikan macam-macam matriks KRITERIA KINERJA ? Matriks dibedakan menurut jenisnya LINGKUP BELAJAR ? Macam-macam matriks 2. Kompetensi KOMPETENSI PROGRAM KEAHLIAN KODE DURASI PEM BELAJARAN : : : : MATRIKS program adaktif MATEMATIKA/MAT 01 28 Jam @ 45 menit MATERI POKOK PEMBELAJARAN SIKAP ? Teliti dan cermat dalam menerapkan konsep matriks PENGETAHUAN ? Pengertian matriks. notasi matriks. Matriks 3 . elemen dan ordo matriks ? Jenis-jenis matriks ? Kesamaan Matriks ? Transpose matriks ? Penyelesaian operasi matriks : .E.perkalian matriks dengan matriks. Menyelesaikan operasi matriks ? Operasi matriks diselesaikan dengan menggunakan aturan yang berlaku ? Operasi matriks ? Teliti dan cermat dalam menerapkan konsep matriks 3. kofaktor dan adjoin matriks ? Invers matriks ? Penyelesaian sistem persamaan linier dengan menggunakan matriks. Menentukan determinan dan invers ? Determinan dan invers matriks ditentukan dengan aturan yang berlaku ? Determinan dan Invers matriks ? Teliti dan cermat dalam menerapkan konsep matriks MAT.perkalian skalar dengan matriks . baris kolom. 01. ? Determinan matriks ? Minor.

MAT. 01. Matriks 4 .

maka hitung 5(A + B) ? 1? ? ?1 ? 5. Jika anda merasa dapat mengerjakan semua soal berikut ini. Kapankah dua matriks dikatakan sama? ?2 3 4? 3. 01. B = ? ? . Tentukan tranpos dari matriks A = ? ? ?5 6 7? ?0 3? ?10 4. hitung A x B ?2 ? ?3 4? 6. Matriks 5 . Cek kemampuan Kerjakanlah soal-soal berikut ini. maka anda dapat langsung mengerjakan soal-soal Evaluasi pada BAB III. 1. Tentukan determinan matriksA = ? ?. Apakah yang dimaksud dengan matriks? 2. Jika A = ?2 1? .F. ?1 2? MAT. Jika A = ? ? dan B = ? 2 ?1 4? ? ? 5? .

Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan perubahan Tanda Tangan Guru MAT. PEMBELAJARAN A. .BAB II. 01.Menentukan determinan dan invers Tulislah semua jenis kegiatan yang anda lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini.Mendeskripsikan macam-macam matriks . Matriks 6 . Jika ada perubahan dari rencana semula.Menyelesaikan operasi matriks . berilah alasannya kemudian meminta tangan kepada guru atau instruktur anda. Rencana Belajar Siswa Kompetensi Sub Kompetensi : : Menerapkan konsep matriks.

Matriks 7 . 01.B. Uraian Materi NOTASI MATRIKS Bentuk umum matriks: Matriks a dalah susunan segi empat siku-siku dari bilangan yang diatur berdasarkan baris dan kolom/lajur. notasi matriks. ? Menyatakan jenis-jenis matriks. dan tranpose matriks. kesamaan matriks.j Baris ke . KEGIATAN BELAJAR 1. dan pengurangan. MAT. diharapkan anda dapat: ? Memahami pengertian matriks. perkalian matriks dengan matriks. ? Menyelesaikan operasi matriks: penjumlahan. ?a11 ? ?a21 ?? A mxn = ? ?ai1 ? ?? ?an1 ? Keterangan: a12 a22 ai2 an 2 a13 ? ? ? a1 j ? ? ? a1m ? ? a23 ? ? ? a2 j ? ? ? a2m ? ? ? ai3 ? ? ? aij ? ? ? aim ? ? ? an3 ? ? ? anj ? ? ? anm ? ? Kolom ke . Kegiatan Belajar 1 a. perkalian skalar dengan matriks. baris kolom. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar ini.i aij artinya entri matriks A yang berada pada baris ke-i dan kolom j. elemen dan ordo matriks. Bilanganbilangan dalam susunan tersebut dinamakan entri dalam matriks atau disebut juga elemen atau unsur. b.

Matriks 8 . Contoh 2 ? 1 1 1 1? ? 1 1 1 1? ? ? A= ? ? . C = ? 1 1 1 1? ? 1 1 1 1? ? 1 1 1 1? ? ? 3. B= ?2 4 6 8 5? MAT. Matriks baris/vektor baris Matriks baris didefinisikan sebagai matriks yang entri atau elemennya tersusun dalam tepat satu baris. Contoh 3 A = ?1 3 4 2 ?. Matriks satu/vektor satu Matriks satu didefinisikan sebagai matriks yang setiap entri atau elemennya adalah 1. Contoh 1 ? 0 0 0 0? ? 0 0 0 0? ? ? A= ? ? . Jadi. 01. JENIS-JENIS MATRIKS Matriks dibedakan berdasarkan berbagai susunan entri dan bilangan pada entrinya. Sehingga matriks dibedakan sebagai berikut: 1. suatu matriks yang mempunyai m baris dan n kolom disebut matriks berordo m x n. Matriks nol Matriks nol didefinisikan sebagai matriks yang setiap entri atau elemennya adalah bilangan nol. B = ? 0 0 0 0? ? 0 0 0 0? ? 0 0 0 0? ? ? 2. B = ? 1 1 1 1? .ORDO MATRIKS Ordo matriks atau ukuran matriks dijelaskan dengan menyatakan banyaknya baris (garis horizontal) dan banyaknya kolom (garis vertikal) yang terdapat sdalam matriks tersebut.

B = ?0 8? ?0 7? ? ? ?0 0? 7? ? 4? ? 9? ?2 A = ?0 ? ?0 ? 1 4 0 1 4 0 0 6 8 7 0 b) Matriks Segitiga Bawah Matriks segitiga bawah adalah matriks persegi yang entri/elemennya ? aij untuk i ? j memenuhi syarat aij ? ? 0 untuk i ? j MAT. 01. a33. a22. Contoh 5 ?2 ? 2 1? ? A= ? ? . Matriks kolom/vektor lajur Matriks kolom didefinisikan sebagai matriks yang entri atau elemennya tersusun dalam tepat satu kolom. Matriks 9 . B = ? ? ? ? ?3 ? ?3 ? ? ? ? ? ?8 ? 5. B = ?3 ?3 4? ?1 ? 1 4 9 6? 8? ? 7? ? Matriks Persegi dibedakan menjadi: a) Matriks Segitiga Atas Matriks segitiga atas adalah matriks persegi yang entri/elemennya ? aij untuk i ? j memenuhi syarat aij ? ? 0 untuk i ? j Contoh 6 ?2 6? ? ? .4. Matriks Persegi Sebuah matriks dengan n baris dan n kolom dinamakan matriks kuadrat berorde n (square matrix of order n) dan entri-entri a11. ann berada pada diagonal utama dari A. Contoh 4 ? 1? ? 1? ?4? A = ?4? .….

B = ?7 0? ?4 7? ? ? ?3 adalah 0 4 6 5 0 0 7 0 0? 0? ? 0? ? 9? persegi yang entri/elemennya c) Matriks Diagonal Matriks diagonal matriks ? 0 untuk i ? j ? memenuhi syarat aij ? aij untuk i ? j ? ? 0 untuk i ? j Contoh 8 ?2 ?2 0 ? ? A= ? ? . Entri/elemen yang seletak sama. Dari definisi di atas. dua buah matriks dikatakan sama jika: 1. Ordo kedua matriks itu sama. C = ? ? ?0 0 1? ? ? ?0 0 0? 0? ? 0? ? 1? ?1 0 ?1 0 ? ? A= ? ? B = ?0 1 ?0 1 ? ?0 0 ? 0 0 1 0 KESAMAAN MATRIKS Definisi. 2. MAT. 01. B = ?0 ?0 4 ? ?0 ? 0 4 0 ?2 0 0 0? ?0 4 0 0? . C = ? ? ?0 0 7 7? ? ? ?0 0 0 persegi yang 0? 0? ? 0? ? 9? entri/elemennya d) Matriks Identitas/Matriks Satuan (I) Matriks Identitas adalah matriks ? 0 untuk i ? j ? memenuhi syarat aij ?1 untuk i ? j ? 0 untuk i ? j ? Contoh 9 ?1 0 0? ?0 1 0? .Contoh 7 ?2 A = ?9 ? ?2 ? 0 4 8 ?2 0? ? ? . Matriks 10 . Jika A dan B suatu matriks m x n. maka A=B jika dan hanya jika ordo kedua matriks tersebut sama dan entri/elemen yang seletak sama.

C = ? ? ?2 1? . ? B= ? ? ? ? 2 2 4 4 2 8 2 ? 3? ? 5? ? Dua matriks di atas. ?4 3? 2. z ? 5? ? 4 Q= ? ? ? y ? 2 x ? 1? z–5=3 z=8 Jika P = Q. Jadi dapat dituliskan dalam rumus: A mxn = aij ? Atnxm Contoh 11 ?2 3 4? 1. Jika A adalah suatu matriks m x n. 01. maka tranpose A dinyatakan oleh A t dan didefinisikan dengan matriks n x m yang kolom pertamanya adalah baris pertama dari A. tentukan x. kolom keduanya adalah baris kedua dari A.Contoh 10 ?1 2 3? 1. A = ? ? ?5 6 7? . y dan z? Jawab: x – 1 = 1 x=2 y+2=2 y =0 TRANPOSE SUATU MATRIKS Definisi. Dari definisi di atas. memiliki ordo dan elemen yang seletak sama. maka berdasarkan definisi dikatakan A = B. ?2 5? A t = ?3 6? ? ? ?4 7? ? ? MAT. A = ? ? ?1 4 5? . demikian juga dengan kolom ketiga adalah baris ketiga dari A dan seterusnya. Matriks 11 . dapat juga dikatakan bahwa matriks tranpose adalah suatu matriks yang diperoleh dari perpindahan baris pada matriks A menjadi kolom pada matriks A t.

penjumlahan dilakukan pada elemen yang seletak. A = ?1 2? karena A = At . ? ? ?4 0 0? ? ? simetrik. ?1 2? ? ? ?0 3 4? B = ?3 0 0? . dapat dikatakan bahwa dua matriks dapat dijumlahkan jika ordonya sama. B = ?? 1 5 6 10? ? ? ? 0 7 8 15? ? ? . Contoh 12 ?2 1? ?2 1? t A= ? ? . Jadi dapat dituliskan dalam rumus: A mxn + Bmxn = Cmxn Contoh13 ?0 3? ?10 1. A = ? dan B = ? ? ?1 4? ?2 Hitung: a) A + B b) B + A ? 5? ? 1? ? MAT. 01.?2 3 4 5? 2. ?0 3 4? B = ?3 0 0? karena B = Bt maka B disebut matriks ? ? ?4 0 0? ? ? t OPERASI PADA MATRIKS Penjumlahan Dua Matriks Definisi. ?2 ? 1 0 ? ?3 5 7 ? ? Bt = ? ?4 6 8 ? ? ? ?5 10 15? Dari matriks tranpose ini. maka jumlah A + B adalah matriks yang diperoleh dengan menambahkan bersama-sama entri yang seletak/bersesuaian dalam kedua matriks tersebut. Dari definisi di atas. Matriks 12 . Hal ini terjadi misalkan A suatu matriks. maka A disebut matriks simetrik. muncul istilah matriks simetrik (setangkup). Matriks-matriks yang ordo/ukurannya berbeda tidak dapat ditambahkan. A dan B adalah suatu dua matriks yang ukurannya sama. jika A = At maka A disebut matriks simetrik/setangkup.

Q = ?1 ? 1 ? 2? . 01. dan R = ?5 ? 7 1 ? 1 0? ?4 ? ? ? ? Hitung: a) P + Q + R b) (P+Q) + R c) P + (Q+R) Jawab: a) 5? ?? 2 ? 5 1? ?0 3 ?3 ? 3 4 ? P+Q+R = ? ? + ?1 ? 1 ? 2? + ?5 ? 7 1 ? 1 0? ?4 ? ? ? ? 1? 5 ? 4 ? ?? 2 ? 0 ? 3 ? 5 ? 3 ? ( ? 3) = ? ? ? 4 ? 1 ? 5 1 ? (? 1) ? ( ? 7) 0 ? ( ? 2) ? 1? ? 1 ? 5 10 ? = ? ? ?10 ? 7 ? 1? b) 5? ?? 2 ? 5 1? ?0 3 P+Q = ? ? + ?1 ? 1 ? 2? 1 0? ?4 ? ? 1? 5 ? ?? 2 ? 0 ? 5 ? 3 = ? ? ? 4 ? 1 1 ? ( ? 1) 0 ? ( ? 2) ? ?? 2 ? 2 6 ? = ? 0 ? 2? ?5 ? MAT.Jawab: ?0 3? ?10 a. Matriks 13 . A + B = ? ? + ?2 ?1 4? ? ? 5? ? 1? ? ?0 ? 10 3 ? ( ? 5) ? ?10 ? 2 ? = ? ? = ?3 3 ? ? 1 ? 2 4 ? ( ? 1) ? ? ? ?10 b. P = ? ? . B + A = ? ?2 ? 5? ?0 3? + ? ? ? 1? ? ?1 4? ?10 ? 0 ? 5 ? 3? = ? ? ? 2 ? 1 ? 1 ? 4? ?10 ? 2 ? = ? 3 ? ?3 ? 5? ?? 2 ? 5 1? ?0 3 ?3 ? 3 4 ? 2.

Lawan suatu matriks dapat dijelaskan sebagai berikut: Jika A suatu matriks. kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang lawan suatu matriks. Matriks 14 . Contoh 14 ? 4 5? 1) Jika A = ? ?. ?? 3 6? a) Tentukan lawan dari A? b) Hitung A+(-A)? MAT.(P+Q) + R ?? 2 ? 2 6 ? ?3 ? 3 4 ? = ? ? + ?5 ? 7 1 ? 0 ? 2? ?5 ? ? ? 1 ? 5 10 ? = ? ? ?10 ? 7 ? 1? c) Q+R = 5? ?0 3 ?1 ? 1 ? 2? + ? ? ?3 ? 3 4 ? ?5 ? 7 1 ? ? ? 5? 4 ? ?0 ? 3 3 ? ( ? 3) = ? ? ?1 ? 5 ? 1 ? (? 7 ) ? 2 ? 1? 9? ?3 0 = ? ? ?6 ? 8 ? 1? P + (Q+R) = 9? ?? 2 ? 5 1? ?3 0 ?4 ? + ?6 ? 8 ? 1? 1 0? ? ? ? ? 1 ? 5 10 ? = ? ? ?10 ? 7 ? 1? Dari contoh (1) dan (2) diperoleh sifat-sifat: 1) A + B = B+A ? Komutatif 2) (A+B)+C = A + (B+C) ? Asosiatif Pengurangan Dua Matriks Dalam pengurangan matriks ini. 01. maka matriks –A disebut lawan dari matriks A.

Dari definisi di atas. Jika A adalah suatu matriks dan k adalah suatu skalar. maka hasil kali kA adalah matriks yang diperoleh dengan mengalikan entri/elemen dari A oleh k. dapat juga dijelaskan bahwa misal k suatu skalar.B Perkalian Skalar dengan Matriks Definisi. A + (-B) = A .? ? = ?? 2 1? ?2 ? 1? ? ? ?? 5 3 ? ?? 3 1? A + (-B) = ? + ? ? ? ? 6 ? 1? ?? 2 1? ?? 5 ? ( ? 3) 3 ? 1 ? = ? ? ? 6 ? ( ? 2) ? 1 ? 1? ?? 8 4? = ? ? ? 4 0? Dari contoh (1) dan (2) dapat ditemukan sifat-sifat sebagai berikut: 1).Jawab: ? 4 5? ?? 4 ? 5? a) A = . anggota bilangan real. Matriks 15 . A + 0 = 0 + A =A 3).?2 ? 1? ? 6 ? 1? ? ? ?? 5 ? 3 3 ? ( ? 1) ? = ? ? ?6 ? 2 ? 1 ? (1) ? ?? 8 4? = ? ? ? 4 0? ?3 ? 1? ?? 3 1? -B = . Maka: kA = kaij Contoh 15 ?1 4? 1) A = ? ? ?2 3? MAT. dan A = aij suatu matiks.? ? = ? 3 ? 6? ?? 3 6? ? ? ? 4 5? ?? 4 ? 5? ?0 0 ? b) A+(-A) = ? ? + ? 3 ? 6? = ?0 0 ? ?? 3 6? ? ? ? ? ?? 5 3 ? ?3 ? 1? 2) Jika A = ? ? . 01. A + (-A) = (-A) + A = 0 (Matriks Nol) 2). B = ?2 ? 1? ? 6 ? 1? ? ? Hitung A -B ? Jawab: ?? 5 3 ? ?3 ? 1? A-B = ? ? .

2B Jawab: ?2 1 2 ? ?1 1 ? 1? ?3 0 ? 2? + 3 ?0 ? 1 2 ? a) 2A + 3B = 2 ? ? ? ? ?4 3 7 ? ?1 2 3 ? ? ? ? ? ?4 2 4 ? = ?6 0 ? 4? + ? ? ?8 6 14 ? ? ? ?7 5 1 ? = ?6 ? 3 2 ? ? ? ?11 12 23? ? ? ?2 1 2 ? ?1 1 ? 1? ?3 0 ? 2? .3 0.2? ? ? ? ? ?3 3 ? 3? ?0 ? 3 6 ? ? ? ?3 6 9? ? ? MAT.2 2.3 0 ? 0. B = ?0 ? 1 2 ? ? ? ? ? ?4 3 7 ? ?1 2 3 ? ? ? ? ? Hitung: a) 2A + 3B b) 0.1 0.1A – 1. 01.2B = 0.2 ? ?1. 4 ? ? ? ? ? ?0. Matriks 16 .6 ? = ?0.1.2 ?0 ? 1 2 ? b) 0.Hitung : a) 2A b) (-3)A Jawab: a) 2A ?1 4? ? 2 x1 2 x 4? ?4 6? =2 ? = ? = ? ? ? ? ?2 3? ?2 x 2 2 x 3? ?2 8? ?1 4? ? ? 3 x1 ? 3x 4? ?? 3 ? 12? b) (-3) A = -3 ? ? = ?? 3x 2 ? 3x3? = ?? 6 ? 9 ? ?2 3? ? ? ? ? ?2 1 2 ? ?1 1 ? 1? 2) A = ?3 0 ? 2? .4 0.2 1.2 2.7 ? ?1.1 ? ? ? ? ?4 3 7 ? ?1 2 3 ? ? ? ? ? ?0.1A – 1. 4 3.2 ? 1.2 ? .? 0 ? 1.2 0.

Untuk mencari entri dalam baris i dan kolom j dari AB. s skalar. B = ? ? .8 ? 2.2 ? 2. Contoh 16 ?? 6 ? ?? 4 ? ?1 ? 1) A = ?2 1? . pilihlah baris i dari matriks A dan kolom j dari matriks B.1 ? 2. P = ?3 4 ? 1 0? .? ? 1 ? 1.9? ? ? Dari contoh di atas maka diperoleh sifat-sifat sebagai berikut: Jika A. A 5) (-1) A = rA ? sA = rA ? rB = s(rA) = A. maka: 1) (r ? s) A 2) r(A ? B) 3) r(sA) 4) 1. Jika A adalah matriks m x r dan B adalah matriks r x n. dapat dikatakan bahwa dua matriks dapat dikalikan jika jumlah kolom matriks pertama sama dengan jumlah baris matriks kedua. B suatu matriks dan r.6? ? ? ?? 0. Dari definisi di atas.4 ? = ? 0.3 1. 01. 1 = A (-1) = (rs) A = A = -A Perkalian Matriks dengan Matriks Definisi. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut: A mxr x Brxn = C mxn Cara perkaliannya adalah dengan mengalikan baris matriks A dan kolom matriks bersama-sama kemudian menambahkan hasil kali yang diperoleh.1 ? 1. Q = ? ? ?? 3 ? ?2 ? ? ? ?5 ? MAT. Kalikanlah entri-entri yang bersesuaian dari baris dan kolom tersebut bersama-sama kemudian tambahkanlah hasil kali yang dihasilkan. Matriks 17 . maka hasil kali AB adalah matriks m x n yang entri-entrinya ditentukan sebagai berikut.

Hitung: a) A x B b) P x Q Jawab: ?1 ? a) A x B = ?2 1? ? ? = ((2x1) + (1x2)) = (2 + 2) = (4) = 4 ?2 ? ?? 6 ? ?? 4 ? ?3 4 ? 1 0? ? ? = -18 – 16 + 3 + 0 = -31 ?? 3 ? ? ? ?5 ? 0 0 2 1 0? 3? ? 3? ? 1? b) P x Q = ?6 ?1 ?5 6? 2) A = ?2 1? . B = ? . P = ? e 3) A = ? ?4 ? ? ?i ? ? ?3 2? ? ? ? ?m MAT. Matriks b f j n c g k o d? ?4 ? ? ?3 ? h? . P = ?6 5 4 3? .Q= ? ? ?2 ? l? ? ? ? p? ?1 ? 18 . B = ?5 ? . 01. Q = ? ?2 3 4? ? ? ? ?0 Hitung: a) A x B b) P x Q Jawab: ?5 6? a) AxB = ?2 1? ? 10 ? = ?( 2 x5) ? (1x3) ( 2 x6) ? 1x 4)? = ? ? 3 12 ? 4? ?3 4? = ? 13 16? ?6 ?1 ?6 5 4 3? ? ?2 ? ?0 0 0 2 1 0? 3? ? 3? ? 1? (6x0) ? (5x0)? (4x2)? (3x1) (6x0) ? (5x3) ? (4x3)? (3x1)? b) P x Q = = = = ?(6x6) ? (5x1)? (4x2)? (3x0) ?36 ? 5 ? 8 ? 0 ?49 11 30? 0 ? 0 ? 8 ? 3 0 ? 15 ? 12 ? 3? ?a ?5 4? ? ?4 3? .

Contoh 17 ?? 1 0? ?1 2? A= ? ? . B = ?3 0? ? 2 3? ? ? Hitung: AB dan BA. berlaku ab = ba yang sering disebut hukum komutatif untuk perkalian. Salah satu dari perkecualian itu terjadi dalam perkalian matriks. Matriks 19 . Akan tetapi. Untuk bilangan riel a dan b. namun terdapat beberapa perkecualian. 01.Hitung: a) A x B b) P x Q Jawab: ?5 4? ?5 ? a) A x B = ?4 3? ? ? = ? ? 4 ?3 2? ? ? ? ? b) P x Q = …………… ?(5 x5) ? ( 4 x 4) ? ?41? ?( 4 x5) ? ( 3x 4) ? = ?32? ? ? ? ? ?(3 x5) ? ( 2 x 4) ? ?23? ? ? ? ? Walaupun banyak dari aturan-aturan ilmu hitung bilangan riel berlaku juga untuk matriks. Kemudian bagaimana hasil AB dan BA? Jawab: ?? 1 0? ?1 2? ?? 1 ? 2 ? AB = ? ? ?3 0? = ?11 4 ? ? 2 3? ? ? ? ? ?1 2? ?? 1 0? ? 3 6? BA = ? ? ? 2 3? = ?? 3 0? ?3 0? ? ? ? ? Dari hasil AB dan BA di atas disimpulkan bahwa AB ? BA. 2. pada matriks AB dan BA tidak selalu sama. namun BA tidak terdefinisi. Ada dua hal pokok yang menyebabkan ketidaksamaan AB dan BA yaitu: 1. Hasil dari AB didefinisikan. Ini adalah kasus jika A adalah matriks 2 x 3 dan B adalah matriks 3 x 4. MAT. Hasil AB dan BA didefinisikan tetapi tiap-tiap entri/elemen yang bersesuaian pada kedua matriks itu tidak sama.

matriks tranpose adalah suatu matriks yang diperoleh dari perpindahan baris pada matriks A menjadi kolom pada matriks A t. matriks persegi. Jadi dapat dituliskan dalam rumus: A mxn = aij ? Atnxm 4. Matriks persegi terdiri dari matriks identitas. (B+C) = AB + AC dan (B+C)A = BA + CA ………Hukum distributif c.Di bawah ini sifat-sifat yang berlaku pada perkalian matriks yaitu: 1. matriks atas. Pada perlakian matriks berlaku Jika A. 3. Pada penjumlahan matriks berlaku A+B = B+A ? Komutatif (A+B)+C = A + (B+C) ? Asosiatif A + (-A) = (-A) + A = 0 (Matriks Nol) A+ 0 = 0 + A =A A + (-B) = A . s skalar. matriks baris. B suatu matriks dan r. n = bilangan asli (sebanyak n factor) 2.B 5. matriks kolom. ABC = A(BC) = (AB)C ………Hukum asosiatif untuk perkalian 3. 2.A . Rangkuman 1 1. A (-1) A MAT. 1 = A (-1) = (rs) A = A = -A 20 . matriks bawah. 01. maka: (r ? s) A r(A ? B) r(sA) 1. Matriks = rA ? sA = rA ? rB = s(rA) = A. matriks diagonal. Jenis-jenis matriks adalah matriks nol. A x B = B x A An = AAA………….

01. maka tentukanlah nilai dari b! MAT. maka tentukanlah invers dari matriks N atau ? ? ? N-1! 6.An = AAA………….? 2 y 5 z ? ? ? ? x? ? ? ? ? Tentukan nilai dari y! 5? 5 ? ?2 ?3 2. n = bilangan asli (sebanyak n factor) ABC = A(BC) = (AB)C ………Hukum assosiatif untuk perkalian (B+C) = AB + AC dan (B+C)A = BA + CA ………Hukum distributif d. Diberikan dua buah matriks yaitu: ?4 ? 1? ? a x? A=? ? dan B = ? ?3 ? 2? ?? b c ? ? ? ? ? ? Jika A -1 = BT .A . Tugas Latihan 1 1. Tentukanlah determinan dari matriks ? 1 2 2 ? ? ?2 1 3? ? ? ?1 0? 5. maka hitunglah nilai dari: ? ? ? ? ? (A – B) (A + B) + (B – A) (B + A )? ?2 3 4? ? ? 4. Jika A = ? ? dan B = ? ?2 0? ? 2 0 ? . Matriks 21 . Jika diketahui N = ? ? 2 3 ? . Misalkan P = ? ? ? 1 ? 3? dan Q = ? ? 1 ? 2 ? ? ? ? ? ? ? ? Hitunglah: a) PQ2! b) Apakah PQ2 = Q! c) Buktikan PQ = I! ?1 1? ?1 1? 3. Diketahui persamaan matriks sebagai berikut: ? 1 2? ? z ? ? ? 2 3 ? ? 3z ?? ? ?? x? ? 8x 4 ? ? x ? 6? ? = ? ? ?16 y 9 z ? .

e. Kunci Tugas 1 1. A-B = ? ? 2 0 ? . x = 4z ? 4z = ? z= 3 3 12 10 7 . ? 1 2? ? z ? ? ? 2 3 ? ? 3z ?? ? ?? x? ? x? ? ? 8x 4 ? = ? ?16 y 9 z ? ? ? ? ? x ? 6? ? ?2 y 5z ? ? ? ? x ? 2x ? ? z ? 6z ? 7 x 10 ? ? ? ? 2 z ? 9 z ? 2 x ? 3x ? = ?14 y 4 z ? ? ? ? ? ? ? ? ? 7 z 3x ? ? 7 x 10 ? ? ? 7 z x ? = ?14 y 4 z ? ? ? ? ? ? ? ? Sehingga dapat dibuat persamaan sebagai berikut: 3x = 10 ? x = 10 10 10 . adalah: 5 ??3 5 ? 5? ?3 ?4 a) Q 2 = ? ? ? 1 ? 2 ? ? ? 1 ? 2 ? = ? ? 1 ? 1? ?? ? ? ? ? ?? ? ? ? 5 ??4 5? 5 ? ?2 ?3 PQ2 = ? ? ? 1 ? 3? ? ? 1 ? 1? = ? ? 1 ? 2 ? ?? ? ? ? ? ?? ? ? ? b) ya 5 ??3 5 ? ?2 ?1 0? c) PQ = ? ? ? 1 ? 3? ? ? 1 ? 2 ? = ? 0 1 ? ?? ? ? ? ? ?? ? ? ? ?1 1? ?0 1 ? ?1 0 ? 3. 10 5 ? y= = 12 14 .sifat komutatif pada penjumlahan ? ? ? MAT. Matriks 22 . 01. 2. 12 12 14y = 7z ? 14y = 7.? 1 ? 1? = ?1 1 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?1 1? A+B = ? ?2 0? + ? ? ? ?1 1? ?1 2 ? ? ? 2 0 ? = ? 3 ? 1? ? ? ? ? ? ? ? ?1 0 ? ?1 2 ? ?1 2? (A -B)(A+B) = ? ?1 1 ? ? 3 ? 1? = ? 4 1 ? ?? ? ? ? ? ?? ? ? ? ?1 2 ? A+ B = B + A = ? ? 3 ? 1? …….

?1 1 ? ? ? 1 ? 1? A – B = -(B-A) = .5 ? b = 5 ? ? ? MAT.? ?1 0 ? = ? ? 1 0 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1 ? 1? ?1 2 ? ? ? 1 ? 2? (B-A)(B+A) = ? ? ? 1 0 ? ? 3 ? 1? = ? ? 4 ? 1 ? ?? ? ? ? ? ?? ? ? ? sehingga: ?1 2? (A -B)(A+B)+ (B-A)(B+A) = ? ?4 1? + ? ? ? ? ? 1 ? 2? ?0 0? ? ?? 4 ? 1? = ?0 0? ? ? ? ? ? ? ? ?2 3 4? ? ? 2 2 1 2 1 2 4. A-1 = 1 det A ?? 2 1? 1 ?? 2 1? ? ? ? 3 4? = . det ? 1 2 2 ? = 2 -3 +4 1 3 2 3 2 1 ?2 1 3? ? ? = 2(6-2) – 3(3-4)+4(1-4) = 2(4) – 3(-1) + 4(-3) = 8+ 3 – 12 = -1 1 0 ?1 0? 5. N = ? ? 2 3 ? . maka : ? ? ? N-1 = 1 det N ? 1 ? 3 0? 1 ? 3 0? ? ?= ? ? = ?? 2 ?? 2 1? 3 ?? 2 1? ? ? ? ? ? ? 3 0 ? ? 1 ? 3? 6. Matriks 23 . 01. det N = 2 3 = 3-0 = 3.5 ? ? 3 4? = ? ? ? ? ? ? ? ?2 ? 5 ?3 ? 5 ?1 ? 5? ?4 ? 5? ?a ? b ? BT = ? ?x c ? ? ? ? ?2 Karena A -1 = BT maka: ? 5 ?3 ? 5 ?1 ? 5 ?= ?4 ? 5? ?a ? b ? 1 1 ? ? x c ? ? -b = .

2 di atas. Buktikan bahwa: a) a(QR)=(aQ)R = Q(aR) b) P(Q-R) = PQ . a) ? 3 2? ?4 0? ? 0 ? 1? ? 4 ? 1? P= ? ? Q+R = ? ? +? ? = ? ?? 1 3? ?1 5? ?4 6 ? ? 5 11 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 3 2? P+Q=? ?? 1 3? + ? ? ? ? 3 2? P+(Q+R) = ? ?? 1 3? + ? ? ? ?7 2? (P+Q)+R = ? ?0 8? + ? ? ? ?4 0? ?7 2? ? ? = ? ?1 5? ? 0 8 ? sehingga: ? ? ? ? ? ? 4 ? 1? ? 7 1 ? ? ? 5 11 ? = ? 4 14 ? ………….f. Kunci Jawaban Formatif 1. b= ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 2 masing-masing adalah suatu skalar Buktikanlah: a) P+ (Q+R)=(P+Q) + R b) (a+b)R = aR + bR 2. Dari soal no.. Buktikan bahwa: (P+Q)t = Pt + Qt ?1 3? ?1 4 ? 4.(1) ? ? ? ? ? ? ? ?7 1 ? ? ? 4 14 ? ……………. Diketahui persamaan matriks sebagai berikut: 3? ? 1 2? ? x 1 ? ?x 2 ? ? 8 ? ?? ?= ? ? +? ?? 2 3? ?4 y ? ?4 ? 5? ?? 2x ? 8 9? ? ? ?? ? ? ? ? ? Tentukan nilai dari y! g.(2) ? ? ? ? 0 ? 1? ? ?4 6 ? = ? ? ? MAT. 01. maka hitunglah nilai dari: ? ? ? ? ? ? ? (A – B) (A + B) + (B – A) (B + A)? 5.PR 3. Dari soal no. Matriks 24 . Tes Formatif ? 3 2? ?4 0? ? 0 ? 1? 1. Jika A = ? ? 2 0 ? dan B = ? 5 0 ? . 2 di atas. Misalkan P = ? ? ? 1 3 ? . Q = ? 1 5 ? dan R = ? 4 6 ? serta a= -3.

Matriks 25 . Q-R= ? ? ? 12 ? ? 0 ? ? ? 60 ? 87 ? ? ? ? b) 1? ? 4 0 ? ? 0 ? 1? ? 4 ? ? .-3 ? 4 6 ? = ? 1 5 ? ? ? 12 ? 18 ? = ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ?? ? Jadi terbukti bahwa: a(QR)=(aQ)R = Q(aR) ? 3 2? P=? ? ? 1 3 ? . b= 2 ? ? ? 1 ? ? 0 ? 1? ? 0 (a+ b)R = -1 ? ?= ? ?4 6 ? ?? 4 ? 6? ? ? ? ? ? ? 0 ? 1? aR = -3 ? ?4 6 ? = ? ? ? sehingga: 3 ? 1 ? ? 0 ?0 ? 2? ? 0 aR + bR = ? ? ? 12 ? 18 ? + ? 8 12 ? = ? ? 4 ? 6 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? maka terbukti bahwa: (a+b)R = aR + bR 2. ? 0 ? 4? ? 0 ? 4? a) a=-3 . PR = ? ? 1 3 ? ? 4 6 ? = ? ? ?? ? ? ? ? ?? ? bahwa: P(Q-R) = PQ – PR Dengan menghitung nilai P(Q -R) dan PQ – PR dapat dibuktikan MAT. QR = ? ? 20 29 ? maka a(QR)= -3 ? 20 29 ? = ? ? ? ? ? ? ? ? 4 0 ? ? 0 ? 1? (aQ)R = -3 ? ?1 5? ?4 6 ? = ?? ? ? ?? ? 0 ? ? ? 12 ? ? ? 3 ? 15 ? ? ? ? ? 0 ? 1? ? ?4 6 ? = ? ? ? 12 ? ? 0 ? ? ? 60 ? 87 ? ? ? ? 12 ? ? 0 ? ? ? 60 ? 87 ? . 01.? ?= ? ? 1 5 ? ? 4 6 ? ? ? 3 ? 1? ? ? ? ? ? ? ? 9? ? 8 ? ? ? 4 19 ? ? ? ? ? 14 10 ? ? 3 2 ? ? 0 ? 1? PQ = ? ? ? 1 15 ? . bR = 2 ? ? ? 12 ? 18 ? ?4 6 ? = ? ? ? ? ? ?0 ? 2? ? ? 8 12 ? ? ? ? b) 3 ? ? 4 0 ? ? 0 ? 1? ? 4 0 ? ? 0 Q(aR) = ? ? 1 5 ? . ? ? ? 3 ? ? 0 ? 0 ? 1? ? ? .Dari hasil (1) dan (2) di atas terbukti bahwa: P+ (Q+R)=(P+Q) + R ? 0 ? 1? R= ? ? 4 6 ? dan a= -3.

01. ? ?? 2 3? ?4 y ? ? ? ? ? ? ? ? ?7 0 ? ?0 0? ? ?= ? ? 6 21? ?0 0? ? ? ? ? ? 3? ?x 2 ? ? 8 = ? ? +? ?4 ? 5? ?? 2x ? 8 9? ? ? ? ? ? 1? 2y ? 5? ? x?8 ? x?8 ? ? = ? ? ? 2 x ? 12 ? 2 ? 3 y ? ? ? 2 x ? 12 4 ? ? ? ? ? ? ? 7 z 3x ? ? ?7z x ? ? ? ? ? 7 x 10 ? = ? ?14 y 4 z ? ? ? ? Sehingga dapat dibuat persamaan sebagai berikut: 1+ 2y = 5 ? 2y = 5-1= 4 ? y = 4 = 2 atau 2 6 =2 3 -2+ 3y = 4 ? 3y = 4+ 2 = 6? y = MAT. P+Q = ? ? 0 8 ? maka (P+Q) = ? 2 8 ? sedangkan P = ? 2 3 ? dan ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?4 0? ?4 1? t Q= ? ? 1 5 ? maka Q = ? 0 5 ? sehingga: ? ? ? ? ? ? ? ? 3 ? 1? ? 4 1 ? ? 7 0 ? t Pt + Q t = ? ? 2 3 ? + ? 0 5 ? = ? 2 8 ? = (P+Q) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1 3 ? ?1 4 ? ? 0 ? 1? 4. A . (B-A)(B+ A) = ? ?? 3 0 ? ?3 0? ?3 0? ?7 0? ?? ? ? ? ? ? ? ?? ? ?7 0 ? = ? ? 6 21? ? ? ? sehingga: 0 ? ?? 7 (A -B)(A+B)+ (B-A)(B+A) = ? ? ? 6 ? 21? + ? ? ? ? 1 2? ? x 1 ? 5.?5 0 ? = ?? 3 0 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?1 3? A+B=? ?2 0? + ? ? ? ?1 4 ? ?2 7? ? ?5 0 ? = ?7 0? ? ? ? ? ? ? ? 0 ? ?? 7 ? ? ? 6 ? 21? ? ? ? 0? 0 ? ? 0 ? 1? ? 2 7 ? ? 0 ? (? 7) (A -B)(A+ B) = ? ? ? 3 0 ? ? 7 0 ? = ? ? 6 ? 0 ? 21 ? 0 ? = ?? ? ? ? ? ?? ? ? ? ?2 7? A+ B = B + A = ? ? 7 0 ? ……. Matriks 26 .?7 2? ?7 0? ? 3 ? 1? t t 3.sifat komutatif pada penjumlahan ? ? ? ? 0 ? 1? ?0 1? ?0 1? ?2 7? A – B = -(B-A) = .B = ? ?2 0? .? ? =? ? .

dan kita definisikan det (A) sebagai jumlah hasil kali elementer bertanda dari A. diharapkan anda dapat: ? Menghitung determinan matriks. Dari definisi di atas. B = ?a21 a22 a22 ? ?a31 a32 ? a13 ? a23 ? ? a33 ? ? ?a Maka: det(A) = det ? 11 ?a21 ?a11 a12 det(B) = det ?a21 a22 ? ?a31 a32 ? a12a21a33 – a11a23a32 a12 ? = a11a22 + (-a21a22) = a11a22 . Misalkan A adalah matriks persegi. Uraian Materi DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS Definisi. kofaktor dan adjoin matriks. Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut: ?a A = ? 11 ?a21 ?a11 a12 a12 ? ? ? . yang merupakan karakteristik matriks. minor.a21a22 a22 ? ? a13 ? a23 ? = a11a22a33 + a12a23a31 + a13a21a32 – a13a22a31 – ? a33 ? ? MAT. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar ini. b.2. dan invers matriks. Jumlah det (A) dinamakan determinan A. 01. ? Menyelesaikan sistem persamaan linier dengan menggunakan matriks. Matriks 27 . Kegiatan Belajar 2 a. determinan matriks dapat dijelaskan sebagai suatu skalar yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu (jumlah hasil kali elementer bertanda dari matriks tersebut). Fungsi determinan dinyatakan oleh det.

Determinan Matriks berordo 2 x 2 ?a b ? ?a b ? Misal A = ? ? maka det A = det ?c d ? = ad – bc ?c d ? ? ? Contoh1 Tentukan determinan matriks-matriks berikut ini. ?3 4? a) A = ? ? ?1 2? ?2 ? 1? b) B = ? ? ?6 ? 3? ?? 4 ? 3? c) C = ? ? ?? 2 1 ? Jawab: ?3 4? a) det A = det ? ? = (3x2)-(4x1) = 6 – 4 = 2 ?1 2? ?2 ? 1? b) det B = det ? ? = (2x(-3)) – ((-1)x6) = -6 – (-6) = -6 + 6 = 0 ?6 ? 3? ?? 4 ? 3? c) det C = det ? ? = ((-4)x1) – ((-3)x(-2)) = -4 – 6 = -10 ?? 2 1 ? Determinan Matriks berordo 3 x 3

?a b Misalkan A = ?d e ? ?g h ?

c? f ? maka besar det (A) dapat dihitung dengan dua cara: ? i? ?

?a b Cara I : ?d e ? ?g h ?

(-) (-) (-) c a b? f d e? ? i g h? ? (+) (+) (+)

Determinan Matriks melalui cara di atas, diperoleh dengan menjumlahkan hasil kali pada panah-panah yang mengarah ke kanan dan mengurangkan hasil kali panah-panah yang mengarah ke kiri.
MAT. 01. Matriks

28

Maka det (A) = acf + bfg + cdh – gec – hfa – idb (+) (-) (+) ?a b c ? Cara II: ?d e f ? ? ? ?g h i ? ? ? Maka det (A) = a Contoh 2 e h f d -b i g f d +c i g e h

?3 1 2? 1) A = ?1 1 1? , hitung det(A) dengan dua cara? ? ? ?2 3 1? ? ?
Jawab:

?3 1 2 3 1? Cara I : ?1 1 1 1 1? ? ? ?2 3 1 2 3? ? ?
sehingga det (A) = (3x1x1) + (1x1x2) + (2x1x3) – (2x1x2) –(3x1x3)(1x1x1) =3+2+6–4–9–1 = -3 Cara II: det(A) = 3 1 1 1 1 1 1 -1 +2 3 1 2 1 2 3

= 3 (1-3) – (1-2) + 2 (3-2) = 3 (-2) – (-1) + 2(1) = -6 + 1 + 2 = -3

?1 2 3? 2) Hitung determinan matriks dari B = ?1 0 1? dengan menggunakan dua ? ? ?2 4 6? ? ?
cara?

MAT. 01. Matriks

29

Jawab : Teorema. misalkan A adalah suatu matriks n x n. (a) Jika A’ adalah matriks yang dihasilkan bila baris tunggal A dikalikan konstanta k, maka det (A) = k det (A). (b) Jika A’ adalah matriks yang dihasilkan bila dua baris A dipertukarkan, maka det (A) = - det (A). (c) Jika A’ adalah matriks yang dihasilkan bila kelipatan satu baris A ditambahkan pada baris yang lain, maka det(A’) = det (A). Contoh3

2 3? ?1 2 3? ?4 8 12? ?0 1 4? ?1 ?0 1 4? ; B = ?0 1 4 ? ; C = ?1 2 3? ; D = ?? 2 ? 3 2? A= ? ? ? ? ? ? ? ? ?1 2 1? ?1 2 1 ? ?1 2 1? ?1 2 1? ? ? ? ? ? ? ? ?
Jika det (A) = -2, tentukan determinan matriks-matriks yang lain menggunakan sifat-sifat di atas? Jawab: Matriks B dihasilkan dengan mengalikan baris ke-1 matriks A dengan 4. Sehingga sesuai sifat di atas, det(B) = 4 x det (A) = 4 x (-2) = -8. Matriks C dihasilkan dengan menukar baris ke-1 dan baris ke-2. Sehingga sesuai dengan sifat di atas, det (C) = - det (A) = - (-2) = 2. Matriks D dihasilkan dengan mengalikan –2 baris ke-1 dari A, kemudian ditambahkan pada baris ke-2. Sehingga menurut sifat di atas, det (D) = det (A) = -2.

MINOR, KOFAKTOR DAN ADJOIN MATRIKS
Definisi. Jika A adalah matriks persegi, maka minor entri aij dinyatakan oleh Mij dan didefinisikan menjadi determinan submatriks yang tetap setelah

MAT. 01. Matriks

30

minor entri a32 adalah M32 = 2 5 6 = = -10 2 6 3 1 ?4 Kofaktor a32 adalah C32 = (-1)3+2 M32 = M32 = -(-10) = 10 Definisi. Contoh 5 ?2 ? 4 0 ? A = ?1 6 3 ? maka kofaktor A adalah ? ? ?3 2 ? 1? ? ? C11 = -12 C21 = 4 C31 = -12 C12 = -10 C22 = -2 C32 = 6 C13 = -7 C23 = 16 C33 = 17 MAT. Matriks 31 . 01.baris ke i dan kolom ke j dicoret dari A. bilangan (-1)i+j Mij dinyatakan oleh Cij dan dinamakan kofaktor entri aij. Jika A adalah suatu matriks n x n dan Cij adalah kofakor aij. Tranpose ? ? ? Cnn ? 1 4 8 1 4 8 matriks matriks ini dinamakan adjoin A dan dinyatakan dengan adj(A). Contoh 4 ?1 4 8 ? A = ?2 5 6 ? ? ? ?3 1 ? 4? ? ? 5 6 Minor entri a11 adalah M11 = 2 5 6 = = -26 1 ?4 3 1 ?4 Kofaktor a11 adalah C11 = (-1)1+1 M11 = M11 = 26 1 8 Demikian juga. maka ?C11 C12 ? ?C 21 C 22 ? ? ? ? ? ? ?Cn1 Cn 2 ? C1n ? C 2n ? ? dinamakan matriks kofaktor A.

Sehingga matriks kofaktor adalah: ?? 12 ? 10 ? 7 ? ? 4 ? 2 16 ? ? ? ?? 12 6 17 ? ? ? sedangkan adjoin A m erupakan tranpose matriks kofaktor yaitu: ?? 12 4 ? 12 ? ?? 10 ? 2 6 ? ? ? ? ? 7 16 17 ? ? ? INVERS MATRIKS Teorema. Jika A adalah matriks persegi yang dapat dibalik. 01. maka A-1 = 1 adj(A) det( A) Invers Matriks berordo 2 x 2 ?a b ? 1 1 -1 Misalkan A = ? ? maka A = det A adj (A) = ad ? bc ?c d ? Contoh 6 ?4 3? A= ? ? tentukan invers matriks A? ?3 2? Jawab: A-1 = 1 8?9 ? d ? b? ?? c a ? ? ? ? 2 ? 3? ? 2 ? 3? ?? 2 3 ? ?? 3 4 ? = -1 ?? 3 4 ? = ? 3 ? 4? ? ? ? ? ? ? Invers Matriks berordo 3 x 3 Ada dua cara mencari invers matriks yaitu: 1. Menggunakan rumus A -1 = 1 adj(A) det( A) 2. Matriks 32 . Menggunakan reduksi matriks atau metode penyapuan dengan langkahlangkah sebagai berikut: MAT.

gunakanlah baris yang dihasilkan untuk memperoleh nilai nol pada kolom ke-n dari setiap baris yang lain. b) Membagi baris kedua dengan elemen yang ada dalam kolom kedua. Matriks 33 . c) Membagi baris ke-n dengan elemen yang ada dalam kolom ke-n. 01.a) Membagi baris pertama dengan elemen yang ada dalam kolom pertama. gunakanlah baris yang dihasilkan untuk memperoleh nilai nol pada kolom kedua dari setiap baris yang lain. gunakanlah baris yang dihasilkan untuk memperoleh nilai nol pada kolom pertama dari setiap baris yang lain. Contoh 7 3 3? ?1 ? 0 ? 2 ? 3? menggunakan dua cara? Carilah invers dari matriks A = ? ? ?? 1 ? 2 ? 2? ? ? Jawab: Cara I : det(A) = 1 ?2 ?3 0 ?3 0 ?2 -3 +3 ?2 ?2 ?1 ? 2 ?1 ? 2 = 1(-2) –3(-3) + 3(-2) = -2 + 9-6 =1 kofaktor A adalah C11 = -2 C21 = 0 C31 = -3 C12 = 3 C22 = 1 C32 = 3 C13 = -2 C23 = -1 C33 = -2 ?? 2 3 ? 2? ?? 2 0 ? 3? ? 0 1 ? 1? dan adj(A)= ? 3 matriks kofaktor A adalah: ? 1 3? ? ? ? ?? 3 3 ? 2? ?? 2 ? 1 ? 2? ? ? ? ? ?? 2 0 ? 3? ?? 2 0 ? 3? 1? ? = ?3 = ?3 1 3? 1 3? ? ? 1 ?? 2 ? 1 ? 2? ?? 2 ? 1 ? 2? ? ? ? ? Jadi A -1 MAT.

Cara II: 1 3 3 1 0 0 Langkah I 0 ? 2 ? 3 0 1 0 ?1 ?2 ?2 0 0 1 0 1 0 1 3 2 1 3 2 Langkah II 1 1 3 3 3 ?1 1 0 0 2 2 0 ?2 ?3 0 1 0 1 0 10 1 1 1 0 1 2 2 1 Langkah III 0 0 0 1 0 ? 3 2 3 2 ?1 2 1 0 1 3 2 ? 1 2 1 2 0 0 jadi A -1 1 ?? 2 0 ? 3? = ?3 1 3? ? ? ?? 2 ? 1 ? 2? ? ? PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS Teorema. Dari teorema di atas. dapat dijelaskan penyelesaian sistem persamaan linier sebagai berikut: Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Misalkan diketahui sistem persamaan linier dengan dua variabel ax + by = p × d adx + bdy = pd MAT. x2 = . (Aturan Cramer) jika AX = B adalah sistem yang terdiri dari n persamaan linier dalam n bilangan tidak diketahui sehingga det(A) ? 0. maka sistem tersebut mempunyai pemecahan yang unik. … . Matriks 34 .xn = det( A) det( A) det( A) di mana Aj adalah matriks yang kita dapatkan dengan menggantikan entri-entri dalam kolom ke j dari A dengan entri-entri dalam matriks. Pemecahan ini adalah: x1 = det( A1) det( A2 ) det( An ) . 01.

01. ax + by = p × c acx + bcy = cp cx + dy = q × a acx + ady = aq (bc-ad)x = cp – aq y = aq ? cp ad ? bc y = a p c q ?y = a b y c d ?a b ? ?? ? disebut determinan utama ?c d ? Contoh 8 Selesaikan sistem persamaan berikut: a). 3x + 4y = 7 5x – 2y = 3 Jawab: 7 4 3 ?2 ?x ? 26 x= = = =1 3 4 x ? 26 5 ?2 b) 3x1 – 4x2 = -5 2x1 + x2 = 4 a) MAT. Matriks 35 . dicari dengan cara seperti di atas yaitu.cx + dy = q × b bcx + bdy = bq (ad-bc)x = pd – bq x= pd ? bq ad ? bc x= p b q d ?x = a b x c d sedangkan untuk mencari nilai variabel y.

b) x1 = ……… x2 = ……. ?z = d e q i g h r ?x ?y ?z .. z= x y z Contoh 9 1.3 7 5 3 ?y ? 26 y= = = =1 3 4 y ? 26 5 ?2 Jadi nilai x dan y berturut-turut adalah 1 dan 1. Matriks =6 3x + y – 2z = -5 2 3 ?1 36 . Selesaikan sistem persamaan berikut: 2x + 3y – z = -7 x -y+z Jawab: ?1 1 1 1 1 ?1 ? = 1 ?1 1 = 2 -3 -1 1 ?2 3 ?2 3 1 3 1 ?2 = 2 (1) –3 (-5) –1(4) = 2 + 15 – 4 = 13 MAT. Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel Misalkan diketahui sistem persamaan linier tiga variabel ax + by + cz = p dx + ey + fz = q gx + hz + iz = r a b ? = d e g h c f disebut determinan utama i c a p q r c a b p p b ?x = q r x= e h f . 01. ?y = d i g f . y= .

-2. y = = = -2 .35 + 23 = -26 ?1 6 1 6 1 ?1 ?z = 1 ?1 6 = 2 -3 -7 1 ?5 3 ?5 3 1 3 1 ?5 = 2 (-1) –3 (-23) + 7(4) = -2 + 69 . =6 = 30 =8 MAT. 01. ? x3 = …………. z = = =3 x 13 y 13 y 13 ?7 3 ?1 2 ?7 ?1 2 3 ?7 Jadi HP { 1. Selesaikan sistem persamaan berikut: x1 + 2x3 -3x1 + 4x2 + 6x3 -x1 – 2x2 + 3x3 Jawab: ? = ……….?1 1 6 1 6 ?1 ? x = 6 ? 1 1 = -7 -3 -1 1 ?2 ?5 ?2 ?5 1 ?5 1 ?2 = -7 (1) –3 (-7) –1(1) = -7 + 21 – 1 = 13 6 1 1 1 1 6 ?y = 1 6 1 =2 +7 -1 ?5 ?2 3 ?2 3 ?5 3 ?5 ?2 = 2 (-7) + 7 (-5) –1(-23) = -14 . ? x1 = …………. ? x2 = …………. Matriks 37 .. 3 } 2.28 = 39 x= ?x 13 ?y ? 26 ?y 39 = .

x 2= …. maka sistem tersebut mempunyai pemecahan yang unik. x3= …) c. maka matriks ?C11 C12 ? ?C 21 C 22 ? ? ? ? ? ? ?Cn1 Cn 2 ? C1n ? C 2n ? ? dinamakan matriks kofaktor A. 01. Matriks 38 .. det(A) = det ? 11 ?a21 a12 ? = a11a22 + (-a21a22) = a11a22 . Rangkuman 2 ?a 1. A -1 = 1 adj(A) det( A) 5. maka minor entri a dinyatakan oleh M dan ij ij didefinisikan menjadi determinan submatriks yang tetap setelah baris ke i dan kolom ke j dicoret dari A. x2 = = ………… . x2 = . 4. MAT. Jika A adalah suatu matriks n x n dan Cij adalah kofakor aij. 3. bilangan (-1)i+j Mij dinyatakan oleh Cij dan dinamakan kofaktor entri aij. Pemecahan ini adalah x1 = det( A1) det( A2 ) det( An ) . Tranpose matriks ini ? ? ? Cnn ? dinamakan adjoin A dan dinyatakan dengan adj(A). … .a21a22 a22 ? ? a13 ? a23 ? = a11a22a33 + a12a23a31 + a13 a21a32 – a13a22a31 ? a33 ? ? ?a11 a12 det(B) = det ?a21 a22 ? ?a31 a32 ? – a12a21a33 – a11a23a32 2.xn = det( A) det( A) det( A) di mana A j adalah matriks yang kita dapatkan dengan menggantikan entrientri dalam kolom ke j dari A dengan entri-entri dalam matriks.x1 = ? x1 ? x2 ? x3 = ………… . jika AX = B adalah sistem yang terdiri dari n persamaan linier dalam n bilangan tidak diketahui sehingga det(A) ? 0. x3 = = ………… ? ? ? HP { x1=…. A adalah matriks persegi.

A = ? ? tentukan det (A) dan invers matriks A? ?3 2? 1 3? ?1 ? 0 ? 2 3? . x = b! e. b + x = 0! b. hitung det(A) 2. A-1 = ? 2 ? 3? ? 2 ? 3? 1 ? 2 ? 3? ?? 3 5 ? = 1 ?? 3 5 ? = ?? 3 5 ? 1? ? ? ? ? ? =3 1 1 1 1 1 1 +2 -4 0 1 2 1 2 0 2. Kunci Tugas 2 1.d. Jika diketahui a = -3x + y . A = ? ? ?? 1 ? 2 0? ? ? 6 3? ?1 ?0 ?2 3 ? 3. Tentukan penyelesaian dari persamaan linier berikut ini dengan menggunakan determinan: ?1 2 ? ? x ? ?7 ? ? ?1 3 ? ? y ? = ?11? ?? ? ? ? ? ?? ? ? ? 5. Matriks 39 . det(A) ? ? ?2 0 1? ? ? = 3 (1-0) + 2(1-2) . 01.4 (0-2) =3 –2+8 =9 MAT. Jika diketahui –3x –y = a . ?3 ? 2 4? A = ?1 1 1? . Carilah invers dari matriks A = ? ? ?? 1 ? 2 ? 2? ? ? 4. Tentukan persamaan matriksnya: a. det(A) = 10 – 9 = 1 . Tugas Latihan 2 ?5 3? 1.

1 3? ?1 ? 0 ? 2 3? . a) a = -3x + y . Matriks 40 . Untuk menghitung invers dari matriks A = ? ? ?? 1 ? 2 0? ? ? dulu det(A) det(A) = 1 ?2 3 0 ?3 0 ?2 -1 +3 ?2 0 ?1 0 ?1 ? 2 = 1(6) – (-6) + 3(-2) =6 +6 -6 =6 kofaktor A adalah C11 = 6 C21 = -6 C31 = 9 matriks C12 = -3 C22 = 3 C32 = -3 kofaktor A adalah: C13 = -2 C23 = 0 C33 = -2 ? 6 ? 3 ? 2? ?? 6 3 0? ? ? ? 9 ? 3 ? 2? ? ? dan adj(A) = ?6 ?6 9? ?? 3 3 ? 3? ? ? ?? 2 0 ? 2? ? ? Jadi A -1 ?6 ?6 9? 1 ? = ?? 3 3 ? 3? . 01. b + x = 0. ? y = = 11-7= 4 1 3 11 3 1 11 ?1 4 = 1 . kita hitung 3. ? 6 ?? 2 0 ? 2? ? ? ?1 2 ? ? x ? ?7 ? 4. maka persamaan matriksnya adalah: ?? 3x ? ? ? x ? y? ?= ? ? ? a ? ?? 3 1 ? ? x ? ? ? ? ? ?? b ? ? 1 0? ?y?= ?? ? ? ? ? ?? ? ? a ? ? ? ?? b ? ? ? MAT. ? x = = 21-22 = -1. ? ?? ? = ? ? ?1 3 ? ? y ? ?11? ? ?? ? ? ? ? = 1 2 7 2 1 7 = 3-2 = 1 . sederhanakan sendiri. y = ? y/? = = 4 1 1 x = ? x/? = 5.

Tes Formatif 1. x = b . x = b tentukan nilai x dan y! g. Tentukan persamaan matriksnya kemudian selesaikan: a. a) det ? ? = = 15 – 0 = 15 ?? 2 3? ?2 3 ? ? MAT. Matriks 41 .b) –3x –y = a . Jika diketahui –3x –y = a . Diberikan dua buah matriks yaitu: ?3 ? 1 ? ? a A=? ?5 ? 2 ? dan B = ? ? b ? ? ? ? ? c? ? d? ? Jika A -1 = BT . Kunci Jawaban Formatif 5 0 ? 5 0? 1. b. b + x = 0 tentukan nilai x dan y! b. maka tentukanlah nilai dari a. c dan d! 4.maka persamaan matriksnya adalah ?? 3x ? ? ? x ? y? ?= ? ? ?a ? ? ? 3 ? 1? ? x ? ? ?? ? ? ? ?= ?b ? ?1 0 ? ?y? ? ? ? ?? ? ?a ? ? ? ?b ? ? ? f. 01. Tentukan penyelesaian dari persamaan linier berikut ini: ?1 0? ? x ? ?3? ? ?? ? = ? ? ?2 3? ? y ? ?4? ? ?? ? ? ? 5. Tentukanlah determinan dari matriks berikut ini: ? 5 0? a) ? ?? 2 3? ? ? ? ?2 3 4? ? ? b) ? 1 2 2 ? ?2 1 3? ? ? ?1 0 4? ? ? ?1 2? 2. maka tentukanlah ?2 5? ? ? ?2 1 3? ? ? invers dari matriks P atau P-1 dan Q -1! 3. Jika diketahui a = -3x + y . Jika diketahui P = ? ? dan Q = ? 1 2 2 ? .

det Q = 1 -0 +4 = 1. 01. A -1 = 1 det A 1 ? ? ?1 ? 4? ?1 ? 4? ?3 ? 1 ? 1 ?? 2 1? ? ?5 ? 2 ? = 1 ? ? 5 3 ? = ? ? ? ? ? ? ? c? ? maka BT = d? ? ?a ? ?c ? ?? 2 1? ? ?? 5 3? ? ? ? ? a B= ? ?? b ? MAT. ?1 0 4? ? ? ?1 2? P= ? ? dan Q = ? 1 2 2 ? ?2 5? ? ? ?2 1 3? ? ? 1 2 ?1 2? P=? ? 2 5 ? .?2 3 4? ? ? 2 2 1 2 1 2 b) det ? 1 2 2 ? = 2 -3 +4 1 3 2 3 2 1 ?2 1 3? ? ? = 2(6-2) – 3(3-4)+4(1-4) = 2(4) – 3(-1) + 4(-3) = 8+ 3 – 12 = -1 2. karena matriks kofaktornya adalah det Q ?2 1 3? ? ? ? 4 1 ? 3? ?1 0 4? ? 4 ? 4 ? 8? ? ? ? ? ? ? 5 2 ? ? ? 4 5 1 ? maka adj ? 1 2 2 ? = ? 1 ?? 8 2 2 ? ?2 1 3? ?? 3 1 2 ? ? ? ? ? ? ? ?? 1 1 ? 4 ? 4 ? 8? ? 2 2 ? ? 1 -1 ?? 1 ?5 Q = 5 2 ? = ?1 8 ? 8 ?8 ? ?3 1 2 ? ?1 ?3 ? ? ? 8 8 3. Matriks ? b? ? d ? ? 42 .4-0+4. det P = 2 5 = 5-4 = 1.(-3)= -8 1 3 2 3 2 1 ?2 1 3? ? ? ?1 0 4? ? ? 1 Q -1 = adj ? 1 2 2 ? . maka: ? ? ? P-1 = 1 det P ? 5 ? 2? 1 ? 5 ? 2? ? 5 ? 2? ? ?= ? ? =? ?? 2 1 ? 1 ?? 2 1 ? ?? 2 1 ? ? ? ? ? ? ? ? ?1 0 4? ? ? 2 2 1 2 1 2 Q = ? 1 2 2 ? .

maka persamaan matriksnya adalah: MAT. -b = . ? ?2 3? ? y ? = ?4? ?? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? = 1 0 3 0 1 3 = 3-0 = 3 .?? 2 1? Karena A -1 = BT maka: ? ?? 5 3?= ? ? ? Sehingga: ?a ? ?c ? ? b? ? d ? ? 1 1 a = -2 . 01.? b = . a) a = -3x + y . c = -5 dan d = 3 5 5 ?1 0? ? x ? ?3? 4. ? x = = 9-0 = 9 . ? y = = 4-6= -2 2 3 4 3 2 4 ?1 4 = 1 . maka persamaan matriksnya adalah: ?? 3x ? ? ? x ? ?? 3x ? ? ? x ? y? ?= ? ? y? ?= ? ? ? a ? ?? 3 1 ? ? x ? ? ? ? ? ?? b ? ? 1 0? ?y?= ?? ? ? ? ? ?? ? ?a ? ? ? 3 ? 1? ? x ? ? ?? ? ? ? ?= ?b ? ?1 0 ? ?y? ? ? ? ?? ? ? a ? ? ? ?? b ? ? ? ?a ? ? ? ?b ? ? ? b) –3x –y = a . y = ? y/? = = 4 1 1 x = ? x/? = 5. b + x = 0. x = b . Matriks 43 .

Tentukan nilai dari c. Jika matriks ? 2 x 5 ? adalah matriks singular. EVALUASI A. d) Matriks Identitas. ?3 2 2 ? ? ? ?5 a? ? 2a ? 2 a ? 8 ? 5. Diberikan A = ? ? 3 x ? dan B = ? 3 10 ? . Tes Tertulis Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1.y bilangan bulat. b) Matriks Segitiga Atas. c) Matriks Diagonal. Matriks P = ? ?3b 5c ? dan Q = ? a ? 4 3a ? b ? . Diketahui A = ? ? ? 4 3 ? dan A + xA + yI = 0. kemudian berikan masing-masing contohnya!: a) Matriks Baris. Jelaskan apa yang dimaksud pengertian di bawah ini. MAT. 01. Diketahui persamaan matriks sebagai berikut: 6? ? 7 ?3 ? 3? ?1 0? ? ? = p? ? + q? ? ? 4 23 ? ?2 ? 5? ? 0 1 ? . maka tentukan nilai dari x!. ?3 4 1 ? ? ? 4. x ? ? ? 1? ?? ? ? 2 1? 2 7. maka hasil dari: a2 + b2 adalah…. tentukanlah nilai dari x jika det ? ? ? ? ? ? ? (A) = det (B)!.BAB III. Matriks 44 . tentukanlah nilai p dan q!. ? ? ? ? ? ? ? ?2x 3? ? x ? 1? 3. Diketahui: ? ? = ? ?b ? ?y ? ? ? y? ? 1 ? ? ? ? . ?a ? ?x 6. Tentukan nilai x dan y!. dimana I = matriks identitas ? ? ? dan x. 2. jika ? ? ? ? ? ? ? 2P = Q T !..

?1 0 0? ? ? ?1 0? Contoh: ? ? 0 1 ? dan ? 0 1 0 ? ? ? ? ?0 0 1? ? ? 2. MAT. ? p 0 0? ? ? ?5 0 ? Contoh: ? ? dan ? 0 q 0 ? ?0 ? 4? ? ? ?0 0 r ? ? ? d) Matriks Identitas adalah matriks persegi yang elemen diagonal utamanya satu dan elemen lainnya nol. contoh: ?a b 1? dan ?6 5 ? 1 3? b) Matriks Segitiga Atas adalah matriks persegi yang bawah dari diagonal utama. bagian ?3 ? 1 4? ? ? ?1 3? Contoh: ? ? 0 2 ? dan ? 0 2 6 ? ? ? ? ?0 0 4? ? ? c) Matriks Diagonal adalah matriks persegi yang elemen diagonal utamanya sembarang dan elemen lainnya nol. elemennya nol. a) Matriks Baris adalah matriks yang mempunyai tepat satu baris. Persamaan matriks pada soal dapat berubah menjadi: 6? ? 7 ?3 p ? ? ? 4 23 ? = ? 2 p ? ? ? ? ? ? 3p? ?q 0? ? + ? ? ?0 q ? ? ? 5p? ? ? ? 3p ? ? ? 5p ? q? ? 6? ? 7 ?3 p ? q ? ? ? 4 23 ? = ? 2 p ? ? ? ? ? sehingga: 2p = -4 ? p = -2 3p + q = 7 ? 3(-2) + q = 7? q = 7 + 6 = 13 Jadi nilai p dan q berturut-turut adalah –2 dan 13. Kunci Jawaban Tes Tertulis 1.B. Matriks 45 . 01.

2)(x – 3) = 0 ? x = 2 atau x = 3 4. 01.10 –(-1. Diketahui: ?5 a? ? 2a ? 2 a ? 8 ? P= ? ?3b 5c ? dan Q = ? a ? 4 3a ? b ? ? ? ? ? ? ? ? 2P = Q T .3 = x. B = ? 3 10 ? ? ? ? ? ? ? ? Det (A) = det (B) ? 2x . 5. ?3 2 2 ? ? ? ?3 4 1 ? ? ? Akibatnya: det ? 2 x 5 ? = 0 ?3 2 2 ? ? ? 3 x 5 2 5 2 x -4 +1 = 3(2x – 10)-4(4-15)+(4-3x) 2 2 3 2 3 2 0 0 18 6 Jadi nilai x adalah 6.3) ? 2x2 – 9 = 10x + 3 ? 2x2 –10x –12 = 0 ? x2 – 5x – 6 = 0 ? (x . x – 3. Diketahui: ?2x 3? ? x ? 1? A= ? ? 3 x ? . Diketahui: ?3 4 1 ? ? ? ? 2 x 5 ? adalah matriks singular. Matriks 46 .3. tentukan: c! = 6x – 30 + 44 + 4 –3x = 3x – 18 = 3x = x MAT.

Matriks 47 . sehingga: a = (x-y) dan b = (y-x) x? ? maka: a2 + b2 = (x-y)2 + (-(x-y))2 =(x-y)2 + (x-y)2 = 2(x-y)2 7. maka pada persamaan (1): 10c = 3(4) – 2 10c = 12 –2 = 10 c =1 Jadi nilai c adalah 1. 01. Tentukan nilai x dan y! ? ? ? Jawab: ? 2 1? ? 2 1? A2 = ? ?? 4 3? ?? 4 3?= ?? ? ? ?? ? 5? ? 0 ? ? ? 20 5 ? ? ? ? x? ? 2 1? ? 2x xA = x ? ?? 4 3? = ?? 4x 3x? ? ? ? ? ? ? ? MAT. 6.?5 a? ? 2a ? 2 a ? 4 ? 2? ?3b 5c ? = ? a ? 8 3a ? b ? ? ? ? ? ? ? ? ?10 2a ? ? 2a ? 2 a ? 4 ? ? ? 6b 10c ? = ? a ? 8 3a ? b ? ? ? ? ? ? ? ? sehingga: 10c = 3a – b ………(1) 2a = a + 4 ? a = 4 6b = a + 8 ? 6b = (4) + 8 = 12 ? b = 2 Karena a = 4 dan b= 2. Diketahui: ?a ? ?x ? ?= ? ?b ? ?y ? ? ? ?a ? ?x ? ? ?= ? ?b ? ?y ? ? ? ? y? ? 1 ? ?? ? x ? ? ? 1? ?? ? y? ? . Diketahui: ? 2 1? 2 A= ? ? ? 4 3 ? dan A + xA + yI = 0.

?1 0? ?y yI = y ? ?0 1? = ?0 ? ? ? ? ? 0? ? . 01. y + 2x + 0 = 0 ? y = 0 –2(-5) + 0 = 10 Jadi nilai x dan y adalah –5 dan 10. Matriks 48 . sehingga: y? ? x? ? 2x ? ?? 4x 3x? + ? ? ? ?y ? ?0 ? 0? ? y? ? 5? ? 0 A 2 + xA + yI = 0 = ? ? ? 20 5 ? + ? ? ? Maka: 0 + x + 5 = 0 ? x = -5 Untuk x= -5. MAT.

Matriks 49 .BAB IV. anda berhak untuk mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah anda pelajari. 01. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi. MAT. maka anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Mintalah pada guru untuk uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak industri atau asosiasi yang berkompeten apabila anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Apabila anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. maka hasil yang berupa nilai dari guru atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi.

Matriks 50 . Howard. Kumpulan soal dan pembahasan UMPTN 1992-1996 Rayon A. MAT. 2003. 1989. 1983. Erman dkk. Jakarta: Erlangga Elizabeth. 1996. Pedoman Pemecahan Aljabar Linier Untuk Mahasiswa. Bandung: JICA -IMSTEP. C. Suwah.DAFTAR PUSTAKA Anton. Strategi Pembelajaran Kontemporer.. B. 01. Jakarta: Erlangga. Sembiring. Suherman. Aljabar Linier Elementer. M. Bandung: Ganesha Operation.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->