P. 1
INSTALASI PENERANGAN

INSTALASI PENERANGAN

|Views: 692|Likes:
Published by Nana Meilida Astari

More info:

Published by: Nana Meilida Astari on Mar 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

InstaIasi

" Menurut Peraturan Umum Ìnstalasi Listrik 1987 (LÌPÌ, 1987:)
Dapat didefinisikan sebagai susunan perlengkapan listrik yang bertalian
satu dengan yang lain, serta memiliki ciri terkoordinasi, untuk memenuhi
satu atau sejumlah tujuan tertentu ¨.
!0n07angan Rumah
" Penerangan rumah adalah penerangan listrik yang dimaksud untuk
memberikan penerangan (lampu) dan sumber tenaga listrik untuk
keperluan alat-alat rumah tangga ".
InstaIasi p0n07angan 7umah
" adalah susunan perlengkapan listrik yang berkaitan satu dengan lainnya,
sertamemiliki ciri terkoordinasi, dan bertujuan untuk memberikan
penerangan (lampu) dan sumber tenaga listrik untuk keperluan alat-alat
rumah tangga ".
1. Ìnstalasi listrik
2. Ìnstalasi Penangkap petir
3. Ìnstalasi mesin pendingin
4. Ìnstalasi air bersih/kotor
5. Ìnstalasi telepon
6. Ìnstalasi data
7. Ìnstalasi gas
8. dll
erdasarkan pemakaian tenaga listrik dan
tegangannya, macam-macam instalasi listrik adalah :
a. M0nu7ut a7us Iist7ik yang disaIu7kan :
i. Instalasi arus searah ; Ìnstalasi ini pada umumnya bekerja
bekerja pada tegangan 110V; 220V; atau 440V. Di
Ìndonesia penggunaannya adalah industri yang bekerja
berdasarkan elektronika, PT. Kereta Api Ìndonesia pada
pelayanan KRL (Kereta Api Listrik).
ii. Instalasi arus bolak-balik ; Ìnstalasi ini pada umumnya
bekerja pada tegangan : 125V; 220V; 330V; 500V; 1000V;
3000V; 5000V; 6000V; 10.000V; 15.000V. Di Ìndonesia
jaringan dari PT. PLN tegangan yang digunakan adalah
220V; 380V; 6.000V; dan 20.000V. Ìnstalasi arus bolak-balik
banyak dipakai untuk rumah tangga, industri maupun
bangunan komersil.
b. 07dasa7kan t0gangan yang digunakan.
i. Instalasi tegangan tinggi ; Dipergunakan pada saluran
transmisi, karena mengalirkan daya yang besar pada
tegangan tinggi.
ii. Instalasi tegangan menengah ; Dipergunakan pada
pusat pembangkit listrik arus bolak-balik ,pada saluran
distribusi primer.
iii. Instalasi tegangan rendah ; Dipergunakan pada
saluran distribusi, instalasi penerangan rumah tangga,
PJU (Penerangan Jalan Umum), komersil.
.. M0nu7ut p0makaian t0naga Iist7ik
i. Instalasi penerangan / instalasi cahaya ; PT.PLN menggunakan arus
bolak-balik 127 Volt (sistem lama) dan mulai tahun 1980-an dengan
sistem 220 Volt.
ii. Instalasi tenaga ; Sistem lama PT.PLN menggunakan arus bolak-
balik 127 Volt dan sistem baru dengan tegangan 380 Volt, instalasi
tenaga ini biasa dipakai bersama untuk penerangan maupun tenaga
d. InstaIasi Iist7ik khusus ;
Dipergunakan pada alat-alat, atau pada industri-industri
yang memerlukan tenaga listrik untuk keperluan saluran
seperti pada ;
i. Ìnstalasi listrik pada kereta api, mobil, kapal laut, pesawat
terbang
ii. Ìnstalasi listrik pada pemancar radio, TV telepon, telegram,
radar
iii. Ìnstalasi listrik pada industri pertambangan dan lain-lain
4mp4n0n !4k4k InstaIasi
Komponen instalasi listrik merupakan perlengkapan yang paling
pokok dalam suatu rangkaian instalasi listrik. Untuk memudahkan
dalam pemasangan instalasi listrik komponen tersebut
dikelompokan :
a. ahan Penghantar
b. Kotak Kontak
c. Fiting
d. Saklar
e. Pengaman
f. Peralatan Pelindung
Komponen instalasi listrik yang akan dipasang pada instalasi listrik
harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
. Keandalan, menjamin kelangsungan kerja instalasi listrik pada
kondisi normal.
2. Keamanan, komponen instalasi yang dipasang dapat menjamin
keamanan system instalasi listrik.
3. Kontinuitas, komponen dapat bekerja secara terus menerus pada
kondisi normal.
. J0nis bahan p0nghanta7
Penghantar yang digunakan pada instalasi listrik
Pada umumnya dari tembaga dan alumunium.
!0nghanta7 t0mbaga kemurniannya minimal 99,9%,
tahanan jenis yang disyaratkan tidak melebihi 0,017241
ohm mm2/m pada suhu 20 C atau 58 siemens = 100
% ÌACS ( international annealed copper standard ) dan
Koefisien suhu pada 20 C adalah 0,04% per derajat
celcius. ila terjadi kenaikan suhu 10 C akan terjadi
kenaikan tahanan jenis 4%. Tembaga lunak dengan
daya hantar 100 % ÌACS memiliki kekuatan tarik 195 ÷
245 N/mm2. Tembaga keras memiliki kekuatan tarik
390 ÷ 440 N/mm2 atau 97 % ÌACS.
Iumunium untuk penghantar kabel berisolasi harus memiliki kemurnian minimal
99,9%.Tahanan jenis alumunium lunak untuk hantaran listrik telah dibakukan, yaitu tidak
boleh melebihi 0,028264 ohm mm2 /m pada suhu 20 C atau sebesar 61 % ÌACS. Daya
hantar alumunium juga dipengaruhi oleh keadaan kekerasannya ,tetapi tak sebesar daya
hantar tembaga. Alumunium lunak dengan daya hantar 61% ÌACS, memiliki kekuatan tarik
60-70N/mm2. Alumunium keras dengan kekuatan tarik 150-159N/mm2 . Karena daya
hantar aluminium hanya 61 % ÌACS, maka untuk tahanan penghantar yang sama
diperlukan luas penampang aluminium :
x luas penghantar tembaga = 1,64 x luas penghantar tembaga
Jadi untuk penghantar bulat diperlukan penghantar aluminium dengan diameter :
= 1.28 x diameter tembaga
Aluminium jauh lebih ringan dibandingkan tembaga, dimana berat jenis tembaga adalah
8.9 jauh lebih besar dari aluminium yaitu 2.7.
1,64 x (2,7/8,9) x 100% = 50% dari berat tembaga.
Jadi penghantar alumunium dibanding dengan tembaga akan 50% lebih ringan, tetapi
diameter akan 28% lebih besar dari penghantar tembaga . Hal ini berarti penggunaan
isolasi juga lebih besar 28 % dari tenbaga.
2. ab0I instaIasi
2. ab0I Iampu
kabel lampu digunakan untuk instalasi dalam lampu
dan armatur penerangan dalam keadaan yang
terlindung dan bebas dari pengaruh tekanan atau
puntiran ( PUÌL 1987, ayat 502 1) dengan luas
penampang penghantarnya minimal 0.5 mm2. contoh
kabel lampu berisolasi PVC : NYFNYFFNYF
dan NYF. Jenis kabel diatas bisa digunakan
sampai temperatur 70o C dan jika kondisi armatur
melebihi suhu tersebut maka bisa digunakan jenis :
NYFNYFFNYF dan NYF.
< 2.2 ab0I 7umah
Untuk menghubungkan antar komponen instalasi dalam
rumah biasanya digunakan penghantar jenis NYA dan
NGA.
Jenis NGA terdiri dari penghantar tembaga berlapis timah
putih dengan isolasi karet yang dilindungi dengan anyaman
benang. Jenis kabel ini sudah jarang digunakan dalam
instalasi rumah.
Jenis NYA terdiri dari penghantar tembaga dengan isolasi
PVC. Diameter NYA lebih kecil dibandingkan dengan NGA
serta permukaan NYA lebih licin sehinggga mudah di
masukan dalam pipa pvc.
Umur NYA lebih panjang, karena sifat isolasinya lebih kuat
dibanding NGA yang terbuat dari karet. dan NYA lebih
tahan terhadap bahan kimia dan tidak menjalarkan api
serta tahan sampai temeperatur 70 o C.
2.3 ab0I InstaIasi 07s0Iubung
Jenis kabel instalasi berselubung contohnya adalah NYM, dimana
berselubung isolasi pvc dengan inti tembaga lebih dari satu. Penggunaan
kabel instalasi berselubung jika dibandingkan dengan dalam pipa yaitu :
Lebih mudah dibengkokan
Lebih tahan terhadap pengaruh asam dan uap atau gas tajam
Sambungan dengan alat pemakai dapat lebih rapat
Jenis NYM memiliki luas penampang tiap inti adalah dari 1.5 mm2 sampai
10 mm2 dan berbentuk kawat tunggal, dan luas penampang 16 mm2 dan
diatasnya berbentuk sejumlah kawat dipilin.
eberapa pengertian huruf yang digunakan pada kode kabel adalah :
 N : kabel standar dengan penghantar tembaga
 A : erisolasi tunggal
 M : berselubung
 G : Ìsolasi karet
 NA : kabel standar dengan penghantar aluminium
 Y : Ìsolasi atau selubung PVC
 F : Perisai kawat baja pipih
 R : Perisai kawat baja bulat
 Gb : Spiral pita baja
 re : penghantar padat bulat
 rm : penghantar bulat kawat banyak
 se : penghantar padat bentuk sektor
 sm : penghantar kawat banyak bentuk sektor
Penghantar tembaga
Ìsolasi pvc :
Lapisan pembungkus inti
Selubung pvc :
NYA NYM NYY
!enghantar tembaga
Isolasi XL!
Lapisan pembungkus inti
Selubung !'
!enghantar
Isolasi
Lapisan pembungkus
!erisai kawat baja berlapis
Spiral pita baja berlapis seng
Selubung !'
!0nghanta7 NYFGbY
!0nghanta7 N2XY
< .4nt4h :
4 NY : Jenis kabel bersisolasi pvc berinti satu dari
tembaga
4 NG : Jenis kabel berinti satu tembaga berisolasi
karet
4 NYM : Jenis kabel berselubung dengan inti lebih dari
satu dari tembaga berisolasi pvc
4 NYFGbY 4 x 20 SM 0 kV
Artinya : kabel jenis standar dengan penghantar
aluminium kawat banyak bentuk sektor, berisolasi dan
berselubung PVC, dengan perisai kawat baja pipih
dan spiral pita baja. Jumlah urat empat, luas
penampang nominal masing-masing 120 mm2, dan
tegangan kerja nominal 0,6/1 kV.
< Kemampuan menghantar arus dari kabel NYM
dapat dijelaskan pada tabel 2,dimana ini berlaku
untuk semua kabel instalasi yang berisolasi dan
berselubung PVC termasuk kabel fleksibel dengan
penghantar tembaga suhu maksimum 70oC pada
suhukeliling 30oC.
< Sedangkan warna selubung luar kabel PVC telah
dibakukan sebagaimana ayat 720 G1 seperti
dijelaskan pada tabel 3 berikut :
uas p0nampang n4minaI
kab0I
0mampuan hanta7
a7us maksimum
0mampuan hanta7 a7us
n4minaI
maksimum p0ngaman
mm2 Amper Amper
1,5
2,5
4
6
10
16
25
35
50
70
95
120
150
185
240
300
19
25
34
44
61
82
108
134
167
207
249
291
334
380
450
520
20
25
35
50
63
80
100
125
160
224
250
300
355
355
425
500
J0nis kab0I T0gangan n4minaI Wa7na s0Iubung
WKabel berselubung PVC untuk
instalasi tetap (misal NYM)
WHantaran udara berselubung
PVC(misal NYMT)
WKabel berselubung PVC
WKabel berselubunh PVC
500 V
500 V
0,6 / 1 kV
di atas 1 kV
Putih
Hitam
Hitam
Merah
. 4tak-k4ntak (st4p k4ntak)
< Kotak kontak merupakan tempat untuk
mendapatkan sumber tegangan listrik yang
diperlukan untuk pesawat atau alat listrik.
Tegangan Sumber listrik ini diperoleh dari
hantaran fasa dan netaral yang berasal dari PLN.
Simbol dan jenis kotak kontak dapat dilihat pada
gambar 1.
2. 4ntak Tusuk
Kontak tusuk digunakan untuk menghubungkan pesawat atau alat listrik yang
dipasang tetap ataupun dapat dipindah-pindahkan. Jenis kontak tusuk dapat
dilihat pada gambar 2. Penggunaan dan pemasangan kontak ada beberapa
ketentuan antara lain :
a) Kotak-kontak dinding fasa satu harus dipasang hingga kontak netralnya ada
disebelah kanan (ayat 206 4).
b) Kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25 meter di atas lantai
harus dilengkapi dengan tutup (ayat 840 C5)
c) Kotak-kontak yang dipasang dilantai harus tertutup (ayat 511 4)
d) Kotak-kontak dinding dengan pengaman harus dipasang hantaran
pengaman (ayat 321 1 sub b4)
e) Ruangan yang dilengkapi dengan kotak kontak dengan kotak pengaman,
tidak boleh dipasang kotak-kontak tanpa pengaman, kecuali kotak-kontak
tegangan rendah dan untuk pemisahan pengaman (ayat 321 1 sub b4)
f) Pada satu tusuk kontak, hanya boleh dihubungkan satu kabel yang dapat
dipindahpindah (ayat 511 A9 sub c)
g) Kemampuan kotak-kontak harus sekurang-kurangnya sesuai dengan daya
yang dihubungkan padanya, tetapi tidak boleh kurang dari 5 A (ayat 840 C6).
3. 4ntak hubung bagi ( )
Kotak PH harus dibuat dari bahan yang tidak dapat terbakar,
tahan lembab dan kukuh (ayat 610 A1).
Pada setiap hantaran fasa keluar suatu perlengkapan hubung
bagi harus dipasang pengaman arus (ayat 602 D1).
Pada hantaran netral tidak boleh dipasang pengaman arus,
kecuali bila potensial hantaran netralnya tidak selalu mendekati
potensial tanah.
Setiap peralatan listrik, kecuali kotak -kontak dengan
kemampuan hantar arus nominal 16 A atau lebih, harus
merupakan rangkaian akhir tersendiri kecuali jika peralatan
tersebut bagian yang tidak terpisahkan dari suatu unit instalasi
(ayat 602 N1).
Gambar 3a memperlihatkan diagram rangkaian akhir sederhana
untuk satu fasa, dan gambar 3b menunjukkan bentuknya.
Komponen-komponen penting dari kontak hubung
bagi adalah :
a. Kontak rel, (panel) berfungsi sebagai terminal
untuk menyambungkan pada beberapa saluran
ke beban.
b. Kotak pengaman
c. Kotak Sakelar yang merupakan satu kesatuan
dari kontak hubung bagi.
Fiting adalah tempat memasang bola lampu listrik, dan menurut
penggunaannya dapat dibagi menjadi tiga jenis : fiting langit-langit,
fiting gantung, dan fiting kedap air.
. Fiting Iangit-Iangit : Pemasangan fiting langit-langit ditempelkan
pada langit-langit (eternit) dan dilengkapi dengan roset. Roset
diperlukan untuk meletakan/penyekerupan fiting supaya kokoh
kedudukannya pada langit-langit. ( gambar 4. )
2. Fiting gantung ; Pada fiting gantung dilengkapi dengan tali snur
yang berfungsi sebagai penahan beban bola lampu dan kap lampu,
serta untuk menahan konduktor dari tarikan beban tersebut.
Konstruksi dari fiting gantung dapat dilihat pada gambar 5.
3. Fiting k0dap ai7 ; Fiting kedap air merupakan fiting yang tahan
terhadap resapan/rembesan air. Fiting jenis ini dipasang di tempat
lembab atau tempat yang mungkin bisa terkena air misalnya fiting
untuk di kamar mandi. Konstruksi fiting ini terbuat dari porselin,
dimana bagian kontaknya terbuat dari logam kuningan atau tenbaga
dan bagian ulirnya dilengkapi dengan karet yang berbentuk cincin
sebagai penahan air. Konstruksi fiting kedap air dapat dilihat apada
gambar 6.
Sakelar dan pemisah berfungsi untuk memutuskan dan
menghubungkan rangkaian listrik. Sakelar dan pemisah harus
memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
1. Dapat dilayani secara aman tanpa harus memerlukan alat bantu
2. Jumlahnya harus sesuai hingga semua pekerjaan pelayanan,
pemeliharaan, dan perbaikan instalasi dapat dilakukan dengan
aman.
3. Dalam keadaan terbuka, bagian sakelar atau pemisah bergerak
harus tidak bertegangan (ayat 206 1).
4. Harus tidak dapat terhubungkan sendiri karena pengaruh gaya berat
(ayat 206 1).
5. Kemampuan sakelar minimal sesuai dengan gaya daya alat yang
dihubungkannya, tetapi tidak boleh kurang dari 5 A (ayat 840 C6).
6. Simbol atau lambang dari alat pemutus/penghubung ini dapat dilihat
pada gambar 7. Dari gambar tersebut dapat dilihat konstruksi
berbagai jenis sakelar, bentuk, serta cara penggambarannya.
Menurut konstruksinya sakelar dikelompokkan menjadi
: sakelar kontak, sakelar tumpuk atau sakelar paket,
sakelar sandung, sakelar tuas, dan sakelar giling.
Sedangkan ditinjau dari cara kerjanya (jenis alat
penghubungnya), dapat dikelompokkan menjadi
:sakelar putar, sakelar balik, sakelar tarik, sakelar
jungkit, dan sakelar tombol tekan.
Jika ditinjau dari hubungan dan jenis alat penghubung,
sakelar dibedakan menjadi : sakelar tunggal, sakelar
dwi-kutub (kutub ganda), sakelar tri-kutub, sakelar seri,
sakelar tukar dan sakelar silang.
< Penggolongan sakelar berdasarkan penyambungannya
dapat dijelaskan pada gambar 8.
Penerangan listrik pada suatu bangunan dengan sistem 1
fasa, lampu-lampu listrik yang digunakan dikendalikan
oleh saklar. Demikian juga peralatan listrik lainnya seperti
pemanas, pendingin udara, pompa air dan lain-lain.
eberapa saklar yang sering digunakan sebagai kendali
peralatan listrik antara lain :
a. Saklar kutub tunggal
b. Saklar kutub ganda
c. Saklar kutub tiga
d. Saklar seri
e. Saklar kelompok
f. Saklar tukar
g. Saklar silang
Gambar disamping menunjukan instalasi saklar kutub tunggal yang
mengendalikan sebuah lampu listrik dan sebuah stop kontak yang
menggunakan arde.
Saluran fasa disambungkan ke ujung saklar, dan ujung saklar lainnya
disambungkan ke beban lampu listrik dan selanjutnya disambungkan
ke saluran netral.
Saklar kutub tunggal mempunyai 1 tuas/ kontak dengan 2 posisi
yaitu posisi sambung berarti lampu menyala dan sebaliknya
lampu mati jika saklar dalam posisi lepas.
Untuk penyambungan stop kontak satu fasa yang terdiri tiga
terminal, masing masing disambungkan secara langsung pada
saluran fasa (L), netral (N) dan arde (A).
Dari gambar b, jumlah kabel yang diperlukan dapat dihitung.
Pada gambar diatas jumlah kabel dinotasikan dalam angka
Untuk mengendalikan beban listrik seperti pemanas pada
gambar di atas adalah menggunakan saklar kutub ganda.
Saklar kutub ganda terdiri dari 4 terminal, dan beban pemanas
listrik terdiri dari 3 terminal.
Pada saklar 2 terminal masuk masing-masing mendapatkan saluran
fasa (L) dan saluran netral (N).
Sedangkan 2 terminal lainnya masingmasing disambungkan ke 2
terminal beban pemanas. Satu terminal lainnya pada bodi beban,
disambungkan secara langsung ke saluran arde.
Saklar kutub tiga terdiri dari 3 terminal masuk dan 3 terminal
keluar. Saklar ini digunakan sebagai kendali beban tiga fasa.
Terminal masuk dihubungkan ke jaringan tiga fasa L1, L2 dan L3,
sedangkan saluran keluar disambung-kan ke beban tiga fasa
misalnya motor tiga fasa daya kecil.
Pada saklar ini terdapat 3 tuas / kontak yang dikopel, dengan
dua posisi yaitu posisi lepas dan sambung.
eban motor tiga fasa yang dikendalikan sebelumnya sudah
tersambung hubung Y dan delta (dalam gambar disamping
dihubung Y), sehingga 3 ujung belitan lainnya disambungkan ke
terminal saklar kutub tiga.
odi dari motor dihubungkan ke arde, sebagai pengaman /
proteksi arus bocor.
Saklar seri digunakan untuk mengendalikan dua lampu listrik.
Terdiri dari 3 terminal, yaitu 1 terminal masuk yang disambung ke
saluran fasa (L) dan 2 terminal keluar yang masing-masing
disambungkan ke lampu L1 dan lampu L2.
Selanjutnya masing-masing ujung lainnya dari masing-masing
lampu L1 dan L2 disambungkan ke netral (N).
Kondisi kedua lampu L1 dan L2 bisa dikendalikan oleh saklar seri
yaitu, :
a. Pada posisi 1, saklar Ì pada kondisi on dan saklar ÌÌ pada posisi off
b. Pada posisi 2, saklar Ì, ÌÌ pada posisi on
c. Pada posisi 3, saklar Ì off dan saklar ÌÌ posisi on.
Saklar kelompok mengendalikan dua lampu listrik secara
bergantian.
Terdiri dari 3 terminal, yaitu 1 terminal masuk yang disambung ke
saluran fasa (L) dan 2 terminal keluar yang masing-masing
disambungkan ke lampu L1 dan L2.
Selanjutnya masing-masing ujunglainnya dari masing-masing
lampu L1 dan L2 disambung ke netral (N).
erbeda dengan saklar seri yang menggunakan 2 tuas / kontak,
saklar kelompok ini hanya memiliki 1 tuas / kontak. Jadi tidak
ada posisi sambung semua atau lepas semua.
Kondisi kedua lampu L1 dan L2 bisa dikendalikan oleh saklar
kelompok seperti pada tabel berikut ini :
a. Pada posisi 0, semua lampu mati
b. Pada posisi 1, kelompok lampu Ì on
c. Pada posisi ÌÌ, kelompok lampu ÌÌ on
Sebuah saklar tukar tidak bisa digunakan untuk mengendalikan
sebuah lampu, tetapi harus berpasangan artinya harus dengan
2 buah saklar tukar.
Gambar diatas sebuah lampu yang dikendalikan oleh dua
saklar tukar dari dua tempat yang berbeda.
Sepasang saklar tukar biasanya digunakan pada gang / koridor yaitu
sebuah saklar tukar pada ujung gang masuk dan lainnya pada ujung
gang keluar. Atau juga pada tangga dari lantai 1 ke lantai 2 dan
seterusnya, dan juga pada garasi.
Saklar tukar sering disebut sebagai saklar hotel, karena didalam hotel
banyak terdapat koridor yang lampu-lampunya dikendalikan dengan
saklar tukar.
Dalam penggunaannya saklar silang selalu dilengkapi dengan sepasang
(dua buah) saklar tukar untuk mengendalikan sebuah lampu.
ila dikehendaki perluasan / penambahan, tempat kendali lampu tinggal
menambahkan sejumlah saklar silang saja, yang disambung secara serial
diantara saklar-saklar silang dengan ujung awal dan ujung akhir yang
merupakan pasangan saklar tukar.
N4 !4sisi SakIa7 4ndisi

A C
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
I
II
II
II
I
I
II
I
I
I
II
II
II
II
I
I
I
I
I
II
I
II
II
II
Mati
NyaIa
Mati
NyaIa
Mati
NyaIa
Mati
NyaIa
Penggunaan saklar-saklar silang dan sepasang saklar tukar ini
biasa digunakan untuk mengendalikan lampu dari banyak tempat
/ posisi, seperti ruang tengah, mesjid dengan kendali lampu
pada pintu-pintu depan, samping kiri dan samping kanan.
Pada koridor yang panjang, penerangan lampunya juga sering
menggunakan saklar-saklar ini.

 

389,,8 

03:7:9 !07,9:7,3 &2:2 389,,8 897  !   ,5,9 //0138,380-,,8:8:3,350703,5,3897,3-079,,3 8,9:/03,3 ,3,3 8079, 202 .7 907447/3,8 :39: 20203: 8,9:,9,:80:2,9::,39079039: 

!0307,3,3 #:2, 

!0307,3,3 7:2, ,/,, 50307,3,3 897 ,3/2,8:/ :39: 202-07,3 50307,3,3 ,25: /,3 8:2-07 903,, 897 :39: 0507:,3 ,,9
,,9 7:2, 9,3,  

389,,8 50307,3,3 7:2, 

,/,, 8:8:3,3 50703,5,3 897 ,3-07,9,3 8,9: /03,3 ,33,  8079,202 .7 907447/3,8 /,3 -079::,3 :39: 202-07,3 50307,3,3 ,25: /,3 8:2-07 903,, 897 :39: 0507:,3 ,,9
,,9 7:2, 9,3,

        

389,,8 897 389,,8 !03,3,5 5097 389,,8 2083 503/33 389,,8 ,7-078

4947 389,,8 900543 389,,8 /,9, 389,,8 ,8 /

502,,,3 903,, 897 /,3 90,3,33, 2,.,2
2,.,2 389,,8 897 ,/,,  , 03:7:9 ,7:8 897 ,3 /8,:7,3  
07/,8,7,3   

389,,8 ,7:8 80,7,  389,,8 3 5,/, :2:23, -007, -007, 5,/, 90,3,3  '  ' ,9,:  '  3/4308, 503:3,,33, ,/,, 3/:897 ,3 -007, -07/,8,7,3 009743, !% 0709, 5 3/4308, 5,/, 50,,3,3 # 0709, 5 897 389,,8 ,7:8 -4,
-,  389,,8 3 5,/, :2:23, -007, 5,/, 90,3,3  '  '  '  '  '  '  '  '  '  '  3/4308, ,73,3 /,7 !% ! 90,3,3 ,3 /:3,,3 ,/,,  '  '  ' /,3  ' 389,,8 ,7:8 -4,
-, -,3, /5,, :39: 7:2, 9,3, 3/:897 2,:5:3 -,3:3,3 42078

3.3 &2:2 42078 ..3..3. 9.  !& !0307. 507:3.3/:3.3./..3.7:8 -4. ..3 .9 502-.3 /897-:8 389. 90.3..8.:7.703.7 5.8 90.3 20303.3 7:2./.3 93  389. 5.8 50307. 8.3 .../.39 897 .3 /.7. 8.3 93 507:3.3 5./. -. 507:3.3.3-08.8 90.3828 .- 07/.3 /897-:8 57207  389. 203.:7..3./.3 97. 5:8.3 703/.8 90.3 5. 8.:7.3 90..3 5.3  389.7..

3.8 50307.... 03:7:9 502. 897  389.3 903.3 ...

.:9 508..3 ..3 20207:.3  389..7:8 -4.3  '49 389.3 2. -.3 88902 -.2.3..9 907-..7:8 -4. 3/:897 3/:897 .  '49 /././. 0709..  '49 88902 .3 ... ./. :39: 50307../.3 .5.5 24- .8 ..3.: 5.  $8902 .3 2:. 3/:897 5079. 9..3 90..3.8 897 :8:8   507:3..3. -078.3 88902  '49  389. !% ! 203:3. .3 5.8 897 5. -.3 /03..2-. 3 -.3 8.3 805079 5.7  389.2 7.8 903.8.8 897 5. /5.3 /.:5:3 903..3 . /.2.7: /03.9 ./.9 .7 7. 502..3 . / 389.   389.././..9.  !% ! 203:3. 897 :39: 0507:./4 %' 900543 9007.:3  .2.3 903..:7. 389..8 897 5...8 903.

3  ..3.3 80-./.3 !03.3 /5.3 544 /.8 4254303 /..23 0. 389.3 /..8 897 &39: 202:/.3 5.3.2. 43/8 3472..9. 43/8 3472.3 07.7.9 -007...4254303 !44 389.3 88902389.8 897 .7 0 !03.8 4254303 389. 907:8 20307:8 5.3 389.3 .3 4254303 389.3 1 !07.  0.8 897 5.2.3/.9 203.35..3 203.2 502.2...9. 439. .3 !03/:3  4254303 389.8 897 4254303 90780-:9 /04254..3..23 0.8 . .8..8 897 207:5.5.3 389. 80.7 - 49.8.38:3..3. 93 / $. . 389.9: 7....2 8:.7:8 20203: 5078.3/5.. -07:9   0.5..3.8.7...5./.3 /.39..8 897 .3 50703./.8 897  4393:9.

7 .7 902-.. /. 232./. :2:23. 200-  42 22.3 5.3 /8.3 9/.39.9. 389...:2:3:2   !03...7 !03.3.. 02:73.8 897 !.3/:3. /.33./.3 503. 038 -.3 038 .7 902-.3 .   9.7.39.39.

8::   .  507 /07.330.. 907. ..39.3 8::   .:  802038    $ 39073./..45507 89.9.3/..3 /.2 5.3 907.3.943.0...9././.9 . ./ 03./ 03.3 9. :3.7   ... /03.   .3 9.:8 .7/ /.3 038  %02-.7   $ 202 0:.0/ .3 401803 8:: 5.

. 07.3 9.7   .22 %02-.8 202 0:.9.

9.22 .:   $ .

3 232.39.   %..39.7 .3 038 .7.3 . /-.:2:3:2 :3.3 897 90. :2:3:2 :39: 503.-0 -0784. :39: . -40 200-  42 22 .:.8 .7:8 202 02:73.3.9: 9/.

/.7 .7   $ . /03. 80-08. ..3 9. .7   . 8::   .39.7 /.3 007./.7: 40 0.3 /. .9. 909. :2:3:2 :3..39.: 80-08.2 5... /503..8.7  $ 202 0:.7 902-.5 9.9.33.39.:2:3:2 :.

22 :2:3:2 07.7  .9.3 9.3 0:.8 /03.

39..39..3.3 /.7902-.3 :.39.22 ..703.3.3 503. /507:.7 .9 038 902-..7 .7 .3 /-.7 /.7 .:23:2 .8 503.39.20907  /.8503.7902-.: 0- -08..3/3.9:      . /. :39: 9.:23:2  :..8503.. -07. .25.:23:2 /03.:23:2 .3 .   $ 2.9 /507:.. .3 902-. .39. :.7 -:.2.  :23:2 .39.20907902-.: 0- 73./ :39: 503..  .3 8. /2./.3.3 503.

.7 503.20907./ 503.7 /..   .3 84.39... .7 903-.3 902-.7 .:2:3:2 /-. 0- -08.8 :.3/3 /03.7 /. ..7 -07.3  0- 73..39.3 0- -08.3 -07.3 909.79 503:3.    /.5 /...9 902-.7 902-.

25.25: /:3.8 /. 232.2 .8 /./..9:7 200- 8:: 90780-:9 2. 902507.8 503.8 !'     /.9..-0 /..72.25: -0784..  22 .25: . 43/8 .3 8.3 .39. /:3.4394 .9. .3 9073/:3 /.-0 389.-0 ..3 -0-.9    /03.3.3 :.8 -8..3 .3 503..9:7 50307..8  .3 /.25.3 .-0 .7: 90..3 :39: 389.: 5:397.25: /. -8. /:3.72.7 503.3.3 038     /.3  038 .3 ..3  .73.3 !&  .2 0.-0 .9:7  4  /.

.3 .8 .709 .58 92. 0- :.8 7:2. 203.2 389..7 .3 84...5 -.7 4254303 389.8:.25..  &2:7  0- 5.3 /3/:3 /03. -07.. /03.7 503.3 84.3 8.39.3  8079.-0 3 8:/. .9 /.3 /:3.8 !' . . 9.3  0- .7 038  /.7.7 503. 81...5 8079.3 803.39.9:7  4  < .3 907.2 7:2.-0 7:2. -..3.3 907-:.3 2. 5.9 /-.3 038 . 5:9 /03.  038  907/7 /..3 503.3 ..3  0- 9. 9020507.7 902-.39.8 /.3 9/.8.3 /.83.  &39: 203:-:3. 2:/. /-....3.7 902-.2. / 2.3/3  ./.3 .703.3   038  907/7 /. /. /:3..3 /.3 -03.3 /03.7. 5072:.20907  0- 0.39.2 55.3/3.709 /.3 .3.9 84.

9 -.8 9:3..  /2.3./.-.3/.: 80:-:3 !' !078. 80503.7 . -039: 80947 ./.3 22/.5. 0784...2/. -:...3 /.7  228..3 -07-039: .3:.8 0780:-:3  038 .9:  0- 2:/.5.8. .9.2 55. .89.2-:3..7 8. /.3 .9 /53 0-07.9 72503.. -0780:-:3 84.39.39.9.9 -039: 80947 82 503./.-0 389.83.7..               .. -0780:-:3 84.9   038 202 :.9 -. /-034.9: !03:3.9 -:.$57.-0 389.3907.3 ./.3 /03. 0- /. .. /..5.25. -07-039: 80:2.8 503.7-:.7:.-0 ..9.39.3 /.7/03... 70503.7 /03.3..5503.7 902-./. /-.3 :.2 $. /03.3 0-9.3 5.3 503.-0 89.9-..55 #!078..9 502.25.8 . 4/0 ..8 503..5 39 .709 . 503079.9.39.3503.3/. ..3 39 902-.59..25..8 -0780:-:3 .9 0- 7..3 /03.3.3 :7:1 ./.3/:3.8 .5. .9 .-089.8 5.3/3.43943.:./.:23:2 84.8 -0780:-:3 ..3 9.7 5.9-.-0 389.  22/.9 9:3.39.39.. /.7 5.

!03.. 84.39.58.  .3 502-:3:8 39 $0:-:3 5.8 5...7 902-.   .

39.9 -.-.. .58 $57. 84.3 502-:3:8 39 $0:-:3 !' !03. -07. -07.58.7  !03.7 902-.3 502-:3:8 !078.8 .58 803 $0:-:3 !' !03.8 ! ...7 - .39.59.39.58..39.!03.7 84.

8 5.3 39 0- /.7 8.9: 902-.. -0739 8.-0 -0739 8.< 4 4 4 4 . -0784.4394   038 .. -0784.  038 .8 5..9: /.8 .709 038 .-0 -0780:-:3 /03.-0 -07884.7 902-..9: /.7 902-.. -  $ .

307.25.3. .3.9 -..83 2..7 .:23:2 .3423.3 90..9 :.3 3423.3 5078. :2..3 -0780:-:3 !' /03.-. :7.8 503. -039: 80947 -0784.9 025.7 /03.3 503.3/.9 -.83  22 /.8 /.' 793. .39. 55 /.3 857. .-0 038 89.59.2.

' .

./.73.:.2.3.-0  /.3 -0780:-:3 !' 9072.7:8 /.-0  -07:9  .82:2  4 5.8 /.39.8: ./.-0 108-0 /03. /-.3 .9 /0./. 8::03  4 $0/.25:.3.7 . . 9. 8:: 2.3 203..7 902-. . 3 -07.: :39: 802:.8.3 503.7 . 9.-0  /2.8.3 80-.-0 389.5..-0 !' 90.39.3 -0784.7 .3 5..9   805079 /0.< < 02.3 5.8 . 80:-:3 :.3.

7 .25.7:8 2.25:.7:8 3423.-0 22                 02. .3 3423.:.39. 2.25:.3 2507                 .7 .3 .82:2 2507                   02.2.8 503.39.3 .82:2 503.

-0 W. -0780:-:3 !' 28.7.5 28.038 .-0 -0780:-:3 !' W.  '  ' ..39.  W.-0 -0780:-:3 !' %0. % W.3.-0 -0780:-:3 !':39: 389.3 :/.8 909.7.3 3423.

' / .2 9.73.8 ' .2 07. 80:-:3 !:9 9. .9.

9 897 %0.7.7. 207:5.5. 439. /.2-.3 9025.9 5. /.. 439.: .7  .39.3 1.9 /.3 /507:..3 :39: 508.3 038 49.3. 8945439./.7 ! $2-4 /.9 . 439. 49.5.3 897 . < 49.3 $:2-07 897 3 /50740 /.3 -07..7 . .8.3 8:2-07 90.9 :39: 203/.9.8.3.9. .3 309. /.

.

.

.9 /53/.8. .3 /. 3097. 439. 49.5 9/. . 439.3 /:-:3. ./. 49. /03./..:.9    49.5. . 439.3 /. 439. 439. . /3/3 . /3/3 1.9 .3 .9.2.8 . 439.3 .2. /. .7:8 /5.3 9/. /80-0. .8.:5:3 /.3 703/.3 /.3 . %:8:  439. 8.3 :7.7:8 /03.3 .7:8 9079:9:5 .3 /5.9   8:.9   8:./.3 /5.9   8:. 9. .9   .3. ..9: 9:8: 439.7. 503. .3 :7.3 503.7:8 80:7.3 49. 49.5 . 439.3 .5 /03.8.3 503.9.-0 .3 0.3.5 /03.3.3 :39: 203:-:3.7:8 /5. 53/.39.3 /. -0-07.3 508.3.7  !03:3.5.2.25:.: .9   / 49.39.7   .9 /.9 897 . 09039:.3. 9:8: /.3 502.3 439.- 0 #:. 439.3 3..3 038 439.3..3 909.3 /.3 9:9:5 ..9: .9   .. 808:. 9:8: /:3.3 5..53/.3 :39: 5028. .3 /03. 439.9 5./.7   20907 / . 909. 439.2-.3 ..8.. 90.35. 8.3 49. .9.. -40 :7.7.2.3 49.3.8.- 1 !..3 .5. 503.9: .3 503.33. /03.3  .39...8.3 /. -40 /5.3 8. -40 /:-:3.8.  02.39..8.5./.9 /53/.3 49.2.3 /5. /3/3 /03.

:.   .8. 809.9: 50703.7. ! .3 .39.3 3097. . :-:3 -.3 02.39.3 897 0. 439..3 .3 9/.2 7.7 . /.3 -039:3. 9/..3 :: ..3 .. . 0:.5 ./.3 /.  $09..7 9.2-.3 3097.8.3 /.7..7:8 /-:.9: :39 389.7 8:.:.7 80/07.25:. . /03.9: 1.. 439.3 :-:3 -... /. 507.7 907803/7 0. 9/.: 203/0. 90758.8 .3 .5 507.3. 549038.203:3:..3 .7 -.7:8 3423.3.3.9. :39: 8.3 90780-:9 -. 202507. 80.9.3 7.9     .9     !.7 8:..5.2-..7:8 /5..7.9 /../.   49.3 ./.8.39.7 . .3 9/.9 549038.3 .9.:.7:8 0.3.3 503. .9 907-.2. -40 /5.3 02-.7. 49.3 503.5.39.3 .7:8 .9    !. -.8. 9.3.: 0- .9..2.7:8 207:5.7 .3 1.

/. :39: 203.:7.3207:5.9:08. :-:3 -.3 . 4254303 4254303 50393 /..7 439.30 -071:38 80-. 503.$.  .2.7./. 90723. 439.38..2-:3. 70  5.3 /. .0.5..7439. 8. 49.3 0 -0-. .3 - 49.:-:3-.3 5.9:. -0-07.

../.7 93 .3 74809 #4809 /507:.    93 .5 /03.39 . /.3.9 /-. 038  193 .3. ./ 9.3 :39: 2009.9 202.39 .5.39 090739 /.5 .3 5..39 .39 /90250.3 193 .39  !02.3 -4.3 193 0/./.33.25: 897 /. 203.39:3 /.8.8.3 /03.39 . .39 193 .3 203:7:9 503:3. 9025.

/.9 5.3 -4.3 9.../.3 9.7 9. .7  93 ..25: 8079.3 -0-. 83:7 ..7  93 0/.3 43/:947 /.39 .7  93 0/.3 193 .39 . 5.5 /03.7.5.3 193 8:5.503007:5.9 /.3 . .3 -0-.7 207:5.. ..33. 503.5 ./. 44 0/:/:. 193 .25: /.3 -071:38 80-.2-./.5 708.5.5 .2-.3 907.39:3  !.39:3 /.39:3 /03.7 193 .3.3 90780-:9 43897:8 /.5 . :39: 203.

7 547803 /2.9 02-.5.3...3 -.5 /03.7  .7 4.3 ..3 / 9025. -.2-. 503.3.9 /.702-08.9. 90703./.3 439.5 .: 903-.8. ..3 :73. /. 193 :39: / . .7 2.3.9.3..9 .3 .3 80-..7 28. /03.3 2:33 -8.2.709 .3/ 43897:8 193 3 907-:..7 93 038 3 /5.9 .3 .: 9025. 907-:.3 .9 /.5.3 -07-039: .2 :33.7 43897:8 193 0/.7 /.9 /.

.

.

7.3 .3 .0. -07.808:.7 232.. -071:38 :39: 202:9:8.. /.3 803/7 .9   $2-4 .2.3  5020.3 897 $.3 8. 5078.. ...3 203:-:3.:. .       $.7 /.3389.703.3 5028.3 907-:.2-. .2 0.3.7:8 20203: -0-07.3 .3 /.3 /...9 .3 50.25:.: 5028.8/.9.7 /.3. 802:.39.3 8..7:8 9/.3...3/03. -40 :7.7:8 9/. -0707.5.3 /.: . .7.9/. /03.3 7.5 9/.3 .39.0.9/.3 507-.35.2.3 5028.7 . 503.3 /.9 907:-:3.. -..9-.3 .7:820207:.7: ..33.0.380..7 .7  .9   02. 5007.9.3..7.3./.9. ...5.5.5. /.9 502:9:8.39: :2.7. 3. 909..9 ..0.3 /:-:3. -0790..3 ..7:8 808:.9   ..

5.7 -039: 8079.2-./.7. 038 8. 503. .33.2-..2-.7  .9 5.503:-:3 3 /.7..7.0.7 90780-:9 /. .9 /.5. .9 /.9 43897:8 -07-.

3 8.3/:3 8.0. /93.2-.5. /./  8.7 97 :9:.7 /.3 038 .9 /04254.3.0.7 9:./.0.7 3  $0/.7 9:3.7 :39 /.7 ..7 / :9:..: /.5.7 5. 8. 038 .3 5.9 503:-:33.0.3 < !03443.8.0..3 8.7 942-4 90.9 /0. 8.: 8.7 /04254.7.33.7. 07./ 8.3  . /.2-:3./  8.7 5:9.7 -07/.0.3 /.0.0.3 203. 03:7:9 43897:83.0. 8.0.: /.3 8. 8..7 8.0.09 8.3 203.3 503.9.3/.7 9:25: .3 203.0. 8.0.7 9:.7 -.7 :-:3.8.7 8.7 8.3 /93.:9:.8 /.7 439.9 503:-:3 8. .0.7  .3.7 /-0/.3 8.0.0.7 9.8.7 807 8.0.7 8..0.0.0.

.

.7 :9:.3 .7..7 807 $.3 897 .7.. $. 805079 502.7 02.3 . $. . 8.3 /:3.. 507.25: . 8:.3:3.7 :9:.8 503/33 :/. !0307..39.25: 897 .7 8. 5425.33. .3..../.3.3 897 .3  .7 04254 $.. $.9.3 897 5.7 /.7 $.7 9:.7 .3 :...3 /03/.3 88902  1..7 :9:...3 /03.3 40 8..9. / 0 1  . 507.5.3 8073 /:3. .9:3.3  $.3 0-07.3 80-. - ..9.8.3/. 03/.9: -.

 .7 . /8.:7.3 1.2-.3 20303/.2-:3. .. /8. .3 80-:. .33.3 .7 /.7 :9:.7/0  $.9:3.25: 897 /.:7..3 0 8.2-:3.3 0 -0-.3 . 8945 439.8 8.7 /8.253 203:3:.3 389.2-:3.3 ::3 8..25: 897 /. /8.8.3 203:3.3 3097.3 80.. ..3 80-:..3 0 ::3 8.3:93.

9:3.  9:..7 :9:.8. $. 2025:3.

/.79 .:7.3.7/0   .83 /8.25: 203.:2.2-:3.31. 90723. 439. /.3 8945439.8  &39: 503.7 . .  3097. .8.83 2.2-:3.5..3 80.3/507:.9: 5488 8. 8.7 /.9 .38:3 5. .-0 . /03... 8. 8.3.2-:3 -07.3 80-.7. .9: 1.3 /.3  5488 .7.9/9:3 .25: 2. 2.2 5488 05.  /.3907/7 9.2-.8..

2 .7 /..-0 /349. .3 /.2-.9.8. !.3. . ./.8 :2.

3 502.3 -0-. /.3 8./.. 203:3.8 ...7 :9:.3/. &39:20303/.8 897 907/7 /. .3897805079502.7 90723.2-.7 90723.3..3.9..7 / .3/..  $..7 :9:. 907/7 /.3-0-.8 5. ./.

.33.832.390723.:7.2.3 8. -4/ -0-.:7.83 2. 5.:7.3 502. .3.3 1.7 90723.83 203/.33.3 3097.   $0/.38:3 0 8.-0-.3 ..7/0 .2.3.2-:3.5.3  /8. 8.2-:3.83/8.  /./../.3 0  90723.3 8..3 80. !.9.8: 2.9: 90723.8 $.7.8.

.

.38.8: /.73..7 3 /:3.3..9.3 9.2-:3 .8. /.3 9.2.3  80/.1.3 80-. .7 $.3 0:..8. 0:. 03/. -0-.3 90723.8. 1.3.3 9.8. 28.0.1.7 :9:.7 /8.3 0 .249479. $. 907/7 /.:7.8: /:-:3.2.3 0 -0-.  %0723.1./..7 90723.

8.9 9:.8 ..7 3 907/./. !.5.

. 503.8.30 90723.7 24947/:-:3.2-.3 80-0:23./8.2-:3  0-.3 249479.3 8.2-:3.3 /09.3/03/.8.3 . 1.  4/ /.3/450 /03.2-:3 :-:3 /.2 .7 /8.9: 5488 05.33. ::3 -09. 8:/.3 0 . 5488 ... 9078.439. ..7/0 80-.9. /.7 :9:.253 /:-:3  803.2.3 /:.8 /..3.

47 .7:8 -4. 574908 .

.

8: .83 /8.7 2. /.25:  /..25:   $0.7  90723. .3 /8.3 .7 .9:  90723.2-:3.2-:3.2-:3 0 8.8.83 ::3 .83 2.3 2. $.3 1. 0:.83 ...83 2. 2.25: 897 %07/7 /.3  /8.3 0 3097.3 :39: 20303/.3 /:.3  90723.  .25:  /.3 0 . 2.33.  /.83 2.:7.7 807 /:3. .3:93.

7411/. !. /03/...5488 8.38..5488 8.43/843/..75.5488411 - !. 43/8 0/:./..5488 8./.. !./. ./.38.7548843 ./.3 -8.7 5.548843 .75.25: /.3 408../.9:  .7807 .

.

7 .83 2.  /.83 .9:  90723. 0:.3  %07/7 /.25: 897 80.8.83 ::3.2-:3 0 8.7 2.39. .  .83 2.83 /8.. 2.:7.3 1.3 0 .2-:3 0 3097.7  90723.2-:3. $.3  90723.3   $0.33.3 /:.3  /8. /..7. 2.25:  /.3:93.83 2.3 2.8: . -07.7 04254 20303/.. .3 /8.25:  /.

. 07-0/. /03.7 807 .3 9:..3203:3.8 .3 8.

202 9:.7 04254 3 .8 .3..  8.439.

.8 802:.5488 802:.9 - !.25:2. . !./.-0-07:93 .439. .: 05..5488 04254. ..5488 04254./.9. .9./9/./.25: /.7 04254 8050795.25:43 .3 -8.  43/8 0/:. !./.3 40 8. /03/.25:43 .2-:3802:./.54888.

.

7:8/03. /:3.8 80-:.7/:. ..5 ..7 9/.9 .9.3/03/.. 8.7 9:.793.7/.3 :39: 20303/. -8..340/:. ..8.3..25: .8.3 80-:. 8. .7 /.25: 909. 9025.7  .79:.3 .7:8 -075.2-.3 -:. . $0-:.3-07-0/.79:.

3 . ./. /:3.3 8.3.8.3 5..7 9:.7 -. $05.8..

9: 80-:. /03/.3 /03.3./.3 . 47/47 . 907/.3 2.33. 5.  /.8: /.7 ..7 9..7 8073 /80-:9 80-.7 490 .. 5.8  $.3 8.7 9:. 9.3./. . 5. ::3 . 8. /.7 ./.: :.39. //.703.  0 .3 0:.3 80907:83.9 47/47 .7 9:.3 :.. ::3 ..25:3.2 490 -.5..3 ..39.7 9:.25: ./. /. 8.7 5.7.

.

 .3 80-:. /003/.7 9:.25: .3 805.8..2 503:3.3 /:.3 .5 /03.: /03.. -:.8..3 80.33. 8. 8. 507:.7 :39: 20303/..  ..7 8.

 8.25: 93.3 8..7 8..3 /8. 203.7. 807.3 80:2..3 ::3 .7 9:.. 503.. /..2-:3 80.7 .7 .8. .3 207:5.2-.2-..7 8.3 9025.3.3 8.3 /03.7.7 8. 8...3 5.9 03/.. .39. /.3 ::3 .

..9 . ..9 .4        !488 $. .7                            43/8  .9 . .9 ....

3 8.7 8.9 .3. /:3..8.7 -.3 /. 9025...7 9:..3 8. !03:3.3 .3 805..3 :39: 20303/.7 8.25: /.7 3 -.8..

.3. 208/ /03..7 8.3.25:3.3 8. .539: 539:/05.3 03/.2537/..3 50307.3  !.35.3 8.5488 805079 7:. 47/47 . :.7 3 .3 8./.253 .3 903.25: 5.3. 8073 203:3.3 ./.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->