P. 1
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN LUKA BAKAR

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN LUKA BAKAR

|Views: 1,080|Likes:
Published by Boy Haqi

More info:

Published by: Boy Haqi on Mar 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2015

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN LUKA BAKAR I.

KONSEP DASAR PENYAKIT DEFINISI Luka bakar adalah kerusakan jaringan permukaan tubuh disebabkan oleh panas pada suhu tinggi yang menimbulkan reaksi pada seluruh sistem metabolisme (Buku Penuntun Diet edisi baru) Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia, dan petir yang mengenai mukosa, dan jaringan yang lebih dalam ( Irna Bedah RSUD Dr.Soetomo, 2001 ) Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak mata dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia, radiasi, juga oleh sebab kontak dengan suhu renadah (frost bite). [kapita selekta jilid 2] EPIDIMIOLOGI Perawatan luka bakar mengalami perbaikan/kemajuan dalam dekade terakhir ini, yang mengakibatkan menurunnya angka kematian akibat luka bakar. Pusat-pusat perawatan luka bakar telah tersedia cukup baik, dengan anggota team yang menangani luka bakar terdiri dari berbagai disiplin yang saling bekerja sama untuk melakukan perawatan pada klien dan keluarganya. Di Amerika kurang lebih 2 juta penduduknya memerlukan pertolongan medik setiap tahunnya untuk injuri yang disebabkan karena luka bakar. 70.000 diantaranya dirawat di rumah sakit dengan injuri yang berat. Luka bakar merupakan penyebab kematian ketiga akibat kecelakaan pada semua kelompok umur. Laki-laki cenderung lebih sering mengalami luka bakar dari pada wanita, terutama pada orang tua atau lanjut usia ( diatas 70 th). ETIOLOGI Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi : Luka Bakar Termal . Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya. Luka Bakar Kimia. Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Lebih dari 25.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia. Luka Bakar Elektrik. Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh. Luka Bakar Radiasi. Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi. FAKTOR PREDISPOSISI 1. Kecelakaan kerja

Pajanan selama 15 menit dengan air panas yang suhunya sebesar 56.tiga ( fullthickness injury ).90C dapat menimbulkan luka bakar yang merusak epidermis serta dermis sehingga terjadi cedera derajat. C. Fase sub akut. Pemakaian kosmetik berbahan kimia berbahaya 3. radiasi atau kimia. akibat berjemur PATOFISIOLOGI Luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas). Sebagai conth. KLASIFIKASI Fase Luka Bakar A. Fase lanjut. Jaringan yang dalam. Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-organ fungsional. Proses inflamasi dan infeksi.10C mengakibatkan cedera full-thickness yang serupa. termasuk organ visera. dan circulation (sirkulasi). kontak selama 1 detik dengan air yang panas dari shower dengan suhu 68. 2. deformitas dan kontraktur.2. B. Problempenuutpan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju epitel luas dan atau pada struktur atau organ – organ fungsional. Kelalaian saat bekerja 4. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik. namun masih dapat terjadi obstruksi saluran pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Berlangsung setelah fase syok teratasi. Nekrosis dan kegagalan organ dapat terjadi. luka . Luka yang terjadi menyebabkan: 1. Fase akut Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Klasifikasi luka bakar Untuk membantu mempermudah penilaian dalam memberikan terapi dan perawatan. Luka bakar dapat dikelompokkan menjadi luka bakar termal. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. pada kasus luka bakar tersiram air panas pada orang dewasa. Destruksi jaringan terjadi akibat koagulasi. dapat mengalami kerusakan karena luka bakar elektrik atau kontak yang lama dengan agens penyebab ( burning agent ). 3. Keadaan hipermetabolisme. gangguan pigmentasi. Kulit dan mukosa saluran nafas atas merupakan lokasi destruksi jaringan. kleoid. brething (mekanisme bernafas). Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terbakar. Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera termal yang berdampak sistemik. denaturasi protein atau ionisasi sel. Suhu yang kurang dari 440C dapat ditoleransi dalam periode waktu yang lama tanpa menyebabkan luka bakar. Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderiat pada fase akut. Dalamnya luka bakar tergantung pada suhu agen penyebab luka bakar dan lamanya kontak dengan agen tersebut. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak denga sumber panas.

Luka bakar derajat III Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam. tergantung epitel yang tersisa.♣ Kulit yang terbakar berwarna putih hingga merah. . yaitu: .♣ Organ-organ kulit seperti folikel rambut.bakar diklasifikasikan berdasarkan penyebab. Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-14 hari.Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari b.Dijumpai bulae. Biasanya penyembuhan terjadi lebih dari sebulan. kelenjar sebasea♣ masih utuh. berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi.♣ 2. .Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis. coklat atau hitam♣ Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar. kedalaman luka. kelenjar sebasea mengalami kerusakan. kelenjar sebasea sebagian besar masih utuh. kelenjar keringat. sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal. dan keseriusan luka. yakni : 1. oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan/kematian.Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis. Berdasarkan penyebab Luka bakar karena api♣ Luka bakar karena air panas♣ Luka bakar karena bahan kimia♣ Laka bakar karena listrik♣ Luka bakar karena radiasi♣ Luka bakar karena suhu rendah (frost bite). Luka bakar derajat I . .Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi . .Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis .Dasar luka berwarna merah atau pucat.Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi.Penyembuhan terjadi lebih lama. Luka bakar derajat II . c. kelenjar keringat. Berdasarkan tingkat keseriusan luka American Burn Association menggolongkan luka bakar menjadi tiga kategori.♣ Derajat II dalam (deep)η .♣ Organ-organ kulit seperti folikel rambut.♣ Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar luka.Tampak merah dan kering seperti luka bakar matahari . yaitu : Derajat II dangkal (superficial)η Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis.Organ-organ kulit seperti folikel rambut.♣ Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi. Luka bakar derajat II ini dibedakan menjadi 2 (dua). Berdasarkan kedalaman luka bakar a.♣ 3. kelenjar keringat.♣ Tidak dijumpai bulae. .Tidak dijumpai bulae .

Tidak terdapat trauma inhalasi. .Luka bakar fullthickness lebih dari 20%.♣ Tidak terdapat luka bakar pada tangan. Luas Luka Bakar : Dewasa : Hukum 9 (Rule Of Nine(s)) atau anak Table Lund & Bowder . fraktur. dan perineum.Luka tidak sirkumfer.Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada orang dewasa dan kurang dari 10 % pada anak-anak.Permukaan betis : 9 % . kaki. . dan perineum. Luka bakar minor Luka bakar minor seperti yang didefinisikan oleh Trofino (1991) dan Griglak (1992) adalah : . muka. Luka bakar moderat Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang dewasa dan 10-20% pada anak-anak.Tidak terdapat luka bakar di daerah wajah. . kaki. telinga. mata.Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang dewasa dan lebih dari 20% pada anakanak. muka. Diagram Penentuan luas luka bakar secara lebih lengkap dijelaskan dengan diagram Lund dan Browder sebagai berikut LOKASI USIA (Tahun) 0-1 1-4 5-9 10-15 DEWASA KEPALA 19 17 13 10 7 LEHER 2 2 2 2 2 DADA & PERUT 13 13 13 13 13 .a. tangan.Permukaan setiap lengan: 9 % . b. .Permukaan paha : 9 % .Permukaan perut : 9 % .Permukaan pinggang : 9 % .Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa memperhitungkan derajat dan luasnya luka.Telapak tangan : 1 % Bayi : Rumus 10 Anak : Rumus 10-15-10 2.Permukaan dada : 9 % . dan kaki. mata. telinga. elektrik.Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi. .♣ Luka bakar fullthickness kurang dari 10%.Luka bakar fullthickness kurang dari 2%. .Permukaan kepala : 9 % .Terdapat luka bakar pada tangan. . Luka bakar mayor . .♣ c.Permukaan punggung : 9 % .Perineum & genital : 9 % .

5 2. hangus dan kasar.5 PANTAT KANAN 2.5 2.5 KAKI KIRI 3.5 2.5 3.5 6. tidak timbul rasa nyeri karena ujung saraf pada kulit telah mengalami kerusakan. Kerusakan sel darah merah pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna merah terang.5 2. TTV Tekanan darah menurun nadi cepat.5 3. belum terbentuk lepuhan. Keadaan umum Umumnya penderita datang dengan keadaan kotor mengeluh panas sakit dan gelisah sampai menimbulkan penurunan tingkat kesadaran bila luka bakar mencapai derajat cukup berat 2. Kadang daerah yang terbakar melepuh dan rambut/bulu di tempat tersebut mudah dicabut dari akarnya.5 KELAMIN 1 1 1 1 1 LENGAN ATAS KA.5 9. # Luka bakar derajat II Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam.5 8.5 PAHA KA. Permukaannya bisa berwarna putih dan lembut atau berwarna hitam. Jika ditekan.5 2.5 2.5 3.5 2. 5. dasarnya tampak merah atau keputihan dan terisi oleh cairan kental yang jernih.5 6 7 TUNGKAI BAWAH KI 5 5 5.5 9.5 2. Jika disentuh. Kulit melepuh.5 GEJALA KLINIS Beratnya luka bakar tergantung kepada jumlah jaringan yang terkena dan kedalaman luka: # Luka bakar derajat I Merupakan luka bakar yang paling ringan. sangat sensitif terhadap sentuhan dan lembab atau membengkak.5 3.5 2. 4 4 4 4 4 LENGAN BAWAH KA 3 3 3 3 3 LENGAN BAWAH KI.5 8.5 6. 3 3 3 3 3 TANGAN KA 2.5 8.5 8. # Luka bakar derajat III Menyebabkan kerusakan yang paling dalam.5 3.5 2.5 3.5 2.5 3.PUNGGUNG 13 13 13 13 13 PANTAT KIRI 2. pernafasan lemah sehingga tanda tidak adekuatnya pengembalian darah pada 48 jam pertama 3. perubahan warna rambut setalah terkena luka . Pemeriksaan kepala dan leher • Kepala dan rambut Catat bentuk kepala.5 2. suhu dingin. Jika disentuh warnanya berubah menjadi putih dan terasa nyeri.5 TANGAN KI 2. daerah yang terbakar akan memutih.5 2.5 2.5 2.5 PAHA KI. penyebaran rambut.5 2.5 3. nyeri. 5. Kulit yang terbakar menjadi merah. 4 4 4 4 4 LENGAN ATAS KI. PEMERIKSAAN FISIK 1.5 TUNGKAI BAWAH KA 5 5 5.5 6 7 KAKI KANAN 3.

Nilai bisa menurun bila supplay darah ke otak kurang (syok hipovolemik) dan nyeri yang hebat (syok neurogenik) 9. sekret.bakar. Prinsip pengukuran prosentase luas uka bakar menurut kaidah 9 (rule of nine lund and Browder) sebagai berikut : Bag tubuh 1 th 2 th Dewasa Kepala leher 18% 14% 9% Ekstrimitas atas (kanan dan kiri) 18% 18% 18 % Badan depan 18% 18% 18% Badan belakang 18% 18% 18% Ektrimitas bawah (kanan dan kiri) 27% 31% 30% Genetalia 1% 1% 1% PEMERIKSAAN PENUNJANG • Pemeriksaan serum : hal ini dilakukan karena ada pada pasien dengan luka bakar mengalami kehilangan volume . sumbatan dan bulu hidung yang rontok. Pemeriksaan thorak / dada Inspeksi bentuk thorak. lesi adanya benda asing yang menyebabkan gangguan penglihatan serta bulu mata yang rontok kena air panas. Pemeriksaan neurologi Tingkat kesadaran secara kuantifikasi dinilai dengan GCS. kelopak mata. 6. Abdomen Inspeksi bentuk perut membuncit karena kembung. grade dan luas luka bakar • Mata Catat kesimetrisan dan kelengkapan. gangguan pendengaran karena benda asing. vokal fremitus kurang bergetar karena cairan yang masuk ke paru. denyut nadi karotis mengalami peningkatan sebagai kompensasi untuk mengataasi kekurangan cairan 4. irama parnafasan. perdarahan dan serumen • Leher Catat posisi trakea. 7. adanya lesi akibat luka bakar. ekspansi dada tidak maksimal. mukosa kering. Urogenital Kaji kebersihan karena jika ada darah kotor / terdapat lesi merupakantempat pertumbuhan kuman yang paling nyaman. palpasi adanya nyeri pada area epigastrium yang mengidentifikasi adanya gastritis. auskultasi suara ucapan egoponi. bila terdapat luka baru pada muskuloskleletal. edema. suara nafas tambahan ronchi 5. bahan kimia akibat luka bakar • Hidung Catat adanya perdarahan. ireguler. Pemeriksaan kulit Merupakan pemeriksaan pada darah yang mengalami luka bakar (luas dan kedalaman luka). kekuatan otot menurun karena nyeri 8. amati kesimetrisan otot. Muskuloskletal Catat adanya atropi. bibir kering karena intake cairan kurang • Telinga Catat bentuk. sehingga potensi sebagai sumber infeksi dan indikasi untuk pemasangan kateter. • Mulut Sianosis karena kurangnya supplay darah ke otak.

RBC yang rusak • Elektolit terjadi penurunan calsium dan serum. leukositosis.• Pemeriksaan elektrolit pada pasien dengan luka bakar mengalami kehilangan volume cairan dan gangguan Na-K pump • Analisa gas darah biasanya pasien luka bakar terjadi asidosis metabolisme dan kehilanga protein • Faal hati dan ginjal • CBC mengidentifikasikan jumlah darah yang ke dalam cairan. pemulihan berlangsung sangat lambat dan bisa terbentuk jaringan parut. Penderita perlu dirawat di rumah sakit jika: . Luka bakar superfisial tidak menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). tangan. basa dan senyawa organik) dengan mengguyurnya dengan air. Daerah yang terbakar juga cenderung mengalami pengkerutan. Pada luka bakar superfisial (derajat I dan derajat II superfisial). inhalas asap dan menunjukkan faktor yang mendasari • ECG : untuk mengetahui adanya aritmia PROGNOSIS Pemulihan tergantung kepada kedalaman dan lokasi luka bakar. Luka yang lebih berat bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut dan penyempitan. TERAPI / TINDAKAN PENANGANAN Medikasi • Antibiotika ( bila < 6 jam) diberikan Sefalosporin generasi III • Analgetika • Antasid (H2 blocker ) . lambung dan paru-paru biasanya akan pulih tanpa menimbulkan masalah. alat kelamin atau kaki . lapisan kulit yang mati akan mengelupas dan lapisan kulit paling luar kembali tumbuh menutupi lapisan di bawahnya. peningkatan alkali phospate • Serum albumin : total protein menurun. Lapisan epidermis yang baru dapat tumbuh dengan cepat dari dasar suatu luka bakar superfisial dengan sedikit atau tanpa jaringan parut.Luka bakar mengenai wajah. Lapisan epidermis yang baru tumbuh secara lambat dari tepian daerah yang terluka dan dari sisa-sisa epidermis di dalam daerah yang terluka. hiponatremia • Radiologi : untuk mengetahui penumpukan cairan paru. Luka bakar ringan pada kerongkongan. Untuk membantu menghentikan luka bakar dan mencegah luka lebih lanjut. penuruan HCT dan RBC. Jaringan parut bisa menghalangi jalannya makanan di dalam kerongkongan dan menghalangi pemindahan oksigen yang normal dari udara ke darah di paru-paru.Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun . Kulit segera dibersihkan dari bahan kimia (termasuk asam. Akibatnya. Luka bakar dalam menyebabkan cedera pada dermis. trombositopenia lokal. sehingga menyebabkan perubahan pada kulit dan mengganggu fungsinya. sebaiknya lepaskan semua pakaian penderita. untuk mencegah stress ulcer • ATS / Toxod Sekitar 85% luka bakar bersifat ringan dan penderitanya tidak perlu dirawat di rumah sakit.

lengan atau tungkai yang mengalami luka bakar biasanya diletakkan/digantung dalam posisi yang lebih tinggi dari jantung. Untuk mengurangi pembengkakan. Mungkin perlu diberikan booster tetanus. luka lainnya di tubuh serta dilakukan pengobatan untuk menggantikan cairan yang hilang dan untuk mencegah infeksi. Luka bakar dalam bisa menyebabkan mioglonulinuria.Kulit yang terbakar akan membentuk permukaan yang keras dan tebal yang disebut eskar. yang bisa menyebabkan terhalangnya aliran darah ke daerah tersebut. biasanya . luka bakar dibersihkan secara hati-hati dengan sabun dan air untuk membuang semua kotoran yang melekat. Jika tidak terjadi gangguan pada sistem pernafasan maka yang perlu dilakukan hanya memberikan oksigen tambahan melalui sungkup muka. Luka bakar luas bisa menyebabkan hilangnya cairan tubuh. maka dioleskan krim antibiotik (misalnya perak sulfadiazin). Kepada korban kebakaran biasanya diberikan oksigen melalui sungkup muka (masker) untuk membantu menghadapi efek dari karbon monoksida (gas beracun yang sering terbentuk di lokasi kebakaran). yaitu suatu keadaan dimana protein mioglobulin dilepaskan dari otot yang rusak dan menyebabkan kerusakan ginjal. karena pergerakan bisa memperburuk keadaan persendian. untuk mencegah infeksi bisa diberikan antibiotik. Untuk mengurangi ketegangan pada jaringan yang sehat dibawahnya.Terjadi luka bakar pada organ dalam. Luka bakar ringan Jika memungkinkan. karena itu untuk menggantikannya diberikan cairan melalui infus. Untuk mengobati luka bakar yang berat kadang digunakan terapi oksigen hiperbarik. Di ruang emergensi. Jika kotoran sukar dibersihkan. Jika daerah yang terluka telah benar-benar bersih. sebaiknya dirawat di rumah sakit. Jika terjadi cedera pada saluran udara dan paru-paru akibat kebakaran. Lepuhan yang telah pecah biasanya dibuang. Verban biasanya diganti sebanyak 2-3 kali/hari. Mungkin perlu diberikan obat pereda nyeri selama beberapa hari. Luka bakar berat Luka bakar yang lebih berat dan membahayakan nyawa penderitanya harus segera ditangani. Luka bakar kimia sebaiknya dicuci dengan air sebanyak dan selama mungkin. dimana penderita ditempatkan dalam ruangan khusus yang mengandung oksigen bertekanan tinggi.. Jika diperlukan. Untuk melindungi luka dari kotoran dan luka lebih lanjut. luka bakar ringan harus segera dicelupkan ke dalam air dingin. Di tempat praktek dokter atau di ruang emergensi. biasanya dipasang verban. Selang tersebut perlu dipasang jika cedera menimpa wajah atau jika pembengkakan pada tenggorokan menyebabkan terganggunya fungsi pernafasan. untuk membantu fungsi pernafasan bisa dipasang sebuah selang yang dimasukkan ke dalam tenggorokan. Setelah daerah yang terluka dibersihkan. lalu dioleskan krim atau salep antibiotik dan dibungkus dengan verban steril. Luka bakar yang luas sangat rentan terhadap infeksi berat karena itu biasanya diberikan antibiotik melalui infus. daerah yang terluka diberi obat bius dan digosok dengan sikat. Sangat penting untuk menjaga kebersihan di daerah yang terluka. Jika tidak segera diberikan cairan yang memadai. karena jika lapisan kulit paling atas (epidermis) mengalami kerusakan maka bisa terjadi infeksi yang dengan mudah akan menyebar. dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi pernafasan. Pemberian booster tetanus disesuaikan dengan status imunisasi penderita. bisa terjadi kegagalan ginjal. Pembidaian harus dilakukan pada persendian yang mengalami luka bakar derajat II atau III.

Sebelum dilakukan skin graft. Terapi cairan dihentikan bila masukan oral dapat menggantikan parenteral. bilas dengan air dalam jumlah banyak untuk menghilangkan kinia dari kulit. Setelah graft ditempelkan. ”berhenti.” tutup individu dengan selimut dan gulingkan pada api yang lebih kecil. Berikan kompres dingin untuk menurunkan suhu dari luka. karena itu penderita bisa mengalami depresi berat sehingga dukungan moril sangat diperlukan dari orang-orang di sekelilingnya. Prioritas kedua adalah menciptakan jalan nafas yang efektif. Prioritas ketiga adalah resusitasi cairan agresif untuk memperbaiki kehilangan volume plasma secara esensial setengah dari perkiraan volume cairan diberikanpada delapan jam pertama pasca luka bakar dan setengahnya lagi diberikan selama 16 jam kemudian. biasanya dilakukan pembidaian selama 5-10 hari untuk memastikan bahwa graft telah terpasang sebagaimana mestinya.dilakukan eskarotomi (pemotongan eskar). biasanya babi karena kulitnya paling mirip dengan kulit manusia. untuk klien denagn kecurigaan cedera inhalasi berikan oksigen dilembabkan 100% melalui masker 10 l/mnt. Tetapi jika lapisan kulit dibawahnya mengalami kerusakan yang luas.Jika usus tidak berfungsi akibat cedera atau pembedahan berulang. Gunakan intubasi endotrakeal dan tempatkan pada ventilasi mekanik bila gas darah arteri menunjukkan hiperkapnia berat meskipun dengan O2 suplemen 3.¬ untuk luka bakar listrik matikan sumber listrik pertama-tama sebelum berusaha untuk memisahkan korban dengan bahaya¬ 2. Autograft sifatnya permanen. Ini meliputi intervensi pertolongan pertama pada situasi : Untuk luka bakar termal ( api ). Biasanya perlu dilakukan terapi fisik dan terapi okupasional untuk meminimalkan jumlah jaringan parut dan untuk mempertahankan sebanyak mungkin fungsi dari daerah yang terbakar. dan berguling. Bidai dipasang sampai terjadi pemulihan yang luas. kadang sampai bertahun-tahun. dari donor hidup maupun dari kulit orang yang sudah meninggal (allograft). Jika luasnya tidak lebih dari uang logam 50 sen dan terjaga kebersihannya. atau dari mahluk lain selain manusia (xenograft. PENATALAKSANAAN 1. Prioritas pertama dalam mengatasi luka bakar adalah menghentikan proses luka bakar. Diperlukan waktu yang lama untuk pemulihan luka bakar yang berat. yaitu hanya melindungi daerah yang terbakar pada saat tubuh melakukan penyembuhan sendiri dan 10-14 hari kemudian akan ditolak oleh tubuh. berbaring. sikat bedak kimia dari kulit kemudian bilas dengan air. Bagian kulit yang sehat bisa berasal dari tubuh penderita sendiri (autograft). luka bakar yang dalampun bisa pulih dengan sendirinya. persendian yang terkena dilatih terlebih dahulu sehingga kemampuan geraknya meningkat. tetapi skin graft dari donor (baik manusia maupun hewan) sifatnya sementara. biasanya perlu dilakukan pencangkokkan kulit (skin graft). ( es atau air dingin menyebabkan cedera lanjut pada jaringan yang terkena ) ¬ Untuk luka bakar kimia ( cairan ). Dua cara yang lazim digunakan untuk menghitung kebutuhan cairan pada penderita luka bakar yaitu : . Secepat mungkin dipasang bidai untuk menjaga agar persendian tetap bisa digerakkan sehingga otot dan kulit tidak menjadi kaku dan memendek. Untuk luka bakar kimia ( bedak ). Tipetipe cairan yang digunakan melipuit kristaloid seperti larutan ringer laktat dan atau seperti koloid seperti albumin atau plasma. Penderita harus mengkonsumsi sejumlah kalori dan gizi yang cukup yang diperlukan untuk proses pemulihan. zat gizi biasa diberikan melalui infus. Terapi cairan diindikasikan pada luka bakar derajat dua atau tiga dengan luas > 25 % atau lien tidak dapat minum.

Ht. Sebagai monitoring pemberian lakukan penghitungan diuresis. Hari pertama terutama diberika elektrolit yaitu larutan ringer laktat karena terjadi hiponatremi. sisanya diberikan dalam 16 jam. kemungkinan kontraktur sekunder terhadap luka bakar ketebalan penuh 5. (3) diberikan dalam 8 jam pertama.Berat badan (kg) X % luka bakar X 1cc larutan koloid 3. (2).@ cara Evans Untuk menghitung kebutuhan pada hari pertama hitunglah : 1. Pertahankan pencatatan kumulatif jumlah dan tipe pemasukan cairan. plasma dan membantu mencegah komplikasi 6. elektrolit. Perubahan pada volume cairan : kekurangan berhubungan dengan luka bakar luas Intervensi 1. Sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya. Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan cedera inhalasi asap atau sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada atau leher.2000cc glukosa 5% Separuh dari jumlah (1). Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan keadaan hipermetabolisme dan kesembuhan luka. Timbang berat badan setiap hari 5. elektrolit) Rasional . Awasi pemeriksaan laboratorium (Hb. Nyeri berhubungan dengan cedera luka bakar 6. Resiko tinggi terhadap kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan luka bakar melingkari ekstremitas atau luka bakar listrik dalam 7. Jumlah kebutuhan cairan pada hari pertama dihitung dengan rumus = % luka bakar X BB (kg) X 4cc. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan : 1.Berat badan (kg) X % luka bakar X 1cc Nacl 2. Pada hari ketiga diberikan setengah jumlah cairan yang diberikan hari kedua. Untuk hari kedua diberikan setengah dari jumlah pemberian hari pertama. 4. Separuh dari jumlah cairan yang diberikan dalam 8 jam pertama. 3. Rencana keperawatan 1. Awasi tanda-tanda vital 2.¬ II. Berikan penggantian cairan IV yang dihitung. Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan kehilangan integritas kulit yang disebabkan oleh luka bakar 4. Prioritas keempat adalah perawatan luka bakar : Pembersihan dan pemberian krim antimikroba topikal seperti silver sufadiazin ( silvadene )¬ Penggunaan berbagai tipe balutan sintetik atau balutan biologis ( tandur kulit ) khususnya pada luka bakar ketebalan penuh. Pada hari kedua diberikan setengah jumlah cairn hari pertama. Awasi haluaran urine dan berat jenis 3. @ cara Baxter Merupakan cara lain yang lebih sederhana dan banyak dipakai. 4. Perubahan pada volume cairan : kekurangan berhubungan dengan luka bakar luas 2.

5. 4. Bersihkan area luka bakar setiap hari dan lepaskan jaringan nekrotik (debridement) sesuai pesanan. Ventilasi mekanik diperlukan untuk pernapasan dukungan sampai pasien dapat dilakukan secara mandiri. 3. Kebutuhan penggantian cairan dan elektrolit 2. Pantau : • Penampilan luka bakar (area luka bakar. beritahu dokter bila terjadi dipsnea disertai dengan takipnea. rales. Berikan suplemen oksigen pada tingkat yang ditentukan. Penggantian cairan tergantung pada berat badan pertama dan perubahan selanjutnya 5. Pasang atau bantu dengan selang endotrakeal dan tempatkan pasien pada ventilator mekanis sesuai pesanan (dibuktikan dengan hipoksia.1. menurunkan resiko atelektasis. 3. Untuk luka bakar sekitar torakal. sisi donor dan status balutan di atas sisi tandur bila tandur kulit dilakukan setiap 8 jam) • Suhu setiap 4 jam • Jumlah makanan yang dikonsumsi setiap kali makan. Gunakan sarung tangan .albumin 6. Mencegah ketidakseimbangan dan kelebihan cairan 4. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan kehilangan integritas kulit yang disebabkan oleh luka bakar Intervensi 1. 2. resusitasi cairan menggantikan kehilangan cairan/elektrolit. 3. Memberikan pedoman untuk pengantian cairan dan mengkaji respon kardiovaskuler 2. implementasikan perawatan yang ditentukan untuk sisi donor. Lepaskan krim lama dari luka sebelum pemberian krim baru. Pernapasan dalam mengembangkan alveoli. Inhalasi asap dapat merusak alveoli. 2.plasma. Pertahankan posisi semi fowler bila hipotensi tak ada. hiperkapnia. Rasional 1. Pantau laporan-laporan GDA dan kadar karbon monoksida serum. Berikan mandi kolam sesuai pesanan. Siapkan pasien untuk pembedahan-eskarotomi sesuai pesanan. Untuk memudahkan ventilasi dengan menurunkan tekanan abdomen terhadap diafragma. terapis pernapasan perawat anestesi atau anestesiologis. 3. Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan cedera inhalasi asap atau sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada atau leher. Untuk mengidentifikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yamg diharapkan. 5. 4. anjurkan pernapasan dalam dengan penggunaan spirometri insentif setiap 2 jam selama tirah baring. yang dapat ditutup dengan balutan vaseline atau Op site. 3. suplemen oksigen meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia untuk jaringan. Luka bakar sekitar torakal dapat membatasi ekspansi dada. mempengaruhi pertukaran gas pada membran kapiler alveoli. Intubasi endotrakeal dilakukan oleh orang yang mempunyai sertifikat dukungan hidup jantung (ACLS). Mengupas kulit (eskarotomi) memungkinkan ekspansi dada. takipnea dan perubahan sensorium). 2. Intervensi Untuk cedera inhalasi asap : 1. Secara umum penggantian cairan harus dititrasi untuk meyakinkan rata-rata haluaran urine.

Bila riwayat imunisasi tidak adekuat. Nutrisi adekuat (protein. Anjurkan klien untuk memenuhi aktifitas kehidupan sehari hari dengan bantuan perawat (sesuai dengan kebutuhan). Rasional 1. dan penutup kepala dengan masker bila memberikan perawatan pada pasien. Gunakan linen tempat tidur steril. handuk dan skort untuk pasien. sarung tangan. Tempatkan radio atau televisi pada ruangan pasien untuk menghilangkan kebosanan. Gunakan skort steril. memudahkan pemeliharaan . Untuk mengidentifikasi indikasi-indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan 2. Pembersihan dan pelepasan jaringan nekrotik meningkatkan pembentukan granulasi. 3. Untuk mencegah pengencangan jaringan parut progresif dan kontraktur. Temuan-temuan ini menandakan infeksi. Informasikan pasien tentang hasil yang diharapkan terhadap kedalaman area luka bakar. kemungkinan kontraktur sekunder terhadap luka bakar ketebalan penuh Intervensi 1. Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh. Berikan suplemen nutrisi seperti ensure atau sustacal dengan atau antara makan bila masukan makanan kurang dari 50%. Metabolisme ditingkatkan pada luka bakar berat. dan vitamin) adalah esensial untuk penyembuhan luka dan untuk memenuhi kebutuhan energi. diet tinggi kalori. 5. Sediakan waktu untuk pasien dan orang terdekat untuk mengekspresikan perasaan. Pengetahuan akurat tentang hasil yang diharapkan membantu memudahkan transisi melalui proses berduka. Ahli diet adalah spesialis nutrisi yang dapat mengevaluasi paling baik status nutrisi pasien dan merencanakan diet untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada situasi kesehatan saat ini. 2. Rasional 1. Karena balutan sisi tandur hanya diganti setiap 5-10 hari. 4. 6. Teknik steril dan tindakan perawatan perlindungan lain melindungi pasien terhadap infeksi. 4. Kurangnya berbagai rangsang eksternal dan kebebasan bergerak mencetuskan pasien pada kebosanan. 4. Mengekspresikan perasaan membantu memudahkan koping. 5. Berikan krim secara menyeluruh di atas luka. Anjurkan latihan gerak aktif setiap 2 jam. Dapatkan kultur luka dan belikan antibiotik IV sesuai ketentuan. berikan globulin imun tetanus. Melakukan aktifitas sehari-hari memberikan latihan aktif. 6. sisi ini memberikan media kultur untuk pertumbuhan bakteri. Antimikroba topikal membantu mencegah infeksi mengikuti prinsip aseptik melindungi pasien dari infeksi. Tempatkan pasien pada ruangan khusus dan lakukan kewaspadaan ”Perawatan Perlindungan Balik” untuk luka bakar luas yang mengenai area luas tubuh. sisi donor atau balutan sisi tandur. Berikan protein tinggi. karbohidrat. 3. Anjurkan NPT (Nutrisi Parenteral Total) atau makanan enteral bila pasien tidak dapat makan per oral.steril dan berikan krim antibiotik topikal yang diresepkan pada area luka bakar dengan ujung jari. Mulai rujukan pada ahli diet. Untuk melindungi terhadap tetanus. Beritahu dokter bila demam drainase purulen atau bau busuk dari area luka bakar. 3. Kuli adalah lapisan pertama untuk mempertahankan terhadap infeksi. Kultur membantu mengidentifikasi patogen penyebab sehingga terapi antibiotik yang tepat dapat diresepkan. 7. Kulit yang gundul menjadi media yang baik untuk kultur pertumbuhan bakteri. 2.

Temuan ini menandakan kerusakan sirkulasi distal 7. memfokuskan kembali perhatian. kaji keluhan nyeri. Berikan makan dan makanan kecil sedikit tapi sering 3. 2. Pertahankan ekstrimitas bengkak di tinggikan 3. perhatikan lokasi. khususnya pada debridemen 4. berikan aktifitas terapeutik tepat untuk usia / kondisi berikan tempat tidur yang nyaman sesuai dengan indikasi. Kolaborasi dengan tim medis bila terjadi penuruan nadi. Rasional 1. meningkatan teknik relaksasi dan untuk meningkatkan rasa kontrol. membantu mencegah distensi gaster atau ketidaknyamanan dan meningkatkan masukan. Rasional 1. Rasional 1. Pastikan makanan yang disukai dan yang tidak disukai. timbang tiap hari. Pertahankan jumlah kalori ketat. untuk meningkatkan aliran balik vena dan menurunkan pembengkakan. membantu mengurangi konsentrasi rasa nyeri memfokuskan kembali perhatian. 7. 5. 2. jelaskan prosedur / berikan informasi yang tepat. pedoman tepat untuk pemasukan kalori 2. Resiko tinggi terhadap kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan luka bakar melingkari ekstremitas atau luka bakar listrik dalam Intervensi 1. intensitas (skala 0-10). penutup tubuh hangat 3. peninggian linen dari luka membantu mengurangi rasa nyeri. nafas dalam. 2. 6. Berikan kebersihan oral sebelum makan 4. dll 5. 3. membantu menghilangkan nyeri / meningkatkan relaksasi. karakter nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi. 2. perubahan lokasi atau intensitas. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan keadaan hipermetabolisme dan kesembuhan luka. 6. menghilangkan rasa nyeri. Intervensi 1. Untuk mengidentifikasi indikasi-indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan 2. 4. pengaturan suhu dapat hilang karena luka bakar dan untuk mencegah menggigil. pengisian kapiler buruk / penurunan sensasi. 5. dorong penggunaan teknik manajemen strees contoh relaksasi progresi.flesibilitas sendi dan tonus otot. Nyeri berhubungan dengan cedera luka bakar Intervensi 1. berikan lampu penghangat. 3. berikan analgesik (narkotik dan non narkotik ) sesuai indikasi 6. pertahankan suhu lingkungan nyaman. . Untuk luka bakar melingkari ekstrimitas pantau status neurovaskuler dari ekstrimitas setiap 2 jam. Barikan diit TKTP dengan tambahan vitamin 5.

Suzanne C. meningkatkan rasa dan membantu nafsu makan yang baik 4. memenuhi peningkatan kebutuhan metabolik. Edisi 8. Bare. mengungkapkan pernyataan positif tentang diri. GDA dalam rentang normal. DX : 3 Tak ada demam. Engram.2001.2000.1998. 5.Rencana Asuhan Keperawatan Medikal-Bedah Volume 3.Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. melaporkan perasaan nyaman. Jakarta : EGC . Brenda G. DX : 5 Menyangkal nyeri. elektrolit serum dalam batas normal. nadi perifer dapat diraba DX : 7 menunjukkan pemasukan nutrisi yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik dibuktikan oleh BB stabil. resolusi edema.Jakarta : EGC 2. Arif.Jakarta:Media Aesculapis 3. DX : 6 warna kulit normal. meningkatkan masukan dalam tubuh. tak ada kesulitan bernapas. dan regenerasi jaringan. EVALUASI DX : 1 Tak ada manifestasi dehidrasi. haluaran urine di atas 30 ml per jam.Keperawatan Medikal-Bedah. tak ada pembentukan jaringan granulasi tetap bebas dari infeksi. mempertahankan BB dan mendorong regenerasi jaringan. Mansjoer.3. DX : 4 Mengungkapkan harapan realistis dari tindakan. DX : 2 Frekuensi pernapasan 12-24 x per menit. Daftar Pustaka 1. ekspresi wajah dan postur tubuh rileks. menyangkal kebas dan kesemutan. warna kulit normal. bunyi napas bersih. Smeltzer. Barbara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->