ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN LUKA BAKAR I.

KONSEP DASAR PENYAKIT DEFINISI Luka bakar adalah kerusakan jaringan permukaan tubuh disebabkan oleh panas pada suhu tinggi yang menimbulkan reaksi pada seluruh sistem metabolisme (Buku Penuntun Diet edisi baru) Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia, dan petir yang mengenai mukosa, dan jaringan yang lebih dalam ( Irna Bedah RSUD Dr.Soetomo, 2001 ) Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak mata dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia, radiasi, juga oleh sebab kontak dengan suhu renadah (frost bite). [kapita selekta jilid 2] EPIDIMIOLOGI Perawatan luka bakar mengalami perbaikan/kemajuan dalam dekade terakhir ini, yang mengakibatkan menurunnya angka kematian akibat luka bakar. Pusat-pusat perawatan luka bakar telah tersedia cukup baik, dengan anggota team yang menangani luka bakar terdiri dari berbagai disiplin yang saling bekerja sama untuk melakukan perawatan pada klien dan keluarganya. Di Amerika kurang lebih 2 juta penduduknya memerlukan pertolongan medik setiap tahunnya untuk injuri yang disebabkan karena luka bakar. 70.000 diantaranya dirawat di rumah sakit dengan injuri yang berat. Luka bakar merupakan penyebab kematian ketiga akibat kecelakaan pada semua kelompok umur. Laki-laki cenderung lebih sering mengalami luka bakar dari pada wanita, terutama pada orang tua atau lanjut usia ( diatas 70 th). ETIOLOGI Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi : Luka Bakar Termal . Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya. Luka Bakar Kimia. Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Lebih dari 25.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia. Luka Bakar Elektrik. Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh. Luka Bakar Radiasi. Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi. FAKTOR PREDISPOSISI 1. Kecelakaan kerja

pada kasus luka bakar tersiram air panas pada orang dewasa. 2. brething (mekanisme bernafas). C. Fase akut Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas). Jaringan yang dalam. Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderiat pada fase akut. Fase lanjut. denaturasi protein atau ionisasi sel. Fase sub akut. luka . Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik. Problempenuutpan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju epitel luas dan atau pada struktur atau organ – organ fungsional. Pajanan selama 15 menit dengan air panas yang suhunya sebesar 56.10C mengakibatkan cedera full-thickness yang serupa. Klasifikasi luka bakar Untuk membantu mempermudah penilaian dalam memberikan terapi dan perawatan. Pemakaian kosmetik berbahan kimia berbahaya 3. dapat mengalami kerusakan karena luka bakar elektrik atau kontak yang lama dengan agens penyebab ( burning agent ). Destruksi jaringan terjadi akibat koagulasi. kontak selama 1 detik dengan air yang panas dari shower dengan suhu 68.90C dapat menimbulkan luka bakar yang merusak epidermis serta dermis sehingga terjadi cedera derajat. Luka bakar dapat dikelompokkan menjadi luka bakar termal. KLASIFIKASI Fase Luka Bakar A. Luka yang terjadi menyebabkan: 1. Sebagai conth. Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-organ fungsional. B. Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera termal yang berdampak sistemik. radiasi atau kimia. gangguan pigmentasi. Proses inflamasi dan infeksi. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak denga sumber panas. Dalamnya luka bakar tergantung pada suhu agen penyebab luka bakar dan lamanya kontak dengan agen tersebut. namun masih dapat terjadi obstruksi saluran pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. deformitas dan kontraktur. Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terbakar. Nekrosis dan kegagalan organ dapat terjadi.2.tiga ( fullthickness injury ). akibat berjemur PATOFISIOLOGI Luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. dan circulation (sirkulasi). Kulit dan mukosa saluran nafas atas merupakan lokasi destruksi jaringan. Berlangsung setelah fase syok teratasi. 3. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. Kelalaian saat bekerja 4. kleoid. termasuk organ visera. Suhu yang kurang dari 440C dapat ditoleransi dalam periode waktu yang lama tanpa menyebabkan luka bakar. Keadaan hipermetabolisme.

♣ Derajat II dalam (deep)η . .bakar diklasifikasikan berdasarkan penyebab.♣ Organ-organ kulit seperti folikel rambut. Berdasarkan tingkat keseriusan luka American Burn Association menggolongkan luka bakar menjadi tiga kategori. oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan/kematian. Berdasarkan penyebab Luka bakar karena api♣ Luka bakar karena air panas♣ Luka bakar karena bahan kimia♣ Laka bakar karena listrik♣ Luka bakar karena radiasi♣ Luka bakar karena suhu rendah (frost bite). yakni : 1.Tampak merah dan kering seperti luka bakar matahari . Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-14 hari.Tidak dijumpai bulae . Berdasarkan kedalaman luka bakar a.Dasar luka berwarna merah atau pucat. Luka bakar derajat II .Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis .Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi.Dijumpai bulae. .♣ 3. berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. kedalaman luka.♣ Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi.Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis. c. yaitu: . .♣ Tidak dijumpai bulae.Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi .♣ Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar luka.♣ Kulit yang terbakar berwarna putih hingga merah. kelenjar keringat.♣ 2.Penyembuhan terjadi lebih lama. kelenjar sebasea♣ masih utuh. .Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis. Luka bakar derajat III Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam.Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari b. tergantung epitel yang tersisa. sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal. Biasanya penyembuhan terjadi lebih dari sebulan. kelenjar sebasea sebagian besar masih utuh. kelenjar sebasea mengalami kerusakan. yaitu : Derajat II dangkal (superficial)η Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis. Luka bakar derajat I . dan keseriusan luka.♣ Organ-organ kulit seperti folikel rambut.Organ-organ kulit seperti folikel rambut. kelenjar keringat. . kelenjar keringat. Luka bakar derajat II ini dibedakan menjadi 2 (dua). coklat atau hitam♣ Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar.

elektrik. muka.a. telinga. .Luka tidak sirkumfer. muka. Luka bakar minor Luka bakar minor seperti yang didefinisikan oleh Trofino (1991) dan Griglak (1992) adalah : .Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang dewasa dan lebih dari 20% pada anakanak. .Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada orang dewasa dan kurang dari 10 % pada anak-anak. .Permukaan kepala : 9 % .Perineum & genital : 9 % . .Permukaan pinggang : 9 % . dan perineum.Luka bakar fullthickness lebih dari 20%.♣ Luka bakar fullthickness kurang dari 10%.♣ Tidak terdapat luka bakar pada tangan.Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi. . dan perineum.Tidak terdapat luka bakar di daerah wajah. Luas Luka Bakar : Dewasa : Hukum 9 (Rule Of Nine(s)) atau anak Table Lund & Bowder .Telapak tangan : 1 % Bayi : Rumus 10 Anak : Rumus 10-15-10 2. .Permukaan paha : 9 % .Tidak terdapat trauma inhalasi. fraktur. Diagram Penentuan luas luka bakar secara lebih lengkap dijelaskan dengan diagram Lund dan Browder sebagai berikut LOKASI USIA (Tahun) 0-1 1-4 5-9 10-15 DEWASA KEPALA 19 17 13 10 7 LEHER 2 2 2 2 2 DADA & PERUT 13 13 13 13 13 . kaki. mata.♣ c. Luka bakar moderat Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang dewasa dan 10-20% pada anak-anak. telinga. .Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa memperhitungkan derajat dan luasnya luka.Terdapat luka bakar pada tangan. dan kaki.Permukaan punggung : 9 % . .Permukaan dada : 9 % . tangan. mata.Permukaan setiap lengan: 9 % . b.Permukaan betis : 9 % .Luka bakar fullthickness kurang dari 2%.Permukaan perut : 9 % . kaki. Luka bakar mayor .

4 4 4 4 4 LENGAN ATAS KI.5 TANGAN KI 2.5 3.5 KELAMIN 1 1 1 1 1 LENGAN ATAS KA. 5.5 6 7 KAKI KANAN 3.5 3.5 GEJALA KLINIS Beratnya luka bakar tergantung kepada jumlah jaringan yang terkena dan kedalaman luka: # Luka bakar derajat I Merupakan luka bakar yang paling ringan. TTV Tekanan darah menurun nadi cepat.5 9.5 2. daerah yang terbakar akan memutih.5 6 7 TUNGKAI BAWAH KI 5 5 5.5 8. Pemeriksaan kepala dan leher • Kepala dan rambut Catat bentuk kepala.5 3. perubahan warna rambut setalah terkena luka . belum terbentuk lepuhan.5 PANTAT KANAN 2.5 2. sangat sensitif terhadap sentuhan dan lembab atau membengkak. Kerusakan sel darah merah pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna merah terang. Kulit melepuh.5 TUNGKAI BAWAH KA 5 5 5. suhu dingin.5 2.5 2. # Luka bakar derajat II Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam. Kadang daerah yang terbakar melepuh dan rambut/bulu di tempat tersebut mudah dicabut dari akarnya.5 2.5 2. hangus dan kasar.5 3.5 6. 3 3 3 3 3 TANGAN KA 2. dasarnya tampak merah atau keputihan dan terisi oleh cairan kental yang jernih. nyeri. Permukaannya bisa berwarna putih dan lembut atau berwarna hitam.5 6. 5.PUNGGUNG 13 13 13 13 13 PANTAT KIRI 2. PEMERIKSAAN FISIK 1.5 8. tidak timbul rasa nyeri karena ujung saraf pada kulit telah mengalami kerusakan. # Luka bakar derajat III Menyebabkan kerusakan yang paling dalam.5 2.5 PAHA KA.5 8. Jika disentuh warnanya berubah menjadi putih dan terasa nyeri.5 3. Jika disentuh.5 2. Jika ditekan.5 9.5 2. pernafasan lemah sehingga tanda tidak adekuatnya pengembalian darah pada 48 jam pertama 3. Keadaan umum Umumnya penderita datang dengan keadaan kotor mengeluh panas sakit dan gelisah sampai menimbulkan penurunan tingkat kesadaran bila luka bakar mencapai derajat cukup berat 2.5 3. 4 4 4 4 4 LENGAN BAWAH KA 3 3 3 3 3 LENGAN BAWAH KI.5 2.5 3.5 2. Kulit yang terbakar menjadi merah.5 2.5 2.5 2.5 KAKI KIRI 3.5 2.5 2.5 3.5 8. penyebaran rambut.5 PAHA KI.

7. grade dan luas luka bakar • Mata Catat kesimetrisan dan kelengkapan. 6. irama parnafasan. ireguler. lesi adanya benda asing yang menyebabkan gangguan penglihatan serta bulu mata yang rontok kena air panas. bibir kering karena intake cairan kurang • Telinga Catat bentuk. auskultasi suara ucapan egoponi. Pemeriksaan neurologi Tingkat kesadaran secara kuantifikasi dinilai dengan GCS. ekspansi dada tidak maksimal. edema. kelopak mata. sumbatan dan bulu hidung yang rontok. Abdomen Inspeksi bentuk perut membuncit karena kembung. Pemeriksaan thorak / dada Inspeksi bentuk thorak.bakar. bahan kimia akibat luka bakar • Hidung Catat adanya perdarahan. Prinsip pengukuran prosentase luas uka bakar menurut kaidah 9 (rule of nine lund and Browder) sebagai berikut : Bag tubuh 1 th 2 th Dewasa Kepala leher 18% 14% 9% Ekstrimitas atas (kanan dan kiri) 18% 18% 18 % Badan depan 18% 18% 18% Badan belakang 18% 18% 18% Ektrimitas bawah (kanan dan kiri) 27% 31% 30% Genetalia 1% 1% 1% PEMERIKSAAN PENUNJANG • Pemeriksaan serum : hal ini dilakukan karena ada pada pasien dengan luka bakar mengalami kehilangan volume . denyut nadi karotis mengalami peningkatan sebagai kompensasi untuk mengataasi kekurangan cairan 4. sekret. Urogenital Kaji kebersihan karena jika ada darah kotor / terdapat lesi merupakantempat pertumbuhan kuman yang paling nyaman. Nilai bisa menurun bila supplay darah ke otak kurang (syok hipovolemik) dan nyeri yang hebat (syok neurogenik) 9. bila terdapat luka baru pada muskuloskleletal. adanya lesi akibat luka bakar. mukosa kering. suara nafas tambahan ronchi 5. gangguan pendengaran karena benda asing. Muskuloskletal Catat adanya atropi. Pemeriksaan kulit Merupakan pemeriksaan pada darah yang mengalami luka bakar (luas dan kedalaman luka). • Mulut Sianosis karena kurangnya supplay darah ke otak. vokal fremitus kurang bergetar karena cairan yang masuk ke paru. sehingga potensi sebagai sumber infeksi dan indikasi untuk pemasangan kateter. perdarahan dan serumen • Leher Catat posisi trakea. kekuatan otot menurun karena nyeri 8. palpasi adanya nyeri pada area epigastrium yang mengidentifikasi adanya gastritis. amati kesimetrisan otot.

sebaiknya lepaskan semua pakaian penderita. Akibatnya. TERAPI / TINDAKAN PENANGANAN Medikasi • Antibiotika ( bila < 6 jam) diberikan Sefalosporin generasi III • Analgetika • Antasid (H2 blocker ) . Untuk membantu menghentikan luka bakar dan mencegah luka lebih lanjut. pemulihan berlangsung sangat lambat dan bisa terbentuk jaringan parut. hiponatremia • Radiologi : untuk mengetahui penumpukan cairan paru.• Pemeriksaan elektrolit pada pasien dengan luka bakar mengalami kehilangan volume cairan dan gangguan Na-K pump • Analisa gas darah biasanya pasien luka bakar terjadi asidosis metabolisme dan kehilanga protein • Faal hati dan ginjal • CBC mengidentifikasikan jumlah darah yang ke dalam cairan. Kulit segera dibersihkan dari bahan kimia (termasuk asam. sehingga menyebabkan perubahan pada kulit dan mengganggu fungsinya. leukositosis. Jaringan parut bisa menghalangi jalannya makanan di dalam kerongkongan dan menghalangi pemindahan oksigen yang normal dari udara ke darah di paru-paru. Lapisan epidermis yang baru tumbuh secara lambat dari tepian daerah yang terluka dan dari sisa-sisa epidermis di dalam daerah yang terluka. Luka bakar dalam menyebabkan cedera pada dermis. penuruan HCT dan RBC. Luka bakar superfisial tidak menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis). Pada luka bakar superfisial (derajat I dan derajat II superfisial). peningkatan alkali phospate • Serum albumin : total protein menurun. untuk mencegah stress ulcer • ATS / Toxod Sekitar 85% luka bakar bersifat ringan dan penderitanya tidak perlu dirawat di rumah sakit. basa dan senyawa organik) dengan mengguyurnya dengan air. Penderita perlu dirawat di rumah sakit jika: . Luka yang lebih berat bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut dan penyempitan. lapisan kulit yang mati akan mengelupas dan lapisan kulit paling luar kembali tumbuh menutupi lapisan di bawahnya. trombositopenia lokal. RBC yang rusak • Elektolit terjadi penurunan calsium dan serum.Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun . lambung dan paru-paru biasanya akan pulih tanpa menimbulkan masalah. Daerah yang terbakar juga cenderung mengalami pengkerutan. inhalas asap dan menunjukkan faktor yang mendasari • ECG : untuk mengetahui adanya aritmia PROGNOSIS Pemulihan tergantung kepada kedalaman dan lokasi luka bakar. tangan. alat kelamin atau kaki . Lapisan epidermis yang baru dapat tumbuh dengan cepat dari dasar suatu luka bakar superfisial dengan sedikit atau tanpa jaringan parut.Luka bakar mengenai wajah. Luka bakar ringan pada kerongkongan.

yang bisa menyebabkan terhalangnya aliran darah ke daerah tersebut. Jika kotoran sukar dibersihkan. Mungkin perlu diberikan obat pereda nyeri selama beberapa hari. karena pergerakan bisa memperburuk keadaan persendian. maka dioleskan krim antibiotik (misalnya perak sulfadiazin). Luka bakar dalam bisa menyebabkan mioglonulinuria. karena jika lapisan kulit paling atas (epidermis) mengalami kerusakan maka bisa terjadi infeksi yang dengan mudah akan menyebar. lengan atau tungkai yang mengalami luka bakar biasanya diletakkan/digantung dalam posisi yang lebih tinggi dari jantung. biasanya dipasang verban. Di tempat praktek dokter atau di ruang emergensi. Untuk mengurangi pembengkakan. Luka bakar kimia sebaiknya dicuci dengan air sebanyak dan selama mungkin. Untuk mengurangi ketegangan pada jaringan yang sehat dibawahnya. lalu dioleskan krim atau salep antibiotik dan dibungkus dengan verban steril. Selang tersebut perlu dipasang jika cedera menimpa wajah atau jika pembengkakan pada tenggorokan menyebabkan terganggunya fungsi pernafasan. Pemberian booster tetanus disesuaikan dengan status imunisasi penderita. Di ruang emergensi. Jika terjadi cedera pada saluran udara dan paru-paru akibat kebakaran. luka bakar dibersihkan secara hati-hati dengan sabun dan air untuk membuang semua kotoran yang melekat. Verban biasanya diganti sebanyak 2-3 kali/hari.Terjadi luka bakar pada organ dalam. Untuk mengobati luka bakar yang berat kadang digunakan terapi oksigen hiperbarik. dimana penderita ditempatkan dalam ruangan khusus yang mengandung oksigen bertekanan tinggi. yaitu suatu keadaan dimana protein mioglobulin dilepaskan dari otot yang rusak dan menyebabkan kerusakan ginjal. Untuk melindungi luka dari kotoran dan luka lebih lanjut. Jika diperlukan. biasanya . sebaiknya dirawat di rumah sakit. Mungkin perlu diberikan booster tetanus.Kulit yang terbakar akan membentuk permukaan yang keras dan tebal yang disebut eskar. Sangat penting untuk menjaga kebersihan di daerah yang terluka. Luka bakar yang luas sangat rentan terhadap infeksi berat karena itu biasanya diberikan antibiotik melalui infus. untuk membantu fungsi pernafasan bisa dipasang sebuah selang yang dimasukkan ke dalam tenggorokan.. daerah yang terluka diberi obat bius dan digosok dengan sikat. Luka bakar berat Luka bakar yang lebih berat dan membahayakan nyawa penderitanya harus segera ditangani. Jika daerah yang terluka telah benar-benar bersih. Kepada korban kebakaran biasanya diberikan oksigen melalui sungkup muka (masker) untuk membantu menghadapi efek dari karbon monoksida (gas beracun yang sering terbentuk di lokasi kebakaran). bisa terjadi kegagalan ginjal. Setelah daerah yang terluka dibersihkan. karena itu untuk menggantikannya diberikan cairan melalui infus. Lepuhan yang telah pecah biasanya dibuang. luka lainnya di tubuh serta dilakukan pengobatan untuk menggantikan cairan yang hilang dan untuk mencegah infeksi. Jika tidak terjadi gangguan pada sistem pernafasan maka yang perlu dilakukan hanya memberikan oksigen tambahan melalui sungkup muka. untuk mencegah infeksi bisa diberikan antibiotik. Jika tidak segera diberikan cairan yang memadai. Luka bakar ringan Jika memungkinkan. Luka bakar luas bisa menyebabkan hilangnya cairan tubuh. dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi pernafasan. Pembidaian harus dilakukan pada persendian yang mengalami luka bakar derajat II atau III. luka bakar ringan harus segera dicelupkan ke dalam air dingin.

Sebelum dilakukan skin graft.¬ untuk luka bakar listrik matikan sumber listrik pertama-tama sebelum berusaha untuk memisahkan korban dengan bahaya¬ 2. persendian yang terkena dilatih terlebih dahulu sehingga kemampuan geraknya meningkat. Tetapi jika lapisan kulit dibawahnya mengalami kerusakan yang luas. untuk klien denagn kecurigaan cedera inhalasi berikan oksigen dilembabkan 100% melalui masker 10 l/mnt. karena itu penderita bisa mengalami depresi berat sehingga dukungan moril sangat diperlukan dari orang-orang di sekelilingnya. Prioritas kedua adalah menciptakan jalan nafas yang efektif. biasanya babi karena kulitnya paling mirip dengan kulit manusia. Biasanya perlu dilakukan terapi fisik dan terapi okupasional untuk meminimalkan jumlah jaringan parut dan untuk mempertahankan sebanyak mungkin fungsi dari daerah yang terbakar.” tutup individu dengan selimut dan gulingkan pada api yang lebih kecil. berbaring. Setelah graft ditempelkan. Autograft sifatnya permanen. Diperlukan waktu yang lama untuk pemulihan luka bakar yang berat. Untuk luka bakar kimia ( bedak ). biasanya dilakukan pembidaian selama 5-10 hari untuk memastikan bahwa graft telah terpasang sebagaimana mestinya. ( es atau air dingin menyebabkan cedera lanjut pada jaringan yang terkena ) ¬ Untuk luka bakar kimia ( cairan ). Bagian kulit yang sehat bisa berasal dari tubuh penderita sendiri (autograft). zat gizi biasa diberikan melalui infus. PENATALAKSANAAN 1. Tipetipe cairan yang digunakan melipuit kristaloid seperti larutan ringer laktat dan atau seperti koloid seperti albumin atau plasma. Dua cara yang lazim digunakan untuk menghitung kebutuhan cairan pada penderita luka bakar yaitu : . Terapi cairan diindikasikan pada luka bakar derajat dua atau tiga dengan luas > 25 % atau lien tidak dapat minum. atau dari mahluk lain selain manusia (xenograft. biasanya perlu dilakukan pencangkokkan kulit (skin graft). bilas dengan air dalam jumlah banyak untuk menghilangkan kinia dari kulit. ”berhenti. Bidai dipasang sampai terjadi pemulihan yang luas. Penderita harus mengkonsumsi sejumlah kalori dan gizi yang cukup yang diperlukan untuk proses pemulihan. Prioritas pertama dalam mengatasi luka bakar adalah menghentikan proses luka bakar. Berikan kompres dingin untuk menurunkan suhu dari luka.dilakukan eskarotomi (pemotongan eskar). yaitu hanya melindungi daerah yang terbakar pada saat tubuh melakukan penyembuhan sendiri dan 10-14 hari kemudian akan ditolak oleh tubuh. Ini meliputi intervensi pertolongan pertama pada situasi : Untuk luka bakar termal ( api ). Jika luasnya tidak lebih dari uang logam 50 sen dan terjaga kebersihannya. tetapi skin graft dari donor (baik manusia maupun hewan) sifatnya sementara. sikat bedak kimia dari kulit kemudian bilas dengan air. Terapi cairan dihentikan bila masukan oral dapat menggantikan parenteral. kadang sampai bertahun-tahun. luka bakar yang dalampun bisa pulih dengan sendirinya. dan berguling. Prioritas ketiga adalah resusitasi cairan agresif untuk memperbaiki kehilangan volume plasma secara esensial setengah dari perkiraan volume cairan diberikanpada delapan jam pertama pasca luka bakar dan setengahnya lagi diberikan selama 16 jam kemudian. dari donor hidup maupun dari kulit orang yang sudah meninggal (allograft). Secepat mungkin dipasang bidai untuk menjaga agar persendian tetap bisa digerakkan sehingga otot dan kulit tidak menjadi kaku dan memendek. Gunakan intubasi endotrakeal dan tempatkan pada ventilasi mekanik bila gas darah arteri menunjukkan hiperkapnia berat meskipun dengan O2 suplemen 3.Jika usus tidak berfungsi akibat cedera atau pembedahan berulang.

Sebagai monitoring pemberian lakukan penghitungan diuresis. Pertahankan pencatatan kumulatif jumlah dan tipe pemasukan cairan. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan keadaan hipermetabolisme dan kesembuhan luka. Awasi haluaran urine dan berat jenis 3.Berat badan (kg) X % luka bakar X 1cc Nacl 2. Timbang berat badan setiap hari 5. Ht. Pada hari kedua diberikan setengah jumlah cairn hari pertama. Untuk hari kedua diberikan setengah dari jumlah pemberian hari pertama. Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan cedera inhalasi asap atau sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada atau leher. Pada hari ketiga diberikan setengah jumlah cairan yang diberikan hari kedua. 3. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan : 1. Sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya. sisanya diberikan dalam 16 jam. Nyeri berhubungan dengan cedera luka bakar 6. elektrolit. Perubahan pada volume cairan : kekurangan berhubungan dengan luka bakar luas Intervensi 1. Awasi tanda-tanda vital 2. kemungkinan kontraktur sekunder terhadap luka bakar ketebalan penuh 5. (3) diberikan dalam 8 jam pertama. Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan kehilangan integritas kulit yang disebabkan oleh luka bakar 4. plasma dan membantu mencegah komplikasi 6. Berikan penggantian cairan IV yang dihitung. elektrolit) Rasional . Perubahan pada volume cairan : kekurangan berhubungan dengan luka bakar luas 2. (2). Jumlah kebutuhan cairan pada hari pertama dihitung dengan rumus = % luka bakar X BB (kg) X 4cc. Awasi pemeriksaan laboratorium (Hb.¬ II.Berat badan (kg) X % luka bakar X 1cc larutan koloid 3. Separuh dari jumlah cairan yang diberikan dalam 8 jam pertama. @ cara Baxter Merupakan cara lain yang lebih sederhana dan banyak dipakai. 4. Hari pertama terutama diberika elektrolit yaitu larutan ringer laktat karena terjadi hiponatremi.@ cara Evans Untuk menghitung kebutuhan pada hari pertama hitunglah : 1. Rencana keperawatan 1. 4. Prioritas keempat adalah perawatan luka bakar : Pembersihan dan pemberian krim antimikroba topikal seperti silver sufadiazin ( silvadene )¬ Penggunaan berbagai tipe balutan sintetik atau balutan biologis ( tandur kulit ) khususnya pada luka bakar ketebalan penuh. Resiko tinggi terhadap kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan luka bakar melingkari ekstremitas atau luka bakar listrik dalam 7.2000cc glukosa 5% Separuh dari jumlah (1).

sisi donor dan status balutan di atas sisi tandur bila tandur kulit dilakukan setiap 8 jam) • Suhu setiap 4 jam • Jumlah makanan yang dikonsumsi setiap kali makan. Gunakan sarung tangan . yang dapat ditutup dengan balutan vaseline atau Op site. Inhalasi asap dapat merusak alveoli. Pertahankan posisi semi fowler bila hipotensi tak ada. Berikan suplemen oksigen pada tingkat yang ditentukan. Kebutuhan penggantian cairan dan elektrolit 2. takipnea dan perubahan sensorium). Lepaskan krim lama dari luka sebelum pemberian krim baru. suplemen oksigen meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia untuk jaringan. hiperkapnia. 2. beritahu dokter bila terjadi dipsnea disertai dengan takipnea. Ventilasi mekanik diperlukan untuk pernapasan dukungan sampai pasien dapat dilakukan secara mandiri. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan kehilangan integritas kulit yang disebabkan oleh luka bakar Intervensi 1. 5. 3. 4. terapis pernapasan perawat anestesi atau anestesiologis.plasma. menurunkan resiko atelektasis. Intubasi endotrakeal dilakukan oleh orang yang mempunyai sertifikat dukungan hidup jantung (ACLS). Rasional 1. 4.1. Mengupas kulit (eskarotomi) memungkinkan ekspansi dada. Pernapasan dalam mengembangkan alveoli. Luka bakar sekitar torakal dapat membatasi ekspansi dada. Berikan mandi kolam sesuai pesanan. 2. Siapkan pasien untuk pembedahan-eskarotomi sesuai pesanan. 3. anjurkan pernapasan dalam dengan penggunaan spirometri insentif setiap 2 jam selama tirah baring. Pantau : • Penampilan luka bakar (area luka bakar. Untuk mengidentifikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yamg diharapkan. implementasikan perawatan yang ditentukan untuk sisi donor. Bersihkan area luka bakar setiap hari dan lepaskan jaringan nekrotik (debridement) sesuai pesanan. 5. Pantau laporan-laporan GDA dan kadar karbon monoksida serum. Memberikan pedoman untuk pengantian cairan dan mengkaji respon kardiovaskuler 2. 3. Penggantian cairan tergantung pada berat badan pertama dan perubahan selanjutnya 5. rales. Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan cedera inhalasi asap atau sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada atau leher. 3. Untuk memudahkan ventilasi dengan menurunkan tekanan abdomen terhadap diafragma. resusitasi cairan menggantikan kehilangan cairan/elektrolit. Pasang atau bantu dengan selang endotrakeal dan tempatkan pasien pada ventilator mekanis sesuai pesanan (dibuktikan dengan hipoksia. 2. Mencegah ketidakseimbangan dan kelebihan cairan 4. Intervensi Untuk cedera inhalasi asap : 1. Untuk luka bakar sekitar torakal. Secara umum penggantian cairan harus dititrasi untuk meyakinkan rata-rata haluaran urine. mempengaruhi pertukaran gas pada membran kapiler alveoli.albumin 6. 3.

Kulit yang gundul menjadi media yang baik untuk kultur pertumbuhan bakteri. 7. Berikan protein tinggi. diet tinggi kalori. karbohidrat. Rasional 1. Anjurkan latihan gerak aktif setiap 2 jam. Nutrisi adekuat (protein. Untuk mencegah pengencangan jaringan parut progresif dan kontraktur. 4. Karena balutan sisi tandur hanya diganti setiap 5-10 hari. Kurangnya berbagai rangsang eksternal dan kebebasan bergerak mencetuskan pasien pada kebosanan. sisi ini memberikan media kultur untuk pertumbuhan bakteri. Gunakan linen tempat tidur steril. berikan globulin imun tetanus. kemungkinan kontraktur sekunder terhadap luka bakar ketebalan penuh Intervensi 1. Rasional 1. Tempatkan radio atau televisi pada ruangan pasien untuk menghilangkan kebosanan. 5. Mulai rujukan pada ahli diet. 6.steril dan berikan krim antibiotik topikal yang diresepkan pada area luka bakar dengan ujung jari. 2. Berikan krim secara menyeluruh di atas luka. 2. Metabolisme ditingkatkan pada luka bakar berat. Melakukan aktifitas sehari-hari memberikan latihan aktif. 3. Bila riwayat imunisasi tidak adekuat. Dapatkan kultur luka dan belikan antibiotik IV sesuai ketentuan. Teknik steril dan tindakan perawatan perlindungan lain melindungi pasien terhadap infeksi. Pembersihan dan pelepasan jaringan nekrotik meningkatkan pembentukan granulasi. 3. Beritahu dokter bila demam drainase purulen atau bau busuk dari area luka bakar. Untuk mengidentifikasi indikasi-indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan 2. Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh. 4. 3. Anjurkan klien untuk memenuhi aktifitas kehidupan sehari hari dengan bantuan perawat (sesuai dengan kebutuhan). Untuk melindungi terhadap tetanus. sarung tangan. Antimikroba topikal membantu mencegah infeksi mengikuti prinsip aseptik melindungi pasien dari infeksi. Pengetahuan akurat tentang hasil yang diharapkan membantu memudahkan transisi melalui proses berduka. 6. 5. handuk dan skort untuk pasien. memudahkan pemeliharaan . 4. dan vitamin) adalah esensial untuk penyembuhan luka dan untuk memenuhi kebutuhan energi. Kuli adalah lapisan pertama untuk mempertahankan terhadap infeksi. Tempatkan pasien pada ruangan khusus dan lakukan kewaspadaan ”Perawatan Perlindungan Balik” untuk luka bakar luas yang mengenai area luas tubuh. Berikan suplemen nutrisi seperti ensure atau sustacal dengan atau antara makan bila masukan makanan kurang dari 50%. Anjurkan NPT (Nutrisi Parenteral Total) atau makanan enteral bila pasien tidak dapat makan per oral. Sediakan waktu untuk pasien dan orang terdekat untuk mengekspresikan perasaan. sisi donor atau balutan sisi tandur. dan penutup kepala dengan masker bila memberikan perawatan pada pasien. Mengekspresikan perasaan membantu memudahkan koping. Kultur membantu mengidentifikasi patogen penyebab sehingga terapi antibiotik yang tepat dapat diresepkan. Temuan-temuan ini menandakan infeksi. Ahli diet adalah spesialis nutrisi yang dapat mengevaluasi paling baik status nutrisi pasien dan merencanakan diet untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada situasi kesehatan saat ini. Informasikan pasien tentang hasil yang diharapkan terhadap kedalaman area luka bakar. Gunakan skort steril.

7. memfokuskan kembali perhatian. Intervensi 1. menghilangkan rasa nyeri. Pastikan makanan yang disukai dan yang tidak disukai. intensitas (skala 0-10). Pertahankan ekstrimitas bengkak di tinggikan 3. pedoman tepat untuk pemasukan kalori 2. khususnya pada debridemen 4. membantu mengurangi konsentrasi rasa nyeri memfokuskan kembali perhatian. dll 5. Nyeri berhubungan dengan cedera luka bakar Intervensi 1. Untuk luka bakar melingkari ekstrimitas pantau status neurovaskuler dari ekstrimitas setiap 2 jam. 2. Kolaborasi dengan tim medis bila terjadi penuruan nadi. Berikan makan dan makanan kecil sedikit tapi sering 3. 3. untuk meningkatkan aliran balik vena dan menurunkan pembengkakan. 5. kaji keluhan nyeri. 6. Untuk mengidentifikasi indikasi-indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan 2. dorong penggunaan teknik manajemen strees contoh relaksasi progresi. Berikan kebersihan oral sebelum makan 4. 6. . perubahan lokasi atau intensitas. meningkatan teknik relaksasi dan untuk meningkatkan rasa kontrol. Rasional 1.flesibilitas sendi dan tonus otot. penutup tubuh hangat 3. Resiko tinggi terhadap kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan luka bakar melingkari ekstremitas atau luka bakar listrik dalam Intervensi 1. peninggian linen dari luka membantu mengurangi rasa nyeri. Barikan diit TKTP dengan tambahan vitamin 5. membantu menghilangkan nyeri / meningkatkan relaksasi. Pertahankan jumlah kalori ketat. Rasional 1. timbang tiap hari. perhatikan lokasi. 2. 2. karakter nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi. jelaskan prosedur / berikan informasi yang tepat. nafas dalam. membantu mencegah distensi gaster atau ketidaknyamanan dan meningkatkan masukan. Temuan ini menandakan kerusakan sirkulasi distal 7. berikan lampu penghangat. 5. berikan analgesik (narkotik dan non narkotik ) sesuai indikasi 6. pengisian kapiler buruk / penurunan sensasi. 2. berikan aktifitas terapeutik tepat untuk usia / kondisi berikan tempat tidur yang nyaman sesuai dengan indikasi. 3. Rasional 1. pengaturan suhu dapat hilang karena luka bakar dan untuk mencegah menggigil. 4. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan keadaan hipermetabolisme dan kesembuhan luka. pertahankan suhu lingkungan nyaman.

Jakarta : EGC . DX : 6 warna kulit normal. DX : 2 Frekuensi pernapasan 12-24 x per menit. Engram. memenuhi peningkatan kebutuhan metabolik. nadi perifer dapat diraba DX : 7 menunjukkan pemasukan nutrisi yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik dibuktikan oleh BB stabil. Daftar Pustaka 1. mempertahankan BB dan mendorong regenerasi jaringan. dan regenerasi jaringan. DX : 5 Menyangkal nyeri. bunyi napas bersih.2000.Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. meningkatkan rasa dan membantu nafsu makan yang baik 4. Arif.1998. 5. Bare. ekspresi wajah dan postur tubuh rileks. tak ada pembentukan jaringan granulasi tetap bebas dari infeksi.Jakarta:Media Aesculapis 3. Brenda G. elektrolit serum dalam batas normal. Smeltzer. Suzanne C.Rencana Asuhan Keperawatan Medikal-Bedah Volume 3. resolusi edema.2001. DX : 3 Tak ada demam. tak ada kesulitan bernapas. EVALUASI DX : 1 Tak ada manifestasi dehidrasi. melaporkan perasaan nyaman.3.Jakarta : EGC 2. Edisi 8.Keperawatan Medikal-Bedah. meningkatkan masukan dalam tubuh. GDA dalam rentang normal. Barbara. DX : 4 Mengungkapkan harapan realistis dari tindakan. Mansjoer. haluaran urine di atas 30 ml per jam. mengungkapkan pernyataan positif tentang diri. menyangkal kebas dan kesemutan. warna kulit normal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful