P. 1
Jurnal+Ekonomi+-ANALISIS+FAKTOR-FAKTOR+YG+MEMPENGARUHI+DIVIDEND+PAYOUT+RATIO+PADA+PERUSAHAAN+PUBL

Jurnal+Ekonomi+-ANALISIS+FAKTOR-FAKTOR+YG+MEMPENGARUHI+DIVIDEND+PAYOUT+RATIO+PADA+PERUSAHAAN+PUBL

|Views: 729|Likes:
Published by redalert3d

More info:

Published by: redalert3d on Mar 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2012

pdf

text

original

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA

Sutrisno Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya

Abstraksi Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan publik yang terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta. Model Analysis of Moment Structure (AMOS) digunakan untuk menguji tujuh variabel secara simultan yang diduga mempengaruhi DPR, yaitu: posisi kas, potensi pertumbuhan, size perusahaan, rasio hutang dan modal, profitabilitas, holding, dan DPR. Dengan menggunakan sampel dari perusahaan go publik selama periode 1991-1996, diperoleh sebanyak 148 observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak semua faktor yang diteliti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap DPR. Dari ketujuh variabel independen tersebut di atas, hanya posisi kas, dan rasio hutang dengan modal (kelompok perkiraan neraca) saja yang berpengaruh signifikan terhadap DPR, sedangkan earnings yang merupakan proksi dari kelompok rugi-laba berpengaruh kurang signifikan terhadap DPR. Hasil studi ini diharapkan dapat menjelaskan temuan yang berguna bagi para praktisi dan akademisi. Bagi para investor dan calon investor hasil temuan ini dapat menjadi masukan dalam pembuatan keputusan untuk membeli dan menjual saham sehubungan dengan harapannya terhadap dividend kas yang dibayarkan. Bagi para emiten temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pembuatan keputusan terhadap kebijakan dividend agar dapat memaksimumkan nilai perusahaan. Bagi para akademisi hasil studi ini diharapkan dapat memberikan masukan atas issues terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi DPR dan kebijakan dividend, khususnya pada perusahaan publik di Indonesia. Kata-kata kunci: analisis AMOS, debt to equity ratio, dividend payout ratio, kebijakan dividend, dan perusahaan publik.

1.

Pendahuluan

Masalah dalam kebijakan dan pembayaran dividend mempunyai dampak yang sangat penting baik bagi para investor maupun bagi perusahaan yang akan membayarkan dividendnya. Pada umumnya para investor mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraannya yaitu dengan mengharapkan return dalam bentuk dividend maupun capital gain. Di lain pihak, perusahaan juga mengharapkan adanya pertumbuhan secara terus menerus untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, yang sekaligus juga harus memberikan kesejahteraan yang lebih besar kepada para pemegang sahamnya. Tentunya hal ini akan menjadi unik karena kebijakan dividend

1

dan di satu sisi juga tidak harus menghambat pertumbuhan perusahaan. di samping itu juga kepentingan bondholder yang dapat mempengaruhi besarnya divedend kas yang dibayarkan. Dengan demikian investor yang tidak bersedia berspekulasi akan lebih menyukai dividend dari pada capital gain. Bagi para investor dan calon investor hasil temuan ini dapat menjadi masukan dalam mempertimbangkan pembuatan keputusan untuk membeli dan menjual saham sehubungan dengan harapannya terhadap dividend kas yang dibayarkan. kepemilikan (holding). perbandingan antara kewajiban dengan modal (debt to equity ratio). Dividend yang dibayarkan kepada para pemegang saham tergantung kepada kebijakan masing-masing perusahaan. Bagi emiten hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pembuatan keputusan terhadap kebi-jakan dividend agar dapat memaksimumkan nilai perusahaan. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Devident Payout Ratio… adalah sangat penting untuk memenuhi harapan para pemegang saham terhadap dividend. Kebijakan ini akan melibatkan dua fihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. dan pengaruhnya terhadap dividend payout ratio (DPR). Kebijakan dividend suatu perusahaan akan melibatkan dua fihak yang berkepentingan dan saling bertentangan. yang selanjutnya disusul dengan beberapa studi yang membahas tentang pembayaran dividend dan berbagai variasi dalam kebijakan pembayaran dividend dengan memfokuskan pada ketidaksempurnaan pasar. potensi pertumbuhan (growth potential). Bagi para akademisi hasil studi ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap issues tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio. Secara lebih khusus studi ini menginvestigasi hubungan dan besarnya pengaruh pertimbangan manajemen atas variabelvariabel posisi kas (cash position). Para investor yang tidak bersedia mengambil risiko (risk aversion) mempunyai pandangan bahwa semakin tinggi tingkat risiko suatu perusahaan.Sutrisno. 2. Selanjutnya dividend yang diterima pada saat ini akan mempunya nilai yang lebih tinggi daripada capital gain yang akan diterima di masa yang akan datang. akan semakin tinggi juga tingkat keuntungan yang diharapkan sebagai hasil atau imbalan terhadap risiko tersebut. dan fihak 2 . Tinjauan Literatur Studi Kebijakan Dividend Kebijakan terhadap pembayaran dividend merupakan keputusan yang sangat penting dalam suatu perusahaan. keuntungan (profitability). Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yaitu hasil temuan yang berguna bagi para praktisi dan akademisi. Tujuan dari studi ini adalah untuk menguji kebijakan dividend yang dilakukan dengan pengujian secara simultan atas beberapa variabel di atas. untuk menangkap dampak bersama atas dimensi yang berbeda dalam kebijakan dan pembayaran dividend. 1990). Studi ini mencoba mengembangkan beberapa faktor yang berhubungan dengan kebijakan dividend tunai (cash dividend) dari perusahaan publik yang terdaftar pada PT Bursa Efek Jakarta. size perusahaan (firm size). Pengujian dilakukan dengan menggunakan Analysis of Moment Structures (AMOS) yang juga sering disebut dengan structural equation modelling atau latent variable analysis atau analisis LISREL. yaitu fihak pertama para pemegang saham. Kebijakan dividend atau keputusan dividend pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. dan yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan (Levy dan Sarnat. sehingga memerlukan pertimbangan yang lebih serius dari manajemen perusahaan. Pembuatan keputusan yang tepat dalam kebijakan dan pembayaran dividend dapat memaksimumkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang sahamnya. yaitu kepentingan para pemegang saham dengan dividendnya. Miller dan Modigliani (1961) telah mengembangkan irrelevant dividend. dan kepentingan perusahaan dengan laba ditahannya. dan kebijakan dividend. khususnya pada perusahaan publik di Indonesia.

Dividend diartikan sebagai pembayaran kepada para pemegang saham oleh fihak perusahaan atas keuntungan yang diperolehnya.. Volume II. yaitu potensi pertumbuhan (growth potential). Selanjutnya nondebt tax shield. dan profitabilitas. variabilitas laba. dan masih banyak lagi pertimbangan manajemen dalam menentukan besarnya dividend yang akan dibagikan. dan untuk kecepatan penyesuaian ini disebut dengan speed of adjustment. sehingga timbul peranan dividend dalam mengurangi masalah keagenanan (agency problems). Kebijakan dividend adalah kebijakan yang berhubungan dengan pembayaran dividend oleh fihak perusahaan. nondebt tax shield. Selanjutnya Lintner menunjukkan bahwa di sebagian besar situasi. berupa penentuan besarnya pembayaran dividend dan besarnya laba ditahan untuk kepentingan fihak perusahaan. size perusahaan. namun merupakan keputusan utama dan keputusan yang aktif. Dalam banyak hal dividend sering diperlakukan sebagai pertimbangan terakhir setelah pertimbangan investasi dan pertimbangan pembiayaan lainnya. Dengan pilihan beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap rasio pembayaran dividend. sehingga timbul the residual theory of dividend. Keengganan perusahaan untuk memotong dividend menjadikan dasar bagi Lintner (1956) untuk melakukan studi Lintner’s lagged partial adjustment model. Oleh karenanya manajemen harus dapat membuat suatu keputusan tentang besarnya keuntungan yang harus dibagikan kepada para pemegang saham. Menurut Levy dan Sarnat (1970) dan Van Horn (1986). maka mereka dapat meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham. Keputusan ini akan mempunyai pengaruh yang menentukan terhadap nilai perusahaan. hal ini menyarankan bahwa keputusan dividend yaitu jumlah dividend yang dibayarkan merupakan suatu hal yang sangat penting (Alexander et al. (2) posisi 3 . 1993). dan sebagian lagi akan ditahan untuk diinvestasikan lagi dalam bentuk yang lebih menguntungkan. Hasil yang ditunjukkan oleh studi Turnovsky ini adalah bahwa kebutuhan dana untuk investasi bukan merupakan penentu dalam menentukan laba ditahan. Menurut Lintner perusahaan menetapkan target dividend payout ratio yang didasarkan pada target keuntungannya. dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap rasio pembayaran dividend. Dalam studi tersebut mereka menunjukkan bahwa besarnya rasio pembayaran dividend dipengaruhi oleh perubahan pajak pribadi dalam setiap periode. Nomor 1. Pernyataan ini menunjukkan bahwa laba ditahan merupakan elemen residu pada ciri-ciri dari keuntungan perusahaan. dan berapa yang harus ditahan untuk mendanai perkembangan atau pertumbuhan demi kelangsungan hidup perusahaannya. Namun demikian tak satupun dari pemikiran ini menghasilkan suatu keputusan yang paling memuaskan. Hasil studinya menunjukkan bahwa secara keseluruhan periode potensi pertumbuhan dan variabilitas laba berpengaruh negatiaf terhadap rasio pembayaran dividend. Chang dan Rhee (1990) melakukan studi pengaruh pajak pribadi terhadap kebijakan dividend perusahaana dan pembuatan keputusan struktur modal. karena secara bersama-sama mereka nampak hanya memberikan penjelasan mengapa perusahaan membayar dividend. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividend Keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam setiap periodenya akan didistribusikan kepada para pemegang saham. size perusahaan. Jika target keuntungannya tercapai dan dianggap telah stabil. kebijakan dividend bukan merupakan hasil sampingan dari saving. Maret 2001 kedua perusahaan itu sendiri. maka perusahaan akan menyesuaikan besarnya dividend yang akan dibayarkan hingga mencapai target yang telah ditetapkan. Penyesuaian terse-but dilakukan secara bertahap. Di samping itu ada juga yang mempertimbangkan pembagian dividend kas untuk mengurangi masalah keagenan. faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan dividend adalah meliputi: (1) peraturan atau perundangan. Jika manajemen meningkatkan porsi laba perlembar saham yang dibayarkan sebagai dividend.TEMA. Hasil studi Lintner tersebut di atas diperkuat oleh studi yang dilakukan Turnovsky (1967) bahwa laba ditahan merupakan sisa setelah dividend dibayarkan kepada para pemegang saham.

Liquidity Position: Keuntungan yang diperoleh dan laba ditahan yang tinggi tidak harus menyebabkan posisi kas yang tinggi juga. karena adanya kemungkinan bahwa kekeuntungan dan laba ditahan tersebut telah digunakan untuk membayar hutang. Menurut Brennan dan Thakor (1990) keputusan yang menciptakan keseimbangan di antara dividend saat ini dan pertumbuhan di masa yang akan datang sehingga memak-simumkan harga saham. tingkat laba. sehingga diperlukan adanya trend keuntungan yang stabil untuk menentukan porsi dividend yang direncanakan. yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Devident Payout Ratio… likuiditas. misalnya: pajak atas dividend. akses ke pasar modal. 2. disebut dengan kebijakan dividend yang optimal. (1993) membedakan variabel-variabel yang mempengaruhi pembayaran dividend adalah: 1. 4 . 3. Hal ini akan berdampak pada penurunan terhadap pembayaran dividend. Faktor intern adalah faktor yang berpengaruh terhadap kebijakan dividend yang berasal dari dalam perusahaan. hal ini akan menyebabkan laba ditahan tidak cukup untuk membiayai investasi barunya.. Dari pengaruh faktor intern ini perusahaan dapat mempengaruhi dan mengendalikan secara aktif sehingga akibatnya dapat dirasakan secara langsung. Earning Predictability: Jika keuntungan berfluktuasi maka dividend tidak dapat bergantung semata-mata dari keuntungan tersebut. misalnya: likuiditas perusahaan. Dividend Perlembar dan Variabel yang Mempengaruhi Dalam menentukan kebijakan dividend. Faktor ekstern yang merupakan pengaruh yang berasal dari luar perusahaan. pajak atas capital gain. atau bahkan tidak melakukan pembayaran dividend. di samping harus menjaga pertumbuhan perusahaan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. (3) kebutuhan dana untuk melunasi hutang. Legal Restriction: Adalah peraturan tertentu yang akan membatasi besarnya dividend yang akan dibayarkan. (8) kemampuan mema-suki pasar modal. Sebagai konsekwensinya. (4) larangan dalam perjanjian hutang. kemampuan untuk meminjam. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah perusahaan menerbitkan saham baru untuk mencukupi dananya. (10) posisi pemegang saham sebagai wajib pajak. (11) pajak atas keuntungan yang diakumulasikan secara salah. sehingga perusahaan akan melakukan akumulasi dananya kedalam laba ditahan. dividend yang akan dibayarkan cenderung rendah atau bahkan tidak membagi dividend. (7) stabilitas perusahaan. Hal ini disebabkan karena perusahaan tersebut mengalami kesulitan untuk memperoleh pinjaman atau menjual sahamnya. dan sebagainya. dan (12) tingkat inflasi. 5. (9) pelaku kelompok pengendali. (6) tingkat keuntungan perusahaan. karena manajemen akan berusaha mengakumulasikan keuntungan kedalam laba ditahan yang berguna untuk pendanaan internnya. Setyawan (1995) mengelompokkan berbagai faktor yang mempengaruhi kebijakan dividend menjadi dua faktor. 4. Dari pengaruh faktor ekstern ini perusahaan harus berusaha untuk menyesuaikan karena sulit untuk mengendalikannya. Inflation: Inflasi yang tinggi akan menyebabkan kemampuan perusahaan tidak dapat mencukupi untuk melakukan investasi yang baru. manajemen harus memperhatikan kesejahteraan para pemegang saham. Tentunya hal ini tidak diinginkan oleh para pemegang saham. Alli at al. 6. Keputusan ini menimbulkan kontrol dari pemegang saham perusahaan lama semakin berkugang. perundangan dan sebagainya. sehingga mereka akan lebih menyukai dengan tidak memperoleh dividend. Absence or lack of other sources of financing: Bagi perusahaan yang baru tumbuh pada umumnya sumber dana intern mempunyai arti yang sangat penting. atau melekat pada aktiva selain kas. (5) tingkat ekspansi perusahaan. Ownership Control: Jika perusahaan memutuskan untuk membayarkan dividend yang tinggi.Sutrisno.

maka kemampuan perusahaan untuk membagi dividend akan semakin rendah. Ukuran perusahaan diwakili oleh log natural dan total assets (Alli et al. 3. Growth Potential: Semakin tinggi tingkat pertumbuhan suatu perusahaan. berarti semakin besar kemampuannya untuk membayar dividend. maka akan semakin besar pula kemampuan perusahaan 5 .TEMA. Debt to Equity Ratio: Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya. Peningkatan hutang pada gilirannya akan mempengaruhi besar kecilnya laba bersih yang tersedia bagi para pemegang saham termasuk dividend yang akan diterima. oleh kakrenanya dividend akan dibagikan jika perusahaan memperoleh keuntungan. Nomor 1. Perusahaan yang memperoleh keuntungan cenderung akan membayar porsi keuntungan yang lebih besar sebagai dividend. Oleh karenanya potensi pertumbuhan perusahaan menjadi faktor penting yang menentukan kebijakan dividend. Karena kemudahan akses kepasar modal cukup berarti untuk fleksibilitas dan kemampuannya untuk memperoleh dana yang lebih besar. maka keuntungan tersebut akan mempengaruhi besarnya dividend payaout ratio. Semakin besar kebutuhan dana di masa yang akan datang. Dividend adalah merupakan sebagian dari laba bersih yang diperoleh perusahaan. Jika beban hutang semakin tinggi. Semakin besar keuntungan yang diperoleh. maka akan semakin besar pula jumlah kewajibannya. Keuntungan yang layak dibagikan kepada para pemegang saham. Pembayaran dividend merupakan arus kas keluar. yang ditunjukkan oleh berapa bagian modal sendiri yang digunakan untuk membayar hutang. sehingga perusahaan mampu memiliki rasio pembayaran dividend yang lebih tinggi daripada perusahaan kecil. 5. 2. 1987). akan semakin memungkinkan perusahaan menahan keuntungan dan tidak membayarkannya sebagai dividend. Oleh karena itu semakin rendah DER akan semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya. Sebagai indikator dari atribut pertumbuhan.. Firm Size: Suatu perusahaan besar yang sudah mapan akan memiliki akses yang mudah menuju pasar modal. 1993). sementara perusahaan yang baru dan yang masih kecil akan mengalami banyak kesulitan untuk memiliki akses kepasar modal. Semakin besar proporsi hutang yang digunakan untuk struktur modal suatu perusahaan. Maret 2001 Identifikasi dan Pengukuran Variabel 1. Oleh karena dividend diambil dari keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan. digunakan tingkat pertumbuhan campuran yang diatur pada setiap tahun dalam total assets (Chang dan Rhee. akan semakin besar tingkat kebutuhan dana untuk membiayai ekspansi. sehingga DER mempunyai hubungan negatif dengan dividend payout ratio. 4. sehingga semakin kuat posisi kas perusahaan. Volume II. Cash Position: Posisi kas suatu perusahaan merupakan faktor yang penting yang harus dipertimbangkan. sebelum membuat keputusan untuk menentukan besarnya dividend yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham. karena kewajiban tersebut lebih diprioritaskan daripada pembagian dividend. Posisi kas dihitung berdasarkan perbandingan antara saldo kas akhir tahun dengan laba bersih setelah pajak (Stanley dan Geoffrey. Deb to equity ratio dihitung dengan total hutang dibagi dengan total ekuiti. adalah keuntungan setelah perusahaan memenuhi seluruh kewajiban tetapnya yaitu beben bungan dan pajak. Profitability: Profitabilitas adalah tingkat keuntungan bersih yang berhasil diperoleh perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. 1990).

(2) data perusahaan lengkap dengan faktor-faktor yang akan diteliti dalam studi ini. Semua sumber data yang digunakan untuk menghitung tiap-tiap faktor dalam studi ini diperoleh dari: 1. 7. Laporan Emiten 11. Dividend Payaout Ratio: Dividend Payaout Ratio (DPR) yang ditentukan perusahaan untuk membayar dividend kepada para pemegang saham setiap tahun yang dilakukan berdasarkan besar kecilnya laba bersih setelah pajak. Harian Bisnis Indonesia 9. 3. Jakarta Stock Exchange Monthly Statistic.Sutrisno. terlebih dahulu data diseleksi dengan program Microsoft acess dan Microsoft Excel. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Devident Payout Ratio… untuk membayar dividend. Dan sumber lainnya. untuk dilengkapi dengan publikasi dari PT Bursa Efek Jakarta. dianalisis dengan bantuan program komputer. Selanjutnya setelah 6 . Institute for Economics and Financial Research. 6. Journal Pasar Modal 10. dan keuntungan suatu perusahaan. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang meliputi laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan kegiatan perdagangan saham. yaitu termasuk kelompok perusahaan yang memiliki saham aktif selama enam tahun. yang ada di perpustakaan Program Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. Kriteria dalam pemilihan sampel didasarkan pada: (1) perusahaan terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1991-1996. Atribut profitabilitas ini diwakili oleh tingkat keuntungan setelah pajak dibagi dengan total assets (Chang dan Rhee. 2. Berdasarkan pada kriteria tersebut dapat diperoleh pengamatan final sebanyak 148 observasi. Holding: Holding merupakan banyaknya fihak dari para pemegang saham dalam satu periode. Databases harga saham harian PT Bursa Efek Jakarta. Indonesian Capital Market Directory. Untuk mendapatkan pengamatan yang sesuai. 5. 6. Holding merupakan variabel untuk menguji pertimbangan manajemen atas peranan dividend dalam menurunkan masalah agensi berdasarkan besarnya penyebaran kepemilikan saham. Metode Penelitian Data dan Sampel Populasi yang menjadi obyek studi ini adalah seluruh perusahaan yang terdafar pada PT Bursa Efek Jakarta sampai dengan tanggal 31 Desember 1996. Untuk mengisi beberapa tambahan data dilakukan dengan bantuan program Microsoft Excel. 1990). mulai tahun 1991 sampai dengan tahun 1996. karena untuk menghindari indikasi permasalahan gulung tikar bagi emiten. DPR merupakan fungsi dari assets. ekuitas. 4. 7. Pusat Data Bisnis Indonesia. The Pacific-Basin Capital Markets (PACAB) Databases. Pengolahan dan Analisis Data Data sekunder dalam studi ini dikumpulkan melalui berbagai sumber. sedangkan untuk fihak dalam perusahaan dihitung dengan fihak kepemilikannya berdasarkan banyaknya orang atau institusi. Jumlah dividend yang dibayarkan akan mempengaruhi harga saham atau kesejahteraan para pemegang saham. Business News 12. untuk fihak luar (kepemilikan saham yang di go publikkan) dihitung menjadi satu fihak. dan (3) dividend payout ratio (DPR) lebih kecil atau sama dengan satu. 3. Jakarta Stock Exchange (JSX) Fact Book. 8.

Identifikasi pola hubungan antar variebel ini bisa dilakukan berdasarkan pengalaman atau teori. Hubungan sebab akibat adalah hubungan yang apabila salah satu variabel diubah. Mengevaluasi goodness-of-fit index (GFI). Hal ini berarti bahwa AMOS sebenarnya suatu metode konfirmasi (confirmatory method) yang dilandasi oleh teori dan bukan bukti empiris. Volume II. dan secara simultan. dalam AMOS bisa terdapat beberapa variabel dependen. Menyaipkan Diagram Path. namun saling berhubungan.69)<DW(=1. Untuk keperluan ini peneliti harus dapat mengidentifikasikan variabel dependen dan variabel independennya. dilakukan perhitungan beberapa variabel yang diperlukan dalam observasi. maka langkah kelima harus diulang. 3. Secara umum ada dua karakteristik utama dalam analisis ini. Menilai identifikasi model. Jadi pada prinsipnya AMOS ini menguji hubungan sebab akibat antar variabel seperti yang dikemukakan oleh peneliti. Untuk mengetahui terjadinya multikolinearitas dalam studi ini. Langkah-langkah dalam AMOS Pada umumnya langkah-langkah dalam Analysis of Moment Structures (AMOS) meliputi tujuh langkah berikut: 1. yaitu: (1) estimasi beberapa hubungan yang saling terkait. 7 . dilakukan pengobatan dengan metode Lochran-Orcutt dengan melakukan transformasi lag. digunakan matriks korelasi yang dihitung dengan bantuan program SPSS. Maret 2001 seluruh data dari perusahaan yang dijadikan sampel penelitian diperoleh datanya. Agar dapat menilai GFI. oleh karenanya harus memberi nilai default (given value) untuk parameter. 7. Berbeda dengan analisis regresi. Tahap terakhir dari analisis data ini adalah melakukan analysis of moment structures (AMOS). Dengan bantuan program komputer SPSS hasil setelah pengobatan menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala otokorelasi dalam model dengan DWU (=1. Analysis of Moment Structures (AMOS) Analysis of Moment Structures (AMOS) sering juga disebut dengan structural equation modelling atau latent variable analysis. Mengembangkan model teoritis. 6. 4. dan mengidentifikasi korelasi antar konstruk dan indikator.TEMA. 2. Nomor 1. 5. Analisis statistik ini mengestimasi beberapa persamaan regresi yang terpisah. jika diperlukan dilakukan modifikasi. dan variabel dependen ini bisa menjadi variabel independen bagi variabel dependen yang lain.965)<2. maka degree of freedom (DF) harus positif. melakukan spesifikasi model pengukuran. maka akan terjadi perubahan pada variabel yang lainnya. Mengeinterpretasikan model. Untuk mengatasi gejala otokorelasi. atau analisis LISREL. Menjabarkan Diagram Path yang terdiri dari kegiatan: menterjemahkan structural equation. Menyiapkan dan memasukkan input. dan (2) mampu menunjukkan unobserved concepts dalam hubungan tersebut.

dan korelasi antara exogenous con-struct. Mengembangkan Model Teoritis: AMOS didasarkan pada hubungan kausal. X6= holding.10 atau 0. Dalam studi ini pada dasarnya DPR akan ditentukan oleh fungsi dari assets. menunjukkan lebih besar dari 0. 2. Tucker Lewis Index (TLI). Adjusted GFI (AGFI). Penjabaran Diagram Path: Tahap ini meliputi kegiatan menterjemahkan structural equation.Sutrisno. terdapat beberapa kriteria yang mengindikasikan dapat diang-gap fit jika: 1. dan X7= Dividend Payout Ratio (DPR). X4= rasio hutang dan modal (debt to equity ratio). lebih baik lagi jika >0. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Devident Payout Ratio… Dalam mengevaluasi model. X3= size perusahaan (firm size). Variabel-variabel tersebut terdiri dari: X1= Posisi kas (cash position) X2= Potensi pertumbuhan (growth potential) X3= Size perusahaan (firm size) X4= Rasio hutang dan modal (debt to equity ratio) X5= Profitabilitas (profitability) X6= Holding X7= Dividend Payout Ratio (DPR) 1.05. Nonsignificant Chi Square (paling tidak p>0. equity. 3. X2= potensi pertumbuhan (growth potential).20). 2. Analisis Data Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan publik yang terdaftar di PT Bursa Efek Jakarta. Menyiapkan Diagram Path: Tahap ini merupakan tahap pembentukan diagram path seperti Gambar 1. 4. Nilai RMR dan RMSEA yang rendah. dan 3. X5= profitabilitas (profitability). 4. dan earnings adalah laporan laba-rugi yang merupakan perkiraan nominal. Incremental fit: Goodness of Fit Index (GFI). yaitu: X1= posisi kas (cash position). Assets dan equity adalah elemen dari neraca yang merupakan perkiraan riil. Normal Fit Index (HFI).90. dan mengidentifikasi korelasi antar konstruk dan indikator. Pemasukan Input: Langkah dalam pemasukan input meliputi sebanyak 148 sampel size yang terdiri dari tujuh variabel. yaitu perubahan dari satu variabel diasumsikan menghasilkan perubahan terhadap variabel lain. melakukan spesifikasi model pengukuran. dan earnings. Pengujian dilakukan dengan menggunakan analysis of moment structure (AMOS) yang meliputi tujuh variabel yang diduga mempengaruhi DPR. 8 . Tahap kedua di atas sekaligus menunjukkan error dan pengukuran model.

Volume II. degree of freedom (df) harus positif. dan elemen laba-rugi hanya dengan proksi earnings. Dalam model ini elemen neraca hanya diwakili oleh assets saja. 6. sehingga diperoleh model yang paling fit di antara kemungkinan model yang bisa dilakukan dalam analisis. sehingga ditemukan model terbaik dalam studi ini seperti disajikan dalam tabel 1. Model yang dihasilkan ini merupakan model terbaik dalam studi ini yang ditunjukkan pada Gambar 2.TEMA. sedangkan elemen campuran dengan firm size (X3). Hasil perhitungan model fit sesuai dengan prediksi AMOS adalah sebagai berikut: 9 . Nomor 1. yaitu pengidentifikasian model. Maret 2001 error2 X1 error3 X2 Assets error1 error4 X3 error5 X4 Equity DPR error6 X5 Earnings error7 X6 Gambar 1: Pembentukan Diagram Path 5. Selanjutnya dilakukan beberapa model modifikasi dengan mengulangi langkah kelima di atas. oleh karenanya harus memberi nilai default (given value) untuk parameter. Pengevaluasian Goodness of Fit Index (GFI): Untuk dapat menilai GFI. Pengidentifikasian Model: Pada tahap ini meliputi pengidentifikasian model.

hasil analisis model ini menunjukkan bahwa: Chi Square=16. Adjusted GFI (AGFI)=0. Hasil dari Goodness of Fit Index (GFI)=0. Normal Fit Index (NFI)-0.900. Kesimpulan dan Implikasi Studi Kesimpulan Studi Dengan mendasarkan pada interpretasi model dan beberapa kriteria yang mengidentifika-sikan model bisa dianggap fit. p-value=0.991 0. Tucker-Lewis Index (TLI)=0.991.326.388 0.Sutrisno. yang seluruhnya lebih besar dari 0. seluruhnya lebih besar dari 0.951. degree of freedom=6.681 model independen 0.019. 10 .055 0.986 0.951 0. dan RMSEA=0.943. Hasil dari RMR=0. adalah lebih rendah dari model independennya.000 0.943 0.05.055. Secara keseluruhan hasil pemo-delan ini telah memenuhi kriteria yang dianggap fit dan layak diinterpretasikan.986. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Devident Payout Ratio… Tabel 1: Hasil Prediksi Model AMOS Hasil Pengujian Chi Square Degree of freedom Probability level Goodness of Fit Index (GFI) Adjusted GFI (AGFI) Tucker-Lewis Index (TLI) Normal Fit Index (NFI) RMR RMSEA Nilai 16.019 Keterangan lebih besar dari 0.900 model independen 0.208 Error2 1 X1 error1 1 Error3 1 X2 1 Assets 1 error9 1 Error4 1 X3 1 1 1 1 1 Error5 DPR X4 1 1 1 Error6 X5 1 Earnings 1 1 1 Error7 X6 error8 Gambar 2: Modifikasi Model Faktor Hubungan Variabel 5.326 6.388.050 lebih besar dari 0.

. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi posisi kas suatu perusahaan akan semakin tinggi pula kemampuannya untuk membayarkan dividend. Prentice-Hall Inc. Secara umum variabel independen posisi kasi (cash position) dan debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR). Dari ketujuh variabel independen yang diduga mempengaruhi DPR. Hal ini kemungkinan disebabkan karena penentu kebijakan dividend secara teoritis sangat erat berhubungan dengan posisi kas perusahaan. Qayyum Khan. Ramirez. sedangkan variabel yang lainnya tidak cukup signifikan.. jumlah kewajiban.11 Update. Hasil ini juga mendukung teori-teori yang mendasarinya yang telah dikaji dalam telaah literatur sebelumnya. Adanya efek dari masing-masing subsektor industri pada perusahaan manufaktur tertentu dapat mempengaruhi penentuan faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan pembayaran dividend. dibandingkan dengan variabel lainnya. hal ini tentunya berbeda dengan kondisi pasar modal di Indonesia sebagai emerging capital market khususnya di PT Bursa Efek Jakarta. terutama yang berhubungan dengan kebijakan terhadap keputusan pembayaran dividend. A.TEMA. Gordon. karena walaupun go publik namun dengan beberapa keterbatasan pada perusahaan keluarga yang menjadi ciri khas perusahaan di Indonesia. “Determinant of Corporate Dividend Policy: A Factor Analysis.” AMOS 3. William F. 4. 1993. Beily. Sharpe. dan Jeffery V. January.” The Financial Review. dan besarnya laba ditahan. ”Fundamentals of Investments. Hal ini dapat mengakibatkan pengaruh bias terhadap pengujian peran dividend dalam mengurangi masalah keagenan (agency problem). sehingga rasio pembayaran dividend akan semakin rendah. Kasim L. sehingga akan berakibat pada semakin rendahnya kemampuan untuk membayarkan dividend. Hal ini juga akan mempengaruhi tingkat dividend payout ratio (DPR) dari masing-masing perusahaan. No. hanya kelompok assets saja yang berpengaruh signifikan terhadap DPR. Nomor 1. “Manual Analysis of Moment Structures (AMOS). Variabel debt to equity ratio (DER) secara parsial juga berhubungan secara negatif signifi-kan terhadap DPR. 11 . 1993. daripada perki-raan laba-rugi yang merupakan perkiraan nominal. Maret 2001 Hasil studi ini secara umum menunjukkan bahwa tidak semua faktor yang diteliti mempunyai pengaruhi yang signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR). Nopember.. 1993. berarti komposisi hutang juga semakin tinggi. Alli. Hasil ini juga mendukung teori-teori yang mendasarinya yang telah dikaji dalam telaah literatur sebelumnya.. sedangkan kelompok earnings kurang berpengaruh signifikan. Volume II. Setiap kenaikan DER akan menurunkan kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividend kepada para pemegang saham. 523-547. Hal ini kemungkinan disebabkan karena dominasi pengukuran dalam rasio akuntansi sebagian besar dilakukan terhadap elemen perkiraan riil yang merupakan perkiraan neraca.” Second Edition. James. Arbuckle.. Daftar Pustaka Alexander.. Secara parsial posisi kas berhubungan secara positif signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR). dan Gabriel G. Implikasi studi Sebagian proksi yang digunakan dalam studi ini mengacu pada studi dari negaranegara yang pasar modalnya sudah sangat maju terutama Amerika Serikat. Variabel ini mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap DPR. Hal ini juga menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat DER. Variabel ini juga mempunyai pengaruh dominan terhadap DPR setelah posisi kas perusahaan. Kondisi di Indonesia sebagian besar manajer emiten adalah juga menjadi pemegang sahamnya. Volume 24. Hasil studi ini mendukung teori keuangan.

Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Widyantoro. R..” American Economic Review.. Autumn. 433-443.. dan R. James C. P.. 1990. dan R. Chang R. Setyawan. Sarnat. June. 249-259. 1986. Turnovsky. Fall. Lintner. September. Modigliani. DeAngelo. L. “Foundation of Financial Management. Masulis. Stephen. Myers. 1956. Homewood. M. 1031-1051. Rozeff.. dan K. 993-1018.. Prentice-Hall Inc.. Geoffrey. 1967. Prentice-Hall Inc. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Devident Payout Ratio… Baker K. Farrelly.. C. 1985.” Journal of Finance.” Financial Management.. dan S. 187-221. 97-113. M. “A Survey of Managment Views on Dividend Policy. Levy. 1990. Majluf. K. “Multivariate Data Analysis-With Reading. 1982. Fama. 1999. S. Growth and the Valuation of Shares.. “Dividend Dilution and Taxes: A Signaling Equilibrium. “Statistical Package for the Social Science Base 9. B. John. H. 1985. “Distribution of Incomes of Corporation of Among Dividends. Williams. 21-31. dan A. September. Miller. October. 304-318. 1974.Sutrisno..” Journal of Business. Brennan. Summer. “The Allocation of Corporate Profits Between Dividend and Retained Earnings.. E.”Seventh Edition. Irwin.. SPSS.” Journal of Finance... B.. “Dividend Policy. Richard D. Joseph F. H. May.” The Review of Economics and Statistics. dan A.” Journal of Finance. Edelman..” Fourth Management. dan S. Tatham. Black. “Taxes and Dividends: The Impact of Personal Taxes on Corporate Dividend Policy and Capital Structure Decisions. Rhee.. 12 .. 1998. “Dividend Policy..” Journal of Financial Economics... Rock. dan W. Hair. “The Empirical Relationships Between Dividend and Investment Decision on Firms. June. H. “Beta and Agency Cost as Determinants of Payout Ratio. Under Asymetric Information. 1990.” Tesis. dan F. “Capital Investment and Financial Decision. Stanley. 1985.” Journal of Financial Research. December. 1961. Van Horn. 1053-1069.” The American Review. 1980..” Journal of Finance.” Fourth Edition.01 Application Guide. dan M. Retained Earnings. E. Anderson. ______.. R. 1984. G. 1995. “Corporate Financing and Investment Decision When Firms Have Information That Investors Do Not Have.. November.” Financial Management. 453-464.. June. John.” SPSS Inc. Y. M.” Fith Edition. dan J. Prentice-Hall Inc. 78-84. ”Analisis Beberapa Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividend Pada Badan Usaha Milik Negara Bentuk Persero. ”Leverage and Dividend Irrerelevancy Under Corporate and Personal Taxation. and Taxes. Thakor. 1987. “Shareholder Preferences and Dividend Policy. G. “Fundamentals of Financial Management..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->