Leasing

MODUL 9

LEASING
(Pertemuan 8 dan 9) Agus Zainul Arifin

Leasing merupakan

pranata hukum yang “banci”. Di satu pihak dia mirip sewa

menyewa, tetapi di lain pihak leasing juga mengandung unsur-unsur Jual Beli. Bahkan unsurunsur perjanjian pinjam meminjampun juga ada. Karena itu, beberapa segi realisasi dalam praktek masih terkesan “banci” dan ragu-ragu. Namun demikian, bangunan hukum yang disebut leasing walaupun masih terbilang muda usia tetapi sudah cukup populer dalam dunia bisnis dewasa ini. Mulai dari leasing barang modal yang terbilang mahal, seperti leasing pesawat terbang oleh perusahaan-perusahaan penerbangan, sampai kepada leasing atas barang keperluan kantor maupun keperluan seharihari, bahkan terhadap yang tidak ada sangkut pautnya dengan bisnis, seperti leasing atas kendaraan bermotor untuk dipergunakan secara pribadi sehari-hari. Dewasa ini bahkan sudah memasuki di banyak kabupaten di Indonesia ini. Kiranya kesulitan realisasi pemerataan kredit bank, terutama bagi pengusaha golongan papan bawah, antara lain dapat diisi oleh leasing. Walaupun sebenarnya jasa leasing sering juga dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan kelas atas. Misalmnya untuk pengadaan pesawat terbang tersebut. 1 PENGERTIAN LEASING Istilah leasing sebenarnya berasal dari kata lease yang berarti sewa menyewa. Karena memang dasarnya leasing adalah sewa menyewa. Jadi leasing merupakan suatu bentuk derivatif dari sewa menyewa. Tetapi kemudian dalam dunia bisnis berkembanglah sewa menyewa dalam bentuk khusus yang disebut leasing itu atau kadang-kadang disebut sebagai lease saja, dan telah berubah fungsinya menjadi salah satu jenis pembiayaan. Dalam bahasa Indonesia leasing sering di istilahkan dengan “sewa guna usaha.” Sungguhpun terdapat berbagai variasi dari para pihak yang terlibat dalam sistem pembiayaan berpolakan leasing, pada prinsipnya para pihak tersebut adalah : 1. Lessor, yakni pihak yang memberikan pembiayaan dengan cara leasing kepada pihak yang membutuhkannya. Dalam hal ini lessor bisa merupakan perusahaan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Dr. Ir. Agus Zainul Arifin, MM MANAJEMEN KEUANGAN

dan juga supplier. Misalnya dalam bentuk sale and lease back. 2. Ir. barang modal mana dibiayai oleh lessor dan diperuntukkan kepada lessee. dan mengambil barang tersebut secara leasing dari lessor. 6. Barang modal ini sangat bervariasi.UMB Dr. 3. Elemen-elemen dari suatu leasing adalah sebagai berikut: a. Setelah lesse membeli barang untuk dan atas namanya sendiri. Lessee. Lessor membeli barang atas permintaan lessee. tetapi dalam kenyataannya sebagai agen dari lessor. Setelah lessee membeli barang atas namanya sendiri. 3. Supplier. Sementara mengenai mekanisme sehingga terjadinya hubungan hukum antar para pihak. Agus Zainul Arifin. yaitu lessor.Leasing pembiayaan yang bersifat “multi finance” tetapi dapat juga perusahaan yang khusus bergerak di bidang leasing. Lessor sendiri yang mendapatkan barang secara leasing dengan hak untuk melakukan subleasing dan memberikan subleasing kepada lessee. sehingga lessor kemudian menghendaki barang tersebut dan membayarnya. Dapat Pusat Pengembangan Bahan Ajar . MM MANAJEMEN KEUANGAN . 4. Lesse membeli barang atas namanya sendiri. Penyediaan Barang Modal Unsur selanjutnya dari leasing adalah adanya penyediaan barang modal. bahkan leasing dapat juga diberikan kepada individu dengan peruntukkan barang belum tentu untuk kegiatan usaha. adalah pihak yang memerlukan barang modal. b. juga dapat disebut dengan penjual biasa. barang modal mana dibayar oleh lessor kepada supplier untuk kepentingan lessee. Tetapi ada juga leasing yang tidak melibatkan supplier. Ini adalah contoh Sale And Lease Back. 5. biasanya oleh pihak supplier atas biaya dari lessor. Tetapi dalam perkembangan kemudian. Lessee membeli barang sebagai agentnya lessor dan mengambil barang tersebut secara leasing dari lessor. Suatu Pembiayaan Perusahana Awal mulanya leasing memang dimaksudkan sebagai usaha memberikan kemudahan pembiayaan kepada perusahaan tertentu yang memerlukannya. melainkan hubungan bilateral antara pihak lessor dengan pihak lessee. kemudian melakukan novasi. terdapat berbagai alternatif sebagai berikut: 1. 2. kemudian menjualnya kepada lessor dan mengambil kembali barang tersebut secara leasing. Barang modal tersebut akan dipergunakan oleh lessee umumnya untuk kepentingan bisnisnya. selanjutnya memberikan kepada lessee secara leasing. adalah pihak yang yang menyediakan barang modal yang menjadi objek leasing. Supplier.

ini belumlah dikatakan leasing. Ataupun memperpanjang kontrak leasing yang bersangkutan. ditentukan pula bagaimana status kepemilikan dari barang tersebut. Sungguhpun diakui pula bahwa tidak semua jenis leasing memberikan hak opsi ini. c. ataupun mengembalikan barang kepada pihak lessor. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . f. maka leasing mirip dengan suatu kredit bank. kendaraan bermotor dan sebagainya. d. apabila ada deal-deal yang tidak terbatas jangka waktunya. Artinya.Leasing misalnya berupa mesin-mesin. Misalnya pada saat itu kepada lessee diberikan “hak opsi” yakni pilihan apakah lessee akan mebeli barang tersebut pada harga yang telah terlebih dahulu disepakati bersama. dengan barang modal itu sendiri sebagai agunannya. mesin foto copy. Selanjutnya setelah jangka waktu tertentu tersebut berakhir. di akhir masa leasing. Agus Zainul Arifin. Pembayaran Kembali Secara Berkala Karena lessor telah membayar lunas harga barang modal kepada pihak penjual/supplier. pesawat terbang. peralatan kantor seperti komputer. melainkan harus menyerahkan kembali barang modal tersebut kepada pihak lessornya diakhir masa leasing. atau lessee tetap menyewa. e. maka adalah kewajiban lessee kemudian untuk mengangsur pembayaran kembali harga barang modal kepada lessor. juga merupakan salah satu unsur dari leasing. Ir. Karena ada juga jenis leasing yang sama sekali tidka memberikan hak opsi tersebut kepada lessee. Melainkan hanya sewa menyewa biasa. Keterbatasan Jangka Waktu Salah satu unsur penting dari lembaga leasing adalah adanya jangka waktu yang terbatas. Nilai sisa biasanya sudah terlebih dahulu ditentukan bersama dalam kontrak leasing. Biasanya dalam kontrak leasing ditentukan untuk berapa tahun leasing tersebut dilakukan. Sehingga . Besarnya dan lamanya angsuran sesuai dengan kesepakatan yang telah dituangkan dalam kontrak leasing. Hak Opsi Untuk Membeli Barang Modal Hak opsi yang dimiliki oleh lessee untuk membeli barang modal pada saat tertentu dengan syarat tertentu pula. Nilai Sisa (Residu) Nilai sisa merupakan besarnya jumlah uang yang harus dibayar kembali kepada lessor oleh lessee diakhir masa berlakunya leasing atau pada saat lessee mempunyai hak opsi. MM MANAJEMEN KEUANGAN .UMB Dr. diberikan hak (bukan kewajiban) kepada lessee untuk apakah membeli barang modal tersebut dengan harga yang bersangkutan. Tetapi ada juga leasing yang justru memberi hak kepemilikan kepada pihak lessee diakhir masa leasing tanpa perlu memberikan hak opsinya. Dilihat dari segi angsuran pembayaran ini.

Yakni sewa menyewa yang dipraktekkan dan dikembangkan oleh orang-orang Sumeria. Kep. Pengumuman Direktur Jenderal Moneter Nomor: Peng-307/DJM/III. Pranata hukum sewa menyewa yang dikembangkan sebagai ilmu pengetahuan telah terekam dalam sejarah paling itidak sudah sejak lebih kurang 4500 tahun Sebelum Masehi. dan kemudian menyebar ke Eropa bahkan ke seluruh dunia. telah tercatat adanya perusahaan leasing yang pertama di Amerika Serikat yang beroperasi di bidang leasing kereta api. No. Kep. Beberapa peraturan di tahun 1974 tersebut merupakan tonggak sejarah perkembangan hukum tentang leasing di negeri ini. leasing dalam arti modern ini pertama kali diperkenankan yaitu leasing yang berobjekan kereta api. Agus Zainul Arifin. 32/M/SK/2/974. Sementara leasing dalam arti modern pertama kali berkembang di Amerika Serikat. Eksistensi pranata hukum leasing di Indonesia baru terjadi di awal dasawarsa 1970an dan baru diatur untuk pertama sekali dalam perundang-undangan Republik Indonesia pada tahun 1974. SEJARAH PERKEMBANGAN LEASING Leasing adalah suatu bangunan hukum yang tidak lain merupakan improvisasi dari pranata hukum konvensional yang disebut “sewa menyewa” (lease). 30/Kpb/I/1974.Leasing 2. Surat 3. Dikatakan konvensional. Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 4. Setelah berbagai aturan yang dikeluarkan di tahun 1974. Ir. No. Surat keputusan bersama Menteri Keuangan. No. Dan. tidak terkecuali di Indonesia. tanggal 6 Mei 1974 tentang Perizinan Usaha Leasing. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . karena ternyata sewa menyewa itu merupakan bangunan tua dan sudah lama sekali ada dalam sejarah peradaban ummat manusia. Surat Keputusan Keputusan Menteri Menteri Keuangan Keuangan Republik Republik Indonesia Indonesia No. 2. tertanggal 7 Februari 1974 tentang Perizinan Usaha Leasing. Di Amerika Serikat. tanggal 6 Mei 1974 tentang Penegasan ketentuan Pajak Penjualan dan Besarnya Bea Materai Terhadap Usaha Leasing. 649/MK/IV/5/1974. Peraturan-peraturan tersebut adalah : 1.I/7/1974. MM MANAJEMEN KEUANGAN . Kep-122/MK/IV/2/1974. ada beberapa peraturan lagi yang terbit di tahun-tahun kemudiannya. 649/MK/IV/5/1974. Bahkan dalam tahun 1850. perkembangan sejarah bisnis leasing di Indonesia sangat terkait secara erat dengan policy pemerintah yang tertuang dalam peraturan-peraturan tersebut.UMB Dr. tanggal 8 Juli 1974 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Leasing.

4. yang merupakan fase konsolidasi dari perkembangan leasing di Indonesia ini. dengan nilai kontraknya tidak kurang dari Rp. dari semula dengan operating method berubah menjadi financial method. Ini terlihat misalnya pada indikator peran dan kontribusi leasing terhadap investasi nasional secara keseluruhan. Dalam hal ini.061 triliun. Fase Pengembangan Fase kedua yang merupakan fase pengembangan ini terjadi kira-kira antara tahun 1984 sampai dengan tahun 1990. dengan nilai kontrak Rp. Pada periode ini izin-izin pendirian perusahaan leasing yang sebelumnya agak diperketat.5 miliar. dan perkembangannyapun tidak begitu pesat. Perusahaan multifinance juga banyak didirikan pada periode ini. 2. Fase pertama kali ini dimulai dengan keluarnya beberapa peraturan tahun 1974 yang khusus mengatur tentang pranata hukum leasing tersebut. Sementara sistem pelaporan pajak dalam periode kedua ini masih memakai operating method seperti pada fase sebelumnya.60% di tahun 1986 misalnya menjadi 6. salah satunya adalah perubahan yang terjadi dalam fase konsolidasi ini adalah diubahnya sistem perpajakan. Sampai dengan tahun 1980. terjadi sejak tahun 1991 sampai sekarang. Dalam fase ini.UMB Dr. Fase Pengenalan Fase pertama yang merupakan fase pengenalan dari bisnis leasing di Indonesia terjadi antara tahun 1974 sampai dengan tahun 1983. Pada fase kedua ini. 3. Hal ini akibat dari berlakunya UU Pajak 1984.32% di tahun 1989. leasing belum begitu dikenal masyarakat.1miliar. jumlah perusahaan leasing waktu itu belum seberapa dan jumlah transaksinyapun masih relatif kecil. Konsekuensinya. tetapi dengan beberapa distorsi. Ir. Perubahan sistem Pusat Pengembangan Bahan Ajar . MM MANAJEMEN KEUANGAN seluruhnya menjadi 48 buah dengan total kontrak Rp. Agus Zainul Arifin. kemudian dibuka kembali. Fase Konsolidasi Fase ketiga. Dan.Leasing Perkembangan leasing dalam sejarah di Indonesia tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga fase sebagai berikut: 1. Dan sampai dengan tahun 1984. beberapa segi operasionalisasi leasing telah berubah. 22. 645 miliar. . Dalam fase kedua ini. bisnis leasing cukup pesat perkembangannya berbarengan pesatnya pertumbuhan bisnis di Indonesia. dari 2. dimana jumlah perusahaan sebanyak 89 buah di tahun 1986. bertambah menjadi seluruhnya 122 buah perusahaan di tahun 1990. Demikian juga perkembangan perusahaan dan jumlah besarnya kontrak leasing. misalnya dalam hal metode perhitungan penyusutan asset untuk kepentingan perpajakan. jumlah perusahaan leasing hanya berjumlah 5 buah dengan besarnya kontrak Rp. jumlah perusahaan leasing bertambah sehingga 436.

3) Diberikan hak opsi untuk lessee untuk membeli barang diakhir masa leasing. Operating lease Operating lease disebut juga service lease.01/1991. dan lebih singkat dari usia ekonomis dari barang tersebut. Financial lease Financial lease ini sering disebut juga dengan capital lease atau full-payout lease. 1169/KMK. sebab menurut Keputusan Menteri Keuangan No. Namun demikian tedapat juga berbagai bentuk lainnya yang lebih merupakan derifatif dari ke dua bentuk pokok tersebut. kerusakan. 4) Biasanya operating lease dikhususkan untuk barang-barang yang mudah terjual setelah pemakaian (yang berlaku di pasar barang bekas). Operating lease ini biasanya merupakan suatu corak leasing dengan karakteristik sebagai berikut: 1) Jangka waktu berlakunya leasing relatif singkat.2 Macam-Macam Leasing Pada prinsipnya ada dua macam prototipe leasing.Leasing perhitungan perpajakan ini mulai berlaku sejak 19 Januari 1991. Financial lease merupakan suatu corak leasing yang lebih sering diterapkan. pajak dan asuransi. Agus Zainul Arifin. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 2. jasa pemeliharaan merupakan tanggung jawab lessor. 3) Tidak diberikan “hak opsi” bagi lessee untuk membeli barang di akhir masa leasing. Untuk itu akan ditinjau satu persatu. b. dengan ciriciri sebagai berikut: 1) Jangka waktu berlakunya leasing relatif panjang 2) Besarnya harga sewa plus hak opsi harus menutupi harga barang plus keuntungan yang diharapkan oleh lessor. 6) Biasanya harga sewa setiap bulannya dibayar dengan jumalah yang tetap. 7) Biasanya lessorlah yang menanggung biaya pemeliharaan. 8) Biasanya kontrak leasing dapat dibatalkan sepihak oleh lessee dengan mengembalikan barang yang bersangkutan kepada lessor. yaitu leasing yang berbentuk operating dan leasing yang berbentuk finansial. Sebab dalam operating lease. Leasing seperti ini tidak dibenarkan dilakukan oleh perusahaan finansial.01/1991. 5) Operating lease biasanya diberikan oleh pabrik atau leveransir karena umumnya mereka mempunyai keahlian dalam seluk beluk tentang barang tersebut. a. Ir. 2) Besarnya harga sewa lebih kecil ketimbang harga barang ditambah keuntungan yang diharapkan lessor.UMB Dr. MM MANAJEMEN KEUANGAN . berdasarkan ketentuan dalam SK Menteri Keuangan No. yang dibenarkan hanya leasing yang mempunyai hak opsi. 1169/KMK.

maka ketentuan hukum tentang pinjam meminjam dalam buku ketiga KUH perdata tidak berlaku terhadap leasing. b. dan peraturan perbankan lainnya. Karena terdapat perbedaan antara leasing dengan loan (pinjam uang). memang benar bahwa leasing itu merupakan pengembangan dari sewa menyewa. Agus Zainul Arifin. Maka kemudian sebagai gantinya jual beli. maka ketentuan KUH perdata tentang jual belipun tidak berlaku untuk leasing. Beda Loan dengan Leasing Terdapat perbedaan antara loan (yang diberikan oleh bank) dengan lesing (yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan). Tetapi karena leasing bukan jual beli. 6) Biasanya lessee yang menanggung biaya pemeliharaan. 5) Harga sewa yang dibayar per bulan oleh lessee dapat dengan jumlahnya yang tetap. Perjanjian-perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: a. Beda Sewa Menyewa dengan Leasing Bila dilihat dari istilah lease yang dipakai. maupun dengan cara berubah-ubah sesuai dengan suku bunga pinjaman. c.Leasing 4) Financial lease dapat diberikan oleh perusahaan pembiayaan. Demikian juga tidak berlaku untuk leasing segala ketentuan tentang loan dalam peraturan perundang-undangan lain. Tetapi karena leasing sudah berkembang sedemikian rupa dan mempunyai kedudukan tersendiri dalam sistem hukum tentang pembiayaan. kerusakan. pajak dan asuransi. seperti dalam UU perbankan. maka sangat tidak tepat jika diberlakukan terhadap leasing ketentuan tentang sewa menyewa.UMB Dr. Sebenarnya latar belakang kenapa leasing diperlukan oleh lessee adalah pihak lessee membutuhkan barang tertentu sementara tidak cukup tersedia dana atau tidak perlu mengeluarkan dana sendiri untuk memperoleh barang tersebut lewat transaksi jual beli. hukum menyediakan kemudahan bagi lessee Pusat Pengembangan Bahan Ajar . misalnya yang terdapat dalam buku ketiga KUH perdata. maka seperti juga tentang perjanjian pinjam meminjam atau sewa menyewa. 7) Kontrak leasing tidak dapat dibatalkan sepihak. Jadi dapat dikatakan bahwa leasing merupakan bentuk stereotype dari sewa menyewa. 2. Beda Jual Beli dengan Leasing Jual beli merupakan salah satu jenis “perjanjian bernama” versi KUH Perdata tersebut. Ir. MM MANAJEMEN KEUANGAN .3 Perbedaan Leasing dengan Perjanjian Lain-Lain Ada beberapa bentuk perjanjian lain yang mirip-mirip dengan leasing tetapi sebenarnya terdapat perbedaan-perbedaan tertentu.

Sungguhpun waktu itu sama seperti leasing. disatu pihak sewa beli punya sifat-sifat yang sama dengan jual beli. disatu pihak sewa beli. maka cicilan harga barang yang belum terlunasi hanya merupakan utang piutang biasa. Berbeda dengan leasing. Karena pada jual beli dengan angsuran levering dilakukan setelah transaksi ditutup tanpa menunggu lunasnya harga barang. Agus Zainul Arifin. MM MANAJEMEN KEUANGAN . terutama dengan kredit bank dapat disebutkan sebagai berikut: 1) Unsur fleksibilitas 2) Ongkos yang relatif murah 3) Penghematan pajak 4) Pengaturannya tidak terlalu complicated 5) Kriteria bagi lessee yang longgar 6) Pemutusan kontrak leasing oleh lease 7) Pembukaan yang lebih murah Diantara kelemahan-kelemahan leasing tersebut dapat disebutkan sebagai berikut: Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Sementara pada transaksi jual beli unsur penengah tersebut tidak ada. maka cicilan transaksi ditutup tanpa menunggu lunasnya harga barang. Karena. dalam hal ini juga levering yang menyebabkan beralihnya hak milik terjadi setelah transaksi jual beli dengan angsuran tersebut dilakukan. bahwa harga masih harus dicicil untuk beberapa kali cicilan.4 Untung Ruginya Menggunakan Leasing Adapun yang merupakan kelebihan-kelebihan leasing bila dibandingkan dengan metode-metode pembayaran lainnya. d. bahkan dalam transaksi jual beli dengan angsuran (yang merupakan bentuk derivatif dari jual beli). Sewa beli merupakan anak dari hasil perkawinan antara jual beli dengan sewa menyewa. Sewa beli merupakan anak dari hasil perkawinan antara jual beli dengan sewa menyewa. tetapi di lain pihak juga mempunyai sifat-sifat yang sama dengan sewa menyewa. Ir. 2. Kedua-duanya serupa tapi tak sama. maka bentuk transaksi yang paling mirip dengan leasing adalah transaksi sewa beli. Jadi lessor berkedudukan sebagai “penengah keuangan” (financial intermediary) antara lessee dengan penjual. Kedua-duanya serupa tapi tak sama.UMB Dr. Beda Sewa Beli dengan Leasing Kecuali untuk bentuk operating lease. Hal yang sama dengan jual beli cicilan tersebut juga berlaku pada transaksi yang sehari-hari kita kenal dengan “tukang kredit”. tanpa membawa pengaruh terhadap sahnya peralihan hak dari penjual kepada pembeli. lessorlah yang bertindak sebagai penyedia dana.Leasing lewat pranata hukum yang disebut leasing. Dalam hal ini. Karena.

Jaminan utama Jaminan utama pada transaksi leasing adalah keyakinan dari lessor bahwa lessee akan dan sanggup membayar kembali cicilan sebagaimana mestinya. jaminan utama berupa keyakinan ini ditentukan dengan tegas dalam UU perbankan no. 2.5 Jaminan Hutang dalam Leasing Seperti juga pada metode pembiayaan lainnya. b. leasing juga memerlukan jaminanjaminan tertentu agar dana yang telah dikeluarkan oleh lessor ditambah dengan keuntungankeuntungan tertentu dapat diterimanya kembali oleh lessor. Bukan hak penyewa benda yang bersangkutan. Jika terhadap perjanjian kredit bank. bahwa yang sebenarnya terjadi tidak lain dari pengembangan dari sewa menyewa konvensional. Jaminan-jaminan hutang untuk leasing yang seringkali dipraktekkan dapat dikategorikan sebagai berikut: a. MM MANAJEMEN KEUANGAN . Kepada penyewa hanya diberikan hak untuk menguasai dan mempergunakan/menikmati hasil dengan batasan-batasan seperti yang disebutkan dalam perjanjian sewa menyewa yang bersangkutan.UMB Dr. c. maka yang menjadi pemilik yuridis dari benda objek sewa tersebut adalah pihak yang menyewakan benda. Agus Zainul Arifin. Karena itu. Sering dikatakan bahwa kredit bank sangat collateral minded. dalam suatu kontrak leasing. Ketentuan kepemilikan dalam hal sewa menyewa konvensional pada prinsipnya juga masih dianut. Hanya saja. Hal ini dikarenakan memang hakikat dari leasing yang berbeda dengan suatu jaminan bank. seperti biasanya dalam hubungan antara yang menyewakan dengan penyewa. yaitu Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 7 tahun 1922.6 Siapa yang Sebenarnya Pemilik Barang Modal Menilik dari transaksi leasing. Ir. Jaminan pokok Jaminan pokok ini berupa barang modal hasil pembelian dari transaksi leasing itu sendiri. dalam suatu kontrak leasing. kadangkala kepada pihak lessee diberikan kesempatan untuk memiliki barang modal. Jaminan tambahan Jaminan tambahan dalam leasing tidak begitu krusial dibandingkan dengan jaminan pada kredit bank. sementara leasing business minded.Leasing a) Biaya bunga yang tinggi b) Biaya marginal yang tinggi c) Kurangnya perlindungan hukum d) Proses eksekusi leasing macet yang sulit 2.

dalam hal leasing yang memberikan hak opsi beli tersebut. Dan apabila karena alasan apapun. c) Dokumen tambahan Biasanya dalam perjanjian pokok disebutkan bahwa seluruh dokumen tambahan ini merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan perjanjian pokoknya. misalnya berupa fidusia. di samping mengatur tentang leasing itu sendiri. Namun demikian. sampai dengan kontrak leasing berakhir. Tetapi tidak semua leasing didahului oleh dokumen permintaan penawaran ini. pihak lessee tidak menggunakan hak opsi belinya. 2.7 Dokumentasi yang Diperlukan dalam Leasing Tidak ada keharusan untuk membuat kontrak leasing di depan notaris. terutama jika menyangkut dengan leasing dengan jumlah uang yang besar-besar.Leasing apabila lessee menggunakan hak opsi beli. Agus Zainul Arifin.UMB Dr. garansi dan sebagainya. biasanya lessee tinggal mengisi formulir khusus yang sudah tersedia pada lessor berupa aplikasi untuk mendapatkan leasing. b) Dokumen pokok Dokumen pokok disini adalah kontrak leasing itu sendiri. Biasanya jika lessee ingin menggunakan hak opsi belinya. kadang-kadang dalam praktek sering juga dibuat leasing dalam bentuk akta notaris. pengalihan insurance proceeds. kontrak leasing ini mengatur juga tentang jaminan utamnya. kuasa jual. Dalam kontrak pokok leasing biasanya disebut bahwa terms dan conditions dalam dokumen pendahuluan ini tidak belaku lagi dan diganti dengan term dan conditions yang ada dalam kontrak pokok tersebut. MM MANAJEMEN KEUANGAN . Pusat Pengembangan Bahan Ajar . pledge deposito. dia harus membayar sejumlah uang tertentu kepada lessor. Jadi sebelumnya kontrak bawah tangan di antara leasing dengan lessor saja secara yuridis sudah cukup dan mempunyai kekuatan hukum. Ir. maka dia tetap saja berstatus sebagai penyewa. Hanya dalam sistem dokumentasinya yang menyatu ini. Pembuatan leasing dapat dibedakan ke dalam dua cara pembuatannya yaitu sebagai berikut: 1) Model Kontrak yang Menyatu Pada prinsipnya sistem menyatu ini terdiri dari tiga set dokumen sebagai berikut: a) Dokumen permintaan dan penawaran Ini merupakan dokumen pendahuluan dalam suatu trasaksi leasing.

salah satu pihak untuk memutuskan kontrak dengan persetujuan pihak lain disebutkan secara eksplisit dalam kontrak yang bersangkutan. yang akan diterangkan selanjutnya maka terjadi kekaburan antara kontrak yang dibatalkan dengan kontrak yang diputuskan. MM MANAJEMEN KEUANGAN . pemutusan kontrak leasing secara konsensus ini sangat jarang terjadi. a. maka yang terjadi juga bukan pemutusan kontrak. Secara yuridis tentunya akta jaminan yang dibuat secara mandiri ini lebih baik mengingat isinya yang lebih detail sehingga bisa dihindari timbulnhya dispute di kemudian hari.UMB Dr. Hal ini dikarenakan karakteristik dari kontrak leasing dimana salah satu pihak berprestasi tunggal. Dalam kontrak leasing paling-paling tentang jaminan hutang tersebut disebutkan secara sepintas saja. dalam hal ini pihak lessor.8 Putusnya Perjanjian Leasing Pada prinsipnya ada tiga macam putusnya perjanjian leasing yaitu karena (1) konsensus. misalnya pihak lessorpun belum mencairkan dananya. Agus Zainul Arifin. Putusnya Kontrak Leasing karena Wanprestasi Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Hanya saja dengan adanya pasal 1266 KUH perdata. 2. Apabila kontrak leasing diakhiri dengan konsensus para pihak justru pada saat belum ada satu pihakpun yang melakukan prestasi. (2) wanprestasi. (3) force majeure. Putusnya kontrak leasing karena konsensus Biasanya hak. maka seluruh atau sebagian besar dari detail dokumen jaminan hutang dibuat secara terpisah dengan akta tersendiri. Ir.Leasing Dokumen-dokumen tambahan tersebut antara lain berupa: Jadwal pembayaran Tanda bukti penerimaan barang Perjanjian jual beli Order pembelian Pengalihan order pembelian Sertifikat penyerahan dan penerimaan Surat konfirmasi Invoice Certificate of title 2) Model Kontrak mandiri Bedanya hanyalah bahwa dalam kontrak model mandiri. Tetapi lebih tepat dikatakan sebagai pembatalan kontrak. b. Dalam praktek.

KUH perdata vide pasal 1239 menentukan bahwa dalam hal suatu pihak melakukan wanprestasi maka pihak lainnya dapat menuntut diberikan ganti rugi berupa biaya. Namun demikian tindakan rescheduling. Alternatif lain selain dari tuntutan hanya ganti rugi oleh pihak yang dirugikan maka dapat juga dituntut pelaksanaan perjanjian itu sendiri dengan atau tanpa ganti rugi.9 Eksekusi Jika Cicilan Macet Biasanya ditentukan dalam kontrak leasing bahwa jika cicilan harga leasing kepada lessor dalam keadaan macet. 2. Ir. MM MANAJEMEN KEUANGAN . Dalam kontrak leasing memang jelas kelihatan bahwa lessor tidak ingin mengambil risiko. maka kontrak dinyatakan putus dan lessee berkwajiban untuk membayar seluruh tunggakan plus bunga dan biaya-biaya. Jadi pengaturan risko pada transaksi leasing lebih condong ke risiko yang ada pada transaksi jual beli ketimbang sewa menyewa. Selanjutnya kepada lessee dipersilakan mencari pembeli barang leasing dalam waktu tertentu. rugi dan bunga. reconditioning atau restructuring dapat juga dipertimbangkan oleh lessor sebelum kontraknya diputus.UMB Dr.Leasing Wanprestasi atau breach of contract merupakan salah satu sebab sehingga berjalannya kontrak menjadi terhenti. c. Lessor dapat juga mengambil alih barang leasing untuk kemudian mencari penjualnya sendiri berdasarkan beberapa klausula atau dokumentasinya sebagai berikut: • • • kontrak leasing itu sendiri kuasa menjual fidusia Pusat Pengembangan Bahan Ajar . bukan sebagai pemilik maka sudah selayaknya jika beban resiko dari suatu leasing yang dalam keadaan force majeure dibebankan kepada lessee. Namun demikian pengaturan tentang risiko ini tetap penting mengingat jika terjadi sesuatu hal yang menyebabkan pihak asuransi tidak dapat membayar seluruhnya atau sebagian dari ganti kerugian jika terjadi force majeure dengan alasaan bahwa asuransi bukan untuk all risk atau perusahaan asuransi jatuh pailit ataupun karena ada dispute dalam melihat sebabnya terjadi peristiwa force majeure tersebut. Agus Zainul Arifin. Putusnya Kontrak Leasing Karena Force Majeure Sesunggunya hak milik belum beralih kepada lessee sebelum hak opsi beli dilaksanakan oleh pembeli. Dalam hal ini yang dimaksud dengan wanprestasi adalah salah satu pihak atau lebih tidak melaksanakan prestasinya sesuai dengan kontrak. tetapi karena lessor memang dari semula bertujuan hanya sebagai penyandang dana.

00.000.320.000.00 . Pusat Pengembangan Bahan Ajar . XYZ meng-SGU-kan mesin golongan II dengan harga Pokok Rp 200. Jangka waktu leasing 24 bulan dan nilai sisa barang setelah periode leasing adalah nihil.UMB Dr. Perlakuan pajaknya sebagai berikut : Jumlah seluruh pembayaran yang akan diterima lessor PT XYZ sebesar Rp 8.000. Dalam kontrak SGU tidak tercantum klausul pilihan bagi lessee untuk membeli mesin tersebut dengan harga murah pada akhir periode SGU. ABC Membayar sewa Membayar PPN Memotong PPh 23 Dibayar ke Lessor Contoh Kasus II : PT XYZ (lessor) meng-SGU-kan mesin golongan II (masa manfaat 8 tahun) dengan harga pokok Rp 200.00 480.000.000. pengalihan deposito pengalihan pemasukan.Leasing Disamping itu lessor dapat juga mengeksekusi jaminan-jaminan tambahan lainnya. Contoh Kasus I : Lessor PT.00) = (Rp = Rp 8. Oleh karena itu SGU ini tergolong SGU tanpa hak opsi (Operating Lease) atau sewa menyewa biasa. MM MANAJEMEN KEUANGAN = Rp 8. Jumlah tersebut lebih kecil dari harga pokok mesin sebesar Rp 200. bahkan juga pengakuan hutang.000.00. Lessor : PT XYZ Menerima pendapatan sewa setiap bulan Memungut PPN 10% Dipotong PPh 23 Diterima dari Lessee Menyusutkan mesin sebesar per tahun Lessee : PT.00.000.000.000.00 = Rp 8.00 = Rp50. hipotik.00. Selain itu tidak ada klausul pilihan bagi penyewa untuk memiliki mesin tersebut pada akhir periode leasing.00 X 24 bulan = Rp 192.000.000.000.00 480. Dalam kontrak SGU tercantum klausula pilihan bagi lessee untuk membeli mesin tersebut dengan harga murah pada akhir periode SGU.00 = Rp = (Rp 800.000.000.00 = Rp 800. Ir.320.00) = Rp 8. corporate atau personal garansi. Pembayaran per bulan Rp 8. seperti gadai saham. Jangka waktu leasing 36 bulan dan nilai sisa barang setelah periode leasing adalah nihil.000.000.00 kepada PT ABC (lessee).000.000.000.000.kepada PT ABC (lessee).000.000.000. Agus Zainul Arifin.

rusak. Jenis transaksi S.445. alamat masing-masing pihak.000.00 dan bunga Rp 2.444. simpanan jaminan. Agus Zainul Arifin. terdiri dari pelunasan pokok hutang leasing sebesar Rp 5. angsuran pokok.000.Leasing Pembayaran per bulan Rp 8. Tanggung jawab para pihak atas barang modal yang di-SGU.5% dari Lessee : PT ABC = Rp 288. Selain itu terdapat klausula pilihan bagi penyewa untuk memiliki mesin tersebut. HP. Oleh karena ke-3 syarat terpenuhi maka SGU ini tergolong SGU dengan hak opsi (Finance Lease). Pusat Pengembangan Bahan Ajar . f.000. tidak berfungsi karena sebab apapun. tipe dan lokasi penggunaan barang modal. nilai sisa. sekurang-kurangnya : a.000.00. d.000.00 = Rp 5. Opsi bagi penyewa guna usaha dalam hal transaksi SGU dengan hak opsi. hilang.444. jenis.555. g.000. asuransi barang modal yang di-SGU-kan.01/1991.555.membayar biaya leasing Tidak menyusutkan mesin saldo piutang leasing (deductible Expense) Keputusan Menteri Keuangan No. Nama. MM MANAJEMEN KEUANGAN Penetapan kerugian yang ditanggung lessee. pembayaran SGU.00 dan nilai sisa barang setelah periode leasing. b. Jumlah tersebut dapat menutupi harga pokok mesin sebesar Rp 200.00. c.G. Hal ini memenuhi syarat Finance Lease karena untuk barang golongan II jangka waktu leasing minimal 3 tahun.000. jangka waktu leasing adalah 3 tahun (36 bulan) sedangkan barang termasuk golongan II. nilai pembiayaan.00 = Rp 8.. Ir. Perlakuan Pajaknya sebagai berikut : Jumlah seluruh pembayarannya yang akan diterima lessor PT XYZ sebesar Rp 8.UMB Dr.U Nama. imbalan jasa SGU.000.000.445.000. mulai berlaku atas perjanjian SGU yang dibuat sejak tanggal 19 Januari 1991 : Perjanjian SGU.1169/KMK.555.000. Ketentuan mengenai pengakuan transaksi SGU yang dipercepat opsi”.00 X 36 bulan = Rp 288.000.555. e.00.00 = Rp 2. Lessor : PT XYZ Mencatat Piutang Leasing sebesar Menerima pendapatan bunga / bulan Menerima pelunasan pokok / bulan Jmh yg diterima = Rp8. dalam hal barang modal yang “di-SGU-kan dengan hak Mendebet biaya penyisihan piutang leasing 2.000 Tidak menyusutkan mesin Tidak memungut PPh 23 .000.

011/1989. Keputusan Presiden RI. Maksudnya perusahaan menengah ke bawah yang memerlukan barang moda tersebut. Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia. b. pertambangan. Agus Zainul Arifin. dan lain-lain. industri. Di antaranya yang terpenting adalah : a. di samping alas hukum mengenai asas kebebasan berkontrak. termasuk tetapi tidak terbatas pada bidang transportasi. terdapat beberapa alas hukum lainnya yang lebih bersifat administrasi. No. Untuk leasing barang-barang modal untuk perusahaan menengah ke bawah. Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor Kep-38/MK/IV/1/1972. KESIMPULAN Hampir seluruh bidang bisnis maupun non bisnis telah dimasuki oleh bisnis leasing. Tentang Perizinan Usaha Leasing. Ir. MM MANAJEMEN KEUANGAN . No. yang telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 562/KMK/011/1982. c. Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan.013/1988.UMB Dr. sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1256/KMK. Kep-122/MK/IV/2/1974. Jangka waktu SGU barang modal untuk transaksi SGU yang pertama kalinya. tentang Lembaga Pembiayaan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 30/Kpb/I/1974. pertanian. tentang Ketentuan dan Tata cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan.Leasing Imbalan jasa SGU Masa SGU I OPSI : : : bagian dari pembayaran SGU yang diperhitungkan sebagai pendapatan SGU bagi lessor. Namun demikian. dikenal yang namanya vendor lease program. No. d. hak lessee untuk membeli barang modal yang di-SGU-kan atau memperpanjang jangka waktu perjanjian SGU. 61 tahun 1988. No. Sebenarnya leasing diperuntukkan bagi segenap lapisan perusahaan dalam tingkat manapun. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 1251/KMK. 32/M/SK/2/1974. perkantoran. konstruksi. kesehatan. tentang Lembaga Keuangan.

UMB Dr. Agus Zainul Arifin. Ir. 1984. 634/KMK.. Drs. DAFTAR PUSTAKA Graha Mas Gemilang. No. MM MANAJEMEN KEUANGAN . Achmad Anwari. Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Leasing di Indonesia. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Kumpulan Peraturan tentang Leasing dari Departemen Keuangan (Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri). tentang Pengadaan Barang Modal Berfasilitas Melalui Perusahaan Sewa Guna Usaha (Perusahaan Leasing). 1987. PT. Leasing in Indonesia.Leasing e. May. Institute for International Research. Keputusan Menteri Keuangan RI. Departemen Perindustrian.013/1990.