FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SUSPENSI KLORAMFENIKOL Ta.

Analisa Obat dan Narkoba II

OLEH Dili Bagus S.P Retno Citrasari Aulia Rizki P. Defrina Julianti Halimatus Tsa’diyah Raditya Putra I.R Rizka Dwi Y. Tri Endah Y. Valensia Arwindo R Vivta Nindy W

: 07.004 07.020 08.003 08.004 08.008 08.024 08.025 08.030 08.032 08.033

AKADEMI ANALISA FARMASI DAN MAKANAN PUTRA INDONESIA MALANG JANUARI 2011

A. Kloramfenicol Kloramfenikol diisolasi pertama kali pada tahun 1974 dari streptomyces venezuelae. Merupakan antibiotik spectrum luas dan mempunyai daya antimikroba yang kuat maka penggunaan obat ini meluas dengan cepat sampai tahun 1950 ketika diketahui bahwa obat inidapat menimbul kan anemia aplastik yang fatal.Karena tksisitasnya, penggunaan sistemik sebaiknya dicadangkan untuk infeksi berat akibat Haemophilus influenzae, demam tifoid, meningitis, abses obat dan infeksi berat lainya. Bentuk tetes mata sangat bermanfaat untuk konjungtifitas abakterial. Kloramfenikol merupakan kristal putih yang sangat sukar larut dalam air (1 : 400) dan rasanya sangat pahit, maka untuk anak – anak digunakan bentuk esternya yaitu KPalmitat dan K-Stearat/susinat yang tidak pahit rasanya dan dibuat dalam bentuk suspensi. Dalam tubuh bentuk ester akan diubah menjadi kloramfenikol aktif. Mekanisme kerja : merintangi sintetis bakteri. Efek samping : a.Kerusakan sumsum tulang belakang yang mengakibatkan pembuatan eritrosit terganggu sehingga timbul anemia aplastis. b. Gangguan gastrointestinal : mual, muntah, diare.

c.Gangguan neuron : sakit kepala, neuritis optik, neuritis prifer. d. Pengguanaan Kloramfenikol merupakan drug of choice = obat pilihan untuk typhus-abdominalis dan infeksi parah meningitis, pneunomia (disebabkan Haemophilus influenza). Sebaik nya tidak diberikan perombakan untuk menghindari gray sindrome karena enzim perombakan di hati bayi belum aktif, ibu hamil dan menyusui. Pada bayi atau bayi prematur dapat menyebabkan gray sindrome.

4. Rotasi jenis antara +17. Cara tersebut merupakan salah satu tindakan untuk menjaga stabilitas suspensi. dalam aseton dan dalam etil asetat. dapat dilakukan penetapan menggunakan larutan 1. dapat dilakukan penetapan menggunakan suspensi dalam air 25 mg per ml. Kelarutan agak sukar larut dalam air.C B.25 g dalam 25 ml etanol mutlak P. 3. Ukuran Partikel Semakin besar ukuran partikel semakin kecil lusapenampangnya.5. larutan praktis netral terhadap lakmus P.0% C11H12Cl2N2O5. mudah larut dalam etanol. stabil dalam larutan netral atau larutan agak asam.Pemerian hablur halus berbentuk jarum atau lempeng memanjang. Berdasarkan penggunaanya suspensi ada enam. putih hingga putih kelabu atau puth kekuningan.0o dan +20. 2. 6. Sediaan Suspensi Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair.0o. dalam propilen glikol. .Berdasarkan FI IV. Beberapa factor yang mempengaruhi stabilitas suspensi : 1.PH antara 4. 5. sehingga untuk memperlambat gerakan tersebut dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel. Suspensi Oral Suspensi Topikal Suspensi Tetes Telinga Suspensi Optalmik Suspensi Injeksi Suspensi Injeksi terkonstitusi Stabilitas Suspensi Salah satu masalah yang dihadapi dalam proses pembuatan suspensi adalah cara memperlambat pengendapan partikel serta menjaga homogenitas dari partikel. Jarak leburnya antara 149o dan 153o.0% dan tidak lebih dari 103.5 dan 7. Sedangkan semakin besar luas penampang partikel daya tekan keatas cairan akan semakin memperlambat gerakan partikel untuk mengendap. Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97. antara lain : 1.

Hal tersebut dikarenakan adanya benturan antar partikel sehingga akan menyebabkan terbentuknya endapan. sehingga kemungkinan terjadinya interaksi antar bahan dalam suspensi yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam suspensi tersebut Metode Pembuatan Suspensi 1. 3. kecepatan alirnya makin turun. Metode praesipitasi zat yang hendaknya didispersi dilarutkan dahulu dalam pelarut organik yang hendak dicampur dengan air. hal tersebut karena adanya udara. Untuk menurunkan tegangan antar muka antar partikel zat padat denhan cairan tersebut perlu ditambahkan zat pembasah atau wetting agen (gliserin) 2. Setelah larut dalam pelarut organik diencerkan dengan . atau kontaminan pada serbuk.2. Dengan demikian dengan menambah viskositas cairan. Bila sudut kontak kurang lebih 90o serbuk akan menghambang diatas cairan. makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat. Mudah dan sukarnya serbuk terbasahi tergantung besarnya suhu kontak antara zat terdispers dengan medium. Sering juga terjadi kesukaran pada saat mendispersi serbuk dalam vehicle. gerakan turun dari partikel yang dikandungnya akan diperlambat.(kecil). Metode dispersi dengan menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilage yang telah terbentuk kemudian baru diencerkan. Serbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob. Kekentalan (viskositas) Makin kental suatu cairan. 4. Jumblah partikel (konsentrasi) Makin besar konsentrasi partikel. lemak. Sifat atau muatan partikel Karena sifat bahan merupakan sifat alam maka kita tidak dapat merubah atau mempengaruhi. Serbuk yang sangat halus mudah kemasukan udara sehingga sukar dibasahi.

Dosis Catatan a. dan polietilenglikol. tiap 5 ml suspensi kloramfenikol mengandung : Kloramfenikol palnitas setara dengan Kloramfenikol Karboximetil selulosa natrium Polisorbathum -80 Prophilenglikol Sirupus simplex Aquadest 125 mg 50 mg 25 mg 1g 1.larutan pensuspensi dalam air. b. terlindung dari cahaya.5 g add 5 ml Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. : 3 kali sehari satu sendok the : 1. propilenglikol. Akan terjadi endapan halus dan tersuspensi dengan bahan pensuspensi. C.74 g kloramfenikol palmitat setara dengan lebih kurang 1 g kloramfenikol . Kloramfenicol Suspensi Menurut “Formularium Nasional” Edisi ke 2 Halaman 66 No 144. Cairan organik tersebut adalh : etanol. Pada etiket harus tertera : kesetaraan kloramfenikol kadaluarsa 2. 1.

BAB II METODOLOGI PEMBUATAN I. . TABEL IDENTITAS BAHAN DI VIVTA.

1. FORMULASI Menurut “Formularium Nasional” Edisi ke 2 Halaman 66 No 144. tiap 5 ml suspensi kloramfenikol mengandung : Kloramfenikol palnitas setara dengan Kloramfenikol Karboximetil selulosa natrium Polisorbathum -80 Prophilenglikol Sirupus simplex Aquadest 125 mg 50 mg 25 mg 1g 1. Kloramphenicol palmitat 2. murah. BAHAN TERPILIH 1. terlindung dari cahaya.74 g kloramfenikol palmitat setara dengan lebih kurang 1 g kloramfenikol III.II. . Propilen glikol : sebagai zat aktif. Dosis Catatan : 3 kali sehari satu sendok the : 1. kesetaraan kloramfenikol b. : mudah sidapat. kadaluarsa 2. Pada etiket harus tertera : a.5 g add 5 ml Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. sebagai pengental. membantu melarutkan zat aktif.

: sebagai pengawet.6 mg = = ad 60 ml x = 30 g = 12 g = 6g = 600 ml = 24 ml = 12 ml = 7. : disukai volunteer. dan dilakukan penaraan botol. diamkan agar CMC mengembang. Rancangan Formulasi ( per 5 ml ) R/ Kloramphenicol base 125 mg CMC Polysorbat Syr. Syrupus simplex 5. tambahkan air.2 ml = 72 ml = ad 1200 ml V. prosedur pembuatan 1. . 4.03 ml 0. Hijau escent aquadest 50 mg 25 mg 3 gram 0. 2. : sebagai pelarut zat aktif.05 mg 0. Masukan CMC ke dalam mortir.3 ad 5 ml =1500 mg = 600 mg = 300 mg = 30 ml x = 1.2 ml = 0. Simplex Dapar fosfat Nipagin p. Nipagin 7. Semua bahan ditimbang dengan seksama. Polysorbat IV.3. : pengawet dan pemanis.1 ml 0. CMC : suspending agent. Escent leci 6.

3. 9.8899 g = 0.2 N LV. Tambahkan nipagin sebagai pengawet. Encerkan ad 200 ml. Tambahkan polysorbat 80 aduk ad homogeny. Ph 4. 6. 8. Dapar phosphate Campurkan 50 ml Ka. 7. aduk ad homogeny. Kloramphenicol masukan dalam mortir sedikit-sedikit. Syrupus simplex R/ Gula 60 % x 600 ml x 600 ml = 360 = 240 Aqua 40 % 2. Fosfat monobase 0. 4.2 M dengan 12. Evaluasi sediaan 1. Fosfat NaOH = 0. aduk ad homogeny bersama sedikit-sedikit cmc. Tambahkan syrupus simplek. Penimbangan untuk 100 ml = Ka. 5. Tambahkan dapar phospat.05 g VI. aduk ad homogeny. Tambahkan pewarna hijau beserta escent. aduk ad homogeny. Terahir diadkan dengan aquadest ad 1200 ml. Pembuatan 1.60 ml NaOH 0.5 sampai 7 . aduk ad homogeny.

2. Keseragaman Volume: Keseragaman volume cair pada setiap wadah tunggal tidak lebih dari 5 % terhadap volume rata-rata penetapan. Menimbang botol besih kosong.Pengukuran Ph dapat dilakukan menggunakan Ph-meter atau kertas indicator Ph. Prosedur : • • • • • • Menyiapkan 10 botol Menimbang botol + isi satu persatu Mengeluarkan isi botol. Berat jenis • • • Timbang pikno kosong. Mencuci bersih isi botol dan mengeringkan. timbang beratnya. Bersihkan dan keringkan. Dilakukan dengan dilakukan dengan mengukur volume 10 wadah satu per satgu hitung vvolume rata-rata. Oragnoleptis Rasa Bau : : Warna : 3. timbang beratnya. • 4. masukan larutan sampel. bersih dan kering ( 25 º c) Masukan aquadest dalam pikno. . Menghitung berat zat ( bobot + zat cair ) – ( botol kosong) = berat zat Menghitung berat jenis.

Pipet 1 ml larutan kemudian di adkan ad 100 ml Amati pada 278 nm. kocok ad larut. 8... 6.. Kecepatan terdispersi ????? Tolong carikan.• Perhitungkan Bj = ( pikno zat ) – pikno kosong x p air ( pikno air ) – pikno kosong 5. Laju sedimentasi ????? 7. ditambah 6 ml alkonol absolute..tambahkan air ad 100 ml..... kocok homogen kemudian saring... . Penetapan kadar kloramphenicol Setara 125 mg klorampehenicol... Viskositas Menggunakan viscometer Cup n Bolt • • • Bersihkan alat dan rotor Masukan sampel dalam penampung. masukan pada rotor III Lihat berapa nilai viskositasnya........

V. VI.15. 5 s 2. Botol 2 : 13. Kecepatan terdispesi Pada uji ini lautan diendapkan kurang lebih selam 1 minggu. kemudian dilakukan pengocokan. Botol 1: 12.BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN I. Viskositas Dengan menggunakan rotor no III didapat nilai kekentalan 510. Botol 3 : 12. Dari 3 botol yang diuji didapat nilai sebagai berikut: 1. III.0 s 3. Ph Dengan menggunakan Ph-meter didapat nilai Ph 6. Berat jenis Sapa yang ngetik????? IV. Keseragaman bobot ????????? sapa yang ngetik. Bau Rasa Organoleptis : buah leci : pahit-pahit sepat Warna : hijau II.0 s .

3 cm : 1.1 cm : 1.4 cm : 1.5 s.. Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 : 0.2 cm : 1. diendapak selama 1 minggu dan dilihat berapa volume sedimentasinya setia hari. VII. Laju sedimentasi.Didapat rata-rata laju terdispersi 12.9 cm : 1 cm : 1.5 cm tolong ditung. Sebanyak 100 ml larutan diletakan dalam gelas ukur. Tanya licha . Valen ngerti.

5 = 26.399 ppm = 125 mg 0. PENETAPAN KADAR Analisa prosedur 125 mg 100 ml 1 ml 100 ml Range baku kerja C min = 0.5 = 6.4 mg ad 100 ml .3788 Jadi range baku kerjanya 6-26 ppm Cara kerja - Pembuatan larutan baku induk murni Ditimbang 125 mg ad 100 ml 125 mg 0.599 ppm x 12.VIII.5 ppm = 1250 ppm 0.2 x 12.8 0.1 L = 1250 ppm  dipipet 10 ml ad 50 ml = 10 ml x 1250 ppm = 250 ppm 50 ml - Pembuatan baku kerja murni C1 = 1/25 x 250 ppm = 10 ppm C2 = 3/50 x 250 ppm = 15 ppm C3 = 2/25 x 250 ppm = 20 ppm C4 = 5/50 x 250 ppm = 25 ppm Pembuatan larutan baku kerja murni Ditimbang 125.3788 C max = 0.1 L x 1250 ppm = 12.

8 ppm = 25.375 0.8 ppm - Pembuatan baku kerja murni C1 = 1/25 x 250.9 53.4 mg 100 ml = 125.125.8 53.2831 0.032 ppm C2 = 3/50 x 250.6 41.721 0.08 ppm Penentuan Panjang gelombang (λ) maximal λ 271 274 276 278 280 282 284 T 43.2620 Panjang gelombang max pada 278 ppm Pengamatan serapan baku kerja murni C (ppm) 5 10 15 20 T 72.3788 0.3 %T 0.5 27.418 0.539 0.5638 .4259 0.2692 0.1 L = 1254 ppm  dipipet 10 ml ad 50 ml = 10 ml 50 ml x 1254 ppm = 250.048 ppm C3 = 2/25 x 250.536 0.8 ppm = 15.4 mg 0.8 ppm = 10.1 54.2684 0.8 52.521 0.8 37.3788 0.418 0.437 0.2708 0.547 A 0.3595 0.7 53.273 A 0.1420 0.1 41.538 0.7 %T 0.064 ppm C4 = 5/50 x 250.8 ppm = 20.

2949 X 1.854 x 100 % = = = = / 5.6737 x 100 % c.686 Pengamatan serapan sampel C (ppm) A B C D T 61.0222 / 5.686 x 100 % Ni tolong diitung.507 A 0.6775 5. 1..5166 60.96490 Penimbangan sampel Labu kosong A B C D 56.605 0.1344 62. 1.4945 54..5 60. rata-rata kemudian SD nya n diitung konsentrasi max sama min dapat berapa?? G punya kalkulator .3036 1.0495 B = 0.685 5.8391 54.3206 0.9817 sampel 5.3515 / 5.6737 5.3036 / 5.1682 60.478 0. Dicari kadarnya.A = 0.615 0.3515 1.8 50.6775 x 100% b.685 d.2111 0.7 %T 0.5 47.4494 57. 1.2957 labu kosong+sampel 62.2184 0.0222 1. 1.02625 R = 0.854 % Kadar : a.

.

PEMBAHASAN Dari hasil pengamatan organoleptis. Dari hasil uji keseragaman bobot. 4. Kemungkinan yang menjadi penyebabnya adalah perbedaan berat botol serta volume. Keseragaman Bobot. Dalam mengatasi hal tersebut digunakan perbesaran penambahan syrupus simplex dan escent. hal tersebut menyebabkan sediaan kami menjadi tidak memenuhi syarat. bau ( leci ) dan warna hijau tua. Untuk bau digunakan escent leci serta pewarna hijau. Untuk uji sifat sifat larutan. hal tersebut dimungkinkan karena penggunaan kloramphenicol base. didapat 2 wadah yang bobotnya lebih dari 5 %. namun saat nyata dan hamper dimasukan semua malah membentuk warna hijau tua. Ph : 6. 3. pada penambahan pewarna saat dilakukan orientasi dihasilkan warna yang pas ( hijau muda ). Viskositas : 510 Nilai tersebut didapat dengan menggunakan viscometer cup n bolt dengan rotor III.19. didapat nilai rasa ( sepat-sepat pahit ). Nilai ph yang didapat tersebut masih masuk dalam rentang kestabilan kloramphenikol.IX. hal tersebut dijaga dengan menggunakan larutan dapar. Sehingga perlu pengkajian ulang untuk penambahan pewarna. Untuk rasa pada suspensi ini didapat rasa sepat-sepat pahit. nilai tersebut dgunakan untuk melihat kekektalan sediaan serta agar sediaan dalam laju sedimentasi tidak telalu cepat. Berat jenis . 2. akan dibahas dibawa ini : 1. Malah menjadi sepat. namun tetap tidak menutupi rasa tersebut. sehingga terjadi kesalahan pada waktu penandaan saat ditara sehingga pada waktu pengisian menjadi tidak tepat. Seharusnya adalah kloramphenicol palmitat yang kepahitanya lebih rendah.

nilai tersebut sangat besar mengingat dalam sediaan terdapat gula. zat aktif. Agar dalam praktikan dapat ditara ulang untu metode pembuatan serta evaluasi sediaan yang baik. Kecepatan terdispersi Didapat rata-rata waktu terdispersi 12. sehingga masih mudah untuk digunakan. Dari pengamatan hasil penetapan kadar didapat nilai yang sangat kecil. 5.. dapat dikatakan belum layak. Valen tau Dari penngamatan organoleptis serta sifat-sifat sediaan larutan kususnya sediaan suspense. perlu dikaji ulang dlam metode pembuatan. 6. Untuk mengatasi hal tersebut diperlikan pengkajian ulan tentang kapasitas mahasiswa.Pada sediaan kami didapat nilai berat jenis sebesar 1.5 detik. agar dapat mengatasi masalah tersebut. ketersediaan bahan.1371. dan alat. dan bahan tambahan lainya. menempelnya sampel pada pipet saat pengambilan sehingga menyebabkan hasil pengamatan kurang tepat.hal tersebut dimungkinkan akibat ketidak homogenan kloramphenicol dalam sediaan. Laju sedimentasi Bahas sendiri. .

Kemasan Dalam 2. Kemasan Luar .KEMASAN dan PENDAAN 1.

BAB IV PENUTUP Keimpulan Valen tau .