P. 1
Bud Ida Ya

Bud Ida Ya

|Views: 4,816|Likes:
Published by bp4kksb

More info:

Published by: bp4kksb on Mar 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

Daniel Bulo dan Ferry F. Munier

Pendahuluan

Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi,

kerbau, kambing dan domba), sehingga untuk meningkatkan produksi ternak

ruminansia harus diikuti oleh peningkatan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik

kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya. Hijauan pakan ternak yang umum diberikan

untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang

penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan.

Beberapa faktor yang menghambat penyediaan hijauan pakan, yakni terjadinya

perubahan fungsi lahan yang sebelumnya sebagai sumber hijauan pakan menjadi lahan

pemukiman, lahan untuk tanaman pangan dan tanaman industri. Dilain pihak,

sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia

semakin berkurang. Disamping itu secara umum di Indonesia ketersediaan hijauan

pakan juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan

hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah. Untuk

mengatasi kekurangan rumput ataupun hijauan pakan lainnya salah satunya adalah

diperlukan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan.

Sumber limbah pertanian diperoleh dari komoditi tanaman pangan, dan

ketersediaanya dipengaruhi oleh pola tanam dan luas areal panen dari tanaman pangan

di suatu wilayah. Jenis limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber

pakan adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk

ubi kayu, serta jerami ubi jalar.

Kandungan Nutrisi Limbah Jerami

Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang potensial untuk

dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia. Penggunaan jerami padi sebagai

makanan ternak telah umum dilakukan di daerah tropik, terutama sebagai makanan

ternak pada musim kemarau. Tetapi penggunaan jerami padi sebagai makanan ternak

mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi

yang rendah yaitu kandungan protein rendah, serat kasar tinggi, serta kecernaan

rendah. Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan baru mencapai 31-39%, sedangkan

37

yang dibakar atau dikembalikan ke sawah sebagai pupuk 36-62%, dan sekitar 7-16%

digunakan untuk keperluan industri.

Selama ini penggunaan jerami padi hanyalah diberikan langsung kepada ternak

saja. Jika dilihat dari nilai nutrisinya, jerami padi ini mempunyai kandungan protein

3,5 – 4,5%, lemak 1,4 - 1,7 %, serat kasar 31,5 – 46,5%, abu 19,9 – 22,9%, kalsium

0,19%, fosfor 0,1% dan BETN 27,8 – 39,9%. Dengan demikian karakteristik jerami

padi sebagai pakan ternak tergolong hijauan bermutu rendah.

Selain kandungan nutrisinya yang rendah, jerami padi juga termasuk pakan

hijauan yang sulit dicerna karena kandungan serat kasarnya tinggi sekali. Daya cerna

yang rendah itu terutama disebabkan oleh struktur jaringan jerami yang sudah tua.

Jaringan-jaringan pada jerami telah mengalami proses lignifikasi (pengerasan)

sehingga terbentuk ligriselulosa dan lignohemiselulosa.

Selain oleh adanya proses lignifikasi, rendahnya daya cerna ternak terhadap

jerami disebabkan oleh tingginya kandungan silikat. Lignifikasi dan silifikasi tersebut

bersama-sama mempengaruhi rendahnya daya cerna jerami padi. Rendahnya protein

kasar dan mineral pada jerami padi juga membawa efek langsung, yaitu jerami padi

sulit dicerna kalau hanya diberikan secara tunggal untuk pakan ternak.

Rendahnya kandungan nutrisi jerami padi tersebut dan sulitnya daya cerna

jerami maka pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia perlu

diefektifkan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara penambahan suplemen atau bahan

tambahan lain agar kelengkapan nilai nutrisinya dapat memenuhi kebutuhan hidup

ternak secara lengkap sekaligus meningkatkan daya cerna pakan.

Untuk memanfaatkan jerami padi sebagai pakan ternak secara optimal perlu

dilakukan pengolahan dengan sentuhan teknologi untuk meningkatkan kualitasnya,

baik pengolahan secara fisik, kimiawi maupun biologis.

Teknologi Pengolahan Limbah Jerami

Secara umum teknologi pengolahan limbah pertanian khususnya jerami padi

dilakukan dengan tujuan untuk :

a. memperbaiki nilai nutrisi dan kecernaan, serta meningkatkan fermentasi ruminal

dengan menambahkan elemen yang kurang,

b. mengoreksi defisiensi jerami dengan menambahkan nitrogen atau mineral,

c. meningkatkan konsumsi dengan cara memperbaiki palatabilitas,

38

d. meningkatkan ketersediaan energi, serta

e. mengurangi sifat amba dari jerami padi.

Pengolahan jerami padi secara fisik seperti dipotong-potong, digiling,

direndam, direbus, dibuat pellet dan gamma irradiasi. Perlakuan ini akan memecahkan

lapisan kulit seperti lignin dan memperluas permukaan partikel makanan sehingga

mikroorganisme rumen dapat langsung mencerna selulosa. Dengan demikian

kecepatan fermentasi akan meningkat, waktu retensi makanan akan menurun dan

konsumsi pakan meningkat.

Pengolahan secara kimia, menggunakan bahan kimia antara lain NaOH,

Ca(OH)2, amonium hidroksida atau anhidrat amonia, urea amonia, sodium karbonat,

sodium klorida, gas klor, sulfur dioksida. Larutan basa dapat mengurangi ikatan

hidrogen antar molekul selulosa dalam serat jerami padi.

Pengolahan dengan fisik-kimia ; melakukan gabungan kedua cara di atas

seperti pemotongan dengan NaOH, dibuat pellet dan NaOH, dan sebagainya, dan

pengolahan secara biologi ; dilakukan dengan penambahan enzim, menumbuhkan

jamur dan bakteri, fermentasi anaerob.

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa mengingat karakteristik jerami padi, maka

untuk tujuan meningkatkan nilai manfaat jerami padi diperlukan upaya yang diarahkan

untuk memperkecil faktor pembatas pemanfaatannya, sehingga potensinya yang besar

sebagai pakan ternak dapat ditingkatkan, sehingga perlu adanya sentuhan teknologi

dalam pengolahan jerami padi.

Pengolahan Jerami Padi dengan Amoniasi

Amoniasi merupakan suatu cara pengolahan jerami padi secara kimiawi dengan

menggunakan gas amonia. Namun karena pengadaan gas amonia mahal sehingga

dicarilah sumber gas amonia yang murah dan mudah diperoleh. Salah satu diantaranya

adalah dengan menggunakan urea atau CO(NH2)2. Urea merupakan senyawa kimia

yang mengandung lebih kurang 45 % unsur nitrogen.

Beberapa manfaat dari amoniasi yaitu

a. memperkaya kandungan protein 2 sampai 4 kali lipat dari kandungan protein

semula,

b. meningkatkan daya cerna, dan

c. meningkatkan kuantitas konsumsi pakan.

39

Dalam proses amoniasi, amoniak akan berperan untuk:

a. menghidrolisa ikatan lignin-selulosa,

b. menghancurkan ikatan hemiselulosa,

c. memuaikan atau mengembangkan serat selulosa sehingga memudahkan penetrasi

enzim selulosa, dan

d. meningkatkan kadar nitrogen sehingga kandungan protein kasar juga meningkat.

Seperti diketahui bahwa jerami padi yang rendah kandungan nitrogen (protein

kasar), sehingga dengan penggunaan urea dalam amoniasi dapat memperbaiki

kandungan nitrogen jerami padi yang sekaligus dapat meningkatkan konsumsi dan

daya cernanya sebagai pakan ternak. Peningkatan kadar nitrogen dimungkinkan karena

urea merupakan sumber amonia (NH4), maka terjadi proses hidrolisa yang selanjutnya

dengan enzim urease, urea dapat terurai menjadi amonia dan CO2.

Dalam proses pengolahan jerami padi amoniasi, diperlukan bahan : jerami padi,

urea dan air, dengan peralatan yang digunakan adalah kantong plastik (silo) atau silo

yang lain, timbangan, alat pemotong jerami padi (sabit, dll). Langkah-langkah yang

dilakukan dalam amoniasi jerami padi adalah sebagai berikut :

1) Jerami padi ditimbang sesuai dengan jumlah yang diperlukan kemudian dipotong-

potong dengan ukuran sekitar 5-10 cm,

2) Ditambahkan urea sebanyak 6 % dari bobot jerami padi yang digunakan. Misalnya

: jumlah jerami padi yang diolah sebanyak 50 kg maka urea yang dibutuhkan

sebanyak 6% x 50 kg = 3 kg,

3) Disiapkan air bersih sebanding dengan jumlah jerami padi yang digunakan.

Misalnya: jerami padi 50 kg, diperlukan air 50 liter. Jumlah air ini 30% digunakan

untuk melarutkan urea yang telah ditimbang,

4) Sementara itu disiapkan silo yang dapat dibuat dengan lubang di tanah yang

disesuaikan dengan jumlah jerami padi yang diolah. Selain itu dapat pula

digunakan drum atau kantong plastik. Sebelum jerami ditumpuk alas pada dasar

wadah diberi plastik,

5) Selanjutnya jerami padi yang telah dipotong-potong dimasukkan ke dalam lubang,

sehingga membentuk lapisan setebal 10-20 cm, kemudian setiap lapisan disemprot

dengan larutan urea secara merata dan setelah itu disemprot dengan air bersih.

Jerami padi disusun sedemikian rupa sehingga membentuk tumpukan ke atas, dan

40

6) Setelah penumpukan jerami selesai, ditutup dengan rapat menggunakan plastik dan

disimpan selama empat minggu (21 hari). Setelah penyimpanan, tutup dibuka,

dikering anginkan dan jerami padi amoniasi dapat digunakan sebagai pakan ternak

ruminansia.

Pengolahan Jerami Padi dengan Memanfaatkan Mikroba

Kemajuan bioteknologi dengan memanfaatkan mikroba merupakan alternatif

cara optimalisasi daur ulang limbah pertanian, dan teknologi starbio adalah salah satu

produk bioteknologi tersebut. Starter mikroba atau starbio adalah probiotik hasil

bioteknologi yang dibuat dari koloni alami mikroba rumen sapi dicampur tanah, akar

rerumputan, daun serta dahan pohon tertentu. Koloni tersebut memiliki mikroba yang

spesifik dengan fungsi yang berbeda-beda seperti mikroba lignolitik, selulolitik,

proteolitik.

Untuk meningkatkan kualitas limbah pertanian seperti jerami padi sebagai pakan

ternak ruminansia dapat digunakan starbio ternak yang dapat meningkatkan derajat

fermentasi bahan organik terutama komponen serat sehingga menyediakan sumber

energi yang lebih baik. Dengan fermentasi jerami padi dengan starbio menunjukkan

peningkatan kualitas dibanding jerami padi yang tidak difermentasi, dimana kadar

protein kasar mengalami peningkatan dan diikuti dengan penurunan kadar serat kasar.

Penggunaan starbio dalam fermentasi dapat menurunkan kadar dinding sel

jerami padi. Hal ini memberikan indikasi bahwa selama fermentasi terjadi pemutusan

ikatan lignoselulosa dan hemiselulosa jerami padi. Mikroba lignolitik dalam starbio

membantu perombakan ikatan lignoselulosa sehingga selulosa dan lignin dapat

terlepas dari ikatan tersebut oleh enzim lignase. Fenomena ini terlihat dengan

menurunnya kandungan selulosa dan lignin jerami padi yang difermentasi.

Menurunnya kadar lignin menunjukkan selama fermentasi terjadi penguraian ikatan

lignin dan hemiselulosa.

Lignin merupakan benteng pelindung fisik yang menghambat daya cerna enzim

terhadap jaringan tanaman dan lignin berikatan erat dengan hemiselulosa. Disamping

itu fermentasi jerami padi dengan strarbio dapat melarutkan sebagian zat-zat makanan

atau mineral-mineral yang sukar larut sehingga mengakibatkan meningkatnya

kecernaan bahan kering dibanding jerami padi tanpa fermentasi. Hal yang sama

kecernaan bahan organik juga mengalami peningkatan pada jerami padi yang

41

difermentasi. Fenomena ini memberi indikasi bahwa probiotik starbio dalam proses

fermentasi mampu mencerna lignin dan zat-zat yang sukar larut yang terdapat dalam

bahan organik.

Pelaksanaan fermentasi jerami padi dengan menggunakan starbio dan

penambahan urea, terlebih dahulu dipersiapkan tempat fermentasi berupa

naungan/tempat fermentasi (misalnya tiang dari bambu dan atap dari daun nipah).

Prosedur pelaksanaan pengolahan jerami padi adalah

a. Jerami padi ditumpuk 30 cm, kalau perlu diinjak-injak lalu ditaburi urea dan

starbio masing-masing 0.6 %/berat jerami padi dan kemudian disiram air

secukupnya mencapai kadar air 60 %, dengan tanda-tanda jerami padi diremas,

apabila air tidak menetes tetapi tangan basah berarti kadar air mendekati 60 %,

b. Tahapan point pertama diulangi hingga ketinggian mencapai ketinggian tertentu

(misalnya dua meter),

c. Tumpukan jerami padi dibiarkan selama 21 hari dan tidak perlu dibolak-balik,

d. Setelah 21 hari jerami padi dibongkar lalu diangin-anginkan atau dikeringkan, dan

e. Jerami padi diberikan pada ternak sapi atau dapat disimpan sebagi stok pakan.

42

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->