Definisi/Pengertian Teori Perilaku Teori X dan Teori Y (X Y Behavior Theory) Douglas McGregor

Wed, 16/07/2008 - 1:02am ² godam64

Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y. A. Teori X Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. B. Teori Y Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja. Penelitian teori x dan y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur. Teori Z dapat anda baca di artikel lain di situs organisasi.org ini. Gunakan fasilitas pencarian yang ada untuk menemukan apa yang anda butuhkan.

Teori Pembelajaran Perilaku
Seorang tokoh ternama yang sangat berperan dalam teori pembelajaran perilaku adalah B.F. Skinner. Skinner mempelajari hubungan antara tingkah laku dan konsekuensinya. Menurut skinner, belajar merupakan perubahan perilaku (Bell Gredler, 1994 : 117). Prinsip yang paling penting dalam teori belajar perilaku adalah bahwa perilaku berubah sesuai dengan konsekuensi-konsekuensi langsung dari perilakuperilaku tersebut. Konsekuensi yang menyenangkan akan ³memperkuat´ perilaku, sedangkan konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyenangkan akan ³memperlemah´ perilaku. Dengan kata lain, konsekuensi-konsekuensi yang menyenangkan akan meningkatkan frekuensi seseorang untuk melakukan perilaku yang serupa, sedangkan konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyenangkan akan menurunkan frekuensi seseorang untuk melakukan perilaku yang serupa (Budayasa, 1998 : 14). Konsekuensi-konsekuensi yang menyenangkan disebut penguat (reinforcer), sedangkan konsekuensikonsekuensi yang tidak menyenangkan disebut hukuman (punisher). Menurut Slavin (1994b : 157) penggunaan konsekuensi-konsekuensi yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan untuk mengubah perilaku itu disebut pengkondisisan operant (operant conditioning).

Penguatan dan hukuman yang diberikan itu adalah untuk mengubah perilaku. Menurut teori belajar perilaku, memberikan konsekuensi berupa penguatan ataupun hukuman sesegera mungkin akan lebih baik daripada diberikan belakangan dan hal itu akan memberi pengaruh positif terhadap perilaku selanjutnya. Oleh karena itu pemberian konsekuensi sesegera mungkin dalam proses pembelajaran itu sangatlah penting, supaya kesalahan yang sama tidak dilakukan oleh para siswa.

Motivasi Belajar dan Teori Perilaku (Bandura)
Posted on Mei 16, 2008 by motivasibelajar

7 Votes

Motivasi Belajar dan Teori Perilaku (Bandura) Konsep motivasi belajar berkaitan erat dengan prinsip bahwa perilaku yang memperoleh penguatan (reinforcement) di masa lalu lebih memiliki kemungkinan diulang dibandingkan dengan perilaku yang tidak memperolehpenguatan atau perilaku yang terkena hukuman (punishment). Dalam kenyataannya, daripada membahas konsep motivasi belajar, penganut teori perilaku lebih memfokuskan pada seberapa jauh siswa telah belajar untuk mengerjakan pekerjaan sekolah dalam rangka mendapatkan hasil yang diinginkan (Bandura, 1986 dan Wielkeiwicks, 1995). Mengapa sejumlah siswa tetap bertahan dalam menghadapi kegagalan sedang yang lain menyerah? Mengapa ada sejumlah siswa yang bekerja untuk menyenangkan guru, yang lain berupaya mendapatkan nilai yang baik, dan sementara itu ada yang tidak berminat terhadap bahan pelajaran yang seharusnya mereka pelajari? Mengapa ada sejumlah siswa mencapai hasil belajar jauh lebih baik dari yang diperkirakan berdasarkan kemampuan mereka dan sementara itu ada sejumlah siswa mencapai hasil belajar jauh lebih jelek jika dilihat potensi kemampuan mereka? Mengkaji penguatan yang telah diterima dan kapan penguatan itu diperoleh dapat memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, namun pada umumnya akan lebih mudah meninjaunya dari sudut motivasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Penghargaan (Reward) dan Penguatan (Reinforcement) Suatu alasan mengapa penguatan yang pernah diterima merupakan penjelasan yang tidak memadai untuk motivasi karena motivasi belajar manusia itu sangat kompleks dan tidak bebas dari konteks (situasi yang berhubungan). Terhadap binatang yang sangat lapar kita dapat meramalkan bahwa makanan akan merupakan penguat yang sangat efektif. Terhadap manusia, meskipun ia lapar, kita tidak dapat sepenuhnya yakin apa yang merupakan penguat dan apa yang bukan penguat, karena nilai penguatan dari penguat yang paling potensial sebagian besar ditentukan oleh faktor-faktor pribadi dan situsional. Penentuan Nilai dari Suatu Insentif Ilustrasi berikut menunjukkan poin penting: nilai motivasi belajar dari suatu insentif tidak dapat diasumsikan, karena nilai itu dapat bergantung pada banyak faktor (Chance, 1992). Pada saat guru mengatakan ³Saya ingin kamu semua mengumpulkan laporan buku pada waktunya karena laporan itu akan diperhitungkan dalam menentukan nilaimu,´ guru itu mungkin mengasumsikan bahwa nilai merupakan insentif yang efektif untuk siswa pada umumnya. Tetapi bagaimanapun juga sejumlah siswa dapat tidak menghiraukan nilai karena orang tua mereka tidak menghiraukannya atau mereka memiliki catatan kegagalan disekolah dan telah mengambil sikap bahwa nilai itu tidak penting. Apabila gurumengatakan kepada seorang siswa, ³Pekerjaan yang bagus! Saya tahu kamu dapat mengerjakan tugas itu apabila kamu mencobanya!´ Ucapan ini dapat memotivasi seorang siswa yang baru

saja menyelesaikan suatu tugas yang ia anggap sulit namun dapat berarti hukuman (punishment) bagi siswa yang berfikir bahwa tugas itu mudah (karena pujian guru itu memiliki implikasi bahwa ia harus bekerja keras untuk menyelesaikan tugas itu). Seringkali sukar menentukan motivasi belajar siswa dari perilaku mereka karena banyak motivasi yang berbeda dapat mempengaruhi perilaku. Kadang-kadang suatu jenis motivasi jelas-jelas menentukan perilaku, tetapi pada saat yang lain, ada motivasi lain yang berpengaruh (mempengaruhi) terhadap perilaku belajar siswa.

Kepemimpinan Menurut Teori Perilaku (Behavioral Theory)
OPINI | 19 October 2010 | 18:24 336 0 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik

Selama tiga dekade, dimulai pada permulaan tahun 1950-an, penelitian mengenai perilaku pemimpin telah didominasi oleh suatu fokus pada sejumlah kecil aspek dari perilaku. Kebanyakan studi mengenai perilaku kepemimpinan selama periode tersebut menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku yang berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada hubungan. Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku tersebut dihubungkan dengan kriteria tentang efektivitas kepemimpinan seperti kepuasan dan kinerja bawahan. Peneliti-peneliti lainnya menggunakan eksperimen laboratorium atau lapangan untuk menyelidiki bagaimana perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahan. Jika kita cermati, satu-satunya penemuan yang konsisten dan agak kuat dari teori perilaku ini adalah bahwa para pemimpin yang penuh perhatian mempunyai lebih banyak bawahan yang puas. Hasil studi kepemimpinan Ohio State University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin pada dasarnya mengarah pada dua kategori yaitu consideration dan initiating structure. Hasil penelitian dari Michigan University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin memiliki kecenderungan berorientasi kepada bawahan dan berorientasi pada produksi/hasil. Sementara itu, model leadership continuum dan Likert¶s Management Sistem menunjukkan bagaimana perilaku pemimpin terhadap bawahan dalam pembuatan keputusan. Pada sisi lain, managerial grid, yang sebenarnya menggambarkan secara grafik kriteria yang digunakan oleh Ohio State University dan orientasi yang digunakan oleh Michigan University. Menurut teori ini, perilaku pemimpin pada dasarnya terdiri dari perilaku yang pusat perhatiannya kepada manusia dan perilaku yang pusat perhatiannya pada produksi. Jadi prilaku yang menyimpang dari kepemimpinan bangsa ini, hemat saya tidak mencitrakan kepribadian seorang pemimpin yang humanis dan cendrung kepada Ambition of blind bagi dirinya dan golongannya yang tidak dapat termanifestasi bagi masyarakat keseluruhan..pemimpin bukan hanya menjadi milik segolongan orang tetapi milik semua golongan..termasuk pemimpin negeri ini..

Kepemimpinan Menurut Teori Perilaku (Behavioral Theory)
OPINI | 19 October 2010 | 18:24 336 0 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik

Selama tiga dekade, dimulai pada permulaan tahun 1950-an, penelitian mengenai perilaku pemimpin telah didominasi oleh suatu fokus pada sejumlah kecil aspek dari perilaku. Kebanyakan studi mengenai perilaku kepemimpinan selama periode tersebut menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku yang berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada hubungan. Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku tersebut dihubungkan dengan kriteria tentang efektivitas kepemimpinan seperti kepuasan dan kinerja bawahan. Peneliti-peneliti lainnya menggunakan eksperimen laboratorium atau lapangan untuk menyelidiki bagaimana perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahan. Jika kita cermati, satu-satunya penemuan yang konsisten dan agak kuat dari teori perilaku ini adalah bahwa para pemimpin yang penuh perhatian mempunyai lebih banyak bawahan yang puas. Hasil studi kepemimpinan Ohio State University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin pada dasarnya mengarah pada dua kategori yaitu consideration dan initiating structure. Hasil penelitian dari Michigan University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin memiliki kecenderungan berorientasi kepada bawahan dan berorientasi pada produksi/hasil. Sementara itu, model leadership continuum dan Likert¶s Management Sistem menunjukkan bagaimana perilaku pemimpin terhadap bawahan dalam pembuatan keputusan. Pada sisi lain, managerial grid, yang sebenarnya menggambarkan secara grafik kriteria yang digunakan oleh Ohio State University dan orientasi yang digunakan oleh Michigan University. Menurut teori ini, perilaku pemimpin pada dasarnya terdiri dari perilaku yang pusat perhatiannya kepada manusia dan perilaku yang pusat perhatiannya pada produksi. Jadi prilaku yang menyimpang dari kepemimpinan bangsa ini, hemat saya tidak mencitrakan kepribadian seorang pemimpin yang humanis dan cendrung kepada Ambition of blind bagi dirinya dan golongannya yang tidak dapat termanifestasi bagi masyarakat keseluruhan..pemimpin bukan hanya menjadi milik segolongan orang tetapi milik semua golongan..termasuk pemimpin negeri ini..

TEORI BEHAVIORISTIK
Posted on September 27, 2008 by bilqis

Penekanan Teori Behviorisme adalah perubahan tingkah laku setelah terjadi proses belajar dalam diri siswaTeori Belajar Behavioristik mengandung banyak variasi dalam sudut pandangan. Pelopor-pelopor pendekatan Behavioristik pada dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar

dan mengatur serta mengontrol perilakunya sendiri. Keyakinan-keyakinan itu. 5. bagus atau jelek. yaitu : 1. 4. Proses Konseling: 1. 3. Konselor menjelaskan maksd tujuan 3. Manusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri pola-pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar. sebagaimana dirumuskan oleh Dustin dan George. dapat diubah dengan belajar baru. Behavioristik berpangkal pada beberapa keyakinan tentang martabat manusia. Klien mengkhususkan perubahan positif. Berdasarkan bekal keturunan atau pembawaan dan berkat interaksi antara bekal keturunan dan lingkungan. Klien dan konselor menetapkan tujuan. dikutip dalam buku karangan George dan Kristiani : Theory. Menjajagi apakah tujuan itu realistis 6. yang sebagian bersifat falsafah dan sebagian lagi bercorak psikologis.dan karena itu. bagi seorang konselor behafioristik perilaku konseling merupakan hasil dari¶ pengalamanpengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. tepat atau salah.menangkap apa yang dilakukannya. Kegunaannya: Untuk membantu individu mengubah perilakunya agar dapat memcahkan masalahnya. Manusia pada dasarnya tidak berakhlak baik atau buruk. Kalau perilaku konseling ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya atau tidak tepat dan salah suai. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. Manusia mampu untuk berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. Methode. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Manusia mempunyai potensi untuk bertingkah laku baik atau buruk. 2. Sejalan dengan keyakinan-keyakinan itu. and Processes Of Counceling and Psychotheraphy ( 108 ). Teori Behavioristik Konsep Utama: Membatasi perilkaku sebagai fungsi interaksi antara pembawaan dengan lingkungan. harus dikatakan bahwa baik tingkah laku tepat maupun tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. Manusia dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan dirinya pun dipengaruhi oleh perilaku orang lain. 4. terbentuk pola-pola bertingkah laku yang menjadi ciri-ciri khas dari kepribadiannya. Mendiskusikan manfaat tujuan . Bentuk kerjasama antara konselor dengan klien yaitu : 2.

Watson juga berpendapat bahwa psikologi harus dipelajari seperti orang mempelajari ilmu pasti atau ilmu alam. Ia menekankan pentingnya pendidikan dalam perkembangan tingkahlaku. Konselornya: Pemilihan tujuan lebih sering ditentukan oleh konselor. Meskipun banyak kritik terhadap pendapat Watson. psikologi haruslah menjadi ilmu yang obyektif. maka akan dapat membuat seorang anak mempunyai sifat-sifat tertentu. namun harus diakui bahwa peran Watson tetap dianggap penting.D pada tahun 1903 dengan disertasi berjudul ³Animal Education´.7. bersifat dingin dan klurang menyentuh aspek pribadi dan mengabaikan hubungan antar pribadi Penekanannya: Memusatkan pada perilaku sekarangh dan bukan kepada prilaku yang terjadi di masa lalu. Karyanya yang paling dikenal adalah ³Psychology as the Behaviourist view it´ (1913). Pada tahun 1908 ia menjadi profesor dalam psikologi eksperimenal dan psikologi komparatif di John Hopkins University di Baltimore dan sekaligus menjadi direktur laboratorium psikologi di universitas tersebut. Tokoh John Watson (1878 ± 1958) John Broades Watson dilahirkan di Greenville pada tanggal 9 Januari 1878 dan wafat di New York City pada tanggal 25 September 1958. John Watson dikenal sebagai pendiri aliran behaviorisme di Amerika Serikat. Konselor dan klien membuat salah satu keputusan Sifatnya: Manipulatif. Ia bahkan memberikan ucapan yang sangat ekstrim untuk mendukung pendapatnya tersebut. Ia percaya bahwa dengan memberikan kondisioning tertentu dalam proses pendidikan. Watson dikenal sebagai ilmuwan yang banyak melakukan penyelidikan tentang psikologi binatang. karena melalui dia berkembang metode-metode obyektif dalam psikologi. dengan mengatakan: ³Berikan kepada . Peran Watson dalam bidang pendidikan juga cukup penting. Ia mempelajari ilmu filsafat di University of Chicago dan memperoleh gelar Ph. Menurut Watson dalam beberapa karyanya. Antara tahun 1920-1945 ia meninggalkan universitas dan bekerja dalam bidang psikologi konsumen. Oleh karena itu. oleh karena itu ia tidak mengakui adanya kesadaran yang hanya diteliti melalui metode introspeksi. psikologi harus dibatasi dengan ketat pada penyelidikan-penyelidikan tentang tingkahlaku yang nyata saja.

Kekurangan 1. Robert Gagne 5. Edward Edward Lee thorndike 2. Ivan Petrovich Palvov 3. Pengertian Teori Teori behavioristik adalah teori yang menerapkan prinsip penguatan stimulusrespon. Hasil belajar segera disampaikan kepada peserta didik 4. Sebuah konsekuensi bagi guru. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Kesalahan harus segera diperbaiki. maka saya akan jadikan ke sepuluh anak itu sesuai dengan kehendak saya´. proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar 5.saya sepuluh orang anak. Kerangka Berpikir Teori 1. untuk menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap . dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulusrespon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Guru tidak banyak memberikan ceramah. tetapi intruksi singkat yang diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Elbert Bandura Aplikasi Teori Guru menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap sehingga tujuan pembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. Pemahaman oleh peserta didik dilakukan mandiri oleh peserta didik. Burrhus Frederic Skinner 4. Sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu. Penguatan tersebut terbagi atas penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif sebagai stimulus. Bahan pelajaran disusun secara hirarki dari yang sederhana sampai pada yang kompleks. Jika ada yang kurang jelas baru ditanyakan kepada guru 3. Pemberian bahan pembelajaran dalam bentuk utuh kepada peserta didik 2. Materi pelajaran digunakan sistem modul Tokoh 1.

Kelebihan 1. 4. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa 6. dan sebagainya. daya tahan. kelenturan. bersikap otoriter. Murid berperan sebagai pendengar dalam proses pembelajaran dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif 5. Murid dipandang pasif. Guru tidak banyak memberikan ceramah sehingga murid dibiasakan belajar mandiri. suka mengulangi dan harus dibiasakan . RESUME TEORI PENDEKATAN KONSELING BEHAVIOR THERAPY Posted by faizmhΠ. perlu motivasi dari luar dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. Tidak setiap mata pelajaran bisa menggunakan metode ini 3. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang menbutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti: kecepatan. Belajar yang dimaksud adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan bukan karena kematangan. suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian. spontanitas. Jika menemukan kesulitan baru ditanyakan kepada guru yang bersangkutan 4. refleksi. 2009 4 Votes BEHAVIOR THERAPY A. Teori Belajar yang . Membiasakan guru untuk bersikap jeli dan peka pada situasi dan kondisi belajar 2. 3.Marcomm Counselor pada Maret 19. Konsep Dasar Konsep dasar yang dipakai oleh Behavior Therapy adalah belajar. guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. Penerapan teori behavioristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral.2. komunikasi berlangsung satu arah. Teori ini cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa .

yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. 4. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. 3. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar C. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentu dari cara belajar atau lingkungan yang salah. 2. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukum-hukum belajar : 1. 2. berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik Memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah klien Penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Menghapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untukdigantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien . Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Asumsi Tingkah Laku Bermasalah Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. 3. Adapun karakteristik konseling behavioral adalah : 1. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidakpuasan yang diperolehnya. B. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. Tujuan Konseling 1. Pembiasaan klasik Pembiasaan operan Peniruan.dipakai dalam pendekatan ini sebagai aplikasi dari percobaan-percobaan tingkah laku dalaam laboratorium.

3.2. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik : (a) diinginkan oleh klien. D. . Merumuskan masalah yang dialami klien dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak Konselor memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. (d) dirumuskan secara spesifik Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. tingkah laku penyesuaian. 2. Assesment. dan area masalahnya) Konselor mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling Konselor mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. Deskripsi langkah-langkah konseling : 1. (a) Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien (b) Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling (c) Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : . langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan klien (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling.apakah tujuan itu realistic . mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai.kemungkinan manfaatnya. . kekuatan dan kelemahannya. Goal setting. atau melakukan referal. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 2. . (c) klien dapat mencapai tujuan tersebut. pola hubungan interpersonal.Konselor dan klien membuat keputusan apakahmelanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut.kemungkinan kerugiannya . (b) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut.apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan klien. 3. Konselor aktif : 1.

Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Technique implementation. 3. Jadi desensitisasi sistematis hakikatnya merupakan teknik relaksi yang digunakan untuk menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negatif . kesulitan menyatakan tidak. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. E. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. F. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. Desensitisasi Sistematis Desensitisasi sistematis merupakan teknik konseling behavioral yang memfokukskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral y y y y y Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. tape recorder. 2.1. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Evaluation termination. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. Feedback. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. Teknik-teknik Konseling Behavioral Latihan Asertif Teknik ini digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. atau contoh nyata langsung).

Caranya klien disuruh menutup matanya dan membayangkan dirinya sedang mengatakan sesuatu yang mengganggu dirinya.biasanya merupakan kecemasan. Pengkondisian Aversi Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Hal ini diminta berulangkali dilakukan. Jika klien memberi tanda sedang membayangkan yang dicemaskannya (ia berkata pada dirinya: ³saya jahat!´). Thought Stopping Teknik ini dapat digunakan untuk klien yang sangat cemas. misalnya membayangkan dirinya berkata ³saya jahat!´. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. seperti homosex. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial. diminta untuk membayangkan rasa muak dan ingin muntah. Caranya: Belajar rileks dan diminta membayangkan tingkah laku yang disenangi itu. alcoholism. Misalnya. hingga hilang tingkah laku peminumnya. dapat menggunakan model audio. Pembentukan Tingkah laku Model Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. sambil rileks diminta untuk membayangkan minuman keras. model fisik. Kemudian di saat itu diminta membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya. dan ia menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Covert Sensitization Teknik ini dapat digunakan untuk merawat tingkah laku yang menyenangkan klien tapi menyimpang. Di saat gelas hamper menyentuh bibirnya. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. terpis . seorang peminum. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor.

Pikiran yang tidak karuan itu segera diganti oleh teriakan terapis. Referensi: Akhmad Sudratajat. dalamhttp://akhmadsudrajat. .  Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk bereaksi atau berbuat. belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R). Thorndike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon ini mengikuti hukum-hukum berikut: 1. Pendekatan Konseling Behavioral. M. Berbagai Pendekatan dalam Konseling.Pd. .com/2008/01/23/pendekatan-konseling-behavioral/ DYP Sugiharto. Klien diminta berulang kali melakukan latihan ini. 2008. maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.  Respon adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.segera berteriak dengan nyaring : ³berhenti!´. hingga dirinya sendiri sanggup menghentikan pikiran yang mengganggunya itu. yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku. Pendekatan-Pendekatan Konseling. Edward Lee Thorndike (1874 . Eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons.Pd.1949) Menurut Thorndike. Hukum kesiapan (law of readiness). 1993. Dr. M. Menara Mas Offset Teori Belajar Behavioristik 1. Bentuk paling dasar dari belajar adalah trial and error learning atau selecting and connecting lerning dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. (Makalah) Sayekti Pujosuwarno. Dr. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi.wordpress. perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalankegagalan (error) terlebih dahulu.

sosial. d. Hukum akibat direvisi.2. yaitu semakin sering suatu tingkah laku diulang/dilatih (digunakan). emosi. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan. Hukum perpindahan asosiasi (Associative Shifting). 3. . Akibat suatu perbuatan dapat menular (spread of effect) baik pada bidang lain maupun pada individu lain. 3. maupun psikomotornya. sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah. Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa. Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan. Thorndike mengemukakan revisi hukum belajar antara lain: 1. Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara tertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. e. Hukum ini mengatakan bahwa individu dapat melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. 4. Hukum Respon by Analogy. Hukum ini menjelaskan bahwa perilaku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja. b. Hukum Aktivitas Berat Sebelah (Prepotency of Element). maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon. Hukum Sikap (Set/Attitude). Hukum Reaksi Bervariasi (Multiple Response). Makin banyak unsur yang sama/identik. 2. Hukum akibat (law of effect). tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif. c. Hukum latihan (law of exercise). Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon hanya pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi (respon selektif). Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah. Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh proses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. maka transfer akan makin mudah.

US (unconditioned stimulus) = stimulus asli atau netral: Stimulus tidak dikondisikan yaitu stimulus yang langsung menimbulkan respon. yaitu stimulus yang tidak dapat langsung menimbulkan respon. Dari eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasan dapat diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami (UCS = Unconditional Stimulus = Stimulus yang tidak dikondisikan) dapat digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang dikondisikan (CS = Conditional Stimulus = Stimulus yang dikondisikan). Misalnya bunyi bel akan menyebabkan anjing mengeluarkan air liur jika selalu dipasangkan dengan daging. misalnya daging dapat merangsang anjing untuk mengeluarkan air liur. 4. UR (unconditioned respons): disebut perilaku responden (respondent behavior) respon tak bersyarat. Burrhus Frederic Skinner (1904 . Operant Conditioning atau pengkondisian operan adalah suatu proses penguatan perilaku operasn (penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Agar dapat menimbulkan respon perlu dipasangkan dengan US secara terus-menerus agar menimbulkan respon. 3. Dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan.1936) Classic Conditioning (pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing. di mana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. 3. yaitu respon yang muncul dengan hadirnya US. Ketika lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang dikondisikan. 2.1990) Manajemen kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku (behavior modification)antara lain dengan proses penguatan (reinforcement) yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yang tidak tepat. yaitu rerspon yang muncul dengan hadirnya CS. . CR (conditioning respons): respons bersyarat. yaitu air liur anjing keluar karen anjing melihat daging. Misalnya: air liur anjing keluar karena anjing mendengar bel. Urutan kejadian melalui percobaan terhadap anjing: 1.2. CS (conditioning stimulus): stimulus bersyarat. Ivan Petrovich Pavlov (1849 . sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.

Dalam proses pembelajaran.Perilaku operan adalah perilaku yang dipancarkan secara spontan dan bebas Skinner membuat eksperiment sebagai berikut: dalam laboratorium. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. . untuk menghindari adanya hukuman. lebih dipentingkan aktivitas sendiri. makanan. tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. tidak digunakan hukuman. Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda / tidak memberi penghargaan. digunakan shaping. kado. kening berkerut. tidak sengaja ia menekan tombol. Beberapa prinsip belajar Skinner antara lain: 1. proses ini disebut shaping. mengacungkan jempol). diberi hadiah. alat pembeli makanan. lampu yang dapat diatur nyalanya. Untuk ini lingkungan perlu diubah. Materi pelajaran. Dalam pembelajaran. 3. perilaku (senyum. dan lainlain). Dalam proses pembelajaran. yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen. makanan keluar. 5. 2. Tingkah laku yang diinginkan pendidik. 7. yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif sebagai stimulus. juara 1 dan sebagainya). 4. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng. jika salah dibetulkan. 6. dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwalvariable rasio reinforcer. digunakan sistem modul. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus. Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut Skinner box . Unrus terpenting dalam belanja adalah penguatan (reinforcement). Skinner membagi penguatan ini menjadi dua. dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. jika benar diberi penguat. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Karena dorongan lapar (hunger drive). muka kecewa dan lain-lain). Selama tikus bergerak kesana kemari untuk keluar dari box. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. dan lantai yang dapat dialiri listrik. atau penghargaan (nilai A. menganggukkan kepala untuk menyetujuim bertepuk tangan. penampung makanan. yaitu tombol.

Penggunaan hukuman verba maupun fisik seperti : kata-kata kasar. 4. Assess performance = Menilai hasil belajar yang ditunjukkan. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. menari. misalnya: penghargaan di bidang bahasa. asosiasi verbal. Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana (belajar signal) dilanjutkan pada yang lebih kompleks (Belajar S-R.Beberapa kekeliruan dalam penerapan teori. jeweran justru berakibat buruk pada siswa. dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan dan pemecahan masalah). ejekan. diskriminasi. fisika. Gaining atlention = Mendapatkan perhatian 2. Ketrampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hirarki ketrampilan intelektual. Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendiskripsikan siswa menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Sebaliknya setiap anak diberi penguatan sesuai dengan kemampun yang diperlihatkan sehingga dalam satu kelas terdapat banyak penghargaan sesuai dengan prestasi yang ditunjukkan para siswa. Selain itu kesalahan dalam reinforcement positif juga terjadi di dalam situasi pendidikan seperti penggunaan rangking juara di kelas yang mengharuskan anak menguasai semua mata pelajaran. 8. Echance retention and recall = Meningkatkan proses penyimpanan memori dan mengingat. Elicit performance = Memunculkan tindakan. 9. 3. 7. 5. menyanyi. Provide guidance = Menyediakan materi baru. Gagne disebut sebagai modern neobehaviourists mendorong guru untuk merencanakan instruksional pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Present new material = Penyajian materi baru. Inform leaner of objectives = Menginformasikan siswa mengenai tujuan yang akan dicapai. Stimulate recall of prerequisite learning = Stimulus kemampuan dasar siswa untuk persiapan belajar. rangkaian SR. Provide feedback about correctness = Siap memberikan umpan balik langsung terhadap hasil yang baik. 6. Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon. . cubitan. matematika. atau olahraga.2002) Teori instruksional Gagne adalah 9 kondisi Instruksional yaitu: 1. Robert Gagne (1916 . 4.

Sebagai contoh: belajar gerakan tari dari instruktur membutuhkan pengamatan dari berbagai sudut yang dibantu cermin dan langsung ditirukan oleh siswa pada saat itu juga. konteks interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif. Individu lebih menyukai perilaku yang ditiru jika sesuai dengan nilai yang dimilikinya. tersebut disukai dan dihargai dan perilakunya mempunyai nilai yang bermanfaat. mencakup kemampuan fisik. kelaziman. minat. 3. hal ini untuk mendorong konsumen agar membeli sabun supaya mempunyai kulit seperti para bintang atau minum obat masuk anginnya orang pintar . 3. 2. Penyimpanan atau proses mengingat. pengorganisasian pikiran. Iklan selalu menampilkan bintang-bintang yang populer dan disukai masyarakat. mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhadap diri sendiri. Karena melibatkan atensi. Faktor-faktor yang berproses dalam belajar observasi adalah: 1. nilai fungsi) dan karakteristik pengamat (kemampuan indra.  Aplikasi Teori Behavioristik Terhadap Pembelajaran Siswa . pengulangan motorik. gambar atau intruksi yang ditulis dalam buku. Selain itu juga harus diperhatikan bahwa faktor model atau teladan mempunyai prinsipprinsip sebagai berikut: 1. tingkat kerumitan. kemampuan meniru. 2. 4. penguatan sebelumnya). Albert Bandura (1925 masih hidup sampai sekarang) Teori belajar sosial Bandura menunjukkan pentingya proses mengamati dan meniru perilaku. pengulangan simbol. Kemudian proses meniru akan lebih terbantu jika gerakan tari juga didukung dengan penayangan video. perilaku dan pengaruh lingkungan. ingatan dan motivasi. Reproduksi motorik. tanda atau gambar daripada hanya observasi sederhana (hanya melihat saja). Teori Bandura menjadi dasar dari perilaku pemodelan yang digunakan dalam berbagai pendidikan secara massal. teori Bandura dilihat dalam kerangka teori behavior-kognitif. persepsi. Motivasi. Teori ini menjelaskan perilaku manusia dalam. keterlibatan perasaan. Perhatian (atensi). Proses mengingat akan lebih baik dengan cara mengkodekan perilaku yang ditiru ke dalam kata-kata. sikap dan reaksi emosi orang lain. Tingkat tertinggi belajar dari pengamatan diperoleh dengan cara mengorganisasikan sejak awal dan mengulangi perilaku secara simbolik kemudian melakukannya. Individu akan menyukai perilaku yang ditiru jika model atau panutan. keakuratan umpan balik. Sebagai contoh: penerapan teori belajar sosial dalam iklan televisi. mencakup peristiwa peniruan (adanya kejelasan. Teori belajar sosial membantu memahami terjadinya perilaku agresi dan penyimpangan psikologi dan bagaimana memodifikasi perilaku.5. mencakup kode pengkodean simbolik.

c. 6.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori-teori behavioristik adalah ciri-ciri kuat mendasarinya yaitu: a. Mementingkan bagian-bagian (elementalistik). bersifat mekanistik. Guru tidak banyak memberikan ceramah. suka mengulangi dan harus dibiasakan. 2. spontanitas. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon. e. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. rafleks. menari. dan hanya berorientasi pada hasil yang dapat diamati dan diukur. olahragam dan sebagainya. Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan  Kelebihan Teori Belajar Behaviorisme 1. menggunakan komputer. d. 3. b. tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui stimulasi. mengetik. daya tahan dan sebagainya contohnya: percakapan bahasa asing. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya. 4. 5.  Kekurangan Teori Belajar Behavioristi 1. kelenturan. Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning). suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk pemerolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti: kecepatan. berenang. . Bahan pelajaran disusun secara hirarki dari yang sederhana sampai pada yang kompleks. Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu. g. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati dan jika terjadi kesalahan harus segera diperbaiki. f. Mementingkan peranan reaksi. Mementingkan pembentukan kebiasan melalui latihan dan pengulangan. Mementingkan pengaruh lingkungan. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa.

Tipe Perilaku Skinner mengajukan dua klasifikasi dasar dari perilaku: operantsdan respondents. Ia memperoleh MA pada tahun 1930 dan Ph. guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. dsb) merupakan sesuatu yang dapat dikontrol. dalam arti . 3. membimbing ratusan calon doktor. Kontrol atas events ini membuat kita dapat mengontrol perilaku. Ia merefleksikan tahun-tahun awal kehidupannya sebagai suatu masa dalam lingkungan yang stabil. ia menekuni dunia tulis menulis sebagai profesinya selama dua tahun. 5. dan menulis berbagai buku. Operant adalah sesuatu yang dihasilkan. Pennsylvania. Meski tidak sukses sebagai penulis buku fiksi dan puisi. Pada tahun 1945. Mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa sebagai sentral. komunikasi berlangsung satu arah. di mana belajar sangat dihargai dan disiplin sangat kuat. Skinner mendapat gelar BA-nya dalam sastra bahasa inggris pada tahun 1926 dari Presbyterian-founded Humilton College.2. Di Universitas tersebut dia menghabiskan sisa karirnya. perlu motivasi dari luar. Murid dipandang pasif. dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. Pada tanggal 18 Agustus 1980. Skinner meninggal dunia karena penyakit Leukemia Asumsi Dasar Skinner memiliki tiga asumsi dasar dalam membangun teorinya: 1. seperti melakukan berbagai penelitian. Behavior is lawful (perilaku memiliki hukum tertentu) Behavior can be predicted (perilaku dapat diramalkan) Behavior can be controlled (perilaku dapat dikontrol) Skinner juga menekankan mengenai functional analysis of behavior yaitu analisis perilaku dalam hal hubungan sebab akibat.D pada tahun 1931. Hal ini dapat mengungkapkan bahwa sebagian besar perilaku dalam kejadian antesedennya berlangsung atau bertempat pada lingkungan. ia melamar masuk program pasca sarjana psikologi Universitas Harvard. 3. bersikap otoriter. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. Pada tahun 1928. tahun 1948. dia diundang untuk datang lagi ke Universitas Harvard. dia menjadi kepala departemen psikologi Universitas Indiana. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Walden II. 2. dimana penyebabnya itu sendiri (seperti stimuli. Burhuss Frederic Skinner lahir pada tanggal 20 Maret 1904 di sebuah kota kecil bernama Susquehanna. Kemudian 3 tahun kemudian. Skinner adalah seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan.Ayahnya adalah seorang pengacara dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang baik. deprivation. ia menjadi salah satu penulis psikologi terbaik. Setelah wisuda. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh begavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa. 4.

Peramalan dan Perubahan Perilaku Menurut Skinner. Penguatan dan pembentukan perilaku 3. cara efektif untuk meramal dan merubah perilaku adalah dengan menguatkan (to reinforce). Contohnya. Untuk menganalisanya perlu dilihat variable lingkungannya. L. yaitu suatu tingkah laku yang dipelajari dengan teknik pengkondisian . anjing tetap akan mengeluarkan air liur terhadap bel. Contohnya. atau seseorang yang keluar dari pintu. Hal tersebut menunjukkan perlunya melanjutkan penguatan. misalnya pada dua orang yang mengkonsumsi makanan dengan kuantitas berbeda. yaitu pengkondisian klasikal dan pengkondisian operant/instrumetal. anjing tersebut akan mengeluarkan air liur saat bel dibunyikan (sebelum daging ditampilkan). Mari kita ambil contoh dengan mengobservasi anjing. 2. namun lama kelamaan akan terus berkurang hingga akhirnya berhenti mengeluarkan air liur. perilaku yang tidak otomatis (bukan refleks) akan menghilang perlahan. seekor anjing yang mengeluarkan air liur ketika melihat dan mencium bau makanan. Sekarang kita coba bunyikan bel sesaat kita tampilkan daging. atau seseorang yang mengedip ketika udara ditiupkan ke matanya. artinya suatu organisme melakukan sesuatu tanpa perlu adanya stimulus yang mendorong. seperti jangka waktu dari makan ke makan berikutnya. Hal ini bukan berarti kedua orang tersebut memiliki dorongan makan berbeda. Prinsip-prinsip pengkondisian dan belajar. Untuk itu. Generalisasi dan diskriminasi stimulus PRINSIP-PRINSIP PENGKONDISIAN DAN BELAJAR Ada dua prinsip dasar dari pengkondisian. Ketika ditampilkan sepotong daging. dimana organisme menghasilkan sebuah respondent sebagai hasil langsung dari stimulus spesifik. Thorndike. Pengkondisian klasikal (classical conditioning) Prinsip ini pertama kali diusulkan oleh Ivan Pavlov yang pada dasarnya mengatakan bahwa sebuah stimulus yang memunculkan sebuah respon dipasangkan dengan stimulus lain yang pada saatnya nanti menghasilkan respon yang sama. Suatu reaksi sebagai kontras dari responden. Dengan kata lain. seekor tikus lari keluar dari labirin.organisme melakukan sesuatu untuk menghilangkan stimulus yang mendorong langsung. anjing mengeluarkan air liur hanya saat daging ditampilkan. Namun setelah beberapa kali penampilan. Respondent adalah sesuatu yang dimunculkan. kita dapat menyebut bahwa operasi dan respon kedua dikondisikan untuk terjadi. perlu diketahui hal-hal berikut: 1. Teori Skinner berusaha menegakkan tingkah laku lewat studi mengenai belajar secara operan. Variasi dalam Intensitas Perilaku Adanya intensitas perilaku yang bervariasi disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan (environmental variable). 1. karena tanpa penguatan (paling tidak saat-saat tertentu). Agen penguat di sini adalah daging yang berfungsi sebagai penguat positif karena penampilan daging meningkatkan kesempatan respon yang diinginkan untuk muncul. Pada awalnya. Suatu operan adalah memancarkan. 2. anjing mulai mengeluarkan air liur. Pengkondisian operan/instrumental Pengkondisian ini pertama kali diselidiki secara sistematis oleh E. Lalu apa yang terjadi jika kita menghentikan penampilan daging dan hanya membunyikan bel? Untuk sesaat. Proses tersebut dinamakan extinction (pemusnahan).

Kemudian tikus tersebut berjalan mengelilingi kandang dan tanpa sengaja menekan pedal. kemudian setelah 6 detik. Kita dapat memberi makanan dalam jadwal fixed interval. Dengan hal tersebut akan didapatkan perilaku yang diinginkan. Akhirnya. Namun kita juga dapat terus memberi makanan sebagai penguat dengan waktu yang tidak ditentukan (occasionally). Kejadian tersebut membuat tikus selalu berusaha menekan pedal dan mengumpulkan makanan yang muncul di sudut kandang. misalnya tiap 5 detik sekali. Agar merpati mematuk disk untuk pertama kalinya. organisme tersebut akan bertemu dengan stimulus-stimulus. Pertama-tama kita latih burung makan dari hopper. Selama ³operating´. dengan interval rata-rata sekitar 5 detik. kita langsung berikan makanan. kemudian setelah 4 detik. Dari sana. Jadi yang dimaksud dengan operant conditioning adalah sebuah tingkah laku diikuti dengan sebuah konsekuensi. Operan dapat dipelajari bebas dari kondisi-kondisi perangsang yang membangkitkan. yaitu penjadwalan dalam hal tiap kali respon yang benar diberi penguat. dan konsekuensi-konsekuensi tersebut dapat merubah kecenderungan organisme untuk mengulang tingkah laku tersebut di masa datang. Jadi kita dapat memberi penguatan pada merpati setelah 3 detik. perilaku mematuk akan terjadi dengan cepat. Organisme selalu dalam proses ³operating´ dalam lingkungannya. dan seterusnya. dengan memberi makanan dalam interval waktu yang acak dengan rata-rata yang tetap. yang disebut reinforcing stimulus (stimulus penguat). . Setelah itu kita reinforce burung hanya ketika kepalanya berada pada posisi yang paling dekat dengan disk. Disk dan kotaknya diberi kawat yang memungkinkan respon direkam dan makanan dikirim ketika merpati mematuk disknya. kita mulai dengan me-reinforce perilaku yang makin lama makin mendekati perilaku mematuk disk.Pavlovian. Eksperimen ini dumulai ketika seekor merpati lapar diletakkan dalam Kotak Skinner. Eksperimen pada tikus membuktikan bahwa suatu tingkah laku yang diikuti oleh stimulus penguat akan meningkatkan kemungkinan munculnya kembali tingkah laku tersebut di masa depan PENGUATAN DAN PEMBENTUKAN PERILAKU (SHAPING) Jika dilakukan dengan seksama. Atau kita juga dapat menggunakan variable interval. lalu hanya ketika paruhnya dalam posisi terdekat dengan disk. sehingga mengakibatkan munculnya makanan. kemudian kita tampilkan makanan hanya ketika burung mendekati disk (dan hopper). coba bayangkan seekor tikus di dalam kandang. Artinya organisme tersebut selalu melakukan apa yang dilakukannya. dan seterusnya. reinforcement (penguatan) dapat membuat kita membentuk perilaku dari organisme sehingga dapat memunculkan perilaku yang diinginkan (dengan proses belajar operant). Jika kita berhentikan pemberian penguatan (makanan) kapan saja. maka perilaku mematuk akan menurun dan lama-kelamaan menghilang. Dalam waktu singkat.Hal tersebut dapat dilihat dari eksperimen Skinner yang terkenal yaitu melatih merpati untuk mematuk selain makanan (dalam hal ini adalah disk ringan). yang disebut Kotak Skinner. Karena itu. Hal di atas menunjukkan penjadwalan continuous reinforcement. ketika merpati mematuk disk untuk pertama kalinya. Kandang tersebut mempunyai suatu pedal pada salah satu temboknya yang bila ditekan maka dapat melepaskan makanan ke dalamnya. merpati akan terus menerus mematuk dan kita juga terus memberikan makanan. Sebagai contoh. kita harus membentuk perilaku dengan catatan mematuk disk merah di dinding bukan merupakan perilaku normal atau repertoar dari merpati pada umumnya. Stimulus-stimulus tersebut mempunyai pengaruh dalam menguatkan ³operant´ ± tingkah laku yang muncul sebelumreinforcer.

atau berapapun angka dari merpati tersebut. Ketika kita akan menghilangkan respon yang dikondisikan oleh penguatan interval. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit lalu dikirim kembali ke medan perang. merpati akan berespon mematuk secara berkelanjutan. ia mengatakan bahwa perilaku abnormal dapat diubah menjadi perilaku normal dengan memanipulasi lingkungan. patukan ke-8. Skinner tidak membahas mengenai persoality traits atau karakteristik yang dimiliki seseorang. organisme dapat membedakan mana situasi yang diberi penguat dan yang tidak. ia mengalami . Perilaku Sosial Dalam berbicara mengenai perilaku sosial. Resistensi yang paling buruk terjadi pada penjadwalan berkelanjutan (continous). dia akan cenderung mengulangi respon tersebut hingga akhirnya dia berespon pada situasi yang lebih luas. dengan menggunakan fixed ratio. deskripsi kepribadian direduksi dalam kelompok atau respon spesifik yang cenderung diasosiasikan dalam situasi tertentu. Meskipun sebagian besar patukan tidak diberi penguat. kita dapat menguatkan perilaku tiap 10 patukan. selain air. Contohnya. Penjadwalan interval adalah penjadwalan yang lebih buruk resistensinya terhadap pemusnahan. GENERALISASI DAN DISKRIMINASI Dua fenomena besar dari sistem Skinner merupakan penemuanpenting sebagai alat pembelajaran. Perilaku Abnormal Skinner berpendapat bahwa perilaku abnormal berkembang dengan prinsip yang sama dengan perilaku normal. Bagi Skinner. Dengan proses generalisasi stimulus. organisme akan dapat membuat respon yang sama terhadap satu situasi ketika dia dihadapkan pada situasi yang lain namun hampir mirip dengan situasi sebelumnya. maka ketika ada penguatan atas hal itu. sehingga organisme akan berespon hanya pada situasi tertentu saja. Salah satu contohnya adalah dalam kasus yang terjadi pada seorang tentara yang terluka di medan perang. jika kita beri penguat rata-rata tiap 5 patukan. respon tersebut akan menghilang lebih lambat daripada yang dikondisikan oleh penguatan continuous. Bagi Skinner. Dengan proses diskriminasi stimulus. respon muncul karena adanya penguatan. Dengan jadwal fixed interval. respon rata-rata patukan stabil. Resistensi terhadap pemusnahan paling besar di penjadwalan penguatan ratio terjadi pada variable ratio dan disusul fixed ratio. namun secara rata-rata patukan tersebut akan terus bertahan. 20 patukan. sebagai unconditioned atau primary reinforcer (penguat utama). Dalam kasus merpati di atas. Dengan jadwal variable interval. patukan akan menurun perlahan mengikuti penguatan dan akan naik lagi mendekati penguatan yang akan dilakukan.Dalam kondisi fixed maupun variable interval. maka kita beri penguat pada patukan ke-3. Lebih jauh. Fenomena yang dimaksud adalahgeneralization (generalisasi) dan discrimination (diskriminasi). Namun perilaku manusia pada umumnya juga bergantung pada conditioned atausecondary reinforces (penguatan sekunder/tambahan) yang dipasangkan dengan penguat utama dan dapat pada perilaku manusia (contohnya uang). dengan catatan resistensi fixed interval lebih buruk daripada variable interval. Dengan jadwal variable ratio. Kita dapat mendapatkan respon yang lebih tahan dari pemusnahan (extinction) dengan menggunakan jadwal penguatan sebagai fungsi dari perilaku organisme itu sendiri. Ketika dia mengeluarkan respon tertentu pada kondisi tertentu. Skinner menyebut makanan. Penguatan tersebut akan berlangsung stabil dan menghasilkan perilaku yang menetap. dst.

1968) mengembangkan sebuah metode yang disebut dengan token economy. yaitu sebuah stimulus yang tidak disukai yang akan berusaha untuk dihindari oleh tentara tersebut. Prosedur ini disebut dengan flooding. maka dirinya akan menghadapi penolakan sosial. Namun Skinner percaya bahwa seperti halnya variabel lain. dia bersikeras bahwa kondisi eksperimen dikontrol dan respon subjek direkam secara otomatis. respon terkondisinya (kelumpuhan) akan hilang. Skinner mengungkapkan bahwa kondisi terluka telah menjadinegative reinforcer. Namun demikian. Medan perang yang telah diasosiasikan dengan luka adalah sebuah conditioned negative reinforcer. Bagi Skinner. atau menyelesakan . variabel tak terkontrol juga harus dipelajari. INTERVENSI TINGKAH LAKU PADA PASIEN PSIKIATRIK Pada awal 60-an. dia membuat studi intensif pada satu subjek individu daripada meneliti sebuah kelompok. Satu obat yang telah diselidiki secara ekstensif dengan metode Skinnerian adalah chlorpromazine. sehingga sang tentara akan berusaha juga untuk menghindarinya. karena pada umumnya seorang tentara tidak dikenakan tanggung jawab ketika dirinya mengalami kelumpuhan sehingga dirinya tidak akan dihukum. dan mungkin penjara atau bahkan kematian. yaitu agent anti-kecemasan yang digunakan dalam penanganan psikosis. Token ekonomi didesain bagi pasien penyakit mental agar menghasilkan perilaku yang diinginkan. Namun demikian. Peneliti yang bekerja dengan sejumlah besar binatang perlu memperhatikan variabel tak terkontrolnya sepanjang hal ini tersebar secara acak. kita juga harus mngetahui variabel apa sajakah yang tidak terkontrol tersebut agar dapat dikontrol juga. METODE PENELITIAN DAN PENEKANAN Penelitian Skinner menyimpang dari norma penelitian psikologi kontemporer dengan beberapa cara: Pertama. si tentara tentunya tidak akan mau kembali ke medan perang secara sukarela. muncul beberapa perilaku yang menghubungkan keduaconditioned negative reinforcer tadi. Dan ketiga. Hasilnya. Skinner terfokus pada event perilaku yang paling sederhana. ketika menolak untuk dikirim berperang. Jika kita ingin mengontrol perilaku. yang dilakukan dengan cara mendorong pasien ke dalam situasi anxiety-arousingdan menghadapinya. tujuan psikolog adalah untuk mengontrol perilaku individu. Perilaku tersebut akan menguat dan dipertahankan. hingga dirinya sadar bencana yang diharapkan muncul tidak akan terjadi. Dari hasil penelitian terhadap tikus didapat bahwa obat ini mengurangi rasa takut (fear). Ayllon dan Azrin (1965.Conditioned reinforcer dalam bentuk token diberikan pada pasien yang memunculkan respon yang diinginkan seperti memakai baju sendiri. makan tanpa bantuan. Obat ini juga berfungsi sebagai depresan. tidak hanya respon pada ketakutan. yaitu sebuah teknik berdasarkan prinsip-prinsip pengkondisian operan. Lalu bagaimana kita menyembuhkan tentara tersebut? Secara teoritis. dan kemudian telah diasumsikan bahwa obat ini juga memiliki efek bila diberikan pada penderita schizophren.kelumpuhan pada satu lengannya yang membuatnya ditarik dari tugas. yang kesemuanya adalah konsekuensi aversive. Pemeriksaan secara fisiologis menunjukkan tidak ada masalah pada dirinya. Kita dapat mendorong dia untuk kembali dan berharap bahwa berada dalam situasi aversive tanpa konsekunsi aversive yang dialami sebelumnya akan menghilangkan respon dia terhadap kelumpuhan. pengadilan. yang mereduksi semua bentuk respon. Kedua. jika da dikembalkan ke medan perang (conditioned renforcer) dengan tidak terluka lagi (unconditioned reinforcer). EFEK OBAT DALAM TINGKAH LAKU Metodologi Skinner dan Kotak Skinner telah dibuktikan sebagai alat untuk mempelajari efek perilaku terhadap berbagai macam agen farmatologi.

Skinner meyakinkan bahwa kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan tingkah laku dalam hubungannya yang terus ± menerus dengan lingkungannya sedangkan cara untuk mengontrol perilaku adalah dengan melakukan penguatan (reinforcement) suatu strategi kegiatan yang membuat tingkah laku tertentu berpeluang untuk terjadi atau sebaliknya berpeluang tidak terjadi pada masa yang akan datang dari sebagian pengertian diatas merupakan salah satu cara untuk menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang mendukung dan tidak mendukung dalam masyarakat. Bagaimanakah teori kepribadian behavioristik? 4. Bagaimana inti pokok dalam mewarnai kepribadian seseorang? 6.tugas secara baik. 2009 in Uncategorized BAB I PENDAHULUAN Menurut Skinner penyelidikan mengenai kepribadiahn hanya syah jika memenuhi beberapa criteria ilmiah. Apakah yang dimaksud dengan penguat.stimulus adersif. makalah teori skinner September 15. Dalam hal ini Skinner membedakan perilaku menjadi dua yaitu perilaku yang alami dan perikau operan.pembentukan . kosmetik. Apakah yang dimaksud penguat dalam teori ini? 3. Bagaimana enggunaan teori untuk kepentingan sendiri? BAB II . dan pelatihan binatang. Selain itu. Token ekonomi telah digunakan dalam berbagai macam situasi. Bagaimana aplikasi terhadap kepribadian seseorang ? 7. bahkan pada orang normal sekalipun. Karena Skinner menolak untuk menyimpulkan mekanisme atau proses yang tidak terobservasi. perilaku alami menurutnya adalahperilau yang ditimbulkan oleh stimulus yang jelas sedangkan perilaku operan adalah perilaku yan ditimbulkan stimulus yang tidak jelas atau tidak diketahui tetapi semata ± mata dihasilkan oleh organisme itu sendiri[1] Bagi Skinner. Teknik ini telah dibuktikan sukses dalam menghasilkan bentuk perilaku yang diinginkan. Para psikolog holistik merasa bahwa pendekatan Skinner mengabaikan kompleksitas perilaku makhluk hidup. seperti penanganan anak autis. Token-token ini nantinya dapat ditukar untuk mendapatkan primary reinforcer. Kritik lain mengatakan bahwa situasi sederhana yang diteliti Skinner tidak akan terjadi di luar laboratoriumnya. Asumsi Skinner tentang µlawfulnessµ tidak sejalan dalam psikologi. dia mengalami kesulitan dalam menggambarkan situasi di luar laboratorium. Hakikat dari teori Skinner adalah teori belajar bagaiman individu memiliki tingkah laku baru menjadi lebih terampil menjadi lebih tahu. industri. modifikasi dan dalam teori ini? 5. Sehigga dapat dirumuskan masalah sebagai berikut 1. menonton film. interaksi sosial. profesi. yaitu sesuatu yang diinginkan dan dinikmati orang lain seperti: baju baru. dll. orang yang mengalami perkembangan tidak normal. EVALUASI Pendekatan Skinner telah diaplikasikan dalam berbagai masalah-masalah praktis. Bagaimanakahlatar belakang teori Skinner ? 2. factor motifasional dalam tingkah laku bukan elemen dari structural dalam situasi yang sama tingkah laku seseorang bisa berbeda ± beda kekuatan dan keseringan munculnya. Namun jadwal penguatan yang dia ajukan merupakan temuan penting bagi teori belajar dan peneliti kepribadian. seperti dalam pendidikan. ada kritik yang merasa keberatan dengan hukum perilaku yang pada akhirnya tidak melihat perbedaan spesies secara terpisah. Ia tidak akan menerima gagasan bahwa kepribadian atau personality atau self yang membibing attau mengarahkan perilaku.

selama 9 tahun Skinner di sana hidupnya diwarnai oeh produktifitas dan membuatnya terampil sebagai salah seorang pemimpin behaviorisme yang terkemuka di Amerika Serikat. ayahnya adalah seorag pengacara dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang kuat da keras. Skinner menerima banyak penghargaan kehormatan .D dan menghabiskan waktu selama lima tahun untuk bekerja di laboratorium W.mu pengetahuan dan medali emas dari apa pada tahun 1971.New York ia menulis berbagai cerita pendek dan untuk menulis berbagai surat kabar lokal. Dia selalu berada dalam asuhan dan didikan yang berpola lama dan mementingkan kerja keras .penyelidikan mengenai kepribadian melibatkan pengamatan yang sistematis dan sejarah belajar yang khas serta latarbealakng yang unik dari individu .Skinner telah menguraikan sejumlah teknik yang digunakan untuk mengontrol perilaku ynag . dilaukannya Perilaku yang tidak diikuti oleh stimulus ± stimulus penggugah memperkecil kemungkinan dilakukannya kembali perilaku tersebut di masa ± masa berikutnya.makhluk hiduptersebut pasti meneroma stimmulus -stimulus tertentu yangdisebut dengan stimulus penggugah. Ketentuan penggugah dalam teori Skinner adalah seagai berikut ³perilaku yang diikuti oleh stimulus penggugah akan memperbesar kemungkinan kembali perilaku tersebut di masa-masa berikutnya.F Skinner meninggal dunia akibat leukimia dan meninggalkan dua orang anak. Skinner didasarkan pada cara kerja yang menentukan (operan conditioning). Pada tahun 1928 skinner menjalankan kuliahnya kembali pada fakultas psikologi di universitas Harvard dengan mengkhususkan diri pada tingkah laku hewan. ia lwbih menyenangi kegiatan diluar rumah dan sangat menikmati kegiatan ± kegiatan di sekolahnya[2] Pada tahun 1926 Skinner meraih gelar sarjana muda dalam sastra Inggris di Hamilton Collage.´ 2. Pokok -pokok teori Skinner 2.individu bukanlah agen penyebab tingkah laku melainkan suatu point antara faktor ± faktor lingkungandan bawaan yang khas serta secra bersama.[3] dan pada tanggal 17 Agustus 1990 B.J Crozier Di universitas Minnesota.selama melakukan proses operasi ini .Menurut Skinner individu adalah organisme yang memperoleh perbendaharaan tingkah lakunya melalui belajar. Latar belakang teori Skinner Burhus Frederic Skinner lahir pada tanggal 20 Maret 19 04 di kota kecil Pensylvania yaitu susquenhanna.BURRHUS FREDERIC SKINNER 1. Stimulus tersebut berdampak pada meningkatnya proses cara kerja tadi yaitu adanya penggugah (reinforcement) inilah yang disebut dengan ³cara kerja yang menentukan ´ dalam perilaku pasti menghasilkan konsekuensi konsekuensi tertentu dan kosekuensi -onsekuensi ini akan mengubah kecenderungan mahluk hidup untuk mengulangi perilaku yang sama.1 Penggugah (reinforcement) Sistem yang ditawarkan B.antara lain Distinguished Scientific Contribution Award dari The American Psichological association (APA) pada tahun 1958 dan mendapatkan mendali presiden dalam bidang i.setiap makhluk hidup pasti selalu dla proses melakukan sesuatu Terhadap lingkungannya. Pada tahun 1945 Skinner menjabat sebagai dekan fakultas psikologi universitas Indina dan pada tahun 1948 ia menjadi guru bear di Harvard.2 Teori Kepribadian Behavioristik Menurut Skinner pendidikan mengenai kepribadian hanya sah jikamematuhi kriteria ilmiah .F.sama menghasilkan akibat tingkah laku yang khas pula pada individu tersebut . walaupun tidak berhasil sebagai seorang penulis dan penyair sebagai bentuk kreatifitasnya ia telah berhasil mencetuskan buku yaang sangat terkenal yaitu ³Walden II´ 2. Pada tahun 1931 Skinner mendapatkan gelar Ph.

4. Menguatkan diri secara positif ( positive self reinforcement).beberapa dari kita menutup mulut untuk menghidari diri dari menertawakan kesalahan orang. ada dua kategori penjadwalan yang dilakukan oleh Skinner yaitu 1. Mmengubah stimulus(changing the stimulus conditions) yaitu ketika ada stimulus yang diinginkan oleh individu. Selain itu Skinner juga membuat empat jadwal penguatan yaitu. Jadwal penguatan bervariasi menurut pemberian conditional stimulus .penguat tidak selalu diberikan setiap kali binatang percobaan melakukan tindakan yang dikehendaki . Pemberian penguatan secara teratur dan tidak teratur 3.contoh. kita mengubah emosional yang ada dalam diri kita untuk mengontrol diri . Fixed ratio yaitu jumlah respon tertentu menentukan kapan penguatan diberikn 2.teknik itu adalah sebagai berikut :[4] 1. Bantuan fisik ( physical aids) kita mengontrol perilaku dengan melakukan bantuan fisik. frekuensi pemberian penguatan atau pegaturan waktu disebu dengan ³reinforcement schedules´. 3. 2. Menghukum diri sendiri ( Se.dipelajari oleh social learning theorist yang tertarik pada modeling modifikasi perilaku ..3 Daftar Penguatan (Reinforcement schedule) Dalam eksperimen yang dilakukan oleh skinner. orang yang berkelebihan berat badan menyisihkan sekotak permen dari hadapannya. 1.walaupun demikian perilaku operan masih menjadi seperti biasa . 7. 4. Melakukan respons lain (performing alternative responses). contoh. Fixed interaval yaitu selang waktu tertentu ( misalnya 5 menit ) menentukan pemberian penguatanberikutnya 3.contohnya. Pemberian penguatan didasarkan pada jumlah respond an pemberia penguat berdasarkan waktu 2.kita melakukan tindakan yang tidak berhubungan dengan pendapat kita tentang mereka.maka stimulus itu diubah dengan stimulus yang lain.contoh. prestasi yang dilakukan oleh anak walupun hanya satu kali akan membuat anak yang bersangkutan giat untuk berlatih. 6. Penguatan yang diberikan pada waktu ± waktu tertentu disebut degan partial reinforcement[5] sebagai contohnya orang tua tidak selama. Variable interval yaitu waktu pemberian penguat divariasi diantara selang waktu tertentu Jadwal penguatan Tipe jadwal Jika penguat diberikan Akibat terhadap rate of responding .f Punishment ). Memanipulasi kondisi emosional (manipulasing emosional conditions). menahan diri dari perilaku yang membawa hukuman dengan melakukan yang lain.seorang mahasiswa menghukum diri sendiri karena gagal dengan giat belajar.contohnya kita memberi hadiah pada diri sendiri karena mendapat nilai baik dalam ujian.lamanya bersama dengan orang tuanya oleh karena itu penguatan positif tidak selalu dapatdiberikan setiap kali anak melakukan tindakan yang dikehendari.seorang menghukum diri sendiri karena gagal mencapai tujuan yang hendak diinginkan. Variabel ratio yaitu jumlah perilaku responden yang terjadi tidak ditientukan secara kaku. 5. seorang pengemudi truk minum obat perangsang anti kantuk agar tidak mengantuk saat mengemudi di perjalanan jauh. Pengekangan fisik ( physical restrains) yaitu kita mengontrol perilaku dengan melakukan pengekangan secara fisik Contoh. 2.untuk menahan diri agar kita tidak menyerang orang yang tidak kita sukai .kita membuat dia sendiri memiliki suasana hati yang baik sebelum menghadiri pertemuan yang membuat stress agar dapat menunjukkan perilaku yang tepat.

sehingga definisi ini menggambarkan pengondisian yang dikenal dengan ³hukuman´ sebaliknya jika pada eksperimen diata kita tukar simulan aversif setelah tikus memperlihatkan perilaku tertentu maka ini disebt dengan pengaan negative. 3.6 Modifikasi Perilaku Modifikasi perilaku atau yang disebut dengan B. Teknik ini banyak digunakan di lembaga ± lembaga seperti rumah sakit rumah sakit jiwa.scenario yang kedua naik menjadi agak sedikit menakutkan dan seterusnya sampai pada tingkat ke ± 10 dengan kepanikan yang sangat menakutkan yaitu ada laba ± laba yang menakutkan menghinggapi wjah orang tersebut ketika mngemudi. perilaku ynag diikuti oleh stimulant aversif akan memperkecil diulanginya perilaku tersebut pada masa selanjutnya 2. 2.tetapi ini tidak nberlaku secara terus ± menerus . Ketentuan dalam teori ini adalah 1. Skinner berusaha menjawab pertanyaan ini dengan ide pemebentukan aau metode perkiraan yang silih berganti. dan ditandai dengan adanya aturan ± aturan tertentu yang berlaku disebuah intitusi secara eksplisit dan mereka ang menaati akan dihadiahi. panti untuk remaja bermasalah dan penjara. orang tersebut akan dihadapkan untuk mengamati laba ± laba dalam 10 skenario dengan tingkat kepaikan ang berbeda ± beda.4 Pembentukan ( Shaping ) Salahsatu pertanyaan yang dijawab Skinner adalah baaimana kita memiliki perilaku yang kompleks. Cara kerjanya sangat sederhana yaitu menghilangkan perilaku yang tidak diingini ( dengan cara menghilangkan penguat ) dan menggantinya dengan perilaku yang dihasrati dengan penguat.5 Stimultan Adversif Stimultan adversif aalah lawan dari stimultan penguat ( reinforcement) tidak menyenangkan bahkan menyakitkan .7 Prinsip Belajar Skinner . perilaku yang diikuti oleh penghilangan stimultan aversif akan memperbesar kemungkinan diulanginya perilaku yang sama dimasa selanjutnya 2. ada tenggang waktu untuk memberikan hadiah itu.sehingga metode seperti ini dipakai dalam terapi yang disebut dengan desensitisasi sistematis .pada eksperiment Siknner jika kita memaksa tikus percobaan untuk melakukan ³ X´ ia akan melakukannya secara tidak sempurna . Pada awalnya ide ini hanya berbentuk perilaku pendorong yang mirip dengan apa yang kita inginkan samapi perilaku kita tidak sama lagi dengan orang yang biasa dilakukan orang dalam kehidupan sehari ± hari . Yang dilakukan seorang terapis dalam menerapi adalah memberikan pengajaran an bagaimana mengendorkan otot ±otot pelaku fobia ketika menghadapi situai diatas.dalam scenario yang pertama tingkat kepanikanna sangat rendah misalnya seorang yang terkena fobia melihat laba.Fixed ratio Setealh sejumlah tertentu penekanan tombol Perilaku terjadi sangat sering lalu pause sebentar setelah penguat diberikan Perilaku yang terjaji dengan frekuensi yang cukup tinggi dan konstan Frekuensi perilaku meningkat pada akhir waktu dan rendah setelah penguat diberikan Perilaku terjadi dengan frekuensi rendah tapi kontsan variabel ratio Setelah sejumlah tak tertentu penekanan tombol Fixed interval Setelah jangka waktu tertentu Variable interval Setelah selama jangka waktu yang tidak ditentukan 3.Mod adalah teknik terapi yang didasarkanpada karya ± karya Skinner .contohnya ada pada orang yang mengalami fobia terhadap laba ± laba.laba kecil dari jarak jauh .

dalam proses belajar lebih dipentingkan aktifitas itu sendiri 4.Skinner menganggap reward dan reinforcement merupakan factor penting dalam belajar.Aplikasi Terhadap Kepribadian Seseorang Kita sebenarnya hidup dalam kebetulan . proses belajarharus mengikuti irama yang diajar 3.[6] 1.adapun cara mengontrol perilaku itu adalah sebagai berikut: .atau yang laiinya dan jika kita berhasil dalam menyeleseikan aktifitas kita memberi penghargaan pad diri sendiri BAB III KESIMPULAN Latar belakang teori 1. Pada teori ini guru memberikan penghargaan pada anak yang mempunyai nilai tinggi berupa hadiah sehingga anak akan lebih rajin dan menghukum anak yang mempunyai nilai kurang dengan tugas belajar yang lebih banyak. hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa 2. dalam belajar digunakan shaping 4. organisme adalah individu yang memeproleh perbendaharaan tingkah laku melalui proses belajar . Ia berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal. pada tahun 1936 ia mengajar di universitas Minnesota selama 9 tahun yang menyebabkan ia menjadi pemimpin teori behaviorisme terkemuka di Amerika serikat 4. Untuk itu Skinner mempunyai Prinsip belajar skinner adalah sebagai berikut. pada tahun 1928 ia melanjutkan kuliah di Harvard dan mengkhususkan pada tingkah laku hewan 3.ketika kita merasa malas dalam melaksanakan aktoftas kita dpat melakukan control diri daengan cara menghukum diri . karyanya yang paling terkenal dalam sikologi adalah Wallden II System penggugah ( penguat ) adalah stimulus ± stimulus tertentu yang diterima mahluk hidup ketika melakukan aktifitasnya Teori Kepribadian behavioristik. Dapat dimengerti bahwa teori ini juga termasuk teori operan conditioning yang berarti bahwa suatu prosis perilaku operan yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kmbali atau menghilang sesuai keinginan. Burrhus Frederic Skinner lahir tanggal 20 Maret 1904 2. Dan pengalaman yang diperoleh tergantung pada individu dan stimultan pada lingkungan itu. dalam membentuk kepribadian terdapat stimultan adversif tertentu untuk membentuk keprinbadiannya.kita kebetulan dilahirkan di keluarga baik ± baik. oleh karena itu kita harus mendesain kebudayaaan kita sedemikian rupa dimana orang ± orang yang baik mendapat imbalan atau hadiah sementara orang yang jahat dikucilkan. 5.Inti Pokok Dalam Mewarnai Kepribadian Seseorang Setiap orang akan memiliki kepribadian yang berbeda ± beda tergantung pada proses dari lingkungannya .seorang yang dibesarkan pada lingkungan yang baik akan memungkinkan untuk memiliki perilaku yang baik . 6. Penggunaan Teori Untuk Kepentingan Sendiri Dalam teori Skinner perilaku oeran memilik kedudukan yang sangat penting disamping itu terdapat penguat (reinforcement) yang sangat penting dalam menyeleseikan aktifitas . teman yang baik dan guru yang baik yang mendukung kita di zaman sekarang penggugah ± penggugah yang mendorong kita untuk berperilaku baik atau buruk kacau balau dan berada diluar control kita. dan mengontrol tingka laku. sebaliknya seseorang yang dibesarkan padaa lingkungan yang jelek akan memperoleh pengalaman kepribadian yang jelek.

teman yang baik dan guru yang baik yang mendukung kita di zaman sekarang penggugah ± penggugah yang mendorong kita untuk berperilaku baik atau buruk kacau balau dan berada diluar control kita. menghkum diri sendiri Reinforcement schedule adalah frekuensi emberian penguatan atau pengaturan waktu Dalam eksperimen Skinner terdapat empat jadwal penguatan yaitu 1. Fixed Interval 3.dan diterapkan pada lembaga ± lembaga seperti rumah sakit. dalam belajar digunakan shaping Inti pokok dalam mewarnai kepribadian seseorang Setiap orang akan memiliki kepribadian yang berbeda ± beda tergantung pada proses dari lingkungannya . hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa 2. oleh karena itu kita harus mendesain kebudayaaan kita sedemikian rupa dimana orang ± orang yang baik mendapat imbalan atau hadiah sementara orang yang jahat dikucilkan. proses belajarharus mengikuti irama yang diajar 3.untuk menjawab pertanyaan bagaimana kita memiliki perilaku yang kompleks. Metode ini dipakai dalam terapi yang disebut dengan desensitisasi system . bantuan fisik 3.kita kebetulan dilahirkan di keluarga baik ± baik. perilaku ynag diikuti oleh stimulant aversif akan memperkecil diulanginya perilaku tersebut pada masa selanjutnya 2. melakukan respon lain 6. Ketentuan dalam teori ini adalah 1. . dalam proses belajar lebih dipentingkan aktifitas itu sendiri 4. Aplikasi terhadap kepribadian seseorang Kita sebenarnya hidup dalam kebetulan . Pengekangan fisik 2. Variabel Interval Pembentukan (shaping) adalah dalam teori Skinner. perilaku yang diikuti oleh penghilangan stimultan aversif akan memperbesar kemungkinan diulanginya perilaku yang sama dimasa selanjutnya Modifikasi perilaku dilakukan dengan cara menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan (penguat) dan mengganti perilaku ynag dihasrati dengan penguat. mengubah kondisi stimulus 4. sebaliknya seseorang yang dibesarkan padaa lingkungan yang jelek akan memperoleh pengalaman kepribadian yang jelek.seorang yang dibesarkan pada lingkungan yang baik akan memungkinkan untuk memiliki perilaku yang baik . panti anak remaja bermasalah dan aturan ±aturan tersebut ditulis secara eksplisit Prinsip belajar Skinner 1. Fixed Ratio 2. memanipulasi kondisi emosional 5. menguatkan diri secara positif 7.contoh pada penderita autis Stimulus Adversif adalah lawan dari stimultan penguat sesuatu yang tidak menyenangkan atau bahkan menyakitkan.1. dalam membentuk kepribadian terdapat stimultan adversif tertentu untuk membentuk keprinbadiannya. Dan pengalaman yang diperoleh tergantung pada individu dan stimultan pada lingkungan itu. Variabel Ratio 4.

Dalam teori .student. Skinner REP | 13 February 2011 | 16:56 620 2 Nihil BAB I PENDAHULUAN A.//data rental. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan.r George.id diakses tanggal 9 september 2009 Teori B.2003 (Bandung : Pustaka Setia ) hlm.310 [5] Irwanto.ketika kita merasa malas dalam melaksanakan aktoftas kita dpat melakukan control diri daengan cara menghukum diri .Sejarah Psiokologi.blogspotcoom /20008/04/teori dalam psikologi kepribadian html rtn12 diakses tang9al 9 september 2009 [2] Abdul Qodir .F.F Skinner dan Gestalt. Teori belajar behaviorisme ini berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati.109 [4] Alex Sobur.Penggunaan teori untuk kepentingan sendiri Dalam teori Skinner perilaku operan memilik kedudukan yang sangat penting disamping itu terdapat penguat (reinforcement ) yang sangat penting dalam menyeleseikan sebuah aktifitas .117 [6] http://itachi.Terj. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. B.P.ac.Mengenal kepribadian Mutakhir.1997(Jakarta: Kanisius)hlm. Psikologi Umum.2000(Yogyakarta: prismashopie) hlm.2001(Yogyakarta: pustaka pelajar)hlm.atau yang laiinya dan jika kita berhasil dalam menyeleseikan aktifitas kita memberi penghargaan pad diri sendiri [1] http. Latar Belakang Masalah Banyak teori tentang belajar yang telah berkembang mulai abad ke 19 sampai sekarang ini.fkip. Pada awal abad ke-19 teori belajar yang berkembang pesat dan memberi banyak sumbangan terhadap para ahli psikologi adalah teori belajar tingkah laku (behaviorisme) yang awal mulanya dikembangkan oleh psikolog Rusia Ivan Pavlav (tahun 1900-an) dengan teorinya yang dikenal dengan istilah pengkondisian klasik (classical conditioning) dan kemudian teori belajar tingkah laku ini dikembangkan oleh beberapa ahli psikologi yang lain seperti Edward Thorndike. psikologi Umum. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan.405 [3] Paulus Budiharjo. Evaluasi atau Penilaian didasari atas perilaku yang tampak.uns.

Kelebihan dan kekurangan teori skinner BAB II TINJAUAN TEORI A. 4. Konsep Teori Behaviorisme dala pembelajaran 2. namun mengkolaborasikan teori ini dengan teori belajar kognitif dan teori belajar lainnya sangat penting untuk menciptakan pendekatan pembelajaran yang cocok dan efektif. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah lakumanusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement darilingkungan.menekankan peranan lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antarareaksi- .belajar ini guru tidak banyak memberikan ceramah. bersifat mekanistis. Analisis perilaku terapan dalam pendidikan 7. karena pada dasarnya tidak ada satu pun teori belajar yang betul-betul cocok untuk menciptakan sebuah pendekatan pembelajaran yang pas dan efektif. Walaupun teori belajar tigkah laku mulai ditinggalkan diabad ini.mementingkanperanan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yangdiinginkan. Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil. Tujuan Penyusunan makalah bertujuan agar penulis mampu memahami : 1. Tokoh-tokoh teori behaviorisme 3.F Skinner. A. mementingkan pembentukan reaksi atau respon. Kajian umum teori B. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. 6. 5. Teori Behaviorisme Dalam Pembelajaran Definisi Adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Penekanan kognitif menjadi basis bagi pendekatan untuk pembelajaran. Sejarah munculnya teori kondisioning operan B. Di awal abad 20 sampai sekarang ini teori belajar behaviorisme mulai ditinggalkan dan banyak ahli psikologi yang baru lebih mengembangkan teori belajar kognitif dengan asumsi dasar bahwa kognisi mempengaruhi prilaku.tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi.F Skinner.menekankan pentingnya latihan. Pengalaman danpemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.mementingkan mekanisme hasil belajar. Aplikasi teori skinner terhadap pembelajaran.

pada waktu lahir manusia tidak mempunyai ³warna mental´. Pikiran dan perasaan disebabkan oleh perilaku masa lalu. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. maka itulah yang disebut dengan behaviorisme. kaum behaviorisme berpendirian: organisme dilahirkan tanpa sifat-sifat sosial atau psikologis. tingkah lakunya dapat dikontrol dengan jalan mengontrol stimulus-stimulus yang ada dalam lingkungannya (Mukminan. Warna ini didapat dari pengalaman. Bila empirisme digabung dengan hedonisme dan utilitariansisme. Menurut John Locke(1632-1704). mencari kesenangan. seluruh perilaku manusia. kepribadian. secara umum. . dan menghindari penderitaan. Asumsi bahwa pengalaman adalah paling berpengaruh dala pembentukan perilaku. Behaviorisme tidak mau memperoalkan apakah manusia baik atau jelek. perilaku adalah hasil pengalaman dan prilaku digerakan atau dimotivasi oleh kebutuhan untuk memperbanyak kesenangan dan mengurangi penderitaan. Obyek psikologi adalah tingkah laku 2. behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalian oleh faktor-faktor lingkungan. Kesulitan empirisme dalam menjelaskan gejala psikologi timbul ketika orang membicarakan apa yang mendorong manusia berperilaku tertentu. Guru yang menganut pandangan iniberpandapat bahwatingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dantingkahl laku adalah hasil belajar. Classical Conditioning. Secara psikologis. antara lain: teori Connectionism. Pengalaman adalah satu-satunya jalan ke pemilikan pengetahuan. Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar. memiliki beberapa teori. Ia mudah dibentuk menjadi apa pun dengan menciptakan lingkungan yang relevan Thorndike dan Watson. Masalah belajar dalam pandangan behaviorisme. Dalam utilitarianismem perilaku anusia tunduk pada prinsip ganjaran dan hukuman. manusia dapat dimanipulasi. Aliran behavioristik yang lebih bersifat elementaristik memandang manusia sebagai organisme yang pasif. 1997: 7). Semua bentuk tingkah laku dikembalikan pada reflek 3. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka Prinsip-prinsip teori behaviorisme adalah : 1. Belajar artinya perbahan perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. Hedonisme. rasional atau emosional. Pada dasarnya. memandang manusia sebagai makhluk yang bergerak untuk memenuhi kepentingan dirinya. yang dikuasai oleh stimulus-stimulus yang ada di lingkungannya. seperti sebuah meja lilin yang siap dilukis oleh pengalaman. salah satu tokoh empiris. Mementingkan pembentukan kebiasaan Aristoteles berpendapat bahwa pada waktu lahir jiwa manusia tidak memiliki apa-apa. Idea dan pengetahuan adalah produk dari pengalaman.reaksi behavioural dengan stimulusnya. menyiratkan betapa plastisnya manusia. dan tempramen ditentukan oleh pengalaman inderawi (sensory experience). karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.

c. Pavlo mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. 1. Hukum akibat Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibanya tidak memuaskan. 1. dan antri di bank.Contiguous Conditioning. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi. Tokoh-tokoh penting yang mengembangkan teori belajar behavioristik. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Thorndike menemukan hukum-hukum. Setelah pemasangan ini terjadi berulang-ulang. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. Hukum kesiapan (Law of Readiness) Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat. ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. ada berbagai respon terhadap berbagai situasi. Hukum latihan Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat. bel masuk. Ivan Petrovich Pavlo (1849-1936) Teori pelaziman klasik Adalah memasangkan stimuli yang netral atau stimuli yang terkondisi dengan stimuli tertentu yang tidak terkondisikan.dapat dijelaskan sebagai berikut. serta Descriptive Behaviorismeatau yang lebih dikenal dengan nama Operant Conditioning. yang melahirkan perilaku tertentu. Teori belajar ini disebut teori ³connectionism´. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas. adal eliminasai terhadap berbagai respon yang salah. b. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan. yaitu : a. . Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Edward Edward Lee Thorndike (1874-(1874-1949) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi anatara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. stimuli yang netral melahirkan respons terkondisikan. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan.

Gredler. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell. Kaum behaviorisme tradisional menjelaskan bahwa kata-kata yang semula tidak ada maknanya. dipasangkan dengan lambak atau obyek yang punya makna (pelaziman klasik). mengingat. Bandura menambahkan konsep belajar sosial (social learning). Albert Bandura (1925-sekarang) Ternyata tidak semua perilaku dapat dijelaskan dengan pelaziman. motivasi. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. Factor-faktor yang berproses dalam observasi adalah perhatian. 1991). Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi tingkah laku timbale balik yang berkesinambungan antara kognitine perilaku dan pengaruh lingkungan. Hull Reinforcement adalah faktor penting dalam belajar yang harus ada. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar.1. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Perasaan dan pikiran orang tidak menarik mereka. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana. 1. produksi motorik. Teori belajar Bandura adalah teori belajar social atau kognitif social serta efikasi diri yang menunjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku. Behaviorsime memang agak sukar menjelaskan motivasi. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan. Dalam mempelajari hubungan S-R yang diperlu dikaji adalah peranan dari intervening variable (atau yang juga dikenal sebagai unsur O (organisma). yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku. Carlk L. Behaviorisme muncul sebagai reaksi pada psikologi ³mentalistik´. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang. Teori Belajar Menurut Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Untuk lebih lengkapnya penulis akan membahas teori kondisioning operan pada bagian berikut ini. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara. . namun lebih komprehensif. sikap dan emosi orang lain. Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Namun fungsi reinforcement bagi Hull lebih sebagai drive reduction daripada satisfied factor. Ia mempermasalahkan peranan ganjaran dan hukuman dalam proses belajar. Faktor O adalah kondisi internal dan sesuatu yang disimpulkan (inferred). sedang kaum behavioris hanya melihat pada peristiwa-peristiwa eksternal. Motivasi terjadi dalam diri individu. 6. efeknya dapat dilihat pada faktor R yang berupa output 1. Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti.

Menurut Skinner (J. maka studi tingkah laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi.F. Pada waktu keluarnya teori-teori S-R. Bukan begitu.Skiner. Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa . pada waktu keluarnya teori SR. Asumsi-asumsi itu adalah sebagai berikut: a. Ia mengajukan suatu paradigma yang mencakup kedua jenis respon itu dan berlanjut dengan mengupas kondisi-kondisi yang bertanggung jawab atas munculnya respons atau tingkah laku operan.F. Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku. Ada 6 asumsi yang membentuk landasan untuk kondisioning operan (Margaret E. hlm 122). Bell Gredler. Kajian Teori Kondisioning Operan Menurut B. Skinner Asas pengkondisian operan B.W. Artinya. Santrock. Asas-asas kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang didirikan oleh John Watson. agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu.Penguatan dan Hukuman.Skiner Kondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi.F Skinner dimulai awal tahun 1930-an.F. Belajar itu adalah tingkah laku. Teori Kondisioning Operan Menurut B. d. Skinner menghindari kontradiksi yang ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari Pavlov dan kondisioning instrumental dari Thorndike. Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan). 2. banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu mengubah kemungkinan organisme itu merespon nanti. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan. pada waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian Skinner tidak sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. Menurut Skinner penjelasan S-R tentang terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungannya. 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement ) dan hukuman (punishment). Sejarah teori Kondisioning Operan menurut B. c. b. Tidak seperti halnya teoritikus-teoritikus S-R lainnya.B. 1. Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama.

makanan. Bukannya demikian itu prosedur yang mengena ialah . kado.Hukuman Perilaku Konsekuensi Murid menyela guru Guru mengajar murid langsung Murid berhenti menyela guru Ingat bahwa penguatan bisa berbentuk postif dan negatif. Agar istilah ini tidak rancu. Penguatan negatif.Penguatan positif Perilaku Konsekuensi Prilaku kedepan Murid mengajukan lebih banyak pertanyaan Prilaku kedepan Murid makin sering menyerahkan PR tepat waktu Prilaku kedepan Murid mengajukan pertanyaanGuru menguji murid yang bagus B. 274). penguatan dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. binatang itu harus berusaha penuh resiko.suatu perilaku akan terjadi. menganggukkan kepala untuk menyetujui. dalam mencari jalan lepas dari kurungan atau makanan. ada sesuatu yang dikurangi atau di hilangkan. perilakunya berkurang. Dalam kedua bentuk itu. Skinner menghasilkan suatu sistem ringkas yang dapat diterapkan pada dinamika perubahan tingkah laku baik di laboratorium maupun di dalam kelas. diberikan sebagai fungsi urutan ketiga unsure (SD)-(R)-(R Reinsf). Dalam hukuman. atau penghargaan (nilai A. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng. negatif. Maksudnya. b.W Santrock. Adalah mudah mengacaukan penguatan negatif dengan hukuman. Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan. Contoh dari konsep penguatan positif. perilaku (senyum.Penguatan negatif Perilaku Konsekuensi Murid menyerahkan PR tepatGuru berhenti menegur murid waktu C. mengacungkan jempol). Menurut Skinner penguatan berarti memperkuat. Penguatan positif adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). dll). Skinner menyebutkan praktek khas menempatkan binatang percobaan dalam ³kontigensi terminal´. Belajar. Sebaliknya. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen. Dalam penguatan negatif. Juara 1 dsb). Satu cara untuk mengingat perbedaan antara penguatan positif dan penguatan negatif adalah dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh. dan hukuman (J. kening berkerut. ingat bahwa penguatan negatif meningkatkan probabilitas terjadinya suatu prilaku. berhasil atau gagal. konsekuensi meningkatkan prilaku. A. muka kecewa dll). hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku. adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan). bertepuk tangan. yang digambarkan oleh makin tingginya angka keseringan respons. sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku.

Dalam proses pembelajaran. untuk menghindari adanya hukuman. Hukuman harus dihindari karena adanya hasil sampingan yang bersifat emosional dan tidak menjamin timbulnya tingkah laku positif yang diinginkan. penguat positif dan negative. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. 3. c. d. Skinner menyarankan penerapan cara pemberian penguatan komponen tingkah laku seperti menunjukkan perhatian pada stimulus dan melakukan studi yang cocok terhadap tingkah laku. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. jika salah dibetulkan. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Aplikasi Skinner terhadap pembelajaran. lebih dipentingkan aktivitas sendiri.membentuk tingkah-laku binatang itu melalui urutan Sitimulus-respon-penguatan yang diatur secara seksama. Analisa yang dilakukan Skinner tersebut diatas meliputi peran penguat berkondisi dan alami. dan penguat umum. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. f. Namun ini lingkungan perlu diubah. tidak digunakan hukuman. Materi pelajaran. Skinner menggambarkan praktek ³tugas dan ujian´ sebagai suatu contoh menempatkan pelajar yang manusia itu dalam kontigensi terminal juga. Tingkah laku yang diinginkan pendidik. e. Dalam pembelajaran. jika benar diberi penguat. Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforce g. Disamping itu pula dari eksperimen yang dilakukan B. . Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis. Dalam proses pembelajaran. b. diantaranya : a.F. digunakan shaping. diberi hadiah. dan sebagainya. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. b. Dengan demikian beberapa prinsip belajar yang dikembangkan oleh Skinner antara lain: a. digunakan sistem modul.

disarankan untuk meneliti apa yang memotivasi anak dimasa lalu. m. apa yang dilakukan murid tapi tidak mudah . Materi pelajaran digunakan sistem modul. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan. g. Tugas guru berat. d. l. dianalisis kecil-kecil. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. 4. Ada tiga penggunaan analisis perilaku yang penting dalam bidang pendidikan yaitu 1. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic. Analisis perilaku terapan menganjurkan agar guru mencari tahu penguat apa yang paling baik untuk anak. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum. Memilih Penguatan yang efektif Tidak semua penguatan akan sama efeknya bagi anak. Untuk mencari penguatan yang efektif bagi seorang anak. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan pembentukan (shaping). Analisa Perilaku terapan dalam pendidikan Analisis Perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah perilaku manusia. jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat. i. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah. Meningkatkan perilaku yang diharapkan Ada lima strategi pengkondisian operan dapat dipakai untuk meningkatkan perilaku anak yang diharapkan yaitu: a. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. c. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine. n. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Tingkah laku yang diinginkan. e. h. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman. yakni mengindividualisasikan penggunaan penguat tertentu. f. k. semakin meningkat mencapai tujuan. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu) j.b. administrasi kompleks.

maka anak itu mungkin akan kesulitan membuat hubungan kontingensi. Jadwal rasio tetap: suatu perilaku diperkuat setelah sejumlah respon. mainan dan uang. 4). Menggunakan penguatan negatif secara efektif . Jika anak menyelesaikan perilaku sasaran (seperti mengerjakan sepuluh soal matematika) tapi guru tidak memberikan waktu bermain pada anak. d.diperolehnya. Penguatan alamiah seperti pujian lebih dianjurkan ketimbang penguat imbalan materi. 2).variabel : suatu respons diperkuat setelah sejumlah variabel waktu berlalu. Analisis perilaku terapan seringkali menganjurkan agar guru membuat pernyataan ³jika«maka´. Jadwal rasio variabel : suatu perilaku diperkuat setelah terjadi sejumlah respon. e. Memilih jadwal penguatan terbaik Menyusun jadwal penguatan menentukan kapan suatu respons akan diperkuat. dan persepsi anak terhadap manfaat dan nilai penguatan. Kontrak kelas mengandung pernyataan ³jika« maka´ dan di tandatangani oleh guru dan murid. Menggunakan Perjanjian. Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu Agar penguatan dapat efektif. guru harus memberikan hanya setelah murid melakukan perilaku tertentu. guru dapat merujuk anak pada perjanjian yang mereka sepakati. Ini akan membantu anak melihat hubungan kontingensi antar-imbalan dan perilaku mereka. Perjanjian (contracting) adalah menempatkan kontigensi penguatan dalam tulisan. b. sesegera mungkin setelah murid menjalankan tindakan yang diharapkan. dan kemudian diberi tanggal. c. seperti permen. penguatan akan lebih efektif jika diberikan tepat pada waktunya. Empat jadwal penguatan utama adalah 1).tetap : respons tepat pertama setelah beberapa waktu akan diperkuat. Jadwal interval . Analisis perilaku terapan menyatakan bahwa perjanjian kelas harus berisi masukan dari guru dan murid. akan tetapi tidak berdasarkan basis yang dapat diperidiksi. Jika muncul problem dan anak tidak bertindak sesuai harapan. Jadwal interval . 3).

Skinner a. pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Memberikan stimuli yang tidak disukai (hukuman) 5. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan. Kelebihan Pada teori ini. . 3. (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. ejekan. Menggunakan Penguatan Diferensial. Disamping itu pula. tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. Ketika guru ingin mengurangi perilaku yang tidak diharapkan (seperti mengejek. Shapping (pembentukan) adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku sasaran. Dengan melaksanakan mastery learning. d. frekuensi respons meningkat karena respon tersebut menghilangkan stimulus yang dihindari. jeweran justru berakibat buruk pada siswa. mengganggu diskusi kelas. 1994) adalah bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. 2. Menggunakan dorongan (prompt) dan pembentukkan (shaping). hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar.Dalam penguatan negatif. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar. Mengurangi perilaku yang tidak diharapkan. Menghentikan penguatan (pelenyapan) c. Prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan sebelum respons dan meningkatkan kemungkinan respon tersebut akan terjadi. Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. kamu harus menyelesaikan PR mu dulu diluar kelas sebelum kamu boleh masuk kelas ikut pembelajaran´ ini berarti seorang guru menggunakan penguatan negatif. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Menghilangkan stimuli yang diinginkan. tugas guru akan menjadi semakin berat. B.seorang guru mengatakan´Pepeng. cubitan. b.F. atau sok pintar) yang harus dilakukan berdasarkan analisis perilaku terapan adalah a. b. G. Kekurangan Beberapa kelemahan dari teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. Kelebihan dan kekurangan Menurut B.

atau dengan kata lain teori behaviorisme tidak memberi cukup perhatian pada proses kognitif dalam proses belajar. Margaret.respon . 1989. Jakarta: Depdikbud . (Ed. Teori belajar operan kondisioning Skinner memberi banyak kontribusi untuk praktik pengajaran. menghindarkan hukuman. Kritik terhadap teori pengkondisian operan Skinner adalah seluruh pendekatan itu terlalu banyak menekankan pada control eksternal atas perilaku murid. pandangan teori ini akan mendapat membantu para guru dalam pengelolaan kelas. Demikian pula prinsip-prinsip dan hukum-hukum belajar yang tertuang dalam teori ini akan membantu guru dalam menggunakan pendekatan pengajaran yang cocok untuk mencapai hasil belajar dan perubahan tingkah laku yang positif bagi anak didik. Teori ini berpandangan bahwa strategi yang lebih baik adalah membantu murid belajar mengontrol perilaku mereka sendiri dan menjadi termotivasi secara internal. Rajawali Moll. 1994. Jakarta: CV. 1. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variable. waktu penguatan. Beberapa kritikus mengatakan bahwa bukan ganjaran dan hukuman yang akan mengubah perilaku. C.penguatan untuk yang kompleks mengembangkan himpunan respons kompleks. E.).F Skinner adalah sebagai berikut: 1. Respons yang baru (tingkah laku) Komponen Belajar (SD)-(R)-(R Reinsf) Perancangan pembelajaran untuk belajarMerancang urutan stimulus . Konsekuensi penguatan dan hukuman adalah bagian dari kehidupan dan murid. Jika dipakai secara efektif. L. Vygotsky and Education: Instructional Implications and Application of Sociohistorycal Psychology.BAB III KESIMPULAN Beberapa kesimpulan yang dapat diberikan setelah mengkaji teori belajar B. 1991. 2. Belajar dan Membelajarkan. Beberapa unsur dasar dalam teori operan kondisioning Skinner dijelaskan pada tabel berikut: Unsur Dasar Asumsi Belajar Hasil belajar Definisi Perubahan tingkah laku ialah fungsi dari kondisi dari lingkungan dan peristiwa Perubahan tingkah laku ditunjukkan oleh meningkatnya keseringan respon. Cambridge: Univerity Press Degeng. DAFTAR PUSTAKA Bell Gredler. namun keyakinan atau ekspektasi bahwa perbuatan tertentu akan diberi ganjaran atau hukuman. Isi pokok pembelajaran dalam merancangPemindahan kendali stimulus. I Nyoman Sudana.

Satrock. Mukminan. Jakarta: Depdikbud. Brown and Company Light. 1989. 1978. Teori -Teori belajar.D.Gagne. The Cognitive Psychology of School Learning. Suparman. 1984.com/doc/21251076/TEORI-BEHAVIORISME http://jurusankomunikasi. 1971. 2011. 1997. Dirjen Dikti: Jakarta Arie Asnaldi. Teori belajar. Pereivel & Ellington.multiply. Teori Belajar dan Pembelajaran. dkk. Suatu Langkah Sistematis Penyusunan Pola Dasar Kegiatan Balajar dan Mengajar. Davies. G. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan PendekatanSistem. The Management of Learning.scribd. 1997. 2002. and Cox. Sri Esti.htm:01Febr. London: Paul Chapman Publising http://asnaldi. WCR. Bandung: Sinar Baru.org/wiki/Teori_Belajar_Behavioristik´ hing ini Higher Education.F.com/2009/03/teori-behaviorisme.wikipedia. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Atwi. Solo: TigaSerangkai. Sixth Edition. Learning and TeacTeori Belajar Behavioristik Slavin. B. Desain Instruksional. Prasetya Irawan.com/journal/item/ http://en. 2000. 2001.E.blogspot. 2007. Toronto: Little. 13. Ghafur. http://www. A Handbook of Educational Technology. Hamalik. 1997. Jakarta: Pusat Antar Universitas.. edisi kedua.wikipedia. 2005. (1985). Psikologi Pendidikan.00 http://id.org/wiki/Behaviorism#column-one . Abdul. Psikologi Pendidikan. Ali. Disain Instruksional. Yogyakarta: P3G IKIP. E. London: Koga Page Ltd. R. Skinner and radical behaviorism. Jakarta: Bumi Aksara. Boston. 1980. Oemar. Muh. London: Mc Graw Hill Book Company. Boston: Allyn and Bacon John W. PT Kencana Media Group: Jakarta. Wuryani Djiwandono. R. Educational Psychology: Theory and Practice.

wordpress.http://made82math.com/ .