Adaptasi Bayi Baru Lahir Pengertian Bayi Baru Lahir Normal Bayi adalah individu baru yang lahir

di dunia. Dalam keadaannya yang terbatas, maka individubaru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain. Pengertian Bayi Baru Lahir Normal. Janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. Karakteristik Bayi Baru Lahir Normal a. Usia 36-42 minggu.b. Berat badan lahir 2500-4000 gr.c. Dapat bernafas dengan teratur dan normal.d. Organ fisik lengkap dan dapat berfungsi dengan baik. Adaptasi Fisik Bayi Baru Lahir Normal Segera setelah lahir, BBL harus beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung menjadimandiri secara fisiologis. Banyak perubahan yang akan dialami oleh bayi yang semula beradadalam lingkungan interna (dalam kandungan Ibu)yang hangat dan segala kebutuhannya terpenuhi(O2 dan nutrisi) ke lingkungan eksterna (diluar kandungan ibu) yang dingin dan segalakebutuhannya memerlukan bantuan orang lain untuk memenuhinya.Saat ini bayi tersebut harus mendapat oksigen melalui sistem sirkulasi pernafasannya sendiriyang baru, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankan kadar gula yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit.Periode adaptasi terhadap kehidupan di luar rahim disebut Periode Transisi. Periode iniberlangsung hingga 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk beberapa sistem tubuh. Transisiyang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada sistem pernafasan dan sirkulasi, sistemtermoregulasi, dan dalam kemampuan mengambil serta menggunakan glukosa.Perubahan Sistem Pernafasan. Dua faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi : a. Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsangpusat pernafasan di otak.

Kelenjar hipofisis . mereka menyebutkan bahwa sistem endokrin janin berfungsi selama beberpa waktu sebelum “sistem saraf pusat melengkapi sinaptogenesisnya dan sistem-sistem integrative lainnya telah mencapai status maturitas. Dalam makalah ini akan dibahas tentang bagaimana perubahan-perubahan sistem endokrin yang terjadi dari intra uterin sampai ekstra uterin. yang mensekresi enam hormon protein: . Tujuan dari pengaturan hormon ini adalah agar seorang bayi dapat bertahan hidup baik di dalam rahim maupun di luar rahim. SISTEM ENDOKRIN NEONATUS Kelenjar-Kelenjar Endokrin 1. Kedua. banyak perubahan yang terjadi pada kelenjar ini. Pertama.Kelenjar timus Kelenjar dari sistem endokrin menghasilkan bahan-bahan kimia yang mempengaruhi seluruh tubuh. Selama masa kehamilan. Hipofisis Anterior Mulchahey dan kawan-kawan (1987). mereka mengabaikan validitas konsep bahwa pengendalian sekresi hipofisis anterior janin tergantung pada pematangan system saraf pusat. Akhirnya. Salah satu hormon yang berperan adalah hormonhormon yang dihasilkan dari kelenjar endokrin. BAB II ISI PERKEMBANGAN DAN PERSIAPAN SISTEM ENDOKRIN PADA KEHIDUPAN NEONATUS A.Sistem Endokrin Neonatus BAB I PENDAHULUAN Pematangan janin dan kelangsungan hidup neonatus diatur oleh berbagai jenis hormon. hipofisis anterior janin berdiferensiasi menjadi lima tipe sel. Macam-macam kelenjar endokrin adalah : . sehingga mampu melaksanakan banyak tugas yang berkaitan dengan homeostasis. mengetengahkan suatu pandangan yang menarik dan patut diacungi jempol. Tidak hanya perubahan pada masa kehamilan. tetapi juga perubahan ketika bayi sudah lahir.Kelenjar adrenal .Kelenjar tiroid dan paratiroid . mereka melanjutkan dengan mengusulkan bahwa sistem endokrin janin tidak perlu menyerupai sistem endokrin dewasa. Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran atau kelenjar buntu sebab sekresi yang dibuat tidak meninggalkan kelenjarnya melalui suatu saluran tetapi langsung masuk ke dalam darah yang beredar di dalam jaringan kelenjar. tetapi dapat merupakan satu dari sistem homeostasik pertama kali yang dikembangkan. dalam suatu tinjauan yang bagus sekali tentang ontogenesis fungsi dan regulasi kelenjar hipofisis janin.” Ketiga.

Ada kemungkinan oksitosin dan AVP berfungsi pada janin untuk menghemat air tetapi aksi-kasi ini sebagian besar pada tingkat paru dan plasenta dibandingkan pada tingkat ginjal. Sel-sel dalam struktur ini mulai menghilang sebelum cukup bulan dan tidak ada lagi pada hipofisis dewasa. hipofisis janin mampu mensintesis dan menyimpan semua hormon hipofisis. GH. seperti yang diperlihatkan oleh Bearn (1967) dan lainnya. ACTH pertama kali dideteksi pada hipofisis janin pada minggu ke-7 kehamilan dan sebelum akhir minggu ke-17. Di samping itu. Somatotrop. Dekapitasi in utero tidak banyak mengganggu pertumbuhan sisa lainnya pada janin binatang. Pada binatang-binatang dewasa. Hipofisis Intermedia Janin Ada lobus intermedie hipofisis yang berkembang baik pada janin manusia. Laktotrop memproduksi prolaktin (PRL) 2. ACTH dan LH telah diidentifikasi pada hipofisis janin manusia pada kehamilan 13 minggu. 3. Kadar hormon pertumbuhan hipofisis agak tinggi pada darah tali pusat. Pembentukan PGE2 di dalam ginjal janin dapat melemahkan kerja AVP di organ ini. tetapi berkorelasi dengan cara yang positif dengan PCO2 janin. Produk sekresi utaria dari sel-sel lobus intermedia adalah hormon stimulasi αmelanosit (α-MSH) dan β-endorfin. AVP dalam darah tali pusat dan darah janin tampak meninggi pada stress janin. Kortikotrop. Lebih jauh. janin-janin anensefalik manusia dengan jaringan hipofisis kecil tidak banyak berbeda dari janin-janin normal. Beberapa peneliti telah menemukan bahwa kadar AVP di plasma tali pusat meningkat secara menyolok dibandingkan dengan kadar yang ditemukan dalam plasma ibu. hipofisis janin responsif terhadap hormonhormon hipofisiotropik dan mampu mensekresi hormon-hormon ini sejak kehamilan dini. Lagipula. 2. Tirotrop. infus AVT meningkatkan tidur dan merangsang pelepasan prolaktin. Tiroid Sistem hipofisis-tiroid mampu berfungsi pada akhir tri trimester pertama (lihat tabel). 4. Gonadotrop. memproduksi kortikotropin (ACTH) 4. sekresi thyroid-stimulating hormone dan hormon tiroid masih rendah. memproduksi luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). memproduksi hormon pertumbuhan (GH) 3. Hipofisis janin menghasilakn dan melepaskan endorfin-β dengan cara yang berbeda dari kadar plasma ibunya. Lagipula. meskipun peranan untuk hormon tersebut dalam pertumbuhan dan perkembangan janin tidak jelas. Tetapi sampai tengah-tengah kehamilan. Mungkin sangat sedikit tirotropin melintasi plasenta dari ibu ke janin sementara .1. Ada peningkatan yang lumayan besar setelah waktu ini. memproduksi thyroid-stimulating horomone (TSH) 5. Di samping itu. Kadar α-MSH janin menurun secara progesif sesuai dengan umur kehamilan. Neurohipofisis Neurohipofisis janin berkembang dengan baik pada kehamilan 10 sampai 12 minggu dan sudah dapat ditemukan oksitosin dan arginin vasopresin (AVP). hormon vasotosin (AVT) terdapat di hipofisis janin dan kelenjar pineal. kadar endorfin-β dan lipotrofin-β darah tali pusat ditemukan menurun sesuai dengan menurunnya pH janin. AVT hanya terdapat pada kehidupan janin manusia.

adrenal janin tersusun dari sel-sel yang mirip dengan . seluruh pembesaran tersebut merupakan bagian dalamnya atau yang disebut zone janin korteks adrenal. Tubulus-tubulus ginjal bayi baru lahir dan barangkali juga janin tampak relatif tidak sensitif terhadap aldosteron. melebihi kadarnya di plasma ibu. Tabel fase-fase pematangan tiroid pada janin dan neonatus manusia Fase Peristiwa Umur Kehamilan I Embriogenesis sumbu hipofisis-tiroid 2 sampai 12 minggu II Pematangan hypothalamus 10 sampai 35 minggu III Perkembangan pengendalian neuroendorin 20 minggu sampai 4 minggu setelah lahir IV Pematangan system monodeyodinasi perifer 30 monggu sampai 4 minggu setelah lahir Dari Fisher: Ross Conference on Obstetrical Decisions and Neonatal outcome. 6. paratiroidektomi janin menyebabkan turunnya konsentrasi kalsium plasma janin. Hanya jaringan-jaringan tertentu yang mungkin responsive terhadap hormon tiroid. Neonatus dari ibu-ibu dengan hiperparatiroidisme. kadar aldosteron di plasma tali pusat mendekati cukup bulan. Zone janin yang normalnya mengalami hipertrofi tersebut. Pada biri-biri. yaitu otak dan paru. Karena itu. Kelenjar Paratiroid Ada bukti yang baik bahwa paratiroid menguraikan parathormon pada akhir trimester pertama dan kelenjar tersebut tampaknya memberi respon in utero terhadap stimulasi pengaturan. Pada satu penelitian.stimulator-stimulator. Kadar paratiroid dalam darah janin relatif rendah dan kadar kalsitonin tinggi. Zone janin tersebut tidak ada dalam kejadian yang jarang. Kadar kalsium plasma dalam janin. 11 sampai 12 mg per dL. Kelenjar Adrenal Adrenal janin manusia disbanding dengan ukuran badan totalnya jauh lebih besar daripada perbandingan ukuran tersebut pada orang dewasa. tiroid janin mengkonsentrasikan yodida lebih kuat daripada tiroid ibu. antibody-antibaodi IgG ibu terhadap thyroid-stimulating hormon (TSH) juga dapat melintasi plasenta sehingga mengakibatkan kadar TSH tinggi palsu pada neonatus. Adrenal janin juga mensintesis aldosteron. dipertahankan oleh transpor aktif dari darah ibu. jelas berbahaya bagi janin. 5. Juga. pemberian raip-yodida atau jumlah yodida yang lebih banyak dari biasa. Ada aksi terbatas hormon tiroid selama kehidupan janin. bila terdapat dalam konsentrasi tinggi pada ibunya. dimana hipofisis janin secara kongenital tidak ada. San Diego. Plasenta manusia secara aktif mengkonsentrasikan yodida pada sisi janin dan sepanjng trimester kedua dan ketiga kehamilan. Perkembangan Adrenal Janin Awal Pada awal kehidupan embrional. Mei 1979. Tiroid berjangka panjang LATS dan LATS-protektor demikian juga. mengalami involusio dengan cepat setelah lahir. Nefrektomi juga menyebabkan turunnya kalsium dan 1α-hidroksilasi dari 25-OH-kolekalsiferol terjadi di ginjal janin. Hormon tiroid yang berasal dari ibu melintasi plasenta pada tingkat yang sangat terbatas dengan triyodotironin lebih mudah lewat darpada tiroksin. seperti juga rennin dan substrat rennin. Janin manusia yang atiroid tumbuh secara normal pada waktu lahir. misalnya dapat menderita tetani hipokalsemik.

jelas bahwa perubahan-perubahan endokrin pada kehamilan merupakan fenomena. angiotensinogen dan angiotensin II plasma. bersamaan dengan produksi harian 1 g laktogen plasenta manusia (hPL) dan jumlah gonadotropin koroinik manusia (hCG) dalam jumlah banyak. tetapi lebih diatur oleh lebih dari satu jenis agen yang menunjang pertumbuhan. terjadi kenaikan cepat ukuran adrenal fetus manusia. Pembentukan estrogen di ovarium janin telah didemonstrasikan tetapi pembentukan estrogen di ovarium tidak diperlukan untuk perkembangan fenotip perempuan. ini mencakup kemungkinan bahwa ada suatu agen selain ACTH yang meningkatkan replikasi sel-sel adrenal zona fetal. Tidak adanya reseptor estrogen di dalam testis janin 2. Gonad Siiteri dan Wilson (1974) mendemontrasikan sintesis testosteron oleh testis janin dari progesterone dan pregnenolon pada kehamilan 10 minggu. Tetapi ada kemungkinan lain. Kemungkinan. misalnya dari ACTH (atau CRF) korionik yang disintesis oleh trofoblas. ACTH tidak menyebrangi plasenta. Hal ini memberi kesan bahwa perkembangan awal adrenal janin berada di bawah pengaruh-pengaruh trofik yang mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan pengaruh trofik pada orang dewasa. corticotropin-releasing factor (CRF) dan somatostatin serta inhibin dan berbagai macam protein yang unik untuk kehamilan (spesifik-kehamilan) atau proses-proses neoplastik. Leinonen dan Jaffe ( 1985) menemukan bahwa sel-sel Leydig testis janin luput dari desensitisasi yang khas pada testis dewasa. Stimulasi prolaktin pada reseptor-reseptor hCG/LH pada testis janin Karena itu.sel-sel zona fetal korteks adrenal janin. ACTH disekresi oleh hipofisis janin tanpa adanya factor corticotropinreleasing factor (CRF) atau ACTH (atau CRF) lain yang timbul dari suatu sumber selain hipofisis janin. Jelas bahwa laju pertumbuhan adrenal fetus dan sekresi steroid tidak dikendalikan oleh rangsang trofik tunggal (ACTH). sel-sel ini dengan cepat muncul dan berproliferasi sebelum waktu vaskularisasi hipofisis oleh hipotalamus sempurna. yaitu thyrotropin-releasing hormone (TRH). Plasenta juga memproduksi adrenokortikotropin (ACTH) korionik dan produk-produk lain dari pro-opiomelanokortik. Plasenta Sebagai Organ Endokrin Perubahan-perubahan endokrin yang menyertai kehamilan manusia mungkin adalah yang paling unik dan paling mengherankan yang dicatat pada fisiologi atau patofisiologi mamalia. Lebih lanjut. Fenomena dalam testis janin ini mungkin disebabkan oleh: 1. konsentrasi reseptor untuk kadar LH/hCG dan tidak adanya regulasi penurunan reseptor LH/hCG dan sekresi testosteron testikuler janin yang terus menerus pada waktu kadar hCG tinggi. Kalau diteliti niali-nilai ini. juga ada peningkatan menyolok kadar rennin. gonadotropin-releasing hormone (GnRH) atau luteinizing hormon-releasing hormone (LHRH). Korteks adrenal fetus normal terus menerus berkembang sepanjang kehamilan dan selama 5 sampai 6 minggu kehamilan terakhir. Hormon-Hormon Protein Plasenta . pembentukan testosteron testis dan kadar hCG. human korionik tirotropin (hCT) dan juga hypothalamiclike releasing dan inhibiting hormon. yang diberi tantangan-tantangan hCG berulang. 7. Di samping peningkatan pembentukan hormon steroid seks dan mineralkortikoid ini. ada hubungan yang erat antara gambaran perkembangan sel-sel Leydig dalam testis janin dan kadar hCG.

Kelenjar adrenal 7. misalnya system endokrin masih belum sempurna sempurna untuk dapat hidup mandiri. Ketika janin berada dalam kandungan maka masih mendapatkan segala kebutuhannya dari ibu melalui plasenta meskipun dalam perkembangan di dalam kandungan mulai terbentuk organ-organ bagi aktivitas hidup. Tiroid 5. BAB III KESIMPULAN Sistem endokrin terdiri dari beberapa kelenjar antara lain :α 1. Pendinginan atmosfer membangkitkan peningkatan mendadak dan jelas sekresi tirotropsin. . Paratiroid 6. Bnamun. Kelenjar Timus Pada bayi baru lahir ukurannya masih sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gram atau sedikit ukurannya ertambah dan pada masa remaja beratnya meningkat 30-40 gram kemudian mengerut lagi. Neuro hipofisis 3. kelenjar tiroid mngalami perubahan-perubahan besar funsi dan metabolisnya. Inhibin B. organ-organ tersebut. Hormon-hormon hypothalamic like-releasing dari plasenta 4. SISTEM ENDOKRIN EKSTRA UTERIN Sistem endokrin pada neonatus ekstra uterin jelas berbeda daripada ketika berada dalam kandungan. Setelah lahir ada beberapa kelenjar yangmengalami daptasi agar mampu bekerja misalnya : Kelenjar Tiroid Segera setelah lahir. Setelah janin lahir barulah system endokrin dapat bekerja sehingga bayi dapat hidup diluar rahim ibunya kerena hilangnya ketergantungan dari plasenta dan ibu. yang selanjutnya menyebabkan peningkatan progresif kadar tiroksin serum maksimal 24-26 minggu setelah lahir. Adrenokortikotropin dan tirotropin korionik 3. Gonad Kelenjar –kelenjar endokrin pada intra uterin belum bisa berfungsiα secara maksimal karena pembentukan belum sempurna dan masih mendapatkan bantuan dari plasenta dan kelenjar endokrin ibunya. Ada peningkatan kadar tryiyodotironin serum yang terjadi hampir bersamaan.1. Pembentukan kelenjar-kelenjar endokrin dimulai dari trimester Iα Kelenjar-kelenjar endokrin pada ekstra uterin sudah bisa berfungsiα secara maksimal karena pembentukannya juga sudah muali sempurna jadi neonatus sudah tidak mendapatkan bantuan dari plasenta dan kelenjar endokrin ibunya. Gonadotropin korionik 2. Hipofisis intermedia janin 4. Hipofisis interior 2.

1995. Sementara lubang hidung. Masa perubahan yang paling besar terjadi selama jam ke 24-72 pertama. bahkan bukan pula miniatur anak. Pada bayi yang mendapat kesulitan bernafas dan perutnya kembung dipertimbangkan pemasangan pipa lambung. (Cote CJ.. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. berbentuk seperti corong dengan diameter tersempit pada bagian cricoid.2000). Ilmu Kebidanan. Jakarta : Gramedia Prawirohardjo. sehingga udara atau gas anestesi mudah terhirup ke dalam lambung. glottis. meningkatkan resistensi jalan nafas. Dengan demikian kemampuan dalam memelihara tekanan negative intrathorak dan volume paru rendah sehingga memudahkan terjadinya kolaps alveolus serta menyebabkan neonatus bernafas secara diafragmatis. Kadang-kadang tekanan negative dapat timbul dalam lambung pada waktu proses inspirasi. Pada masa ini terjadi pematangan organ hampir pada semua system. relative lebih panjang dan keras. Essensial Obstetri dan Ginekologi. Maka dari itu sangatlah diperlukan penataan dan persiapan yang matang untuk melakukan suatu tindakan anestesi terhadap neonatus. . 1995. letaknya tinggi. Neonatus bukanlah miniatur orang dewasa. 2005. ginjal dan hepar. Pernafasan : Sangkar dada lemah dan kecil dengan iga horizontal. leher lebih pendek. Obstetri Williams. saat intubasi kadangkala diperlukan pengangkatan epiglottis untuk visualisasi. dimana terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan didalam rahim menjadi diluar rahim. bahkan menempel pada palatum molle sehingga cenderung bernafas melalui hidung. Transisi ini hampir meliputi semua sistem organ tapi yang terpenting bagi anestesi adalah system pernafasan sirkulasi.DAFTAR PUSTAKA Hacker & Moore. mudah sekali tersumbat oleh lender dan edema. SISTEM PERNAFASAN Jalan Nafas : Otot leher bayi masih lembek. Persis Mary. pipa tracheobronkial relative sempit. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC Mac Donald. Diafragma terdorong keatas oleh isi perut yang besar. epiglottis berbentuk “U” dengan proyeksi lebih ke posterior dengan sudut ± 450. Evelyn C. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Neonatus adalah masa kehidupan pertama di luar rahim sampai dengan usia 28 hari. sulit menyangga atau memposisikan kepala dengan tulang occipital yang menonjol. Akibat perbedaan anatomis epiglottis tersebut.. Trachea pendek. Sarwono. Lidah besar. Jakarta : Hipocrates Hamilton. Neonatus mengalami masa perubahan dari kehidupan didalam rahim yang serba tergantung pada ibu menjadi kehidupan diluar rahim yang serba mandiri. dkk. Jakarta :EGC Pearce. 2001. 2004.

akibat tahanan pembuluh paru yang besar (lebih tinggi dibanding tahanan vaskuler sistemik =SVR) hanya 10% dari keluaran ventrikel kanan yang sampai paru.. Bayi baru lahir sukar memekatkan air kemih. sedang sisanya (90%) terjadi shunting kanan ke kiri melalui ductus arteriosus Bottali. tekanan atrium kanan menjadi rendah. fosfat organic. Fungsi tubulus belum matang. SISTEM SIRKULASI DAN HEMATOLOGI Aliran darah fetal bermula dari vena umbilikalis. sehingga kebutuhan oksigen juga tinggi.2000) . glukosa. Kematangan filtrasi glomerulus dan fungsi tubulus mendekati lengkap sekitar umur 20 minggu dan kematangannya sedah lengkap setelah 2 tahun. Manajemen cairan pada neonatus harus dilakukan dengan secermat dan seteliti mungkin. Peningkatan frekuensi nafas juga dapat akibat dari tingkat metabolisme pada neonatus yang relative tinggi. Kejadian ini disebut sirkulasi transisi. tahanan pembuluh darah sistemik (SVR) naik dan pada saat yang sama paru mengembang. Penutupan ductus arteriosus secara fisiologis terjadi pada umur bayi 10-15 jam yang disebabkan kontraksi otot polos pada akhir arteri pulmonalis dan secara anatomis pada usia 2-3 minggu. terlebih pada premature. sehingga keadaan kehilangan darah. dehidrasi dan kelebihan volume juga sangat kurang ditoleransi. Tingginya konsumsi oksigen dapat menerangkan mengapa desaturasi O2 dari Hb terjadi lebih mudah atau cepat. Tekanan sistolik merupakan indicator yang baik untuk menilai sirkulasi volume darah dan dipergunakan sebagai parameter yang adekuat terhadap penggantian volume. SISTEM EKSKRESI DAN ELEKTROLIT Akibat belum matangnya ginjal neonatus. karena itu neonatus mudah sekali gagal nafas. filtrasi glomerulus hanya sekitar 30% disbanding orang dewasa. dua kali dari kebutuhan orang dewasa dan ventilasi alveolar pun relative lebih besar dari dewasa hingga dua kalinya. asam amibo dan bikarbonas juga rendah. aliran darah di ductus arteriosus Bottali berbalik dari kiri ke kanan. Pada waktu bayi lahir. tahanan vaskuler paru menyebabkan penutupan foramen ovale (menutup setelah beberapa minggu). terjadi pelepasan dari plasenta secara mendadak (saat umbilical cord dipotong/dijepit). maka akan menurunkan FRC (Functional Residual Capacity) sementara volume tidalnya relative tetap. tetapi kemampuan mengencerkan urine seperti orang dewasa. resorbsi terhadap natrium. adanya stress dingin maupun sumbatan jalan nafas. Untuk meningkatkan ventilasi alveolar dicapai dengan cara menaikkan frekuensi nafas. (Cote CJ. Pada neonatus reaksi pembuluh darah masih sangat kurang. Autoregulasi aliran darah otak pada bayi baru lahir tetap terpelihara normal pada tekanan sistemik antara 60-130 mmHg. Frekuensi nadi bayi rata-rata 120 kali/menit dengan tekanan darah sekitar 80/60 mmHg.Karena pada posisi terlentang dinding abdomen cenderung mendorong diafragma ke atas serta adanya keterbatasan pengembangan paru akibat sedikitnya elemen elastis paru.

hatihati penggunaan opiate dan barbiturate. Sintesis vitamin K belum sempurna. Syaraf simpatis belum berkembang dengan baik sehingga parasimpatis lebih dominant yang mengakibatkan kecenderungan terjadinya refleks vagal (mengakibatkan bradikardia.Karena rendahnya filtrasi flomerulus. Persepsi tentang rasa nyeri telah mulai ada. kehilangan abnormal atau pemberian air tanpa sodium dapat dengan cepat jatuh pada dehidrasi berat dan ketidakseimbangan elektrolit terutama hiponatremia.m.1992) Pemberian cairan dan perhitungan kehilangan atau derajat dehidrasi diperlukan kecermatan lebih disbanding pada orang dewasa. (Warih. Hipotermia dapat pula menyebabkan hipoglikemia. Oleh karena ketidakmampuan ginjal untuk menahan air dan garam. Begitu pula dalam hal pemberian elektrolit. dan diketahui bila ada serangan apnoe atau terjadi kejang. Belum sempurnanya mielinisasi dan kenaikan permeabilitas blood brain barrier akan menyebabkan akumulasiobat-obatan seperti barbiturat dan . penguapan air. baru matang dan lengkap pada usia 3-4 tahun). SISTEM SYARAF Waktu perkembangan system syaraf. struktur otak dan myelinisasi akan berkembang pada trimester tiga (myelinisasi pada neonatus belum sempurna. Sirkulasi bayi baru lahir stabil setelah berusia 24-48 jam. Secara rutin untuk bedah bayi baru lahir dianjurkan pemberian vitamin K 1 mg i. Cadangan glikogen hati sangat rendah. Hipoglikemia pada bayi (dibawah 30 mg%) sukar diketahui tanda-tanda klinisnya. Perkembangan yang belum sempurna pada neuromuscular junction dapat mengakibatkan kenaikan sensitifitas dan lama kerja dari obat pelumpuh otot non depolarizing. karena kedua obat tersebut dioksidasi dalam hati. sambungan syaraf. sedangkan berat otak sampai 80% akan dicapai pada umur 2 tahun. yang biasa disertakan pada setiap pemberian cairan. Waktu-waktu ini otak sangat sensitive terhadap keadaan-keadaan hipoksia. Kadar gula normal pada bayi baru lahir adalah 50-60%. Sebenarnya anak mempunyai batas ambang rasa nyeri yang lebih rendah disbanding orang dewasa. namun neonates belum dapat melokalisasinya dengan baik seperti pada bayi yang sudah besar. nadi <110 kali/menit) terutama kalau bayi dalam keadaan hipoksia maupun bila aad stimulasi daerah nasofaring. Pada pemberian cairan rumatan dibutuhkan konsentrasi dextrose lebih tinggi (10%). kemampuan mengekskresi obat-obatan juga menjadi diperpanjang. FUNGSI HATI Fungsi detoksifikasi obat masih rendah dan metabolisme karbohidrat yang rendah pula yang dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia dan asidosis metabolic.

Perbandingan volume cairan intravaskuler terhadap cairan ekstravaskuler berbeda dengan orang dewasa. permukaan tubuh terbuka. lebih jauh lagi dapat menyebabkan lethargi. Hipoksia mencegah produksi panas dari lemak coklat (Morgan HAH. PENGATURAN TEMPERATUR Pusat pengaturan suhu di hypothalamus belum berkembang. adanya pengeluaran katekolamin yang dapat menyebabkan terjadinya kenaikan tahanan vaskuler paru dan perifer. cairan irigasi maupun cairan antiseptic yang digunakan yang hangat. begitu pula gas anestesi. Kalau pemberian oksigen tidak menolong baru dipertimbangkan pemberian sulfas atropine. Sisa dari blok obat relaksasi otot dikombinasikan dengan zat anestesi IV dapat menyebabkan kelelahan otot-otot pernafasan. skopolamin). pemberian cairan infuse/ tranfusi darah dingin. Paparan dibawah suhu ini akan mengandung resiko diantaranya: cadangan energi protein akan berkurang. 2. kulit lebih permeable terhadap air). lampu penghangat. cairan intra vena hangat. pengaruh obat anestesi umum (yang menekan pusat regulasi suhu) maupun obat vasodilator. shunting kanan ke kiri. Adapun hipotermia bisa disebabkan oleh suhu lingkungan yang rendah. tipisnya lemak subkutan. Laju filtrasi glomerulus masih rendah . depresi pernafasan dan apnoe pada periode pasca anestesi. Temperature lingkungan yang direkomendasikan untuk neonatus adalah 270C. hipoksia dan asidosis metabolic.narkotik. Setiap keadaan bradikardia harus dianggap berada dalam keadaan hipoksia dan harus cepat diberikan oksigenasi. mudah kehilangan panas tubuh (perbandingan luas permukaan dan berat badan lebih besar. Untuk mencegah hipotermia bias ditempuh dengan : memantau suhu tubuh. irigasi oleh cairan dingin. walaupun sudah aktif. mediastinum dan sekitar ginjal.1993) Hipotermia dapat terjadi akibat dehidrasi. dimana mengakibatkan aksi yang lama dan depresi pada periode pasca anestesi. axila. Kelenjar keringat belum berfungsi normal. FARMAKOLOGI Farmakokinetik dan farmakodinamik dari obat-obat yang diberikan pada neonatus berbeda disbanding dengan dewasa karena pada neonatus : 1. selimut atau kain penutup yang tebal dan pemberian obat penahan keringat (misal: atropin. suhu sekitar yang panas. mengusahakan suhu kamar optimal atau pemakaian selimut hangat. Produksi panas mengandalkan pada proses non-shivering thermogenesis yang dihasilkan oleh jaringan lemak coklat yang terletak diantara scapula. incubator. sehingga neonatus sulit mengatur suhu tubuh dan sangat terpengaruh oleh suhu lingkungan (bersifat poikilotermik).

1991) . mempercepat induksi dan mempersingkat pulih sadarnya. Tekanan darah cenderung lebih peka terhadap zat anestesi inhalsi mungkin karena mekanisme kompensasi yang belum sempurna dan depresi miokard hebat. Puasa Puasa yang lama menyebabkan dehidrasi dan hipoglikemia. PERSIAPAN ANESTESI Sebelum anestesi dan pembedahan dilaksanakan. lebih rendahnya MAC dan koefisien partisi darah/gas akan meningkatkan potensi obat. Untuk anestesi yang lama. kemampuan metabolisme masih rendah atau kepekaan pusat nafas sangat tinggi. Khusus pada anestesi inhalasi. (Abdul Latief. elektrolit. Liver/hati yang masih immature akan mempengaruhi proses biotransformasi obat. Sebelum bayi masuk kamar bedah hangatkan kamar dengan mematikan AC misalnya. Bayi umumnya membutuhkan dosis suksisnil cholin relative lebih tinggi disbanding dewasa karena ruang extraselulernya relative lebih besar. Sebagian pembedahan bayi baru lahir merupakan kasus gawat darurat. 6. Laju metabolisme yang tinggi 4. jantung. kalau mungkin gas-gas anestetik dihangatkan. Aliran darah ke organ relative lebih banyak (seperti pasa otak. ringan dan mudah dipindahkan. Hal ini mungkin karena obat-obat tersebut sangat mudah menembus sawar darah otak. Tahanan terhadap aliran gas harus rendah. Peralatan anestesi neonatus bersifat khusus. Transportasi neonatus dari ruang perawatan ke kamar bedah sedapat mungkin menggunakan incubator yang telah dihangatkan. Sebaliknya neonatus tampaknya lebih tahan terhadap efek ketamin. anti obstruksi. penurunan PVR (Pulmonary Vascular Resistance) berpengaruh pada status asam-basanya. Minute volume. FRC rendah. perbedaan fisiologi system pernafasan : ventilasi alveolar tinggi. dilembabkan dengan pelembab listrik. Lama puasa yang dianjurkan adalah stop susu 4 jam dan berilah air gula 2 jam sebelum anestesi. asam basa harus berada dalam batas-batas normal atau mendekati normal. Biasanya digunakan system anestesi semi-open modifikasi system pipa T dari Ayre yaitu peralatan dari Jackson-Rees. keadaan hidrasi. Beberapa obat golongan barbiturat dan agonis opiate agaknya sangat toksisk pada neonatus disbanding dewasa. Respon terhadap pelumpuh otot non deplarisasi cukup bervariasi. Kemampuan obat berikatan dengan protein masih rendah 5.3. liver dan ginjal) 7. Proses transisi sirkulasi neonatus.

lebih digemari secara intravena dengan pengenceran. Penenang Tidak dianjurkan. suksinil cholin atau eter. Isofluran. Kecukupan hidrasi dapat dipantau melalui produksi urin (>0.1 mg dan maksimal 0. Dosis atropine 0. kecuali pasca anestesi dirawat diruang perawatan intensif.1993) MASA ANESTESI Induksi Pada waktu induksi sebaiknya ada yang membantu. Intubasi biasanya dikerjakan dalam keadaan sadar (awake intubation) terlebih pada keadaan gawat atau . dll. epiglottis tinggi dengan bentuk “U”. Umumnya induksi inhalasi dengan HalotanO2 atau Halotan-O2/N2O. karena susunan syaraf pusat belum berkembang. dan keadaan umumnya jelek. Sebaiknya menggunakan laringoskop bilah lurus-lebar dengan lampu di ujungnya. mengganti cairan yang hilang akibat trauma bedah. berat jenis urin (<1. Usahakan agar berjalan dengan trauma sekecil mungkin.010) . mudah terjadi depresi. lidah besar-tebal. takikardi. Cairan pemeliharaan/pengganti karena puasa diberikan dalam waktu 3 jam. Waktu intubasi perlu pembantu guna memegang kepala.02 mg/kg.Infus Dipasang untuk memenuhi kebutuhan cairan karena puasa. evaporasi (Insensible water loss). Premedikasi Sulfas Atropine Hampir selalu diberikan terutama pada penggunaan Halotan. III maing-masing 25%. Dehidrasi/hipovolemia sangat mudah terjadi karena luas permukaan tubuh dan kompartemen atau volume cairan ekstra seluler relative lebih besar serta fingsu ginjal belum matang. jam I 50% dan jam II. Enfluran. Intubasi Intubasi Neonatus lebih sulit karena mulut kecil. akibat perdarahan. (Abdul Latief. Hati-hati bahwa bagian tersempit jalan nafas atas adalah cincin cricoid. Hati-hati pada bayi demam. kehilangan cairan lewat gastrointestinal. Neonatus terutama bayi premature mudah sekali mengalami dehidrasi akibat puasa lama atu sulit minum. minimal 0.5 mg. Laringoskopi pada neonatus tidak membutuhkan bantal kepala karena occiputnya menonjol.aupun dengan pemasangan CVP (Central Venous Pressure). tranduksi atau sekuestrasi cairan ke dalam lumen usus atau kompartemen tubuh lainnya.5ml/kgBB/jam). Untuk pemeliharaan digunakan preparat D5%-10% dalam cairan elektrolit.

Pemantauan 1. Pipa trachea yang dianjurkan adalah dari bahan plastic.diperkirakan akan dijumpai kesulitan.5 mm. dan bag reservoir .Perabaan nadi .Pada nafas spontan. Untuk premature digunakan ukuran diameter 2-3 mm sedangkan pada bayi aterm 2. 1998) Pemeliharaan Anestesi Dianjurkan dengan intubasi dan pernafasan kendali. Pelumpuh otot golongan non depol sangat sensitive sehingga harus diencerkan dan pemberiannya secara sedikit demi sedikit.isi dalam botol suction . tembus pandang dan tanpa cuff. Beberapa penulis menganjurkan intubasi sadar untuk bayi baru lahir dibawah usia 10-14 hari atau pada bayi premature.Beda berat kassa sebelum dan sesudah kena darah .Stetoskop prekordial .EKG dan CVP 1. Pelumpuh otot yang digunakan adalah suksinil cholin 2 mg/kg secara iv atau im. Pernafasan . Suhu . Yang berpendapat dilakukan intubasi tidur atas pertimbangan dapat ditekannya trauma. enfluran.Periksa Hb dan Ht secara serial . yang dapat dilakukan dengan menggunakan ataupun tanpa pelumpuh otot.Stetoskop perikordial . (Adipradja K. idealnya menggunakan pipa trachea yang paling besar yang dapat masuk tetapi masih sedikit longgar sehingga dengan tekanan inspirasi 20-25 cmH2O masih sedikit bocor.Warna ekstremitas 1. Sirkulasi . Pada umunya menggunakan gas anestesi N2O/O2 dengan kombinasi halotan. gerak daad. Perdarahan .5-3. isofluran ataupun sevofluran.Rektal 1.

mereka akan kehilangan berat 5-10% dari berat lahir dan akan kembali ke berat lahir semula dalam beberapa hari. Menurut Depkes (2006) masa neonatal dibagi menjadi dua periode yaitu: 1. Pertumbuhan dan Perkembangan A.Isi dalam kantong air kemih PENGAKHIRAN ANESTESIA Pembersihan lender dalam rongga hidung dan mulut dilakukan secara hatihati. Hal ini terjadi terutama jika neonatus hanya mendapat Air Susu Ibu (ASI). Pemberian O2 100% selama 5-15 menit setelah agent dihentikan. kemudian dilakukan ekstubasi. KESIMPULAN Anestesi pada neonatus merupakan hal yang lain dari biasanya.1. Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah serta mulai berfungsinya organ-organ. Masa neonatal dini (0-7 hari) 2. dan heparnya. Karena mereka bukanlah merupakan miniatur orang dewasa sehingga dalam melakukan tindakan anestesi diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus dan teliti dalam manajemennya. Air Kemih . Jadi sebelum dilakukan tindakan anestesi haruslah dipertimbangkan faktor sistem pernafasan. Perhatian khusus sangat diperlukan mengingat perbedaan anatomi. NEONATUS Usia neonatus yaitu usia 0-28 hari. Bayi cukup bulan lahir dengan kelebihan cairan. karena di . fisiologi dan farmakologi pada neonatus.04 mg/kg) bersama atropin (0.02 mg/kg). dapat dilakukan penetralan dengan neostigmin (0. sirkulasi. Bila masih ada pengaruh obat pelumpuh obat non-depol. Masa neonatal lanjut (8-28 hari) Rata-rata berat badan lahir 3000-4000 gram. ginjal.

Pada Cesarean Birth: need additional respiratory support. Jantung dan sirkulasi (peredaran darah) Penyesuaian segera: stimuli chemical (pHmenurun. Kelainan ini disebabkan posisi sekat pemisah ventrikel atau atrium jantung kiri dan kanan belum atau tidak tertutup sempurna. “Lamanya.” Saat lahir. Masuknya udara sambil keluarnya cairan saat proses kelahiran. paru-paru bayi juga mulai berfungsi. saluran tersebut secara otomatis langsung menutup. Kondisi jantung bayi saat masih dalam kandungan berbeda dengan saat lahir. Sistem Respirasi. Barulah setelah beberapa jam bayi dilahirkan. pCO2 meningkat meningkat .dalam tubuh neonatus masih terdapat kelebihan cairan yang harus dibuang dalam waktu beberapa hari sementara produk ASI belum memadai. darah bersih dapat bercampur dengan darah kotor. Akibatnya. Namun secara medis. sehingga menimbulkan tekanan udara yang kuat di sekitarnya. karena kala dalam kandungan.” Namun. kondisi ini tak jadi masalah. jantung tidak berfungsi dengan baik. Berat Badan neonatus akan kembali menginjak hari ke-10 atau selambatnya hari ke-14. Adaptasi Fisiologis Neonatus a. pO2 ). Peredaran darah dari jantung kiri bisa langsung melewati jantung kanan. janin menerima pasokan darah dan oksigen dari sang ibu lewat plasenta. Tidak ada sekat yang memisahkannya. Tekanan tersebut mengakibatkan saluran yang menghubungkan ventrikel kiri dan kanan jantung menutup. Ketika masih dalam kandungan. jika saluran peredaran darah tersebut tidak menutup lebih dari 24 jam. jantung bayi belum sepenuhnya berfungsi secara normal. Padahal. kurang lebih 4-8 jam. Tegangan permukaan dipertahankan oleh surfaktan. . Begitu juga sebaliknya. jantunglah yang memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya. maka orang tua harus mewaspadainya karena hal itu menandakan jantung si bayi mengalami kebocoran.

Kondisi yang mempengaruhi penutupan duktus adalah: 1) meningkatnya konsentrasi O2 dalam darah 2) menurunnya prostaglandin 3) asidosis b. dan 2 buah tulang di depan (tulang frontal). Ubun-ubun dan sutura-sutura ini normalnya menutup antara usia 6-20 bulan. Saat kembali ke ventrikel kanan. 2 buah tulang di kanan dan kiri (tulang parietal). yaitu 1 buah tulang di bagian belakang (tulang oksipital). Sutura-sutura ini ada yang membujur dan ada pula yang melintang. Ubun-ubun yang tak segera menutup inilah yang kerap mengkhawatirkan para orang tua. darah tidak lagi bersih dan warnanya berubah menjadi lebih tua. dengan begitu otak bayi justru bisa berkembang normal.Dari ventrikel kiri jantung. Kepala bayi dibentuk oleh beberapa lempeng tulang. Namun. titik silang celah-celah itulah yang membentuk ubun-ubun depan (besar) dan ubun-ubun belakang (kecil). . darah bersih berwarna merah segar yang mengandung 96% zat asam dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah nadi. Begitulah aliran darah pada tubuh berlangsung tanpa henti sepanjang hidup kita. tulang-tulang kepala bayi belum menyambung satu sama lain. Pada saat itu kadar zat asamnya tinggal sekitar 60%. Selanjutnya. Nah. Hingga usia beberapa bulan setelah dilahirkan. Di antara tulang-tulang yang belum bersambung itu terdapat celah yang disebut sutura. Fontanel Fontanela merupakan bagian kecil dari kepala bayi. darah kotor ini dipompa dari ventrikel kanan ke paru-paru untuk mengambil zat asam sehingga menjadi bersih kembali. Padahal. Bentuknya sangat lunak dan dilapisi membran (selaput tipis jaringan) yang cukup kuat. letaknya telah tersusun berdampingan secara rapi.

Bilirubin bebas bisa menyebar ke mana-mana ke seluruh tubuh. Bilirubin direct ini lalu disimpan di kantong empedu. Peran enzim akan mengkatalis protein dan . Umumnya terjadi di hari kedua atau ketiga setelah kelahiran hingga 7 atau 14 hari. Volume darah pada full-term adalah 80-85 ml/ Kg BB atau + 300 ml. Bayi yang minum ASI dapat juga terlihat kuning pada minggu pertama dan kedua. kita tidak perlu keburu khawatir. Walaupun bersifat fisiologis namun keberadaannya tetap perlu diwaspadai karena mungkin saja dilatarbelakangi masalah patologis. dan bebas. absorbsi dan metabolisme menjadikan makanan adekuat tapi limited pada neonatus. Jenis inilah yang dapat menimbulkan bahaya. d. Namun demikian. kuning ini hanyalah gejala biasa. Jika bayi sampai kuning. kadang tidak semua hasil pemecahan hemoglobin bisa diikat oleh albumin dan dibawa ke hati.c. Bagian yang tidak terangkut inilah yang disebut bilirubin bebas. Ia akan dibawa ke hati untuk diproses menjadi bilirubin direct. direct. Sistem hemopoetik Tergantung transfer darah dari plasenta. karena tak bisa dilepas lagi. Di dalam ASI memang ada komponen yang mempengaruhi timbulnya kuning pada bayi. Jadi. yang nantinya berangsur-angsur hilang sendiri. Bilirubin indirect atau belum diolah adalah bilirubin yang terikat albumin sebagai zat pengangkutnya. terutama kalau sampai masuk ke otak. Akibatnya. akan muncul gangguan yang disebut kern ikterus atau timbunan bilirubin di dasar otak. Sistem gastrointestinal Kemampuan mencerna. ada yang indirect. Bilirubin alias pecahan hemoglobin ini bermacam-macam sifatnya. Kasus ini sebenarnya terbagi atas kuning faali (fisiologis) dan kuning patologis (penyakit).

karbohidrat sederhana. biasanya pada hari-hari pertama atau minggu-minggu pertama akan lebih sering buang air besar. Perlu diketahui. feses atau tinjanya mungkin sudah bercampur dengan susu atau kotoran peralihan (campuran tahi gagak dan susu). Bayi baru lahir umumnya sudah bisa Buang Air Besar (BAB) dalam waktu 24 jam setelah persalinan. . Pada hari ketiga. Tak heran bila ada yang menyebutnya tahi gagak. Defisiensi lipase pancreas akan mengakibatkan berkurangnya absorbsi lemak. bayi yang diberi ASI. Mekonium mungkin terlambat pada neonatus dengan Berat Badan Lahir Randah (BBLR). Feses di hari pertama dan kedua disebut mekonium yang berwarna gelap atau hitam. bisa sampai 6 kali lebih. Lambung neonatus volumenya adalah + 90 ml.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful