Kimia XI SMA

1

*)* 

Struktur Atom, Sistem Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia
Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu: 1. Menjelaskan teori atom mekanika kuantum. 2. Menjelaskan pengertian bilangan kuantum dan bentukbentuk orbital. 3. Menggunakan prinsip Aufbau, aturan Hund, dan asas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. 4. Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik. 5. Menerapkan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik. 6. Menerapkan teori domain elektron untuk meramalkan bentuk molekul dan menjelaskan interaksi antarmolekul (gaya antarmolekul) dengan sifatnya.

Kata Kunci
Mekanika kuantum, efek fotolistrik, orbital, bilangan kuantum, persamaan gelombang, konfigurasi elektron, nomor periode, unsur utama, unsur transisi, ikatan ion, ikatan kovalen, kovalen koordinasi, domain elektron, hibridisasi, bentuk molekul, VSEPR , teori domain elektron, gaya London , polarisabilitas, dipol-dipol, gaya Van der Waals, ikatan hidrogen.

Pengantar

P

ada awal pelajaran kimia di kelas X dulu Anda sudah mempelajari tentang apa itu atom, apa saja partikel penyusun atom, dan bagaimana bentuk atom menurut para ahli, serta bagaimana atom-atom tersebut bergabung membentuk senyawa yang lebih kompleks. Di kelas XI ini Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang perkembangan teori dan model-model atom termodern serta teori dan model bentuk molekul senyawa.

2

Kimia XI SMA

Peta Konsep

Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur
Atom terdiri dari Inti Atom tersusun dari Proton Neutron Elektron mempunyai Tk. Energi ditentukan mendasari Teori Planck, Bohr, de Broglie tentang teori atom mekanika kuantum

Bil. Kuantum Utama menunjukkan Kulit Elektron

Bil. Kuantum Azimuth menentukan Sub. Tingkat Energi menunjukkan

Bil. Kuantum Magnet

Bil. Kuantum Spin

menunjukkan menunjukkan menentukan Orbital mempunyai Arah Ruang Orbital Arah Ruang Orbital

terdiri dari

Sub. Kulit Elektron terdiri dari

menggambarkan Konfigurasi Elektron menunjukkan Elektron Valensi menentukan jenis Ikatan Kimia membentuk Molekul mempunyai Ikatan Antar Molekul disebabkan Efek Orientasi mengakibatkan terjadi Dipol-dipol Ikatan Hidrogen Ikatan Van der Wals
Blok s Blok p Blok d

menggambarkan

menentukan Blok Unsur dalam SPU

Blok f

mempengaruhi mengakibatkan mempengaruhi terjadi Titik Didih Senyawa Dipol Sesaat

Kimia XI SMA

3

1.1 Struktur Atom
Anda tentu masih ingat dengan model atom yang dikemukakan oleh Ernest Rutherford (1871–1937) dan dilengkapi oleh Niels Bohr (1885 – 1962) yang menerangkan bahwa elektron-elektron mengelilingi inti atom pada tingkat-tingkat energi tertentu yang disebut kulit atom. Pada bab ini, kita akan mempelajari pengembangan model atom modern berdasarkan konsep mekanika gelombang.

A. Teori Kuantum Max Planck
Max Planck, ahli fisika dari Jerman, pada tahun 1900 mengemukakan teori kuantum. Planck menyimpulkan bahwa atom-atom dan molekul dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu. Jumlah atau paket energi terkecil yang dapat dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Planck menemukan bahwa energi foton (kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya. E=h· K dengan: E = energi (J) h = konstanta Planck 6,626 × 10–34 J. s K = frekuensi radiasi (s–1) Salah satu fakta yang mendukung kebenaran dari teori kuantum Max Planck adalah efek fotolistrik, yang dikemukakan oleh Albert Einstein pada tahun 1905. Efek fotolistrik adalah keadaan di mana cahaya mampu mengeluarkan elektron dari permukaan beberapa logam (yang paling terlihat adalah logam alkali) (James E. Brady, 1990). Susunan alat yang dapat menunjukkan efek fotolistrik ada pada gambar 1.1. Elektrode negatif (katode) yang ditempatkan dalam tabung vakum terbuat dari suatu logam murni, misalnya sesium. Cahaya dengan energi yang cukup dapat menyebabkan elektron terlempar dari permukaan logam. Tabung vakum Elektron tersebut akan tertarik ke kutub positif (anode) dan menyebabkan aliran listrik melalui rangkaian tersebut.
Gambar 1.1 Percobaan Efek Fotolistrik Memperlihatkan susunan alat yang menunjukkan efek fotolistrik, Seberkas cahaya yang ditembakkan pada permukaan pelat logam akan menyebabkan logam tersebut melepaskan elektronnya. Elektron tersebut akan tertarik ke kutub positif dan menyebabkan aliran listrik melalui rangkaian tersebut. Sumber: General Chemistry, Principles & Structure, James E. Brady, 5th ed, 1990.

Pelat logam sensitif cahaya Elektrode positif Baterai Pengukur arus listrik

yaitu dimulai dari kulit K. Hal ini menyebabkan kuat arus juga akan meningkat. Model Atom Bohr Pada tahun 1913. Jika atom mendapat energi dari luar (misalnya dipanaskan. L. Jika frekuensi (dan energi) bertambah. Keadaan di mana ada elektron yang menempati tingkat energi yang lebih tinggi disebut keadaan tereksitasi (excited state).626 × 10–34 J dt) frekuensi (Hz) kecepatan cahaya dalam vakum (3 × 108 m det–1) panjang gelombang (m) B. Keadaan di mana elektron mengisi kulit-kulit dengan tingkat energi terendah disebut tingkat dasar (ground state). Jika frekuensinya rendah. Energi foton bergantung pada frekuensinya. hal ini mudah dimengerti karena hidrogen mempunyai atom yang paling sederhana (satu proton dan satu elektron)(James E. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa Gambar 1. Bohr memilih hidrogen sebagai model untuk teorinya. Brady. setiap foton mempunyai jumlah energi yang sangat sedikit dan tidak mampu memukul elektron agar dapat keluar dari permukaan logam. Lintasan elektron tersebut berupa lingkaran dengan jari-jari tertentu yang disebut sebagai kulit atom. 1990). maka elektron akan menyerap energi yang sesuai sehingga berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. 1990). elektron dapat beredar tanpa pemancaran atau penyerapan energi. maka foton memperoleh energi yang cukup untuk melepaskan elektron (James E. E = h · K atau E = h ⋅ c λ dengan: h = K = c = λ = tetapan Planck (6.2 Model atom unsur-unsur menghasilkan spektrum garis di mana Niels Bohr tiap unsur mempunyai spektrum yang khas. spektrum garis menunjukkan bahwa elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan-lintasan dengan tingkat energi tertentu. diberi beda potensial). elektron akan mengisi kulit-kulit dengan tingkat energi terendah. Niels Bohr menggunakan teori kuantum untuk menjelaskan spektrum unsur. dan seterusnya. Pada keadaan normal. Brady. Pada lintasan itu. Menurut Bohr. .4 Kimia XI SMA Einstein menerangkan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel foton yang energinya sebanding dengan frekuensi cahaya.

53 Å (53 pm) ⎯⎯ Energi elektron pada lintasan ke-n adalah: En = – RH n2 dengan: RH = tetapan (2. maka atom hanya akan memancarkan radiasi dengan tingkat energi yang tertentu pula. Jari-jari lintasan ke-n dalam atom hidrogen memenuhi rumus: rn = n2a0 dengan: n = kulit ke-1. Sebaliknya.Kimia XI SMA 5 Perpindahan elektron dari tingkat energi lebih rendah ke tingkat energi lebih tinggi disertai penyerapan energi. sehingga tidak memancarkan energi. Bohr menggunakan atom hidrogen sebagai model. Selama elektron bergerak pada lintasannya. yaitu berupa radiasi elektromagnet. perpindahan elektron dari tingkat energi lebih tinggi ke tingkat energi lebih rendah disertai pelepasan energi. Bohr merumuskan sebagai berikut. ΔE = Ef – Ei dengan: ΔE Ef Ei = energi yang menyertai perpindahan elektron (joule) = tingkat energi akhir (joule) = tingkat energi mula-mula (joule) Dari percobaan yang dilakukan. Dengan demikian dapat dijelaskan penyebab spektrum unsur berupa spektrum garis. 1. Selama bergerak mengelilingi inti. Karena perpindahan elektron berlangsung antara kulit yang sudah tertentu tingkat energinya. 2.179 × 10–18 J) . dan seterusnya → (1 pm = 10–12 m) a0 = 0. h dengan momen sudut kelipatan dari ⋅ h = ketetapan Planck. dan dia berhasil merumuskan jari-jari lintasan dan energi elektron. Elektron bergerak mengelilingi inti atom dengan lintasan (orbit) tertentu. elektron dapat berpindah naik atau turun dari satu lintasan ke lintasan yang lain. 2ð 2. yang harganya sama dengan selisih kedua tingkat energi tersebut. maka energinya akan tetap. 3. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah tertentu energi.

Brady. D. Hal ini dikemukakan oleh Werner Heisenberg pada tahun 1927 dengan Prinsip Ketidakpastian (uncertainty principle) (Oxtoby. partikel memiliki posisi dan momentum yang jelas dan mengikuti lintasan yang pasti. kemungkinan berbentuk partikel pada suatu waktu. Argumen de Broglie menghasilkan hal sebagai berikut. 1990). yang memperlihatkan sifat-sifat seperti gelombang (James E Brady. melainkan menyebar pada suatu daerah tertentu. pada skala atomik. Akan tetapi. maka lintasan elektron yang dikemukakan Bohr tidak dapat dibenarkan. menjelaskan bahwa cahaya dapat berada dalam suasana tertentu yang terdiri dari partikel-partikel. Elektron mempunyai sifat difraksi seperti halnya sinar–X. Gillis. Louis de Broglie.626 × 10–34 Joule s) Hipotesis de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang dari elektron. Nachtrieb). . akan tetapi tidak dapat digunakan untuk memperkirakan spektrum atom lain (yang mempunyai elektron lebih dari satu) (James E. posisi dan momentum atom tidak dapat ditentukan secara pasti. 1990). Einstein : E = mc2 h⋅c Max Planck : E = h · K = λ sehingga untuk menghitung panjang gelombang satu partikel diperoleh: λ = dengan: λ m K h = = = = h m⋅K panjang gelombang (m) massa partikel (kg) kecepatan partikel (m/s) tetapan Planck (6. Sebagai akibat dari dualisme sifat elektron sebagai materi dan sebagai gelombang.6 Kimia XI SMA Teori atom Bohr berhasil diterapkan untuk atom hidrogen. Hipotesis Louis de Broglie Pada tahun 1924.3 Model atom hidrogen menurut Niels Bohr n= 2 r = 4a0 C. Teori Mekanika Kuantum Dalam fisika klasik. n= 4 r = 16a0 n= 3 r = 9a0 n= 1 r = a0 Gambar 1. Gelombang tidak bergerak menurut suatu garis.

yang menunjukkan bentuk dan energi gelombang elektron (James E.1 Hubungan Subkulit. 1990). maka pada tahun 1927. maka posisinya menjadi tidak pasti. Erwin Schrodinger. dan Jumlah Elektron Maksimum Jenis Subkulit Subkulit s Subkulit p Subkulit d Subkulit f Subkulit g Subkulit h Subkulit i Jumlah Orbital 1 orbital 3 orbital 5 orbital 7 orbital 9 orbital 11 orbital 13 orbital Elektron Maksimum 2 elektron 6 elektron 10 elektron 14 elektron 18 elektron 22 elektron 26 elektron Orbital-orbital dalam satu subkulit mempunyai tingkat energi yang sama. sedangkan orbital-orbital dari subkulit berbeda. Jika orbital kita analogikan sebagai “kamar elektron”. maka momentumnya menjadi tidak pasti. . Model atom mekanika kuantum menerangkan bahwa elektron-elektron dalam atom menempati suatu ruang atau “awan” yang disebut orbital. Gillis. Beberapa orbital bergabung membentuk kelompok yang disebut subkulit. Untuk mengetahui posisi dan momentum suatu elektron yang memiliki sifat gelombang. Brady. Nachtrieb). Orbital.Kimia XI SMA 7 Menurut Heisenberg. metode eksperimen apa saja yang digunakan untuk menentukan posisi atau momentum suatu partikel kecil dapat menyebabkan perubahan. baik pada posisi. Satu kulit tersusun dari subkulit-subkulit Satu subkulit tersusun dari orbital-orbital Satu orbital menampung maksimal dua elektron Tabel 1. maka subkulit dapat dipandang sebagai “rumah elektron”. mendeskripsikan pada sisi elektron tersebut dengan fungsi gelombang (wave function) yang memiliki satu nilai pada setiap posisi di dalam ruang (Oxtoby. yaitu ruang tempat elektron paling mungkin ditemukan. atau keduanya. tetapi dari kulit yang sama mempunyai tingkat energi yang bermiripan. sebaliknya jika percobaan dirancang untuk memastikan momentum atau kecepatan elektron. Beberapa subkulit yang bergabung akan membentuk kulit atau “desa elektron”. momentum. Fungsi gelombang ini dikembangkan dengan notasi ϕ (psi). Jika suatu percobaan dirancang untuk memastikan posisi elektron.

8 Kimia XI SMA Susunan kulit. dan seterusnya (bilangan bulat positif) serta dinyatakan dengan lambang K (n = 1). termasuk 0. 2. Bilangan kuantum utama mempunyai harga mulai dari 1. Untuk menyatakan kedudukan (tingkat energi. serta orientasi) suatu orbital menggunakan tiga bilangan kuantum. 3. bilangan kuantum azimuth. dan bilangan kuantum magnetik (ml atau m) (James E. 1990). 3. dan orbital dalam suatu atom berelektron banyak disederhanakan seperti pada gambar 1. bentuk. .5 Susunan orbital dalam suatu atom multielektron. Bilangan Kuantum Utama (n) Bilangan kuantum utama (n) menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom. Setiap kotak menunjuk satu orbital E. Gambar 1. Bilangan Kuantum Magnetik (ml atau m) Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbital khusus yang ditempati elektron pada suatu subkulit. subkulit. Nilai-nilai untuk bilangan kuantum azimuth dikaitkan dengan nilai bilangan kuantum utamanya. yaitu bilangan kuantum utama (n). yaitu semua bilangan bulat dari 0 sampai (n – 1). Brady. setiap tingkat energi dalam atom diasosiasikan dengan satu atau lebih orbital. Bilangan Kuantum Menurut mekanika gelombang. 1. dan seterusnya. Orbital-orbital dengan bilangan kuatum utama berbeda mempunyai tingkat energi yang berbeda secara nyata.5. Bilangan Kuantum Azimuth (l) Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulit. yaitu semua bilangan bulat mulai dari –l sampai dengan +l. Nilai bilangan kuantum magnetik bergantung pada nilai kuantum azimuth. L (n = 2). Bilangan kuantum magnetik juga menyatakan orientasi khusus dari orbital itu dalam ruang relatif terhadap inti. 2.

i n buah subkulit Jumlah Orbital 1 orbital 4 orbital 9 orbital 16 orbital 25 orbital 36 orbital 49 orbital n2 orbital Elektron Maksimum 2 elektron 8 elektron 18 elektron 32 elektron 50 elektron 72 elektron 98 elektron 2n2 elektron 1 1 atau s = – . p. Medan magnet yang berlawanan ini diperlukan untuk mengimbangi gaya tolak-menolak listrik yang ada (karena muatan sejenis). d. dan f. d. f. sehingga menghasilkan medan magnet yang berlawanan pula. . d.Kimia XI SMA 9 4. p. Sampai saat ini. Setiap kulit mengandung subkulit sebanyak nomor kulit dan dimulai dari subkulit yang paling sedikit orbitalnya. yaitu searah atau berlawanan arah jarum jam. h. artinya orbital dengan bilangan kuantum azimuth yang sama akan mempunyai bentuk yang sama. p. d. tetapi ukuran atau tingkat energinya berbeda. Bilangan kuantum utama (n) menyatakan kulit utamanya. Orbital 1s. Kulit pertama hanya mengandung subkulit s. yaitu: a. Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulitnya. kulit ke-3 mengandung subkulit s. Bentuk dan Orientasi Orbital Energi dan bentuk orbital diturunkan dari persamaan gelombang (ϕ = psi). Bilangan Kuantum Spin (ms atau s) Sambil beredar mengintari inti.2 Pembagian Kulit-kulit dalam Atom Nomor Kulit Kulit ke-1 (K) Kulit ke-2 (L) Kulit ke-3 (M) Kulit ke-4 (N) Kulit ke-5 (O) Kulit ke-6 (P) Kulit ke-7 (Q) Kulit ke-n Jumlah Subkulit s s. Sedangkan subkulit g. b. f. dan d. dan 3s akan mempunyai bentuk yang sama. Kedua arah yang berbeda itu dinyatakan dengan bilangan kuantum spin (s) yang mempunyai nilai s = + ditempati oleh maksimum dua elektron. g. c. Akibatnya satu orbital hanya dapat 2 2 F. d. elektron juga berputar pada sumbunya. d. d s. p. dan i belum terisi elektron. yaitu: a. Tabel 1. g. f s. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. g s. Hanya ada dua kemungkinan arah rotasi elektron. Gerak berputar pada sumbu ini disebut rotasi. di mana kedua elektron itu haruslah mempunyai spin yang berlawanan. Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbitalnya. p. b. 2s. Bentuk orbital tergantung pada bilangan kuantum azimuth (l). p s. Dapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum. h. Bilangan kuantum spin (s) menyatakan spin atau arah rotasinya. sedangkan besaran pangkat dua (ϕ2) dari persamaan gelombang menyatakan rapatan muatan atau peluang menemukan elektron pada suatu titik dan jarak tertentu dari inti. p. kulit ke-2 mengandung s dan p. dan seterusnya. elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit s. f. h s. p.

(a) (b) (c) Gambar 1.6 Orbital 1s. Kontur 90% dari orbital 3s ditunjukkan pada gambar 1. dan +1.7). 3s Sumber: Chemistry. 2. tetapi dengan 2 simpul. 2000. yaitu -1. Bentuk dan orientasi orbital 2s diberikan pada gambar. jari-jari atom didefinisikan sebagai jarak dari inti hingga daerah dengan peluang terbesar menemukan elektron pada orbital terluar.6 menunjukkan tiga cara pemaparan orbital 1s. kemudian secara bertahap menurun mendekati nol pada jarak yang lebih jauh. Secara teori peluang. Masing-masing diberi nama px. rapatan muatan elektron meningkat kembali sampai mencapai maksimum. Sama dengan orbital 1s. Gambar 1.10 Kimia XI SMA 1. Gambar menunjukkan bahwa rapatan muatan maksimum adalah pada titik-titik di sekitar (dekat) inti. di mana peluang untuk menemukan elektron pada orbital 3s adalah pada awan lapisan ketiga. sehingga mencakup bagian terbesar (katakanlah 90%) peluang menemukan elektron.6(b). py. dan pz . Peluang terbesar menemukan elektron pada orbital 2s adalah pada awan lapisan kedua. Orbital s Orbital yang paling sederhana untuk dipaparkan adalah orbital 1s. Martin S. Silberberg. Daerah tanpa peluang menemukan elektron ini disebut simpul. untuk menemui elektron tidak pernah mencapai nol. 0. 2s. Dalam teori atom modern. Sedangkan untuk orbital 3s juga mempunyai pola yang mirip dengan orbital 2s. Oleh karena itu tidak mungkin menggambarkan suatu orbital secara lengkap.6(c) adalah orbital 1s dengan kontur 90%. Selanjutnya. Pola bercak-bercak (gambar) secara jelas menunjukkan bahwa rapatan muatan meluas secara simetris ke semua arah dengan jarak antarbercak yang berangsur meningkat. The Molecular Nature of Matter and Change. Gambar 1. kemudian menurun mendekati nol seiring dengan bertambahnya jarak dari inti. meningkat hingga mencapai maksimum di kedua sisi. rapatan muatan terbesar adalah pada titik-titik sekitar inti. Rapatan berkurang secara eksponen dengan bertambahnya jarak dari inti. Orbital p Rapatan muatan elektron orbital 2p adalah nol pada inti (gambar 1. Setiap subkulit p ( l = 1) terdiri dari tiga orbital yang setara sesuai dengan tiga harga m untuk l = 1. Biasanya gambar orbital dibatasi. Rapatan menurun sampai mencapai nol pada jarak tertentu dari inti.

(a) (seperti balon terpilin). Setiap subkulit f terdiri atas 7 orbital. Gambar 1. dyz.9. dan d z2 . Walaupun orbital d z2 mempunyai bentuk yang berbeda dari empat orbital d lainnya. Kelima orbital d itu diberi nama sesuai dengan orientasinya. Silberberg. Martin S.Kimia XI SMA 11 sesuai dengan orientasinya dalam ruang. . yaitu orbital fxyz Sumber: Chemistry. Martin S. 3. Silberberg. tetapi energi dari kelima orbital itu setara.7. dan +2. The Molecular Nature of Matter and Change.7. sesuai dengan 7 harga m untuk l = 3. The Molecular Nature of Matter and Change. +1. tetapi ukurannya relatif lebih besar.(b). 2000. yaitu orbital d. pz Sumber: Sumber: Chemistry. Distribusi rapatan muatan elektron pada orbital 3p ditunjukkan pada gambar 1. (a) (b) (c) Gambar 1. Silberberg. py. Gambar 1. –1. Kontur yang disederhanakan dari ketiga orbital 2p diberikan pada gambar 1. Martin S. Sedangkan kontur orbital 3p dapat juga digambarkan seperti gambar 1.10 Salah satu dari tujuh orbital 4 f. yaitu m = –2.7. Orbital d dan f Orbital dengan bilangan azimuth l = 2. 2000. 0. The Molecular Nature of Matter and Change. dxz.9 Seluruh orbital d Sumber: Chemistry. 2000. The Molecular Nature of Matter and Change.8 dan 1.8 Orbital d Sumber: Sumber: Chemistry. Kontur dari kelima orbital 3d diberikan pada gambar 1. 2000. dxy. Gambar 1. sebagai d x2 – x2 .7 Orbital px. tetapi hal itu tidaklah merupakan masalah penting.(c). Silberberg. mulai terdapat pada kulit ketiga (n = 3). Setiap subkulit d terdiri atas lima orbital sesuai dengan lima harga m untuk l = 2. Martin S. Orbital f lebih rumit dan lebih sukar untuk dipaparkan.

Dengan demikian. atom berada pada tingkat energi minimum. dan kaidah Hund.11 Diagram urutan tingkat energi orbital Untuk menyatakan distribusi elektron-elektron pada orbital-orbital dalam suatu subkulit. 2s. Pada penulisan konfigurasi elektron perlu dipertimbangkan tiga aturan (asas). baru kemudian akan mengisi subkulit 3d. Jadi. dikemukakan oleh Friedrich Hund (1894 – 1968) pada tahun 1930. Suatu orbital dilambangkan dengan strip. kemudian baru ke tingkat energi yang lebih tinggi. Konfigurasi Elektron Suatu cara penulisan yang menunjukkan distribusi elektron dalam orbitalorbital pada kulit utama dan subkulit disebut konfigurasi elektron. setelah 3p terisi penuh maka elektron berikutnya akan mengisi subkulit 4s. Dalam kaidah Hund. Urutan-urutan tingkat energi ditunjukkan pada gambar 1. Oleh karena itu. Pada gambar dapat dilihat bahwa subkulit 3d mempunyai energi lebih tinggi daripada subkulit 4s. Jika orbital hanya mengandung satu elektron.11.12 Kimia XI SMA G. Inilah yang disebut prinsip Aufbau. Elektron-elektron baru berpasangan apabila pada subkulit itu sudah tidak ada lagi orbital kosong. disebutkan bahwa elektron-elektron dalam orbital-orbital suatu subkulit cenderung untuk tidak berpasangan. yaitu prinsip Aufbau. konfigurasi elektron dapat dituliskan dalam bentuk diagram orbital. sedangkan dua elektron yang menghuni satu orbital dilambangkan dengan dua anak panah yang berlawanan arah. Orbital kosong (tidak mengandung elektron) Orbital setengah penuh (mengandung elektron yang tidak berpasangan) Orbital penuh (mengandung pasangan elektron) Gambar 1. 2.12 Pengisian orbital dalam suatu atom . Prinsip Aufbau Elektron-elektron dalam suatu atom berusaha untuk menempati subkulitsubkulit yang berenergi rendah. Kaidah Hund 1s 2s 2p 3s 3p 4s 4p 5s 5p 6s 6p 7s 5d 4d 4f 3d Gambar 1. dan seterusnya. 1. pengisian orbital dimulai dari orbital 1s. anak panah dituliskan mengarah ke atas. asas larangan Pauli. 2p.

azimuth. Setiap orbital mampu menampung maksimum dua elektron. Spektrum unsur merupakan spektrum garis. Larangan Pauli Pada tahun 1928. subkulit 2p c.13 Subkulit yang dilambangkan dengan strip sebanyak orbital yang dimiliki 3. harus mempunyai spin yang berbeda. Jelaskan perbedaan istilah orbit dalam model atom Niels Bohr dengan orbit dalam istilah mekanika kuantum! 4. Jelaskan masing-masing bilangan kuantum dalam menyatakan kedudukan suatu elektron dalam suatu atom! 5. a. Louis de Broglie d. Subkulit s (1 orbital) maksimum 2 elektron Subkulit p (3 orbital) maksimum 6 elektron Subkulit d (5 orbital) maksimum 10 elektron Subkulit f (7 orbital) maksimum 14 elektron Latihan 1. Wolfgang Pauli (1900 – 1958) mengemukakan bahwa tidak ada dua elektron dalam satu atom yang boleh mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Werner Heisenberg 2. dua elektron dalam satu orbital selalu berotasi dalam arah yang berlawanan. Jelaskan gagasan dari ahli-ahli berikut berkaitan dengan perkembangan teori atom.Kimia XI SMA 13 Subkulit s Subkulit p Subkulit d Subkulit f Gambar 1. kulit dengan nilai n = 6 b. dan magnetik yang sama dalam satu orbital.1 1. Dua elektron yang mempunyai bilangan kuantum utama. subkulit 3d . Max Planck b. Erwin Schrodinger e. Niels Bohr c. Untuk mengimbangi gaya tolak-menolak di antara elektron-elektron tersebut. Bagaimana Niels Bohr menjelaskan fakta tersebut? 3. Kedua elektron tersebut berpasangan. Berapakah jumlah elektron maksimum dalam: a.

sedangkan kulit M belum terisi penuh? 1. 2px. M = 8. Kemudian pada tahun 1865.2 Sistem Periodik Unsur Seperti yang pernah kita pelajari di kelas X. Lajur-lajur horizontal (periode) disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Jelaskan beberapa istilah berikut ini! a. Ra (Z = 88) 9. Sr (Z = 38) d. Tuliskan konfigurasi elektron dari ion-ion berikut.Konfigurasi elektron kalium (Z = 19) adalah K = 2. O2– (Z = 8) b. dan 2pz dalam satu gambar! 7. K (Z = 19) f. Cr (Z = 24) c. Kita telah mempelajari usaha pengelompokan unsur berdasarkan kesamaan sifat. L = 8. Mengapa elektron mengisi kulit N. dan N = 1. Ni (Z = 28) h. kita akan mempelajari hubungan antara sistem periodik dengan konfigurasi elektron. Gambarkan orbital 1s. Rn (Z = 86) e. Fe3+ (Z = 26) 3+ e. mulai dari Johann Wolfgang Dobereiner (1780 – 1849) pada tahun 1829 dengan kelompok-kelompok triad. 2s. Co3+ (Z = 27) 10. sedangkan lajur-lajur vertikal (golongan) berdasarkan kemiripan sifat. 2py. Prinsip Aufbau b. P (Z = 15) g. d.14 Kimia XI SMA 6. Unsur-unsur yang jumlah kulitnya sama ditempatkan pada periode (baris) yang sama. yang kemudian disempurnakan dan diresmikan oleh IUPAC pada tahun 1933. John Alexander Reina Newlands (1838 – 1898) mengemukakan pengulangan unsur-unsur secara oktaf. A. Cs (Z = 55) i. bahwa sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Nomor periode = jumlah kulit . Se (Z = 34) b. Cl– (Z = 17) a. Asas larangan Pauli 8. serta Julius Lothar Meyer (1830 – 1895) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (1834 – 1907) pada tahun 1869 secara terpisah berhasil menyusun unsur-unsur dalam sistem periodik. Hubungan Sistem Periodik dengan Konfigurasi Elektron Para ahli kimia pada abad ke-19 mengamati bahwa terdapat kemiripan sifat yang berulang secara periodik (berkala) di antara unsur-unsur. Sedangkan pada pokok bahasan ini. Fe (Z = 26) c. Kaidah Hund c. Mn (Z = 25) j. kemudian tentukan jumlah elektron pada masing-masing kulit atomnya! a. Tuliskan konfigurasi beberapa unsur berikut ini. 2p.

4s2. 3d . Unsur-unsur yang memiliki struktur elektron terluar (elektron valensi) yang sama ditempatkan pada golongan (kolom) yang sama. 2p3 1s2. unsur-unsur perlu dibagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut. 2p1 • 15P : 1s2. 1. 2s2. 2p6 N O 8 F 9 7 10 Ne . 2p5 1s2. 2s2. dan f sangatlah menentukan sifat-sifat kimia suatu unsur. Penentuan nomor golongan tidaklah sesederhana seperti penentuan nomor periode. unsur-unsur yang segolongan memiliki sifat-sifat kimia yang sama. Unsur-unsur yang mempunyai dua kulit terletak pada periode kedua (baris kedua). Oleh karena itu. 3s2. telah dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat unsur ditentukan oleh konfigurasi elektronnya. 2s2. 4p5 Dari contoh di atas. dan seterusnya. 2s2. Aturan penomoran golongan unsur utama adalah: a. Contoh: periode 2 • 5B : 1s2. 2s2. 2p1 1s2. 3d10. 2s 1s . 2s 2 2 2 1 2 Golongan IA atau 1 IIA atau 2 IIIA atau 13 IVA atau 14 VA atau 15 VIA atau 16 VIIA atau 17 VIIIA atau 18 Li Be B 5 C 6 1s . 2s2. 2p6. 2s2. 3p3 periode 3 5 2 periode 4 • 25Mn : [Ar]. dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan nomor periode suatu unsur dapat diambil dari nomor kulit paling besar. 2s2. Dengan demikian. Nomor golongan dibubuhi huruf A (sistem Amerika). 4s periode 4 • 35Br : [Ar]. d. Tabel 1. terutama oleh elektron valensi. Distribusi elektron-elektron terluar pada subkulit s. b. 2p4 1s2. Dengan berkembangnya pengetahuan tentang struktur atom. 2p2 1s2.3 Beberapa Contoh Unsur dan Golongannya Unsur 3 4 Konfigurasi Elektron 1s . Unsur-unsur Utama (Representatif) Unsur-unsur utama adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau subkulit p. p.Kimia XI SMA 15 Unsur-unsur yang hanya mempunyai satu kulit terletak pada periode pertama (baris paling atas). Nomor golongan sama dengan jumlah elektron di kulit terluar.

hidrogen tidak dapat dimasukkan ke dalam golongan manapun. unsur-unsur transisi baru dijumpai mulai periode 4. helium termasuk golongan VIIIA. Aturan penomoran golongan unsur transisi adalah: a. golongan VIIIB. 2. Jadi. np5 ns2. Akan tetapi. np2 ns2. dan sebaiknya ditempatkan di tengah-tengah pada bagian atas sistem periodik. np1 ns2. golongan IIB. Jika s + d = 10. Diberi nama transisi karena terletak pada daerah peralihan antara bagian kiri dan kanan sistem periodik. adalah salah satu gas mulia. sesuai dengan jumlah elektron yang dapat ditampung pada subkulit d. Unsur-unsur Transisi (Peralihan) Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit d. 2. Pada setiap periode kita menemukan 10 buah unsur transisi. Jika s + d = 12. Berdasarkan prinsip Aufbau. dengan konfigurasi elektron 1s1. tidak termasuk golongan IA (alkali).4 Nama-nama Golongan Unsur Utama Golongan IA IIA IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA Keterangan: n = GM = Kimia XI SMA Nama Golongan alkali alkali tanah boron karbon nitrogen oksigen halogen gas mulia nomor kulit nomor atom gas mulia Elektron Terluar ns ns2 1 Nomor Atom GM + 1 GM + 2 GM – 5 GM – 4 GM – 3 GM – 2 GM – 1 GM ns2 . golongan VIIIB. meskipun sering ditempatkan sekolom dengan golongan alkali. 3. Catatan 1. b. . Jika s + d = 9. Nomor golongan sama dengan jumlah elektron pada subkulit s ditambah d. Hidrogen. Jika s + d = 11. np6 Catatan 1. golongan IB. 4.16 Tabel 1. np4 ns2. 2. np3 ns2. Helium. Nomor golongan dibubuhi huruf B. meskipun hanya memiliki dua elektron. dengan konfigurasi elektron 1s2.

4s2 1 2 Golongan IIIB atau 3 IVB atau 4 VB VIB VIIB VIIIB VIIIB VIIIB IB IIB atau atau atau 5 6 7 Sc Ti 22 23 V Cr 24 Mn 25 Fe Co 27 Ni 28 26 29 atau 8 atau 9 atau 10 atau 11 atau 12 Cu Zn 30 3. 2. yaitu: 1.Kimia XI SMA 17 Tabel 1. dan ditempatkan secara terpisah di bagian bawah. Hal ini berlaku bagi unsur logam dan unsur nonlogam. . 4s2 [Ar]. Unsur-unsur transisi-dalam hanya dijumpai pada periode keenam dan ketujuh dalam sistem periodik. Hal ini disebabkan karena unsur logam tidak mungkin mempunyai bilangan oksidasi negatif. 3d3. 3d . 4s1 [Ar]. 4s1 [Ar]. 3d8. 3d10. adalah unsur-unsur yang elektron terakhirnya mengisi subkulit 5f. Bilangan oksidasi terendah yang dapat dicapai oleh suatu unsur bukan logam adalah nomor golongan dikurangi delapan. 4s2 [Ar]. 4s2 [Ar]. 3d5. Unsur-unsur Transisi-Dalam Unsur-unsur transisi–dalam adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit f. 3d7. Nomor golongan suatu unsur. 4s [Ar]. Adapun bilangan oksidasi terendah bagi unsur logam adalah nol.5 Beberapa Contoh Unsur Transisi dan Golongannya Unsur 21 Konfigurasi Elektron [Ar]. 4s2 [Ar]. 3d10. Kegunaan Sistem Periodik Sistem periodik dapat digunakan untuk memprediksi harga bilangan oksidasi. adalah unsur-unsur yang elektron terakhirnya mengisi subkulit 4f dan unsur-unsur aktinida (seperti aktinum). 4s2 [Ar]. unsur-unsur transisi-dalam belum dibagi menjadi golongan-golongan seperti unsur utama dan transisi. yaitu unsur lantanida dan unsur aktinida. baik unsur utama maupun unsur transisi. Sampai saat ini. 3d5. Unsur-unsur ini baru dibagi menjadi dua golongan besar. 3d6. 3d2. Unsur-unsur lantanida (seperti lantanum). 4s2 [Ar]. menyatakan bilangan oksidasi tertinggi yang dapat dicapai oleh unsur tersebut. B.

b. 4d. Silberberg. d. dan blok f.15 Sistem periodik unsur memperlihatkan pengelompokan unsur-unsur dalam blok s. 5p. 2000. Setiap periode dimulai dengan subkulit ns dan ditutup dengan subkulit np (n = nomor periode). 4f. 3d. The Molecular Nature of Matter and Change.15. Sumber: Chemistry. dan f Kaitan antara sistem periodik dengan konfigurasi elektron (asas Aufbau) dapat dilihat seperti pada gambar 1. Blok s: golongan IA dan IIA Blok s tergolong logam aktif. 6d 1 2 3 4 5 6 7 Berdasarkan jenis orbital yang ditempati oleh elektron terakhir. p. unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi atas blok s. 6s. c. Blok d: golongan IIIB sampai dengan IIB Blok d disebut juga unsur transisi. d. Blok s 1A 2A (1) (2) ns1 ns2 1 2 H He 1s1 1s2 3 Li 2s1 11 Na 3s1 19 K 4s1 37 Rb 5s1 55 Cs 6s1 87 Fr 7s1 4 Be 2s2 12 Mg 3s2 20 Ca 4s2 38 Sr 5s2 56 Ba 6s2 88 Ra 7s2 21 39 57 22 40 72 23 41 73 24 42 25 43 26 44 27 45 28 46 78 29 47 79 30 48 80 Blok p 3A 4A 5A 6A 7A 8A (13) (14) (15) (16) (17) (18) 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 ns np ns np ns np ns np ns np ns2np6 He 6 7 8 9 10 5 C N O F Ne B 2s22p1 2s22p2 2s22p3 2s22p4 2s22p5 2s22p6 13 14 15 16 17 18 Al Si P S Cl Ar 3s23p1 3s23p2 3s23p3 3s23p4 3s23p5 3s23p6 31 32 33 34 35 36 Ga Ge As Se Br Kr 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 4s 4p 4s 4p 4s 4p 4s 4p 4s 4p 4s24p6 49 50 51 52 53 54 In Sn Sb Te l Xe 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 5s 5p 5s 5p 5s 5p 5s 5p 5s 5p 5s25p6 81 82 83 84 85 86 Ti Pb Bl Po At Rn 6s26p1 6s26p2 6s26p3 6s26p4 6s26p5 6s26p6 n 1 2 3 4 5 Unsur Transisi (Blok d) 74 75 76 77 6 89 104 105 106 107 108 109 110 111 112 7 58 90 59 91 60 92 61 93 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Unsur Transisi Dalam (Blok f ) 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Gambar 1. p. 4p. Blok s. semuanya tergolong logam. H tergolong nonlogam. 5s. 2s. . Dapat kita lihat bahwa asas Aufbau bergerak dari kiri ke kanan sepanjang periode. a. Martin S. kecuali H dan He. sedangkan He tergolong gas mulia. dan f. 5f. Periode: 1s. 3s. 4s. blok d. nonlogam. 7s. Blok p: golongan IIIA sampai dengan VIIIA Blok p disebut juga unsur-unsur representatif karena di situ terdapat semua jenis unsur logam. blok p. 5d. kemudian meningkat ke periode berikutnya. dan metaloid.18 Kimia XI SMA Sistem Periodik dan Aturan Aufbau. 6p. 2p. 3p.

Tentukan periode dan golongan masing-masing unsur berikut dalam sistem periodik. Cl (Z = 17) 4. Di antara masing-masing pasangan unsur berikut. golongan VIIIB c. unsur S pada periode 6. Semua unsur transisi–dalam periode 7. a. unsur Q pada periode 4. a. N (Z = 7) b. Blok f: lantanida dan aktinida Blok f disebut juga unsur transisi–dalam. golongan IA b.2 1. yaitu unsur-unsur aktinida. Bagaimanakah kaitan konfigurasi elektron unsur dengan letak unsur dalam sistem periodik? 5. semuanya tergolong logam. tentukan unsur yang mempunyai kereaktifan lebih besar.Kimia XI SMA 19 d. Oksigen dan belerang 3. Tentukan elektron valensi dari: a. bersifat radioaktif. golongan VIIA d. Tentukan bilangan oksidasi paling tinggi dan paling rendah dari masing-masing unsur berikut. Nd (Z = 60) 2. golongan IIIB . a. unsur P pada periode 5. S (Z = 16) c. Sn (Z = 50) c. Br (Z = 35) b. Natrium dan kalium b. Latihan 1. unsur R pada periode 3.

pasangan elektron cenderung untuk berjauhan satu sama lain. Teori ini menggambarkan arah pasangan elektron terhadap inti suatu atom. ikatan kovalen. dan ikatan logam. Bentuk Geometri Molekul Bentuk molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul. 1. Gaya tolak-menolak antara dua pasang elektron akan semakin kuat dengan semakin kecilnya jarak antara kedua pasang elektron tersebut. maka elektron lain bagaimanapun rotasinya tidak dapat berdekatan dengan pasangan tersebut. kita akan membahas cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori tolak-menolak elektron-elektron pada kulit luar atom pusatnya. Pada subbab ini.16 Bentuk geometri dari beberapa molekul sederhana Kita dapat menentukan bentuk molekul dari hasil percobaan maupun dengan cara meramalkan bentuk molekul melalui pemahaman struktur elektron dalam molekul.3 Ikatan Kimia Di kelas X kita telah mempelajari konsep ikatan kimia. Menurut asas Pauli. O O C Linier H H B H H Segitiga planar F I F F Cl P Cl Cl Piramida trigonal O H Bengkok Planar bentuk T Gambar 1. pasangan – mandiri pasangan > pasangan mandiri mandiri – pasangan > pasangan – pasangan ikatan ikatan ikatan . Pada pokok bahasan ini. Selain itu. A. 1985). yaitu tentang ikatan ion. jika sepasang elektron menempati suatu orbital. Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) menyatakan bahwa pasangan elektron dalam ikatan kimia ataupun pasangan elektron yang tidak dipakai bersama (yaitu pasangan elektron “mandiri”) saling tolakmenolak.20 Kimia XI SMA 1. Berikut ini bentuk geometri dari beberapa molekul. Berikut ini adalah urutan besarnya gaya tolakan antara dua pasang elektron. kita akan mempelajari bentuk molekul dalam ikatan kimia yang akan mempengaruhi gaya tarik-menarik antarmolekul dan sifat-sifat gas. tolakan yang melibatkan pasangan elektron mandiri lebih kuat daripada yang melibatkan pasangan ikatan (Ralph H. Petrucci. Gaya tolakan akan menjadi semakin kuat jika sudut di antara kedua pasang elektron tersebut besarnya 90º.

. Teori Domain Elektron Teori domain elektron merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR. Petrucci. Susunan ruang domain elektron yang berjumlah 2 hingga 6 domain yang memberi tolakan minimum. Akibat dari perbedaan daya tolak tersebut adalah mengecilnya sudut ikatan karena desakan dari pasangan elektron bebas. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. dengan jumlah domain ditentukan sebagai berikut (Ralph H. Tabel 1. sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi minimum. H: C Teori domain elektron mempunyai prinsip-prinsip dasar sebagai berikut (Ralph H. Senyawa H2O CO2 C2 H 2 SO2 Rumus Lewis H Jumlah Domain Elektron 4 2 3 3 : O: : : H :O: :O: : : : : C: : O: : : S : : O: : . sehingga bergerak lebih leluasa dan menempati ruang lebih besar daripada pasangan elektron ikatan. dapat dilihat pada tabel 1. 1985). a.. 1.6 Jumlah Domain Elektron dalam Beberapa Senyawa No.7. Hal ini juga terjadi dengan domain yang mempunyai ikatan rangkap atau rangkap tiga... Petrucci. b. 3. a. c. b. atau rangkap tiga) berarti 1 domain. Urutan kekuatan tolak-menolak di antara domain elektron adalah: tolakan antardomain elektron bebas > tolakan antara domain elektron bebas dengan domain elektron ikatan > tolakan antardomain elektron ikatan. C :O . 4. rangkap.Kimia XI SMA 21 2. Antardomain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak sehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi) sedemikian rupa. 2. yang pasti mempunyai daya tolak lebih besar daripada domain yang hanya terdiri dari sepasang elektron. : . Setiap pasangan elektron bebas berarti 1 domain. Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat. Perbedaan daya tolak ini terjadi karena pasangan elektron bebas hanya terikat pada satu atom saja. Setiap elektron ikatan (baik itu ikatan tunggal. 1985).

• Atom pusat dinyatakan dengan lambang A. 3) Menentukan jumlah domain elektron bebas (E). • Domain elektron ikatan dinyatakan dengan X. Jumlah elektron valensi atom pusat (boron) = 3 Jumlah domain elektron ikatan (X) = 3 (3 − 3 ) = 0 Jumlah domain elektron bebas (E) = 2 Tipe molekul: AX3. c.5° bipiramida trigonal ekuatorial = 120° aksial = 90° 90° oktahedron : E = ( EV – X ) 2 .22 Kimia XI SMA Tabel 1. : C o n t o h 1. • Domain elektron bebas dinyatakan dengan E.1 Tentukan tipe molekul dari senyawa-senyawa biner berikut ini. ClF3 a. BF3 b. PCl3 Jawab: a.7 Susunan Ruang Domain Elektron yang Menghasilkan Tolakan Minimum Jumlah Domain Elektron 2 3 Susunan Ruang (Geomoetri) Besar Sudut Ikatan 180° 120° : A : : linier segitiga sama sisi A : : 4 : : 6 : : : : Jumlah domain (pasangan elektron) dalam suatu molekul dapat dinyatakan sebagai berikut. Tipe molekul dapat dinyatakan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. 1) Menentukan jumlah elektron valensi atom pusat (EV). 2) Menentukan jumlah domain elektron ikatan (X). : 5 A: : A : : : A : tetrahedron 109.

Kimia XI SMA 23 b. maka jumlah elektron yang digunakan untuk membentuk pasangan terikat menjadi dua kali jumlah ikatan.2 Tentukan tipe molekul senyawa-senyawa biner rangkap berikut ini. C o n t o h 1. XeO4 b. SO3 . a.8 Berbagai Kemungkinan Bentuk Molekul Jumlah Pasangan Elektron Ikatan 2 3 2 4 3 2 5 4 3 2 6 5 4 Jumlah Pasangan Elektron Bebas 0 0 1 0 1 2 0 1 2 3 0 1 2 Rumus AX2 AX3 AX2E AX4 AX3E AX2E2 AX5 AX4E AX3E2 AX2E3 AX6 AX5E AX4E2 Bentuk Molekul linier trigonal datar trigonal bentuk V tetrahedron piramida trigonal planar bentuk V bipiramida trigonal bidang empat planar bentuk T linier oktahedron piramida sisi empat segi empat planar Contoh BeCl2 BF3 SO2 CH4 NH3 H2 O PCl5 SF4 ClF3 XeF2 SF6 BrF5 XeF4 Cara penetapan tipe molekul dengan menggunakan langkah-langkah di atas hanya berlaku untuk senyawa biner berikatan tunggal. Jumlah elektron valensi atom pusat (fosfor) = 5 Jumlah domain elektron ikatan (X) = 3 (5 − 3 ) = 1 Jumlah domain elektron bebas (E) = 2 Tipe molekul: AX3E c. Untuk senyawa biner yang berikatan rangkap atau ikatan kovalen koordinasi. Jumlah elektron valensi atom pusat (klorin) = 7 Jumlah domain elektron ikatan (X) = 3 ( 7 − 3) = 2 Jumlah domain elektron bebas (E) = 2 Tipe molekul: AX3E2 Tabel 1.

4th ed.5°). 1985. tetapi jumlah elektron yang digunakan atom pusat = 4 × 2 = 8 (8 − 8 ) = 0 Jumlah domain elektron bebas (E) = 2 Tipe molekul: AX4 b. b. H2O Langkah 1: Tipe molekul adalah AX2E2 (4 domain). c. Langkah 2: Susunan ruang pasangan-pasangan elektron yang memberi tolakan minimum adalah tetrahedron. Hal ini terjadi karena desakan pasangan elektron bebas. Sumber: General Chemistry. . Jumlah elektron valensi atom pusat = 8 Jumlah domain elektron ikatan (X) = 4. sedikit lebih kecil daripada sudut tetrahedron (109. Menentukan geometri molekul setelah mempertimbangkan pengaruh pasangan elektron bebas.24 Kimia XI SMA Jawab: a. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sudut ikatan H–O–H dalam air adalah 104. d. Menetapkan pasangan terikat dengan menuliskan lambang atom yang bersangkutan. Contoh: Molekul air. Principles and Modern Aplication. Langkah 4: Molekul berbentuk V (bentuk bengkok). : O : H H Bentuk molekul Susunan ruang pasanganpasangan elektron Langkah 3: Menentukan pasangan terikat dengan menuliskan lambang atom yang terikat (atom H). Ralph H.5°. Petrucci. Jumlah elektron valensi atom pusat = 6 Jumlah domain elektron ikatan (X) = 3. Menentukan tipe molekul. Menggambarkan susunan ruang domain-domain elektron di sekitar atom pusat yang memberi tolakan minimum. tetapi jumlah elektron yang digunakan atom pusat = 3 × 2 = 6 (6 − 6 ) = 0 Jumlah domain elektron bebas (E) = 2 Tipe molekul: AX3 Langkah-langkah yang dilakukan untuk meramalkan geometri molekul adalah: a.

dapat dianggap bahwa 1 elektron dari orbital 2s dipromosikan ke orbital 2p. Jadi. C dengan 4 orbital hibrida sp3. sehingga C mempunyai 4 elektron tunggal sebagai berikut. 6 C : 1s2 2s2 2p2 menjadi: 6 C : 1s2 2s1 2p3 Namun demikian. Orbital hibridanya ditandai dengan sp3 untuk menyatakan asalnya. Teori Hibridisasi Teori domain elektron dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul. dapat membentuk 4 ikatan kovalen yang equivalen. 6 C: 1s2 2s1 2p3 mengalami hibridisasi menjadi 6C : 1s2 (2sp3)4 Hibridisasi tidak hanya menyangkut tingkat energi. atom C (nomor atom = 6) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut. Sebagai contoh. keempat elektron tersebut tidaklah ekuivalen dengan satu pada satu orbital 2s dan tiga pada orbital 2p. hibridisasi adalah peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital yang setingkat. yaitu satu orbital s dan 3 orbital p. teori domain elektron meramalkan molekul metana (CH4) berbentuk tetrahedron dengan 4 ikatan C-H yang ekuivalen dan fakta eksperimen juga sesuai dengan ramalan tersebut. maka dikatakan bahwa ketika atom karbon membentuk ikatan kovalen dengan H membentuk CH4. Sekarang. tetapi juga bentuk orbital gambar. Gambar 1. atom C hanya dapat membentuk 2 ikatan kovalen (ingat. tetapi teori ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui penyebab suatu molekul dapat berbentuk seperti itu. Oleh karena ternyata C membentuk 4 ikatan kovalen. 6 C : 1s2 2s2 2p2 Dengan konfigurasi elektron seperti itu. sehingga tidak dapat menjelaskan penyebab C pada CH4 dapat membentuk 4 ikatan ekuivalen yang equivalen. Untuk menjelaskan hal ini. orbital 2s dan ketiga orbital 2p mengalami hibridisasi membentuk 4 orbital yang setingkat.Kimia XI SMA 25 B. akan tetapi mengapa molekul CH4 dapat berbentuk tetrahedron? Pada tingkat dasar.17 Bentuk molekul CH4 . hanya elektron tunggal yang dapat dipasangkan untuk membentuk ikatan kovalen).

Gaya Tarik Antarmolekul Dalam kehidupan sehari-hari. maka semakin tinggi titik cair atau titik didih. yaitu mendekati titik embunnya. Gaya tarik menarik antar molekul itulah yang memungkinkan suatu gas dapat mengembun (James E. . C. d sp3d2 oktahedron Sumber: Chemistry. Oleh karena itu. molekul-molekul benar-benar berdiri sendiri. 2000.9 Berbagai Macam Hibridisasi Orbital Asal s. kita menemukan berbagai jenis zat yang partikelnya berupa molekul dan berbeda fasa. Silberberg. p. makin banyak energi yang diperlukan untuk mengatasinya. Tabel 1. p. p. p. Berbagai tipe hibridisasi disajikan dalam tabel 1. p sp3 tetrahedron s. Makin kuat gaya tarik antar molekul. Akan tetapi. Brady. tidak ada gaya tarik antarmolekul.9. p. 1990). p. Molekul-molekul dalam zat cair atau dalam zat padat diikat oleh gaya tarikmenarik antar molekul. pada suhu yang relatif rendah dan tekanan yang relatif tinggi. p. pada suhu tinggi dan tekanan yang relatif rendah (jauh di atas titik didihnya). p. The Molecular Nature of Matter and Change. d sp3d bipiramida trigonal s. p. terdapat suatu gaya tarik-menarik antarmolekul.26 Kimia XI SMA Jumlah orbital hibrida (hasil hibridisasi) sama dengan jumlah orbital yang terlihat pada hibridasi itu. p Orbital Hibrida sp Bentuk Orbital Hibrida linier Gambar s. p sp2 segitiga sama sisi s. Martin S. untuk mencairkan suatu zat padat atau untuk menguapkan suatu zat cair diperlukan energi untuk mengatasi gaya tarik-menarik antar molekul. d. Dalam fasa gas.

18 Gaya London Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas pada molekul di sekitarnya. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar. Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi dibandingkan molekul yang kecil. Misalnya. kita mengacu pada peluang untuk menemukan elektron di daerah tertentu pada waktu tertentu. Pada saat berikutnya. dan simetris. Gaya Tarik-Menarik Dipol Sesaat – Dipol Terimbas (Gaya London) Antarmolekul nonpolar terjadi tarik-menarik yang lemah akibat terbentuknya dipol sesaat.Kimia XI SMA 27 D. sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. Oleh karena jumlah elektron berkaitan dengan massa molekul relatif. radon (Ar = 222) mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan helium (Ar = 4). Suatu saat yang mungkin terjadi digambarkan pada gambar 1. Misalnya. Elektron senantiasa bergerak dalam orbit. makin mudah mengalami polarisasi. 1990). sehingga membentuk suatu dipol terimbas. makin kuat gaya London. Dipol yang terbentuk dengan cara itu disebut dipol sesaat karena dipol itu dapat berpindah milyaran kali dalam 1 detik. Penjelasan teoritis mengenai gaya-gaya ini dikemukakan oleh Fritz London pada tahun 1928. Brady. Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif (Mr) dan bentuk molekul. Pada umumnya. . kompak. maka dapat dikatakan bahwa makin besar massa molekul relatif. Gambar 1. 221 K untuk Rn dibandingkan dengan 4 K untuk He. makin banyak jumlah elektron dalam molekul. normal pentana mempunyai titik cair dan titik didih yang lebih tinggi dibandingkan neopentana. dipol itu hilang atau bahkan sudah berbalik arahnya. Pada waktu membahas struktur elektron. Hasilnya adalah suatu gaya tarik-menarik antarmolekul yang lemah. Oleh karena itu gaya ini disebut gaya London (disebut juga gaya dispersi) (James E. Kedua zat itu mempunyai massa molekul relatif yang sama besar.18. Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul disebut polarisabilitas.

adanya gaya dipol-dipol dapat menghasilkan perbedaan sifat yang cukup nyata. lebih polarnya HCl tidak cukup untuk mengimbangi kecenderungan peningkatan gaya dispersi akibat pertambahan massa molekul dari HI.38). gaya dispersi menjadi lebih penting. Jika molekul-molekulnya kecil. Akan tetapi dalam membandingkan zat dengan massa molekul relatif (Mr) yang berbeda jauh. yang mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah dibandingkan dengan zat lain yang massa molekul relatifnya kira-kira sama. Fakta itu menunjukkan bahwa gaya Van der Waals dalam HI lebih kuat daripada HCl. baik polar maupun nonpolar. zat-zat itu biasanya berbentuk gas pada suhu kamar. Zat yang molekulnya bertarikan hanya berdasarkan gaya London. Misalnya. Gaya-gaya antarmolekul. Gaya dipol-dipol yang terdapat pada zat polar menambah gaya dispersi dalam zat itu. Berarti. Gaya dispersi terdapat pada setiap zat. sehingga zat polar cenderung mempunyai titik cair dan titik didih lebih tinggi dibandingkan zat nonpolar yang massa molekulnya kira-kira sama. yaitu gaya dispersi (gaya London) dan gaya dipoldipol. HCl (momen dipol = 1. metana (CH4). secara kolektif disebut gaya Van der Waals. 2000). Brady. Kenyataannya.28 Kimia XI SMA Gambar 1. Contohnya normal butana dan aseton (James E. molekulmolekulnya cenderung menyusun diri dengan ujung (pol) positif berdekatan dengan ujung (pol) negatif dari molekul di dekatnya. HI mempunyai titik didih lebih tinggi daripada HCl. nitrogen (N2). Misalnya. Gaya Tarik Dipol-dipol Molekul yang sebaran muatannya tidak simetris.08) lebih polar dari HI (momen dipol = 0. Gaya tarik dipol-dipol lebih kuat dibandingkan gaya dispersi (gaya London). misalnya hidrogen (H2). E. Dalam zat polar. . HCl dengan HI.19 Bentuk molekul dan polarisabilitas Gaya dispersi (gaya London) merupakan gaya yang relatif lemah. Dalam membandingkan zatzat yang mempunyai massa molekul relatif (Mr) kira-kira sama. normal butana dengan aseton. bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan (dipol). dan gas-gas mulia. Suatu gaya tarik-menarik yang terjadi disebut gaya tarik dipol-dipol.

Silberberg. VA. 2000. O. Ikatan Hidrogen Antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogen terjadi ikatan hidrogen. VIA. Perilaku yang luar biasa dari senyawa-senyawa yang disebutkan di atas disebabkan oleh ikatan lain yang disebut ikatan hidrogen (James E. H2O. Ikatan hidrogen dalam H2O disajikan pada gambar 1. atau N) dari molekul tetangganya melalui pasangan elektron bebas pada atom unsur berkeelektronegatifan besar itu. Akibatnya. Fakta itu menunjukkan adanya gaya tarik-menarik antarmolekul yang sangat kuat dalam senyawa-senyawa tersebut. Oleh karena unsur F. Martin S. dan VIIA.Kimia XI SMA 29 F. ada beberapa pengecualian seperti yang terlihat pada gambar. diberikan pada gambar 1. sehingga gaya Van der Waals juga makin kuat. atom H dalam senyawa-senyawa itu sangat positif. Silberberg. O – H. Titik didih senyawa “hidrida” dari unsur-unsur golongan IVA. H2O. Kecenderungan itu sesuai dengan yang diharapkan karena dari CH4 ke SnH4 massa molekul relatif meningkat. dan VIIA. O.21. 2000. 400 Titik Didih Normal (K) 300 200 100 Gambar 1. Walaupun molekul HF. maka ikatan F – H. dan N – H sangat polar. Ketiga senyawa itu mempunyai titik didih yang luar biasa tinggi dibandingkan anggota lain dalam kelompoknya. Gambar 7. 50 75 100 125 150 175 25 Bobot Molekul Perilaku normal ditunjukkan oleh senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA. dan NH3 bersifat polar. Sumber: Chemistry. . Brady.21 Molekul polar air (kiri) dan ikatan hidrogen pada air (kanan). Akan tetapi. Sumber: Chemistry. dan N sangat elektronegatif. dan NH3. yaitu HF.20. 2000). VA. The Molecular Nature of Matter and Change. gaya dipol-dipolnya tidak cukup kuat untuk menerangkan titik didih yang mencolok tinggi itu. atom H dari satu molekul terikat kuat pada atom unsur yang sangat elektronegatif (F. The Molecular Nature of Matter and Change. Martin S. yaitu titik didih meningkat sesuai dengan penambahan massa molekul.20 Ti t i k didih senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA. VIA.

3. L. Excited state (keadaan tereksitasi) adalah keadaan di mana ada elektron yang menempati tingkat energi yang lebih tinggi. F2 = 38 Ar = 40.30 Kimia XI SMA Latihan 1. Teori kuantum adalah teori yang didasarkan pada pernyataan bahwa energi berada dalam satuan yang sangat kecil. Diketahui massa molekul dari beberapa zat sebagai berikut. 11. serta orientasi) suatu orbital menggunakan tiga bilangan kuantum. 2. . dan seterusnya. dan bilangan kuantum magnetik (ml atau m). Jika terjadi pengalihan energi. 5. 2. bilangan kuantum azimuth (l). 6. O3 = 48. Ground state (tingkat dasar) adalah keadaan di mana elektron mengisi kulit-kulit dengan tingkat energi terendah. M.3 1. Urutkan interaksi antarpartikel ikatan kovalen. Kulit atom adalah lintasan elektron di mana elektron dapat beredar tanpa pemancaran atau penyerapan energi dan berupa lingkaran dengan jari-jari tertentu. 8. Fotolistrik adalah listrik yang diinduksi oleh cahaya (foton). Ramalkan titik didih unsur-unsur halogen. Spektrum atom (spektrum garis) adalah spektrum yang dihasilkan oleh sinar yang dipancarkan oleh atom yang tereksitasi. N2 = 28. Bilangan kuantum utama mempunyai harga mulai dari 1. dan Cl2 = 71. 7. yang nilainya tertentu yang disebut kuanta. seluruh kuantum terlibat. ikatan Van der Waals. bentuk. Untuk menyatakan kedudukan (tingkat energi. yang dimulai dari kulit K. 10. dan seterusnya (bilangan bulat positif) yang dinyatakan dengan lambang K (n = 1). Energi dari seberkas sinar terpusatkan dalam foton ini. Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulit. L (n = 2). yaitu bilangan kuantum utama (n). dan ikatan hidrogen. Bilangan kuantum adalah bilangan bulat yang nilainya harus ditentukan untuk dapat memecahkan persamaan mekanika gelombang. 9. Nilai-nilai untuk bilangan kuantum azimuth dikaitkan dengan nilai bilangan kuantum utamanya. Foton adalah “partikel” cahaya. dimulai dari yang terlemah! Rangkuman 1. Susunlah zat-zat itu berdasarkan titik didihnya dan jelaskan alasan Anda! 2. Spektrum ini hanya mempunyai sederet garis (warna) dengan panjang gelombang tertentu. dan seterusnya. 3. Bilangan kuantum utama (n) menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom. dari atas ke bawah bertambah atau berkurang? Jelaskan jawaban Anda! 3. yaitu semua bilangan bulat dari 0 sampai (n – 1). 4.

Dalam menentukan konfigurasi elektron perlu memperhatikan tiga hal. Sambil beredar mengintari inti. 17. Nomor golongan suatu unsur sama dengan jumlah elektron valensi unsur tersebut. Konfigurasi elektron adalah gambaran yang menunjukkan penempatan elektron dalam orbital-orbitalnya dalam suatu atom. dan unsur-unsur transisi–dalam. Sistem periodik unsur modern (SPU) disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. 23. . Dua elektron yang menempati orbital yang sama harus mempunyai arah rotasi yang berlawanan. 22.Kimia XI SMA 31 12. elektron juga berputar pada sumbunya. 19. yaitu unsurunsur utama. periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Kaidah Hund menyatakan jika terdapat orbital-orbital yang peringkat energinya sama. dan 3s akan mempunyai bentuk yang sama. Energi dan bentuk orbital diturunkan dari persamaan gelombang (Ψ = psi). Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan letak orbital khusus yang ditempati elektron pada suatu subkulit. Asas larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron yang mempunyai empat bilangan kuantum yang sama. Periode adalah lajur-lajur horizontal dalam SPU. sebelum diisi oleh pasangan elektron. 27. 25. Arah rotasi elektron searah atau berlawanan arah jarum jam. yaitu prinsip Aufbau. Pada penulisan konfigurasi elektron perlu dipertimbangkan tiga aturan (asas). 13. asas larangan Pauli. Unsur-unsur yang segolongan memiliki sifat-sifat kimia yang sama. 16. Nomor periode suatu unsur sama dengan jumlah kulit unsur itu. Unsur-unsur utama adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau subkulit p. dan kaidah Hund. yang mempunyai nilai s = + ½ atau s = –½. 18. Asas Aufbau menyatakan pengisian orbital dimulai dari tingkat energi yang paling rendah. di mana nomor periode suatu unsur dapat diambil dari nomor kulit paling besar. Dalam SPU modern. 24. 2s. Orbital 1s. sedangkan besaran pangkat dua (Ψ2) dari persamaan gelombang menyatakan rapatan muatan atau peluang menemukan elektron pada suatu titik pada suatu jarak tertentu dari inti. Golongan adalah lajur-lajur vertikal dalam SPU. Nomor periode sama dengan jumlah kulit. tetapi ukuran atau tingkat energinya berbeda. 14. unsur-unsur transisi. 26. 15. 20. 21. yaitu kelompok unsur yang disusun berdasarkan kemiripan sifat. maka setiap orbital hanya berisi elektron tunggal lebih dahulu. Kedua arah yang berbeda itu dinyatakan dengan bilangan kuantum spin (s). Sifat-sifat unsur ditentukan oleh elektron valensinya.

34. Ikatan ion adalah ikatan antara molekul-molekul dalam senyawa logam. Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit d. 42. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. 32. Unsur-unsur transisi–dalam adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit f.32 Kimia XI SMA 28. Gaya Van der Waals adalah gaya dipol-dipol secara kolektif. 30. 39. Hubungan sistem periodik dengan konfigurasi elektron dapat dilihat sesuai dengan prinsip Aufbau. 43. Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) adalah teori yang menyatakan bahwa baik pasangan elektron dalam ikatan kimia ataupun pasangan elektron yang tidak dipakai bersama (yaitu pasangan elektron “mandiri”) saling tolak-menolak. 41. 37. 31. Gaya tarik antarmolekul adalah gaya yang mengukuhkan atom-atom dalam molekul. sehingga ujung (pol) positif berdekatan dengan ujung (pol) negatif dari molekul di dekatnya. 38. Gaya London adalah gaya tarik–menarik antara molekul yang lemah. Molekul polar dan nonpolar dapat ditentukan dengan percobaan yang dilakukan di dalam medan listrik suatu kondensor. Teori domain elektron merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR. Hibridisasi adalah penggabungan orbital atom sederhana untuk menghasilkan orbitalorbital (hibrida) baru. Bentuk molekul adalah suatu gambaran geometris yang dihasilkan jika inti atomatom terikat dihubungkan oleh garis lurus. kemudian meningkat ke periode berikutnya. 33. berkaitan dengan susunan ruang atomatom dalam molekul. Setiap periode dimulai dengan subkulit ns dan ditutup dengan subkulit np (n = nomor periode). adalah unsur-unsur yang elektron terakhirnya mengisi subkulit 4f dan unsur-unsur aktinida (seperti aktinum). bergerak dari kiri ke kanan sepanjang periode. 35. . adalah unsur-unsur yang elektron terakhirnya mengisi subkulit 5f. 29. jumlah domain ditentukan oleh pasangan elektron ikatan atau pasangan elektron bebas. 40. Unsur-unsur lantanida (seperti lantanum). Jaringan ikatan kovalen adalah jaringan ikatan dalam berbagai jenis zat padat. 36. Ikatan hidrogen adalah ikatan antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogen. seperti karbon dan silika. Polarisabilitas adalah kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul. Gaya tarik dipol-dipol terjadi karena molekul yang sebaran muatannya tidak simetris bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan (dipol).

3p6. Berilah tanda silang (X) huruf A. periode 3. periode 4. 2s2. V C. unsur yang paling stabil adalah … . unsur halogen C. unsur golongan IB D. 2p6 U : 1s2. D. 2p3 Z : 1s2. X D. periode 4. 3s2. 3s2. 3p6. 4s1. 2s2. logam alkali B. unsur-unsur transisi terletak di antara golongangolongan … . 4 E. salah satu unsur lantanida Diketahui konfigurasi elektron dari beberapa unsur sebagai berikut. IA dan IIB E. atau E pada jawaban yang paling benar! 1. 2s2. 6 B. IIIB dan VIIIB Unsur-unsur transisi-dalam mulai dijumpai pada periode … . 2p6. unsur transisi E. 3d10 Berdasarkan konfigurasi elektronnya. 5. 2s2. A. 7 C. IIA dan IIB B. A. A. m = 1. IIA dan IIIA C. B. 4. 3p6. Di dalam sistem periodik. 2. Y E. A. 3d5. 3 D. 2s2. Z Unsur yang elektron terakhirnya memiliki bilangan kuantum n = 3. X : 1s2. 2s2 Y : 1s2. golongan IIB 2109876543210987654321 2109876543210987654321 2109876543210987654321 Uji Kompetensi . golongan VIIIB E. l = 2. Unsur tersebut adalah … . 4s1. C. 3. A. U B. 2p6. golongan VIIIB D. 3d5 V : 1s2. golongan IVB B. IIB dan IIIB D. periode 3. golongan IVB C. dan s = + ½ dalam sistem periodik terletak pada … . 2p6. 4s2. 5 Suatu atom unsur X mempunyai susunan elektron: 1s2. 3s2.Kimia XI SMA 33 I. periode 4.

2p3 B. Pernyataan yang tidak benar mengenai unsur M adalah … .mempunyai konfigurasi elektron: [Ar] 3d5. terletak pada periode 4 C. 4s2. 4s2. 3d2. A. 4s2. Ion X2. A. 2s2. 3p4. 2s2. 2s2. 1s2. 6s2 D. 2p6.34 Kimia XI SMA 6. 4p5 E. periode 4. 5s2. maka konfigurasi elektron unsur tersebut adalah … . 2p2. golongan VIIA (17) C. 3p6. subkulit terakhir yang diisi oleh elektron E. 3p3. 4p3 C. 3s2. 3p6 E. 2s2. merupakan anggota golongan VIIIB E. mengandung lima elektron tidak berpasangan 9. Unsur fosforus (Z = 15) dan unsur vanadium (Z = 23) mempunyai kesamaan dalam hal … . 3d1. Tiga unsur yang dalam sistem periodik terletak diagonal satu sama lain memiliki susunan elektron terluar menurut aturan adalah … . golongan IIA (2) 10. 1s2. A. golongan IA (1) E. 3s2. nomor periode B. A. 2s2. golongan VIA (16) B. 1s2. 2s2. golongan VIIIA (18) D. 2p3. Dalam sistem periodik. 5d3. 4s2. 2p6. 2p1. 4s2. 3s2. VIIB 8. 2p6. A. periode 4. 2p6. jumlah elektron yang tidak berpasangan . 3d3. nomor golongan C. Jika unsur A membentuk senyawa yang stabil A(NO3)2. 3s2 B. 2p6 11. 3s2. 3d3. 2p3. Jumlah elektron tidak berpasangan yang paling banyak akan dijumpai pada golongan … . 2s2. 2s2. periode 5. 4s2 7. 1s2. 2s2. VB D. 2s2. 3p4 D. 3d5. Ion M3+ mempunyai konfigurasi elektron: 1s2. 3p2 C. 3s2. 4p6. bilangan oksidasi paling rendah D. periode 5. A. termasuk unsur transisi D. mempunyai nomor atom 26 B. periode 4. unsur X terletak pada … . 1s2. VA B. 2s2. VIB E. 4s2. 4d3. VIA C. 2p6. 3s2.

TiO2 D. A. 2p6. 5d3. 3d3. 2p2. m = +2.Kimia XI SMA 35 12. Elektron terakhir atom raksa memiliki bilangan kuantum. golongan IVA B. 2p2. 3 B. 5s2. 4s2. K2TiF6 C. 2p3 B. 4s2. s = + ½ E. aktinida C. 3s2. TiCl3 13. 4s2. s = – ½ 15. Unsur uranium (Z = 92) termasuk dalam kelompok unsur … A. 3d1. Konfigurasi elektron atom titanium adalah 1s2. 3d2. n = 5. m = +2. 2s2. Raksa (merkuri) dalam sistem periodik terletak pada periode 6 golongan IIB. l = 2. s = + ½ C. n = 5. A. golongan IVB D. 2 17. m = +2. A. 4p3 C. 4d3. Senyawa berikut yang tidak dapat dibentuk adalah … . 2s2. piramida trigonal C. golongan VIB 14. l = 0. 2s2. s = – ½ D. s = – ½ B. 3d2. lantanida E. Banyaknya pasangan elektron bebas pada atom pusat dalam senyawa PCl3 adalah … . l = 2. 3p3. 3p6. segitiga planar B. 3d3. K3TiO3 B. 2s2. 3p4. segi empat planar . m = 0. K2TiO4 E. n = 6. 1 E. 3s2. Unsur P (Z = 15) bersenyawa dengan unsur Cl (Z = 17) membentuk PCl3. 2s2. yaitu … . A. 4s2 E. Tiga unsur yang dalam sistem periodik atau susunan berkala letaknya diagonal satu terhadap yang lain memiliki susunan elektron terluar menurut aturan adalah … . 0 D. l = 2. planar bentuk T D. 4s2. m = 0. n = 6. l = 0. Bentuk molekul IF3 adalah … . 4 C. 2p3. n = 6. 2s2. 4d2. 6s2 D. 2p1. A. 3s2. tetrahedral E. 4s2. 4p5 16.

HBr D. . BeCl2. NCl3. Jika arus listrik dialirkan melalui NaCl cair dan HCl cair. A. CIF. membentuk senyawa … . dan XeO4 D. maka … . AB2 yang berikatan kovalen D. HCl. segitiga planar C. IF3. gaya tolak–menolak elektron bebas > pasangan elektron ikatan C..5°). XeF2. Sulfida di bawah ini yang mengandung ikatan kovalen adalah … . CIF3. NaCl dan HCl tidak meneruskan aliran listrik E. lebih kecil dari sudut tetrahedron (109. Unsur A (Z = 52) bersenyawa dengan unsur B (Z = 55). NH4Cl E. A. hanya NaCl yang meneruskan aliran listrik B. Bentuk molekul itu adalah … . AB2 yang berikatan ion E. Na2S D. linear B. NH3. segi empat datar 19. gaya tolak–menolak elektron bebas < pasangan elektron ikatan E. A. dan PCl3 23. volume atom oksigen lebih besar dari hidrogen 24. dan BCl3 E. dan PCl5 B. PbS C. Hal ini terjadi karena … . NH3. CH4. kelompok yang semua anggotanya bersifat polar adalah . CS2 B. XeF6. PCl3. gaya tolak–menolak elektron bebas = pasangan elektron ikatan D. dan BCl3 C. dalam molekul air terdapat 4 pasang elektron yang ekuivalen B. AB yang berikatan kovalen B. H2O. A. Sudut ikatan dalam molekul air adalah 104. A. Peristiwa perpindahan elektron berlangsung pada pembentukan senyawa … . tetrahedral D. AlH3 20. piramida trigonal E. Di antara kelompok senyawa berikut. A. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik hanya jika dilarutkan ke dalam air . NH3 C.5°. H2SO4 B. Al2S3 21. CCl4. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik D.36 Kimia XI SMA 18. A2B yang berikatan kovalen C. BaS E. hanya HCl yang meneruskan aliran listrik C. A. A2B yang berikatan ion 22.. XeF4. Molekul XCl3 mempunyai momen dipol sama dengan nol.

A. dan tidak menghantar listrik D. keras. yaitu … . neon tidak E. A D. keras. kovalen dan ikatan hidrogen E. molekul metana polar. 91 Unsur V memiliki satu elektron di kulit yang paling luar. 30. ikatan logam C. dan cairannya menghantar listrik Unsur X (Z = 32) dalam inti atomnya mengandung 16 neutron. A. ikatan kovalen polar D. ikatan kovalen nonpolar E. 59 C. . neon tidak Suatu padatan dengan struktur kristal ionik akan memiliki sifat-sifat. titik lebur rendah. dan cairannya menghantar listrik C. lunak. dan tidak menghantar listrik B. titik lebur tinggi. maka senyawa yang terbentuk mempunyai harga Mr sebesar . polarisabilitas metana lebih besar daripada neon D.. C Titik didih metana (CH4) lebih tinggi daripada neon (Ne) karena … . Zat Cair Tekanan Uap Jenuh (mmHg) pada 25°C A B C D E 20 35 56 112 224 27. massa molekul metana lebih besar daripada neon B. 145 E. keras. titik lebur rendah. 28. A. B E. kovalen dan Van der Waals B. molekul metana membentuk ikatan hidrogen. dan cairannya menghantar listrik E.Kimia XI SMA 37 25. 86 B. Gaya tarik–menarik antarmolekul yang paling kuat terjadi pada zat … . E C. 29. kovalen koordinasi dan gaya dipol-dipol D. D B. ikatan kovalen koordinasi . dan unsur W memiliki keelektronegatifan yang tinggi. kovalen dan gaya London 26. ikatan ion B. titik lebur tinggi. Ikatan yang terdapat dalam molekul (antara atom N dengan atom H) dan antar molekul NH3 adalah … . lunak. titik lebur rendah. Jika unsur X dan Y berikatan. 150 D. A. A. molekul metana mempunyai lebih banyak elektron daripada neon C. Ikatan antara V dan W adalah … . Unsur Y dalam inti atomnya mengandung 13 proton dan 14 neutron. A. ion dan gaya dispersi C..

18Ar i. SO3 (nomor atom S = 16.38 Kimia XI SMA II. Jelaskan yang dimaksud dengan orbital! 2. kemudian tentukan golongan dan periode dari: f. Tentukan keempat bilangan kuantum pada elektron terakhir dari: f. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan gaya London! 10. O = 8) 6. Apakah prinsip utama dari teori VSEPR dalam menentukan bentuk suatu molekul? 7. TiO2 (nomor atom Ti = 22. 12Mg b. 13Al 4. 54Xe h. 24Cr g. Cl = 17) c. 9 F j. Kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar! 1. 47Ag h. O = 8) e. 35Br e. 15P g. 55Cs d. Tuliskan konfigurasi elektron pada subkulit. 24Mg j. 22Ti c. Perkirakan bentuk molekul dari: a. 82Pb d. PCl5 (nomor atom P = 15. Apakah yang dimaksud dengan ikatan dipol? 8. F = 9) b. SF4 (nomor atom S = 16. 11Na b. Sebutkan empat macam bilangan kuantum! 3. SeO2 (nomor atom Se = 34. Apakah yang dimaksud dengan ikatan hidrogen? Berikan contohnya! 9. 30Zn i. Apakah gaya London berlaku untuk molekul-molekul polar? . O = 8) d. 56Ba c. 32Ge a. 15P e. 36Kr 5. 30Zn a.