1

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH HUBUNGAN ANTARA SUVERVISI PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMA SEKECAMATAN NAMLEA KAB. BURU
Dosen pengampuh: DR. WARDANI RAHAYU

OLEH: SYAMSUDDIN KASIM NOREG: 7616100466

MANAJEMEN PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2O10

2

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Dalam mewujudkan tujuan nasional, amanat UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan memegang peranan penting dalam proses menentukan kemana arah pencapaian tujun tersebut. Pendidikan menjadi salah satu barometer penentu manajemen peningkatan mutu Sumber daya manusia. Karena mutu pendidikan sering diindikasikan dengan kondisi yang baik, memenuhi syarat dan segala standar komponen yang harus terdapat dalam pendidikan, yang dapat menjadi masukan, proses, input, autput, tenaga kependidikan, sarana, prasarana, dan biayanya. Maka sekolah sebagai lembaga unit pendidikan diberi wewenang, kepercayaan dan tanggung jawab penuh oleh Negara melelui pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sekolah sebagai pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, dalam mengembangkan intelektual peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan perannya sangat penting, professional untuk membantu guru dan muridnya. Adanya system diatas menunutut kerja sama diantara pimpinan dengan bawahan agar sekolah sebagai organisasi berfungsi secara efektif. Sehubungan dengan hal tersebut, organisasi dapat berfungsi baik atau berfungsi buruk bagi pencapaian tujuan organisasi. Organisasi yang baik apabila memungkinkan terwujudnya kerjasama yang efektif dalam melaksanakan volume dan beban kerja organisasi. Sebaliknya kerja organisasi dikatakan buruk bilamana dalam kenyataannya tidak memungkinnkan terwujudnya kerjasama dalam menjalankan tugas sehari-hari. Keberhasilan pendidikan dietntukan oleh bayak faktor diantaranya potensi siswa, kemampuan guru, kepemimpinan kepala sekolah, kurikulum, lingkungan masyarakat, sarana prasarana dan sebagainya. Diantara faktor-faktor tersebut keberhasilan sekolah tergantung pada unsur

3

manusianya, dalam hal ini adalah kharismatik kepala sekolah yang secara langsung mempengaruhi membina dan mengembangkan kemampuan guru untuk diteruskan kepada siswa. Didalam kepemimpinnya kepala harus dapat mengawasi, memahami, mengatasi, mengoreksi dan mencari inisiatif memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkunagn sekolah.Oleh karena itu keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan dan pengajaran disekolah tidak dapat lepas pisahkan dari peranan kepala sekolah dalam mengelola kerja sama dilingkungan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Otonomi Daerah yang diatur dalam peraturan pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai otonom, khusunya bidang pendidikan dan kebudayaan yang menyatakan bahwa wewenang pemeintah pusat adalah penetapan standar kompetensi peserta didik dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaaannyadan penetapan standar materi pokok. Dalam rangka mempersiapkan lulusan pendidikan di era sekarang dan yang akan datang yang penuh tantangan dan ketidak pastian duperlukan pendidikan yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata dilapangan, sesuai dengan kondisi masyarakat, keluaraga, kondisi sekolah dan siswa setempat. Hal tersebut diatas merupakan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan atau keputusan tertinggi ditingkat intitusional, dengan demikian kepala sekolah diberi ruang gerak yang luas dalam pencapaian tujuan pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan seorang kepala sekolah harus mampu meningkatkan kinerja para guru atau bawahannya. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja sesorang, sebagai pemimpin sekolah harus mampu memberikan pengaruh-pengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugasnya secara efektif sehingga kinerja mereka akan lebih baik. Sebagai pemimipin yang mempunyai pengaruh, ia berusaha agar nasehat, saran dan jika perlu perintahnya di ikuti oleh guru-guru. Dengan demikian ia dapat mengadakan perubahan-perubahan dalam cara berfikir, sikap, tingkah laku yang dipimpinnya. Dengan kelebihan yang dimilikinya yaitu kelebihan

4

pengetahuan dan pengalaman, ia membantu guru-guru berkembang menjadi guru yang profesional. Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya kepala sekolah ahrus melakaukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan yang sangat tergantung pada kemampuannya. Sehubungan dengan itu, kepemimipinan kepala sekolah berfungsi sebagai suvervisor untuk mengawasi, membangun, mengkoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Disamping itu kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan berfungsi mewujudkan hubungan manusiawi (human relationship) yang harmonis dalam rangka membina dan mengembangkan kerjasama antar personal, agar secara serempak bergerak kearah pencapaian tujuan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, segala penyelenggaraan pendidikan akan mengarah kepada usaha meningkatkan mutu pendidikan yang sangat dipengaruhi oleh guru dalam melaksanakan tugasnya secara operasional. Untuk itu kepala sekolah harus melakukan supervisi sekolah yang memungkinkan kegiatan operasional itu berlangsung dengan baik. Memandang pentingnya peran dan fungsi kepemimpinan kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi dilembaga sekolah, maka mereka harus memiliki professional yang handal, karena merupakan figure sentral yang harus menjadi panutan dan suri teladan bagi guru dan tenaga kependidikan disekolah dalam pengawasan kinerja guru, maka usaha untuk meningkatkan kinerja yang lebih tinggi bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah bagi kepala sekolah. Karena kegiatan berlangsung sebagai proses yang tidak muncul dengan sendirinya. Pada kenyataannya banyak kepala sekolah yang sudah berupaya secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu caranya memotivasi para guru-guru akan memilki kinerja lebih baik tapi hasilnya masih lebih jauh dari harapan. Kepemimpinan kepala sekolah baik negeri maupun swawta di SMA Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku sangat beragam dan

Merencanakan. 4. . Oleh sebab itu menjadi tuntutan dan kewajiban bagi kepala sekolah untuk berupaya mengelola sekolah dengan baik demi meningkatkan dan memperthankan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinya. Mengetahui secara pasti kebutuhan. Memimpin bawahan dalam pengembangan formal dan structural yang dapat diukur. 2. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pengelola proses belajar mengajar dalam penyelenggraan pendidikan jalur sekolah dituntut memiliki kemampuan dan manajemen sekolah agar mampu mencapai tujuan proses belajar mengajar secara keseluruhan. Dari uraian diatas menunjukkan bahwa kepala sekolah memegang peranan yang sangat strategis dalam menentukan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. menyiapkan dan mengelola anggaran biaya yang dibutuhkan dalam rencana belanja sekolah.Dan idealnya seorang kepala sekolah harus memiliki skill dalam hal-hal sebagai berikut: 1. Oleh karena itu keberhasilan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah bergantung pada kemampuan mengatur dan mengelola semua sumber daya kependidikan disekolahya secara efektif. gaya kepemimpinan dan tampilannya. Mengevaluasi semua komponen pendidikan secara periodik demi kepentingan perbaikan.5 variatif dari segi metode.sasaran visi misi dan tujuan sekolah 3. Kepala sekolah memiliki fungsi kepemimpinan intruksional sebagai pemegang kendali komando guru dan staf membuat keputusan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pendidikan para siswa disekolah. 5. Kepela sekolah menentukan peran yang cukup efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan standar mutu pendidikan yang harus dicapai. Mengambil alternative dan memutuskan suatu persoalan yang merupakan kebijakan strategis. tetapi ada satu hal yang perlu di junjung tinggi yaitu kemampuan memimpin bawahan dan sumber daya lainnya.

Apakah terdapat hubungan antara suvervisi pengawas dan sikap terhadap profesi secara brsama-sama dengan kepemimpinan kepala sekolah 9.Apakah terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan Kepala sekolah terhadap kinerja guru. menganalisis masalah tersebut tergambar dalam pernyataan sebagai berikut: 1. Apakah terdapat hubungan antara suvervisi pengawas dengan kepemimpinan kepala sekolah 7. 11. Apakah terdapat hubungan antara situasi kondisi lingkungan dengan kepemimpinan kepala sekolah 6. Apakah kapasitas pendidikan kepala berfungsi signifikan terhadap peningkatan kepemimpinan kepla sekolah 8. 3. Apakah terdapat hubungan antara suvervisi pengawas terhadap kinerja guru 10. Apakah terdapat huungan antara suvervisi pengawas dan motivasi kerja kepeimimpinan kepala sekolah.6 B. Apakah kepuasan kerja dapat mempengaruhi efektifitas kepala sekolah 5. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.Apakah terdapat kemampuan kepala sekolah terhadap kinerja guru merupakan suatu hal yang harus dipelajari 12. terdapat yang terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah. 2. Apakah terdapat factor kecerdasan dalam meningkatkan kepemimpinan kepalasekolah.Apakah terdapat hubungan suvervisi pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru . Apakah terdapat hubungan antara sikap terhadap profesi dengan kepemimpinan kepala sekolah 4.

Apakah terdapat hubungan antara suvervisi pengawas dengan kepemimpinan kepala sekolah 2. Sedangakan secara rinci dapat dilihat dalam beberapa point dari tujuan yang hendak diketahuai. sedangkan variabel terikantnya Kinerja guru di sekolah D. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut diatas sehingga masalah ini tidak terlalu jauh dari masalah yang diharapkan maka penulis perlu membatasi pembahasan ini hanya pada persoalan yang dianggap paling utama yaitu meliputi dua vaiabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Suvervisi Pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah. Perumusan Masalah Peumusan masalah tentang penelitian tentang hubungsn antara suvervisi pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru disusun dalam pernyataan sebagai berikut : 1. Apakah terdapat hubungan antara Kepemimpinan kepala sekolah as terhadap kinerja guru 3. Kinerja kepemimpinan kepalasekolah dalam pendidikan 3. yaitu: 1.7 C. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kejelasan tentang pengaruh kepemimpinan kepala sekolah sebagai suvervisor dalam pengawasan kinerja guru dalam pendidikan. Suvervisi pengawas dalam pendidikan 2. . Hubungan pengawas dan kepemimpinan kepala sekola dalam pengawasan kinerja guru dalam pendidikan. Apakah terdapat hubungan antara suvervisi pengawan dan kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru E. Pembatasan Masalah.

baik dalam kesesuian program. Pertama. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Kedua. . Secara praktis Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dalam pendidikan dapat dibagai menjadi dua scope dari manfaat yang dapat diambil. efektifitas proses program maupun ketercapaian produk yang diperoleh. imput program. dalam memperoleh imformasi mengenai kepemimpinan sekolah sebagai suvervisor terhadap kinerja guru dalam pendidikan. sebagai masukan bagi sekolah khususnya kepala sekolah dan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Dalam hal ini pengawasan dimaksudkan untuk perbaikan dalam pelaksanaan proses program pendidikan.8 F. dapat meningkatkan wawasan keilmuan sesuai dengan disiplin ilmu.

Menurut James M. Dalam teori klasik mengatakan bahwa kepemimpinan adalah sifat unggul yang dimilki oleh seseorang yang memmbedakan statusnya dengan orang lain atau orang yang dipimpinnya.Kepemimpinan Kepala Sekolah . Deskriftif teoritik 1. organisasi dan tujuan yang akan dicapai. dalam Sadili Syamsuddin (206: 287) mengatakan. Jadi kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi orang lain sehingga menreka berusaha keras dan penuh semangat serta tanggung jawab untuk mencapai prestasi yang dicita-citakan . yang dimaksud dengan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan memggerakkan orang lain agar mau bekerja sama dibawah kepemimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu.9 BAB II. Hadari Nawawi mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan.1 Pendapat lain mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan perpaduan kualitas pribadi dan kemampuan yang memungkinkan seorang bawahan untuk menanggapi dengan semangat. Teori social mengatakan bahwa kepemimpinan berkaitan dengan upaya perubahan manusia. bersatu dan efektif ketika orang lain pada situasi yang sama tidak mencapai hasil seperti itu. KERANGKA TEORTIK DAN HIPOTESIS PENELITIAN A.Black pada management a Guide to Exsecutif Command. memberikan motivasi dan mempengaruhi orang agar bersedia melakukan tindakan pada pencapaian tujuan (1999:81) Kepemimpinan didefenisikan sebagai pengaruh atau proses mempengaruhi orang lain sehingga mereka akan berusaha keras dengan penuh semangat mencapai prestasi yang dicita-citakan bersama.

di lihat dari status dan cara pengangkatan tergolong pemimpin resmi.A. Kepala Sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Sedangkan kata sekolah dalam bahasa Yunani scule dan bahasa inggeris dikenal dengan istilah school.191 3. Status leader bisa meningkat menjadi functional leader. Menurut Hadari Nawawi: kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. . Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas (Jakarta Haji Mas Agung 1993) . Tempat atau gedung ini dibuat dengan tujuan untuk menampung manusia-manusia yang ingin belajar atau mau dididik dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan tekhnologi. atau status leader. Pengambilan Keputusan Strategi (Jakarta: PT Grasindo 2003 ) h. J. Nawawi Hadari. dapat diartikan sebagai suatu tempat atau gedung. Saluyu M. Management a Global Perpective (New York McGrow-Hill.2 Selanjutnya Cattel yang dikutif oleh J Saluy1u berpendapat Pemimpin adalah orang yang menciptakan perubahan yang paling efektif. Istilah kepemimpinan pendidikan mengandung dua pengertian dimana kata “pendidikan” menerangkan dalam lapangan apa dan dimana kepemimpinan itu berlangsung.3 Berangkat dari pengertian tersebut diatas dapatlah disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama agar mau melakukan suatu perbuatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama dalam mencapai tujuan.kepala sekolah dapat diartikan sebagai ketua atau pemimpin dalam suatu perkumpulan atau kelompok organisasi. dan sekaligus menjadi sifat dan ciri-ciri bagaimana yang harus dimilki pemimpin itu.10 bersama. formal leader. 490 2. Inc 1995 ) h. Dengan demikian bahwa 1 Weichrich Heinz. Tergantung dari prestasi dan kemampuan didalam memainkan peranannya sebagai pemimpin pendidikan sebagai sekolah yang telah diserahkan pertanggungjawaban kepadanya. memberikan motivasi dan mempengaruhi orangorang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan (1993:81).

Sebagaimana dikemukakan dalam pasal 12 ayat 1 PP Nomor 28 tahun 1990 bahwa: Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Ia sebagai pusat teladan bagi warga sekolah dan warga masyarakat di sekitar sekolah. dipercayai untuk menjabat ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi sekolah atau lembaga pendidikan. Hidayat Sutopo dan Wasty Sumantu. berpikir efektif serta memiliki kemampuan professional tentang sekolahnya. Kepala sekolah harus memiliki wawasan yang luas. 39 . administrasi personalia. Ia adalah orang yang berperan diberi tanggungjawab untuk mengelola dan memberdayakan semua sumber daya/potensi orang tua masyarakat untuk mewujudkan visi. Soemanto dan Hendiyat. Kepala sekolah harus mampu berperan sebagai 24. Kepala sekolah sebagai orang yang terpandang dilingkunag masyarakat sekolah. hubungan masyarakat. Juga dituntut untuk menjalin hubungan kerja sama yang harmonis dengan berbagai pihak yang terkait dengan program pendidik2an disekolahnya. karena itu kepala sekolah wajib melaksanakan petunjuk tentang usaha peningkatan ketahanan sekolah.4 Kepala sekolah dapat menerima tanggungjawab tersebut namun ia belum tentu mengerti dengan jelas bagaimana ia dapat menyumbang kearah perbaikan program pengajaran. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Kepemimpinan dan Suvervisi Pendidikan ( Jakarta Bina Aksara 1994 ) h. pembinaan tenaga kependidikan lainnya. administrasi personalia staf.1. Kepala sekolah harus berperan dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan disekolahnya. 1. Pada umumnya kepala sekolah memiliki tanggungjawab sebagi pemimpin dibidang pengajaran dan pengembangan kurikulum. Kepala sekolah yang professional Dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) kepala sekolah menupakan kunci kunci keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan di sekolahnya. misi dan tujuan sekolah. 1982:38).11 kepala sekolah adalah orang yang dipilih. “school Plant” dan perlengkapan organisasi di sekolah (W. administrasi sekolah.

Kepemimpian otoriter hanya akan menyebabkan ketidakpuasan dikalangan guru. tidak ada pengawasan dan sedikit sekali memberikan pengarahan kepada personilnya.12 educator. ia bertindak sebagai penguasa dan tidak dapat dibantah sehingga orang lain harus tunduk kepada kekuasaanya. Yang mana kepemimpinan laissez faire menitik beratkan kepada kebebasan bawahan untuk melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. suvervisor. perwujudan kerja simpang siur.Kepemimpinan Laissez Faire Bentuk kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari kepemimpinan otoriter. manajer. seorang pemimpin melakukan dalam beberapa cara. innovator. dan moivator pendidikan 1.Kepemimpinan Otoriter Kepemimpinan otoriter adalah kepemimpinan yang bertindak sebagai diktor terhadap anggota-anggota kelompoknya. Ia menggunakan ancaman dan hukuman untuk menegakkan kepemimpinannya. Adapun gaya atau tipe kepemimpinan yang pokok atau juga disebut ekstrem ada tiga tipe atau bentuk kepemimpinan yaitu: a. b. leader. yang akhirnya apa yang menjadi tujuan pendidikan tidak tercapai .2. Kepemimpinan Laissez Faire tidak dapat diterapkan secara resmi di lembaga pendidikan. administrator. Cara yang ia lakuakn merupakan pencerminan sikap serta gambaran tentang tipe (bentuk) kepemimpinan yang dijalankannya. Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. kepemimpinan laissez faire dapat mengakibatkan kegiatan yang dilakuakn tidak terarah. Pemimpin lasses faire banyak memberikan kebebasan kepada personil untuk menentukan sendiri kebijaksanaan dalam melaksanakan tugas.Tipe Kepemimpinan Dalam upaya menggerakkan dan memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan. Apa yang diperintahnya harus dilaksanakan secara utuh. wewenang dan tanggungjawab tidak jelas.

Seorang pemimpin harus tahu fungsi dan peranannya sebagai pemimpin. Adapun fungsi kepemimpinan pendidikan menurut Soekarto Indrafachrudi (1993:33) adalah pada dasarnya dapat dibagai menjadi dua yaitu: a. memberikan motivasi dan mengarahkan orang-orang dilembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Fungsi yang bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai -Pemimpin berfungsi memikirkan dan merumuskan dengan teliti tujuan kelompok serta menjelaskan supaya anggota dapat berkerjasama mencapai tujuan itu. Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang aktif.13 c. dinamis. terarah yang berusaha memanfaatkan setiap personil untuk kemajuan dan perkembangan organisasi pendidikan. Kepemimpinan Demokratis Bentuk kepemimpinan demokratis menempatkan manusia atau personilnya sebagai factor utama dan terpenting. mempengaruhi. . .Pemimpin berfungsi membantu anggota kelompok dalam memberikan keterangan yang perlu supaya dapat mengadakan pertimbangan yang sehat. d. Untuk mewujudkan tugas tersebut seorang pemimpin harus mampu bekerjasama dengan orang yang dipimpinnya. -Pemimpin berfungsi memberi dorongan kepada anggota-anggota kelompok untuk menganalisis situasi supaya dapat dirumuskan rencana kegiatan kepemimpinan yang dapat memberi harapan baik. juga kritikkritik yang membangun dari anggota diterimanya sebagai umpan balik atau dijadikan bahan pertimbangan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya. pemimpin demokratis mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya. Fungsi Kepemimpinan Pendidikan Kependidikan adalah proses menggerakkan. Hubungan antara pemimpin dan orangorang yang dipimpin atau bawahannya diwujudkan dalam bentuk human relationship atas dasar prinsip saling harga-menghargai dan hormatmenghormati. Dalam melaksanakan tugasnya.

b. 2. g. membimbing dan mengembangkan kualitas system pendidikan sehingga segala bentuk kekurangan dan kelemahan yang dimiliki oleh guru dapat diantisipasi dan . Tead (1935:31-34) dalam (Soekarna Indrafachrudin) bahwa syarat kepemimpinan pendidikan adalah: a. kepemimpinan. Syarat-Syarat Kepemimpinan Pendidikan Mengenai syarat-syarat 1. Memiliki kesehatan jasmaniah dan rohaniah yang baik. Suvervisi Pengawas Suvervisi pengawas kepqda para Kepala sekolah adalah merupakan orang yang paling bertnggungjawab dalam proses penyelenggaraan pendidikan disekolah. Pemimpin berfungsi mengusahakan suatu tempat bekerja yang - menyenangkan.14 . f. - Pemimpin dapat menanamkan dan memupuk perasaan para anggota bahwa mereka termasuk dalam kelompok dan merupakan bagian dari kelompok. e. Bersemangat Jujur Cakap dalam memberi bimbingan Cepat serta bijaksana dalam mengambil keputusan Cerdas Cakap dalam hal mengajar dan menaruh kepercayaan kepada yang baik dan berusaha mencapainya c. Fungsi yang bertalian dengan suasana pekerjaan yang sehat dan menyenangkan - Pemimpin berfungsi memupuk dan memelihara kebersamaan di dalam kelompok. Berpegang teguh pada tujuan yang hendak dicapai. b. d. sehingga dapat dipupuk kegembiraan dan semangat bekerja dalam pelaksanaan tugas.Pemimpin berfungsi menggunakan kesempatan dan minat khusus anggota kelompok. h. Sebagai seorang suvervisor bertanggung jawab dalam upaya mengawasi. Karena itu salah satu peran pengawas pada kepala sekolah adalah sebagai seorang suvervisor di lembaga pendidikan disekolah.

Membantu guru dalam menggunakan metode dan media pengajaran. Memperluas pengalaman guru 3. metode mengajar dan evaluasi pengajaran. Ngalin Purwnto.15 diminimalkan. Membantu guru melihat secara jelas tujuan pendidikan 2. bahan pengajaran. Membantu guru dalam memilih dan memenuhi kebutuhan mengajar 5. 8. Membantu guru dalm menggunakan sumber-sumber pengalaman belajar3 7. Membantu guru baru disekolah sehingga merasa senang dengan tugas yang diperolehnya. Ibid h. pengawasan kepala sekolah dalam pendidikan mencakup penentuan kondisi.5 Fungsi pengawasan dalam pendidikan bukan sekedar kontol melihat apakah segala kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Membantu guru membimbing murid dalam belajar. Adapun fungsi kepala sekolah sebagai suvervisor adalah sebagai berikut: 1. Hidayat dan Sumanto.6 Pengawasan kepala sekolah dalam usaha memperbaiki pengajaran guru. tetapi lebih dari itu. maka secara operasional memiliki tujuan sebagai beriktu: 1. Remaja Rosdakaya 1998) h. Membantu guru agar waktu dan tenaga dicurahkan sepenuhnya terhadap pembinaan murid disekolah. Membantu guru dalam hal menilai kemajuan murid 6. Mengkoodinasikan semua usaha pendidikan di sekolah. Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif 35.76 . Suvervisi pengawas terhadap kepala sekolah sebagai suvervisor memiliki makna yang sangat luas dan umum yaitu. segala bantuan yang akan diarahkan kepada bawahannya. dan perkembangan guru serta merevisi tujuan pendidikan. 4. syarat personil maupun materi yang diperlukan untuk terciptanya situasi berlajar yang efektif. 3. 39 6. Administrasi dan Suvervisi Pendidikan (Bandung. Oleh karena itu pengawasan kepala sekolah dalam lembaga pendidikan disekolahnya merupakan upaya dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaaan. 2.

Merriam Webster. Berkemauan keras. Berwibawa dan memiliki kecakpan praktis tentang tekhnk kepengqwasan terutama human reletion 4. 3. Ma. Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus. 2. Seorang pengawas sebagai suvervisor harusmemiliki ciri-ciri sebgai berikut: 1. 47. Menjembati komonikasi kepala sekolah dengan staf gurunya. A. Memberkan Pengetahuan dan Ketrampilan kepada setiap guru. giat bekerja demi tercapai tujuan atau program yang telah ditetapkan. Jika mengarah pada objek tertentu berarti bahwa penyesuaian diri terhadap objek tersebut dipengaruhi oleh lingkunagan social dan kesediaan untuk bereaksi dari orang tersebut terhadap objek. Berpengetahuan luas tentang seluk beluk semua bidang pekerjaan yang yang berada dibawah pengawasannya. . 7. Sikap Manusia : Perubahan dan Pengukuran ( Jakarta.raf.7 3. Memahami dan menguasai rencana dan program yang telh digariskan yang akan dicapai oleh lembaga pendidikan disekolah.4. 6. Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru 8. Ghalia Indonesia 1981 ) h. 1995 )h. 4 Sikap terhadap profesi Sikap terhadap profesi merupakan produk dari sosilisai dimana seseorang bereaksi sesuai dengan rangsangan yang telah diterimanya.16 4. Menganalisa situasi belajar mengajar. Webster’s Students Dictionory ( New York : G & C Merriam Co. dan menyarankan bahwa perubahan sikap tergantung dari salah satu persaaan (feeling) atau kepercayaan (belief). 5. Attitude as an a pearsons positin or bearing as digunakan bahwa sikap akan mencari kesesuaian antara kepercayaan dan perasaan mereka terhadap objek. 9 8.8 Dalam Webster student Dictinory dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan sikap (attitude) yakni.

menyelesaikan dan membuat sesuatu. Saifudi Azwar. Jhon Hardin Best and William Robinowatz. Evaluasi dan pelaporan kemajuan siswa 59.4 10. Kehadiran siswa disekolah dan masalah. Merupakan pekerjaan penuh artinya pekerjaan tersebut diperlukan oleh masyarakat agar masyarakat dapa melaksanakan fungsinya. Aplikasi ilmu pengetahuan artinya bahwa profesi merupakan penerapan ilmu pengetahuan untuk mengerjakan. Encyclopedia of Education Reasearch ( London Collier Macamilan Publishers. 3. Salah satu tugas dan tanggung jawab kepala sekolah adalah program pelayanan siswa di sekolah. Mempunyai kode etik sebagai landasan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan profesi tersebut. . Pekerjaan tersebut mendapat pengakuan dari masyarakat 3. Pekerjaan tersebut dipersiapkan melalui proses pendidikan dan latihan secara formal 2. 180.17 milki kopetensi profesionalisme yang tinggi biasanya disebut guru yang professional. orientasi klasifikasi dan penunjukan kelas dan program studi5 3. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya ( Yogyakarta: Liberty 1998) h. 2.9 Ada beberapa ciri pokok pekerjaan yang bersifat professional diantaranya : 1. Memiliki ilmu pengetahuan artinya untuk melaksanakan suatu profesi diperluakan suatu ilmu pengetahuan atau sains. Menurut Wirawan bahwa suatu pekerjaan dapat dikatakan sebagai profesi apabila memiliki persyaratan sebagai berikut : 1. Adanya lembaga profesi dan 4. khususnya sekolah yang dipimpinnya. Penerimaan. baik secara langsung maupun tidak langsung. 2.10 Profesi sebagai kepala sekolah memiliki tugas pokok dan fungsi tanggung jawab. Ada beberapa biang yang menjadi tanggung jawab seorang kepala sekolah antara lain : 1. 1969 ) h.masalah yang berhubungan dengan siswa.

Jabatan guru bukan sekedar okupasi atau pekerjaan yang hanya pelampiasan mencari nafkah dengan modal pengetahuan dan keahlian yang seadanya atau paspasan. Peneyesuaian pribadi. Jabatan guru sebagai profesi menuntut adanya keahlian dan ketrampilan khusus di bidang pendidikan dan pengajaran. Hubungan antara suvervisi Pengawas dengan kepemimipnan kepala sekolah. 6 611. Controvercies. !995) h. Intensitas pengawasan dan 4.Kerangka Berpikir 1. Program bimbingan 7.12 B. 1989 ) h. Program kesehatan dan keamanan 8. Evaluasi pengawasan Pengawas dalam lingkup sekolah adalah merupakan orang yang diberi kewenangan mengawasi seyiap item kegiatan.18 4.11 Kepala sekolah pada hakekatnya adalah guru yang memegang jabatan fungsional. Suvervisi program-program bagi siswa yang mempunyai kelainan 5. Prentice Hall. Oteng Sutisna. Kohorensi pengawasan dengan kondisi ril 3. Concept. and Application ( Englewood eliffs . Pengendalian disiplin siswa 6. 26 12. Administrasi Pendidikan: Dasar Teoritis untuk Praktik Profesinal ( Bandung Aksara. Steven Robbins. Pengawasan pada intinya adalah sebuah proses pembinaan berkelanjiutan dan terprogram dengan tujuan adanya perubahan kearah yang lebih positif baik dari segi proses pendidikan yang sedang berjalan maupun autput yang diharapkan. Organization Behavior. Suvervisi pengawasan adalah kegiatan yang dilakukan atasan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Indikasi dari suvervisi pengawasan ini an adalah: 1. social dan emosional siswa. Sasaran utama suvevisi yang dilakukan pengawas adalah kepala sekolah dalam arti sebgi manajer yang perlu control atas kepemimpinannya itu. 302 . program dan aktifitas lainnya sehingga semua dapat berjalan secara sistematis dan brkesinambungan. Pateri pengawasan 2.

mengarahkan dan mengadakan pengawasan terhadap program –program pendidikan. Ia membuat perencanaan. 2. kecendrungan kepemimpinan kepala sekolah juga tidak menutup kemungkinan keluar dari garis visi . pengorganisasian. kemampuan kerja.19 Fungsi-fungsi Manajerial kepala sekolah sulit akan terkontrol dan terevaluasi secara baik jika tidak ada pengawasan. yang dapat pula dimknai sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Kepala sekolah merupakan manejer dalam orgnisasi dalamorganisasi pendidikan. Dengan adanya suvervisi diharapkan kepemimipnan tidak menyimpang dari job kerja yang dilakuannya. Sebagai seorang manejer dalam organisasi pendidikan secara ex officio pimpinan sekolah juga bertindak sebagai pengawas (suvervisor) pendidikan. Sedangkan menurut U. Husna Asmara (1996:3). . Hubungan antara kepala sekolah dengan kinerja guru dalam pendidikan Kinerja berasal dari pengertian performance. Juga sebaliknya kepemimpinan yang tidak professional. Kinerja menurut kamus besar bahasa Indonesia (1985:503) adalah segala sesuatu yang dicapai. Berdasarkan pemikiran demikan diduga terdapat hubungan positif antara suvervisi pengawas dengan kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan yang baik yang diakui oleh bawahannya merupakan salah satu kunci keberhasilan lembaga pendidikan disekolah. Hal yang senada disampaikan juga oleh Purnomo yang menyatakan bahwa pengertian performance berarti aktifitas pelaksanaan fungsi secara nyata dari seseorang atau suatu lembaga pendidikan disekolah berdasarkan standar yang ditetapkan didalam sekolah yang bersangutan. dalam total Quality Manajemen (TQM) kinerja atau unjuk kerja selalu dihubungkan dengan kemampuan memberikan pelayanan dan memuaskan pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkupnya. misi dan program yang dicanangkan. prestasi yang diperlihatkan. otoriter dan tidak diterima oleh bawahan maka menghasilkan interaksi dan motivasi kerja yang lemah.

Guru harus menyadari bahwa pendidikan itu berpusat pada anak sebab dalam kontek mutu lembaga pendidikan dianggap sebagai produsen dan masyarakat dianggap sebagai pelanggan (costumer) yang harus dipuaskan karena pelanggan selalu bertanya. dan apakah ilmu mereka bertambah hari ini untuk pengalaman yang akan dijadikannya sebagai bekal dimasa yang akan dtang (Chargel 1994) Untukm itu perlu diperjelas warna profesionalisme pekerjaan guru. membimbing dan mengelola belajar murid serta melakukan penilaian. Tingkat keberhasilan kerja diukur dengan membandingkan hasil dengan target yang dirumuskan dalam rencana . Evaluasi merupakan tahapan terpenting dalam satuan kegiatan pendidikan sekolah yang mana evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan serta factor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan siswa. Menyiapkan materi pelajaran 6. Memberikan konsultasi dan membimbing staf. jelaslah bahwa yang dikerjakan oleh kepala sekolah sebagai seorang suvervisor relative banyak dan memerlukan kesungguhan. mengajar. Menatar guru-guru 7. Menyiapkan fasilitas belajar 5. Dalam mengelola proses belajar mengajar seorang guru harus melqkukan evaluasi. 8. Jabatan professional harus mampu menerjemahkan kapasitas mereka sendiri kedalam pekerjaan atau profesinya sehari-hari yaitu. Menyiapkan staf 4. Salah satu warna profesi yang perlu dimiliki seorang guru ialah berupaya secara terus-menerus untuk meningkatkan kemampuannya dalm mengelola proses belajar mengajar. Tugas lai dari kepala sekolah adalah tentunya memberikan motivasi kepada guru agar dalam menjalankan tugasnya melengkapi diri dengan tugas pokok. Menilai pengajaaran (Naegly dan Evans. Mengorganisasi proses belajar mengajar 3. 1980). Mengkordinasi layanan terhadap para murid Mengadakan hubungan dengan masyarakat 10. 9. mendidik. Pengembangan kurikulum 2. bagaimana pengetahuan anaknya pada hari ini. sehingga dalam proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tidak merugikan murid.20 Tugas kepala sekolah sebagai suvervisor atau pengawas memang tidaklah ringan sebab tugasnya meliputi 1. Kepala sekolah harus menanamkan kesan kepada guru bahwa setip guru harus berperan aktif melaksanakan pembelajaran.

Kepemimpinan akan terwujud apabila seseorang suvervisor pengawas dan . Oleh karena itu seorang guru perlu mengadakan penilaian cara dan hasil kerja siswa. Berdasarkan pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa suvrvisi pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah sebagai seorang suvervisor – suvervisor dalam pengawasan kinerja guru sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan mereka yang dapat meningkatkan kepuasan sehingga aktivitas kerja guru meningkat. dan Kinerja Guru dan tenaga kependikan pengawasan akan berahasil jika kepala sekolah memperhatikan hasil yang dicapai serta memperlakukan guru . serta memberikan motivasi agar mereka menunjukan performance yang tinggi dalam melaksanakan tugas.guru dengan baik. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepada sekolah sebagai Seorang leader dalam menggerakkan.21 pembelajaran . B.1994:118) menjelaskan bahwa tindakan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kematangan kerja guru dan kepuasan kerja guru berkorelasi positif. Hubungan Suvervisi pengawas dan kepala sekolah dalam pengawasan Kinerja Guru dalam Pendidikan Keberhasilan seorang pemimpin akan terwujud apabila pemimpin tersebut memperlakukan orang lain atau bawahannya dengan baik. memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan. Kepuasan bekerja berhubungan erat dengan kepemimpinan sekolah dalam kerja. untuk dapat melakukan tindakan yang sesuai dengan profesi yang diembannya sangat terkait dengan ada tidaknya kepuasan dalam bekerja. sehingga mereka mampu menunjukan performace yang lebih baik. Kinerja guru dan tenaga kependidikan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh guru-guru sesuai dengan profesi yang diembannya. maksudnya kematangan kerja yang tinggi cenderung diikuti oleh kepuasan kerja yang tinggi pula. Menurut Hadari Nawawi (1983:81) kepemimpinan adalah kemampuan menggerakan. memotivasi. Asmara (dalam Hamid Darmadi.

maka pengawas bermutu akan melahirkan guru bermutu. Pengawas yang bermutu adalah pengawas yang dapat memberikan bantuan peningkatan mutu pembeljaran bagi guru. HIPOTESIS PENELITIAN Berdasarkan penjelasan penjelasan yang telah dikemukakan diatas maka dapat lah memberikan rumusan hipoesis penelitian sebagai berikut : 1. Oleh karenanya. . Suvervisor pengawas. 3. Terdapat hubungan yang langgeng dan positif antara suvervisi pengawas 2. guru bermutu akan melahirkan murit atau lulusan bermutu. murid atau lulusan yang bermutu akan melahirkan masyarakat yang cerdas dan bermutu. guru dan kepemimpinan kepala sekolah murid dan keberhasilan pendidikan merupakan serangkaian objek sekalgus subjek dalam meningkatkan mutu pendidikan. motivasi sehigga dapat menimbulkan kepuasan bagi guru-guru sebagai staf pengajar dalam suatu lembaga pendidikan sekolah. dengan kepemimpinan sekolah. mengadakan pengawasan.22 kepemimpinan kepala sekolah memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahannya. Implikasi dari semua ini tentu saja akan melahirkan masyarakat yang memiliki tinggkat produktifitas yang tinggi. Jika semua proses ini berjalan sesuai dengan tuntutan kinerja masing-masing. semua komponen terlibat dalam menyelenggarakan pendidikan. C. Terdapat hubungan mutu yang sinergis antara suvervisi secara pengawas. dan kepemimpinan kepala sekolah dan guru secara bersama-sama mengembosi peningkatan pendidikan disekolah kontinyu berkesinambungan. Murid atau lulusan yang bermutu adalah yang memiliki kompetensi sesuai dengan dengan tujuan kurikulum yang telah ditetspkan. Guru yang bermutu adalah guru yang dapat meningkatkan kemampuan murid dalam menyerap pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan. Terdapat hubungan yang dinamis dan sangat familiar antara kepala sekolah dengan staf guru sebagai barisan pengajarnya. dituntut untuk berkinerja sesuai dengan tuntutan kinerja masing-masing.

factual terhadap feomena yang diteliti Proses pengumpulan data dilakukan melalui survei dan menggunakan Instrument angket sebagai instrumen penelitian. memahami dan menganalisis kinerja guru dalam pendidikan 3.23 BAB III. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di ……. Metode Peneltian Dalam penelitian ini digunakan metode survey dengan tujuan untuk menbuat suatu gambaran atau diskripsi yang secara sistimatis. B. Untuk mengetahui dan memahami secara emperik kepemimpinan kepala sebagai suvervisor 2. Adapun model antara hubungan variabel adalah sebagai berikut X1 X2 Y . memahami dan menganalisis pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah sebagai suvervisor dalam pengawsan kinerja guru dalam pendidikan. Untuk mengetahui. METODOLOGI PENELITIAN A. dan Waktu penelitian …… C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai Berikut : 1. Untuk mengetahui.

dan Skor terendah 1 untuk jawaban tidak pernah (Tp). 4. uji coba instrument sebanyak …. orang sebagai sampel penelitian E. . Tidak pernah (TP). Dan kinerja guru dalam pendidikan.. Dan Sampling dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan random Sampling. Menetapkan wilayah tempat penelitian 2. Skor tertinggi adalah 4 untuk jawaban SS dan skor terendah 1 untuk jawaban TS. Sedangkan untuk jawaban pernyataan negatif skor dibalik dari yang terkecil yaitu 1 hingga yang terbesar yaitu 4. Setuju (S). Kepemimpnan kepala sekolah X1 2.X2 3. Sering (Sr). Menetapkan …. Sedangkan untuk pernyataan negtif dibalik dari yang terkecil yaitu 1 hingga yang terbesar yaitu 4. Melakukan pengundian secara proporsional untuk mengambil ……. 3. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tekhnik populasi. Y D. Ragu-Ragu (R).. Langkah-langkah pemgambilan sampel penelitian adalah sebagai berikut : 1. Jarang (J). responden. Alternatif kedua berupa kategori Sangat setuju (SS). Membuat nomor urut 1 s/d …… di …. Tekhnik Pengumpulan Data. yaitu Selalu (S). Instrumen Penelitian Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model kussioner (angket) yang disusun model skala lickert. Skor tertinggi 4 untuk jawaban Selalu (S). Instrumen ini disusun dalam bentuk pernyataan yang terbagi menjadi dua pernyataan yaitu bentuk positif dan bentuk negatif dengan empat katagori.. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kepala sekolah di…………. Untuk perhitungan validitas dan releabilitas dilakukan dengan cara sejumlah skor keseluruhan responden dengan skor butir kemudian dilakukan perhitungan. Tidak setuju (TS). Kepala sekolah sebagai seorang suvervisor.24 Terdapat tiga variabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini yaitu : 1.

Ho : P 3 2 < 0 H1 : P 3 2 > 0 4. median dan varians standar diviasi setiap variabel serta penyajian data dalam bentuk tabel digram dan histogram G. Hipotesis Statistik 1. Kepemimpin an kepala sekolah (X2).25 F. Ho : P 3 2 1 < 0 H1 : P 3 2 1 > 0 Keterangan : P 3 1 = Berhubungan secara tidak langsung Kepemimpinan (X1) terhadap Kinerja gurdalam pendidikan (Y) P 3 2 = Berhubungan secara langsung kepemimpnan (X1) terhadap kepemim pinan kepeala sekolah (X2) P 3 2 = Berhubungan secara langsung kepala sekolah (X2) terhadap kinerja Guru dalam pendidikan (Y) P3 2 1=Berhubungan secara signifikan Suvervisi pengawas (X1). Tekhnik Analisa Data Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan analisis infrensial. yaitu mnghitung ukuran gejala pusat yang meliputi ratarata. Sedangkan untuk hipotesis yang ketiga diuji dengan menggunakan tekhnik korelasi dan regeresi ganda dilanjukan dengan uji F. Statistika digunakan untuk memudahkan statistika imferensial.Pada hipotesis pertama dan kedua diuji dengan menggunakan Tekhnik korelasi sederhana yang dilanjuktan dengan ujit. median. modus. terhadap kinerja guru dalam pendidikan (Y) . Ho : P 2 1 < 0 H1 : P 2 1 > 0 3. Ho : P 3 1 < 0 H1 : P 3 1 > 0 2.

Organisation Behavior. Wienchrich. Concept. Webster. Heinz.A. Robbin. Oteng. 1979 ) 9. Hendiyat dan Wasty Soemanto. Mar.Simon & Schutster Company. Wirwan. A Merriam. Atmodiwiro. Azwar. Ngalim. Purwanto. Controvercius and Application ( New . Administrasi dan Suvervisi Pendidikan ( Bandung Remaja Rosdakarya 1998 ) 8. 2001 ) .26 DAFTAR KEPUSTA 1. Sikap Manusia. Nawawi. Teori dan Pengukurannya ( Yogyakarta Liberty. Websters Dictinory ( New York : G & C Merriam Co 1995) 12. Sutopo. Jersey Prentice Hall Inc. Management a Global Perspective ( New York McGrawHill. Aksara 1985 ) 10. Collier Macamillan Publishers 1996 ) 4. Evaluasi Program Pendidikan ( Jakarta. Enciclopedia of Education Research ( London.at. Sikap Manusia : Perubahan serta Pengukurannya ( Jakarta. Subagio. Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas ( Jakarta Haji Mas Agung 1998 ) 7. Administrasi Pendidikan. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan ( Jakarta. Steven. Saifudin. Sutisna . 2000 ) 2. Ghalia Indonesia 1998 ) 6. Best. Hadari. Bina Aksara 1984 ) 11. 1998 ) 3. Dasar Teoritis dan Praktik Profesional ( Bandung. Jhon Hardin and William Robbinowazt. Managemen Pendidikan Indonesia ( Jakarta Ardadizya Jaya . Inc 1995 ) 5.

27 .

B. 3. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan beberapa poin utama mengenai kepemimpinan kepala sekolah sebgai seorang Leader yaitu: 1. 1. Kepala Sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan arah jalannya pocily yang ada di sekolah dalam rangka pencapaian mutu pendidikan yang maksimal. 2. Saran Adapun beberapa saran yang dapat disampaikan adalah. 3. kepala sekolah.28 BAB V PENUTUP A. organizing. kinerja guru dan tenaga kependidikan. menggerakkan. guru dan tenaga kependidikan juga mempunyai peran yang sangat menentukan tercapainya tujuan pendidikan. 2. actuating maupun controlling demi pencapaian mutu pendidikan yang maksimal. Sebagai seorang top manager (kepala sekolah) harus menjaga dan memelihara keharmonisan lingkungan sekolahnya dan jangan mencari-cari kesalahan atau kekurangan yang ada pada guru dan tenaga kependiidkan dalam menjalankan fungsi kepemimpinnanya. Kepala sekolah adalah pemimpin sekolah yang mengatur dan menetapkan fungsi administrasi termasuk didalamnya fungsi mendorong. Kepala sekolah diharapkan mampu memberi pengaruh yang baik dalam menetapkan fungsi planning. . Guru sebaiknya selalu mencari inisiatif lain untuk menutupi kekurangan yang ada untuk mencapai tujaun pendidikan.

Hidayatulloh.pd Drs. M. M.Si Disusun Oleh: Fitrotun Nufus ROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO . Ani Kadarwati.29 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SEORANG SPERVISOR DALAM PENGAWASAN KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas matakuliah Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam Dosen Pengampuh Dr.

manajemen dan kepemimpinan yang sangat tergantung pada kemampuannya. Disamping itu kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan berfungsi mewujudkan hubungan manusiawi (human relationship) yang harmonis dalam rangka membina dan mengembangkan kerjasama antar personal. mengkoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. sikap. . mengatasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkunagn sekolah. Sebagai pemimipin yang mempunyai pengaruh. Latar Belakang Sekolah sebagai pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian. sebagai pemimpin sekolah harus mampu memberikan pengaruh-pengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugasnya secara efektif sehingga kinerja mereka akan lebih baik. ia berusaha agar nasehat. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan seorang kepala sekolah harus mampu meningkatkan kinerja para guru atau bawahannya. Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya kepala sekolah ahrus melakaukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi. membangun. saran dan jika perlu perintahnya di ikuti oleh guru-guru. Dengan demikian ia dapat mengadakan perubahan-perubahan dalam cara berfikir. dalam mengembangkan intelektual peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kelebihan yang dimilikinya yaitu kelebihan pengetahuan dan pengalaman. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja sesorang. Sehubungan dengan itu. tingkah laku yang dipimpinnya. ia membantu guru-guru berkembang menjadi guru yang profesional. Didalam kepemimpinnya kepala harus dapat memahami. kepala sekolah sebagai supervisor berfungsi untuk mengawasi. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan perannya sangat penting untuk membantu guru dan muridnya.30 BAB I PENDAHULUAN A. agar secara serempak bergerak kearah pencapaian tujuan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan efektif.

maka masalah umum yang timbul adalah “Bagaimana hubungan kepemimpinan kepala sekolah sebagi supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam”. Untuk itu kepala sekolah harus melakukan supervisi sekolah yang memungkinkan kegiatan operasional itu berlangsung dengan baik. segala penyelenggaraan pendidikan akan mengarah kepada usaha meningkatkan mutu pendidikan yang sangat dipengaruhi oleh guru dalam melaksanakan tugasnya secara operasional.31 Oleh karena itu. Melihat pentingnya fungsi kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam. Tujuan Secara umum pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui kejelasan tentang hubungan kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor . Pada kenyataannya banyak kepala sekolah yang sudah berupaya secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 11. Masalah dan Sub Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Untuk mempermudah menganalisis masalah tersebuh perlu dirinci kedalam sub-sub masalah sebagai berikut: 10. B. Karena kegiatan berlangsung sebagai proses yang tidak muncul dengan sendirinya. salah satu caranya memotivasi para guru-guru akan memilki kinerja lebih baik tapi hasilnya masih lebih jauh dari harapan. maka usaha untuk meningkatkan kinerja yang lebih tinggi bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah bagi kepala sekolah. 12. Bagaiamana kepemimpinan kepala sekolah sebagai seorang Bagaimaan kinerja guru Pendidikan Agama Islam? Apakah ada hubungan yang signifikan kepemimpinan kepala supervisor? sekola sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam ? C.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam bidang supervisi. 5. Hubungan kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam D. . Manfaat Dalam hal ini.32 dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam. yaitu: 4. Kinerja para guru-guru Pendidikan Agama Islam 6. dapat meningkatkan wawasan keilmuan sesuai dengan disiplin ilmu. Sedangakan secara rinci dapat dilihat dalam beberapa point dari tujuan yang hendak diketahuai. dapat dibagai menjadi dua scope dari manfaat yang dapat diambil. Pertama. sebagai masukan bagi sekolah khususnya kepala sekoalh dan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekoalh tersebut. Kedua.

di lihat dari status dan cara pengangkatan tergolong pemimpin resmi. Menurut Hadari Nawawi: kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. Istilah kepemimpinan pendidikan mengandung dua pengertian dimana kata “pendidikan” menerangkan dalam lapangan apa dan dimana kepemimpinan itu berlangsung. memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujaun (1993:81). Ia sebagi pusat teladan bagi warga sekolah dan warga masyarakat di sekitar sekolah. karena itu ia kepala sekolah wajib melaksanakan petunjuk tentang usaha peningkatan ketahanan sekolah. Tergantung dari prestasi dan kemampuan didalam memainkan peranannya sebagai pemimpin pendidikan sebagai sekolah yang telah diserahkan pertanggungjawaban kepadanya. atau status leader. Pada umumnya . Kepala sekolah sebagai orang yang terpandang dilingkunag masyarakat sekolah.33 BAB II KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOALH SEBAGAI SEORANG SUPERVISOR DALAM PENGAWASAN KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISALAM D. Pengertian Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Kepemimpinan Kepala Sekolah 4. Status leader bisa meningkat menjadi functional leader. dan sekaligus menjadi sifat dan ciri-ciri bagaimana yang harus dimilki pemimpin itu. formal leader.

ia bertindak sebagai penguasa dan tidak dapat dibantah sehingga orang lain harus tunduk kepada kekuasaanya. Tipe Kepemimpinan Dalam upaya menggerakkan dan memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan.34 kepala sekolah memiliki tanggungjawab sebagi pemimpin dibidang pengajaran dan pengembangan kurikulum. 1982:38). Kepemimpinan Otoriter Kepemimpinan otoriter adalah kepemimpinan yang bertindak sebagai diktor terhadap anggota-anggota kelompoknya. administrasi personalia. “school Plant” dan perlengkapan organisasi di sekolah (W. Cara yang ia lakuakn merupakan pencerminan sikap serta gambaran tentang tipe (bentuk) kepemimpinan yang dijalankannya. . Kepala sekolah dapat menerima tanggungjawab tersebut namun ia belum tentu mengerti dengan jelas bagaimana ia dapat menyumbang kearah perbaikan program pengajaran. Adapun gaya atau tipe kepemimpinan yang pokok atau juga disebut ekstrem ada tiga tipe atau bentuk kepemimpinan yaitu: e. Apa yang diperintahnya harus dilaksanakan secara utuh. 5. Kepemimpinan Laissez Faire Bentuk kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari kepemimpinan otoriter. Ia menggunakan ancaman dan hukuman untuk menegakkan kepemimpinannya. hubungan masyarakat. f. administrasi personalia staf. Soemanto dan Hendiyat. Pemimpin lasses faire banyak memberikan kebebasan kepada personil untuk Kepemimpian otoriter hanya akan menyebabkan ketidakpuasan dikalangan guru. Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Yang mana kepemimpinan laissez faire menitik beratkan kepada kebebasan bawahan untuk melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. seorang pemimpin melakukan dalam beberapa cara.

35 menentukan sendiri kebijaksanaan dalam melaksanakan tugas. yang akhirnya apa yang menjadi tujuan pendidikan tidak tercapai. terarah yang berusaha memanfaatkan setiap personil untuk kemajuan dan perkembangan organisasi pendidikan. Seorang pemimpin harus tahu fungsi dan . Hubungan antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpin atau bawahannya diwujudkan dalam bentuk human relationship atas dasar prinsip saling harga-menghargai dan hormatmenghormati. tidak ada pengawasan dan sedikit sekali memberikan pengarahan kepada personilnya. Fungsi Kepemimpinan Pendidikan Kependidikan adalah proses menggerakkan. mempengaruhi. dinamis. perwujudan kerja simpang siur. Kepemimpinan Laissez Faire tidak dapat diterapkan secara resmi di lembaga pendidikan. Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang aktif. pemimpin demokratis mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya. juga kritik-kritik yang membangun dari anggota diterimanya sebagai umpan balik atau dijadikan bahan pertimbangan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya. Dalam melaksanakan tugasnya. kepemimpinan laissez faire dapat mengakibatkan kegiatan yang dilakuakn tidak terarah. Kepemimpinan Demokratis Bentuk kepemimpinan demokratis menempatkan manusia atau personilnya sebagai factor utama dan terpenting. wewenang dan tanggungjawab tidak jelas. Untuk mewujudkan tugas tersebut seorang pemimpin harus mampu bekerjasama dengan orang yang dipimpinnya. h. g. memberikan motivasi dan mengarahkan orang-orang dilembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

36 peranannya sebagai pemimpin. Fungsi yang bertalian dengan suasana pekerjaan yang sehat dan menyenangkan • Pemimpin • Pemimpin berfungsi memupuk dan memelihara kebersamaan di dalam kelompok. sehingga dapat dipupuk kegembiraan dan semangat bekerja dalam pelaksanaan tugas. Syarat-Syarat Kepemimpinan Pendidikan Mengenai syarat-syarat kepemimpinan. . Fungsi yang bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai • Pemimpin berfungsi memikirkan dan merumuskan dengan teliti tujuan kelompok serta menjelaskan supaya anggota dapat berkerjasama mencapai tujuan itu. • Pemimpin berfungsi menggunakan kesempatan dan minat khusus anggota kelompok. Adapun fungsi kepemimpinan pendidikan menurut Soekarto Indrafachrudi (1993:33) adalah pada dasarnya dapat dibagai menjadi dua yaitu: a. berfungsi mengusahakan suatu tempat bekerja yang menyenangkan. • Pemimpin dapat menanamkan dan memupuk perasaan para anggota bahwa mereka termasuk dalam kelompok dan merupakan bagian dari kelompok. • Pemimpin berfungsi dapat memberi dorongan rencana kepada kegiatan anggota-anggota kelompok untuk menganalisis situasi supaya dirumuskan kepemimpinan yang dapat memberi harapan baik. 6. • Pemimpin berfungsi membantu anggota kelompok dalam memberikan keterangan yang perlu supaya dapat mengadakan pertimbangan yang sehat. Tead (1935:31-34) dalam (Soekarna Indrafachrudin) bahwa syarat kepemimpinan pendidikan adalah: i. Memiliki kesehatan jasmaniah dan rohaniah yang baik. b.

F. Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam 1. Cepat serta bijaksana dalam mengambil keputusan o. Penilaian Dan Hasil Kerja Evaluasi merupakan tahapan terpenting dalam satuan kegiatan. serta memberikan motivasi agar mereka menunjukan performance yang tinggi dalam . Oleh karena itu seorang guru perlu mengadakan penilaian cara dan hasil kerja. 2. Jujur m.37 j. Cerdas p. k. Cakap dalam memberi bimbingan n. Cakap dalam hal mengajar dan menaruh kepercayaan kepada yang baik dan berusaha mencapainya E. Tingkat keberhasilan kerja diukur dengan membandingkan hasil dengan target yang dirumuskan dalam rencana. prestasi yang diperlihatkan. Sedangkan menurut U. kemampuan kerja. Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai Seorang Supervisor dalam pengawasan Kinerja Guru Agama Islam Keberhasilan seorang pemimpin akan terwujud apabila pemimpin tersebut memperlakukan orang lain atau bawahannya dengan baik. Bersemangat l. Berpegang teguh pada tujuan yang hendak dicapai. Pengertian Kinerja Kinerja menurut kamus besar bahasa Indonesia (1985:503) adalah segala sesuatu yang dicapai. Husna Asmara (1996:3). yang mana evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan serta factor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan tersebut. dalam total Quality Manajemen (TQM) kinerja atau unjuk kerja selalu dihubungkan dengan kemampuan memberikan pelayanan dan memuaskan pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkupnya.

sehingga mereka mampu menunjukan performace yang lebih baik. maksudnya kematangan kerja yang tinggi cenderung diikuti oleh kepuasan kerja yang tinggi pula. Kinerja guru merupakan aktivitas yang dilakukan guru sesuai dengan profesi yang diembannya. motivasi sehigga dapat menimbulkan kepuasan bagi guru. Menurut Hadari Nawawi (1983:81) kepemimpinan adalah kemampuan menggerakan. mengadakan pengawasan. Asmara (dalam Hamid Darmadi. Menurut Hamid Darmadi (1994:107) kepuasan kerja timbul dengan baik jika seseorang memiliki motivasi kerja yang baik pula. memberikan motivasi dan mempengaruhi orangorang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan. . Berdasarkan pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah sebagai seorang supervisor dalam pengawasan kinerja guru sangat dipengaruhi oleh kepemimpinannya yang dapat meningkatkan kepuasan sehingga aktivitas kerja guru meningkat. untuk dapat melakukan tindakan yang sesuai dengan profesi yang diembannya sangat terkait dengan ada tidaknya kepuasan dalam bekerja. Kepemimpinan akan terwujud apabila seseorang pemimpin atau kepala sekolah memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahannya.1994:118) menjelaskan bahwa tindakan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kematangan kerja guru dan kepuasan kerja guru berkorelasi positif. Kepuasan bekerja berhubungan erat dengan motivasi kerja.38 melaksanakan tugas. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepada sekolah sebagai Seorang Supervisor dalam pengawasan Kinerja Guru akan berahasil jika kepala sekolah memperhatikan hasil yang dicapai serta memperlakukan guru dengan baik.

6. 6. D. guru juga mempunyai peran yang sangat menentukan tercapainya tujuan pendidikan.39 BAB III PENUTUP C. Kepala Sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan arah jalannya pocily yang ada di sekolah dalam rangka pencapaian mutu pendidikan yang maksimal. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan beberapa poin utama mengenai kepemimpinan kepala sekolah sebgai seorang supervisor. Guru sebaiknya selalu mencari inisiatif lain untuk menutupi kekurangan yang ada untuk mencapai tujaun pendidikan. . 5. 4. Selain kepala sekolah. Kepala sekolah adalah pemimpin sekolah yang mengatur dan menetapkan fungsi administrasi termasuk didalamnya fungsi pengawasan (supervisi) 5. actuating maupun controlling demi pencapaian mutu pendidikan yang maksimal. Saran Adapun beberapa saran yang dapat disampaikan adalah. Sebagai seorang top manager (kepala sekolah) tidak seharunya mencari kesalahan atau kekurangan yang ada di sekolah dalam menjalankan fungsi pengawasan. Kepala sekolah diharapkan mampu memberi pengaruh yang baik dalam menetapkan fungsi planning. organizing. yaitu: 4.

40 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful