BAB 1.

KONSEP-KONSEP DASAR PENELITIAN
A. Upaya-upaya Manusia untuk Memperoleh Kebenaran 1. Curiousity is Beginning of Knowledge Pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science) berawal dari kekaguman manusia akan alam yang dihadapinya, baik alam besar (macro cosmos) maupun alam kecil (micro cosmos). Kekaguman tersebut kemudian menyebabkan timbulnya rasa ingin tahu (curiousity). Rasa ingin tahu manusia akan terpuaskan bila dirinya mendapatkan penjelasan menge nai apa yang dipertanyakan. Untuk itu manusia menempuh berbagai upaya agar memperoleh pengetahuan yang benar (kebenaran), yang secara garis besar dibedakan menjadi dua : secara tradisional (pendekatan non ilmiah) dan secara modern (pendekatan ilmiah). 2. Pendekatan Non ilmiah Upaya untuk memperoleh pengetahuan atau memahami fenomena-fenomena tertentu ada yang dilakukan secara tradisional atau non ilmiah. Upaya ini muncul di masyarakat secara alami seiring dengan munculnya berbagai fenomena atau masalah yang membutuhkan penjelasan. Ada beberapa pendekatan non-ilmiah yang banyak dipakai untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran (Suryabrata, 2000: 3; Ary, Jacobs, dan Razavieh, 2000: 20) yaitu : a. akal sehat, b. prasangka, c. intuisi, d.penemuan kebetulan dan coba-coba (tral and error), e. pendapat otoritas dan pikiran kritis , serta f. pengalaman (Sumadi Suryabrata, 2000 : 3). 3. Pendekatan Ilmiah (modern) Dengan pendekatan ilmiah manusia berusaha memperoleh kebenaran ilmiah, yaitu kebenaran yang dapat dipertanggung jawaban secara rasional dan empiris. Kebenaran semacam ini dapat diperoleh dengan metoda ilmiah (scientific method). Metoda ilmiah dapat dibedakan menjadi dua macam (Johnson, 2005) , yaitu :

Halaman

1

a. Deductive method involved the following three steps : 1) State the hypothesis (based on theory or research literature); 2) Collect data to test hypothesis; 3) Make decision to accept or reject the hypothesis. b. Inductive method. This approach also involves three steps: 1) Observe the world; 2) Search for a pattern in what is observed; 3) Make a generalization about what is occuring. Kedua metoda tersebut selanjutnya oleh Johnson divisualisasikan sebagai berikut.
theory patterns INDUCTION (bottom-up) observation/data GAMBAR 1. PENDEKATAN METODA INDUKTIF DAN DEDUKTIF DEDUCTION (top-down) hypothesis

B. Pengertian Penelitian 1. Tinjauan secara Etimologis Secara etimologis, istilah research berasal dari dua kata, yaitu re dan search. Re berarti kembali atau berulang-ulang dan search berarti mencari, menjelajahi, atau menemukan makna. Dengan demikian penelitian atau research berarti mencari, menjelajahi atau menemukan makna kembali secara berulang-ulang (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 29). Halaman 2

2. Menurut Ary, Jacobs, dan Razafieh (1992 : 44) a. Penelitian dapat dirumuskan sebagai pendekatan ilmiah pada pengkajian masalah. b. Penelitian merupakan usaha sistematis dan objektif untuk mencari pengetahuan yang dapat dipercaya. 3. Menurut Ostle (Moh. Nazir, 1997 : 15) a. Penelitian dengan mengunakan metoda ilmiah (scientific method) disebut penelitian ilmiah (scientific research). b. Dalam penelitian ilmiah selalu ditemukan 2 unsur penting, yaitu unsur observasi (empiris) dan nalar (rasional). Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ilmiah merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang melibatkan unsur penalaran dan observasi untuk menemukan, memferivikasi, dan memperkuat teori serta untuk memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan. C. Tujuan Penelitian Ada tujuan tertentu yang akan dicapai melalui penelitian. Berdasarkan kesimpulan tentang pengertian penelitian sebagaimana dikemukakan di atas dapat diidentifikasi tujuan penelitian, yaitu sebagai berikut. 1. Untuk memperoleh data empiris yang dapat digunakan dalam merumuskan, memperluas, dan memverifikasi teori. Tujuan penelitian seperti ini dimiliki oleh ilmu-ilmu murni (pure science) 2. Untuk memecahkan persoalan yang ada dalam kehidupan. Tujuan penelitian semacam ini terdapat pada ilmu-ilmu terapan (applied sciences) D. Ragam Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan menjadi bermacam-macam. Klasifikasi tersebut dapat dilakukan berdasarkan beberapa tinjauan yaitu : 1. bidang ilmu, 2. pendekatan, 3. tempat pelaksanaan, 4. pemakaian, 5. tujuan umum, 6. taraf, Halaman 3

7. 3. sehingga dapat diwujudkan proses penelitian yang komprehensif. Atas dasar tinjauan ini penelitian dapat dibedakan menjadi : a. asumsi. penelitian perpustakaan (library research). penelitian keperawatan. penelitian kebidanan. penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. dan c. g. b. b. penelitian pendidikan.penelitian laborartorium (laboratory research). penelitian biologi. Klasifikasi Penelitian berdasarkan Bidang Ilmu Ada bermacam-macam bidang ilmu dan jika penelitian dilakukan untuk bidang ilmu tertentu maka ragam penelitian yang dilakukan disebut sesuai dengan bidang ilmu tersebut. penelitian pertanian. 2. penelitian sejarah. dst. Klasfikasi Penelitian Ditinjau berdasarkan Pemakaiannya Hasil penelitian dapat dipakai untuk mengembangkan dan memverifikasi terori serta memecahkan masalah. Penelitian penelitian murni (pure research atau basic research) Penelitian murni atau penelitian dasar merupakan penelitian yang dilakukan dengan maksud hasil penelitian tersebut dipakai untuk mengembangkan dan memverifikasi teori-teori ilmiah. Kedua pendekatan penelitian tersebut dapat dilakukan dengan cara simultan dan saling mengisi sesuai dengan kebutuhan. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tempat Pelaksanaannya : Penelitian dapat dilakukan diberbagai tempat. yaitu diperpustakaan. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Pendekatan yang Dipakai Berdasarkan pendekatan yang dipakai. 1. Atas dasar tinjauan tersebut penelitian dibedakan menjadi : a. Dengan demikian ditinjau berdasarkan bidang-bidang ilmu yang ada penelitian dapat dibedakan menjadi : a. karakteristik sendiri-sendiri. Masing-masing pendekatan tersebut memiliki paradigma. c. metoda. f. d. Halaman 4 . lapangan. penelitian lapangan (field research) 4. e. laboratorium atau gabungan dari tempat-tempat tersebut. penelitian kedokteran. ada tidaknya intervensi terhadap variabel. penelitian ekonomi. dan 8. h.

secara berkesinambungan. penelitian pengembangan. penelitian dibedakan menjadi penelitian longitudinal dan penelitian cross-sectional. merupakan penelitian yang dilakukan dengan tujuan membuktikan kebenaran suatu teori pada waktu dan tempat tertentu. Sedangkan penelitian cross-sectional (cross-sectional research) merupakan penelitian yang dilakukan dengan metode crosssectional (cross-sectional method). yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan mengambil waktu tertentu yang relative pendek dan tempat tertentu. Penelitian verifikatif. 7. Penelitian eksploratif. Sedangkan jika penelitian dilakukan bukan sekadar mendiskripsikan variable penelitian tetapi dilakukan analisis dalam hubungannya dengan variable-variabel lainnya disebut penelitian analitik. yaitu penelitian deskriptif dan penelitian analitik. yaitu metode penelitian yang membutuhkan waktu yang lama. adalah penelitian yang dilakukan untuk mengembangan suatu konsep atau prosedur tertentu. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tujuan Umumnya Berdasarkan tujuan umumnya. Halaman 5 . b. Penelitian terapan adalah ragam penelitian dimana hasilnya diterapkan berkenaan dengan upaya pemecahan masalah . a. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Metode Berdasarkan metode yang dipakai. 5. Penelitian longitudinal (longitudinal research) adalah penelitian yang dilakukan dengan metode longitudinal (longituninal method). Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tarafnya Penelitian ditinjau berdasarkan tarafnya dibedakan menjadi dua. Penelitian deskriptif merupakan penelitian pada taraf mendiskripsikan variable yang diteliti tanpa dilakukan analisis dalam keterkaitannya dengan variable lainnya. a. adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengekplorasi fenomena yang menjadi sasaran penelitian. dan penelitian verifikatif. Penelitian pengembangan (developmental research). Penelitian terapan (applied research). penelitian dibedakan menjadi : penelitian eksploratif. berbulan-bulan bahkan bertahun.b. 6.

Jika tindakan tersebut dilakukan maka penelitian semacam itu tergolong penelitian eksperimen. PENELITIAN KUANTITATIF Halaman 6 . data 7. penelitian terdiri dari berbagai unsur yang saling berhubungan secara fungsional. Sebaliknya jika tidak dilakukan intervensi terhadap variabel maka penelitian tersebut tergolong penelitian eksperimen. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Intervensi terhadap Variabel Penelitian dapat dilakukan di mana peneliti melakukan intervensi atau perlakuan terhadap variable tertentu. permasalahan 2. Sebagai suatu sistem. artinya ada berbagai faktor dan tindakan yang harus dipikirkan dan dilakukan sehingga tujuan bisa tercapai. sampel. Unsur-unsur Penelitian Penelitian merupakan sistem berpikir dan bertindak. populasi. Sebagai suatu sistem. variabel 4. dan teknik sampling 6. teori dan konsep-konsep ilmiah 3. E. instrumen pengumpul data 8.8. teknik analisis data BAB 2. hipotesis (fakultatif) 5. penelitian memiliki unsur-unsur sebagai berikut : 1.

b. b. f. fragmental. 3. Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional – empiris atau top-down). Halaman 7 . mendifinisikan penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. 2002 : 11. 2005). Johnson. Subjek yang diteliti. dan Johnson. g. PENELITIAN KUANTITATIF 1. Definisi Penelitian Kuantitatif Kasiram (2008: 149) dalam bukunya Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Asumsi Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif didasarkan pada asumsi sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim. dan sumber data yang dibutuhkan. 2005. Suharsimi Arikunto. dan Kasiram 2008: 149-150) : a. a. 2005. h. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyususun ilmu nomotetik yaitu ilmu yang berupaya membuat hokum-hukum dari generalisasinya. c. e. Karakeristik Penelitian Kuantitatif Karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim. 2. d. dalam arti dirinya tidak terlibat secara emosional dengan subjek penelitian.DAN KUALITATIF A. Logika yang dipakai adalah logika positivistik dan menghundari hal-hal yang bersifat subjektif. Melibatkan penghitungan angka atau kuantifikasi data. 2001 : 6-7. dan cenderung bersifat tetap sehingga dapat diprediksi. serta alat pengumpul data yang dipakai sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Peneliti menempatkan diri secara terpisah dengan objek penelitian. Bahwa realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi tunggal. 2001. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran dengan mengguna-kan alat yang objektif dan baku. Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan. Variabel dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif dan baku. data yang dikumpulkan. Del Siegle. yang berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep yang umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat khusus.

lepas dari konteks waktu dan situasi. g. hipotesis. Prosedur Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif pelaksanaannya berdasarkan prosedur yang telah direncanakan sebelumnya. Penelitian eksperimen 5. Dalam analisis data. Pengumpulan dan kuantifikasi data. Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi. Identifikasi dan definisi variabel. h. Penelitian korelational c. Penelitian deskriptif b. Analisis data. 2003 : 69 – 78). Adapun prosedur penelitian kuantitatif terdiri dari tahapan-tahapan kegiatan sebagai berikut: a. peneliti dituntut memahami teknik-teknik statistik. Interpretasi dan komunikasi hasil penelitian.i. c. Studi literatur. j. Penelitian tindakan e. i. peneliti dapat menggunakan metoda dan rancangan (design) tertentu dengan mempertimbangkan tujuan penelitian dan sifat masalah yang dihadapi. e. Identifikasi permasalahan b. k. Tipe-tipe Penelitian Kuantitatif Dalam melakukan penelitian. f. penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi beberapa tipe sebagai berikut (Suryabrata. dan pertanyaan penelitian. Metode Penelitian Kuantitatif Halaman 8 . Penelitian kausal komparatif d. Penelitian kuantitatif disebut juga penelitian ilmiah 3. Berdasarkan sifat-sifat permasalahannya. Teknik sampling. Pengembangan disain penelitian. 4. l. Pengembangan kerangka konsep d. Penelitian perkembangan f. 2000 : 15 dan Sudarwan Danim dan Darwis. a. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul.

a) Perumusan masalah. Selanjutnya Jujun menyatakan bahwa kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logico-hypothetico-verifikatif ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Suriasumantri. Langkah-langkah atau prosedur penelitian tersebut kemudian oleh Jujun S. Suriasumantri divisualisasikan dalam bentuk bagan sebagai berikut Halaman 9 . b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut. Dalam metoda ini teori ilmiah yang telah diterima kebenarannya dijadikan acuan dalam mencari kebenaran selanjutnya. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan. b) Penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengait dan membentuk konstelasi permasalahan.Metode yang dipergunakan dalam penelitian kuantitatif. khusunya kuantitatif analitik adalah metode dedutif. yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat faktafakta yang mendukung hipoteisis tersebut atau tidak. e) Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. c) Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari dari kerangka berpikir yang dikembangkan. Suriasumantri dalam bukunya Ilmu dalam Perspektif Moral. yang merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya. Jujun S. dan c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual. dan Politik (2000: 6) menyatakan bahwa pada dasarnya metoda ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh pengetahuannya berdasarkan : a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. d) Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis. Sosial. 2005 : 127-128).

PENELITIAN KUANLITATIF 1. motivasi . Definisi Penelitian Kualitatif Moleong setelah melakukan analisis terhadap beberapa definisi penelitian kualitatif kemudian membuat definisi sendiri sebagai sisntesis dari pokok-pokok pengertian penelitian kualitatif. dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. persepsi. Halaman 10 .PERUMUSAN MASALAH KHASANAH PENGETAHUAN ILMIAH Deduksi Koherensi PENYUSUNAN KERANGKA BERPIKIR Pragmatisme PERUMUSAN HIPOTESIS Induksi Korespondesnsi DITERIMA PENGUJIAN HIPOTESIS DITOLAK GAMBAR 2. dll. Menurut Moleong (2005: 6) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku. METODE ILMIAH B. secara holistic. pada suatu konteks khusus yang alamiah dahn dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. tindakan.

Hasil penelitian berupa deskripsi dan interpretasi dalam konteks waktu serta situasi tertentu. sehingga bias menemukan apa yang disebut sebagai fakta fenomenologis.2. dan Kasiram. 2005: 8-11. d. metode impresionistik. empiris logis. Rancangan pene-litian berkembang selama proses penelitian. baik kebenaran empiris sensual. Johnson. i. 3. c. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami. sumber data yang dibutuhkan. h. Karakteristik Penelitian Kualitaif Penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik. Subjek yang diteliti. sehingga teori yang dihasilkan berupa teori substansif. dan metode post positivistic. Peneliti berfungsi pula sebagai alat pengumpul data sehingga keberadaanya tidak terpisahkan dengan apa yang diteliti. 2002: 1112. Perspektif emic/partisipan sangat iutamakan dan dihargai tinggi. j. dan alat pengumpul data bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. 2005.2001: 7). b. Menggunakan pola berpikir induktif (empiris – rasional atau bottom-up). dan empiris logis. Suharsimi Arikunto. kesatuan. mencari makna di balik data. Metode kualitatif sering digunakan untuk menghasilkan grounded theory. untuk menemukan kebenaran. data yang dikumpulkan. e. Minat peneliti banyak tercurah pada bagaimana persepsi dan makna menurut sudut pandang partisipan yang diteliti. dan berubah-ubah (Nana Sudjana & Ibrahim. 2001 : 6-7. Atas dasar itu penelitian bersifat generating theory. Analisis data dapat dilakukan selama penelitian sedang dan telah berlangsung. Penelitian kualitatif disebut juga peneleitian alamiah atau inquiri naturalistik. Adapun karakteristik penelitian jenis ini adalah sebagai berikut (Sujana dan Ibrahim. yaitu teori yang timbul dari data bukan dari hipotesis seperti dalam metode kuantitatif. Halaman 11 . g. a. Moleong. Pengumpulan data dilakukan atas dasar prinsip fenomenologis. Penelitian kualitatif tidak menggunakan rancangan penelitian yang baku. Asumsi Penelitian Kualitatif Anggapan yang mendasari penelitian kualitatif adalah bahwa kenyataan sebagai suatu yang berdimensi jamak. 2008: 154-155). metode fenomenologis. Rancangan penelitian berkembangan selama proses penelitian. yaitu dengan memahami secara mendalam gejala atau fenomena yang dihadapi. Oleh karena itu tidak mungkin dapat disusun rancangan penelitian yang terinci dan fixed sebelumnya. f.

Menganalisis data. serta situasi dan kondisi di lapangan. BAB 3. ethnography. 2003 : 80) a. 2005 : 8) a. 5. case study research. d. grounded theory. d. Mengumpulkan data di lapangan. Historical research : research about events that occurred in the past. Secara garis besar tahapan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut (Sudarwan Danim dan Darwis. c.4. Merumuskan hasil studi. Phenomenology : a form of qualitative research in which the researcher attempts to understand how one or more individuals experience a phenemenon. yaiu : phenomenology. dan historical research (Johnson. b. Case study research : is a form of qualitative research that focused on providing a detailed account of one or more cases. Ethnography : is the form of qualitative research that focuses on describing the culture of a group of people. Grounded theory : is a qualitative approach to generating and developing a theory form data that the researcher collects. e. Menyusun rekomendasi untuk pembuatan keputusan. c. Tipe-tipe Kualitatif Penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat dibedakan menjadi lima tipe utama. Merumuskan masalah sebagai fokus penelitian. KOMPONEN-KOMPONEN Halaman 12 . e. b. Prosedur Penelitian Kualitatif Prosedur pelaksanaan penelitian kualitatif bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan.

Upaya mewujudkan pengalaman pribadi menjadi permasalahan penelitian dapat dilakukan dengan : 1) Mengidentifikasi pengalaman pribadi untuk fokus penelitian. HARAPAN MASALAH KENYATAAN Gambar : HAKIKAT MASALAH 2. 2) Mengidentifikasi sebab-sebab munculnya masalah tersebut. A.PENELITIAN Penelitian dapat dipandang sebagai sistem berpikir dan bertindak yang diarahkan pada pencapaian tujuan. Pengalaman pribadi. Permasalahan 1. Sebagai suatu sistem. Sumber Masalah Penelitian Sumber masalah penelitian menurut Turney dan Noble (Sudarwan Danim dan Darwis. Masalah menunjukkan adanya ketidak sesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang terwujud atau tercapai. Hakikat Permasalahan Masalah atau problem dapat diartikan sebagai jarak antara apa yang diharapkan (das Sollen) dengan apa yang terwujud atau tercapai (das Sein). Komponen-komponen penelitian adalah sebagai berikut. 2003 : 93-97) adalah sebagai berikut : a. penelitian memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan sebagai suatu kesatuan. Pengalaman pribadi dapat berupa pengalaman masa lampau dan kekinian. Halaman 13 .

4) Merumuskan masalah penelitian. Berdasarkan informasi yang diperoleh secara kebetulan .3) Membuat keputusan pribadi selaku calon peneliti untuk memecahkan masalah tersebut. 3) Mengidentifikasi penyebab munculnya masalah. Informasi yang diperoleh secara kebetulan. d. 4) Membuat keputusan pribadi selaku calon peneliti untuk memecahkan masalah tersebut. Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh peneliti berkenaan berkenaan dengan hal tersebut adalah : Halaman 14 . baik teoritis maupun praktis (Sudarwan Danim dan Darwis. dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut. 2) Mendefinisikan keterangan yang diperoleh secara spesifik. dari mana pun. masalah penelitian dipertajam dan dirumuskan. Untuk tujuan ini peneliti dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut. Melalui diskusi akademik. Kerja dan kontrak profesional Banyak peneliti mengembangkan atau merumuskan pertanyaan penelitian mereka sebagai bagian aktivitas pekerjaan atau diskusi dengan rekan sekerja. 5) Merumuskan masalah penelitian. 1) Mendifinisikan masalah bersama rekan sekerja. dan kapan pun calon peneliti berpeluang memperoleh informasi penting dan menarik untuk dijadikan topik penelitian. Pada banyak kasus. Pengujian dan pengembangan teori Tujuan penelitian antara lain adalah untuk melahirkan teori-teori baru dan merevisi teori yang telah ada yang ternyata sudah tidak relevan lagi dengan kenyataan sekarang. b. diskusi formal dan informal yang dilakukan oleh peneliti dengan rekan atau kelompok ahli lain sangat membantu upaya penajaman terhadap masalah. 3) Membuat keputusan untuk mengadakan penelitian. Untuk mewujudkan informasi tersebut menjadi permasalahan penelitian. 2) Mengidentifikasi penyebab munculnya masalah. Di mana pun. 1) Mengembangkan kepekaan selaku peneliti dalam merespons fenomena yang relevan. calon peneliti dapat merumuskan masalah penelitian dengan latar belakang dan tujuan. c. 4) Merumuskan pertanyaan penelitian. serta hasil akhir yang diharapkan. 2003 : 95).

ada beberapa kriteria yg. e Analisis literatur professional dan hasil penelitian sebelumya. dapat dipakai. jurnal. 3) Nilai praktis hasil penelitian bagi dirinya dan juga bagi profesinya. peneliti memilih dan merumuskan masalah penelitiannya. Kriteria dalam Pemilihan Masalah Tidak setiap masalah layak untuk diangkat sebagai topik penelitian. seperti : 1) Isu-isu yang muncul kekinian. yaitu sebagai berikut (Sudarwan Danim dan Darwis. relatif belum banyak diteliti? Untuk itu calon peneliti perlu menelaah beberapa hal. Untuk memilih masalah mana yang layak untuk diteliti. 2) Nilai teortis hasil penelitian bagi pengembangan ilmu sebagaimana yang diteliti. Apakah masalah itu sesuatu yang baru. 4) Penelitian sejenis pada skala wilayah. 5) Penelitian sejenis pada skala nasional. b. a. Dari hasil analisis terhadap literatur. 6) Penelitian sejenis pada skala internasional. 2) Isu-isu yang unik. Apakah masalah itu mengundang rasa ingin tahu peneliti atau pihak luar yang akan membaca atau memanfaatkan hasil penelitian itu ? Untuk itu peneliti perlu memperhatikan : 1) Nilai teoritis hasil penelitian bagi dirinya dan juga pihak lain seprofesi. 5) Merumuskan masalah penelitian. 2003 : 91-92). 2) Menelaah proses penelitian sehingga diperoleh teori tersebut. 4) Menentukan waktu dan situasi penelitian yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. dan metoda kerja yang akan dipakai memungkinkan terlaksananya pengkajian terhadap fakus masalah yang dipilih ? Halaman 15 . 3. tsb. 3) Penelitian sejenis pada skala institusi. c Apakah masalah yang dipilih berada dalam lingkup keilmuan yang ditekuni oleh peneliti selama ini ? d Adakah alat. 7) Penelitian sejenis menurut periode waktu. 3) Membuat keputusan untuk menyelenggarakan penelitian.1) Memahami teori-teori yang relevan dengan bidangnya. laporan. Masalah penelitian banyak diperoleh melalui penelaahan terhadap literatur professional dan laporan atau jurnal hasil penelitian. bahan.

Tidak mencerminkan ambisi pribadi atau masyarakat. 3) Fasilitas pendukung lainnya. b. Bersifat kausalitas atau menghubungkan dua variabel atau lebih. Teori Ilmiah 1. batasan. Teori ilmiah adalah sebuah set proposisi yang terdiri dari konsep-konsep yang telah didefinisikan secara jelas. masalah perijinan dari instansi terkait. B. Halaman 16 . d. et al. 2) Ketersediaan biaya penelitian. 4. dan dengan tujuan untuk menjelaskan serta meramalkan gejala-gejala tersebut (Ary. lebih baik dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dapat diukur secara empiris dan objektif. 2003 : 99) mengemukakan beberapa kirteria dalam merumuskan masalah. c. seperti keterbukaan sumber data. Pengertian Teori Ilmiah a. 2000: 36). 4) Metode penelitian yang dipakai menurut situasi dan karakteristik spesifik subjek penelitian. Dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda. langkah berikutnya adalah merumuskan masalah. serta proposisi yang menyajikan pandangan sistematis tentang gejala-gejala dengan jalan menetapkan hubungan yang ada di antara variablevariabel. 3) Kesediaan peneliti menyediakan waktu untuk mengkaji fokus penelitian secara memadai. b. yaitu : a. Perumusan Masalah Apabila permasalahan yang akan diteliti telah ditetapkan.Beberapa hal khusus yang perlu dipertimbangkan adalah : 1) Ada atau tidaknya alat / bahan pendukung penelitian. 4) Kapasitas peneliti dalam bekerja sama dengan pihak lain. dan tidak pula menuntut jawaban dengan pertimbangan moral subjektif. 2) Ketahanan psikologis peneliti. Tuckman (dalam Sudarwan Danim dan Darwis. Teori ilmiah adalah suatu himpunan pengertian (contruct atau concept) yang saling berkaitan. e Apakah segi-segi teknik berikut ini memungkinkan terselenggaranya penelitian sesuai dengan fokus masalah ? 1) Ketahanan fisik peneliti.

Klasifikasi Variabel Variabel dapat diklasifikasikan berdasarkan skala hubungannya. C. b. 3. Kegunaan Teori Ilmiah dalam Penelitian Pentingnya teori ilmiah dalam penelitian dapat disebutkan sebagai berikut a. b. Untuk mengetahui siapa saja peneliti lain dan pengguna di bidang yang sama. Pengertian Variabel Ada beberapa definisi tentang variabel. Sebagai dasar dalam merumuskan kerangka teoritis penelitian. e. Teori ilmiah adalah penjelasan mengenai fenomena-fenomena dengan cara menspesifikasikan hubungan antar variabel. Fakta memformulasikan kembali teori-teori ilmiah. Teori ilmiah adalah penjelasan mengenai hubungan antar konsep atau variabel. Sebagai informasi untuk menetapkan cara pengujian hipotesis. Hubungan antara keduanya adalah : a. Memperkaya ide-ide baru. Sebagai acuan dalam pengkajian suatu masalah. yaitu variabel. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. 2. Fakta dapat dijadikan dasar untuk menolak teori ilmiah. f. Fakta memprakarsai teori ilmiah. dan dapat tidaknya variabel dimanipulasi. d. teori ilmiah tidak terpisahkan dari fakta. sehingga variabel merupakan fenomena yang menjadi pusat perhatian penelitian untuk diobservasi atau diukur. Variabel adalah konsep yang memiliki variasi nilai. Variabel 1. Sebagai dasar dalam merumuskan hipotesis. c. Diantarnya adalah sebagai berikut. konteks . d. b. Definisi di atas mengandung makna bahwa sesuatu atau konsep dapat disebut variabel jika konsep tersebut memiliki variabilitas atau dapat dibedakan menjadi beberapa jenis atau kategori. Dalam penelitian ilmiah. c. Fakta memperjelas teori ilmiah. 2. g. Untuk mendapatkan informasi historis dan perspektif permasalahan yang akan diteliti. a. Pengertian yang dapat diambil dari definisi tersebut ialah bahwa dalam penelitian terdapat sesuatu yang menjadi sasaran.c. Halaman 17 pengukurannya. d. Hubungan teori ilmiah dengan fakta.

2) Variabel ordinal Variabel ordinal adalah variabel yang dibedakan menjadi beberapa secara bertingkat. 3) Variabel moderator atau variable intervening Variabel moderator merupakan variable yang juga mem-pengaruhi variabel terikat. yaitu variable terikat. 4) Variabel rasio Variabel rasio merupakan variabel selain berisfat membedakan. 6) Variabel rambang Halaman 18 . 2) Variabel terikat atau dependent variabel Variabel terikat merupakan variabel yang nilainya tergantung dari nilai vaiabel lainnya. Variabel-variabel tersebut saling berhubungan dan jika ditinjau dari konteks ini variable dibedakan menjadi : 1) Variabel bebas atau independent variables Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel lainnya.a. dst. tinggi. contoh : berat badan. tetapi dalam penelitian keber-adaannya dijadikan netral. sedang. dst. namun dalam penelitian penga-ruhnya tidak diutamakan. contoh status sosial ekonomi : rendah. tetapi bukan variable antara. Contoh variabel nominal : jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). mempunyai tingkatan. 4) Variabel perancu (confuding variable) Variabel perancu merupakan variabel yang berhubungan variabel bebas dan variabel terikat. 6. Berdasarkan konteks hubungannya Variabel dalam suatu penelitian jumlahnya bisa lebih dari satu. 7. 5) Variabel kendali Variabel kendali merupakan variabel yang juga mem-pengaruhi variabel terikat. 3) Variabel interval Variabel interval adalahvariabel yang selain dimaksudkan untuk membedakan. dan setiap nilai kategori diukur dari titik yang sama. tinggi badan. Berdasarkan skala pengukuranya 1) Variabel nominal Variabel nominal merupakan variabel dengan skala paling sederhana karena fungsinya hanya untuk membedakan atau memberi label suatu subjek atau kategori. juga mempunyai jarak yang pasti atau satu kategori dengan kategori lainnya. 8. c. mempunyai tingkatan yang jaraknya pasti. contoh prestasi belajar : 5.

Hubungan antar Variabel Hubungan antar variable dibedakan menjadi tiga jenis. suatu variabel atau variabel-variabel bebas berhubungan dengan variabel atau variable-variabel terikat. strategi pembiasaan. variabel dibedakan menjadi: 1) Variabel dinamis. teknik pelatihan. adalah variabel yang dapat dimanipulasi atau diintervensi oleh peneliti. Secara visual hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Halaman 19 . 2007: 29). status perkawinan. Hubungan asimetris Pada hubungan asimetris. dst. a. Contoh hubungan asimetris multivariate: Hubungan kecerdasan intelektual (X₁). contoh : metoda mengajar. umur. Berdasarkan dapat tidaknya variabel dimanipulasi Ada variabel di mana peneliti dapat melakukan intervensi dan ada pula variable di mana peneliti tidak dapat melakukan intervensi. dst. Secara visual hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. sehingga keberadaan variabel ini dalam penelitian diabaikan. Siswa yang mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi. presteasi belajarnya juga tinggi. yaitu: 1) Hubungan variabel bivariat: hubungan antara dua variabel.Variabel rambang merupakan variabel yang juga ikut mempengaruhi variabel terikat namun pengaruhnya tidak begitu berarti. Hubungan BIVARIAT VRIABEL 2) Hubungan variabel multivariat: hubungan antara tiga variabel atau lebih. merupakan variabel yang tidak dapat diintervensi atau dimanipulasi oleh peneliti. 3. 2) Variabel statis. hubungan simetris. contoh : jenis kelamin. Hubungan variabel asimetris dibedakan menjadi dua. Contoh hubungan asimetris bivariat : hubungan kecerdasan intelektual (X) dengan prestasi belajar (Y). yaitu : hubungan asimetris. dan motivsi belajar (X₃) dengan prestasi belajar (Y). dan hubungan timbal balik (Machfoedz. X Y Gambmar. d. Atas dasar tinjauan ini. kecerdasan emosional (X₂).

Kedua variable terikat berhubungan tetapi variable yang satu tidak diengaruhi variable lainnya. Hubungan TIMBAL BALIK VARIABEL Halaman 20 . Hubungan timbal balik Hubungan variabel dikatakan bersifat timbal balik jika variabel yang satu mempengaruhi variabel lainnya dan sebaliknya. Hubungan MULTIVARIAT VARIABEL b. Secara visual hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Hubungan simetris Hubungan variable secara simetris artinya ada hubungan antara dua variabel. prestasi belajar juga mempengaruhi rasa percaya diri. Contoh hubungan variable secara simetris: Variabel tinggi badan (Y₁) dan variable berat badan (Y₂) merupakan variable terikat yang dipengaruhi oleh variabel pertumbuhan (X). Hubungan SIMETRIS VARIABEL c. Contoh hubungan variabel secara timbale balik: Variabel rasa percaya diri (X) mempengaruhi prestasi belajar (Y) dan sebaliknya.X1 X2 X3 Gambar. Y Y₁ X Y₂ Gambar. tetapi variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variable lainnya. Hubungan semacam ini dapat digambarkan sebagai berikut: X Y Gambar.

Pentingnya operasionalisasi variabel Variabel harus didefinisikan secara operasional agar lebih mudah dicari hubungannya antara satu variabel dengan lainnya dan pengukurannya. Definisi konseptual bermanfaat untuk membuat logika proses perumusan hipotesa (Sarwono. definisi operasional pola B atau tipe II.4. Pendefinisian Variabel Secara Operasional a. Lain halnya dengan definisi konseptual. dan definisi operasional tipe C atau pola III (Sumadi Suryabrata. 2000 : 76). Sarwono. Cara-Cara Menyusun Definisi Operasional Ada tiga pendekatan untuk menyusun definisi operasional yaitu: 1) yang menekankan kegiatan apa yang perlu dilakukan. Operasionalisasi variabel bermanfaat untuk: 1) mengidentifikasi criteria yang dapat diobservasi yang sedang didefinisikan. 2006). Contoh: “Konflik” didefinisikan sebagai keadaan yang dihasilkan dengan menempatkan dua orang atau lebih pada situasi dimana Halaman 21 . dan 3) yang menekankan sifat-sifat statis yang didefinisikan. Ketiga cara menyusun definisi operasional tersebut dapat disebut sebagai definisi operasional tipe A atau pola I. 1) Definisi Operasional Tipe A atau Pola I Definisi operasional Tipe A dapat disusun didasarkan pada operasi yang harus dilakukan. 3) mengetahui bahwa definisi operasional bersifat unik dalam situasi dimana definisi tersebut harus digunakan (Sarwono. Tanpa operasionalisasi variabel. 2) menunjukkan bahwa suatu konsep atau objek mungkin mempunyai lebih dari satu definisi operasional. Dengan menggunakan prosedur tertentu peneliti dapat membuat gejala menjadi nyata. 2000: 76-77. 2006). definisi konseptual lebih bersifat hipotetikal dan “tidak dapat diobservasi”. 2) yang menekankan pada bagaimana kegiatan itu dilakukan. sehingga menyebabkan gejala atau keadaan yang didefinisikan menjadi nyata atau dapat terjadi. peneliti akan mengalami kesulitan dalam menentukan pengukuran hubungan antar variable yang masih bersifat konseptual. 2006) c. b. Karena definisi konseptual merupakan suatu konsep yang didefinisikan dengan referensi konsep yang lain. Pengertian definisi operasional Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atassifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (Sumadi Suryabrata.

yaitu berupa apa yang dilakukannya atau apa yang menyusun karaktersitik-karakteristik dinamisnya. keunikan / kekhususan tersebut tidak menjadi penghalang keberlakuannnya secara umum suatu konsep yang merupakan cirri validitas eksternal bagi desain penelitian yang kita buat. dst. menguasai beberapa bahasa asing. misalnya secara etimologis. Jadi hipotesis merupakan suatu pendapat atau kesimpulan yang belum final. 2) Definisi Operasional Tipe B atau Pola II Definisi operasional Tipe B dapat disusun didasarkan pada bagaimana objek tertentu yang didefinisikan dapat dioperasi-onalisasikan.masing-masing orang mempunyai tujuan yang sama. Contoh: “Orang pandai” dapat didefinisikan sebagai seorang yang mendapatkan nilai-nilai tinggi di sekolahnya. D. dan semakin menghilangkan objek-objek atau pernyataan lain yang muncul dalam mendifinisikan sesuatu hal yang tdiak kita inginkan tercakup dalam definisi tersebut secara tidak sengaja dan dapat meningkatkan adanya kemungkinan makna variable dapat direplikasi. d. yaitu apa saja yang menyusun karaktersitik-karaktersitik statisnya. yang harus diuji kebenarannya (Djarwanto. statistik. Pengertian Hipotesis Hipotesis dapat dijelaskan dari berbagai sudut pandang. maka semakin bermanfaat. Kriteria Keunikan Dalam menyusun definisi operasional. a. tetapi hanya satu orang yang akan dapat mencapainya. Sekalipun demikian. 3) Definisi Operasional Tipe C atau Pola III Definisi operasional Tipe C dapat disusun didasarkan pada penampakan seperti apa objek atau gejala yang didefinisikan tersebut. Secara etimologis. 1994 : 13). kemampuan berpikir baik. Semakin unik suatu definisi operasional. teknis. Karena definisi tersebut akan banyak memberikan informasi kepada peneliti.sistematis dan mempunyai kemampuan menghitung secara cepat. definisi tersebut sebaiknya dapat mengidentifikasi seperangkat kriteria unik yang dapat diamati. hipotesis berasal dari dua kata hypo yang berarti “kurang dari” dan thesis yang berarti pendapat. Contoh: “Orang pandai” dapat didefinisikan sebagai orang yang mempunyai ingatan kuat. Hipotesis 1. Halaman 22 .

Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penelitian. 2000 : 70). Hipotesis harus menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih (dalam satu rumusan hipotesis minimal terdapat dua variabel). keberadaan hipotesis dipandang sebagai komponen penting dalam penelitian.b. Hipotesis memberikan arah pada pengumpulan dan penafsiran data. 3. e. 2000 : 69). yaitu : a. c. Secara teknis. Secara statistik. Hipotesis merupakan suatu pernyataan sementara yang diajukan untuk memecahkan suatu masalah. Hipotesis harus dapat diuji kebenarannya. hipotesis merupakan pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian (Sumadi Suryabrata. 1991 : 49). Oleh karena itu sebelum terjun ke lapangan hendaknya peneliti telah merumuskan hipotesis penelitiannya. Hipotesis yang mempunyai dasar yang kuat menunjukkan bahwa peneliti telah mempunyai cukup pengetahuan untuk melakukan penelitian pada bidang tersebut. d. 1992 : 120). hipotesis merupakan deduksi dari teori ilmiah (pada penelitian kuantitatif) dan kesimpulan sementara sebagai hasil observasi untuk menghasilkan teori baru (pada penelitian kualitatif). Ciri-ciri Rumusan Hipotesis Ada beberapa hal yang harus diperhatikan peneliti dalam merumuskan hipotesis (Sumadi Suryabrata. hipotesis merupakan pernyataan mengenai keadaan parameter yang akan diuji melalui statistik sample (Sumadi Suryabrata. f. b. c. Dasar Pemikiran Pembuatan Hipotesis Dalam penelitian kuantitatif. Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap Masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris (Moh. Hipotesis hendaknya dirumuskan dengan jelas. c. b.Nazir. Ditinjau dalam hubungannya dengan teori ilmiah. Hipotesis hendaknya dinyatakan secara deklaratif (kalimat pernyataan). hipotesis merupakan pernyataan tentang keterkaitan antara variabel-variabel (hubugan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih). atau untuk menerangkan suatu gejala (Donald Ary. 1998: 182). d. Ditinjau dalam hubungannya dengan variabel. Halaman 23 . Pentingnya hipotesis dalam penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut. g. 2. Hipotesis merupakan petunjuk tentang prosedur apa saja yang harus diikuti dan jenis data apa saja yang harus dikumpulkan. d. a.

Hal ini didasari atas pertimbangan bahwa Ho „sengaja” dipersiapkan untuk ditolak. Jenis-jenis Hipotesis Ada beberapa jenis hipotesis. Hubungan antara hipotesis dengan observasi dan teori ilmiah pada hipotesis induktif dan deduktif dapat divisualisasikan sebagai berikut (Trochim. hipotesis dibedakan menjadi: 1) Hipotesis induktif. Hipotesis kerja biasanya disingkat H1 atau Ha. hipotesis dapat diklasifikasikan berdasarkan rumusannya dan proses pemerolehannya. Ada kalanya peneliti merumuskan hipotesis dalam bentuk H1 dan Ho untuk satu permasalahan penelitian. Ditinjau dari proses pemerolehannya. hipotesis dibedakan menjadi : 1) Hipoteis kerja. merupakan lawan dari hipotesis kerjadan sering disingkat Ho. Ditinjau dari rumusannya.4. sedangkan H1 “dipersiapkan” untuk diterima (Sudarwan Danim dan Darwis. 2003 : 171). Hipotesis Deduktif OBSERVATION CONFIRMATION THEORY TENTANTIVE PATTERN OBSERVATION Gambar. yaitu hipotesis yang dirumuskan berdasarkan pengamatan untuk menghasikan teori baru (pada penelitian kualitatif) 2) Hipotesis deduktif. THEORY HYPOTHESIS Gambar. 2005). Hipotesis Induktif Halaman 24 . b. Untuk mempermudah dalam mempelajari. 2) Hipotesis nol atau hipotesis statistik. yaitu hipotesis “yang sebenarnya” yang merupakan sintesis dari hasil kajian teoritis. merupakan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan teori ilmiah yang telah ada (pada penelitian kuantitatif). a.

Pengertian teknikpengambilan sampel Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. 2003: 97). subjek mematalkan kesediannya untuk menjadi responden penelitian. Sampel yang merupakan sebagaian dari populasi tsb. dan generasi dapat digambarkan sebagai berikut. Sebab-sebab yang dipertimbangkan dalam menentukan criteria ekslusi antara lain: a. benda-benda. Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam. 2003: 96). sample. 1994 : 43). 3. Dan satuan-satuan tersebut dinamakan unit analisis. Hubungan populasi. Sampel dan Generalisasi Halaman 25 . dst. Teknik pengambilan sampel a. (Djawranto. teknik sampling. Penentuan criteria sampel diperlukan untuk mengurangi hasil peneliian yang bias. Populasi dan Sampel 1. 2. TEKNIK SAMPLING POPULASI KESIMPULAN GENERALISASI SAMPEL Gambar. Sedangkan yang dimaksud dengan Kriteria eksklusi adalah meng-hilangkan/mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena sebab-sebab tertentu (Nursalam. Teknik Sampling. 4. Populasi. kemudian diteliti dan hasil penelitian (kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi).E. institusi-institusi. dan b. 1994 : 420). subjek berhalangan hadir atau tidak di tempat ketika pengumpulan data dilakukan. Kriteria Sampel Ada dua kriteria sampel yaitu kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Pengertian populasi Populasi atau universe adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Pengertian Sampel Sampel atau contoh adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti (Djarwanto. Sampel yang baik. adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi. dan dapat berupa orang-orang. yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi.

sampel yang dihasilkannya dapat bersifat tidak representatif atau tidak dapat menggambarkan karakteristik populasi.b. d) Teknik sampling secara rambang bertingkat. c. Bila keadaan populasi bersifat heterogen. 35 Metodologi Penelitian/Drs. Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. a) Teknik sampling secara rambang sederhana. c) Teknik sampling secara rambang proportional. 3) Dapat menghasilkan data yang lebih akurat. Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah dengan undian. Kuntjojo e) Teknik sampling secara kluster (cluster sampling) Halaman 26 . Adapun cara peng-ambilan. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.nya dapat dilakukan secara undian maupun sistematis. 2) Menghemat waktu untuk penelitian. Jika populasi terdiri dari subpopulasi-subpopulasi maka sample penelitian diambil dari setiap subpopulasi. d Jenis-jenis teknik sampling 1) Teknik sampling secara probabilitas Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Bila subpoplulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat. Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi. 4) Memperluas ruang lingkup penlitian. b) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling). Manfaat sampling 1) Menghemat beaya penelitian. Syarat-syarat teknik sampling Teknik sampling boleh dilakukan bila populasi bersifat homogen atau memiliki karakteristik yang sama atau setidak-tidaknya hampir sama. cara peng-ambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proportional.

Penarikan sample pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. melainkan secara kebetulan. Teknik pengambilan sample sema-cam ini disebut cluster sampling atau multi-stage sampling. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data. Beberapa jenis atau cara penarikan sampel secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut. dan tenaga. Penentuan Jumlah Sampel Bila jumlah populasi dipandang terlalu besar. 4.Ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. b) Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju). Proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan. 2004 : 55). sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua. yaitu semakin besar jumlah sampel semakin menggambarkan keadaan populasi (Sukardi. a) Puposive sampling atau judgmental sampling Penarikan sampel secara puposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih subjek berdasarkan criteria spesifik yang dietapkan peneliti. biaya. Halaman 27 . c) Quota sampling (penarikan sample secara jatah). Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti atau menurut pertimbangan pakar. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah. pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa jumlah sampel yang memenuhi syarat. Bila peneliti bermaksud meneliti sebagian dari populasi saja (sampel). seolah-olah terjadi efek bola salju. d) Accidental sampling atau convenience sampling Dalam penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel yang tidak direncanakan terlebih dahulu. 2) Teknik sampling secara nonprobabilitas. penelitili tidak meneliti seluruh anggota populasi. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama. dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar. Ada hukum statistika dalam menentukan jumlah sampel. berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. dengan maksud meng-hemat waktu. yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan.

. The word data is the plural of Latin datum. Walaupun pemakaian jumlah sampel yang besar sangat dianjurkan. Berdasarkan sumbernya : 1) data primer. 2002 : 96). Berdasarkan skala pengukurannya Data yang merupakan hasil pengukuran variabel memiliki jenis skala pengukuran sebagaimana yang terdapat pada variabel. b. Bila populasi bersifat homogen maka tidak dituntut sampel yang jumlahnya besar.Selain berdasarkan ketentuan di atas perlu pula penentuan jumlah sampel dikaji dari karakteristik populasi. Isaac dan Michael memberikan hasil akhir jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 – 100. 2005). data dapat dibedakan menjadi : 1) data nominal 2) data ordinal Halaman 28 . Data merupakan materi mentah yang membentuk semua laporan penelitian (Dempsey dan Dempsey. A large class of practically important statements are measurements or observations of variable. Data 1. c. adalah data yang diperoleh langsung pihak yang diperlukan datanya. Dengan menggunakan rumus tertentu (lihat Sukardi. F. dengan pertimbangan adanya berbagai keterbatasan pada peneliti. words. 2004 : 55). dan juga skala pengukurannya. 2004 : 55-56). Data adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi (Suharsimi Arikunto. Misalnya saja dalam pemeriksaan golongan darah. Dengan demikian berdasarkan tinjauan ini.pernyataan b. 2002: 76). a. c. or images (Wikipedia. Klasifikasi Data Data dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat. 2. Berdasarkan sifatnya : 1) data kuantitatif : data yang berupa angka-angka 2) data kualitatif : data yang berupa kata-kata atau pernyataan. sumber. sehingga peneliti berusaha mengambil sampel minimal dengan syarat dan aturan statistika tetap terpenuhi sebagaimana dianjurkan oleh Isaac dan Michael (Sukardi. merupakan data yang tidak diperoleh langsung dari pihak yang diperlukan datanya. Such statements may comprise numbers. Pengertian Data a.000. 2) data sekunder.

menggunakan kalkulator atau komputer. Pembahasan Pada tahap ini peneliti mengabstraksikan hasil uji hipotesis. Penelitian Kuantitatif Rancangan analisis data merupakan bagian integral dari proses penelitian yang dituangkan baik dalam bentuk tulisan atau tidak. mendalam. sumber data yang ditemui. semua investigator Halaman 29 . “Dalam penelitian kualitatif. Editing Editing atau kegiatan mengedit data dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kelengkapan. Coding Coding atau memberi kode pada data dilakukan dengan tujuan merubah data kualitatif menjadi data kuantitatif (kuantifikasi data) atau membedakan aneka karakter. Artinya. dan kesesuaian antara kriteria data yang diperlukan untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian. 1. 3. fokus masalah penelitian menuntut peneliti melakukan pengkajian secara sistematik. membahas hasil penelitian tersebut serta mengkonsultasikannya dengan hasil penelitian sebelumnya (bila situasi dan kondisinya memungkinkan). RANCANGAN ANALISIS DATA A. B. baik secara manual. Tabulasi Data Tabulasi data atau memasukkan data ke dalam tabel-tabel yang telah disediakan.3) data interval 4) data rasio BAB 4. baik tabel untuk data mentah maupun tabel kerja untuk menghitung data tertentu secara statistic. rancangan analisis data hasil penelitian telah dipersiapkan mulai dari penentuan jenis data yang akan dikumpulkan. Penelitian Kualitatif Pada penelitian dengan pendekatan kualitatif. analisis data pada umumnya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. Rancangan ini telah terformat sebelum kegiatan pengumpulan data dan pada saat merumuskan hipotesis. 4. Pada penelitian kuantitatif. dan rumusan hipotesis yang akan diuji telah dibuat. 2. dan bermakna sebagaimana ditegaskan oleh Burgess berikut ini. konsistensi. Pemberian kode sangat diperlukan terutama dalam rangka pengolahan data.

di mana pemaknaan itu selain dilakukan sendiri oleh peneliti juga didasari atas interpretasi bersama dengan sumber data. Kegiatan penelitian lebih mengutamakan proses dari pada hasil dan data penelitian dianalisis secara induktif untuk mendapatkan makna kondisi alami yang ada. Data penelitian yang dikumpulkan bersifat deskriptif. d. peneliti melakukan wawancara kepada responden dan mengamati sejumlah fenomena fokus penelitian yang tampak dan terjadi dilapangan sebagaimana adanya. 2003 : 262). Sudarwan Danim dan Darwis (2003 : 263 – 267) mengemukakan prinsip-prinsip analisis data pada penelitian kualitatif sebagai berikut. Prinsip-prinsip Analisis Data Atas dasar pendapat Bogdan dan Biklen serta Lincoln dan Guba. Verifikasi data dan fenomena dilakukan dengan cara mencari kasus yang berbeda atau bertentangan dengan menggunakan metoda dan subjek yang berbeda. dengan dipandu oleh kerangka konseptual atau teoritis” (Sudarwan Danim dan Darwis. Pemaknaan atas data dilakukan dengan interpretasi idiografik (idiographic interpretation) berupa analisis atas fenomena yang muncul namun bukan dimaksudkan untuk merumuskan generalisasi. Peneliti meminimalkan perspektif etik dengan tujuan mereduksi subjektivitas data yang dihimpun. 1. Karakteristik ini berimplikasi pada data yang terkumpul. . Pemberian makna merupakan dasar utama dalam memahami situasi. Proses kerja penelitian dilakukan dengan menggunakan perspektif etik. e.atau peneliti memfokuskan diri pada permasalahan yang dikaji. Peneliti mengumpulkan data dan mencatat fenomena yang terkait langsung atau tidak langsung dengan fokus penelitian. c. Peneliti menjadi instrumen utama pengumpulan data dan subjek yang diteliti dipandang mempunyai kedudukan sama secara nisbi dengan peneliti. Proses Analisis Data Halaman 30 . yaitu cenderung berupa kata-kata atau uraian deskriptif. Sebagai instrumen utama. f. a. b. 2. yaitu dengan mengutamakan pandangan dan pendirian responden terhadap sistuasi yang dihadapinya. tanpa mengabaikan data berbentuk angka-angka.

b. 7) menggunakan metafora. 3. analogi dan konsep. corfirmability. Analisis data setelah pengumpulan data selesai dilakukan dengan : 1) membuat kode data secara kategoris. yaitu : credibility. Halaman 31 . wawancara atau pengamatan secara terus menerus hingga mencapai tingkat redundancy. 2003 : 269 – 270). data yang telah terkumpul juga dianalisis dengan menggunakan prosentase. Untuk memenuhi criteria ini peneliti perlu melakukan trianggulasi. 8) menggunakan alat-alat audio visual. yaitu : 1) Peneliti tinggal cukup lama pada situasi penelitian. 3) merencanakan sesi pengumpulan data secara jelas. kredibilitas hasil penelitian kualitatif dapat dicapai dengan beberapa cara. tingkat kepercayaan hasil penelitian dapat dicapai jika peneliti berpegang pada 4 prinsip atau kriteria. 2) mengembangkan secara terus-menerus pertanyaan analitis. Menurut Lincoln dan Guba. dan transferability (Sudarwan Danim dan Darwis. member check. 2) Observasi dilakukan secara berlanjut dan cermat. dependability. Analsis data selama peneliti dilapangan dilakukan dengan cara : 1) mempersempit fokus dan menetapkan tipe studi. 5) membuat catatan sistematis mengenai hasil pengamatan dan penelaahan. Disamping analisis kualitatif. 6) mempelajari referensi yang relevan selama di lapangan. Credibility Credibility atau prinsip kredibilitas menunjuk pada apakah kebenaran penelitian kualitatif dapat dipercaya. a.Bogdan dan Biklen mengemukakan bahwa analisis data kualitatif dilakukan melalui dua fase. Tingkat Kepercayaan Hasil Penelitian Hasil penelitian kualitatif atau naturalistik dipandang memenuhi kriteria ilmiah jika memiliki tingkat kepercayaan tertentu. Secara lebih spesifik. 2003 : 268 – 269). dalam maknadapat mengungkapkan kenyataan yang sesungguhnya. 2) menata sekuensi atau uruan penelaahan. a. 4) menjaga konsistensi atas ide dan tema atau fokus penelitian. yaitu selama dan setelah selesainya proses pengumpulan data (Sudarwan Danim dan Darwis.

2) Mendatangi pihak-pihak tertentu untuk melakukan audit trial. Halaman 32 . kecuali situasi tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan situasi lapangan tempat penelitian. 5) Analisis kasus negatif. Untuk memenuhi prinsip ini. serta memeriksa secara teliti setiap langkah kerja penelitian . dan membuat tafsiran atas fenomena. dalam menggunakan konsep. berupa jejak atau sistematika kerja penelitian yang dapat dilacak dan diikuti.3) Melihat fenomena dari berbagai sudut pandang. Transferability Prinsip transferabilitas mengandung makna apakah hail penelitian ini dapat digeneralisasikan atau diaplikasikan pada situasi lain. Corfirmability Prinsip konfirmabilitas menunjuk pada sangat perlunya upaya untuk mengkonfirmasikan bahwa temuan yang telah diperoleh dapat dipercaya kebenarannya. b. Berkenaan dengan hal ini hasil penelitian kualitatif tidak secara apriori dapat digeneralisasikan.Dependebility Prinsip dependabilitas merujuk pada apakah hasil penelitian memiliki keandalan atau reliabilitas. khususnya para promoter. 3) Mengonfirmasikan hasil penelitian dengan para ahli. Dengan demikian upaya untuk menstransfer hasil pebnelitian kualitatif pada situasi yang berbeda sangat mungkin namun memerlukan penyesuaian menurut keadaan dan asumsi yang mendasarinya. peneliti dapat melakukan berbagai cara. c. Prinsip ini dapat dipenuhi dengan cara mempertahankan konsistensi teknik pengumpulan data. d. 4) Diskusi dengan sejawat. serta melakukan proses kerja secara sistematis dan terdokumenasi. yaitu : 1) Mengundang berbagai pihak untuk mendiskusikan temuan dan draf hasil penelitian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful