BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai meninggal dunia. Sebagaimana telah disinggung pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik, banyak sekali hal-hal yang seharusnya dibicarakan yang amat penting bagi kita dalam tahap awal pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik itu sendiri. Sesungguhnya terdapat berbagai persoalan yang semuanya bias dianggap penting yaitu: tugas-tugas perkembangan, karekteristik pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik dalam masing-masing priode, serta hukum-hukum perkembangan. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian proses perkembangan? 2. Apa tugas-tugas pada setiap fase perkembangan? 3. Apa hukum-hukum perkembangan? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk menjelaskan pengertian proses perkembangan 2. Untuk mengetahui tugas-tugas pada setiap fase perkembangan 3. Untuk mengetahui hukum-hukum perkembangan

1

dan perubahan-perubahan 2 . tak pernah statis atau mandek. kematangan. Secara global. Life span ini menurutnya berlangsung dalam 10 tingkatan atau fase. Tahapan proses konsepsi b. Manusia. Adapun maksud kata proses dalam perkembangan siswa adalah tahapan-tahapan perubahan yang dialami seorang siswa. karena perubahan-perubahan senantiasa terjadi dalam dirinya dalam berbagai kapasitas (kemampuan) baik yang bersifat biologis. Tahapan proses kelahiran c. Perkembangan dapat juga dilukiskan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi. berdasarkan proses pertumbuhan. menurut Hurlock. Tahapan proses perkembangan individu Hurlock memberi istilah ³stages in the life span´ (tingkatan-tingkatan dalam rentang waktu kehidupan) bagi seluruh proses perkembangan individu. Proses perkembangan denga pengertian seperti ini menurut Elizabeth B. Proses dapat juga berarti cara terjadinya perubahan dalam diri siswa atau reaksi/respon yang ditimbulkan oleh siswa tersebut. Proses perkembangan Secara umum.BAB II PEMBAHASAN A. proses diartikan sebagai tahapan perubahan yang terjadi dalam suatu perkembangan sesuatu. seluruh proses perkembangan individu sampai terjadi ³person´ (dirinya sendiri) berlangsung tiga tahap: a. Hurlock merupakan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan (developmental changes). baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah. bermula dari prenatal period (masa sebelum lahir) sampai ³old age´ (masa tua). Proses dalam hal ini juga berarti tahapan perubahan tingkah laku siswa baik yang terbuka maupun yang tertutup.

Kebiasaan bayi untuk merangkak kalau mengambil sesuatu akan menghilang sesuai dengan meningkatnya kemampuan-kemampuan motorik dan berganti dengan jalan. 3. bayi belum mempunyai gigi dan beberapa waktu kemudian (kalau sudah sampai waktunya atau umurnya) gigi tersebut akan tumbuh. baik fisik maupun psikis. Berubah untuk mengganti hal-hal yang lama. bayi memperoleh atau menambah sesuatu yang baru yang sebelumnya belum ada atau belum dimiliki. 4. Perubahan dalam perbandingan. yang khayal dengan hal-hal yang rasional semakin lama semakin besar. Tugas dan fase perkembangan Perkembangan merupakan suatu proses yang menggambarkan perilaku kehidupan sosial psikologi manusia pada posisi yang harmonis di dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas dan kompleks. 2. dijalani. Oleh Havighurst perkembangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang harus dipelajari. atau dengan perkataan lain perjalanan hidup manusia ditandai dengan berbagai tugas perkembangan yang harus ditempuh. dan anggota gerak. Dilihat dari sudut fisik terjadi perubahan proporsional antara kepala. Perubahan Dalam Ukuran Perubahan. Dapat berbentuk pertambahan ukuran panjang atau tinggi maupun berat badan. banyak hal yang baru diperoleh selama perkembangan sesuai dengan keadaan dan tingkatan/tahapan perkembangannya. B. Ketika dilahirkan. Kebiasaan untuk melakukan sesuatu tanpa bisa menahan diri dan menunda emosi sedikit demi sedikit akan hilang. Perubahan tersebut dapat dibagi menjadi 4 kategori utama: 1. 3 . anggota badan. Dengan demikian. Perubahan secara proporsional juga terjadi pada perkembangan mental. Berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru. Perbandingan antara yang tidak riil.meliputi beberapa aspek. dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya.

tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan 4 . Tugas Perkembangan Fase Bayi Secara kronologis (menurut urutan waktu). seperti kengiatan belajar keterampilan melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim terjadi pada manusia normal. manusia harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Adapun mengenai fase-fase perkembangan dan tugas-tugas yang mengiringi fase-fase tersebut adalah sebagaimana yang dikemukakan Robert Havigurst berikut ini: a. umpanya kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5 tahun. yakni dari usia setahun hingga usia antara lima atau enam tahun. masa bayi (infancy atau babyhood) berlangsung sejak seorang individu manusia dilahirkan dari rahim ibunya sampai berusia sekitar setahun. Kegiatan belajar ini tidak berarti merupakan kegiatan belajar yang ilmiah. Disamping itu hal-hal lain juga menimbulkan tugas-tugas perkembangan tersebut adalah : 1. Karena adanya tuntutan masyarakat sekitar. Sedangkan masa kanak-kanak (early childhood) adalah masa perkembangan berikutnya. Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat. Tugas belajar yang muncul dalam setiap fase perkembangan merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara otomatis. Karena adanya dorongan cita-cita psikologi manusia yang sedang berkembang itu sendiri. Dalam rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya. Karena adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu. 3. Belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tertenru pada saat atau masa perkembangannya yang tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya. 2.Setiap fase atau tahapan perkembangan manusai senantiasa berlan gsung seiring dengan kegiatan belajar.

Mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti siap mengenal huruf. logika.keluarganya. Belajar berbicara 4. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk b. Belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dari tubuhnya 5. Belajar berdiri berjalan 3. Memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok sebaya (peer group) 2. fungsionalisasi lingkungan keluarga pada fase ini penting sekali untuk mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama lingkungan sekolah. Belajar memakan makanan keras 2. Memilki dorongan mental untuk memasuki konsep. Belajar mengadakan hubungan emosional selain ibunya 8. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain 2. Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa perkembangan kedua meliputi kegiatan belajar dan mengembangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan 6. dengan ciri-ciri utama sebagai berikut: 1. Membina sikap yang sehat (positif) terhadap diri sendiri sebagai seorang individu yang sedang berkembang 5 . Tugas Perkembangan Fase Anak-Anak Masa anak-anak (late childhood) berlangsung antara usia 6-12 tahun. Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi kegiatan-kegiatan belajar sebagai berikut: 1. Oleh karena itu. simbol dan komunikasi yang luas. Keadaan fisik yang memungkinkan/mendorong anak memasuki dunia permainan dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan jasmani 3. suku kata dan kata-kata tertulis 7.

yakni saat perkembangan biologis sudah lambat tapi terus berlangsung pada bagian-bagian organ tertentu. Havighurst mengemukakan 10 jenis tugas perkembangan remaja. Memilih dan menyiapkan suatu pekerjaan 7. Tugas Perkembangan Fase Remaja Masa remaja (adolescene) menurut sebagaian ahli psikologi terbagi atas sub-sub masa perkembangan sebagai berikut: 1. Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan seharihari 7. Menerima keadaan badannya dan menggunakannya secara efektif 4. menulis dan berhitung 6. Menyiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga 6 . Mencapai kebebasan ekonomi 6. Mengembangkan dasar-dasar keterampilan membaca. Belajar memainkan peran sebagai seorang pria (jika ia seorang pria) dan sebagai wanita (jika ia seorang wanita) 5. Mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya secara lebih memuaskan dan matang 2. Mencapai perasaan seks dewasa yang diterima secara sosial 3. Mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa 5. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya sesuai dan etika moral yang berlaku di masyarakatnya 4. Belajar mencapai kemerdekaan atau kebebasan pribadi c. Sub perkembangan post-puber. yaitu: 1. Mengembangkan sikap obyektif/tugas baik 9. Mengembangkan kata hati. Sub perkembangan puber selama dua setegah sampai tiga setegah tahun 3.3. Sub perkembanga prepuber selama kurang lebih dua tahun sebelum masa puber 2. moral dan segala nilai yang selarasdenga keyakinan dan kebudayaan yang berlaku di masyarakatnya 8.

Tugas Perkembangan Dewasa Masa dewasa awal (early adulthood) ialah fase perkembangan saat seorang remaja mulai memasuki masa dewasa. Membesarkan anak-anak 7. e. yaitu sebagai berikut: 1. Menginginkan dan mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial 10.8. d. Menerima tanggung jawab kewarganegaraan 8. Memilih teman atau pasangan hidup berumah tangga 3. Mengelola tempat tinggal untuk keperluan rumah tangga dan keluarganya 6. Sebelum memasuki masa ini seorang remaja terlebih dahulu berada pada tahap ambang dewasa (late adulescense) atau masa remaja akhir yang lazim berlangsung 21 atau 22 tahun. Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa awal. meliputi: 1. Belajar hidup bersama pasangan dalam suasa rumah tangga 5. yakni usia 21-40 tahun. Mulai memasuki kehidupan berumah tangga 4. Mulai bekerja mencari nafkah 2. Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang perlu bagi warga negara yang kompeten 9. Menemukan kelompok sosial yang cocok dan menyenangkan. Tugas Perkembangan Setegah Baya Masa setagah baya (middle age) adalah masa yang berlangsung antara usia 40 sampai 60 tahun. Adapun tugas-tugas perkembangan pada fase ini. Menggapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah laku. Mencapai tanggung jawab sosial dan kewarganegaraan secara lebih dewasa 7 .

Tugas-tugas perkembangan pada masa tua adalah sebagai berikut: 1. sejak kelahirannya dan dalam menjalani kehidupan seterusnya terdapat dasar-dasar dan pola-pola kehidupan yang berlaku 8 diri dengan menurunnya kekuata dan kesehatam diri dengan keadaan pensio dan berkurangannya . Menghubungkan diri sedemikian rupa dengan pasangannya 5. Menyesuaikan diri dengan kematian pasanga 4. Menyesuaikan diri denga kehidupan orang-orang yang berusia lanjut. Membina pergaulan jasmaniah sedemikian rupa agar memuaskan dan sesuai dengan kebutuhannya 6. Menyesuaikan diri terhadap peranan-peranan sosial dengan cara yang luwes C. Menyesuaikan jasmaniahnya 2. Tugas Perkembangan Fase Usia Lanjut Masa tua (old age) adalah fase terakhir kehidupan manusai. f.2. Diantara perubahan-perubahan tersebut adalah menurunya kekuatan otot-otot tangan dan otot-otot yang menyangkut seluruh tubuh. Menyesuaikan penghasilannya 3. Membuat anak-anak yang berusia belasan tahun agar berkembang menjadi orang-oarang dewasa yang bahagia dan beratnggung jawab 3. Masa ini berlangsung antara usia 60 tahun sampai berhembusnya nafas terakhir (akhir hayat). Membina hubungan yang tegas dega para anggota kelompok seusianya 5. Pada masa ini terjadinya perubahan-perubahan motorik yang semakin merosot. Mencapai dan melaksanakan penampilan yang memuaskan dalam karier 7. Hukum Perkembangan Bagi setiap makhluk hidup. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan psikologis yang lazim pada masa setegah baya 6. Mengembangkan aktivitas dan memanfaatkan waktu luag sebaik-baiknya 4.

Sebaliknya. Secara spesifik. hasil pendidikan siswa tersebut hanya sesuai 9 . tak terkecuali para siswa. Di samping itu terdapat pula pola-pola yang berlaku khusus sehubungan dengan sifat-sifat individualnya. Pola kehidupan yang dimaksudkan bisa dipergunakan sebagai patokan untuk mengenal ciri perkembangan anak-anak. Lingkungan dan latar belakang kebudayaan masingmasing bangsa mempengaruhi pola pertumbuhan dan perkembangan bangsa itu. dan pembawaan (watak dan bakat) siswa tersebut akan dikorbankan. Hukum-hukum perkembangan itu antara lain: 1. Hukum Konvergensi Perkembangan manusia pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir. hukum perkembangan dapat diartikan sebagai kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan. hasil pendidikan siswa hanyanakan sesuai dengan kehendak lingkungannya. Hal ini berarti masa depan kehidupan manusia. Dapat juga dikatakan. jika pembawaan siswa lebih besar dan lebih kuat pengaruhnya daripada lingkungan. bergantung pada potensi pembawaan yang mereka warisi dari orang tua pada proses pematangan. maka hasil pendidikan yang didapat siswa itupun seimbang dengan baik. hukum perkembangan adalah patokan generalisasi. apabila pengaruh lingkungan lebih besar dan lebih kuat dari pembawaan. tetapi juga oleh lingkungan pendidikan. Seberapah jauh perbedaan pengaruh antara pembawaan dengan lingkugan. dalam arti tidak ada satu faktor pun yang dikorbankan secara sia-sia. Seterusnya.umum sesuai dengan jenisnya. Hukum dalam pembahasan ini adalah kaidah atau patokan mengenai terjadinya peristiwa tertentu. dan pada proses pendidikan mereka yang alami. bergantung pada besar kecilnya efek lingkungan yang dialami siswa. Apabila pengaruh lingkungan sama besarnya dan kuatnya dengan pembawaan siswa. mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manusia.

Kedatangan masa peka ini menurut para ahli hanya sekali selama hidupnya. 10 . 3. Hukum Perkembangan dan Pengembangan Diri Para siswa. rasa tidak aman. menyelanatkan diri apabila ada bahaya. orang-orang tua yang buta huruf merasa sulit sekali mengikuti pelajaran membaca. memilki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal yag negatif. Antara perkembangan dan belajar terdapat hubungan sangat erat sehingga hampir semua proses perkembangan memerlukan belajar. Dari usaha untuk memepertahankan diri berlanjut menjadi usaha untuk mengembangkan diri. Barangkali karena keterlambatan masa peka itulah. terlalu kecil pengaruhnya lingkungan pendidikan. Hukum Masa Peka Peka artinya muda terangsang atau mudah menerima stimulus. Oleh karena itu. 4. 2. kematian. dapat dikatakan bahwa setiap anak biasanya berkembang karena belajar. menulis dan berhitung. Dengan demikian. Hukum Keperluan Belajar Yang dimaksud dengan hukum kesatuan organis disini adalah bahwa berkembangnya fungsi fisik maupun mental psikologis pada diri manusia itu tidak berkembang lepas satu sama lainnya tetapi merupakan suatu kesatuan. Masa peka adalah masa yang tepat yang terdapat pada diri anak untuk mengembangkan fungsi-fungsi tertentu. karena ketidakmampuan lingkungan. seperti juga manusia dan organisme lainnya. Hal ini terwujud pada usaha makan ketika lapar. seperti rasa sakit. dan juga kepunahan dan seterusnya.dengan bakat dan kemampuannya tanpa bisa berkembang jauh. Sehingga keterlambantan memanfaatkan masa yang senagt berharga tersebut akan menyebabkan kesulitan belajar. misalnya mutu guru dan fasilitas yang rendah akan merugikan para siswa yang membawa potensi bakat yang baik.

Tempo perkembangan yang terlalu cepat atau terlalu lambat biasanya menunjukkan kelainan yang relatif sangat jarang. misalnya tidak terlepas dari perkembangan kemampuan mendengar. melihat. menampilkan adanya perbedaan-perbedaan individu. Tempo-tempo perkembangan manusai pada umumnya terbagi dalam kategori : cepat. Hukum Tempo Perkembangan Lambat atau cepatnya proses perkembangan seseorang tidak sama dengan oarang lain.Keperluan belajar bagi proses perkembangan. Selanjutnya kemampuankemampuan ini juga tidak terlepas dari perkembangan berpikir. yaitu cepat-lambatnya sesuatu penahapan perkembangan terjadi. terutama perkembangan fungsi-fungsi psikis tak dapat kita ingkari. terus-menerus dan dalam tempo perkembangan yang relatif tetap serta bisa berlaku umum. perkembangan pancaindra. suatau tahapan perkembangan tidak terlepas dari tahapan perkembangan lainnya. sedang dan lambat tidak menunjukkan kualitas proses perkembangan seorang anak yang normal. kemampuan belajar secara lahiriah meskipun sekedar memfungsikan organ kaki anak yang sebenarnya berpotensi untuk bisa berjalan sendiri. 11 . Tahapan perkembangan berlangsung secara berurutan. Hukum Kasatuan Anggota Badan Proses perkembangan fungsi-fungsi organ jasmaniah tidak terjadi tanpa diiringi proses perkembangan fungsi-fungsi rohaniah. Justru perbedaan-perbedaan waktu. setiap orang memilki tempo perkembangan masing-masing. Pada dasarnya tempo cepat. berbicara dan merasa. Jadi. Dengan kata lain. atau sesuatu masa perkembangan dijalani. bersikap dan berperasaan. 5. Bahkan. sedang dan lambat. Dengan demikian. 6. meskipun kebanyakan ahli tidak menyebutnya secara eksplisist.

8. yakni: a. Jika perkembangan kemampuan berbicara sangat terlambat dibandingkan dengan anak-anak lain pada masa perkembangan yang sama. perkembangan manusia itu tidak tetap. b. Artinya. terkadang naik terkadang turun. mengemukakan sesuatu dan terbatas perbendaharaan kata. Masa trotz ini terjadi dalam periode : 1.Dalam praktek sering terlihat dua hal sebagai petunjuk keterlambatan pada keseluruhan perkembangan mental. Menurut pengamatan para ahli psikologi. Trotz periode ke-1 atau krisis pertama terjadi pada masa usia 2 sampai 3 tahun dengan ciri utama anak menjadi egois. Hukum Irama Perkembangan Di dalam perkembangan juga dikenal adanya irama atau naik -turunya proses perkembangan. mudah diramalkan anak itu akan mengalami kelambatan pada seluruh aspek perkembangannya. dengan ciri utama sering membantah orang tuanya sendiri dalam mecapai identitas pribadi. Trotz periode ke-2 atau krisis kedua terjadi pada umur antara 14 sampai 17 tahun. Seorang anak yang pada umur empat tahun misalnya masih mengalami kesulitan dalam berbicara. selalu bersikap dan bertingkah laku mendahulukan kepentingan diri sendiri. Jika perkembangan kemampuan fisiknya untuk berjalan jauh tertinggal dari patokan umum. tanpa ada sebab khusus pada fungsionalitas fisiknya yang terganggu. 7. Hukum Rekapitulasi Hukum rekapitulasi berasal dari teori rekapitulasi (recapitulation theory) yang berisi doktrin sebagai mana yang telah dikemukakan oleh Rober bahwa 12 . 2. setiap anak biasanya mengalami dua masa pancaroba atau krisis yang lazim disebut ³trotz´.

Hukum rekapitulasi perkembangan yang tampak pada anak adalah sebagai berikut : 1). yakni pada umur sekitar 10 tahun 3). Ada dua aspek yang digambarkan oleh teori ini. Masa berdagang. yakni aspek psikis dan aspek fisik. Masa mengembala. 13 . Masa berburu dn menyamun. yakni pada umur sekitar 12 tahun ke atas. yakni pada umur sekitar 8 tahun 2). Masa bercocok tanam.proses perkembangan individu manusia adalah sebuah mikrokosmik (dunia kehidupan kecil) yang mencerminkan evolusi kehidupan jenis makhluk hidup dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang paling kompleks. yakni pada umur sekitar 12 tahun ke atas 4).

suku kata dan kata-kata tertulis. belajar berbicara. pemilihan dan latihan jabatan. mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti siap mengenal huruf. mulai memasuki kehidupan berumah tangga. baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah. Proses perkembangan adalah tahapan-tahapan perubahan yang dialami seorang. 2. menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social.  Masa Remaja Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif .  Masa Dewasa Mulai bekerja mencari nafkah. persiapan mandiri secara ekonomi. belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anakanak laki-laki. memilih teman atau pasangan hidup berumah tangga. belajar berdiri berjalan. belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan.BAB III PENUTUP A. belajar hidup bersama pasangan dalam suasa rumah tangga. mempersiapkan perkawinan dan keluarga. perkembangan skala nilai. mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya. belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dari tubuhnya. mengelola tempat tinggal untuk keperluan rumah tangga dan keluarganya. belajar mengadakan hubungan emosional selain ibunya. Tugas-tugas pada setiap fase perkembangan :  Masa bayi dan anak-anak Belajar memakan makanan keras. belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk. membesarkan 14 . menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita. Kesimpulan 1.

Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan Mengembangkan . 15 . maka pendidikan yang berkembang di bangsa kita niscaya akan menghasilkan out put-out put yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Menerima tanggung jawab kewarganegaraan. hukum dan fase perkembangan hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar.anak-anak.  Masa Lanjut Usia Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis. kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa. Saran Pengertian. sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai. Hukum-hukum perkembangan  Hukum konvergensi  Hukum perkembanga da pengembangan diri  Hukum masa peka  Hukum keperluan belajar  Hukum kesatuan anggota belajar  Hukum tempo perkembangan  Hukum irama perkembangan  Hukum rekapitulasi B. 3. menemukan kelompok sosial yang cocok dan menyenangkan. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu. tugas. Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh. Dengan memahami perkembangan peserta didik.

com/orig /7716804/ 74dc4d46-487e-4ac7-becf- a6f4c3b75109. Makalah: Hukum Pertumbuhan Dan Perkembangan . http://docs. Anonim.DAFTAR PUSTAKA Aisha Sitti. 2011. dkk.doc. 2010. Perkembangan Peserta Didik.docstoc.doc. 16 . Pare-pare: Umpar. diakses 23 januari 2011. Syakir. M.Pd.com/orig/954063/f2f1976b-8dfe-46f5-83ec81baefd5acc9. Rakhmah Annisa.docstoc. diakses 23 januari 2011 Radhy Muh. Mengenal Psikologi Perkembangan. dkk.com/orig /2220517/64c86c5f-a487-4fcf-b58e-aff85ff7f2c0. http://docs. Drs. 2009. Makalah: Pertumbuhan Dan Perkembangan Psiko ± Fisik.doc. http://docs.docstoc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful