BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai meninggal dunia. Sebagaimana telah disinggung pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik, banyak sekali hal-hal yang seharusnya dibicarakan yang amat penting bagi kita dalam tahap awal pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik itu sendiri. Sesungguhnya terdapat berbagai persoalan yang semuanya bias dianggap penting yaitu: tugas-tugas perkembangan, karekteristik pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik dalam masing-masing priode, serta hukum-hukum perkembangan. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian proses perkembangan? 2. Apa tugas-tugas pada setiap fase perkembangan? 3. Apa hukum-hukum perkembangan? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk menjelaskan pengertian proses perkembangan 2. Untuk mengetahui tugas-tugas pada setiap fase perkembangan 3. Untuk mengetahui hukum-hukum perkembangan

1

Proses dalam hal ini juga berarti tahapan perubahan tingkah laku siswa baik yang terbuka maupun yang tertutup. karena perubahan-perubahan senantiasa terjadi dalam dirinya dalam berbagai kapasitas (kemampuan) baik yang bersifat biologis. Proses perkembangan Secara umum.BAB II PEMBAHASAN A. baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah. Hurlock merupakan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan (developmental changes). Tahapan proses konsepsi b. Tahapan proses perkembangan individu Hurlock memberi istilah ³stages in the life span´ (tingkatan-tingkatan dalam rentang waktu kehidupan) bagi seluruh proses perkembangan individu. Perkembangan dapat juga dilukiskan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi. bermula dari prenatal period (masa sebelum lahir) sampai ³old age´ (masa tua). kematangan. menurut Hurlock. seluruh proses perkembangan individu sampai terjadi ³person´ (dirinya sendiri) berlangsung tiga tahap: a. dan perubahan-perubahan 2 . proses diartikan sebagai tahapan perubahan yang terjadi dalam suatu perkembangan sesuatu. Tahapan proses kelahiran c. Secara global. Adapun maksud kata proses dalam perkembangan siswa adalah tahapan-tahapan perubahan yang dialami seorang siswa. tak pernah statis atau mandek. Manusia. Proses dapat juga berarti cara terjadinya perubahan dalam diri siswa atau reaksi/respon yang ditimbulkan oleh siswa tersebut. Proses perkembangan denga pengertian seperti ini menurut Elizabeth B. berdasarkan proses pertumbuhan. Life span ini menurutnya berlangsung dalam 10 tingkatan atau fase.

anggota badan. 3. dan anggota gerak. dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya. bayi belum mempunyai gigi dan beberapa waktu kemudian (kalau sudah sampai waktunya atau umurnya) gigi tersebut akan tumbuh. Dapat berbentuk pertambahan ukuran panjang atau tinggi maupun berat badan. 3 . Perubahan tersebut dapat dibagi menjadi 4 kategori utama: 1. Perubahan Dalam Ukuran Perubahan. Berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru. Perubahan dalam perbandingan. atau dengan perkataan lain perjalanan hidup manusia ditandai dengan berbagai tugas perkembangan yang harus ditempuh. Oleh Havighurst perkembangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang harus dipelajari. Tugas dan fase perkembangan Perkembangan merupakan suatu proses yang menggambarkan perilaku kehidupan sosial psikologi manusia pada posisi yang harmonis di dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas dan kompleks. Dilihat dari sudut fisik terjadi perubahan proporsional antara kepala. 4. Kebiasaan bayi untuk merangkak kalau mengambil sesuatu akan menghilang sesuai dengan meningkatnya kemampuan-kemampuan motorik dan berganti dengan jalan. banyak hal yang baru diperoleh selama perkembangan sesuai dengan keadaan dan tingkatan/tahapan perkembangannya. Perbandingan antara yang tidak riil. 2. Kebiasaan untuk melakukan sesuatu tanpa bisa menahan diri dan menunda emosi sedikit demi sedikit akan hilang. Ketika dilahirkan. bayi memperoleh atau menambah sesuatu yang baru yang sebelumnya belum ada atau belum dimiliki. dijalani. Perubahan secara proporsional juga terjadi pada perkembangan mental.meliputi beberapa aspek. Dengan demikian. Berubah untuk mengganti hal-hal yang lama. baik fisik maupun psikis. yang khayal dengan hal-hal yang rasional semakin lama semakin besar. B.

Dalam rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya. Karena adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu. Karena adanya tuntutan masyarakat sekitar. 2. Adapun mengenai fase-fase perkembangan dan tugas-tugas yang mengiringi fase-fase tersebut adalah sebagaimana yang dikemukakan Robert Havigurst berikut ini: a. Tugas belajar yang muncul dalam setiap fase perkembangan merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara otomatis. Karena adanya dorongan cita-cita psikologi manusia yang sedang berkembang itu sendiri. Tugas Perkembangan Fase Bayi Secara kronologis (menurut urutan waktu). seperti kengiatan belajar keterampilan melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim terjadi pada manusia normal. manusia harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu. umpanya kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5 tahun. Kegiatan belajar ini tidak berarti merupakan kegiatan belajar yang ilmiah. yakni dari usia setahun hingga usia antara lima atau enam tahun.Setiap fase atau tahapan perkembangan manusai senantiasa berlan gsung seiring dengan kegiatan belajar. tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan 4 . Sedangkan masa kanak-kanak (early childhood) adalah masa perkembangan berikutnya. masa bayi (infancy atau babyhood) berlangsung sejak seorang individu manusia dilahirkan dari rahim ibunya sampai berusia sekitar setahun. 3. Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat. Disamping itu hal-hal lain juga menimbulkan tugas-tugas perkembangan tersebut adalah : 1. Belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tertenru pada saat atau masa perkembangannya yang tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya.

Keadaan fisik yang memungkinkan/mendorong anak memasuki dunia permainan dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan jasmani 3. Oleh karena itu. fungsionalisasi lingkungan keluarga pada fase ini penting sekali untuk mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama lingkungan sekolah. Belajar memakan makanan keras 2. Belajar mengadakan hubungan emosional selain ibunya 8. Memilki dorongan mental untuk memasuki konsep. Memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok sebaya (peer group) 2. Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi kegiatan-kegiatan belajar sebagai berikut: 1. Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa perkembangan kedua meliputi kegiatan belajar dan mengembangkan hal-hal sebagai berikut: 1. suku kata dan kata-kata tertulis 7. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk b. Tugas Perkembangan Fase Anak-Anak Masa anak-anak (late childhood) berlangsung antara usia 6-12 tahun.keluarganya. Membina sikap yang sehat (positif) terhadap diri sendiri sebagai seorang individu yang sedang berkembang 5 . Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan 6. Belajar berdiri berjalan 3. Belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dari tubuhnya 5. Mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti siap mengenal huruf. logika. Belajar berbicara 4. dengan ciri-ciri utama sebagai berikut: 1. simbol dan komunikasi yang luas. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain 2.

Mengembangkan sikap obyektif/tugas baik 9. Mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya secara lebih memuaskan dan matang 2. Menerima keadaan badannya dan menggunakannya secara efektif 4. Havighurst mengemukakan 10 jenis tugas perkembangan remaja. Memilih dan menyiapkan suatu pekerjaan 7. Mencapai kebebasan ekonomi 6.3. yakni saat perkembangan biologis sudah lambat tapi terus berlangsung pada bagian-bagian organ tertentu. moral dan segala nilai yang selarasdenga keyakinan dan kebudayaan yang berlaku di masyarakatnya 8. Mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa 5. Mengembangkan kata hati. Belajar memainkan peran sebagai seorang pria (jika ia seorang pria) dan sebagai wanita (jika ia seorang wanita) 5. Mencapai perasaan seks dewasa yang diterima secara sosial 3. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya sesuai dan etika moral yang berlaku di masyarakatnya 4. Belajar mencapai kemerdekaan atau kebebasan pribadi c. Sub perkembangan puber selama dua setegah sampai tiga setegah tahun 3. Sub perkembanga prepuber selama kurang lebih dua tahun sebelum masa puber 2. yaitu: 1. menulis dan berhitung 6. Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan seharihari 7. Sub perkembangan post-puber. Tugas Perkembangan Fase Remaja Masa remaja (adolescene) menurut sebagaian ahli psikologi terbagi atas sub-sub masa perkembangan sebagai berikut: 1. Menyiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga 6 . Mengembangkan dasar-dasar keterampilan membaca.

Membesarkan anak-anak 7. Tugas Perkembangan Dewasa Masa dewasa awal (early adulthood) ialah fase perkembangan saat seorang remaja mulai memasuki masa dewasa. Mulai bekerja mencari nafkah 2. Mengelola tempat tinggal untuk keperluan rumah tangga dan keluarganya 6.8. Menggapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah laku. Belajar hidup bersama pasangan dalam suasa rumah tangga 5. meliputi: 1. d. yaitu sebagai berikut: 1. Tugas Perkembangan Setegah Baya Masa setagah baya (middle age) adalah masa yang berlangsung antara usia 40 sampai 60 tahun. e. Menemukan kelompok sosial yang cocok dan menyenangkan. Memilih teman atau pasangan hidup berumah tangga 3. yakni usia 21-40 tahun. Menerima tanggung jawab kewarganegaraan 8. Adapun tugas-tugas perkembangan pada fase ini. Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang perlu bagi warga negara yang kompeten 9. Mencapai tanggung jawab sosial dan kewarganegaraan secara lebih dewasa 7 . Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa awal. Mulai memasuki kehidupan berumah tangga 4. Menginginkan dan mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial 10. Sebelum memasuki masa ini seorang remaja terlebih dahulu berada pada tahap ambang dewasa (late adulescense) atau masa remaja akhir yang lazim berlangsung 21 atau 22 tahun.

Mencapai dan melaksanakan penampilan yang memuaskan dalam karier 7. Membuat anak-anak yang berusia belasan tahun agar berkembang menjadi orang-oarang dewasa yang bahagia dan beratnggung jawab 3. Pada masa ini terjadinya perubahan-perubahan motorik yang semakin merosot. Menyesuaikan diri dengan kematian pasanga 4. Menyesuaikan jasmaniahnya 2. Menyesuaikan penghasilannya 3. sejak kelahirannya dan dalam menjalani kehidupan seterusnya terdapat dasar-dasar dan pola-pola kehidupan yang berlaku 8 diri dengan menurunnya kekuata dan kesehatam diri dengan keadaan pensio dan berkurangannya . Menyesuaikan diri denga kehidupan orang-orang yang berusia lanjut. Mengembangkan aktivitas dan memanfaatkan waktu luag sebaik-baiknya 4. Tugas-tugas perkembangan pada masa tua adalah sebagai berikut: 1. Hukum Perkembangan Bagi setiap makhluk hidup.2. Membina hubungan yang tegas dega para anggota kelompok seusianya 5. Tugas Perkembangan Fase Usia Lanjut Masa tua (old age) adalah fase terakhir kehidupan manusai. Menghubungkan diri sedemikian rupa dengan pasangannya 5. f. Diantara perubahan-perubahan tersebut adalah menurunya kekuatan otot-otot tangan dan otot-otot yang menyangkut seluruh tubuh. Membina pergaulan jasmaniah sedemikian rupa agar memuaskan dan sesuai dengan kebutuhannya 6. Menyesuaikan diri terhadap peranan-peranan sosial dengan cara yang luwes C. Masa ini berlangsung antara usia 60 tahun sampai berhembusnya nafas terakhir (akhir hayat). Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan psikologis yang lazim pada masa setegah baya 6.

Seterusnya. jika pembawaan siswa lebih besar dan lebih kuat pengaruhnya daripada lingkungan. mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manusia. dan pembawaan (watak dan bakat) siswa tersebut akan dikorbankan. bergantung pada potensi pembawaan yang mereka warisi dari orang tua pada proses pematangan. maka hasil pendidikan yang didapat siswa itupun seimbang dengan baik. apabila pengaruh lingkungan lebih besar dan lebih kuat dari pembawaan. hasil pendidikan siswa tersebut hanya sesuai 9 . Sebaliknya. hasil pendidikan siswa hanyanakan sesuai dengan kehendak lingkungannya. hukum perkembangan adalah patokan generalisasi. Hukum dalam pembahasan ini adalah kaidah atau patokan mengenai terjadinya peristiwa tertentu. tetapi juga oleh lingkungan pendidikan. Dapat juga dikatakan. Pola kehidupan yang dimaksudkan bisa dipergunakan sebagai patokan untuk mengenal ciri perkembangan anak-anak. Di samping itu terdapat pula pola-pola yang berlaku khusus sehubungan dengan sifat-sifat individualnya. hukum perkembangan dapat diartikan sebagai kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan.umum sesuai dengan jenisnya. tak terkecuali para siswa. Hukum Konvergensi Perkembangan manusia pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir. Apabila pengaruh lingkungan sama besarnya dan kuatnya dengan pembawaan siswa. Seberapah jauh perbedaan pengaruh antara pembawaan dengan lingkugan. dalam arti tidak ada satu faktor pun yang dikorbankan secara sia-sia. Lingkungan dan latar belakang kebudayaan masingmasing bangsa mempengaruhi pola pertumbuhan dan perkembangan bangsa itu. dan pada proses pendidikan mereka yang alami. Hukum-hukum perkembangan itu antara lain: 1. bergantung pada besar kecilnya efek lingkungan yang dialami siswa. Hal ini berarti masa depan kehidupan manusia. Secara spesifik.

Barangkali karena keterlambatan masa peka itulah. Dengan demikian. Antara perkembangan dan belajar terdapat hubungan sangat erat sehingga hampir semua proses perkembangan memerlukan belajar. karena ketidakmampuan lingkungan. memilki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal yag negatif.dengan bakat dan kemampuannya tanpa bisa berkembang jauh. Hukum Perkembangan dan Pengembangan Diri Para siswa. 4. Hukum Keperluan Belajar Yang dimaksud dengan hukum kesatuan organis disini adalah bahwa berkembangnya fungsi fisik maupun mental psikologis pada diri manusia itu tidak berkembang lepas satu sama lainnya tetapi merupakan suatu kesatuan. seperti juga manusia dan organisme lainnya. Dari usaha untuk memepertahankan diri berlanjut menjadi usaha untuk mengembangkan diri. Hal ini terwujud pada usaha makan ketika lapar. misalnya mutu guru dan fasilitas yang rendah akan merugikan para siswa yang membawa potensi bakat yang baik. Kedatangan masa peka ini menurut para ahli hanya sekali selama hidupnya. terlalu kecil pengaruhnya lingkungan pendidikan. dan juga kepunahan dan seterusnya. kematian. Oleh karena itu. orang-orang tua yang buta huruf merasa sulit sekali mengikuti pelajaran membaca. menulis dan berhitung. Hukum Masa Peka Peka artinya muda terangsang atau mudah menerima stimulus. Masa peka adalah masa yang tepat yang terdapat pada diri anak untuk mengembangkan fungsi-fungsi tertentu. 10 . seperti rasa sakit. dapat dikatakan bahwa setiap anak biasanya berkembang karena belajar. rasa tidak aman. menyelanatkan diri apabila ada bahaya. 3. 2. Sehingga keterlambantan memanfaatkan masa yang senagt berharga tersebut akan menyebabkan kesulitan belajar.

Tahapan perkembangan berlangsung secara berurutan. misalnya tidak terlepas dari perkembangan kemampuan mendengar. kemampuan belajar secara lahiriah meskipun sekedar memfungsikan organ kaki anak yang sebenarnya berpotensi untuk bisa berjalan sendiri. 6. perkembangan pancaindra. Tempo perkembangan yang terlalu cepat atau terlalu lambat biasanya menunjukkan kelainan yang relatif sangat jarang.Keperluan belajar bagi proses perkembangan. 5. Hukum Tempo Perkembangan Lambat atau cepatnya proses perkembangan seseorang tidak sama dengan oarang lain. terutama perkembangan fungsi-fungsi psikis tak dapat kita ingkari. Hukum Kasatuan Anggota Badan Proses perkembangan fungsi-fungsi organ jasmaniah tidak terjadi tanpa diiringi proses perkembangan fungsi-fungsi rohaniah. setiap orang memilki tempo perkembangan masing-masing. Bahkan. menampilkan adanya perbedaan-perbedaan individu. atau sesuatu masa perkembangan dijalani. Selanjutnya kemampuankemampuan ini juga tidak terlepas dari perkembangan berpikir. melihat. yaitu cepat-lambatnya sesuatu penahapan perkembangan terjadi. Jadi. sedang dan lambat. meskipun kebanyakan ahli tidak menyebutnya secara eksplisist. bersikap dan berperasaan. sedang dan lambat tidak menunjukkan kualitas proses perkembangan seorang anak yang normal. terus-menerus dan dalam tempo perkembangan yang relatif tetap serta bisa berlaku umum. suatau tahapan perkembangan tidak terlepas dari tahapan perkembangan lainnya. 11 . Dengan demikian. Pada dasarnya tempo cepat. Justru perbedaan-perbedaan waktu. berbicara dan merasa. Tempo-tempo perkembangan manusai pada umumnya terbagi dalam kategori : cepat. Dengan kata lain.

b. dengan ciri utama sering membantah orang tuanya sendiri dalam mecapai identitas pribadi. Hukum Rekapitulasi Hukum rekapitulasi berasal dari teori rekapitulasi (recapitulation theory) yang berisi doktrin sebagai mana yang telah dikemukakan oleh Rober bahwa 12 . Hukum Irama Perkembangan Di dalam perkembangan juga dikenal adanya irama atau naik -turunya proses perkembangan. Menurut pengamatan para ahli psikologi. Trotz periode ke-1 atau krisis pertama terjadi pada masa usia 2 sampai 3 tahun dengan ciri utama anak menjadi egois. setiap anak biasanya mengalami dua masa pancaroba atau krisis yang lazim disebut ³trotz´. mudah diramalkan anak itu akan mengalami kelambatan pada seluruh aspek perkembangannya. tanpa ada sebab khusus pada fungsionalitas fisiknya yang terganggu. mengemukakan sesuatu dan terbatas perbendaharaan kata. Trotz periode ke-2 atau krisis kedua terjadi pada umur antara 14 sampai 17 tahun. 2. perkembangan manusia itu tidak tetap. Jika perkembangan kemampuan fisiknya untuk berjalan jauh tertinggal dari patokan umum.Dalam praktek sering terlihat dua hal sebagai petunjuk keterlambatan pada keseluruhan perkembangan mental. 8. Artinya. terkadang naik terkadang turun. 7. selalu bersikap dan bertingkah laku mendahulukan kepentingan diri sendiri. Masa trotz ini terjadi dalam periode : 1. Jika perkembangan kemampuan berbicara sangat terlambat dibandingkan dengan anak-anak lain pada masa perkembangan yang sama. Seorang anak yang pada umur empat tahun misalnya masih mengalami kesulitan dalam berbicara. yakni: a.

yakni pada umur sekitar 8 tahun 2). yakni pada umur sekitar 12 tahun ke atas. 13 .proses perkembangan individu manusia adalah sebuah mikrokosmik (dunia kehidupan kecil) yang mencerminkan evolusi kehidupan jenis makhluk hidup dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang paling kompleks. yakni pada umur sekitar 10 tahun 3). Hukum rekapitulasi perkembangan yang tampak pada anak adalah sebagai berikut : 1). Ada dua aspek yang digambarkan oleh teori ini. Masa bercocok tanam. Masa mengembala. Masa berburu dn menyamun. yakni pada umur sekitar 12 tahun ke atas 4). Masa berdagang. yakni aspek psikis dan aspek fisik.

perkembangan skala nilai. belajar berbicara. mempersiapkan perkawinan dan keluarga. 2. pemilihan dan latihan jabatan. mulai memasuki kehidupan berumah tangga. belajar berdiri berjalan. Tugas-tugas pada setiap fase perkembangan :  Masa bayi dan anak-anak Belajar memakan makanan keras. suku kata dan kata-kata tertulis. menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita. belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dari tubuhnya. mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti siap mengenal huruf. belajar mengadakan hubungan emosional selain ibunya.BAB III PENUTUP A. mengelola tempat tinggal untuk keperluan rumah tangga dan keluarganya. memilih teman atau pasangan hidup berumah tangga. belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anakanak laki-laki. Proses perkembangan adalah tahapan-tahapan perubahan yang dialami seorang. persiapan mandiri secara ekonomi. membesarkan 14 .  Masa Dewasa Mulai bekerja mencari nafkah. menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social. belajar hidup bersama pasangan dalam suasa rumah tangga. baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah.  Masa Remaja Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif . belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk. mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya. Kesimpulan 1. belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan.

 Masa Lanjut Usia Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis. 3. Hukum-hukum perkembangan  Hukum konvergensi  Hukum perkembanga da pengembangan diri  Hukum masa peka  Hukum keperluan belajar  Hukum kesatuan anggota belajar  Hukum tempo perkembangan  Hukum irama perkembangan  Hukum rekapitulasi B. menemukan kelompok sosial yang cocok dan menyenangkan. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan Mengembangkan . Dengan memahami perkembangan peserta didik. sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai. maka pendidikan yang berkembang di bangsa kita niscaya akan menghasilkan out put-out put yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia. Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh. hukum dan fase perkembangan hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar. tugas.anak-anak. Saran Pengertian. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu. Menerima tanggung jawab kewarganegaraan. 15 . kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa.

http://docs. M.com/orig /2220517/64c86c5f-a487-4fcf-b58e-aff85ff7f2c0. dkk. Syakir. 2009. Pare-pare: Umpar. Rakhmah Annisa. Perkembangan Peserta Didik.com/orig/954063/f2f1976b-8dfe-46f5-83ec81baefd5acc9. http://docs. 16 . 2010. diakses 23 januari 2011.docstoc. Makalah: Hukum Pertumbuhan Dan Perkembangan . Drs. dkk.doc. Anonim. Makalah: Pertumbuhan Dan Perkembangan Psiko ± Fisik.docstoc.DAFTAR PUSTAKA Aisha Sitti.com/orig /7716804/ 74dc4d46-487e-4ac7-becf- a6f4c3b75109.doc. 2011. diakses 23 januari 2011 Radhy Muh.doc. Mengenal Psikologi Perkembangan.Pd. http://docs.docstoc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful