GAYA POLA ASUH ORANGTUA

Oleh : Ignatius Besembuni

Gaya pola asuh adalah kumpulan dari sikap, praktek dan ekspresi nonverbal orangtua yang bercirikan kealamian dari interaksi orangtua kepada anak sepanjang situasi yang berkembang (Darling & Steinberg, 1993)1. Penelitian kontemporer pada gaya pola asuh berasal dari penelitian terkenal Baumrind (1971, 1978)2 dalam anak dan keluarganya. Gaya konseptual pola asuh Baumrind didasarkan pada pendekatan tipologis pada studi praktek sosialisasi keluarga. Pendekatan ini berfokus pada konfigurasi dari praktek pola asuh yang berbeda dan asumsi bahwa akibat dari salah satu praktek tersebut tergantung sebagian pada pengaturan kesemuanya. Variasi dari konfigurasi elemen utama pola asuh (seperti kehangatan, keterlibatan, tuntutan kematangan, dan supervisi) menghasilkan variasi dalam bagaimana seorang anak merespon pengaruh orangtua. Dari perspektif ini, gaya pola asuh dipandang sebagai karakteristik orang tua yang membedakan keefektifan dari praktek sosialisasi keluarga dan penerimaan anak pada praktek tersebut (Darling & Steinberg, 1993). Tipologi gaya pola asuh Baumrind (1971) mengidentifikasi tiga pola yang berbeda secara kualitatif pada otoritas orangtua, yaitu authoritarian parenting, authoritative parenting dan permisive parenting. Maccoby dan Martin (1983)3 kemudian mentransformasi tipologi ini dengan menggolongkan keluarga berdasarkan tingkat tuntutan orangtua (kontrol, supervisi, tuntutan kematangan) dan tanggapan (kehangatan, penerimaan, keterlibatan). Perbedaan utama antara gaya Baumrind dan Maccoby & Martin adalah Maccoby & Martin membedakan dua tipe pada pola asuh permisif. Dengan demikian kebiasaan cara/gaya orang tua ketika mereka berinteraksi dengan anakanaknya merupakan dimensi pola asuh yang penting. Perkembangan mentalitas anak memiliki proses pencarian yang panjang bagi orang tua untuk meningkatkan kemampuan perkembangan

1
2

Darling, N., & Steinberg, L. (1993). Parenting style as context: An integrative model. Psychological Bulletin, 113(3), 487-496.

Baumrind, D. (197 l). Current patterns of parental authority. Developmental Psychology Monograph, 4 (1, Pt. 2). Baumrind, D. (1978). Parental disciplinary patterns and social competence in children. Youth and Society, 9, 239-276.
3

Maccoby, E. E., & Martin, J. A. (1983). Socialization in the context of the family: Parent±child interaction. In P. H. Mussen (Ed.) & E. M. Hetherington (Vol. Ed.), Handbook of child psychology: Vol. 4. Socialization, personality, and social development (4th ed., pp. 1-101). New York: Wiley.

Pola asuh permisif menekankan ekspresi diri dan self regulation anak. Gaya Pola asuh permisif (Permisive parenting style) . gagal memulai suatu kegiatan. 2000). Sebagai contoh. 1.). NJ: Lawrence . (Ed. ketakutan dan cemas dibandingkan dengan anak lain. 2. sedikit komunikasi. Diana Baumrind (1971) dalam pandangannya yang tersebar luas percaya bahwa orang tua seharusnya tidak menghukum atau menarik diri. Pada tahun 1970-an dan sesudahnya. M. menarik diri karena tidak puas diri dan memiliki ketrampilan komunikasi yang lemah. tetapi mereka seharusnya mengembangkan peraturan-peraturan untuk anak-anak dan menyayangi mereka. suatu perbedaan terjadi antara ilmu fisik dan psikologi. suatu pandangan kemampuan pola asuh orang tua yang telah menjadi lebih tepat (Lerner. John Watson berpendapat bahwa orang tua terlalu menyayangi anaknya. Mahwah. membatasi ruang gerak anak. Dalam hal ini nampak sekali orangtua bersikap kaku dan banyak menghukum anak-anak mereka yang melanggar. khususnya alasan atau motivasi yang ditekankan sebagai cara yang terbaik untuk membesarkan seorang anak. (2002). Biasanya pola asuh ini memiliki kontrol yang kuat. Orangtua yang permisif membuat beberapa aturan dan mengijinkan anak-anaknya untuk memonitor kegiatan mereka sebanyak mungkin. 5). Contoh orangtua yang authoritarian akan berkata : ³Kamu melakukan hal itu sesuai dengan cara saya atau orang lain³. Jadi anak-anak ini sering sekali tidak bahagia. pada tahun 1930-an. Pada tahun 1950-an. Handbook of Parenting: Practical Issues in Parenting (2 Erlbaum Associates. Vol. dan berorientasi pada hukuman fisik maupun verbal agar anak patuh dan taat. H. Gaya Pola asuh autoritarian (Authoritarian parenting style) Pola asuh orangtua yang autoritarian adalah orangtua yang memberikan batasan-batasan tertentu dan aturan yang tegas terhadap anaknya.orang tua berkonsultasi dengan anak tentang keputusan yang diambil dan jarang 4 Bornstein. Inc.sosio-emosional (Bornstein. karena sikap otoriter orangtua. Ada ketakutan yang tinggi dalam diri orangtua terhadap anaknya karena adanya pertentangan dalam kemauan dan keinginan. tetapi memiliki komunikasi verbal yang rendah. Ketika mereka membuat peraturan biasanya mereka menjelaskan alasan dahulu. Pola asuh ini merupakan cara yang membatasi dan bersifat menghukum sehingga anak harus mengikuti petunjuk orangtua dan menghormati pekerjaan dan usaha orangtua.. Ilmu psikologi. nd ed. 2002)4.

Child Development. Hal ini berkaitan dengan ketidakmampuan sosial. misalnya suka tidak masuk sekolah. Steinberg. Pada pola ini orangtua sangat tidak ikut campur dalam kehidupan anaknya. tetapi menempatkan sedikit sekali kontrol pada mereka.menghukum.. dan membiarkan terbentuknya self-regulation pada anak atau remaja. tidak dewasa dan diasingkan dalam keluarga. indulgent. Orangtua ini tidak memonitor perilaku anaknya ataupun mendukung ketertarikan mereka. dan kerangka pemikiran psikoanalitis melandasi pandangan 5 Baumrind. Jadi gaya pola asuh permisif indulgent. 19915. Mounts.. Mereka menunjukkan sedikit otoritas. S. Lamborn. Maccoby & Martin. N. Pola asuh permisif yang penuh kelalaian (Permisive-neglectfull parenting). Journal of Early Adolescence. 62. Dengan demikian pola asuh permisif terdiri dari dua jenis yaitu : A. 19916. Gaya pola asuh ini menunjukkan bagaimana orangtua sangat terlibat dengan anaknya. 11(1). S. Pola asuh permisif mengutamakan kebebasan. B. dan anak diberikan kebebasan penuh untuk mengungkapkan keinginan dan kemauannya dalam memilih. Pengasuhan permisif yang Pemurah (Permisive-indulgent parenting). Orangtua yang seperti ini tidak akan pernah tahu keberadaan anak mereka dan tidak cakap secara sosial. Mounts. 6 Lamborn. Jadi orangtua yang tidak menuntut ataupun menanggapi menunjukkan suatu pola asuh yang neglectful atau uninvolved. hangat dan menerima. L. kenakalan remaja. Dengan demikian anak menunjukkan pengendalian diri yang buruk dan tidak bisa menangani kebebasan dengan baik. & Dornbusch. (Baumrind. & Dornbusch. 1993). Orangtua ini toleran. . and neglectful families. Pada masa remaja mereka mengalami penyimpangan-penyimpangan perilaku. Maccoby dan Martin (1983) menambahkan tipologi ini karena adanya tingkat tuntutan orang tua dan tanggapan yang ada. 56-95. dan mengizinkan anak untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan. Biasanya orangtua yang demikian akan memanjakan. (1991). terutama dalam kontrol diri. (1991).1049-1065. D. The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Steinberg. Patterns of competence and adjustment among adolescents from authoritative. S. Anak ini biasanya memiliki self esteem yang rendah. orangtua memiliki tuntutan rendah dan tanggapan terlibat tinggi pada anak. D. Pada pola ini orangtua sangat terlibat dengan anaknya tetapi sedikit sekali menuntut atau mengendalikan mereka. karena orang tua sibuk dengan masalahnya sendiri dan cenderung meninggalkan tanggung jawab mereka sebagai orang tua .. padahal anak membutuhkan perhatian orang tua ketika mereka melakukan sesuatu. M. authoritarian. Pada dasarnya orangtua dalam pola ini akan menuruti kehendak anak.

Dari perkembangan liberal yang ada kemudian berkembang konsep baru dari Rogers dimana menyarankan supaya anak diasuh dengan campur tangan yang sesedikit mungkin dari orang tua maupun dari lingkungan. memberi kebebasan terhadap anak tanpa adanya norma-norma yang harus diikuti oleh mereka. dan tidak memberikan hukuman apabila anak melakukan kesalahan. tidak mengendalikan anak. maka orang tua tidak perlu ikut serta untuk memperbaikinya tetapi cukup hanya membiarkan saja supaya anak itu memperbaiki sendiri dirinya sendiri. (1960).orangtua yang memandang bahwa setiap manusia dilahirkan sudah memiliki kebutuhan dasar pribadi yang menuntut untuk dipenuhi. Summerhill: A Radical Approach to Child Rearing. Pola asuh demikian ditandai dengan nurturance yang tinggi. sehingga orang lain tidak perlu ikut campur tangan. Hal ini disebabkan karena orang tua dapat merangkul dan mencarikan alasan untuk solusi di masa depan. dan dibiarkan berkembang dengan apa adanya.S. A. New York : Hart Publishing . Pola asuh orang tua permisif bersikap terlalu lunak. Oleh karena itu anak harus diberikan kebebasan penuh serta dihindari penekanan terhadap keinginan dan kemauan anak. Pandangan liberal ini berkembang di Inggris. kontrol dan komunikasi. tetapi sekarang mari kita 7 Neill. dan tidak memiliki standart bagi perilaku anak. dan komunikasi dua arah yang bebas membuat anak semakin sadar dan bertanggung jawab secara sosial. namun rendah dalam tuntutan kedewasaan. Jika anak berbuat kesalahan. cenderung membebaskan anak tanpa batas. Adanya sikap orangtua yang hangat dan bersifat membesarkan hati anak.Gaya Pola asuh autoritatif (Autoritative Parenting style) Pola asuh yang bergaya autoritatif mendorong anak untuk bebas tetapi tetap memberikan batasan dan mengendalikan tindakan-tindakan mereka. serta hanya memberikan sedikit perhatian dalam membina kemandirian dan kepercayaan diri anak. Oleh karena itu apabila tuntutan ini tidak dipenuhi maka akan terjadi halangan perkembangan dan timbul penyimpangan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Contoh sikap orangtua yang autoritative : ´Kamu tahu bahwa kamu seharusnya tidak melakukan hal itu. dia menyarankan supaya anak sebaiknya diberikan kebebasan penuh untuk melakukan apa yang menjadi keinginannya. lemah dalam keteraturan hidup. yang dikembangkan oleh Neill (1960)7. Mungkin karena orang tua sangat sayang (over affection) terhadap anak atau orangtua kurang dalam pengetahuannya. tidak berdaya. Faham ini memandang bahwa seorang anak secara alamiah telah memiliki suatu kemampuan untuk dapat mengurus dan mengatur dirinya sendiri. 3.

Ketiga. seorang Imam Praja dari Keuskupan Bogor. hubungan orang tua dengan anak memiliki fungsi bagi orang tua dan anak. adanya kontrol yang diimbangi dengan pemberian dukungan dan semangat. Sebenarnya pola asuh ini merupakan gabungan dari kedua pola asuh yaitu pola asuh autoritarian dan permisif.diskusikan bersama bagaimana bisa mengatasi situasi tersebut dengan lebih baik di masa depan´.YAI Jakarta. Kedua. kebebasan dan pengendalian merupakan prinsip yang saling mengisi. Dalam hal ini anak diberi kebebasan namun dituntut untuk mampu mengatur dan mengendalikan diri serta menyesuaikan diri dan keinginannya dengan tuntutan lingkungan. dan bukan suatu pertentangan. Keempat. Oleh karena itu sebelum anak mampu mengatur dan mengendalikan dirinya sendiri. maka dalam dirinya perlu ditumbuhkan perangkat aturan sebagai alat kontrol yang dapat mengatur dan mengendalikan dirinya sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungannya. adanya tujuan yang ingin dicapai yaitu kemandirian. Komunikasi antara orang tua dengan anak atau anak dengan orang tua dan aturan intern keluarga merupakan hasil dari kesepakatan yang telah disetujui dan dimengerti bersama. Mengambil pendidikan S2 di Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia. i Ignatius Besembun. Pengontrolan dalam hal ini. sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan tanggung jawab terhadap lingkungan masyarakat. November 2008. . Dalam pola asuh ini dipandang bahwa kebebasan pribadi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya baru bisa tercapai dengan sempurna apabila anak mampu mengontrol dan mengendalikan diri serta menyesuaikan diri dengan lingkungan baik keluarga dan masyarakat. walaupun dalam bentuk apapun hendaknya selalu ditujukan supaya anak memiliki sikap bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan terhadap lingkungan masyarakat. Dengan demikian anak itu akan memiliki otonomi untuk melakukan pilihan dan keputusan yang bernilai bagi dirinya sendiri dan bagi lingkungannya. Dalam hal ini perlu disadari bahwa kontrol yang ketat harus diimbangi dengan dorongan kuat yang positif agar individu tidak hanya merasa tertekan tetapi juga dihargai sebagai pribadi yang bebas. Menulis gaya pola asuh orangtua dalam salah satu bagian dari tesis untuk memenuhi persyaratan meraih gelar magister psikologi pendidikan. Untuk hal ini Baumrind (1978) menekankan bahwa dalam pengasuhan autoritatif mengandung beberapa prinsip : pertama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful