BAB III KASUS A. PENGKAJIAN 1. Data Umum a. Nama kepala keluarga b. Alamat dan telepon c. Pekerjaan keluarga : Tn.

U : RT 03 RW 02 kel. Suka Miskin Bandung : Wiraswasta

d. Pendidikan kepala keluarga : SMA e. Komposisi keluarga dan genogram : 0100090000032a0200000200a20100000000a201000026060f003a03574d464301000 00000000100bc180000000001000000180300000000000018030000010000006c0000 0000000000000000001a000000370000000000000000000000033e0000ce180000204 54d4600000100180300001200000002000000000000000000000000000000f6090000 e40c0000d8000000170100000000000000000000000000005c4b03006843040016000 0000c000000180000000a000000100000000000000000000000090000001000000053 070000ee020000250000000c0000000e000080250000000c0000000e0000801200000 00c00000001000000520000007001000001000000d2ffffff0000000000000000000000 00900100000000000004400022430061006c006900620072006900000000000000000 000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 000000000000000000001100c09a110010000000249e1100a49b1100fd516032249e11 001c9b1100100000008c9c1100089e110094516032249e11001c9b1100200000009f71 2e311c9b1100249e110020000000ffffffffcc43db001a722e31ffffffffffff0180ffff01807f 020180ffffffff0083000000080000000800000100000001000000000000002c0100002 5000000372e90010000020f0502020204030204ef0200a07b200040000000000000000 09f00000000000000430061006c006900620072000000000000000000e49b11008a27 2e3130fe0f32449f1100509b11009c2d273106000000010000008c9b11008c9b110008 7a253106000000b49b1100cc43db006476000800000000250000000c0000000100000 0250000000c00000001000000250000000c00000001000000180000000c0000000000 0002540000005400000000000000000000001a000000370000000100000088870741d

i

2

1450741000000002c000000010000004c000000040000000000000000000000530700 00ee02000050000000200082d21b00000046000000280000001c00000047444943020 00000ffffffffffffffff54070000ef0200000000000046000000140000000800000047444 94303000000250000000c0000000e000080250000000c0000000e0000800e00000014 0000000000000010000000140000000400000003010800050000000b0200000000050 000000c021001a602040000002e0118001c000000fb020600030000000000bc0200000 0000102022253797374656d0000000000000000000000000000000000000000000000 000000040000002d010000040000002d01000004000000020101001c000000fb02efff 0000000000009001000000000440002243616c6962726900000000000000000000000 000000000000000000000000000040000002d010100040000002d010100040000002d 010100050000000902000000020d000000320a100000000100040000000000a602100 120ed0a00040000002d010000040000002d010000030000000000Keterangan : 1. Perempuan = 2. Laki-laki 3. Pasien 4. Serumah f. Tipe keluarga Tipe keluarga Tn. U adalah Nuclear family dimana Tn. U merupakan kepala keluarga dan memiliki satu orang anak remaja. g. Suku bangsa Suku bangsa keluarga adalah sunda dan Tn. U lahir dan besar di daerah Tasikmalaya. = = = -----------

h. Agama Keluarga Tn. U menganut agama Islam dan dalam hal ibadah selalu menjalankan ibadah sholat lima waktu tapi jarang mengikuti pengajian dan kegiatan keagamaan di daerahnya. i. Status sosial ekonomi keluarga Tn. U mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk cukup hingga dapat menyekolahkan anaknya ke SMA swasta dan tidak pernah terlembat untuk

2

pembayaran sekolah. Barang-barang dimiliki di rumah yaitu Tn. U memiliki kendaraan sepeda motor, kulkas, mesin cuci, tv, dll. j. Aktivitas rekreasi keluarga Karena kesibukan Tn. U berdagang di pasar, keluarga Tn. U jarang pergi berekreasi ke tempat yang jauh dari rumah, sehingga keluarga Tn. U terbiasa nonton TV untuk mengisi waktu agar tidak stress dan pusing.

2. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga a. Tahap Perkembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga Tn. U saat ini adalah pada tahap keluarga dengan anak remaja. b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga Tn. U sedang mengalami masalah karena anaknya jarang sekolah dan kadang pulang malam dengan kondisi tubuh yang lemes serta mulut bau alkohol. c. Riwayat keluarga inti Riwayat kesehatan pada keluarga saat ini, Tn. U sering mengalami sakit kepala dan merasa bingung dengan tingkah laku anaknya yang sering mabuk-mabukan. Anaknya yang bernama An. A, mempunyai perilaku yang kuang baik dibanding temantemannya. Riwayat penyakit keturunan, Tn. U mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit asma, penyakit gula. Jika keluarga Tn. U sakit selalu diperiksakan ke dokter setempat. a. Riwayat keluarga sebelumnya Tn. U mengatakan tidak mau berbicara tentang riwayat kesehatan mantan suaminya, sedangkan riwayat kesehatan Tn. U jarang sakit kecuali kalau ada masalah di keluarga khususnya masalah anaknya. b. Pengkajian Lingkungan Karakteristik rumah Luas rumah Tn. U sekitar 70m2, tipe rumah tembok permanen, jumlah ruang, ada 4

i

Jumlah jendela ada 3. U. Mobilitas geografis keluarga Tn. dapur dan WC yang menyatu dengan tempat mandi. U selalu mematuhi aturan yang ditetapkan oleh RW setempat dan tidak ada budaya yang bertentangan dengan kesehatan. Lingkungan fisik dekat dengan sungai. ruangan tengah. U mengatakan orang-orang di dekat rumahnya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Tn. karena rumah tersebut milik sendiri dan bekerja juga di pasar yang jaraknya tak jauh dengan rumah. sumber air minum yang digunakan adalah sumur gali dengan denah rumah sebagai berikut : Belakang Dapur WC U Kamar tidur Ruang Tengah B T Kamar tidur S Depan Karakteristik tetangga dan komunitas RW Tn.4 yang terdiri dari 2 buah kamar. 2 jendela kaca di kamar dengan ukuran 20 cm x 100 cm. jarang berkumpul dengan tetangga . 1 jendela di bagian depan rumah yang bisa di tutup dan dibuka dengan ukuran 2m x 2m. Perkumpulan Keluarga dan interaksi dengan masyarakat Tn. Tn. Sistem pendukung keluarga 4 . U berinteraksi dengan masyarakat kalau ada kumpulan-kumpulan saja. Jarak septik tank dengan sumber air lebih dari 10 meter. U tidak pernah berpindah-pindah rumah.

U dan 1 orang anaknya. A sebagai pelajar di tingkat SMA Nilai atau norma keluarga Tidak ada nilai dan norma yang bertentangan dengan kesehatan. Setiap kali Ny.J menasehati. U sangat menyayangi anaknya. An. Struktur kekuatan keluarga Tn. sedangkan An. Pola komunikasi keluarga Cara berkomunikasi antar anggota keluarga yaitu antara Tn. di luar rumah Tn. U yang merasa sehat dan dapat bekerja karena anggota keluarga hanya Tn. Jika Tn. An.J. Struktur peran Peran Ny. A kurang menghargai dan menghormati Ny. jika ada keluhan. i .A tidak seolah-olah tidak mendengar dan malahan sering marah-marah. U kadang mencari informasi dari teman sekolah anaknya tentang hal-hal yang berhubungan dengan perilaku anaknya. Fungsi Afektif Tn. U merasa tidak dapat mempengaruhi anaknya untuk lebih baik dan menghentikan kebiasaan buruknya. c. Keluarga tidak mempunyai persediaan obat di rumah. Ny. Fungsi Keluarga 1.Pada saat ini hanya Tn. apalagi anak satu-satunya. A berusaha menghindar dan keluar dari rumah. karena sekarang sedang mengalami masalah yang serius dengan anaknya yang suka mabuk. An. langsung beli obat di apotik yang tidak jauh ari rumahnya.J sering memberi nasehat kepada anaknya tentang perilaku yang baik dan tidak baik. U merasa kurang baik. I sebagai kepala rumah tangga dan Ibu rumah tangga. U memberi nasihat.

Tn. jenis kelamin laki-laki. A terus-menerus mengkonsumsinya. A. Stress dan koping keluarga 1. Tn. A. Tn. Tapi kadang-kadang Tn. A belum berubah. U adalah satu. Tn. Fungsi reproduksi Jumlah anak Tn. U merasa malu dengan tetangga dan tidak tahu lagi harus bagimana. U merasa belum mampu menanggulangi masalah ini karena sampai saat ini perilaku An. Fungsi ekonomi Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makanan. U selalu berusaha menghidupi keluarganya termasuk menyediakan makan. U tidak mempunyai tabungan cadangan. d. A sekarang sangat membahayakan An. U tidak mengetahui mengapa anaknya sampai seperti sekarang. U merasa kewalahan akhir-akhir ini. 3. 5. bingung apa yang harus dilakukan dengan anaknya. Perasaan Tn. Tn. U mengetahui bahwa terjerumusnya An. Tn. pakaian dan perumahan. U merasa stress saat ini. U saat ini pusing dan bingung. U tidak mempunyai rencana menikah lagi. Tapi Tn.6 2. U tidak pernah konsultasi kepada pelayanan kesehatan tentang masalah An. menyediakan rumah untuk tempat tinggal tapi Tn. U juga keras kepada anaknya agar anaknya disiplin. apalagi sekarang-sekarang suka berbohong dan uang saku selalu habis. Fungsi perawatan kesehatan Tn. U mengetahui tentang alkohol serta akibat yang akan terjadi jika An. 6 . 4. membeli pakaian untuk anaknya. Stressor jangka pendek dan panjang  Stressor jangka pendek : Tn. tidak ada tempat mengadu dengan apa yang dihadapinya sekarang. Tn. U mengatakan mungkin dirinya terlalu sayang kepada anaknya sehingga apa yang diinginkan anaknya dituruti. Fungsi sosialisasi Tn.

tidak ada bengkak di mulut. Tn. 2. kondisi gusi tidak ada perdarahan maupun luka. Mulut simetris kiri dan kanan. mudah rontok. mampu mendengar dengan jarak 30cm jika berbisik. mampu membedakan bau kopi dan kayu putih dengan mata tertutup.A (Pada saat dikaji An. Sistem Cardiovaskuler i . Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor Tn. Hidung terlihat simetris kiri dan kanan. luka maupun kemerahan. tidak ada lecet.A 3. mulut terlihat pucat dan kering. distribusi merata. kondisi kurang bersih. An. U tidak melibatkan keluarga besarnya karena merasa malu oleh keluarganya. i. 2. A tidak sedang minum alkohol) 1. A mabuk-mabukan. A hanya dengan nasehat. warna rambut hitam.tidak ada luka dan kemerahan di telinga. Telinga tampak simetris kiri dan kanan. kondisi agak kering. e. konjungtiva tampak merah muda. Kepala dan Leher Bentuk kepala simestris kiri dan kanan. penglihatan jelas . Pemeriksaan Fisik : An. Mata simetris kiri dan kanan. U tidak didengrkan An. A mengatakan suka minum alkohol jika ada masalah. U marah-marah jika anaknya tidak mendengarkan kata-katanya. Strategi adaptasi disfungsional Tn. U merasa tidak mampu mendidik anaknya karena setiap perkataan Tn. Stressor jangka panjang : Harapan Tn. U terhadap anaknya merasa terputus setelah mengetahui An. gigi tanggal 2 di geraham atas dan bawah. warna sklera agak kekuningan . tidak ada lesi dan keluaran cairan di hidung. keadaan bersih. Strategi koping yang digunakan Strategi koping yang digunakan keluarga bila menghadapi An. tampak kurang bersih dan tidak ada keluaran cairan di telinga.

tidak ada suara nafas tambahan seperti wheezing. tidak ada nyeri tekan di kuadran 1. jenis makan : nasi. Pasien terbiasa minum kopi. 3.2. tidak ada luka maupun bekas luka pada daerah abdomen. bising usus 7x/menit. Nafsu makan kurang. frekuensi 18x /menit. Sistem Pernafasan Bentuk dada simetris kiri dan kanan. tidak ada pembesaran vena perifer daerah ekstremitas atas bagian lengan kiri mapun lengan kanan dan ekstremitas bawah kaki kiri maupun kaki kanan. Frekuensi BAB 1x/hari tapi kadang tidak menentu. Sistem Pencernaan Bentuk abdomen simetris kiri dan kanan. tidak ada kerja otot-otot pernafasan yang abnormal. 4. tidak ada pembesaran vena jugularis. frekuensi makan tidak menentu.8 Bentuk dada simetris kiri dan kanan. lauk pauk dan tidak dilengkapi susu. suara nafas vesikuler. tidak ada bunyi jantung tambahan seperti murmur. tidak ada hambatan pada saat insprasi dan ekspirasi. tidak terdapat pembengkakan. 5. tidak ada keluhan nyeri daerah dada yang menyebar ke lengan kiri. Tingkat kesadaran kompos mentis dan GCS : Eye : 3 M:6 v:5 : Nervus I (Olfaktorius) 8 . kemerahan mapun lesi pada dada. tidak ada nyeri tekan di daerah dada. Sistem Persarafan Pasien mengatakan sering pusing jika lama-lama di sekolah dan mengingat perceraian orang tuanya. Pasien mengeluh agak mual.3.4. ronchi dll. gallops dan yang lainnya. tidak ada pembengkakan. porsi makan 1 piring tidak habis. tidak terdapat nyeri tekan di costae 4-5.

A dapat merasakan asin.A menutup mata.Dapat membedakan bau kopi dan kayuputih baik penciuman kiri maupun kanan meskipun An. A dapat melihat benda yang ditunjukkan perawat pada jarak 30cm tanpa memakai alat bantu Nervus III (okulomotorius) : Pada saat pupil diberi rangsangan cahaya. dapat mengencangkan otot wajah. dapat mengunyah dengan baik. Nervus II (Optikus) : An. Nervus VIII (stratoacusticus) : An. mengerutkan alis dengan simetris. dan berdilatasi jika cahaya dijauhkan. A dapat menyeringai saat tersenyum. A dapat menelan. antara pupil kiri dan kanan simetris. mengembangkan pipi.dapat merasakan asin pada 1/3 posterior lidah terbukti pada saat perawat menempelkan garam pada 1/3 posterior lidah Ny. Nervus VI (Abducen) : An.A dapat melihat ke kiri dan kanan tanpa menengok Nervus VII (facialis) : An. A dapat mendengar dengan jelas dengan jarak 30 cm Nervus IX (glosofaringeal) : An. Nervus IV( trochlearis) : Mata kanan dan kiri tidak ada nistagmus. i . pupil berkontraksi. bola mata dapat digerakkan ke arah kiri dan kanan Nervus V (Trigeminus) : An A dapat membuka dan menutup mulut.

Sistem Perkemihan Ny. A dapat menggerakkan bahu. A dapat mengeluarkan lidah. tidak ada pembengkakan. 8. atas dan bawah Nervus XII (hipoglosus) : An. bau urin khas. warna urin kuning kemerahan.A mengatakan dapat berkemih. ke atas dan bawah 6. Sistem Integumen Kulit An.10 Nervus X (Vagus) : An. Sistem Muskuloskeletal Ekstremitas atas kekuatan otot 5 : Keadaan simetris. tidak ada gatal-gatal di kulit. skala Ekstremitas bawah otot 5 5 10 . tidak ada bengkak.A). Kondisi kuku : bentuk simetris kiri dan kanan. tekstur agak kasar. A merasa bagian lengan kadang-kadang lemes. An. tidak ada penyakit kulit. agak pucat. warna sawomatang. kadang-kadang 5 : Keadaan simetris. Daerah genitalia bersih (menurut An. frekuensi berkemih 5-7 kali/hari 7. turgor tidak lebih ari 2 detik. A dapat mengontrol proses menelan Nervus XI (Assesorius) : An. kondisi jaringan kuku mudah dipotong. kulit lembab. suhu 36 derajat celcius. A terlihat kering. kemerahan daerah genitalia. tidak ada nyeri saat berkemih. dapat menggerakkan lidah ke saping kiri dan kanan. tidak ada pembengkakan. kondisi kulit bersih. menggerakkan kepala ke samping kiri dan kanan. skala kekuatan nyeri daerah sendi.

B. A NO 1 Sifat masalah  Tidak sehat 3 1 3/3 x1 = 1 KRITERIA SKOR BOBOT JUMLAH i . tidak ada pembengkakan kelenjar limfe. A 2.A PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN KELUARGA Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan penggunaaan NAFZA (alkohol) pada An. A kembali kepada jalan yang benar dan tidak minum alkohol lagi. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga melakukan komunikasi yang efektif dengan An.9. Sistem Endokrin Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan penggunaaan NAFZA (alkohol) pada An. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa yang mungkin muncul pada kasus penyalahgunaan NAPZA adalah : 1. j. Harapan Keluarga Tn. U berharap An.

A 12 .A 2.12 2 Kemungkinan masalah dapat diubah  Sebagian 1 2 1/2 X 2 =1 3 Potensial masalah untuk dicegah  cukup 2 1 2/3 X 1=2/3 4 Menonjolnya masalah  Masalah berat. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga melakukan komunikasi yang efektif dengan An. harus segera ditangani JUMLAH 2 1 2/2 x 1 =1 4 2/3 Diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas : 1. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan penggunaaan NAFZA (alkohol) pada An. harus segera ditangani JUMLAH 2 1 2/2 x 1 =1 3 2/3 Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga melakukan komunikasi yang efektif dengan An.A NO 1 Sifat masalah  2 Ancaman Kesehatan 2 1 2/3 x1 = 2/3 KRITERIA SKOR BOBOT JUMLAH Kemungkinan masalah dapat diubah  Sebagian 2 2 2/2 X 2 =2 3 Potensial masalah untuk dicegah  Tinggi 3 1 3/3 X 1=1 4 Menonjolnya masalah  Masalah berat.

i .

An. misalnya wisky. kokain. Keluarga mampu mengenal nafza Keluarga mengenal pengertian nafza dan jenisnya Kriteria Standar Nafza merupakan suatu zat berupa bila masuk ke dalam tubuh dan akan mempengaruhi tubuh terutama susunan saraf pusat yang dapat menyebabkan gangguan pada fisik.A berhenti mengkonsumsi alkohol Tujuan Evaluasi Intervensi Tujuan khusus Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam waktu 4 minggu. misalnya lexo. alkohol (minuman keras. U Diagnosa No Keperawatan Tujuan Umum 2 Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan NAFZA pada An. 1. arak) dan amfetamin (ekstasi. psikis dan fungsi sosial Nafza terdiri dari opiat. inhalansia.A Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam waktu 4 minggu. alkohol. sedatif hifnotik (benzodiazepin. ganja (cimeng. ganja. sedatif hipnotik. Jenis-jenis nafza yang menjadi maslah penyalahgunaan di Indonesia adalah opiat ( misalnya heroin. amfetamin. gelek). a. atau putau). pil BK). nikotin dan kafein. sahabu-shabu) Diskusikan dengan keluarga tentang pengertian dan jenis nafza 14 .14 RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. halusinogen.

i . koordinasi Penurunan kemampuan menilai 2) 3) 4) 5) Intervensi Diskusikan bersama keluarga mengenai tanda dan gejala intoksikasi alkohol b. Keluarga mampu menyebutkan dampak alkohol terhadap tubuh       Diskusikan bersama pasien tentang dampak penggunaan zat terhadap : 1) Kesehatan : tanda dan gejala intoksikasi dan penyakit fisik Sosial atau hubungan dengan orang lain (pergaulan) Pendidikan dan pekerjaan Ekonomi atau keuangan Hukum  Diskusikan tentang kehidupan pasien sebelum menggunakan zat. Tujuan khusus Keluarga mampu mengenal tanda dan gejala intoksikasi alkohol Kriteria      Standar Mata merah Bicara cadel Jalan sempoyongan Perubahan persepsi Penurunan kemampuan menilai Gangguan lambung Timbul penyakit hati Gangguan jantung Gangguan susunan saraf Kemunduran daya ingat Perubahan persepsi. Umum a.No Dxp T. harapan pasien untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan datang setelah tahu dampaknya.

2. 3. tidak bergabung/bergaul dengan pengguna. seperti menyibukkan diri dengan aktivitas yang padat dan menyenangkan Menolak. Keluarga mampu mengambil keputusan : untuk menghentikan An. seperti mengatakan tidak. Tujuan khusus Keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan nafza Kriteria Respon psikomotor Standar Pasien melakukan tindakan sbb: 1. Mengalihkan. Menganali cara pasien menyelesaikan masalah selama ini. Respon verbal Pasien mengatakan kerugian mengkonsumsi nafza : 1. Menghindar Mengalihkan Menolak Melatih mengontrol 3. 16 . A mengkonsumsi alkohol Respon verbal Respon psikomotor Motivasi internal (pada pasien) mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengambil keputusan berhenti mengkonsumsi. walaupun sekali saja. Intervensi Diskusikan dengan pasien tentang cara : 1. tidak melewati tempat yang mempunyai kenangan saat masih menggunakan zat. Diskusikan cara meningkatkan motivasi untuk berhenti  Hal-hal positif yang dimiliki pasien (kesehatan/pergaulan/pendidikan/pekerjaan/ekonomi/h ukum) Latih pasien untuk mensyukuri keadaannya tersebut Sebutkan lebih sering hal-hal yang patut disyukuri (latihan afirmasi) Sebutkan berulang-ulang keinginan untuk berhenti     No Dxp T. 4. 2. Menghindar seperti tidak pergi ke tempat-tempat yang ada pengedar.16 2. Umum 3. Gangguan kesehatan Diskusikan dengan pasien tentang cara menyelesaikan masalah yang sehat : 1. Latih pasien mengontrol keinginan menggunakan zat • • • Menghindar Mengalihkan Menolak 4. walaupun ditawarkan gratis dan tetap mengatakan tidak.

seperti dipaksa sebagai syarat untuk bergabung dengan kelompok tertentu 4. 3.2. tetapi menggunakan cara yang sehat i . Latih pasien menggunakan cara tersebut dengan : a) Mengenali situasi yang beresiko tinggi • • Kondisi emosi negatif seperti kesal. seperti bertengkar karena dilarang keluar rumah atau dituduh mencuri Tekanan sosial. seperti olah raga. katakan hal-hal yang diharapkan terhadap orang lain secara jujur dan terbuka. sepakati dengan orang tua kalau pasien akan mengatakan secara jujur pada keluarga jika pasien ternyata pakai lagi dan keluarga akan membantu pasien berobat Secara fisik : ambil waktu luang untuk diri sendiri dengan jalan-jalan. kemudian bicarakan dengan orang tua bahwa tidak dipercaya itu membuat kesal dan dapat menimbulkan sugesti. contoh : Secara verbal: jika pasien sering dicurigai dan dituduh pakai nafza oleh orang tua maka pasien mengungkapkan bahwa pasien kecewa belum dipercaya oleh keluarga. 3. dituduh pakai lagi Konflik dengan orang lain. melakukan aktifitas untuk menyalurkan kekesalan. Gangguan fungsi sosial Kerugian dalam pendidikan : dikeluarkan dari sekolah Pengaruh ekonomi/keuangan : menghamburkan uang tanpa ada manfaatnya 2. relaksasi atau kegiatan lain yang disukai pasien Secara sosial : cari bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah Secara spiritual : mengadukan masalah pada Tuhan dan meyakini bahwa ada bantuan dai Yang Maha Kuasa. • Untung rugi cara tersebut digunakan Tawarkan cara yang sehat untuk menyelesaikan masalah. • • • 6) • b) Tidak menggunakan zat untuk menyelesaikan masalah.

pengobatan dan pemulihan) 2) Diskusikan tentang kondisi pasien yang perlu segera dirujuk. 4. jalan sempoyongan.18 menyelesaikan masalah Diskusikan dengan pasien tentang gaya hidup yang sehat : 1. melakukan kekerasan sampai menyerang orang lain 18 . penyebab. curiga yang berlebihan. misalnya penurunan kesadaran. akibat) Tahapan penyembuhan pasien (pencegahan. seperti : • Intoksikasi berat. penglihatan (persepsi) terganggu. 2. Makan dan buang air secara teratur Bekerja dan tidur secara teratur Menjaga kebersihan diri Latih pasien mengubah gaya hidup • • • Tentukan aktivitas sehari-hari dan hobi Buat jadwal aktivitas Tentukan pelaksanaan jadwal tersebut Diskusikan dengan keluarga : 1) • Diskusikan tentang masalah yang dialami keluarga dalam merawat pasien Ajarkan keluarga untuk membantu pasien : menghindar atau mengalihkan perhatian dari keinginan untuk pakai lagi Anjurkan keluarga memberikan pujian bila pasien dapat berhenti walaupun 1 hari. gejala. 3. kehilangan pengendalian diri. 1 minggu atau 1 Diskusikan bersama keluarga tentang : • • Penyalahgunaan/ketergantungan zat (tanda.

tangan gemetar. Menjelaskan pengertian komunikasi yang efektif Respon verbal Komunikasi yang efektif adalah proses hubungan timbal balik antara anggota keluarga yang bersifat sosial dan psikososial dalam upaya saling memahami dan atau mengubah sikap. berbohong. diare. tidak bisa tidur. muntah. mual. dengan cara : • Anjurkan keluarga meningkatkan motivasi pasien untuk berhenti atau hindari sikap-sikap yang dapat mendorong pasien untuk pakai lagi (seperti menuduh pasien sembarangan atau terus menerus mencurigai pasien memakai lagi) Ajarkan keluarga mengenal ciri-ciri pasien pakai lagi (seperti : memaksa minta uang. keluarga mampu 1. ada tanda dan gejala intoksikasi) bulan Anjurkan keluarga mengawasi pasien minum obat • • 1 Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga melakukan komunikasi yang efektif dengan remaja Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam waktu 4 minggu. depresi (murung berkepanjangan) Diskusikan dan latih keluarga merawat pasien nafza. pendapat atau prilaku setiap anggota keluarga • Diskusikan dengan keluarga tentang pengertian komunikasi yang efektif dalam keluarga Anjurkan keluarga mengungkapkan pengertian komunikasi yang efektif i . Mengenal rnasalah komunikasi yang efektif dengan: a. tidak terjadi gangguan pola komunikasi Setelah pertemuan 4 x 45 menit. cemas yang berlebihan. seperti nyeri. gelisah.• Gejala putus zat.

2. Menyebutkan dampak komunikasi yang tidak efektif Dampak komunikasi yang tidak efektif 1. 20 . Kesehatan fisik dan emosional Situasi yang mendukung untuk berkomunikasi Gangguan dalam proses komunikasi Pengetahuan cara berkomunikasi yang baik Keterampilan berkomunikasi Sikap terhadap orang dan lawan bicara dalam komunikasi Diskusikan dengan keluarga tentang faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi yang efektif Anjurkan keluarga mengidentifikasi faktorfaktoryang mempengaruhi komunikasi yang efektif Motivasi keluarga untuk mengulang kembali faktorfaktor yang mempengaruhi komunikasi yang efektif 2. Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi yang efektif Respon verbal : 4 dari 6 Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi yang efektif : 1.20 b. 3. Pertumbuhan dan perkembangan keluarga akan terhambat Remaja menjadi penakut dan tidak berterus terang Diskusikan dampak komunikasi yang tidak efektif Anjurkan keluarga untuk menyebutkan kembali penyebab komunikasi yang efektifi 2. 4. Keluarga memutuskan untuk menciptakan komunikasi yang efektif dalam keluarga a. 6. 5.

Kepedulian remaja menurun Mencari teman berbicara yang tidak bertanggung jawab seperti teman yang berprilaku negatif 4.3. i .

C. Elsevier Saunders Wright & Leahey (1984). M.M.E. Nurses and Families: A Guide to Family Assessment and Intervention.. N & Riati. Kusniati. Kusniati.U.. R. S.e-psikologi. NAPZA. (2000). St. F.htm. (2005). & Maurer. Davis Company.22 DAFTAR PUSTAKA Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Stanhope. & Thomas. (1998).E. J.M. (1999). (2006). http://blog. PKBI-UNFPA. Friedman. 6 th edition. N & Riati.com/remaja/napza. (2004). 3rd Edition. Philadelphia: F. J. Theory and Practice. Hitchcock. P. Smith. Washington : Delmar. PKBI-UNFPA. Norwalk CT : Appleton & Lange. (2000).persimpangan. Community & Public Health Nursing Practice : Health for Families and Population. 2nd Ed. Manajemen Kasus Gangguan Jiwa dalam Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas. Schubert. 2001 dalam http://www. Community & Public Health Nursing. Jakarta-UI. R.Louis : Mosby. Perkembangan Remaja. 4th ed. M. A.com/psikologi-perkembangan/ 22 . Community Health Nursing : Caring in Action.A. & Lancaster. Family Nursing : Research. Tambunan.

Astuti Yuni Nursasi. MN selaku koordinator mata ajar Keperawatan Komunitas 2. Kom. Kritik dan saran yang membangun kami harapkan sehingga pembuatan makalah dimasa yang akan datang dapat lebih baik Jakarta. 3. M. Sp. Dra. PhD. Staf perpustakaan yang telah memberikan kesempatan seluas luasnya kepada kami untuk mencari literature 4. Junaiti Sahar. Staf laboratorium computer yang telah menyediakan kemudahan bagi kami untuk mengakses internet secara mudah dan ekonomis Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan wawasan keilmuan dan perkembangan profesi keperawatan dimasa yang akan datang.Kes.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke Hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan perlindunganNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah kelompok tentang “Asuhan Keperawatan Keluarga dengan keluarga rentan”. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada : 1. Widyatuti. selaku tim pengajar/pembimbing mata ajar Keperawatan Komunitas. Maret 2009 Penulis i .

24 24 .

i .

26 26 .

Pasien dapat mengubah gaya hidup g. Pasien dapat mengenali dampak penggunaan zat c. Pasien dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah f. Pasien dapat menggunakan terapi psikofarmaka secara tepat dan benar 2.B. Tujuan a. Pasien dapat meningkatkan motivasi untuk berhenti menggunakan zat d. Tindakan Keperawatan untuk Pasien i . Pasien dapat mengontrol keinginan untuk menggunakan zat e. Pasien dapat mengatasi tanda dan gejala intoksikasi atau putus zat b. INTERVENSI : 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa yang mungkin muncul pada kasus penyalahgunaan NAPZA adalah : • Koping individu tidak efektif : belum mampu mengatasi keinginan menggunakan zat C.

Diskusikan car meningkatkan motivasi untuk berhenti 1) Hal-hal positif yang dimiliki pasien (kesehatan/pergaulan/pendidikan/pekerjaan/ekonomi/hukum). 2) Mengalihkan. tidak bergabung/bergaul dengan pengguna. seperti mengatakan tidak. walaupun ditawarkan gratis dan tetap mengatakan tidak. 2) Latih pasien untuk mensyukuri keadaannya tersebut • • Sebutkan lebih sering hal-hal yang patut disyukuri (latihan afirmasi) Sebutkan berulang-ulang keinginan untuk berhenti (latihan afirmasi) d. 4) Latih pasien mengontrol keinginan menggunakan zat • Menghindar 28 . walaupun sekali saja. seperti menyibukkan diri dengan aktivitas yang padat dan menyenangkan 3) Menolak. c. Diskusikan bersama pasien tentang dampak penggunaan zat terhadap : 1) Kesehatan : tanda dan gejala intoksikasi dan penyakit fisik 2) Sosial atau hubungan dengan orang lain (pergaulan) 3) Pendidikan dan pekerjaan 4) Ekonomi atau keuangan 5) Hukum Diskusikan tentang kehidupan pasien sebelum menggunakan zat. Diskusikan cara mengontrol keinginan menggunakan zat dengan cara : 1) Menghindar seperti tidak pergi ke tempat-tempat yang ada pengedar. harapan pasien untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan datang setelah tahu dampaknya. tidak melewati tempat yang mempunyai kenangan saat masih menggunakan zat.28 b.

contoh : • Secara verbal: jika pasien sering dicurigai dan dituduh pakai nafza oleh orang tua maka pasien mengungkapkan bahwa pasien kecewa belum dipercaya oleh keluarga. Diskusikan cara menyelesaikan masalah yang sehat 1) Menganali cara pasien menyelesaikan masalah selama ini. katakan hal-hal yang diharapkan terhadap orang lain secara jujur dan terbuka. seperti olah raga. seperti dipaksa sebagai syarat untuk bergabung dengan kelompok i . sepakati dengan orang tua kalau pasien akan mengatakan secara jujur pada keluarga jika pasien ternyata pakai lagi dan keluarga akan membantu pasien berobat • Secara fisik : ambil waktu luang untuk diri sendiri dengan jalan-jalan. seperti segera menggunakan zat bila ada masalah 2) Untung rugi cara tersebut digunakan 3) Tawarkan cara yang sehat untuk menyelesaikan masalah.• • Mengalihkan Menolak e. dituduh pakai lagi Konflik dengan orang lain. melakukan aktifitas untuk menyalurkan kekesalan. seperti bertengkar karena dilarang keluar rumah atau dituduh mencuri • Tekanan sosial. kemudian bicarakan dengan orang tua bahwa tidak dipercaya itu membuat kesal dan dapat menimbulkan sugesti. relaksasi atau kegiatan lain yang disukai pasien • • Secara sosial : cari bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah Secara spiritual : mengadukan masalah pada Tuhan dan meyakini bahwa ada bantuan dai Yang Maha Kuasa. 4) Latih pasien menggunakan cara tersebut dengan : a) Mengenali situasi yang beresiko tinggi • • Kondisi emosi negatif seperti kesal.

Tindakan 1) Diskusikan tentang masalah yang dialami keluarga dalam merawat pasien 30 . Tindakan Keperawatan untuk Keluarga a.30 tertentu b) Tidak menggunakan zat untuk menyelesaikan masalah. tetapi menggunakan cara yang sehat menyelesaikan masalah f. Latih pasien minum obat sesuai terapi dokter. tekankan pada prinsip benar dosis obatnya 3. Diskusikan gaya hidup yang sehat 1) Makan dan buang air secara teratur 2) Bekerja dan tidur secara teratur 3) Menjaga kebersihan diri 4) Latih pasien mengubah gaya hidup • • • Tentukan aktivitas sehari-hari dan hobi Buat jadwal aktivitas Tentukan pelaksanaan jadwal tersebut f. Tujuan 1) Keluarga dapat mengenal masalah ketidakmampuan anggota keluarganya berhenti menggunakan nafza 2) Keluarga dapat meningkatkan motivasi pasien untuk berhenti 3) Keluarga dapat menjelaskan cara merawat pasien nafza 4) Keluarga dapat mengidentifikasi kondisi pasien yang perlu ditujuk b.

depresi (murung berkepanjangan) 4) Diskusikan dan latih keluarga merawat pasien nafza. penyebab. melakukan kekerasan sampai menyerang orang lain • Gejala putus zat.• Ajarkan keluarga untuk membantu pasien : menghindar atau mengalihkan perhatian dari keinginan untuk pakai lagi 2) Anjurkan keluarga memberikan pujian bila pasien dapat berhenti walaupun 1 hari. 1 minggu atau 1 Diskusikan bersama keluarga tentang : • • Penyalahgunaan/ketergantungan zat (tanda. seperti : • Intoksikasi berat. ada tanda dan gejala intoksikasi) • • bulan Anjurkan keluarga mengawasi pasien minum obat DAFTAR PUSTAKA i . diare. gejala. gelisah. kehilangan pengendalian diri. mual. cemas yang berlebihan. misalnya penurunan kesadaran. pengobatan dan pemulihan) 3) Diskusikan tentang kondisi pasien yang perlu segera dirujuk. curiga yang berlebihan. penglihatan (persepsi) terganggu. berbohong. muntah. dengan cara : • Anjurkan keluarga meningkatkan motivasi pasien untuk berhenti atau hindari sikap-sikap yang dapat mendorong pasien untuk pakai lagi (seperti menuduh pasien sembarangan atau terus menerus mencurigai pasien memakai lagi) • Ajarkan keluarga mengenal ciri-ciri pasien pakai lagi (seperti : memaksa minta uang. akibat) Tahapan penyembuhan pasien (pencegahan. tangan gemetar. jalan sempoyongan. seperti nyeri. tidak bisa tidur.

Theory and Practice. M. (1999). PKBI-UNFPA. Washington : Delmar. http://blog. (2005).Louis : Mosby. 2nd Ed. Pengembangan Diri. Schubert. (2004). P. & Maurer. R. 3rd Edition.. (2000). (1998).U. (1999). Smith. F.persimpangan. J. Community & Public Health Nursing. N & Riati. (2000). St.e-psikologi. C. Kusniati. Perkembangan Remaja. Stamford : Appleton & Lange. Norwalk CT : Appleton & Lange. Community Health Nursing : Caring in Action.M. Family Nursing : Research. PKBI-UNFPA. Nurses and Families: A Guide to Family Assessment and Intervention. 3rd Edition.32 Clark. J. Kusniati. PKBI-UNFPA. M. A. Elsevier Saunders Wright & Leahey (1984).A.htm. Nursing in the Community : Dimensions of Community Health Nursing. NAPZA. & Thomas. Community & Public Health Nursing Practice : Health for Families and Population. Hitchcock.com/remaja/napza. & Lancaster. N & Riati.J.. 4th ed. M.M. 2001 dalam http://www. Philadelphia: F. Davis Company.com/psikologi-perkembangan/ 32 . S. Friedman. R. Tambunan. (2000). Stanhope. N & Riati. Kusniati.E. R. 6 th edition.E.

Pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada yang terhormat: 5. Sp. Widyatuti. 7. Maret 2008 Penulis i . selaku tim pengajar/pembimbing mata ajar Keperawatan Komunitas. Junaiti Sahar. Jakarta. PhD. Kom.Kes. Dra. Staf perpustakaan yang telah memberikan kesempatan seluas luasnya kepada kami untuk mencari literature 8. M. Staf laboratorium computer yang telah menyediakan kemudahan bagi kami untuk mengakses internet secara mudah dan ekonomis Semoga makalah ini dapat memberikan konstribusi penting dalam peningkatan wawasan keilmuan dan perkembangan profesi keperawatan dimasa yang akan datang. MN selaku koordinator mata ajar Keperawatan Komunitas 6.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan perlindunganNya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah kelompok tentang Asuhan Keperawatan Keluarga dengan keluarga rentan. Astuti Yuni Nursasi.