P. 1
tUBERCULOSIS PARU

tUBERCULOSIS PARU

|Views: 1,054|Likes:
Published by Andiliansa Kondeca

More info:

Published by: Andiliansa Kondeca on Mar 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

TUBERCULOSIS PARU

I. A. Konsep Medis Pengertian Tuberculosis Paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang parenkim paruparu yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat juga menyebar ke bagian tubuh lain seperti meningen, ginjal, tulang, dan nodul limfe. B. Etiologi Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteriMicobacterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan jenis kuman berbentuk batang berukuran panjang 1-4 mm dengan tebal 0,3-0,6 mm. sebagian besar komponen Mycobacterium tuberculosis adalah berupa lemak/lipid sehingga kuman mampu tahan terhadap asam serta sangat tahan terhadap zat kimia dan factor fisik. Mikroorganisme ini adalah bersifat aerob yakni menyukai daerah yang banyak oksigen. Oleh karena itu, Microbacterium tuberculosis ini senang tinggal di daerah apeks paru-paru yang kandungan oksigennya tinggi. Daerah tersebut menjadi tempat yang kondusif untuk penyakit tuberculosis. Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP). C. Patofisiologi Individu rentan menghirup basil tubercolusis dan menjadi terinfeksi. Infeksi diawali karena seseorang menghirup basil Micobacterium tuberculosis. Bakteri menyebar melalui jalan napas menuju alveoli lalu berkembang biak dan terlihat bertumpuk. Perkembangan bakteri ini juga dapat menjangkau sampai ke daerah lain dari paru-paru (lobus atas). Basil juga menyebar melalui sistem limfe dan aliran darah ke bagian tubut lain (ginjal, tulang dan korteks serebri) dan area lain dari paru-paru. Selanjutnya, sistem imun tubuh merespon dengan malakukan reaksi inflamasi. Fagosit (neutrofil dan makrofag) menelan banyak bakteri, limfosit spesifik-tubercolusis melisis (menghancurkan) basil dan jaringan normal. Reaksi jaringan ini mengakibatkan penumpukan eksudat dalam alveoli, menyebabkan bronkopneumonia. Infeksi awal biasanya terjadi 2 sampai 10 minggu setelah pemajanan. Interaksi antara Micobacterium tuberculosis dan sistem kekebalan tubuh pada masa awal infeksi membentuk sebuah massa jaringan baru yang disebut granuloma. Granuloma terdiri atas gumpalan basil hidup dan mati yang dikelilingi oleh makrofag seperti dinding. Granuloma selanjutnya berubah bentuk menjadi massa jaringan fibrosa. Bagian tengah dari massa fibrosa ini disebut ghon tubercle. Materi yang terdiri atas makrofag menjadi nekrotik yang selanjutnya membentuk materi yang penampakannya seperti keju (necrotizing caseosa). Hal ini akan menjadi klasifikasi dan akhirnya membentuk jaringan kolagen, kemudian bakteri menjadi nonaktif.

D. 1.

2. 3. 4. E. 1.

2.

3. a.

Setelah infeksi awal, jika respon sistem imun tidak adekuat maka penyakit akan menjadi lebih parah. Penyakit yang kian parah dapat timbul akibat infeksi ulang atau bakteri yang sebelumnya tidak aktif kembali menjadi aktif. Pada kasus ini, Ghon tubercle mengalami ulserasi sehingga menghasilkan necrotizing caseosa di dalam bronkus. Tuberkel yang ulserasi selanjutnya menjadi sembuh dan membentuk jaringan parut. Paru-paru yang terinfeksi kemudian meradang, mengakibatkan timbulnya bronkopneumonia, membentuk tuberkel, dan seterusnya. Pneumonia seluler ini dapat sembuh dengan sendirinya. Proses ini berjalan terus dan basil terus difagosit atau berkembang biak di dalam sel. Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epiteloid yang dikelilingi oleh limfosit (membutuhkan 10-20 hari). Daerah yang mengalami nekrosis dan jaringan granulasi yang dikelilingi sel epiteloid dan fibroblas akan menimbulkan respon berbeda, kemudian pada akhirnya akan membentuk suatu kapsul yang dikelilingi oleh tuberkel. Manifestasi Klinik Batuk Batuk biasanya dialami 3-4 minggu dan bahkan berbulan-bulan. Sifat batuk dapat nonproduktif maupun produktif. Keadaan ini berlanjut menjadi batuk darah. Kebanyakan batuk darah pada tubercolusis terjadi pada kavitas tapi dapat juga terjadi pada ulkus dinding alveolus. Sesak Napas Sesak napas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut di mana infiltrasinya sudah setengah bagian paru-paru. Nyeri Dada Nyeri dada timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritik. Maleise Gejala maleise ditemukan berupa aneroksia, tidak ada nafsu makan, badan makin kurus, sakit kepala, meriang, nyeri otot, dan keringat malam. Test Diagnostik Test kulit tuberculin Test moundtousx adalah test kulit yang mdigunakan untuk menntukan apakah individu telah terinfeksi basil TB. Ekstra basil tuberculin disuntikan kedalam lapisan intravena pada aspek dalam lengan bawah, sekitar 10 cm di bawah siku. Respons positif biasanya ditunjukan dengan benjolan keras (indurasi maupun euritema) yang timbul pada bekas tempat suntikan yang artinya kemungkinan menderita infeksi TB. Test radiologi Rontgen dada, pada beberapa kasus test ini akan menunjukan adanya warna putih dimana system imun telah berhasil menahan bakteri TB pada beberapa kasus lain, test ini akan mnunjukan adanya nodule atau cavities pada paru-paru anda yang disebabkan pada TB aktif. Test laboraturium Test kultur, sample sekresi perut atau dahak (sputum). Sample-sample ini akan diuji untuk akan melihat adanya bakteri TB dalam beberapa jam.

b. 1) 2) F. 1. a. b. c. a. b.

II. A.

1.

Walaupun memerlukan waktu yang lebih lama sample tersebut juga dapat dikirim ke laboraturium dimana sample-sample tersebut akan diperiksa dibawah mikroskop. Bakteri yang muncul akan diuji lagi apakah bakteri tersebut akan merespon pemberian obata-obatan yang biasa yang digunakan untuk merawat TB. Hasil test kultur tersebut dapat juga digunakan dalam pemberian obat yang paling efektif untuk perawatan atau pengobatan. Darah Leukosit meninggi LED meninggi Penatalaksanaan Medik Obat anti TB (OAT) Obat harus diberikan dalam kombinasi 2 obat yang bersifat bakteristik dengan atau tanpa obat ketiga, tujuan pemberian obat OAT, antara lain: Membuat konfersi sputum BTA positif menjadi negatif secepat mungkin melalui kegiatan bakterisit. Mencegah kekambulan pada tahun pertama setelah pengobatan dengan sterilisasi. Menghilangkan atau mengurangi gejala dan lesu melalui perbaikan daya tahan imunologis. Maka pengobatan TB dilakukan 2 fase, yaitu: Fase awal intensif, dengan kegiatan bakterisit untuk memusnahkan populasi kuman yang membelah dengan cepat. Fase lanjutan, melalui kegiatan steriliosasi kuman pada pengobatan jangka pendek atau kegiatan bakteri ostatik pada pengobatan konfersional. OAT yang biasa yang digunakan antara lain: isoniazid (INH), rifampisin (R), pirazinamid(Z), dan steptormisin (S) yang bersifat bakterisid dan etambuto (E), yang bersifat bakteriostatik. Penilaian keberhasilan pengobatan didasarkan pada hasil pemeriksaan bakteriologi, radiologi, dan klinik. Kesempatan TB paru yang baik akan memperlihatkan sputum BTA negatif, adanya perbaikan radiologi dan menghilangnya gejala. Konsep Asuhan Keperawatan Pengkajian Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik yang lengkap dilakukan. Manifestasi klinis seperti demam, anoreksia, penurunan berat badan, berkeringat malam, keletihan, batuk dan pembentukan sputum mengharuskan pengkajian fungsi pernapasan yang lebih menyeluruh. Setiap perubahan suhu tubuh atau frekuensi pernapasan, jumlah dan warna sekresi, frekuensi dan batuk parah, dan nyeri dada dikaji. Paru-paru dikaji terhadap konsolidasi dengan mengevaluasi bunyi napas (menghilang, bunyi bronkhial, atau bronkovesikuler, krekels), fremitus, dan hasil pemeriksaan perkusi (pekak). Pasien dapat juga mengalami pembesan nodus limfe yang terasa sangat nyeri. Kesiapan emosional pasien untuk belajar, juga persepsi dan pengertiannya tentang tuberkulosis dan pengobatannya juga dikaji. Selain itu, menurut Marylinn E. Doengoes, data dasar pengkajian pada pasien dengan Tuberkulosis Paru yaitu: Aktivitas/istirahat

Tanda: Peningkatan frekuensi pernapasan (parenkim paru dan pleura). B. Perkusi pekak dan penurunan fremitus (cairan pleural dan penebalan pleural). Kelelahan otot. mengi). kering/kulit bersisik. ketakutan mudah tarangsang. Interaksi sosial Gejala: Perasaan isolasi. Tanda: Takikardia. Masalah keuangan. Tak perhatian. irama dan kedalaman pernapasan tidak normal. Indian anak benua. Populasi budaya/etnik: Amerika Asli atau imigran dari Amerika Tengah. dispnea. Pernapasan Gejala: Batuk produktif atau tak produktif. 5. 7. Tidak berpartisipasi dalam terapi. Keamanan Gejala: Adanya kondisi penekanan imun. Tidak dapat mencerna. Doengoes diagnosa keperawatan yang lazim mucul pada klien dengan Tuberculosis Paru adalah: Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekret kental. Kehilangan otot/hilang lemak subkutan. Perubahan pola biasa dalam tanggung jawab/perubahan kapasitas fisik untuk melaksanakan peran. takipnea/dispnea pada kerja.2. 1. 3. Gejala: Kelelahan umum dan kelemahan. Tanda: Turgor kulit buruk. napas pendek karena kerja. atau sekret darah. penolakan kerena penyakit menular. Tanda: Menyangkal (khususnya selama tahap dini). mudah terangsang yang nyata. Tanda: Berhati-hati pada area yang sakit. Tes HIV positif. 6. Perilaku distraksi dan gelisah. Deviasi trakeal (penyebaran bronkogenik). Karakteristik sputum: Hijau/purulen. . Perasaan tak berdaya/tak ada harapan. Diagnosa Keperawatan Menurut Marylinn E. 8. Mimpi buruk. Gagal untuk membaik/kambuhnya TB. Ansietas. Tanda: Demam rendah atau sakit panas akut. menggigil dan atau berkeringat. rumah. Ketidakmampuan umum/status kesehatan buruk. Ditandai dengan: frekuensi. Napas pendek. atau bercak darah. bunyi napas tidak normal (ronkhi. Riwayat tubercolusis/terpanjang pada individu terinfeksi. Nyeri/kenyamanan Gejala: Nyeri dada meningkat karena betuk bersulang. Integritas ego Gejala: Adanya/faktor stress lama. Asia Tenggara. perubahan mental (tahap lanjut). 4. Pengembangan pernapasan tak simetri (effusi pleura). mukoid kuning. Makanan/cairan Gejala: Kehilangan nafsu makan. upaya batuk buruk. Penurun berat badan. Kesulitan pada malam atau demam pada malam hari. Penyuluhan/pembelajaran Gejala: Riwayat keluarga TB. nyeri dan sesak (tahap lanjut).

aturan tindakan. kedalaman dan penggunaan otot aksesori. adanya hemoptisis. R/ Pemasukan tinggi cairan membantu untuk mengencerkan sekret. 1. kerusakan membran alveolar kapiler. 4. c. C. b. Pertahankan masukan cairan sedikitnya 2500 ml/hari kecuali kontraindikasi. gangguan sensai pengecap. sekret kental/tebal. e. Ditandai dengan: permintaan informasi. Vetilasi maksimal membuka area atelektasis dan meningkatkan gerakan sekret ke dalam jalan napas besar untuk dikeluarkan. R/ Pengeluaran sulit bila sekret sangat kental. keterbatasan kognitif. AGD dalam batas normal. anoreksia. tidak akurat mengikuti instruksi. Ditandai dengan: tidak dapat diterapkan adanya tanda dan gejala. Resiko tinggi penyebaran infeksi/aktivasi ulang berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat. dan pencegahan berhubungan dengan salah interpretasi informasi. upaya batuk buruk. R/ Penurunan bunyi napas dapat menunjukkan atelektasis ronchi mengi menunjukkan akumulas sekret/ketidakmampuan untuk membersihkan jalan napas yang dapat menimbulkan penggunaan otot bantu pernapasan. edema bronkhial. Kurang pengetahuan mengenai kondisi. a. ronchi (-). informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap. Berikan klien posisi semi fowler. ketidakcukupan sumber keuangan. Tujuan: Klien akan menunjukkan perilaku untuk memperbaiki/mempertahankan bersihan jalan napas dengan kriteria: batuk efektif. melaporkan kurang tertarik pada makanan. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelemahan. tonus otot buruk. 3. frekuensi napas dalam batas normal. catat karakter. malnutrisi. jumlah sputum.2. Catat kemampuan untuk mengeluarkan mukosa/batuk efektiif. . terpajan lingkungan. atau sekret darah. R/ Posisi dapat membantu memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya pernapasan. bronkhodilator. sering batuk/produksi sputum: dispnea. Sputum berdarah kental atau darah cerah diakibatkan oleh kerusakan (kavitasi) paru atau luka bronchial dan dapat memerlukan evaluasi/intervensi lanjut. sehingga mudah untuk dikeluarkan. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru atelektasis. Ditandai dengan: tidak dapat diterapkan adanya tanda dan gejala. Intervensi Keperawatan Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekret kental. kerusakan jaringan. Intervensi: Kaji fungsi pernapasan misalnya: misalnya: bunyi napas. 5. d. Kurang pengetahuan untuk menghindari pemajangan patogen. menunjukkan kesalahan konsep tentang status kesehatan. Bantu klien untuk batuk efektif dan latihan napas dalam. kecepatan irama. Ditandai dengan: berat badan dibawah ideal. Kolaborasi Beri obat-obatan sesuai indikasi: agen mukolitik.

. menurunnya bunyi nafas peningkatan upaya pernapasan. bicara. catat sianosis atau perubahan pada kulit termasuk membran mukosa dan kuku. malnutrisi. kerusakan membran alveolar kapiler. Kolaborasi Berikan O2 tambahan yang sesuai. 3. d. bersin. Tujuan: Klien akan mengambil tindakan untuk mencegah/menurunkan resiko penyebaran infeksi. meludah. Efek pernapasan dapat dari ringan sampai dispnea berat hingga distress pernapasan. Lekosit dalam batas normal. Tujuan: Klien melaporkan tidak adanya/penurunan dispnesia dengan kriteria: klien akan terbebas dari gejala distres pernapasan. pemeriksaan kultur negatif. terbatasnya ekspansi dinding dada dan kelemahan. terpajan lingkungan. tertawa. R/ Membantu klien menyadari/menerima perlunya mematuhi program pengobatan untuk mencegah pengaktifan berulang atau komplikasi. Resiko tinggi penyebaran infeksi/aktivasi ulang berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat. efusi pleure. a. dengan kriteria: suhu tubuh dalam batas normal. a. b. frekuensi napas dalam batas normal. Evaluasi perubahan pada tingkat kesadaran. kerusakan jaringan. Berguna pada adanya keterlibatan luas dengan hipoksemia dan bila respons inflamasi mengancam hidup. Pemahaman bagaimana penyakit disebarkan dan kesadaran kemungkinan transmisi membantu pasien/orang terdekat untuk mengambil langkah untuk mencegah terjadinya infeksi ke orang lain. R/ Menurunkan konsumsi oksigen atau kebutuhan selama periode penurunan pernapasan dapat menurunkan beratnya gejala.2. Tingkatkan tirah baring atau batasi aktivitas dan bantu aktivitas perawatan diri sesuai keperluan. nekrotis. R/ TB Paru menyebabkan efek luas pada paru dari bagian kecil bronkopneumonia sampai inflamasi. R/ Akumulasi sekret/pengaruh jalan napas dapat mengganggu oksigenasi organ vital dan jaringan. dan fibrosis luas. c. pengetahuan meningkat mengenai resiko infeksi dan pencegahannya. Intervensi: Kaji dispnea. takipnea. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru atelektasis. Bronkhodilator: meningkatkan ukuran lumen percabangan trakeobronkhial. menyanyi dan lain-lain. Kurang pengetahuan untuk menghindari pemajangan patogen. R/ Agen mukolitik: menurunkan kekentalan sekret paru untuk memudahkan pembersihan. tidak ada tanda-tanda sianosis. sehingga menurunkan tahanan terhadap aliran udara. R/ Alat dalam memperbaiki hipoksemia yang dapat terjadi sekunder terhadap penurunan ventilasi/menurunnya permukaan alveolar paru. Intervensi: Kaji patologi penyakit dan potensial penyebaran infeksi melalui droplet udara selama batuk. sekret /tebal.

d. berat badan dan derajat kekurangan berat badan. melakukan perubahan/perilaku pola hidup untuk meningkatkan dan atau mempertahankan berat badan yang tepat. Kaji pola diet pasien yang disukai atau tidak disukai. d. R/ Membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan/kekuatan khusus.b. resiko penyebaran infeksi dapat berlanjut sampai 3 bulan. e. Kaji pembuangan tissue sekali pakai dan tehnik mencuci tangan yang tepat. R/ Berguna dalam mengukur keefektifan nutrisi dan dukungan cairan. g. . R/ Maksimalkan masukan nutrisi tanpa kelemahan yang tak perlu kebutuhan energy dari makan makanan banyak dan menurunkan iritasi gaster. R/ Membantu menghemat energi khususnya bila kebutuhan metabolik meningkat saat demam. b. contoh : masker atau isolasi pernapasan R/ Dapat membantu menurunkan rasa terisolasi dan membuang stigma sosial sehubungan dengan penyakit menular. Dorong untuk mengulangi demonstrasi. Awasi suhu sesuai indikasi. contoh anggota rumah. c. catat turgor kulit. Kolaborasi Awasi pemeriksaan laboratrium. Pertimbangan keinginan individu dapat memperbaiki masukan diet. f. sahabat karib/teman. dan asimtomatik akan diklasifikasikan tak menyebar. Tujuan: Klien akan menunjukkan terpenuhinya nutrisi sesuai dengan kebutuhan dengan kriteria: menunjukkan berat badan meningkat mencapai tujuan dengan bebas malnutrisi. Awasi masukan/pengeluaran dan berat badan secara periodik. Identifikasi orang lain yang beresiko. Intervensi: Catat status nutrisi pasien pada penerimaan. R/ Perilaku yang diperhatikan untuk mencegah penyebaran infeksi. R/ Periode singkat berakhir 2-3 hari setelah kemoterapi awal. Tekankan pentingnya tidak menghentikan terapi obat. Dorong dan berikan periode istirahat yang sering. c. contoh hasil usap sputum. Dorong makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi protein dan karbohidrat. R/ Orang-orang yang terpajan ini perlu program terapi obat untuk mencegah penyebaran/terjadinya infeksi. ketidakcukupan sumber keuangan. 4. R/ Pasien yang mengalami 3 usapan negatife (memerlukan 3-5 bulan). R/ Berguna dalam mendefinisikan daerajat/luasnya masalah dan pilihan intervensi yang tepat. a. e. tetapi pada adanya rongga atau penyakit luas. anoreksia. Anjurkan klien untuk batuk/bersin dan mengeluarkan pada tissue dan menghindari meludah. perlu mentaati program obat. sering batuk/produksi sputum: dispnea. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelemahan. R/ Reaksi demam indikator adanya infeksi lanjut. Kaji tindakan kontrol infeksi sementara.

Kurang pengetahuan mengenai kondisi. e. Bersihan jalan napas efektif 2. Contoh hemoptisis. DAFTAR PUSTAKA . aturan tindakan. Tujuan: Klien akan menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan kriteria: menyatakan pemahaman proses penyakit/prognosis dan kebutuhan pengobatan. Intervensi: a. E. nyeri dada. R/ Dapat menunjukkan kemajuan atau pengaktifan ulang penyakit atau efek obat yang memerlukan evaluasi lanjut. tanda awal menurun-nya kemampuan untuk melihat warna hijau. R/ Meningkatkan kerjasama dalam program pengobatan dan mencegah penghentian obat sesuai perbaikan kondisi pasien. Identifikasi gejala yang harus dilaporkan ke perawat. dengan menuliskan waktu pelaksanaan dan respon klien. b. Evaluasi Keperawatan 1. Kurang pengetahuan tentang kondisi. D. R/ Efek samping utama menurunkan penglihatan. kehilangan pendengaran. Dorong untuk tidak merokok. aturan dan tindakan pencegahan penyakit dapat teratasi. Kaji bagaimana tuberkolois ditularkan dan bahaya reaktivasi. Implementasi Implementasi dilakukan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah dibuat sebelumnya berdasarkan masalah keperawatan yang ditemukan dalam kasus. Resiko tinggi penyebaran infeksi atau aktivasi ulang dapat dicegah atau teratasi. Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan tubuh 5.5. keterbatasan kognitif. menggambarkan rencana untuk menerima perawatan kesehatan adekuat. R/ Meskipun merokok tidak merangsang berulangnya tuber-kolosis tetapi meningkatkan disfungsi pernapasan. R/ Memenuhi kebutuhan metabolik membantu meminimalkan kelemahan dan meningkatkan penambahan cairan dapat mengencerkan secret. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas dapat dicegah atau teratasi 3. c. Jelaskan dosis obat frekuensi pemberian. mengidentifikasi gejala yang memerlukan evaluasi/intervebsi. demam kesulitan bernapas. Rujuk untuk pemeriksaan mata setelah memulai dan kemudian tiap bulan dan selama minum entabutol. informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap. vertigo. Tekankan pentingnya memper-tahankan protein tinggi dan diet karbohidrat dan pemasukan cairan aedekuat. R/ Pengetahuan dapat menurunkan resiko penularan/reaktivasi ulang. kerja yang diharapkan dan alasan pengobatan. f. d. 4. melakukan perilaku/perubahan pola hidup untuk memperbaiki kesehatan umum dan menurunkan resiko pengaktifan ulang tubercolosis. dan pencegahan berhubungan dengan salah interpretasi informasi.

2007. Jakarta: EGC Somantri. Suzanne C. Jakarta: Salemba Medika http://meetabied.com/2010/12/tuberculosis-paru. Keperawatan Medikal Bedah: Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan.html . Rencana Asuhan Kepeawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien (Edisi 3). Jakarta: EGC Smeltzer. Irman. 2000. Jakarta: EGC Doenges.Corwin. 2001.blogspot. 2002. Elizabeth J. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Marilynn E. Buku Saku Patofisiologi.

Pemeriksaan ini juga berguna untuk memberikan informasi keadaan jantung dan pembuluh darah sebelum dilakukan pembedahan. Sarana radiologis adalah semua alat yang menggunakan sinar-X atau pengion lainnya sebagai sarana diagnostik. Interpretasi Dasar Foto . misalnya pesawat sinar-X dan isotop. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat kelainankelainan yang terdapat dalam jantung seperti: dinding jantung sebelah dalam. Pemeriksaan lainnya yaitu pembuatan radilologi thoraks proyeksi oblique kanan dan kiri. Pemeriksaan Tanpa Kontras Pemeriksaan ini dipakai rutin dan sebagai pendahuluan yakni pembuatan radiografi thoraks dengan proyeksi dorsoventral. Pengenalan kelainan yang penting pada foto thoraks sangat bermanfaat bagi dokter hewan praktisi terutama dalam menghadapi keadaan akut sehingga dokter hewan mampu untuk memberikan interpretasi yang benar maupun tindakan yang tepat. air. dengan esofagus diisi barium. Pemeriksaan Dengan Kontras Kontras dimasukkan melalui pembuluh darah ke dalam jantung diikuti pembuatan serial radiografi. lemak dan logam. Ada beberapa cara untuk mendapatkan hasil foto rontgen pada bagian thoraks antara lain. hal pertama yang perlu diperhatikan adalah densitas atau derajat tebalnya bayangan hitam pada film. 2. katub jantung dan pembuluh darah besar. Dalam membaca foto rontgen. Para radiolog menggolongkan adanya empat densitas yaitu: gas atau udara.Rontgen Thoraks Pemeriksaan radiologi toraks merupakan upaya pengkajiaan untuk tujuan diagnosa gangguan sistem kardiovaskular dan respirasi. Pemeriksaan tembus berguna untuk menilai pulsasi jantung dan gerakan diafragma. bagian dorsal terlihat sampai dengan os costae 6-8. bagian ventral terlihat sampai dengan costae 8-10. dan pemeriksaan tembus (fluoroskopi). ventrodorsal. dan lateral. Macam Pemeriksaan : 1. Pemeriksaan ini harus dibatasi penggunaannya karena besarnya radiasi yang dipancarkan. serta gambaran sirkulasi jantung dengan paru.

Pada posisi ini kamera berada di belakang pasien. maka foto harus diulang karena akan terjadi salah interprestasi. Penilaian Pembuluh Darah Paru . Posisi Lateral Pengambilan posisi lateral tergantung atas indikasi apakah lateral kiri atau lateral kanan. Ketajaman sinar. 2. aneurisma aorta dan sebagainya). Cara mengambil pasien ditidurkan dalam posisi 450 dan pemotretan dilakukan saat inspirasi. Menilai adanya perubahan pada struktur ekstrakardiak. emfisema paru. pelebaran dan penyempitan aorta (posisi dorsoventral). misalnya edema paru. nomor RM. Skapula tidak akan menutupi daerah paru. tindakan selanjutnya. misalnya di ruang rawat darurat atau rawat intensif. Besar jantung dapat diperkirakan dengan lebih mudah. misalnya : kelainan letak jantung. Identitas: nama. pembesaran atrium atau ventrikel. 2. Tujuan Pemeriksan Foto Rontgen pada bagian Toraks : 1. Tulang rusuk ventral tidak tampak jelas.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan interprestasi foto thoraks yaitu: 1. Posisi Dorsoventral Pengambilan foto ini yang paling sering dilakukan pada pasien gawat. apabila terlalu radiopaque (terlalu terang) atau terlalu gelap (radiolusen). sedang rusuk di bagian belakang semuanya menuju ke arah tulang punggung. Menilai kelainan paru. 3. Macam –macam proyeksi foto toraks Posisi Ventrodorsal Posisi pengambilan ini biasanya dilakukan di bagian radilogi. tuberkulosis paru (posisi ventrodorsal). tangal dan jam pembuatan foto. Posisi ini dipakai pada pemeriksaan angiografi (untuk melihat kebocoran septum jantung. Menilai adanya kelainan jantung.

bronkus dan saluran limfe masuk ke dalam paru. Pulmonary abscess 6. Percabangan trakea terdapat pada torkal ke-5. Hypoplastic trachea 2. Trakea tampak jelas sebagai garis tengah dengan densitas film yang lebih sedikit. Collapsed trachea 4.Hilus adalah tempat arteri pulmonalis. Bronchiectasis 9. Perubahan pada Trachea 1. Hilus kanan letaknya kira-kira di pertengahan dari jarak apeks paru ke diafragma kanan. kecuali pada mitral stenosis. Eosinophilic pneumonia 5. Lung torsion . Broncopneumonia 4. Parasitic pneumonia 7. Hilus kiri letaknya lebih tinggi sedikit. Edema pulmonum 9. Bronchial obstruction Perubahan pada paru 1. Pulmonary haemoragica 11. interstitial pneumonia 2. Tracheal stenosis 3. Mycotic pneumonia (pneumonomycosis) 8. vena pulmonalis. Pulmonary Neoplasia 12. Asthma-like disease 10. Atelectatis 14. Aspiration pneumonia 3. Bronchial collapse 7. Dari hilus ini dapat diikuti cabang-cabang dari arteri pulmonalis di dalam paru-paru yang makin kecil ke arah perifer. Pembuluh darah paru di lapangan bawah tampak lebih banyak dari pada lapangan paru atas. Emphysema pulmonum 13. Tracheal tumor 5. Vena pulmonalis tidak selalu terlihat pada radiografi polos. Bronchitis 8. Tracheal rupture 6.

berlapis-lapis. Urolithiasis umumnya terjadi pada anjing berumur ± 6 tahun. meskipun anjing berumur beberapa minggu sampai 16 tahun juga dapat menderita urolithiasis. ditemukan darah bersama urin yang dapat menimbulkan rasa sakit. Urolit berbentuk khas. Batu dan kristal tersebut dapat ditemukan di ginjal. seperti tanduk atau bercabang). Adanya batu atau polikristal tersebut dapat membuat iritasi saluran air kencing. Hal tersebut membuktikan bahwa urin yang menggenangi urolit komposisinya bervariasi dari hari ke hari dan keadaan tersebut merupakan hal yang sangat konseptual dalam mencoba memahami sifat fisik urolit. akibatnya saluran tersebut rusak. Bentuk Kristal yang khas terutama dipengaruhi oleh struktur internal dan lingkungan Kristal terbentuk. . renolit. jackstone. urethra. Pada irisan melintang urolit sering tampak adanya inti dan lamina. Dalam praktek kasus batu dan kristal tersebut menyebabkan penyumbatan pada saluran air kencing sehingga terjadi retensi urin. Urolit diberi nama dengan komposisi. dan kebanyakan di vesika urinaria (kandung kencing). segi. kalkuli vesikalis.15. mulberry. ureterolit) atau bentuknya (halus. tidak berupa endapan bahan Kristal yang berserakan tetapi berupa kumpulan Kristal yang tersusun teratur dan mempunyai struktur internal yang kompleks. uretrolit. Polikristal ini terdiri dari Kristal organic atau anorganik (90-95%) dan matriks organic (5-10%) dan unsur lain dalam jumlah kecil. sistolit. pyramid. letak (nefrolit. Urolit (kalkuli urinaria) terbentuk dalam traktus urinarius baik di dalam pelvis maupun diseluruh bagian traktus urinarius paling bawah. Chronic obstruktive lung disease tidak ada komentarbagi Urolithiasis Pendahuluan Apr 15. '09 3:22 AM untuk Urolithiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya batu (urolith) atau kristal-kristal pada saluran air kencing (tractus urinarius).

Ada beberapa faktor lokal yang mempengarui ukuran dan bentuk urolit. nafsu makan berkurang atau sama sekali tidak mau makan. dan pemeriksaan radiologis/USG. Setelah pemeriksaan klinis. palpasi daerah abdomen sering terasa adanya pembesaran dari kandung kencing. Disamping itu. Urolithiasis pada anjing biasanya menunjukkan susah kencing atau hanya kencing sedikit dan kadang-kadang berdarah. Jumlah urolit yang ada 2. 1. dan muntah. Berdasarkan anamense tersebut.Urolithiasis dapat ddi diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan klinis. antara lain. pemeriksaan klinis segera dilakukan dan pemeriksaan dari saluran air kencing sangat diprioritaskan. Penanganan urolithiasis dapat dilakukan dengan pembedahan ataupun tanpa pembedahan. Urolit selalu bergerak atau terfiksasi 3. lemah. dilakukan pembuatan foto Rontgen atau pemeriksaan dengan USG bagian abdomen dengan posisi rebah samping (lateral). Pada waktu melakukan pemeriksaan klinis. Frekuensi urinasi . sehingga dapat disimpulkan bahwa anjing tersebut menderita urolithiasis. Urolithiasis Urolitihiasis merupakan polikristal yangterdiri dari Kristal organic atau anorganik (90-95%) dan matriks organic (5-10%) dan unsur lain dalam jumlah kecil.

uretra dan kadang-kadang juga berlapis-lapis. tetapi dapat bewarna hijau kecoklatan karena pigmen empedu dan bersifat radiopaque. biasanya kecil. NH4+. keras. agak keras dan rapuh. bewarna krem sampai coklat. fosfat. Beberapa gambar urolit yang ditemukan pada anjing . sangat keras dan rapuh. Urolit struvit ini tersusun dari Mg++. bewarna krem kekuningan. tersusun dari NH4 urat. 4. tersusun dari kalsium oksalat dan sering mengandung kalsium fosfat. Urolit oksalat Berbentuk bulat atau oval. trauma pada vesika urinaria. jika digerus akan hancur dan tidak bersifat radiofaque. berlapis-lapis konsentris seperti kulit telur. 2. Konfigurasi struktur anatomi dimana urolit tumbuh. kuning sampai coklat. vesika urinaria. bersifat radolousent. Urolit strruvit Urolit struvit ini berbentuk bulat dan persegi. permukaan halus dan bewarna muda. Kalsium karbonat Konsistensi yang keras. 6. Urolit silikat Tersusun dari silikat. 5. bewarna kuning kecoklatan sampai kehijauan. tetapi pada anjing bersifat radiopaque. glikosuria akibat diabetes mellitus dan kalkuli yang menyebabkan penyumbatan pada saluran pengaliran urin. Disamping beberapa faktor tersebut pembentukan urolit juga dapat dipengarui oleh stasis urin urin karena multiplikasi bakteri. biasanya bewarna putih. biasanya kecil. empuk mudah dihancurkan. mudah pecah. Gambaran Urolit Secara Makroskopis dan Radiografik 1.4. permukaannya halus. Urolit urat Urolit urat berbentuk bulat atau oval. tersusun dari asam amino cystine. 3. permukaan halus. permukaannya kasar dan berspikulum dan bewarna coklat. kuning kehijauan sampai coklat dan bersifat radiolusent. ureter. Urolit cystine Urolit cystine berbentuk bulat atau oval. kadang-kadang mengambil bentuk dari bentuk pelvis renalis. biasanya kecil.

tamm horsfall mucoprotein. Sebaliknya urolit yang mengandung kalsium (kalsium oksalat dan kalsium fosfat) paling lazim ditemukan. tetapi lapisan luarnya tersusun dari Kristalkristal lain yang berbeda. uromucoid. Kadang-kadang inti urolit tersusun dari suatu jenis kristal (struvit). Bagian urolit yang tertinggal setelah komponen Kristal dilarutkan dengan bahan pelarut adalah matriks organik.Komposisi Mineral dan Matriks Jenis mineral yang paling umum di jumpai dalam urolit anjing adalah MgNH4 PO4 (struvit). Matriks organik tersebut berperan dalam mempengaruhi pembentukan urolit melalui beberapa mekanisme sebagai berikut. serum albumin. alfa dan gamma globulin. Unsur matriks organik yang diidentifikasikan dari urolit berupa unsure A. 1. Sebagai tempat untuk nukleasi yang bersifat heterogen. asam urat. sedangkan kalsium fosfat dan kalsium oksalat jarang ditemukan pada anjing. Ammonium asam urat. . tetapi kebanyakan kalkuli komposisinya terdiri dari campuran beberapa unsure mineral. Meskipun beberapa mineral khusus dapat menjadi unsure predominan dari suatu kalkuli.

3. Patogenesa Pembentukan Urolit Pembentukan urolit biasanya dipengaruhi oleh adanya nidus Kristal. Pembentukan nidus kristal tersebut tergantung pada pusat nucleus atau matriks (meskipun subtansi matriks protein nonkristal juga dapat berperan sebagai nukleusi) dan supersaturasi urin oleh kristal . diet dan urin stasis. Tempat pembentukan urolit yang sering berpindahpindah dan tidak dapat dideteksi sebelumnya mengidentifikasi bahwa beberapa factor fsiologi dan patologi yang sangat kompleks dan saling berhubungan terlibat dalam pembentukan urolit. pH urin. Urolithiasis seharusnya tidak dipahami sebagai penyakit tunggal karena terbentuknya urolit biasanya berkaitan dengan beberapa abnormalitas.2. infeksi bakteri. herediter. Bersifat melindungi koloid yang menghalangi pertumbuhan kalkuli lebih lanjut. Fase awal dimulai terbentuknya nidus kristal. Disamping itu ada juga beberapa factor predisposisi terbentuknta urolit pada traktus urianaria antara lain. Pembentukan urolit meliputi fase awal pembentukan dan fase pertumbuhan. pH urin dan ada atau tidaknya factor inhibitor kristal dalam urin. Sebagai cetakan untuk mengatur dan memodifikasi pertumbuhan Kristal. 4. Sebagai agen pengikat sehingga partikel semen calculus bergabung dan berperan sebagai tempat retensi kristal.

Infeksi descendens juga dapat terjadi pada bagian atas traktus urinarius dan infeksi kelenjar prostate kronis merupakan sumber infeksi. 1. jika suatu kristal mempunyai sifat yang cocok dengan kristal lain.kalkulogenik. Sedangkan derajad supersaturasi urin dipengaruhi oleh banyaknya kristal yang dieksresikan oleh ginjal dan volume urin. Fase pertumbuhan nidus kristal tergantung pada. 3. 2. Urolit yang berlangsung lama juga dapat menimbulkan infeksi ascendens yang terjadi pada traktus urinarius bagian bawah dan penyebaran infeksi secara hematogen dari infeksi local ditempat lain. maka beberapa kristal dapat saling menggabungkan diri dan tumbuh menjadi nidus atau kristal lain. Derajad dan durasi supersaturasi urin yang mengandung kristal baik yang identik atau berbeda dengan kristal yang ada dalam nidus. Kemampuan untuk tetap bertahan dalam lumen traktus ekskretorius system urinarius. . Sifat fisik nodus kristal.

Untuk menegakkan diagnose dilakukan pemeriksaan radiologis/USG. palpasi daerah abdomen bagian belakang terasa sakit dan pada keadaan piocystitis (adanya nanah bersama urin) terdapat febris. Pasien terlebih dahulu difoto rontgen tanpa kontras media positif. Untuk kalkuli pada vesika urinaria. ureter hewan diletakkan ventro-dorsal dan pemotretan dilakukan 5 menit pasca injeksi kontras media. sedangkan vesika urinaria paling baik dipotret 25-30 menit pasca injeksi. Hal ini terjadi karena nomor atom dari kalkuli tersebut lebih rendah dari nomer atom kontras. Kemudian balikkan pasien 360°. . di-iodin dan urogram. uji sendimentasi epitel dan lain-lain yang dianggap perlu. RBC. Kontras media positif yang sering digunakan adalah tri-iodin. tambahkan sedikit udara (double kontras media) melalui spuit. differensial WBC. xantin dan matriks merupakan kalkuli yang bersifat radiolusent yang membutuhkan kontras media positif untuk mengamatinya. namun jika hasilnya negatif. Hasil tersebut harus segera diinformasikan kepada klien guna mendapat persetujuan untuk penanganan selanjutnya. sehingga dapat disimpulkan bahwa anjing tersebut menderita urolithiasis. Untuk foto radiografi ginjal. Kalkuli pada saluran perkencingan dapat terdiri dari kalsium. urinalisis. tetapi urin yang keluar hanya sedikit merupakan gejala awal urolit.Diagnosis Secara Klinis dan Radiografi Hewan seing kencing. Setelah bubur barium dimasukkan . Hb. disamping itu juga ditemukan adanya gejala lain seperti stranguria (miksi sulit dan disertai rasa sakit). Gunakan kontras media positif (penggunaannya tergantung kontras media) untuk melihat adanya kalkuli. sedangkan urat. O2 dan nitrous oksid). kontras media positif yang digunakan berupa bubur barium juga dapat dimasukkan melalui katerisasi lewat uretra. Disamping pemeriksaan klinis juga harus didukung oleh pemeriksan laboratorium seperti. WBC. fosfat dan oksalat yang merupakan kalkuli yang bersifat radiopaq yang dapat diamati dengan kontras media negative (CO2. anjing jantan tersebut dipuasakan ± 24 jam dan diberikan obat pencahar untuk mengosongkan saluran pencernaan.

jika vesika urinaria mengalami gangguan maka bubur barium akan melekat pada mukosa vesika urinaria. Incisi pertama dilakukan pada kulit sepanjang 4-6 cm pada bagian bawah umbilicalis. Jika terjadi pendarahan kecil jepit dengan arteri clamp atau diligasi dengan benang plain cutgat. Kemudian incisi kedua pada muskulus dan peritoneum. Jika clamp tidak ada dapat digunakan dua jahitan bantu . baru kemudian dilakukan penyayatan. Setelah rongga peritoneum terbuka.baru lakukan pemotretan. maka terlebih dahulu urin dikeluarkan. cari vesika urinaria dan keluarkan. Penanganan Urolithiasis Teknik Operasi Pasien yang telah teranestesi diletakkan pada posisi dorsal recumbency pada meja operasi. jepit ujung cranial dan caudal vesika urinaria dengan doyen clamp. Pasang kain drapping pada daerah operasi kecuali daerah yang dilalui pisau operasi. Jika vesika urinaria berisi urin. Lakukan pemasangan kateter pada saluran perkencingan yang dimulai dari uretra sampai ke vesika urianaria dan keluarkan urin. Sebaiknya urin dikeluarkan dengan menggunakan katerisasi. preparer antara kulit dan fascia untuk mendapatkan linea alba. namun jika kateter tidak ada maka urin dikeluarkan secara manual dengan cara memijat vesika urinaria atau penyedotan dengan spuit. Setelah vesika urinaria kosong. daerah operasi didesinfeksi dengan iodium tincture 3 % secara sirkuler.

(2004). Anonimous. Daftar Kepustakaan Anonimous. Tanpa Operasi Untuk mengatasi urotroliasis tanpa operasi yaitu dengan pemberian obat-obatan yang dapat merelaksasi muskulus. Canine Surgery.sebagai pengganti doyen clamp. memasukkan larutan garam fisiologis ke traktus urinarius. Banda Aceh.anjingkita. Jika indikasi cystotomi untuk pengangkatan sistik kalkuli. Kulit dijahit dengan benang cotton dengan pola jahitan simple interrupted. Penuntun Praktikum Ilmu Bedah Khusus Dan Radiologi. California. Santa Barbara. (1979). Perawatan cystotomi pada anjing kesayangan. (2005). Fakultas Kedokteran Hewan. namun jika indikasinya terhadap tumor maka tumornya diangkat. J. Lapisan dalam dari vesica urinaria dijahit dengan benang plain cutgat dengan pola simple continous. www. Archibald. kemudian dapat digunakan kateter yang diameter lebih. Lakukan penjahitan peritoneum dengan benang cotton dengan pola jahitan simple interrupted dan muskulus dengan fascia dengan benang plain catgut pola jahitan simple continous. Bersihkan daerah operasi dan berikan iodium tincture 3 % dan injeksikan penicillin oil kedalam luka tersebut. Inc. American Veterinary Publication. Universitas syiah kuala. . sedangkan lapisan luarnya dijahit dengan benang cromic cutgat dengan pola jahitan lambert yang bertujuan untuk mencegah kebocoran. maka kalkulinya dikeluarkan baru kemudian vesika urinaria dijahit kembali.com. baru kemudian lakukan penyayatan. mendorong urolit ke dalam vesika urinaria.

2nd ed. J dan R. USA. umumnya disebabkan oleh trauma atau karena adanya kelainan dalam tulang tersebut. Smith. Canine and Feline. Comparison of Anesthetic and Cardiorespiratory Effects of Tiletamine-Zolazepam-Butorphanol and TiletamineZolazepam-Butorphanol-Medetomidine in Dogs. Kitao dan T. (1980). Ko.. (1961). Fossum. London.(1996).K.B. Walker. An Atlas Of Veterinary Surgery. The Veterinary Formulary dalam Handbook of Medicines Used in Veterinary Practise. Tiley. (2000). Urolit Pada Anjing dan Penangannya Dengan Operasi atau Tanpa Operasi. M. Walker. (2002). Spanchology in The Anatomy of Domestica Animals. S and J. J. Hantiningsih. T. Bennett. John Wright & Son. M. P and F. Diktat Kuliah. Mosby ST..Bishop.41: 1. (2007). Weil.. Yogyakarta.West Lafayette. G. A. . Philadelphia. 8(2): 26-113. 2nd ed.G. W. T. (1980). Smal Animal Surgery. Souders. 4th. R. Haydon. Ltd. (2000). Brown.(1991). Purdue University. L. tidak ada komentarbagi Problem Fiksasi Fraktur Area Epiphysial Os Radius Ulna Apr 15. London. Ketamine and Xylazine in Cats. 46-50.. London. 231.. Philadhelpia. Hickman. McCarthy dan B. Lipincoot Williams and Wilkins. Vet Ther. Banda Aceh. The 5-Minute Veterinary Consults. Syiah Kuala University Press. Pengantar Ilmu Bedah Umum Veteriner.W. T. Grossman. John Write and Sons LTD.B.R. Laboratory Animal Science.Long Term Anesthesia Using A Continuous Infusion of Guaifenesin. Ibrahim. '09 3:14 AM untuk Problem Fiksasi Fraktur Area Epiphysial Os Radius Ulna Fraktur merupakan suatu diskontinuitas yang abnormal. Bagian Ilmu Bedah dan Radiologi FKH-UGM. Sisson. M.W. 3rd ed. (2000).P. Payton. An Atlas Veterinary Surgery.C.Y.

Fraktur pada epiphysial os radius ulna merupakan fraktur yang sangat sulit proses kesembuhannya. Pergerakan yang selalu terjadi menyebabkan kedua fragmen yang patah tidak menyatu dan memperlambat pembentukan kallus. metaphysis. namun lokalisasi trauma dapat tidak sesuai dengan lokalisasi patah. apophysis. Untuk menangani . humerus. karena jika kallus sudah mulai terbentuk namun fiksasi kurang baik menyebabkan kedua fragmen yang patah kembali bergeser (delayed union). Fiksasi ada 2 yaitu fiksasi terbuka dan fiksasi tertutup. tarsal dan metatarsal. sedangkan retensi adalah mempertahankan kondisi reduksi selama masa penyembuhan. Tulang juga sebagai alat pelindung dan merupakan tempat sum-sum tulang. physis. yang selalu bergerak sehingga dapat menggangu proses fiksasi yang telah dilakukan. Fiksasi memegang peranan penting dalam pembentukan kallus. sehingga vaskularisasi sangat kurang. Dalam menangani fraktur akibat trauma dikenal konsep dasar “4 R” yaitu rekognisi.sehingga mudah terjadi patah tulang tanpa adanya trauma dari luar (patah tulang patologis). Daerah epiphysial merupakan daerah distal dari os radius ulna. Reduksi adalah suatu tindakan untuk mengembalikan fragmen-fragmen tulang yang mengalami fraktur semirip mungkin ke keadan semula. radius ulna. sedangkan patah tulang patologis juga menimbulkan kerusakan jaringan yang disebabkan oleh patah tulang. Epiphysis merupakan bagian paling distal dari tulang itu sendiri. Ada beberapa problem yang menyebabkan fraktur epiphysial os radius ulna sulit untuk sembuh. Os radius ulna merupakan tulang yang miskin pembuluh darah. Tulang adalah kerangka tubuh serta merupakan pertautan otot serta tendon yang merupakan alat gerak. retensi dan rehabilitasi. Yang terakhir adalah Rehabilitasi yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi tulang yang patah ke keadaan normal dan tanpa menggagu proses fiksasi. medulla dan korteks. Patah tulang akibat trauma menimbulkan kerusakan jaringan yang disebabkan oleh trauma itu sendiri dan lokalisasi patah umumnya sesuai dengan tempat trauma. reduksi. karena miskin akan pembuluh darah. Tulang dibagi menjadi beberapa bagian yaitu bagian yaitu epiphysis. diaphysis. Rekognisis adalah pengenalan terhadap fraktur melakukan berbagai diagnosa untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin tentang fraktur. sehingga diharapkan dapat membantu dalam penanganan fraktur. Exstremitas cranialis terdiri tulang scapula. Tulang dianggap sebagai gudang garam kalsium yang melalui metabolisme mempertahankan kadar kalsium dalam darah.

Gangguan pada limpa dapat berupa torsio limpa. infark. Salah satu organ yang sering mengalami gangguan adalah limpa. Bubuk gips tersebut biasanya dicampurkan dalam bahan pembalut. Diantara penyakit-penyakit tersebut ada yang dapat diobati dengan metode pengobatan antara lain. sehingga dapat diletakkan pada bahan pembalut dan direndam supaya siap dipakai baru kemudian akan mengeras. gangguan pertumbuhan dan berbagai gangguan-gangguan lainnya. apalagi pada daerah os radius ulna bagian epiphysial. '08 12:28 AM untuk Anjing merupakan hewan kesayangan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Kondisi ini sangat baik digunakan pada bagian tubuh yang sedang dalam masa retensi. Gips adalah mineral yang terdapat di dalam tanah dengan formula CaSO4 2H20 dan merupakan batu putih yang banyak terdapat di Indonesia. Bagian tubuh yang dibalut gips ini tidak dapat bergerak secara bebas.fraktur pada daerah os radius ulna disarankan menggunakan fiksasi terbuka dengan menggukan wire suture (menjahit dengan kawat). tidak ada komentarbagi ERWIN. Limpa merupakan organ limpoid terbesar dalam tubuh yang termasuk Retikulo Endothelial System (RES). Bahan ini mempunyai keistimewaan bila dicampur air maka akan kembali mengeras. parenkimnya bewarna merah dan putih. Ketika lambung berkontraksi limpa akan terdesak ke bagian caudal abdomen. SPLENEKTOMI PADA ANJING Pendahuluan Jul 14. Kemudian setelah prosen fiksasi selesai dilakukan pemasangan gips untuk mencegah terjadinya pergerakan yang akan mengganggu proses fiksasi. tumor. Limpa terletak pada sisi kiri abdomen sejajar dengan curvatura mayor lambung. Bahan ini dibakar sampai 130 °C dan formulanya kehilangan sebagian dari H20 menjadi CaSO4 2H20 dan kemudian di bubuk halus. Susunan pembulu darah pada limpa terdiri dari sinusoid- . tumor. trauma. Banyak diantara anjing-anjing kesayangan tersebut mengalami gangguan penyakit. torsio dan berbagai penyakit lainya. gangrene. Kapsul limpa terdiri dari serat otot lunak dan elastis.

Limpa berperan sebagai tempat penyimpanan darah oleh karenanya ukuran limpa bervariasi tergantung dari jumlah darah yang ada didalamnya (Jungueiera. Sel mesenkim dari limpa fetus memproduksikan sel darah merah. 1998). kematian jaringan pada limpa dan gangguan pertumbuhan. abses dan kelainan hematologis (Schrock. 1974). Splenektomi adalah pengangkatan limpa secara keseluruhan atau pengangkatan sebagian limpa akibat dari suatu gangguan yang tidak dapat lagi diatasi dengan metode pengobatan. Limpa bersama sum-sum tulang berfungsi membentuk eritrosit. Limpa diselubungi oleh jaringan fibro elastis dan otot licin (Ressang. Arteri splenic merupakan cabang dari artericeliak yang memiliki 3 – 5 cabang dengan diameter 2 mm yang menyuplai darah ke omentum dan limpa. Pada beberapa kasus anemia sel mesenkim sinusoidal sanggup memproduksi sel darah merah (Archibald. tapi biasanya bukan merupakan fungsi limpa pada anjing dewasa. Disamping itu limpa berperan penting dalam proses eritropoisis pada fetus. 1988).sinusoid. Tinjauan Kepustakaan Limpa Limpa merupakan organ limpoid terbesar dalam tubuh yang termasuk Retikulo Endothelial System (RES). Adanya benda asing dalam limpa menimbulkan proses reaktif yang secara makroskopik terlihat sebagai bengkak limpa. 1984). perputaran limpa. gangguan pada limpa berupa splenomegali. Hal ini sering terjadi pada penyakit menular yang bersifat akut atau kronis. Limpa merupakan organ limpoid sekunder yang sangat berperan penting pada awal kehidupan fetus. Limpa mengandung sel RES yang merupakan faktor yang penting dalam sistem pertahanan tubuh. suplai darah terbesar terutama berasal dari arteri dan vena splenic yang memasuki limpa pada beberapa tempat sepanjang hilus dan kemudian memasuki trabekulae. leukosit dan limfosit. Selain itu . Perubahan lain pada limpa yaitu tumor. Biasanya gangguan pada limpa terlihat pada saat bedah laparotomi lain dilaksanakan.

tumor. 2007). Susunan pembulu darah limpa terdiri dari sinusoid. fisiologis hewan dan spesies hewan (Ibrahim. Dalam perkembangan kemudian. 1992). Kelenjar limfe dan sum-sum tulang belakang akan menggantikan fungsi dari limpa. infark. Pemilihan obat anestesi umum harus didasarkan atas beberapa pertimbangan. 2000). Limpa terletak pada sisi kiri abdomen sejajar dengan kurvatura mayor lambung dan digantung oleh ligamentum gastrosplenicum (Archibald. sehingga hewan tersebut masih bisa bertahan hidup (Ressang. suplai darah terbesar terutama berasal dari arteri dan vena splenic yang bercabang-cabang memasuki limpa pada beberapa tempat sepanjang hilus dan kemudian memasuki trabekulae (Frandson. . 1984). hilangnya rasa sakit saja disebut anestesi lokal sedangkan anestesi umum adalah hilangnya rasa sakit disertai hilangnya kesadaran. Sekitar 10% sel darah dihasilkan oleh sum-sum tulang dalam bentuk abnormal dan limpa membuang sel darah merah yang abnormal tersebut dari sistim sirkulasi darah (Archibald. temperamen hewan.. 1984).limpa bersama sum-sum tulang dan sel RES berfungsi menghancurkan eritrosit tua.sinusoid. yaitu jenis operasi. Apabila limpa seekor hewan diangkat atau dipotong maka ini tidak akan mengakibatkan gangguan pada hewan tersebut. karena pemberian secara tunggal relatif tidak diperoleh hasil yang memuaskan (Ko dkk. 1974). memfagosit mikroorganisme yang masuk bersama darah dan berperan dalam metabolisme nitrogen yang berhubungan dengan pembentukan asam kemih (Ressang. Splenektomi merupakan tindakan operasi pengangkatan sebagian atau pemotongan limpa yang bertujuan memulihkan pasien pada keadaan normal dari gangguan penyakit yang tidak dapat diatasi dengan metode pengobatan. Adapun beberapa indikasi splenektomi adalah torsio limpa. 1974). lamanya operasi. trauma dan gangguan pertumbuhan. Pada pelaksanaan pembedahan obat anestesi umum yang lebih sering dipakai dalam bentuk kombinasi dari pada tunggal. Anestesi Anestesi menurut kata adalah hilangnya rasa sakit.

Obat anestesi umum yang ideal adalah murah. sedangkan ketamin memberikan efek analgesik yang kuat (Brown dkk. obat yang larut dalam air lebih cepat diserap dibandingkan obat yang larut dalam lemak (Ganiswarna. Bishop. cepat dieliminasi dan tanpa efek yang tidak diinginkan (Ganiswarna. mudah didapat. namun kelarutan obat dalam air menentukan kecepatan dan kelengkapan absorbsi. stabil pada suhu kamar. 1996. tepat dan dapat disesuaikan langsung dengan respon pasien. 1995). Obat anestesi umum juga dapat diberikan secara intramuskular. Trimastuti. Ibrahim (2000) menyatakan untuk operasi-operasi daerah tertentu seperti perut. 2001). maka selain hilangnya rasa sakit juga dibutuhkan relaksasi otot yang optimal.. maka kadar obat dalam darah diperoleh secara cepat. Disamping itu obat yang diberikan intravena tidak dapat ditarik kembali. 1991. . tidak mudah terbakar.Kombinasi ketamin-xylazin ini merupakan kombinasi obat anestesi yang sinergis dan kombinasi ini dapat meningkatkan kerja masing-masing obat dimana xylazin memberikan efek relaksasi otot yang baik. agar operasi berlangsung lancar. Pemberian obat anestesi secara intravena tidak mengalami tahap absorpsi. 1995).

pasien yang telah diperiksa keadaan fisik dan keadaan darah rutin dipuasakan selama 8-12 jam. vitamin B-plex dan atropine sulfat dengan dosis 0. 2006). Alat dan Bahan Pembedahan dilakuakan di Laboratorium Klinik FKH UNSYIAH. 2004). sebelum digunakan alat-alat tersebut dibersihkan kemudian disterilkan dengan autoclaving dengan suhu 121°C selama 30 menit. Bahan yang diperlukan berupa alkohol 70 %. Hewan dimandikan dan dilakukan pencukuran bulu pada daerah operasi. Berat badan pasien ditimbang untuk menentukan dosis obat yang digunakan. anestesiolog memonitor frekuensi denyut jantung dan pernafasan setiap 5 menit (Tilley dan Smith. (Anonimous. Persiapan Pasien Sebelum diberikan anestetika umum. Ketamin HCL 10% dengan dosis 10 mg/kg BB dan Xylazin HCL 10 % dengan dosis 2 mg/kg BB dikombinasikan dalam satu spuit yang berfungsi sebagai anestetika umum yang diberikan secara intramuscular (Erwin.Persiapan Operasi Tempat.04 mg/kg BB yang diberikan secara sub kutan yang berfungsi sebagai premedikasi. SWAT. catgut. 2000). wounder dust preparat antibiotic. Alat-alat operasi yang digunakan berupa satu set mayor surgery. iodine 3 %. benang silk. Selama berlangsung stadium anestesi. Sebelum operasi dilaksanakan ruangan dan tempat operasi dibersihkan. .

bersihkan darah dengan tampon dan masukkan limpa kembali kerongga abdomen. Doyen clamp ditengah dibuka. pasang doyen clamp melintang pada daerah yang ditekan. kemudian baru injeksikan adrenalin. preparer antara kulit dan fascia untuk mendapatkan linea alba. 1980). Setelah rongga peritoneum terbuka. cari limpa pada daerah kiri lambung dan dikeluarkan dari rongga abdomen. Pada bagian yang akan dipotong kapsulanya ditekan-tekan menggunakan telunjuk dan ibu jari. Doyen clamp yang terpasang dilepaskan. kemudian lakukan pemotongan limpa dari ujung distal doyen clamp.Teknik Operasi Pasien yang telah teranestesi diletakkan pada posisi dorsal recumbency pada meja operasi. Pemasangan kain drapping pada daerah operasi kecuali daerah yang dilalui pisau operasi. Kemudian incisi kedua pada muskulus dan peritoneum. daerah operasi didesinfeksi dengan iodium tincture 3 % secara sirkuler. Perhatikan bagian limpa yang akan dibuang dan lakukan ligasi pada pembulu darah yang menuju bagian limpa yang akan dibuang. Lakukan penjahitan peritoneum dengan benang cotton (simple interrupted) dan muskulus dengan fascia dengan benang plain catgut (simple continous). Bersihkan daerah operasi dan berikan iodium tincture 3 % dan injeksikan penicillin oil kedalam luka tersebut. kemudian letakkan limpa diatas drapping. Jahit kapsulanya dengan benang catgut chromic. Incisi pertama dilakukan pada kulit sepanjang 4-6 cm pada bagian atas umbilicalis. kemudian pasang lagi 2 doyen clamp dikiri dan kanan doyen clamp pertama. Kulit dijahit dengan benang cotton dengan pola jahitan simple interrupted (Hickman dan Walker. .

Sebelum pembedahan dilaksanakan pasien dilakukan pemeriksaan rutin darah yang meliputi jumlah eritrosit. maka keseluruhan limpa yang harus dibuang. Tujuan pemberian obat anestesi secara intravena yaitu untuk menghemat dosis obat yang akan digunakan. namun jika seluruh limpa yang terganggu. Anestesi umum yang digunakan adalah kombinasi ketamin-xylazin yang diberikan secara intravena. jadi hanya ¼ dari limpa yang dibuang. Setelah dilakukan X-ray terlihat limpa membengkak. hemoglobin dan hematokrit. Lakukan disinfeksi daerah operasi dengan iodium tincture secara sirkuler. kulit dipreparir dengan gunting bengkok dan akan terlihat linea alba. Untuk menghidari terjadinya muntah yang merupakan salah satu efek dari obat anestesi. 1995). kecuali daerah yang dilalui pisau operasi. setelah muskulus diincisi dengan hatihati lakukan incisi pada peritoneum. kemudian injeksikan adrenalin yang berfungsi untuk mengeluarkan darah pada . Anjing tersebut berjenis kelamin betina berumur 6 bulan. leukosit. sebelum obat anestesi diberikan terlebih dahulu diberikan obat premedikasi. Anjing dipuasakan 8-12 jam dan dimandikan sebelum diberikan anestesi umum. kemudian limpa dikeluarkan dan amati bagian limpa yang mengalami gangguan atau keseluruhan limpa yang mengalami gangguan. Incisi kedua dilakukan pada muskulus tepat pada garis median. Setelah hewan teranestesi dilakukan pencukuran bulu pada daerah operasi yaitu sepanjang 4-6 cm dari atas umbilicalis. Setelah rongga peritoneum terbuka cari limpa pada daerah kiri bawah dari gastrium tepat pada curvatura mayor. kami mengambil keputusan anjing tersebut harus menjalani pembedahan. Incisi pertama dilakukan pada kulit. Pada pasien yang dilakukan pembedahan hanya sebagian limpa yang mengalami gangguan. Jika hanya sebagian limpa yang mengalami gangguan. berdasarkan hasil pemeriksaan klinis anjing tersebut menunjukkan gangguan pada limpa. karena pada pemberian intravena obat tidak lagi mengalami tahap absorbsi dan langsung didistribusikan keseluruh tubuh (Ganiswarna. Pembulu darah arteri yang menuju bagian limpa yang akan dibuang tersebut diligasi.Diskusi Pada tanggal 10 Januari 2008 telah dilakukan pembedahan pada seekor anjing milik Tn. maka cukup bagian tersebut yang dibuang. Lakukan pemasangan kain draping pada daerah operasi. agar mikroorganisme yang berada ditempat operasi terseret ke tepid an tidak tertumpuk pada daerah operasi. Erwin dengan nama Cencen.

Muskulus dan fascia dijahit dengan benang plain catgut dengan pola jahitan simple continous dan kulit dijahit dengan benang cotton dengan pola jahitan simple interrupted. tapi benang sudah diserap dan isi rongga abdomen akan terkulai keluar. Penstrep sebanyak 1 ml diinjeksikan ke dalam rongga peritoneum untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang kemungkinan terkontaminasi pada saat pembedahan. Peritoneum dijahit dengan benang cotton yang telah disterilkan dengan pola jahitan simple interupted.pulv. XV . Buang bagian limpa tersebut dan lakukan penjahitan pada limpa dengan benang catgut cromic dengan pola simple continous. Doyen clamp pertama dibuka dan dilakukan incisi pada bagian tengah yang dimulai dari ujung distal doyen clamp. begitu juga dengan pemberian obat juga dilakukan selama 7 hari.limpa. Perawatan pasca operasi. karena jika peritoneum dijahit dengan benang catgut maka dikhawatirkan luka belum sembuh. darah pada limpa dibersihkan dengan tampon baru kemudian limpa dimasukkan kembali ke rongga abdomen.f. Adapun tujuan peritoneum dijahit dengan benang cotton yaitu untuk mencegah terbukanya petitoneum. Adapun obat-obat yang diberikan sebagai berikut.25 mg ½ tab No. doyen clamp kedua dan ketiga dipasang disamping kiri dan kanan doyen clamp pertama. R/ Amoxan Ponstan Dexamethasone B-plex m. Perbatasan limpa yang akan dibuang ditekan dengan jari baru dilakukan pemasangan doyen clamp pertama. diamati terus selama 7 hari berturut-turut. hewan ditempatkan pada lingkungan/kandang yang bersih.dtd da in caps S3 dd 1 Caps 70 mg 70 mg 0. daerah operasi dibersihkan dan kemudian dilakukan injeksik penicillin oil diantara luka operasi dan ditaburkan SWAT dan Wounder dust. Adrenalin bekerja pada pembulu darah dan limpa dimana menyebabkan vasokonstriksi pada pada pembulu darah dan konstriksi limpa sehingga darah akan keluar dari limpa melalui pembulu vena. Setelah daerah operasi selesai dijahit.

kebengkakan dan cairan radang seperti yang dijelaskan diatas sangat dipengaruhi oleh jenis luka. Pada hari ke 6 sampai hari ke-7. dimana terjadi regenerasi jaringan yang telah mengalami kerusakan (Darma. Luka operasi ditangani secara tepat akan menyatu dengan sempurna antara 7 . luka mulai mengering. 1980).Paraf R/ Bioplacenton Salp Sue 1 Tube Paraf Pertautan tepi luka sebenarnya langsung terjadi sebagai respon untuk mengembalikan tubuh pada keadaaan normal. infeksi bakteri patogen. Jika limpa . 1997). Kesimpulan Splenektomi dapat dilakukan jika dengan metode pengobatan tidak dapat memulihkan pasien dari berbagai penyakit yang menyerang organ tersebut. pola jahitan dan tentu saja nutrisi esensial yang diperlukan untuk sintesis mekanisme radang dan kekeringan luka.14 hari (Walker. Reaksi jaringan yang ditujukan proses penyembuhan luka yang meliputi kemerahan.

Daftar Kepustakaan .dibuang sum-sum tulang dan kelenjar limfe akan mengambil alih fungsi limpa. sehingga hewan akan tetap hidup.

Edisi 4. (2000). McCarthy dan B. 2004.Y. EGC. A. Farmakologi dan Terapi. The Veterinary Formulary dalam Handbook of Medicines Used in Veterinary Practise. Syiah Kuala University Press. Philadelphia. Anatomi dan Fisiologi Ternak. M. R. 1980. Frandson. Archibald. J. Yogyakarta. Jakarta. S. (1997). Skripsi: FKH UNSYIAH. Inc. . American Veterinary Publication.41: 1.. 1992. Diterjemahkan oleh Srigandono. R. (1995). 3rd ed. Banda Aceh.G. Ketamine and Xylazine in Cats. Banda Aceh. M.Long Term Anesthesia Using A Continuous Infusion of Guaifenesin. 1979 Canine Surgery. Santa Barbara. Hickman. 231. Edisi ke-4. UGM Press. Ltd. An Atlas Veterinary Surgery. Laboratory Animal Science.G.. Bishop. Walker. J dan R. 2006. Darma. Efek Kombinasi Ketamin-Xylazin dan Ketamin-Diazepam terhadap Frekuensi Denyut Jantung dan Pernafasan pada Anjing Lokal (Canis familiaris). 2nd ed. John Wright & Son. FKH UNSYIAH. D. D.(1991). Pengantar Ilmu Bedah Umum Veteriner. Penerbit Buku Kedokteran.(1996). Bennett. Jakarta. Penuntun Praktikum Ilmu Bedah Veteriner Umum. Ilmu Bedah. Brown. 46-50. Ganiswarna. London. Erwin. Ibrahim. California.Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. T. Banda Aceh.Anonimous.

. W. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Vet Ther. 2nd ed. Denpasar. Bogor. (1980). R. L. J. '08 12:25 AM untuk RIWAYAT KASUS .A. T.. Petrus dan Gunawan. IPB. EGC. (2007). Ressang. K. Scabiosis SCABIOSIS Sinonim: Penyakit gudikan. Philadelphia. A.Jungueiera. Walker. Edisi ke-8.C. 1998. (2001). K. Ilmu Bedah (Hand Book of Surgery). Tilley. Weil.. Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Gabungan XylazinKetamin Hidroklorida terhadap Waktu Induksi dan Lama Kerja Anestesinya pada Anjing Lokal. M. A. Yogyakarta. Schrock. 1988..A.B. Jakarta. Kitao dan T.M. Patologi Khusus Veteriner. Purdue University. Kelly. Comparison of Anesthetic and Cardiorespiratory Effects of Tiletamine-ZolazepamButorphanol and Tiletamine-Zolazepam-Butorphanol-Medetomidine in Dogs. Lippicont. 2000. 1984. I.. The Five Minutes Veterinary Consult Canine and Feline.G.. P. Payton. Edisi ke-2. Haydon. A.West Lafayette. Carmeiro dan O. G.R. Skripsi. Histologi Dasar. Ko.L. kudis menular Jul 14. Smith. T. Trimastuti. UGM Press. USA. L dan F. 8(2): 26-113. An Atlas Of Veterinary Surgery. Diterjemahkan oleh Adjie Darma. C. John Write and Sons LTD. 1 komentarbagi ERWIN. J.

. keropeng dan kudis telah memenuhi seluruh permukaan tubuh. dari morfologi yang terlihat maka diidentifikasi parasit tersebut adalah jenis Sarcoptes scabei. Dari tanda-tanda yang terlihat diduga hewan menderita scabies. Dilihat dari kondisi hewan yang sangat buruk dengan kulit dan bulu sangat kusam. Menurut informasi yang didapat dari pemilik.5 ml. Sebagai terafi diberikan ivomek yang disuntikkan secara subkutan sebanyak 0. hewan sudah lama menderita sakit (kudisan diseluruh badan) dan tidak mau makan. Untuk diagnosa lebih pasti maka diambil kerokan kulit hewan tersangka dan diperiksa dibawah mikroskop kemudian ditemukan ektoparasit tungau.Telah dilakukan pemeriksaan terhadap seekor hewan (kambing) betina pada tanggal 23 desember 2006 milik Jamaluddin didesa Blang krueng. Dari hasil yang didapat maka di diagnosa bahwa hewan tersebut menderita scabies.

.mempunyai thorak. 2003). saat hewan kekurangan pakan. ketidak senangan pemelihara dan lingkungan karena sifatnya yang zoonosis (Soeharsono. Scabies yang disebabkan oleh Sarcoptes Scabei.5-2 mm Termasuk parasit obligat. tungau betina mampu bertelur didalam tubuh indik semang 20-100 butir dan telur berbentuk oval (Farida dkk. pada bagian dorsal tubuh terdapat sisik-sisik triangular. abdomen dan 4 pasang anggota gerak. kandang yang kotor. Demodex dan Knemidokoptes. musim kemarau dan kandang yang kotor (Tri akoso. Sarcoptes scabei kawin dalam kulit induk semang. setelah melakukan perkawina jantan akan tinggal . badan tidak beruas. 2006). kerugian ekonomi. Hampir 50% manusia juga tidak luput dari serangan parasit ini. Untuk kelangsungan hidupnya tungau memiliki spesifisitas induk semang dan induk semang yang sering diserang oleh sarcoptes adalah manusia dan semua hewan mamalia peliharaan (Farida dkk. Notoedres. Hewang yang diserang mengalami penurunan kondisi tubuh. anak kucing dan semua hewan ternak. 2003). 2003) Tungau merupakan ektoparasit berukuran kecil yang berfariasi dari 0. Ukuran tungau jantan lebih kecil dari tungau betina. Penyakit yang disebabkan oleh tungau ini berkaitan erat dengan tingkat kebersihan hewan.4mm. tempat tidur dan sisir (Anonimus. mempunyai kaki-kaki yang pendek dan penjuluran briste yang jarang dibagian tepi tubuh.. 2003). kucing dewasa. dimana Sarcoptes jantan kawin dengan Sarcoptes betina.PENDAHULUAN Scabiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh sekelompok ektoparasit dari jenis tungau (mite). 2002). penyakit ini secara umum dapat terkena pada anjing. Sedangkan yang tidak membuat terowongan yaitu: Psoroptes dan Chorioptes. Parasit Tungau sangat mendatangkan gangguan pada hewan ternak karena jika tidak segera ditangani kudis yang ditimbulkan sangat parah (Subronto. morpologi dari Sarcoptes scabei adalah: bentuk tubuh bulat. dengan diameter 0. penularanya dapat melalui kontak langsung. Scabies dapat disebabkan oleh beberapa tife tungau yaitu tife yang membuat terowongan dalam dan tidak. tungau yang membuat terowongan yang dalam diantaranya: Sarcoptes.

2003). akibatnya kulit menebal dan berkerut tidak lagi rata. mata dan telinga.. Pada domba daerah yang sering diserang bagian tubuh yang tidak berbulu. ETIOLOGI Scabies disebabkan oleh sarcoptes scabei. Tungau menembus kulit. namun dapat menular dari hewan kemanusia dan sebaliknya. muka dan siku pada infestasi awal anjing sering menggaruk dan terlihat lesi pada bekas garukan. hidung. Patogenesis dan Gejala Klinis Predileksi Sarcoptes scabei pada anjing yaitu : telinga.. 1991). Penyakit ini memiliki spesifisitas induk semang. rambut menjadi jarang atau hilang sama sekali. Selanjutnya terjadi keratinisasi dan proliperasi jaringan ikat. didalam lapisan kulit tersebut tungau akan mengeluarkan sekreta dan exreta yang dapat menimbulkan rasa gatal bagi induk semang (Farida dkk. Ternak sapi sering ditemukan pada daerah leher dan ekor. kemudian diikuti dengan kekurusan dan penebalan kulit yang berlebihan. eksudat yang merenbes keluar menggumpal dan mengering menimbulkan sisik-sisik dipermukaan kulit. leher dan abdomen. Sarcoptes betina dewasa membuat lorong-lorong didalam kulit. mengisap cairan limfe dan memakan sel-sel epidermis. kemudian bertelur didalam lorong tersebut. Hewan sekandang cenderung tertular pada saat bersamaan memperlihatkan ketidaktenangan siang dan malam. Rasa gatal dialami oleh induk semang dan bila digaruk dan digosok menyebabkan rasa sakit yang sangat. sedangkan sarcoptes betina tinggal didalam lapisan stratumcorneum dan stratum lucidum sekitar 2 bulan. muka. sedangkan pada kambing ditemukan pada darah muka. 2003). Diagnosa . Nymfa menerobos kulit dan menjadi tungau dewasa dalam waktu lebih kurang 17 hari setelah telur dikeluarkan (Tri akoso. pada kasus yang berat dapat meluas keseluruh tubuh (Farida dkk.dipermukaan kulit bersama dengan priode nymva. Menurut Soeharsono (2000) rasa gatal yang dialami oleh penderita diberbagai bagian tubuh menyebabkan napsu makan menurun. telur menetas menjadi larva kemudian larva menjadi nymfa. infeksi yang baru saja terjadi dengan gejala awal berupa terbentuknya erytema diikuti dengan pembentukan papula dan vesikula disertai dengan merembesnya cairan limfe yang kemudian menjadi keropeng . Kucing daerah yang sering diserang di telinga.

(2003) sebagai terapi dapat digunakan obat-obatan sebagai berikut: 1.Penegakan diagnosa didasarkan pada ditemukannya tungau melalui pemeriksaan kerokan kulit . Pencegahan dan Pengendalian 1. Golongan organophospat konsentrasi 10%. Kerokan dilakukan dengan menggunakan scalpel pada lapisan kulit yang mengalami lesi atau keropeng hasil kerokan ditaruh diatas kaca preparat. yang diaplikasikan dengan perendaman (dipping) dan penyemprotan (spraying) konsentrasi larutan 0. Ivermectin/ avermectin 1 ml / kg berat badan. 3. 4. 5. Terapi Menuru Farida dkk. Caumaphos 50% dengan pengenceran 1%. Amitraz 0. efektif membunuh berbagai jenis telur dan tungau. hewan tertular diasingkan Populasi ternak (densitas) agar disesuaikan dengan luas lahan kandang yang tersedia . Belerang dan bensil bensoat 5-25%.25 %. Antibiotik sistemik jika ada infeksi skunder. 2. Menjaga kebersihan lingkungan dan kandang Mengawasi ternak yang masuk secara cermat kedalam peternakan Tidak mengawinkan hewan yang menderita. 3. dioleskan pada kulit penderita. Pengobatan diulang 2-3 kali dengan interval waktu 10-14 hari. psoroptes dan dermatitis. tetraethylthiuram monosulfide 5% dalam bentuk dipping atau spraying. kemudian diteteskan NaOH atau KOH 10% sebanyak 1-2 tetes yang berfungsi sebagai keratokolium. 4.025% mandikan 2 minggu sekali sebanyak 2-4 kali mandi. 6. HCH (lidane). 1991).. 2. Diferensial Diagnosa Sebagai diagnosa banding scabiosis yaitu demodekosis. belerang kalsium sulfide digunakan sebagai obat tofical atau dipping pemberian 3-6 kali selama satu minggu. tutup dengan gelas penutup dan diperiksa dibawah mikroskop dengan pembesaran 100-400 kali sehingga memungkinkan terlihatnya gerakan tungau yang masih hidup (Triakoso. 7.

.

Penyidikan Penyakit Hewan.DAFTAR KEPUSTAKAAN Anonimus. Gadjah Subronto dan Tjahajati. 2002. Kaninus. Ilmu Penyakit Ternak . Athaillah.N dan AA Gede Putra. Soeharsono. Subronto. Yogyakarta. 1997. Winaruddin. CV. 2006. Zoonosis. 2003. Ilmu Penyakit Ternak Mada University Press. Gadjah Mada University Press Yogyakarta. D. Muhammad H. 2003.M. Mufti K. Fakultas Kedokteran Hewan UNSYIAH. Yudha F. http://www. Buku Ajar Parasitologi Veteriner. F. II. (Mamalia) I. Yogyakarta. Banda Aceh. Bali Media Adhikarsa. 2001. Edisi Ke-2.com Dharma. Anjing Kita.

Kambing tersebut sembuh setelah sepuluh hari kemudian. Kemudian dilakukan pengobatan dengan cara dibersihkan dengan alkohol kemudian keropengnya di cabut. lubang hidung. Cetakan Ke-2. setelah keropengnya bersih diberi Yodium tintur. ETIOLOGI Orf disebabkan oleh virus Parapox. 1991. tidak ada komentarbagi ERWIN. ORF pada Kambing RIWAYAT KASUS Jul 14. B. Tirta Wacana. kelopak mata. dan selaput lendir di rongga mulut. disebabkan oleh virus golongan cacar. tungkai. Apabila diperiksa di bawah mikroskop elektron transmisi dengan pewarnaan negatif . berbentuk avoid. dengan menunjukkan gejala adanya keropeng berwarna hitam di daerah moncong. metylin blue dan di injeksi dengan pyroxi 0. '08 12:22 AM untuk Pada tanggal 13 Januari 2007 dilakukan pemeriksaan terhadap seekor Kambing milik pak Hamdan di kebun FKH. P. Dari hasil pemeriksaan diketahui kambing tersebut menderita orf.T. vesicula.2 cc. ditandai dengan terbentuknya papula. PENDAHULUAN Orf adalah penyakit viral yang sangat infeksius pada domba dan kambing. perianal. tetapi kadang-kadang juga menyerang hewan dewasa. Orf juga dapat menular ke manusia. putting susu. Umumnya orf menyerang domba dan kambing muda setelah disapih. Penyakit ini tersebar diseluruh dunia. genus Parapoxvirus. pustula dan keropeng pada daerah moncong. ambing. famili Poxviridae. Manual Untuk Paramedis Kesehatan Hewan. Yogyakarta. bibir.Triakoso. memperlihatkan lesi kulit yang berbentuk bulat disertai gatal. Virus orf berukuran relatif besar 300 – 450 nm x 170 – 260 nm.

jari dan bahu. dan segera menyebabkan timbulnya lesi primer papulae dan vesikulae. Oedem yang terjadi juga menyebabkan regangan kulit. Gejala Lesi kulit terbentuk disekitar mulut dan hidung berupa papula. Kesembuhan pada penyakit yang tidak berat terjadi dalam waktu lebih kurang 3 minggu. hal ini menyebabkan menurunnya nafsu makan. Di banding dengan virus pada umumnya. virus orf amat tahan terhadap pengaruh suhu lingkungan sehingga tetap infektif dalam waktu relatif lama diluar tubuh hewan. hingga kadang terbentuk luka iris (fisurae). pemeriksaan dengan alat ini mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. hingga rongga diisi nanah. Virus ini sangat tahan terhadap kekeringan. Penderita yang sembuh dari penyakit ini memiliki kekebalan yang disebabkan oleh terbentuknya antibodi yang bersifat protektif. kemudian membentuk kerak-kerak dan pada bagian dasar terbentuk ulkus. Lesi mula-mula berbentuk mukula atau papula berwarna merah pada tempat kontak. Hanya kadang-kadang ditemukan pada muka dan bagian lain dari tubuh.menggunakan phosphotungtic acid (PTA). Kulit jadi menebal karena adanya granulasi jaringan. Beberapa hari kemudian lesi tersebut berubah menjadi vesikel di beberapa tempat dikelilingi oleh peradangan dan pembengkakan pada kulit. dan uji serologik lainnya. bagian kulit yang menderita kalau tertekan terasa sakit. berupa masa yang agak kuat terbentuk sekitar 11 hari kemudian. Vesikulae segera berubah jadi pustulae setelah terjadi reruntuhan jaringan dan sel-sel darah. Pada 2 minggu berikutnya permukaan lesi menjadi berwarna putih dan basah. vesikulae. lalu mengadakan proliferasi. CFT. Mengingat morfologi dibawah mikroskop elktron yang cukup menciri. maka akan terlihat garis-garis seperti permukaan buah nenas. Antibodi dapat dikenali dengan uji Agar Gel Immuno Diffusion (AGID-T). Ulkus akan sembuh dalam waktu 4-6 minggu dan meninggalkan . dan menyembul dari permukaan kulit setinggi 2-4 mm. Setelah virus memasuki mukosa kulit atau mulut. Patogenesis Masa inkubasi dari penyakit ini berlangsung selama 2-3 hari. Pada manusia yang tertular biasanya ditemukan pada tangan. Lesi juga dapat ditemukan pada daerah pipi. Vesikulae dan pustulae yang pecah diikuti dengan pembentukan keropeng berwarna abu-abu. disertai bentukan keropeng ynag berukuran bervariasi sampai dengan 5 mm. pustulae. radang basah. dapat tinggal dalam suatu kandang pada suhu ruangan selama 15 tahun. ditandai dengan hilangnya keropeng dari daerah sekitar mulut.

sedikit atau tanpa jaringan parut dapat pula ditemukan sedikit pembengkakan kelenjar limfe regional. eczema facialis. Aplikasi vaksin dilakukan secara skarifikasi pada bagian tubuh yang mempunyai sedikit bulu. Biasanya vaksinasi efektif untuk sedikitnya 2 tahun. Diferensial Diagnosa Diagnosa banding orf pada domba dan kambing meliputi dermatosis ulseratif. vaksinasi anak domba dan kambing pada umur 6-8 mingga dianjurkan. dapat didiagnosa secara klinik tanpa bantuan laboratorium. seperti medial paha atau medial daun telinga. dan yang sehat divaksin. Pada domba dan kambing. dan dioleskan atau diskarifikasi pada kulit paha sebelah dalam. . Juga salep yang memilki daya mengerutkan. Dapat juga vaksin digosokkan kedalam telinga dengan sepotong es yang dicelupkan kedalam vaksin. Salep antiseptica dan antimikrobial dapat diberikan. Pengendalian Penyakit Pada awal wabah orf penderita diupayakan diisolasi. Di daerah yang sering timbul wabah. Usahakan pemberian pakan hijauhijaun yang halus dan muda. dermatitis karena jamur. lesi yang terlihat cukup spesifik. Ukuran virus cukup besar dan bentuk virus yang spesifik memudahkan peneguhan diagnosis. Jumlah penderita yang biasanya lebih dari seekor dalam satu kelompok hewan sehingga memperkuat dugaan adanya orf. Vaksin komersial dipersipkan melalui pelemahan virus dalam biakan sel. Bila tidak ada reaksi mungkin hal tersebut disebabkan karena vaksin yang digunakan tidak cukup paten. Dalam 1 minggu pasca vaksinasi harus terjadi reaksi lokal ditempat yang divaksin. Vaksin dibuat dengan jalan membuat suspensi keropeng dalam glycerol-saline. dan penyakit oleh virus cacar (sheeppox). Terapi Terapi khusus terhadap orf tidak dikenal. Diagnosa Diagnosa dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis yang ditemukan.

vesikula. ditandai dengan terbentuknya papula. Vesikula dan pustula yang pecah diikuti denagn pembentukan keropeng berwarna abu-abu. hingga kadang terbentuk luka iris (fisura) Pengobatan khusus terhadap penyakit orf belum ada. Oedema yang terjadi juga menyebabkan regangan kulit. Vesikulae segera berubah jadi pustulae setelah terjadi reruntuhan jaringan dan sel-sel darah. sehingga rongga diisi nanah. lalu mengadakan proliverasi dan menyebabkan timbulnya lesi primer papulae dan vesikulae. hal ini menyebabkan menurunnya nafsu makan. Kulit jadi menebal karena adanya granulasi jaringan. Orf adalah penyakit viral yang sangat infeksius pada domba dan kambing. pustula dan keropeng didaerah moncong. Tetapi untuk tindakan pencegahan infeksi sekunder dapat dilakukan : Bersihkan dengan alkohol Keropeng dibersihakn hingga bersih Beri Iodium Tincture dan metylen Blue Injeksi dengan antibiotik DAFTAR PUSTAKA . Masa inkubasi berlangsung 2-3 hari. Virus memasuki mukosa kulit atau mulut.PEMBAHASAN Telah dilakukan pemeriksan seekor kambing yang menderita Orf. disebabkan oleh virus parapox. Bagian kulit yang menderita kalau ditekan terasa sakit.

Keadaan gizi yang kurang baik. Cet. Kanisius. Banda Aceh. tidak ada komentarbagi Erwin. Zoonosis. '08 11:56 PM untuk Pada tanggal 3 September 2007. Manual untuk Paramedis Kesehatan Hewan. Gadjah Mada University Press. Edisi kedua. Murni yang beralamat di Beurawe. Team Leader IFAD Project: Bali Cattle Diasease Investigation Unit. Edisi kedua. Manual Standar Metode Diagnosa Laboratorium Kesehatan Hewan. Tri Akoso B (1999). temperamen jinak dan habitus normal. seekor ternak kambing milik Ny. PT Tirta Wacana. Kolibacillosis Riwayat Kasus Jul 13. Soeharsono (2002). Ressang. Ke-2. Jakarta. Yogyakarta. Tri Akoso B (1991). Patologi Khusus Veteriner.Subronto (2003). A. Yogyakarta. Bali. Direktorat Bina Kesehatan Hewan. Departemen Pertanian. Denpasar.A (1984). Ternak kambing berumur ± 4 bulan dan jenis kelamin jantan. Yogyakarta. . Ilmu Penyakit Ternak (mamalia) 1.

Dari hasil anamnesa diketahui ternak kambing sudah ± 2 hari menderita diare (seperti pasta). 1999). Jumlah Hb 10. darah bewarna merah dan cepat membeku. neutrofil 56.. Ternak kambing dilepas pada pagi hari dan dikandangkan di malam hari. Pada umumnya penyakit diatas dapat menyebabkan hewan mengalami diare dan selanjutnya diikuti oleh gejala kekurangan cairan tubuh.. malabsorbsi dan penurunan asupan cairan (Anonimous. begitu juga dengan sanitasi kandang. Penanganan kasus Kolibacillosis adalah dengan pemberian cairan elektrolit untuk memperbaiki dehidrasi. Helminthiasis. Dari hasil pemeriksaan ternak kambing di diagnosa menderita Kolibacillosis. Pendahuluan Kambing merupakan ternak ruminansia kecil yang banyak dipelihara petani ternak di pedesaan dengan berbagai tujuan. 2007).5 g/100 ml darah. BDM 11. antara lain sebagai tabungan yang sewaktuwaktu dapat dijual untuk keperluan hidupnya. Basofil 1. anoreksia dan belum pernah diobati. Differensial BDP . antara lain masalah ketersediaan bibit dan bermacam-macam penyakit yang dapat menyerang ternak ruminansia kecil ini (Bahri dkk. Eosinofil 2. Limfosit 38. Keadaan lingkungan yang kurang baik. pulsus 80X/ menit dan temperatur tubuh 41. Tingginya tingkat kematian anak kambing pada periode prasapih serta rendahnya laju pertumbuhan bobot hidup merupakan salah satu penyebab rendahnya tingkat produktivitas kambing (Yulistian dkk. 1989). koksidiosis dan penyakit viral. Berbagai kendala yang dihadapi dalam usaha tani ternak kambing.2 x103 mm3. urin bewarna kuning muda. Penyebab tingginya angka kematian pada ternak kambing sebagian besar disebabkan oleh besar diakibatkan oleh beberapa penyakit infeksi seperti Salmonellosis. seperti rotavirus. Ht 27 %. Frekuensi nafas 18X/ menit.46%. Kolibacillosis.0%. . Pemberian preparat antipiretik (Sulpidon®) untuk menurunkan demam dan pemberian antibiotik (Colibact®).80% dan Monosit 1.8 x 106 / mm3 dan jumlah BDP 16. Kondisi ternak kambing setelah 3 hari pasca pengobatan sudah kembali ke keadaan normal.60%. Hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh sebagai berikut: keadaan feces lunak seperti pasta.1 ºC.12%.

Bakteri ini menjadi patogen ketika mereka mencapai jaringan diluar intestinal normal atau tempat flora normal yang kurang umum (Brooks dkk. EAEC (enteroagregative E coli). Nuzuludin dkk. yaitu EPEC (enterophatogenic E coli). Dari aspek karakteristik virulensinya gejala penyakit diare yang ditimbulkan bakteri E coli dibedakan dalam 5 bentuk. Tinjauan Kepustakaan Etiologi Bakteri Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif yang selalu dapat diisolasi dari saluran pencernaan.. yang menyebabkan septikemia yang biasanya diikuti dengan kematian (Subronto. Diantara kelima bentuk ini yang sering menimbulkan kematian pada hewan adalah bentuk EHEC. EHEC (enterohemorrhagic E coli). ETEC (enterotoxigenic E coli). 2001). Secara klinis ada dua bentuk Kolibacillosis. yaitu bentuk toksemia dan bentuk klasik (Subronto. Karena seringnya diisolasi dalam jumlah banyak. 2003). bakteri ini di duga sebagai penyebab utama Kolibacillosis (Subronto. (2006) menyatakan disamping itu Kolibacillosis juga dapat disebabkan oleh banyaknya genangan air disekitar kandang dan bau ammonia yang berlebihan dari sisa kotoran. Dalam keadaan normal E. 2003). terutama pada anak kambing.Salah satu penyakit yang menyerang sistim pencernaan pada ternak kambing adalah Kolibacillosis. .. namun jika jumlanya menjadi banyak bakteri ini merupakan salah satu penyebab diare pada ternak kambing. AIEC (enteroinvasive E coli) (Brooks dkk. 2003). coli merupakan flora normal dari saluran pencernaan. 2001). Kolibacillosis merupakan penyakit infeksi yang menyerang sistim pencernaan.

coli menghasilkan endotoksin yang dapat meningkatkan sekresi cairan dan elektrolit yang berlebihan ke dalam lumen usus saluran pencernaan. Gejala Klinis Ada beberapa bentuk gejala klinis yang ditimbulkan oleh bakteri ini. ion dan cairan keluar dari kolon dan usus halus melalui feces diare. yaitu bentuk EPEC yang menyebabkan timbulnya diare. warna feces putih atau kuning muda dengan bau sangat menusuk. Untuk menutupi kekurangan cairan dan elektrolit di dalam usus. sehingga hewan akan menunjukkan gejala dehidrasi. suhu tubuh subnormal. EIEC menyebabkan penyakit . terjadilah mobilisasi sejumlah cairan dan elektrolit dari jaringan-jaringan lain ke usus. (2001) menyatakan EIEC menyebabkan penyakit yang mirip dengan Syigellosis.. yang dapat menghasilkan toksin yang berbahaya bagi hewan yang ditandai denagan kelemahan. 2003). Dalam feces juga dapat ditemukan darah segar. 2003). Brooks dkk. shock (Bianca dkk.Patogenesa Infeksi Kolibacillosis dapat terjadi melalui kontak langsung dengan lingkungan yang kotor dan sanitasi kandang yang kurang baik merupakan faktor pendukung penyakit ini. Di dalam saluran pencernaan bakteri E. Peningkatan peristaltik usus menyebabkan sejumlah besar elektrolit. feces berbentuk pasta atau sangat berair. 1970. Dehidrasi pada hewan bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan hewan mati karena mengalami beberapa perubahan pada tubuh dalam seketika seperti. Pertolongon dehidrasi harus dilakukan segera mungkin. nafsu makan menurun dan pada aukultasi di daerah abdomen terdengar suara berpindahnya cairan elektrolit karena peningkatan peristaltik usus (Subronto. Blood dkk.. hingga timbul asidosis yang diikuti dengan kegagalan sirkulasi perifer. Bentuk lain gejala klinis dari bakteri ini adalah ETEC. Subronto (2003) menambahkan shock dan kolaps sistim peredaran darah diakibatkan oleh asidosis yang biasanya dapat berakhir dengan kematian. karena jika diare berlangsung lama dan hewan akan mengalami dehidrasi berat. 1979). pulsus lemah dan tidak disertai dengan gejala diare (Subronto. EHEC bersifat septikemia yang menyebabkan sepsis yang diikuti dengan pendarahan dan kematian dalam waktu singkat.

1997).3%) dengan dosis 50-100 ml/kg bb yang diberikan pada 6 jam pertama. Sherman (1978) menganjurkan pemberian garam faali dengan sodium bikarbonat faali (1. Hasil pemeriksaan patologi anatomi dari hewan sekandang dengan hewan sakit.diare dengan menyerang sel epitel mukosa usus. Diagnosa dapat diarahkan berdasarkan gejala klinis. Selanjutnya pada 20 . Pemberian tergantung derajat dehidrasi yang dialami hewan. diagnosa perlu didukung oleh isolasi dan identifikasi bakteri E. meskipun demikian dinyatakan bahwa EAEC melekat pada mukosa intestinal dan menghasilkan enterotoksisn dan sitotoksin. bentuk air susu yang diberikan ataupun virus yang dapat mengakibatkan bakteri E. mungkin dapat digunakan untuk menerangkan penyebab penyakit pada hewan lain. 2001). Diagnosa Subronto (2003) menyatakan sulit untuk dapat dipastikan bahwa bakteri E. coli patogen di laboratorium (Dharma dan Putra. pengeluaran sejumlah besar mucus dan terjadinya diare (Brooks dkk. EAEC menyebabkan diare yang akut dan kronis (dalam waktu > 14 hari). Patogenesa EAEC penyebab diare tidak begitu dipahami dengan baik. Pengobatan Pemberian cairan faali dan elektrolit dipandang sangat penting untuk dilakukan dalam praktek. perubahan patologi anatomi dan gambaran epidemiologi. coli dapat membentuk koloni dan kemudian mengadakan proliferasi dalam jaringan usus(Subronto. Differensial Diagnosa Transmissable gastroenteritis (Dharma dan Putra. Faktor-faktor lain. 2003).. Akibatnya adalah kerusakan mukosa. misalnya pakan. 1997). Namun demikian. coli yang dapat diisolasikan dari feces merupakan penyebab primer untuk terjadinya diare.

1997). 2007). coli K99. Pencegahan Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memisahkan ternak yang diare untuk menghindari terjadinya kontaminasi lingkungan dengan agen penyakit. coli. coli F41. Vaksin ETEC dibuat dalam bentuk inaktif dan aplikasinya secara intramuscular pada induk bunting. dan E. Kandang selalu diusahakan dalam keadaan kering dan hangat. kering dan hangat dengan fentilasi udara yang baik (Bahri. Jika ternak kambing dilepas.5 ml/ekor dan diulangi pada umur kebuntingan 110-120 hari dengan dosis yang sama dan diinjeksikan secara subkutan. Tosin tersebut dapat mengakibatkan kematian mendadak karena shock endotoksin. maka diusahakan agar kandang selalu bersih. Vaksin ETEC multivalen ini terdiri atas E. coli 978P. sehingga diharapkan setelah partus anak kambing dapat memperoleh kolostrum secara optimal melalui susu (Anonimous. Pada tahap pertama induk di vaksin pada umur kebuntingan 80 hari dengan dosis 2-2. yaitu terlarutnya bakteri E. coli K88. . Untuk mengurangi populasi bakteri E. E.jam berikutnya diberikan larutan tersebut 140 ml/kg bb. diusahakan agar tidak masuk ke dalam lingkungan yang terkontaminasi bakteri ini dan apabila kambing dikandangkan. Dharma dan Putra (1997) menyatakan pemilihan bibit kambing sebaiknya berasal dari peternakan yang bebas penyakit ini dan vaksinasi dapat dilakukan secara teratur. Subronto (2003) menyatakan pemberian antibiotik secara oral mungkin dapat menghasilkan efek negatif. yang diberikan bertahap secara intavena. E. 2002). coli dapat diberikan antibiotic atau preparat sulfa diwah petunjuk dokter hewan (Dharma dan Putra.

coli dalam jumlah yang banyak pada saluran pencernaan. ditandai dengan diare putih dan terjadinya toksimia atau septicemia. Sulfa Strong®) dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah bakteri ini. http://. Ternak kambing terlihat sembuh dalam waktu ± 3 hari pasca pengobtan. Untuk memperbaiki dehidrasi untuk kembali ke keadaan optimal dibutuhkan waktu beberapa hari.iniansredef. E. Daftar Kepustakaan Anonimous. BPS-Republik Indonesia. Pertolongan awal terhadap kasus Kolibacillosis dapat dilakukan dengan pemberian cairan NaCL sangat dianjurkan dilapangan dengan tujuan memperbaiki dehidrasi. disamping itu pemberian pakan yang mengandung karbohidrat. vitamin dan mineral dapat mempercepat pemulihan. terutama pada anak kambing yang tidak cukup menerima kolostrum. Survey Sosial Ekonomi Nasional.(1989). Kolibacillosis biasanya terjadi pada minggu pertama.Pembahasan Kasus Telah dilakukan pemeriksaan pada seekor ternak kambing berumur 4 bulan dengan diagnosa Kolibacillosis.(2002).org/bpmpp. Mobilisasi cairan dan elektrolit dari jaringan lain ke usus menyebabkan jaringan lain kekurangan cairan elektrolit. sehingga terjadilah diare. . Asidosis yang ditimbulkan dapat menyebabkan kegagalan sistim peredaran darah yang dapat diikuti dengan kematian. Vaksin ETEC – Multivalen. coli menghasilkan endotoksin yang dapat meningkatkan sekresi cairan dan elektrolit yang dapat meningkatkan peristaltik usus. sehingga hewan menunjukkan gejala dehidrasi dan goncangan keseimbangan elektrolit. Pada dasarnya diare timbul karena infeksi bakteri E.htm Anonimous. Kolibacillosis merupakan penyakit diare menular yang bersifat akut dan fatal pada hewan. Pemberian antibiotik atau preparat sulfa (Colibact®.

. Clinical Laboratory Procedures for the Large Animal Practioners. S. 126.. Bogor.(1979). CV. Putra.F. of M. Br Vet. Nuzuludin dan Dian. Mikrobiologi Kedokteran..M.H. Vet..A.A. Balai Penelitian Veteriner. Fluid Therapy in the Calf. Effects of Dehydration.Bahri. Denpasar. Diterjemahkan Oleh Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. for Veterinarians. Fall Conf. 4th. Brooks. A.N dan A. Salemba Medika. Adjid. G.Kejadian dan Penanggulangan Colibacillosis di Peternakan Bangun Poultry Shop Sukowinangun-Magetan. Gadjah Mada University Press.M. Yogyakarta. St. U. Ilmu Penyakit Ternak (mamalia) I. A Textbook of the Disease of Cattle.(1970). Jakarta. Blood. Vol. Rehydration and Overhydration on the Blood and Urine of Oxen. JIPTUNAIR/ 11:47:32 Sherman.M.G.. J. Manajemen Kesehatan Dalam Usaha Ternak Kambing. Radostits. 121-131.(2001). The English Language Booki Society and Bailliere Tindall.S. D. Veterinary Medicine. W.. Sheeps. Dharma.(1978). Med.M. Paul. Wardhana dan Beriajaya. J.A. Pigs and Horse. Lokakarya Nasional Kambing Potong. R. Penyidikan Penyakit Hewan. Morse. USA. Coll. D.(2003).A. Bianca. Minn. J. Bali Media.C. Subronto.(2007).(1997). Butel dan S. D. Henderson and O.(2006).

R. I. D. Vol 4. Hastono.G.multiply. Bogor. http://erwinklinik.. G.M. Budiarsono dan Sutomo. (1999). Adiati. Balai Penelitian Ternak dan Veteriner. I. I. Respon Produksi Kambing PE Induk Akibat Pemberian Pakan Pada Fase Bunting Tua dan Laktasi.W.Yulistiani.com/journal . Mathius.

Para peneliti menemukan bahwa penyebabnya adalah sejenis virus yang termasuk dalam kelompok virus corona penyebab influensa biasa.id — fitridiahkusuma @ 6:08 pm Pada umumnya penularan melalui saluran pernafasan lewat udara.459 orang yang terinfeksi SARS dan 805 di antanya meninggal (Angka kematian 9. Kemudian pada tanggal 31 januari 2004. Dari kenyataan tersebut diatas. Mulanya SARS dilaporkan diderita oleh seorang lelaki yang suka makan dan berburu binatang liar di Guangdong. penderita tersebut betul-betul menderita SARS dan puluhan orang yang kontak dengan penderita. terdapat 8. dahak dan cairan yang dikeluarkan saat bersin. Dia dan petugas RS tersebut kemudian diteliti oleh DR.tanda gangguan pernafasan berat yang terjadi secara akut.ac. Diperkirakan binatang ini tertular virus influenza dari manusia. dalam dua bulan SARS menyebar ke berbagai kota di China bahkan sampai ke negara-negara yang jauh dari daratan China. diantaranya seorang dokter yang menjadi direktur Rumah Sakit di Guangdong. Selain itu Cina. Pertanyaannya adalah mengapa virus tersebut menjadi ganas dan sulit dikendalikan? Sejak diketahui pertama kali di Guangdong akhir November 2002. Selanjutnya Kwak Yung Yuen dkk. Salah satu contoh penyakitnya yaitu “SARS” SARS (SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME) A. di Cina telah diidentifikasi 4 kasus baru SARS. UPI ( United Press International). melaporkan bahwa selama bulan Januari 2004. bahkan menganjam jiwa. Informasi berikut. Pengertian: Sindrom pernafasan akut parah (severe acute respiratory syndrome/ SARS) merupakan gejala pada saluran nafas seperti batuk.undip.Carlo Urbani yang juga terinfeksi dan meninggal karena SARS. Dari catatan WHO sampai tanggal 23 Juni 2003. dan Kamboja serta beberapa daerah di Indonesia. Ludah. Dilaporkan seorang pedagang China dari Hongkong masuk Rumah Sakit Vietnam-France Hospital yang kemudian ternyata menderita SARS dan menjadi pemicu berjangkitnya penyakit ini di Vietnam.5 %). Pada 21 November 2003 WHO mengumumkan telah terjadi peningkatan penderita influenza yang disebabkan oleh virus A (H3N2) di beberapa Negara Amerika Utara yang menyebar ke Eropa. kemudian menjadi virulen dan menginfeksi manusia yang memakannya. sedang flu burung yang disebabkan oleh virus tipe A (H5 N1). selanjutnya Vietnam-France Hospital ditutup sementara untuk investigasi. dikarantina. Vietman. B.“Air Borne Disease” Filed under: http://fkm. dan sesak nafas dan terjadinya paru-paru/ pneumonia yang timbul secara akut (tiba-tiba/ dalam hitungan hari serta dapat menjadi sangat parah . Penyebarannya secara global terjadi melalui seorang Profesor medik China dari Guangdong yang . bersin. mengalami mutasi. Dia terinfeksi oleh seorang dokter dari Guangdong yang menginap bersama satu lantai di Metropole Hotel Hanoi. Epidemiologi Penyebaran SARS diketahui melalui kontak langsung dengan penderita. flu. Thailand. batuk dan aliran nafas merupakan media penularan. Coronavirus sebagai agen penyebab SARS Penelitian selanjutnya melakukan uji darah terhadap 25 binatang sampel yang ternyata tidak menemukan virus corona. tangggal 11 januari 2004 melaporkan seorang pria berumur 35 tahun bekerja sebagai reporter TV freelance di Guangdong dan seorang Waitress berumur 20 tahun masuk rumah sakit dengan diagnose suspect SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau tanda. dari University of Hongkong dapat mengisolasi virus corona dari kotoran hewan dan cairan hidung binatang Paguma larvata sejenis musang Himalaya yang banyak dijual dan dimakan di restoran-restoran di Guangdong. seperti Canada dan Singapura.mungkinkah SARS akan merebak lagi seperti awal tahun 2003 yang lalu? Penularan SARS kelihatannya berasal dari penderita yang menulari orang yang berada satu ruangan tertutup bersama penderita.

pertandingan sepakbola dan perdagangan antar negara. d. Jika Anda telah menghubungi seseorang tubuh dengan cairan atau kotoran memakai sarung tangan sekali pakai. Pencegahan Para peneliti sedang bekerja pada beberapa jenis vaksin untuk SARS. Memakai masker bedah. b. 3. Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius. dan Kanada) 4. Pakailah sarung tangan sekali pakai. Throw the gloves away immediately after use and wash your hands thoroughly. Gunakan sabun dan air panas untuk mencuci peralatan. Timbul sariawan atau luka di mulut g. Diare Pada pemeriksaaan laboratorium darah ditemukan trombositopeni dan leukopeni. Departemen Kesehatan mengeluarkan Surat Kaputusan nomor 424/ Menkes/ SK/IV/2003. Dampak SARS berdampak pada dunia pariwisata. Cuci tangan Anda. Nafsu makan hilang d. Melemparkan sarung tangan segera setelah digunakan dan cuci tangan Anda secara menyeluruh. diperkirakan virus ini mempunyai kemampuan luar biasa yang dapat menulari sekaligus 300 orang lainnya. kriteria penderita SARS sebagai berikut 1. pengiriman tenaga kerja. Timbul kemerahan di kulit f. Jika infeksi SARS melanjutkan. tentang penetapan SARS sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan membuat pedoman penanggulangannya. menutup mulut dan hidung dengan masker bedah. D. Sakit kepala b. Mengalami satu atau lebih keadaan berikut a. Bersihkan tangan Anda sering dengan sabun dan air panas atau menggunakan tangan berbasis alkohol gosok yang mengandung paling sedikit 60 persen alkohol. pendidikan. Dalam sepuluh hari terakhir melakukan perjalanan ke tempat yang dilaporkan sebagai fokus penularan SARS (Cina. dan kesulitan bernapas. 2. Belum ada sebelumnya suatu penyakit yang berimbas begitu besar pada sektor ekonomi. Lemah e. c. kemudian menularkannya secara tidak sengaja pada 7 orang tamu yang menginap di lantai yang sama. Tanda dan Gejala Menurut WHO. seperti batuk. menempati Kamar no. transportasi. sesak napas.. handuk. selimut dan . Cuci barang pribadi. ikuti petunjuk keselamatan jika Anda merawat orang yang terinfeksi: a. Ketika Anda di ruang yang sama sebagai orang dengan SARS. Rontgen photo thorax tampak tanda-tanda radang paru (pneumoni). Hongkong. Mengidap satu atau lebih gejala pernapasan. Masa inkubasi 2-7 hari. E. napas pendek. Vietnam. Nyeri otot c. kecuali epidemi pes yang berkecamuk lebih dari 50 tahun di Asia dan Eropa pada awal abad 18 yang diperkirakan membunuh lebih dari 100 juta orang.terinfeksi.911 di Hongkong Hotel. tetapi tidak ada telah diuji pada manusia. C. Dalam sepuluh hari terakhir sebelum sakit telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang telah didiagnosis SARS. b. Mengenakan kacamata mungkin juga menawarkan perlindungan. Menderita gejala-gejala fisik a. Tingkat penyebarannya sangat cepat melalui orang perorang.

bradikardi relatif. batuk tidak produktif pada awal penyakit. pada penderita kulit putih 25% diantaranya menunjukkan adanya “rose spot” pada tubuhnya. Tifus Abdominalis) A. Anak-anak dapat kembali ke sekolah jika tanda-tanda dan gejala hilang setelah tiga hari. yang ditandai dengan bakteremia. e. perubahan pada sistem RES yang bersifat difus. Tinggalkan sebuah Komentar “Food and Water Borne Disease”. Internet media January 11.id — fitridiahkusuma @ 6:02 pm Pengertian: Penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan dan minuman biasanya bersifat person-to-person (orang ke orang) melalui faecal-oral. anoreksia. pisioterapi rongga dada. Antibiotik. pembentukan mikroasbes dan ulserasi Nodus Peyer di distal ileum. Obat lain. Macam-macam Penyakit Menular dan Cara Pencegahannya Jilid 2. muntah. Obat antivirus.Kes. F. 1. 2003: 8 Pedoman Surveilans Epidermiologi Penyakit SARS. Ikuti semua tindakan pencegahan untuk setidaknya 10 hari setelah tanda-tanda orang itu dan gejala hilang. pada penderita dewasa lebih banyak terjadi konstipasi dibandingkan dengan diare. 2004. oksigen. Salah satu contoh penyakit Food and Water Borne Disease yaitu: DEMAM TYPHOID (Demam enterik. splenomegali. 2004 Communicable Disease Surveilance and Response (CSR). 2004. dan alat bantu pernapasan digunakan pada penderita yang dirawat. Pakailah sarung tangan sekali pakai saat Anda membersihkan dan membuang sarung tangan setelah Anda selesai. Kesehatan. sakit kepala yang berat. badan lemah. Referensi : Dep. Jakarta: Obor Populer. Demam Thyfoid adalah penyakit menular yang bersifat akut. kadang diperlukan bila ada radang paru yang atipik 2. January 31.China Update. Demam Thyphoid adalah enyakit sistemik yang disebabkan oleh bakteri ditandai dengan demam insidious yang berlangsung lama. Yatim. Pengobatan Penderita SARS perlu segera ditolong untuk mendapat perawatan dengan isolasi. Dep.undip. Jauhkan anak-anak pulang dari sekolah jika mereka mengembangkan demam atau gejala pernafasan dalam waktu 10 hari setelah terpapar seseorang dengan SARS.ac. WHO. air liur. Faisal. Filed under: http://fkm. 2003. Pengertian : 1. juga digunakan 3. Jakarta Kepmenkes No. Gejala lebih sering berupa gejala yang ringan dan tidak khas. tinja atau urin. 424/MENKES/SK/IV/2003 tentang Penetapan SARS sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan pedoman penanggulangannya. UPI 17 Desember 2003. 2007.pakaian dari seseorang dengan SARS. Hama permukaan.RI. 1985) . Kortikosteroid dosis tinggi untuk mengurangi reaksi radang paru 4. (FKUI. lendir.New Case of Laboratory-Confirmed SARS in Guangdong. Gunakan rumah tangga disinfektan untuk membersihkan permukaan yang mungkin telah terkontaminasi dengan keringat. Pada penderita serius dan berat bisa dipakai serum dari penderita SARS yang sudah sembuh 5. 2.

hal ini sering terjadi pada penderita yang terlambat diobati. penderita yang telah sembuh dapat mengalami relaps (kira-kira 15 – 20%). Di AS kurang dari 500 kasus terjadi setiap tahun. sedangkan pada urine dan tinja organisme baru dapat ditemukan seminggu setelah sakit. B. dengan diperkirakan 600. pendengaran berkurang dan parotitis. gangguan berfikir.000 orang. Identifikasi Pada demam tifoid dapat terjadi ulserasi pada plaques peyeri pada ileum yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan atau perforasi (sekitar 1% dari kasus). Pada bab ini telah digunakan nomenklatur baru tersebut. Di Amerika Serikat demam tifoid muncul sporadis dan relatif konstan berkisar antara 500 kasus setahun selama bertahun-tahun (bandingkan dengan demam tifoid yang dilaporkan sebanyak 2484 pada tahun 1950). enterica serovarian Paratyphi A dan B (S. 1991). Dapat juga timbul demam tanpa disertai keringat. Selama sepuluh tahun terakhir. S. Ada rata-rata satu sampai dua kasus tifoid dilaporkan di setiap tahun. dan Amerika Latin telah sangat beresiko. Paratyphi B) kira-kira 10 : 1. Semua bakteri yang pathogen terhadap manusia dikelompokkan kedalam serovarian dibawah sub species I dan S. Dengan nomenklatur baru yang diusulkan tersebut maka S. Ratio Distribusi Penyakit yang disebabkan oleh Salomnella enterica serovarian Typhi (S. saat ini CFR kurang dari 1% jika segera diberikan pengobatan dengan antibiotika yang tepat. Organisme penyebab penyakit dapat diisolasi dari darah pada permulaan penyakit.000 kematian. yang tidak endemik tifus. D. Tes serologis seperti tes widal nilai diagnostiknya rendah karena sensitivitas dan spesifisitasnya rendah C. Paratyphi A. Distribusi penyakit Penyakit ini tersebar merata diseluruh dunia. enterica serovarian Typhi dan disingkat dengan S. Relaps dapat terjadi pada 3 – 4% dari kasus. (Markum. dan yang terjadi di Amerika Serikat adalah kasus import dari daerah endemis. Typhi (penulisannya tidak dengan huruf italik dan ditulis dengan huruf besar).3. Beberapa badan resmi telah menggunakan nomenklatur yang diusulkan tersebut walapun sampai dengan pertengahan tahun 1999 nomenklatur baru tersebut belum disahkan pemakaiannya. Konfirmasi bakteriologis melalui pemeriksaan kultur sampel sumsum tulang adalah yang terbaik walaupun pada penderita yang telah mendapatkan pengobatan antibiotika (kultur sampel sumsum tulang ini dengan “recovery” mencapai 90 – 95%). Meskipun saran untuk sebaliknya. Nomenklatur baru berdasarkan hubungan DNA diusulkan untuk pemberian nama pada salmonella sesuai dengan nomenklatur baru tersebut hanya ada dua species salmonella yaitu – Salmonella bongori dan Salmonella enterica. disebarkan dari kotoran ke mulut melalui makanan dan air minum yang tercemar dan sering timbul dalam wabah. Jika infeksi Salmonella tidak terjadi secara sistemik maka manifestasinya hanya berupa gastro enteritis. Insidensi penyakit demam tifoid diseluruh dunia mencapai 17 juta setahun dengan jumlah kematian sebanyak 600. Tergantung pada jenis antibiotika yang dipakai. typhi akan berubah menjadi S. Sekarang sering ditemukan strain yang resisten terhadap kloramfenikol dan terhadap antibiotika . Wabah telah terjadi di AS dari makanan dibawa ke sini dari negara lain. Tifus abdominalis adalah infeksi yang mengenai usus halus. biasanya penyakit lebih ringan dibandingkan dengan penyakit yang dialami pertama kali. dan 70% dari ini diperoleh saat bepergian internasional. wisatawan untuk Asia. namun cenderung lebih ringan dengan CFR yang jauh lebih rendah. Epidemiologi Kejadian tahunan demam tifoid di seluruh dunia adalah sekitar 17 juta kasus. memasyarakatnya pemakaian jamban yang saniter maka telah terjadi penurunan kasus demam Tifoid. Demam paratifoid memberikan gambaran klinis yang sama dengan demam tifoid. enterica. seperti Amerika Serikat. Afrika. Dengan memasyarakatnya perilaku hidup bersih dan sehat. CFR pada waktu belum ditemukannya antibiotika bisa mencapai 10 – 20%. Antimicrobial tahan strain menjadi semakin lazim. Typhi) dibandingkan dengan S. wabah lakukan tidak terjadi sebagai akibat dari banjir atau bencana lainnya di negara-negara.

Paratyphi B. kuman sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. Dikenal beberapa macam “phage types”. sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Etiologi penyakit Demam tifoid disebabkan oleh S. Didaerah endemis demam tifoid sering ditemukan pada anak prasekolah dan anak-anak berusia 5 – 19 tahun. Paratyphi C. masa inkubasi berlangsung dari 3 hari sampai dengan 1 bulan dengan rata-rata antara 8 – 14 hri. G. Dan melalui peredaran darah. Salmonella memiliki karakteristik memfermentasikan glukosa dan mannose tanpa memproduksi gas. buah-buahan. Kerentanan dan kekebalan Setiap orang rentan terhadap infeksi. Masa Inkubasi Masa inkubasi tergantung pada besarnya jumlah bekteri yang menginfeksi. paratifoid A lebih jarang dan yang paling jarang adalah paratifoid C. susu dan produk susu yang terkontaminasi oleh carrier atau penderita yang tidak teridentifikasi. tetapi tidak memfermentasikan laktosa atau sukrose. Seperti Enterobacteriaceae yang lain Salmonella memiliki tiga macam antigen yaitu antigen O (tahan panas. Demam paratifoid muncul secara sporadis atau muncul sebagai KLB terbatas. Mekanisme penularan Penularan terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh tinja dan urin dari penderita atau carrier. F. Paratyphi A. terdiri dari lipopolisakarida). Imunitas dapat juga muncul setelah pemberian imunisasi. Kebanyakan isolat yang dikumpulkan pada tahun 90an dari Asia Tenggara. Imunitas spesifik relatif dapat timbul setelah seseorang mengalami infeksi baik yang menunjukkan gejala klinis maupun pada mereka yang tapa gejala. 2005). antigen Vi (tidak tahan panas. H. Salmonela merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae. trimetroprim/sulfametoksasol. Untuk demam paratifoid dikenal ada 3 serovarians S. kerentanan ini meningkat pada orang yang menderita akhlorhidria atau pada orang yang menderita infeksi HIV. dan antigen H (dapat didenaturasi dengan panas dan alkohol). Di dalam makanan mikroorganisme berkembang biak memperbanyak diri mencapai dosis infektif. E. Antigen ini dapat digunakan untuk pemeriksaan penegak diagnosis. amoksisilin. (Brooks. dimana dosisnya lebih rendah pada tifoid dibandingkan dengan paratifoid. Asia Selatan. Dari ketiga jenis demam paratifoid.lain yang umum digunakan untuk demam tifoid. Timur Tengah dan Afrika Timur Laut adalah strain yang membawa plasmid dengan faktor R yang membawa kode resistens terhadap berbagai jenis antibiotika yang dulu umum dipakai untuk mengobati demam tifoid seperti kloramfenikol. polisakarida). Lalat dapat juga berperan sebagai perantara penularan memindahkan mikroorganisme dari tinja ke makanan. S. enterica yaitu : S. Ia kemudian berkembang biak dalam hati dan limpa yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba. Penyakit demam Tifoid ini bisa menyerang saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman. Dibeberapa negara penularan terjadi karena mengkonsumsi kerang kerangan yang berasal dari air yang tercemar. sayur-sayuran mentah yang dipupuk dengan kotoran manusia. S. Typhi (Salmonella Thyposa) basil Tifoid. . DI AS dan Kanada demam paratifoid jarang teridentifikasi. paratifoid B adalah yang paling sering ditemukan. mungkin juga kejadiannya lebih banyak daripada yang dilaporkan. Untuk tujuan studi epidemiologi maka prosedur pemeriksaan laboratorium “phage typing” dan “pulsed field geelectrophoresis” dari S. Typhi mempunyai nilai yang tinggi untuk melakukan identifikas terhadap isolat. Untuk gastroenteris yang disebabkan oleh paratifoid masa inkubasi berkisar antara 1 – 10 hari.

Sampel yang baik adalah tinja segar. 6. tinja ditanam jauh dari sumber air dihilir. 7. Rebuslah kerang sebelum dihidangkan. untuk mengetahui apakah telah terjadi penyembuhan . Promosikan pemberian air susu ibu kepada bayi yang sedang menyusui. Jamban konstruksinya dibuat sedemikian rupa agar tidak dapat dimasuki lalat. pilihlah makanan yang panas dan buah-buahan sebaiknya dikupas sendiri. perangkap lalat dengan menggunakan umpan. Gunakan air yang sudah diklorinasi untuk proses pendinginan pada waktu dilakukan pengalengan makanan. Cara Control Pemberantasan Pencegahan 1. Hindari kemungkinan terjadinya pencemaran (backflow) antara sistem pembuangan kotoran (sewer system) dengan sistem distribusi air. Jika bepergian untuk tujuan pikinik atau berkemah air yang akan diminum sebaiknya direbus atau diberi bahan kimia. penyimpanan dan distribusi produk susu. Lindungi sumber air masyarakat dari kemungkinan terkontaminasi. 11. Buanglah kotoran pada jamban yang saniter dan yang tidak terjangkau oleh lalat. Sampel diambil dengan interval satu bulan dan 48 jam setelah pemberian antibiotika terakhir. Yang bersangkutan dapat dibebaskan dari larangan ini apabila sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu tiga kali berturut-turut sampel tinja yang diperiksa menunjukkan hasil negatif. Beri penjelasan yang cukup kepada penderita. 8. khusus untuk daerah endemis schistosomiasis sampel yang diambil adalah sampel urin. simpan makanan dalam lemari es pada suhu yang tepat. Standar kebersihan ini berlaku untuk makanan yang disiapkan dirumah tangga maupun yang akan disajikan untuk umum. Terapkan standar kebersihan pada waktu menyiapkan dan menangani makanan. Jika kita kurang yakin akan standar kebersihan ditempat kita makan. Terapkan peraturan yang ketat tentang prosedur jaga mutu terhadap industri yang memproduksi makanan dan minuman. Dan dari tiga sampel yang berturut-turut diambil dengan hasil negatif minimal satu sampel harus diambil dengan cara melakukan lavemen/klisma.I. Rebuslah susu dan air yang akan dipakai untuk makanan bayi. Lakukan pemurnian dan pemberian klorin terhadap air yang akan didistribusikan kepada masyarakat. 4. Hal ini terutama penting bagi mereka yang pekerjaannya sebagai penjamah makanan dan bagi mereka yang pekerjaannya merawat penderita dan mengasuh anak-anak. Budayakan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan. Carrier kronis harus diawasi dengan ketat dan dilarang melakukan pekerjaan yang dapat menularkan penyakit kepada orang lain. penderita yang sudah sembuh dan kepada carrier tentang cara-cara menjaga kebersihan perorangan. 2. 5. Pemakaian kertas toilet yang cukup untuk mencegah kontaminasi jari. Carrier dilarang untuk menangani/menjamah makanan dan dilarang merawat penderita. Ditempat yang tidak ada jamban. Lakukan pasteurisasi terhadap susu dan produk susu. Batasi pengumpulan dan penjualan kerang-kerangan dari sumber yang jelas yang tidak tercemar. Lakukan pengawasan yang ketat terhadap sanitasi dan aspek kesehatan lainnya terhadap produksi. Pembuatan kultur dari sampel limbah dapat membantu untuk menentukan lokasi carrier. Berantas lalat dengan menghilangkan tempat berkembang biak mereka dengan sistem pengumpulan dan pembuangan sampah yang baik. Penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini menemukan bahwa penggunaan derivate quinolone yang baru yang diberikan secara oral memberikan hasil yang baik untuk mengobati carrier walaupun ada kelainan empedu. pemasangan kasa. 9. Perhatian khusus harus diberikan pada salad dan makanan lain yang dihidangkan dalam keadaan dingin. sediakan fasilitas untuk mencuci tangan secukupnya. Sediakan air yang aman bagi perorangan dan rumah tangga. Lakukan identifikasi terhadap carrier dan lakukan pengawasan terhadap mereka. 3. Berikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya mencuci tangan setelah buang air besar dan sebelum memegang makanan dan minuman. Lalat dapat juga diberantas dengan menggunakn insektisida. 10.

7. dan vaksin parenteral yang beredar adalah vaksin dosis tunggal yang berisi Vi antigen polisakarida. mefloquine. sebaiknya perawatan dilakukan dirumah sakit pada fase akut. karena kurang reaktogenik. mereka yang tinggal didaerah endemis. 6. kontak dan lingkungan sekitarnya 1. Sampel yang diambil adalah tinja dan urin untuk penderita di daerah endemis schistosomiasis.perlu dilakukan pemeriksaan kultur. namun perlindungan yang diberikan tidak sebaik terhadap tifoid Pengawasan penderita. Di negara maju dengan fasilitas sistem pembuangan kotoran yang baik. Vaksin dosis tunggal yang mengandung Vi antigen polisakarida adalah vaksin pilihan. Imunisasi terhadap kontak: Pemberian imunisasi rutin terhadap anggota keluarga. Supervisi terhadap penderita dihentikan apabila sampel yang diambil 3 kali berturut-turut dengan interval 24 jam dan 48 jam setelah pemberian antibiotika terakhir memberikan hasil negatif. Vaksin oral yang berisi Ty21a jangan diberikan kepada penderita yang sedang mendapatkan pengobatan antibiotika atau pengobatan anti malaria. untuk orang dewasa ciprofloxacin oral dianggap sebagai obat pilihan terutama untuk penderita tifoid di Asia. carrier dan melacak makanan. Penderita schistosomiasis yang menderita tifoid selain pemberian terapi untuk tifoidnya maka diberikan juga praziquantel untuk menghilangkan kemungkinan cacing schistosoma membawa basil S. 2. Booster diberikan dengan interval antara 2 – 5 tahun tergantung jenis vaksinnya. mereka yang bepergian kedaerah endemis. 3. sampai 3 kali beturu-turut sampel yang diambil hasilnya negatif. Tifoid wajib dilaporkan disebagian besar negara bagian dan negara didunia. Disinfeksi serentak: Disinfeksi dilakukan terhadap tinja. 2. Seluruh anggota grup pelancong yang salah satu anggotanya adalah penderita tifoid harus diamati. air. tinja dapat dibuang langsung kedalam sistem tanpa perlu dilakukan disinfeksi terebih dulu. 12. Untuk demam tifoid pemberian imunisasi tidak dianjurkan di AS. Laporan kepada institusi kesehatan setempat. kelas 2A (Lihat tentang pelaporan penyakit menular). Demam paratifoid: ujicoba dilapangan dengan menggunakan vaksin oral tifoid (Ty21a) memberikan perlindungan parsial terhadap paratifoid. Typhi strain Ty21a (diperlukan 3 – 4 dosis dengan interval 2 hari). Tidak ada vaksin yang efektif untuk demam paratifoid A. Pengambilan sampel tidak boleh kurang dari satu bulan setelah onset. Cari dan temukan media (air. kerang-kerangan yang terkontaminsai. urin dan alat-alat yang tercemar. Saat ini imunisasi hanya diberikan kepada mereka dengan risiko tinggi seperti petugas laboratorium mikrobiologis. susu. anggota keluarga dengan carrier. petugas kesehatan dengan vaksin tifoid kurang begitu bermanfaat walaupun mereka terpajan dengan penderita tifoid. Lakukan investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi: Sumber infeksi yang sebenarnya dan sumber infeksi yang potensial harus diidentifikasi dengan cara melakukan pelacakan penderita yang tidak dilaporkan. Lakukan pemusnahan terhadap makanan yang diduga sebagai sumber penularan. Vaksin yang tersedia adalah vaksin oral hidup yang mengandung S. Typhi Penanggulangan wabah 1. Dosis booster perlu diberikan kepada mereka yang secara terus menerus mempunyai risiko tertular. Lakukan pelacakan secara intensif terhadap penderita dan carrier yang berperan sebagai smber peularan. lakukan kewaspadaan enterik. Karantina: Tidak dilakukan 5. Dilakukan pembersihan menyeluruh. Isolasi: Pada waktu sakit. Oleh karena sering menimbulkan efek samping yang berat maka vaksin “whole cell” yang diinaktivasi dianjurkan untuk tidak digunakan. Namun vaksinasi masih bermanfaat diberikan kepada mereka yang terpajan dengan carrier. . Titer antibodi terhadap purified Vi polysaccharide mengidentifikasikan yang bersangkutan adalah carrier. 4. Jika salah satu sampel memberi hasil positif maka ulangi pembuatan kultur dengan interval satu bulan selama 12 bulan setelah onset. Pengobatan spesifik: Meningkatnya resistensi terhadap berbagai macam strain menentukan jenis obat yang dipakai untuk terapi secara umum. Jika ditemukan tipe phage yang sama pada organism yang diisolasi dari penderita dan carrier menunjukan telah terjadi penularan. makanan) yang tercemar yang menjadi sumber penularan.

i) Beberapa penyakit yang dialami 1 atau lebih penderita : Keracunan makanan.3. 5. Mandell. 2004. Edition).cfm Gerald L. Apa saja kriteria suatu kejadian penyakit dikatakan wabah atau KLB ? Suatu penyakit atau keracunan dapat dikatakan KLB apabila memenuhi kriteria sebagai berikut : a) Timbulnya suatu penyakit/penyakit menular yang sebelumnya tidak ada/tidak dikenal. Juwono R. Mandell. DL. Edition). bulan. Keracunan pestisida . -minggu 10= 15 kasus. Lakukan pasteurisasi atau rebuslah susu yang akan dikonsumsi. air dari sumber yang diduga tercemar tersebut jangan digunakan. Heymann. Carriers and Contacts. Gerald L.org/guidelines/typhoid. c) Peningkatan kejadian penyakit/kematian. Ed. diberi iodine atau direbus sebelum diminum. g) Propotional rate (PR) penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding periode yang sama dan kurun waktu atau tahun sebelumnya. dan Eds Dolin Raphael. http://www. hari. 4. bulan. b) Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam. tahun).org/guidelines/typhoid. Terhadap sumber air yang diduga tercemar dilakukan klorinasi sebelum digunakan dengan supervisi yang ketat.undip. Typhus Abdominalis dengan Penyakit Perdarahan Usus yang massif. Referensi: Budiyono M.cfm Tinggalkan sebuah Komentar Desember 13.ac. Heymann. John E. f) Case Fatality Rate (CFR) dari suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibanding dengan CFR dari periode sebelumnya.Prinsip dan Praktek Penyakit Menular (6 th Edition). DHF/DSS. Bennett. 2010 Dasar Epidemiologi “Pengantar Wabah / KLB” Filed under: http://fkm.edcp. Bennett. DL. 2005.. and Raphael Dolin Eds. dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (hari. -minggu 8 = 5 kasus. minggu. d) Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya. Apabila tindakan klorinasi tidak dapat dilakukan. e) Angka rata-rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya. semua air minum harus diklorinasi. Http://www. John E. Manual Pengendalian Penyakit Menular (18 th Edition). 2005. MKI 36(4): 173¬83. minggu. Maryland Pedoman untuk Penyidikan dan Pengelolaan Kasus Demam Tifoid. 1986. tahun).id — fitridiahkusuma @ 1:20 pm 1. -minggu 9 = 10 kasus . Singkirkan seluruh suplai susu dan makanan yang diduga tercemar untuk tidak dikonsumsi pada saat sampai diketahui bahwa susu dan makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.edcp. Soewandoyo E. Pemberian imunisasi secara rutin tidak dianjurkan. h) Beberapa penyakit khusus : kolera. Carriers dan Kontak. Ed. 2004.

2. b) Memutus rantai penularan.id — fitridiahkusuma @ 1:05 pm Stakeholder adalah orang yang berkepentingan atau berwenang dalam melakukan tindakan/ action secara tepat dan tepat dalam mengatasi masalah penyakit. semakin kecil kemungkinan bahwa individu rentan akan datang ke dalam kontak dengan individu menular. Semakin besar proporsi individu yang kebal. Teori Herd immunity menyatakan bahwa. Pada umumnya kelompok ini sebagai kelompok target dari implementasi sistem kesehatan. Dinkes. rantai infeksi mungkin akan terganggu ketika sejumlah besar populasi kebal terhadap penyakit. Pencegahan KLB : a) Penanggulangan sumber pathogen. yang dapat disebut stakeholder pendukung. Stakeholder ini dapat juga mendekati stakeholders aktif jika memiliki importance dan influence (pengaruh) untuk mendapatkan legitimate (pengakuan) dari stakeholders yang ada. -Singkirkan sumber kontaminasi.ac. yang pada umumnya tidak memiliki kewenangan resmi. -Penanggulangan transmisi vector. c) Modifikasi respon penjamu. yaitu : 1. Misalnya malaria dan PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi). yang dapat menjadi stakeholder kunci. -Tingkatkan sanitasi perorangan. Stakeholders ini pada umumnya yang mempunyai kewenangan resmi seperti Depkes. Apa yang dimaksud dengan Herd Immunity ? Herd Immunity (kekebalan kelompok) adalah bentuk kekebalan yang terjadi ketika vaksinasi dari sebagian besar dari penduduk (atau kelompok) memberikan ukuran perlindungan bagi individu yang belum mengembangkan kekebalan. -Isolasi dan atau obati orang yang terinfeksi. Stakeholders pasif. -Inactivasi / neutralisasi pathogen.undip. -Imunisasi kelompok rentan. Stakeholders aktif. -Pemakaian chemotherapy pencegahan FITRI E2A009011 DIAH KUSUMA Tinggalkan sebuah Komentar Tugas ke3\ “Peranan Stakeholders dalam mengatasi Penyakit Malaria & PD3I” Filed under: http://fkm. dalam penyakit menular yang ditularkan dari individu ke individu. -Memutus sumber lingkungan.2. 3. Beberapa stakeholders dan peranan yang dapat dilakukan oleh stakeholders tersebut dalam masalah penyakit “malaria” : 1. @ Stakeholders dalam sistem kesehatan terdapat 2 jenis. Misalnya kelompok ini masyarakat publik dan swasta. Stakeholders aktif : @ Sektor dinas pendidikan Peranan : pemberian informasi tentang malaria ke sekolah melalui edukasi @ Antar bidang dalam seksi Dinas Kesehatan : a) Seksi penyehatan lingkungan Peranan : pemeliharaan lingkungan agar tidak terjadi sarang nyamuk b) Seksi promosi kesehatan . -Hindarkan orang dari paparan. dll.

6) Membuat kebijakan dalam pengendalian vektor penyakit malaria dan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan. Dinas yang terkait dalam stakeholders dan peranan dalam masala malaria: @Pemerintah Pemerintah kota/kabupaten berwenang dalam masalah kebijakan-kebijakan pencegahan dan penanggulangan malaria. @Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan: merupakan penyelenggara kegiatan surveilans terhadap penyakit malaria. 2) Pengobatan Menggunakan Combination Therapy/ ACT3). Agar dinas kesehatan dapat melakukan tugas tersebut maka dilaksanakan surveilans untuk mengetahui perkembangan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. 2) Sanitasi Lingkungan : orang-orang didalam lingkup sanitasi lingkungan akan membenahi sistem sanitasi di daerah yang bermasalah. 1) Bupati : memberikan surat keputusan atau kebijakan kepada setiap kecamatan agar berperan aktif dalam pemberantasan penyakit malaria. Contohnya mempromosikan bersih-bersih selokan atau parit. yaitu : 1) Diagnosa Malaria harus terkonfirmasi atau Rapid Diagnostic Test. 3) Kelurahan : melaksanakan surat keptusan atau kebijakan mengenai pemberantasan malaria dengan cara memberitahukan kepada perangkat desa. PKK.Peranan : membantu mempromosikan pemberantasan malaria di dinas pendidikan dan seksi penyehatan lingkungan c) Seksi pendayagunaan tenaga dan sarana kesehatan Peranan : peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam perawatan dan pengobatan malaria d) Seksi pencegahan dan pemberantasan penyakit Peranan : mencegah malaria agar tidak terjadi KLB e) Seksi pemantau penyakit Peranan : kegiatan pencatatan dan pedokumentasian pasien KLB. Kebijakan tersebut antara lain : a) Pelatihan petugas b) Penemuan aktif penderita c) Penatalaksanaan kasus dan pengobatan . membabat tanaman-tanaman yang terlalau lebat (yang berpotensi sebagai habitat nyamuk Anopheles). dan organisasi sosial yang ada. Kebijakan ini menjadi langkah represif untuk penanganan dan pencegahan malaria dari Pemerintah kota/kabupaten langsung ke masyarakat. penyuluhan tentang bahaya malaria oleh puskesmas setempat. contohnya daerah yang memiliki genangan air limbah domestik yang tidak tepat maka sanitarian berhak memikirkan masalah ini. 1) P2P (Program Pemberantasan Penyakit ) : orang-orang didalam lingkup P2P mereka akan bertindak memberantas penyakit malaria dilihat dari vektor nyamuknya. 2) Kecamatan : memberikan surat keputusan atau kebijakan dari bupati kepada desa/kelurahan.juga pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lingkungan. 3) Promosi Kesehatan : Divisi ini berperan mempromosikan hidup sehat agar terhindar dari penyakit malaria. Seperti penggalakan program pemberantasan sarang nyamuk (fogging dan program 3M Plus) terhadap masyarakat. Bentuk peran lainnya adalah pengalokasian dana untuk program pemberantasan dan pencegahan penyakit malaria. Dinas kesehatan berperan penting dalam program penanganan PD3I dalam hal penyediaan tenaga kesehatan. Peran Dinas Kesehatan yaitu membuat kebijakkan mengenai pengendalian malaria. seperti posyandu. dan perkumpulan-perkumpulan yang lain. Hasil kegiatan surveilans ini berupa data kesakitan malaria akan digunakan untuk penanganan masalah lebih lanjut. 5) Memperkuat Desa Siaga dengan pembentukan Pos Malaria Desa (Posmaldes). 4) Kerjasama lintas sektor dalam forum gebrak malaria dan lintas program. 3) Pencegahan penularan malaria dengan kelambu ( Long Lasting Insekticidal Net ). sarana prasarana untuk imunisasi dan peningkatan program imunisasi di seluruh wilayah kecamatan.

d) Pengendalian vector, antara lain : • Penemuan penderita malaria baik secara aktif melalui kegiatan Mass Blood Survey. • ( MBS ) maupun pasif ( rutin puskesmas ) • Pembagian kelambu berinsektisida kepada masyarakat miskin, ibu hamil, bayi dan balita. • Screening malaria bagi ibu hamil saat kunjungan trimester pertama pada tenaga kesehatan • Penyemprotan dinding luar rumah ( Indoor Residual Sprying ) e) Pos malaria desa f) Penyediaan sarana ( mikroskop, RDT ) bahan laboratorium dan obat-obatan (ACT). @Dinas lingkungan Dinas lingkungan mempunyai peran dalam pemantauan program 3m+ pada masyarakat secara berkala, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. @Puskesmas Puskesmas sebagai bagian dari dinas Kesehatan, melakukan sosialisasi dengan warga tentang Malaria. Peran :Memberikan penyuluhan langsung terhadap masyarakat yang bekerja sama dengan kader masyarakat. @Dinas Perkebunan Dinas perkebunan berperan dalam penataan tanaman perkebunan, sehingga dapat mengurangi habitat nyamuk Anopheles. @Dinas Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL), Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kesehatan Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P). Pengendalian malaria dapat dilakukan melalui peran Dinas PP dan PL sebagai stakeholder terkait dengan habitat nyamuk anopeles yang terdapat di rawa, tambak yang terlantar, genangan air. Oleh karena itu dinas PP &PL dapat mengambil kebijakan dengan bekerjasama dengan dinas Pekerjaan Umum dalam pengendalian dan pembersihan habitat nyamuk Anopheles sp sebagai vektor penyebab malaria. @Dinas keimigrasian Sebagai stakeholder dinas keimigrasian bekerja sama dengan dinas perhubungan untuk memantau apakah transportasi yang digunakan bebas dari vektor nyamuk Anopheles. Oleh karena itu, transportasi yang akan menuju ke suatu daerah harus dilakukan pembersihan nyamuk Anopheles sebelum berangkat dan setelah tiba di suatu daerah terutama di daerah dengan endemis malaria. @Dinas peternakan Nyamuk vektor malaria banyak terdapat di tambak ikan yang tidak digunakan atau terabaikan. Dinas peternakan dapat berperan dalam melakukan kegiatan promosi mengenai habitat nyamuk vektor malaria atau dengan kata lain mengkomunikasikan dengan para pemilik tambak untuk membersihkan atau mengurus tambak ikan yang mereka punya.Dinas kehutanan dan Dinas Kesehatan bagian Promosi Kesehatan. Habitat nyamuk Anopheles juga terdapat di hutan-hutan tropis. Oleh karena itu, Dinas kehutanan dapat memberikan proteksi terhadap pekerja yang masuk hutan atau masyarakat yang berada di sekitar wilayah hutan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan bidang Promosi Kesehatan untuk memberi warning tentang apa yang harus dilakukan oleh masyarakat saat masuk hutan, seperti memakai lotion anti nyamuk, baju panjang, dan juga memberi kelambu pada masyarakat di sekitar hutan untuk memberi proteksi dari vektor malaria saat tidur. Pemberian penyuluhan bagi masyarakat dirasa perlu karena dengan adanya penyuluhan tersebut maka pengetahuan masyarakat akan bertambah mengenai penyakit malaria sehingga dapat merubah perilaku buruknya tentang kesehatan sehingga dapat terhindar dari penyakit malaria. 2. Stakeholders pasif : Masyarakat : Peranan :

• Membantu dinas kesehatan dalam pemberantasan malaria melalui kegiatan pemeliharaan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk. • Membantu petugas kesehatan dalam hal pelaporan kasus malaria ke pihak yang berwenang. • Mengikuti program pemerintah dalam penyuluhan malaria. PD3I (Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi terdiri dari : a. Hepatitis B, dapat dicegah dengan imunisasi HB ( pada usia < 7 hari ) dan DPT/HB b. TBC, khususnya TB pada anak, yang dapat dicegah dengan imunisasi BCG c. Diptheri, dapat dicegah dengan imunisasi DPT/HB dan DT d. Pertusis, dapat dicegah dengan imunisasi DPT/HB e. Tetanus, dapat dicegah dengan imunisasi DPT/HB pada sasaran bayi, DT pada sasaran kelas 1 SD, TT pada sasaran kelas 2 dan kelas 3 SD serta TT pada wanita usia subur ( WUS ) f. Poliomyelitis, yang dapat dicegah dengan imunisasi Polio g. Campak, dapat dicegah dengan imunisasi Campak. Contoh : Campak Adapun peran dari masing-masing stakeholder adalah: a. Departemen Kesehatan Memberikan akses pelayanan kesehatan yang terjangkau Melakukan usaha pemberantasan campak dengan tiga tahap, yaitu: -Tahap reduksi -Tahap eliminasi -Tahap eradikasi Melakukan surveilans campak b. Rumah Sakit Melakukan pengobatan untuk penderita campak, melakukan pelaporan, dan pendataan pada Dinas Kesehatan setempat dalam bentuk laporan yang berisi narasi singkat, table atau grafik yang menarik serta dilakukan secara berkala c. Puskesmas Melakukan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi campak Melakukan imunisasi campak gratis. REFERENSI Hartati, Emi. 2007. Pengaruh Faktor Perilaku Masyarakat terhadap Perolehan Imunisasi Campak di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2007. Diakses tanggal 8 Desember 2010. Diunduh dari: repository.usu.ac.id/xmlui/handle/123456789/6693 – KEPMENKES, RI. 2009. Eliminasi Malaria di Indonesia. Diakses tanggal 3 November 2010. Diunduh dari: http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_regulasi/KEPMENKES__NO___293_THN_2009_ TTG__ELIMINASI_MALARIA.pdf. KMPK, UGM. 2006. Kerjasama Lintas Sektor Penanggulangan Malaria di Bukit Menoreh Kabupaten Kulonprogo. Diakses tanggal 8 November 2010. Diunduh dari: http://www.lrc-kmpk.ugm.ac.id/id/UP-PDF/_working/No.7_Tedy_Chandra_01_06.pdf.

FITRI E2A009011

DIAH

KUSUMA

Tinggalkan sebuah Komentar

November 12, 2010

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI, TINDAK LANJUT DAN PENCEGAHANNYA
Filed under: http://fkm.undip.ac.id — fitridiahkusuma @ 3:13 am

A. MALARIA Satu penyakit yang disebabkan oleh sporozoa genus plasmodium dan ditularkan oleh nyamuk spesies Anopeles. Penyakit ini ditandai dengan demam yang sering berkala (periodic) dengan berbagai derajat, kurang darah (anemia), limpa membesar, serta dengan berbagai kelompok gejala (sindrom) karena gangguan pada hati, otak, dan ginjal. Salah satu publikasi mengemukakan bahwa penyakit malaria menjadi masalah di 100 negara di dunia, menimpa lebih dari 2 juta penduduk. Diperkirakan 90% dari jumlah ini ada di Negara tropis di Afrika. Golongan yang beresiko tertular malaria, antara lain: Ibu hamil. Pelancong yang tidak memiliki kekebalan terhadap malaria. Pengungsi. Pekerja yang berpisah ke tempat yang endemis malaria. Penyebaran Penyakit Penyakit malaria salah satu penyakit parasit yang terbesar luas di seluruh dunia meskipun umumnya terdapat di daerah berlokasi antara 60º Lintang Utara -40º Lintang Selatan. Tetapi distribusi plasmodium biasanya tidak merata. 1. Plasmodium vivac Terbesar di daerah tropis dan subtropis dan beriklim panas seperti daerah Timur Tengah, Iran, Pakistan, Bangladesh, India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Afrika bagian tengah dan bagian timur. Tetapi tidak terdapat diantara penduduk kulit hitam di Afrika bagian barat. 2. Plasmodium falciparum Umumnya terdapat di daerah beriklim panas dan lembab. Di daerah Barat yang beriklim tropis, Afrika Tengah dan beberapa daerah di Afrika Timur, beberapa daerah di Timur Tengah, India bagianUtara, Tengah dan Selatan. Beberapa daerah di Bangladesh, Pakistan, Myanmasr, Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia. Juga terjadi di Filipina dan Negara di Kepulauan Samudra Pasifik seperti Haiti,dan Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. 3. Plasmodium malaria Terdapat terutama didaerah tropis Afrika, Amerika Selatan, India, Sri Lanka, dan Malaysia. Plasmodium, lebih jarang ditemukan, sering ditemukan di Afrika Timur, Afrika Tengah dan Barat, beberapa daerah Afrika Utara Timur, Amerika Selatan, dan beberapa kasus dilaporkan dari Timur Jauh. Penyakit malaria bisa terjadi bila memenuhi kondisi: 1. Ada nyamuk Anopeles yang sesuai. 2. Ada penduduk yang peka. 3. Ada penduduk yang tidak mempunyai kekebalan terhadap malaria. 4. Kondisi lingkungan, suhu 18-29ºC dan ketinggian < 2.000m di atas permukaan laut. Gambaran Klinis Masa inkubasi biasanya 10-14 hari dengan variasi 9-30 hari. Penyebaran penyakitmalaria belakangan ini sudah berubah berkat keberhasilan kampanye pemberantasan malaria oleh Badan Kesehatan Dunia. Infeksi Plasmodium falciparum pada orang yang daya tahannya lemah sering bias fatal, sedangkan infeksi

5. TBC menular melalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. demam subfebril. Kekurangan darah (anemia) dapat menyebabkan kerosakan otak secara langsung dan pesakit boleh berada dalam keadaan koma. Menggunakan kelambu. Batuk darah. seperti batuk berdahak kronis. demam meriang lebih dari satu bulan. Gejala Umum :• Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih Gejala lain yang sering dijumpai : Dahak bercampur darah. . Berpeluh. imunitas tubuh sangat berperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi menjadi penyakit TBC. Sesak nafas dan rasa nyeri dada.5 cm). tulang. Selain itu. TB PARU (Tuberculosis Paru) Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. ovale. TBC merupakan penyakit yang sangat infeksius. Selain itu badan terasa capek. sesak napas. Seorang penderita TBC dapat menularkan penyakit kepada 10 orang di sekitarnya. suhu demam (subfibris). berkeringat tanpa sebab di malam hari. 3. rasa sejuk dan panas secara bergilir-gilir merupakan ‘symptom’ klasik malaria. Semuanya itu dapat menurunkan produktivitas penderita bahkan kematian. 1/3 penduduk dunia saat ini telah terinfeksi M. Berbagai macam obat nyamuk yang beredar di masyarakat dari yang tidak mengandung bahan aktif sampai yang mengandung insektisida. Kabar baiknya adalah orang yang terinfeksi M. tuberculosis. 2. bakteri yang berperan adalah Mycobacterium bovis. Bahannya bermacam-macam mulai tembaga aluminium sampai plastic. nafsu makan menurun. Menurut perkiraan WHO. TBC juga ditularkan melalui susu. dan muntah. kekejangan dan anemia. Penggunaannya dewasa ini sudah jauh berkurang karena diangggap kurang praktis. Pencegahan Cara yang dapat digunakan : 1. kelenjar limfe. Manifestasi Klinis Penderita TBC akan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Kelambu merupakan alat yang telah digunakan sejak dahulu. Obat nyamuk bakar. Kesulitan biasanya pada pemasangan di pintu dimana biasanya diperlukan pintu ganda. dan penurunan nafsu makan. Dalam hal ini. rasa kurang enak badan (malaise). nyeri otot-otot. Kawat kasa harus dipasang pada setiap lubang yang ada pada rumah. Yang klasik pada malaria adalah timbul demam yang sering berkala (periodic) disertai sakit kepala. dan selaput otak. sedikit diare. badan kurus atau berat badan menurun. Memasang kawat kasa pada jendela. sakit sendi. tuberculosis tidak selalu menderita penyakit TBC. menggeletar. TBC dapat juga menyerang kulit. nyeri dada. Badan lemah. Pada keadaan yang terakhir ini. Pada sedikit kasus. Kelemahan obat nyamuk adalah timbul iritasi pada orang yang sensitf sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. berat badan menurun.oleh Plasmodium lain (vivac. Jumlah lubang pada kawat kasa yang dianggap optimal 14-16 per inci (2. berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan. Pemeriksaan Klinis Pemeriksaan pertama terhadap keadaan umum pasien mungkin ditemukan konjungtiva mata atau kulit yang pucat karena anemia. Banyak penduduk menganggap bahwa penggunaanya menyebabkan perasaan yang lebih panas di ruangan yang telah penuh sesak. mual. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer. 4. dan malaria) jarang menimbulkan sakit serius dan jarang mematikan. Tanda-tanda Penyakit Malaria Tanda-tanda serangan parasit malaria termasuklah demam. Obat nyamuk gosok (repellant) B.

Pemeriksaan penunjang • Tuberculin skin testing Dilakukan dengan menginjeksikan secara intracutaneous 0. Riwayat pengobatan sebelumnya : baru atau sudah pernah diobati 4. Individu yang memiliki atau dicurigai terinfeksi HIV 2. bukan eritema. maka akan didapatkan perkusi yang redup dan auskultasi nafas bronkial. Adanya infeksi primer digambarkan dengan nodul terkalsifikasi pada bagian perifer paru dengan kalsifikasi dari limfe nodus hilus 2. Penderita yang lama mondokdirumah sakit 5. Individu yang menggunakan Narkoba dan status HIV-ny tidak diketahui Sedangkan ukuran 10mm uji tuberculin. Anak kecil yang berusi kurang dari 4 tahun Uji ini sekarang sudah tidak dianjurkan dipakai. Aktivitas dari kuman TB tidak bisa hanya ditegakkan hanya dengan 1 kali pemeriksaan rontgen dada.karena uji ini haya menunjukkan ada tidaknya antibodi anti TBC pada seseorang. diukur. Bila dicurigai infiltrat yang agak luas. Klasifikasi penyakit dan tipe penderita Penentuan klasifikasi penyakit dan tipe penderita TB memerlukan “definisi kasus” yang memberikan batasan baku dari setiap klasifikasi dan tipe penderita. termasuk kelompok ras dan etnik yang beresiko tinggi 4. Tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. dan nyaring. Tetapi bila infiltrat ini diliputi oleh penebalan pleura. walaupun tidak bermanifestasi.Tempat kelainan lesi TB yang perlu dicurigai adalah bagian apeks paru. Individu yang menggunakan Narkoba (jika status HIV-ny negative) 3. Organ tubuh yang sakit : paru atau ekstra paru 2. tapi harus dilakukan serial rontgen dada. Tingkat keparahan penyakit : penyakit ringan atau berat Klasifikasi . sehingga akan banyak memberikan false positif. dianggap positif biasanya pada kasus-kasus seperti : 1. memberikan gambaran efusi pleura yang biasanya terjadi secara massif 4. kecuali penderita HIV 2. Individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Tidak hanya melihat apakah penyakit tersebut dalam proses progesi atau regresi. Ukuran tes Mantoux ini sebesar 5mm diinterpretasikan positif pada kasus-kasus : 1. TB pleurisy. sedangkan menurut penelitian. kasar. area yang menonjol (indurasi).1ml Tween-stabilized liquid PPD pada bagian punggung atau dorsal dari lengan bawah. Hasil pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung : BTA positif atau BTA negative 3. Dalam wkatu 48 – 72 jama. Sedangkan proses reaktifasi TB akan memberikan gambaran : a) Nekrosis b) Cavitasi (terutama tampak pada foto posisi apical lordotik) c) Fibrosis dan retraksi region hilus d) Bronchopneumonia e) Infiltrate interstitial f) Pola milier g) Gambaran diatas juga merupakan gambaran dari TB primer lanjut 3. Memiliki kontak yang erat dengan penderita TBC yang infeksius 3. Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan definisi kasus-yaitu 1. 80% penduduk indosia sudah pernah terpapar intigen TBC. yang sebelumnya tidak mendpatkan terapo OAT yang adekuat 4. suara nafasnya menjadi vesikular melemah. populasi denganpendapatan yang rendah. Akan didapatkan juga suara nafas tambahan berupa ronkhi basah. Individu dengan rontgen dada yang abnormal yang mengindikasikan gambaran proses penyembuhan TBC yang lama. Pemeriksaan radiologis 1.

Kambuh (relaps) Adalah penderita TB yang sebelumnya pernah mendapatkan terapi TB dan etlah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap. pleuritis eksudatif unilateral. Kasus baru Adalah penderita yang belum pernah diobati dengan OAT atau sudah pernah menelan OAT kurang dari satu bulan (30 dosis harian) 2. Lain-lain Semua penderita lain yang tidak memenuhi persyaratan tersebut diatas. peritonitis. Tipe Penderita Tipe penderita ditentukan berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya. TB Paru dibagi menjadi 2 yaitu : 1. TB tulang belakang. Pengobatan dilakukan dalam waktu 6-8 bulan secara intensif dengan diawasi seorang PMO (Pengawas Menelan Obat) untuk meningkatkan ketaatan penderita dalam minum obat. selaput otak. Ethambutol. Program pengobatan tersebut dikenal dengan nama DOTS (Direct Observed Treatment Shortcourse). kulit. alat kelamin dan lain-lain. misalnya pleura (selaput paru). usus. Kasus berobat setelah lalai (pengobatan setelah default/drop-out) Adalah penderita TB yang kembali berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif setelah putus berobat 2 bulan atau lebih. 5. . Berdasarkan tingkat keparahannya. kemudian kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif 3. Adalah penderita BTA negative. tulang (kecuali tulang belakang).. Tuberculosis Paru Tuberculosis paru adalah tuberculosis yang menyerang jaringan paru. Ada beberapa tipe penderita. kelejar limfe. selaput jantung. persendian. Pindahan (transfer in) Adalah penderita TB yang sedang mendapatkan pengobatan disuatu kabupaten lain dan kemudian pindah berobat ke kabupaten ini. milier. saluran kencing. Tuberkulosis Ekstra Paru Berat Misal : meningitis. Pyrazinamid. tulang. TB saluran kencing dan alat kelamin. sendi dan kelenjar adrenal. TB Ekstra Paru dibagi menjadi 2 yaitu : 1. TB usus. Gagal Adalah penderita BTA positif yang masih tetap positif atau kembali menjadi positif pada akhir bulan ke-5 atau lebih.a. dan Streptomycin. Tuberkulosis Paru BTA negative b. pleuritis eksudatif dupleks. Obat yang digunakan adalah kombinasi dari Rifampicin. ginjal. 6. Termasuk dalam kelompok ini adalah kasus kronik (adalah penderita yang masih BTA positif setelah menyelesaikan pengobatan ulang dengan kategori 2) Pengobatan tuberkulosis Saat ini telah dapat dilakukan pengobatan TBC secara efektif dan dalam waktu yang relatif singkat. perikarditis. yaitu : 1. 2. Penderita tersebut harus membawa surat rujukan/pindahan (FORM TB 09) 4. Tuberculosis Ekstra Paru Tuberculosis ekstra paru adalah tuberculosis yang menyerang organ tubuh selain jaringan paru. rontgen positif yang menjadi BTA positif pada akhir bulan ke-2 pengobatan. tidak termasuk pleura (selaput paru) Berdasarkan pemeriksaan dahak. Tuberkulosis Paru BTA positif 2. Tuberkulosis Ekstra Paru Ringan Misal : TB kelenjar limfe. Isoniazid.

diare. media masa dll. tenggorokan sakit. Penyelidikan dan penanggulangan KLB Dalam tahap reduksi campak maka setiap KLB campak harus dapat dilakukan penyelidikan epiderniologi balk oleh surveilans puskesmas maupun bersama-sama dengan surveilans dinas kesehatan. batuk kering. Dengan adanya pemeriksaan kehamilan banyak penyulit yang dapat dikenal dan dikurangi/dihilangkan sama sekali sehingga kehamilan dan persalinan dapat berlangsung lebih aman. pilek. Penanggulangan KLB campak Penanggulangan KLB campak didasarkan analisis dan rekomendasi hasil penyelidikan KLB campak.C. KEMATIAN IBU Penyelidikan epidemiologi kematian ibu adalah pencarian kejadian kematian ibu. Penyelidikan Epidemiologi b. Tatacara pengambilan dan pegiriman sampel laboratorium campak serta laboraratorium rujukan sampel lihat lampiran. Hasil penyelidikan epidemiologi: a) Penyebab: 90 % disebabkan oleh komplikasi obstetri. bintik putih pada bagian dalam pipi sebelah depan gigi geraham. Perneriksaan spesimen di laboratorium. dan waktu sakit kasus kurang dari 21 hari. ditandai dengan demam. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak pra sekolah dan anak-anak SD. konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu intervensi kesehatan yang efektif untuk mencegah kematian ibu. kondisi sosial budaya di Indonesia yang lebih mengutamakan bapak dibandingkan ibu ataupun . Jika orang sudah terkena campak maka sepanjang hidupnya tidak akan terkena penyakit ini lagi. bintik di belakang telinga. dan eklamsia. Terkadang jika penderitanya anak-anak akan terjadi muntah muntah. meskipun tidak menutup kemungkinan menyerang orang dewasa yang belum pernah terkena penyakit ini. serta beberapa sampel urine kasus campak untuk isolasi virus. Strategi penanggulangan KLB Campak : a. b) Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu: memperluas cakupan pelayanan ante natal care (ANC) melalui pemeriksaan kehamilan. Gejala Gejala-gejala yang nampak pada penderita campak antara lain. D. infeksi. maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. yaitu dengan mengambil spesimen. Penyelidikan Epidemiologi KLB campak : KLB campak harus segera diselidiki untuk melakukan diagnose secara dini (early diagnosis). Pemeriksaan Laboratorium Untuk mendukung diagnosa campak pada saat KLB. dilakukan sesegera mungkin agar transmisi virus dapat dihentikan dan KLB tidak meluas serta rnembatasi jumlah kasus dan kematian. mata merah dan berairi. atau adanya laporan peningkatan kasus atau kematian campak dari rnasyarakat. Penanggulangan c. yaitu perdarahan. demam tinggi. CAMPAK Penyakit ini adalah suatu infeksi virus yang sangat menular. pilek. KLB campak harus segera didiagnosa secara dini (early diagnosis) dan segera ditanggulangi (out break respons) agar KLB tidak meluas dan membatasi jumlah kasus dan kematian. batuk. darah sebanyak 10-15 penderita baru. agar penanggulangan dapat segera dilaksanakan. c) Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian ibu: tingkat pendidikan ibu yang masih rendah terutama yang berada di pedesaan sehingga ibu tidak mengetahui betapa pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan. lndikasi penyelidikan KLB Campak dilakukan apabila hasil pengamatan SKD KLB/PWS kasus campak ditemukan indikasi adanya peningkatan kasus dan penyelidikan Pra KLB menunjukkan terjadi KLB.

asfiksia neonatorum. minum-minuman beralkohol.adanya pengambilan keputusan yang masih berorientasi pada kepala keluarga sehingga figure ibu sering ditempatkan pada posisi kedua dalam mengambil keputusan termasuk untuk memeriksakan kehamilan. Asril Bahar. riwayat penyakit sebelumnya seperti hipertensi. dengan memperhatikan berbagai perubahan yang terjadi pada penduduk . imaturitas. Daftar Pustaka Yatim. Zulkifli Amin. penyakit jantung.Diakses pada tanggal 11 November 2010. Hasil penyelidikan epidemiologi: a) Penyebab: infeksi. 2010 EPIDEMIOLOGI DAN PERANANNYA DI DALAM PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN DI MASYARAKAT.com/2007/12/penyakit-tuberkulosis-tbc.Macam Penyakit Menular dan Cara Pencegahannya.semakin banyak pula macam penyakit yang mendera masyarakat. faktor genetik. Macam. dan terjadi kelainan kongenital. Tapi apakah benar hanya faktor tingkah laku saja yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. kondisi tempat tinggal.medicastore. melalui pemantauan status gizi dan pencegahan sedini mungkin berbagai penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi dasar sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. LATAR BELAKANG Masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat penting di hadapi oleh masyarakat saat ini. diabetes mellitus. Hal ini tentu saja di pengaruhi oleh faktor tingkah laku manusia itu sendiri. b) Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi: Meningkatkan derajat kesehatan anak.com/ penyakit. Semakin maju teknologi di bidang kedokteran . http://www. faizal.ac. 2006. minum-minuman beralkohol. berat badan lahir rendah. c) Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian bayi: faktor genetik. E. Di samping itu perkembangan epidemiologi adalah sebagai suatu bidang ilmu yang mempelajari keadaan dan sifat karakteristik suatu kelompok penduduk tertentu.undip. Jakarta: UI http://www.com/tbc/penyakit_tbc. asupan gizi ibu saat hamil. Filed under: http://fkm.html.id — fitridiahkusuma @ 2:27 am BAB I PENDAHULUAN I.DetikHealth.html. faktor perilaku ibu saat hamil seperti: merokok. 2007. faktor perilaku ibu seperti kebiasaan merokok. Tuberkulosis Paru. Pustaka Obor Populer: Jakarta. http://www.htm.infopenyakit. LAHIR MATI / KEMATIAN BAYI Penyelidikan epidemiologi lahir mati / kematian bayi adalah pencarian kejadian kematian bayi. NAMA NIM REGULER 1 : FITRI : DIAH KUSUMA E2A009011 Tinggalkan sebuah Komentar Oktober 15.

Untuk mengetahui pengertian Epidemiologi. serta berusaha memecahkan berbagai masalah kesehatan maupun masalah yang erat hubungannya dengan kesehatan pada suatu kelompok penduduk tertentu. dan Endemi. Menurut bidang penerapannya. 4.tersebut yang mempengaruhi derajat kesehatan dan kehidupan sosialnya. Epidemiologi modern: merupakan sekumpulan konsep yang digunakan dalam studi epidemiologi yang terutama bersifat analitik. TUJUAN 1. BAB II ISI A. Berbagai definisi dan pengertian telah dikemukakan oleh para ahli epidemiologi yang pada dasarnya memeliki kesamaan pengertian yakni epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari. epidemiologi modern dibagi atas : a) b) c) Epidemiologi lapangan Epidemiologi komunitas Epidemiologi klinik II. Epidemik. Pandemik. selain untuk penyakit menular wabah dapat diterapkan juga untuk penyakit menular bukan wabah. epidemiologi dibedakan atas : 1. Menurut sejarah perkembangan. Epidemiologi klasik: terutama mempelajari tentang penyakit menular wabah serta terjadinya penyakit. 2. Last 1988 (WHO): . Pengertian Epidemiologi. 2. serta masalah-masalah kesehatan lainnya. penyakit tidak menular.Untuk mengetahui Batasan Epidemiologi. 1.Untuk mengetahui peran dalam Kesehatan Masyarakat.Untuk mengetahui ruang lingkup Epidemiologi. menganalisis. 3.

Mac Mahon dan Pugh 1970 : Epidemiologi adalah sebagai cabang ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia. kanker. Wade Hampton Frost. . Mausner dan Kramer : Studi tentang distribusi dan determinan dari penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia. Endemik : Suatu infeksi dikatakan sebagai endemik pada suatu populasi jika infeksi tersebut berlangsung di dalam populasi tersebut tanpa adanya pengaruh dari luar. perjalanan. Welch: Suatu ilmu yang mempelajari timbulnya. 1. begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk. 1. distribusi. W. 1.Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan. 1. penyakit dan perubahan pada penduduk. penyakit degenaratif. Azrul Azwar: Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan. dan pencegahan penyakit. 1. penyakit jiwa. Dalam perkembangannya.H. dan sebagainya. masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja. dan jenis penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat. Oleh karena batasan epidemiologi menjadi lebih berkembang.1974: Epidemiologi adalah suatu studi mengenai terjadinya distribusi keadaan kesehatan. kecelakaan lalu lintas. Abdel R. terutama penyakit infeksi menular. melainkan juga penyakit tidak menular. 1. Pandemik : suatu epidemi global atau wabah global yang merupakan terjangkitnya penyakit menular pada banyak orang dalam daerah geografi yang luas.Omran. Epidemik : Suatu keadaan dimana masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekuensi yang meningkat. 1972: Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya.

Jadi pengertian epidemiologi secara umum adalah ilmu yang mempelajari distribusi (penyebaran). segera terlihat bahwa dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang bersifat pokok yakni: . Epidemiologi Perencanaan. Epidemiologi Prilaku. Epidemiologi Kesehatan Kerja. Epidemiologi Kesehatan Jiwa. Ruang lingkup Epidemiologi. Secara garis besarnya jangkauan atau ruang lingkup epidemiologi antara lain: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) o) p) Epidemiologi Penyakit Menular. Dari batasan yang seperti ini. Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok menusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. C. Epidemiologi Demografi. Epidemiologi Kesehatan Reproduksi. Epidemiologi Remaja. penyakit menular. B. Epidemiologi Genetik. penyakit infeksi dan non infeksi. serta penyebaran penyakit terhadap manusia dalam konteks lingkungan. Epidemiologi Klinik. Epidemiologi Gizi. Epidemiologi Kesehatan Darurat. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Batasan Epidemiologi. Epidemiologi Kesehatan Lingkungan. Di era modern dan perkembangan teknologi seperti sekarang ini memicu jangkauan epidemiolgi semakin meluas. Epidemiologi Pelayanan Kesehatan. determinan (faktor penentu). Epidemiologi Kausalitas.

atau padang pasir). Untuk dapat mengetahui frekwensi suatu masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut. sungai laut. Negara dengan Negara. oleh karena perubahan-perubahan penyakit menurut waktu menunjukkan adanya perubahan faktor-faktor etiologis. struktur keluarga dan paritas. kelas sosial. Orang (person). Regional. tempat ( place ). 2. Fluktuasi jangka pendek dimana perubahan angka kesakitan berlangsung beberapa jam. b. e. Kota dan pedesaan. maka dibedakan : 1. Perubahan-perubahan secara siklus dimana perubahan-perubahan angka kesakitan terjadi secara berulang-ulang dengan antara beberapa hari. minggu. status perkawinan. golongan etnik. Penyebaran masalah kesehatan Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini adalah menunjuk pada pengelompokan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. penyakit sering dilakukan antara: . Yakni menurut ciri-ciri manusia ( man ). Waktu (time). Melihat panjangnya waktu dimana terjadi perubahan angka kesakitan. c. Daerah atau tempat berdasarkan batas-batas alam (pegunungan. beberapa tahun. Disini akan dibicarakan peranan umur. besarnya keluarga. hari. dan bul 2. Pengetahuan mengenai distribusi geografis dari suatu penyakit berguna untuk perencanaan pelayanan kesehatan dan dapat memberikan penjelasan mengenai etiologi penyakit.1. Perbandingan pola a. tahunan. Frekwensi masalah kesehatan Frekewensi yang dimaksudkan di sini menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia. beberapa bulan (musiman). Tempat (place). d. pekerjaan. dan waktu ( time) 1. Mempelajari hubungan antara waktu dan penyakit merupakan kebutuhan dasar didalam analisis epidemiologis. 2. Batas daerah-daerah pemerintahan. 3. jenis kelamin.

Meninjau dari penjelasan tentang pengertian epidemiologi. Peranan Epidemiologi dalam keehatan masyarakat. Karena berfungsi sebagai penjelas. Perubahan-perubahan angka kesakitan yang berlangsung dalam periode waktu yang panjang. 3. Ada beberapa peranan epidemiologi dalam kesehatan masyarakat. 4. D. baik penyakit perorangan ( tetapi dianalisis dalam kelompok ) maupun kejadian luar biasa ( KLB ) / wabah dalam masyarakat. 5. penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. maka analitis disebut juga studi penjelas (explanatory). Pengamatan epidemiologi umumnya terbagi menjadi 2 tahap: 1. tempat dan waktu. serta ruang lingkupnya. Epidemiologi Analitis bertujuan untuk memperoleh penjelasan tentang factor-faktor penyebab penyakit. BAB III PENUTUP . Menyiapkan data / informasi untuk keperluan program kesehatan dengan menilai status kesehatan dalam masyarakat serta memberikan gambaran tentang kelompok penduduk yang terancam. 3.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi/ factor determinan Menunjuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan. bertahuntahun atau berpuluh tahun yang disebut “secular trends”. seorang ahli epidemiologi atau epidemiolog memiliki peran-peran penting dalam kesehatan masyarakat. Mencari / mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan atau penyakit dalam suatu masyarakat tertentu dalam usaha mencari data untuk penanggulangan serta cara pencegahannya. baik yang menerangkan frekwensi. Epidemiologi Deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi penyakit menurut orang. Menerangkan tentang besarnya masalah dan gangguan kesehatan (termasuk penyakit) serta penyebarannya dalam suatu penduduk tertentu. 2. Mengembangkan metodologi dalam menganalisis penyakit serta cara mengatasinya. Membantu menilai beberapa hasil program kesehatan. 2. batasan. diantaranya adalah: 1.

DAFTAR PUSTAKA Azwar. Murti.Rineka Cipta. SARAN Epidemiologi dapat digunakan sebagai jalan untuk menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan di masyarakat dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Epidemiologi Kausalitas. Epidemiologi Pelayanan Kesehatan. Peranan epidemiologi dalam masyarakat tidak hanya menganalisis penyakit. 4. ke-2. Epidemiologi Kesehatan Lingkungan. N. (1999). Epidemiologi Demografi.KESIMPULAN 1. Jakarta: Rineka Cipta. A. (1997). Epidemiologi : Suatu Penagntar. Epidemiologi Gizi. Batasan epidemiologi antara lain: Frekwensi masalah kesehatan. Azrul. Bhisma. Epidemiologi Perencanaan. Bustan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. M. (1997). Notoatmodjo. Epidemiologi Kesehatan Reproduksi. Pengantar Epidemiologi. Soekidjo 2003. ed. tetapi dapat pula dikatakan menganalisis berbagai masalah yang ada di masyarakat 3.com/ . Epidemiologi adalah determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan. (2004). 2. Epidemiologi Genetik.wordpress. Jakarta: PT. Timmerck. Epidemiologi Kesehatan Jiwa.Mei. Cet. Jakarta: Bina Rupa Aksara. faktor-faktor yang mempengaruhi/ factor determinan. Epidemiologi Kesehatan Darurat. Jakarta : EGC FITRI DIAH KUSUMA/ E2A009011 http://fitridiahkusuma. dan Arsunan. Epidemiologi Remaja. penyebaran masalah kesehatan. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Pengantar Epidemiologi. Epidemiologi Klinik. Thomas C. Epidemiologi Prilaku. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Epidemiologi Kesehatan Kerja.2. Jangkauan ruang lingkup epidemiologi antara lain: Epidemiologi Penyakit Menular.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->