“APLIKASI GELOMBANG AM DAN FM“ “GELOMBANG RADIO”

( Disusun guna memenuhi tugas makalah mata kuliah Gelombang Optik)

Oleh :

Brian Aziz Suryadanana

(070210192159)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2010

Fidelitas Tinggi Respon yang seragam terhadap frekuensi audio (paling tidak pada interval 50 Hz sampai 15 KHz). Bandwith yang Lebih Lebar Saluran siar FM standar menduduki lebih dari sepuluh kali lebar bandwidth (lebar pita) saluran siar AM. Bagaimana pun juga hal itu memiliki syarat C/N paling tidak 40 dB untuk setiap channel AM dimana antara laser dan penerimanya harus garis lurus. jika dibandingkan pada sistem modulasi AM dimana panjang gelombangnya lebih panjang. Hal ini disebabkan oleh struktur sideband nonlinear yang lebih kompleks dengan adanya efek-efek (deviasi) sehingga memerlukan bandwidth yang lebih lebar dibanding distribusi linear yang sederhana dari sideband-sideband dalam sistem AM. dan fidelitas yang tinggi. Jika dibandingkan dengan sistem AM. Pemakaian saluran FM memberikan respon yang cukup untuk frekuensi audio dan menyediakan hubungan radio dengan noise rendah. dan respon transien yang bagus sangat diperlukan untuk kinerja Hi-Fi yang baik. Karakteristik yang lain hanyalah ditentukan oleh masalah rancangan perangkatnya saja. Band siar FM terletak pada bagian VHF (Very High Frequency) dari spektrum frekuensi di mana tersedia bandwidth yang lebih lebar daripada gelombang dengan panjang medium (MW) pada band siar AM. namun hal ini membutuhkan bandwide lebih besar sekitar 7 – 8 kali dari AM. bandwidth (lebar pita) yang lebih besar. maka FM memiliki beberapa keunggulan. distorsi (harmonik dan intermodulasi) dengan amplitudo sangat rendah. Cara lain adalah denga menggunakan modulaasi frekuensi ( FM ) dimana setiap subcarrier dimodulasi oleh frekuensi dengan signal informasi. Multichannel Frequency Modulation ( FM ) Penggunaan signal AM-VSB untuk mengirim beberapa channel analog adalah prinsip lurus kedepan dan sederhana. diantaranya : Lebih tahan noise Frekuensi yang dialokasikan untuk siaran FM berada diantara 88 – 108 MHz. Jangkauan dari sistem modulasi ini tidak sejauh. Sehingga noise yang diakibatkan oleh penurunan daya hampir tidak berpengaruh karena dipancarkan secara LOS (Line Of Sight). Rasio S/N dari output detector FM jauh lebih besar dari rasio C/N pada input dari detector. . Rasio dari s/n tergantung pada desain sistem tetapi umumnya berada pada 36-44 db Di antara keuntungan FM adalah bebas dari pengaruh gangguan udara.APLIKASI GELOMBANG FM DAN AM 1. dimana pada wilayah frekuensi ini secara relatif bebas dari gangguan baik atmosfir maupun interferensi yang tidak diharapkan. tingkat noise yang sangat rendah.

Dalam bentuk sederhana dapat dipisahkan atas modulator FM dan sebuah power amplifier RF dalam satu unit. dan frekuensi sinyal modulasi dinyatakan sebagai indeks modulasi (m) dimana : m = Perubahan frekuensi (peak to peak Hz) / frekuensi modulasi (Hz) Dalam siaran FM. perubahan fasa dari gelombang pembawa. Dalam sistem modulasi sudut frekuensi dan fasa dari gelombang pembawa berubah terhadap waktu menurut fungsi dari sinyal yang dimodulasikan (ditumpangkan). Sedangkan pada PM perubahan dari sinyal modulasi akan merubah fasa dari gelombang pembawa. sinyal modulasi (yang ditumpangkan) akan menyebabkan frekuensi dari gelombang pembawa berubah-ubah sesuai perubahan frekuensi dari sinyal modulasi. Teori Modulasi Frekuensi (FM) Baik FM (Frekuensi Modulation) maupun PM (Phase Modulation) merupakan kasus khusus dari modulasi sudut (angular modulation). gelombang pembawa harus memiliki perubahan frekuensi yang sesuai dengan amplituda dari sinyal modulasi. Ini merupakan sebuah cara bagi industri penyiaran untuk memberikan kualitas reproduksi sebaik atau bahkan lebih baik daripada yang tersedia pada rekaman atau pita stereo. Jadi dalam sistem FM. yaitu: . Misal persamaan gelombang pembawa dirumuskan sebagai berikut : Uc = Ac sin (wc θ + c) Dalam modulasi amplitudo (AM) maka nilai ‘Ac‘ akan berubah-ubah menurut fungsi dari sinyal yang ditumpangkan. Jika yang diubah-ubah adalah komponen ‘wc‘ maka disebut Frekuensi Modulation (FM). Munculnya compact disc dan perangkat audio digital lainnya akan terus mendorong kalangan industri peralatan dan teknisi siaran lebih jauh untuk memperbaiki kinerja rantai siaran FM secara keseluruhan. memungkinkan pengembangan sistem penyiaran stereo yang praktis. Hubungan antara perubahan frekuensi dari gelombang pembawa. Pemancar FM Tujuan dari pemancar FM adalah untuk merubah satu atau lebih sinyal input yang berupa frekuensi audio (AF) menjadi gelombang termodulasi dalam sinyal RF (Radio Frekuensi) yang dimaksudkan sebagai output daya yang kemudian diumpankan ke sistem antena untuk dipancarkan. Sebenarnya pemancar FM terdiri atas rangkaian blok subsistem yang memiliki fungsi tersendiri. dan jika θ komponen ‘c‘ yang diubah-ubah maka disebut Phase Modulation (PM). Sedangkan dalam modulasi sudut yang diubah-ubah adalah salah satu dari komponen ‘wc + θ c‘.Transmisi Stereo Alokasi saluran yang lebar dan kemampuan FM untuk menyatukan dengan harmonis beberapa saluran audio pada satu gelombang pembawa. tetapi bebas frekuensi sinyal modulasi yang diatur oleh frekuensi modulator.

Dimana ada dua nada orde ketiga tersebar pada daerah operasi passband. Intermediate Power Amplifier (IPA) dibutuhkan pada beberapa pemancar untuk meningkatkan tingkat daya RF agar mampu menghandle final stage 3. Multychannel Amplitude Modulation ( AM ) Yang pertama kali menyebar luaskan Aplikasi untuk hubungan antara fiber optik secara analog yang mana di mulai pada akhir tahun 1980 adalah CATV Network. masing-masing mempunyai noise selebar 4 Mhz dari lebar chanel yang 6 Mhz. Network ini dapat membawa lebih dari 80 AM vestigal-side band (AM-VSB) video chanel. Beberapa IM akan muncul pada frekuensi pada sama. melindungi dan memberikan perintah bagi tiap subsistem sehingga mereka dapat bekerja sama dan memberikan hasil yang diinginkan 6.1. Jika frekuensi kerja dari channel kurang dari 1 oktaf seluruh distorsi harmonis bahkan distorsi intermodulasi (IM) akan keluar dari passband. RF lowpass filter membatasi frekuensi yang tidak diingikan dari output pemancar 7. Tripel beat product dibuat untuk dikonsentrasikan pada tengah – tengah channel. Untuk mempertahankan kesamaan dengan coax base network yang sebelumnya. Directional coupler yang mengindikasikan bahwa daya sedang dikirimkan atau diterima dari sistem antenna. Hasilnya adalah penurunan jumlah sinyal yang dapat ditransmisikan. Hal ini disebut juga staking yang merupakan tambahan dari basis power. Hasil dari beat stcaking adalah secara umum pada CSO ( Composite Second Order ) dan CTB ( Composite Tripel Beat ) dan digunakan untuk menggunakan kemampuan dari multichannel hubungan AM. format dari multichanel AM-VSB juga dipilih untuk sistem fiber optik. Frekuensi anatara 88 samapi 120 Mhz tidak digunaka karena digunaaka untuk penyiaran radio FM. Transmitter Control System memonitor. dan dapat menyebabkan interferensi pada kedua band dari channel. Catu daya (power supply) merubah input power dari sumber AC menjadi tegangan dan arus DC atau AC yang dibutuhkan oleh tiap subsistem 5. Power Amplifier di tingkat akhir menaikkan power dari sinyal sesuai yang dibutuhkan oleh sistem antena 4. FM exciter merubah sinyal audio menjadi frekuensi RF yang sudah termodulasi 2. jadi pembawa pusat menerima inteferensi yang paling besar. dengan S/N ratio sebesar 40db. Network jenis ini beroprasi pada frekuensi antara 50 sampai 88 Mhz dan dari 120 samapi 550 Mhz. 2. Jika beberapa frekuensi carrier melewati peralatan non linier seperti laser dioda dapat membangkitkan sinyal yang berbeda dari frekuensi asalnya yang disebut juga sebagai frekuensi intermodulation. . Jika signal passband mengandung banyak signal carrier.

gelombang ini pun akan mengalami redaman oleh udara dan mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain. frekuensi gelombang carrier akan berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi lainnya. sedangkan frekuensi carrier siaran FM terletak di Very High Frequency (30 MHz . sementara hasil yang diperoleh belum kualitas Hi Fi dan belum tentu setara dengan harga yang harus dibayar. Di pemancar radio dengan teknik AM. Suara merdu Andien yang mendayu akan terdengar serak. noise. aransemen Dewa yang bagus itu jadi terdengar enggak karuan. dan suara Iwan Fals benar-benar jadi fals. atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. kecil kemungkinan dapat memengaruhi informasi yang menumpang dalam frekuensi gelombang carrier. Itulah barangkali yang menyebabkan banyak stasiun radio siaran bermodulasi AM pindah ke modulasi FM. Gangguan-gangguan itu umumnya berupa variasi amplitudo sehingga mau tidak mau akan memengaruhi amplitudo gelombang yang terkirim. Amplitudo gelombang carrier relatif tetap. Tentu saja dalam perjalanannya mencapai penerima. Pengurangan amplitudo gangguan (yang mempunyai amplitudo lebih kecil). Frekuensi gelombang carrier-nya relatif tetap. gelombang akan mengalami redaman (fading) oleh udara.Modulasi AM Dari banyak teknik modulasi. mereka juga harus pindah frekuensi carrier karena aturan alokasi frekuensi carrier untuk siaran AM berbeda dengan siaran FM. Setelah dilakukan penguatan daya sinyal (agar bisa dikirim jauh). dan interferensi cukup sulit. Efek yang kita rasakan sangat nyata. Tapi. sinyal dilewatkan ke RF (Radio Frequency) Amplifier untuk dikuatkan agar bisa dikirim ke jarak yang jauh. Tetapi. . mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain. gelombang yang telah tercampur tadi dipancarkan melalui antena. amplitudo gelombang carrier akan diubah seiring dengan perubahan sinyal informasi (suara) yang dimasukkan. informasi yang terkirim pun akan berubah dan ujung-ujungnya mutu informasi yang diterima jelas berkurang. Sementara. rangkaian penerima akan menjadi mahal. noise. Frekuensi carrier untuk siaran AM terletak di Medium Frequency (300 kHz . Modulasi FM Di pemancar radio dengan teknik modulasi FM.3 MHz/MF). Kemudian. AM dan FM adalah modulasi yang banyak diterapkan pada radio siaran. atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. karena gangguan itu umumnya berbentuk variasi amplitudo. Setelah itu. Dengan begitu. Akibatnya. peningkatan amplitudo sinyal asli juga menyebabkan peningkatan amplitudo gangguan. Keduanya dipakai karena tekniknya relatif lebih mudah dibandingkan dengan teknik-teknik lain. rangkaian pemancar dan penerima radionya lebih sederhana dan mudah dibuat. dipancarkan melalui antena. noise. Konsekuensinya. akan berdampak pada pengurangan sinyal asli. Dilema itu bisa saja diatasi dengan menggunakan teknik lain yang lebih rumit.300 MHz/VHF). Cara mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh redaman. Seperti halnya gelombang termodulasi AM.

Muatan listrik dibangkitkan oleh isolator. Hal ini terjadi tiap hari dalam berbagai cara. Ada dua cara modulasi gelombang radio yaitu modulasi amplitude (amplitude modulation =AM) dan modulasi frekuensi (frequency modulation =FM). dan walkie talkie. Sebelum dipancarkan melalui antena pemancar. dan data tanpa terlihat mata manusia dalam jarak yang mungkin mencapai jutaan kilometer. telopon seluler. mutu informasi yang diterima tetap baik. kualitas audio yang diterima juga lebih tinggi daripada kualitas audio yang dimodulasi dengan AM. Selain itu. Produk FM autotuner seukuran kotak korek api ini sudah gampang diperoleh di kaki lima dengan harga yang murah. Kualitasnya cukup memadai untuk peralatan semurah dan sekecil itu. Meskipun tak terlihat dan tak terdeteksi oleh manusia. Gelombang radio dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer diatmonfer bumi sehingga memungkinkannya ditransmisikan dalam jarak jauh. Jika kita berbicara tentang teknologi wireless (nirkabel). System penelaan (tuning) pada pesawat radio di rumah-rumah penduduk akanmenyeleksi gelombang radio dari pemancar radio berdasarkan frekuensinya. Dengan system AM. Sedangkan dalam FM. jaringan nirkabel. gelombang audio dibawa oleh gelombang radio sebagai perubahan amplitudo. Jadinya. gelombang radio terlebih dulu dimodulasikan (dipaketkan) dengan sinyal audio. system rangkaian elektronik pada pesawat penerima radio akan mengambil sinyal audio yang dibawa oleh gelombang radio tersebut akan mengirimkannya ke sisem output sebagai suara pada speaker pesawat penerima radio tersebut. Dan. rangkaian penerima FM stereo mudah dibuat. GPS (Gelombang Positioning Syistem). Distasiun permancar radio. Dalam system pentiaran radio (radio broadcasting). mainan dengan radio kontrol.Akibatnya. gelombang radio benar-benar telah mengubah cara hidup masyarakat. misalnya telepon nirkabel (cordless phone). Gelombang radio yang membawa sinyal audio ini yang akan ditransmisikan melalui antenna pemancar. siyal audio dibawa oleh gelombang radio sebagai perubahan frekuensi. GELOMBANG RADIO Gelombang radio mengirimkan suara music atau percakapan gambar. musik yang kita dengar akan serupa dengan kualitas musik yang dikirim oleh stasiun radio sehingga enggak salah kalau stasiun-stasiun radio siaran lama (yang dulunya AM) pindah ke teknik modulasi ini. sampai-sampai dapat dibuat seukuran kotak korek api. Setelah gelombang radio dengan frekuensi tertentu dipilih. gelombang radio dihasilkan oleh muatan-miatan listrik yang dipercepat melalui kawat penghantar. teknik pengiriman suara stereonya juga tidak terlalu rumit. Dalam hal ini gelombang radio berfunfsi sebagai gelombang pembawa (carrier wave) yang membawa sinyal audio. Beberapa penggunaan gelombang radio yang lain. . Sementara stasiun-stasiun radio baru juga langsung memilih FM. semuanya menggunakan gelombang radio untuk media komunikasi. Jadi. gelombang radio digunakan untuk membawa sinyal suara (audio) dari stasiun pemancar radio ke pesawat penerima radio.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful