P. 1
bab3-perpindahan_panas

bab3-perpindahan_panas

|Views: 258|Likes:
Published by Searcher QuArk

More info:

Published by: Searcher QuArk on Mar 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2014

pdf

text

original

PERPINDAHAN PANAS

PERTUKARAN PANAS
43. PENGERTIAN PERPINDAHAN PANAS

Panas telah diketahui dapat berpindah dari tempat dengan temperatur lebih tinggi ke tempat dengan tempeatur lebih rendah. Hokum percampuran panas juga terjadi karena panas itu berpindah, sedangkan pada kalorimeter, perindahan panas dapat terjadi dalam bentuk pertukaran panas dengan luar sistem. Jadi pemberian atau pengurangan panas tidak saja mengubah temperatur atau fasa zat suatu benda secara lokal, melainkan panas itu merambat ke atau dari bagian lain benda atau tempat lain. Peristiwa ini disebut perindahan panas. Menurut penyelidikan, perpindahan tenaga panas dapat dibagi dalam beberapa golongan cara perpindahan. Panas itu dapat merambat dari suatu bagian ke bagian lain melalui zat atau benda yang diam. Panas juga dapat dibawa oleh partikel-partikel zat yang mengalir. Pada radiasi panas, tenaga panas berpindah melalui pancaran yang merupakan juga satu cara perindahan panas. Umumnya perindahan panas berlangsung sekaligus dengan ketiga cara ini. Perindahan panas melalui cara pertama disebut perpindahan panas melalui kondoksi. Cara kedua, perindahan panas melalui konveksi dan cara ketiga melalui radiasi. 61

Di sini kita mepyelidiki peristiwa berlangsungnya perindahan panas itu. Kalau kita menganggap perindahan panas berlangsung secara mengalir analogi dengan aliran listrik atau aliran fluida, maka aliran panas ini kita namakan arus panas. Kita definisikan arus panas ini sebagai jumlah tenaga panas per satuan waktu atau daya panas melalui penampang tegak lurus kepada arah arus. Oleh sebab itu arus panas rata-rata adalah
H=L1Q L1't dengan L1't sebagai waktu perpindahan panas yang dipandang. Karena arus panas dapat berubah-ubah menurut waktu, maka arus panas pada setiap saat adalah H=lim
L1't->O

L1Q -=L1't

dQ
d 't

(82)

Perindahan panas dapat kita ketahui melalui perubahan temperatur. Oleh karenanya perlu ditentukan hubungan antara arus panas dan perubahan atau perbedaan temperatur. . Bagi kalorimeter yang mengalami pertukaran panas dengan luar sistem, akibat perpindahan panas, Newton memberikan suatu koreksi yang dikenal sebagai hukum pendinginan atau pemanasan Newton.

44. HUKUM PENDINGINAN ATAU PEMANASAN NEWTON
Perubahan temperatur akibat pertukaran panas seperti pada kalorimeter menurut Newton pada tahun 1701, adalah berbanding lurns dengan waktu. Bila temperatur sistem lebih tinggi daripada tempeatur sekitarnya, maka akan terjadi pendinginan pada sistem atau penurunan temperatur dan demikian pun sebaliknya. Perbandingan ini dapat dijadikan persamaan dengan membubuhi suatu faktor konstanta k, sehingga

L1't

~

=-

k(t

-

t.)

(83)

dengan t dan t. masing-masing merupakan temperatur sistem dan temperatur sekitarnya. Tanda negatif menunjukkan terjadinya penurnnan temperatur bila t > t.. Karena perubahan temperatur ini dapat berbeda menurut waktu, maka perubahan temperatur setiap saat adalah dt

-

d't

=-

k(t

-

t.)

(84)

62

t) {I .k 't + C 't Jika temperatur pada waktu = 0 adalah to maka konstanta integrasi C dapat ditentukan.ts t = to + (t0 .t) = . 63 . Suku koreksi ini dapat dipergunakan misalnya untuk koreksi temperatur pada kalorimeter.ts sehingga setelah diintegrasikan In (t diperoleh temperatur sistem setelah waktu 't.k 't + s 2! 3! + } ini Dengan mengabaikan menjadi faktor k 't dengan pangkat dua dan lebih. Jadi untuk perbedaan temperatur sistem dan sekitarnya yang keeil hubungan (87) dapat dipergunakan sebagai suku koreksi.ts) k (86) atau perubahan temperatur sistem selama waktu 't adalah kira-kira t . Untuk k 't« 1 dapat diadakan pendekatan dari (85) dengan menguraikan dulu ke dalam deret t =t (k 't)2 o (k 't)3 + (t 0 .(to . sehingga diperoleh t-t In -=-k't to .t) e-k~ s (85) atau Apabila perbedaan temperatur sistem dan sekitarnya keeil maka dengan sendirinya perubahan temperatur pada sistem adalah keeil juga karena perubahan temperatur maksimum dari sistem adalah menyamai temperatur sekitarnya.atau dapat juga ditulis dt -=-kd't t .to = .(to . Oleh sebab itu dalam hal ini nampak dari (85) bahwa k 't akan keeil juga harganya. pendekatan 't t = to .ts) k 't (87) Bagi to > ts terjadi pendinginan yakni penurunan temperatur sistem dan bagi to < ts terjadi pemanasan atau kenaikan temperatur. sebesar .

Ditinjau dari sudut teori molukuler. 64 . yakni keadaan dengan hanya dua temperatur tetap yang terletak simetris pada benda bersangkutan. Zat atau partikel zat dari benda yang dilalui panas ini sendiri tidak mengalir sehingga tenaga panas berpindah dari satu partikel ke lain partikel dan meneapai bagian yang dituju. berturut-turut sampai meneapai bagian lain zat yang bertemperatur lebih rendah. Getaran ini makin bertambah jika panas ditambah. Di sini kita akan melihat hanya hal-hal yang sederhana. menurut penyelidikan. yakni benda atau zat terdiri dari molekul. KONDUKSI PANAS PADA KEADAAN TETAP Apabila temperatur dari suatu benda pada dua tempat adalah tetap dan berlainan. arus panas antara kedua tempeatur tetap ini akan tetap harganya. Perpindahan panas seeara ini disebut konduksi panas. 46. Konduksi panas ini bergantung kepada zat yang dilaluinyan dan juga kepada distribusi temperatur dari bagian benda sedangkan. Konduksi panas demikian yakni antara bagian dengan temperatur tetap disebut konduksi panas pada keadaan tetap. temperatur pada bagian lain benda itu akan naik dan kita lihat bahwa panas berpindah ke tempat lain. perpindahan panas ini memenuhi definisi (82). pemberian panas pada zat menyebabkan molekul itu bergetar. Berlangsungnya konduksi panas melalui zat dapat diketahui oleh perubahan temperatur yang terjadi. sehingga tenaga panas berubah menjadi tenaga getaran.KONDUKSI PANAS 45. di samping bentuk benda itu sendiri. maka akan terjadi konduksi panas. Jadi pada konduksi panas. tenaga panas dipindahkan dari satu partikel zat ke partikel di sampingnya. Arus konduksi tentunya bergantung juga kepada distribusi temperatur tetap ini pada benda itu. Pada keadaan seimbang. Sebagai arus panas. Pada gambar 19 terlihat suatu keping datar plan-paralel. dan demikian seterusnya sehingga akhirnya getaran molekul pada bagian lain benda akan lebih hebat. Molekul yang bergetar ini tetap pada tempatnya tetapi getaran yang lebih hebat ini akan menyebabkan getaran yang lebih keeil dari molekul di sampingnya. bertambah getarannya. PENGERTIAN KONDUKSI PANAS Tenaga panas dari suatu bagian benda bertemperatur lebih tinggi akan mengalir melalui zat benda itu ke bagian lainnya yang bertemperatur lebih rendah. dengan luas kedua permukaan bidang yang berhadapan adalah A dan masing-masing mempunyai temperatur tetap t( dan t2 (t) > t2). arus panasnya adalah arus panas konduksi dan zatnya itu mempunyai sifat konduksi panas. Sebagai akibatnya. selanjutnya juga bergantung sedikit banyak kepada temperatur itu sendiri.

A _H 1 Gambar 19 Konduksi panas pada keping plan-parale!. dt Faktor disebut juga sebagai gradient temperatur. Kita pandang di sini zat dengan konduktivitas panas yang isotropis. dx Konstanta K disebut koefisien konduktivitas panas atau konduktivitas panas. dan berbanding terbalik dengan panjang jalan yang ditempuh arus panas. Tebal keping adalab I dan arus panas H mengalir dari t) ke t2. maka (88) dapat ditulis menjadi H=-KA d t lim -=-KAdx->o dx dt dx (89) dengan tanda negatif menyatakan babwa arab arus menuju ke arab turunnya temperatur. berbanding lurns dengan beda temperatur tetap itu (t) . maka menurut hasil eksperimen dari Biot dan Fourier. 65 . kita peroleh hubungan H=KA~ t -t I atau umumnya dapat ditulis H=KA dt dx (88) dengan x sebagai jalan yang ditempuh arus panas. Apabila perubaban temperatur bergantung kepada jalan arus panas. Setelah mencapai keseimbangan.t2). Dengan membubuhi suatu faktor pembanding K. arus panas tetap H berbanding lurns dengan luas penampang yang tegak lurns pada arab arus panas. Untuk batas temperatur tertentu dapat diambil harga rata-ratanya yakni konduktivitas panas rata. Ternyata kemudian bahwa konduktivitas panas ini juga tidak konstan tetapi bergantung kepada temperatur.

Buatlab permukaan bola fIktif pada zat yang membentuk bola itu dengan jari-jari r yang variabel yang dapat berubab dari Rl ke R2. dt H= I suatu hasil yang sesuai dengan (88) b. melainkan merupakan fungsi dari jari-jari bola atau juga arab arus panas.47. luas permukaan tegak lurus pada arab arus dari bola ini tidaklab tetap. BEBERAPA CONTOH KONDUKSI PANAS PADA KEADAAN TETAP YANG SIMETRIS Untuk memberikan gambaran tentang konduksi panas pada keadaan tetap dengan temperatur tetap yang terletak simetris. Keping plan-para/el. Arab x searab dengan arab arus panas H. Perhitungan dilakukan pada saat setelab keseimbangan tercapai. Gambar 20 Konduksi panas radial pada bola berongga Berbeda dengan keping plan-paralel. apabila t1 > t2. Bola berongga (90) Arus panas pada bola berongga ini seperti temyata pada gambar 20 adalab radial dari dalam ke luar. Arus panas H pada keping plan-paralel seperti pada gambar 19 dapat kita tentukan dengan memasang sistem koordinat pada keping kiri. kita coba menghitung arus panas bagi zat yang mempunyai sifat konduktivitas panas tetap dan isotropis. sehingga dari (89) diperoleh f H dx atau o KA =- K A f t. a. 66 .dan demikianpun sebaliknya.

Bagi arus panas yang mengalir dari ujung ke ujung. v Gambar 21 Konduksi panas radial pada silinder berongga. .t2) c. . adalah A = 2 1t rl Masukkan ke dalam (89) diperoleh H R2 J -dr = - 2 1t KI R. Pipa silinder Dalam hal ini.Luas permukaan ini A=41tr sehingga dari (89) diperoleh H J atau R2 - dr R.9 In RjR. R2 (t. (92) 67 . H= r = -4 1t K Jt2dt ~ (91) 4 1t K R. atau arus panas H r / dt 2 t. kita memandang arus panas yang mengalir secara radial dari poros ke tuar atau sebaliknya. halnya adalah seperti pada keping plan-paralel. = 2 1t KI (t. Dengan jalan seperti pada bola berongga dibuat permukaan silindris flktif dalam zat yang membentuk pipa itu dengan jari-jari r yang dapat berubah harganya dari R. ke RzLuas permukaan silinder flktif ini untuk panjang pipa I.

dan ~. tx dapat ditentukan tx = 68 . Temperatur tetap pada kedua permukaan ttfrujung adalah t. dan ~ adalah tetap dan arus panas juga. Misalkan temperatur pada batas antara keping adalah tx' maka arus panas pada keping pertama dan kedua masing-masing adalah H I = .KIA I) (t dan . yakni hanya mungkin bila H) = Hz = H K) -t. - t) x Pada keadaan tetap. oleh karenanya. t. Jadi pada perbatasan tak boleh ada penimbunan panas atau kekurangan panas.+-~ II KI -+I) Kz Iz Kz Iz Dari pesamaan ini.. Gambar 22 Konduksi panas pada gabungan keping plan-paralel. Keping plan-paralel gabungan Pada gambar 22. harus tetap pula. terlukis keping plan-paralel gabungan yang mempunyai luas penampang tetap sebesar A. masing-masing zat mempunyai konduktivitas panas KI dan Kz serta tebal I) dan Iz.- - d.

· · · Inmaka untuk luas penampang tetap sebesar A. ARUS PANAS PAD A PERBATASAN DUA MEDIUM Pada contoh keping gabungan. arah arus panas tidak perlu tegak lurus pada permukaan perbatasan itu. Pada gambar 23. dapat diturunkan harga arus panas radialnya. sedangkan tiap keping mempunyai konduktivitas panas masing-masing KI. ~. berbentuk silindris dengan permukaan datarnya sejajar dengan perbatasan. Buat dari perbatasan itu garis normalnya nl dan nz pada masing-masing medium 1 dan 2 dengan arah yang menjauhi perbatasan B.. temperatur pada kedua permukaan perbatasan adalah sarna sedangkan dari medium pertama ke medium kedua terdapat suatu gradien temperatur.~) (93) Pada umumnya bila terdapat n bilah keping plan-paralel yang digabungkan. - V (94) t Ik k=1 Juga bagi bola berongga dan pipa silinder yang terdiri dari zat gabungan. Dalarn contoh ini. 69 . Komponen normalnya masing-masing adalah Hln dan HZn' Bentuklah pada perbatasan itu. arah arus panas adalah tegak lurns pada permukaan perbatasan itu.dan dengan substitusi harga ini. · · · Kn serta tebal masing-masing II' Iz. dengan jalan yang sarna. terlukis perbatasan B antara medium I dan 2 yang masing-masing dilalui oleh arus panas HI dan Hz. suatu kotak yang sangat kedl. 48. Untuk keadaan tetap. telah kita singgung sedikit tentang arus panas yang melalui perbatasan dua medium untuk keadaan tetap. arus panas pada keadaan tetap adalah H= A (t. arus panas HI dan Hz dapat diuraikan ke dalarn komponen. arus panas menjadi H= A (t. Pada umumnya. Dengan garis normal ini selanjutnya.

Bila kedua garis nonnal itu diganti dengan garis nonnal n yang berarah dari medium 1 ke medium 2. yang berlawanan itu. maka dan sehingga Hn. sehingga Q -=0 t atau pada perbatasan demikian berlaku (96) Apabila sudut masuk arus panas HI terhadap nonnal adalah <PIsedangkan sudut keluar ke medium 2 dari arus panas H2 terhadap nonnal adalah <P2'maka dari (96) diperoleh 70 .Gambar 23 Arus panas pada perbatasan dua medium dengan arah normal. Harga ini merupakan selisih dari jumlah panas yang keluar pada alas bawah dipotong dengan yang masuk pada pennukaan atas. tingginya h seukuran dengan A tersebut.(Hnl + H)A n2 . Umumnya pada perbatasan tidak terdapat sumber arus panas ini. sepreti halnya pada konduksi panas untuk keadaan tetap. A dan h mempunyai ukuran infinitesimal. = Hln H n2 =-H 2n ~t = (H2n Hln)A - (95) Jadi (95) berlaku. jumlah panas total persatuan waktu yang keluar dari alas kotak itu adalah -t Q = . dan n2. apabila pada perbatasan terdapat sumber arus panas atau juga apabila terdapat lobang untuk menyerap arus panas itu. Luas pennukaan datar ini adalah a. Untuk arah nonnal n.

HAMBATAN PANAS KONDUKSI PAD A KEADAAN TETAP Jika arus panas dan temperatur kita pandang analoginya pada arus dan potensial listrik maka kita dapat mencari suatu analogi pula dari hambatan listrik untuk arus panas ini. Selanjutnya. dapat ditentukan. (92) dan (94). I R = keping plan-paralel p KA bola berongga Rp = R2-R) 4 1t K R)R2 pipa silinder dan keping plan-para1el berganda R = p In R/R) 2 1t Kl Dengan suatu percobaan. bola berongga. hambatan panas untuk suatu benda. Karena konduktivitas panas juga bergantung kepada temperatur maka arus panas bergantung pula kepada temperatur. 11V listrik 1=R I1t dan panas H = Rp (98) Jadi hambatan panas bergantung kepada zat dan juga bentuk dari benda yang terbuat dari zat tersebut.atau -H2 COS <PI (97) Jika arab arus panas tegak lurns pada permukaan perbatasan maka H) = H2. 71 . perhitungan arus panas dapat dihitung secara lebih sederhana untuk berbagai beda temperatur tetap. 49. Dari listrik dan penyesuaiannya pada arus panas diperoleh untuk . Besaran ini disebut hambatan panas Rp . dengan mengetahui besar hambatan panasnya. (91). dan silinder serta keping gabungan masing-masing dari (90). Di sini kita memandang hambatan panas untuk konduktivitas panas yang tetap atau harga rata-ratanya. Bagi contoh pada pasal 47 dapat dilihat selanjutnya bahwa untuk keping planparalel. .

ifat panas sedangkangolongan kedua tediri atas besaran berhubungan dengan bentuk atau ukuran benda. Faktor bentuk rusuk a Gambar 24 a. Konduksi panas pada. 72 . Untuk konduktivitas panas tetap dan pada keadaan tetap yang simetris. Golongan pertama ialah besaran yang . harga faktor bentuk ini adalah untuk A keping plan-paralel B = I bola berongga B pip a silinder =4 RR 1t I 2 R2-R1 B=21t I Faktor bentuk dapat juga ditentukan secara eksperimen. arus panas menjadi. Gabungan besaran geometris ini dapat dipisahkan ke dalam satu faktor yang disebut faktor be~tuk. Di sini kita memandang dua faktor bentuk dari rusuk dan pojok yang sering dijumpai. Dengan mengetahui harga konduktivitas panas tetap atau rata-rata. Setelah B diketahui maka arus panas untuk beda temperatur yang berlainan dapat dihitung juga. B Dari contoh pada pasal 47. (99) H =K d t . bersangkutandenans.~uk dan faktor bentuknya. maka untuk suatu beda temperatur tertentu. Konduksi panas untuk pOjok dan faktor bentuknya. a. b.50. faktor bentuk dinyatakan dengan B. Bagi zat tunggal. FAKTOR BENTUK KONDUKSI PANAS PADA KEADAAN TETAP Pada perhitungan konduksi panas dengan syarat keadaan tetap kita melihat dua golongan besaran p~da hasil perhitungan itu. H dapat diukur sehingga B dapat dihitung.

2 ~ X)2. Bagi tebal dinding ~ x yang membentuk pojok tersebut. Kita dapat menghitung faktor bentuknya sebagian demi sebagian. c. 0.15 ~ x Faktor bentuk bagi beberapa pojok dalam keadaan yang sama dapat dijumlahkan. pojok seperti pada gambar 24b mempunyai faktor bentuk yang dapat ditentukan secara eksperimen. Luas permukaan kubus tanpa rusuk dan pojok adalah (a . Melalui rusuk ini terjadi konduksi panas pada keadaan tetap.54 (a ./ f I ( I I I a I I I L Y . / -'. Menurut eksperimen. Faktor bentuk pojok Seperti rusuk. tebal dinding ~ x. dan terdiri dari zat yang mempunyai konduktivitas panas K.Pada gambar 24a terlukis suatu rusuk yang mempunyai panjang c. Contoh faktor bentuk untuk kubus berongga Misalkan kubus berongga pada gambar 25 mempunyai panjang sisi luar sebesar a. sehingga faktor bentuk dari keenam permukaan ini adalah ~---. faktor bentuk rusuk ini untuk panjang c adalah sebesar B = 0. Faktor bentuk bagi 12 rusuk adalah B2 = 12. tidak terhitung pojok yang mungkin terdapat di ujung rusuk. Gambar 25 Konduksi panas pada kubus berongga. b. (101) B = 0.54 c (100) Pada rusuk ini.2 ~ x) 73 .

Dengan berangsunr-angsur pada waktu 't2 > 't\. 't3 > 't2 dan seterusnya. Jadi pada konduksi panas pada keadaan tidak tetap. hanya bagian dekat ujung tersebut memperoleh temperatur yang agak tinggi. Pada permulaan konduksi panas. Bagian lainnya masih mempunyai temperatur' ~salnya t. :) 1-x Gambar 26 Keadaan transien konduksi panas sebelum mencapai keadaan tetap. dapat dinyatakan sebagai keadaan dengan gradien temperatur yang belum tetap. adalah (a ..2~)2 ~ + 6. bagian lain memperoleh temperatur yang bergantung kepada jaraknya ke ujung. < t2. dengan adanya temperatur tetap t2 pada satu ujung. KONDUKSI PANAS PADA KEADAAN TIDAK TETAP Konduksi panas pada keadaan tidak tetap terjadi apabila temperatur pada kedua ujung arus panas tidaklah tetap melainkan berubah menurut waktu. juga ikut serta variabel waktu. t H . Hal ini juga terjadi pada keadaan tetap sebelum tercapainya keseimbangan.2~ Harga ini dapat ditentukan apabila a dan ~ x diketahui. apabila temperatur dalam kubus dan luas kubus tetap dan seragam.. 74 .15 ~ x Jadi faktor bentuk total dari kubus berongga ini. Perubahan temperatur dalam benda pada keadaan tetap akibat belum tercapainya keseimbangan hingga m. 51.2~) + 1.ncapai keseimbangan itu adalah seperti pada gambar 26. Keadaan belum seimbang atau keadaan transien ini dari gambar 26.sedangkan faktor bentuk 8 pojoknya adalah B3 = 8 . 0. selain variabel-variabel t dan x.48 (a . Arus panas menjadi H=KB~t dengan ~ t sebagai beda temperatur tetap dan seragam itu.

terlukis sebagian batang itu dan kita memperhatikan suatu bagian sepanjang dx.tetapi dalam kenyataanwaktu tersebuttidaklah terlalu lama. dQ = dQm . . berubah-ubah menurut waktu. Panas total yang masuk ke dalam atau ke luar dari bagian dx adalah perbedaan dQm dan dQk' masing-masing. maka kita peroleh keadaan tidak tetap. Gradien temperatur pada keadaan tidak tetap akan berubah-ubah menurut waktu dan tempat. Pada gambar 27. 75 .dQk atau a2t dx d't (104) dQ = KA ax2 Jumlah panas ini akan menimbulkan kenaikan (atau penurunan) temperatur pada .+ dx} d't (103) ax ax2 . Jumlah panas yang masuk pada dan ke luar dari bagian ini masing-masing adalah dQmdan dQk' Gambar 27 Suatu bagian batang berpenamparig seragam pada keadaan tidak tetilp. keadaan tetap atau gradien temperatur tetap tercapai pada waktu tak terhingga. Jika temperatur kedua ujung batang dengan penampang tetap A terbuat dari zat yang mempunyai konduktivitas panas tetap K. Oleh sebab itu.KA {. Panas ke luar menjadi at a2t dQk= . . sehingga gradien temperatur menjadi a -(-)dx at ax ax pada ujung lainnya dari bagian dx. bila dQm> dQk atau dQk < dQm' Panas total masuk adalah. Untu!\ massa jenis p. dari (82) dan (89) diperoleh dQ m =- at KA - ax d't (102). bagian dx itu.Secara teoretis. sebesar dQ = c dm dt _ (105) apabila dm adalah massa bagian dx itu sedangkan c adalah panas jenis rata-rata.

KONDUKSI PERMUKAAN PADA KEADAAN TETAP. = =-pc oleh James Clerk Maxwell disebut konduktivitas termodinamis dan oleh Kelvin disebut difusivitas termis sehingga (106) menjadi dt d2t =!J. tetapi pada perpindahan panas ini. (107) d't dX2 Ini adalah persamaan diferensial yang dapat dipecahkan apabila syarat batasnya diketahui.dm=pAdx Bersama-sama dengan (104) dan (105) diperoleh dt K d2t ---d't pc dX2 ( 106) Faktor konstanta yang bergantung kepada zat K !J. jumlah panas yang hilang dari atau berkumpul pada permukaan juga mengambil panas dari atau memberikan panas kepada sekitarnya. Telah kita bicarakan konduksi panas yang berlangsung di dalam zat.ur GambaI' 28 Selaput Langmuir dengan gradien temperatur pada permukaan benda. KONDUKSIPERMUKAAN 52. 76 . Panas yang diberikan - Gar\! peruba haU tem'Perl>l.

Pada gambar 28. Bila permukaan itu dikelilingi oleh udara. . Bersama-sama dengan luas permukaan A. serta antara panas pada pennukaan dl. (108) Tebal () sukar ditentukan sedangkan harganya pun sangat kecil. sehingga perpindahan pan~s ini ~dangsung pada keadaan tetap dari permukaan benda ke udara.rtgmuir. . Tetapi bila lapisan udara yang bergerak ini ditinjau hingga pada permukaan benda.. satuan konduktansi permuk~an menjadi Ks = hkdA dan dinamakan konduktansi permukaan. maka sesuai dengan (90) untuk luas permukaan A. . Dengan konduktivitas panas Kuuntuk selaput udara. . . sehingga (108) dapat ditulis atau H (110) = hkd A (t1 - t2) (111) H = Ks (t1 . . 77 . maka peralihan ini merupakan peralihan antara konduksi panas da\am benda dan konveksi panas pada udara.5ebagai jembatan di antara permukaan benda dan udara di sekitarnya. h kd K =~ () -(109) yang disebut sebagai satuan konduktansi permukaan yang dapat diukur seeara eksperimen. permukaan benda dan udara . Untuk temperatur t2 tetap. H =~ KA (t . maka menurut Irving La. Tetapi di antara bentuk perindahan panas ini.Ul panas yang telah diberikan ke sekitarnya terdapat suatu peralihan juga. Oleh sebab itu. bagi keseluruhan perpindahan panas konduksi hingga penyebaran panas di luar benda. sehingga kita definisikan. udara perlu mengalir. pada permukaan itu terdapat selaput tipis (film) udara yang stati&dan pada selaput udara ini terjadi konduksi panas sebagai peralihan antara konduksi dan koveksi pana!!.ke daerah sekitar permukaan dapat dipindahkan lebih lanjut seeara konveksi atau radiasi. Konduksi panas pada daerah peralihan ini disebut konduksi permukaan. maka harga satuan konduktansi permukaan umumnya besar dan berubah pada batas harga yang luas bagi bermaeam-maeam gas. terdapat suatu temperatur gradien seperti pada gambar 28 yang dapat dianggap linier untuk tebal selaput sebesar (). . konduktansi permukaan panas ke udara me. nimbulkan arus panas dari dalam benda terus sampai pada penyebaran panas ke dalam udara dan sebaliknya. pada'selaput udara itu. .t) () 1 2 .sekelilingnya mempunyai teinperatur tetap masing-masing t( dan t2 dengan t1 > t2. pengertian hambatan panas dan faktor bentuk dapat diperluas sampai meneakup konduksi permukaan ini. Karena () keeil sekali. arus panas pada selaput menjadi -.t2) Dengan konduksi panas dalam benda.

menurut (111) adalah Hd =2 1t R) I hi (td - t) dan konduksi panas pada zat. temperatur permukaan luar pipa. t). temperatur permukaan dalam pipa. diperoleh arus panas 78 . menurut (92) bagi t] > t2. adalah 2 1t K I (t) .53.t2) Hk In R/R) sedangkan pada permukaan luar. Untukpanjangpipa I perpindahanpanas konduksipermukaandalam dengan td > t). t2. mempunyai satuan konduktansi permukaan h) dan permukaan luarnya yang berjari-jari R2 mempunyai satuan konduktansi permukaan sebesar h2. sedangkan permukaan dalamnya yang berjari-jari R). dan t2 dari ketiga persamaan ini. Zat pembentuk pipa itu mempunyai konduktivitas panas K. Gambar 29 Konduksi panas serta konduksi permukaan radial pada si/inder berongga. konduksi panas radial dari pipa silinder seperti pada gambar 29. CONTOH KONDUKSI PERMUKAAN PADA KEADAAN TETAP Pandanglah pada keadaan tetap. dan temperatur udara di luar pipa yang kesemuanya mempunyai harga tetap. meliputi konduksi permukaan di dalam dan di luar pipa itu. dengan HI t2 > tl berlaku = 2 1t R2 I h2 (t2 - 9 Pada keadaan tetap. dan tl masing-masing adalah te~peratur gas dalam pipa. Temperatur td. terdapat arus panas tetap Hd = Hk = HI = H tl sehingga dengan mengeliminasi tetap sebesar .

Aliran larniner terjadi pada 79 .H= 2 1t I (td -9 111 -+-lnRjR h(R( K (h2R2 (112) +- Sesuai dengan definisi hambatan panas. Konveksi panas pada aliran bebas disebut konveksi bebas dan pada aliran paksaan disebut konveksi paksaan. sehingga kita mengenal aliran zat atau fluida bebas dan paksaan. dan dapat juga sebagai akibat paksaan melalui pompa kompresor. sifat konveksi tentu bergantung kepada bentuk dan cara paksaan itu. Juga pada penarnbahan tebal pipa sarnpai pada suatu ukuran tertentu yakni jari-jari kritis. dalarn hal ini. syarat ini memberikan R2 = K (113) Jari-jari ini disebut jari-jari kritis dari pipa tersebut pada keadaan tetap. maka Kita dapat. dapat berlangsung sendiri sebagai akibat perbedaan massa jenis karena perbedaan temperatur. menentukan bagi arus panas tetap yang maksimal. KONVEKSI 54. Bergantung kepada kecepatan aliran dan bentuk saluran. Oleh sebab itu penyelidikan tentang konveksi panas perlu didahului oleh dan berhubungan sangat erat dengan arus zat atau arus fluida. ~ mempunyai harga tetap. terdapat lagi perpindahan panas yang maksimum atau harnbatan panas yang minimum. yakni -=0 dR2 dH Dari (112). Pada konveksi paksaan. terjadi perpindahan panas yang maksimal. Jadi pada tebal pipa sarna dengan nol yakni tidak ada pipa. oleh karenanya. Aliran zat atau fluida. kita mengenal aliran yang disebut aliran laminer atau stream-line dan aliran turbulen. semua besaran kecuali arus panas tetap akan merupakan fungsi dari harga ~ ~. diperoleh Jika untuk pipa demikian. KONVEKSI BEBAS Konveksi panas terjadi karena partikel zat yang bertemperatur lebih tinggi berpindah tempat secara mengalir sehingga dengan sendirinya terjadi perindahan panas melalui perpindahan massa.

= 0. Koefisien konveksi h dapat ditentukan seeara empiris. Da1amhal ini kita hanya akan menyinggung sedikit tentang konveksi bebas. juga pada luas penampang A. akan berpengaruh juga pada harga koefisien . yakni H=hA~t (114) dengan h sebagai koefisien konveksi panas. Temyata juga bahwa letak keping yang oleh temperatumya terjadi konveksi panas berarah tegak lurus kepadanya.---- arus berkeeepatan kecil sehingga partikel zat bergerak menurut garis yang kira-kira sejajar. 10-4( t em20C detik Keping vertikal kal t)1/4 em2 °C detik (115) b. 55. konveksi ini. 10-4 (0) ( 118) Dengan mengetahui koefisien konveksi panas ini. Hal ini dapat diselidiki dengan membubuhi zat warna pada aliran itu.00 . 10-4 ( ~ ~ t (117) Pipa horizontal atau vertikal dengan diameter D em. Keping horizontal dengan konveksi panas menghadap ke atas. Konveksi panas pada kedua jenis aliran ini berbeda. 10-4 ~ t)1/4 ( em2°C detik Keping horizontal dengan konveksi panas menghadap ke bawah. sebagai berikut : a. (116) e. berhubung dengan pengaruh gravitasi. kal h = 0.314 . berbentuk lengkungan kontinu yang mengikuti bentuk saluran. Seeara empiris diperoleh beberapa hasil koefisien konveksi pada syarat tersebut di atas. 80 . h d.424 . Batas kedua jenis aliran ini tidak tajam dan jelas dan penentu jenis aliran dilakukan menurut rumus empiris. dan pada beda temperatur ~ t.595. ka1 ~ ) 1/4 h = 0. bagi beda temperatur ~ t. 1/4 kal em20C detik h = 1. Konveksi panas pada aliran massa ini dapat juga dipandang sebagai arus panas yang selain bergantung kepada aliran. Pada keeepatan aliran yang besar partikel zat bergerak seeara bergolak dan kita peroleh aliran turbulen. Untuk mudahnya. kita hanya menyinggung sedikit tentang konveksi bebas bagi aliran udara laminer yang terjadi pada tekanan atmosfir. BEBERAPA CONTOH KONVEKSI BEBAS Konveksi bebas terjadi pada aliran bebas. arus panas dapat ditentukan untuk penampang dan beda temperatur yang tertentu pada syarat tersebut di atas.

rnenurut hukurn Kirchhoff.'f4) (120) Di sini daya serapan panas bergantung kepada ternperatur benda dan ternpratur sekitamya. (81). benda II akan rnenyerap panas radiasi netto yang dipancarkan oleh I dan dernikian pun sebaliknya. daya ernisi panas total (netto) yang dipancarkan benda I rnenjadi E( = E)e . Jika T( > Tz rnaka setelah rnencapai keseirnbangan. Daya ernisi benda I adalah E)e = E( Eh) = e( cro 'f4( dan daya ernisi benda II yang diserap benda I adalah E(S = a) EhZ = a) cr0 'f4 z atau pada keadaan yang sarna. Pancaran panas netto adalali Eke = ek cro (T\ - 'f4s) 81 . Benda ini dapat rnernancarkan panas sesuai dengan ternperatumya dan juga.PERPINDAHAN PANAS MELALUI RADIASI 56. terjadi penyerapan panas netto. PERPINDAHAN PANAS MELALUI RADIASI Di antara dua benda I dan II yang terletak cukup berdekatan. Dari (119) dan (120) temyata bahwa benda dengan ternperatur lebih tinggi dari sekitamya akan rnernancarkan panas netto sedangkan pada benda dengan ternperatur lebih rendah dari sekitamya. Akhimya perpindahan panas akan berhenti apabila perbedaan ternperatur tidak ada lagi. az akan terdapat perpindahan panas rnelalui radiasi. Pada keseirnbangan ernisi dan serapan. ketika dikenai radiasi panas.E)S atau (119) Jadi daya ernisi benda ini bergantung kepada ternperatumya dan ternpeatur sekelilingnya. Dengan jalan sarna dapat diturunkan daya serapan total (netto) yang diserap oleh benda II. sebesar Ez = ez cro (T\ . dengan benda I rnengurung benda II di dalamnya. rnasing-rnasing rnernpunyai ternperatur T) dan Tz serta koefisien ernisi dan serapan rnasing-rnasing e). a) dan ez. dapat rnenyerap panas sehingga akhimya rnencapai keseirnbangan.

= ea ao L (T\ k. bolak balik. T2. sehinggaarus panas netto bila TI > T2 adalah H = HI . sehingga H=EA dengan A sebagai luas penampang itu. Sesuai dengan definisi arus panas pada konduksi dan konveksi panas. terletak sejajar masing-masing dengan temperatur TI dan T2. terdapat dua bilah keping datar I dan II dengan luas permukaan A. dan pantulan arus panas H2. 82 . Pada gambar 30. Berkas panas radiasi dapat dianggap sebagai arus panas yang mengalir dari dan ke suatu benda. mancarkanpanas netto sebesar k=n Eae =e a a 0 L (T'2 -T' k"" k=1 k) dan serapan panas netto adalah k=n Ea.ta k=1 . 57. Arus panas Hi ini merupakan jumlah arus panas yang terdiri dari daya emisi seluruh 1uas I.T'a) (121) Pancaran panas netto yang negatif berarti penyerapan netto dan sebaliknya. tetapi hal ini akan kita lihat pada pembicaraan berikutnya.H2 mengalir dari I ke II. antara kedua keping itu. sehingga di sini kita hanya memandang pantulan satu kali saja. arus radiasi panas didefmisikan sebagai daya panas yang melalui penampang tegak lurns.dengan Ts temperatur sekitarnya.· . Demikian pula untuk Hr Sebetulnya pantulan arus panas ini dapat dipantullagi dan dipantullagi. sedangkan serapan panas netto adalah Eks= ek ao (T4s- T\) Tn' maka benda a di antaranyaakan me(121) Bagi n benda dengan temperaturTI.. Dari I ke II terdapat arus panas HI dan dari II ke I arus panas ~. dan sebaliknya. ARUS PERPINDAHAN PANAS RADIASI Daya emisi panas adalah daya panas yang dipancarkan suatu benda per satuan luas penampang radiasi.

PI P2 P = 1. .permukaan benda I sebesar EIA = el A sehingga 0'0 T41 HI = PI H2 + el A 0'0 T41 (123) dan dengan jalan sarna H2 = P2 HI + e2 A 0'0 T\ (124) Dari kedua hasil ini. HI dan H2 dapat ditentukan sebagai HI = dan H 2 = PI e2 A 0'0 T42 + e. A 0'0 T41 el x2 A 0'0 'f41 + e2 A 0'0 T42 1 . (123) dan (124). + 0' A(T4 -T4) I 2 1 1 -0--+--1 el e2 o. Arus panas HI jadinya terdiri dari bagian H2 yang dipantulkan yakni PI H2 dan emisi .H2 1 t Gambar 30 Perpindahan panas radiasi antara dua permukaan datar yang paralel untuk pemantulan sekali. (125) 83.. = e dan juga karena a. maka diperoleh H = Berdas~kan hukum Kirchhoff pada keadaan yang sarna a.

Supaya jelas jalan pemantulan di lukis secara zig-zag. Sisanya sebesar Ell = - E)02 = EIO (1 . PERPINDAHAN PANAS RADIASI KEPING SEJAJAR DENGAN BANYAK PANTULAN Perpindahan serta arus panas benda atau permukaan datar yang terletak sejajar pada keadaan tetap dapat diperihtungkan dengan rnernperhitungkan pantulan yang terjadi berulang-ulang.- _ E21' ~__ I T1 e1 ~.-- . rnaka dari (125) ini. Misalkan daya emisi I ke II adalah (126) &201 E10'2 11:111 E'212 E"2?1 '" 8122 . diperoleh hasil seperti (119) atau (120) bagi benda hitam sempumajuga. Pada gambar 31.e) 84 . 58.- - Bila kedua benda ini adalah benda hitam sernpuma./ E'4 ~ / II 11 T2 e2 E?32 Gambar 31 Perpindahan panas radiasi antara dua permukaan datar yang paralel untuk pemantulan berulang kali.Koefisien serapan pada keadaan sarna adalah sarna dengan koefisien ernisi sehingga sernua besaran koefisien serapan di sini kita nyatakan dengan koefisien emisi saja. yakni sebesar EI02 = e2 EIO = e) EIO e2 ao T)4 diserap o1eh II.. keping sejajar I dan II rnasing-rnasing rnernpunyai ternperatur T) dan T2 serta koefisien ernisi e) dan 12. rnaka sebagian dari daya ernisi ini..

el) menuju ke II. Bagi daya emisi panas dari I sebesar EJO: Bagian yang diserap oleh n adalah EJ02 + E.e2)2 dan seterusnya.e.II = EJO (1 - e2) (1 . Dari sisa ini akan diserap lagi oleh I sebagian. Selanjutnyadari pantulankedua ini diserap oleh n bagian sebesar Em dengan sisa El3 = e2 E. Secara keseluruhan dapat disimpulkan sebagai berikut : a.e2) (1 ..e.E.42 + El62 + .5 = EJO (1 - e2) (1 .e2) (1 .e2) (1 .eY - e2)2 dan seterusn5'a.2 .) dipantulkanlagi untuk kedua kalinyake II.) = EJO (1 - e2) (1 . E20 E20 (1 E20 (1 - el) (1 .e.4 - El3 .) (1 .3 = el EJO(1 . EJO (1 dan sisanya lagi sebesar E.El22 e2) (1 . Bila E20 = e2 cro T24 (127) maka akan diperoleh E20.22 + E. Dengan jalah sarna dapat ditentukan juga daya emisi berasal dari n yang berulangkali dipantulkan. sebagian EI3l = el E.el) (1 . Enl E24l = el = el = e. Kalau kita lanjutkan pantulan ini maka dari pantulan ketiga kalinya di atas itu. ElIl = el Ell = e. Perhitungan selanjutnya memberikan E.2 - e2) = Ell .2 = e2 EJO (1 = E..Em E.dipantulkan lagi ke I.Bagian ini adalah bagian yang diserap oleh I. Bagian yang diserap lagi oleh I adalah 85 .e.e2) diserap oleh I dan memantulkan untuk keempat kalinya E.5l = el = el EJO (1 .e2) dipantulkan untuk ketiga kalinya menuju ke I.el)2 (1 .e) (1 .) (1 .

E20e) ( 1 + 0 + 02 . .e) (1 . Bagian yang diserap lagi oleh II adalah E2)2 + E232+ E252+ E272+ Hal ini dapat dilihat secara jelas pada gambar 31. ) 86 .. . .e2) 0 . . .e) (1 .el Misalkan selanjutnya o = (1 . . . .e22)+ . . ..e) (1 .e2) + e1 (1 . .e2)02-E20 (e) + e)o + e102+ .e) (1 ..- - -. Oleh sebab itu daya emisi panas oetto yang dipancarkan oleh I adalah daya emisi mula-mula dipotoog deogan bagian-bagiannya yang diserap kembali oleh I dan bagianbagian emisi II yang diserap oleh I. yakni E) = EIO - (Ell I (E20) + EI3) + E15) + Em + .e2) (1 - el) (1 - e2) + e) (1 - e2) (1 - e)2 (1 - e2)2 + . .e2) (128) (1 . .. } = EIO (I . } -E20 (e) + e) (1 .e) . ...e2) (1 + 0 + 02 + . )} . .e2)2 + .. diperoleh E) = EIO - EIO (e) (1 - e2) + e) (1 . .} sehingga setelah disusuo kembali meojadi E) = EIO (I - e) (1 - e2) - e) (1 - e2) (1 - e) (1 .e)2 (1 .. . maka substitusi ke dalam (128) memberikan E) (1 .e2) deogan 0 < 1.el (1 .------ b. 0-1 sehingga diperoleh E) = EIO(I . Dari peoguraian deret diketahui bagi 0 < 1.el) (1 .el (1 .eY . .. ) + E22) + E24) + E26) + .e2) + e) (1 . } . ) Masukkan harga serapan ioi.} -E20 (e) + e) (1 .e) (1 . 1 - =1+ 0 + 02 + .e2) - e) (1 . . Bagi daya emisi panas dari II sebesar £20 : Bagian yang diserap oleh I adalah E20) + E22) + E24) + E26) + .

dan 4 m sedangkan em2 det °C temperatur permukaan dalarn dan luar masing-masing adalah tetap 400C dan 15°C. 2 m. Tentukan arus panasnya. Jari-jari bola dari zat pertarna adalah R} dan Ra sedangkan jari-jari bola dari zat kedua adalah R} dan Rz (Rz> Ra > R}). Dinding setebal L mempunyai temperatur permukaan tetap tl dan tz dan konduktivitas panas zat adalah K = Ko (1 + at) dengan Ko suatu konstanta. dari I ke II (T} > Tz).5 m. a. Tentukan konduktivitas panas rata-rata 87 3.n-l e} Masukkan harga (126) dan (127) ke dalamnya.e) n-l } . . Pada keadaan tetap tempera- tur permukaandalarndan luar bola adalahmasing-masingtd dan tr Tentukanlaharus panas melalui zat bola itu. 2. b.Ezo. Bola berongga terdiri atas dua zat masing-masing mempunyai konduktivitas panas tetap KI dan Kz. diperoleh arus panas H. sebesar H = (E} .Ell) A (131) dan dapat ditentukan dengan substitusi (129) dan (130) SOAL-SOAL 1.atau E} = EIO{I - e} (1 . Kotak berongga terdiri dari zat setebal 10 em dengan konduktivitas tetap K kal em Jika ukuran luar kotak ini adalah 2. tentukan arus panasnya. E=ecrT4{1II z ° z (129) e (1-e) z } (1-e})(I-ez)-1 }-ecrT4 } ° } e z (130) (1-eI)(1-eZ) Untuk luas permukaan emisi sebesar A. memberikan e (1-e) e E =E cr T4{1_} z }-e cr T4~ } } ° } n-l z ° z n-l atau e (1-e) e E=ecrT4{1-} z }-ecrT4 ! 1 z ° } (1-e})(I-ez)-1 z ° z (1-e})(I-ez) Dengan jalan sarna dapat diturunkan daya emisi panas netto dari benda II.

Bola berongga dengan jari-jari dalam dan luar masing-masing RI dan ~ berisi gas dengan temperatur tetap td. tentukan a. b. 5. Jika satuan konduktansi dalam dan luar bola adalah hi dan h2 sedangkan konduktivitas panas zat bola adalah K. Suatu ruangan kuliah pada temperatur 20°C bila diisi oleh 100 orang menyebabkan temperatur naik 6°C sedangkan bila diisi hanya oleh 25 orang arus panas konveksi bebas turun menjadi 30%.--- 4. sedangkan temperatur permukaan dalam bola adalah tetap. 88 . masing-masing1/2 dan 2/3. Jika koefisien emisi permukaan pertama dan kedua 6. Bola ini diletakkan dalam udara dengan temperatur tetap ~ sedangkan temperatur permukaan luar bola adalah tetap pula. Tentukanlah temperatur lantai bila ruangan hanya diisi oleh 25 orang ini ! Dua dinding seluas 25 m2 berdiri sejajar berhadapan masing-masing dengan temperatur tetap 6000K dan 300oK. Jari-jari kritis bola.tentukanlaharus panas radiasi antara kedua dinding itu. Hambatan panas dari bola ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->