Analisa Kinerja Sistem

Analisa Kinerja Sistem, By Arief Jananto, S.Kom

1

Pendahuluan
Kinerja (performance) menjadi isu dunia saat ini. Hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau pelayanan yang bermutu tinggi. Mutu tidak terpisahkan dari standar, karena kinerja diukur berdasarkan standar.
Analisa Kinerja Sistem, By Arief Jananto, S.Kom 2

1

bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran. Para pakar banyak memberikan definisi tentang kinerja secara umum. hal 503) adalah merupakan kata banda (n) yang artinya: 1. 1993). Sesuatu yang dicapai.Prestasi yang diperlihatkan. Kemampuan kerja (tt peralatan). 1991) – Pekerjaan yang merupakan gabungan dari karakteristik pribadi dan pengorganisasian seseorang (Kurb. – Keberhasilan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan (As'ad. Sedangkan penilaian kinerja menurut Mulyadi (1997.Pengertian Kinerja Kata kinerja (performance) dalam konteks tugas.Kom 4 2 . 2. hal 419) adalah penentuan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi. S. 3. 1977) Analisa Kinerja Sistem. Karena organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia maka penilaian kinerja sesungguhnya merupakan penilaian atas prilaku manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan dalam organisasi. S. 1986) – Apa yang dapat dikerjakan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Gilbert.Kom 3 Pengertian Kinerja Pengertian kinerja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997. standar dan kriteria yang ditetapkan sebelumnya. sama dengan prestasi kerja. By Arief Jananto. dan dibawah ini disajikan beberapa diantaranya: – Catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsihasilfungsifungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu (Bernardin dan Russel. By Arief Jananto. Analisa Kinerja Sistem.

Memberikan kesempatan kepada staf untuk menyampaikan perasaannya tentang pekerjaan. 1997) adalah: " Untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar prilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. Peningkatan prestasi kerja perorangan pada gilirannya akan mendorong kinerja staf. S.Kom 5 Sedangkan tujuan penilaian kinerja (Mulyadi. Analisa Kinerja Sistem. sehingga terbuka jalur komunikasi dua arah antara pimpinan dan staf.Kom 6 3 ." Analisa Kinerja Sistem.Tujuan Meningkatkan prestasi kerja staf. Standar prilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran. S. By Arief Jananto. baik secara individu maupun dalam kelompok setinggi tingginya. Merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan meningkatkan hasil kerja melalui prestasi pribadi. By Arief Jananto.

S. Usaha yang diperlukan untuk mencapai tujuan b. By Arief Jananto. By Arief Jananto. S. Kinerja dan penghargaan c. 2.Kom 7 Salah satu diantara teori motivasi yang dikembangkan oleh para peneliti untuk memprediksi motivasi dan kinerja adalah expectary theory dimana menurut teori ini perilaku seseorang dipengaruhi oleh probabilitas yang dilekatkan terhadap hubungan individu sebagai berikut : a.Manfaat Penilaian Kinerja Untuk itu penilaian kinerja dimanfaatkan oleh manajemen untuk hal-hal sebagai berikut : hal1. Analisa Kinerja Sistem. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan. 5. Penghargaan yang mernuaskan tujuan pribadi Analisa Kinerja Sistem. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan seperti promosi. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka. transfer dan pemberhentian. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan. 4. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisian melalui pemitivasian karyawan secara maksimum. 3.Kom 8 4 .

sikap. By Arief Jananto. desain pekerjaan. S. kepribadian. kepemimpinan. S. Penentuan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja 3. Faktor psikologis: persepsi. Pengukuran kinerja sesungguhnya Analisa Kinerja Sistem.Kom 10 5 .Kom 9 Tahap Penilaian Kinerja Tahap penilaian kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yaitu: 1. latar belakang keluarga. By Arief Jananto. ketrampilan. peran. motivasi dan kepuasan kerja Faktor organisasi : struktur organisasi. sistem penghargaan (reward system) Analisa Kinerja Sistem. Tahap penilaian Tahap persiapan terdiri dari tahap rinci yaitu: 1. Tahap persiapan 2. pengalaman tingkat sosial dan demografi seseorang.Menurut Gibson (1987) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang antara lain : Faktor individu: kemampuan. Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggungjawab 2.

Pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya 2.Kom 12 6 .Penegakan prilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan.Kom 11 Pengukuran Kinerja sesungguhnya Perilaku yang tidak seharusnya muncul dalam pengukuran kinerja adalah : 1. Pencondongan (biasing) 3. Analisa Kinerja Sistem.Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar 3. Perataan (smothing) 2. S. Permainan (gaming) 4. By Arief Jananto. Penonjolan dan pelanggaran aturan (focusing and illegal act) Analisa Kinerja Sistem.Tahap Penilaian Kinerja Tahap penilaian terdiri dari tiga tahap rinci : 1. S. By Arief Jananto.

Kom 14 7 . Laporan kinerja harus mencakup penyimpangan baik yang menguntungkan ataupun yang merugikan 4. Laporan kinerja sebaiknya diterbitkan paling sedikit sebulan sekali 5. analisis. manajer.Kom 13 Penetuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar Penyimpangan kinerja dapat berupa penyimpangan yang merugikan maupun yang menguntungkan dimana semua memerlukan perhatian. semakin ringkas isi laporan kinerjanya 2. S. dan penafsiran dan manajemen. Masalah yang kemungkinan timbul dalam menentukan penyebab penyimpangan adalah manajer dan bawahannya tidak bekerja sama dalam penyelidikan. Penyimpangan yang merugikan memberi tanda bahaya dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan penyebab yang tepat.Pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya Laporan kinerja harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: syarat1. Untuk rnenghindari situasi seperti ini para manajer harus diyakinkan bahwa proses evaluasi adalah mencari penyebab yang ditujukan untuk memecahkan masalah masa yang akan datang dan bukan mencari siapa yang salah atas hasil yang tidak menguntungkan dimasa yang lalu. Semakin tinggi jenjang manajer. Laporan kinerja berisi unsur terkendali dan unsur tidak terkendali terkendali yang disajikan secara terpisah. Penyajian laporan kinerja sebaiknya memperhatikan kemampuan penerima dalam memahami laporan tersebut. Analisa Kinerja Sistem. Penyimpangan yang menguntungkan juga memerlukan perhatian yang sama dari manajemen karena mengandung informasi yang banyak manfaatnya. S. Laporan kinerja harus disesuaikan dengan kebutuhan dan pengalaman pemakai 6. Seringkali pencarian penyebab terjadinya penyimpangan dianggap sebagai upaya untuk mencari siapa yang salah. By Arief Jananto. sehingga manajer yang bertanggung bertanggung jawabatas kinerja dapat dimintai pertanggungjawaban atas unsurunsurunsur yang dikendalikan olehnya 3. Analisa Kinerja Sistem. By Arief Jananto. Laporan kinerja untul (manajer tingkat bawah harus berisi informasi informasi yang rinci dan laporan kinerja untuk manajer tingkat diatasnya harus harus berisi informasi yang lebih ringkas.

Hasil dimasa yang akan datang dapat dipengaruhi oleh penegakkan perilaku yang diinginkan melalui sistem penghargaan yang didasarkan atas kinerja. S. By Arief Jananto. perilaku dan hasil yang dicapai dari perilaku tersebut. By Arief Jananto. Organisasi harus melakukan evaluasi atas keduanya. 2. Sasaran yang dicapai dengan menggunakan perilaku tidak seperti yang diinginkan bukan merupakan tujuan penilaian kinerja. Analisa Kinerja Sistem. Ukuran kriteria tunggal (Single criterium). Hasil merupakan petunjuk efektifitas kinerja. Perilaku merupakan tindakan orang untuk memproduksi hasil. Ukuran kriteria gabungan (Composite criterium) Analisa Kinerja Sistem.Kom 16 8 . Ukuran kriteria beragam (Multiple criterium) 3. S.Kom 15 UKURAN KINERJA Terdapat tiga macam ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja secara kuantitatif yaitu : 1.Penegakkan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mendegah perilaku yang tidak diinginkan Tahap akhir penilaian kinerja adalah tindakan koreksi untuk menegakkan perilaku tertentu didalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.

Jika kriteria tunggal digunakan untuk mengukur kinerjanya. orang akan cenderung memusatkan usahanya kepada kriteria tersebut sebagai akibat diabaikannya kriteria yang lain yang kemungkinan sama pentingnya dalam menentukan sukse atau tidaknya perusahaan atau bagiannya. Analisa Kinerja Sistem. pengembangan karyawan.Kom 17 Ad. Berbagai aspek kinerja manajer dicari ukuran kriterianya sehingga seorang manajer diukur kinerjanya dengan berbagai kriteria.1. Ukuran kriteria beragam (Multiple criterium) criterium) Yaitu ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran dalam menilai kinerja manajernya. Kriteria ini merupakan cara untuk mengatasi kelemahan kriteria tunggal dalam pengukuran kinerja. Ukuran kriteria tunggal ( Single criterium) Yaitu ukuran kinerja yang hanya menggunakan satu ukuran untuk menilai kinerja manajernya. Tujuan penggunaan kriteria ini adalah agar manajer yang diukur kinerjanya mengerahkan usahanya kepada berbagai kinerja. pemeliharaan equipment dan sumber daya manusia. pangsa pasar. By Arief Jananto. S. biaya. Analisa Kinerja Sistem. Sebagai contoh manajer produksi diukur kinerjanya dari tercapainya target kuantitas produk yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu kemungkinan akan mengabaikan pertimbangan penting lainnya mengenai mutu. produktifitas.Ad. keseimbangan antara sasaran jangka pendek dan sasaran jangka panjang.2. tanggung jawab masyarakat. By Arief Jananto. Contohnya manajer divisi suatu perusahaan diukur kinerjanya dengan berbagai kriteria antara lain profitabilitas. S.Kom 18 9 .

Ad. S. pasar.Kom 20 10 . Karena disadari bahwa beberapa tujuan lebih panting bagi perusahaan secara keseluruhan dibandingkan dengan tujuan yang lain. S. Manajer divisi A yang memperoleh nilai 8 untuk profitabilitas dan 6 untuk pangsa pasar. Ukuran kriteria gabungan (Composite criterium) Yaitu ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran memperhitungkan bobot masing-masing ukuran dan masingmenghitung rata-ratanya sebagai ukuran menyeluruh kinerja ratamanajernya. Misalkan ukuran kinerja profitabilitas dan pangsa pasar menggunakan nilai yang berkisar 0 s/d 10. By Arief Jananto. Bobot kinerja profitabilitas ditetapkan sebesar 4 dan untuk pangsa pasar ditetapkan 6.Kom 19 Contohnya diumpamakan seorang manajer divisi diukur kinerjanya dari dua unsur yaitu profitabilitas dan pangsa pasar. By Arief Jananto.3. akan dihitung serta digambarkan sebagai berikut : Analisa Kinerja Sistem. Contohnya diumpamakan seorang manajer divisi diukur kinerjanya dari dua unsur yaitu profitabilitas dan pangsa pasar. setelah memperhitungkan bobot beragam kriteria kinerja masingmasingmasing. akan memperoleh ukuran kriteria gabungan sebesar 20 dan pasar. beberapa perusahaan memberikan bobot angka tertentu kepada beragan kriteria kinerja untuk mendapatkan ukuran tunggal kinerja manajer. Analisa Kinerja Sistem.

1993). 1981) Analisa Kinerja Sistem.Pengertian Indikator Ada beberapa pengertian yang disampaikan oleh para pakar antara lain: Indikator adalah pengukuran tidak langsung suatu peristiwa atau kondisi. – Spesifik (Specific) memberikan gambaran prubahan ukuran yang jelas dan tidak tumpang tindih. 1992).operasi. untuk waktu sekarang maupun yang akan datang. Indikator adalah variabel yang mengindikasikan atau menunjukkan satu kecenderungan situasi.Kom 21 Indikator Memiliki Karakteristik sebagai berikut : – Sahih (Valid) artinya indikator benar-benar dapat dipakai benaruntuk mengukur aspek-aspek yang akan dinilai. yang dapat dipergunakan untuk mengukur perubahan (Green. Indikator adalah variable untuk mengukur suatu perubahan baik langsung maupun tidak langsung (WHO. prepost. S. Contoh: berat badan bayi dan umurnya adalah indikator status nutrisi dari bayi tersebut ( Wilson & Sapanuchart. – Relevan: sesuai dengan aspek kegiatan yang akan diukur Relevan: dan kritikal contoh: pada unit bedah indikator yang dibuat contoh: berhubungan dengan pre-operasi dan post-operasi. Analisa Kinerja Sistem. By Arief Jananto.Kom 22 11 . tindih. By Arief Jananto. S. aspek– Dapat dipercaya (Reliable): mampu menunjukkan hasil yang sama pada saat yang berulang kali. – Peka (Sensitive): cukup peka untuk mengukur sehingga jumlahnya tidak perlu banyak.

Kom 23 Pengertian Evaluasi Kinerja Pengertian Kinerja (Performance) – How Well The System Operates Pengertian Evaluasi – Suatu proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai. Indikator outcome : dipergunakan untuk menilai perubahan atau dampak (impact) suatu program. dana. By Arief Jananto. Analisa Kinerja Sistem. Indikator input merujuk pada sumber-sumber yang diperlukan untuk sumbermelaksanakan aktivitas al: personel. informasi. dana. alat/fasilitas. Indikator proses adalah memonitor tugas atau kegiatan yang dilaksanakan. bagaimana perbedaan pencapaian dicapai. peraturan/kebijakan. tindakan yang dilakukan. dilakukan. Indikator ini juga disebut indicator effect. alat/fasilitas. dilaksanakan. S. harapandiperoleh. dikerjakan itu bila dibandingkan dengan harapan-harapan yang ingin diperoleh. termasuk cakupan. serta bagaimana manfaat yang telah keduannya.Kom 24 12 . sikap. itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih diantara keduannya. dan perubahan perilaku yang dihasilkan oleh pengetahuan. informasi. Indikator output : mengukur hasil meliputi cakupan. By Arief Jananto. personel. peraturan/kebijakan. masyarakat/penduduk. Analisa Kinerja Sistem. sikap. S.Klasifikasi Indikator Sistem klasifikasi indicator didasarkan atas kerangka kerja yang logis dimana kontinuum masukan (input) pada akhirnya mengarah pada luaran (outcomes). pengetahuan. perkembangan jangka panjang termasuk perubahan status kesehatan masyarakat/penduduk.

A = Faktor yang akan dievaluasi AB=Apa yang diharapkan dari faktor A AB=Apa BD= Rentetan mengenai harapan-harapan atas faktor A. yaitu besar perbedaan antara harapan (D) dan kenyataan (E) F=Suatu Tolok ukur untuk menilai gap F=Suatu G=Hasil evaluasi menggunakan tolok ukur F. bahwa faktor A memang G=Hasil bermasalah H=Hasil evaluasi menggunakan tolok ukur F. hasil evaluasi dari sisi laba bersih adalah bermasalah(H) bermasalah(H) Analisa Kinerja Sistem. Pada akhir juta(AB). Setelah dihitung. Selanjutnya laba. 900. dibandingkan selisih laba seharusnya dan laba kenyataan (antara D dan E) – inilah gap. bahwa faktor A tidan bermasalah H=Hasil GI=Tindak lanjut hasil evaluasi GI=Tindak Contoh Perusahaan ingin mengevaluasi penjualan(A). Rp. desember 2001 terkumpul data pengeluaran dan pemasukkan(A). dapat laba. jika ada harapanAC= Fakta-fakta mengenai A FaktaCE= Proses analisis data AC sehingga menghasilkan nilai E DE= Adalah gap.000(E). S. Bandingkan nilai gap dengan tolok ukur tertentu (F) berupa kebijakan perusahaan(misalnya : jika nilai gapnya kurang dari 5% maka penyimpangan dianggap wajar). dihitung. gapnya hanya 10% . Lalu dilakukan perhitungan yang akhirnya pemasukkan(A). rencana laba tahun 2001 sebesar 1 juta(AB). misalnya sebesar Rp. Menurut penjualan(A).Kom 26 13 . maka wajar). By Arief Jananto.

By Arief Jananto.Kom 27 14 .Analisa Kinerja Sistem. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful