pp-pengorganisasian-gerakan-pramuka

KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 045 TAHUN 2003 TENTANG POKOK-POKOK PENGORGANISASIAN GERAKAN

PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Menimbang: 1. Bahwa untuk keseragaman dan keselarasan dalam pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka, perlu adanya suatu pedoman dalam mengatur pengorganisasian kelembagaan dan unsur-unsur organisasi dalam jajaran Gerakan Pramuka. 2. Mengingat: Bahwa berkenaan dengan itu perlu diterbitkan Keputusan mengenai PokokPokok Pengorganisasian Gerakan Pramuka

1. Keputusan Presiden Republik Indonesai Nomor 238 Tahun 1961 2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka MEMUTUSKAN

Menetapkan Pertama: Kedua: Pokok-Pokok Pengorganisasian Gerakan Pramuka, sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Mencabut Keputusan Ka Kwarnas No. 050 Tahun 1987 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-Pokok Organisasi Gerakan Pramuka, tertanggal 30 April 1987. Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 April 2003

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

H.A. Rivai Harahap

Gerakan Pramuka masih bekerja dengan struktur organisasi yang lama. Kelembagaannya bertambah dan struktur organisasinya memiliki banyak tingkat yang cenderung membuat proses pengambilan keputusan menjadi ruwet dan lamban. fleksibel. sistem dan manajemen. untuk memberikan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat yang berubah dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan menanggapinya secara cepat dan efektif. tertanggal 30 April 1987. yang diwarisi sejak zaman Belanda di awal abad ke20. Pada saat ini.LAMPIRAN KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 045 TAHUN 2003 TENTANG POKOK-POKOK PENGORGANISASIAN GERAKAN PRAMUKA BAB I PENDAHULUAN Umum Untuk mencapai misinya dalam lingkungan strategik yang dinamis dan penuh tantangan. ramping dan inovatif. maka terbuka kemungkinan terjadinya penyimpangan yang tidak diharapkan. yang lamban dan berat. Keputusan Kwarnas No. Tetapi dengan tidak adanya dasar konseptual untuk pengorganisasian. Gerakan Pramuka harus mampu berpikir dan bertindak secara strategik. tugas dan tatakerja kwartir dan unit organisasi Gerakan Pramuka lainnya. dengan tujuan agar terjamin keseragaman dan keselarasan dalam pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka. yang sampai sekarang belum dicabut. Maksud dan Tujuan Petunjuk ini dimaksudkan untuk dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengatur organisasi. sedangkan komunikasi internal kurang lancar. yang kemudian dikembangkan secara tambal-sulam sesuai apa yang dirasakan perlu pada waktu terjadi perubahan. Kita perlu meninjau kembali struktur. sudah tidak diacu lagi karena sudah tidak selaras dengan tuntutan zaman. Dasar Anggaran Dasar Gerakan Pramuka . 050 Tahun 1987 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-Pokok Organisasi Gerakan Pramuka. dan memantapkan kembali tujuan dan prinsip-prinsip kepramukaan dalam pengorganisasiannya. Untuk itu diperlukan organisasi yang tanggap.

dan pendidikan kemasyarakatan ini. tidak akan berhasil tanpa kesadaran atas realitas politik di Indonesia. ras. suku dan agama. sesuai dengan tujuan. Namun demikian. Kedua. suatu gerakan mengandung makna. untuk kaum muda. asas-asas dan metode tersebut di bawah ini. baik sasaran yang hendak dicapai maupun jenis organisasi untuk mencapainya. Hal ini berlaku baik untuk anggota muda maupun anggota dewasa. Kepramukaan bersifat nonpolitik. ini tidak berarti bahwa kepramukaan sama sekali terpisah dari realitas politik dalam negara. dalam arti kata kepramukaan tidak terlibat dalam perjuangan kekuasaan yang menjadi wacana pokok dalam politik dan biasanya terpantul dalam sistem partai-partai politik. Pertama. Gerakan berarti suatu rangkaian kegiatan yang terorganisasi menuju suatu sasaran. Sifat sukarela kepramukaan menggarisbawahi persyaratan bahwa para anggota bergabung atas dasar kemauannya sendiri dan atas dasar penerimaannya secara sukarela akan asasasas Gerakan. Gerakan Pramuka . tanpa membedakan asal-usul. Sifat non-politik praktis ini adalah persyaratan dalam Anggaran Dasar dan merupakan karakteristik dasar dari Gerakan Pramuka maupun World Organization of the Scout Movement (WOSM). Gerakan Pramuka adalah gerakan yang bertujuan untuk mengembangkan kewarganegaraan yang bertanggungjawab. Jadi. terbuka untuk semua.Tata Urut Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI Pendahuluan Dasar-dasar Kepramukaan Ketentuan Pokok Gugusdepan dan satuan Karya Kwartir Gerakan Pramuka Lembaga Pendidikan Bab VII Majelis Pembimbing Bab VIII Musyawarah Bab IX Bab X Lain-lain Penutup BAB II DASAR-DASAR KEPRAMUKAAN Definisi Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan sukarela yang bersifat nonpolitik.

yang memiliki tujuan pendidikan dan peserta didik tertentu dan jelas. Kepramukaan sebagai sistem pendidikan tergolong gerakan pendidikan nonformal. keluarga. namun ini adalah sarana untuk mencapai tujuan. salah satu hal yang mendasari gerakan ini adalah asas nondiskriminasi. Dalam laporannya tertanggal 25 Oktober 1997 kepada UNESCO. Kepramukaan terbuka untuk semua orang. Kata pendidikan biasanya dihubungkan dengan sistem sekolah. bukan mengajar.adalah gerakan yang didasarkan pada beberapa prinsip. di mana peran anggota dewasanya adalah sebagai mitra yang membantu anak muda itu mencapai tujuan kepramukaan. Oleh karena itu. Arah tujuan dalam pelatihan Pramuka adalah mendidik. ras. Komisi Internasional tentang Pendidikan untuk Abad Ke21 (The International Commission on Education for the Twenty-first Century) menyatakan bahwa pendidikan meliputi: 1. Dalam arti kata yang luas. yaitu ³belajar berbuat´. yaitu pendidikan formal akademik. bahwa kepramukaan hanyalah kegiatan rekreasi. dengan cara mengisi kesenjangan-kesenjangan dalam pendidikan yang mungkin tidak dapat dilaksanakan oleh fihak lain. lembaga keagamaan. pengembangan sikap dan tingkah laku. termasuk ³belajar bagaimana belajar´ 2. ³belajar hidup bermasyarakat ´. yaitu untuk mengeluarkan daya kemampuan dari anak itu. yang mempengaruhi pilihan politik dari para anggotan. . yaitu ³belajar mengetahui´. pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses yang bersasaran pengembangan seluruh kemampuan seseorang. tanpa membedakan asal-usul. b. Kepramukaan tidak mengulangi atau mereproduksi apa yang telah diberikan oleh sekolah. menurut keinginannya sendiri. klub-klub atau organisasi kepemudaan lainnya kepada anak muda. menuju ke hal-hal yang akan membentuk karakternya. Ini adalah cirinya yang hakiki. tidak merupakan bagian dari sistem pendidikan formal (sekolah dsb. a. Gerakan ini adalah gerakan kaum muda. keyakinan dan nilainilai yang fundamental seperti Satya dan Darma Pramuka. tetapi merupakan pendidikan luar sekolah yang terorganisasi. pengembangan karakter. Di berbagai tempat di dunia termasuk di Indonesia. pengembangan kemampuan berpikir atau akal. tetapi mendidik. d. 3. Jadi. yang sebenarnya hanyalah salah satu bentuk pendidikan. sehingga perlu dipaparkan lebih luas di bawah ini. ³belajar menjadi seseorang ´ 4.). cenderung terdapat opini dan citra. kepramukaan harus secara jelas dibedakan dari suatu gerakan yang hanya bersifat rekreatif. suku dan agama. untuk mendidik dirinya sendiri. Kepramukaan didefinisikan sebagai suatu gerakan pendidikan. Kepramukaan berupaya untuk melengkapi apa yang telah dikerjakan fihak lain. proses untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu.. Pendidikan bukan hanya proses memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu. c. bukan menginstruksi. dan bukan tujuan sendiri. Memang benar bahwa kegiatan rekreatif dalam kepramukaaan sangat penting.

y Manusia berkepribadian. terampil. y sistem tanda kecakapan. y 5. dengan bimbingan anggota dewasa sebagai mitranya (sistem among). Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan adalah suatu sistem pendidikan diri yang progresif sesuai usia peserta didik. setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna. prinsip-prinsip dan metode Gerakan Pramuka. 11. sesama hidup dan alam seisinya Peduli terhadap diri pribadinya Taat pada Kode Kehormatan Pramuka. kemandirian. dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri. dan bakti kepada masyarakat. dengan mengambil tempat sebanyak mungkin di alam terbuka. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dapat dipercaya. Tujuan Gerakan Pramuka mendidik dan membina anak muda Indonesia dengan tujuan agar mereka menjadi: 1. y belajar dengan melakukannya (berbuat). memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan. y Warga Negara Republik Indonesia berjiwa Pancasila. 12. tinggi moral. baik lokal. y 6.asalkan orang itu secara sukarela mematuhi tujuan. 9. kuat dan sehat jasmaninya. y 4. kuat mental. BAB III KETENTUAN POKOK Umum . y Satya dan Darma Pramuka. keterampilan bermanfaat. Prinsip Dasar Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: 3. memperoleh kompetensi. berwatak dan berbudi pekerti luhur. termasuk permainan. nasional maupun internasional. y sistem berkelompok kecil/regu. y Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Peduli terhadap bangsa dan tanah air. serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara. yang diarahkan ke pengembangan karakter. tinggi kecerdasan. 10. serta kemampuan untuk memimpin dan untuk bekerjasama. y program-program kegiatan yang progresif dan mendorong berdasarkan minat peserta didik. y satuan terpisah untuk putra dan putri. Metode ini diterapkan melalui: 7. 8. 2. meliputi kemampuan menemukan dan menerima tanggungjawab secara progresif serta pelatihan yang bertujuan untuk mengatur dirinya sendiri.

pada bulan Juli 1999. guna membantu membangun dunia yang lebih baik. untuk menjadi orang yang mandiri. bertanggungjawab dan merasa terpanggil. Semua fungsi organik kepramukaan lainnya adalah pendukung bagi kedua fungsi pendidikan ini. siap membantu sesamanya. Karena itu dalam pengorganisasiannya. termasuk bakti kepada masyarakat. menggunakan metode khusus yang membuat masing-masing pribadi menjadi penggerak utama dalam pengembangan dirinya sendiri. dimaksudkan untuk menegaskan kembali peran kepramukaan sekarang ini. tekanan dan prioritas diberikan pada fungsi-fungsi pendidikannya. Pernyataan Misi Kepramukaan adalah sebagai berikut: Misi Kepramukaan adalah turut menyumbang pada pendidikan kaum muda. Hal ini dicapai dengan: melibatkan kaum muda dalam proses pendidikan nonformal selama tahun-tahun pembentukan kepribadiannya. Fungsi Pendidikan Kepramukaan adalah suatu gerakan pendidikan bagi kaum muda. Afrika Selatan. sosial dan personal. didasarkan pada Konstitusi (Anggaran Dasar) WOSM. membantu mereka dalam membentuk suatu sistem nilai yang didasarkan pada asas-asas spiritual. Andalan dan Staf Eksekutif Profesional Kepramukaan adalah suatu gerakan sukarela. rumusan Pernyataan Misi Kepramukaan. melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka. Andalan untuk . telah diterima secara bulat oleh seluruh organisasi kepramukaan sedunia. Jenis Organisasi dan Lembaga Misi Kepramukaan Pada World Scout Conference yang bersidang di Durban. Posisi-posisi Andalan dalam Kwartir antara lain adalah: Pimpinan Kwartir. Karena itu para sukarelawan ini disebut ³Andalan´. Fungsi Pendidikan c. yaitu mereka yang mempunyai latar belakang dan pengalaman kepramukaan dan dipilih atau ditunjuk untuk menduduki ³posisi-posisi kepercayaan´ di kwartir. yaitu: 1) Penyelenggaraan program kegiatan peserta didik. maka pengelolaan organisasinya dipimpin oleh para sukarelawan.Dalam pengorganisasian Gerakan Pramuka diperhatikan ketentuan pokok yang mendasari penyusunannya. Andalan dan Staf Eksekutif Profesional d. sebagaimana dinyatakan dalam Satya dan Darma Pramuka. Misi Kepramukaan b. dan 2) Penyelenggaraan pelatihan anggota dewasa. di mana orang-orangnya adalah pribadi yang dirinya telah berkembang sepenuhnya dan memainkan peran konstruktif di dalam masyarakat. yang pada umumnya meliputi fungsi utama organisasi. yaitu: a. Pernyataan ini.

dan Lemdikacab pada tingkat kabupaten/kota. dan Kwartir Ranting (Kwarran) pada tingkat kecamatan. e. Mabicab pada tingkat kabupaten/kota. Organisasi Pembina Teknis Kepramukaan Organisasi Pembina Teknis Kepramukaan adalah Kwartir. Organisasi Pelaksana Organisasi Pelaksana yang langsung menyelenggarakan pendidikan di lapangan adalah Gugusdepan (Gudep) dan Satuan Karya (Saka). yaitu: Lemdikanas pada tingkat nasional. c. Jenis Organisasi dan Lembaga dalam Gerakan Pramuka Dalam penyelenggaraan kepramukaan terdapat jenis organisasi dan lembaga sebagai berikut: a. Lembaga Penentu Kebijakan . yaitu: Mabinas pada tingkat nasional. Andalan untuk Pelatihan Anggota Dewasa. Mabiran pada tingkat Kecamatan. yang memperoleh imbalan berupa gaji dan kebutuhan lain untuk bekerja secara penuh di Kwartir. Jumlah Andalan disesuaikan dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi Para andalan dalam tugasnya dibantu oleh tenaga-tenaga eksekutif profesional yang fungsinya adalah memberikan bantuan yang dibutuhkan guna menjamin manajemen organisasi yang lebih efisien dan efektif. Organisasi Pelatihan Anggota Dewasa Organisasi Pelatihan Anggota Dewasa adalah Lembaga Pendidikan Pramuka (Lemdika). Mabida pada tingkat provinsi. Kwartir Daerah (Kwarda) pada tingkat provinsi. Tenaga eksekutif profesional ini adalah orangorang yang terlatih khusus dan mempunyai keahlian dan pengalaman dalam bidang tertentu. Mabigus pada tingkat Gudep dan Mabisaka pada tingkat Saka. d.Program Peserta didik putra dan putri. Kwartir Cabang (Kwarcab) pada tingkat kabupaten/kota. yaitu: Gudep sebagai unit pelaksana utama dan Saka sebagai unit pelaksana yang melengkapinya. yaitu: Kwartir Nasional (Kwarnas) pada tingkat nasional. Organisasi Pembimbing dan Pembantu Kwartir Organisasi Pembimbing dan Pembantu Kwartir adalah Majelis Pembimbing (Mabi). b. Lemdikada pada tingkat provinsi.

y 14. sesuai dengan kelompok umurnya. keterampilan dan pengalaman kepadanya. Kwarda dan Kwarcab. bagi peserta didik usia 16-20 tahun. yaitu: Munas pada tingkat nasional. y Perindukan Siaga. yang sekaligus merupakan pangkalan keanggotaan dan satuan induk bagi anggota peserta didiknya. Pasukan Penggalang. Anggota Saka adalah Pramuka Penegak dan Pandega dari Gudep-gudep dalam wilayah Kwarcab. Musran pada tingkat kecamatan. Pada tingkat Kwarnas. bagi peserta didik usia 21-25 tahun. Dalam Gudep. sebagai berikut: 13. masing-masing merupakan Gudep yang berdiri sendiri. dan Racana Pandega. y 16. bagi peserta didik usia 11-15 tahun. Musda pada tingkat provinsi. yang bertugas .Lembaga Penentu Kebijakan adalah Musyawarah. Muscab pada tingkat kabupaten/kota. Anggota putera dan anggota puteri dihimpun dalam Gudep yang terpisah. Satuan Karya (Saka) Untuk menyalurkan minat dan mengembangkan bakat para pramuka. y 15. Mugus pada tingkat Gudep dan Musaka pada tingkat Saka. bagi peserta didik usia 7-10 tahun. maka di tingkat Kwarcab dibentuk Satuan-satuan Karya (Saka). yang merupakan kelengkapan Kwartir sebagai unsur pembantu pimpinan. BAB IV GUGUSDEPAN DAN SATUAN KARYA Gugusdepan (Gudep) Tempat penyelenggaraan kepramukaan yang pokok dan utama adalah di Gudep. Gudep yang terdiri dari keempat jenis satuan itu disebut Gudep Lengkap. terdapat kelompok Pimpinan Saka. Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dihimpun dalam Gudep tersendiri (Gudep Khusus/ Gudep Luarbiasa) dengan penggolongan sebagai berikut: Golongan A: Tuna Netra (kurang sempurna penglihatan) Golongan B: Tuna Rungu/Wicara (kurang sempurna pendengaran/ berbicara) Golongan C: Tuna Grahita (kurang sempurna fungsi intelektual) Golongan D: Tuna Daksa (kurang sempurna tubuh) Golongan E: Tuna Laras (kurang dapat menyesuaikan diri). peserta didik dihimpun dalam satuan-satuan. serta memberikan bekal pengetahuan. Suatu Gudep sekurang-kurangnya harus memiliki salah satu jenis satuan tersebut di atas. Ambalan Penegak.

b. manajemen atau pengelolaan Kwartir didesentralisasi sesuai struktur kewilayahan administratif pemerintahan. serta memberikan bantuan fasilitas/ kemudahan yang diperlukan. termasuk penentuan perencanaan strategik untuk kurun waktu tertentu. Kwarnas menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaraan kepramukaan. . dengan menyesuaikan pada kondisi daerahnya. provinsi (Kwarda) kabupaten (Kwarcab) sampai kecamatan (Kwarran). Satuan Karya dipimpin langsung oleh Pamong Saka. Walaupun demikian. Kwartir merupakan suatu organisasi otonom yang bertanggungjawab kepada Musyawarah tingkat masing-masing. fungsi-fungsi Kwartir berjenjang mulai dari tingkat nasional. Pada saat ini Gerakan Pramuka memiliki tujuh bidang Saka. Kwarcab: Pengendalian Operasional Pada tingkat Kabupaten/Kota. c. Kwarda: Pengendalian Manajemen Pada tingkat provinsi.. yaitu dari pusat (Kwarnas).memberi bimbingan organisatoris dan teknis kepada Saka yang bersangkutan. Kwarcab menyelenggarakan pengendalian operasional atas penyelenggaraan kebijakan itu serta bertanggungjawab atas pembinaan Gudep dan kegiatan kepramukaan dalam wilayahnya. yaitu: 1) Saka Taruna Bumi (pertanian) 2) Saka Bahari (kelautan) 3) Saka Dirgantara ( kedirgantaraan) 4) Saka Bayangkara (keamanan dan ketertiban masyarakat) 5) Saka Wanabakti (kehutanan) 6) Saka Bakti Husada (kesehatan) 7) Saka Kencana (keluarga berencana) BAB V KWARTIR GERAKAN PRAMUKA Jenjang Pembinaan Teknis Kepramukaan Dalam Gerakan Pramuka. Kwarda mengkoordinasi penerapan kebijakan-kebijakan tersebut di wilayahnya. yaitu Pembina Pramuka Penegak/Pandega yang memiliki minat/kegemaran dalam satu bidang kegiatan Saka yang bersangkutan. cabang sampai ranting sebagai berikut: a. daerah. materiel dan keuangan. dalam hal pembinaan teknis penyelenggaraan kepramukaan. Kwarnas: Kebijakan dan Perencanaan Strategik Pada tingkat nasional. Dalam mengelola personel.

BAB VI LEMBAGA PENDIDIKAN Anggota Dewasa dalam kepramukaan Amggota dewasa dalam kepramukaan mencakup: para pembina/pemimpin pramuka dan pamong Saka. agar organisasi dapat melaksanakan tugas pokoknya dengan efektif dan efisien. yang meliputi pelatihan-pelatihan bagi . komunikasi internal. Fungsi-fungsi Kwartir berjenjang dan untuk masing-masing tingkat fungsi-fungsi itu adalah sama dan seragam. Tantangan yang dihadapi Gerakan Pramuka adalah: harus dapat menyediakan pelatihan yang cocok bagi semua anggota dewasanya. kepramukaan telah mengembangkan suatu sistem pelatihan yang efektif dan teruji untuk pembina/pemimpin dewasa. Cara pendidikan anggota dewasa ini terus berkembang dan cukup inovatif: desentralisasinya secara berangsur telah memungkinkan sistem ini menyesuaikan pada kondisi-kondisi lokal yang menyusul pertumbuhan yang cepat dari Gerakan Pramuka di daerah-daerah. walaupun mengemban fungsi-fungsi yang sama. dapat berbeda satu dengan yang lain. berbeda-beda satu sama lainnya. pertumbuhan satuansatuan Pramuka. Faktorfaktor geografi dan demografi. Selama ini. dan sebagainya. merupakan tahap yang sangat penting dalam pengorganisasian Kwartir. sistem ini asal mulanya dirancang untuk menyediakan pelatihan bagi pembina/pemimpin satuan pramuka. sifatnya sebagai gerakan yang harus dinamis. Penuangan dalam struktur organisasi yang efektif. dengan para pembantu/asistennya. penuangan fungsifungsi ke dalam struktur organisasi. yang menduduki fungsi-fungsi manajemen. Namun demikian. kondisi dan volume kerja wilayah.d. administrasi dan sebagainya. Timbullah masalah-masalah rentang kendali. dalam menjalankan program kegiatan peserta didik. prasarana komunikasi. struktur organisasi Kwartir pada tingkat yang sama. Oleh karena itu. sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor wilayah tersebut. situasi. Fungsi semua Kwarda. serta para andalan sukarelawan dan tenaga eksekutif profesional. Kwarran: Membantu Kwarcab dalam Pengendalian Operasional Kwartir Ranting berfungsi membantu Kwarcab dalam pembinaan Gudep dan Saka dalam wilayahnya. di seluruh Indonesia adalah sama. ramping dan tanggap. Namun demikian. para pelatih. demikian pula fungsi semua Kwarcab. bukan instansi statis. dapat sangat berbeda. Penyusunan Struktur Organisasi Kwartir Struktur suatu organisasi pada hakikatnya adalah pengelompokan fungsi-fungsinya. yang merupakan salah satu kekuatannya sebagai gerakan pendidikan. Dengan demikian.

Memberi bimbingan mengandung makna memberi tuntunan. serta mutu dan relevansi kesempatan pelatihan yang dapat disediakan. fasilitas dan keuangan. sarana. pada masing-masing tingkat Kwartir dan tingkat Gudep dan Saka. pada Andalan Binawasa/Pelatihan. mengusahakan kesempatan dan mengusahakan fasilitas. seminar/lokakarya atau pertemuan pakar lainnya. bertanggungjawab atas penjaminan mutu (quality assurance) pelatihan anggota dewasa. c. penyelenggara dan pelaksana pendidikan dan pelatihan anggota dewasa. Lembaga Pendidikan Lembaga Pendidikan Pramuka (Lemdika) Gerakan Pramuka pada tingkat masing-masing Kwartir adalah sebagai Badan Pelaksana Pelatihan Anggota Dewasa dalam lingkup Kwartirnya. yang berpengaruh. Gerakan Pramuka memerlukan bimbingan dan bantuan. penelitian dan pengembangan. disingkat Mabi. baik dari pemerintah maupun dari masyarakat Untuk itu. saran dan nasehat. BAB VII MAJELIS PEMBIMBING Majelis Pembimbing Untuk memungkinkan menyelenggarakan misinya. Sedangkan tanggungjawab atas pengendalian mutu (quality control) penyelenggaraan pelatihan terletak di masing-masing Kwartir c. Lemdika pada tingkat nasional. personel. Memberi bantuan mengandung makna membuka jalan. b. dibentuk suatu Majelis yang memberikan bimbingan dan bantuan itu. dalam permasalahan organisasi. Pada saat yang diperlukan Ketua Lemdika dapat memobilisasi para Pelatih. baik yang aktif di pemerintah maupun swasta. yang berarti bertanggungjawab atas penyusunan semua kurikulum dan modul pelatihan. .q. Kewenangan diklat masing-masing tingkat Lemdika diatur dalam Keputusan Kwarnas tentang Sistem Diklat Gerakan Pramuka.berbagai tingkat tanggungjawab. Andalan Cabang. yang dinamakan Majelis Pembimbing. Pada hakikatnya organisasi Lemdika bersifat organisasi kerangka (skeleton organization) yaitu organisasi yang secara harian ditangani oleh beberapa personel inti. dalam permasalahan moral. d. pengarahan. pembinaan teknis para pelatih dan pembina mahir. Pelatih Konsultan atau Pembantu Andalan di daerahnya untuk menyelenggarakan kursus. mental dan psikologis. pembina perpustakaan. untuk meningkatkan kondisi dan kemampuan Kwartir. prasarana. penyelenggara pengkajian. dengan fungsi umumnya sebagai berkut: a. Anggota Majelis Pembimbing terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat dan mantan pramuka.

Musyawarah Gudep (Mugus) dan Musyawarah Saka (Musaka). Musyawarah Cabang (Mucab). BAB X PENUTUP Semua ketentuan yang telah diterbitkan mengenai organisasi Gerakan Pramuka. Musyawarah Ranting (Musran). dinyatakan tidak berlaku lagi. yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Keputusan ini. H. Rivai Harahap . Jakarta. serta hal-hal lain yang belum tercantum dalam Keputusan ini. 30 April 2003 Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. akan diatur dalam Keputusan tersendiri.BAB VIII MUSYAWARAH Musyawarah Kekuasaan tertinggi (kebijakan legislatif) dalam organisasi Gerakan Pramuka yang menetapkan kebijakan umum dan memilih Andalan Pengurus Kwartir.A. BAB IX LAIN-LAIN Petunjuk Organisasi dan Tatakerja Petunjuk penyelenggaraan lebih lanjut mengenai Organisasi dan Tatakerja masing-masing unit organisasi. berada di tangan Musyawarah. Musyawarah diselenggarakan secara berkala menjelang akhir masa bakti. Musyawarah Daerah (Musda). yaitu berturut-turut: Musyawarah Nasional (Munas).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful