Fatwa Ulama Tentang Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Fatwa Ulama Tentang Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Perbedaan Pendapat tentang Mengucapkan Selamat Natal Diantara tema yang mengandung perdebatan setiap tahunnya adalah ucapan selamat Hari Natal. Para ulama kontemporer berbeda pendapat didalam penentuan hukum fiqihnya antara yang mendukung ucapan selamat dengan yang menentangnya. Kedua kelompok ini bersandar kepada sejumlah dalil. Meskipun pengucapan selamat hari natal ini sebagiannya masuk didalam wilayah aqidah namun ia memiliki hukum fiqih yang bersandar kepada pemahaman yang mendalam, penelaahan yang rinci terhadap berbagai nash-nash syar’i. Ada dua pendapat didalam permasalahan ini : 1. Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin—semoga Allah merahmati mereka—serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan. Diantara bentuk-bentuk tasyabbuh : 1. Ikut serta didalam hari raya tersebut. 2. Mentransfer perayaan-perayaan mereka ke neger-negeri islam. Mereka juga berpendapat wajib menjauhi berbagai perayaan orang-orang kafir, menjauhi dari sikap menyerupai perbuatan-perbuatan mereka, menjauhi berbagai sarana yang digunakan untuk menghadiri perayaan tersebut, tidak menolong seorang muslim didalam menyerupai perayaan hari raya mereka, tidak mengucapkan selamat atas hari raya mereka serta menjauhi penggunaan berbagai nama dan istilah khusus didalam ibadah mereka. 2. Jumhur ulama kontemporer membolehkan mengucapkan selamat Hari Natal. Di antaranya Syeikh Yusuf al Qaradhawi yang berpendapat bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah didalam mengharamkan pengucapan selamat hari-hari Agama orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Aku (Yusuf al Qaradhawi) membolehkan pengucapan itu apabila mereka (orangorang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin, terlebih lagi apabila ada hubungan khsusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat, tetangga rumah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Hal ini termasuk didalam berbuat kebajikan yang tidak dilarang Allah swt namun dicintai-Nya sebagaimana Dia swt mencintai berbuat adil. Firman Allah swt :Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: Terlebih lagi jika mereka mengucapkan selamat Hari Raya kepada kaum muslimin. Firman Allah swt yang Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu

E) Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa. tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Adapun kalimat yang digunakan adalah kalimat pertemanan yang sudah dikenal dimasyarakat.islamonline. Lembaga ini memberikan kesimpulan sebagai berikut : Tidak dilarang bagi seorang muslim atau Markaz Islam memberikan selamat atas perayaan ini. terlebih dahulu mengemukakan dasar-dasar ajaran Islam dengan disertai berbagai dalil baik dari Al Qur’an maupun Hadits Nabi saw sebagai berikut : A) Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan. “Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya. Tidak dilarang untuk menerima berbagai hadiah dari mereka karena sesungguhnya Nabi saw telah menerima berbagai hadiah dari non muslim seperti al Muqouqis Pemimpin al Qibthi di Mesir dan juga yang lainnya dengan persyaratan bahwa hadiah itu bukanlah yang diharamkan oleh kaum muslimin seperti khomer. An Nisaa : 157) Kalimat-kalimat yang digunakan dalam pemberian selamat ini pun harus yang tidak mengandung pengukuhan atas agama mereka atau ridho dengannya. ustadz Syari’ah di Univrsitas Qatar. Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya.” (QS. F) Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu. Muhammad Sayyid Dasuki. Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya. (www. atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). ustadz bidang tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur’an di Universitas Al Azhar. Diantara para ulama yang membolehkan adalah DR. firman-Nya yang Artinya . D) Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu. DR. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.penghormatan.net) Adapun MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada tahun 1981 sebelum mengeluarkan fatwanya. daging babi dan lainnya. B) Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain. Isa menjawab: Tidak. Ustadz Musthafa az Zarqo serta Syeikh Muhammad Rasyd Ridho.” (QS. Sesungguhnya Islam menafikan fikroh salib. . maka orang itu kafir dan musyrik. C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain. Setelah memaparkan berbagai dalil. baik dengan lisan maupun pengiriman kartu ucapan yang tidak menampilkan simbol mereka atau berbagai ungkapan keagamaan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam seperti salib. Abdus Sattar Fathullah Sa’id. An Nisaa : 86) Lembaga Riset dan Fatwa Eropa juga membolehkan pengucapan selamat ini jika mereka bukan termasuk orang-orang yang memerangi kaum muslimin khususnya dalam keadaan dimana kaum muslimin minoritas seperti di Barat.

G) Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan. Banil Harits bin Abdi Manaf. Diantara dalil yang digunakan para ulama yang membolehkan mengucapkan Selamat Hari Natal adalah firman Allah swt : Artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Mujahid mengatakan bahwa ayat ini dikhususkan terhadap orang-orang beriman yang tidak berhijrah. Ketika perdamaian hilang dengan futuh Mekah maka hukum didalam ayat ini di-mansukh (dihapus) dan yang tinggal hanya tulisannya untuk dibaca. demikianlah disebutkan oleh sebagian ahli tafsir… (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz IX hal 311) .” (QS. Mengucapkan Selamat Hari Natal Haram kecuali Darurat. At Taubah : 5) Adapula yang menyebutkan bahwa hukum ini dikarenakan satu sebab yaitu perdamaian. akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas. Ada yang mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah. sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)”. demikian dikatakan al Hasan. Ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud didalam ayat ini adalah kaum wanita dan anak-anak dikarenakan mereka tidak ikut memerangi. 2. Ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini khusus untuk para sekutu Nabi saw dan orang-orang yang terikat perjanjian dengan Nabi saw dan tidak memutuskannya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. Al Mumtahanah : Ayat ini merupakan rukhshoh (keringanan) dari Allah swt untuk membina hubungan dengan orang-orang yang tidak memusuhi kaum mukminin dan tidak memerangi mereka. Ibnu Zaid mengatakan bahwa hal itu adalah pada awal-awal islam yaitu untuk menghindar dan meninggalkan perintah berperang kemudian di-mansukh (dihapus).” (QS. Juga berdasarkan Kaidah Ushul Fikih ”Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh. Al Kalibi mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah. demikian pula dikatakan oleh Abu Sholeh. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram. Untuk kemudian MUI mengeluarkan fatwanya berisi : 1. 3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Subhanahu Wata’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal. Qatadhah mengatakan bahwa ayat ini dihapus dengan firman Allah swt : Artinya : “Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as. maka Allah swt mengizinkan untuk berbuat baik kepada mereka.

Bukan berarti dalam kondisi dimana orang-orang non muslim begitu dominan kemudian kaum muslimin harus kehilangan izzahnya dan larut bersama mereka. Sedangkan pada zaman ini. Hakim Syuraih pernah memenangkan seorang Yahudi terhadap Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib dalam kasus beju besinya. Keadaan justru sebaliknya. Apabila kalian bertemu salah seorang diantara mereka di jalan maka sempitkanlah jalannya. Namun apabila jalan itu tidak ramai maka tidak ada halangan baginya. budaya maupun militer. kejahatan atau melanggar perjanjian maka langsung mendapatkan sangsi dari pemerintah. Seorang muslim harus tetap bisa .” (HR. Mereka semua berada dibawah kontrol penuh dari pemerintahan islam sehingga setiap kali mereka melakukan tindakan kriminal. orang-orang non muslim tampak mendominanasi di berbagai aspek kehidupan manusia baik pilitik. terutama di daerah-daerah atau negara-negara yang minoritas kaum muslimin. Mereka mengatakan : “Akan tetapi penyempitan di sini jangan sampai menyebabkan orang itu terdorong ke jurang. ekonomi. Tidak jarang dikarenakan dominasi ini. orang-orang non muslim tidaklah berada dibawah suatu pemerintahan islam yang terus mengawasinya dan bisa memberikan sangsi tegas ketika mereka melakukan pelanggaran kemanusiaan. Namun demikian dalam menampilkan izzah tersebut janganlah sampai menzhalimi mereka sehingga mereka jatuh ke jurang atau terbentur dinding karena jika ini terjadi maka ia akan mendapatkan sangsi. mereka melakukan berbagai penghinaan atau pelecehan terhadap simbol-simbol islam sementara si pelakunya tidak pernah mendapatkan sangsi yang tegas dari pemerintahan setempat. terbentur dinding atau yang sejenisnya. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban kafir dzimmi adalah sama persis dengan kaum muslimin di suatu negara islam.Dari pemaparan yang dsebutkan Imam Qurthubi diatas maka ayat ini tidak bisa diperlakukan secara umum tetapi dikhususkan untuk orang-orang yang terikat perjanjian dengan Rasulullah saw selama mereka tidak memutuskannya (ahli dzimmah). Muslim) Yang dimaksud dengan sempitkan jalan mereka adalah jangan biarkan seorang dzimmi berada ditengah jalan akan tetapi jadikan dia agar berada ditempat yang paling sempit apabila kaum muslimin ikut berjalan bersamanya.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XIV hal 211) Hadits “menyempitkan jalan” itu menunjukkan bahwa seorang muslim harus bisa menjaga izzahnya dihadapan orang-orang non muslim tanpa pernah mau merendahkannya apalagi direndahkan. Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda. Disebutkan didalam sejarah bahwa Umar bin Khottob pernah mengadili Gubernur Mesir Amr bin Ash karena perlakuan anaknya yang memukul seorang Nasrani Qibti dalam suatu permainan.”Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. pelecehan maupun tindakan kriminal terhadap seseorang muslim ataupun umat islam. mengikuti atau mengakui ajaran-ajaran agama mereka.

teman dekat. teman sekolah dan lainnya adalah haram hukumnya.” (HR.” (QS. Az Zumar : 7) Jadi pemberian ucapan Selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani baik ia adalah kerabat. sebagaimana pendapat kelompok pertama (Ibnu Taimiyah. Hal ini dilarang oleh Allah swt dalam firman-Nya. Dan Kristus menurut keyakinan mereka adalah Allah yang mejelma.”(QS. mereka meyakini bahwa di hari inilah Yesus Kristus dilahirkan. Ucapan selamat yang keluar darinya . dan untukkulah. Tentunya diantara mereka—orang-orang non muslim—ada yang berbuat baik kepada kaum muslimin dan tidak menyakitinya maka terhadap mereka setiap muslim diharuskan membalasnya dengan perbuatan baik pula. dan jika kamu bersyukur. sms. Al Kafirun : 6) Hari Natal adalah bagian dari prinsip-prinsip agama Nasrani. Ibnul Qoyyim.”Sayangilah orang yang ada di bumi maka yang ada di langit akan menyayangimu. seperti muslim yang tempat tinggalnya diantara rumah-rumah orang Nasrani. Didalam bahasa Inggris disebut dengan Christmas. teman kantor. email ataupun pengiriman kartu berarti sudah memberikan pengakuan terhadap agama mereka dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka. Al Qur’an maupun Sunah banyak menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa berbuat baik kepada semua orang baik terhadap sesama muslim maupun non muslim. Sabda Rasulullah saw. Muslim) Perbuatan baik kepada mereka bukan berarti harus masuk kedalam prinsip-prinsip agama mereka (aqidah) karena batasan didalam hal ini sudah sangat jelas dan tegas digariskan oleh Allah swt : Artinya : “Untukmu agamamu. Ibn Baaz dan lainnya) dan juga fatwa MUI. seorang pebisnis muslim yang sangat tergantung dengan pebisinis Nasrani atau kaum muslimin yang berada di daerah-daerah atau negeri-negeri non muslim maka boleh memberikan ucapan selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani yang ada di sekitarnya tersebut disebabkan keterpaksaan. telepon. Artinya : “Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya. tetangga. Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan.”Barangsiapa yang menyakiti seorang dzimmi maka aku akan menjadi lawannya di hari kiamat. pegawai yang bekerja dengan orang Nasrani. Thabrani) Juga sabdanya saw. niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu. Namun demikian setiap muslim yang berada diantara lingkungan mayoritas orang-orang Nasrani. agamaku. diantaranya : surat al Mumtahanah ayat 8 diatas. seorang siswa di sekolah Nasrani. Berbuat kebaikan kepada mereka dalam hal ini adalah bukan dengan ikut memberikan selamat Hari Natal dikarenakan alasan diatas akan tetapi dengan tidak mengganggu mereka didalam merayakannya (aspek sosial).” (HR.mempertahankan ciri khas keislamannya dihadapan berbagai ciri khas yang bukan islam didalam kondisi bagaimanapun. Christ berarti Kristus sedangkan Mass berarti masa atau kumpulan jadi bahwa pada hari itu banyak orang berkumpul mengingat / merayakan hari kelahiran Kristus.

juga pada ulama yang mumpuni. Namun untuk mengetahui manakah yang benar. tentu saja kita harus merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah. wa shalaatu wa salaamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. jika seorang pegawai muslim tidak mengucapkan Selamat Hari Natal kepada boss atau atasannya maka ia akan dipecat. Artinya : “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah Dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah). jabatan. Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan. Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya. dikurangi hak-haknya. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya.eramuslim. sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan). dikurangi hak-haknya. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang.com Alhamdulillahi robbil ‘alamin. hak-hak atau perlakuan orang-orang Nasrani sekelilingnya terhadap diri dan keluarganya maka tidak diperbolehkan baginya mengucapkan Selamat Hari Natal kepada mereka. diperlakukan tidak adil. akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran. sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). namun sekedar . Namun sayang seribu sayang. Atau seorang muslim yang tinggal di suatu daerah atau negara non muslim apabila tidak memberikan Selamat Hari Natal kepada para tetangga Nasrani di sekitarnya akan mendapatkan tekanan sosial dan lain sebagainya. Diantara kondisi terpaksa misalnya. kecuali orang yang dipaksa kafir Padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa). yang betul-betul memahami agama ini. (QS. sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. An Nahl : 106) Adapun apabila keadaan atau kondisi sekitarnya tidaklah memaksa atau mendesaknya dan tidak ada pengaruh sama sekali terhadap karir. wallahu a’lam Sumber : www.pun harus tidak dibarengi dengan keredhoan didalam hatinya serta diharuskan baginya untuk beristighfar dan bertaubat. Atau seorang siswa muslim apabila tidak memberikan ucapan Selamat Natal kepada Gurunya maka kemungkinan ia akan ditekan nilainya. karirnya dihambat.

no. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan. bid’ah atau kekufuran. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib. atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ya Allah. Beliau rahimahullah mengatakan. Fatwa Pertama: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia. kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.mengikuti hawa nafsu. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran. bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis. berzina. “Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi. pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’. barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka. karena malu. karena kondisi tertekan. barulah mereka ambil. Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah. “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal. atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. atau karena berbagai alasan lainnya. Oleh karena itu. membunuh jiwa. Beliau rahimahullah pernah ditanya. sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin). Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut.” – Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah- . tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan –dengan izin-MuSemoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni. tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah. mereka akan tolak mentah-mentah. 404. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?” Beliau rahimahullah menjawab: Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin). 3/28-29. maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.

dan jika kamu bersyukur. maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala. dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya. niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu. ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita. Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri. Allah Ta’ala sendiri berfirman. Az Zumar [39]: 7) Allah Ta’ala juga berfirman.” (Qs. Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca : bid’ah). baik mereka adalah rekan bisnis ataukah tidak. ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat.” (Qs. Al Maidah [5]: 3) Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal? Memberi ucapan selamat semacam ini pada mereka adalah sesuatu yang diharamkan. َ ِ ِ َ ْ َ ِ ‫َ َ ْ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِْ ْ َ ِ ِ ً ََ ْ ُ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ُ َ ِ َْ ِ َة‬ ‫ومن يبتغ غير السلم دينا فلن يقبل منه وهو في الخر ِ من الخاسرين‬ “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Mengenai agama Islam yang mulia ini. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. ْ ُ َ ُ َ ْ َ ُ ُ ْ َ ْ َِ َ ْ ُ ْ ِ ِ َ ِ ِ َ ْ َ َ َ ْ ُ ْ َ ّ ِ َ ّ ّ ِ َ ُ ُ ْ َ ْ ِ ‫إن تكفروا فإن ال غني عنكم ول يرضى لعباده الكفر وإن تشكروا يرضه لكم‬ َ “Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya.Dari penjelasan di atas. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar . maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. ‫اليوم أكملت لكم دينكم وَتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم ا ِْسلم دينا‬ ً ِ َ َ ْ ‫ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ ُ ْ َأ ْ َ ْ ُ ََ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ َ َ ِ ُ َ ُ ُ ل‬ “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Alasannya. maka ini diharamkan. Ali Imron [3]: 85) Bagaimana Jika Menghadiri Perayaan Natal? Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka. namun setelah Islam datang.” (Qs. Allah Ta’ala berfirman.

Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. no.” -Demikian perkataan Syaikhul IslamBarangsiapa yang melakukan sebagian dari hal ini maka dia berdosa. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-musuh mereka.memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Perbuatan seperti ini termasuk cari muka (menjilat). . Syaikh rahimahullah ditanya: Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta). Allah-lah tempat kita meminta. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Mulia. namun agama Allah yang jadi korban. atau supaya ingin mengikat persahabatan. Bisa jadi hal itu akan mendatangkan keuntungan pada mereka karena ini berarti memberi kesempatan pada mereka untuk menghinakan kaum muslimin.” (HR. lalu membagi-bagikan hadiah. baik dia melakukannya karena alasan ingin ramah dengan mereka. Fatwa Kedua: Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka Masih dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah dari Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim mengatakan. Ini juga akan menyebabkan hati orang kafir semakin kuat dan mereka akan semakin bangga dengan agama mereka. lalu kita mengucapkan selamat hari raya dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan? Beliau rahimahullah menjawab: Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir. Ahmad dan Abu Dawud. Semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ ‫من تشبه بقوم فهو منهم‬ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum. atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ’santa clause’ yang berseragam merah-putih. 3/29-30. atau karena malu atau sebab lainnya. atau saling tukar kado (hadiah). “Menyerupai orang kafir dalam sebagian hari raya mereka bisa menyebabkan hati mereka merasa senang atas kebatilan yang mereka lakukan. Bagaimana Hukum Menyerupai Orang Nashrani dalam Merayakan Natal? Begitu pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. 405. pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari natal). maka dia termasuk bagian dari mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut. Alasannya.

ِ َ ّ ِ َ َ ّ َ َ َ ُ َْ ُ َ ْ َ َ ‫ل تبدءوا اليهود ول النصارى بالسلم‬ “Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat). Yahudi tersebut pun masuk Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Muslim no. Hal ini diharamkan karena dapat membuat mereka semakin bangga dengan jumlah mereka yang banyak. Al Maidah [5]: 2) . walaupun ada sebagian orang yang dikatakan berilmu melakukan semacam ini.” (HR. Bagaimana mungkin perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam. 2167) Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu. Mereka mengatakan bahwa hal ini boleh-boleh saja. Pertanyaan: Apakah seorang muslim diperbolehkan bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam perayaan Natal yang biasa dilaksanakan pada akhir bulan Desember? Di sekitar kami ada sebagian orang yang menyandarkan pada orang-orang yang dianggap berilmu bahwa mereka duduk di majelis orang Nashrani dalam perayaan mereka. Akhirnya. walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya.” (Qs. ini dilakukan karena Yahudi tersebut dulu ketika kecil pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal Allah berfirman. kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita kiaskan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan pengikut hawa nafsu. 8848. Di samping itu pula. Tatkala Yahudi tersebut sakit. hal ini termasuk bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Fatwa Ketiga: Merayakan Natal Bersama Fatwa berikut adalah fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Apakah perkataan mereka semacam ini benar? Apakah ada dalil syar’i yang membolehkan hal ini? Jawaban: Tidak boleh bagi kita bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam melaksanakan hari raya mereka.lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya. ِ َ ْ ُ ْ َ ِ ْ ِْ ََ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ َ ّ ِ ْ ََ ُ َ َ َ َ ‫وتعاونوا على البر والتقوى ول تعاونوا على الثم والعدوان‬ “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.

Ketua Al Lajnah Ad Da’imah: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz Saatnya Menarik Kesimpulan Dari penjelasan di atas. membantu orang Nashrani dalam merayakan Natal juga tidak diperbolehkan karena ini termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa. pengikut dan sahabatnya. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam. Ijma’ juga wajib diikuti sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 115 di atas karena adanya ancaman kesesatan jika menyelisihinya. Yang menyelisihi ijma’ ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta’ala. Karena ijma’ kaum muslimin menunjukkan terlarangnya hal ini. maka ini pendapat yang keliru. Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka. Kelima. Jadi. Kaum muslimin juga diharamkan mengucapkan ’selamat natal’ kepada orang Nashrani dan ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim.” (Qs. tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orangorang kafir untuk mengucapkan selamat hari raya. Bahkan mengenai hal ini telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia sebagaimana dapat dilihat dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1981. Kita –kaum muslimin.Semoga Allah memberi taufik pada kita. Dan ijma’ adalah sumber hukum Islam. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min. dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. cukup ijma’ kaum muslimin ini sebagai dalil terlarangnya hal ini. . sama dengan Al Qur’an dan Al Hadits. jika diberi ucapan selamat natal. An Nisa’ [4]: 115). ‫ومن يشاقق الرسول من بعد ما تبين له الهدى ويتبع غير سبيل المؤمنين نوله ما تولى ونصله جهنم وساءت مصيرا‬ ً ِ َ ْ َ َ َ َ ّ َ َ ِ ِْ ُ َ َّ َ َ ِ َّ ُ َ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ِ َ َ ْ َ ْ ِ ّ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ َ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ُ ّ ِ ِ َ ُ ْ َ َ “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. Kedua. kita dapat menarik beberapa kesimpulan: Pertama. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. Keempat. tidak perlu kita jawab (balas) karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu.diharamkan menghadiri perayaan orang kafir termasuk di dalamnya adalah perayaan Natal. Ketiga. yang mengatakan bahwa Al Qur’an dan Hadits tidak melarang mengucapkan selamat hari raya pada orang kafir.

Diselesaikan pada siang hari. Artikel www. atau saling tukar kado (hadiah). Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik. diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal. Semoga kaum muslimin diberi taufiko oleh Allah untuk menghindari hal-hal yang terlarang ini. Semoga Allah selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus dan menghindarkan kita dari berbagai penyimpangan. Panggang-Gunung Kidul.muslim. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. atau membagi-bagikan permen atau makanan dalam rangka mengikuti orang kafir pada hari tersebut. S. di rumah mertua tercinta. 18 Dzulhijah 1429 H Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘alihi wa shohbihi wa sallam.id .Keenam.T. Demikianlah beberapa fatwa ulama mengenai hal ini.or.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful