MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI

BAB I TAHNIK
Yang Dimaksud Tahnik Tahnik adalah melumurkan kurma ke mulut bayi setelah kurma tersebut dilumat.[1] An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para pakar bahasa menyatakan bahwa tahnik adalah mengunyah kurma atau semacamnya, kemudian dilumuri di mulut si bayi”.[2] Bukti Tuntunan Tahnik Dari Abu Musa, beliau berkata, .‫ولد لى غلم فأتيت به النبى -صلى ال عليه وسلم- فسماه إبراهيم وحنكه بتمرة‬ ٍ َ ْ َ ِ ُ َ َّ َ َ ِ َ ْ ِ ُ ّ َ َ ّ ِ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ ُ ِ َ ُِ “(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.”[3] Dari ‘Aisyah, beliau berkata, .‫أن رسول ال -صلى ال عليه وسلم- كان يؤتى بالصبيان فيبرك عليهم ويحنكهم‬ ْ ُ ُ ّ َ ُ َ ْ ِ ْ ََ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ْ ّ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ّ َ َُ َّ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”[4] An Nawawi menyebutkan dua hadits di atas dalam Shahih Muslim pada Bab: ‫استحباب تحنيك المولود عند ول دتسه وحملسسه إلسى صسالح يحنكسسه وجسواز تسسسميته يسسوم ول دتسه واسستحباب‬ ‫التسمية بعبدال وإبراهيم وسائر أسماء النبياء عليهم السلم‬ ”Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya.” Pelajaran Penting Tentang Tahnik Pertama: Para ulama sepakat tentang disunnahkannya (dianjurkannya) mentahnik bayi yang baru lahir dengan kurma. Jadi tahnik dilakukan di hari pertama. Kedua: Jika tidak mendapati kurma untuk mentahnik, maka bisa digantikan dengan yang lainnya yang manis-manis. Ketiga: Cara mentahnik adalah orang yang mentahnik mengunyah kurma hingga agak cair sehingga mudah ditelan, lalu ia membuka mulut si bayi, lalu ia meletakkan kunyahan kurma tadi di mulutnya sehingga si bayi akan mencernanya ke dalam kerongkongannya. Keempat: Hendaknya yang melakukan tahnik adalah orang sholih sehingga bisa diminta do’a keberkahannya, terserah yang mentahnik tersebut laki-laki atau perempuan. Jika orang sholih tersebut tidak hadir, maka hendaklah bayi tersebut yang didatangkan ke orang sholih tersebut.[5] Mengenai yang mentahnik boleh seorang wanita sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim bahwa Imam Ahmad bin Hambal ketika lahir salah satu bayinya, beliau menyuruh seorang wanita untuk mentahnik bayinya tersebut.[6] Ada ulama yang memberi penjelasan urutan makanan yang dijadikan bahan untuk mentahnik: tamr (kurma kering); kalau tidak ada, barulah rothb (kurma basah); kalau tidak ada, barulah makanan manis yaitu yang jadi pilihan adalah madu; dan setelah itu adalah makanan yang tidak disentuh api.[7] Di Samping Mentahnik, Minta Do’a Keberkahan

MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI
Di samping mentahnik, penjelasan di atas juga menunjukkan setelah ditahnik hendaknya orang yang mentahnik mendoakan keberkahan pada si bayi dan lebih utama yang mentahnik dan mendoakan adalah orang sholih. Yang dimaksud keberkahan adalah tetapnya dan bertambahnya kebaikan. Tentang Kencing Bayi yang Pernah Ditahnik Dengan Kurma atau Diobati dengan Madu Oleh : Syaikh Abu Abdil Mu’iz Muhammad Ali Farkus -hafidzohullohPertanyaan : Dalam hadits Ummu Qois bintu Mihshon rodhiyallohu anha: ‫أنها أتت بابن لها صغير، لم يأكل الطعام إلى رسول ال -صلى ال عليه وسلم- ، فأجلسه رسول ال -صلى‬ ّ ُ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ّ ِ ْ ْ ٍ ٍِْْ َ َ ‫ال عليه وآله وسلم- فى حجره ، فبال على ثوبه ، فدعا بماء فنضحه ولم يغسله‬ َْ ُ ٍ ِ َْ َ َ ِِ Bahwa ia datang dengan anak laki-lakinya yang masih kecil yang belum makan makanan kepada Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam. Lalu Rosululloh shollallohu alaihi wa aalihi wa sallam mendudukkan anak itu di pangkuannya, kemudian anak itu ngompol di baju beliau. Beliau pun meminta air lalu memercikinya dan tidak mencucinya [8]. Apa makna “‫( ”لم يأكل الطعام‬belum makan makanan)? Dan apakah kurma yang digunakan untuk mentahniknya termasuk “makanan” tersebut? Dan juga madu yang digunakan untuk pengobatan? Jawaban: ‫الحمد ل رب العالمين، والصلة والسلم على من أرسله ال رحمة للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه‬ ّ ‫:إلى يوم الدين وسلم تسليما، أما بعد‬ ّ Yang dimaksud dengan “makanan” di sini adalah yang selain ASI yang engkau susui, kurma yang engkau tahnik kepadanya, dan madu yang ia disuapi untuk pengobatan dan yang selainnya, karena kurma dan madu tidak untuk mengenyangkan, sebab ‘illah(alasan) dalam tahnik adalah tabarruk dengan air liur Nabi shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa sallam dari satu sisi dan ‘illah pengobatan dengan madu dari sisi yang lain, sehingga tidak ada kekeyangan bagi bayi tersebut selain ASI. Dan sebagian ahlul ilmi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “‫( ”لم يأكل الطعام‬belum makan makanan) adalah belum bisa memasukkan makanan ke mulutnya sendiri, dan ada pendapat yang lainnya. Dan yang benar adalah pendapat yang pertama. ‫والعلم عند ال تعالى، وآخر دعوانا أن الحمد ل رب العالمين، وصلى ال على محمد وعلى آله وصحبه‬ ّ ‫.وإخوانه إلى يوم الدين وسلم تسليما كثيرا‬ Al-Jaza’ir 23 Shofar 1427 H // 23 Maret 2006 M ________________
Catatan kaki: [1] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 2/3716, Multaqo Ahlil Hadits [2] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, 3/194, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392. [3] HR. Muslim no. 2145. [4] HR. Muslim no. 2147. [5] Keempat point ini diolah dari penjelasan An Nawawi rahimahullah dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 14/122-123. [6] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/3716 [7] Idem. [8] HR. al-Bukhori dalam al-Wudhu’ (223), Muslim dalam ath-Thoharoh (691), Abu Dawud dalam ath-Thoharoh (374), at-Tirmidzi dalam ath-Thoharoh (71), anNasa’i dalam ath-Thoharoh (304), Ibnu Majah dalam ath-Thoharoh dan Sunannya (566), Malik dalam al-Muwaththo’ (141), Ahmad (27756), al-Humaidi dalam musnadnya (365), al-Baihaqi (4319), dari hadits Ummu Qois bintu Mihshon rodhiyallohu anha.

MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI
“Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya.” Ini menunjukkan bahwa jika nama yang diberikan adalah nama yang terbaik, maka atsarnya (pengaruhnya) pun baik. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa nama yang terbaik adalah ‘Abdullah karena nama tersebut menunjukkan penghambaan murni pada Allah. Begitu pula, dalam beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memberi nama dengan nama yang buruk seperti ‘Ashiyah (wanita yang bermaksiat, dengan huruf ‘ain dan shod), Hazn (sedih) dan Zahm (sempit). Intinya, nama begitu pengaruh dalam diri orang yang nama. Coba bayangkan bagaimana jika seorang anak nama dengan Hazn (sedih), pasti ia akan jadi orang yang terusan bersedih karena mengingat namanya tersebut. urgensi penting dalam pemberian nama bagi si buah hati. diberi diberi terusItulah

BAB II NAMA TERBAIK UNTUK SI BUAH HATI

Urgensi Pemberian Nama Terbaik Nama dalam bahasa Arab disebut dengan isim. Makna isim bisa jadi adalah ‘alamat (tanda). Isim juga bisa bermakna as samuu (sesuatu yang tinggi). Sehingga isim (nama) adalah tanda yang tertinggi (mencolok) pada seseorang. Dengan nama inilah akan membedakan seseorang dan lainnya. Di antara maksud inilah para ulama bersepakat (berijma’) tentang wajibnya pemberian nama pada laki-laki dan perempuan.[1] Sehingga tidak boleh seseorang pun di muka bumi ini yang tidak memiliki nama. Karena jika tidak punya nama, bagaimana bisa membedakannya dari manusia lainnya. Karena pentingnya seseorang memiliki nama, sampai-sampai para pakar hadits ketika menemukan hadits terdapat seorang perowi yang mubham (tidak dikenal namanya), mereka pun mendhoifkan hadits tersebut sampai diketahui jelas siapa nama perowi tersebut. Di antara urgensi pemberian nama terbaik disebabkan nama dapat membawa pengaruh pada orang yang diberi nama. Oleh karena itu, orang Arab mengatakan, ٌ ِْ َ ِ ِ ْ ِ ْ ِ ّ َ ُ ّ ُ ِ ‫لكل مسمى من اسمه نصيب‬

Pengaruh lainnya lagi, dari nama terbaik, seseorang dapat mengetahui bagaimanakah orang tuanya. Orang tuanya dapat diketahui dari nama anaknya, apakah ortunya itu sholih atau tholih (lawan dari sholih). Sebagaimana orang arab pun mengatakan, َ ََ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ ِ ْ ِ ‫من اسمك أعرف أباك‬ “Dari namamu, aku bisa mengetahui bagaimanakah ayahmu.” Dari nama yang baik pula, seseorang bisa menyebarkan kebaikan. Lihatlah bagaimana jika seseorang diberi nama “Musa”. Dari nama ini, setiap orang yang mendengar nama tersebut bisa mengingat bagaimanakah sifat dan akhlaq mulia dari Nabi Musa ‘alaihis salam. Oleh karena itu, pemberian nama yang baik di sini termasuk menyebar sunnah hasanah di tengah-tengah umat. Maksud kami ini sebagaimana disebutkan dalam hadits,

Beliau lalu memberinya nama Ibrahim. 3. maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu. ‫ودفعه إلى ، وكان أكبر ولد أبى موسى‬ َ ُ ِ َ ِ ََ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َِ ُ َ َ َ َ “Anak laki-lakiku lahir.”[5] Apa yang disebutkan oleh Syaikh Bakr Abu Zaid sama halnya dengan yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Tuhfatul Mawdud[6]. Abu Daud no. Dari Anas bin Malik. “Hadits yang membicarakan pemberian nama pada si buah hati di hari kelahiran lebih shahih daripada hadits yang menunjukkan pemberian nama pada hari ketujuh. ia mengatakan. 4220. 2. “Hadits ini menunjukkan bahwa Abu Musa bersegera membawa bayinya yang baru lahir kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 2145) Dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata.” (HR. Muslim no. Di hari ketujuh dari kelahiran.صلى ال عليه وسلم . Namun sebagaimana kata Ibnu Hajar di atas. An Nasai no. ‫كل غلم رهينة بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويسمى‬ ّ َ ُ َ ُ َْ ُ َ ِ ِ ِ َ َ ْ َ ُ ْ َ ُ َ ْ ُ ِ ِ َ ِ َ ِ ٌ َ ِ َ ٍ َ ُ ّ ُ "Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) . Waktu Terbaik dalam Pemberian Nama Mengenai waktu terbaik dalam pemberian nama dapat kita lihat dalam hadits-hadits berikut. َ ِ َ ْ ِ ِ َ ِ ْ ِ ُ ُ ْ ّ َ َ ٌ َ ُ َ َْ ّ َ ِ َ ُِ ‫ولد لى الليلة غلم فسميته باسم أبى إبراهيم‬ “Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti ayahku yaitu Ibrahim. 2838. Perbedaan ini adalah perbedaan variatif dan dalam hal ini ada kelonggaran untuk memilih salah satunya. lalu ditahnik setelah diberi nama sebelumnya. Muslim no. Dalil ini menunjukkan bahwa bersegera dalam pemberian nama pada si buah hati itu lebih baik. dan tidak mesti menunggu pemberian nama pada hari ketujuh. “Terdapat dalam sunnah Nabi shalllallahu ‘alaihi wa sallam bahwa pemberian nama itu ada tiga waktu: 1. dalam pemberian nama lebih cepat itu lebih baik yaitu lebih bagus memberi nama pada hari pertama. Wallahu a’lam." Ibrahim adalah anak tertua Abu Musa." (HR.” (HR. dicukur rambutnya dan diberi nama.”[3] Al Baihaqi mengatakan. kemudian aku membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. 3165. Di hari kelahiran. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan. Dari hadits Abu Musa di atas. disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya. setelah itu menyerahkannya kepadaku. Ibnu Majah nol. Sampai hari ketiga dari hari kelahiran. 5467. Bukhari no.فسماه إبراهيم ، فحنكه بتمرة ، ودعا له بالبركة‬ ِ َ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ ٍ َ ْ َ ِ ُ َ َّ َ َ ِ َ ْ ِ ُ ّ َ َ ّ ِ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ ُ ِ َ ُِ .”[4] Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya Tasmiyatul Mawlud mengatakan.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI ‫من سن فى السلم سنة حسنة فله أجرها وأجر من عم َ بها‬ َ ِ ‫َ ْ َ ّ ِ ِ ْ َ ِ ُّ ً َ َ َ ً ََ ُ َ ْ ُ َ ََ ْ ُ َ ْ َ ِل‬ “Barangsiapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam. 6198 dan Muslim no. ، ‫ولد لى غلم ، فأتيت به النبى . 1017) [2] Inilah di antara urgensi memberi nama yang baik. ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.” (HR. 2315) Dari Abu Musa. beliau menyuapinya dengan kunyahan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan. Ahmad 5/12.

Karena nama ‘Abdullah mengandung sifat ubudiyah (penghambaan dalam ibadah) dan ini hanya ada kaitannya antara Allah dan hamba. bukan nama ibu mereka (fulan bin fulanah). kemudian dia memberi nama "Al Qasim”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ٍ َ ُ ِ ْ ِ َ ُ ُ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ َ ٌ َ ِ ٍ ‫ِ َ َ َ َ ّ َ ِّ َ َ ِ ِ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ ُ ِ ُ ّ َ د‬ ‫إذا جمع ال الولين والخرين يوم القيامة يرفع لكل غا ِر لواء فقيل هذه غدرة فلن بن فلن‬ ُ "Apabila Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir kelak di hari Kiamat. Al Ahzab: 5).[9] .” [7] Dalil lain yang dapat kita lihat adalah hadits dari Ibnu Umar. 6186) Kedua nama ini memiliki keunggulan dari segi: Pertama: Nama ini mengandung sifat penghambaan yang khusus antara hamba dan Allah dibanding dengan nama-nama (yang bersandar pada asmaul husna) lainnya. Lalu orang tersebut memberitahukan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.” (QS. 'Ini adalah bendera si fulan bin fulan'. Muslim no. "Berilah anakmu nama Abdurrahman. فأخبر النبى . ia berkata.”Mengenai pemberian nama menjadi hak ayah itu tidak ada perselisihan di antara para ulama.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Pemberian Nama dan Nasab Menjadi Hak Ayah (Bukan Ibu) Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan. Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama bapak mereka (fulan bin fulan). Maka beliau bersabda. Bukhari no. Hadits-hadits sebelumnya (yang membicarakan tentang pemberian nama. Begitu pula nama ‘Abdurrahman mengandung sifat ubudiyah (penghambaan) karena sifat Ar Rahman adalah sifat rahmat yang khusus antara hamba dan Allah. Sedangkan ia tetap mengikuti ayahnya dalam nasab dan dalam pemberian nama. maka akan dikibarkan bendera bagi setiap pengkhianat. 1735). "Kami tidak akan menjuluki kamu dengan Abu Al Qasim dan kami tidak akan memuliakannya. Anak hanyalah mengikuti ibunya dalam masalah merdeka atau budak.‫ولد لرجل منا غلم فسماه القاسم فقلنا ل نكنيك أبا القاسم ول كرامة . Urutan Nama Terbaik Bagi Si Buah Hati[8] Urutan pertama: Nama Abdullah dan Abdurrahman Dalam ktab Al Adzkar. maka tidak ada perselisihan pula mengenai masalah anak dipanggil dengan nama ayahnya bukan dengan nama ibunya.”(HR. ِ ّ َ ْ ِ ُ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ِ َِ ْ ُ ُ ْ ‫ادعوهم لبائهم هو أقسط عند ال‬ َ “Panggilah mereka dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. lalu dikatakan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini. Imam An Nawawi Asy Syafi’i rahimahullah menyebutkan Bab “Penjelasan nama yang paling dicintai oleh Allah”. 2132) Dari Jabir bin ‘Abdillah.صلى ال عليه وسلم‬ ّ ِ ّ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ ِ َ ْ ُ ّ َ َ ٌ َ ُ ّ ِ ٍ ُ َ ِ َ ُِ « ‫فقال » سم ابنك عبد الرحمن‬ ِ َ ْ ّ َ ْ َ َ َْ ّ َ َ َ َ “Seorang laki-laki di antara kami ada yang memiliki anak. Lantas beliau bawakan dua hadits berikut ini. pen)." (HR. ” Beliau rahimahullah juga mengatakan. . firman Allah Ta’ala. pen) juga menunjukkan akan hal ini. ِ َ ْ ّ ُ ْ َ َ ّ ُ ْ َ ّ َِ ْ ُ ِ َ ْ َ ّ َ َ ّ ِ ‫إن أحب أسمائكم إلى ال عبد ال وعبد الرحمن‬ ِ ِ “Sesungguhnya nama kalian yang paling dicintai di sisi Allah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman." (HR. “Sebagaimana tidak ada perselisihan bahwa ayah yang berhak memberi nama. Dari Ibnu ‘Umar. Sehingga anak tersebut dipanggil dengan fulan bin fulan (dan bukan fulan bin fulanah. Maka kami berkata. Muslim no. dia berkata. "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

Keempat: Sekitar 300 sahabat Nabi memiliki nama Abdullah. Bukhari no. Seperti Abdul ‘Aziz. Ibrahim. dan Abdul Muhsin. Nuh. Al Isro’: 110) Ketiga: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nama pada anak pamannya (Al ‘Abbas) dengan nama Abdullah.[11] Dari Al Mughirah bin Syu'bah ia berkata. [10] Urutan kedua: Nama bentuk penghambaan pada asmaul husna lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. Semisal dapat ayat-ayat berikut. Al Furqon: 63) ‫قل ادعوا ال أو ادعوا الرحمن أيا ما تدعوا فله السماء الحسنى‬ َ ْ ُ ْ ُ َ ْ َْ ُ ََ ُ ْ َ َ َّ َ َ ْ ّ ُ ْ َِّ َ ُْ ُِ “Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru.” (QS. para penduduknya bertanya kepadaku: Sesungguhnya kalian membaca "Wahai saudara Harun". ‫تسموا باسمى ول تكنوا بكنيتى‬ ِ َ ْ ُ ِ ْ َّ َ َ َ ِ ْ ِ ْ ّ َ َ “Berilah nama dengan namaku (Muhammad) dan janganlah kalian berkunyah dengan kunyahku (Abul Qosim)”. . Isa dan Muhammad. nama Nabi kita. Al Jin: 19) ‫وعباد الرحمن الذين يمشون على الرض هونا وإذا خاطبهم الجاهلون قالوا سلما‬ ً َ َ ُ َ َ ُِ َ ْ ُ ُ َ َ َ َ َِ ً ْ َ ِ ْ َْ ََ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ْ ّ ُ َ ِ َ “Dan ‘Ibadurrahman (hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang) itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. An Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan.” (QS. Dari Abu Hurairah. “Dari hadits ini sekelompok ulama berdalil bahwa bolehnya memberi nama Urutan ketiga: Nama para Nabi dan Rasul Allah Seperti Adam. “Ketika aku mendatangi kota Najran. Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat). ْ ُ َْ َ َ ِ ِ ّ َ ْ ِ ِ َ ِ ْ َ ِ َ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ّ ِ ‫إنهم كانوا يسمون بأنبيائهم والصالحين قبلهم‬ “Dulu mereka memberi nama dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shaleh dari kaum sebelum mereka.” Hal ini menunjukkan bahwa nama para Nabi dan Rasul adalah di antara nama terbaik yang bisa digunakan. Musa. 2135) Dalil lainnya adalah bolehnya memiliki nama seperti nama “Muhammad”. Abdul Halim. (HR. Bahkan nama inilah yang terbaik dari nama para Nabi ‘alaihimus salam lainnya[12]. dan beliau pun menjawab. Muslim no. yang intinya ada 25 nama Nabi yang disebutkan dalam Al Qur’an. mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Abdur Rozaq.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Kedua: Nama berupa penghambaan yang terdapat dalam kedua nama tersebut dikhususkan dalam Al Qur’an dari nama-nama terbaik lainnya. ‘Abdul Malik. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)” (QS. Maka ketika aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” (HR. 2134) An Nawawi membawakan hadits-hadits di atas dalam Bab “Larangan berkunyah dengan Abul Qosim dan penjelasan mengenai nama-nama yang disunnahkan. Padahal Musa hidup sebelum Isa berjarak beberapa tahun. aku menanyakan hal itu kepada beliau. ‫وأنه لما قام عبد ال يدعوه كادوا يكونون عليه لبدا‬ ً َ ِ ِ ْ ََ َ ُ ُ َ ُ َ ُ ُ ْ َ ّ ُ ْ َ َ َ ّ َ ُ ََّ ِ “Dan bahwasanya tatkala Abdullah (yaitu hamba Allah. 6187 dan Muslim no.

7. 8. 3. Kecuali Umar bin Khottob yang berpendapat agak sedikit berbeda dalam hal ini. 7. 8. Akan tetapi. Ath Thobari rahimahullah mengatakan. 6. bahkan ini adalah ijma’ (kesepakatan) ulama. Ummu Habibah Romlah binti Abu Sufyan. nama semacam ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai merubahnya. 6. 4. Hafshoh binti Umar bin Al Khaththab. Anak-anaknya tersebut diberi nama: 1. Dari sini. Untuk anak perempuan bisa menggunakan nama istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Ummahatul Mukminin). istri yang dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada 11[14] : 4. Beliau menamakan sembilan anaknya dengan nama para sahabat yang mengikuti perang Badar. Robert. Oleh karena itu. Julia dan Diana. Seutama-utama dari mereka adalah para Khulafaur Rosyidin. Khadijah binti Khuwailid. Markus. Seharusnya nama yang tepat adalah nama yang menunjukkan tanda bagi seseorang saja dan bukan dimaksudkan sebagai hakikat sifat. menunjukkan terlarangnya menggunakan nama-nama bukan Arab seperti Joseph. Maimunah binti Al Harits. Al Mundzir 3. Begitu juga terlarang menggunakan nama yang mengandung celaan dan mengandung tazkiyah (menetapkan kesucian dirinya). ‘Utsman. Menurut pendapat yang kuat.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI dengan nama para Nabi ‘alaihimus salaam. ‘Umar[16] Urutan kelima: Nama lainnya yang memenuhi syarat dan adab Syarat dalam pemberian nama sebagai berikut: Syarat Pertama: Menggunakan bahasa Arab. Hamzah Ja’far Mush’ab ‘Ubaidah Kholid 9. Yang paling baik digunakan adalah nama para sahabat karena merekalah generasi terbaik dari umat ini.[15] Sebagai contoh yang menggunakan nama sahabat adalah anakanak Az Zubair bin Al ‘Awam. 9. 5. Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah. yaitu Abdullah (Abu Bakr). Aisyah binti Abu Bakar Ash Shidiq. Syarat Kedua: Memiliki susunan dan makna yang bagus. dan ‘Ali. ‘Umar. Juwairiyyah binti Al Harits. Zainab binti Jahsy bin Rayyab. dan tidak boleh pula dengan nama yang mengandung celaan. ‘Urwah . Beliau melakukan semacam itu bukan maksud 1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengganti beberapa nama ke nama yang benar-benar menunjukkan sifat orang tersebut. Sehingga dari sini tidak boleh menggunakan nama makruh dan terlarang.”[13] Urutan keempat: Nama orang sholeh Dalil hal ini sudah disebutkan sebelumnya dalam hadits Al Mughirah bin Syu'bah. Oleh karena itu. “Tidak sepantasnya seseorang memakai nama dengan nama yang jelek maknanya atau menggunakan nama yang mengandung tazkiyah (menetapkan kesucian dirinya). 2. 11. 5. Saudah binti Zum’ah. Shofiyah binti Huyai bin Akhthab. ‘Abdullah 2. 10. dihukumi makruh jika seseorang bernama dengan nama yang langsung menunjukkan sifat dari orang yang diberi nama. Zainab binti Khuzaimah.

‘Abdul Harits (hamba Harits). Darul ‘Ashimah. hal. ‘Abdul Ma’bud. Ar Pemberi Rizki). ‘Abdul Mursil. ‘Abdul Ka’bah (hamba Ka’bah). Ini adalah nama yang diharamkan. Keempat: Memudahkan mengingatnya. cetakan ketiga. ‘Abduth Tholib. tidak boleh Pencipta).[18] Dari penjelasan adab tambahan ini menunjukkan bahwa nama yang kurang bagus adalah nama yang terdiri dari banyak kata seperti: Andika Syarifudin Guntur Prasetyo. 28. hal. digunakan oleh makhluk. ‘Abdul Hasan (hamba Hasan).MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI melarangnya. Nama-nama ini adalah nama-nama yang keliru ditinjau dari dua sisi: 1. ‘Abdus Sataar. atau mengajak pada yang petunjuk atau kesesatan. Kedua: Menggunakan nama yang terdiri dari huruf yang jumlahnya sedikit. Bab VIII.[2] Kedua: Nama yang khusus untuk nama Allah. Ketiga: Menggunakan nama yang mudah diucapkan di lisan. 1379 [4] Fathul Baari. Linggar Simping Pembayun Retno Utami. Nama ini kurang disukai karena orangorang akan beranggapan bahwa satu nama ini terdiri dari beberapa orang. Darul Ma’rifah. Syaikh Bakr bin ‘Abdillah Abu Zaid. 9/588. ‘Abdul ‘Uzza (hamba ‘Uzza). ‘Abdul Wahid. ‘Abdul Husain (hamba Husain). Al Ahad (Maha Esa).”[17] Adab dalam pemberian nama yang sebisa mungkin dilakukan: Pertama: Menggunakan nama sesuai urutan terbaik yang telah kami jelaskan di awal. 9/589. Yaitu menggunakan kata ‘Abdul tetapi disandarkan bukan pada nama Allah. 135. orang yang mendengar untuk [7] Tuhfatul Mawdud. juga pada Bab “Barangsiapa membuat contoh yang baik atau yang jelek. ‘Abdul Masih (hambanya Isa Al Masih).” [3] Fathul Baari. Maktabah Darul Bayan. BAB III NAMA-NAMA YANG TERLARANG UNTUK SI BUAH HATI Nama-nama yang Diharamkan Pertama: Setiap nama yang terdapat bentuk penghambaan kepada selain Allah. akan tetapi untuk maksud ikhtiyar (menunjukkan pilihan yang lebih baik). 154. Ini adalah penghambaan kepada sesuatu yang Allah tidak menamakan diri-Nya dengan nama tersebut. namun pada selain Allah. Ar Ash Shomad Roziq (Maha Kelima: Menggunakan nama yang cocok dengan orang yang diberi nama dan tidak keluar dari kebiasaan yang dipakai dalam agamanya atau masyarakat sekitarnya. tahun 1416 H [6] Lihat Tuhfatul Mawdud. Inilah sisi kurang bagusnya untuk nama-nama semisal itu. [2] Hadits ini dibawakan oleh An Nawawi dalam Bab “Dorongan untuk sedekah meskipun dengan setengah biji kurma atau kalimat yang baik”. ‘Abdu ‘Ali (hamba ‘Ali). Nama-nama yang disandarkan tersebut bukanlah nama Allah karena nama Allah itu tauqifiyah (butuh dalil). Beirut. Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Seperti: ‘Abdur Rasul (hamba Rasul). 1391 H . Ibnu Hajar Al Asqolani. Nama ini hanya khusus untuk Allah Ta’ala. pasal pertama. (Bersandarnya seluruh makhluk pada-Nya). Seperti: Al Kholiq (Sang Rahman (Maha Penyayang). hal.[1] Juga ada nama-nama penghambaan (memakai Abdul) yang dinilai keliru karena disandarkan bukan pada nama Allah seperti ‘Abdul Maqshud. [5] Tasmiyatul Mawlud. DAFTAR PUSTAKA [1] Marootibul Ijma’. begitu pula dengan Rasul-Nya. ‘Abdul Mawjud. 2.

“Tidak sepantasnya seseorang memakai nama dengan nama yang jelek maknanya atau menggunakan nama yang mengandung tazkiyah (menetapkan kesucian dirinya). ‘Uzza. “Lalu nama apakah yang harus kami berikan kepadanya? “ Beliau menjawab. Robert. Hakimul Haakim (Hakim dari para hakim). dinamai. lebih-lebih menyelisihi petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memperbagus nama. "Aku menamai anak perempuanku 'Barrah' (yang artinya: baik). Contoh nama tersebut: Imanuel. A’war. 2143) Nama yang diqiyaskan (dianalogikan) dengan Malikul Amlak adalah Sulthon As Salaathin (Sultan dari segala sultan). Sedangkan “Sayyid Waladi Adam” diharamkan untuk digunakan kecuali pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam saja. lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Nailah. Nama-nama seperti ini haram digunakan dan sudah seharusnya untuk diganti dengan nama yang Islami. jika seorang anak diberi nama dengan nama yang jelas-jelas itu nama orang kafir? Keempat: Nama yang disembah selain Allah. Telah terdapat dalam hadits yang shahih. Bukhari no. 2142) Keenam: Nama yang merupakan nama-nama setan . Hubal. Contoh dari nama semacam ini adalah Huyam dan Suham (jenis penyakit pada unta). Seperti: Khinzab.” Para sahabat bertanya. Yang semisal itu dan diharamkan adalah sayyidunnaas (penghulu para manusia). sayyidul kulli (penghulu seluruh manusia). Dahulu namaku pun Barrah. ِ َ ْ َ َ َِ ّ َ َ ٌ ُ َ ّ َ ْ ِ ٍ ْ َ َ ْ َ ّ ِ ‫إن أخنع اسم عند ال رجل تسمى ملك الملك‬ ِ “Sesungguhnya nama yang paling jelek di sisi Allah Ta'ala ialah nama "Malikul Amlak" (Maha Raja Diraja)”. Kelima: Nama yang bukan menunjukkan yang mengandung penyucian diri bahkan kedustaan. Maka Zainab binti Abu Salamah berkata kepadaku. Isaf. George. Susan. Nama-Nama yang Dimakruhkan (Tidak Disukai) Pertama: Memberi nama dengan nama-nama yang arti dan lafazhnya tidak disukai oleh jiwa.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Ketiga: Nama dari barat yang merupakan nama khusus untuk orang kafir. Nama-nama ini adalah nama yang haram karena mengandung penyucian diri dan kedustaan. Muslim no. Bagaimana mau membedakan muslim dan kafir. Seharusnya nama yang tepat adalah nama yang menunjukkan tanda bagi seseorang saja dan bukan dimaksudkan sebagai hakikat sifat. (HR.” (HR. Allah Ta'alalah yang lebih tahu siapa saja sesungguhnya orang yang baik atau suci di antara kamu. Qodhi Al Qudhot (Qodhi dari para Qodhi). 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang memberi nama anak dengan nama ini. “Namai dia Zainab. Alberto. ْ ُ ْ ِ ّ ِ ْ ِ ْ َ ِ ُ َْ َ ّ ُ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ‫ل تزكوا أنفسكم ال أعلم بأهل البر منكم‬ ُ “Janganlah kamu menganggap dirimu telah suci. dan tidak boleh pula dengan nama yang mengandung celaan. 6206 dan Muslim no. Ath Thobari rahimahullah mengatakan. Diana.”[3] Seperti: Laata. Ajda’. . Susan. Walhan. merupakan nama berhala yang Dari Muhammad bin 'Amru bin 'Atha dia berkata.

Muhammad Haris. Kecuali Malik. yang menunjukkan dosa dan “Keluargaku sudah sering memanggilku seperti itu dan akhirnya panggilan seperti itu tersebar luas. maka itu tidaklah benar. Begitu pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tidak suka dipanggil Taqiyuddin (penjaga agama). Dhiyauddin (cahaya agama). Qomaruddin (cahaya agama). dan ada sebagian sahabat yang menggunakan nama Malik. Ketiga: Memberi nama dengan nama orang fasiq (yang gemar maksiat). Isrofil. Seperti: Madona. Yasin dan Thoha hanyalah Kelima: Memberi nama dengan nama-nama orang yang terkenal sombong. ‫وأما يذكره العوام أن يس وطه من أسماء النبي فغير صسحيح ليسسس ذلسك فسي حسديث صسحيح ول حسسن ول‬ ‫مرسل ول أثر عن صاحب وإنما هذه الحروف مثل الم وحم والر ونحوها‬ “Adapun yang biasa disebut oleh orang awam bahwa “Yasin” dan “Thoha” adalah di antara nama-nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nurul Islam (cahaya Islam). Mikail. Seperti: Fatin (wanita penggoda). Beliau berkata. Nuruddin agama).[6] Kesebelas: Sebagian ulama (di antaranya Imam Malik) tidak menyukai memberi nama dengan nama-nama surat dalam Al Quran. Nanti akan dikira bahwa nama-nama ini terdiri dari dua orang. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan. Kedelapan: Memberi nama dengan nama yang disandarkan pada lafazh “ad diin” dan “al islam”.”[4] Kesembilan: Menggunakan nama yang bersusun (terdiri lebih dari dua kata atau lebih). Syamsuddin agama). ini jelas haram karena ini sama halnya kelakukan orang musyrik yang menjadikan malaikat sebagai anak perempuan Allah. dan Thoha. hadits hasan. sehingga menimbulkan kerancuan apakah yang dinamai tersebut satu atau beberapa orang. artinya orang yang menghidupkan agama. Apalagi jika nama tersebut terdiri dari tiga kata atau bahkan sampai tujuh kata?! Kesepuluh: Sebagian ulama tidak menyukai memberi nama dengan nama para Malaikat yang khusus bagi mereka.[5] Sedangkan menamai anak perempuan dengan nama malaikat. Zahm (sempit). kapan orang tersebut menghidupkan agama? An Nawawi rahimahullah tidak suka dipanggil dengan Muhyiddin. Keempat: Memberi nama maksiat. Ketujuh: Memberi nama dengan nama-nama hewan. Penamaan seperti di atas terlarang karena kebesaran kedua lafazh Islam dan Diin. Keenam: Memberi nama dengan nama yang tidak memotivasi diri. Seperti: Zhalim. Seperti: (cahaya (cahaya (pedang Muhyiddin (yang menghidupkan agama). Seperti: Muhammad Firdaus. Britney. Muhammad Ahmad. Pertanyaannya. ada Muhammad sendiri. nama ini bersekutu antara manusia dan malaikat. Oleh karena itu mengaitkan nama tersebut pada Islam dan Diin adalah suatu kebohongan. Qorun. Kalb atau Kulaib (anjing). Tidak ada satu pun hadits shahih. Haamaan. Seperti: Fir’aun.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Kedua: Memberi nama dengan nama-nama yang menimbulkan syahwat. Syadi atau Syadiyah (biduanita). Seperti: Himar (keledai). Seperti: Jibril. Ambil misal orang yang namanya Muhyiddin. ada Firdaus sendiri. . seperti: Yasin. Bagong. hadits mursal atau pun atsar sahabat yang menyatakan demikian. Saiful Islam Islam). Seperti: Hazn (sedih).

” (HR. Abu Daud no." Ibnu Musayyib berkata. Perhatikan dalil-dalil berikut ini. 2839. « ‫أن رسول ال -صلى ال عليه وسلم.[8] Ibnu Baththol mengatakan. 1/378.[10] DAFTAR PUSTAKA [1] Lihat pembahasan di Majmu’ Al Fatawa. “Ashrom”." (HR. [2] Lihat Tasmiyatul Mawlud.« ‫ال عليه وسلم. aku tidak akan merubah nama yang pernah di berikan oleh ayahku.كان يغير السم القبيح‬ َ ِ َ ْ َ ْ ِ ُ َّ ُ َ َ ّ ِّ ّ َ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengganti (merubah) nama yang jelek. قال أنا أصرم. ٌ ْ َ َ َْ ْ َ ‫بل أنت سهل‬ “Sekarang namamu adalah Sahl.”[7] Mengganti Nama Jika memang nama tersebut adalah di antara nama yang haram dan tidak disukai. Tirmidzi no. ia berkata. Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah menceritakan kepada kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada orang-orang. katanya. apalagi jika nama tersebut jelas-jelas nama yang haram untuk digunakan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. haamiim.فقسال رسسول الس -صسلى‬ ّ ُ ُ َ َ ََ ِ ِ ّ َ ُ َ ْ ََ َ ِ ّ ِ َ ّ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ َ ُ َ ُ ً ُ َ ّ َ . sedangkan Zur’ah artinya tumbuh.» ما اسمك «. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bertanya. hal. Dalil mengenai hal ini adalah praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang mengganti nama beberapa sahabat." Namun dia berkata. ia bersama sekelompok orang mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bahwa kakeknya datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam keadaan sedih. alif laam roo dan semacamnya. Dari ‘Aisyah. ia berkata.”[9] Namun merubahnya adalah sesuatu yang lebih afdhol (lebih baik). saya duduk di hadapan Sa'id bin Musayyib maka dia menceritakan kepadaku. "Namaku Hazn. 2139) Dari Usamah bin Akhdari. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari Ibnu 'Umar. Bukhari no. telah mengabarkan kepadaku Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah dia berkata.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI huruf biasa sebagaimana alif laam miim. 4954. Ibnu Tiin mengatakan bahwa khuzunah adalah kerasnya akhlaq. " Beliau bersabda. "Tidak. "Nama kamu adalah Jamilah (artinya: wanita yang cantik).غير اسم عاصية وقال » أنت جميلة‬ ُ َ ِ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َّ ِ ّ َ َُ َّ “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengganti nama 'Ashiyah (artinya: wanita yang suka bermaksiat) seraya berkata. “Siapa namamu?” Ia menjawab. ." (HR. . Beliau bersabda. Muslim no. maka hendaknya diganti dengan nama yang baik sesuai syari’at yang sudah kami terangkan dalam tulisan sebelumnya. ia berkata. “Sekarang namamu berganti menjadi Zur’ah. "Siapakah namamu?" Dia menjawab. "Sesudah itu keluarga terus menerus dalam keadaan khuzunah.” (HR. قال » بل أنت زرعة‬ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ َ ُ َ ْ َ ََ َ َ َ ُ ْ َ “Ada seseorang bernama Ashrom.‫أن النبى -صلى ال عليه وسلم. Syaikh Bakr Abu Zaid. Ahli nasab menyebutkan bahwa keturunan Hazn ini terkenal dengan akhlaknya yang keras. ‫أن رجل يقال له أصرم كان فى النفر الذين أتوا رسول ال -صلى ال عليه وسلم. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). ‫أن المر بتحسين السماء وبتغيير السم إلى أحسن منه ليس على الوجوب‬ ُ ُ ْ ََ َ ْ َ ُ ْ ِ َ ْ َ َِ ْ ِ ِ ِ ْ َ ِ َ َ ْ َْ ِ ِ ْ َ ِ ْ َْ ّ َ “Perintah untuk memperbagus nama dan merubah nama menjadi yang lebih baik bukanlah suatu yang wajib. 46. lalu beliau bertanya. Ashrom artinya terpotong. 6193).

Ibnu Hajar Al Asqolani. ‫كل غلم رهينة بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويسمى‬ ّ َ ُ َ ُ َْ ُ َ ِ ِ ِ َ َ ْ َ ُ ْ َ ُ َ ْ ُ ِ ِ َ ِ َ ِ ٌ َ ِ َ ٍ َ ُ ّ ُ "Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya.” (HR. [5] Lihat Al Ishobaah fi Tamyiz Ash Shohabah. 169. Ahmad 5/12. ‫مع الغلم عقيقة ، فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الذى‬ َ َ ُ ْ َ ُ ِ ََ ً َ ُ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ٌ َ ِ َ ِ َ ُ ْ َ َ “Pada anak lelaki ada perintah 'aqiqah. ِ ِ ْ َ ِ َ ِ ِ ِ ّ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ِْ ُ َ ِ َ َ َ َ َ ٍ َ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ‫عق رسول ال -صلى ال عليه وسلم. Tirmidzi no. Abu Daud no. قال فوزنته فكان وزنه درهما أو بعض درهم‬ "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengakikahi Hasan dengan seekor kambing. BAB IV MENGGUNDUL RAMBUT KEPALA BAYI PADA HARI KETUJUH Pensyariatan Menggundul Rambut Kepala Dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata. Abu Isa berkata. digundul rambutnya dan diberi nama. Ibnu Majah nol. An Nasai no. Bukhari no. hal." Kemudian beliau bersabda. 10/577. Darul Qolam. hal. [9] Idem. Lihat Al Irwa’ 1175) Dari Salman bin ‘Ami Adh-Dhobbi. 10/575. Dan Abu Ja'far Muhammad bin Ali bin Al Husain belum pernah bertemu dengan Ali bin Abu Thalib. 3165. 1519. dan beratnya sekadar uang satu dirham atau sebagiannya. namun hanya maqthu’. [10] Pembahasan ini adalah faedah dari tulisan Syaikh Bakr Abu Zaid dalam kitab Tasmiyatul Mawlud." Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini telah di-washolkan/disambungkan oleh Al Hakim. 2838. 4220. 127. gundullah rambutnya lalu sedekahkanlah perak seberat rambutnya. hal. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.عن الحسن بشاة وقال » يا فاطمة احلقى رأسه وتصدقى بزنة شسسعره‬ ِ ّ ُ َُ َّ ٍ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ ً َ ْ ِ ُ ُْ َ َ َ َ ُ ْ ََ َ َ َ َ ً ّ ِ ‫فضة «. [6] Lihat Tasmiyatul Mawlud. [4] Lihat Tasmiyatul Mawlud. Maktabah Darul Bayan. Renungkanlah! Aturan dalam Mencukur Rambut Kepala Pertama: Menggundul rambut kepala disunnahkan dilakukan pada hari ketujuh sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits . Abu Daud no. 54-55. "Wahai Fatimah. 2840." (HR. yaitu perkataan tabi’in). "Hadits ini derajatnya hasan gharib dan sanadnya tidak bersambung. [8] Lihat Fathul Baari. disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya." Ali berkata. maka potongkanlah hewan sebagai akikah dan buanglah keburukan darinya. Riwayat terakhir ini menunjukkan bahwa mencukur rambut bayi akan membuat bayi tersebut terbebas dari kotoran. "Aku kemudian menimbang rambutnya. (HR. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari ‘Ali bin Abu Thalib ia berkata. 3/338-359. hal. dia berkata bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Ustadz Abdul Hakim bin Amr Abdat." (HR. 57. Ibnul Qayyim. Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa “imathotul adza” (membuang keburukan) dalam hadits ini adalah mencukur rambut bayi. Dinukil dari “Menanti Buah Hati dan Hadiah untuk yang Dinanti”. 5472). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Darul Ma’rifah. Berarti bayi yang tidak dicukur rambutnya adalah kebaikan dari hal tersebut.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI [3] Dinukil dari Fathul Bari. 1379. [7] Tuhfatul Mawdud.

Muslim disebutkan bahwa Ibnu ‘Umar Bersedekah Seberat Timbangan Rambut dengan Perak Dalam hadits ‘Ali bin Abi Tholib di atas terdapat pelajaran untuk bersedekah dari rambut bayi yang telah dicukur (digundul).‫الصبى ويترك بعض‬ ٌ ْ َ ُ َ ْ َُ ّ ِّ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qoza’. disebut qoza’. Atau boleh pula dengan uang seharga 1 gram perak tadi. berarti sedekahnya adalah dengan 1 gram perak.” (HR. ia berkata. Madzhab Syafi’iyah melarang qoza’ secara mutlak termasuk laki-laki dan perempuan. Sedekah ini diserahkan kepada fakir miskin yang membutuhkan. 5921 dan Muslim no.نهى عن القسزع.650[2].صلى ال عليه وسلم . 5. Misalnya harga 1 gram perak ketika itu adalah Rp. Yahya bin Syarf An Nawawi. ِ ْ َ ‫َ َ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ِ َ ِ ٍ َ َ ْ َ َ ُ َ َ ُ َْ ُ َ ْ ض‬ ‫أن رسول ال -صلى ال عليه وسلم. DAFTAR PUSTAKA [1] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI di atas. atau boleh pula sedekah dengan uang seharga perak. Inilah yang dipilih oleh An Nawawi.” Aku (Umar bin Nafi’) berkata pada Nafi’. Ini berlaku untuk bayi laki-laki dan perempuan karena syariat untuk laki-laki berlaku juga untuk perempuan kecuali jika ada dalil pembeda. [2] Ini harga perak yang kami ketahui infonya dari pedagang emas-perak saat kami membuat tulisan ini. “Qoza’ adalah menggundul sebagian kepala anak kecil dan meninggalkan sebagian lainnya. Yang dimaksud makruh di sini adalah makruh tanzih (artinya: sebaiknya ditinggalkan). setelah itu sedekah dengan perak sesuai dengan hasil timbangan tadi. yaitu menggundul sebagian kepala saja dan meninggalkan yang lainnya secara mutlak. 5. Dar Ihya’ At Turots.”[1] Gundul Kepala untuk Bayi Tanya: Apakah ketentuan menggundul kepala bayi itu berlaku untuk bayi laki-laki dan perempuan ataukah hanya berlaku untuk bayi laki-laki saja? Kapankah menggundul ini dilakukan? Jawab: Pada asalnya menggundul kepala bayi adalah suatu yang dianjurkan..” (HR. 2120) Definisi qoza’ sebagaimana yang diterangkan oleh Nafi’ di atas. Dari Ibnu ‘Umar. Namun apakah hanya berlaku untuk laki-laki . 14/101. Kedua: Tidak boleh mencukur sebagian kepala saja dan meninggalkan sebagian lainnya. “Para ulama berijma’ (sepakat) bahwa qoza’ itu dimakruhkan jika rambut yang digundul tempatnya berbeda-beda (misalnya: depan dan belakang gundul.-. قسسال قلست لنسسافع ومسسا القسزع قسسال يحلسق بعس ُ رأس‬ ِ ّ َ َُ َّ .. berarti sedekahnya adalah dengan Rp. Bukhari no. ِ َ َْ ِ َ َ َ ‫أن رسول ال . . pen) kecuali jika dalam kondisi penyembuhan penyakit dan semacamnya.نهى عن القزع‬ ِ ّ َ َُ َّ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qoza’. An Nawawi rahimahullah mengatakan. Muslim no.650. “Apa itu qoza’?” Nafi’ menjawab. 1392. 2120) Dalam riwayat mengatakan. Misalnya berat rambut yang telah digundul adalah 1 gram. bagian samping tidak gundul. Caranya adalah rambut bayi tersebut ditimbang.

sanadnya shahih menurut Syaikh Syu’aib al Arnauth). “Setiap bayi laki-laki itu tergadai dengan akikahnya. Akikah tersebut disembelih pada hari ketujuh. (HR Baihaqi dalam Syuabul Iman no 8629).كان يقول » كل غلم مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه‬ ِ ّ ّ َِ ّ َ َ َ ُ َ ْ َ ‫. Husain.» ويماط عنه الذى ويسمى‬ ّ َ َُ َ َ ُ ْ َ ُ َ َُ Dari Samurah.” (HR. ِ ِ ِ َ َ ْ َ ُ ْ َ ُ َْ ُ ِ َِ ِ َ ِ ٌ َ َْ ُ ٍ َ ُ ّ ُ ُ ُ َ َ َ ‫عن سمرة أن نبى ال -صلى ال عليه وسلم. Diriwayatkan dengan sanad yang mursal bahwa Fathimah menggundul kepala al Hasan. dihilangkan kotoran darinya dan diberi nama.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI ataukah juga berlaku untuk perempuan maka ini adalah permasalahan yang diperselisihkan oleh para ulama. Sedangkan waktu pelaksaan menggundul bayi adalah sama dengan waktu akikah sebagaimana yang terdapat dalam hadits yaitu hari ketujuh. sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Sebagaimana bayi perempuan dianalogkan dengan bayi laki-laki dalam masalah diakikahi pada hari ketujuh maka bayi perempuan juga digundul sebagaimana bayi laki-laki karena illah/sebab hukumnya adalah sama. Ahmad no 20201. Jadi bayi perempuan tidaklah beda dengan bayi laki-laki dalam hal ini selain dalam masalah kadar akikah. BAB V SUNNAH AQIQAH BAGI SI BUAH HATI Pengertian Aqiqah . Zainab dan Umm Kultsum lalu bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya. Zainab dan Umm Kultsum. Untuk laki-laki dua ekor kambing sedangkan untuk perempuan seekor kambing karena adanya kesamaan illah antara bayi laki-laki dengan bayi perempuan. Menimbang realita bahwa bayi perempuan itu diakikahi maka konsekuensinya rambut kepalanya juga harus digundul. [Pertimbangan kedua] Dalam hadits disebutkan. Fathimah binti Rasulillah menimbang rambut Hasan. Kambing yang disembelih untu bayi disebut akikah karena ketika itu rambut bayi digundul. Para ulama menafsirkan ‘dihilangkan kotoran darinya’ dengan menggundul kepala. Insya Allah pendapat yang benar ketentuan ini berlaku untuk bayi laki-laki dan bayi perempuan dengan dua pertimbangan: [Pertimbangan pertama] Dalam bahasa arab akikah adalah istilah untuk rambut yang ada pada bayi saat dilahirkan sebagaimana yang dikatakan oleh dua orang pakar bahasa Arab yaitu al Asma’i dan Ibnu Qutaibah. al Husain. ‫عن جعفر بن محمد بن علي عن أبيه أنه قال : وزنت فاطمة بنت رسول ال صلى ال عليه و سلم شعر‬ ‫حسن و حسين و زينب و أم كلثوم فتصدقت بوزن ذلك فضة‬ Dari Ja’far bin Muhammad bin Ali dari ayahnya.

digundul rambutnya dan diberi nama. "Hadits 'Aisyah ini derajatnya hasan shahih. ‘Aisyah. "Dalam bab ini ada hadits serupa dari Ali dan ummu Kurz. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih) Keempat: Hadits Ibnu ‘Abbas. . Salman bin Amir dan Ibnu Abbas.‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. ia berkata. 5472) Kedua: Hadits Samuroh bin Jundub. قال وفى‬ ِ َ َ َ ٌ َ ِ َِ َ ْ ِ َ َ ِ ََِ َ ُ ِ َ َ ِ َ ُ ْ ِ َ ْ ُ َ َ َ ِ ّ َ ُ َ ّ َ َ ْ َ َْ َ ِ ْ َ ٍ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ َ ٍ َ ََ ٍ ْ َ ِ ْ ّ ِ ْ َ َ َ َ ْ َ ُ ِ ََ َ َ ُ َ َ َ َ ْ َ ُ َ ٍ ْ ُ ّ َُ ّ َِ ْ َ ِ َ ْ ‫الباب عن على وأم كرز وبريدة وسمرة وأبى هريرة وعبد ال بسن عمسرو وأنسس وسسلمان بسن عسامر وابسن‬ ِ ٍ ْ َ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ّ ِ ْ َ ُ ْ ِ َ ِ ُ َ ْ َ َ ٌ ِ َ ٌ َ َ ٌ ِ َ َ َ ِ َ ُ ِ َ َ ِ َُ َ َ ٍ ّ َ ‫عباس.)يعق‬yaitu memotong. Sedangkan secara istilah. 1513. para fuqoha tabi’in. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. disembelihkan untuknya pada hari ketujuh." (HR. Buraidah. masingmasing satu ekor gibas (domba jantan). Abdullah bin Amru.‫الصديق‬ ِ ّّ Dari Yusuf bin Mahak.قسال » كسل غلم رهينسة بعقيقتسه تذبسح عنسه يسوم‬ ِ ّ َ ُ َ ّ َ ٍ ُ ُْ ِ ْ ََ ُ َ ْ َ « ‫سابعه ويحلق ويسمى‬ ّ َ ُ َ ُ َْ ُ َ ِ ِ ِ َ Dari Samuroh bin Jundub.” (HR. maka sembelihlah (aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya. 2841." Ia berkata.[1] Pensyariatan Aqiqah Aqiqah adalah sesuatu amalan yang disyari’atkan oleh kebanyakan ulama semacam Ibnu ‘Abbas. قال أبو عيسى حديث عائشة حديث حسن صسحيح. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih[3]) Ibnu Majah nol. sedangkan rambut kepala si bayi dicukur pula ketika itu." (HR.عق عن الحسن والحسين كبشا كبشا‬ ً َْ ً َْ ِ َْ ُ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ّ َ ِ ّ َ ُ َ ّ َ ٍ َّ ِ ْ ِ َ َ ْ َ ُ ْ َ ُ َْ ُ ِ َِ ِ َ ِ ٌ َ ِ َ ٍ َ ُ ّ ُ َ َ ‫عن سمرة بن جندب أن رسول ال -صلى ال عليه وسسلم. َ َ ِ َ ّ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ ْ ِ َ َ َُ َ َ ِ َ ْ ّ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ ْ َ ََ َُ َ ْ ُ َّ َ َ َ ِ ْ َ ُ ُ ْ َ ‫عن يوسف بن ماهك أنهم دخلوا على حفصة بنت عبد الرحمسن فسسألوها عسن العقيقسة فسأخبرتهم أن عائشسة‬ ‫أخبرتها أن رسول ال -صلى ال عليه وسلم.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Mengenai pengertian aqiqah disebutkan dalam kitab-kitab para ulama –semisal dalam kitab fiqh Syafi’iyah-. 2838. Ibnu ‘Umar. 3165. Dalil pensyariatan aqiqah adalah sebagai berikut. aqiqah adalah sebutan ّ َِ ّ َ untuk rambut yang berada di kepala si bayi ketika ia lahir. "Pada (setiap) anak lakilaki (yang lahir) harus diaqiqahi. Anas. sementara maksud Hafshah dalam hadits tersebut adalah (Hafshah) binti 'Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq. Ahmad 5/12. An Nasai no. mereka pernah masuk menemui Hafshah binti 'Abdirrahman. Aqiqah dinamakan dengan sebabnya karena menyembelihnya berarti ( ّ َُ ‫ . Dari Ibnu ‘Abbas.‫عن ابن عباس أن رسول ال -صلى ال عليه وسلم.» مسع الغلم عقيقتسه فسأهريقوا عنسه‬ ِ ّ ُ ُ َ َ َ َ َ ّ ّّ ٍ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ « ‫دما وأميطوا عنه الذى‬ َ َ ُ ْ َ ُ ِ ََ ً َ “Dari Salman bin 'Amir Adh Dhabbi. Tirmidzi no. ُ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ُ َُ ِ َ ِ َ ُ ْ َ َ ‫عن سلمان بن عامر الضبى قال قال رسول ال -صلى ال عليه وسسلم. "Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. aqiqah berarti sesuatu yang disembelih ketika menggundul kepala si bayi. Pertama: Hadits Salman bin ‘Amir.)عق يعق‬Secara bahasa. Mereka bertanya kepadanya tentang hukum aqiqah. Samurah." Abu Isa berkata." (HR. وحفصسة هسى بنست عبسد الرحمسن بسن أبسسى بكسر‬ . bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk menyembelih dua ekor kambing yang hampir sama (umurnya[2]) untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. 4220. mengatakan bahwa hadits ini shahih) Syaikh Al Albani Ketiga: Hadits –Ummul Mukminin. Abu Daud no.أمرهم عن الغلم شاتان مكافئتان وعن الجارية شاة. Bukhari no. Abu Daud no. ia berkata. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. . dan para ulama di berbagai negeri. Hafshah mengabarkan bahwa 'Aisyah pernah memberitahu dia. yaitu aqiqah berasal dari kata (‫ . Abu Hurairah. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain.

juga berdasarkan hadits lainnya. para ulama terdapat silang pendapat. –Demikian dikatakan oleh Asy Syaukani dalam Nailul Author-[4] Hadits dari jumhur ulama yang menyatakan hukum aqiqah adalah sunnah berpegang pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.mengatakan. ia berkata. ia berkata. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa hukum aqiqah itu tidak wajib dan juga tidak sunnah. 5472).[6] Lalu bagaimana dengan pendapat Imam Abu Hanifah dan pengikutnya yang menyatakan bahwa hukum aqiqah tidak wajib dan tidak pula sunnah? Ibnul Mundzir –sebagaimana dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Al Fath. sebagian ulama menyatakan bahwa hukum aqiqah itu wajib semacam ulama Zhohiriyah (Daud. Jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dua hadits ini dikuatkan satu dan lainnya. maka lakukanlah. maka lakukanlah. Abu ‘Umr mengatakan. Berdasarkan hadits. Lalu beliau bersabda. dikeluarkan oleh Abu Daud. Sedangkan jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah sunnah. dari Zaid bin Aslam dari seorang Bani Dhomroh dari pamannya. “Ulama Hanafiyah (ashabur ro’yi) yang mengingkari sunnahnya aqiqah telah menyelisihi hadits-hadits shahih mengenai hal ini. maka ia suka dinusuk (diaqiqahi). ia menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai aqiqah. Ibnu Hazm. dari Sufyan. maka sembelihlah (aqiqah) untuknya" (HR.”[5] Hadits ini menunjukkan bahwa aqiqah itu tidak wajib karena di sini dikatakan boleh memilih. Dalil ini adalah indikasi yang memalingkan perintah yang disebutkan dalam hadits-hadits yang memerintahkan aqiqah kepada perintah sunnah.” Al Bazzar dan Abusy Syaikh juga telah mengeluarkan hadits tentang aqiqah dari Abu Sa’id.” Hadits ini pun memiliki penguat dari hadits ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya. Bukhari no. ْ َ ْ َ ْ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ َ ّ َ َ َ ََ ُ َ َ ُِ ْ َ ‫من ولد له ولد فأحب أن ينسك عنه فليفعل‬ “Siapa saja yang dilahirkan anak untuknya. dan Al Hasan Al Bashri. “Aku tidak mengetahui hadits tersebut marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) kecuali dari dua riwayat ini.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Hukum Aqiqah Setelah kita melihat hadits-hadits tentang pensyariatan aqiqah di atas. dkk).”[7] Dalam riwayat Sa’id bin Manshur. “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai aqiqah sedangkan beliau di mimbar di Arofah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. lantas apakah hukum aqiqah itu sendiri? Wajib ataukah sunnah? Mengenai masalah ini. Bahkan akhir hadits jelas-jelas menetapkan . "Pada (setiap) anak lakilaki (yang lahir) harus diaqiqahi. ‫مع الغلم عقيقته فأهريقوا عنه دما‬ ً َ ُ ْ َ ُ ِ ْ ََ ُ َُ ِ َ ِ َ ُ ْ َ َ “Dari Salman bin 'Amir Adh Dhabbi. Sebagian mereka berdalil dengan hadits riwayat Imam Malik dalam Al Muwatho’ dari Zaid bin Aslam dari seorang Bani Dhomroh dari ayahnya. ْ َ ْ َ ْ َ ِ ِ ََ ْ َ َ ُ ْ َ ْ َ ّ َ َ ْ َ ‫من أحب أن ينسك عن ولده فليفعل‬ “Barangsiapa yang senang untuk mengaqiqahi anaknya. ‫ل أحب العقوق‬ ُُ ْ ّ ِ ُ َ “Aku tidak menyukai aqiqah”. namun hadits tersebut bukanlah jadi hujjah bagi yang menyatakan tidak disyari’atkannya aqiqah. lalu beliau menyebutkan semacam tadi. seakan-akan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai penamaan aqiqah.

”[8] Kesimpulan: Aqiqah adalah suatu yang disyariatkan tidak sebagaimana pendapat ulama Hanafiyah. Hatinya akan begitu lapang setelah diaqiqahi.mengatakan. Jika seorang anak tidak diaqiqahi maka keadaannya akan selalu gelisah layaknya orang yang berutang dan menggadaikan barangnya. Inilah pendapat yang lebih tepat tentang maksud hadits tersebut. Sayyid Sabiq -rahimahullah.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI disyariatkannya aqiqah.”[9] Sayyid Sabiq menyatakan bahwa jika si ayah dalam keadaan sulit sekalipun hendaklah melakukan aqiqah. Apa yang beliau utarakan senada dengan perkataan Imam Ahmad -rahimahullah-. aqiqah adalah sebab seorang anak akan mendapatkan kemaslahatan. Sedangkan kami sendiri lebih cenderung pada pendapat jumhur (mayoritas) ulama yang menyatakan hukum aqiqah adalah sunnah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tetap melakukan aqiqah . Sedangkan yang dimaksud dalam hadits adalah lebih utama menyebut aqiqah dnegan nasikah atau dzabihah.[11] Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin juga pernah menjelaskan maksud hadits di atas.” Para ulama berselisih pendapat mengenai maksud hadits di atas. Imam Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa jika seorang anak tidak diaqiqahi. hatinya pun tidak begitu gelisah dan semakin mudah dalam aktivitasnya. dia tidak akan memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya. Namun sudah sepantasnya bagi orang yang mampu yang diberi kelebih rizki oleh Allah Ta’ala tidak meninggalkan syari’at yang mulia ini. Imam Ahmad pernah berkata. aqiqah itu dituntut dari setiap orang yang menanggung nafkah si bayi. Telah dinukil dari Ibnu Abid Dam dari beberapa sahabat mengenai penamaan semacam ini sebagaimana tidak disukai pula menyebut Isya dengan ‘atamah. . Beliau berkata. . dan dilarang menyebutnya dengan aqiqah. Ash Shon’ani -rahimahullah. ‫إذا لم يكن عنده ما يعق ، فاستقرض ، رجوت أن يخلف ال عليه ، إحياء سنة‬ ٍ ُّ َ َ ْ ِ ْ ََ ّ َ ِْ ُ ْ َ ْ َ َ َ َ ْ َ ْ َ ّ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ َ َ ُ “Jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mengaqiqahi (buah hatinya). Sedangkan ulama yang mewajibkan aqiqah adalah Al Laits dan Daud Azh Zhohiri. Telah diriwayatkan oleh penyusun kitab sunan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain masing-masing dengan satu ekor kambing. walaupun si ayah (yang membiayai aqiqah) adalah orang yang dalam keadaan sulit.”[10] Manfaat Aqiqah Dalam hadits disebutkan.”[12] Siapa yang Dituntut Melaksanakan Aqiqah? Aqiqah dituntut pada ayah selaku penanggung nafkah. “Sebagian ulama mengartikan “setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya” bahwasanya aqiqah adalah sebab anak tersebut terlepas dari kegelisahan dalam maslahat agama dan dunianya. “Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad (sunnah yang amat dianjurkan). Sebagaimana disebutkan dalam Subulus Salam. Jadi.memiliki perkataan yang amat baik. ِ َِ َِ ِ ٌ َ ِ َ ٍ َ ُ ّ ُ ‫كل غلم رهينة بعقيقته‬ “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. begitu pula sahabatnya. Selain ayah boleh menanggung biaya aqiqah. Aqiqah ini diambil dari harta ayah dan bukan harta anak. “Menurut Imam Asy Syafi’i. Beliau –rahimahullahmengatakan. Aku berharap ia mendapatkan ganti di sisi Allah karena ia berarti telah menghidupkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hukumnya berkisar antara wajib dan sunnah. maka hendaklah ia mencari utangan. namun dengan seizin ayahnya.

At Taghobun: 16). “Riwayat yang menyatakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi dirinya setelah diangkat menjadi Nabi adalah riwayat yang (lemah) dari setiap jalannya. Namun jika aqiqah itu diambil dari harta anak. “Aku jawab bahwa yang dimaksud dengan aqiqah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada keduany adalah perintah beliau kepada kedua orang tuanya. inilah pendapat yang dikuatkan oleh Al Anwar. Ada sebuah pertanyaan yang pernah diajukan kepada beliau –rahimahullah-. maka itu tidak dibolehkan bagi wali (orang tua) untuk melakukannya. aqiqah itu dituntut khusus dari ayah. maka ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri. ”[14] Bagaimana Jika Tidak Mampu Aqiqah? Aqiqah tentu saja melihat pada kemampuan orang yang bertanggung jawab untuk aqiqah. atau boleh jadi pula beliau yang memberikan hewan yang akan dijadikan aqiqah.[16] Sebagaimana pula dikatakan dalam salah satu kitab Syafi’iyah. namun setelah itu ia mendapati kemudahan pelaksanaan aqiqah sebelum hari ketujuh kelahiran. kecuali jika ayahnya tersebut mati atau terhalang tidak bisa memenuhi aqiqah. Sedangkan sebagian orang yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi dirinya sendiri setelah diangkat sebagai Nabi. atau barangkali lagi Al Hasan dan Al Husain menjadi tanggungan nafkah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena kedua orang tua mereka adalah orang yang kurang mampu. Namun tentu saja yang utama adalah ayah yang menanggung biaya ini. Akan tetapi ulama Syafi’iyah menganjurkan dilaksanakannya aqiqah jika masih dalam masa nifas. Asy Syarbini -rahimahullah-. apalagi ayahlah yang sudah jelas penanggung nafkah keluarga. Kifayatul Akhyar. maka sebagian ulama belakangan tidak memerintahkan untuk dilaksanakan aqiqah. ْ ُْ َ َْ َ ّ ‫فاتقوا ال ما استطعتم‬ َ ُّ َ “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. “Apabila seseorang tidak diaqiqahi ketika kecil. orang tua yang mampu mengaqiqahi.”[15] Lalu bagaimana jika bayi sebenarnya mampu diaqiqahi ketika lahir.”[13] Dalam masalah ini berarti ada perselisihan pendapat. anak tersebut belum juga diaqiqahi. Asy Syarbini –rahimahullah. ia tetap dianjurkan mengaqiqahi anaknya meskipun anaknya sudah dewasa. Wallahu a’lam. dalam Al Majmu’ disebut sebagai pendapat yang batil. apakah ia tetap dianjurkan untuk diaqiqahi ketika dewasa? Apa saja batasan masih dibolehkannya aqiqah?” . namun sampai dewasa. Karena aqiqah itu termasuk pemberian cuma-cuma (tabarru’) dari orang tua sehingga tidak boleh hewan aqiqah diambil dari harta anak. siapakah yang dituntut melaksanakan aqiqah. ia belum juga diaqiqahi? Menurut ulama Syafi’iyah. “Jika orang tua tidak mampu melakukan aqiqah pada saat kelahiran. Sehingga kurang tepat jika aqiqah dibebankan pada anak atau ibu yang sama sekali bukan orang yang bertanggung jawab mencari nafkah keluarga.menjelaskan. Lalu bagaimanakah dengan aqiqah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap cucunya –Al Hasan dan Al Husain-? Dijawab oleh salah seorang ulama Syafi’iyah.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Sedangkan menurut ulama Hambali. maka ketika itu ia disunnahkan melaksanakan aqiqah. Karena Allah Ta’ala berfirman. Jika orang tua mendapati kemudahan pelaksanaan aqiqah setelah hari ketujuh dan masih tersisa sedikit waktu istri mengalami nifas.”[17] ulama bahwa sendiri dho’if Pendapat yang bagus tentang masalah ini diterangkan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin. Jika sampai dewasa.

Darul Ma’rifah. Ahmad 5/430 dan Abu Daud 2842. [8] Fathul Bari. maka aqiqahnya jadi gugur termasuk pula ketika ia dewasa.hal. [7] HR. kaset 95. Darul Kutub Al ‘Arobi. [14] Mughnil Muhtaj. 3/326. meskipun setelah itu kondisinya serba cukup. Ta’liq: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan. [18] Liqo-at Al Bab Al Maftuh. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan. Ibnu Qudamah Al Maqdisi. 1379. 4/391. 705. cetakan pertama. maka sampai dewasa pun si anak dituntut untuk diaqiqahi.Wallahu a’lam. Darul Ma’rifah. maka ini pendapat yang perlu dikritisi. Ahmad 2/182. Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani. Darul Fikr. [5] HR.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Beliau -rahimahullah. Taqiyuddin Abu Bakr bin Muhammad bin Al Husaini Al Hushni Ad Dimasyqi Asy Syafi’i. Sedangkan jika orang tuanya mampu melaksanakan aqiqah ketika ia lahir. 8/154. cetakan pertama. no. [9] Fiqh Sunnah. 19. 1418 H. [6] Nailul Author. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah. Sayyid Sabiq. DAFTAR PUSTAKA [1] Lihat Mughnil Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani Alfazhi Al Minhaj (Kitab Syarh Minhaj Ath Tholibin). Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin. Muhammad bin Al Khotib Asy Syarbini. [12] Liqo-at Al Bab Al Maftuh. Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin. Mawqi’ Al Waroq. 1405 [11] Subulus Salam Syarh Bulughil Marom. Darul Kutub Al ‘Arobi. 9/588. Adapun jika si anak mengaqiqahi dirinya ketika dewasa. 4/390. tahun 1427 H. cetakan pertama. [10] Al Mughni. [3] Namun pembahasan mengenai hadits ini -insya Allah. maka pada saat itu anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa. 4/391. untuk masalah ini kembali ke kemampuan sang ayah ketika bayi itu lahir. [2] Sebagaimana keterangan dari Sayyid Sabiq dalam catatan kaki kitab Fiqh Sunnah. 11/120. maka aqiqah menjadi gugur karena ia tidak memiliki kemampuan. BeirutLebanon. maka ia tidak punya kewajiban apa-apa walaupun mungkin setelah itu orang tuanya menjadi kaya. Beirut. Jika ayahnya di hari kelahiran termasuk orang yang tidak mampu untuk melaksanakan aqiqah. Sedangkan jika sang ayah adalah orang yang mampu ketika itu. hal. Muhammad bin Isma’il Ash Shon’ani. maka ia tidak diwajibkan mengeluarkan zakat. 1422 H. 3/327. no. Jadi apabila keadaan orang tuanya tidak mampu ketika pensyariatan aqiqah.memberikan jawaban –di antaranya-. 705. . Sebagaimana apabila seseorang miskin ketika waktu pensyariatan zakat. kaset 234.”[18] Intinya. [4] Nailul Author. Ibnu Hajar Al Asqolani. namun ia menunda aqiqah hingga anaknya dewasa. “Apabila orang tuanya dahulu adalah orang yang tidak mampu pada saat waktu dianjurkannya aqiqah. Maktabah Al Ma’arif. [16] Lihat Mughnil Muhtaj.akan disinggung selanjutnya pada pembahasan “hewan yang diaqiqahi” dalam tulisan serial kedua. 6 [19] Lihat Kifayatul Akhyar. 4/337. [13] Idem. [17] Kifayatul Akhyar fii Halli Ghoyatil Ikhtishor. [15] Idem. 8/154. Karena Imam Asy Syafi’i sendiri tidak memerintahkan agar si anak mengaqiqahi dirinya sendiri[19].

عق عن الحسن والحسين كبشا كبشا‬ ً َْ ً َْ ِ َْ ُ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ّ َ ِ ّ َ ُ َ ّ َ ٍ َّ ِ ْ ِ َ Dari Ibnu ‘Abbas. sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. ia berkata. Abu Daud. Dalil ketiga: Hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma . “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Dalil pertama: Hadits Ummu Kurz Al Ka’biyyah radhiyallahu ‘anha. Adapun Imam Asy Syafi’i. Imam Malik berpendapat bahwa laki-laki dan perempuan diaqiqahi dengan masing-masing satu kambing. saya mendengar Ahmad berkata. Abu Daud no. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ٌ َ ِ َِ َ ْ ِ َ َ ِ ََِ َ ُ ِ َ َ ِ َ ُ ْ ِ َ ْ ُ َ َ َ ‫أن رسول ال -صلى ال عليه وسلم. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dua hadits ini dengan jelas membedakan antara aqiqah anak laki-laki dan anak perempuan. di sini terdapat silang pendapat di antara para ulama." Abu Daud berkata. masingmasing satu ekor domba. 3162. ia berkata. “Mukafiatani yaitu yang sama atau saling berdekatan. Tirmidzi no. dan Imam Ahmad berpendapat bahwa laki-laki hendaknya diaqiqahi dengan dua ekor kambing. Anak laki-laki dengan dua ekor kambing. Abu Tsaur. Akan tetapi Apakah yang disembelih ketika aqiqah adalah satu ekor kambing atau dua ekor.” (HR. sedangkan perempuan dengan satu ekor kambing. 1513. Abu Daud no. untuk anak laki-laki aqiqah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing. "Untuk anak laki-laki dua kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu kambing. saya mendengar Rasulullah shallallahu wa 'alaihi wa sallam bersabda. . ِ َ َ ِ ََِ َ ُ ِ َ َ ِ َ ُ ْ ِ َ ُ ُ َ ‫عن أم كرز الكعبية قالت سمعت رسول ال -صلى ال عليه وسلم.‫الجارية شاة «.أمرهم عن الغلم شاتان مكافئتان وعن الجارية شاة‬ ِ ّ َ َُ َّ BAB VI JUMLAH DAN JENIS HEWAN AQIQAH Perselisihan Diaqiqahi Ulama Mengenai Jumlah Hewan yang “Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka.[1] Perselisihan di atas berasal dari perbedaan dalil dalam masalah tersebut.يقول » عن الغلم شاتان مكافئتان وعسن‬ ِ ّ َ ُ َ ُ ْ ِ َ ْ َ َ ِ ِّْ َ ْ ٍ ْ ُ ّ ُ ْ َ . At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.” (HR. قال أبو داود سمعت أحمد قال مكافئتان أى مستويتان أو مقاربتان‬ ِ ََِ َ ُ ْ َ ِ ََ ِ َْ ُ ْ َ ِ ََِ َ ُ َ َ َ َ ْ َ ُ ْ ِ َ َ ُ َ َُ َ َ ٌ َ ِ َِ َ ْ Dari Ummu Kurz Al Ka'biyyah.” (HR. 2841. Ada beberapa dalil yang digunakan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dalil kedua: Hadits Ummul Mukminin. 2834 dan Ibnu Majah no. yaitu sebagai berikut.‫عن ابن عباس أن رسول ال -صلى ال عليه وسلم.

”[3] Hal yang sama dikatakan pula oleh Ash Shon’ani dalam Subulus Salam[4]. hadits tersebut bukanlah menafikan hadits-hadits mutawatir yang menjelaskan dengan tegas bahwa aqiqah bagi anak laki-laki adalah dengan dua ekor kambing. Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud. itu yang lebih shahih) Namun dalam riwayat An Nasai lafazhnya. Akan tetapi dalam riwayat An Nasai dikatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih masing-masing dua kambing.” (HR.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI riwayat yang menyatakan dengan dua kambing. namun hanya sekedar disunnahkan (dianjurkan) saja. “Aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan masingmasing dengan seekor kambing. pen) bukanlah syarat dalam aqiqah. Akan tetapi riwayat tersebut menunjukkan bolehnya aqiqah kurang dari dua ekor kambing. masingmasing dua ekor domba. namun tidak bisa dijadikan argumen.”[5] ّ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ َ ِ ْ ّ ََ ‫داود فليس في الحديث ما يرد به الحاديث المتواردة في التنصيص على التثنيسة للغلم ، بسل غسايته أن يسدل‬ ِ ْ ّ ِ َ ِ َ َ ُ ْ ِ َ َْ ِ ِ ّ َ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ ََ َ ُ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ً ْ َ َ ْ َ َ َ ْ ّ ِ َ َ َِ َ َ ُ َ ‫على جواز القتصار ، وهو كذلك ، فإن العدد ليس شرطا بل مستحب‬ َ ِ ْ ِ َ َ ََ “Hadits-hadits ini (semacam hadits Ummu Kurz. Dikeluarkan pula dari jalan ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya riwayat yang semisalnya. yaitu dengan satu ekor kambing. ia berkata. “Hadits Ibnu ‘Abbas yang dikeluarkan oleh Abu Daud itu shahih. ‫وهذه الحاديث حجة للجمهور في التفرقة بين الغلم والجارية ، وعن مالك هما سواء فيعق عسن كسل واحسد‬ ِ َ ّ ُ ْ َ ّ ُ ََ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ َِ َ ْ َ َ ُ ْ ْ َ َ ِ ْ ّ ِ ِ ُ ْ ُ ِْ ّ ُ ِ َ َْ ِ ِ َ َ " ‫منهما شاة ، واحتج له بما جاء " أن النبي صلى الس عليسه وسسلم عسق عسن الحسسن والحسسين كبشسا كبشسا‬ ً ْ َ ً ْ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ ْ ْ َ ّ َ َ ّ َ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ِ ّ ّ َ َ َ َ ِ ُ َ ّ َ ْ َ َ َ ُ ِْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ َِ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ ِ ْ ّ ُ َ ُ َ َ ْ َ ْ َ َ ِ ِ ّ ُ َ َ َ ُ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ ‫أخرجه أبو داود ول حجة فيه فقد أخرجه أبو الشيخ من وجه آخر عن عكرمة عن ابن عباس بلفظ " كبشين‬ ‫كبشين " وأخرج أيضا من طريق عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده مثله ، وعلى تقدير ثبسسوت روايسسة أبسسي‬ َِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ َ ََ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َِ ْ َ ْ َ ُ ْ ْ َ ِ َ ْ ِ ً ْ َ َ َ ْ ََ ِ ْ َ ْ َ ، ‫عن الغلم ، وعن الجارية شاة . Ishaq dan Abu Tsaur. Inilah riwayat yang lebih shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadit ini shahih) Hadits Ibnu ‘Abbas yang dikeluarkan oleh Abu Daud.وكان ابن عمر يقول : شاة شاة عن الغلم والجارية‬ ِ َِ َ ْ َ ِ َ ُ ْ ْ َ ٌ َ ٌ َ ُ َ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ ٍ ْ َ ُ ََ ُ َ ْ َِ “Aqiqah untuk anak laki-laki dan anak perempuan boleh sama. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain. Bahkan Ibnu ‘Umar sendiri pernah berkata. An Nasai no. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah mengatakan. Berdasarkan riwayat Abu Daud tadi. jumlah kambing (yaitu dua ekor kambing bagi laki-laki. Itulah maksudnya. Inilah yang dipilih oleh Ibnu ‘Abbas. Manakah yang tepat dalam masalah ini? Pendapat Terkuat dalam Masalah Jumlah Hewan Aqiqah Mengenai hadits Ibnu ‘Abbas yang dikeluarkan oleh Abu Daud di atas. Namun Imam Malik berpendapat bahwa aqiqah pada keduanya itu sama. Asy Syafi’i. Ada pula riwayat yang dikeluarkan oleh Abusy Syaikh dari jalur lain dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas dengan lafazh “masing-masing dua ekor kambing”. Imam Malik beralasan dengan hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain masing-masing dengan satu ekor kambing. ‘Aisyah. itulah yang jadi pegangan Imam Malik untuk menyatakan bahwa aqiqah anak laki-laki sama dengan anak perempuan yaitu dengan satu ekor kambing. ‫وإسحاق ، وأبو ثور . -pen) menjadi argumen yang kuat bagi jumhur (mayoritas) ulama dalam membedakan aqiqah untuk anak laki-laki dan anak perempuan. ‫صحيح لكن في رواية النسائي : كبشين كبشين . Sehingga dari sini.”[2] Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menerangkan. ِ ْ َ ْ َ ِ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ِ ْ َ ُ ْ َ ِ َ َ ْ ْ َ َ ّ َ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ُ ُ َ ّ َ َ َ ٍ َّ ِ ْ ْ َ ‫عن ابن عباس قال عق رسول ال صلى ال عليه وسسلم عسن الحسسن والحسسين رضسي الس عنهمسسا بكبشسين‬ ُ ُ ِ ِ َْ َْ ‫كبشين‬ Dari Ibnu ‘Abbas. وهو الصح‬ Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah mengatakan. Inilah pendapat kebanyakan ulama. 4219.هذا قول أكثسر القسسائلين بهسسا وبسه قسسال ابسن عبسساس ، وعائشسة ، والشسسافعي‬ ّ ِ ِ ّ َ ُ َ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ْ َ َ ِ ِ َ َ ِ َ ِِ َ ْ ِ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ ٌ َ ِ َ ِ َ ْ ْ َ َ ِ َ ُ ْ ْ َ . .

Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. maka sembelihlah (aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya". maka maksud aqiqah tetap sudah terwujud. At Tirmidzi menshahihkannya). ”Anak laki-laki diaqiqahi dengan dua ekor kambing yang semisal. Tirmidzi 794. Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ menerangkan. Hewan Aqiqah Terlepas dari ‘Aib ‫فإن لم يجد النسان ، إل شاة واحدة أجزأت وحصل بها المقصسسود ، لكسن إذا كسان الس قسد أغنساه ، فالثنتسسان‬ ‫أفضل‬ “Jika seseorang tidak mendapati hewan aqiqah kecuali satu saja.[7] Adapun pendapat yang menyatakan bahwa anak perempuan tidak perlu diaqiqahi sebagaimana yang dipegang oleh Al Hasan Al Bashri dan Qotadah[8] adalah pendapat yang lemah karena bertentangan dengan dalil yang mensyariatkan aqiqah bagi anak perempuan dengan seekor kambing. tidak dengan hewan lainnya. Inilah pendapat terkuat dalam masalah ini[9]. Tidak boleh dengan sapi. Hambali dan Syafi’iyah yang membolehkan dengan selain kambing. Apakah Aqiqah Boleh dengan Selain Kambing? Jika memperhatikan dalil-dalil yang membicarakan aqiqah. Wallahu a’lam. Ahmad 5/40. . Ahmad 5/39). aqiqah dengan dua kambing (untuk anak laki-laki) itu lebih afdhol. Inilah yang lebih afdhol. tidak boleh aqiqah kecuali dengan kambing saja. Akan tetapi. yaitu semacam pada hadits Ummu Kurz. hadits muthlaq ini dibawa kepada hadits muqoyyad.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Syaikh Muhammad menjelaskan. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. maka kita dapati bahwa aqiqah dikhususkan dengan kambing atau domba. Sehingga dari sini. atau bahkan ayam. ‫مع الغلم عقيقته فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الذى‬ َ َ ُ ْ َ ُ ِ ََ ً َ ُ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ُ ْ َ َ “"Pada (setiap) anak laki-laki (yang lahir) harus diaqiqahi. sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing. ia berkata.”[6] Para ulama yang duduk di komisi fatwa Saudi Arabia. Sedangkan hadits muthlaq semacam dari Salman bin ‘Amir yang dikeluarkan dalam Shahih Bukhari. At Tirmidzi 794. Sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Ummu Kurz. ٌ َ ِ َِ َ ْ ِ َ َ ِ ََِ َ ُ ِ َ َ ِ َ ُ ْ ِ َ ‫عن الغلم شاتان مكافئتان وعن الجارية شاة‬ “Disunnahkan aqiqah bagi anak laki-laki adalah dua ekor kambing yang semisal. boleh pula bagi anak lakilaki dengan satu ekor kambing dan itu dianggap sah. berbeda dengan madzhab Hanafi. Namun jika tidak mampu. unta. jawabannya tetap sah sebagaimana berlaku pada daging sembelihan lainnya. yaitu masih dibolehkan dengan al an’am (sapi dan unta)[10]. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Namun dalam riwayat Abu Daud dan An Nasai dikatakan bahwa aqiqah yang dilakukan pada Al Hasan dan Al Husain masing-masing dengan dua ekor kambing. "Untuk anak laki-laki dua kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu kambing. jika Allah memberinya kecukupan harta. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain masing-masing satu ekor kambing” (HR. aqiqah pada anak laki-laki dianjurkan dengan dua ekor kambing. sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing” (HR. Adapun jika dikatakan sah dengan satu ekor kambing. sedangkan bagi anak perempuan adalah satu ekor kambing. bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah Kesimpulan." Dan juga dapat kita lihat dalam hadits Ibnu ‘Abbas dan ‘Aisyah. Ada hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

2/383. Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afifi selaku wakil ketua. [3] Fathul Bari. 9/592 [4] Subulus Salam. (hewan qurban). 2/11012. cetakan ketiga. Al Baqarah: 267) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah. 11/120. 421.” (QS. [8] Lihat Al Mughni. Mawqi’ ahlalhdeeth. Muslim no. Darul Fikr. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah. 1015). [2] Lihat Takhrij Syaikh Al Albani terhadap Sunan Abi Daud. [9] Lihat Shahih Fiqh Sunnah. 8/25. Ibnu Qudamah Al Maqdisi. Hewan aqiqah boleh jantan atau betina. Dar Ihya’ At Turots. [13] Lihat ketentuan ini di Al Mughni. tidak hanya dengan sekedar membeli daging kambing di pasar lalu dibagikan pada orang lain. 11/120. 1428 H dan At Tamhid. Ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya. hewan tersebut harus terlepas dari ‘aib. Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. 1415. Aqiqah harus dengan jalan menyembelih seekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki. maka hendaklah dua kambing tersebut semisal (di antaranya dalam umur. َ ُ ِ ْ ُ ُ ْ ِ َ ِ َ ْ ُ ّ َ َ َ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ْ َ ّ ِ َ ْ ُْ َ َ َ ِ َ َّ ْ ِ ُ ِ ْ َ َُ َ ِ ّ َ َّ َ ‫يا أيها الذين آمنوا أنفقوا من طيبات ما كسبتم ومما أخرجنا لكم من الرض ول تيمموا الخبيث منسسه تنفقسسون‬ (٢٦٧) ‫ولستم بآخذيه إل أن تغمضوا فيه واعلموا أن ال غني حميد‬ ٌ ِ َ ّ ِ َ ّ ّ َ ُ َْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ ْ ُ ْ ََ َ “Hai orang-orang yang beriman. namun yang lebih afdhol adalah jantan. Lihat Shahih Abi Daud no. [10] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah. 7/492. Yang menandatangani fatwa ini: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya. ‫أيها الناس إن ال طيب ل يقبل إل طيبا‬ ً ّ َ ّ ِ ُ َ ْ َ َ ٌ ّ َ ّ ّ ِ ُ ّ َ َّ َ “Wahai sekalian manusia. Syarat hewan aqiqah sama dengan hewan udhiyah 3. dan yang 5. Ketentuan Pemilihan Hewan Aqiqah Bolehkah Aqiqah Diganti dengan Hanya Membeli Daging Saja? Hal ini tidak dibenarkan. Ibnu Rusyd Al Maliki.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Hewan yang diaqiqahi tidak sah jika memiliki ‘aib. 2. Ibnu ‘Abdil Barr. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. [14] Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’. 11/120.[14] DAFTAR PUSTAKA 1] Lihat Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid. pertanyaan ketiga no. 11/440. Al ‘Azhim Abadi. Yahya bin Syarf An Nawawi. . Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selakuk anggota. yang besar. 4/335-336 [5] Al Mughni. bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [7] Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’. 1392. 1405 [6] Syarhul Mumthi’. Thoyyib di sini bermakna selamat dari kejelekan (cacat)[11]. Dianjurkan memilih yang gemuk. Hal ini berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala. 2191. Jika yang disembelih adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki. Lebih bagus memilih hewan aqiqah yang berwarna putih sebagaimana ketentuan dalam hewan qurban. “Bolehkah penyembelihan kambing aqiqah diganti dengan membeli beberapa kilo daging ataukah aqiqah harus dengan jalan menyembelih?” Jawaban: Tidak boleh. Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah.[13] paling bagus. 4. [12] Lihat ‘Aunul Ma’bud. 7/100. 4/314. 2458. pertanyaan kesepuluh no. hal. -pen[12]). 8052. cetakan kedua. 11/438. sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali dari yang thoyyib” (HR. [11] Lihat Al Minhaj Syarh Muslim bin Al Hajaj. Yang menandatangani fatwa ini: Syaikh ‘Abdul 1. Dan ketahuilah. Yang benar haruslah hewan aqiqah itu disembelih.

maka hitungan hari ketujuh sudah mulai dihitung pada hari Senin. Sehingga aqiqah bayi tersebut dilaksanakan pada hari Ahad (27/06). ِ ِ ِ َ َ ْ َ ُ ْ َ ُ َْ ُ ‫تذبح عنه يوم سابعه‬ “Disembelih baginya pada dimaksudkan adalah siang hari. . Abu Daud no.” Hari yang BAB VII WAKTU PELAKSANAAN AQIQAH Waktu Pelaksanaan Aqiqah Aqiqah disunnahkan dilaksanakan pada hari ketujuh. Jika bayi tersebut lahir pada hari Senin (21/06). َ ْ َ ُ ْ َ ُ َْ ُ ِ َِ ِ َ ِ ٌ َ ِ َ ٍ َ ُ ّ ُ َ َ ‫عن سمرة بن جندب أن رسول ال -صلى ال عليه وسسلم. ‫وذهب جمهور الفقهاء إلى أن يوم الولدة يحسب من السسسبعة ، ول تحسسسب الليلسة إن ولسد ليل ، بسسل يحسسسب‬ ً ّ ّ ّ ‫اليوم الذي يليها‬ ّ “Mayoritas ulama pakar fiqih berpandangan bahwa waktu siang[2] pada hari kelahiran adalah awal hitungan tujuh hari. janganlah mereka dibebani lagi dengan kesibukan yang lain. 3165. Tidak sah aqiqah sebelumnya dan cuma dianggap sembelihan biasa. Sehingga ketika itu. Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afifi selaku wakil ketua. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.”[4] Barangkali yang dijadikan dalil adalah hadits berikut ini. Sehingga aqiqah bayi tersebut pada hari Senin (28/06). Ahmad 5/12. Hari ketujuhlah hari yang cukup lapang untuk pelaksanaan aqiqah. 2838.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua. maka hitungan awalnya tidak dimulai dari hari Senin. Ibnu Majah nol. 4220. Dan tentu ketika itu mencari kambing juga butuh usaha. hari ketujuh. digundul rambutnya dan diberi nama.قسال » كسل غلم رهينسة بعقيقتسه تذبسح عنسه يسوم‬ ِ ّ َ ُ َ ّ َ ٍ ُ ُْ ِ ْ ََ ُ َ ْ َ « ‫سابعه ويحلق ويسمى‬ ّ َ ُ َ ُ َْ ُ َ ِ ِ ِ َ Dari Samuroh bin Jundub. An Nasai no. waktu aqiqah dimulai dari kelahiran. disembelihkan untuknya pada hari ketujuh. Sedangkan waktu malam[3] tidaklah jadi hitungan jika bayi tersebut dilahirkan malam. Hal ini berdasarkan hadits. Semoga bisa memahami contoh yang diberikan ini. "Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya.”[1] Dari waktu kapan dihitung hari ketujuh? Misalnya ada bayi yang lahir pada hari Senin (21/06). Disebutkan dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah. Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selakuk anggota. Pada awal kelahiran tentu saja keluarga disibukkan untuk merawat si ibu dan bayi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Apa hikmah aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh? Murid Asy Syaukani. “Sudah semestinya ada selang waktu antara kelahiran dan waktu aqiqah. Bagaimana jika aqiqah tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh? Dalam masalah ini terdapat silang pendapat di antara para ulama. namun yang jadi hitungan hari berikutnya. Seandainya aqiqah disyariatkan di hari pertama kelahiran sungguh ini sangat menyulitkan. Menurut ulama Syafi’iyah dan Hambali." (HR. namun dari hari Selasa keesokan harinya. pukul enam sore. pukul enam pagi. Shidiq Hasan Khon rahimahullah menerangkan.

Hal ini disebabkan anak tersebut telah ditiupkan ruh saat itu. apakah mesti diaqiqahi?” Jawabannya. ia tetap diaqiqahi dan diberi nama. Sedangkan menyatakan bahwa aqiqah boleh dilakukan oleh anak itu sendiri ketika ia sudah dewasa sedang ia belum diaqiqahi. barangsiapa yang dicukupkan rizki oleh Allah dan telah diberikan berbagai kemudahan. maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat. maka disunnahkan dilaksanakan pada hari keempatbelas. Jika anak tersebut sudah mati sebelum hari ketujuh. Lebih baik berpegang dengan waktu yang disepakati oleh para ulama. “Jika anak termasuk mati beberapa saat setelah kelahiran. Alasannya.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah. maka gugurlah aqiqah. apakah diwajibkan baginya aqiqah?” Beliau menjawab. Jika telah baligh belum juga diaqiqahi. maka penentuan tanggal semacam ini harus butuh dalil.[5] Dari perselisihan di atas. Sedangkan ulama Hambali berpendapat bahwa jika aqiqah tidak dilaksanakan pada hari ketujuh. ia tetap diaqiqahi pada hari ketujuh. Dan di antara faedah aqiqah adalah seorang anak akan memberi syafa’at pada kedua orang tuanya. maka jika ini berdalil dengan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikatakan mengaqiqahi dirinya ketika dewasa. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa jika anak tersebut mati sebelum hari ketujuh. Sebagaimana hal ini diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Apakah Disunnahkan Aqiqah pada Bayi yang Keguguran? Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin -rahimahullahpernah ditanya. dianjurkan aqiqah tidaklah diakhirkan hingga usia baligh. karena riwayat yang menyebutkan semacam ini lemah dari setiap jalan. penulis sarankan agar aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh. maka ia tidaklah dipaksa.” Si penanya bertanya lagi. dan ini menjadi kewajiban sang ayah. “Jika seorang anak mati setelah ia lahir beberapa saat. Alasannya. Akan tetapi. Jika tidak sempat lagi pada hari tersebut.”[7] Dalam pertemuan yang lain. “Apakah ketika itu ia diberi nama?” Jawaban beliau. maka hendaklah ia menyembelih aqiqah. Imam Asy Syafi’i sendiri menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mengaqiqahi dirinya sendiri (ketika dewasa) sebagaimana disebutkan dalam salah satu kitab fiqih Syafi’iyah Kifayatul Akhyar[6]. “Jika bayi dilahirkan setelah bayi dalam kandungan sempurna empat bulan. tidaklah tepat. “Iya diberi nama jika ia keluar setelah . “Seorang bayi yang dilahirkan dan ketika ia lahir langsung meninggal dunia. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya. Karena bayi yang telah mencapai empat bulan dalam kandungan sudah ditiupkan ruh dan ia akan dibangkitkan pada hari kiamat. Sedangkan ulama Syafi’iyah membolehkan aqiqah sebelum usia baligh. Jika memang tidak mampu. 21 dan seterusnya. Ulama Malikiyah pun membatasi bahwa aqiqah sudah gugur setelah hari ketujuh. tidak sebelum atau sesudahnya. karena aqiqah barulah disyariatkan pada hari ketujuh bagi anak yang masih hidup ketika itu. Wallahu a’lam. boleh dilaksanakan pada hari keduapuluh satu. Akan tetapi. Adapun menyatakan dialihkan pada hari ke-14. maka aqiqahnya itu gugur dan si anak boleh memilih untuk mengaqiqahi dirinya sendiri. maka gugurlah aqiqah. Adapun ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa aqiqah tidaklah dianggap luput jika diakhirkan waktunya. waktu aqiqah adalah pada hari ketujuh dan tidak boleh sebelumnya.

Sedangkan walimah adalah makanan yang . “Apa hukum peraayaan aqiqah dan mengadakan walimah untuk aqiqah?” Para ulama tersebut menjawab. Asy Syarbini rahimahullah mengatakan. “(Daging aqiqah) disunnahkan untuk dimasak (sebelum dibagikan). itu juga tidak mengapa. Aqiqah dan walimah adalah dua perkara yang disunnahkan.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI ditiupkannya ruh kandungan.”[11] Mengundang Makan-Makan Aqiqah Taqiyuddin Abu Bakr rahimahullah menjelaskan. ia berkata. Abu Daud Dianjurkan Daging Aqiqah untuk Dimasak An Nawawi Asy Syafi’i menyatakan dalam matan Minhajuth Tholibin. tidak terlarang memecah tulang hasil sembelihan aqiqah karena tidak ada dalil shahih yang melarang hal ini. Ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ pernah ditanya.[16] Tidak Perlu Mengusapkan Bayi dengan Darah Hewan Aqiqah Ini adalah perbuatan masa Jahiliyah yang terlarang dilakukan di saat Islam itu datang. Hal ini juga menunjukkan akhlaq mulia dan tanda kedermawanan.”[15] Intinya. “Tidak dimakruhkan jika daging sembelihan aqiqah dipecah karena tidak ada dalil yang melarang hal ini. Namun jika mesti mengundang orang untuk menikmatinya (di rumah). Kemudian tatkala Allah datang membawa Islam maka kami menyembelih seekor kambing dan mencukur rambutnya serta melumurinya dengan za'faran.‫رأسه ونلطخه بزعفران‬ ٍ َ َ ْ َ ِ ُ ُ َ ََْ ُ َ َْ “Dahulu kami pada masa jahiliyah apabila salah seorang di antara kami lahir anaknya.”[13] Tidak Mengapa Tulang Sembelihan Aqiqah Dipecah Sebagian ulama memang melarang hal ini karena jika tulang itu tidak dihancurkan.”[12] Jadi. Berkumpul-kumpul untuk menikmati makanan semacam ini dan sama-sama bersuka cita serta mengumumkan pernikahan ketika itu adalah suatu hal yang baik. ُ ِْ َ َ ً َ ُ َ َ ُّ ِ َ ْ ِ ِ ّ َ َ ّ ََ َ ِ َ ِ ُ َ ْ َ َ َ ََ ً َ َ َ َ ٌ َ ُ َ ِ َ َ َ ُِ َ ِ ِ ِِّ َ ْ ِ ُّ ‫كنا فى الجاهلية إذا ولد لحدنا غلم ذبح شاة ولطخ رأسه بدمها فلما جاء ال بالسلم كنا نذْبح شسساة ونحل سق‬ ُ . Inilah pendapat dari Imam Asy Syafi’i. namun dalam keadaan sudah dimasak. “Yang dimaksud aqiqah adalah sesuatu yang disembelih untuk si anak pada hari ketujuh setelah kelahiran. dibolehkan jika seseorang mengundang orang lain untuk menyantap hasil sembelihan aqiqah dan dinikmati sebagaimana pada walimahan ketika nikah. “Hendaklah hasil sembelihan hewan aqiqah tidak disedekahkan mentahan. dianggap bahwa tulang-tulang si anak pun nantinya akan selamat. Lebih baik lagi jika dihidangkan dengan bumbu manis menurut pendapat yang lebih tepat.[10] Penulis Kifayatul Akhyar –Taqiyuddin Abu Bakr rahimahullahmenjelaskan. maka ia menyembelih seekor kambing dan melumuri kepala anaknya tersebut dengan darah sembelihan. Inilah yang lebih tepat. “Yang lebih afdhol hasil sembelihan aqiqah tersebut yang dikirim kepada orang miskin.”[9] Dengan dimasaknya sembelihan aqiqah ini menunjukkan seseorang itu berbuat baik dengan bertambahnya nikmat dari Allah.” (HR. Dari Buraidah.[14] Di antara ulama Syafi’iyah.”[8] yaitu bila genap empat bulan dalam disajikan pada suatu pesta berupa sembelihan atau yang lainnya.

”Maksudnya adalah (perkara) apa saja yang diperselisihkan dan ini mencakup segala macam perkara. Mawqi’ Ahlalhdeeth. [5] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah. 1422 H. hal. Shidiq Hasan Khon. kaset 14. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) DAFTAR PUSTAKA [1] Roudhotun Nadiyah Syarh Ad Duroril Bahiyah. 2/384. Ibnu Katsir rahimahullah. 705. Itulah sikap seorang muslim yang benar. mengatakan. 392. Sebagian ulama Malikiyah menukil perkataan para ulama Syafi’iyah yang mengatakan bahwa tidak mengapa mengamalkan hal ini. [10] Lihat Shahih Fiqh Sunnah. “Tentang sesuatu apapun kamu berselisih. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. maka putusannya kepada Allah. no. maka putusannya .” (QS. [4] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah. cetakan pertama. 2/779. 349. pertanyaak keempat dari Fatawa no. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah. 538. Para ulama Hanafiyah menukil perkataan Imam Asy Syafi’i dan mereka tidak menganggap mustahil perkataannya (maksudnya: tidak menolak perkataan Imam Asy Syafi’i yang menganjurkan adzan di telinga bayi. kaset 2.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI no. [3] Waktu malam dihitung dari Maghrib hingga Shubuh. 11/443. Lalu manakah pendapat yang kuat? Tentu saja kita harus kembalikan pada dalil yaitu perkataan Allah dan Rasul-Nya. terbitan Darul ‘Aqidah. 1426 H. Asy-Syuura : 10) Ahli tafsir terkemuka. Inilah pendapat para ulama madzhab dan ulama lainnya. [11] Kifayatul Akhyar. Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud sebagai anggota. hal. [6] Lihat Kifayatul Akhyar. Darul Minhaj. Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz sebagai ketua. bahkan menggolongkannya sebagai perkara yang tidak ada tuntunannya.hal. Dia selalu mengembalikan suatu perselisihan yang ada kepada Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana hal ini diperintahkan dalam firman Allah. 2/11011. pada Bab Adzan. 2843. Imam Malik memiliki pendapat yang berbeda yaitu beliau membenci perbuatan ini. no. hal. hal. pen). 6779. 42 [9] Minhajuth Tholibin wa ‘Umdatul Muftin. 2/384. [2] Waktu siang dihitung dari Shubuh hingga Maghrib. Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai wakil ketua. ada perselisihan dalam masalah ini.hal. 11 [8] Liqo-at Al Bab Al Maftuh. Abu Zakariya Yahya bin Syarf An Nawawi. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepadaNyalah aku kembali. 2/11011. 706. ُ ِ ُ ِ ْ ََِ ُ ْ ّ َ َ ِ ْ ََ َّ ّ ُ ُ َِ ّ َِ ُ ُ ْ ُ َ ٍ ْ َ ْ ِ ِ ِ ْ ُ ْ ََ ْ َ َ ‫وما اختلفتم فيه من شيء فحكمه إلى ال ذلكم ال ربي عليه توكلت وإليه أنيب‬ ُ ِ BAB IX ANJURAN ADZAN DI TELINGA BAYI YANG BARU LAHIR Pendapat Para Ulama Madzhab Para ulama Hambali hanya menyebutkan permasalahan adzan di telinga bayi saja. [7] Liqo-at Al Bab Al Maftuh. 706 [12] Idem [13] Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’. Intinya. cetakan pertama. Asy Syamilah) Ulama lain yang menganjurkan hal ini adalah Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan Ibnul Qoyyim dalam Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud. Wizarotul Awqof. [14] Lihat Kifayatul Akhyar. [15] Mughnil Muhtaj. [16] Lihat Shahih Fiqh Sunnah.

(HR. – Demikianlah perkataan beliau rahimahullah dengan sedikit perubahan redaksi-. kita harus menilai keshohihan hadits-hadits di atas terlebih dahulu. Kepada-Nya lah kita bertawakkal dan kepada-Nya lah kita mengembalikan segala urusan. . yaitu: Musaddad. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala pada ayat yang lain. Yahya. dan Abu Rofi’.” (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman) Untuk memutuskan apakah mengumandangkan adzan di telinga bayi termasuk anjuran atau tidak. bin ‘Ubaidillah. (Di mana perselisihan ini) diputuskan dengan kitab-Nya dan Sunnah (petunjuk) Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummu shibyan adalah jin (perempuan). beliau mengatakan.”(QS. maka ummu shibyan tidak akan membahayakannya.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Ibnu Sunny dalam Al Yaum wal Lailah).MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI (dikembalikan) pada Allah yang merupakan hakim dalam perselisihan ini. ِ َ ّ ِ ُ َ ِ َ ُ ْ َ ََ َ ِ ّ َِ ِ ْ ِ َ َ ْ ِ ُ ُ ِ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ َ ُ َ ُ ْ ََ ‫رأيت رسول ال صلى ال عليه وسلم أذن في أذن الحسن بن علي حين ولدته فاطمة بالصلة‬ ُ ِ ِ َ ْ ّ ّ ُ ُ ّ ُ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ِ ِ ُ ُ ِ َ َ ّ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ ِ ُ ُ ِ َ ّ َ َ ٌ ُْ َ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ‫من ولد له مولود فأذن في أذنه اليمنى وأقام الصلة في أذنه اليسرى لم تضره أم الصبيان‬ “Bayi siapa saja yang baru lahir. ‘Ashim ‘Ubaidullah bin Abi Rofi’. lalu diadzankan di telinga kanan dan dikumandangkan iqomah di telinga kiri. ِ َِ ْ َ ٍ ِ َ َِ ِ ْ ّ ِ ْ َُ ْ َ ّ ِ ْ َُ ُ ْ ُ ِ َ َِّ َ َ َ َ َْ ُ ْ َ َْ َ ََّ َ ٌ ّ َ ُ ‫مسدد حدثنا يحيى عن سفيان قال حدثنى عاصم بن عبيد ال عن عبيد ال بن أبى رافع عن أبيه‬ ِ ِ “Aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga Al Hasan bin ‘Ali ketika Fathimah melahirkannya dengan adzan shalat”. Yang (memutuskan demikian) adalah Rabb kita yaitu hakim dalam segala perkara. ‫أذن في أذن الحسن بن علي يوم ولد ، فأذن في أذنه اليمنى ، وأقام في أذنه اليسرى‬ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adzan di telinga al-Hasan bin ‘Ali pada hari beliau dilahirkan maka beliau adzan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Penilaian Pakar Hadits Mengenai Hadits-hadits Di Atas Penilaian hadits pertama: Para perowi hadits pertama ada enam. Abu Daud dan Tirmidzi) Hadits kedua: Dari Al Husain bin ‘Ali. An Nisa’ [4] : 59). maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya). dari ayahnya (Abu Rofi’). ِ ُ ّ َ ّ َِ ُ ّ ُ َ ٍ ْ َ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ْ َِ ‫فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى ال والرسول‬ ِ “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. beliau berkata. Hadits ketiga: Dari Ibnu Abbas. Ahmad. Dalil Para Ulama yang Menganjurkan Hadits pertama: Dari ‘Ubaidillah bin Abi Rofi’. Sufyan.

hadits kedua ini tidak bisa mengangkat derajat hadits pertama yang dho’if (lemah) menjadi hasan. hadits ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if). dan Ibnu Abbas. Marwan bin Salim. Begitu pula Adz Dzahabi mengatakan bahwa Ibnu Ma’in mengatakan ‘Ashim dho’if (lemah). Al Baihaqi sendiri dalam Syu’abul Iman menilai hadits ini dho’if (lemah). perowi yang jadi masalah adalah ‘Ashim bin Ubaidillah. apakah hadits ini bisa jadi penguat hadits pertama tadi? Kita harus melihat perowinya lagi. Al Hafidz berkata dalam Tahdzib At Tahdzib no. ‫وأخبرنا علي بن أحمد بن عبدان ، أخبرنا أحمد بن عبيد الصفار ، حدثنا محمد بن يونس ، حدثنا الحسن بن‬ ‫عمر بن سيف السدوسي ، حدثنا القاسم بن مطيب ، عن منصور ابن صفية ، عن أبي معبد ، عن ابن‬ ‫عباس‬ yaitu: Ali bin Ahmad bin ‘Abdan. Yahya bin Al ‘Alaa’ dinilai oleh Ibnu Hajar orang yang dituduh dusta dan Adz Dzahabi menilainya matruk (harus ditinggalkan). . Manshur bin Shofiyah. Al Bukhari dan selainnya mengatakan bahwa ‘Ashim adalah munkarul hadits (sering membawa hadits munkar). 1269). Sehingga Al Hafidz berkesimpulan bahwa Al Hasan ini matruk (Taqrib At Tahdzib no. Dari sini sudah dapat dilihat bahwa hadits kedua ini tidak dapat menguatkan hadits pertama karena syarat hadits penguat adalah cuma sekedar lemah saja. hadits ini sanadnya lemah. 538 mengatakan bahwa Bukhari berkata Al Hasan itu kadzdzab (pendusta) dan Ar Razi berkata Al Hasan itu matruk (harus ditinggalkan). Perowi yang menjadi masalah dalam hadits ini adalah Al Hasan bin Amru. Al Hasan bin Amru bin Saif As Sadusi. Marwan bin Salim dinilai oleh Ibnu Hajar matruk (harus ditinggalkan). Dari sini nampak dari sisi sanad terdapat rawi yang lemah sehingga secara sanad. dan Qosim bin Muthoyyib. Kalau ada satu perowi yang matruk (yang harus ditingalkan) maka tidak ada pengaruhnya kualitas perowi lainnya sehingga hadits ini tidak bisa dijadikan penguat bagi hadits pertama tadi. Muhammad bin Yunus. Ibnu Hajar menilai ‘Ashim dho’if (lemah). Ringkasnya. Kemudian beberapa ulama menghasankan hadits ini seperti AtTirmidzi. Abu Ma’bad. Jubaaroh dinilai oleh Ibnu Hajar dan Adz Dzahabi dho’if (lemah). ‫حدثنا جبارة ، حدثنا يحيى بن العلء ، عن مروان بن سالم ، عن طلحة بن عبيد ال ، عن حسين‬ Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. Kemungkinan beliau mengangkat hadits ini ke derajat hasan karena ada beberapa riwayat yang semakna yang mungkin bisa dijadikan penguat. Ahmad bin ‘Ubaid Ash Shofar. Mari kita lihat hadits kedua dan ketiga. Tholhah bin ‘Ubaidillah. yaitu: Jubaaroh. Jadi. Penilaian hadits kedua: Para perowi hadits kedua ada lima. Penilaian hadits ketiga: Para perowi hadits ketiga ada delapan. tidak boleh ada perowi yang dusta. 321 menilai bahwa Yahya bin Al ‘Alaa’ dan Marwan bin Salim adalah dua orang yang sering memalsukan hadits. dan Husain. dituduh lembek dan juga dituduh dusta.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Dalam hadits pertama ini. Namun. Beliau mengatakan bahwa hadits ini hasan. Yahya bin Al ‘Alaa’.

Namun. Maka beliau menjawab: “Tidak boleh. Jadi prosesnya tanpa melalui jima’ (hubungan suami istri). Ustadz Abu Ubaidah. kemudian dimasukkan ke dalam rahim sampai dilahirkan. was salamu ‘ala Rasulillah Bayi tabung merupakan produk kemajuan teknologi kedokteran yang demikian canggih yang ditemukan oleh pakar kedokteran Barat yang notabene mereka adalah kaum kuffar (orang kafir). hadits yang membicarakan tentang adzan di telinga bayi adalah hadits yang lemah sehingga tidak bisa diamalkan.” (Al Insyirah fi Adabin Nikah. Jadi kesimpulannya.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Ringkasnya. karena proses pengambilan mani (sel telur wanita) tersebut berkonsekuensi minimalnya sang dokter (laki- . Pertanyaan ini telah ditanyakan kepada salah seorang imam abad ini. Bayi tabung adalah proses pembuahan sperma dengan ovum. hadits kedua dan ketiga adalah hadits maudhu’ (palsu) atau mendekati maudhu’. dinukil dari Hadiah Terindah untuk Si Buah Hati. 96. 22-23) BAB IX HUKUM BAYI TABUNG Hukum Bayi Tabung Tanya: Bagaimana menurut pandangan syariah tentang bayi tabung? Jawab: Alhamdulillah wash shalatu Shallallahu 'alaihi wa sallam. hal. dipertemukan di luar kandungan pada satu tabung yang dirancang secara khusus. Saya telah berusaha mencari dan membahas hadits ini. (Takhrij ketiga hadits di atas adalah faedah dari guru kami Ustadz Abu Ali. akhirnya beliau meralat pendapat beliau ini sebagaimana beliau katakan dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. hal. 321. namun belum juga mendapatkan penguatnya (menjadi hasan). Syaikh Al Albani juga pada awalnya menilai hadits tentang adzan di telinga bayi adalah hadits yang hasan. Maka pernyataan sebagian ulama yang mengatakan bahwa hadits ini hasan adalah suatu kekeliruan. Setelah terjadi pembuahan lalu menjadi zygot. Semoga Allah selalu merahmati dan menjaga beliau) Dari pembahasan di atas. Sedangkan suatu amalan secara sepakat tidak bisa ditetapkan dengan hadits lemah. yaitu Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu. “Hadits yang menjelaskan adzan di telinga bayi adalah hadits yang lemah. Seorang ahli hadits Mesir masa kini yaitu Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini hafizhohullah mengatakan. terlihat bahwa hadits pertama tadi memang memiliki beberapa penguat. tetapi sayangnya penguat-penguat tersebut tidak bisa mengangkatnya dari dho’if (lemah) menjadi hasan.

Dimana hari kelahiran bayi juga ikut dihitung.” (Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah hal. kambing -pent) pada hari ke tujuh dari kelahiran bayi. menempuh cara ini merupakan sikap taklid terhadap peradaban orang-orang Barat (kaum kuffar) dalam perkara yang mereka minati atau (sebaliknya) mereka hindari. Sunnah dalam aqiqoh. sehingga engkau tidak menghitung hari sabtu dilahirkannya bayi itu. maka lebih-lebih lagi tentunya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan dan membimbing mereka untuk menempuh cara yang sesuai dengan syariat (halal) dalam mendapatkan anak. . sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad. berarti dia tidak ridha dengan takdir dan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala atasnya. Hal itu karena bayi ini dilahirkan setelah tenggelamnya matahari pada hari sabtu. dan juga kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau seluruhnya. Wa ba’du. Sementara tidak terbayangkan sama sekali keadaan darurat yang mengharuskan seorang lelaki memindahkan maninya ke istrinya dengan cara yang haram ini. Kapankah hari aqiqohnya? Apakah hari kelahirannya dianggap sebagai hari sabtu atau hari Ahad? Jawaban: Alhamdulillah.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI laki) akan melihat aurat wanita lain. Maka engkau mengadakan aqiqoh pada hari Sabtu. 288) BAB XI CARA MENGHITUNG HARI AQIQOH Oleh: Syaikh Kholid bin Ali al-Musyaiqih – hafizhohulloh. dan menjadikan Anda bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin. adalah disembelih (binatang sembelihan. Lebih dari itu. dan ini pun tidak boleh. Jikalau saja Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan dan membimbing kaum muslimin untuk mencari rizki berupa usaha dan harta dengan cara yang halal.Telah dilahirkan untukku seorang bayi pada hari sabtu jam tujuh malam. sehingga tidak boleh dilakukan kecuali dalam keadaan darurat. Seseorang yang menempuh cara ini untuk mendapatkan keturunan dikarenakan tidak diberi rizki oleh Allah berupa anak dengan cara alami (yang dianjurkan syariat). Bahkan terkadang berkonsekuensi sang dokter melihat aurat suami wanita tersebut. Maka (untuk kasus ini -pent) engkau mulai menghitungnya dari hari Ahad. Dan melihat aurat wanita lain (bukan istri sendiri) hukumnya adalah haram menurut pandangan syariat. Pertanyaan: Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Semoga Alloh memberkahi Anda.

ada seorang anak yang sudah baligh. Apabila mencukupkan diri dengan seekor kambing bagi anak laki-laki. 14. Apakah hal ini diperbolehkan dalam syariat Islam? Kemudian apakah hukumnya wajib bagi orang tua untuk mengaqiqahi anaknya? Jazaakallahu khairan ustadz… Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menjawab: Segala puji bagi Allah. Mengenai permasalahan ini. bukan ibu dan bukan pula anaknya. [Liqo-at Al Bab Al Maftuh. Aqiqah bagi anak lakilaki dengan dua ekor kambing. maka ia tidak punya kewajiban apaapa walaupun mungkin setelah itu orang tuanya menjadi kaya. orang tua dalam keadaan faqir (tidak mampu). “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS.[1] Anjuran aqiqah ini menjadi kewajiban ayah (yang menanggung nafkah anak. keluarga. para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir zaman. yang dulunya anak tersebut oleh orang tuanya belum diaqiqahi. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. Apa yang mesti dilakukan oleh anak-anaknya? Apa sebenarnya hukum aqiqah?Apakah betul apabila seorang anak tidak diaqiqohi. kemudian setelah baligh orang tuanya ingin mengaqiqahi. pen). orang tua dalam keadaan berkecukupan. Rabb semesta alam. maka aqiqah masih tetap jadi kewajiban ayah. kaset 214. namun sekarang mereka sudah . itu juga diperbolehkan. atau 21 kelahiran. sedangkan bagi wanita dengan seekor kambing. Ana mau tanya. maka ia tidak akan memberi syafaat pada orang tuanya? Jawab: Hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkad. Apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah (misalnya tujuh hari kelahiran. no. Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin. Namun apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah. At Taghobun: 16). Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). pen). pen). 6] [Kedua] Soal: Apabila seseorang tidak diaqiqahi ketika kecil. BAB XII HUKUM AQIQAH KETIKA SUDAH DEWASA Assalamu’alaykum ustadz. Semoga bermanfaat. apakah ia tetap dianjurkan untuk diaqiqahi ketika dewasa? Apa saja batasan masih dibolehkannya aqiqah? Jawab: Apabila orang tuanya dahulu adalah orang yang tidak mampu pada saat waktu dianjurkannya aqiqah (yaitu pada hari ke-7. maka ia tidak diperintahkan untuk aqiqah. [Pertama] Soal: Ada seorang ayah yang memiliki sepuluh anak perempuan dan mereka semua belum diaqiqohi. kita bisa mengambil pelajaran dari dua fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berikut dalam Liqo-at Al Bab Al Maftuh.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI berkeluarga.

kaset 234. Adapun waktu utama aqiqah adalah hari ketujuh kelahiran.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Sebagaimana apabila seseorang miskin ketika waktu pensyariatan zakat. Sedangkan jika orang tuanya mampu ketika ia lahir. Sedangkan aqiqah untuk anak perempuan dengan satu ekor kambing dan lebih utama tidak menambahnya dari jumlah ini. maka orang tua tetap dianjurkan mengaqiqahi anaknya meskipun anaknya sudah dewasa. no. kemudian setelah itu terserah tanpa melihat hari kelipatan tujuh. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah. namun dinilai lemah oleh ulama Malikiyah. Orang lain tidak boleh melaksanakan aqiqah selain melalui izin ayah. 2/383) Perhitungan hari ke-7 kelahiran. . no. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah. maka aqiqah menjadi gugur. meskipun setelah itu kondisinya serba cukup. orang tua dalam keadaan kaya. Berarti hari Ahad adalah hari pelaksanaan aqiqah. Waktu utama aqiqah adalah hari ke-7 kelahiran. Jadi apabila keadaan orang tuanya tidak mampu ketika pensyariatan aqiqah. Aqiqah bagi anak laki-laki afdholnya dengan dua ekor kambing. Imam Asy Syafi’i memiliki pendapat bahwa aqiqah tetap dianjurkan walaupun diakhirkan. [Liqo-at Al Bab Al Maftuh. kaset 161. jika aqiqah dilaksanakan sebelum atau setelah waktu tadi sebenarnya diperbolehkan. namun dengan seekor kambing juga dibolehkan. maka hari ke-7 kelahiran adalah hari Ahad. anak punya pilihan. Jadi. Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin. 6] Pelajaran Penting Seputar Aqiqah Hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkad dan seharusnya tidak ditinggalkan oleh orang yang mampu melakukannya. 2/382) Imam Asy Syafi’i mensyaratkan bahwa yang dianjurkan aqiqah adalah orang yang mampu. Jika aqiqah diakhirkan hingga usia baligh. maka ia tidak diwajibkan mengeluarkan zakat. Namun disarankan agar tidak diakhirkan hingga usia baligh. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah. kemudian hari keempatbelas kelahiran. Pendapat ini adalah pendapat ulama Hambali. Karena yg penting adalah aqiqahnya dilaksanakan. 2/383) Aqiqah asalnya menjadi beban ayah selaku pemberi nafkah. Misalnya si bayi lahir pada hari Senin. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah. Aqiqah ditunaikan dari harta ayah. Akan tetapi ketika itu. Sebaliknya apabila ketika waktu pensyariatan aqiqah (sebelum dewasa). orang tua dalam keadaan tidak mampu. maka kewajiban orang tua menjadi gugur. boleh mengaqiqahi dirinya sendiri atau tidak. 2/382) Apabila ketika waktu pensyariatan aqiqah (sebelum dewasa). maka pada saat itu anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa. ini adalah pendapat yang lemah sebagaimana dilemahkan oleh Ibnul Qayyim. kemudian hari keduapuluh satu kelahiran. Namun anak laki-laki boleh juga dengan satu ekor kambing. maka ia tidak akan memberi syafaat kepada orang tuanya pada hari kiamat nanti”. kemudian setelah itu terserah tanpa melihat kelipatan tujuh hari. walaupun nanti beberapa waktu kemudian orang tua menjadi kaya. hari pertamanya dihitung mulai dari hari kelahiran. bukan dari harta anak. kemudian hari ke-14 kelahiran. “Jika seseorang anak tidak diaqiqahi. Liqo-at Al Bab Al Maftuh. maka aqiqah menjadi gugur karena ia tidak memiliki kemampuan. kemudian hari ke-21 kelahiran. [Keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin lainnya. Sedangkan aqiqah bagi anak perempuan adalah dengan seekor kambing. 24] Pendapat yang menyatakan. namun ia menunda aqiqah hingga anaknya dewasa. Aqiqah untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing.

kami hanyalah menanyakan kepadamu tentang apa yang harus dilakukan salah seorang dari kami (ketika) kelahiran anak”.dan beliau menyalahkan Abu Ubaid dan orang yang sependapat dengannya. Salim bin Ali bin Rasyid Asy-Syubli Abu Muhammad bin Khalifah bin Muhammad Ar-Rabah Terjadi perbedaan pendapat tentang makna aqiqah secara bahasa. kaset 161. Kedua. Pendapat Pertama Pendapat Abu Ubaid dan Al-Ashma’i dan selain keduanya bahwa asal kata aqiqah adalah rambut yang berada di kepala bayi ketika dilahirkan. no.-pent) Pendapat Kedua. Makruh berdasarkan hadits Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bawha Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang aqiqah maka beliau bersabda : “Allah tidak menyukai ‘uquq (secara bahasa makna uquq adalah durhaka. Aqiqah adalah penyembelihan itu sendiri.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI [Keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin lainnya. rambut di kepala bayi ketika dilahirkan. -pent) – seakan-akan beliau tidak menyukai nama itu-. APAKAH AQIQAH? MAKRUH MENAMAKAN NASIKAH DENGAN Zur'ah Pertama. Pendapat Ketiga Aqiqah meliputi dua pendapat di atas dan ini pendapatnya AlJauhari dalam Ash-Shihah. Berdasarkan hadits diatas penyembelihan untuk kelahiran anak dinamakan nasikah dan tidak dinamakan aqiqah. Kambing yang disembelih berkenaan dengan kelahiran anak dinamakan aqiqah karena rambut tersebut (yang ada pada bayi) dicukur ketika diadakan penyembelihan. Terjadi pula perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum memutlakkan nama aqiqah. Ini termasuk penamaan sesuatu dengan nama malabisnya. dan ini termasuk cara orang Arab dalam ucapannya (yakni diberikan istilah aqiqah bagi kambing yang disembelih itu dengan meminjam nama dari perkara lain –dalam hal ini istilah bagi . Kata Ibnul Qayyim : “Pendapat ini yang lebih utama (tepat) wallahu a’lam”. untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk wanita satu ekor”. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. 24] Demikian pembahasan ringkas mengenai aqiqah. “Artinya : Siapa yang ingin bernasikah (menyembelih berkenaan dengan kelahiran) untuk anaknya maka hendaklah ia lakukan. Para sahabat berkata : “Ya Rasulullah. Dalam hal ini ada tiga pendapat. Beliau bersabda. dalam hal ini ada tiga pendapat.yang punya kaitan dengannya. Liqo-at Al Bab Al Maftuh. Ini merupakan pendapat Imam Ahmad –semoga Allah merahmati beliau.

namun terkadang dipakai nama yang lain maka tidak jadi masalah. agar beredar lafadz ini dari mulut ke mulut di tempat perkumpulan kita. Maka menamakannya dengan aqiqah berarti menyelisihi nama yang lebih utama” [2] [Disalin dari kitab Ahkamul Maulud Fi Sunnatil Muthahharah .mereka justru meninggalkan nama syar’i –tentunya ini menjadi masalah. Penetapan terhadap dua permasalahan ini adalah makruhnya meninggalkan nama yang masyru (disyariatkan) seperti Isya dan Nasikah dan menggantinya dengan nama aqiqah dan ‘atamah. hingga bila anda menyebutkan dihadapan seseorang tentang kata nasikah niscaya ia akan meminta kepadamu penjelasan makna dari kata tersebut. Berkata Ibnu Abdil Barr : “Dalam hadits ini menunjukkan tidak disukainya nama-nama yang mengandung makna yang jelek. Berdasarkan hal ini bersesuaianlah hadits-hadits yang ada. Berkata Az-Zarqani : “Mudah-mudahan yang dimaksudkan oleh Ibnu Abdil Barr adalah mereka para mujtahid (dari kalangan orang-orang yang berijtihad). Ketiga Apa yang ditetapkan oleh Ibnul Qayyim dalam kitab Tuhfatul Wadud hal. Dan Al-Bujairami berkata : “Yang lebih utama menamakannya dengan dzabihah dan nasikah karena pada lafadz aqiqah ada isy’ar uquq (durhaka). dan jika tidak maka (beliau keliru karena) sebenarnya telah berkata Ibnu Abid Dam dari temanteman mereka yang bermadzhab Syafi’iyah bahwa sunnah menamakannya dengan nasikah atau dzabihah dan makruh menamakannya dengan aqiqah sebagaimana tidak disukainya menamakan shalat Isya dengan Atamah”. Dan berdasarkan dhahir hadits ini wajib untuk menyebutkan sembelihan bagi anak yang lahir dengan nasikah dan tidak dinamakan aqiqah.dan mereka memberikan nama (dengan nama) yang tidak syar’i. “Artinya : Anak itu tergadaikan dengan aqiqahnya” Dan selain dari hadits-hadits yang shahih di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai lafadz tersebut. beliau berkata : “Aku katakan : Yang sebanding dengan perselisihan ini adalah dalam nenamakan shalat Isya dengan Atamah. Adapun jika nama yang digunakan itu adalah nama yang syar’i dan nama tersebut tidak ditinggalkan.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI Boleh. “Artinya : Lalu orang-orang dzalim itu mengganti ucapan (perintah) dengan apa yang tidak diucapkan (diperintahkan) kepada mereka” [Al-Baqarah : 58] Berkata Al-Hafidz ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9/588) setelah membawakan hadits (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang aqiqah) : “maksud yang diambil dari hadits ini adalah lebih utama menamakan (penyembelihan berkenaan dengan kelahiran anak) dengan nasikah atau dzabihah dan tidak dinamakan aqiqah” (selesai ucapan AlHafidz). 54 setelah beliau menyebutkan perbedaan pendapat yang ada. Akan tetapi aku tidak mengetahui ada seorang pun dari ulama yang condong kepada ucapan ini (seperti dhahir hadits) dan tidak ada yang berpendapat demikian. Mereka berdalil dengan hadits yang banyak di antaranya hadits Samurah. hingga tersebarlah nama ini kita tidak mengganti lafadz syar’i dengan yang selainnya agar kita tidak terjatuh pada (perbuatan) sebagaimana firman Allah. tidak makruh menamakannya dengan aqiqah. dan Allah-lah yang memberi taufiq” [1] Kami katakan : Apa yang kita saksikan sekarang dari saudara-saudara kita. Aku mengira mereka meninggalkan hal tersebut karena adanya riwayat lain yang shahih di sisi mereka dari hadits-hadits yang menyebut lafadz aqiqah” Demikian dalam At-Tanwir. Karena itu kami memberi peringatan pentingnya untuk kembali pada lafadz-lafadz syar’i yang telah diitnggalkan. Dalam hal ini ada dua riwayat dari Imam Ahmad.

“Artinya : Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh kelahirannya…” Berkata Al-Allamah Asy-Syaukani dalam Nailul Authar (5/133) : “Ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “disembelih untuknya” ada dalil di dalamnya bahwa boleh bagi orang lain untuk mengurusi penyembelihan nasikah tersebut. Walimah Nasiqah [Aqiqah] Salim bin Muhammad Ali bin bin Rasyid Asy-Syubli Abu Zur'ah Khalifah bin Muhammad Ar-Rabah. Maka Yahya datang pada kami dengan membawa makanan. Aku katakana : “Kalian telah berdo’a maka semoga Allah memberkahi kalian dalam apa yang kalian doakan”. Awjazul Masalik ila Muwatha’ Imam Malik (9/209) oleh Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi Bolehnya Orang Lain Mengurusi Sembelihan Nasikah [Aqiqah]. Musa tidak ikut memakan hidangan karena ia sedang puasa. untuk mengurusi sembelihan nasikah dan tidak ada larangan dalam hal itu. “Artinya : Bila salah seorang dari kalian mengundang Diperbolehkan selain wali anak. Penerbit Pustaka AlHaura] __________ Foote Note [1]. lalu mereka berdo’a. Ibrahim bin Adham. Dari kitab Mu’jam Al-manahi Al-Lafdhiyyah hal.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI edisi Indonesia Hukum Khusus Seputar Anak Dalam Sunnah Yang Suci. Bilal bin Ka’ab Al-Akki’ berkata : “Kami yakni aku. Muawiyah bin Qurrah berkata : “Ketika lahir Iyyas [1] aku mengundang sekelompok sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penerjemah Ummu Ishaq Zulfa bint Husain. 244 oleh Syaikh Bakr Abu Zaid [2]. maka ia berbuka” Ibrahim berdiri lalu menyapunya dengan bajunya dan Musa berbuka dari puasanya [3] Dengan demikian disyari’atkan walimah nasikah dan bagi yang diundang hendaklah memenuhinya karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengaqiqahi kedua cucunya Al-Hasan dan Al-Husain. akan tetapi ada riwayat dari sahabat beliau yang meunjukkan hal tersebut. Kebiasan Abu Qurshafah ini adalah puasa sehari dan berbuka sehari. Dalilnya adalah ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari hadits Samurah Radhiyallahu ‘anhu. Lalu lahir anaknya ayahku maka ayahku mengundangnya bertetapan dengan hari puasanya. sebagaimana bolehnya kerabat mengurusi kerabatnya dan seseorang mengurusi dirinya” Kami katakan : Perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga termasuk dalil yang terbesar atas kebolehan tersebut di mana beliau . Penulis Salim bin Ali bin Rasyid Asy-Syubli Abu Zur'ah dan Muhammad bin Khalifah bin Muhammad Ar-Rabah. mengunjungi Yahya bin Hasan Al-Bakri Al-Filisthini di kampungnya. maka aku menjamu mereka. Maka berkata Yahya : “Telah mengimani kami di masjid ini selama 40 tahun seorang lelaki dari Bani Kinanah dari sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kunyahnya Abu Qurshafah. Abdul Aziz bin Qarir dan Musa bin Yasar. WALIMAH NASIKAH (AQIQAH) Tidak ada hadits marfu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang meriwayatkan tentang walimah nasikah ini. [1]. Jika aku berdo’a dengan satu do’a maka mereka mengaminkan”. Muawiyah berkata : “Maka aku mendo’akan Iyyas dengan do’a yang banyak untuk kebaikan agamanya dan akal’ [2] [2].

Dan ini yang benar maka ia (Hazm) tsiqah sebagaimana dikatakan oleh Ahmad. Penerbit Pustaka AlHaura] __________ Foote Note [1]. di dalamnya ada Hazm bin Abi Hazm. Di dalam sanadnya ada Muhammad bin Abdul Aziz Al-Umari : “Ia suhuduq sering wahm” seperti yang dinyatakan dalam “At-Taqrib”. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (1255) dan sanadnya shahih. ia seorang qadhi yang masyhur dengan kepandaian. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (1253) dan sanadnya dlaif. ia tsiqah. Penerjemah Ummu Ishaq Zulfa bint Husain. [Disalin dari kitab Ahkamul Maulud Fi Sunnatil Muthahharah edisi Indonesia Hukum Khusus Seputar Anak Dalam Sunnah Yang Suci. Ibnu Main dan selain keduanya. [2]. Penulis Salim bin Ali bin Rasyid Asy-Syubli Abu Zur'ah dan Muhammad bin Khalifah bin Muhammad Ar-Rabah. sebagaimana disebutkan dalam At-Taqrib. Iyyas adalah putra Muawiyah bin Qurrah.MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI saudaranya undangan maka hendaklah ia nikah atau memenuhinya semisalnya” apakah [4] Berkata Imam Syafi’i dalam Al-Umm : “Mendatangi undangan walimah adalah wajib”. Shahih dikeluarkan oleh Musim (10/246-Nawawi) dan selainnya. . [4]. kata Syaikh Al-Albani (dalam) Ash-Shahihah (3/418) : “Dia diperbincangkan tanpa hujjah”. [3]. dan tidak perlu menoleh pada ucapan Ibnu Hajar dal At-Taqrib. Dan beliau berkata : “Dan aku tidak memberikan keringanan pada seorangpun untuk meninggalkannya” Tentunya dikecualikan jika ada kemungkaran di dalam acara tersebut maka ketika itu wajib untuk tidak menghadirinya. Dan rawi yang bernama Bilal bin Kaab kata Al-Hafidzh ia maqbul yakni jika ada yang mengikutinya dalam periwayatan.