P. 1
Gizi Toddler

Gizi Toddler

|Views: 1,206|Likes:
Published by Awaass Dhay Meidar

More info:

Published by: Awaass Dhay Meidar on Mar 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2012

pdf

text

original

Peran Zat Gizi Pada Berbagai Tingkat Usia TODLER DAN PRASEKOLAH Kecepatan perkembangan turun ketika usia

toddler (1-3 th).Kebutuhan anak akan kalori lebih rendah,tetapi terdapat peningkatan jumlah protein dalam hubungan berat badan.Kalsium dan fosfor penting untuk perkembangan tulang.Todler lebih tertarik dalam linkungan dan meningkatkan keterampilan motorik disbanding dengan makanan. Toddler memerlukan minimum dua porsi (480 g) kelompok susu setiap hari untuk memberikan protein,kalsium,riboflavin,dan vitamim A dan B12.Susu yang diperkaya memberikan vitamin D dan tambahan vitamin A.Keseluruhan susu harus digunakan sampai toddler mencapai usia 2 th untuk membantu meningkatkan asupan asam lemak yang cukup.Separuh dari asupan protein todlerharus mengandung nilai protein tinggi.Todler yang mengkonsumsi lebih dari 720 g susu sehari dari pada makanan lain dapat menimbulka anemia susu.Seluruh padi-padian sereal dan roti adalah sumber yang baik akan zat besi dengan tambahan pada daging.Ketika daging diberikan pada toddler,maka makanan harus dipotong kecil agar tidak tetersedak.Makanan seperti hot dog,permen,kacang,anggur,dan popcorn merupakan makanan yang lebih sering diimplikasikan pada kematian karena tetersedak dan hal itu harus dihindari. Todler harus menerima 4 porsi setiap hari dari kelompok buah dan sayur.Satu porsi harus mengandung vitamin C.Sayuran berdaun hijau dan buah kuning harus serrin disajikan.Todler menyukai sayuran mentah tapi jangan memberikan wortel yang mentah karena bahaya tersedak. Empat porsi toddler mulai dari roti dan sereal harus termasuk seluruh padi-padian atau diperkaya nilai gizinya,sereal dan pasta.Sereal bayi dapat berlanjut digunakn karena kandungan besi yang tinggi.Todler sering menyukai sereal kering tapi sereal yang mengandung gula,tapi gula pada sereal harus dihindari.Selain empat dasar kelompok makanan,anak harus memiliki 1 hingga 2 sendok tah mentega untuk vitamin A. Anak usia prasekolah memerlukan kira-kira 480 g susu setiap hari,30-90 g daging,4-5 porsi buah dan sayur,3 porsi padi padian,3-4 sdt mentega.

Makalah nutrisi anak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Didalam pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang telah dikemukakan adalah nutrisi yang didapat oleh anak. Orang tua diharapkan mempunyai pemahaman yang tepat tentang nutrisi yang diperlukan anak untuk tumbuh dan berkembang, serta zat gizi yang dibutuhkan anak pada usia tertentu, sehingga dapat diberikan dengan cepat walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan dan status social ekonomi keluarga sangat mempengaruhi ketersediaan nutrisi untuk anak. Untuk itu perawat mempunyai kewajiban untuk membantu orang tua mendapatkan pemahaman dan keterampilan yang tepat dalam memberikan nutrisi pada anak sesuai dengan tahapan usianya. Semua makanan, khususnya untuk bayi dan anak kecil harus memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Ini dapat dicapai dengan menggunakan beragam bahan makanan. Perlu diperhatikan banhayak bahan makanan yang mempunyai volume terlalu besar untuk memenuhi energi dan zat gizi yang dibutuhkan, sehingga susunan bahan – bahan makanan tersebut harus seimbang. Pada petugas kesehatan sebaiknya menganjurkan dan meningkatkan motivasi untuk tetap melestarikan

pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Anjurkan bagi pemberian makanan bayi dan motivasi pada keluarga sebaiknya diteruskan sampai si ibu memutuskan menerima atau menolak untuk memberikan ASI. Si ibu perlu mengetahui bagaimana memberikan makanan tambahan yang dapat disediakan di rumah untuk bayinya, paling tidak setelah umur 6 bulan. Bagi golongan miskin jelas tidak bijaksana menganjurkan suplementasi makanan bayi dengan susu formula komersial. Oleh sebab itu dicarikan alternatif pembuatan makanan bayi yang memenuhi persyaratan gizi, akan tetapi mudah disiapkan di rumah tangga dengan cara yang sederhana dan higienis. Sehubungan dengan bervariasinya pangan yang tersedia serta kebiasaan makanan yang berbeda – beda, anjuran – anjuran sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat. B. Tujuan 1. Tujuan umum Mampu memahami dampak nutrisi bagi pertumbuhan dn perkembangan anak, jenis kebutuhan nutrien untuk bayi dan anak, kebutuhan nutrusi bayi, anak todler, anak usia prasekolah, anak usia sekolah dan remaja. 2. Tujuan khusus a. Menjelaskan dampak nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. b. Menjelaskan jenis kebutuhan nitrien untuk bayi dan anak. c. Menguraikan kebutuhan nutrisi untuk bayi, anak usia toddler, usia prasekolah, anak usia sekolah dan remaja. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. DEFINISI Nutrisi adalah keseluruhan berbagai proses dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan – bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan – bahan tersebut agar menghasilkan berbagai aktivitas dalam tubuhnya sendiri. Bahan – bahan tersebut dikenal dengan istilah nutrient (unsur gizi, yaitu : air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) (Mary E. Back, 2000). Nutrien adalah zat penyusun bahan makanan yang banyak diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme, yaitu : air (H2O), protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral (FKUI (Edisi 1), 1985). Nutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Setiap anak mempunyai kebutuhan nutrien yang berbeda – beda dan anak mempunyai karakteristik yang khas dalam mengkonsumsi makanan atau zat gizi tersebut. Oleh karena itu, untuk menentukan makanan yang tepat pad anak, tentukan jumlah kebutuhan dari setiap nutrien, kemudian tentukan jenis bahan makanan yang dapat dipilih untuk diolah sesuai dengan menu yang diinginkan, tentukan juga jadwal pemberian makanan dan perhatikan porsi yang dihabiskannya (Yupi Supartini, 2004). B. TUJUAN NUTRISI Dalam melaksanakan pemberian makanan yang sebaik – baiknya kepada bayi dan anak, bertujuan sebagai berikut : 1. Memberikan nutrient yang cukup untuk kebutuhan dalam : Memelihara kesehatan dan memulihkannya bila sakit. Melaksanakan berbagai jenis aktivitas. Pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta psikomotor.

2. Mendidik kebiasaan yang baik tentang memakan, menyukai dan menentukan makanan yang diperlukan (FKUI (Edisi 1), 1985). C. DAMPAK NUTRISI PADA TUMBUH – KEMBANG ANAK Pemberian nutrisi pada anak tidak hanya semata – mata untuk memenuhi kebutuhan fisik atau fisiologia anak, tetapi juga berdampak pada aspek psikodinamika, perkembangan psikososial, dan maturasi organik. Berikut ini akan diuraikan dampak nutrisi pada aspek–aspek tersebut. 1. Dampak psikologis • Psikodinamika (Freud). Pada anak usia bayi, pemenuhan kebutuhan yang utama adalah kebutuhan dasar melalui oral. Fase oral berhasil dilalui apabila anak mendapatkan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan oral saat makan dan minum. Kebutuhan makn dan minum anak dipenuhi lingkungan, khususnya ibu, baik berupa air susu ibu (ASI) pada saat menyusui maupun makanan lumat. Dampak psikodinamika yang diperoleh bayi adalah kepuasaan karena terpenuhinya kebutuhan dasar dan kehangatan saat pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. Psikososial (Erikson). Fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak menurut pendekatan psikososial adalah tercapainya rasa percaya dan tidak percaya sebagai kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Makanan dapat merupakan stimulus yang dapat meringankan rasa lapar anak, dan memuaskan yang konsisten terhadap rasa lapar dapat mempengaruhi kepercayaan anak pada lingkungannnya, terutama pada keluarga. • Maturasi organic (Piaget).Perkembangan organik yang dialami anak melalui makanan adalah pengalaman mendapatkan beberapa sensoris, seperti rasa atau pengecapan, penciuman, pergerakan, dan perabaan. Dengan demikian dikenalkan berbagai macam makanan, anak akan kaya dengan berbagai macam rasa, demikian juga dengan bertambah kayanya penciuman melalui bahan makanan. Selain itu, dengan makanan anak akan dapat meningkatkan keterampilan, seperti memegang botol susu, memegang cangkir, sendok, dan keterampilan koordinasi gerakan seperti menyuap dan menyendok makanan. 2. Dampak fisiologis Dampak nutrisi pada anak yang terlihat jelas adalah terhadap pertumbuhan fisik anak. Selama intrauterine (di dalam uterus), asupan nutrisi yang adekuat pada ibu berdampak tidak hanya pada kesehatan ibu, tetapi lebih pada pertumbuhan janin. Dengan asupan nutrisi yang adekuat, dari hari ke hari kehamilan ibu bertambah besar dan sejalan dengan itu janin tumbuh dan berkembangsampai pada usia kehamilan yang matang, maka janin siap dilahirkan dengan berat badan, panjang badan dan pertumbuhan organ fisik lainnya yang normal. Terutama pada trimester ke pertama pada saat terjadi pertumbuhan otak, asupan nutrisi yang adekuat terutama protein akan mempengaruhi petumbuhan otak. Sebaliknya, apabila ibu tidak mendapt asupan gizi yang adekuat, bayi dapat lahir dengan berat badan rendah. Diet atau pembatasan makanan pada ibu selama masa kehamilan akan menurunkan berat badan bayi. Begitu juga setelah anak dilahirkan, asupan nutrisi yang tepat untuk bayi, toddler, prasekolah, usia sekolah, dan remaja akan sangat mempengaruhipada pertumbuhan fisik mereka, yaitu anak akan bertambat berat dan bertambah tinggi atau meningkat secara kuantitas.

MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (USIA 1 – 3 TAHUN)
MENGAPA ANAK PERLU DIASUH DAN DIBIMBING Anak perlu diasuh dan dibimbing karena mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah bertumbuhnya anak dari segi jasmani. Perkembangan ialah berkembangnya kepribadian anak, dari seorang mahluk yang tadinya secara mutlak bergantung pada lingkungannya, menjadi seorang yang secara relatif mandiri dan berguna bagi lingkungannya. Perkembangan anak merupakan proses. Artinya, perkembangan itu meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, dan terjadi sebagai hasil interaksi antara faktor bawaan dan faktor lingkungan. Agar perkembangan itu berjalan sebaik-baiknya, anak perlu diasuh dan dibimbing oleh orang dewasa, terutama dalam lingkungan kehidupan berkeluarga. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK Sebagaimana dijelaskan diatas, perkembangan anak dipengaruhi oelh faktor bawaan dan faktor lingkungan. Kedua faktor itu perlu diperhatikan dalam mengasuh anak. 1. Faktor bawaan Faktor bawaan adalah sifat yang dibawa anak sejak lahir : - Ada anak yang penyabar, pemarah, pendiam, banyak bicara, cerdas, bodoh, dll - Keadaan fisik yang berbeda-beda, ada yang tinggi/pendek, ada yang berkulit hitam/putih, hidung mancung/pesek, dll Faktor bawaan dapat mempercepat, menghambat, atau melemahkan pengaruh faktor lingkungan. Setiap anak itu unik, artinya bahwa tidak ada satu anak pun yang persis sama. Dalam mengasuh dan membimbing anak, kita tidak boleh membandingkan perkembangan anak yang satu dengan yang lainnya, tanpa memperhatikan sifat mereka masing-masing. 2. Faktor lingkungan Adalah pengaruh luar atau lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak. Faktor lingkungan meliputi suasana lingkungan dalam keluarga dan hal lain yang berpengaruh dalam perkembangan anak, seperti sarana dan prasarana yang tersedia, misalnya alat bermain, lapangan bermain atau televisi. Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangnya fungsi tertentu dari anak, sehingga mempercepat perkembangan anak. Namun, faktor lingkungan juga dapat mmeperlambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. Peran orangtua adalah menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ke arah yang positif. 3. Faktor status nutrisi Makanan memegang peranan yang penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Kekurangan makanann yang bergizi akan menyebabkan retardasi pertumbuhan anak. Makan yang berlebihan juga tidak baik, karena dapat menyebabkan kegemukan. Kedua keadaan ini dapat meningkatkan resiko anak terserang penyakit. ASI juga memegang peranan dalam mencegah anak terserang penyakit. Itu disebabkan karena ASI disamping mempunyai nilai gizi yang tinggi juga mengandung berbagai macam zat anti yang melindungi anak dari berbagai infeksi. Pemberian makanan empat sehat lima sempurna pada anak toddler sangat dianjurkan karena anak pada usia ini sangat membutuhkan energi untuk aktivitasnya.

HAKIKAT MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK - Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam mendidik anak. Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan dasar-dasar pertama perkembangan anak - Mengasuh dan membimbing anak ialah mendidik anak agar kepribadian anak dapat berkembang dengan sebaik-baiknya, sehingga menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. - Mengasuh dan mebimbing anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak, baik aspek jasmani, intelektual, emosional dan keterampilan, serta aspek norma dan nilai. - Hakikat mengasuh dan membimbing anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa aman, sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Oleh karena itu, diperlukan suasana kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia - Mengasuh dan membimbing anak selain merupakan tantangan dalam keluarga, juga merupakan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan. - Mengasuh dan membimbing anak membutuhkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kesabaran orangtua MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (1 – 3 TAHUN) Dengan bertambah matangnya perkembangan fisik, anak usia toddler sudah bisa berjalan. Ia mulai menyadari bahwa gerakan badannya dapat diaturnya sendiri, dikuasai, dan digunakannya untuk suatu maksud. Tahap ini merupakan tahap pembentukan rasa otonomi diri. Apabila terdapat gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri, maka anak akan dikuasai rasa malu, ragu-ragu, dan pengekangan diri yang berlebihan. 1. Ciri dan tuntutan perkembangan Anak akan bergerak dan berbuat sesuatu sesuai dengan kemauannya sendiri, sehingga ia seolah-olah ingin mencoba apa yang dapat dilakukannya. Tak henti-hentinya ia berjalan kian kemari dengan perasaan senang dan puas, tangannya pun akan meraih segala sesuatu yang terjangkau olehnya. Anak pun dapat menuntut atau menolak apa yang ia kehendaki atau tidak ia kehendaki. Akan tertanam perasaan otonomi diri, yaitu rasa kemampuan mengatur badannya dan lingkungannya sendiri. Hal ini menjadi dasar terbentuknya rasa yakin pada diri dan harga diri di kemudian hari 2. Sikap orangtua - Doronglah agar anak dapat bergerak bebas dan berlatih melakukan hal-hal yang diperkirakan mampu ia kerjakan, sehingga akan menumbuhkan rasa kemampuan diri. Namun harus bersikap tegas untuk melindungi dari bahaya, karena dorongan anak berbuat belum diimbangi oleh kemampuan untuk melaksanakannya secara wajar dan rasional - Usahakan agar anak mau bermain dengan anak lainnya. Dengan demikian ia akan belajar bagaimana mengikuti aturan permainan. Namun jangan lupa bahwa dalam bermain atau berhubungan dengan orang lain, anak masih bersifat egoistis, yaitu mementingkan diri sendiri dan memperlakukan orang lain sebagai obyek atau benda sesuai dengan kemauannya sendiri - Banyaklah berbicara kepada anak dalam kalimat pendek yang mudah dimengerti - Bacakan buku cerita atau dongeng kepada anak setiap hari, dan doronglah agar ia mau menceritakan kepada anda apa yang ia lihat atau dengar - Ajak anak ke taman, toko, kebun binatang, lapangan, atau tempat lainnya - Usahakan agar anak membereskan mainannya setelah bermain, membantu kegiatan rumah tangga yang ringan dan menanggalkan pakaiannya tanpa dibantu. Hal ini akan melatih anak untuk bertanggung jawab.

- Latihlah anak dalam hal kebersihan diri, yaitu buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya, namun jangan terlalu ketat - Latihlah anak untuk makan sendiri memakai sendok dan garpu, dan ajaklah ia makan bersama keluarga - Berilah alat permainan yang sederhana, dan doronglah agar anak mau bermain balok-balok atau menggambar - Jangan terlalu banyak memberikan larangan. Namun orangtua pun jangan terbiasa menuruti segala permintaan anak. Bujuk dan tenangkanlah anak ketika ia kecewa dengan cara memeluknya dan mengajaknya berbicara. Gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri akan berakibat bahwa anak dikuasai oleh rasa malu dan keragu-raguan serta pengekangan diri yang berlebihan. Sebaliknya, dapat juga terjadi sikap melawan dan memberontak. 3. Gangguan / penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini - Kesulitan makan, terutama bila ibu memaksa makan - Suka mengadat (ngambek/tempertantrum) - Tingkah laku kejam - Tingkah laku menentang dan keras kepala - Gangguan dalam berhubungan dengan orang lain yang diwarnai oleh sikap menyerang

Kekurangan Gizi Pada Balita
A. Pengertian Gizi Kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidak seimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. B. Tanda dan Gejala Gizi Kurang 1. Nafsu makan menurun Anak tampak kurus Wajah seperti orang tua Kulit keriput Anak cengeng dan rewel Rambut kusam dan merah, mudah dicabut 2. Mata Sayu Faktor-faktor Peranan Diet Diet yang mengandung cukup energi, tetapi kurang protein akan menyebabkan anak menjadi penderita gizi kurang, sedangkan diet kurang energi walaupun zat-zat gizi esensialnya seimbang akan menyebabkan anak menjadi penderita gizi kurang. Peranan Faktor Sosial Pantangan untuk menggunakan bahan makanan tertentu yang sudah turun temurun dapat mempengaruhi terjadinya gizi kurang. Adakalanya pantangan tersebut didasarkan pada keagamaan, Penyebab Gizi Kurang

tetapi ada pula yang merupakan tradisi yang turun temurun. Keadaan Penduduk Meningkatnya jumlah penduduk yang cepat tanpa diimbangi dengan bertambahnya persediaan makanan setempat yang memadai merupakan sebab utama krisis pangan. Sedangkan kemiskinan penduduk merupakan akibat lanjutannya. Ditekankan pula perlunya bahan makanan yang bergizi baik disamping kuantitasnya. Peranan Infeksi Infeksi mempunyai pengaruh negative pada daya tahan tubuh. Sebab gizi kurang disertai infeksi pada umumnya mempunyai konsekuensi yang besar. Peranan Kemiskinan Kemiskinan merupakan dasar dari gizi kurang, dimana dengan penghasilan yang tetap rendah ketidak mampuan menanam bahan makanan sendiri ditambah pula dengan timbulnya banyak penyakit infeksi karena kepadatan tempat tinggal, maka timbulnya gejala gizi kurang lebih dipercepat. D. Akibat Gizi Kurang 1. Mudah terserang penyakit Kecerdasan anak berkurang Pertumbuhan dan perkembangan lambat Mengurangi potensi dan kecerdasan di kemudian hari. 1. Menyebabkan kematian 2. Nilai IQ anak-anak yang pernah menderita gizi kurang pada umur muda lebih rendah dari pada anak-anak normal. E. Cara Menangani Gizi Kurang 1. Beri makanan yang seimbang Beri ASI pada anak baru lahir sampai 2 tahun Minum obat cacing setiap 6 bulan sekali Jaga kebersihan rumah dan lingkungan Beri makanan sedikit tapi sering Cuci tangan sebelum dan sesudah makan Ikuti program posyandu setempat, pemberian vitamin Makan makanan gizi seimbang secara teratur 2. Perbanyak minum air putih. F. Pencegahan Gizi Kurang Banyak orang beranggapan bahwa factor utama pada gizi kurang itu kemelaratan, sehingga gizi kurang hanya dapat diperbaiki dengan perbaikan status social dan ekonomi masyarakat. Akan tetapi pencegahan gizi kurang dapat juga dengan memperbaiki pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak-anak Indonesia melampaui bidang kesehatan dan gizi, lingkungan serta menyangkut tradisi dan keadaan ekonomi rakyat. Pencegahannya meliputi : Pemberian Air Susu Ibu (ASI)

1. Pemberian makanan bergizi pada umur 6 tahun keatas Pencegahan penyakit infeksi dengan kebersihan lingkungan Pemberian imunisasi 2. Mengikuti program keluarga berencana G. Makanan Seimbang yang Sesuai dengan Kebutuhan Gizi Karbohidrat Terdapat pada Lemak Terdapat pada : Merupakan sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari : Tepung-tepungan, gula : Merupakan sumber tenaga : Minyak margarin, santan, kulit ayam dan lemak hewan lainnya

Protein : Digunakan untuk pertumbuhan dan mengganti jaringan yang rusak. Protein banyak terdapat pada ikan, ayam, telur, susu, tahu, tempe. Vitamin dan Mineral : Membantu melancarkan kerja tubuh Terdapat pada : Sayur-sayuran dan buah-buahan Serat : Serat baik untuk kesehatan karena membuat perut terasa lebih kenyang, membantu menurunkan glukosa darah, dll Terdapat pada : Roti, gandum, buah-buahan dan sayur segar. Jenis Nutrisi Yang Dibutuhkan Anak –anak a. EnergiKalori yang dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan ini adalah sekitar 1.900 kalori.Menu yang diberikan untuk mereka sebaiknya tidak terlalu padat tetapi berserat.Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti : nasi, roti, dan kentang adalahsumber karbohidrat yang bagus. Gula bukanlah merupakan sumber enrgi yang baik karena tidak mengandung vitamin dan mineral. Pemberian gula yang terlalu banyak padaanak akan menyebabkan kerusakan pada gigi. b.ProteinProtein harus dikonsumsi secara seimbang agar anak mendapat asupan kombinasi asamamino yang tepat. Protein dibutuhkan anak untuk perkembangan dan pemeliharaanjaringan tubuh.Berikut adalah angka kecukupan protein dalam sehari menurut kisaran umur anak : c.Lemak Lemak dibutuhkan oleh anak untuk berbagai fungsi tubuh dan penyediaan energi, prosesproduksi hormon, dan perlindungan tubuh. Lemak juga dapat menjamin ketersediaanvitamin A,D,E,K pada anak karena lemak dapat melarutkan vitamin tersebut. d.Kalsium Anak membutuhkan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi, pembekuan darah,serta kontaksi otot. e.Kolin Kolin merupakan nutrisi penting bagi membran otak dalam meningkatkan kemampuandaya ingat dan konsentrasi. Anak telah memasuki masa sekolah sehingga dalam prosesini mereka membutuhkan asupan makanan untuk membantu pemikiran. f.ZatBesi Penting bagi anak-anak yang sedang tumbuh serta meningkatkan kesehatan darah.Banyak jenis sayuran yang merupakan sumber zat besi yang bagus meskipun zat besiyang berasal dari nonhewan lebih sulit diserap tubuh. Dalam hal ini harus diberikanpula supan zat besi dari susu.g. SengSeng merupakan mineral penting yang menyususn banyak enzim pada tubuh. Sengberperan untuk memerangi infeksi, untuk pertumbuhan, perkembangan aspek seksualitas, dan indera perasa, serta pemulihan luka. h.Vitamin D Vitamin D penting dalam proses penyerapan kalsium. Vitamin D ditemukan padaproduk susu, telur, dan makanan yang difortifikasi seperti margarin, sereal, dan dapatdiproduksi tubuh melalui proses penyerapan sinar matahari pada kulit.

i.Antioksidan dan Buah Makan 3-5 porsi buah atau sayuran bervitamin C dan beta karotin tinggi, dapatmeningkatkan daya tahan tubuh anak pada serangan penyakit. 4. Karakteristik Pola Maka Anak Terkait Dengan Pemenuhan Kebutuhan Gizi a. Anak Usia Todler atau Batita (1-2 tahun)*) Anak sukar untuk makan.*) Nafsu makan sering berubah-ubah.*) Anak cenderung menyukai jenis makanan tertentu.*) Anak cepat bosan untuk makan sambil duduk, harus dengan bermain-main.b. Anak Usia Prasekolah (3-5 tahun)*) Nafsu makan berkurang.*) Anak lebih tertarik pada aktivitas bermain dengan teman atau lingkungannya daripadamakan.*) Anak senang untuk mencoba jenis makanan baru.*) Waktu makan merupakan kesempatan yang baik bagi anak utnuk belajar danbersosialisasi dengan keluarga.c. Anak Usia Sekolah (6 tahun – 13 tahun)*) Anak dapat mengatur pola makannya sendiri. *) Adanya pengaruh teman atau jajanan di lingkungan sekolah serta adanya reklame di televisi dapat mempengaruhi pola makan untuk mencoba makanan yang belumdikenalnya.*) Kesukaan menyukai satu makanan tertentu berangsur-angsur hilang.*) Pengaruh aktivitas bermain dapat menyebabkan keinginan bermain lebih besar daripada makan.Dengan melihat karakteristik pola makan anak usia tersebut, maka pemilihan zat gizi danmenu harus variatif agar kebutuhan gizi anak tercukupi dengan baik.Syarat pemberian makanan bagi anak antara lain :(1) Memenuhi kecukupan energi dan semua zat gizi yang sesuai dengan umurnya.(2) Susunan hidangan disesuaikan dengan pola menu seimbang.(3) Bentuk dan porsi makanan disesuaikan dengan daya terima dan toleransi anak (4) Memperhatikan kebersihan perorangan/anak dan lingkungan. Kombinasi Menu Bergizi Seimbang B. MASALAH KEKURANGAN GIZI PADA ANAK-ANAK Masalah-masalah yang sering dihadapi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi adalahsebagai berikut : 1. Penurunan Kecerdasan Otak Pada masa kanak-kanak proses pertumbuhan serta perkembangan terjadi sangat cepat.Oleh sebab itu apabila makanan anak tidak cukup mengansung zat-zat gizi yang dibutuhkan,dan keadaaan ini berlangsung lama, maka akan menyebabkan perubahan metabolisme dalamotak. Hal ini akan berakibat terjadi ketidakmampuan otak berfungsi secara normal. Pertumbuhan otak sangat ternganggu apabila kurang gizi sejak dalam kandungan danberlanjut sampai usia bayi. Pada janin keadaan kekurangan gizi akan menyebabkan jumlahsel otak menurun terutama pada cerebrum dan cerebellum. 2. Anemia Gizi Besi Anemia didefinisikan sebagai suatu keadaan kadar hemoglobin didalam darah lebihrendah dari nilai normal untuk kelompok orang yang bersangkutan.Menurut WHO (1996), anak umur 6 bulan – 5 tahun dikatakan anemia jika mempunyaikadar hemoglobin darah kurang 110 g/L.Pada anak-anak AGB ini diperberat keadaannya oleh infestasi cacing tambang. Cacingtambang menempel pada dinding usus dan memakan darah. Akibat gigitannya sebagiandarah hilang dan dikeluarkan dari badan bersama tinja. Setiap hari diperkirakan satu ekor cacing tambang memakan 0.03 – 0.15 ml darah, jika didalam tubuh terdapat 100 ekor cacingtambang, akan menyababkan kehilangan darah sekitar 3 – 15 ml per hari. 3. Kekurangan Vitamin A

4. Kekurangan Energi dan Protein a. Marasmus Seorang anak yang mengalami marasmus, mendapatkan sangat sedikit makanan, seringdisebabkan

karena ibu tidak dapat memberikan ASI.Badannya sangat kurus akibat hilangnya otot dan lemak tubuh. Hampir selalu disertaiterjadinya infeksi. Jika anak mengalami cedera atau infeksi yang meluas, prognosanyaburuk dan bisa berakibat fatal. b. Kwashiorkor KKP basah disebut kwashiorkor.Kekurangan protein pada kwashiorkor biasanya lebih jelas dibandingkan dengankekurangan kalori, yang dapat mengakibatkan:- tertahannya cairan sehingga bengkak (edema).- penyakit kulit- perubahan warna rambut.Anak yang menderita kwashiorkor biasanya telah menjalani penyapihan, sehinggausianya lebih besar daripada anak yang menderita marasmus

Perkembangan balita Ibu
Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat, Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini otak balita Ibu telah siap menghadapi berbagai stimuli seperti belajar berjalan dan berbicara lebih lancar.

Beda menu balita dengan orang dewasa
A Balita memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dari orang dewasa. Mereka butuh lebih banyak lemak dan lebih sedikit serat. Cermati perbedaan ini saat Ibu merencanakan menu makan balita: Gula & Garam - lupakan penggunaan gula dan garam pada menu bayi. Kalau pun ia sudah berusia di atas 1 tahun, batasi penggunaannya. Konsumsi garam untuk balita tidak lebih dari 1/6 jumlah maksimum orang dewasa sehari atau kurang dari 1 gram. Cermati makanan balita Ibu karena makanan orang dewasa belum tentu cocok untuknya. Kadang makanan Ibu terlalu banyak garam atau gula, atau bahkan mengandung bahan pengawet atau pewarna buatan. Porsi Makan - Porsi makan anak juga berbeda dengan orang dewasa. Mereka membutuhkan makanan sumber energi yang lengkap gizi dalam jumlah lebih kecil namun sering. Kebutuhan Energi & Nutrisi - Bahan makanan sumber energi seperti karbohidrat,protein, lemak serta vitamin, mineral dan serat wajib dikonsumsi anak setiap hari. Atur agar semua sumber gizi tersebut ada dalam menu sehari. Susu Pertumbuhan – Susu sebagai salah satu sumber kalsium, juga penting dikonsumsi balita. Sedikitnya balita butuh 350 ml/12 oz per hari. Susu Pertumbuhan dari Nutricia merupakan susu lengkap gizi yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia 12 bulan ke atas dan menjadi pelengkap menu buah hati ibu.

Jadi apakah ‘menu seimbang’ itu?

Menu seimbang adalah gabungan dari :

Karbohidrat
• Seperti nasi, roti, sereal, kentang, atau mi. Kenalkan beragam karbohidrat secara bergantian. Selain sebagai menu utama, karbohidrat bisa diolah sebagai makanan selingan atau bekal sekolah seperti puding roti atau donat kentang yang lezat.

Buah dan sayur
• Seperti pisang, pepaya, jeruk, tomat, dan wortel Jenis sayuran beragam mengandung zat gizi berbeda. Berikan setiap hari baik dalam bentuk segar atau diolah menjadi jus.

Susu dan produk olahan susu
• Susu pertumbuhan Produk olahan susu seperti keju dan yoghurt Pastikan balita Ibu mendapatkan asupan kalsium yang cukup dari konsumsi susunya

Protein
• Seperti ikan, susu, daging, telur, kacang-kacangan Seperti ikan, susu, daging, telur, kacang-kacangan Tunda pemberiannya bila timbul alergi atau ganti dengan sumber protein lain. Untuk vegetarian, gabungkan konsumsi susu dengan minuman berkadar vitamin C tinggi untuk membantu penyerapan zat besi.

Lemak dan gula
• Seperti yang terdapat dalam minyak , santan , dan mentega, roti, dan kue juga mengandung omega 3 dan 6 yang penting untuk perkembangan otak. Pastikan balita Ibu mendapatkan kadar lemak esensial dan gula yang cukup bagi pertumbuhannya. Namun perlu diperhatikan bahwa lemak dan gula tidak digunakan sebagai pengganti jenis makanan lainnya (seperti karbohidrat).

Makanan yang Harus Dihindari
Beberapa makanan perlu perhatian extra untuk dihindari, diantaranya: • Makanan yang terlalu berminyak , junk food, dan makanan berpengawet sebaiknya dihindari. Gunakan bahan makanan segar untuk menu makan keluarga terutama untuk balita. Penggunaan Garam. bila memang diperlukan sebaiknya digunakan dalam jumlah sedikit. Dan pilih garam beryodium yang baik untuk kesehatan. Bila membeli makanan dalam kemasan, perhatikan juga kandungan garamnya. Aneka jajanan di pinggir jalan yang tidak terjamin kebersihan dan kandungan gizinya. Ibu bisa membuat sendiri ‘jajanan’ untuk balita Ibu hingga ia tidak tergiur untuk jajan. Telur dan kerang. Karena seringkali menimbulkan alergi bahkan keracunan bila Ibu tidak jeli memilih yang segar dan salah mengolahnya. Biasakan mengolah telur sampai matang untuk menghindari bakteri yang dapat mengganggu pencernaan. Kacang-kacangan. Karena bisa jadi juga bisa jadi pencetus alergi. Jangan berikan kacang bila si balita belum terampil mengunyah karena bisa tersedak. NUTRISI PADA ANAK A. PENGERTIAN Nutrisi atau zat makanan adalah merupakan bagian dari makanan termasuk didalamnya air, protein dan asam amino yang membentuknya, lemak dan asam lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. B. ZAT GIZI YANG TERKANDUNG DALAM MAKANAN 1. Air Kebutuhan tubuh akan air merupakan urutan kedua setelah kebutuhan oksigen. Fungsi dari air bermacam-macam. Air merupakan komponen terpenting dari struktur tubuh dan dalam fungsinya sebagai pelarut, maka air memainkan peranan dasar dalam reaksi seluler. Air mengatur suhu tubuh dengan mengambil panas yang dihasilkan pada reaksi seluler dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Air penting sebagai pelumas tubuh misalnya saliva, memungkinkan makanan masuk ditelan. 2. Protein dan Asam Amino Fungsi protein adalah : a. Penunjang pertumbuhan, protein merupakan bahan padat utama dari otot, organ dan

glandula endokrin. Merupakan unsur utama dari matrix tulang dan gigi, kulit, kuku, rambut, sel darah dan serum. b. Pengaturan proses tumbuh, protein mempunyai fungsi yang sangat khusus dalam pengaturan proses-proses tubuh misalnya, Hb melakukan peranan vital membawa oksigen ke jaringan c. Energi, protein merupakan sumber energi potensial, setiap gramnya menghasilkan 4 Kkal (0,01 MJ), jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan dipakai untuk kebutuhan sintesis. Sumber protein : 1) Kandungan protein tinggi pada susu, daging, ikan, unggas, keju, biji-bijian. 2) Kandungan protein menengah pada telur, kacang-kacangan, tepung, biji-bijian, susu cair. 3) Kandungan protein rendah sebagian besar pada buah-buahan dan sayur-sayuran. 3. Lemak dan Asam Lemak Fungsi utama lemak adalah memberikan energi, Lemak bertindak sebagai karier dari vitamin A,,D ,E, K, yang larut dalam air dan memberikan rasa yang menyenangkan dan memberikan perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan dari lambung. Sumber makanannya adalah baik susu ASI dan sapi mengandung sekitar 50% kal lemak. Sekitar 4% dari kalori total dalam ASI diberikan oleh asam linoleat. Sumber makanan lain adalah minyak, LARD, mentega, margarine dan bumbu selada yang merupakan sumber lemak yang paling pekat. 4. Karbohidrat Gula dan zat tepung merupakan sumber utama energi manusia. Fungsi karbohidrat : a. Energi, setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata-rata menghasilkan 4 kal. Sejumlah karbohidrat dalam bentuk glukose, akan digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan energi jaringan. Sebagian kecil disimpan sebagai glikogen dalam hepar dan otot dan beberapa akan disimpan sebagai jaringan adiposa. b. Aksi pencadangan protein, tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai sumber utama energi, karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diet maka akan digunakan jaringan adiposa dan protein c. Pengaturan metabolisme lemak, diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diet sehingga oksidasi lemak dapat berlangsung dengan normal. Jika karbohidrat dalam diet terbatas, maka lemak akan dimetabolisir lebih cepat daripada penanganan tubuh terhadap produk metabolisme ini. Jika lemak tidak dioksidasi dengan lengkap maka akan terbentuk keton. d. Peranan dalam fungsi gastrointestinal, diduga laktosa mempercepat pertumbuhan bakteri yang diperlukan dalam usus kecil, bakteri ini berguna untuk sintesis vit B kompleks dan vit K. Sumber Karbohidrat : pada diet bayi muda laktosa merupakan karbohidrat predominan yang ditemukan dalam ASI dan susu sapi. Dengan semakin besarnya anak-anak ditambahkan biji-

bijian, roti dan makanan lain seperti kentang. C. CARA PEMBERIAN MAKAN SELAMA ANAK SAKIT DAN SEHAT 1. Umur 0 – 4 Bulan a. Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan keinginan anak, paling sedikit 8 kali sehari, siang maupun malam. b. Jangan diberikan makanan atau minuman lain selain ASI 2. Umur 4 – 6 Bulan a. Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan keinginan anak, paling sedikit 8 kali sehari, siang maupun malam. b. Beri makanan pendamping ASI 2 kali sehari, tiap kali 2 sendok makan c. Pemberian makanan pendamping ASI dilakukan setelah pemberian ASI d. Makanan pendamping ASI adalah: Bubur tim lumat ditambah kuning telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging/sapi/wortel/bayam/kacang/hijau/santan/minyak. 3. Umur 6 – 12 Bulan a. Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan keinginan anak b. Berikan bubur nasi ditambah telur / ayam / ikan / tempe / tahu / daging sapi/ wortel / bayam / kacang hijau / santan / minyak. c. Makanan tersebut diberikan 3 kali sehari. Setiap kali makan diberikan sebagai berikut : Umur 6 Bulan : 6 sendok makan Umur 7 Bulan : 7 sendok makan Umur 8 Bulan : 8 sendok makan Umur 9 Bulan : 9 sendok makan Umur 10 Bulan : 10 sendok makan Umur 11 Bulan : 11 sendok makan d. Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti: bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari dan sebagainya. 4. Umur 12 – 24 Bulan a. Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai keinginan anak b. Berikan nasi lembik yang ditambah telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging sapi/wortel/bayam/kacang hijau/santan/minyak. c. Berikan makan tersebut 3 kali sehari

d. Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti: bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari dan sebagainya. 5. Umur 2 Tahun atau Lebih a. Berikan makanan yang biasa dimakan oleh keluarga 3 kali sehari yang terdiri dari nasi, lauk,pauk,sayur dan buah. b. Berikan juga makanan yang bergizi sebagai selingan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti : 1) Bubur kacang hijau 2) Biskuit 3) Nagasari. Catatan : 1. Cucilah tangan sebelum menyuapkan makanan anak. 2. Gunakan bahan makanan yang baik dan aman, peralatan masak yang bersih dan cara memasak yang benar. Anjuran Pemberian Makan untuk anak dengan Diare Persisten : 1. Jika masih mendapatkan ASI, berikan lebih sering dan lebih lama, siang dan malam. 2. Jika anak mendapat susu selain ASI : a. Gantikan dengan meningkatkan pemberian ASI atau b. Gantikan dengan setengah bagian susu dengan bubur nasi dan ditambah tempe c. Jangan diberi susu kental manis. 3. Untuk makanan lain, ikuti anjuran pemberian makanan yang sesuai dengan umur anak. 1. Berat Badan Ideal (BBI) bayi (anak 0-12 bulan) BBI = (umur (bln) / 2 ) + 4 2. BBI untuk anak (1-10 tahun) BBI = (umur (thn) x 2 ) + 8 3. Remaja dan dewasa BBI = (TB – 100) – (TB – 100) x 10% atau BBI = (TB – 100) x 90% [Ket:] TB = Tinggi badan (cm) Wah, kalo data TB tidak diketahui bagaimana? Misalnya pada pasien ascites atau eudeme anasarka, kan susah tuh.. ga mungkin pake berat badan aktual (selain juga bisa konversi -30% dari BB

aktual),, atau pada pasien pasca bedah, ga mungkin kita ukur tingginya.. so, Konversi dong dari nilai antropomentri Tinggi lutut atau rentang lengan. TB berdasarkan Tinggi Lutut (TL) TB Pria = 6,50 + (1,38 + TL) – (0,08 x U) TB Wanita = 89,68 + (1,53 x TL) – (0,17 x U) TB berdasarkan Rentang Lengan (RL) TB Pria = 118,24 + (0,28 x RL) – 0,07 x U) TB Wanita = 63,18 + (0,63 x RL) – 0,17 x U) [ket:] U = Umur (tahun) Nah, sekarang udah bisa kan menghitung berat badan ideal. Berat badan normal juga dapat diketahui. Yaitu dengan menambah dan mengurangi 10% dari BBI. BB normal = -10% BBI sampai dengan +10% BBI. Jadi, BB normal sebenarnya merupakan range, tidak dapat dipatok pada angka tertentu. Perbandingan Berat Badan Bayi ASI dan Bayi Susu Formula

>> Tuesday, April 13, 2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->