LINGKUNGAN RW O5

(Perumahan Taman Permata Asri dan Sarimadu Permai)

DESA SITIREJO KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG 2006

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Dalam mendukung kebangkitan Islam, Masjid perlu diposisikan sebagaimana fungsi dan perannya di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Masjid dapat menjadi sentra aktivitas umat dalam memanfaatkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk menuju dunia Islam yang lebih baik. Namun cukup disayangkan, kebanyakan Masjid kita masih belum dikelola secara baik dengan sistem pengelolaan yang efektif dan efisien menuju pengamalan Islam secara kaffah. Karena itu, diperlukan adanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu umat dalam memakmurkan Masjid, khususnya alternatif-alternatif yang bersifat teknis-implementatif. Alhamdulillah Masjid Miftahul Jannah telah menyusun Panduan Idaroh Masjid. Meskipun masih jauh dari sempurna Panduan Idaroh Masjid ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan khususnya bagi pengurus dan jama’ah dalam pengelolaan Masjid Miftahul Jannah. Hal yang lebih penting adalah adanya uswah yang istiqomah khususnya dari para pengurus ta’mir dalam upaya untuk memakmurkan masjid serta memposisikan masjid sebagaimana fungsi dan perannya di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Mudah-mudahan Alloh SWT. senantiasa memberikan kekuatan, bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua Aamiin. Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Pengurus Ta’mir Masjid Miftahul Jannah Ketua Umum,

Sugiyanto

peradilan dan kemiliteran dibahas di lembaga masjid. peranan masjid tidak hanya menitikberatkan pada pola aktivitas yang bersifat akhirat saja. Dalam kondisi masyarakat yang selalu berpacu dengan kemajuan zaman. sosial. politik. terutama di daerah-daerah yang solidaritas jamaahnya belum kuat. Masjid-masjid baru bermunculan di berbagai tempat disamping renovasi atas masjid-masjid lama. Di masa Nabi Muhammad SAW. Masjid merupakan sarana untuk memelihara dan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. tetapi memperpadukan antara aktivitas ukhrawi dan aktivitas . ataupun di masa sesudahnya. Ada yang berukuran kecil tapi mungil. Kegiatan di bidang pemerintahan pun mencakup Ideologi. Dewasa ini umat Islam terus menerus mengupayakan pembangunan masjid. sedangkan masjid yang terlantar dan kurang terawat mengisyaratkan tipisnya iman dan kurangnya rasa tanggung jawab umat di sekitarnya. Demikian pula keadaan umat Islam dapat diukur dari kehidupan dan kemakmuran masjid. Artinya masjid tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah shalat saja. Dengan demikian. Makmur atau tidaknya masjid sangat bergantung pada mereka. Keadaan masjid mencerminkan keadaan umat Islam. masjidlah yang membangun umat. selain itu masjid berperan sebagai pusat pembinaan umat. “Umat membangun Masjid” selanjutnya “Masjid membangun Umat”. di tempat yang bernajis. Masjid berfungsi pula sebagai pusat pengembangan kebudayaan Islam. sebagai ajang halaqah atau diskusi. Idealnya setelah masjid berdiri. Hampir di seluruh penjuru negeri tidak ada yang tidak tersentuh oleh pembangunan masjid. Bumi yang kita tempati ini adalah masjid bagi kaum muslimin. dan di tempat-tempat yang menurut ukuran syariat Islam tidak sesuai untuk di jadikan tempat shalat. Pada mulanya . Masjid yang makmur menunjukkan kemajuan umat Islam disekitarnya. Setiap muslim boleh melakukan shalat di wilayah manapun di bumi ini.1. kecuali di atas kuburan. tetapi juga sebagai wadah beraneka kegiatan jamaah / umat Islam. Sebab masjid merupakan integritas dan identitas umat Islam yang mencerminkan tata nilai keislamannya. dinamika masjid dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu dan teknologi.. PENDAHULUAN Masjid berasal dari bahasa Arab sajada yang berarti tempat sujud atau tempat menyembah Allah SWT. ada yang besar dan megah. tempat mengaji dan mengkaji serta memperdalam ilmu pengetahuan agama maupun ilmu pengetahuan umum. Semangat mengupayakan pembangunan masjid tersebut layak dibanggakan. Namun tidak sedikit pula masjid yang terkatung-katung pembangunannya dan tak kunjung rampung. ekonomi. masjid menjadi pusat kegiatan kaum muslimin. Jadi terdapat hubungan timbal balik yang saling memaknai antara keduanya. Pada masa Rasulullah SAW.

Masjid sebagai tempat kaum muslimin beri’tikaf. Fungsi masjid yang lain diantaranya adalah : 1. Masjid sebagai tempat bermusyawarah kaum muslimin guna memecahkan persoalanpersoalan yang timbul dalam masyarakat. 2. Pada zaman Rasulullah SAW. membersihkan diri. 7. mengajukan kesulitan-kesulitan . Masjid sebagai tempat pelaksanaan. sosial. Masjid seperti ini akan memiliki daya tarik jamaahnya. menggembleng bathin untuk membina kesadaran dan mendapatkan pengalaman keagamaan sehingga dapat memelihara keseimbangan jiwa dan raga serta keutuhan kepribadian. tempat shalat dan tempat beribadah kepada-Nya. pengaturan dan supervisi kehidupan sosial masyarakat madani. menyimpan dan membagikannya sesuai dengan syariah. Masjid sebagai tempat pembinaan keutuhan ikatan jamaah dan kegotong-royongan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. 3. Umat yang dinamis akan menjadikan masjidnya dinamis. 4. Dinamika sebuah masjid amat sangat ditentukan oleh faktor objektif umat Islam di sekitarnya. 5. Masjid sebagai tempat kaum muslimin beribadat dan mendekatkan diri kepad Allah SWT. Masjid sebagai tempat mengumpulkan dana. Lima kali sehari semalam umat Islam dianjurkan untuk mengunjungi masjid guna melaksanakan shalat berjamaah. Masjid sebagai tempat pembinaan dan pengembangan kader-kader pimpinan umat.duniawi. Masjid sebagai majelis ta’lim yang berperan dalam peningkatan kecerdasan dan pengembangan wawasan ilmu pengetahuan kaum muslimin. 8. Masjid sebagai tempat kaum muslimin berkonsultasi. meminta bantuan dan pertolongan. 2. budaya. 9. . 6. dan militer). FUNGSI MASJID Fungsi utama masjid adalah tempat sujud kepada Allah SWT. Masjid berperan sebagai pusat Ibadah dan sebagai pusta pembinaan umat (politik. membuat mereka tergerak dan terus berupaya meramaikan dan memakmurkan masjid. Berbagai aktivitas dan kreativitas tentu akan berlangsung di masjid. ekonomi.

Dengan adanya perencanaan seperti ini kegiatan masjid lebih dapat berjalan dengan teratur dan terarah. perlu dipelihara dengan baik.Memakmurkan Masjid “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGURUS MASJID Menjadi pengurus masjid bukanlah pekerjaan yang ringan. Merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk”.Mengatur Kegiatan Segala kegiatan yang dilaksanakan di masjid menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus untuk mengaturnya. Program yang disusun mungkin saja hanya untuk memenuhi kepentingan jangka pendek. Yang menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus masjid antara lain : 1. pengurus selalu berupaya untuk mengkoordinir upaya-upaya memakmurkan masjid dengan mengamalkan risalah masjid dan dakwah islamiyah yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadits. Sebagai orang yang dipilih dan dipercaya oleh jamaah. bahkan sampai ke jangka panjang. ilmunya. ulamanya. 3. Tidak berlebihan jika pengurus masjid baiknya pribadi yang memiliki jiwa pengabdian dan ikhlas. 2. amanahnya. Pengurus masjid membersihkan bagian yang kotor dan memperbaiki yang rusak serta merawat sarana dan prasarana yang ada agar dapat dipergunakan selama mungkin.Memelihara Masjid Masjid sebagai tempat ibadah menghadap Allah SWT. jangka menengah. Bangunan dan ruangannya serta sarana dan prasarana yang tersedia perlu dirawat agar tidak kotor dan rusak. . kebersihan dan keindahannya. Pengurus selalu berupaya untuk menjaga dan menciptakan kondisi masjid agar memiliki daya tarik karena ibadahnya.3. serta keamanan dan ketertibannya. mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta tidak takut kecuali kepada Allah. dia diharapkan dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab. Pengurus harus terlebih dahulu menyusun program atau rencana kegiatan sebelum pada tahap pelaksanaannya.(QS : At – Taubah : 18 ) Dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada. Tugas dan tanggung jawabnya cukup berat.

pengaturan . strategi dan model evaluasi yang dipergunakan dalam manajemen modern merupakan alat bantu yang juga diperlukan dalam pengelolaan masjid masa kini. keadaan seperti ini perlu segera dibenahi. Pengurus masjid harus menyesuaikan diri dengan riak perkembangan zaman. masjid sebagai wasilah yang dapat mengantarkan umat kepada terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridloi Allah SWT. ikhtiar pengkajian yang bermutu. yaitu Idarah Binnail Maadiy (Physical Management) dan Idarah Binnail Ruhiy (Functional Management). Perbaikan pertama-tama adalah dengan dibentuknya suatu organisasi masjid dengan menetapkan spesialisasi peran. khususnya jika ingin menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan peribadatan dan kebudayaan islamiyah. Na’udzubillaahi Min Dzalik. Pada umumnya pengurusan masjid di desa-desa praktis berpusat di satu tangan ulama setempat. Fakta lainnya adalah rendahnya ukhuwah islamiyah atau kesetiakawanan disemua bidang. Untuk itu dalam upaya untuk mengaktualisasikan dan merealisasikan peran dan fungsi masjid secara optimal. Idarah Binnail Maadiy (Physical Management) adalah management secara fisik diantaranya meliputi kepengurusan masjid. maka tunggulah kehancurannya”. Metode/pendekatan. Tipisnya kesadaran berorganisasi dan ketiadaan pengetahuan dan pengalaman dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan organisasi merupakan suatu fakta. dan keindahan masjid (termasuk taman di lingkungan masjid). PENGELOLAAN MASJID Salah satu kelemahan umat Islam yang paling menonjol dalam pembinaan masjid (terutama di pedesaan) adalah pengelolaan. ketertiban. pengaturan pembangunan fisik masjid.4. rencana kerja masjid dan pembagian tugas diantara anggota pengurus masjid. termasuk kegiatan untuk mencerdaskan umat. Idarah masjid disebut juga manajemen masjid pada garis besarnya dapat dibagi menjadi dua bidang. kebersihan. diperlukan adanya pengelolaan masjid secara profesional dan proporsional. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas diperlukan model manajemen masjid modern yang dilandasi oleh perencanaan dan pengaturan yang serius. dan penggalian nilai-nilai ajaran Islam secara langsung dari dua sumber nash : AlQur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Dalam menjalankan roda organisasi dan administrasi masjid diperlukan adanya kejelasan tugas dan tanggung jawab pengurus masjid. perencanaan. Pengelolaan masjid pada zaman sekarang ini memerlukan ilmu dan keterampilan manajemen. “ Apabila suatu urusan tidak ditangani oleh ahlinya. Mengacu pada sabda Rasulullah SWT. Jika kaum muslimin tidak ingin ketinggalan zaman. penjagaan kehormatan.

sebagai pusat pembangunan umat dan kebudayaan Islam seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW. menarik. Pembinaan ukhuwah islamiyah dan persatuan umat. c. pemeliharaan agar masjid tetap suci. Pelaksanaan Idarah (manajemen) masjid mensyaratkan pemikiran yang baik dan perencanaan yang matang. pembinaan akhlaqul karimah. penjelasan ajaran Islam secara teratur menyangkut: a. terpandang. Idarah Binnail Ruhiy (Functional Management) adalah tentang pelaksanaan fungsi masjid sebagai wadah pembinaan umat. . Melahirkan fikrul islamiyah dan kebudayaan Islam.keuangan dan administrasi masjid. Idarah Binnail Ruhiy meliputi pengentasan dan pendidikan aqidah Islamiyah. b. Mempertinggi mutu keislaman dalam diri pribadi dan masyarakat. Hal ini diperlukan selain sebagai upaya untuk merealisasikan peran dan fungsi masjid sebagaimana mestinya juga untuk mengantisipasi abad kebangkitan Islam dengan upaya nyata sekaligus untuk membina pribadi-pribadi umat muslim berfikir praktis dan bekerja dengan sistem yang teratur dan terencana. dan bermanfaat bagi kehidupan umat.

5. KURNIAWAN SEKSI PERLENGKAPAN & SARANA PRASARANA . G. STRUKTUR ORGANISASI MASJID MIFTAHUL JANNAH Struktur Organisasi PENASIHA AHMAD T LANI PELINDUN G KETUA RW 05 KETUA UMUM SUGIYANTO KETUA I SUPRAPTO SEKRETARI S AGUNG PEMBANTU UMUM / HUMAS DRAJAT BENDAHAR A RINO KETUA II ADAM SEKSI PERIBADATAN SEKSI PENDIDIKAN SEKSI PHBI &IBSOS FATONI KOHAR KUN AGUS MAULA NA SEKSI REMAJA MAS JID SEKSI PEMBANGUNAN SEKSI PEMELIHARAAN & KEBERSIHAN SEKSI KEAMANAN SUMARGO MISNAN PRAYITNO S.

PELINDUNG PENASIHAT : KETUA RW 05 : 1. 2. BURHANUDDIN 2. KUN AGUS WIDAYAT 2. M. Bp. Bp. SEKSI PEMELIHARAAN DAN KEBERSIHAN SEKSI PERLENGKAPAN DAN SARANA & PRASARANA 15. IMAM SOEPARNO 3. 5. Bp. AGUNG WICAKSONO 2. Bp. MAULANA SUBHAN N 2. 4.6. KATENI (KOORDINATOR) 2. ADAM SUJANA RAMDHAN : 1. RACHMAT H. Bp. PANDI 4. Bp. 12. UDIK SUWANDOKO 3. Bp. PRAYITNO 3. Bp. SUPRAPTO : Bp. Bp. Bp. SUSUNAN PENGURUS MASJID MIFTAHUL JANNAH PERIODE TAHUN 2006 . EKO AGUS SUSILO : 1. 3. 9. Bp. FATONI 2. MULYONO : 1. AHMAD LANI 5. RINO 2. GATOT (KOORDINATOR) 2. H. Bp. FAESOL EFENDI : 1. Bp. MISNAN : 1. Bp. 8. BUDI SANTOSO : Bp. DRAJAT : 1. Bp. Bp. 11. BENI : 1. KHAMID : Bp. H. Bp. SUMARGO (KOORDINATOR) 2. 10. SUPENI GEMA KURNIAWAN : 1. Bp. 16. Bp. A. Bp. SUYANTO : Bp. A. Bp.2011 1. Bp. KASDI 3. HARI SANTOSO (KOORDINATOR) 2. SEKSI KEAMANAN . H. 13. Bp. KOHAR RAHARDJO : 1. KETUA UMUM KETUA I KETUA II SEKRETARIS BENDAHARA HUMAS / PEMBANTU UMUM SEKSI PERIBADATAN SEKSI PENDIDIKAN SEKSI PHBI & IBSOS SEKSI REMAJA MASJID SEKSI PEMBANGUNAN 14. 6. SUGIYANTO : Bp. 7. Bp.

Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan seluruh tugas organisasi kepada jamaah. Mengkoordinir dan memotivasi seksi-seksi untuk menyusun dan mengusulkan rencana program pemakmuran masjid di bidang fisik/bangunan masjid kepada rapat pengurus. termasuk surat atau nota pengeluaran uang / dana / harta kekayaan organisasi 5. Mengevaluasi semua kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus. 3. Melaksanakan program-prgram di bidang peribadatan yang telah ditetapkan oleh rapat pengurus. Menandatangani surat-surat penting. KETUA UMUM 1. 2. Mewakili Ketua Umum apabila yang bersangkutan tidak hadir atan tidak ada di tempat. 4. KETUA II 1. Memimpin dan mengendalikan kegiatan seluruh anggota pengurus lainnya dalam melaksanakan tugasnya. 2. 3. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum. 4. 2. II. Mengkoordinir dan memotivasi seksi-seksi untuk menyusun dan mengusulkan rencana program pemakmuran masjid di bidang peribadatan kepada rapat pengurus. 3. Mengatasi segala permasalahan atas pelaksanaan tugas yang dijalankan para pengurus. KETUA I 1. 8. 7. sehingga mereka tetap berada pada kedudukan atau fungsinya masing-masing. Melaksanakan program-prgram di bidang fisik/bangunan masjid yang telah ditetapkan oleh rapat pengurus. 5. PEMBAGIAN TUGAS PENGURUS MASJID I.7. Mengkoordinir dan memotivasi seluruh anggota pengurus lainnya dalam menciptakan program-program untuk memakmurkan masjid. 6. Mewakili organisasi ke luar dan ke dalam. 4. 5. Mewakili Ketua Umum apabila yang bersangkutan tidak hadir atau tidak ada di tempat. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum. Menyelenggarakan rapat pengurus secara reguler maupun insidental. III. . Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum.

Merencanakan dan mengusahakan masuknya dana masjid serta mengendalikan pelaksanaan Rencana Anggaran Belanja Masjid sesuai dengan ketentuan. VI. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum.membuat dan mendistribusikan undangan. 3. 2. 4. Mensosialisasikan rencana kegiatan dan atau kegiatan di masjid. PEMBANTU UMUM / HUMAS 1. barang. 3. Mengajak warga masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya memakmurkan masjid. 2. . Memberikan pelayanan teknis dan administratif Mengerjakan seluruh pekerjaan sekretariat.membuat laporan organisasi (bulanan/triwulan/tahunan) termasuk musyawarah pengurus dan musyawarah masjid (musyawarah jamaah). diantaranya : . 2. Mengeluarkan uang sesuai dengan kebutuhan atau keperluan berdasarkan persetujuan Ketua Umum. 7.membuat daftar hadir rapat/pertemuan. tagihan. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum. . barang-barang Inventaris maupun tagihan.IV. 4. Memegang dan memelihara harta kekayaan organisasi baik berupa uang. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum Mewakili Ketua Umum. Memimpin kegiatan sekretariat. tahunan) atau laporan khusus.membuat daftar jamaah/ustadz/mubaligh/majelis ta’lim dll. 8. . Menyimpan surat bukti penerimaan dan pengeluaran uang. . menyimpan dan membukukan keuangan. 4. Membantu secara umum kelancaran kegiatan pengurus masjid. SEKRETARIS 1. Menerima. Ketua I dan Ketua II apabila yang bersangkutan tidak hadir atau tidak ada di tempat. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum. Sebagai penghubung organisasi masjid dengan jama’ah / masyarakat sekitar. . BENDAHARA 1. 3. Membuat laporan keuangan rutin atau pembangunan (bulanan. 5. 5. dan surat-surat berharga. . triwulan.mencatat dan menyusun notulen rapat/pertemuan. V. 6. 6.membuat surat-menyurat dan pengarsipannya.

kajian ilmiah dll.Kursus bahasa Inggris. Seni Kaligrafi. Merencanakan. shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang meliputi : a. . . mengatur dan melaksanakan kegiatan pendidikan formal dan atau nonformal misalnya : . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum melalui Ketua I. b. 2. Bilal. Merencanakan. . perpustakaan masjid dan lain-lain. SEKSI PENDIDIKAN 1. Musabaqah Tilawatil Qur’an dll. remaja. tartil dan hataman Al-Qur’an. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum melalui Ketua I. mengatur dan melaksanakan syiar melalui kebudayaan Islami misalnya melalui Diba’. 3. . Merencanakan. mengatur dan melaksanakan kegiatan majelis ta’lim dan pengajian. 7. 3. 6. Menyusun dan melaksanakan kegiatan Islamic center yang meliputi pembentukan lembaga pendidikan (TK/TPA). 9. Merencanakan. 8.Kursus bahasa Arab.Kursus mubaligh. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum melalui Ketua I. Merencanakan. Menyusun usulan rencana kegiatan pendidikan. . Mengumumkan kegiatan peribadatan lainnya.Kegiatan Belajar Mengajar baca/tulis Al-Quran untuk anak-anak. SEKSI PERIBADATAN 1. shalat jum’at dan kegiatan ramadlan.VII. .Kajian dan pemahaman Al-Qur’an dan Hadits.Mendirikan sekolah atau madrasah. VIII. untuk mendalami Agama Islam baik bagi pengurus maupun jamaah (masyarakat).Pelatihan Remaja Masjid. 5. 5. mengatur dan melaksanakan kegiatan shalat fardu. 4. Qasidah. dewasa maupun orang tua. Khatib. Mengumumkan petugas khatib. 2. 4. bilal dan penceramah. misalnya : . dan penceramah. Merencanakan. muadzin. Imam.Pesantren Kilat Ramadhan. mengatur dan melaksanakan kursus-kursus yang dapat meningkatkan kualitas umat muslim. Mengadakan seminar. c. mengatur dan melaksanakan kegiatan tadarus. . Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum melalui Ketua I. Melakukan kegiatan pembinaan Remaja Masjid. Menyusun jadwal Muadzin.

zakat fitrah. dll. diantaranya adalah : Idul Fitri. Bekerja sama dengan seksi terkait dalam pelaksanaan tugasnya. mengatur dan melaksanakan kegiatan yang menjadikan generasi muda tidak hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek da’wah.Kunjungan dan pemberian santunan kepada panti jompo. dan orang terlantar. . janda.Pelatihan atau kursus da’i . panti asuhan.IX. . pembinaan. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum melalui Ketua I.Qurban dan Aqiqah.Acara Pernikahan.Pendistribusian zakat maal. dan pengarahan yang positif bagi generasi muda yang bertujuan untuk meningkatkan kegairahan beragama serta meningkatkan kesadaran dan pengalaman agama di kalangan generasi muda.Mengikutsertakan dalam pelatihan.Studi banding melalui safari dari masjid ke masjid. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum melalui Ketua I. kursus. dan Tokoh Masyarakat dalam pelaksanaan tugasnya. 3.Kegiatan Tutorial untuk anak-anak TPA/TK . 4. 2. Nuzulul Qur’an. mengatur dan melaksanakan kegiatan yang berkenaan dengan bimbingan.Menengok jamaah yang sakit. 6. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum melalui Ketua I. . Merencanakan. Pemuka Agama. Tahun Baru Hijriyah. misalnya : . 7. Idul Adha. Merencanakan.Kematian dan cara pengurusan jenazah. penjara dll.Khitanan massal. mengatur dan melaksanakan kegiatan PHBI. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum melalui Ketua I. X. 2. SEKSI REMAJA MASJID 1. Maulid. . 4. Isra Mi’raj. . Mengusulkan kerja sama dengan lembaga Islam yang lain dalam acara PHBI. SEKSI PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) DAN IBSOS (Ibadah Sosial) 1. . . seminar dan kompetisi Islami. diantaranya : . Merencanakan. Melakukan koordinasi dengan pengurus RT/RW. 5. misalnya : . Menyusun rencana pembicara / penceramah dalam acara PHBI. .Santunan kepada yatim piatu. infaq dan shadaqah.Pesantren Kilat Ramadhan .Bimbingan Belajar ilmu keagamaan maupun ilmu umum 3. Merencanakan. mengatur dan melaksanakan kegiatan Ibadah Sosial. panti jompo. 5. .

2. . Merencanakan. dan kenyamanan di dalam maupun di luar masjid. 3. SEKSI PEMBANGUNAN 1. 5. SEKSI PERLENGKAPAN DAN SARANA PRASARANA 1. .Membentuk kepanitian pembangunan atau renovasi masjid sesuai dengan petunjuk dan arahan dari Ketua Umum melalui Ketua II. . 2. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum melalui Ketua II. pengurusan jenazah dll. mengatur dan melaksanakan kegiatan yang meliputi : . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum melalui Ketua II.Mendata barang-barang/perlengkapan atau sarana prasarana yang rusak atau hilang dan menyusun rencana perbaikan. Merencanakan. mengatur dan melaksanakan kegiatan pemeliharaan kebersihan.Menginventarisasi harta kekayaan masjid.Mengatur dan melengkapi sarana prasarana perpustakaan masjid. SEKSI PEMELIHARAAN DAN KEBERSIHAN 1. Memelihara dan menjaga kebersihan sarana dan prasarana masjid. XIII. penggantian dan pengadaan. 3. . 3. Menyusun rencana kebutuhan tenaga dan perlengkapan cleaning sercice. Mendata kerusakan perlengkapan cleaning service dan sarana prasarana masjid serta mengusulkan perbaikannya atau penggantinya.XI. . Merencanakan. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum melalui Ketua II. . XII. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum melalui Ketua II. TPA. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum melalui Ketua II.Menyiapkan pengadaan peralatan/perlengkapan dan sarana prasarana untuk kelancaran kegiatan masjid. .Membuat rencana anggaran belanja pembangunan atau renovasi dan gambar bangunan masjid. keindahan. mengatur dan melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemeliharaan Masjid yang meliputi : .Melaksanakan kegiatan pembangunan atau renovasi sesuai dengan program. 4.Membuat program pembangunan masjid atau renovasi masjid. 2. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tuganya kepada Ketua Umum melalui Ketua II. 6.

dia diharapkan dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab. Pengurus dituntut untuk memiliki akhlak yang baik dan mulia. Diantara akhlak Rasulullah Muhammad SAW. b.. sebagai Uswatun Hasanah harus dijadikan acuan yang harus diteladani oleh setiap pengurus dalam kehidupan sehariharinya. amanah dan dapat mengakomodasi aspirasi jamaah serta rajin menjalin silaturahmi dan terus berupaya meningkatkan ukhuwah islamiyah. memiliki wawasan Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan Umum yang memadai. diperlukan adanya kesiapan secara spiritual.Melaksanakan tugas pengamanan di dalam. dan menjauhi larangan-Nya. tersebut adalah : 1. . di luar dan lingkungan masjid. dengan cara selalu berupaya untuk melaksanakan perintah Allah SWT. mengatur dan melaksanakan kegiatan keamanan masjid yang meliputi : . Berakhlak baik dan mulia (Akhlaqul Kharimah) Sebagai panutan orang banyak . personal maupun sosial dari pengurus masjid yang dimanifestasikan dalam kriteria pengurus masjid. Pencitraan sebuah masjid sangat tergantung kepada akhlaq pengurusnya. PRAKONDISI SPIRITUAL. tugas dan tanggungjawabnya cukup berat.Menata dan mengatur tempat parkir kendaraan. mengajak kebaikan dan tidak melayani sikap buruk dari orang yang bodoh atau tidak mengerti. setiap pengurus masjid harus memiliki akhlak yang baik dan mulia karena akhlak inilah yang akan menumbuhkan penghargaan dan kepercayaan dari jamaah.Menyusun rencana kebutuhan tenaga dan perlengkapan keamanan. Akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengemban amanah untuk memimpin dan mengelola masjid. .Menata dan mengatur tempat penitipan sandal/sepatu. 3. Sebagai orang yang dipilih dan dipercaya oleh jamaah. Dalam hal ini setiap pribadi pengurus diharapkan mempunyai niat dan upaya nyata untuk selalu meningkatkan derajat ketaqwaannya kepada Allah SWT. Merencanakan. 2. memiliki kemampuan kepemimpinan dan managerial. . Kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh pengurus masjid yang meliputi : a. Suka memaafkan. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Umum melalui Ketua II. 8.XIV. . Menjadi pengurus masjid bukanlah pekerjaan yang ringan. Bertaqwa kepada Allah SWT. SEKSI KEAMANAN 1. PERSONAL DAN SOSIAL PENGURUS MASJID Pengurus masjid adalah mereka yang menerima amanah jama’ah untuk memimpin dan mengelola masjid dalam upaya untuk memakmurkan masjid. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum melalui Ketua II.

curang. 7. tidak memutuskan hubungan kekeluargaan dll. tidak berdusta. mulia hati. Berbuat adil. “Sesungguhnya Allah memerintahkan supaya berlaku adil. 5. menyangka buruk orang lain. mengkal hati. (QS : AL-Hujurat 12). berbuat tidak sopan. sebab yang demikian itu termasuk perintah yang sungguh-sungguh”. bagus dalam bertetangga. bermegah diri tinggi hati. 6. menganiaya. suka mendatangi undangan. “maka maafkanlah mereka sertaberikanlah kelonggaran (orang-orang yang bersalah sehingga menepati janjinya atau surut dari kejahatannya). kemunkaran dan kedurhakaan. kemunkaran serta kedurhakaan”. (QS : An-Nahl 90). Menghindari budi pekerti yang jahat seperti sombong atau takabbur. yang tercantum dalam Al-Quran yang harus dicontoh. tidak mengadu domba. tidak berbuat buruk diantara orang yang bertengkar. berbuat baik. bersikap lunak. jangan pula menyelidiki keburukan orang lain dan jangan pula sebagian dari kamu semua itu mengumpat sebagian nya lagi”. meratakan salam. mengantarkan jenazah. Memberi maaf dan kelonggaran kepada orang yang bersalah. Selalu bersikap sabar. menjenguk orang sakit. juga selalu memaafkan orang lain. tidak menipu. sebab sebagian persangkaan itu adalah dosa. suka memberi kelonggaran dalam segala hal. memberikan bantuan untuk kebajikan. menghormati orang tua. tidak suka mengumpat keburukan orang lain. mendo’akan untuk keselamatan. dengki. “(Orang-orang yang bertaqwa) adalah orang-orang yang menahan kemarahan. sehingga orang yang bermusuhan antara engkau dan dia akan menjadi kawan yang setia”(QS : Sajdah 34). Sebenarnya masih banyak sekali akhlakul kharimah Rasulullah SAW. berbuat baik dan memberi (bantuan) kepada kerabatdan melarang kekejian. melawan padahal ia yang salah. jangan menyelidiki keburukan orang dan jangan mengumpat. Menolak kejahatan dengan cara yang sebaik-baiknya. “Dan bersabarlah terhadap apa-apa yang menimpa dirimu. diantaranya adalah : Bergaul dan memperlakukan orang lain dengan baik. “Jauhilah olehmu sebagian banyak dari persangkaan. tidak keras kepala. 4. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik”. dll. tidak kikir atau bakhil. “Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang sebaik-baiknya. Tidak su’udzon. dermawan. (QS: Al-Maidah 13). berkata-kata kotor.“Berilah maaf dan perintahkan kebaikan serta biarkanlah orang-orang yang bodoh “. banyak bicara. 3.(QS : Luqman 17). mendamaikan orang yang berselisih. Menahan kemarahan dan memaafkan orang lain. menahan kemarahan dll. baik terhadap tetangga yang muslim atau kafir. (QS :Ali-Imran 134). memberi bantuan serta melarang kekejian. Menjauhi semua yang diharamkan (misalnya berjudi dan minum khamar). iri hati. memberikan ampunan. (QS : Al-A’raf 199) 2. suka ngobrol yang bukan-bukan. .

Koordinasi dan kerja sama merupakan sifat utama dalam praktek berorganisasi. Ilmu pengetahuan adalah pemimpin segala amalan dan amalan itu hanyalah sebagai pengikutnya belaka. Kegiatan-kegiatan masjid akan berjalan baik dan sukses apabila dilaksanakan oleh pengurus yang kompak bekerja sama. tetapi perhatikanlah apa yang dia bicarakan”. Berwawasan Ilmu Agama dan Ilmu Umum yang memadai. mencarinya merupakan ibadat. Dalam bekerja sama inilah diperukan adanya kekompakan baik dalam pelaksanaan berbagai program atau kegiatan masjid maupun dalam upaya memecahkan berbagai kendala dan hambatan yang timbul. dan menyampaikan kepada ahlinya adalah kebaktian. Dalam menyampaikan pendapat dibutuhkan keiikhlasan. d. saran dan kritik. Untuk merealisasikan program-program yang telah direncanakan pengurus tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. dan bilmauidzatil hasanah (dengan memberikan pengertian yang baik). Berbagai kendala dan hambatan yang dijumpai dalam pelaksanaan kegiatan akan mudah diatasi oleh pengurus yang kompak. Terbuka terhadap masukan. Dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Ilmu Agama maupun Ilmu Umum. “Keutamaan seorang ‘Alim di atas seorang ‘Abid sebagaimana keutamaanku di atas serendah-rendah orang dari golongan sahabatsahabatku”. Kekompakan pengurus masjid sangat berpengaruh terhadap kehidupan masjid. ketenangan. Lapang dada untuk menerima suatu pendapat (ilmu) yang benar tanpa memandang siapa yang berbicara. (HR. Sumber ilmu yang paling haq adalah Al-Qur’an dan Hadits. Bersedia menyampaikan ilmu (kebenaran) walaupun satu ayat. untuk meningkatkan kualitas pengamalan ilmunya tersebut. Dalam hal ini setiap pribadi pengurus harus selalu berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Ilmu Agama maupun Ilmu Umum.c. Belajar yang dilandasi karena Allah merupakan tanda ketaqwaan kepada-Nya. Bersedia menyampaikan ilmu (kebenaran) walaupun itu pahit. Seperti kata pepatah “Jangan melihat siapa yang berbicara. Dalam upaya untuk memakmurkan masjid sangat diperlukan adanya kerjasama yang sinergis diantara sesama pengurus masjid. Mencari Ilmu pengetahuan adalah wajib bagi setiap muslim. menyelidikinya adalah sebagai jihad. menelaahnya sebagai bertasbih (memahasucikan Allah). Allah meninggikan derajat seseorang karena Ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Mempunyai kemampuan memimpin dan managerial - . Tirmidzi). kesabaran. Tidak merasa dirinya yang paling benar dan paling pintar. diperlukan adanya sikap dan pemahaman sebagai berikut : Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya sebagai sedekah. bilhikmati (secara bijaksana).

dan dengan penuh pengertian dapat menerima koreksi terhadap kekeliruannya. tetapi juga ditentukan dari semaraknya kegiatan di masjid. melalui kepercayaan dan amanat dari jamaah masjid. Pengurus dipilih dari dan oleh jamaah. Kewajiban pengurus diantaranya adalah mengurus dan melayani kebutuhan jamaah. Sikap saling pengertian dengan menyadari adanya perbedaan fungsi dan kedudukan masing-masing. Melalui kegiatan pembinaan jamaah ini jamaah masjid diaktifkan dan ditingkatkan kualitas Iman. Melalui musyawarah ini diharapkan berbagai pemikiran dan pandangan dapat dikemukakan dalam rangka mencari alternatif pemecahan yang terbaik. e. Forum musyawarah antara sesama pengurus maupun antara pengurus dengan jamaah perlu senantiasa dilakukan untuk mengatasi problematika masjid. Dalam memberikan nasihat harus dilakukan dengan cara yang bijak dan santun tanpa ada rasa saling menyalahkan. sehingga menjadi muslim yang kaaffah. Sesama pengurus masjid juga perlu saling menasihati apabila ada pengurus yang berbuat kesalahan dan kekeliruan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatannya. tolong menolong dan nasihat menasihati diantara pengurus. Menerapkan keterbukaan dalam mengelola masjid (open management) baik menyangkut program / rencana kegiatan maupun keuangan. Salah satu kegiatan masjid yang penting adalah pembinaan jamaah. berkomunikasi dan membina jamaah. tolong menolong dan nasihat menasihati diantara sesama pengurus dapat menimbulkan kekompakan pengurus masjid sehingga memungkinkan segenap pelaksanaan tugas / kegiatan berjalan dengan baik. Hidupnya suasana saling pengertian. Pada hakekatnya merupakan amanat dari Allah SWT. lancar dan mencapai sasaran yang telah digariskan. Peningkatan . tidak saling menghambat. Ilmu. Pemikiran dan pandangan bersama akan lebih kuat dan mantap dalam memecahkan dan mengatasi suatu problematika yang dihadapi. Amanah dan dapat mengakomodasi aspirasi dari jamaah. yang diberi nasihat harus dengan senang hati menerima teguran dan saran-saran dari pengurus yang lain tanpa harus merasa tersinggung dan marah.Kekompakan pengurus dapat dipupuk dan dipelihara melalui adanya sikap saling pengertian. tidak saling mencampuri urusan dan wewenang. Kemakmuran masjid tidak hanya dapat diukur dari jumlah jamaahnya saja. Praktek tolong menolong dapat diterapkan baik dalam hubungan kerja di organisasi dengan cara membantu atau menolong pengurus yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas atau kegiatannya ataupun dalam hubungan pribadi dan keluarga. dan Amal ibadah mereka. Dengan pengelolaan secara terbuka diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan jamaah terhadap pengurus dan meningkatkan partisipasi jamaah dalam pelaksanaan kegiatan maupun dalam mengatasi berbagai problematika masjid. Menjadi pengurus masjid adalah amanat. serta memakmurkan masjid bersama para jamaah.

ekstern masjid maupun kepentingan umat Islam.kualitas jamaah ini menyangkut pemahaman dan penghayatan agama di satu pihak dan aspek pengamalan di pihak lain. Potensi jamaah dapat disalurkan dan dikembangkan sebaik-baiknya menjadi kekuatan besar yang dapat diarahkan untuk kepentingan intern masjid. melalui pengajian rutin. pengalaman. Untuk itu jika pengurus hanya memihak pada satu golongan. Aspek yang perlu diperhatikan didalam proses pembinaan jamaah adalah adanya kesadaran dan pemahaman dari pengurus masjid bahwa jamaahnya beraneka ragam. Jadi didalamnya tercakup aspek Ilmu (pemahaman). status sosial. Sasaran semula yang ingin menggalang solidaritas umat malah berubah menjadi friksifriksi. lingkungan pergaulan. Pengurus mengenal jamaahnya secara pribadi. pengurus. Tanpa pengurus masjid tidak akan terurus. pelaksanaan PHBI. Perbedaan merupakan kenyataan yang sangat potensial dan alami karena jamaah datang dari latar belakang yang beragam baik pendidikan. perbaikan kualitas dan kemakmuran masjid pun meningkat. Hubungan ini tidak hanya dalam arti lahiriahnya semata. Jamaah mengenal jamaah lain dengan dekat. kemasjidan. Kegiatan ini jelas akan memperkokoh tali silaturahmi. Dengan kualitas jamaah yang bertambah baik dari waktu ke waktu. Pengurus tidak akan ada kalau tidak ada jamaah. begitu juga sebaliknya. maupun golongan/mazhab. tetapi juga dalam arti ikatan bathiniah. Cara lain yang dapat ditempuh adalah melalui kegiatan silaturahmi dari rumah ke rumah . Pengurus dan jamaah masjid tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. sebaliknya jamaah tidak akan terurus jika tidak ada pengurus. Adanya perbedaan merupakan rahmat dari Allah SWT. pertemuan dan diskusi tentang masalah keagamaan. menitipkan pesan halus agar jamaah mengajak saudara-saudara muslim untuk shalat berjamaah di masjid. f. jamaah dapat terjerumus kearah perpecahan. Saling pengertian dan ikatan yang erat antara kedua belah pihak akan memperlancar dan mensukseskan kegiatan-kegiatan masjid. kerja bhakti memperbaiki dan membersihkan masjid. Untuk meningkatkan hubungan silaturahmi antara pengurus dengan jamaah masjid dapat dilakukan dengan saling terlibat didalam berbagai kegiatan masjid. dan Amal (pengejawantahan) dalam perspektif agama. etnis/suku. Kegiatan lain yang dapat meningkatkan hubungan antara pengurus dengan jamaah masjid misalnya. Pengurus masjid dalam hal ini menjadi sponsornya. Jamaah harus benar-benar diperhitungkan sebagai faktor penentu. Disinilah pentingnya hubungan antara pengurus dan jamaah masjid. dan lain-lain. Iman (penghayatan).lebih-lebih bagi hakikat masjid sebagai baitullah.. Rajin menjalin silaturahmi dan terus berupaya meningkatkan ukhuwah islamiyah. Antara pengurus pun tergalang . didayagunakan seoptimal mungkin sehingga keberadaan mereka langsung menyentuh kemajuan dan kemakmuran masjid. Pengurus dengan persuasif mengajak jamaah berbincang dari hati ke hati. Pengurus masjid selayaknya memandang berbagai perbedaan ini sebagai potensi dari jamaah. dan kemasyarakatan. demikian pula tanpa jamaah masjid akan kosong. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi jamaah.

Bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengurus inti yang terdiri dari Ketua Umum. Musyawarah Temporer yang dilaksanakan sewaktu-waktu untuk membahas hal-hal yang mendesak dan perlu segera diselesaikan. Setiap pengurus masjid diharapkan mampu menyusun laporan keuangan. Musyawarah Evaluasi Kinerja Pengurus yang dilaksanakan setiap satu tahun. . Musyawarah Monitoring Kinerja Pengurus yang dilaksanakan setiap tiga bulan. Bendahara. itu pertanda pengurus masjid dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Laporan dari masing-masing unit dihimpun dan disusun oleh bendahara menjadi laporan gabungan. Dalam idarah masjid yang perlu mendapat perhatian adalah masalah keuangan dan surat-menyurat. donatur dan pengurus secara berkala. diperlukan adanya evaluasi dan monitoring yang kontinyu dan konsisten. Laporan gabungan ini selanjutnya disampaikan kepada jamaah. Ketua I. fa Insya Allah akan menjadi modal yang amat manjur untuk mewujudkan kemakmuran masjid dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Apabila pengelolaan keuangan masjid dapat dilaksanakan dengan baik. b. selain itu evaluasi dan monitoring juga dapat dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban kinerja pengurus masjid kepada pemberi amanat. dan Humas/Pembantu Umum. EVALUASI DAN MONITORING Dalam menjalankan tugasnya sebagai pengemban amanat dari Allah melalui kepercayaan yang diberikan oleh jamaah untuk mengelola masjid. 9. Hikmah dibalik kegiatan itu akan menumbuhkan sikap tolong menolong dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Sekretaris.pemahaman yang intens. Bentuk lain dari evaluasi dan monitoring yang dapat dilakukan adalah dengan diselenggarakannya musyawarah diantara pengurus dan musyawarah antara pengurus dengan jamaah masjid yanga meliputi : a. d. c. Sekurang-kurangnya mencatat dengan jelas dari mana uang masuk dan penggunaan dana di unitnya masing-masing. Ketua II. Musyawarah Khusus yang dilaksanakan untuk membahas pertanggungjawaban personil pengurus yang melanggar kode etik idarah masjid. Kalau sikap demikian sudah tumbuh dalam jiwa pengurus dan jamaah masjid. Evaluasi dan monitoring ini bertujuan untuk mengukur sampai sejauh mana pencapaian rencana program / kegiatan masjid. Bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program di setiap seksi.

berbuat tidak sopan.Bersedia menyampaikan ilmu (kebenaran) walaupun satu ayat. berkata-kata kotor.Bersedia menyampaikan ilmu (kebenaran) walaupun itu pahit. melawan padahal ia yang salah. 2. bilhikmati (secara bijaksana). Dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Ilmu Agama maupun Ilmu Umum. dengki. menghormati orang tua. . dan Amar ma’ruf nahi munkar. menjenguk orang sakit. curang. bagus dalam bertetangga. suka ngobrol yang bukan-bukan. . tetapi perhatikanlah apa yang dia bicarakan”. Bekerjasama dan kompak dalam berorganisasi. tidak memutuskan hubungan kekeluargaan dll. mengantarkan jenazah. Penolong. 1.Tidak merasa dirinya yang paling benar dan paling pintar. Adil. Menjauhi semua yang diharamkan. menyangka buruk orang lain. mengkal hati.10. . . mendo’akan untuk keselamatan. KODE ETIK PENGURUS MASJID Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengemban amanah jamaah untuk memmimpin dan mengelola masjid. mendamaikan orang yang berselisih. Berakhlak baik dan mulia (Akhlakul Kharimah) Pemaaf. bermegah diri tinggi hati. Sabar. . . Amar ma’ruf nahi munkar.Dalam menyampaikan pendapat dibutuhkan keiikhlasan.Lapang dada untuk menerima suatu pendapat (ilmu) yang benar tanpa memandang siapa yang berbicara.Sumber ilmu yang paling haq adalah Al-Qur’an dan Hadits. meratakan salam. Seperti kata pepatah “Jangan melihat siapa yang berbicara. banyak bicara. baik terhadap tetangga yang muslim atau kafir. ketenangan.tidak saling mencampuri urusan dan wewenang. menahan kemarahan dll.Saling pengertian dengan menyadari adanya perbedaan fungsi dan kedudukan masingmasing. saran dan kritik. . 5. mulia hati. suka mendatangi undangan. dan dengan penuh pengertian dapat menerima koreksi terhadap kekeliruannya. dermawan. Berniat dan berupaya nyata untuk selalu meningkatkan derajat ketaqwaannya kepa Allah SWT.Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. memberikan ampunan. 3. Menghindari budi pekerti yang jahat seperti sombong atau takabbur. tidak menipu. bersikap lunak. Bergaul dan memperlakukan orang lain dengan baik. diperlukan adanya rambu-rambu atau aturan-aturan yang dimanifestasikan dalam kode etik pengurus masjid. iri hati. tidak saling menghambat. . tidak keras kepala. diperlukan adanya sikap dan pemahaman sebagai berikut : . suka memberi kelonggaran dalam segala hal.Terbuka terhadap masukan. . kesabaran. tidak kikir atau bakhil. memberikan bantuan untuk kebajikan. menganiaya. dll 4. Jujur. dan bilmauidzatil hasanah (dengan memberikan pengertian yang baik). Diantara kode etik tersebut adalah . tidak suka mengumpat keburukan orang lain tidak berdusta. tidak mengadu domba. Berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas wawasan ilmu pengetahuannya. tidak berbuat buruk diantara orang yang bertengkar.

Silaturahmi dari rumah ke rumah.Saling menasihati apabila ada pengurus yang berbuat kesalahan dan kekeliruan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatannya. 6.Pengurus dengan jamaah masjid rajin terlibat didalam berbagai kegiatan masjid.Tolong menolong dengan cara membantu atau menolong pengurus yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas atau kegiatannya ataupun dalam hubungan pribadi dan keluarga. 11. Oleh karena itu segala masukan atau kritik yang bersifat perbaikan dan penyempurnaan panduan ini akan diterima dengan senang hati.Tidak hanya memihak pada satu golongan karena dapat meninmbulkan perpecahan dan berdampak negatif baik bagi jamaah. pengurus.Keterbukaan dalam mengelola masjid (open management) baik menyangkut program / rencana kegiatan maupun keuangan. ..Diperlukan kesadaran dan pemahaman dari pengurus masjid bahwa jamaahnya beraneka ragam karena jamaah datang dari latar belakang yang beragam baik pendidikan. Amanah dan dapat mengakomodasi jama’ah.Pengurus masjid selayaknya memandang berbagai perbedaan ini sebagai potensi dari jamaah yang dapat didayagunakan seoptimal mungkin untuk kemajuan dan kemakmuran masjid. PENUTUP Panduan idarah masjid ini disusun untuk dijadikan acuan bagi pengurus masjid dalam menjalankan amanat Allah melalui kepercayaan jamaah masjid untuk mengelola dan memakmurkan masjid. . pengalaman. kerja bhakti dll. Rajin menjalin silaturahmi dan terus berupaya meningkatkan ukhuwah islamiyah. .Mengajak jamaah berbincang dari hati ke hati. maupun golongan/mazhab. . . etnis/suku. . . Panduan idarah masjid yang disusun ini masih jauh dari sempurna untuk dijadikan sebagai satu-satunya acuan. lingkungan pergaulan. status sosial. . pelaksanaan PHBI. . terlebih bagi hakikat masjid sebagai baitullah. 7. Semoga panduan ini berguna bagi pengurus maupun bagi jamaah masjid.Musyawarah antara sesama pengurus maupun antara pengurus dengan jamaah perlu senantiasa dilakukan untuk mengatasi problematika masjid. . melalui pengajian rutin. menitipkan pesan halus agar jamaah mengajak saudara-saudara muslim untuk shalat berjamaah di masjid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful