P. 1
PERUBAHAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL

PERUBAHAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL

|Views: 2,056|Likes:
Published by Suroya Haqiqi

More info:

Published by: Suroya Haqiqi on Mar 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Kehamilan adalah suatu peristiwa alami dan fisiologis yang terjadi wanita yang didahului oleh suatu peristiwa dalam uterus sampai proses persalinan. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kali disebut primigravida atau gravida 1. seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida. Kehamilan pertama bagi seorang wanita merupakan salah satu periode krisis dalam kehidupannya. Pengalaman baru ini memberikan perasaan yang bercampur baur, antara bahagia dan penuh harapan dengan kekhawatiran tentang apa yang akan dialaminya semasa kehamilan. Kecemasan tersebut dapat muncul karena masa panjang saat menanti kelahiran penuh ketidakpastian, selain itu bayangan tentang halhal yang menakutkan saat proses persalinan walaupun apa yang dibayangkannya belum tentu terjadi. Situasi ini menimbulkan perubahan drastis, bukan hanya fisik tetapi juga psikologis (Kartono, 1992). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologi dan emosi seorang ibu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dalam kandungannya. Oleh karena itu, untuk ibu hamil, perlu mengetahui keadaan kehamilannya, perubahan fisik dan psikologis selama ia hamil, dan mendapat pengetahuan yang cukup dalam menjalani masa kehamilan sebelum memasuki tahap melahirkan nantinya sebab ”Happy Babies Begin With Happy Pregnancy”. pada

fertilisasi pembentukan zigot dan

akhirnya menjadi janin yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan di

1

2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini antara lain : 1. 3. Untuk mengetahui kiat dalam menghadapi perubahan psikologis pada ibu hamil.1. Bagaimana pengaruh perubahan psikologis terhadap janin yang dikandung? 4. Bagaimana perubahan psikologis yang terjadi selama ibu hamil? 3. Untuk mengetahui pengaruh perubahan psikologis terhadap janin yang dikandung. Untuk mengetahui perubahan psikologis yang terjadi selama ibu hamil. 2. Bagaimana gambaran tentang proses kehamilan? 2. Untuk mengetahui gambaran tentang proses kehamilan. Bagaimana kiat dalam menghadapi perubahan psikologis pada ibu hamil? 1.3 Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah : 1. 2 . 4.

BAB II PEMBAHASAN 2. Selama periode ini. kelompok sel yang terus tumbuh itu telah sampai di dalam rongga rahim dan melekatkan diri di dinding rahim (uterus). dan ketiga. 8. mulai terjadi perubahan pada tubuh. Seminggu setelah pembuahan.8 kg termasuk pertambahan berat dari trimester pertama. yaitu trimester pertama. Janin mulai aktif bergerak pada periode ini. proses kehamilan akan berjalan terus sampai janin siap untuk dilahirkan ke dunia. hanya satu yang akan berhasil membenamkan diri dalam dinding sel telur yang sudah masak. kemungkinan tidak melebihi 2. Pada akhir trimester kedua. seorang wanita akan melepaskan sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi.65 – 10.6 cm di bawah pusar. Pembuahan itu sendiri berlangsung setelah terjadi hubungan seksual (persetubuhan) antara lawan jenis. Hasil pembuahan akan menghasilkan zigot. termasuk pembentukan dan perkembangan otak. dan menyatukan dua inti sel. meskipun tidak semua hubungan seksual akan menghasilkan pembuahan. Pembuahan hanya dapat terjadi ketika wanita sedang dalam masa subur. 64. yang lalu berkembang (dengan cara pembelahan sel secara besar-besaran) menjadi embrio. Sel yang dibuahi akan membelah diri. Mula-mula menjadi 2. seorang pria akan mengeluarkan jutaan sperma saat melakukan persetubuhan. Bila berlangsung normal. Orang akan mengenali ibu yang sedang hamil.6 cm diatas pusar.1 Proses Kehamilan Seorang wanita disebut hamil jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Tahap-tahap kehamilan dikelompokkan menjadi tiga trimester. Pertambahan berat badan rata – rata 7. Dari berjuta-juta sel sperma tersebut. Trimester pertama adalah trimester yang sangat menentukan karena pada trimester inilah pembentukan organ yang fital telah dimulai. hanya terjadi sedikit kenaikan berat badan. 16. lalu 4. 32.25 kg selama 13 minggu. Perut akan berubah karena pembesara rahim 7. rahim akan membesar sekitar 7. Janin belum bergerak pada masa ini. Pada trimester kedua. Dalam keadaan normal. kedua. 3 . dan seterusnya. Pada masa itu.

rahim membesar 16. meskipun kemungkinan berat badan sebelumnya stabil. maka perhatian dan pikiran ibu hamil mulai tertuju pada sesuatu yang dianggap klimaks.. lesu. sangat normal apabila calon ibu mengalami mood swing. Menjelang persalinan. Rasa takut menjelang persalinan menduduki peringkat teratas yang paling sering dialami ibu selama hamil (Lestaringsih. Total pertambahan berat badan ibu hingga trimester ketiga antara 11.5 – 20. Bagi perempuan kehamilan adalah suatu anugerah yang ditunggu – tunggu kehadirannya. dan sebagainya. seorang psikolog pada RSIA Hermina Bekasi menjelaskan bahwa : “Selama hamil. Risa Kolopaking. Tiap-tiap trimester membawa peranan penting dan sebisa mungkin harus dijaga dengan baik.2 Perubahan Psikologis Selama Ibu Hamil Bagi setiap wanita kehamilan yang dialaminya merupakan suatu kebahagiaan tersendiri dimana dengan kehamilan tersebut secara psikologis memberikan kepercayaan diri yang kuat bahwa ia adalah memang benar-benar telah menjadi wanita sejati. Secara sosial pun ia akan merasa lebih percaya diri dalam kehidupan bermasyarakat. Di sisi lain kehamilan apalagi kehamilan pertama membawa efektifitas yang tidak bisa begitu saja disepelekan. Sebagian besar ibu hamil 4 . 1992).Pada trimester ketiga ibu akan mengalami banyak perubahan fisik selama trimester ini karena bayi tumbuh pesat. 2. Bobot bayi bertambah pesat pada trimester ketiga. Jadi. emosi dan suasana hati yang naik-turun secara fluktuatif. Sedangkan secara psikologis ibu hamil akan dibayangi dan dihantui rasa cemas dan takut akan hal-hal yang mungkin akan terjadi baik pada dirinya sendiri maupun pada bayinya. sehingga kegelisahan dan ketakutan yang dialami ibu hamil akan semakin intensif saat menjelang persalinan (Kartono.75 kg. payah.3 cm di atas pusar. Secara fisik ibu hamil akan merasa letih. Msi. Kehamilan itu unik bagi setiap perempuan. Belum lengkap rasanya bagi seorang perempuan jika belum dapat melahirkan seorang keturunan. Dra. Dengan makin tuanya kehamilan.5 – 15. 2006). tidak perlu cemas bila kehamilan salah seorang perempuan mengalami pengalaman sedikit berbeda dengan ibu hamil lainnya.

ibu hamil mengalami perubahan psikologis seperti : 1. 4. 7. 4.” Dalam masa kehamilan yang terbagi atas tiga trimester. Kehamilan masih dirahasiakan. perubahan tubuh dan hormonal ibu hamil. gembira. ibu hamil akan mengalami perubahan psikologis seperti : 1. Mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil. 5. Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga. Khawatir kehilangan bentuk tubuh. 5 . tiap trimester membawa perubahan psikologis pada ibu hamil. Merasa tidak sehat & benci kehamilannya. Ibu sudah merasa sehat dan mulai bisa menerima kehamilannya. Sebagian besar perempuan bersikap ambivalen tentang kehamilannya. 6. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa bebannya. Di samping faktor psikologis yang juga bisa sebagai pencetusnya. tapi libido turun. Mengalami gairah seks yangg lebih tinggi. 3. Ibu mulai merasakan gerakan bayinya dan merasakan kehadiran bayi sebagai seseorang di luar dirinya. ♦ Trimester ketiga Dan pada trimester ketiga yang disebut dengan Periode Penunggu. Slalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya. dan ada yang ekstrim. 8.mengalaminya. perubahan psikologis yang terjadi yaitu : 1. gejala ini ada yang ringan. dll ♦ Trimester kedua Sedang pada trimester kedua atau disebut dengan Periode Kesehatan. Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. 9. 2. 3. Ketidakstabilan emosi dan suasana hati 10. Perasaan was-was. 2. Libido atau gairah seks meningkat. takut. Penyebab secara internal. Perubahan – perubahan tersebut diantaranya : ♦ Trimester pertama Pada trimester pertama atau bisa disebut Periode Adaptasi.

Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi yang tidak normal. kendali emosi dan tindakan yang bersangkutan dalam kehidupan sehari-hari akan terkena imbas negatifnya. Jika kondisi fisiknya kurang baik. yakni timbunan permasalahan yang tidak bisa diatasi dengan baik (Adelaar MSc). suasana hati atau keadaan emosi cepat berubah. dan perubahan pola atau pilihan makanan yang juga akan berpengaruh pada konsep diri sang ibu. Bila beban trauma ini terus berlanjut. Perubahan-perubahan tersebut wajar dan kerap kali umumnya terjadi pada ibu hamil. Kondisi psikologis yang dialami ibu selama hamil. seperti bentuk tubuh yang melebar dan kondisi emosi yang naik turun. 7.3 Pengaruh Perubahan Psikologis Terhadap Janin yang Dikandungnya Beban fisik dan mental biasa dialami oleh ibu hamil karena perubahan fisik dan hormonalnya. Salah satunya dengan menghindari trauma masa hamil yang dapat berujung pada stres. 3. Meskipun calon ibu tak menyadari adanya perubahan emosi yang fluktuatif bahkan ketika telah terakumulasi menjadi depresi. 4. Tidak semua ibu menyadari bahwa aspek fisik dan psikis adalah dua hal yang terkait erat. 8. melainkan juga kesehatan psikologisnya. Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya. Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya. 6. Tidak sabaran dan resah.2. Untuk itu. Semakin ingin menyudahi kehamilannya. sehingga masalah yang dihadapi ibu pun makin kompleks. atau hampir tidak terpisahkan. tak hanya sebatas perubahan fisik. Rasa tidak nyaman kembali terjadi merasa dirinya aneh dan jelek. kemudian akan kembali 6 . 2. suasana hati. setiap ayah dan ibu harus menerima kenyataan bahwa perubahan yang dialami ibu hamil. kepekaan meningkat. 5. Antara lain. maka proses berpikir. ibu hamil tidak boleh memperhatikan kesehatan fisik saja. Mulai menebak-nebak jenis kelamin bayinya dan mempersiapkan nama. saling pengaruh – mempengaruhi. Beban ini sering diperparah dengan munculnya trauma-trauma kehamilan. dampaknya akan berbekas pada janin.

cara yang terbaik adalah melakukan pemeliharaan diri secara fisik dan psikologis selama masa kehamilan. apalagi mengonsumsi zat berbahaya yang akan berdampak fatal pada janin. Pada masa ini pertumbuhan awal baru dimulai. Selain perubahan hormonal lebih stabil. pada janin juga sudah tampak mata. didukung susunan syaraf pusat dan jantung yang sudah bertumbuh. Kemudian. Oleh karena itu. stres. mulut yang mini. ibu pun sudah mulai terbiasa dengan 7 . dan tunas bakal tangan serta kaki. Sebenarnya. pening. gelisah. atau tekanan psikologis juga dapat memunculkan gejala fisik seperti letih. Usai trimester pertama. produksi adrenalin.mempengaruhi aktivitas fisiologis dalam dirinya. Menurut Shinto (2009) janin yang dikandung oleh para ibu yang mengalami stres berat dan tidak memperhatikan kehamilannya banyak yang mengalami kelainan perkembangan pada kedua belahan otaknya. Penelitian lain menunjukkan. apalagi yang bersifat traumatis sperti masalah kecemasan yang dialami ibu. mual atau merasa malas. lesu. minum obat-obatan sembarangan. mudah marah. Misalnya. Suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung. janin mulai bergerak. sehingga janin sangat rentan terhadap pengaruh dari luar. Hal yang lebih dikhawatirkan adalah bila perubahan psikologis saat kehamilan tersebut membuat ibu tidak memperhatikan kehamilannya. Itulah mengapa fase ini rentan terhadap gangguan. tekanan darah. sehingga mengakibatkan hambatan dalam perkembangan kemampuan berbahasa anak di kemudian hari. di akhir trimester pertama. biasanya beban kehamilan sudah bisa diantisipasi lebih baik. dan lain-lain. jatuh sakit. Dari luar. Pengaruh kondisi psikologis ibu yang mengalami masalah ini terhadap perkembangan janin sangat terasa jika kejadiannya berlangsung di trimester pertama. ibu hamil yang mengalami trauma dan stres berkepanjangan karena masalah rumah tangga cenderung melahirkan anak hiperaktif. hidung. sekresi asam lambung. Dampak yang terjadi pada anak-anak memang tidak mudah diramalkan sebelumnya. bernapas dan mencerna makanan. Trauma. aktivitas kelenjar keringat. beban trauma terhadap janin akibat kondisi psikologis ibu yang tidak stabil bisa dihindari apabila ibu cepat menenangkan diri. otak kiri tidak dapat memproses informasi lebih cepat daripada belahan otak bagian kanan.

Genetic. yang disebabkan toksoplasma. Sementara. kelainan jantung bawaan. Tidak semua janin dapat berkembang dengan sempurna. janin pun sudah lebih kuat dari sebelumnya. CMV atau cito megalo virus. yaitu terbentuknya antibody terhadap kuman dan virus ini. Sedangkan bila tidak. Ia seperti tubuh yang kembar tidak seimbang yang satu dapat tumbuh normal yang lain hanya gumpalan jaringan yang tidak utuh atau tidak wajar. Terjadi saat janin masih embrio. ACA (anticardiolipin) atau pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin sehingga akhirnya pertumbuhan janin terhenti. Dalam hal ini kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya hasilnya tidak berkembang secara prima. 2. Terjadi teratoma adalah karena embrio awal (tingkat clivage. Janin pun sudah bisa merasakan kondisi psikologis orang tuanya. ada kalanya terjadi kelainan-kelainan pada janin. Selain itu. yaitu kelainan fisik janin dengan cirri-ciri yang khas seperti retardasi mental. bukan soal factor keturunan. yaitu tumor yang mengandung jaringan derivate dua. tiga lapis benih. Kelainan-kelainan pada janin diantaranya adalah : 1. Jika diasumsikan bermasalah harus segera diterapi. stres pada ibu hamil juga memicu kelahiran prematur dan tidak berkembangnya janin. hepes simplex I dan simplex II. 2. mungkin saja ada gangguan-gangguan yang nantinya bisa berpengaruh pada kondisi psikologis anak setelah lahir. Kelainan ini terjadi karena kelainan pada kromosom yaitu pada kromosom 21. 3. ibu tetap perlu berhati-hati mengingat di akhir trimester kedua janin mulai mampu mendengar dan dapat bereaksi terhadap sentuhan dari luar. Kondisi ibu yang selalu menyenangkan bisa membuat pertumbuhan janin optimal. otot-otot melemah (hypotonia). melainkan dari sperma atau sel telur. Infeksi TORCH. Beberapa penyebab janin tidak berkembang. leukemia. Namun demikian. Sindrom down. awal grastula) lepas dari control organizer. hingga gangguan penglihatandan pendengaran. Teratoma disebut juga fetus in fetu atau bayi dalam bayi. 1997) 8 . rubella. Dalam hal ini yang dilihat adalah reflek di tubuh kita. pada penderita ini memiliki tiga unting kromosom 21 (Corebima. antara lain : 1.kondisi tubuhnya. Teratoma. blastula.

yaitu salah satu kelaina pada janin. Jika kondisi psikologis sang ibu baik pastinya sang ibu akan lebih tenang atau rileks saat menjalani masa-masa kehamilannya. Hal ini karena terjadi kelainan pada kromosom ke 13 dari penderita tersebut. daging. Ciri kelainan janin ini adalah retardasi mental berat.3. Berikut beberapa kiat menghadapi perubahan psikologis pada ibu hamil : 1. telur. gangguan pertumbuhan. yaitu gangguan metabolisme salah satu jenis asam amino pembentuk protein yaitu fenilalanin yang menyebabkan hambatan atau radiasi mental. nama lain dari trisomi 13. 6. yaitu kelainan pada janin karena kromosom janin mengalami kelainan. ikan. jantung ginjal. Sindrom Patau. 2. ukuran kepala dan pinggul keci. Informasi Carilah informasi seputar kehamilan terutama mengenai perubahan yang terjadi dalam diri ibu termasuk hal – hal yang perlu dihindari saat sedang mengandung agar janin tumbuh sehat. Kelainan ini terjadi karena kromosom 18nya mengalami kelebihan yaitu terdapat tiga untai kromosom 18. pasti akan mengalami berbagai macam perubahan bukan hanya perubahan secara fisik namun juga secara psikologis. susu. Talasemia ini memiliki cirri dimana tubuh kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga penderita mengalami anemia berat akibatnya harus transfusi darah seumur hidup. Talasemia. Biasanya jika gejalanya sangat berat janin akan mati setelah beberapa saat dari kelahiran.4 Kiat dalam Menghadapi Perubahan Psikologis pada Ibu Hamil Ibu yang sedang hamil. yaitu memiliki tiga untai kromosom 13. 5. Kelainan ini jika dideteksi sejak dini dapat diminimalkan dengan cara memberi asupan fenilalanin yang banyak terdapat pada keju. dan kaki. tangan. Ciri dari kelainan ini adalah bibir sumbing. kelianan pada tangan dan kaki. pemberian obat atau vitamin tertentu. Sindrom Edward. Fenilketinoria. gangguan berat pada perkembangan otak. 4. Pengetahuan atau informasi yang tepat akan membuat 9 .

Jangan lupa untuk melakukan latihan fisik ringan. sang suami akan memberikan dukungan psikologis yang dibutuhkan. 2. seperti makanan yang mengandung zat – zat adiktif. 7. Komunikasi dengan suami Bicarakanlah perubahan yang terjadi pada diri anda selama hamil dengan sang suami. seperti berenang atau jalan kaki ringan untuk memperlancar persalinan. Cari informasi dari dokter atau bidan terpercaya mengenai kehamilan yang sekarang anda jalani. atau relaksasi lainnya. Jangan lupa. 6. Atasilah kecemasan maupun emosi negatif lainnya dengan mendengarkan musik lembut. Memasuki masa persalinan. Hindarilah mengonsumsi bahan yang dapat membahayakan janin. Jauhkan juga zat berbahaya seperti gas buang kendaraan yang mengandung timah hitam yang berbahaya bagi perkembangan kecerdasan otak janin.ibu merasa lebih yakin sekaligus bisa mengurangi rasa cemas yang sering muncul karena ketidaktahuan mengenai perubahan yang terjadi. 3. atau obat – obatan yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil. 4. anda dan suami hars sudah siap dengan berbagai perubahan yang akan terjadi setelah kelahiran sang bayi. ajaklah suami saat berkonsultasi ke dokter atau bidan. sehingga ia juga tahu dan dapat memaklumi perubahan yang terjadi pada diri anda. belajar memusatkan perhatian. 10 . yoga. alcohol. rokok. berdzikir. Makan sehat Pahami benar pengetahuan mengenai asupan makanan yang sehat bagi perkembangan janin. Dengarkan musik Upayakan berbagai cara agar terhindar dari stress. Kurangi kegiatan Lakukanlah penyesuaian kegiatan dengan kondisi fisik saat hamil. 5. Tidak jarang jika anda mengkomunikasikan hal ini. Jaga penampilan Perhatikanlah penampilan fisik dengan menjaga kebersihan dan berpakaian yang sesuai dengan kondisi badan anda yang sedang berbadan dua. Rajin chek up Periksakan kehamilan secara teratur.

Jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Senam Hamil Bergabunglah dengan kelompok senam hamil sejak usia kandungan menginjak usia 5 – 6 bulan.8. Melalui kegiatan itu pula secara perlahan kesiapan psikologis calon ibu dalam menghadapi persalinan menjadi semakin mantap. Senam hamil tidak hanya bermanfaat melatih otot – otot yang diperlukan dalam proses persalinan. melainkan jua memberi manfaat psikologis. 9. 11 . Latihan ini bermanfaat untuk ketenangan dan kenyamanan sehingga kondisi psikologis bisa lebih stabil. Pertemuan sesama calon ibu biasanya diisi dengan acara berbagi pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran positif. Latihan pernafasan Lakukanlah latihan relaksasi dan latihan pernafasan secara teratur.

sehingga ibu hamil membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial dan keluarganya untuk membantu melampaui masalah perubahan psikologisnya tersebut.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Terdapat beberapa kiat yang dapat membantu ibu hamil menghadapi perubahan psikologisnya selama masa kehamilan. Saran 1. Perubahan keadaan psikologis ibu hamil sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungannya. 12 . 3. Selama menjalani masa kehamilannya. Seorang ibu hamil dan keluarganya harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan-perubahan selama masa kehamilan dan setelah persalinannya. 2. peran dan perubahan-perubahan lainnya. Seorang bidan pada khususnya dan tenaga kesehatan lain pada umumnya seharusnya memiliki kemampuan untukmembantu ibu menerima perubahanyang dialami selama masa kehamilan dengan memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat untuk ibu hamil. 2. mencakup perubahan fisik. psikologis. seorang ibu hamil mengalami perubahan psikologis.

D.. Yogyakarta: Lintang Pustaka. Bandung: Mandar Maju Kushartanti. F. M. (2004).. Relationships among Stress Anxiety Type A. Dariyo.. makalah Perubahan Psikologi Ibu hamil. E. & Barlow.. Soekamti. Journal of Prenatal and Perinatal Psychology and Health. Hubungan antara Percaya Diri dengan Kecemasan Menghadapi Kelahiran Bayi pada Wanita Hamil Pertama. United States of America: Graywind Publications Incorporated. (1995). 1992. Conley. R. Gruber. C. & LaGrandeur. Primatia Yogi Wulandari Saleh. J. 2009. M. 01 April 2005. 221-232. Zinbarg. and Pregnancy-Relate Complications. Mempermudah Persalinan. K. Skripsi. G. Psikologi Wanita Jilid 2: Mengenal Wanita Sebagai Ibu Dan Nenek. Senam Hamil: Menyamankan Kehamilan. R. Bidan Praktek Swasta Akan Beri Layanan Gratis. R. E. (1997). . tidak diterbitkan. G. (1993). K. R. www. & Sriwahyuniati.. A..bisnis. W. (2005). 9 (3).. J.com. Vol. E. M. H.DAFTAR PUSTAKA Koswara. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Therapist’s Guide for The Mastery of Your Anxiety and Worry (MAW) Program. Bekasi: Departemen Kesehatan RI Kartono. Kalil. Craske.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->