P. 1
Penyakit Penting Pada Tanaman Jeruk

Penyakit Penting Pada Tanaman Jeruk

|Views: 754|Likes:
Published by Si Tobing

More info:

Published by: Si Tobing on Mar 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

Penyakit Penting Pada Tanaman Jeruk

Posted by crew_cerianet 1. Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) Penyebab : Bakteri Liberobacter asiaticum. Nama Internasional : Huang Lung Bin Daerah penyebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Gejala Penyakit : ‡ Gejala luar O Gejala khas CVPD adalah belang - belang kuning (blotching), mulai berkembang pada bagian ujung tanaman (pertumbuhan baru) pada daun yang ketuaannya sempurna, bukan pada daun muda atau tunas. Gejala ini sulit dibedakan dengan gejala kekurangan hara Zn. Tulang - tulang daun dan urat-urat daun tampak lebih menonjol dengan warna hijau gelap (kontras dengan warna lamina daun). Pengamatan gejala sebaiknya dilakukan pada permukaan atas dan bawah daun. Gejala belang - belang pada bagian atas sama dengan bagian bawah. Pada gejala lanjut daun menjadi lebih kaku dan lebih kecil, tulang daun menjadi berwarna kuning. Gejala ini sangat jelas pada jeruk manis, tetapi kurang jelas pada daun jeruk Mandarin.

O Infeksi pada tanaman muda ditandai dengan kuncup yang berkembang lambat, pertumbuhannya menjulang ke atas, daun menebal, ukuran menjadi lebih kecil dengan gejala khas blotching, mottle, belang - belang kuning tidak teratur. O Pada tanaman dewasa, gejala sering bervariasi. a. Gejala greening sektoral diawali dengan munculnya gejala blotching pada cabang - cabang tertentu, diiringi dengan pertumbuhan tunas air lebih banyak dari tanaman normal di luar musim pertunasan. Daun - daun pada cabang sakit mencuat ke atas seperti sikat. b. Pada gejala berat, daun bisa menguning seluruhnya (seperti defisiensi unsur N) dan terjadi pengerasan tulang daun primer dan sekunder yang dikenal dengan Vein Crocking, daun juga menjadi lebih kaku dan menebal. Gejala ini merupakan indikator adanya kerusakan lebih berat pada pembuluh angkut / pholem. c. Pada tanaman yang sudah berproduksi, menyebabkan ukuran buah menjadi lebih kecil - kecil hingga sebesar kelereng ³nilek´ dan bentuk tidak simetris (Lop sided). Kadang-kadang

ditemukan buah ³red nose´ (warna orange pada pangkal buah, terutama di tempat - tempat yang terlindung dari sinar matahari. Buah jeruk yang terserang bijinya abortus, kehitaman dan rasanya asam. ‡ Gejala dalam O Irisan tipis ibu tulang daun yang bergejala khas CVPD, terlihat jaringan floemnya tampak lebih tebal, karena adanya pengempisan pembuluh tapis dalam floem berupa jalur - jalur putih. Bila diberi pewarna KI akan terlihat adanya akumulasi pati yang berlebihan dalam sel - sel tersebut O Dalam menetapkan bahwa tanaman jeruk terserang CVPD harus hati - hati. Di lapangan, baik petugas maupun petani masih mengalami kerancuan, karena gejala serangan penyakit ini mirip dengan gejala kekurangan unsur makro / mikro (Zn,Fe, Mn, Mg, dan lain - lain). O Untuk mengetahui lebih lanjut, apakah tanaman jeruk terserang penyakit CVPD dapat diketahui dengan menggunakan : 1) Mikroskop Elektron, 2) Polymerase Chain Reaction - PCR (Spesifik primer), 3) Uji Serologi (metoda I ± ELISA dan DIBA), 4) Hibridisasi DNA, 5) Uji penularan dengan penyambungan (okulasi mata tempel) dan serangga vektor, serta 5) Uji dengan tanaman indikator Madame vinous dan Vinca rosea. Morfologi dan daur penyakit : Belum ada laporan mengenai bentuk morfologi patogen. Patogen ini dapat ditularkan melalui bibit tanaman sakit dan vektor Diaphorina citri yang viruliverous(mengandung patogen penyebab penyakit yang dapat ditularkan). Penularan melalui alat - alat pertanian yang digunakan dalam pengolahan tanah maupun pemangkasan masih perlu dibuktikan. Vektor D. citri baru dapat menularkan CVPD ke tanaman sehat 168 ± 380 jam setelah menghisap tanaman sakit. Gejala penyakit tampak pada tanaman kurang lebih 4,5 bulan setelah penularan penyakit. Faktor - faktor yang mempengaruhi penyakit : Tingkat populasi serangga penular, kecepatan angin, tingkat ketahanan varietas berpengaruh terhadap kecepatan penularan penyakit ini. Tanaman inang lain : Anggota Rutaceae seperti Poncirus tripoliata Raf., Kemuning (Murraya paniculata L.), Swinglea glutinosa Merr., Clausena indica, Atalantia missionis dan Triphasia aurantiola, tapak dara / Periwinkel (Vinca rosea L.), Maja (Aegle marmeles), dan Kawista (Limnocitrus lettoralis). Pengendalian : Penerapan PTKJS Peraturan: Melarang membawa / memasukkan benih jeruk dari daerah serangan ke daerah lain yang masih bebas penyakit CVPD (belum terserang). 2. Penyakit Tristeza (Quick Decline) Penyebab : Virus Tristeza jeruk (Citrus Tristeza Virus =CTV) dengan serangga penular

.. Tanaman inang lain : Belum diketahui Pengendalian : . dan Kalimantan.. daun kaku dan berukuran lebih kecil dengan tepinya melengkung keatas. auranti Fonsc. Di Luar Negeri dilaporkan terdapat di Malaysia. Suhu antara 28 .12 x 2. T.. dan Myzus persicae Sulz. Dan Ferrisia virgata Ckll. Morfologi dan daur penyakit : Virus mempunyai zarah . tetapi tdak dapat berkembang menjadi buah yang masak.000 mm. kerdil. Israel. gossypii. A. lekukan atau celah . Ferrisia virgata Ckll. Selandia Baru.. Pada varietas yang tahan seperti jeruk keprok gejalanya bisa tak tampak tetapi tetap merupakan sumber infeksi bagi varietas yang peka. serta Amerika Utara dan Selatan.36 °C selama 10 hari dapat menekan gejala pada daun. Hawaii. Jawa. Efektivitasnya hanya terjadi dalam waktu singkat. Aphis citricola Van der Goot). Faktor yang mempengaruhi penyakit : Perkembangan penyakit ini dipengaruhi oleh varietas.zarah berbentuk batang yang lentur atau benang dengan ukuran 10 . Thailand. spiraecola Patch. Bunga yang dihasilkan berlebihan. Aphis spiraecola Patch. Aphis tavaresi Del Garcio. tavaresi Del Garcio. Taiwan.. Gejala khas penyakit virus ini adalah daun .celah pada jaringan kayu pada batang.sama menularkan pada tanaman sehat.Toxoptera citricida Krik. AfrikaSelatan dan Barat. citricola Van der Goot. Penyebaran : Di Indonesia terdapat di Sumatera. suhu dan populasi serangga penular. (Aphis citricidus Kirk. Australia. Kutu daun ini sudah dapat menularkan virus jika mengisap tanaman sakit selama 5 detik dengan masa inkubasi 5 detik dan hanya dapat menularkan secara efektif bila 27 ekor kutu daun secara bersama . Aphis citricidus Kirk. Aphis gossypii Glou. A.daun tanaman yang berubah menjadi berwarna perunggu atau kuning dan gugur sedikit demi sedikit. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat / merana. Biasanya terjadi pemucatan tulang daun (vein clearing) berupa garis . Fiji. Aurantii Fonsc. A. cabang atau ranting dan gejala daun menguning. Virus dapat menular secara mekanis melalui tanaman tali putri dan alat pada waktu melakukan perbanyakan dan pemangkasan. A. India. Gejala : Gejala infeksi pada tanaman adalah kerusakan pada jaringan pembuluh tapis (floem). T. Myzus persicae Sulz. Philipina.garis putus atau memanjang pada tulang daun yang tembus cahaya 2 minggu sampai 2 bulan setelah tertular.. Penularan secara alami di lapang dapat terjadi dengan perantara kutu daun sebagai vektor yaitu : Toxoptera citricida Kirk.

permukaannya cekung dan mengeluarkan belendok. Kalimantan Barat.. Kimiawi Pengendalian serangga penular dengan insektisida efektif. Sporangiofor bercabang tidak teratur. nicotianae var. citrophthora (R. P.E. Cendawan ini disebarkan terutama oleh hujan dan air pengairan yang mengalir di atas permukaan tanah. Et E. P. Kulit batang yang terserang. Gejala awal tampak berupa bercak basah yang berwarna gelap / hitam kebasah-basahan pada permukaan kulit pangkal batang. 3. berbentuk buah pir. Jaringan kulit kayu yang terserang mengalami perubahan warna bahkan permukaan kulit. Sm. Kematian tanaman akibat serangan penyakit ini terjadi apabila bercak pada kulit melingkari batang. Morfologi dan daur penyakit : Cendawan P. nicotianae var parasiticia sporangiumnya berbentuk jorong sampai agak bulat. b.H. Perkembangan bercak ke bagian atas. Kultur teknis . (dulu : Pythiacytic citrophthora R. citrophthora sporangiumnya berbentuk jorong atau berbentuk sitrun. Sm. dengan sporangiofor lebih halus dari pada hifa. Cendawan P.) Leonian. nicotianae B. kambium. Sm). Patogen juga dapat membentuk klamidospora.Penggunaan bibit sehat . parasitica. b) P. parasitica Dast).a. Sumatera. berdinding agak tebal. Spora mempunyai dua bulu cambuk (flagela). kayu. kemudian dibakar. palmivora dapat bertahan dalam tanah dan membentuk spora kembara. Di Indonesia spesies yang utama adalah P. sedangkan perkembangan ke bagian bawah dapat meluas ke bagian akar tanaman.Eradikasi terhadap tanaman sakit dan tanaman inang serangga penular. dan terbentuk pada bagian tengah atau ujung sporangiofor. Spora mempunyai 2 bulu cambuk. Waterh (dulu : P. Busuk Pangkal Batang (Brown rot Gummosis) Penyebab : Cendawan Phytophthora spp. palmivora (Butl). Gejala : Penyakit ini umumnya menyerang pada bagian pangkal batang dekat permukaan tanah atau pada bagian sambungan antara batang atas dan bawah bibit jeruk okulasi. de Haan var parasitica (Dast). dan pada tanaman terserang sering terbentuk kalus. terutama pada serangan lanjut.H. umumnya terbatas hingga 60 cm di atas permukaan tanah. . dan c) P.Penggunaan mata tempel yang bebas penyakit dan batang bawah tahan terhadap virus Tristeza . dan dapat membentuk klamidospora. diantaranya yang penting adalah a) P. dan patogen dapat membentuk klamidospora bulat. Kalimantan Timur. & E. Sm.E. Penyebaran : Penyakit terdapat di Jawa. palmivora mempunyai sporangium jorong. dan Bali.

Pengamatan pangkal batang jeruk secara teliti dan teratur. tetapi tanaman jangan dibumbun agar batang atas tidak berhubungan dengan tanah. pepaya. Grape Fruit. Patogen masuk lewat luka pada pangkal batang (penyebaran oleh oospora melalui luka alamiah. pH tanah yang agak masam yaitu 6. tapak dara. lada. kenaf. Pengendalian : a. atau luka oleh serangga). Kultur teknis . kelapa. adanya kabut. jeruk Manis.5). jeruk masam.0 . Infeksi terjadi terutama pada musim hujan dan dibantu oleh pH tanah agak asam (6. Japanese citroen (JC) dan Rough Lemon (RL) sangat rentan terhadap penyakit ini. pala.Mengurangi kelembaban kebun dengan mengatur drainase.Pemupukan . anggrek Vanda dan kemiri minyak.25 cm. terung. . .Menanam jeruk di atas gundukan . durian.faktor yang mempengaruhi penyakit : Penyakit ini lebih banyak menyerang pada ketinggian kebun lebih dari 400 m di atas permukaan laut dan mempunyai temperatur tanah cukup tinggi. kakao.5. srikaya. seperti tanah lempung berat yang dapat menahan air lebih lama. agar gejala penyakit dapat diketahui secara dini. . . dan sanitasi lingkungan / kebun.Menghindari air pengairan mengenai / terkena langsung pangkal batang dengan membuat selokan melingkari batang. karet. sedangkan yang toleran adalah trifoliate orange. ubi kayu.Menghindarkan terjadinya pelukaan terhadap baik akar maupun pangkal batang pada waktu pemeliharaan / penyiangan. jarak. . Tingkat ketahanan varietas sangat berpengaruh terhadap tingkat serangan patogen ini. sirih.gundukan setingi 20 .0 6. Tanaman inang lain : Kacang tanah. jeruk nipis. dan fluktuasi suhu yang kecil. terung belanda. Swingle Ctromelo. terutama pada musim hujan.pH tanah diupayakan lebih dari 6. sirsak.5 merupakan kondisi yang cocok untuk perkembangan patogen. .Penyakit busuk pangkal batang lebih banyak menyerang kebun dengan ketinggian lebih dari 400 m dpl. luka karena alat pertanian. dengan pemberian dolomit (kapur pertanian). Citrange (Corrizo dan Troyer). pemangkasan.50 cm dari permukaan tanah. dan Lemon Tanah basah. Jenis yang peka adalah jeruk manis. Infeksi patogen juga dibantu oleh kabut dan fluktuasi suhu yang kecil yang akan memperlambat penguapan. jarak tanam.Menggunakan benih dengan mata tempel setinggi 35 . Faktor . jeruk Keprok.6. . sitrun Italia. aren. jeruk besar. cabai. pada tanah . Sukade.tanah yang basah. jeruk nipis. untuk mengurangi kemungkinan batang atas yang rentan terinfeksi cendawan dari tanah.

3 cm bagian kulit sekitarnya yang sehat.Evans. bubur Bordo (Lampiran 3). . kemudian diolesi fungisida. seperti ³trifoliate orange´ atau jeruk masam. . Bali. d.Melumasi pangkal batang dan akar . Genetika / Varietas Tahan .Menggunkan batang bawah yang tahan terhadap Phytophthora. dan Sulawesi Selatan. . Di luar negeri penyakit terdapat di Amerika Serikat. Perlakuan tersebut dimulai tahun ketiga setelah penanaman dan setiap awal musim hujan (untuk Jawa September atau setiap 6 bulan. Mekanis / fisis . Carbolineum-parafin (8 : 92). Penyakit Kulit Diplodia (Bark rot / Diplodia Cummosis) Penyebab : Cendawan Botryodiplodia theobromae Pat.b.akar yang tampak dari luar dengan ter (Carbolineum plantarum 50 %) sampai setinggi 50 cm. Agar batang yang berwarna hitam tidak banyak menyerap panas sehingga kulitnya rusak (untuk mencegah infeksi setelah diberi ter). dan Thailand. dan 25 . maka bagian yang diberi ter ditutup dengan larutan kapur yang ditambah dengan garam dapur (25 kg kapur mati.Mengoles luka (bekas tanaman yang terinfeksi yang dibuang) dengan bubur California. yaitu Taiwanica dan Citromello 4475. Kemudian luka ditutup dengan obat penutup luka. . kemudian membakarnya. . sebaiknya bagian atas dan bekas luka potongan membentuk titik. Malaysia. .Menggunakan multiple foot stock (kaki ganda) dengan teknik aaneting / penyusuan (sambung samping) dengan batang bawah sehat 1 atau beberapa. tergantung besar tanaman yang akan ditolong untuk membantu fungsi akar dan pohon yang rusak.Membersihkan alat . Penyebaran : Di Indonesia penyakit ini terdapat di Sumatera. Mankozeb. 2 kg garam dapur. e. Untuk mempercepat pemulihan (regenerasi). Biologi Mengunakan agens antagonis cendawan Trichoderma spp. Diplodia natalensis P. Kalimantan Selatan. atau tembaga oksiklorida.Membongkar tanaman (termasuk akarnya) yang terserang berat. yang dulu dikenal dengan nama Diplodia zae Lev. India. seperti ter. Kimia . setelah kulit mengalami regenerasi. 4. Jawa.. Gliocladium spp. misal dengan pemutih (klorok).Varietas tahan terhadap Phytophthora dan salinitas. Kuba.35 liter air.Memotong / membuang bagian tanaman yang sakit.. c. (Oomycetes). termasuk 1 . yang dicampur dengan pupuk kandang / kompos.alat pertanian yang akan digunakan.

mula . Kayu yang telah mati berwarna hijau sampai hitam.alat pertanian. Konidium berbentuk jorong. pembuahan yang terlalu lebat. terdapat celah . alat . Pada bagian celah . Cendawan berkembang di antara kulit dan kayu. memanjang dan dapat juga berkembang melingkari batang atau cabang yang dapat menyebabkan kematian cabang atau tanaman. menyebabkan daun-daun tanaman menguning dan kematian cabang atau pohon. dan pada bagian kulit dan batang yang ada di bawahnya berwarna hitam kehijauan. Faktor . berwarna hitam. tetapi makin peka dengan bertambahnya umur tanaman. Kulit tanaman yang terserang setelah beberapa lama dapat sembuh kembali. dan adanya pelukaan pada tanaman merupakan kondisi yang baik untuk perkembangan patogen.celah kecil pada permukaan kulit. sedangkan jeruk Delima agak peka pada usia muda. berwarna gelap. Serangan Diplodia kering umumnya lebih berbahaya karena gejala permulaan sukar diketahui. Serangan Diplodia basah mudah dikenal karena tanaman yang terserang mengeluarkan ³blendok´ yang berwarna kuning emas dari batang atau cabang . batang dan ranting dan dapat mengakibatkan busuk akar. kadang-kadang terbatas pada jalur yang sempit. busuk leher dan mati ranting. Jenis jeruk besar seperti jeruk Delima. Kekeringan yang terjadi secara tiba-tiba. tetapi semakin tahan dengan bertambahnya umur tanaman. Tanaman inang lain : . kulit yang terserang mengering dan mengelupas. Pandawangi. Morfologi dan daur penyakit : Cendawan dapat membentuk piknidium yang tersebar. retak karena beban buah terlalu berat. sehingga pada kulit terjadi luka . Penyakit diplodia banyak terdapat di dataran rendah dan tempat .mula tertutup dan kemudian pecah. mempunyai 1 sekat. dan merusak lapisan kambium tanaman.cabang tanaman. Jeruk Pandanwangi peka pada umur 4 tahun. dan terutama disebarkan oleh air dan serangga.faktor yang mempengaruhi penyakit Perkembangan dan tingkat serangan penyakit dipengaruhi oleh jenis dan umur tanaman. Penyakit ini dapat menyerang akar.tempat dengan kelembaban tinggi Infeksi dan perkembangan penyakit terjadi pada awal musim hujan (antara bulan Oktober ± Nopember). Sering terjadi penyakit berkembang terus. Patogen masuk lewat luka: alamiah. dan Bali peka terhadap Diplodia basah dan diplodia kering Bertambahnya umur tanaman pada jenis jeruk tertentu akan meningkat pula ketahannya tetapi pada jenis lain bisa menurun ketahanannya. Kulit batang atau cabang tanaman yang terserang mengering.celah kulit terlihat adanya massa spora cendawan berwarna putih atau hitam.Gejala : Pada jeruk dikenal dua macam Diplodia yaitu Diplodia ³basah´ dan Diplodia ³kering´. Perluasan kulit yang mengering sangat cepat dan bila sampai menggelang tanaman.luka yang tidak teratur.

jeruk manis. dan jeruk grape fruit. Potong pohon / cabang / ranting yang terserang berat. b. . Menjaga agar pengairan tetap baik. Pseudomonas fluorescens dan dilanjutkan dengan Bacillus subtilis yang telah dicampur dengan pupuk kandang/kompos.Perlakuan pembersihan dengan menggosok batang tanaman. terutama setelah panen.Membersihkan alat-alat pertanian yang akan digunakan.Menghindari pelukaan terhadap akar maupun batang pada waktu penyiangan. 5. dan untuk pencegahan di daerah kronis endemis. kemudian diolesi dengan bahan penutup luka (karbolineum parafin. Varietas yang agak tahan (agak toleran) adalah Pandanwangi (cikoneng). Kimia . .2 cm bagian kulit sekitarnya yang sehat.Drainase.Pemupukan berimbang. . Genetika / Varietas Tahan Varietas tahan belum ada. . Penyakit Antraknosa Penyebab : .. d.Membongkar tanaman yang terserang berat dan dibakar.Sanitasi tanaman. Mekanis / fisis . . Kultur teknis . agar keadaan tanaman tidak terlalu berat.Mengumpulkan sisa .sisa tanamn dan memotong cabang .Memotong / membuang bagian bagian kulit batang tanaman yang sakit. Pengendalian : a.Cendawan ini bersifat polifag yang dapat menyerang beberapa macam jenis tanaman. misal dengan pemutih (klorok). . setelah kulit dikupas. e. c. .cabang yang terserang penyakit berat. termasuk 1 . Biologi Mengunakan agens antagonis Trichoderma spp. fungisida atau ter. . buang kulit yang terinfeksi sedang dan bersihkan kulit yang terinfeksi ringan serta lingkungan dari gulma. agar batang semakin halus.Penjarangan buah. .. Gliocladium spp.Mengurangi kelembaban kebun dengan mengatur jarak tanam dan melakukan pemangkasan. kemudia dibakar.Mengoleskan bubur California atau fungisida yang efektif berbahan aktif metil tiofanat dan siprokonazol pada bagian kulit batang / ranting tanaman yang sakit setelah dibersihkan lebih dulu. sehingga cabang / ranting tidak luka / retak.

jambu mete. berbentuk bulat pada permukaan kulit buah. kelapa sawit. pacar banyu. Pada tanaman besar patogen ini dapat mengakibatkan ranting mati dan bercak pada buah. sirsak. Gejala antraknosa pada buah adalah adanya bercak / bintik . Gejala mati ujung ranting dimulai dari daun-daun pada cabang atau ranting berwarna kuning. dan NTB. seta bersekat 1 . kekurangan air. Penyebaran : Penyakit ini dikenal di semua negara penanam jeruk. yang dapat disebabkan oleh perawatan yang kurang baik. srikaya. kemudian . kastuba. Dracaena sp (ornamental).faktor yang mempengaruhi penyakit : Faktor yang sangat mempengaruhi mati ranting atau ujung adalah lemahnya jaringan tanaman karena kondisi tanaman kurang baik. tapak dara. . pepaya. Kadang kala pada batas antara bagian jaringan sakit dan sehat keluar blendok. karat. mengeras dan kering.Cendawan Colletotrichum gloeosporioides Penz. Pengendalian : a. bisbul. beras tumpah (Dieffenbachia saguine). kesemek. pala.. dengan bentuk sempurnanya adalah Glomerella cingulata. kakao.bawangan. manggis. Cuaca lembab dan panas merupakan kondisi lingkungan yang mendukung terjadinya infeksi pada buah. Kultur teknis . delima. lama .sisa tanaman yang dapat menjadi sumber infeksi.lama menjadi cekung. Cendawan penyebab lainnya adalah Gloeosporium limetticolum Clausen. Kalimantan Barat. kemudian mati dan gugur. timbul bintik . misalnya tanah yang kurus terutama defisiensi fosfor. leci.bintik coklat kemerahan atau coklat hitam.bintik hitam (terdiri dari aservulus) pada ranting. apokat.Penggunan bibit yang bukan berasal dari cangkokan.Menjaga agar tanaman pada kondisi optimum dengan memperbaiki kondisi tanah (drainase dan kesuburan tanah yang baik). berbentuk bulat telur dengan kedua ujungnya agak runcing. Di Indonesia penyaki ini tersebar di Jawa.2. Bali.Sanitasi terhadap bagian atau sisa . Tanaman inang lain : Bawang . kweni. bagian nekrotik hitam berkembang ke pangkal dan menyebabkan mati ujung. Morfologi dan daur penyakit : Aservulus dangkal. teh. . jambu biji. Gejala : Ujung tunas menjadi coklat. Faktor . lokuat. Konidium hialin. dan adanya lapisan cadas atau adanya gangguan organisme lain. dan anggrek Vanda. Pada cuaca lembab.

Malaysia. b. untuk tanaman jeruk dibutuhkan 20 . Panama. Serangan penyakit ini jarang terjadi di dataran rendah. mengering.dibakar. berbutir halus.8 konidium.daun tetap melekat pada ranting . Kimiawi Penggunaan fungisida yang efektif sesuai dengan anjuran. yang juga disebut Acrosporium tingitanium (carter) subr. Tepung putih ini merupakan massa dari konidia cendawan. Filipina. konidium berbentuk tong dengan ujung . Morfologi dan daur penyakit : Apresorium membulat.basahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit : Penyakit dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Penyebaran : Penyakit ini menyebar di pertanaman jeruk di seluruh Indonesia. Bila menggunakan serbuk belerang. Di luar negeri terdapat di California. Adanya tunas-tunas muda dan kelembaban tinggi merupakan kondisi yang baik bagi perkembangan patogen. Penyebarannya dipencarkan oleh angin.ranting tanaman. Kimiawi Penyemprotan dengan serbuk belerang atau penggunaan fungisida yang efektif.30 kg tepung . Kultur teknis Sanitasi terhadap tunas atau daun-daun terinfeksi yang tidak produktif. Konidium membentuk rantai yang terdiri dari 4 . Penyakit Embun Tepung (Powdery Mildew) Penyebab : Cendawan Oidium tingitanium Carter.daun menjadi mengeriting atau mengalami penyimpangan bentuk (malformasi).ujung yang membulat. 6. tidak berwarna. India. bila dijumpai serangan. Jaringan di bawah lapisan tepung tersebut berwarna hijau tua kebasah . tetapi daun . Serangan berat menyebabkan daun . Permukaan daun atau ranting-ranting muda tertutupi oleh lapisan tepung berwarna putih. b. Brasilia. Sri Lanka. Tanaman inang lain : Belum diketahui Pengendalian : a.ranting muda atau bagian tanaman yang masih tumbuh aktif. Gejala : Cendawan ini dapat menyerang daun dan ranting .

Bila penghembusan dilakukan saat hari telah panas dapat menimbulkan luka bakar pada bunga dan daun. kakao. kopi. Pada stadium lanjut warna merah jambu berubah menjadi abu-abu dan lapisan miselium membentuk bercak . dan ranting terlihat dilapisi oleh benang-benang mengkilat seperti sarang labalaba(stadium membenang. ranting dan cabang yang terserang dapat mengalami kematian. Pemotongan dilakukan pada bagian tanaman sehat. Potongan bagian tanaman yang sakit dikumpulkan dan dibakar. Daun . yaitu + 5 cm dari batas bagian tanaman yang sakit dan sehat. Kultur teknis . terdapat bintil . kurang Tanaman inang lain : Karet.daun menjadi gugur.Sanitasi dengan membuang bagian tanaman yang sakit. .bercak tak beraturan atau seperti kerak (stadium nekator).belerang per hektar. & B. Penyebaran : Tersebar luas di daerah penanaman jeruk di Indonesia.Menjaga kebersihan kebun dan mencegah terjadinya kelembaban yang tinggi. Jamur Upas Penyebab : Cendawan Corticium salmonicolor B. Morfologi dan daur hidup Morfologi pertumbuhan patogen pada tanaman mengalami 4 stadia yakni stadium membenang. Patogen masuk secara mekanis. stadium membintil. Luka yang terjadi ditutup dengan bahan penutup luka. Penghembusan tepung belerang hendaknya dilakukan pagi hari. Stadium membenang merupakan perkembangan awal patogen. Pengendalian : a. saat bunga dan daun masih basah oleh embun. .bintil spora (stadium membintil). cabang. 7. Cendawan berkembang terus. stadium kortisium dan stadium nekator. teh dan cengkeh. masuk ke dalam kulit dan menyebabkan kulit membusuk. Gejala : Batang. Faktor .faktor yang mempengaruhi penyakit : Cendawan / penyakit akan berkembang bila kelembaban dan cahaya yang mengenai bagian tanaman.

dan ranting tanaman yang terinfeksi. Kemudian bintil bintil ini berubah menjadi coklat kelabu. dan agak bulat. Penyakit Kudis (Scab) Penyebab : Cendawan Sphaceloma fawcetti (Mc Alpin & Tyron) Jenkins Penyebaran : Penyakit kudis terdapat menyebar di pertanaman jeruk di indonesia. Daun yang terserang berkerut dan gugur.kutu daun dengan insektisida yang efektif. angin. gejala kudis terdapat pada bagian bawah permukaan daun dan kadang-kadang dapat dijumpai pada bagian atasnya. merupakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan patogen dan merupakan titik kritis terutama bila tanamannya rentan. Teluk Meksiko. bersatu. tetapi pada musim hujan. suhu udara antara 15 . Pada daun. Konidiofor berbentuk tabung. tetesan embun. dan Argentina. harus diiringi dengan pengendalian kutu . Australia.buah yang terserang terhambat pertumbuhannya dan sering mengalami malformasi. dan tanaman sedang membentuk tunas dan buah baru. Daun dan buah yang masih muda sangat mudah terinfeksi patogen ini. ranting dan buah.b.23 °C. Gejala : Gejala kudis dapat terjadi pada daun.faktor yang mempengaruhi penyakit : Keadaan cuaca. Tanaman inang lain : Belum diketahui Pengendalian : a. Kimiawi Melabur bagian tanaman sakit dengan fungisida yang efektif bila dijumpai serangan.pisah atau bersatu.bintil kecil agak menonjol berwarna kuning atau orange. Patogen dapat bertahan pada daun. warna hialin. Pada tanaman yang rentan gejala kudis menyerupai bintil . kemudian menjadi agak keruh dan bersekat 1 berwarna gelap. Morfologi dan daur penyakit : Aservulus cendawan ini dapat terpisah . Di luar negeri penyakit ini dilaporkan terdapat di Jepang. Buah . dan serangga. 8. Florida. dengan ujung meruncing. Kultur teknis . Pada umumnya penyakit tidak berkembang pada musim kemarau. keras dan bergabus membentuk kerak. Faktor . Spora cendawan dapat disebarkan oleh percikan air hujan. tingkat ketahanan varietas. terbentuknya buah dan tunas baru sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit.

9. Daun dan buah yang sakit kadang . Australia. Yang juga dikenal dengan nama Xanthomonas compestris (Hasse Dowson). Mekanis / Fisis Serangan pada persemaian batang bawah dapat dicegah dengan penghembusan atau pemberian asap. b. Afrika Selatan. usahakan terjadi pembuangan lebih awal dengan pemberian air pada tanaman (+ 8 bulan sebelum musim hujan). Penyakit ini termasuk penyakit yang cukup merugikan banyak jenis jeruk. Citri (Hasse) Dye. Selandia Baru. . berkapsul. Kimiawi Penyakit ini dapat dikendalikan dengan penyemrpotan bubur Bordo 1.kadang mengalami salah bentuk (malformasi) dan ukuran buah menjadi kecil .celah yang menyebabkan terjadinya lubang lubang seperti kepundan. tidak berspora dan bergerak dengan . Pada bagian tengah kulit tersebut terdapat celah . Gejala : Pada daun dan buah terjadi luka yang timbul dari bercak berwarna hijau gelap.kecil. c. Penyebaran : Penyebaran ini terdapat diseluruh Indonesia.2 % atau disemprot dengan campuran Zink Zulfate ± Cooper Sulfate dan kapur tohor dengan perbandingan 3 : 2 : 6 dalam 100 bagian air (dua kali penyemprotan awal berbunga dan setelah persarian).Mengusahakan agar buah dan tunas tanaman pada awal musim hujan sudah besar dimana pada kondisi demikian tanaman menjadi lebih tahan. dan Malaysia. Amerika Serikat. Unuk jeruk keprok. kebasah . sehingga pada awal musim hujan buah sudah agak besar dan mempunyai ketahanan yang lebih tinggi terhadap penyakit.5 .Penanaman varietas tahan . Di luar negeroi dilaporkan terdapat di India. Kanker Penyebab : Bakteri Xanthomonas compestris pv. Pseudomonas citri Hasse dan Phytomonas citri (Hasse) Bergex. Morfologi dan daur penyakit : Bakteri berbentuk batang. membentuk rantai.basahan yang lalu mengering dengan bagian tengah terjadi pembentukan gabus berwarna coklat / kuning.Mengatur saat pembuahan dapat dilakukan dengan menentukan saat pengairan tanaman yang tepat pada jenis jeruk tertentu..

dan mudah tersebar oleh angin..Atalantia sp. Gejala ini banyak terjadi pada pohon jeruk yang dijumpai kutu . Embun Jelaga (Scooty Mold) Penyebab : Cendawan Capnodium citri B.faktor yang mempengaruhi Penyakit : Perkembangan patogen dipengaruhi oleh jenis tanaman dan keadaan lingkungan.. Pada musim kering lapisan ini dapat dikelupas memakai tangan atau terkelupas sendiri.35 0C sangat menguntungkan bagi patogen untuk menginfeksi tanaman. Bakteri dapat tersebar melalui serangga. Pengendalian secara mekanis dengan memotong bagian tanaman yang terinfeksi penyakit. ranting. & Esm. dapat dilakukan pengendalian dengan menyemprot daun . biasanya ukurannya lebih kecil dan mengalami kelambatan dalam pematangan. batang.alat yang dipergunakan di pembibitan misalnya dengan alkohol 70% c. Infeksi terjadi melalui stomata. Buah yang tertutup oleh lapisan hitam ini. terutama bila dijumpai adanya kutu . Faktor . Gejala : Daun..daun muda dan buah dengan fungisida Copper (misalnya bubur Bordo. dan luka. Copper oxychloride).kutu tanaman yang mengeluarkan embun madu yang mengandung zat gula. Pengendalian : a. Patogen dapat bertahan pada bercak di daun. Pada intensitas serangan hebat. e. . Membersihkan alat . bakteri keluar dari luka. Menggunakan kultivar yang tahan terhadap penyakit kanker. Jenis keprok tahan terhadap penyakit ini sedang jeruk Delima. kemudian dibakar.bulu cambuk polar. pada musim hujan. lentisel.kutu tanaman yang dapat mengeluarkan embun madu. Penyebaran : Terdapat pada setiap pertanaman jeruk. ranting dan buah yang terserang dilapisi oleh lapisan tipis berwarna hitam. atau tanah dan bertahan lebih lama pada jaringan kanker yang berkayu.tunas baru. Feronia sp. b. tanaman diearadikasi. Suhu antara 20 . Adanya embun yang sangat tebal pada keadaan lembab. Zoysia japonica (rumput). 10. Penyemprotan dilakukan tepat sebelum pohon membentuk tunas . Marfologi dan daur penyakit : Miselium berwarna coklat dan melekat pada permukaan daun atau bagian tanaman lainnya. Pandanwangi dan Bali sangat rentan. Bila infeksi berat. Tanaman Inang Lain : Agle sp. d. Sebelum terdapat serangan berat.

Pada beberapa jenis jeruk.pecah. epidermis atau kulit luar Faktor ..daun terserang. Bercak bercak mempunyai tepi yng tidak jelas. menyebabkan gangguan pada lapisan kutikula. Tanaman Inang Lain : Cengkeh. Mengendalikan cendawan dengan fungisida yang efektif 11. Pseudococcus sp. kekurangan air. maka kulit ranting membengkak. Pada buah akan tampak lapisan yang berwarna hijau gelap atau hitam yang agak tebal yang mengurangi kualitas buah. Pada serangan berat daun . dan Coccus viridis merupakan medium yang baik perkembangan cendawan. drainase tanah kurang baik. Penyebaran : Semua pertanaman jeruk teruitama di daerah tropis Gejala : Bercak . Morfologi dan daur penyakit : Ganggang ini tidak merupakan parasit asli. dan kopi Pengendalian : a.bercak berbentuk bundar atau tidak beraturan pada daun .daun berguguran.. Tanaman inang lain : .Faktor-faktor yang mempegaruhi penyakit : Adanya kutu tanaman yang dapat mengeluarkan sekresi embun madu seperti Aleurodicus sp. Bila ranting terserang terlingkari. Namun lapisan ini biasanya terdapat pada buah . membesar dan pecah . Penyakit Ganggang Penyebab : Ganggang Cephaleuros virescens Kunse. dan pemeliharaan tanaman yang kurang baik.hijauan. jambu. permukaan bercak tertutup oleh sporangiofor.faktor yang mempengaruhi penyakit : Patogen ini berkembang baik dalam kondisi pertumbuhan tanaman lemah. Bercak bercak dapat berubah warnanya menjadi coklat kehijau .buah yang terlalu matang untuk dipasarkan. sinar matahari langsung yang terik. Mengendalikan kutu-kutu tanaman antara lain dengan pertisida yang efektif b. Kelembaban yang tinggi juga dapat mendorong perkembangan cendawan. ganggang nampak pada permukaan tanaman.

Biasanya luka pada kulit tidak menyebar tetapi sembuh secara alami dengan meninggalkan bekas luka diameter 1 ± 3 cm. sehingga tanaman dapat tumbuh kuat (perbaikan drainase. Busa ini biasanya berbau tidak enak atau seperti bau alkohol. luka bisa menyebar sampai melingkari cabang. Tanaman inang lain : Belum diketahui . lalat dan serangga Caspophillus sp. penyiraman. Masuknya cendawan maupun yeast pada awalnya melalui alur sempit memanjang pada kulit yang diduga disebabkan oleh bekas rembesan atau aliran air yang terlalu berlebihan selama musim hujan. Penyakit Buih atau Busa (Foam Disease) Penyebab : Penyebab penyakit belum diketahui. pemupukan berimbang). Penyakit dapat ditularkan oleh kumbang tanduk (Xylotrupes gideon). Namun kemungkinan disebabkan oleh kondisi pertanaman yang kurang baik. kecuali bila timbul luka yang dapat digunakan sebagai jalan masuk Diplodia. b. Kemungkinan busa yang terbentuk disebabkan oleh fermentasi gula pada cairan tanaman oleh bermacam . Pada keadaan tertentu. Morfologi dan daur hidup : Penyebab penyakit belum diketahui dengan pasti.macam cendawan atau yeast yang kemudian menarik kegiatan kumbang.kumbang kecil baik dewasa maupun larvanya. Penyebaran : Kalimantan Barat Gejala : Busa berwarna putih seperti buih terlihat keluar dari batang atau pada bidang pertemuan antara percabangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit : Penyakit ini sering terlihat pada kondisi sangat lembab. Penggunaan pestisida yang efektif bila dijumpai serangan. seperti umumnya daerah rawa yang airnya berlebihan. cengkeh. Yang senang memakan atau mengisap bagian yang membusuk dan berbuih. 12. dan kopi Pengendalian : a. Kulit pada bagian yang mengeluarkan busa busuk dan apabila dikelupas sering terlihat kumbang .Teh. Keadaan ini tidak berbahaya. Penyakit ini dapat menyerang segala jenis batang bawah. Pemeliharaan tanaman yang baik.

garis klorosis pada jaringan di sekitar tulang daun dan bercak . Psorosis (Rimocorticus psorosis Fawc. Perbaikan drainase di sekitar kebun. c.Pengendalian : a. Sterilisasi alat . Pengendalian : a. Riau. . selanjutnya mengering. dan mandarin Faktor . Laut Tengah.4 bulan setelah penularan gejala dan terlihat jelas pada daun daun muda dan pada daun yang sudah menjadi tua gejalanya menghilang. Penularan kemungkinan terbawa biji. Varietas yang sangat peka adalah jenis Sweet Lime. Menggunakan mata tempel yang sehat. Pada varietas tertentu seperti jeruk manis menyebabkan pengelupasan kulit pada batang dan cabang (Bark scalling) pada 6 . Penyebaran di negara lain adalah Florida. jawa Tengah.bercak klorosis yang tepinya bergerigi atau zigzag yang simetris di sekitar tulang daun tengah.) Holmes Penyebab : Virus atau Citrus Psorosis Virus (CPsV) Penyebaran : Jawa Timur. Afrika Selatan dimana banyak pohon yang tidak produktif akibat serangan penyakit ini. bali. Mengeradikasi / pemusnahan bibit yang terserang penyakit dan mencegah penyebaran dan pemasarannya.mula menguning daun-daunnya rontok. Tangelo.12 tahun setelah tertulari. c. Menjaga kesuburan tanaman dengan pemberian air dan pupuk yang berimbang.2 bulan setelah penularan. Gejala selanjutnya adalah garis . 13. 2 . Gejala : Gejala awal adalah kematian pucuk atau ranting yang cepat yaitu 1 .alat perbanyakan dengan alkohol 70 % atau klorok. Bagian tanaman yang sakit dioles dengan campuran belerang atau belerang kapur. Morfologi dan daur penyakit : Virus ini menular melalui mata tempel yang berasal dari tanaman terinfeksi.faktor yang mempengaruhi penyakit : Penggunaan mata tempel yang berasal dari tanaman sakit dan penyebaran bibit ke lokasi lain akan membantu penyebaran dan perluasan serangan penyakit ini. kalimantan Barat. b. Pucuk dan ranting yang terbentuk setelah penularan mula . b.

meranggas. Rough Lemon dan Sour Orange. Rangpur Lime Disease) Penyebab : Viroid atau Citrus Exocorris Virus(CEV).jaringan tanaman yang kering atau sebagai kontaminan pada permukaan bagian tanaman yang kering. Exorcotis tidak menunjukkan gejala pada jenis . Bila mata tempel yang terinfeksi dari tanaman yang tidak bergejala ditempelkan pada batang bawah yang peka maka.14. Faktor . akan timbul tanaman yang berpenyakit Exocortis. Exocortis (Scally Butt. Morfologi dan daur hidup : Viroid berada pada tanaman sebagai asam nuklead bebas tanpa selubung protein.bahan kimia. Cachexia Xyloporosis Penyebab: . tetapi telah ditemukan pada beberapa pertanaman jeruk di Kabupaten Malang (Jawa Timur) dan Bali. Penyebaran : Penyebaran Citrus Exocortis Viroid (CEV) di Indonesia belum banyak diketahui. Kulit mengelupas di sekeliling batang bawah yang peka terhadap penyakit ini.jenis jeruk Sweet Orange. layu. Di luar negeri penyakit ini dilaporkan terdapat di Australia. Gejala : Tanaman kerdil. Hindarkan penggunaan peralatan yang terkontaminasi penyakit dalam perbanyakan atau penanaman. Mandarin. produksi menurun dan akhirnya mati. Peralatan dapat dibersihkan dengan natrium hipoklorit 1 . Penyebaran CEV di pembibitan dapat dihindari dengan memisahkan tanaman yang terinfeksi dengan tanaman yang sehat.2 % atau campuran formaldehid dan sodium hidroksida c. Tanaman inang lain : Belum diketahui Pengendalian: a. dan tetap dapat menginfeksi tanaman. Grapefruit.cara pemanasan dan penggunaan bahan . Tahan lama dalam jaringan . b. Gunakan mata tempel yang bebas exocortis. 15. Viroid Exocortis dapat hadir dalam keadaan tanpa gejala di tanaman pembawa (carrier). Penularan melalui penggunaan mata tempel yang telah terinfeksi penyakit dan kontaminasi melalui peralatan perbanyakan.faktor yang mempengaruhi penyakit : Viroid exorcotis tahan terhadap cara .

Pada permukaan dalam jaringan kulit terjadi tonjolan . Bibit yang diketahui terkena penyakit harus segera dibongkar dan dimusnahkan.alat pangkas.2 % (bahan aktif dalam larutan pencuci seperti ³clorox´) dengan cara disemprotkan atau dicelupkan selama 10 detik.tanaman indikator ini adalah terbentuknya bercak-bercak yang mengandung blendok (lendir kental berwarna coklat) pada jaringan kulit batang. Pengendalian : a. Sifat viroid ini mirip dengan viroid exocortis yaitu mudah menular melalui penyambungan mata tempel dan secara mekanik melalui alat . daun . Kedua varietas ini meruapkan tanaman indikator terbaik untuk pengujian CCaV. mengering dan akhirnya mati. Viroid ini tidak menular melalui serangga ataupun biji.Viroid Cachexia Jeruk atau Citrus Cachexia Viroid (CCaV) Penyebaran: Belum diketahui Gejala: Sebagian besar jenis dan varietas jeruk dapat terinfeksi oleh CCaV. c. Gejala akan tampak lebih nyata pada kondisi suhu yang hangat (20-350C). minimum 1 tahun sejak terinfeksi. 16. tetapi umumnya tidak menunjukkan gejala. Puru Berkayu (Woody Gall) Penyebab : Virus puru berkayu jeruk atau Citrus Vein Enation ± Woody Gall Virus (CVEV) Penyebaran : Di Indonesia dilaporkan terdapat di Jawa Tengah dan jawa Barat. Tanaman inang lain : Belum diketahui. Bahan kimia ini sangat efektif dalam mematikan partikel .tonjolan tumpul yang menyebabkan bagian kayu melekuk ke dalam. Varietas jeruk yang sangat rentan terhadap infeksi viroid ini adalah Tangelo Orlando dan Mandarin Parso¶s Special. b.daun menguning. layu. Menjaga kebersihan peralatan dengan natrium hipoklorit 1 . tanaman jeruk yang terserang berat akan kerdil.partikel viroid yang menempel pada alat alat tersebut. Gejala infeksi CCaV pada tanaman . Menggunakan bahan perbanyakan tanaman yang sehat. Di luar negeri tersebar di . Morfologi dan daur hidup penyakit : Penyakit ini disebabkan oleh viroid yang informasinya belum banyak diketahui.

Morfologi dan daur penyakit : Penyakit ini disebabkan oleh virus yang belum banyak diketahui seluk beluknya. Fiji. Peru dan India.mula berukuran kecil dan mulai tampak pada daun . . b. Gejala ini mula . Australia. Selain pada jeruk nipis. sekitar 6 bulan sejak tertulari. Rough lemon (RL) dan Sour Orange. gejala tersebut kadang-kadang dijumpai pada jeruk manis. citridus. Virus dapat menular melalui penyambungan mata tempel dan di lapang melalui beberapa jenis kutu daun. CVEV bersifat endemik di pertanaman jeruk.benjolan (gall) pada daerah sambungan. Gejala : Pada tanaman jeruk nipis. Pada tanaman terinfeksi. yaitu T. A. CVEV menyebabkan pembentukan puru . yang menghasilkan barang atas yang sehat. kemudian berkembang melebar dan membesar tak beraturan.tonjolan ini bisa terjadi pada sebagian atau seluruh daun.daun muda yang biasanya terjadi 2 .alat yang dipakai dalam penempelan didisinfeksi dengan teratur. Serangan CVEV hampir selalu bersamaan dengan virus Tristeza Tanaman inang lain : Belum diketahui Pengendalian : a.tonjolan (enation) yang tersebar tidak beraturan pada tulang daun di permukaan bawah daun. gossypii dan M.3 bulan sejak penularan. gejala tonjolan . tetapi biasanya lebih ringan dibandingkan pada jeruk nipis.Amerika. Pada tanaman jeruk yang disambung pada batang bawah RL.puru atau benjolan . Gejala ini mula-mula berukuran kecil berwarna hijau pucat. Pemilihan pohon induk yang bebas virus. Siem. Alat . Afrika Selatan. c. Pengendalian serangga vektor dengan insektisida. infeksi CVEV menyebabkan munculnya tonjolan . persicae. Gejala tersebut semakin jelas bila daun menjadi tua.

Phitium spp. Gejala: Seperti pada penyakit kudis (Scab) tetapi di tengah-tengah benjolan itu cekung kedalam dan tepi benjolan berwarna kuning. Kudis (Scab) Penyebab: cendawan Sphaceloma fawcetti Gejala: Nampak. Pemberantasan: sama seperti penyakit kudis (scab) .Beberapa Penyakit Pada Tanaman Jeruk I. PellicuIoria filamentosa dan Phytophthora spp. tindakan yang perlu diambil: bibit yang diserang dicabut atau dibuang . Busuk akar (Damping off) Penyebabnya : Beberapa macam cendawan antara lain ScIerotium Rolfsii Sacc. .atur penyiraman agar permukaan bedengan pernbibitan/pesemaian tidak terlalu lama basah. untuk mengurangi perluasan serangan. c.0 dengan permukaan tanah yang sering basah terlalu lama Pemberantasan: Pencegahan dilakukan dengan melapisi permukaan bedengan pembibitan /pesemaian dengan pasir atau rumput/tanaman yang kering (mulch) setebal 2 cm sebelum ditanami. seperti disiram air panas dan menjadi busuk.jika perlu kurangi peneduh untuk mempercepat penguapan setelah penyiraman. b. Bila telah terjadi serangan.selokan antara bedengan diperdalam agar air siraman/buangan dapat berjalan lancar tidak merendarn bedengan. Penyakit yang Di disebabkan oleh Cendawan pembibitan/pesemaian a. Kanker: Penyebab : cendawan Phytornonas c/tn. Penyakit ini tidak terdapat pada jeruk keprok Pemberantasan: Hanya tindakan pencegahan dengan menyemprotkan bubur bordo 1 % mulai pada saat daun masih muda dan diulangi setiap 10 hari sekali sampai daun tua.benjolan-benjolan bergabus seperti kudis berwarna coklat abu-abu pada daun. . Hal ini banyak dijumpai pada daerah yang mempunyai pH 6.gemburkan permukaan tanah bedengan pembibitan / pesemaian serta hentikan untuk sementara penyiraman sampai permukaan tanah cukup kering . 1. Gejala: Pada kulit leher akar bibit.

bongkar pohon yang sakit lalu bakar agar tidak menular. b. Jamur tepung (Mildew) Penyebab : cendawan Oidium tingitanium Gejala: cendawan yang berwarna putih seperti tepung ini menyerang tunas dan pucuk daun. Busuk kering (Fusarium) Penyebab : cendawan Fusarium sp. Pada tanaman yang terserang hebat. terutama jenis jeruk Siam. Pemberantasan: Hanya dapat dilakukan dengan pencegahan.d. menghitam dan basah.tanah yang akan ditanami harus dibersihkan dan sisa-sisa tanaman (batang. Phytophtora Penyebab: Phytophtora parasitica. ranting-ranting menjadi gundul seperti sapu lidi. yaitu: . c. cabang akar.menggali parit sedalam 1k. PadaTanaman a. Cendawan ini banyak menyerang tanaman yang hidup di dataran rendah. Selain itu dapat juga dengan menyemprotkan bubur california. sebab ternyata pepaya penyebab berjangkitnya penyakit Fusarium. kemudian tanaman menjadi layu dan akhirnya mati.bekas lobang pembakaran dibiarkan terbuka dan taburi dengan tepung belerang. Pemberantasan: Dengan pencegahan yang sama dengan penyakit Fusarium . lama kelamaan mengering dan pecah-pecah memanjang. Bila dibiarkan lama-kelamaan daun akan gugur. dll) . dan daun yang tidak gugur setelah sembuh meninggalkan bercak-bercak berwarna coklat. Gejala: Mula-mula kulit batang. daunnya rontok. Pemberantasan: hanya dapat dilakukan dengan pencegahan sebagai berikut: . Bila kulit dilepas bagian dalamnya lepas. Gejala: Kulit akar basah dan busuk.5 m disekeliling pohon atau tanaman yang sudah terserang . Pemberantasan: untuk mengurangi/menekan serangan penyakit ini. Pohon yang sudah terserang daunnya menguning terutama pada tulang daun dan bila daunnya digoyang akan rontok. Armilaria Penyebab: cendawan Armilaria Gejala: Tanarnan yang terserang daunnya menjadi kecil. 2.pada tempat yang terserang penyakit ini batangnya dipoles dengan pasta bordo 5% perbaiki drainase dan hindarkan luka-luka pada batang. diatas leher akar. Untuk daerah dataran rendah ini jangan menanam jeruk tumpang sari dengan pepaya. Bila dibongkar kulit akan membusuk dan mudah lepas dan kayu. 1 m dan lebar 0. ialah dengan menghembuskan tepung belerang pada hari sampai jam 10 dan diulangi setiap minggu sampai cendawan hilang. menguning dan kemudian kering.

Bentuk buah kecil-kecil dan cepat masak tetapi rasa tidak manis. Pemberantasan: Dapat dilakukan dengan mengupas kulit bagian batang atau cabang yang sakit. Pemberantasan: . Penyakit yang disebabkan oleh Virus Penyakit tanaman jeruk oleh virus yang saat ini sangat terkenal adalah CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration).Perpindahan ke tanaman lain oleh serangga Diaphorna citri bersama Aphis citricidus Mampu menularkan dalam jangkauan 1k.disemprot dengan Darbolineum plantarium 8% bila serangan-serangan ringan. Lama kelamaan membusuk. Sifat-sifat: Penyebabnya adalah sejenis virus. . Penyakit ini timbul pada daerah yang banyak hujan. Pertumbuhan tanaman terhambat/kerdil dan lama kelamaan akan mati. Jamur Upas Penyebab : cendawan catiurn salmonicolor Gejala: Terdapat cendawan berwarna putih dan merah orange pada batang atau cabang. Pencegahan dengan jalan: lapisi batang atau cabang tanaman dengan ter.pencegahan dengan mengatur jarak tanam sesuai dengan lebar tajuk pohon yang sudah besar. penjarangan bila tanaman terlalu rapat.Gejala yang khas. Daundaun yang memperlihatkan gejala ini menjadi lebih kaku dan tidak mudah rontok. ada beberapa jenis kumbang yang menyerang bagian-bagian yang busuk ini. Semua tanaman jeruk dapat terserang penyakit ini . e. yakni kerusakan phloem (jaringan pembuluh tapis) pada ranting dan tulang daun yang menguning. . . Penyakit busa atau kurap Penyebab : bakteri yang belum diketahui Penyakit mi biasanya menyerang tanaman jeruk keprok didaerah kering. tulang-tulang daun yang halus warnanya menjadi lebih gelap dan daun-daun biasa. 5km Gejala: . . memelihara tanaman dengan baik terutama pernupukan. pada serangan yang sudah lanjut dan menyebabkan kematian pada batang/cabang. tetapi juga cangkokan dan yang disemai. kelembaban rendah karena banyak pohon pelindung atau menanam dengan jarak tanam yang terlalu dekat sehingga kurang sinar matahari yang masuk.Penyerangan CVPD tidak hanya pada tanaman-tanaman yang berupa okulasi. Kulit batang/cabang menjadi kening dan mati.Gejala lain adalah daun menjadi kuning dan ada bercak-bercak hijau atau bila tidak ada warna hijau. mengeluarkan busa yang berbau busuk dan asam. dan tertekan sehingga terjadi penebalan pada phloem tersebut. II. Gejala: Infeksi pada kulit batang. Penyakit ini akan menjalar ke bawah dengan mengikuti aliran busa tadi. pemangkasan cabang yang berlebihan.d. dimana sel-sel phloem mengernpis. bagian ini dipotong lalu dibakar.

No. Disamping itu pengangkutan tanaman atau bibit tanaman jeruk antar daerah atau antar pulau harus berlabel ³bebas CVPD´.Penyemprotan pestisida pada tanaman-tanaman yang masih bebas atau sehat menggunakan bibit yang bebas CVPD .Penanggulangan: Memusnahkan/eradikasi semua tanaman yang terserang . .129/Kpts/ Um/3/1982 telah melarang pengangkutan tanaman atau bibit tanaman jeruk yang terkena penyakit jeruk CVPD yang berasal dan Pulau Jawa dan Sumatra.Menteri Pertanian dengan SK.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->