Earth Tester

Earth Tester PENGUKURAN TAHANAN TANAH

Besarnya tahanan tanah sangat penting untuk diketahui sebelum dilakukan pentanahan dalam sistem pengaman dalam instalasi listrik. Untuk mengetahui besar tahanan tanah pada suatu area digunakan alat ukur dengan penampil analog. Hasil pengukuran secara analog sering terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil pengukurannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut,maka dirancanglah suatu alat ukur tahanan tanah digital yang memiliki kemudahan dalam pembacaan nilai tahanan yang diukur. Alat ukur ini penampilnya

menggunakan digital pada segmen-segmen, sehingga dengan mudah menyimpan data-data yang terukur. Perancangan alat ukur tahanan tanah digital ini menggunakan tiga batang elektroda yang ditanahkan yaitu elektroda E (Earth), elektroda P (Potensial) dan elektroda C (Curren). Tujuan penggunaan tiga batang elektroda tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana

tahanan dapat mengalirkan arus listrik. Alat ukur tahanan tanah ini terdiri dari beberapa blok diagram rangkaian, antara lain rangkaian osilator,rangkaian tegangan input, rangkaian arus input, mikrokontroler dan rangkaian penampil. Sebelum hasil pengukuran di tampilkan ke LCD, data diolah dirangkaian mikrokontroler. Keuntungan dengan manggunakan mikrokontuler ini yaitu keluaran dari rangkaian input ini debelum masuk ke LCD bisa diatur. Sehingga, perancangan alat ukur tahanan tanah digital ini dapat mengukur tahanan tanah dengan teliti dan akurat. Hadil pengukuran tahanan tanah juga bergantung pada kondisi tanah itu sendiri. Pengukuran tahanan tanah dilakukan dengan membandingkan alat ukur rakitan dengan alat ukur yang sudah ada dengan merek Kyoritsu Earth Tester Digital. Selisih nilai pengukuran antara alat ukur rakitan dengan alat ukur yang sudah ada adalah sebesar 0,31 ohm. Pengujian Tahanan Pentanahan November 27th, 2010 · Buku Sekolah Gratis · Teknik pemanfaatan tenaga listrik 1 No comments Seperti yang telah dibahas pada bagian sistem pentanahan, betapa penting sistem pentanahan baik dalam sistem tenaga listrik ac maupun dalam pentanahan peralatan untuk menghindari sengatan listrik bagi manusia, rusaknya peralatan dan terganggunya pelayanan sistem akibat gangguan tanah. Untuk menjamin sistem pentanahan memenuhi persyaratan perlu dilakukan pengujian. Pengujian ini sebenarnya adalah pengukuran tahanan elektroda pentanahan yang dilakukan setelah dilakukan pemasangan elektroda atau setelah perbaikan atau secara periodik setiap tahun sekali. Hal ini harus dilakukan untuk memastikan tahanan pentanahan yang ada karena bekerjanya sistem pengaman arus lebih akan ditentukan oleh tahanan pentanahan ini. Pada saat ini telah banyak beredar di pasaran alat ukur tahanan pentanahan yang biasa disebut Earth Tester atau Ground Tester. Dari yang untuk beberapa fungsi sampai dengan yang banyak fungsi dan kompleks. Penunjukkan alat ukur ini ada yang analog ada pula yang digital dan dengan cara pengoperasian yang mudah serta aman. Untuk lingkungan kerja yang cukup luas, sangat disarankan untuk memiliki alat semacam ini. Bahasan dalam bagian ini menjelaskan tentang prinsip-prinsip pengujian pengukuran tahanan pentanahan, teknik pengukuran yang presisi baik untuk elektroda tunggal maupun banyak. Sumber : Sumardjati, Prih dkk, 2008, Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 174. Memasang Instalasi Pembumian November 2nd, 2010 · Buku Sekolah Gratis · Teknik distribusi tenaga listrik 2 No comments - Tags: Alat Ukur dan Pemeliharaan Tahanan Pembumian, Definisi-Definisi

Sistem Pembumian, Elektrode Bumi (Earth Electrode), Gangguan Bumi (Earth Fault), Pemasangan dan Susunan Elektrode Bumi, Pemeliharaan Tahanan Pembumian, Penghantar pembumian (Earthing Conductor) adalah :, Perencanaan pemasangan peralatan, Tahanan Jenis Tanah, Tujuan Pembumian Peralatan 4-3-1 Definisi-Definisi Sistem Pembumian Sesuai dengan PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000) terdapat beberapa definisi yang perlu diperhatikan, yaitu : - Bumi (Earth) adalah massa konduktif bumi yang potensial listriknya di setiap titik manapun menurut konvensi, sama dengan nol. - Elektrode Bumi (Earth Electrode) adalah bagian konduktif atau kelompok bagian konduktif yang membuat kontak langsung dan memberikan hubungan listrik dengan bumi. - Gangguan Bumi (Earth Fault) merupakan : 1). Kegagalan isolasi antara penghantar dan bumi atau kerangka. Gangguan yang disebabkan oleh penghantar yang terhubung ke bumi atau karena resistansi isolasi ke bumi menjadi lebih kecil dari pada nilai tertentu. - Isolasi (Insulation) adalah : 1). (Sebagai bahan) merupakan segala jenis bahan yang dipakai untuk menyekat sesuatu. 2). (Pada kabel) merupakan bahan yang dipakai untuk menyekat penghantar dari penghantar lain dan dari selubungnya, jika ada, - Elektrode Batang adalah elektrode dari pipa logam, baja profil atau batang logam lainnya yang dipancangkan ke bumi. - Pembumian (Earthing) adalah penghubung suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dari sirkit listrik dengan bumi menurut cara tertentu. - Penghantar pembumian (Earthing Conductor) adalah : 1). Penghantar berimpedasi rendah yang dihubungkan ke bumi. 2). Penghantar proteksi yang menghubungkan terminal pembumian utama atau batang ke elektrode bumi. - Rel pembumian adalah batang penghantar tempat menghubungkan beberapa penghantar pembumian.

merupakan nilai tipikal. Tanah berbatu. Pasir dan kerikil kering. Tanah liat dan tanah ladang. 6). tergantung pada jenis tanah dan keadaan tanah serta ukuran dan susunan elektrode. 4-3-4 Tahanan pembumian Tahanan pembumian dari elektrode bumi. Tanah rawa. . untuk panjang tertentu. Krikil basah. Dari Tabel Tahanan Pembumian pada tahanan jenis (rho – 1) = 100 ohm-meter dibawah ini. menunjukkan nilai rata-rata tahanan elektrode bumi.4-3-2 Jenis Tanah Jenis tanah menurut PUIL 2000 dibagai atas : 1). 5). 3). 2). 4-3-3 Tahanan Jenis Tanah Masing-masing jenis tanah mempunyai nilai tahanan jenis tanah yang berbeda-beda dan bergantung dari jenis tanahnya. Pasir basah. 4). dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.

Sambungan penghantar bumi elektrode bumi. pada tempat yang mudah dicapai dan sedapat mungkin memanfaatkan sambungan yang karena susunan instalasinya memang harus ada.Untuk tahanan jenis pembumian yang lain (rho). timbul pada saat hubung singkat ke tanah terjadi. b). akan menimbulkan perbedaan potensial yang besar dan berbahaya. Untuk memperoleh impedansi yang kecil/rendah dari jalan balik arus hubung singkat ke tanah. Elektrode batang. Kecelakaan pada personil. harus kuat secara mekanis dan menjamin hubungan listrik dengan baik. 4-3-5-2 Pemasangan dan Susunan Elektrode Bumi Untuk memilih macam elektrode bumi yang akan dipakai. Jadi bila arus hubung singkat ke tanah itu dipaksanakan mengalir melalui impedansi tanah yang tinggi. maka jarak minimum antara elektrode. misalnya dengan menggunakan . Permukaan elektrode bumi harus berhubungan baik dengan tanah sekitarnya. dimasukkan tegak lurus ke dalam tanah dan panjang disesuaikan dengan tahanan pembumian yang diperlukan. harus diperhatikan terlebih dahulu kondisi setempat. Jika elektrode tersebut tidak bekerja efektif pada seluruh panjangnya. Tahanan pembumian sebagian besar tergantung pada panjangnya dan sedikit bergantung pada ukuran penampangnya. tidak dilalui arus. Juga impedansi yang besar pada sambungan-sambungan pada rangkaian pembumian dapat menimbulkan busur listrik dan pemanasan yang besarnya cukup menyalakan material yang mudah terbakar. sifat tanah dan tahanan pembumian yang diijinkan. Jika beberapa elektrode diperlukan untuk memperoleh tahanan pembumian yang rendah. maka besar tahanan pembumiannya merupakan perkalian nilai dalam tabel dengan : Rho / rho – 1 atau Rho / 100 4-3-5 Perencanaan pemasangan peralatan 4-3-5-1 Tujuan Pembumian Peralatan Pembumian peralatan adalah pembumian bagian dari peralatan yang pada kerja normal. harus dua kali panjang efektifnya. Penghantar bumi harus dipasang sambungan yang dapat dilepas untuk keperluan pengujian tahanan pembumian. Batu dan kerikil yanglangsung mengenai elektrode bumi. Tujuan pembumian peralatan adalah : a). akan memperbesar tahanan pembumian. maka jarak antara elektrode tersebut minimum harus dua kali panjangnya. Untuk membatasi tegangan antara bagian-bagian peralatan yang tidak dilalui arus dan antara bagian-bagian ini dengan bumi sampai pada suatu harga yang aman (tidak membahayakan) untuk semua kondisi operasi normal.

Klem pada elektrode pipa. 2).las. 4-3-5-3 Alat Ukur dan Pemeliharaan Tahanan Pembumian a) Alat Ukur Tahanan Pembumian Untuk mengukur nilai tahanan pembumian dengan cara : 1). Memakai model empat terminal (Motode Wenner) dengan generator putar tangan (DC). ? .14 3). Memakai Earth Tester (analog) berdasarkan harga potensial. a . Pengukuran tahanan pembumian dengan menyambungkan terminal C1 ke E yang akan diukur. Jarak E – P – R di buat berjarak sama pada satu garis lurus. R (ohm-m) dimana : ? (Rho) = resistivitas tanah (ohm-m) a = jarak antara electrode (meter) R = tahanan (ohm) ? (Phi ) = 3. klem atau baut kunci yang tidak mudah lepas. harus menggunakan baut dengan diameter minimal 10 mm. . terminal P2 ke P dan terminal C2 ke R. Meter akan memberikan pembacaan langsung dalam tahanan dan tahanan pembumian dihitung dengan rumus : ? (Rho) = 2 .

Terlihat bahwa tahanan membesar dengan kedudukan P semakin jauh dari E. c). kenaikan dapat diabaikan karena sangat kecil. . Volt meter akan menunjuk pada potensial E – P. Menurut hukum Ohm. beda potensial akan berbanding langsung dengan tahanan pembumian. Elektrode P harus terletak diantara elektrode-elektrode R dan E. Elektrode R harus cukup jauh dari elektrode E. Elektrode P harus ditempatkan di luar dua daerah tahanan. pada garis penghubungnya. Persyaratan yang harus diperhatikan adalah : a). dan kenaikan tersebut dengan cepat berkurang dan bahkan pada jarak tertentu dari E. b).E (elektrode tanah) yang akan diukur dan elektrode bantu P serta elektrode bantu R diletakkan pada satu garis lurus dengan elektrode E. sehingga daerah tahanan tidak saling menutup (over lap). dalam hal ini ditempatkan pada daerah datar dari kurva.

.

Jika nilai tahanan pembumian. karena pada kondisi tersebut nilai tahanan pembumian akan menunjukkan nilai sebenarnya. Diambilnya pengukuran pada musim kemarau. pada pengukuran di musim kemarau sudah kecil. Untuk mengetahui nilai tahanan total pembumian. dipakai rumus : 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ……………………… + 1/Rn (Ohm) Sumber : .4-3-5-4 Pemeliharaan Tahanan Pembumian Pemeliharaan pembumian (pentanahan) dilaksanakan minimal sekali dalam setahun diadakan pengukuran nilai pembumian pada musim kemarau. maka dimusim penghujan akan semakin kecil.

Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid 2 untuk SMK. Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. matikan saklar / OFF) 3.1 Pengukuran Normal (Metoda 3 Kutub) Langkah awal adalah memposisikan saklar terminal pada 3a. Pada instrument cara pengukuran ada 2 macam yaitu : ???? Pengukuran normal (metoda 3 kutub). 130 – 144. . jarum harus dalam range P/C (lebih baik posisi jarum berada saklar 0).12. 2008. hingga diperoleh jarum pada galvanometer seimbang / menunjuk angka nol. salah satu contohnya adalah Earth Hi Tester. Cek tegangan pentanahan (Range saklar : ~ V. Cek tanahan pentanahan bantu (Range saklar : C & P. aktifkan saklar / ON). matikan saklar / OFF). 2.12. Jarum harus dalam range BATT. Pengukuran Tahanan Pentanahan (Earth Tester) November 27th. h.1. 2. Cek tegangan baterai ! (Range saklar : BATT. 2010 · Buku Sekolah Gratis · Teknik pemanfaatan tenaga listrik 1 No comments Ada berbagai macam instrument pengukur tanahan pentanahan. dan ???? Pengukuran praktis (metoda 2 kutub) 2. hasil pengukuran adalah angka yang ditunjukkan pada selektor dikalikan dengan posisi range saklar (x1????) atau (x100????). Tri. selanjutnya : 1.2 Pengukuran Praktis (Metoda 2 Kutub) Langkah awal adalah memposisikan saklar terminal pada 2a.1. 4. Ukurlah tahanan pentanahan (Range saklar : x1???? ke x100????) dengan menekan tombol pengukuran dan memutar selektor.Suhadi dan Wrahatnolo.

maka tahanan elektroda adalah : R = V/I = 20/1 = 20 Ohm . maka semua sambungan yang terhubung dengan pentanahan itu selalu terhubung dengan tanah. Jika terjadi bunyi bip.Perhatikan ! Jika jalur pentanahan digunakan sebagai titik referensi pengukuran bersama. maka putuskan dan cek lagi. hanya pengecekan tekanan tahanan bantu tidak diperlukan. Ukur tahanan pentanahan (Range saklar : x10???? atau x100????). Hasil pengukuran = Rx + Ro Misalkan berdasarkan pengukuran diperoleh V = 20 V dan I = 1 A. 2. Cek tegangan baterai dan cek tegangan pentanahan Caranya hampir sama dengan metoda pengukuran normal. 1.

Dalam pengukuran yang menggunakan alat ukur tahanan pentanahan. Alat ukur ini penampilnya menggunakan digital. 2010 · Buku Sekolah Gratis · Teknik pemanfaatan tenaga listrik 1 No comments Dalam setiap pengukuran diinginkan hasil pengukuran yang presisi. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK. Prih dkk.maka dirancanglah suatu alat ukur tahanan tanah digital yang memiliki kemudahan dalam pembacaan nilai tahanan yang diukur. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketelitian dalam pengukuran tahanan pentanahan ini adalah letak elektroda bantu yang digunakan dalam pengukuran. Posisi Elektroda Bantu Dalam Pengukuran November 27th. Untuk mengetahui besar tahanan tanah pada suatu area digunakan alat ukur dengan penampil analog. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang presisi adalah dengan meletakkan elektroda bantu-arus Z cukup jauh dari elektroda yang . Hasil pengukuran secara analog sering terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil pengukurannya. namun alat ukur telah dilengkapi dengan sistem internal yang memungkinkan pembacaan secara langsung dan mudah. Apa artinya sebuah data bila tidak mendekati kebenaran. 174 – 176. Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sumber : Sumardjati. tidak dilakukan pengukuran satu per satu seperti di atas. Earth Tester PENGUKURAN TAHANAN TANAH Besarnya tahanan tanah sangat penting untuk diketahui sebelum dilakukan pentanahan dalam sistem pengaman dalam instalasi listrik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. 2008. h.

sehingga elektroda bantu-tegangan Y berada di luar daerah yang disebut daerah resistansi efektif dari kedua elektroda (elektroda pentanahan dan elektroda bantuarus). Dalam gambar ditunjukkan grafik resistansi sebagai fungsi posisi Y. Cara mudah untuk mengetahui apakah elektroda Y berada di luar daerah resistansi efektif adalah dengan melakukan pengukuran beberapa kali dengan mengubah posisi elektroda Y di antara X dan Z. Peletakan elektroda Y harus di luar daerah tersebut agar penunjukan alat ukur presisi. sebaliknya jika perbedaan pembacaan kecil diperoleh hasil pengukuran yang presisi (Gambar 2. yaitu. bila diperoleh hasil pengukuran yang relatif sama seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2.119. menunjukkan bahwa elektroda Y ada di dalam daerah resistansi efektif yang berarti hasil pengukuran tidak presisi. . Bila arus diinjeksikan kedalam tanah melalui elektroda Z ke elektroda X. pada kedua elektroda tersebut akan membangkitkan fluks magnet yang arahnya melingkari batangbatang elektroda. dapat diperhatikan Gambar 2. misalnya pertama pada Y. maka elektroda Y berada di luar daerah resistansi efektif dan hasilnya presisi. Perlu digambarkan kurva resistansi (tahanan) sebagai fungsi jarak antara X & Z untuk mengetahui ini.118 menggambarkan daerah resistansi efektif yang tumpang tindih dari kedua elektroda. kemudian dipindah ke arah X. Bila diperoleh perbedaan yang besar (Gambar 2. Daerah yang dilingkupi oleh fluks magnet dari masingmasing elektroda disebut daerah resistansi efektif.119) dalam arti bahwa inilah tahanan elektroda X yang paling tepat. X. Bila penunjukan-penunjukan alat ukur tersebut menghasilkan harga resistansi (tahanan) yang berubah secara signifikan.118. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan daerah resistansi efektif ini. Sebaliknya.diukur tahanannya.118) menunjukkan ketidakpresisian hasil pengukuran. yaitu ke Y’ dan kemudian ke arah Z ke Y”.

Apabila perlu dilakukan pengukuran tahanan tanah. Pengetahuan ini sangat penting khususnya bagi para perancang sistem pentanahan. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK. kandungan mineral yang dimiliki dan suhu (suhu tidak berpengaruh bila di atas titik beku air). Yang menentukan tahanan jenis tanah ini tidak hanya tergantung pada jenis tanah saja melainkan dipengaruhi oleh kandungan moistur. Namun perlu diketahui bahwa sifat-sifat tanah bisa jadi berubah-ubah antara musim yang satu . 176 – 178. 2008. Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. yang pertama untuk diketahui terlebih dahulu adalah sifat-sifat tanah di mana akan dipasang elektroda pentanahan untuk mengetahui tahanan jenis pentanahan. Tahanan jenis tanah diberikan dalam satuan Ohm-meter. Sebelum melakukan tindakan lain. Tahanan Jenis Tanah November 27th.Sumber : Sumardjati. Prih dkk. Sebagai pedoman kasar. yang merepresentasikan tahanan tanah yang diukur dari tanah yang berbentuk kubus yang bersisi 1 meter. tabel berikut ini berisikan tahanan jenis tanah yang ada di Indonesia. Dalam bahasan di sini menggunakan satuan Ohm-meter. 2010 · Buku Sekolah Gratis · Teknik pemanfaatan tenaga listrik 1 No comments Tahanan jenis tanah sangat menentukan tahanan pentanahan dari elektrodaelektroda pentanahan. h. tahanan jenis tanah bisa berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat yang lain tergantung dari sifat-sifat yang dimilikinya. Oleh karena itu.

dan musim yang lain. Hal ini harus betul-betul dipertimbangkan dalam perancangan sistem pentanahan. Bila terjadi hal semacam ini, maka yang bisa digunakan sebagai patokan adalah kondisi kapan tahanan jenis pentanahan yang tertinggi. Ini sebagai antisipasi agar tahanan pentanahan tetap memenuhi syaratpada musim kapan tahanan jenis pentanahan tinggi, misalnya ketika musim kemarau. Sumber : Sumardjati, Prih dkk, 2008, Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 170. Pengukuran Tahanan Pentanahan (Earth Tester) November 27th, 2010 · Buku Sekolah Gratis · Teknik pemanfaatan tenaga listrik 1 No comments Ada berbagai macam instrument pengukur tanahan pentanahan, salah satu contohnya adalah Earth Hi Tester. Pada instrument cara pengukuran ada 2 macam yaitu : ???? Pengukuran normal (metoda 3 kutub), dan ???? Pengukuran praktis (metoda 2 kutub) 2.12.1.1 Pengukuran Normal (Metoda 3 Kutub) Langkah awal adalah memposisikan saklar terminal pada 3a, selanjutnya : 1. Cek tegangan baterai ! (Range saklar : BATT, aktifkan saklar / ON). Jarum harus dalam range BATT. 2. Cek tegangan pentanahan (Range saklar : ~ V, matikan saklar / OFF) 3. Cek tanahan pentanahan bantu (Range saklar : C & P, matikan saklar / OFF). jarum harus dalam range P/C (lebih baik posisi jarum berada saklar 0). 4. Ukurlah tahanan pentanahan (Range saklar : x1???? ke x100????) dengan menekan tombol pengukuran dan memutar selektor, hingga diperoleh jarum pada galvanometer seimbang / menunjuk angka nol. hasil pengukuran adalah angka yang ditunjukkan pada selektor dikalikan dengan posisi range saklar (x1????) atau (x100????).

2.12.1.2 Pengukuran Praktis (Metoda 2 Kutub) Langkah awal adalah memposisikan saklar terminal pada 2a.

Perhatikan ! Jika jalur pentanahan digunakan sebagai titik referensi pengukuran bersama, maka semua sambungan yang terhubung dengan pentanahan itu selalu terhubung dengan tanah. Jika terjadi bunyi bip, maka putuskan dan cek lagi. 1. Cek tegangan baterai dan cek tegangan pentanahan Caranya hampir sama dengan metoda pengukuran normal, hanya pengecekan tekanan tahanan bantu tidak diperlukan. 2. Ukur tahanan pentanahan (Range saklar : x10???? atau x100????). Hasil pengukuran = Rx + Ro

Misalkan berdasarkan pengukuran diperoleh V = 20 V dan I = 1 A, maka tahanan elektroda adalah : R = V/I = 20/1 = 20 Ohm

Dalam pengukuran yang menggunakan alat ukur tahanan pentanahan, tidak dilakukan pengukuran satu per satu seperti di atas, namun alat ukur telah dilengkapi dengan sistem internal yang memungkinkan pembacaan secara langsung dan mudah. Sumber : Sumardjati, Prih dkk, 2008, Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 174 – 176. vii RINGKASAN Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi, output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah, yang diputar oleh tangan. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: 1. Kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan 2. Kabel tegangan rendah 3. Kabel tegangan tinggi 4. Transformator, OCB dan peralatan listrik lainnya Pentanahan (grounding)adalah merupakan suatu mekanisme dimana daya listrik dihubungkan langsung dengan tanah (bumi). Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yanglow-impedance(tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage. Untuk memperoleh nilai tahanan jenis tanah yang akurat diperlukan pengukuran secara langsung pada lokasi. Jika diperlukan di lapangan harus disiapkan hubungan atau koneksi yang mudah dilepas untuk dapat diadakan pengukuran pada tiap-tiap elektrode. PUTU RUSDI ARIAWAN 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Megger 2.1.1 Apa itu Megger

Kabel tegangan tinggi 4. output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah. yang diputar oleh tangan. Besar tegangan tersebut pada umumnya adalah: 500.000 meter ohm dan lain-lain sesuai dengan sumber tegangan dari megger tersebut. Kabel tegangan rendah 3.1. maka sumber tegangan megger yang dipilih tidak hanya tergantung dari batas pengukur.000 atau 5.02 sampai 20 meter ohm dan 5 sampai 5. OCB dan peralatan listrik lainnya. Dewasa ini telah banyak pula megger yang mengeluarkan tegangan tinggi. Gambar rangkaian dasar megger adalah seperti gambar 2.Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi. akan tetapi juga terhadap tegangan kerja (sistem tegangan) dari peralatan ataupun instansi yang akan diuji isolasinya. Transformator.000 volt dan batas pengukuran dapat bervariasi antara 0. .000. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: 1. 2. 1. Megger dengan bateri umumnya membangkitkan tegangan tinggi yang jauh lebih stabil dibanding megger dengan generator yang diputar dengan tangan. Dengan demikian. yang didapatkannya dari baterai sebesar 8 – 12 volt (megger dengan sistem elektronis). Kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan 2.

Pengetesan dilakukan dengan pengukuran tingkat kebocoran jaringan line/ phase dengan netral dan line dengan ground. Dimungkinkan juga akan menimbulkan percikan api yang bisa mengakibatkan kebakaran. Insulasi yang memadai diperlukan untuk menghindari terjadinya direct contactseperti short circuitatau ground fault. Metode pengetesan bisa dilakukan dengan tegangan yang .1 Rangkaian dasar megger 2.PUTU RUSDI ARIAWAN 4 Gambar 2. Sebelum melakukan pengetesan terlebih dahulu dilakukan pemutusan hubungan komponen elektronik danpilot lampdengan jaringan.2 Megger Test (Test Insulasi / Insulation Test) Mengapa kita melakukan pengetesaninsulation / megger test ?? Test insulasi dipergunakan untuk mengetahui kondisi konduktor di jaringan.1. Buruknya insulasi jaringan bisa mengakibatkan terjadinya arus bocor dan bisa membahayakan nyawa seseorang.

000 Ω = 0. Jika insulasi dibawah 1 Meg Ohm berarti motor dalam kondisi kritis. PUTU RUSDI ARIAWAN 5 Rumus Perhitungan Pengukuran Insulation Test 1. Jika insulasi motor telah mencapai antara 10 ~ 1 Meg Ohm maka perlu dilakukan preventive maintenance. Insulasi menjadi salah satu penyebab utama terbakarnya sebuah motor selain masalah elektrik dan mekanik. Batas minimum insulasi yang bisa ditolerir untuk pengetesan dengan tegangan 500 VDC adalah 0. Pengukuran tegangan Rendah: Rumus ≥ 1000. 380 = 380.38 maka alat tersebut masih bisa dikatakan baik.berbeda sesuai dengan kebutuhan. E (minimal) Contoh : E =380 V Ris ol a si= 1000 .38 M Ω Bila hasil pengukuran lebih dari 0. Sebuah motor akan mengalami penurunan tingkat insulasi karena usia pakai.5 Meg Ohm sedangkan dengan tegangan 1000 VDC adalah 1 Meg Ohm. .

2 Meter Tahanan Pentanahan PUTU RUSDI ARIAWAN 6 Meter Tahanan Kontak biasa disebut dengan Micro Ohm meter dan digunakan untuk mengukur tahanan antara terminal masuk dan terminal keluar pada alat hubung utama kubikel. digunakan untuk mengukur tahanan pentanahan kerangka kubikel dan pentanahan kabel. 1 (satu) dihubungkan dengan elektroda yang akan diukur nilai tahanan pentanahannya dan 2 (dua) dihubungkan dengan elektroda bantu yang merupakan bagian dari alat ukurnya.2. Ketelitian hasil tergantung dari cukupnya energi yang ada pada baterai. Pengukuran Tegangan Menengah dan Tinggi : Mengunakan DC Test Rumus Risolator → Arus bocor Max =………… μA 2. . Gambar 2. Terminal alat ukur terdiri dari 3 (tiga) buah.1. Nilai yang dihasilkan adalah dalam besaran micro atau sepersatu juta ohm.3Meter Tahanan Pentanahan Biasa disebut dengan Meger Tanah atau Earth Tester.

2 Pentanahan 2. 2. yakni suatu cabang ilmu fisika yang secara khusus mempelajari aliran elektron. mengapa dapat terjadi demikian?.1 Pengertian Pentanahan Pentanahan (grounding) adalah merupakan suatu mekanisme dimana daya listrik dihubungkan langsung dengan tanah (bumi). Arus listrik selalu mengalir dari titik yang mempunyai energi potensial (Ep) yang lebih tinggi ke titik yang mempunyai energi potensial lebih rendah. maka semua bejana tersebut akan menjadi penuh secara bersamaan dalam waktu yang sama. mengapa bisa begitu? Fenomena ini dapat dijawab dengan percobaan dengan mempergunakan zat cair (air) dengan bejana berhubungan. ilmu elektronika yang akan menjawabnya. . Sebenarnya yang terukur pada alat ukurnya adalah jatuh tegangan antara 2 (dua) terminal yang terhubung dengan alat ukur.Dua terminal alat ukur yang dihubungkan ke terminal masuk dan keluar akan mengalirkan arus searah dengan nilai minimal 200 Amper.3 Micro Ohm meter. Gambar 2. tetapi kemudian nilainya dikalibrasikan menjadi satuan micro ohm. misalnya bentuk setiap bejana yang berhubungan itu mempunyai perbedaan bentuk dan ukurannya. Energi listrik atau biasa disebut dengan daya listrik (P) yang notabene adalah merupakan hasil perkalian antara tegangan listrik (V) dengan arus listrik (I) PUTU RUSDI ARIAWAN 7 selalu akan mengalir ke titik yang mempunyai tantangan atau rintangan atau hambatan (R) yang paling besar. Hal ini terjadi sebaliknya dengan arah aliran elektron yang mengalir dari titik dengan Ep yang lebih rendah ke titik yang mempunyai Ep yang lebih tinggi. Seperti kita ketahui bersama bahwa arus listrik terjadi jika ada perbedaan potensial diantara 2 (dua) buah titik (node). hal ini dapat kita analogikan dengan apa yang terjadi pada energi listrik.2. akan terlihat bahwa jika pada bejana berhubungan tersebut kita alirkan air untuk memenuhi semua bejana tersebut.

hingga tercapai suatu nilai yang aman untuk semua kondisi operasi. karena semua penghantar mempunyai tahanan masing-masing atau disebut dengan tahanan jenis. yakni hanya dengan menghubungkannya ke bumi atau tanah yang akan menyebabkan tahanan atau hambatan diantara kedua titik tersebut menjadi nol sehingga tidak ada perpindahan daya listrik yang terjadi diantara keduanya. Sistem pentanahan yang efektif akan meminimalkan efek tersebut. mengapa ? jawabannya adalah dengan adanya rintangan atau hambatan yang ada akan menyebabkan terjadinya perbedaan potensi pada masing-masing titik. baik kondisi normal maupun saat terjadi gangguan. Penerangan. Jadi usahakanlah tantangan atau hambatan diantara kedua titik yang berbeda potensinya agar menjadi sekecil mungkin (mendekati nilai nol) untuk menghindari terjadinya arus listrik diantara kedua titik tersebut. arus listrik.Dengan demikian ternyata bahwa arus listrik akan mengalir jika ada hambatan atau rintangan yang menghalang diantara 2 titik yang berbeda. .2 Tujuan Pentanahan Adapun tujuan dari sistem pentanahan tersebut adalah untuk membatasi tegangan pada bagian-bagian peralatan yang tidak seharusnya dialiri arus mis: body/casing. Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance(tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage. maka untuk membuat tahanan yang benar-benar bernilai nol diantara kedua titik tersebut. serta perlindungan terhadap suhu berlebih yang dapat mengakibatkan kebakaran. 2. sehingga menyebabkan terjadinya arus listrik (I) diantara kedua titik tersebut.2. baik perlindungan dari sentuh langsung PUTU RUSDI ARIAWAN 8 maupun tak langsung. memberikan jaminan keselamatan dari bahaya kejut listrik. circuit switchingdan electrostatic dischargeadalah penyebab umum dari adanya sentakan listrik atau transient voltage.

Sesuai dengan ukuran. misal. 4. Tambahan. cukup ideal jika disambungkan dengan pipa instalasi pompa/mesin air. semakin basah tanah maka resistansinya semakin kecil sehingga semakin mudah mengalirkan arus/tegangan buangan. 3. diupayakan agar gangguan tersebut dialirkan ke tempat yg aman. Terencana dengan baik. ke tanah. 2. semua koneksi yang terdapat pada data center harus merupakan koneksi yang sudah direncanakan sebelumnya dengan kaidahkaidah tertentu.2. Line Noise. Surges. Menghindarkan gangguan yang terjadi pada arus listrik dari perangkat. berikut dari salah satu sumber tentang jenis-jenis gangguan listrik yang sering terjadi yaitu : Blackouts. Sags. TIA-942 menyediakan guideline untuk setiap komponen pada data center. . baik langsung atau tidak langsung (induksi). Grounding yang baik tergantung kondisi tanah (komposisi dan kelembaban). Spike/Lightning. usahakan grounding mencapai permukaan air dan menggunakan kabel khususgrounding (penghantar) yang baik.3 Karakteristik Pentanahan yang Efektif Karakteristik sistem pentanahan yang efektif antara lain adalah: 1. Verifikasi secara visual dapat dilakukan. Blackouts. 2. Jadi simpelnya.Jika terjadi gangguan/kondisi yang tidak diinginkan.

2. Bahan elektroda pentanahan ialah tembaga atau baja profil digalvanisir atau pipa galvanis. dengan tujuan untuk meminimalkan arus listrik melalui material yang bersifat konduktif pada potensial listrik yang sama. Jenis elektroda pentanahan antara lain : 1. atau batang logam baja profil / pipa galvanis berdiameter 1.5 – 1m dari permukaan tanah. 2.4 ) .PUTU RUSDI ARIAWAN 9 5. Elektroda Pentanahan adalah penghantar yang ditanam dalam tanah dan sebagai kontak langsung dengan tanah yang diusahakan sampai mencapai titik air tanah.75 meter. Semua komponen metal harus ditahan/diikat oleh sistem pentanahan.macam tergantung dari lokasi dan metode pentanahannya. Elektroda Batang / pasak yaitu elektroda dari batang logam tembaga Cu ( Cupper Rod / Ground Rod) berdiamater minimum 5/8”. ( Gambar 2. (Gambar 2.4Komponen Utama Sistem Pentanahan Dalam system pentanahan komponen komponen utama yang diperlukan antara lain elektroda pentanahan dan hantaran pentanahan berperan sangat besar.5” yang dipancangkan tegak dalam tanah sedalam 2.4 Elektroda Batang 2. Elektroda pita ( strip plat ) yang dibentuk lingkaran ditanam minimum 0.3) Gambar 2. sedangkan ukuran dan jenis elektroda pentanahan bermacam.

.

5 ) Gambar 2.6 Elektroda plat 4.5 Elektroda pita 3. Elektroda jembatan ( mesh / grounding bridge ) dibuat dari strip plat yang dirangkai menyerupai jembatan biasanya dipasang dibawah tower transmisi (Gambar 2.7 Elektroda Jembatan . Elektroda plat ditanam minimum 50 cm dari permukaan tanah. ( Gambar 2.6 ) Gambar 2.PUTU RUSDI ARIAWAN 10 Gambar 2.

1 Resistans Tanah . PUTU RUSDI ARIAWAN 11 Satu hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasangan sistem pentanahan adalah cara penyambungan / kontak sambung. Penyambungan harus baik dan benar sehingga memenuhi persyaratan mekanis maupun daya hantar listriknya.Hantaran pentanahan yaitu hantaran sebagai penyalur arus. harus jenis penghantar yang baik.3 Pengukuran Pentanahan 2. kuat secara mekanis dan dilindungi untuk menjaga kemungkinan gangguan mekanis yang dapat menyebabkan turunnya daya hantar ataupun terputus. sambungan harus dapat dibuka dalam rangka pengujian besarnya tahanan pentanahan dan pemeliharaan.3. 2.

100 Pasir basah 50….200 Kerikil basah 200……. Nilai tahanan jenis tanah harganya bermacam-macam.1..40 Tanah liat dan tanah ladang 20……..3000 Pasir / kerikil kering <10000 Tanah berbatu 2000……30000 Air laut dan air tawar 10………100 . pengaruh kelembaban. Tabel 2.. rt sangat berbeda tergantung komposisi tanah seperti dapat dilihat dalam pasal 320-1 dalam PUIL 1987 atau yang ditunjukkan pada Tabel 2. Nilai resistans jenis tanah Nilai resistans jenis tanah. tergantung pada komposisi tanahnya.....1 Nilai rata-rata jenis tanah rt Jenis Tanah Resistans jenis tanah rt dalam ohm-m Tanah rawa 10…….Struktur dan karakteristik tanah merupakan salah satu faktor yang mutlak diketahui karena mempunyai kaitan erat dengan perencanaan sistem pentanahan yang akan digunakan.….. 1.. Batasan atau pengelompokan tahanan jenis dari berbagai macam jenis tanah pada kedalaman tertentu tergantung pada beberapa hal antara lain pengaruh temperatur. dan pengaruh kandungan kimia.

1 seluruhnya berlaku untuk tanah lembab sampai basah. Maka elektrode bumi selalu harus ditanam sedalam mungkin dalam tanah. 2. Pasir kering mutlak atau batu adalah suatu bahan isolasi yang bagus. sama seperti air destilasi. Jenis elektrode Panjang pita atau penghantar pilin Panjang batang atau pipa Pelat vertikal dengan sisi .Resistans pembumian Resistans pembumian elektrode bumi rt tergantung pada jenis dan keadaan tanah serta pada ukuran dan susunan elektrode. sehingga dalam musim kering selalu terletak dalam lapisan tanah yang basah.PUTU RUSDI ARIAWAN 12 Nilai-nilai tersebut pada Tabel 2.

maka memerlukan bahan yang lebih banyak dari pada elektrode pita atau batang tanah. Untuk pasir basah dengan rt=200 ohm maka terdapat resistans pembumian sama dengan 6 ohm dan panjang pita pembumian 100m Untuk mendapatkan reistans pembumian yang hasilnya sama bila dipakai pelat elektrode.masing panjangnya 5m. maka menurut Tabel 2.2 nilai rata-rata dari resistans pembumian untuk elektrode bumi Contoh: untuk mencapai resistans pembumian suatu elektrode bumi sebesar 5 ohm. yang disusun dalam lingkaran dengan diameter 15 m. masing.5x1m 1x1m 35 25 Tabel 2. diperlukan sesuatu elektrode pita dengan panjang 50 m atau 4-elektrode batang.2 untuk tanah liat atau ladang dengan resistans jenis tanah liat atau tanah ladang dengan rt = 100 ohm-m. Contoh untuk menentukan resistans pembumian suatu elektrode: .1 dan 2.atas + 1 m dalam tanah Resistans pembumian 10m 25m 50m 100m 20 10 5 3 1m 2m 3m 5m 70 40 30 20 0.

3. . Resistans pembumian dapat dihitung dengan rumus dalam Tabel 3. c. Dalam tingkat perencanaan suatu sistim pembumian dengan elektrode bumi adalah sangat bermanfaat bila dihitung dahulu dengan bantuan resistans jenis tanah supaya mendapat besarnya biaya yang diperlukan. Jika diperlukan di lapangan harus disiapkan hubungan atau koneksi yang mudah dilepas untuk dapat diadakan pengukuran pada tiap-tiap elektrode. Resistans jenis tanah rt = 180 ohm-m.PUTU RUSDI ARIAWAN 13 a. b. 2.2Pengukuran resistans jenis tanah rt Untuk memperoleh nilai tahanan jenis tanah yang akurat diperlukan pengukuran secara langsung pada lokasi. Suatu elektrode pita dengan ukuran 30mm x 4mm (l x t) dengan panjang L=40 mm.

Rpt=2rt / L pada L > 10m.Untuk hal tersebut dalam Tabel 2. Pengukuran dengan elektrode ukur yang tetap Satu elektrode ukur.nya Tabel 2. L = panjang elektrode batang dalam m. Rumus untuk tahanan pentanahan batang adalah : Rt = (rt / 2pL) x (ln (4L / d)) di mana : Rt = tahanan bentang suatu elektrode dalam ohm. Rpt=3 rt / L dst. Jenis elektrode Perhitungan tepat Perbandingan pendekatan Batang Rbt = (rt / 2pL) x (ln 4L / d) pada L < 10 m. Dengan alat ukur jembatan-tahanan. panjang 1 m ditanamkan tegak lurus dalam lapisan tanah.3 dapat dilihat rumus-rumus pendekatan untuk resistans pembumian R suatu elektrode bumi untuk beberapa susunan elektrode bumi. Rbt=1. Rumus untuk menghitung resitans pembumian untuk macam-macam elektrode bumi Di lapangan atau lokasi sering dilaksanakan dua cara pengukuran untuk menentukan tahanan jenis tanah untuk memperoleh perubahan dalam lapisan tanah: PUTU RUSDI ARIAWAN 14 1.5 rt / L Pita Rpt = (rt / pL) x (ln 2L / d) pada L < 10 m. rt = tahanan jenis tanah dalam ohm-meter. . Rbt=rt / L pada L > 10m.3. Resistans pembumian Rt suatu elektrode adalah resistans dari lapisan tanah antara elektrode bumi atau sistim pembumian dan bumi acuan/referens. diukur tahanan jenis tanah dalam daerah antara permukaan lapisan tanah dan dalamnya pemasukan elektrode tersebut.

24 Rt Dapat dilihat bahwa nilai ukur elektrode batang (batang pengukur) dikalikan dengan 1.8 dapat dilihat cara mengukur resistans jenis tanah dengan digunakan 4-batang acuan yang dimasukkan dalam tanah dengan jarak a sepanjang satu garis lurus yang sama dan dihubungkan ke alat ukur resistans pembumian.5) = 1.d = jari-jari batang elektrode dalam m. . 2. ln = logarithmus (dasar e=2.7182818) Tahanan jenis tanah adalah : rt = ( Rt x 2pL ) / (ln 4L/d) = (Rt 6. Cara mengukur menurut metode von Werner atau cara 4-batang acuan.28 m) / ( ln 157. Dalam Gambar 2. Untuk elektrode dengan ukuran yang lain harus ditentukan faktor yang sesuai.24 untuk mendapatkan hasil tahanan jenis tanah.

Dari hasil pengukuran perbandingan jembatan dapat dibaca nilai tahanan R. hanya resistans jenis . maka terdapat resistans jenis tanah dalam ohm-m yang diukur di sini bukan resistans jenis tanah.8 cara mengukur resistans jenis tanah Pada ujung-ujung luar batang elektrode 1 dan 4 dialirkan arus dan pada bagian dalam dari batang elektrode 2 dan 3 diukur susut tegangan dalam lapisan tanah.PUTU RUSDI ARIAWAN 15 Gambar 2. maka resistans jenis tanah dapat dihitung dengan rumus : Qt = 2 p x a x Rt Bila jarak a dalam m dan R dalam ohm.

Dengan merobah-robah jarak a dapat ditemukan nilai tahanan jenis tanah dalam beberapa lapisan tanah. atau daerah lapisan tanah sekitar elektrode acuan harus dibasahinya . Dalam musim panas dengan terik panas yang panjang. Cara atau metode ukur sesuai von Werner ini hanya dapat mengukur lapisan tanah sampai jarak sedalam a dari elektrode acuan. Seperti telah diterangkan sebelumnya lembab tanah sangat mempengaruhi resistans pembumian. Bila diadakan pengukuran dalam periode musim kering tersebut harus ditanam elektrode acuan yang lebih panjang untuk menembus dalam lapisan yang basah.tanah semu. lapisan tanah sangat kering.

3.3Pengukuran resistansi pembumian .PUTU RUSDI ARIAWAN 16 2.

9 hubungan elektrode dengan konduktor PUTU RUSDI ARIAWAN 17 Dalam sirkuit tersebut dipasang juga voltmeter dengan tahanan internal R1 dari kira-kira 40 k-ohm. lihat Gambar 2.9. Ini tak mungkin dapat dilakukan dengan alat ukur ohm-meter yang biasa. . Resistans pembumian dari sistim pembumian pengamanan didapatkan dari rumus RA = U/1 Keburukan dari metode b) ini adalah:  tegangan ukur antara elektrode bumi bantu dan RA tak boleh melebihi tegangan sentuh yang diizinkan. Pengukuran dengan metode ukur arus tegangan dalam jaringan dengan titik bintang (netral) yang dibumikan sesuai PUIL 1987 Pasal 323. sehingga terdapat hasil pengukuran yang tak tepat. Pengukuran dengan alat ukur pembumian . karena dapat terjadi kecelakaan. b.tegangan dengan sumber tegangan sendiri. karena logam dalam tanah yang basah menunjukkan elemen galvanis. di mana diukur tegangan antara elektrode acuan dan elektrode bumi bantu dengan jarak 20 ohm. Gambar 2.metode ukur arus .Besarnya resistansi pembumian hanya dapat ditentukan dengan pengukuran. karena bila terdapat arus bocor kecil yang mengalir ke bumi.  hanya dapat dilaksanakan dalam jaringan di mana titik netral langsung dibumikan (lihat a). Untuk mengukur resistansi pembumian suatu elektrode bumi dapat dilaksanakan menurut proses pengukur arus-tegangan atau dengan alat ukur pembumian menurut pengukuran cara kompensasi: a. dapat menimbulkan susut tegangan antara RA dan RS. c. Penghantar bumi dari elektrode bumi RA yang akan diukur dihubung dengan konduktor fase L melalui resistans yang dapat diatur dari 1000 ohm sampai 2000 ohm di belakang gawai pengaman dalam sirkuit amperemeter. karena alat ohm-meter mempunyai tegangan AS yang kecil dan cara pengukuran ini tidak mungkin.

Pengukuran dilakukan dengan alat ukur pembumian dengan sumber tegangan tersendiri. Tahan elektrode RE yang akan diselidiki adalah tahanan antara koneksi pembumian dan elektrode acuan.Untuk elektrode tersendiri yang diperlukan untuk pengukuran. radial atau kombinasi harus berjarak kira-kira 3 kali diameter sistim pembumian. karena bagian penghantar adalah sangat pendek. makin menurun tahanan dari lapisan tanah. . Makin jauh dari elektrode. Dalam jarak 20m untuk pengukuran dapat ditanam elektrode acuan dalam tanah. Tahanan peralihan ini adalah relatif kecil. dan terdiri dari tahanan peralihan dari penghantar dalam lapisan tanah dan tahanan lapisan tanah di sekitar elektrode. jarak antara elektrode bantu H dan elektrode acuan S dipasang dalam jarak kira-kira 20m. karena penampang dari lapisan tanah adalah sangat besar. sedangkan untuk elektrode bumi yang disusun dalam bentuk lingkaran.

Kesulitan ini dapat disingkirkan dengan susunan sesuai Gambar 2.PUTU RUSDI ARIAWAN 18 Bila tahanan diukur antara elektrode acuan RS dan elektrode batang RE.10 susunan pengukuran .10. Gambar 2. maka tentu termasuk juga tahanan pembumian dari elektrode acuan.

Susut tegangan (voltage drop) yang terjadi pada tahanan RE dari elektrode diukur dengan alat ukur tegangan U. karena pengukurannya sangat sederhana dan tak tergantung dari tegangan jaringan. Resistans pembumian dapat dihitung dari : RE = U/I Cara yang lain adalah : Pengukuran dengan alat ukur pembumian menurut metode kompensasi Pengukuran resistans pembumian dengan alat ukur pembumian sering digunakan dari pada pengukuran menurut cara ukur arus-tegangan. juga tidak ada dari tahanan elektrode acuan RS. bila arus ukur IS dari alat ukur tegangan adalah nol. suatu generator G menyuplai ABB dengan umpama 110 Hz dalam lapisan tanah.Dengan perantara suatu elektrode bantu H. atau sangat kecil. . Tahanan dari elektrode bantu RH sama sekali tak mempunyai pengaruh.

. Pada pengukuran ini dengan perbandingan resistans. dapat dicapai dengan pengukuran dengan rangkaian jembatan.PUTU RUSDI ARIAWAN 19 Persyaratan bahwa arus ukur IS adalah nol.

bila tegangan U1 pada resistans pembumian adalah sama dengan U2 atau pada tahanan perbandingan. tegangan AS galvanik dalam lapisan tanah tidak mempengaruhinya. elektrode acuan dan elektrode bumi bantu dibandingkan. lihat Gambar 2.12.11 perbandingan resistans Suatu generator ABB 1-fase membangkitkan arus pembumian. Gambar 2. Gambar 2. Frekuensi generator menyimpang dari 50 Hz atau 60 Hz. . maka tegangan asing dari jaringan disingkirkan. Alat penunjuk arus A tidak menunjuk adanya arus mengalir. dan mengkontrol rectifier dari amperemeter A.maka tegangan antara elektrode pembumian. Hasil nilai tahanan dapat langsung dibaca dari alat ukur pembumian.11 dan 2.11.

11 menunjukkan pengukuran dalam sirkuit 3-konduktor.12 membutuhkan konduktor ke 4. sedangkan sirkuit 4-konduktor dalam 2. untuk menghubungkan E2 ke bumi.12 pembacaan alat ukur pembumian Gambar 2. Tahanan dari penghantar E1 ke elektrode langsung dapat diukur.PUTU RUSDI ARIAWAN 20 Gambar 2. .

Suatu perhitungan tiap-tiap elektrode dalam jaringan hanya akan menghasilkan resistans pembumian total yang terlalu kecil. dan untuk mendapatkan sustu hasil yang tepat. saluran (kawat) dari electrode ke rangka peralatan harus dilepas. waktu pemeliharaan atau setelah system ada gangguan. Pada umumnya penyimpangan dari nilai yang dihasilkan adalah + 10% dari nilai yang sebenarnya dari jumlah resistans pembumian efektif. di mana jarak antara elektrode ukur dan elektrode bantu yang paling cocok adalah 200m sampai 300m 2.4 Pengukuran Tahanan Pentanahan Pengukuran perlu dilakukan sebelum sistem dioperasikan pertama kali. Pada pengukuran adalah sangat menentukan. Cara mengukur untuk elektrode yang jumlahnya banyak adalah dengan cara atau metode sudut. Sewaktu pelaksanaan pengukuran pentanahan. maka harus diselidiki menurut cara pengukuran teknis. Dari tiap-tiap pengukuran tersebut dapat ditentukan jumlah resistans pembumian dari jaringan dengan menghitung secara aritmetik. hanya bila diukur dari beberapa titik ukur dari pinggir keliling jaringan.Pengukuran seluruh tahanan pembumian dalam jaringan TR dibahas juga susunan batang-batang elektrode ditanam dalam tanah dalam jumlah yang banyak (multi-rod). Pengukuran dilakukan pada electrode dengan alat ukur EARTH TESTER. .3. Bila dalam jaringan yang luas sekali terdapat jumlah elektrode yang banyak yang ingin diketahui seluruh resistans pembumian. karena tiap-tiap elektrode dalam jaringan akan saling mempengaruhinya. titik pengukur yang mana dipilih. PUTU RUSDI ARIAWAN 21 Jarak antara titik ukur tergantung dari luasnya jaringan dan biasanya terletak antara 4000m dan 1000m.

Ukuran elektroda pengetanahan PUIL 2000-3.1. Maka Ground roodditambah. Dimensi elektroda pengetanahan 4.Untuk mendapatkan nilai resistansi R dari elektroda pengetanahan haruslah mempunyai parameter yang meliputi: 1. dan dipasan .4 : Apabila hasil pengukurannya belum mencapai 5 Ω. dengan jarak 2 x panjangnya.19. Resistivitas tanah 2. Hukum OHM (Goerge Simon Ohm-Ahli Fisika Jerman) Pada percobaan dalam bidang listrik dan menemukan dan menemukan hubungan antara tegangan dan arus yang dilewatkan pada suatu tahanan : Apabila dalam suatu rangkaian tertutup dihubungkan tegangan listrik sebesar 1 Volt. Resistivitas air tanah 3.

.

setelah diukur = 12 Ω Selanjutnya di tanam lagi electrode ke 2 (R2).14 pengoperasian Earth Tester Standar besar R-tanah untuk electrode pentanahan ±5 Ohm. Prop (B) dan (C) ditancapkan ketanah dengan jarak antara 5 sd. 10 m. Maka besar tahanan RI diparoleh dengan R2 = 6 Ω. .PUTU RUSDI ARIAWAN 22 tahanan listrik 1 .13 hubungan antara tegangan dan arus Pelaksanaan pengoperasian Earth Tester sbb: Prop (A) di hubungkan dengan electrode (di bak kontrol). diukur tahanan = 12 Ω. Gambar 2. Karena belum mencapa i 5 Ω. maka ditanam lagi electrode ke 3 (R3). apabila belum mencapai nilai 5 Ohm. Contoh: Pemasangan electrode pertama (R1). maka akan mengalir arus listrik sebesar 1 Ampere yang dinyatakan dalam persamaan sbb: Gambar 2. maka electrode bisa ditambah dan dipasang diparalel. Pentanahan paling ideal apabila electrode bias mencapai sumber air atau R-tanah = 0. Maka alat ukur akan menunjukan besar dari R-tanah lihat.

.

25 ohm (menjadi 8 rod). trus 25/25=12.5 ohm (menjadi 6 rod). trus 12.15 metode perhitungan tahanan pentanahan Ada kendala ketika suatu saat kita membangun sistemGrounding.PUTU RUSDI ARIAWAN 23 Maka perhitungan R ekivalennya sbb. kalau acuannya PUIL munkin anda diWajibkan menurunkannya. Kalau 100/100=50 ohm (2 rod).5/12.5=6. Ada trik sederhana dengan menambah Rods sesuai dengan rumus mencari Nilai 2 tahanan yang di. Gambar 2.paralelkan.. setelah diukur dengan Earth Tester Nilai yang muncul 100 ohm (maks). 50/50=25 ohm (menjadi 4 rod). trus karena nilainya dianggap bagus kalau . (Rod dianalogikan sebagai tahanan).

000. yang diputar oleh tangan. Kabel tegangan tinggi 4. 1.1.1 Megger 2.02 sampai 20 meter ohm dan 5 sampai 5. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: 1. . Dewasa ini telah banyak pula megger yang mengeluarkan tegangan tinggi. akan tetapi juga terhadap tegangan kerja (sistem tegangan) dari peralatan ataupun instansi yang akan diuji isolasinya. Kabel tegangan rendah 3. yang didapatkannya dari baterai sebesar 8 – 12 volt (megger dengan sistem elektronis). OCB dan peralatan listrik lainnya.000 atau 5. Dengan demikian.1 Apa itu Megger Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi. output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah.BAB II PEMBAHASAN 2.000 volt dan batas pengukuran dapat bervariasi antara 0. Kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan 2. 2. maka sumber tegangan megger yang dipilih tidak hanya tergantung dari batas pengukur. Transformator. Megger dengan bateri umumnya membangkitkan tegangan tinggi yang jauh lebih stabil dibanding megger dengan generator yang diputar dengan tangan.000 meter ohm dan lain-lain sesuai dengan sumber tegangan dari megger tersebut. Gambar rangkaian dasar megger adalah seperti gambar 2. Besar tegangan tersebut pada umumnya adalah: 500.1.

. Insulasi yang memadai diperlukan untuk menghindari terjadinya direct contactseperti short circuitatau ground fault.2 Megger Test (Test Insulasi / Insulation Test) Mengapa kita melakukan pengetesaninsulation / megger test ?? Test insulasi dipergunakan untuk mengetahui kondisi konduktor di jaringan.1 Rangkaian dasar megger 2. Buruknya insulasi jaringan bisa mengakibatkan terjadinya arus bocor dan bisa membahayakan nyawa seseorang.1. Dimungkinkan juga akan menimbulkan percikan api yang bisa mengakibatkan kebakaran.PUTU RUSDI ARIAWAN 4 Gambar 2.

Insulasi menjadi salah satu penyebab utama terbakarnya sebuah motor selain masalah elektrik dan mekanik. Jika insulasi dibawah 1 Meg Ohm berarti motor dalam kondisi kritis. Batas minimum insulasi yang bisa ditolerir untuk pengetesan dengan tegangan 500 VDC adalah 0. Sebelum melakukan pengetesan terlebih dahulu dilakukan pemutusan hubungan komponen elektronik danpilot lampdengan jaringan. Jika insulasi motor telah mencapai antara 10 ~ 1 Meg Ohm maka perlu dilakukan preventive maintenance. PUTU RUSDI ARIAWAN 5 Rumus Perhitungan Pengukuran Insulation Test . Metode pengetesan bisa dilakukan dengan tegangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Sebuah motor akan mengalami penurunan tingkat insulasi karena usia pakai.Pengetesan dilakukan dengan pengukuran tingkat kebocoran jaringan line/ phase dengan netral dan line dengan ground.5 Meg Ohm sedangkan dengan tegangan 1000 VDC adalah 1 Meg Ohm.

38 maka alat tersebut masih bisa dikatakan baik.2 Meter Tahanan Pentanahan .3Meter Tahanan Pentanahan Biasa disebut dengan Meger Tanah atau Earth Tester.38 M Ω Bila hasil pengukuran lebih dari 0. Pengukuran tegangan Rendah: Rumus ≥ 1000. Ketelitian hasil tergantung dari cukupnya energi yang ada pada baterai. Terminal alat ukur terdiri dari 3 (tiga) buah. Pengukuran Tegangan Menengah dan Tinggi : Mengunakan DC Test Rumus Risolator → Arus bocor Max =………… μA 2. 1 (satu) dihubungkan dengan elektroda yang akan diukur nilai tahanan pentanahannya dan 2 (dua) dihubungkan dengan elektroda bantu yang merupakan bagian dari alat ukurnya.1. 2.1. digunakan untuk mengukur tahanan pentanahan kerangka kubikel dan pentanahan kabel.000 Ω = 0. Gambar 2. E (minimal) Contoh : E =380 V Ris ol a si= 1000 . 380 = 380.

3 Micro Ohm meter. Seperti kita ketahui bersama bahwa . Dua terminal alat ukur yang dihubungkan ke terminal masuk dan keluar akan mengalirkan arus searah dengan nilai minimal 200 Amper.2 Pentanahan 2.1 Pengertian Pentanahan Pentanahan (grounding) adalah merupakan suatu mekanisme dimana daya listrik dihubungkan langsung dengan tanah (bumi). Nilai yang dihasilkan adalah dalam besaran micro atau sepersatu juta ohm. Sebenarnya yang terukur pada alat ukurnya adalah jatuh tegangan antara 2 (dua) terminal yang terhubung dengan alat ukur. 2. Gambar 2. tetapi kemudian nilainya dikalibrasikan menjadi satuan micro ohm.PUTU RUSDI ARIAWAN 6 Meter Tahanan Kontak biasa disebut dengan Micro Ohm meter dan digunakan untuk mengukur tahanan antara terminal masuk dan terminal keluar pada alat hubung utama kubikel.2.

maka semua bejana tersebut akan menjadi penuh secara bersamaan dalam waktu yang sama. Jadi usahakanlah tantangan atau hambatan diantara kedua titik yang berbeda potensinya agar menjadi sekecil mungkin (mendekati nilai nol) untuk menghindari . Hal ini terjadi sebaliknya dengan arah aliran elektron yang mengalir dari titik dengan Ep yang lebih rendah ke titik yang mempunyai Ep yang lebih tinggi. misalnya bentuk setiap bejana yang berhubungan itu mempunyai perbedaan bentuk dan ukurannya. akan terlihat bahwa jika pada bejana berhubungan tersebut kita alirkan air untuk memenuhi semua bejana tersebut. Dengan demikian ternyata bahwa arus listrik akan mengalir jika ada hambatan atau rintangan yang menghalang diantara 2 titik yang berbeda. ilmu elektronika yang akan menjawabnya. Arus listrik selalu mengalir dari titik yang mempunyai energi potensial (Ep) yang lebih tinggi ke titik yang mempunyai energi potensial lebih rendah. mengapa bisa begitu? Fenomena ini dapat dijawab dengan percobaan dengan mempergunakan zat cair (air) dengan bejana berhubungan.arus listrik terjadi jika ada perbedaan potensial diantara 2 (dua) buah titik (node). mengapa dapat terjadi demikian?. mengapa ? jawabannya adalah dengan adanya rintangan atau hambatan yang ada akan menyebabkan terjadinya perbedaan potensi pada masing-masing titik. sehingga menyebabkan terjadinya arus listrik (I) diantara kedua titik tersebut. hal ini dapat kita analogikan dengan apa yang terjadi pada energi listrik. Energi listrik atau biasa disebut dengan daya listrik (P) yang notabene adalah merupakan hasil perkalian antara tegangan listrik (V) dengan arus listrik (I) PUTU RUSDI ARIAWAN 7 selalu akan mengalir ke titik yang mempunyai tantangan atau rintangan atau hambatan (R) yang paling besar. yakni suatu cabang ilmu fisika yang secara khusus mempelajari aliran elektron.

2. Jika terjadi gangguan/kondisi yang tidak diinginkan. serta perlindungan terhadap suhu berlebih yang dapat mengakibatkan kebakaran. Sistem pentanahan yang efektif akan meminimalkan efek tersebut. 2. . yakni hanya dengan menghubungkannya ke bumi atau tanah yang akan menyebabkan tahanan atau hambatan diantara kedua titik tersebut menjadi nol sehingga tidak ada perpindahan daya listrik yang terjadi diantara keduanya. baik langsung atau tidak langsung (induksi).2 Tujuan Pentanahan Adapun tujuan dari sistem pentanahan tersebut adalah untuk membatasi tegangan pada bagian-bagian peralatan yang tidak seharusnya dialiri arus mis: body/casing. Penerangan. ke tanah. memberikan jaminan keselamatan dari bahaya kejut listrik. karena semua penghantar mempunyai tahanan masing-masing atau disebut dengan tahanan jenis. baik perlindungan dari sentuh langsung PUTU RUSDI ARIAWAN 8 maupun tak langsung. baik kondisi normal maupun saat terjadi gangguan. maka untuk membuat tahanan yang benar-benar bernilai nol diantara kedua titik tersebut.terjadinya arus listrik diantara kedua titik tersebut. Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance(tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage. diupayakan agar gangguan tersebut dialirkan ke tempat yg aman. hingga tercapai suatu nilai yang aman untuk semua kondisi operasi. circuit switchingdan electrostatic dischargeadalah penyebab umum dari adanya sentakan listrik atau transient voltage. arus listrik. misal.

Tambahan. Spike/Lightning. 4. 2. TIA-942 menyediakan guideline untuk setiap komponen pada data center. Menghindarkan gangguan yang terjadi pada arus listrik dari perangkat.Grounding yang baik tergantung kondisi tanah (komposisi dan kelembaban). usahakan grounding mencapai permukaan air dan menggunakan kabel khususgrounding (penghantar) yang baik. Surges. Terencana dengan baik.2. Verifikasi secara visual dapat dilakukan. semua koneksi yang terdapat pada data center harus merupakan koneksi yang sudah direncanakan sebelumnya dengan kaidahkaidah tertentu. Line Noise. cukup ideal jika disambungkan dengan pipa instalasi pompa/mesin air. Sesuai dengan ukuran. berikut dari salah satu sumber tentang jenis-jenis gangguan listrik yang sering terjadi yaitu : Blackouts. 3. 2. semakin basah tanah maka resistansinya semakin kecil sehingga semakin mudah mengalirkan arus/tegangan buangan.3 Karakteristik Pentanahan yang Efektif Karakteristik sistem pentanahan yang efektif antara lain adalah: 1. Jadi simpelnya. Sags. Blackouts. .

PUTU RUSDI ARIAWAN 9 5. sedangkan ukuran dan jenis elektroda pentanahan bermacam.macam tergantung dari lokasi dan metode pentanahannya.4Komponen Utama Sistem Pentanahan Dalam system pentanahan komponen komponen utama yang diperlukan antara lain elektroda pentanahan dan hantaran pentanahan berperan sangat besar. Bahan elektroda pentanahan ialah tembaga atau baja profil digalvanisir atau pipa galvanis. Semua komponen metal harus ditahan/diikat oleh sistem pentanahan. Elektroda Pentanahan adalah penghantar yang ditanam dalam tanah dan sebagai kontak langsung dengan tanah yang diusahakan sampai mencapai titik air tanah. Jenis elektroda pentanahan antara lain : 1. Elektroda Batang / pasak yaitu elektroda dari batang logam tembaga Cu ( . 2. dengan tujuan untuk meminimalkan arus listrik melalui material yang bersifat konduktif pada potensial listrik yang sama.2.

3) Gambar 2.Cupper Rod / Ground Rod) berdiamater minimum 5/8”. atau batang logam baja profil / pipa galvanis berdiameter 1.5 – 1m dari permukaan tanah. ( Gambar 2.75 meter. Elektroda pita ( strip plat ) yang dibentuk lingkaran ditanam minimum 0.5” yang dipancangkan tegak dalam tanah sedalam 2.4 ) .4 Elektroda Batang 2. (Gambar 2.

.

6 Elektroda plat .PUTU RUSDI ARIAWAN 10 Gambar 2. Elektroda plat ditanam minimum 50 cm dari permukaan tanah.5 Elektroda pita 3. ( Gambar 2.5 ) Gambar 2.

Penyambungan harus baik . harus jenis penghantar yang baik.6 ) Gambar 2. PUTU RUSDI ARIAWAN 11 Satu hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasangan sistem pentanahan adalah cara penyambungan / kontak sambung.4. Elektroda jembatan ( mesh / grounding bridge ) dibuat dari strip plat yang dirangkai menyerupai jembatan biasanya dipasang dibawah tower transmisi (Gambar 2. kuat secara mekanis dan dilindungi untuk menjaga kemungkinan gangguan mekanis yang dapat menyebabkan turunnya daya hantar ataupun terputus.7 Elektroda Jembatan Hantaran pentanahan yaitu hantaran sebagai penyalur arus.

1.. Batasan atau pengelompokan tahanan jenis dari berbagai macam jenis tanah pada kedalaman tertentu tergantung pada beberapa hal antara lain pengaruh temperatur. rt sangat berbeda tergantung komposisi tanah seperti dapat dilihat dalam pasal 320-1 dalam PUIL 1987 atau yang ditunjukkan pada Tabel 2.200 Kerikil basah 200……....…..3. sambungan harus dapat dibuka dalam rangka pengujian besarnya tahanan pentanahan dan pemeliharaan.1 Nilai rata-rata jenis tanah rt Jenis Tanah Resistans jenis tanah rt dalam ohm-m Tanah rawa 10……. Tabel 2.dan benar sehingga memenuhi persyaratan mekanis maupun daya hantar listriknya.1..3000 . 2.100 Pasir basah 50….40 Tanah liat dan tanah ladang 20…….. pengaruh kelembaban.. dan pengaruh kandungan kimia.. tergantung pada komposisi tanahnya. Nilai tahanan jenis tanah harganya bermacam-macam.3 Pengukuran Pentanahan 2. Nilai resistans jenis tanah Nilai resistans jenis tanah.1 Resistans Tanah Struktur dan karakteristik tanah merupakan salah satu faktor yang mutlak diketahui karena mempunyai kaitan erat dengan perencanaan sistem pentanahan yang akan digunakan.

Pasir / kerikil kering <10000 Tanah berbatu 2000……30000 Air laut dan air tawar 10………100 PUTU RUSDI ARIAWAN 12 Nilai-nilai tersebut pada Tabel 2. Pasir kering mutlak atau batu adalah suatu bahan isolasi yang bagus. Maka elektrode bumi selalu harus ditanam sedalam mungkin . sama seperti air destilasi.1 seluruhnya berlaku untuk tanah lembab sampai basah.

Resistans pembumian Resistans pembumian elektrode bumi rt tergantung pada jenis dan keadaan tanah serta pada ukuran dan susunan elektrode.2 nilai rata-rata dari resistans pembumian untuk elektrode bumi . sehingga dalam musim kering selalu terletak dalam lapisan tanah yang basah.dalam tanah. 2.5x1m 1x1m 35 25 Tabel 2. Jenis elektrode Panjang pita atau penghantar pilin Panjang batang atau pipa Pelat vertikal dengan sisi atas + 1 m dalam tanah Resistans pembumian 10m 25m 50m 100m 20 10 5 3 1m 2m 3m 5m 70 40 30 20 0.

Suatu elektrode pita dengan ukuran 30mm x 4mm (l x t) dengan panjang .masing panjangnya 5m. Contoh untuk menentukan resistans pembumian suatu elektrode: PUTU RUSDI ARIAWAN 13 a. diperlukan sesuatu elektrode pita dengan panjang 50 m atau 4-elektrode batang.2 untuk tanah liat atau ladang dengan resistans jenis tanah liat atau tanah ladang dengan rt = 100 ohm-m. yang disusun dalam lingkaran dengan diameter 15 m. maka menurut Tabel 2.1 dan 2.Contoh: untuk mencapai resistans pembumian suatu elektrode bumi sebesar 5 ohm. Untuk pasir basah dengan rt=200 ohm maka terdapat resistans pembumian sama dengan 6 ohm dan panjang pita pembumian 100m Untuk mendapatkan reistans pembumian yang hasilnya sama bila dipakai pelat elektrode. maka memerlukan bahan yang lebih banyak dari pada elektrode pita atau batang tanah. masing.

Jika diperlukan di lapangan harus disiapkan hubungan atau koneksi yang mudah dilepas untuk dapat diadakan pengukuran pada tiap-tiap elektrode. Resistans jenis tanah rt = 180 ohm-m. Dalam tingkat perencanaan suatu sistim pembumian dengan elektrode bumi adalah sangat bermanfaat bila dihitung dahulu dengan bantuan resistans jenis tanah supaya mendapat besarnya biaya yang diperlukan. Resistans pembumian Rt suatu elektrode adalah resistans dari lapisan tanah antara elektrode bumi atau sistim pembumian dan bumi acuan/referens. Rbt=1.3. Untuk hal tersebut dalam Tabel 2.5 rt / L Pita Rpt = (rt / pL) x (ln 2L / d) pada L < 10 m. c. Rpt=2rt / L . b.2Pengukuran resistans jenis tanah rt Untuk memperoleh nilai tahanan jenis tanah yang akurat diperlukan pengukuran secara langsung pada lokasi.L=40 mm. Rbt=rt / L pada L > 10m. Jenis elektrode Perhitungan tepat Perbandingan pendekatan Batang Rbt = (rt / 2pL) x (ln 4L / d) pada L < 10 m. Resistans pembumian dapat dihitung dengan rumus dalam Tabel 3.3 dapat dilihat rumus-rumus pendekatan untuk resistans pembumian R suatu elektrode bumi untuk beberapa susunan elektrode bumi. 2.

Rpt=3 rt / L dst. d = jari-jari batang elektrode dalam m. L = panjang elektrode batang dalam m.24 Rt .7182818) Tahanan jenis tanah adalah : rt = ( Rt x 2pL ) / (ln 4L/d) = (Rt 6.28 m) / ( ln 157. diukur tahanan jenis tanah dalam daerah antara permukaan lapisan tanah dan dalamnya pemasukan elektrode tersebut. rt = tahanan jenis tanah dalam ohm-meter. Rumus untuk menghitung resitans pembumian untuk macam-macam elektrode bumi Di lapangan atau lokasi sering dilaksanakan dua cara pengukuran untuk menentukan tahanan jenis tanah untuk memperoleh perubahan dalam lapisan tanah: PUTU RUSDI ARIAWAN 14 1.nya Tabel 2. Rumus untuk tahanan pentanahan batang adalah : Rt = (rt / 2pL) x (ln (4L / d)) di mana : Rt = tahanan bentang suatu elektrode dalam ohm. panjang 1 m ditanamkan tegak lurus dalam lapisan tanah.5) = 1.pada L > 10m.3. ln = logarithmus (dasar e=2. Pengukuran dengan elektrode ukur yang tetap Satu elektrode ukur. Dengan alat ukur jembatan-tahanan.

Untuk elektrode dengan ukuran yang lain harus ditentukan faktor yang sesuai. Dalam Gambar 2. 2.8 dapat dilihat cara mengukur resistans jenis tanah dengan digunakan 4-batang acuan yang dimasukkan dalam tanah dengan jarak a sepanjang satu garis lurus yang sama dan dihubungkan ke alat ukur resistans pembumian. Cara mengukur menurut metode von Werner atau cara 4-batang acuan.Dapat dilihat bahwa nilai ukur elektrode batang (batang pengukur) dikalikan dengan 1.24 untuk mendapatkan hasil tahanan jenis tanah. .

lapisan tanah sangat kering. atau daerah lapisan tanah sekitar elektrode acuan harus dibasahinya . Cara atau metode ukur sesuai von Werner ini hanya dapat mengukur lapisan tanah sampai jarak sedalam a dari elektrode acuan. Bila diadakan pengukuran dalam periode musim kering tersebut harus ditanam elektrode acuan yang lebih panjang untuk menembus dalam lapisan yang basah.PUTU RUSDI ARIAWAN 15 Gambar 2. hanya resistans jenis tanah semu. maka resistans jenis tanah dapat dihitung dengan rumus : Qt = 2 p x a x Rt Bila jarak a dalam m dan R dalam ohm.8 cara mengukur resistans jenis tanah Pada ujung-ujung luar batang elektrode 1 dan 4 dialirkan arus dan pada bagian dalam dari batang elektrode 2 dan 3 diukur susut tegangan dalam lapisan tanah. maka terdapat resistans jenis tanah dalam ohm-m yang diukur di sini bukan resistans jenis tanah. Seperti telah diterangkan sebelumnya lembab tanah sangat mempengaruhi resistans pembumian. Dari hasil pengukuran perbandingan jembatan dapat dibaca nilai tahanan R. Dalam musim panas dengan terik panas yang panjang. Dengan merobah-robah jarak a dapat ditemukan nilai tahanan jenis tanah dalam beberapa lapisan tanah.

.

3. lihat Gambar 2. Gambar 2. Resistans pembumian dari sistim pembumian pengamanan didapatkan dari rumus RA = U/1 Keburukan dari metode b) ini adalah:  tegangan ukur antara elektrode bumi bantu dan RA tak boleh melebihi . Penghantar bumi dari elektrode bumi RA yang akan diukur dihubung dengan konduktor fase L melalui resistans yang dapat diatur dari 1000 ohm sampai 2000 ohm di belakang gawai pengaman dalam sirkuit amperemeter. karena logam dalam tanah yang basah menunjukkan elemen galvanis. Ini tak mungkin dapat dilakukan dengan alat ukur ohm-meter yang biasa. karena alat ohm-meter mempunyai tegangan AS yang kecil dan cara pengukuran ini tidak mungkin. di mana diukur tegangan antara elektrode acuan dan elektrode bumi bantu dengan jarak 20 ohm.3Pengukuran resistansi pembumian Besarnya resistansi pembumian hanya dapat ditentukan dengan pengukuran. Pengukuran dengan metode ukur arus tegangan dalam jaringan dengan titik bintang (netral) yang dibumikan sesuai PUIL 1987 Pasal 323. Untuk mengukur resistansi pembumian suatu elektrode bumi dapat dilaksanakan menurut proses pengukur arus-tegangan atau dengan alat ukur pembumian menurut pengukuran cara kompensasi: a.9.PUTU RUSDI ARIAWAN 16 2.9 hubungan elektrode dengan konduktor PUTU RUSDI ARIAWAN 17 Dalam sirkuit tersebut dipasang juga voltmeter dengan tahanan internal R1 dari kira-kira 40 k-ohm. b.

metode ukur arus . makin menurun tahanan dari lapisan tanah. . karena penampang dari lapisan tanah adalah sangat besar. Dalam jarak 20m untuk pengukuran dapat ditanam elektrode acuan dalam tanah. Tahanan peralihan ini adalah relatif kecil. radial atau kombinasi harus berjarak kira-kira 3 kali diameter sistim pembumian. Pengukuran dengan alat ukur pembumian . karena dapat terjadi kecelakaan. c. Untuk elektrode tersendiri yang diperlukan untuk pengukuran. Pengukuran dilakukan dengan alat ukur pembumian dengan sumber tegangan tersendiri. dapat menimbulkan susut tegangan antara RA dan RS. Makin jauh dari elektrode.  hanya dapat dilaksanakan dalam jaringan di mana titik netral langsung dibumikan (lihat a).tegangan sentuh yang diizinkan. karena bagian penghantar adalah sangat pendek.tegangan dengan sumber tegangan sendiri. dan terdiri dari tahanan peralihan dari penghantar dalam lapisan tanah dan tahanan lapisan tanah di sekitar elektrode. jarak antara elektrode bantu H dan elektrode acuan S dipasang dalam jarak kira-kira 20m. sedangkan untuk elektrode bumi yang disusun dalam bentuk lingkaran. Tahan elektrode RE yang akan diselidiki adalah tahanan antara koneksi pembumian dan elektrode acuan. sehingga terdapat hasil pengukuran yang tak tepat. karena bila terdapat arus bocor kecil yang mengalir ke bumi.

PUTU RUSDI ARIAWAN 18 .

Kesulitan ini dapat disingkirkan dengan susunan sesuai Gambar 2. karena pengukurannya sangat sederhana dan tak tergantung dari tegangan jaringan. Tahanan dari elektrode bantu RH sama sekali tak mempunyai pengaruh.10. . Gambar 2. suatu generator G menyuplai ABB dengan umpama 110 Hz dalam lapisan tanah.10 susunan pengukuran Dengan perantara suatu elektrode bantu H.Bila tahanan diukur antara elektrode acuan RS dan elektrode batang RE. maka tentu termasuk juga tahanan pembumian dari elektrode acuan. atau sangat kecil. bila arus ukur IS dari alat ukur tegangan adalah nol. Susut tegangan (voltage drop) yang terjadi pada tahanan RE dari elektrode diukur dengan alat ukur tegangan U. Resistans pembumian dapat dihitung dari : RE = U/I Cara yang lain adalah : Pengukuran dengan alat ukur pembumian menurut metode kompensasi Pengukuran resistans pembumian dengan alat ukur pembumian sering digunakan dari pada pengukuran menurut cara ukur arus-tegangan. juga tidak ada dari tahanan elektrode acuan RS.

PUTU RUSDI ARIAWAN 19 .

Hasil nilai tahanan dapat langsung dibaca dari alat ukur pembumian. Pada pengukuran ini dengan perbandingan resistans.12. maka tegangan asing dari jaringan disingkirkan. Frekuensi generator menyimpang dari 50 Hz atau 60 Hz. dapat dicapai dengan pengukuran dengan rangkaian jembatan. dan mengkontrol rectifier dari amperemeter A. Gambar 2.11. tegangan AS galvanik dalam lapisan tanah tidak mempengaruhinya. lihat Gambar 2.11 dan 2. elektrode acuan dan elektrode bumi bantu dibandingkan. maka tegangan antara elektrode pembumian.Persyaratan bahwa arus ukur IS adalah nol. bila tegangan U1 pada resistans pembumian adalah sama dengan U2 atau pada tahanan perbandingan. Gambar 2. .11 perbandingan resistans Suatu generator ABB 1-fase membangkitkan arus pembumian. Alat penunjuk arus A tidak menunjuk adanya arus mengalir.

12 pembacaan alat ukur pembumian .PUTU RUSDI ARIAWAN 20 Gambar 2.

11 menunjukkan pengukuran dalam sirkuit 3-konduktor. Dari tiap-tiap pengukuran tersebut dapat ditentukan jumlah resistans pembumian dari jaringan dengan menghitung secara aritmetik. titik pengukur yang mana dipilih. PUTU RUSDI ARIAWAN 21 Jarak antara titik ukur tergantung dari luasnya jaringan dan biasanya terletak antara 4000m dan 1000m. untuk menghubungkan E2 ke bumi. Tahanan dari penghantar E1 ke elektrode langsung dapat diukur. Pengukuran seluruh tahanan pembumian dalam jaringan TR dibahas juga susunan batang-batang elektrode ditanam dalam tanah dalam jumlah yang banyak (multi-rod). hanya bila diukur dari beberapa titik ukur dari pinggir keliling jaringan. karena tiap-tiap elektrode dalam jaringan akan saling mempengaruhinya. Pada umumnya penyimpangan dari nilai yang dihasilkan adalah + 10% dari nilai yang sebenarnya dari jumlah resistans pembumian efektif. sedangkan sirkuit 4-konduktor dalam 2. dan untuk mendapatkan sustu hasil yang tepat. Bila dalam jaringan yang luas sekali terdapat jumlah elektrode yang banyak yang ingin diketahui seluruh resistans pembumian. . Suatu perhitungan tiap-tiap elektrode dalam jaringan hanya akan menghasilkan resistans pembumian total yang terlalu kecil. maka harus diselidiki menurut cara pengukuran teknis.12 membutuhkan konduktor ke 4.Gambar 2. Pada pengukuran adalah sangat menentukan.

Ukuran elektroda pengetanahan PUIL 2000-3.Cara mengukur untuk elektrode yang jumlahnya banyak adalah dengan cara atau metode sudut. dan dipasan . Maka Ground roodditambah. Hukum OHM (Goerge Simon Ohm-Ahli Fisika Jerman) Pada percobaan dalam bidang listrik dan menemukan dan menemukan hubungan antara tegangan dan arus yang dilewatkan pada suatu tahanan : Apabila dalam suatu rangkaian tertutup dihubungkan tegangan listrik sebesar 1 Volt.1.19. Resistivitas air tanah 3. saluran (kawat) dari electrode ke rangka peralatan harus dilepas. dengan jarak 2 x panjangnya. Sewaktu pelaksanaan pengukuran pentanahan.4 : Apabila hasil pengukurannya belum mencapai 5 Ω. Resistivitas tanah 2. Pengukuran dilakukan pada electrode dengan alat ukur EARTH TESTER. Dimensi elektroda pengetanahan 4.4 Pengukuran Tahanan Pentanahan Pengukuran perlu dilakukan sebelum sistem dioperasikan pertama kali. Untuk mendapatkan nilai resistansi R dari elektroda pengetanahan haruslah mempunyai parameter yang meliputi: 1.3. waktu pemeliharaan atau setelah system ada gangguan. di mana jarak antara elektrode ukur dan elektrode bantu yang paling cocok adalah 200m sampai 300m 2.

.

maka electrode bisa ditambah dan dipasang diparalel. setelah diukur = 12 Ω Selanjutnya . Maka alat ukur akan menunjukan besar dari R-tanah lihat. apabila belum mencapai nilai 5 Ohm. Contoh: Pemasangan electrode pertama (R1). maka akan mengalir arus listrik sebesar 1 Ampere yang dinyatakan dalam persamaan sbb: Gambar 2. 10 m.13 hubungan antara tegangan dan arus Pelaksanaan pengoperasian Earth Tester sbb: Prop (A) di hubungkan dengan electrode (di bak kontrol).PUTU RUSDI ARIAWAN 22 tahanan listrik 1 . Gambar 2. Prop (B) dan (C) ditancapkan ketanah dengan jarak antara 5 sd. Pentanahan paling ideal apabila electrode bias mencapai sumber air atau R-tanah = 0.14 pengoperasian Earth Tester Standar besar R-tanah untuk electrode pentanahan ±5 Ohm.

diukur tahanan = 12 Ω. maka ditanam lagi electrode ke 3 (R3).di tanam lagi electrode ke 2 (R2). . Maka besar tahanan RI diparoleh dengan R2 = 6 Ω. Karena belum mencapa i 5 Ω.

PUTU RUSDI ARIAWAN 23 Maka perhitungan R ekivalennya sbb; Gambar 2.15 metode perhitungan tahanan pentanahan Ada kendala ketika suatu saat kita membangun sistemGrounding, setelah diukur dengan Earth Tester Nilai yang muncul 100 ohm (maks), kalau acuannya PUIL munkin anda diWajibkan menurunkannya.. Ada trik sederhana dengan menambah Rods sesuai dengan rumus mencari Nilai 2 tahanan yang di- paralelkan. (Rod

dianalogikan sebagai tahanan). Kalau 100/100=50 ohm (2 rod), 50/50=25 ohm (menjadi 4 rod), trus 25/25=12,5 ohm (menjadi 6 rod), trus 12,5/12,5=6,25 ohm (menjadi 8 rod), trus karena nilainya dianggap bagus kalau

PUTU RUSDI ARIAWAN 24 nilai tahanannya >0 dan <5>6,25/6,25= 3,125 ohm.. maka jumlah rods yang dibutuhkan untuk menurunkan dari 100 ohm ke 3,125 adalah 10 buah rods. Setelah Grounding Ringdipastikan terhubung sempurna, cek kembali dengan Earth Tester nilai tahanan harusnya sudah turun drastis. Elektrode bumi selalu harus ditanam sedalam mungkin dalam tanah, sehingga dalam musim kering selalu terletak dalam lapisan tanah yang basah. Phasa sequence tester (drivel) : alat ukur untuk mencari urutan fasa (R, S dan T) pada suatu sumber listrik

PUTU RUSDI ARIAWAN 25 BAB III PENUTUP 2.1 Simpulan Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi, output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah, yang diputar oleh tangan. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: kabel instalasi pada rumahrumah/bangunan, kabel tegangan rendah, kabel tegangan tinggi, transformator, OCB dan peralatan listrik lainnya.

Peraturan Umum untuk Elektrode Bumi dan Penghantar Bumi . serta perlindungan terhadap suhu berlebih yang dapat mengakibatkan kebakaran. 2009. baik perlindungan dari sentuh langsung maupun tak langsung.2 Saran Bila hendak melakukan pengukuran pentanahan ataupun pengukuran yang lainnya haruslah melakukannya dengan prosedur yang benar dan selalu mengutamakan faktor keselamatan. . hingga tercapai suatu nilai yang aman untuk semua kondisi operasi. Gunakan alat dengan benar dan sesuai dengan fungsinya. Adapun tujuan dari sistem pentanahan tersebut adalah untuk membatasi tegangan pada bagian-bagian peralatan yang tidak seharusnya dialiri arus mis: body/casing. baik kondisi normal maupun saat terjadi gangguan. 2.Pentanahan (grounding)adalah merupakan suatu mekanisme dimana daya listrik dihubungkan langsung dengan tanah (bumi). Untuk memperoleh nilai tahanan jenis tanah yang akurat diperlukan pengukuran secara langsung pada lokasi. (online). PUTU RUSDI ARIAWAN 26 DAFTAR PUSTAKA Elektro Indonesia. memberikan jaminan keselamatan dari bahaya kejut listrik. Jika diperlukan di lapangan harus disiapkan hubungan atau koneksi yang mudah dilepas untuk dapat diadakan pengukuran pada tiap-tiap elektrode.

diakses 20 Maret 2009).blogspot. Megger Test. Pentanahan (grounding). .TEKNIK TRANSMISI TENAGA LISTRIK (Jilid 1). Mustafa. Pengukuran Pengetanahan.com/2009/01/pengukuran-pengetanahan. (online). dkk. 2009. Aslimeri. Mustafa. Salmon. 2009.html . (http://technoku.blogspot. diakses 20 Maret 2009). Darmanto.(http://www. diakses 20 Maret 2009).elektroindonesia. (http://technoku.com/ elektro/ener24b.com/2008/11/megger-test. 2008.html. Darmanto. 2009. (online).html. Melky. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

(http://melkyaiboy.(online).com/2008/08/31/pentanahan-grounding/. diakses 20 Maret 2009). 19 April 1990 . PUTU RUSDI ARIAWAN 27 BIODATA PENULIS Nama : Putu Rusdi Ariawan TTL : Denpasar.

Report Cancel Bottom of Form This is a private document.info@gmail.384 Uploaded: 06/18/2010 Category: .Agama : Hindu Mahasiswa Teknik Elektro Unv.facebook. Info and Rating Reads: 7. Udayana Email :turusdi.com/turusdi MEGGER & PENGUKURAN PENTANAHAN Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 71dc71a08ac651 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it.com www. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

Sebagai konsekwensi peletakannya di dalam tanah. 2010 · Buku Sekolah Gratis · Teknik pemanfaatan tenaga listrik 1 No comments Tahanan pentanahan harus sekecil mungkin untuk menghindari bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh adanya arus gangguan tanah. Tahanan pentanahan satu elektroda di dekat sumber listrik. • Jenis bahan dan ukuran elektroda. maka elektroda dipilih dari bahan-bahan tertentu yang memiliki konduktivitas . Faktor-faktor yang mempengaruhi besar tahanan pentanahan adalah : • Bentuk elektroda. Seperti yang telah disampaikan di atas bahwa tahanan pentanahan diharapkan bisa sekecil mungkin. pada saluran udara setiap 200 m dan di setiap konsumen. Namun dalam prakteknya tidaklah selalu mudah untuk mendapatkannya karena banyak faktor yang mempengaruhi tahanan pentanahan. Ada bermacam-macam bentuk elektroda yang banyak digunakan. transformator atau jaringan saluran udara dengan jarak 200 m maksimum adalah 10 Ohm dan tahanan pentanahan dalam suatu sistem tidak boleh lebih dari 5 Ohm. seperti jenis batang. Hantaran netral harus diketanahkan di dekat sumber listrik atau transformator. pita dan pelat.School Work>Homework Rated: 5 5 false false 0 1 Rating() Copyright: Attribution Non-commercial MEGGER & PENGUKURAN PENTANAHAN bumi menggunakan resistansi bumi tahanan untuk mengukur resistansi arus bocor konduktor data Elektroda Pentanahan dan Tahanan Pentanahan November 27th.

• Jumlah/konfigurasi elektroda. keadaan lingkungan. galvanic. ukuran dan bentuk sistemnya. 4 Oktober 2008 pada 10:31 (IPTEK) Tags: bentonite. Tahanan Pentanahan Sabtu. namun ada pula yang cukup ditanam secara dangkal. tetapi biaya menjadi besar. Untuk mendapatkan tahanan pentanahan yang dikehendaki dan bila tidak cukup dengan satu elektroda. Jenis tanah: tanah gembur. dan lainlain. antara lain Tahanan Jenis Tanah. kandungan mineral tanah: air tanpa kandungan garam adalah isolator yang baik dan semakin tinggi kandungan garam akan memperendah tahanan jenis tanah. seperti korosi. Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu keperluan pemakaian 2. • Faktor-faktor alam. service. dan suhu tanah: suhu akan berpengaruh bila mencapai suhu beku dan di bawahnya. berpasir. tanah. Biasanya tahanan pentanahan yang lebih rendah sangat efektif. temperatur i 4 Votes Sambungan ke tanah diperlukan untuk melindungi peralatan – peralatan komunikasi dan personal terhadap bahaya petir atau kesalahan pada power sistem dan juga dapat berfungsi sebagai service pada suatu sistem. Ada yang lebih efektif ditanam secara dalam. Ukuran elektroda dipilih yang mempunyai kontak paling efektif dengan tanah. SYARAT – SYARAT SISTEM PENTANAHAN YANG EFEKTIF 1. biaya. bisa digunakan lebih banyak elektroda dengan bermacam-macam konfigurasi pemancangannya di dalam tanah. Oleh karena itu perlu kiranya bagi kita untuk dapat merencanakan dan membuat sistem pentanahan yang sesuai dengan keperluannya. Untuk merencanakan suatu sistem pentanahan ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. • Kedalaman pemancangan/penanaman di dalam tanah. berbatu. garam.sangat baik dan tahan terhadap sifat-sifat yang merusak dari tanah. elektroda. Untuk itu perlu dipertimbangkan efek fungsi dan ekonomisnya. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia tidak ada masalah dengan suhu karena suhu tanah ada di atas titik beku. Pemancangan ini tergantung dari jenis dan sifat-sifat tanah. namun meningkatkan korosi. musim. moisture tanah: semakin tinggi kelembaban atau kandungan air dalam tanah akan memperrendah tahanan jenis tanah. Struktur tanah. Elektroda yang ditanam dalam tanah harus : .

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN TAHANAN PENTANAHAN Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor : 1. sifat geologi tanah 2. Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar yang menghubungkan ke peralatan yang ditanahkan. Tabel. akan tetapi tahanan kawat penghantar yang menghubungkan keperalatan akan mempunyai impedansi yang tinggi terhadap impuls frekuensi tinggi seperti misal pada saat terjadi lightningdischarge. Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda. Biaya pemasangan serendah mungkin. Temperatur tanah 5. 2. 3. JENIS TANAH TAHANAN JENIS TANAH( ohm. Jangan sebagai sumber arus galvanis 4. Untuk menghindarinya. Tahan kontak antara elektroda dengan tanah. 1 No.○ Bahan Konduktor yang baik ○ Tahan Korosi ○ Cukup Kuat 3. Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya. Tabel dibawah ini menunjukkan harga-harga ( ρ ) dari berbagai jenis tanah. Komposisi zat kimia dalam tanah 3. Untuk berbagai tempat harga ρ ini tidak sama dan tergantung pada beberapa faktor : 1. Sifat Geologi Tanah Ini merupakan faktor utama yang menentukan tahanan jenis tanah. Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun. Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan. Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan sekeliling elektroda atau dengan kata lain tahanan jenis tanah (ρ). Bahan dasar dari pada tanah relatif bersifat bukan penghantar. Tanah liat umumnya mempunyai tahanan jenis terendah. TAHANAN JENIS TANAH (ρ) Dari rumus untuk menentukan tahanan tanah dari statu elektroda yang hemispherical R = ρ/2πr terlihat bahwa tahanan pentanahan berbanding lurus dengan besarnya ρ. Kandungan air tanah 4. 5. 6. Selain itu faktor perubahan musim juga mempengaruhinya.meter . sedang batu-batuan dan quartz bersifat sebagai insulator. sambungan ini di usahakan dibuat sependek mungkin.

) Tanah yang mengandung 1. Elektroda Pelat batu krikil 5–6 30 100 200 500 1000 3000 . Batu-batu kerikil basah 6. kering Batu KOMPOSISI ZAT – ZAT KIMIA DALAM TANAH Kandungan zat – zat kimia dalam tanah terutama sejumlah zat organik maupun anorganik yang dapat larut perlu untuk diperhatikan pula. Pasir Basah 5.Kenaikan kandungan air tanah diatas 20% pengaruhnya sedikit sekali. air garam 2.5 m) biasanya stabil terhadap perubahan temperatur permukaan. Bagi Indonesia daerah tropic perbedaan temperatur selama setahun tidak banyak. Dalam salah satu test laboratorium untuk tanah merah penurunan kandungan air tanah dari 20% ke 10% menyebabkan tahanan jenis tanah naik samapai 30 kali. Elektroda Batang 2. Pasir dan 7. Pada daerah yang demikian ini untuk memperoleh pentanahan yang efektif yaitu dengan menanam elektroda pada kedalaman yang lebih dalam dimana larutan garam masih terdapat. TEMPERATUR TANAH Temperatur bumi pada kedalaman 5 feet (= 1. ELEKTRODA PENTANAHAN Jenis Elektroda pentanahan Pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis elektroda yang digunakan pada sistem pentanahan yaitu : 1. KANDUNGAN AIR TANAH Kandungan air tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan tahanan jenis tanah ( ρ ) terutama kandungan air tanah sampai dengan 20%. Rawa 3. sehingga faktor temperatur boleh dikata tidak ada pengaruhnya. Tanah liat 4. Didaerah yang mempunyai tingkat curah hujan tinggi biasanya mempunyai tahanan jenis tanah yang tinggi disebabkan garam yang terkandung pada lapisan atas larut.

sebab dengan menanam secara horizontal hasilnya tidak berbeda jauh dengan vertical. timah atau pelat baja yang ditanam didalam tanah. ELEKTRODA PITA Elektroda pita jenis ini terbuat dari bahan metal berbentuk pita atau juga kawat BCC yang di tanam di dalam tanah secara horizontal sedalam ± 2 feet. Perlu diperhatikan pula dalam pemilihan bahan agar terhindar dari galvanic couple yang dapat menyebabkan korosi. stainless steel atau galvanised steel. Biasanya dibuat dari bahan tembaga. Cara penanaman biasanya secara vertical.3. yaitu : . Elektroda pita ini bisa dipasang pada struktur tanah yang mempunyai tahanan jenis rendah pada permukaan dan pada daerah yang tidak mengalami kekeringan.3/4 ” Panjang 4 feet – 8 feet Elektroda batang ini mampu menyalurkan arus discharge petir maupun untuk pemakaian pentanahan yang lain. Ukuran Elektroda : diameter 5/8 ” . Hal ini cocok untuk daerah – daerah pegunungan dimana harga tahanan jenis tanah makin tinggi dengan kedalaman. Penanaman secara vertical adalah lebih praktis dan ekonomis. PENGKONDISIAN TANAH Bagi daerah – daerah yang mempunyai struktur tanah dengan tahanan jenis tanah yang tinggi untuk memperoleh tahanan pentanahan yang diinginkan seringkali sukar diperoleh. Elektroda Pita Elektroda – elektroda ini dapat digunakan secara tunggal maupun multiple dan juga secara gabungan dari ketiga jenis dalam suatu sistem. Ada tiga cara untuk mengkondisikan tanah agar pada lokasi elektroda ditanam tahanan jenis tanah menjadi rendah. ELEKTRODA PELAT Bentuk elektroda pelat biasanya empat perseguí atau empat persegi panjang yang tebuat dari tembaga. ELEKTRODA BATANG Elektroda batang terbuat dari batang atau pipa logam yang di tanam vertikal di dalam tanah.

Mengelilingi elektroda pada statu jarak tertentu diberi zat-zat nimia yang mana akan memperkecil tahanan jenis tanah di sekitarnya.2 : 2 Free Auto-hide: on . Dengan membuat lubang penanaman elektroda yang lebar dan dimasukkan mengelilingi elektroda tersebut bahan – bahan seperti tanah liat atau cokas. Dengan Bentonite. 2. dan coper sulfat. Bubuk bentonita bersifat mengabsorb air. garam dapur dan air maka campuran bentonite tersebut dapat menghasilkan tahanan jenis tanah yang rendah. Zat-zat nimia yang biasa di pakai adalah sodium chloride. karena itu dengan mencampur bubuk bentonite. magnesium sulfat. Dengan menanamkan campuran bentonite tersebut disekeliling elektroda maka tahanan pentanahandapat diperkecil 1/10 – 1/15 kali.1. 3. Komposisi campuran bentonite menurut perbandingan :Bentonite : garam dapur : air = 1 : 0. calsium chloride.

.

.

selanjutnya arus hubung singkat tsb .PENGUKURAN TAHANAN PENTANAHAN Tujuan pentanahan peralatan adalah usaha untuk mengamankan system apabila terjadi hubung singkat pada peralatan.

akan disalurkan ketanah dan tidak membahayakan bagi orang dan peralatan. Pengukuran perlu dilakukan sebelum system dioperasikan pertama kali. Pengukuran dilakukan pada electrode dengan alat ukur EARTH TESTER. saluran (kawat) dari electrode ke rangka peralatan harus dilepas. Dalam perencanaan pengetanahan hal yang harus diperhatikan adalah jenis tanah. berikut ini tabel nilai rata2 resistansi dari jenis tanah. Pelaksanaan pengoperasian Earth Tester sbb: Prop (A) di hubungkan dengan electrode (di bak kontrol). waktu pemeliharaan atau setelah system ada gangguan. terutama pada peralatan listrik yang rangka (bodi) terbuat dari logam harus ditanahkan. Prop (B) dan (C) ditancapkan ketanah dengan jarak antara . Sewaktu pelaksanaan pengukuran pentanahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful