TUGAS TERSTRUKTUR KELOMPOK 10

KONSEP UNSUR GOLONGAN IIIA

Disusun Oleh: 1. Nurhawi 2. Rendy Satria 3. Venty Indah W. (0610923048) (0610923052) (0610923064)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2009

. boron merupakan unsur non logam sedangkan unsur lainnya adalah logam ( Ganesh dan stuppy.BAB I PENDAHULUAN 1. Karena galium meleleh sedikit di atas suhu kamar.unsur golongan IIIA terdiri dari: • BORON ( B ) Boron terletak diperbatasan antara logam dan nonlogam dalam sistem periodik. Unsur. Dalam tahun-tahun terakhir ini. rentang suhu keberadaan cairan galium sangat lebar dan galium digunakan dalam termometer suhu tinggi. 2007). Lapisan oksida yang tebal. di antara logam yang ada galium memiliki perbedaan titik leleh dan titik didih terbesar. galium digunakan untuk produksi senyawa semikonduktor galium arsenida. GaAs dan galium fosfida. Dari unsur. 1989 ). Ga. • ALUMINIUM ( Al ) Aluminium merupakan logam yang keras. meskipun sangat elektro positif. GaP. tahan terhadap korosi disebabkan karena aluminium mempunyai lapisan oksida yang sangat kuat.unsur yang ada dalam golongan IIIA. • GALLIUM ( Ga ) Gallium .1 Latar Belakang Unsur merupakan zat yang paling sederhana yang tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana lagi. dilapiskan secara elektrolisis pada Al yang disebut proses ” anodisasi ” ( Cotton dan wilkinson.

Indium digunakan sebagai bahan baku pembuatan senyawa semikonduktor InP. dan Tl(II) adalah juga senyawa valensi campuran Tl monovalen dan trivalen.  Konfigurasi unsur-unsur golongan IIIA adalah : symbol B Al Ga In Tl electron configuration [He]2s22p1 [Ne]3s23p1 [Ar]3d104s2 4p1 [Kr]4d105s2 5p1 [Xe]4f14 5d106s2 6p1 boron aluminium gallium indium thallium  Sifat-sifat Fisik .INDIUM. ( In ). Indium memiliki dua keadaan stabil. ( Tl ).garamnya dalam air. • THALLIUM ( TI ) Talium juga memiliki dua valensi Tl(I) dan Tl(III). talium siklopentadiena. In (I) atau In (III). dsb. Tl(C5H5). Sedangkan Tl larut secara lambat dalam H2SO4 atau HCl (Cotton dan wilkinson. dan merupakan logam yang cukup reaktif.• INDIUM (In) Indium adalah logam lunak dan juga memiliki titik leleh rendah. dan merupakan reagen yang bermanfaat dalam kimia organologam. kadang digunakan untuk preparasi senyawa siklopentadienil. Karena unsur ini sangat beracun logam dan senyawa ini harus ditangani dengan sangat hati-hati. Karena senyawa ini adalah reduktor lemah dibandingkan Na(C5H5). • GALLIUM. dan senyawa In (II) dianggap senyawa valensi campuran indium monovalen dan trivalen. Ga.THALLIUM ( Ga ). 1989 ). mudah larut dalam asam. In bersifat lunak. putih. InAs. Diperoleh dengan cara elektrolisis larutan garam.

2007). muatan inti magnet mengalami kenaikan tetapi elektronnya bertambah pada kulit yang sama ( Ganesh dan stuppy. Tingkat oksidasi Atom pada unsur -unsur ini mempunyai tiga electron valensi. Melting Point/K Dalam satu golongan IIIA.38 Point/K 2573 933.Atomic B Al Ga In Tl Number 5 13 31 49 81 Relative Atomic Melting Mass 10. penurunan titik leleh tidak setetap penurunan dalam titik didih ( Ganesh dan stuppy. Kecuali boron dan aluminium. 4. kestabilan tingkat oksidasi +1 berurutan yaitu dari Ga<In<Tl. Dari kiri ke kanan dalam satu periode. 2. Jari-jari atom dan ionik Perbandingan jari-jari atom dan ionik dari unsur-unsur golongan IIIA bersesuaian dengan unsure-unsur golongan II. Unsur-unsur selain Boron umumnya membentuk senyawa kovalen kecuali pada saat berada dalam larutan ( Ganesh dan stuppy.7 Density/ kg m-3 2340 2698 5907 7310 11850 1. 2007).82 204.32 576. 3.98 69.Sehingga semua unsur mempunyai tingkat oksidasi 3. Tingkat oksidasi +1 makin stabil dari B ke Tl ( Ganesh dan stuppy. unsure-unsur yang lain menunjukkan tingkat oksidasi +1. 2007). Sehingga Boron tidak mempunyai kecenderungan membentuk ikatan ion dan selalu berada dalam bentuk ikatan kovalen. Secara umum tingkat oksidasi yang ditemukan pada unsur-unsur golongan III adalah +3 dan +1.52 302. .72 114. Energi ionisasi Energi ionisasi akan mengalami kenaikan (energi ionisasi tingkat I< energi ionisasi tingkat II< energi ionisasi tingkat III) jumlah dari ketiga energi ionisasi dari unsure-unsur ini sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh kenaikan muatan inti ketika berpindah satu unsure golongan II ke golongan IIIA dalam satu periode.81 26.9 429. 2 di subkulit s dan 1 di sub kulit p. 2007). titik didih dan titik leleh menurun dari atas kebawah.

2 Rumusan Masalah 1. mengetahui sifat fisik dan sifat kimia setiap unsur dalam golongan IIIA dan dapat menjelaskan tentang kegunaan unsur-unsur logam golongan IIIA.3 Tujuan Dapat mengetahui sifat kelogaman dalam golongan IIIA. Mengapa golongan IIIA tidak semua bersifat logam? 2. Bagaimana hubungan sifat kelogaman unsur-unsur golongan IIIA berdasar atas keelektronegatifannya? 4.1. Mengapa golongan IIIA tidak semua bersifat logam? Jawab: . BAB II ISI DAN PEMBAHASAN 1. Mengapa Thallium lebih stabil pada tingkat oksidasi +1 dibandingkan dengan tingkat oksidasi +3? 5. Mengapa Aluminium tahan terhadap udara meskipun sangat elektropositif ? 1. Bagaimana pengolahan bijih bauksit menjadi logam aluminium? 3.

. sedangkan ion aluminat akan diendapkan sebagai Al(OH)3.Pada unsur golongan IIIA. In. Bagaimana pengolahan bijih bauksit menjadi logam aluminium? Jawab: Pengolahan bijih bauksit menjadi logam aluminium terdiri atas dua tahap: a. Semi konduktor merupakan penghantar listrik lunak pada suhu kamar. Unsur-unsur metaloid memiliki sifat di antara unsur logam dan non logam. yaitu larutan HCl. larutan itu kemudian direaksikan dengan asam.kita memanfaatkan sifat amfoter dari Al2O3 . Pertama-tama bauksit direaksikan dengan basa.Tahap pertama : pemurnian Al2O3( alumina ) Bijih bauksit mengandung 50-60% Al2O3 yang bercampur dengan zat-zat pengotor terutama Fe2O3 dan SiO2. hanya boronlah yang bersifat metaloid ( non logam). Al2O3 dan SiO2 akan larut. sedangkan Fe2O3 dan pengotor lainnya tidak larut. Sifat non-logam dari Boron disebabkan karena beberapa hal. semi konduktor memiliki kemampuan menghantarkan listrik yang lebih baik dari pada logam. perbedaan keelektronegatifannya tidak terlalu besar. maka cenderung lebih besar untuk menarik elekton valensi dari atom yang ukurannya besar. Ion silikat tetap larut.yaitu larutan NaOH pekat. Al2O3(s) + 2OH-(aq) + 3H2O SiO2(s) + 2OH-(aq ) 2Al(OH)4-(aq) SiO32-(aq) + H2O Setelah disaring. Unsur-unsur metaloid bersifat semi konduktor . Harga keelektronegatifan boron lebih tinggi sehingga ketika bereaksi dengan unsur non-logam. diantaranya : • Gaya tarik inti terhadap elektron terluar boron sangat kuat sehingga kurang elektropositif (ukuran atom boron kecil). Untuk memisahkan Al2O3 dari zat-zat yang tidak dikehendaki. Ga. dan Tl bersifat logam. sedangkan Al. Namun pada suhu tinggi. • • Energi ionisasi boron sangat tinggi sehingga boron lebih cenderung berikatan kovalen. 2. Karena atom yang ukurannya kecil.

Al(OH)4-(aq) + H+(aq) 2Al(OH)3(S) proses Hall. dan bertindak sebagai katoda. Proses pemurnian Al2O3 ini segera diikuti oleh proses elektrolisis yang dikenal sebagai Al2O3 dicampurkan dengan kriolit (NaAlF6). Ketika campuran mencair. yang langsung bereaksi dengan anode karbon untuk membentuk gas CO2. 2O2C + O2 C + 2O2O2 + 4e CO2 CO2 + 4e Al(l) Aluminium cair yang terbentuk segera menumpuk pada dasar bejana. Sementara itu di anode ion oksida (O2-) teroksidasi menjadi gas O2. lalu dilelehkan pada suhu 850oC dengan bantuan arus listrik. Al3+ + 3e secara periodik. b. 4Al3+ + 12e 3C + 6O24Al 3CO2 + 12e (katode) (anode) 3C + 4Al3+ + 6O2keelektronegatifannya? Jawab : 4Al + 3CO2 3. Ion Al3+ akan melepaskan muatannya pada katode (dinding grafit). Dinding bejana elektrolisis terbuat dari besi yang dilapisi karbon (grafit). Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan. Reaksi total yang terjadi pada elektrolisis dapat dituliskan sebagai berikut. kriolit berfungsi sebagai pelarut Al2O3. Tahap kedua : proses elektrolisis Al(OH)3(s) + H2O Al2O3 (s) + 3H2O Endapan Al(OH)3 lalu dipanaskan agar terurai menjadi Al2O3 yang murni. yaitu kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation. Anodenya juga berupa batang-batang grafit yang dicelupkan ke dalam campuran. Bagaimana hubungan sifat kelogaman unsur-unsur golongan IIIA berdasar atas Keelektronegatifan adalah suatu kemampuan suatu atom untuk menarik elektron terluarnya. dan dikeluarkan Jadi anode sedikit demi sedikit habis bereaksi dan harus diganti dari waktu ke waktu. Sifat kelogaman unsur dalam satu .

25 V 5. 2Al(s) + 3H2O 4Al(s) + 3O2(g) Al2O3(s) + 3H2(g) 2Al2O3(s) . Mengapa Aluminium tahan terhadap udara meskipun sangat elektropositif ? Jawab : Karena aluminium memiliki lapisan oksida yang kuat. dan kita mengetahui bahwa sangatlah sukar untuk memperoleh logam ini dari senyawanya sampai ditemukan proses Hall. Lapisan oksida ini dilapiskan secara elektrolit pada aluminium. Dalam larutan akua ternyata lebih stabil daripada TI3+ : TI3+ + 2e = TI+ Eo = +1. Sifat reduktor aluminium cukup baik.Al. Mengapa Thallium lebih stabil pada tingkat oksidasi +1 dibandingkan dengan tingkat oksidasi +3? Jawab: Dilihat dari pasangan inert dasar.Ga. Aluminium adalah logam yang cukup reaktif.66 volt) cukup negatif untuk mudah bereaksi dengan air dan oksigen.Tingkat oksidasi +1 dari Ti lebih stabil dari tingkat oksidasi +3. semakin elektropositif sehingga keelektronegatifanya berkurang sehingga semakin kuat tertarik elektron terluarnya dan semakin kuat elektron valensinya terikat sehingga akan sulit lepas. sehingga ukurannya rapat dan ia cukup kuat untuk menahan oksigen sehingga tidak terbentuk oksidasi lebih lanjut.golongan bertambah dari atas ke bawah hal ini dikarenakan dalam satu golongan dari atas ke bawah.In. akan menyisakan ns2( 6s2).dan Tl. Pada unsur thalium setelah melepas 1 elektron dari orbital p. 4. dan harga potensial reduksinya (Eo = -1. tingkat oksidasi akan menjadi stabil dari atas ke bawah dalam satu golongan dari B.Ditunjukkan pada efek pasangan inert. Thallium Tl : [Xe]4f14 5d106s2 6p1 Thallium mempunyai keadaan positif (+1) yang dinyatakan dengan baik.prosesnya disebut “anodisasi”.

(Hal ini berbeda dengan karat besi Fe2O3 yang berpori dan tembus air. http://old.KIMIA LOGAM GOLONGAN UTAMA. yaitu logam Al dipakai sebagai anode pada elektrolisis larutan H2SO4.itb. yang menyebabkan bagian besi di bawah karat tidak terlindungi dari serangan oksigen dan uap air). Daftar Pustaka Anonymous.ac.Reaksi tersebut di atas menguntungkan.id/wp-content/uploads/2007/03/bab-5-kimia-logamgolongan-utama. diakses tanggal 13 Maret 2009 . Gas O2 yang terbentuk akan bereaksi dengan anode untuk menghasilkan lapisan Al2O3. Akibatnya. 2009 . sehingga melindungi permukaan logam dari reaksi lebih lanjut.pdf. karena pada permukaan logam aluminium segera terbentuk lapisan tipis Al2O3 setebal 10-8 meter yang tidak tembus air. logam aluminium cukup stabil dan tahan lama untuk digunakan dalam berbagai peralatan. Lapisan pelindung Al2O3 yang terbentuk secara alami itu dapat dipertebal melalui proses anodisasi.inorg- phys.chem.

: menyusun makalah. mengedit makalah. penyusun slide presentasi. diakses tanggal 13 Anonymous. membuat pertanyaan dan jawaban : menyusun makalah.wordpress. UI-Press:Jakarta JOB DESCRIPTION 1. and Wilkinson G. A. SISTEM PERIODIK UNSUR.net/?p=3.com/2008/07/20/spu-kelas-x/. http://belajarkimia. Nurhawi 2. KIMIA ANORGANIK DASAR. pencari referensi. membuat pertanyaan dan jawaban : menyusun makalah. Venty Indah W. http://abynoel.. membuat pertanyaan dan jawaban . 2009. diakses tanggal 13 Maret 2009 Cotton F. Maret 2009 SISTEM PERIODIK UNSUR-UNSUR..1989. 2009.Anonymous. Rendy Satria 3.