P. 1
minat-belajar-siswa

minat-belajar-siswa

|Views: 153|Likes:
Published by weisenheim

More info:

Published by: weisenheim on Mar 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

MINAT BELAJAR SISWA A.

Pengertian Minat Belajar Minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas atau kegiatan (Slameto, 1995). Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas dan memperhatikan itu secara konsisten dengan rasa senang. Menurut Kartono (1995), minat merupakan momentmoment dari kecenderungan jiwa yang terarah secara intensif kepada suatu obyek yang dianggap paling efektif (perasaan, emosional) yang didalamnya terdapat elemen-elemen efektif (emosi) yang kuat. Minat juga berkaitan dengan kepribadian. Jadi pada minat terdapat unsur-unsur pengenalan (kognitif), emosi (afektif), dan kemampuan (konatif) untuk mencapai suatu objek, seseorang suatu soal atau suatu situasi yang bersangkutan dengan diri pribadi (Buchori, 1985) Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Semua benda yang hidup menjadi obyek dari biologi. Oleh karena itu biologi berobyekkan benda-benda yang hidup. Maka cukup banyak ilmu-ilmu yang tergabung di dalamnya. Biologi sebagai salah satu bidang ilmu pengetahuan juga merupakan objek pada aspek minat. Dengan demikian, bidangbiologi dapat melahirkan reaksi perasaan senag, gembira, dan semangat belajar, begitu pula sebaliknya, tergantung dari kepribadian siswa sendiri apakah menaruh minat yang tinggi terhadap bidang biologi atau tidak (Ahmadi, 1998). Menurut Hardjana (1994), minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu (Lockmono, 1994). Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman (Hardjana, 1994). 5

Siswa akan mudah menghafal pelajaran yang menarik minatnya. Minat berhubungan erat dengan motivasi. begitu juga minat. bahkan dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru (Slameto. Berdasarkan hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu. sehingga tepatlah bila minat merupakan alat motivasi. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Menurut Gie (1998). arti penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah : 1. atau terlihat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Minat memudahnya terciptanya konsentrasi.6 Menurut Gie (1998). 2. merasa senang mengikuti penyajian pelajaran biologi. Penelitian-penelitian di Amerika Serikat mengenai salah satu sebab utama dari kegagalan studi para pelajar menunjukkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan minat (Gie. minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seorang siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang pengetahuan ilmiah yang dituntutnya di sekolah. Kondisi kejiwaan sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Minat mencegah gangguan dari luar . 3. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah siswa mengerti (Hasnawiyah. tertarik. 1998). Minat melahirkan perhatian yang serta merta. 1994). minat berarti sibuk. Oleh karena itu. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan. Minat merupakan salah satu faktor pokok untuk meraih sukses dalam studi. dan bahkan dapat menemukan kesulitan–kesulitan dalam belajar menyelesaikan soal-soal latihan dan praktikum karena adanya daya tarik yang diperoleh dengan mempelajari biologi. Itu berarti bahwa minat sebagai suatu aspek kejiwaan melahirkan daya tarik tersendiri untuk memperhatikan suatu obyek tertentu. Siswa yang berminat terhadap biologi akan mempelajari biologi dengan sungguh-sungguh seperti rajin belajar. Dengan demikian. 1995).

Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya. Minat terhadap sesuatu dipelajari sejak lahir melainkan diperoleh kemudian. Minat bersifat sangat pribadi. Seseorang yang menaruh minat pada mata pelajaran tertentu. Demikian juga dengan siswa yang tidak menaruh perhatian yang pada mata pelajaran yang diajarkan. biasanya dapat membangkitkan minat pada objek tersebut. 1995). 1995). Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan diperoleh kemudian. . orang lain tidak bisa menumbuhkannya dalam diri siswa. Sebaliknya. bila seseorang menaruh perhatian secara kontinyu baik secara sadar maupun tidak pada objek tertentu. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat baru. tidak dapat memelihara dan mengembangkan minat itu. dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Namun sebaliknya jika siswa tidak berminat. Kalau seorang siswa mempunyai minat pada pelajaran tertentu dia akan memperhatikannya. minat merupakan landasan bagi konsentrasi. Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan. maka sukarlah diharapkan siswa tersebut dapat belajar dengan baik. Hal ini tentu mempengaruhi hasil belajarnya (Kartono. Siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut.7 4. maka perhatian pada mata pelajaran yang sedang diajarkan biasanya dia malas untuk mengerjakannya. serta tidak mungkin berminat terhadap sesuatu hal sebagai wakil dari masing-masing siswa (Gie. Minat memperkecil kebosanan belajar belajar dalam diri sendiri. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong belajar selanjutnya walaupun minat terhadap sesuatu hal tidak merupakan hal yang hakiki untuk dapat mempelajari hal tersebut. 5. Minat dan perhatian dalam belajar mempunyai hubungan yang erat sekali. biasanya cenderung untuk memperhatikan mata pelajaran tersebut. Minat melahirkan perhatian spontan yang memungkinkan terciptanya konsentrasi untuk waktu yang lama dengan demikian.

Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya. Bila siswa menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting dan bila siswa melihat bahwa dari hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya. memuaskan kebutuhan-kebutuhannya. Dilihat dari dalam diri siswa. pergaulan dengan orang tua dan persepsi masyarakat terhadap suatu objek serta latar belakang sosial budaya (Slameto. Minat sebagai aspek kewajiban bukan aspek bawaan. Faktor luar tersebut dapat berupa kelengkapan sarana dan prasarana.8 Mengembangkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai individu. Menurut Slameto (1995). utamanya dengan yang berkaitan dengan bidang studi biologi. 1995). kebutuhan. baik yang sifatnya dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). bakat dan kebiasaan. demikian pula sebaliknya merupakan kondisi psikologis yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kondisi tersebut amat penting sehingga konsentrasi yang baik akan melahirkan sikap pemusatan perhatian yang tinggi terhadap objek yang sedang dipelajari. Karena itu minat sifatnya berubah-ubah dan sangat tergantung pada individunya. Minat sebagai salah satu aspek psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Konsentrasi merupakan aktivitas jiwa untuk memperhatikan suatu objek secara mendalam. Minat belajar dapat diingatkan melalui latihan konsentrasi. Sedangkan bila dilihat dari faktor luarnya minat sifatnya tidak menetap melainkan dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan. minat dipengaruhi oleh cita-cita. kemungkinan besar siswa akan berminat dan bermotivasi untuk mempelajarinya. melayani tujuan-tujuannya. kepuasan. Dapat dikatakan bahwa konsentrasi itu muncul jika seseorang menaruh minat pada suatu objek. melainkan kondisi yang terbentuk setelah dipengaruhi oleh lingkungan. Dengan demikian perlu adanya usaha-usaha atau pemikiran yang dapat memberikan solusi terhadap peningkatan minat belajar siswa. faktor-faktor yang berpengaruh di atas dapat diatasi oleh guru di sekolah dengan cara: .

Oleh karena itu. Pihak lainnya hanya memperkuat dan menumbuhkan minat atau untuk memelihara minat yang telah dimiliki seseorang (Loekmono. Dengan demikian minat belajar tidak perlu berangkat dari nilai atau motivasi yang muluk-muluk. Bila minat belajar didapatkan pada gilirannya akan menumbuhkan konsentrasi atau kesungguhan dalam belajar (Sudarnoto. 2. memenuhi rasa ingin tahu mendapatkan gelar atau memperoleh pekerjaan. 5. Gambaran diri dimasa mendatang untuk meraih sukses dalam suatu bidang khusus tertentu. minat belajar harus ditumbuhkan sendiri oleh masing-masing siswa. Hasrat siswa untuk menerima pujian dari orang tua. 6. Minat berkaitan dengan nilai-nilai tertentu. 1994). Minat belajar membentuk sikap akademik tertentu yang bersifat sangat pribadi pada setiap siswa. menjadi juara. 3. Memberikan rangsangan kepada siswa agar menaruh perhatian yang tinggi terhadap bidang studi yang sedang diajarkan. merenungkan nilai-nilai dalam aktivitas belajar sangat berguna untuk membangkitkan minat. Memepertahankan cita-cita dan aspirasi siswa. Misalnya belajar agar lulus ujian. Oleh karena itu. Hasrat siswa untuk meningkatkan siswa dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Mengembangkan kebiasaan yang teratur 4. Meningkatkan kondisi fisik siswa. Beberapa langkah untuk menimbulkan minat belajar menurut (Sudarnoto. 5. 1994). . Penyajian materi yang dirancang secara sistematis. Suatu hasrat untuk memperoleh nilai-nilai yang lebih baik dalam semua mata pelajaran. 3. 2. mengemukakan 5 butir motif yang penting yang dapat dijadikan alasan untuk mendorong tumbuhnya minat belajar dalam diri seorang siswa yiatu : 1. Mengarahkan perhatian pada tujuan yang hendak dicapai. 4.9 1. ahli dalam salah satu ilmu. yaitu : 1. Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi. guru atau teman-teman. Menyediakan sarana oenunjang yang memadai. 1994) Loekmono (1994). lebih praktis dan penyajiannya lebih berserni.

menyelesaikan PR atau laporan. B. Dapatkan kepuasan setelah menyelesaikan jadwal belajar. yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini adalah faktor kurikulum. ada beberapa yang mempengaruhi minat sesorang terhadap mata pelajaran tertentu. 5. serta sarana dan prasarana. . yaitu faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa) dan faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri siswa). termasuk dalam mata pelajaran IPA-biologi. Membantu mengembangkan sikap ilmiah dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari. Pada Kurikulum 1994 terdapat beberapa fungsi pelajaran IPABiologi khususnya di tingkat Sekolah Dasar. Merencanakan aktivitas belajar dan mengikuti rencana itu. pengaruh dari masing-masing faktor tersebut minat belajar IPA-Biologi siswa dapat diuraikan sebagai berikut : a. 7. Faktor Kurikulum Arah pengembangan pengajaran mata pelajaran IPABiologi pada masa mendatang tidak dapat terlepas dari tujuan dan fungsi kurikulum yang berlaku saat ini.10 2. 3. Untuk lebih jelasnya. Pastikan tujuan belajar saat itu misalnya. Bersikaplah positif di dalam menghadapi kegiatan belajar. 4. Membantu siswa dalam menerapkan konsep-konsep IPABiologi yang dibantu ilmu dasar lainnya dan dikembangkan dalam teknologi. faktor metode mengajar. 2. Dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa dalam mata pelajaran IPA-Biologi. Melatih kebebasan emosi selama belajar. Membantu siswa memahami konsep-konsep IPA-Biologi. yaitu kurikulum 1994. faktor dari dalam diri siswa. 4. Secara keseluruhan faktor tersebut digolongkan dalam dua kelompok besar. 3. Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Belajar IPABiologi Menurut Abdullah (1989). 6. adalah : 1. Mengenai unsur-unsur permainan dalam aktivitas belajar. Membantu menggunakan dan mengembangkan keterampilan proses dalam mempelajari konsep-konsep IPABiologi. faktor guru.

Faktor Metode Mengajar Mengajar atau mentransfer ilmu dari guru kepada siswa memerlukan suatu teknik atau metode tertentu. dan antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Metode tersebut dengan istilah metode mengajar. Proses belajar mengajar menurut konsep ini. Mengarahkan seluruh kegiatan belajar kepada suatu tujuan tertentu 3.11 5. b. Meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. 1993). fungsi guru dalam proses belajar mengajar seperti diungkapkan oleh Sardiman (1992) adalah : 1. Memberi dorongan agar siswa mau melakukan seluruh kegiatan yang mampu dilakukan untuk mencapai tujuan. 7. Membantu siswa memahami keteraturan kehidupan makhluk hidup sehingga menimbulkan rasa kagum dan cinta kepada Allah Yang Maha Kuasa. Mencari perangsang atau motivasi agar siswa mau melakukan satu tujuan tertentu. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar terjadi interaksi antara guru dan siswa. Dalam hal ini. Di sekolah atau lembaga pendidikan tertentu terdapat banyak mata pelajaran dan tiap mata pelajaran mempunyai tujuan-tujuan tersendiri. Untuk mencari tujuan tersebut setiap guru harus memilih metode mengajar yang manakah yang paling . Dalam dunia pendidikan telah dikenal berbagai metode mengajar yang dapat digunakan . siswa menggunakan seluruh kemampuan dasar yang memilikinya sebagai dasar untuk melakukan berbagai kegiatan agar memperoleh prestasi belajar yang optimal. Faktor dari dalam Diri Siswa Siswa adalah sekelompok manusia yang akan diajar. Siswa juga mempunyai peranan dalam proses belajar mengajar. yaitu terjadinya saling tukar informasi dan pengalaman mengarah kepada interaksi proses belajar mengajar yang optimal (Ali. dibimbing. 2. 6. c. Membantu persiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. dan dibina menuju pencapaian tujuan belajar yang ditentukan.

sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan. Dalam hal ini baik guru mata pelajaran IPA-Biologi maupun guru mata pelajaran lainnya bertugas mewujudkan dirinya untuk merealisasikan seluruh potensi yang dimilikinya. Status guru bukan hanya sebatas pegawai yang hanya semata-mata melaksanakan tugas tanpa ada rasa tanggung jawab terhadap disiplin ilmu yang diembannya. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh seseorang tanpa memiliki keahlian sebagai guru. dan melatih. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk menjadi seorang guru. Oleh karena itu. mengajar. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Ia . d. Faktor Guru Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. Guru di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Tugas profesional ini meliputi tugas mendidik. guru mempunyai tiga tugas pokok yang dapat dilaksanakan sebagai berikut : 1) Tugas profesional Tugas profesional ialah tugas yang berhubungan dengan profesinya. apa lagi seorang guru yang profesional yang harus menguasai seluk beluk pendidikan dan mengajar dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu. Dalam pendidikan itu. 1993). Guru merupakan unsur penting dalam keseluruhan sistem pendidikan. diperlukan syarat-syarat khusus. 2) Tugas manusiawi Tugas manusiawi adalah tugas sebagai manusia.12 tepat untuk mata pelajaran atau pokok bahasan yang akan diajarkannya. Oleh karena itu peranan dan kedudukan guru dalam meningkatkan mutu dan kualitas anak didik perlu diperhitungkan dengan sungguh-sungguh. Hal tersebut disebabkan karena tidak semua pokok bahasan cocok untuk diterapkan satu mata pelajaran atau pokok bahasan. guru yang mampu menggunakan berbagai metode pengajaran dan menerapkannya dalam proses belajar mengajar akan dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa (Roestiyah.

sehingga setiap lapisan masyarakat dapat mengerti bila menghadapi guru. d) Pengganti orang tua di sekolah Guru dalam hal ini harus dapat menggantikan orang tua siswa apabila siswa sedang berada di sekolah. Dalam hal ini. guru juga berperan sebagai : a) Fasilitator perkembangan siswa Kemampuan dan potensi yang dimiliki siswa tidak mungkin dapat berkembang dengan baik apabila tidak mendapat rangsangan dari lingkungannya. Di samping ketiga tugas pokok tersebut diatas. Dengan kata lain mempunyai peranan sebagai fasilitator dalam mengantarkan siswa ke arah hasil pendidikan yang tinggi mutunya. c) Pengelola kegiatan proses belajar mengajar Guru dalam hal ini bertugas mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Di samping itu transformasi diri terhadap kenyataan di kelas atau di masyarakat perlu dibiasakan. Bahkan keberadaan guru merupakan faktor penentu yang tidak mungkin dapat digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu terlebih-lebih pada masa kini. 3) Tugas kemasyarakatan Tugas kemasyarakatan ialah guru sebagai anggota masyarakat dan warga negara seharusnya berfungsi sebagai pencipta masa depan dan penggerak kemampuan.13 harus mampu menarik simpatik sehingga ia menjadi idola siswa. guru-guru harus mampu menghayati hubungan kasih sayang seorang . b) Agen pembaharuan Kehidupan manusia merupakan serangkaian perubahanperubahan yang nyata. Oleh karena itu dalam menyajikan materi pelajarannya. Guru berperan dan bertugas sebagai pengelola proses belajar mengajar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi ini mengalami kepesatan yang melangit. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengganti orang tua. guru dituntut untuk tanggap terhadap perubahan dan dituntut untuk bertugas sebagai agen pembaharuan dan mampu menularkan kreatifitas dan kesiapan mental siswa. menurut Muhtar (1992). guru diharapkan dengan siswa secara individual telah mempunyai kemampuan dan potensi itu. Dalam suasana sekolah.

Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan diperoleh kemudian. C. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut. sedangkan kurikulum materi pelajaran yang ditentukan sama untuk setiap siswa. film. perpustakaan. Faktor Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana sangat menunjang keberhasilan pengajaran misalnya fasilitas gedung sekolah. e. Penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi utama (Nasution. Dengan menggunakan media pengajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa. 2. Minat terhadap sesuatu yang dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong belajar selanjutnya. daya indra seperti objek terlalu besar dapat digantikan dengan gambar.14 bapak atau seorang ibu terhadap anaknya. dan 4. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis hanya dalam bentuk kata-kata atau lisan belaka. semakin besar minat yang timbul. yaitu : 1. waktu. Mengatasi keterbatasan ruang. maka guru akan banyak mengalami kesulitan jika harus diatasi sendiri. laboratorium. alat peraga dan lain-lain. Oleh karena itu. atau model. guru mampu mengenal suasana siswa di rumah atau dalam keluarganya. Meningkatkan Minat Siswa dalam Belajar Mengajar Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri dengan sesuatu di luar diri. suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya. Menurut Slameto (1988). Walaupun minat terhadap sesuatu hal tidak merupakan hal yang . 3. Dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktifitas. 1990). Dengan sikap yang unik untuk tiap siswa dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda. Siswa yang minat terhadap objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut.

Tanner (1975. dan bila siswa bahwa hasil dari pengalaman akan membawa kemajuan pada dirinya kemungkinan besar ia akan berminat dan bermotivasi untuk mempelajarinya. 1988). Studi-studi eksperintal menunjukkan bahwa siswa-siswa yang secara teratur dan sistematis diberi hadiah karena telah bekerja dengan baik atau karena perbaikan dalam kualitas pekerjaannya. Di samping memanfaatkan minat yang telah ada. dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan. dapat dicapai dengan cara menghubungkan bahan pengajaran dengan berita sensasional yang sudah diketahui kebanyakan siswa. Insentif merupakan alat yang dipakai untuk membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang tidak mau dilakukannya atau yang tidak dilakukannya dengan baik. pengajar dapat memakai insentif dalam usaha mencapai tujuan pengajaran. Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada (Slameto. Mengembangkan minat siswa terhadap mata pelajaran IPA-Biologi pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajari dengan dirinya sendiri sebagai individu. dalam Slameto. menguraikan kegunaannya bagi siswa di masa yang akan datang. Ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi kepada siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pelajaran yang lalu. dalam Slameto. 1988) berpendapat bahwa untuk menimbulkan minat-minat baru.15 hakiki untuk dapat mempelajari hal tersebut. 1988). Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya. Bila usaha-usaha di atas tidak berhasil. Roijjakkers (1980. Asumsi umum menyatakan bahwa minat akan membantu seseorang mempelajari sesuatu (Slameto. Menghukum siswa karena hasil kerjanya . cenderung bekerja lebih baik daripada siswa yang dimarahi atau dikritik karena pekerjaannya yang buruk atau tidak ada kemajuan. Bila siswa menyadari bahwa belajar merupakan alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting. melayani tujuantujuannya. 1988) menyarankan agar para pengajar juga berusaha membentuk minat-minat baru pada diri sendiri.

Insentif apapun yang dipakai perlu disesuaikan dengan diri siswa masing-masing (Slameto. bahkan hukuman yang terlalu kuat akan sering menghambat proses belajar tetapi hukuman yang ringan masih lebih baik daripada tidak perhatian sama sekali. . Hendaknya para pengajar bertindak bijaksana dalam menggunakan insentif.16 yang buruk kurang efektif. 1988).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->