PERTUMBUHAN PENDUDUK DUNIA

Oleh : Dr. H. Moerad, Sp. OG, MM

PERTUMBUHAN PENDUDUK DUNIA
Pembahasan transisi demografi tidak terlepas dari persoalan pertumbuhan pernduduk. Pada permulaan tahun masehi penduduk dunia diperkirakan masih sekitar 250.000.000 jiwa dengan angka pertumbuhan sekitar 0.04 persen/ tahun. Tingkat pertumbuhan penduduk yang amat rendah ini bertahan dalam waktu yang cukup lama hingga puncaknya sebelum abad ke 18 terjadi ledakan jumlah penduduk. Pada awal revolusi industri tahun 1750 jumlah penduduk dunia sudah mencapai 790.000.000 jiwa. Seiring kemajuan teknologi di Eropa dan belahan dunia lain mulai menunjukkan dampaknya. Penemuan obat-obatan, kualitas sanitasi lingkungan, informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi berdamapak sevcara langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Tingkat kematian yang tinggi pada abad-abad sebelumnya menurun drastis dan angka harapan hidup mulai naik perlahan-lahan. Sebagai akibatnya terjadi ledakan jumlah penduduk yang mencapai 1,7 miliar pada permulaan 1900, 2milyar pada 1930, 2,5 milyar pada 1950, dan genap 6 milyar pada akhir tahun 1999.
2

Semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia semakin banyak pula tantangan dan masalah yang harus dihadapi. peemerintah.mungkin puluhan tahun dari sekarang. perusaahaan dan semua elemen makhluk hidup lintas agama. masyarakat.sumber daya alama mulai habis. dan masalah kemanusiaan lain yang muncul akibat pertambahan penduduk ini. sulit untuk tidak khawatir. dan bangsa untuk mengatasi masalah ledakan penduduk di dunia. dan stok ikan menghilang. Butuh komitmen dan kerjasama dari kita semua. namun sampai saat ini masih belum ada solusi dan penyelesaian masalah yang berarti utamanya dalam bidang pemenuhan kebutuhan.Sayangnya. budaya. energi.. hanya dalam bidang ilmu pengetahuan saja yang mampu mengimbangi perkembangan penduduk dari tahun ke tahun. tanah mengikis. Dengan penduduk masih tumbuh sekitar 80 juta setiap tahun. Hampir satu miliar orang kelaparan setiap hari. Saat ini di Bumi. kemungkinan 3 . gletser yang mencair.

Teori Malthus jelas menekankan tentang pentingnya keseimbangan pertambahan jumlah penduduk menurut deret ukur terhadap persediaan bahan makanan menurut deret hitung. Akan ada miliaran lebih banyak orang yang ingin dan layak untuk meningkatkan diri dari kemiskinan. apakah cukup efektif? Masalah kependudukan telah menarik perhatian dunia sejak lama. dalam tulisan Essay on the Principles of Population. Ketidakseimbangan penduduk dan sumber alam menimbulkan dampak lanjutan berupa permasalahan lingkungan hidup. Yang dimaksud teori malthus adalah bahwa populasi manusia bertambah lebih cepat daripada produksi makanan. mengemukakan teori bahwa pertumbuhan eksponensial penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan geometrik kebutuhan populasi manusia. Keadaan seperti ini menuntut manusia untuk merubah sudut pandang dan cara hidup yang memperhatikan kelestarian lingkungan.rminyak. Teori Malthus tersebut 4 . Hal ini menimbulkan kekhawatiran dunia akan keberlanjutan hidup manusia. Meningkatnya jumlah penduduk menimbulkan eksploitasi alam yang berlebihan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia sehingga kerusakan lingkungan sebagai sistem pendukung kehidupan manusia tidak dapat dihindarkan.besar akan ada dua miliar lebih orang kelaparan meminta makanan . Permasalahan lingkungan hidup baru menarik perhatian dunia sekitar tahun 70-an. Jika mereka mengikuti jalan yang dirintis oleh hutan negara-kliring kaya. sehingga menyebabkan manusia bersaing satu sama lain untuk memperebutkan makanan dan menjadikan perbuatan amal sia-sia. pembakaran batu bara. apakah cara ini akan berhasil. Populasi manusia berjalan dengan tidak seimbang terhadap keadaan alam sebagai penyedia kebutuhan manusia yang terbatas. bebas hamburan pupuk dan pestisida-mereka juga akan menginjak keras pada sumber daya alam di planet bumi. Malthus (1766-1834). terutama di negara-negara miskin.

agar tidak menjadi beban lingkungan atau mengganggu daya dukung dan daya tampung lingkungan. Daya dukung tanah sebagai komponen lingkungan menurun. Jumlah penduduk yang terus bertambah mencerminkan pula makin padat jumlah penduduk tiap 1 km2.sebetulnya sudah mempersoalkan daya dukung lingkungan dan daya tampung lingkungan. kelaparan. Di daerah-daerah padat penduduk gangguan keseimbangan lingkungan (daya dukung dan daya tampung) disebabkan oleh permintaan yang makin meningkat terhadap berbagai potensi lingkungan. Jumlah penduduk harus seimbang dengan batas ambang lingkungan. kekeringan. walaupun konsumsi perkapita rendah. 5 . wabah penyakit dan kematian. Tanah sebagai suatu komponen lingkungan alkam tidak mampu menyediakan hasil pertanian untuk mencukupi kebutuhan jumlah penduduk yang terus bertambah dan makin banyak. dengan menampakkan bencana alam berupa banjir. kelahiran dan kematian sebagai peristiwa-peristiwa vital mengatur keseimbangan penduduk dengan potensi alamnya. Dengan kata lain jumlah penduduk yang terus bertambah dan makin padat sangat mengganggu daya dukung dan daya tampung lingkungan. jangka sedang atau jangka panjang akan mengganggu daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Makin padat jumlah penduduk dalam jangka pendek. karena beban manusia yang makinbanyak. dapat mempercepat eksploitasi sumber daya alam dan mempersempit persediaan lahan hunian dan lahan pakai. gagal panen.

Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus 2010 mencapai 237. Ledakan jumlah 6 .PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA Di Indonesia sendiri terjadi lonjakan penduduk yang cukup mengkhawatirkan. Setiap tahun lahir 4.6 juta jiwa atau 3.5 juta lebih dari prediksi sebeumnya.5 juta jiwa yang berarti setara dengan jumah penduduk singapura atau empat kali lebih banyak dari penduduk timor leste.

Berdasarkan daata dari program pembangunan PBB (UNDP). Akibatnya kota-kota di jawa mengalami kepadatan penduduk. Daya saing penduduk indonesia masih kalah jauh dengan negara negara lain termasuk negara di afrika. Kesempatan kerja makin sulit karena persaingan makin ketat. dan sejumlah kwasan padat lain di ibukota. pendidikan.49 persen penduduk indonesia atau sekitar 136 juta jiwa. dan fasilitas dasar lain yang dibutuhkan masyarakat. masyarakat sudah merasakan dampaknya. Contohnya adalah pemukiman padat di kawasan tambora. permukiman. Permukiman kumuh meluas. Seharusnya jumlah penduduk yang besar dapat menjadi potensi penggerak ekonomi yang kuat jika penduduknya berkulitas. fasilitas kesehatan. cakung. jalan raya makin padat. Luas pulau jawa dan madura yang tak kurang dari 7 persen luas indonesia harus menampung 57. Distribusi pendudukpun tak merata. Rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun keatas hanya 5.penduduk ini membawa konsekuensi yang luas. Kualitas hidup masyarakatnya pun dipastikan rendah disertai dengan beragam masalaha sosial yang menghadang. permukiman. Ketika pemerintah masih akan menghitung dampak lonjakan penduduk. Sudah menjadi hal 7 . namun jumlah penduduk yang besar itu nampakanya justru malah menjadi beban pembangunan. Kondisi itu berimplikasi terhadap tingkat pendidikan sekitar 160 juta angkatan kerja indonesia yang 56 persennya hanya lulusan SD kebawah.7 persen. kramatpuo. dan lalu lintas yang luar biasa. serta berbbagai ekses negatif lainnya. terutama pada kewajiban pemerintah untuk menyediakan pangan. indeks pembangunan manusia indonesia pada 2010 menduduki peringkat ke 108 dari 169 negara yang ada di dunia dan posisi keenam di Asia tenggara.

Hal ini antara lain disebabkan karena mulai diabaiakannya program KB akibatbanyak perubahan kebijakan.2 juta jiwa pada 1971.6 padahal pada RPJMN 2009 adalah 2.6 juta jiwa pada 2010.biasa. Saat ini penduduk Indonesia didominasi kelompok usia tengah 15-29 tahun dan kelompok usia muda 0-9 tahun.7 juta jiwa dan menjadi 119. program . Jika pertumbuhan tak segera dikendalikan junlahnya akan berlipat dua lagi menjadi 475 juta jiwa pada 2057. Membengkaknya jumlah penduduk usia muda dan tua akan 8 .2 ternyata hanaya bisa ditekan sampai 2. dan situasi politik yang tidak kondusif di Indonesia. Dominasi kelompok usia tengah merupakan buah dari edakan penduduk pada 1970-1980.Sungguh ironis memang. Sistem penggantian kepemimipinan plitik lebih cenderung memperhatika program jangka pendek demi menunjang keberhasilan programnya sendiri. Ini buah dari meningkanya harapan hidup dan den membaiknya kualitas hidup masyarakat. namun sejak awal 2000 pertumbuhan penduduk mulai menngkat lagi.Pada 1930 jumlah penduduk 60. Jumlah kelompok usia tua yang berumur diatas 60 tahun juga meningkat. Hal itu tidak sejalan dengan hasil program kependudukan yang dampaknya baru bisa dirasakan 20-30 tahun kemudian. sebuah kamar dengan ukuran 3x3 meter persegi dijejeali 8 orang sekaligus tanpa fasilitas kamar mandi didalamnya. Jumlah ini berlipat dua menjadi 237. Kondisi ini terjadi karena rata-rata jumlah anak yang dilahikan perempuan 15-49 tahun atau disebut angka kelahiran total (TFR) 2002-2007 stagnan di angka 2. sehingga harus ada upaya juga dari pemerintah untuk memberikan jaminan sosial terhadap kelompok umur ini. sedangkan dominasi kelompok usia muda akibat kegagalan KB pada awal tahun 2000an. Laju pertumbuhan penduduk sebenarnya sudah dapat ditekan pada 1970-2000.3 saja. Namun keompok ini rentan terhadap berbagai penyakit. Jumlah penduduk indonesia meningkat hampir dua kali lipat 40-50 tahun sekali.

kriminalitas dan lain lain yang menjadi buah dari diabaikannya persoalan kependudukan selma ini. Berdasarkan metode tersebut maka suatu metode komponen sederhana yang dapat digunakan untuk mengestimasi jumlah penduduk jika tersedia data registrasi kelahiran. buruknya ekonomi masyarakat juga membawa imbas terhadap gizi masyarakat. mortalitas. Berdasarkan data BPS jumlah anak balita berumur 0-59 bulan yang termasuk gizi buruk dan kurang dari 24. Tambahan beban itu terjadi saat mereka sendiri kesulitan untuk menanggung hidupnya seniri.66 persen pada tahun 2000 meningka menjadi 28. kematian dan perpindahan penduduk adalah sebagai berikut : Pt = Po + (B . kualitas pendidikan sarana kesehatan yg mulai kurang memadai. Selain gizi buruk berbagai masalah muncul mulai pemukiman lalu lintas. dan migrasi. sedangkan selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar disebut migrasi neto. yakni fertilitas.04 persen pada 2005. MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Pada dasarnya ada 3 parameter penting dalam pertumbuhan penduduk. Selisih antara fertilitas dan mortalitas disebut perubahan reproduktif/ pertumbuhan alamiah.memberikan bebabn berat bagi kelompok usia tengah.D) + (Mi – Mo) Dimana : Pt Po B(birth) D(death) : jumlah penduduk pada tahun t : jumlah penduduk pada tahun dasar (0) : jumlah kelahiran selama periode 0-t : jumlah kematian selama periode 0-t 9 . pangan. Pengganguran bertambah.

Mo Mi : Jumlah migrasi keluar selama periode 0-t : Jumlah migrasi masuk selama periode 0-t Berikut akan dibahas masalah-masalah yang diakibatkan akibat perubahan dari jumlah penduduk. walaupun akhirnya meninggal dunia. Pengertian ini digunakan untuk menunjukkan pertambahan jumlah penduduk. Sterilisasi adalah ketidakmampuan seorang pria atau wanita untuk menghasilkan suatu kelahiran. Fecunditas adalah kemampuan secara potensial seorang wanita untuk melahirkan anak. Tidak dihitung sebagai kelahiran. tanpa memperhatikan lamanya di kandungan. Lahir mati (still birth) adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. 3. Lahir hidup (live birth) adalah anak yang dilahirkan hidup (menunjukkan tanda-tanda kehidupan) pada saat dilahirkan. 4. Abortus adalah kematian bayi dalam kandungan dengan umur kehamilan kurang dari 28 minggu. 5. Fertilitas disebut juga dengan natalitas. 2. Fertilitas merupakan taraf kelahiran penduduk yang sesungguhnya berdasarkan jumlah kelahiran yang terjadi. Masalah Akibat Angka Kelahiran Kelahiran dapat diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau kelompok wanita. Natalitas adalah kelahiran yang merupakan komponen dari perubahan penduduk. A. 6. 10 . Konsep-konsep lain yang terkait dengan pengertian fertilitas yang penting untuk diketahui adalah: 1.

General Fertility Rate (GFR) Tingkat kelahiran umum atau GFR adalah banyaknya kelahiran setiap 1000 penduduk wanita yang berada dalam periode usia produktif (15-49 tahun) dalam kurun waktu setahun. Rumus:CBR=B/Px1. Rumus: GFR=B/Pfx1000 Keterangan : B=jumlah kelahiran selama setahun Pf=jumlah penduduk wanita (berumur 15-49 tahun). < 20 Rendah 2. Crude Birth Rate (CBR) Tingkat Kelahiran Kasar atau CBR merupakan jumlah kelahiran setiap 1000 penduduk per tahun. perubahan keadaan perkawinan (perceraian dll).Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kelahiran. Usia produktif adalah usia reproduksi atau usia subur yang memungkinkan wanita untuk melahirkan.000=bilangan konstanta 3. b. aborsi (pengguguran). kontrasepsi (pencegahan pembuahan). c. pertengahan tahun 1.000 = bilangan konstanta Tingkat kelahiran ini dapat digolongkan dalam tiga tingkat kriteria sebagai berikut: Tingkat kelahiran Golongan> 30 Tinggi. d. Age Spesific Fertility Rate (ASFR) Tingkat kelahiran menurut kelompok umur tertentu atau ASFR adalah banyaknya kelahiran yang terjadi pada wanita dalam kelompok umur 11 . 20-30 Sedang. yaitu: a.000 Keterangan : B= jumlah seluruh kelahiran P= jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1. mandul (tidak bisa punya anak). CARA MENGUKUR KELAHIRAN 1.

1. Namun demikian terjadi pergeseran ke kelompok umur (25 -29) tahun pada hasil SP80 dan ini akan memberikan dampak terhadap penurunan tingkat gfertilitas secara keseluruhan (Trend Fertilitas.tertentu dalam unsur reproduksi per 1000 wanita. 12 . 1994: 18) Berdasarkan dua kondisi di atas dapatlah disebutkan beberapa masalah (terkait dengan SDM) sebagai berikut : 1) Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatanketimbang aspek intelektual. Rumus : ASFR=Bi/Pfix1000 Keterangan: Bi=banyaknya kelahiran dari wanita dalam kelompok umur tertentu selama setahun Pfi=banyaknya penduduk wanita dalam kelompok umur tertentu yang sama pada pertengahan tahun.000=bilangan konstanta Contoh : 2. Jika ASFR 20. 4. Total Fertility Rate (TFR) Tingkat kelahiran total atau TFR adalah rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita selama masa hidupnya (sampai akhir masa reproduksinya). Mortalitas dan Demografi. 2) Fertilitas meningkat maka pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya. Age Spesific Fertility Rate (ASFR) Hasil SP71 dan SP80 masih menunjukan bahwa tingkat kelahiran untuk kelompok umur wanita 20-24 tahun adalah yang tertinggi.24 terus meningkat maka akan berdampak kepada investasi SDM yang semakin menurun.1% rata-rata pertahun.

20-24. 7 52. AKB tahun 1986 diperkirakan sebesar 71 per 1000 kelahiran yang menunjukan penurunan sebesar 34.9 2. Namun tingkat penurunan fertilitas mulai melambat atara periode 1986-1989 dan 1987-1990 yaitu menjadi B.8 persen atau rata-rata 2.9% pertahun.8 persen per tahun. Masalah akibat Angka Kematian Selama hampir 20 tahun terakhir. Tahun 1967 AKB adalah 145 per 1000 kelahiran.3 2.05 4 Penurunan/ tahun 2.5 persen pertahun (Trend Mortalitas. 66).68 4.Rumus: TFR=5x7/i=1 ASFR Keterangan: i=kelompok umur 5 tahunan (15-19. Tabel Perkiraan Angka Harapan Hidup (AHH) Tahun Nilai SP 1971 SP 1980 45.3 Tingkat fertilitas secara keseluruhan dari periode 1981. kemudian turun menjadi 109 per 1000 kelahiran pada tahun 1976.0 pada periode 1967-1986.8 3. 2 13 .1984 ke periode 1986 -1989 turun sebesar 18 % atau sekitar 3. Selama 9 tahun terjadi penurunan sebesar 24. Berdasarkan SP90.2 4. dst) Contoh : Total Fertility Rate (TFR) Hasil perkiraan tingkat fertilitas (metode anak kandung) menunjukan bahwa penurunan tingkat fertilitas Indonesia tetap berlangsung dengan kecepatan yang bertambah seperti nampak pada tabel di bawah ini : Periode (tahun) TFR % Penurunan/tahun Periode 1976-1979 1980-1984 1987-1990 2006-2009 Sumber : BPS Jawa Timur TFR 5.9 persen selama 10 tahun terakhir atau 3. Angka Kematian Bayi (AKB) mengalami penurunan sebesar 51.

Partisipasi dalam angkatan kerja mempunyai hubungan negatif dengan fertilitas ! Peningkatan ekonomi dan sosial. 3) Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi Indonesia dimata dunia. Masalah Komposisi Jumlah Penduduk 14 . .2 pada SP80 dan mengalami kenaikan 7.7 yang kemudian naik 6.6 menjadi 59. b) Kematian Angka kematian perlu ditekan : .5 tahun menjadi 52.Peningkatan gizi keluarga dan pendidikan (kesehatan masyarakat) C.SP 1990 59. . Sejalan dengan penurunan AKB.Pelayanan kesehatan yang lebih baik . AHH menunjukan kenaikan.Partisipasi wanita dalam program KB. 1996. 8 Sumber: BPS Jatim.8 pada SP90. 2) Perlunya perhatian keluarga dan pemerintah didalam penyediaan gizi yang memadai bagi anak-anak (Balita). Pemecahan masalah angka kelahiran dan kematian : a) Kelahiran Angka kelahiran perlu ditekan melalui : . Pada tahun 1971 AHH adalah 45.Tingkat pendidikan wan ita wanita mempengaruhi umur kawin pertama dan penggunaan kontrasepsi. Masalah yang muncul akibat tingkat mortalitas adalah : 1) Semakin bertambahnya Angka Harapan Hidup itu berarti perlu adanya peran pemerintah di dalam menyediakan fasilitas penampungan.

Katagori Berdasarkan Usia Sebagai Berikut : Berdasarkan angka-angaka tersebut tampak penumpukan jumlah penduduk pada usia muda. dari jumlah tersebut komposisi usianya tidak berimbang yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah baru. Masalah-masalah yang dapat timbul akibat keadaan demikian adalah : 1) Aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Kemampuan ekonomi yang kurang dapat pula berakibat pada pemenuhan makanan yang dibutuhkan baik jumlah makanan (kuantitatif) sehingga dampak lebih lanjut adalah adanya rawan atau kurang gizi (malnutrition). yaitu usia 0 -4. usia 5-9 tahun. dan 10 -14 tahun yang mana pada usia tersebut belum produktif masih tergantung pada orang-orang lain terutama keluarga. 2) Aspek pemenuhan gizi. Banyaknya beban tanggungan yang harus dipenuhi biaya hidupnya oleh sejumlah manusia produktif yang lebih sedikit akan mengurangi pemenuhan kebutuhan ekonomi dan hajat hidup. Pada gilirannya nanti bila kekurangan gizi terutama pada usia muda 0 -5 tahun.Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus tahun 2010 berjumlah 237600000 jiwa. Akan 15 .

Ini berarti angka penganguran kurang lebih hanya 2.8 0/00 16 . TPAK menurut umur mengikuti pola huruf "U" terbalik. Masalah Kependudukan dan Angkatan Kerja. Penduduk yang tergolong angkatan kerja dikenal dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).mengganggu perkembangan otak bahkan dapat terbelakang mental (mental retardation). Alternatif Pemecahan yang diperlukan : (a) Pengendalian angka kelahiran melalui KB. Angka kesempatan kerja yang merupakan pebandingan antara penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja pada tahun 1993 cukup tinggi yaitu sekitar 97.30). Mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (BPS : 1994. 4) Lapangan Kerja Penumpukan jumlah penduduk usia muda atau produktif memerlukan persiapan lapangan kerja masa mendatang yang lebih luas. Apabila kemampuan ekonomi kurang mendukung maka fasilitas pendidikan juga sukar untuk dipenuhi yung mengakibatkan pada kualitas pendidikan tersebut kurang. sehingga diperlukan dukungan kemampuan ekonomi semua termasuk orang tua. (b) Peningkatan masa pendidikan. 3) Aspek Pendidikan Pendidikan memerlukan biaya yang tidak sedikit.2%. kemudian turun secara perlahan pada umur-umur berikutnya (antara lain karena pensiun). Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas. Apabila tidak dipersiapkan SDMnya dan lapangan kerja akan berdampak lebih buruk pada semua aspek kehidupan. kemudian naik sejalan kenaikan umur sampai mencapai 25 -29 tahun. Ini berarti mengurangi mutu SDM masa yang akan datang. (c) Penundaaan usia perkawinan D. Hal ini merupakan bom waktu pencari kerja atau penyedia kerja. Angkatan rendah pada usia-usia muda karena sekolah.

254. karena di Pulau Jawa merupakan pusat perekonomian. Penduduk yang keluar dari Jawa sebanyak 3.49 % juga menuju Pulau Jawa. Masalah Mobilitas Penduduk di Indonesia Masalah migrasi penduduk di Indonesia menjadi isu politik kependudukan di Indonesia.8 juta.70% pada tahun 1990. (BPS:107. yaitu 79.283 jiwa sehingga TPAK meskipun mungkin termasuk angkatan kerja. sedang pada tahun 1990 sebesar 1.6 juta dan 92. Mobilitas Antar Pulau Mobilitas antar pulau didominasi mobilitas penduduk di Pulau Jawa. pusat pemerintahan dan pusat kegiatan sosial ekonomi lainnya. 1990.2 juta jiwa pada tahun 1980 adaa 73. Migran terbesar yang 17 . (b) Pendapatan perkapita akan rendah sehingga berpengaruh pada sektor ekonomi masyarakat. Dari 0.75% pada tahun 1980 dan 68.110) Dapat dimaklumi bahwa Pulau Jawa sebagai tujuan utama para migran.(BPS:1994.6 juta jiwa tahun 1980 dan 5. Sebagian besar migrasi menuju Sumatera.417) sedangkan jumlah penduduk mencapai 179.3 juta jiwa tahun 1990.62 % juga menuju Pulau Jawa. Melihat rasio TPAK dan Non TPAK tampaknya jauh tidak seimbang hal ini kemungkinan dapat menyebabkan masalah antara lain: (a) Produktifitas yang dihasilkan oleh sebagian kecil manusia kemungkinan bisa habis dikonsumsi sebagian besar penduduk.30).554 (Sensus PBS. Migran keluar dari Pulau Sumatera tahun 1980 sebanyak 0.247. dan sebesar 92. E. Migran dari Kalimantan sebagian besar menuju Pulau Jawa. Alternatif Pemecahan Masalah : (a) Penyediaan lapangan kerja (b) Peningkatan mutu SDM melalui pendidikan dan keterampilan.32% menuju Pulau Jawa dan pada tahun 1990 ada sebanyak 0. Berdasarkan hasil sensus tahun 1994 jumlah TPAK sebesar 19.97% menuju Pulau Jawa.5 juta ternyata yang 76. pusat pendidikan.

serta akibat proses perluasan wilayah perkotaan (Reklamasi). disusul Propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta (BPS 1994. Propinsi pengirim migran total terbesar adalah Jawa Tengah. yaitu 3. Sumatera Selatan sebagai akibat pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat.5 juta tahun 1990. pertumbuhan sarana dan prasarana jalan perkotaan. Sedang migran yang keluar dari Jawa Timur mayoritas menuju wilayah Indonesia Barat terutama Sumatera dan daerah pusat pertumbuhan ekonomi seperti Jakarta. Upaya Pencegahan: Pertumbuhan penduduk di perkotaan periode 1971-1980 jauh lebih pesat dibandingkan dengan periode 1980-1990. dari kota ke kota.masuk ke Pulau Jawa berasal dari Sumatera. Jawa Timur sebanyak 1. hal ini disebabkan pesatnya perkembangan ekonomi dengan perkembangan industri.4 juta tahun 1990.1 juta jiwa pada tahun 1980 dan 4. hal ini disebabkan periode 1971-1980 pertumbuhan ekonomi masih terpusat didaerah perkotaan. Mobilitas Penduduk dari Desa ke Kota Urbanisasi pada dasarnya adalah pertumbuhan penduduk perkotaan yang disebabkan perpindahan dari desa ke kota. Keadaan ini menunjukan bahwa pekembangan mobilitas terjadi karena peningkatan peranan lalu lintas di Pulau Jawa dan Sekitarnya termasuk Lampung. 111).6 juta pada tahun 1980 dan 2. karena Pulau Sumatera secara geografis berdekatan dengan Pulau Jawa dan sistim transportasi yang menghubungkan kedua pulau ini lebih bervariasi dan lebih banyak frekuensinya dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya. Di Jawa Timur jumlah pendatang masih didominasi migran sekitarnya terutama Jawa Tengah. Mobilitas Penduduk antar Pulau Propinsi Pola mobilitas di Jawa masih sangat besar. Permasalah yang Timbul : Pertumbuhan penduduk perkotaan selalu menunjukan peningkatan yang terus menerus. sehingga penduduk 18 .

Masalah Kepadatan Penduduk di Indonesia Dilihat dari jumlah penduduknya Indonesia termasuk negara terbesar ketiga diantara negara-negara sedang berkembang setelah Gina dan India. (BPS 1994: 18). Untuk itu diperlukan upaya peningkatan jumlah penduduk yang berminat tetap tinggal di desa.banyak pindah ke perkotaan untuk memperoleh penghidupan yang lebih layak. Sejalan dengan arah pembangunan yang diharapkan persentase penduduk perkotaan cendrung meningkat. julah penduduk pada tahun 1995 mencapai 195.46 % pada tahun 2000. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk. dari desa "desa rural" menjadi "desa urban". Pada periode 1980-1990 pemeratan pembangunan mulai terasa sampai ke daerah pedesaan. Hasil pencacahan lengkap sensus penduduk 1990. Berdasarkan sensus penduduk tahun 1990 sekitar 60% penduduk tinggal di Pulau Jawa. sehingga merangsang kegiatan ekonomi pedesaan. padahal luas Pulau Jawa hanya sekitar 7% dari seluruh wilayah 19 . penduduk Indonesia berjumlah 179.4 juta jiwa. F. Proyeksi yang diharapkan ada peningkatan dari 31. 23 September 19996). maka pola pembangunan yang beroreantasi pedesaan perlu digalakan dengan memasukan fasilitas perkotaan ke pedesaan. Dengan demikian otomatis penduduk yang tinggal didaerahnya menjadi "orang kota" daalam arti statistik (Surabaya Post. Menurut Prigno Tjiptoheriyanto upaya mempercepat proses pengembangan suatu daerah pedesaan menjdadi daerah perkotaan yang disesuaikan dengan harapan dan kemampuan masyarakat setempat. akan tetapi cendrung menciptakan lapangan pekerjaan sendiri di pedesaan.3 juta jiwa. Yang perlu diusahakan perubahan status desa itu sendiri. Guna menekan derasnya arus penduduk dari desa ke kota. Kepadatan di 27 Propinsi masih belum merata. Keadaan ini memungkinkan penduduk tidak lagi membangun daerah perkotaan.10 persen tahun 1990 menjadi 41.

G. Masalah Perkawinan dan Perceraian Perkawinan bukan merupakan komponen yang langsung mempengaruhi pertumbuhan penduduk akan tetapi mempunyai pengaruh yang cukup besar 20 . Di Pulau Sumatera naik dari 21% pada tahun 1990 menjadi 21. 1994:29). Arus perpindahan penduduk biasanya bergerak dari daerah yang agak terkebelakang pembangunannya ke daerah yang lebih maju. yaitu program transmigrasi. Permasalahan yang timbul: Ketidakseimbangan kepadatan penduduk ini mengakibatkan ketidakmerataan pembangunan baik phisik maupun non phisik yang selanjutnya mengakibatkan keinginan untuk pindah semakin tinggi.65 % pada tahun 2000 (BPS 1990:6-7). program transmigrasi sudah menunjukan hasilnya dimana penduduk yang tinggal di Pulau Jawa turun dari 60% pada tahun 1990. Sasaran utama program transmigrasi semula adalah untuk mengurangi kelebihan penduduk di Pulau Jawa.000 orang yang berhasil dipindahkan (BPS 1994:90) Walaupun demikian. Dilain pihak.7% pada tahun 2000. Tetapi ternyata jumlah penduduk yang berhasil di transmigrasikan keluar Jawa sangat kecil jumlahnya.daratan Indonesia. Pemecahan Masalah: Untuk memecahkan masalah ini dilaksanakan program pepindahan penduduk dari daerah padat ke daerah kekurangan penduduk. Pada tahun 1953 direncanakan100. Kalimantan yang memiliki 28% dari luas total. di Maluku dan Irian Jaya hanya 7 orang (BPS. diproyeksikan menjadi 57.000 penduduk. sehingga daerah yang sudah padat menjadi semakin padat. hanya dihuni oleh 5% penduduk Indonesia. sementara kepadatan per kilometer persegi di Pulau Jawa mencapai 814 orang. Sebaliknya diluar Jawa diproyeksikan akan terjadi kenaikan tahun 1990-2000. Dengan demikian kepadatan penduduk secara regional juga sangat timpang. tetapi hanya sebanyak 40.

1996 HIDUP/ MATI 1.446 6.499. Sebaliknya perceraian adalah merupalkan penghambat tingkat fertilitas karena dapat menurunkan angka kelahiran. Meningkatkan masa pendidikan. Fasilitas kesehatan Masalah yang timbul akibat perceraian meningkat adalah : 1. Pendalaman Agama.322.837 masih jauh lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah perceraian baik cerai hidup maupun cerai mati yang hanya sekitar 7. Perumahan 2. karena dengan adanya perkawinan dapat meningkatkan angka kelahiran.terhadap fertilitas.577 Sumber: BPS Jawa Timur. Konsultasi Keluarga. Nilai agama yang lemah Alternatif Pemecahan : Perkawinan 1.176. Peceraian : 1.176. Menambah masa lajang. Di Indonesia status perkawinan (kawin) masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan status perceraian hal ini dapat dilihat pada tabel berikut : JENIS KELAMIN KAWIN CERAI PRIA 25.312.904 Dari data di atas memberikan gambar bahwa jumlah perkawina baik pia maupun wanita sebesar 5.340.260 WANITA 26. Sosial Ekonomi 2. Masalah yang timbul akibat perkawinan antara lain: 1. 2.448. 2. 21 .

22 .

demografis. berikut data tentang indeks pembangunan manusia di beberapa negara di dunia. yaitu besar penduduk dan pertumbuhannya. sosial. 23 .KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN Kebijakan kependudukan adalah langkah-langkah dan program yang membantu tercapainya tujuan-tujuan ekonomi. serta perubaahan dan ciri-ciri demografisnya. dan tujuantujuan utama lain dengan cara memengaruhi variabel-variabel utama demografi. Keberadaan kebijakan kependudukan yang baik sangat penting dalam menyeimbangkan jumlah penduduk demi mencapai indeks pembangunan manusia yang optimal.

24 . Di negara-negara maju khususnya di negara barat.Di negara-negara berkembang kebijakan kependudukan sering dikaitkan dengan program KB (family planning). pemerintah justru tidak ikut campur dalam hal program KB. Hal ini sangat menunjang terhadap indeks pembangunan manusia yang tinggi. Kebijakan kependudukan yang banyak dianut saat ini adalah antinatalis yang bertujuan untuk menurunkan angka kelahiran. Secara garis besar kebijakan kependudukan berorientasi pada 2 hal yaitu pronatalis versus antinatalis. usaha KB justru diambil allih oleh pihak swasta dan cenderung dikerjakan oleh orangorang yang memiliki derajat pengetahuan tinggi karena mereka beranggapan bahwa punya banyak anak akan menghambat karieer dan pelu biaya lebih.

NGM :Canada 25 . Samosir O. Salemba empat : Jakarta 2. Negara-negara Asia selatan. Negara-negara di Asia terbagi dua dalam kebijaka kependudukannya. sedangkan kenijakan pronatalis dianut oleh negara-negara yang telah mencapai tahap dibawah level penggantian penduduk / mengalami laju pertumbuhan penduduk yang sangat rendah seperti brazil dan prancis. DAFTAR PUSTAKA 1. dan timur. Lembaga Demografi FEUI. Program-program kependudukan yang ada hanya bersifat sosial dan ekonomi atau hanya sekedar menampung akibat tindakan negatif masyarakat.umumnya diterpakan di negara berkembang seperti indonesia. Population 7 billion. afrika. 2010. timur. Moertiningsih S. Negara-negar di eropa tidak memiliki kebijaka kependudukan yang spesifik. hampir semua mengikuti kebijakan anti natalis. Akan tetapi kecenderungan ke arah antinatalis telah memasuki golongan-golongan terbatas masyarakatnya sehingga akhirnya dapat mendorong ke arah kebijakan yang anti natalis. Di timur tengah. dan amerika latin program KB belum banyak dilakasanankan seperti di Asia selatan. Dasar-dasar demografi edisi 2. National geographic. Bahkan RRC memiliki kebijakan “hanya 1 anak” setelah jumlah penduduknya mencapai 1 milyar. tenggara . Jan 2011. tenggara.

Fakultas geografi UGM : Yogyakarta 5. Kurnia. UN.com 26 . FKM USU : Medan 4. R. SR. 2003.com 6. Pengantar kuliah lingkungan hidup. Masalah kependudukan di negara indonesia. 2006. Sanusi.3. BPS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful