TUGAS MAKALAH MAHASISWA TENTANG

Pendidikan Ilmu Perkebunan (P.I.P)

DISUSUN OLEH: Kelompok I : NAMA:
AINUL YAKIN AREIF ROHMAN M. SALMAN

NIM:
: 090500056 : 090500058 : 090500068

Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Tahun Ajaran 2009/2010

2

KATA PENGANTAR
Hanya oleh karunia Tuhan Yang Maha Esa, kami bisa menyelesaikan penulisan makalah ini. Maka puja dan puji syukur kami panjatkan atas kehadirat – Nya. Makalah ini disusun dengan acuan standar isi, penyajian materi ini di disein sedemikian rupa dengan singkat agar mudah di mengerti oleh para mahasiswa tentang morfologi, syarat tumbuh, benih/asal, proses tanaman, pemeliharaan hama dan penyakit, panen, dan peluang pemasaran tanaman kopi. Makalah ini di lengkapi dengan daftar isi untuk membantu menemukan istilah yang penting. Selain itu segala keritik dan saran yang membangun senantaisa di harapkan penulis demi menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berfungsi bagi mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran tentang morfologi, syarat tumbuh, benih/asal, proses tanaman,

pemeliharaan hama dan penyakit, panen, dan peluang pemasaran tanaman kopi, khususnya dalam bidang Budidaya Tanaman Perkebunan.

Samarinda,29, SEPTEMBER, 2010

penyusun

3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PENDAHULUAN SISTEMATIK TANAMAN KOPI Morfologi Syarat Tumbuh Benih/Asal Proses Tanaman Pemeliharaan Hama dan Penyakit Panen Peluang pemasaran DAFTAR PUSTAKA .

Enzim nitrat reduktase dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi karena enzim ini dikendalikan oleh gen yang secara langsung terlibat dalam proses biosintesis protein. pendugaan daya hasil melalui ANR membutuhkan laboratorium dengan biaya yang relatif mahal. Dengan demikian. Penelitian ini bertujuan untuk mentaksir derajat keeratan hubungan antara sifat-sifat morfologi bibit dengan ANR. Di pasar dunia harga kopi arabika lebih mahal dibanding kopi robusta sehingga program pengembangan kopi melalui konversi kopi robusta menjadi kopi arabika penting untuk dilakukan dengan harapan diperoleh bibit yang berkualitas. waktu analisis yang relatif lama dan cara analisis yang relatif rumit. Namun demikian.) merupakan komoditi perkebunan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi sehingga prospektif untuk dikembangkan. . Untuk menghasilkan klon baru diperlukan waktu yang relatif lama yaitu 20-25 tahun (5 generasi secara berturutturut). yaitu jenis kopi Arabika (Coffea arabica) berasal dari Ethiopia (Afrika Timur). perlu adanya alternatif untuk memperpendek waktu seleksi dalam mendapatkan klon unggul sehingga dapat dilihat daya hasilnya dalam waktu yang relatif singkat. perlu dilakukan studi hubungan antara sifat-sifat mofologi bibit dengan ANR sehingga dapat mempermudah seleksi pembibitan tanaman kopi. Kegiatan untuk memperpendek waktu seleksi dapat dilakukan melalui aktivitas enzim nitrat reduktase. baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga diketahui sifat morfologi bibit yang mencirikan ANR sebagai penduga daya hasil.4 Pendahuluan Tanaman kopi (Coffea sp. Penyambungan (grafting) dua varietas / klon yang berbeda menjadi satu tanaman adalah cara untuk mendapatkan bibit kopi yang berkualitas baik dengan cepat dalam skala besar. Oleh karena itu. Tanaman kopi pertama kali ditanam di Jawa pada tahun 1696.

Sulawesi. Tanaman kopi jenis robusta cocok tumbuh di daerah dengan ketinggian 10-800 meter di atas permukaan air laut. SISTEMATIK TANAMAN KOPI a. akan tetapi kedua jenis tanaman kopi tersebut daunnya terserang penyakit. Cina dan Jepang. Golongan Liberica c.5 Tanaman kopi yang masuk ke Indonesia berikutnya adalah jenis kopi Liberika (Coffe liberica) yang berasal dari Afrika Barat. Golongan Arabica b. Daerah perkebunan kopi terdapat di Priangan (Jawa Barat). Morfologi Kopi ada bermacam – macam jenis tanaman kopi. dan Bengkulu (Sumatera) serta Sulawesi. Golongan Robusta . Sebaiknya kopi Arabika hanya dapat tumbuh di daerah pegunungan. yaitu: a. dan Besuki (Jawa Timur). Tanaman kopi Arabika masih banyak ditanam di daerah Bali. Palembang. Kediri. Singapura. Aljazair. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kopi juga diekspor ke beberapa negara. Oleh karena itu kopi robusta dapat tumbuh di daerah pegunungan maupun daerah dataran rendah. Belanda. Kopi jenis ini sekarang banyak ditanam di Jawa dan Sumatera. Perancis. Lampung. Malang. Jerman. sedangkan kopi Arabika cocok ditanam di daerah ketinggian 300 – 1500 meter di atas permukaan laut. yaitu: Amerika Serikat. beberapa daerah di Jawa Timur (misanya di Dataran Tinggi Ijen) dan Sumatera Utara. namun dalam garis besarnya hanya ada 3 golongan. kemudian dikembangkan tanaman kopi jenis robusta (Coffe canephora) yang berasal dari Afrika Barat.

* Bulan kering Persyaratan iklim Kopi Robusta : * Garis lintang 20o LS sampai 20o LU.500 mm/th. Sekarang ini yang paling di sukai adalah golongan Robusta. Hybride yang terkenal adalah : Bp 39 SA 13 Bp 42 SA 34 & SA 56 Hybride Robusta ini perbandingan buah basah menjadi beras. artinya dari 4/5 kg kopi buah akan menghasilkan kopi kering 1 kg. * Curah hujan 1. * Curah hujan 1. Sedangkan golongan b tidak di senangi oleh perusahaan. yakni: 10 :1.500 s/d 2. * Tinggi tempat 300 s/d 1.850 m dpl. karna perbandingan buah basah dan kering sangat rendah. Karena angin itu mempertinggi .500 m dpl. yang terakhir adalah golongan Robusta. golongan a hanya hidup dengan baik kalau di tanam di atas 1000-1700 dari permukaan laut. Syarat Tumbuh Persyaratan iklim kopi Arabika : * Garis lintang 6-9o LU sampai 24o LS. Golongan a & b dewasa ini hampir tidak ada. Sampai sekarang ini yang banyak di usahakan adalah golongan Robusta dengan segala baster (hybridehybridenya).500 mm/th. lebih-lebih dimusim kemarau. kemudian menyusul golongan Liberica. * Tinggi tempat 1250 s/d 1. maka Robusta yang asli juga hampir lenyap.500 s/d 2. adalah 4/5 : 1. * Bulan kering Pohon tanaman kopi tidak tahan terhadap goncangan angin kencang. tetapi berhubung sudah tercampur dengan bermacam – macam jenis.6 yang paling dulu di usahakan di Indonesia adalah golongan Arabica. b.

subur. Tanah Sehubungan dengan tanah ini yang penting untuk dipelajari terutama sifat fisik tanah dan sifat kimia tanah. terutama dalam pertumbuhan vegetatif. air dan udara di dalam tanah. gembur. Selain itu tanah pasir berat juga mengandung N atau zat lemas.7 penguapan mempertinggi air pada permukaan angin tanah perkebunan. Pada umumnya tanaman kopi menghendaki tanah yang lapisan atasnya dalam. sehingga merusakkan tanaman di bawahnya. Tanah yang tekstur/strukturnya baik adalah tanah yang berasal dari abu gubung berapi atau yang cukup mengandung pasir. Zat lemas sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi. menurut keadaan dari mana asal tanaman itu. Hal ini dapat dibuktikan pada pertumbuhan tanaman di tanah-tanah hutan belantara hasilnya sangat memuaskan. Selain dan penguapan. peredaran air dan udara pun menjadi jelek. dapat juga mematahkan merebahkan pohon pelindung yang tinggi. karena kurang dapat mengikat air. Sebab kecuali tanah itu sulit ditembus akar. karena dapat membusukkan perakaran. struktur. Demikian pula tanah pasir berat. yang berarti tanah yang drainasenya kurang baik dan tanah liat berat adalah tidak cocok. Tanah untuk tanaman kopi berbeda-beda. sekurangkurangnya kedalaman air tanah 3 meter dari permukaannya. dan permeable. banyak mengandung humus. atau dengan kata lain tekstur tanah harus baik. Tanah tidak menghendaki air tanah yang dangkal. pada umumnya kapasitas kelembaban kurang. karena . Sifat fisik tanah untuk pertanaman kopi Sifat fisik tanah meliputi: tekstur. Tanah yang demikian pergiliran udara dan air di dalam tanah berjalan dengan baik. Akar tanaman kopi membutuhkanoksigen yang tinggi.

karena tanaman yang berlainan kebutuhan zat makanan juga berbeda. misalnya serbuk tulang/Ca-(PO2) + Calsium metaphospat/Ca(PO2). Benih/Asal cara memilih dan memelihara biji . Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah yang dimaksud di sini ialah meliputi kesuburan tanah humus. dan PH. dapat dinetralisasi dengan kapur tohor. .8 humus banyak mengandung berbagai macam zat yang dibutuhkan untuk petumbuhan dan pembuahan. atau yang lebih tepat diberikan dalam bentuk pupuk. Maka apabila dipandang perlu tanaman ulang ini hendaknya diganti dengan tanaman yang tidak sejenis.di pilih yang baik.buah yang di pungut adalah yang masak betul . dengan catatan keadaan fisisnya baik. bahwa tanaman menghendaki tanah yang dalam. Tanah yang subur berarti banyak mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan produksi. dengan daundaun cukup ion Ca++ untuk fisiologi zat makanan dengan jumlah makanan tanaman yang cukup. Tanaman kopi menghendaki reksi yang agak asam dengan PH 5. gembur dan banyak mengandung c. Tetapi hasil yang baik sering kali diperoleh pada tanaman yang lebih asam. Sebaliknya pada tanah-tanah yang ditanami kembali (tanaman ulang = replanting) pertumbuhan dan hasilnya kurang memuaskan. Di atas telah dikemukakan.5. Hal ini tidak dapat dipisahkan dengan sifat kimia tanah.6. tidak cacat. sebab satu sama lain saling berkaitan. Pada tanah yang bereaksi lebih asam.5 . besarnya normal.

Biji yang baru dapat tumbuh 90 – 100%: sedangkan yang di simpan selama 6 bulan daya tumbuhnya menjadi 70 – 60%. . Ada pohon pelindung. sebagai berikut: 1. 2. Cara menyimpan biji dengan baik: biji dimasukan dalam karung goni. 4. Dekat perumahan dan sumber air. tempat-tempat yang akan dipergunakan sebagai persemaian sebaiknya diselidiki terlebih dahulu terhadap kemungkinan adanya infeksi penyakit dan hama. sebab bila terlalu lama daya tumbuh buahnya akan berkurang. biji-biji itu dicampur dengan bubuk arang yang di basahi: 1 kg arang. Sebaiknya penyimpanan jangan lebih dari 3 bulan. dan banyak mengandung bunga tanah. agar memudahkan pengamatan dan pemeliharaan pada musim kemarau. subur. Jadi perbandingan bubuk dengan arang 3 : 1. kulit tanduk tidak di lepas -lendir yang melekat di bersihkan.9 Buah yang di pilih: -dilepaskan kulitnya dengan tangan. Lama penyimpanan Menyimpan biji jangan terlalu lama. Proses Tanaman Persemaian biji kopi : Persyaratan tempat persemaian biji kopi. d. Terhindar dari bibit penyakit dan hama. -setelah bersih di angin-anginkan 1 atau 2 hari supaya kering. ± 150 cc air. dengan cara di cuci/menggosok permukaan biji itu dengan abu dapur. terutama dalam melakukan penyiraman. agar dapat menahan terik matahari dan percikan air hujan yang lebat. Tanah sedapat mungkin dipilih yang agak datar. ± 3 kg untuk penyimpanan lebih lama. sehingga tidak merusakkan bibit. 3.

Tingkat penyemaian biji kopi ada dua bibit tingkat. Setelah berumur 4 .4 m. Tetapi lebih baik biji kopi tersebut dilepas kulit tanduknya.8 dan dederan (pemindahan . jarak antara baris larikan yang satu dengan lainnya 5 cm. biji-biji kopi tersebut diberi pasir lagi. Setelah selesai pembenaman.000 biji kopi. sehingga mereka akan lebih cepat tumbuh dan tidak menjadi sarang penyakit.1 cm.5 cm. yaitu: tingkat dari perkecambahan. di atas bedengan yang tertutup pasir tadi diusahakan ditutup dengan lalang atau jerami yang dipotong-potong antara 0.5 . Biji dibenamkan secara berderet dalam satu baris.3. Biji yang ditaburkan bisa dengan kulit biji tanduk atau tanpa kulit tanduk. Selanjutnya pada bedengan itu dilapisi pasir setebal 5 . dan bagian perut menghadap ke bawah.10 Sehingga apabila ada bibit penyakit atau hama harus diadakan pencegahan dan pemberantasan. Pembenaman dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian teratas kelihatan rata dengan lapisan pasir. dan di atas bedengan diberi atap. Tempat perkecambahan ini harus dijaga supaya tetap lembab. semua biji dikecambahkan lebih dahulu. kemudian diadakan penyiraman dua atau tiga kali sehari. Tingkat perkecambahan biji kopi Sebelum ditanam di persemaian.000 . Untuk menjaga kelembaban biji-biji tersebut. Pada tempat perkecambahan dibentuk bedengan-bendengan dengan ukuran lebar 1. Semua biji dibenamkan pada lapisan pasir menghadap ke bawah. Sedangkan jarak antara biji dengan biji 2. Setiap 1 m bisa memuat 2. hal ini sangat tergantung pada besar kecilnya biji dan jenisnya. tipis-tipis saja. artinya bagian punggung di atas.10 cm. perkecambahan).2 m dan panjang 2.

cotyledon-cotyledon dan embrio kecil pada biji kopi membengkak dengan menghisap endosperma. melainkan harus disongkel dengan sebilah bambu atau solet. karena akar yang pertumbuhannya bengkok kurang baik. supaya akar tidak rusak. Sebelum bibit dipindahkan kepersemaian harus diseleksi bentuk perakarannya terlebih dahulu. Sedangkan di dataran tinggi yang beriklim dingin perkecambahan makan waktu 6 . Proses perkecambahan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim. tanaman menjadi kerdil. kemudian dapat dipindahkan ke persemaian atau tempat dederan. kemudian terpisah. Pertumbuhan pada tingkat demikian sering disebut "soldatje" atau serdadu. yakni cotyledon membesar sehingga endosperma dan kulit ari sobek kemudian endoscarp lepas. Selama proses perkecambahan. Selanjutnya cotyledon terangkat seolah-olah masih melekat. Kemudian mulai tumbuh lagi.4 minggu. Kecambah kopi yang dipindahkan kepersemaian harus dilakukan dengan sangat hati-hati. tumbuh sepasang keping daun yang disebut "kepel". Di dataran rendah yang beriklim panas dengan suhu 820. biji kopi tersebut akan berkecambah. Semai dalam tingkat ini sudah berumur 2 . kemudian akar kecil (radicula) dan hypocotyl tumbuh. Dederan bibit kopi Kecambah kopi yang dipindahkan dapat berupa serdadu (soldatje) atau kepel (kecambah yang kepingnya sudah membuka). selanjutnya dapat dipindahkan ke persemaiaan. Pemindahan ini tidak boleh dicabut.8 minggu.3 bulan. perkecambahan itu makan waktu 3 . . Dalam pertumbuhan soldatje itu untuk sementara berhenti tumbuh lebih kurang 1 bulan.11 minggu. Akhirnya hypocotyl muncul dari tanah dengan bentuk membungkuk dan berdiri tegak dengan mengangkat cotyledon-cotyledon yang masih tertutup oleh endosperma dan kulir ari serta endosperma.

Untuk keperluan tersebut tempat-tempat yang akan ditanami harus dibuat lubang terlebih dahulu dengan suatu alat tertentu. Kalau semua ini akan ditanam sebagai zaailing yang lebih muda. semai dalam bentuk kepelan/serdadu dapat dipindahkan. Selanjutnya pada tanah persemaian dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 1. dan tangan kanan melakukan pemadatan tanah dengan hati-hati sekali. Pupuk tersebut dapat berupa pupuk kompos.selatan. sekurang-kurangnya 9 bulan. setelah pencangkulan itu sudah bersih dari batu-batuan dan sisa-sisa kayu. misalnya bilah bambu atau tusuk.20 m dan panjang 10 m. antara 20 x 40 cm. Artinya jarak tanam 20 cm dan jarak antar baris 40 cm. Agar tanah itu strukturnya baik. Penanama harus dilakukan dengan hati-hati sekali. Biji-biji kopi yang baru akan tumbuh 90 . kemudian barulah diberi pupuk organik. Bilamana bedengan telah siap. sebab jika terlalu lama daya tumbuhnya akan menurun atau akan habis sama sekali. karena bibit akan berada dipersemaian agak lama. jarak tanamnya bisa dibuat 15 x 30 cm.100%. Jarak antara daun kepelan dengan tanah lebih kurang 3 cm. dan bedengan tersebut dibuat membujur ke arah utara . ataupun pupuk hijau dan lain sebagainya.12 Tanah persemaian dicangkul sedalam 30 cm atau lebih. jarak harus diperpanjang. Lamanya penyimpanan biji kopi: Penyimpanan biji tidak boleh terlalu lama. dengan maksud supaya akar dan batang kepelan tidak rusak.70%. sedang yang disimpan sekitar 6 bulan daya tumbuhnya 60 . Kemudian barulah bagian akar dan batang ditempelkan pada salah satu sisi lubang dengan tangan kiri. Tetapi kalau bibit tersebut akan disambung. Sebaiknya penyimpanannya jangan sampai lebih dari 3 bulan. pupuk kandang. dan yang paling baik ialah bila .

pengendalian alang-alang dapat dilakukan secara perebahan. kultur teknis.Februari. Bila kelak bibit akan ditanam pada bulan November/Desember bibit sambungan tersebut sudah berumur 4 e. mekanisme. maka jumlah biji yang akan ditaburkan adalah dua setengah kali dari rencana penanaman.  Banyaknya biji yang akan ditaburkan tentu saja harus disesuaikan dengan luas rencana penanaman. Tetapi bila bibit itu akan disambung. Dengan demikian kelak musim tanam tiba bibit sudah berumur 10-11 bulan. Penaburan biji kopi: Bibit kopi dapat ditanam setelah umur 8-9 bulan. maka baiklah bila biji itu ditaburkan pada bulan Januari . Maka penaburab biji kopi dipersemaian harus memperhatikan rencana penanaman. hal ini bila ditanam sebagai zaailing. baiklah kalau biji itu ditaburkan pada bulan Agustus. Perebahan : . Selanjutnya bibit dapat disambung pada umur satu tahun.13 penyimpanan itu dilakukan sekitar dua bulan. 1.  Kalau bibit kopi ditanam sebagai zaailing. Hal ini mengingat bahwa daya tumbuh sambungan belum tentu bisa mencapai 100%. Penyimpanan dimasukkan kedalam ruangan yang gelap dan sejuk. bulan.  Kalau bibit akan ditanam sebagai sambungan. Biji yang ditaburkan perlu diperhitungkan 2 kali lipat dari bibit yang akan ditanam. Dan pada waktu itu masih banyak biji yang segar. kimiawi dan terpadu. pemeliharaan Hama dan Penyakit Pengendalian Alang-alang (Imperata cylindrica) Menurut Balit Karet Sembawa (1996).

14 . 2.Semprot alang-alang dengan herbisida dengan model lorong. lahan siap untuk usaha tani kopi dengan tahap-tahap seperti yang telah diuraikan di atas. C. triloba. buat dua jalur tanam sedalam 5 cm. . mucunoides. . . potongan kayu atau drum. . lahan siap untuk usaha tani kopi dengan tahapan seperti yang telah diuraikan di atas. .Setelah alang-alang terkendali. Mucuna spp. dan Stylosanthes guyanensis.Penggunaan tanaman penutup tanah leguminosa (PTL).Metode ini lebih tepat untuk areal yang sudah ada tanaman pokoknya. . . kebutuhan benih 2 kg/ha. jarak antar lorong 4 m.Perebahan dapat menggunakan papan.Gunakan PTL sesuai rekomendasj untuk daerah setempat. lebar lorong 2 m. Pueraria javanica. . . 3. . Jenis-jenis PTL yang sesuai meliputi Centrosema pubescens. jarak antar alur 70 cm. . P.Dilakukan dengan pengolahan tanah.Daun dan batang alang-alang yang telah direbahkan akan kering dan mati tanpa merangsang pertumbuhan tunas dan rimpang serta dapat berfungsi sebagai mulsa.Alang-alang akan mati setelah tertutup oleh tajuk PTL. Benih dicampur pupuk SP-36 sebanyak 24 kg/ha kemudian ditaburkan di dalam alur.Apabila alang-alang sudah kering.Penebasan dapat mengurangi persaingan alang-alang dengan tanaman pokok tetapi hanya bersifat sementara dan harus sering diulangi minimum sebulan sekali.Tutup alur dengan tanah setebal 1 cm. Cara Mekanis : . Cara Kultur Teknis : .Setelah alang-alang terkendali.

Ukuran daun relatif kecil tidak mudah rontok dan memberikan cahaya diffus. .Memiliki perakaran yang dalam. . . .Naungan sementara ditanam dalam barisan dengan selang jarak 2-4 m atau mengikuti kontur.Memiliki percabangan yang mudah diatur.Rebahkan alang-alang yang sudah mati dan kering.Jenis tanaman penaung sementara yang banyak dipakai adalah Moghania macrophylla (Flemingia congesta). Tephrosia spp.Untuk komplek-komplek nematoda dipakai Crotalaria. . . . Penaung Tetap Tanaman Kopi .Termasuk leguminosa dan berumur panjang dan berumur panjang. Penaung Sementara Tanaman Kopi .Menghasilkan banyak bahan organik. .Tanam tanaman semusim dengan cara tugal sebagai pre-cropping.Bersamaan dengan itu lahan siap ditanami tanaman penaung dan tanaman kopi dengan tahap-tahap seperti telah diuraikan. Crotalaria spp. . .Semprot alang-alang yang sedang tumbuh aktif dengan herbisida sistemik. .Moghania cocok untuk tinggi tempat 700 m dpl ke bawah.15 Pengendalian Secara Terpadu (Pengolahan Tanah Minimum dan Penggunaan Herbisida) . Syarat-syarat Pohon Penaung .Untuk daerah 1. Penanaman Penaung Tanaman Kopi Ditanami minimal satu tahun sebelum penanaman tanaman kopi.Tidak menjadi inang hama-penyakit kopi.000 m dpl ke atas sebaiknya dipakai Tephrosia atau Crotalaria. .

sedangkan arabika pada umur 2. seperti banyak dijumpai di Timor-Timur.000-1.Sengon digunakan pada daerah kering dan tinggi (1.. Tanaman kopi yang terawat dengan baik dapat mulai berproduksi pada umur 2. jika usianya sudah produktif. Gliricidia dan cemara (Casuarina). berwarna kuning ketika setengah masak dan .3 tahun tergantung dari lingkungan dan jenisnya. Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. bila tanaman kopi dipelihara secara intensif dapat mencapai hasil 20 kuintal kopi beras/ha/tahun.Cemara banyak digunakan di Irian Jaya dan Timor-Timur untuk daerah tinggi di atas 1.Pohon penaung tetap yang banyak dipakai di Indonesia adalah lamtoro (Leucaena spp).500 m dpl). dadap (Erythrina sp). harus dilakukan secara benar dan proses pasca panen harus juga mengikuti Standar standar yang baik.5 m. sengon (Albizia sp). setelah besar secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 4 m x 5 m. Pada umur puncak tersebut produksi kopi dapat mencapai 9 .5 . . Kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda. f.7 kuintal kopi beras/ha/tahun untuk kopi arabika..9 tahun.Lamtoro tidak berbiji dapat diperbanyak dengan cangkokan atau okulasi. .5 tahun.15 kuintal kopi beras/ha/tahun untuk kopi robusta dan 5 .5 . sehingga kopi yang dihasilkan tetap punya kualitas tersendiri. Namun demikian.500 m dpl. Ditanam dengan jarak 2 m x 2. Panen Pemanenan Kopi . 1. Jumlah kopi yang dipetik pada panen pertama relatif masih sedikit dan semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya umur tanaman sampai mencapai puncaknya pada umur 7 . Ukuran kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah. .16 . Tanaman kopi robusta dapat berproduksi mulai dari 2. ditanam dengan jarak 2 m x 2.5 m kemudian setelah besar secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 10 m x 10 m.3 tahun.

berlubang dan terserang hama/penyakit).17 berwarna merah saat masak penuh dan menjadi kehitam-hitaman setelah masak penuh terlampaui (over ripe). Secara racutan/rampasan merupakan pemetikan terhadap semua buah kopi yang masih hijau. agar diperoleh biji kopi HS kering dengan tampilan yang bagus. Hal yang harus dihindari adalah menyimpan buah kopi di dalam karung plastik atau sak selama lebih dari 12 jam. Tanaman kopi tidak berbunga serentak dalam setahun. Proses Pasca Panen Sortasi a. Sedangkan kandungan lendir pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi. biasanya pada pemanenan akhir. Kotoran seperti daun. bernas. Sedangkan buah campuran hijau. karena akan menyebabkan pra-fermentasi sehingga aroma dan citarasa biji kopi menjadi kurang baik dan berbau busuk (fermented). 2. tidak berlendir dan rasanya tidak manis karena senyawa gula masih belum terbentuk maksimal. Sortasi buah dilakukan untuk memisahkan buah yang superior (masak. Pemetikan selektif dilakukan terhadap buah masak. Buah kopi yang masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis. pecah. . tanah dan kerikil harus dibuang. Sebaliknya daging buah muda sedikit keras. b. 3. seragam) dari buah inferior (cacat. ranting. merah diolah dengan cara pengolahan kering. b. karena itu ada beberapa cara pemetikan : a. Pemetikan setengah selektif dilakukan terhadap dompolan buah masak. Secara lelesan dilakukan terhadap buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan. hitam.kuning. c. Kematangan buah kopi juga dapat dilihat dari kekerasan dan komponen senyawa gula di dalam daging buah. c. karena dapat merusak mesin pengupas. d. Biji merah (superior) diolah dengan metoda pengolahan basah atau semi-basah.

Apabila udara tidak cerah pengeringan dapat menggunakan alat pengering mekanis. b. 1. Air dialirkan kedalam silinder bersamaan dengan buah yang akan dikupas. 2. d. dan hummermill. Pengeringan dengan mesin pengering tidak diharuskan karena membutuhkan biaya mahal. Pengeringan a. Pengupasan Kulit Buah Pengupasan kulit buah dilakukan dengan menggunakan alat dan mesin pengupas kulit buah (pulper). mudah dilakukan. b. Kopi dikatakan kering apabila waktu diaduk terdengar bunyi gemerisik. Pulper dapat dipilih dari bahan dasar yang terbuat dari kayu atau metal. kulit tanduk dan kulit arinya. Hulling dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas (huller). kemudian dikeringkan. Sebaiknya buah kopi dipisahkan atas dasar ukuran sebelum dikupas. Pengupasan kulit ( Hulling) a. Kopi yang sudah di petik dan disortasi harus sesegera mungkin dikeringkan agar tidak mengalami proses kimia yang bisa menurunkan mutu. peralatan sederhana dan dapat dilakukan di rumah petani.5 % e. huller dengan pengerak motor. c. Tidak dianjurkan untuk mengupas kulit dengan cara menumbuk karena mengakibatkan banyak biji yang pecah. Hulling pada pengolahan kering bertujuan untuk memisahkan biji kopi dari kulit buah. Tuntaskan pengeringan sampai kadar air mencapai maksimal 12.18 Pengolahan Cara kering Metoda pengolahan cara kering banyak dilakukan mengingat kapasitas olah kecil. Beberapa petani mempunyai kebiasaan merebus kopi gelondang lalu dikupas kulitnya. Kebiasaan merebus kopi gelondong lalu dikupas kulit harus dihindari karena dapat merusak kandungan zat kimia dalam biji kopi sehingga menurunkan mutu. Pengolahan Cara Basah (Fully Washed) Tahapan pengolahan kopi cara basah dapat dilihat pada skema berikut : a. . Pengeringan memerlukan waktu 2-3 minggu dengan cara dijemur f. Beberapa tipe huller sederhana yang sering digunakan adalah huller putar tangan (manual).

atau fermentasi cara kering dengan cara menyimpan biji kopi HS basah di dalam wadah plastik yang bersih dengan lubang penutup dibagian bawah atau dengan menumpuk biji kopi HS di dalam bak semen dan ditutup dengan karung goni. Fermentasi ini dapat dilakukan secara basah dengan merendam biji kopi dalam genangan air. untuk mencapai kadar air 15 -17 %. Untuk kapasitas kecil. d. Pencucian bertujuan menghilangkan sisa lendir hasil fermentasi yang menempel di kulit tanduk. Profil lantai jemur dibuat miring lebih kurang 5 – 7 o dengan sudut pertemuan di bagian tengah lantai. 4. 2. Selain itu. 3) Penjemuran merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk pengeringan biji kopi. fermentasi mengurangi rasa pahit dan mendorong terbentuknya kesan “mild” pada citarasa seduhan kopi arabika. Pada areal kopi Arabika. Agar fermentasi berlangsung merata. 4) Ketebalan hamparan biji kopi HS dalam penjemuran sebaiknya 6 – 10 cm lapisan biji.19 b. Akhir fermentasi ditandai dengan meluruhnya lapisan lendir yang menyelimuti kulit tanduk. sedangkan kapasitas besar perlu dibantu mesin.5 %. 3. Pembalikan dilakukan setiap jam pada waktu kopi masih basah. dan kelembaban lingkungan serta ketebalan tumpukan kopi di dalam bak. . yang umumnya didataran tinggi. biji kopi HS relatif aman dikemas dalam karung dan disimpan dalam gudang pada kondisi lingkungan tropis. Waktu fermentasi berkisar antara 12 sampai 36 jam. c. Pengeringan 1) Pengeringan bertujuan mengurangi kandungan air biji kopi HS dari 60 – 65 % menjadi maksimum 12. waktu penjemuran dapat berlangsung 2 – 3 minggu. mekanis. pembalikan dilakukan minimal satu kali dalam sehari. Lama fermentasi bervariasi tergantung pada jenis kopi. Pengeringan dengan cara ini sebaiknya dilakukan secara berkelompok karena membutuhkan peralatan dan investasi yang cukup besar dan tenaga pelaksana yang terlatih. Fermentasi umumnya dilakukan untuk pengolahan kopi Arabika. 2) Pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran. 5) Pengeringan mekanis dapat dilakukan jika cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan penjemuran. Penjemuran dapat dilakukan di atas para-para atau lantai jemur. bertujuan untuk meluruhkan lapisan lendir yang ada dipermukaan kulit tanduk biji kopi. suhu. Pencucian 1. 2. pencucian dikerjakan secara manual di dalam bak atau ember. dan kombinasi keduanya. Fermentasi 1. Pada kadar air ini.

karena jika terlalu lama maka warna permukaan biji kopi cenderung menjadi kecoklatan Untuk kopi Robusta dibutuhkan waktu 20-24 jam untuk mencapai kadar air 12. Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.5 %.5 %. dilanjutkan dengan tahap kedua. 3) Sebelum dimasukkan ke mesin pengupas (huller).5 %. 6) Proses pengeringan kombinasi dilakukan dalam dua tahap. yaitu dengan menggunakan mesin pengering. Penggunaan suhu tinggi di atas 600 C untuk pengeringan kopi Arabika harus dihindari karena dapat merusak citarasanya. Cara pengolahan tersebut menghasilkan kopi dengan citarasa yang sangat khas. e. Pengupasan kulit kopi HS 1) Pengupasan dimaksudkan untuk memisahkan biji kopi dari kulit tanduk yang menghasilkan biji kopi beras. biji kopi hasil pengeringan didinginkan terlebih dahulu (tempering) selama minimum 24 jam. Tahap pertama adalah penjemuran untuk menurunkan kadar air biji kopi sampai 20 – 25 %. Proses cara semi-basah juga dapat diterapkan untuk kopi Robusta. Kopi Arabika cara semi-basah biasanya memiliki tingkat keasaman lebih rendah dengan body lebih kuat dibanding dengan kopi olah basah penuh. maka untuk mencapai kadar air 12. Secara umum kopi yang diolah secara semi-basah mutunya sangat baik.5% diperlukan waktu pengeringan dengan mesin pengering selama 24 – 36 jam dengan suhu 45-50 0C. dan berbeda dengan kopi yang diolah secaara basah penuh (WP). dibutuhkan waktu 72 jam untuk mencapai kadar air 12. (pemanasan yang lebih singkat). biasanya diawali dengan suhu lebih tinggi. Pengolahan Cara Semi Basah (Semi Washed Process) Pengolahan secara semi basah saat ini banyak diterapkan oleh petani kopi arabika di NAD.20 Dengan mengoperasikan pengering mekanis secara terus menerus siang dan malam dengan suhu 45 – 500 C. Ciri khas kopi yang diolah secara semi-basah ini adalah berwarna gelap dengan fisik kopi agak melengkung. Sedangkan untuk kopi Robusta. Proses pengolahan secara semi-basah lebih singkat dibandingkan . yaitu sampai 90 – 1000C dengan waktu 20 – 24 jam untuk mencapai kadar air maksimum 12. 2) Pengupasan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas (huller). Apabila biji kopi sudah dijemur terlebih dahulu hingga mencapai kadar air 20 – 25 %.

c. Setelah difermentasi semalam kopi HS dicuci secara manual atau menggunakan mesin pencuci (washer). Untuk memudahkan proses pencucian. campuran kulit minuman) beberapa tipe pulper memerlukan air untuk membantu proses pengupasan c. Pengupasan kulit tanduk/cangkang Pengupasan kulit tanduk/cangkang pada kondisi biji kopi masih relatif basah dapat dilakukan dengan menggunakan huller yang didisain . b. Proses fermentasi dilakukan secara kering dalam wadah karung plastik atau tempat dari plastik yang bersih. yaitu : 1. Pengeringan awal a.21 dengan pengolahan secara basah penuh. yaitu secara manual dan menggunakan air untuk memisahkan buah yang diserang hama. 4. c. Pengupasan dapan menggunakan pulper dari kayu atau metal. Jarak silinder dengan silinder pengupas perlu diatur agar diperoleh hasil kupasan yang baik (utuh. biji kopi HS perlu difermentasi selama semalam atau lebih. Untuk dapat dikupas dengan baik. b. d. proses fermentasi dapat dilalui. buah kopi harus tepat masak (merah) dan dilakukan sortasi buah sebelum dikupas. Pengupasan kulit buah a. 3. Fermentasi dan Pencucian a. Biji HS dibersihkan dari kotoran kulit dan lainnya sebelum difermentasi. dengan tebal lapisan kopi kurang dari 3 cm (biasanya hanya satu lapis) dengan alas dari terpal atau lantai semen. Jaga kebersihan kopi selama pengeringan. Biji kopi dibalik-balik setiap ± 1 jam agar tingkat kekeringannya seragam. b. Proses pengupasan kulit buah (pulp) sama dengan pada cara basah-penuh. maka harus mengikuti prosedur pengolahan yang tepat. Pengeringan awal dimaksudkan untuk mencapai kondisi tingkat kekeringan tertentu dari bagian kulit tanduk/cangkang agar mudah dikupas walaupun kondisi biji masih relatif basah. Apabila digunakan alat-mesin pencuci lendir. Untuk dapat menghasilkan biji kopi hasil olah semi-basah yang baik. 2. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran selama 1-2 hari sampai kadar air mencapai sekitar ± 40 %.

Aturan tebal hamparan biji kopi kurang dari 5 cm. 5. Sortasi Kopi Beras . karna porsi kulit tersebut mudah dipisahkan dengan tiupan udara (aspirasi) setalah kopi dikeringkan d. Pastikan kondisi huller bersih. agar sisa-sisa kopi dan kulit yang masih basah tidak tertinggal dan berjamur di dalam mesin. aflatoksin dll) e. Hindari penjemuran langsung diatas permukaan tanah. Biji kopi labu yang keluar harus segera dikeringkan. gunakan alas pelastik atau terpal atau latai semen. berfungsi normal dan bebas dari bahan-bahan yang dapat mengkonyimasi kopi sebelum digunakan b. Lakukan pengupasan sesaat setelah pengeringan/penjemuran awal kopi HS. Hal tersebut tidak begitu masalah. Atur aturan huller dan aliran bahan kopi agar diperoleh proses pengupasan yang optimum.22 khusus untuk proses tersebut. karena akan rusak akibat dari serangan jamur. Bersihkan huller setelah digunakan. d. Balik-balik massa kopi agar proses pengeringan seragam dan lebih cepat. Tuntaskan proses pengeringan sampai dicapai kadar air biji 11-12% biasanya diperlukan waktu 3-5 hari dalam kondisi normal e. Hindari penyimpanan biji kopi yang belum kering dalam waktu yang lebih dari 12 jam. Apabila sudah bermalam sebelum dikupas kopi HS harus dijemur lagi sesaat sampai kulip cukup kering kembali c. Pengeringan biji kopi labu a. Agar kulit dapat dikupas maka kondisi kulit harus cukup kering walaupun kondisi biji yang ada didalamnya masih basah: a. Sejumlah tertentu porsi kulit masih terikut bersama biji kopi labu yang keluar dari lubang keluaran biji. hindari penyimpanan biji kopi yang masih basah karena akan terserang jamur yang dapat merusak biji kopi baik secara fisik atau citarasa. c. Keringkan biji kopi labu hasil pengupasan dengan penjemuran atau menggunakan mesin pengering mekanis b. serta dapat terkontiminasi oleh mikotoksin (okhtratoksin A.

dll) dan faktor-faktor lain yang dapat merusak kopi f. Monitor kondisi biji selama disimpan terhadap kondisi kadar airnya. Sortasi ukuran dapat dilakukan dengan ayakan mekanis maupun dengan manual. Sortasi dilakukan untuk memisahkan biji kopi dari kotoran-kotoran non kopi seperti serpihan daun. Karung diberi label yang menunjukkan jenis mutu dan identitas produsen. c.23 a. kelembaban relatif dan kebersihan gudang. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penggudangan adalah: kadar air. keamanan terhadap organisme gangguan (tikus. serangga. Kemas biji kopi dengan menggunakan karung yang bersih dan baik. serta diberi label sesuai dengan ketentuan SNI 01-2907-1999. Cat untuk label menggunakan pelarut non minyak. Biji kopi beras juga harus disortasi secara fisik atas dasar ukuran dan cacat biji. bebas dari bau asing dan kontaminasi lainnya b. Atur tumpukan karung kopi diatas landasan kayu dan beri batas dengan dinding e. Pisahkan bijibiji kopi cacat agar diperoleh massa biji dengan nilai cacat sesuai dengan ketentuan SNI 01-2907-1999 3. Simpan tumpukan kopi dalam gudang yang bersih. Peluang Pemasaran . jamur. Kelembaban ruangan gudang sebaiknya 70 %. kayu atau kulit kopi. g. c. g. b.7 Pengemasan dan Penggudangan a. Gunakan karung yang bersih dan jauhkan dari bau-bau asing d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful