Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat.[1] Masyarakat mempercayai, mengakui dan menyerahkan kepada guru untuk mendidik tunas-tunas muda dan membantu mengembangkan potensinya secara professional. Kepercayaan, keyakinan, dan penerimaan ini merupakan substansi dari pengakuan masyarakat terhadap profesi guru. Implikasi dari pengakuan tersebut mensyaratkan guru harus memiliki kualitas yang memadai. Tidak hanya pada tataran normatif saja namun mampu mengembangkan pendidikan. Hal tersebut lantaran guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek “guru” dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional. A. Pengertian Supervisi Konsep supervisi modern dirumuskan oleh Kimball Wiles (1967) sebagai berikut : “Supervision is assistance in the devolepment of a better teaching kompetensi yang dimiliki, baik kompetensi personal, professional, maupun kemasyarakatan dalam selubung aktualisasi kebijakan

learning situation”. Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. Rumusan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal, material, technique, method, teacher, student, and environment). Situasi belajar inilah yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervisi. Dengan demikian layanan supervisi tersebut mencakup seluruh aspek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Konsep supervisi tidak bisa disamakan dengan inspeksi, inspeksi lebih menekankan kepada kekuasaan dan bersifat otoriter, sedangkan supervisi lebih menekankan kepada persahabatan yang dilandasi oleh pemberian pelayanan dan kerjasama yang lebih baik diantara guru-guru, karena bersifat demokratis. Istilah supervisi pendidikan dapat dijelaskan baik menurut asal usul 1) (etimologi), Etimologi Istilah supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor. 2) Morfologis Supervisi dapat dijelaskan menurut bentuk perkataannya. Supervisi terdiri dari dua kata.Super berarti atas, lebih. Visi berarti lihat, tilik, awasi. Seorang supervisor memang mempunyai posisi diatas atau mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang disupervisinya. 3) Semantik Pada hakekatnya isi yang terandung dalam definisi yang rumusanya tentang sesuatu tergantung dari orang yang mendefinisikan. Wiles secara singkat telah merumuskan supervisi sebagai bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi mengajar belajar agar lebih baik. Adam dan Dickey merumuskan perbaikan kepada pelayanan khususnya menyangkut (1994) proses belajar staf mengajar. agar Sedangkan mereka Depdiknas bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik).

merumuskan supervisi sebagai berikut : “ Pembinaan yang diberikan seluruh sekolah dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik “. Dengan demikian, supervisi ditujukan kepada penciptaan atau

Untuk itu guru harus memiliki yakni : 1) kemampuan personal. maka layanan dan aktivitas Karena kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Atas dasar uraian diatas. semua bangsa berusaha untuk meningkatkan sumber daya manusia. b. Namun yang menjadi sasaran supervisi diartikan pula pembinaan guru. Untuk itu ada dua hal (aspek) yang perlu diperhatikan : a. akses informasi sangat cepat dan persaingan hidup semakin ketat. 2) kemampuan profesional 3) kemampuan sosial (Depdiknas. Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Guru dengan Supervisi Di abad sekarang ini. Supervisi dapat kita artikan sebagai pembinaan. pegawai tata usaha.[1] A. dana dan sarana dan prasarana. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar Hal-hal yang menunjang kegiatan belajar mengajar aspek utama adalah guru.[2] Guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial. 1982). guru. kepala sekolah. Termasuk sumber daya pendidikan. dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar. Yang termasuk dalam sumber daya pendidikan yaitu ketenagaan. Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru tersebut pula “Pembinaan profesional guru“ yakni pembinaan yang lebih diarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru. Sedangkan sasaran pembinaan tersebut bisa untuk kepala sekolah. yaitu era globalisasi dimana semuanya serba digital. sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek “guru” dan tenaga kependidikan . maka pengertian supervisi dapat dirumuskan sebagai berikut “ serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor ( Pengawas sekolah.pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Hanya manusia yang mempunyai sumber daya unggul dapat bersaing dan mempertahankan diri dari dampak persaingan global yang ketat.

Itulah sebabnya guru perlu belajar terus menerus. Sejak dini pengalaman belajar dan kegiatan belajar-mengajar harus daingkat dari isi kebudayaan yang hidup di masyarakat itu. Peningkatan sumber daya guru bisa dilaksanakan dengan bantuan supervisor.lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional. maka sumber air itu akan kering. yaitu orang ataupun instansi yang melaksanakan kegiatan supervisi terhadap guru. Demikianlah bila seorang guru tidak pernah membaca informasi yang baru. jabatan guru diumpamakan dengan sebatang pohon buahbuahan. Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan output pendidikan berkualitas. Baik itu pertumbuhan pribadi guru maupun pertumbuhan profesi guru. Sekolah bertugas untuk mengkoordinasi semua usaha dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang dicita-citakan. perlunya supervisi berakar mendalam dalam kebutuhan masyarakat dengan latar belakang sebagai berikut : Latar Belakang Kultural Pendidikan berakar dari budaya arif lokal setempat. tidak menambah ilmu pengetahuan tentang apa yang diajarkan. maka ia tidak mungkin memberi ilmu dan pengetahuan dengan cara yang lebih menyegarkan kepada peserta didik. Perlunya bantuan supervisi terhadap guru berakar mendalam dalam kehidupan masyarakat. Ada dua metafora untuk menggambarkan pentingnya pengembangan sumber daya guru. jabatan guru diumpamakan dengan sumber air. bila akar induk pohon tidak menyerap zat-zat makanan yang berguna bagi pertumbuhan pohon itu. agar sungai itu dapat mengalirkan air terus-menerus. membaca informasi terbaru dan mengembangkan ide-ide kreatif dalam pembelajaran agar suasana belajar mengajar menggairahkan dan menyenangkan baik bagi guru apalagi bagi peserta didik. Begitu juga dengan jabatan guru yang perlu bertumbuh dan berkembang. Swearingen mengungkapkan latar belakang 1. 2. Pertama. Kedua. Latar Belakang Filosofis . Pohon itu tidak akan berbuah lebat. Bila tidak. Sumber air itu harus terus menerus bertambah.

Latar Belakang Sosial Seorang supervisor dalam melakukan tanggung jawabnya harus mampu mengembangkan potensi kreativitas dari orang yang dibina melalui cara mengikutsertakan orang lain untuk berpartisipasi bersama. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. merawat dan menstimulasi pertumbuhan jabatan guru. 5. supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data. Permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi di lingkungan pendidikan dasar adalah bagaimana cara mengubah pola pikir yang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif. Latar Belakang Psikologis Secara psikologis supervisi itu berakar mendalam pada pengalaman manusia. Untuk itu. 3. Latar Belakang Sosiologis Secara sosiologis perubahan masyarakat punya dampak terhadap tata nilai. 6. Supervisi harus bersumber pada kondisi masyarakat. yaitu sikap yang menciptakan situasi dan relasi di mana guru-guru merasa aman dan diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. fakta yang objektif (Sahertian. Latar Belakang Pertumbuhan Jabatan Supervisi bertugas memelihara. Diharapkan guru menjadi semakin professional dalam mengemban amanat jabatannya dan dapat meningkatkan posisi tawar guru di masyarakat dan pemerintah. Tugas supervisi ialah menciptakan suasana sekolah yang penuh kehangatan sehingga setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri. bahwa guru punya peranan utama dalam pembentukan harkat dan martabat manusia. Supervisor bertugas menukar ide dan pengalaman tentang mensikapi perubahan tata nilai dalam masyarakat secara arif dan bijaksana. 2000:20). Supandi (1986:252). 1. menyatakan bahwa ada dua hal yang mendasari pentingnya supervisi dalam proses pendidikan. Perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur maupun . 4.Suatu system pendidikan yang berhasil guna dan berdaya guna bila ia berakar mendalam pada nilai-nilai filosofis pandangan hidup suatu bangsa.

fungsi kurikulum. yaitu tidak lengkapnya informasi yang diterima. Kegiatan supervisi pengajaran merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Namun demikian. masyarakat yang tidak mau membantu. Dengan demikian. khusus dalam memenuhi pengembangan khususnya pengembangan Pengembangan personal dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pelaksanaan kegiatan supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam memberikan pembinaan kepada guru. Banyak hal sering menghambat. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggung jawab pegawai sendiri dan dilaksanakan secara mandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. keterampilan menerapkan metode yang masih harus ditingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Pengembangan merupakan upaya personel. yang pegawai atau karyawan suatu senantiasa organisasi. guru dan Kepala Sekolah yang melaksanakan kebijakan pendidikan di tingkat paling mendasar tuntutan kurikulum. Oleh karena kegiatan supervisi dipandang perlu untuk memperbaiki kinerja guru dalam proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa guru-guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana secara baik. percobaan suatu metode mengajar. . melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. tugas belajar. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. 2. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. loka karya dan sejenisnya. Pengembangan formal menjadi tanggung jawab lembaga bersangkutan melalui penataran. Pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus-menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Hal tersebut karena proses belajarmengajar yang dilaksakan guru merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. dan lain sebagainya. yang terus-menerus dalam memerlukan bantuan-bantuan pendidikan. upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus.

Supervsi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru-guru. Gugus Sekolah adalah gabungan dari beberapa sekolah terdekat. dan . Dalam prosesnya. mengatur kegiatan kelas apabila guru tidak hadir. Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh Pengawas Sekolah yang bertugas di suatu Gugus Sekolah. biasanya terdiri atas 5-8 Sekolah Dasar. di antaranya administrasi sekolah. dan mengatur disiplin dan tata tertib kelas. 1) 2) 3) Bidang Akademik. mencakup kegiatan: mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru. meningkatkan perbaikan mengajar. mengatur pelaksanaan evaluasi belajar. meliputi: a. mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa. yakni: 1. menentukan norma penilaian. Guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencana pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru. mengatur pelaksanaan penyusunan model satuan pembelajaran. mengatur jadwal pelajaran. yakni Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG terdiri atas APKG 1 (untuk menilai Rencana Pembelajaran yang dibuat guru) dan APKG 2 (untuk menilai pelaksanaan proses pembelajaran) yang dilakukan guru. Supervisi yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolah dan guru-guru untuk meningkatkan kinerja. Hal-hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervisi untuk memantau kinerja kepala sekolah. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 9) b. Bidang Kesiswaan. 2. mencakup kegiatan: menyusun program tahunan dan semester. kepala sekolah menggunakan leembar observasi yang sudah dibakukan.Secara umum ada 2 (dua) kegiatan yang termasuk dalam kategori supevisi pengajaran. Saat kegiatan supervisi berlangsung. mengelola layanan bimbingan dan konseling. kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. Secara rutin dan terjadwal Kepala Sekolah melaksanakan kegiatan supervisi kepada guru-guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang dilaksanakan. menentukan norma kenaikan kelas.

1) 2) 3) 4) 5) d. mencakup kegiatan: kerjasama sekolah dengan orangtua siswa. d. e. Penggunaan program semester Penggunaan rencana pembelajaran Penyusunan rencana harian Program dan pelaksanaan evaluasi Kumpulan soal Buku pekerjaan siswa . layanan perpustakaan dan laboratorium. dan mutasi guru. kerjasama sekolah dengan lembaga-lembaga terkait. mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru. gaji. keindahan dan kebersihan kelas. dan mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku. mencakup kegiatan: menyiapkan rencana anggaran dan belanja sekolah. kerjasama sekolah dengan Komite Sekolah. f. dan perbaikan kelengkapan kelas. mencakup kegiatan: penyediaan dan seleksi buku pegangan guru. mengalokasikan dana untuk kegiatan sekolah. 1) 2) 3) 4) mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler. 1) 2) 3) 4) 5) 6) f. b. Bidang Personalia. Bidang Keuangan. mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah. hal-hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus dikerjakan guru.4) c. mengajukan kenaikan pangkat. kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah. mencakup kegiatan: mengatur pembagian tugas guru. Sedangkan ketika mensupervisi guru. 1) 2) 3) 4) e. mengatur program kesejahteraan guru. c. dan kerjasama sekolah dengan masyarakat sekitar (Depdiknas 1997). Bidang Sarana dan Prasarana. Bidang Hubungan Masyarakat. penggunaan alat peraga. dan mencatat masalah atau keluhan-keluhan guru. diantaranya : a.

Guru yang profesional adalah mereka yang memiliki kemampuan profesional dengan berbagai kapasitasnya sebagai pendidik. Guru profesional memiliki pengalaman mengajar. sedangkan kemampuan dirinya mengalami stagnasi. Profesionalisme Guru Profesionalisme menjadi tuntutan dari setiap pekerjaan. serta kelima. Keempat. kemampuan profesional (professional capacity). jenjang pendidikan. serta pelatihan. Guru yang profesional amat berarti bagi pembentukan sekolah unggulan. sebagaimana terukur dari masa jabatan. terukur Kedua. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional (teacher’s time). kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya (link and match). Studi yang dilakukan oleh Ace Suryani menunjukkan bahwa Guru yang bermutu dapat diukur dengan lima indikator.g. pengalaman mengajar serta lainnya. jabatan dan golongan. efforts). bisa jadi profesi mengajarnya berubah menjadi sambilan. h. sebagaimana terukur dari mata pelajaran yang diampu. honor atau penghasilan rutinnya. Buku daftar nilai Buku analisis hasil evaluasi Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program Bimbingan dan Konseling Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler A. Apalagi profesi guru yang sehari-hari menangani benda hidup yang berupa anak-anak atau siswa dengan berbagai karakteristik yang masing-masing tidak sama. j. k. dan bilamana kerja sambilan ini sukses. i. Ketiga. yaitu: pertama. apakah telah sesuai dengan spesialisasinya atau tidak. tingkat kesejahteraan (prosperiousity) sebagaimana terukur dari upah. kapasitas intelektual. sebagaimana terukur dari ijazah. Tingkat kesejahteraan yang rendah bisa mendorong seorang pendidik untuk melakukan kerja sambilan. (professional sebagaimana pengabdian dan penelitian. Pekerjaaan sebagai guru menjadi lebih berat tatkala menyangkut peningkatan kemampuan anak didiknya. dari upaya kegiatan profesional mengajar. .

Terjadi ketidaksiapan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar ketika guru tidak memahami tujuan umum pendidikan. Guru hanya sebagai penyampai materi yang berupa faktafakta kering yang tidak bermakna karena guru menang belajar lebih dulu semalam daripada siswanya. Banyak kegiatan belajar mengajar yang tidak sesuai dengan tujuan umum pendidikan yang menyangkut kebutuhan siswa dalam belajar.[3] Dewasa ini banyak guru. Jarang pula yang secara rutin pergi ke perpustakaan untuk melihat perkembangan ilmu pengetahuan. Guru menganggap siswa hanya sebagai pendengar setia yang tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai dengan kemampuannya. keperluan masyarakat terhadap sekolah dan mata pelajaran yang dipelajari. ketaqwaan. dalam disiplin. kemampuan manajerial. Banyak guru enggan meningkatkan kualitas pribadinya dengan kebiasaan membaca untuk memperluas wawasan. keimanan. wawasan dan kependidikan yang luas. kreatif. trampil. yang penting demi menggugurkan kewajiban. Suatu proporsi yang sangat tidak relevan dengan keadaan dan kebutuhan siswa. potensi.moral. memiliki keterbukaan profesional karakteristik masalah perkembangan peserta didik. Guru memasuki kelas tidak mengetahui tujuan yang pasti. memahami tanggungjawab. Idealisme menjadi luntur ketika yang dihadapi ternyata masih anak-anak dan kalah dalam pengalaman. Kebiasaan membeli buku menjadi suatu kebiasaan yang mustahil dilakukan karena guru sudah merasa puas mengajar dengan menggunakan LKS ( Lembar Kegiatan Siswa ) yang berupa soal serta sedikit ringkasan materi. Seringkali kesejahteraan yang kurang atau gaji yang rendah menjadi alasan bagi sebagian guru untuk menyepelekan tugas utama yaitu mengajar sekaligus mendidik siswa. mampu mengembangkan rencana studi dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum. . dengan berbagai alasan dan latar belakangnya menjadi sangat sibuk sehingga tidak jarang yang mengingat terhadap tujuan pendidikan yang menjadi kewajiban dan tugas pokok mereka. Bahkan ada yang mempunyai kebiasaan mengajar yang kurang baik yaitu tiga perempat jam pelajaran untuk basa-basi bukan apersepsi dan seperempat jam untuk mengajar.

buku-buku pelajaran diperpustakaan dimakan rayap. globe atau bola dunia dibiarkan berkarat tidak pernah tersentuh. Yang sering dijumpai adalah sudah ada sarana tetapi tidak dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya. . konsentrasi guru dalam mengajar akan lebih banyak tercurah untuk siswa. Media pengajaran yang sudah ada jangan dibiarkan rusak atau berkarat gara-gara disimpan. Ini adalah realita dilapangan yang patut disesalkan. Apabila tingkat kesejahteraan diperhatikan.Dapat dilihat daftar pengunjung di perpustakaan sekolah maupun di perpustakaan umum. penemuanpenemuan baru tidak menarik untuk dibaca dan tidak menarik perhatian. Lebih banyak pengunjung yang berseragam sekolah daripada berseragam PSH. Sedangkan berita-berita mengenai pendidikan. Sarana dan prasarana penunjang pelajaran yang kurang memadai. Anggaran pendidikan minimal 20 % harus dilaksanakan dan diperjuangkan unutk ditambah karena pendidikan menyangkut kelangsungan hidup suatu bangsa. Tingkat kesejahteraan guru yang kurang mengakibatkan banyak guru yang malas untuk berprestasi karena disibukkan mencari tambahan kebutuhan hidup yang semakin berat. Tetapi hal ini tidak bisa dijadikan alasan bahwa dengan sarana yang minimpun dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin agar mendaptkan hasil yang bagus. Lebih baik rusak karena digunakan untuk praktek siswa. terutama di daerah terpencil. Peta dunia hanya dipajang di depan kelas. Guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam pemakaian sarana dan media yang ada demi peningkatan mutu pendidikan. Terkadang kita juga harus memakai prisip ekonomi yang ternyata dapat membawa kemajuan. Kita masih harus “Khusnudhon” bahwa dirumah mereka berlangganan koran harian yang siap disantap setiap pagi. Kebiasaan membaca saja sulit dilakukan apalagi kebiasaan menulis menjadi lebih mustahil dilakukan. alat-alat praktek di laboratorium hanya tersimpan rapi di almari tidak pernah dipergunakan. jarang sekali guru memberi contoh untuk mengunjungi perpustakaan secara rutin. Tetapi ada juga kekhawatiran bahwa yang lebih banyak dibaca adalah beritaberita kriminal yang menempati peringkat pertama pemberitaan di koran maupun televisi. Sekolah juga tidak harus bergantung pada bantuan dari pemerintah mengingat kebutuhan masing-masing sekolah tidaklah sama.

memerlukan cara pendekatan pembelajaran yang berbeda. Sudahkah sesuai dengan tujuan umum pendidikan. Mutlak dilakukan ketika awal menjadi guru adalah memahami tujuan umum pendidikan. Jika kegiatan penataran. beberapa siswa merespon pelajaran dalam bentuk logis.Penataran biaya yang dan tidak pelatihan sedikit. tetapi sekaligus sebagai pendidik yang . pelatihan dan pembekalan tidak dilakukan. Walikota. dipertimbangkan. Guru harus diberi keleluasaan dalam menetapkan dengan tepat apa yang digagas. Guru harus mempergunakan berbagai pendekatan agar anak tidak cepat bosan. tidak oleh Bupati. Kecenderungan ini ditambah dengan tidak adanya rangsangan dari pemerintah atau pejabat terkait terhadap profesi guru. Jangan cepat merasa puas setelah mengajar. Perlu juga dipelajari penjabaran dari kurikulum ang dipergunakan agar yang diajarkan ketika di kelas tidak melencenga dari GBBP/kurikulum yang sudah ditentukan. beberapa senang belajar sendiri daripada berkelompok. Gubernur. wawasan dan kompetensi guru. direncanakan dan dilaksanakan dalam pengajaran sehari-hari. Rangsangan itu dapat berupa penghargaan terhadap guru-guru yang berprestasi atau guru yang inovatif dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini membutuhkan tetapi hasilnya dilaksanakan secara baik. Karena tugas guru tidak hanya sebagai pengajar. Guru juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang psikologi pendidikan dalam menghadapai siswa yang berneka ragam. karena di tangan gurulah keberhasilan belajar siswa ditentukan. mutlak diperlukan juga demi akan meningkatkan seimbang jika pengetahuan. tetapi lihat hasil yang didapat setelah mengajar. mamahami karakter siswa dengan berbagai perbedaan yang melatar belakanginya. tidak kreatif dan cenderung apa adanya. Kepala Sekolah bahkan Presiden sekalipun. Kemampuan guru untuk melakukan berbagai pendekatan dalam belajar perlu diasah dan ditingkatkan. dipikirkan. Cara belajar siswa yang berbeda-beda. beberapa lagi belajar dengan melalui pemecahan masalah (problem solving). Pengawas. Sangatlah penting untuk memahami bahwa siswa balajar dalam berbagai cara yang berbeda. guru tidak akan mampu mengembangkan diri.

Dalam konteks yang aplikatif. dan belajar dari pengalamannya. Artinya. hal ini meryupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. misalnya PGRI dan organisasi profesi lainnya (Supriadi. isu tentang profesionalisme guru ramai dibicarakan pada pertengahan tyahun 1980-an. 1999:98). serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa. Jurnal terkemuka manajemen pendidikan. harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. yang meliputi: 1) Menguasai bahan. b) menguasai bahan pengayaan/penunjang bidang studi. Bagi guru. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya. ia harus tahu mana yang benar dan salah. 5) Guru seyogianya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. Untuk bisa belajar dari pengalaman. untuk menjadi professional. Makin kuatnya tuntutan akan profesionalisme guru bukan hanya berlangsung di Indonesia. seorang guru dituntut memiliki lima hal. kemampuan professional guru dapat diwujudkan dalam penguasaan sepuluh kompetensi guru. melainkan di negara-negara maju. . 2) Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa. Menurut Jurnal tersebut. Maju dan mundur sebuah bangsa tergantung pada keberhasilan guru dalam mendidik siswanya. meliputi: a) menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum. Seperti Amerika Serikat. Pemerintah juga harus senantiasa memperhatikan tingkat kesejahteraan guru. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampau tes hasil belajar. karena mutlak diperlukan kondisi yang sejahtera agar dapat bekerja secara baik dan meningkatkan profesionalisme. Educational Leadership edisi Maret 1933 menurunkan laporan mengenai tuntutan guru professional.akan membentuk jiwa dan kepribadian siswa. 4) Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. yakni: 1) Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. 3) Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi.

d) menggunakan micro teaching untuk unit program pengenalan lapangan. pengembangan staf yang terpogram. Penggunaan media atau sumber. d) mengenal kemampuan anak didik. 10) Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan A. guna keperluan pengajaran (Suryasubrata 1997:4-5). proses belajar-mengajar yang efektif. meliputi: a) merumuskan tujuan pembelajaran. . meliputi: a) mengatur tata ruang kelas untuk pelajaran. memilih dan menggunakan media. c) melaksanakan program belajar-mengajar. 9) Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah. b) menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. Menurut Townsend dan Butterworth (1992:35) dalam bukunya Your Child’s Scholl. Mengelola interaksi-interaksi belajar-mengajar. Konsep Mutu Pendidikan Proses pendidikan yang bermutu ditentukan oleh berbagai unsur dinamis yang akan ada di dalam sekolah itu dan lingkungannya sebagai suatu kesatuan sistem. b) membuat alat bantu yang sederhana. c) menggunakan perpustakaan dalam proses belajar-mengajar. memiliki visi dan misi yang jelas. meliputi: a) mengenal fungsi dan layanan program bimbingan dan konseling. 5) 6) 7) Menguasai landasan-landasan pendidikan. kurikulum yang relevan.2) Mengelola program belajar-mengajar. meliputi: a) mengenal. yakni: 1) 2) 3) 4) 5) 6) keefektifan kepemimpinan kepala sekolah partisipasi dan rasa tanggung jawab guru dan staf. Mengenal fungsi layanan bimbingan dan konseling di sekolah. b) menciptakan iklim belajar-mengajar yang serasi. b) mengenal dan menggunakan prosedur pembelajaran yang tepat. Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran. ada sepuluh faktor penentu terwujudnya proses pendidikan yang bermutu. 3) 4) Mengelola kelas.

inovasinya. proses. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS/SBM). dan 10) keterlibatan orang tua dan masyarakat secara instrinsik. 2002:12). mutu pendidikan mempunyai makna sebagai suatu kadar proses dan hasil pendidikan secara keseluruhan yang ditetapkan sesuai dengan pendekatan dan kriteria tertentu (Surya. efektivitasnya. mampu mendorong motivasi dan minat belajar. Dalam konteks pendidikan. Setiap pembaruan tersebut memiliki problematiknya sendiri. penilaian diri terhadap kekuatan dan kelemahan. pembentukan dewan sekolah dan dewan pendidikan kabupaten/kota. efisiensinya.7) 9) iklim sekolah yang kondusif. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sekolah sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning). dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik. datang perubahan yang lain.. dan moral kerjanya. Dalam konsep yang lebih luas. serempak. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK/CBC). Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. dan output pendidikan (Depdiknas.Input pendidikan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam batas – batas tertentu tetapi tidak menjadi jaminan dapat secara otomatis meningkatkan mutu pendidikan (school resources are necessary but not sufficient condition to improve student achievement). Ujian Akhir Nasional kisah (UAN) dan pengganti EBTANAS. Berdasarkan konsep mutu pendidikan maka dpaat dipahami bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor proses pendidikan. Beberapa inovasi yang mendominasi panggung pendidikan selama tahun 2002 antara lain adalah Pendidikan Berbasis Luas (PBL/BBE) dengan life skills-nya. . dan dengan frekuensi yang sangat tinggi. Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur dari kualitasnya. Selama tahun 2002 dunia pendidikan ditandai dengan berbagai perubahan yang datang bertubi-tubi. pengertian mutu mencakup input. 2001:5). Belum tuntas sosialisasi perubahan yang satu. komunikasi efektif baik internal maupun eksternal. produktivitasnya.

termasuk dalam pendidikan. mulai substansi inovasi itu sendiri sampai kondisi-kondisi lokal tempat inovasi itu akan diimplementasikan.000 jenis urusan dengan karakteristik yang berbeda dan itu merupakan sumber stres bagi mereka. dan sejenisnya. perubahan yang “berbasis” itu umumnya dari atas ke bawah: dari pusat ke daerah. Istilah-istilah lain yang populer dan memiliki nuansa yang sama dengan “berbasis” adalah pemberdayaan (empowerment). evaluasi berbasis siswa (student based evaluation) dikenal juga dengan evaluasi portofolio. dari bawah ke atas (bottom up). memerlukan tahap-tahap yang dirancang dengan benar sejak ide dikembangkan hingga dilaksanakan”. dan dengan skala yang luas akan selalu memerlukan waktu. pendidikan berbasis luas (broad based education). Mungkin tak aneh bila dilaporkan banyak guru mengalami stres dan jenuh. yakni menggunakan kata berbasis (based). berbagai kondisi perlu diperhitungkan. pembiayaan pendidikan berbasis masyarakat (community based educational financing). pengajaran/pelatihan berbasis kompetensi (competence based teaching/training). Apa itu artinya? Simak saja label-label perubahan yang dewasa ini berseliweran dalam dunia pendidikan nasional (kadang-kadang dipahami secara beragam): manajemen berbasis sekolah (school based management). suatu perubahan yang mendasar. evaluasi berbasis kelas (classroom based evaluation).Fenomena yang menarik adalah perubahan itu umumnya memiliki sifat yang sama. akar rumput (grass-root). Fullan & Stiegerbauer (1991: 33) dalam “The New Meaning of Educational Change” mencatat bahwa setiap tahun guru berurusan dengan sekitar 200. dari pemerintah ke masyarakat. Bila diamati lebih jauh. peningkatan mutu berbasis sekolah (school based quality improvement). belajar berbasis internet (internet based learning). . Intinya. kurikulum berbasis kompetensi (competence based curriculum). Sejak awal. manajemen pendidikan berbasis lokal (local based educational management). Supriadi (2002:17) mengatakan: “orang yang mendalami teori difusi inovasi akan segera tahu bahwa setiap perubahan atau inovasi dalam bidang apa pun. melibatkan banyak pihak. kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan entah apa lagi. dari sesuatu yang sifatnya nasional menuju yang lokal. dari pengelolaan di tingkat atas menuju sekolah. pendidikan berbasis masyarakat (community based education).

Komite Sekolah. Kemampuan professional guru akan terwujud apabila guru memiliki kesadaran dan komitmen yang tinggi dalam mengelola interaksi belajar-mengajar pada tataran mikro. Implementasi kemampuan professional guru mutlak diperlukan sejalan diberlakukannya otonomi daerah. Upaya meningkatkan mutu pendidikan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada rencana strategis. Kepala Sekolah. dan dirasakan manfaatnya oleh pihak yang melaksanakannya. dan memiliki kontribusi terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan pada tataran makro. masyarakat. serba instan. I. banyak tetapi dengan risiko yang kegagalan yang besar akibat inovasi itu kurang dihayati secara penuh oleh menilai bahwa inovasi pendidikan diluncurkan di Indonesia dewasa ini yang melanggar prinsip-prinsip tersebut. Pelaksanaan supervisi pengajaran perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah bertujuan memberikan dalam perencanaan dan realisasi program pendidikan yang diluncurkan sangat dibutuhkan dalam rangka mengefektifkan pencapaian . percepatan Kami dapat saja dilakukan. Salah satu upaya peningkatan profesional guru adalah melalui supervisi pengajaran. Keterlibatan seluruh komponen pendidikan (guru. KESIMPULAN Kebijakan pendidikan harus ditopang oleh pelaku pendidikan yang berada di front terdepan yakni guru melalui interaksinya dalam pendidikan. Dewan Pendidikan. di samping secara konseptual “cacat sejak lahir”.Suatu inovasi mestinya jelas kriterianya. terukur dan realistik dalam sasarannya. didasari asumsi yang linier seakan-akan suatu inovasi akan bergulir mulus begitu diluncurkan. khsususnya bidang pendidikan. targetnya tidak realistik. Langkah pelaksananya. dan isntitusi) tujuan. serba tergesa-gesa. dan secara implisit dimuati obsesi demi menanamkan “aset politik” di masa depan.

pembinaan kepada guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. belajar hidup bersama (learning to live together). 2000. Data Standardisasi Kompetensi Guru. Hal tersebut lantaran aktualisasi kemampuan guru tergantung pada berbagai komponen system pendidikan yang saling berkolaborasi. Mewujudkan kondisi ideal di mana kemampuan professional guru dapat diimplementasikan sejalan diberlakukannya otonomi daerah. selaras dengan paradigma pembelajaran yang direkomendasiklan Unesco. director. organisator. Oleh karena itu. personalia. transmitter (penerus). serta hubungan masyarakat. Berliner.id. (http://www. DAFTAR PUSTAKA Balitbang Depdiknas. Educational Reform in an Era of Disinformation. motivator. bukan merupakan hal yang mudah. kesiswaan. inisiator (pemrakarsa inisiatif). “belajar mengetahui (learning to know). baik sebagai informatory(pemberi informasi). David. . sedangkan untuk mensupervisi kinerja sekolah dilakukan dengan mencermati bidang akademik. belajar bekerja (learning to do). baik kepala sekolah dan pengawas menggunakan lembar pengamatan yang berisi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah.depdiknas. dan evaluator sehingga diharapkan mampu mengembangkan kompetensinya. keterkaitan berbagai komponen pendidikan sangat menentukan implementasi kemampuan guru agar mampu mengelola pembelajaran yang efektif. mediator. dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be)”. sarana dan prasarana. Implementasi kemampuan professional guru mensyaratkan guru agar mampu meningkatkan peran yang dimiliki. fasilitator. Untuk mensupervisi guru digunakan lembar observasi yang berupa alat penilaian kemampuan guru (APKG). Dalam pelaksanaannya.go.html). 2001. keuangan.

Suprihatin. Sahertian. Sapari. Jakarta: Kompas (16 Agustus 2002). Your Child’s Scholl. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Peran Organisasi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Dedi. 1992. Jakarta: Rineka Cipta. IGK. Jakarta : Kompas.1997. The New Meaning of Educational Change. 2001. Akuntabiliras Profesi. Semarang: Universitas Negeri Semarang. 2002. Dedi. Bandung: Remaja Rosdakarya Ditulis dalam Makalah ilmu P . Depdiknas. Menjadi Guru Profesional. Fungsi dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah sebagai Administrator dan Supervisor Sekolah. Jakarta: Dirjen Dikti. Makalah Seminar Nasional. Achmad. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (Buku 1).asu. Artikel. Semarang: IKIP Semarang Press.olam. Seminar Lokakarya Internasional. 1996. Supriadi. Konsep-Konsep dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. 1989. Diana & Butterworth.1991. Artikel. 2002. 2003. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. 1999. Jakarta: Depdiknas. Townsend. 1997. Semarang : IKIP PGRI. Usman. 1996. Piet A. Supriadi. Jakarta: Rineka Cipta. Surya. Mohamad. Moh Uzer. Petunjuk Pengelolaan Adminstrasi Sekolah Dasar. Profesionalisasi Guru Secara Internal. Suryasubrata. Supandi. Depdiknas. Boston: Houghton Mifflin Company. 2000. Jakarta: Departemen Agama Universitas Terbuka. Laporan Akhir Tahun Bidang Pendidikan & Kebudayaan.edu/epaa/v1n2. Sucipto. Pemahaman Guru Terhadap Inovasi Pendidikan. 2002. Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).(http://www. Wardani. Administrasi Pendidikan. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. New York: A Plime Book. MD. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. 2000. Fullan & Stiegerbauer.html).Jakarta: Depdiknas.

maupun kemasyarakatan dalam selubung aktualisasi kebijakan pendidikan. dan penerimaan ini merupakan substansi dari pengakuan masyarakat terhadap profesi guru. sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek "guru" dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional. baik kompetensi personal. dan confidence yang diberikan oleh masyarakat kepada guru untuk mendidik tunas-tunas muda dan membantu mengembangkan potensinya secara professional. seorang kepala sekolah dapat memberi bimbingan. Pembahasan 1. permasalahan peningkatan mutu pendidikan merupakan conditio sine qua non dan mendesak untuk dipikirkan oleh stakeholder pendidikan. Secara aplikatif. Permasalahan Berdasarkan uraian latar belakang di atas.MPd. B. maka permasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana upaya yang dapat dilakukan dalam pembinaan profesional melalui supervisi pengajaran sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru. acceptance. C. motivasi. Konsep Mutu Pendidikan . S.Pd. trust. keyakinan. Melalui supervisi pengajaran. professional. Nama & E-mail (Penulis): Trimo. Saya Dosen di IKIP PGRI Semarang Topik: Profesionalisme Guru Tanggal: 8 Juli 2008 PEMBINAAN PROFESIONAL MELALUI SUPERVISI PENGAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU A. Pendahuluan Secara konseptual pengakuan terhadap keberadaan profesi guru mengandung arti recognition. Tidak hanya pada tataran normatif saja namun mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Berbagai upaya pemberdayaan dapat dilakukan di antaranya dengan pembinaan profesionalisme guru melalui supervisi pengajaran.Judul: PEMBINAAN PROFESIONAL MELALUI SUPERVISI PENGAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan bagian PENDIDIKAN / EDUCATION. Hal tersebut lantaran guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial.. Implikasi dari pengakuan tersebut mensyaratkan guru harus memiliki kualitas yang memadai. dan arahan agar guru dapat meningkatkan profesionalismenya. diperlukan peningkatan profesionalisme guru karena guru merupakan pelaksana lapangan yang menjadi ujung tombak. endorsement. Kepercayaan. Secara mikro.

Menurut Townsend dan Butterworth (1992:35) dalam bukunya Your Child's Scholl. dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik. 9) komunikasi efektif baik internal maupun eksternal. 2002:12). Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur dari kualitasnya. efektivitasnya.Input pendidikan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam batas . dari pemerintah ke masyarakat. evaluasi berbasis kelas (classroom based evaluation). 7) iklim sekolah yang kondusif. dan sejenisnya. dan 10) keterlibatan orang tua dan masyarakat secara instrinsik. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sekolah sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning). 2) partisipasi dan rasa tanggung jawab guru dan staf. evaluasi berbasis siswa (student based evaluation) dikenal juga dengan evaluasi portofolio. belajar berbasis internet (internet based learning). Istilah-istilah lain yang populer dan memiliki nuansa yang sama dengan "berbasis" adalah pemberdayaan (empowerment). dari bawah ke atas (bottom up). Dalam konsep yang lebih luas. manajemen pendidikan berbasis lokal (local based educational management). pengajaran/pelatihan berbasis kompetensi (competence based teaching/training).. yakni menggunakan kata berbasis (based).Proses pendidikan yang bermutu ditentukan oleh berbagai unsur dinamis yang akan ada di dalam sekoalh itu dan lingkungannya sebagai suatu kesatuan sistem. dan entah apa lagi. perubahan yang "berbasis" itu umumnya dari atas ke bawah: dari pusat ke daerah. pembiayaan pendidikan berbasis masyarakat (community based educational financing). kurikulum berbasis kompetensi (competence based curriculum). yakni: 1) keefektifan kepemimpinan kepala sekolah.batas tertentu tetapi tidak menjadi jaminan dapat secara otomatis meningkatkan mutu pendidikan (school resources are necessary but not sufficient condition to improve student achievement). pendidikan berbasis luas (broad based education). 3) proses belajar-mengajar yang efektif. Fenomena yang menarik adalah perubahan itu umumnya memiliki sifat yang sama. 5) kurikulum yang relevan. Berdasarkan konsep mutu pendidikan maka dapat dipahami bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor proses pendidikan. dari sesuatu yang sifatnya nasional menuju yang lokal. ada sepuluh faktor penentu terwujudnya proses pendidikan yang bermutu. efisiensinya. Apa itu artinya? Simak saja label-label perubahan yang dewasa ini berseliweran dalam dunia pendidikan nasional (kadang-kadang dipahami secara beragam): manajemen berbasis sekolah (school based management). inovasinya. 8) penilaian diri terhadap kekuatan dan kelemahan. peningkatan mutu berbasis sekolah (school based quality improvement). akar rumput (grass-root). produktivitasnya. dari pengelolaan di tingkat atas menuju sekolah. 4) pengembangan staf yang terpogram. mampu mendorong motivasi dan minat belajar. Bila diamati lebih jauh. mutu pendidikan mempunyai makna sebagai suatu kadar proses dan hasil pendidikan secara keseluruhan yang ditetapkan sesuai dengan pendekatan dan kriteria tertentu (Surya. pendidikan berbasis masyarakat (community based education). dan moral kerjanya. 6) memiliki visi dan misi yang jelas. .

Suatu inovasi mestinya jelas kriterianya. dan dengan skala yang luas akan selalu memerlukan waktu. tetapi dengan risiko kegagalan yang besar akibat inovasi itu kurang dihayati secara penuh oleh pelaksananya. Jika kegiatan penataran. 2. Kecenderungan ini ditambah dengan tidak adanya rangsangan dari pemerintah atau pejabat terkait terhadap profesi guru. didasari asumsi yang linier seakan-akan suatu inovasi akan bergulir mulus begitu diluncurkan. mamahami karakter siswa dengan berbagai perbedaan yang melatar belakanginya. serba tergesagesa. Apabila tingkat kesejahteraan diperhatikan.Sejak awal. beberapa siswa merespon pelajaran dalam bentuk logis. guru tidak akan mampu mengembangkan diri. Pekerjaaan sebagai guru menjadi lebih berat tatkala menyangkut peningkatan kemampuan anak didiknya. Profesionalisme Guru Profesionalisme menjadi tuntutan dari setiap pekerjaan. suatu perubahan yang mendasar. konsentrasi guru dalam mengajar akan lebih banyak tercurah untuk siswa. dan dirasakan manfaatnya oleh pihak yang melaksanakannya. tetapi hasilnya juga akan seimbang jika dilaksanakan secara baik. beberapa lagi belajar dengan melalui pemecahan masalah (problem solving). Walikota. dipikirkan. pelatihan dan pembekalan tidak dilakuakan. Rangsangan itu dapat berupa penghargaan terhadap guru-guru yang berprestasi atau guru yang inovatif dalam proses belajar mengajar. Jangan cepat merasa puas setelah mengajar. Anggaran pendidikan minimal 20 % harus dilaksanakan dan diperjuangkan unutk ditambah karena pendidikan menyangkut kelangsungan hidup suatu bangsa. Mutlak dilakukan ketika awal menjadi guru adalah memahami tujuan umum pendidikan. Apalagi profesi guru yang seharihari menangani benda hidup yang berupa anak-anak atau siswa dengan berbagai karakteristik yang masing-masing tidak sama. targetnya tidak realistik. Penataran dan pelatihan mutlak diperlukan demi meningkatkan pengetahuan. Cara belajar siswa yang berbeda-beda. karena di tangan gurulah keberhasilan belajar siswa ditentukan. dipertimbangkan. melibatkan banyak pihak. serbainstan. tidak kreatif dan cenderung apa adanya. dan secara implisit dimuati obsesi demi menanamkan "aset politik" di masa depan. memerlukan cara pendekatan pembelajaran yang berbeda. Intinya. terukur dan realistik dalam sasarannya. beberapa senang belajar sendiri daripada berkelompok. sedangkan kemampuan dirinya mengalami stagnasi. di samping secara konseptual "cacat sejak lahir". Pengawas. direncanakan dan dilaksanakan dalam pengajaran seharihari. wawasan dan kompetensi guru. Sangatlah penting untuk memahami bahwa siswa balajar dalam berbagai cara yang berbeda. Kemampuan guru untuk melakukan berbagai pendekatan dalam belajar perlu diasah dan ditingkatkan. tidak oleh Bupati. Kegiatan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kepala Sekolah bahkan Presiden sekalipun. berbagai kondisi perlu diperhitungkan. Guru harus mempergunakan berbagai pendekatan agar anak tidak cepat bosan. . Gubernur. Tingkat kesejahteraan guru yang kurang mengakibatkan banyak guru yang malas untuk berprestasi karena disibukkan mencari tambahan kebutuhan hidup yang semakin berat. tetapi lihat hasil yang didapat setelah mengajar. Langkah percepatan dapat saja dilakukan. Saya menilai bahwa banyak inovasi pendidikan yang diluncurkan di Indonesia dewasa ini yang melanggar prinsip-prinsip tersebut. mulai substansi inovasi itu sendiri sampai kondisi-kondisi lokal tempat inovasi itu akan diimplementasikan. Guru harus diberi keleluasaan dalam menetapkan dengan tepat apa yang digagas.

3. Artinya. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampau tes hasil belajar. meliputi: a) menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum. Dalam konteks yang aplikatif. Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran. hal ini meryupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. Penggunaan media atau sumber. e. 6. 9. c) menggunakan perpustakaan dalam proses belajar-mengajar. untuk menjadi professional. Guru seyogianya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya. b. meliputi: a) mengenal. b) menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. ia harus tahu mana yang benar dan salah. Menguasai landasan-landasan pendidikan. yang meliputi: 1. b) menguasai bahan pengayaan/penunjang bidang studi. 8. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. d) mengenal kemampuan anak didik. d. d) menggunakan micro teaching untuk unit program pengenalan lapangan. Untuk bisa belajar dari pengalaman. 4. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa. Educational Leadership edisi Maret 1933 menurunkan laporan mengenai tuntutan guru professional. b) mengenal dan menggunakan prosedur pembelajaran yang tepat. Mengelola interaksi-interaksi belajar-mengajar. meliputi: a) mengenal fungsi dan layanan program bimbingan dan konseling. meliputi: a) mengatur tata ruang kelas untuk pelajaran. kemampuan professional guru dapat diwujudkan dalam penguasaan sepuluh kompetensi guru. Mengenal fungsi layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Menurut Jurnal tersebut. Menguasai bahan. seorang guru dituntut memiliki lima hal. memilih dan menggunakan media. Bagi guru. Mengelola program belajar-mengajar. b) membuat alat bantu yang sederhana. meliputi: a) merumuskan tujuan pembelajaran. 2. 1999:98). c. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah. 5.Jurnal terkemuka manajemen pendidikan. yakni: a. c) melaksanakan program belajar-mengajar. dan belajar dari pengalamannya. . misalnya PGRI dan organisasi profesi lainnya (Supriadi. serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa. 7. Mengelola kelas. b) menciptakan iklim belajar-mengajar yang serasi.

10. Pengembangan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melalui penataran. yaitu sikap yang menciptakan situasi dan relasi di mana guru-guru merasa aman dan diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. dan lain sebagainya. Pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus-menerus dengan keadaan nyata di lapangan. (4) menilai keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan tugasnya. yaitu tidak lengkapnya informasi yang diterima. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Banyak hal sering menghambat. 3. dan (5) memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan. menyatakan bahwa ada dua hal yang mendasari pentingnya supervisi dalam proses pendidikan. 2000:19). loka karya dan sejenisnya. percobaan suatu metode mengajar. Namun demikian. Pengembangan personel. Pengembangan personal dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Hal ini berarti bahwa guru-guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana secara baik. Perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur maupun fungsi kurikulum. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggung jawab pegawai sendiri dan dilaksanakan secara mandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. kekurangan dan kekilafan serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi sekolah sehingga dapat dicegah kesalahan dan penyimpangan yang lebih jauh (Suprihatin. pegawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus-menerus dalam suatu organisasi. Tujuan supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. (3) menjamin agar kegiatan sekolalah berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan diperoleh hasil yang optimal. Kegiatan supervisi pengajaran merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran (Suryasubrata 1997:4-5). Bukan saja memperbaiki kemampuan mengajar tetapi juga mengembangkan potensi kualitas guru (Sahertian. (2) mengendalikan penyelenggaraan bidang teknis edukatif di sekolah sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan. b. 1989:305). supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data. 2000:20). Untuk itu. Permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi di lingkungan pendidikan dasar adalah bagaimana cara mengubah pola pikir yang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif. Supervisi Pengajaran Secara umum tujuan supervisi pengajaran adalah: (1) meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar-mengajar. khususnya pengembangan kurikulum. keterampilan menerapkan metode yang masih harus ditingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. fakta yang objektif (Sahertian. guru dan Kepala Sekolah yang melaksanakan kebijakan pendidikan di tingkat paling mendasar memerlukan bantuanbantuan khusus dalam memenuhi tuntutan pengembangan pendidikan. Dengan demikian. masyarakat yang tidak mau membantu. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. tugas belajar. a. Pelaksanaan kegiatan supervisi dilaksanakan oleh kepala . Supandi (1986:252). melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah.

Supervisi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru-guru SD. Hal tersebut karena proses belajar-mengajar yang dilaksakan guru merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. yakni: a. (3) mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa. Secara rutin dan terjadwal Kepala Sekolah melaksanakan kegiatan supervisi kepada guru-guru SD dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang dilaksanakan. gaji. 2) Bidang Kesiswaan. Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh Pengawas Sekolah yang bertugas di suatu Gugus Sekolah. mencakup kegiatan: (1) menyusun program tahunan dan semester. biasanya terdiri atas 5-8 Sekolah Dasar. dan mutasi guru. Oleh karena kegiatan supervisi dipandang perlu untuk memperbaiki kinerja guru dalam proses pembelajaran. Secara umum ada 2 (dua) kegiatan yang termasuk dalam kategori supevisi pengajaran. (2) mengajukan kenaikan pangkat. mencakup kegiatan: (1) mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru. yakni Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG terdiri atas APKG 1 (untuk menilai Rencana Pembelajaran yang dibuat guru) dan APKG 2 (untuk menilai pelaksanaan proses pembelajaran) yang dilakukan guru. Supervisi yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolah dan guruguru untuk meningkatkan kinerja. dan .sekolah dan pengawas sekolah dalam memberikan pembinaan kepada guru. mencakup kegiatan: (1) mengatur pembagian tugas guru. (4) menentukan norma kenaikan kelas. kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. (3) mengatur pelaksanaan penyusunan model satuan pembelajaran. (7) meningkatkan perbaikan mengajar. 3) Bidang Personalia. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. di antaranya administrasi sekolah. (5) menentukan norma penilaian. Gugus Sekolah adalah gabungan dari beberapa sekolah terdekat. b. (2) mengatur jadwal pelajaran. (2) mengelola layanan bimbingan dan konseling. Saat kegiatan supervisi berlangsung. dan (4) mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler. Hal-hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervisi untuk memantau kinerja kepala sekolah. (8) mengatur kegiatan kelas apabila guru tidak hadir. Dalam prosesnya. (4) mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru. (6) mengatur pelaksanaan evaluasi belajar. (3) mengatur program kesejahteraan guru. dan (9) mengatur disiplin dan tata tertib kelas. kepala sekolah menggunakan leembar observasi yang sudah dibakukan. meliputi: 1) Bidang Akademik. Guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk Rencana Pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru.

(5) keindahan dan kebersihan kelas. mencakup kegiatan: (1) kerjasama sekolah dengan orangtua siswa. 6) Bidang Hubungan Masyarakat. 4) Bidang Keuangan. Penyusunan rencana harian d. 5) Bidang Sarana dan Prasarana. dan (4) mempertanggungjawab-kan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Buku analisis hasil evaluasi i.(5) mencatat masalah atau keluhan-keluhan guru. Kepala Sekolah. (2) kerjasama sekolah dengan Komite Sekolah. (2) layanan perpustakaan dan laboratorium. (3) kerjasama sekolah dengan lembaga-lembaga terkait. Program dan pelaksanaan evaluasi e. (4) kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah. hal-hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus dikerjakan guru. Buku program perbaikan dan pengayaan j. dan isntitusi) dalam perencanaan dan realisasi program pendidikan yang diluncurkan sangat dibutuhkan dalam rangka mengefektifkan pencapaian . (2) mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah. dan (6) perbaikan kelengkapan kelas. Buku program Bimbingan dan Konseling k. Penggunaan rencana pembelajaran c. dan (4) kerjasama sekolah dengan masyarakat sekitar (Depdiknas 1997). Penggunaan program semester b. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler D. diantaranya: a. Dewan Pendidikan. mencakup kegiatan: (1) penyediaan dan seleksi buku pegangan guru. KESIMPULAN Kebijakan pendidikan harus ditopang oleh pelaku pendidikan yang berada di front terdepan yakni guru melalui interaksinya dalam pendidikan. Sedangkan ketika mensupervisi guru. Keterlibatan seluruh komponen pendidikan (guru. (3) penggunaan alat peraga. masyarakat. Buku pekerjaan siswa g. mencakup kegiatan: (1) menyiapkan rencana anggaran dan belanja sekolah. Upaya meningkatkan mutu pendidikan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada rencana strategis. Kumpulan soal f. Komite Sekolah. Buku daftar nilai h. (3) mengalokasikan dana untuk kegiatan sekolah.

. DAFTAR PUSTAKA Balitbang Depdiknas. Kemampuan professional guru akan terwujud apabila guru memiliki kesadaran dan komitmen yang tinggi dalam mengelola interaksi belajar-mengajar pada tataran mikro. Boston: Houghton Mifflin Company. Depdiknas. Oleh karena itu. Untuk mensupervisi guru digunakan lembar observasi yang berupa alat penilaian kemampuan guru (APKG). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (Buku 1). Pemahaman Guru Terhadap Inovasi Pendidikan. Hal tersebut lantaran aktualisasi kemampuan guru tergantung pada berbagai komponen system pendidikan yang saling berkolaborasi. director. Jakarta: Kompas (16 Agustus 2002). transmitter. sedangkan untuk mensupervisi kinerja sekolah dilakukan dengan mencermati bidang akademik.asu.1991. fasilitator. keuangan. Konsep-Konsep dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. baik kepala sekolah dan pengawas menggunakan lembar pengamatan yang berisi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. inisiator. Achmad. Fullan & Stiegerbauer. mediator. Artikel. Implementasi kemampuan professional guru mensyaratkan guru agar mampu meningkatkan peran yang dimiliki.id. sarana dan prasarana. Salah satu upaya peningkatan profesional guru adalah melalui supervisi pengajaran. kesiswaan.olam. 2002. David. Data Standardisasi Kompetensi Guru. khsususnya bidang pendidikan. http://www. 2000. Depdiknas.tujuan. 2001. http://www. motivator.depdiknas. "belajar mengetahui (learning to know). Piet A. selaras dengan paradigma pembelajaran yang direkomendasiklan Unesco. belajar hidup bersama (learning to live together). Mewujudkan kondisi ideal di mana kemampuan professional guru dapat diimplementasikan sejalan diberlakukannya otonomi daerah. bukan merupakan hal yang mudah.edu/epaa/v1n2. Dalam pelaksanaannya.Jakarta: Depdiknas. dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be)".html). organisator. 1997. dan evaluator sehingga diharapkan mampu mengembangkan kompetensinya. personalia. keterkaitan berbagai komponen pendidikan sangat menentukan implementasi kemampuan guru agar mampu mengelola pembelajaran yang efektif. Implementasi kemampuan professional guru mutlak diperlukan sejalan diberlakukannya otonomi daerah. Sahertian. Pelaksanaan supervisi pengajaran perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah bertujuan memberikan pembinaan kepada guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. serta hubungan masyarakat.go. Sapari. Berliner.html). Petunjuk Pengelolaan Adminstrasi Sekolah Dasar. The New Meaning of Educational Change. baik sebagai informator. dan memiliki kontribusi terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan pada tataran makro. 2000. belajar bekerja (learning to do). 2001. Jakarta: Depdiknas. Educational Reform in an Era of Disinformation. Jakarta: Rineka Cipta.

Jakarta: Dirjen Dikti. Mohamad. Makalah Seminar Nasional. Artikel. Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). Dedi. IGK. 1999. Administrasi Pendidikan (Fungsi dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah sebagai Administrator dan Supervisor Sekolah.Sucipto. 1996. Semarang: IKIP Semarang Press. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Laporan Akhir Tahun Bidang Pendidikan & Kebudayaan. Supriadi. MD. Semarang : IKIP PGRI. 2000. Jakarta : Kompas. 1989. Diana & Butterworth. Menjadi Guru Profesional. 2002. Seminar Lokakarya Internasional. Profesionalisasi Guru Secara Internal. Townsend. Suryasubrata. Dedi. 2003. Suprihatin. Bandung: Remaja Rosdakarya. Supandi. Wardani. Usman. Moh Uzer.1997. New York: A Plime Book. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Akuntabiliras Profesi. Supriadi. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. 2002. 1996. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Surya. Your Child's Scholl. 1992. Jakarta: Departemen Agama Universitas Terbuka. Peran Organisasi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Diposkan oleh Meysiska di 21:31 Label: Manajemen Tenaga Pendidikan . Jakarta: Rineka Cipta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful