MAKALAH AGAMA ISLAM

Tentang :

LARANGAN BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI DAN KEBURUKAN KAUM YANG BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI

Nama : Dede Reynaldi & Ahmad Julianur Kelas : XI IPA 4

LARANGAN BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI DAN

Orang beriman yang hanya percaya kepada Allah namun tidak bersikap jujur dan malah berbuat kerusakan dan kekerasan berarti keimanannya tidak sempurna. Karena peradaban manusia selalu diwarnai pertentangan dan kepentingan. maka Tuhan memberi petunjuk berupa agama untuk membimbing manusia kepada jalan yang benar atau jalan perdamaian. berbangsa. Ini terbukti dengan semakin hilangnya nilainilai kemanusiaan dan kebersamaan akibat modernisasi yang tidak dibarengi dengan peneguhan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.KEBURUKAN KAUM YANG BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI ISLAM DAN KEDAMAIAN Tak satu pun agama yang memberikan toleransi terhadap kekerasan. dan kedamaian). perdamaian itu merupakan sebagian dari pokok keberagamaan umat. dan bernegara. Sikap kebersamaan dan gotongroyong telah diganti dengan sikap individualistis. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mewujudkan perdamaian di dunia ini. yang mempunyai beban dan tanggung jawab sama di muka bumi. Orang yang menyatakan beriman kepada Allah dituntut mampu melaksanakan tiga makna tersebut. al-aman (menghadirkan keamanan dan .al-am anah (sikap jujur). Manusia dan peradabannya selalu mendambakan terbangunnya perdamaian dan kedamaian sejati. jujur. baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain. melainkan karena kekerasan bertentangan dengan fitrah manusia dan nilai-nilai kemanusiaan. yaitu mewujudkan perdamaian itu sendiri. Perdamaian yang diharapkan adalah perdamaian yang didasarkan cinta kasih sesama sebagai makhluk Tuhan. bukan perdamaian yang dibuat-buat (semu) karena berbagai motif yang terselubung dan tidak bertanggung jawab. Peradaban dan budaya yang tidak dibimbing oleh agama akan membawa sengsara dan pertentangan. yaitu: percaya. sikap saling tolong-menolong dan membantu berubah menjadi saling bermusuhan (antagonistik). Kekerasan akan menghancurkan manusia dan peradabannya yang telah dibangun sejak permulaan manusia itu ada. Bukan semata-mata ajaran agama itu yang melarang. Iman sebagai inti dari agama mengandung tiga pengertian. Inilah yang membawa manusia kepada kekacauan dan ketidakstabilan dalam kehidupan bermasyarakat. dan damai. Bahkan. yaknial-iman (percaya kepada keesaan Allah). serta spiritualitas murni digantikan dengan spiritualitas semu yang serba formalis.

maka Islam baru melarang mengalah atau mundur dari peperangan. karena kedamaian itu merupakan bagian dari ajaran agama. ulama asal Maroko mengatakan bahwa shalat seorang muslim tidak sempurna manakala tidak menghadirkan jiwa (khusyu’) dalam takbiratul ihram dan sala m. dilarang merusak tanaman dan benda lain. namun konteks larangan damai ini adalah tatkala musuh menyerang dan tidak mau diajak damai. Meskipun Allah pernah melarang umat Islam melakukan perdamaian seperti dalam surah Muhammad ayat 35. Kehadiran jiwa saat takbiratul ihram berarti pengakuan secara jujur dan ikhlas akan kekuasaan Tuhan sebagai pencipta dan dirinya sebagai hamba yang sebenarnya. Sehingga. Nabi bersabda: “Yang dikatakan orang Islam itu adalah orang di mana orang lain (muslim lain) merasa selamat dari tangan dan lisannya”. Allah dengan tegas menyatakan dalam surat al-Baqarah ayat 208: “Wahai orang-orang yang beriman. dan lain-lain. misalnya kandungan surat anNisâ: 90-91.Syûrâ: 40. maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik. “Janganlah kamu lemah dan minta damai. misalnya dilarang membunuh wanita dan anak-anak. Kehadiran jiwa saatsalam berarti aplikasi kehambaan indiividu . serta tidak memilah dan memilih dalam melaksanakan perintah agama. asy.Manusia harus utuh dalam beragama. sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata”. Orang yang menghendaki kesempurnaan agama (total beragama) harus mampu menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu”. maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. bahkan menjadi identitas bagi agama Islam. Sekali lagi. serta tidak boleh membunuh masyarakat sipil. Jika perdamaian itu tidak bisa dilakukan. Banyak ayat yang mendukung perdamaian ini. al-Baqarah: 224. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim”. tidak setengah-setengah. Islam menganjurkan agar umatnya menjadi pihak yang bertahan bukan yang mulai melakukan kekerasan atau peperangan. Islam menganjurkan agar melakukan perdamaian dulu. Islam ketika dalam peperangan pun mempunyai etika yang sangat agung. Inilah sikap lunak dan tegas dalam Islam. Mahmud Muhammad Thaha. “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan.

kita harus berperilaku mengikuti pola perilaku yang diajarkannya. dan ketentraman. Sebagai mahkluk sosial.” Dalam hal ini. Ibda’ bi nafsik (mulailah dari dirimu sendiri). Allah sangat mengecam kerusakan yang dilakukan umat manusia di muka bumi ini. hak jasmani. serta harus dijauhkan dari hal-hal yang merusak jasmani dan rohani itu. adakanlah perjalanan di muka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orangorang terdahulu. yaitu akhlak karimah (perilaku yang baik). Allah menghendaki supaya mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Menghadirkan kedamaian pada diri sendiri dan masyarakat tidak akan bernilai tanpa dilandasi dengan bertaqwa kepada Allah dan kepatuhan kepada Rasulullah SAW.” Diri kita pun harus dipenuhi hak-haknya. demikian sabda Nabi. “Jika kalian mencintai Allah.” demikian Allah menegaskan dalam firman-Nya.” . maka Allah akan senantiasa mencintaimu dan memaafkan dosa-dosamu. Surah Ar Rum Ayat 41-42 tentang Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia. kedamaian. di mana beliau adalah contoh yang terbaik (uswatun khasanah).di hadapan masyarakat untuk selalu melahirkan keselamatan (salam). Allah berfirman: “Nafkahkanlah hartamu di jalan Allah dan janganlah kamu merusak dirimu sendiri dengan tanganmu. Artinya. “Telah tampak kerusakan di muka bumi akibat ulah tangan manusia. Katakanlah Muhammad. Perdamaian dan kedamaian itu dapat bergasil apabila dimulai dari pribadi masingmasing. Memulai perdamaian dari diri sendiri berarti harus mampu menghadirkan kedamaian dalam jiwa dan menjauhkannya dari kerusakan dan kehancuran. menjaga lingkungan dari kerusakan adalah sebaguan dari ajaran Islam untuk mewujudkan kebersamaan dan kedamaian bersama. manusia diwanti-wanti oleh Islam agar mewujudka perdamaian dan menjauhkan kerusakan dalam lingkup sosial kemasyarakatan. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah). karena perintah perdamaian dan larangan berbuat kerusakan adalah perintah Allah dan perilaku yang dilakukan oleh Nabi. Sesungguhnya Allah mencintai orangorang yang berbuat baik. sebagai umat Muhammad. serta berbuat baiklah. ikutilah aku (Nabi). hak rohani.

mudahmudahan kamu engambil pelajaran. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung. khususnya manusia. mengelola. Tentang memelihara dan melestarikan lingkungan hidup. banyak upaya yang bias dilakukan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. tanah dan air perlu dilanjutkan dan perlu disempurnakan. seperti yang terdapat [ada amanat GBHN. Dan tanah yang baik. umat Islam dilarang menebang pohon-pohon dan membunuh hewan. Dalam lingkungan ini program penyelamatan hutan. Sebagai khalifah. banjir. tanah dan air yang rusak perlu ditingkatkan lagi. wilayah laut dan kawasan udara perlu dilanjutkan dan makin ditingkatkan tanpa merusak mutu dan kelestarian lingkungan hidup. Tanah longsor. kami halau ke daerah yang tandus. Allah telah menciptakan alam semesta untuk kepentingan dan kesejahteraan semua makhluk-Nya.” . tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah. dan memelihara alam semesta. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. tanam-tanamannya tumbuh merana. Pendayagunaan daerah pantai. Dalam haji. Hal ini seringkali tercermin dalam pelaksanaan beberapa ibadahm seperti ketika menunaikan ibadah haji. lalu kami turunkan hujan di daerah itu. rehabilitasi SDA berupa hutan. manusia juga diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Surah Al A’raf Ayat 56-58 tentang Peduli Lingkungan Artinya: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoanya kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan penuh harap (akan dikabulkan).Selain untuk beribadah kepada Allah. Keserakahan dan perlakuan buruk sebagian manusia terhadap alam dapat menyengsarakan manusia itu sendiri. kekeringan. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. manusia memiliki tugas untuk memanfaatkan. Apabila larangan itu dilanggar maka ia berdosa dan diharuskan membayar denda (dam). yaya ruang daerah yang tidak karuan dan udara serta air yang tercemar adalah buah kelakuan manusia yang justru merugikan mansia dan makhluk hidup lainnya. Lebih dari itu Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buahbuahan. Islam mengajarkan adar umat manusia senantiasa menjaga lingkungan. dan tanah yang tidak subur.

Hanya saja ada sebagian kaum yang berbuat kerusakan di muka bumi. maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Surat Sad Ayat 27-28 tentang Perbedaan Amalan Orang Beriman dengan Orang Kafir Artinya : “Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian adalah anggapan orang-orang kafir. melainkan juga berupa sikap. untuk menutupi keburukan tersebut sering kali merka menganggap diri mereka sebagai kaum yang melakukan perbaikan di muka bumi. padahal justru merekalah yang berbuat kerusakan di muka bumi. lautan. baik yang tampak dipermukaannya maupun yang tersimpan didalamnya. Larangan berbuat kerusakan ini mencakup semua bidang. dia telah menghidupkan penduduk tersebut dengan penuh kecukupan dan hasil tanaman-tanaman yang berlimpah ruah.Bumi sebagai tempat tinggal dan tempat hidup manusia dan mahkluk Allah lainnya sudah dijadikan Allah dengan penuh rahmat-Nya. sangat besar . dan bulan yang menampakkan bentuknya yang berubah-ubah dari malam kemalam serta bumi tempat tinggal manusia. Gunung-gunung. Mereka tidak hanya merusak sesuatu yang berupa materi atau benda saja. seperti mengganggu penghidupan dan sumber-sumber penghidupan orang lain (lihat QS Al Qasas : 4). Akan tetapi. sumur yang menjadi kering karena tidak ada hujan. Angin yang membawa awan tebal. dan kepada penduduk yang menderita lapar dan haus. bumi dan makhluk apa saja yang berada diantaranya tidak sia-sia. Langit dengan segala bintang yang menghiasi. Allah menegaskan bahwa salah satu karunia besar yang dilimpahkan kepada hambanya ialah Dia menggerakkan angin sebagai tanda kedatangan rahmat Nya. bukan sebaliknya dirusak dan dibinasakan. daratan dan lain-lain semua itu diciptakan Allah untuk diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh manusia. Allah SWT melarang umat manusia berbuat kerusakan dimuka bumi karena Dia telah menjadikan manusia sebagai khalifahnya. Dengan demikian. di halau ke negeri yang kering dan telah rusak tanamannya karena tidak ada air. matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang. lembahlembah. termasuk dalam hal muamalah. perbuatan tercela atau maksiat serta perbuatan jahiliyah lainnya.” (QS Sad : 27 ) Allah SWT menjelaskan bahwa dia menjadilakn langit. Lalu dia menurunkan hujan yang lebat di negeri itu sehingga negeri yang hampir mati tersebut menajdi subur kembali dan penuh berisi air. sungai-sungai.

Bumi semakin panas. bukankah jika terjadi maka bumi ini menjadi kiamat?. Mereka tidak meyakini bahwa mereka akan dibangkitkan kembali dari dalam kuburnya dan akan dihimpun dipadang mahsyar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sehingga mereka berani zalim terhadap lingkungannya. Allah menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya hanya untuk kepentingan manusia. persaingan hidup semakin keras. Contohnya: Bumi semakin panas. hasilnya permukaan laut akan meninggi sampai 60 meter tingginya. . Oleh karena itu.artinya bgi kehidupan manusia. Bahkan setiap orang bagai ada di dunia satwa hutan belantara dimana hukum rimba berlaku. Allah SWT menjelaskan bahwa tidak patutlah bagi zat Nya dengan segala keagungan Nya. pemanasan global. Apakha sama orang yang beriman dan beramal saleh dengan orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dan juga apakah sama antara orang yang bertakwa dengan orang yang berbuat maksiat? Allah SWT menjelaskan bahwa diantara kebijakan Allah ialah tidak akan menganggap sama para hambanya yang melakukan kebaikan dengan orang-orang yang terjerumus di lembah kenistaan. dan isu ini sampai kapankah berakhir?. terjadinya hari kebangkitan dan hari pembalasan. Manusia diciptakan Nya untuk menjadi khalifah di muka bumi ini sehingga wajibuntuk menjaga apa yang telah dikaruniakan Allah SWT. itulah isu yang kita rasakan sekarang ini. bagaimana jadinya jika pemanasan global ini mampu mencairkan kutub atau benua Antartika. si kuat memangsa si lemah demi sekedar mengenyangkan perutnya. kebenaran wahyu. Kesemuanya itu diciptakan Allah atas kekuasaan dan kehendaknya sebagai rahmat yang tak ternilai harganya. mereka jauh dari rahmat Allah sebagai akibat dari melanggar larangan-larangannya. datang pula problem lainnya. Nyatanya hari demi hari yang dirasakan memang bumi semakin panas. Jam 8 pagi dirasakan panasnya sama dengan jam 12 siang masa dekade 20 tahunan ke belakang. terkadang problem yang satu belum tersolusi. hal ini terus bertumpuk dan tak pernah berujung dalam penyelesaian. Allah memberikan pertanyaan pada manusia. Bahkan di Amerika sana telah disimulasikan oleh komputer. Mereka ini tidak mau mengikuti keesaan Allah. Berjuta problema kehidupan membayangi silih berganti. menganggap sama antara hamba-hambanya yang beriman dan melakukan kebaikan dengan orang-orang yang mengingkari keesaannya lagi memperturutkan hawa nafsu.

Aktivitas manusia telah merusakkan fungsi alami Bumi dan kemampuan eskosistemnya sehingga barangkali tidak akan ada yang tersisa bagi generasi mendatang. sekunder mapun mewah manusia telah menyebabkan manusia harus mengeksplorasi apapun di muka bumi ini. Inilah penyebab utama percepatan rusaknya alam. kayu. Mereka mau jadi apa nantinya? Kebutuhan primer.360 ahli dari 95 negara ini menyebutkan naiknya populasi manusia selama 50 tahun terakhir telah meningkatkan pencemaran dan eksploitasi berlebih terhadap dua pertiga sistem ekologi yang menjadi tumpuan kehidupan. atau zona mati di lautan". burung. dan jenis. Lebih lanjut dikatakan bahwa. Hal ini meningkatkan resiko kerusakan alam yang bisa mengakibatkan munculnya penyakit. Selama 50 tahun terakhir. di setiap jalanan atau gang sempit. Sementara itu.2milyar manusia pada tahun 2050. Disebutkan. Apakah keprihatinan ke depan itu tidak berkepanjangan?. cuaca tak menentu. Pertumbuhan permintaan makanan. "Penelitian yang melibatkan 1. banjir. Ini adalah tanda menurunnya dukungan bagi kehidupan di planet kita. bumi semakin panas. manusia telah mengubah ekosistem secara lebih cepat dan meluas dibanding waktu lain dalam sejarah. Padahal sebagaimana di lansir Kompas Cybermedia tersebut bahwa terlalu banyaknya penduduk itu selain berpengaruh secara revolusioner terhadap faktor ekosistem juga akan mempengaruhi langsung sector ekonomi dan sosial. bahwa "dicontohkan. air. Tengoklah statistik kependudukan yang menyatakan bahwa pada tahun 2050 penduduk dunia akan mencapai 9. pemerkosaan hutan. Padahal eksplorasi ini akan terus berlangsung dan semakin cepat sejalan dengan tingkat populasi manusia yang semakin tinggi dan akan mencapai angka 9. serta bahan bakar belum pernah sebanyak jangka waktu itu.jenis amfibi telah terancam punah. Apakah faktor terlalu banyaknya manusia ini berpengaruh terhadap ekosistem alam? Menurut berita yang bersumber dari Kompas Cybermedia. kekeringan.2 miliar dan penduduk Indonesia 280 juta. petani tidak bisa lagi melakukan jadwal tanamnya seperti dulu. longsor ketika musin hujan. Mereka melakukan aktivitas seharian tanpa mengenal waktu berbaur satu sama lain tanpa mengindahkan norma-norma kaedah dalam pergaulannya. . semakin banyak tanah yang berubah menjadi lahan pertanian atau pemukiman dibandingkan sepanjang abad 18 dan 19". atau kekeringan ketika musim kemarau. Lebih lanjut Kompas Cybermedia menyebutkan. menyebutkan bahwa "Manusia telah merusak Bumi dengan kecepatan yang tidak diduga sebelumnya.Bumi semakin panas. eksplorasi alam terus berlangsung. Ini mengakibatkan hilangnya keanekaragaman kehidupan di Bumi". sepuluh hingga 30 persen mamalia. becek kumuh berjubel ratusan orang dewasa dan anakanak memenuhi jalanan bak kelinci dikandangnya. sejak tahun 1945.

atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik. bezikir terus-menerus tanpa berhenti. tidak ada salahnya kita merenung sejenak untuk menyikapi ayat berikut: "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran. ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya. dengan tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk kebahagiaan dan kemaslahatan hidupnya di dunia. atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Atau sebaliknya. dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. mementingkan kebahagiaan dunia saja tanpa kebahagiaan akhirat. dan mengabaikan untuk akhiratnya.Untuk itu. ia hanya beribadah terus-menerus. . tidak boleh hanya sibuk dan mementingkan urusan dunianya. dan Allah tidak menyukai kebinasaan. bekerja dan beramal untuk dunianya saja. kita perlu bekerja. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. seseorang dalam pandangan Islam. melakukan salat terus menerus. "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya." QS 2:205. dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. "Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi. dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. tanpa kebahagiaan dunia." Ajaran Agama Menghendaki Umatnya Hidup Melaksanakan Keseimbangan Ajaran agama Islam menghendaki umatnya (pengikutnya) melaksanakan "keseimbangan" dalam menempuh hidup ini. Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia. Untuk kebahagiaan dunia kita dituntut untuk bekerja. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. dan untuk kebhagiaan di akhirat. "Dan apabila ia berpaling (dari mukamu). lalu Kami berfirman: 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu'. QS 2:60. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masingmasing). maka tak ada yang dapat menolaknya. Menurut Umar Shihab. Makan dan minumlah rejeki (yang diberikan) Allah. mereka menjaganya atas perintah Allah. di muka dan di belakangnya. hanyalah mereka dibunuh atau disalib. atau mementingkan akhirat saja. Allah tidak menginginkan yang hanya mementingkan salah satu dari dua kebahagiaan." QS 5:33. melakukan puasa terus-menerus.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. tanpa kita melupakan upaya-upaya untuk menuntut kebahagiaan hidup di dunia. Ini berarti bahwa manusia tidak boleh mengutamakan salah satu sisi saja di atas sisi yang lain. Al-Qashash (28): 77 yang menyatakan: Dan carilah (kebahagiaan) negeri akhirat pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu. Allah telah menciptakan bagi manusia kehidupan dan kematian dengan maksud agar Allah dapat menilai siapa di antara manusia itu yang dapat melakukan amal-amal yang terbaik. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. atau sebaliknya mengutamakan kehidupan akhirat saja tanpa memperhatikan kehidupan dunia. tidak hanya sewaktu mereka masih hidup di dunia ini. baik untuk di dunia di satu sisi maupun untuk akhirat di sisi lain. Kehidupan yang telah diciptakan bagi manusia di dunia ini merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk berusaha dan melakukan segala upaya yang hasilnya akan dapat dirasakan oleh manusia itu sendiri. Oleh sebab itu. 3) perintah Allah untuk berbuat ihsan (berbuat kebajikan) kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada manusia. Ada 5 hal pokok yang terkandung di dalam ayat di atas. Kita . dan janganlah engkau melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. yaitu 1) perintah untuk mencari dan meuntut kebahagiaan dunia akhirat pada apa yang telah dianugerahkan Allah di dunia ini. Islam tidak menginginkan terjadinya hal seperti itu. Baik ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadis-hadis Rasulullah sama-sama menegaskan bahwa manusia harus dapat mengusahakan keseimbangan hidup.Umar Shihab menjelaskan. Kehidupan sesudah mati yang diciptakan oleh Allah untuk manusia di akhirat nanti merupakan kesempatan untuk menikmati dan merasakan hasil yang telah dilakukan sewaktu berada di alam dunia. seperti mementingkan kehidupan dunia saja tanpa memperhatikan kehidupan akhirat. 4) larangan Allah agar manusia tidak berbuat kerusakan di muka bumi. ajaran Islam menegaskan bahwa dunia ini merupakan tempat untuk menanam tanaman yang hasilnya dipetik di akhirat kelak. yaitu alam akhirat. Hal ini antara lain dapat dilihat dalam salah satu ayat Al-Qur'an dalam Surat S. 2) larangan Allah agar manusia tidak melupakan bahagiannya dari kenikmatan dunia. tetapi juga dapat dirasakan di alam nanti. dan 5) Allah menyatakan ketidaksukaannya terhadap orang yang berbuat kerusakan. "Di sini kita dituntut untuk meraih kebahagiaan hidup di akhirat dengan menggunakan berbagai sarana dan kenikmatan yang diberikan Allah di dunia ini.

bukan pada diri golongan Kafirun saja. harta dapat memberikan kehidupan dunia yang layak dan berkecukupan bagi pemiliknya. menarik terhadap bahkan Allah Allah. Bagi orang tertentu." papar Umar Shihab. Islam menuntut agar manusia selalu berupaya untuk meraih secara bersama-sama dua kebahagiaan. suka bertengkar. perusak ciptaan Allah yang berupa tanaman. Harta yang diberikan Allah. menghujat. Secara duniawi. Orang-orang mukmin sejati akan selalu berupaya untuk memenuhi dan meraih dua kebahagiaan itu dengan melakukan usaha dan ibadah sesuai dengan tuntunan ajaran agama dan selalu mengharap agar dua kebahagiaan itu dapat diraihnya. harta dapat menjadi bekal untuk kebahagiaan di akhirat. yang mempunyai cara dan ciri beribadat dan beramal seperti orang yang telah mendapat ke-iman-an dari Allah. dan secara ukhrawi. sombong. dan sebagainya. misalnya. hewan. kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. yang sebenarnya diciptakan Allah untuk kebaikan diri mereka. secara duniawi maupun ukhrawi. mengikuti hawa nafsunya yang rendah.diperintahkan untuk meraih dua kebahagian secara bersama-sama. apabila dengan hartanya itu pemiliknya telah melakukan tuntutan-tuntutan agama. Bagaimana pula dengan orang-orang yang berpenampilan bagai orang suci. kadang-kadang dalam senang membawa adalah berbuat ternyata menurut kenyataannya sekali Mereka suka bumi kerusakan mengobarkan peperangan. memfitnah. bahkan ucapan-ucapannya ayat-ayat kerusakan Allah. seperti mengeluarkan zakatnya. tetapi mereka melakukan KKN. harus menjadi sarana yang dapat memberikan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. yaitu kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Coba perhatikan bagaimana orang-orang yang mengaku dirinya Islam. Islam sebaliknya mencela manusia yang hanya mementingkan satu aspek saja. . lurus di jalanNya dan adanya Ilmu Allah yang termiliki. tanpa memperhatikan aspek lainnya. Maka dapat kita pahami adanya kekafiran di dalam diri manusia. rakus terhadap duniawi. tetapi bisa jadi kekafiran tersebut hadir di dalam diri orang yang mengaku dirinya beriman. Harta. namun tidak memperhitungkan suci diri. tanpa ada sedikit pun dampaknya untuk kebahagiaan ukhrawi. bersih dalam beragama. ingkar janji. dan mahluk-mahluk Allah lainnya. Segala nikmat dan rezeki yang diberikan Allah di atas dunia ini harus dijadikan sebagai sarana untuk mencapai dan meraih kenikmatan di akhirat. keseimbangan hidup menjadi tuntutan dan harapan. yang di orang-orang sangat tetapi penentang ini. yang menyatakan sebagai pemeluk Islam. Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar itu menjelaskan. harta itu hanya digunakan semata-mata untuk kepentingan duniawi. dapat memberikan kebahagiaan bagi pemiliknya. moral.