BERBAGAI CARA PENDEKATAN STUDI ISLAM (Bag.

1)
SEBUAH PENGANTAR Sebuah kotak korek api yang dipegang miring sehingga orang yang di sebelah kanan akan melihat suatu gambar sedang orang yang berada di sebelah kiri akan melihat gambar yang berbeda dengan apa yang dilihat orang di samping kanan. Semuanya melihat korek api tapi dalam perpekstif yang berbeda. Kita tidak bisa menyalahkan orang yang lain yang berdiri di sisi yang berlawanan dengan kita, apalagi yang sifatnya menghujat atau menyalahkannya. Karena kita tidak berdiri pada sisi yang sama dengannya. Kebenaran yang hakiki adalah milik Allah, dan kita manusia mempunyai keterbatasan dalam menaksir suatu kebenaran. Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, tapi ketika berbeda pendapat, kepala harus tetap dingin, dan menghargai orang lain yang berbeda pendapat dengan kita. Adalah sesuatu yang sangat zalim, ketika tercipta pertengkaran dan konflik akibat perbedaan pandangan, pemikiran dan pendapat. Apalagi ketika merasa diri kita paling benar dan kemudian menuduh orang lain kafir. Allah swt telah berfirman: ³Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu orang yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui´. (QS. Al-Baqarah: 256) Alquran menyebutkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Ini berarti bahwa kebebasan beragama merupakan keniscayaan. Ini merupakan hak asasi manusia yang harus dihormati. Adalah hak, bahkan kewajiban setiap orang untuk meyakini bahwa agamanyalah yang benar, tetapi pada saat yang sama dia harus menghormati orang lain untuk bersikap sama terhadap agamanya. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terjadi perang klaim tentang kebenaran dan janji keselamatan. Hanya agamanyalah yang benar, dan karenanya hanya penganut agama itu yang akan masuk surga dan mendapat kasih Tuhan. Agama lain adalah agama yang sesat, dan karena itu penganutnya tidak berhak memperoleh surga dan kasih Tuhan. Mereka akan masuk neraka dan akan mendapatkan murka-Nya. Adalah hak, bahkan kewajiban setiap orang untuk meyakini bahwa agamanyalah yang benar, tetapi pada saat yang sama dia harus menghormati orang lain untuk bersikap sama terhadap agamanya Padahal, yang maha benar dan maha tahu hakikat kebenaran hanyalah Tuhan. Manusia hanya mencari tahu dan berupaya memperoleh apa yang dimaksudkan benar oleh Tuhan itu. Demikian pula dengan surga dan neraka. Bukankah pemiliknya adalah Tuhan? Berarti, yang berhak memasukkan ke sana pun hanyalah Dia. Kewenangan itu sepenuhnya merupakan hak prerogatif-Nya.

Sungguh merupakan kesombongan luar biasa, siapa pun manusia yang mengaku dapat memasukkan ke surga atau ke neraka. Karena hal itu, sama dengan memposisikan dirinya dengan Tuhan. Setidaknya, telah mengambil alih kewenangan-Nya. Mungkin perlu dikemukakan, bahwa berdasarkan firman Allah, ³surga itu luasnya seluas langit dan bumi´. Dibuat seluas itu, nampaknya, supaya dapat menampung seluruh umat yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya, sejak umat nabi/rasul pertama (Nabi Adam) hingga umat nabi/ rasul yang terakhir (Nabi Muhammad saw.). Rasa-rasanya, surga itu terlalu luas kalau hanya dihuni oleh penganut agama tertentu, apalagi kalau oleh warga NU, Muhammadiyah, atau PUI saja. Oleh karena itu, diperlukan saat ini adanya ukhuwah basyariyah, adalah menuntut dikembangkan paham Multikulturisme, suatu pandangan yang mendorong untuk menghormati pihak lain yang berbeda, bukan karena mengakui kebenaran agama lain itu, tetapi karena setiap orang harus menghormati tradisi pihak lain dalam menyembah Tuhan. PENDEKATAN STUDI ISLAM Studi islam atau studi keislaman (Islamic studies) merupakan suatu disiplin ilmu yang membahas Islam, baik sebagai ajaran, kelembagaan, sejarah maupun kehidupan umatnya. Dimaklumi bahwa Islam sebagai agama dan sistem ajaran telah menjalani proses akulturasi, transmisi dari generasi ke generasi dalam rentang waktu yang panjang dan dalam ruang budaya yang beragam. Proses ini melibatkan tokoh-tokoh agama, mulai dari Rasulullah saw., para sahabat, sampai ustadz dan para pemikir Islam sebagai pewaris dan perantara yang hidup. Secara kelembagaaan proses transmisi ini berlangsung di berbagai institusi mulai dari keluarga, masyarakat, mesjid, kuttab, madrasah, pesantren, sampai al-jamiah. Dalam proses tersebut para pemeluk agama ini telah memberikan respon, baik dalam pemikiran ovensif maupun devensif terhadap ajaran, ideologi atau pemikiran dari luar agama yang diyakininya itu. Dengan demikian, studi keislaman, dilihat dari ruang lingkup kajiannya, berupaya mengkaji Islam dalam berbagai aspeknya dan dari berbagai perspektifnya. Studi ini menggunakan pola kajian Islamic studies sebagaimana berkembang dalam tradisi akademik modern (barat). Pola ini tidak sama dengan pengertian pendidikan agama Islam (al-tarbiyah al-islamiyah), yang secara konvensional lebih merupakan proses transmisi ajaran agama, yang melibatkan aspek kognitf (pengetahuan tentang ajaran Islam), afektif dan psikomotor (menyangkut sikap dan pengalaman ajaran). Pola kajian yang dikembangkan dalam studi ini adalah upaya kritis terhadap teks, sejarah, dokrin, pemikiran dan istitusi keislaman dengan menggunakan pendekatan-pendektan tertentu,seperti Kalam, Fiqh, fisafat, tasawuf, historis, antropologis, sosiologis, psikologis, yang secara populer di kalangan akademik dianggap ilmiah. Dengan pendekatan ini kajian tidak disengajakan untuk menemukan atau mempertahankan keimanan atas kebenaran suatu konsep atau ajaran tertentu, melainkan mengkajinya secara ilmiah, yang terbuka ruang di dalamnya untuk ditolak, diterima, maupun dipercaya kebenarannya. Kajian dengan pendekatan semacam ini banyak dilakukan oleh para orientalis atau islamis yang memposisikan diri sebagai outsider (pengkaji islam daru luar) dan insider (pengkaji dari kalangan muslim) dalam studi keislaman kontemporer. Agama islam ada diantara normatif dan historian, tekstual dan kontekstual. Ada 5 bentuk gejala agama:

millah. 4. 5. Agama dalam bahasa adalah religion. Al-Furqan (pemisah) antara yang hak dan yang batil. Al-Mau¶idzah/nasihat (QS. . fungsi Al-Quran sebagai tersurat dari nama-namanya adalah sebagai berikut: 1. 5. Islam Syiah Islam Sunni Nadhatul Ulama Muhammadiyah Ahmadiyah. 2. Al-Maidah : 15). 4. 5. berfungsi sebagai obat bagi penyakit yang ada di dalam dada/jiwa (QS. lembaga Alat-alat (mesjid. Al Huda (petunjuk). jilbab. topi/kopiah/peci. Al-Baqarah: 2). 3. Alquran sebagai petunjuk bagi orang yang bertaqwa (QS. 2. Al-Quran berisi 30 juz. maka yang dipilih adalah Madaniyah. dan lain-lain. Teks. pemuka agama Ritus ibadat. sorban. naskah. pemimpin. din. sumber ajaran. dan sebagai petunjuk bagi orang beriman (QS. 3. yang berarti : y y y y pengakuan adanya hubungan manusia dengan yang gaib yang harus dipatuhi pengakuan adanya kekuatan gaib yang menguasai manusia Pengakuan pada sumber diluar diri manusia yang mempengaruhi perbuatan manusia Kepercayaan pada kekuatan gaib STUDI AL-QURAN Al-Quran dari sudut isi atau substansinya. Al-Shifa (obat). 3. 2. Ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Quran terdiri dari : y y Ayat Makkiyah : sebagai ayat-ayat pokok yang terdiri dari ± 4789 ayat Ayat Madaniyah : sebanyak ± 1456 ayat Apabila ada pertentangan antara makkiyah dan madaniyah.1. Fushilat: 44). 4. Dalam Al-Quran terdapat tiga kategori tentang posisi Al-Quran: petunjuk bagi menusia secara umum (QS. 114 surat. 6. dan lain-lain) Organisasi Islam sebagai produk sejarah: 1. Al-Baqarah: 185). sedangkan pendapat lainnya adalah sebaliknya. Al-Mubarak/yang diberkati (QS Al-An¶am : 92). dan ± 6236 ayat. Ali Imran: 138). Al-Mubin/yang menerangkan (QS. dan simbol-simbol Penganut . Yunus : 570).

perbuatan. Bila dilihat dari segi hukumnya terbagi 2 bagian yaitu nash yang qoth¶i (yang menunjukkan makna tertentu dan tidak mungkin menerima takwil. Hukum Amaliyah (Ahkam ¶Amaliyah) yaotu hukum yang erat hubungannya dengan seluruh tidakan atau perbuatan mukalaf. perjanjian (akad) dan kegiatan kegiatan lainnya dan hidup sehari-hari. dan waris ± 70 ayat tentang perekonomian.Rincian penganturan ayat-ayat dalam Al-quran: y y y y y y y y y y y ± 10 ayat tentang hubungan antara kaya dan miskin ± 10 ayat tentang kenegaraan ± 13 ayat tentang pengadilan ± 25 ayat tentang hubungan muslim dan non muslim ± 30 ayat tentang pidana ± 70 ayat tentang kekeluargaan. alasan lain bahwa Al-quran sebagai mukjizat mampu menundukan manusia yang mau mencoba-coba meniru Al-Quran itu memang ternyata tidak ada yang mampu meniru. 2. sholat. haji ± 150 ayat tentang sains (fenomena alam) ± 228 ayat yang mengatur dasar-dasar kemasyarakatan. karena Al-Quran diturunkan oleh Allah dengan jalan qoth¶i (absolut). perkawinan. Macam-macam hukum di dalam Al-Quran : 1. tuhan. puasa. Sebab-sebab terjadinya perbedaan dalam menafsirkan ayat Al-Quran : y y y y Beda dalil yang dipakai Beda Paham tentang dalil Beda Metoda ijtihad Beda Konsep Masalah Beberapa persoalan tentang Al-Quran : . pinjam meminjam ± 136 ayat tentang keimanan. perjanjian (akad). dan menghindarkan diri dari kehinaan. baik ucapan. 3. Al-Quran merupakan hujjah bagi umat manusia dan hukum-hukum yang ada didalamnya merupakan undang-undang yang harus ditaati. Rasul. Kitab dan hari Akhir ± 140 ayata tentang ibadah. yang kebenarannya tidak boleh diragukan. sewa. jual beli. dan seterusnya. Hukum aqidah (ahkam ¶itiqodiyah) yaitu hukum yang berkaitan dengan masalah-masalah yang harus dipercaya oleh mukalaf. baik ucapan. Hukum-hukum akhlak (Ahkam Khuluqiyah) yaitu hukum yang berkaitan erat dengan masalah yang harus dipakai setiap mukalaf. malaikat. Dengan kata lain dapat juga dikatakan bahwa nash tersebut mempunyai beberapa pengertian dan penafsiran. atau tidak ada pengertian yang lain selain makna tersebut) dan nash yang dzanni (nash yang menunjukkan makna yang mungkin menerima takwil atau mungkin dipalingkan makna asalnya kepada makna yang lain). zakat. yang disebut rukun iman. perbuatan.

dibicarakan. Ulama ushul fiqh memandang bahwa hadis merupakan salah satu sumber atau dalil hukum serta sebagai dasar bagi para mujtahid dalam bidang hukum. makruh. Al-hadis juga mempunyai makna al-khabar yang berarti ma yutahaddats bih wa yunqal (sesuatu yang diperbincangkan. Terjadinya perbedaan pengertian tersebut di atas disebabkan perbedaan sudut pandang masingmasing terhadap hadis/sunnah. karena menurut mereka hadis adalah . persoalan tidak begitu saja selesai. yang berkaitan dengan hukum. yakni menunjukkan pada waktu yang dekat atau singkat. mubah dan sunat. pengertian sunnah sama dengan pengertian hadis. kata al-hadis berasal dari kata hadatsa ± yahdutsu ± hadtsan ± haditsan dengan pengertian yang bermacam. Sebab ayat yang terdapat dalam Al-Quran sebagai berpotensi untuk diartikan lain. Dan pengertian hadis/sunnah menurut pandangan ulama ahli fiqh. disamping mereka juga berpendapat bahwa Rasulullah saw. sehingga apapun yang berasal dari beliau dapat diterima sebagai hadis. disamping pengertian yang dikemukakan ulama ushul fiqh. Al-Quran sebagai gudang. juga dimaksudkan sebagai salah satu hukum taklifi yang mengandung pengertian ³perbuatan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa´. diberitakan dan dialihkan dari seseorang kepada orang lain. adalah sosok yang patut diteladani (uswatun hasanah). perbuatan. Kata al-hadits dapat pula berarti al-qarib. yang dapat dipahami secara tekstual dan kontekstual. lalu dikembalikan pada Al-Quran dan hadist. Ulama hadis memandang bahwa hadis maupun sunnah adalah hal yang satu dan tidak dapat dipisahkan antara keduanya. http://miftah19. perbuatan dan ketetapan para sahabat dan tabi¶in. Definisi hadis atau sunnah dapat dibedakan menurut disiplin ilmunya. yaitu wajib. dan akhlaknya apakah itu sebelum atau sesudah diangkatnya menjadi rasul. Jangan berada dalam perdebatan yang proporsional. siapa yang menyusunnya Mengapa Indonesia tidak memakai hukum Islam Bermazhab Bid¶ah Hadis hubungannya dengan Al-Quran Kalau ada perbedaan pandangan tentang Islam. kuno. sifatnya sebagai manusia biasa.com/2010/01/18/berbagai-cara-pendekatan-studi-islam-bag-1/ STUDI AL-HADIS Secara bahasa. baik ucapan. akan tetapi termasuk perkataan. petunjuk.y y y y y y Al-Quran Mahluk / kalamullah? Sistematis Al-Quran . Sedangkan pengertian hadis menurut disiplin ilmu ushul fiqh adalah ucapan-ucapan Nabi saw. Menurut sebagian ulama hadis. yakni segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw. Al-hadis dapat berarti al-jadid min al-asyya¶ (sesuatu yang baru) sebagai lawan dari kata al-qadim (sesuatu yang sudah lama. sikap/ketetapan..wordpress. Namun. Sedangkan ulama fiqh menempatkannya sebagai salah satu dari hukum taklifi yang lima. obat. haram. Berbeda dengan alThibby dan lainnya yang berpendapat bahwa hadis tidak hanya segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw. bila ia mencakup perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan hukum dinamakan sunnah.. klasik).

selain untuk catatan pribadi. namun pada umumnya penyampaian atau penerimaan kebanyakan hadis hanya berdasarkan hafalan para sahabat dan tabi¶in. Dari segi redaksi. pada garis besarnya kitab-kitab hadis itu dapat diklasifikasikan kepada: y Kitab Hadis Shahih. belum dibukukan. Disamping itu. yaitu: y y y y y Larangan Nabi saw. Harus diakui bahwa terdapat perbedaan yang menonjol antara hadis dan al-Quran dari segi redaksi dan cara penyampaian atau penerimaannya. diakui pula oleh ulama hadis bahwa walaupun pada masa sahabat sudah ada yang menulis teks-teks hadis. ini menjadikan kedudukan hadis dari segi otentisitasnya adalah zhanni al-wurud. Atas dasar ini wahyu-wahyu al-Quran menjadi qath¶i al-wurud. dan demikian seterusnya dari generasi ke generasi. Berbeda dengan hadis yang pada umumnya disampaikan oleh orang per orang dan itupun seringkali dengan redaksi yang sedikit berbeda dengan redaksi yang diucapkan oleh Nabi saw. untuk tidak menulis al-Qur¶an. Seperti Shahih al-Bukhari. Kesibukan umat Islam yang luar biasa menghadapi perjuangan da¶wah Islamiyah. Ibnu Khuzaimah. karena sejak diterimanya oleh Nabi. Kemampuan baca-tulis masyarakat ketika itu sangat terbatas. Ibnu Hibban. sehingga orang yang melaksanakannya diberi pahala dan tidak disiksa orang yang meninggalkannya. Shahifah µAli bin Abi Thalib. yaitu kitab yang hanya menghimpun hadis-hadis shahih saja menurut masing-masing penulisnya. Al-Shahifah al-Shadiqah. selalu hadir di tengah-tengah umat Islam sehingga tidak memerlukan ditulisnya hadis. Diantara naskah-naskah hadis sebelum Umar bin Abd al-µAziz memerintahkan pengumpulan dan penulisan hadis. Nabi saw. ia ditulis dan dihafal oleh sekian banyak sahabat dan kemudian disampaikan secara mutawatir oleh sejumlah orang yang mustahil mereka sepakat berbohong. . langsung menyampaikannya kepada umat. antara lain: y y y y y Al-Shahifah al-Shahihah (Shahifah Humam). Shahifah Jabir bin µAbdullah. diyakini bahwa wahyu alQuran disusun langsung oleh Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril yang kemudian Nabi Muhammad saw. Saat itu umat Islam sedang berkonsentrasi kepada al-Qur¶an. sekalipun ada maka difokuskan pada penulisan al-Qur¶an. Redaksi al-Quran dapat dipastikan tidak mengalami perubahan. Menurut penelitian para ahli hadis. Shahifah Sumarah bin Jundub. sehingga al-Qur¶an dapat terjaga kemurniannya. dan seterusnya. Dapat disebutkan beberapa faktor hadis di masa Nabi saw. Muslim.sifat syar¶iyyah untuk perbuatan yang dituntut mengerjakannya akan tetapi tuntutan melaksanakannya tidaklah pasti.

sanad (rangkaian rawi). Bahkan ia dipandang sebagai ahli hukum Islam yang berhasil merumuskan konsep ilmu hadis. dan dhabith atau hafizh (kuat hafalan. fakta sejarah. Jika diantara mereka ada yang tidak memenuhi persyaratan tersebut maka hadis yang diriwayatkannya adalah mursal (terputus) yang berarti mardud (tertolak). Asbab al-Wurud al-Hadis. al-Jarh wa al-Ta¶dil. Seperti Musnad Ahmad bin Hanbal. Rawi yang dapat diterima periwayatannya haruslah tsiqqah (terpercaya). Untuk mengetahui hal ini dibutuhkan ilmu µIlal al-Hadis. bahkan rawi penerima pernah berguru kepada rawi penyampainya. tidak pelupa. rawi (orang yang meriwayatkan hadis). yaitu Musnad Ahmad. . dan seterusnya. Keduanya ini dikenal cukup ulet dan teliti dalam mencari. Al-Syafi¶i berhasil menegakkan otoritas hadis dan menjelaskan kedudukan serta fungsi hadis nabi secara jelas dengan alasan-alasan yang mapan. Syaz al-Hadis. Suatu hadis terdiri dari 3 unsur. mereka pernah bertemu. al-Muwaththa¶ dan Sunan al-Darimi sehingga menjadi 9 kitab yang kemudian disebut Kutub al-Tis¶ah. Untuk mengetahui kualitas rawi. Shahih Muslim. yang dinilai terbaik adalah 6 kitab hadis yang secara berurutan: Shahih al-Bukhari. dan Tashhif wa al-Tahrif al-Hadis. matn (materi hadis). Sunan al-Tirmizi. ia memperoleh pengakuan dari masyarakat sebagai Nashir al-Sunnah (Pembela Sunnah). al-Darimi. Fann al-Mubhamat.y y Kitab Sunan. mengkritisi. dan Tahammul wa al-Ada¶. Nasikh wa al-Mansukh. yaitu kitab yang menghimpun semua hadis termasuk hadis dha¶if (lemah/palsu) yang dijelaskan kelemahan dan kepalsuannya. tidak pernah dusta. Gharib al-Hadis. dan seterusnya. mengumpulkan. jujur. diantaranya adalah Imam al-Syafi¶i dan Imam al-Bukhari. Suatu matn hadis yang baik ialah apabila hadis itu tidak bertentangan dengan nash al-Qur¶an atau matn hadis lain yang lebih kuat sanad-nya. menyaring. Kedua. Ketiga. Ma¶ani alHadis. Penelitian sanad dapat dilakukan dengan menggunakan ilmu Thabaqat al-Ruwah. Sunan al-Tirmizi. tidak pula bertentangan dengan rasio. Sunan Abu Dawud. yakni memenuhi syarat µadil (benar. punya catatan pribadi yang dapat dipertanggungjawabkan (kualitas intelektual). Sunan alNasa¶i. dibutuhkan ilmu Rijal al-Hadis. dan membukukan hadis-hadis Nabi. Gejolak Pemikiran Tentang Hadis Ulama yang cukup tersohor dalam bidang penelitian dan kritik hadis pada masa kodifikasi hadis. dan tidak biasa berbuat dosa (kualitas kepribadian)). dan Sunan Ibnu Majah. al-Baihaqi. Talfiq / Mukhtalif al-Hadis. Sementara ulama lain menambahkan 3 kitab hadis lainnya. Diantara kitab-kitab hadis tersebut. al-Syafi¶i. Sanad yang baik ialah sanad yang bersambung (muttashil) rawi (periwayat)-nya. baik dalam kedudukannya sebagai penerima maupun penyampai hadis. Seperti. Keenam kitab ini disebut Kutub al-Sittah. Kitab Musnad. Dengan pembelaannya itu. dan Tarikh alRuwah. Pertama. dan prinsip-prinsip ajaran Islam. yaitu kitab yang menghimpun semua hadis tanpa menyaringnya. Abi µAwanah.

Shahih al-Bukhari. Mahmud Abu Rayyah. dan masih banyak lagi. tujuan mengukuhkan keyakinan mengenai pengetahuan informatif (al-ma¶rifah al-khariyyah). Upaya mereka tersebut. meskipun hanya dalam bentuk wacana. tetapi sedikit banyak mempengaruhi pikiran dan asumsi masyarakat muslim. Obyek Pembahasan Ilmu Kalam : 1. µAjaj al-Khatib. baik dalam prakteknya ketika ia mengumpulkan hadis maupun dalam teori yang banyak ia tulis dalam kitab-kitabnya yang lain. Meskipun banyak dikritik oleh para ulama. Rif¶at Fauzi µAbd al-Muthallib. Namun. Pada masa modern. diantaranya pengingkaran terhadap penulisan dan penghafalan hadis. Masalah pengetahuan (al-Ma¶rifah) cara memperolehnya. STUDI ILMU KALAM (TEOLOGI) Adalah ilmu yang mengkaji doktrin-doktrin dasar atau akidah-akidah pokok Islam (ushuluddin). para ulama dan pemikir Islam bangkit untuk menangkis pemikiran-pemikiran kaum outsider yang mengingkan kehancuran Islam. khususnya mereka yang awwam menjadi mudah teracuni. Maka untuk menjawab tantangan tersebut. khususnya yang dibawa oleh Rasul. menjadi salah satu kitab hadis yang utama.Dari sisi lain. tidak dapat dibedakan antara hadis shahih dan palsu akibat kodifikasi yang terlambat. terutama persyaratan rawi dan hal-hal yang berkaitan dengan µilat. dan (e) matn hadis tidak bertentangan dengan al-Qur¶an atau hadis mutawatir. Di Indonesia. . syaz. pemikiran manusia. Mahmud al-Thahhan. usaha memerangi pemikiran orientalis tidaklah cukup bila tidak diiringi dengan usaha penanaman kembali nilai-nilai Islam pada masyarakat muslim itu sendiri. yaitu: (a) rawi yang berkualitas kepribadiannya (µadalah). Nuruddin µAtar. (b) rawi yang tinggi kapasitas intelektualnya (dhabth). tetapi cukup berperan dalam kajian hadis dan ilmu hadis. cukup banyak ulama masa kini yang melakukan kajian terhadap hadis. Musthofa al-Siba¶i. Terjadilah perang intelektual antara kaum orientalis dan kaum ulama Islam di berbagai penjuru dunia. dan seterusnya. tujuannya untuk meng-counter pandangan Thummamiyyah dan safsata¶iyyah (sofisme) yang menolak pengetahuan informatif. Ulama lainnya adalah Imam al-Bukhari yang salah satu karyanya. Ilmu kalam mengidentifikasi akidah-akidah pokok dan berupaya membuktikan keabsahannya dan menjawab keraguan terhadap akidah-akidah pokok. pengingkaran sistem isnad dan rawi. (d) tidak ada cacat pada sanad dan matn-nya. dan ikhtilaf hadis. walau masih tergolong sedikit. (c) sanad yang bersambung (ittishal al-isnad). Seperti di dalam kitabnya al-Risalah yang banyak terdapat rumusan-rumusan yang berkaitan dengan ilmu hadis. dan lainnya. Dari sisi outsider. Dalam menjaring hadis yang shahih. namun al-Bukhari dapat dikatakan sebagai pencetus ilmu-ilmu hadis. pengingkaran adanya konsensus tentang ke-shahih-an hadis. setidaknya al-Bukhari menggunakan 5 kriteria. Mereka mengkritisi dan mengingkari hadis dari berbagai segi. Quraish Shihab. M. al-Syafi¶i juga dipandang sebagai perintis dalam perumusan kaidah-kaidah ilmu hadis. Zainuddin al-µIraqi. Sumber-sumbernya Al-Quran. Luthfi Abdullah. Seperti Ali Musthofa Yakub. Sebut saja misalnya. hadist. Muhammad al-Ghazali.

Masalah al-jabr wa al-iktiyar (keterbatasan dan kebebasan berkehendak) yang terpengaruh dengan pandangan freewill dan fatalisme filsafat Yunani. Menegaskan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir. Masalah Kenabian yang bertujuan untuk mengukuhkan keyakinan pada kenabian Muhammad SAW. . Masalah tanzih (pensucian) Allah dan penolakan tasybih (penyeruan Allah). Masalah sifat Allah dan hubungannya dengan zat-Nya. Sehingga dapat dimengerti mengapa mereka terus mengadakan perlawanan dengan penguasa jamannya. 5. dimana Tuhan dianggap akumulasi dari Bapak. radikal. Ketegangan antara Muawiyah dan Ali bin Abi Thalib mengkristal menjadi Perang Shifin yang berakhir dengan keputusan Tahkim. Sejarah Kemunculan Permasalahan Ilmu Kalam 1. 6. dosa. Mereka umumnya berasal dari suku Badawi. dan mengkonter sekte Sabi¶ah dan Brahmana (Hindu) yang menolak kebutuhan manusia pada nabi. 8. bengis dan suka kekerasan. baik qadim maupun baru. keras hati. dimana Ali menerima tipu muslihat Amr bin Ash. 10. 4. ini terpengaruh dengan pandangan teologi Kristen mengenai al-Masih yang dianggap sebagai kalimatullah. Masalah ke-ma¶shum-an para Nabi yang bertujuan membantah pandangan Yahudi bahwa Nabi mempunyai kelemahan. ataupun berbeda.2. tidak dapat mentolerir hal-hal yang dianggap menyimpang dalam pandangan keislamannya. Dalam arti telah keluar dari Islam atau telah murtad dan wajib dibunuh. anak. Masalah kalam Allah. Masalah kebaruan alam (huduts al¶alam) yang bertujuan membuktikan kewujudan zat yang maha pencipta. utusan Mu¶awiyah. Masalah Keesaan Allah sebagai bantahan terhadap pandangan tsanawiyah yang meyakini eksistensi tuhan cahaya (al-nur) dan tuhan kegelapan (al-zulmah). 3. beliau adalah Kalimatullah. sehingga mereka disebut khawarij. dan tidak Ma¶shum. fanatik berfikiran sempit. Ketika konsep jawhar (substansi) dan µarad (aksiden) serta aqnumiyah (oknum dalam teologi kristen) yang digunakan untuk menjustifikasi konsep teologis mereka. Ini merupakan bantahan terhadap filosofi . Ini merupakan bantahan terhadap kaum Mu¶tazilah yang terpengaruh filsafat Yunani. 7. apakah zat-Nya sama dengan sifatnya. Sehingga merekapun dengan mudah terpecah belah menjadi golongan kecil-kecil. kehidupannya di padang pasir yang tandus. tujuan untuk membantah pandangan orang yahudi yang menambahkan Tuhan dengan ciri-ciri manusia. Mereka berpendapat persoalan yang terjadi tidak dapat diputuskan dengan tahkim. ruh kudus. semboyan mereka hukum harus kembali kepada Al-Quran. Masalah tempat kembali (al-mi¶ad) yang membantah pandangan reincarnation (penjelmaan kembali) Agama Budha dan lainnya. menurut teologi Kristen. Al-Masih adalah Tuhan sedangkan pandangan Islam. 9. sehingga mereka hidup bersifat sederhana baik dalam cara hidup dan pemikiran. Mereka memandang Ali bin Abi Thalib telah berbuat salah dan mereka meninggalkan barisannya. Juga membantah orang-orang yahudi dan Nasrani yang menolak kenabian Muhammad. Aliran Khawarij Kemunculan persoalan kalam dipicu persoalan politik atas terbunuhnya Ustman bin Affan yang berbuntuk penolakan Mua¶wiyah atas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.

Abu Hanifah. (lahir 81-131 H). Aliran Murji¶ah Nama murjiah diambil dari kata irja atau arja¶a yang bermakna penundaan. (2) Al-adl. terikatnya tuhan kepada janji-janji-Nya dan . penekanan pada kebebasan manusia dalam mewejudkan perbuatannya. menentukan keputusan . Tuhan Maha Esa. Al-ajaridah. Aliran Mu¶tazilah mengakar dari paham qadariyah.Golongan Khawarij ada 8 yang terbesar yaitu : Al-Muhakkimah. aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. belajar pada Hasan al-Basri salah satunya. Allah berfirman:´Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu bangsa. Ibnu Khawarijmi (bapak matematika). dibina oleh Wasil bin Ata. Al-Nadjat. 2. Al. 4. Ketika itu muncul banyak ilmuwan seperti Ibnu Sina (bapak kedokteran). Al-Sa¶alibah. mengirin nabi-nabi untuk menyampaikan segala yang diketahui akal. wajib untuk tidak memberi beban diluar batas kemampuan. zat yang Unik dan tiada yang serupa dengan dia. kecuali jika bangsa itu mengubah keadaan diri mereka sendiri.Azariqah. Ada 5 pokok ajaran Mu¶tazilah yang menjawab masalah akal dan wahyu dalam menjawab persoalan teologis yaitu: (1) Al-Tauhid. Secara harfiah. AlBaihasiyyahn.memberi pengharapan kepada pelaku dosa besar untuk memperoleh pengampunan dan rahmat Allah (arja¶a) atau orang yang menunda penjelasan kedudukan seseorang yang bersengketa yaitu Ali dan Muawiyah serta pasukannya. Aliran Qadariyah Qadariyah berasal dari bahasa Arab yaitu qadara (kemampuan dan kekuatan). Dari sini timbullah paham kebebasan manusia dalam kehendak dan perbuatan. Iman adalah pengetahuan dan pengetahuan adanya Tuhan. Terdapat nama-nama seperti Al-Hasan Ibnu Muhammad bin Ali bin bi Thalib. Murjiah menangguhkan penilaian terhadap orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim dihadapan Allah. Manusia dinilai mempunyai kekuatan melaksanakan kehendaknya. Demikian pula orangorang mukmin yang melakukan dosa besar dianggap tetap mukmin/bukan kafir selama ia tetap mengucapkan 2 kalimat syahadat. dan Al-Shufriyah. Aliran Mu¶tazilah Ajaran Mutazilah yang mengalami jaman kejayaan pada saat peradaban Islam the golden age (abad 7 abad sampai abad 13). 3. penangguhan. yaitu Kemahaesaan Tuhan. wajib bagi Tuhan berbuat baik kepada manusia. yaitu Keadilan Tuhan. mu¶tazilah berasal dari i¶tazala yang berarti berpisah. Menurut Abu Hanifah. Abu Yusuf dan beberapa ahli hadist. dalam surat Al-Rad ayat 11. Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi perbuatannya sendiri. manusia harus bertanggung jawab kepada perbuatannya. Rasul-rasulnya dan tetang segala yang datang dari Tuhan dalam keseluruhan tidak dalam perincian: Iman tidak mempunyai sifat bertambah atau berkurang dan tidak ada perbedaan diantara manusia dalam hal iman. paham al-shalih wa-ashlah. Karena Allah lah yang mengetahui iman seseorang. pengharapan.

keturunan Abu Musa Al-Asyari. bahwa manusialah sebenarnya yang mewujudkan perbuatan-perbuatannya. indah namun kejam. setelah bersembunyi selama 15 hari. Paham ini diduga telah ada sejak sebelum agama Islam datang kemasyarakat arab. kemudian ia pergi ke Mesjid Basrah dan di depan orang banyak. Dan jika Allah memberi kita pahala (masuk surga). jabariah berarti menghilangkan perbuatan dari hamba seorang hakikat dan menyadarkan perbuatan tersebut kepada Allah SWT. 6.paham teologi nya banyak persamaan dengan Abu Hanifah. Dengan semata-mata tunduk. 7. Pendapatnya tentang perbuatan manusia. tapi posisi siksa ringan yang terletak diantaranya. tapi karena usahanya toh tidak berpengaruh apa-apa kepada kegiatannya maka ia pun bukanlah makhluk bebas yang menentukan sendiri kegiatannya seperti kata kaum Qadari. Tuhan tidak dapat dilihat mata kepala. wafat tahun 944 M. yaitu pemposisian di tengah bagi pembuat dosa besar.. (4) AlManzilah bayna al-manzilatain. manusia tetap dibebani kewajiban melakukan kasb melalui ikhtiarnya. (5) Al-Amr bi al-Ma¶ruf wa al-Nahy µan Al-munkar. salah satu perantara dalam sengketa antara Ali dan Mu¶awiyah. patuh pasrah. ganas. ia adalah pengikut Abu Hanifah dan paham. dan jika dia menyiksa kita (masuk neraka) maka itu hanyalah karena keadilan-Nya (juga bukan karena semata perbuatan kita). yang diikutinya sampai ia berumur 40 tahun. Ia mengkawatirkan quran dan Hadist yang menjadi korban paham-paham mu¶tazilah yang menurutnya pendapatnya tidak dapat dibenarkan. namun hendaknya ia ketahui bahwa usaha itu tak akan berpengaruh apa-apa kepada kegiatannya. Karena kewajiban usaha atau kasb itu maka manusia bukanlah dalam keadaan tak berdaya seperti kata kaum Jabari. karena didasarkan atas pekerjaan akal dan pikiran. memiliki arti Tuhan wajib memberi pahala bagi orang yang berbuat baik dan wajib menghukum orang yang berbuat mungkar di akherat. (3) Al-Wa¶d wa al-wa¶id. Aliran Asy¶ariyah Nama lengkapnya Abdul Hasan Ali bin Ismail Al-asyari 260 H/873M 324 H/935M). tidak surga dan tidak juga neraka. berpasir. Dia tidak lagi sepaham dengan mu¶tazilah yang melibatkan akal di atas segalanya. Yakni. yaitu suatu perintah berbuat baik dan larangan berbuat jahat yang berhubungan dengan usaha membina moral dan suatu kontrol sosial. ditegaskan: Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat. acquisition) yang cukup rumit. Abu Hasan al-Asy¶ari tampil dengan konsep kasb (perolehan. . Aliran Jabariyah Jabara mengandung arti memaksa. mereka tidak kafir tetapi juga tidak mukmin. Pada waktu kecilnya ia berguru pada seorang Mu¶tazilah terkenal yaitu Al-Jubba¶i . menyebabkan jiwa mereka dekat kepada Zat yang Maha.sebagainya. Al-Maturidi sependapat dengan golongan Mu¶tazilah. maka itu hanyalah karena kemurahan-Nya (bukan karena amal perbuatan kita). Di hadapan alam yang tandus. Al-Shaffat ayat 96. 5. Dengan demikian ia mempunyai faham Qadariyah dan bukan jabariah. menurut Al-Syahrastani. Aliran Maturidiyah Abu Mansur ibnu Mahmud al-Maturidi lahir di Samarkhan pada pertengahan ke-dua dari abad ke 9. mula-mula dia mengatakan bahwa: Quran itu mahluk.

orang yang bersih dan suci.wordpress.com/2010/01/18/berbagai-cara-pendekatan-studi-islam-bag-2/ STUDI TASAWUF TASAWUF. memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia.Mengenai orang yang berdosa besar masih tetap mukmin dan soal dosa-dosa besarnya akan ditentukan Tuhan kelak di akherat. Menaburkan nasihat kepada semua umat manusia. sikap semacam ini dipandang pengantar kemunculan tasawuf diman setiap individu dari kalangan muslim memusatkan dirinya pada ibadah dan pendekatan diri pada Allah SWT. Pada fase ini tasawuf berkembang pada abad ketiga Hijriah. Pada saat manusia ketika itu berada ditengah-tengah terjadinya dekadensi moral yang cukup akut. AHLU SUFFAH = kelompok orang pada zaman rasulullah hidupnya banyak di serambi serambi mesjidm mereka mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Alah. Dari Al-Junaid dapat disimpulkan tasawuf adalah memberikan hati dari apa yang mengganggu perasaan kebanyakan mahluk. dimana para sufi mulai ekspansi pada wilayah prilaku dan moral manusia. SHUF yang berarti bulu domba (wol).mendekatkan sifat suci kerohanian dan bergantung pada ilmu-ilmu hakikat. Tokoh yang populer pada fase ini adalah hasan Al Basri (110 H) dan Rabiah Al Adawiyah (185 H) keduanya dalam sejarah disebuth seorang zahid 2. Berkembang pada abad kedua Hijriah. Dari Al-Junaid dapat disimpulkan tasawuf adalah memberikan hati dari apa yang mengganggu perasaan kebanyakan mahluk. memegang teguh janji dengan Allah dalam hal hakikat dan mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syariat. memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia. sehingga dari sini tasawuf mulai berkembang dengan pesat sebagai ilmu moral keagamaan dan . http://miftah19. Menjauhkan segala seruahan dari hawa nafsu. Menjauhkan segala seruahan dari hawa nafsu. memaki barang-barang yang penting dan terlebih kekal. Fase Askestisme (zuhud). mereka tidak mementingkan kenikmatan duniawi dan kemudian berpusat pada kenikmatan akherat. menurut etimologi. (2) Menurut Al.Junaidi. Ada yang mengartikan berasal dari bahasa Yunani SAUFI yang berarti kebijaksanaan. iapun menolak paham posisi menengah kaum Mu¶tazilah. Adalh beserta Allah tanpa adanya penghubung. memegang teguh janji dengan Allah dalam hal hakikat dan mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syariat. Tasawuf berdasarkan istilah. Mendekatkan sifat suci kerohanian dan bergantung pada ilmu-ilmu hakikat. Fase Akhlaki. Menaburkan nasihat kepada semua umat manusia. Ada lagi mengatakan Tasawuf berasal dari kata SHAFA. ia memberikan rumus bahwa tasawuf adalah bahwa yang hak adalah yang mematikanmu dan Hak-lah yang menghidupkanmu. (1) Menurut Al-Jurairi. Memasuki segala budi (Akhlak) yang bersifat suni dan keluar dari budi pekerti yang rendah. berjuang menanggalkan pengaruh budi yang asal (isntink) kita. memaki barang-barang yang penting dan terlebih kekal. berjuang menanggalkan pengaruh budi yang asal (isntink) kita. orang yang menyucikan dirinya Di hadapan Allah. Fase perkembangan tasawuf : 1.

untuk sebuah konsistensi paham tasawufnya. Sebagai penghalang perjalanan seorang hamba pada Tuhannya. Kemunculan tasawuf pada fase ini. 3. Syek Akbar Mulyadin Ibn Araby (638 H) dan Ibn faridh (632 H) mereka memcoba menggabungkan pola pikir tasawuf yang akhlaki dan askestisme dengan filsafat yunani khususnya neo-Platonisme. adalah langkah awal yang harus dijalani seorang sufi.mendapat respon yang baik dari masyarakat islam. muncul sekitar abad kelima hijriyah dengan seorang tokohnya yaitu Imam Ghazali. Dari konsep ini kemudian Al-Hallaj diputuskan bersalah dan harus dihukum mati. 2. tokoh yang muncul Syuhrowardi al Maqtul (549 H). 1 abad kemudian. Dimana masyarakat islam masih sangat indentik dengan jenis tasawif aklaki. muncul tasawuf jenis lain yang lebih ekslusif dan fenomental yang diwakili oleh al-Hallaj. lalu mulailah bermunculan para tokoh sufi yang kemudian mengembangkan tarekat tertentu untuk murid-murid mereka. Pemikiran Tasawuf Akhlaki Tasawuf disini dimaksudkan untuk merubah dan memperbaiki akhlak yang mulia. yang sepenuhnya hanya menerima tasawuf yang berdasarkan al-Quran dan Al-Hadist. Pada fase ini tasawuf mulai dipadukan dengan filsafat yang muncul pada abad ke 6 Hijriah. dari sini kemudian nampaklah bahwa ajaran tasawuf semakin sederhana dan mudah dipraktekkan dengan standar akhlak. Dalam pemikiran ini tidak hanya bersifat lahiriyah tapi juga batiniyah. 4. Fase Tasawuf Moderat. Akhlak tercela lainnya yang paling berbahaya adalah Riya(suka pamer). Teori teori yang mendalam khususnya mengenai jiwa. Beberaoa hal yang harus diisi dalam menghiasi beberapa prilaku tadi adalah : 1) Taubat: penyesalan sungguh-sungguh dalam hati yang disertai dengan permohonan. akibat pengaruh kepribadian iman al-Ghazali yang begitu besar. Fase Al-Hallaj. ilmu tentang wijud menjadi hal yang urgensi dalam prinsip berfikir mereka. Kerena akhlak tercela adalah perangkap kenikmatan duniawi. prilaku dan Akhlakul karimah. Tahp ini dilakukan setelah tahap pertama selesai. . lalu mereka akan selalu berusaha berjalan diatas ketentuan agama. Al-Ghazali telah berhasil menempatkan prinsip-prinsip tawawuf yang moderat. beliau mengajarkan tentang kebersatuan manusia dengan Tuhan Konsep yang dibawanya adalah wahdatul wujud (bersatu dengan wujud yang satu). 5. Untuk itulah tasawuf akhlaki menerapkan terapi pembinaan mental dan akhlak yang disusun sebagai berikut : 1.Hallaj dianggap membahayakan stabilitas umat. untuk mencapai spiritual yang hakiki. seperti Sayyid Ahmad Ar-Rijai dan Sayyed Abdul Qadir Jaelani. Fase Tasawuf Falsafi. dengan latihan (riyadoh) tujuannya adalah menguasai hawa nafsu. untuk memasuki dunis tasawuf yang suci. maka pengaruh tasawuf dengan dasar moderat ini telah meluas hampir keseluruh pelosok dunia islam. Terapi Tahalli. kemudian al. tahap ini adalah isi dari pembersiha diri dan pengosongan jiwa. dilakukan agar seseorang dihiasi oleh sikap. serta menekankan kembali askestisme. moral. Terapi takhalli adalah mengosongkan diri dari prilaku dan akhlak tercela. Imam AlGhazali menganggap penyembuhan diri yang masuk dalam politeisme.

maka jalan menuju tuhan akan terbuka dengan lebar. konsekwensi dalam pendirian.wordpress. tapi iktiar juga tetap harus dijalankan. sikap ini adalah berarti mawas diri atau lebih tepat nya dengan self correction. sikap ini dilandasi satu anggapan bahwa segala sesuatu terjadi merupaka kehendak Allah dan kita harus menerimanya dengan sabar. 7) Al-Shabr adalah hal yang paling mendasar dalam tasawuf kaena sabar mengandung makna keadaan jiwa yang kokoh stabil. hati terbuka terhadap apa yang bersadar dari Allah baik menerima ketentuan agama dan masalah nasib itu sendiri. 9) Muraqqabah. sikap inipun pada gilirannya akan menimbulkan sikap wara dalam diri sufi. walaupun godaan dan tantangan begitu kuat. 4) Zuhud yaitu sikap mental sufi yang melepaskan diri dari ras ketergantungan terhadap kenikmatan duniawi dengan mengutamakan kehidupan akherat yang abadi. 8) Ridha. Sikap ini berawal dari sebuah landasan pemikiran bahwa Allah senantiasa mengawasi dan mengamati setipa gerak dan langkah kita selama hidup di dunia.2) ampun serta berusaha meninggalkan segala perbuatan yang dapat menimbukan dosa itu kembali 3) Cemas dan Harap adalah sikap mental tasawuf yang selalu bersandar kepada salah seorang tokoh yaitu hasan Al-Basri yaitu suatu perasaan yang timbul karena banyak yang berbuat dosa dan lalai kepada Allah. Sikap ini merupakan benteng terhadap pengaruh kenikmatan duniawi dan menghindari keserakahan. karena kaum sufi berpendapat untuk mencapai kesempurnaan kesucian jiwa. http://miftah19. Pada dasarnya filsafat adalah berfikir untuk memecahkan masalah atau pertanyaan dan .com/2010/01/18/berbagai-cara-pendekatan-studi-islam-bag-3/ STUDI ISLAM PENDEKATAN FILOSOFIS Yang dimaksud adalah melihat suatu permasalahan dari sudut tinjauan filsafat dan berusaha untuk menjawab dan memecahkan permasalahan itu dengan menggunakan analisis spekulatif. hanya saja zuhud lebih eksrim sedangkan faqr adalah sekedar. Ridho dalam hal ini mengandung makna lapang dada. 3. hanya dapat ditempuh dengan satu jalan yaitu cinta kepada Allah secara mendalam. Terapi Tajalli merupakan pemantapan dari tahap tahlli yang bermakna nur ghaib. dimana seorang sufi tidak menuntut lebih banyak dari apa yang telah dimiliki. sikap ini merupakan kelanjtan dari rasa cinta yang merupakan perpaduan Mahabbah dan sabar. 5) Al-faqr. sikap dimana kita siap siaga setiap saat untuk meneliti keadaan diri sendiri. 6) Pendisiplinan. Pada prinsipnya sikap ini adalah rentetan dari sikap zuhud. sehingga tidak menuntut sesuatu yang lain. sikap bermakna. berjiwa besar. yaitu dengan menghayati rasa keber Tuhanan lebih mendalam yang kemudian menimbulkan rasa rindu yang amat sangat kepada sang Tuhan.

Di Amerika Utara. sehingga mendatangkan pemahaman yang sebenar-benarnya yang selanjutnya bisa mendatangkan kebijaksanaan (wisdom) dan menghilangkan kesenjangan antara ajaran-ajaran agama Islam dengan ilmu pengetahuan modern sebagaimana yang sering dipahami dan menggejala di kalangan umat selama ini. Penelitian dalam ilmu sosial bertujuan untuk menemukan aspek empiris dari keberagamaan. Filsafat adalah berfikir secara sistematis radikal dan universal. maka akan dapat diamati dengan menggunakan metode empiris dan juga dapat dikuantifikasikan. Bila perilaku manusia itu dapat didefnisikan. sehingga agama dapat ³dijelaskan´ dan peran agama dalam kehidupan masyarakat dapat dimengerti. atau individu dengan kelompok masyarakat. filsafat mempunyai bidang (objek yang difikirkan) sendiri yaitu bidang permasalahan yang bersifat filosofis yakni bidang yang terletak diantara dunia ketuhanan yang gaib dengan dunia ilmu pengetahuan yang nyata. Salah satu ciri utama pendekatan ilmu-ilmu sosial adalah pemberian definisi yang tepat tentang wilayah telaah mereka. pemimpin dengan rakyat. Asumsi dalam diri ilmuwan sosial. Dengan demikian filsafat yang menjembatani kesenjangan antara masalah-masalah yang bersifat keagamaan semata-mata (teologis) dengan masalah yang bersifat ilmiah (ilmu pengetahuan). rakyat dengan rakyat. Filsafat selalu memikirkan kembali atau mempertanyakan segala sesuatu yang datang secara otoritatif. Kajian tersebut bukan dihasilkan oleh ilmuan berbasis humanitis atau penulis yang mempunyai latar belakang pendidikan studi agama. Dengan pendekatan seperti itu. Adams berpendapat bahwa studi sejarah bukanlah ilmu sosial. STUDI ISLAM PENDEKATAN SOSIOLOGI Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari manusia dan interaksi manusia dengan manusia lain. interaksi seseorang induvidu dengan individu yang lain. diberlakukan sebagai entitas objektif. Namun demikian tidak semua berfikir untuk memecahkan dan menjawab permasalah dapat disebut filsafat. Ilmuwan sosial telah tertarik terhadap Timur Tengah. Perkembangan yang sangat penting pada abad ini adalah lahirnya ilmu sosial yang mewarnai dan meramaikan kehidupan akademik dan intelektual. baik dari agama maupun ilmu pengetahuan. Hal ini disebabkan karena beragamnya pendapat di kalangan ilmuwan sosial sendiri tentang validitas kajian yang mereka lakukan. Perbedaan mendasar terletak bahwa sosiolog membatasi secara pasti bagian dari aktivitas manusia yang dijadikan fokus studi dan kemudian mencari metode khusus yang sesuai dengan objek tersebut. salah satunya adalah bahwa perilaku manusia mengikuti teori kemungkinan (possibility) dan objektivitas. Di samping itu. Kritikan dan kelemahan pendekatan .menjawab suatu persoalan. banyak karya hasil tulisan ilmuwan sosial terutama yang mengkaji aspek tradisi Islam secara kuantitatif. Namun filsafat tidak mau menerima segala bentuk bentuk otoritas. Untuk menemukan ciri-ciri dari ³pendekatan ilmu-ilmu sosial´ untuk studi Islam sangatlah sulit. sedangkan sejarahwan memiliki tujuan lebih luas lagi dan menggunakan metode yang berlainan. organisasi dengan organisasi. sebagaimana sosiologi. ilmuwan sosial menggambarkan agama dalam kerangka objektif. terutama melakukan pengkajian tentang Islam. masyarakat dengan masyarakat. Karya ilmuwan sosial tersebut dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa yang mengambil area studi Timur Tengah karena metode yang digunakan ilmuwan sosial dapat dijadikan alat analisis untuk memperluas pemahaman kita.

maka agama akan dijelaskan dengan beberapa teori. harus diakui tetap perlu adanya pendekatan interdisipliner dalam melakukan studi tentang budaya manusia. dorongan instinktif untuk stabilitas sosial. Antropologi sebagai sebuah ilmu kemanusiaan sangat berguna untuk memberikan ruang studi yang lebih elegan dan luas. adat istiadat dan kepercayaannya pada masa lampau. bentuk fisik. maka ilmu sosial akan membahas dan menjadikannya bernilai. pendekatan ilmu-ilmu sosial menjelaskan aspek empiris orang beragama sebagai pengaruh dari norma sosial. agama itu berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui dan tidak terkontrol. Meskipun demikian. misalnya agama merupakan perluasan dari nilai-nilai sosial. Pertanyaan yang dimunculkan misalnya adalah efek Islam terhadap politik di salah satu negara atau hubungan orientasi agama dengan pembangunan ekonomi atau perubahan sosial. Konstribusi ilmuwan sosial²dengan menggunakan salah satu disiplin ilmu sosial²seperti ilmuwan politik. Karena bidang kaji ilmuwan sosial ditentukan oleh ketertarikan terhadap fokus tertentu. interaksi sosial dan organisasi sosial. maka karya mereka tentang agama mungkin sedikit memberikan kepuasan dan kurang komplit jika dibandingkan dengan karya tulis mahasiswa perbandingan agama dalam bidang politik atau kekuatan sosial. . supply and demand. dan antropolog yang tertarik pada wilayah di Timur Tengah atau masyarakat Muslim. khususnya tentang asal-usul. Sekali lagi. Sehingga nilai-nilai dan pesan keagamaan bisa disampaikan pada masyarakat yang heterogen. seperti yang dapat dilihat. menurut Adams adalah hanya akan menghasilkan deksripsi yang reduksionis terhadap keberagamaan seseorang. STUDI ISLAM PENDEKATAN ANTROPOLOGIS Antropologi dalam KBBI didefinisikan sebagai sebuah ilmu tentang manusia. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Fakta tersebut membuktikan bahwa telah terjadi fragmentasi pendekatan dan terkotaknya konsepsi tentang manusia. mereka akan memilih salah satu aspek dari Islam sesuai atau menurut tujuan mereka. agama adalah mekanisme integrasi sosial. ilmuwan sosial. Sebagai akibat lebih lanjut dari kelemahan ini. Dari perspektif yang seperti ini agama menemukan maknanya sebagai fungsi dari realitas aktivitas lainnya. atau stimulus and respons. aneka warna. mereka concern terhadap Islam yang dilihat mempengaruhi fokus yang dikajinya. kemudian berdirilah fakultas dan jurusan ilmu-ilmu sosial di beberapa universitas. Mereka menulis sesuai dengan fokus keahlian mereka.ilmuwan sosial seperti ini. dan lain sebagainya. terdapat ilmuwan sosial yang mencurahkan perhatian studinya pada perilaku politik. dan sebagai bentuk ketidak berdayaan manusia dalam menghadapi ketekutan. dan masih banyak lagi teori lainnya. Namun. Akibatnya. terdapat kelemahan lain dari pendekatan ilmu-ilmu sosial adalah kecenderungan mengkaji manusia dengan cara membagi aktivitas manusia ke dalam bagian-bagian atau variabel yang deskrit. karena ilmuwan dalam bidang politik dan sosiologi bukanlah ahli sejarah agama. perilaku ekonomi. muncul dan dikembangkan metode masing-masing bidang atau aspek. Oleh sebab itu. Terhadap aspek Islam yang menurutnya penting. Tampak jelas bahwa pendekatan ilmu-ilmu sosial memberikan penjelasan mengenai fenomena agama dalam kerangka seperti hukum sebab-akibat.

2. Pendekatan antropologis sangat penting untuk memahami agama Islam. seperti melalui simbol dan mite. Termasuk dalam tradisi adalah misalnya E. semacam soal totem. 2.Antropologi. misalnya. Baginya tujuan dari penelitiannya yakni meraba titik pandang pemikiran masyarakat sederhana dan hubungannya dengan kehidupan. Tradisi kajian agama dalam antropologi diawali dengan mengkaji agama dari sudut pandang intelektualisme yang mencoba untuk melihat definisi agama dalam setiap masyarakat dan kemudian melihat perkembangan (religious development) dalam satu masyarakat. karena konsep manusia sebagai ¶khalifah¶ (wakil Tuhan) di bumi. Taylor yang berupaya untuk mendefinisikan agama sebagai kepercayaan terhadap adanya kekuatan supranatural. Teori dan praktik keagamaan yang biasanya topik sentralnya adalah ritus. intellectualist. Ketiga pendekatan setelahnya. walaupun sepintas lalu mungkin segi-segi kebudayaan mereka kelihatannya tidak rasional. functionalist dan symbolist. telah mengilhami banyak orang dalam melihat agama dari sisi yang sangat sederhana sekaligus menggabungkannya secara struktur. fungsionalis dan simbolis dipopulerkan Emile Durkheim. sebagai sebuah ilmu yang mempelajari manusia. Namun. Obyek studi antropogis terhadap agama ini adalah model-model keagamaan misalnya mite. Dibekali dengan pendekatan yang holistik dan komitmen antropologi akan pemahaman tentang manusia. Menurut Anthoni Jackson obyek ini ada 4 kelompok : 1. Antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilaku mereka untuk dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia.B. totem. dampak dari pendekatan seperti ini bisa mengarah pada penyamaan sikap keberagamaan. Aliran Historis . merupakan simbol akan pentingnya posisi manusia dalam Islam. ekstase dan orakel. 3. dalam magnum opusnya The Elementary Forms of the Religious Life. maka sesungguhnya antropologi merupakan ilmu yang penting untuk mempelajari agama dan interaksi sosialnya dengan berbagai budaya. structuralist. Praktik ritual sampingan seperti soal magik. upacara. adapula yang menggunakan model lain atau aliran-aliran dalam antropologi agama. Monograf atau penggambaran model keagamaan masyarakat sederhana yang menjadi obyek pendekatan antropologis. menjadi sangat penting untuk memahami agama. rasionalitas dan klasifikasi sistemnya. teori strukturalis. 4. Malinowski berkeyakinan bahwa manusia primitif mempunyai akal yang rasional. Bagaimana pemikiran dan perasaan dikomunikasikan. dan lain-lain. Modus pemikiran primitif meliputi masalah kepercayaan. serta menyatakan pandangan mereka tentang dunia. Aliran Fungsional Tokoh aliran fungsional diantaranya adalah Brosnilaw Kacper Malinowski (1884-1942). diantaranya : 1. Secara garis besar kajian agama dalam antropologi dapat dikategorikan ke dalam empat kerangka teoritis.

marah dan benci atau pendekatan yang penuh kepentingan (intertested approaches) dan fenomenologi telah membuka pintu . berdiri dan menggunakan pandangan orang lain tersebut.Tokoh aliran antropologi histori ini adalah E. artinya tidak diusahakan dan tidak diajarkan serta dipelajari. Dalam karyanya tentang suku Nuer. berusaha menemukan motif-motif tradisi lisan mereka. E. bisa dikatakan bahwa fenomenologi merupakan metode untuk memahami agama orang lain dalam perspektif netralitas. Sedangkan budaya adalah segala sesuatu yang diwarisi secara tradisi sehingga akan berisikan semua adat istiadat. Evans Pritchard (1902-1973). ia berusaha menemukan wujud konkret agama itu. Seperti halnya pendekatan sejarah. Dengan kata lain semacam tindakan menanggalkan-diri sendiri (epoche). 3. ia menganalisis arti konsepkonsep kunci yang terdapat dalam suku Nuer seperti Kowth yang berarti semacam hantu. yang kenyataannya bersangkutan dengan segala yang berada di sekeliling manusia. berusaha menemukan struktur yang mendasari masyarakat dan kebudayaannya dengan analisis-analisisnya yang dapat dinamakan analisis structural. Aliran Struktural Tokoh pendekatan antropologi structural adalah Claude Levi Strauss (1908-1975). Struktur masyarakat dan kebudayaan tadi kemudian dibandingkan dengan struktur masyarakat dan kebudayaan yang berbeda. Ia merupakan kunci untuk menghilangkan sikap tidak simpatik. bahasa dan mite. baik secara pribadi maupun secara sosial. http://miftah19. serta berusaha memahami simbol-simbol dan ritus-ritus mereka. dia berusaha menghidupkan pengalaman orang lain. Alam diartikan segala sesuatu yang diwarisi manusia oleh manusia dari manusia sebelumnyasecara biologis. Obyek favoritnya adalah keluarga masyarakat sederhana. Ciri-ciri antropologi historisnya adalah : y y y Seperti halnya sejarah. Pertama. berusaha mengerti. dan menggunakan preferensi orang yang bersangkutan untuk mencoba melakukan rekonstruksi dalam dan menurut pengalaman orang lain tersebut. Bahasa dan mite. Bahasa dan mite menggambarkan kaitan antara alam dengan budaya.E.com/2010/01/18/berbagai-cara-pendekatan-studi-islam-bag-4/ STUDI ISLAM PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Ada dua hal yang menjadi karakteristik pendekatan fenomenologi. dan seterusnya menerjemahkannya ke dalam kata-kata atau istilah-istilah bahasa peneliti sendiri. Aspek fenomenologi pertama ini²epoche²sangatlah fundamental dalam studi Islam. Disamping itu. Baginya alam mempunyai arti lain dalam pengertian biasa. keterampilan serta pengetahuan manusia primitif.wordpress.E. memahami ciri terpenting sesuatu kebudayaan.Evans Pritchard berpendapat bahwa masyarakat primitive sebenarnya juga berpikir rasional seperti halnya manusia modern. Dalam hubungan antara alam dan budaya itulah dapat ditemukan hukum-hukum pemikiran masyarakat yang diteliti. Ia ingin menemukan apa yang dinamakan agama itu.

psikologi. studi sastra. arkeologi. seremonial. namun hampir tidak ada upaya untuk mengaplikasikan metode dan pendekatan ini untuk mengkaji Islam. Konstribusi terbesar dari fenomenologi adalah adanya norma yang digunakan dalam studi agama adalah menurut pengalaman dari pemeluk agama itu sendiri. budaya. Pengumpulan data dan deskripsi tentang fenomena agama harus dilanjutkan dengan interpretasi data dengan melakukan investigasi. dalam pengertian melihat dengan tajam struktur dan hubungan antar data sekaitan dengan kesadaran masyarakat atau individu yang menjadi objek kajian.penetrasi dari pengalaman keberagamaan Islam baik dalam skala yang lebih luas atau yang lebih baik. Sejarah memang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa masa lalu. Aspek Kedua dari pendekatan fenomenologi adalah mengkonstruksi rancangan taksonomi untuk mengklasifikasikan fenomena masyarakat beragama. Fenomenologi bersumpah meninggalkan selama-lamanya semua bentuk penjelasan yang bersifat reduksionis mengenai agama dalam terminologi lain atau segala pemberlakuan kategori yang dilukiskan dari sumber di luar pengalaman seseorang yang akan dikaji. dan menjawab permasalahan serta menganalisisnya dengan menggunakan metode analisis sejarah. Tugas fenomenologis setelah mengumpulkan data sebanyak mungkin adalah mencari kategori yang akan menampakkan kesamaan bagi kelompok tersebut. Kebenaran studi fenomenologi adalah penjelasan tentang makna upacara. namun peristiwa masa lalu tersebut hanya berarti dapat dipahami dari sudut tinjau masa kini dan ahli sejarah dapat benarbenar memahami peristiwa atau kejadian masa kini hanya dengan petunjuk-petunjuk dari peristiwa kejadian masa lalu tersebut. atau relasi sosial bagi dan dalam keberagamaan pelaku. filologi. dan bahkan epoche. Aktivitas ini pada intinya adalah mencari struktur dalam pengalaman beragama untuk prinsip-prinsip yang lebih luas yang nampak dalam membentuk keberagamaan manusia secara menyeluruh. seperti sejarah. Pendekatan fenomenologi juga menggunakan bantuan disiplin lain untuk menggali data. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan . Menurut Adams. sosiologi. Idealnya. oleh sebab itu fenomenologi lebih besar memfokuskan perhatiannya pada agama primitif dan agama kuno. STUDI ISLAM PENDEKATAN HISTORIS Yang dimaksud dengan pendekatan historis adalah meninjau suatu permasalahan dari sudut tinjauan sejarah. apa yang dirasakan. bagi seorang fenomenologi agama yang mengkaji Islam harus dapat menjawab pertanyaan: apakah umat Islam dapat menerima sebagai kebenaraan tentang apa yang digambarkan oleh fenomenologis sebagaimana mereka meyakini agamanya? Apabila pertanyaan ini tidak dapat terjawab. diakatakan dan dikerjakan serta bagaimana pula pengalaman tersebut bermakna baginya. maka apa yang dihasilkan melalui studinya bukanlah gambaran tentang keyakinan Islam. Pendekatan fenomenologi menjadi populer di Amerika Utara dalam beberapa tahun terakhir ini karena pengaruh Mircea Eliade dan murid-muridnya. ritual. antropologi dan sebagainya. Hal yang terpenting dari pendekatan fenomenologi agama adalah apa yang dialami oleh pemeluk agama. Sejarah atau histori adalah studi yang berhubungan dengan peristiwaperistiwa atau kejadian masa lalu yang menyangkut kejadian atau keadaan yang sebenarnya. penerapan pendekatan fenomenologi lebih baik untuk penelitian keberagamaan masyarakat yang diekspresikan terutama dalam bentuk non-verbal dan pre-rasional. doktrin.

magic. Pada intinya. fungsionalis. yang sakral dan menjadi rujukan bagi pemeluk agama. konsep-konsep religiusnya sebagaimana termuat dalam mitos dan simbol. seperti do¶a. dan sebagainya. ekspresiensial. Ajaran adalah teks. tetapi karena bidang kajiannya. ritualistik. kepercayaan. praktik. Tetapi agama telah pula dituduh sebagai penghambat kemajuan manusia dan mempertinggi fanatisme sektarian. Di dalam studi Islam. Wilayah agama tentu selalu merujuk pada tipe karakteristik tertentu terhadap data yang ada seperti kepercayaan. STUDI ISLAM PENDEKATAN KAWASAN Pokok bahasan setiap penyelidikan ilmiah terhadap agama adalah fakta agama dan pengungkapannya. Misalnya. dan kesia-siaan.mempelajari masa lalu orang dapat mempelajari masa kininya dan dengan memahami serta menyadari keadaan masa kini maka orang dapat menggambarkan masa depannya. . berbagai disiplin tersebut memeriksanya dari aspek-aspek khusus yang sesuai dengan jangkauan dan tujuannya. dan konsekuensial. Oleh karena itu bangsa yang berbeda menunjukkan karakteristik atau pengalaman yang berbeda pula. filosofis. perasaan. baik tulisan maupun lisan. Bahan-bahan ini diambil dari pengamatan terhadap kehidupan dan kebiasaan keagamaan manusia. bisakah agama didekati secara ilmiah ? Bukankah agama sudah mutlak benar karena didasarkan kepada wahyu? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang mirip. kepercayaan berkenaan dengan yang suci dan sakral. Sebaliknya agama pun telah memperlihatkan kemampuannya melahirkan kecenderungan yang sangat revolusioner. Apakah ia merupakan disiplin ilmu yang bersifat teologis. sumber tatanan masyarakat. sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Ada problem lain yang muncul sebagai tantangan dalam studi Islam sehubungan dengan kajian-kajian agama yang menggunakan disiplin empiris ini. Itulah yang dimaksud dengan perspektif sejarah. simbolis dan strukturalis. Keberagamaan adalah perilaku yang bersumber langsung atau tidak langsung pada ajaran. Sehubungan dengan persoalan ini timbul pertanyaan atau bahkan keraguraguan yang ditujukan kepada hakekat ilmu agama. upacara-upacara ritual. sikap. interpretasi agama ini dapat dibagi ke dalam empat bentuk. historis atau sosiologis? Perkembangan awal studi agama biasanya melihat perkembangan agama dari interpretasi sosiologis yang menyebut agama sebagai µilmu primitif¶ sehingga sampai pada studi tentang struktur dalam agama dan berusaha menjelaskan model ilmiah dalam agama. Demikian pula agama yang telah dicirikan sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling sublim. mudah percaya tanpa dipikir dahulu dan kepercayaan pada supernatural. dogmatik. Meskipun membahas pokok pembicaraan yang sama. pengacuhan. pengalaman. dan lain-lain. dan sifat tidak toleran. Penyelidikan terhadap fenomena agama tersebut dilakukan oleh berbagai disiplin ilmu. intelektual. bidang kajian agama ada dua. intelektualis. tatkala mengungkapkan sikap-sikap keagamaannya dalam tindakantindakan. sejumlah besar moralitas. yakni beliefs (ajaran) dan practices (praktik-praktik agama atau keagamaan). Jika dikategorisasikan. keadaan jiwa. makhluk-makhluk supernatural. permasalahan atau seluk beluk dari ajaran agama Islam pelaksanaan serta perkembangannya dapat ditinjau dan dianalisis dalam kerangka perspektif kesejarahan yang demikian itu. Di sebut penelitian agama bukan hanya karena metodenya. dan perdamaian batin individu. Disamping itu agama memiliki kecenderungan untuk menjadi sponsor ketakhayulan. Keberagamaan muncul dalam lima dimensiaa: ideologis.

SEBUAH AKHIR PENDEKATAN STUDI ISLAM Studi-studi agama dewasa ini mengalami perubahan orientasi yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan kajian-kajian agama sebelum abad ke-19. Metode Diakronis Suatu metode mempelajari Islam menonjolkon aspek sejarah. 2. sesuai dengan kecenderungan dan keahlian akademik para masing-masing sarjana (penstudi) itu sendiri. metode ini memberikan kemungkinan adanya studi komparasi tentang berbagai penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Metode Sinkronis-Analitis Suatu metode mempelajari Islam yang memberikan kemampuan analisis teoritis yang sangat berguna bagi perkembangan keimanan dan mental intelek umat Islam. dan peristiwaperistiwa internasional yang mempengaruhi agama-agama. Metode diakronis disebut juga metode sosiohistoris yakni suatu metode pemahaman terhadap suatu pemahaman terhadap suatu kepercayaan sejarah atau kejadian dengan melihatnya sebagai suatu kenyataan yang mempunyai kesatuan yang mutlak dengan waktu. Maka muncullah berbagai kajian agama dengan metode dan pendekatan yang beragam pula. Beberapa kecenderungan pengkajian agama dapat dilihat setidaknya atas tiga alasan. yaitu. golongan dan lingkungan dimana kepercayaan sejarah atau kejadian itu muncul. penemuan area baru. dan untuk kepentingan misionari. Wilayah metode ini lebih terarah pada aspek kognitif. budaya di samping sirah nabi SAW dengan segala alam pikirannya. pemahaman dan penguraian ajaran-ajaran Islam dari sumber dasarnya yakni al-Qur¶an dan as-Sunnah serta latar belakang masyarakat. Studi-studi agama tidak lagi bersifat bersifat primordial atau bersifat hanya untuk kepentingan penyebaran agamanya. teknologi. Dari berbagai macam pendekatan studi Islam di atas timbul suatu metode studi Islam yang secara lebih rinci dan dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Metode ini menghendaki adanya pengetahuan. sehingga umat Islam memiliki pengetahuan yang relevan hubungan sebab akibat dan kesatuan integral. Lebih lanjut umat Islam mampu menelaah kejadian sejarah dan mengetahui lahirnya tiap komponen. sejarah. sinkritisme. kemajuan pesat ilmu pengetahuan. Umumnya pengkajian agama pada masa sebelum abad ke 19 memiliki beberapa karakteristik yaitu. tetapi lebih didorong oleh semangat metodologis atau ilmiah. Ketiga. kebudayaan. dan pemikiran-pemikiran ilmiah mempengaruhi dinamika beragam sehingga minat intelektual untuk mengkaji agama secara lebih mendalam sangat tinggi. kecenderungan untuk merekonstruksi agama dalam upaya mengembangkan semua urusan dunia. Metode ini tidak semata- . tempat. Kedua. pertama. politik. pengaruh-pengaruh sosial. bagian subsistem dan supra sistem ajaran Islam. yakni berangkat atas dasar kepentingan dan perkembangan ilmu pegetahuan. Dipicu oleh semangat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga orientasi dan metodologi studi agama mengalami perubahan.

Metode Empiris (Tajribiyyah) Suatu metode mempelajari Islam yang memungkinkan umat Islam mempelajari ajarannya melalui prosed realisasi. Islam adalah agama wahyu Illahi yang berlainan dengan kebudayaan sebagai hasil daya cipta dan rasa manusia. Ajaran Islam merupakan risalah atau pedoman hidup di dunia dan akhirat (Asy-Syura: 13). Ali Imron: 104) 5. Prosedur pelaksanaan metode induktif dapat dilakukan dengan empat tahap yaitu: . Al-Maidah: 3) 3. Al-baqoroh: 120. 4. dan internalisasi norma-norma dan kaidah Islam dengan suatu proses aplikasi yang menimbulkan suatu interaksi sosial. aktualisasi. Ajaran Islam sebagai ilmu pengetahuan (QS. kemudian secara deskriptif proses interaktif dapat dirumuskan dan suatu sistem norma baru. at-Taubah: 122) 5.mata mengutamakan segi aplikatif praktis. Islam merupakan supra sistem yang mempunyai beberapa sistem dan subsistem serta komponen dengan bagian-bagiannya dan secara keseluruhan merupakan suatu struktur yang unik. An-nahl: 125) 3. Ali Imron: 104) 2. 4. Fushilat: 53) 5. Wajib bagi umat Islam untuk mengajak orang lain ke jalan Allah dengn jalan yang hikmah dan penuh kebijaksanaan (QS. 6. Ajaran Islam merupakan jalan untuk menuju ridho Allah (QS. Islam adalah agama yang sempurna dan di atas segala-galanya (QS. Metode Problem Solving (hill al musykilat) Metode mempelajari Islam untuk mengajak pemeluknya untuk berlatih menghadapi berbagai masalah dari suatu cabang ilmu pengetahuan dengan solusinya. 2. Al-fath: 29) 3. Pemahaman ajaran Islam bersifat empiris-intuitif (QS. Wajib bagi umat Islam untuk mengajak pada yang ma¶ruf dan nahi munkar (QS. Metode Induktif (al-Marhal al-Istiqariyyah) Suatu metode memahami Islam dengan cara menyusun kaidah-kaidah hukum untuk diterapkan kepada masalah-masalah furu¶ yang disesuaikan dengan mazhabnya terlebih dahulu. 4. Norma (ketentuan) kebajikan dan kemungkaran selalu ada dan diterangkan dalam Islam (QS. Metode Deduktif Suatu metode memahami Islam dengan cara menyusun kaidah-kaidah secara logis dan filosofis dan selanjutnya kaidah-kaidah itu diaplikasikan untuk menentukan masalah yang dihadapi. Metode diakronis dan metode sinkronis analitis menggunakan asumsi dasar sebagai berikut: 1. tetapi juga mengutamakan telaah teoritis. Metode problem solving dan metode empiris menggunakan asumsi dasar sebagai berikut: 1.

Adanya penjelasan dan penguaraian serta menampilkan topik yang umum. Implikasi formulasi yang baru tersebut.wordpress. Identifikasi masalah dengan mensistematisasi unsur-unsurnya dan 4. sehingga dapat mengikat bahasan untuk menghindari masuknya bahasan yang tidak relevan. 3. Menampilkan pokok-pokok pikiran dengan cara menghubungkan hubungan masalah tertentu. 2.com/2010/01/18/berbagai-cara-pendekatan-studi-islam-bag-5-selesai/ .1. http://miftah19.