P. 1
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

|Views: 230|Likes:
Published by alex_cout

More info:

Published by: alex_cout on Mar 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2014

pdf

text

original

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. PENGERTIAN Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkembang dari istilah penelitian tindakan (action research) (Sanjaya, hal. 24). Oleh karena itu, untuk memahami pengertian PTK perlu ditelusuri pengertian penelitian tindakan terlebih dahulu. Penelitian tindakan mulai berkembang di Amerika dan berbagai negara di Eropa, khususnya dikembangkan oleh mereka yang bergerak di bidang ilmu sosial dan humaniora (Basrowi & Suwandi, hal. 24-25). TUJUAN PTK Tujuan PTK adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah (Muslich, hal. 10). Menurut Suyanto (1997), tujuan PTK adalah meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan (Basrowi & Suwandi, hal. 54). Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas Karakteristik PTK adalah sebagai berikut: Situasional artinya kegiatan PTK dipicu oleh permasalahan praktis yang dihayati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh guru sebagai pengelola program pembelajaran di kelas atau sebagai jajaran staf pengajar di kelas. PTK itu bersifat practice driven dan action driven dalam arti PTK bertujuan memperbaiki praktis secara langsung dalam pembelajaran sehingga dikatakan juga penelitian praktis (practice inquiry). Kontekstual artinya upaya penyelesaian atau pemecahannya demi peningkatan mutu pendidikan, prestasi siswa, profesi guru dan mutu sekolah tidak terlepas dari konteksnya dengan merefleksi diri yaitu sebagai praktisi dalam pelaksanaan tugas-tugas kesehariannya sekaligus secara sistemik meneliti dirinya sendiri. Bersifat kolaboratif dan parsitipatif antara guru, siswa dan individu lain yang terkait dalam proses pembelajaran yaitu suatu satuan kerja sama secara langsung. Kolaboratif diartikan sebagai kerja sama saling tukar menukar ide untuk melakukan aksi dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi. Bersifat self-evaluatif (evaluatif dn reflektif) yaitu kegiatan memodifikasi praktis yang dilakukan secara kontinu, dievaluasi dalam situasi yang ada dan terus berjalan, dengan tujuan akhir dapat meningkakan perbaikan dalam praktik yang dilakukan guru. Bersifat fleksibel dan adaptif (luwes dan mnyesuaikan) memungkinka adanya perubahan selama dalam percobaan. Adanya penyesuaian menjadikan prosedur yang cocok untuk berkerja di kelas yang dimiliki banyak kendala yang melatarbelakangi masalah-masalah di sekolah. Sifat dan sasaran PTK adalah situasional-spesifik, tujuannya untuk pemecahan masalah praktis. Dengan demikian temuan-temuannya berguna dalam dimensi praktis tidak dapat digeneralisasikan sehinga tidak secara langsung memiliki andil pada usaha pengembangan ilmu. Kajian permasalahan, prosedur pengumpulan data dan pengolahannya dilakukan secermat mungkin dengan mendasarkan pada keteguhan ilmiah. Prinsip-Prinsip Penelitian Tindakan Kelas 1. Pekerjaan utama guru adalah mengajar, maka pelaksanaan PTK tidak boleh menggangu atau menghambat kegiatan pemblajaran. Ada 3 catatan yang harus di perhatikan dalam prinsip pertama ini yaitu: Dalam mencobakan sesuatu tindakan pembelajaran baru, selalu ada kemungkinan bahwa setidak-tidaknya ada pada awal-awalnya prestasi belajar siswa kurang sesuai dari yang

bahkan kurang dari yang diperoleh dengan cara lama. Di pihak lain.dikehendaki. khususnya dari segi pembentukan pemahaman yang mendalam yang ditandai oleh kemampuan menerapkan pengetahuan yang dipelajari melalui analisis. karena itu bagaimanapun. Dalam penyelenggaraan PTK. Penelitian indakan Kelas (PTK) untuk mengembangkan kemampuan/ketrampilan guru untuk menghadapi permasalahan yang nyata dalam proses pembelajaran di kelasnya dan di sekolahnya sendiri. Manfat Penelitian Tindakan Kelas Dengan tertumbuhnya budaya meneliti yang merupakan dampak bahwa dari pelaksanaan PTK yang bersinambungan. nyata. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan novasi pembelajaran kedalam sistem yang ada karena sulit dilakukan oleh upaya pembeharuan yang dilakukan pada umumnya. disosialisasikan kepada rekan-rekan dalam lembaga kancah. dapat dipecahkan. guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Untuk pengembangan kurikulum pada tingkat kelas. prakarsa untuk selalu mencoba hal-hal baru. Guru harus menggunakan pertimbangan serta tanggungjawab profesionalnya dalam menimbangnimbang jalan keluar yang akan ditempuhnya dalam rangka memberikan yang terbaik bagi siswanya. . Permasalahan yang dipilih harus menarik. dan sama sekali tidak mengacu kepada kejenuhan informasi. berada dalam jangkauan peneliti untuk melakukan perubahan dan peneliti merasa terpangil untuk meningkakan prestasi belajar siswa. Penetapan siklus dalam PTK mengacu kepada penguasaan yang ditargetkan pada tahap perancangan. hal ini dapat dilakukan oleh guru karena dapat dimanfaatkan secara efektif oleh guru untuk keperluan pengembangan kurikulum dalam arti luas. sebagai pengajar guru juga harus bertanggung jawab terhadap pengembangan kurikulum pada tingkat kelas dan mungkin juga pada tingkat sekolah. Bentuk lain dari inovasi pembelajaran berkenaan dengan pengembangan kurikulum adalah PTK. tidak menyulitkan. PTK sangat memberika manfaat jika hasilnya digunakan sebagai salah satu sumber masukan. sintesis. yang pada dasarnya melekat pada terlaksananya misi profesional pendidikan yang diemban oleh guru. Artinya dalam melaksanakan PTK hafrus diketahui oleh pimpinan lembaga terkait. dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah serta dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya tulis akademik. itu terjadi karena guru pekerja sebagai profesiuonal. Interaksi dari siklus tindakan juga dilakukan dengan mempertimbangkan keterlaksanaan kurikulum secara keseluruhan. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak terlalu menuntut baik dari kemampun guru itu sendiri ataupun dari segi waktu. dan evaluasi informasi. Tujuan Penelitian Tindakan kelas Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan agar guru atau tenaga kependidikan dapat memperbaiki mutu kinerja atau meningkatkan proses pembelajaran secara berkesinambungan. guru tidak mudah berpuas diri dengan rutinitas. melainkan selalu dipacu oleh dorongan untuk berbuat lebih baik. maka banyak manfaat yang dapat dipetik yang secara keseluruhan dapat diberi label inovasi pembelajaran karena para guru semakin diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri. Metodologi yang digunakan harus reliabel artinya terencana dengan cermat sehingga tidakan dapat dirumuskan dalam suatu hipotesis tindakan yang dapat diuji dilapangan. Dengan kata lain. tidakan perbaikan itu masih dalam taraf dicobakan. Dengan demikian PTK merupkan saklah satu cara yang strategis dalam memperbaiki kinerja guru dalam meningkatkan layanan pendidikan atau pembelajaran.

Begitu berlangsungnya suatu kegiatan dilakukan. Bentuk model Penelitian Tindakan Kelas oleh Kemmis &Taggart seperti terdapat pada bentuk berikut: Perencanaan Refleksi SIKLUS I . Komponen pokok dalam penelitian tindakan model Kurt Lewin yaitu: Perencanaan (planning) Tindakan (acting) Pengamatan (observing) Refleksi (reflecting) Hubungan keempat konsep pokok tersebut digmbarkan dalam diagram berikut: Acting (Tindakan) Planning Observing (Perencanaan) (Pengamatan) Reflecting (Refleksi) 2.Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Beberapa model atau desain Penelitian Tindakan Kelas adalah 1.Taggart (1988) pada kenyataannya kedua komponen tersebut merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dpisahkan karena kedua kegiatan harus dilakukan dalam satu kesatuan waktu. kegiata observasi harus dilakukan sesegera mungkin. karena Kurt Lewin yang pertama kali memperkenalkan penelitian tindakan (action research). Model Kemmis & Taggart Konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin dan dikembangkan oleh Kemmis & Mc Taggart adalah komponen acting dan dengan obseving dijadikan menjadi suatu kesatuan karena menurut Kemmis & Mc. Model Kurt Lewin Model Kurt Lewin menjadi acuan dari berbagai model penelitian tindakan. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas yang lain ada yang mengacu pada model Kurt Lewin.

Tindakan dan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Tidakan dan Pengamatan Model Kemmis & Taggart bila dicermati pada hakekatnya berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan suatu perangkat terdiri dari empat 4 komponen yaitu perencanaan. observasi. tindakan. . Untaian-untaia tersebut dipandang sebagai suatu siklus. dan refleksi. dan refleksi. Banyaknya siklus dalam penelitian tindakan kelas tergantung dari permasalahan yang perlu dipecahkan. 3. tindakan. Kemmis & Taggart. Hopkins menyusun desain atau model penelitian tindakan seperti skema berikut: Implementasi Evaluasi Perencanaan. Tugas Kriteria. Oleh karena itu siklus adalah putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan. namun gambaran di atas hanya menunjukkan dua siklus. Model Hopkins Berdasarkan desain model-model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kurt Lewin. Jika suatu penelitian mengkaitkan materi pelajaran dengan tujuan pembelajaran dengan sendirinya jumlah siklus untuk setiap mata pelajaran melibatkan lebih dari dua siklus. Tindakan Target. pengamatan.

Merasakan Adanya Masalah Pertanyaan yang mungkin timbul bagi peneliti semula adalah: ”Bagaimana memulai Penelitian Tindakan Kelas ?”. 1997). Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut pertama-tama yang harus dilakukan guru adalah perasaan ketidakpuasan terhadap praktek pembelajaran yang dilakukannya selama ini. sulit kiranya seorang guru untuk memunculkan pertanyaan seperti di atas yang kemudian memicu untuk dimulainya sebuah penelitian tindakan kelas (Suyanto. permasalahan yang diangkat dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) harus benar-benar merupakan masalah-masalah yng dihadapi oleh guru dalam praktek .Keberhasilan Menopang Komitmen Cek Kemajuan Mengatasi Problem Perencanaan Cek Hasil Konstruksi Pengambilan Stok Audit Pelaporan Ambil Start Dari beberapa model atau desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di atas dapat di ambil dan dicermati salah satu dari bentuk model (umumnya yang telah banyak dilakukan) adalah desain model Kemmis & Taggart. meskipun sebenarnya banyak hambatan yang dialami dalam pengelolaan proses pembelajaran. Dengan kata lain. ia dituntut keberaniannya untuk mengatakan sejujurnya khususnya kepada dirinya sendiri mengenai sisi-sisi lemah proses pembelajaran dalam rangka mengidentifikasi permasalahan. Manakala guru merasa puas dengan hasil yang diperoleh selama ini terhadap apa yang dilakukannya dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu agar guru dapat menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam upaya untuk memperbaiki atau meningkatkan layanan pembelajaran secara lebih profesional. PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS A.

pengembangan instrumen asessmen berbasis kompetensi). Analisis Masalah Menurut Abimanyu (1995) arahan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan permasalahan untuk Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut: Topik yang melibatkan guru dalam serangkaian aktivitas yang memang diprogramkan oleh sekolah. interaksi di dalam kelas. partisipasi orang tua dalam proses belajar siswa). Semua kejadian yang ada seperti tersebut di atas dikelompokkan atau diidentifikasikan menurut jenis permasalahannya. motivasi siswa dan lain-lain.pembelajaran yang dikelolanya. implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran. Saya memilih untuk mengujicobakan metode yang baru. C.. Identifikasi Masalah Menurut Hopkins (1993). peningkatan hubungan antara sekolah dan masyarakat). Alat bantu. peserta didik dan orang tua dalam proses belajar mengajar. untuk mendorong pikiran – pikiran dalam mengembangkn fokus Penelitian Tindakan Kelas kita bisa bertanya kepada diri sendiri. Pengembangan pribadi peserta didik. Pilih dan tetapkan permasalahan yang skalanya cukup kecil dan terbatas. Urutkan dari klasifikasi ringan sampai yang berat dari jenis masing-masing klasifikasi. peningkatan keefektifan hubungan antara pendidik. urutan penyajian materi pokok. perpustakaan. siswa – materi ajar. dan sumber belajar baik di dalam maupun di luar kelas. pendidik. daya tangkap siswa. dan siswa – lingkungan belajar}. misalnya: Saya berkeinginan memperbaiki ……………. Desain dan strategi pembealajaran di kelas (termasuk dalam tema ini antara lain masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran. di kelas …… Dan seterusnya. Berapa orangkah yang merasa tidak puas tentang ……. Usahakan untuk bekerja secara kolaboratif dengan guru mata pelajaran yang sejenis . media. dan tenaga kependidikan lainnya (termasuk dalam tema ini adalah peningkatan kemandirian dan tanggungjawab peserta didik. misalnya: penyampaian materi. B. berdiskusi misalnya dengan dosen mitra LPTK dan sebagainya. peningkatan konsep diri peserta didik). sikap siswa. interaksi guru – siswa. dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini adalah masalah penggunaan media. Bidang kajian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dirasakan adanya masalah adalah: Masalah belajar siswa di sekolah (termasuk dalam tema ini antara lain masalah belajar siswa di kelas.. Jangan memilih masalah yang berada diluar kemampuan guru untuk mengatasinya. Oleh karena itu bila guru kesulitan untuk mengidentifikasi masalah untuk Penelitian Tindakan Kelas sungguh ironis. Sebenarnya setiap harinya tiada putus-putusnya guru banyak menghadapi masalah. Jika mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi permasalahan. Masalah kurikulum (termasuk tema ini adalah implementasi KBK. Saya dibingungkan oleh ……………. bukan permasalahan yang dialami atau disarankan oleh orang lain. Sistem asessmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran (termasuk dalam tema ini adalah masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. maka guru dapat meminta bantuan pada rekan sesama guru. Beberapa saran yang dapat dilakukan dalam mengidentifikasi masalah: Guru menuliskan semua kejadian yang memerlukan perhatian terutama berkaitan dengan pembelajaran. kesalahan-kesalahan pembelajaran miskonsepsi). intensitas waktu.

Perumusan Maalah Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisanya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi guru untuk menenapkan tindakan perbaikan (alternatif solusi) yang perlu dilakukannya. mengabstraksikan. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. Merumuskan Hipotesis Tindakan Langkah selanjutnya setelah merumuskan masalah adalah mengkaji teori-teori yang berkenaan dengan masalah yang diajukan. Reduksi data Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. Menurut Soedarsono (1997) beberapa hal yang perlu diperhtikan dalam merumuskan hipotesis tindakan adalah sebagai berikut: Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. Kaitkan Penelitian Tindakan Kelas yang akan dilakukan dengan prioritas-prioritas yang ditetapkan dalam rencana pengembangan sekolah. tetapi memuat tindakan-tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan dalam pendidikan. Perlu diketahui bahwa hipotesis tindakan bukanlah hipotesis hubngan sebab akibat antar variabel. D. perbedaan antar variabel. Setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan perlu dikaji ulang dan dievaluasi dari segi relevansinya. E. dengan tujuan. Analisa data dapat dilakukan melalui tiga tahap yaitu: 1. Pilih alternatif tindakan secara prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan guru untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual.dalam pengembangan fokus penelitian. pemfokusan. spesifik dan operasional. dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan (ketuntasan SKBM) yang telah ditetapkan oleh sekolah tempat melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. . F. maka selanjutnya guru perlu merumuskan permasalahan secara jelas. baik yang berupa proses dan hasil belajar siswa maupun teknik mengajar guru. menyederhanakan. mengorganisasikan data secara sistematis dan rasional untuk menampilkan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk menyusun jawaban terhadap tujuan Penelitian Tindakan Kelas. Ingatlah bahwa tidak semua identifikasi masalah dapat diambil untuk dijadikan rumusan masalah. sehingga jawaban dari rumusan masalah dapat terjawab secara teoritis. Rumusan masalah harus dikaitkan dengan rumusan hipotesis tindakan. dan pengabstraksikan data mentah menjadi informasi yang bermakna. Analisa data Analisa data adalah proses menyeleksi. Di samping itu perlu ditetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memanipulasi pengumpulan serta analisa data secara cepat namun tepat selama program tindakan perbaikan diimplementasikan. guru boleh memilih satu atau dua dari identifikasi masalah yang akan dijadikan fokus dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Hasil-hasil penelitian yang elevan akan memperkuat dalam merumuskan hipotesis tindakan. Dengan kata lain alternatif tindakan perbaikan hendaknya mempunyai landasan yang mantap secara konseptual. memfokuskan. Pikirkan dengan seksama perubahan-perubahan yang secara implisit dijanjikan melalui hipotesis tindakan itu. kebaikan teknis serta keterlaksanaannya.

G. Bidang Kajian Tuliskan bidang kajian penelitian (misalnya Matematika. 2. Masalah yang akan diteliti adalah sebuah masalah yang penting dan mendesak untuk dipecahkan serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. Dengan kata lain judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya. Judul Penelitian Judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hendaknya singkat. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian. Hasil refleksi itu digunakan untuk menetapkan langkah-langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan dalam Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. dan untuk menentukan tindak lanjut dalam rangka mencapai tujuan akhir yang mungkin ditetapkan dalam rangka pencapaian berbagai tujuan sementara lainnya. PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) A. Dengan kata lain refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan sementara. hasil penelitian terdahulu (jika ada) dan alasan pentingnya penelitian ini dilaksanakan. Penyimpulan Penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dari sajian data yang telah terorganisir tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan/atau formulasi singkat dan padat tetapi mengandung pengertian luas. jelas dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTK. B.Paparan data Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. apa yang telah dihasilkan atau apa yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Refleksi Refleksi dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah dan/atau tidak terjadi. bukan sosok penelitian konvensional. representasi tabulasi termasuk dalam bentuk format matriks. Inggris. Bhs. dan sebagainya. C. Latar Belakang Masalah Dalam latar belakang masalah hendaknya diuraikan urgensi penanganan masalah yang diajukan itu melalui PTK. Uraikan permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh identifikasi masalah. refresentasi grafis. Pendahuluan 1. Secara garis besar latar belakang masalah berisi uraian: fakta-fakta pendukung. argumen-argumen teoritik tentang tindakan yang akan dipilih. PS dan sebagainya). dilanjutkan dengan analisis masalah yang dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. Perumusan Masalah . Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi disekolah dan diagnosis dilakukan oleh guru.

yang dipilih dari identifikasi masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaedah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kemukakan teori. sekolah. karakteristik subjek penelitian dan karakteristik mata pelajaran juga dijelaskan. seperti: Perencanaan. skenario kerja tindakan perbaikan. Metodologi Penelitian 1. dan prosedur tindakan yang akan ditetapkan. Implementasi tindakan. Tujuan Penelitian Tujuan Penelitrian Tindakan Kelas (PTK) hendaknya dirumuskan dengan singkat dan jelas. guru pelaksana penelitian maupun guru pada umumnya. temuan. Rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya. 3. 2. Uraian ini digunakan unuk menyusun kerangka berfikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) seperti pembuatan skenario pembelajaran. pengadaan alat-alat dalam rangka implementasi PTK. Rancangan / Model Penelitian Rancangan atau model penelitian tidakan dapat dipilih dari beberapa model penelitian tindakan yang telah dikemukakan di atas. dan hasil penelitian lain yang relevan dengan penelitian tindakan. instrumen. Jelaskan jumlah siklus yang akan digunkan. karena hal ini akan menjadi fokus pengamatan dalam penelitian dan dikaitkan dengan rumusan hipotesis tindakan. 5. . serta alat observasi lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetaaapkan sebelumnya. Pemecahan masalah Dalam bagian ini dikemukakan cara yang diajukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Lembaga pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. pilih model sesuai dengan rencana dindakan. pengembang kurikulum. Alternatif pemecahan masalah yang diajukan hendaknya mempunyai landasan konseptual yang mantap yang bertolak dari hasil analisis masalah. D. yaitu diskripsi tindakan yang akan digelar. Setting Penelitian Pada bagian ini dijelaskan tentang lokasi penelitian.Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan Penelitian Tindakan Kelas. Perumusan tujuan harus konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan pada rumusan masalah. Rencana tindakan Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 3. Kajian Teoritis dan Perumusan Hipotesis Tindakan Uraikan dengan jelas kajian teori yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). sehingga mendukung penelitian yang akan dilakukan. 4. E. Manfaat Penelitian Kemukakan manfaat atau sumbangan yang diperoleh dari hasil penelitian baik manfaat secara teoritis maupuin secara praktis yaitu baik yang menyangkut: siswa. Pada bagian akhir dikemukakan rumusan hipotesis tindakan yang merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan.

menyusun instrumen penelitian. yaitu: Data hasil analisis Lembar instrumen dan lembar observasi Biodata peneliti/Curriculum Vitae Daftar tabel jika diperlukan Dan lain-lain. pelaksanaan penelitian dan pelaporan. menetapkan indikator ketercapaian (sesuai SKBM). menetapkan format analisa data. Kegiatan dalam persiapan meliputi pertemuan antara anggota tim peneliti (tim kolaborasi) untuk menyusun dan menetapkan jadwal penelitian dan pembagia kerja. F. Daftar Pustaka Menunjukkan pustaka yang betul-betul digunakan dalam penyusunan proposal dan disusun secara alfabetis. dimulainya pelaksanaan sampai pelaporan. Kegiatan penulisan pelaporan meliputi penyusunan konsep laporan. Kegiatan pelaksanaan penelitian mencakup implementasi tindakan perbaikan. G. yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar. Biasanya ditampilkan dalam bentuk matriks kegiatan. Rencana Anggaran Rencana anggaran biaya dan disusun secara cermat meliputi : tahapan persiapan. penyusunan konsep laporan akhir. seminar hasil penelitian. Jadwal Penelitian Berisi penjelasan kegiatan yang akan dilakukan. yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan hasil produk dari implemntasi tindakan perbaikan yang dirancang. dan refleksi. I.Observasi dan interpretasi. personel yang dilibatkan. dan sebagainya. pelaksanaan tindakan perbaikan. SISTEMATIKA PENELITIAN TINDAKAN KELAS Sistematika pelaporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 5 bab sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian BAB II KERANGKA TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS TINDAKAN Kerangka Teoritis Hasil Penelitian yang Relevan Kerangka Berfikir Perumusan Hipotesis Tindakan . lembar observasai. waktu. dan analisis data. perbaikan. serta kriteria dan rancangan bagi tindakan berikutnya (siklus selanjutnya). observasi. Analisis dan refleksi. H. Lampiran-Lampiran Lampirkan hal-hal yang terkait dengan Penelitian Tindakan Kelas.

1988. Meningkatkat Prestasi Belajar matematika Melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Pada Siswa SMP Negeri 2 Suralaga. 2004. Penelitian Praktis Untuk Perbaikan Pembelajaran. Penelitian Peningkatan Pembelajaran Di LPTK. Stephen & Mc. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) : Baha Pelathan Dosen LPTK. Jakarta: Dirjen Dikti Bagian PPKM Hariyanto.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Rancangan/Model Penelitian Setting Penelitian Rencana penelitian Tindakan Metode Pengumpulan Data Analisis Data Jadwal Kegiatan Anggaran/Biaya Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Hasil Observasi Tindakan Deskripsi hasil Tindakan B. Taggart Robin. Jakarta: Dirjen Dikti Proyek Pendidikan Guru SD Akbar Ali. 2005. Pengenalan Penelitian Tindakan Kelas (Pedoman Pelaksanaan penelitian Tindakan Kelas). The Action Research Planner. 2005. D. 2004. 1996. 1999. 2001. Materi Pelatihan Terintegrasi mata Pelajaran Matematika Jilid 3. Selong: STKIP HAMZANWADI Depdiknas. A Teacher. Jakarta: Balitbang Depdiknas. Yogyakarta: Dirjen Dikti BP3 GSD Yogyakarta . Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA Abimanyu. 1997.S. Yogyakarta: Dirjen dikti BP3 GSD Yogyakarta Suyanto. Mataram: Unram Hopkins. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Balitbang Depdiknas. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas. Buchingham: Open University Press Kemmis. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Victoria: Deakim University Soedarsono. Penelitian Tindakan Kelas (PTK): Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guu Sekolah Menengah.s Guide Top ClassroomResearch. 1997. 1993.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->