PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1184/MENKES/PER/X/2004 TENTANG PENGAMANAN ALAT KESEHATAN DAN

PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN Menimbang : a. bahwa kesehatan masyarakat adalah salah satu modal pokok dalam rangka pertumbuhan dan kehidupan bangsa serta mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional bahwa masyarakat perlu dilindungi Kesehatan dan Keselamatannya terhadap, kesalahgunaan, penyalahgunaan dan penggunaan alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga yang tidak memenuhi persyaratan; b. bahwa pengamanan alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga dilakukan untuk melindungi masyarakat dan bahaya yang disebabkan oleh penggunaan alat kesehatan dan atau perbekalan kesehatan rumah tangga yang tidak tepat atau tidak memenuhi persyaratan. Dalam rangka melayani masyarakat perlu menampung semangat otonomi daerah, maka proses perizinan, poses pendaftaran, perlu ditinjau kembali tanpa mengurangi persyaratan atas mutu, manfaat dan keamanan alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga; c. bahwa Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 220/MENKES/PER/IX/1976 tentang Produksi dan Peredaran Kosmetika dan Alat Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 236/MENKES/PER/X/1977 tentang Perizinan Produksi Kosmetika dan Alat Kesehatan Nomor 140/MENKES/PER/III/1991 tentang Wajib daftar ALat Kesehatan, Kosmetika dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 142/MENKES/PER/III/1991 tentang Penyalur Alat Kesehatan, perlu ditinjau ulang dalam kaitan dengan perkembangan IPTEK dan oleh karena itu perlu diatur Pengamanan Alat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dengan Peraturan Menteri Kesehatan. Mengingat : 1. Ordonansi Bahan Berbahaya (Stb. Tahun 1949, Nomor 377); 2. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984, tentang Perindustrian (Lembaran Negara RI tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3274); 3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992, tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495); 4. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 42 tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821);

5. Undang-undang Nomor 22 tahun 1999, tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 60 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973, tentang Pengawasan atas Peredaran, Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara RI tahun 1973 Nomor 12); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1986, tentang Kewenangan Pengaturan Pembinaan Pengembangan Industri (Lembaran Negara RI tahun 1986 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 330); 8. Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3637); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 3781); 10. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 tahun 2000, tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3952); 11. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 12. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1277/MENKES/SK/XI/2001 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI; 13. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan Dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 264A/MENKES/SKB/VII/2003 Nomor : 02/SKB/M.PAN/7/2003 Tentang Tugas, Fungsi, dan Kewenangan Dibidang engawasan Obat Dan Makanan; MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PENGAMANAN ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Pengamanan adalah upaya untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan yang tidak tepat, dan atau yang tidak memnuhi persyaratan mutu, manfaat, dan keamanan. 2. Alat Kesehatan adalah, Instrumen, apparatus, mesin, alat untuk ditanamkan reagens/produk diagnostic invitro atau barang lain yang sejenis atau yang terkait termasuk komponen, bagian dan perlengkapannya yang : - disebut dalam Farmakope Indonesia, Ekstra Farmakope Indonesia dan Formularium Nasional atau Suplemennya dan atau;

Produksi adalah kegiatan atau proses menghasilakn. pengolahan. Penyalur Alat Kesehatan adalah Badan Hukum Perseroan Terbatas.. mengolah. 7. termasuk penentuan tingkat kesehatan.dimaksud untuk mendiagnosa kondisi bukan penyakit yang dalam mencapai tujuan utamanya . mengemas dan atau mengubah bentuk Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Produk Diagnostik adalah reagensia. Izin Penyalur ALat Kesehatan adalah izin yang diberikan berdasarkan kelayakan perusahaan untuk menyalurkan alat kesehatan secara aman dan benar. merawat. Perbekalan kesehatan rumah tangga adalah alat. 3. menyiapkan. 8. imunologis atau cara metabolisme tetapi mungkin membantu fungsi tersebut. Peralatan pengobatan tradisional adalah peralatan yang terjamin keamanannya dan telah digunakan secara tradisional. diakui sebagai alat kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.Digunakan.dimaksud untuk menopang atau menunjang hidup atau mati .Dan tidak mencapai target dalam tumbuh manusia secara farmakologis.dimaksud untuk pensucihamaan alat kesehatan dan atau . Sertifikat produksi adalah sertifikat yang diberikan oleh Menteri Kesehatan kepada Pabrik yang telah mengikuti Pedoman Cara Pembuatan yang Baik untuk memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Koperasi atau Perusahaan Perorangan yang memiliki izin untuk pengadaan. . bahan. atau campuran untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan untuk manusia. 4. yang dipercaya memberikan manfaat pada tubuh dan atau kesehatan manusia. 5. Pembuatan adalah seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi penyiapan bahan baku serta bahan pengemas.memberi informasi untuk maksud medis dengan cara pengujian invitro terhadap specimen yang dikeluarkan dan tubuh manusia. .dimaksudkan untuk mempengaruhi struktur dan fungsi tubuh manusia dan/atau . 12. Produk Diagnostik invivo adalah produk diagnostic yang digunakan secara invivo.digunakan untuk mendiagnosa penyakit. dan system yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit atau kondisi lain. Yang memproduksi/menyalurkan Alat Kesehatan dan atau memproduksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. instrument. membuat. Produk diagnostic invitro adalah produk diagnostic yang digunakan secara invitro. 6. hewan peliharaan rumah tangga dan tempat-tempat umum. meingankan atau mencegah penyakit pada manusia dan /atau . dengan maksud pengobatan. memulihkan. pengurangan atau mencegah penyakit atau akibatnya. pengemasan dan pengawasan mutu. 9. Perusahaan adalah Badan Hukum atau Badan Usaha. 13. 11. 10. .dimaksud untuk mencegah kehamilan dan/atau . menyembuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kebupaten/Kota adalah Kepala Dinas Kesehatan Kebupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan teknis di Kabupaten/Kota setempat. 14. Wadah adalah barang yang dipakai untuk mewadahi atau membungkus Alat Kesehatan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang berhubungan langsung dengan isi. 26. 16. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi adalah kepala Dinas Kesehatan yang melaksanakan kegiatan Teknis di Propinsi. 25. 15. 20. Direktur Jenderal adalah Direktur jenderal yang bertanggung jawab dibidang pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan. atau digambar. Penanggung Jawab Teknis adalah tenaga kesehatan atau tenaga lain yang memilikipendidikan dan pengalaman dalam mengelola Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Izin Edar adalah Izin yang diberikan kepada produsen untuk produk dalam negeri aAtau penyalur untuk produk import berdasarkan penilaian terhadap mutu. 21. 25. Penandaan adalah etiket. keamanan produk Alat Kesehatan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang akan diedarkan. Pembungkus adalah wadah atau selubung di dalam mana Alat Kesehatan atau PKRT tersebut berada untuk digunakan pada waktu peragaan atau penyerahan kepada pembeli eceran.penyimpanan. bukan perdagangan. Cabang Penyalur Alat Kesehatan adalah Perwakilan usaha yang telah mendapat izin dengan nama Perusahaan dan nama Pemilik yang sama dengan Penyalur Alat Kesehatan. Toko alat kesehatan adalah Badan Hukum. atau pemindah tangan. manfaat. 19. diukir. 18. brosur atau bentuk pernyataan lainnya yang ditulis. 24. Badan Usaha atau perorangan yang diizinkam melalui eceran alat kesehatan yang tidak dapat menimbulkan bahaya dan penggunaannya tidak memerlukan pengawasan tenaga kesehatan. berisi informasi yang cukup yang disertakan pada atau berhubungan dengan Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Peredaran adalah setiap kegiatan atau seangkaian kegiatan penyaluran atau penyerahan Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga baik dalam rangka perdagangan. 17. etiket adalah tanda yang berupa tulisan. 23. 22. Sub Penyalur ALat Kesehatan adalah Badan Hukum atau Badan Usaha yang menyalurkan Alat Kesehatan dari satu atau lebih Penyalur Alat Kesehatan yang memiliki izin. . penyaluran alat kesehatan sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dibidang Kesehatan. dicetak.dicantumkan dengan cara apapun pada wadah atau pembungkus. dengan atau tanpa gambar yang dilekatkan dicetak.

Pasal 5 Perusahaan harus dapat menjamin bahwa produknya tidak : 1. manfaat dan keamanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sesuai dengan Farmakope Indonesia. Pasal 6 (1) Perusahaan pemohon sertifikat produksi harus berbentuk Badan Hukum atau Badan Usaha. BAB III PRODUKSI Bagian Pertama Persyaratan Umum Pasal 3 (1) Produksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh Perusahaan yang memiliki sertifikat produksi dari Menteri. dan standar lain yang ditetapkan oleh Menteri. Kotor. (2) Perusahaan pemohon sertifikat produksi harus memnuhi persyaratan administrasi dan teknis. tercemar. Dapat mengganggu kesehatan manusia. manfaat dan keamanan. Standar nasional Indonesia (SNI) dan Pedoman Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Alat Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Terdapat jasad renik berbahaya atau melampaui batas yang ditetapkan. rusak 2. MANFAAT DAN KEAMANAN Pasal 2 (1) Produk Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang beredar harus memenuhi persyaratan mutu. (2) Pedoman Cara Pembuatan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang Baik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh Menteri. Pasal 4 (1) Perusahaan ayng memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah tangga yang memperoleh sertifikat produksi harus dapat menunjukkan bahwa produksi dilaksanakan sesuai dengan Pedoman Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang baik dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang Baik. (2) Menteri melimpahkan wewenang pemberian sertifikat kepada Direktur Jenderal. .BAB II PERSYARATAN MUTU. (3) Perusahaan rumah tangga yang menghasilkan produk Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga tertentu tidak pelu mengikuti ketentuan pada ayat (1) (4) Ketentuan mengenai ayat (3) ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Mengandung atau padanya terdapat bahan beracun melampaui batas yang ditetapkan 3. 4. (2) Persyarat mutu.

serta ATEM untuk Alat Kesehatan Elektromedik) untuk kelas A. Pasal 11 Bagian bangunan atau ruangan produksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga tidak digunakan untuk keperluan lain. Bagian Keempat Bahan Produksi .Pasal 7 (1) Perusahaan yang memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus memiliki penanggung jawab yang bekerja penuh sesuai dengan produk yang dihasilkan. sesuai dengan jenis produk yang dibuat. (2) bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mempunyai fasilitas sanitasi yang cukup dan terpelihara. Untuk kelas C berpendidikan Asisten Apoteker atau tenaga lain yang sederajat sesuai dengan bidangnya. Pasal 14 Peralatan sebagaimana dimaksud pada Pasal 12 hanya digunakan untuk tujuan produksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Berpendidikan minimal D3 (Farmasi Kimia. Pasal 10 (1) bangunan yang digunakan untuk memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus memenuhi persyaratan teknik dan hygiene. Teknik yang sesuai dengan bidangnya) untuk kelas B. (1) Penanggung Jawab Teknis memiliki pendidikan (Apoteker. Bagian Kedua Lokasi dan Bangunan Pasal 9 Lokasi unit produksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus berada dilokasi yang sesuai dengan peruntukannya sehingga dapat dicegah pengotoran dan pencemaran poduk oleh lingkungannya ataupun sebaliknya. Sarjana lain yang sesuai atau memiliki sertifikat. Bagian Ketiga Alat Produksi Pasal 12 Peralatan Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus diproduksi dengan menggunakan alat yang memiliki kualitas sesuai dengan yang dipersyaratkan Pasal 13 Peralatan yang digunakan untuk memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus disesuaikan dengan jenis produk dan selalu dalam keadaan terpelihara. Pasal 8 Perusahaan pemohon sertifikat produksi harus siap dan bersedia diperiksa kesiapannya oleh petugas yang ditunjuk.

berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk membentuk Tim Pemeriksaan Bersama untuk melakukan pemeriksaan setempat. dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 3. Perusahaan Pemohon harus mengajukan pemohonan tertulis kepada Menteri mellaui Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat. (3) Tim Pemeriksaan Bersama selambat-lambatnya 12 (dua belas) hari kerja melakukan pemeriksaan dengan menggunakan contoh formulir Berita Acara Pemeriksaan sebagaimana tercantum dalam lampiran 2. dan Keamanan. (2) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi selambat-lambatnya 12 (dua belas) hari kerja sejak menerima tembusan permohonan. dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 1.14. Bagian Kelima Cara Produksi Pasal 17 Produksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus dilaksanakan sesuai dengan Pedoman Cara Pembuatan yang baik. Pasal 19 Pemeriksaan sebagaiamana dimaksud pada Pasal Bagian Kesembilan Tata Cara Pemberian Sertifikat Produksi (missing) Pasal 24 (1) untuk mendapatkan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. (4) Apabila telah memnuhi persyaratan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi selambat-lambatnya 6 (enam) hari kerja setelah menerima hasil pemeriksaan dari Tim Pemeriksaan Bersama meneruskan kepada Direktur Jenderal. Pasal 16 Menteri menetapkan jenis dan kadar bahan tertentu yang dizinkan dalam produksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.Pasal 15 Bahan yang digunakan untuk memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus memnuhi standar mutu. (5) Dalam hal pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sampai dengan ayat (4) tidak dilaksanakan pada waktunya Perusahaan pemohon yang bersangkutan dapat membuat surat pernyataan siap melaksanakan kegiatan . manfaat. Alat Kesehatan yang menggunakan zat radioaktif atau dapat memancarkan sinar radiasi diatur sesuai dengan ketentuan dalam PP Nomor 12 tahun 1975 tentang Izin Pemakaian Zat Radioaktif. dan produk akhir. Bagian Keenam Pemeriksaan Mutu Pasal 18 Perusahaan yang memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus mampu melakukan analisa dan pemeriksaan terhadap bahan produksi yang digunakan.1.1 ・1.

Bagian kedua Belas Pelaporan Pasal 28 (1) Perusahaan yang memproduksi harus melaporkan hasil produksinya minimal setiap 1 (satu) tahun sekali kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada . Penggantian Penanggung Jawab teknis c. sarana tidak memerlukan pemeriksaan setempat. Perubahan Klasifikasi. Penggantian pemilik perusahaan d. Bagian Kesepuluh Masa Berlakunya Sertifikat Produksi Pasal 25 Sertifikat produksi berlaku 4 (empat) tahun sejak tanggal dikeluarkan Bagian Kesebelas Pembaharuan Sertifikat Produksi Pasal 26 (1) perusahaan yang akan melanjutkan usahanya harus mengajukan permohonan pembaharuan Sertifikat Produksi 3 (tiga) bulan sbelum berakhir masa berlakunya Sertifikat Produksi Kepala Direktur Jenderal melalui Dinas Kesehatan Propinsi. (7) Dalam jangka waktu 12 (dua belas) hari kerja setelah diterima laporan hasil pemeriksaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (4). (6) Dalam jangka waktu 12 (dua belas) hari kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) Direktur Jenderal dapat melakukan tindakan yang dianggap perlu dalam rangka penundaan atau penolakan permohonan Sertifikat produksi dengan meggunakan contoh formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 5 atau 6. Pasal 27 (1) Pembaharuan Sertifikat Produksi selain dimaksud dalam pasal 26 dapat dilakukan dalam hal terjadi : a. Direktur Jenderal mengeluarkan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan dan atau perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 7. Perubahan nama dan alamat perusahaan b. (8) Terhadap penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) diberi kesempatan utnuk melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi selambatlambatnya 6 (enam) bulan sejak diterbitkannya surat penundaan.kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 4. (3) Pembaharuan Sertifikat Produksi sebagaimana dimaksud ayat (1) bila tidak terjadi perubahan fisik bangunan. (2) Tata cara pembaharuan Sertifikat Produksi berlaku sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada pasal 24. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1) diajukan Perusahaan pemohon secara tertulis kepada Menteri melalui Kepala Dinas Kesehatan di Propinsi yang bersangkutan.

Penyalur Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang mendapat kuasa untuk mendaftarkan dari Perusahaan yang memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Perusahaan yang memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang telah mendapat sertifikat produksi. harus mendapat Izin edar dari Menteri.Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai lokasinya dengan mempergunakan form sebagaimana yang terlampir pada lampiran 8. (2) Menteri melimpahkan kewenangan pemberian izin edar kepada Direktur Jenderal. manfaat dan keamanan Alat Kesehatan/PKRT dalam rangka pemberi izin edar dibentuk Tim Penilai dan Tim Ahli Alat Kesehatan dan PKRT. kecuali dinyatakan lain mempergunakan form sebagaimana yang terlampir pada lampiran 9. (2) Perusahaan yang memiliki izin edar Alat Kesehatan dan atau Perbekalan kesehatan Rumah Tangga wajib menyampaikan laporan berkala paling tidak 1 (satu) tahun sekali. Pasal 30 (1) Untuk penilaian mutu. Perguruan Tinggi. Praktis dan Instansi terkait. BAB IV PEREDARAN Bagian Pertama Izin Edar Pasal 29 (1) Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang diedarkan atau dijual diwilayah Indonesia. Asosiasi terkait. Pasal 32 Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang mendapat izin edar harus memenuhi kriteria sebagai berikut : . (2) Perusahaan pemohon Izin edar Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga impor dilakukan oleh Penyalur Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang mendapat kuasa untuk mendaftarkan dari produsen atau perusahaan penanggung jawab produk diluar negeri. (3) Produk Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga tertentu yang diproduksi oleh perusahaan rumah tangga tidak perlu mengikuti ketentuan pada ayat (2). (4) Ketentuan mengenai ayat (3) ditetapak oleh Direktur jenderal. (3) Tim Ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri dari pada pakar dan Organisasi Profesi. Pasal 31 (1) Perusahaan pemohon izin edar Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga produksi dalam negeri dilakukan oleh : a. b. (2) Tim Penilai dan Tim Ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Direktur Jenderal memberitahukan secara tertulis .5 dan atau 11. II.1 ・13. Pasal 37 (1) Dalam hal diperlukan penambahan data untuk penilaian. yaitu tidak menggunakan bahan yang dilarang dan tidak melebihi batas kadar yang telah ditentukan. (2) Kelas Produk Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumaha Tangga sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran 14.1 ・12. yang dapat mencegah terjadinya salah pengertian atau salah penggunaan.1 ・11.5 Pasal 35 (1) Berdasarkan keamanannya produk Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dibagi menjadi 3 (tiga) kelas I. b.a. II.5 dan atau 12.1 ・10. Penandaan 1) Untuk Alat Kesehatan : Penandaan berisi informasi yang cukup. 2) Untuk Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga: Keamanan.5 dan atau 13. Bagian Kedua Tata Cara Permohonan Izin Edar Pasal 34 Permohonan Izin edar Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga diajukan kepada Direktur Jenderal dengan mengisi formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 10. Keamanan Alat Kesehatan : 1) Untuk Alat Kesehatan : Kemanfaatan dan keamanan dibuktikan dengan melakukan uji Klinis atau buktibukti lain sesuai dengan status perkembangan ilmu pengetahuan. 2) Untuk Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga : Penandaan berisi informasi yang cukup. Mutu Mutu dinilai dari cara pembuatan yang baik dan hanya menggunakan bahan dengan spesifikasi yang sesuai untuk Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Direktur Jenderalmenerbitkan surat penolakan pendaftaran : . Pasal 33 Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga impor harus dapat ditelusuri asal usul dan penanggung jawab produk tersebut diluar negeri. (2) Perusahaan pemohon wajib menyerahkan tambahan data yang dimaksud dalam ayat (1) selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung mulai tanggal pemberitahuan : (3) Dalam hal pendaftaran tidak dapat memenuhi ketentuan yang dimaksudkan dalam ayat (2). Pasal 36 Pembagian kategori dan sub kategori Alat Kesehatan dan Perbekalan Rumah Tangga sebagaimana tercantum dalam lapiran 15 dan 15 A. yang dapat mencegah terjadinya salah pengertian atau salah penggunaan termasuk tanda peringatan dan cara penanggulangannya apabila terjadi kecelakan. c.

Menimbulkan akibat yang membahayakan bagi kesehatan. dilakukan dengan mengevaluasi hasil laporan berkala terhadap akibat samping serta hasil monitoring mutu dan Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga tersebut. b. dapat diajukan kembali sebagi pendaftaran baru apabila kelengkapan dimaksud dalam Pasal 31 dan atau tambahan data yang dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi. keamanan serta penandaannya. Perusahaan wajib melaporkannya ke Direktorat Jenderal untuk mendapatkan perpanjangan izin edar. (2) Perpanjangan nomor izin edar untuk Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang tidak mengalami perubahan. Pasal 38 Terhadap Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang permohonannya telah memnuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 dilakukan evaluasi mengenai mutu. Bagian Ketiga Masa berlakunya izin edar Pasal 41 Izin edar berlaku 4 (empat) tahun sejak tanggal dikeluarkan (1) Direktur Jenderal dapat membatalkan persetujuan izin edar apabila : a. Pasal 40 (1) Nomor izin edar diberikan untuk Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang telah disetujui pemohonan pendaftarannya. .(4) Pemohonan yang ditolak seperti yang dimaksud dalam ayat (3). tidak memenuhi criteria sesuai dengan data yang diajukan pada permohonan izin edar.. manfaat. Bila belum selesai. Pasal 43 (1) Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang habis masa berlaku izin edarnya. Direktur Jenderal harus memberikan keputusan persetujuan atau penolakan pendaftaran. (2) Nomor izin edar harus dicantumkan pada penandaan atau pada etiket. Direktur Jenderal dapat membatalkan izin edar tersebut : (3) Pembatalan persetujuan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) dilakukan dengan keputusan pembatalan. wadah dan pembungkus Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Pasal 39 Dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak menerima permohonan izin edar yang lengkap. (2) bila terjadi perselisihan antara Perusahaan yang memproduksi Alat Kesehatan dan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dengan agen pemegang nomor izin harus diselesaikan paling lama 6 (enam) bulan. Bagian Kelima Ekspor dan Impor Pasal 44 (1) Surat Keterangan tentang Alat Kesehatan dan PKRT yang diekspor/diimpor apabila diperlukan diberikan oleh Direktur Jenderal.

Bagian Keenam Penyaluran Pasal 45 (1) Penyalur Alat Kesehatan wajib memiliki izin Penyalur Alat Kesehatan dari Menteri. penyaluran alat kesehatan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. . Memiliki penanggung jawab teknis yang bekerja penuh 3. Bagian Kelima Persyaratan penyaluran Pasal 47 Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan hanya dapat dilakukan oleh : 1. manfaat dan keamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. apabila terjadi : 1. Pasal 50 Setiap pergantian penanggung jawab teknis wajib dilaporkan selambatlambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) hari kerja sebelum terjadi pergantian kepada Direktur Jenderal dengan tembusan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat. (3) Pedagang Besar Farmasi yang akan melakukan usaha sebagai Penyalur Alat Kesehatan harus memenuhi persyaratan ketentuan dalam peraturan ini Pasal 46 (1) Izin Penyalur Alat Kesehatan diberikan oleh Direktur Jenderal (2) izin Cabang Penyalur Alat Kesehatan diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi.(2) Surat keterangan seperti yang dimaksud dengan ayat (1) dikeluarkan dengan mempertimbangkan mutu. Pengantian pimpinan dan/atau penanggung jawab teknis. (2) Menteri melimpahkan kewenangan pemberian izin penyalur kepada Direktur Jenderal. penyimpanan. Memiliki surat penunjukkan keagenan dari produsen diluar negeri yang dilegalisir KBRI setempat. 4. 3. (3) Izin Sub Penyalur Alat Kesehatan diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi (4) Izin Toko Alat Kesehatan diberikan oleh Kepala Dinas Kabupaten Kota. Perubahan nama perusahaan Pasal 49 Penyalur Alat Kesehatan wajib melaporkan hasil distribusinya setiap 1 9satu) tahun sekali kepada Direktur Jenderal dengan tembusan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat sebagaimana tercantum dalam lapiran 16. Memiliki/bekerjasama dengan perusahaan lain dalam melaksanakan jaminan purna jual untuk yang menyalurkan Alat Kesehatan yang memerlukannya. Perubahan alamat kantor dan/atau gudang 2. Pasal 48 Pembaharuan izin usaha penyalur alat kesehatan harus dilakukan. 2. Badan Hukum yang telah memperoleh izin usaha utnuk pengadaan.

Bengkel dengan peralatan yang memadai dan dilengkapi dengan suku cadang secukupnya 9untuk perbaikan) sesuai dengan Alat Kesehatan yang diedarkannya. Memberikan bantuan rujuk reparasi diluar negeri (untuk produk import). penyimpanan dan penyaluran alat kesehatan harus dapat diperiksa sawaktu-waktu oleh petugas yang ditunjuk. . Bagian Ketujuh Tata Cara Pengajuan Permohonan dan Pemberian Izin Penyalur Alat Kesehatan Pasal 55 (1) Untuk mendapatkan Izin Penyalur Alat Kesehatan Pemohon harus mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal melalui Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat. b. penyimpanan dan penyalurannya. menyimpan dan menyalurkan alat kesehatan yang memenuhi persyaratan keamanan sesuai cara distribusi yang baik dan ketentuan yang berlaku. (2) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi selambat-lambatnya 12 (dua belas) hari kerja sejak menerima tembusan permohonan. (4) Penyalur Alat Kesehatan yang menyalurkan alat kesehatan tertentu wajib menyediakan atau memiliki jaminan purna jual berupa : a. c. (2) Gudang wajib dilengkapi dengan perlengkapan yang dapat menjamin keamanan alat kesehatan yang disimpan. Pasal 53 (1) Penyalur Alat Kesehatan berkewajiban mengadakan. Pasal 52 (1) Penyalur Alat Kesehatan wajib mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk dapat melaksanakan pengelolaan. pengadaan. (3) Penyalur Alat Kesehatan wajib melaksanakan pencatatan pengadaan penyimpanan dan penyaluran secara tertib di tempat usahanya. dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 17 dan 18. (2) Pedoman Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik ditetapkan oleh Menteri Bagian Keenam Pemeriksaan Pasal 54 Pelaksanaanpengadaan. pengadaan. Pemeriksaan yang dimaksud ayat (1) meliputi pemeriksaan sarana dan prasarana penyalur alat kesehatan.Pasal 51 Penyalur Alat Kesehatan dapat mendirikan cabang diseluruh wilayah Indonesia. penyimpanan dan penyaluran alat kesehatan serta dapat menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi penyalur alat kesehatan. Tenaga Ahli atau Teknisi yang berpengalaman untuk dapat memperbaiki atau mereparasi Alat Kesehatan yang disalurkan. berkoordinasi dengan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk membentuk Tim Pemeriksaan bersama untuk melakukan pemeriksaan setempat. bila ternyata Alat Kesehatan tersebut tidak dapat diperbaiki didalam negeri. termasuk pencatatan.

Memenuhi persyaratan sebagai penyalur alat kesehatan sesuai dengan pasal 52 Bagian Kesembilan Toko Alat Kesehatan Pasal 57 (1) Penjualan Alat Kesehatan yang tidak dapat menimbulkan bahaya dalam penggunaan dan penggunaannya tidak memerlukan pengawasan tenaga kesehatan dapat dilakukan oleh took alat kesehatan. Bagian Kedelapan Persyaratan Cabang dan Sub Penyalur Alat Kesehatan Pasal 56 Permohonan izin cabang dan sub penyalur alat kesehatan hanya dapat dilakukan oleh : a. Direktur Jenderal mengeluarkan izin Penyalur Alat Kesehatan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 24.(3) Tim Pemeriksaan Bersama selambat-lambatnya 12 (dua belas) hari kerja melakukan pemeriksaan dengan menggunakan contoh formulir Berita Acara Pemeriksaan sebagaimana tercantum dalam lampiran 19. Memiliki Penanggung jawab yang bekerja penuh c. badan Hukum. penyaluran alat kesehatan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku b. (4) Apabila telah memenuhi persyaratan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi selambat-lambatnya 6 (enam) hari kerja setelah menerima hasil pemeriksaan dan Tim Pemeriksaan Bersama meneruskan kepada Direktur Jenderal. (7) Terhadap penundaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) diberi kesempatan untuk melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi selambatlambatnya 6 (enam) bulan sejak diterbitkannya surat penundaan. (2) Apotek. Memiliki surat penunjukkan sebagai distributor dan PAK yang berizin d. penyimpanan. Badan Usaha yang telah memperoleh izin usaha untuk pengadaan. took Obat berizin dapat menjual alat kesehatan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) Bagian Kesepuluh Persyaratan Toko Alat Ksehatan Pasal 58 . (5) Dalam hal pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sampai dengan ayat (4) tidak dilaksanakan pada waktunya pemohon yang bersangkutan dapat membuat surat penyataan siap melaksanakan kegiatan Kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Dinas Kesehatan Kebupaten/Kota setempat dengan menggunakan contoh lampiran 21. denagn menggunakan contoh formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran 20. Within 12 (twelve) working days as meant in paragraph (5) the Director General may take action as it deems necessary in the framework of deferment or refusal of application letter for Production Certificate by using example form as specified in attachment 22 or 23 (6) Dalam jangka waktu 12 (dua belas) hari kerja setelah diterima laporan hasil pemeriksaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (40.

Badan Hukum. Bagian Kedua belas Tata Cara Penyaluran Alat Kesehatan Pasal 61 Alat Kesehatan yang penggunaannya dalam pengawasan tenaga kesehatan dilarang dijual ke pedagang eceran. tetapi harus langsung ke sarana pelayanan kesehatan atau kepada tenaga kesehatan yang berwenang. Bagian Ketiga belas Penyaluran Alat Kesehatan Pasal 62 (1) Penyerahan ALat Kesehatan dilakukan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan. Pasal 65 . cara penggunaan dan informasi Alat Kesehtan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dengan menggunakan bahasa Indonesia dan atau bahasa Inggris. (3) Ketentuan lebih lanjut yang dimaksud pada ayat (2) diatur oleh Menteri. BAB V INFORMASI Bagian Pertama Penandaan Pasal 63 (1) Penandaan dan informasi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dilaksanakan untuk melindungi masyarakat dari informasi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang tidak obyektif tidak lengkap serta menyesatkan. atau kombinasi antar ketiganya atau bentuk lainnya yang disertakan pada kemasan atau dimasukkan dalam kemasan atau merupakan bagian dari wadah dan. Pasal 60 Izin Cabang Penyalur. sub penyalur berlaku selama penunjukkan dan penyalur alat kesehatan berizin masih berlaku dan perusahaan tersebut masih aktif melakukan kegiatan usaha.Permohonan Toko Alat Kesehatan hanya dapat dilakukan oleh: 1. Memiliki sarana dan prasaranan yang memadai untuk menjadi took alat kesehatan. warna. Pasal 64 Badan usaha yang mengedarkan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus mencantumkan penandaan. tulisan. Badan Usaha atau perorangan 2. (2) Alat Kesehatan tertentu yang dapat menimbulkan resiko penyerahannya harus dilakukan kepada orang yang berhak. (2) penandaan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dapat berbentuk gambar. Bagian Kesebelas Masa Berlakunya Izin Penyalur Alat Kesehatan Pasal 59 Izin Penyalur Alat Kesehatan belaku selama penunjukkan dari pabrik (Prinsipal) masih berlaku dan perusahaan tersebut masih aktif melakukan kegiatan usaha.atau kemasannya.

Tata cara penggunaan. keamanan. Nama produk dan atau merk dagang. c. BAB VI PEMELIHARAAN MUTU Pasal 69 (1) dalam rangka menjamin Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang memnuhi persyaratan mutu. Nomor batch. dan kemanfaatan diselenggarakan upaya pemeliharaan mutu Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.(1) penandaan dan informasi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang harus dicantumkan sebagaimana dimaksud dalam padal 63 harus memnuhi persyaratan. nomor izin edar dan netto bila ada (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penandaan. Pasal 67 Iklan mengenai Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga pada media apapun yang dipergunakan untuk menyebarkan informasi dilaksanakan dengan memperhatikan etika periklanan. Pasal 68 (1) Penilaian terhadap iklan Alat Kesehatan perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dalam rangka melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan etika periklanan dilakukan oelh Tim yang ditetapkan oleh Menteri (2) Tim sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) terdiri dan para pakar dan organisasi profesi. Batas waktu kedaluasa utnuk Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga tertentu. e. kode produksi. Nama dan alamat perusahaan yang memproduk atau memasukan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga kedalam wilayah Indonesia. Komponen pokok Alat Kesehatan dan perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Tanda peringatan atau efek samping. Bagian Kedua Iklan Pasal 66 Iklan Alat Kesehatan dan Perbekalan kesehatan rumah Tangga yang diedarkan harus memuat keterangan secara obyektif. praktisi dan instansi terkait. g. (2) Keterangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang-kurangnya berisi: a. (2) penyelenggaraan upaya pemeliharaan mutu Alat Kesehatan dan perbekalan Kesehatan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan . cara penggunaan dan informasi yang dicantumkan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur oleh Menteri. b. lengkap dan tidak meyesatkan. lengkap serta tidak menyesatkan. asosiasi terkait. berbentuk tulisan yang berisi keterangan mengenai ALat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga secara obyektif. f. d.

BAB VI PENARIKAN KEMBALI Pasal 72 (1) Penarikan kembali ALat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan peredaran karena dicabut izin edarnya. Pasal 74 (1) Pemusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dilaksanakan perusahaan yang memproduksi dan/atau mengedarkan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan/atau orang yang bertanggung jawab atas sarana kesehatan dan/atau Pemerintah. Dicabut izin edarnya. dilaksanakan oleh dan menjadi tanggung jawab badan usaha yang memproduksi dan/atau mengedarkan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan rumah Tangga. Tidak memenuhi syarat untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi. e. b. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penarikan kembali Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah tangga dari peredaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh menteri. Pasal 70 (1) Dalam rangka pelaksanaan upaya pemeliharaan mutu Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Telah kadaluasa. Pasal 75 . Persyaratan pemeliharaan mutu Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.sejak kegiatan produksi sampai dengan peredaran Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. (2) Permusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga berhubungan dengan tindak pidana dilaksanakan oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembinaan dan pengawasan pemeliharan mutu Alat Kesehatan dan Perbekalan kesehatan Rumah Tangga (2) pelaksanaan ketentuan sebagimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Menteri Pasal 71 Untuk menjamin mutu. Berhubungan dengan tindak pidana. Diproduksi tanpa memenuhi persyaratan yang berlaku. Menteri menetapkan : a. c. d. manfaat dan keamanan ALat Kesehatan Elektrtomedik dan Radiologi perlu dilakukan kalibrasi alat secara periodic sesuai ketentuan yang berlaku. BAB VIII PERMUSNAHAN Pasal 73 Pemusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dilaksanakan terhadap Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang : a. b.

Nama penanggung jawab teknis pelaksana permusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Pasal 76 (1) Pemusnahan ALat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga harus dilaporkan kepada Menteri. keamanan dan kemanfaatan. c. (2) Pelaksanaan peran serta masyarakat seperti yang dimaksud pada ayat (1) diatur oleh Menteri. kelompok. (3) laporan pemusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditanda tangani oleh penanggung jawab teknis dan saksi dalam pelaksanaan pemusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. b. Waktu dan tempat pelaksanaan pemusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Nama dua orang saksi dalam pelaksanaan permusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang memnuhi persyaratkan mutu. d. . Pasal 77 Ketentuan lebih lanjut mengenal tata cara pemusnahan dan pelaporan ALat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 dan Pasal 75. Jumlah dan jenis Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Pasal 81 (1) Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 diarahkan untuk : a. atau lembaga yang diselenggarakan masyarakat. (2) Laporan pemusnahan ALat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang-kurangnya memuat keterangan : a. Pasal 79 (1) Peran serta masyarakat diarahkan untuk meningkatkan dan mendayagunakan kemampuan yang ada pada masyarakat dalam rangka pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. BAB XI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Pasal 78 Peran serta masyarakat dapat dilakukan oleh perorangan.Pemusnahan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dilaksanakan dengan memperhatikan dampak terhadap kesehatan manusia serta upaya pelestarian lingkungan hidup. BAB X PEMBINAAN Pasal 80 Menetri melakukan pembinaan terhadap segala kegiatan yang berhubungan dengan Alat Kesehatan dan perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. ditetapkan oleh Menteri.

KES/PER/X/1977. dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan ini. (3) Pembinaan terhadap pelaksanaan ketentuan ini serta periklanan dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat Pusat sampai dengan Daerah.KES/PER/III/1991. Nomor 236/MEN. Nomor 140/MEN. informasi. 220/MEN. c. keamanan dan kemanfaatan. BAB XI PENGAWASAN Pasal 82 Pengawasan terhadap segala kegiatan yang berhubungan dengan pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dilaksananakan secara berjenjang dari tingkat pusat oleh Dirjen sampai dengan daerah oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan atau Kebupaten Kota. (2) Sanksi pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) dikenakan berdasarkan peraturan perundang-undang yanga berlaku. Pelayanan Kesehatan. dan Nomor. Pasal 85 (1) Pelanggaran terhadap ketentuan ini yang mengakibatkan seseorang tergantung kesehatannya.142/MEN.b. Sumber daya manusia. Menjamin terpenuhinya atau terpeliharanya persyaratan mutu.KES/PER/IX/1976. Pasal 83 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi secara berjenjang melaporkan hasil pembinaan dan pengawasan yang dilakukan kepada Direktur Jenderal. tertulis sampai dengan pencabutan izin seperti yang tercantum pada lampiran 25.KES/PER/III/1991. cacat atau kematian dapat dikenakan sanksi pidana. e. b. . d. izin edar Alat Kesehatan dan pkrt serta Izin Penyalur ALat kesehatan yang telah diterbitkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. Produksi. Melindungi masyarakat dari bahaya penggunaan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang tidak tepat dan/atau tidak memnuhi persyaratan mutu. Peredaran. keamanan dan kemanfaatan Alat Kesehatan dan perbekalan Kesehatan Rumah Tanggayang diedarkan. BAB XII SANKSI Pasal 84 Pelanggaran terhadap ketentuan Peraturan ini dapat dikenakan sanksi administrative berupa teguran lisan. (2) Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam ayat(1) dilaksanakan dalam bidang: a. c. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 86 (1) Izin Produksi.

BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 87 Dengan berlakunya Peraturan ini. Kosmetika dan perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan menempatkannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.KES/PER/X/1977 Tentang Perijinan Produksi Kosmetika dan Alat Kesehatan. maka Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 220/MEN. Nomor 142/MEN. Nomor 140/MEN. Ttd.Achmad Sujudi LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR : 1184/MENKES/Per/x/2004 TANGGAL : 10 Oktober 2004 . Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 19 Oktober 2004 MENTERI KESEHATAN. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku Pasal 88 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.KES/PER/III/1991 Tentang Wajib Daftra Alat Kesehatan.KES/PER/III/1991 tentang Penyalur Alat Kesehatan. Dr. Agar setiap orang mengetahuinya.KES/PER/IX/76 Tentang Produksi dan Peredaran Kosmetika dan Alat Kesehatan. Nomor 236/MEN.(2) Penyesuaian terhadap ayat (1) yang tidak sesuai dengan peraturan ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak ditetapkannya peraturan ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful