P. 1
Kemampuan Menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan Dalam Penulisan Cerita

Kemampuan Menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan Dalam Penulisan Cerita

|Views: 1,777|Likes:
Published by Beny_Madiun

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Beny_Madiun on Mar 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2015

pdf

text

original

Dalam instrumen penelitian ini, untuk mengukur kemampuan siswa dengan

menggunakan soal tes dalam bentuk cerita dengan tema “Liburan Ke Rumah

Nenek”. Dengan memberi waktu penulisan cerita selama 40 menit, kemudian

hasil pekerjaan siswa dikumpulkan untuk dianalisa tingkat kemampuan

penggunaan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan cerita siswa kelas 6 SDN

Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan tahun pelajaran

2006/2007.

Skala penilaian digunakan untuk mengukur penampilan atau

perilaku orang/individu lain oleh seseorang, melalui pernyataan perilaku

individu pada suatu titik kontinue atau suatu kategori yang bermakna nilai

(Nana Sudjana, 2001:112). Titik atau kategori diberi nilai rentangan mulai

dari yang tertinggi sampai terendah. Rentangan ini bisa dalam bentuk huruf

(a, b, c d) atau angka (4, 3, 2, 1). Sedangkan menurut Yatim Riyanto

(2001:101) bahwa score yang diberikan pengamat/peneliti merupakan

judment (kebijakan) pengamat/peneliti itu sendiri.

Pemberian skor atau penilaian diukur dengan ketentuan sebagai berikut.

85

a. Nilai 10, bila tidak ada kesalahan

b. Nilai 9, bila tingkat kesalahan antara 1 sampai dengan 3

c. Nilai 8, bila tingkat kesalahan antara 4 sampai dengan 5

d. Nilai 7, bila tingkat kesalahan antara 6 sampai dengan 7

e. Nilai 6, bila tingkat kesalahan antara 8 sampai dengan 9

f. Nilai 5, bila tingkat kesalahan diatas 10

C. Analisis Data

Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi sesuai dengan tingkat

kesalahan dalam penggunaan ejaan yang disempurnakan. Kemudian dari data

tersebut, peneliti membuat tingkat kemampuannya dengan indikator tingkat

kesalahan sebagai ketentuan pada instrumen penelitian di atas dengan

menggunakan rumus prosentase.

P =

%

100

x

N

F

Keterangan :

P = Prosentase

F = Tingkat kesalahan

N = Jumlah responden

Kecuali itu, peneliti mencari nilai mean, median, modus, SD,

kemencengan poligon, histogram, dan poligon. Adapun rumus yang

dipergunakan ialah:

1. Menentukan Nilai Rata-rata (Mean)

Dalam menentukan nilai rata-rata (Mean) digunakan rumus :

86

Mean =

fi

xi
.
fi

(Sudjana, 1996:67)

Keterangan :

fi = jumlah frekuensi

xi

= titik tengah interval

2. Median

Rumus yang dipakai untuk menentukan median ialah :

Me = b + p



f

F

n

21

(Sudjana, 1996:79)

Keterangan :

b = batas bawah kelas median

p = panjang kelas interval

n = banyak sampel

F = jumlah semua frekuensi sebelum kelas median

f = frekuensi kelas median

3. Menentukan Modus (Mo)

Dalam menentukan modus (Mo) dipakai rumus :

Mo = b + p



2
b

1

b

1

b

(Sudjana, 1996:79)

Keterangan :

b = batas bawah kelas median

p = panjang kelas interval

b1 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas modal terdekat

sebelumnya.

87

b2 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas terdekat berikutnya.

4. Menentukan Standar Deviasi (SD)

Rumus yang digunakan untuk menentukan standar deviasi atau simpangan

baku (SD) ialah :

SD =

1

n

x

xi

fi

2

(Sudjana, 1996:94)

Keterangan :

fi

= jumlah frekuensi

xi

= titik tengah interval

x

= nilai rata-rata

n

= banyaknya data

5. Menentukan Kecondongan Poligon

Rumus untuk menentukan kecondongan poligon ialah :

Rumus =

S

Mo

x

(Sudjana, 1996:94)

Keterangan :

x = nilai rata-rata atau Mean

Mo = modus/harga tengah

S = simpangan baku

88

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->