Ekonomi Kelembagaan, Lama dan Baru

Sejarah

ekonomi

kelembagaan

saat

ini

relatif

sederhana.

Thorstein Veblen pada akhir abad kesembilan belas memberikan kritik pada asumsi dasar teori utilitas marginal. Model Veblen tentang ' Ekonomi Kelembagaan lama mulai memudar di pertengahan abad kedua puluh. Ekonomi Kelembagaan Baru muncul pada akhir abad dua puluh, sebagian besar disebabkan oleh pengaruh Ronald Coase dan Oliver Williamson. Ekonomi Kelembagaan Baru bisa berhasil dengan menerapkan metode utama analisis ekonomi kepada lembaga-lembaga yang ada. Ada beberapa poin kesamaan antara ekonomi Veblenian dan Hayekian. Akan tetapi Hayekians modern cenderung untuk mendukung program penelitian Kelembagaan Baru. Makalah ini mengambil pandangan yang berbeda tentang sejarah ekonomi kelembagaan. Veblen melakukan sebuah program penelitian Contrasting kelembagaan), Institutional dimana Analysis (Analisis pada perbandingan lembaga yang beberapa ekonom

diperbandingkan secara mendasar sangatlah berbeda. Terlebih lagi, ketika Veblen membandingkan teknokrasi dengan kapitalisme. FA Hayek juga membandingkan antara teknokrasi dengan kapitalisme. Keduanya Veblen dan Hayek menjelaskan lembaga dengan cara pikir yang berbeda. Coase dengan arahan yang berbeda menganggap Ekonomi Kelembagaan dengan memusatkan perhatian pada biaya transaksi. Berdasarkan pada biaya transaksi yang telah dinyatakan oleh Coaseans memunculkan suatu program Analisis Perbandingan Kelembagaan, dimana ekonom membandingkan beberapa lembaga sesuai dengan atribut yang sama. Perpindahan program VeblenHayek tidak diperlukan lagi karena program penelitian Veblen-Hayek dan program penelitian Coasean sebenarnya saling melengkapi. Bagian pertama dari makalah ini meneliti bahwa Veblen melihat perbedaan antara proses mesin yang dijalankan oleh para engineer

1

2 . isolasionisme intelektual. Bagian kedua mengeksplorasi analisis perencanaan Hayek oleh para engineer.Panglossian. Selain itu. Ekonomi Coasean mendukung pandangan dunia yang sudah ada yaitu Panglossian. Veblenians dan Hayekians disamakan dengan kritik yang serupa: terlalu sibuk dengan metodologi. Dengan demikian prospek program untuk penelitian Veblen-Hayek program menghindari status quo bias teori Coasean . Kemajuan Kelembagaan mengharuskan kita untuk melihat sedikit kesamaan antara beberapa alternatif lembaga yang ada. Jika dilakukan dengan pada benar. Bagian tiga membahas pemindahan penelitian Veblen-Hayek oleh ekonomi Coasean.dan proses komersial yang dijalankan oleh kapitalis. Teori utilitas marjinal berasal dari gagasan yang tidak realistis "manusia sebagai kalkulator yang cepat akan kesenangan dan nyeri "(1898a Veblen p389). paranoia dalam berurusan dengan ekonom lainnya. kedua sekolah hadir sebagai reaksi terhadap "politik dan lingkungan sosial dari negara asal-usul mereka "(Caldwell 1989). Bagian akhir mempertimbangkan mempopulerkan penelitian Veblen-Hayek. Secara khusus Veblen menargetkan sekolah Austria dalam kritiknya terhadap teori utilitas marjinal. dan kecenderungan untuk membenarkan ekstremisme sebagai purism (Samuels 1989). dimana alternatif beberapa lembaga muncul nampak sama ketika titik di mana ada sedikit alasan untuk saling menggantikan satu sama lain antar substitusi. analisis Veblen-Hayek lebih banya menjelaskan agenda kebijakan progresif. Veblenians dan Hayekians melihat lembaga dengan istilah evolusioner (Boettke 1989). Namun demikian kasus yang penganut Veblen dan Austria memiliki kritik yang serupa dengan Neoklasik. dan berfokus hanya pada ketidakmiripan yang membuat pilihan lembagaonal semakin jelas. Veblen: Engineers versus Kapitalis Thorstein Veblen sering dikenang karena kritiknya terhadap teori utilitas marjinal.

(Hodgson 1998 p. Veblen menekankan budaya kebiasaan. bukan produksi.172-173). logik. sama peningkatan Suatu seni output”. apa yang diungkapkan Veblen berlawanan dengan ‘profit’ pada proses keuangan kapitalisme dengan ‘ilmu pengetahuan serta kecekatan mesin pada proses teknologi. Veblen (1909p626) menyatakan lembaga sebagai “kebiasaankebiasaan yang telah terpikirkan oleh orang pada umumnya”. Veblen memandang keuangan sebagai suatu proses akuisisi yang sama dengan praktik-praktik 3 . Di sisi lain. Veblen dan Hayek keduanya menulis tentang peranan engineer dalam masyarakat. Veblen dan Hayek juga msenjadikan faktor ‘tindakan alam bawah sadar’ ke dalam teori mereka. bukanlah pelayanan”. dan fakta-fakta relevan teknologi” (Vebelen 1921 p26). tetapi para ahli finansial perusahaan modern mengendalikan seluruh industri tanpa mampu memahami seni industri. menyebabkan yang kemiskinan dan pengangguran (Veblen 1921 p 27). Harga monopoli memperlambat sempurna pemimpin sabotase keuangan ahli terutama industri pada cara halnya kesepakatannya. Perusahaan keuangan mampu memperbaiki kekayaan konsumennya melalui peningkatan produksi. Kami dapat lebih memahami kesamaan antara Veblen dan Hayek dengan menguji kembali analisis mereka tentang ‘engineer’.Persamaan antara Veblen dan Hayek sangat menarik. eksploitasi. Veblen dan Hayek keduanya mengkritik rasionalisme dalam ilmu-ilmu sosial. Tujuan program ‘Lembaga lama’ menurut Veblen ada pada proses memahami ciri-ciri struktur antara lembaga industri dan keuangan. Para kapitalis awalnya sangat terbiasa dengan proses mesin. Veblen (1899 p209) beranggapan bahwa pemimpin industri sebagai anggota yang memiliki hubungan dengan industri sebagai suatu “akuisisi. Hayek menekankan konsekuensi dan aturan yang tidak disengaja yang ada pada perilaku. dengan para Spesialisasi finansial meletakkannya pada satu kata yaitu “ perilaku berfikir. tetapi malah mendapatkan kekayaan “dengan cara memaksa produksi.

Lembaga-lembaga keuangan berasal dari perilaku berfikir akan orientasi profit. Lembaga keuangan sebagai bagian dari kelas modern merupakan ”derivasi budaya predator kuno” (Veblen 1899p209). Sebelumnya. akan tetapi ”hal ini tidaklah menjanjikan” bagi engineers untuk memindahkan kapitalis sebagai pemimpin industri (Veblen 1921p84). engineers secara alami merasa relatif tidak beruntung bila dibandingkan dengan orang keuangan. pendeta. Veblen menolak pandangan kaum Panglossian yang beranggapan bahwa hasil terbaik tak terhindarkan. Veblen membandingkan orang keuangan dengan kaum feodal. serta fasilitas transaksi keuangan” dalam rangka memperoleh profit (ibid). Perbedaan cara berfikir antara ahli keuangan dan teknik mengarah pada kemajuan pesat pada perubahan kelembagaan. dengan biaya yang tidak dipengaruhi oleh ”gaya berfikir” para teknisi (engineers). Sebagai bagian dari kelompok yang ’serakah’. Hal yang berkaitan dengan perilaku berfikir akan uang dan bunga mendorong adanya ”transaksi-transaksi keuangan termasuk di dalamnya adalah undang-undang dan konvensi yang mengatur keamanan properti. akan tetapi para kapitalis yang suka mencari keuntungan membuat pengendalian industri mereka sendiri menjadi lemah. dan suku pedalaman. Orang keuangan menjalankan industri tanpa engineers. ’Insting untuk membuat’ menyebabkan engineers menggunakan teknologi modern pada proses mesin. Ahli teknik bisa saja menjalankan industri lebih baik dibandingkan para ahli keuangan. tetapi tidak tidak pada dapat kemampulabaan karyawannya.barbar di awal peradaban. perjanjian kontrak. Engineers memiliki perilaku ”sangat patuh” terhadap besaran pendapatan mereka. yang memperoleh sesuatu lebih dari sekedar hanya menghasilkan kekayaan. 4 . tetapi engineer mampu menjalankan industri ini tanpa campurtangan orang keuangan. Engineers sangat memungkinkan untuk patuh terhadap penggunaan pengendalian industri. orang keuangan kapitalis melakukan segalanya namun patuh.

Buruh merasa tidak senang karena dianggap hina. Perbandingan teori menitikberatkan pada kesimpulan Panglossian sebab asumsi ini menggunakan agen representatif yang sama dalam model aternatif-alternatif kelembagaan. Bagaimana lembaga membedakannya berdasarkan pada perilaku berfikir yang ada bila kita berasumsi bahwa kita optimis terhadap fungsi standar yang sama? Para ekonom Virginia sering mendasarkan pada bukti empris untuk sampai kepada kesimpulan kebijakan. kita dapat menguji dua kelembagaan yang berbeda dan berlawanan dengan mengasumsikan dua individu yang berbeda. dan praktik-praktik berdasarkan dugaan orang adalah ’tamak ’telah dianggap kuno (Veblen 1904). sehingga inilah yang kemudian menumbuhkan insting ’membuat’ (workmanship). Veblen menekankan pola pikir teknik dan proses mesin yang kemudian diterapkan pada lingkungan bisnis kelembagaan perusahaan. Inilah ide besar Veblen yang harus melihat mendalam perbedaan antara pola fikir dan motivasi orang akan manfaat dan madharat dari alternatif sistem dan lembaga yang ada. Adanya insting untuk ’membuat’ dalam diri engineers menolak bahkan antipati terhadap usaha-usaha yang tidak menyenangkan bagi buruh (Veblen 1898p190). sebagaimana analisis teori mereka yang secara umum tak meyakinkan. sementara berlawanan dengan rasa bangga-pencarian melalui kemahiran (ibid p 201).Penolakan Veblen terhadap konteks kelembagaan sangat penting bagi analisisnya. Mindset ’tamak’ pada praktik-praktik keuangan modern layaknya perang imperalis dan predator kuno memunculkan konflik lembaga dengan lembaganya. Alternatif sistem juga memerlukan pemilihan mekanisme yang berbeda yang mengarahkan orang yang berbeda pula pada posisi kewenangan dan 5 . tetapi hal ini tentu saja ada campurtangan proses operasi. Lebih dari sekedar berasumsi antara kedua sistem agen yang ada. Perilaku berfikir yang ada sekarang ini membedakan betapa dalam analisis kelembagaan terhadap konflik sosial. Usaha perusahaan bergantung pada proses mesin untuk menghasilkan laba nya.

Mengapa kemudian melihat engineer sebagai pihak yang mengancam kemajuan? Hayek melihat peranan yang berbeda antara engineer dan pemilik modal dalam perkembangan industri. Orang Austria memandang positif akan adanya persaingan dalam pasar uang. tidak ngawur. Engineer merencanakan perencanaan proyek pemilik menggunakan modal fakta-fakta ilmiah yang akan dipusatkan pada pemikiran yang sempit ( Hayek 1952 p 168) . dan menarik modalnya untuk permintaan konsumen yang mengalami penurunan. Permintaan untuk 6 . Hayek dan Veblen melihat teknologi dalam sistem produksi modern. merubah membalik peran kapitalis dan engineers dalam masyarakat. tetapi mereka menerapkan teknologi untuk meningkatkan permintaan konsumen. Mengapa? Hayek. dan orang-orang Austria pada umumnya. tetapi mereka sampai pada kesimpulan kebijakan yang berbeda pula. Oleh karena itu orang – orang Austria memandang pemilik uang sebagai perencana produksi yang rasional. Analisis kelembagaan Veblen hanya berlaku sampai pertengahan abad 20-an. kemudian dilanjutkan oleh Friedrich Hayek. sebab kecenderungan permintaan konsumen berubah searah dengan cara yang tidak dapat dikurangi menjadi suatu model. Para pemilik dana mungkin tidak memahami kegiatan teknis secara detail dari kegiatan produksi modern. Penekanan pilihan rasional ini dalam aliran ekonomi neoklassik sangat nyata tidak memperdulikan adanya pernyataan Veblen diatas.ketundukan. Hayek: Kapitalis versus Engineers Hayek dan Veblen keduanya memiliki pandangan yang berlawanan mengenai kelembagaan. mensyaratkan pengetahuan permintaan konsumen dimasa yang akan datang. ekonomi lain Orang – orang Austria selanjutnya menyatakan bahwa wiraswastawan tidak pernah dapat dikurangi ( seperti yang dipikirkan Veblen ). Fungsi pasar uang sebagai markas sistem kapitalis yang mengatur perencanaan -perencanaan pengembangan bidang yang berbeda ( Shcumpeter 1912 p 126 ).

dalam istilah teknik akan selalu diinginkan dunia dengan modal yang berlebihan dan tingkat bunga nol ( Hayek 1952 p172). kita membutuhkan harga uang untuk menyatakan sifat pilihan. Oleh karena itu Hayek mendesak ambisi engineer harus di cek oleh sistem harga. Masalah utama secara ekonomi dalam hal ini adalah biaya kesempatan. Engineer harus memperhatikan harga sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Tetapi pandangan utama disni bahwa Hayek 7 . dan tidak mengontrol ambisi para engineer perkembangan terakhir mempertimbangkan apakah hal tersebut ekonomis cocok dalam situasi tersebut.perencanaan negara atas kegiatan investasi menjadikan hal tersebut sebagai “suatu dorongan utama frustrasinya para ahli” diantaranya adalah para engineer ( Hayek 1944 p 62) yang baik secara teknis dan keinginan Proyek – proyek masyarakat secara kepentingan publik sering diterapkan karena kebingungan antara hal keseluruhan. ( Hayek 1935 p204). maupun menjelaskan mengapa perubahan – perubahan harga mungkin mengakhiri proyek utama setelah proyek itu telah dimulai. Namun prinsip – prinsip teknik tidak dapat menjelaskan mengapa harga mungkin melarang proyek tertentu yang membuat berguna dalam istilah teknik.pilihan yang bersifat relatif. Karena pengetahuan ekonomi bersifat subyektif dan menyebar. Permintaan yang langka sehingga tingkat bunga dan harga – harga lain mengarahkan proyek teknik jika hal tersebut sesuai dengan pola investasi seluruh masyarakat yang berhenti. ( ibid p57). Perubahan permintaan konsumen menghendaki perluasan dan penyempitan dari lini produksi. berdasarkan keinginan konsumen untuk membayar. berdasarkan kondisi ekonomi lokal. menerapkan tidak hanya membenarkan kepentingan tanpa menambah produksi. Secara teknis proyek yang sempurna. Veblen kurang optimis atas usulan sistem harga yang disampaikan Heyek. Dalam paham sosialis kita seharusnya mengharapkan menemukan perkembangan industri-industri sebesar harga untuk perolehannya.

Hayek ( 1949) memperluas 8 . Campur tangan yang ‘tidak nampak’ di pasar mengakibatkan para engineer memandang rendah pentingnya kewirausahaan. Selanjutnya para engineer memandang pertimbangan keuangan sebagai hambatan untuk mencapai efisiensi yang sesungguhnya.setuju dengan Veblen bahwa pandangan para engineer berbeda secara radikal dari saudagar dan pedagang ( lihat Hayek 1944 p62). akibatnya mereka cenderung percaya diri berlebihan atas pentingnya profesi mereka. Hayek ( 1960 ) mengejek perdagangan dan ide keynes sebagai pandangan filsafat yang sempit terhadap pengusaha. Fakta bahwa tak satupun atau sedikit pemikiran dapat memegang lebih dari sebuah pecahan pengetahuan atas kondisi ekonomi lokal menetapkan batas perluasan yang sadar perencanaan produksi oleh pengarang yang dapat mengembangkan koordinasi yang tidak disadari dari perencanaan pemilik modal oleh harga pasar ( Hayek 1952 p178). Seperti sebelum pertimbangan “invisible hand” yang tergantung pada seluk beluk pasar menjadi realistis. Hayek melihat perbedaan antara pemikiran engineer dan pemilik modal sebagai turunan secara parsial dari kesulitan – kesulitan yang keduanya merasa kebaikan – kebaikan sistem pasar. Hayek Austria dan Veblen para para juga berbeda atas takut pandangan berkaitan dalam dalam tidak pernyataan relatif dari pemilik modal. Para engineer memerlukan mencek kembali ambisinya karena ketidakcakapan merasakan kebaikan sistem pasar yang membawa mereka kepada kondisi fanatik. yang merusak pasar bebas. Schumpeter ( 1942) berfikir bahwa faham kapitalis akan berakhir karena kegagalan dari para kapitalis menawarkan pertahanan yang cerdas terhadap kritik para intelektual. Mises ( 1922 ) mengklaim mempertahankan perusahaan pribadinya karena memahami peran positif mereka di masyarakat. Hayek dan orang – orang mengkritik bahwa wiraswasta pengusaha ketakutannya dan kacau mereka mempertahankan institusi – institusi modalnya.

prinsp ilmiah oleh engineer sebagai bukti bahwa masyarakat seharusnya direncanakan sebagai searah dari dengan sifat garis ilmiah ( Hayek 1949 ). mereka hanya memiliki pemahaman yang dangkal tentang ide penyebaran / sosialisasi. Kapitalis sering salah beranggapan mengenai kapitalisme sebagai yang kaum intelektual. yang memiliki pola pikir Hayek menyatakan titik pandang Lama bahwa sebagai intelektual teknokrat. Kesenjangan karena pemahaman ilmu ekonomi yang lebih dalam bagian intelektual mencegah mereka dari pandangan bahwa prinsip – prinsip ilmiah dari para engineer tidak dapat diterapkan dalam perencanaan ekonomi. dimana intelektual menjembatani kesenjangan antara praktisi kelompok-kelompok yang berbeda keahlian. terhadap analisis Sementara pandangan intelektual berkeberatan Hayek . Sebab para Para intelektual intelektual bersifat menyampaikan ide kepada para ahli ( ekonomi dan engineer ) generalis/umum. mendukung Kelembagaan mereka. intelektual. tetapi mereka mengejar laba untuk membuat mereka fokus pada kondisi yang mereka hadapi dalam kesempitan sektor ekonomi. Para intektual menilai kebaikan dari ide baru tergantung pada bagaimana ide tersebut sesuai dengan iklim yang berlaku saat pendapat tersebut disampaikan. hal ini merupakan masalah yang seharusnya sangat menarik Jika keteraturan pola pikir dari kelompok yang berbeda gagasan dari kelompok-kelompok yang berbeda merupakan hal yang mendasar bagi suatu lembaga. Sistem harga bekerja untuk memberikan informasi 9 . Idealnya. Para intektual telah menafsirkan keberhasilan penerapan prinsip. berbeda. maka proses disebarluaskan dan menyebabkan perubahan kelembagaan. Kapitalis kaum yang berorientasi pada profit.analis tentang Schumpeter populasi tentang umum.

Sementara Hayek melihat gerakan teknokratis yang secara teliti merencanakan masyarakat yang rentan terhadap pengaruh 'idealis fanatik dan berpola pikir tunggal'. Veblen melihat potensi pemimpin teknokrasi sebagai kepatuhan pada point di mana peluang mereka untuk sukses patut dipertanyakan. pandangan umum tentang pendekatan Hayek tentang analisis kelembagaan sebenarnya sudahlah jelas. Hal tersebut merupakan perbedaan penting antara sistem harga dan sistem yang direncanakan. keduanya sampai kepada kesimpulan mereka. tapi Hayek melihat mereka lemah (dalam masalahmasalah politik) karena ketidakpahaman ekonomi. Akibatnya. Kebangkitan Ekonomi Kelembagaan Baru Tapi dengan 10 . akan gagal untuk memasukkan kelangkaan nilai-nilai faktor produksi dalam perhitungan yang tepat. Veblen dan Hayek tiba pada kesimpulan yang bertentangan dengan asumsi-asumsi yang berlawanan dan argumen mengenai pola pikir dan fungsi ekonomi dari modal dan para engineers. Fungsi sosial dari sistem harga tidak selalu nampak. memperbandingkan beberapa alternatif lembaga. menunjukkan Kapitalis telah pengetahuan tentang kondisi ekonomi lokal. kapitalis sering gagal untuk menghargai signifikansi sosial dari tindakan mereka.mengenai kondisi ekonomi global kepada para pengusaha. terutama di pasar berjangka dan pasar keuangan lainnya. Sementara seseorang bisa saja tidak setuju dengan argumen Hayek yang spesifik itu. Hayek dan rekan-rekannya para Austrian membedakan kapitalisme keuangan dengan sistem lain. atau engineers karena investasi modal secara rasional menuntut akan adanya harga pasar. Industri tidak dapat direncanakan secara rasional oleh politisi. Hayek telah membalikkan peran dan pola pikir para engineers/ ahli teknik dan kapitalis. birokrat. Veblen melihat kapitalis sebagai pemberani. pekerja. dan seringkali akan meremehkan pentingnya tindakan mereka sendiri dalam sistem ekonomi global. Perencanaan produksi tanpa harga.

Aplikasi universal model Neoklasik menuntun secara alami untuk perbandingan lembaga alternatif yang diduga sebelumnya. Alchian dan Demsetz (1972) menolak pendapat Coase yang menganggap bahwa perusahaan sebagai pusat perencanaan. kebiasaan Baru atau pemikiran. Kelembagaan menjadi pembahasan penting. Selanjutnya pengembangan Ilmu Ekonomi Kelembagaan Baru semakin berfokus pada penerapan model institusi formal dari Neo Klasik. Coase tidak menutup pintu untuk Analisis Perbedaan Kelembagaan. Coase (1937) meletakkan benih untuk gerakan yang akan muncul untuk menutup celah ini. penggunaan Homo-Economicus untuk menghindarkan dari sebagai representasi pola pikir perbedaan-perbedaan perantara pertimbangan alternatif sebagai daya dorong akan adanya dalam sistem kelembagaan alternatif. 11 . Ekonomi Kelembagaan Baru telah membatasi nilai akademik sebagai alat untuk membandingkan lembaga alternatif. Veblen dan Hayek mengidentifikasi sumber perbedaan dalam lembaga-lembaga: Kebangkitan perbedaan Ekonomi mindset. Pendekatan ekonomi maksimalisasi kesejahteraan diwakili oleh pembatasan masalah optimisasi yang tidak menyediakan suatu analisis yang penuh masalah jenis Veblen-Hayek. Tetapi isu kebijakan akan lebih baik dipahami melalui perbandingan lembaga alternatif.Teori ekuilibrium menurut Debreu of Arrow dengan kebebasan yang ada pada lembaga meninggalkan kekurangan serius pada mainstream ilmu ekonomi pasca perang. Program perbandingan intsitusi Veblen-Hayek kitai menguji motivasi dasar di balik perilaku manusia secara hatihati. Selain itu. Prospek Masa Depan Setiap program penelitian The Coasean dan Hayek Veblen memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman kelembagaan mengharuskan kita. Kesalahan masa lalu. Veblen mengambil pendekatan interdisipliner Program Veblendalam analisis Hayek membawa lebih dari sekedar ekonomi konvensional saja.

Sekali lagi. Kita kita bisa saja menentang penggunaan aturan tata bahasa (Hayek 1967 p alasan khusus tidak memahami secara keseluruhan tanpa pengetahuan eksplisit dari aturan-aturan ini mengapa praktik tertentu itu bekerja.manusia kurang lebih sama mengikuti aturan binatang dalam mencapai tujuannya. sudah tidak muncul secara spontan (Hayek 1945). atau aturan tentang perilaku. kita telah mengadaptasi dan merevisi 12 . Daripada dengan sengaja merancang aturan sosial . Investor kapitalis hanya perlu mengamati kemungkinan penggunaan teknologi untuk menyesuaikan modal dengan ekspektasi pergeseran permintaan konsumen. norma. pandangan Veblen dan Hayek analisis mereka asumsi berbeda yaitu pada pola pikir dan kemampuan manusia. dan batas-batas rasionalitas. seperti yang dilakukan Hayek. tetapi bukan rancangan manusia (1967 Havek p97). dan psykologi (Hodgson 2007).kelembagaannya. tapi berdasarkan tingkat pengetahuan dengan (Vandenberg 2002 p223 ). Banyak kegiatan yang kita lakukan selama ini diarahkan oleh aturan-aturan yang kita pun tidak mengerti secara eksplisit: 45). Persamaan antara Hayek dan Veblen pada pola pikir dan kemampuan manusia (berlawanan dengan manusia secara alami) berhubungan dengan masalah-masalah yang Veblen pandang bahwa kenyataannya pemberi modal terlepas dari proses mesin. kita tidak perlu mengerti semua hal termasuk bagaimana sebuah institusi meningkatkan kesejahteraan kita yang sebenarnya merupakan manfaat dari institusi tersebut. Juga. Veblen menekankan kebiasaan. Sistem pasar yang mungkin telah dianggap sebagai penemuan terbaik pikiran manusia. Veblen melihat tindakan yang bertujuan sebagai panduan beberapa nampak berbeda. Hayek juga mempertimbangkan kebiasaan. Golongan sosial dapat muncul sebagai akibat dari tindakan manusia. tapi kita mampu untuk mengamati bagaimana praktik itu dilakukan. Secara khusus Hayek menyatakan (1973 p 1) "man is as much a rule–following animal as purpose seeking animal” .

Coaseans Modern cenderung untuk menolak pendekatan evolusioner analisis ekonomi Hayek yang mendukung teori keseimbangan (Kerber 2006. maka kita dapat melaksanakan pembahasan serius akan ciri-ciri tertentu dari faktorfaktor yang telah dijelaskan sebelumnya. dan aturan. halaman 328). Stanfield (2006. dan analisis tersebut harus memperhitungkan kebiasaan. konvensi. Game theory telah menggunakan analisis ekuilibrium sebagai bagian dari analisis ekonomi (Hodgson 2007. seringkali melalui beberapa penggunaan game theory. Analisis Game Theory lebih unggul dibandingkan dengan ekonomi Walrasian karena lebih memfokuskan perhatian pada lembaga. apakah pasar Hayek. tapi tujuan Coaseans secara eksplisit adalah pada Ekonomi Kelembagaan Baru dan Pilihan Publik menerapkan model yang sama antara lembaga Pendekatan Perbandingan Coaseans legitimasi. swasta dan lembaga publik. Hayek membedakan beberapa lembaga berdasarkan pada membandingkan beberapa lembaga. Tetapi model game theory cenderung kurang menekankan pada hal yang mendasar yaitu bagaimana lembaga membedakan sesuai dengan keragaman dalam "kebiasaan pandangan umum manusia". Sementara Veblenians dan Hayekians tidak setuju. Coase dan Hayek keduanya skeptis tentang peningkatan peraturan negara pada perdagangan. batas kognitif dan faktor-faktor psikologis. Jurang perbedaan antara Hayekians dan Coaseans semakin dalam. atau perilaku.peraturan-peraturan yang mengatur secara keseluruhan suatu lembaga melalui pengalaman belajar (Hayek 1973 P45). telah menyebabkan perbedaan mendasar. halaman 457). muncul Jika secara bisa spontan sepakat atau pada tidak. halaman 255) berpendapat bahwa program evolusioner ekonomi Veblenian lebih unggul daripada ekonomi neoklasik karena "tampaknya harus 13 . Coaseans dan Hayekians sering dilihat sebagai sekutu intelektual. efisienkah. seperti akan pembahasan yang difasilitasi oleh kesamaan pendekatan Veblen dan kita pendekatan umum perbandingan beberapa lembaga berdasarkan pada perbedaan yang ada .

adaptif.Hayek tambahan ini lebih meyakinkan karena mengkaji perbedaan karakteristik sosial dan politik lembaga alternatif sebagai sarana akhir menuju perbaikan kesejahteraan manusia pada umumnya. Pendekatan institusi komparatif telah menyebabkan beberapa sarjana untuk mengajukan beberapa lembaga alternatif sampai 14 . Praktik Coasean menerapkan model yang sama untuk semua sistem lembaga yang cenderung menjadi lembaga alternatif dengan menghilangkan alasan utama seperti yang Veblen dan Hayek juga lihat pada beragamnya kelembagaan dan pembedaan berbagai pola pikir. Stanfield memang benar. dalam konteks kelembagaan berdasarkan kebiasaan Ekonomi berpikir. Tetapi lembaga sosial dan politik beragam antara budaya dan kebiasaan dikarenakan adanya kebiasaan berfikir yang berbeda pada kelompok-kelompok yang berbeda pula. kompleksitas motivasi serta keterbatasan kognitif lembaganya. Kita benar-benar dapat memahami makna lembaga hanya dengan membandingkan kebiasaan berfikir yang ada.ditetapkan dengan penekanan pada / atau efisiensi dinamis. Program Coasean meremehkan pentingnya subyek apresiasi sendiri. Kami sadar sehingga tertanam kebiasaan berbeda dalam norma-norma Perbedaan dan ini bukan pola hanya masalah keragaman pilihan. dan luasnya konseptual yang diperlukan berkaitan dengan pemerintahan ". Walrasian gagal untuk menjelaskan semua pertukaran yang ada Program Coasean terlalu sedikit untuk memperbaiki cacat jenis ini. dalam pikir menyiratkan perbedaan pendapat pada cara terbaik untuk mencapai apapun untuk menetapkan tujuan kesejahteraan tertentu. Analisis tipe Coasean bertujuan menjelaskan lembaga – lembaga yang ada. Apresiasi penuh pada konteks kelembagaan mensyaratkan pengakuan bahwa konteks tersebut ditentukan oleh beragamnya mindset dan persepsi individu. dan begitu pula fokus keragaman Hayek dan Veblen. Program Veblen . tetapi alasannya perlu dijelaskan lebih lanjut. namun dalam hal model standar dunia yang dengan ‘lembaga pemerintahan’ yang seragam.

arti mereka ketika kita menganggap keseragaman pola pikir.mengalami kesulitan untuk melihat mengapa kita harus mendukung satu atas yang lain. Sejak Becker dan Stigler mengabaikan interpretasi dan pandangan psikologi. sama sekali. Ada perbedaan yang mendalam antara program penelitian Chicago dan Veblen-Hayek. seperti Chicago misalnya. Stigler (1992). halaman 106-107) menegaskan bahwa demokrasi dan pasar adalah sama. Kirzner (1960) mengkritik gagasan penghematan yang diajukan oleh Robbins (1932). Setelah itu kami 15 . karena orang-orang yang rasional akan selalu memilih yang terbaik buat lembaga. Orang yang rasional tidak akan mentolerir lembaga suboptimal baik dalam sektor publik maupun swasta. Pembedaan kebiasaan berfikir tidak akan ditemukan di Chicago Public Choice. Ahli teori Chicago meninjau sektor publik dan swasta sejauh mana inefisiensi menjadi tak terbayangkan. kebiasaan berpikir yang diwakili oleh fungsi kegunaan. Becker tiba pada kesimpulan yang menakjubkan bahwa pasar dan demokrasi menghasilkan hasil yang sama. asalkan anda memahami lembagalembaga berfungsi dengan cara yang persis sama. Becker (1958. Becker (1958). Jenis penghematan Robbins berfokus pada pemilihan dari mulai dikenali dan pada akhirnya diberikan. salah satunya adalah pada keseimbangan versus proses. dan juga bahwa "semua pemilih memiliki preferensi yang sama ". Stigler dan Wittman kemudian menguatkan argumen mereka sampai pada kesimpulan bahwa lembaga haruslah efisien. Becker dan Stigler (1977) mempertimbangkan adanya perbedaan dalam mengembangkan human capital tetapi hal ini bukanlah pilihan yang mendasar. Lembaga kehilangan sekali. asalkan yang kita asumsikan pada tingkat persaingan yang sama . Gagasan Austria menguji tindakan manusia untuk memilih dari yang dirasakan dan diinginkan berakhir sesaat. melakukan secara efektif ketika lembaga pemerintahannya merepresentasikan dengan fungsi kegunaan yang sama. Breton (1989) dan Wittman (1995) menggunakan pendekatan komparatif dan sampai pada kesimpulan Panglossian tentang lembaga.

Veblen dan Hayek keduanya menguji kapitalisme industri modern dengan cara memperlihatkan perbedaan institusi/lembaga 16 . hal ini menjadi mungkin untuk menguji proses pembelajaran sama halnya pada saat kita bersaing dengan waktu. Ada hubungan yang kuat antara masalah 'real time' dan masalah 'berbeda pola pikir' . Pandangan tertentu dari Veblen dan Hayek mewakili dua pandangan yang berbeda tentang kapitalisme industri modern. Penggunaan lembaga pemerintahan oleh ekonom Chicago oleh karena itu trivializes waktu (dalam hal belajar dan koreksi kesalahan).memperbolehkan adanya perubahan di kedua persepsi seperti yang kita inginkan. sementara juga membangun kondisi dimana lembaga-lembaga cenderung ke arah derajat kesamaan yang tinggi . karena tidak ada perubahan nyata di mana cara dan tujuan secara jelas didefinisikan sebagai fungsi matematika (O'Driscoll dan Rizzo 1985). Ekonomi chicago dibangun dengan menggunakan lembaga pemerintahan yang seragam. kita hanya dapat memahami lembaga yang nyata dalam waktu nyata dengan melihat persaingan sebagai "sebuah prosedur untuk membentuk opini" (Hayek 1948). Ekuilibrium/Kesimbangan mensyaratkan konsistensi perencanaan(Hayek 1937). Selanjutnya. Namun. Jenis model Neoklasik atau Chicago tidak mengijinkan tindakan manusia secara real time. pendekatan Chicago secara ketat membatasi analisis kita tentang lembaga khususnya biaya transaksi karena objektivitas dari semua biaya dan fungsi utilitas pada model Chicago menganggap adanya keseragaman cara berfikir yang tidak ada di dunia nyata. kecenderungan ekonom Chicago untuk kedua mengabaikan proses dan conflate 'alternatif' institusi. Oleh karena itu. Artinya. berasal dari sumber yang sama mereka menggunakan homo-economicus sebagai agen perwakilan. yang keduanya umumnya memiliki jenis yang sama dari fungsi utilitas dan persepsi yang sama antara sarana ekonomi dan akhirnya bermanfaat. mereka sampai pada pandangan melalui program penelitian bersama. Konsistensi rencana datang dari keseragaman pendapat atau berubah secara alami.

Model Neoklasik tidak dapat sepenuhnya menjelaskan lembaga – lembaga yang ada dunia nyata. tetapi pada pengetahuan yang tidak jelas dan implisit terhadap perilaku. jaringan sosial padat kosmopolitan perdagangan jarak jauh yang melibatkan instansi rumit dan masalah penegakan hukum. dimana ideologi dan sosiologis merupakan masalah faktor utama. Hayek dan sekutu-sekutunya melihatnya sebagai produktif. tetapi tidak sependapat mengenai lembaga/institusi komersial dari kapitalisme modern. Vandenberg (2002) mencatat bahwa Douglass North menggabungkan elemen-elemen Ekonomi Kelembagaan Baru dan Lama. North menekankan pada ideologi sesuai dengan Veblen-Hayek terutama: kebiasaan berpikir. (1991) membandingkan dan sistem paroki yang '' North telah lokal. Veblen dan Hayek sangat menyetujui sebagai sifat alami rekayasa(engineering). Tapi North sebenarnya telah bergeser ke arah Ekonomi Kelembagaan Baru Veblen dan Hayek dengan memasukkan ideologi ke dalam analisis sistem-sistem alternatif lembaga yang berbeda. tetapi penegasan ini sendiri didasarkan pada pemikiran baru. Sementara Veblen melihat kewirausahaan dan perdagangan sebagai parasit. Hal ini juga diperhatikan bahwa Hayek mengembangkan lembaga yang muncul yang tidak hanya tergantung pada pola pikir yang berbeda. Kita memahami aturan-aturan perilaku dengan pertama-tama mengamati tindakan-tindakan kita yang terlihat. aturan yang harus diamati dan dijelaskan (Hayek 1967 P60-61).alternatif. North menekankan lebih besar pada biaya transaksi Coasean dan masalah agency dalam analisisnya. North memberikan pilihan yang lebih realistis untuk lembagabebas ekonomi Walrasian. 17 . Veblen dan Hayek tiba di kesimpulan yang berbeda sehubungan dengan asumsi mereka mengenai karakteristik mendasar perdagangan dan kewirausahaan. North perdagangan dengan swasembada. Oleh karena itu selalu ada tingkat di mana aturan-aturan yang mengatur pikiran dan tindakan kita yang tidak dapat dijelaskan atau secara naluri. sistem menekankan adanya perbedaan antara berbagai jenis sistem.

Gagasan umum bahwa kita harus membandingkan dan membedakan beberapa lembaga satu hal yang memiliki manfaat dalam validitas dan kesederhanaan. Keberatan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Veblenians kadang-kadang dianggap terlalu berlawanan terhadap perdagangan bebas. mainstream beberapa ekonom memiliki sikap acuh terhadap argumen Hayekian dan Veblenian mengenai kebijakan. dan Argumen di inkonsistensi posisi Penerimaan 18 .Masa Depan Ekonomi Kelembagaan Program penelitian Veblen-Hayek telah mengalami masa pengabaian. psikologi. Tentu saja. Mainstream budaya. dan harus dihentikan. sehingga menurut Veblen-Hayek: program mungkin menawarkan kesempatan yang lebih baik. sementara oleh mainstream para ekonom adalah tidak dibenarkan. argumen ini harus diuji tetapi tidak kemudian sekadar diabaikan. sama saja menjadikannya masalah dari program penelitian VeblenHayek. Bagaimana orang bisa setuju atau tidak terhadap sesuatu yang begitu mudah? Mainstream ekonom menerima analisis lembaga Coasean. ekonom kurang antusias mengenai proposisi bahwa dari makalah utama. Hayekians dianggap sebagai terlalu bersemangat dalam pertahanan kami perusahaan yang bebas. Mengabaikan ini. Ada alasan kuat untuk mengakhiri pengabaian ini. Pendekatan sistem-sistem alternatif yang berbeda secara mendasar mereka harus dikombinasikan dengan membandingkan pendekatan Coasean karena penjelasan lebih lengkap mengenai lembaga mengharuskan kita mempertimbangkan atribut signifikan lembaga. ini mengindikasikan ekonomi adanya Coasean ekonomi harus memperhatikan proses nyata lengkap. Jika argumen Veblenian atau Hayekian spesifik tidak valid. Sebagian dari alasan sikap acuh terhadap analisis jenis Hayek Veblen mungkin dikarenakan metode Veblen-Hayek belumlah jelas. Analisis Coasean telah dilakukan untuk menitikberatkan pada penelitian selanjutnya.

Namun.menunjukkan bahwa bagaimanapun lembaga-lembaga pemerintahan adalah penting. 19 . dan hal ini menunjukkan penyimpangan penggunaan lembaga pemerintahan yang representatif dengan fungsi kegunaan dan perilaku yang baik. Kebutuhan untuk membandingkan dan membedakan lembaga sesuai dengan nilai yang dimiliki oleh program adanya penelitian Veblen-Hayek. Minat baru dalam pendekatan ekonomi yang berbeda dengan evolusi lembaga alternatif adalah penting baik bagi kemajuan akademik dan advokasi dari agenda kebijakan reformis. analisis komparatif Coasean gagal untuk memberikan penjelasan lengkap tentang lembaga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful