ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN

MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam Yang dibina oleh Bapak Drs. H. Muchsin Zein

Oleh : Asyiqotul Ulya Ali Azyumardi Azra Bidya Nila Giwiwardani Ahmad Hani Pratomo (100533404460) (10053340) (100533405401) (10053340)

S1 Pendidikan Teknik Informatika Offering A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO 2011

Dan yang tak pernah lekang diberitakan oleh media masa kabar terung peluru dan nyawa di Afghanistan. Tampak contoh nyata dalam konflik yang melanda Sudan dan Nigeria.A. Mulai dari negara-negara bagian paling timur benua Afrika. Sementara opini Global terlanjur melegitimasi ‘Islam berwarna Keras dan Kejam’. Latar Belakang Dunia Islam saat ini dipenuhi warna ‘kekerasan’. ‘Kekerasan’ yang menjadi dasar kajian diambil dari makna “ke·ke·ras·an n 1 perihal (yg bersifat. Indonesia juga tak kalah ikut-ikutan dengan menghadirkan kasus Bom Bali seri I dan II. dimana kelompok yang mengaku ‘Islam’ dan ‘Kristen’ saling baku tembak. Sementara di benua Eropa Timur khususnya negara bekas Uni Soviet gerilyawan Chechen masih berseteru dengan tentara Rusia merebut kemerdekaan Chechnya. Menyatakan Islam identik dengan kekerasan bukan simpulan yang tepat. Perusakan hotel JW Marriot dengan ‘Bom Bunuh Diri’. butuh kesabaran menganalisa dan memilah persoalan pokok sebagai penyebab utama atau pemicu konflik yang menyertainya. 2 perbuatan seseorang atau kelompok orang yg menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan . hanya banyak bukti menunjukkan pembenaran atas ‘jalan kekerasan’ sebagai pilihan aksi penyelesaian masalah internal maupun eksternal antar muslim (orang Islam) dengan lingkungannya. khususnya bagaimana Islam menyikapi konsep kekerasan . hampir seluruh komunitas muslim pada beberapa bagian dunia menampakkan diri dengan corak kekerasan. Untuk melakukan ‘Evaluasi’ pada rona Islam saat ini perlu kiranya kita telaah Ajaran Islam. sebagian Asia bahkan Eropa. Betapapun tidak bisa gegabah menyimpulkan pola dan latar belakang warna kekerasan dan konflik tersebut. Irak dan Palestina. Wilayah Selatan Philipina juga ‘diteror’ oleh Abu Sayyaf pimpinan MILF (Moro Islamic Liberty Front). Pakistan juga ikut menyumbang corak kekerasan pada perebutan ‘elite politik’ ber-ideologi ‘muslim’ berikut konstituennya. PENDAHULUAN 1. berciri) keras.

Oleh karena itu dibutuhkan adanya klarifikasi dan dalil yang jelas mengenai hakikat jihad dalam islam sehingga tidak menimbulkan adanya pandangan negative tentang islam. hidup sejahtera. sebagai peristiwa belakangan yang bisa diikuti. Hakikat Kekerasan dalam Islam Ajaran Islam menentang tindak kekerasan Menjawab pertanyaan itu tentu harus dirujuk pada ajaran dasar Islam. Itulah sebabnya Islam menyebut dirinya sebagai rahmat bagi alam semesta. baik dibelahan Eropa. Kenyataan ini tidak terjadi sebaliknya. dan sebagainya. Justru yang ada adalah sebaliknya. ternyata tidak ada suatu ayatpun yang membenarkan tindak kekerasan yang bersifat opensif. Asia Tenggara. seperti halnya di Indonesia. Sebab itulah sejarah membuktikan dan berbicara faktual bahwa di Negara mana umat Islam mayoritas kaum minoritas akan terlindungi dan memperoleh kesejahteraan hidup. 3 paksaan. Dengan missi pembawa rahmat itulah.” (dari Kamus besar Bahasa Indonesia). .Anbiya: 107).Qur’an dan hadits. sebagaimana maksud firman Allah yang artinya: ”Dan tidaklah Kami mengutus engkau kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta” (Q. al. 2. yang mereka hadapi adalah tindak terror dan kekerasan. yaitu mendorong umat Islam agar berlaku kasih sayang kepada seluruh alam semesta. yaitu ketika Islam minoritas. bahkan lebih sejahtera dari umat Islam sendiri. China. yaitu seperti tertuang dalam al. hewan dan tetumbuhan.S. Indonesia adalah dengan mayoritas penduduk Muslim tetapi agama lain memperoleh perlindungan sehingga memperoleh rahmat. karena tindakan ini memiliki dosa besar. (2) Adakah makna kekerasan dalam islam itu berarti jihad? (3) bagaimanakah hakikat Islam sebagai Rahmatan Lil Alamiin? B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut: (1) Apakah Islam mendorong umatnya melakukan tindak kekerasan?. alam. Islam tidak membenarkan tindak kekerasan terhadap orang atau kelompok lain seperti pembunuhan dengan berbagai bentuknya. PEMBAHASAN 1. Jika merujuk kepada al-Qur’an dan hadits.kerusakan fisik atau barang orang lain.

namun tentulah masalah ini menjadi PR bagi pihak-pihak terkait . atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi. Dan jika dilakukan pendekatan faktor (factor approach). tidak ada pesanteren yang mengajarkan santrinya untuk bersikap keras tanpa konpromi terhadap orang atau kelompok lain. faktor ekonomi. maka tidak ada satu faktor yang dominan yang melahirkan suatu tindakan. agar faktor itu tidak memiliki daya dorong melahirkan suatu tindak kekerasan. maka jika tindakan kekerasan terjadi bukanlah diakibatkan ajaran Islam melainkan oleh factor lain. Tertekan atau ketidak adilan sebenarnya sangat subyektif. melainkan juga dalam beberapa hadits.. maka perasaan itu harus dihilangkan. atau mungkin factor rekayasa luar yang tidak ingin Indonesia aman dan maju. yang artinya: ”Sesungguhnya dalam qishash itu terdapat kehidupan. sebagaimana firman Allah SWT dalam al.Qur’an. kamu akan dikasihi orang yang ada di langit”. maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya.Pada surat Al-Maidah: 32 secara tegas Allah berfirman: ”Dan karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa barang siapa yang membunuh seseorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain. suatu hal yang bisa kita lakukan ialah penyelesaian faktor. karena memang tindakan seperti ini ada di semua agama dan di semua belahan dunia.” Perintah untuk menebarkan rahmat tidak hanya tertuang dalam al. Dari ayat ini jelas betapa besarnya resiko menghilangkan nyawa manusia yang memang harus dipertahankan. Jika faktornya adalah kejiwaan berupa rasa tertekan dan tidak memperoleh keadilan. tergantung dari sisi mana melihatnya. Penyelesaian faktor Jika demikian halnya. jika dirujuk kepada silabus pesantren..Namun demikian qishash bukanlah tindakan balas dendam. seperti yang berbunyi: ”Kasihilah orang yang ada di bumi.. Terdapat banyak faktor. melainkan sebagai upaya untuk menyelamatkan nyawa-nyawa lain. Begitu juga dengan pesantren yang disebut terkait dengan peristiwa bom. walaupun pelakunya adalah seorang beragama atau Muslim. silabus tentang jihad secara khususpun tidak dipelajari di pesantren. Jika faktor-faktor itu yang bicara.. Bukan faktor agama Apabila secara tekstual tidak ada ajaran Islam yang membenarkan tindak kekerasan. maka tidak ada kaitannya dengan agama atau Islam. seperti faktor psikologi.Qur’an. Jangankan bicara bom. Qishash sebagai salah satu ajaran Islam diperintahkan sebenarnya adalah sebagai upaya membela nyawa yang dihilangkan.

Apalagi kata jihad yang berasal dari kata jaahada dengan sighah mubalaghah. dan jika tindakan ini dilakukan oleh mereka yang menganut Islam (Muslim). Tindakan yang dilakukan para pemuda Pelestina adalah sebagai bentuk protes terhadap arogansi Israel dan keacuhan dunia sehingga mereka terusir dari kampung halaman mereka. Jika melihat akar tindak kekerasan di dunia Islam. Maka jika ingin permasalahan kekerasan terhapus. seperti Pemerintah dan swasta kiranya memberikan advokasi dan memberikan peluang bereknomi bagi semua pihak. tentulah . Kita harus tetap komit sebagai negara kesatuan dan persatuan dengan sebuah prinsip menolak campur tangan asing dalam urusan negeri kita sendiri. Dibutuhkan kearifan dalam menyelesaikan setiap masalah. dan rekayasa pihak luar. Jihad dalam Islam Islam menyebut kekerasan dengan jihad. tanpa memandang suku dan agama. yang seringkali menggunakan cara yang sama. termasuk dengan cara meledakkan bom. Jika ini yang dilakukan masyarakat akan berkesimpulan bahwa mereka telah terperhatikan sehingga diharapkan memiliki rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa bertanggung jawab (sense of responsibility) tersehadap negeri ini. Dalam kondisi seperti ini mereka melakukan apa saja untuk menunjukkan ketidak senangan mereka kepada Israel.sehingga masyarakat tidak sampai berkesimpulan seperti itu. Semoga kita mampu melewati masalah kita ini tanpa kehilangan jati diri dan mengorbankan bangsa. nampaknya bermula dari Timur Tengah. Atau jika faktornya adalah ekonomi. akhirnya upaya ini mendapat simpatik dari belahan dunia lain. melainkan karena faktor lain. maka hal itu terjadi bukan karena dorongan Islam. Dan jika faktornya adalah rekayasa luar. sehingga tidak menjadi sebuah mode menghadapi masalah. ekonomi. maka yang harus kita lakukan ialah dengan bekerja keras sehingga memiliki peran secara ekonomi. maka yang harus kita lakukan ialah lebih mempertebal nasionalisme dan ukhuwah wathaniyah sehingga tidak mudah terpropokasi dengan adu domba asing tersebut. yaitu sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan ketatnya persaingan. sehingga tidak ada yang merasa terzolimi. Karena sampai saat ini masalahnya belum selesai. Dengan demikian jelaslah bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan. Dan kepada pihak terkait. maka faktor inilah yang harus diselesaikan oleh dunia internasional. seperti psikologi. 2. menurut bahasa jihad adalah jahadajuhdun dan jahdun sudah mempunyai makna mubalaghah (bersungguh-sungguh). jelasnya Pelestina.

Ahmad 3/483 no:16054hal:1127. Bahkan dalam hadist Rasulullah SAW setan pun mengerti betul bahwa jihad adalah perang : َ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ّ ّ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ِ ‫ع َن سب ْرة َ ب ْن أب ِي فاك ِهَة: إ ِن الشي ْطان قَعَد َ ل ِب ْن أد َم ب ِأط ْرقِهِ فَقعَد َ ل َيه ب ِط َرِي ْيق ا ْل ِس يل َم‬ ِ ِ َ ْ ِ َ َ َ َ َ َ ‫فَقال ل َه ت ُسل ِم وَ ت َذ َر د ِي ْن َك وَ د ِي ْن أ َبائ ِك وَ أ َبياء أ َب ِييك ؟قيا َل: فَعَصياه ُ فَأ َسيل َم ثيم قَعيد َ ليه‬ َ ّ ُ َ ْ ُ َ ُ ْ ُ َ َ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ْ ‫ب ِط َرِي ْق ا ْلهجرةِ فَقال ل َه:ت ُهاجر وت َدع أ َرضك وَسماءك وَإ ِن ّمامث َيل المهَياجرِ ك َمث َيل ال ْفيرس‬ َ ِ ‫َ َ ُ ْ ُ ي‬ ُ ِ َ ُ َ َ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ ‫فِي الط ّوَل فَقال فَعَصاه ُ فَهاجر.maknanya bersungguh-sungguh kuadrat.Maka setan menghadangnya di jalan hijrah.كان حقا ع َلى الله أ‬ َ ‫ِ ن ي ُدخل َِه ال ْجن ّة‬ ّ َ َ َ َ َ ُ ْ ْ Dari Sibrah bin Abi Fakihah bahwasanya Rasulullah bersabda. Dan siapa saja tenggelam (karena jihad atau hijrah—pent) maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga. Itulah sebabnya para pakar bahasa menyebutkan makna jihad secara bahasa adalah : َ ْ ِ ُ ‫َي‬ ُ ‫ب َيذ ْل أ َقْص يي م يا ي َس يت َط ِي ْعُه ا ْل ِن ْس يان م ين طاقَ يةٍ ل ِن َي ْيل‬ ‫َي‬ ‫َي‬ ْ ُ ِ ‫محب ُوْب أ َوْ ل ِد َفْع مك ْروْه‬ ٍ ُ َ ِ ْ َ ٍ “Mengerahkan seluruh kemampuan untuk mendapatkan kebaikan dan menolak bahaya” . itu maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga. Dan siapa saja terbunuh maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga." Kau mau hijrah.فَقيال رسيوْل الليه‬ َ ُ ُ َ َ ‫َ َي‬ ُ ّ َ ْ َ ِ َ َ َ َ ّ َ ّ َ ‫فَمن فَعَل ذ َل ِك كا َن حقا ع َلى اللهِ أ َن ي ُد ْخل َه ال ْجن ّة." Apakah kau mau masuk Islam dan meninggalkan agamamu. Shahih al Jami' al Shaghir 1/338 no." Sesungguhnya setan menghadang manusia di setiap jalan kebaikan. meninggalkan tanah air dan langit yang menanungimu ?Ia tidak menururti setan dan berhijrah maka setan menghadangnya di jalan jihad. Atau : ‫ا َل ْمشييقة ب ِبييذ ْل أ َقْصييى مييا فييي‬ َ ُ ّ َ َ َ َ ْ ِ ِ ّ ‫الطاقَةِ وال ْوُسع‬ َ ِ ْ “Menanggung kesulitan dengan mengerahkan segala kemampuan”.” (HR.قال ث ُم قَعَد َ ل َه ب ِط َرِي ْق ال ْجهاد ِ فَقال ل َه: هُوَ جهْد ُ الن ّفييس‬ ْ ُ ُ َ َ ُ ّ َ َ َ ِ َ َ ْ ِ ِ َ ُ ُ َ ُ ْ َ َ ‫َي‬ ِ‫وال ْمال فَت َقات َل فَت ُقت َل فَت ُن ْك َح ال ْمرأة ُ وَ ي ُقسم ال ْمال ؟ فَعَصياه ُ فَجاهَيد. و إن غ َرقَ كان حقاع َلى الله حقيا أ َن ييدخل َه ال ْجنية أ‬ َ ّ َ َ َ ‫وَقَصيت ْه داب ّت ُيه‬ ‫ِ َ ّي‬ َ ُ َ ُ ُ ِ ْ ُ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ْ‫َ ّ َ و‬ َ ْ ِ َ َ ّ َ َ ‫. agama bapakmu dan agama moyangmu ?" Ia tidak menururti setan dan masuk Islam." Kau mau berjihad.أ َوْ قُت ِل كان حقا ع َل َيى الليهِ ع َيز وَجيل‬ ‫ي‬ ّ َ َ َ َ ّ َ َ َ َ ْ ُ ِ ْ َ َ ‫أ َن يدخل َه ال ْجنة. sehingga terbunuh dan istrimu diambil orang serta hartamu dibagi-bagi ?" Ia tidak menururti setan dan tetap berjihad.) . 1652/736. Ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak saling mengerahkan kemampuan maksimalnya untuk mengalahkan lawannya. Siapa saja melakukan hal. Ia menghadang manusia di jalan Islam. Dan siapa saja terlempar dari kendaraannya (saat hijrah atau jihad) maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga.

sering memaknai ayat tersebut diatas secara menyimpang. padahal di dalam hadist. apalagi sebagai mayoritas. Sementara dibaliknya sebenarnya ada tujuan lain atau kebodohan lain yang justru bertentangan dengan Islam itu sendiri. damai dan toleransi dimana saja Islam berada. Itu benar. seluas dan seluwes ajaran Islam itu sendiri. yang hanya duduk-duduk untuk mencari-cari alasan untuk tidak pergi berjihad. jihad yaitu perang melawan orang-orang kafir dalam rangka menegakkan kalimatulloh dan tidak dibawa kepada pengertian-pengertian lain baik thalabul ilmi. Rahmat Islam itu luas. Islam sebagai rahmat bagi alam semesta adalah tujuan bukan proses. Ayat di atas sering dijadikan hujjah bahwa Islam adalah agama rahmat. kesulitan atau peperangan seperti di zaman Rasulullah.pikiran dan harta.” (QS 21: 107). Makna Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamiin Memahami Rahmat Islam “Dan tidaklah Kami mengutus kamu. dakwah. Mereka ini mengartikan rahmat Islam harus tercermin dalam suasana sosial yang sejuk. maka seyogyanya keasyikkan dengan dakwah tidak melupakan kita dengan puncaknya agama yaitu jihad di jalan Allah. Itu pun juga pemahaman yang benar. Tapi bukan berarti kita menafikkan bahwa dakwah dengan lisan tidak penting. 3. hal ini untuk mengingatkan kembali bahwa jihad tidak bisa di pisahkan dari dakwah dengan lisan. Karena musuh hari ini telah memerangi umat Islam dari segala arus dan berbagai tipu daya. dan sebagai alat untuk pembuktian mana orang-orang yang benar-benar teguh dalam berjuang untuk Dien dan mana orangorang yang munafik. Walau tidak selalu harus melalui langkah sulit apalagi perang. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. mendirikan pondok pesantren dan madrasah membangun jembatan. namun sejarah manapun selalu mengatakan . Sebagian orang secara sengaja (karena ada maksud buruk) ataupun tidak sengaja (karena pemahaman Islamnya yang tidak dalam). Lalu masihkah kita menafikan bahwa syariat jihad memang diperintahkan oleh Allah untuk menegakkan Dien yang mulia. misalnya memboleh-bolehkan ucapan natal dari seorang Muslim terhadap umat Nasrani atau bersifat permisive terhadap ajaran sesat yang tetap mengaku Islam. menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim dan amal sholih lainnya. Artinya untuk menjadi rahmat bagi alam semesta bisa jadi umat Islam harus melalui beberapa ujian.Tapi seiring waktu berjalan jihad mengalami distorsi dari orang-orang yang menafikkan kekerasan dalam menegakkan hukum Allah.

Di antara rahmat Allah yang luas adalah manhaj atau ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw berupa manhaj yang menjawab kebahagiaan seluruh umat manusia. “Kami tidak menurunkan al-Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah. benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami. untuk menjadikan sebuah kota menjadi aman diperlukan kerjakeras polisi dan aparat hukum untuk memberi pelajaran bagi pelanggar hukum. kecuali mereka yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan-Nya. Di ayat lain. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orangorang yang berbuat baik. Al-Qur'an. agar tercipta kesejukan. Dalam tataran praktis. Allah SWT berfirman. Al-Qur'an telah meletakkan dasar-dasar atau pokok-pokok ajaran yang abadi dan permanen bagi kehidupan manusia yang selalu dinamis. Thahaa: 2-3). ia mempunyai banyak bentuk. Bentuk-bentuk Rahmat Islam Ketika seseorang telah mendapat petunjuk Allah. “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu…. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya. maka ia benar-benar mendapat rahmat dengan arti yang seluas-luasnya. Allah SWT berfirman. “Hai orang-orang yang beriman. Rahmat Allah yang bernama Islam meliputi seluruh dimensi kehidupan manusia.” (QS al-Baqarah: 208) Ada banyak dimensi dari universalitas ajaran Islam. Hal tersebut merupakan konsekuensi . kedamaian dan toleransi yang baik maka hukum Islam harus diupayakan dapat dijalankan secara kaffah. jauh dari kesusahan dan menuntunnya ke puncak kesempurnaan yang hakiki. dimensi rahmat.kedamaian dan kesejukan selalu didapatkan dengan perjuangan. damai dan toleransi kepada pelanggar hukum dengan alasan Islam adalah agama rahmat.” (QS. Di antaranya adalah.” (QS Al-Maidah: 3). Jadi logikanya. tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). Allah telah mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat bagi seluruh manusia agar mereka mengambil petunjuk Allah. Kitab suci terakhir ini memberikan kesempatan bagi manusia untuk beristimbath (mengambil kesimpulan) terhadap hukum-hukum yang bersifat furu’iyah. Sebaliknya. jangan dikatakan bahwa umat Islam harus bersifat sejuk. Dia berfirman. Misalnya.” (QS al-‘Ankabuut: 69). Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Dan tidak akan mendapatkan petunjuk-Nya. 1. Manhaj (ajaran). 2.

Pada dasarnya. kewajiban memakai jilbab bagi wanita dewasa. Dalam ayat lain berbunyi. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Islam memberi petunjuk mana yang baik dan mana yang buruk. sedang manusia sering tidak mengetahuinya. Begitu juga kesempatan untuk menemukan inovasi dalam hal sarana pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan zaman dan kondisi kehidupan. yang semuanya itu tidak boleh bertentangan dengan ushul atau pokok-pokok ajaran yang permanen. bukan membatasi potensi manusia. kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. “Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab. padahal ia amat baik bagimu. seperti kewajiban sholat dan zakat. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.logis dari tuntutan dinamika kehidupannya. . Rahmat Islam adalah meningkatkan dan melengkapi kebutuhan manusia agar menjadi lebih sempurna. Dari sini bisa kita pahami bahwa al-Qur'an itu benar-benar sempurna dalam ajarannya. dan sebagainya. 3. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri. Rahmat dalam Islam juga bisa berupa ajarannya yang berisi jalan / cara mencapai kehidupan yang lebih baik. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu.” (QS al-An’aam: 38).” (QS an-Nahl: 89). dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu. dunia dan akhirat.” (QS al-Isra’: 7). kewajiban amar ma’ruf nahi munkar. Allah berfirman. Allah mengetahui.” (QS al-Baqarah: 286). Penyempurna kehidupan manusia Di antara rahmat Islam adalah keberadaannya sebagai penyempurna kebutuhan manusia dalam tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Islam juga tidak pernah mengharamkan manusia untuk menikmati hasil karyanya dalam bentuk kebaikan-kebaikan dunia. 4. kewajiban tersebut hanyalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. “Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” (QS al-A`raf: 32).” (QS al-Baqarah: 216). sedang kamu tidak mengetahui. Islam tidak pernah mematikan potensi manusia. Padahal Allah SWT telah berfirman. Tidak ada satu pun masalah dalam kehidupan ini kecuali al-Qur'an telah memberikan petunjuk dan solusi. Hanya kebanyakan manusia memandang jalan Islam tersebut memiliki beban yang berat. padahal ia amat buruk bagimu. Jalan untuk kebaikan.

rahmat. Kesimpulan a.Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ajaran Islam itu adalah rahmat dalam artian yang luas. Allah mengetahui. Rahmat dalam Islam adalah rahmat yang sesuai dengan kehendak Allah dan ajaran-Nya. padahal ia amat baik bagimu. bukan rahmat yang dipahami oleh sebagian orang menurut seleranya sendiri. Islam menyebut kekerasan dengan jihad. Hendaknya kita jujur dalam mengungkapkan sebuah istilah. sedang kamu tidak mengetahui. Memerangi kemaksiatan itu adalah rahmat. hal ini berarti untuk menjadi rahmat bagi alam semesta bisa jadi umat Islam harus melalui beberapa ujian. b. Jihad melawan orang kafir yang zalim adalahrahmat. Justru yang ada adalah sebaliknya. D. meskipun sekelompok manusia tidak suka jihad dan menganggapnya sebagai tindakan kekerasan atau terorisme. Boleh jadi kamu membenci sesuatu. toleransi. Islam sebagai rahmat bagi alam semesta. sekalipun sebagian orang tidak setuju dengan tindakan tersebut. yaitu mendorong umat Islam agar berlaku kasih sayang kepada seluruh alam semesta. “Diwajibkan atas kamu berperang. Tidak ada stu ayatpun dalam Al-Qur’an dan hadits yang membenarkan tindak kekerasan yang bersifat opensif. baik berupa perintah atau larangan. Jangan sampai kita menggunakan ungkapan seperti sejuk. kesulitan atau peperangan seperti di zaman Rasulullah.com/artikel/islam-news/108-maknaislam-sebagai-rahmat-bagi-alam-semesta. PENUTUP 1. Ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak saling mengerahkan kemampuan maksimalnya untuk mengalahkan lawannya.” (QS al-Baqarah: 216). dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu. hewan dan tetumbuhan. damai.pdf . dan sebagainya. Sementara ada tujuan lain yang justru bertentangan dengan Islam itu sendiri. kemudian dikaitkan dengan kata ‘Islam’. tentulah maknanya bersungguh-sungguh kuadrat. padahal ia amat buruk bagimu.deshion. DAFTAR PUSTAKA diakses pada 2 Maret 2011 : http://www. yang berasal dari kata jaahada dengan sighah mubalaghah. alam. padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. C. c. Allah berfirman.

muslimdaily.net/jurnalis/5509/kekerasandalam-islam .diakses pada 2 Maret 2011 : http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful