Ekonomi, Efisiensi, Dan Efektivitas Penilaian prestasi suatu organisasi sektor publik saat ini masih difokuskan pada

tiga konsep dasar, yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Efisiensi Efisiensi merupakan hal terpenting diantara ketiga hal tersebut, dengan rumusan rasio sebagai berikut: OUTPUT INPUT Suatu organisasi dirasa semakin efisien apabila rasio efisiensi cenderung di atas satu. Oleh karena itu, efesiensi dapat dikembangkan dengan empat cara, yaitu: 1. Dengan menaikkan output untuk input yang sama. 2. Dengan menaikkan output lebih besar daripada proporsi peningkatan input. 3. Dengan menurunkan input untuk output yang sama. Efektivitas Efektivitas menunjukkan kesukses atau kegagalan dalam pencapain tujuan. Ukuran efektivitas merupakan refleksi output. Jika suatu organisasi bertujuan membangun sebuah rumah sakit dengan 250 tempat tidur, 4 unit operasi, sebuah departemen kecelakan dan darurat, serta departemen pasien luar dan semua target tersebut tercapai, maka mekanisme kerja organisasi tersebut efektif. Apabila hanya 150 tempat tidur yang terbangun, maka organisasi tersebut tidak bekerja efektif. Jadi tujuan tersebut harus spesifik, detail, dan terukur. Ekonomi Indikator ekonomi merupakan indikator tentang penggunaan input. Tiga indikator prestasi organisasi sektor publik akan dirinci sebagai berikut: • • • Ekonomi itu mengenai input, Efisiensi tentang input dan output, dan Efektivitas berhubungan dengan output.

Indikator efisiensi mencakup input maupun output. Ini berarti optimalisasi tujuan atau pencapaian tujuan dengan biaya yang minimum. Ada dua kesulitan dalam benchmark penerapan ukuran kinerja sektor swasta ke sektor publi, yaitu:

3. Kesulitan kedua adalah output nonkeuangan yang berjenjang. dijadikan motif fokus pengukuran tren kualitas biaya. 2. karena pelayanan ditawarkan dengan kondisi tidak terdapat pesaing lainnya. Penekanan ‘inefisiensi’ dan memelihara atau memperbaiki kaulitas. . Yang menjadi pertentangan adalah perluasan penggunaan kebijakan atau kualitas. Sebagian besar tujuan dapat diukur sementara sebagian lainnya tak terukur. Dengan demikian. Kasus pertama dari kesulitan ini adalah bahwa penempatan suatu organisasi sektor publik merupakan monopoli yang efektif.1. Output tingkat tinggi menggambarkan luasnya aktivitas yang menyatukan beberapa tujuan dasar. Permasalahan dasarnya adalah kondisi pengukuran fisik tidak bisa diterima dalam standar internasional. kualitas merupakan suatu residu dimana mekanisme formal telah dilakukan secara numerik. Dengan kata lain. Rasio efisiensi biaya dapat dikembangkan dengan. Menggunakan jumlah staf yang sama untuk mengajar kelas yanglebih banyak. tetapi dengan catatan jika output dapat diukur pada tingkat tertentu dan kemudian nilai uang menggantikan nilai permintaan. efektivitas. 2. Berbicara lebih detail. maka kualitas rasio tergantung pada kualitas output. Setiap jenis ‘kualitas’ biaya telah diteliti sesuai dengan standar profesionalisme asosiasi dan/atau profesi. Mengurangi jumlah eksperimen yang dilakukan. Ketika output diukur dalam ukuran uang. efisiensi. Menyediakan lebih sedikit sarana atau fasilitas yang diperlukan. dan 5. rasio efisiensi diperhitungkan dengan unit fisik. 1. uji aktivitas efisiensi diperlukan untuk menentukan arti keadilan atas pemanfaatan aktivitas yang lebih tinggi. Ketika output tidak bisa diukur dalam nilai uang. Kegagalan pasar merupakan suatu masalah khusus dari pelayanan sektor publik. Cara menempatkan lebih banyak anak ke dalam kelas yang sama. Sedangkan pengukuran yang ada menvakup prakiraan kualitatif konsumen. 4. Frase ‘nilai uang’ digunakan untuk menunjukkan megenai ekonomi. Output subordinat ditunjukkan sebagai output ‘perantara’ dan dapat digunakan sebagai alat ukur kualitas aktivitas. Mengajar jumlah orang yang sama dengan anggota staf yang lebih sedikit. frase ini berhubungan dengan output dibanding input (uang) atau yang disebut ‘efesiensi’. Pengukuran efisiensi tidak dapat digunakan sebagai dasar kebijakan sektor yang berbeda dalam organisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful