P. 1
3

3

|Views: 147|Likes:

More info:

Published by: Odilia Maria Cattleya on Mar 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2015

pdf

text

original

3. Perkembangan penghantaran obat parenteral 3.

1 keterbatasan obat perenteral konvensional Beberapa keterbatasan penghantaran obat perenteral konvesional, di mana pemberiannya secara intra vena dapat mengurangi indek terapi obat, seperti: • Distribusi: pada penghantaran obat intra vena, obat didistribusikan keseluruhan bagian tubuh dan mencapai jaringan dan organ yang bukan target, menyebabkan pemborosan obat dan kemungkinan fek samping. • • Metabolism: obat dimetabolisma segera dalam hati dan organ lain. Ekskresi: obat dibersihkan secara cepat dari tubuh melalui ginjal

Sebagai hasil dari proses ini, hanya sebagaian kecil dari obat yang akan mencapai jaringan target, cepat dibersihkan dan tidak cukup untuk mencapai efek yang diinginkan. 3.2 Sistim penghantaran dan pentargetan obat yang ideal Sistem penghantaran dan pentargetan obat yang ideal antara lain: • • • • • • • • • Obat mempunyai target spesifik kepada sel atau jaringan target Menjaga obat agar diluar organ, sel, atau jaringan yang bukan target Meminimalisasi penguraian kadar obat ketika mencapai target Melindungi obat dari metabolisme Melindungi obat dari klirens dini Menahan obat pada tempat kerja selama waktu yang dikehendaki Memfasilitasi transport obat kedalam sel Menghantarkan obat ke target intraselular Harus biokompartibel, biodegradabel dan non-antigenik

pelapasan obat obat dari pembawa dibatasi pada daeraah kerja 3. makin perlu untuk ditargetkan Untuk memaksimalkan efek. Sistem pembawa/ carrier yang ada di pasaran atau yang sedang berkembang berdasarkan pada ukuran: • Pembawa makromolekuler yang larut (soluble macromolecular carriers) Untuk menspesifikasi target obat. penyakit kronik seperti arthritis harus mendapat prioritas dalam pengembangannya. penyakit karena mikroba. virus dan jamur.3 komponen untuk penghantaran dan penargetan obat Bagian aktif (active moiety) Sistim pembawa (larutan yang partikular) Untuk mencapai efek teraiuretik Untuk pendistribusian obat yang baik Untuk melindungi obat dari metabolisme Untuk melindungi obat dari klirens dini Ligan / (homing device) Ligan ini. Penimbangan farmakkinetik yang berhubungan dengan penargetan obat: • Obat dengan total klirens tinggi merupakan kandidat yang baik untuk penghantaran obat yang ditargetkan (targeted delivery) • • • Carrier mediated transport cocok untuk daerah yang aliran darahnya sedikit Makin tinggi kecepatan eliminasi obat bebas. harus diberikan oleh tenaga professional. sel atau organ merupakan bagian pengenal dari target tertentu seperti reseptor galaktosa pada sel parenchim. di mana residu galaktosa pada pembawa obat dapat mentargetkan pembawa ke sel . Obat-obat yang mengancam kehidupan seperti kanker.Penghantaran obat secara parenteral memiliki beberapa kerugian antara lain: invasif. Untuk pelepasan obat yang diperpanjang biasanya dengan injeksi subkutan atau intramuskular.

ly(vinylpyrrolidone).02 µm. limpa dan sumsum tulang. sedangkan sinusoidal terdapat dalam hati. kecuali dalam hati. poly(aspartic acid). MPS terdiri dari: . di mana pembawa dapat melalui endothelial dari sirkulasi darah. poly(lysine). maksimum 10-30 µm Semuanya biodegradabel Obat yang bergabung dengan pembawa. juga dikenal dengan retikuloendothelial system (RES). Mononuclear phagocyte systems (MPS).4 Sistem pembawa partikulat Pembawa yang larut (soluble carriers) termasuk antibodi dan polimer sintetik seperti poly (hydroxyproprylmetacrylate). Kapiler kontinu terdapat dalam sirkulasi umumnya. Banyak pembawa partikulat dibuat untuk penghantaran dan pentargetan obat intravena. khususnya • • • • Berat / ukuran molekul Muatan Hidrofobisitas permukaan Adanya ligan untuk interaksi dengan reseptor Makin kecil ukuran. fenestrated terdapat dalam kelenjar eksokrin dan pancreas. limpa dan sumsum tulang. makin mudah molekul berpindah secara pasif dari satu kompartemen ke lainnya.• Sistem pembawa partikulat (particulate carrier systems) 3. Ukuran partikular yang lebih besar dari 10nm tidak dapat melalui pori dari barrier. kecepatan pelepasan obatnya dikontrol secara difusi atau degradasi Kemampuan makromolekul atau partikular untuk bergerak/ pindah tempat tergantuk dari sifat fisikokima. Hanya mempunyai 3 karakteristik: • • • Ukuran: minimum 0.

partikulat lain seperti microspheres. biasanya partikulat disalut dengan bahan tertentu seperti poly ethylene glycol. menimbun koloid inert. Ukuran: partikel berukuran 0.1 Penargetan pasif Penargetan pasif menggunakan pola distribusi pasif (natural) dari pembawa obat dalam tubuh dan tidak ada ligan pada pembawanya. pola dan banyaknya adsorpsi opsonin tergantung dari tipe permukaan seperti muatan dan hidrofobisitas. ukuran.5 Penargetan pasif dan aktif 3. limpa.• Sel-sel tetap: makrofag dalam hati (sel kuppfer). dan mencegah toksisitas dalam sel. merupakan bagian dari sistim imun. kelenjar getah bening • Sel-sel bergerak : monosit darah dan makrofag jaringan. mengeluarkan dan memetabolisme protein terdenaturasi. yang berfungsi: mengeluarkan dan mendestruksi bakteri.1-7µm cenderung dibersihkan oleh MPD (sel Kuppfer hati) Muatan partikel : jika bermuatan negatif cenderung dihilangkan dengan cepat. liposomes. hidrofobisitas permukaan partikel ditambah. Untuk menghindari makrofag. Strategi: untuk mengurangi klirens MPS. kalau netral cenderung lebih lama Hidrofobisitas permukaan: plasma protein berfungsi sebagai opsonin. Kliren MPS sangat bergantung dari sifat fisikokimia dari partikulat. yang memfasilitasi phagocytosis.5. dll. memproses dan menunjukkan antigen. Pada kondisi patologis. menyebabkan sistim pelapasab obat yang diperpanjang. Jika obat tidak dihancurkan oleh enzim lisis dari lisosom. pembawa partkulat cenderung diphagocytosis oleh sel-sel dari MPS. . sumsum tulang. endothelium berubah. obat dapat dilepaskan dalam bentuk aktif dari kompartemen lisosom kedalam sitoplasma dan bahkan keluar dari fagosit. dimana permeabilitas bertambah. 3. fenomena ini disebut efek pertambahan permeabilitas dan retensi (EPR). Contoh. paru-paru. Sel-sel MPS bertanggung jawab untuk menghilangkan partikulat seperti mikroba. muatan dan hidrofobisitas permukaan.

6. dapat berupa konvesional atau yang distabilkan secara sterik. .1 Liposom Liposom merupakan struktur vesikular yang terdiri dari satu atau lebih lipid bilayer yang menyelubungi inti cair. dan obat. Diameter liposom bervariasi mulai dari 0. 3. biasa digunakan untuk passive targeting. Liposom dapat diklasifikasikan berdasarkan komposisi dan aplikasinya secara in vivo. Keuntungan pembawa partikulat antara lain: • Memiliki loading capacity yang cukup besar sehingga memungkinkan bagi obat-obat yang berukuran molekul besar • • Obat tidak berikatan secara kimia dengan pembawa Tingkat perlindungan yang cukup dapat diberikan pada molekul obat yang dienkapsulasi dalam pembawa Sistem partikulat juga memiliki kekurangan yakni. figunakan untuk memperpanjang waktu sirkulasi. jaringan. atau organ yang spesifik. yakni: • Liposome konvesional : bermuatan netral atau negative.3.02 sampai 20µm. untuk penargetan aktif biasanya ntuk anti kanker.5. • Stealth liposome (liposome yang distabilkan secara sterik). ketidakmampuannya untuk melintasi barrier endotelial dan meninggalkan sistem sirkulasi. Sistem penghantaran ini biasanya terdiri dari tiga bagian. dapat berbentuk multilamellar atau unilamellar. ligan.2 Penargetan aktif Strategi active targeting menggunakan ligan yang ditempelkan pada pembawa. pembawa. di mana permukaannya disalut bahan hidrofil. untuk menghantarkannya ke sel.6 Pembawa partikulat 3. • Immunoliposome.

Ratio lipid terhadap protein menunjukkan densitas perbedaan lipoprotein: • Chylomicron paling rendah densitasnya.5-3. usus kecil. Penggunaaan polerik misel dapat meningkatkan keefektifan obat. dan banyak digunakan. low density lipoprotein. bermuatan positif. adriamisin. very low density lipoprotein. 5. seperti paclitaxel.5-7.6. ukuran sekitar 10-90 nm • • • VLDL. PH saluran cerna orang sehat pada lambung 1.1 Pendahuluan Bentuk sediaan obat peroral merupakan sediaan obat untuk sistemik yang mudah digunakan. camphotecin. duodenum 5-7. ukuran sekitar 30-90 nm LDL.6. colon 5.5. lambung. ukuran sekitar 10 nm Bab 5. murah.3 Pembawa lipoprotein Lipoprotein adalah sistem pembawa lipid endogen yang terdiri dari satu lipid dan satu lapisan tempat apolipoprotein ditemukan.5. 5. high density protein lipoprotein. untuk menghantarkan materi genetic.2 Struktur dan fisiologis saluran cerna Saluran cerna terdiri dari 4 bagian utama yaitu: rongga mulut.2 Polimerik misel Polimerik misel digunakan sebagai media perantara pada sediaan injeksi yang mengandung obat yang sulit larut dalam air. 3. amfoterisin B. dan usus besar.3 Faktor-faktor formulasi yang mempengaruhi bioavailibilitas peroral . indometasin. dan dihidrosteron. jejunum 6-7.• Liposom kationik. ileum 6-7. 3. dan rectum 7. Bentuk sediaan obat peroral 5. tamoxifen. tersusun hampir seluruhnya oleh lipid. ukuran sekitar 25 nm HDL.

Reaksi tambahan: iritasi local dan sensitivitasi obat PH: beberapa obat rusak dengan suasana asam lambung • • 5. suspensi. tapi akan larut dalam usus kecil. mengurangi Frekuensi pemberian obat Kerugian: • Variabilitas: kecepatan dan jumlah obat yang diabsorpsi dari bentuk sediaan obat konvensional dipengaruhi oleh fluktuasi pH di lambung dan usus kecil.1 Tablet salut enteric Tablet disalut agar tahan terhadap cairan lambung.Faktor formulasi mempenaruhi biovailabilitas peroral obat-obat konvensional seperti solution. kapsul. jenis kelamin. suspensi. kapsul. Bentuk sediaan cair lebih mudah diabsorpsi dan lebih cocok untuk anak-anak yang susah menelantablet atau kapsul. umur dan keadaan penyakit. interaksi obat.5 Teknologi dalam penghantaran obat peroral Bentuk sediaan konvensional seperti tablet. 5. dll. emulsi. emulsi. ras. ada tidaknya makanan.4 Keuntungan dan kerugian penghantaran obat peroral Keuntungan: • • • • • Mudah dan nyaman digunakan pasien Area absorpsi yang luas (luas usus kecil 200m2) Banyak pembuluh darah Pada pelepasan obat yang diperpanjang dapat mengurangi Frekuensi pemberian obat Pada pelepasan obat terkontrol dapat mengontrol kadar obat dalam jangka waktu tertentu. Umumnya digunakan untuk obat-obat yang: • • • • Mengiritasi lambung Bila dilepakan di lambung akan menyebabkan muntah Rusak oleh asam atau enzim di lambung Pelepasan obatnya diperlambat . 5. tabel. solusio. pengosongan lambung.5.

misalkan obat yang biasa diminum tiga kali sehari dapat diminum sekali sehari dengan dosis yang diinginkan. tablet dan patches Banyak pembuluh darah. memudahkan pasien.Obat disalut oleh bahan polimer seperti selulosa asetat ftalat (larut pada pH 5.6 Keuntungan dan kerugian obat transmukosa peroral Keuntungan: • • • • • • • • • Area luas permukaan untuk absorpsi Mudah mencapai target Mudah digunakan seperti sprays.2) yang tidak larut dalam asam lambung. 5.5.2 Tablet dengan pelepasan terkontrol (controlled release tablet) Pelepasan obat dapat dikontrol sesuai dengan dosis dan waktu yang kita inginkan. 5. tidak ada pengaruh motilitas.5. PH. 5. obat yang merangsang lambung. sukar menelan tablet. BAB 10 penghantaran obat melalui mata (ophhalmic drug delivery) . gusi dan juga bibir bagian atas / bawah. melalui mukosa dari pipi.4 Transmukosa Transmukosa peroral terbagi menjadi: • • Pelepasan obat sublingual. mudah diabsorpsi dan onset of action cepat Aktivitas metabolisme rendah. 5. dan obat yang mengalami first pass effect Pelepasan obat terkontrol : mencegah toksisitas. mengurangi Frekuensi pemberian. tapi larut dalam pH usus. tidak stabil dalam saluran cerna. sehingga obat terhindar dari enzim lambung dan first pass effect Variabilitas rendah.5.3 Tablet dengan pelepasan obat khusus Pelepasan obat dapat diatur sesuai dengan yang kita inginkan berdasarkan formulasinya. Kerugiannya adalah tidak semua bahan obat dapat dibuat dalam bentuk sediaan ini. mengurangi Frekuensi pemberian Alternative untuk pasien muntah. melalui mukosa bawah lidah dan bagian dasar mulut Pelepasan obat bawah bukal. makanan Pelepasan obat yang diperpanjang.

Memperpanjang waktu kerja obat. karena kontak yang lama. Sistem dispersi dapat berupa: • • Suspensi: contoh steroid (diameter bahan padat < 10µm) dapat memperpanjang kerja obat. Kerugian sistemik ialah semua bagian tubuh terkena aksi dari obat di mana hanya bagian kecil yang perlu diobati. Soft contact lenses dan ocular insert : berfungsi sebagai reservoir dalam penyaluran obat. contoh: ocusert yang dapat melepaskan pilocarpine 20. • Erodible implants: dapat memperlambat kerja obat. Pasien merasa nyaman. sistemik. Pengobatan sistemik merupakan pilihan utama untuk penyakit mata di bagian posterior seperti saraf mata. mempunyai beberapa keuntungan antara lain: • • • • • Pada konsentrasi rendah mempunyai viskositas yang tinggi. di mana hasilnya lebih baik dari bentuk sediaan larutan biasa. Mempunyai toxisitas rendah. sehingga menambah bioavaibilitas Menambah kontak pada tempat absorpsi. 40 µg/jam dalam seminggu iutnuk mengobati • • • glaucoma kronis. Area kontak obat mata sekitar 3 cm2. dengan memberikan obat langsung pada kantung konjungtiva untuk efek local di mana susah dicapai dengan sistemik dan mencegah metabolisme obat. contoh: betaxolol-poly-ε caprolacton nanopartikel (10 – 1000nm) mengurangi tekanan intraocular lebih baik dari obat tetes mata biasa. Liposom: merupakan vesikel mikroskopis yang terdiri dari membrane lipid bilayers dan bagian air. Route tropikal biasanya digunakan untuk pengobatan mata. Metil selulosa merupakan eksipien untuk menambah kekentalan larutan yang berguna dalam hal: • • • Melokalisasi obat di tempat tertentu. membantu permeabilitas jaringan. juga steroid dan antibiotic dapat berpenetrasi ke dalam mata. dan uveal tract. Emulsi: dapat memperpanjang kerja obat dan mengurangi iritasi.Ada 3 tipe rute utama untuk pengobatan mata : topical. Menempel pada mukosa dengan kuat tanpa iritasi. intraocular. Particulat: sistem non-partikel dapat menambah absorpsi obat. dan konsentrasi obat merupakan faktor utama dalam absorpsi obat. Dapat bercampur dengan banyak obat. sehingga mengurangi Frekuensi pemberian Carbomer merupakan polimer dari poly (acrylic acid) banyaak digunakan di industri farmasi dan kosmetik. regina. Beberapa obat dapat masuk ke dalam jaringan ocular melalui sistemik seperti acetazolamide untuk pengobatan glaukoma. .

Contoh: obat kanker.BAB 11 Penghantaran obat pada susunan saraf pusat Obat-obat yang sering digunakan pada susunan saraf pusat termasuk obat gangguan jiwa (seperti depresi. . enzim-enzim.brain barrier / BBB (selective barrier yang berada antar otak dan pembuluh darah). epilepsy. • • • Immunoliposome Dapat digunakan untuk menghantarkan obat ke otak dengan memakai sistem receptor-mediated transcytosis. cemas). Parkinson‘s diseases . Idealnya obat-obat untuk pengobatan penyakit susunan saraf pusat langsung diberikan pada site o on action. afinitas obat. nyeri (Ianalgesic opoid). Penghantaran obat ke dalam otak : • Intracerebroventricular drug infusion (dipengaruhi oleh physical barriers. difusi dari obat) Implant Reversible BBB disruption Immunoliposome. Alzheimer’s diseases. di mana obat diserap dalam pembawa liposome dengan perantaraan PEG. Masuknya molekul obat ke otak diatur oleh blood. dan tumor otak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->