TUGAS PAPER PERANCANGAN STRUKTUR

JEMBATAN GANTUNG ANTAR PULAU DENGAN BAJA HIGH-STRENGTH LOW
ALLOY STEEL (HSLA)

Disusun Oleh: Dwi Ani S : 0806329110

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2011

pegunungan dan sungai-sungai besarnya serta kondisi tanah lunak (rawa-rawa & gambut) yang tersebar diseluruh kepulauan Indonesia. Spesikasi pembebanan jembatan yang digunakan pun masih menerapkan perbedaan kelas beban. Jumlah jembatan yang melintasi sungai-sungai dengan lebar lebih dari 100 meter kurang dari 2%. Kebijaksanaan ini juga didukung dengan kenyataan bahwa dari 88 ribu jembatan yang ada di Indonesia hampir sebagian besar melintasi sungai kecil. Pembangunan jembatan di Indonesia pada dekade 70 dan 80an lebih didominasi dengan teknologi bangunan atas standar seperti tipe rangka baja.Jembatan Gantung Antar Pulau Dengan Rangka Baja High-Strength Low alloy Steel (HSLA) 1. Kebijaksanan dibidang jembatan tersebut pada saat itu merupakan pilihan yang tepat mengingat kebutuhan akan pembangunan jembatan yang komprehensip sangat mendesak agar dapat menghubungkan bagian-bagian daerah di Indonesia yang belum terjangkau dengan prasarana jalan. Namun demikian. gelagar komposit dan balok beton pratekan segmental. perkembangan teknologi pembangunan jembatan di Indonesia bukan berarti tidak mengalami peningkatan. Dengan memperhatikan kondisi alam Indonesia yang berupa pulau-pulau dengan bukit-bukit. Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang berjumlah sekitar 17. Ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan penggunaan bangunan atas dengan tipe dan panjang standar harus lebih diprioritaskan untuk mempercepat program penanganan jaringan jalan secara nasional. sehingga untuk memantapakan sistem jaringan jalan masih banyak diperlukan pembangunan & rehabilitasi jembatan sesuai dengan perkembangan teknologi. Untuk ruas jalan nasional dan provinsi saja memiliki sekitar 32 ribu jembatan dengan panjang total sekitar 54 ribu meter.000 pulau. Dari tahun ke tahun teknologi jembatan di 1 .

mulai diterapkan BM 125% pada ruas-ruas jalan tertentu. dirancang untuk memberikan yang lebih baik sifat mekanik dan / atau resistensi yang lebih besar untuk korosi atmosfer daripada karbon konvensional baja dalam arti normal karena mereka dirancang untuk memenuhi sifat mekanik yang spesifik bukan komposisi kimia.25% C) untuk menghasilkan sifat mampu bentuk yang memadai dan mampu las. anti bocor. Vanadium (Va) dan Columbium. 2 . sifat mampu mesin yang baik dan sifat mampu las yang tinggi (weldability). tahan terhadap korosi. nikel (Ni). High-kekuatan rendah paduan (HSLA) baja. nikel. Kharakteristik High-Strength Low alloy Steel (HSLA) Merupakan baja jenis terbaru diantara lima keluarga baja. HSLA lebih ringan daripada baja biasa.Indonesia sebenarnya mengalami peningkatan yang cukup pesat sejalan dengan kebutuhan prasarana transportasi darat dan air yang kian berkembang. tahan terhadap abrasi. atau baja microalloyed. 2. Molybdenum (Mo).0%. mudah dibentuk. Mendekati akhir dekade 90an. telah juga mendorong akan pemahaman teknologi perencanaan bangunan atas alternatif dan pemahaman akan tingkat resiko tertabraknya struktur jembatan oleh kapal yang lewat kolong jembatan yang lebih baik sangat diperlukan. Biaya produksi lebih rendah karena hanya sedikit mengandung paduan yang mahal. Kebutuhan jalur navigasi yang melalui kolong jembatan pada beberapa sungai besar menuntut adanya opening span yang cukup besar. dan mereka memiliki isi mangan sampai 2. Sifat dari HSLA adalah memiliki tensile strength yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan kelas beban rencana jembatan mulai pada dekade 80an ini kelas beban rencana jembatan hanya dikenal satu kelas yaitu BM 100% untuk jembatan permanen dan BM 70% untuk jembatan semi-permanen.050. molibdenum. Chromium (Cr). Kecil jumlah kromium. High-strength Low alloy steels (HSLA) mempunyai kekuatan tarik750 < y < 1500 Mpa. Pada baja HSLA memiliki kandungan karbon rendah (0. Untuk mendapatkan sifatsifat di atas maka baja ini diproses secara khusus dengan menambahkan unsur-unsur seperti: tembaga (Cu). ulet.

y Pearlite-reduced steels Diperkuat dengan sangat ferit-butiran halus dan pengerasan presipitasi. sehingga memberikan baja kekuatan tinggi sifat mampu membentuk keunggulan.tembaga. menghasilkan produk dengan kekuatan luluh yang rendah dan tingkat tinggi pengerasan kerja. 3 . niobium. nitrogen. y Control-rolled steels Canai panas berdasarkan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya bergulir. vanadium. namun dengan kandungan karbon rendah dan karena itu sedikit atau tidak ada perlit dalam mikro. Klasifikasi HSLA: y Pelapukan baja Ditujukan untuk memperlihatkan ketahanan terhadap korosi keunggulan atmosfer. yang dirancang untuk mengembangkan struktur austenit yang sangat dilakukan bahwa akan mengubah untuk struktur ferit yang sangat halus berbentuk equiaxed pendingin. titanium dan zirkonium digunakan dalam berbagai kombinasi. dan / atau titanium untuk perbaikan ukuran butir dan / atau pengerasan presipitasi y Baja Acicular ferit Baja karbon sangat rendah dengan hardenability cukup untuk mengubah pendingin untuk struktur ferit acicular sangat halus kekuatan tinggi daripada struktur ferit biasa poligonal y Baja dual fase mikro-struktur ferit mengandung martensit tinggi karbon di daerah merata kecil. y Baja Microalloyed Penambahan sangat kecil elemen seperti niobium. vanadium.

Kemungkinan Pemakaian High-Strength Low alloy Steel (HSLA) untuk Pembangunan Jembatan Gantung Antar Pulau Pembangunan jembatan antar pulau. Jembatan gantung diusahakan mempunyai bentang yang panjang. Dalam rencana penyatuan antar pulau yang saling berdekatan dan mempunyai hubungan ekonomi. sangat mungkin dibangun dengan rangka baja High-Strength Low alloy Steel (HSLA) yang kharakteristik sifatnya adalah memiliki tensile strength yang tinggi. Indonesia akan memiliki ikon jembatan semegah jembatan Golden Gate di Amerika yang pembuatannya memakai rangka baja.minimal selat. Seperti diketahui besarnya gaya gempa pada suatu struktur dipengaruhi oleh dua hal yaitu massa dan kekakuan struktur. untuk mendapatkan kekakuan dan massa yang relatif kecil maka digunakan sistem jembatan gantung dari baja.3. Hal ini telah terbukti di Amerika yaitu sewaktu di California terlanda gempa Northridge sekitar tahun 1994 waktu itu banyak jembatan bentang pendek dari beton prategang ambrol sedangkan jembatan Golden Gate di San Fransisco tidak terpengaruh sama sekali. sifat mampu mesin yang baik dan sifat mampu las yang tinggi (weldability) serta lebih ringan disbanding baja biasa. 4 . mudah dibentuk. Ketahanan Terhadap Gempa Indonesia terletak di antara dua lempeng benua yaitu lempeng Asia dan lempeng Australia yang mengakibatkan Negara ini mempunyai tingkat resiko bahaya gempa bumi yang besar. tahan terhadap abrasi. tahan terhadap korosi. Hal yang harus diperhatikan minimal agar baja High-Strength Low alloy Steel (HSLA) mungkin bisa digunakan untuk rangka jembatan antar pulau yaitu: a. Apakah mungkin menggunakan bahan baja High-Strength Low alloy Steel (HSLA) untuk jembatan antar pulau?. semakin panjang maka kekakuan struktur semakin kecil. diperlukan adanya infrastruktur jembatan yang memadai yang mempunyai ketahanan terhadap gempa. ulet. Oleh karena itu.misalnya seperti Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra dan Pulau Bali. Semakin kecil massa bangunan dan semakin lentur suatu struktur maka gaya gempa yang diterima struktur tersebut akan semakin kecil. anti bocor. Di masa depan.

bentuk kristal. Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua. Sepeti yang diterangkan diatas terhadap sifat baja High-Strength Low alloy Steel (HSLA) bahwa memiliki keistimewaan tahan terhadap korosi. struktur bahan. Jadi dilihat dari sudut pandang kimia. beban angin juga menjadi lebih kecil dalam jembatan yang memakai material baja. kelembaban. unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan. suhu. basa serta garam. Ketahanan Terhadap Reaksi Kimia Biasanya yang paling terjadi pada jembatan baja adalah bahaya korosi. ini berarti baja tipe ini kemampuan dalam mencegah reaksi korosi dalam waktu lama. keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. teknik pencampuran bahan dan sebagainya. baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara. Jadi semakin lentur dan massanya kecil maka pengaruh angin semakin besar. Penyelidikan tentang sistim elektrokimia telah banyak membantu menjelaskan mengenai korosi ini. c. Korosi atau secara awam lebih dikenal dengan istilah pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan. 5 . yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Ini dikarenakan material struktur dengan memakai baja lebih kecil daripada jembatan dari beton. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam. Ketahanan Terhadap Angin Untuk jembatan. Wind Tunnel Test diperlukan untuk jembatan yang memiliki bentang panjang dengan kekakuan yang sangat fleksibel.b. korosi pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Perlu diingat bahwa efek angin adalah kebalikannya dari gempa. yaitu reaksi kimia antara logam dengan zat-zat yang ada di sekitarnya atau dengan partikelpartikel lain yang ada di dalam matrik logam itu sendiri.

Secara struktur dapat dibagi ke dalam kategori bahan dari baja atau beton. dilakukan juga simulasi dengan program computer CFD (Computational Fluid Dynamic) untuk kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil uji model di terowongan angin. dan semacamnya. Efisiensi Dalam Pembangunan Pembangunan jembatan sudah mengambil banyak bentuk struktural dari tahun ke tahun. Sedangkan pada tahapan konstruksi paling kritis.6 m/s.5 m/s. Dari hasil pengujian di laboratorium terowongan angin. diketahui bahwa fenomena ketidakstabilan flutter untuk dek Jembatan baja bentang panjang pada saat jembatan beroperasi baru akan terjadi pada kecepatan angin 84. Ini merupakan nilai maksimum tahunan ditentukan untuk rata-rata kecepatan angin selama 10 menit. flutter akan terjadi pada kecepatan angin 72.1 m/s. besi baja telah memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan perencanaan jembatan.Kecepatan angin dasar atau basic wind speed di setiap lokasi berbeda. tapi kemajuan terakhir di teknologi material. pejalan kaki.2. dari pengujian pada aliran udara smooth diketahui bahwa vortex-excitation akan terjadi pada kecepatan angin 37. jalan kereta api.6 m/s. kecepatan angin dasar pada elevasi dek jembatan adalah 37. jauh di atas kecepatan angin flutter rencana sebesar 63. Kecepatan angin flutter rencana untuk jembatan adalah 63.8 m/s dengan simpangan yang masih di bawah yang diizinkan. Terkait dengan fenomena vortex excitation. Walaupun baja sudah umum digunakan dalam konstruksi jembatan.5 m/s. Jembatan yang dapat dilalui bisa digolongkan berdasarkan fungsinya seperti jalan raya. Dengan memperhitungkan ketinggian dek jembatan sebesar 43 m dari muka laut. Misal basic wind speed lokasi untuk periode ulang 100 tahun adalah 27 m/s. Selain pengujian section model dan full model. 6 .beda. d.

sudah membuat produksi dan pemasangan jembatan baja bentang yang panjang. konstruksi dari suatu jembatan baja dapat dilakukan dengan mudah dan aman karena berat baja hanya 25 .kondisi di lapangan dengan sempurna. besi baja bisa dibongkar dengan mudah dan dipindahkan ke tempat lain. dan keselamatan kerja sewaktu pemasangan lebih terjamin. Sedangkan pengiriman komponen dan pemasangan di lapangan dapat bekerja dengan cepat dan mudah. untuk jembatan baja memiliki masa manfaat lebih lama dibanding dengan jembatan beton. Ini adalah salah satu keuntungan dari jembatan baja ketika lokasi itu berhubungan dengan lokasi proyek padat dan sempit. berdasarkan pertimbangan itu. jadwal konstruksi yang lebih cepat.Selain kapasitas baja untuk menahan beban berat selama masa layan. Pemasangan jembatan baja di lapangan lebih cepat dibandingkan dengan jembatan beton dan memerlukan ruang yang relatif kecil di lokasi konstruksi. Dan komponen struktur baja dapat dibuat sepanjangnya. Rendahnya biaya pemasangan. perencanaan juga harus memasukkan faktor arsitektur. sehingga dengan material yang sedikit bisa memenuhi kebutuhan struktur. setelah masa layan.35 % dari bobot mati struktur beton yang setara.panjangnya dan pemasangan dapat dibagi menjadi beberapa blok-blok. Masa Manfaat Jembatan Berkaitan dengan masa manfaat. bersamaan dengan metoda-metoda konstruksi lainnya . e. Setelah selesai masa layan. jembatan baja menawarkan beberapa keuntungan daripada beton. sehingga di lapangan hanya tinggal pemasangannya saja. mampu bertahan 2 sampai 3 kali masa 7 . Besi baja mempunyai kuat tarik dan kuat tekan yang tinggi. Jembatan baja dapat dikhususkan untuk dibengkokkan atau disesuaikan dengan kondisi. Di mana lokasi berisi sebagian besar dari lumpur dan bumi lemah. Penelitian di dalam kualitas baja yang digunakan di dalam pembangunan jembatan. Keuntungan lain bisa menghemat tenaga kerja karena besi baja diproduksi di pabrik. jembatan baja bisa dengan mudah diperbaiki dari karat yang menyebabkan penurunan kekuatan strukturnya.

ulet. tahan terhadap korosi. mudah dibentuk. tahan terhadap abrasi. apalagi struktur jembatan baja dengan menggunakan HighStrength Low alloy Steel (HSLA) yang kharakteristik sifatnya adalah memiliki tensile strength yang tinggi. 8 . anti bocor. sifat mampu mesin yang baik dan sifat mampu las yang tinggi (weldability) serta lebih ringan dibanding baja biasa.manfaat jembatan beton.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful