ANALISIS KASUS ABORSI JANIN KEMBAR SIYAM

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Al-Qawaid Al-Fiqhiyyah Dosen Pembimbing Drs. Noer Yasin, M. Hi

Oleh:

Maulidia Rahmania ( 08210009 )

JURUSAN AL-AHWAL AL-SYAHSIYYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2010

...... ...................... 14 A......... ......................................................... ............ ....... C...................... 2 A.......... 4 A......................... ...... 5 ABORSI DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI ...... 3 TUJUAN................................................. 4 ABORSI DALAM TINJAUAN BERBAGAI ASPEK ......................................................................................... 0 BAB I PENDAHULUAN ................................ ................................................... ............... ................................ ................................ ............................................ ................................. ................... ........ ......... 5 ABORSI DALAM TINJAUAN MEDIS DAN UU KESEHATAN........................ 1..... ..... 14 DAFTAR PUSTAKA ...........................DAFTAR ISI DAFTAR ISI ............. ................................ . . 14 KRITIK DAN SARAN ............ ...................................... B.................................. 2 RUMUSAN MASALAH .......................................................................................... .... 7 ABORSI DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM .......... 9 C....................... ......................... ..................... .................. ........................................................ ........................... ............................................................................... .. ......................................... 3.................... 2... ANALISIS HUKUM ISLAM MENGENAI KASUS ABORSI JANIN KEMBAR SIYAM TERKAIT DENGAN KAIDAH-KAIDAH FIQH ............................... .................................................................. 7 ABORSI DALAM TINJAUAN HUKUM PIDANA ............................... KRONOLOGI KASUS ..... 12 BAB III PENUTUP ........ KESIMPULAN................... B........ ... ..................................... ................................... ................... 15 1 ..................... B................. ................... LATAR BELAKANG................ .............. ... ................................................. ......................... ..... .................... ....................... . ............ 4.......... ........................................ ........ 3 BAB II PEMBAHASAN .......... .............. ..............

org/ 2 . diyakni tak lebih dari 12 pasangan kembar siam yang hidup di dunia.000 kasus kembar siam.1 Untuk menanggulangi terjadinya banyak hal yang tidak di inginkan. LATAR BELAKANG Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Banyak faktor diduga sebagai penyebab kehamilan kembar. tulang dan saraf. bahkan sampai lima dan enam. jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi obat penyubur. Oleh karenanya jika seorang ibu mengetahui tanda-tanda adanya kembar siyam pada bayinya. yakni bagian organ dalam seperti hati. para ibu bisa mengetahui bagamana keadaaan janin jauh-jauh hari sebelum melahirkan. yang lahir hidup hanya sekitar 40 persen.wikipedia. ada peluang 1. Dari mereka yang lahir hidup. Selain faktor genetik. Dengan adanya alat medis yang canggih. Jadi. Itu pun sering kali disertai dengan kelainan bawaan dalam tubuhnya (incomplete conjoined twins). Apakah itu organ pada bagian ekstoderm. terjadi satu kasus kembar siam untuk setiap 200 ribu kelahiran. Dari semua kelahiran kembar siam. Sejumlah kesimpulan medis menyebutkan. juga diduga ikut memicu terjadinya bayi kembar. 75 persen meninggal pada hari-hari pertama dan hanya 25 persen yang bertahan hidup. obat penyubur yang dikonsumsi dengan tujuan agar sel telur matang secara sempurna. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna. Alasannya. Namun bukan kah hal yang dilarang bisa di perbolehkan dengan alasan yang mendesak??? 1 http://id. jantung. maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa banyak. termasuk cacat permanen yang berakhir pada kematian pada bayi. atau mesoderm yang mencakup otot. atau bias juga indoderm. hidung dan telinga.BAB I PENDAHULUAN A. yakni kulit. bisa di siasati dengan melakukan aborsi yang notabene nya di haramkan oleh hukum agama dan Negara. Saat dilahirkan kebanyakan kembar siam sudah dalam keadaan meninggal. jika Indonesia berpenduduk 200 juta. paru dan otak.

Bagaimana analisis hukum islam mengenai kasus aborsi janin kembar siyam terkait dengan kaidah.B. hukum pidana dan hukum islam? 3. Psikologi. Psikologi. UU kesehatan.kaidah fiqh? C. hukum pidana dan hukum islam 3. TUJUAN 1. UU kesehatan. Untuk mengatahui bagaimana kronologi kasus aborsi janin kembar siyam Untuk mengetahui bagaimana aborsi dalam tinjauan medis. 2. Bagaimana kronoligi kasus aborsi janin kembar siyam? Bagaimana aborsi dalam tinjauan medis. Untuk mengetahui bagaimana analisis hukum islam mengenai kasus aborsi janin kembar siyam terkait dengan kaidah-kaidah fiqh 3 . 2. RUMUSAN MASALAH 1.

40 WIB karena gangguan pernapasan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik. Menurut Humas RSUP Adam Malik. terlebih Siti Hajar yang belum sembuh total pascaoperasi caesar.Bayi.Siam.2 Sebenarnya dengan ditemuannya perangkat medis canggih seperti halnya USG (Ultra Sono Grafi). sementara operasi pemisahan dengan menanggung ancaman resiko gagal bahkan mengakibatkan kematian.Kembar. kembar siyam bias di deteksi semenjak usia kehamilan masih muda.00 WIB. kedua putri pasangan Muslim dan Siti Hajar meninggal dunia pada Rabu (9/12) pukul 17.BAB II PEMBAHASAN A. kembar siam yang dempet pada perut dan dada (toracho abdomino) asal Kabupaten Simalungun. Namun sayang. Keduanya bahkan tak mampu diwawancarai. H ingga barang kali aborsi adalah salah satu alternative trbaik yang musti ditempuh dari pada membiarkan janin lahir dan bidup secara tidak wajar.liputan6. KRONOLOGI KASUS Medan: Malang nasib dua bayi Nabila dan Naila.Meninggal 4 . Sairi Saragih. bayi kembar siam ini masuk masa kritis pada Rabu pukul 09. Sumatera Utara (Sumut). Orangtua bayi kembar siam ini terlihat syok. Namun Tuhan berkehendak lain. Setelah sempat kritis selama berjam-jam. Kemudian. ventilator baru dipasang pukul 12.com/daerah/201012/310560/Gangguan. 2 http://berita. pihak rumah sakit sempat memberi bantuan pernafasan melalui ventilator. nyawa keduanya tak tertolong.Pernapasan. keduanya pun meninggal pada petang hari akibat gangguan pernapasan karena gagal pada jantung dan paru. Saat kritis.30 WIB karena ada gangguan pernapasan.

ada sekitar 2 juta kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya. hal.B. aborsi adalah penyebab kematian yang paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung. Spontan/alamiah (terjadi secara alami. Jakarta: Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia. ABORSI DALAM TINJAUAN MEDIS DAN UU KESEHATAN Secara medis. yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. 3 Tindakan aborsi mengandung risiko yang cukup tinggi. Ramuan tersebut seperti nanas muda yang dicampur dengan merica atau obat. apabila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis.6 juta aborsi yang disengaja dalam 10 tahun terakhir dan merupakan pilihan wanita Amerika untuk kehamilan yang tidak diinginkan.obatan keras lainnya 3. Pada penelitian di Amerika Serikat terdapat 1.2 ± 1. 2002. tanpa tindakan apapun) 2. Biasanya akan terasa sakit sekali karena pijatan yang dilakukan dipaksakan dan berbahaya bagi oragan dalam tubuh. Buatan/sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja). Menggunakan berbagai ramuan dengan tujuan panas pada rahim. Secara keseluruhan. Berikut ini berbagai cara melakukan aborsi yang s ering dilakukan: 1. 3. ABORSI DALAM TINJAUAN BERBAGAI ASPEK 1. di seluruh dunia. Berdasarkan perkiraan dari BKBN. Proses abortus dapat berlangsung secara : 1. 7 3 5 . Angka Aborsi dan Aspek Psiko-sosial di Indonesia: Studi di 10 kota Besardan 6 kabupaten. Frekuensi terjadinya aborsi di Indonesia sangat sulit dihitung secara akurat karena banyaknya kasus aborsi buatan/sengaja yang tidak dilaporkan. Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril yang dapat mengakibatkan infeksi. Manipulasi fisik. Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Terapeutik/medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi). Tindakan ini juga membahayakan organ dalam tubuh Budi utomo dkk. aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu atau berat bayi kurang dari 500 g. yaitu dengan cara melakukan pijatan pada rahim agar janin terlepas dari rahim. 2.

Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan berdasarkan: a. sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 76 Aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 hanya dapat dilakukan: a. 4 Pasal 75 (1) (2) Setiap orang dilarang melakukan aborsi. kecuali korban perkosaan. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma bagi korban perkosaan. c. dengan izin suami. (3) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat di akukan setelah l konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan melalui konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang. dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan. maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan. dan e. tidak 4 Lihat Pasal 15 dan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan 6 . (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan. kecuali dalam hal kedaruratan medis. Pasal 77 Pemerintah wajib melindungi dan mencegah perempuan dari aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dan ayat (3) yang tidak bermutu. b. Pasal 76 dan Pasal 77. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan.Ketentuan pengaturan aborsi dalam UU Kesehatan dituangkan dalam Pasal 75. baikyang mengancam nyawa ibu dan/atau janin. penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri. oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri. yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan. sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. d. atau b.

ABORSI DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik. Gejala-gejala ini dicatat dalam ³Psychological Reactions Reported After Abortion´ di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994). Yogyakarta: Bagian Hukum Pidana. h. tanggal 2 Juli 2002. aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan. ABORSI DALAM TINJAUAN HUKUM PIDANA Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia.aman. 2. tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Ibu yang melakukan aborsi 2. Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal hal seperti berikut ini: y y y y y y Kehilangan harga diri (82%) Berteriak-teriak histeris (51%) Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%) Ingin melakukan bunuh diri (28%) mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%) Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%) Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya. 12 5 7 . 2001. (Hukum Kesehatan dan Hukum Pidana). Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi 3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi Beberapa pasal yang terkait adalah: 6 Supriyadi. Politik Hukum Kesehatan terhadap Pengguguran Kandungan . dan tidak bertanggung jawab serta bertentangan dengan norma agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan. FH-UAJY. yang dikenal dengan istilah ³Abortus Provocatus Criminalis´ Yang menerima hukuman adalah: 1.5 3. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai ³Post-Abortion Syndrome´ (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS.

2. bagi orang lain yang turut serta melakukan. diancam.y Pasal 229 1. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan. karena takut akan ketahuan melahirkan anak. bidan atau juru obat. y Pasal 343 Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang. Lihat Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 283. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian. karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana. 348. dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Jika yang bersalah. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak. dengan sengaja merampas nyawa anaknya. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. y Pasal 347 1. atau jika dia seorang tabib. 2. 346. karena membunuh anak sendiri. berbuat demikian untuk mencari keuntungan. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. y Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. y Pasal 342 Seorang ibu yang. 3. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya. Jika yang bersalah. 299. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. diancam. 535 dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasa1 2 dan 1363 6 8 . bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu. pidananya dapat ditambah sepertiga. sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana. 349. melakukan kejahatan tersebut. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. y Pasal 341 Seorang ibu yang.

bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash. Kamilah yang rejeki kepada Sesunguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar. 4. Hal ini dibuktikan terhadap bahwa: Barang siapa yang membunuh seorang manusia. ABORSI DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi kesucian kehidupan. Dan janganlah kamu membunuh nyawa seseorang yang dilarang Allah. 9 . maka seolah-olah ia telah memelihara keselamatan seluruh manusia semuanya. atau bukan karena membuat kerusuhan di muka bumi. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. Sementara dalam surat al-Isro¶ (17) ayat 31 dan 33. seperti dalam eksekusi hukuman mati atau dalam atau dalam pembelaaan diri yang dibenarkan. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut.y Pasal 348 1. Berdasarkan ayat-ayat tersebut. dengan sejumlah ayat-ayat dalam al-Qur¶an yang bersaksi hal tersebut.. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. juga dijelaskan: Dan janganlah kamu memberi membunh anak-anakmu mereka karena dan takut kepadamu melarat. juga. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia. Ketentuan-ketentuan dapat kita lihat dalam surat 5 ayat 23. maka seakan-akan telah membunuh manusia seluruhnya. Islam memberikan landasan hukum yang jelas bahwa kehidupan manusia itu suci sehingga haruslah dipelihara dan tidak boleh dihancurkan (diakhiri) kecuali dilakukan untuk suatu sebab atau alasan yang benar. kecu ali dengan alasan yang benar. 2. perang.

Jika dilakukan setelah setelah ditiupkannya ruh. Ada pula yang memandangnya makruh. 8 Ibid. hal. Yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh. mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) Ibnu Abidin. 210. beliau mengakui kebenaran pendapat bahwa aborsi dalam bentuk segumpal darah (µalaqah) atau segumpal daging (mudghah) tidak apa-apa karena belum terjadi penyawaan. Hasyiyah Rad al-Mukhtar ala al-Dur al-Mukhtar. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya. di antaranya dikemukakan oleh Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin. 302 9 Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah. 7 10 . Al-Mughni. yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan.Ulama dari madzhab Hanafi membolehkan pengguguran kandungan sebelum kehamilan berusia 120 hari dengan alasan belum terjadi penciptaan7. 411. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan karena belum ada makhluk yang bernyawa. Tt. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. maka semua ulama ahli fiqih (fuqoha) sepakat akan keharamannya. tetapi sebagian lain dari mereka yaitu Abi Sad dan Al-Qurthubi membolehkan. Bahkan Mahmud Syaltut. Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. membolehkan Pandangan sebagian sebelum memasuki ulama lain dari madzhab ini hanya kehamilan berusia 80 hari dengan alasan penciptaan terjadi setelah tahap mudghah atau janin memasuki usia 40 hari kedua. Dr. Kecuali mayoritas ulama Malikiyah melarang aborsi. antara lain Muhammad Ramli (w. Cairo: Hajar. jilid 12. Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. Beirut: Daar al-Fikr. hal. Namun Al-Ghazali dalam Al-Wajiz pendapatnya berbeda dengan tulisannya dalam Al-Ihya. ulama Hanabilah membolehkan pengguguran kandungan selama janin masih dalam bentuk segumpal darah (µalaqah) karena Syafi¶iyah melarang aborsi dengan belum berbentuk alas an kehidupan dimulai sejak konsepsi.8 Mayoritas 9 manusia. dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan. Tt. jilid 2 hal. Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh.

atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentuk janin. Firman Allah SWT: ‡ ³Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa.´ (Qs. jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa. sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya. Pendapat yang disepakati fuqoha. Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniupan ruh ke dalam janin. aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram. Adapun aborsi sebelum kandungan berumur 4 bulan. Akan makin jahat dan besar dosanya. maka Allah mengutus seorang malaikat padanya. dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh. al-Isra` [17]: 31). Dalil syar¶i yang menunjukkan bahwa aborsi haram bila usia janin 40 hari atau 40 malam adalah hadits Nabi Saw berikut: ³Jika nutfah (gumpalan darah) telah lewat empat puluh dua malam. Abdurrahman Al Baghdadi (1998). an maka hukumnya haram. dia 11 . sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari. didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan.maka aborsi adalah haram. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar¶i berikut. hukum syara¶ yang lebih rajih (kuat) adalah sebagai berikut. yaitu bahwa haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh (empat bulan). Maka dari itu. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. al-An¶aam [6]: 151). Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. para fuqoha berbeda pendapat dalam masalah ini.´ (Qs. Akan tetapi menurut pendapat Syaikh Abdul Qadim Zallum (1998) dan Dr. aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan. maka hukumnya boleh (ja¶iz) dan tidak apa-apa. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. lalu dia membentuk nutfah tersebut. seperti telah diuraikan di atas. ‡ ³Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin.

Dengan kata lain. Sedangkan aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari. Jakarta. diakui pula oleh K. psikis bagi yang bersangkutan ataupun psiko-sosial bagi lingkungannya. tetapi harus memberikan jawaban berupa solusi hukum terhadap persoalan-persoalan sosial yang dihadapi perempuan. Lalu malaikat itu bertanya (kepada Allah).10 C.gaulislam. apakah dia (akan Engkau tetapkan) menjadi laki-laki atau perempuan?¶ Maka Allah kemudian memberi keputusan«´ [HR. dan tulang belulangnya. maka pihak ibu si janin. 2003. bapaknya. dapat dianalisa dengan menggunakan beberapa kaidah fikih.H.11 Dalam konteks menetapkan kepastian hukum mengenai tingginya angka kematian ibu akibat aborsi tak aman dengan banyaknya angka bayi yang lahir secara cacat permanen atau disebut kembar siyam. Sahal Mahfudz (2003): ³Fikih sosial bertolak dari pandangan bahwa mengatasi masalah sosial yang kompleks dipandang sebagai perhatian utama syari¶at Islam´. 18 11 10 12 . µYa Tuhanku. ANALISIS HUKUM ISLAM MENGENAI KASUS ABORSI JANIN KEMBAR SIYAM TERKAIT DENGAN KAIDAH-KAIDAH FIQH Dalam konteks aborsi tak aman yang menimbulkan tingginya angka kematian anak karena cacat dan menimbulkan depresi bagi ibu yang melahirkan anak yang cacat permanen. antara lain: http://www. M. yang merupakan dua kondisi yang sama-sama membahayakan. Fikih dalam hal ini harus berorientasi pada etika sosial yang produk hukumnya tidak sekedar halal atau haram. tetapi memiliki dimensi sosial yang kompleks baik secara fisik. dagingnya.A. Pidato Promovendus pada Penerimaan Gelar Doktor Honoris Causa dalam Bidang Fikih Sosial di UIN Syarif Hidayatullah. maka hukumnya boleh (ja¶iz) dan tidak apa-apa. Jakarta: Universitas Islam Negeri.com/ Sahal Mahfudh. 18 juni. boleh dan tidak boleh.membuat pendengarannya. diharamkan menggugurkan kandungan ibu tersebut bila kandungannya telah berumur 40 hari.a.]. ataupun dokter. belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia. penglihatannya. Berdasarkan uraian di atas. Ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah). kulitnya. Fikih Sosial: Upaya Pengembangan Madzhab Qauli dan Madzhab Manhaji. Muslim dari Ibnu Mas¶ud r. bukan merupakan persoalan sederhana. hal.

Nashr Farid Muhammad Washil & Prof. Djazuli. 2009)hal. A. Dr. Abdul Aziz Muhammad Azzam. karena ada kehawatiran kalau tidak diaborsi maka akan lahir bayi yang memiliki cacat yang permanen dan kemungkinan kecil untuk berhasil operasi pemisahan. Kencana Prenada Media Group. perubahan kondisi. Kaidah Fiqh.2006) hal. ³Bahaya itu menurut agama harus dihilangkan (al-dlarar yuzaalu syar¶an)´. Prof. Qawa id Fiqhiyyah. (Jakarta. (Jakarta: Amzah. Dr.1. Dalam hal hukum aborsi. 34 12 13 . 17 13 Prof. maka pilihlah bahaya yang lebih kecil risikonya 12 (Idza ta¶aaradlat al-mafsadataani ruu¶iya a¶dhamuhuma dlararan)´. menganjurkan aborsi dianggap lebih aman jika sudah jelas diketahui bakal ada kerusakan pada janin. ³Bahaya yang lebih berat dapat dihilangkan dengan memilih bahaya yang lebih ringan (al-dharar al-asyadd yuzaalu bi al-dharar al-akhaff)´ atau ³Jika dihadapkan pada dua kondisi yang sama-sama membahayakan. 3. 4. H. perubahan niat dan kultur atau adat (taghayyir al-ahkam bitaghayyur al-azminah wal-amkinah wal-ahwal wan-niyaat wal-µawaaid)´13 Ada argumentasi klasik di kalangan ulama bahwa pencegahan atau mendahulukan prevensi (syaddu al-dzari¶ah) lebih baik. perubahan tempat. ³Keterpaksaan dapat memperbolehkan untuk melakukan hal hal yang dilarang (aldlaruraatu tubiihul mahdzuraat)´. 2. Dr. perubahan hukum Islam dapat dilakukan dengan adanya perubahan zaman.

Namun jika ada suatu alas an yang mendesak untuk melakukan aborsi maka ibu boleh melakukan aborsi dengan menggunakan kaidah fiqh³Bahaya itu menurut agama harus dihilangkan (al-dlarar yuzaalu syar¶an)´. belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciriciri minimal sebagai manusia. Selain faktor genetik. KRITIK DAN SARAN Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah kami yang berjudul ´ Analisis Kasus Aborsi Janin Kembar Siyam´ ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. bahkan sampai lima dan enam. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna. jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi obat penyubur. Alasannya. maka hukumnya boleh (ja¶iz) dan tidak apa-apa.maka pihak ibu si janin.BAB III PENUTUP A. bapaknya. Sedangkan aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari. maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa banyak. B. seperti halnya aborsi karna janin benar-benar diketahui tengah mengalami kembar siyam. diharamkan menggugurkan kandungan ibu tersebut bila kandungannya telah berumur 40 hari. maka dari itu kritik dan saran dari pembaca akan kami terima guna perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Banyak faktor diduga sebagai penyebab kehamilan kembar. obat penyubur yang dikonsumsi dengan tujuan agar sel telur matang secara sempurna. Ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah). 14 . juga diduga ikut memicu terjadinya bayi kembar. ataupun dokter. Hukum dari Aborsi adalah Haram. KESIMPULAN Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu.

Hasyiyah Rad al-Mukhtar µala al-Dur al-Mukhtar. Tt. dkk.A.. A. Dr. Kaidah Fiqh. di akses pada tanggal 13 Desember 2010 http://www. B. FH-UAJY. Cairo: Besardan 6 kabupaten. Mahfudh. H. Tt.2006) Prof. di akses pada tanggal 13 Desember 2010 Ibnu Abidin. 2003. Kencana Prenada Media Group. Djazuli. Jakarta: Pusat Penelitian Kesehatan UIN Jakarta http://id.aborsi. Fikih Sosial: Upaya Pengembangan Madzhab Qauli dan Madzhab Manhaji. 2009) 15 .DAFTAR PUSTAKA Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah. (Jakarta. Qawa¶id Fiqhiyyah. Dr. (Jakarta: Amzah. Jakarta: Universitas Islam Negeri Press. M.org/. Al-Mughni.org/. Prof. Nashr Farid Muhammad Washil & Prof. Beirut: Daar al-Fikr. di akses pada tanggal 13 Desember 2010 http://www.com/. Abdul Aziz Muhammad Azzam. Utomo. Dr. Angka Aborsi dan Aspek Psiko-sosial di Indonesia: Studi di 10 kota Yogyakarta: Bagian Hukum Pidana.wikipedia. 2002.gaulislam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful