P. 1
EB News Edisi 08 Tahun 2011

EB News Edisi 08 Tahun 2011

|Views: 869|Likes:
Published by EB News
Majalah Kwartalan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, EB News edisi ke-8 terbit bulan Maret 2011
Majalah Kwartalan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, EB News edisi ke-8 terbit bulan Maret 2011

More info:

Published by: EB News on Mar 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2016

pdf

text

original

ISSN: 2087-5967

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pertamina Tower 8

Edisi 8 Maret 2011

With International University of Japan, Japan: Ÿ MSc in Management and in E-Business Management or in Functional Management Ÿ MSc in Economics and in Public Management

FEB UGM

With Rotterdam School of Management, Erasmus University, Netherland: Ÿ MSc in Management and in Business Administration

With Georgia State University, United States: Ÿ MSc and MA in Economics

Preface
Terucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, memasuki tahun ketiga, EB News masih dapat menghiasi media di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM). Pada kesempatan ini, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011, semoga kesuksesan selalu menyertai langkah kita. Hadir pada edisi kedelapan ini, EB News menyajikan liputan khusus mengenai pameran promosi FEB UGM di Jakarta, International Academic Exposure di Bangkok, dan peletakan batu pertama perluasan gedung FEB UGM. Tak ketinggalan, EB News mengetengahkan liputan dari unit-unit di lingkungan FEB UGM. Kiprah mahasiswa, dosen, alumni, dan karyawan menarik untuk dicermati. Prestasi dan kontribusi yang telah diukir oleh sivitas akademika semakin memacu FEB UGM untuk terus melaju dan berkembang menjawab tantangan internasional tanpa mengabaikan kearifan lokal Yogyakarta. Semoga cerita sukses dari alumni, mahasiswa, dosen dan karyawan serta berita mengenai kegiatan-kegiatan di FEB UGM dapat menjadi inspirasi dan mengobati kerinduan akan kampus tercinta ini. Terima kasih.

Dual Degree Program
o meet the market demand for internationally competitive graduates, the program organizes a dual degree program with internationally reputable partner universities. The graduates are prepared to explore issues and undertake problemsolving analysis in global business and economics while emphasizing on ethics and the local values. Graduates earn dual degree from MSc program and a partner university. The program's basic

With The Australian National University, Australia: Ÿ MSc in Economics and Master of International and Development Economics (MIDEC)

T

With Curtin University of Technology, Australia: Ÿ MSc (in Economcis or Management or Accounting) and Master of Marketing; Master of Information Systems; Master of Finance; Master of Advanced Accounting

Lead Knowledge Development
Academic Process
A two-year program conducted in English

ŸThe first year conducted in MSc Program FEB UGM, Indonesia.
Entry Requirement
Maret 2011

ŸFor the first year minimum TOEFL score of 525. ŸFor the second year in IUJ, RSM and GSU minimum TOEFL
score of 550, in GSU (quantitative+verbal) GRE of 1016, in

Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D Dean

Contact
Admission office
Jl. Nusantara Bulaksumur UGM Yogyakarta 55281 Phone. 62 274 580726, 62 274 524607-609 Fax. 62 274 524606 Mobile 6281 75464545

www.msc.feb.ugm.ac.id

Content
19
Peletakan Batu Pertama Perluasan Gedung (Pertamina Tower)
Setelah sempat tertunda beberapa kali, FEB UGM akhirnya memulai perluasan gedung (Pertamina Tower) di halaman timur FEB UGM.

What’s Up FEB

Pelepasan Wisudawan Periode I dan II Tahun 2010/2011
University Club UGM. Acara dibuka secara resmi pukul 19.00 WIB, diawali dengan sambutan dari Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia. Acara dilanjutkan sambutan dari wakil orang tua wisudawan serta wakil wisudawan peraih IPK tertinggi dari periode II, Siti Wulandari. Kebahagiaan terpancar dari wajah wisudawan peraih IPK tertinggi masingmasing jurusan dari kedua periode ketika menerima piagam penghargaan secara simbolis. Periode pertama diwakili oleh Wahyu Kusumaningrum (Akuntansi), Ilwan Eko Hartanto (Manajemen), dan Eka Libertina (Ilmu Ekonomi). Sedangkan periode kedua diwakili oleh Siti Wulandari (Manajemen), Rr. Biantika Kusuma Wardhani (Akuntansi), dan Fandi Achmad (Ilmu Ekonomi). elasa (22/2), FEB UGM menggelar pelepasan wisudawan bagi program Strata Satu. Pelepasan kali ini berbeda dari biasanya. Selain diselenggarakan pada malam hari, pelepasan ini diikuti oleh wisudawan periode I (November 2010) yang

Durham University, Saat 24 Mimpi menjadi Kenyataan
Simak kisah Ajeng yang sedang melanjutkan studi di Magister Science Islamic Finance, Durham University, Inggris.

3 | Preface 4 | Content 5 | What’s Up FEB 19 | Special Report 23 | Partnership 24 | News from Abroad 26 | Lecturer’s Article 29 | Who’s Who
Sumari: Karyawan Bukan Hanya Sekadar Pekerjaan

39 | Scholarship and Recruitment Upcoming Event 40 | Facilities
Menengok Fasilitas MM dan MEP di UGM Kampus Jakarta

41 | Exchange Student’s Comment 42 | Student Corner
Semangat Berkarya Mahasiswa S1 FEB

45 | Advertorial
D. Reetta Pranari, Semangat Kontribusi Untuk Bangsa

26 Definisi Bass: Kepemimpinan Menurut
Refleksi pada Diri Penulis
Lecturer’s Article oleh Reni Rosari membahas tentang salah satu teori kepemimpinan

30 | Alumni Corner
Dodit Wiweko Probojakti: Pembentukan Karakter yang Berbuah Kesuksesan

47 | FEB in Pictures
Kegiatan Akademik dan Non-Akademik Mahasiswa Tempo dulu

32 | Unit News 38 | Around Bulaksumur
GMC Health Center: Sistem Jaminan Kesehatan Mahasiswa Pertama di Indonesia

S

wisudanya tertunda karena bencana erupsi Merapi. Hujan deras yang sempat menerjang wilayah Yogyakarta tidak menyurutkan semangat wisudawan beserta keluarganya untuk hadir pada acara yang digelar di

Kali ini, FEB UGM melepas 133 wisudawan periode I dan 90 wisudawan periode II dari program S1 reguler, swadaya, dan IUP. Terdapat 37 lulusan periode I dan 19 lulusan periode II yang berpredikat cumlaude. [prima]

Percetakan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

ADITYA MEDIA
Jl. Bimasakti 19 Yogyakarta T: + 62 274 520 612, 520 613 F: + 62 274 520 612, 520 613 E: adityamediajogja@yahoo.com

Penanggung Jawab
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Pengembangan Usaha)

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
bersyukur atas diraihnya Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi Indonesia untuk seluruh program studi (12 program studi dan 1 program profesi) yang ada di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Diterbitkan oleh
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 T: + 62 274 548 510 (hunting) F: + 62 274 563 212 E: dekan@feb.ugm.ac.id W: http://www.feb.ugm.ac.id

Pengarah
Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D (Dekan) B.M. Purwanto, MBA., Ph.D (Wakil dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia)

Editor
Hestining Kurniastuti Dian Puspa Hartiani Dwi Andi Rohmatika

Tim Liputan
Prastowo Prima Yustitia Lukitasari

Artistik
Lingga Binangkit

ebnews
Edisi Maret 2011

5

What’s Up FEB
Kemampuan Berdiplomasi yang Kuat Membawa Mahasiswa FEB UGM dan Timnya Memenangkan Kompetisi Debat Se-Indonesia

Forexindo Peduli Merapi

atu prestasi diukir mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada di awal tahun ini. Bella, panggilan akrab Bella Chyntiara, bersama dua anggota tim dari FISIPOL UGM berhasil meraih juara pertama Indonesian Varsities English Debate (IVED) 2011 yang terselenggara di Universitas Hassanudin, Makassar pada 21-26 Januari 2011. Bella dan tim berhak atas sertifikat dan piala setelah berhasil mengalahkan 56 peserta dari seluruh universitas di Indonesia. “Kami bangga dapat meraih kemenangan di kompetisi bergengsi ini, IVED merupakan kompetisi debat parlementer tingkat universitas se-Indonesia yang pertama terselenggara sejak tahun 1998” ungkap Bella. Mahasiswa International Undergraduate Program FEB UGM angkatan 2009 ini termotivasi mengikuti kompetisi debat ini untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik,

S

berpikir kritis serta memahami segala kebijakan dan tren sosial yang ada. Terbentuknya tim berawal dari tergabungnya ia pada English Debating Society (EDS) UGM. Tim terbentuk melalui kompetisi internal sehingga Bella beserta Eldhianto Maulana Jusuf dan Urfi Syifa Urohmah berhasil menjadi 3 mahasiswa teratas dalam seleksi kemudian tergabung menjadi Tim UGM A dan berhak mengikuti kompetisi ini bersama tim UGM B sebagai peringkat kedua dalam seleksi. Kegemaran Bella dalam berbicara di depan umum membuatnya terus aktif dalam berbagai kompetisi debat. Sejak menjadi mahasiswa, sudah empat prestasi diraihnya: Juara 3 National Economic English Debate di UNPAD tahun 2009, Juara 3 all Java Overland Varsities English Debate di UI tahun 2010, UGM delegates in Asian United English Debate (AUDC), di Assumption University, Thailand tahun 2010 serta kompetisi ber-gengsi IVED di

Unhas tahun 2011 ini. Bella sadar akan pentingnya kemam-puan berdiplomasi untuk karirnya ke depan. Baginya, menjadi mahasiswa FEB bukan berarti tidak belajar ilmu yang lain. Kemampuan berdiplomasi akan membentuk manusia menjadi sosok yang memiliki bargaining power sehingga dapat membuat kebijakan tertentu untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya yang kurang beruntung. Kegemaran pada debat membuatnya belajar mengenai banyak hal. “Saya belajar politik berbagai bangsa, bahkan isu yang sangat krusial yang tidak semua orang tahu dan peka di dalamnya,” ungkapnya. Bella juga merasa beruntung karena dengan kegemarannya ini ia mendapatkan banyak pengetahuan dan mendapat banyak teman dari berbagai universitas. (hk)

enyerahan sumbangan untuk korban Merapi dari Forexindo Peduli kepada pengurus Dharma Wanita UGM sebesar Rp42.000.000,00 yang akan disalurkan kepada korban Merapi dilakukan pada 11 Desember 2010 lalu. Elin Lukman selaku perwakilan dari Forexindo Peduli menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada Tiwi Marwan Asri selaku ketua Dharma Wanita FEB UGM. Acara yang berlangsung sederhana ini bertempat di rumah dinas Rektor UGM di Yogyakarta dengan dihadiri beberapa pengurus Dharma Wanita UGM, FEB UGM, dan Perwakilan dari Forexindo yang diwakilkan oleh Elin Lukman. “Penanganan pascabencana Merapi merupakan bagian yang terpenting karena penanganan ini lebih lama untuk mereka bisa mandiri,” ujar Ibu Sudjarwadi selaku ketua Dharma Wanita UGM. Pendampingan berkesinambungan menjadi alternatif untuk

P

memulihkan semangat hidup bagi para korban Merapi supaya nantinya bisa mandiri. Elin selaku perwakilan dari Forexindo menyampaikan bahwa kepedulian dari segenap karyawan Forexindo yang tergabung dalam ACI berusaha memberikan bantuan untuk diberikan kepada korban Merapi. ”Penguatan psikologis dan pemberdayaan ekonomi menjadi perhatian utama dalam penanganan pengungsi Merapi,” ungkap Tiwi Marwan Asri. Permberdayaan ekonomi tersebut difokuskan pada ibu-ibu usia produktif dengan pemberian keterampilan sekaligus pendampingan kepada pengungsi. Pembentukan desa atau dusun binaan merupakan salah satu cara untuk mempermudah dalam pendampingan secara berkelanjutan untuk kemandirian para korban Merapi. [Prast]

967 2087-5 ISSN:

Mada Gadjah iversitas nis Un dan Bis omika s Ekon Fakulta

Ebiz
Newsletter

Fakultas Ekono mika & Universitas Gadjah MadaBisnis

Bukti dari Lab
Special Rep

icle Penyimpangan M dari RasionalitRUGM LUST EB:U F as
oratory Exp eriments
ort:

Lecturer’s Art

B

a encan

a Tangg

FEB U

GM

p

XI
7
7 Edisi2010 er Novemb

Family Gat

hering

News From

HIDUP DAN SEKOLAH KEHIDUPAN DI EROPA

Abroad:

6

Edisi 6
Juli 2010

Kerjasama pemasangan iklan hubungi:
Bagian Promosi, Admisi, Kerjasama dan Pengembangan Usaha Lantai 1 Sayap Timur Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada T: +62 274 548 510 ext. 123 F: +62 274 580 727 E: ebstore@feb.ugm.ac.id W: www.feb.ugm.ac.id/ebstore

6

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

7

Magister Sains dan Doktor

What’s Up FEB
Linkage Program UGM-IUJ (M.Sc., M.E-Biz) Meluluskan Mahasiswa Angkatan I dan Mengirimkan Angkatan II
Kolokium Presentasi Hasil Penelitian dan Seminar Nasional

Penerapan Metoda Penelitian Meta-Analysis dan Triangulation of Methods dalam Penelitian Ilmu-ilmu Ekonomi

ada tahun 2008 tahun kelas linkage program pertama kali (Angkatan I) diselenggarakan, program ini merupakan kolaborasi antara Program Magister Sains FEB UGM dengan E-Biz GSIM IUJ, Jepang. Linkage program Angkatan I telah diselesaikan tepat waktu selama dua tahun oleh tiga orang mahasiswa yang diwisuda di IUJ Jepang pada bulan Agustus 2010 dan mendapatkan gelar Master E-Biz. Mahasiswa tersebut adalah Didi Ra'afi, Rahmat S, dan Ageng Walikito. Ketiganya tercatat sebagai staf Direktorat Jendral Pajak Departemen Keuangan RI. Prestasi membanggakan dicatat oleh Didi Ra'afi dengan memperoleh predikat cumlaude dan best student pada wisuda Oktober 2010 Program Magister Sains FEB UGM. Menindaklanjuti linkage program yang sudah terjalin, Dr. Supriyadi, M.Sc dan Dr. Amin Wibowo, MBA. berkunjung ke IUJ pada Agustus 2010. Kunjungan ini diikuti dengan pengiriman kembali lima mahasiswa Program Magister Sains kelas linkage program angkatan II di IUJ. Mahasiswa tersebut adalah Asrifal Handri Rangkuti, Hadi Suprayitno, Masruri Muchtar, Prabudy Oetama, Sarno. Ke lima mahasiswa tersebut adalah karyasiswa yang juga merupakan staf

P

Direktorat Jendral Pajak, Departemen Keuangan RI. Mahasiswa tersebut saat ini sedang menyelesaikan tahun kedua mereka dengan mengambil beberapa mata kuliah dan sedang menyiapkan proposal tesis. [eradp]

rogram Doktor Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi FEB UGM bersama dengan FORMADEGAMA (Forum komunikasi mahasiswa doktor FEB UGM) pada 10-11 Desember 2010 menyelenggarakan kegiatan Kolokium presentasi hasil penelitian dan Seminar Nasional dengan topik “Penerapan Metoda Penelitian Meta-Analysis dan Triangulation of Methods dalam Penelitian Ilmu-ilmu Ekonomi”. Kolokium dan Seminar Nasional ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat FEB UGM, Dr. B.M. Purwanto, MBA. Dalam pembukaannya, ia menyatakan dukungan dan apresiasi kepada Program Doktor FEB UGM dan mahasiswanya atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap kepada peserta agar mampu mengembangkan, mentransfer pengetahuan dan menyebarkan pada masyarakat luas serta mampu

P

mendukung visi Universitas Gadjah Mada yaitu menjadi World Class Research University (WCRU). Pada hari pertama presentasi research dissemination ada 11 penelitian yang dipresentasikan oleh pemakalah dari seluruh Indonesia yang telah lolos seleksi melalui blind reviewer oleh panitia yang expert di bidangnya. Pada hari kedua dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama bertema “Penerapan Metoda Penelitian Meta-Analysis dalam Penelitian Ilmu-Ilmu Ekonomi” dengan pembicara Dr. Wakhid S. Ciptono, MBA. (FEB UGM) dan Dra. Avin Fadilla Helmi, M.Si (Fakultas Psikologi UGM) dengan moderator Drs. Titus Odong, MA (FE USD). Sesi kedua bertema “Penerapan Metoda Penelitian Triangulation of Methods dalam Penelitian Ilmu-Ilmu Ekonomi” dengan pembicara BM. Purwanto, Ph.D (FEB UGM) dan Dr. Sujoko Efferin (FEB Ubaya) dengan moderator Dr. R. Maryatmo, MA (FE Atmajaya). Kegiatan ini

diikuti oleh akademisi dari seluruh Indonesia. Pada sesi penutup panitia mengumumkan tiga artikel terbaik sebagai puncak kegiatan research dissemination dan seminar nasional ini, ketiga artikel tersebut adalah sebagai berikut pemenang I adalah Didi Achjari; Willy Abdillah; Suratman; Sri Suryaningsum dengan judul “Upaya Peningkatan Daya Saing Masyarakat (Citizen Advantage) Berbasis Teknologi Informasi: Studi Pada UMK Industri Kreatif Di DIY”, pemenang ke II adalah Wendy dengan judul “Pengaruh Perilaku Myopia Pada Proses Pengambilan Keputusan Investasi Dalam Eksperimen Laboratori: Implikasi Teori Myopic Loss Aversion Di Pasar Modal”, pemenang ke III Gancar Candra Premananto; Aris Setyana, dan Kelly Yuliet Wong dengan judul “Triangulasi Metode Dalam Riset Tentang Aspek Situasional Impulsivitas”. (eradp)

8

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

9

What’s Up FEB
Launching “Indonesian Economic Quarterly (IEQ) The World Bank” 16 Desember 2010
risiko-memanfaatkan tren-tren global untuk berinvestasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif” menyoroti penguatan aliran modal yang masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2010 dan dampak peningkatan harga-harga komoditas yang belakangan dijumpai. (SP-TWB) Dalam presentasi dan diskusi ini diulas laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia yang menyajikan dan menggabungkan perkembangan utama ekonomi Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Laporan ini menempatkan perkembangan dalam konteks jangka panjang dan global serta menilai implikasinya terhadap prospek ekonomi dan kesejahteraan sosial Indonesia. Pokok bahasan mencakup makroekonomi, p a s a r ke u a n g a n , s a m p a i i n d i k a t o r pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Laporan ini ditujukan untuk khalayak ramai, termasuk pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, pelaku pasar keuangan, serta komunitas analis dan profesional yang terlibat dalam ekonomi Indonesia. (eradp) er 3 Januari 2011, Program MEP FEB UGM kedatangan wajah-wajah baru. Mereka adalah calon mahasiswa Program Reguler yang akan mengikuti Program Matrikulasi angkatan 45. Pada hari itu, calon mahasiswa mendapat pengarahan dari pengelola program. Pengarahan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan pengelola program, pengarahan kegiatan akademik dan penyampaian kegiatan matrikulasi yang akan ditempuh mahasiswa pada periode Januari-April 2011. Berbagai informasi tentang fasilitas dan penunjang kegiatan perkuliahan selama kuliah di MEP disampaikan pada acara ini. Di samping itu, tanggal 8 Januari 2011 juga dilaksanakan pengarahan bagi calon mahasiswa baru kelas paruh waktu Program MEP FEB UGM angkatan 9. Sebanyak tiga peserta Program Matrikulasi yang diterima pada periode Januari 2011 ini mendapatkan beasiswa dari Program. Beasiswa diberikan karena yang bersangkutan mendapat nilai terbaik dalam penulisan paper tentang arti penting manajemen aset dan penilaian properti yang diikuti oleh 20 peserta.

Magister Sains dan Doktor

What’s Up FEB

Magister Ekonomika Pembangunan

P

Welcome to MEP FEB UGM

ada tanggal 16 Desember 2010, the World Bank menggandeng Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM untuk bekerjasama menyelenggarakan acara presentasi dan diskusi dengan topik “Launching Indonesian Economic Quarterly”. Acara ini dibuka oleh Dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D., dan di-

P

hadiri oleh para akademisi, praktisi, dan perbankan dari DIY dan Jawa Tengah. Pembicara pada acara ini adalah salah satu tim ekonom the World Bank, Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., dan dimoderatori oleh Dr. A. Tony Prasetiantono, M.Sc. Dalam tema yang diusung pada siaran pers The World Bank “Memaksimalkan kesempatan, mengenal

Wawancara Peserta Linkage Program Angkatan V MEP FEB UGM
epanjang bulan Januari dan Februari 2011, Program MEP FEB UGM mendapat kunjungan tamu beberapa partner university dari Jepang. Kunjungan ini dalam rangka Interview Participants Linkage Program Batch V MEP FEB UGM. Mahasiswa linkage program berasal dari mahasiswa beasiswa Bappenas dan Kementerian Keuangan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerjasama MEP dengan beberapa universitas luar negeri dalam penyelenggaraan program double degree. Dari hasil wawancara, mahasiswa Linkage Program Angkatan V yang diterima di universitasuniversitas yang ada di Jepang yaitu: IUJ sebanyak 18 mahasiswa, GRIPS University sebanyak enam mahasiswa, Hiroshima University sebanyak tiga mahasiswa, dan Ritsumeikan University sebanyak dua mahasiswa. Sebagian mahasiswa lainnya masih menunggu informasi tentang pengumuman resmi hasil wawancara dari Kobe University dan Takushoku University.

S

abu, 26 Januari 2011, Universitas Gadjah Mada kembali mewisuda mahasiswa program pascasarjana periode Januari 2011. Sejumlah 21 orang di antaranya merupakan wisudawan dari Program Magister Sains FEB UGM. Setelah mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan oleh Universitas Gadjah Mada, Program Magister Sains menyelenggarakan pelepasan wisuda yang dihadiri oleh wisudawan dan tamu undangan. Dr. Supriyadi, M.Sc. selaku Ketua Pengelola sekaligus Pengelola Program Studi Akuntansi dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pada periode Januari 2011 Program Magister Sains meluluskan 11 dari Program Studi Akuntansi, 9 dari Program Studi Manajemen, dan 1 wisudawan dari Program Studi Ilmu Ekonomi. Di samping itu pelepasan wisuda periode Januari 2011 ini juga dihadiri oleh BM. Purwanto, MBA., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat FEB UGM untuk memberikan sambutan dan menyerahkan transkrip akademik bagi empat wisudawan yang berpredikat cumlaude. (eradp)

R

Wisuda Program Magister Sains Periode Januari 2011

Pergantian Pengelola MEP FEB UGM
Pada tahun 2011, Pengelola Program MEP FEB UGM mengalami pergantian. Pergantian susunan pengelola ini terhitung mulai 1 Januari 2011 berdasarkan keputusan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Ketua program yang sebelumnya dijabat oleh Dr. Akhmad Makhfatih, M. A. diganti Poppy Ismalina, Ph.D. Susunan Pengelola Program MEP FEB UGM tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Ketua Pengelola Deputi Bidang Akademik

: Poppy Ismalina, Ph.D. : Drs. Ahmad Jamli, M.A.

Deputi Bidang Umum dan Keuangan : Ertambang Nahartyo, Ph.D.

10

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

11

What’s Up FEB
Wisuda Magister Akuntansi MAKSI FEB UGM Meloloskan Dua Mahasiswa di SNA 2010
imposium Nasional Akuntansi (SNA) merupakan program dari Ikatan Akuntan Indonesia khususnya Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd) untuk memajukan kualiatas pendidikan akuntansi di Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi adalah ajang bergengsi dan eksklusif untuk mempresentasikan hasil riset terbaik di bidang akuntansi oleh para praktisi, peneliti, pendidik dan mahasiswa diseluruh Indonesia dan juga mancanegara. SNA telah menjadi agenda rutin tahunan Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Pendidik sejak 13 tahun silam di Yogyakarta. Bidang kajian paper dalam Simposium ini meliputi: 1. Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal (Kode: AKPM) 2. Auditing (Kode: AUD) 3. Sistem Informasi Akuntansi (Kode: SIA) 4. Akuntansi Manajemen (Kode: Akmen) 5. Perpajakan (Kode: PPJK) 6. Akuntansi Sektor Publik (Kode:ASP) ada wisuda periode Januari 2011 yang lalu, Program MAKSI FEB UGM berhasil meluluskan 30 mahasiswa. Upacara wisuda dilaksanakan di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada. Dilanjutkan dengan pelepasan wisudawan di Ruang Sidang FEB UGM. Dalam kesempatan ini, hadir pula pengelola MAKSI dan perwakilan dari dekanat. Pada wisuda kali ini Program MAKSI

Magister Akuntansi

S

dilaksanakan di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman di Kota Purwokerto. Pada simposium kali ini, terdapat dua mahasiswa MAKSI yang hasil riset atau makalahnya lolos tahap seleksi dan berhak mengikuti SNA XIII untuk mempresentasikan makalah mereka tersebut. Kedua mahasiswa tersebut adalah: 1. Muhamad Mufti Arkan dengan makalahnya yang mengambil bidang kajian Auditing berjudul “Analisis Penggunaan Benford's Law dalam Perencanaan Audit pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai “. Mansur Iskandar Alam dengan makalahnya yang mengambil bidang kajian ASP (Akuntansi Sektor Publik) berjudul “Apakah Incumbent Memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Untuk Mencalonkan Kembali Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada)”.

2.

P

7. Akuntansi Syariah (Kode: AKSR) berhasil meluluskan 12 mahasiswa dengan predikat cumlaude, salah satunya adalah Eko Yuliono yang memperoleh predikat cumlaude tertinggi dengan Indek Prestasi Kumulatif 3,97. Mahasiswa dengan predikat lulus tercepat diperoleh atas nama Zulham Al Farizi dengan masa studi 16 bulan. Dalam sambutannya, Dr. Eko Suwardi, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia menyampaikan pesan agar para alumni tetap menjaga hubungan baik dengan almamaternya. Prof. Dr. Jogiyanto H.M., M.B.A. selaku Ketua Pengelola Program juga mengingatkan agar para alumni turut serta berkontribusi dalam membesarkan almamaternya, salah satunya adalah dengan membangun network yang kuat. 8. Pendidikan Akuntansi (Kode: PAK) 9. Pendidikan Vokasi Akuntansi (Kode:PVA) Universitas di berbagai wilayah Indonesia telah menjadi tuan rumah bagi ajang bergengsi ini. Pada tahun 2010 yang lalu SNA XIII

Kedua mahasiswa tersebut tercatat sebagai mahasiswa MAKSI dan saat ini telah berhasil menyelesaikan studinya. Semoga dalam SNA XIV di tahun 2011 ini Program MAKSI dapat mengirimkan lebih banyak mahasiswanya.

Beasiswa Magister Akuntansi
Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada membuka kesempatan bagi para lulusan S1 Akuntansi (UGM dan dari luar UGM) untuk melanjutkan studi di MAKSI melalui jalur beasiswa.

Pergantian Pengelola Program MAKSI FEB UGM
Sejak 1 Januari 2011, MAKSI FEB UGM mengalami pergantian salah satu Wakil Pengelola. Wakil Pengelola Bidang Keuangan dan Umum yang sebelumnya dijabat oleh Dr. Budi Santoso, M. Bus., terhitung mulai Januari 2011 digantikan oleh Dr. Agus Setiawan, M. Soc. Sc. Dengan demikian, susunan pengelola MAKSI periode saat ini adalah : Ketua Pengelola: Wakil Ketua Bidang Akademik: Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA. Irwan Taufiq Ritonga, SE., M. Bus.

Beasiswa yang ditawarkan :
- Beasiswa pendidikan sebesar 50% bagi lulusan UGM - Beasiswa pendidikan sebesar 40% bagi lulusan non UGM

Persyaratan menjadi Peserta Program :
- Lulusan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi - Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.25 - Skor TPA BAPENNAS minimal 550 - Skor TOEFL minimal 500 - Lolos Tes Validasi Kompetensi - Lolos Tes Wawancara

Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan: Dr. Agus Setiawan, M. Soc. Sc.

Informasi dan Pendaftaran: Bagian Admisi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Jl. Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta Telp : 0274-513109, 548516 www.maksi.ugm.ac.id

12

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

13

What’s Up FEB
Visitasi Tim Asesor BAN-PT ke Program MM FEB UGM
rogram Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM) pada tahun 2010 kembali mengikuti proses akreditasi yang dilakukan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Proses akreditasi ini wajib dilakukan setiap lima tahun sekali. Akreditasi merupakan salah satu bentuk penilaian (evaluasi) mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi atau program studi yang dilakukan oleh organisasi atau badan mandiri di luar perguruan tinggi. Proses akreditasi Program MM oleh BAN PT pada tahun 2010 ini merupakan proses akreditasi yang ketiga kalinya sejak Program MM didirikan pertama kali pada tahun 1988. Salah satu tahap dalam proses akreditasi ini adalah proses visitasi oleh Tim Asesor yang bertujuan untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap data dan informasi yang disajikan oleh Program MM melalui laporan yang telah disusun. Selain itu, proses visitasi ini juga bertujuan untuk melakukan penilaian lapangan. Kegiatan visitasi di MM diselenggarakan selama dua hari, yaitu hari Rabu dan Kamis, 8-9 Desember 2010 di kampus MM Yogyakarta. Tim Asesor yang hadir adalah perwakilan dari Program Magister Manajemen Universitas Brawijaya dan Program Magister Manajemen Universitas Sriwijaya. Pada visitasi hari pertama, tim asesor melakukan pertemuan secara terpisah dengan para stakeholder Program MM yaitu Dekanat FEB UGM, pengelola, staf pengajar, alumni, mahasiswa, dan perusahaan pengguna lulusan Program MM. Pada visitasi hari kedua, Tim Asesor melakukan peninjauan fasilitas kampus Program MM Yogyakarta serta peninjauan dokumen. Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh BAN-PT ini, Program MM berhasil meraih kembali nilai akreditasi A.

Magister Manajemen

P

Musyawarah Nasional Luar Biasa Kagama MM
Adhi Setyo Tamtomo (alumnus dari Kelas Penuh Waktu angkatan 31 kampus Yogyakarta), Muhammad Isnaeni (alumnus dari Kelas Khusus Mandiri angkatan 3 kampus Yogyakarta), Farida Aryani Nurti Wijayanti (alumnus dari Kelas Penuh Waktu angkatan 8 kampus Yogyakarta), Ahmad Zulfikar Fawzi (alumnus dari Kelas Paruh Waktu B Angkatan 13 kampus Jakarta), Gandewo (alumnus dari Kelas Paruh Waktu A angkatan 6 kampus Jakarta), dan Danny Dharmawan Kosasih (alumnus dari Kelas Paruh Waktu B angkatan 6 kampus Jakarta). Dari 116 peserta yang hadir, akhirnya hanya 90 orang yang ikut serta dalam pemilihan ini. Agar para pemilih dapat mengenal dan memilih calon ketua baru dengan tepat, maka sebelum pemungutan suara dimulai, para kandidat masing-masing diberikan waktu sekitar lima menit untuk memaparkan visi dan misi mereka secara singkat apabila terpilih menjadi Ketua Kagama MM yang baru. Setelah diadakan pemungutan suara secara langsung, Adhi Setyo Tamtomo berhasil meraih perolehan suara terbanyak yaitu 28 suara, disusul oleh Muhammad Isnaeni dan Ahmad Zulfikar Fawzi yang masing-masing meraih jumlah yang sama yaitu 18 suara. Peringkat berikutnya ditempati oleh Widayati Soetrisno yang meraih 9 suara, Gandewo Soegiarto dengan 8 suara, Farida Aryani Nurti Wijayanti 7 suara, dan yang terakhir adalah Danny Dharmawan Kosasih dengan 2 suara. Sesuai dengan AD/ART Kagama MM dan hasil pemilihan tersebut, maka Adhi Setyo Tamtomo terpilih sebagai Ketua Dewan Formatur dan sekaligus Ketua Kagama MM periode 2011- 2014. Ketua Dewan Formatur terpilih beserta enam anggota Dewan Formatur yang lain selanjutnya akan menyusun pengurus Kagama-MM secara lengkap. Selamat dan sukses kepada Ketua Kagama-MM dan anggota Dewan Formatur yang baru.

lumni Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Magister Manajemen (Kagama MM) menga-dakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kagama MM. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Januari 2011 pukul 17.30 WIB sampai selesai di kampus UGM Jakarta. Tujuan penyelenggaraan Munaslub ini adalah untuk memilih pengurus Kagama MM yang baru. Sebanyak 116 alumni Program MM, termasuk pengurus Kagama MM yang lama, baik yang ada di Yogyakarta, Surabaya, maupun Jakarta hadir dalam acara ini. Para peserta Munaslub ini diharapkan dapat mewakili aspirasi seluruh alumni Program MM yang saat ini telah mencapai 6.981 orang. Munaslub dibuka oleh Deputi Direktur Bidang Akademik dan Riset Program MM, Wakhid Slamet Ciptono, Ph.D. dan dilanjutkan dengan laporan pengurus Kagama MM lama yang diwakili oleh Risto Samosir selaku Ketua Bidang Pemberdayaan Alumni. Risto Samosir dalam laporannya

A

memaparkan secara singkat kegiatan utama yang telah berhasil dilaksanakan oleh pengurus lama, antara lain pendirian organisasi (AD, ART, dan akte notaris pendirian), pembentukan website Kagama (www.kagama-mm.com), serta penyelenggaraan beberapa acara diskusi dan acara seminar nasional. Lebih lanjut Risto menjelaskan bahwa pengurus Kagama MM yang lama telah berhasil membentuk Asosiasi Sekolah Bisnis di Indonesia yang beranggotakan 26 sekolah bisnis terkemuka di Indonesia. Asosiasi ini merupakan salah satu bentuk program “partnership” pengurus lama dengan berbagai institusi eksternal di Indonesia. Setelah selesai menyimak laporan pengurus lama, para peserta Munaslub mengikuti acara inti yaitu pemilihan calon ketua Kagama MM yang baru. Pemilihan diselenggarakan secara langsung dan demokratis. Dari jumlah alumni yang hadir pada acara ini, tujuh orang mencalonkan diri menjadi calon Ketua Kagama MM. Mereka adalah Widayati Soetrisno (alumnus dari Kelas Paruh Waktu A angkatan 5 kampus Jakarta),

14

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

15

What’s Up FEB
Peresmian Pojok Bursa Efek Indonesia MM FEB UGM
pasar modal di masa depan. Penyelenggaraan Pojok BEI MM UGM ini diharapkan akan menjadi nilai tambah bagi kampus Program MM dan dapat menjadi investasi jangka panjang. Selain meresmikan Pojok BEI Indonesia, Direksi BEI dan Danareksa Sekuritas juga memanfaatkan kunjungan ke kampus Program MM untuk memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa Program MM. Kuliah tamu ini mengambil tema ”Prospek Investasi dan Peluang Karir di Industri Pasar Modal Indonesia: Dunia Akademis sebagai Jembatan Masyarakat Berinvestasi di Pasar Modal”. Selama kurang lebih dua jam, Friderica didampingi oleh Satrio Hadi serta Setiyono Miharjo, Ph.D., staf pengajar Program MM yang bertindak sebagai moderator, menguraikan tentang manfaat keberadaan pasar modal, karakterisik industri pasar modal, peran bursa efek, mekanisme jual beli saham, strategi investasi di pasar modal, hingga peluang karir di pasar modal yang hingga saat ini sangat terbuka lebar. Kuliah tamu yang diselenggarakan pada pukul 10.0012.30 WIB ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang disertai pemberian hadiah uang tunai masing-masing senilai Rp250.000,00 bagi empat mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kedua narasumber, moderator, dan Direktur Program MM.

Magister Manajemen

What’s Up FEB
Kuliah Umum Mahasiswa Baru
uliah Umum Program Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM diselenggarakan setiap awal perkuliahan di mulai. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa baru sebelum mereka mengikuti di Profesi Akuntansi. Pelaksanaan kuliah umum diselenggarakan pada hari Senin, 10 Januari 2011 di Ruang Audio Visual FEB UGM dengan tema 'Peran Penting Akuntan Sektor Publik' yang disampaikan oleh Irwan Taufiq Ritonga, SE., M.Bus., Akt.

Program Pendidikan Profesi Akuntansi

K

Workshop Pengajaran Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis IFRS
ntuk meningkatkan pemahaman akuntansi berbasis International Financial Reporting Standard (IFRS) bagi para dosen jurusan akuntansi di lingkungan FEB UGM, Pendidikan Profesi Akuntansi bekerjasama dengan Magister Akuntansi dan Jurusan Akuntansi menyelenggarakan 'Workshop Pengajaran Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis IFRS'. Workshop ini diselenggarakan di Ruang B305 dari jam 07.30 – 15.30 dengan diikuti 21 dosen.

rogram Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia dan PT Danareksa Sekuritas membuka Pojok Bursa Efek Indonesia Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada (Pojok BEI MM UGM) di kampus Program MM Yogyakarta. Peresmian Pojok BEI MM UGM ini dilakukan pada Kamis, 10 Februari 2011 pukul 14.00 WIB oleh Direktur Pengembangan Usaha BEI, Friderica Widyasari Dewi, MBA. dengan didampingi Direktur Program MM, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D., Assistant Vice President Cyber Trading Head Retail Distribution Danareksa Sekuritas, Satrio Hadi Waskito, serta sejumlah pejabat dari BEI, Program MM, dan Danareksa Sekuritas. Pojok BEI MM UGM merupakan pojok BEI yang ke-61 di Indonesia. Kesediaan Program MM memberikan tempat untuk penyelenggaraan Pojok BEI merupakan salah satu wujud kepedulian Program MM terhadap peningkatan pembelajaran dan sosialisasi pasar modal di Indonesia. Pembukaan Pojok BEI MM UGM ini

P

diharapkan akan membantu memasyarakatkan pasar modal dan kegiatan ilmiah di bidang sekuritas serta pengembangan pasar modal di lingkungan masyarakat pada umumnya dan komunitas perguruan tinggi pada khususnya. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada hari pembukaan Pojok BEI MMUGM, Friderica menjelaskan bahwa untuk lebih mendekatkan dunia pasar modal dengan dunia akademis secara lebih dini, sejak tahun 2004 Pojok BEI mengalami perkembangan dengan munculnya konsep three in one. Lincolin menerangkan lebih lanjut bahwa Pojok BEI konsep three in one merupakan Bursa Efek Indonesia yang dikelola oleh tiga lembaga, yakni perguruan tinggi, BEI, dan PT Danareksabisa. Dengan konsep ini, Pojok BEI MM UGM diharapkan mampu menyiapkan calon investor potensial dan tenaga profesional di

U

Pelaksanaan Kelas Baru Periode Januari 2011
elas baru periode angkatan XX kuliah di mulai 10 Januari 2011 dengan jumlah mahasiswa baru 60 orang. Total mahasiswa aktif untuk kelas Reguler sejumlah 174 orang dan untuk kelas Matrikulasi XXI A (10 Januari 2011) pagi sejumlah 25 orang, kelas Matrikulasi XXI A (10 Januari 2011) Sabtu sejumlah 10 orang sedangkan untuk kelas Matrikulasi XXI B (7 Februari 2011) pagi sejumlah 26 orang dan kelas Matrikulasi XXI B (7 Februari 2011) malam sejumlah 16 orang. Total mahasiswa aktif untuk kelas Matrikulasi 77 orang.

K

Knowledge Only Is Not Enough
Edisi Maret 2011

16

Edisi Maret 2011

17

What’s Up FEB
Pelaksanaan Tes TOEFL Gratis Untuk Mahasiswa UGM dan Non UGM
alam rangka kegiatan promosi Program Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM menyelenggarakan tes TOEFL gratis yang ditujukan kepada mahasiswa jurusan akuntansi yang masih semester 7 atau yang sudah lulus S1 Jurusan Akuntansi dari mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada dan dari Non UGM di PTN/PTS se Yogyakarta. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Januari 2011 dengan peserta 39 orang. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah agar mahasiswa Non UGM dapat mengenal keberadaan, mengetahui tentang Profesi Akuntansi yang diharapkan dapat disebarluaskan ke rekan mahasiswa dan masyarakat umum yang lain.

Program Pendidikan Profesi Akuntansi

Special Report

D
C
No 1 2 3 4 5 6

Peletakan Batu Pertama Perluasan Gedung (Pertamina Tower)
Pulau Jawa,” imbuhnya. Saat ini Pertamina dan Medco telah mencoba membidik pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di kawasan timur Indonesia. Peletakan batu pertama dilaksanakan secara bersama-sama oleh Direktur Keuangan Pertamina, Founder Medco, Rektor UGM, dan Dekan FEB UGM. Pembangunan Pertamina Tower menggunakan lahan seluas 452,8 meter persegi dengan luas bangunan 3515,9 meter persegi. Bangunan tersebut terdiri dari tujuh lantai dan direncanakan sebagai lobby, auditorium, faculty lounge, exhibition hall, ruang kelas, ruang pelatihan, kantor admisi, business center, UKM center, IT center, dan book store. Perluasan gedung yang dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) dijadwalkan selesai pada bulan Agustus 2011.

Beasiswa Prestasi Akademik Untuk Mahasiswa UGM dan Non UGM
Dalam rangka menyambut periode perkuliahan 2 Mei 2011 Profesi Akuntansi menawarkan Beasiswa Prestasi Akademik bagi Sarjana Akuntansi lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dan Sarjana Akuntansi Non UGM untuk melanjutkan perkuliahan di Profesi Akuntansi.

Jadwal Seleksi Calon Mahasiswa Baru
ada hari Selasa (25/01) lalu, fakultas menyelenggarakan acara peletakan batu pertama perluasan gedung (Pertamina Tower) di halaman t imur FEB UGM. “Aktivitas kegiatan perkuliahan yang padat dan terbatasnya tempat seiring dengan peningkatan jumlah mahasiswa menjadi salah satu alasan perlunya perluasan gedung,” ujar Prof. Mar wan As ri, M.B.A ., Ph .D . d alam sambutannya. “Perluasan gedung sebagai kebutuhan,” tegasnya lagi. Acara tersebut dihadiri antara lain: M. Afdal Bahaudin, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) beserta jajaran manajemen selaku mitra utama pembangunan gedung, Arifin Panigoro, Founder MEDCO beserta segenap manajemen, Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., segenap Wakil Rektor UGM, para dekan UGM, Dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D., segenap wakil dekan, para dosen, karyawan FEB UGM, serta pihak kontraktor.

alon mahasiswa Program Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM diharuskan untuk mengikuti Tes Validasi Kompetensi(TVK) sebagai ujian saringan masuk untuk mengikuti Profesi Akuntansi. Materi TVK meliputi 3 matakuliah, yaitu Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen dan Pengauditan. Sebelum mengikuti TVK, calon mahasiswa mengikuti tes TOEFL yang bekerjasama dengan Pelatihan Bahasa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM(PBFEB). Berikut jadwal seleksi calon mahasiswa baru terdekat:

Skedul TVK 22 Januari 2011 9 April 2011

Pendaftaran Terakhir untuk Mengikuti TVK 7 Januari 2011 25 Maret 2011

Perkuliahan Terdekat Matrikulasi 7 Februari 2011 Regulasi dan Matrikulasi 2 Mei 2011 Matrikulasi 6 Juni 2011 Regulasi dan Matrikulasi 5 September 2011 Matrikulasi 10 Oktober 2011 Regulasi dan Matrikulasi 9 Januari 2012

P

“Pola kemitraan dalam pembangunan gedung ini sebagai contoh awal sehingga diharapkan fakultas atau universitas yang lain bisa melakukan pola kemitraan seperti ini,” ungkap Arifin. “Pembangunan ke arah timur perlu ditingkatkan dan tidak hanya fokus di

21 Mei 2011 13 Agustus 2011

11 Mei 2011 29 Juli 2011

24 September 2011 10 Desember 2011

9 September 2011 24 November 2011

18

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

19

Special Report
Membuka Wawasan Mahasiswa Mengenai Budaya dan Perkembangan Bisnis di Negara ASEAN dengan International Academic Exposure Program
International Business in Thailand oleh Assoc. Prof. Vira Somboon, Ph.D. dan kuliah kedua tentang Cross Cultural Management oleh Asst. Prof. Pavika Srirarttanaban, Ph.D. Hari berikutnya, peserta mengunjungi perusahaan terbesar di Thailand, yaitu Siam Cement Group (SCG). Bunn Kasemsup, Coorporate Planing Director SCG, memberikan presentasi mendalam tentang sejarah dan perkembangan bisnis dari SCG sendiri. Sebagai pengetahuan budaya, peserta mengunjungi The Grand Palace dan beberapa candi di Thailand. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan memperoleh kredit khusus, yaitu penggantian tiga kredit mata kuliah International Business. Selanjutnya, program ini akan diselenggarakan minimal satu tahun sekali. Target dan manfaat dari program ini yakni pengetahuan tentang ekonomi dan bisnis internasional serta kesadaran lintas budaya. “Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman untuk memasuki lingkungan ekonomi, politik dan budaya yang berbeda,” ungkap BM. Purwanto.[Pras]

FEB UGM
di 20th Education & Training Expo 2011

ahasiswa perlu dibekali wawasan mengenai budaya dan perkembangan bisnis di negara ASEAN. Untuk itulah, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyelenggarakan International Academic Exposure Program pada tanggal 24-28 Januari 2011 di Bangkok, Thailand. Menurut penuturan BM. Purwanto, MBA., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, program yang dikoordinasi oleh fakultas ini pada awalnya ditujukan bagi mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) FEB UGM sebagai salah satu pilihan program ke luar negeri yang wajib diambil selain program double degree, program pertukaran, summer school dan kompetisi bisnis. Pada perkembangannya, program ini terbuka untuk mahasiswa program S1 reguler dan kelak kemungkinan akan terbuka juga bagi mahasiswa program internasional dari universitas lain di Yogyakarta. Pada pelaksanaan pertama program

M

ini, peserta berjumlah 10 mahasiswa dari IUP dan program reguler. Agenda kegiatan di Bangkok meliputi kunjungan ke institusi pendidikan dan sektor industri. Hari pertama, mahasiswa mengikuti dua kuliah di Fakultas Ekonomi Chulalongkorn University. Kuliah pertama mengenai The Political Risk and

amis pagi (3/2) Jakarta Convention Center (JCC) kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta penuh oleh pengunjung yang antusias datang dengan tujuan mengetahui informasi mengenai berbagai program pendidikan, pelatihan dan beasiswa. Tepatnya di Assembly Hall, JCC pada tanggal 3-6 Februari 2011 diselenggarakan The 20th Education & Training Expo 2011. Pameran resmi dibuka oleh Sekretaris Ditjen Dikti Kementrian Pendidikan Nasional pada hari pertama penyelenggaraan. Pengunjung bergegas memadati area pameran yang menyajikan informasi program pendidikan dari S1 sampai S3, beasiswa maupun pelatihan di

K

130 stan PTN, PTS, perguruan tinggi kedinasan, kemiliteran dan kepolisian, lembaga pelatihan, dan konsultan pendidikan luar negeri favorit. Didukung oleh 15 staf dari program S1, S2 dan S3, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) turut serta dalam pameran pendidikan ini. Lain dari sebelumnya, tahun ini FEB UGM bergabung menjadi satu stan dengan Humas UGM dan FK UGM. Selama pameran berlangsung, banyak pertanyaan mengenai prosedur penerimaan mahasiswa Program S1 terkait perubahan sistem ujian dari ujian mandiri UGM ke Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Selama empat hari pameran, total

pengunjung tercatat sebanyak 25.164 orang. Di antara pengunjung itu, 431 orang berminat mengikuti seleksi masuk program S1, S2, S3 dan Profesi FEB UGM. Keikutsertaan FEB UGM di pameran tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai program studi yang ditawarkan dan prosedur penerimaan mahasiswa baru kepada pengunjung dan masyarakat. Lebih dari itu, hal ini juga bertujuan untuk menarik calon mahasiswa bergabung di FEB UGM.[hk]

20

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

21

Special Report
Welcome Cocktail: Momen untuk Saling Mengenal

Partnership
Pembaruan Kerjasama dengan Hochschule Bremen University: Program Pertukaran Mahasiswa
ada Senin, 13 Desember 2010, telah diadakan penandatanganan pembaruan nota kesepahaman untuk program pertukaran mahasiswa antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Hochschule Bremen University. Nota kesepahaman tersebut ditandangani oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., dan Prof. Dr. Karin Luckey sebagai Rektor Hochschule Bremen University. Sejak ditandatanganinya nota

P

kesepahaman antara UGM dengan Hochschule Bremen University pada tahun 2001, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM telah menerima 26 mahasiswa pertukaran dari universitas tersebut. Dalam masa studinya selama satu semester di FEB UGM, mahasiswa Bremen tidak hanya mengambil mata kuliah yang disampaikan dalam bahasa Inggris, tetapi juga mengambil mata kuliah dengan pengantar bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan tingginya apresiasi dan keinginan mereka untuk

memperdalam kebudayaan Indonesia yang sudah mereka pelajari sebelumnya di Bremen. Perbaharuan perjanjian tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa FEB untuk menambah pengalaman akademiknya dengan mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Hochschule Bremen University. Dengan begitu hubungan resiprokal dalam hal pertukaran mahasiswa antara kedua universitas akan terjalin dengan baik.[dp]

amis (17/2), FEB UGM menyelengga ra ka n a ca ra p e nya m b u ta n mahasiswa pertukaran di University Club UGM. Kegiatan yang bernama Welcome Cocktail ini diisi dengan sambutan dari wakil dekan, perkenalan kepala bagian atau unit di FEB, serta perkenalan mahasiswa asing peserta program pertukaran. Welcome Cocktail yang dimulai pukul 16.00 WIB dibuka dengan sambutan dari BM. Purwanto MBA., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Ia menyampaikan ucapan selamat datang di kampus biru bagi para mahasiswa pertukaran pelajar. Penjelasan mengenai daerah Yogyakarta secara singkat pun disampaikan, seperti perbedaan musim dan sesaknya lalu lintas. Informasi tentang bencana Merapi pun juga disampaikan. Sambutan selanjutnya disampaikan

K

oleh Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia. Ia memberi penjelasan mengenai tata cara pembuatan Kartu Identitas Kendaraan (KIK) bagi mahasiswa yang ingin membawa kendaraan. Eko juga mengundang mahasiswa untuk mengikuti latihan gamelan yang digelar setiap hari Minggu sore. Sambutan ketiga diberikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama, dan Pengembangan Usaha, Prof. Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Soc. Sc. Ia menyampaikan olahraga yang dapat diikuti mahasiswa, seperti sepak bola dan voli. Wihana pun menekankan agar mahasiswa membaca dan mematuhi kode etik FEB yang mungkin berbeda dari peraturan di universitas asal mereka. Acara dilanjutkan dengan perkenalan staf dan kepala masing-masing bagian

di FEB. Kemudian, dua belas mahasiswa pertukaran ini memperkenalkan diri mereka. Sesi ini bertujuan agar mahasiswa dan karyawan saling mengenal, minimal mengetahui bagian tersebut agar urusan akademik ataupun lainnya bisa lebih lancar. Salah satu mahasiswa pertukaran mengungkapkan komentarnya setelah dua minggu berada di FEB UGM, “Di sini orangorangnya ramah. Di dalam kampus lalu lintasnya berbeda dengan di luar. Not so crowded.” Yang mereka keluhkan hanya beberapa permasalahan seperti kursi di ruang perkuliahan yang kurang besar dan keras. Secara keseluruhan, mereka sangat antusias menyambut satu semester ke depan di FEB UGM. [prima]

Fasilitasi Mahasiswa dan Dosen Go International, UGM Kerjasama dengan Reykjavik University
ebagai upaya pengembangan jejaring kerjasama internasional, pada pertengahan tahun 2010 lalu Universitas Gadjah Mada (UGM) memulai kerja sama dengan Reykjavik University (RU) di Islandia,. Terletak di kota pusat aktivitas perekonomian dan pemerintahan, RU merupakan universitas swasta terbesar dan salah satu universitas terbaik di Islandia yang memiliki lima fakultas: Fakultas Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan dan Kesehatan, serta Fakultas Teknik. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara terpisah oleh rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. pada 20 Agustus 2010 dan Dr. Ari Kristinn Jonsson selaku Presiden RU pada 16 September 2010. Kerja sama yang disepakati kedua belah pihak meliputi program pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan bidang penelitian. Awal dari implementasi perjanjian kerjasama tersebut, RU mengirimkan satu orang mahasiswanya untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa program S1 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM selama satu semester pada semester II 2010/2011. [dp]

S

http://lh6.ggpht.com/_t7OoYMRL3Es/SOToRrbjHKI/AAAAAAAABlY/hx2uOQCe4QY/Reykjavik_University_on_Kringlan_no1.JPG

22

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

23

News From Abroad

Durham University, Saat Mimpi menjadi Kenyataan
Man Jadda wa jada. Where the heart is willing, it will find a thousand ways, Where it's unwilling, it will find a thousand excuses. (Arlen Price)
erawal dari cita-cita terbesarnya untuk menempuh pendidikan di luar negeri dengan selalu mencari berbagai macam informasi beasiswa, akhirnya Ajeng, putri pasangan Sunaryati dan Sumiyono, memperoleh kesempatan studi lanjut di Master of Science in Islamic Finance, Durham University, Inggris, dengan beasiswa penuh dari Islamic Research and Training Institute (IRTI), Islamic Development Bank (IDB), Jeddah, Saudi Arabia. Durham University adalah kampus yang asri, hijau, tenang, dan menyenangkan di Inggris. Meski tergolong kota sederhana, tetapi Durham menawarkan kenyamanannya sendiri. Orang-orang yang ramah saling menghargai, berpikiran terbuka, tidak menghakimi, serta saling menghormati kesetaraan status dan derajat. Segala keberagaman dapat ditemukan di Durham. Berbagai mahasiswa dari penjuru dunia dengan latar belakang suku bangsa, pendidikan, status sosial, termasuk di dalamnya bahasa dan budaya, belajar di sini. Keberagaman ini menjadikan Durham kaya akan pembelajaran, pendewasaan diri, dan pematangan pola pikir. Dari sini Durham University (DU) memberikan pendidikan yang belum tentu dapat diberikan oleh universitas lainnya. Hal menarik yang dirasakan Ajeng saat pertama kali memulai perkuliahan adalah proses matrikulasi. Ini bukanlah semacam kelas persamaan, tetapi semacam upacara penerimaan mahasiswa baru dan dilaksanakan di Katedral Durham, salah satu warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1986. Pada upacara ini, seluruh mahasiswa menggunakan pakaian formal dan terlebih lagi menggunakan jubah khas Inggris. Jika UGM mempunyai rektorat dengan balairungnya, maka Durham memiliki katedral dengan segala pesonanya. Sistem perkuliahan di DU dibagi menjadi tiga periode: Michaelmas Term (4

Oktober - 15 Desember 2010), Epiphany Term (17 Januari – 18 Maret 2011), dan Easter Term (26 April – 25 Juni 2011). Selama menempuh pendidikan M.Sc in Islamic Finance di DU, mata kuliah yang diambil yaitu Islamic Law and Financial Transactions, Islamic Political Economy, Advanced Financed Theory, Econometrics, dan Corporate Finance di periode pertama. Di periode selanjutnya, mahasiswa perlu mengambil Portfolio Management, Islamic Banking and Finance, Islamic Accounting. Sedangkan di periode terakhir terdapat Disertasi. Disertasi di sini adalah tulisan wajib untuk mahasiswa program master, berbeda dengan tesis yang menjadi tulisan wajib untuk mahasiswa program doktor. Namun, hal ini disebut sebaliknya di universitas lain di luar Inggris. Jurusan Islamic Finance tergolong ilmu baru yang menggelitik. Jurusan ini terpisah menjadi dua jenis, yaitu Master of Arts (MA) dan Master of Science (M.Sc) Islamic Finance. Ajeng belajar di bawah koordinasi dua departemen, yaitu Durham Business School (DBS) dan School of Government and International Affairs (SGIA). Meskipun perkembangan terpesat ilmu ini ada di Malaysia, namun awal mula Islamic Finance justru dipelajari di Inggris. Dosen pengajar DU seperti Prof. Habib Ahmed, Prof. Rodney Wilson, dan Dr. Mehmet Asutay tergolong dosen dan ilmuwan yang berpengaruh dalam perkembangan ekonomi syariah di dunia selain cendekiawan terkemuka lainnya. Mata kuliah yang disampaikan tergolong berat dan mahasiswa dituntut dapat mandiri dalam mencari informasi tambahan yang mendukung materi tersebut. Dosen memberikan presentasi seperti pada umumnya. Materi serta daftar artikel sudah diunggah beberapa hari sebelumnya dan disarankan dibaca terlebih dahulu untuk memudahkan pemahaman dalam diskusi. Dosen sangat terbuka dalam menyampaikan materi. Mahasiswa dapat beradu pendapat dengan santai. Mahasiswa bertanggung jawab dengan diri mereka sendiri sehingga tidak akan

ditemukan daftar hadir dalam kuliah. Daftar hadir hanya ada dalam seminar dan itu pun juga dilakukan untuk memenuhi peraturan imigrasi Inggris. Semua akses informasi baik materi kuliah, artikel, perpustakaan elektronik, termasuk surat elektronik teritegrasi dalam satu sistem jaringan informasi yang sangat handal dan terorganisir dengan baik. Mahasiswa dapat mengaksesnya dari koneksi internet dimanapun berada dan kapanpun juga. Perpustakaan DU sangat mantap dan dapat diandalkan. Akses ke berbagai literatur sangat mudah dan tanpa biaya. Perpustakaan di DU tersambung dengan beberapa universitas di

Eropa pulang ke kampung halaman. Saat itulah Durham serasa menjadi kota mati, terlebih lagi kota itu masih bersalju. Ujian berlalu, tugas tulisan pun menunggu. Akhirnya saat semuanya selesai, Ajeng dan kawan-kawannya berharap akan hasil yang terbaik sehingga dapat lulus tanpa mengulang dengan predikat merit atau distinction. Kehidupan di Durham sangat sesuai dengan yang diharapkan Ajeng. Dia cenderung menyukai kota yang sederhana, kental akan nuansa Inggris Raya dan Skotlandia, serta tentunya tidak semahal dan seramai London. Durham menjawab semuanya. Tidak susah pula saat awal penyesuaian diri di sana. Meskipun bahan makanan Indonesia tidak semudah di kota-kota lain seperti Birmingham, Manchester, atau London, ataupun di Belanda yang sangat mudah untuk mendapatkan bahan makanan Indonesia, akan tetapi perjalanan kuliner di Durham sangat menyenangkan. Mulai dari belajar memasak, uji resep baru, hingga nasi goreng andalan saat Ajeng mengadakan acara makan bersama tiap minggu. Toko berlabel halal juga mudah diperoleh di Durham. Syarat saat akan membeli barang keperluan sehari-hari atau apapun itu: jangan sekali-kali dikembalikan ke kurs rupiah. Ajeng menyarankan untuk menyiapkan amunisi sebanyak-banyaknya bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan sekolah dengan beasiswa. Kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni dengan skor IELTS/IBT yang tinggi menjadi kunci utama keberhasilan beasiswa. Ketelatenan mencari dan mengikuti berbagai sumber beasiswa menjadi langkah selanjutnya. Surat penerimaan dari universitas (Letter of Acceptance) adalah senjata paling ampuh terakhir dan harus berjalan seiring dengan aplikasi beasiswa. Ajeng menuturkan, kunci mimpi sebenarnya hanya ada dua: terus berusaha dan berdoa. Jikalau mimpi itu belum terwujud, maka terus berusahalah karena manusia tak akan pernah tahu kapan dan di mana doa-doa tersebut akan terjawab. Dia berkata tegas, “Jangan menyerah.”
Edisi Maret 2011

B

Inggris termasuk Oxford University, Cambridge University, dan University College London. Oleh karena itu, mahasiswa dapat meminjam buku dari perpustakaan-perpustakaan tersebut jika tidak ditemukan literatur di perpustakaan DU. Masa-masa ujian adalah masa yang sangat menegangkan dan menguras energi menurut Ajeng. Mahasiswa dituntut untuk tahu lebih dan lebih dari materi yang disampaikan. Pertanyaan yang diajukan tergolong sederhana namun menuntut jawaban dengan pemahaman yang sangat mendalam. Pertemuan Ajeng dengan sesama pelajar Indonesia membuat mereka membentuk kelompok belajar yang merasa senasib sepenanggungan demi keberhasilan semua. Ujian pertama yang dilalui ternyata bertepatan dengan hari libur Natal dan Tahun Baru 2011 sehingga semua teman-teman mereka yang berasal dari daratan

24

Edisi Maret 2011

25

Lecturer’s Article

Definisi Kepemimpinan Menurut Bass: Refleksi pada Diri Penulis
By: Reni Rosari
Pendahuluan Bernard M. Bass (1990) membagi kepemimpinan menjadi dua tipe, yaitu kepemimpinan transformasional dan transaksional. Karakteristik dari kedua kepemimpinan tersebut tergantung pada standar perilaku, nilai, dan moral dari individu pemimpin. Pada kepemimpinan transaksional, terdapat transaksi atau pertukaran dalam hubungan antara pemimpin dan bawahannya. Pemimpin memberi janji dan imbalan untuk kinerja yang baik atau ancaman dan hukuman untuk kinerja yang buruk kepada bawahan. Pada kepemimpinan transformasional, hubungan antara pemimpin dan bawahan lebih condong pada timbal balik dan berdasarkan pada kepercayaan. Pemimpin meluaskan dan mengangkat minat bawahan dengan memberikan motivasi dan perhatian yang tinggi dan juga dengan membangkitkan kesadaran bagi bawahan. Situasi ini menunjukkan kecenderungan dari pemimpin dan bawahan untuk melihat satu sama lain sebagai kolega atau teman sejawat dan di antara mereka memiliki kerja sama yang kuat. Pada tulisan singkat ini, penulis mencoba untuk membuat refleksi diri kepemimpinan penulis berdasarkan pada definisi kepemimpinan menurut Bass. Refleksi yang penulis buat ini tidak terlepas dari latar belakang, jenis kelamin, dan juga pengalaman hidup penulis selama ini. Definisi Kepemimpinan Menurut Bass Bass menerima pandangan bahwa kepemimpinan pada dasarnya adalah melakukan apa yang pemimpin ingin lakukan. Disebutkan di dalam bukunya, Bass and Stogdill's Handbook of Leadership (1990), bahwa kepemimpinan adalah “an interaction between two or more members of a group that often involves a structuring or restructuring of the situation and the perceptions and expectations of the members”. Pemimpin adalah agen perubahan, yaitu seseorang yang bertindak mempengaruhi orang lain lebih dari tindakan orang lain mempengaruhi dirinya. Kepemimpinan terjadi ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi atau kompetensi orang lain dalam kelompoknya tersebut. Pada bukunya yang lain, “Leadership and Performance Beyond Expectation”, Bass (1985) sepertinya juga menyamakan kepemimpinan dengan seorang pemimpin yang mendapatkan “kinerja melebihi dari yang diharapkan” dari para pengikutnya. Definisi ini diambil melalui pernyataannya: “to sump up, we see transformational leader as one who motivates us to do more than we originally expected to do”. Bass (1985) mengusulkan bahwa “untuk mencapai kinerja pengikut melebihi dari batas biasa, kepemimpinan harus transformasional”. Kinerja kepemimpinan superior adalah kepemimpinan transformasional (Bass, 1990). Hal ini terjadi ketika “pemimpin memperluas dan meningkatkan minat dari para karyawannya, ketika mereka membangkitkan kesadaran dan penerimaan terhadap tujuan dan misi kelompok, dan ketika mereka mengarahkan para karyawannya untuk melihat melebihi dari kepentingan pribadi mereka demi kebaikan kelompok” (Bass, 1990). Menurut Bass (1985), tingkat di mana seorang pemimpin adalah transformasional diukur terutama berkaitan dengan pengaruh pemimpin terhadap pengikutnya. Pemimpin mengubah dan memotivasi pengikut dengan: (1) membuat mereka menyadari pentingnya hasilhasil tugas (task outcomes), (2) membujuk mereka untuk melebihi kepentingan pribadi mereka demi organisasi atau tim , dan (3) mengaktifkan kebutuhan mereka pada tingkat yang lebih tinggi. Bass (seperti dikutip dalam Tracey dan Hinkin, 1998) mengusulkan bahwa kepemimpinan transformational terdiri dari “4 I”. Dimensi pertama adalah idealised influence, digambarkan sebagai perilaku yang menghasilkan rasa bangga pengikut, rasa hormat, dan kepercayaan. Idealised influence termasuk pembagian risiko (risk sharing) pada bagian si pemimpin, pertimbangan kebutuhan pengikut melebihi dari kebutuhan personal, dan perilaku etis dan moral (ethical and moral conduct). Dimensi kedua adalah inspirational motivation. Dimensi ini direfleksikan dengan perilaku yang memberikan arti dan tantangan bagi para pengikut, misalnya menyampaikan harapan-harapan yang jelas dan menunjukkan komitmen terhadap tujuan organisasi secara keseluruhan. Dalam aspek ini, semangat tim (team spirit) dibangkitkan melalui antusiasme dan optimisme. Dimensi ketiga adalah intellectual stimulation. Pemimpin menstimulasi ide-ide baru dan daya inovatif para pengikut, mendorong penyelesaian permasalahan secara kreatif, dan menstimulasi para pengikut untuk menghasilkan dan menggunakan pendekatan-pendekatan baru dalam penyelesaian pekerjaan. Dimensi keempat adalah individual consideration. Dimensi ini ditunjukkan oleh pemimpin yang mau mendengarkan para pengikutnya dengan penuh perhatian, memperlakukan mereka secara individual, dan memberikan perhatian khusus bagi pencapaian prestasi dan pemenuhan berbagai kebutuhan pengembangan diri (growth needs).

Bass (1990) membagi kepemimpinan menjadi dua, yaitu kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional. Berikut ini adalah karakteristik-karakteristik yang dapat disimpulkan dari kedua kepemimpinan tersebut: 1. Kepemimpinan Transaksional a) Imbalan kontingensi, yaitu adanya kontrak pertukaran imbalan untuk berbagai upaya yang dilakukan bawahan, seperti menjanjikan imbalan untuk kinerja yang baik dalam menyelesaikan tugas-tugas. Manajemen dengan pengecualian secara aktif (active management by exception), yaitu kecenderungan pemimpin untuk mengamati dan mencari berbagai penyimpangan dari standar dan prosedur, dan untuk mengambil tindakan koreksi untuk kelompok yang dipimpinnya. Manajemen dengan pengecualian secara pasif (passive management by exception), yaitu kecenderungan dari pemimpin untuk turun tangan atau mengintervensi hanya ketika prosedur dan standar tidak terpenuhi. Laissez-faire, yaitu perilaku para pemimpin untuk menghindari pembuatan keputusan atau melepaskan tanggung jawab mereka. Karisma atau pengaruh ideal, di mana pemimpin memberi sense of mission dan sense of vision, menanamkan rasa bangga dan memperoleh rasa hormat dan kepercayaan. Kepemimpinan inspirasional, di mana pemimpin memberikan ide-ide yang jelas dan harapan yang tinggi, menyimbulkan upaya sebagai fokus, dan memiliki kemampuan untuk mengekspresikan tujuan-tujuan penting dalam berbagai cara yang sederhana. Stimulasi intelektual, di mana pemimpin mendorong kecerdasan, rasionalitas dan penyelesaian masalah. Pertimbangan individual, di mana pemimpin memberikan perhatian personal, melatih, menasihati para pengikut, dan memperlakukan setiap pengikut secara individual.

menurut para bawahan. Bass (1999) juga menggarisbawahi pengaruh pengembangan moral dan personal serta pelatihan dan pendidikan dalam kepemimpinan transformasional. Pengembangan moral dan personal sebagaimana orang tua menerapkan standar moral yang tinggi, memberikan perhatian dan tantangan, dan kegiatan-kegiatan extra curricular yang memberikan kesempatan-kesempatan untuk bertindak sebagai anak muda dewasa yang mempengaruhi orang lain untuk menjadi transformasional. Dengan memberikan teori implisit tentang pemimpin ideal, pelatihan dan pendidikan dapat mempengaruhi kemauan dan kemampuan individu untuk menjadi pemimpin transformasional. Refleksi Diri Kepemimpinan Penulis Berdasar Pada Definisi Kepemimpinan Menurut Bass Sebagai individual, kepemimpinan transformasional sepertinya lebih banyak teraplikasikan pada diri penulis dibandingkan kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang memberikan lebih banyak sentuhan manusia pada kelompok atau organisasi, seperti perhatian, fleksibilitas dan kecerdasan daripada kepemimpinan transaksional yang cenderung lebih birokratik, di mana para anggotanya diperlakukan seperti mesinmesin. Kepemimpinan transformasional tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk nyata (tangible benefits), seperti pertumbuhan pendapatan dan keuntungan, tetapi juga manfaat dalam bentuk tidak nyata (intangible benefits), yaitu bagi pengembangan diri dari dalam, seperti misalnya kecerdasan dan kepuasan. Penulis pribadi lebih memilih untuk bekerja dalam sebuah kelompok atau organisasi yang di dalamnya para anggota dan pemimpin membangun hubungan kebersamaan (mutual relationship) berdasarkan pada kepercayaan dan dukungan karena kelompok atau organisasi tersebut dapat meningkatkan fleksibilitas dan kepuasan yang lebih bagi para anggotanya. Oleh karena itu, penulis berpandangan bahwa menjadi pemimpin sebaiknya lebih transformational dibandingkan transaksional. Penulis lahir di Jawa dan dibesarkan di lingkungan Jawa. Nilainilai Jawa menjadi salah satu bagian dari nilai-nilai yang penulis miliki sekarang. Di dalam tradisi Jawa, sifat melindungi adalah nilai yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin memiliki kewajiban untuk mengikat pertalian secara personal dengan anak buah seperti pertalian atau hubungan dalam sebuah keluarga (Mulder, 1994). Pemimpin harus membuat orang lain percaya pada dia (ing ngarsa sung tuladha), membangkitkan semangat dan kreativitas (ing madya mangun karsa), serta mendorong inisiatif dan tanggung jawab pada diri anak buahnya (tut wuri handayani). Kewajiban-kewajiban pemimpin seperti ini sepertinya mirip dengan karakteristik dari pemimpin transformasional yang dikemukakan oleh Bass, yaitu karisma atau pengaruh ideal, stimulasi intelektual dan motivasi inspirasional. Nilai lain yang harus dimiliki seorang pemimpin Jawa adalah tanggung jawab, yaitu memberikan simpati kepada anak buah (tepa slira) dengan membangkitkan perasaan kecintaan dan kebanggan (wedi-asih) yang
Edisi Maret 2011

b)

c)

d)

2.

Kepemimpinan Transformasional a)

b)

c) d)

Bass (1990) berargumentasi bahwa kepemimpinan transformasional lebih efektif dibanding kepemimpinan transaksional dipandang dari sisi kontribusi pemimpin transformasional yang lebih banyak dalam memotivasi para anggota kelompoknya dibandingkan dengan pemimpin transaksional. Relatif terhadap bawahan, pemimpin transformasional memberikan lebih banyak kepuasan dibanding pemimpin transaksional karena para bawahan tidak hanya membutuhkan untuk dibayar setelah menyelesaikan pekerjaan, tetapi mereka juga membutuhkan perhatian, stimulasi intelektual dan nasihat yang diperoleh dari pemimpin mereka. Relatif terhadap isu gender, Bass (1999) menulis bahwa perempuan cenderung untuk lebih transformasional dibanding laki-laki. Berdasarkan pada penelitian, pemimpin perempuan memberikan efektivitas dan kepuasan lebih jika dibandingkan dengan laki-laki

26

Edisi Maret 2011

27

Lecturer’s Article
mirip dengan pertimbangan individual pada karakteristik pemimpin transformational. Di dalam tradisi Jawa, pada gilirannya kita menjadi anak buah, maka kewajiban moral adalah nilai yang harus dipegang, yaitu untuk mematuhi dan mengikuti apa yang menjadi keinginan sang pemimpin. Nilai-nilai kepemimpinan Jawa ini mempengaruhi perjalanan kehidupan pembelajaran penulis yang dikuatkan oleh contoh teladan perilaku kakek, nenek serta kedua orang tua penulis ketika mereka pada posisi menjadi pemimpin bagi para anak buah mereka. Pengalaman masa kecil ternyata juga menuntut penulis untuk bisa menjadi seorang pemimpin. Sebagai anak kedua dari enam bersaudari, orang tua selalu meminta penulis untuk bisa menjadi contoh teladan bagi adik-adik. Mereka selalu memberi penulis tanggung jawab, seperti menjaga adik-adik ketika mereka berdua pergi ke tempat lain, menjaga rumah tetap bersih dan rapi, serta membantu adik-adik menyelesaikan pekerjaan rumah atau berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Cara bagaimana kedua orang tua penulis dalam memperlakukan penulis seperti seorang pemimpin tersebut menjadi salah satu faktor juga yang mempengaruhi bagaimana penulis lebih berperilaku transformasional dibandingkan transaksional. Sejak kecil penulis sudah menjadi terbiasa untuk membantu adik-adik dan kakak dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, memahami perasaan mereka, mendengarkan mereka, dan bahkan memotivasi mereka. Situasi seperti ini tentunya mengasah penulis untuk memiliki dan meningkatkan karakteristik-karakteristik kepemimpinan transformasional yang ada pada diri penulis. Cantor dan Bernay (1992) ternyata setuju bahwa keluarga memang pendukung terbaik bagi perbaikan dan kemajuan diri bagi seluruh anggota di dalam keluarga. Sebagai seorang perempuan, menurut penulis, kepemimpinan transformasional lebih cocok bagi penulis dibandingkan kepemimpinan transaksional karena dalam berhubungan dengan orang lain penulis lebih cenderung untuk menekankan nilai-nilai hubungan baik dan pertemanan. Meskipun pada dasarnya penulis juga setuju bahwa karakteristik kepemimpinan transaksional perlu juga dimiliki oleh seorang pemimpin, seperti misalnya memberi imbalan pada orang lain ketika mereka menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi bagi penulis hal tersebut tidak cukup. Penulis lebih suka melihat orang lain sebagai kolega atau teman sejawat dan berusaha membangun hubungan kebersamaan di antara mereka. Penulis cenderung untuk memberikan simpati kepada orang lain, memberikan saran dan perhatian di dalam atau di luar proses penyelesaian tugas-tugas pekerjaan, misalnya dengan membicarakan berbagai hal tentang kehidupan personal, tentang permasalahanpermasalahan yang dihadapi, dan sebagainya. Kecenderungan penulis berperilaku terhadap orang lain seperti tersebut ternyata didukung oleh Klenke (1996) yang menyatakan bahwa perempuan pada umumnya dalam mengajak atau membujuk orang lain adalah dengan interaksi sosial secara personal, mempertimbangkan untuk memberi perhatian dan tanggung jawab pada orang lain. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa perempuan cenderung untuk lebih transformasional dibandingkan laki-laki. Klenke (1996) juga memberikan argumentasinya bahwa dalam menyelesaikan konflik perempuan, cenderung akan menggunakan pendekatan orientasi perhatian (care-oriented approach) sementara laki-laki cenderung menggunakan cara-cara keadilan (justiceoriented ways). Simpulan Berdasarkan pada dua tipe kepemimpinan yang dikemukakan oleh Bass tersebut, kepemimpinan transformasional sepertinya lebih teraplikasi pada diri penulis dibandingkan kepemimpinan transaksional, karena kepemimpinan transformasional memberi nilai-nilai yang sama yang sudah penulis miliki dan pelihara sebagai seorang Jawa dan seorang perempuan. Meskipun demikian, penulis yakin bahwa kepemimpinan transformasional tidak dapat diterapkan secara pasti pada setiap kelompok atau organisasi penulis sendiri. Seperti yang disampaikan oleh Bass (1985) bahwa kepemimpinan transaksional dan transformasional secara konseptual berbeda, akan tetapi keduanya tidak saling eksklusif sehingga seorang pemimpin dapat menggunakan gaya kepemimpinan transaksional dan transformasional pada waktu dan situasi yang berbeda. Oleh karena itu, menurut penulis bisa jadi kepemimpinan yang terbaik adalah kepemimpinan yang transaksional sekaligus transformasional. Kepemimpinan transformational menambah efektivitas kepemimpinan transaksional, kepemimpinan transformasional melengkapi kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan transformasional tidak menggantikan atau meniadakan kepemimpinan transaksional. REFERENCES Bass, B.M. (1985). Leadership and Performance Beyond Expectation. New York: The Free Press. Bass, B.M. (1990). Bass & Stodgill's Handbook of Leadership: Theory, Research, and Managerial Applications. Third Edition. New York: The Free Press. Bass, B.M. (1990). From transactional to transformational leadership: learning to share vision. Organizational Dynamics, 18(3), 19-31. Bass, B.M. (1995). Concept of leadership. In Pierce, J.L. and J.W. Newstrom (eds.), Leaders and Leadership Process. Boston, MA., Irwin. Bass, B.M. (1999). Two decades of research and development in transformational leadership. European Journal of Work and Organizational Psychology, 8(1), 9-32. Cantor, D.W. and Bernay, T. (1992). Women in Power. Houghton Mifflin Company, New York. Klenke, K. (1996). Women and Leadership: A Contextual Perspective, Springer Publishing Company Inc., New York. Mulder, N. (1994). Yhe Ideology of Javanese-Indonesian Leadership. In H. Antlöv and Sven Cederroth (eds.). Leadership on Java: Gentle Hints, Authoritarian Rule. Curzon Press, Ltd., Surrey. Tracey, J.B. and Hinkin, T.R. (1998). Transformational leadership or effective managerial practices? Group and Organisation Management, 23 (3), 220-236.

Who’s who

Sumari:
Karyawan Bukan Hanya Sekadar Pekerjaan
“Rasa persaudaraan antar karyawan dulu masih melekat erat. Kalau sekarang, mungkin ada yang tidak begitu kenal dengan departemen lainnya saking banyaknya karyawan”, kenang Sumari. Matanya masih memancarkan semangat meski gurat umur sudah mulai tampak di wajahnya yang berkeriput. Suara ayam terdengar bersahutsahutan dari beranda rumahnya yang asri. Dia pun tampak bersemangat saat bercerita tentang ayam peliharaannya, tambak lele yang ada di pekarangan belakang rumah, ataupun berbagai tanaman buah yang dirawatnya. Selepas dari FEB, bapak tiga anak ini memang mengisi waktu luang dengan mengerjakan sawah dan mengurus musala samping rumahnya setiap hari. Sambil sesekali menyeruput teh, Sumari yang lahir 58 tahun silam ini menceritakan kegigihannya untuk dapat masuk menjadi karyawan UGM. Walaupun tidak menamatkan sekolah lanjutan dan hanya mengantongi ijazah sekolah dasar, Sumari berani membuka bengkel sendiri di Wiyoro dengan modal awal dari hasil penjualan sepeda motornya. . Setelah mengalami kegagalan dengan usaha bengkelnya, Sumari berusaha melamar menjadi karyawan di UGM walaupun pada saat itu UGM tidak membuka lowongan pekerjaan. “Saya langsung masuk ke kantor padahal ada tulisan 'selain dosen dan karyawan dilarang masuk'. Kalau ndak masuk begitu ndak bisa ketemu dosen,” ungkap Sumari sembari tersenyum mengingat kenekatannya. Kebe-tulan, pada saat itu diperlukan karyawan dengan keterampilan menyetir mobil. Mulailah Sumari menapaki jenjang karir sebagai karyawan UGM dengan menjadi supir pribadi Dr. Yacob. Namun, pekerjaan Sumari bukan hanya itu. Dia juga merangkap sebagai penjaga malam di universitas. Perkenalannya dengan FEB dimulai pada tahun 1982 saat dia diangkat menjadi pegawai tetap dengan jabatan PNS. Sambil tersenyum maklum, dia pun berkata, “Maklum, pada saat itu Fakultas Ekonomi (nama pada waktu itu, sekarang menjadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis –red) terkenal teles (baca: banyak memberikan insentif uang lelah pada karyawan dari hasil kerja sama mitra).” Di FEB pun, Sumari merangkap pekerjaan sebagai bagian ekspedisi (surat-menyurat –red) di S1 FEB dan bagian keuangan di pascasarjana FEB. Hanya ada 18 karyawan yang bekerja di keseluruhan unit fakultas yang pada saat itu masih bertempat di gedung pusat. Lama perjalanan Sumari bersama dengan FEB menjadikannya saksi atas segala perubahan di fakultas ini. Saat kebakaran menimpa gedung pascasarjana, dia ikut dibuat kerepotan dengan persiapan ruang kuliah darurat yang awalnya adalah gudang beras. Begitu pula dengan dosen yang sudah hadir pada jam perkuliahan yang ditentukan, tetapi ruangannya belum ada yang kosong. Menurut penuturan Sumari, menjadi seorang karyawan ekspedisi FEB UGM bukannya tanpa hambatan. Zaman pada waktu itu masih belum tersentuh teknologi canggih, semuanya masih dikerjakan manual. Hal ini termasuk juga mengantarkan surat untuk penggilan pendadaran ataupun surat yang berisi nilai hasil ujian pada mahasiswa. Seluruh Yogyakarta sudah pernah dijamahnya, mulai dari daerah Besi, Sleman sampai daerah Pantai Samas, Bantul. Sumari pun mulai merasa dekat bagaikan keluarga dengan dosen-dosen FEB UGM, seperti Prof. Dr. Zaki Baridwan, Prof. Dr. Ainun Naim, dan Endang Sih Prapti, M.A.. Kepercayaan yang diberikan pada Sumari sebegitu besarnya, sampai-sampai Sumari sendiri yang diminta merekrut karyawan tambahan di FEB UGM. Sumari ikut gembira dengan perubahan FEB UGM sampai pada saat ini. Dia hanya ingin agar persaudaraan antar karyawan tetap dijaga dan karyawan diberikan insentif lebih untuk menunjang kesejahteraannya. Walaupun tidak lagi bekerja di FEB UGM sejak beberapa tahun yang lalu, Sumari masih menjalin silaturahmi dengan para karyawan UGM. Saat kami berpamitan, sambil mengantarkan ke depan dengan senyum dan lambaian tangan, Sumari berpesan pada koleganya yang ikut berkunjung bersama Tim EB News, “Salam untuk teman-teman di sana ya.” [Dwi Andi]

28

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

29

Alumni Corner

Dodit Wiweko Probojakti:
Pembentukan Karakter yang Berbuah Kesuksesan
odit Wiweko Probojakti adalah salah satu alumni FEB UGM angkatan 1986. Dodit yang merupakan bapak satu anak ini ini mengawali karirnya di IBM Indonesia (1991-1992) melalui campus recruitment pada saat masih belajar di semester VIII. Delapan belas tahun kemudian, dia menghabiskan waktu di foreign institutions (Citibank, ANZ, Bank Danamon-Temasek Group, dan GE Capital). Baginya, menimba ilmu di MNC (Multinational Corporation) banyak sekali manfaatnya, antara lain belajar etos kerja yang lebih baik, mengeksekusi rencana penggunaan discipline operating rhythm, belajar tentang best practice from other markets/countries, meningkatkan English proficiency (verbal and writing) dan meningkatkan business presentation skills secara signifikan. Setelah 19 tahun belajar di MNC, tibalah saat-saat di mana Dodit berpikir bahwa jika dia dapat menerapkan apa yang dipelajari untuk bangsa sendiri, hal tersebut akan membawa manfaat yang lebih besar karena skala dan dampak luar biasa yang dihasilkan dari perusahaan nasional. Gayung pun bersambut. Pertengahan 2009 lalu dia ditawari oleh salah satu head hunter/executive search company untuk menjadi General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI dengan tanggung jawab meliputi seluruh bisnis kartu BNI (kartu kredit, debit dan prepaid) dan bisnis merchant-nya (BNI memiliki lebih dari 28.000 EDC atau Electronic Data Capture Machine di seluruh Indonesia) sejak November 2009. Divisi Bisnis Kartu BNI saat ini menjadi salah satu prominent credit card issuer di Indonesia dengan jumlah kartu kredit lebih dari 1,6 juta dan nilai transaksi lebih dari Rp 10 triliun per tahun. Di divisi ini, dia memimpin sekitar 450 karyawan tetap dan 1.300 karyawan temporer yang tersebar di seluruh Indonesia. Kartu Affinity “UGM dan Kagama Card” adalah salah satu kartu kredit yang diterbitkan oleh BNI untuk memenuhi kebutuhan pemegang kartunya yang beragam. Sejak 2007, ternyata Dodit juga menjabat sebagai Ketua (Dewan Eksekutif) AKKI

(Asosiasi Penerbit Kartu Kredit Indonesia) dan sejak November 2010 dipercaya juga sebagai Sekjen ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia). Sosok yang bersahaja ini mempunyai pengalaman pribadi untuk menapak corporate ladder dan menjadi profesional seperti saat ini, tidak hanya membutuhkan prestasi akademik (dalam hal ini adalah universitas/perguruan tinggi yang bagus dan indeks prestasi yang tinggi di atas 3,25), tapi juga kemampuan organisasi dan kemampuan berkomunikasi (horizontal dan vertical). Setelah lebih kurang 20 tahun memiliki pengalaman kerja di perusahaan MNC maupun BUMN dan ikut serta melakukan wawancara (dia adalah certified interviewer untuk modul Targeted Selection) untuk mengambil bakat-bakat terbaik dari universitas termasuk UGM, dia merasakan bahwa ada salah satu gap yang ditemukan saat membandingkan lulusan UGM dan lulusan UI, ITB dan lulusan universitas Tier satu atau dua di Amerika, Asia atau Australia, yaitu kemampuan para lulusan UGM untuk mengemukakan opini/ide dan berani bertanya. Menurutnya, sebelum wawancara berlangsung seharusnya kandidat dari UGM menyiapkan segala sesuatu tentang perusahaan yang akan dilamar (dengan searching website atau bertanya teman dan senior) sehingga pada saat wawancara, kandidat mampu menjadi ”partner” yang enak untuk berdiskusi dan dapat memberikan kesan positif kepada pewawancara. Dia pun menyampaikan agar para lulusan FEB UGM dibekali dengan teknik wawancara yang baik dan dipertemukan dengan para senior yang sudah menduduki posisi middle dan top management sehingga lulusannya siap ”bertarung” di dunia kerja yang semakin kompetitif sekarang ini. Apalagi programprogram master degree yang dibuka oleh UGM mensyaratkan mahasiswanya mendapatkan pengalaman kerja minimal 2-5 tahun sebelum menempuh master degree-nya. Dodit yang menyelesaikan master degree-nya di MBA IPMI Jakarta (2000) ini tak lupa menceritakan suka duka selama menjadi mahasiswa FEB UGM yang diyakini sebagai bagian dari lesson learned sehingga dia dapat menjadi individu seperti sekarang ini. Dahulu

u a n g ku l i a h s a n gat m u ra h ( s e k i ta r Rp360.000,00) disertai dengan faculty members yang sangat baik dan approachable. Belum lagi biaya hidup seperti harga makanan yang sangat murah, termasuk boleh nyatet di buku utang di kantin langganan jika kiriman orang tua belum sampai. Pada semester lima sampai selesai, aktivitasnya sebagai Ketua HIMAGAMA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi UGM) 1988-1990 dan Senat Mahasiswa FE UGM (nama pada saat itu-red) 1987-1989, dia mendapatkan privilege untuk membantu dosen-dosen FEB UGM dalam proyek-proyek PAU sebagai juru foto acara-acara seminar sehingga bisa mendapatkan tambahan uang saku. Salah satu cerita dukanya adalah pernah bolos mata kuliah Matematika yang diampu oleh Bapak Amiruddin untuk nonton bioskop

adalah berani mengemukakan pendapat dan beragumentasi dengan sehat berdasarkan fakta. Dodit selalu dididik untuk berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan yang dibuat. Dengan motto ”Dalam bekerja, berikan yang terbaik, Insya Allah, you will be taken care of”, kunci sukses baginya adalah memiliki roadmap atau mimpi, seperti salah satu habit dalam buku “7 Habits of Highly Effective People” karangan Stephen Covey, yaitu “begin with the end in mind”. Selain itu, dia selalu fokus atas apa yang dikerjakan dan selalu berpikir untuk melakukan continuous improvement dengan falsafah “today must be better than yesterday, tomorrow should be better than today”.

D

rame-rame dengan teman-teman seangkatan. Tanpa dapat diduga, ternyata dia mendapat dua musibah. Pertama, teman wanita yang diboncengnya terjatuh dari motor. Kedua, mata kuliah tersebut bernilai “D” sehingga pada akhirnya harus mengulang lagi. Pelajaran yang dapat diambil: “Kalau mau bolos, pilih-pilih dosennya, hehehe..” Banyak pengetahuan bermanfaat dia dapatkan di FEB UGM, yakni mengedepankan cara berpikir logika dan menggunakan cara berkomunikasi yang terstruktur untuk menjawab pertanyaan “What's In It For Me” sehingga pesan yang ingin disampaikan terartikulasi dengan baik. Manfaat lainnya

kli

k

berita

FEB UGM

terbaru
Edisi Maret 2011

30

Edisi Maret 2011

www.feb.ugm.ac.id/ebnews
31

Dalam bekerja, berikan yang terbaik, Insya Allah, you will be taken care of

Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis

Unit News
Seminar “Catastrophic Preparedness”
materi-materi yang disampaikan adalah pentingnya membangun kesadaran masyarakat Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Persiapan diri ini dapat bermacam-macam bentuknya, salah satunya dengan melakukan transfer risiko yang berpeluang terjadi ketika bencana alam. Oleh karena itu, rekanrekan keuangan dari UGM bersamasama dengan PT Asuransi MAIPARK, BEI, Bank Dunia dan juga Goldman Sachs mencoba mendiskusikan dan membentuk suatu instrumen keuangan baru yang dapat bermanfaat sebagai alternatif untuk melakukan transfer risiko tersebut. Namun demikian, hal ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan keseriusan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat Indonesia. seminar setengah hari yang mengambil tajuk “Catastrophic Preparedness”. Tujuan dari diselenggarakannya seminar ini antara lain: 1. Mengumpulkan masukan dari beragam pemangku kepentingan terkait disaster risk insurance. Merancang institusi dan regulasi pembiayaan asuransi bencana alam. Para pembahas yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Danang Parikesit, M.Sc. (ketua LPPM UGM), Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A. (Dosen FEB UGM), dan Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc. (Deputi Publikasi dan Basis Data P2EB) menanggapi materi, ide dan penjelasan yang disampaikan oleh para penyaji sebelumnya. Tanggapan tersebut meliputi hal-hal apa saja yang selama ini menjadi penghambat keberhasilan persiapan sebelum bencana itu sendiri, khususnya dalam financial planning. Berbagai kemungkinan dan skema dari perencanaan keuangan yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia sebagai persiapan dalam menghadapi bencana juga disampaikan dengan jelas oleh para pembahas. Karakteristik masyarakat Indonesia pun menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam pembentukan mekanisme instrumen keuangan baru yang akan digunkan sebagai bentuk persiapan diri dalam menghadapi bencana alam.

P2EB FEB UGM yang Semakin Bersinar
Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup dalam bidang penelitian, pelatihan, dan seminar.

Pelatihan Internasional “Training Of Trainer” IFRS dan Penyusunan Kamus Akuntansi Indonesia

onvergensi terhadap International Financial Reporting Standards (IFRS) membawa dampak yang luas terhadap pengembangan akuntansi di Indonesia, baik secara praktik maupun akademik. Konvergensi ini mempengaruhi pakem teori akuntansi di Indonesia yang selanjutnya berdampak pada perubahan dalam penyusunan laporan keuangan entitas. Terlebih dominasi para praktisi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) membuat adaptasi IFRS hampir tanpa filterisasi. Di sisi lain, kendala perbedaan bahasa dan interpretasinya pada berbagai standar akuntansi juga menjadi urgensi dan tantangan tersendiri di Indonesia. Merespon hal tersebut, FEB UGM

K
32

melalui P2EB dan IFRS Centre of Excellence bekerja sama dengan PricewaterhouseCoopers menyelenggarakan pelatihan internasional bertajuk “Training for Trainer” IFRS dan Penyusunan Kamus Akuntansi Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang tepat dan mendalam tentang IFRS. Dalam acara ini, peserta juga berkesempatan untuk menjadi kontributor penyusunan konsep Kamus Akuntansi Indonesia, yang akan dijadikan pedoman dalam menginterpretasikan bahasa akuntansi. Pelatihan ini diikuti oleh 108 peserta yang berasal dari perguruan-perguruan tinggi seluruh Indonesia dan berlangsung selama enam hari dari tanggal 17-22 Januari 2011.

Terdapat 14 topik yang diajarkan dalam pelatihan, di antaranya: sejarah dan implementasi IFRS di Indonesia; IFRS, IAS, dan PSAK; Principles Vs Rules; teori untuk memahami IFRS; adopsi peristilahan di IFRS; dan sebagainya. Para instruktur di pelatihan ini terdiri dari para akademisi dan praktisi akuntansi bertaraf nasional dan internasional, antara lain Prof. Dr. Slamet Sugiri, MBA. (Ketua Jurusan Akuntansi FEB UGM), Prof. Dr. Suwardjono, M.Sc. (Guru Besar Teori Akuntansi), Dr. Setiyono Miharjo, MBA. (Anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI), dan Djohan Pinnarwan, S.E., BAP (Partner PwC, Anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI).

alam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami beragam bencana yang menelan ratusan ribu korban jiwa. Belum l agi kerugian harta benda dan bahkan lenyapnya mata pencaharian. Pemandangan klasik pascabencana adalah adanya masyarakat maupun pemerintah setempat yang tertatih-tatih berupaya mengembalikan kehidupan sosial ekonominya yang telah luluh lantak dalam sekejap. Salah satu bentuk proteksi yang dapat dikembangkan adalah asuransi terhadap risiko yang timbul dari bencana alam (disaster risk insurance). Ironisnya, Indonesia yang sangat akrab dengan bencana alam belum memiliki asuransi bencana alam. Bahkan, institusi dan regulasi pendanaan juga belum dibangun. Latar belakang tersebut mendorong Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) FEB UGM bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyelenggarakan

D

2.

Seminar ini diselenggarakan pada hari Senin, 31 Januari 2011 di Ballroom Hyatt Regency Hotel. Acara ini dihadiri oleh pejabatpejabat dari Pemda, Pemkot, dan Pemprov DI Yogyakarta dan Jawa Tengah serta pelaku perbankan dan asuransi di Yogyakarta. Para pembicara dalam seminar ini adalah Prof. Mudaham Taufick Zen (PT Asuransi MAIPARK Indonesia), Frans Y. Sahusilawane (PT Asuransi MAIPARK Indonesia), Alfin Tolib (Goldman Sachs), dan Dr. Djauhari Sitorus (Financial Sector Analyst-Bank Dunia) dengan dimoderatori oleh Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. (Direktur P2EB FEB UGM). Kesimpulan dari

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

33

Unit News

Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis

Seminar Tertutup Hasil Penelitian Di Bidang Energi Dan Pangan Nasional
kampus UGM, Pusat Studi Energi UGM, maupun dari institusi terkait seperti: Pusat Kebijakan APBN BKF, Kementerian Keuangan, Dirjen Migas, Kementerian ESDM, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, dan PT PLN (Persero). Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc., dan Dr. Tri Widodo, M.Ec.Dev., berhasil menggiring suasana diskusi yang menarik pada masing-masing sesi. Dengan konsep acara yang tertutup dan terbatas, panitia tidak mengundang media dan peserta seminar dibatasi sampai 50 peserta saja. Dalam forum ini, hasil-hasil penelitian yang telah didapatkan akan disosialisasikan, didiskusikan, dimatangkan dan dikolaborasikan antara satu dengan yang lainnya dengan tanggapan-tanggapan, masukan-masukan, dan informasi-informasi berguna lainnya yang muncul dari para peserta seminar untuk dapat lebih menyempurnakan hasil penelitian yang bersangkutan. Dengan demikian, diharapkan bisa diperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap permasalahan yang dihadapi, sementara output yang dihasilkan akan menjadi lebih berbobot sebagai bahan bagi Pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sehingga pada akhirnya akan memberikan outcome atau dampak positif yang lebih luas bagi pembangunan nasional secara umum.

Peningkatan Pelayanan Business Communication Center
elatihan Bahasa Fakultas Ekonomi (PBFE) telah berubah menjadi Business Communication Center (BCC). Perubahan ini disertai perubahan direktur dan status lembaga dari BCC itu sendiri. Kini, BCC merupakan unit kerja dari P2EB yang dipimpin oleh Anggito Abimanyu, Ph.D. Direktur BCC, Sari Sitalaksmi, Ph.D. bersama dengan Akmal, Ph.D. selaku koordinator BCC sedang merancang struktur organisasi dan berbagai macam perubahan, termasuk hal teknis, terkait pergantian PBFE menjadi BCC. Dengan wajah baru dan empat asisten di dalamnya: Rijadh Djatu, Cempaka Sekkauwati, Fandi Achmad, dan Aropando Goklas S. BCC diharapkan dapat memberikan pelayanan prima dengan mengutamakan profesionalitas. Beberapa bentuk peningkatan pelayanan telah dilakukan oleh BCC seperti mengubah tampilan fitur scorecard, sertifikat, dan juga media publikasi menjadi lebih menarik. Perubahan ini mendapat respon positif dari beberapa customers yang merasa tertarik dengan tampilan-tampilan baru yang dihadirkan. Selain itu, BCC kini menerima permintaan untuk pengadaan English Proficiency Test diluar jadwal rutin. Penerimaan ini sebagai bentuk respon tingginya permintaan untuk English Proficiency Test tersebut dari berbagai pihak. untuk setiap English Proficiency Test tambahan, BCC tetap memberikan pelayanan prima dengan menjanjikan penyerahan test score hanya dalam satu hari kerja. Dalam waktu dekat ini, BCC sedang membuka pendaftaran TOEFL course untuk kelas pagi dan kelas sore. Kelas ini dijadwalkan akan mulai pada pertengahan Februari 2011 selama 30 kali pertemuan. Untuk jadwal short course TOEFL direncanakan akan dimulai pada awal Maret 2011 ini selama 15 kali pertemuan

P

2EB FEB UGM telah menyelenggarakan seminar tertutup “Hasil Penelitian di Bidang Energi dan Pangan Nasional” pada hari Selasa, 1 Februari 2011. Mengingat Indonesia menghadapi dua jenis krisis saat ini, yaitu krisis pangan dan energi, maka topik ini dianggap memiliki daya tarik tersendiri untuk dibahas lebih mendalam. Krisis kedua komoditas tersebut dapat menimbulkan spekulasi harga di pasar sehingga akan berdampak pula pada surplus produsen dan surplus konsumen. Dilatarbelakangi keinginan untuk menghasilkan produk pekerjaan yang lebih bermutu, komprehensif, dan applicable,

P

maka P2EB FEB UGM merasa perlu untuk mengangkat hasil-hasil penelitian terkait hal tersebut ke dalam sebuah forum seminar yang dapat dihadiri oleh institusi ataupun instansi yang mewakili para stakeholders terkait. Kegiatan yang berlangsung di Jogjakarta Plaza Hotel ini dibuka oleh Direktur P2EB, Dr. Anggito Abimanyu M.Sc. Secara keseluruhan, seminar terbagi ke dalam tiga sesi yang terdiri dari: 1. Kebijakan Subsidi BBM 2. Kebijakan Subsidi Kelistrikan 3. Kebijakan Subsidi Pupuk Organik dan Beras Setiap sesi menampilkan dua pembicara dan dua pembahas baik dari internal

dengan materi yang lebih intensif. Selain itu, BCC menerima permintaan thesis proofreading untuk bimbingan penulisan skripsi maupun tesis dalam bahasa Inggris, terjemahan Inggris–Indonesia dan Indonesia–Inggris, serta permintaan untuk

pelatihan khusus seperti pelatihan english speaking. Semua pelayanan yang diberikan ini merupakan wujud dari usaha BCC untuk menjadi lembaga yang lebih baik dan terdepan dalam memberikan pelayanan yang memuaskan.

Workshop Socio-Economic and Legal Aspects for Loan Agreement
orkshop yang merupakan ke r j a s a m a D i r e k t o ra t Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan P2EB FEB UGM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan nilai sosial, ekonomi dan legal sehingga meningkatkan

P2EB
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

W
34
Edisi Maret 2011

Perubahan Struktur Pengelola P2EB FEB UGM

pemahaman, pengertian dan kemampuan mereka dalam persiapan, pembuatan dan pelaksanaan perjanjian internasional dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutang oleh aparatur pemerintah, khususnya oleh aparat kementerian perekonomian sebagai salah satu pemangku kepentingan utama dan sebagai focal point kepentingan nasional Indonesia

dalam hubungan internasional. Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 8-10 Februari 2011 di Ruang Pelatihan Eksekutif P2EB FEB UGM. Peserta workshop adalah pegawai di lingkungan DJPU yang berjumlah 20 orang.

Struktur Pengelola P2EB FEB UGM mengalami perubahan pada posisi Wakil Direktur dan Deputi Penelitian yang semula dijabat oleh Poppy Ismalina, M.Ec.Dev., Ph.D. saat ini dijabat oleh Dr. Setiyono Miharjo, MBA. sebagai Wakil Direktur P2EB dan Prof. Dr. Indra Bastian, MBA. sebagai Deputi Penelitian P2EB. Hal ini disebabkan Poppy Ismalina,M.Ec.Dev., Ph.D. ditugaskan sebagai Kepala Pengelola Magister Ekonomi Pembangunan UGM.

Edisi Maret 2011

35

Unit News

Journal of Indonesian Economy and Business

Unit News

Center for Good Corporate Governance

Workshop “Menulis Itu Mudah”
enulis adalah sebuah fondasi utama dunia akademis. Walaupun begitu, mahasiswa dan calon peneliti lainnya tidak mengerti dari mana harus memulai mencoba menulis. Untuk itulah, Journal of Indonesian Economy and Business melihat permasalahan ini dan mengadakan Workshop “Menulis Itu Mudah”. Bertempat di Hotel Phoenix Yogyakarta, 100 orang peserta beserta tamu undangan memenuhi ruangan. Acara ini menghadirkan Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D. dan Tri Widodo, Ph.D. sebagai pembicara. Sambutan disampaikan oleh BM. Purwanto, MBA., Ph.D. yang dilanjutkan dengan diskusi menarik yang dipandu oleh Arief Surya Irawan, M.Com. sebagai moderator. Sesi pertama bertemakan “Kiat Menulis Jitu” yang dibawakan oleh Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D. Di sini, dia membicarakan tentang kebiasaan menulis yang harus segera dimulai kapan saja dan di mana saja, misalnya pada saat menunggu pesawat delay atau rekreasi. Permasalahan yang ada adalah tulisan mahasiswa yang bahasanya terlalu berlebihan karena analisisnya masih dangkal. Sebaliknya, tulisan guru besar banyak ditolak oleh surat kabar karena analisisnya terlalu dalam dengan mempergunakan bahasa-bahasa yang tidak mudah dimengerti. Permulaan menulis sendiri adalah membaca. Jadi, banyak membaca merupakan kunci untuk menggali ide. Kiat kedua untuk dapat menulis jitu adalah komitmen menulis yang harus dipupuk dengan meluangkan waktu setiap hari demi menulis apapun. Selanjutnya, dalam mencari inspirasi dan memilih topik, penulis bisa mempergunakan kiat sederhana, yaitu ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Biasanya, strategi menulis dilakukan dengan menulis semua pemikiran terlebih dahulu lalu menentukan judul di akhirnya. Judul adalah wajah yang mengiklankan tema. Jadi, penulis harus mencari keywords pada tulisan yang nantinya dipakai sebagai judul. Mudrajad terakhir menekankan pentingnya membuat kalimat efektif dengan menulis sebuah kalimat pokok secara singkat, tidak lebih dari 16 kata. Di sesi kedua, Tri Widodo, Ph.D. yang sudah berpengalaman berkecimpung di jurnal internasional mengemukakan segala sesuatu tentang kiat memasukkan artikel di jurnal internasional. Menurutnya, menulis di jurnal internasional malah bukan dibayar, tapi membayar. Biasanya US $100 per artikel. Saat ini, jurnal internasional memiliki sifat risk averse di mana hal itu berarti bahwa jurnal tersebut kebanyakan dan kebanjiran artikel yang dimasukkan. Penulis bisa memprediksi tingkat penerimaan artikelnya dalam sebuah jurnal dilihat dari beberapa aspek seperti kecocokan dengan tema jurnal, format

M

Corporate Governance Short Course
penulisan yang benar, dan lainnya. Kualitas periset yang baik pun bisa ditentukan dengan berbagai faktor: independensi, motivasi, kemampuan komunikasi, kemampuan organisasi, kemampuan teknologi informasi, keterampilan intelektual, dan terakhir adalah preseverance (ketangguhan). Menurut Tri lagi, banyak hal yang bisa diteliti sebenarnya. Semua topik bisa dibaca abstrak dan judulnya. Jadi, harus ada paper yang menjadi rujukan. Mulai dari paper yang paling disukai lalu menjadi motivasi. Berikutnya, melihat referensinya dan mengambil dua atau tiga paper lainnya yang serupa ataupun sejenis. Acara ini diikuti dengan sangat antusias. Lebih dari delapan peserta mengajukan pertanyaan pada kedua pembicara. Acara yang berlangsung selama sekitar empat jam ini diharapkan akan menumbuhkan semangat menulis bagi para peserta. eskipun sebenarnya isu mengenai corporate governance bukan lagi merupakan isu baru di dunia bisnis global, tetapi perkembangannya di Indonesia dapat dikatakan masih baru. Oleh karena itu, Center for Good Corporate Governance (CGCG) UGM bermaksud mengadakan pelatihan singkat yang disebut sebagai Corporate Governance Short Course (CGS). Tujuan pelatihan ini adalah memenuhi kebutuhan akademisi terhadap corporate governance sekaligus ikut serta dalam upaya penegakan good corporate governance di Indonesia. CGS rencananya akan diselenggarakan pertama kali pada tanggal 4 Mei 2011, bertempat di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Short course diadakan selama delapan kali pertemuan setiap hari Senin dan Rabu, masing-masing selama dua jam. Selain itu, di akhir pelatihan, CGCG akan memberikan sertifikat. Materi pelatihan berkaitan dengan corporate governance beserta topik-topik relevan lainnya. Sebagai gambaran awal, Good Coporate Governance (GCG) menurut CGCG terdiri atas lima prinsip, yaitu Transparency, Accountability & Responsibility, Responsiveness, Independency, dan Fairness. Kelima prinsip tersebut pada dasarnya dijalankan oleh lima kelompok partisipan sesuai dengan fungsinya masing-masing, yakni Board of Directors (BoD) untuk fungsi oversight, Board of Executives (BoE) untuk fungsi enforcement, Board of Commissioners (BoC) untuk fungsi advisory, Auditors untuk fungsi assurance, serta stakeholders untuk fungsi monitoring, dan masih banyak hal yang perlu diketahui dalam upaya menciptakan good corporate governance. Short course tersebut dibuka untuk umum, baik dari kalangan
Edisi Maret 2011

M

akademisi maupun nonakademisi. Diharapkan peserta akan mendapat wacana baru dari pemahaman yang lebih baik mengenai corporate governance melalui pelatihan singkat ini. CGS ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian program CGCG UGM dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Berikut merupakan rencana materi yang akan diberikan dalam CGS.
Pertemuan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 Materi Overview dan perkenalan CGCG Rating Model Peratingan CGCG Rating Model Menggunakan Software Kasus: BoC dan Auditor Kasus: BoD dan BoE Kasus: Stakeholders Kasus: Riset-Riset CG Ujian: Tertulis Ujian: Praktik dan Tugas Akhir

36

Edisi Maret 2011

37

Around Bulaksumur

Scholarship and Recruitment
Beasiswa Ajinomoto untuk Program Magister di University of Tokyo
Beasiswa ini ditawarkan untuk mahasiswa dari 5 negara ASEAN (Thailand, Indonesia, Malaysia, the Philippines, and Vietnam) untuk Program Master di University of Tokyo. Informasi selengkapnya silahkan kunjungi website berikut http://www.ajinomoto.co.th/img_news/attachments/84attachment-8845.pdf Batas akhir pengiriman dokumen aplikasi tanggal 15 July 2011.

Postgraduate Scholarships at University of Adelaide, Australia
The University of Adelaide menawarkan beasiswa untuk mahasiswa internasional yang mengambil studi riset pascasarjana. Selengkapnya silahkan klik ke alamat berikut: http://www.international.adelaide.edu.au/scholarships/. Batas pengiriman aplikasi 1 May 2011.

Upcoming Event
20 – 22 Maret 2011

GMC Health Center
Sistem Jaminan Kesehatan Mahasiswa Pertama di Indonesia
Kesuksesan sebuah sistem yang mengelola jaminan kesehatan mahasiswa dan banyak ditiru oleh universitas lain MC Health Center adalah badan pengelola santunan sivitas akademika UGM yang bersifat not for profit sekaligus sebagai pusat pelayanan primer kesehatan. GMC Health Center didukung oleh dokter-dokter berkualitas dan juga merupakan klinik dokter keluarga. Lokasi yang strategis di daerah Sekip, Blok L No.3 atau di kawasan tengah UGM menjadikan akses mahasiswa dan karyawan ke tempat tersebut lebih cepat.

Presentasi paper oleh Bayu Sutikno, S.E., M.SM. “Islamic Marketing as the Wave of Marketing Framework” pada The 1st Global Islamic Marketing Conference/GIMC di Dubai, UAE 19 - 23 April 2011 Presentasi paper oleh Mahfud Sholihin, M.Acc., Ph.D “Investigating The Antecedents Of Procedural Fairness” pada European Accounting Association, di Italy. 28 April – 1 Mei 2011
mahasiswa dan pegawai UGM. Hal tersebut sejalan dengan motto GMC yaitu mengobati yang sakit dan menjaga yang sehat. Jadi, baik sakit maupun yang sehat akan ditangani oleh ahlinya. “Ide awal pemikiran menjamin kesehatan mahasiswa dimulai pada tahun 1998,” ujar Julita. “Hal ini didasari oleh banyaknya mahasiswa UGM dari berbagi daerah dan kos, apabila di saat sakit atau kecelakan sehingga membutuhkan dana jaminan untuk perawatan dan operasi,” imbunya. Ide jaminan kesehatan ini sempat ditolak mahasiswa saat itu dengan menolak pembayaran iuran permi asuransi. Namun, program ini tetap dilaksanakan pada bulan Agustus 1999. Pada waktu itu, mahasiswa baru diwajibkan membayar iuran tersebut sedangkan mahasiswa lama diharapkan secara suka rela mengikuti program jaminan kesehatan yang dibentuk UGM dengan

G

memudahkan dengan tenaga kesehatan profesional dan prosedur administrasi yang tidak rumit. GMC bekerja sama dengan rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah yang berada di Yogyakarta untuk layanan rawat inap. Selain itu, kerja sama dengan radio Swaragama untuk konsultasi kesehatan dan psikologi dilakukan setiap hari Jumat jam 15.00-16.00 WIB. GMC sekarang ini dilengkapi Fitness Center yang sebelumnya berkerja sama dengan lembah Fitness Center. “UGM merupakan universitas pertama di Indonesia yang memiliki sistem jaminan kesehatan mahasiswa”, ujar Julita. Lanjutnya lagi, “Keberhasilan GMC dalam mengelola sistem jaminan mahasiswa banyak ditiru universitas lain seperti UNS, Gorontalo, UIN Yogyakarta (binaan GMC) dan beberapa universitas lainnya.” Keberhasilan GMC ini tidak lepas dari pengelola yang mengutamakan kualitas pelayanan kesehatan sebaik mungkin terhadap peserta GMC, yakni

Presentasi Paper “Institutional Change and Business Perceptions At The Regional Level in Indonesia” oleh Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D dan “Testing For The Effects of Government Deficits in Indonesia” oleh Dr. Artidiatun Adji, M.Ec. Pada “The 2011 Meeting of the European Public Choice Society”, University of Rennes 1 , di Perancis 5 – 6 Mei 2011 Presentasi paper oleh Kusdhianto Setiawan, “An Alternative Perspective on the Dynamics of Developed and Emerging Stock Markets Integrations: A Minimum Spaning Tree Analysis” pada The 3rd Emerging Market Finance Conference City University London and Journal of International Money & Finance, Inggris. 29 Mei – 01 Juni 2011 Presentasi Paper “ The Theory of Planned Behavior: An Examining of Women's Intention to Purchase Green Food Products in Indonesia oleh Sudiyanti, S.E., M.Sc pada Marketing in Asia Group (MAG) Scholar Conference 2011, New Zealand

Program unggulan GMC, menurut penuturan Dr. drg. Julita Hendrartini, M. Kes. selaku pengelola adalah adanya klinik GMC untuk layanan kesehatan tingkat primer. Selain itu, pemberian santunan pelayanan kesehatan dinilai menyeluruh dengan iuran biaya premi asuransi yang tidak begitu mahal (sampai berita ini ditulis, jumlahnya sebesar Rp40.000,00 per semester). Pelayanan kesehatan di GMC Health Center sangat

Presentasi Paper Sebelumnya
14 – 15 Februari 2011 Presentasi paper oleh Dr.Rimawan Pradiptyo, M.Sc “ Evidence of Homo Economicus? Findings from Experiment on Prisoners' Dilemma Game”, pada Global Accounting, Finance and Economics Seminar, Australia 15 – 17 Februari 2011 Presentasi paper oleh Dr. Budi Santoso, M.Bus “Cultural Inluencer of Power In Decision Making Process in Indonesian Universities, pada ELLTA (Exploring Leadership and Learning Theories) in Asia Conference , Malaysia

bersambung halaman 44
Edisi Maret 2011

38

Edisi Maret 2011

39

Facilities
Menengok Fasilitas MM dan MEP di UGM Kampus Jakarta
ejak tahun 2010 lalu, tepatnya pada tanggal 1 Agustus, UGM secara resmi mengembangkan sayapnya ke Jakarta. Ini ditandai dengan diresmikannya gedung sembilan lantai dan lima lantai yang terletak di Jalan Dr. Sahardjo 83, Tebet, Jakarta Selatan. Magister Manajemen (MM) dan Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) FEB UGM menjadi dua di antara beberapa program yang membuka kelas di Jakarta. Magister Manajemen MM sendiri sebenarnya sudah membuka programnya di Jakarta sejak tahun 2001 dengan menyewa gedung di Jalan RP Soeroso, Menteng. Ide membangun MM di Jakarta berasal dari Prof. Dr. Bambang Soedibyo, MBA. yang memberikan tawaran kepada Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D, yang saat itu menjabat sebagai direktur program MM. Dibantu oleh Drs. ECW Neloe (Dirut Bank Mandiri tahun 2000), akhirnya program MM resmi membuka programnya di Jakarta. Alasan lain pendirian MM di Jakarta adalah semakin banyaknya eksekutif BUMN unggulan yang berkuliah di MM. Di gedung baru, MM menempati empat lantai yang digunakan sebagai ruang kelas, ruang diskusi, akademik, kantin, laboratorium komputer, dan ruang perkantoran. Selain itu, juga terdapat ruang perpustakaan, lengkap dengan jurnal online yang dapat diakses mahasiswa. Program MM sangat diminati di Jakarta, terbukti dari banyaknya jumlah mahasiswanya. Hingga saat ini, tercatat ada 1.471 mahasiswa, baik program reguler, eksekutif, maupun akhir pekan. Prof. Lincolin Arsyad, MBA., Ph.D., Direktur MM saat ini, menyatakan bahwa

Exchange Student’s Comment
Tiffany Gregor
Double Degree-ESCEM Bachelor, France & Universitas Gadjah Mada, Indonesia I am currently studying for a Double Degree at the University Gadjah Mada. Right now I am almost half way through and so far I had a great time in Indonesia. The people, food, and weather is very nice. Studying at Gadjah Mada for one year gives me a lot of good opportunity to learn the language, explore Indonesia, and experience other cultures. Thanks to the international program that gathers students from all Europe and Indonesia. Finally, I am especially glad to do a Double Degree which permits me to leave for two weeks in a traditional Javanese village where I've got involved in an Indonesian student team that attended to develop programs to improve farmer's daily life or professional activities.

S

Niklas Valentin Kafer
Exchange Student, Phorzheim University (German) Studying at UGM is just great and I think I'm speaking for all students of this year's exchange program when I say: “Going back home is harder than imagined”. There are so many positive memories to be left behind, so that I can say for sure: “I will come back to Indonesia!”. In Yogyakakarta you will be welcome with a smile and people will treat you as you are one of them. Student life at UGM can be very exciting. There are many student activities and you will find Indonesian students – that is my opinion – very motivated and enthusiastic in doing their things. I wish more of the students in Germany share the same positive energy! Thank you UGM for an amazing time! Thank you to all the people I met and especially to the International Office which always gave support wherever they could!

meskipun berada di Jakarta, MM Kampus Jakarta tidak terlepas dari MM kampus Yogyakarta. “Program MM Jakarta adalah program yang terintegrasi dengan MM UGM di Yogyakarta,” ungkapnya. Ia berpendapat, bahwa keberadaan MM kampus Jakarta memberikan pilihan lain yang lebih baik bagi pebisnis Jakarta untuk bersekolah, tidak hanya di universitas negeri ataupun swasta yang sejak dahulu sudah ada di Jakarta. Magister Ekonomika Pembangunan MEP menjadi program kedua yang membuka kelas di Jakarta. MEP memulainya pada tahun 2008. Poppy Ismalina, M.Sc., Ph.D., Direktur Program MEP, menyampaikan alasan pengembangan sayap ini. “Untuk menjemput keinginan masyarakat Jakarta yang menginginkan program MEP yang tanggap kebutuhan mereka. Terutama untuk konsentrasi Manajemen Aset dan Penilaian Properti,”

ucapnya. Kebutuhan penilai properti saat ini mencapai 15.000 orang dan sumber daya yang siap pakai baru ada seperlimanya s e h i n g ga ke h a d i ra n M E P s a n gat l a h dibutuhkan, baik program pendidikan S2 maupun sertifikasinya. Awalnya, MEP juga turut menyewa gedung yang sama dengan MM di Menteng. Setelah UGM mendirikan gedung dua blok di Tebet, MEP pun ikut pindah. Kini, di gedung baru, MEP menempati lantai tiga. MEP memiliki empat ruang kuliah standar program S2 serta ruang diskusi untuk mahasiswa. Disediakan pula hotspot, laboratorium, serta perpustakaan yang sementara ini masih menjadi satu dengan MM. Hingga saat ini, sudah ada enam angkatan yang berkuliah di MEP kampus Jakarta. Dari enam angkatan tersebut, tercatat 150 mahasiswa yang aktif hingga saat ini. [prima]

Mikko Nivala
Exchange Student, University of Eastern Finland, (Non-Economic student, Forestry, minor studies of Business and Economy in IUP program) Coming here in Indonesia to study was a big hope and plan for me. I am a Forestry student but wanted to do my minor studies in UGM and in Indonesia because of the amazing nature and friendly people. I can say from bottom of my heart that I made really a right decision. UGM provides a lot of interesting activities and Indonesia is an amazing archipelago of wonders to seek. You will not have problem to plan your free time because Yogyakarta has a lot of cultural and historical places to visit. You can also go to play futsal, join the gym, hike, rafting, travel and enjoy the Indonesian food in variety of restaurants. Faculty of Economy and Business has nice facilities, friendly staff and lecturers. Richness of culture and many activities has really made this first semester memorable. When you get here, you want to stay here! If you enjoy travel, beautiful nature and adventure, Indonesia and UGM is really a place where you should study.

40

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

41

Student Corner

Semangat Berkarya Mahasiswa S1 FEB
epanjang tahun 2010, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Lembaga Kemahasiswaan (LK) di Fakultas Ekonomika dan Bisnis mengadakan beragam kegiatan. Aktivitas-aktivitas tersebut selaras dengan tema besar yang mereka angkat. Berikut deskripsi kinerja HMJ/LK di FEB UGM beserta pencapaiannya selama tahun 2010. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet “Cerdas Inspiratif” BEM FEB 2010 membawa sebuah tema besar “Fight Against Poverty!”. Selama periode 2010, kabinet BEM FEB menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang terkait dengan fokus utama yaitu kemiskinan dan korupsi. Berangkat dari niat untuk menyadarkan sivitas akademika dan masyarakat akan kemiskinan dan korupsi yang menjerat bangsa ini, BEM mengadakan workshop Ekonomi Bebas korupsi (EBK). Dimulai dari kampanye anti korupsi, berlanjut dengan lomba karya tulis ilmiah, dan berujung pada puncak acara, yaitu Seminar Nasional: Ekonomi Bebas Korupsi yang menghadirkan salah satu Pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto. Selain itu, dengan program Student Care Scholarship (SCS), BEM telah membantu biaya pendidikan anak-anak kurang mampu yang pada tahun ini diperuntukkan bagi SD Muhammadiyah Bayen.

adalah Forum Studi dan Diskusi Ekonomi (FSDE) dengan tema “Dampak Liberalisasi Perdagangan Bebas Pada Negara Berkembang: Kasus Indonesia”. FSDE tahun ini diisi dengan rangkaian acara mulai dari Kompetisi Ekonomi Nasional tingkat SMA, Call for Essay, Konferensi, dan Seminar Nasional. Pada acara Kompetisi Ekonomi Nasional tingkat SMA, HIMIESPA berhasil mengundang 26 tim dari SMA-SMA di Indonesia. Dalam Call For Essay yang berlanjut pada konferensi, para peserta berhasil merumuskan pakta yang berisikan pemikiranpemikiran mereka mengenai bagaimana baiknya Indonesia menghadapi pedagangan bebas. Pakta ini kemudian diserahkan pada Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu, saat seminar nasional. IMAGAMA Dari tahun ke tahun, IMAGAMA membawa visi yang sama, yaitu menciptakan mahasiswa akuntansi UGM sebagai komunitas yang intelektual serta dinamis. Sedangkan tema utama yang diusung pada kepengurusan 2010 kemarin adalah “Green Dynamic
Seminar Forum Studi dan Diskusi Ekonomi menghadirkan menteri perdagangan RI, Marie Elka Pangestu yang diselenggarakan oleh Himiespa

Table Manner, serta LT dan Training. Agenda terbesar yang digelar adalah Gadjah Mada Accounting Days (GMAD 2010) yang terdiri dari tiga acara utama, yaitu seminar yang berkaitan dengan accounting oil and gas, ASEAN

buletin pada kepengurusan 2010 lalu. Oktober 2010 kemarin, EQUILIBRIUM menggelar agenda tahunannya, yakni EQUALITY, dengan fokus acara seminar bertemakan “Investigasi Jurnalistik Tak Pernah Mati”. Seminar tersebut
Puncak acara Equality yang diselenggarakan Equilibrium dengan seminar bertemakan “Investigasi Jurnalistik Tak Pernah Mati”. Seminar tersebut menghadirkan Bambang Harimurty, Suryo Pratomo, Prabu Revolusi, dan Ashadi Siregar.

S

kerjanya. Dua yang terbesar adalah Discover Indonesia dan Management Event 2010. Discover Indonesia dilaksanakan di awal periode, bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia. Discover Indonesia kali ini berisi acara pentas budaya, pameran kuliner tradisional, dan promosi pariwisata Indonesia. Sedangkan Management Event 2010 yang dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2010 membawa tema ”Entrepreneurship”. Acara tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni Social Business Plan Competition dan Workshop Kewirausahaan: Opsi Mata Pencaharian Bagi Warga Lereng Merapi. Kedua acara tersebut terbilang sukses dan menjadi ikon pada IKAMMA FEB UGM 2010.

Accounting Student Conference, dan National Accounting Olympiad. GMAD 2010 merupakan salah satu sarana IMAGAMA untuk mendukung FEB UGM yang tengah go international. EQUILIBRIUM Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa EQUILIBRIUM 2010 mengusung visi “Menjadikan EQUILIBRIUM sebagai persma yang berlandaskan intelektualitas, kekeluargaan, profesionalitas, dan kewirausahaan”. Sebagai pers mahasiswa, EQUILIBRIUM telah berhasil menjalankan fungsi pemberitaannya dengan menerbitkan dua majalah dan delapan

menghadirkan Bambang Harimurty, Suryo Pratomo, Prabu Revolusi, dan Ashadi Siregar. Selain itu, April 2010 lalu, EQUILIBRIUM berpartisipasi dalam lahirnya Forum Pers Mahasiswa Ekonomi Indonesia. EQUILIBRIUM juga mendapatkan kesempatan dari Yayasan Indonesia Mengajar untuk menyelenggarakan diskusi publik bertemakan pendidikan. Shariah Economics Forum (SEF) Sebuah visi jangka menengah dibuat oleh kepengurusan 2010, yaitu “Pada tahun 2012, SEF memiliki anggota yang menguasai bidang ekonomi Islam yang mampu membeSalah satu permainan dalam acara EMOT (Entrepreneurship Management Outbound Training), Maret 2010 yang diselenggarakan oleh PALMAE

rikan kontribusi sosial baik dalam bentuk riset maupun karya nyata dan memiliki jaringan dengan lembaga-lembaga terkait baik tingkat nasional maupun internasional”. SEF berhasil memperluas jaringan internasionalnya, seperti kerja sama dengan Universiti Tenaga Nasional Malaysia, ISEFID IIUM (International Islamic University of Malaysia), dan Global Pro Consulting, Malaysia. Anggota-anggota SEF berhasil mencatatkan namanya menjadi pemenang di berbagai kompetisi, seperti Juara II Temu Ilmiah Regional 2010 dan Juara II Indonesia Economic Outlook FE UI. SEF juga menerima penghargaan Award The Best Performance KSEI se-Indonesia, versi FoSSEI. Kegiatan besar yang diselenggarakan salah satunya adalah International Seminar on Islamic Economics (Kukis 2010) dengan beberapa pembicara, antara lain: Ahmad Sanusi Husain MIMM., AIBM., FPAM., IFP., B.Sc, Di.T, Ir. Adiwarman A. Karim, MBA., MA., dan Anggito Abimanyu, Ph.D. Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) “Menjadikan mahasiswa (anggota PMK FEB UGM) yang berakar, bertumbuh, dan berbuah dalam Kristus” adalah visi PMK 2010. Visi 'berakar' dan 'bertumbuh' dicerminkan pada kegiatan-kegiatan seperti Persekutuan Doa, Persekutuan Umum, dan pembentukan Kelompok Tumbuh Bersama. Sedangkan 'berbuah dalam Kristus' diwakili oleh perasaan kasih, saling menghormati, profesionalisme kerja, pertanggungjelasan terkait keuangan FOKOMA maupun DPP/SPP, dan lain-lain. Adapun program lainnya adalah ibadah dan Perayaan Paskah, Penerimaan Mahasiswa Baru, Retreat, serta ibadah dan Perayaan Natal. Akuntabilitas, efesiensi, dan profesionalisme menjadi perhatian khusus PMK tahun 2010 lalu. Untuk meningkatkan akuntabilitas dan efesiensi, PMK FEB UGM membuat peraturan keuangan, UU Kebendaharaan, yang disetujui melalui proses Musyawarah Bersama. Kemudian, untuk meningkatkan profesionalisme, PMK FEB UGM membuat GBHK dan AD/ART. Pecinta Alam Mahasiswa Ekonomi (PALMAE) Di Tahun 2010 lalu, PALMAE

IKAMMA IKAMMA 2010 berjalan dengan membawa tema besar “Social Entrepreneurship” dan tagline “IKAMMA-ku, IKAMMA-mu, IKAMMA kita semua.” Tema tersebut diintegrasikan di setiap program

HIMIESPA Train hard, fight easy. HIMIESPA 2010 diharapkan menjadi sebuah kawah candradimuka bagi pengurus dan anggotanya. Sebuah tempat pembelajaran yang nantinya bisa menjadi bekal di kehidupan nyata setelah kuliah. Program kerja terbesar HIMIESPA 2010

Accounting”. Pemilihan tema berangkat dari kesadaran bahwa mahasiswa akuntansi juga dapat berperan serta dalam penyelesaian permasalahan lingkungan. Selama tahun 2010, IMAGAMA menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti konferensi Himpunan Mahasiswa Jurusan, kunjungan ke UMKM,

42

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

43

Student Corner
menginjak usia ke-30. Rangkaian acara besar pun diadakan, seperti donor darah, fun rafting, dan Malam Tumpengan yang melibatkan anggota HMJ/LK dan mengundang seluruh sivitas akademika FEB. Reuni Akbar 30 Tahun PALMAE juga dilangsungkan, di tempat berdirinya PALMAE, yaitu Kinahrejo. Selain HUT ke-30, Maret 2010 lalu PALMAE juga menjadi fasilitator Entrepreneurship Outbound (EMOT) untuk D3 FEB UGM. Di bulan Oktober sampai November, PALMAE bersama HMJ/LK FEB membuka posko bersama tanggap erupsi merapi. Kegiatan alam bebas juga masih dilakukan secara formal maupun informal, seperti pendakian, susur gua, panjat tebing, serta arung jeram. PALMAE juga giat berkegiatan di bidang lingkungan hidup seperti p em b u ata n lu b a n g res a p a n b io p o ri, dekomposer dan perpustakaan lingkungan. Keluarga Mahasiswa Katholik (KMK) Sepanjang tahun 2010, KMK berhasil melaksanakan lima program kerja, yakni perayaan Natal 2009, bakti sosial (baksos), rekoleksi, malam keakraban (makrab), dan perayaan Natal 2010. Baksos diadakan di panti asuhan Aulia, Pakem, sebagai perayaan Paskah untuk berbagi kasih kepada saudara-saudari yang kekurangan. Rekoleksi merupakan acara yang bertujuan sebagai ajang untuk menguatkan kembali anggota KMK sebagai satu keluarga dengan menarik diri dari segala rutinitas dan menjalin relasi lebih dekat lagi dengan Allah untuk memperdalam iman.
Acara Panti Asuhan Goes To Campus berupa kegiatan santunan dan hiburan kepada anak-anak yatim piatu di kampus FEB UGM yang diselenggarakan oleh JMME

Advertorial

D. Reetta Pranari,
Semangat Kontribusi Untuk Bangsa
Mahasiswa ini telah memiliki impian untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional dengan berkecimpung di Persatuan Bangsa-Bangsa saat koleganya baru fokus untuk menapaki kehidupan kuliah. Salah satu penghargaan tertinggi yang pernah dia raih adalah kesempatan saat mempresentasikan Indonesia selama 15 menit dalam Global International Day. perguruan tinggi. Evaluasi awal dilakukannya dengan dua pertanyaan: 'what do I need' dan 'what resources do I have'. Pengalamannya tinggal di banyak negara membuatnya merasa belum begitu mengerti apa artinya menjadi seorang warga negara Indonesia. Itulah mengapa, dia memilih untuk melanjutkan kuliah di Indonesia. Setelah mencari berbagai informasi, IUP FEB UGM dirasakannya sebagai salah satu program yang bagus dengan berbagai macam penawaran. “Selain bisa double degree, IUP menawarkan selesai kuliah di sini selama tiga setengah tahun. Bagiku sekarang ada dua opsi: pertama, tidak ke luar negeri dan selesai cepat tetapi nanti aku bisa masuk ke career development di PBB dan kedua, aku bisa ambil double degree di E ra s m u s U n i v e rs i t y d e n ga n m a s u k International Economics,” jelasnya. Hobinya membaca dan menulis serta mimpi yang ingin dia raih membantunya melihat keadaan sekitar dengan lebih saksama. Dia melihat mahasiswa FEB UGM memiliki mimpi besar untuk Indonesia yang lebih maju. Namun, terkadang mimpi itu mulai tereduksi karena kepenatan kuliah ataupun ketiadaan wadah untuk menyalurkan aspirasi dan tempat mereka dapat berkembang. Untuk itulah, dia mengakhiri pertemuan pagi itu dengan sebuah pesan, “Don't be afraid to dream big. When you have a big dream, people start to doubt you. But don't let them make you fall and use it as a driving force.” [Dwi Andi]

Makrab diadakan sebagai puncak rangkaian acara penerimaan mahasiswa baru (maba) FEB UGM angkatan 2010. Selain kegiatan-kegiatan tersebut, KMK juga mengadakan olahraga rutin, mengisi tugas koor di gereja, doa Rosario bersama untuk menghormati Bunda Maria, Rosario di bulan Mei dan Oktober, serta ibadah sabda untuk merayakan bulan kitab suci nasional di bulan September. Semua kegiatan tersebut adalah wujud nyata penyaluran aspirasi anggota KMK. [prima] Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi (JMME) JMME 1431 H yang berjalan sepanjang periode 2010 merupakan suatu gerakan kerohanian Islam yang bergerak di lingkungan kampus Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Pada tahun ini, JMME mengada-

kan kajian rutin terkait isu-isu global dan kajian yang dapat mengisi ruhiyah kembali, JMME juga mengadakan berbagai kegiatan yang memfasilitasi pengembangan minat dan bakat, seperti pelatihan Desain Grafis, dan Upgrading Media. Selain itu JMME juga mengadakan Perayaan Hari Raya Besar Islam, di antaranya NURANI (Nuansa Ramadhan di Ekonomi) yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti kajian rutin, Sahur on The Road, dan Bakti Sosial di desa dan Panti Asuhan. Begitu pula Mocca (Muslim Economic Care) yaitu perayaan Idul Adha yang dilaksanakan di desa yang membutuhkan meliputi pengaian dan silahrurrahim warga serta lomba anak- anak TPA. Untuk syiar ke luar bersama teman- teman Soshum lainnya, JMME mengadakan Leadership Training Bersama dan Bedah Buku pada akhir tahun 2011 kemarin.

Sambungan halaman 38
kerjasama ASKES. Saat itu Prof. Ali Gufron menjadi direktur pertama yang diberi tugas untuk mempersiapkan sistem jaminan kesehatan di UGM. “Selama dipegang ASKES, kita mempelajari sistem program jaminan kesehatan yang dimiliki ASKES dengan harapan UGM mampu mengelola secara mandiri ke depannya,” ungkap Julita. Modal awal dari UGM sekitar Rp400.000.000,00 untuk merenovasi gedung yang terletak di Blok H-6, i n v e n t a r i s , k l i n i k d a n ke l e n g k a p a n administrasi. Sejak 17 Januari 2000 lalu, klinik GMC di H-6 mulai secara resmi berjalan sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai ulang tahun GMC. Menurut penuturan Julita, awal Januari 2002 GMC secara penuh mengelola mandiri sistem jaminan kesehatan mahasiswa. Partisipasi angka kunjungan mahasiswa ke GMC selama empat tahun terakhir sudah mencapai titik stabilistas dengan kunjungan rata-rata sekitar 5000-5200 orang per bulan. Kunjungan mahasiswa mencapai 15% per tahun dari jumlah total mahasiswa peserta GMC, memenuhi angka kunjungan minimal yang ditetapkan pemerintah. Hal tersebut menunjukkan kesadaran mahasiswa terhadap kesehatan sudah baik. Di sisi lain, angka kunjungan dari pegawai UGM mengalami tren kenaikan sekitar 9% per tahun. Sistem jaminan kesehatan mahasiswa yang dikelola GMC menjadi bahan pembelajaran mahasiswa untuk lebih sadar arti pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Nantinya, diharapkan program pemerintah pusat juga melaksanakan jaminan kesehatan kepada setiap warga. [Prast]

enyum ramah masih mengembang dari wajah D. Reetta Pranari saat Tim EB News berhasil menghabiskan pagi dengannya ketika ia menunggu penerbangannya ke Jakarta yang ditunda keberangkatannya. Penyuka keteraturan ini tidak terlalu merasa terganggu dengan keterlambatan pesawatnya. Padahal, dia selalu memiliki buku agenda dengan segudang aktivitas yang tertulis, seperti kuliah, asisten proyek Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB), maupun chairperson Ikatan Mahasiswa Manajemen (IKAMMA). “Teman-teman pasti tahu aku di mana dan sedang melakukan apa dari buku agenda itu,” tuturnya. Pengalaman melanglang buana dan merasakan setengah hidupnya terlewati di negara-negara tersebut memang bukan sesuatu yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Reetta pun memiliki banyak kenangan tentang itu. Meskipun dia mengakui bahwa hal tersebut membuatnya tidak memiliki teman masa kecil seperti yang dimiliki oleh kebanyakan orang, dia mendapatkan kelebihan lain. Tinggal di Jepang dan Afrika Selatan misalnya, memberikan pemahaman tentang bagaimana Indonesia sangat diapresiasi dan dicintai di dunia internasional.

S

Mahasiswi program International Undergraduate Program (IUP) FEB UGM 2008 ini dengan antusias menceritakan mimpinya untuk berkontribusi di Persatuan BangsaBangsa melalui World Trade Organization. Dia mulai bertutur tentang sebuah kejadian yang sangat memotivasinya, “Pada saat diskusi di SMA, ada teman yang bilang 'pokoknya you wanna do anything or if anybody does anything for Indonesia, Indonesia is not going to get better. Lihat saja korupsinya. Indonesia is going nowhere!' Then I instantly responded . 'are you kidding me? No! Indonesia is on its way to development. Do you see Indonesia doesn't have any stance in international issues? No! We'll wait and see.' Itulah mengapa aku ingin lebih bekerja keras untuk memberikan sesuatu bagi Indonesia.” Bahkan, dia sudah mulai merintis hal ini sejak SMA lewat sepak terjangnya sebagai relawan di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang memberikan informasi kepada LSM lainnya tentang posisi Indonesia di kancah perundingan internasional. “Misalnya tentang isu lingkungan dan isu-isu lainnya yang diangkat. Where is Indonesia's position in those issues? Are we negative, positive, or neutral?” terangnya. Demi meraih mimpinya itu, dia memutuskan untuk memilih IUP sebagai program sarjana untuk melanjutkan studi di

44

Edisi Maret 2011

Edisi Maret 2011

45

FEB in Picture
Selamat
kepada:

Kegiatan Akademik dan Non-Akademik Mahasiswa Tempo dulu
Rombongan kuliah lapangan Metode Penelitian yang diampu oleh Drs. Djamasri Adenan, M.A. yang bertempat di peternakan sapi Magetan pada tahun 1981. Tampak pada foto antara lain: M. Arifin (Bank Niaga), Niken Puji Astuti (Departemen Keuangan), Ina Debora, Kasma Bouty (Anggota DPR RI, Wakil dari Gorontalo), Marwanto (Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah, Departemen Keuangan), Istiarto (BRI), Ahmad Jamli (Dosen FEB UGM)

Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A. (Jurusan Ilmu Ekonomi)
atas dikukuhkannya sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada kepada:

Prof. Agus Sartono, MBA., Ph.D (Jurusan Manajemen)
atas diangkatnya sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada kepada:

Nurul Indarti, Siviolekonom., Can Merc., PhD Poppy Ismalina, M.Ec.Dev, Ph.D
(University of Groningen, Belanda) yang telah menyelesaikan studi Program Doktor, selamat bergabung kembali di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada kepada: (University of Groningen, Belanda)

Penampilan Kelompok Kecil yang beranggotakan mahasiswa lintas jurusan. Tampak pada gambar, Supriyatno (Direktur BPD DIY) sedang meniup seruling.

Rimawan Pradiptyo,Ph.D. beserta Tim
atas diraihnya penghargaan “The Best Paper Award” pada The Global Accounting, Finance and Economics Conference yang diselenggarakan Monash University, Melbourne Australia pada tanggal 14-15 Februari 2011 kepada
Dari balik Panggung Purna Budaya, mahasiswa bersiap menari Gambyong sebagai pembuka acara DIES 25 tahun FE UGM tahun 1980. Tampak paling kanan: Emita Wahyu Astami (dosen STIE YKPN dan dosen tamu di Curtin, Australia), di tengah memakai kemben biru: Ira Krisnawardhani, paling kiri: Sari Winahjoe (dosen FEB UGM). Pentas diiringi Karawitan mahasiswa karyawan FE 'Blencong Kencono'

Eddy Junarsin,S.E., MBA.
atas publikasi jurnal: Revisiting Event Study Methodology: Stock Split Announcements in the U.S. for the Period of 1925 - 2008 pada European Journal of Economics, Finance and Administrative Sciences, Issues 30

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->