P. 1
Adab Pergaulan Muda-Mudi

Adab Pergaulan Muda-Mudi

|Views: 93|Likes:
Published by yuiiio

More info:

Published by: yuiiio on Mar 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

ADAB PERGAULAN MUDA-MUDI

Drs. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd Suatu kewajaran kalau antara laki-laki dan perempuan saling tertarik satu sama lainnya. Hal ini karena memang Allah menciptakan mereka dari satu jiwa lalu menciptakan pasangannya kemudian mengembangkannya menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak. (Q.S. An-Nisâ’/4:1) Penciptaan manusia secara berpasangan dan menjadikannya berkembang menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, bertujuan untuk saling kenal (ta’aruf) dan berhubungan satu sama yang lain.

$pkšr'¯»tš â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9š š x.sš 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© š @ͬ!$t7s%ur (#þqèùušyètGÏ9 4 ¨bÎ) $ ö/ä3tBtšò2r& yš «!$# öNä39s)ø?r& ..... YÏã
”Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.... (QS Al Hujurât/49:13) Hubungan yang paling baik adalah yang mampu memelihara diri dan hubungannya dengan Allah dan makhluk-Nya. (makna taqwa). Dalam konteks memelihara hubungan antar laki-laki dan perempuan, Islam menganjurkan perkawinan bagi yang sudah mampu (Q.S. An Nûr/24:32) dan melarang mendekati segala bentuk perzinaan:

šwur (#qç/tšø)s? #š oTÌhš 9$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. Zpt±Ås»sù uä!$yš ur Wx šÎ6yš
”Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isrâ’/17:32) Allah SWT Maha Mengetahui bahwa daya tarik zina (hubungn seks bebas antara laki-laki dan perempuan) begitu kuat, dan sekali orang masuk ke dalam lingkaran zina —siapapun dia—maka dia akan sulit untuk keluar dari lingkaran tersebut. Rasulullah SAW pun mengakui hal ini dalam sabdanya: ”Sepeninggalku, tidak ada cobaan yang paling berat bagi kaum laki-laki dari yang berhubungan dengan wanitanya”. (Muttafaq ’alayh) Itulah sebabnya, Allah lebih menekankan pencegahan dengan memilih ungkapan larangan mendekati segala perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam zina dari pada ungkapan “Jangan melakukan zina!” Lalu, bagaimana dengan pacaran? Sebagai permasalahan mu’amalat, maka pada asalnya hukum segala sesuatu— termasuk pacaran—itu boleh hingga ada dalil yang melarangnya. Pacaran adalah salah satu bentuk pergaulan yang berasal dari budaya Barat yang ditawarkan kepada seluruh masyarakat dunia. Bentuknya bisa di mulai dari pandangan, lalu perkenalan, dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan, pergi berduaan,—jika merasa cocok—maka diteruskan dengan pengungkapan isi hati, bersentuhan, bergandengan, berboncengan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya. Jika bentuk pacaran seperti ini maka jelas dilarang dalam Islam karena sudah mendekati zina (Q.S. Al Isrâ’/17: 32). Selain itu model pergaulan seperti ini lebih besar madharat dari pada manfaatnya. Tetapi jika hanya sampai pada saling kenal (ta’aruf) maka dibolehkan bahkan diajurkan. (Q.S. Al Hujurât/49:13). Meskipun memang tidak ada penjelasan Al-Qur'an dan As-Sunnah secara langsung mengenai pacaran, tetapi Islam menuntunkan adab pergaulan antara mudamudi, yaitu: 1. Niat dan motivasi pergaulan hendaknya didasarkan karena Allah semata. 2. Mengucapkan dan menjawab salam bila bertemu (Q.S. An Nisâ’/4:86), bertamu

a. berpelukan. Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. atau ayah suami mereka.S. yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka. dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka.. An Nûr/24: 31). dan kemaluannya.S.S. at-Tirmidzi dan Abu Daud). 5. Aurat perempuan adalah semua anggota badannya kecuali wajah dan pergelangan tangan. Termasuk kategori ber-khalwat yakni ketika tidak ada control dari orang sekelilingnya. “ Penggabungan anjuran untuk menundukkan pandangan dengan menjaga kemaluan berarti anjuran untuk menundukkan pandangan yang bermuatan syahwat. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. bergandengan.. . Nabi saw bersabda: “Sebarkan salam di antara kalian!”. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. An Nûr/24: 30-31): @è% š úüÏZÏB÷sßJù=Ïj9 (#qš Òäótš ô`ÏB ôMÏd̚»|Áö/r& (#qÝàxÿøtsšur óOßgy_rãšèù 4 y7Ï9ºsš 4šs1øš öNçlm. meski itu di tempat ramai. Menutup aurat. atau ayah mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". atau saudara-saudara laki-laki mereka. ”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya.(Q. Lanjutan ayat di atas: šwur šúïϚö7㚠£`ßgtFt^ š Κ š wÎ) $tB tšygsß $yg÷YÏB ( tûøóΚôØušø9ur £`Ïd̚ßJèš ¿2 4šn?tã £`ÍkÍ5q㚠ã_ ( šwur šúïϚö7㚠£`ßgtFt^šÎš šwÎ) ÆÎgÏFs9qãèç7Ï9 ÷rr& ÆÎgͬ! $t/#uä ÷rr& Ïä!$t/#uä ÆÎgÏGs9qãèç/ ÷rr& ÆÎgͬ!$oYö/r& ÷rr& Ïä! $oYö/r& ÆÎgÏGs9qãèç/ ÷rr& £`ÎgÏRºuq÷zÎ) ÷rr& ûÓÍ_t/ ÆÎgÏRºuq÷zÎ) ÷rr& ûÓÍ_t/ £`ÎgÏ?ºuqyzr& ÷rr& £`Îgͬ!$|¡ÎS ÷rr& $tB ôMs3n=tB £`ßgãZ»yJ÷šr& Írr& šúüÏèÎ7»F9$# Κöšxî šÍ<'ré& Ïpt/öšM}$# z`ÏB ÉA%y`Ìhš9$# Írr& È@øÿÏeÜ9$# šúïÏ%©! $# óOs9 (#rãšygôàtš 4šn?tã ÏNºušöqtã Ïä!$|¡ÏiY9$# ( šwur tûøóΚôØoš £`ÎgÎ=ã_öšr'Î/ zNn=÷èãšÏ9 $tB tûüÏÿøšäš `ÏB £`ÎgÏFt^šÎš 4 (#þqç/qè?ur šn<Î) «!$# $·èšÏHsd tmš šr& šcqãZÏB÷sßJø9$# ÷/ä3ª=yès9 šcqßsÎ=øÿè? ÇÌÊÈ “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. b. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan berciuman— selain mahram dan isteri. atau putera-putera suami mereka. karena salam adalah ungkapan suka cita dan doa semoga keselamatan.. Tidak ketat dan tidak transparan. sedang aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut. 6. berdempetan. atau budak. 3 ¨bÎ) ©!$# r& 7šš Î7yz $yJÎ/ tbqãèoYóÁtš ÇÌÉÈ @è%ur ÏM»uZÏB÷sßJù=Ïj9 z`ôÒàÒøótš ô`ÏB £`Ïd̚»|Áö/r& z`ôàxÿøtsšur £`ßgy_rãšèù . An Nûr/24: 27) dan ketika berpisah (H. atau putera-putera saudara perempuan mereka.budak yang mereka miliki. dan kemaluannya…. kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Mengucapkan salam hukumnya sunat sedang menjawabnya adalah wajib. Tidak dibolehkan ber-khalwat (bersepi-sepian) tanpa ada control.. 3. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. yakni dengan berbusana menutup aurat. atau putera-putera mereka.R. Menundukkan pandangan yang bermuatan syahwat dan menjaga kemaluan (Q. Tidak diperbolehkan bersentuhan—seperti: berjabat-tangan. dan memelihara kemaluannya. (Muttafafaq ‘alayh). kedamaian dan berkah Allah senantiasa tercurah kepada yang disalami. 4. Tidak memperlihatkan perhiasan/keindahan anggota tubuhnya (Q. atau wanita-wanita Islam. atau putera-putera saudara lelaki mereka.

namun tetap menjaga kehormatan dan kesopanan sebagai pribadi muslim dan muslimah. Hal ini didasarkan pada Q. dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. (HR Jama’ah dari Ibn Abbas) Jika karena keadaan tertentu belum punya kemampuan secara lengkap (fisik dan psikis yang sehat dan bertanggung jawab dalam arti luas) maka Nabi SAW menganjurkannya untuk menempuh alternatif kedua yakni berpuasa (menahan diri). (#qßsÅ3Rr&ur 4šJ»tšF{$# óOä3ZÏB tûüÅsÎ=»¢Á9$#ur ô`ÏB ö/ä. Tidak menyerupai pakaian lain jenis. dapat dipercaya.c. d. maka boleh mengenal satu sama lain. Namun jika belum cukup kemampuan maka wajib atasnya berpuasa. Tetapi ketika proses perkenalan dan pendekatan itu madharatnya lebih besar dari manfaatnya—apalagi sudah mendekati zina—maka hal tersebut diharamkan. Karena hal itu dapat berfungsi sebagai benteng baginya”.Ϛt6Ïã y $ öNà6ͬ!$tBÎ)ur 4 bÎ) (#qçRqä3tš uä!#tšs)èù ãNÎgÏYøó㚠ª!$# `ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù 3 ª!$#ur ììŚºur ÒOšÎ=tæ “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu. Karena zina berkaitan dengan pelampiasan hasrat seksual. Al Isrâ’/17:32). Sebatas mengenal dan mencintai seseorang karena Allah dan tidak melanggar larangan. dan Allah Maha luas (karunianya-Nya) lagi Maha Mengetahui”. Jika dengan puasa tetap tidak mempan maka harus kembali kepada alternative pertama yaitu menikah sebagaimana hadis di atas dan lanjutan surat An-Nûr /24:32. Sebab Nabi SAW menganjurkan: “Wahai para pemuda. barangsiapa yang sudah sanggup menikah di antara kalian. Perhatian: Semua adab pergaulan di atas bertujuan untuk mendidik dengan mencegah berbagai hal yang dapat mejerumuskan ke dalam zina. Bersikap dan berkata yang baik dan benar. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.S. Al Hujurât/49:13 tentang ta’aruf dan hadis Nabi SAW tentang tiga orang yang mampu merasakan manisnya iman. ⊂ ⊃ . Karena permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan syahwat.S. Bagi pemuda yang baik lagi mampu menahan nafsunya maka daripada berzina. lebih baik segera menikah. maka puasa di sini pun termasuk menahan diri terhadap segala sesuatu yang dapat menjerumuskan pada perbuatan zina (Q. Tidak mengundang perhatian (misal: pakai ronce. maka hendaklah segera menikah. norak dan seksi). 7. antara lain: mencintai seseorang karena cintanya kepada Allah semata (Muttafaqa ‘alayh). Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa Islam sesungguhnya tidak melarang bergaul antara laki-laki dan perempuan selama semua larangan di atas tidak dilanggar. supel dalam bergaul. maka hanya dengan penyaluran hasrat seksual secara benar dan seimbang yang efektif mencegah perzinaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->